TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI

Gratis

0
0
318
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Anggraeni Yokta Anafi NIM: 101134049 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini peneliti persembahkan kepada: 1. Allah SWT atas segala rahmat dan ridho yang telah diberikan. 2. Ayahku Muhamad Ma’ful dan Ibuku Yuliana yang selalu memotivasi dan mendoakan yang terbaik untukku. 3. Adikku Restu Ari Nugroho dan Dimas Adhi Wicaksono yang menjadi penyemangat hidup. 4. Ibu Catur Rismiati dan Ibu Andri Anugrahana yang menjadi motivator dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Bayu, Koko, Okta, Melisa, Maya, Tina, Wina selaku teman-teman kelompok studi skripsi yang selalu ada saat suka dan duka serta selalu memberi motivasi kepada peneliti. 6. Teman-teman PGSD yang selalu memberikan dukungan selama belajar bersama. 7. Ibu Sukiyem dan Ibu Dwi selaku guru kelas II SD Negeri Keceme 1. 8. Siswa kelas II SD Negeri Keceme 1. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya” -Al-Baqarah: 286- “Walking with a friend in the dark is better than walking alone in the light” -Helen Keller- Jika kita melakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan, kita tidak akan pernah tahu keajaiban apa yang akan terjadi dalam hidup kita, atau di dalam kehidupan orang lain. -Helen Keller- v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Anggraeni Yokta Anafi Univrsitas Sanata Dharma 2014 Latar belakang penelitian ini adalah perlunya peningkatan manajemen pendidikan Indonesia terutama dalam hal sarana dan prasarana berupa alat peraga. Penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori di sekolah akan menimbulkan harapan bagi siswa dan guru. Harapan siswa dan guru dapat mempengaruhi kepuasan terhadap alat peraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori khususnya alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode sensus. Subjek penelitian sebanyak 50 siswa dan 2 orang guru kelas II SD Negeri Keceme 1. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner kinerja dan kepentingan. Data penelitian dianalisis menggunakan Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Atribut alat peraga yang perlu dipertahankan prestasinya menurut siswa adalah membantu dan memudahkan mengerjakan soal, ukuran pas, memperbaiki kesalahan, menemukan jawaban benar, kunci jawaban, bahan kuat, tidak mudah rusak, permukaan halus, dicat, bahan pernah dan sering dilihat. Atribut alat peraga yang perlu dipertahankan prestasinya menurut guru adalah mudah memahami konsep matematika, mudah digunakan, bentuk menarik, ukuran proporsional, ukuran kecil ke besar, kunci jawaban, bahan ditemukan di lingkungan, dan sesuai dengan materi. Kata kunci: tingkat kepuasan, alat peraga matematika, metode Montessori, PAN tipe II, IPA. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE LEVEL OF STUDENT AND TEACHER’S SATISFACTION TOWARD THE USE OF MATHEMATICS TEACHING AID BASED ON MONTESSORI METHOD By : Anggraeni Yokta Anafi Sanata Dharma University 2014 The background of this research was the need to improve Indonesian education management, especially about facilities and infrastructure such as teaching aid. The use of matematics teaching aid based on the Montessori method would lead to expectations for students and teachers. Expectations of students and teachers can influence satisfaction with teaching aid. This study aimed to dentify the satisfaction level of student and teacher on the use of math teaching aid based on Montessori method especially Papan Pin Perkalian Montessori. The type of this research was descriptive quantitative with census method. The study subjects were 50 students and 2 teachers in grade 2 of Keceme 1 Elementary School in Yogyakarta. The data collection method used questionnaires. The data were analized using criterian reference method (PAN) II and Importance Performance Analysis (IPA). The result of this research showed that students and teachers the satisfaction with teaching aid based on Montessori method were fairly satisfy. According to the students, some attributes of teaching aid needed to be maintained were help to answer the questions, easy to answer the questions, fitted size, correcting faults, portability, colourful, finding right answer, key answer, strong material, not easy demaged, soft surface, painted and to be seen previously. According to the teachers, some attributes of teaching aid needed to be maintained were easy to understanding mathematics concepts, easy to be used, interesting form, proportional size, small to big in size, key answer, materials are easy to be found in surrounded environment, and appropriate with materials. Keywords: satisfaction level, mathematics teaching aid, Montessori method, criterian references method II, Importance Performance Analysis ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI”. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Sanata Dharma. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi tidak akan terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Peneliti megucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., SS., BST., MA., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Catur Rismiati, S.PD., M.A., Ed.D selaku dosen pembimbing I, yang telah memberikan arahan, motivasi, dan sumbangan pemikiran dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Andri Anugrahana, S.Pd., M.Pd selaku dosen pembimbing II, yang telah memberikan bimbingan kepada peneliti selama penelitian ini. 5. Walidi, S.Pd selaku kepala SD Negeri Keceme 1 yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melakukan penelitian di SD tersebut. 6. Dwi dan Sukiem selaku guru kelas II A dan II B SD Negeri Keceme 1 yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melakukan penelitian di kelas II. 7. Bapak, Ibu, dan adik yang selalu memberikan dukungan dan doa kepada peneliti. 8. Teman-teman yang selalu memeberikan dukungan dan doa kepada peneliti. 9. Semua pihak yang telah membantu peneliti secara langsung dan tidak langsung. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Peneliti sangat menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun akan peneliti terima. Semoga skripsi ini berguna bagi peneliti dan para pembaca. xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................... iv MOTTO ................................................................................................................ v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI................................ vii ABSTRAK ............................................................................................................ viii ABSTRACT ............................................................................................................ ix KATA PENGANTAR .......................................................................................... x DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................. xiv DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xvii DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ................................................................................... B. Identifikasi Masalah ......................................................................................... C. Batasan Masalah ............................................................................................... D. Rumusan Masalah ............................................................................................ E. Tujuan Penelitian .............................................................................................. F. Manfaat Penelitian ............................................................................................ G. Definisi Operasional ......................................................................................... 1 5 6 6 6 7 8 BAB II KAJIAN TEORI A. Kajian Pustaka .................................................................................................. 1. Montessori ................................................................................................... 2. Matematika ................................................................................................... 3. Alat Peraga ................................................................................................... 4. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori ............................................... 5. Tingkat Kepuasan ......................................................................................... B. Hasil Penelitian yang Relevan .......................................................................... C. Kerangka Berpikir ............................................................................................ D. Hipotesis .......................................................................................................... 11 11 18 23 25 29 43 51 53 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................................ B. Tempat dan Waktu Penelitian ......................................................................... C. Populasi dan Sampel ........................................................................................ D. Variabel Penelitian ......................................................................................... 54 55 55 56 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................... 56 F. Instrumen Pengumpulan Data ........................................................................ 60 G. Uji Validitas dan Reliabilitas ......................................................................... 64 H. Prosedur Analisis Data ..................................................................................... 103 I. Teknik Analisis Data ...................................................................................... 106 J. Jadwal Penelitian ............................................................................................ 111 BAB IV DESKRIPSI, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian ........................................................................................ 113 B. Hasil Penelitian ............................................................................................... 115 C. Pembahasan ..................................................................................................... 191 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN A. Kesimpulan ....................................................................................................... 211 B. Keterbatasan Penelitian .................................................................................. 213 C. Saran ................................................................................................................. 214 DAFTAR REFERENSI ........................................................................................ 216 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Tabel 2.2 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4 Tabel 3.5 Tabel 3.6 Tabel 3.7 Tabel 3.8 Tabel 3.9 Tabel 3.10 Tabel 3.11 Tabel 3.12 Tabel 3.13 Tabel 3.14 Tabel 3.15 Tabel 3.16 Tabel 3.17 Tabel 3.18 Tabel 3.19 Tabel 3.20 Tabel 3.21 Tabel 4.1 Penggabungan Indikator Tingkat Kepuasan .................................... Indikator Tingkat Kepuasan terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................... Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Siswa ................................................................................................ Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Siswa ...................................................................................... Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Guru ................................................................................................. Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Guru ....................................................................................... Kisi-kisi Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement .................................................................. Penjabaran Indikator Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement .................................................. Rangkuman Skor dari Para Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru ......................................... Rangkuman Komentar dari Para Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru............................. Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru Sebelum dan Sesudah Expert Judgement ........................ Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa ................................................................ Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa Sebelum dan Sesudah Face Validity Siswa ..................................... Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru .................................................................. Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru Sebelum dan Sesudah Face Validity Guru ...................................... Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Guru...................... Perbandingan Validitas Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa ................................................................................................ Klasifikasi Tingkat Reliabilitas Instrumen ...................................... Perbandingan Reliabilitas Total Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa ................................................................ Rangkuman Hasil Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Siswa ....... Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Siswa .................... Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru berdasarkan PAN Tipe II .............................................................................................. Jadwal Penelitian ............................................................................. Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa berdasarkan PAN Tipe II ...... xiv 42 43 58 58 59 60 62 62 65 67 69 72 75 77 80 82 92 95 99 100 102 107 111 116

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Tabel 4.11 Tabel 4.12 Tabel 4.13 Tabel 4.14 Tabel 4.15 Tabel 4.16 Tabel 4.17 Tabel 4.18 Tabel 4.19 Tabel 4.20 Tabel 4.21 Tabel 4.22 Tabel 4.23 Tabel 4.24 Tabel 4.25 Tabel 4.26 Tabel 4.27 Tabel 4.28 Tabel 4.29 Tabel 4.30 Tabel 4.31 Tabel 4.32 Tabel 4.33 Tabel 4.34 Tabel 4.35 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................... Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-education ........... Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-education .. Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Menarik ...................... Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Menarik.............. Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Bergradasi .................. Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi .......... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-correction .......... Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction.. Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Kontekstual ................ Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual ........ Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Life ............................. Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Life ..................... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Workmanship ............. Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Workmanship ..... Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Siswa .................... Persebaran Pernyataan Kuesioner Siswa pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan ....................................... Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan .......................................................................................... Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa ................................................ Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru berdasarkan PAN Tipe II ....... Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................... Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-education ............ Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-education .... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Menarik ....................... Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Menarik ............... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Bergradasi.................... Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi ........... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-correction ........... Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction ... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Kontekstual.................. Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual ......... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Life ............................... xv 118 119 121 122 123 123 124 125 125 126 127 128 128 129 130 131 132 141 145 148 153 155 155 157 157 158 159 160 161 161 162 163 164 164

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.36 Tabel 4.37 Tabel 4.38 Tabel 4.39 Tabel 4.40 Tabel 4.41 Tabel 4.42 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Life ...................... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Workmanship ............... Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Workmanship ...... Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Guru ..................... Persebaran Pernyataan Kuesioner Guru pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan ....................................... Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan .......................................................................................... Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru.................................................. xvi 165 166 167 168 178 182 186

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 2.5 Gambar 2.6 Gambar 3.1 Gambar 4.1 Alat Peraga Papan Pin Perkalian Montessori secara Keseluruhan .. Papan Perkalian Pada Papan Pin Perkalian Montessori .................. Kotak Perlengkapan Alat Peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Cara Penggunaan Alat Peraga Papan Pin Perkalian Montessori ..... Pengaruh Harapan terhadap Kepuasan ............................................ Literature Map................................................................................. Diagram Kartesius ........................................................................... Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ..................................... Gambar 4.2 Diagram Penggunaan Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ..................................... Gambar 4.3 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................................... Gambar 4.4 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ..................................... Gambar 4.5 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................................... Gambar 4.6 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori. ....................................................................... Gambar 4.7 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................................... Gambar 4.8 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................................... Gambar 4.9 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ..................................... Gambar 4.10 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ Gambar 4.11 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ xvii 25 26 27 28 30 50 110 134 135 136 137 138 139 140 144 171 172 173

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 4.12Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ..................................... 4.13 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ 4.14 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessor ......................................................................... 4.15 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ 4.16 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................................................ xviii 174 175 176 177 181

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Surat Keterangan Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas ........... Surat Ijin Penelitian ......................................................................... Surat Keterangan Selesai Penelitian ................................................ Hasil Expert Judgement ................................................................... Hasil Face Validity Kuesioner untuk Siswa .................................... Hasil Face Validity Kuesioner untuk Guru...................................... Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kinerja ............................................................................................. Lampiran 8 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kepentingan ..................................................................................... Lampiran 9 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kinerja ............................. Lampiran 10 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kepentingan..................... Lampiran 11 Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kinerja................................. Lampiran 12 Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan ........................ Lampiran 13 Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kinerja ............................. Lampiran 14 Output Reliabilitas Total Kuesioner Kepentingan........................... Lampiran 15 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kinerja........ Lampiran 16 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kepentingan ..................................................................................... Lampiran 17 Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kinerja ......... Lampiran 18 Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kepentingan ..................................................................................... Lampiran 19 Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kinerja untuk Siswa ....... Lampiran 20 Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kepentingan untuk Siswa ................................................................................................ Lampiran 21 Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kinerja untuk Guru ........ Lampiran 22 Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kepentingan untuk Guru ................................................................................................. Lampiran 23 Foto Penelitian ................................................................................. Lampiran 24 Biodata Peneliti .............................................................................. xix 220 221 222 223 229 233 237 242 247 250 253 259 266 270 274 279 284 287 290 292 294 295 296 298

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini menjelaskan mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah upaya yang terorganisasi, terencana, dan berlangsung terus sepanjang hayat untuk membina siswa menjadi manusia dewasa dan berbudaya (Susanto, 2013: 85). Pendidikan tidak hanya mencakup pengembangan kognitif saja. Pendidikan juga mengembangkan aspek afektif dan psikomotorik. Pendidikan dapat diperoleh melalui beberapa jenjang, salah satunya adalah melalui pendidikan dasar. Susanto (2013: 69) menjelaskan bahwa sekolah dasar masuk pada kategori pendidikan dasar. Salah satu bidang studi yang ada pada jenjang pendidikan mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi adalah matematika (Susanto, 2013: 183). Matematika adalah ilmu yang mempelajari konsep-konsep abstrak yang berisi simbol-sombol matematika yang telah disepakati secara bersama-sama untuk melatih penalaran. Matematika dapat melatih siswa supaya mempunyai kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, dan kritis (Departemen Pendidikan Nasional, 2008: 134). Matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang tidak mudah bagi siswa sekolah dasar. Hudojo (2001: 196) menjelaskan bahwa 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 rendahnya kemampuan matematika siswa sekolah dasar dikarenakan siswa kesulitan dalam mempelajari konsep matematika yang bersifat abstrak, sedangkan cara berpikir siswa sekolah dasar masih dalam tahap konkret. Kemampuan matematika siswa sekolah dasar rendah disebabkan karena siswa menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan (Subadi, 2013: 11). Anggapan siswa tentang matematika sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan, membuat siswa kurang berminat untuk mendalami pelajaran matematika yang berdampak pada prestasi belajar. Prestasi siswa Indonesia pada mata pelajaran matematika masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Hasil penelitian PISA (Programme for International Student Assessment) menunjukkan bahwa kemampuan matematika para siswa Indonesia menduduki peringkat 9 terbawah dari 65 negara dengan skor 371 (Organization for Economic Cooperation and Development, 2010). Data PISA juga didukung oleh hasil survei TIMSS (Trends in Mathematics and Science Study) pada tahun 2011. Hasil skor TIMSS (Trends in Mathematics and Science Study) tahun 2011 menunjukkan rata-rata prestasi matematika siswa Indonesia adalah 386 yang berarti berada pada level rendah (Rosnawati, 2013: 2). Salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar adalah manajemen pendidikan di Indonesia. Konstribusi manajemen pendidikan terhadap keberhasilan dan kegagalan belajar siswa adalah 32% (Rohiat, 2008: 15). Mulyasa (2007: 20) menjelaskan bahwa manajemen pendidikan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sekolah adalah penyelenggara pendidikan

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 formal. Suparlan (2013: 17) menjelaskan bahwa pendidikan sekolah merupakan pendidikan formal. Sekolah dalam melaksanakan kegiatannya memiliki tujuh bidang garapan, yaitu kurikulum, kesiswaan, personil atau anggota, sarana dan prasarana, keuangan, hubungan sekolah dan masyarakat, serta layanan khusus (Rohiat, 2008: 21). Bidang garapan dalam manajemen pendidikan sekolah di Indonesia belum memiliki kualitas seperti yang diarapkan. Manajemen pendidikan belum mendapatkan perhatian, sehingga seluruh bidang garapan belum berfungsi dengan baik (Mulyasa, 2007: 21). Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas manajemen pendidikan sekolah adalah kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia di sekolah (Sukmadinata, 2012: 203). Sarana dan prasarana sekolah terdiri atas enam ruang kelas, satu ruang kepala sekolah, perabot, buku teks, buku penunjang, buku bacaan, dan berbagai alat peraga (Rohiat, 2008: 7). Sitanggang & Widyaiswara (2013: 4) menjelaskan bahwa alat peraga adalah bagian dari media pembelajaran yang diartikan semua benda sebagai perantara dalam proses pembelajaran. Alat peraga dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi mengenai materi pelajaran oleh guru kepada para siswanya, sehingga siswa menjadi lebih mudah dalam memahami isi materi pelajaran (Kustandi & Sutjiptono, 2011: 9). Alat peraga dapat meningkatkan perhatian siswa dalam belajar. Siswa akan lebih fokus dan termotivasi dalam belajar. Alat peraga merupakan sumber belajar yang dapat meningkatkan daya imajinasi siswa dalam memahami materi pelajaran, sehingga dapat membantu siswa dalam menalar materi yang abstrak.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Alat peraga yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah alat peraga Montessori. Beberapa sekolah di Indonesia menerapkan metode Montessori dalam pembelajaran. Metode Montessori merupakan metode pembelajaran yang memanfaatkan berbagai material atau alat peraga. Alat peraga Montessori adalah alat peraga yang dirancang oleh Montessori untuk melatih kepekaan indera dan keterampilan fisik siswa (Montessori, 2013). Alat peraga Montessori mempunyai beberapa ciri, yaitu menarik, bergradasi, auto-correction, auto-education (Montessori, 2002: 170-176). Peneliti menambahkan satu ciri yaitu kontekstual. Pemanfaatan alat peraga Montessori dapat membantu siswa dalam memahami materi pada mata pelajaran matematika dari hal konkrit menuju hal abstrak yang membutuhkan penalaran atau kemampuan berpikir tinggi. Tersedianya sarana dan prasarana seperti alat peraga Montessori dalam jumlah yang memadai akan mendukung berlangsungnya proses pendidikan yang efektif. Proses pendidikan yang efektif menggambarkan kualitas suatu pendidikan. Suatu pendidikan yang berkualitas baik menimbulkan kepuasan bagi siswa dan guru. Penggunaan alat peraga Montessori pada pembelajaran matematika menimbulkan harapan tersendiri bagi siswa dan guru yang berpengaruh kepada tingkat kepuasannya. Tjiptono (2008: 24) menjelaskan bahwa kepuasan pelanggan mencakup perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan. Pelanggan dalam konteks penelitian ini adalah siswa dan guru. Siswa dan guru akan merasa puas apabila kinerja alat peraga Montessori sesuai dengan harapan dan kebutuhannya.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Kepuasan siswa dan guru dapat diketahui dengan melakukan pengukuran tingkat kepuasan. Manfaat pengukuran kepuasan adalah untuk mengetahui kinerja produk, melakukan perbaikan produk, dan memastikan perubahan mengarah pada perbaikan kinerja produk (Supranto, 2006). Pengukuran tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga Montessori diperlukan untuk mengetahui kinerja, melakukan perbaikan, dan memastikan perubahan mengarah pada perbaikan kinerja alat peraga. Siswa dan guru yang merasa puas akan berusaha mencapai kepuasan tersebut pada kesempatan lain. Siswa dan guru mempunyai motivasi yang cukup besar untuk belajar lebih giat supaya dapat mendapat hasil yang lebih memuaskan lagi di lain waktu (Daryanto, 2007: 9). Peneliti tertarik untuk melakukan pengukuran tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti melakukan penelitian yang berjudul “Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori.” B. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang, dapat diidentifikasi masalah berupa manajemen pendidikan pada bidang sarana dan prasarana khususnya tentang alat peraga. Salah satu alat peraga yang dapat digunakan pada pembelajaran di sekolah adalah alat peraga Montessori. Alat peraga Montessori yang berkualitas akan menimbulkan kepuasan siswa dan guru yang menggunakan alat peraga tersebut.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 C. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada tingkat kepuasan siswa dan guru kelas II SD Negeri Keceme 1 tahun pelajaran 2013/2014 terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan berupa Papan Pin Perkalian Montessori. Pembelajaran matematika yang dimaksud adalah pembelajaran matematika kelas II. Standar kompetensinya adalah 3. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka, sedangkan kompetensi dasarnya 3.1 Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka. Penelitian ini menggunakan dua kuesioner yaitu kinerja dan kepentingan yang terdiri dari tujuh indikator kepuasan. Tujuh indikator kepuasan tersebut meliputi auto-education, menarik, bergradasi, autocorrection, life, dan workmanship. D. Rumusan Masalah Peneliti merumuskan masalah berdasarkan latar belakang diadakannya penelitian, yaitu: 1. Bagaimana tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori? 2. Bagaimana tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori? E. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian yang dilakukan oleh peneliti meliputi:

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1. Mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2. Mengetahui tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. F. Manfaat Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka manfaat penelitian ini, yaitu: 1. Bagi siswa Siswa dapat berlatih mengutarakan pendapatnya mengenai alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan dalam pembelajaran. 2. Bagi guru Guru dapat mengetahui kualitas alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan dalam pembelajaran. Manfaat lainnya adalah sebagai bahan masukan bagi guru untuk menggunakan alat peraga berbasis metode Montessori dalam pembelajaran matematika yang disesuaikan dengan harapan maupun kebutuhan siswa dan guru. Guru juga dapat berlatih untuk mengutarakan pendapatnya matematika berbasis metode Montessori. mengenai alat peraga

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 3. Bagi sekolah Sekolah dapat mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan dalam pembelajaran untuk mempertimbangkan strategi belajar mengajar. 4. Bagi peneliti Peneliti dapat mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti juga dapat mengetahui hal-hal yang dapat mempengaruhi kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. G. Definisi Operasional Peneliti menggunakan beberapa definisi operasional dalam penelitiannya untuk menghindari kesalahan penafsiran, yang meliputi: 1. Tingkat kepuasan adalah tingkat perasaan siswa dan guru ketika kinerja alat peraga sama atau melebihi harapan. 2. Kepentingan adalah keinginan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 3. Kinerja adalah perasaan siswa dan guru terhadap hasil kerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori setelah menggunakannya. 4. Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori berdasarkan nilai ratarata kelompok.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 5. Importance Performane Analysis (IPA) adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui atribut-atribut yang menunjukkan kepuasan dan ketidakpuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 6. Alat peraga adalah alat yang digunakan dalam pembelajaran untuk memperagakan materi pelajaran dalam rangka mencapai tujuan tertentu. 7. Matematika adalah ilmu yang mempelajari konsep-konsep abstrak yang berisi simbol-sombol matematika yang telah disepakati secara bersamasama untuk melatih penalaran. 8. Pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah pembelajaran yang bertujuan melatih keterampilan siswa untuk menerapkan konsep-konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. 9. Alat peraga matematika adalah alat yang digunakan dalam pembelajaran matematika untuk memperagakan materi pelajaran dalam rangka mencapai tujuan tertentu. 10. Metode Montessori adalah metode yang dikembangkan oleh Maria Montessori dengan menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran. 11. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori adalah alat bantu untuk memperagakan materi matematika perkalian bilangan dua angka dalam rangka mencapai tujuan tertentu. 12. Siswa adalah anak kelas II di SD Negeri Keceme 1 yang pernah menggunakan alat peraga matematika Papan Pin Perkalian berbasis metode Montessori dalam pembelajaran.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 13. Guru adalah orang yang menggunakan alat peraga matematika Papan Pin Perkalian berbasis metode Montessori untuk memahami konsep matematika sebelum mengajarkan konsep matematika kepada siswa kelas II SD Negeri Keceme 1.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI Bab II membahas mengenai kajian teori, penelitian yang relevan, kerangka berpikir dan hipotesis penelitian. A. Kajian Pustaka Kajian pustaka berisi teori-teori yang mendukung penelitian dan hasil penelitian yang relevan. Ada beberapa teori yang mendukung penelitian, yaitu teori tentang Montessori, matematika, alat peraga, alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori, dan tingkat kepuasan. 1. Montessori Sub bab ini akan membahas mengenai riwayat Montessori, metode Montessori, dan karakteristik alat peraga Montessori. a. Riwayat Montessori Maria Montessori atau yang sering dipanggil dengan nama Montessori adalah seorang perempuan yang telah mengembangkan metode pendidikan melawan pola pendidikan konvensional. Montessori lahir pada tanggal 31 Agustus 1870 di Chiaravalle, Ancona, Italia Utara (Magini, 2013: 7). Montessori masuk di sekolah dasar terbaik yang terletak di Via, San Nicolo a Tolentino, Roma pada tahun 1876 pada usia enam tahun (Montessori, 2013: 4). Pada tahun 1883, Montessori diterima di Regia Secoula Technicia Michelangelo Buonarroti yang merupakan Sekolah teknik negeri. Pada tahun 1886 – 1890an, Montessori masuk 11

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 ke Regio Instito Technico Leonardo Da Vinci. Pada tahun 1990, Montessori membuat keputusan besar, yaitu berhenti belajar di sekolah teknik dan mengambil sekolah dokter. Montessori adalah perempuan pertama yang diterima di sekolah kedokteran (Montessori, 2013: 6). Pendidikan Montessori di kedokteran membuat Montessori berusaha menciptakan sebuah pedagodi ilmiah, yaitu metode pendidikan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan (Montessori, 2013: 68). Metode pendidikan yang digunakan Montessori dikembangkan berdasarkan metode pendidikan yang dilakukan Itard dan Seguin terhadap anak-anak liar dan gangguan mental. Seguin merancang serangkaian alat dan bahan ajar untuk melatih indera-indera dan keterampilan fisik anak-anak dengan gangguan mental (Montessori, 2013: 12). Montesori mengembangkan dua prinsip berdasarkan karya Itard dan Seguin (Montessori, 2013: 12) yaitu (1) keterbelakangan mental membutuhkan satu jenis pendidikan khusus dan penanganan medis, (2) pendidikan khusus membutuhkan bahan dan alat pembelajaran. Montessori mendirikan Casa dei Bambini atau Rumah Anak-Anak pada 6 Januari 1907 di Roma (Montessori, 2013: 22). Montessori memulai ekperimennya selama 2 tahun di Casa dei Bambini yang diterapkan untuk anak usia 3 sampai 6 tahun. Casa dei Bambini didirikan untuk memberikan pengasuhan bagi anak-anak yang orang tuanya bekerja dan tidak dapat mengasuh anak-anaknya (Magini, 2013: 47). Casa dei Bambini memiliki seorang direktris, dokter dan pengasuh (Montessori, 2013: 163). Direktris adalah seorang guru yang bertugas mendidik anak-anak di Casa dei Bambini. Anak-anak yang tadinya sangat liar dan

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 pemberontak ternyata memiliki ketertarikan yang sangat besar pada alat peraga Montessori (Magini, 2013: 48). Anak-anak yang tadinya liar secara sepontan mau bermain dengan alat peraga tersebut. Alat peraga membuat anak-anak menjadi lebih komunikatif, dapat bersosialisasi, dan terlihat lebih bahagia. Montessori (2013: 192) menjelaskan bahwa ciri-ciri pembelajaran di Casa dei Bambini adalah kepadatan dan keringkasan, kesederhanan dan obyektivitas. Keringkasan dan kepadatan maksudnya adalah bahasa yang digunakan dalam pembelajaran hendaknya ringkas dan jelas. Pembelajaran akan semakin sempurna apabila guru atau direktris mampu meminimalkan kata-kata yang tidak berguna. Kesederhanaan maksudnya adalah kata-kata yang digunakan guru atau direktris dalam pembelajaran harus diusahakan yang paling sederhana dan mengacu pada kebenaran. Objektivitas maksudnya adalah pelajaran harus disampaikan dengan cara di mana sikap pribadi dari pengajar tidak ditampakkan. b. Metode Montessori Metode pembelajaran Montessori adalah metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Maria Montessori. Pembelajaran dalam metode ini dilakukan dengan memanfaatkan berbagai alat peraga (Magini, 2013: 50). Alat peraga tersebut dirancang untuk melatih kepekaan indera dan keterampilan fisik siswa. Pendidikan di sekolah Montessori memiliki beberapa prinsip (Montessori, 2002: 8). Proses belajar akan berlangsung baik apabila diselenggarakan dengan memberi keleluasaan dan kemerdekaan kepada siswa untuk beraktivitas pada lingkungan belajarnya. Tugas utama guru adalah mendidik siswa menjadi anak yang bertanggung jawab dan disiplin dengan memberikan kebebasan kepada

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 siswa untuk aktif di kelas (Magini, 2013: 53). Montessori (2002: 11) menjelaskan bahwa syarat utama untuk menjadi pribadi yang bebas adalah kemandirian. Montessori tidak membenarkan adanya hukuman dan hadiah dalam metode pembelajarannya (Crain, 2007: 111). Montessori (2013: 78) menjelaskan bahwa “metode Montessori bersandar pada prinsipnya bahwa pendidikan seorang anak harus muncul dari dan bertepatan dengan tahap-tahap perkembangan anak itu sendiri”. Tiga periode perkembangan menurut Montessori antara lain: (1) usia dari lahir sampai enam tahun. Anak pada usia dari lahir sampai enam tahun mulai mengekplorasi lingkungan, menyerap informasi, dan menggunakan bahasa, (2) usia enam tahun sampai dua belas tahun. Anak pada usia enam tahun sampai dua belas tahun mulai mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang sudah diperoleh pada periode yang sebelumnya, (3) usia dua belas sampai lima belas tahun. Anak pada usia dua belas sampai lima belas tahun mulai belajar untuk memahami peran sosial dan memahami posisinya pada masyarakat. Peran guru hanya sebagai pemandu proses pembelajaran, fasilitator, dan pengamat pada sekolah Montessori (Magini, 2013: 53). Guru adalah direktris di sekolah Montessori. Guru sebaiknya mampu menciptakan lingkungan pembelajaran dengan perlengkapan yang menarik dan tepat, serta tidak memaksakan tugas-tugas maupun kegiatan kepada siswa. Motivasi intrinsik siswa untuk belajar penting dalam kegiatan pembelajaran Montessori. Siswa akan fokus pada kegiatan pembelajaran dan akan terus mengulanginya sampai mereka berhasil menguasai kegiatan tersebut dengan baik saat siswa tertarik terhadap suatu kegiatan (Crain, 2007: 109). Sekolah dengan metode Montessori dirancang

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 sedemikian rupa untuk menumbuhkan dan melatih kepekaan indera siswa, keterampilan berbahasa, keterampilan fisik, sosial, dan kebudayaan (Montessori, 2013: 84). Keterampilan indera siswa mencakup keterampilan untuk membedakan nada-nada suara, warna, dan tekstur atau permukaan suatu benda. Keterampilan berbahasa dilatih melalui kegiatan pembelajaran dengan bunyi-bunyian dan hurufhuruf yang nantinya akan berkembang menjadi kemampuan membaca dan menulis. c. Karakteristik Alat Peraga Montessori Metode Montessori merupakan metode pembelajaran yang memanfaatkan berbagai material atau alat peraga. Alat peraga Montessori adalah alat peraga yang dirancang oleh Montessori untuk melatih kepekaan indera dan keterampilan fisik siswa (Montessori, 2013). Alat peraga Montessori juga berfungsi untuk melatih kemampuan menangkap berbagai rangsangan dari latihan yang dilakukan secara berulang-ulang (Montessori 2002: 19). Alat peraga matematika berbasis metode Montessori dirancang untuk mengembangkan kemampuan matematika dan membantu siswa dalam memanipulasi materi pelajaran (Lillard, 1997). Manipulasi yang dimaksud adalah kemampuan untuk memahami materi dengan benda-benda konkrit menuju materi yang lebih abstrak. Alat peraga tersebut dapat membantu siswa dalam memahami perintah dan mengkonstruksi konsep-konsep baru dari materi yang dipelajari. Alat peraga tersebut mempunyai ciri-ciri atau karakteristik tertentu yang membedakannya dengan alat peraga yang lain. Terdapat lima karakteristik alat peraga Montessori (Montessori, 2002: 19), yaitu menarik, bergradasi, auto-

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 correction, dan auto-education. Karakteristik alat peraga Montessori yang pertama adalah menarik. Ada beberapa hal yang pelu dilakukan guru untuk dapat menciptakan pembelajaran yang menarik. Guru hendaknya dapat memilih alat peraga yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu untuk mengembangkan seluruh potensi siswa, tidak membuat anak jenuh dan dapat menarik perhatian siswa (Montessori, 2002: 17). Karakteristik alat peraga Montessori yang kedua adalah bergradasi. Alat peraga Montessori memiliki gradasi untuk melatih siswa membedakan warna, bentuk, dan usia siswa dalam rangka membantu mengembangkan potensinya melalui pelatihan indera. Tablet dengan warna-warna yang beragam dapat digunakan untuk melatih siswa dalam membedakan warna. Siswa diminta untuk memasangkan tablet-tablet dengan warna yang sama dan mengelompokkan tablet berdasarkan kesamaan warna serta gradasi gelap terang (Montessori, 2002). Penggunaan alat peraga Montessori juga harus disesuaikan dengan usia siswa. Anak pada usia 3-7 tahun dan usia sekolah dasar, biasanya lebih tertarik pada objek-objek yang merangsang indera mereka dari pada pemikiran yang hanya mengandalkan kemampuan otak (Montessori, 2002: 23). Pembelajaran sebaiknya dimulai dengan mempelajari hal-hal konkret melalui latihan penginderaan menuju hal-hal abstrak yang mengandalkan kemampuan penalaran otak. Karakteristik alat peraga Montessori yang ketiga adalah auto-correction. Alat Peraga mempunyai pengendali kesalahan atau auto-correction, yaitu alat peraga tersebut mampu menjawab dan menunjukan letak kesalahan siswa ketika

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 menggunakannya tanpa adanya koreksi dari orang lain atau orang yang lebih dewasa (Magini, 2013: 54). Siswa dapat mengetahui letak kesalahannya sendiri ketika menggunakan alat peraga Montessori. Montessori menjelaskan bahwa materi pelajaran hendaknya disampaikan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi, memanipulasi, dan memiliki kontrol terhadap kesalahan yang dilakukan (Lilard, 1997). Auto-correction dapat dilihat pada penggunaan alat peraga silinder-silinder kayu dengan berbagai ukuran untuk dimasukkan ke dalam lubang-lubang pada balok kayu (Montessori, 2013: 29). Alat Peraga ini mempunyai alat pengendali kesalahan sendiri. Silinder kecil akan masuk jika diletakkan pada lubang balok yang besar, tetapi tidak dapat masuk jika diletakkan pada lubang balok yang lebih kecil. Siswa dapat mengoreksi sendiri kesalahan yang dibuat dengan mengulangi kegiatan tersebut sampai siswa mampu melakukannya dengan baik berdasarkan peristiwa tersebut. Karakteristik alat peraga Montessori yang keempat adalah auto-education. Alat peraga Montessori memungkinkan siswa untuk belajar mengembangkan diri secara mandiri dan mengurangi bantuan dari guru maupun orang yang lebih dewasa (Montessori, 2002: 18). Keberhasilan pendidikan berbasis penginderaan tidak tergantung pada kemampuan guru dalam mengajar, tetapi tergantung pada lingkungan belajar dan alat peraga yang digunakan. Alat peraga Montessori memberi kesempatan siswa untuk melatih dirinya untuk mengamati, membandingkan objek yang dipelajari, dan berpikir untuk mengambil keputusan secara mandiri.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Montessori menegaskan bahwa manusia dapat berhasil bukan karena diajari oleh gurunya, tetapi karena mereka mengalami dan melakukannya sendiri (Magini, 2013). Tugas guru adalah melakukan presentasi menggunakan alat peraga kepada siswa dan meletakkannya kembali pada tempatnya (Magini, 2013: 55), kemudian guru berdiri di belakang kelas untuk melihat dan membiarkan siswanya bekerja sendiri dengan alat peraga yang ada. Karakteristik alat peraga Montessori yang kelima adalah kontekstual. Peneliti menambahkan karakteristik kontekstual karena pembelajaran Montessori menggunakan alat peraga yang terbuat dari bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar. Pembelajaran Montessori juga menggunakan bahan-bahan yang diketahui oleh siswa, misalnya berbagai bentuk bangun geometri yang terbuat dari kayu. Peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa karakteristik alat peraga Montessori adalah menarik, bergradasi, auto-education, auto-correction, dan kontekstual. 2. Matematika Sub bab matematika akan membahas mengenai pengertian matematika, pembelajaran matematika di sekolah dasar, dan manfaat alat peraga matematika. a. Pengertian Matematika Hudojo (2001: 45) menjelaskan bahwa matematika adalah ilmu yang mempunyai objek studi abstrak dan menggunakan penalaran deduktif. Penalaran deduktif merupakan penalaran yang berdasarkan kebenaran konsistensi, sehingga kebenarannya sudah pasti. Matematika dikatakan sebagai objek studi yang abstrak karena berhubungan dengan simbol-simbol matematika dan dibutuhkan penalaran untuk memahaminya.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Susanto (2013: 193) menjelaskan bahwa matematika merupakan konsep atau ide abstrak yang berisi simbol-simbol dan berlaku secara umum serta disepakati secara internasional. Konsep-konsep tersebut telah disusun secara sistematis dan logis dari konsep yang paling sederhana menuju konsep yang lebih kompleks. Kemampuan memahami dan menguasai suatu konsep merupakan suatu prasyarat untuk bisa menguasai konsep yang selanjutnya dalam matematika. Peneliti mengartikan matematika sebagai ilmu yang mempelajari konsep-konsep abstrak yang berisi simbol-sombol matematika yang telah disepakati secara bersama-sama untuk melatih penalaran. b. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Kurikulum SD/MI memuat delapan mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri (Badan Standar Nasional Pendidikan, 2007: 5). Salah satu dari delapan mata pelajaran yang dipelajari di sekolah dasar adalah matematika. Susanto (2013: 183) menyatakan bahwa matematika adalah salah satu mata pelajaran yang ada pada semua bidang pendidikan dimulai dari tanam kanakkanak secara informal dan sekolah dasar sampai perguruan tinggi secara formal. Ada beberapa alasan pentingnya penerapan matematika dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penerapan matematika dalam pembelajaran di sekolah dasar penting karena belajar matematika dapat membuat siswa terbiasa untuk berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kratif dalam menyelesaikan soal matematika (Daryanto & Rahardjo, 2012: 240). Kebiasaan-kebiasan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif baik jika diterapkan untuk menghadapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Matematika adalah alat untuk mengembangkan cara

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 berpikir yang jelas, tepat, dan teliti (Hudojo, 2001: 196). Matematika sangat diperlukan untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari terutama yang berkaitan dengan berhitung (Susanto, 2013: 184), misalnya ketika siswa menggunakan uangnya untuk jajan di sekolah, dia dapat mengetahui berapa uang yang harus dia bayarkan dan berapa kembalian yang dia terima. Susanto (2013: 19) menjelaskan bahwa “pembelajaran matematika adalah suatu proses belajar mengajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir siswa yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi matematika”. Pembelajaran matematika melibatkan dua pihak yang tidak dapat dipisahkan. Pembelajaran biasanya melibatkan siswa dan guru sebagai pelajar dan pembelajar. Guru dan siswa sama-sama berperan dalam terlaksananya tujuan pembelajaran matematika. Ada beberapa tujuan pembelajaran matematika di SD/MI. Departemen Pendidikan Nasional (2008: 135) menegaskan bahwa terdapat lima tujuan diterapkannnya pembelajaran matematika di SD/MI antara lain : (1) supaya siswa mampu memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep tersebut dalam pemecahan masalah dengan tepat, (2) siswa dapat menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, (3) supaya siswa dapat memecahkan masalah yang terdiri dari kemampuan memahami masalah, merancang dan menyelesaikan model matematika, dan menafsirkan solusi yang

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 diperoleh, (4) supaya siswa mampu mengkomunikasikan gagasan menggunakan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas masalah, (5) supaya siswa mempunyai sikap menghargai manfaat matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat belajar matematika, serta ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Susanto (2013: 183) menegaskan bahwa tujuan akhir dari pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah supaya siswa terampil dalam menerapkan konsep-konsep matematika dalam kehidupan seharihari. Konsep-konsep pada kurikulum matematika sekolah dasar dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu penanaman konsep dasar, pemahaman konsep, dan pembinaan keterampilan. Penanaman konsep dasar merupakan cara menghubungkan kemampuan kognitif siswa dengan konsep baru matematika yang abstrak. Alat peraga diharapkan dapat digunakan untuk membantu kemampuan pola pikir siswa saat penanaman konsep dasar. Pemahaman konsep merupakan pembelajaran lanjutan dari penanaman konsep yang bertujuan agar siswa lebih memahami konsep matematika. Pelaksanaannya dapat dilakukan bersama-sama dengan kegiatan penanaman konsep dasar dan bisa juga dilakukan pada waktu yang berbeda. Pembinaan keterampilan merupakan penanaman konsep dasar dan pemahaman konsep. Pembinaan keterampilan bertujuan agar siswa lebih terampil dalam menggunakan berbagai konsep matematika. Departemen Pendidikan Nasional (2008: 135) menyebutkan bahwa ruang lingkup materi matematika pada jenjang pendidikan SD/MI meliputi tiga aspek, yaitu bilangan, geometri dan pengukuran, dan pengolahan data. Pertama, bilangan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 yaitu aspek yang berisi materi tentang operasi hitung penjumlahan, bilangan romawi, pengurangan, perkalian, faktor dan kelipatan, serta pembagian bilangan. Kedua, geometri yaitu aspek yang berisi materi tentang sifat-sifat, luas, keliling, dan volume bangun datar. Ketiga, pengolahan data yaitu aspek yang berisi tentang pengukuran waktu, panjang, berat, suhu, jarak, dan kecepatan. c. Manfaat Alat Peraga Matematika Suharjana (2009: 4) menyebutkan bahwa manfaat alat peraga matematika antara lain (1) mempermudah siswa untuk memahami konsep-konsep dalam matematika, (2) memberikan pengalaman belajar yang efektif bagi siswa dengan berbagai kecerdasan yang berbeda, (3) memotivasi siswa untuk menyukai pelajaran matematika, (4) memberikan kesempatan bagi siswa yang lebih lamban berpikir untuk menyelesaikan tugas dengan berhasil, (5) memperkaya program pembelajaran bagi siswa yang lebih pandai, dan (6) efisiensi waktu. Sitanggang dan Widyaiswara (2013: 4) menyebutkan bahwa manfaat alat peraga matematika, antara lain (1) memberikan motivasi, (2) memperkenalkan, memperbaiki, mengembangkan pengertian konsep matematika, (3) mempermudah abstraksi, yaitu memudahkan memahami konsep matematika yang abstrak, (4) memberikan variasi dalam pembelajaran, sehingga siswa tidak bosan dengan teori yang dipelajari, (5) waktu pembelajaran lebih efisien karena siswa lebih mudah mengerti, dan (6) mengembangkan suatu topik pelajaran. Hasan (2011: 108) menjelasakan bahwa “alat peraga digunakan sebagai perantara antara hal yang konkret yang dipahami siswa dengan konsep matematika yang abstrak”. Penggunaan alat peraga dapat membantu siswa dalam

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 memahami materi pelajaran matematika dengan konsep yang abstrak atau berupa simbol-simbol matematika. Pada saat siswa melihat, memegang dan memanipulasi suatu objek atau alat peraga, siswa dapat mengalami pengalamanpengalaman nyata dalam kehidupan tentang arti dari suatu konsep (Suharjana, 2009: 3). Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa manfaat alat peraga matematika adalah mempermudah memahami konsep matematika yang abstrak, memotivasi belajar, efisiensi waktu belajar, dan membantu siswa yang lamban dan cepat belajar mengembangkan kemampuan matematikanya. 3. Alat Peraga Sub bab alat peraga akan membahas mengenai pengertian alat peraga dan manfaat alat peraga. a. Pengertian Alat Peraga Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa “alat adalah benda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu”, sedangkan “peraga adalah orang yang suka memperagakan diri atau media pengajaran untuk meragakan sajian pelajaran” (Departemen Pendidikan Nasional, 2008: 36). Sitanggang & Widyaiswara (2013: 4) menjelaskan bahwa alat peraga adalah bagian dari media pembelajaran yang diartikan semua benda sebagai perantara dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran memiliki pengertian yang lebih luas dari pada alat peraga. Widiyatmoko (2012: 52) menjelaskan bahwa “alat peraga didefinisikan sebagai alat bantu untuk mendidik atau mengajar supaya konsep yang diajarkan guru mudah dimengerti oleh siswa dan menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran yang dibuat oleh guru atau siswa dari bahan sederhana yang mudah

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 didapat dari lingkungan sekitar”. Alat peraga adalah benda riil yang dapat dipindah-pindah atau dimanipulasikan (Russefendi, 1979: 2). Dimanipulasikan maksudnya adalah dapat dipegang, dipindahkan, dipasang, cicopot, dan sebagainya. Alat peraga merupakan alat bantu yang digunakan oleh guru untuk mendidik para siswanya. Alat peraga memudahkan guru mengajarkan materi pelajaran kepada siswa dan membantu siswa memahami materi yang diajarkan guru. Peneliti dapat menarik kesimpulan berdasarkan pengertian para ahli tersebut bahwa alat peraga adalah benda yang digunakan guru dan siswa untuk memperagakan materi pelajaran dalam rangka mencapai tujuan tertentu. b. Manfaat Alat Peraga Sugiarni (2012: 55) menjelaskan bahwa alat peraga bermanfaat sebagai alat bantu pembelajaran yang digunakan guru untuk memperjelas informasi pembelajaran, memberi tekanan pada materi pelajaran yang penting, memberi variasi dalam kegiatan pembelajaran dan memotivasi belajar siswa. Kegiatan pembelajaran yang bervariasi akan membuat siswa senang dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Pengertian alat peraga menurut Sugiarni (2012: 55) tersebut sejalan dengan pendapat Anitah (2009: 6) yang menjelaskan bahwa sesuatu dinamakan alat peraga, apabila fungsinya hanya sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran. Alat peraga juga berfungsi untuk menerangkan dan memperagakan suatu materi dalam mata pelajaran pada suatu proses belajar mengajar (Sudono, 2010). Alat peraga berfungsi untuk memperagakan materi pelajaran, sehingga dapat

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 membantu siswa dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan guru. Peneliti dapat menyimpulkan berdasarkan pendapat para ahli di atas bahwa manfaat alat peraga adalah sebagai alat bantu dalam pembelajaran, untuk memperjelas informasi penting, motivasi belajar siswa, dan sebagai variasi dalam kegiatan pembelajaran. 4. Alat Peraga Papan Pin Perkalian Montessori Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori adalah alat peraga yang dapat digunakan oleh siswa dan guru untuk belajar materi perkalian bilangan dua angka dengan menggunakan metode Montessori. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori merupakan pengembangan dari alat peraga Montessori Multiplication Board. Multiplication Board digunakan untuk berlatih dengan tabel perkalian 1x1 sampai 10x10 (Anonim, 2012: 163). Materi perkalian tersebut terdapat di kelas II. Standar kompetensinya adalah 3. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka, sedangkan kompetensi dasarnya 3.1 Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar 2.1. Gambar 2.1 Alat Peraga Papan Pin Perkalian Montessori secara Keseluruhan

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Gambar 2.1 menunjukkan gambar alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori secara keseluruhan. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori terdiri dari papan perkalian dan sebuah kotak yang berfungsi untuk menyimpan perlengkapan alat peraga. Alat peraga tersebut terbuat dari kayu. Gambar papan perkalian dapat dilihat pada gambar 2.2. Gambar 2.2 Papan Perkalian pada Papan Pin Perkalian Montessori Gambar 2.2 menunjukkan gambar papan perkalian pada Papan Pin Perkalian Montessori. Papan tersebut terbuat dari kayu dan berbentuk seperti papan catur yang diberi lubang. Lubang tersebut terdiri dari pengali sampai 25 dan yang dikali sampai 25. Lubang vertikal merupakan lubang untuk pengali, sedangkan lubang yang horizontal merupakan lubang untuk yang dikali. Lubang-lubang tersebut berfungsi untuk meletakan pin pada saat menghitung perkalian menggunakan alat peraga. Gambar kotak perlengkapan alat peraga dapat dilihat pada gambar 2.3.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Gambar 2.3 Kotak Perlengkapan Alat Peraga Papan Pin Perkalian Montessori Gambar 2.3 menunjukkan gambar kotak perlengkapan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Kotak tersebut terbagi menjadi beberapa kotak untuk menyimpan perlengkapan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Kotak tersebut terbuat dari kayu. Kotak ini berisi kartu angka 0 sampai 9, sebuah kartu bertanda “x”, dua buah kartu bertanda “=”, 99 pin, tanda panah hijau dan merah, kartu soal, serta lembar kerja. Tanda panah merah berfungsi untuk menunjukkan angka yang dikali, sedangkan tanda panah hijau berfungsi untuk menunjukkan pengali. Cara penggunaan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori dapat dilihat pada gambar 2.4.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Gambar 2.4 Cara Penggunaan Alat Peraga Papan Pin Perkalian Montessori Gambar 2.4 menunjukkan cara penggunaan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuka Papan Pin Perkalian Montessori dan mengeluarkan kotak perlengkapan. Baliklah Papan Pin Perkalian Montessori seperti akan menggunakan papan catur. Buka penutup kotak perlengkapan dan letakkan di bawah kotak perlengkapan. Langkah yang selanjutnya adalah meletakkan kotak perlengkapan disamping Papan Pin Perkalian Montessori. Papan Pin Perkalian Montessori dapat digunakan untuk menyelesaikan soal perkalian dengan menggunakan penjumlahan berulang. Langkah yang harus dilakukan adalah siswa diminta mengambil sebuah kartu soal pada kotak perlengkapan. Pada kartu soal tersebut misalnya terdapat soal 3 x 5. Langkah yang selanjutnya adalah meminta siswa untuk mengambil kartu angka 3 sebagai pengali, kartu angka 5 sebagai yang dikali, kartu tanda “x” dan kartu tanda “=”. Siswa kemudian diminta untuk meletakkan tanda panah hijau di angka 3 dan tanda panah merah di angka 5 pada papan perkalian Montessori. Siswa

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 mengambil pin dan meletakkannya pada Papan Pin Perkalian Montessori dari arah kiri ke kanan sambil membilang 1-5. Letakkan kartu angka 5 setelah siswa selesai membilang sampai angka 5. Siswa kemudian membilang lagi 1-5 dan meletakkan katu tanda “+” dan kartu angka “5” , begitu seterusnya sampai semua lubang pada papan yang dibatasi tanda panah terisi. Setelah siswa selesai membilang dan meletakkan kartu angka, langkah selanjutnya adalah membandingkan hasil pekerjaan siswa dengan kunci jawaban yang ada di kartu soal. Jawaban siswa yang benar adalah 3 x 5 = 5 + 5 + 5. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori memiliki ciri-ciri tertentu. Penggunaan warna pada tanda panah dan papan perkalian berfungsi untuk menarik perhatian siswa supaya mau untuk belajar. Papan Pin Perkalian Montessori juga mempunyai pengendali kesalahan yang terletak pada lubang papan perkalian dan kartu jawaban. Siswa akan mendapatkan jawaban yang salah dan berbeda dengan yang ada pada kartu jawaban apabila siswa salah memasukkan pin ke dalam lubang pada alat peraga saat menyelesaikan soal. Satu lubang pada papan perkalian hanya dapat digunakan untuk meletakkan satu pines. 5. Tingkat Kepuasan Sub bab tingkat kepuasan membahas mengenai pengertian tingkat kepuasan, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan, manfaat tingkat kepuasan, pengukuran tingkat kepuasan, manfaat pengukuran tingkat kepuasan. Sub bab tingkat kepuasan membahas juga mengenai karakteristik produk yang mempengaruhi tingkat kepuasan, indikator tingkat kepuasan alat peraga

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 matematika berbasis metode Montessori “alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori”, dan Importance Performance Analysis (IPA). a. Pengertian Tingkat Kepuasan Sunyoto (2012: 223) menjelaskan bahwa “kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan (kinerja atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya”. Pendapat Sunyoto hampir sama dengan pendapat Tjiptono (2008: 24) yang menjelaskan bahwa “kepuasan pelanggan mencakup perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan”. Kotler (2013: 150) “satisfaction is a person's feelings of pleasure or disappointment that result from comparing a product's perceived performance (or outcome) to expectations”. Kepuasan adalah perasaan seseorang yang senang atau kecewa terhadap hasil kerja produk atau hasil yang berkaitan dengan ekspektasi. Pengaruh harapan terhadap kepuasan dapat dilihat pada gambar 2.5. Gambar 2.5 Pengaruh Harapan terhadap Kepuasan Yang diharapkan Ideal Minimal yang didapat Yang selayaknya Gambar 2.5 menunjukkan pengaruh harapan terhadap kepuasan (Mudie, Peter, dan Angela dalam Tjiptono, 2004: 152). Semakin dekat apa yang

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 diharapkan dengan kinerja minimal yang dapat diterima, maka semakin besar pula kemungkinan tercapainya kepuasan. Kemungkinan tercapainya kepuasan juga dapat semakin besar apabila semakin dekat apa yang selayaknya diterima dengan kinerja minimal yang diterima. Harapan pengguna merupakan pemikiran pengguna mengenai apa yang akan diterimanya ketika menggunakan produk barang maupun jasa (Tjiptono, 2004: 147). Harapan pengguna berhubungan dengan keinginan pengguna mengenai suatu produk tertentu. Kinerja yang dirasakan adalah perasaan pengguna terhadap apa yang diterimanya setelah menggunakan produk tertentu (Tjiptono, 2004: 147). Pengguna adalah orang yang memakai produk tertentu. Pengguna dalam penelitian ini adalah siswa dan guru karena konteks penelitian ini adalah pendidikan. Sopiatin (2010: 33) menjelaskan bahwa “kepuasan siswa adalah suatu sikap positif siswa terhadap pelayanaan proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru karena adanya kesesuaian antara apa yang diharapkan dan dibutuhkan dengan kenyataan yang diterimanya”. Siswa dan guru akan merasa puas apabila kinerja produk sama dengan harapannya dan akan merasa sangat puas apabila kinerja produk melebihi harapannya. Siswa dan guru akan merasa tidak puas apabila kinerja produk lebih rendah daripada harapannya. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa tingkat kepuasan adalah perasaan seseorang yang dipengaruhi oleh kesesuaian antara harapan dan kinerja atau hasil yang diterima terhadap suatu produk.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Ratnasari & Aksa (2011: 117-118) menyebutkan bahwa terdapat lima faktor yang harus diperhatikan untuk menentukan tingkat kepuasan pengguna yaitu kualitas produk, kualitas layanan, emosional, harga dan biaya. Faktor yang pertama adalah kualitas produk. Pengguna akan merasa puas apabila produk yang mereka gunakan berkualitas, yaitu sesuai dengan apa yang diharapkan dan dibutuhkan. Faktor yang kedua adalah kualitas pelayanan. Pengguna akan merasa puas apabila pelayanan yang mereka dapatkan baik dan sesuai dengan harapan. Faktor yang ketiga adalah emosional. Kepuasan yang dirasakan bukan karena kualitas produk atau jasa, tetapi kerena nilai sosialnya. Penggunaan produk dilakukan karena kemampuan produk tersebut dalam memuaskan emosi, baik emosi positif maupun negatif, misalnya rasa senang karena memakai barang yang terkenal dan rasa takut terhadap suatu alat peraga. Seseorang akan merasa puas dan yakin bahwa orang lain bangga kepada dirinya jika ia menggunakan produk dengan merek tertentu, sehingga membuatnya memiliki tingkat kepuasan tinggi. Faktor yang keempat adalah harga. Produk yang mempunyai kualitas sama dengan produk lain, akan memberikan nilai kepuasan yang lebih tinggi apabila produk tersebut harganya lebih murah. Faktor kelima adalah biaya. Pengguna akan merasa lebih puas terhadap produk atau jasa yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan dan membuang waktu untuk mendapatkannya. Irawan (2004) menjelaskan bahwa terdapat enam faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan, yaitu kualitas produk, harga, service quality, emotional faktor, biaya, dan kemudahan. Faktor yang mempengaruhi tingkat

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 kepuasan menurut Irawan hampir sama dengan pendapat Ratnasari dan Aksa. Irawan menambahkan faktor kemudahan, yaitu alat peraga dapat ditemukan di lingkungan sekitar, sehingga tidak sulit untuk mencarinya. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan adalah kualitas produk, kualitas pelayanan, emosional, harga, biaya, dan kemudahan. c. Manfaat Tingkat Kepuasan Ratnasari dan Aksa (2011: 118) menyebutkan bahwa “pada dasarnya, kepuasan dan ketidakpuasan pelanggan atas produk akan berpengaruh pada pola perilaku selanjutnya”. Pelanggan atau pengguna yang merasa puas akan kembali membeli atau menggunakan produk yang sama dan memberikan informasi yang baik mengenai produk kepada orang lain. Seseorang yang merasa tidak puas akan memberikan pola perilaku lanjutan yang berbeda dengan seseorang yang merasa puas. Pelanggan atau pengguna yang tidak puas dapat melakukan pengembalian produk dan memberikan informasi negatif mengenai produk kepada orang lain. Tjiptono (Sunyoto, 2012: 224-225) menjelaskan bahwa kepuasan pelanggan atau pengguna memberikan beberapa manfaat yaitu: (1) hubungan perusahaan dan pengguna menjadi harmonis, (2) memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan loyalitas pengguna, (3) membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut yang menguntungkan perusahaan. Manfaat kepuasan pelanggan atau pengguna produk satu perusahaan adalah terciptanya hubungan harmonis pelanggan dengan perusahaan. Pelanggan atau pengguna yang puas cenderung akan menggunakan kembali produk perusahaan tesebut dan memberikan infomasi positif mengenai perusahaan dari mulut ke mulut, sehingga loyalitas terjaga.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Pada konteks pendidikan, kepuasan siswa dan guru sebagai pengguna alat peraga juga akan berpengaruh kepada sekolah. Peneliti dapat mengambil kesimpulan berdasarkan penjelasan Ratnasari dan Aksa (2011: 118) mengenai manfaat kepuasan bahwa kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga akan berpengaruh pada pola perilaku siswa dan guru selanjutnya. Siswa dan guru yang puas terhadap suatu alat peraga akan menggunakan alat peraga kembali dan memberikan informasi positif kepada orang-orang disekitarnya. Siswa dan guru yang tidak puas terhadap alat peraga akan mengembalikan alat peraga tersebut dan memberikan informasi negatif pada orang-orang disekitarnya. d. Pengukuran Tingkat Kepuasan Kepuasan seseorang dapat diketahui melalui pengukuran kepuasan. Sunyoto (2012: 225-226) menjelaskan bahwa terdapat empat metode yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan pengguna barang atau jasa, yaitu sistem keluhan dan saran, gost shopping, lost customer analysis, dan survei kepuasan pengguna. Sistem keluhan dan saran adalah cara untuk mengetahui gambaran kepuasan pengguna barang atau jasa dengan memberikan mereka kesempatan menyampaikan pendapat, keluhan dan saran. Pendapat, keluhan dan saran pengguna barang atau jasa dapat disampaikan melalui kotak saran maupun kartu komentar. Gost shopping adalah cara untuk mengetahui gambaran kepuasan pengguna barang atau jasa dengan meminta bantuan kepada beberapa orang (gost shopper) untuk berperan sebagai konsumen suatu produsen dan pesaingnya. Gost shopper akan mendapatkan informasi mengenai kekuatan, kelemahan, dan caracara mengatasi keluhan pengguna barang dan jasa suatu produsen dan pesaingnya

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 berdasarkan pengalamannya saat menggunakan barang dan jasa tersebut. Lost customer analysis adalah cara untuk mengetahui gambaran kepuasan pengguna barang atau jasa dengan menghubungi para pengguna barang dan jasa yang telah berhenti menjadi pelanggan. Tujuan produsen menghubungi para pengguna barang dan jasa adalah untuk mengetahui asalan-alasan mengapa mereka berhenti berlangganan yang nantinya akan dijadikan alat evaluasi bagi produsen. Survei kepuasan pengguna adalah cara untuk mengetahui gambaran kepuasan pengguna barang atau jasa yang paling umum digunakan produsen. Survei dilakukan dengan menyebar koesioner maupun wawancara langsung kepada pengguna barang atau jasa. Tjiptono (2004: 149) menjelaskan bahwa salah satu teknik melakukan survei kepuasan pengguna adalah dengan menggunakan Importance Performance Analysis. Importance Performance Analysis merupakan teknik yang meminta responden untuk meranking berbagai elemen dari penawaran berdasarkan derajat pentingnya elemen tersebut. Responden juga diminta untuk meranking seberapa baik kinerja perusahaan dalam masing-masing elemen tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus kepuasan pengguna dengan teknik Importance Performance Analysis. Sensus adalah survei yang dilakukan kepada seluruh populasi yang ada (Arikunto, 2010: 134). Alasan peneliti menggunakan metode sensus adalah penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai subjek penelitian dan produk yang digunakan masih terbatas. Produk dalam penelitian ini belum diproduksi dalam

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 jumlah yang banyak, sehingga belum bisa menggunakan metode pengukuran tingkat kepuasan yang lain. e. Importance Performance Analysis (IPA) Chan (2005: 21) menjelaskan bahwa dokumen asli dalam literatur Importance Performance Analysis (IPA) diprakarsai oleh Martilla dan James pada tahun 1977 dan pertama kali diterapkan pada kepuasan pelanggan dalam industri otomotif. Importance Performance Analysis (IPA) kemudian semakin berkembang. IPA telah digunakan untuk mengevaluasi banyak konsep dalam berbagai bidang seperti bidang otomotif, layanan gigi, kesehatan, restoran, jasa perbankan, hotel, pariwisata, dan pendidikan, termasuk evaluasi fakultas di perguruan tinggi (Chan, 2005: 25). Kepuasan konsumen adalah fungsi dari kedua harapan yang berkaitan dengan kepentingan atribut dan penilaian kinerja atribut tertentu (Chan, 2005: 22). IPA dikembangkan oleh Martilla dan James pada tahun 1977 untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan produk, jasa, dan bisnis untuk membantu mengembangkan strategi pemasaran (Chan, 2005: 21). Importance Performance Analysis (IPA) merupakan salah satu teknik untuk menganalisis hubungan antara kinerja dan kepentingan yang diukur (Simpeh, 2013: 5). Analisis kepuasan dengan menggunakan IPA penting untuk dilakukan. Analisis menggunakan IPA penting karena membantu mengidentifikasi atribut yang paling penting bagi pelanggan dan memiliki pengaruh paling tinggi terhadap kepuasan mereka, serta mereka yang memiliki kinerja rendah dan perlu perbaikan (Matzler dalam Simpeh, 2013: 5). Hubungan antara harapan dan kepuasan merupakan faktor yang dapat

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 mempengaruhi pembahasan model IPA. Rood dan Dziadkowiec (Simpeh, 2013: 14) berpendapat bahwa pengguna memiliki harapan dan pemenuhan harapan tersebut menentukan tingkat kepuasan mereka. Kepuasan terjadi jika kinerja yang dirasakan lebih besar dari ekspektasi, sedangkan ketidakpuasan terjadi jika kinerja lebih rendah dari ekspektasi. Chan (2005: 22-23) menjelaskan bahwa IPA adalah metode evaluasi yang biasanya dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama melakukan pengumpulan atribut untuk item yang sedang dievaluasi. Tahap kedua melakukan pengembangan dan survei atau sensus untuk mengukur atribut. Kuesioner yang digunakan merupakan gabungan dari setiap item pada daftar atribut dengan dua skala Likert yang berbeda. Skala Likert pertama digunakan untuk memperoleh respon mengenai pentingnya suatu produk atau jasa. Skala Likert kedua digunakan untuk memperoleh respon mengenai kinerja suatu produk atau jasa. Tahap ketiga adalah perhitungan data survei atau sensus. Data yang diperoleh berupa nilai ratarata. Nilai rata-rata tersebut dipasangkan untuk setiap atribut, yang diukur pada skala kepentingan dan skala kinerja. Tahap akhir adalah plotting hasil pada diagram kartesius untuk membantu dalam pengambilan keputusan. f. Manfaat Pengukuran Tingkat Kepuasan Tingkat kepuasan pengguna bermanfaat bagi perusahaan sebagai umpan balik dan masukan untuk mengetahui hal-hal yang membuat pengguna merasa tidak puas, sehingga dapat segera dilakukan perbaikan (Tjiptono, 2008). Pengguna akan kembali menggunakan produk tersebut apabila pengguna merasa puas

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 terhadap pelayanan yang diterimanya. Pengguna juga cenderung akan memberikan persepsi yang baik atas produk tersebut kepada orang lain. Supranto (2006) menjelaskan bahwa terdapat tiga manfaat pengukuran kepuasan. Manfaat pertama adalah untuk mengetahui bekerjanya suatu produk yang berguna untuk menentukan perubahan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja produk tersebut. Manfaat kedua adalah untuk mengetahui perubahan yang harus dilakukan agar dapat memperbaiki kekurangan. Manfaat ketiga adalah untuk memastikan bahwa perubahan yang dilakukan mengarah kepada perbaikan. Pengukuran tingkat kepuasan siswa penting untuk dilakukan di sekolah karena kepuasan siswa memberikan gambaran mengenai kualitas proses belajar mengajar di sekolah. Kualitas proses belajar mengajar di sekolah ditentukan oleh kualitas guru, ketersediaan sarana dan prasarana sekolah, suasana belajar, kurikulum yang dilaksanakan dan pengelolaan sekolah (Sopiatin, 2010: 5). Salah satu contoh ketersediaan sarana dan prasarana sekolah adalah penggunaan alat peraga pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Kepuasan siswa terhadap proses belajar mengajar di sekolah diharapkan dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa manfaat pengukuran kepuasan adalah untuk mengetahui kinerja produk, melakukan perbaikan produk, memastikan perubahan mengarah pada perbaikan kinerja produk. g. Karakteristik Produk yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Laksana (2008: 67) menjelaskan bahwa “produk adalah segala sesuatu yang bersifat fisik maupun nonfisik yang dapat ditawarkan kepada konsumen untuk

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 memenuhi keinginan dan kebutuhan”. Produk dalam penelitian ini bersifat fisik atau merupakan benda nyata. Produk yang dimaksud dalam penelitian ini adalah alat peraga matematika dengan berbasis metode Montessori. Ada beberapa karakteristik produk yang mempengaruhi tingkat kepuasan. Garvin (Laksana, 2008: 89-90) menjelaskan bahwa suatu produk dikatakan berkualitas apabila memenuhi delapan karakteristik kualitas produk, yaitu performansi (performance), keistimewaan tambahan (feature), kehandalan (reliability), daya tahan (durability), konformansi (conformance), kemampuan pelayanan (service ability), kualitas yang dirasakan (perceived quality) dan estetika (estetict). Pertama, suatu produk dapat dikatakan mempunyai performansi yang baik apabila produk tersebut bisa didapatkan dengan mudah dan harganya terjangkau oleh pengguna. Kedua, keistimewaan tambahan yaitu aspek performansi yang menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan dan pengembangannya. Ketiga, kehandalan yang berkaitan dengan kemampuan produk dalam melaksanakan fungsinya dengan baik dan memiliki kemungkinan kerusakan kecil. Keempat, daya tahan yaitu ukuran masa pakai suatu produk. Kelima, konformansi yang berkaitan dengan tingkat kesesuaian produk terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pengguna. Keenam, kemampuan pelayanan yang berkaitan dengan kemudahan dalam melakukan perbaikan terhadap produk. Ketujuh, estetika yang bersifat subjektif, sehingga berkaitan dengan pertimbangan pribadi yang mempengaruhi daya tarik terhadap suatu produk, misalnya, bentuk fisik, model, dan warna suatu alat peraga yang menarik.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Kedelapan, kualitas yang dipersiapkan yang bersifat subjektif dan berkaitan dengan perasaan pengguna dalam mengkonsumsi produk. Semakin baik persepsi pengguna terhadap produk, maka semakin berkualitas produk tersebut menurut pengguna tersebut. Garvin, Juran & Gryna (Sethi, 2000: 2) menjelaskan tentang karakteristik produk baru yang mempengaruhi tingkat kepuasan, yaitu aesthetict, performance, life, workmanship, and safety. Pertama, aesthetict atau estetika yaitu suatu nilai keindahan yang dimiliki oleh suatu produk. Kedua, performance yaitu seberapa baik suatu produk melakukan fungsinya. Ketiga, life yaitu seberapa lama suatu produk dapat digunakan sebelum mengalami kerusakan. Keempat, workmanship yaitu seberapa baik kualitas hasil pembuatan suatu produk. Kelima, safety yaitu keamanan suatu produk ketika digunakan. Kesimpulan yang dapat diperoleh berdasarkan pendapat Garvin dan Sethi bahwa karakteristik produk yang mempengaruhi tingkat kepuasan adalah performansi, keistimewaan tambahan, kehandalan, daya tahan, konformansi, kemampuan pelayanan, kualitas yang dirasakan, estetika, life, workmanship, dan safety. g. Indikator Tingkat Kepuasan terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori “Alat Peraga Papan Pin Perkalian Montessori Montessori” Indikator tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis mtode Montessori dibuat oleh peneliti bersama dengan kelompok studi. Indikator tingkat kepuasan terhadap alat peraga matematika berbasis metode

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Montessori diperoleh dengan menggabungkan karakteristik kualitas produk menurut Garvin dan Sethi dengan karakteristik alat peraga Montessori. Terdapat empat karakteristik alat peraga Montessori (Montessori, 2002: 19), yaitu auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction. Peneliti menambahkan kontekstual sebagai karakteristik alat peraga Montessori. Indikator auto-education pada alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori memungkinkan siswa untuk belajar mengembangkan diri secara mandiri dan mengurangi bantuan dari guru maupun orang yang lebih dewasa (Montessori, 2002: 18). Indikator menarik menunjukkan bahwa alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori dibuat dengan bentuk, ukuran, dan warna yang menarik. Indikator bergradasi menunjukkan bahwa alat peraga Montessori memiliki gradasi untuk melatih siswa membedakan warna, bentuk, dan ukuran. Alat Peraga mempunyai pengendali kesalahan atau auto-correction, yaitu alat peraga tersebut mampu menjawab dan menunjukan letak kesalahan siswa ketika menggunakannya tanpa adanya koreksi dari orang lain (Magini, 2013: 54). Indikator kontekstual alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori dapat dilihat dari bahan pembuat alat peraga. Alat peraga terbuat dari kayu yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar siswa dan guru. Indikator tingkat kepuasan terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 2.1.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 2.1 Penggabungan Indikator Tingkat Kepuasan Karakteristik Kualitas produk (Garvin dalam Laksana, 2008) Performansi (performance) 1 Keistimewaan tambahan (feature) 3 Kehandalan (realibility) 1 Daya tahan (durability) 6 Konformansi (conformance)* Estetika (aesthetics) 2 Kemampuan pelayanan (service ability) 7 Kualitas yang dirasakan (perceived quality) 7 Indikator Kepuasan Produk {Garvin, Juran & Gryn (dalam Sethi, 2000)} Estetika (aesthetics) 2 Performansi (performance) 1 Keawetan (life) 6 Kualitas pengerjaan (workmanship) 7 Kemanan (safety) 7 Karakteristik alat peraga Montessori Auto-education 1 Menarik 2 Bergradasi 3 Auto-correction 4 Kontekstual 5 Tabel 2.1 menunjukkan indikator tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Karakteristik kualitas produk menurut Garvin (Laksana, 2008: 89-90) dan Sethi (2000: 2) serta karakteristik alat peraga Montessori (Montessori, 2002: 19) dapat digabung menjadi beberapa indikator. Penggabungan indikator oleh peneliti dilakukan berdasarkan kesamaan arti dan dapat dilihat melalui angka-angka yang sama pada setiap kolom. Peneliti menggabungkan indikator performansi (performance) pada karakteristik produk menurut Garvin dengan indikator performansi (performance) menurut Sethi, serta auto-education. Indikator estetika (aestetics) digabung dengan indikator menarik. Indikator daya tahan (durability) menurut Garvin dan keawetan (life) menurut Garvin, Juran, dan Gryna. Kemampuan pelayanan (servis ability) dan kualitas yang dirasakan (perceiced quality) digabung dengan kualitas pengerjaan (workmanship) dan keamanan (safety). Penggabungan beberapa indikator yang telah dilakukan diperoleh tujuh indikator tingkat kepuasan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 2.2.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tabel 2.2 Indikator Tingkat Kepuasan terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori No 1 2 3 4 5 6 7 Indikator Tingkat Kepuasan Alat Peraga Montessori Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship Tabel 2.2 menunjukkan penggabungan indikator kepuasan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Karakteristik kualitas produk menurut Garvin (Laksana, 2008: 89-90) dan Sethi (2000: 2) serta karakteristik alat peraga Montessori (Montessori, 2002: 19) dapat digabung menjadi tujuh indikator. Tujuh indikator kepuasan terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori tersebut antara lain auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life, dan workmanship. B. Penelitian yang Relevan Wahyunngsih (2011) melakukan penelitian mengenai pengaruh model pendidikan Montessori terhadap hasil belajar matematika siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pendidikan Montessori berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi experimen. Populasi penelitian adalah siswa SDN Jati Asih 03 Bekasi, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas IV SDN Jati Asih 03 Bekasi sebanyak 40 siswa. Sampel diambil dengan cara cluster random sampling. Kelas eksperimen

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 mendapat perlakukan dengan menggunakan model pendidikan Montessori. Kelas kontrol mendapat perlakuan berupa kegiatan belajar menggunakan model yang biasa dilakukan oleh guru di sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes isian sebanyak 10 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan Montessori memberikan dampak yang positif terhadap hasil belajar siswa. Hasil perhitungan uji hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan t 7,35 dan t tabel = 1,667. Nlai t hitung> t tabel hitung = berarti Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Peneliti berpendapat bahwa perbedaan rata-rata hasil belajar tersebut disebabkan karena adanya perbedaan perlakuan antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Koh & Frick (2010) melakukan penelitian mengenai penerapan dukungan untuk kebebasan individu pada sekolah Montessori di Indiana, USA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik guru yang mempunyai kebebasan individu di dalam kelas Montessori. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebebasan individu terhadap motivasi instrinsik siswa dalam bekerja. Subjek penelitian ini adalah guru, asisten, dan 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan asisten memiliki strategi yang mendukung kemandirian siswa dan sesuai dengan metode Montessori. Siswa juga mempunyai motivasi instrinsik tinggi ketika mengerjakan tugas. Miyono (2011) melakukan penelitian mengenai kepuasan dan loyalitas pelanggan pada sekolah dasar Swasta Unggul. Penelitian ini mememiliki beberapa

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 tujuan, anatara lain : (1) mengetahui konsep penilaian konsumen terhadap merek, biaya pendidikan, kepuasan konsumen, dan loyalitas pelanggan lembaga pendidikan sekolah dasar swasta, (2) mengembangkan konsep hubungan antara merek, kualitas pelayanan, harga, dan kepuasan pembentukan perilaku loyaitas pelanggan pada lembaga pendidikan, (3) mengetahui besaran konstribusi pengaruh merek, kualitas pelayanan, harga, dan kepuasan terhadap loyalitas pelanggan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan survei. Populasi dan sampel adalah orang tua siswa SD Al-Azhar 14, SD Hadayatullah, SD Nasima, SD PL Berbadus dan SD YSKI 01 Semarang yang berjumlah 200 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa (1) ekuitas merek secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan, (2) kualitas pelayanan secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan, (3) harga secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan, (4) kepuasan pelanggan secara signifikan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, (5) ekuitas merek, harga dan kualitas pelayanan secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan, (6) ekuitas merek, kualitas pelayanan, harga dan kepuasan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang berpengaruh kuat pada kepuasan dan loyalitas pelanggan adalah kualitas layanan yaitu sebesar 50.41%. Loyalitas pelanggan akan meningkat jika didukung oleh kualitas layanan, ekuitas merek dan harga. Keberhasilan sekolah dalam mencapai kepuasan yang tinggi ditentukan oleh

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 kemampuan sekolah untuk membangun hubungan yang baik antara staf dengan orang tua siswa. Salah satu caranya adalah dengan mendidik siswa dengan baik, sehingga orang tua siswa setia atau loyal kepada sekolah. Simpeh (2013) melakukan penelitian tentang strategi perawatan fasilitas gedung Universitas di Western Cape, Afrika Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan perbaikan, strategi untuk memandu pemeliharaan kinerja ruang kuliah dan memastikan kinerja yang mempengaruhi kepuasan siswa, sehingga meningkatkan pengalaman belajar mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Kuesioner yang dibagikan sebanyak 430, sedangkan 283 atau 65,8 % tidak diisi dan dikembalikan. Teknik analisis data menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) dengan statistik deskritif dan inferensial. Hasil penelitan menunjukkan bahwa kinerja ruang kuliah mempengaruhi pengalaman belajar, semua atribut kinerja penting untuk pengalaman belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan, keamanan struktural, ventilasi, kebersihan lebih tinggi lagi peringkatnya dari pada keselamatan kebakaran dan estetika. Kinerja keselamatan struktural dan pencahayaan tampak memuaskan di semua ruang kuliah. Ventilasi, suhu, keselamatan kebakaran dan kontrol suara memiliki kinerja buruk. Siswa tidak terlibat dalam proses manajemen pemeliharaan ruang kuliah padahal keterlibatan mereka bisa memastikan kepuasan mereka. Siswa merasa bahwa melembagakan koordinator pemeliharaan akan menjadi cara yang paling efektif untuk memastikan keterlibatan mereka, diikuti dengan menempatkan kotak saran di departemen, atau mungkin

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 menyelenggarakan forum di tingkat departemen. Departemen pemeliharaan CPUT pada perkuliahan teater perlu memperbaiki sistem HVAC (ventilasi dan suhu), keselamatan kebakaran, kontrol suara tapi tanpa mengabaikan parameter kinerja lainnya. Sebuah studi lebih lanjut untuk memasukkan staf pengajar, ruang kuliah tambahan dan lebih banyak parameter sangat dianjurkan karena akan memberikan perspektif yang lebih luas untuk lebih membantu departemen pemeliharaan CPUT lebih baik mempertahankan ruang kuliah. Warsini, Suniasih & Wiarta (2013) melakukan penelitian mengenai penggunaan alat peraga sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas V. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas V pada penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan alat peraga sederhana. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah 10 siswa kelas V SDN 5 Batuan, Banjar Jeleka, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali pada tahun ajaran 2012/ 2013. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi dan tes, sedangkan pengambilan data dilakukan menggunakan soal tes obyektif dan uraian. Teknik pengolahan datanya menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dianggap berhasil jika 80% dari jumlah siswa mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah ≥ 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pra siklus hasil belajar siswa rendah yaitu 64% dengan ketuntasan klasikal 40%. Pada siklus I hasil belajar

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 matematika sedang yaitu 76,3% dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 60%. Pada siklus II persentase hasil belajar matematika tinggi yaitu mencapai 81% dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 90%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan alat peraga sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VSD N 5 Batuan, Gianyar tahun pelajaran 2012/2013. Sugiarni (2012) melakukan penelitian mengenai peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan alat peraga meteri operasi hitung campuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II supaya siswa dapat menguasi materi pelajaran matematika dengan baik di semester 2. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah 40 siswa kelas II SDN Suniarsih, kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal yang terdiri dari 25 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan cukup baik pada siklus I dan meningkat menjadi lebih baik pada siklus II. Prestasi belajar siswa sebelum dilakukan perbaikan adalah 50,70. Prestasi belajar siswa pada siklus I adalah 60,50, sedangkan pada siklus II adalah 83,50. Prestasi belajar yang meningkat tersebut dikarenakan adanya aktivitas – aktivitas pemberian apersepsi yang menarik melalui tanya jawab interaktif, pelibatan siswa dalam demonstrasi , pengaktifan siswa dalam tanya jawab, pengaktifan siswa dalam latihan pengerjaan soal, dan pemanfaatan alat peraga yang memadai.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli di atas, relevan dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti. Penelitian tersebut membahas mengenai metode Montessori, alat peraga dan mata pelajaran matematika. Penelitian Wahyunngsih (2011) membahas mengenai pengaruh metode Montessori terhadap hasil belajar matematika siswa. Koh & Frick (2010) melakukan penelitian mengenai penerapan dukungan untuk kebebasan individu pada sekolah Montessori di Indiana, USA. Miyono (2011) melakukan penelitian mengenai kepuasan dan loyalitas pelanggan. Simpeh (2013) melakukan penelitian tentang strategi perawatan fasilitas gedung Universitas di Western Cape, Afrika Selatan. Warsini, Suniasih & Wiarta (2013) melakukan penelitian mengenai penggunaan alat peraga sederhana pada siswa kelas V. Sugiarni (2012) melakukan penelitian mengenai peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan alat peraga. Penelitian di atas secara umum berfokus pada metode montessori dan hasil belajar matematika, alat peraga dan matematika, dan kepuasan di bidang pendidikan. Penelitian yang sebelumnya belum ada yang membahas mengenai tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti berminat untuk menghubungkan hal-hal yang sudah diteliti sebelumnya. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Bagan penelitian yang relevan dapat dilihat pada gambar 2.6.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Gambar 2.6 Literature Map Montessori Alat Peraga Tingkat Kepuasan Wahyunngsih (2011) Miyono (2011) Model pendidikan Montessori dan hasil belajar matematika Kepuasan dan loyalitas pelanggan pada SD Swasta Unggul Koh & Frick (2010) Penerapan kemandirian individu dan pengaruhnya terhadap motivasi intrinsik siswa Montessori Warsini, Suniasih & Wiarta (2013) Penggunaan alat peraga sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat Simpeh (2013) Strategi perawatan fasilitas gedung Universitas di Western Cape, Afrika Selatan Sugiarni (2012) Peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan alat peraga “Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori” Gambar 2.6 menunjukkan literatur map. Literatur map menunjukkan penelitian yang relevan dan dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu tentang

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Montessori, alat peraga, dan kepuasan. Peneliti akan melakukan penelitian mengenai Tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori berdasarkan penelitian yang relevan. Penelitian tentang Montessori dilakukan oleh Wahyuningsih (2011) dan Koh & Frick (2010). Penelitan tentang alat peraga dilakukan oleh Warsini, Suniasih & Wiarta (2013) dan Sugiarni (2012). Penelitian tentang tingkat kepuasan dilakukan oleh Miyono (2011) dan Simpeh (2013). C. Kerangka Berpikir Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar. Matematika memuat sekumpulan konsep-konsep pengetahuan yang bersifat abstrak dimana konsep-konsep tersebut dikomunikasikan menggunakan simbol matematika yang disusun secara sistematis dan logis. Matematika dapat melatih penalaran, keterampilan berpikir secara logis, analitis, sistematis, kritis, kratif, kemampuan bekerja sama, dan memecahkan masalah dalam kehidupan seharihari. Konsep-konsep matematika yang bersifat abstrak tersebut membuat siswa merasa kesulitan dalam mempelajarinya, sehingga prestasi siswa dalam bidang matematika menjadi rendah. Salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar adalah manajemen pendidikan di Indonesia. Manajemen pendidikan merupakan pengelolaan pendidikan yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu. Sekolah merupakan salah satu penyelenggara pendidikan yang memiliki tujuh bidang garapan, yaitu kurikulum, kesiswaan, personil atau anggota, sarana dan prasarana, keuangan,

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 hubungan sekolah dan masyarakat serta layanan khusus. Kurangnya penggunaan sarana dan prasarana menjadi penyebab rendahnya prestasi matematika siswa. Sarana dan prasarana yang dimaksud adalah penggunaan alat peraga dalam kegiatan pembelajaran. Alat peraga merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan guru untuk membantu memudahkan proses penyampaian materi pelajaran kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran dan membuat pembelajaran menjadi menarik. Salah satu alat peraga yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah alat peraga Montessori. Alat peraga Montessori memiliki lima karakteristik, yaitu menarik, bergradasi, auto-correction, auto-education, dan ditambah kontesktual. Alat peraga Montessori dapat melatih daya imajinasi siswa untuk memahami materi pelajaran yang abstrak, sehingga cocok untuk diterapkan pada mata pelajaran matematika. Tersedianya sarana dan prasarana seperti alat peraga Montessori dalam jenis dan jumlah yang memadai akan mendukung berlangsungnya proses pendidikan yang efektif. Proses pendidikan yang efektif mencerminkan kualitas suatu pendidikan. Suatu pendidikan yang berkualitas baik akan menimbulkan kepuasan. Penggunaan alat peraga Montessori pada pembelajaran matematika juga menimbulkan harapan tersendiri bagi siswa dan guru. Kepuasan siswa dan guru adalah perbedaan harapan dan kinerja alat peraga yang dirasakan. Kepuasan dapat diketahui melalui pengukuran tingkat kepuasan. Pengukuran kepusan berfungsi untuk mengetahui kinerja, melakukan perbaikan, dan memastikan perubahan mengarah pada perbaikan kinerja alat peraga. Siswa

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 dan guru yang merasa puas terhadap alat peraga Montessori cenderung akan menggunakan alat peraga Montessori kembali. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Hasil pengukuran kepuasan dapat dianalisis melalui berbagai teknik analisis data. Tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dianalisis menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAN) tipe II. Penilaian Acuan Patokan (PAN) tipe II merupakan penilaian yang dilakukan berdasarkan rata-rata dan deviasi standar kelompok. Atribut-atribut pernyataan yang mempengaruhi kepusan dapat diketahui melalui Importance Performance Analysis (IPA). D. Hipotesis Peneliti mengajukan hipotesis penelitian berdasarkan kerangka teoritis dan kerangka berpikir yang telah dikemukakan di atas, antara lain: 1. Tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi. 2. Tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas, teknik analisis data, dan jadwal penelitian. A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode sensus. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk memperoleh informasi berdasarkan keadaan yang sebenarnya pada saat penelitian dilakukan (Arikunto, 2010: 134). Sukmadinata (2012: 18) menjelaskan bahwa penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan suatu keadaan apa adanya. Peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap objek penelitian. Penelitian deskriptif merupakan salah satu bentuk penelitian kuantitatif (Sukmadinata, 2012: 72). Penggambaran kondisi pada penelitian deskriptif dapat dilakukan dengan menggunakan angka-angka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus yang merupakan salah satu jenis penelitian survei. Survei adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan mengambil sampel dari populasi tertentu dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan datanya (Effendi & Tukiran, 2012: 3). Sensus adalah survei yang dilakukan kepada seluruh populasi yang ada (Arikunto, 2010: 134). 54

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Keceme 1, Caturharjo, Sleman, Yogyakarta. Peneliti memilih SD Negeri Keceme 1 sebagai tempat penelitian karena siswa dan guru kelas II menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika. Alat peraga yang digunakan adalah Papan Pin Perkalian Montessori. 2. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2013 sampai Juni 2014. Pengambilan data penelitian dilakukan pada tanggal 8 Februari dan 2 Mei 2014. Penelitian tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dilakukan pada tanggal 8 Februari 2014. Penelitian tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dilakukan pada tanggal 2 Mei 2014. C. Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono (2012: 61), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek atau objek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian disimpulkan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa dan guru kelas II A dan II B SD Negeri Keceme 1 Yogyakarta semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Populasi penelitian terdiri dari 50 siswa kelas II A dan II B SD Negeri Keceme 1 Yogyakarta semester genap tahun pelajaran 2013/2014 dan guru kelas IIA dan II

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 B yang berjumlah 2 orang. Sampel adalah bagian dari jumlah maupun karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2012: 62). Penelitian ini menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel, sehingga penelitian ini adalah penelitian populasi. D. Variabel Penelitian Sugiyono (2011: 63) menjelaskan bahwa variabel penelitian adalah segala sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti dengan tujuan memperoleh informasi supaya dapat disimpulkan. Variabel dapat dibedakan menjadi dua, yaitu variabel independen atau terikat dan variabel dependen atau bebas (Sugiyono, 2011: 64). Variabel independen penelitian ini adalah penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Variabel dependen penelitian ini adalah tingkat kepuasan siswa dan guru. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi pertanyaan-pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2011: 192). Responden dalam penelitian ini adalah siswa dan guru. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup. Karakteristik kuesioner tertutup adalah semua alternatif jawaban pernyataan sudah ditentukan oleh peneliti (Effendi & Tukiran, 2012 : 184), sehingga responden siswa memberikan tanda centang (√) dan reponden guru

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 melingkari alternatif jawaban pada tempat yang sudah disediakan. Kuesioner tersebut diujikan kepada subjek penelitian sebanyak 50 siswa kelas II untuk mengetahui tingkat kepuasannya terhadap alat peraga Montessori. Siswa mengisi kuesioner tersebut dengan didampingi oleh kelompok studi. Kuesioner tersebut juga diberikan kepada guru kelas II A dan II B SD Negeri Keceme 1 untuk mengetahui tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti membuat kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Skala Likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi orang secara individu maupun kelompok mengenai fenomena sosial (Sugiyono, 2011: 136). Alternatif jawaban pada skala Likert dapat disesuaikan dengan kebutuhan peneliti, pada penelitian ini menggunakan lima alternatif jawaban. Peneliti menggunakan alternatif jawaban berupa “Sangat Setuju”, “Setuju”, “Kurang Setuju”, “Tidak Setuju”, dan “Sangat Tidak Setuju”. Kuesioner untuk siswa menggunakan gambar-gambar wajah (emoticon) yang berbeda karena subjek penelitiannya adalah siswa kelas II. Tujuan peneliti menggunakan gambar wajah (emoticon) tersebut adalah untuk memudahkan siswa ketika mengisi kuesioner. Alternatif jawaban dalam skala Likert pada kuesioner kinerja dan kepentingan dapat dilihat pada tabel 3.1 dan 3.2.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel 3.1 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Siswa Alternatif Jawaban Skor Sangat Setuju (SS) 5 Setuju (S) 4 Kurang Setuju (KS) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Tabel 3.1 menunjukkan alternatif jawaban pada kuesioner kinerja untuk siswa. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa alternatif jawaban untuk siswa menggunakan gambar wajah (emoticon). Kuesioner kinerja memiliki lima alternatif jawaban, yaitu gambar wajah yang menunjukkan “Sangat Setuju” (SS) skornya 5. Gambar wajah yang menunjukkan “Setuju” (S) skornya 4. Gambar wajah yang menunjukkan “Kurang Setuju” (KS) skornya 3. Gambar wajah yang menunjukkan “Tidak Setuju” (TS) skornya 2, sedangkan gambar wajah yang menunjukkan “Sangat Tidak Setuju” (STS) skornya 1. Alternatif jawaban skala Likert pada kuesioner kepentingan untuk siswa dapat dilihat pada tabel 3.2. Tabel 3.2 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Siswa Alternatif Jawaban Skor Sangat Penting (SP) 5 Penting (P) 4

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Kurang Penting (KP) 3 Tidak Penting (TP) 2 Sangat Tidak Penting (STP) 1 Tabel 3.2 menunjukkan alternatif jawaban pada kuesioner kepentingan untuk siswa. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa alternatif jawaban untuk siswa menggunakan gambar wajah (emoticon). Kuesioner kepentingan memiliki lima alternatif jawaban, gambar wajah yang menunjukkan “Sangat Penting” (SP) skornya 5. Gambar wajah yang menunjukkan “Penting” (P) skornya 4. Gambar wajah yang menunjukkan “Kurang Penting” (KP) skornya 3. Gambar wajah yang menunjukkan “Tidak Penting” (TP) skornya 2, sedangkan gambar wajah yang menunjukkan “Sangat Tidak Penting” (STP) skornya 1. Pada kuesioner guru juga terdapat beberapa alternatif jawaban. Alternatif jawaban kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru dijelaskan melalui tabel 3.3 dan 3.4. Tabel 3.3 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Guru Alternatif Jawaban Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Kurang Setuju (KS) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Skor 5 4 3 2 1 Tabel 3.3 menunjukkan alternatif jawaban skala Likert pada kuesioner kinerja untuk guru. Alternatif jawaban skala Likert yang digunakan pada kuesioner kinerja berupa pernyataan “Sangat Setuju” (SS), “Setuju” (S), “Kurang

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Setuju” (KS), “Tidak Setuju” (TS), dan “Sangat Tidak Setuju” (STS). Alternatif jawaban Sangat Setuju (SS) memiliki skor 5, Setuju (S) memiliki skor 4, Kurang Setuju (KS) memiliki skor 3, Tidak Setuju (TS) memiliki skor 2, dan Sangat Tidak Setuju (STS) memiliki skor 1. Alternatif jawaban pada kuesioner kepentingan untuk guru dapat dilihat pada tabel 3.4. Tabel 3.4 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Guru Alternatif Jawaban Sangat Penting (SP) Penting (P) Kurang Penting (KP) Tidak Penting (TP) Sangat Tidak Penting (STP) Skor 5 4 3 2 1 Tabel 3.4 menunjukkan alternatif jawaban skala Likert pada kuesioner kepentingan untuk guru. Alternatif jawaban skala Likert yang digunakan pada kuesioner kepentingan berupa pernyataan “Sangat Penting” (SP), “Penting” (P), “Kurang Penting” (KP), “Tidak Penting” (TP), dan “Sangat Tidak Penting” (STP). Alternatif jawaban “Sangat Penting” (SP) memiliki skor 5, “Penting” (P) memiliki skor 4, “Kurang Penting” (KP) memiliki skor 3, “Tidak Penting” (TP) memiliki skor 2, dan “Sangat Tidak Penting” (STP) memiliki skor 1. F. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan siswa dan guru dalam penelitian ini merupakan instrumen nontes. Instrumen nontes yang digunakan berupa lembar kuesioner untuk mengukur tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 berbasis metode Montessori. Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang digunakan peneliti dalam kegiatan mengumpulkan data, sehingga penelitian menjadi lebih sistematis dan lebih mudah (Arikunto, 2010: 10). Ada dua lembar kuesioner yang digunakan oleh peneliti. Lembar kuesioner yang digunakan terdiri dari lembar kuesioner kinerja dan kepentingan. Peneliti menggunakan lembar kuesioner kinerja dan kepentingan karena menurut Tjiptono (2008: 24), kepuasan adalah perbedaan antara harapan pelanggan dengan hasil yang dirasakan. Lembar kuesioner kepentingan digunakan untuk mengukur tingkat kepentingan yang berupa harapan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Lembar kuesioner kinerja digunakan untuk untuk mengukur hasil kerja alat peraga matematika Montessori. Peneliti bersama kelompok studi menyusun lembar kuesioner melalui beberapa langkah. Langkah pertama adalah menentukan indikator, membuat kisikisi, kemudian mengembangkan indikator menjadi pernyataan-pernyataan berdasarkan kisi-kisi yang sudah dibuat. Pernyataan yang digunakan dalam lembar kuesioner kinerja dan kepentingan sama, tetapi alternatif jawaban berbeda. Lembar kuesioner yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dikembangkan menggunakan tujuh indikator tingkat kepuasan. Kisi-kisi kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru dapat dilihat pada tabel 3.5.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Tabel 3.5 Kisi-Kisi Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement Objek Penelitian Tingkat kepuasan siswa dan guru Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship No. Pernyataan 1, 2, 3, 4, 5, 6 1, 2, 3, 4 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5, 6 1, 2, 3, 4, 5 Tabel 3.5 menunjukkan kisi-kisi kuesioner kinerja dan kepentingan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kuesioner ini memiliki tujuh indikator yang merupakan gabungan dari karakteristik alat peraga Montessori dan karakteristik kualitas produk. Ketujuh indikator tersebut antara lain auto-education, menarik, bergradasi, autocorrection, kontekstual, life dan workmanship. Ketujuh indikator tersebut akan dijabarkan menjadi 36 pernyataan. Penjabaran setiap indikator kuesioner kinerja dan kepentingan dapat dilihat pada tabel 3.6. Tabel 3.6 Penjabaran Indikator Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement Indikator Auto-education Menarik 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 1. Bergradasi 2. Pernyataan Alat peraga memudahkan siswa untuk mengerti matematika Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika Alat peraga dapat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru Alat peraga mudah digunakan Alat peraga membantu siswa dalam menjawab soal matematika Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika tanpa bantuan guru Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik Alat peraga memiliki ukuran yang menarik Alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik Alat peraga bisa digunakan oleh semua siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 Alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Indikator Auto-correction Kontekstual Life Workmanship 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. Pernyataan Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban siswa Alat peraga membantu siswa memperbaiki kesalahan Alat peraga membantu menemukan jawaban benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang siswa buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang diketahui siswa Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar siswa Siswa sering melihat bahan pembuat alat peraga matematika Alat peraga pernah dilihat siswa Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa kemana-mana Alat peraga ini dapat dipakai berkali-kali Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan Alat peraga mudah untuk diperbaiki Permukaan alat peraga halus Alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat Alat peraga ini tidak melukai siswa ketika digunakan Pemberian warna alat peraga rapi Tabel 3.6 menunjukkan penjabaran indikator kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori menjadi pernyataan. Indikator auto-education dijabarkan menjadi enam pernyataan. Indikator menarik dijabarkan menjadi empat pernyataan. Indikator bergradasi dijabarkan menjadi lima pernyataan. Indikator auto-correction dijabarkan menjadi lima pernyataan. Indikator kontekstual dijabarkan menjadi lima pernyataan. Indikator life dijabarkan menjadi enam pernyataan, sedangkan indikator workmanship dijabarkan menjadi lima pernyataan. Jumlah total pernyataan yang dijabarkan pada kuesioner kinerja dan kepentingan siswa dan guru ada 36 pernyataan.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 G. Uji Validitas dan Reliabilitas Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian yang berupa kuesioner. 1. Uji Validitas Sugiyono (2011: 168) menjelaskan bahwa instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat mengukur yang seharusnya diukur. Instrumen yang valid akan menghasilkan data yang akurat yang mampu menggambarkan variabel yang diukur sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan content validity (validitas isi), construct validity (validitas konstruk), dan face validity (validitas muka). Penjelasan uji validitas adalah sebagai berikut: a. Content Validity (Validitas Isi) Validitas isi berhubungan dengan isi dan format instrumen (Sukmadinata, 2012 : 229). Validitas isi digunakan untuk mengetahui apakah pernyataan dalam kuesioner yang sudah dibuat sesuai dan dapat mewakili apa yang akan diukur (Sukmadinata, 2012 : 229). Pengujian validitas isi dilakukan dengan menelaah butir instrumen. Cara melakukan validitas isi adalah dengan melihat kesesuaian pernyataan dalam kuesioner dengan kisi-kisinya. Validitas isi dapat dilakukan melalui expert judgement, yaitu dengan meminta bantuan kepada para ahli (Jogiyanto, 2008 : 57). Peneliti meminta bantuan kepada beberapa ahli yang terdiri dari dosen Montessori, dosen Matematika, guru, dan kepala sekolah yang dianggap berkompeten untuk melakukan validitas isi. Expert judgement dilakukan dengan cara menuliskan skor tiap pernyataan berdasarkan kriteria tertentu. Pedoman skoring yang dapat

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 diberikan para ahli yaitu 1, 2, 3, dan 4. Skor 1 berarti kurang sekali, skor 2 berarti kurang, skor 3 berarti baik, dan skor 4 berarti baik sekali. Peneliti bersama kelompok studi menentukan kriteria pengambilan keputusan terhadap hasil expert judgement kuesioner oleh para ahli sebelum melakukan expert judgement. Kriteria pengambilan keputusan hasil expert judgment ditentukan sendiri oleh peneliti. Peneliti menentukan jika rata-rata hasil expert judgement lebih besar dari 2,5, maka kuesioner sudah layak digunakan dan akan direvisi apabila ada masukan dari para ahli. Rangkuman skor expert judgement kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 3.7. Tabel 3.7 Rangkuman Skor dari Para Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 Skor Dosen A Skor Dosen B Skor Guru A Skor Guru B 2 4 4 4 4 4 2 3 2 2 1 2 2 2 2 4 4 4 4 2 2 2 2 4 2 2 4 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 4 3 2 2 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Skor Kepala Sekolah A 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 Skor Kepala Sekolah B 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Rata-rata Indikator Jumlah Skor Validator 18 19 21 20 20 21 18 19 18 16 16 19 19 19 19 23 22 21 19 17 20 3,0 3,2 3,5 3,3 3,3 3,5 3,0 3,2 3,0 2,7 2,7 3,2 3,2 3,2 3,2 3,8 3,7 3,5 3,2 2,8 3,3

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Life Workmanship Rata-rata 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 Skor Dosen A Skor Dosen B Skor Guru A Skor Guru B 3 3 2 3 3 1 3 2 3 1 2 3 1 3 3 3,11 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 2,67 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3,33 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3,17 Skor Kepala Sekolah A 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3,97 Skor Kepala Sekolah B 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3,33 Rata-rata Indikator Jumlah Skor Validator 22 22 18 21 19 17 20 18 20 18 19 20 19 21 18 2,94 3,7 3,7 3,0 3,5 3,2 2,8 3,3 3,0 3,3 3,0 3,2 3,3 3,2 3,5 3,0 19,33 Tabel 3.7 menunjukkan rangkuman skor expert judgement kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru. Tabel 3.7 menunjukkan bahwa rata-rata skor setiap pernyataan lebih besar dari 2,5. Peneliti mengambil keputusan bahwa kuesioner ini sudah layak digunakan untuk penelitian dengan melakukan beberapa revisi sesuai dengan masukan dari para ahli. Rata-rata skor nilai yang diberikan oleh guru A dan kepala sekolah B paling tinggi di antara validator yang lainnya. Salah satu contoh hasil expert judgement yang memuat skor expert judgement kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru dapat dilihat pada lampiran 4. Expert judgement juga dilakukan dengan menuliskan beberapa komentar mengenai pernyataan pada kuesioner. Rangkuman komentar yang diberikan para ahli terhadap kuesioner kinerja dan kepentingan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 3.8.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Tabel 3.8 Rangkuman Komentar dari Para Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru No 1. 2. Validator/ Rangkuman Komentar Indikator Dosen A (MONTESSORI) Auto-education Pernyataan dibuat lebih menekankan pada auto-education bahwa siswa dapat mendidik dirinya sendiri dengan menggunakan material tersebut. Pernyataan lebih baik mengunakan subyek “saya” dan tidak langsung berkaitan dengan atribut yang diukur. Menarik Pernyataannya sebaiknya dibuat lebih spesifik atau diperjelas kalimatnya, sehingga tidak ambigu. Pernyataannya lebih baik mengunakan subyek “saya” dan tidak langsung berkaitan dengan atribut yang diukur. Gunakan kalimat yang mudah dipahami oleh siswa dan guru. Bergradasi Penyataan sudah baik dengan ciri-ciri bergradasi alat peraga Montessori, akan tetapi lebih diperhatikan lagi alat peraga Montessori yang akan digunakan. Alat peraga Montessori tidak semuanya memiliki gradasi yang sama. Auto-correction Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa terutama siswa kelas bawah. Kontekstual Pernyataannya sebaiknya dibuat lebih spesifik atau diperjelas kalimatnya, sehingga tidak ambigu. Sesuaikan isi pernyataan dengan bahan-bahan yang terdapat di lingkungan sekitar rumah maupun sekolah. Sebaiknya ditambahkan pernyataan mengenai pengecatan alat peraga. Life Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa dan guru. Pernyataan “mudah dibawa ke mana-mana” belum tentu daya tahannya bagus. Pernyataan “alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan” membutuhkan waktu yang lama untuk siswa dan guru mengetahuinya. Penyataan lainnya, seperti mudah dibersihkan belum tentu tahan lama. Workmanship Sesuaikan dengan bahan alat peraga yang telah dibuat apakah menggunakan lem dan paku. Komentar keseluruhan: Perlu diperjelas mengenai apakah ini deskriptor dari indikator atau sudah pernyataan. Deskripsi sudah bagus, hanya perlu diperjelas mengenai kalimat agar tidak ambigu atau bermakna ganda kemudian disesuaikan dengan konteks siswa dan guru. Dosen B (MATEMATIKA) Auto-education Pemilihan kata dalam pernyataan, seperti kata “mengerti” diubah menjadi kata “memahami” dan kata “digunakan” diubah menjadi “dioperasikan”. Menarik Pernyataan “alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik” diubah menjadi “alat peraga memiliki cara penggunaan yang khas”. Bergradasi Perhatikan gradasi umur. Auto-correction Pemilihan kata siswa dalam pernyataan sebaiknya diubah menjadi saya. Alat peraga Montessori tidak semuanya memiliki kunci jawaban. Kontekstual Pernyataan “alat peraga pernah dilihat oleh siswa” tidak harus dipakai. Life Pemilihan kata diperbaiki menjadi “alat peraga tidak mudah lapuk saat disimpan”.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 No 3. 4. 5. 6. Validator/ Rangkuman Komentar Indikator Workmanship Pernyataan yang dibuat tidak baku. Komentar keseluruhan: secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik, hanya perlu perbaikan beberapa kalimat. Guru Kelas A Auto-education Menarik Pernyataan nomor 2 diubah dengan variasi warna dan pernyataan nomor 4 diperbaiki susunan kalimatnya. Bergradasi Auto-correction Beberapa pernyataan perlu diperjelas. Kontekstual Life Workmanship Perlu perbaikan untuk beberapa kalimat. Komentar keseluruhan: Alat peraga matematika dapat dibuat, digunakan, didapat dari lingkungan sekitar siswa. Jadi, pernyataan yang dibuat berdasarkan indikator sudah sesuai dengan fakta yang ada dan dapat dipahami oleh siswa oeh guru. Guru Kelas B Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship Komentar keseluruhan: Secara umum, instrumen kuesioner yang dibuat sudah bagus. Kepala Sekolah A Auto-education Pernyataan yang dibuat sudah baik Menarik Pernyataan yang dibuat sudah baik Bergradasi Pernyataan yang dibuat sudah baik Auto-correction Pernyataan yang dibuat sudah baik Kontekstual Pernyataan yang dibuat sudah baik Life Pernyataan yang dibuat sudah baik Workmanship Pernyataan yang dibuat sudah baik Komentar keseluruhan: Kepala Sekolah B Auto-education Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik, tetapi ada satu pernyataan perlu diperbaiki. Menarik Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Bergradasi Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik, tetapi ada satu pernyataan perlu diperbaiki. Auto-correction Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Kontekstual Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik, tetapi ada satu pernyataan perlu diperbaiki. Life Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Workmanship Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Komentar keseluruhan: Penggunaan alat peraga Montessori dapat membantu berpikir lebih konkret. Tabel 3.8 menunjukkan rangkuman komentar expert judgement terhadap kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru. Para ahli secara umum

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 menyatakan bahwa kuesioner sudah cukup baik. Dosen A menyatakan bahwa subjek pernyataan sebaiknya diubah dari “siswa” menjadi “saya”. Pernyataan juga sebaiknya dibuat dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa dan guru. Dosen A memberi saran agar menambahkan pernyataan mengenai pengecatan alat peraga. Peneliti mengubah pernyataan nomor 3 indikator workmanship menjadi dua kalimat. Dosen B menyatakan bahwa secara umum kuesioner sudah baik, tetapi perlu perbaikan pada beberapa pernyataan. Guru A hanya memberikan komentar pada beberapa indikator, tetapi tetap memberikan skor kepada setiap pernyataan kuesioner. Guru A memberi saran pernyataan nomor 2 pada indikator menarik diganti dengan variasi warna. Guru B juga tidak memberikan komentar sama sekali dan hanya memberikan skor kepada setiap pernyataan kuesioner. Kepala Sekolah A dan B menyatakan bahwa kuesioner secara umum sudah baik, tetapi perlu perbaikan pada beberapa pernyataan. Peneliti melakukan revisi kuesioner berdasarkan komentar dari para ahli. Salah satu contoh hasil expert judgement yang memuat komentar terhadap kuesioner kinerja dan kepentingan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada lampiran 4. Perbandingan kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru sebelum dan sesudah expert judgement dapat dilihat pada tabel 3.9. Tabel 3.9 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru Sebelum dan Sesudah Expert Judgement Pernyataan Sebelum Expert Judgement Indikator Auto-education 1. Alat peraga memudahkan siswa untuk mengerti matematika Pernyataan Sesudah Expert Judgement Indikator Auto-education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Pernyataan Sebelum Expert Judgement Indikator 2. Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga membantu siswa dalam menjawab soal matematika 6. Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika tanpa bantuan guru Menarik 1. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 2. Alat peraga memiliki warna yang menarik 3. Alat peraga memiliki ukuran yang menarik 4. Alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik Bergradasi 1. Alat peraga bisa digunakan oleh semua siswa kelas 1 sampai kelas 6 2. Alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua 3. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 4. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 5. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-correction 1. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban siswa 2. Alat peraga membantu siswa memperbaiki kesalahan 3. Alat peraga membantu menemukan jawaban yang benar 4. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang siswa buat 5. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 1. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang diketahui siswa 2. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar siswa 3. Siswa sering melihat bahan pembuat alat peraga matematika 4. Alat peraga ini pernah dilihat siswa 5. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 1. Alat peraga terbuat dari bahan yang 2. 3. 4. 5. 6. Pernyataan Sesudah Expert Judgement Indikator Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-correction 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Pernyataan Sebelum Expert Judgement Indikator kuat 2. Alat peraga mudah dibawa kemanamana 3. Alat peraga dapat dipakai berkali-kali 4. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 5. Alat peraga tidak mudah rusak 6. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 1. Alat peraga mudah diperbaiki 2. Permukaan alat peraga halus 3. Alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat 4. Alat peraga ini tidak melukai siswa ketika digunakan 5. Pemberian warna alat peraga rapi Pernyataan Sesudah Expert Judgement Indikator 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peraga memiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.9 menunjukkan perbandingan kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru sebelum dan sesudah expert judgement. Peneliti melakukan beberapa revisi pada pernyataan kuesioner. Pernyataan yang tidak direvisi adalah nomor 1 dan 2 pada indikator menarik dan pernyataan nomor 3, 4 dan 5 indikator bergradasi. Pernyataan nomor 5 indikator auto-education dan kontekstual, serta pernyataan nomor 1 indikator workmanship juga tidak direvisi. Peneliti melakukan revisi pada pernyataan nomor 3 indikator workmanship dengan mengembangkan menjadi dua pernyataan. Pernyataan “alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat” diubah menjadi “alat peraga dilem dengan kuat” dan “ alat peraga dipaku dengan kuat”. Peneliti juga mengubah kata “siswa” menjadi “saya” berdasarkan masukan dari para ahli. Pernyataan “alat peraga dapat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru” diganti “alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain”. Pernyataan pada kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru sebelum expert judgement berjumlah 36

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 pernyataan. Pernyataan pada kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru sesudah expert judgement berjumlah 37 pernyataan. Kuesioner setelah expert judgement ini juga menggunakan penomoran baru dan dapat dilihat pada tabel 3.9. b. Face Validity (Validitas Muka) Face validity dapat dibedakan menjadi dua, yaitu face validity siswa dan face validity guru. Face validity merupakan pengujian yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa dari segi rupa suatu alat pengukur tampaknya mengukur apa yang ingin diukur (Effendi & Tukiran, 2012: 133). 1) Face Validity untuk Kuesioner Siswa Face validity siswa dilakukan dengan cara mengujikan kuesioner kepada siswa kelas I, II, III, IV dan V. Tujuan face validity kuesioner untuk siswa adalah untuk memastikan bahwa kuesioner dapat dipahami oleh siswa dari kelas yang berbeda. Rangkuman hasil face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dapat dilihat pada tabel 3.10. Tabel 3.10 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa No 1. Validator/ Indikator Siswa Kelas 1 Auto-education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Rangkuman Komentar Siswa tidak paham dengan “alat peraga”. Siswa merasa kebingungan dengan beberapanya. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh konkret sebelum mengisi kuesioner. Siswa kelas I perlu didampingi ketika mengisi kuesioner ini dan diberi penjelasan secara detail. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang seperti tekstur alat peraga. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga, sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga, sehingga perlu

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 No Validator/ Indikator Life Workmanship 2. Siswa Kelas 2 Auto-education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 3. Siswa Kelas 3 Auto-education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 4. Siswa Kelas 4 Auto-education Rangkuman Komentar pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga, sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga, sehingga perlu pendampingan. Siswa tidak paham dengan “alat peraga”. Siswa merasa kebingungan dengan beberapanya. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh konkret sebelum mengisi kuesioner. Siswa perlu didampingi ketika mengisi kuesioner ini dan diberi penjelasan secara detail. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan, seperti tekstur alat peraga. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga, sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga, sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga, sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga, sehingga perlu pendampingan. Siswa perlu pendampingan ketika mengisi kuesioner karena tidak paham dengan “alat peraga”. Siswa baru paham setelah dijelaskan melalui cerita-cerita konkret. Siswa harus diberikan contoh dahulu kemudian menanyakan alat peraga yang menarik. Siswa sulit memahami pernyataan item 11 karena dia belum pernah merasakan kelas 4-5. Siswa bingung dengan kata “tekstur”. Supaya siswa dapat memahaminya dengan baik, harus menjelaskannya dengan menggunakan benda konkret. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu. Secara perlu pendampingan dengan memberikan contoh konkret kepada siswa. Pada penyataan item 22 siswa dimnta untuk mengingat dan melihat kembali benda-benda yang ada di sekitarnya yang dibuat untuk alat peraga. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu. Secara umum siswa sudah paham jika diberi penjelasan terlebih dahulu. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai pengertian alat peraga karena siswa tidak paham dengan alat peraga.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 No Validator/ Indikator Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 5. Siswa Kelas 5 Auto-education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship Rangkuman Komentar Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu tentang alat peraga. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh tentang alat peraga. Siswa tidak paham dengan pernyataan “memperbaiki kesalahan”. Kesalahan yang dimaksud adalah kesalahan dalam hal apa. Siswa tidak paham dengan pernyataan “materi pembelajaran”. Materi pembelajaran dimaksud dalam hal apa. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu. Secara umum siswa sudah paham jika diberi penjelasan terlebih dahulu. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai pengertian alat peraga karena siswa tidak paham dengan alat peraga. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu tentang alat peraga. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh tentang alat peraga. Siswa tidak paham dengan pernyataan “memperbaiki kesalahan”. Kesalahan yang dimaksud adalah kesalahan dalam hal apa. Siswa merasa kebingungan dengan pernyataan pada item 22. Susunan kalimat perlu diperbaiki. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu. Secara umum siswa sudah paham jika diberi penjelasan terlebih dahulu. Tabel 3.10 menunjukkan rangkuman hasil face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa. Hasil face validity menunjukkan bahwa siswa tidak paham dengan kata “alat peraga” sehingga perlu dijelaskan terlebih dahulu. Secara umum siswa juga belum paham dengan kata “tekstur”, sehingga ketika mengisi kuesioner peneliti perlu mendampingi siswa supaya tidak bingung. Salah satu contoh hasil face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dapat dilihat pada lampiran 5. Perbandingan kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa sebelum dan sesudah face validity dapat dilihat pada tabel 3.11.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Tabel 3.11 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa Sebelum dan Sesudah Face Validity Siswa Pernyataan Sebelum Face Validity Siswa Indikator Auto-education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya menjawab dalam soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-correction 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Kontekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang Pernyataan Sesudah Face Validity Siswa Indikator Auto-education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya mengerjakan semua soal matematika 3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-correction 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Kontekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Pernyataan Sebelum Face Validity Siswa Indikator bisa ditemukan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Pernyataan Sesudah Face Validity Siswa Indikator bisa saya temukan di lingkungan sekitar 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peraga memiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.11 menunjukkan perbandingan kuesioner kinerja dan kepentingan siswa sebelum dan sesudah face validity. Peneliti melakukan revisi pada beberapa pernyataan kuesioner tersebut. Revisi dilakukan berdasarkan respon siswa ketika pelaksanaan face validity. Revisi yang dilakukan pada pernyataan nomor 2 dan 5 yaitu dengan mengganti kata “menyelesaikan” dan “menjawab” menjadi “mengerjakan”. Pernyataan nomor 3 diganti menjadi “alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain” karena siswa lebih paham dengan pernyataan tersebut. Siswa juga bingung dengan kata “tekstur”, sehingga pernyataan pernyataan nomor 14 diganti menjadi “alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar”. Pernyataan nomor 17 juga mengalami revisi dengan memperjelas

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 kesalahan yang dimaksudkan yaitu “alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika”. Pernyataan nomor 25 juga mengalami revisi dengan memperjelas maksud dari pernyataan tersebut. Pernyataan kuesioner setelah face validity siswa ini merupakan kuesioner yang akan digunakan untuk uji validitas konstruk. 2) Face Validity untuk Kuesioner Guru Face validity guru dilakukan dengan cara mengujikan kuesioner langsung kepada guru kelas I, II, III, IV dan V. Tujuan face validity adalah untuk memastikan bahwa kuesioner dapat dipahami oleh guru dari kelas yang berbeda. Rangkuman hasil face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru dapat dilihat pada tabel 3.12. Tabel 3.12 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru No 1. Validator/ Indikator Guru Kelas 1 Auto-education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship Rangkuman Komentar Secara keseluruhan sudah baik, tetapi ada beberapa item yang perlu ditambahkan kata dan diganti. Item 3 “alat peraga dapat digunakan tanpa bantuan orang lain”. Item berikutnya tambahkan dapat dan hilangkan kata saya. Secara umum pernyataan sudah baik, tetapi item yang menyatakan kata “pas” diperjelas lagi. Pernyataan nomor 10 diganti “alat peraga lebih menarik dibandingkan alat peraga lain” Kata “bisa” diganti “dapat” dan kata “bermacam-macam” diganti “bermacam”. Pernyataan berikutkan di sesuaikan dengan spefikasi alat peraga. Ada beberapa pernyaatan yang sudah dapat dipahami guru akan tetapi ada beberapa pernyataan yang perlu diperjelas lagi maksudnya, seperti kesalahan apa yang dimaksud. Item nomor 18 kata “menemukan” diganti “mengetahui”. Secara umum sudah baik. Kata “bisa” diganti kata “dapat”. Item 25 ditambahkan kata “yang saya terangkan”. Secara umum guru dapat memahami pernyataan. Pernyataan sudah dapat dipahami oleh guru, tetapi pada item nomor 33 dalam penggunaan kata “permukaan” harus konsisten dengan kata “tekstur” pada item nomor 14. Pada item nomor 34 kata “dilem” diganti “direkatkan”.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 No 2. Validator/ Indikator Guru Kelas 2 Auto-education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 3. Guru Kelas 3 Auto-education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 4. Guru Kelas 4 Auto-education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Rangkuman Komentar Secara umum guru sudah mampu memahami pernyataan. Kata “mengerti” diganti “memahami” dan kata “digunakan” diganti “dipergunakan”. Secara umum guru paham dengan pernyatataan pada indikator ini, tetapi harus konsisten dengan penggunaan kata “memiliki” atau “mempunyai”. Secara umum pernyataan baik, tetapi kata “bisa” sebaiknya diganti “dapat”. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi perlu diperjelas lagi kesalahan seperti apa yang dimaksudkan. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi harus konsisten dengan penggunaan kata “bisa” atau “dapat” dan pada penggunaan kata “saya”. Guru paham dengan pernyataan pada indikator ini. Item nomor 29 perlu diperbaiki susunan kalimatnya. Guru tidak dapat memahami pernyataan nomor 32 dan 33. Kata “ dicat” sebaiknya diganti “ diwarnai”. Kata “menyelesaikan” dan “menjawab” diganti dengan kata “mengerjakan” . Kata “oleh” sebaiknya tidak digunakan pada item nomor 3. Pada item nomor 4 sebaiknya ditambah dengan kata “saya”. Konsisten dalam menggunakan kata “mempunyai” atau “memiliki”. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi pada item nomor 11 lebih baik diubah “ Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai 6. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi pada item nomor 16 sebaiknya diganti “ alat peraga mempunyai pengendali kesalahan”. Kata “bisa” sebaiknya diganti dengan kata “dapat”, sedangkan pada item nomor 14 sebaiknya diganti “alat peraga pernah dilihat saya”. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tapi ada beberapa pernyataan yang masih perlu diperjelas. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Pada item nomor 1 dan 3 masih perlu perbaikan. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru, namun perlu perbaikan pada item nomor 11. Secara umum pernytaan sudah baik, tetapi ada beberapa pernyataan yang perlu diperbaiki. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 No Validator/ Indikator Life Workmanship 5. Guru Kelas 5 Auto-education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship Rangkuman Komentar Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru. Item nomor 3 susunan kalimatnya perlu diperbaiki. Item nomor 6 sebaiknya ditambahkan kata “dapat” setelah kata “alat peraga”, sedangkan pernyataan yang lain sudah baik. Item nomor 9 kata “pas” diganti dengan kata “proporsional”, sedangkan item yang lain sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Item nomor 23 sebaiknya diganti “ alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat”, sedangkan pernyataan lainnya sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Tabel 3.12 menunjukkan rangkuman hasil face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru. Hasil face validity menunjukkan bahwa secara umum guru paham dengan pernyataan pada kuesioner, namun beberapa pernyataan masih perlu diperjelas dan diperbaiki. Guru kelas 1 memberi saran supaya kata “bisa” diganti dengan “dapat” dan harus konsisten dengan penggunaan kata “permukaan” dan “tekstur”. Kata “dilem” pada pernyataan nomor 34 sebaiknya diganti dengan “direkatkan”. Guru kelas 2 memberi saran supaya kata “mengerti” sebaiknya diganti dengan “memahami” dan menyarankan supaya konsisten dengan penggunaan kata “memiliki” dan “mempunyai”. Guru kelas 3 memberi saran supaya kata “menyelesaikan” dan “menjawab” diganti dengan kata “mengerjakan”. Guru kelas 4 menyatakan bahwa kuesioner sudah cukup baik, tetapi ada beberapa pernyataan yang perlu diperbaiki. Guru kelas 5 memberi saran supaya kata “pas” diganti dengan kata “proporsional” pada pernyataan nomor 9. Peneliti melakukan revisi berdasarkan komentar dan saran

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 para guru. Salah satu contoh hasil face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dapat dilihat pada lampiran 6. Perbandingan kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru sebelum dan sesudah face validity dapat dilihat pada tabel 3.13. Tabel 3.13 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru Sebelum dan Sesudah Face Validity Guru Pernyataan Sebelum Face Validity Guru Indikator Auto-education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-correction 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Pernyataan Sesudah Face Validity Guru Indikator Auto-education 1. Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika 2. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. 4. Alat peraga mudah saya gunakan. 5. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga mempunyai warna yang menarik 9. Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional 10. Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga dapat digunakan untuk memahaminkonsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-correction 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Pernyataan Sebelum Face Validity Guru Indikator 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Kontekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Pernyataan Sesudah Face Validity Guru Indikator 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Kontekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah saya perbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga direkatkan dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.13 menunjukkan perbandingan kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru sebelum dan sesudah face validity. Peneliti melakukan revisi pada beberapa pernyataan kuesioner tersebut. Revisi dilakukan berdasarkan tanggapan guru ketika pelaksanaan face validity. Revisi dilakukan pada pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 5, 9, 10, 11, 14, 17, 22, 23, 29, 32, dan 34. Pernyataan nomor 2 dan 5

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 mengalami revisi yaitu dengan mengganti kata “menyelesaikan” dan “menjawab” menjadi “mengerjakan”. Kata “mengerti” pada pernyataan nomor 1 diganti dengan “memahami”. Pernyataan nomor 3 diganti menjadi “alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain” karena guru lebih paham dengan pernyataan tersebut. Guru menyarankan supaya lebih konsisten dengan penggunaan kata “tekstur”, sehingga pernyataan nomor 14 diganti menjadi “alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar”. Pernyataan nomor 17 juga mengalami revisi dengan memperjelas kesalahan yang dimaksudkan yaitu “alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika”. Kuesioner penelitian kinerja dan kepentingan untuk guru dapat dilihat pada tabel 3.14. Tabel 3.14 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Guru Indikator 1. 2. 3. Auto-education 4. 5. 6. Menarik Bergradasi 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Auto-correction 16. 17. Pernyataan Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mudah saya gunakan. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Alat peraga dapat digunakan untuk memahamin konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Indikator Kontekstual Life Workmanship Pernyataan 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering sayalihat. 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan 32. Alat peraga mudah saya perbaiki 33. Alat peraga memiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga direkatkan dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.14 menunjukkan pernyataan pada kuesioner penelitian kepentingan dan kinerja untuk guru. Kuesioner tersebut terdiri atas 37 pernyataan. Kuesioner ini merupakan kuesioner yang akan digunakan untuk penelitian tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penomoran setiap pernyataan pada kuesioner dapat dilihat pada tabel 3.14. C. Construct Validity (Validitas Konstruk) Validitas konstruk merupakan pengujian yang dilakukan untuk menunjukkan seberapa baik hasil yang diperoleh dari penggunaan suatu pengukur berdasarkan teori yang digunakan untuk mendefinisikan suatu konstruk (Jogiyanto, 2008 : 59). Pengujian validitas konstruk dapat dilakukan melalui uji empiris. Peneliti melakukan uji empiris pada kuesioner siswa dengan mengujikan kuesioner langsung kepada siswa.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Peneliti melakukan uji empiris pada siswa kelas II SDN Kebondalem Lor yang berjumlah 39 siswa. Uji empiris dilakukan di SDN Kebondalem Lor karena SD tersebut memiliki karakteristik yang sama dengan SD tempat penelitan. Uji empiris dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2014. Peneliti tidak melakukan uji empiris kepada kuesioner guru karena keterbatasan peneliti untuk mengumpulkan 30 guru yang menggunakan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Analisis data uji empiris dilakukan dengan mengorelasikan jumlah skor item (X) dengan skor total (Y). Salah satu cara untuk menentukan validitas instrumen penelitian adalah dengan menggunakan korelasi product moment dengan rumus Pearson (Arikunto dalam Taniredja & Mustafidah, 2012:143) sebagai berikut: rxy = keterangan : 𝑁 𝑁 𝑥 2− 𝑥𝑦 − 𝑥 𝑥2 2 𝑁 𝑦 𝑦 2− 𝑦2 2 rxy = koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y N =jumlah subjek 𝑥𝑦= jumlah perkalian antara skor x dan skor y 𝑥 = jumlah total skor x 𝑦 = jumlah skor y 𝑥 2 = kuadrat dari x 𝑦 2 = kuadrat dari y Pada penelitian ini, data yang diperoleh melalui uji empiris diolah dengan menggunakan Microsoft Exel dan SPSS versi 16.0 untuk mempercepat pengolahan data mengingat keterbatasan waktu penelitian. Output SPSS akan diperoleh

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 setelah data diolah. Cara menentukan valid atau tidaknya suatu item adalah dengan membandingkan r hitung dengan r tabel. r tabel untuk jumlah siswa 39 dengan taraf signifikansi 5% adalah 0,316 sedangkan pada taraf signifikansi 1% adalah 0,408 (Sugiyono, 2011: 613). Cara lain menentukan valid atau tidaknya suatu item adalah dengan melihat item yang memiliki tanda bintang satu (*) atau tanda bintang dua (**). Peneliti menentukan item soal yang valid dengan melihat item soal yang memiliki tanda (*) atau (**) pada sig. (2-tailed) dan item yang mempunyai r hitung lebih dari 0,316. Taniredja dan Mustafidah (2012:97) menjelaskan bahwa item yang memiliki tanda (**) artinya korelasi item tersebut dengan total skor signifikan pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item yang memiliki tanda (*) artinya korelasi item tersebut dengan total skor signifikan pada taraf kepercayaan 95% atau pada taraf kesalahan 5% (Taniredja dan Mustafidah, 2012: 97). Semakin angka koefisiennya tinggi, semakin valid item tersebut. Peneliti menganggap pernyataan dan item memiliki pengertian yang sama. Hasil perhitungan validitas kinerja indikator auto-education menunjukkan bahwa terdapat enam item yang valid. Item nomor 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 secara berurutan memiliki nilai koefisien sebesar 0,518**, 0,523**, 0,679**, 0,690**, 0,635**, dan 0,755**. Semua item indikator auto-education pada kuesioner kinerja memiliki tanda bintang dua (**) dan memiliki r hitung atau koefisien validitasnya lebih besar dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Hasil output SPSS

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 versi 16.0 terhadap hasil validitas kinerja indikator auto-education dapat dilihat pada lampiran 11. Hasil perhitungan validitas kepentingan indikator auto-education menunjukkan bahwa terdapat lima item yang valid. Item nomor 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 secara berurutan memiliki nilai koefisien validitas sebesar 0,254 0,546**, 0,742**, 0,672**, 0,574** dan 0,828**. Hasil perhitungan validitas tersebut menunjukkan bahwa terdapat satu item pada indikator auto-education yang tidak valid, yaitu pada kuesioner tingkat kepentingan pada item nomor 1. Nilai koefisien validitas item nomor 1 hanya 0,254. Item tersebut tidak valid karena tidak memiliki tanda bintang satu (*) atau dua (**) dan memiliki r hitung atau koefisien validitasnya lebih kecil dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316. Pernyataan nomor 2, 3, 4, 5, dan 6 dinyatakan valid karena mempunyai tanda bintang dua (**) yang berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Peneliti tidak melakukan perbaikan pada item nomor 1 dan tidak akan menggunakannya pada penelitian karena indikator auto-education sudah terwakili dengan item nomor 2, 3, 4, 5, dan 6. Hasil output SPSS 16.0 terhadap hasil validitas kepentingan indikator auto-education dapat dilihat pada lampiran 12. Hasil perhitungan validitas kinerja indikator menarik menunjukkan bahwa terdapat empat item yang valid. Item nomor 7, 8, 9, dan 10 secara berurutan memiliki nilai koefisien validitas sebesar 0,633**, 0,693**, 0,640**, dan 0,798**. Semua item indikator menarik pada kuesioner kinerja memiliki tanda bintang dua (**) dan memiliki r hitung atau koefisien validitas yang lebih besar dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316, sehingga dinyatakan valid dan dapat

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 digunakan untuk penelitian. Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Hasil output SPSS versi 16.0 terhadap hasil validitas kinerja indikator menarik dapat dilihat pada lampiran 11. Hasil perhitungan validitas kepentingan indikator menarik menunjukkan bahwa terdapat empat item yang valid. Item nomor 7, 8, 9, dan 10 secara berurutan memiliki nilai koefisien validitas sebesar 0,840**, 0,693**, 0,648**, dan 0,878**. Semua item indikator menarik pada kuesioner kepentingan memiliki tanda bintang dua (**) dan memiliki r hitung atau koefisien validitas yang lebih besar dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16.0 terhadap hasil validitas kepentingan indikator menarik dapat dilihat pada lampiran 12. Hasil perhitungan validitas kinerja indikator bergradasi menunjukkan bahwa terdapat lima item yang valid. Item nomor 11, 12, 13, 14, dan 15 secara berurutan memiliki nilai koefisien validitas sebesar 0,495**, 0,541**, 0,667**, 0,602**, dan 0,731**. Semua item indikator bergradasi pada kuesioner kinerja memiliki tanda bintang dua (**) dan memiliki r hitung atau koefisien validitas yang lebih besar dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16.0 terhadap hasil validitas kinerja indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 11. Hasil perhitungan validitas kepentingan indikator bergradasi menunjukkan bahwa terdapat lima item yang valid. Item nomor 11, 12, 13, 14, dan 15 secara

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 berurutan memiliki nilai koefisien validitas sebesar 0,632**, 0,491**, 0,710**, 0,692** dan 0,790**. Semua item indikator bergradasi pada kuesioner kepentingan memiliki tanda bintang dua (**) dan memiliki r hitung atau koefisien validitas yang lebih besar dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16.0 terhadap hasil validitas kepentingan indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 12. Hasil perhitungan validitas kinerja indikator auto-correction menunjukkan bahwa terdapat lima item yang valid. Item nomor 16, 17, 18, 19, dan 20 secara berurutan memiliki nilai koefisien validitas sebesar 0,700**, 0,727**, 0,524**, 0,373**, dan 0,659**. Semua item indikator auto-correction pada kuesioner kinerja memiliki tanda bintang dua (**) dan memiliki r hitung atau koefisien validitas yang lebih besar dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16.0 terhadap hasil validitas kinerja indikator auto-correction dapat dilihat pada lampiran 11. Hasil perhitungan validitas kepentingan indikator auto-correction menunjukkan bahwa terdapat lima item yang valid. Item nomor 16, 17, 18, 19, dan 20 secara berurutan memiliki nilai koefisien validitas sebesar 0,600**, 0,618**, 0,675**, 0,579** dan 0,637**. Semua item indikator auto-correction pada kuesioner kepentingan memiliki tanda bintang dua (**) dan memiliki r

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 hitung atau koefisien validitas yang lebih besar dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16.0 terhadap hasil validitas kepentingan indikator autocorrection dapat dilihat pada lampiran 12. Hasil perhitungan validitas kinerja indikator kontekstual menunjukkan bahwa terdapat lima item yang valid. Item nomor 21, 22, 23, 24, dan 25 secara berurutan memiliki nilai koefisien validitas sebesar 0,643**, 0,840**, 0,583**, 0,619**, dan 0,504**. Semua item indikator kontekstual pada kuesioner kinerja memiliki tanda bintang dua (**) dan memiliki r hitung atau koefisien validitas yang lebih besar dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16.0 terhadap hasil validitas kinerja indikator kontekstual dapat dilihat pada lampiran 11. Hasil perhitungan validitas kepentingan indikator kontekstual menunjukkan bahwa terdapat lima item yang valid. Item nomor 21, 22, 23, 24, dan 25 secara berurutan memiliki nilai koefisien validitas sebesar 0,751**, 0,754**, 0,861**, 0,613** dan 0,585**. Semua item indikator kontekstual pada kuesioner kepentingan memiliki tanda bintang dua (**) dan memiliki r hitung atau koefisien validitas yang lebih besar dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Hasil output SPSS

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 16.0 terhadap hasil validitas kepentingan indikator kontekstual dapat dilihat pada lampiran 12. Hasil perhitungan validitas kinerja indikator life menunjukkan bahwa terdapat enam item yang valid. Item nomor 26, 27, 28, 29, 30, dan 31 secara berurutan memiliki nilai koefisien validitas sebesar 0,644**, 0,536**, 0,551**, 0,493**, 0,772** dan 0,661**. Semua item indikator life pada kuesioner kinerja memiliki tanda bintang dua (**) dan memiliki r hitung atau koefisien validitas yang lebih besar dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16.0 terhadap hasil validitas kinerja indikator life dapat dilihat pada lampiran 11. Hasil perhitungan validitas kepentingan indikator life menunjukkan bahwa terdapat enam item yang valid. Item nomor 26, 27, 28, 29, 30, dan 31 secara berurutan memiliki nilai koefisien validitas sebesar 0,830**, 0,616**, 0,552**, 0,699**, 0,433**, dan 0,748**. Semua item indikator life pada kuesioner kepentingan memiliki tanda bintang dua (**) dan memiliki r hitung atau koefisien validitas yang lebih besar dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16.0 terhadap hasil validitas kepentingan indikator life dapat dilihat pada lampiran 12. Hasil perhitungan validitas kinerja indikator workmanship menunjukkan bahwa terdapat lima item yang valid. Item nomor 32, 33, 34, 35, 36, dan 37 secara

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 berurutan memiliki nilai koefisien validitas sebesar 0,700**, 0,588**, 0,754**, 0,264, 0,691** dan 0,491**. Item nomor 32, 33, 34, 36, dan 37 memiliki tanda bintang dua (**). Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Nilai koefisien validitas item nomor 35 adalah 0,264. Item tersebut tidak valid karena tidak memiliki tanda bintang satu (*) atau bintang dua (**) serta dan memiliki r hitung atau koefisien validitas yang lebih kecil dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316. Peneliti tidak melakukan perbaikan pada item nomor 35 dan tidak akan menggunakannya pada penelitian karena indikator workmanship sudah terwakili dengan item nomor 32, 33, 34, 36, dan 37. Hasil output SPSS 16.0 terhadap hasil validitas kinerja indikator workmanship dapat dilihat pada lampiran 11. Hasil perhitungan validitas kepentingan indikator workmanship menunjukkan bahwa terdapat enam item yang valid. Item nomor 32, 33, 34, 35, 36, dan 37 secara berurutan memiliki nilai koefisien validitas sebesar 0,625**, 0,803**, 0,508**, 0,816**, 0,709**, dan 0,643**. Semua item indikator workmanship pada kuesioner kepentingan memiliki tanda bintang dua (**) dan memiliki r hitung atau koefisien validitas yang lebih besar dari pada r tabel pada taraf 5% yaitu 0,316, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16.0 terhadap hasil validitas kepentingan indikator workmanship dapat dilihat pada lampiran 12. Perbandingan validitas kuesioner kinerja dan kepentingan dapat dilihat pada tabel 3.15.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Tabel 3.15 Perbandingan Validitas Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship No. Item Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Item 17 Item 18 Item 19 Item 20 Item 21 Item 22 Item 23 Item 24 Item 25 Item 26 Item 27 Item 28 Item 29 Item 30 Item 31 Item 32 Item 33 Item 34 Item 35 Item 36 Item 37 Validitas Tingkat Tingkat Kinerja Kepentingan 0,518** 0,254 0,523** 0,546** 0,679** 0,742** 0,690** 0,672** 0,635** 0,574** 0,755** 0,828** 0,633** 0,840** 0,693** 0,693** 0,640** 0,648** 0,798** 0,878** 0,495** 0,632** 0,541** 0,491** 0,667** 0,710** 0,602** 0,692** 0,731** 0,790** 0,700** 0,600** 0,727** 0,618** 0,524** 0,675** 0,373* 0,579** 0,659** 0,637** 0,643** 0,751** 0,840** 0,754** 0,583** 0,861** 0,619** 0,613** 0,504** 0,585** 0,644** 0,830** 0,536** 0,616** 0,551** 0,552** 0,493** 0,699** 0,772** 0,433** 0,661** 0,748** 0,700** 0,625** 0,588** 0,803** 0,754** 0,508** 0,264 0,816** 0,691** 0,709** 0,491** 0,643** r Tabel Keterangan 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tabel 3.15 menunjukkan validitas kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa. Tabel 3.15 menunjukkan bahwa terdapat dua item pada kuesioner yang tidak valid, yaitu pada item nomor 1 dan 35. Warna kuning pada tabel

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 menunjukkan item yang tidak valid. Ada item yang mempunyai bintang satu (*), bintang dua (**), dan tidak mempunyai tanda bintang. Tanda bintang satu (*) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 95%. Tanda bintang dua (**) berarti bahwa item tersebut valid pada taraf kepercayaan 99%, sedangkan item yang tidak mempunyai tanda bintang adalah item yang tidak valid. Item nomor 1 indikator auto-education pada kuesioner kepentingan validitasnya adalah 0,254 dan tidak memiliki tanda bintang. Item tersebut tidak valid karena tidak memiliki tanda bintang satu (*) atau dua (**) serta memiliki r hitung atau koefisien validitas yang lebih kecil dari pada r tabel. Item nomor 35 indikator workmanship pada kuesioner kinerja juga tidak valid. Validitas Item nomor 35 indikator workmanship pada kuesioner kinerja adalah 0,264 dan tidak mempunyai tanda bintang. Item yang tidak memiliki tanda bintang satu (*) dan dua (**) serta memiliki r hitung dan koefisien validitas yang lebih kecil dari pada r tabel adalah item yang tidak valid. Pernyataan tiap item yang digunakan peneliti antara kuesioner kepentingan dan kinerja adalah sama, sehingga tiap item pada kuesioner kepentingan dan kinerja harus sama-sama valid. Peneliti menghapus item nomor 1 dan 35 karena ada salah satu item yang tidak valid pada kuesioner kepentingan atau kinerjanya. Peneliti menghapus item nomor 1 karena pada kuesioner kepentingan, item tersebut tidak valid, sedangkan pada kuesioner kinerja valid. Peneliti juga menghapus item nomor 35 karena item tersebut pada kuesioner kepentingan valid, sedangkan pada kuesioner kinerja tidak valid.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 2. Uji Reliabilitas Instrumen dikatakan reliabel jika instrumen tersebut dalam mengukur objek pada waktu yang berlainan akan menghasilkan data yang relatif sama (Taniredja & Mustafidah, 2012: 43). Pengujian reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan teknik Alfa Cronbach dengan rumus koefisien reliabilitas Alfa Cronbach (Sugiyono, 2012: 365) sebagai berikut: ri = keterangan: k 𝑠𝑖2 𝑘 𝑘−1 1− 𝑠𝑖2 𝑠𝑖2 = mean kuadrat antara subyek 𝑠𝑖2 = mean kuadrat kesalahan = varian total Peneliti melakukan uji reliabilitas instrumen dengan menggunakan SPSS versi 16.0 untuk mempercepat pengolahan data mengingat keterbatasan waktu penelitian. Item yang digunakan untuk melakukan uji reliabilitas adalah item kuesioner yang valid. Peneliti tidak menggunakan item nomor 1 dan 35 dalam uji reliabilitas karena item tersebut tidak valid. Reliabilitas kuesioner dapat diketahui dengan melihat kolom cronbach’s alpha pada output SPSS. Langkah yang selanjutnya adalah membandingkan nilai cronbach’s alpha dengan suatu klasifikasi tingkat reliabilitas instrumen (Masidjo, 1995) pada tabel 3.16.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Tabel 3.16 Klasifikasi Tingkat Reliabiltas Instrumen Interval Koefisien Reliabilitas 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Klasifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 3.16 menunjukkan klasifikasi tingkat reliabilitas instrumen (Masidjo, 1995). Masidjo (1995) mengklasifikasikan tingkat reliabilitas menjadi lima. Pertama, koefisien reliabilitas antara negatif-0,20 berarti reliabilitasnya sangat rendah. Kedua, koefisien reliabilitas antara 0,21-0,40 berarti reliabilitasnya rendah. Ketiga, koefisien reliabilitas antara 0,41-0,70 berarti reliabilitasnya cukup. Keempat, koefisien reliabilitas antara 0,71-0,90 berarti reliabilitasnya tinggi. Kelima, koefisien reliabilitas antara 0,91-1,00 berarti reliabilitasnya sangat tinggi. Semakin tinggi koefisien tingkat reliabilitasnya, maka semakin reliabel item tersebut. Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator auto-education pada kuesioner siswa adalah 0,689. Koefisien reliabilitas total kinerja indikator auto-education pada kuesioner siswa termasuk dalam kategori cukup. Reliabilitas dihitung menggunakan item 1, item 2, item 3, item 4 dan item 6. Output reliabilitas kinerja indikator auto-education dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 11. Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator auto-education pada kuesioner siswa adalah 0,712. Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator auto-education pada kuesioner

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 siswa termasuk dalam kategori tinggi. Reliabilitas dihitung menggunakan item 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Output reliabilitas kepentingan indikator auto-education dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 12. Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator menarik pada kuesioner siswa adalah 0,628. Koefisien reliabilitas total kinerja indikator menarik pada kuesioner siswa termasuk dalam kategori cukup. Reliabilitas dihitung menggunakan item 7, 8, 9, dan 10. Output reliabilitas kinerja indikator menarik dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 11. Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator menarik pada kuesioner siswa adalah 0,768. Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator menarik pada kuesioner siswa termasuk dalam kategori tinggi. Reliabilitas dihitung menggunakan item 7, 8, 9, dan 10. Output reliabilitas kepentingan indikator menarik dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 12. Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator bergradasi pada kuesioner siswa adalah 0,574. Koefisien reliabilitas total kinerja indikator bergradasi pada kuesioner siswa termasuk dalam kategori cukup. Reliabilitas dihitung menggunakan item 11, 12, 13, 14, dan 15. Output reliabilitas kinerja indikator bergradasi dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 11. Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator bergradasi pada kuesioner siswa adalah 0,673. Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator bergradasi pada kuesioner siswa termasuk

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 dalam kategori cukup. Reliabilitas dihitung menggunakan item 11, 12, 13, 14, dan 15. Output reliabilitas kepentingan indikator bergradasi dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 12. Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator auto-correction pada kuesioner siswa adalah 0,565. Koefisien reliabilitas total kinerja indikator bergradasi pada kuesioner siswa termasuk dalam kategori cukup. Reliabilitas dihitung menggunakan item 16, 17, 18, 19, dan 20. Output reliabilitas kinerja indikator auto-correction dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 11. Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator auto-correction pada kuesioner siswa adalah 0,598. Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator auto-correction pada kuesioner siswa termasuk dalam kategori cukup. Reliabilitas dihitung menggunakan item 16, 17, 18, 19, 20. Output reliabilitas kepentingan indikator auto-correction dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 12. Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator kontekstual pada kuesioner siswa adalah 0,646. Koefisien reliabilitas total kinerja indikator kontekstual pada kuesioner siswa termasuk dalam kategori cukup. Reliabilitas dihitung menggunakan item 21, 22, 23, 24, dan 25. Output reliabilitas kinerja indikator kontekstual dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 11. Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator kontekstual pada kuesioner siswa adalah 0,758.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator kontekstual pada kuesioner siswa termasuk dalam kategori tinggi. Reliabilitas dihitung menggunakan item 21, 22, 23, 24, dan 25. Output reliabilitas kepentingan indikator kontekstual dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 12. Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator life pada kuesioner siswa adalah 0,664. Koefisien reliabilitas total kinerja indikator life pada kuesioner siswa termasuk dalam kategori cukup. Reliabilitas dihitung menggunakan item 26, 27, 28, 29, 30, dan 31. Output reliabilitas kinerja indikator life dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 11. Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator life pada kuesioner siswa adalah 0,725. Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator life pada kuesioner siswa termasuk dalam kategori tinggi. Reliabilitas dihitung menggunakan item 26, 27, 28, 29 30, dan 31. Output reliabilitas kepentingan indikator life dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 12. Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator workmanship pada kuesioner siswa adalah 0,657. Koefisien reliabilitas total kinerja indikator workmanship pada kuesioner siswa termasuk dalam kategori cukup. Reliabilitas dihitung menggunakan item 32, 33, 34, 35, 36, dan 37. Output reliabilitas kinerja indikator workmanship dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 11.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator wormanship pada kuesioner siswa adalah 0,692. Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator workmanship pada kuesioner siswa termasuk dalam kategori cukup. Reliabilitas dihitung menggunakan item 32, 33, 34, 35, 36, dan 37. Output reliabilitas kepentingan indikator workmanship dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 12. Perbandingan reliabilitas total kuesioner kinerja dan kepentingan untuk untuk siswa dapat dilihat pada tabel 3.17. Tabel 3.17 Perbandingan Reliabilitas Total Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa No 1 2 3 4 5 6 7 Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship Reliabilitas Total Kepentingan/ Kinerja/ Klasifikasi Klasifikasi 0,689/ cukup 0,712 / tinggi 0,628/ cukup 0,769/ tinggi 0,566/ cukup 0,673/ cukup 0,565/ cukup 0,598/ cukup 0,646/ cukup 0,758/ tinggi 0,664/ cukup 0,725 / tinggi 0,657/ cukup 0,692/ cukup Tabel 3.17 menunjukkan reliabilitas total kuesioner kinerja dan kepentingan untuk masing-masing indikator. Tabel 3.17 menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total kuesioner kinerja dan kepentingan masuk dalam kategori tinggi dan cukup apabila dibandingkan dengan klasifikasi reliabilitas (Masidjo, 1995). Koefisien reliabilitas total kuesioner kepentingan paling tinggi adalah 0,769 yang terdapat pada indikator menarik, sedangkan koefisien reliabilitas total kuesioner kinerja paling tinggi adalah 0,689 yang terdapat pada indikator auto-education. Koefisien reliabilitas total tersebut menjadi lebih tinggi apabila ada item pada

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 beberapa indikator yang dihapus. Rangkuman hasil validitas dan reliabilitas dapat dilihat pada tabel 3.18. Tabel 3.18 Rangkuman Hasil Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Siswa Validitas Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life No. Item Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Item 17 Item 18 Item 19 Item 20 Item 21 Item 22 Item 23 Item 24 Item 25 Item 26 Item 27 Item 28 Item 29 Item 30 Tingkat Kinerja Tingkat Kepentingan 0,518** 0,254 0,523** 0,546** 0,679** 0,742** 0,690** 0,672** 0,635** 0,574** 0,755** 0,828** Reliabilitas Indikator Autoeducation 0,633** 0,840** 0,693** 0,693** 0,640** 0,648** 0,798** 0,878** Reliabilitas Indikator menarik 0,495** 0,632** 0,541** 0,491** 0,667** 0,710** 0,602** 0,692** 0,731** 0,790** Reliabilitas Indikator bergradasi 0,700** 0,600** 0,727** 0,618** 0,524** 0,675** 0,373* 0,579** 0,659** 0,637** Reliabilitas Indikator Autocorrection 0,643** 0,751** 0,840** 0,754** 0,583** 0,861** 0,619** 0,613** 0,504** 0,585** Reliabilitas Indikator kontekstual 0,644** 0,830** 0,536** 0,616** 0,551** 0,552** 0,493** 0,699** 0,772** 0,433** Reliabilitas Tingkat Tingkat Kinerja Kepentingan (if item (if item deleted) deleted) 0,690 0,626 0,618 0,668 0,569 0,689 0,696 0,628 0,676 0,693 0,585 0,712 0,580 0,526 0,566 0,561 0,628 0,667 0,772 0,769 0,610 0,769 0,612 0,529 0,463 0,525 0,398 0,566 0,635 0,719 0,585 0,615 0,531 0,673 0,482 0,400 0,543 0,611 0,466 0,565 0,563 0,537 0,494 0,591 0,531 0,598 0,592 0,433 0,623 0,614 0,657 0,646 0,698 0,690 0,627 0,762 0,773 0,758 0,599 0,663 0,642 0,650 0,606 0,691 0,742 0,665 0,737

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Validitas Indikator No. Item Item 31 Workmanship Item 32 Item 33 Item 34 Item 35 Item 36 Item 37 Tingkat Kinerja Tingkat Kepentingan 0,661** 0,748** Reliabilitas Indikator Life 0,700** 0,625** 0,588** 0,803** 0,754** 0,508** 0,264 0,816** 0,691** 0,709** 0,491** 0,643** Reliabilitas Indikator Workmanship Reliabilitas Tingkat Tingkat Kinerja Kepentingan (if item (if item deleted) deleted) 0,540 0,649 0,619 0,725 0,664 0,655 0,567 0,578 0,677 0,696 0,565 0,648 0,657 0,608 0,655 0,692 Tabel 3.18 menunjukkan rangkuman hasil uji validitas dan reliabilitas, baik reliabilitas total maupun relabilitas if item deleted. Output uji reliabilitas if item deleted dapat dilihat pada lampiran 11 dan 12. Warna kuning pada tabel 3.18 menunjukkan item tersebut tidak digunakan dalam kuesioner penelitian. Peneliti tidak menggunakan item nomor 1 dan 35 karena item tersebut tidak valid. Peneliti juga melakukan penghapusan terhadap beberapa item. Peneliti menghapus item nomor 11, 19, dan 25 supaya reliabilitasnya lebih besar dari pada reliabilitas total tiap indikator atau konstruk. Koefisien reliabilitas total indikator bergradasi pada kuesioner kepentingan dan kinerja adalah 0,673 dan 0,566. Koefisien reliabilitas indikator bergradasi pada kuesioner kepentingan dan kinerja akan menjadi lebih tinggi jika item nomor 11 dihapus, yaitu 0,635 dan 0,612. Koefisien reliabilitas total indikator auto-correction pada kuesioner kepentingan dan kinerja adalah 0,598 dan 0,565. Koefisien reliabilitas indikator autocorrection pada kuesioner kepentingan dan kinerja akan menjadi lebih tinggi jika item nomor 19 dihapus, yaitu 0,591 dan 0,611. Koefisien reliabilitas total indikator workmanship pada kuesioner kepentingan dan kinerja adalah 0,758 dan

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 0,646. Koefisien reliabilitas indikator workmanship pada kuesioner kepentingan dan kinerja akan menjadi lebih besar jika item nomor 25 dihapus, yaitu 0,773 dan 0,657. Koefisien reliabilitas Cronbach’s Alpha if item deleted selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 11 dan 12. Kuesioner penelitian kinerja dan kepentingan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 3.19. Tabel 3.19 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Siswa Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. Pernyataan alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain alat peraga mudah digunakan alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain alat peraga mempunyai bentuk yang menarik alat peraga memiliki warna yang menarik alat peraga memiliki ukuran yang pas alat peraga menarik daripada alat peraga lain alat peraga mempunyai bermacam-macam warna alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar alat peraga memiliki kunci jawaban alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat alat peraga ini pernah saya lihat alat peraga terbuat dari bahan yang kuat alat peraga mudah dibawa alat peraga dapat digunakan berulang kali alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan alat peraga tidak mudah rusak alat peraga mudah dibersihkan alat peraga mudah diperbaiki alat peraga memiliki permukaan yang halus alat peraga dilem dengan kuat alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan alat peraga dicat dengan rapi

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Tabel 3.19 menunjukkan kuesioner penelitian kinerja dan kepentingan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner tersebut merupakan kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian. Peneliti telah menghapus beberapa pernyataan pada kuesioner, sehingga yang digunakan dalam penelitian ini hanya 32 pernyataan. Penomoran pernyataan tersebut baru karena ada beberapa pernyataan yang dihapus. Penomoran baru tiap pernyataan dapat dilihat pada tabel 3.19. H. Prosedur Analisis Data Penelitian tentang tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori memiliki prosedur analisis data yang terdiri atas beberapa tahapan. Tahapan pada penelitian ini merupakan perpaduan dari teknik analisis data menggunakan Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Importance and Performance Analysis (IPA). Prosedur analisis data penelitian tingkat kepuasan siswa dan guru terdiri dari empat tahap, yaitu pembuatan atribut, pengembangan instrumen dan melakukan sensus, perhitungan data sensus, dan penentuan hasil penelitian (Chan, 2005: 22-23). Tahap pertama adalah pembuatan atribut. Peneliti bersama dengan kelompok studi membuat indikator yang akan digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti memperoleh indikator tingkat kepuasan dengan

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 menggabungkan beberapa karakteristik produk menurut Garvin (Laksana, 2008: 89-90) dan Sethi (2000: 2) serta karakteristik alat peraga Montessori (Montessori, 2002: 19). Penggabungan karakteristik tersebut menghasilkan tujuh indikator tingkat kepuasan siswa dan guru, yaitu auto-education, menarik, bergradasi, autocorrection, kontekstual, life, dan workmanship. Tahap kedua adalah pengembangan instrumen dan melakukan sensus. Pengembangan instrumen dilakukan peneliti bersama kelompok studi dengan menjabarkan ketujuh indikator tingkat kepuasan menjadi pernyataan. Peneliti menjabarkan ketujuh indikator menjadi 36 pernyataan untuk kuesioner siswa dan guru. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner kinerja dan kepentingan. Kuesioner kinerja dan kepentinan memiliki pernyataan yang sama, tetapi alternatif jawabannya berbeda. Kuesioner kinerja dan kepentingan melalui beberapa tahap uji validitas, yaitu validitas isi, face validity, dan validitas konstruk. Kuesioner guru tidak diuji validitas konstruknya karena keterbatasan peneliti yang tidak bisa mengumpulkan 30 guru yang menggunakan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Kuesioner untuk siswa dan guru berjumlah 36 serta setelah melalui beberapa tahap validitas, kuesioner mengalami perubahan. Jumlah pernyataan pada kuesioner siswa menjadi 32 pernyataan dan kuesioner guru berjumlah 37 pernyataan. Langkah yang selanjutnya adalah melakukan pengambilan data melalui sensus. Peneliti melakukan sensus tingkat kepuasan kepada 50 siswa dan 2 guru kelas II SD Negeri Keceme 1 Yogyakarta dengan menyebar kuesioner. Peneliti dibantu kelompok studi melakukan pendampingan

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 saat penelitian tingkat kepuasan siswa, sedangkan untuk tingkat kepuasan guru tidak dilakukan pendampingan oleh peneliti. Tahap ketiga adalah perhitungan data sensus. Peneliti melakukan perhitungan pada kuesioner yang sudah diisi oleh siswa dan guru. Peneliti menghitung skor yang diberikan siswa dan guru terhadap setiap pernyataan kuesioner. Pengolaan data sensus dilakukan dengan bantuan Microsoft Exel dan SPSS versi 16.0. Tahap keempat adalah penentuan hasil penelitian. Penentuan hasil penelitian dilakukan dengan mengkategorisasi tingkat kepuasan menggunakan PAN tipe II dan melakukan ploting pada diagram kartesius. Masidjo (1995: 151) menjelaskan bahwa Penilaian Acuan Norma (PAN) adalah suatu penilaian yang membandingkan prestasi seseorang terhadap prestasi orang lain dalam kelompoknya (Masidjo, 1995: 160). Total skor kuesioner kinerja siswa dan guru yang telah dihitung dengan menggunakan bantuan Microsoft Exel dikategorisasikan menggunakan PAN tipe II. Kategorisasi tingkat kepuasan atau passing score PAN tipe II ditentukan berdasarkan mean (M) dan deviasi standar (S) dari total skor kuesioner kinerja. Terdapat lima kategori tingkat kepuasan berdasarkan PAN tipe II, yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, dan sangat rendah. Langkah yang selanjutnya adalah melakukan ploting perhitungan skor kuesioner pada diagram kartesius. Diagram kartesius terdiri dari empat kuadran untuk mengetahui atribut dari pernyataan kuesioner yang menunjukkan kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Kuadran I menunjukkan atribut yang memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 kinerjanya masih rendah, sehingga menjadi prioritas utama untuk diperbaiki sesuai harapan siswa dan guru. Kuadran II menunjukkan atribut yang memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya juga tinggi, sehingga atribut yang berada di kuadran II ini menunjukkan kepuasan dan harus dipertahankan prestasinya. Kuadran III menunjukkan atribut yang memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah, sehingga menjadi prioritas rendah dan sebaiknya dihapus. Kuadran IV berisi atribut yang memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi kinerjanya tinggi, sehingga perlu dikurangi peningkatan atribut pada kuadran IV karena berlebihan dan untuk menghemat biaya. I. Teknik Analisis Data Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis data, yaitu Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Importance and Performance Analysis (IPA). Teknik analisis dengan menggunakan PAN tipe II digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Masidjo (1995: 151) menjelaskan bahwa Penilaian Acuan Norma (PAN) adalah suatu penilaian yang membandingkan prestasi seseorang terhadap prestasi orang lain dalam kelompoknya (Masidjo, 1995: 160). PAN dipengaruhi oleh prestasi rata-rata kelompok atau mean (M) dan deviasi standar (S). Besar prestasi rata-rata kelompok atau mean (M) dan deviasi standar (S) dijadikan pedoman untuk menentukan batas lulus atau passing score.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 1. Penilaian Acuan Norma (PAN) Tipe II Passing score PAN tipe II ditentukan berdasarkan mean (M) dan deviasi standar (S). Batas lulus atau passing score berdasarkan PAN tipe II termasuk klasifikasi cukup jika skornya sebesar M-1S (Masidjo, 1995: 164). Batas lulus tersebut berlaku untuk tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Siswa dan guru mencapai kriteria atau klasifikasi tingkat kepuasan cukup jika batas lulus atau passing scorenya sebesar M-1S. Kategori tingkat kepuasan siswa dan guru (Masidjo, 1955: 164) dapat dilihat pada tabel 3.20. Tabel 3.20 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru berdasarkan PAN tipe II Ketentuan Hitung Di atas M + 2S M + 1S dan M + 2S M – 1S dan M + 1S M – 2S dan M – 1S Di bawah M – 2S Klasifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 3.20 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori berdasarkan PAN tipe II. Terdapat lima klasifikasi untuk menentukan kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori, yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah dan sangat rendah. Klasifikasi ditentukan menggunakan mean (M) dan deviasi standar (S) dari perolehan skor kuesioner siswa dan guru. Batas atas setiap klasifikasi merupakan batas bawah dari klasifikasi atasnya, maka batas atas setiap klasifikasi dikurangi satu (Masidjo, 1995: 166). Kepuasan

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 siswa dan guru masuk klasifikasi sangat tinggi jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M+2S. Kepuasan siswa dan guru masuk klasifikasi tinggi jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M+1S. Kepuasan siswa dan guru masuk klasifikasi cukup jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M–1S. Kepuasan siswa dan guru masuk klasifikasi rendah jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M–2S, sedangkan apabila batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya berada di bawah M–2S, maka tingkat kepuasan siswa dan guru masuk kategori sangat rendah. 2. Importance and Performance Analysis (IPA) Tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dianalisis lebih jauh dengan menggunakan Importance and Performance Analysis (IPA). Wardhani (2006: 48) menjelaskan bahwa Importance and Performance Analysis (IPA) adalah suatu kerangka yang digunakan untuk mengetahui kepuasan pengguna sebagai fungsi dari hubungan penilaian tingkat kepentingan (importance) dan penilaian mengenai kinerja (performance). Kuesioner tingkat kepuasan siswa dan guru dianalisis dengan menggunakan Importance and Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui atribut mana saja yang menunjukkan kepuasan siswa. IPA adalah teknik analisis yang dilakukan dengan menggunakan empat tahap. Tahap pertama adalah melakukan pengumpulan atribut untuk item atau pernyataan yang sedang dievaluasi. Tahap kedua adalah melakukan pengembangan dan sensus untuk mengukur atribut. Tahap ketiga adalah

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 melakukan perhitungan data survei. Tahap keempat adalah memasukkan data pada diagram kartesius untuk pengambilan keputusan. Tahap ketiga dalam teknik alalisis menggunakan IPA adalah melakukan perhitungan data sensus dengan menghitung data yang diperoleh dari kuesioner kinerja dan kepentingan. Kuesioner yang telah diisi oleh siswa dan guru dihitung nilai tingkat kinerja dan kepentingannya dengan mengalikan jumlah responden yang memberikan jawaban dengan skor alternatif jawaban. Perhitungan skor yang diperoleh pada setiap indikator tingkat kepuasan dinilai dengan rumus: Penilaian tingkat kinerja (SS x 5), (S x 4), (KS x 3), (TS x 2), (STS x 1) Keterangan: SS = jumlah siswa yang menjawab sangat setuju S = jumlah siswa yang menjawab setuju KS= jumlah siswa yang menjawab kurang setuju TS = jumlah siswa yang menjawab idak setuju STS= jumlah siswa yang menjawab sangat tidak setuju Penilaian tingkat kepentingan (SP x 5), (P x 4), (KP x 3), (TP x 2), (STP x 1) Keterangan: SP = jumlah siswa yang menjawab sangat penting P = jumlah siswa yang menjawab penting KP= jumlah siswa yang menjawab kurang penting TP = jumlah siswa yang menjawab tidak penting STP= jumlah siswa yang menjawab sangat tidak penting

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori selanjutnya dijabarkan ke dalam diagram kartesius. Wardhani (2006: 48) berpendapat bahwa diagram kartesius adalah suatu bangun yang dibagi menjadi empat kuadran dan dibatasi oleh dua buah garis yang berpotongan tegak lurus pada titik (𝑥 , 𝑦). (𝑥 ) adalah rata-rata skor tingkat kinerja seluruh indikator kinerja, sedangkan (𝑦) adalah rata-rata skor tingkat kepentingan seluruh indikator kepentingan. Diagram kartesius berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja (Wardhani, 2006 :46) dapat dilihat pada gambar 3.1. Gambar 3.1 Diagram Kartesius 𝑦 tingkat kepentingan Prioritas Utama tinggi I Prioritas Rendah rendah III rendah Pertahankan Prestasi II Berlebihan IV tinggi 𝑥 kinerja Gambar 3.1 menunjukkan diagram kartesius kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Diagram kartesius tersebut terbagi menjadi empat kuadran, yaitu kuadran I, II, III, dan IV. Kuadran I menunjukkan atribut yang memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya masih rendah, sehingga menjadi prioritas utama untuk diperbaiki

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 sesuai harapan siswa dan guru. Kuadran II menunjukkan atribut yang memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya juga tinggi, sehingga atribut yang berada di kuadran II ini menunjukan kepuasan dan harus dipertahankan prestasinya. Kuadran III menunjukkan atribut yang memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah, sehingga menjadi prioritas rendah dan sebaiknya dihapus. Kuadran IV berisi atribut yang memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi kinerjanya tinggi, sehingga perlu dikurangi peningkatan atribut pada kuadran IV karena berlebihan dan untuk menghemat biaya. J. Jadwal Penelitian Penelitian dilakukan mulai bulan September – Juni 2014. Tabel 3.21 Jadwal Penelitian No Kegiatan 1. 2. 3. Penyusunan proposal Konsultasi proposal Revisi Proposal Penyusunan instrumen penelitian Uji coba instrumen penelitian Menganalisis hasil uji coba instrumen penelitian Pengambilan data penelitian Menganalisis data penelitian Pembahasan Ujian Skripsi Revisi laporan skripsi Pengumpulan skripsi 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12 Sep Okt Nov Rencana Pelaksanaan Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Tabel 3. 21 menunjukkan jadwal penelitian tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Penelitian dilakukan pada bulan September 2013 sampai Juni 2014. Penelitian dimulai dengan penyusunan proposal pada bulan September sampai November 2013. Proposal yang telah disusun dikonsultasikan kepada dosen pembimbing pada bulan Oktober sampai Desember 2013. Peneliti melakukan revisi proposal pada bulan November. Peneliti bersama dengan kelompok studi membuat instrumen penelitian berupa kuesioner kinerja dan kepentingan pada bulan November sampai Januari 2014. Instrumen yang telah disusun diujicobakan kepada siswa kelas II SD Negeri Kebondalem Lor pada bulan Januari, kemudian dianalisis. Hasil analisis instrumen uji coba menghasilkan instrumen yang akan digunakan untuk mengambil data penelitian. Pengambilan data penelitian tingkat kepuasan siswa dilakukan pada tanggal 8 Februari, sedangkan penelitian tingkat kepuasan guru dilakukan pada tanggal 2 Mei 2014. Peneliti melakukan analisis data penelitian siswa pada bulan Februari sampai Maret 2014. Pembahasan dilakukan pada bulan April sampai Mei 2014, selanjutnya peneliti melakukan ujian skripsi, revisi dan pengumpulan skripsi pada bulan Juni.

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV DESKRIPSI, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV membahas hasil penelitian tentang tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Bab ini membahas mengenai deskripsi penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan hasil penelitian. A. Deskripsi Penelitan Penelitian yang berjudul “Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori” ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan pada penelitian ini adalah Papan Pin Perkalian Montessori. Penelitan dilakukan bulan September 2013 sampai Juni 2014. Penelitian tingkat kepuasan siswa dilaksanakan pada tanggal 8 Februari 2014, sedangkan penelitian tingkat kepuasan guru dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2014. Penelitian dilakukan di SD Negeri Keceme 1. Pengambilan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kinerja dan kepentingan kepada siswa dan guru SD Negeri Keceme 1. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup dengan skala Likert sebagai alternatif jawaban. Kuesioner kinerja dan kepentingan memiliki pernyataan yang sama, 113

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 tetapi alternatif jawabannya berbeda. Kuesioner tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori berjumlah 32 pernyataan. Kuesioner tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori berjumlah 37 pernyataan. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas II A dan II B tahun pelajaran 2013/2014 pada semester genap ini menggunakan subjek sebanyak 50 siswa. Siswa kelas A berjumlah 23 siswa yang terdiri dari 11 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Siswa kelas B berjumlah 27 siswa yang terdiri dari 11 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki. Penelitian tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dilakukan di dalam kelas. Siswa diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai cara mengisi kuesioner sebelum kuesioner dibagikan. Siswa juga didampingi oleh peneliti dan kelompok studi ketika mengisi kuesioner. Peneliti dan kelompok studi membantu membacakan penyataan-pernyataan pada kuesioner. Waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah antara 70-80 menit untuk setiap kelas. Peneliti juga melibatkan 2 orang guru kelas II SD Negeri Keceme 1 sebagai subjek penelitian. Guru kelas II SD Negeri Keceme 1 berjenis kelamin perempuan. Peneliti menyebar kuesioner kepada guru kelas II SD Negeri Keceme 1 karena pernah menggunakan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Penelitian tingkat kepuasan guru dilakukan dengan memberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai cara pengisian kuesioner. Peneliti tidak melakukan pendampingan kepada guru ketika mengisi kuesioner. Peneliti menggunakan

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 seluruh populasi yang ada sebagai subjek penelitian, oleh karena itu penelitian ini disebut sensus. Kuesioner yang sudah diisi oleh siswa dan guru kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Importance Performance Analysis (IPA). Tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dianalisis menggunakan rumus Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II. Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk menganalisis atribut-atribut pada pernyataan yang menunjukkan kepuasan siswa maupun guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. B. Hasil Penelitian Penelitian ini menggunakan dua kuesioner untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Hasil penelitian diperoleh dari kuesioner kinerja dan kepentingan yang telah diisi oleh siswa dan guru. Kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa berjumlah 32 pernyataan, sedangkan kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru berjumlah 37 pernyataan. Kuesioner tingkat kepentingan bertujuan untuk mengetahui seberapa penting alat peraga tersebut untuk siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran matematika. Kuesioner kinerja berfungsi untuk mengetahui kemampuan alat peraga dalam melaksanakan fungsinya. Hasil penelitian terdiri dari analisis kuesioner tingkat kepuasan siswa dan guru.

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 1. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Kuesioner tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dianalisis dengan menggunakan PAN tipe II dan IPA. Analisis PAN tipe II menggunakan data kuesioner kinerja yang telah diisi oleh siswa. Analisis IPA menggunakan data kuesioner kinerja dan kepentingan yang telah diisi oleh siswa. a. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa dengan Menggunakan PAN Tipe II PAN tipe II digunakan peneliti untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga secara umum. Tingkat kepuasan siswa dianalisis menggunakan PAN Tipe II. Passing score PAN II ditentukan berdasarkan mean (M) dan deviasi standar (S). Batas lulus atau passing score berdasarkan PAN tipe II termasuk klasifikasi cukup jika skornya sebesar M-1S (Masidjo, 1995: 164). Batas lulus tersebut berlaku untuk tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Siswa mencapai kriteria atau klasifikasi tingkat kepuasan cukup jika batas lulus atau passing scorenya sebesar M-1S. Klasifikasi tingkat kepuasan siswa dapat dilihat pada tabel 4.1. Tabel 4.1 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa berdasarkan PAN Tipe II Ketentuan Hitung Di atas M + 2S M + 1S dan M + 2S M – 1S dan M + 1S M – 2S dan M – 1S Di bawah M – 2S Klasifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Tabel 4.1 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan siswa berdasarkan PAN Tipe II. Terdapat lima klasifikasi untuk menentukan kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori, yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah dan sangat rendah. Klasifikasi ditentukan menggunakan mean (M) dan deviasi standar (S) dari perolehan skor kuesioner siswa. Batas atas setiap klasifikasi merupakan batas bawah dari klasifikasi atasnya, maka batas atas setiap klasifikasi dikurangi satu (Masidjo, 1995: 166). Kepuasan siswa masuk klasifikasi sangat tinggi jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M+2S. Kepuasan siswa masuk klasifikasi tinggi jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M+1S. Kepuasan siswa masuk klasifikasi cukup jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M–1S. Kepuasan siswa masuk klasifikasi rendah jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M–2S, sedangkan apabila batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya berada di bawah M–2S, maka tingkat kepuasan siswa masuk kategori sangat rendah. Mean (M) skor kuesioner kinerja siswa sebesar 122,72, sedangkan deviasi standarnya (S) sebesar 12,75. Klasifikasi tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.2.

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Tabel 4.2 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Rentang Skor Di atas 148 135 – 148 110 – 134 97 – 109 Di bawah 97 Klasifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 4.2 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan siswa berdasarkan PAN tipe II. Terdapat lima klasifikasi untuk menentukan kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matamatika berbasis metode Montessori. Kepuasan siswa masuk klasifikasi sangat tinggi jika rentang skor kuesionernya di atas 148. Kepuasan siswa masuk klasifikasi tinggi jika rentang skor kuesionernya antara 135-148. Kepuasan siswa masuk klasifikasi cukup jika rentang skor kuesionernya antara 110-134. Kepuasan siswa masuk klasifikasi rendah jika rentang skor kuesionernya antara 97-109, sedangkan apabila rentang skor kuesionernya berada di bawah 97, maka tingkat kepuasan siswa masuk klasifikasi sangat rendah. Tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat diketahui dengan cara membandingkan rentang skor kuesioner tiap siswa dengan klasifikasi kepuasan berdasarkan PAN tipe II pada tabel 4.2. Tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika Montessori dapat dilihat pada tabel 4.3.

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Tabel 4.3 Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori No Responden Total Skor Klasifikasi 1 107 Rendah 2 145 Tinggi 3 107 Rendah 4 116 Cukup 5 117 Cukup 6 107 Rendah 7 129 Cukup 8 104 Rendah 9 125 Cukup 10 106 Rendah 11 125 Cukup 12 111 Cukup 13 116 Cukup 14 107 Rendah 15 104 Rendah 16 122 Cukup 17 124 Cukup 18 108 Rendah 19 133 Cukup 20 137 Tinggi 21 118 Cukup 22 110 Cukup 23 111 Cukup 24 123 Cukup 25 137 Tinggi 26 118 Cukup 27 109 Rendah 28 125 Cukup 29 143 Tinggi 30 134 Cukup 31 143 Tinggi 32 130 Cukup 33 125 Cukup 34 134 Cukup 35 118 Cukup 36 143 Tinggi

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 No Responden Total Skor Klasifikasi 37 145 Tinggi 38 98 Rendah 39 130 Cukup 40 133 Cukup 41 123 Cukup 42 118 Cukup 43 137 Tinggi 44 114 Cukup 45 135 Tinggi 46 116 Cukup 47 117 Cukup 48 124 Cukup 49 145 Tinggi 50 130 Cukup Rata-rata 122,72 Cukup Tabel 4.3 menunjukkan tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori berdasarkan PAN tipe II. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 50 siswa. Tabel 4.3 menunjukkan bahwa terdapat 10 siswa yang memiliki tingkat kepuasan tinggi, 30 siswa memiliki tingkat kepuasan cukup, dan 10 siswa memiliki tingkat kepuasan rendah. Data pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa 20% siswa memiliki tingkat kepuasan tinggi. Siswa yang memiliki tingkat kepuasan cukup sebesar 60% dan 20% siswa memiliki tingkat kepuasan rendah. Rata-rata total skor seluruh siswa adalah 122,72 yang menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa cukup terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori cukup berdasarkan rata-rata skor kuesioner tingkat kepuasan siswa.

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 b. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa dengan Menggunakan IPA Kuesioner yang telah diisi oleh siswa dianalisis menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui atribut-atribut pada pernyataan yang menunjukkan kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti melakukan analisis terhadap jawaban kuesioner siswa yang mencakup tujuh indikator tingkat kepuasan. Tujuh indikator tingkat kepuasan siswa antara lain auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life, dan workmanship. Penilaian siswa terhadap kuesioner kinerja dan kepentingan untuk setiap indikator dapat dilihat pada tabel 4.4 sampai tabel 4.17. Tabel 4.4 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-education No 1 2 3 4 5 Pernyataan alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain alat peraga mudah digunakan alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 2 1 28 19 214 3 6 12 16 13 180 0 7 7 16 20 199 2 0 5 19 24 213 1 4 6 21 18 201 6 19 31 100 94 1007 Tabel 4.4 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator autoeducation. Terdapat lima pernyataan pada indikator auto-education yang terdiri dari pernyataan nomor 1-5. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori.

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Pernyataan nomor 1 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 2 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 3, 4, dan 5 dapat dilihat pada tabel 4.4. Total nilai kinerja indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.5 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-education No 1 2 3 4 5 Pernyataan alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain alat peraga mudah digunakan alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Total STP TP KP P SP Total Nilai 0 0 4 16 30 226 7 6 19 9 9 157 0 1 3 24 22 217 0 8 3 18 21 202 2 5 7 15 21 198 9 20 36 82 103 1000 Tabel 4.5 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator auto-education. Terdapat lima pernyataan pada indikator auto-education yang terdiri dari pernyataan nomor 1-5. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 1 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 2 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 3, 4, dan 5 dapat dilihat pada tabel 4.5. Total nilai kepentingan indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius.

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Tabel 4.6 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Menarik No 6 7 8 9 Pernyataan alat peraga mempunyai bentuk yang menarik alat peraga memiliki warna yang menarik alat peraga memiliki ukuran yang pas alat peraga menarik daripada alat peraga lain Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 10 11 14 15 184 2 3 9 22 14 193 2 5 5 18 20 199 4 6 13 18 9 172 8 24 38 72 58 748 Tabel 4.6 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator menarik. Terdapat empat pernyataan pada indikator menarik yang terdiri dari pernyataan nomor 6-9. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 8 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 9 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 6 dan 7 dapat dilihat pada tabel 4.6. Total nilai kinerja indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.7 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Menarik No 6 7 8 9 Pernyataan alat peraga mempunyai bentuk yang menarik alat peraga memiliki warna yang menarik alat peraga memiliki ukuran yang pas alat peraga menarik daripada alat peraga lain Total STP TP KP P SP Total Nilai 1 13 6 14 16 181 2 8 5 20 15 188 0 2 11 16 21 206 2 5 14 17 12 182 5 28 36 67 64 757

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Tabel 4.7 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator menarik. Terdapat empat pernyataan pada indikator menarik yang terdiri dari pernyataan nomor 6-9. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 8 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan item nomor 6 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 7 dan 9 dapat dilihat pada tabel 4.7. Total nilai kepentingan indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius. Tabel 4.8 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Bergradasi No 10 11 12 13 Pernyataan alat peraga mempunyai bermacam-macam warna alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Total STS TS KS S SS Total Nilai 4 3 17 10 16 181 4 5 8 20 13 183 8 3 12 17 10 168 3 10 8 14 15 178 19 21 45 61 54 710 Tabel 4.8 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator bergradasi. Terdapat empat pernyataan pada indikator bergradasi yang terdiri dari pernyataan nomor 10-13. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 11 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 12 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 10 dan 13

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 dapat dilihat pada tabel 4.8. Total nilai kinerja indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata (𝑥 ) tingkat kinerja pada diagram kartesius. Tabel 4.9 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi No 10 11 12 13 Pernyataan alat peraga mempunyai bermacammacam warna alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Total STP TP KP P SP Total Nilai 5 7 6 20 12 177 6 9 9 12 14 169 5 5 10 21 9 174 6 5 15 7 17 174 22 26 40 60 52 694 Tabel 4.9 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator bergradasi. Terdapat empat pernyataan pada indikator bergradasi yang terdiri dari pernyataan nomor 10-13. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 10 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 11 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 12 dan 13 dapat dilihat pada tabel 4.9. Total nilai kepentingan indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius. Tabel 4.10 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indokator Auto-correction No 14 15 Pernyataan alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika STS TS KS S SS Total Nilai 8 9 15 11 7 150 0 7 5 15 23 204

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 No 16 17 Pernyataan alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar alat peraga memiliki kunci jawaban Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 4 5 16 25 212 1 6 8 18 17 194 9 26 33 60 72 760 Tabel 4.10 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator aucocorrection. Terdapat empat pernyataan pada indikator auco-correction yang terdiri dari pernyataan nomor 14-17. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 16 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 14 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 15 dan 17 dapat dilihat pada tabel 4.10. Total nilai kinerja indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.11 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto – correction No 14 15 16 17 Pernyataan alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar alat peraga memiliki kunci jawaban Total STP TP KP P SP Total Nilai 8 13 10 13 6 146 2 2 8 15 23 205 2 3 1 20 24 211 1 5 5 19 20 202 13 23 24 67 73 764 Tabel 4.11 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator auco-correction. Terdapat empat pernyataan pada indikator auco-correction yang terdiri dari pernyataan nomor 14-17. Total nilai masing-masing pernyataan dapat

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 16 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 14 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 15 dan 17 dapat dilihat pada tabel 4.11. Total nilai kepentingan indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius. Tabel 4.12 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Kontekstual No 18 19 20 21 Pernyataan alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat alat peraga ini pernah saya lihat Total STS TS KS S SS Total Nilai 1 6 12 17 14 187 6 6 10 14 14 174 2 4 11 13 20 195 3 4 5 20 18 196 12 20 38 64 66 752 Tabel 4.12 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator kontekstual. Terdapat empat pernyataan pada indikator kontekstual yang terdiri dari pernyataan nomor 18-21. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 21 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 19 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 18 dan 20 dapat dilihat pada tabel 4.12. Total nilai kinerja indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Tabel 4.13 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual No Pernyataan STP TP KP P SP Total Nilai 1 3 13 23 10 188 8 7 7 15 13 168 2 2 6 24 16 200 alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat alat peraga ini pernah saya lihat 18 19 20 21 Total 2 4 5 22 17 198 13 16 31 84 56 754 Tabel 4.13 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator kontekstual. Terdapat empat pernyataan pada indikator kontekstual yang terdiri dari pernyataan nomor 18-21. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 20 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 19 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 18 dan 21 dapat dilihat pada tabel 4.13. Total nilai kepentingan indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius. Tabel 4.14 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Life No Pernyataan 26 alat peraga terbuat dari bahan yang kuat alat peraga mudah dibawa alat peraga dapat digunakan berulang kali alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan alat peraga tidak mudah rusak 27 alat peraga mudah dibersihkan 22 23 24 25 Total STS TS KS S SS Total Nilai 1 4 6 19 20 203 1 3 8 21 17 200 2 6 12 14 16 186 2 4 10 16 18 194 2 5 6 19 18 196 2 4 9 18 17 194 10 26 51 107 106 1172

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Tabel 4.14 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator life. Terdapat enam pernyataan pada indikator life yang terdiri dari pernyataan nomor 22-27. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 22 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 24 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 23, 25, 26 dan 27 dapat dilihat pada tabel 4.14. Total nilai kinerja indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.15 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Life No Pernyataan 26 alat peraga terbuat dari bahan yang kuat alat peraga mudah dibawa alat peraga dapat digunakan berulang kali alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan alat peraga tidak mudah rusak 27 alat peraga mudah dibersihkan 22 23 24 25 Total STP TP KP P SP Total Nilai 3 4 4 23 16 195 1 7 16 17 9 176 1 5 7 18 19 199 5 6 3 16 20 190 0 2 7 22 19 208 6 4 4 21 15 185 16 28 41 117 98 1153 Tabel 4.15 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator life. Terdapat enam pernyataan pada indikator life yang terdiri dari pernyataan nomor 22-27. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 nomor 26 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 23 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 22, 24, 25 dan 27 dapat dilihat pada tabel 4.15. Total nilai kepentingan indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius. Tabel 4.16 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Workmanship No Pernyataan STS TS KS S SS 28 alat peraga mudah diperbaiki alat peraga memiliki permukaan yang halus alat peraga dilem dengan kuat alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan alat peraga dicat dengan rapi 3 1 8 22 16 Total Nilai 197 2 3 9 16 20 199 5 3 7 15 20 192 3 5 7 19 16 190 1 3 5 19 22 208 14 15 36 91 94 986 29 30 31 32 Total Tabel 4.16 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator workmanship. Terdapat lima pernyataan pada indikator workmanship yang terdiri dari pernyataan nomor 28-32. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 32 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 31 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 28, 29, dan 30 dapat dilihat pada tabel 4.16. Total nilai kinerja indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius.

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Tabel 4.17 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Workmanship No 28 29 30 31 32 STP TP KP P SP alat peraga mudah diperbaiki alat peraga memiliki permukaan yang halus alat peraga dilem dengan kuat alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan alat peraga dicat dengan rapi 2 6 6 21 15 Total Nilai 191 1 5 8 16 20 199 6 4 8 15 17 183 6 3 6 20 15 185 4 5 4 14 23 197 Total 19 23 32 86 90 955 Pernyataan Tabel 4.17 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator workmanship. Terdapat lima pernyataan pada indikator workmanship yang terdiri dari pernyataan nomor 28-32. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 29 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 30 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 28, 31, dan 32 dapat dilihat pada tabel 4.16. Total nilai kepentingan indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius. Langkah yang selanjutnya adalah menghitung rata-rata dari penilaian kinerja dan penilaian kepentingan pada karakteristik alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Perhitungan rata-rata penilaian pelaksanaan kinerja dan kepentingan pada indikator tingkat kepuasan siswa dapat dilihat pada tabel 4.18.

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Tabel 4.18 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Siswa No Indikator Auto-education alat peraga membantu saya mengerjakan soal 1 matematika alat peraga dapat saya 2 gunakan tanpa bantuan orang lain 3 4 5 alat peraga mudah digunakan alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Kata Kunci Membantu mengerjakan soal Digunakan tanpa bantuan Mudah digunakan Memudahkan mengerjakan soal Mengerjakan soal tanpa bantuan Penilaian Kinerja Penilaian Kepentingan 𝑥 𝑦 214 226 4,28 4,52 180 157 3,6 3,14 199 217 3,98 4,34 213 202 4,26 4,04 201 198 4,02 3,96 4,03 4,00 Rata-Rata Menarik alat peraga mempunyai 6 bentuk yang menarik alat peraga memiliki warna 7 yang menarik alat peraga memiliki ukuran 8 yang pas 9 alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi alat peraga mempunyai 10 bermacam-macam warna alat peraga mempunyai 11 tingkatan ukuran dari kecil ke besar alat peraga mempunyai 12 permukaan dari halus ke kasar alat peraga mempunyai 13 tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto – correction alat peraga dapat 14 menunjukan kesalahan Bentuk menarik Warna menarik Ukuran pas Menarik daripada alat peraga lain Rata-Rata 184 181 3,68 3,62 193 188 3,86 3,76 199 206 3,98 4,12 172 182 3,44 3,64 3,74 3,79 Bermacam warna 181 177 3,62 3,54 Ukuran kecil ke besar 183 169 3,66 3,38 168 174 3,36 3,48 178 174 3,56 3,48 3,55 3,47 3 2,92 Permukaan halus ke kasar Ukuran pendek ke panjang Rata-Rata Menunjukkan kesalahan 150 146

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 No Indikator Kata Kunci Penilaian Kinerja Penilaian Kepentingan 𝑥 𝑦 Memperbaiki 204 205 4,08 4,1 212 211 4,24 4,22 194 202 3,88 4,04 3,80 3,82 jawaban saya 15 16 17 alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal Matematika alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar alat peraga memiliki kunci jawaban Kontekstual alat peraga dibuat 18 menggunakan bahan yang saya ketahui alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya 19 temukan di lingkungan sekitar alat peraga terbuat dari 20 bahan yang sering saya lihat alat peraga ini pernah saya 21 lihat kesalahan Menemukan jawaban benar Kunci jawaban Rata-Rata Bahan yang diketahui 187 188 3,74 3,76 Bahan bisa ditemukan di lingkungan 174 168 3,48 3,36 195 200 3,9 4 196 198 3,92 3,96 3,76 3,77 Bahan yang sering diliat Alat peraga pernah dilihat Rata-Rata Life 22 23 24 25 26 27 alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Bahan yang kuat Mudah alat peraga mudah dibawa dibawa alat peraga dapat digunakan Diguanakan berulang kali berulang kali Kuat ketika alat peraga masih kuat ketika jarang jarang digunakan digunakan alat peraga tidak mudah Tidak mudah rusak rusak alat peraga mudah Mudah dibersihkan dibersihkan Rata-Rata 203 195 4,06 3,9 200 176 4 3,52 186 199 3,72 3,98 194 190 3,88 3,8 196 208 3,92 4,16 194 185 3,88 3,7 3,91 3,84 Workmanship 28 29 30 31 alat peraga mudah diperbaiki alat peraga memiliki permukaan yang halus alat peraga dilem dengan kuat alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Mudah diperbaiki Permukaan yang halus 197 191 3,94 3,82 199 199 3,98 3,98 Dilem 192 183 3,84 3,66 Tidak melukai 190 185 3,8 3,7

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Penilaian Kinerja 208 Penilaian Kepentingan 197 4,16 3,94 Rata-Rata 𝑥 3,94 3,82 Rata-rata keseluruhan 3,84 3,80 No Indikator Kata Kunci 32 alat peraga dicat dengan rapi Dicat 𝑦 Tabel 4.18 menunjukkan perhitungan rata-rata dari penilaian pelaksanaan kinerja dan penilaian kepentingan pada indikator tingkat kepuasan siswa. Ratarata tersebut menentukan letak titik tiap pernyataan pada diagram kartesius. Peneliti akan menggambarkan letak masing-masing pernyataan pada diagram kartesius berdasarkan tabel di atas. Letak suatu pernyataan pada diagram kartesius ditentukan oleh pertemuan dua titik, yaitu (𝑥 ) dan (𝑦). Garis tengah diagram kartesius dibuat dengan menarik garis dari titik dari rata-rata (𝑥 ) dan (𝑦). Diagram kartesius dibuat perindikator. Letak tiap pernyataan pada masing-masing diagram kartesius dapat dilihat pada gambar 4.1-gambar 4.7. Gambar 4.1 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Gambar 4.1 menunjukkan sebaran pernyataan indikator auto-education pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 3 (mudah digunakan) terletak pada kuadran I. Pernyataan nomor 1 (membantu mengerjakan soal) dan 4 (memudahkan mengerjakan soal) terletak pada kuadran II. Pernyataan nomor 2 (digunakan tanpa bantuan orang lain) dan 5 (mengerjakan soal tanpa bantuan) terletak pada kuadran III. Pernyataan pada indikator auto-education tidak ada yang terletak pada kuadran IV. Gambar 4.2 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.2 menunjukkan sebaran pernyataan indikator menarik pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 8 (ukuran pas) terletak pada kuadran II. Pernyataan nomor 6 (bentuk menarik) dan 9 (menarik daripada alat peraga lain) terletak pada kuadran III, sedangkan pernyataan nomor 7 (warna menarik) terletak pada kuadran IV. Pernyataan pada indikator menarik tidak ada yang terletak pada kuadran I. Gambar 4.3 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.3 menunjukkan sebaran pernyataan indikator bergradasi pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 12 (permukaan halus ke kasar) terletak pada kuadran I. Pernyataan nomor 10 (bermacam warna) dan 13 (ukuran pendek ke panjang) terletak pada kuadran II,

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 sedangkan pernyataan nomor 11 (ukuran kecil ke besar) terletak pada kuadran IV. Pernyataan pada indikator menarik tidak ada yang terletak pada kuadran III. Gambar 4.4 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.4 menunjukkan sebaran pernyataan indikator auto-correction pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 15 (memperbaiki kesalahan), 16 (menemukan jawaban benar), dan 17 (kunci jawaban) terletak pada kuadran II. Pernyataan nomor 14 (menunjukkan kesalahan) terletak pada kuadran III. Pernyataan pada indikator auto-correction tidak ada yang terletak pada kuadran I dan IV.

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Gambar 4.5 Diagram Kartesius Indikator kontekstual Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.5 menunjukkan sebaran pernyataan indikator kontekstual pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 20 (bahan yang sering dilihat) dan 21 (alat peraga pernah dilihat) terletak pada kuadran II. Pernyataan nomor 18 (bahan yang diketahui) dan 19 (bahan bisa ditemukan di lingkungan) terletak pada kuadran III. Pernyataan pada indikator kontekstual tidak ada yang terletak pada kuadran I dan IV.

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 Gambar 4.6 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.6 menunjukkan sebaran pernyataan indikator life pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 24 (digunakan berulang kali) terletak pada kuadran I. Pernyataan nomor 22 (bahan yang kuat) dan 26 (tidak mudah rusak) terletak pada kuadran II. Pernyataan nomor 25 (kuat ketika jarang digunakan) dan 27 (mudah dibersihkan) terletak pada kuadran III, sedangkan pernyataan nomor 23 (mudah dibawa) terletak pada kuadran IV.

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Gambar 4.7 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.7 menunjukkan sebaran pernyataan indikator workmanship pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 29 (permukaan yang halus) dan 32 (dicat) terletak pada kuadran II. Pernyataan nomor 30 (dilem) dan 31 (tidak melukai) terletak pada kuadran III, sedangkan pernyataan nomor 28 (mudah diperbaiki) berada di antara garis batas kuadran I, II, III, dan IV.

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Tabel 4.19 Persebaran Pernyataan Kuesioner Siswa pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan Kuadran Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Kata Kunci 1. Membantu mengerjakan soal 2. Digunakan tanpa bantuan 3. Mudah digunakan 4. Memudahkan mengerjakan soal 5. Mengerjakan soal tanpa bantuan 6. Bentuk menarik 7. Warna menarik 8. Ukuran pas 9. Menarik daripada alat peraga lain 10. Bermacam warna 11. Ukuran kecil ke besar 12. Permukaan halus ke kasar 13. Ukuran pendek ke panjang 14. Menunjukkan kesalahan 15. Memperbaiki kesalahan 16. Menemukan jawaban benar 17. Kunci jawaban 18. Bahan yang diketahui 19. Bahan bisa ditemukan di lingkungan 20. Bahan yang sering diliat 21. Alat peraga Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan IV √ ♣ ☼ √ ♣ ♣ ♯ √ ♣ √ ♯ ☼ √ ♣ √ √ √ ♣ ♣ √ √ NA

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Kuadran Indikator Kata Kunci 22. 23. 24. Life 25. 26. 27. 28. Workmanshi p 29. pernah dilihat Bahan yang kuat Mudah dibawa Diguanakan berulang kali Kuat ketika jarang digunakan Tidak mudah rusak Mudah dibersihkan Mudah diperbaiki Permukaan yang halus Dilem Tidak melukai Dicat rapi 30. 31. 32. Total Persentase Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan NA IV √ ♯ ☼ ♣ √ ♣ ● √ ♣ ♣ 3 √ 14 11 3 9,38% 43,75% 34,37% 9,38% 1 3,12 % Tabel 4.19 menunjukkan persebaran pernyataan kuesioner siswa pada diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.19 diperoleh dari diagram-diagram kartesius dalam setiap indikator tingkat kepuasan yang dapat dilihat pada gambar 4.1 sampai 4.7. Setiap pernyataan tersebar pada kempat kuadran diagram kartesius yang terdiri dari kudran I, II, III, dan IV. Peneliti menggunakan simbol yang bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis persebaran pernyataan pada setiap kudran. Simbol ☼ mewakili kuadran I, simbol √ mewakili kuadran II, simbol ♣ mewakili kuadran III, simbol ♯ mewakili kuadran IV, dan simbol ● mewakili pernyataan yang terdapat pada garis batas kuadran.

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Pernyataan yang terletak di kuadran I diberi simbol ☼. Simbol ☼ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya masih rendah, sehingga mejadi prioritas utama untuk diperbaiki sesuai harapan siswa. Terdapat 3 pernyataan pada kudran I dengan persentase 9,38%. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I adalah pernyataan nomor 3, 12, dan 24. Pernyataan yang terletak di kuadran II diberi simbol √. Simbol √ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang tinggi, sehingga perlu dipertahakankan prestasinya karena sudah sesuai dengan harapan siswa. Terdapat 14 peryataan pada kuadran II dengan persentase 43,75%. Peryataan yang terdapat di kuadran II adalah peryataan nomor 1, 4, 8, 10, 13, 15, 16, 17, 20, 21, 22, 26, 29, dan 32. Pernyataan yang terletak di kuadran III diberi simbol ♣. Simbol ♣ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah, sehingga prioritasnya rendah dan sebaiknya pernyataan dihapus. Terdapat 11 pernyataan pada kuadran III dengan persentase 34,37%. Pernyataan yang terdapat di kuadran III adalah pernyataan nomor 2, 5, 6, 9, 14, 18, 19, 25, 27, 30, dan 31. Pernyataan yang terletak di kuadran IV diberi simbol ♯. Simbol ♯ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja tinggi, sehingga berlebihan dan sebaiknya tidak digunakan untuk menghemat biaya. Terdapat 3 pernyataan pada kuadran IV dengan persentase 9,38%. Pernyataan yang terdapat di kuadran IV adalah pernyataan nomor 7, 11, dan 23. Pernyataan yang terletak pada garis batas kuadran diberi simbol ●. Simbol ● mewakili pernyataan yang not applicable (NA), yaitu pernyataan yang terletak

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 pada garis batas kuadran. Simbol ● berarti tingkat kepuasan moderate. Pernyataan nomor 28 terdapat di antara garis batas kuadran I, II, III, dan IV. Pernyataan nomor 28 terdapat pada garis batas kuadran yang berarti tingkat kepuasan atau tingkat kepentingannya moderate. Gambar 4.8 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.8 menunjukkan persebaran 32 pernyataan secara keseluruhan indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Terdapat beberapa perbedaan sebaran pernyataan pada diagram kartesius yang dibuat perindikator dengan keseluruhan indikator. Gambar 4.8 menunjukkan bahwa pernyataan yang berada di kuadran I adalah pernyataan nomor 24. Pernyataan yang berada di kuadran II adalah pernyataan

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 nomor 1, 3, 4, 5, 8, 15, 16, 17, 20, 21, 22, 25, 26, 28, 29, dan 32. Pernyataan yang berada di kuadran III adalah pernyataan nomor 2, 6, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 31. Pernyataan yang berada di kuadran IV adalah pernyataan nomor 7, 27, 23, dan 30. Persebaran pernyataan pada diagram kartesius untuk keseluruhan indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada tabel 4.20. Tabel 4.20 Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Kuadran Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Kata Kunci 1. Membantu mengerjakan soal 2. Digunakan tanpa bantuan 3. Mudah digunakan 4. Memudahkan mengerjakan soal 5. Mengerjakan soal tanpa bantuan 6. Bentuk menarik 7. Warna menarik 8. Ukuran pas 9. Menarik daripada alat peraga lain 10. Bermacam warna 11. Ukuran kecil ke besar 12. Permukaan halus ke kasar 13. Ukuran pendek ke panjang 14. Menunjukkan kesalahan 15. Memperbaiki kesalahan 16. Menemukan jawaban benar 17. Kunci jawaban 18. Bahan yang diketahui 19. Bahan bisa ditemukan di lingkungan 20. Bahan yang sering Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan IV √ ♣ √ √ √ ♣ √ ♣ ♣ ♣ ♣ ♣ ♣ √ √ √ ♣ ♣ √ ♯

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 Kuadran Indikator Kata Kunci diliat 21. Alat peraga pernah dilihat 22. Bahan yang kuat 23. Mudah dibawa 24. Diguanakan berulang kali 25. Kuat ketika jarang Life digunakan 26. Tidak mudah rusak 27. Mudah dibersihkan 28. Mudah diperbaiki 29. Permukaan yang halus Workmanship 30. Dilem 31. Tidak melukai 32. Dicat Total Persentase Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan IV √ √ ♯ ☼ √ √ ♯ √ √ 1 3,13% √ 16 50% ♣ 11 34,37% ♯ 4 12,5% Tabel 4.20 menunjukkan persebaran pernyataan kuesioner tingkat kepuasan siswa pada diagram kartesius untuk keseluruhan indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.20 diperoleh dari diagram kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada gambar 4.8. Peneliti menggunakan simbol yang bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis persebaran pernyataan pada setiap kuadran. Simbol ☼ mewakili kuadran I, simbol √ mewakili kuadran II, simbol ♣ mewakili kuadran III, dan simbol ♯ mewakili kuadran IV. Pernyataan yang terletak di kuadran I diberi simbol ☼. Simbol ☼ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya masih rendah, sehingga mejadi prioritas utama untuk diperbaiki sesuai harapan

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 siswa. Terdapat 1 pernyataan pada kuadran I dengan persentase 3,13%. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I adalah pernyataan nomor 24. Pernyataan yang terletak di kuadran II diberi simbol √. Simbol √ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang tinggi, sehingga perlu dipertahakankan prestasinya karena sudah sesuai dengan harapan siswa. Terdapat 16 peryataan pada kuadran II dengan persentase 50%. Peryataan yang terdapat di kuadran II adalah peryataan nomor 1, 3, 4, 5, 8, 15, 16, 17, 20, 21, 22, 25, 26, 28, 29, dan 32. Pernyataan yang terletak di kuadran III diberi simbol ♣. Simbol ♣ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah, sehingga prioritasnya rendah dan sebaiknya pernyataan dihapus. Terdapat 11 pernyataan pada kuadran III dengan persentase 34,37%. Pernyataan yang terdapat di kuadran III adalah pernyataan nomor 2, 6, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 31. Pernyataan yang terletak di kuadran IV diberi simbol ♯. Simbol ♯ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja tinggi, sehingga berlebihan dan sebaiknya tidak digunakan untuk menghemat biaya. Terdapat 4 pernyataan pada kuadran IV dengan persentase 12,5%. Pernyataan yang terdapat di kuadran IV adalah pernyataan nomor 7, 27, 23, dan 30. Persebaran pernyataan pada kuadran dalam diagram kartesius tingkat kepuasan siswa secara keseluruhan berbeda dengan persebaran pernyataan diagram kartesius perindikator. Perbedaan persebaran pernyataan pada kedua diagram tersebut dapat dilihat pada tabel 4.19 dan 4.20. Pernyataan yang terdapat

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 pada kuadran yang sama pada diagram kartesius tingkat kepuasan secara keseluruhan dan diagram kartesius perindikator merupakan pernyataan yang konsisten. Konsistensi persebaran pernyataan dalam kuadran pada kuesioner tingkat kepuasan siswa dapat dilihat pada tabel 4.21. Tabel 4.21 Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Kata Kunci 1. Membantu mengerjakan soal 2. Digunakan tanpa bantuan 3. Mudah digunakan 4. Memudahkan mengerjakan soal 5. Mengerjakan soal tanpa bantuan 6. Bentuk menarik 7. Warna menarik 8. Ukuran pas 9. Menarik daripada alat peraga lain 10. Bermacam warna 11. Ukuran kecil ke besar 12. Permukaan halus ke kasar 13. Ukuran pendek ke panjang 14. Menunjukkan kesalahan 15. Memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal 16. Menemukan jawaban benar 17. Kunci jawaban 18. Bahan yang diketahui 19. Bahan bisa ditemukan di lingkungan 20. Bahan yang sering diliat 21. Alat peraga pernah dilihat Tidak Konsisten I Konsistensi II III IV √ √ (I, II) √ (III, II) √ √ √ (II, III) (IV, III) (I, III) (II, III) √ √ √ √ √ √ √ √ √

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 Indikator Life Kata Kunci 22. Bahan yang kuat 23. Mudah dibawa 24. Diguanakan berulang kali 25. Kuat ketika jarang digunakan 26. Tidak mudah rusak 27. Mudah dibersihkan 28. Mudah diperbaiki Workmanship 29. Permukaan yang halus 30. Dilem 31. Tidak melukai 32. Dicat Total Persentase Tidak Konsisten I Konsistensi II III √ IV √ √ (III, II) √ (III, IV) (pada garis batas kuadran, II) √ (III, IV) 10 31,25% 1 3,12% √ 12 37,5% √ 7 21,88% 2 6,25% Tabel 4.21 konsistensi persebaran pernyataan dalam kuadran pada kuesioner tingkat kepuasan siswa. Pernyataan yang konsisten adalah pernyataan yang terdapat pada kuadran yang sama pada diagram kartesius indikator tingkat kepuasan secara keseluruhan dan perindikator. Pernyataan yang tidak konsisten adalah pernyataan yang terdapat pada kuadran yang berbeda di diagram kartesius indikator tingkat kepuasan secara keseluruhan dan perindikator. Pernyataan yang konsisten sebanyak 22 pernyataan (68,75%), sedangkan pernyataan yang tidak konsisten sebanyak 10 pernyataan (31,25%). Pernyataan yang tidak konsisten sebanyak 10 pernyataan, yaitu pernyataan nomor 3, 5, 10, 11, 12, 13, 25, 27, 28, dan 30. Pernyataan tersebut tidak konsisten karena berada pada kuadran yang berbeda dalam diagram kartesius tingkat kepuasan keseluruhan indikator dan perindikator. Perbedaan letak pernyataan dalam kuadran dapat dilihat pada tabel 4.21 kolom 3. Pernyataan yang tidak konsisten mungkin disebabkan karena jumlah responden yang kurang banyak.

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 Indikator auto-education memiliki tiga pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 1, 2, dan 4. Pernyataan nomor 1 dan 4 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Siswa menganggap penting dan puas pernyataan nomor 1 (membantu mengerjakan soal) dan (memudahkan mengerjakan soal). Pernyataan nomor 2 berada di kuadran III. Kuadran III menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 2 (digunakan tanpa bantuan) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas. Indikator menarik memiliki empat pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 6, 7, 8, dan 9. Pernyataan nomor 8 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Siswa menganggap penting dan puas pernyataan nomor 8 (ukuran pas). Pernyataan nomor 6 dan 9 berada di kuadran III. Kuadran III menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 6 (bentuk menarik) dan 9 (menarik daripada alat peraga lain) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas. Pernyataan nomor 7 berada di kuadran IV. Kuadran IV menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja tinggi. Siswa menganggap pernyataan nomor 7 (warna menarik) tidak penting dan kenyataannya siswa puas terhadap pernyataan tersebut. Indikator bergradasi tidak memiliki pernyataan yang konsisten. Indikator auto-correction memiliki empat pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 14, 15, 16, dan 17. Pernyataan nomor 15, 16, dan 17 berada di kuadran II.

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 Kuadran II berarti tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Siswa menganggap penting dan puas pernyataan nomor 15 (memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal), 16 (menunjukkan jawaban benar), dan 17 (kunci jawaban). Pernyataan nomor 14 berada di kuadran III. Kuadran III menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 14 (menunjukkan kesalahan) kurang penting dan kenyataannya siswa tidak puas. Indikator kontekstual memiliki empat pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 18, 19, 20, dan 21. Pernyataan nomor 20 dan 21 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Siswa menganggap penting dan puas pernyataan nomor 20 (bahan yang sering dilihat) dan 21 (alat peraga penah dilihat). Pernyataan nomor 18 dan 19 berada di kuadran III. Kuadran III menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 18 (bahan yang diketahui) dan 19 (bahan bisa ditemukan di lingkungan) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas. Indikator life memiliki empat pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 22, 23, 24, dan 26. Pernyataan nomor 24 berada di kuadran I. Kuadran I berarti tingkat kepentingannya tinggi dan kinerjanya rendah. Siswa menganggap penting pernyataan nomor 24 (digunakan berulang kali), tetapi kenyataannya siswa kurang puas. Pernyataan nomor 22 dan 26 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Siswa menganggap penting dan puas pernyataan nomor 22 (bahan yang kuat) dan 26 (tidak mudah rusak).

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 Pernyataan nomor 23 berada di kuadran IV. Kuadran IV menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja tinggi. Siswa menganggap pernyataan nomor 23 (mudah dibawa) tidak penting dan kenyataannya siswa puas. Indikator workmanship memiliki tiga pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 29, 31, dan 32. Pernyataan nomor 29 dan 32 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Siswa menganggap penting dan puas pernyataan nomor 29 (permukaan yang halus) dan 32 (dicat). Pernyataan nomor 31 berada di kuadran III. Kuadran III menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 31 (tidak melukai) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas. Pernyataan yang konsisten dari seluruh indikator adalah pernyataan nomor 1, 2, 4, 6, 7, 8, 9, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 26, 29, 31, dan 32. Pernyataan nomor 1, 2, dan 4 mewakili indikator auto-education. Pernyataan nomor 6, 7, 8, dan 9 mewakili indikator menarik. Pernyataan nomor 14, 15, 16, dan 17 mewakili indikator auto-correction. Pernyataan nomor 18, 19, 20, dan 21 mewakili indikator kontekstual. Pernyataan nomor 22, 23, 24, dan 26 mewakili indikator life. Pernyataan nomor 29, 31, dan 32 mewakili indikator workmanship. Pernyataan tersebut dianggap mampu mewakili pengukuran tingkat kepuasaan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan-pernyataan pada kuesioner yang konsisten akan digunakan dalam pembahasan.

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 2. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Kuesioner tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dianalisis dengan menggunakan PAN tipe II dan IPA. Analisis PAN tipe II menggunakan data kuesioner kinerja yang telah diisi oleh guru. Analisis IPA menggunakan data kuesioner kinerja dan kepentingan yang telah diisi oleh guru. a. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru dengan Menggunakan PAN Tipe II PAN tipe II digunakan peneliti untuk mengetahui tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Tingkat kepuasan guru dianalisis menggunakan PAN Tipe II. Passing score PAN II ditentukan berdasarkan mean (M) dan deviasi standar (S). Batas lulus atau passing score berdasarkan PAN tipe II termasuk klasifikasi cukup jika skornya sebesar M-1S (Masidjo, 1995: 164). Batas lulus tersebut berlaku untuk tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Guru mencapai kriteria atau klasifikasi tingkat kepuasan cukup jika batas lulus atau passing scorenya sebesar M-1S. Klasifikasi tingkat kepuasan guru dapat dilihat pada tabel 4.22. Tabel 4.22 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru berdasarkan PAN Tipe II Ketentuan Hitung Di atas M + 2S M + 1S dan M + 2S M – 1S dan M + 1S M – 2S dan M – 1S Di bawah M – 2S Klasifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 Tabel 4.22 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan guru berdasarkan PAN tipe II. Terdapat lima kategori untuk menentukan kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matamatika berbasis metode Montessori, yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah dan sangat rendah. Klasifikasi ditentukan menggunakan mean (M) dan deviasi standar (S) dari perolehan skor kuesioner siswa. Batas atas setiap klasifikasi merupakan batas bawah dari klasifikasi atasnya, maka batas atas setiap klasifikasi dikurangi satu (Masidjo, 1995: 166). Kepuasan guru masuk klasifikasi sangat tinggi jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M+2S. Kepuasan guru masuk klasifikasi tinggi jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M+1S. Kepuasan guru masuk klasifikasi cukup jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M-1S. Kepuasan guru masuk klasifikasi rendah jika batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya sebesar M-2S, sedangkan apabila batas bawah klasifikasi hitung skor kuesionernya berada di bawah M-2S, maka tingkat kepuasan guru masuk kategori sangat rendah. Mean (M) skor kuesioner kinerja guru sebesar 149, sedangkan deviasi standarnya (S) sebesar 4,24. Klasifikasi tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.23.

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 Tabel 4.23 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Rentang Skor Di atas 157 153 – 157 145 – 152 141 – 144 Di bawah 141 Klasifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 4.23 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan guru berdasarkan PAN Tipe II. Kepuasan guru masuk klasifikasi sangat tinggi jika rentang skor kuesionernya di atas 157. Kepuasan guru masuk klasifikasi tinggi jika rentang skor kuesionernya antara 135-157. Kepuasan guru masuk klasifikasi cukup jika rentang skor kuesionernya antara 145-152. Kepuasan guru masuk klasifikasi rendah jika rentang skor kuesionernya antara 141-144, sedangkan apabila rentang skor kuesionernya berada di bawah 141, maka tingkat kepuasan guru masuk klasifikasi sangat rendah. Tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat diketahui dengan cara membandingkan rentang skor kuesioner tiap guru dengan klasifikasi kepuasan berdasarkan PAN tipe 2 pada tabel 4.23. Tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika Montessori dapat dilihat pada tabel 4.24. Tabel 4.24 Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori No Responden Total Skor Klasifikasi 1 146 Cukup 2 152 Cukup Rata-rata 149 Cukup

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 Tabel 4.24 menunjukkan tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori berdasarkan PAN tipe II. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 2 guru kelas II SD Negeri Keceme 1. Tabel 4.24 menunjukkan bahwa 2 guru yang memiliki tingkat kepuasan yang cukup terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Data pada tabel 4.24 menunjukkan bahwa 100% guru memiliki tingkat kepuasan cukup terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Rata-rata total skor seluruh guru adalah 149 yang menunjukkan bahwa tingkat kepuasan guru cukup terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori cukup berdasarkan rata-rata skor kuesioner kinerja guru. b. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru dengan Menggunakan IPA Kuesioner yang telah diisi oleh guru dianalisis menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui atribut-atribut yang menunjukkan kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti melakukan analisis terhadap jawaban kuesioner guru yang mencakup tujuh indikator tingkat kepuasan. Tujuh indikator tingkat kepuasan guru antara lain auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life, dan workmanship. Peneliti melakukan analisis terhadap jawaban guru untuk setiap indikator. Penilaian guru terhadap kuesioner kinerja dan kepentingan untuk setiap indikator dapat dilihat pada tabel 4.25 sampai tabel 4.37.

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 Tabel 4.25 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-education No 1 2 3 4 5 6 Pernyataan Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah saya gunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 1 1 9 0 0 0 2 0 8 0 0 2 0 0 6 0 0 0 1 1 9 0 0 0 2 0 8 0 0 1 1 0 7 0 0 3 7 2 47 Tabel 4.25 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator auto education. Terdapat enam pernyataan pada indikator auto-education yang terdiri dari pernyataan nomor 1-6. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 1 dan 4 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 3 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 2, 3, 5, dan 6 dapat dilihat pada kolom total nilai tabel 4.25. Total nilai kinerja indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.26 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-education No 1 2 Pernyataan Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 0 2 8 0 0 0 2 0 4

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 1 1 0 11 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 4 0 0 1 1 0 7 0 0 2 8 2 42 soal matematika 3 4 5 6 Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah saya gunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Total Tabel 4.26 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator auto-education. Terdapat enam pernyataan pada indikator auto-education yang terdiri dari pernyataan nomor 1-6. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 3 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 2 dan 5 memiliki total nilai paling rendah. Total nilai pernyataan 1, 3, 4, dan 6 dapat dilihat pada kolom total nilai tabel 4.26. Total kepentingan indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius. Tabel 4.27 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Menarik No 7 8 9 10 Pernyataan Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 1 1 9 0 0 1 1 0 7 0 0 0 1 1 9 0 0 0 1 1 9 0 0 1 4 3 34

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 Tabel 4.27 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator menarik. Terdapat empat pernyataan pada indikator menarik yang terdiri dari pernyataan nomor 7-10. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 8 memiliki total nilai paling rendah. Pernyataan nomor 7, 9, dan 10 memiliki total nilai 9. Total nilai kinerja indikator menarik digunakan untuk menentukan ratarata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.28 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Menarik No 7 8 9 10 Pernyataan Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 1 1 9 0 0 1 1 0 7 0 0 0 1 1 9 0 0 0 2 0 8 0 0 1 5 2 33 Tabel 4.28 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator menarik. Terdapat empat pernyataan pada indikator menarik yang terdiri dari pernyataan nomor 7-10. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 7 dan 9 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 8 memiliki total nilai paling rendah. Pernyataan nomor 7 dan 9 memiliki total nilai 9. sedangkan pernyataan nomor 10 memiliki total nilai 8.

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 Total nilai kepentingan indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius. Tabel 4.29 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Bergradasi No 11 12 13 14 15 Pernyataan Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 1 0 1 0 6 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 1 9 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 0 1 0 8 1 39 Tabel 4.29 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator bergradasi. Terdapat pernyaataan item pada indikator bergradasi yang terdiri dari pernyaataan nomor 10-15. Total nilai masing-masing pernyaataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyaataan nomor 13 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyaataan nomor 11 memiliki total nilai paling rendah. Pernyataan nomor 12, 14, dan 15 memeiliki total nilai 8. Total nilai kinerja indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius.

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 Tabel 4.30 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi No 11 12 13 14 15 Pernyataan Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 1 1 0 7 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 0 0 1 1 0 7 0 0 0 2 0 8 0 0 2 8 0 38 Tabel 4.30 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator bergradasi. Terdapat lima pernyataan pada indikator bergradasi yang terdiri dari pernyataan nomor 11-15. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian MontessoriMontessori. Pernyataan nomor 12, 13, dan 15 memiliki total nilai 8, sedangkan pernyataan nomor 11 dan 14 memiliki total nilai 7. Total nilai kepentingan indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius. Tabel 4.31 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indokator Auto-correction No 16 17 18 Pernyataan Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 1 0 1 8 0 0 0 1 1 9 0 0 0 2 0 8

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 No 19 20 Pernyataan Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 2 0 8 0 0 0 0 2 10 0 0 1 5 4 43 Tabel 4.31 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator autocorrection. Terdapat lima pernyataan pada indikator auto-correction yang terdiri dari pernyataan nomor 16-20. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 20 memiliki total nilai paling tinggi. Pernyataan nomor 16, 18, dan 19 memiliki total nilai 8, sedangkan pernyataan nomor 17 memiliki total nilai 9. Total nilai kinerja indikator auto-correction digunakan untuk menentukan ratarata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.32 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indokator Auto-correction No 16 17 18 19 20 Pernyataan Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 0 2 10 0 0 0 2 0 8 0 0 0 0 2 10 0 0 0 2 0 8 0 0 0 0 2 10 0 0 0 4 6 46 Tabel 4.32 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator auto-correction. Terdapat lima pernyataan pada indikator auto-correction yang

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 terdiri dari pernyataan nomor 16-20. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 16, 18, dan 20 memiliki total nilai 10, sedangkan pernyataan nomor 17 dan 19 memiliki total nilai 8. Total nilai kepentingan indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius. Tabel 4.33 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Kontekstual No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai 21 Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 0 0 0 2 0 8 22 Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. 0 0 0 1 1 9 0 0 0 2 0 8 0 0 2 0 0 6 0 0 0 1 1 9 0 0 2 6 2 40 23 24 25 Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Total Tabel 4.33 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator kontekstual. Terdapat lima pernyataan pada indikator kontekstual yang terdiri dari pernyataan nomor 21-25. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 22 dan 25 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 24 memiliki total nilai paling rendah. Pernyataan nomor 22 dan

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 25 memiliki total nilai 9. Total nilai kinerja indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.34 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai 21 Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 0 0 0 2 0 8 22 Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 0 0 2 0 0 6 0 0 0 2 0 8 0 0 2 8 0 38 23 24 25 Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Total Tabel 4.34 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator kontekstual. Terdapat lima pernyataan pada indikator kontekstual yang terdiri dari pernyataan nomor 21-25. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 24 memiliki total nilai 6, sedangkan pernyataan nomor 21, 22, 23, dan 25 memiliki total nilai 8. Total nilai kepentingan indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius. Tabel 4.35 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Life 26 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 0 0 0 2 0 Total Nilai 8 27 Alat peraga mudah dibawa 0 0 1 0 1 8 28 Alat peraga dapat digunakan berulang kali 0 0 0 2 0 8 29 Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan 0 0 0 2 0 8 No Pernyataan STS TS KS S SS

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 STS TS KS S SS Alat peraga tidak mudah rusak 0 0 0 2 0 Total Nilai 8 Alat peraga mudah dibersihkan 0 0 0 2 0 8 0 0 1 10 1 48 No Pernyataan 30 31 Total Tabel 4.35 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator life. Terdapat enam pernyataan pada indikator life yang terdiri dari pernyataan nomor 26-31. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Semua pernyataan pada indikator life mempunyai total nilai 8. Total nilai kinerja indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius. Tabel 4.36 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Life No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai 26 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 0 0 0 2 0 8 27 Alat peraga mudah dibawa 0 0 1 1 0 7 28 Alat peraga dapat digunakan berulang kali 0 0 0 2 0 8 29 Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan 0 0 0 2 0 8 30 Alat peraga tidak mudah rusak 0 0 0 1 1 9 31 Alat peraga mudah dibersihkan 0 0 0 2 0 8 0 0 1 10 1 48 Total Tabel 4.36 menunjukkan penilaian guru terhahap kepentingan indikator life. Terdapat enam pernyataan pada indikator life yang terdiri dari pernyataan nomor 26-31. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 nomor 30 memiliki total nilai paling tinggi, sedangkan pernyataan nomor 27 memiliki total nilai paling rendah. Pernyataan nomor 26, 28, 29, dan 31 memiliki total nilai 8. Total nilai kepentingan indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius. Tabel 4.37 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Workmanship 32 Alat peraga mudah saya perbaiki 0 0 1 1 0 Total Nilai 7 33 Alat peraga memiliki permukaan yang halus 0 0 0 2 0 8 34 Alat peraga direkatkan dengan kuat 0 0 0 2 0 8 35 Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 Total 0 0 1 11 0 47 No 36 37 Pernyataan STS TS KS S SS Tabel 4.37 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator workmanship. Terdapat enam pernyataan pada indikator workmanship yang terdiri dari pernyataan nomor 32-37. Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 32 memiliki total nilai paling rendah. Pernyataan nomor 33, 34, 35, 36, dan 37 memiliki total nilai 8. Total nilai kinerja indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (𝑥 ) pada diagram kartesius.

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 Tabel 4.38 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Workmanship No 32 33 34 35 36 37 STS TS KS S SS Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat 0 0 1 0 1 Total Nilai 8 0 0 0 2 0 8 0 0 0 2 0 8 Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 1 9 0 0 0 1 1 9 Total 0 0 1 8 3 50 Pernyataan Tabel 4.38 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator workmanship. Terdapat enam pernyataan pada indikator workmanship yang terdiri dari pernyataan nomor 32-37 Total nilai masing-masing pernyataan dapat dilihat pada kolom total nilai. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan, maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Pernyataan nomor 36 dan 37 memiliki total nilai 9, sedangkan pernyataan nomor 32, 33, 34, dan 35 memiliki total nilai 8. Total nilai kepentingan indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (𝑦) pada diagram kartesius. Langkah yang selanjutnya adalah menghitung rata-rata dari penilaian kinerja dan penilaian kepentingan pada karakteristik alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Perhitungan rata-rata penilaian pelaksanaan kinerja dan kepentingan pada indikator tingkat kepuasan guru dapat dilihat pada tabel 4.39.

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Tabel 4.39 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Guru No Indikator Kata Kunci Penilaian Kinerja Penilaian Kepentingan 𝑥 𝑦 9 8 4,5 4 8 4 4 2 6 11 3 5,5 9 8 4,5 4 8 4 4 2 7 7 3,5 3,5 3,92 3,50 Auto-education 1 Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika 2 Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3 Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain 4 Alat peraga mudah saya gunakan 5 6 Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Mudah memahami konsep matematika Membantu mengerjakan soal Digunakan tanpa bantuan Mudah digunakan Memudahkan mengerjakan soal Mengerjakan soal tanpabantuan Rata-Rata Menarik 7 Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8 Alat peraga mempunyai warna yang menarik 9 Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional 10 Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Bentuk menarik Warna menarik Ukuran proporsional Menarik daripada alat peraga lain 9 9 4,5 4,5 7 7 3,5 3,5 9 9 4,5 4,5 9 8 4,5 4 4,25 4,13 3 3,5 Rata-Rata Bergradasi 11 Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika kelas 1 sampai kelas 6 Memahami konsep materi matematika kelas 1 sampai 6 6 7

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 No 12 13 14 15 Indikator Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Penilaian Kinerja Penilaian Kepentingan Bermacam warna 8 8 Ukuran kecil dan besar 9 Kata Kunci Permukaan halus dan kasar Ukuran pendek dan panjang 𝑥 4 𝑦 8 4,5 4 8 7 4 3,5 8 8 4 4 3,9 3,8 Rata-Rata Auto – correction Alat peraga dapat 16 menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 17 dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya 18 menemukan jawaban yang benar 19 Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20 Alat peraga memiliki kunci jawaban Menjukkan kesalahan 8 10 4 5 Memperbaiki kesalahan 9 8 4,5 4 8 10 4 5 8 8 4 4 10 10 5 5 4,30 4,60 menemukan jawaban benar Menemukan kesalahan yang dibuat Kunci jawaban Rata-Rata Kontekstual Alat peraga dibuat 21 menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya 22 temukan di lingkungan sekitar. Alat peraga terbuat dari 23 bahan yang sering saya lihat. 24 Alat peraga ini pernah saya lihat 25 Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Bahan yang diketahui 8 8 4 4 Bahan bisa ditemukan di lingkungan 9 8 4,5 4 8 8 4 4 6 6 3 3 9 8 4,5 4 4 3,8 Bahan yang sering dilihat Pernah dilihat Sesuai dengan materi Rata-Rata Life 4

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 No Indikator Kata Kunci 26 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27 Alat peraga mudah dibawa 28 Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29 Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan 30 Alat peraga tidak mudah rusak 31 Alat peraga mudah dibersihkan Bahan yang kuat Mudah dibawa Digunakan berulang kali Kuat ketika jarang digunakan Tidak mudah rusak Mudah dibersihkan Penilaian Kinerja Penilaian Kepentingan 8 8 8 𝑥 4 𝑦 7 4 3,5 8 8 4 4 8 8 4 4 8 9 4 4,5 8 8 4 4 4,00 4,00 Rata-Rata 4 Workmanship 32 33 34 35 36 37 Alat peraga mudah saya perbaiki Mudah diperbaiki Permukaan halus 7 8 3,5 4 8 8 4 4 Direkatkan 8 8 4 4 Dipaku 8 8 4 4 Tidak melukai 8 9 4 4,5 Dicat 8 9 4 4,5 Rata-Rata 3,92 4,17 Rata-rata keseluruhan 4,03 3,97 Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 4.39 menunjukkan rata-rata dari penilaian kinerja dan penilaian kepentingan pada indikator kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Rata-rata (𝑥 ) dan (𝑦) menentukan letak titik tiap pernyataan pada diagram kartesius. Peneliti akan menggambarkan letak masing- masing pernyataan pada diagram kartesius berdasarkan nilai (𝑥 ) dan (𝑦). Diagram kartesius tingkat kepuasan guru dibuat perindikator. Garis tengah diagram kartesius dibuat dengan menarik garis dari titik dari rata-rata (𝑥 ) dan (𝑦). Letak

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 tiap pernyataan pada masing-masing diagram kartesius dapat dilihat pada gambar 4.9-gambar 4.17. Gambar 4.9 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.9 menunjukkan sebaran pernyataan indikator auto-education pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa bantuan) terletak pada kuadran I. Pernyataan nomor 1 (memudahkan memahami konsep matematika) dan 4 (mudah digunakan) terletak pada kuadran II, sedangkan pernyataan nomor 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan) terletak pada kuadran III. Pernyataan nomor 2 (membantu mengerjakan soal) dan 5 (memudahkan mengerjakan soal) terletak pada kuadran IV.

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 Gambar 4.10 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.10 menunjukkan sebaran pernyataan indikator menarik pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 7 (bentuk menarik) dan 9 (ukuran proporsional) terletak pada kuadran II. Pernyataan nomor 8 (warna menarik) terletak pada kuadran III, sedangkan pernyataan nomor 10 (menarik daripada alat peraga lain) terletak pada kuadran IV. Pernyataan pada indikator menarik tidak ada yang terletak pada kuadran I.

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 Gambar 4.11 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.11 menunjukkan sebaran pernyataan indikator bergradasi pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 12 (bermacam warna), 13 (ukuran kecil ke besar), dan 15 (ukuran pendek ke panjang) terletak pada kuadran II. Pernyataan nomor 11 (memahami konsep materi matematika kelas 1 sampai 6) terletak pada kuadran III, sedangkan pernyataan nomor 14 (permukaan halus ke kasar) terletak pada kuadran IV. Pernyataan pada indikator menarik tidak ada yang terletak pada kuadran I.

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 Gambar 4.12 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.12 menunjukkan sebaran pernyataan indikator auto-correction pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 16 (menunjukkan kesalahan) dan 18 (menemukan jawaban benar) terletak pada kuadran I. Pernyataan nomor 20 (kunci jawaban) terletak pada kuadran II. Pernyataan nomor 19 (menemukan kesalahan yang saya buat) terletak pada kuadran III, sedangkan pernyataan nomor 17 (memperbaiki kesalahan) terletak pada kuadran IV.

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 Gambar 4.13 Diagram Kartesius Indikator kontekstual Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.13 menunjukkan sebaran pernyataan indikator kontekstual pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 22 (bahan bisa ditemukan di sekitar) dan 25 (sesuai dengan materi) terletak pada kuadran II. Pernyataan nomor 24 (pernah dilihat) terletak pada kuadran III. Item pada indikator kontekstual tidak ada yang terletak pada kuadran I dan IV. Item nomor 21 (bahan yang diketahui) dan 23 (bahan yang sering dilihat) terletak pada garis batas kuadran I dan II.

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 Gambar 4.14 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.14 menunjukkan sebaran pernyataan indikator life pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 30 (tidak mudah rusak) terletak pada garis batas kuadran I dan II. Pernyataan nomor 26 (bahan yang kuat), 28 (digunakan berulang kali), 29 (kuat ketika jarang diguakan), 30 (tiak mudah rusak), dan 31 (mudah dibersihkan) terletak pada garis batas kuadran I, II, III, dan IV. Pernyataan nomor 27 (mudah dibawa) terletak pada kuadran III dan IV.

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 Gambar 4.15 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.15 menunjukkan sebaran pernyataan indikator workmanship pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 36 (tidak melukai) dan 37 (dicat) terletak pada kuadran II. Pernyataan nomor 32 (mudah diperbaiki) terletak pada rada di kuadran III, sedangkan pernyataan nomor 33 (permukaan halus), 34 (direkatkan), dan 35 (dipaku) terletak pada kuadran IV. Pernyataan pada indikator workmanship tidak ada yang terletak pada kuadran I.

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 Tabel 4.40 Persebaran Pernyataan Kuesioner Guru pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan Indikator Auto Correction Menarik Bergradasi Auto Correction Kontekstua Kata Kunci 1. Mudah memahami konsep matematika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Memudahkan mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpabantuan 7. Bentuk menarik 8. Warna menarik 9. Ukuran proporsional 10. Menarik daripada alat peraga lain 11. Memahami konsep materi matematika kelas 1 sampai 6 12. Bermacam warna 13. Ukuran kecil dan besar 14. Permukaan halus dan kasar 15. Ukuran pendek dan panjang 16. Menjukkan kesalahan 17. Memperbaiki kesalahan 18. menemukan jawaban benar 19. Menemukan kesalahan yang dibuat 20. Kunci jawaban 21. Bahan yang diketahui 22. Bahan bisa Prioritas Utama I Kuadran Pertahankan Prioritas Prestasi Rendah II III Berlebih an IV NA √ ♯ ☼ √ ♯ ☼ ♣ √ ♣ √ ♯ ♣ √ √ ♯ √ ♯ ☼ ♣ √ √ ●

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 Indikator Kata Kunci ditemukan di lingkungan 23. Bahan yang sering dilihat 24. Pernah dilihat 25. Sesuai dengan materi 26. Bahan yang kuat Life (daya 27. Mudah dibawa tahan) 28. Digunakan berulang kali 29. Kuat ketika jarang digunakan 30. Tidak mudah rusak 31. Mudah dibersihkan 32. Mudah diperbaiki Workmansh 33. Permukaan ip halus 34. Direkatkan 35. Dipaku 36. Tidak melukai 37. Dicat Total Persentase Prioritas Utama I Kuadran Pertahankan Prioritas Prestasi Rendah II III Berlebih an IV NA l ● ♣ √ ● ● ● ● ● ● ♣ ♯ 3 8,11% √ √ 12 32,43% ♯ ♯ 6 16,22% 8 21,62% 8 21,62% Tabel 4.40 menunjukkan persebaran pernyataan kuesioner guru pada diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.40 diperoleh dari diagram-diagram kartesius dalam setiap indikator tingkat kepuasan yang dapat dilihat pada gambar 4.9 sampai 4.15. Setiap pernyataan terebar pada kempat kuadran diagram kartesius yang terdiri dari kuadran I, II, III, dan IV. Peneliti menggunakan simbol yang bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis persebaran pernyataan pada setiap kuadran. Simbol ☼ mewakili kuadran I, simbol √ mewakili kuadran II, simbol ♣ mewakili kuadran III, simbol ♯ mewakili kuadran IV, dan ● mewakili pernyataan yang terdapat pada garis batas kuadran.

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 Pernyataan yang terletak di kuadran I diberi simbol ☼. Simbol ☼ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya masih rendah, sehingga mejadi prioritas utama untuk diperbaiki sesuai harapan guru. Terdapat 3 pernyataan pada kuadran I dengan persentase 8,11%. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I adalah pernyataan nomor 3, 16, 18. Pernyataan yang terletak di kuadran II diberi simbol √. Simbol √ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang tinggi, sehingga perlu dipertahakankan prestasinya karena sudah sesuai dengan harapan guru. Terdapat 12 peryataan pada kuadran II dengan persentase 32,43%. Peryataan yang terdapat di kuadran II adalah peryataan nomor 1, 4, 7, 9, 12,13, 15, 20, 22, 25, 36, dan 37. Pernyataan yang terletak di kuadran III diberi simbol ♣. Simbol ♣ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah, sehingga prioritasnya rendah dan sebaiknya pernyataan dihapus. Terdapat 6 pernyataan pada kuadran III dengan persentase 16,22%. Pernyataan yang terdapat di kuadran III adalah pernyataan nomor 6, 8, 11, 19, 24, dan 32. Pernyataan yang terletak di kuadran IV diberi simbol ♯. Simbol ♯ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja tinggi, sehingga berlebihan dan sebaiknya tidak digunakan untuk menghemat biaya. Terdapat 8 pernyataan pada kuadran IV dengan persentase 21,62%. Pernyataan yang terdapat di kuadran IV adalah pernyataan nomor 2, 5, 10, 14, 17, 33, 34, dan 35.

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 Pernyataan yang terletak pada garis batas kuadran diberi simbol untuk mewakili pernyataan yang not applicable (NA), yaitu pernyataan yang terletak pada garis batas kuadran. Simbol ● berarti tingkat kepuasan atau tingkat kepentingannya moderate. Pernyataan nomor 21 dan 23 diberi simbol ● karena pernyataan tersebut terdapat di antara garis batas kuadran I dan II. Pernyataan nomor 27 terdapat pada garis batas kuadran II dan IV. Pernyataan nomor 26, 28, 29, 31 terdapat pada garis batas kuadran I, II, III, IV. Pernyataan nomor 30 terdapat pada garis batas kuadran I dan II. Gambar 4.16 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.16 menunjukkan persebaran pernyataan secara keseluruhan indikator tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 berbasis metode Montessori. Terdapat beberapa nomor pernyataan yang tidak muncul dalam diagram kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan siswa dan guru terhdap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada gambar 4.16. Nomor pernyataan yang tidak muncul adalah pernyataan yang terletak pada titik yang sama dengan jumlah pernyataan lebih dari empat. SPSS versi 16.0 hanya dapat menampilkan 4 posisi nomor pernyataan pada titik yang sama. Peneliti mencatat secara manual letak pernyataan pada kuadran diagram kartesius. Terdapat beberapa perbedaan sebaran pernyataan pada diagram kartesius yang dibuat perindikator dengan keseluruhan indikator. Gambar 4.8 menunjukkan bahwa pernyataan nomor 3, 12, 15, 16, 18, 19, 21, 23, 26, 28, 29, 30, 31, 33, 34, 35, 36, dan 37. Pernyataan yang berada di kuadran II adalah pernyataan nomor 1, 4, 7, 9, 10, 13, 17, 20, 22, dan 25. Pernyataan yang berada di kuadran III adalah pernyataan nomor 2, 5, 6, 8, 11, 14, 24, 27, dan 32. Pernyataan tidak ada yang terdapat pada kuadran IV. Persebaran pernyataan pada diagram kartesius untuk keseluruhan indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada tabel 4.20. Tabel 4.41 Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Kuadran Indikator Auto Correction Kata Kunci 1. Mudah memahami konsep matematika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III √ ♣ ☼ Berlebihan IV

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 Kuadran Indikator Menarik Bergradasi Auto Correction Kontekstual Life (daya Kata Kunci tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Memudahkan mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpabantuan 7. Bentuk menarik 8. Warna menarik 9. Ukuran proporsional 10.Menarik daripada alat peraga lain 11.Digunakan siswa kelas 1 sampai 6 12.Bermacam warna 13.Ukuran kecil dan besar 14.Permukaan halus dan kasar 15.Ukuran pendek dan panjang 16.Menjukkan kesalahan 17.Memperbaiki kesalahan 18.menemukan jawaban benar 19.Menemukan kesalahan yang dibuat 20.Kunci jawaban 21.Bahan yang diketahui 22.Bahan bisa ditemukan di lingkungan 23.Bahan yang sering dilihat 24.Pernah dilihat 25.Sesuai dengan materi 26.Bahan yang kuat 27.Mudah dibawa Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III √ ♣ ♣ √ ♣ √ √ ♣ ☼ √ ♣ ☼ ☼ √ ☼ ☼ √ ☼ √ ☼ ♣ √ ☼ ♣ Berlebihan IV

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Kuadran Indikator tahan) Kata Kunci 28.Digunakan berulang kali 29.Kuat ketika jarang digunakan 30.Tidak mudah rusak 31.Mudah dibersihkan 32.Mudah diperbaiki Workmanship 33.Permukaan halus 34.Direkatkan 35.Dipaku 36.Tidak melukai 37.Dicat Total Persentase Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan IV ☼ ☼ ☼ ☼ ♣ ☼ ☼ ☼ ☼ ☼ 18 48,65% 10 27,03% 9 24,32% 0 Tabel 4.41 menunjukkan persebaran pernyataan kuesioner tingkat kepuasan guru pada diagram kartesius untuk keseluruhan indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.41 diperoleh dari diagram kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada gambar 4.16. Peneliti menggunakan empat simbol yang bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis persebaran pernyataan pada setiap kuadran. Simbol ☼ mewakili kuadran I, simbol √ mewakili kuadran II, simbol ♣ mewakili kuadran III, dan simbol ♯ mewakili kuadran IV. Pernyataan yang terletak di kuadran I diberi simbol ☼. Simbol ☼ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya masih rendah, sehingga mejadi prioritas utama untuk diperbaiki sesuai harapan guru. Terdapat 18 pernyataan pada kuadran I dengan persentase 48,65%.

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 Pernyataan yang terdapat pada kuadran I adalah pernyataan nomor 3, 12, 15, 16, 18, 19, 21, 23, 26, 28, 29, 30, 31, 33, 34, 35, 36, dan 37. Pernyataan yang terletak di kuadran II diberi simbol √. Simbol √ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang tinggi, sehingga perlu dipertahakankan prestasinya karena sudah sesuai dengan harapan guru. Terdapat 10 peryataan pada kuadran II dengan persentase 27,03%. Peryataan yang terdapat di kuadran II adalah peryataan nomor 1, 4, 7, 9, 10, 13, 17, 20, 22, dan 25. Pernyataan yang terletak di kuadran III diberi simbol ♣. Simbol ♣ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah, sehingga prioritasnya rendah dan sebaiknya pernyataan dihapus. Terdapat 9 pernyataan pada kuadran III dengan persentase 24,32%. Pernyataan yang terdapat di kuadran III adalah pernyataan nomor 2, 5, 6, 8, 11, 14, 24, 27, dan 32. Pernyataan yang terletak di kuadran IV diberi simbol ♯. Simbol ♯ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja tinggi, sehingga berlebihan dan sebaiknya tidak digunakan untuk menghemat biaya. Pernyataan pada kuesioner tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga tidak ada yang terdapat pada kuadran IV. Persebaran pernyataan pada kuadran dalam diagram kartesius tingkat kepuasan guru secara keseluruhan berbeda dengan persebaran pernyataan diagram kartesius perindikator. Perbedaan persebaran pernyataan pada kedua diagram tersebut dapat dilihat pada tabel 4.40 dan 4.41. Pernyataan yang terdapat pada kuadran yang sama pada diagram kartesius tingkat kepuasan secara keseluruhan

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 dan diagram kartesius perindikator merupakan pernyataan yang konsisten. Konsistensi persebaran pernyataan dalam kuadran pada kuesioner tingkat kepuasan guru dapat dilihat pada tabel 4.42. Tabel 4.42 Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Konsistensi Indikator Auto Correction Menarik Bergradasi Auto Correction Kata Kunci 1. Mudah memahami konsep matematika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Memudahkan mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpabantuan 7. Bentuk menarik 8. Warna menarik 9. Ukuran proporsional 10. Menarik daripada alat peraga lain 11. Digunakan siswa kelas 1 sampai 6 12. Bermacam warna 13. Ukuran kecil ke besar 14. Permukaan halus ke kasar 15. Ukuran pendek ke panjang 16. Menjukkan kesalahan 17. Memperbaiki kesalahan 18. menemukan jawaban benar 19. Menemukan kesalahan yang dibuat 20. Kunci jawaban 21. Bahan yang diketahui Kontekstual 22. Bahan bisa ditemukan di lingkungan 23. Bahan yang sering Tidak Konsisten I II III √ (III, IV) √ √ (III, IV) √ √ √ √ (II, IV) √ (I, II) √ (III, IV) (I, II) √ (II, IV) √ (II, III) √ (I, garis batas kuadran I dan II) √ (I, garis batas IV

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 Konsistensi Indikator Kata Kunci dilihat 24. Pernah dilihat 25. Sesuai dengan materi 26. Bahan yang kuat Life (daya tahan) 27. Mudah dibawa 28. Digunakan berulang kali 29. Kuat ketika jarang digunakan 30. Tidak mudah rusak 31. Mudah dibersihkan 32. Mudah diperbaiki 33. Permukaan halus Workmanship 34. Direkatkan 35. Dipaku 36. Tidak melukai 37. Dicat Total Persentase Tidak Konsisten I II kuadran I dan II) III IV √ √ (I, garis batas kuadran I,II,III,IV) (III, garis batas kuadran II dan IV) (I, garis batas kuadran I,II,III,IV) (I, garis batas kuadran I,II,III,IV) (I, garis batas kuadran I dan II) (I, garis batas kuadran I,II,III,IV) (I, IV) (I, IV) (I, IV) (I, II) (I, II) 21 56,76% √ 3 8,11% 8 21,62% 5 13,51% 0 Tabel 4.21 konsistensi persebaran pernyataan dalam kuadaran pada kuesioner tingkat kepuasan guru. Pernyataan yang konsisten adalah pernyataan yang terdapat pada kuadran yang sama di diagram kartesius indikator tingkat kepuasan secara keseluruhan dan perindikator. Pernyataan yang tidak konsisten adalah pernyataan yang terdapat pada kuadran yang berbeda di diagram kartesius indikator tingkat kepuasan secara keseluruhan dan perindikator. Pernyataan yang konsisten sebanyak 16 pernyataan (43,24%), sedangkan pernyataan yang tidak konsisten sebanyak 21 pernyataan (56,76%).

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 Pernyataan yang tidak konsisten sebanyak 21 pernyataan, yaitu pernyataan nomor 2, 5, 10, 12, 14, 15, 17, 19, 21, 23, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 33, 34, 35, 36, dan 37. Pernyataan tersebut tidak konsisten karena berada pada kuadran yang berbeda dalam diagram kartesius tingkat kepuasan keseluruhan indikator dan perindikator. Perbedaan letak pernyataan dalam kuadran dapat dilihat pada tabel 4.42 kolom 3. Pernyataan yang tidak konsisten mungkin disebabkan karena jumlah responden yang kurang banyak. Indikator auto-education memiliki empat pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 1, 3, 4, dan 6. Pernyataan nomor 3 berada di kuadran I. Kuadran I berarti tingkat kepentingannya tinggi dan kinerjanya rendah. Guru menganggap penting pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa bantuan), tetapi kenyataannya guru tidak puas. Pernyataan nomor 1 dan 4 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Guru menganggap penting dan puas pernyataan nomor 1 (mudah memahami konsep matematika) dan 4 (mudah digunakan). Pernyataan nomor 6 berada di kuadran III. Kuadran III menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas. Indikator menarik memiliki tiga pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 7, 8, dan 9. Pernyataan nomor 7 dan 9 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Guru menganggap penting dan puas pernyataan nomor 7 (bentuk menarik) dan 9 (ukuran proporsional). Pernyataan nomor 8 berada di kuadran III. Kuadran III

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 8 (warna menarik) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas. Indikator bergradasi memiliki dua pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 11 dan 13. Pernyataan nomor 13 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Guru menganggap penting dan puas pernyataan nomor 13 (ukuran kecil ke besar). Pernyataan nomor 11 berada di kuadran III. Kuadran III menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 11 (digunakan siswa kelas 1 sampai 6) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas. Indikator auto-correction memiliki tiga pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 16, 18, dan 20. Pernyataan nomor 16 dan 18 berada di kuadaran I. Kuadran I berarti tingkat kepentingannya tinggi dan kinerjanya rendah. Guru menganggap penting pernyataan nomor 16 (menunjukkan kesalahan) dan 18 (menemukan jawaban benar), tetapi kenyataannya guru tidak puas. Pernyataan nomor 20 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Guru menganggap penting dan puas pernyataan nomor 20 (kunci jawaban). Indikator kontekstual memiliki empat pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 22, 23, 24, dan 25. Pernyataan nomor 22 dan 25 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Guru menganggap penting dan puas pernyataan nomor 22 (bahan bisa ditemukan di

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 lingkungan) dan 25 (sesuai dengan materi). Pernyataan nomor 24 berada di kuadran III. Kuadran III menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 24 (pernah dilihat) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas. Indikator life tidak memiliki pernyataan yang konsisten. Indikator workmanship memiliki satu pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 32. Pernyataan nomor 32 berada di kuadran III. Kuadran III menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 32 (mudah diperbaiki) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas. Pernyataan yang konsisten dari seluruh indikator adalah pernyataan nomor 1, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 11, 13, 16, 18, 20, 22, 24, 25, dan 32. Pernyataan nomor 1, 3, 4, dan 6 mewakili indikator auto-education. Pernyataan nomor 7, 8, dan 9 mewakili indikator menarik. Pernyataan nomor 11 dan 13 mewakili indikator bergradasi. Pernyataan nomor 16, 18, dan 20 mewakili indikator auto-correction. Pernyataan nomor 22, 24, dan 25 mewakili indikator kontekstual. Pernyataan nomor 32 mewakili indikator workmanship. Pernyataan tersebut dianggap mampu mewakili pengukuran tingkat kepuasaan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan-pernyataan pada kuesioner yang konsisten akan digunakan dalam pembahasan.

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 C. Pembahasan Pembahasan analisis kuesioner tingkat tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dilakukan dengan menggunakan PAN tipe II dan IPA. 1. Pembahasan Analisis Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat diketahui dengan menggunakan PAN tipe II dan IPA. Hasil penelitian dengan menggunakan PAN tipe II menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat kepuasan yang cukup terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Tjiptono (2008: 24) menjelaskan bahwa “kepuasan pelanggan mencakup perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan”. Pelanggan atau pengguna dalam penelitian ini adalah siswa sedangkan produknya adalah alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Siswa merasa puas apabila kinerja produk sama dengan harapannya (Sopiatin, 2010: 33). Siswa merasa tingkat kepuasannya cukup terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori karena hasil kerja alat peraga sama dengan harapan siswa. Siswa mungkin beranggapan bahwa alat peraga dapat membantu belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Hasil penelitian tingkat kepuasan siswa tidak sesuai dengan hipotesis penelitian yang mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi. Alat peraga

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 Montessori tidak sebagus atau seideal dengan yang ada pada teori. Alat peraga yang digunakan dalam penelitian ini cukup memiliki kualitas seperti yang seharusnya tetapi kurang maksimal. Indikator tingkat kepuasan yang terdiri dari auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life dan workmanship pada Papan Pin Perkalian cukup memenuhi harapan. Tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori ditentukan oleh tujuh indikator, yaitu auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life dan workmanship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut siswa alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori cukup memenuhi ketujuh indikator tingkat kepuasan. Siswa menilai bahwa alat peraga dapat menjalankan kinerjanya dengan cukup baik dan sesuai dengan harapan. Peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa siswa memiliki tingkat kepuasan yang cukup terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori karena hasil kerja alat peraga tersebut sesuai dengan harapan dan kebutuhan siswa. Kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori terwakili oleh pernyataan pada kuesioner. Pernyataan yang mempengaruhi tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat diketahui melalui IPA. IPA bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut pada pernyataan yang mempengaruhi kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Analisis IPA dilakukan dengan membandingkan data dari kuesioner kinerja dan kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori yang sudah diisi oleh siswa. Hasil analisis dengan menggunakan IPA

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 menunjukkan bahwa terdapat 12 pernyataan pada kuadran II, 2 pernyataan pada kuardan IV, 1 pernyataan pada kuadran I, dan 7 pernyataan pada kuadran III. Hasil analisis dengan menggunakan IPA menunjukkan bahwa alat peraga membantu dan memudahkan mengerjakan soal matematika dianggap penting oleh siswa dan tingkat kinerjanya tinggi, sehingga menunjukkan adanya kepuasan. Siswa berpendapat bahwa alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori membantu dan memudahkan mengerjakan soal matematika penting dan kenyataannya memuaskan karena alat peraga memudahkan siswa memahami konsep matematika yang abstrak. Hudojo (2001: 196) menjelaskan bahwa siswa kesulitan dalam mempelajari konsep matematika yang bersifat abstrak, sedangkan cara berpikir siswa sekolah dasar masih dalam tahap konkret. Hasan (2011: 108) menjelasakan bahwa “alat peraga digunakan sebagai perantara antara hal yang konkret yang dipahami siswa dengan konsep matematika yang abstrak”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa puas kepada alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori karena dapat membantu memahami materi pelajaran matematika dengan konsep yang abstrak atau berupa simbol-simbol matematika. Alat peraga memiliki ukuran yang pas dianggap penting oleh siswa dan tingkat kinerjanya tinggi, sehingga menunjukkan adanya kepuasan. Siswa beranggapan bahwa alat peraga memiliki ukuran yang pas penting dan memuaskan. Hal ini sesuai dengan pendapat Ruseffendi tentang alat peraga. Ruseffendi (1979: 2) menjelaskan alat peraga merupakan benda riil yang dapat dipindah-pindahkan atau dimanipulasikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori memiliki ukuran yang pas, sehingga

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 siswa mudah untuk menggunakannya. Alat peraga mudah dipindahkan dan digunakan apabila alat peraga memiliki ukuran yang pas. Siswa menilai bahwa alat peraga memperbaiki kesalahan, menemukan jawaban benar, dan memiliki kunci jawaban penting dan tingkat kinerjanya tinggi, sehingga menunjukkan adanya kepuasan. Tjiptono (2008: 24) menjelaskan bahwa “kepuasan pelanggan mencakup perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan”. Kepuasan siswa terhadap alat peraga terjadi karena harapan siswa terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori sama dengan hasil kerja alat peraga yang dirasakan oleh siswa. Siswa dapat memperbaiki kesalahan dan menemukan jawaban benar dengan menggunakan alat peraga tanpa adanya bantuan dari orang lain. Magini (2013: 54) menjelaskan bahwa alat peraga mempunyai pengendali kesalahan atau auto-correction, yaitu alat peraga tersebut mampu menjawab dan menunjukan letak kesalahan siswa ketika menggunakannya tanpa adanya koreksi dari orang lain. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori akan membantu siswa menemukan jawaban. Kebenaran jawaan siswa dapat dicek melalui kunci jawaban alat peraga. Siswa puas terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori karena alat peraga mampu menjawab, menunjukan letak kesalahan, dan memiliki kunci jawabaan ketika menggunakan alat peraga. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat dan pernah dilihat dianggap penting oleh siswa dan tingkat kinerjanya tinggi, sehingga menunjukkan adanya kepuasan. Hal ini sesuai dengan pendapat Sitanggang & Widyaiswara tentang syarat pembuatan alat peraga. Sitanggang & Widyaiswara (2013: 5)

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 menyebutkan bahwa salah satu syarat pembuatan alat peraga adalah sebaiknya alat peraga dibuat menggunakan bahan yang mudah diperoleh dan murah. Bahan yang murah berkaitan dengan faktor biaya dan harga. Ratnasari & Aksa (2011: 117-118) menyebutkan bahwa faktor yang mempengaruhi kepuasan adalah biaya dan harga. Produk yang mempunyai kualitas sama dengan produk lain, akan memberikan nilai kepuasan yang lebih tinggi apabila produk tersebut harganya lebih murah. Pengguna akan merasa lebih puas terhadap produk atau jasa yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori terbuat dari kayu, sehingga bahan tersebut pernah dan sering dilihat oleh siswa. Siswa berpendapat bahwa alat peraga terbuat dari bahan yang kuat dan tidak mudah rusak penting dan tingkat kinerjanya tinggi, sehingga menunjukkan adanya kepuasan. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori dinilai oleh siswa terbuat dari bahan yang kuat dan tidak mudah rusak karena alat peraga terbuat dari kayu dan memiliki daya tahan yang kuat. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori dibuat dengan memerhatikan unsur daya tahan. Daya tahan adalah salah satu dimensi kualitas produk. Daya tahan yaitu ukuran masa pakai suatu produk (Garvin dalam Laksana, 2008: 89-90). Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori memiliki daya tahan yang bagus, sehingga tidak mudah rusak. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori juga dibuat dengan memperhatikan salah satu syarat pembuatan alat peraga. Sitanggang & Widyaiswara (2013: 5) menyebutkan bahwa salah satu syarat pembuatan alat peraga adalah sederhana bentuknya dan tahan lama (terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak). Hasil

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 penelitian menunjukkan bahwa siswa puas terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori karena alat peraga memenuhi syarat pembuatan alat peraga dan dimensi kualitas produk. Hasil analisis dengan menggunakan IPA menunjukkan bahwa alat peraga memiliki permukaan yang halus dan dicat dianggap penting oleh siswa dan tingkat kinerjanya tinggi. Tingkat kepentingan dan kinerja yang tinggi menunjukkan adanya kepuasan. Permukaan yang halus pada alat peraga berkaitan dengan salah satu karakteristik produk baru menurut Garvin, Juran & Gryna. Garvin, Juran & Gryna (dalam Sethi, 2000: 2) menjelaskan tentang safety sebagai salah satu karakteristik produk baru yang mempengaruhi tingkat kepuasan, yaitu keamanan suatu produk ketika digunakan. Siswa beranggaan apabila alat peraga dicat dengan rapi penting dan kinerjanya tinggi karena siswa lebih menyukai benda-benda yang berwarna. Benda-benda yang berwarna dan dicat rapi membuat siswa tertarik untuk menggunakannya. Hal ini sesuai dengan penjelasan Sitanggang & Widyaiswara mengenai syarat pembuatan alat peraga. Sitanggang & Widyaiswara (2013: 5) menyebutkan bahwa salah satu syarat pembuatan alat peraga adalah sebaiknya alat peraga dibuat dengan bentuk dan warna yang menarik, sehingga lebih menarik perhatian siswa. Ketika siswa merasa tertarik dan senang dengan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori, maka siswa kemungkinan dapat lebih fokus menggunakan alat peraga untuk belajar perkalian. Siswa puas terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori karena siswa merasa aman apabila alat peraga memiliki permukaan yang halus, sehingga tidak melukai siswa. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori juga memenuhi salah

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 satu syarat pembuatan alat peraga yaitu dibuat dengan warna menarik salah satunya dengan melakukan pengecatan secara rapi. Alat peraga membantu mengerjakan soal, memudahkan mengerjakan soal, ukuran pas, memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal, menemukan jawaban benar, kunci jawaban, bahan yang sering dilihat, alat peraga pernah dilihat, bahan yang kuat, tidak mudah rusak, permukaan yang halus, dan dicat merupakan atribut-atribut yang menunjukkan tingkat kepuasan siswa terhdap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Atribut adalah inti dari pernyataanpernyataan dalam kuesioner. Atribut-atribut tersebut terdapat pada kuadran II yang menunjukkan tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Atribut-atribut pada kuadran II sebaiknya dipertahankan prestasinya karena sesuai dengan harapan siswa. Warna menarik pada alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori dinilai kurang penting oleh siswa tetapi tingkat kinerjanya tinggi. Siswa beranggapan bahwa alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori memiliki warna menarik, tetapi siswa menggap warna yang menarik dari alat peraga kurang penting. Warna menarik pada alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori berkaitan dengan salah satu faktor yang mempengaruhi kepusan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan adalah kualitas produk (Ratnasari dan Aksa, 2011: 118). Garvin (dalam Laksana, 89-90) menjelaskan bahwa salah satu karakteristik kualitas produk adalah estetika. Estetika bersifat subjektif dan berkaitan dengan pertimbangan pribadi yang mempengaruhi daya tarik terhadap suatu produk. Warna yang menarik pada alat peraga Montessori tidak penting menurut siswa karena nilai

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 estetika yang bersifat subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna menarik kurang penting oleh siswa tetapi tingkat kinerjanya tinggi karena penlialian siswa terhadap alat peraga subjektif. Siswa lebih menyukai menggunakan alat peraga tanpa memperhatikan warna alat peraga tersebut. Siswa menilai bahwa warna menarik pada alat peraga tidak penting dan yang penting adalah kemampuan alat peraga dalam menjalankan fungsinya dengan baik. Alat peraga mudah dibawa memiliki tingkat kinerja tinggi, tetapi dianggap tidak penting menurut siswa. Siswa menilai bahwa alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori mudah dibawa oleh siswa, tetapi dianggap kurang penting karena saat menggunakan alat peraga di kelas, siswa tidak membawa alat peraga untuk dipindah-pindahkan. Alat peraga memiliki warna menarik dan mudah dibawa merupakan atributatribut yang terdapat pada alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Atribut adalah inti dari pernyataan-pernyataan dalam kuesioner. Atribut-atribut tersebut terdapat pada kuadran IV yang menunjukkan tingkat kepentingan rendah dan kinerjanya tinggi. Atribut-atribut pada kuadran IV merupakan atribut yang berlebihan dan sebaiknya tidak digunakan untuk menghemat biaya. Siswa meniai bahwa alat peraga dapat digunakan berulang kali penting, tetapi tingkat kinerjanya rendah. Alat peraga dapat digunakan berulang kali berkaitan dengan salah satu syarat pembuatan alat peraga menurut Sitanggang & Widyaiswara. Sitanggang & Widyaiswara (2013: 5) menyebutkan bahwa salah satu syarat pembuatan alat peraga adalah sederhana bentuknya dan tahan lama (terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak). Alat peraga Papan Pin Perkalian

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 Montessori dapat digunakan berulang kali dianggap penting oleh siswa, tetapi siswa beranggapan bahwa ia tidak dapat menggunakan alat peraga berulang kali. Alasannya karena siswa membutuhkan waktu untuk menggunakan alat peraga berulang kali agar dapat lebih memahami konsep matematika, tetapi siswa memiliki kesempatan yang terbatas untuk mnggunakan alat peraga tersebut. Siswa akan fokus pada suatu kegiatan dan akan terus mengulanginya sampai mereka berhasil menguasai kegiatan tersebut dengan baik saat siswa tertarik terhadap suatu kegiatan (Crain, 2007: 109). Siswa cenderung akan terus mencoba menggunakan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori apabila ia belum berhasil menggunakannya, tetapi siswa menilai bahwa ia kurang memiliki waktu untuk menggunakan alat peraga tersebut. Terbatasnya jam pelajaran matematika di sekolah yang hanya 5 jam pelajaran selama seminggu membuat siswa memiliki waktu yang sedikit untuk menggunakan alat peraga. Alat peraga digunakan berulang kali merupakan atribut-atribut yang pada tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Atribut adalah inti dari pernyataan-pernyataan dalam kuesioner. Atribut-atribut tersebut terdapat pada kuadran I yang menunjukkan tingkat kepentingan tinggi dan kinerjanya rendah. Atribut-atribut pada kuadran I menjadi prioritas utama dan sebaiknya segera diperbaiki sesuai dengan harapan siswa. Alat peraga digunakan tanpa bantuan dianggap tidak penting oleh siswa dan kinerjanya juga rendah. Siswa membutuhahkan bantuan orang lain ketika menggunakan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Susanto (2013: 13) yang menjelaskan bahwa siswa adalah organisme yang memerlukan bimbingan

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 dan bantuan orang dewasa. Alat peraga digunakan tanpa bantuan dianggap tidak penting oleh siswa dan kinerjanya juga rendah kemungkinan karena budaya siswa yang masih membutuhkan bimbingan orang lain untuk belajar memahami suatu konsep pelajaran. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori juga merupakan suatu produk yang baru dikembangkan di Indonesia, sehingga siswa masih membutukan bimbingan orang dewasa untuk menggunakannya. Bentuk menarik pada alat peraga dianggap tidak penting oleh siswa dan kinerjanya juga rendah. Siswa berpendapat bahwa alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori kurang mempunyai bentuk yang menarik. Indikator menarik pada tingkat kepuasan terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori adalah gabungan dari estetika dan menarik. Garvin (dalam Laksana, 89-90) menjelaskan bahwa estetika bersifat subjektif, sehingga berkaitan dengan pertimbangan pribadi yang mempengaruhi daya tarik terhadap suatu produk. Menarik atau tidaknya suatu alat peraga ditentukan oleh nilai subjektif masing-masing siswa. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori merupakan suatu produk yang baru dikembangkan, sehingga belum begitu banyak orang yang mengetahui bentuk alat peraga ini. Siswa berpendapat bahwa alat peraga menarik daripada alat peraga lain dianggap tidak penting oleh siswa dan kinerjanya juga rendah. Siswa menilai bahwa alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori tidak menarik daripada alat peraga lain. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori merupakan alat peraga yang baru dikembangkan, sehingga belum banyak orang yang melihat dan menggunakan alat peraga tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 kepuasan adalah kualitas produk (Ratnasari dan Aksa, 2011: 118). Garvin (dalam Laksana, 89-90) menjelaskan bahwa salah satu karakteristik kualitas produk adalah estetika. Estetika bersifat subjektif dan berkaitan dengan pertimbangan pribadi yang mempengaruhi daya tarik terhadap suatu produk. Menarik daripada alat peraga lain kurang penting menurut siswa dimungkinkan karena nilai estetika yang bersifat subjektif. Siswa kemungkinan lebih menyukai menggunakan alat peraga tanpa memperhatikan menarik atau tidaknya alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori daripada alat peraga lain. Alat peraga menunjukkan kesalahan dinilai tidak penting oleh siswa dan tingkat kinerjanya rendah. Siswa menilai bahwa alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori kurang dapat menunjukkan kesalahan. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori seharusnya mempunyai karakteristik auto-correction. Autocorrection yaitu alat peraga tersebut mampu menjawab dan menunjukan letak kesalahan siswa ketika menggunakannya tanpa adanya koreksi dari orang lain atau orang yang lebih dewasa (Magini, 2013 : 54). Alat peraga kurang dapat menunjukkan kesalahan jawaban kemungkinan karena kehandalan alat peraga kurang maksimal. Kehandalan yang berkaitan dengan kemampuan produk dalam melaksanakan fungsinya dengan baik (Garvin dalam Laksana, 2008: 89-90). Alat peraga tidak dapat menunjukkan kesalahan jawaban dapat juga dikarenakan kemampuan siswa dalam menggunakan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori berbeda-beda. Heruman (2008: 2) menjelasakan bahwa dalam mengajarkan matematika guru harus memahami bawa kemampuan siswa berbedabeda. Alat peraga terbuat dari bahan yang diketahui dan bahan bisa ditemukan di

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 lingkungan sekitar dianggap tidak penting menurut siswa dan tingkat kinerjanya rendah. Siswa sebagai pengguna alat peraga tidak begitu peduli atau memperhatikan bahan pembuatan alat peraga, sehingga siswa menilai bahwa bahan pembuat alat peraga tidak penting. Siswa menilai bahwa alat peraga tidak melukai dianggap tidak penting dan tingkat kinerjanya rendah. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori dinilai siswa dapat melukai ketika digunakan. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori merupakan sebuah alat peraga yang terdiri dari papan seperti papan catur yang mempunyai lubang-lubang. Salah satu perlengkapan yang terdapat pada alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori adalah pin yang ujungnya tajam seperti jarum. Siswa menilai bahwa alat peraga tidak melukai dianggap tidak penting mungkin karena siswa kelas II belum begitu menyadari keselamatan. Guru memiliki peranan penting untuk dapat mengingatkan dan mengawasi siswa ketika menggunakan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori supaya tidak tertusuk. Alat peraga digunakan tanpa bantuan, bentuk menarik, menarik dari pada alat peraga lain, menunjukkan kesalahan, bahan yang diketahui, bahan bisa ditemukan di lingkungan, dan tidak melukai merupakan atribut-atribut yang pada tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Atribut adalah inti dari pernyataan-pernyataan dalam kuesioner. Atribut-atribut tersebut terdapat pada kuadran III yang menunjukkan tingkat kepentingan dan kinerjanya rendah. Atribut-atribut pada kuadran III menjadi prioritas rendah dan sebaiknya dihapus.

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203 2. Pembahasan Analisis Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat diketahui dengan menggunakan PAN tipe II dan IPA. Hasil penelitian dengan menggunakan PAN tipe II menunjukkan bahwa guru memiliki tingkat kepuasan yang cukup terhadap kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Tjiptono (2008: 24) menjelaskan bahwa “kepuasan pelanggan mencakup perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan”. Pelanggan atau pengguna dalam penelitian ini adalah guru sedangkan produknya adalah alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Guru merasa puas apabila kinerja produk sama dengan harapannya (Sopiatin, 2010: 33). Guru memiliki tingkat kepusaan yang cukup terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori karena hasil kerja alat peraga sama dengan harapan guru. Guru mungkin beranggapan bahwa alat peraga dapat membantu belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Hasil penelitian tingkat kepuasan guru tidak sesuai dengan hipotesis penelitian yang mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi. Alat peraga Montessori tidak sebagus atau seideal dengan yang ada pada teori. Alat peraga yang digunakan dalam penelitian ini cukup memiliki kualitas seperti yang seharusnya tetapi kurang maksimal. Indikator tingkat kepuasan yang terdiri dari

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life dan workmanship pada Papan Pin Perkalian cukup memenuhi harapan. Tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori ditentukan oleh tujuh indikator, yaitu auto-education, menarik, bergradasi, autocorrection, kontekstual, life dan workmanship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut guru alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori sudah memenuhi ketujuh indikator tingkat kepuasan. Guru menilai bahwa alat peraga dapat menjalankan kinerjanya dengan cukup baik dan sesuai dengan harapan. Peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa guru memiliki tingkat kepusan yang cukup terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori karena hasil kerja alat peraga tersebut sesuai dengan harapan dan kebutuhan guru. Kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori terwakili oleh pernyataan pada kuesioner. Pernyataan yang mempengaruhi tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat diketahui melalui IPA. IPA bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut pada pernyataan yang mempengaruhi kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Analisis IPA dilakukan dengan membandingkan data dari kuesioner kinerja dan kepentingan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori yang sudah diisi oleh guru. Hasil analisis dengan menggunakan IPA menunjukkan bahwa terdapat 8 pernyataan pada kuadran II, 3 pernyataan pada kuadran I, dan 5 pernyataan pada kuadran III. Tidak ada pernyataan pada kuadran IV.

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205 Alat peraga mudah memahami konsep matematika dan mudah digunakan dianggap penting oleh guru dan tingkat kinerjanya tinggi. Guru menilai bahwa alat peraga mudah memahami konsep matematika dan mudah digunakan penting dan kenyataannya memuaskan karena alat peraga memudahkan guru memahami konsep matematika yang abstrak. Hasan (2011: 108) menjelasakan bahwa alat peraga digunakan sebagai perantara antara hal yang konkret yang dipahami seseorang dengan konsep matematika yang abstrak. Penggunaan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori dapat membantu guru dalam memahami konsep matematika yang abstrak atau berupa simbol-simbol matematika. Penggunaan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori dapat membantu guru dalam memahami konsep matematika sebelum mengajarkan konsep matematika kepada siswa. Bentuk yang menarik dan ukuran yang proporsional pada alat peraga dianggap penting oleh guru dan tingkat kinerjanya juga tinggi. Guru berpendapat bahwa alat peraga memiliki bentuk yang menarik dan ukuran yang proporsional dianggap penting oleh guru dan kenyataannya memuaskan karena apabila alat peraga memiliki ukuran yang pas alat peraga tersebut mudah dipindahkan dan digunakan. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori merupakan produk yang baru dikembangkan, sehingga membuat orang tertarik untuk menggunakkannya. Ruseffendi (1979: 2) menjelaskan alat peraga merupakan benda riil yang dapat dipindah-pindahkan atau dimanipulasikan. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori memiliki ukuran yang pas, sehingga guru mudah untuk menggunakannya. Indikator menarik pada tingkat kepuasan terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori adalah gabungan dari estetika dan menarik.

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 Garvin (dalam Laksana, 89-90) menjelaskan bahwa estetika bersifat subjektif, sehingga berkaitan dengan pertimbangan pribadi yang mempengaruhi daya tarik terhadap suatu produk. Menarik atau tidaknya suatu alat peraga ditentukan oleh nilai subjektif masing-masing guru. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori merupakan suatu produk yang baru dikembangkan, sehingga belum begitu banyak orang yang mengetahui bentuk alat peraga ini. Alat peraga memiliki ukuran kecil ke besar dianggap penting oleh guru dan tingkat kinerjanya tinggi. Guru menilai bahwa alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori memiliki tingkatan ukuran kecil ke besar. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori memiliki tingkatan ukuran dari kecil ke besar dianggap penting oleh guru mungkin karena untuk melatih indera membedakan gradasi ukuran. Alat peraga memiliki kunci jawaban dianggap penting oleh guru dan tingkat kinerja tinggi. Guru menilai bahwa alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori memiliki kunci jawaban dan penting menurut guru. Kunci jawaban merupakan bagian dari indikator auto-correction. Alat Peraga mempunyai pengendali kesalahan atau auto-correction, yaitu alat peraga tersebut mampu menjawab dan menunjukan letak kesalahan ketika menggunakannya tanpa adanya koreksi dari orang lain atau orang yang lebih dewasa (Magini, 2013: 54). Alat peraga memiliki kunci jawaban dianggap penting oleh guru karena melalui kunci jawaban guru dapat mengetahui jawaban soal yang benar dan dapat mengetahui letak kesalahan ketika mengerjakan soal.

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 Guru menilai bahwa alat peraga terbuat dari bahan yang bisa ditemukan di lingkungan dan sesuai dengan materi dianggap penting oleh guru dan tingkat kinerjanya tinggi. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori terbuat dari bahan yang bisa ditemukan di lingkungan dianggap penting oleh guru mungkin karena supaya guru tidak kesulitan untuk mencari bahan apabila ingin membuat alat peraga. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori sesuai dengan materi dianggap penting oleh guru mungkin karena apabila alat peraga tidak sesuai dengan materi sulit untuk memahami konsep matematika. Sitanggang & Widyaiswara (2013: 5) menyebutkan bahwa salah satu syarat pembuatan alat peraga adalah terbuat dari bahan yang mudah diperoleh dan murah. Sitanggang & Widyaiswara (2013: 6) menjelaskan bahwa kriteria yang harus dipenuhi alat peraga adalah sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori apabila sesuai dengan materi pelajaran, maka tujuan pembelajaran dapat tercapai. Alat peraga mudah memahami konsep matematika, mudah digunakan, bentuk menarik, ukuran proporsional, ukuran kecil ke besar, kunci jawaban, bahan ditemukan di lingkungan, dan sesuai dengan materi merupakan atribut-atribut yang menunjukkan tingkat kepuasan guru terhdap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Atribut adalah inti dari pernyataan-pernyataan dalam kuesioner. Atribut-atribut tersebut terdapat pada kuadran II yang menunjukkan tingkat kepentingan dan kinerjanya tinggi. Atribut-atribut pada kuadran II sebaiknya dipertahankan prestasinya karena sesuai dengan harapan guru.

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208 Alat peraga digunakan tanpa bantuan orang lain dianggap penting oleh guru, tetapi tingkat kinerjanya rendah. Guru menilai bahwa alat peraga dapat digunakan tanpa bantuan orang lain penting mungkin karena guru harus mandiri dalam belajar agar dapat mengajar siswanya. Guru sebaiknya dapat menguasai materi pelajaran terlebih dahulu sebelum mengajar para siswanya. Alat peraga Montessori memungkinkan siswa untuk belajar mengembangkan diri secara mandiri dan mengurangi bantuan dari guru maupun orang yang lebih dewasa (Montessori, 2002: 18). Guru membutuhkan bantuan orang lain untuk menggunakan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori mungkin karena alat peraga tersebut baru, sehingga membutuhkan bantuan orang lain terlebih dahulu untuk menggunakannya. Alat peraga menunjukkan kesalahan dan menemukan jawaban benar dianggap penting oleh guru dan tingkat kinerjanya rendah. Alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori seharusnya mempunyai karakteristik auto-correction. Autocorrection yaitu alat peraga tersebut mampu menjawab dan menunjukan letak kesalahan ketika menggunakannya tanpa adanya koreksi dari orang lain atau orang yang lebih dewasa (Magini, 2013: 54). Alat peraga tidak dapat menunjukkan kesalahan jawaban kemungkinan karena kehandalan alat peraga kurang maksimal. Kehandalan yang berkaitan dengan kemampuan produk dalam melaksanakan fungsinya dengan baik (Garvin dalam Laksana, 2008: 89-90). Alat peraga tidak dapat menunjukkan kesalahan jawaban dapat juga dikarenakan kemampuan guru dalam menggunakan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori berbeda-beda.

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 Digunakan tanpa bantuan orang lain, menunjukkan kesalahan dan menemukan jawaban benar merupakan atribut-atribut yang pada tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Atribut adalah inti dari pernyataan-pernyataan dalam kuesioner. Atribut-atribut tersebut terdapat pada kuadran I yang menunjukkan tingkat kepentingan tinggi dan kinerjanya rendah. Atribut-atribut pada kuadran I menjadi prioritas utama dan sebaiknya segera diperbaiki sesuai dengan harapan guru. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah mengerjakan soal tanpa bantuan dianggap tidak penting oleh guru dan tingkat kinerjanya rendah. Guru menilai bahwa dengan atau tanpa bantuan orang lain, guru dapat mengerjakan soal dengan menggunakan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Guru menilai bahwa yang lebih penting adalah guru yang lebih penting adalah guru dapat menggunakan alat peraga tersebut untuk mengerjakan soal matematika. Alat peraga dapat digunakan memahami konsep materi matematika kelas I sampai 6 dianggap guru tidak penting dan tingkat kinerjanya rendah. Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika kelas 1 sampai kelas 6 menurut guru tidak penting. Guru juga menilai bahwa alat peraga kurang dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika kelas 1 sampai kelas 6. Guru beranggapan bahwa pernyataan nomor 11 tidak penting dan kurang memuaskan mungkin karena penggunaan alat peraga dalam pembelajaran membutuhkan waktu yang lama dibandingkan tanpa mengguankan alat peraga. Alat peraga pernah dilihat dianggap guru tidak penting dan tingkat kinerjanya rendah. Guru mungkin belum pernah melihat alat peraga Papan Pin

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210 Perkalian Montessori sebelumnya, sehingga menganggap tidak penting. Alat peraga pernah dilihat dianggap guru tidak penting dan tingkat kinerjanya rendah mungkin karena bagi guru yang lebih penting adalah guru dapat menggunakan alat peraga tersebut untuk mengerjakan soal matematika. Mudah diperbaiki dianggap guru tidak penting dan tingkat kinerjanya rendah. Guru menilai bahwa alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori sulit diperbaiki dan dianggap tidak penting. Alat peraga mudah diperbaiki dianggap guru tidak penting dan tingkat kinerjanya rendah mungkin karena alat peraga terbuat dari kayu, sehingga butuh keahlian khusus untuk memperbaikinya. Alat peraga mengerjakan soal tanpa bantuan, warna menarik, memahami konsep materi matematika kelas 1 sampai 6, pernah dilihat, dan mudah diperbaiki merupakan atribut-atribut yang pada tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Atribut adalah inti dari pernyataan-pernyataan dalam kuesioner. Atribut-atribut tersebut terdapat pada kuadran III yang menunjukkan tingkat kepentingan dan kinerjanya rendah. Atribut-atribut pada kuadran III menjadi prioritas rendah dan sebaiknya dihapus karena tingkat kepentingannya rendah.

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN Peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Bab V menjelaskan tentang kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. A. Kesimpulan 1. Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika berbasis Metode Montessori Penelitian tentang tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori memperoleh data yang dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan siswa cukup. Tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori cukup karena kinerja alat peraga sesuai dengan harapan siswa. Siswa merasa puas terhadap beberapa atribut pada alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Atribut-atribut yang perlu dipertahankan terdapat pada kuadran II. Kuadran II menunjukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja dan kepentingan tinggi, sehingga menunjukkan kepuasan siswa. Atribut-atribut yang perlu dipertahankan yaitu alat peraga membantu mengerjakan soal, memudahkan mengerjakan soal, ukuran pas, memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal, menemukan jawaban benar, kunci jawaban, bahan yang sering dilihat, alat peraga 211

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 pernah dilihat, bahan yang kuat, tidak mudah rusak, permukaan yang halus, dan dicat. Atribut-atribut yang berlebihan terdapat pada kuadran IV. Kuadran IV menunjukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja tinggi dan kepentingan rendah, sehingga menujukkan kepuasan. Atribut-atribut yang berlebihan yaitu alat peraga memiliki warna menarik dan mudah dibawa. Atribut-atribut yang menjadi prioritas utama terdapat pada kuadran I. Kuadran I menujukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja rendah dan kepentingan tinggi. Atribut-atribut yang menjadi prioritas utama yaitu alat peraga digunakan berulang kali. Atribut-atribut yang menjadi prioritas rendah terdapat pada kuadran III. Kuadran III menujukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja rendah dan kepentingan rendah. Atribut-atribut yang menjadi prioritas rendah yaitu alat peraga digunakan tanpa bantuan, bentuk menarik, menarik dari pada alat peraga lain, menunjukkan kesalahan, bahan yang diketahui, bahan bisa ditemukan di lingkungan, dan tidak melukai. 2. Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Penelitian tentang tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori memperoleh data yang dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan guru cukup. Tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori cukup karena kinerja alat peraga sesuai

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 dengan harapan guru. Guru merasa puas terhadap beberapa atribut pada alat peraga Papan Pin Perkalian Montessori. Atribut-atribut yang perlu dipertahankan terdapat pada kuadran II. Kuadran II menunjukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja dan kepentingan tinggi, sehingga menunjukkan kepuasan guru. Atribut-atribut yang perlu dipertahankan yaitu alat peraga mudah memahami konsep matematika, mudah digunakan, bentuk menarik, ukuran proporsional, ukuran kecil ke besar, kunci jawaban, bahan ditemukan di lingkungan, dan sesuai dengan materi. Atribut-atribut yang menjadi prioritas utama terdapat pada kuadran I. Kuadran I menujukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja rendah dan kepentingan tinggi. Atribut-atribut yang menjadi prioritas utama yaitu alat peraga digunakan tanpa bantuan orang lain, menunjukkan kesalahan dan menemukan jawaban benar. Atribut-atribut yang menjadi prioritas rendah terdapat pada kuadran III. Kuadran III menujukkan atribut-atribut yang memiliki tingkat kinerja rendah dan kepentingan rendah. Atribut-atribut yang menjadi prioritas rendah yaitu alat peraga mengerjakan soal tanpa bantuan, warna menarik, memahami konsep materi matematika kelas 1 sampai 6, pernah dilihat, dan mudah diperbaiki. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki kekurangan-kekurangan yang menjadi keterbatasan dalam penelitian, antara lain:

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 1. Penelitan ini adalah penelitian awal yang hanya dapat mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penelitian ini tidak dapat menjawab alasan siswa dan guru puas dan tidak puas terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori karena hal tersebut akan dijawab oleh penelitian selanjutnya. 2. Data yang diperoleh belum bisa memberikan gambaran tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga Montessori secara penuh karena jumlah responden terbatas hanya 50 siswa dan 2 guru. 3. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang baru pertama kali dikembangkan, sehingga tidak menutup kemungkinan adanya indikator kepuasan lain yang belum digunakan dalam kuesioner ini. 4. Peneliti belum bisa melakukan uji validitas empiris untuk kuesioner guru karena kesutitan peneliti dalam mengumpulkan 30 guru yang menggunakan Papan Pin Perkalian Montessori. C. Saran Peneliti memberikan saran yang dapat dijadikan dasar perbaikan pada penelitian selanjutnya, anatar lain: 1. Penelitian selanjutnya sebaiknya dilengkapi dengan menggunakan teknik analisis data yang lain seperti wawancara dan observasi untuk dapat menjawab alasan siswa dan guru puas dan tidak puas terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215 2. Jumlah responden pada penelitian sebaiknya ditambah lagi supaya data yang diperoleh bisa memberikan gambaran penuh mengenai tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga Montessori. 3. Penyusunan kuesioner dan pengukuran tingkat kepuasan yang lebih komperhensif perlu dilakukan dengan memperhatikan berbagai indikator tingkat kepuasan dan karakteristik produk.

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 DAFTAR REFERENSI Anitah, S. (2009). Media Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka. Anonim. (2012). Nienhuis Montessori. The Global Standard. Arikunto, S. (2010). Managemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Badan Standar Nasional Pendidikan. (2007). Standar Isi (Kerangka Dasar dan Stuktur Kurikulum) Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Chan, P. C. P. (2005). Relevant Attributes In Assessment for Design Featuresof Indoor Games Halls: The Application Ofimportance-Performance Analysis. USA: UMI. Crain, W. (2007). Teori Perkembangan Konsep dan Aplikasi. (Y. Santoso, Penerj.) Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Daryanto. (2007). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Daryanto, & Rahardjo, M. (2012). Model Pembelajaran inovatif. Gava Media: Yogyakarta. Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia. ________. (2008). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan pendidikan Dasar dan Menengah, Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Peraturan Mendiknas Nomor 22 dan 23. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Pembinaan Taman KanakKanak dan Sekolah Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Efendi dan Tukiran. (2012). Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES, Anggota Ikapi. Frick, T. W., & Koh, J. H. L. (2010). Implementing Autonomy Support: Insights from a Montessori Classroom. International Journal of Education, 2 (2). 1-12.

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 Hasan, Q. A. (2011). Pembelajaran Pembagian Menggunakan Peraga Manipulatif Dengan Pendekatan Algoritma Tunggal. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA , 107-112. Hudojo, H. (2001). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Irawan, H. (2004). Prinsip Kepuasan Pelanggan. Jakarta: Elex Media Kompuntindo. Jogiyanto. (2008). Pedoman Survei Kuesioner. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta. Kotler, P., & K. L Keller. (2013). Marketing Management. Edisi ke-14. England: Person Education Limited. Kustandi, C., & Sutjipto, B. (2011). Media Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia. Laksana, F. (2008). Managemen Pemasaran ; Pendekatan Praktis. Yogyakarta: Graha Ilmu. Lillard, P. P. (1997). Montessori In The Classroom. New York: Schocken Books. Magini, A. P. (2013). Sejarah Pendekatan Montessori. Yogyakarta: Kanisius. Masidjo. (1995). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Miyono, N. (2011). Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan pada Sekolah Dasar Swasta Unggul di Semarang. Dinamika Sosial dan Ekonomi , 7, 148-163. Montessori, M. (2002). The Montessori Method. New York: Dover Publication. ___________. (2013). Metode Montessori : Panduan Wajib untuk Guru dan Orang tua Didik PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). (A. L. Lazuardi, Penerj.) Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Mulyasa. E. (2007).Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya. Organisation for Economic Cooperation and Development. (2010). What Students Know and Can Do: Student Performance in Reading, Mathemathics and Science. OECD, PISA 2009. Diakses pada tanggal 24 September 2013 dari http: // dx.doi.org/10.1787/888932343342

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218 Ratnasari, R. T., & Aksa, M. (2011). Teori dan Kasus Managemen Pemasaran Jasa. Bogor: Ghalia Indonesia. Rohiat. (2008). Managemen Sekolah. Bandung: Refika Aditama. Rosnawati. (2013). Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMP Indonesia Pada TIMSS 2011. Jurnal Pendidikan Matematika FMIPA UNY, 1-6. Ruseffendi. (1979). Pengajaran Matematika Modern. Bandung: Tarsito. Sethi, R. (2000). New Product Devlopment Teams. Journal of Marketing,64,1-14. Simpeh, F. (2013). Thesis Submited in Fulfilment of The Requirements for The Degree of Master of Technology: Construction Management (Facility Management). Departemen of Construction Management and Quantity Surveying In The Faculty of Engineering at The Cape Peninsula University of Technology: Bellville. Sitanggang, A., & Widyaiswara. (2013). Alat Peraga Matematika Sederhana Untuk Sekolah Dasar. Sumatera Utara: Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan. Sopiatin, P. (2010). Managemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Bogor: Ghalia Indonesia. Subadi. (2013). Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Alat Peraga Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning Stad Pada Materi Pokok Bangun Ruang Sisi Datar Bagi Siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi FKIP Veteran Semarang , 01, 11-15. Sudono, A. (2010). Sumber Belajar dan Alat Permainan Untuk Pendidikan Usia Dini. Jakarta: Grasindo. Sugiarni, S. (2012). Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Matematika dengan Memanfaatkan Media dan Alat Peraga Materi Operasi Hitung Campuran. Dinamika , 3, 54-58. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. ________. (2012). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Suharjana, A. (2009). Pemanfaatan Alat Peraga Sebagai Media Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: PPPPTK Matematika. Sukmadinata, N. S. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 Sunyoto, D. (2012). Konsep Dasar Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen . Jakarta: PT Buku Seru. Suparlan. (2013). Manajemen Berbasis Sekolah dari Teori Sampai dengan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara. Supranto. (2006). Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Taniredja, T., & Mustafidah, H. (2012). Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar). Bandung: Alfabeta. Tjiptono, F. (2004). Managemen Jasa. Yogyakarta: Andi Offset. _________. (2008). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset. Wahyuningsih, I. (2011). Pengaruh Pendidikan Model Montessori Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa. Yogyakarta. Wardhani, E. K. (2006). Pengukuran Tingkat Kepuasan Konsumen Jasa Penerbangan. Jurnal Studi Managemen dan Organisasi , 3, 40-63. Warsini, N. L., Suniasih, W., & Wiarta, W. (2013). Penggunaan Alat Peraga Sederhana Pada Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V. Mimbar PGSD , 1, 1-10. Widiyatmoko, dkk. (2012). Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Mengembangkan Alat Peraga IPA dengan Memanfaatkan Bahan Bekas Pakai. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia , 1, 51-56.

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220 Lampiran 1 Surat Ijin Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221 Lampiran 2 Surat Ijin Penelitian

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 Lampiran 3 Surat Keterangan Selesai Penelitian

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223 Lampiran 4 Hasil Expert Judgement

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 Lampiran 5 Hasil Face Validity Kuesioner untuk Siswa

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233 Lampiran 6 Hasil Face Validity untuk Kuesioner Guru

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237 Lampiran 7 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kinerja

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242 Lampiran 8 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kepentingan

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247 Lampiran 9 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kinerja No Resp 7 Indikator Menarik 8 9 10 25 3 4 4 4 29 4 5 5 4 2 20 5 3 4 4 22 5 5 5 5 4 29 4 4 5 4 3 24 5 5 5 5 30 5 5 5 3 4 25 Indikator Auto-education 1 2 3 4 5 6 1 5 5 3 4 5 3 2 5 5 5 5 5 4 3 5 4 3 2 4 4 4 5 4 4 1 5 5 5 5 5 6 5 4 3 7 5 5 5 8 5 3 Total Total Indikator Bergradasi Total 11 12 13 14 15 15 5 5 5 5 5 25 18 5 5 4 5 4 23 2 14 4 3 5 4 3 19 2 17 5 4 5 1 3 18 5 4 17 5 2 4 4 4 19 4 3 5 17 5 4 3 5 4 21 5 5 5 20 4 4 4 4 4 20 4 5 3 5 17 5 4 3 3 1 16 9 4 4 5 4 5 4 26 4 4 4 5 17 5 5 5 5 5 25 10 4 5 2 5 4 5 25 3 4 4 5 16 4 5 2 4 4 19 11 4 5 2 5 4 2 22 4 5 4 5 18 5 4 5 4 5 23 12 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 13 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 16 5 5 5 5 5 25 14 5 5 5 4 5 4 28 4 4 4 5 17 5 4 4 4 5 22 15 2 4 4 3 2 3 18 4 4 4 3 15 3 4 2 4 3 16 16 5 4 1 2 3 1 16 4 5 4 1 14 4 4 1 2 3 14 17 5 4 5 4 5 5 28 4 4 5 5 18 5 4 5 4 5 23 18 5 4 5 3 4 3 24 5 4 2 3 14 4 3 5 2 3 17 19 5 5 4 5 4 5 28 5 4 5 5 19 5 4 5 4 5 23 20 5 5 4 5 5 5 29 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 21 5 4 4 5 4 1 23 3 5 5 5 18 1 2 4 5 4 16 22 5 5 4 3 2 5 24 5 4 4 5 18 5 5 4 4 4 22 23 5 5 2 5 5 2 24 5 5 5 5 20 5 4 5 5 5 24 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 24 5 5 5 5 5 4 29 25 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 3 4 5 4 21 26 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 3 18 4 4 4 4 4 20 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 27 5 5 5 5 5 5 30 28 4 3 4 5 4 3 23 4 5 5 4 18 1 5 5 5 5 21 29 5 5 5 5 5 4 29 4 5 5 4 18 5 4 5 4 4 22 4 5 4 5 18 5 5 4 1 3 18 30 5 5 4 5 4 5 28 31 4 3 5 4 5 4 25 5 4 4 4 17 2 5 4 5 4 20 32 5 4 4 5 5 4 27 4 3 4 3 14 2 3 4 3 4 16 5 5 4 5 19 5 4 5 4 4 22 33 5 5 2 5 4 2 23 34 4 2 4 2 5 3 20 2 5 4 1 12 4 3 2 5 4 18 35 5 4 4 5 4 3 25 2 1 3 1 7 5 3 4 5 4 21 5 30 5 20 5 5 5 5 5 25 5 4 4 5 18 4 5 5 4 4 22 36 5 5 5 5 5 5 5 5 37 5 4 5 4 4 5 27 38 5 5 5 5 5 4 29 5 5 3 2 15 5 5 3 5 2 20 39 5 5 5 5 5 4 29 5 5 3 3 16 5 5 4 4 2 20

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 248 No Resp Indikator Auto-correction 16 17 18 19 20 Total 21 Indikator Kontekstual 22 23 24 25 Total 1 4 2 5 5 2 18 5 5 5 5 4 24 2 4 5 4 5 4 22 5 4 5 3 3 20 3 2 2 3 1 3 11 4 5 3 5 1 18 4 2 5 5 4 3 19 5 4 1 4 5 19 5 4 4 5 4 2 19 4 5 4 2 5 20 6 5 5 4 3 4 21 5 4 3 5 4 21 7 5 4 4 4 3 20 3 3 3 3 3 15 8 5 4 3 5 1 18 5 4 3 1 5 18 9 5 4 4 4 5 22 5 4 4 5 4 22 10 5 3 5 4 4 21 5 4 5 4 5 23 11 5 5 4 3 2 19 4 5 4 5 4 22 12 5 5 3 5 5 23 5 5 5 5 5 25 13 4 5 5 5 5 24 4 4 4 4 4 20 14 5 5 5 4 5 24 4 5 4 5 4 22 15 3 4 2 4 3 16 4 3 2 2 4 15 16 1 3 4 4 3 15 3 1 5 1 3 13 17 5 5 5 4 5 24 4 5 5 5 4 23 18 3 4 2 5 3 17 3 2 5 4 2 16 19 5 5 5 3 5 23 5 4 5 4 5 23 20 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 21 5 4 4 2 4 19 2 3 4 4 4 17 5 5 5 5 5 25 22 2 4 3 4 4 17 23 5 5 5 3 5 23 5 5 5 5 5 25 24 5 3 3 4 5 20 4 5 4 5 5 23 1 1 3 4 5 14 25 4 5 5 4 4 22 26 3 4 4 4 4 19 5 5 5 5 5 25 27 5 5 5 4 5 24 5 5 5 5 5 25 1 5 5 5 5 21 28 2 5 5 5 5 22 29 4 5 5 4 4 22 4 5 4 5 5 23 30 5 4 3 3 3 18 5 4 5 5 4 23 5 4 5 4 5 23 31 4 2 5 4 4 19 32 3 5 5 3 4 20 4 3 5 4 5 21 33 5 5 5 5 4 24 5 5 4 4 5 23 4 17 4 3 4 3 4 18 3 1 2 5 4 15 34 1 4 4 4 35 1 1 5 3 4 14 36 5 4 3 5 5 22 5 5 5 5 5 25 4 23 4 5 5 5 4 23 5 5 5 4 5 24 5 4 5 4 2 20 37 5 5 4 5 38 2 3 2 5 2 14 39 3 4 4 4 2 17

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249 Indikator Life 28 29 30 Indikator Workmanship 33 34 35 36 37 No Resp 26 27 1 5 3 5 5 4 5 27 4 1 4 5 4 4 22 2 5 5 4 5 4 5 28 4 5 4 5 5 5 28 3 5 3 5 4 1 5 23 2 5 3 4 2 5 21 4 4 5 4 5 5 5 28 4 4 5 4 5 5 27 5 5 4 5 5 5 5 29 5 4 5 5 5 5 29 6 3 5 4 3 5 5 25 4 3 5 4 3 5 24 7 3 3 3 3 3 4 19 4 4 4 4 4 3 23 8 4 4 5 2 2 1 18 5 2 4 5 4 5 25 9 5 4 5 4 5 5 28 4 5 5 4 4 5 27 10 4 3 4 5 4 4 24 5 4 2 4 5 4 24 11 5 4 4 5 4 3 25 4 5 4 5 4 5 27 12 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 3 28 13 4 4 4 4 4 5 25 5 5 5 5 5 5 30 14 4 5 5 5 4 4 27 4 4 4 4 5 3 24 15 3 4 2 3 2 4 18 4 2 2 4 3 5 20 16 3 1 3 5 1 1 14 2 4 1 5 2 4 18 17 5 5 4 5 4 4 27 5 4 4 4 5 5 27 18 5 3 2 3 5 5 23 4 2 3 5 4 3 21 19 4 5 4 5 4 5 27 4 5 4 5 4 4 26 20 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30 21 3 4 4 5 5 2 23 3 4 4 5 4 4 24 22 5 4 5 5 5 5 29 5 5 5 5 5 5 30 23 4 3 5 5 5 4 26 5 5 4 5 5 4 28 24 5 4 2 5 5 5 26 5 5 5 5 4 5 29 25 5 1 5 5 5 4 25 4 1 5 5 4 4 23 26 5 5 3 4 4 4 25 4 4 4 4 4 4 24 27 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30 28 3 5 5 5 5 1 24 5 3 4 5 2 5 24 29 5 4 5 4 5 4 27 4 5 5 4 4 5 27 30 5 4 5 5 4 3 26 5 4 4 5 5 5 28 31 5 5 5 4 5 5 29 5 5 3 4 4 5 26 32 4 5 4 5 5 5 28 3 5 5 5 4 5 27 33 5 3 5 4 5 5 27 3 5 2 4 5 5 24 34 3 4 3 4 3 4 21 3 4 2 5 4 3 21 35 5 3 4 5 5 5 27 4 5 3 4 5 4 25 36 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30 37 5 4 4 4 4 4 25 4 4 4 4 4 4 24 38 3 5 4 5 3 5 25 5 5 5 5 5 5 30 39 5 5 5 4 5 5 29 5 5 5 4 5 5 29 31 Total 32 Total

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 250 Lampiran 10 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kepentingan No Resp 7 Indikator Menarik 8 9 10 23 2 1 4 1 28 4 2 5 5 3 24 4 5 4 3 4 27 5 4 2 3 5 5 28 4 2 5 5 4 3 24 5 4 5 5 5 30 5 5 4 5 4 2 24 5 Indikator Auto-education 1 2 3 4 5 6 1 5 4 3 5 5 1 2 4 5 5 4 5 5 3 5 4 3 4 5 4 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 6 5 4 3 7 5 5 5 8 4 5 Total Total Indikator Bergradasi Total 11 12 13 14 15 8 5 2 5 5 5 22 16 5 2 4 4 4 19 16 5 4 3 2 5 19 14 4 5 5 2 5 21 4 15 5 2 4 4 4 19 3 4 16 5 4 3 5 4 21 5 5 20 4 4 4 4 4 20 4 4 4 17 5 5 5 5 5 25 9 5 5 3 4 5 5 27 4 4 4 4 16 5 4 4 5 5 23 10 5 4 2 5 4 4 24 4 3 4 2 13 4 5 4 4 5 22 11 4 4 4 4 4 4 24 3 5 5 3 16 2 5 2 3 5 17 12 5 3 4 5 5 5 27 5 4 5 4 18 5 5 5 5 5 25 13 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 16 5 5 5 5 5 25 14 5 4 4 5 5 4 27 5 4 4 5 18 4 2 3 2 3 14 15 5 4 4 5 3 5 26 3 4 3 5 15 2 4 3 5 5 19 16 4 2 3 2 4 2 17 1 5 4 3 13 4 5 1 3 2 15 17 4 5 5 4 5 5 28 4 2 5 4 15 4 2 4 4 3 17 18 5 3 4 3 2 2 19 5 4 3 4 16 5 3 4 3 4 19 19 5 4 4 5 4 5 27 5 4 5 5 19 5 4 5 2 4 20 20 5 5 4 5 5 5 29 5 5 5 4 19 5 5 5 5 5 25 21 5 4 4 5 5 5 28 1 4 4 1 10 2 4 5 1 3 15 22 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 4 5 5 5 24 23 5 5 2 5 5 2 24 5 4 4 5 18 4 5 4 5 4 22 5 5 5 5 20 5 2 5 5 5 22 24 5 5 2 5 5 2 24 25 5 5 5 5 5 5 30 5 5 4 5 19 4 4 5 4 5 22 26 5 4 5 5 5 5 29 5 5 4 5 19 4 5 4 4 4 21 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 27 5 5 5 5 5 5 30 28 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 29 4 5 4 5 4 5 27 4 5 5 4 18 5 4 5 5 5 24 4 4 5 4 17 5 4 4 3 5 21 30 5 4 5 5 5 5 29 31 5 5 5 4 4 5 28 2 2 3 1 8 2 4 3 4 3 16 32 5 5 5 5 5 4 29 5 5 5 4 19 5 3 5 3 3 19 5 5 5 5 20 5 5 5 4 4 23 33 5 5 2 4 5 2 23 34 4 4 4 5 5 5 27 2 2 2 3 9 3 3 2 2 2 12 35 4 5 1 3 4 2 19 1 5 3 3 12 2 3 4 5 3 17 5 28 5 20 5 5 5 4 4 23 5 4 5 4 18 4 5 4 5 5 23 36 4 5 4 5 5 5 5 5 37 4 5 5 4 4 5 27 38 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 39 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 4 4 4 3 20

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 251 No Resp Indikator Auto-correction 16 17 18 19 20 Total Indikator Kontekstual 21 22 23 24 25 Total 1 5 4 5 4 3 21 1 2 1 2 4 10 2 2 5 4 3 5 19 2 4 3 5 3 17 3 5 5 5 1 3 19 5 4 3 2 1 15 4 4 4 4 4 3 19 4 3 4 5 4 20 5 2 5 5 5 4 21 2 4 2 2 5 15 6 5 4 3 4 4 20 5 4 3 5 4 21 7 4 2 4 4 5 19 4 4 4 5 4 21 8 4 5 4 4 4 21 4 4 4 4 4 20 9 5 4 4 5 4 22 5 4 5 4 5 23 10 4 4 4 5 2 19 4 5 4 4 5 22 11 4 2 5 4 3 18 4 5 5 5 4 23 12 5 5 5 5 4 24 5 5 5 5 5 25 13 3 4 5 5 4 21 3 3 3 3 3 15 14 4 4 3 5 5 21 4 4 5 5 5 23 15 5 4 5 4 5 23 5 4 5 3 4 21 16 2 3 1 2 3 11 2 4 1 5 2 14 17 2 5 5 4 4 20 2 2 3 4 4 15 18 5 3 5 5 4 22 5 3 4 2 5 19 19 5 5 5 5 5 25 5 5 4 5 5 24 20 5 5 5 5 4 24 5 5 5 5 5 25 21 3 2 4 5 3 17 3 5 4 2 5 19 5 5 5 5 5 25 22 5 5 5 5 5 25 23 5 4 3 5 5 22 5 4 5 4 5 23 24 5 5 5 5 5 25 5 5 4 5 5 24 5 4 5 4 5 23 25 5 4 4 5 5 23 26 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 27 5 4 5 5 5 24 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 28 5 5 5 5 5 25 29 4 5 5 5 4 23 4 4 4 5 5 22 30 5 4 5 3 4 21 5 4 5 4 3 21 3 3 3 4 5 18 31 3 5 5 5 1 19 32 5 5 5 5 4 24 5 4 3 5 5 22 33 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 3 18 4 4 3 2 5 18 5 1 3 4 2 15 34 4 3 3 5 35 5 3 3 2 3 16 36 5 5 4 4 5 23 5 5 5 4 4 23 4 21 4 5 4 5 4 22 5 4 5 4 2 20 5 5 5 4 5 24 37 4 5 4 4 38 5 4 5 2 5 21 39 5 5 5 5 5 25

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 252 Indikator Life 28 29 30 Indikator Workmanship 33 34 35 36 37 No Resp 26 27 1 5 5 4 4 5 5 28 2 5 5 4 2 5 23 2 4 5 5 4 5 5 28 5 4 5 5 5 4 28 3 5 3 4 5 4 4 25 5 3 1 5 4 5 23 4 4 5 4 4 5 4 26 5 4 5 4 5 4 27 5 5 4 5 5 5 5 29 5 4 5 5 5 5 29 6 3 5 3 5 4 5 25 4 3 5 4 3 5 24 7 4 4 4 4 4 2 22 2 2 2 2 2 4 14 8 4 4 4 4 5 5 26 5 5 5 5 4 5 29 9 4 5 4 5 4 5 27 4 5 4 4 4 5 26 10 4 5 4 5 5 4 27 5 2 3 4 5 4 23 11 5 4 5 4 5 5 28 4 2 5 2 2 2 17 12 5 5 5 5 5 5 30 5 5 4 5 4 3 26 13 3 3 3 3 3 4 19 4 4 4 4 4 4 24 14 3 3 5 5 5 4 25 4 3 4 4 5 5 25 15 5 4 5 4 3 3 24 4 4 5 4 3 5 25 16 1 2 5 3 4 1 16 4 3 4 3 2 1 17 17 5 5 4 4 4 5 27 5 4 5 5 5 5 29 18 5 4 4 3 3 5 24 5 4 4 3 3 5 24 19 5 5 4 5 5 5 29 5 5 5 5 5 5 30 20 5 5 5 5 5 5 30 4 5 5 5 5 5 29 21 1 5 1 3 5 2 17 5 2 4 2 5 4 22 22 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30 23 3 4 5 4 5 5 26 4 5 3 4 5 4 25 24 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30 25 4 5 4 5 5 4 27 4 4 4 4 5 5 26 26 5 5 5 5 4 5 29 5 5 5 5 5 5 30 27 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 4 5 5 29 28 5 5 5 5 5 4 29 5 5 5 5 5 5 30 29 5 4 5 5 4 4 27 5 5 4 5 4 5 28 30 5 5 5 4 5 5 29 4 5 5 4 5 4 27 31 5 5 5 5 3 5 28 5 3 4 5 1 5 23 32 5 5 3 5 5 5 28 5 5 5 5 5 5 30 33 5 4 5 5 5 5 29 5 5 4 5 5 5 29 34 3 4 1 5 4 5 22 3 2 5 3 4 4 21 35 3 4 5 4 4 5 25 4 3 4 3 5 4 23 36 4 4 4 5 5 5 27 4 5 4 5 4 5 27 37 4 5 4 4 5 4 26 4 4 5 5 4 4 26 38 5 5 4 5 5 4 28 4 3 4 4 3 4 22 39 5 5 5 5 4 5 29 5 5 5 5 5 5 30 31 Total 32 Total

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 253 Lampiran 11 Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kinerja a. Output Validitas Kinerja Indikator Auto-education Correlations Total Total Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) N Item1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 39 .518 Item1 .518 ** Item2 .523 Item3 ** .679 Item4 ** .690 Item5 ** .635 Item6 ** .755** .001 .001 .000 .000 .000 .000 39 39 39 39 39 39 1 * .134 .302 ** .139 .029 .415 .062 .008 .399 ** .350 .001 .418 39 39 39 39 39 39 39 .523** .350* 1 -.010 .468** .123 .317* .001 .029 .953 .003 .454 .049 39 39 39 39 39 39 39 .679** .134 -.010 1 .227 .328* .630** .000 .415 .953 .164 .041 .000 39 39 39 39 39 39 ** .302 ** .227 1 * .341* .000 .062 .003 .164 .019 .033 39 39 39 39 39 39 39 ** ** .123 * * 1 .217 .008 .454 .690 .635 .000 .418 .468 39 .328 .041 .375 .375 .019 .185 39 39 39 39 39 39 39 .755** .139 .317* .630** .341* .217 1 .000 .399 .049 .000 .033 .185 39 39 39 39 39 39 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 39

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254 b. Output Validitas Kinerja Indikator Menarik Correlations Total Total Pearson Correlation Item7 Item7 .633 Sig. (2-tailed) .798** .000 .000 .000 .000 39 39 39 39 1 * .147 .328* .026 .373 .041 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item10 ** .357 .000 N Item8 Pearson Correlation 39 39 39 39 39 .693** .357* 1 .394* .308 .000 .026 .013 .056 39 39 39 39 39 .640** .147 .394* 1 .352* .000 .373 .013 39 39 39 39 39 ** * .308 * 1 .000 .041 .056 .028 39 39 39 39 39 Item14 Item15 .798 Sig. (2-tailed) N Item10 .640** 39 Pearson Correlation Item9 .693** Sig. (2-tailed) N Item8 1 .633** .328 .028 .352 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). c. Output Validitas Kinerja Indikator Bergradasi Correlations Total Total Item11 Item11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item12 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item14 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item15 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item13 .541** .667** .602** .731** .001 .000 .000 .000 .000 39 39 39 39 39 39 ** 1 .248 .187 -.028 .039 .127 .254 .864 .815 1 Sig. (2-tailed) N Item12 .495** Pearson Correlation .495 .001 39 39 39 39 39 39 .541** .248 1 .163 .162 .176 .000 .127 .321 .325 .285 39 39 39 39 39 39 .667** .187 .163 1 .160 .505** .000 .254 .321 .332 .001 39 39 39 39 39 39 ** -.028 .162 .160 1 .511** .000 .864 .325 .332 39 39 39 39 39 39 ** ** 1 .602 .001 ** .039 .176 .000 .815 .285 .001 .001 39 39 39 39 39 .731 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). .505 .511 39

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255 d. Output Validitas Kinerja Indikator Auto-correction Correlations Total Item16 Total Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) N Item16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 39 .700 ** Item17 Item18 Item19 Item20 .700** .727** .524** .000 .000 .001 .019 .000 39 39 39 39 39 1 ** .151 .084 .262 .009 .359 .610 .107 .000 .415 .373* .659** 39 39 39 39 39 39 .727** .415** 1 .213 .217 .339* .000 .009 .193 .184 .035 39 39 39 39 39 39 .524** .151 .213 1 -.059 .342* .001 .359 .193 .723 .033 39 39 39 39 39 39 * .084 .217 -.059 1 .026 .019 .610 .184 .723 39 39 39 39 39 39 ** .262 * * .026 1 .000 .107 .035 .033 .875 39 39 39 39 39 .373 .659 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .339 .342 .875 39

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256 e. Output Validitas Kinerja Indikator Kontekstual Correlations Total Total Pearson Correlation Item21 Item22 1 Sig. (2-tailed) N Item21 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item22 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item23 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item24 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item25 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 39 .643 ** Item23 Item24 Item25 .643** .840** .583** .619** .504** .000 .000 .000 .000 .001 39 39 39 39 39 1 ** .215 .121 .171 .000 .189 .463 .299 .000 .535 39 39 39 39 39 39 .840** .535** 1 .344* .459** .292 .000 .000 .032 .003 .071 39 39 39 39 39 39 .583** .215 .344* 1 .235 .094 .000 .189 .032 .150 .568 39 39 39 39 39 39 ** .121 ** .235 1 .123 .000 .463 .003 .150 39 39 39 39 39 39 ** .171 .292 .094 .123 1 .001 .299 .071 .568 .455 39 39 39 39 39 .619 .504 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .459 .455 39

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257 f. Output Validitas Kinerja Indikator Life Correlations Total Total Pearson Correlation Item26 1 Sig. (2-tailed) N Item26 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item27 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item28 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item29 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item30 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item31 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 39 .644 ** Item27 Item28 Item29 Item30 Item31 .644** .536** .551** .493** .772** .661** .000 .000 .000 .001 .000 .000 39 39 39 39 39 39 .038 * .208 * .453** .022 .205 .012 .004 1 .000 .819 .366 .399 39 39 39 39 39 39 39 .536** .038 1 .149 .066 .324* .266 .000 .819 .365 .690 .044 .101 39 39 39 39 39 39 39 .551** .366* .149 1 .281 .305 .046 .000 .022 .365 .083 .059 .781 39 39 39 39 39 39 1 * .109 39 ** .208 .066 .281 .001 .205 .690 .083 .038 .510 39 39 39 39 39 39 39 ** * * .305 * 1 .398* .044 .059 .493 .772 .000 .399 .012 .324 .334 .334 .038 .012 39 39 39 39 39 39 39 .661** .453** .266 .046 .109 .398* 1 .000 .004 .101 .781 .510 .012 39 39 39 39 39 39 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 39

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258 g. Output validitas Indikator Kinerja Workmanship Correlations Total Total Pearson Correlation Item32 1 Sig. (2-tailed) N Item32 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item33 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item34 .264 .691** .491** .000 .000 .000 .105 .000 .001 39 39 39 39 39 39 .071 ** .169 ** .244 .001 .304 .000 .135 ** 1 .000 .670 .511 .557 39 39 39 39 39 39 39 .588** .071 1 .185 -.070 .347* .254 .000 .670 .261 .672 .030 .118 39 39 39 39 39 39 .511** .185 1 .214 .378* .319* .000 .001 .261 .191 .018 .048 39 39 39 39 39 39 39 Pearson Correlation .264 .169 -.070 .214 1 .066 -.015 Sig. (2-tailed) .105 .304 .672 .191 .689 .928 39 39 39 39 39 39 39 ** ** * * .066 1 .005 .018 .689 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item37 .754** 39 N Item36 .700 Item34 Item35 Item36 Item37 .588** .754** Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Item35 39 Item33 .700** Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .691 .000 .557 .000 .347 .030 .378 .974 39 39 39 39 39 39 39 .491** .244 .254 .319* -.015 .005 1 .001 .135 .118 .048 .928 .974 39 39 39 39 39 39 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 39

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259 Lampiran 12 Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan a. Output Validitas Kepentingan Indikator Auto-education Correlations Total Total Pearson Correlation Item1 1 Sig. (2-tailed) N Item Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) N Item Pearson Correlation 2 Sig. (2-tailed) N Item Pearson Correlation 3 Sig. (2-tailed) N Item Pearson Correlation 4 Sig. (2-tailed) N Item Pearson Correlation 5 Sig. (2-tailed) N Item Pearson Correlation 6 Sig. (2-tailed) N 39 Item2 .254 .546 Item3 ** .742 Item4 ** .672 ** Item5 .574 Item6 ** .828** .119 .000 .000 .000 .000 .000 39 39 39 39 39 39 ** .136 .014 .003 .411 .931 .254 1 .119 -.051 .758 -.050 .459 .762 39 39 39 39 39 39 39 .546** -.051 1 .199 .343* .420** .260 .000 .758 .224 .032 .008 .111 39 39 39 39 39 39 39 .742** -.050 .199 1 .233 .177 .714** .000 .762 .224 .154 .282 .000 39 39 39 39 39 39 ** ** * .233 1 ** .369* .009 .021 39 39 39 ** 1 .264 .672 .459 .343 39 .000 .003 .032 .154 39 39 39 39 ** .136 ** .000 .411 .574 .420 .008 .177 .411 .282 .411 .009 .105 39 39 39 39 39 39 39 .828** .014 .260 .714** .369* .264 1 .000 .931 .111 .000 .021 .105 39 39 39 39 39 39 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 39

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260 b. Output Validitas Kepentingan Indikator Menarik Correlations Total Total Pearson Correlation Item7 1 Sig. (2-tailed) N Item7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 39 .840 Item8 Item9 Item10 .840** .693** .648** .878** .000 .000 .000 .000 39 39 39 39 1 * * .733** .010 .000 ** .000 .358 .025 .407 39 39 39 39 39 .693** .358* 1 .288 .480** .000 .025 .075 .002 39 39 39 39 39 .648** .407* .288 1 .434** .000 .010 .075 39 39 39 39 39 ** ** ** ** 1 .878 .733 .480 .006 .434 .000 .000 .002 .006 39 39 39 39 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 39

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261 c. Output Validitas Kepentingan Indikator Bergradasi Correlations Tabel Tabel Pearson Correlation Item11 1 Sig. (2-tailed) N Item11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item12 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item14 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item15 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 39 .632 ** .632 Item12 ** .491 Item13 ** .710 ** Item14 .692 Item15 ** .790** .000 .002 .000 .000 .000 39 39 39 39 39 .000 ** .272 .363* 1 .000 .483 1.000 .002 .095 .023 39 39 39 39 39 39 ** .000 1 .096 .169 .342* .002 1.000 .559 .304 .033 .491 39 39 39 39 39 39 .710** .483** .096 1 .317* .491** .000 .002 .559 .049 .002 39 39 39 39 39 39 .692** .272 .169 .317* 1 .469** .000 .095 .304 .049 39 39 39 39 39 39 ** * * ** ** 1 .790 .363 .342 .491 .003 .469 .000 .023 .033 .002 .003 39 39 39 39 39 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 39

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 262 d. Output Validitas Kepentingan Indikator Auto-correction Correlations Total Total Item16 Item16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item18 Item19 Item20 .618** .675** .579** .637** .000 .000 .000 .000 .000 39 39 39 39 39 39 ** 1 .119 .271 .107 .348* .470 .095 .517 .030 1 Sig. (2-tailed) N Item17 .600** Pearson Correlation .600 .000 39 39 39 39 39 39 .618** .119 1 .422** .167 .268 .000 .470 .007 .310 .100 39 39 39 39 39 39 .675** .271 .422** 1 .286 .173 .000 .095 .007 .078 .294 39 39 39 39 39 39 ** .107 .167 .286 1 .179 .000 .517 .310 .078 39 39 39 39 39 39 ** * .268 .173 .179 1 .000 .030 .100 .294 .274 39 39 39 39 39 .579 .637 .348 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .274 39

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263 e. Output Validitas Kepentingan Indikator Kontekstual Correlations Total Total Pearson Correlation Item21 1 Sig. (2-tailed) N Item21 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item22 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item23 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item24 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item25 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 39 .751 ** Item22 Item23 Item24 Item25 .751** .754** .861** .613** .585** .000 .000 .000 .000 .000 39 39 39 39 39 1 ** ** .302 .173 .000 .062 .291 .000 .414 .009 .747 39 39 39 39 39 39 .754** .414** 1 .556** .365* .406* .000 .009 .000 .022 .010 39 39 39 39 39 39 .861** .747** .556** 1 .368* .372* .000 .000 .000 .021 .020 39 39 39 39 39 39 ** .302 * * 1 .153 .000 .062 .022 .021 39 39 39 39 39 39 ** .173 * * .153 1 .000 .291 .010 .020 .352 39 39 39 39 39 .613 .585 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .365 .406 .368 .372 .352 39

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 264 f. Output Validitas Kepentingan Indikator Life Correlations Total Total Pearson Correlation Item26 1 Sig. (2-tailed) N Item26 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item27 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item28 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item29 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item30 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item31 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 39 .830 Item27 Item28 Item29 Item30 Item31 .830** .616** .552** .699** .433** .748** .000 .000 .000 .000 .006 .000 39 39 39 39 39 39 1 ** ** ** .067 .576** .001 .683 .000 ** .000 .436 .006 .473 .002 .509 39 39 39 39 39 39 39 .616** .436** 1 -.038 .369* .345* .437** .000 .006 .820 .021 .031 .005 39 39 39 39 39 39 39 .552** .473** -.038 1 .218 .091 .196 .000 .002 .820 .183 .582 .231 39 39 39 39 39 39 39 ** ** * .218 1 .296 .466** .699 .509 .369 .000 .001 .021 .183 .067 .003 39 39 39 39 39 39 39 ** .067 * .091 .296 1 .170 .006 .683 .031 .582 .067 .433 .345 .300 39 39 39 39 39 39 39 .748** .576** .437** .196 .466** .170 1 .000 .000 .005 .231 .003 .300 39 39 39 39 39 39 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 39

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 265 g. Output Validitas Kepentingan Indikator Workmanship Correlations Total Total Pearson Correlation Item32 1 Sig. (2-tailed) N Item32 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item33 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item34 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item35 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item36 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item37 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 39 .625 Item33 Item34 Item35 Item36 Item37 .625** .803** .508** .816** .709** .643** .000 .000 .001 .000 .000 .000 39 39 39 39 39 39 .295 .158 ** ** .213 .068 .337 .002 .193 ** 1 .000 .515 .001 .488 39 39 39 39 39 39 39 .803** .295 1 .392* .696** .401* .453** .000 .068 .014 .000 .011 .004 39 39 39 39 39 39 39 .508** .158 .392* 1 .243 .201 .117 .001 .337 .014 .136 .219 .479 39 39 39 39 39 39 ** ** ** .243 1 * .539** .816 .515 .696 39 .388 .000 .001 .000 .136 .015 .000 39 39 39 39 39 39 39 ** ** * .201 * 1 .347* .011 .219 .709 .000 .488 .002 .401 .388 .015 .031 39 39 39 39 39 39 39 .643** .213 .453** .117 .539** .347* 1 .000 .193 .004 .479 .000 .031 39 39 39 39 39 39 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 39

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 266 Lampiran 13 Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kinerja a. Output Reliabilitas Total Kinerja Indikator Auto-education Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .689 N of Items .684 5 b. Outut Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Kinerja Indikator Autoeducation Item-Total Statistics Scale Corrected ItemSquared Cronbach's Scale Mean if Variance if Total Multiple Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Correlation Correlation Deleted item2 item3 item4 item5 item6 16.64 16.97 16.69 16.79 17.31 9.184 7.131 7.692 8.115 6.324 .304 .474 .495 .373 .584 .324 .491 .346 .208 .507 .690 .626 .618 .668 .569 c. Output Reliabilitas Total Kinerja Indikator Menarik Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .628 N of Items .647 4 d. Output Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Kinerja Indikator Menarik Item-Total Statistics Scale Scale Mean Variance if Corrected Squared Cronbach's if Item Item Item-Total Multiple Alpha if Item Deleted Deleted Correlation Correlation Deleted Item7 Item8 Item9 Item10 12.72 12.62 12.79 13.03 4.892 4.664 4.957 3.184 .379 .468 .407 .451 .183 .256 .217 .212 .580 .526 .566 .561

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 267 e. Output Reliabilitas Total Kinerja Indikator Bergradasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .566 N of Items .574 5 f. Output Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Kinerja Indikator Bergradasi Pada Kuesioner Item-Total Statistics Scale Mean Scale Corrected if Item Variance if Item-Total Deleted Item Deleted Correlation Item11 Item12 Item13 Item14 Item15 16.54 16.74 16.74 16.77 16.90 7.466 7.459 6.406 6.761 6.147 Squared Multiple Correlation .155 .292 .405 .301 .518 Cronbach's Alpha if Item Deleted .095 .102 .296 .283 .447 .612 .529 .462 .525 .398 g. Output Reliabilitas Total Kinerja Indikator Auto-Correction Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .565 N of Items .554 5 h. Output Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Kinerja Indikator Autocorrection Item-Total Statistics Scale Scale Mean if Variance if Item Deleted Item Deleted Item16 Item17 Item18 Item19 Item20 16.05 15.79 15.79 15.92 16.13 6.471 6.957 8.483 9.494 7.325 Corrected Item-Total Correlation .374 .511 .259 .102 .396 Squared Multiple Correlation .189 .271 .137 .059 .204 Cronbach's Alpha if Item Deleted .482 .400 .543 .611 .466

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 268 i. Output Reliabilitas Total Kinerja Indikator Kontekstual Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .646 N of Items .636 5 j. Output Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Kinerja Indikator Kontekstual Item-Total Statistics Scale Variance if Scale Mean if Item Item Deleted Deleted Item21 Item22 Item23 Item24 Item25 16.74 16.87 16.72 16.77 16.69 Cronbach' Corrected Squared s Alpha if Item-Total Multiple Item Correlation Correlation Deleted 8.564 6.641 9.103 8.656 9.745 .400 .675 .332 .356 .247 .308 .492 .129 .240 .086 .592 .433 .623 .614 .657 k. Output Reliabilitas Total Kinerja Indikator Life Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .664 N of Items .666 6 l. Output Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Kinerja Indikator Life Item-Total Statistics Scale Scale Mean Variance if Corrected if Item Item Item-Total Deleted Deleted Correlation Item26 Item27 Item28 Item29 Item30 Item31 21.18 21.51 21.33 21.10 21.36 21.33 10.099 10.256 10.386 11.042 8.184 8.965 .481 .282 .333 .302 .588 .410 Squared Multiple Correlation .372 .172 .239 .151 .351 .331 Cronbach's Alpha if Item Deleted .599 .663 .642 .650 .540 .619

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 269 m. Output Reliabilitas Total Kinerja Indikator Workmanship Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .657 N of Items .668 5 n. Output Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Kinerja Indikator Workmanship Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Item32 Item33 Item34 Item36 Item37 16.92 17.00 17.13 16.90 16.67 Scale Variance if Corrected Squared Cronbach's Item Item-Total Multiple Alpha if Item Deleted Correlation Correlation Deleted 6.652 6.474 5.746 6.516 7.807 .505 .294 .503 .504 .305 .473 .240 .325 .463 .229 .567 .677 .557 .565 .648

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 270 Lampiran 14 Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan a. Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Auto-education Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Cronbach's Alpha Items .712 N of Items .719 5 b. Output Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Kepentingan Indikator Auto-education Item-Total Statistics Scale Scale Mean if Variance if Item Deleted Item Deleted item2 item3 item4 item5 item6 17.23 17.72 17.18 17.13 17.62 7.972 5.892 7.730 8.062 4.822 Corrected Item-Total Correlation .383 .552 .450 .397 .645 Squared Multiple Correlation .223 .511 .264 .263 .559 Cronbach's Alpha if Item Deleted .696 .628 .676 .693 .585 c. Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Menarik Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .769 .766 N of Items 4 d. Output Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Kepentingan Menarik Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Item7 Item8 Item9 Item10 12.36 12.38 12.21 12.51 Scale Variance if Item Deleted 6.184 7.874 8.799 6.204 Corrected Item-Total Correlation .654 .456 .458 .747 Squared Cronbach's Multiple Alpha if Item Correlation Deleted .547 .238 .214 .604 .667 .772 .769 .610

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 271 e. Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Bergradasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .673 N of Items .682 5 f. Output Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Indikator Kepentingan Bergradasi Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Item11 Item12 Item13 Item14 Item15 Scale Variance if Item Deleted 16.36 16.67 16.51 16.69 16.44 Corrected Item-Total Correlation 8.394 9.333 7.888 7.640 7.621 Squared Multiple Correlation .394 .200 .507 .441 .646 Cronbach's Alpha if Item Deleted .270 .136 .352 .237 .427 .635 .719 .585 .615 .531 g. Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Auto-correction Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .598 N of Items .604 5 h. Outputt Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Kepentingan Indikator Auto-correction Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Deleted Item Deleted Item16 Item17 Item18 Item19 Item20 17.00 17.08 16.92 17.00 17.23 6.526 6.547 6.283 6.579 6.340 Corrected ItemTotal Correlation .318 .368 .453 .272 .375 Squared Multiple Cronbach's Alpha Correlation if Item Deleted .171 .222 .269 .100 .187 .563 .537 .494 .591 .532

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 272 i. Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Kontekstual Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .758 N of Items .758 5 j. Ouput Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Kepentingan Indikator Kontekstual Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Item21 Item22 Item23 Item24 Item25 Scale Variance if Corrected ItemItem Total Deleted Correlation 16.49 16.59 16.69 16.56 16.44 9.467 10.038 8.534 10.779 11.042 Squared Multiple Correlation .569 .606 .745 .387 .353 Cronbach's Alpha if Item Deleted .572 .385 .662 .175 .221 .698 .690 .627 .762 .773 k. Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Life Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .725 N of Items .727 6 l. Output Reliabilitas Cronbach Alpha Kepentingan Indikator Life Pada Kuesioner Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Deleted Item Deleted Item26 Item27 Item28 Item29 Item30 Item31 22.18 21.97 22.15 21.95 21.92 22.00 6.677 8.973 8.818 8.787 10.020 7.579 Corrected ItemTotal Correlation .678 .447 .296 .571 .250 .573 Squared Multiple Cronbach's Alpha Correlation if Item Deleted .591 .401 .326 .359 .218 .403 .606 .691 .742 .665 .737 .649

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 273 m. Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Workmanship Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha .692 N of Items .688 5 n. Output Reliabilitas Cronbach Alpha If Item Deleted Kepentingan Indikator Workmanship Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Deleted Item Deleted item32 item33 item34 item36 item37 17.00 17.38 17.05 17.26 16.95 8.000 6.190 8.103 6.248 7.682 Corrected ItemTotal Correlation .427 .580 .310 .523 .418 Squared Multiple Cronbach's Alpha Correlation if Item Deleted .250 .369 .163 .334 .243 .655 .578 .696 .608 .655

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 274 Lampiran 15 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kinerja

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 275

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 276

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 277

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 278

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 279 Lampiran 16 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kepentingan

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 280

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 281

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 282

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 283

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 284 Lampiran 17 Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kinerja

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 285

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 286

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 287 Lampiran 18 Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kepentingan

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 288

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 289

(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 290 Lampiran 19 Data Mentah Hasil Kuesioner Kinerja pada Responden (Siswa) No Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 1 4 5 5 4 4 4 5 4 5 4 4 5 2 3 5 5 5 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4 5 5 2 4 5 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 Indikator Autoeducation 2 3 4 5 3 4 1 5 5 4 2 3 2 5 5 4 4 3 2 2 4 3 2 5 1 3 5 3 4 5 5 3 4 3 5 4 4 5 4 4 2 3 1 5 4 4 5 5 4 5 4 2 4 4 3 2 1 5 3 4 2 4 5 3 4 5 3 2 4 5 3 5 3 5 4 4 4 5 4 3 5 3 2 3 4 5 4 4 5 4 5 4 4 5 5 5 4 4 5 4 4 5 5 5 5 2 5 5 3 5 5 4 5 5 4 5 1 4 5 4 3 4 4 3 4 5 3 5 3 2 5 5 5 4 5 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 3 4 Total 5 4 5 1 5 4 2 4 4 4 5 5 3 3 5 4 4 2 4 4 3 4 4 4 5 4 4 2 4 5 5 5 3 5 5 5 5 4 3 4 5 3 5 2 4 4 4 5 4 5 5 20 21 15 21 19 14 19 17 21 21 21 21 14 18 23 22 17 14 20 19 20 17 21 21 22 20 14 21 23 22 25 21 22 25 21 23 23 15 21 21 19 20 19 22 21 21 25 22 22 21 6 5 2 2 2 3 3 5 2 3 3 4 4 5 4 3 5 5 4 5 4 3 2 2 4 5 2 4 3 4 4 5 5 4 5 2 4 5 2 3 5 4 3 5 4 5 2 5 3 4 3 Indikator Menarik 7 8 2 2 3 5 3 2 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 5 2 1 4 3 4 3 5 5 5 5 3 3 4 4 4 4 1 3 4 5 5 5 3 5 3 5 4 1 4 5 4 5 5 5 3 5 3 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 2 5 5 4 3 5 4 4 5 4 5 3 4 4 4 5 4 1 2 5 5 4 4 4 4 2 5 5 5 3 4 5 5 4 2 Total 9 3 5 4 1 4 3 3 1 4 4 1 5 5 3 2 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 2 3 3 4 5 2 5 4 1 4 3 4 2 3 5 3 4 5 2 5 2 5 4 4 4 4 3 5 5 3 5 3 3 4 2 5 1 5 1 3 4 4 3 5 5 3 3 1 5 5 3 2 4 5 5 5 4 5 3 5 3 5 3 3 4 4 3 2 3 4 3 1 3 4 5 10 3 5 5 5 4 4 5 4 4 4 1 4 5 4 3 4 4 3 3 4 4 4 2 4 5 2 5 4 4 3 5 4 2 1 3 5 5 1 4 4 4 5 2 3 5 2 1 5 4 3 Indikaitor Bergradasi 11 12 3 4 5 5 4 4 2 4 3 5 5 2 4 5 4 2 3 4 5 1 5 4 1 2 4 3 1 4 3 2 4 3 3 4 5 2 3 5 4 5 3 4 3 3 1 3 1 4 4 5 2 4 4 2 5 2 5 4 4 5 4 5 1 5 4 5 1 1 4 2 3 3 4 5 4 5 5 2 4 3 3 3 3 4 5 5 1 3 4 5 2 4 1 1 3 4 4 5 5 2 Total 13 14 18 18 16 15 16 17 13 15 12 15 8 17 10 11 15 15 13 16 18 14 13 7 14 19 11 13 15 18 17 19 14 16 6 14 14 19 13 14 15 14 15 14 10 18 11 4 15 17 15 12 15 11 11 16 15 16 12 16 10 12 16 20 17 11 17 16 12 17 18 14 14 10 17 18 14 15 13 17 18 15 18 14 16 13 16 18 13 13 18 16 10 20 14 18 11 20 14 18 13 Indikator Autocorrection 14 15 16 17 3 2 5 3 3 5 5 3 3 5 4 2 3 5 4 5 4 4 3 3 3 4 2 2 5 2 5 4 1 5 4 3 3 5 4 3 3 5 2 4 5 4 3 4 4 2 5 4 2 2 2 2 2 2 5 4 4 5 4 5 1 5 5 4 2 4 5 5 3 4 4 4 2 5 3 5 4 4 5 5 3 5 5 3 4 4 5 4 4 5 4 3 1 5 5 4 3 3 3 5 1 4 5 5 3 3 2 5 2 5 5 4 5 4 5 4 1 3 5 4 3 5 4 5 3 4 5 4 4 2 4 5 1 5 5 5 2 3 4 2 5 5 5 4 4 5 4 5 3 2 4 2 2 5 5 4 5 4 5 4 4 5 4 5 2 5 5 1 5 5 5 2 2 4 4 5 3 4 3 5 1 4 5 4 1 5 5 5 5 3 4 3 4 4 5 4 4 5 4 5 Total 13 16 14 17 14 11 16 13 15 14 16 15 8 13 18 15 16 15 15 18 16 17 16 15 14 15 13 16 18 13 17 16 15 16 11 19 18 11 16 18 18 13 17 15 15 14 16 15 17 18

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 291 No Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Indikator Kontesktual 18 19 20 3 5 3 5 5 5 3 1 3 4 2 5 4 2 3 3 5 4 5 3 5 4 1 4 4 4 3 1 3 2 3 5 4 3 2 3 4 4 2 2 1 5 3 2 2 2 1 2 3 2 3 2 4 5 5 4 5 4 3 4 4 4 4 4 3 3 2 5 4 2 5 5 4 5 4 4 3 5 4 3 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 2 3 4 5 4 3 5 4 5 1 5 3 4 5 5 5 5 4 5 4 4 3 1 5 3 4 5 4 5 3 4 3 2 4 3 5 5 5 3 4 1 4 5 4 4 4 5 5 1 5 3 3 3 5 4 5 4 3 4 Indikator Life Total 21 4 5 2 5 4 5 3 4 4 4 1 1 2 5 4 1 5 2 5 4 4 3 4 5 5 3 4 4 5 4 4 4 5 5 4 5 5 5 4 3 4 4 3 5 5 2 5 4 5 4 15 20 9 16 13 17 16 13 15 10 13 9 12 13 11 6 13 13 19 15 16 13 15 17 18 15 16 19 19 18 14 17 17 16 16 20 18 13 16 17 14 13 18 13 18 15 16 13 19 15 22 3 5 4 4 4 1 5 2 4 3 4 3 4 2 3 5 5 5 4 5 4 2 5 4 4 5 3 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 4 3 5 2 4 4 5 5 4 4 5 23 5 5 3 5 3 2 4 4 5 4 5 4 3 2 4 5 4 3 5 4 4 4 4 3 5 4 4 4 5 4 5 3 2 5 3 4 5 1 4 4 4 5 5 3 5 4 4 5 5 4 24 3 5 5 4 3 3 3 3 3 5 4 5 3 5 3 3 4 4 1 4 3 4 2 2 4 5 2 2 4 5 5 4 5 5 4 5 4 2 5 4 3 4 5 2 4 5 1 3 5 5 25 2 5 2 1 5 4 5 4 3 1 3 4 3 3 3 3 4 3 5 5 3 5 4 5 4 5 2 5 5 4 5 4 2 5 3 4 5 3 4 4 5 4 5 5 4 4 5 5 4 4 26 3 5 3 2 4 2 4 1 3 4 4 4 5 1 2 5 3 4 4 4 3 2 5 5 5 5 4 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4 4 5 5 4 5 2 5 5 5 3 4 5 4 Total 27 4 5 5 1 3 3 3 4 4 3 5 1 5 5 3 5 5 2 5 4 4 3 4 4 4 4 2 3 5 5 5 4 4 5 4 5 5 2 4 4 2 3 5 4 4 3 5 4 5 4 20 30 22 17 22 15 24 18 22 20 25 21 23 18 18 26 25 21 24 26 21 20 24 23 26 28 17 23 27 27 30 24 22 30 23 28 27 16 27 25 21 26 24 23 26 26 23 25 28 26 Indikator Workmanship 28 3 5 3 4 5 4 5 3 4 5 4 3 5 3 2 5 4 4 4 5 4 3 5 1 5 4 3 3 4 4 4 4 1 5 4 4 4 4 5 4 4 5 5 5 4 4 1 4 5 5 29 3 5 2 2 3 4 3 1 4 3 5 4 5 5 4 5 5 3 5 5 3 2 4 5 4 5 4 1 5 5 4 5 5 5 4 4 5 3 4 4 3 3 5 4 4 5 5 4 5 4 30 2 5 4 4 3 5 5 5 4 5 5 5 5 2 3 4 4 5 4 4 3 4 2 3 4 1 5 5 4 4 5 1 4 5 5 5 4 1 5 3 5 4 5 3 4 1 1 3 5 5 31 2 5 4 3 3 4 3 4 4 2 5 5 5 5 1 4 5 4 5 5 4 4 2 2 3 1 4 4 3 2 5 5 4 5 3 5 5 4 4 4 4 4 5 1 3 4 5 4 5 4 32 3 5 5 5 4 2 5 5 5 4 4 4 2 3 2 3 4 4 4 4 3 3 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 1 5 4 4 Total 13 25 18 18 18 19 21 18 21 19 23 21 22 18 12 21 22 20 22 23 17 16 18 16 20 15 21 18 21 19 23 20 19 25 20 23 22 17 23 19 21 21 25 17 19 18 13 20 24 22

(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 292 Lampiran 20 Data Mentah Hasil Kuesioner Kepentingan Pada Responden (Siswa) No Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 1 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 3 5 4 4 4 4 5 4 5 5 3 3 5 4 4 4 3 5 4 5 5 4 4 Indikator Autoeducation 2 3 4 3 5 4 1 5 5 1 4 2 1 4 2 3 5 4 1 4 2 3 5 2 1 4 3 3 5 5 3 4 5 2 4 5 4 3 4 2 4 2 1 4 2 3 5 5 4 4 5 2 4 5 1 4 2 3 4 4 2 5 4 3 5 5 3 4 5 3 4 5 3 5 5 4 4 5 3 5 4 3 4 5 4 5 4 4 5 4 2 4 4 5 5 4 5 4 2 3 5 4 5 5 5 5 4 4 3 4 4 4 5 5 5 2 4 4 5 4 3 4 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 3 5 5 4 4 5 3 5 4 5 5 5 4 4 3 2 5 5 5 3 4 Total 5 5 3 3 2 5 4 5 4 4 4 2 5 3 5 3 3 4 5 5 5 4 4 4 2 4 5 2 3 5 5 5 5 5 5 5 3 4 1 4 4 4 4 1 2 4 5 5 5 5 5 22 19 15 14 22 15 20 17 22 21 18 21 16 17 20 21 20 17 21 21 22 21 21 19 22 21 18 19 23 19 23 20 21 25 22 19 23 15 20 21 20 20 18 18 22 21 25 21 21 21 Indikator Menarik 6 5 2 2 2 4 5 2 2 5 3 4 4 2 1 2 2 4 2 5 4 5 2 2 4 5 3 2 4 4 4 3 4 3 5 5 5 5 5 3 4 2 5 5 4 5 3 5 4 5 4 7 4 5 4 4 4 4 5 4 4 3 4 5 5 4 2 5 4 4 4 1 4 3 2 5 4 2 2 2 5 3 5 4 2 5 4 4 5 3 2 5 1 5 4 3 4 2 5 5 4 5 8 5 5 5 5 4 3 4 5 5 3 3 2 3 4 3 4 5 4 5 5 5 5 3 4 5 4 3 4 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5 4 3 3 3 2 4 5 4 5 3 5 4 9 2 3 4 4 3 5 4 4 3 4 2 5 3 4 2 5 2 5 4 4 3 3 3 1 4 4 2 3 5 5 4 3 4 5 3 4 4 1 3 4 3 5 5 5 4 4 5 3 5 3 Total 16 15 15 15 15 17 15 15 17 13 13 16 13 13 9 16 15 15 18 14 17 13 10 14 18 13 9 13 18 16 17 15 13 20 17 18 19 14 12 16 9 18 16 16 18 13 20 15 19 16 10 4 3 4 4 3 4 5 2 4 5 3 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 2 2 5 5 1 4 4 4 5 4 2 1 1 5 3 5 4 4 5 5 5 1 3 4 1 5 2 5 2 Indikaitor Bergradasi 11 12 3 4 1 4 2 4 5 1 2 4 2 4 4 3 2 4 5 3 4 2 3 4 5 4 2 3 1 3 4 3 4 2 4 5 4 5 3 4 5 4 5 3 5 3 5 3 5 5 5 4 1 5 4 2 3 4 5 4 5 4 4 5 3 4 1 5 1 1 4 4 3 1 4 5 2 3 3 4 3 2 4 3 4 4 2 5 2 1 5 4 1 2 5 5 3 4 5 1 2 4 Total 13 5 3 1 5 3 1 2 3 4 5 3 1 3 2 3 3 4 2 5 2 5 3 3 4 5 3 2 5 5 4 5 1 4 5 3 3 4 1 5 5 5 5 5 3 5 3 1 5 4 3 16 11 11 15 12 11 14 11 16 16 13 14 11 10 12 13 17 15 16 15 17 13 13 19 19 10 12 16 18 18 18 10 11 8 16 10 18 10 16 15 17 18 13 9 18 7 16 14 15 11 Indikator Autocorrection 14 15 16 17 5 5 5 3 4 5 5 5 3 4 5 5 4 1 5 4 3 4 4 4 4 5 2 5 5 4 5 3 3 5 4 5 4 5 4 3 3 5 4 4 2 5 4 4 2 5 4 5 2 4 3 2 3 5 1 5 5 4 5 4 2 4 5 4 4 5 5 4 2 2 1 5 5 3 5 3 5 4 5 5 4 5 4 3 4 5 4 4 4 5 5 4 1 4 5 5 3 3 5 4 2 5 4 5 3 2 2 5 4 2 4 2 4 5 4 5 1 3 4 4 3 3 5 5 2 4 5 4 2 4 5 5 1 1 5 5 2 3 4 4 1 5 5 5 4 5 5 4 5 4 2 5 2 4 4 5 1 4 4 5 3 5 4 2 1 4 5 5 2 3 5 5 2 4 4 4 4 3 5 4 2 5 4 4 1 5 4 1 3 5 5 2 4 5 5 4 1 3 4 4 Total 18 19 17 14 15 16 17 17 16 16 15 16 11 14 18 15 18 10 16 19 16 17 18 15 15 16 12 12 18 12 16 15 16 12 13 16 18 16 15 14 14 15 15 14 16 15 11 15 18 12

(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 293 No Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 18 4 3 4 4 3 4 5 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 5 4 5 2 4 3 4 5 3 4 4 5 5 4 4 3 4 4 1 4 5 4 5 2 2 5 4 5 Indikator Kontesktual 19 20 4 3 5 4 1 4 2 4 3 3 1 4 2 5 3 4 4 4 4 3 4 5 3 5 3 3 1 5 3 1 1 3 2 4 1 4 4 3 5 4 4 4 2 2 4 5 5 4 4 5 4 5 2 2 5 4 5 4 4 4 5 5 5 4 2 4 5 5 2 4 5 5 5 4 1 4 1 5 5 4 4 5 3 5 5 5 5 4 4 5 4 4 1 1 3 4 4 4 4 5 Indikator Life Total 21 2 5 3 4 4 4 5 1 4 2 4 1 3 5 3 3 5 4 2 4 4 3 4 5 5 4 4 5 5 2 5 5 4 5 4 4 5 5 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 5 13 17 12 14 13 13 17 12 16 12 16 13 12 15 10 10 14 12 13 17 16 10 18 18 19 15 12 17 18 15 18 18 14 20 15 18 18 13 14 17 14 16 20 17 19 14 9 16 16 19 22 1 5 5 5 4 2 4 4 5 4 4 5 4 1 2 5 3 4 1 4 5 2 5 4 4 4 3 4 4 4 5 5 4 5 4 5 4 3 5 5 4 4 2 4 4 4 5 3 5 4 23 4 5 3 3 4 4 2 3 4 3 4 4 2 1 3 3 4 4 4 3 4 4 3 5 3 3 2 2 5 2 3 2 3 5 5 4 5 2 4 3 3 5 5 3 3 4 5 4 4 4 24 5 5 2 4 3 2 4 4 5 5 5 5 4 5 3 4 4 3 5 4 3 4 2 4 4 5 2 4 4 4 3 5 5 5 2 5 4 4 4 5 4 5 5 4 3 5 1 5 5 3 25 2 5 1 2 4 4 5 5 5 1 5 2 5 4 1 2 4 4 2 5 3 3 5 5 5 4 2 4 5 4 5 4 4 5 4 4 5 1 5 4 5 3 5 5 5 4 1 5 4 4 Total 26 3 5 4 4 3 4 5 4 4 3 4 5 5 5 2 4 3 4 3 5 4 4 4 2 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 5 5 5 4 3 5 5 5 3 4 5 5 5 4 5 27 5 5 1 4 4 1 2 1 4 2 4 1 4 4 1 4 4 4 5 4 4 3 3 4 5 5 2 3 5 4 1 5 5 5 4 4 4 3 5 4 4 5 5 4 5 2 5 4 5 4 20 30 16 22 22 17 22 21 27 18 26 22 24 20 12 22 22 23 20 25 23 20 22 24 25 25 15 22 27 22 22 25 25 30 23 27 27 18 27 24 25 27 27 23 24 24 22 26 27 24 Indikator Workmanship 28 3 5 5 4 3 2 4 5 4 1 5 4 4 1 3 4 4 4 3 5 3 4 5 2 4 2 4 5 4 4 5 4 2 5 4 3 5 2 4 5 2 4 5 5 4 4 5 5 4 4 29 5 5 3 4 4 4 3 2 4 4 3 5 2 1 2 5 5 2 5 5 5 4 4 5 5 4 3 5 5 5 5 4 4 5 4 4 4 4 2 3 3 5 5 3 5 5 3 4 4 5 30 1 5 4 5 2 5 5 3 4 5 4 3 3 2 3 3 2 4 1 5 4 4 2 5 4 4 5 4 5 4 3 5 4 5 5 5 5 1 4 3 5 3 5 4 4 1 1 1 5 4 31 4 5 3 5 3 2 3 4 5 1 5 4 2 5 1 4 4 4 4 5 5 3 1 4 3 4 4 4 4 1 5 4 4 5 2 5 4 4 5 4 4 4 5 1 3 4 5 1 5 5 32 1 5 4 5 4 4 5 5 2 3 4 5 5 1 2 5 4 4 1 5 2 2 5 5 4 5 5 2 4 4 5 3 5 5 4 5 5 5 4 3 5 5 5 4 5 3 1 5 4 4 Total 14 25 19 23 16 17 20 19 19 14 21 21 16 10 11 21 19 18 14 25 19 17 17 21 20 19 21 20 22 18 23 20 19 25 19 22 23 16 19 18 19 21 25 17 21 17 15 16 22 22

(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 294 Lampiran 21 Data Mentah Hasil Kuesioner Kinerja pada Responden (Guru) No Resp 1 2 1 4 5 Indikator Autoeducation 2 3 4 5 4 3 5 4 4 3 4 4 Total 6 3 4 23 24 Indikator Menarik 7 8 9 5 4 4 4 3 5 Total 10 5 4 18 16 Indikaitor Bergradasi 11 12 13 14 15 2 4 5 4 4 4 4 4 4 4 Total 19 20 Indikator Autocorrection 16 17 18 19 20 3 4 4 4 5 5 5 4 4 5 Total 20 23

(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 295 Lampiran 22 Data Mentah Hasil Kuesioner Kepentingan pada Responden (Guru) No Resp 1 2 Indikator Kontesktual 21 4 4 22 4 5 23 4 4 24 3 3 25 5 4 20 20 Total Indikator Life Total 26 4 4 27 3 5 28 4 4 29 4 4 30 4 4 31 4 4 23 25 Total Indikator Workmanship 32 3 4 33 4 4 34 4 4 35 4 4 36 4 4 37 4 4 23 24

(316) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 296 Lampiran 23 Foto-foto Penelitian

(317) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 297

(318) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 298 Lampiran 24 Biodata Peneliti Anggraeni Yokta Anafi lahir di Cilacap, 13 Oktober 1992. Pendidikan dasar diperoleh Anggraeni di SD Negeri Brani 03 dan SD Negeri Brani 02 Sampang, Cilacap, Jawa Tengah. Anggraeni tamat pendidikan dasar pada tahun 2004. Pendidikan menengah pertama diperoleh Anggraeni di SMP Negeri 2 Maos dan tamat pada tahun 2007. Pendidikan menengah atas diperoleh Anggraeni di SMA Negeri 2 Purwokerto dan tamat pada tahu 2010. Pada tahun 2010, Anggraeni tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Masa Pendidikan di Universitas Sanata Dharma diakhiri Anggraeni dengan menulis skripsi yang berjudul “Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori”.

(319)

Dokumen baru

Download (318 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
264
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
275
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK PERTUKARAN DAN PENGELOMPOKAN BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
183
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
210
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
317
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATEMATIKA UNTUK OPERASI BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
177
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
344
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA BANGUN DATAR BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
177
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
338
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK JENIS DAN BESAR SUDUT BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
167
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
284
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA PEMBAGIAN BILANGAN DUA ANGKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
183
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
308
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
315
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATEMATIKA UNTUK PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
161
Show more