PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA BERBASIS KECERDASAN KINESTETIK- BADANIPADA SISWA BERPRESTASI RENDAH DI KELAS IV SD KANISIUS GAYAM I YOGYAKARTA SKRIPSI

Gratis

0
0
176
8 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA BERBASIS KECERDASAN KINESTETIKBADANIPADA SISWA BERPRESTASI RENDAH DI KELAS IV SD KANISIUS GAYAM I YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Elisabeth Dwi Astuti NIM: 101134165 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN JUDUL PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA BERBASIS KECERDASAN KINESTETIKBADANIPADA SISWA BERPRESTASI RENDAH DI KELAS IV SD KANISIUS GAYAM I YOGYAKARTA Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Elisabeth Dwi Astuti NIM: 101134165 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk: Kedua orang tuaku tercinta Cornelia Tri Astuti & Thomas Thukul; kedua saudara kandungku Putri dan Tommy; sahabat kecilku Erine; Alamamater Universitas Sanata Dharma. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Kehidupan ini seperti trampoline. Kalau kita tahu caranya, bahkan saat kita jatuh pun, kita akan melanting naik lebih tinggi. Bukan jatuhku yang penting, tapi bangkitku! - Mario Teguh – “Selesaikan apa yang sudah kamu mulai.” - Elisabeth Dwi Astuti - Yang perlu disiapkan (1) Ketenangan hati, (2) Belajar yang rajin, (3) Berdoa, (4) Percaya diri yakin bisa, (5) Ingat mimpi yang sebentar lagi - Bernadus Budiyanto - v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA BERBASIS KECERDASAN KINESTETIK-BADANIPADA SISWA BERPRESTASI RENDAH DI KELAS IV SD KANISIUS GAYAM I YOGYAKARTA Elisabeth Dwi Astuti Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil validasi kualitas produk modul bimbingan belajar berbasis kecerdasan kinestetik-badani pada siswa berprestasi rendah pada mata pelajaran Matematika di Kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta, (2) mengetahui produk modul bimbingan belajar Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badani dapat meningkatkan prestasi rendah siswa kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian dan pengembangan atau (Research and development/R and D). Penelitian dan pengembangan (R&D) ini menggunakan model pengembangan bahan ajar menurut Sugiyono, tetapi peneliti hanya mengambil 7 langkah-langkah penelitian R and D menurut Sugiyono yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, dan (7) revisi desain. Uji coba desain melibatkan sampel sebanyak 10 siswa kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta yang dilaksanakan pada bulan April 2014. Hasil penelitian ini adalah modul bimbingan belajar berbasis kecerdasan kinestetik-badani untuk mata pelajaran matematika kelas IV SD semester genap. Modul bimbingan belajar yang dikembangkan mendapat kualitas baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran Matematika kelas IV SD semester genap berdasarkan validasi dari empat pakar yaitu guru bidang studi Matematika, pakar pembelajaran Matematika, pakar tata bahasa, dan pakar multiple inteligensi. Hal itu ditunjukkan dengan rerata produk yang memperoleh skor 3,25 dan termasuk kategori tinggi. Modul bimbingan belajar Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badani dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Kata kunci: metode penelitian dan pengembangan, modul, kecerdasan kinestetikbadani, prestasi rendah viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT AN DEVELOPMENT OF MATHEMATICS COURSE MODULE BASED ON BODY KINESTHETIC INTELLIGENCE TOWARDUNDERACHIEVING STUDENTS IN GRADE 4 OF SD KANISIUS GAYAM I YOGYAKARTA Elisabeth Dwi Astuti Sanata Dharma University 2014 The purposes of this research are to (1) describe the validation result on the product’s quality of the course module based on body-kinestheticintelligence to students who have underachievement on Mathematics subject in GradeIVof SD Kanisius Gayam I Yogyakarta, (2) find outthat the product of mathematics course module based on physical-kinesthetic is able to increase the underachievement of students in Grade 4 of SD Kanisius Gayam I Yogyakarta. The method which was used by the researcher was the Research and Development (R and D) method. The Research and Development method used the material developmentby Sugiyono, however, the researcher only took seven steps of R and D research by Sugiyono, namely: (1) potency and problem, (2) data gathering, (3) product design, (4) design validity, (5) design revision, (6) product trial, (7) design revision. The design trial involved ten students in Grade 4 of SD Kanisius Gayam Yogyakarta as sample. It was conducted on April 2014. The result of this research was the course module based on body-kinesthetic intelligence for Mathematics subject on the even semester of Grade 4. The course module which was developed in this research acquired a good quality. Besides, it was suitable to be applied in Mathematics learning in the even semester of Grade 4 based on the validation from four experts, namely mathematics teacher, mathematics learning expert, grammar expert, and multiple intelligences expert. This was pointed out by the average of the product score which was 3.25, moreover, well category. The mathematics course module based on the body kinesthetic could increase the students’ achievement. Key words: research and development method, module, body-kinesthetic intelligence, underachievement ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat serta kasih karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengembangan Modul Bimbingan Belajar Matematika Berbasis Kecerdasan Kinestetik-Badani Pada Siswa Berprestasi Rendah Di Kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis pada kesempatan ini ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Rohandi Ph.D, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3. Prof. Dr. Paulus Suparno, SJ., M.S.T,selaku dosen pembimbing I, terima kasih atas bimbingan, dukungan, dan kesabaran yang telah diberikan selama proses penyusunan skripsi ini. 4. Brigitta Elita Tri Anggadewi, S. Psi., M. Psi., selaku dosen pembimbing II, yang telah mengarahkan saya selama menyelesaikan penulisan skripsi ini. 5. Ibu Cristiyanti Aprinastuti, S. Si., M. A. dan Dr. Y. Karmin, M. Pd.selaku validator yang telah memberikan saran untuk perbaikan kualitas produk yang dikembangkan. 6. Elisabeth Listriyani, S.Pd selaku kepala sekolah SD Kanisius Gayam I Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian. 7. Yunanto selaku guru bidang studi Matematika kelas IV yang telah memberikan masukan dan saran sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian dengan baik. 8. Siswa kelas IV SD Kanisius Gayam I tahun ajaran 2013/2014 yang telah mendukung pelaksanaan penelitian. 9. Para dosen PGSD, yang selalu mendampingi serta mendidik penulis selama menempuh ilmu di PGSD. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10. Sekretariat PGSD, yang telah ramah dalam memberikan informasi dan kemudahan dalam berbagai urusan administrasi sehingga penulis tidak menghadapi rintangan yang berarti. 11. Orangtuaku Cornelia Tri Astuti dan Thomas Thukul, yang selalu memberikan dukungan, doa maupun dukungan secara materiil demi terselesaikannya skripsi ini. 12. Saudara-saudaraku, adik Maria Putri Thalia dan kakak Andreas Tommy Guntoro yang menjadi motivasiku untuk menyelesaikan skripsi ini, terimakasih atas pengertian dan dukungannya. 13. Sahabat kecilku Agustina Erine Sugiyanto, yang selalu memberiku kekuatan saat ku lelah. 14. Sahabat-sahabatku sejak duduk di bangku SMA, Ike, Feti, Santa, Dita, Naomi, Amel, Windri, dan Suci, yang saling mendukung untuk tetap berjuang menuntaskan kewajiban. 15. Sahabat “MMC”, Tina, Koko, Resti, Terry, Okta, Marsel, Yuni, Bayu, Agnes, Nurul, Anik, Candra, dan Cahyo, yang telah mewarnai perjalanan persahabatan kita selama di bangku perkuliahan. 16. Teman-teman seperjuangan skripsi, Huda, Candra, Resti, Sr. Nanda, Marsel, dan Cahyo yang telah senantiasa bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain dalam menyelesaikan skripsi ini. 17. Teman-teman “Bhe Better” yang selalu mewarnai selama 4 tahun perkuliahan. Semoga karya penelitian skripsi ini dapat memberikan manfaat dan berguna bagi banyak pihak.Penulis menyadari karya ini masih banyak kekurangan, untuk itu saran dan kritik membangun sangat penulis harapkan. Penulis xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v LEMBAR PENYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................ vi ABSTRAK .................................................................................................... viii ABSTRACT .................................................................................................. ix KATA PENGANTAR .................................................................................. x DAFTAR ISI ................................................................................................. xii DAFTAR TABEL ......................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xviii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1 A. Latar Belakang ......................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................................... 4 C. Tujuan Penelitian ..................................................................................... 4 D. Manfaat Penelitian ................................................................................... 4 1. Bagi Guru ........................................................................................... 4 2. Bagi Siswa .......................................................................................... 5 3. Bagi Sekolah ...................................................................................... 5 4. Bagi Prodi PGSD ............................................................................... 5 BAB II LANDASAN TEORI ....................................................................... 6 A. Kecerdasan (Intelligence) ....................................................................... 6 1. Pengertian Kecerdasan (Intelligence)................................................. 6 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kecerdasan ................................. 7 3. Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligence) ......................................... 9 a. Pengertian Kecerdasan Ganda .................................................... 9 b. Macam-Macam Kecerdasan ........................................................ 10 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1) Kecerdasan Linguistik-Verbal .............................................. 10 2) Kecerdasan Logis-Matematis................................................ 11 3) Kecerdasan Ruang-Visual ..................................................... 11 4) Kecerdasan Ritmik Musik..................................................... 12 5) Kecerdasan Kinestetik........................................................... 12 6) Kecerdasan Interpersonal ...................................................... 12 7) Kecerdasan Intrapersonal ...................................................... 13 8) Kecerdasan Naturalis ............................................................ 13 9) Kecerdasan Eksistensial ........................................................ 13 c. Prinsip Umum Pengembangan Inteligensi Ganda ...................... 14 B. Spesifikasi Kecerdasan Kinestetik-Badani ............................................. 15 1. Pengertian Kecerdasan Kinestetik-Badani ....................................... 15 2. Ciri-ciri Kecerdasan Kinestetik-Badani ........................................... 15 3. Pengembangan Kecerdasan Kinestetik-Badani ............................... 15 4. Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Kinestetik-Badani .............. 16 C. Bimbingan Belajar .................................................................................. 18 1. Pengertian Bimbingan Belajar ......................................................... 18 2. Tujuan Bimbingan Belajar ............................................................... 19 3. Fungsi Bimbingan Belajar ............................................................... 20 4. Peranan Guru dalam Bimbingan Belajar ......................................... 20 D. Prestasi Belajar ........................................................................................ 21 1. Pengertian Prestasi Belajar .............................................................. 22 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ........................ 22 E. Materi dalam Modul dan Hakekat Matematika ...................................... 23 F. Modul Bimbingan Belajar....................................................................... 24 1. Pengertian Modul ............................................................................. 24 2. Cara Menyusun Modul .................................................................... 24 3. Evaluasi Modul ............................................................................... 25 G. Penelitian yang Revelan .......................................................................... 26 1. Penelitian yang berhubungan dengan Kecerdasan Ganda ............... 26 2. Penelitian yang berhubungan dengan Bimbingan Belajar ............... 27 3. Penelitian yang berhubungan dengan Prestasi Belajar .................... 27 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN .............................................................. 30 A. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................. 30 B. Jenis Penelitian ......................................................................................... 30 C. Prosedur Pengembangan ......................................................................... 30 D. Populasi dan Sampel ................................................................................ 35 E. Perlakuan (Treatment).............................................................................. 36 F. Teknik Pengumpulan Data ....................................................................... 37 G. Instrumen Penelitian................................................................................. 37 1. Wawancara ....................................................................................... 38 2. Observasi.......................................................................................... 38 3. Dokumentasi .................................................................................... 39 4. Kuesioner ......................................................................................... 40 5. Tes (pretest dan postest) .................................................................. 40 H. Validasi Modul ......................................................................................... 41 1. Data Validasi Guru Bidang StudiMatematika dan Revisi Produk ..... 41 2. Data Validasi Pakar Tata Bahasa dan Revisi Produk ......................... 42 3. Data Validasi Pakar Pembelajaran Matematika dan Revisi Produk .. 44 4. Data Validasi Pakar Multiple Inteligensi ........................................... 45 I. Teknik Analisis Data ................................................................................ 46 BAB IV DATA DAN DATA ANALISIS ..................................................... 50 A. Pelaksanaan Penelitian ............................................................................ 50 1. Sebelum Penelitian ............................................................................. 50 2. Selama Penelitian ............................................................................... 52 B. Analisis Data ........................................................................................... 55 1. Hasil Belajar ...................................................................................... 55 2. Refleksi ............................................................................................. 57 3. Evaluasi ............................................................................................. 58 4. Tanggapan Siswa Terhadap Modul................................................... 59 BAB V PENUTUP ......................................................................................... 61 A. Kesimpulan ............................................................................................. 61 B. Keterbatasan penulis .............................................................................. 61 C. Saran ....................................................................................................... 61 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 63 LAMPIRAN ................................................................................................... 66 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-Kisi Soal Matematika Pretest dan Posttest ............................ 41 Tabel 3.2 Komentar Guru Bidang Studi Matematika serta Revisinya ........... 42 Tabel 3.3 Komentar Pakar Tata Bahasa serta Revisinya ............................... 43 Tabel 3.4 Komentar Pakar Pembelajaran Matematika serta Revisinya ......... 44 Tabel 3.5 Komentar Pakar Multiple Inteligensi serta Revisinya ................... 45 Tabel 3.6 Konversi Skala Empat Berdasarkan Penelitian Acuan Patokan .... 46 Tabel 3.7 Resume Nilai dari Pakar/Validator ................................................ 48 Tabel 3.8 Perhitungan SBx atau Standar Devisisasi (SD) .............................. 48 Tabel 3.9 Hasil Konversi Nilai Skala Empat ................................................. 49 Tabel 3.10 Resume Nilai Kuesioner dari Para Ahli ....................................... 49 Tabel 4.1 Nilai Pretest dan Posttest Siswa Kelas IV ..................................... 56 Tabel 4.2 Hasil Nilai Evaluasi Siswa ............................................................. 59 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Skema Penelitian yang Relevan ................................................. 29 Gambar 3.1 Langkah-Langkah Penelitian Menurut Sugiyono (2010) ........... 31 Gambar 3.2 Tahap-Tahap Penelitian Research and Development................. 32 Gambar 4.1 Frekuensi Nilai Pretest dan Posttest Secara Keseluruhan ......... 56 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Izin Penelitian ............................................................... 66 Lampiran 2. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ...................... 67 Lampiran 3. Legger Penjasorkes Kelas IV Semester I ............................... 68 Lampiran 4. Daftar Nilai Rapor Penjasorkes Kelas IV Semester I ............. 69 Lampiran 5. Legger Seni Tari Kelas IV Semester I .................................... 70 Lampiran 6. Daftar Nilai Matematika Kelas IV Semester Ganjil (1) ......... 71 Lampiran 7. Daftar Nilai Matematika Kelas IV Semester Ganjil (2) ......... 72 Lampiran 8. Resume Nilai Matematika Rapor Kelas IV Semester 1 ......... 73 Lampiran 9. Silabus Pembelajaran.............................................................. 74 Lampiran 10. RPP Bimbingan Belajar Pertemuan 1 (Revisi) ....................... 78 Lampiran 11. RPP Bimbingan Belajar Pertemuan 2 (Revisi) ....................... 86 Lampiran 12. RPP Bimbingan Belajar Pertemuan 3 (Revisi) ....................... 94 Lampiran 13. Hasil Validasi Pakar Pembelajaran Matematika .................... 102 Lampiran 14. Hasil Validasi Pakar Tata Bahasa........................................... 115 Lampiran 15. Hasil Validasi Guru Bidang Studi Matematika ...................... 118 Lampiran 16. Rekapitulasi Hasil Validasi Guru Matematika Kelas IV ........ 121 Lampiran 17. Rekapitulasi Hasil Validasi Tata Bahasa ................................ 123 Lampiran 18. Rekapitulasi Hasil Validasi Pembelajaran Matematika ......... 125 Lampiran 19. Hasil Pretest Sampel 10 ........................................................ 127 Lampiran 20. Pekerjaan Sampel 8 di Modul Matematika ............................ 135 Lampiran 21. Pekerjaan Sampel 4 di Modul Matematika ............................ 141 Lampiran 22. Hasil Posttest Sampel 10 ........................................................ 147 Lampiran 23. Foto-Foto ................................................................................ 155 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini ada 2 bentuk pendidikan, yaitu pendidikan formal dan pendidikan non formal.Pendidikan formal mulai dari TK, SD, SMP dan SMA.Ambil contoh, pendidikan di SD yang menurut Bafadal (2006: 3) sekolah dasar merupakan satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan enam tahun.Hal ini tercantum dalam Kurikulum Pendidikan Dasar (1994; dalam Bafadal 2006: 6) dijelaskan bahwa pendidikan dasar bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah. Pendidikan non formal contohnya seperti home schoolling dan bimbingan belajar. Tujuan bimbingan belajar menurut Hamalik (2009:195) adalah agar semua potensi siswa berkembang secara optimal meliputi aspek pribadinya sebagai individu yang potensial.Hal ini, dapat memberi dampak positif bagi perkembangan belajar siswa sendiri dan raihan prestasi belajar siswa tersebut.Bimbingan belajar yang ada hingga saat ini biasanya juga menggunakan bahan ajar.Sukmadinata (2010:3) menyebutkan bahwa bahan ajar menjadi salah satu komponen utama kurikulum.Bahan ajar yang digunakan dalam bimbingan belajar masih dalam bentuk umum. Bentuk 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI umum ini artinya belum berbasis kecerdasan ganda (inteligensi ganda) sehingga siswa menerima pengetahuan dengan cara yang sama yang mengakibatkan perbedaan pencapaian prestasi belajar. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di SD Kanisius Gayam I Yogyakarta, para guru di sana masih menggunakan modul yang belum memperhatikan kecerdasan ganda yang dimiliki oleh setiap siswa. Antara guru dan siswa menggunakan modul yakni modul yang berisi penjelasan materi dan soal latihan.Menurut David Wechsler dalam Nini Subini (2012: 11), kecerdasan adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif.Ada 9 kecerdasan yang diungkap oleh Gardner.Kecerdasan itu adalah intelegensi linguistik, intelegensi matematis-logis, intelegensi ruang-visual, intelegensi kinestetikbadani, intelegensi musikal, intelegensi interpersonal, intelegensi intrapersonal, intelegensi lingkungan, intelegensi eksistensial. Wawancara yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa siswa kelas IV SD Kanisius Gayam I yang berprestasi rendah memiliki kecerdasan kinestetik-badani yang lebih dominan melihat dari hasil pretasi yang ditunjukkan pada nilai rapor.Suparno (2004: 35) berpendapat bahwa siswa yang mempunyai kecerdasan kinestetik-badani biasanya suka menari, olahraga, dan suka bergerak.Siswa ini biasanya tidak suka diam, ingin selalu menggerakan tubuhnya.Bila waktu luang dan tidak ada pelajaran, anak-anak ini dengan cepat main di lapangan. Bila belajar menari, anak seperti ini dengan cepat akan bisa dan tidak kaku karena tubuhnya fleksibel. 2

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Peneliti juga melakukan wawancara dengan guru penjasorkes, seni tari dan juga Matematika.Hasil wawancara ditemukannya 12 siswa yang memiliki kecerdasan kinestetik-badani.Kedua belas siswa tersebut bagus dalam kinestetik-badani dan mereka lemah dalam mata pelajaran Matematika. Untuk memastikan hal tersebut, maka peneliti membuat pertanyaan sederhana tentang hobi dan mata pelajaran yang dirasa sulit. Peneliti meminjam bukti dokumentasi yaitu rapor dari guru bidang studi Matematika. Setelah angket itu selesai diisi dan melihat bukti rapor, peneliti melihat bahwa dari 12 siswa tersebut ada 10 siswa yang memiliki kecerdasan kinestetik-badani dan lemah di bidang studi Matematika. Peneliti memiliki keinginan untuk mengembangkan sebuah modul bimbingan belajar Matematika dengan bertolak pada kecerdasan kinestetikbadani.Dari modul bimbingan belajar ini, diharapkan siswa mampu memahami mata pelajaran Matematika yaitu materi “Sifat-sifat bangun ruang sederhana” dengan baik.Penelitian ini hanya dibatasi pada permasalahan modul bimbingan belajar, kecerdasan kinestetik-badani, dan prestasi rendah dalam mata pelajaran Matematika. Materi Matematika yang akan dibahas terletak pada kelas IV semester genap yaitu Standar Kompetensi 8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar Kompetensi Dasar 8.1 Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana. Dengan demikian peneliti mengambil judul “Pengembangan Modul Bimbingan Belajar Matematika Berbasis Kecerdasan Kinestetik-BadaniPada Siswa Berprestasi Rendah di Kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta.” 3

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana hasil validasi kualitas produk modul bimbingan belajar Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badanipada siswa berprestasi rendah di kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta? 2. Apakah produk modul bimbingan belajar Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badanidapat meningkatkan prestasi rendah siswa kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mendeskripsikan hasil validasi kualitas produk modul bimbingan belajar berbasis kecerdasan kinestetik-badani pada siswa berprestasi rendah pada mata pelajaran Matematika di Kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta. 2. Untuk mengetahui produk modul bimbingan belajar Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badani dapat meningkatkan prestasi rendah siswa kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Guru Guru bidang studi Matematika kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta mendapatkan inspirasi dari penelitian ini baik dari sisi pengembangan modul bimbingan belajar Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badani maupun produk yang dihasilkan dapat menambah bahan sebagai pegangan guru dalam pembelajaran di sekolah. 4

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Bagi Siswa Siswa kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta dapat terbantu prestasi belajarnya dengan adanya produk yang dikembangkan oleh peneliti yaitu modul bimbingan belajar Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badani. 3. Bagi Sekolah SD Kanisius Gayam I Yogyakarta mendapatkan tambahan referensi modul bimbingan belajar Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badani dari hasil penelitian pengembangan (Research and Development). 4. Bagi Prodi PGSD Prodi PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mendapatkan tambahan referensi terkait dengan penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R & D) dan produk yang dihasilkan berupa modul bimbingan belajar Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badani. 5

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kecerdasan (Intelligence) 1. Pengertian Kecerdasan (Intelligence) Menurut David Wechsler (dalam Nini Subini, 2012:11), kecerdasan adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif.Kecerdasan secara umum dapat juga diartikan sebagai suatu tingkat kemampuan dan kecepatan otak mengolah suatu bentuk tugas atau keterampilan tertentu.Kemampuan dan kecepatan kerja otak ini disebut juga dengan efektifitas kerja otak. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa kecerdasan adalah suatu kemampuan mentalyang melibatkan proses berpikir rasional. Oleh karena itu, kecerdasan tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Penelitian Gardner telah menghasilkan suatu pengertian tentang kecerdasan. Kecerdasan tidak diketahui berdasarkan ukuran nilai atau skor tes, tetapi kecerdasan seseorang diketahui dan dinilai dari: (1)kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari; (2) kemampuan untuk memproduksi persoalan baru dan diselesaikan sendiri; (3) kemampuan untuk menciptakan produk mengandung nilai budaya (Campbell, Linda. dkk, 2006: 2). 6 baru yang

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Kita ketahui bahwa kecerdasan masing-masing orang berbeda, ada yang pintar sekali, sedang-sedang saja, dan ada juga yang bisa-biasa saja.Namun tidak sedikit juga yang tingkat kecerdasannya dibawah ratarata. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor (Subini,2012:18-21), yakni: a. Faktor genetik (keturunan atau bawaan) Pandangan umum mengatakan bahwa seseorang yang lahir dari keluarga berpendidikan tinggi atau mempunyai tingkat intelektual diatas rata-rata akan mempunyai keturunan yang tidak jauh berbeda. Meskipun bukan faktor utama, namun keturunan terbukti mempengaruhi kecerdasan seseorang.Oleh karena itu di dalam satu kelas dapat dijumpai anak yang berbeda secara akademis. b. Faktor lingkungan Selain faktor genetik (keturunan), lingkungan juga dapat memberi pengaruh besar terhadap kecerdasan anak. Jadi tidak perlu bingung ketika ada seorang anak jalanan, yang orangtuanya tidak pernah sekolah, mempunyai kepandaian yang luar biasa dibanding temannya. Bisa jadi anak tersebut belajar dari kehidupannya yang susah dan bertekat mengubah keadaan hidupnya dengan rajin belajar. Ia bisa belajar kapanpun dan kepada siapapun yang mau mengajarinya. Oleh karena itu walaupun pada dasarnya inteligensi sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan- perubahan yang berarti.Tak dapat dipungkiri juga kalau stimulasi yang 7

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI benar juga berpengaruh cerdas.Rangsangan-rangsangan untuk yang menciptakan bersifat orang-orang kognitif seperti emosional dari lingkungan juga memegang peranan penting. c. Faktor minat dan pembawaan yang khas Minat merupakan suatu dorongan untuk mencapai sebuah tujuan.Minat mengarahkan pernuatan kepada sesuatu. Dalam diri manusia terdapat dorongan atau motif yang mendorongnya untuk berinteraksi dengan dunia luar, sehingga apa yang diminati oleh manusia dapat memberikan dorongan untuk berbuat lebih giat dan lebih baik. Dengan belajar giat akan meningkatkan kecerdasan seseorang. d. Faktor gizi Intelegensi tidak bisa lepas dari otak.Perkembangan otak dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi.Otak cenderung dapat bekerja dengan keras, lancar jika didukung dengan kandungan makanan yang diserap. e. Faktor kematangan Organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan setiap saat. Bagaimana seorang bayi yang mulanya hanya bisa menangis kemudian dapat lari kesana ke mari, itu adalah bagian dari proses tumbuh kembangnya. f. Faktor pembentukan Pembentukan adalah segala keadaan diluar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan inteligensi. Pembentukan ada dua 8

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI macam yakni: yang direncanakan dan yang tidak. Pembentukan yang direncanakan seperti dilakukan disekolah atau pembentukan yang tidak direncanakan, misalnya pengaruh alam semesta. g. Faktor kebebasan Kebebasan yang dimaksud disini adalah dalam hal melakukan pembelajaran.Seorang anak dapat memilih metode tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi.Misalnya untuk belajar ilmu murni, anak cenderung memilih melakukan praktik langsung daripada duduk diam mendengarkan guru berceramah.Biarkan anak melakukan hal yang disukainya asalkan itu baik, berguna dan tidak membahayakan dirinya. 3. Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligences) a. Pengertian Kecerdasan Ganda Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 251) terdapat arti kata dari kecerdasan ganda, kata “ganda” memiliki arti kali, lipat, lebih banyak, dan tidak tunggal.Gagasan tentang teori intelegensi ganda (multiple intelegence) pertama kali dikemukakan oleh Howard Gardner pada tahun 1983.Menurut Gardner (dalam Suparno 2004:17) Inteligensi merupakan kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata. Menurut pendapat Suparno (2004: 19) penelitian yang telah dilakukan oleh Gardner pada awalnya menghasilkan tujuh kecerdasan, 9

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kemudian ditambah lagi menjadi dua kecerdasan sehingga menjadi sembilan kecerdasan anak, yaitu: (1) kecerdasan linguistik; (2) kecerdasan matematis-logis; (3) kecerdasan ruang-visual; (4) kecerdasan musikal; (5) kecerdasan jinestetik-badani; (6) kecerdasan interpersonal; (7) kecerdasan intrapersonal; (8) kecerdasan naturalis; dan (9) kecerdasan eksistensial. Sembilan kecerdasan tersebut yang disebut dengan multiple intelligences. b. Macam-macam Kecerdasan Menurut Gardner dalam Suparno (2013: 19) pada awal penelitiannya Gardner mengumpulkan banyak sekali kemampuan manusia yang kiranya dapat dimasukkan dalam pengertiannya tentang kecerdasan.Setelah semua kemampuan itu dianalisis secara teliti, akhirnya dia menerima adanya tujuhkecerdasan yang dimiliki manusia. Pada bukunya Intelligence Reframed, ia menambahkan adanya duakecerdasan baru, yaitu kecerdasan lingkungan atau naturalis (naturalist intelligence) dan intelligence). Ada 9 kecerdasan eksistensial (existential kecerdasan yang diungkap oleh Gardner.Kecerdasan itu adalah intelegensi linguistik, intelegensi matematis-logis, intelegensi ruang-visual, intelegensi kinestetikbadani, intelegensi musikal, intelegensi interpersonal, intelegensi intrapersonal, intelegensi lingkungan, intelegensi eksistensial. 1) Kecerdasan Linguistik-Verbal 10

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Menurut Suparno (2004: 26) kecerdasan linguistik-verbal merupakan kemampuan seseorang untuk menggunakan kata-kata secara lisan maupun tertulis seperti pencipta puisi, pemain film, jurnalis.Menurut Gardner dalam Campbell (2006:2) menambahkan bahwa linguistic intelligence (kecerdasan linguistic), adalah kemampuan untuk berpikir dalm bentuk kata-kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan dan menghargai makna yang kompleks. 2) Kecerdasan Logis-Matematis Kecerdasan logis-matematis menurut pendapat Suparno (2004: 28) adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengolah angka dan perhitungan.Menurut bilangan Gardner dalam melakukan dalam Campbell (2006:2)menambahkan bahwa logical–matehematical intelligence (kecerdasan matematis-logis), merupakan kemampuan dalam menghitung, mengukur, dan mempertimbangkan proposisi dan hipotesis, serta menyelesaikan operasi-operasi matematis. 3) Kecerdasan Ruang-Visual Kecerdasan selanjutnya yaitu kecerdasan ruang-visual, adalah kecerdasan atau kemampuan yang dimiliki seseorang untuk melihat dan mengenal dunia melalui ruang-visualnya secara tepat dan benar (Suparno, 2004: 32). Menurut Gardner dalam Campbell (2006:2)menambahkan bahwa spatial intelligence (kecerdasan spasial), adalah kemampuan untuk membangkitkan 11 kapasitas

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI untuk berpikir dalam tiga cara dimensi seperti yang dapat dilakukan oleh pelaut, pilot, pemahat, pelukis, arsitek. 4) Kecerdasan Ritmik Musik Kecerdasan ritmik-musik menurut Suparno (2004: 36) adalah kecerdasan yang dimiliki seseorang dalam mengekspresikan dan mengembangkan perasaan atau pikiran melalui lagu dan musik.Menurut Gardner dalam Campbell (2006:2) menambahkan bahwa musical intelligence (kecerdasan musik), kemampuan yang sensitivitas pada pola titinada, melodi, ritme, dan nada. 5) Kecerdasan Kinestetik Kecerdasan kinestetik menurut pendapat Suparno (2004: 34) adalah kemampuan seseorang dalam mengkombinasikan pikiran dan gerak tubuh sehingga menjadi suatu bentuk gerakan yang indah seperti yang dilakukan pada penari, atlet, pemahat.Menurut Gardner dalam Campbell (2006:2) menambahkan bahwa bodilykinestetic intelligence (kecerdasan kinestetik), adalah kemampuan yang memungkinkan seseorang untuk menggerakan objek dan keterampilan-keterampilan fisik yang halus. 6) Kecerdasan Interpersonal Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam melakukan hubungan komunikasi dengan orang disekitarnya (Suparno: 40). Menurut Gardner dalam Campbell (2006:2) menambahkan 12 bahwa interpersonal intelligence

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (kecerdasan interpersonal), adalah kemampuan untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif. 7) Kecerdasan Intrapersonal Menurut Suparno (2004: 41) memiliki pendapat tentang kecerdasan intrapersonal.Beliau mengatakan kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk melakukan refleksi dan penilaian terhadap diri sendiri dalam merumuskan tujuan hidupnya.Menurut Gardner dalam Campbell (2006:2) menambahkan bahwa intrapersonal inteliligence (kecerdasan intrapersoal), merupakan kemampuan untuk membuat persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan pengetahuan tersebut dalam merencanakan dan mengarahkan kehidupan seseorang. 8) Kecerdasan Naturalis Kecerdasan naturalis adalah kemampuan seseorang untuk mengenal lingkungan baik tumbuhan dan hewan (Suparno, 2004: 42). 9) Kecerdasan Eksistensial Kecerdasan eksistensial ini memiliki kesamaan dengan kecerdasan intrapersonal.Persamaan yang dimiliki oleh kedua kecerdasan tersebut yaitu sama-sama tentang diri sendiri, tetapi kecerdasan eksistensial lebih pada ke pertanyaan-pertanyaan tentang diri sendiri.Kecerdasan eksistensial adalah kemampuan 13

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI seseorang dalam menjawab pertanyaan tentang masalah-masalah manusia seperti mengapa aku ada, mengapa manusia mati, makna dari tujuan hidup (Suparno, 2004: 44). c. Prinsip Umum Pengembangan Inteligensi Ganda Haggerty (dalam Suparno, 2004: 65-66) ada beberapa prinsip umum untuk membantu mengembangkan inteligensi ganda pada siswa, adalah: 1) Pendidikan harus memperhatikan semua kemampuan intelektual; 2) Pendidikan seharusnya individual. Pendidikan harusnya lebih personal, dengan memperhatikan inteligensi setiap siswa; 3) Pendidikan harus menyemangati siswa untuk dapat menentukan tujuan dan program belajar mereka. Siswa perlu diberi kebebasan untuk menggunakan cara belajar dan cara kerja berdasarkan minat mereka; 4) Sekolah sendiri harus menyediakan fasilitas dan sarana yang dapat dipergunakan oleh siswa untuk melatih kemampuan intelektual mereka berdasarkan inteligensi ganda; 5) Evaluasi belajar harus lebih kontekstual dan bukan tes tertulis. Evaluasi lebih harus berupa pengalaman lapangan langsung dan dapat diamati bagaimana performa siswa, apakah sungguh maju atau tidak; 6) Pendidikan sebaiknya tidak dibatasi di dalam gedung sekolah. Inteligensi ganda memungkinkan 14 agar pendidikan juga

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dilaksanakan di luar sekolah, lewat masyarakat, kegiatan ekstra, serta kontak dengan orang luar dan para ahli. B. Spesifikasi Kecerdasan Kinestetik-badani 1. Pengertian Kecerdasan Kinestetik-badani Menurut Gardner (dalam Suparno, 2004: 34) kecerdasan kinestetik-badani adalah kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan seperti ada pada aktor, atlet, penari, pemahat, dan ahli bedah. Definisi ini merujuk pada tulisan yang mengatakan bahwa “… Sebuah keselarasan antara pikiran dan tubuh, dimana pikiran dilatih untuk memanfaatkan tubuh sebagaimana mestinya dan tubuh dilatih untuk dapat merespon ekspresi kekuatan dari pikiran” (Linda C, Bruce C dan Dee D, 2002). 2. Ciri-ciri Kecerdasan Kinestetik-badani Suparno (2004: 35) berpendapat bahwa siswa yang mempunyai kecerdasan kinestetik-badani biasanya suka menari, olahraga, dan suka bergerak.Siswa ini biasanya tidak suka diam, ingin selalu menggerakan tubuhnya.Bila waktu luang dan tidak ada pelajaran, anak-anak ini dengan cepat main di lapangan. Bila belajar menari, anak seperti ini dengan cepat akan bisa dan tidak kaku karena tubuhnya fleksibel. 3. Pengembangan Kecerdasan Kinestetik-badani 15

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Menurut Lazear (dalam Suparno, 2013: 72-73) kapasitas yang berkaitan dengan inteligensi kinestetik-badani ini perlu dilatih, misalnya dengan hal-hal berikut. a. Bila sedang berjalan, baik bila secara sadar melatih bermacam-macam model jalan. Misalnya, jalan pelan, jalan reflektif, tergesa-gesa, semangat, jalan gembira, mau cepat sampai tujuan, dsb. b. Bila merasakan reaksi tubuh terhadap rangsangan dari luar. Misalnya, merasakan reaksi tubuh terhadap suasana tegang, bingung, suasana menyenangkan, dsb. Melatih dan menyadari reaksi ini misalnya, tubuh menggigil waktu mengalami ketakutan; wajah menjadi merah ketika sedang marah;dsb. c. Bila sedang berbicara dengan orang lain, cobalah perhatikan bahasa tubuh mereka. Perhatikan postur tubuh, isyarat tubuh, ekspresi wajah, gerak tubuh-nya. d. Baik bila sekali menyadari apa yang dilakukan dengan tubuh anda sebelum melakukan sesuatu. Misalnya, bila ingin memakai sepatu, lalu duduk, dan menggunakannya. e. Saat sibuk mengerjakan hal rutin, cobalah berhenti dan berpikir sebentar, unuk menyadari serta merasakan bagaimana kaki, tangan, dan tubuh kita melakukan dengan tugas itu. 4. Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Kinestetik-Badani Menurut (Uno dan Masri, 2009:141-144) strategi-strategi dibawah ini akan menunjukkan bahwa tidak sulit mengintegrasikan kegiatan yang 16

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dipicu oleh gerak tubuhdan kinestetis ke dalam mata pelajaran akademis tradisional seperti bahasa, matematika, dan ilmu pasti. Berikut uraiannya. 1) Respon Tubuh. Mintalah siswa menanggapi pelajaran menggunakan tubuh mereka sebagai medium respons. Strategi ini dapat divariaskina dengan beberapa cara, misalnya siswa dapat tersenyum, mengedipkan mata, mengangkat kelima jari, meniru gerakan burung yang terbang dengan merentangkan tangan, dan lain-lain. 2) Teater Kelas. Misalnya, siswa dapat mendramakan soal matematika yang melibatkan tiga langkah pemecahan dengan memainkan drama tiga langkah. Mereka dapat menciptakan pertunjukan boneka-boneka prajurit mini di sebuah papan kayu dengan menggerak-gerakkannya agar terlihat seperti gerakan pasukan. 3) Konsep kinestetis. Strategi konsep kinestetis dapat dilakukan, baik dengan cara mengajarkan konsep kepada siswa mempantomimkan konsep atau istilah mata pelajaran tertentu. Kegiatan ini menuntut kemampuan siswa menerjemahkan informasi dari sistem linguistik atau simbol logis menjadi ekspresi yang sepenuhnya kinestetisjasmani. 4) Hands On Thinking. Siswa yang memiliki kecerdasan kinestetis seharusnya memperoleh kesempatan belajar melalui manipulasi objek atau menciptakan sesuatu dengan tangan mereka. Pada tingkat kognitif yang lebih tinggi, siswa dapat mengekspresikan konsep yang abstrak, dengan membuat patung, kolase, atau bentuk-bentuk kerajinan lain. 17

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5) Peta tubuh. Salah satu contoh paling umum dari pendekatan ini adalah penggunaan jari untuk berhitung dan menghitung seperti sempoa. Dalam geografi misalnya, badan dapat mempresentasikan Indonesia (jika kepala mewakili Kalimantan, di manakah posisi Sumatera?), badan juga dapat digunakan dalam memetakan strategi pemecahan masalah dalam matematika. Misalnya, dalam perkalian angka dua digit, kedua kaki dapat menjadi angka dua digit dan lutut dapat menjadi angka satu digit. C. Bimbingan Belajar 1. Pengertian Bimbingan Belajar Menurut Hamalik (2009:193), bimbingan dalam arti yang luas inheren dengan pendidikan. Banyak ahli yang sependapat bahwa pengertian tentang bimbingan pada pokonya hampir bersesuaian satu sama lain. Berikut ini beberapa definisi bimbingan yang dikemukakan oleh beberapa ahli yakni: a. Harol Alberty: bimbingan disekolah merupakan aspek program pendidikan yang berkenan dengan bantuan terhadap para siswa agar dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapinya dan untuk merencanakan masa depannya sesuai dengan minat, kemampuan, dan kebutuhan sosialnya. b. Chrisholm: bimbingan ialah penolong individu agar dapat mengenal dirinya dan supaya individu itu dapat mengenal serta dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. 18

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Stikes dan Dorcy: bimbingan adalah suatu proses untuk menolong individu dan kelompok supaya individu itu dapat menyesuaikan diri dan memecahkan masalah-masalahnya. Definisi ini menekankan pandangan pribadi. d. Stoops: bimbingan adalah suatu proses yang terus menerus untuk membantu perkembangan individu dalam rangka mengembangkan kemampuannya secara maksimal untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat. Dari keempat definisi diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan merupakan suatu proses memberi bantuan kepada individu agar individu itu dapat mengenal dirinya dan dapat memecahkan masalah-masalah hidupnya sendiri sehingga ia dapat menikmati hidup dengan bahagia. 2. Tujuan Bimbingan Belajar Menurut Hamalik (2009: 195), bimbingan merupakan suatu proses yang bertujuan agar: 1) Siswa bertanggungjawab menilai kemampuannya sendiri dan menggunakan pengetahuan mereka secara efektif bagi dirinya; 2) Siswa menjalani kehidupannya sekarang secara efektif dan menyiapkan dasar kehidupan masa depannya sendiri; 3) Semua potensi siswa berkembang secara optimal meliputi aspek pribadinya sebagai individu yang poetensial; 19

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Menurut Skiner dalam Hamalik (2009:195), bimbingan bertujuan untuk menolong setiap individu dalam membuat pilihan dan mnentukan sikap yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan kesempatan yang ada yang sejalan dengan nilai-nilai sosialnya. 3. Fungsi Bimbingan Belajar Menurut Hamalik (2009:195), fungsi bimbingan adalah: a. Membantu individu siswa untuk memperoleh gambaran yang objektif dan jelas tentang potensi, watak, minat, sikap, dan kebiasaannya agar ia dapat menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. b. Membantu individu siswa untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, minat, bakat, dan kemampuannya dan membantu siswa itu untuk menentukan cara yang efektif dan efisien dalam menyelesaikan bidang pendidikan yang telah dipilihnya agar tercapai hasil yang diharapkan. c. Membantu individu siswa untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang kemungkinan-kemungkinan dan kecenderungan- kecenderungan dalam lapangan pekerjaan agar ia dapat melakukan pilihan yang tepat diantara lapangan pekerjaan. Disamping itu, membantunya untuk mendapatkan kemajuan yang memuaskan 20

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dalam pekerjaannya sambil memberikan sumbangan secara masksimal terhadap masyarakatnya. 4. Peranan Guru dalam Bimbingan Belajar Menurut Ahmadi dan Supriyono (1991: 109) guru sebagai manager of instruction (pengelola pengajaran) dituntut untuk memiliki kemampuan mengelola seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan kondisi-kondisi belajar sedemikian rupa sehingga setiap murid dapat belajar dengan efektif dan efisien. Sebagai pembimbing dalam belajar mengajar diharapkan mampu untuk: 1) Memberikan berbagai informasi yang diperlukan dalam proses belajar. 2) Membantu setiap siswa dalam mengatasi masalah-masalah pribadi yang dihadapinya. 3) Mengevaluasi hasil setiap langkah kegiatan yang telah dilakukannya. 4) Memberikan kesempatan yang memadai agar setiap murid dapat belajar sesuai dengan karateristik pribadinya. 5) Mengenal dan memahami setiap murid baik secara individual maupun secara kelompok. Menurut Perceivel Huston (dalam Ahmadi dan Supriyono, 1991: 111) dalam bukunya: The Guince Function Education” guru yang dapat berperan sebagai pembimbing yang efektif adalah guru yang memiliki kemampuan kelebihan dalam hal mengajar bidang studi: 21

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1) Dapat menimbulkan minat dan semangat dalam bidang studi yang diajarkan; 2) Memiliki kecakapan sebagai pemimpin murid; 3) Dapat menghubungkan materi pelajaran pada pekerjaan praktis. D. Prestasi Belajar 1. Pengertian Prestasi Belajar Winkel (1997:162) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Menurut Masidjo (1995), prestasi belajar adalah segala sesuatu yang menjadi milik siswa sebagai akibat dari kegiatan belajar. Berdasarkan pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh setiap orang dalam proses belajarnya dari proses belajar. 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar (Subini, 2012:20). 1) Faktor yang berasal dari dalam diri sendiri: (1)Faktor jasmaniah, berkaitan dengan penggunaan panca indra yang dimiliki oleh seseorang. (2) Faktor psikologis, merupakan faktor bawaan yang terdiri atas: 2) Faktor intelektif, meliputi: (1)Faktor potensial yaitu kecerdasan dan bakat (2) Faktor kecakapan nyata yaitu prestasi yang telah dimiliki 22

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3) Faktor non intelektif, yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi,emosi, dan penyesuaian diri. 4) Faktor kematangan fisik maupun psikis. Kemudian yang termasuk dalam faktor yang berasal dari luar diri: a. Faktor sosial, seperti: i. Lingkungan keluarga ii. Lingkungan masyarakat iii. Lingkungan sekolah iv. Lingkungan kelompok b. Faktor budaya, seperti adat istiadat, ilmu pengatahuan, tekhnologi, dan kesenian. c. Faktor lingkungan, seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, iklim. d. Faktor lingkungan spiritual atau keamanan. E. Materi dalam Modul dan Hakekat Matematika Penelitian ini menggunakan mata pelajaran Matematika. Materi pembelajaran yang digunakan adalah berpedoman pada Standar Kompetensi Bilangan: 8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar. Kompetensi dasar yang diambil adalah 8.1 Menentukan sifatsifat bangun ruang sederhana. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Bahasa, 2008:888) Matematika adalah ilmu tentang bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan. Ismail dkk 23

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI memberikan definisi hakikat Matematika (Hamzah dan Muhlisrarini,2014:48) adalah ilmu yang membahas angka-angka dan perhitungannya, membahas masalah-masalah numerik, mengenai kuantitas dan besaran, mempelajari hubungan pola, bentuk dan struktur, sarana berpikir, kumpulan sistem, struktur dan alat. Jadi, peneliti menyimpulkan bahwa Matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang angka-angka dan perhitungan menggunakan pola pikir yang logis. F. Modul Bimbingan Belajar 1. Pengertian Modul Menurut Nasution (1984: 206-208) modul adalah media pembelajaran yang di dalamnya terdiri dari kegiatan belajar yang dibuat untuk membantu siswa mencapai tujuan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa. 2. Cara Menyusun Modul Menurut Nasution (1982: 217-218) penyusunan modul atau pengembangan modul dapat mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Merumuskan sejumlah tujuan secara jelas, spesifik, dalam bentuk kelakuan siswa yang dapat diamati dan diukur. 2. Urutan tujuan-tujuan itu menentukan langkah-langkah yang diikuti dalam modul itu. 3. Tes diagnostik untuk mengukur latar belakang siswa, pengetahuan dan kemampuan yang telah dimilikinyasebagai 24 pra-syarat untuk

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menempuh modul itu (entry behaviour atau entering behaviour). Ada hubungan antara butir-butir test ini dengan tujuan-tujuan modul. 4. Menyusun alasan atau rasional pentingnya modul ini bagi siswa. Ia harus tahu apa gunanya ia mempelajari modul ini. Siswa harus yakin akan manfaat modul itu agar ia bersedia mempelajarinya sepenuh tenaga. 5. Kegiatan belajar direncanakan untuk membantu dan membimbing siswa agar mencapai kompetensi-kompetensi seperti dirumuskan dalam tujuan. Adapun beberapa alternatif yang perlu disediakan, misalnya cara yang dijalani oleh siswa sesuai dengan kepribadiannya. Bagian ini merupakan inti dan aspek terpenting dari modul itu, karena menyangkut proses belajar itu sendiri. 6. Menyusun posttest untuk mengukur hasil belajar murid, hingga manakah ia menguasai tujuan-tujuan modul. Dapat pula disusun beberapa bentuk test yang paralel. Butir-butir tes harus bertalian erat dengan tujuan-tujuan modul. 7. Menyiapkan pusat sumber-sumber berupa bacaan yang terbuka bagi siswa setiap waktu ia memerlukannya. 3. Evaluasi Modul Suatu bahan ajar perlu dievaluasi untuk mengetahui sejauhmana bahan ajar tersebut efektif.Cunningsworth mengemukakan beberapa unsur untuk mengevaluasi suatu bahan ajar. Unsur tersebut meliputi: aims and objectives, design and organization, language contents, skills, topic, methodology, teacher’s book, practical consideration (1995:3). 25

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Peneliti mengambil 5 unsur yang terdapat dalam instrumen validasi modul yaitu tujuan dan pendekatan (aims objectibes), desain dan pengorganisasian (design and organization), isi modul (language contents), topik (topic), dan metodologi (methodology). G. Penelitian yang Relevan 1. Penelitian yang berhubungan dengan Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligence) Nurani, Yuliani (2012). Penelitian ini berjudul “Pengembangan Media Daur Ulang Berbasis Kecerdasan Jamak dalam Peningkatan Keterampilan Hiudp Anak Usia Dini” menggunakan metode R and D. Peneliti memiliki tujuan yaitu menghasilkan suatu model pengembangan media daur ulang berbasis kecerdasan jamak dalam meningkatkan keterampilan hidup anak usia dini. Penelitian tersebut dilakukan selama 4 minggu dengan 12x pertemuan tatap muka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang berada di bawah nilai rata-rata sebanyak 3 anak atau 16,6%; sedangkan anak yang berada diatas kelas rata-rata sebanyak 9 anak atau 50,2%. Kesimpulannya adalah 12 dari 18 anak memiliki kategori berkembang sesuai harapan yang dibuktikan melalui kumpulan hasil dalam bentuk karya/produk media daur ulang dan perilaku nyata yang dapat diamati (observable) dan dapat diukur (measureable).Itu berarti penggunaan media daur ulang dapat meningkatkan keterampilan hidup anak usia dini pada Pos PAUD di Provinsi DKI Jakarta. Reza, Muhammad & Fitrinti, Diah (2013). Penelitian ini berjudul “Mengembangkan Kegiatan Gerak dan Lagu untuk Meningkatkan 26

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kemampuan Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 tahun”.Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R and D). Penelitian ini bertujuanuntuk mengembangkan kegiatan gerak dan lagu yang nantinya dapat digunakan sebagai pilihan kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak serta untuk mengetahui apakah kegiatan gerak dan lagu yang dikembangkan oleh peneliti efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 10 sampel yang diteliti nilai postest lebih tinggi daripada nilai pretest. Kesimpulannya adalah bahwa kegiatan gerak dan lagu efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak pada anak usia 5-6 tahun. 2. Penelitian yang Berhubungan dengan Bimbingan Belajar Firdausi, Nurmala (2008). Penelitian ini berjudul “Motivasi Siswa SD Mengikuti Bimbingan Belajar ditinjau Dari Harapan Orangtua Terhadap Prestasi Belajar Anak”.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan orangtua terhadap prestasi belajar anak dengan motivasi siswa SD mengikuti bimbingan belajar. Hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) terdapat hubungan positif antara harapan orangtua terhadap prestasi belajar dengan motivasi siswa SD mengikuti bimbingan belajar, artinya semakin tinggi harapan orangtua terhadap prestasi belajar anak maka semakin tinggi pula motivasi siswa SD mengikuti bimbingan belajar dan sebaliknya. (2) Sumbangan 27

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI efektif harapan orantua terhadap prestasi belajar anak dengan mpotivasi siswa SD mengikuti bimbingan belajar sebesar 12,7%. 3. Penelitian yang Berhubungan dengan Prestasi Belajar Aisah, Siti (2008). Penelitian ini berjudul “Peningkatan Prestasi Siswa dalam Diskusi Kelompok dengan adanya Penggunaan Alat Peraga pada Pokok Bahasan Bangun Ruang (Kubus & Balok) di Kelas VIII MTs Negeri Kota Madiun.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil analisis pada siklus I adalah dari 42 siswa ada 22 siswa (52%) yang tuntas dalam belajarnya.Kesimpulannya adalah bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan belum berhasil sebab suatu kelas dikatakan berhasil jika mencapai ketuntasan belajar paling sedikit 65% dari jumlah siswa. Hasil analisis pada siklus II adalah dari 42 siswa ada 35 siswa (83%) yang mengalami ketuntasan belajar.Kesimpulannya adalah bahwa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti berhasil. Lestari, Sri (2009). Penelitian ini berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Penggunaan Bangun Ruang Siswa Kelas IV SD di SDN 3 Jenengan Sawit Boyolali Tahun 2009/2010”.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Pada siklus I siswa yang belajar dengan tuntas mencapai 96%, dilanjutkan siklus II yaitu siswa yang tuntas belajar mencapai 100%. Dengan demikian penggunaan media pembelajaran matematika bangun ruang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 3 Jenengan Sawit Boyolali. 28

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kecerdasan Ganda Bimbingan Belajar Prestasi Belajar “Pengembangan Media Daur Ulang Berbasis Kecerdasan Jamak dalam Peningkatan Keterampilan Hiudp Anak Usia Dini” “Motivasi Siswa SD Mengikuti Bimbingan Belajar ditinjau Dari Harapan Orangtua Terhadap Prestasi Belajar Anak”. Oleh: Oleh: “Peningkatan Prestasi Siswa dalam Diskusi Kelompok dengan adanya Penggunaan Alat Peraga pada Pokok Bahasan Bangun Ruang (Kubus & Balok) di Kelas VIII MTs Negeri Kota Madiun. Nurani, Yuliani (2012) Firdausi, Nurmala (2008) “Mengembangkan Kegiatan Gerak dan Lagu untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 tahun”. Oleh: Aisah, Siti (2008) “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Penggunaan Bangun Ruang Siswa Kelas IV SD di SDN 3 Jenengan Sawit Boyolali Tahun 2009/2010”. Oleh: Oleh: Reza, Muhammad & Fitrinti, Diah (2013) Lestari, Sri (2009). Judul Penelitian: Pengembangan Modul Bimbingan Belajar Matematika Berbasis Kecerdasan Kinestetik-BadaniPada Siswa Berprestasi Rendah di Kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta Gambar 2.1 Skema Penelitian yang Relevan 29

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Gayam I Yogyakarta yang beralamat di Jl. Ki Mangunsarkoro No. 80 Yogyakarta.Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – April (3 bulan). B. Jenis Penelitan Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian dan pengembangan atau Research and development (R and D).Penelitian dan Pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2010: 407).Penelitian ini mengembangkan modul berbasis kecerdasan kinestetik-badani untuk pelajaran Matematika yang berfokus pada kecerdasan dominan siswa yaitu kecerdasan kinestetik-badani. Produk yang akan dihasilkan dalam penelitian ini adalah modul pembelajaran Matematika berbasis kecerdasan kinestetikbadani. C. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mengadaptasi model dari Sugiyono yang terdiri dari 10 langkah.Langkah-langkah penelitian dan pengembangan dari Sugiyono sebagai berikut (Sugiyono, 2010: 409). 30

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Potensi dan Masalah Pengumpula n Data Uji coba Revisi Pemakaia Produk Revisi Produk Produk Masal Desain Produk Validasi Desain Uji Coba Produk Revisi Desain Gambar 3.1 Langkah-Langkah Penelitian Menurut Sugiyono (2010) Penelitian yang dilakukan hanya sampai pada tahap ke tujuh yaitu tahap revisi produk. Tahapan yang dilakukan oleh peneliti terdiri dari: Potensi dan Masalah Pengumpula n Data Desain Produk Validasi Desain Revisi Produk Uji Coba Produk Revisi Desain Berikut adalah penjelasan dari masing-masing langkah penelitian yang dapat dilihat di Gambar 3.2 31

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 3.2 Tahap-Tahap Penelitian Research and Development 32

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Langkah 1: Potensi dan Masalah Peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan melakukan wawancara kepada guru penjasorkes dan guru seni tari untuk mengetahui siswa kelas IV yang menonjol di bidang studi penjasorkes dan seni tari.Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara kepada guru bidang studi Matematika untuk mengetahui berdasarkan siswa yang menonjol di bidang studi penjasorkes dan seni tari namun lemah di bidang studi Matematika. Setelah selesai, peneliti juga mencari tahu materi Matematika yang sulit untuk siswa kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta. Langkah 2: Pengumpulan Data Hasil wawancara, observasi, tes sederhana, dan dokumentasi tersebut digunakan sebagai data awal untuk menganalisis kebutuhan terkait dengan prestasi rendah bidang studi Matematika dan modul bimbingan belajar berbasis kecerdasan kinestetik-badani. Sedangkan pengumpulan data untuk desain dan materi bahan ajar dilakukan melalui kajian dokumen dan browsing internet terkait dengan materi pelajaran Matematika kelas IV untuk materi sifat-sifat bangun ruang sederhana. Langkah 3: Desain Produk Desain produk dimulai dengan menentukan desain awal modul bimbingan belajar dan materi sifat-sifat bangun ruang sederhana yang akan diuraikan dalam modul bimbingan belajar. Desain awal dimulai dengan membuat silabus dan RPP terkait dengan kecerdasan kinestetik-badani pada mata pelajaran Matematika.Setelah membuat silabus dan RPP dilanjutkan 33

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dengan menyusun kerangka yang meliputi merancang tampilan modul, menentukan isi modul dan menentukan urutan isi modul. Modul akan dibuat menjadi 2 dengan isi yang berbeda. Pertama, modul untuk guru berisikan daftar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, materi modul, kegiatan bimbingan belajar (Menunjukkan pembelajaran berbasis kecerdasan kinestetik-badani), latihan, soal evaluasi, refleksi, kunci jawaban, dan daftar pustaka. Kedua, modul untuk siswa yang berisikan daftar isi, halaman biodata siswa, materi modul, kegiatan bimbingan belajar (Menunjukkan pembelajaran berbasis kecerdasan kinestetik-badani), latihan, soal evaluasi, refleksi. Langkah 4: Validasi Desain Menurut Sugiyono (2010: 414) validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah desain produk, dalam hal ini modul bimbingan belajar akan lebih efektif dan berkualitas. Peneliti melakukan validasi kepada empat pakar antara lain pakar multiple intelligence, pakar pembelajaran matematika, pakar tata bahasa, dan guru bidang studi matematika SD Kanisus Gayam I Yogyakarta. Setelah hasil validasi didapatkan, maka peneliti memperbaikinya. Langkah 5: Revisi Desain Setelah mendapatkan kritik dan saran, maka tahap selanjutnya adalah melakukan revisi produk yang dibuat berdasarkan hasil validasi pakar. Revisi dilakukan untuk memperbaiki kekurangan produk yang sudah divalidasi oleh pakar. 34

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Langkah 6: Uji Coba Desain Produk yang sudah direvisi berdasarkan saran dan komentar dari para pakar selanjutnya digunakan dan diujicoba lapangan. Uji coba akan dilakukan secara terbatas kepada 10 siswa kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta yang memiliki kecerdasan kinestetik-badani namun lemah di bidang studi Matematika. Langkah 7: Revisi Desain Revisi desain diperoleh berdasarkan masukan dari siswa yang ikut dalam uji coba produk.Pada tahap ini peneliti hanya memberikan catatan tentang modul yang harus direvisi dan perbaikan modul dilakukan oleh peneliti selanjutnya. Setelah itu, akan menjadi modul berbasis kecerdasan kinestetik-badani mata pelajaran Matematika kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta. D. Populasi dan Sampel Populasi yang ditetapkan oleh peneliti adalah siswa kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan.Pengambilan sampel berdasarkan peneliti melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Pedoman yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah teori ciri-ciri kecerdasan kinestetik-badani. 35

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E. Perlakuan (Treatment) Peneliti memberikan treatment selama 3x pertemuan di ruang aula untuk memungkinkan siswa bebas bergerak dan bermain.Berikut penjelasan kegiatan bimbingan belajar Matematika untuk setiap pertemuan.Pada setiap pertemuan ada kegiatan awal, inti, dan akhir. Pertemuan pertama, mempelajari tentang sifat-sifat kubus dan balok.Kegiatan belajar diawali dengan apersepsi yaitu bermain rubik kubus lalu siswa melakukan pengamatan pada rubik kubus tersebut untuk mengetahui sifat-sifat dari bangun ruang kubus.Kegiatan selanjutnya, siswa diminta untuk menuliskan benda-benda yang berbentuk di sekitarnya yang berbentuk kubus lalu menarik kesimpulan yaitu menemukan jumlah titik sudut, sisi, dan rusuk kubus.Materi kubus sudah selesai, masuk ke materi balok yaitu siswa melakukan percobaan untuk menggabungkan 2 buah rubik kubus.Secara berkelompok, siswa menyusun jaring-jaring kubus dan balok. Jika sudah selesai, siswa mengerjakan soal latihan dilanjutkan mewarnai halaman petakpetak membentuk jaring-jaring kubus dan balok. Kegiatan terakhir dari kegiatan inti adalah membuat bangun ruang kubus “angry bird”.Siswa melakukan evaluasi dan refleksi. Pertemuan kedua, mempelajari tentang sifat-sifat tabung dan kerucut. Pembelajaran pertemuan kedua diawali dengan kegiatan apersepsi yaitu pencarian harta karun. Siswa menuliskan benda-benda yang ditemukan beserta ciri-cirinya. Selanjutnya, siswa membuat topi kerucut dari kertas koran dan 36

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI celengan berbentuk tabung dari kertas karton. Kegiatan pada hari itu diakhiri evaluasi dan refleksi. Pertemuan ketiga, mempelajari tentang sifat-sifat bola.Kegiatan apersepsi pada pertemuan kegiatan ketiga adalah bermain lempar tangkap bola.Lalu mengerjakan soal.Secara berkelompok, siswa menyusun lego bangun ruang lalu siswa mengerjakan soal evaluasi (pretest)selanjutnya refleksi. F. Teknik Pengumpulan Data Peneliti menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner untuk mengumpulkan data.Peneliti melalukan wawancara kepada guru penjasorkes, seni tari dan bidang studi Matematika.Selanjutnya, peneliti melakukan observasi untuk memastikan siswa yang memiliki kecerdasan kinestetik-badani. Peneliti melihat dokumentasi nilai penjasorkes, seni tari, dan Matematika untuk membuktikan ke-10 siswa benar rendah pada bidang studi Matematika namun memiliki kecerdasan kinestetik-badani. Penilaian modul yang dikembangkan peneliti dilakukan dengan menggunakan kuesioner sedangkan pretest dan posttest digunakan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa di bidang studi Matematika. G. Instrumen Penelitian Arikunto(2002:126), mengatakan bahwa instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan dalam waktu penelitian dengan menggunakan sesuatu metode.Kegunaan instrumen ini agar lebih mudah dalam penelitian 37

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan tes tertulis.Instrumen untuk mengetahui hasil validasi kualitas produk modul bimbingan belajar Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badani. 1. Wawancara Wawancara (Sugiyono,2010:194) digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya kecil.Penelitian ini, menggunakan wawancara tidak berstruktur. Menurut Masidjo (1995: 75), wawancara dengan pertanyaan tak berstruktur atau terbuka atau bebas. Yang dimaksud adalah suatu wawancara di mana pertanyaan-pertanyaan yang disediakan memberi kebebasan interview untuk menjawabnya atau mengemukakan pendapatnya.Hal ini, peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara namun hanya sekadar obrolan ringan saja untuk membahas siswa yang menonjol di bidang studi penjasorkes, seni tari.Selain itu, peneliti juga bertanya kepada guru bidang studi Matematika mengenai siswa yang menonjol di bidang studi penjasorkes dan seni tari namun lemah di bidang studi Matematika.Hasil wawancara ini digunakan sebagai langkah awal untuk menentukan mata pelajaran yang dipakai dalam modul. 2. Observasi 38

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Menurut Trianto (2010: 266) observasi merupakan pengamatan yang dilakukan secara langsung dengan menggunakan seluruh indra seperti penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan, dan pengecapan terhadap suatu objek yang diamatai. Observasi dilakukan ketika siswa kelas IV sedang beristirahat.Peneliti mengamati kegiatan yang mereka lakukan selama istirahat.Sebagia besar siswa kelas IV senang bermain yang melibatkan gerak tubuh seperti kejar-kejaran, sepak bola, dan petak umpet.Selain itu, peneliti juga mengamati siswa kelas IV pelajaran penjasorkes.Pada pertengahan bulan Januari, peneliti mengamati siswa kelas IV sedang bermain bola kasti.Sebagian besar dari mereka dapat menjadi pemukul yang baik dan pelari yang baik pula terutama siswa lakilaki.Siswa perempuan cenderung lebih unggul ketika mengumpan atau berlari menuju tempat asal sebelum berjaga.Selain penjasorkes, peneliti juga mengamati ketika acara Natalan bersama di sekolah, ada seorang siswa perempuan yang pandai ketika menari. Selain itu, ketika penjaga sound system memutarkan lagu yang sedang tenar kala itu yakni “Goyang Oplosan”, hampir separuh siswa kelas IV berhamburan untuk naik ke panggung lalu berjoged bersama. 3. Dokumentasi Menurut Arikunto (2002:149), mengatakan bahwa dokumentasi yaitu metode yang dilakukan dengan cara mengutip langsung data yang sudah terarsip atau ada pada masing-masing bagian. Data tersebut berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. 39

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data yang digunakan untuk menentukan siswa yang memiliki kecerdasan kinestetik-badani adalah nilai legger penjasorkes kelas IV semester I yang dapat dilihat di lampiran 3, daftar nilai rapor penjasorkes kelas IV semester I yang dapat dilihat di lampiran 4.Selain nilai penjasorkes, peneliti juga mengambil dokumentasi legger seni tari kelas IV semester I yang dapat di lihat pada lampiran 5.Peneliti menentukan sampel yang memiliki prestasi rendah di bidang studi matematika dengan meminjam daftar nilai Matematika kelas IV semester ganjil (1) dan (2) yang dapat dilihat di lampiran 6 dan 7.Untuk lebih memastikan sampel tersebut, peneliti juga meminjam nilai Matematika rapor yang dibuat resume oleh peneliti yang dapat dilihat di lampiran 8. 4. Kuesioner Kuesioner yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden baik laporan tentang pribadinya maupun hal-hal yang ia ketahui (Arikunto, 1998:140). Penelitian ini juga menggunakan kuesioner untuk validasi ahli (expert judgment) yang ditujukan kepada guru kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta, pakar tata bahasa, pakar pembelajaran matematika, dan pakar kecerdasan ganda terhadap kualitas modul bimbingan belajar yang dikembangkan. 5. Test (pretest dan posttest) Tes adalah suatu alat pengukur yang berupa serangkaian pertanyaan yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan hasil belajar individu (Masidjo, 2010:38).Bentuk tes yang dipilih adalah tes pilihan ganda yang terdiri dari 30 soal. 40

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pretestdigunakan untuk melihat pemahaman awal siswa tentang sifat-sifat bangun ruang sederhana sedangkan posttestuntuk mengerti tingkat pemahaman sesudah uji coba modul. Isi posttestsama dengan pretest. Kisi-kisi soal Matematika dapat dilihat pada Tabel 3.1. Tabel 3.1 Kisi-Kisi SoalMatematika Pretestdan Postest No 1 2 3 4 5 6 Indikator Menyebutkan sifat-sifat kubus Menyebutkan sifat-sifat balok Menyebutkan sifat-sifat tabung Menyebutkan sifat-sifat kerucut Menyebutkan sifat-sifat bola Menyebutkan sifat-sifat bangun ruang sederhana No.Item 1, 2, 13, 16, 17, 18, 20, 3, 11, 19, 23, 25, 30 7, 15, 28 6, 8, 24, 5, 27, 29, 4, 9, 10, 12, 14, 21, 22, 26 H. Validasi Modul Desain produk modul pembelajaran (prototipe) yang telah disusun kemudian diberikan kepada empat orang pakar yang terdiri dari pakar pembelajaran matematika, pakar kecerdasan ganda, pakar tata bahasa, dan guru bidang studi kelas IV SD Kanisius Gayam I Yogyakarta untuk divalidasi.Validasi ini dilakukan untuk mengetahui kualitas produk yang dikembangkan. 1. Data Validasi Guru Bidang Studi Matematika dan Revisi Produk Validasi desain produk (prototipe) dilakukan oleh seorang guru bidang studi Matematika SD kanisius Gayam I yakni Bapak Yunanto.Validasi ini dilakukan Maret 2014.Validasi guru bidang studi Matematika SD Kanisius Gayam I dilakukan untuk meningkatkan kualitas desain produk modul bimbingan belajar yang meliputi (1) aspek tujuan dan pendekatan, (2) aspek desain dan pengorganisasian, (3) aspek 41

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI isi, (4) aspek topik dan (5) aspek metodologi.Rekapitulasi hasil validasi guru bidang studi Matematika terhadap kualitas modul Matematika kelas IV yang dapat dilihat pada lampiran 16 dengan nilai rata-rata 3,25 dengan kategori tinggi. Desain produk yang sudah divalidasi mendapat komentar secara keseluruhan dan saran perbaikan modul.Bukti otentik hasil validasi dapat dilihat di lampiran 15.Berikut tabel penjabaran komentar dan saran guru bidang studi Matematika SD Kanisius Gayam serta revisinya dapat dilihat pada Tabel 3.2. Tabel 3.2 Komentar Guru Bidang Studi Matematika serta Revisinya No 1 2 Komentar Perhatikan kembali dalam membuat soal untuk siswa agar lebih jelas. Mohon untuk diganti soal yang baru. Secara keseluruhan tujuan, desain, isi modul, topik, dan metodologinya sudah baik.bagus dan layak untuk digunakan. Berdasarkan komentar Revisi Mengganti soal yang baru agar lebih mudah dipahami siswa. - yang diberikan guru bidang studi Matematika, peneliti melakukan revisi pada soal pre-test yang diberi komentar dan saran.Kesimpulan yang diperoleh dari validasi yang dilakukan oleh guru bidang studi dinyatakan layak untuk digunakan/uji coba lapangan tanpa revisi. 2. Data Validasi Pakar Tata Bahasa dan Revisi Produk Validasi desain produk (prototipe) dilakukan oleh seorang pakar tata Bahasa Indonesia yaitu Dr. Y. Karmin, M. Pd. Validasi ini dilakukan pada Maret 2014. Validasi pakar tata bahasa dilakukan untuk meningkatkan kualitas desain produk modul bimbingan belajar yang meliputi (1) aspek tujuan dan pendekatan, (2) aspek desain dan pengorganisasian, (3) aspek 42

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI isi, (4) aspek topik dan (5) aspek metodologi. Rekapitulasi hasil validasi pakar tata bahasa terhadap kualitas modul Matematika kelas IV yang dapat dilihat pada lampiran 17 dengan nilai rata-rata 2,96 dengan kategori rendah. Desain produk yang sudah divalidasi mendapat komentar secara keseluruhan dan saran perbaikan modul.Bukti otentik hasil validasi dapat dilihat di lampiran 14.Berikut tabel penjabaran komentar dan saran pakar tata Bahasa serta revisinya dapat dilihat pada Tabel 3.3. Tabel 3.3 Komentar Pakar Tata Bahasa Serta Revisinya No 1 2 3 Komentar Isi (kegiatan pembelajaran) dalam modul harap disesuaikan dengan indikator. Indikator yang ditulis disesuaikan waktu kegiatan agar semua indikator dapat tercapai. Penulisan ejaan harap diperhatikan, seperti imbuhan akhiran. Contoh kata “ambilah”. Revisi Isi (kegiatan pembelajaran) dalam modul disesuaikan ketercapaian indikator. Menyesuaikan jumlah indikator dengan kegiatan pembelajaran dalam modul. Ejaan diperbaiki (imbuhan akhiran), contoh kata “ambilah” diperbaiki menjadi “ambillah. Berdasarkan komentar yang diberikan pakar pembelajajaran tata bahasa, peneliti melakukan revisi pada bagian-bagian silabus, RPP dan isi modul yang diberi komentar dan saran.Selain itu, peneliti juga merevisi ejaan yang dituliskan pada isi modul. Kesimpulan yang diperoleh dari validasi yang dilakukan oleh pakar tata bahasa dinyatakan layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran.Produk yang telah divalidasi oleh pakar multiple inteligensi kemudian direvisi sesuai dengan komentar dan saran.Revisi desain produk dilakukan setelah berkas validasi dikembalikan kepada penulis. 43

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Data Validasi Pakar Pembelajaran Matematika dan Revisi Produk Validasi desain produk (prototipe) dilakukan oleh seorang pakar pembelajaran Matematika yaitu Ibu Christiyanti Aprinastuti, S. Si., M. Pd. Validasi dilakukan pada bulan Maret 2014. Validasi pakar pembelajaran Matematika dilakukan untuk meningkatkan kualitas desain produk modul bimbingan belajar yang meliputi (1) aspek tujuan dan pendekatan, (2) aspek desain dan pengorganisasian, (3) aspek isi, (4) aspek berbahasa yaitu berbicara, (5) aspek topik dan (6) aspek metodologi. Rekapitulasi hasil validasi pakar pembelajaran Matematika terhadap kualitas modul Matematika kelas IV yang dapat dilihat pada lampiran 18 dengan nilai rata-rata 3,70 dengan kategori sangat tinggi.Desain produk yang sudah divalidasi mendapat komentar pada beberapa indikator aspek penilaian.Komentar dan saran yang diberikan berupa coretan langsung di modul.Bukti otentik hasil validasi dapat dilihat di lampiran 13.Berikut tabel penjabaran komentar dan saran pakar pembelajaran Matematika serta revisinya dapat dilihat pada Tabel 3.4. Tabel 3.4 Komentar Pakar Pembelajaran Matematika serta Revisinya No 1. 2. 3. 4. Komentar Tujuan akan lebih baik/jelas jika memuat “Audience, Behaviour, Condition, Degree” (ABCD) Sebelum ke bentuk bangun yang abstrak, sebaiknya ditampilkan gambar benda-benda nyata yang bentuknya seperti kubus. Bidang untuk mewarnai jaring-jaring kubus sebaiknya ada opsi lain kotakan bisa dibuat agak besar supaya jaring-jaring yang terbentuk tidak terlalu kecil. Hati-hati dalam membuat soal isian 44 Revisi Tujuan diperbaiki agar memuat ABCD. Materi diperbaiki dari konkret ke abstrak. Bidang kotakan diperbaiki ukurannya agar lebih luas lagi. Soal dibuat lebih jelas lagi.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. 6. 7. agar tidak membingungkan siswa. Jangan menggunakan gambar hasil “crop”. Usahakan buat sendiri agar hasil tampak jelas. Cek kembali pertanyaan refleksi. Apakah sudah sesuai untuk refleksi? Hati-hati dalam membuat soal untuk siswa agar tidak membingungkan ketika menjawab. Mendesain gambar sendiri agar lebih terlihat jelas. Membuat soal lain untuk pertanyaan refleksi. Lebih memperhatikan kata per kata dalam membuat soal untuk siswa. Berdasarkan komentar yang diberikan pakar pembelajaran Matematika, peneliti melakukan revisi pada bagian-bagian yang diberi komentar dan saran.Selain revisi pada aspek yang diberi komentar oleh pakar pembelajaran Matematika, peneliti juga merevisi kesesuaian soal Matematika dengan tingkat pemahaman siswa yang terdapat dalam modul bimbingan belajar yang menjadi koreksi dan coretan oleh pakar. Kesimpulan yang diperoleh dari validasi yang dilakukan oleh pakar Matematika dinyatakan layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran.Produk yang telah divalidasi oleh pakar pembelajaran Matematika kemudian direvisi sesuai dengan komentar dan saran dari pakar pembelajaran Matematika.Revisi desain produk dilakukan setelah berkas validasi dikembalikan kepada penulis. 4. Data Validasi Pakar Multiple Inteligensi Validasi desain produk (prototipe) dilakukan oleh seorang pakar multiple inteligensi yaitu Prof. Dr. Paulus Suparno, SJ., M.S.T. Validasi dilakukan secara lisan pada tanggal 20 Maret 2014.Berikut adalah komentar umum yang dapat dilihat pada Tabel 3.5. Tabel 3.5 Komentar Pakar Multiple Inteligensi serta Revisinya No 1 Komentar Pakar Sampul modul adalah gambar anak bersepeda apakah sesuai karakter 45 Revisi Sampul modul disesuaikan karakter SD Kanisius Gayam I yaitu bermain

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 SD Kanisus Gayam I? Kata “gambarkanlah” pada pertanyaan refleksi sebaiknya dihilangkan. egrang. Pertanyaan refleksi diganti menjadi “apa perasaanmu hari ini?” Berdasarkan komentar yang diberikan pakar multiple inteligensi secara lisan, peneliti melakukan revisi pada bagian-bagian yang diberi komentar dan saran. Kesimpulan yang diperoleh dari validasi yang dilakukan oleh pakar multiple inteligensi dinyatakan layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran.Produk yang telah divalidasi oleh pakar multiple kecerdasan kemudian direvisi sesuai dengan komentar dan saran. I. Teknik Analisis Data 1. Analisis Kualitas Produk Oleh Pakar Data yang diperoleh dari penelitian ini ialah data kualitatif dan kuantitatif.Data kualitatif di antaranya komentar serta masukan yang diperoleh dari para pakar.Komentar dan masukan tersebut merupakan bahan untuk memperbaiki produk yaitu modul.Data kuantitatif diperoleh dari hasil perhitungan kuisioner tentang kualitas modul yang telah diisi oleh para pakar. Data kuantitatif tersebut dianalisis secara statistik deskriptif dengan langkah-langkah antara lain (1) pengumpulan data kasar, (2) pemberian skor untuk analisis kuantitatif, (3) skor yang diperoleh kemudian dikonversikan menjadi angka dengan menggunakan acuan nilai skala empat. Menurut Mardapi (2007: 123), skala empat yang dapat dilihat pada Tabel 3.6. Tabel 3.6 Konversi Skala Empat Berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) 46

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kategori Interval Skor Sangat tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah x ≥̅+ 1.SBx ̅+ 1.SBx> X ≥ ̅ ̅>X ≥ ̅ -1.SBx x <̅ – 1.SBx Keterangan: Rerata ideal (̅) : SBx skor keseluruhan siswa dalam satu kelas. : Simpangan baku skor keseluruhan siswa dalam satu kelas. X : Skor yang dicapai siswa Peneliti dalam penilaian ini menggunakan skala penilaian untuk menilai modul yang telah dikembangkan.Terdapat empat kategori yang terdapat pada kuesioner yaitu sangat kurang baik (1), kurang baik (2), baik (3), dan sangat baik (4). Berdasarkan rumus tersebut, maka peneliti melakukan perhitungan untuk terlebih dahulu mencari SBx atau Standar Devisiasi (SD).Sebelumnya, hasil penilain modul dari para pakar dapat dilihat pada Tabel 3.7. Tabel 3.7 Resume Nilai dari Para Pakar/Validator Pakar/validator Nilai Pembelajaran Matematika 3,70 Tata Bahasa Indonesia 2,80 Guru Matematika 3,25 Total 9,75 Rata-rata 3,25 Kemudian berdasarkan tabel di atas peneliti menghitung SBx atau Standar (SD) yang dapat dilihat pada Tabel 3.8. 47

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 3.8 Perhitungan SBx atau Standar Devisiasi (SD) No Pakar/validator Nilai (X) Simpangan (xi - x ) Simpangan kuadrat (xi - x )2 1 Pembelajaran Matematika 3,70 0,45 0,2025 2 Tata Bahasa Indonesia 2,80 -0,45 0,2025 3 Guru Matematika 3,25 0 0 Total 9,75 Rata-rata 3,25 0,405 Selanjutnya, berdasarkan tabel di atas peneliti menghitung simpangan baku sampel sebagai berikut: Simpangan baku sampel = √ ∑  0,405 (3  1)  0,045 2  0,2025  0,45 Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala empat yaitu dapat dilihat pada Tabel 3.9. Tabel 3.9 Hasil Konversi Nilai Skala Empat No Skor Validasi Patokan Skor Kategori 1 X ≥ 3,70 Sangat positif/ sangat tinggi 2 3,70 > X ≥ 3,25 Tinggi/ positif 48

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 3,25 > X ≥ 2,8 Negatif/ rendah 4 X < 2,8 Sangat negatif/ rendah Berdasarkan perhitungan konversi nilai skala empat, maka peneliti memperoleh resume nilai sementara berdasarkan hasil perhitungan kuesioner dari para pakar yang dapat dilihat pada Tabel 3.10. Tabel 3.10 Resume Nilai Kuesioner dari Para Ahli No Pakar/validator Skor Kategori 1 Pembelajaran Matematika 3,70 SangatTinggi 2 Tata Bahasa Indonesia 2,80 Rendah 3 Guru Matematika 3,25 Tinggi Total 9,75 Rata-rata 3,25 Tinggi 2. Analisis Hasil Tes Siswa Peneliti menganalisis hasil tes siswa dengan cara membandingkan antara hasil pretest dengan hasil posttest. Selain itu, peneliti juga melihat perkembangan siswa selama 3x pertemuan bimbingan belajar dengan melihat hasil evaluasi siswa di setiap pertemuannya. 3. Analisis Minat Siswa Peneliti menganalisis minat siswa dengan cara melihat ungkapan perasaan siswa ketika di akhir pembelajaran. Sebagian besar dari siswa yang mengikuti bimbingan belajar merasa senang. 49

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS A. Pelaksanaan Penelitian 1. Sebelum Penelitian Proses pelaksanaan penelitian ini dimulai dari melakukan wawancara awal kepada guru bidang studi seni tari yaitu Ibu Dra. Agustina Trisulawati untuk memperoleh informasi siswa yang menonjol dalam bidang studi seni tari. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara kepada guru bidang studi penjasorkes yaitu Ibu Renaning Hati, S. Pd. Jas untuk memperoleh informasi siswa yang menonjol dalam bidang studi penjasorkes. Setelah melakukan wawancara, peneliti meminjam dokumentasi legger nilai bidang studi seni tari dan penjasorkes semester I kepada guru yang bersangkutan untuk memastikan siswa kelas IV yang memiliki kecerdasan kinestetik-badani.Dalam waktu yang bersamaan, peneliti melakukan wawancara sekaligus pengambilan dokumentasi nilai bidang studi Matematika kepada Bapak Yunanto untuk dinalisis dengan daftar siswa yang memiliki kecerdasan kinestetikbadani.Dari daftar siswa yang memiliki kecerdasan kinestetik-badani, peneliti mencari siswa yang berprestasi rendah di bidang studi Matematika dengan menarik kesimpulan dari guru bidang studi 50

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Matematika serta nilai rapor dibawah KKM.KKM SD Kanisius Gayam I pada bidang studi Matematika kelas IV adalah 65. Berdasarkan hasil analisis tersebut, peneliti memperoleh 10 siswa yang memiliki nilai seni tari dan penjasorkes yang diatas KKM namun pada bidang studi Matematika memiliki nilai dibawah KKM.Ke-10 siswa tersebut menjadi sampel dalam penelitian ini yang kemudian dikonsultasikan kepada guru bidang studi Matematika dan guru kelas yaitu Ibu Aprilia Dien Anggraini, S. Pd.Hasil konsultasi dan rekomendasi dari guru kelas, memberikan data ke-10 siswa tersebut kecerdasan kinestetik-badaninya menonjol namun nilai bidang studi Matematika dibawah KKM.Peneliti lalu bertanya kepada guru bidang studi yakni Bapak Yunanto materi Matematika yang sulit pada semester ini. Akhirnya peneliti mendapatkan materi yang akan diajarkan yaitu “Sifat-sifat bangun ruang sederhana”. Dari materi yang sudah diketahui, peneliti segera membuat silabus, RPP yang dapat dilihat di lampiran 9, 10, 11, 12, serta modulnya. Dalam proses ini peneliti sedikit mengalami kesulitan dalam mengintegerasikan antara materi sifat-sifat bangun ruang sederhana dengan kecerdasan kinestetik-badani. Setelah peneliti menyusun silabus, RPP, modul akhirnya materi “Sifat-sifat bangun ruang sederhana” terbagi menjadi 3x pertemuan.Pertemuan pertama tentang sifat-sifat kubus dan balok, pertemuan kedua sifat-sifat tabung dan kerucut, dan pertemuan ketiga sifat-sifat bola. Silabus, RPP, dan modul pun divalidasi oleh 4 orang pakar yaitu validasi guru bidang studi Matematika yakni Bapak Yunanto, 51

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI validasi pakar tata bahasa oleh Bapak Dr. Y. Karmin, M. Pd., validasi pakar pembelajaran Matematika oleh Ibu Christiyanti Aprinastuti, S. Si., M. A., dan validasi pakar MI oleh Prof. Dr. Paulus Suparno, SJ., M.S.T. Peneliti lalu melakukan revisi terhadap silabus, RPP, dan modul untuk diuji cobakan. 2. Selama Penelitian Uji coba modul bimbingan belajar Matematika kepada 10 siswa yang menjadi sampel penelitian ini dan berlangsung selama tiga hari yaitu pada hari Senin tanggal 7 April 2014, Selasa tanggal 8 April 2014, dan Kamis 10 April 2014. Pelaksanaan uji coba modul bimbingan belajar diadakan di SD Kanisius Gayam I pada pukul 13.00 – 14.00 WIB (sepulang sekolah).Peneliti memberikan bukti otentik hasil pekerjaan siswa (sampel 8 dan sampel 4) di modul Matematika yang dapat dilihat di lampiran 20 dan 21.Berikut akan dijabarkan proses pelaksanaan penelitian. a. Pertemuan pertama Pada pertemuan pertama siswa belajar di aula yang biasanya digunakan untuk mata pelajaran seni tari atau penjasorkes. Aula tersebut tidak ada kursi dan meja yang banyak seperti ruang kelas tetapi hanya ada 2 buah meja dan 2 buah kursi untuk menaruh tape recorder sehingga membuat siswa untuk bebas bergerak karena berkaitan kecerdasan yang diambil adalah kecerdasan kinestetikbadani. Selain itu, di belakang ruang aula juga terdapat rak almari. Ketika bimbingan belajar dimulai, siswa sulit untuk segera 52

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI berkumpul di ruang aula.Ada siswa yang keluar untuk ke toilet, ada siswa yang keluar ijin pada orang tuanya karena lupa memberitahu bahwa hari itu ada bimbingan belajar, juga ada siswa yang keluar memanggil temannya yang belum berada di aula.Waktu selama kurang lebih 5 menit pun berlalu.Kesepuluh siswa pun sudah berkumpul dan saatnya untuk mengkondisikan kelas dengan kondusif.Peneliti mencoba menarik fokus para siswa dengan menunjukkan modul yang digunakan selama bimbingan belajar berlangsung. Materi pada pertemuan pertama adalah sifat-sifat kubus dan balok.Ketika kegiatan apersepsi dimulai dengan bermain rubik kubus dengan iringan lagu “Zunea-Zunea”.Hanya ada 1 siswa putra dan 2 siswa putri yang mau berjoged menikmati lagu yang diputar.Setelah bermain rubik kubus, siswa diminta untuk mengamati kubus tersebut lalu menuliskan hasil penemuan mereka di modul.setelah itu, siswa melakukan percobaan untuk menggabungkan 2 buah rubik agar menjadi balok.Ketika itu, peneliti terkejut ketika waktu tersisa 30 menit lagi.Akhirnya dengan segera, siswa diminta untuk membuat bangun ruang kubus dari jaring-jaring kubus “angry bird” yang ada pada modul.Waktu pun hampir habis, padahal kegiatan pada pertemuan pertama tidak semua terlaksana termasuk refleksi dan soal evaluasi.Peneliti dapat menyimpulkan bahwa kegiatan pada pertemuan terlalu banyak sehingga harus ada kegiatan yang dihilangkan. 53

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Pertemuan kedua Bimbingan belajar pertemuan kedua dilaksanakan dengan mengulas materi pada pertemuan pertama.Siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi dan refleksi pertemuan pertama.Setelah selesai, siswa bermain untuk menyusun jaring-jaring kubus dan balok sebanyak-banyaknya dalam kelompok.Kelompok dibagi menjadi dua yaitu kelompok putra dan putri. Ketika permainan dimulai, ada beberapa siswa yang tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Akhirnya peneliti menjelaskan kembali kepada siswa tersebut.Sebelum bermain, peneliti menjelaskan bahwa kelompok yang dapat menyusun jaring-jaring kubus dan balok yang paling banyak dan benar itulah yang mendapat skor tertinggi.Setelah permainan usai, ada keributan antara kelompok putra dan putri karena ternyata kelompok yang memiliki skor tertinggi adalah kelompok putri.Mulai dari situ, siswa sudah tidak memliki suasana hati yang bagus lagi untuk melanjutkan bimbingan belajar. Setelah kondisi kegiatan pembelajaran kondusif, siswa melanjutkan untuk belajar tentang sifat-sifat tabung dan kerucut. Untuk mempelajari materi ini, siswa mengamati topi kerucut yang terbuat dari koran. Setelah itu, siswa mengamati lego bangun ruang yang berbentuk tabung dan kerucut untuk dilihat sifat-sifatnya.Pada akhir pembelajaran, siswa mengerjakan soal evaluasi dan refleksi modul.Peneliti dapat menyimpulkan bahwa di pertemuan kedua ini, peneliti kurang memperhatikan waktu ketika melakukan apersepsi. 54

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Pertemuan ketiga Pada pertemuan ketiga ini, siswa belajar mengenai sifat-sifat bola.Sebelumnya, siswa diajak untuk mengulas kembali materi yang sudah dipelajari pada 2 pertemuan sebelumnya.Ketika masuk materi sifat-sifat bola, siswa diajak untuk bermain lempar tangkap bola.Seperti biasanya, setelah melakukan apersepsi siswa diminta untuk mengamati bola untuk mencari informasi mengenai sifat-sifat bola.Waktu yang digunakan untuk belajar adalah 30 menit karena 30 menit sisanya digunakan mengerjakan soal post test.Ketika mengerjakan posttest, siswa mengerjakan di lembaran tersendiri karena modul yang digunakan dikumpulkan kepada peneliti untuk menghindari kecurangan atau mencontek. Setiap pertemuan ketika usai bimbingan belajar, setiap siswa diberi snack agar siswa termotivasi untuk mengikuti bimbingan belajar Matematika. B. Analisis Data 1. Hasil Belajar a. Data pre-test dan posttest Peneliti memberikan bukti otentik berupa hasil pekerjaan siswa (sampel 10) yaitu pretest dan posttest yang dapat dilihat di lampiran 19 dan 22.Berikut ini adalah tabel data pre-test dan posttest dari siswa kelas IV yang memiliki kecerdasan kinestetik-badani pada Tabel 4.1 55

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.1 Nilai Pretest dan Posttest Siswa Kelas IV No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Siswa Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 Sampel 5 Sampel 6 Sampel 7 Sampel 8 Sampel 9 Sampel 10 Jumlah Rata-Rata Pre-test 56,6 50 56,6 56,6 43,3 43,3 60 50 50 43,3 509,7 50,97 Posttest 63,3 43,3 40 56,6 46,6 70 73,3 70 63,3 76,6 603 60,3 Keterangan Meningkat Menurun Menurun Tetap Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Keterangan: - Meningkat : jika nilai posttest di atas pre-test. - Menurun : jika nilai posttest di bawah pre-test. - Tetap : jika nilai posttestsama dengan pre-test. Berikut adalah frekuensi nilai pretest dan postest secara keseluruhan yang dapat dilihat pada Gambar 4.1. 90 80 70 60 50 40 Pre test 30 Post test 20 10 0 Gambar 4.1 Frekuensi Nilai Pretest dan Postest Secara Keseluruhan 56

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Analisis Siswa melakukan pretest pada hari Sabtu, tanggal 5 April 2014. Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa nilai pretest tertinggi adalah sampel 7 dengan nilai 60, sedangkan nilai terendah adalah sampel 5, 6, dan 10 dengan nilai 43,3. Hasil perhitungan diperoleh jumlah keseluruhan 509,7 dengan rata-rata 50,97. Selain hasil pretest, ada juga hasil postest guna untuk mengetahui sebera besar peningkatan prestasi siswa. Postest dilakukan pada hari ke-3 melakukan uji coba modul yakni hari Kamis, 10 April 2014. Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa nilai postest tertinggi sampel 10 dengan nilai 76,6 sedangkan nilai terendah diperoleh sampel 3 dengan nilai 40. Hasil perhitungan diperoleh jumlah keseluruhan 603 dengan rata-rata 60,3. Perbandingan antara hasil ratarata prestest dengan postest adalah meningkat. 2. Refleksi (Data dan Analisis) Kegiatan refleksi untuk mengetahui bagaimana perasaan siswa selama mengikuti kegiatan bimbingan belajar dengan menggunakan modul yang dikembangkan peneliti.Selama 3x kegiatan bimbingan belajar, peneliti memiliki keterbatasan waktu untuk bisa sampai pada kegiatan ini secara tertulis sehingga dilakukan secara lisan. Pada pertemuan pertama, sampel 1 dan 2 cenderung netral atau biasa-biasa saja ketika kegiatan refleksi. Sampel 3 mengungkapkan bahwa Ia lelah karena banyaknya kegiatan. Peneliti ingat bahwa sampel 4 57

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengatakan “Susah Bu buat kubus angry birdnya.Aku nggak bisa bagus buatnya”.Sampel 5 juga merasa kesulitan ketika membuat kubus angry bird.Siswa perempuan yaitu sampel 7, 8 dan 9 mengatakan bahwa kesulitan menempel lipatan kertas pada jaring-jaring kubus angry bird.Sisa siswa lainnya, mengatakan senang mengikuti kegiatan bimbingan belajar karena banyak permainan. Pada pertemuan kedua, sampel 3, 4, dan 5 mengatakan bahwa mereka kesal dengan kelompok perempuan karena skor yang diraih ketika bermain jaring-jaring kubus dan balok lebih tinggi daripda kelompok lakilaki. Pada pertemuan ketiga tidak melakukan kegiatan refleksi karena keterbatasan waktu yang tersita untuk mengerjakan soal posttest. 3. Evaluasi a. Data Evaluasi Kegaiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui perkembangan siswa dalam memahami materi sifat-sifat bangun ruang sederhana pertemuan 1 dan 2 (pertemuan 3 menggunakan postest). Berikut merupakan hasil nilai evaluasi siswa dalam setiap pertemuan yang dapat dilihat pada Tabel 4.2. 58

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.2 Hasil Nilai Evaluasi Siswa Pertemuan 140 80 RataRata 70 40 100 180 90 50 20 70 35 Sampel 5 80 80 160 80 Sampel 6 50 100 150 75 Sampel 7 80 100 180 90 Sampel 8 90 100 190 95 Sampel 9 80 100 180 90 Sampel 10 60 100 160 80 Sampel Sampel 1 Sampel 2 1 60 40 2 80 40 Sampel 3 80 Sampel 4 Jumlah b. Analisis Pada pertemuan pertama, siswa diminta untuk melakukan pengamatan terhadap rubik kubus dan menuliskannya di modul.Selain itu, siswa juga mengerjakan soal evaluasi berupa 10 soal pilihan ganda. Pertemuan kedua, siswa melakukan kegiatan untuk mengamati benda berbentuk kerucut dan tabung namun tidak mengerjakan soal latihannya dikarenakan waktu yang tidak mencukupi.Sehingga pada pertemuan kedua, siswa hanya mengerjakan 5 soal isian di modul. Pertemuan ketiga, siswa mengerjakan soal evaluasi berupa 30 butir soal pilihan ganda dalam waktu 30 menit.Hasil dari pekerjaan siswa merupakan hasil posttest. 4. Tanggapan siswa terhadap modul 59

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sejak awal pretest peneliti sudah memberitahukan bahwa modul bimbingan belajar yang dibuat oleh peneliti akan menjadi miliki mereka, mereka sungguh senang dan antusias akan mengikuti bimbingan belajar selama 3 hari. Hari dimana bimbingan belajar Matematika pun dimulai. Pertemuan pertama para siswa penuh keceriaan karena sudah tak sabar untuk melihat modul bimbingan belajar yang akan mereka gunakan. Siswa dan peneliti duduk melingkar untuk bersiap memulai bimbingan belajar.Modul pun sudah di tangan peneliti dan mereka terkesima.Ada satu siswa yang mengungkapkan “Wah bukunya ada gambar bermain egrang kayak kita senang bermain egrang”. Lalu ada siswa lain yang kagum ketika mengetahui bahwa modul tersebut buatan peneliti sendiri. Secara umum, modul Matematika berbasis kecerdasan kinestetikbadani yang dikembangkan oleh peneliti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil posttest yang sudah dijelaskan pada Tabel 4.1. Menurut ketiga pakar, modul Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badani sudah layak digunakan dengan revisi. Selain itu, siswa merasa senang dengan adanya modul Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badani karena gambar dan warnanya yang menarik. 60

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 1. Pengembangan modul bimbingan belajar Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badani untuk kelas IV SD dikembangkan dengan kualitas yang baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran Matematika kelas IV SD berdasarkan validasi dari pakar pembelajaran Matematika, pakar multiple inteligensi, pakar tata bahasa, dan guru bidang studi Matematika kelas IV SD Kanisius Gayam I dengan skor 3,25 kategori tinggi. 2. Pengembangan modul bimbingan belajar Matematika berbasis kecerdasan kinestetik-badani untuk kelas IV SD dapat meningkatkan prestasi belajar berdasarkan nilai evaluasi dan posttest sehingga sudah layak digunakan. B. Keterbatasan Penelitian 1. Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan sepulang sekolah sehingga kondisi siswa kurang kondusif untuk belajar. 2. Peneliti tidak melakukan validasi modul kepada siswa. 3. Variasi dari kecerdasan kinestetik-badani pada kegiatan pembelajaran kurang banyak sehingga peneliti merevisi setelah penelitian. C. Saran 1. Supaya modul digunakan untuk bimbingan belajar Matematika. 61

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Waktu penelitian hendaknya dilaksanakan bukan pada siang hari agar penelitian dapat berjalan dengan maksimal. 3. Validasi modul dapat ditambahkan validasi ke siswa agar hasil produk lebih baik lagi. 4. Peneliti selanjutnya dapat merevisi modul sesuai RPP yang sudah direvisi oleh peneliti. 62

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Ahmadi, H. Abu., dan Widodo, Supriyono. (1991). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Aisah, Siti (2008). Peningkatan Prestasi Siswa dalam Diskusi Kelompok dengan adanya Penggunaan Alat Peraga pada Pokok Bahasan Bangun Ruang (Kubus & Balok) di Kelas VIII MTs Negeri Kota Madiun diakses dari http://www.unmermadiun.ac.id/repository_jurnal_penelitian/Jurnal%20Agritek/ Jurnal%20Agri-tek%202008/Agustus/Jurnal9%20siti%20aisah.pdf pada tanggal 21 Mei 2014 pukul 07:23 WIB Arikunto. (2005). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta Bafadal, Ibrahim. (2006). Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar.Jakarta: Bumi Aksara Bahasa, Pusat. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: Gramedia Campbell, Linda. dkk. (2006). Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences. Depok: Intuisi Press. Chandra, Anastasia Alverina dkk (2009).Kehidupan Siswa yang Belajar di Bimbingan Belajar Alternatif.Diakses dari http://www.p07jkt.bpkpenabur.or.id/files/Hal.%202130%20Kehidupan%20AnakAnak%20di%20Bimbel.pdf pada tanggal 21 Mei 2014 pukul 07:21 WIB Cunningsworth, Alan. 1995. Choose Your Coursebook. Oxford: Macmillan Publishers Limited Faruq, Muhammad Muhnyi. (2007). 60 Permainan Kecerdasan Kinestetik.Jakarta: Grasindo Fitrianti, Diah dan Reza, Muhammad. (2013). Mengembangkan Kegiatan Gerak dan Lagu untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 tahun. Surabaya: Universitas Negri Surabaya 63

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Firdausi, Nurmala. (2008). Motivasi Siswa SD Mengikuti Bimbingan Belajar ditinjau Dari Harapan Orangtua Terhadap Prestasi Belajar Anak.diakses pada darihttp://eprints.unika.ac.id/1659/1/02.40.0212_Nurmala_Firdausi.pdf tanggal 21 Mei 2014 pukul 07:14 WIB Hamalik Oemar. (2009). Psikologi Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Hamzah, H.M. Ali, dan Muhlisrarini.(2014). Perencanaan dan strategi pembelajaran matematika. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Lestari, Sri (2009). Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Penggunaan Bangun Ruang Siswa Kelas IV SD di SDN 3 Jenengan Sawit Boyolali Tahun 2009/2010 diaksesdari http://eprints.uns.ac.id/8329/1/132020608201010511.pdf pada tanggal 21 Mei 2014 pukul 07:26 WIB Marpadi, Djemari. (2007). Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes.Yogyakarta: MITRA CENDEKIA Press. Masidjo, Ignatius. (1995). Penilaian Sekolah.Yogyakarta: Kanisius Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Nasution, S. (1984).Berbagai Pendekataan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara. Nurani, Yuliani (2012). Pengembangan Media Daur Ulang Berbasis Kecerdasan Jamak dalam Peningkatan Keterampilan Hiudp Anak Usia Dini.diakses dari http://scholar.google.com/scholar?q=jurnal+kecerdasan+kinestetik+untuk+SD&btn G=&hl=id&as_sdt=0%2C5 pada tanggal 21 Mei 2014 pukul 07:41 WIB. Reza, Muhammad & Fitrinti, Diah (2013). Mengembangkan Kegiatan Gerak dan Lagu untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar pada Anak Usia 56tahun.diaksesdarihttp://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/s2math/article/view/3621/2 536 pada tanggal 21 Mei 2014 pukul 07:43 64

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Subini Nini. (2012). Panduan Mendidik Anak Dengan Kecerdasan Di Bawah RataRata.Jogjakarta: Perpustakaan Nasional, Katalog Dalam Terbitan (KDT). Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sukmadinata, Nana Syaodih. (2008). Metode Penelitian Tindakan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Suparno, Paul. (2004). Teori inteligensi ganda: dan Aplikasinya di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Syah, Muhibbin. (1997). Psikologi pendidikan, dengan pendekatan Remaja Rosdakarya. Trianto.(2010). Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi Pendidikan dan Tenaga Pendidikan.Jakarta: Kencana baru. Bandung: Pengembangan Profesi Uno, H. Hamzah B., dan Masri, Kuadrat. (2009). Mengelola kecerdasan dalam pembelajaran: Sebuah konsep pembelajaran berbasis kecerdasan. Jakarta: Bumi Aksara. Winkel, W.S. (1997). Psikologi pendidikan dan evaluasi belajar. Jakarta: Gramedia. 65

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1 Surat Izin Penelitian 66

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 Surat Keterangan dari Sekolah 67

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 Legger Penjasorkes Kelas IV Semester I 68

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 Daftar Nilai Rapor Penjasorkes Kelas IV Semester I 69

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 Legger Seni Tari Kelas IV Semester I 70

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 Daftar Nilai Matematika Kelas IV Semester Ganjil (1) 71

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7 Daftar Nilai Matematika Kelas IV Semester Ganjil (2) 72

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 Resume Nilai Rapor Matematika Kelas IV Semster Ganjil Sampel Nilai Sampel 1 56 Sampel 2 42 Sampel 3 56 Sampel 4 54 Sampel 5 63 Sampel 6 59 Sampel 7 56 Sampel 8 54 Sampel 9 59 Sampel 10 66 KKM 65 73

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 SILABUS PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SD Kanisius Gayam I Kelas : IV Semester : Genap Mata Pelajaran : Matematika Standar Kompetensi : 8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar. Kompetensi Dasar : 8.1 Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana. Materi Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Kegiatan Pembelajaran Sifat-sifat kubus dan sifat-sifat balok. Pertemuan 1 - Siswa berjoged untuk menyusun rubik kubus dengan diiringi lagu “ZuneaZunea” - Siswa 1. Competence: Penilaian (Penilaian hanya dilakukan pada aspek kognitif saja karena hanya meningkatkan prestasi belajar) Teknik Penilaian tes Bentuk Instrumen isian - Menyebutkan sifatsifat kubus. - Menyebutkan sifatsifat balok. 2. Conscience: 74 Contoh Instrumen Daerah atau bidang yang membatasi bangun ruang disebut . . . a. sisi b. rusuk c. bangun ruang d. titik sudut Alokasi Waktu Sumber belajar 2 x 40 menit (1 - Mustaqim, Burhan. pertemuan) 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta:

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengamati rubik kubus. - Siswa melakukan percobaan untuk materi balok. - Siswa menyusun jaring-jaring kubus dan balok bersama kelompok. - Siswa mengerjakan soal evaluasi. - Menyusun jaring- jaring kubus dengan - cekatan. - Menyusun jaringjaring balok dengan cekatan. - Membuat kubus “angry bird” dengan teliti. 3. Compassion: - Bekerja sama dalam Pusat Perbukuan Hardi, dkk. 2009. Pandai Berhitung Matematika Untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan menyusun jaring-jaring kubus. - Bekerja sama dalam menyusun jaring-jaring balok. Sifat-sifat tabung, sifat-sifat kerucut dan sifat-sifat bola. Pertemuan 2 - Siswa bermain “Pencarian Harta Karun”. - Siswa membuat celengan berbentuk tabung secara 1. Competence: - Menyebutkan sifatsifat tabung. - Menyebutkan sifatsifat kerucut. 2. Conscience: - Membuat celengan berbentuk tabung dari kertas karton. - Membuat topi yang tes isian 75 Bangun ruang yang memiliki titik puncak adalah . . . . 2 x 40 menit (1 - Mustaqim, Burhan. pertemuan) 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Pusat

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Mengelompokka n sifat-sifat bangun ruang sederhana. individu. - Siswa membuat topi kerucut dari koran secara individu. - Siswa mengerjakan soal evaluasi. berbentuk kerucut. 3. Compassion: - Membantu teman yang belum selesai dalam membuat celengan berbentuk tabung. - Membantu teman yang belum selesai dalam membuat celengan berbentuk topi kerucut. Pertemuan 3 Competence: Menyebutkan sifat-sifat bola. Conscience: - Antusias dalam bermain lempar tangkap bola. - Antusias dalam membangun lego bangun ruang bersama kelompok. Compassion: Bekerja sama dalam membangun lego bangu ruang bersama kelompok. - Siswa bermain lempar tangkap bola. - Siswa membangun lego bango bangun ruang bersama kelompok. - Masingmasing kelompok presentase. - Siswa mengerjakan - tes Pilihan ganda Bola memiliki . . . buah sisi. a. Tidak ada b. Tak terhingga c. 1 d. 2 2 x 40 menit (1 - Mustaqim, Burhan. pertemuan) - 76 Perbukuan Hardi, dkk. 2009. Pandai Berhitung Matematika Untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Hardi, dkk. 2009. Pandai Berhitung Matematika Untuk

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI soal evaluasi (post test). Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV. Jakarta: Yogyakarta,…..…………………… Mahasiswa Guru Bidang Studi Mengetahui Yunanto Elisabeth Dwi Astuti Kepala Sekolah NIM 101134165 NIP 195806021982081003 Elisabeth Listriyani, S. Pd. G. 9377 77

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 10 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Bimbingan Belajar Pertemuan 1 Satuan Tingkat Pendidikan : SD Kanisius Gayam I Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : IV / Genap Hari/tanggal : Senin/ 7 April 2014 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar. B. Kompetensi Dasar 8.1 Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana. C. Indikator 1. Competence: - Menyebutkan sifat-sifat kubus. - Menyebutkan sifat-sifat balok. 2. Conscience: - Menyusun jaring-jaring kubus dengan cekatan. - Menyusun jaring-jaring balok dengan cekatan. 78

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - Membuat kubus “angry bird” dengan teliti. 3. Compassion: - Bekerja sama dalam menyusun jaring-jaring kubus. - Bekerja sama dalam menyusun jaring-jaring balok. D. Tujuan Pembelajaran: 1. Competence: - Siswa mampu menyebutkan minimal 2 sifat-sifat kubus tanpa bertanya kepada teman. - Siswa mampu menyebutkan minimal 2 sifat-sifat balok tanpa bertanya kepada teman. 2. Conscience: - Siswa mampu menyusun jaring-jaring kubus dalam waktu maksimal 10 menit. - Siswa mampu menyusun jaring-jaring balok dalam waktu maksimal 10 menit. - Siswa mampu membuat kubus “angry bird” dalam waktu maksimal 15 menit secara individu. 3. Compassion: - Siswa mampu bekerja sama menyusun jaring-jaring kubus minimal 2. - Siswa mampu bekerja sama menyusun jaring-jaring balok minimal 2. E. Materi Pembelajaran Sifat-sifat kubus dan sifat-sifat balok. F. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran : 1. Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif 2. Model Pembelajaran Inkuiri 79

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Metode Pembelajaran - Tanya jawab - Ceramah - Permainan - Penugasan G. Nilai Kemanusiaan: - Menghargai orang lain yang sedang berbicara - Bertanggung jawab - Sportif H. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Kegiatan Awal Deskripsi Kegiatan Konteks Alokasi Waktu 20 menit Apersepsi - Siswa bersama guru berdoa. - Guru mengucapkan salam kepada siswa. - Guru mempresensi kehadiran siswa. - Guru memeriksa kesiapan siswa untuk belajar. - Siswa berdiri membentuk sebuah lingkaran untuk menyusun rubik kubus dengan diiirngi lagu “ZuneaZunea” sambil berjoged. Motivasi - Guru bertanya “Berbentuk bangun ruang apa benda yang kalian mainkan tadi?” - Siswa menanggapi lalu guru 80

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI bertanya lagi “Bagaimana bentuknya? Memiliki berapa warna, titik sudut, dan rusuk? Orientasi Jadi, pertemuan pertama ini kita akan belajar mengenai “Sifat-sifat kubus dan sifat-sifat balok”. Kegiatan Inti Pengalaman 50 menit - Siswa menuliskan benda-benda yang bentuknya serupa dengan kubus di modul. - Siswa mengamati rubik kubus untuk mencari tahu sifat-sifatnya. - Guru menunjukkan benda konkret dan gambar yang berbentuk kubus. - Siswa melakukan percobaan untuk materi balok. - Siswa mencatat hasil percobaan di modul. - Siswa menuliskan benda yang bentuknya serupa dengan balok di modul. - Siswa membentuk kubus lalu balok dengan tubuhnya bersama temantemannya. - Siswa menyusun jaring-jaring kubus dan balok bersama kelompok. - Guru bersama siswa mengoreksi jaring-jaring kubus dan balok yang 81

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI telah dibuat. Evaluasi - Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. - Siswa dan guru mengoreksi hasil pekerjaan. Jika dapat menjawab, siswa langsung tunjuk jari lalu memberitahu jawabannya dengan bahasa tubuh. Jika pilihan A, memegang kepala, pilihan B memegang bahu, pilihan C memegang pinggang, pilihan D memegang dengkul. Kegiatan Kesimpulan 10 menit Penutup - Siswa dan guru membuat rangkuman kegiatan pembelajaran. Refleksi - Siswa melakukan kegiatan refleksi bersama guru. Aksi - Siswa diharapkan mampu mengetahui sifat-sifat kubus dan sifat-sifat balok. - Siswa mampu bekerjasama dalam menyusun jaring-jaring kubus dan balok. Tindak lanjut - Guru menjelaskan bimbingan belajar di kegiatan pertemuan selanjutnya. - Siswa bersama guru berdoa bersama. - Guru dan siswa saling mengucapkan salam. I. Refleksi: 1. Competence 82

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sebutkan sifat-sifat kubus minimal 2! 2. Conscience Kesulitan apa saja yang kamu alami ketika menyusun jaring-jaring kubus dan jaring-jaring balok? 3. Compassion Apakah kamu sudah bekerja sama dengan baik ketika menyusun jaring-jaring kubus dan balok? J. Aksi Menjalin kerja sama yang baik antar anggota kelompok. K. Kecakapan hidup umum/kecakapan generik 1. Kecakapan Personal: - Teliti dalam melakukan percobaan. - Cekatan - Percaya diri - Bertanggung jawab, jujur, kerja keras, disiplin 2. Kecakapan Sosial: - Kecakapan komunikasi lisan - Kecakapan komunikasi tertulis - Sportif dalam bermain L. Penilaian : 1. Prosedur : Post-test 2. Jenis : a. Tes b. Non tes 3. Teknik : a. Tes tertulis b. Kinerja 4. Instrumen (terlampir) a. Soal dan kunci jawaban b. Tugas dan rubrik penilaian M. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : a. Sumber belajar - Mustaqim, Burhan. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan 83

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - Hardi, dkk. 2009. Pandai Berhitung Matematika Untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan b. Media - Rubik kubus - Benda konkret yang berbentuk kubus dan balok. - Jaring-jaring kubus dan jaring-jaring balok bergambar tokoh kartun. - Gunting - Lem kertas - Double tape Yogyakarta,…..…………………… Guru Bidang Studi Mahasiswa Yunanto Elisabeth Dwi Astuti NIP 195806021982081003 NIM 101134165 Mengetahui Kepala Sekolah Elisabeth Listriyani, S. Pd. G. 9377 84

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penilaian Penilaian Competence (terlampir/ soal evaluasi) Penilaian hanya dilakukan untuk aspek competence saja, karena disini meningkatkan prestasi belajar. Jenis Teknik Instrumen Pedoman skoring Jawaban Benar : tes : tes tertulis : soal isian : = 10 Jawaban Salah =0 Skor = jumlah benar 85

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 11 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RPP Bimbingan Belajar Pertemuan 2 Satuan Tingkat Pendidikan : SD Kanisius Gayam I Mata Pelajaran : Matematika Pokok Bahasan : Sifat-sifat tabung, kerucut, dan bola Kelas/Semester : IV / Genap Hari/tanggal : Selasa/ 8 April 2014 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar.. B. Kompetensi Dasar 8.1 Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana. C. Indikator a. Competence: - Menyebutkan sifat-sifat tabung. - Menyebutkan sifat-sifat kerucut. b. Conscience: 86

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - Membuat celengan berbentuk tabung dari kertas karton. - Membuat topi yang berbentuk kerucut. c. Compassion: - Membantu teman yang belum selesai dalam membuat celengan berbentuk tabung. - Membantu teman yang belum selesai dalam membuat topi kerucut. D. Tujuan Pembelajaran 1. Competence: - Siswa mampu menyebutkan sifat-sifat tabung minimal 2 tanpa bertanya. - Siswa mampu menyebutkan sifat-sifat kerucut minimal 2 tanpa bertanya. 2. Conscience: - Siswa mampu membuat celengan berbentuk tabung dari kertas karton dalam waktu maksimal 20 menit secara individu. - Siswa mampu membuat topi yang berbentuk kerucut dalam waktu maksimal 10 menit secara individu. 3. Compassion: - Siswa mau membantu teman yang belum selesai untuk membuat celengan berbentuk tabung dalam waktu maksimal 20 menit. - Siswa mau membantu teman yang belum selesai untuk membuat topi kerucut dalam waktu maksimal 10 menit. E. Materi Pembelajaran Sifat-sifat tabung dan kerucut. F. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran : a. Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif 87

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Model Pembelajaran Inkuiri c. Metode Pembelajaran - Tanya jawab - Ceramah - Demonstrasi - Permainan G. Nilai Kemanusiaan: - Menghargai orang lain yang sedang berbicara - Bertanggung jawab - Sportif H. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Kegiatan Awal Konteks 20 menit Apersepsi - Siswa bersama guru berdoa. - Guru mengucapkan salam kepada siswa. - Guru mempresensi kehadiran siswa. - Guru memeriksa kesiapan siswa untuk belajar. - Guru memberi petunjuk kepada siswa untuk bermain “Pencarian Harta Karun”. - Siswa bermain “Pencarian Harta Karun”. - Siswa mencatat hasil permainan di modul. Motivasi 88

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - Guru bertanya “Benda apa saja yang kalian temukan ketika melakukan permainan “Pencarian Harta Karun”? - Siswa mencatat hasil permainan di modul. Orientasi Jadi, pertemuan pertama ini kita akan belajar mengenai “Sifat-sifat tabung dan kerucut.” Kegiatan Inti Pengalaman 50 menit - Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai materi sifat-sifat tabung dan kerucut. - Siswa mengamati bagian-bagian tabung dari benda yang ditunjukkan guru. - Hitungan ke-3, masing-masing siswa berlari untuk mencari bagian tabung yang tersembunyi untuk segera disusun. - Siswa menuliskan bagian-bagian yang disusun dari tabung. - Siswa melakukan observasi (mengamati, meraba) pada benda konkret kerucut yang telah disediakan guru. - Siswa melakukan permainan bentuk kerucut. Jika guru mengatakan titik puncak, maka masing-masing membentuk kedua tangannya menjadi titik puncak, dst. Evaluasi 89

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. - Siswa dan guru sama-sama mengoreksi dengan bermain seperti kuis. Jika siswa bisa menjawab, maka langsung tunjuk jari dengan memperagakan hasil jawabannya dengan bahasa tubuh. Kegiatan Kesimpulan 10 menit Penutup - Siswa dan guru membuat rangkuman kegiatan pembelajaran. Refleksi - Siswa melakukan kegiatan refleksi bersama guru. Aksi - Siswa diharapkan mampu mengetahui sifat-sifat tabung dan kerucut. - Siswa memanfaatkan celengan yang dibuat untuk lebih rajin menabung. Tindak lanjut - Guru menjelaskan kegiatan bimbingan belajar di pertemuan selanjutnya. I. Refleksi: a. Competence Sebutkan sifat-sifat bola minimal 1! b. Conscience Kesulitan apa saja yang kamu alami ketika membuat celengan dan topi kerucut? c. Compassion - Apakah kamu sudah membantu temanmu yang belum selesai dalam membuat celengan? - Apakah kamu sudah membantu temanmu yang belum selesai dalam membuat topi kerucut? - Apakah kamu sudah rajin menabung? J. Aksi a. Competence 90

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - Sifat-sifat tabung antara lain: - Sifat-sifat kerucut antara lain: - Sifat-sifat bola antara lain: b. Conscience Percaya dirilah ketika kamu mengerjakan segala hal. c. Compassion Bekerjasamalah dengan anggota kelompokmu ketika mengerjakan - tugas secara berkelompok. Rajinlah untuk menabung. - K. Kecakapan hidup umum/kecakapan generik 1. Kecakapan Personal: - Teliti dalam melakukan percobaan. - Cekatan - Percaya diri - Bertanggung jawab, jujur, kerja keras, disiplin 2. Kecakapan Sosial: L. - Kecakapan komunikasi lisan - Kecakapan komunikasi tertulis - Sportif dalam bermain Penilaian : 1. Prosedur : Post-test 2. Jenis : Tes Non tes 3.Teknik : - Tes tertulis - Kinerja 4.Instrumen(terlampir) c. Soal dan kunci jawaban d. Tugas dan rubrik penilaian 91

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI N. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : a. Sumber belajar - Mustaqim, Burhan. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan - Hardi, dkk. 2009. Pandai Berhitung Matematika Untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan b. Media - Bola - Pembatas berbentuk kerucut - Benda konkret yang berbentuk tabung dan kerucut - Kertas karton - Gunting dan lem kertas. - Pensil warna/krayon - Kertas origami Yogyakarta,…..…………………… Guru Bidang Studi Mahasiswa Yunanto Elisabeth Dwi Astuti NIP 195806021982081003 NIM 101134165 Mengetahui Kepala Sekolah Elisabeth Listriyani, S. Pd. G. 9377 92

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penilaian Penilaian Competence (terlampir/ soal evaluasi) Penilaian hanya dilakukan untuk aspek competence saja, karena disini meningkatkan prestasi belajar. Jenis Teknik Instrumen Pedoman skoring : tes : tes tertulis : isian : Jawaban Benar = 10 Jawaban Salah =0 Skor = (skor yang didapat + 10) 93

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 12 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Bimbingan Belajar Pertemuan 3 Satuan Tingkat Pendidikan : SD Kanisius Gayam I Mata Pelajaran : Matematika Pokok Bahasan : Sifat-sifat bola Kelas/Semester : IV / Genap Hari/tanggal : 10 April 2014 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar. B. Kompetensi Dasar 8.1 Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana. C. Indikator 1. Competence: - Menyebutkan sifat-sifat bola. 2. Conscience: - Antusias dalam bermain lempar tangkap bola. 94

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - Antusias dalam membangun lego bangun ruang bersama kelompok. 3. Compassion: - Bekerjasama dalam membangun lego bangun ruang bersama kelompok. D. Tujuan Pembelajaran: a. Competence: - Siswa mampu menyebutkan minimal 1 sifat-sifat bola tanpa bertanya. b. Conscience: - Siswa mau antusias dalam bermain lempar tangkap bola. - Siswa mau antusias dalam waktu 5 menit untuk membangun lego bangun ruang bersama kelompok. c. Compassion: - Siswa mau bekerjasama untuk membangun lego bangun ruang bersama kelompok dalam waktu 15 menit. E. Materi Pembelajaran Sifat-sifat bola. F. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran : a. Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif b. Model Pembelajaran Cooperative learning c. Metode Pembelajaran - Tanya jawab - Ceramah - Demonstrasi - Permainan G. Nilai Kemanusiaan: - Menghargai orang lain yang sedang berbicara 95

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - Bertanggung jawab - Sportif H. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Kegiatan Awal Konteks 20 menit Apersepsi - Siswa bersama guru berdoa. - Guru mengucapkan salam kepada siswa. - Guru mempresensi kehadiran siswa. - Guru memeriksa kesiapan siswa untuk belajar. - Siswa membentuk lingkaran untuk bermain lempar tangkap bola.. Motivasi - Guru bertanya “Bangun ruang apa yang telah digunakan untuk bermain lempar tangkap?” Orientasi Jadi, pertemuan pertama ini kita akan belajar mengenai “Sifat-sifat bola.” Kegiatan Inti Pengalaman 50 menit - Siswa dibagi menjadi 2 kelompok. - Masing-masing kelompok membangun lego bangun ruang yang telah diberikan oleh guru dalam waktu 5 menit. - Masing-masing kelompok 96

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mempresentasikan hasil bangunan yang telah disusun. Evaluasi Kegiatan Penutup - Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. Kesimpulan 10 menit - Siswa dan guru membuat rangkuman kegiatan pembelajaran. Refleksi - Siswa melakukan kegiatan refleksi bersama guru. Aksi - Siswa diharapkan mampu mengetahui sifat-sifat semua bangun ruang sederhana. Tindak lanjut - I. Refleksi: a. Competence Sebutkan sifat-sifat dari masing-masing bangun ruang sederhana yang telah kamu pelajari. b. Conscience Kesulitan apa saja yang kamu alami ketika membuat rangka bangun ruang sederhana? c. Compassion - Apakah kamu sudah bekerjasama dalam membuat rangka bangun ruang sederhana? J. Apakah kamu sportif dalam bermain? Aksi a. Competence - Sifat-sifat semua bangun ruang sederhana. b. Conscience 97

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Percaya dirilah ketika kamu membuat rangka bangun ruang sederhana. c. Compassion - Bekerjasamalah dengan anggota kelompokmu ketika mengerjakan tugas secara berkelompok. - Sportiflah dalam bermain. K. Kecakapan hidup umum/kecakapan generik 1. Kecakapan Personal: - Teliti dalam melakukan percobaan. - Cekatan - Percaya diri - Bertanggung jawab, jujur, kerja keras, disiplin 2. Kecakapan Sosial: - Kecakapan komunikasi lisan - Kecakapan komunikasi tertulis - Sportif dalam bermain L. Penilaian : 1. Prosedur : Post test 2. Jenis : a. Tes 3. Teknik b. Non tes : a. Tes tertulis b. Kinerja 5. Instrumen (terlampir) a. Soal dan kunci jawaban b. Tugas dan rubrik penilaian M. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : i. Sumber belajar - Mustaqim, Burhan. 2008. Ayo Belajar Matematika Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan - Hardi, dkk. 2009. Pandai Berhitung Matematika Untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan 98

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii. Media - Bola - Lego bangun ruang untuk 2 kelompok Yogyakarta,…..…………………… Guru Bidang Studi Mahasiswa Yunanto Elisabeth Dwi Astuti NIP 195806021982081003 NIM 101134165 Mengetahui Kepala Sekolah Elisabeth Listriyani, S. Pd. G. 9377 99

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penilaian Penilaian Competence (terlampir/ soal evaluasi) Penilaian hanya dilakukan untuk aspek competence saja, karena disini meningkatkan prestasi belajar. Jenis Teknik Instrumen Pedoman skoring : Nilai Jawaban benar Jawaban salah = 0 Soal pilihan ganda 30 soal : tes : tes tertulis : soal pilihan ganda 坄 =1 Skor maksimal 30 100

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Konversi nilai: Jumlah Nilai Skor 15 50 14 46,6 30 100 13 43,3 29 96,6 12 40 28 93,3 11 36,6 27 90 10 33,3 26 86,6 9 30 25 83,3 8 26,6 24 80 7 23,3 23 76,6 6 20 22 73,3 5 16,6 21 70 4 13,3 20 66,6 3 10 19 63,3 2 6,6 18 60 1 3,3 17 56,6 0 0 16 53,3 101

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 13 Validasi Ibu Christi 102

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Validasi Bapak Karmin Lampiran 14 115

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 15 Validasi Bapak Yunanto 118

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Rekapitulasi Hasil Validasi Pakar Lampiran 16 Rekapitulasi Hasil Validasi Guru Bidang Studi Matematika Terhadap Kualitas Modul Matematika No. Aspek yang dinilai 1 Penilaian 2 3 Tujuan dan pendekatan Modul sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan 1 dicapai. 4 1 Modul sesuai dengan kurikulum (KTSP). 1 Modul mempermudah pemahaman materi bangun ruang. 1 3 Modul sesuai dengan kebutuhan Kinestetik - Badani yang dimiliki siswa. kecerdasan 1 4 Modul merupakan sumber belajar yang baik bagi siswa dan guru. 1 5 2 Desain dan pengorganisasian Komponen dalam modul lengkap (SK, KD, indikator, tujuan, materi pembelajaran, kegiatan belajar, lembar 1 kerja siswa, rangkuman, evaluasi, sumber bahan, refleksi). 1 Urutan kegiatan-kegiatan dalam modul telah disusun secara sistematis. 1 Ruang lingkup kegiatan dalam modul sesuai dengan kecerdasan Kinestetik - Badani. 1 Modul memfasilitasi siswa untuk belajar mandiri. 1 2 3 5 6 7 8 Modul mudah dipahami. 1 Tampilan fisik (warna, huruf, gambar/foto) dalam modul menarik dan sesuai dengan kecerdasan Kinestetik - Badani. 1 Modul menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. Isi Modul 121 1

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 2 3 1 Kegiatan dalam modul sesuai dengan kecerdasan Kinestetik - Badani yang dimiliki siswa. Modul memfasilitasi siswa memahami bangun ruang sesuai dengan Kinestetik - Badani yang dimiliki siswa. 1 Modul memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terhadap kecerdasan Kinestetik - Badani yang digunakan untuk memahami materi bangun ruang. 1 1 4 Modul mengembangkan kecerdasan yang berkaitan dengan Kinestetik - Badani. Kegiatan dalam modul sesuai dengan materi bangun ruang. 1 5 Instrumen evaluasi dalam modul, mengukur materi bangun ruang. 1 6 Topik 1 Topik modul menarik bagi siswa. Topik modul membantu pengalaman siswa. memperkaya 1 2 Topik sesuai dengan lingkungan sosial dan budaya siswa. 1 3 Topik sesuai dengan perkembangan siswa. 1 4 untuk 1 Metodologi 1 2 3 4 Modul dirancang dengan berpusat pada siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri (konstruktivis). 1 Modul dirancang menyenangkan bagi siswa. 1 Modul membuat siswa aktif. 1 Modul memfasilitasi beragam gaya belajar siswa. 1 Jumlah 16 10 Jumlah x Skala Penilaian 48 40 88 Jumlah total 3,25 Cukup Baik Rata-rata Kategori 122

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 17 Rekapitulasi Hasil Validasi Pakar Tata Bahasa Terhadap Kualitas Modul Matematika No. Aspek yang dinilai 1 Penilaian 2 3 Tujuan dan pendekatan Modul sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan 1 dicapai. 4 1 Modul sesuai dengan kurikulum (KTSP). 1 Modul mempermudah pemahaman materi bangun ruang. 1 3 Modul sesuai dengan kebutuhan Kinestetik - Badani yang dimiliki siswa. 1 4 5 Modul merupakan sumber belajar yang baik bagi siswa dan guru. 2 kecerdasan 1 Desain dan pengorganisasian Komponen dalam modul lengkap (SK, KD, indikator, tujuan, materi pembelajaran, kegiatan belajar, lembar 1 kerja siswa, rangkuman, evaluasi, sumber bahan, refleksi). 1 Urutan kegiatan-kegiatan dalam modul telah disusun secara sistematis. 1 Ruang lingkup kegiatan dalam modul sesuai dengan kecerdasan Kinestetik - Badani. 1 2 3 5 6 7 8 Modul memfasilitasi siswa untuk belajar mandiri. 1 Modul mudah dipahami. 1 Tampilan fisik (warna, huruf, gambar/foto) dalam modul menarik dan sesuai dengan kecerdasan Kinestetik - Badani. Modul menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. 1 1 Isi Modul 1 Kegiatan dalam modul sesuai dengan kecerdasan Kinestetik - Badani yang dimiliki siswa. 123 1

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 3 Modul memfasilitasi siswa memahami bangun ruang sesuai dengan Kinestetik - Badani yang dimiliki siswa. 1 Modul memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terhadap kecerdasan Kinestetik - Badani yang digunakan untuk memahami materi bangun ruang. 1 1 4 Modul mengembangkan kecerdasan yang berkaitan dengan Kinestetik - Badani. Kegiatan dalam modul sesuai dengan materi bangun ruang. 1 5 Instrumen evaluasi dalam modul, mengukur materi bangun ruang. 1 6 Topik modul menarik bagi siswa. 1 Topik 1 Topik modul membantu pengalaman siswa. memperkaya 1 2 Topik sesuai dengan lingkungan sosial dan budaya siswa. 1 3 Topik sesuai dengan perkembangan siswa. 1 4 untuk Metodologi 1 2 3 4 Modul dirancang dengan berpusat pada siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri (konstruktivis). 1 Modul dirancang menyenangkan bagi siswa. 1 Modul membuat siswa aktif. 1 Modul memfasilitasi beragam gaya belajar siswa. 1 Jumlah 3 18 5 Jumlah x Skala Penilaian 6 54 20 Jumlah total Rata-rata Kategori 80 2,96 Cukup baik 124

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 18 Rekapitulasi Hasil Validasi Pakar Pembelajaran Matematika Terhadap Kualitas Modul Matematika No. Aspek yang dinilai 1 Penilaian 2 3 Tujuan dan pendekatan Modul sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan 1 dicapai. 4 1 Modul sesuai dengan kurikulum (KTSP). 1 Modul mempermudah pemahaman materi bangun ruang. 1 3 Modul sesuai dengan kebutuhan Kinestetik - Badani yang dimiliki siswa. kecerdasan 1 4 Modul merupakan sumber belajar yang baik bagi siswa dan guru. 1 5 2 Desain dan pengorganisasian Komponen dalam modul lengkap (SK, KD, indikator, tujuan, materi pembelajaran, kegiatan belajar, lembar 1 kerja siswa, rangkuman, evaluasi, sumber bahan, refleksi). 1 Urutan kegiatan-kegiatan dalam modul telah disusun secara sistematis. 1 Ruang lingkup kegiatan dalam modul sesuai dengan kecerdasan Kinestetik - Badani. 1 Modul memfasilitasi siswa untuk belajar mandiri. 1 Modul mudah dipahami. 1 Tampilan fisik (warna, huruf, gambar/foto) dalam modul menarik dan sesuai dengan kecerdasan Kinestetik - Badani. 1 2 3 5 6 7 8 Modul menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. 1 Isi Modul 1 Kegiatan dalam modul sesuai dengan kecerdasan Kinestetik - Badani yang dimiliki siswa. 125 1

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 3 Modul memfasilitasi siswa memahami bangun ruang sesuai dengan Kinestetik - Badani yang dimiliki siswa. 1 Modul memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terhadap kecerdasan Kinestetik - Badani yang digunakan untuk memahami materi bangun ruang. 1 1 4 Modul mengembangkan kecerdasan yang berkaitan dengan Kinestetik - Badani. Kegiatan dalam modul sesuai dengan materi bangun ruang. 1 5 Instrumen evaluasi dalam modul, mengukur materi bangun ruang. 1 6 Topik modul menarik bagi siswa. 1 Topik 1 Topik modul membantu pengalaman siswa. memperkaya 1 2 Topik sesuai dengan lingkungan sosial dan budaya siswa. 1 3 Topik sesuai dengan perkembangan siswa. 1 4 untuk Metodologi 1 2 3 4 Modul dirancang dengan berpusat pada siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri (konstruktivis). 1 Modul dirancang menyenangkan bagi siswa. 1 Modul membuat siswa aktif. 1 Modul memfasilitasi beragam gaya belajar siswa. 1 Jumlah 4 22 Jumlah x Skala Penilaian 12 88 100 3,70 Baik Jumlah total Rata-rata Kategori 126

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 19 Hasil Pretest Sampel 10 127

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 20 Pekerjaan Sampel 8 di Modul 135

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 21 Pekerjaan Sampel 4 di Modul 141

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 22 Hasil Posttest Sampel 10 147

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 23 Foto-Foto Siswa mengerjakan soal pretest Siswa bermain rubik kubus 155

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siswa membuat kubus angry bird Siswa putra menyusun lego bangun ruang 156

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siswa putri bangun ruang menyusun lego Cover sebelum direvisi Cover setelah direvisi 157

(177)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA MATEMATIKA BERBASIS BELAJAR MANDIRI KELAS V DI SD NEGERI KECAMATAN ADILUWIH KABUPATEN PRINGSEWU
0
21
103
PENGARUH KECERDASAN EMOSINONAL TERHDAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV DI SDN 101774 SAMPALI.
0
5
21
MOTIVASI BELAJAR SISWA BERKECERDASAN INTERPERSONAL RENDAH DI KELAS IV B SD NGOTO.
0
0
167
FAKTOR-FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISWA BERPRESTASI RENDAH DI KELAS IV SD NEGERI SE-KECAMATAN NGEMPLAK.
0
25
151
MOTIVASI BELAJAR SEORANG SLOW LEARNER DI KELAS IV SD KANISIUS PUGERAN 1.
2
29
228
PERKEMBANGAN SINTAKSIS SISWA KELAS RENDAH SD KANISIUS KLEPU, SLEMAN, YOGYAKARTDALAM KARANGAN PENCERITAAN ULANG.
0
0
422
PENGARUH KECERDASAN EMOSI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DI SD NEGERI REJOWINANGUN I YOGYAKARTA.
0
0
123
HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN TAHUN PELAJARAN 20102011
0
1
128
EFEKTIVITAS PERKEMBANGAN NILAI KEMANUSIAAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN Skripsi
0
0
105
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA INDONESIA KELAS V SD KANISIUS GAYAM YOGYAKARTA
0
1
124
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK KETERAMPILAN MENULIS RINGKASAN BAHASA INDONESIA KELAS V SD KANISIUS WIROBRAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI
0
1
143
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA KELAS V SD KANISIUS GAYAM Skripsi
1
1
170
KETERKAITAN GAYA BELAJAR DALAM PROSES BELAJAR SISWA KELAS VII SMP KANISIUS GAYAM YOGYAKARTA SEHUBUNGAN DENGAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA
0
0
211
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR PKn SISWA KELAS IV SD KANISIUS KOTABARU YOGYAKARTA MELALUI METODE LEARNING TOGETHER SKRIPSI
0
0
188
PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK ISI PENGUMUMAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS IV SD KANISIUS KOTABARU I YOGYAKARTA
0
0
223
Show more