HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD KANISIUS KENTENG SEMESTER 1 TAHUN AJARAN 20102011

Gratis

0
1
95
9 months ago
Preview
Full text

  HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V

SD KANISIUS KENTENG SEMESTER 1

TAHUN AJARAN 2010/2011

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  

Oleh:

Emmanuel Sulistya Asmara

NIM: 091134183

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

  

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V

SD KANISIUS KENTENG SEMESTER 1

TAHUN AJARAN 2010/2011

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  

Oleh:

Emmanuel Sulistya Asmara

NIM: 091134183

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

  

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  LEMBAR PERSETUJUAN

  HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD KANISIUS KENTENG SEMESTER 1 TAHUN AJARAN 2010/2011

  Disusun oleh: Emmanuel Sulistya Asmara

  NIM: 091134183 Dosen Pembimbing 1 Drs. Puji Purnomo, M.Si. Tanggal, 30 Maret 2012 Dosen Pembimbing 2

  LEMBAR PENGESAHAN

  HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V

SD KANISIUS KENTENG SEMESTER 1

TAHUN AJARAN 2010/2011

  Disusun oleh: Emmanuel Sulistya Asmara

  NIM: 091134183 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji pada tanggal 30 April 2012 dan dinyatakan telah memenuhi syarat

  Susunan Panitia Penguji Ketua : G. Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST.,M.A. ................ Sekretaris : Elga Adriana, P.Si., M.Ed. ................ Anggota : Drs. Puji Purnomo, M.Si. ................ Anggota : Drs. J. Sumedi ................ Anggota : Drs. A. Sardjana, M.Pd. ................

  Yogyakarta, 15 Mei 2012 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan

  MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Penelitian ini aku persembahkan kepada:

   Ayah, Ibu dan Adikku tercinta  Yayankku Dewi Rosa  Semua pihak yang terlibat dalam penyusunan penelitian ini PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhhnya bahwa karya tulis yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali telah disebutkan dalam kutipan pada daftar pustaka, sebagaimana karya ilmiah.

  Yogyakarta, 15 Mei 2012 Penulis Emmanuel Sulistya Asmara

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Emmanuel Sulistya Asmara NIM : 091134183

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: HUBUNGAN

  

ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR

MATEMATIKA SISWA KELAS V SD KANISIUS KENTENG SEMESTER

1 TAHUN AJARAN 2010/2011 beserta perangkat yang diperlukan (bila ada).

  Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberi royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

  Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 15 Mei 2012

  

ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI

BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD KANISIUS KENTENG

SEMESTER 1 TAHUN AJARAN 2010/2011

  Oleh Emmanuel Sulistya Asmara

  NIM. 091134183 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 2 Tahun Ajaran 2010/2011.

  Penelitian yang sesuai untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan peneliti yaitu penelitian korelasional. Dalam penelitian ini motivasi belajar sebagai variabel bebas dan prestasi belajar matematika sebagai variabel terikat. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 2 Tahun Ajaran 2010/2011 dengan jumlah siswa 19 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar dan dokumentasi nilai rapor semester 1. Motivasi belajar siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011 diperoleh dengan mengurutkan data angket motivasi dari jumlah skor tertinggi ke terendah dan dibagi 3 kelompok. Prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 2 Tahun Ajaran 2010/2011 diperoleh dari nilai rapor semester 1. Hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 2 Tahun Ajaran 2010/2011 dengan korelasi serial. Besarnya sumbangan variabel motivasi terhadap prestasi belajar siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 2 Tahun Ajaran 2010/2011 dengan mengkuadratkan koefisien korelasi serial dikali 100%.

  Berdasarkan perhitungan besarnya koefisien antara motivasi belajar dan prestasi belajar matematika adalah 0,541. Besarnya koefisien tersebut termasuk dalam kategori korelasi cukup. Besarnya sumbangan variabel motivasi terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011 adalah 29,25%. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika ditentukan oleh motivasi, sedangkan 70.75% ditentukan oleh faktor-faktor lain.

  ABSTRACT RELATIONSHIP BETWEEN LEARNING MOTIVATION TO LEARN MATH STUDENT ACHIEVEMENT GRADE V SD KANISIUS Kenteng ACADEMIC

  YEAR SEMESTER 1 2010/2011 By

  Emmanuel Sulistya Asmara NIM. 091134183

  This study aims to determine to determine the relationship between learning motivation and learning achievement of fifth grade elementary school students' mathematics Kanisius Kenteng semester 2 Academic Year 2010/2011.

  Appropriate research to answer the research question and hypothesis testing is quantitative research. The study design used correlational research is research. In this study, motivation to learn as independent variables and mathematics achievement as dependent variable. Subject variable is class V SD Kanisius Kenteng semester 2 Academic Year 2010/2011 the number of students 19 people. The data collection technique using a questionnaire motivation and documentation semester 1 grades. Motivation fifth grade elementary school students learn Kanisius Kenteng semester 1 Academic Year 2010/2011 is obtained by sorting the data from the motivation questionnaire highest to lowest total score and divided into 3 groups. Mathematics learning achievement grade V SD Kanisius Kenteng semester 2 Academic Year 2010/2011 obtained from semester 1 grades. The relationship between learning motivation and learning achievement of fifth grade elementary school students' mathematics Kanisius Kenteng semester 2 Academic Year 2010/2011 with serial correlation. The amount of donation motivation variables on student achievement fifth grade elementary Kanisius Kenteng semester 2 Academic Year 2010/2011 by squaring the correlation coefficient multiplied by 100% serial.

  Based on the calculation of the coefficient between learning motivation and learning achievement in mathematics is 0.541. The magnitude of the coefficient of correlation is included in the category of pretty. The amount of contribution to the learning achievement motivation variable math grade V SD Kanisius Kenteng semester 1 Academic Year 2010/2011 was 29.25%. This suggests that learning mathematics achievement is determined by motivation, while 70.75% is determined by other factors.

  Key word: motivation, academic achievement

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini.

  Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak mungkin selesai jika tanpa bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Bapak P. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

  2. Romo G. Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST.,M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

  3. Bapak Drs. Puji Purnomo, M.Si. selaku dosen pembimbing I, yang telah memberikan arahan, semangat, dorongan, serta sumbangan pemikiran yang penulis butuhkan untuk menyelesaikan penelitian.

  4. Bapak Drs J. Sumedi, selaku dosen pembimbing II, yang telah memberikan bantuan ide, saran, kritikan serta bimbingannya yang sangat berguna bagi penelitian ini.

  6. Ibu C. Sri Wahyuni, selaku Guru Kelas V SD Kanisius Kenteng yang telah memberikan waktu dan data kepada peneliti.

  7. Siswa Kelas V SD Kanisius Kenteng yang telah bersedia menjadi subyek dalam pelaksanaan penelitian.

  8. Teman-teman penulis yang selalu memberikan semangat dan dorongan untuk menyelesaikan penelitian ini.

  9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah memberikan dukungan dan bantuan.

  Demikianlah penelitian ini disusun. Penulis dengan senang hati bersedia menerima sumbangan baik pemikiran, kritik maupun saran yang bersifat membangun. Semoga penelitian ini dapat berguna bagi siapa saja.

  Yogyakarta, 30 Maret 2012 Penulis Emmanuel Sulistya Asmara

  DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i LEMBAR PERSETUJUAN................................................................................ ii LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN ................................................... iv LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................ v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ........................................................... vi ABSTRAK .......................................................................................................... vii ABSTRACT ........................................................................................................ viii KATA PENGANTAR ........................................................................................ ix DAFTAR ISI ....................................................................................................... xi DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ............................................................................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xv

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...........................................................................................

  1 B. Rumusan Masalah ......................................................................................

  3 C. Tujuan Penelitian .......................................................................................

  3 D. Batasan Pengertian.....................................................................................

  3

  BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Belajar ....................................................................................................

  6 B. Motivasi Belajar......................................................................................

  16 C. Prestasi Belajar .......................................................................................

  21 D. Hakikat Matematika................................................................................

  25 E. Kerangka Berpikir ..................................................................................

  31 F. Hipotesis .................................................................................................

  32 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian .......................................................................................

  33 B. Tempat Penelitian dan Jadwal Penelitian ...............................................

  33 C. Subyek Penelitian ...................................................................................

  34 D. Instrumen Penelitian ...............................................................................

  34 E. Metode Pengumpulan Data.....................................................................

  35 F. Teknik Analisis Data .............................................................................

  41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ........................................................................................

  43 B. Analisis Data ...........................................................................................

  48 C. Pembahasan ............................................................................................

  57 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan .............................................................................................

  63

  DAFTAR GAMBAR Gambar No. 1 Bagan Persentase Motivasi Belajar ........................................

  45 Gambar No. 2 Grafik Kurva Normal Motivasi Belajar .................................

  48 Gambar No. 3 Grafik Kurva Normal Prestasi Belajar Matematika ...............

  49 Gambar No. 4 Gambar Kurva Normal Proporsi Motivasi Belajar ................

  52 Gambar No. 5 Bagan Persentase Faktor Motivasi Belajar dan Faktor Lain ..

  58

  DAFTAR TABEL Tabel No. 1 Jadwal Penelitian ..........................................................................

  33 Tabel No. 2 Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar ..............................................

  36 Tabel No. 3 Skor Item Angket Alternatif Jawaban Responden ..................

  38 Tabel No. 4 Klasifikasi Koefisien Korelasi Reliabilitas .................................

  39 Tabel No. 5 Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar Setelah Uji Coba ..................

  40 Tabel No. 6 Klasifikasi Skor Angket Motivasi Belajar ..................................

  41 Tabel No. 7 Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa Kelas V SD Kanisius Kenteng semester 2 Tahun Ajaran 2010/2011 ............................

  43 Tabel No. 8 Nilai Rapor Kelas V semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011 ........

  45 Tabel No. 9 Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar .........................................

  46 Tabel No. 10 Proporsi Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar ........................

  51 Tabel No. 11 Proporsi Individu Setiap Kelompok ..........................................

  52 Tabel No. 12 Nilai Rata-rata Setiap Kelompok Motivasi belajar ..................

  53 Tabel No. 13 Unsur Koefisen korelasi ...........................................................

  54 Tabel No. 14 Prestasi belajar Siswa Kelas V Semester 2 untuk Mencari Standar Deviasi ...........................................................................

  54

  DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Angket Uji Coba .........................................................................

  63 Lampiran 2. Tabel Hasil Uji Coba Angket ......................................................

  66 Lampiran 3 Tabel Reliabilitas dengan Teknik Belah Dua .............................

  67 Lampiran 4 Tabel Rangkuman Hasil Uji Coba Angket .................................

  68 Lampiran 5.

Tabel Koefisien Korelasi “r” Pruduct Moment Taraf Signifikansi 5% dan 1% .............................................................

  69 Lampiran 6. Angket Penelitian ........................................................................

  70 Lampiran 7. Tabel Angket Motivasi Belajar ..................................................

  73 Lampiran 8. Kriteria Ketuntasan Minimal SD Kanisius Kenteng Tahun Ajaran 2010/2011 .......................................................................

  74 Lampiran 9. Nilai Rapor Kelas V Semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011.........

  75 Lampiran 10. Tabel Ordinat dan Z Kurva Normal ..........................................

  76 Lampiran 11. Surat Ijin Uji Coba Angket ........................................................

  77 Lampiran 12. Surat ijin Penelitian di SD Kanisius Kenteng ............................

  78 Lampiran 13.Surat Ijin Pelaksanaan Penelitian di SD Kanisius Kenteng dari Sekolah ........................................................................................

  79

  merupakan ilmu bersifat universal mendasari yang perkembangan teknologi modern. Matematika mempunyai peran penting dalam memajukan daya berfikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi tidak terlepas dari peran matematika.

  Penguasaan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Penguasaan ini tidak lepas dari peran guru di sekolah khususnya sekolah dasar. Guru mempunyai peranan besar untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif dan bekerjasama.

  Selama ini pembelajaran matematika di sekolah dasar hanya dijadikan tempat mengaplikasikan konsep. Pembelajaran matematika di kelas hanya berpusat pada informasi guru. Siswa akan mengalami kesulitan ketika menemukan informasi yang berbeda dari yang disampaikan guru. Siswa seolah-olah hanya mencontoh dan meniru konsep-konsep yang diberikan guru. Banyak konsep yang dapat diperoleh siswa ketika belajar matematika Permasalahan yang dialami siswa kelas V Sekolah Dasar (SD) Kanisius Kenteng semester 1 yaitu siswa belum mampu menyelesaikan soal matematika dengan tepat. Hal tersebut dapat terlihat pada hasil Ulangan Harian (UH) belum mencapai Kriteria Ketuntusan Minimal (KKM). Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan matematika ke dalam situasi nyata. Hal lain yang menyebabkan sulitnya belajar matematika bagi siswa adalah pembelajaran matematika yang kurang bermakna. Guru dalam pembelajarannya di kelas tidak mengaitkan dengan kemampuan yang telah dimiliki oleh siswa. Guru kurang memberikan kesempatan siswa untuk menemukan dan mengkontruksi sendiri ide-ide matematika. Mengaitkan pengalaman kehidupan nyata dengan ide-ide matematika penting dilakukan agar pembelajaran bermakna. Siswa cepat lupa dan tidak dapat mengaplikasikan matematika apabila siswa belajar matematika terpisah dari pengalaman mereka sehari-hari.

  Salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai obyek yang abstrak. Banyak upaya yang dilakukan orang untuk membuat matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan. Berbagai metode dan pendekatan belajar telah dikembangkan untuk membuat siswa menyenangi matematika.

  Metode dan pendekatan yang baik tidak akan berhasil apabila siswa tidak memiliki motivasi untuk belajar. Tingginya motivasi belajar siswa

  B. Rumusan Masalah

  Dilandasi latar belakang masalah, masalah dan pembatasannya, masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

  1. Bagaimana motivasi belajar siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011?

  2. Bagaimana prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011?

  3. Apakah ada hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011?

  4. Berapakah besarnya sumbangan variabel motivasi terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011?

  C. Tujuan Penelitian

  Tujuan yang ingin dicapai peneliti dalam penelitian ini antara lain:

  a. Mengetahui motivasi belajar siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011.

  b. Mengetahui prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011. d. Mengetahui sumbangan variabel motivasi terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011.

  D. Batasan Pengertian

  1. Belajar adalah proses untuk mengetahui suatu hal yang belum dimengerti menjadi dimengerti dan untuk melengkapi konsep-konsep yang telah ada.

  2. Motivasi belajar adalah suatu hasrat atau keinginan yang muncul dari diri seseorang untuk belajar dengan maksud untuk meningkatkan prestasi belajar.

  3. Prestasi belajar adalah hasil penilaian pendidik terhadap proses belajar peserta didik sesuai dengan tujuan instruksional yang menyangkut isi pelajaran dan perilaku yang diharapkan dari peserta didik.

  4. Prestasi belajar matematika belajar adalah hasil penilaian pendidik terhadap proses belajar peserta didik sesuai dengan tujuan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan mata pelajaran matematika.

  E. Manfaat penelitian

  2. Bagi Peneliti Peneliti dapat mengetahui hubungan motivasi terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011.

  3. Bagi Program Studi PGSD Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian serupa.

  1. Pengertian Belajar Banyak aktivitas yang dilakukan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aktivitas tersebut adalah belajar. Seseorang melakukan aktivitas belajar dengan berbagai tujuan dan keperluan. Berikut adalah pengertian belajar:

  a. Menurut Gagne dalam bukunya Purwanto (1966: 84) “Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi.”

  b. Menurut Witherington dalam bukunya Purwanto (1966: 84) “Belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian.” c. Menurut Hilgard dalam bukunya Pasaribu dan Simandjuntak disebabkan oleh pertumbuhan dan keadaan sementara seseorang seperti kelelahan atau disebabkan obat- obatan.”

  d. Menurut Sardiman (1987: 20) “Belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.”

  Berdasar definisi yang dijelaskan oleh para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan proses untuk mengetahui suatu hal yang belum dimengerti menjadi dimengerti dan untuk melengkapi konsep-konsep yang telah ada.

  2. Jenis-Jenis Belajar Menurut A. de Block dalam buku W.S. Winkel (1987: 39-51) menjelaskan tentang jenis-jenis belajar. Jenis-jenis belajar terdiri dari tiga bentuk, antara lain bentuk-bentuk belajar menurut fungsi psikis, menurut materi yang dipelajari, dan bentuk belajar yang tidak begitu disadari.

  a. Bentuk-bentuk belajar menurut fungsi psikis 1) Belajar dinamik

  Belajar dinamik adalah belajar menghendaki sesuatu secara

  2) Belajar afektif Belajar afektif adalah belajar menghayati nilai dari obyek- obyek yang dihadapi melalui alam perasaan, baik obyek berupa orang, benda atau peristiwa. 3) Belajar kognitif

  Belajar kognitif adalah belajar memperoleh dan menggunakan bentuk-bentuk representasi yang mewakili obyek-obyek yang dihadapi, baik obyek berupa orang, benda atau peristiwa.

  4) Belajar sensi-motorik Belajar sensi-motorik adalah belajar menghadapi dan menangani obyek-obyek secara fisik, termasuk kejasmanian manusia sendiri. Pada tahap tersebut, seorang anak belum berfikir dan menggambarkan suatu kejadian atau obyek secara konseptual meskipun perkembangan kognitif sudah mulai ada (Suparno, 2007: 34).

  b. Bentuk-bentuk belajar menurut materi yang dipelajari 1) Belajar teoritis

  Belajar teoritis merupakan bentuk belajar yang bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta dalam suatu

  2) Belajar teknis Belajar teknis merupakan bentuk belajar yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan.

  3) Belajar bermasyarakat Belajar bermasyarakat merupakan bentuk belajar yang bertujuan mengekang dorongan dan kecenderungan spontan demi kehidupan bersama dan memberikan kelonggaran kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya.

  4) Belajar estetis Belajar estetis merupakan bentuk belajar yang bertujuan membentuk kemampuan menciptakan dan menghayati keindahan di berbagai bidang kesenian.

  c. Bentuk-bentuk belajar yang tidak begitu disadari 1) Belajar insidental

  Belajar insidental adalah belajar dengan tujuan tertentu, tetapi di samping itu juga belajar hal yang sebenarnya tidak menjadi sasaran. 2) Belajar dengan mencoba-coba Belajar yang bertujuan untuk mengetahui sesuatu.

  3) Belajar tersembunyi

  Menurut C. van Parreren dalam buku W.S. Winkel (1987: 53- 63), bentuk belajar meliputi sepuluh bentuk. Bentuk-bentuk belajar tersebut antara lain: membentuk otomatisme, belajar insidental, menghafal, belajar pengetahuan, belajar arti kata-kata, belajar konsep, belajar memecahkan problem melalui pengamatan, belajar berpikir, belajar untuk belajar, dan belajar dinamik.

  a. Membentuk otomatisme Membentuk otomatisme yaitu belajar atau kemampuan yang diperoleh terletak dalam otomatisasi sejumlah rangkaian gerak- gerik yang terkoordinir satu sama lain. Bentuk belajar tersebut meliputi belajar keterampilan motorik dan belajar kognitif.

  b. Belajar insidental Belajar insidental merupakan belajar dengan maksud untuk memepelajari sesuatu hal, khususnya yang bersifat mengenai fakta atau data.

  c. Menghafal Menghafal merupakan penanaman materi verbal di dalam ingatan, sehingga nantinya dapat diproduksi kembali secara harafiah sesuai materi yang asli.

  d. Belajar pengetahuan e. Belajar arti kata-kata Belajar arti kata-kata merupakan bentuk belajar ketika orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan.

  f. Belajar konsep Belajar konsep merupakan bentuk belajar ketika seseorang mengadakan abstraksi dalam bentuk obyek-obyek yang meliputi benda, kejadian, dan orang, hanya ditinjau aspek-aspek tertentu saja.

  g. Belajar memecahkan problem melalui pengamatan Belajar memecahkan problem melalui pengamatan merupakan bentuk belajar ketika seseorang dihadapkan pada suatu problem yang harus dipecahkan dengan berbuat sesuatu.

  h. Belajar berpikir Belajar berpikir merupakan bentuk belajar ketika seseorang dihadapkan pada suatu problem yang harus dipecahkan namun tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan. i. Belajar untuk belajar

  Belajar untuk belajar merupakan bentuk belajar yang mencakup semua bentuk belajar. merupakan bahan bakar yang memberikan kekuatan dan dorongan kepada orang untuk melakukan berbagai aktivitas.

  Menurut Robert M. Gagne dalam buku W.S. Winkel (1987: 97- 105), jenis-jenis belajar meliputi lima macam yaitu: informasi verbal, kemahiran intelektual, pengaturan kegiatan kognitif, keterampilan motorik, dan sikap.

  a. Informasi verbal Setiap orang memiliki pengetahuan yang diperoleh melalui belajar. Sesorang dapat mengungkapkan pengetahuan yang dimiliki menggunakan bahasa, baik secara lisan maupun tertulis. Informasi verbal meliputi dua hal yaitu cap verbal dan data atau fakta. Cab verbal yaitu kata yang dimiliki seseorang untuk menunjuk pada obyek-obyek yang dihadapi. Data atau fakta merupakan kenyataan yang diketahui. Penguasaan bahasa dalam menyampaikan pengetahuan sangat penting. Pengetahuan yang dimiliki tidak akan bermakna apabila tidak dibahasakan dan diinformasikan kepada orang lain.

  b. Kemahiran intelektual Kemahiran intelektual merupakan hubungan kita dengan lingkungan dalam bentuk representasi konsep dan lambang.

  1) Diskriminasi jamak Diskriminasi jamak merupakan kemampuan yang dimiliki manusia untuk membedakan satu obyek dengan obyek yang lain. 2) Konsep

  Konsep adalah satuan arti yang mewakili sejumlah obyek dengan ciri-ciri sama. Konsep dilelompokkan menjadi dua yaitu konsep konkret dan konsep yang harus didefinisikan. Konsep konkret adalah pengertian yang menunjuk pada obyek-obyek lingkungan fisik. Konsep yang harus didefinisikan adalah konsep yang mewakili realitas hidup dan tidak menunjuk pada relitas lingkungan hidup fisik.

  3) Kaidah Kaidah merupakan penggabungan dua konsep atau lebih yang mempresentasikan suatu keteraturan.

  4) Prinsip Prinsip merupakan kombinasi kombinasi beberapa kaidah yang bertaraf lebih tinggi dan kompleks.

  c. Pengaturan kegiatan kognitif Pengatuaran kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang

  Pengatuaran kemampuan kognitif mencakup penggunaan konsep dan kaidah yang telah dimiliki ketika menghadapi masalah.

  d. Keterampilan motorik Keterampilan motorik merupakan kemampuan melakukan suatu rangkaian gerak-gerik jasmani dalam urutan tertentu dengan koordinasi antara gerak-gerik anggota badan secara terpadu. Ciri khusus keterampilan motoric adalah otomatisme, yaitu rangkaian gerak-gerik berlangsung secara secara teratur dan lancar.

  e. Sikap Sikap merupakan kemampuan internal yang berperan dalam mengambil keputusan ketika seseorang akan bertindak. Seseorang akan mempertimbangkan kemungkinan untuk bertindak.

  3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar Menurut Pasaribu dan Simandjuntak (1983: 59) belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain : a. Latihan

  Latihan merupakan belajar membiasakan agar mampu melakukan sesuatu. Latihan perlu diberikan kepada siswa untuk memajukan kegiatan belajar. Masalah yang sering dihadapi siswa ketika belajar adalah lupa akan sesuatu yang diperolehnya. Kegiatan

  Ulangan akan bermanfaat apabila keseluruhan faktor yang berperan dalan kegiatan belajar terdapat pada setiap latihan.

  Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain: 1) Adanya motivasi atau hasrat untuk belajar 2) Adanya pengertian tentang apa yang dipelajari 3) Adanya kepuasan.

  b. Peranan motif Motivasi merupakan suatu keadaan yang menyebabkan seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi seorang siswa dapat muncul dari satu motif dan beberapa motif. Motivasi memegang peranan penting dalam belajar, siswa akan mengulangi perbuatan yang membuatnya merasa puas.

  c. Peranan hukuman dan penghargaan Hukuman dan penghargaan mempunyai peranan bagi siswa dalam memperoleh hasil belajar. Hukuman bertujuan supaya siswa tidak melakukan sesuatu dan penghargaan merupakan suatu perbuatan yang dilakukan.

  d. Faktor yang berpengaruh dalam motivasi Kegiatan belajar mempunyai tujuan yang telah terinci dan terprogram. Guru selalu mengarahkan siswa untuk balajar sesuai berperan sebagai motivator siswa untuk menentukan tujuan yang tinggi atau rendah.

  e. Kemampuan belajar dan intelegensi Kemampuan belajar merupakan kemampuan untuk memperoleh kemajuan yang tepat dan cepat dalam proses belajar. Intelegensi merupakan kecakapan menyelesaikan masalah baru dengan tepat dan cepat. Intelegensi akan mempengaruhi kemampuan belajar siswa. Intelegensi yang sangat tinggi dapat memajukan kemampuan belajar.

  B. Motivasi Belajar

  1. Pengertian Motivasi Belajar

  a. Menurut Sardiman (2008: 73-75)

Kata motivasi berawal dari kata “motif” yang diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan

  sesuatu. Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat nonintelektual. Peranan motivasi dapat menumbuhkan gairah, rasa senang, dan semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi kuat akam mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. c. Menurut Hamsyah (2007: 23), motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku.

  Berdasarkan pengertian di atas, motivasi adalah suatu hasrat atau keinginan yang muncul dari diri seseorang untuk melakukan sesuatu. Jadi, motivasi belajar merupakan suatu hasrat atau keinginan yang muncul dari diri seseorang untuk belajar dengan maksud untuk meningkatkan prestasi belajar.

  2. Fungsi Motivasi dalam Belajar Motivasi berkaitan erat dengan tujuan. Motivasi dalam belajar siswa di sekolah dasar berfungsi sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan belajar yang telah disusun dalam sebuah kurikulum sekolah. Menurut Sardiman (2008: 85), fungsi motivasi terdiri dari tiga hal. Fungsi motivasi antara lain:

  a. Mendorong manusia untuk berbuat Motivasi merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

  b. Menentukan arah perbuatan Motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. c. Menyeleksi perbuatan Motivasi dapat menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

  3. Jenis-jenis Motivasi Menurut Sardiman (2008: 89-91), motivasi dibagi menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

  a. Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik yaitu motivasi yang timbul dari diri untuk berbuat sesuatu. Motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsi tidak perlu mendapat rangsang dari luar. Motivasi intrinsik sering dikatakan sebagai bentuk motivasi di dalam aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan suatu dorongan dari dalam diri dan secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar.

  Contoh: Siswa melakukan belajar karena ingin mendapat pengetahuan, keterampilan dan nilai.

  Indikator-indikator motivasi belajar intrinsik antara lain: 1) Tanggung jawab siswa dalam melaksanakan tugas.

  2) Mengutamakan prestasi dari apa yang dikerjakannya. b. Motivasi ekstrinsik Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul dari luar. Terdapat peristiwa di luar individu yang mempengaruhi individu. Motivasi intrinsik tidak langsung berkaitan dengan esensi yang dilakukan. Motivasi intrisik dapat dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalam aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar.

  Contoh: Seorang siswa belajar karena paginya akan ujian dengan harapan mendapat nilai baik.

  Indikator-indikator motivasi belajar intrinsik antara lain: 1) Senang memperoleh pujian dari apa yang dikerjakannya.

  2) Belajar dengan harapan ingin memperoleh nilai. 3) Belajar dengan harapan ingin memperoleh prestasi. 4) Peran hukuman dalam proses belajar. 5) Belajar karena orang lain memiliki prestasi lebih baik.

  4. Cara Meningkatkan Motivasi Belajar di Sekolah Motivasi sangat penting dalam mencapai tujuan belajar. Oleh karena itu, guru harus berusaha meningkatkan motivasi siswa untuk motivasi belajar siswa. Cara-cara meningkatkan motivasi belajar siswa antara lain: a. Memadukan motif-motif yang sudah ada

  Pada dasarnya siswa sudah mempunyai motivasi belajar. Guru hanya perlu memberi motivasi yang lain, sehingga motivasi yang sudah dimiliki siswa dapat semakin meningkat.

  b. Memperjelas tujuan yang akan dicapai Semakin jelas tujuan belajar, semakin kuat motif untuk mencapainya. Oleh karena itu, guru perlu merumuskan tujuan belajar yang ideal bagi siswa.

  c. Membuat situasi persaingan Guru menciptakan suasana di mana setiap siswa giat berusaha karena pada umumnya dalam diri setiap individu ada usaha menonjolkan diri atau ingin dihargai.

  d. Memberitahu hasil yang dicapai Ketika siswa selesai mengerjakan tugasnya, siswa diberitahu hasilnya, sehingga siswa semakin giat mencapai hasil yang lebih baik lagi.

  e. Guru memberi contoh positif Guru yang mengharapkan sesuatu dari muridnya, ia juga harus C. Prestasi Belajar

  1. Pengertian Prestasi Belajar Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai. Jadi, prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai dari proses belajar yang dilakukan.

  Menurut Bloom dalam artikel Miranda (2004: 68), prestasi belajar adalah proses belajar yang dialami peserta didik dan menghasilkan perubahan dalam bidang pengetahuan, pemahaman, penerapan, daya analisis, sintesis, dan evaluasi. Sedangkan menurut Lanawati dalam artikel Winarini (2004: 168), prestasi belajar adalah hasil penilaian pendidik terhadap proses belajar peserta didik sesuai dengan tujuan instruksional yang menyangkut isi pelajaran dan perilaku yang diharapkan dari peserta didik.

  2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Banyak faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar peserta didik. Miranda, Winkel, dan Santrock dalam artikel Winarini (2004:

  168-169) menerangkan hal-hal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar, antara lain faktor internal dan faktor eksternal a. Faktor Internal

  1) Kecerdasan

  2) Motivasi Motivasi adalah suatu hasrat atau keinginan yang muncul dari diri seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam hal ini motivasi yang dimasud adalahh keinginan yang muncul dari diri seseorang baik secra intrinsik maupun ekstrinsik untuk memperoleh prestasi yang baik atau tinggi. 3) Minat

  Minat merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap suatu hal. Minat dalam hal ini adalah kenginan untuk memperoleh prestasi belajar. 4) Bakat

  Bakat merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang yang dibawa saat lahir. Bakat yang dimiliki setiap orang berbeda- beda. Prestasi belajar akan dicapai siswa ketika bakat yang dimilikinya berfungsi secara maksimal.

  5) Sikap Sikap merupakan perbuatan yang berdasarkan pada pendirian berupa pendapat atau keyakinan. Seseorang yang mempunyai sikap antusias terhadap suatu hal, maka sesorang akan berusaha sebaik-baiknya untuk medapatkan hasil maksimal,

  6) Persepsi diri Persepsi diri merupakan tanggapan langsung diri sendiri terhadap suatu hal. Proses yang digunakan yaitu menggunakan alat-alat indera. Seseorang yang memilki tanggapan baik terhadap apa yang harus dikerjakan, maka ia akan memperoleh hasil yang baik. Seorang siswa yang memiliki persepsi baik terhadap belajar, siswa akan berusaha memperoleh hasil maksimal atau prestasi yang tinggi. 7) Kondisi fisik

  Kondisi fisik merupakan keadaan yang nampak pada diri seseorang. Sesorang yang memiliki kondisi baik atau sehat dapat melakukan aktivitas belajar dengan baik sehingga mampu mempertahan prestasi belajar atau meningkatkan prestasi belajar. Sebaliknya kondisi fisik yang tidak baik akan mengganggu proses belajar akaibatnya prestasi belajar dapt menurun.

  b. Faktor Eksternal 1) Lingkungan Keluarga

  Dukungan dan perhatian orang tua terhadap proses belajar anak sangat diperlukan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan perkembangan belajar anak. Dengan demikian, anak dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal.

  2) Lingkungan Sekolah Prestasi belajar peserta didik ditentukan dari kualitas pengalaman belajar yang diperolehnya. Jika peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas, prestasi yang dicapainya pun tentu berkualitas. Oleh karena itu, proses belajar yang akan dilalui peserta didik harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Dengan demikian, peserta didik memperoleh pengalaman belajar secara maksimal demi tercapainya prestasi belajar peserta didik. 3) Lingkungan Masyarakat

  Keadaaan di masyarakat seperti sosial, politik dan ekonomi sangat mempengaruhi prestasi belajar peserta didik. Suasana yang mendukung peserta didik untuk belajar akan meningkatkan prestasi belajar, sebaliknya suasana yang kurang kondusif akan mengganggu kegiatan belajar walaupun peserta didik memiliki motivasi yang tinggi. D. Hakikat Matematika

  1. Pengertian Matematika Sampai saat ini belum ada definisi yang baku tentang matematika.

  Definisi matematika hanya berdasarkan pada sudut pandang pembuat definisi tersebut. Berikut adalah beberapa definisi matematika: a. Menurut R. Soedjadi (1988: 4)

  Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan terorganisasi secara sistematik.

  b. Menurut Gill Botle (2005: 6)

  “mathematics was viwed as a set of procedures principles that had to be tought before any potential mathematical understanding could take place”

  "matematika dapat dilihat sebagai sebuah satuan prinsip prosedur yang harus diajarkan sebelum potensi pemahaman matematika berlangsung".

  c. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan.

  Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan,

  2. Karakteristik Matematika Soedjadi (2000: 13

  • – 19) menjelaskan bahwa matematika memiliki beberapa karakteristik. Karakteristik tersebut meliputi: memiliki objek abstrak, bertumpu pada kesepakatan, berpola pikir deduktif, memiliki simbol yang kosong dari arti, memperhatikan semesta pembicaraan, dan konsisten dalam sistemnya.

  a. Memiliki objek abstrak Obyek dasar yang dipelajari bersifat abstrak yang merupakan obyek pikiran manusia. Obyek tersebut meliputi: fakta, konsep, operasi atau relasi dan prinsip.

  b. Bertumpu pada kesepakatan Kesepakatan dalam matematika merupakan tumpuan yang sangat penting untuk digunakan semua orang dalam keseharian.

  Kesepakatan yang sangat mendasar adalah aksioma dan konsep primitif. Aksioma diperlukan untuk menghindari pembuktian yang berputar-putar. Konsep primitif diperlukan untuk menghindari pendefinisian yang berputar-putar.

  c. Berpola pikir deduktif Pola pikir deduktif merupakan pemikiran yang berpangkal dari hal bersifat umum diterapkan pada hal yang bersifat khusus. membentuk suatu model matematika. Model matematika dapat berupa persamaan, pertidaksamaan, bangun geometrik tertentu, dan sebagainya.

  e. Memperhatikan semesta pembicaraan Matematika memerlukan kejelasan dalam lingkup yang dipakai.

  Lingkup pembicaraan disebut sebagai semesta pembicaraan.

  f. Konsisten dalam sistemnya Matematika mempunyai banyak sistem. Sistem tersebut ada yang berkaitan satu sama lain, tetapi ada yang terlepas satu sama lain.

  Di dalam masing-masing sistem dan struktur berlaku konsistensi yang di setiap sistem dan strukturnya tidak boleh terdapat kontradiksi. Suatu teorema atau definisi harus menggunakan istilah atau konsep yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

  3. Matematika Sekolah Matematika sekolah adalah unsur atau bagian dari matematika yang dipilih berdasarkan pada kepentingan pendidikan dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Bahan ajar yang relevan di sekolah dasar antara lain:

  a. Bilangan

  b. Geometri dan pengukuran

  4. Tujuan Pendidikan Matematika di Sekolah Dasar Menurut Standar Isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

  (KTSP) tahun 2007, pendidikan matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: a. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.

  b. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.

  c. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.

  d. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.

  e. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

  5. Peranan Matematika di Sekolah Dasar a. Menyiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang baik, hemat, cermat dan ekonomis.

  b. Menyiapkan siswa agar dapat memenuhi kebutuhan pokoknya.

  c. Menyiapkan siswa untuk terjun dalam masyarakat.

  d. Memberi bekal pada siswa agar dapat berkembang sesuai bakatnya.

  e. Memberi bekal pada siswa agar berkembang sesuai pendidikan yang bermakna dan produktif melalui keterampilan dalam lingkungan.

  f. Menyiapkan siswa agar dapat memenuhi kebutuhan diri sendiri g. Menyiapkan siswa agar menjadi pemikir dan penemu.

  h. Mendidik siswa agar mencintai kebenaran dan membenci kejahatan. i. Pengembangan karakter siswa.

  6. Peranan Media dalam Pembelajaran Matematika Matematika merupakan pembelajaran yang menggunakan sarana berfikir abstrak. Media dalam pembelajaran sangat diperlukan untuk memberikan jembatan antara dunia nyata siswa dengan konsep abstrak matematika. Menurut Sadiman (1984: 7) media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis.

  Contoh: papan tulis, buku tulis, dan daun pintu yang berbentuk persegi panjang dapat berfungsi sebagai alat peraga pada saat guru menjelaskan persegi panjang.

  b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.

  Contoh: menghitung luas wilayah menggunakan perbandingan skala dan menggunakan kertas berpetak atau millimeter blok.

  c. Media yang bervariasi mengatasi sikap pasif siswa sehingga muncul semangat untuk belajar.

  d. Siswa tidak akan cepat lupa dengan ilmu yang telah diperolehnya.

  7. Peran Guru dalam Pembelajaran Matematika Banyak siswa sekolah dasar berasumsi matematika merupakan mata pelajaran yang sulit. Seorang guru sangat diperlukan untuk membantu siswa dalam mengatasi permasalahan tersebut. Berikut adalah peran guru menurut W.S. Winkel (1987: 197): a. Guru harus memberikan semangat pada siswa tanpa memandang kemampuan intelektual dan tingkat motivasi. Guru harus bersifat komunikatif sehingga siswa senang bergaul dengan guru.

  b. Guru berperan sebagai fasilitator yaitu membantu siswa dalam memyelesaikan permasalahan khususnya matematika. d. Guru secara aktif mengaitkan kurikulum matematika dengan dunia nyata siswa secara fisik dan social.

  e. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang PAKEM yaitu pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

  E. Kerangka Berpikir Matematika merupakan ilmu eksak yang berisi prosedur dan prinsip yang jelas tentang angka-angka dan bilangan yang digunakan untuk memecahkan masalah. Banyak orang berasumsi matematika adalah mata pelajaran yang sulit. Siswa tertanam akan asumsi tersebut yang berakibat prestasi belajar matematika kurang dibandingkan mata pelajaran lainnya. Permasalahan belajar matematika yang dihadapi siswa perlu diatasi, salah satu caranya menggunakan pemberian motivasi. Motivasi dalam belajar siswa di sekolah dasar berfungsi sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan belajar. Bentuk-bentuk motivasi di sekolah dapat diberikan dengan berbagai macam cara sesuai dengan kondisi siswa. Setelah siswa memiliki motivasi belajar matematika yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan prestasinya dalam mata pelajaran matematika. Berdasarkan hal tersebut antara motivasi belajar dan pretasi belajar matematika memiliki hubungan yang erat, besarnya motivasi belajar akan mempengaruhi prestasi belajar

  F. Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika siswa Kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011. Berdasarkan kesimpulan tersebut, peneliti mengembangkan hipotesis sebagai berikut: “Ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun A jaran 2010/2011”. hipotesis adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan peneliti yaitu penelitian korelasional. Penelitian ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabel lain. Hubungan antara satu variabel dengan variabel lain dinyatakan dengan kohefisien korelasi dan signifikansi dalam statistik. Korelasi antara dua variabel atau lebih dapat mengetahui pengaruh atau hubungan sebab-akibat dari satu variabel terhadap variabel lain. Korelasi positif berarti nilai yang tinggi dalam suatu variabel berhubungan dengan nilai yang tinggi pada variabel lain. Korelasi negatif berarti nilai yang sangat tinggi dalam satu variabel berhubungan dengan nilai yang lebih rendah dalam variabel lain. Dalam penelitian ini motivasi belajar sebagai variabel bebas dan prestasi belajar matematika sebagai variabel terikat.

  .

  B. Tempat Penelitian dan Jadwal Penelitian Penelitian dilakukan di SD Kanisius Kenteng yang beralamat

  Tabel No. 1 Jadwal Penelitian Bulan

  No Kegiatan

  Januari Februari Maret April Mei Juni Observasi kelas

  1 Menyusun Proposal

  2

  penelitian Uji coba intrumen

  3

  penelitian Analisis hasil uji coba

  4

  instrument penelitian Pelaksanaan penelitian

  5

  dan pengumpulan data Analisis hasil penelitian

  6 Penyusunan laporan hasil

  7

  penelitian

  C. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 2 Tahun Ajaran 2010/2011 dengan jumlah siswa 19 orang.

  D. Instrumen Penelitian Langkah paling penting dalam penelitian adalah pengumpulan data.

  Berikut ini adalah intrumen yang digunakan oleh peneliti:

  1. Angket Angket merupakan suatu daftar pernyataan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab responden tentang diri atau hal-hal yang diketahuinya (Masidjo, 2007: 21).

  2. Dokumentasi Dokumentasi merupakan penyimpanan informasi di bidang pengetahuan yang dikumpulkan berupa bukti-bukti dan keterangan.

  Dokumentasi dalam penelitian ini adalah daftar nilai siswa.

  E. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen yang telah disusun:

  1. Angket Angket disusun dengan mempertimbangkan acuan sebagai berikut:

  a. Berdasarkan indikator motivasi belajar yang digunakan sebagai kisi-kisi b. Berdasarkan tinjauan penelitian sebelumnya dengan judul

  HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DI KALANGAN PARA SISWA KELAS I SMUK SANG TIMUR

  Peneliti menggunakan penelitian tersebut sebagai acuan karena relevan dengan penelitian yang dikembangkan peneliti.

  c. Buku tentang TEORI MOTIVASI DAN PENGUKURANNYA yang disusun oleh Hamsyah.

  d. Konsultasi pada dosen pembimbing.

  Tabel No. 2 Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar Nomor butir

  Dimensi Indikator Jumlah

  Positif Negatif Tanggung jawab siswa dalam 1 14, 21

  3 melaksanakan tugas. Mengutamakan prestasi dari apa 2, 3, 22

  15

  4 yang dikerjakannya. Motivasi intrinsik Memiliki perasaan senang dalam 7, 16, 23

  6

  4 belajar. Selalu berusaha untuk mengungguli 24, 26 4, 25

  4 orang lain. Senang memperoleh pujian dari apa 17, 27 5, 28

  4 yang dikerjakannya.

  Belajar dengan harapan ingin 8, 9

  18

  3 memperoleh nilai. Motivasi ekstrinsik Belajar dengan harapan ingin

  19 10, 30

  3 memperoleh prestasi. Belajar karena orang lain memiliki

  12

  29

  2 prestasi lebih baik.

  17

  13

  30 Jumlah soal Angket setelah disusun kemudian diujicobakan kepada siswa kelas V SD Kanisius Klepu semester 2 Tahun Ajaran 2010/2011 yang berjumlah 30 siswa, dengan maksud untuk mendapatkan informasi sehubungan dengan motivasi belajar. Setelah angket diujicobakan, maka perlu dicari validitas dan reliabilitas.

  a. Validitas Validitas merupakan dukungan bukti dan teori terhadap penafsiran skor tes sesuai dengan tujuan penggunaan tes.

  Validitas sering disebut kesahihan. Kesahihan dibatasi sebagai tingkat kemampuan suatu instrumen untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran yang dilakukan dengan instrumen tersebut. Suatu instrumen dinyatakan sahih jika instrumen itu mampu mengukur apa saja yang hendak diukurnya (Sutrisna Hadi, 1991: 1). Validitas yang digunakan memakai validitas butir dan perhitungannya memakai korelasi

  product

  • –moment dari Pearson dengan mencari koefisien korelasi
Tabel No. 3 Skor Item Angket Alternatif Jawaban Responden Soal positif (+) Soal negatif (-)

  Sangat Setuju

  4 Sangat Setuju

  1 Setuju

  3 Setuju

  2 Kurang Setuju

  2 Kurang Setuju

  3 Tidak Setuju

  1 Tidak Setuju

  4 Koefisien korelasi product -moment dari Pearson:

  

xy

rxy 2 2

x y

       r = koefisien korelasi X dan Y xy x = skor setiap item y = total skor

  Hasil analisis uji coba angket diperoleh 26 butir yang valid, (dapat dilihat pada lampiran 2 halamam 66)

  b. Reliabilitas Reliabilitas disebut juga dengan keandalan. Keandalan suatu instrumen menuntut kemantapan, keajegan, dan stabilitas dua bagian kemudian mencari korelasi r xy dengan korelasi dari Pearson. Setelah mencari korelasi r xy, kemudian disesuaikan dengan rumus dari Spearman-Brown.

  Tabel No. 4 Klasifikasi Koefisien Korelasi Reliabilitas Besarnya "r" Product Moment Interpretasi

  ±0,00 - ±0,20 Tidak terdapat korelasi atau sangat rendah ±0,21 - ±0,40 Rendah ±0,41 - ±0,70 Cukup ±0,71 - ±0,90 Tinggi ±0,91 - ±1,00 Sangat tinggi

  Rumus korelasi product moment dengan angka kasar sebagai berikut:

           

    

   ) ( ) (

  ) )( ( 2 2 2 2 Y Y N

  X X N Y

  X XY N r xy xy r = koefisien korelasi X dan Y

  X

  = jumlah skor nomor ganjil

  Y = jumlah skor nomor genap

  Hasil dari tes tersebut dibagi menjadi dua bagian maka koefisien dari dua bagian tersebut baru mencerminkan sengah tes. Taraf reliabilitas satu tes diperoleh menggunakan formula koreksi

  2 r

    xy rgg

  1  r

   xy

r gg = koefisien reliabilitas

r = koefisien korelasi X dan Y xy

  Setelah angket diujicobakan di SD Kanisius Klepu dan dilakukan perhitungan secara statistik diperoleh koefisien reliabilitas 0,863 dengan klasifikasi tinggi (dapat dilihat pada lampiran 3 halaman 67). Berikut adalah kisi-kisi angket setelah dilakukan uji coba dan perhitungan secara statistik

  Tabel No. 5 Revisi Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar Setelah Uji Coba Nomor butir

  Dimensi Indikator Jumlah

  Positif Negatif Tanggung jawab siswa dalam

  1

  12

  2 melaksanakan tugas. Mengutamakan prestasi dari apa yang 2, 3, 19

  13

  4 Motivasi dikerjakannya. intrinsik Memiliki perasaan senang dalam 6, 14, 20

  5

  4 belajar. Selalu berusaha untuk mengungguli 21, 23 4, 22

  4 orang lain. Senang memperoleh pujian dari apa

  15

  24

  2 yang dikerjakannya. Peran hukuman dalam proses belajar. 11, 18

  9

  3 belajar karena orang lain memiliki

  10

  25

  2 prestasi lebih baik. Jumlah soal

  16

  10

  26

  2. Dokumentasi Untuk memperoleh data prestasi belajar matematika memakai dokumen siswa yang berupa nilai rapor siswa kelas V semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011. Data diperoleh dari guru kelas V SD Kanisius Kenteng.

  F. Teknik Analisis Data

  1. Motivasi belajar siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011 diperoleh dengan mengurutkan data angket motivasi dari jumlah skor tertinggi ke terendah dan dibagi 3 kelompok.

  Tabel No. 6 Klasifikasi Skor Angket Motivasi Klasifikasi Keterangan Jumlah Skor Jawaban

  78 Tinggi

  • – 104

  51 Sedang

  • – 77

  26 Rendah

  • – 50

  2. Prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng

  3. Hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011 dengan korelasi serial:

     

   

      

   

  

p

O O SD M O O r

t r

tot t r ser 2

  ) ( ) )( (

  ser r = koefisien korelasi serial r O = ordinat yang lebih rendah t O = ordinat yang lebih tinggi M

  = mean tot

  SD = standar deviasi nilai rapor matematika p = proporsi skor angket motivasi belajar

  4. Besarnya sumbangan variabel motivasi terhadap prestasi belajar siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011 menggunakan rumus:

  % 100 2   r KP

  KP

  = koefisien penentu 2

  r = besarnya hubungan antara Motivasi belajar (X)

  dan prestasi belajar (Y)

  1. Motivasi Belajar Data penelitian motivasi belajar diperoleh menggunakan angket motivasi belajar yang diberikan kepada 19 subyek yaitu siswa kelas V

  SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011. Berikut adalah hasil pengumpulan data menggunakan angket: Tabel No. 7 Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa Kelas V SD Kanisius

  Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011 NO NAMA SKOR ANGKET MOTIVASI BELAJAR RENDAH SEDANG TINGGI

  1 A 80 

  2 B 76 

  3 C 69 

  4 D 65 

  5 E 78 

  6 F 74 

  7 G 50 

  8 H

  11 K 76 

  12 L 75 

  13 M

  77

   14 N

  71

   15 O 72 

  16 P 84 

  17 Q 82 

  18 R 72 

  19 S 69 

  Jumlah

  1

  13

  5 Persentase 5,26% 68,42% 26,32% Berdasarkan data hasil penelitian didapatkan 3 macam klasifikasi motivasi belajar yaitu motivasi belajar rendah, motivasi belajar sedang dan motivasi belajar tinggi. Jumlah siswa yang memiliki motivasi rendah berjumlah 1 orang dengan persentase 5,26%, siswa yang memiliki motivasi sedang berjumlah 13 siswa dengan persentase 68,42% dan siswa yang memiliki motivasi tinggi berjumlah 5 siswa dengan persentase 26,32%. Berikut adalah bagan persentase motivasi belajar siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 2 Tahun Ajaran 2010/2011: Gambar No. 1 Bagan Persentase Motivasi Belajar

  2. Prestasi Belajar Prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng yang diperoleh dari nilai rapor Kelas V semester 1 Tahun Ajaran

  65

  5 ,2

  Motivasi Sedang Motivasi Rendah 26,32% 68,42%

  10 Motivasi tinggi

  68

  4 D

  16

  3 C

  2010/2011 sebagai berikut: Tabel No. 8 Nilai Rapor Kelas V semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011

  3

  80

  2 B

  2

  81

  1 A

  NO NAMA NILAI RAPOR RANKING

  6 %

  8 H

  18 R

  15

  16 P

  68

  7

  17 Q

  65

  17

  78

  15 O

  4

  19 S

  65

  11 JUMLAH 1315 RATA-RATA

  69.21 Berikut adalah rangkuman hasil pengumpulan data motivasi belajar dan prestasi belajar matematika: Tabel No. 9 Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar

  NO NAMA SKOR MOTIVASI BELAJAR NILAI PRESTASI BELAJAR

  1 A

  80

  65

  6

  65

  11 K

  13

  9 I

  52

  19

  10 J

  85

  1

  65

  73

  12

  12 L

  68

  9

  13 M

  68

  8

  14 N

  81

  4 D

  16 P

  13 M

  77

  68

  14 N

  71

  73

  15 O

  72

  65

  84

  75

  68

  17 Q

  82

  65

  18 R

  72

  78

  19 S

  69

  68

  12 L

  65

  65

  68

  5 E

  78

  77

  6 F

  74

  62

  7 G

  50

  8 H

  65

  77

  65

  9 I

  73

  52

  10 J

  80

  85

  11 K

  76

  65 B. Analisis Data Sebelum data dianalisis secara statistik. Semua data harus diuji.

  Pengujian tersebut meliputi uji asumsi normalitas dan uji asumsi linearitas. Berikut adalah uji asumsi normalitas data motivasi belajar.

  One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Motivasi Belajar

  N

  19 Normal Parameters a Mean 73.6842 Std. Deviation 7.46140

  Most Extreme Differences Absolute .160 Positive .093 Negative -.160

  Kolmogorov-Smirnov Z .697 Asymp. Sig. (2-tailed)

  .717 a. Test distribution is Normal. Data motivasi belajar telah memenuhi asumsi normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Besar signifikansi menggunakan Kolmogorov-Smirnov adalah 0,717. Signifikansi uji asumsi normalitas diatas 0,1 sehingga data mengikuti distribusi normal.

  Data prestasi belajar matematika siswa Kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011, setelah dilakukan pengujian asumsi normalitas dapat dilihat sebagai berikut:

  One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Prestasi Belajar N

  19 Normal Parameters a Mean 69.2105 Std. Deviation 7.94131

  Most Extreme Differences Absolute .245 Positive .245 Negative -.193

  Kolmogorov-Smirnov Z 1.067

  Asymp. Sig. (2-tailed) .205 a. Test distribution is Normal. Data prestasi belajar matematika memenuhi asumsi normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Besar signifikansi menggunakan Kolmogorov-Smirnov adalah 0,205 Signifikansi uji asumsi normalitas diatas 0,1 sehingga data mengikuti distribusi normal.

  Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh tiga jenis kategori motivasi belajar siswa yaitu motivasi rendah, sedang dan tinggi, maka malah satu teknik yang digunakan untuk menghitung hubungan motivasi belajar dan presatasi belajar matematika menggunakan korelasi serial dengan rumus:

     

   

      

   

  

p

O O SD M O O r

t r

tot t r ser 2

  ) ( ) )( (

  ser r = koefisien korelasi serial r O

  = ordinat yang lebih rendah t

  O = ordinat yang lebih tinggi M = mean tot SD = standar deviasi nilai rapor matematika p = proporsi skor angket motivasi belajar Untuk menghitung kohefisien korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011 sebagai berikut:

  Tabel No. 10 Proporsi Motivasi Belajar dan Prestasi belajar No Siswa Skor Motivasi Belajar Prestasi Belajar

  78 Sedang

  10 M

  77

  68 Sedang

  11 N

  71

  73 Sedang

  12 O

  72

  65 Sedang

  13 R

  72

  14 S

  75

  69

  65 Sedang Jumlah nilai matematika motivasi sedang 874

  13

  15 A

  80

  81 Tinggi

  16 E

  78

  77 Tinggi

  17 J

  80

  68 Sedang

  9 L

  Klasifikasi Motivasi

  4 D

  1 G

  50

  65 Rendah Jumlah nilai matematika motivasi rendah

  65

  1

  2 B

  76

  80 Sedang

  3 C

  69

  65 Sedang

  65

  65 Sedang

  68 Sedang

  5 F

  74

  62 Sedang

  6 H

  77

  65 Sedang

  7 I

  73

  52 Sedang

  8 K

  76

  85 Tinggi

  1. Kurva normal untuk alokasi proporsi motivasi belajar Proporsi merupakan hasil bagi jumlah siswa dalam kelompok ( )

  n k

  dengan jumlah siswa seluruhnya ( N ). Proporsi untuk setiap kelompok dapat dilihat pada table berikut: Tabel No. 11 Proporsi Individu Setiap Kelompok

  

No Kelompok Proporsi

  1 Rendah n k

  P

    1  , 053

  N

  19

  2 Sedang n k

  P   13 

  , 683

  N

  19

  3 Tinggi n k

  P   5 

  , 263

  N

  19 Jumlah

  1 D

  

sedang

  B

  tinggi

  A E

  rendah

  C

  2. Ordinat titik B dan C dengan table Z ordinat Penentuan ordinat dilakukan dengan melihat tabel ordinat kurva normal pada lampiran 10 halaman 76.

  Titik B dengan P = 0,053 besar ordinat 0.10314 Titik D dengan P = 0,737 besar ordinat 0.32437

  3. Nilai rata-rata prestasi belajar berdasarkan kelompok motivasi belajar Rata-rata kelompok motivasi belajar diperoleh dengan cara membagi jumlah prestai belajar setiap kelompok dengan jumlah siswa dalam kelompok tersebut.

  Tabel No. 12 Nilai Rata-rata Setiap Kelompok Motivasi Belajar

  No Kelompok Proporsi

  1 X

   P  

  Rendah 65  65 ,

  00

  n k

  1

  2 X

   P   874 

  Sedang 67 ,

  23

  n k

  13

  3 X

   P  

  Tinggi 376  75 ,

  20

  n k

  5

  4. Tabel kerja sesuai unsur koefisien korelasi serial Berdasarkan data di atas hasil perhitungan dapat dirangkum pada tabel

  • 6,704,100 0.10314
  • 0,22123 0.07153166 67,23
  • 14,873293 0.32437

  JUMLAH

  4 D 68 4.624

  3 C 65 4.225

  2 B 80 6.400

  1 A 81 6.561

  2

  X X

  No Siswa

  Tabel No. 14 Prestasi belajar Siswa Kelas V Semester 2 untuk Mencari Standar Deviasi

  SD ).

  5. Standar deviasi total prestasi belajar matematika Berikut adalah langkah-langkah mengitung besarnya standar deviasi total ( tot

  19 1 0.6734714 2.815231

  0.39982041 75,20 24,392624

  Tabel No. 13 Unsur Koefisien Korelasi Kelompok k

  TINGGI 5 0,263 0,32437

  SEDANG 13 0,684

  65,00

  ) (  RENDAH 1 0,053 -0,10314 0.20211933

  M M O O t r

  ) ( 

  p O O t r 2

  

  O O

  ) ( t r

  n p ordinat O

  5 E 77 5.929

  8 H 65 4.225

  SD . 729 225 .

  1 X

  X N SD tot 2 315 .

  . 1 147

  92

  19

  19

  1    tot

  . 1 793 750 .

   

  1

  19

  1   tot

  SD 568 .

  21

  19

  1  tot

    2 2 N

  X

 

  9 I 52 2.704

  17 Q 65 4.225

  10 J 85 7.225

  11 K 65 4.225

  12 L 68 4.624

  13 M 68 4.624

  14 N 73 5.329

  15 O 65 4.225

  16 P 68 4.624

  18 R 78 6.084

  

  19 S 65 4.225  315 .

  1

  

  

  X 147 .

  92 2

  

  SD

  6. Koefisien korelasi serial Berikut Adalah langkah-langkah untuk menghitung koefisien korelasi serial:

  06 5,20526045 2.815231

  Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika perlu pengujian hipotesis, berikut pengujian hipotesis antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika siswa Kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011:

  r tabel yaitu 0,456 dengan taraf signifikansi 5%.

  Besarnya korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika siswa Kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011 menggunakan korelasi serial adalah 0,541. Koefisien korelasi lebih besar dari

  r

   451 , ser

  r

   ser

  r

          

    ser

  0.6734714 7,729 2.815231

  P O O SD M O O r t r tot t r ser 2

  

   

    

    

  H o : Tidak ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi

  r r hitung  , 541 > 0,456 ( ) tabel

  H ditolak dan H diterima. Hal tersebut menunjukkan hubungan yang

  o a

  signifikan dan positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika siswa Kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011. Sumbangan variabel motivasi terhadap prestasi belajar matematika siswa Kelas V SD Kanisius Kenteng semester 2 Tahun Ajaran 2010/2011 sebagai berikut: 2 KPr  100 %

2

KP  , 541  100 % KP

  29 , 25 %

  C. Pembahasan Berdasarkan perhitungan besarnya koefisien antara motivasi belajar . dan prestasi belajar matematika adalah , 541 Besarnya koefisien tersebut termasuk dalam kategori korelasi tinggi atau sangat tinggi. Besarnya sumbangan variabel motivasi terhadap prestasi belajar matematika siswa Kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011 adalah 29,25%. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika ditentukan

  29,25% Faktor Lain Belajar Faktor Motivasi

70,75%

  Gambar No. 5 Bagan Persentase Faktor Motivasi Belajar dan Faktor Lain

  Berdasarkan data pada tabel No. 12 halaman 55, diperoleh banyak variasi hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar matematika.

  Terdapat siswa yang memiliki motivasi sedang, tetapi memperoleh prestasi belajar yang tinggi. Sebaliknya, terdapat siswa yang memiliki motivasi tinggi, tetapi memiliki prestasi belajar sedang atau rendah. Dalam penelitian ini yang digunakan sebagai faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah motivasi. Terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar secara internal maupun eksternal. Faktor internal yang mungkin berpengaruh antara lain: kecerdasan, minat, bakat, sikap, persepsi diri dan kondisi fisik. Faktor eksternal yang mungkin berpengaruh antara lain: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Hasil pengumpulan data berupa angket diperoleh 1 siswa yang memiliki motivasi sedang, 3 siswa memiliki motivasi sedang dan berjumlah 5 siswa yang memiliki motivasi tinggi. Motivasi belajar siswa Kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011 termasuk kategori sedangtersebut ditunjukkan dengan besar rata-rata skor angket motivasi belajar sebesar 73,68.

  2. Besarnya hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar . matematika ditunjukkan dengan koefisien korelasi serial sebesar 0,541 Koefisien tersebut lebih besar dari r normal 0,456 dengan taraf signifikansi 5% dan termasuk dalam kateori korelasi cukup. Hal tersebut menunjukkan hubungan yang signifikan dan positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika siswa Kelas V SD Kanisius Kenteng semester 1 Tahun Ajaran 2010/2011.

  3. Besarnya sumbangan variabel motivasi terhadap prestasi belajar mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu sebesar 70,75%. Hal tersebut perlu dicari atau diteliti lebih lanjut.

  B. Saran Setelah penelitian ini dilaksanakan dan memperoleh hasil yang diharapakan, peneliti menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Guru dalam proses pembelajaran di kelas harus menumbuhkan motivasi belajar secara internal maupun eksternal. Guru harus memahami karakter setiap siswa, sehingga tercipta motivasi belajar secara tepat dan maksimal.

  2. Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian serupa sebaiknya mengembangkan penelitian dengan melibatkan variabel lain untuk mendapatkan gambaran yan lebih lengkap.

  

DAFTAR PUSTAKA

Akbar, Reni. 2004. Akselerasi. Jakarta: Grasindo.

  Bottle, Gill. 2005. Teaching Mathematics in the Primary School. New York: Continuum.

  Hamsyah. 2007. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara. Hartono. 2004. Statistik untuk Penelitian. Pekanbaru: Pustaka Pelajar Offset. Hartono, Yusuf. 2006. Modul Pengembangan Pembelajaran Matematika SD.

  Universitas Negeri Yogyakarta. Masidjo. 2007. Bahan Kuliah Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran II.

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Pasaribu dan Simandjuntak. 1983. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Tarsito. Purwanto, Ngalim. 1996. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sadiman, Arief S. 1984. Media Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarat: PT Rajagrafindo Persada.

  Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

  Singgih, Santosa. 2010. Statistik Nonparametrik Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Jakarta: Gramedia.

  Soedjadi. 1999/2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta:

  Sutrisno Hadi. 1991. Analisis Butir untuk Instrumen. Yogyakarta: Andi Offset. Sutrisno Hadi. 2000. Metodologi Research. Yogyakarta: Andi Ofset. Sutrisno Hadi. 2004. Statistik Jilid 1. Yogyakarta: Andi Offset. Sutrisno Hadi. 1991. Statistik Jilid 2. Yogyakarta: Andi Offset. Wilis Dahar, Ratna. 1989. Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

  Lampiran 1 Nama : ........................................................

  No. : ............................ Petunjuk 1. Saya sangat mengharapkan Anda untuk menjadi responden.

  2. Sebelum mengisi pernyataan-pernyataan berikut, kami mohon kesediaan Anda untuk membaca petunjuk pengisian terlebih dahulu.

  3. Setiap pernyataan pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan Anda, kemudian bubuhkanlah tanda pada kotak

  “cek” ( √ ) yang tersedia.

  Contoh Pengisian

  

No. Pernyataan SS S KS TS

  1 Tugas-tugas berat dari guru yang saya hadapi

   membuat saya tidak bersemangat lagi untuk belajar.

  Keterangan

  SS : Sangat Setuju S : Setuju KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju

  

No. Pernyataan SS S KS TS

1 Tugas-tugas dari guru selalu saya selesaikan tepat waktu.

  2 Untuk mencapai prestasi yang baik, saya berusaha mengerahkan seluruh kemampuan dalam diri saya.

  3 Bagi saya, keberhasilan dalam belajar merupakan hal yang utama.

  4 Saya tidak senang apabila ada orang lain yang mendapat nilai lebih baik dari nilai saya.

  5 Usaha saya dalam belajar selalu tidak dihargai guru.

  6 Saya akan berusaha sebaik mungkin hanya pada pelajaran yang saya sukai.

  7 Saya akan berusaha sungguh-sungguh walaupun ada pelajaran yang tidak saya sukai.

  8 Nilai yang saya peroleh sesuai dengan usaha yang telah saya lakukan.

  9 Saya tetap belajar walaupun nilai yang saya peroleh selalu tidak sesuai keinginan saya.

  10 Saya yakin, bahwa prestasi akan tercapai apabila saya dekat dengan guru.

  11 Saya rajin belajar karena takut mendapat hukuman.

  12 Melihat teman yang gagal, saya menjadi lebih bersemangat untuk mencapai keberhasilan.

  13 Bagi saya, hukuman bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan prestasi belajar saya.

  14 Terlambat dalam menyelesaikan tugas sekolah

  

No. Pernyataan SS S KS TS

16 Belajar merupakan kebutuhan saya.

  17 Pujian dari orang lain atas prestasi yang saya capai membuat saya lebih bersemangat untuk belajar.

  18 Saya tidak akan belajar apabila saya telah memperoleh nilai yang bagus.

  19 Pemilihan siswa berprestasi mendorong saya untuk mengembangkan diri.

  20 Melihat teman yang berhasil, saya menjadi lebih bersemangat untuk mencapai keberhasilan.

  21 Bagi saya, meninggalkan tugas untuk bermain merupakan hal yang biasa.

  22 Saya selalu berinisiatif untuk belajar tanpa diminta guna meningkatkan prestasi belajar.

  23 Saya selalu menyediakan waktu untuk belajar.

  24 Saya belajar dari teman yang telah berhasil untuk meningkatkan prestasi saya.

  25 Saya tidak mau belajar dari teman yang menjadi saingan saya.

  26 Saya juga dapat memperoleh prestasi yang lebih baik dari orang lain apabila ada kemauan untuk berusaha.

  27 Ketika orang lain mendapat pujian atas prestasinya, saya akan berusaha agar mendapat pujian juga.

  28 Jika saya tidak mendapat pujian atas usaha saya, saya enggan untuk berusaha lagi.

  29 Saya akan belajar apabila guru meminta saya untuk Tabel Hasil Uji Coba Angket No

  No Item (X) Jumlah

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  1

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  98

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  21

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  92

  2

  22

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  89

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  2

  4

  3

  4

  2

  23

  2

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  83

  18

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3 3 105

  17

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  1

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  95

  20

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  1

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  1

  4

  1

  96

  19

  3

  4

  4

  1

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  4

  2

  94

  29

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  97

  28

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  96

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  87 ∑

  96 101 108 101 102

  95 95 102

  66

  3

  95

  83

  81

  91

88 111 104 108 100

  94

  85

  91

  99

  89 94 100

  85

  74

  91 74 2799

  4

  3

  4

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4 4 111

  30

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  70

  25

  2

  3

  4

  2

  4

  3

  1

  4

  3

  3

  2

  4

  1

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  95

  24

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  95

  27

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  1

  3

  2

  77

  26

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  (Y)

  6

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  78

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  4 4 106

  5

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  94

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  1

  4

  4

  8

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  1

  4

  3

  3

  4

  3

  7

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3 2 101

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  90

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

  17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

  1

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  4 3 104

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  1

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  1

  2

  2

  83

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4 3 102

  14

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  86

  13

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  1

  2

  93

  16

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  2

  3

  2

  86

  15

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4 2 100

  4

  10

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  2

  1

  3

  3

  2

  1

  2

  4

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  93

  9

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  4 4 108

  12

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  1

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  1

  4

  4

  91

  11

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  66 L ampiran 2 No Belah I (X)

  X x x 2 Belah II (Y) Y y y 2 xy

  2.30

  69.39 3

3

2 3 3 2 4 4 3 3 3 3 2 38 -2.70

  7.29

  22.49

  18 3 4 4 3 2 4 2 4 4 3 3 4 4

  44

  2.67

  7.13 4

4

4 4 4 3 4 4 3 4 3 1 1

  43

  5.29

  26.79

  6.14

  19 3 4 4 4 2 4 3 3 4 3 4 4 3

  45

  3.67

  13.47 4

4

2 2 4 3 4 4 4 3 2 2 2 40 -0.70 0.49 -2.57

  20 3 4 2 3 4 2 2 4 3 3 3 3 3 39 -2.33

  5.43 4

3

4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2

  42

  1.30 1.69 -3.03

  17 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 2 33 -8.33

  53.29

  46

  2.89

  46

  4.67

  21.81 3

3

4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3

  45

  4.30

  18.49

  20.08

  14 3 3 3 3 3 3 4 2 2 3 3 3 3 38 -3.33

  11.09 4

3

3 3 2 3 4 4 3 3 3 2 2 39 -1.70

  5.66

  7.30

  15 4 4 3 4 2 3 3 4 3 3 3 4 1 41 -0.33

  0.11 4

4

3 4 2 2 3 4 3 4 3 3 2

  41

  0.30 0.09 -0.10

  16 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3

  45

  3.67

  13.47 4

4

4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3

  48

  21 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 1 4 4

  4.67

  15.65

  93.51 4

3

4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4

  2.79 3

3

4 3 4 4 4 4 4 3 2 2 2

  42

  1.30

  1.69

  2.17

  29 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

  51

  9.67

  50

  43

  9.30

  86.49

  89.93

  30 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 2 3 3 35 -6.33

  40.07 3

4

3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 2 39 -1.70

  2.89

  10.76 ∑ 96 108 95 102 95 81 88 104 100 91 89 100 91 1240 0.10 730.67 101 101 95 96 83 91 111 108 94 99 94 74 74 1221 0.00 654.30 525.00 r gg = 0.863 r gg masih berada diatas r teoritis dapat disimpulkan bahwa butir-butir melalui uji Belah Dua terandalkan.

  Tabel Reliabilitas denganTeknik Belah Dua

  L ampiran 3

  1.67

  28 4 3 4 3 3 1 4 4 3 4 3 3 4

  21.81 3

4

3 3 1 4 4 4 3 3 3 3 2 40 -0.70 0.49 -3.27

  25 2 4 3 4 3 1 3 3 3 2 3 3 3 37 -4.33

  22 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 38 -3.33

  11.09 3

4

3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 39 -1.70

  2.89

  5.66

  23 3 3 4 4 4 3 2 4 4 2 3 2 3 41 -0.33

  0.11 4

4

4 3 4 4 4 4 2 4 4 2 1

  44

  3.30 10.89 -1.09

  24 3 3 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 2 31 -10.33 106.71 2

1

2 3 1 2 3 2 2 3 3 2 2 28 -12.70 161.29 131.19

  18.75 3

2

1 3 4 1 3 4 2 3 3 1 2 32 -8.70

  1.30 1.69 -0.43

  75.69

  37.67

  26 3 3 3 3 3 4 2 3 4 3 3 4 3 41 -0.33

  0.11 3

3

3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3

  43

  2.30 5.29 -0.76

  27 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 41 -0.33

  0.11 3

4

3 3 2 3 4 4 3 3 3 4 3

  42

  13 4 4 4 3 3 2 4 4 4 3 3 4 4

  22.09

  1

  23.42

  26

  1 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 40 -1.33

  1.77 3

4

3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 39 -1.70

  2.89

  2.26

  2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 35 -6.33

  40.07 3

4

3 3 2 4 3 3 3 3 3 1 2 37 -3.70

  13.69

  3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4

  22

  44

  2.67

  7.13 3

4

3 4 4 3 4 4 4 3 3 2 3

  44

  3.30

  10.89

  8.81

  4 4 4 3 3 4 2 4 4 3 4 3 4 4

  46

  24

  20

  21.81 3

4

4 4 1 4 4 4 4 4 4 2 4

  21

  3

  5

  7

  9

  11

  13

  15

  17

  19

  23

  18

  25

  2

  4

  6

  8

  10

  12

  14

  16

  4.67

  46

  11.09 3

3

4 3 2 3 4 3 1 3 3 2 2 36 -4.70

  42

  3.67

  13.47 3

3

3 3 3 3 4 3 4 3 2 2 2 38 -2.70 7.29 -9.91

  9 4 4 3 4 4 2 3 4 4 3 4 4 4

  47

  5.67

  32.15 4

3

4 3 2 4 4 3 2 4 3 2 2 40 -0.70 0.49 -3.97

  10 2 3 3 4 3 1 3 4 4 3 3 3 1 37 -4.33

  18.75 4

4

2 2 2 4 3 4 3 3 4 3 4

  1.30 1.69 -5.63

  8 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 2

  11 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 4

  49

  7.67

  58.83 4

4

4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4

  49

  8.30

  68.89

  63.66

  12 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 38 -3.33

  45

  0.50

  5.30

  32.15 3

2

3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 2

  28.09

  24.75

  5 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 34 -7.33

  53.73 3

3

2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 33 -7.70

  59.29

  56.44

  6 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3

  47

  5.67

  41

  0.09

  0.30

  0.09

  1.70

  7 2 4 3 4 3 3 2 4 4 3 3 4 4

  43

  1.67

  2.79 4

3

4 3 3 2 4 3 3 4 3 1 4

  41

  0.30

  67

  Lampiran 4

  Tabel Rangkuman Hasil Uji Coba Angket No

  Butir r xy Signifikansi Status 1 0.555 1% valid 2 0.449 5% valid 3 0.602 1% valid 4 0.440 5% valid 5 0.169 < 5% gugur 6 0.429 5% valid

  7 0.660 1% valid 8 0.461 5% valid 9 0.537 1% valid 10 0.234 < 5% gugur 11 0.450 5% valid 12 0.170 < 5% dipertahankan

  13 0.434 5% valid 14 0.538 1% valid 15 0.554 1% valid 16 0.637 1% valid 17 0.617 1% valid 18 0.410 5% valid

  19 0.503 1% valid 20 0.615 1% valid 21 -0.006 < 5% gugur 22 0.648 1% valid

  23 0.627 1% valid 24 0.502 1% valid 25 0.374 5% valid 26 0.444 5% valid

  27 0.170 < 5% gugur 28 0.430 5% valid

  Lampiran 5

  Lampiran 6 Nama : ........................................................

  No. : ............................ Petunjuk 1. Saya sangat mengharapkan Anda untuk menjadi responden.

  2. Sebelum mengisi pernyataan-pernyataan berikut, kami mohon kesediaan Anda untuk membaca petunjuk pengisian terlebih dahulu.

  3. Setiap pernyataan pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan Anda, kemudian bubuhkanlah tanda “cek” ( √ ) pada kotak yang tersedia.

  Contoh Pengisian

  No. Pernyataan SS S KS TS

  1. Tugas-tugas berat dari guru yang saya hadapi √ membuat saya tidak bersemangat lagi untuk belajar.

  Keterangan

  SS : Sangat Setuju

  

No. Pernyataan SS S KS TS

  1 Tugas-tugas dari guru selalu saya selesaikan tepat waktu.

  2 Untuk mencapai prestasi yang baik, saya berusaha mengerahkan seluruh kemampuan dalam diri saya.

  3 Bagi saya, keberhasilan dalam belajar merupakan hal yang utama.

  4 Saya tidak senang apabila ada orang lain yang mendapat nilai lebih baik dari nilai saya.

  5 Saya akan berusaha sebaik mungkin hanya pada pelajaran yang saya sukai.

  6 Saya akan berusaha sungguh-sungguh walaupun ada pelajaran yang tidak saya sukai.

  7 Nilai yang saya peroleh sesuai dengan usaha yang telah saya lakukan.

  8 Saya tetap belajar walaupun nilai yang saya peroleh selalu tidak sesuai keinginan saya.

  9 Saya rajin belajar karena takut mendapat hukuman.

  10 Melihat teman yang gagal, saya menjadi lebih bersemangat untuk mencapai keberhasilan.

  11 Bagi saya, hukuman bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan prestasi belajar saya.

  12 Terlambat dalam menyelesaikan tugas sekolah merupakan hal yang biasa bagi saya.

  13 Hasil belajar yang kurang baik tidak memacu saya untuk belajar lebih giat.

  

No. Pernyataan SS S KS TS

  16 Saya tidak akan belajar apabila saya telah memperoleh nilai yang bagus.

  17 Pemilihan siswa berprestasi mendorong saya untuk mengembangkan diri.

  18 Melihat teman yang berhasil, saya menjadi lebih bersemangat untuk mencapai keberhasilan.

  19 Saya selalu berinisiatif untuk belajar tanpa diminta guna meningkatkan prestasi belajar.

  20 Saya selalu menyediakan waktu untuk belajar.

  21 Saya belajar dari teman yang telah berhasil untuk meningkatkan prestasi saya.

  22 Saya tidak mau belajar dari teman yang menjadi saingan saya.

  23 Saya juga dapat memperoleh prestasi yang lebih baik dari orang lain apabila ada kemauan untuk berusaha.

  24 Jika saya tidak mendapat pujian atas usaha saya, saya enggan untuk berusaha lagi.

  25 Saya akan belajar apabila guru meminta saya untuk belajar.

  26 Saya tidak perlu belajar untuk memperoleh prestasi yang baik.

  Tabel Angket Motivasi Belajar

  77

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  14 IG. RISCHY MARIANDY

  4

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  71 15 L. ANDRETA LUDFI P.

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  12 CELVIA ITA JALES VENA

  3

  4

  3

  3

  80

  11 ERWIN ABIMANYU

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  76

  3

  4

  75

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  13 B. HARJUNA PUTRA

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  72

  19 CECILIA PUSPA RINI

  3

  2

  3

  52

  47

  59

  56

  59

  55

  59

  52

  58

  56

  59

  62

  56

  49

  60

  

50

  56

  2

  52

  3

  3

  3

  2

  3

  69 Jumlah

  62

  48

  60

  50

  48

  56

  59

  58

  3

  2

  2

  3

  2

  84 17 ST. FERNADA DINI A.

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  72

  16 ANGELA SEKAR WIDIATI

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  82 18 ALDO YUNIAR K.

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  1

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  No Nama No Item

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  4 YOSEP CHRISTYA PINDHO

  69

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  1

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  65 5 R. YUDI DWI S.

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  6

  Jumlah

  1

  2

  3

  4

  5

  7

  3

  8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

  1 ALEXANDER NIO

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  76

  3 RIO SETYO PAMBUDI

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  80

  2 B. SANTI PUJIANTARI

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  1

  2

  4

  3

  3

  9 C. VINDHO PRASETYO W.

  77

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  73 10 KURNIAWAN AJI P.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  78

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  6 F. RIRIN KARTIKASARI

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  3

  3

  3

  50

  8 ESTI FEBRIYANI

  3

  4

  4

  1

  1

  74

  2

  7 KEVIN YANUAR PARAMA

  1

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  1

  73

  Lampiran 8

  75

  71.00

  75

  69

  70

  72

  70

  8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 70

  71.83

  75

  a. Bahasa Jawa

  70

  71

  70

  70

  7. Seni Budaya dan Ketrampilan

  68.50

  70

  68

  68

  9. Muatan Lokal

  67

  69

  69

  65

  63

  60

  63

  62

  60

  b. Teknologi Informasi

  64.50

  68

  65

  68

  63

  62

  60

  a. Bahasa Inggris

  67.00

  68

  67

  67

  65

  69

  67

  KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL SD KANISIUS KENTENG TAHUN AJARA 2010/2011

  75

  69.17

  70

  72

  68

  69

  69

  67

  2. Pendidikan Kewarganegaraan

  70.17

  70

  69

  70

  70

  69

  67

  1. Pendidikan Agama

  VI

  IV V

  III

  I II

  3. Bahasa Indonesia

  70

  6. Ilmu Pengetahuan Soaial (IPS)

  70

  69.17

  70

  69

  70

  69

  69

  68

  5. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

  67.00

  65

  70

  67

  68

  67

  65

  4. Matematika

  69.67

  70

  69

  70

  62.17

  Lampiran 9

  73

  11 ERWIN ABIMANYU

  65

  12 CELVIA ITA JALES VENA

  68

  13 B. HARJUNA PUTRA

  68

  14 IG. RISCHY MARIANDY

  15 L. ANDRETA LUDFI PURNANTA

  10 KURNIAWAN AJI PRATAMA

  65

  16 ANGELA SEKAR WIDIATI

  68

  17 ST. FERNANDA DINI ANGGRAENI

  65

  18 ALDO YANUAR KURNIAWAN

  78

  19 CECILIA PUSPA RINI

  85

  52

  NILAI RAPOR KELAS VSEMESTER 1 SD KANISIUS KENTENG TAHUN ARAN 2010/2011

  4 YOSEP CHRISTYA PINDHO

  NO NAMA NILAI RAPOR

  1 ALEXANDER NIO

  81

  2 B. SANTI PUJIANTARI

  80

  3 RIO SETYO PAMBUDI

  65

  68

  9 C. VINDHO PRASETYO WITOKO

  5 R. YUDI DWI SULISTIYANTO

  77

  6 F. RIRIN KARTIKASARI

  62

  7 KEVIN YANUAR PARAMA

  65

  8 ESTI FEBRIYANI

  65

  65

  Lampiran 10

  Lampiran 11 Surat Ijin Uji Coba Angket di SD Kanisius Klepu dari Universitas Sanata Dharma.

  Lampiran 12 Surat Ijin Penelitian di SD Kanisius Kenteng dari Universitas Sanata Dharma.

  Lampiran 13 Surat Ijin Pelaksanaan Penelitian di SD Kanisius Kenteng dari sekolah.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 RAJABASA RAYA BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2015/2016
0
3
76
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD SE-GUGUS WONOKERTO TURI SLEMAN TAHUN AJARAN 2014/2015.
1
1
109
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 4 SRAGEN TAHUN PELAJARAN 20102011 SKRIPSI
0
0
172
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD KRISTEN KALAM KUDUS TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
175
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
184
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD PANGUDI LUHUR MUNTILAN SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
147
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VB SD KANISIUS SENGKAN SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 20102011
0
1
169
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI TERSAN GEDE 1 SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
159
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD KANISIUS WIROBRAJAN TAHUN PELAJARAN 20102011
0
3
226
HUBUNGAN ANTARA SIKAP SISWA PADA GURU DAN PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD PERCOBAAN 3 PAKEM TAHUN AJARAN 20102011
0
1
168
HUBUNGAN ANTARA KEGIATAN BELAJAR MANDIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2010 2011
0
1
200
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD KANISIUS KINTELAN I SEMESTER 2 TAHUN AJARAN 20102011
0
2
95
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD BOPKRI GONDOLAYU TAHUN PELAJARAN 20102011 SKRIPSI
0
0
188
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD KANISIUS PUGERAN TAHUN PELAJARAN 20102011
0
3
198
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD KANISIUS PUGERAN YOGYAKARTA SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2011 2012
0
0
185
Show more