Deskripsi kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository

Gratis

0
0
88
3 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling

   Oleh: Laurentia Dian Arvita NIM: 081114009 Oleh: Benediktus Herru Sukoco NIM: 081114039 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling

  Oleh: Benediktus Herru Sukoco NIM: 081114039 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SKRIPSI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Ayunkan langkah pertama. Tuhan akan membantu anda menyelesaikan langkah selanjutnya….

  Banyak rancangan dihati manusia, tetapi keputusan Tuhan-lah yang terlaksana Amsal 19:21 Rancangan-Ku yang diberikan kepadamu adalah hari depan Yang penuh harapan. Yeremia 29:11

  PERSEMBAHAN

  Karya sederhana ini kupersembahkan untuk: Kedua orangtua ku: Y.Ch. Mudadi & Kasilda Rokiah

  Adikku : Angela Sri & Stefanus Wahyu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 16 Agustus 2013 Penulis

  Benediktus Herru Sukoco

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta:

  Nama : Benediktus Herru Sukoco Nomor Mahasiswa : 081114039

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, karya ilmiah saya yang berjudul:

DESKRIPSI KEMAMPUAN KOMUNIKASI

  INTERPERSONAL

MAHASISWA SEMESTER TIGA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN

KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN

2012/2013 beserta perangkat yang diperlukan (bila ada).

  Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 16 Agustus 2013 Yang menyatakan

  Benediktus Herru Sukoco

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

DESKRIPSI KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL

MAHASISWA SEMESTER TIGA

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  TAHUN AJARAN 2012/2013 Benediktus Herru Sukoco

  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  2013 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa semester III Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 dan menyusun usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial mengenai kemampuan komunikasi interpersonal.

  Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semesters III Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 yang berjumlah 61 orang. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal yang disusun oleh peneliti dengan jumlah 45 item. Teknik pengujian reliabilitas menggunakan Split-

  half Method dengan koefisiensi reliabilitas sebesar 0,947.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tidak ada mahasiswa (0%) yang sangat kurang mampu dan kurang mampu dalam melakukan komunikasi interpersonal, (2) Terdapat 3 mahasiswa (4.9%) yang cukup mampu dalam melakukan komunikasi interpersonal, (3) Terdapat 43 mahasiswa (70.5%) yang mampu dalam melakukan komunikasi interpersonal, dan (4) Terdapat 15 mahasiswa (24.6%) yang sangat mampu dalam melakukan komunikasi interpersonal. Berdasarkan hasil peneliti tersebut, peneliti menyusun usulan topik- topik bimbingan pibadi-sosial sebagai materi pendampingan untuk mahasiswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

  THE DESCRIPTION OF INTERPERSONAL COMMUNICATION SKILL OF THE THIRD SEMESTER STUDENTS OF GUIDANCE AND COUNSELING STUDY PROGRAM FACULTY OF TEACHERS TRAINING AND EDUCATION AT SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA IN 2012/2013 ACADEMIC YEAR by

  Benediktus Herru Sukoco Sanata Dharma University

  Yogyakarta 2013

  This research belongs to a descriptive study which aims at obtaining an overview of interpersonal communication skill of the third semester students of guidance and counseling study program, faculty of teachers training and education at Sanata Dharma University Yogyakarta in 2012/2013 academic year and compiling the suggested topics of personal-social guidance topics related to interpersonal communication skill.

  The subject in this study is the third semester students of guidance and counseling study program, faculty of teachers training and education at Sanata Dharma University Yogyakarta in 2012/2013 academic year consisting of 61 people. The instrument used in this research is a questionnaire of interpersonal communication skills level compiled by the researcher himself consisting of 45 items. The test of reliability is using the split-half method with reliability coefficient 0.947.

  The result of this research shows that: There were no students (0%) who are much less capable and less capable of conducting interpersonal communication; There were 3 students (4.9%) who were quite capable of conducting interpersonal communication; There were 43 students (70.5%) who were capable of conducting interpersonal communication; There were 15 students (24.6%) who were very capable of conducting interpersonal communication. Based on this result, the researcher formulates personal-social guidance topics related to interpersonal communication skills as an assistance materials to students.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus atas segala rahmat yang dilimpahkan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak yang telah mendukung dan mendampingi penulis. Oleh karena itu, secara khusus penulis mengucapkan terima kasih secara tulus kepada:

  1. Dr. Gendon Barus, M.Si., selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. A. Setyandari, S.Pd., S.Psi., Psi, M.A.., selaku dosen pembimbing yang dengan penuh kesabaran dan ketulusan hati telah memberikan motivasi, meluangkan waktu untuk mendampingi penulis selama proses penulisan skripsi.

  3. Bapak dan Ibu dosen di program studi Bimbingan dan Konseling yang telah mendampingi penulis selama perkuliahan dan membekali penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan yang telah diberikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah bersedia meluangkan waktu dan kesediaannya sebagai responden dalam melaksanakan penelitian.

  5. Kedua orangtuaku Bapak Yohanes Mudadi dan Ibu Kasilda Rokiah yang dengan setia memberikan kasih sayang, semangat, dana, nasehat dan doa pada penulis.

  6. Kedua Adikku Angela Sri H dan Stefanus Wahyu H yang tanpa henti selalu memberikan motivasi dan doa pada penulis.

  7. Paklik Giyanto dan Buklik Marwisah yang dengan setia memberikan kasih sayang, semangat, dana, nasehat dan doa pada penulis.

  8. Sahabat-sahabatku: Dita, Moshe, Judith, Cella, Chandra Ningtyas, Elis, Dorce, Dian, Diana, Chandra Kristanto, Moyo, Bona, Vita, dan Ocha yang selalu memberikan dukungan, perhatian, dan bantuan dalam pembuatan skripsi.

  9. Sahabat-sahabatku mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2008 yang selalu memberikan semangat dan perhatian.

  10. Sahabat-sahabatku Keluarga Plus : Ardian, Chandra, William, Marlo, Sonny, Irin dan Mika. Terima kasih atas segala doa dan dukungan kalian semua.

  11. Sahabatku Mas Wahyu dan Mbak Indah terima kasih atas segala doa dan dukungan kalian berdua.

  12. Semua pihak yang sudah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan bidang Bimbingan dan Konseling.

  Yogyakarta, 15 Agustus 2013 Benediktus Herru Sukoco

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ......................................... iv

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................. vi

ABSTRAK ..................................................................................................... vii

ABSTRACT ................................................................................................... viii

ix

DAFTAR TABEL ......................................................................................... xiv

DAFTAR GRAFIK ....................................................................................... xv

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xvi

BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................

  1 A. Latar Belakang Masalah .....................................................................

  1 B. Rumusan Masalah ...............................................................................

  5 C. Tujuan Penelitian ................................................................................

  6

  6 D. Manfaat Penelitian ..............................................................................

  E. Definisi Operasional ...........................................................................

  6 BAB II KAJIAN PUSTAKA .......................................................................

  8 A. Hakikat Komunikasi Interpersonal .....................................................

  11 1. Pengertian Komunikasi ..................................................................

  13 2. Pengertian Komunikasi Interpersonal .............................................

  13 3. Sifat-sifat Komunikasi Interpersonal ..............................................

  15 4. Kemampuan Komunikasi Interpersonal ........................................

  13

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...................................................

  23 A. Jenis Penelitian ...................................................................................

  23 B. Subjek Penelitian ................................................................................

  23 C. Instrumen Penelitian ...........................................................................

  24 1. Alat Pengumpul Data .......................................................................

  24 2. Format Pernyataan ..........................................................................

  25 3. Penentuan Skor ...............................................................................

  25 4. Kisi-kisi ............................................................................................

  26 D. Validitas dan Reliabilitas .....................................................................

  27 1. Validitas ..........................................................................................

  27 2. Reliabilitas .....................................................................................

  30 E. Prosedur Pengumpulan Data ...............................................................

  31 1. Tahap Persiapan ..............................................................................

  31 2. Pengambilan Data Penelitian ..........................................................

  33 F. Teknik Analisis Data ...........................................................................

  34 BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL ..................

  40 A. Hasil Penelitian ...................................................................................

  40 1. Deskripsi Kemampuan Komunikasi Interpersonal .........................

  40

  2. Hasil Analisis Butir-butir Instrumen Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal ...................................................................................

  42 B. Pembahasan dan Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi-sosial .......

  45 BAB V PENUTUP ..........................................................................................

  52 A. Kesimpulan .........................................................................................

  52 B. Saran ...................................................................................................

  52 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 53

  Lampiran

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR TABEL

  Tabel 1 Kisi-kisi Kuesioner Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal ...................................................................................

  26 Tabel 2 Hasil Analisis Item Total Korelation Instrument Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal ..............................................................

  29 Tabel 3 Norma Katagori Kemampuan Komunikasi Interpersonal ..............

  35 Tabel 4 Norma Kategorisasi Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Semester Tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling , FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 .................................................................

  37 Tabel 5 Norma Katagori Skor Item Kemampuan Komunikasi Interpersonal ....................................................................................

  38 Tabel 6 Norma Kategorisasi Skor Item Skala Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Semester Tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling , FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 .................................................................

  39 Tabel 7 Pengolongan Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Semester Tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling , FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 ................................................................

  41 Tabel 8 Pengolongan Skor Item Skala Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Semester Tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling , FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 ................................................................. 43

  Tabel 9 Usulan Topik-Topik Bimbingan Pribadi Sosial Untuk Membantu Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Grafik 1 Penggolongan Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Semester Tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling , FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran ..................................................................................

  42 Grafik 2 Penggolongan Skor Item Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Semester Tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling , FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran ...................................................................................

  44

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 1 Kuesioner Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun ajaran 2012/2013 .......................................

  56 Lampiran 2 Reliabilitas dan Perhitungan Koefisien Korelasi Uji Coba Kuesioner .................................................................

  60 Lampiran 3 : Tabulasi Data Penelitian ..........................................................

  69 Lampiran 4 : Surat Keterangan Ijin Uji Coba dan Penelitian .......................

  71

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN Bab ini memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat

  penelitian, dan definisi operasional A.

   Latar Belakang Masalah

  Manusia adalah mahluk sosial yang berkembang dan senatiasa membutuhkan orang lain. Manusia membutuhkan dan senantiasa berusaha menjalin komunikasi dengan lingkungan di sekitarnya. Selain itu, ada sejumlah kebutuhan di dalam diri manusia yang hanya dapat dipuaskan melalui komunikasi dengan sesamanya (Supratiknya, 1995: 9).

  Komunikasi adalah sebuah cara yang digunakan sehari-hari dalam menyampaikan pesan yang terbentuk melalui sebuah proses yang melibatkan dua orang atau lebih di mana satu sama lain memiliki peran dalam membuat pesan, mengubah isi dan makna, merespon pesan tersebut, serta memeliharanya di ruang publik. Salah satu bentuk komunikasi adalah komunkasi antar pribadi atau komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang melibatkan dua orang atau lebih, yang terjadi dalam interaksi tatap muka (Liliweri, 1991: 12).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 Berkomunikasi antar pribadi atau secara ringkas komunikasi merupakan suatu keharusan bagi manusia. Dalam kehidupan sosial, individu tidak bisa lepas dari orang lain. Dalam proses interaksi sosial tersebut ia membutuhkan dan senatiasa menjalin serta membuka komunikasi atau hubungan dengan sesamanya. Kebutuhan ini tidak bisa diabaikan karena komunikasi merupakan kebutuhan yang eksistensial bagi manusia (Supratiknya, 1995: 9).

  Melalui komunikasi individu menemukan dirinya, mengembangkan konsep diri dan menetapkan hubungan dengan dunia di sekitar. Hubungan individu dengan orang lain akan menentukan kualitas hidup. Komunikasi juga ditujukan untuk menumbuhkan hubungan sosial yang baik dengan orang lain.

  Kemampuan komunikasi antar pribadi dapat terwujud apabila individu memperhatikan pola hubungan yang timbal balik atau dua arah. Hal ini mengandung arti bahwa dalam berkomunikasi perlu memperhatikan masing-masing individu yang melakukan komunikasi. Berusaha benar-benar mengerti orang lain merupakan dasar berkomunikasi dengan orang lain.

  Komunikasi empatik adalah komunikasi yang menunjukan adanya saling pengertian diantara perilaku komunikasi (Liliweri, 1991: 31). Komunikasi yang empatik dapat terjadi apabila seseorang terlebih dahulu mengerti orang lain, memahami karakter dan maksud/tujuan orang lain. Dengan kata lain berusaha menempatkan dirinya pada tempat orang lain, berusaha mengerti apa yang dirasakan,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dipikirkan oleh orang yang sedang hadapi. Ditegaskan juga oleh Supratiknya (1995:11) bahwa setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda satu sama lain, maka kemampuan memahami sudut pandang orang lain sangat penting agar individu dapat berkomunikasi secara baik.

  Kemampuan mengembangkan komunikasi antar pribadi merupakan salah satu keterampilan yang amat diperlukan dalam rangka pengembangan seorang diri guru bimbingan dan konseling baik secara personal maupun profesional. Tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang atau seberapa hebat seseorang dalam memahami teori konseling, kesuksesan dalam konseling tidak akan pernah diperoleh tanpa penguasaan komunikasi interpersonal yang baik.

  Keterampilan berkomunikasi bukan merupakan kemapuan yang dibawa sejak lahir dan juga tidak akan muncul tiba-tiba saat individu memerlukannya. Kerampilan tersebut harus dipelajari atau dilatih. Komunikasi adalah keterampilan yang paling penting dalam proses bimbingan dan konseling. Guru bimbingan dan konseling menghabiskan sebagian besar jam layanannya dengan berkomunikasi.

  Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling , FKIP, Universitas Sanata Dharma secara khusus dididik untuk menjadi guru profesional bimbingan dan konseling khususnya di sekolah, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mereka berkerja sebagai konselor diluar sekolah, seperti di rumah sakit, perusahaan, lembaga swadaya masyarakat, balai rehabilitasi dan lain-lain. Oleh karena itu keterampilan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 berkomunikasi yang efektif perlu dimiliki oleh mahasiswa prodi BK agar kelak mereka dapat menjadi seorang konselor yang profesional.

  Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 (Depdiknas, 2003) konselor harus memiliki beberapa kompetensi salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah kompetensi sosial. Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu sebagai calon konselor mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 diharapkan memiliki kemampuan yang baik dalam komunikasi interpersonal.

  Penelitian ini ingin mengungkap kemampuan komunikasi interpersonal pada mahasiswa semester tiga BK dalam kegiatan pendidikan di prodi BK. Penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam mempersiapkan mahasiswa BK menjadi guru bimbingan dan konseling yang memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif setelah lulus dari prodi BK. Peneliti memilih mahasiswa semester tiga dengan alasan mahasiswa angkatan ini sudah hampir menempuh separuh waktu dan masih lama menjalankan studi di prodi BK sehingga masih banyak waktu untuk melatih mahasiswa agar memiliki kemampuan komunikasi yang efektif.

  5 B. Rumusan Masalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan latar belakang di atas, masalah penelitian yang muncul dan ingin dicari tahu jawabannya melalui penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 ?

  2. Berdasarkan hasil analisis butir-butir instrumen kuesioner kemampuan komunikasi interpersonal yang tergolong rendah, topik-topik bimbingan klasikal apa saja yang implikatif diusulkan dan sesuai untuk membantu meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal.

  C. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini bertujuan:

  1. Mendeskripsikan tingkat kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Tahun Ajarn 2012/2013.

  2. Mengusulkan topik-topik bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal pada mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6

D. Manfaat Penelitian

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Manfaat Teoritis Memberikan gambaran mengenai tingkat kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013.

  2. Manfaat praktis Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi yang berguna dalam bidang pendampingan mahasiswa demi peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal.

E. Definisi Operasional

  Berikut ini dijelaskan definisi operasional dari beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini

  1. Komunikasi interpersonal adalah relasi secara langsung antara satu orang dengan orang yang lain, saling memberikan informasi serta adanya umpan balik antara pemberi dan penerima pesan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Kemampuan komunikasi interpersonal adalah kesanggupan atau kecakapan seseorang dalam mengirimkan pesan-pesan sehingga mampu diterima oleh orang lain atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung. Aspek-aspek komunikasi interpersonal dalam penelitian ini meliputi: keterbukaan, empati, dukungan, kepositifan, dan kesamaan sebagai mana diukur dalam penelitian ini.

  3. Mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 adalah mahasiswa aktif yang terdaftar di Program Studi Bimbingan dan Konseling , FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI Bab ini memuat pengertian komunikasi, komunikasi interpersonal, sifat-sifat

  komunikasi interpersonal, aspek-aspek kemampuan komunikasi interpersonal, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi interpersonal.

A. Hakikat Komunikasi Interpersonal 1. Pengertian Komunikasi

  Secara etimologi, istilah komunikasi berasal dari bahasa latin communicatio yang berasal dari kata communis yang berarti sama makna mengenai satu hal. Jadi komunikasi itu berlangsung apabila antara orang-orang atau peserta yang terlibat dalam komunikasi terdapat persamaan makna mengenai suatu hal yang di komunikasikan (Effendi, 1992: 9).

  Komunikasi terjadi karena adanya kesamaan makna antara komunikator dan komunikan. Kesamaan dalam komunikasi tidak hanya kesamaan makna tetapi tujuan dan maksud sehingga komunikasi bisa tetap terus berlangsung. Selain itu komunikasi juga melibatkan pikiran perasaan dan tingkah laku. Rahmat (2000: 10), menyatakan bahwa komunikasi sangat erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia, komunikasi itu memiliki arti yang luas dan tidak hanya sebatas pada bahasa, penulisan dan lisan saja, tetapi mencakup semua prilaku manusia.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menurut Rahmat (2000: 21), komunikasi ada dua bentuk yaitu komunikasi verbal dan non verbal. Dalam komunikasi verbal bahasa adalah alat yang utama, sedangkan dalam komunikasi non verbal dibutuhkan interpretasi dari ekspresi wajah, gerak tubuh dan tangan, postur tubuh, suara, dan pola bicara.

  Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi bukan hanya penyampaian pesan antara satu orang dengan orang lain tetapi mencakup makna atau isi dari komunikasi dan isyarat- isyarat yang terdapat dalam komunikasi tersebut. Komunikasi adalah penyampaian pesan antara satu orang dengan orang lain dalam situasi tatap muka, baik secara verbal maupun non verbal, dengan tujuan untuk mendapatkan informasi atau menyampaikan pesan kepada orang lain.

2. Pengertian Komunikasi Interpersonal

  Menurut De Vito (1995) Komunikasi interpersonal adalah pengiriman pesan- pesan dari seseorang dan diterima orang lain atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik langsung. Ditambahkan juga oleh Efendy (dalam Liliweri 1991) komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara komunikator dengan seorang komunikan. Rogers (dalam Liliweri 1991) mengemukakan bahwa komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi dari mulut kemulut yang terjadi dalam interaksi tatap muka dengan beberapa pribadi. komunikasi interpersonal dapat mengungkap apa yang ada dalam pikiran dan perasaan seseorang sehingga maksud dan tujuan komunikator dan komunikan dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tercapai. Komunikasi interpersonal berlangsung karena antara satu orang dan orang lainnya saling memerlukan informasi sehingga terjadi umpan balik langsung.

  Komunikasi interpersonal akan efektif apabila antara kedua belah pihak ada umpan balik.

  Komunikasi interpersonal adalah kemampuan individu untuk senantiasa menjalin komunikasi dan interaksi secara mendalam terhadap individu lain, agar selalu dalam keadaan seimbang, sehingga muncul keakraban diantara kedua belah pihak dan menumbuhkan rasa pengertian serta emosional yang tepat diantara keduanya saat melakukan interaksi yang berupa komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal dianggap paling efektif untuk mengubah sikap pendapat dan prilaku seseorang, karena sifatnya dialogis berupa percakapan umpan balik yang bersifat langsung.

  Menurut Rahmat (2000: 150), komunikasi interpersonal disebut efektif apabila pertemuan antara komunikator dan komunikan merupakan hal yang menyenangkan, dengan kata lain perasaan senang yang muncul akibat dari komunikasi interpersonal yang menyebabkan pelaku dari komunikasi tersebut saling terbuka, gembira, santai, dan lain sebagainya atau sebaliknya apabila komunikasi interpersonal berjalan tidak menyenangkan pelaku komunikasi akan merasa tegang, resah, tidak enak, serta menutup diri dan menghindari komunikasi interpersonal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal adalah pengiriman pesan antar individu satu dengan individu lain untuk mendapatkan informasi dan mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran, perasaan sehingga terjalin hubungan yang lebih baik.

3. Sifat-sifat Komunikasi Interpersonal

  Ada beberapa sifat komunikasi interpersonal (Liliweri, 1991: 31-39) diantaranya: a. Komunikasi interpersonal melibatkan perilaku verbal dan non verbal.

  Komunikasi interpersonal biasanya berlangsung dengan tatap muka sehingga aksi dan reaksi verbal maupun non verbal terdengar dan terlihat, tanda-tanda verbal dapat diwakili dalam menyebut kata-kata, mengungkapkan baik lisan maupun tulisan, sedangkan tanda-tanda non verbal terlihat dalam ekspresi wajah, gerak dan lain-lain.

  b. Komunikasi interpersonal melibatkan perilaku spontan. Orang dapat mengatakan apa yang ada didalam benaknya kemudian mewujudkan melalui lisan, perilaku spontan dilakukan secara tiba-tiba, serta merta untuk menjawab suatu rangsangan dari luar tanpa berpikir terlebih dahulu.

  c. Komunikasi interpersonal sebagai suatu proses yang berkembang.

  Komunikasi interpersonal sebenarnya tidak statis tetapi bersifat dinamis, pada saat terlibat komunikasi interpersonal manusia tidak sadar bahwa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menukar pengalamannya, memberi suatu informasi, menukar ide-ide dan pengetahuannya.

  d. Komunikasi interpersonal harus melibatkan umpan balik dan hubungan interaksi. Komunikasi interpersonal harus ditandai dengan adanya umpan balik. Umpan balik tersebut harus bersifat pribadi menyatu pada respon verbal maupun non verbal dari seseorang komunikator maupun komunikan secara bergantian umpan balik tidak mungkin ada apa bila tidak terdapat interaksi yang menyertainya.

  e. Komunikasi interpersonal menunjukan adanya suatu tindakan yang nyata.

  Pelaku komunikasi interpersonal harus mampu, sama-sama mempunyai kegiatan aksi dan tindakan nyata, sehingga memberikan tanda bahwa mereka berkomunikasi, hal ini mengandung makna bahwa komunikasi interpersonal tidak hanya memperhatikan sebab datangnya suatu pesan keakibatnya, namun lebih dari itu harus benar-benar memperhatikan seluruh proses komunikasi interpersonal.

  Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sifat komunikasi terdiri dari: komunikasi interpersonal melibatkan perilaku verbal dan non verbal, komunikasi interpersonal melibatkan perilaku spontan, komunikasi interpersonal sebagai proses yang berkembang, komunikasi interpersonal harus melibatkan umpan balik dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  hubungan interaksi, komunikasi interpersonal menunjukan adanya suatu tindakan yang nyata.

4. Aspek-aspek Kemampuan Komunikasi Interpersonal

  Kemampuanan komunikasi interpersonal dapat diukur dari tingkat penyampaian pesan dimana secara lebih jauh mampu mempengaruhi orang lain yang diajak berkomunikasi. Kemampuan komunikasi interpersonal juga dapat dilihat, dengan tetap terjaganya hubungan yang terjalin.

  De Vito (1995) berpendapat ada beberapa aspek dalam komunikasi interpersonal agar komunikasi dapat berjalan dengan baik yaitu: a. Keterbukaan Kualitas keterbukaan dalam komunikasi interpersonal ada tiga hal.

  Pertama, kesadaran untuk membuka diri, kesediaan untuk memberikan informasi tentang diri. Membuka diri berarti juga membagikan kepada orang lain perasaan-perasaan yang dimiliki.

  Kedua, kesadaran untuk bereaksi secara jujur menanggapi pesan dari orang lain. Orang yang diam, tidak kritis, dan tidak tanggap pada umumnya merupakan peserta percakapan yang menjemukan. Dalam berkomunikasi individu diharapkan untuk bereaksi secara terbuka terhadap apa yang diucapkan dari individu lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Ketiga, kesadaran untuk memiliki dan mengakui perasaan dan gagasan yang timbul. Hal ini mengacu pada keberanian seseorang untuk mau memiliki dan mengakui perasaan dan gagasan yang ditunjukan kepada individu lain, ia juga mau bertangung jawab atas pikiran dan perasaannya.

  b. Empati Komunikasi interpersonal yang baik perlu didukung oleh sikap empati dari pihak- pihak yang berkomunikasi. Empati diartikan sebagai “ikut merasakan”. Berempati dengan seseorang berarti ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain . Dalam berempati seseorang memiliki perasaan yang sama dengan kondisi yang dialami orang lain.

  Cara yang dapat digunakan untuk berempati adalah dengan menahan godaan untuk mengevaluasi, menilai, menafsirkan, dan mengkritik. Dengan makin mengenal seseorang, keinginannya, pengalamannya, kemampuannya, ketakutannya, makin mampu kita melihat apa yang di lihat orang itu, dan merasakan seperti apa yang dirasakannya

  c. Sikap mendukung Sikap mendukung dapat diperlihatkan dengan cara : 1) Bersikap deskriptif bukan evaluatif.

  Sikap deskriptif dapat dipahami sebagai sikap yang tidak mengevaluasi. Sikap yang tidak mengevaluasi menjadikan orang bebas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalam mengungkapkan perasaannya, sehingga orang tidak malu dan tidak akan merasa dirinya menjadi bahan kritikan terus-menerus.

  2) Spontanitas Seseorang yang spontan dalam komunikasinya akan terus terang serta terbuka dalam mengutarakan pikirannya biasanya bereaksi dengan cara yang sama dan terbuka. 3) Profesionalisme

  Bersikap profesional berarti bersikap tentatif dan memiliki kemampuan untuk berfikir secara terbuka, mampu menerima pandangan yang berasal dari orang lain dan bersedia untuk mengubah dirinya kalau perubahan itu dipandang perlu.

  d. Sikap positif Sikap positif dalam komunikasi interpersonal dikomunikasikan dengan cara:

  1) Menyatakan sikap positif Komunikasi interpersonal akan terbina jika orang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri. Orang yang merasa positif dengan dirinya sendiri akan mengisyaratkan perasaan ini kepada oran lain, yang selanjutnya akan merefleksikan perasaan positif ini.

  2) Dorongan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dorongan yang diberikan dapat berupa verbal seperti pujian, atau non verbal seperti senyuman atau anggukan kepala. Dorongan positif pada umumnya berbentuk pujian atau penghargaan, dan terdiri atas perilaku yang biasanya diharapkan, dinikmati dan dibanggakan. Dorongan positif ini mendukung citra pribadi seseorang dan membuat seseorang merasa lebih baik.

  e. Kesetaraan Komunikasi Interpersonal akan lebih baik apa bila suasananya setara.

  Artinya, harus ada pengakuaan secara diam-diam bahwa kedua belah pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan bahwa masing-masing individu mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan. Dalam suatu hubungan antar pribadi ditandai oleh kesetaraan, ketidak sependapatan dan konflik lebih dilihat sebagai upaya untuk memahami perbedaan yang pasti ada ketimbang sebagai suatu kesempatan untuk menjatuhkan pihak lain.

  Kesetaraan tidak mengharuskan seseorang untuk menerima dan menyetujui begitu saja semua perilaku verbal dan non verbal pihak lain.

  Kesetaraan berarti penerimaan terhadap pihak lain atau memberikan penghargaan positif tak bersyarat kepada orang lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  17

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang baik dapat terjalin bila dalam proses komunikasi yang dilakukan terdapat keterbukaan, empati, dukungan, kepositifan, dan kesetaraan diantara pelaku komunikasi. Peneliti menggunakan aspek-aspek di atas dalam menyusun alat ukur tingkat kemampuan komunikasi interpersonal.

5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Komunikasi Interpersonal

  Lunandi (1989) menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi antar pribadi, yaitu: a. Citra diri

  Setiap manusia memiliki gambaran tertentu mengenai dirinya sendiri, status sosial, kelebihan, dan kekurangannya. Gambaran itu menjadi penentu bagi caranya berbicara, menjadi penyaring bagi apa yang dilihatnya, penilaiannya terhadap segala yang berlangsung di sekitarnya. Citra diri menentukan persepsi dan ekspresi seseorang. Citra diri sebagai orang yang lemah akan terlihat pada komunikasinya dengan orang lain. Sukar berbicara bebas, sulit menyatakan isi hati dan pikiran.

  Manusia belajar menciptakan citra diri yang dimiliki melalui hubungan dengan orang lain, terutama manusia lain yang penting bagi dirinya.

  Melalui kata-kata atau komunikasi tanpa kata dari orang lain ia mengetahui

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  18

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sukses komunikasi interpersonal banyak tergantung pada kualitas citra diri yang kita miliki. Bila seseorang memiliki citra diri yang positif, ia akan menjadi lebih terbuka dan menghargai perbedaan dengan orang lain sehingga komunikasi akan terasa lebih menyenangkan.

  b. Citra pihak lain Citra pihak lain juga menentukan cara dan kemampuan orang untuk berkomunikasi. Umumnya orang lain memiliki gambaran tersendiri tentang diri seseorang dan dengan gambaran tersebut mereka berkomunikasi. Citra diri dan citra pihak lain memiliki perpaduan yang kuat untuk menentukan gaya dan ciri seseorang ketika berkomunikasi. Misalnya, seorang ayah yang memiliki citra anaknya sebagai manusia ingusan yang tak tahu apa-apa, maka ia akan cenderung bertingkah laku otoriter: mengatur, melarang, mengharuskan c. Lingkungan fisik Tingkah laku manusia berbeda dari satu tempat ke tempat yang lain.

  Setiap tempat memiliki norma sendiri yang harus dihormati. Lingkungan- lingkungan fisik memberikan batasan manusia untuk berperilaku. Seseorang mungkin akan lebih banyak berbisik ketika berada di tempat beribadah, lebih suka berteriak ketika berada di rumah sendiri.

  d. Lingkungan sosial Lingkungan sosial ikut berperan menentukan tingkah laku dan cara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  di sebuah hotel berbintang tentu akan berbeda dengan pakaian yang ia gunakan ketika menghadiri pesta pernikahan pembantu tetangganya. Untuk mencapai komunikasi yang efektif, seseorang harus memiliki kepekaan terhadap lingkungan di mana ia berada, membedakan lingkungan yang satu dengan yang lainnya.

  e. Kondisi Orang tidak selamanya berada pada kondisi puncak. Secara fisik orang kadang-kadang merasa letih, lesu. Ketika seseorang berada pada kondisi yang penuh semangat, ia akan punya kecenderungan untuk cermat dalam memilih kata-kata, peka terhadap perasaan pihak lain yang menerima komunikasi.

  Selain kondisi fisik, kondisi emosi juga menjadi faktor penentu. Orang yang sedang marah cenderung bersikap keras, ucapannya tajam, persepsinya cenderung negatif dan kurang peduli pada maksud pihak lain.

  f. Bahasa tubuh Komunikasi tidak hanya dikirimkan atau terkirim melalui medium kata-kata yang diucapkan. Badan manusia juga merupakan medium komunikasi. Melalui gerakan tubuh, gerakan mata, ekspresi wajah, kecepatan, dan volume suara orang lain menafsirkan pesan apa yang ingin dikirimkan lawan bicara. Agar komunikasi yang dijalin menjadi lebih efektif, maka harus diusahakan pesan yang dikirimkan secara verbal haruslah diikuti gerakan nonverbal yang tepat. Jika seseorang mengatakan bahwa ia senang bertemu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang langsung, melihat-lihat ke sekelilingnya seakan-akan mencari orang lain orang ini mengirimkan pesan yang bertentangan.

  Dari uraian di atas disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal adalah citra diri, citra pihak lain, lingkungan fisik, lingkungan sosial, kondisi, dan bahasa tubuh.

B. Mahasiswa Semester III Program Studi Bimbingan dan Konseling Menurut Peraturan Akademik Unversitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada Universitas. Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Mahasiswa semester III pada Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sebagian besar berusia 19-20 tahun.

  Mereka berasal dari berbagai daerah yang memiliki budaya yang berbeda- beda.

  Menurut buku pedoman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, para mahasiswa bimbingan dan konseling dididik untuk menjadi guru bimbngan dan konseling yang berkompeten dilembaga pendidikan, khususnya sekolah; sekaligus memiliki

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  21

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bekal yang dapat dikembangkan untuk menjadi tenaga professional dalam bidang pendidikan, pelatihan, pengembangan sumber daya manusia, serta pemberian berbagai macam layanan bimbingan, termasuk konseling di luar sekolah, seperti rumah saki, panti sosial, asrama, dan industri.

  Menurut buku pedoman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, bekal yang diberikan kepada mahasiswa berupa kemampuan untuk menyelengarakan layanan bimbingan, termasuk konseling dengan memanfaatkan dinamika kelompok dan menggunakan pendekatan belajar eksperiensial; dan bekal kemampuan untuk merancang dan melaksankan kegiatan bimbingan diluar jam sekolah, termasuk kegiatan akhir pekan, seperti retret, rekoleksi, pengembangan konsep diri dan pelatihan keterampilan komunikasi antar pribadi.

  Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling dipersiapkan untuk menjadi konselor di sekolah yang harus memiliki beberapa kompetensi pertama, kompetensi pedagogik, kedua kompetensi kepribadian, ketiga kompetensi profesional dan keempat kompetensi sosial. (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Depdiknas, 2003)

  Mahasiswa semester III Program Studi Bimbingan dan Konseling telah menempuh beberapa mata kuliah antara lain Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Teologi Moral, Pengantar Pendidikan, Dasar-dasar BK, Psikologi Remaja, Psikologi Belajar dan Pembelajaran, Manajemen Sekolah,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pemahaman Perilaku, Perilaku Sosial, Perkembangan Anak, Perkembangan Orang Dewasa dan Lanjut Usia, Psikologi Konseling, Psikologi Pendidikan, Perilaku Kognitif, Perilaku Abnormal, Antropobiologi, Komunikasi Antar Pribadi, Dinamika Kelompok, BK Pribadi Sosial, dan BK Perkembangan.

  Mahasiswa semester III tahun akademik 2012/2013 pada Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yoyakarta idealnya telah memiliki Kompetensi yang tinggi di bidang Bimbingan dan Konseling, di sertai dengan kemampuan yang baik dalam berkomunikasi antar pribadi, sebagai bekal untuk menjadi seorang guru bimbingan dan konseling yang profesional.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini memuat beberapa hal yang berkaitan dengan metode penelitian, antara lain

  jenis penelitian, subyek penelitian, instrument penelitian, dan teknik pengumpulan data.

  A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan metode survei.

  Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk melukiskan variabel atau kondisi nyata dalam suatu situasi (Furchan, 2005: 447). Penelitian deskriptif dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala pada saat penelitian dilakukan. Sifat deskriptif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa , sehingga dengan hasil penelitian yang diperoleh dapat ditentukan pula topik- topik bimbingan klasikal yang sesuai dengan kebutuhan.

  B. Subjek Penelitian

  Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling , FKIP, Universitas Sanata Dharma Tahun Ajaran 2012/2013 yang berjumlah 61 orang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24

C. Instrumen Penelitian

  1. Alat Pengumpul Data Pada penelitian ini alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian berupa kuesioner yang berpedoman pada teknik penyusunan skala model

  Likert. Kuesioner adalah sekumpulan daftar pernyataan tertulis yang diberikan kepada subjek penelitian (Furchan, 2005: 249). Item-item dalam kuesioner ini dibuat berdasarkan aspek-aspek kemampuan komunikasi interpersonal meliputi: keterbukaan, empati, dukungan, kepositifan, dan kesamaan (De Vito: 1995). Aspek-aspek tersebut nantinya yang akan dikembangkan menjadi pernyataan-pernyataan dalam kuesioner.

  Penelitian ini menggunakan kuesioner bentuk tertutup agar lebih efisien dan praktis dari segi pelaksanaan dan analisis. Kuesioner ini terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian pertama memuat tentang identitas subjek, tujuan kuesioner, dan petunjuk kuesioner; bagian kedua memuat pernyataan- pernyataan tentang tingkat kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 . Kuesioner penelitian dapat dilihat pada lampiran 1.

  25

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Format Pernyataan Pada penelitian ini peneliti menggunakan kuesioner yang sifatnya tertutup, yang mana dalam kuesioner tersebut terdiri dari beberapa item pernyataan dengan menggunakan empat alternatif jawaban (genap). Penyajian pilihan jawaban dengan menggunakan empat alternatif jawaban ditempuh untuk menghindari central tendency effect atau dapat disebut juga sebagai kecenderungan responden untuk memilih jawaban tengah atau netral. Adapun alternatif jawaban yang disediakan adalah “SS (Sangat Sesuai)”, “S (Sesuai)”, “KS (Kurang Sesuai)”, dan “TS (Tidak Sesuai)”.

  3. Penentuan Skor Penentuan skor untuk setiap jawaban dari masing-masing item pernyataan adalah: a. Untuk pernyataan yang bersifat favorable terhadap aspek penerimaan diri, jawaban “SS (Sangat Sesuai)” diberi skor 4, “S (Sesuai)” diberi skor

  3, “KS (kurang Sesuai)” diberi skor 2, dan “TS (Tidak Sesuai)” diberi skor 1.

  b. Untuk pernyataan yang bersifat unfavorable terhadap aspek kepercayaan diri, jawaban “SS (Sangat Sesuai)” diberi skor 1, “S (Sesuai)” diberi skor

  2, “KS (kurang Sesuai)” diberi skor 3, dan “TS (Tidak Sesuai)” diberi skor 4.

  26

  4. Kisi-kisi Kuesioner

  Tabel 1

  Kisi-kisi Kuesioner Kemampuan Komunikasi Interpersonal

  No Aspek Indikator Item Favorabel Item Unfavorabel

1 Keterbukaan

a. Berani membuka diri 1,11 6,16

  46

  11

  15

  56 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26

  30

  40 Jumlah

  b. Mampu memahami perbedaan 35,45

  9

  a. Mampu menghargai pendapat orang lain 5,15,25 10,20,30

  5 Kesetaraan

  c. Berani memberikan pujian terhadap lawan bicara 44,52 39,49

  29

  b. Menerima sikap orang lain 24,34

  a. Memiliki sikap positif terhadap diri sendiri 4,14 9,19

  d. Berani bertangung jawab atas pikiran dan perasaan yang dilontarkan 55,56 53,54

  4 Kepositifan

  c. Profisionalisme 33,43 38,48

  28

  b. Berani mengungkapkan pendapat secara jujur 21,31 26,36 c. Berani mengakui perasaan yang ditujukan kepada orang lain 41,50

  b. Spontanitas

  10

  a. Mendukung pendapat teman 3,13 8,18

  3 Dukungan

  b. Mendengarkan pendapat orang lain 22,32 17,27 c. Merasakan perasaan yang orang lain rasakan 42,51 37,47

  11

  7

  a. Memahami cara berpikir orang lain 2,12

  2 Empati

  23

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  27

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas

  Validitas mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2008).

  Validitas menunjuk kepada sejauh mana suatu alat mampu mengukur apa yang seharusnya diukur (Furchan, 2005: 295). Secara singkat menurut Nurgiyantoro (2003: 338) dapat dikatakan bahwa validitas alat penelitian mempersoalkan apakah alat itu dapat mengukur apa yang akan diukur.

  Validitas yang diperiksa dalam penelitian ini adalah validitas isi (content

  validity ). Validitas isi adalah validitas yang mempertanyakan bagaimana

  kesesuaian antara instrumen dengan tujuan dan deskripsi masalah yang akan diteliti (Nurgiyantoro, 2003: 339). Kualitas instrumen penelitian ini diperiksa dengan validitas isi (content validity), mengingat penyusunan instrumen dilakukan oleh peneliti sendiri berdasarkan konsep tertentu yang dioperasionalkan pada kisi-kisi sesuai dengan aspek-aspek konstruknya yang dijabarkan dalam indikator-indikator atribut(isi) setiap aspek,dan perumusan item untuk setiap muatan isi indikator.

  Pemeriksaan keterpenuhan validitas isi didasarkan pada pertimbangan yang dilakukan ahli (expert judgment), guna menelaah secara logis kesesuaian dan ketepatan rumusan setiap butir pernyataan kuesioner agar setiap item pernyataan yang dibuat tepat dengan aspek

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  28 tujuan danisi/kandungan indikator atributnya sebagaimana dikonstruk dalam kisi-kisi instrumen, sehingga dapat dinyatakan baik (Nurgiyantoro, 2003: 340). Dalam hal ini, expert judgment dilakukan selaku dosen pembimbing skripsi dan Pankrasius Olak, SSCC.

  Metode yang digunakan untuk uji validitas dengan metode Person atau menggunakan teknik Product Moment yaitu dengan mengkorelasikan skor butir pada kuesioner dengan skor totalnya. Adapun rumusannya sebagai berikut:

  r xy = ∑ − (∑ )(∑ ) ∑ − ∑ ∑ − ∑

  Keterangan: rxy = Kuesioner korelasi validitas item X = Skor item tertentu yang akan diuji validitasnya Y = Skor total aspek yang memuat item yang diuji validitasnya N = Jumlah responden

  Pada penelitian ini proses penghitungan taraf validitas dilakukan dengan cara memberi skor terlebih dahulu pada setiap item dan mentabulasikan ke dalam penelitian. Untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu item ditentukan oleh koefisien validitasnya sendiri.

  Cronbach (Azwar, 1999:103) mengatakan koefisien validitas < 0,30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  29

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sampai dengan 0,50 telah dapat memberikan kontribusi yang baik. Berdasarkan patokan tersebut dapat diartikan bahwa apabila suatu nilai korelasinya > 0,30, maka item tersebut dapat dikatakan valid.

  Sebaliknya jika suatu nilai korelasinya kurang dari < 0,30, maka item tersebut dapat dikatakan tidak valid. Dari hasil perhitungan uji coba yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari 56 item, ada 11 item yang koefisien validitasnya < 0,30. Sedangkan sisanya 45 item termasuk ke dalam item yang valid karena koefisien validitasnya > 0,30. Item-item yang sudah gugur tidak dipakai kembali dalam pengambilan data yang sesungguhnya. Pada proses perhitungan validitas instrumen peneliti menggunakan teknik Product Moment dengan bantuan SPSS (Statistic Program for Social Sciences) versi

  16.0. Adapun hasil analisis dapat dilihat pada tabel berikut

   Tabel 2

  Hasil analisis Intem Total Korelation Instrumen Kemampuan Komunikasi Interpersonal

  Aspek-aspek Item No Komunikasi Valid Tidak valid Interpersonal

  1 Keterbukaan 11,16,21,31,36,41,46,50,54,55,56 1,6,26,53

  15

  2 Empati 2,7,17,22,27,32,42,47,51 12,37

  11

  3 Dukungan 3,8,18,23,28,33,38,43 13,48

  10

  4 Kepositifan 4,9,14,19,24,29,39,44,,49,52

  34

  11

  5 Kesamaan 5,15,20,25,35,40,45 10,30

  9 Jumlah

  45

  11

  56

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  30

2. Reliabilitas

  Reliabilitas menunjuk pada pengertian apakah sebuah instrumen dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsisten dari waktu ke waktu (Nugiyantoro, 2009:341). Jadi kata kunci untuk syarat kualifikasi suatu instrumen pengukur adalah konsistensi, keajegan atau tidak berubah-ubah.

  Sedangkan menurut Azwar (2003: 83) reliabilitas adalah konsistensi atau keterpercayaan hasil ukur, yang mengandung makna kecermatan pengukuran. Reliabilitas dinyatakan oleh koefisiensi reliabilitas yang angkanya berbeda dalam rentang dari 0 sampai 1,00.

  Semakin tinggi koefisiensi reliabilitas mendekati 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitasnya (Azwar, 2007: 96). Pemberian arti terhadap koefisiensi reliabilitas yang diperoleh dilakukan dengan cara membandingkannya dengan nilai r Product Moment (Pearson) dalam tabel statistik atas taraf signifikan 5%.

  Pengujian teknik reliabilitas ini ditempuh dengan menggunakan metode belah dua Spearmen and Brown (Split-half

  method) . Metode belah dua yang digunakan berdasarkan urutan item

  yang bernomor gasal dan genap. Proses perhitungan taraf reabilitas alat ukur ini dilakukan dengan cara memberi skor pada masing-masing item dan mentabulasikan skor-skor tersebut. Skor-skor yang bernomor

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  31

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  gasal dijadikan belahan pertama (X) dan skor bernomor genap dijadikan belahan kedua (Y). Setelah memberi skor pada masing- masing belahan, selanjutnya hasil koefisien korelasi tersebut dikorelasikan menggunakan formula korelasi dari Spearman-Brown.

  Proses perhitungan Item Total Correlation dengan menggunakan bantuan SPSS versi 16.0. Hasil analisis yang telah dilakukan menghasilkan koefisien reabilitas sebesar 0.947. untuk mempertegas status tingkat reliabilitas kuesioner tersebut digunakan kriteria Guilford (Guilford, dalam Masidjo, 2006) yang menetapkan koefisien ≥ 0,70 – < 0,90 sebagai (reliabilitas) tinggi dan koefisien ≥ 0,90 – 1.00 sebagai (reliabilitas) sangat tinggi berdasarkan hasil penghitungan dan setelah dikoreksi dengan rumus Spearman-

  Brown , maka diperoleh koefisiensi reliabilitas sebesar 0.947. ini

  termasuk kualitas sangat tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa alat yang digunakan adalah reliabel. Uji perhitungan reliabilitas dapat dilihat di lampiran 2.

E. Prosedur Pengumpulan Data 1. Tahap Persiapan

  a. Penyusunan Kuesioner 1) Penyusunan kuesioner kemampuan komunikasi interpersonal pada penelitiaan ini disusun berdasarkan aspek-aspek

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  32 kemampuan komunikasi interpersonal menurut De Vito yang sebelumnya telah diidentifikasi.

  2) Setelah mengidentifikasi aspek-aspek kemampuan komunikasi interpersonal, langkah berikutnya adalah merumuskan indikator- indikator dari setiap aspek. 3) Indikator-indikator yang telah dirumuskan kemudian dikonsultasikan kepada dosen pembimbing untuk dikoreksi.

  4) Setelah indikator-indikator dikoreksi dosen pembimbing langkah berikutnya adalah merumuskan pernyataan-pernyataan pada setiap indikator. 5) Pernyataan-pernyataan yang berhasil dirumuskan dikonsultasikan kembali kepada dosen pembimbing sebanyak tiga kali koreksi. 6) Setelah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing mengenai instrument yang disusun, langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitiaan ini adalah meminta surat ijin untuk melakukan penelitian kepada sekretariat prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. 7) Setelah surat ijin penelitian diterima oleh sekolah, langkah berikutnya adalah penentuan dan kesepakatan tanggal pelaksanaan uji coba penelitian sekaligus penelitaian mengingat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Pengambilan Data Penelitian

  Penelitian di lakuan setelah mendapat persetujuan mengenai waktu dan tanggal pelaksanaan dari Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pada penelitian ini, peneliti mengambil uji coba kuesioner sekaligus pengambilan data untuk penelitian. Hal ini dilakukan dikarenakan penelitian ini menggunakan uji coba terpakai. Pengambilan data untuk penelitian dilakukan pada hari Jumat 30 November 2012 pukul 09.00-09.30 dan 11.00-11.30.

  Pada saat melaksanakan penelitian, peneliti dibantu satu orang teman untuk membantu dalam membagikan lembar kuesioner.

  Sebelum meminta mahasiswa mengisikan kuesioner, peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri dan memberi penjelasan mengenai maksud dan tujuan dalam penelitian ini. Setelah memberi penjelasan peneliti membagikan lembar kuesioner dan menjelaskan petunjuk pengisian kuesioner. Selain itu peneliti juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menannyakan hal-hal apa yang saja yang belum jelas berkaitan dengan pengisian kuesioner. Adapun kuesioner kemampuan komunikasi interpersonal dapat dilihat pada lampiran 1.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  34

F. Teknik Analisis Data

  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran realitas yang ada tentang bagaimana tingkat kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 . Teknik yang digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Peneliti memberi skor pada masing-masing item pada setiap kuesioner yang telah diisi oleh responden dengan mengacu pada skala skor dari masing-masing alternatif jawaban.

  2. Membuat tabulasi data yang dipakai untuk penelitian dengan memberi skor pada masing-masing item sesuai dengan skala yang sudah ditentukan yaitu “Sangat Setuju”, “Setuju”, “Tidak Setuju”, dan “Sangat Tidak Setuju”.

  3. Setelah memberi skor pada masing-masing item peneliti mentabulasikan seluruh data yang telah diperoleh dan memasukan data ke dalam komputer dengan bantuan Microsoff Excel yang kemudian diolah juga menggunakan bantuan SPSS versi 16.0 untuk menentukan validitasnya.

  4. Membuat ketegorisasi tingkat penerimaan diri subjek penelitian secara umum mengacu pada pedoman Azwar (2007: 108) tentang kontinum

  35

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  interpersonal mahasiswa ke dalam lima kategori yaitu; sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Adapun norma ketegori tersebut dapat dilihat pada tabel seperti berikut.

  Tabel 3

  Norma Kategori Kemampuan Komunikasi Interpersonal

  Perhitungan Kategori Xitem ≤ µ - 1,5 σ kategori sangat rendah µ - 1,5 σ < Xitem ≤ µ - 0,5 σ kategori rendah

  µ - 0,5 σ < Xitem ≤ µ + 0,5 σ kategori sedang µ + 0,5 σ < Xitem ≤ µ + 1,5 σ kategori tinggi

  µ + 1,5 σ < Xitem kategori sangat tinggi

  Keterangan: X maksimum teoritik :Skor teringgi yang mungkin diperoleh subjek penelitian dalam skala. X minimum teoritik :Skor terendah yang mungkin diperoleh subjek peneliti dalam skala.

  σ (standar deviasi) :Luas jarak rentang yang dibagi dalam 6 satuan deviasi standar.

  µ (mean teoritik) :Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum.

  5. Mencari norma atau patokan yang akan digunakan dengan mencari X maksimum teoritik, X minimum teoritik, standar deviasi, dan mean teoritik. Kategorisasi tingkat kemampuan komunikasi interpersonal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  36 FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 secara keseluruhan dengan item total 45 diperoleh perhitungan sebagai berikut.

  X maksimum teoritik : 45 x 4 = 180 X minimum teoritik : 45 x 1 = 45 Range : 180

  • – 45 = 135 : 135 : 6 = 22,5

  σ (standar deviasi teoritik) µ (mean teoritik) : (180 + 45) : 2 = 112,5

  Penentuan tingkat kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa semester III Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma secara umum dapat dilihat pada tabel 4.

  Setelah membuat kategorisasi penerimaan diri dan telah memperoleh hasil perhitungan, langkah selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti adalah mengelompokan persentase skor yang diperoleh dari setiap kuesioner yang telah diisi oleh subjek. Dari skor yang muncul, maka dapat diketahui jumlah persentase masing-masing tingkat kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 secara umum mulai dari kategorisasi sangat rendah sampai dengan yang sangat tinggi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  37

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   Tabel 4

  Norma Kategorisasi Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Semester Tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP,

  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013

  Perhitungan Skor Kategori Sangat Rendah X ≤ µ - 1,5 σ X ≤ 79

  µ - Rendah 1,5 σ < X ≤ µ - 0,5 σ 80 < X ≤ 102

  µ - Sedang 0,5 σ < X ≤ µ + 0,5 σ 103 < X ≤ 124

  µ + 0,5 σ < X ≤ µ + 1,5 σ 125 < X ≤ 146 Tinggi µ + 1,5 σ < X 147< X ≤ 180 Sangat Tinggi

  6. Setelah selesai mengkategorisasikan secara umum mengenai tingkat kemampuan komunikasi interpersonal, peneliti juga mengkategorisasikan skor untuk item yang menggunakan skala. Langkah ini ditempuh untuk mengetahi item mana saja yang sudah baik dan yang kurang baik. Norma kategorisasi skor item kemampuan komunikasi interpersonal ini berpedoman pada Azwar (2007:108) yang mengelompokkan ke dalam lima kategorisasi yaitu; sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Adapun norma kategorisasi item skala kemampuan komunikasi interpersonal dapat dilihat pada tabel seperti berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  38

  Tabel 5

  Norma Kategori Skor Item Kemampuan Komunikasi Interpersonal

  Perhitungan Kategori kategori sangat rendah

  Xitem ≤ µ - 1,5 σ

  kategori rendah

  µ - 1,5 σ < Xitem ≤ µ - 0,5 σ

  kategori sedang

  µ - 0,5 σ < Xitem ≤ µ + 0,5 σ

  kategori tinggi

  µ + 0,5 σ < Xitem ≤ µ + 1,5 σ

  kategori sangat tinggi

  µ + 1,5 σ < Xitem

  Keterangan:

  X item maksimum teoritik : Skor tertinggi yang mungkin dicapai item dalam skala.

  item

  X minimum teoritik : Skor terendah yang mungkin diperoleh item dalam skala.

  : Luas jarak rentang yang dibagi σ (standar deviasi) dalam 6 satuan deviasi standar.

  µ (item teoritik) : Rata-rata teoritis dari skor item maksimum teoritik dan minimum teoritik.

  7. Mencari kategorisasi tinggi rendahnya skor item-item secara keseluruhan dengan menggunakan N = 61. Adapun perhitungannya dapat dilihat sebagai berikut.

  item

  X maksimum teoritik : 61 x 4 = 244

  item

  X minimum teoritik : 61 x 1 = 61 Range : 244

  • – 61 = 183 : 183 : 6 = 30.5

  σ (standar deviasi)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  39

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Setelah melihat peritingan diatas penentuan skor item dapat dilihat pada tabel seperti berikut ini.

  Tabel 6

  Norma Kategorisasi Skor Item Skala Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Semester Tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP,

  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013

  Perhitungan Skor Kategori

  X item X item Sangat Rendah ≤ µ - 1,5 σ ≤ 107

  µ - 108 < X Rendah 1,5 σ < X item ≤ µ - 0,5 σ item ≤ 137

  µ - item 138 < X item Sedang 0,5 σ < X ≤ µ + 0,5 σ ≤ 168

  item 169 < X item Tinggi

  µ + 0,5 σ < X ≤ µ + 1,5 σ ≤ 198

  item 199 < X item Sangat Tinggi

  µ + 1,5 σ≤ X ≤ 244

  8. Setelah mengetahui hasil perhitungan seperti tabel yang ada di atas, langkah yang dilakukan peneliti selanjutnya adalah memasukan item- item dalam kategorisasi sesuai dengan hasil pemberian skor pada masing-masing item. Dari penggelompokan item-item tesebut kemudian dapat diketahui item-item mana saja yang sudah baik dan item-item yang mana yang belum baik.

  9. Setelah mengetahui hasil norma ketegorisasi skor item skala kemampuan komunikasi interpersonal, maka item-item yang masuk dalam masing-masing skala kategorisasi akan dibahas dan dikembangkan ke dalam topik-topik bimbingan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini memuat mengenai jawaban atas rumusan masalah penelitian ini yaitu:

  “ Bagaimanakah deskripsi tingkat kemampuan komunikasi interpersonal pada mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling , FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013

  ” dan usulan topik- topik bimbingan yang relevan.

A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal pada Mahasiswa Semester Tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013

  Berdasarkan data yang terkumpul, dapat diketahui bahwa tingkat kemampuan komunikasi interpersonal pada mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 adalah seperti yang disajikan dalam tabel 7.

  Dari tabel 7 tampak bahwa:

  a) Tidak ada mahasiswa (0%) yang sangat kurang mampu dan kurang mampu dalam melakukan komunikasi interpersonal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  41

  b) Terdapat 3 mahasiswa (4.9%) yang cukup mampu dalam melakukan komunikasi interpersonal.

  c) Terdapat 43 mahasiswa (70.5%) yang mampu dalam melakukan komunikasi interpersonal.

  d) Terdapat 15 mahasiswa (24.6%) yang sangat mampu dalam melakukan komunikasi interpersonal.

  Tabel 7

  Penggolongan Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Semester III Program Studi Bimbingan dan Konseling , FKIP, Universitas

  Sanata Dharma Tahun Ajaran 2012/2013

  Kategori tingkat Rentang kemampuan

No Jumlah mahasiswa Persentase

Skor komunikasi interpersonal

  Sangat Kurang 1 45-79

  0 Mahasiswa 0% Mampu 2 80-102 Kurang Mampu

  0 Mahasiswa 0% 3 103-124 Cukup Mampu

  3 Mahasiswa 4.9% 4 125-146 Mampu

  43 Mahasiswa 70.5% 5 147-180 Sangat Mampu

  15 Mahasiswa 24.6% Jumlah

  61 Mahasiswa 100% Berdasarkan data di atas tampak sebagian besar mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 mampu dalam melakukan komunikasi interpersonal dan hanya 3 mahasiswa yang cukup mampu dalam melakukan komunikasi interpersonal. Adapun secara visual

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  42

  penggolongan tingkat kemampuan komunikasi interpersonal pada mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 dapat dilihat dalam bentuk diagram berikut ini:

  80

  70

  60

  50

  40 Jumlah Mahasiswa

  30 Persentase

  20

  10 Sangat Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Rendah Diagram Batang 1. Penggolongan Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal pada Mahasiswa Semester Tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas

  Sanata Dharma, Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 2.

   Hasil Analisis Butir-butir yang Menunjukan Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal

  Berdasarkan data yang terkumpul, dapat diketahui butir-butir item instrumen tingkat kemampuan komunikasi interpersonal sebagian besar masuk dalam kategori

  “ mampu dan sangat mampu” adapun data tersebut dapat dilihat pada tabel 8.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  43 Tabel 8

  Penggolongan Skor Item Skala Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Semester Tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Tahun Ajaran 2012/2013

  No Rentang Skor Kategori skor item tingkat kemampuan komunikasi interpersonal Jumlah Item Persentase No. Item 1 61-107 Sangat Kurang

  Mampu 0% 2 108-137 Kurang Mampu 0% 3 138-168 Cukup Mampu

  3 7% 23,25,43 4 169-198 Mampu 29 64% 1,3,5,7,8,9,

  11,13,14,15, 16,18,19,21, 22,24,26,28, 29,30,31,32, 33,34,35,37, 38,39,40

  5 199-244 Sangat Mampu 13 29% 2,4,6,10,12, 17,20,27,36, 41,42,44,45

  Jumlah 45 100%

  Dari tabel 8 tampak bahwa:

  a) Tidak ada item ( 0%) yang menunjukan bahwa mahasiswa sangat kurang mampu dan kurang mampu melakukan komunikasi interpersonal.

  b) Ada 3 item (7%) yang menunjukan bahwa mahasiswa cukup mampu melakukan komunikasi interpersonal.

  c) Ada 29 item (64%) yang menunjukan bahwa mahasiswa mampu melakukan komunikasi interpersonal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  44

  d) Ada 13 item (29%) yang menunjukan bahwa mahasiswa sangat mampu melakukan komunikasi interpersonal.

  Berdasarkan data di atas tampak sebagian besar item tingkat kemampuan komunikasi interpersonal pada mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 berada pada kategori mampu dan hanya 3 item yang tingkat kemampuan komunikasi interpersonal dalam kategori cukup mampu.

  Adapun secara visual penggolongan tingkat kemampuan komunikasi interpersonal pada mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 dapat dilihat dalam bentuk diagram berikut ini:

  70

  60

  50

  40 Katagori Item

  30 Persentase

  20

  10 Sangat Rendah Sedang Tinggi Sangat Rendah Tinggi Diagram Batang 2. Penggolongan skor item tingkat kemampuan komunikasi interpersonal pada mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling,

  FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 tahun pelajaran 2012/2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  45

B. Pembahasan

  Berdasarkan data hasil penelitian tingkat kemampuan komunikasi interpersonal, Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013. Kemungkinan Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kemampuan komunikasi interpersonal tersebut antara lain:

  Pertama , mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan

  Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 sudah memiliki citra diri yang positif. Citra diri menentukan persepsi dan ekspresi seseorang. Citra diri yang positif mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 membuat mereka menjadi lebih terbuka, percaya diri, berani menyampaikan gagasan, dan menghargai perbedaan dengan orang lain sehingga komunikasi menjadi lebih efektif.

  Kedua , mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan

  Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 sudah mampu bersikap empati dalam berkomunikasi, bersikap empati dapat dilihat dari kemapuan untuk merasakan apa yang orang lain rasakan, mencoba memahami dari sudut pandang orang lain dan memahami

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  46 Ketiga , lingkungan sosial mahasiswa semester tiga Program Studi

  Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 khususnya di kampus. Lingkungan sosial di kampus sangat mendukung mahasiwa dalam berlatih komunikasi interpersonal yang efektif, Dukungan itu dapat dilihat dari sikap descriptiveness pada mahasiswa sehingga menjadikan mahasiswa bebas mengungkapkan perasaannya, tidak malu dan tidak akan merasa dirinya menjadi bahan kritikan terus menerus.

  Keempat, mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan

  Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 telah menempuh beberapa mata kuliah diataranya : komunikasi antar pribadi, dinamika kelompok, dan BK pribadi sosial. Mata kuliah tersebut membantu mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 dalam memahami beberapa teori yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi interpersonal dan belajar menerapkannya dalam kehidupan sehari- hari.

  Dalam pembshasan ini juga memuat implikasi hasil penelitian terhadap usulan topic-topik bimbingan klasikal bagi mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013. Topik-topik bimbingan klasikal untuk mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  47

  diusulkan berikut ini berdasarkan pada analisis butir instrumen kemampuan komunikasi interpersonal.

  Topik-topik yang diusulk an yaitu “ Aku Menghargai Orang Lain”, “Aku Bertanggung Jawab”, “Aku dan Pengalamanku”, “Menerima Orang Lain Apa Adanya”, dan “Aku dan Perasaanku”. Adapun usulan topik-topik bimbingan klasikal tersebut dapat dilihat pada tabel 9.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Tabel 9

  Usulan Topik-topik Bimbingan Kelompok yang Relevan untuk Membantu Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal pada Mahasiswa Semester Tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling,

  FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 No Item Topik Tujuan Waktu Metode Sumber 1 Saya tidak mengangkat Aku Agar mahasiswa 60 menit Stephen, Covey. 2012.

  Experiential

  telpon, maupun menghargai mampu learning, The 7 habits of highly membalas SMS ketika orang lain mengahargai orang dinamika effective people . saya berbicara dengan lain ketika sedang kelompok Jakarta:Gramedia orang lain berkomunikasi dan sharing

  Sinurat, R.H. Dj. 1999.

  Reader Komunikasi Antar Pribadi. Yogyakarta

  Supraktiknya. 2012.

  Komunikasi antarpribadi.

  Yogyakarta: kanisius Steven, A. Susan, J dan Mark, V. 2011.

  Interpersonal communication . Pearson

  Education 2 Tidak Mudah bagi saya Aku Agar mahasiswa 60 menit Experiential Stephen, Covey. 2012. untuk mengakui bertangung mampu mengakui learning, The 7 habits of highly kesalahan yang pernah jawab kesalahan yang dia dinamika effective people . saya perbuat perbuat kelompok Jakarta:Gramedia

  48

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dan sharing Sinurat, R.H. Dj. 1999.

  Reader Komunikasi Antar Pribadi. Yogyakarta

  Supraktiknya. 2012.

  Komunikasi antarpribadi.

  Yogyakarta: kanisius Steven, A. Susan, J dan Mark, V. 2011.

  Interpersonal communication . Pearson

  Education 3 Saya tidak malu Aku dan Mahasiswa semakin 60 menit Experiential Stephen, Covey. 2012. menceritakan pengalamanku berani untuk learning, The 7 habits of highly pengalaman hidup yang membagikan dinamika effective people . pernah saya alami pengalamn kelompok Jakarta:Gramedia kepada orang lain hidupnya kepada dan sharing orang lain Sinurat, R.H. Dj. 1999.

  Reader Komunikasi Antar Pribadi. Yogyakarta

  Supraktiknya. 2012.

  Komunikasi antarpribadi.

  Yogyakarta: kanisius Steven, A. Susan, J dan Mark, V. 2011.

  49

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Interpersonal Communication . Pearson

  Education 4 Saya tidak suka Menerima Mahasiswa mampu 60 menit Experiential Stephen, Covey. 2012. berbicara dengan orang orang lain apa menerima orang learning, The 7 habits of highly yang suka menceritakan adanya lain dengan segalah dinamika effective people . keburukan orang lain kelemahan yang ia kelompok Jakarta:Gramedia miliki dan sharing

  Sinurat, R.H. Dj. 1999.

  Reader Komunikasi Antar Pribadi. Yogyakarta

  Supraktiknya. 2012.

  Komunikasi antarpribadi.

  Yogyakarta: kanisius Steven, A. Susan, J dan Mark, V. 2011.

  Interpersonal Communication . Pearson

  Education 5 Saya sulit Aku dan Mahasiswa berani 60 menit Experientiala Stephen, Covey. 2012. mengungkapkan perasaanku untuk mengungkap learning, The 7 habits of highly perasaan saya kepada kan perasaan yang dinamika effective people . orang lain. dia alami kepada kelompok Jakarta:Gramedia orang lain. dan sharing

  Sinurat, R.H. Dj. 1999.

  Reader Komunikasi Antar Pribadi. Yogyakarta

  50

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Supraktiknya. 2012.

  Komunikasi antarpribadi.

  Yogyakarta: kanisius Steven, A. Susan, J dan Mark, V. 2011.

  Interpersonal communication . Pearson

  Education

  51

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V PENUTUP Bab ini memuat kesimpulan dan saran untuk berbagai pihak. Bagian

  kesimpulan memuat kesimpulan hasil penelitian. Bagian saran memuat saran untuk berbagai pihak.

  A. Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mampu dalam melakukan komunikasi interpersonal.

  B. Saran

  1. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta hendaknya memberikan pelatihan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal kepada mahasiswa di luar dari jam perkuliahan agar mahasiswa mengembangkan keterampilan dalam berkomunikasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  53

2. Peneliti Lain

  a. Alat pengumpul data yang digunakan pada penelitian ini hendaknya tidak hanya kuesioner tertutup; sebaiknya digunakan juga kuesioner terbuka, wawancara, dan observasi agar informasi yang dikumpulkan semakin lengkap.

  b. Mengingat pentingnya kemampuan berkomunikasi bagi seorang guru bimbingan dan konseling, peneliti lain diharapkan mengadakan penelitian yang lebih mendalam mengenai keterampilan komunikasi interpersonal, agar diperoleh gambaran yang tepat dan menyeluruh tingkat kemampuan komunikasi interpersonal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Azwar, S. 2007. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta:Pustaka Pelajar De Vito, J. A. 1995. The Interpersonal Communication. Seven Edition, New York: Mc. Grow Hill, Co.

  ___________. 2011. Komunikasi Antar Manusia. Tangerang: Karisma Publising group Effendi, O. U. 1992. Dinamika Komunikasi. Bandung:Remaja Karya. ____________. 1985. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung Furchan, A. 2005. Pengaantar Penelitan dalam Pendidikan. Yogyakarta:Pustaka

  Pelajar Hardjana, Agus. 2007. Komunikasi Interpersonal dan Komunikasi Intrapersonal. Yogyakarta: Kanisius. Hurlock,E.B. 1997. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang

  Kehidupan. Jakarta:Erlanga Lunandi, 1989. Komunikasi Mengena : Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Antar

  Pribadi. Yogyakarta: Kanisius

  Liliweri, A. 1991 Komunikasi Mengena: Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

  Antar Pribadi . Yogyakarta: Kanisius

  ________. 1991. Komunikasi Antar Pribadi. Bandung Latipun.(2008). Psikologi Konseling. Malang: UPT Penerbitan Universitas

  Muhammadiyah Malang Nurgiantoro, Burhan. 2003. Statistik Terapan Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Gajah Mada University Press

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  55 Papalia, D E., Olds, S. W., & Feldman, Ruth D. 2001. Human development (8th ed.).

  Boston: McGraw-Hill Rahmat, J. 2000. Psikologi Komunikasi. Edisi Revisi, Bandung:Remaja Karya.

  Stephen, Covey. 2012. The 7 Habits of Highly Effective People. Jakarta:Gramedia Steven, A. Susan, J dan Mark, V. 2011. Interpersonal communication. Pearson

  Education Supratiknya, A. 1995. Komunikasi Antarpribadi : Tinjauan Psikologis. Yogyakarta:

  Kanisius Wisnuwardhani, Dian & Fatmawati, Sri. M. 2012. Hubungan Interpersonal, Jakarta:

  Salemba Humanika

  56

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KUESIONER TINGKAT KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Petunjuk Pengisian

  4 Saya merasa senang apabila orang lain curhat kepada saya

  10 Saya kurang suka mendengarkan pendapat yang berbeda dengan pendapat saya.

  9 Saya merasa diri saya bukanlah lawan bicara yang menyenangkan

  8 Saya merasa memberikan dukungan kepada teman adalah tindakan yang sia-sia

  7 Saya sulit untuk memahami cara berpikir orang lain ketika berdiskusi didalam kelompok

  6 Saya akan menunggu orang lain menyapa terlebih dahulu bila kami berpapasan

  5 Saya menganggap setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengeluarkan pendapat

  3 Saya senang mendengarkan pendapat dari orang lain

  Bacalah setiap pernyataan di bawah ini dengan seksama, kemudian pilihlah jawaban yang paling sesuai atau mendekati dengan kehidupan anda dengan cara memberikan tanda silang (X) pada kolom yang telah disediakan:

  Lampiran 1

  1 Ketika bertemu dengan orang lain, saya terlebih dahulu menyapa

  NO PERNYATAAN SS S KS TS

  Isilah semua pernyataan dengan teliti dan jangan sampai ada yang terlewatkan

  KS : Apabila pernyataan tersebut Kurang Sesuai dengan keadaan yang anda rasakan TS : Apabila pernyataan tersebut Tidak Sesuai dengan keadaan yang anda rasakan

  : Apabila pernyataan tersebut Sesuai dengan keadaan yang anda rasakan

  S S : Apabila pernyataan tersebut Sangat Sesuai dengan keadaan yang anda rasakan S

  2 Saya mampu memahami pemikiran orang lain pada saat saya berdiskusi di dalam kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  57

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 1

  NO PERNYATAAN SS S KS TS

  Saya menghindari keinginan untuk

  13 mengevaluasi pendapat orang lain Saya merasa diri saya mampu untuk

  14 menjadi teman berbicara bagi orang lain Saya bersedia mendengarkan pendapat

  15 yang berbeda dengan saya Saya merasa malu menceritakan kepada 16 teman kuliah mengenai ketidak mampuan dalam memahami materi perkuliahan Saya merasa kurang senang mendengarkan

  17 pendapat orang lain Saya sulit berbicara dengan orang yang

  18 berbeda pendapatnya dengan saya Saya enggan terlibat pembicaraan yang

  19 serius dengan orang lain Ketika terjadi perbedaan pendapat, saya melontarkan argumentasi agar lawan

  20 bicara saya merasa kalah dan menerima pendapat saya Saya mengatakan pendapat saya secara 21 jujur bila orang lain meminta bantuan saya dalam memutuskan masalahnya Saya mendengarkan dengan sungguh-

  22 sungguh setiap perkatan orang lain Saya dapat memberikan respon secara 23 spontan ketika saya berbicara dengan orang lain Saya menyambut baik setiap kritikan dari 24 teman mengenai cara bekerja saya di dalam kelompok. Saya menunggu hingga lawan bicara saya 25 selesai berbicara baru kemudian mengemukakan pendapat saya Saya lebih senang menjadi pendengar dari

  26 pada pembicara dalam percakapan Saya sering bermain HP ketika orang lain

  27 berbicara dengan saya.

  Saya sulit untuk meberikan pujian secara

  28 langsung kepada lawan bicara saya Saya tidak suka berbicara dengan orang 29 yang suka menceritakan keburukan orang lain Saya tidak suka jika harus berbeda

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  58

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 1

  NO PERNYATAAN SS S KS TS

  Saya tidak mengangkat telpon, maupun 32 membalas SMS ketika saya berbicara dengan orang lain Saya dapat memahami sudut pandang

  33 orang lain yang berbeda dengan saya Saya mampu bekerja dengan orang yang

  34 tidak saya sukai Saya berpikir perbedaan pendapat 35 merupakan hal yang biasa dalam rangka mencari pemecahan masalah Saya takut untuk berpendapat ketika ikut

  36 serta dalam diskusi kelompok Saya mendengarkan apa yang dikatakan 37 orang lain, tetapi saya tidak merasakan apa yang ia rasakan Saya sulit untuk memahami sudut

  38 pandang lawan bicara saya Saya sulit untuk memberikan pujian

  39 kepada orang lain Saya sulit menerima perbedaan pandangan

  40 dari teman kuliah saya.

  Saya akan mengatakan secara jujur apa 41 yang saya rasakan kepada orang lain jika dia melukai perasaan saya Saya dapat merasakan kesedihan yang

  42 dialami teman saya Saya bersedia mengubah sudut pandang

  43 saya bila dipandang perlu Saya memberikan komentar dan 44 menunjukan ekpresi yang positif ketika mendengarkan cerita hebat dari orang lain Saya merasa teman kuliah saya merupakan 45 patner belajar yang baik walaupun mereka berbeda budaya dengan saya. Saya sulit mengungkapkan perasaan saya

  46 kepada orang lain.

  Saya merasa kesulitan memahami perasaan

  47 orang lain Saya memiliki pemikiran pendapat sayalah

  48 yang paling benar Saya enggan menunjukan ekspresi-ekpresi 49 saya walaupun hanya sedikit terhadap hal- hal yang di ceritakan lawan bicara saya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  59

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 1

  NO PERNYATAAN SS S KS TS

  Saya berusaha memahami perasaan orang 51 lain jika dia mengeluh tentang kesulitanya dalam mengerjakan tugas kuliah saya memuji orang lain yang memperoleh

  52 prestasi dalam kuliah Saya marah ketika orang lain mengkritik

  53 pendapat saya Tidak Mudah bagi saya untuk mengakui

  54 kesalahan yang pernah saya perbuat Saya bersedia mengubah pendapat saya

  55 bila ternyata pendapat saya salah Saya bersedia menerima kritikan terhadap

  56 kesalahan yang saya perbuat Cobalah periksa kembali pekerjaan anda dan pastikan semua nomor terjawab

  Terima Kasih atas perhatian dan kesediannya mengerjakan kuesioner ini

TUHAN MEMBERKATI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  60

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 2

  Reliability Statistics Cronbach's

  Part 1 Value ,735 a Alpha N of Items

  29 Part 2 Value ,599 b N of Items

  28 Total N of Items

  57 Correlation ,899 Between Forms Spearman- Equal Length ,947 Brown

  Unequal Length ,947 Coefficient Guttman Split-Half ,642 Coefficient

  Case Processing Summary N % Cases Valid a 30 100,0 Excluded ,0

  Total 30 100,0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  61

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 2

  Correlations

  VAR000

  57 VAR00001 Pearson ,135 Tidak valid Correlation Sig. (2- ,478 tailed) N

  30 VAR00002 Pearson ,339 Valid Correlation Sig. (2- ,047 tailed)

  • * N

  30 VAR00003 Pearson .404 Valid Correlation Sig. (2- ,027 tailed) N

  30 VAR00004 Pearson ,339 Valid Correlation Sig. (2- ,067 tailed) N

  30 VAR00005 Pearson ,334 Valid Correlation Sig. (2- ,042 tailed) N

  30 VAR00006 Pearson -,174 Tidak valid Correlation Sig. (2- ,357 tailed) N

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  62

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 2

  VAR00007 Pearson ,528 Valid Correlation Sig. (2- ,389 tailed)

  • * N

  30 VAR00008 Pearson .425 Valid Correlation Sig. (2- ,019 tailed)

  • * N

  30 VAR00009 Pearson .383 Valid Correlation Sig. (2- ,037 tailed) N

  30 VAR00010 Pearson ,273 Tidak valid Correlation Sig. (2- ,145 tailed) N

  30 VAR00011 Pearson ,394 Valid Correlation Sig. (2- ,011 tailed) N

  30 VAR00012 Pearson ,297 Tidak valid Correlation Sig. (2- ,110 tailed) N

  30 VAR00013 Pearson ,056 Tidak valid Correlation Sig. (2- ,768 tailed)

  • * N

  30 VAR00014 Pearson .372 Valid Correlation Sig. (2- ,043 tailed) N

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  63

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ** Lampiran 2

  VAR00015 Pearson .654 Valid Correlation Sig. (2- ,000 tailed)

  • ** N

  30 VAR00016 Pearson .528 Valid Correlation Sig. (2- ,003 tailed)

  • ** N

  30 VAR00017 Pearson .774 Correlation Sig. (2- ,000 Valid tailed)

  • ** N

  30 VAR00018 Pearson .552 Correlation Sig. (2- ,002 Valid tailed) N

  30 *

  VAR00019 Pearson .457 Valid Correlation Sig. (2- ,011 tailed)

  • ** N

  30 VAR00020 Pearson .518 Valid Correlation Sig. (2- ,003 tailed) N **

  30 VAR00021 Pearson .547 Valid Correlation Sig. (2- ,002 tailed)

  • ** N

  30 VAR00022 Pearson .712 Valid Correlation Sig. (2- ,000 tailed) N

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  64

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 2

  VAR00023 Pearson ,436 Valid Correlation Sig. (2- ,021 tailed) N

  30 VAR00024 Pearson ,343 Valid Correlation Sig. (2- ,043 tailed)

  • ** N

  30 VAR00025 Pearson .534 Valid Correlation Sig. (2- ,002 tailed) N

  30 VAR00026 Pearson ,260 Tidak valid Correlation Sig. (2- ,166 tailed) N *

  30 VAR00027 Pearson .380 Valid Correlation Sig. (2- ,039 tailed) N

  30 VAR00028 Pearson ,490 Valid Correlation Sig. (2- ,032 tailed) N

  30 VAR00029 Pearson ,310 Valid Correlation Sig. (2- ,046 tailed) N

  30 VAR00030 Pearson ,284 Tidak valid Correlation Sig. (2- ,128 tailed) N

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  65

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • * Lampiran 2

  VAR00031 Pearson .385 Correlation Sig. (2- ,036 Valid tailed)

  • ** N

  30 VAR00032 Pearson .556 Valid Correlation Sig. (2- ,001 tailed)

  • ** N

  30 VAR00033 Pearson .636 Valid Correlation Sig. (2- ,000 tailed) N

  30 VAR00034 Pearson ,236 Tidak valid Correlation Sig. (2- ,209 tailed) N **

  30 VAR00035 Pearson .618 Valid Correlation Sig. (2- ,000 tailed)

  • ** N

  30 VAR00036 Pearson .561 Valid Correlation Sig. (2- ,001 tailed) N

  30 VAR00037 Pearson ,107 Tidak valid Correlation Sig. (2- ,572 tailed)

  • * N

  30 VAR00038 Pearson .450 Valid Correlation Sig. (2- ,012 tailed) N

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  66

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ** Lampiran 2

  VAR00039 Pearson .650 Valid Correlation Sig. (2- ,000 tailed)

  • ** N

  30 VAR00040 Pearson .618 Valid Correlation Sig. (2- ,000 tailed) N

  30 VAR00041 Pearson ,345 Valid Correlation Sig. (2- ,032 tailed)

  • ** N

  30 VAR00042 Pearson .708 Valid Correlation Sig. (2- ,000 tailed) N

  30 **

  VAR00043 Pearson .688 Valid Correlation Sig. (2- ,000 tailed)

  • ** N

  30 VAR00044 Pearson .476 Valid Correlation Sig. (2- ,008 tailed) N **

  30 VAR00045 Pearson .492 Valid Correlation Sig. (2- ,006 tailed)

  • * N

  30 VAR00046 Pearson .453 Valid Correlation Sig. (2- ,012 tailed) N

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  67

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 2

  VAR00047 Pearson ,349 Valid Correlation Sig. (2- ,045 tailed) N

  30 VAR00048 Pearson ,252 Tidak valid Correlation Sig. (2- ,180 tailed)

  • ** N

  30 VAR00049 Pearson .479 Valid Correlation Sig. (2- ,007 tailed)

  • ** N

  30 VAR00050 Pearson .551 Valid Correlation Sig. (2- ,002 tailed) N

  30 VAR00051 Pearson ,350 Valid Correlation Sig. (2- ,048 tailed)

  • ** N

  30 VAR00052 Pearson .611 Valid Correlation Sig. (2- ,000 tailed) N

  30 VAR00053 Pearson ,192 Tidak valid Correlation Sig. (2- ,309 tailed) N

  30 VAR00054 Pearson ,380 Correlation Sig. (2- ,040 Valid tailed) N

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  68

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ** Lampiran 2

  VAR00055 Pearson .483 Valid Correlation Sig. (2- ,007 tailed)

  • ** N

  30 VAR00056 Pearson .663 Valid Correlation Sig. (2- ,000 tailed) N

30 VAR00057 Pearson

  1 Correlation Sig. (2- tailed) N

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  71 Lampiran 4

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Deskripsi tingkat adversity quotient mahasiswa angkatan 2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma.
0
3
114
Deskripsi masalah-masalah yang intens dialami oleh mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap usulan topik-top
0
0
127
Kecerdasan emosi mahasiswa baru : studi deskriptif pada mahasiswa semester II kelas A angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan pribad
0
0
132
Studi kuantitatif deskriptif tentang sikap mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma terhadap pendidikan karakter.
0
0
166
Deskripsi kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.
0
0
90
Kecerdasan emosi mahasiswa baru studi deskriptif pada mahasiswa semester II kelas A angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 20132014
0
1
130
Deskripsi tingkat kematangan karier mahasiswa semester VIII program studi bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun akademik 2006/2007 - USD Repository
0
0
121
Deskripsi kecerdasan intrapersonal mahasiswa semester tiga program studi bimbingan dan konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma tahun ajaran 2006/2007 dan implikasinya terhadap usulan kegiatan bimbingan untuk meningkatkan
0
0
190
Deskripsi minat jabatan mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2006 dengan menggunakan tes minat jabatan Lee-Thorpe - USD Repository
0
0
95
Faktor-faktor penyebab lamanya penulisan skripsi oleh mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
150
Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan profesi guru : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
153
Retret model shared christian praxis sebagai upaya meningkatkan keterlibatan hidup menggereja bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD
0
0
197
Perbedaan sikap terhadap ejaan Bahasa Indonesia antara mahasiswa angkatan 2006 dan angkatan 2009 Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
180
Tingkat self regulated learning mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2012 tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap topik-topik self transformation training) - USD Repos
0
0
102
Deskripsi motivasi belajar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan tahun 2010 - USD Repository
0
0
92
Show more