Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
138
1 year ago
Preview
Full text

  

PENYESUAIAN DIRI

TERHADAP HILANGNYA PASANGAN HIDUP

PADA LANSIA

Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Oleh: Carolina Retno Ekowati NIM : 019114063 NIRM : PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI

  Karya ini penulis persembahkan untuk Ibu dan Bapak, adik-adik, juga untuk Mas Budi

Untuk Mbah Se, sampai karya ini selesai kau telah dipanggil Bapa ke surga…

Untuk Mbah Somo Putri yang menjadi inspirasi dan kekuatan...

  

Motto

TUHAN sudah dekat !

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga,

  

Tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu

Kepada ALLAH dalam doa dan permohonan dengan

ucapan syukur.

Damai sejahtera Allah,

Yang melampaui segala akal,

akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

  

Filipi 4 : 6 – 7

  

ABSTRAK

Penyesuaian Diri Terhadap Hilangnya Pasangan Hidup Pada Lansia

Carolina Retno Ekowati

019114063

  

Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penyesuaian diri terhadap

hilangnya pasangan hidup pada lansia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh

permasalahan lansia menghadapi banyak perubahan dalam hidupnya, salah satunya

kehilangan pasangan hidup.

  Penelitian ini dilakukan di Bantul. Responden penelitian ini sebanyak 68

orang dengan rincian 32 subjek pria dan 36 subjek wanita. Pengambilan data

dilakukan dengan alat ukur skala penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan

hidup. Kesahihan item bergerak antara 0,377 sampai dengan 0,823. Uji reliabilitas

dengan teknik Alpha Cronbach menghasilkan koefisien reliabilitas skala sebesar

0,970.

  Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa secara umum subjek

penelitian ini memiliki penyesuaian diri yang positif terhadap hilangnya pasangan

hidup. Hal ini terlihat dari hasil mean empirik = 121,13 > mean teoritik = 100. Bila

dilihat dari tiap aspek penyesuaian diri menunjukkan aspek yang menonjol adalah

aspek penerimaan sosial dengan mean empirik 31,75. Hasil uji t menunjukkan bahwa

ada perbedaan yang signifikan penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup

pada lansia antara lansia pria dan lansia wanita (t = 2,069, p = 0,042; p < 0,05).

Penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia pria lebih tinggi

dibanding lansia wanita yang ditunjukkan dengan mean empirik pria > mean empirik

wanita = 126,13 > 117,03.

  

ABSTRACT

Self Adjustment Of The Elders About The Losing Of The Spouse

Carolina Retno Ekowati

019114063

  

Faculty of Psychology

Sanata Dharma University

Yogyakarta

This research is aimed to describe the self adjustments of the elders due to

their lost of their spouse. The background of this study was the problem of the elders

to face many changes in their lives and one of them is to lose their spouse.

  This research was conducted at Bantul, including 68 subjects of respondent

that consist of 32 males and 36 females. The data that has been taken is measured by

the scale of self adjustment due to the lost of spouse. The validity items move from

0,377 to 0,823 of the scale. The reliability test that used Cronbach Alpha Technique

gives result 0,970 of reliability coefficient of the scale.

  Based on the data analysis we have general conclusion that the subjects of the

research have positive tendencies of self adjustments of losing their spouse. This is

shown from the result of empirical mean = 121,13 > theoretical mean = 100. The

most significant aspect is the social acceptance with empirical mean = 31,75,

examined from each aspect of self adjustment. The t-test result shows that there is a

clear difference of self adjustments due to the lost of the spouse between male and

female subjects with t = 2,069, p = 0,042 (p < 0,05). The self adjustments of male

subjects is higher than the female subjects, this is shown from the result of males

empirical mean > females empirical mean = 126, 13 > 117,03.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, terima

kasih karena berkah dan anugerah yang diberikan sehingga penulis dapat

menyelesaikan karya tulis ini. Penulisan karya tulis ini diajukan untuk memenuhi

syarat untuk memperoleh gelar sarjana.

  Karya tulis berbentuk skripsi ini mengambil topik tentang penyesuaian diri

terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia. Dalam penulisan tugas akhir ini,

penulis mendapat bimbingan, semangat, inspirasi, dan dukungan dari berbagai pihak.

  

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima

kasih.

  

Ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis ingin sampaikan kepada :

  1. Bapak Edi Suhartanto, S. Psi, M. Si sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  2. Ibu Silvia Carolina MYM, S. Psi, M, Si sebagai Kaprodi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang memberikan dukungan begitu besar untuk penulis dalam menyelesaikan penulisan Tugas Akhir ini.

  3. Ibu Dra. Lucia Pratidarmanstiti M.S yang telah dengan sabar menghadapi penulis, membantu dan membimbing tiada henti penulisan ini sampai akhir.

  

4. Bapak Dr. T. Priyo Widiyanto, M. Si dan Ibu ML. Anantasari, S. Psi., M. Si.,

sebagai tim penguji. Terima kasih bapak dan ibu.

  

5. Dosen-dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, atas bimbingan,

pelajaran “hidup” yang tak terlupakan untuk penulis. Bu Agnes, Pak Sis, Bu Nimas, Bu Tanti, semuanya saja......terima kasih.

  

6. Kedua orang tua, Bapak Ag. Sudaryadi dan Ibu LM. Siti Lumantari atas

segala cinta, perhatian, dukungan, kesabaran, dan doa yang tiada henti.

  

7. Kedua adikku L. Octa Dwi Prasetyo dan Y. Yesse Pungkar Heryadi. De’,

terima kasih banyak untuk tawa, canda, marah-marahan, terlebih atas pengertian kalian. Yesse, semangat kuliah yaaa....

  

8. Untuk nenek, kakek, eyang, bapak, dan ibu yang telah membantu penulis

dalam penelitian. Tanpa kalian semua ini tidak akan ada. Semoga Tuhan selalu memberkati.....

  

9. Untuk karyawan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang dengan

sabar membantu penulis selama belajar dan penulisan Tugas Akhir. Mas Gandung, Mbak Nanik, Pak Gik, Mas Muji, dan Mas Doni.

  

10. Untuk teman-teman Psikologi USD, Rani (kamu pasti juga bisa....semangat

terus.....GBU), Mita, Dina, Devi, Tien, Diana, Juli (Thank’s Jul), James, Novi,

  terus de’), Jane, Mellisa, Melati, mbak Dini, Komeng dan masih banyak lagi, maaf kalau ada yang tidak disebut.....thank’s kawan!!!

  

11. Untuk keluarga besar Mbah Sewaya, mbah kakung putri di surga, Sr.

  Angelina CB, juru doaku paling setia.....sembah nuwun budhe.... Budhe Niek dan Pakdhe Wiek atas doa dan semangatnya, juga Inar-Inu dan Banu (thanks bro, abstraknya), keluarga Budhe Noek, Bulik Ipho dan Alm. Om Jar. D’ Erdha atas izin ngeprint setiap saat, thank’s banget.... Vita-Mas Wuri (kapan kalian nikah??). Sr. Alexia CB, Sr. Adolpin CB(eyang, semoga lekas sembuh n pulih lagi). Keluarga Wijaya Merauke, Om Eddy Bulik Martha dan Lady....terima kasih atas tawaran hijrahnya, tapi......ga deh kayaknya.

  

12. Untuk keluarga besar Mbah Somo, mbah kakung di surga, mbah putri (atas

inspirasi dan semangat hidupmu....), keluarga pakdhe Sudaryono, keluarga Bulik Tini, keluarga bulik Yanti, bulik Yam.

  

13. Untuk Rm. Willem Tee Daia, Pr. (terima kasih untuk segala bentuk

pencerahan, penguatan, dan doa), Rm. Ece muda-seorang sahabat jauh.

  

14. Untuk keluarga Mbah Parto, Ibu Warjiyati (selalu sehat ya bu…), Mbah Ro,

keluarga bulik War, Iik, Nunung, Maya, om Kartono, keluarga Om Karyono, terima kasih semangat dan dukungan kalian.

  16. Untuk AB 4663 BG, “pacar” yang dengan setia dan tidak pernah rewel mengantar kemanapun...

  17. Keluarga Shinta, Caca, dan Nana....yang dah jadi semangat lain dalam hidup Bulik Tiwuk.

  18. Untuk sahabat-sahabatku, Aan (sms inspiratifmu….), mbak Nuri, Simon, Ami, mas Yuni, Umi (juragan lombok), Om Wid, mbak Asih dan baby dalam rahimmu...... terima kasih, dukungan kalian luar biasa, terima kasih telah menjadi bagian hidupku....God bless u all....

  19. Untuk yang tercinta, mas Yustinus Budi Wiarso....terima kasih atas segala bentuk cinta, perhatian, doa yang tiada putus, semangat, kesabaran menunggu dan kesetiaan yang luar biasa....menjadi orang yang selalu ada..... terima kasih karena mau menjadi tumpahan segala bentuk emosi, tetes air mata, suka dan duka. Tunggu di Ciputat yaaa…. Terima kasih......nuwun ☺☺☺. Tuhan memberkati.

  Tak ada gading yang tak retak, pepatah ini menyadarkan penulis bahwa karya ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Semoga berguna untuk para pembaca.

  Yogyakarta, September 2008

DAFTAR ISI

  halaman Halaman judul………………………………………………………………………….. i Halaman pengesahan dosen..…………………………………………………………... ii Halaman pengesahan dosen penguji…………………………………………………….iii Halaman persembahan…………………………………………………………………..iv Motto……………………………………………………………………………………v Abstrak………………………………………………………………………………….vi Abstact………………………………………………………………………………….vii Lembar pernyataan persetujuan publikasi karya ilmiah……………………………….. viii Kata pengantar…………………………………………………………………………. ix Surat pernyataan keaslian karya ilmiah………………………………………………... xii Daftar isi……………………………………………………………………………….. xiv Daftar tabel……………………………………………………………………………...xvii Daftar skema……………………………………………………………………………xviii Daftar lampiran………………………………………………………………………… xix

  BAB I. PENDAHULUAN…………………………………………………………….. 1 A. Latar Belakang………………………………………………………………1

B. Rumusan Masalah………………………………………………………….. 8

C. Tujuan Penelitian…………………………………………………………... 8

  A. Lansia………………………………………………………………………. 10

  D. Pertanyaan Penelitian………………………………………………………. 29

  F. Pertanggungjawaban Mutu………………………………………………….38

  E. Metode Pengambilan Data………………………………………………….36

  D. Subjek Penelitian…………………………………………………………... 35

  2. Variabel kontrol………………………………………………………... 34

  1. Variabel utama atau variabel pokok…………………………………….32

  

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN…………………………………………….. 31

A. Jenis Penelitian………………..……………………………………………. 31 B. Identifikasi Variabel Penelitian…………………………………………….. 32 C. Definisi Operasional Variabel Penelitian…………………………………... 32

  C. Penyesuaian Diri terhadap Hilangnya Pasangan Hidup pada Lansia……….24

  1. Pengertian lansia……………………………………………………….. 10

  4. Ciri-ciri penyesuaian diri yang baik……………………………………. 21

  3. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri…………………... 18

  2. Aspek-aspek penyesuaian diri…………………………………………..17

  1. Pengertian penyesuaian diri……………………………………………..15

  B. Penyesuaian Diri Terhadap Hilangnya Pasangan Hidup…………………... 15

  3. Teori-teori penuaan…………………………………………………….. 13

  2. Tugas-tugas perkembangan lansia……………………………………... 13

  1. Validitas…………………………………………………………………38

G. Analisis Data……………………………………………………………….. 42

  

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN………………………………46

A. Pelaksanaan Penelitian……………………………………………………... 46 B. Hasil Penelitian…………………………………………………………….. 47

  1. Deskripsi Subjek Penelitian……………………………………………. 47

  2. Deskripsi Data Penelitian secara Umum………………………………. 49

  3. Analisa Uji t Mean Empirik Pria dan Mean Empirik Wanita………….. 51

  4. Deskripsi Data Penelitian Ditinjau Dari Tiap Aspek…………………... 52

C. Pembahasan…………………………………………………………………53

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN………………………………………………. 58 A. Kesimpulan………………………………………………………………….58 B. Kelemahan Penelitian……………………………………………………… 58 C. Saran……………………………………………………………………….. 59

  1. Bagi Subjek Penelitian…………………………………………………..59

  2. Bagi Keluarga……………………………………………………………59

  3. Bagi Peneliti Selanjutnya yang Tertarik Pada Topik Penelitian Ini…… 60

Daftar pustaka………………………………………………………………………….. 61

  

DAFTAR TABEL

halaman Tabel 1. Blue print item sebelum uji coba Penyesuaian Diri terhadap Kehilangan Pasangan Hidup pada Lansia………………………………….38 Tabel 2. Blue print item setelah uji coba Penyesuaian Diri terhadap Kehilangan Pasangan Hidup pada Lansia……………………………………………41 Tabel 3. Perbandingan Mean Empirik dan Mean Teoritik…………………………..44 Tabel 4. Deskripsi Data Subjek Penelitian Berdasarkan Usia Subjek……………….47 Tabel 5. Deskipsi Data Subjek Penelitian Berdasarkan Lama ditinggalkan Pasangan Hidup…………………………………………………………………………………48 Tabel 6. Deskripsi Data Subjek Penelitian Berdasarkan Usia dan Lama Ditinggalkan Pasangan Hidup………………………………………………………………………48 Tabel 7. Deskripsi Data Penelitian Secara Umum…………………………………....49 Tabel 8. Perbandingan Mean Empirik dan Mean Teoritik……………….…………...49 Tabel 9. Uji t Mean Empirik dengan Mean Teoritik ………………………………...50 Tabel 10. Uji t Mean Empirik dan Mean Teoritik Pria dan Wanita………………….51 Tabel 11. Deskripsi Data Penelitian Ditinjau Tiap Aspek …………………………...52

DAFTAR SKEMA

  halaman Skema 1. Proses Penyesuaian Diri Terhadap Hilangnya Pasangan Hidup Pada Lansia...30

DAFTAR LAMPIRAN

  halaman Lampiran 1. Skala uji coba………………………………………..…………… 64 Lampiran 2. Data uji coba dan Reliabilitas item total statistik………………… 70 Lampiran 3. Skala penelitian…………………………………………………... 94 Lampiran 4. Data penelitian dan Statistik deskriptif data penelitian, uji t with one sample, uji t with independent sample, deskripsi data penelitian ditinjau tiap aspek………………………………………………………………100 Lampiran 5. Surat ijin penelitian………………………………………………. 118

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap orang mengalami proses perkembangan dalam kehidupannya, baik

  

secara fisik maupun psikologis. Perkembangan yang terjadi tersebut akan

membawa perubahan bahkan dapat menyebabkan munculnya masalah. Hal

tersebut sangat normal. Seiring dengan perubahan yang terjadi, maka seseorang

akan membentuk reaksi-reaksi tertentu untuk menghadapinya. Mekanisme

tersebut dinamakan penyesuaian diri. Penyesuaian diri merupakan proses yang

berkesinambungan berupa reaksi individu terhadap berbagai stress yang muncul

dalam kehidupan individu (Pettijohn, 1992: 282).

  Ada berbagai perubahan dalam kehidupan seseorang, mulai dari bayi yang

baru lahir sampai dengan orang pada tahap akhir kehidupan atau yang kita sebut

sebagai lansia, yang membutuhkan penyesuaian diri yang baik. Seorang lansia

mengalami banyak perubahan, bahkan pada tahap ini dicirikan sebagai tahap

kemunduran karena pada tahap ini, seseorang mengalami kemunduran baik

kemunduran secara fisik maupun mental, sehingga hal tersebut membawa

permasalahan yang sulit dan unik bagi seseorang yang tidak siap menghadapinya.

Lansia dapat mengalami permasalahan psikologis (Hurlock, 1999: 380), seperti

  

kesepian karena kehilangan pasangan hidup dan teman sebaya. Berbagai

perubahan dan rasa kehilangan yang dialami oleh lansia membuat mereka harus

banyak melakukan penyesuaian diri. Lansia yang tidak siap menghadapi

permasalahan psikologis akan mengalami permasalahan-permasalahan baru

dalam kehidupannya bahkan dapat mempengaruhi keluarga dimana lansia berada.

Permasalahan lansia dan keluarga ini dapat menjadi permasalahan sosial baru

dalam masyarakat.

  Salah satu tugas perkembangan lansia adalah menyesuaikan diri terhadap

hilangnya pasangan hidup. Kehilangan pasangan hidup dapat disebabkan

perceraian atau karena kejadian kematian, akan tetapi pada lansia kehilangan

pasangan hidup lebih banyak disebabkan oleh kematian pasangan hidup (Hurlock,

1999: 425; Zimbardo, 1979: 218).

  Penyesuaian diri membutuhkan kemampuan yang baik. Penyesuaian diri

yang baik akan membawa dampak yang baik pula bagi seseorang yaitu

tercapainya kebahagiaan hidup, tetapi sebaliknya, apabila seseorang tidak dapat

menyesuaikan diri dengan baik maka akan mengalami masalah baru, misalnya

penyesuaian diri yang buruk karena ditinggalkan pasangan hidup pada lansia akan

menimbulkan masalah baginya dalam menjalin relasi sosial (Hurlock, 1999 :

408).

  Pengalaman akan kematian orang lain terutama orang terdekat atau

  

terhadap kematian baik ketakutan dirinya yang akan mati maupun ketakutan akan

kematian orang lain. Oleh karena itu, kematian pasangan hidup merupakan

peristiwa yang paling sulit untuk dihadapi sehingga sulit juga untuk melakukan

penyesuaian diri (Holmes and Rahe dalam Calhoun and Acocella, 1996: 14).

  

Kematian pasangan hidup menempati urutan teratas penyebab stress dalam

kehidupan karena adanya perasaan kehilangan terhadap orang yang dicintai yang

telah hidup bersama selama bertahun-tahun (Santrock, 1995: 271).

  Kehilangan pasangan hidup membuat lansia merasa kesepian dan sedih,

bahkan tidak jarang mengalami stress dan depresi dalam kehidupannya. Depresi

merupakan suatu gangguan suasana hati di mana individu merasa tidak bahagia,

kehilangan semangat, merasa terhina, dan bosan. Depresi membawa dampak yang

buruk bagi individu yang mengalaminya karena individu tidak hanya mengalami

kesedihan, tetapi individu juga dapat memiliki kecenderungan melakukan bunuh

diri. Faktor resiko dari bunuh diri diantaranya adalah laki-laki (being male) yang

kehilangan pasangan hidup (Santrock, 1995: 230). Rasa kesepian akibat

hilangnya pasangan hidup merupakan masalah utama yang dihadapi oleh lansia

(Treas dalam Zimbardo, 1979: 218) hal ini sejalan dengan penelitian

Listyaningsih (1999: 38) terhadap 300 orang lansia yang tinggal di Kecamatan

Kraton, Pakualaman, dan Umbulharjo menunjukkan bahwa kesepian timbul

akibat kehilangan berbagai aspek kehidupan, kehilangan teman akrab, kehilangan tersembunyi dalam pikiran dan hati para lansia, tetapi yang paling utama adalah kehilangan suami atau istri karena meninggal.

  Kenyataan yang dihadapi oleh seseorang yang pasangan hidupnya sudah meninggal adalah bahwa ia harus melanjutkan hidupnya tanpa pasangannya lagi.

  Beberapa orang memilih untuk menikah lagi setelah kehilangan pasangan hidup,

tetapi lansia banyak yang memilih untuk menduda atau menjanda di sisa

hidupnya. Lansia lebih banyak menggunakan waktu untuk melakukan kegiatan

sosial, mendekatkan diri pada Tuhan, dan menjalin relasi sosial (Prawitasari,

1994: 32). Salah satu bentuk adanya kemampuan menjalin relasi sosial yang baik adalah persahabatan. Persahabatan dapat menjadi sistem pendukung yang penting

ketika seseorang mengalami peristiwa kehidupan termasuk salah satunya

kematian pasangan hidup (Santrock, 1995: 246), karena melalui persahabatan

yang terjalin, maka lansia akan mendapatkan dukungan sosial yang dibutuhkan dalam melakukan penyesuaian diri.

  Lingkungan dapat mempengaruhi bagaimana seseorang akan

menyesuaikan diri. Apabila lingkungan tempat tinggal mendukung, maka

kemungkinan besar seseorang yang tinggal di dalamnya dapat menyesuaikan diri dengan baik pula. Penyesuaian diri akan terwujud dalam perilaku individu yang

mampu menerima diri sendiri, memiliki hubungan positif dengan orang lain,

mandiri, dapat menguasai lingkungan, memiliki tujuan hidup dan masih mampu

  

Banyak lansia yang tinggal bersama keluarga, meskipun ada juga dari lansia yang

memilih tinggal di rumah sendiri karena merasa sayang dengan rumahnya dan

tidak mau merepotkan anak-anaknya. Hal tersebut kadang membawa dampak

lain, yaitu lansia merasa kesepian karena tinggal sendiri dan menghadapi masalah

dalam menjalani hidup mereka selanjutnya sendirian, dan dapat pula terjadi,

mereka mudah sakit karena kesepian. Lansia yang tinggal dalam keluarga

biasanya tinggal bersama anaknya (ikut anak) sehingga ada yang memperhatikan

dan lebih mungkin terkontrol kesehatannya dibanding dengan lansia yang tinggal

sendiri.

  Penyesuaian diri karena kehilangan pasangan pada lansia perlu cara yang

berbeda antara pria dan wanita. Para ahli berpendapat bahwa cara pria dan wanita

mengatasi pengalaman yang menyebabkan stress amat dipengaruhi oleh proses

belajar sejak kecil (Sebatu, 1994: 28). Pria akan mengalami masalah karena

adanya perasaan kesepian, sedangkan wanita bermasalah karena berkurangnya

pendapatan.

  Pria merasa kesepian seiring dengan menyusutnya kegiatan dan merasa

tidak siap untuk hidup sendiri serta mengatur hidupnya, yang biasanya dilakukan

dengan istri. Pria juga menjalani penyesuaian diri dengan masa pensiun. Pria yang

biasa bekerja, kemudian kehilangan kegiatan akan membuatnya menganggur.

  

Apabila tidak memiliki kegiatan yang menyenangkan maka akan merasa

  

keluarga anaknya atau kerabat dekat lainnya. Hal ini disebabkan karena pria

merasa kemerdekaannya telah dirampas. Pria menganggap kehidupan sebagai

suatu peristiwa yang otonom dan ingin menguasai dunia (Kartono, 1980: 142).

Pria lebih dapat menyesuaikan diri dalam hal keuangan atau segala sesuatu

menyangkut ekonomi dibanding dengan wanita karena pria sudah terbiasa bekerja

dan mendapatkan penghasilan sendiri atau karena memiliki pensiun.

  Wanita mengalami masalah ketika tidak lagi memiliki pasangan hidup,

karena wanita akan mengalami berkurangnya pendapatan. Wanita, terlebih dalam

budaya Timur, banyak bergantung pada penghasilan suami sehingga akan

mengalami masalah dalam hal ekonomi ketika sudah tidak memiliki suami

(Hurlock, 1999: 425 ; Santrock, 1995: 229). Wanita lebih dapat menyesuaikan

diri dengan keluarga anaknya apabila harus tinggal bersama. Hal ini disebabkan

karena wanita pada umumnya memiliki sifat keibuan yang lebih tinggi (Kartono,

1980: 143). Wanita mencurahkan hidupnya untuk keluarganya karena keluarga

merupakan sumber kepuasan dan harga diri (Calhoun and Acocella, 1996: 439).

Wanita dinilai lebih luwes dalam menyelesaikan soal karena lebih fleksibel.

Wanita cenderung tidak diam pada suatu posisi akan tetapi dengan rela mau

mengubah sesuatu jika dirasakan kurang bijaksana. Wanita sering hidup dalam

sikap responsif, mau mendengar dan mengerti perasaan orang lain, selain itu

wanita dinilai memiliki kemampuan mengatasi situasi dan berfirasat tinggi (Moris

  

mana wanita boleh memiliki keterbatasan sehingga mudah mendapatkan bantuan

dari orang lain, sementara untuk pria hal tersebut tidak diperbolehkan. Pria

dituntut untuk tidak bergantung pada orang lain, dan harus bergantung pada

kompetensinya sendiri. Masyarakat patriarkhat menuntut pria tidak boleh

mengeluh dalam kesulitan, apabila pria mengeluh dan mencari bantuan pada

wanita maka dianggap sebagai tindakan yang memalukan.

  Faktor lain yang dapat menentukan kemampuan untuk menyesuaikan diri

terhadap hilangnya pasangan selain lingkungan tempat tinggal adalah lamanya

waktu telah ditinggalkan. Semakin lama waktu sudah ditinggalkan, harapan

penyesuaian diri yang dilakukan juga semakin baik, karena seiring dengan

berjalannya waktu, seseorang akan dapat menerima kematian pasangan hidup dan

kemudian dapat menyesuaikan diri dengan keadaannya yang baru, yaitu hidup

tanpa pasangan hidup lagi atau menjanda (Averill dalam Santrock, 1995: 272).

Setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk dapat menyesuaikan

diri. Di Jawa, terdapat tradisi seseorang yang sudah meninggal akan diperingati

sampai seribu hari meninggalnya dengan upacara-upacara tertentu. Rentang

waktu kurang lebih tiga tahun tersebut merupakan proses untuk dapat menerima

dan menyesuaikan diri, karena selama tiga tahun itu kemungkinan untuk masih

mengingat-ingat seseorang yang sudah meninggal akan lebih sering dilakukan.

  Melihat berbagai masalah yang dapat terjadi pada lansia ketika pasangan

  B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Bagaimanakah penyesuaian diri lansia terhadap kematian pasangan hidup?

  2. Apakah terdapat perbedaan penyesuaian diri terhadap kematian pasangan hidup pada lansia pria dan lansia wanita ? C. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penyesuaian diri

terhadap kematian pasangan hidup pada lansia dan mengetahui apakah terdapat

perbedaan dalam hal menyesuaikan diri terhadap kematian pasangan hidup pada

lansia pria dan lansia wanita.

  D. Manfaat Penelitian

  1. Manfaat teoretis Secara teoretis, penelitian ini dapat menambah khasanah wawasan ilmu pengetahuan dan mendukung kemajuan ilmu pengetahuan khususnya

  Psikologi Perkembangan tentang lansia.

  2. Manfaat praktis

a. Bagi subjek

  

mempengaruhi penyesuaian diri sehingga mereka dapat menerapkannya

dalam kehidupan sehari-hari dan menemukan solusi yang tepat bagi

masalah yang mereka hadapi.

b. Bagi keluarga

  Bagi keluarga, penelitian ini diharapkan dapat memberikan

pengetahuan berupa aspek-aspek yang mendukung penyesuaian diri yang

baik kepada anggota keluarga yang memiliki lansia yang sudah tidak

memiliki pasangan, sehingga dapat membantu lansia dalam menyesuaikan

diri terhadap hilangnya pasangan hidup dengan baik.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Lansia A.

1. Pengertian Lansia

  Lansia merupakan tahap terakhir dalam kehidupan seseorang sebelum meninggal. Hurlock (1999: 380) membagi rentang kehidupan terakhir ini dalam dua tahap. Pertama, usia lanjut dini yang berkisar antara usia enam puluh sampai tujuh puluh tahun. Kedua, usia lanjut yang berkisar antara usia tujuh puluh sampai akhir kehidupan seseorang. Tahap akhir dari rentang kehidupan seseorang ini biasanya berupa periode di mana seseorang merasa “beranjak jauh” dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan, atau beranjak dari waktu yang penuh dengan manfaat. James N. Lapsley (dalam Widjojo, 2000: 152) mengatakan, di Amerika Serikat orang yang disebut lansia adalah orang yang berumur antara 65 sampai dengan 70 tahun.

  Sedangkan menurut Gary R. Collins (dalam Widjojo, 2000: 152), lansia berkisar antara 60 sampai dengan 65 tahun.

  Ahli psikologi perkembangan (dalam Santrock, 1995: 193) membagi periode lansia dalam tiga bagian atau sub periode, yaitu:

a. The young old or old age

  dihadapkan pada masalah berkurangnya peran, aktivitas, teman, dan penghasilan sebagai konsekuensi masa pensiun yang juga baru dimasukinya. Lansia pada usia ini juga mengalami kondisi yang mulai menurun tetapi masih memiliki kekuatan untuk beraktivitas.

  b. The old old or late old age (75 years and older) Lansia pada usia ini mengalami penurunan kondisi fisik secara nyata mulai dari tidak berfungsi dengan baik organ-organ tubuhnya sampai munculnya penyakit-penyakit. Produktivitas mengalami penurunan karena daya tahan kerja juga menurun, kecepatan dan ketepatan gerak pun menurun.

  c. The oldest old (85 years and older) Lansia pada usia ini semakin mengalami keterbatasan fisik yang berat, ketergantungan pada orang lain pun juga semakin besar.

  Para ahli perkembangan menyatakan, penting membuat pembagian ini

agar lebih nyata ketika akan membedakan antara the oldest old (85 years and

older) dengan the young old (Santrock, 1997: 194), selain itu juga terdapat

heterogenitas pada setiap periode atau sub periode perkembangan.

  Erikson membagi rentang kehidupan dalam 8 tahap perkembangan

psikososial. Tahap yang terakhir dalam dalam pembagiannya adalah integrity

versus despair yaitu tahap yang dialami pada usia tua atau lansia. Tahap

  

ancaman. Integritas dicapai setelah berhasil menyesuaikan diri dengan

peristiwa hidup dan melakukan refleksi serta evaluasi atas peristiwa hidup

tersebut (Hall dalam Supratiknya, 1993: 154). Lawan integritas adalah

keputusasaan tertentu menghadapi perubahan siklus kehidupan. Keputusasaan

terjadi karena terdapat ketakutan akan kematian dan diperburuk dengan

adanya perasaan bahwa kehidupan ini tidak berarti. Lansia yang terintegrasi

akan mencapai kebahagiaan.

  Peck (dalam Santrock, 1995: 250) mengolah kembali tahapan akhir

Erikson dan membaginya dalam 3 tugas perkembangan yang dihadapi pria

dan wanita saat mereka tua. Pertama, diferensiasi versus kesibukan terhadap

peran (differentiation versus role preoccupation) merupakan tugas

perkembangan di mana lansia harus mendefinisikan nilai dirinya dalam istilah

yang berbeda dari peran-peran kerja. Pada tahap sebelumnya, lansia

menghabiskan waktu dengan bekerja dan anak-anaknya oleh karena itu untuk

mengganti kegiatannya yang hilang itu maka lansia membutuhkan

serangkaian aktivitas yang bernilai. Kedua, kekuatiran pada tubuh versus

kesibukan dengan tubuh (body trancendence versus body preoccupation)

merupakan tugas perkembangan dari Peck di mana lansia harus mengatasi

penurunan kesehatan fisik termasuk penyakit baru yang muncul. Ketiga,

melampaui ego versus kesibukan dengan ego (ego trancendence versus ego tentram dan bahagia karena telah memberi sumbangan untuk masa depan melalui pekerjaan dan pengasuhan anak yang sudah dilakukan.

2. Tugas Perkembangan Lansia

  Havighurst (dalam Hurlock, 1996: 10) menyebutkan tugas-tugas perkembangan usia lanjut adalah sebagai berikut : a. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan.

  b. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan berkurangnya pendapatan (income) keluarga.

  c. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup.

  d. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia.

  e. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan, dan menyesuaikan diri dengan peran social secara luwes.

3. Teori-Teori Penuaan

  Teori-teori mengenai penuaan banyak disampaikan oleh ahli perkembangan, diantaranya adalah mengenai teori-teori sosial mengenai penuaan (dalam Santrock, 1995: 239).

  a. Teori aktivitas (activity theory) Teori ini mengemukakan bahwa semakin lansia melakukan banyak aktivitas dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan, maka semakin harus terus meneruskan peran-peran dan tugas perkembangan selanjutnya dan memelihara hubungan sosial yang baik.

b. Teori rekonstruksi gangguan sosial (social breakdown-reconstruction

  theory) Penuaan dikembangkan melalui fungsi psikologis yang negatif yang dibawa oleh pendangan negatif tentang dunia sosial dari orang- orang lansia dan tidak memadainya penyediaan layanan untuk mereka. Rekonstruksi sosial terjadi dengan mengubah pandangan dunia sosial dari orang-orang lansia dan menyediakan sistem yang mendukung para lansia. Menurut teori ini, gangguan sosial dimulai dari pandangan dunia sosial yang negatif mengakibatkan identifikasi dan pemberian label untuk seseorang sebagai individu yang tidak mampu. Rekonstruksi sosial dapat mengembalikan gangguan sosial. Teori aktivitas dan teori rekonstruksi gangguan sosial menunjukkan

kapasitas dan kompetensi lansia jauh lebih tinggi daripada pengakuan

masyarakat masa lampau.

  Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan yang

dimaksud lansia adalah seseorang yang berumur 60 sampai akhir kehidupan

seseorang atau meninggalnya seseorang di mana pada rentang usia ini

seseorang mengalami kemunduran baik secara fisik maupun mental sehingga berbagai kemunduran yang ia alami ditandai dengan adanya aktivitas yang kontinyu.

B. Penyesuaian Diri terhadap Hilangnya Pasangan Hidup

1. Pengertian Penyesuaian Diri Penyesuaian diri diperlukan dalam menghadapi masalah dalam hidup.

  Calhoun dan Accocella (1990: 13) mendefinisikan penyesuaian diri adalah proses interaksi yang berkelanjutan terhadap diri sendiri, orang lain, serta dunia sekitar. Penyesuaian diri dapat dilakukan dengan mengubah tingkah laku sampai ditemukan reaksi yang tepat, sehingga masalah dapat diselesaikan.

  Ahli-ahli psikologi humanistic seperti Abraham Maslow dan Carl Rogers (dalam Calhoun dan Accocella 1990: 23) mengatakan bahwa penyesuaian yang baik adalah aktualisasi diri, yakni seseorang mampu mengembangkan potensi unik menjadi suatu realisasi yang penuh, oleh karena itu diperlukan konsep diri yang luas dan fleksibel. Penyesuaian diri merupakan suatu proses yang dialami individu dalam usaha melakukan keseimbangan fisiologis dan psikologis serta mendorong dirinya menuju peningkatan diri. Hal tersebut didukung oleh ahli psikologi eksistensial yang menyamakan penyesuaian diri yang baik dengan realisasi potensi diri.

  

hidup. Keberhasilan penyesuaian diri memungkinkan terjadinya keberhasilan

menghadapi perubahan perkembangan selanjutnya.

  Penilaian terhadap penyesuaian diri merupakan penilaian mengenai

kualitas, yaitu penyesuaian diri yang baik dan penyesuaian diri yang buruk

(maladjusment). Calhoun dan Accocella (1990: 16) menyebutkan dalam

mengevaluasi penyesuaian diri ditentukan oleh situasi dan nilai di mana

tingkah laku itu terjadi. Tingkah laku yang dianggap baik dalam satu situasi

tertentu bisa jadi dikatakan tingkah laku yang buruk dalam situasi lain.

  

Penyesuaian diri yang baik berdasar satu set nilai tertentu bisa jadi kelihatan

buruk bagi satu set nilai yang lain.

  Thomae (dalam Monks, dkk., 2001: 339) mengungkapkan bahwa

penyesuaian diri dan keseimbangan akan dapat dicapai bila seseorang dapat

memadukan keinginan dan pengharapannya dengan apa yang ia lihat dan

dialaminya sehingga seseorang dapat mengubah keinginan ataupun

persepsinya. Keseimbangan akan terwujud bila orang tersebut memperoleh

apa yang diinginkannya dan menginginkan apa yang diperolehnya.

  Individu dalam kehidupannya akan mencapai tahap di mana individu

menikah atau berpasangan dengan orang lain. Pada waktu tertentu, individu

juga akan mencapai tahap kehilangan pasangannya. Penyesuaian diri terhadap

hilangnya pasangan hidup merupakan proses penerimaan secara sadar dari lingkungannya karena hal-hal negatif dapat terjadi pada seseorang yang

kehilangan pasangan hidup, antara lain : menjadi sangat perasa dan banyak

menuntut pada orang-orang di sekitarnya. Perhatian dan pengertian dari

lingkungan tempat individu berada dapat membantu individu tersebut dalam

mengatasi perasaan sedih, perasaan kesepian, bahkan stress yang dapat muncul akibat hilangnya pasangan hidup (Santrock, 1995: 271).

2. Aspek-Aspek Penyesuaian Diri

  Penyesuaian diri dapat dibedakan menjadi dua, yaitu penyesuaian diri yang baik dan penyesuaian diri yang buruk. Vembriarto (1993: 17) mengemukakan kriteria-kriteria penyesuaian diri. Kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut : a. Kepuasan psikis

  Penyesuaian diri yang baik akan menimbulkan kepuasan psikis sehingga menimbulkan kebahagiaan, yang tampak dengan tidak terdapatnya perasaan kecewa, gelisah, lesu, depresi, dan tidak bersemangat.

  b. Efisiensi kerja Penyesuaian diri yang baik akan tampak dalam kerja atau kegiatan yang efisien. Aktivitas yang dilakukan, merupakan aktivitas yang berdasarkan minat yang kuat dan mampu menikmatinya, sehingga mampu

  c. Gejala fisik Penyesuaian diri yang baik akan memunculkan gejala fisik yang positif dan sehat, tidak mudah sakit kepala ataupun perut, tidak mengalami gangguan pencernaan, dan gejala fisik yang positif lainnya.

  d. Penerimaan sosial Penyesuaian diri yang baik akan menimbulkan reaksi setuju dari masyarakat sehingga akan tampak adanya dukungan sosial. Individu mampu berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan, dan membangun relasi yang baik dengan orang lain.

3. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri

  Penyesuaian diri merupakan suatu proses mental dan tingkah laku yang mendorong seseorang untuk melakukan reaksi terhadap kejadian-kejadian dalam kehidupan. Reaksi yang dilakukan sesuai dengan keinginan yang berasal dari dalam diri dan dapat diterima oleh lingkungannya. Kemampuan penyesuaian diri antara individu satu dengan yang lain dapat berbeda-beda tingkatnya. Schneiders (1964: 122) menyebutkan faktor – faktor yang dapat

mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri antara lain :

  a. keadaan fisik dan faktor genetik yang diturunkan meliputi: persyarafan, kelenjar, otot – otot, serta kesehatan dan penyakit yang menurun.

b. Perkembangan kematangan, khususnya kematangan intelektual, sosial,

  

c. Faktor psikologis meliputi: pengalaman belajar, kondisioning, frustrasi,

konflik, dan self determination.

  

d. Kondisi lingkungan meliputi: rumah, keluarga, sekolah, dan lingkungan

pergaulan.

  

e. Faktor kebudayaan yang berlaku di rumah, keluarga, lingkungan

pergaulan, dan sekolah.

  Sedangkan Darajad (1996: 24-27) menyatakan bahwa faktor yang

mempengaruhi penyesuaian diri lebih banyak berasal dari internal individu

yang bersangkutan seperti:

  a. frustrasi (tekanan terhadap perasaan)

  b. konflik (pertentangan batin)

  c. kecemasan Penyesuaian diri secara terus menerus diupayakan oleh setiap individu

untuk mencapai keseimbangan hidup setelah mengalami perubahan, salah

satunya adalah penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup. Faktor-

faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan

hidup antara lain adalah sebagai berikut : a. Kondisi ekonomi

Individu yang menjanda (duda ataupun janda) akan mengalami

berkurangnya pendapatan. Berkurangnya pendapatan dapat mempengaruhi

  

yang sebelumnya bergantung pada penghasilan pasangan hidup (Santrock,

1995: 229; Hurlock, 1999: 425) b. Lamanya ditinggalkan pasangan hidup Lamanya ditinggalkan pasangan hidup merupakan faktor yang

mempengaruhi penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup terlebih

yang sangat dicintai karena akan meninggalkan duka cita. Fase duka cita

menurut Averill (dalam Santrock, 1995: 272) adalah terkejut, putus asa, dan

pulih kembali. Fase pertama, terkejut, orang yang ditinggalkan akan merasa

terkejut, tidak percaya, dan lumpuh emosi, serta menolak, sehingga akan

membuatnya sering menangis, atau bahkan mudah marah dan tersinggung.

  

Fase ini biasanya terjadi 1 – 3 hari setelah kematian orang yang disayangi.

Fase kedua, putus asa, ditandai dengan perasaan sakit yang berkepanjangan

atas kematian, memori yang indah, kesedihan, kegelisahan, susah tidur, dan

mudah tersinggung. Fase putus asa ini dapat terjadi beberapa minggu saja,

tetapi ada yang mengalami 1 – 2 tahun setelah kematian. Fase ketiga, pulih

kembali, biasanya terjadi 1 tahun setelah kematian. Fase pulih kembali

diiringi dengan penerimaan dan meningkatnya aktivitas kembali sehingga

semakin waktu berjalan, diharapkan seseorang yang kehilangan pasangan

dapat menyesuaikan diri kembali.

c. Tempat tinggal atau lingkungan

  individu yang ada di dalamnya (Vembriarto, 1993: 22). Individu

menyesuaikan diri dengan cara-cara yang dapat diterima oleh lingkungannya,

sehingga dukungan dan penerimaan sosial turut membantu lansia dalam menyesuaikan diri terhadap hilangnya pasangan hidup.

  Dari beberapa uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa penyesuaian diri dipengaruhi oleh faktor internal berupa faktor fisik, psikis,

dan kognitif serta faktor eksternal berupa kondisi lingkungan sekitar individu,

rumah, keluarga, lingkungan pergaulan, dan kebudayaan yang berlaku

didalamnya. Penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup dipengaruhi

oleh kondisi ekonomi, lamanya ditinggalkan pasangan hidup, dan lingkungan

tempat tinggal.

4. Ciri – Ciri Penyesuaian Diri Yang Baik

  Penyesuaian diri yang efektif dapat memberikan pengaruh yang positif,

seperti tercapainya kepuasan hidup dan tujuan hidup. Individu dapat mencapai

kesejahteraan psikologis yang diinginkan. Penyesuaian diri yang efektif

menjadi tanda adanya kemampuan individu dalam menyesuaikan diri terhadap

apa yang sedang dihadapinya.

  Warga (1983: 24) menyebutkan ciri – ciri individu yang dapat menyesuaikan diri dengan baik yaitu:

a. Memperlakukan orang lain sebagai individu.

  d. Mampu menikmati banyak hal.

  e. Mampu memecahkan masalah internal dan eksternal.

  f. Mengenal dengan baik, memahami, dan menerima orang lain.

  g. Melakukan aktivitas yang sesuai minatnya.

  h. Emosi yang dimiliki stabil.

i. Rasa ingin tahu terhadap banyak hal cukup besar.

  Haber dan Ruyon (1984: 10-18) mengungkapkan cirri-ciri penyesuaian diri yang sehat sebagai berikut : a. Terdapatnya akurasi persepsi terhadap realitas.

  b. Mampu mengatasi stress dan kecemasan.

  c. Mempunyai self image yang positif.

  d. Mampu mengekspresikan emosi secara tepat.

  e. Mampu menjalin hubungan interpersonal dengan baik.

  Hurlock (1999: 258) menjabarkan ciri – ciri individu yang mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan baik sebagai berikut: a. Mampu dan bersedia bertanggung jawab.

  

b. Mampu perpartisipasi dalam kegiatan yang sesuai dengan tingkatan

usianya.

  c. Mampu mengatasi masalah dengan segera.

  

d. Mampu mengambil keputusan tanpa konflik dan banyak pertimbangan f. Mempunyai sikap sesuai dengan situasi dan kondisinya.

  g. Mampu menunjukkan kemampuan afeksinya berupa kasih sayang dan empatinya secara langsung.

  h. Mampu menunjukkan reaksi emosi secara positif.

i. Mampu menerima kenyataan hidupnya sendiri.

  j. Mempunyai konsentrasi pada tujuan yang hendak dicapai.

  Uraian mengenai ciri – ciri individu yang dapat menyesuaikan diri dengan baik di atas dapat disimpulkan bahwa individu yang mempunyai kemampuan yang baik dalam menyesuaikan diri adalah individu yang dapat mengatasi diri dan masalah yang sedang dihadapi dengan cara yang tepat tanpa mengganggu aktivitas ataupun hubungannya dengan orang lain.

  Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan yang dimaksud

dengan penyesuaian diri merupakan proses tercapainya keseimbangan antara apa

yang diinginkan individu dan harapannya dengan apa yang dilihat dan dialami

individu. Penyesuaian diri merupakan proses yang berkelanjutan antara diri

sendiri, orang lain, dan dunia sekitar. Penyesuaian diri dilakukan untuk

menghadapi perubahan dalam perkembangan lingkungan. Penyesuaian diri yang

baik ditandai dengan adanya indikasi sebagai berikut: 1). kepuasan psikis

  2). efisiensi kerja

C. Penyesuaian Diri Terhadap Hilangnya Pasangan Hidup Pada Lansia

  Penyesuaian diri merupakan proses tercapainya keseimbangan antara apa yang diinginkan individu dan harapannya dengan apa yang dilihat dan dialami individu dan merupakan proses yang berkelanjutan antara diri sendiri, orang lain, dan dunia sekitar. Penyesuaian diri dipengaruhi oleh faktor internal berupa faktor fisik, psikis, dan kognitif serta faktor eksternal berupa kondisi lingkungan sekitar individu, rumah, keluarga, lingkungan pergaulan, beserta kebudayaan yang berlaku didalamnya. Ciri – ciri individu yang dapat menyesuaikan diri dengan baik adalah individu yang dapat mengatasi diri dan masalah yang sedang dihadapi dengan cara yang tepat tanpa mengganggu aktivitas ataupun hubungannya dengan orang lain.

  Penyesuaian diri yang baik ditandai dengan adanya indikasi kepuasan psikis, efisiensi kerja, gejala fisik, dan penerimaan sosial. Penyesuaian diri yang baik akan menimbulkan kepuasan psikis sehingga menimbulkan kebahagiaan, yang tampak dengan tidak terdapatnya perasaan kecewa, gelisah, lesu, depresi, dan tidak bersemangat. Penyesuaian diri yang baik juga akan tampak dalam kerja atau kegiatan yang efisien. Aktivitas yang dilakukan, merupakan aktivitas yang berdasarkan minat yang kuat dan mampu menikmatinya, sehingga mampu menciptakan produktivitas yang stabil bahkan cenderung meningkat. Gejala fisik yang positif dan sehat, tidak mudah sakit kepala ataupun perut, tidak mengalami

  

akan tampak adanya dukungan sosial. Individu mampu berpartisipasi dalam

kegiatan kemasyarakatan, dan membangun relasi yang baik dengan orang lain.

  Individu dalam kehidupannya akan mencapai tahap di mana individu

menikah atau berpasangan dengan orang lain. Pada waktu tertentu, individu juga

akan mencapai tahap kehilangan pasangannya. Peristiwa hilangnya pasangan

hidup dapat terjadi kapan saja, dapat terjadi ketika seseorang masih dalam tahap

usia dewasa maupun lansia. Hilangnya pasangan dapat dikarenakan oleh peristiwa

perceraian maupun peristiwa kematian, akan tetapi pada lansia, kehilangan

pasangan hidup lebih banyak dikarenakan oleh peristiwa kematian (Hurlock,

1999: 425; Zimbardo, 1979: 218).

  Lansia melakukan penyesuaian diri terhadap perubahan yang ia alami

salah satunya penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup. Upaya

penyesuaian diri pada lansia meliputi penerimaan secara sadar dari individu

terhadap lingkungan, baik secara fisik, psikis, maupun sosial sesuai dengan

kondisi yang dimiliki dan membutuhkan perhatian dan pengertian dari

lingkungannya (Abbas, 1999: 2) karena hal-hal negatif dapat terjadi pada lansia,

antara lain : menjadi sangat perasa dan banyak menuntut pada orang-orang di

sekitarnya. Lain halnya dengan lansia yang memiliki kematangan sebagai

individu. Lansia yang matang dapat mengalami vitalitas yang baru, harapan baru,

dan perhatian baru, yang memungkinkan lansia tersebut menerima dan

  Kemampuan dan jenis penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan

hidup pada lansia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah

jenis kelamin dan kondisi ekonomi, lamanya sudah ditinggalkan pasangan, serta

lingkungan tempat tinggal.

  Troll (dalam Zimbardo, 1979: 218) mengungkapkan bahwa kehilangan

pasangan hidup karena kematian lebih banyak terjadi pada lansia dan lebih

banyak dialami oleh wanita daripada pria. Hal ini disebabkan karena beberapa

sebab. Pertama, usia wanita ketika menikah lebih muda daripada pria. Kedua,

wanita mempunyai harapan hidup lebih panjang daripada pria. Ketiga, duda yang

masih muda akan senang menikah lagi daripada janda karena suami tergantung

pada istri dalam hal pemenuhan kebutuhan makanan, perawatan rumah, dan tugas

  • – tugas ibu rumah tangga yang lain; selain itu istri juga sering lebih bertanggung

    jawab menjaga hubungan dengan keluarga dan sanak saudara. Sedangkan

    menurut Hurlock (1999: 425), jenis kelamin lansia dalam menyesuaikan diri

    dibedakan karena antara pria dan wanita mengalami masalah yang berbeda dalam

    menghadapi hilangnya pasangan karena pasangan meninggal. Wanita mengalami

    masalah karena kesepian dan pendapatan yang berkurang, sedangkan pria karena

    merasa kesepian.

  Pria merasa kesepian seiring dengan menyusutnya kegiatan dan merasa

tidak siap untuk hidup menyendiri serta mengatur hidupnya yang biasanya ia

  

terbiasa bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri atau apabila ia memiliki

pensiun.

  Wanita merasa kesepian ketika ia tidak lagi memiliki pasangan hidup, ia

akan mengalami kurangnya pendapatan. Wanita, terlebih dalam budaya timur,

hidup bersama pasangan dan banyak bergantung pada penghasilan suami

sehingga mengalami masalah dalam hal perekonomiannya ketika sudah tidak

memiliki suami, meskipun ada juga yang dapat hidup secara mandiri karena

memiliki pekerjaan. Wanita lebih dapat menyesuaikan diri dengan keluarga

anaknya apabila ia harus tinggal bersama. Hal ini dapat disebabkan karena wanita

pada umumnya memiliki sifat keibuan yang lebih tinggi (Kartono, 1980: 142).

  

Wanita mencurahkan hidupnya untuk keluarganya karena keluarga merupakan

sumber kepuasan dan harga diri (Calhoun and Acocella, 1996: 439).

  Atwater (1979: 414) menyatakan bahwa wanita lebih siap menyesuaikan

diri kehilangan pasangan hidup daripada pria meskipun duda biasanya lebih baik

secara finansial daripada janda, tetapi duda lebih sulit menghadapi tugas-tugas

rumah tangga.

  Lamanya ditinggalkan pasangan hidup merupakan faktor yang

mempengaruhi penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup terlebih yang

sangat dicintai karena akan meninggalkan duka cita. Fase duka cita menurut

Averill (dalam Santrock, 1995: 272) adalah terkejut, putus asa, dan pulih kembali.

  

menangis, atau bahkan mudah marah dan tersinggung. Fase ini biasanya terjadi 1

  • – 3 hari setelah kematian orang yang disayangi. Fase kedua, putus asa, ditandai

    dengan perasaan sakit yang berkepanjangan atas kematian, memori yang indah,

    kesedihan, kegelisahan, susah tidur, dan mudah tersinggung. Fase putus asa ini

    dapat terjadi beberapa minggu saja, tetapi ada yang mengalami 1 – 2 tahun setelah

    kematian. Fase ketiga, pulih kembali, biasanya terjadi 1 tahun setelah kematian.

    Fase pulih kembali diiringi dengan penerimaan dan meningkatnya aktivitas

    kembali sehingga semakin waktu berjalan, diharapkan seseorang yang kehilangan

    pasangan dapat menyesuaiakan diri kembali.

  Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian

diri karena lingkungan memberikan batasan-batasan terhadap individu yang ada

di dalamnya (Vembriarto, 1993: 22). Individu menyesuaikan diri dengan cara-

cara yang dapat diterima oleh lingkungannya, sehingga dukungan dan penerimaan

sosial turut membantu lansia dalam menyesuaikan diri terhadap hilangnya

pasangan hidup.

  Atwater (1979: 415) mengungkapkan bahwa teman memegang peranan

penting dalam menghadapi kesendirian dan perasaan kesepian pada lansia yang

kehilangan pasangan hidup karena teman dapat menjadi tempat berbagi kisah bagi

lansia.

  Lingkungan tempat tinggal lansia sangat beragam. Lansia dapat tinggal di dukungan dari keluarga sebagai tempat bergantung yang terdekat. Hubungan yang baik di antara semua anggota keluarga merupakan suatu kebahagiaan yang besar bagi lansia. Lansia juga dapat memilih tinggal di panti sosial tresna wreda karena alasan-alasan tertentu (Monks, dkk., 2001: 351).

  Penelitian ini mengambil lansia yang tinggal di rumah sendiri bersama keluarga sebagai subjek penelitian.

D. Pertanyaan Penelitian

  Pertanyaan penelitian yang muncul dalam penelitian ini adalah :

  1. Bagaimanakah penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia?

  2. Apakah ada perbedaan penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia antara lansia pria dan lansia wanita?

  LANSIA Faktor-faktor yang mempengaruhi Kehilangan Pasangan Hidup penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup :

  • Kondisi ekonomi PENYESUAIAN DIRI
  • Lama

    Aspek-aspek :

    ditingga>kepuasan psikis pasangan hidup
  • efisiensi k>Tempat tinggal
  • gejala fisik atau lingkungan
  • penerimaan sosial

    Skema 1: Proses Penyesuaian Diri Terhadap Hilangnya Pasangan Hidup Pada Lansia

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif tentang

  

penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia. Penelitian

deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau

memberi gambaran terhadap satu objek penelitian melalui data sampel atau

populasi sebagaimana adanya, dengan melakukan analisis dan membuat

kesimpulan yang berlaku secara umum (Sugiyono, 2000: 29).

  Suryabrata (1998: 18) mengatakan bahwa tujuan penelitian deskriptif

adalah untuk membuat penjabaran secara sistematis, faktual, dan akurat

mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.

  Berdasarkan teori tersebut maka penelitian ini menggunakan data

kuantitatif yaitu data yang diperoleh melalui analisis skor jawaban subjek pada

skala sebagaimana adanya. Hal ini ditujukan untuk menggambarkan

penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia dan membuat

kesimpulan secara umum berdasarkan skor item pada skala penyesuaian diri

terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia.

B. Identifikasi Variabel Penelitian

  Variabel-variabel yang tercakup dalam penelitian ini adalah

  1. Variabel utama atau pokok Penyesuaian diri lansia terhadap kematian pasangan hidup pada lansia

2. Variabel kontrol

  a. jenis kelamin lansia (pria dan wanita)

  b. tempat tinggal lansia (non panti)

  c. lama ditinggalkan pasangan (1-3 tahun)

  d. status ekonomi (punya penghasilan sendiri)

C. Definisi Operasional Variabel Penelitian

1. Variabel utama atau pokok

  Variabel utama atau pokok dalam penelitian ini adalah penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia. Penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia merupakan proses penerimaan secara sadar dari individu terhadap lingkungan, baik secara fisik, psikis, maupun sosial sesuai dengan kondisi yang dimiliki dan membutuhkan perhatian dan pengertian dari lingkungannya karena hal-hal negatif dapat terjadi pada lansia, antara lain : menjadi sangat perasa dan banyak menuntut pada orang-orang di sekitarnya. Aspek-aspek penyesuaian diri yang akan a. Kepuasan psikis, di mana penyesuaian diri yang baik akan menimbulkan kepuasan psikis sehingga menimbulkan kebahagiaan, yang tampak dengan tidak terdapatnya perasaan kecewa, gelisah, lesu, depresi, dan tidak bersemangat.

  b. Efisiensi kerja, di mana penyesuaian diri yang baik akan tampak dalam kerja atau kegiatan yang efisian. Aktivitas yang dilakukan, merupakan aktivitas yang berdasarkan minat yang kuat dan mampu menikmatinya, sehingga mampu menciptakan produktivitas yang stabil bahkan cenderung meningkat.

  c. Gejala fisik, di mana penyesuaian diri yang baik akan memunculkan gejala fisik yang positif dan sehat, tidak mudah sakit kepala ataupun perut, tidak mengalami gangguan pencernaan, dan gejala fisik yang positif lainnya.

  d. Penerimaan sosial, di mana penyesuaian diri yang baik akan menimbulkan reaksi setuju dari masyarakat sehingga akan tampak adanya dukungan sosial. Individu mampu berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan, dan membangun relasi yang baik dengan orang lain. Untuk mengukur penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup

pada lansia yang diungkap dengan 4 aspek ini dengan menggunakan skala

  

peneliti. Skor rendah mengindikasikan penyesuaian diri yang cenderung

negatif atau buruk, sebaliknya skor tinggi mengindikasikan penyesuaian diri

yang positif atau baik.

2. Variabel kontrol

  Variabel kontrol dalam penelitian ini yaitu :

  a. Tempat tinggal lansia Penelitian ini menggunakan subjek penelitian lansia yang

tinggal atau hidup di rumah sendiri bersama keluarga (non panti).

  b. Lama ditinggal pasangan Penelitian ini menggunakan subjek penelitian lansia yang sudah pernah menikah dan sudah ditinggalkan pasangannya kurang dari 3 tahun. Pada kurun waktu tersebut seseorang yang sudah ditinggalkan sedang mengalami masa penyesuaian dan proses penerimaan akan kepergian pasangannya untuk selama-lamanya. Seseorang mengalami fase putus asa dan kesedihan ditinggalkan pasangan.

  c. Status ekonomi Ekonomi merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan bagi setiap orang. Penelitian ini menggunakan subjek penelitian yang memiliki penghasilan sendiri (bukan berasal dari penghasilan mempunyai penghasilan dari pensiun, maka pensiun tersebut merupakan pensiun sendiri (hasil dari pekerjaan subjek di masa lampau katika subjek masih bekerja). Hal ini untuk mengurangi bias yang dapat mempengaruhi variabel utama.

D. Subjek Penelitian

  Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah lansia yang sudah tidak mempunyai pasangan hidup karena pasangannya meninggal.

  Metode pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu mengambil sejumlah sampel dengan mengikuti ciri-ciri yang diketahui sebelumnya.

  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah lansia yang memenuhi ciri-ciri sebagai berikut : a. Lansia dengan umur 60-75 tahun

  b. Jenis kelamin pria dan wanita

  c. Dapat diajak berkomunikasi dengan baik

  d. Pernah menikah dan saat ini sudah tidak memiliki pasangan karena suami atau istrinya meninggal e. Lama ditinggalkan pasangan hidupnya di bawah 3 tahun

  f. Mempunyai penghasilan dari pekerjaannya sendiri

E. Metode Pengumpulan Data

  Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode rating yang dijumlahkan (method of summate rating) atau populasi dengan nama penskalaan respons atau penskalaan Likert (Gable dalam Azwar, 2003: 46). Metode ini merupakan metode pengukuran sikap yang mengusahakan respon subjek sebagai dasar penentuan nilai skala 4 kategori kesesuaian dan ketidaksesuaian. Skala terdiri dari sejumlah item favorable dan unfavorable. Ketentuan penilaian adalah sebagai berikut: Favorable

  

Sangat Sesuai (SS) : apabila subjek memberi respon ini mendapat nilai 4

Sesuai (S) : apabila subjek memberi respon ini mendapat nilai 3

Tidak Sesuai : apabila subjek memberi respon ini mendapat nilai 2

Sangat Tidak Sesuai (STS): apabila subjek memberi respon ini mendapat nilai 1

  Unfavorable

Sangat Sesuai (SS) : apabila subjek memberi respon ini mendapat nilai 1

Sesuai (S) : apabila subjek memberi respon ini mendapat nilai 2

Tidak Sesuai (TS) : apabila subjek memberi respon ini mendapat nilai 3

Sangat Tidak Sesuai (STS): apabila subjek memberi respon ini mendapat nilai 4

  Maka bila seseorang mempunyai penyesuaian diri yang baik akan

mendapat skor yang tinggi dan sebaliknya, apabila seseorang mempunyai

penyesuaian diri yang buruk memiliki skor yang rendah.

  Modifikasi skala Likert yang terdiri dari 4 kategori jawaban

dimaksudkan untuk menghilangkan kelemahan yang dikandung oleh skala 5

tingkat atau yang disebut central tendering effect di mana kategori netral

mempunyai arti ganda, yakni dapat diartikan belum mampu memutuskan,

atau bisa juga netral atau ragu-ragu (Hadi, 1991: 47). Tersedianya jawaban di

tengah juga menimbulkan kecenderungan menjawab ke tengah terutama bagi

mereka yang ragu-ragu atas kecenderungan arah jawaban sehingga akan

menghilangkan banyak data penelitian bahkan dapat mengurangi informasi

yang sesungguhnya dapat diperoleh dari responden. Item disusun secara acak

dengan maksud agar subjek menjawab atau memberikan respon secara

spontan, tidak dipengaruhi oleh item-item yang lain, yang kemungkinan

disebabkan adanya pengelompokan.

  Tabel 1 Blue print item sebelum uji coba Penyesuaian Diri terhadap Kehilangan Pasangan Hidup pada Lansia No Komponen aspek yang hendak diukur Nomor pernyataan

  Jumlah Favorable Unfavorable

  1. Penyesuaian diri Kepuasan psikis 1,2,4,10,12,15, 20, 22,33

  3,5,11,14,16,23, 37,44,53

  18

  2. Efisiensi kerja 8,17,18,29,30, 34,36,55,57 6,7,9,19,32,56,5 8,67,68

  18

  3. Gejala fisik 24,25,26,28,41, 51,52,54,60 27,31,35,38,39, 40,45,46,59

  18

  4. Penerimaan sosial 13,43,47,48,49, 50,61,64,69 21,42,62,63,65, 66,70,71,72

  18 Jumlah 36

  36

  72 F. Pertanggungjawaban Mutu

1. Validitas

  Validitas merupakan tingkat kemampuan suatu alat penelitian untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur atau ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur tersebut (Azwar,2003: 99).

  Validitas isi suatu alat ukur harus menjawab pertanyaan “sejauh mana item-item alat ukur mencakup keseluruhan situasi yang ingin diukur oleh alat ukur tersebut”. Sejauh mana suatu alat ukur memiliki validitas isi ditetapkan

  

atas pertimbangan subjektif individual, dan prosedur validasinya tidak

melibatkan perhitungan statistik apapun (Azwar, 1986: 57). Penelitian ini

menggunakan prosedur validasi isi berdasarkan professional judgement yang

dilakukan oleh dosen pembimbing.

2. Seleksi item

  Seleksi item bertujuan untuk meningkatkan kualitas skala psikologi

karena kualitas skala psikologi ditentukan oleh kualitas item yang ada

didalamnya. Prosedur seleksi item dapat dilakukan dengan analisis dan

seleksi berdasarkan evaluasi kualitatif yang melihar apakah item yang ditulis

sudah sesuai dengan blue print dan indikator atau komponen perilaku yang

hendak diungkapnya, melihat apakah item telah ditulis sesuai dengan kaidah

penulisan yang benar, dan melihat apakah item yang ditulis masih

mengandung social desirability yang tinggi. Prosedur ini dapat dilakukan

oleh suatu panel ahli (Azwar, 2002: 55). Setelah dilakukan evaluasi kualitatif,

tahap selanjutnya adalah seleksi item berdasarkan data empiris atau data hasil

uji coba item pada kelompok subjek yang karakteristiknya setara dengan

subjek yang hendak dikenai skala itu nantinya dengan melakukan analisis

secara kuantitatif terhadap parameter item.

Prosedur seleksi item dapat dilakukan dengan melihat daya

diskriminasinya. Daya diskriminasi ini diperlihatkan oleh indeks atau

  

dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan penghitungan koefisien

it

korelasi item total (r ). Koefisien korelasi item total adalah koefisien korelasi

antara item dan skor total yang merupakan indeks validitas item dalam arti

kesesuaian item dengan skor total dalam membedakan subjek yang mendapat

skor tinggi dan yang mendapat skor rendah (Azwar, 1986: 75). Item yang

dikatakan telah dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap suatu alat

ukur memiliki koefisien yang berkisar antara 0,30-0,50 (Cronbach dalam

Azwar, 2002: 103).

  Uji coba terhadap skala penelitian ini dilakukan pada tanggal 10

Agustus 2005 sampai 1 Oktober 2005. Subjek yang dikenakan alat ukur

berdomisili di Kabupaten Bantul. Analisa yang dilakukan menggunakan

program SPSS 12.0 for windows.

  Item sebanyak 72 buah diujicobakan terhadap 58 subjek menunjukkan

koefisien korelasi item total yang bergerak antara – 0,528 sampai 0,829. item

yang memiliki nilai koefisien korelasi item total di bawah 0,30 sebanyak 10

buah, yaitu item nomor 4, 12, 22, 47, 48, 49, 53, 60, 64, dan 66. Selanjutnya

item yang digunakan dalam penelitian adalah item yang memiliki nilai

koefisien di atas 0,30. Dari 62 item lulus uji coba diambil sebanyak 40 buah

item karena menghindari kejenuhan responden dalam pengisian skala terlebih

skala ini mengukur tentang penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia. Masing-masing komponen yang hendak diukur terdiri dari 10 buah item, 5 favorabel dan 5 unfavorabel.

  Tabel 2 Blue print item setelah uji coba Penyesuaian Diri terhadap Kehilangan Pasangan Hidup pada Lansia Nomor pernyataan Komponen aspek yang hendak

  No Jml diukur Favorable Unfavorable

  1. Kepuasan psikis 1, 4, 9, 10, 20 3, 8, 11, 17, 30

  10

  2. Penyesuaian Efisiensi kerja 5, 7, 15,18, 25 2, 12, 16, 37, 39

  10 diri

  3. Gejala fisik 6, 13, 21, 34, 38 14, 23, 26, 29, 40

  10

  4. Penerimaan sosial 19, 24, 27, 31, 33 22, 28, 32, 35, 36

  10 Jumlah 20

  20

  40

3. Reliabilitas Reliabilitas adalah keajegan atau stabilitas hasil pengukuran.

  Reliabilitas sebenarnya mengacu pada konsistensi atau keterpercayaan hasil ukur, yang mengandung makna kecermatan pengukuran. Sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek dalam diri subjek yang hedak diukiur belum berubah (Azwar, 2003: 83).

  Dalam penerapannya, reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas. Pengujian reliabilitas alat ukur dilakukan dengan teknik

pengujian konsistensi internal (menganalisis konsistensi antar item) Alpha

Cronbach. Pendekatan Alpha mempunyai nilai praktis dan efisiensi tinggi

karena hanya didasarkan pada pengukuran satu kali pada sekelompok individu sebagai subjek penelitian (single trial administration). Nilai reliabilitas skala dianggap memuaskan apabila koefisien Alpha lebih dari

0,90 karena dengan demikian perbedaan atau variasi yang tampak pada skor

tes tersebut mampu mencerminkan 90 % dari variasi yang terjadi pada skor

murni subjek yang bersangkutan, dan 10 % dari perbedaan skor yang tampak

disebabkan oleh variasi error pengukuran (Azwar, 2003: 86). Alat ukur yang

digunakan dalam penelitian ini mendapatkan hasil berupa koefisien Alpha

Cronbach sebesar 0,970.

G. Analisis Data

  Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan

penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia, maka uji

statistik yang digunakan adalah metode statistik deskriptif, meliputi penyajian

data melalui tabel, penghitungan modus, median, mean, dan standar deviasi.

  

Mean adalah nilai rata-rata hitung dari suatu kelompok. Modus adalah nilai adalah nilai tengah setelah data diurutkan dari yang terkecil sampai terbesar atau sebaliknya.

  Hasil penelitian ditentukan dengan membandingkan antara mean teoritik dan mean empirik. Untuk mengetahui data teoritik maka dilakukan perhitungan sebagai berikut :

  a. Skor maksimum : 40 x 4 = 160

  b. Skor minimum : 40 x 1 = 40

  c. Range : 160 – 40 = 120

  d. SD : 120 = 20 -----

  6

  e. Mean teoritik : 160 + 40

  • ----------- = 100

2 Data teoritik di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

  a. Skor maksimum : skor paling tinggi yang mungkin diperoleh subjek pada skala, dalam hal ini X max teo 4 b. Skor minimum : skor paling rendah yang mungkin diperoleh subjek pada skala. Dalam hal ini X min teo 1 c. Range : luas jarak sebaran antara skor maksimum dan skor minimum d. Standar deviasi (SD) : luas jarak sebaran yang dibagi dalam 6 satuan standar deviasi

e. Mean teoritik : rata-rata teoritik dari skor maksimum dan skor minimum.

  Selain analisis statistik deskriptif, penelitian ini ingin melihat apakah

ada perbedaan penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada

lansia antara pria dan wanita, maka digunakan analisis uji t sebagai bentuk

pembuktiannya. Adapun rancangan penyajian dalam tabel perbandingan

mean empirik dan mean teoritik adalah sebagai berikut :

  Tabel 3 Perbandingan Mean Empirik dan Mean Teoritik Mean teoritik

  Mean empirik Keterangan Pria 100 X1

  Penyesuaian diri positif bila mean empirik > mean teoritik Wanita 100

  X2 Penyesuaian diri positif bila mean empirik > mean teoritik Total 100 Xtot Penyesuaian diri positif bila mean empirik > mean teoritik Keterangan : X1 = besarnya mean empirik pria

  X2 = besarnya mean empirik wanita Xtot = besarnya mean empirik seluruh data penelitian Uji t dilakukan untuk pembuktian ada atau tidaknya perbedaan

penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia pria dan

wanita. Apabila mean empirik pria > mean empirik wanita maka penyesuaian

diri pria lebih baik dari wanita.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2006 sampai dengan 4 Februari 2006 di Kecamatan Bambanglipuro, Kecamatan Pandak, dan Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul dengan menggunakan surat izin

  penelitian dari Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma dengan nomor surat 95a/D/Psi/USD/ix/2005 untuk subjek penelitian. Subjek penelitian memiliki karakteristik sesuai dengan tujuan dan sasaran penelitian yakni lansia dengan umur 60 – 75 tahun, jenis kelamin pria dan wanita, lama ditinggalkan pasangan hidupnya karena meninggal maksimal 3 tahun, tinggal di rumah, dan mempunyai penghasilan sendiri dari pekerjaan sendiri, apabila subjek mendapat penghasilan berupa pensiun, maka pensiun tersebut adalah hasil dari pekerjaan subjek di masa lalu.

  Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan door to door dengan informasi awal tentang ciri-ciri subjek yang diinginkan dalam penelitian yang sesungguhnya dari bantuan beberapa teman, dan kerabat peneliti. Sebelum subjek diberikan skala peneliti melakukan wawancara singkat untuk mengetahui data awal berupa kriteria subjek penelitian yang sesuai dengan

  Skala yang disebarkan dalam penelitian ini sebanyak 70 eksemplar untuk 70 responden, akan tetapi 2 responden gugur karena tidak mengembalikan skala sehingga tersisa 68 responden sebagai subjek penelitian yang terdiri dari 32 orang pria dan 36 orang wanita. Seluruh subjek penelitian yang di dapat mempunyai Suku Bangsa Jawa. Tiap eksemplar terdiri dari petunjuk pengisian dan skala penyesuaian diri sebanyak 40 item yang terdiri dari 20 item favourable dan 20 item unfavourable.

B. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Subjek Penelitian

  

Berikut ini adalah tabel yang berisi deskripsi subjek penelitian:

Tabel 4 Deskripsi Data Subjek Penelitian Berdasarkan Usia Subjek

  Usia Jenis kelamin Jumlah (dalam tahun) Pria Wanita 60 – 64 10 (14,70%) 11 (16,18%) 21 (30,88%)

  65 – 69 12 (17,65%) 18 (26,47%) 30 (44,12%) 70 – 74 9 (13,24%) 7 (10,29%) 16 (23,53%) 75 – 80 1 (1,47%) 0 (0%) 1 (1,47%) Jumlah 32 (47,06%) 36 (52,94%) 68 (100%)

  Tabel 5 Deskripsi Data Subjek Penelitian Berdasarkan Lama Ditinggalkan Pasangan Hidup Lamanya ditinggalkan pasangan hidup (dalam bulan)

  12 (17,65%) W (0%)

  75 – 80 P (0%) 1 (1,47%) (0%) (0%) (0%)

  2 (2,94%) 7 (10,29%)

  

2

(2,94%)

1 (1,47%)

  1 (1,47%) 1 (1,47%)

  9 (13,23%) W

  

3

(4,41%)

3 (4,41%) (0%)

  1 (1,47%) 2 (2,94%)

  18 (26,46%) 70 – 74 P

  3 (4,41%) 3 (4,41%)

  5 (7,36%)

7

(10,29%)

  2 (2,94%) 2 (2,94%)

  Jenis kelamin Jumlah Pria Wanita

1 – 5 9 (13,24%) 6 (8,82%) 15 (22,06%)

6 – 10 5 (7,352%) 8 (11,764%) 13 (19,116%)

  4 (5,88%) (0%)

4

(5,88%)

  11 (16,18%) 65 – 69 P

  

3

(4,41%) (0%) 1 (1,47%)

  5 (7,36%) 2 (2,94%)

  W

  1 (1,47%) 10 (14,71%)

  

2

(2,94%)

1 (1,47%)

  4 (5,88%) 2 (2,94%)

  Lama ditinggalkan pasangan hidup Jumlah 1 – 5 6 – 10 11 – 15 16 – 20 21 – 25 60 – 64 P

  Tabel 6 Deskripsi Data Subjek Penelitian Berdasarkan Usia dan Lama Ditinggalkan Pasangan Hidup Usia dan Jenis kelamin

  

11 – 15 9 (13,24%) 10 (14,71%) 19 ( 27,95%)

16 – 20 6 (8,82%) 4 (5,88%) 10 (14,7%)

21 – 25 3 (4,41%) 8 (11,764%) 11 (16,174%)

Jumlah 32 (47,062%) 36 (52,938%) 68 (100%)

  1 (1,47%) W (0%) (0%) (0%) (0%) (0%) (0%)

2. Deskripsi Data Penelitian Secara Umum

  Berikut ini adalah tabel yang berisi data penelitian berdasarkan perhitungan komputerisasi dengan SPSS versi 12.0 : Tabel 7 Deskripsi Data Penelitian Secara Umum

  Pria Wanita Skor minimum teoritik

  40

  40 Skor minimum empirik

  86

  80 Skor maksimum teoritik 160 160 Skor maksimum empirik 156 150 Mean teoritik 100 100 Mean empirik 126.13 117.03

Median 127.50 121.50

Modus 123 123

Standar deviasi 16.867 19.118

Variance 284.500 368.513

N

  32

  36 Tabel 8 Perbandingan Mean Empirik dan Mean Teoritik

  Mean teoritik Mean empirik

  Kesimpulan Pria 100 126,13 Penyesuaian diri positif karena mean empirik > mean teoritik

  Wanita 100 117,03 Penyesuaian diri positif karena mean empirik > mean teoritik Total 100 121,31 Penyesuaian diri positif karena mean empirik > mean teoritik

  Berdasarkan hasil analisis deskriptif data diperoleh bahwa nilai mean empirik pria (126,13) lebih besar dari nilai mean teoritik pria (100) dan mean empirik wanita (117,03) lebih besar dari mean teoritik wanita (100). Mean empirik total dari data penelitian sebesar 121,31 lebih besar dari mean teoritik (100). Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata – rata subjek penelitian kelompok data lebih tinggi dari nilai rata – rata toeritik, yang berarti subjek penelitian secara umum memiliki penyesuaian diri yang positif baik pada subjek pria maupun wanita.

  Uji signifikansi perbedaan mean empirik dan mean teoritik yang membuktikan bahwa mean empirik lebih besar dari mean teoritik secara signifikan dilakukan dengan t test one sample dengan menggunakan SPSS for windows versi 12.0 yang hasilnya adalah sebagai berikut :

  Tabel 9 Uji t Mean Empirik dengan Mean Teoritik One-Sample Statistics Std. Std. Error N Mean Deviation Mean jumlah 68 121.31 18.534 2.248

  One-Sample Test Test Value = 100 95% Confidence Interval

  Mean of the Difference t df Sig. (2-tailed) Difference Lower Upper Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa nilai t = 9.481 dengan probabilitas sebesar 0,000. Oleh karena p < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara mean empirik dengan mean teoritik.

3. Analisa Uji t Mean Empirik Pria dan Mean Empirik Wanita

  Berikut adalah tabel uji t hasil analisis dengan menggunakan program SPSS for windows versi 12.0 :

  Tabel 10 Uji t Mean Empirik dan Mean Teoritik Group Statistics JK N Mean Std. Deviation Std. Error Mean jumlah 1 32 126.13 16.867 2.982 2 36 117.03 19.118 3.186

  Independent Samples Test Levene's Test for Equality of

  Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Sig. (2- Mean Std. Error Interval of the F Sig. t df tailed) Difference Difference Difference

  Lower Upper jumlah Equal variances .160 .690 2.069 66 .042 9.097 4.397 .319 17.875 assumed Equal variances not 2.085 65.998 .041 9.097 4.364 .384 17.810 assumed Berdasar hasil penghitungan diperoleh mean empirik subjek penelitian

pria sebesar 126,13 dan mean empirik subjek penelitian wanita sebesar

117,03. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan penyesuaian diri pada pria

dan wanita dan penyesuaian diri pria lebih tinggi disbanding penyesuaian diri

wanita. Pembuktian dilanjutkan dengan uji t untuk membuktikan adanya

perbedaan penyesuaian diri pada pria dan wanita dan hasil penghitungan uji t

didapatkan t = 2,069, p = 0,042 (p < 0,05), maka menunjukkan adanya

perbedaan secara signifikan dalam melakukan penyesuaian diri subjek pria

dan wanita.

  

4. Deskripsi Data Penelitian Ditinjau Dari Tiap Aspek Penyesuaian

Diri Berikut adalah tabel hasil analisis data ditinjau dari tiap aspek

penyesuaian diri dari hasil penghitungan dengan bantuan program SPSS for

windows versi 12.0:

  Tabel 11 Deskripsi Data Tiap Aspek Penyesuaian Diri Aspek penyesuaian Mean Standar Range Variance N diri empirik deviasi Kepuasan psikis 29,31 4,585

  20 21,023

  68 Efisiensi kerja 30,32 5,106 19 26,073

  68 Gejala fisik 29,93 4,669 21 21,800

  68 Penerimaan sosial 31,75 4,823 18 23,265

  68 penyesuaian diri yang lain yakni aspek kepuasan psikis (29,31), efisiensi kerja (30,32), dan gejala fisik (29,23). Hal ini menunjukkan bahwa aspek penerimaan sosial adalah aspek yang paling menonjol dalam memberikan kontribusi dalam penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia pada subjek penelitian.

C. Pembahasan

  Berdasarkan hasil analisis data deskriptif diketahui bahwa mean empirik teoritik empirik lebih besar dari mean teoritik yaitu Mean = 121,31 > Mean = 100. Hal ini menunjukkan bahwa subjek penelitian secara umum mampu melakukan penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup secara baik atau positif. Penyesuaian diri yang positif mengindikasikan subjek mampu menerima secara sadar keadaan lingkungan, baik secara fisik, psikis, maupun sosial sesuai dengan kondisi yang dimiliki yakni kondisi lansia yang sudah empirik teoritik tidak memiliki pasangan hidup lagi. Mean pria = 126,13 > Mean empirik teoritik pria= 100 dan Mean wanita = 117,03 > Mean wanita = 100 menunjukkan baik subjek penelitian pria maupun subjek penelitian wanita memiliki penyesuaian diri yang positif terhadap hilangnya pasangan hidup. Kemampuan penyesuaian diri yang positif baik pada lansia pria dan lansia wanita dalam penelitian ini berarti menunjukkan bahwa individu tersebut

  

pengaruh yang positif terhadap individu yang bersangkutan, seperti

tercapainya kepuasan hidup dan tujuan hidup.

  Parkes (dalam Santrock, 1995 : 272) menyebutkan empat fase yang

dilalui ketika seseorang kehilangan orang yang dicintai, yaitu : kelumpuhan,

rindu, depresi, dan pulih kembali.kerinduan terhadap orang yang meninggal,

rasa cemas akan perpisahan, emosi yang tumpul atau ketidakpercayaan, dan

ledakan kepanikan, keputus-asaan dan kesedihan, depresi, kehilangan arti, dan

kerinduan akan pulih kembali untuk kemudian bangkit kembali. Inilah yang

menunjukkan adanya penyesuaian diri yang positif.

  Salah satu tugas perkembangan lansia menurut Havighurst (dalam

Hurlock, 1999 : 10) adalah menyesuaikan diri terhadap kematian pasangan

hidup. Kemampuan menyesuaikan diri yang positif ditunjang oleh

kemampuan individu dan lingkungan. Lansia mengalami banyak perubahan

kegiatan dan memiliki lebih banyak waktu luang daripada tahap

perkembangan sebelumnya. Bagi lansia yang mampu menerima perubahan

hidupnya banyak yang mengisi kehidupan dengan kegiatan – kegiatan yang

positif seperti berkumpul dalam kelompok – kelompok doa untuk

meningkatkan religiusitasnya, kegiatan sosial kemasyarakatan worokawuri,

pelatihan ketrampilan – ketrampilan sederhana merangkai bunga dan

menyulam, bakti sosial, kerja bakti, bekerja sambilan mengurus kebun atau

  

kebahagiaan di masa tua. Teori sosial mengenai penuaan dari ahli

perkembangan menyatakan adanya teori aktivitas (activity theory) (Santrock,

1995: 239) yang mengatakan semakin lansia banyak melakukan aktivitas dan

terlibat dalam kegiatan-kegiatan maka semakin kecil kemungkinan lansia

tersebut menjadi renta serta mengalami kesepian dan semakin besar pula

kemungkinannya untuk merasa puas dengan kehidupannya. Individu harus

terus meneruskan peran-peran dan tugas perkembangan selanjutnya dan

memelihara hubungan sosial yang baik. Banyaknya kegiatan akan membantu

lansia untuk melupakan perasaan negatif seperti perasaan kehilangan dan

kesepian akan kehilangan pasangan hidup.

  Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi

penyesuaian diri karena lingkungan memberikan batasan – batasan terhadap

individu yang ada didalamnya (Vembriarto 1993: 22). Hasil penelitian

menunjukkan aspek penerimaan sosial menjadi aspek yang paling menonjol

dengan ditunjukkan mean empirik aspek penerimaan sosial paling tinggi

(31,75) dibanding mean empirik aspek penyesuaian diri yang lain. Hal ini

menunjukkan dukungan dan penerimaan orang – orang disekitar tempat

tinggal lansia sangat berati dalam membantu lansia dalam melakukan

penyesuaian diri. Dukungan dan penerimaan sosial dapat berupa adanya

fasilitas berkumpulnya lansia untuk melakukan aktivitas yang diminati.

  

dapat memberikan rasa dihargai karena pengalaman ditinggalkan oleh

pasangan hidup merupakan pengalaman kehilangan yang paling sulit diterima

(Santrock 1995 : 273). Hadirnya anak-anak dan cucu akan membantu lansia

karena kehadiran cucu biasanya menjadi suatu kebanggaan akan keberadaan

lansia dalam keluarga.

  Prinsip hidup dan pandangan hidup orang Jawa yang nrimo dan pasrah

( Herusatoto, 2008: 127) pada umumnya membuat orang Jawa mempunyai

sikap menerima hidup dengan senang hati dan tidak mudah mengeluh. Hal ini

juga tampak pada lansia dalam penelitian ini yang seluruhnya memiliki Suku

Bangsa Jawa. Lansia pada umumnya lebih dapat menerima dan mempunyai

kepasrahan diri pada hidupnya terlebih menyangkut apa yang terjadi dalam

kehidupannya termasuk memiliki kesadaran suatu hari akan kehilangan

pasangan hidup.

  Berdasarkan analisa uji t didapatkan t = 2,069, p = 0,042 (p < 0,05)

maka menunjukkan adanya perbedaan secara signifikan dalam melakukan

penyesuaian diri subjek pria dan wanita. Perbedaan penyesuaian diri pada

lansia dapat didasari oleh adanya perbedaan masalah yang dihadapi antara

lansia pria dan lansia wanita (Hurlock 1999: 425). Wanita mengalami masalah

karena kesepian dan berkurangnya pendapatan sedangkan pria karena

kesepian dan tidak siap hidup sendiri serta mengatur hidupnya sendiri.

  

dibanding mean empirik wanita (126,13 > 117,03) hal ini dapat disebabkan

karena kesulitan ekonomi yang semakin berat dari hari ke hari. Bagaimanapun

juga berkurangnya pendapatan mempengaruhi penyesuaian diri meskipun

wanita dapat mencari penghasilan sendiri. Dalam kebiasaan yang terjadi di

Jawa, pria biasanya tidak begitu peduli dengan kebutuhan keluarga sedangkan

wanita memikirkan anak dan memberi uang saku kepada cucu-cucunya.

  

Kelemahan penelitian ini adalah tidak adanya kontrol terhadap besaran

dukungan finansial atau pendapatan yang dimiliki subjek.

  Berdasarkan penjelasan di atas, subjek penelitian baik pria maupun

wanita memiliki penyesuaian diri yang positif terhadap hilangnya pasangan

hidup meskipun ada perbedaan penyesuaian diri antara subjek penelitian pria

dan subjek penelitian wanita.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia baik lansia pria maupun wanita positif, hal ini berarti bahwa lansia pada umumnya mampu menyesuaikan diri terhadap hilangnya pasangan hidup.

2. Aspek yang menonjol dalam upaya penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup adalah aspek penerimaan sosial.

  3. Ada perbedaan penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup antara lansia pria dan wanita yang signifikan di mana lansia pria lebih positif

penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup dibanding wanita.

B. Kelemahan Penelitian

  Penelitian ini mempunyai beberapa kelemahan, yakni :

  1. Penelitian ini tidak mempunyai kontrol terhadap besaran dukungan finansial terhadap lansia yang kehilangan pasangan hidup. Penelitian ini hanya melihat subjek penelitian memiliki pendapatan yang berasal dari pekerjaan sendiri, sementara terdapat kemungkinan lansia mendapat dukungan finansial dari anak atau sanak keluarga yang lain

  2. Penelitian ini tidak memperhatikan kebudayaan dan suku bangsa yang dimiliki oleh subjek penelitian, hanya saja secara kebetulan penelitian mendapatkan subjek penelitian yang memiliki Suku Bangsa Jawa.

C. Saran

  1. Bagi subjek penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan subjek penelitian dalam menyesuaikan diri terhadap hilangnya pasangan hidup positif, hal ini perlu dipertahankan. Baik pria maupun wanita menyesuaikan diri terhadap hilangnya pasangan hidup akan memakan waktu dan melewati beberapa fase yang sulit untuk dilalui akan tetapi hal itu dapat diminimalisir dengan mengisi waktu luang untuk kegiatan-kegiatan yang positif seperti mengikuti perkumpulan doa bersama, aksi-aksi sosial kemasyarakatan dan bakti sosial, kursus-kursus sederhana seperti merangkai bunga dan menyulam, berkebun dan bercocok tanam, bahkan mengasuh cucu untuk menghibur diri.

  2. Bagi keluarga Sebagai anak atau sanak saudara yang memiliki orang tua yang pasangan hidupnya baru saja meninggal ataupun sudah lama meninggal perlu menerapkan pemahaman diri bahwa orang tua membutuhkan dukungan dari keluarga dalam menyesuaikan diri terhadap hilangnya pasangan hidup.

  

sendiri karena dengan tinggal bersama maka akan ada yang membantu dan

memberikan pertolongan sesegera mungkin apabila orang tua atau lansia

mengalami kesulitan. Orang tua atau lansia dapat merasakan kebahagiaan,

harga diri yang meningkat, dan merasa diterima oleh lingkungannya, selain itu

ada yang mengawasi kegiatan orang tua atau lansia serta mendukung mereka

beraktivitas secara positif.

3. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik pada topik yang sama

  Penelitian ini memiliki beberapa kelemahan yang sudah diuraikan di

atas. Peneliti selanjutnya yang tertarik pada topik yang sama dapat melakukan

kontrol terhadap beberapa hal tersebut sehingga didapatkan hasil penelitian

yang optimal dan lebih mendetail atau spesifik, tidak hanya deskripsi secara

umum saja. Hasil penelitian yang lebih spesifik akan menyumbangkan

khasanah wawasan lebih luas pada ilmu pengetahuan terutama dalam hal ini

ilmu pengetahuan psikologi perkembangan tentang lansia.

  

Daftar Pustaka

Abbas, Komalia (1999). Penyesuaian Diri Lanjut Usia terhadap Pelayanan di Panti

Sosial Tresna Wredha “Sejahtera” Pandaan Jawa Timur. Laporan Penelitian.

  Yogyakarta : Media Informasi Penelitian Kesehatan Sosial, No 160.

Alwater, Eastwood. (1979). Psychology for Living Adjustment. Grow, and Behaviour

  Today, 5 th edition. New Jersey : Prentice Hall.

  

Avida, N. dkk. Hubungan Antara Pemenuhan Kebutuhan Berafiliasi dengan Tingkat

Depresi pada Wanita Lanjut Usia di Panti Wredha. Jurnal Penelitian Anima, Indonesian Psychological Journal 2000, vol 15 No. 2

Azwar, S. (1986). Reliabilitas dan Validitas Interpretasi dan Komputasi. Yogyakarta

: Penerbit Liberty.

  • . (2001). Tes Prestasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.
  • . (2002). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.
  • . (2003). Metodologi Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.

    Calhoun, James. F and Acoccella, J. Ross (1990). Psychological of Adjustment and

  Human Relationship (third edition). New York : mc Graw-Hill Publishing Company.

  Darajat, Z. (1996). Kesehatan Mental. Jakarta : PT: Gunung Agung.

Gunarsa, S dan Gunarsa, Y. (1986). Psikologi Perawatan. Jakarta : BPK Gunung

Mulia.

  Hadi, S. (1991). Analisis Butir untuk Instrumen. Yogyakarta : Andi Offset.

Huber, Audrey and Richard P. Runyon. (1984). Psychology of Adjustment. Illinois :

The Dorsey Press.

  

Hurlock, E.B (1999). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang

Kehidupan. Edisi kelima. Jakarta : Penerbit Erlangga.

  

Indriana, Yeniar (2003). Kepuasan Hidup Orang LAnjut Usia dalam Hubungannya

dengan Jenis Aktivitas, Kenis Kelamin, Religiositas, Status Perkawinan, Tingkat Kemandirian, Tingkat Pendidikan dan Daerah Tempat Tinggal. Jurnal

Penelitian. Bandung : Jurnal Psikologi UNDIP, Vol. 1, No. 1, Agustus 2003.

  Koeswara, E (1985). Teori-Teori Kepribadian. Bandung : Eresco.

Kartono, Kartini. Dra., (1980). Psikologi Wanita Gadis Remaja dan Wanita Dewasa.

  Bandung : Penerbit Alumni.

Listyaningsih, U., (1999). Persepsi Tentang Peranan Perawatan yang Diinginkan dan

Kondisi Psikologis Penduduk Lanjut Usia di Kotamadya Yogyakarta. Laporan

  Penelitian. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.

  

Monks, FJ., Knoers, AMP., dan Haditono, S. Rahayu (2001). Psikologi

Perkembangan Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

  Murphy, RW (1988). Life and Adjustment. Virginia : Time-Life Books.

  

Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Psikologi. (2003). Yogyakarta : Penerbit

Universitas Sanata Dharma.

  Pettijohn, Terry. F (1992). Psychology A Concise Introduction, 3 rd edition. Sluice Dock, Guilford, Connecticut : The Dushkin Publishing Goup. Inc.

  

Prawitasari, Johana. E. (1994). Aspek Sosio-Psikologis Lansia di Indonesia. Jurnal

Penelitian. Yogyakarta : Buletin Psikologi, No 1.

Santrock, John. W. (1995). Life-Span Development Perkembangan MAsa Hidup,

edisi kelima, jilid 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Scheneider, A. A (1964). Personal Adjustment and Mental Helth. New York : Holt,

Rinehart and Wiston.

Schultz, Duane (2001). Psikologi Pertumbuhan Model-Model Kepribadian Sehat.

  Yogyakarta : Penerbit Kanisius. Sears, O. (1991). Psikologi Sosial. Jakarta : Erlangga. Sugiyono. (1999). Statistik untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Supratiknya, A., Dr. (2001). Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta :

Penerbit Kanisius.

Suryabrata, Sumadi. (1998). Metodologi Penelitian. Jakarta : PT. Raja Grafindo

Persada.

  

Trihendardi, Cornelius. (2004). Memecahkan Kasus Statistik : Deskriptif, Parametrik,

dan Non-Parametrik dengan SPSS 12. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Vembriarto, S. T (1993). Sosiologi Pendidikan. Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana

Indonesia. Warga, Richard G. (1983). Personal Awarness : A Psychology of Adjustment, 3 rd edition. Boston : Hougton Mifflin Com.

  

Widiyanti, A.Y. (2001). Perbedaan Kemandirian antara Lansia Pria dan Wanita yang

Tinggal Di Rumah Sendiri dan Di Panti Sosial Tresna Wreda. Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

Widjojo, F.S. (2000). Memahami Gerontologi Suatu Usaha Pandekatan Pastoral Usia

Lanjut. Bunga Rampai Psikologi. Yogyakarta : Penerbitan Universitas Sanata

  Dharma. Zimbardo, Philip G. (1979). Essentials of Psycology and Life, 10 th edition. England : Scott, Forestman an Company.

  LAMPIRAN-LAMPIRAN : LAMPIRAN 1 SKALA UJI COBA

  Usia : Jenis kelamin : Alamat tempat tinggal : Lama ditinggalkan pasangan : Pekerjaan : PETUNJUK PENGISIAN Berikut ini terdapat sejumlah pernyataan tentang situasi yang dapat terjadi pada siapa

saja. Baca dan pahamilah setiap pernyataan, kemudian Anda diminta untuk mengemukakan

apakah pernyataan-pernyataan tersebut sesuai dengan diri anda saat ini. Cara memberikan

respon dengan memberi tanda silang (X) pada kolom jawaban yang sesuai dengan keadaan

anda saat ini.

  Adapun pilihan jawaban tersebut adalah : SS : apabila jawaban SANGAT SESUAI S : apabila jawaban SESUAI TS : apabila jawaban TIDAK SESUAI STS : apabila jawaban SANGAT TIDAK SESUAI Setiap orang dapat mempunyai jawaban yang berbeda-beda atas pernyataan yang tersedia, karena itu pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan keadaan diri anda saat ini. Dalam hal ini tidak terdapat jawaban yang dianggap salah.

SELAMAT MENGERJAKAN

LEMBAR PERNYATAAN DAN JAWABAN

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  1. Saya dapat merasakan bahagia meskipun ditinggalkan pasangan hidup saya karena ada anak-anak dan cucu yang selalu menghibur saya.

  2. Saya tidak merasa gelisah tanpa adanya pasangan hidup saya.

  3. Saya membutuhkan waktu yang lama untuk segera bangkit dari kesedihan setelah kepergian pasangan saya..

  4. Setelah kepergian pasangan hidup, saya merasa terhibur ketika melihat anak-anak dan cucu tumbuh berkembang.

  5. Saya membenci keadaan saya tanpa pasangan hidup.

  6. Saya menggunakan sebagian besar waktu untuk mengenang pasangan hidup.

  7. Saya banyak menggunakan waktu untuk mengenang pasangan hidup.

  8. Saya mampu menikmati kesendirian tanpa pasangan saya.

  9. Saya kehilangan banyak waktu untuk bekerja karena kesedihan setelah kepergian pasangan saya.

  10. Walaupun saya merasa sedih atas kepergian pasangan hidup, saya segera bangkit karena hidup saya masih panjang.

  11. Saya merasa putus asa ditinggalkan pasangan hidup saya.

  12. Saya bahagia memiliki anak-anak dan cucu yang menyayangi saya walaupun pasangan saya sudah meninggalkan saya.

  13. Saya tidak merasa kesepian tanpa pasangan saya sudah meninggalkan saya.

  14. Hidup saya hampa tanpa ada pasangan hidup.

  15. Saya dapat menerima kepergian pasangan hidup saya.

  16. Saya belum dapat menerima kepergian pasangan hidup saya. kesedihan atas kepergian pasangan saya.

  19. Saya membutuhkan waktu yang lama setelah kepergian pasangan hidup untuk kembali beraktivitas.

  20. Saya tetap tenang ketika pergi tidur tanpa pasangan saya lagi.

  21. Saya tidak bersemangat menjalin relasi sosial lagi ketika menyadari bahwa saya ditinggal pasangan hidup saya.

  22. Saya senang mengenang masa-masa indah bersama pasangan hidup sehingga saya sadar bahwa saya pernah mendapat anugerah dengan hidup bersama pasangan hidup saya.

  23. Kepergian pasangan hidup membuat saya merasa kecewa karena kemudian saya harus hidup sendiri.

  24. Saya dapat mengatasi rasa pening akibat ingatan akan kenangan bersama pasangan hidup.

  25. Saya tidak mengalami gangguan kesehatan setelah kepergian pasangan hidup.

  26. Rasa sedih akibat kepergian pasangan hidup tidak membuat saya mengalami gangguan pencernaan.

  27. Rasa sedih akibat kepergian pasangan hidup membuat saya pusing.

  28. Rasa sedih akibat kepergian pasangan hidup tidak membuat saya pusing.

  29. Saya tetap semangat dalam beraktivitas sesuai minat saya setelah kepergian pasangan hidup.

  30. Saya dapat membagi waktu untuk bekerja sehingga tidak ada waktu lagi untuk merenungi nasib atas kepergian pasangan hidup.

  31. Saya mengalami gangguan kesehatan yang cukup berarti setelah kepergian pasangan hidup.

  32. Saya kehilangan minat untuk melakukan kegiatan setelah kepergian pasangan hidup.

  33. Kenangan akan pasangan hidup membuat saya bergairah kembali.

  36. Saya menikmati kegiatan yang saya lakukan setelah kepergian pasangan saya.

  37. Saya membutuhkan waktu yang lama untuk menerima kepergian pasangan hidup saya.

  38. Kepergian pasangan hidup membuat saya mudah jatuh sakit karena terus mengingatnya.

  39. Saya lebih sering murung setelah kepergian pasangan hidup sehingga mudah sakit.

  40. Saya merasa pusing mengingat pasangan hidup.

  41. Saya tidak perlu menjalani tes kesehatan setelah mengalami duka atas kepergian pasangan hidup.

  42. Saya merasa kesepian karena tidak punya teman setelah kepergian pasangan hidup.

  43. Saya memiliki minat yang besar terhadap kegiatan sosial meski pasangan hidup saya sudah tiada.

  44. Saya tidak mampu menikmati hidup setelah kepergian pasangan hidup.

  45. Saya tidak punya nafsu makan ketika mengingat pasangan hidup.

  46. Saya sering tidak enak badan memikirkan pasangan hidup yang sudah tiada.

  47. Saya mendapat simpati atas kepergian pasangan hidup.

  48. Saya mendapat bantuan dan dukungan moril yang besar ketika pasangan hidup meninggalkan saya.

  49. Saya mendapat dukungan yang besar dari masyarakat untuk menerima kepergian pasangan hidup.

  50. Saya dapat berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat walau pasangan hidup saya sudah tiada.

  51. Saya tidak mudah pusing ketika mengingat pasangan hidup yang sudah tiada.

  52. Kenangan akan pasangan hidup tidak membuat jantung saya berdebar-debar.

  53. Saya hanya dapat merasakan bahagia ketika pasangan masih hidup.

  56. Pekerjaan membuat saya bertambah sedih atas kepergian pasangan hidup.

  57. Saya dapat melakukan aktivitas sesuai minat saya setelah kepergian pasangan hidup.

  58. Saya mudah mengeluh karena pekerjaan tidak menyenangkan lagi setelah kepergian pasangan hidup.

  59. Saya perlu pergi ke dokter untuk melakukan tes kesehatan setelah kepergian pasangan hidup.

  60. Saya sering berdebar-debar ketika mengingat kenangan akan pasangan hidup.

  61. Saya tetap mempunyai banyak teman setelah kepergian pasangan hidup.

  62. Saya sering menolak ikut kegiatan sosial setelah kepergian pasangan hidup.

  63. Saya ditinggalkan teman-teman setelah kepergian pasangan hidup.

  64. Teman saya membantu saya dalam mengatasi kesedihan akibat kepergian pasangan hidup.

  65. Saya tidak dapat menikmati kegiatan kemasyarakatan setelah kepergian pasangan hidup.

  66. Saya selalu mengenang masa lalu bersama pasangan yang sudah meninggalkan saya sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan sosial lagi.

  67. Saya mudah mengeluh akibat keadaan baru saya yang tanpa pasangan lagi.

  68. Saya akan sangat marah jika tidak mampu menyelesaikan pekerjaan karena selalu teringat pada pasangan hidup.

  69. Saya merasa kuat menjalani hidup melihat dukungan yang diberikan kepada saya yang begitu besar ketika pasangan hidup sudah tiada.

  70. Waktu saya hanya saya gunakan untuk merenungi nasib ditinggalkan pasangan saya sehingga saya kurang bersosialisasi dalam masyarakat.

  71. Saya merasa jauh dengan orang di sekitar

  

LAMPIRAN 2

DATA UJI COBA

ANALISIS RELIABILITAS

ITEM TOTAL STATISTIK

  subjek item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 subjek1

  1 subjek30

  1 subjek31

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  4 subjek29

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2 subjek33

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2 subjek32

  4

  4

  2

  3

  3

  2 subjek34

  3

  3

  2

  1

  2

  2 subjek25

  3

  2

  4

  3

  1

  2

  3

  2 subjek24

  4

  4

  3

  4

  3

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  1 subjek28

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2 subjek26

  1 subjek27

  3

  2

  2

  4

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2 subjek42

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  1 subjek41

  3

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  1 subjek40

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  1

  2 subjek44

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3 subjek43

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  1

  1 subjek36

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1 subjek35

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  1 subjek39

  2

  2

  2

  3

  1

  1 subjek37

  1

  1 subjek38

  3

  3

  1

  3

  2

  1

  2

  3

  1 subjek23

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  2 subjek8

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2 subjek7

  3

  3

  1 subjek9

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  1 subjek11

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  1 subjek10

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  2 subjek3

  1

  1

  1

  3

  1

  2

  2

  2 subjek2

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  1 subjek6

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2 subjek5

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2 subjek4

  2

  2 subjek12

  3

  3 subjek19

  2 subjek20

  3

  3

  4

  3

  1

  1

  1

  4

  2

  4

  4

  4

  3

  2

  2

  2 subjek18

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2 subjek22

  2

  1

  3

  3

  1

  2

  3

  2 subjek21

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  1

  2

  2 subjek14

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3 subjek13

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  2

  3

  3

  3 subjek17

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  1 subjek16

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2 subjek15

  2 subjek49

  2

  1

  1

  2

  2

  2 subjek56

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2 subjek55

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  3 subjek58

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3 subjek57

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  3 subjek51

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3 subjek50

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  2 subjek54

  3 subjek53

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2 subjek52

  1

  2 item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 item17

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  1

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  4

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  4

  4

  4

  3

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  3 item18 item19 item20 ietm21 item22 item23 item24 item25 item26

  2

  3

  4

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  3

  4

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  1

  3

  1

  3

  1

  1

  1

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  4

  2

  1

  2

  2

  2

  4

  2

  4

  2

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  3

  3

  1

  2

  1

  1

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  1

  4

  2

  1

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  4

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  4

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2 item27 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35

  1

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  1

  1

  4

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  2

  1

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  1

  1

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  1

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2 item36 item37 item38 item39 item40 item41 item42 item43 item44

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  4

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  4

  4

  1

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2 item45 item46 item47 item48 item49 item50 item51 item52 item53

  1

  1

  2

  3

  1

  1

  3

  4

  4

  4

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  2

  2

  1

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  1

  4

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  1

  1

  3

  1

  2

  4

  1

  4

  4

  2

  1

  3

  1

  2

  3

  4

  4

  1

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  1

  3

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  4

  4

  4

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  4

  1

  1

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  2

  1

  3

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  2

  1

  3

  1

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3 item54 item55 item56 item57 item58 item59 item60 item61 item62

  2

  3

  4

  2

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  4

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  1

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  1

  1

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3 item63 item64 item65 item66 item67 item68 item69 item70 item71

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  1

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  4 item72 jumlah 3 148 3 144 3 196 3 192 4 169 3 200 4 211 4 198 3 143 3 193 4 226 3 222 4 207 3 200 2 156 4 208 3 205 4 262 3 196 3 195 3 163 3 193 3 196 4 220 3 145 4 199 3 198 4 190 2 218 3 172 4 240 3 209 4 210 3 191 3 144 3 155 4 198 3 138 4 187 3 127 4 209 3 219 3 213 3 205

  4 194 4 225 3 160 4 184 3 194 3 182 3 213 3 192 3 208 4 210

  Reliability Case Processing Summary N % Cases Valid

  58 100.0 Excluded (a) .0 Total 58 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

   Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .967

  72 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale

  Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item1 190.83 752.812 .382 .967 item2 191.14 746.788 .478 .967 item3 190.79 742.132 .564 .967 item4 190.16 764.625 .076 .968 item5 190.78 736.282 .661 .967 item6 190.57 741.899 .634 .967 item7 190.45 738.708 .713 .966 item8 191.19 747.595 .453 .967 item9 190.31 750.990 .496 .967 item10 190.21 751.500 .407 .967 item11 190.14 755.735 .306 .967 item12 190.17 761.443 .152 .968 item13 190.95 740.506 .544 .967 item14 190.67 739.312 .654 .967 item15 190.50 740.640 .729 .966 item16 190.41 737.826 .659 .967 item17 190.40 741.436 .710 .966 item18 item22 189.90 764.551 .071 .968 item23 190.95 743.524 .606 .967 item24 190.53 739.236 .829 .966 item25 190.67 744.154 .507 .967 item26 190.59 741.370 .669 .967 item27 190.97 742.069 .572 .967 item28 191.07 747.820 .396 .967 item29 190.52 747.447 .585 .967 item30 190.38 742.590 .751 .966 item31 190.38 742.064 .700 .967 item32 190.41 744.106 .723 .967 item33 190.00 758.772 .303 .967 item34 190.17 747.093 .592 .967 item35 190.62 733.608 .728 .966 item36 190.67 747.452 .575 .967 item37 190.62 737.713 .714 .966 item38 190.50 739.096 .692 .966 item39 190.48 739.237 .716 .966 item40 190.91 742.571 .640 .967 item41 190.69 748.428 .411 .967 item42 190.55 741.620 .642 .967 item43 190.36 740.481 .723 .966 item44 190.43 743.969 .684 .967 item45 191.12 744.599 .557 .967 item46 190.83 741.198 .628 .967 item47 190.05 769.278 -.059 .968 item48 189.81 761.806 .162 .968 item49 189.97 764.174 .078 .968 item50 190.24 744.818 .704 .967 item51 190.90 741.112 .672 .967 item52 191.07 746.872 .427 .967 item53 190.12 765.055 .086 .968 item54 190.17 745.233 .719 .967 item55 190.31 746.253 .720 .967 item56 190.21 752.553 .432 .967 item57 190.41 744.668 .670 .967 item58 190.43 736.004 .762 .966 item59 190.62 734.520 .794 .966 item60 189.93 790.978 -.528 .970 item61

item65 190.33 741.382 .782 .966 item66 189.95 757.874 .244 .968 item67 190.50 735.132 .704 .966 item68 190.53 737.130 .713 .966 item69 190.00 740.807 .596 .967 item70 190.05 739.629 .712 .966 item71 189.97 757.016 .310 .967 item72 189.83 756.040 .381 .967

  Reliability Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .970

  40 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale

  Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item1 103.57 365.688 .377 .971 item2 103.88 361.441 .474 .970 item5 103.52 354.535 .645 .970 item7 103.19 356.718 .678 .969 item10 102.95 365.278 .383 .971 item13 103.69 356.604 .554 .970 item14 103.41 355.264 .686 .969 item15 103.24 356.888 .739 .969 item16 103.16 355.712 .640 .970 item17 103.14 358.191 .690 .969 item18 103.07 360.311 .665 .970 item20 103.86 354.121 .615 .970 ietm21 103.45 353.199 .699 .969 item24 103.28 356.344 .823 .969 item25 103.41 359.756 .499 .970 item26 103.33 357.908 .658 .970 item30 103.12 358.564 .748 .969 item31 103.12 357.968 .706 .969 item32 103.16 359.151 .741 .969 item35 103.36 351.849 .740 .969 item37 103.36 354.972 .718 .969 item38 103.24 356.151 .688 .969 item39 103.22 355.405 .744 .969 item43 103.10 356.901 .728 .969 item44 103.17 359.408 .686 .969 item50 102.98 360.368 .689 .969 item57 103.16 360.554 .643 .970 item58 103.17 353.829 .765 .969 item59 103.36 352.902 .793 .969 item61 102.79 367.185 .440 .970 item62 103.09 357.799 .731 .969 item63 103.02 359.245 .713 .969 item65 103.07 357.609 .785 .969 item67 103.24 352.467 .731 .969 item68 103.28 354.554 .717 .969 item69 102.74 356.897 .606 .970 item70 102.79 356.307 .717 .969

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
126
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
92
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
160
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
120
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
169
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
123
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi (S.Psi.) Program Studi Psikologi
0
2
132
Skripsi Diajukan untuk memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
187
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
Skripsi Diajukan untuk memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
115
Show more