PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTUAN ANIMASI DAN SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA.

33 

Full text

(1)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

UCAPAN TERIMA KASIH ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... vii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Batasan Masalah ... 5

D. Tujuan Penelitian ... 6

E. Manfaat Penelitian ... 6

F. Variabel Penelitian ... 7

G. Definisi Operasional ... 7

BAB II MODEL KOOPERATIF TIPE STAD, MULTIMEDIA ANIMASI DAN SIMULASI, DAN PRESTASI BELAJAR SISWA A. Model Pembelajaran Kooperatif ... 9

1. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ...... 10

B. Multimedia Pembelajaran ... 14

1. Manfaat Multimedia Pembelajaran …………...... 15

2. Karakteristik Multimedia Pembelajaran ...... 16

3. Format Multimedia Pembelajaran …………...... 16

4. Pengertian Animasi dan Simulasi ……….... 20

(2)

E. Hubungan Model Kooperatif Tipe STAD, Multimedia Animasi dan

Simulasi, dan Prestasi Belajar ... 35

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 37

B. Desain Penelitian ... 37

C. Lokasi dan Sampel Penelitian ... 37

D. Instrumen Penelitian ... 38

E. Langkah-langkah Penelitian ... 38

F. Teknik Analisis Instrumen ... 42

G. Hasil Analisis Uji Coba Instrumen ... 46

H. Data dan Teknik Pengumpulan Data ... 50

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 54

1. Keterlaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Animasi dan simulasi ... 54

2. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Animasi dan Simulasi ... 56

3. Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Fisika setalah Diterapkan Multimedia Animasi dan Simulasi... 59

B. Pembahasan ... 60

4. Keterlaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Animasi dan simulasi ... 60

5. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Secara Umum Setalah Diterapkan Model Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Animasi dan Simulasi ... 67

(3)

7. Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Fisika setalah Diterapkan

Multimedia Animasi dan Simulasi... 71

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan ... 75

B. Rekomendasi ... 76

DAFTAR PUSTAKA ……… 77

LAMPIRAN-LAMPIRAN .……….. 80

A. Perangkat Pembelajaran ……… ... 80

B. Instrumen Penelitian ……….. .. 97

C. Analisis Data ……….. .. 132

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sistem pendidikan di massa sekarang mengalami perkembangan

yang sangat pesat. Proses belajar mengajar mempunyai banyak cara untuk

menyampaikan materi ke pada murid dengan tujuan murid akan terkesan

lebih mudah menguasai materi dan memberikan pengajaran yang lebih

berkualitas. Salah satu proses belajar yang sering dilihat sekarang ini yaitu

dengan menggunakan multimedia pembelajaran, hal tersebut yang

diharapkan agar dapat memajukan mutu pendidikan seiring dengan

berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut Bishop G. (Wisnu, 2011) „meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (flexible), terbuka, dan dapat diakses

oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis, usia,

maupun pengalaman pendidikan sebelumnya‟. Dari pandangan di atas dapat disimpulkan bahwa masuknya pengaruh globalisasi sangat

berpengaruh dalam meningkatkan kualitas penerimaan informasi

khususnya dalam dunia pendidikan. Pertumbuhan dan perkembangan

teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia belum menyebar secara

merata. Pasalnya teknologi yang sudah sangat terkenal seperti internet

hanya terdapat di beberapa kota besar saja. Oleh karena itu, peran

(5)

menyebar luas di seluruh pelosok Negara ini. Dengan tidak meratanya

penyebaran teknologi informasi maka akan berdampak pada kualitas

pendidikan di Indonesia. Hal ini dikarenakan peran teknologi informasi

sangat penting khususnya di dunia pendidikan. Dengan adanya teknologi

informasi yang semakin berkembang, maka segala macam ilmu

pengetahuan dapat didapat dan diterima dengan mudah dan cepat. Hal

tersebut didukung dengan penelitian yang sudah dilakukan oleh Kara and

Yakar (2008) menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:

1. Siswa yang diberi pengajaran berbasis komputer lebih termotivasi dan

lebih tertarik untuk melakukan eksperimen secara langsung.

2. Terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai post-test antara

pembelajaran tradisional dengan pembelajaran berbasis komputer

untuk materi tentang Hukum Newton tentang Gerak.

3. Pembelajaran berbasis multimedia dengan menggunakan komputer

lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan pembelajaran

tradisional.

Selain itu, berdasarkan studi pendahuluan di salah satu Sekolah

Menengah Atas Negeri di Bandung, pelajaran fisika merupakan pelajaran

yang diminati oleh sebagian para siswa. Sebagian lagi menyatakan bahwa

pelajaran fisika kurang diminati, hal ini dikarenakan salah satu faktor

kekurangannya yaitu media yang digunakan kurang sesuai untuk materi

abstrak. Media yang digunakan hanya sebatas kapur dan papan tulis saja,

(6)

materi fisika khususnya pada pokok hukum gravitasi Newton. Pada pokok

bahasan hukum gravitasi Newton kebanyakan siswa tidak bisa

membayangkan peristiwa-peristiwa planet mengelilingi matahari. Media

animasi dan simulasi sangat diperlukan pada pokok bahasan seperti ini

untuk meningkatkan prestasi belajar pada pokok bahasan yang abstrak.

Hasil penelitian kelas XII sebanyak 25 orang siswa pada pokok bahasan

hukum gravitasi Newton yang sudah diajarkan sebelumnya di kelas XI,

ternyata belum mendapatkan hasil yang memuaskan, hal ini dikarenakan

beberapa kesimpulan yang diperoleh sebagai berikut:

1. Siswa yang tertarik ketika guru membahas materi hukum gravitasi

Newton yaitu sebanyak 48%.

2. Siswa yang belum mengetahui manfaat dari pembelajaran hukum

gravitasi Newton sebanyak 44%

Oleh karena itu, guru diharapkan dapat mengembangkan keterampilannya

baik metode maupun cara penggunaan media yang harus sesuai dengan

materi yang akan diajarkan saat itu, sesuai dengan berkembangnya

teknologi informasi yang sudah dipaparkan sebelumnya.

Seperti yang diungkapkan Hegarty (2004:343) bahwa:

(7)

Penggunaan media pembelajaran yang menarik akan membuat para

siswa lebih tertarik untuk mendapatkan ilmu yang nantinya akan

bermanfaat ketika mereka melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Salah

satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar

yang turut memotivasi, mempengruhi iklim, kondisi, dan lingkungan

belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Multimedia animasi adalah

salah satu daya tarik utama di dalam suatu program multimedia interaktif.

Bukan saja mampu menjelaskan suatu konsep atau proses yang sukar

dijelaskan dengan media lain, animasi juga memiliki daya tarik estetika

sehingga tampilan yang menarik dan eye-catching akan memotivasi

pengguna untuk terlibat di dalam proses pembelajaran.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka

perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “Apakah penerapan

model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan animasi dan

simulasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa?”

Untuk memperjelas rumusan masalah maka permasalahan

penelitian diatas dapat dijabarkan dengan pertanyaan-pertanyaan

penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana peningkatan prestasi belajar siswa setelah menggunakan

(8)

2. Bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran fisika setelah

diterapkan multimedia pembelajaran animasi dan simulasi?

C. Batasan Masalah

Batasan masalah yang digunakan oleh peneliti untuk menghindari

agar masalah tidak terlalu luas dan menyimpang pada penelitian ini adalah

sebagai berikut:

1. Peningkatan prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini

adalah peningkatan prestasi belajar pada ranah kognitif yang

dilihatdari rata-rata skor gain ternormalisasi dalam kategori Richard

R. Hake berdasarkan hasil pre-test dan post-test.

2. Respon siswa yang dimaksud adalah tanggapan terhadap animasi dan

simulasi yang ditampilkan pada saat pembelajaran yang dilihat dari

rata-rata frekuensi jawaban. Perhitungan skor angket yang teridiri dari

pernyataan positif dan negatif didasarkan kategori dari Rensis Likert.

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas, adapun

tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah

diterapkannya media pembelajaran animasi dan simulasi pada pokok

(9)

2. Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran fisika setelah

diterapkan multimedia pembelajaran animasi dan simulasi.

E. Manfaat Penelitian

Pembelajaran dengan menggunakan hasil penelitian ini diharapkan

dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Bagi Guru:

a. Menyajikan alternatif pilihan untuk mengatasi masalah

pembelajaran interaktif yang membutuhkan penyelesaian melalui

penggunaan media pembelajaran animasi dan simulasi fisika.

b. Meningkatkan keterampilan guru dalam proses pembelajaran

sesuai dengan perkembangan teknologi informasi saat ini.

2. Bagi Siswa

a. Memberikan pengalaman secara nyata kepada siswa melalui

keberadaan media animasi dan simulasi sebagai perangsang

munculnya keberanian bertanya dan menyampaikan pendapat.

b. Teridentifikasi kesulitan yang dialami siswa sebelum

menggunakan media pembelajaran animasi dan simulasi fisika.

c. Memberikan suasana baru dalam pembelajaran sehingga siswa

lebih termotivasi dalam belajar.

3. Bagi sekolah

a. Hasil penelitian yang didapatkan dapat digunakan untuk

(10)

F. Variabel penelitian

Variabel yang akan diteliti meliputi:

1. Variabel bebas yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD

berbantuan animasi dan simulasi.

2. Variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa.

G. Definisi Operasional

1. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team

Achievement Division) adalah salah satu tipe model pembelajaran

kooperatif yang dikembangkan Robert Slavin (1995) yang dilakukan

secara berkelompok. Menurut Dayanti (2011) menjelaskan bahwa

sintaks pembelajaran kooperatif tipe STAD terdiri dari enam

komponen yaitu menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa,

menyajikan informasi, mengorganisasikan siswa kedalam

kelompok-kelompok belajar, membimbing kelompok-kelompok bekerja dan belajar,

evaluasi, dan memberikan penghargaan. Untuk mengukur

keterlaksanaan tahapan dalam model pembelajaran dilakukan

observasi terhadap kegiatan guru dan siswa dengan menggunakan

lembar observasi keterlaksanaan tahapan model pembelajaran dalam

pembelajaran.

2. Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika

mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran.

(11)

nilai pada ranah kognitif menurut Anderson yaitu: aspek C1

(mengingat), C2 (memahami), C3 (menerapkan), dan C4 (menganalisis).

Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pilihan

(12)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan

metode quasy experiment atau eksperimen semu.

B. DesainPenelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test

and post-test group.

Tabel 3.1

Pre-test and Post-test Group Design

Pre-test Treatment Post-test

T1 X T2

(Arikunto, 2010).

Dengan,

T1 : Tes awal (pre-test)

T2 : Tes akhir (post-test)

X : Perlakuan (treatment), yaitu penerapan model pembelajaran

berbantuan animasi dan simulasi

C. Lokasi dan Sampel Penelitian

Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI pada salah satu

(13)

yang terdiri dari enam kelas IPA. Adapun yang menjadi sampel pada

penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 yang dipilih secara purposive

sampling.

D. InstrumenPenelitian

Pada penelitian ini, instrumen yang akan digunakan dalam pengumpulan

data adalah penggunaan tes pilihan ganda dan angket siswa. Diperlukan untuk

memperoleh data berupa respon siswa terhadap proses pembelajaran dengan

pemanfaatan media presentasi berbantuan animasi dan simulasi yang telah

diajarkan.

E. Langkah-langkahPenelitian

1. Tahap Persiapan

a. Menyusun skenario pembelajaran.

Sebelum melakukan penelitian, dibuat dulu skenario

pembelajarannya, sehingga alur dari pembelajarannya tersusun

dengan rapih.

b. Melakukan studi pendahuluan untuk menentukan masalah yang

dikaji dengan menyebarkan angket. Studi pendahuluan ini untuk

mengetahui hasil prestasi belajar materi hukum gravitasi Newton

(14)

c. Studi literatur, dilakukan untuk mendapatkan teori yang akurat

dalam menanggulangi permasalahan yang didapat dari studi

pendahuluan.

d. Menyusun instrumen

Disusun sesuai tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui prestasi

belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran menggunakan

persentasi animasi dan simulasi pada pokok bahasan hukum gravitasi

Newton.

e. Judgement instrumen penelitian oleh dua orang dosen ahli dan satu

orang guru di sekolah tempat penelitian kemudian melakukan uji

coba instrumen penelitian dan menganalisis uji coba instrumen serta

menentukan soal yang layak digunakan sebagai instrumen penelitian.

f. Melakukan perizinan penelitian.

Perizinan penelitian ini menggunakan surat pengantar dari fakultas

FPMIPA UPI. Hal ini ditujukan kepada kepala sekolah yang

bersangkutan untuk meminta izin melakukan penelitian.

2. Tahap Pelaksanaan

a. Melakukan pre-test untuk mengetahui konsepsi awal siswa terhadap

pokok bahasan yang diajarkan.

b. Melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model

pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan animasi dan

simulasi.

(15)

Berikut ini adalah tabel 3.2 yang mencantumkan jadwal penelitian

Tabel 3.2 Jadwal Penelitian

Pertemuan ke-

Tanggal

Pelaksanaan Materi

1 27 September 2012 Hukum Gravitasi Newton 2 28 September 2012 Medan Gravitasi

3 3 Oktober 2012 Hukum Kepler

3. Tahap Akhir

a. Mengolah data hasil pre-test dan post-test.

b. Menganalisis dan membahas temuan penelitian.

c. Menarik kesimpulan.

(16)

Tahap Persiapan

Tahap Pelaksanaan

Tahap Akhir

Gambar 3.1

Diagram Alur Proses Penelitian Judgment Instrumen Penelitian

Studi Literatur

Pre-test

Observasi

Pengolahan Data

Uji Coba dan Analisis Instrumen Penelitian

Penerapan model pembelajaran kooperatif

tipe STAD berbantuan animasi dan simulasi

dalam kegiatan belajar mengajar

Post-test

Kesimpulan

Rumusan Masalah

Solusi Permasalahan

Pembuatan Instrumen Penelitian dan Perangkat Pembelajaran

(17)

F. Teknik Analisis Instrumen

Sebelum digunakan sebagai tes awal dan tes akhir dilakukan uji coba

instrumen. Data hasil ujicoba selanjutnya dianalisis. Analisis ini meliputi uji

validitas, uji reliabilitas, uji daya pembeda dan uji tingkat kesukaran.

1. Validitas

Dalam bahasa Indoneisia “valid” disebut dengan istilah “sahih”.

Uji validitas adalah pengujian instrumen untuk mengetahui ketepatan

dari suatu instrumen penelitian atau alat pengukur terhadap suatu konsep

yang akan diukur. Jenis validitas yang digunakan adalah validitas

empiris. Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas yang tinggi,

sedangkan instrumen yang kurang valid memiliki validitas yang rendah.

Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang

diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara

tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukan sejauh mana

data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas

yang dimaksud.

Nilai validitas dapat ditentukan dengan menggunakan rumus korelasi

product moment, yaitu:

� = � −( )( )

{� 2 ( )2}{ 2( )2}

Keterangan:

rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y, dua variabel yang

(18)

X = Skor tiap butir soal

Y = Skor total tiap butirsoal

N = Jumlah siswa

Interpretasi mengenai besarnya koefisien relasi ditunjukan pada tabel

dibawah ini (Arikunto, 2010:75)

Tabel 3.3 Interpretasi Validitas

2. Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen

cukup dapat dipercaya atau digunakan sebagai alat pengumpul data

karena instrumen tersebut sudah baik (Suharsimi Arikunto, 2010:222).

Instrumen yang reliabel akan menghasilkan data yang dipercaya juga.

Reabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu.

Reabilitas soal dengan menggunakan rumus Spearman-Brown:

r11 =

(19)

Interpretasi mengenai besarnya koefisien realibilitas instrumen

ditunjukan pada tabel dibawah ini (Arikunto, 2010:75)

Tabel 3.4

Interpretasi Reabilitas Nilai rxy Kriteria

0,80 <�11 1,00 Sangat Tinggi

0,60 <�11 0,80 Tinggi

0,40 <�11 0,60 Cukup

0,20 <�11 0,40 Rendah

0,00 <�11 0,20 Sangat Rendah

3. Tingkat Kesukaran

Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak

terlalu sukar. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang anak untuk

mempertinggi usaha memecahkannya. Sebaliknya soal yang terlalu sukar

akan menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak mempunyai

semangat untuk mencoba lagi di luar jangkauan (Suharsimi Arikunto,

2010).

Tingkat kesukaran dihitung dengan menggunakan perumusan :

B P

JS

Keterangan :

P = Indeks Kesukaran

B= Banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan benar

(20)

Nilai P yang diperoleh dapat diinterpretasikan untuk menentukan tingkat

kesukaran butir soal dengan menggunakan kriteria pada tabel dibawah ini

(Arikunto, 2010:210)

Tabel 3.5

Interpretasi Indeks Taraf Kesukaran Soal

Nilai P Keterangan

0,10-0,30 Sukar

0,30-0,70 Sedang

0,70-1,00 Mudah

4. Daya Pembeda

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan

antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang

bodoh (Suharsimi Arikunto, 2010:211).

Daya pembeda butir soal dihitung dengan menggunakan perumusan

seperti di bawah ini:

A B

J = Banyaknya peserta kelompok atas

B

J = Banyaknya peserta kelompok bawah

A

B = Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu

(21)

B

B = Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu

dengan benar

A

P = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar

B

P = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar

Interpretasi daya pembeda dapat dilihata pada tabel di bawah ini

(Arikunto, 2010:218)

Tabel 3.6

Interpretasi Daya Pembeda

Daya Pembeda Keterangan

0,00-0,20 Jelek (poor)

0,20-0,40 Cukup (satisfactory)

0,40-0,70 Baik (good)

Negatif Semuanya tidak baik

G. Hasil Analisis Uji Coba Instrumen

Instrumen merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu

penelitian. Hal ini dikarenakan instrumen menentukan peranan yang sangat

penting yaitu baik tidaknya hasil penelitian. Seperti yang diungkapkan oleh

Arikunto (2010) yaitu:

(22)

Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian harus diujicobakan

terlebih dahulu. Pada penelitian ini uji coba soal instrumen dilakukan di kelas

XII. Soal hanya terdiri dari satu perangkat yaitu soal prestasi belajar. Setelah

diujicobakan, soal instrumen akan dilihat bagaimana validitas, reabilitas, taraf

kemudahan, dan daya pembeda soal agar dapat dikatakan bahwa instrumen

(23)

1. Hasil Uji Coba Instrumen Tes Prestasi Belajar

Tabel 3.7 Hasil Uji Coba Instrumen Tes Prestasi Belajar

No. Soal

Validitas Daya Pembeda Taraf Kesukaran

Keputusan Nilai Interpretasi Nilai Interpretasi Nilai Interpretasi

1 0,52 Sedang 0,29 Cukup 0,64 Sedang Digunakan

TD : Tidak Terdefinisi

DSR : Digunakan Setelah Revisi

(24)

Tabel 3.8

Alasan Butir Soal Prestasi Belajar Digunakan atau Digunakan

No.

Soal Keputusan Alasan

1 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

2 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

3 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik..

4 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

5 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

6 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

7 Dibuang Soal ini dibuang karena tidak valid.

8 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

9 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

10 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

11 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

12 Dibuang Soal ini dibuang karena tidak valid.

13 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

14 Dibuang Soal ini dibuang karena tidak valid.

15 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

16 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

17 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

18 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

19 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

20 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

21 Dibuang Soal ini dibuang karena tidak valid.

22 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

(25)

No.

Soal Keputusan Alasan

taraf kemudahannya dinilai baik. 24 Dibuang Soal ini dibuang karena tidak valid.

25 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

26 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

27 Digunakan Soal ini langsung digunakan karena validitas, daya pembeda dan taraf kemudahannya dinilai baik.

Dari hasil judgment dan uji coba maka jumlah soal dalam instrumen

prestasi belajar adalah sebanyak 22 soal.

H. Data dan Teknik Pengumpulan Data

1. Jenis Data

Dalam penelitian ini data dapat dikelompokan menjadi dua yaitu data

kuantitatif dan data kualitatif.

a. Data Kuantitatif

Data kuantitatif diperoleh dari hasil pre-test dan post-test. Hal ini

bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa

terkait domain kognitif. Selain itu, untuk mengetahui respon siswa

digunakan angket dan hasil angket ini dinyatakan dalam presentase.

b. Data Kualitatif

Data kualitatif diperoleh dari hasil lembar observasi aktivitas siswa

dan guru serta catatan kejadian selama kegiatan belajar mengajar

dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

(26)

2. Teknik Pengolahan Data

a. N-Gain Score

N-Gain Score ini digunakan untuk melihat apakah ada atau

tidak peningkatan prestasi belajar setelah diterapkannya model

pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan animasi dan simulasi.

Berdasarkan kriteria efektivitas pembelajaran menurut R. R. Hake

(1998). Rumus yang digunakan untuk menghitung gain yang

dinormalisasi adalah

= % <� > % <� > =

% <� >−% <� > 100−% < � >

Interpretasi terhadap nilai gain yang dinormalisasi ditunjukan oleh

Tabel 3.9 berikut ini :

Tabel 3.9

Interpretasi Nilai Gain yang Dinormalisasi Nilai <g> Klasifikasi

≥0,7 Tinggi

0,7 > ≥0,3 Sedang < 0,3 Rendah

b. Analisis Keterlaksanaan Model Pembelajaran

Untuk mengetahui kriteria keterlaksanaan model pembelajaran

kooperatif tipe STAD berbantuan animasi dan simulasi pada setiap

pertemuan, maka data hasil observasi diolah menjadi dalam bentuk

(27)

Tabel 3.10

Interpretasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran

No.

c. Analisis Angket Siswa

Angket ini digunakan untuk melihat respon siswa terhadap

pembelajaran fisika pada materi hukum gravitasi Newton setelah

diterapkan pembelajaran animasi dan simulasi. Alternatif jawaban

yang tersedia pada angket dibuat berdasarkan skala Likert, yang

terdiri dari SS, S, TS, dan STS. Pada pilihan tersebut tidak dimasukan

pilihan netral, hal ini bertujuan untuk menghindari sikap netral siswa

dalam mengambil keputusan. Sehingga siswa diharapkan lebih berani

dalam menentukan jawaban yang benar dan menunjukan sikap yang

jelas terhadap pernyataan atau kondisi yang diberikan.

Teknik yang digunakan dalam penyekoran angket adalah sebagai

berikut:

1) Untuk pernyataan yang positif, jawaban SS diberi skor 4, S diberi

skor 3, TS diberi skor 2, dan STS diberi skor 1.

2) Untuk pernyataan yang negatif, jawaban SS diberi skor 1, S diberi

(28)

Setelah diperoleh skor tersebut, maka hasil tersebut di olah kembali

dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

� =

Keterangan:

P = Persentase jawaban

f = rata-rata frekuensi jawaban

n = jumlah sampel

Data angket yang diperoleh, dihitung persentasenya dan selanjutnya

diinterpretasikan ke dalam kalimat dengan klasifikasi penafsiran data

yang dianggap lebih efektif. Adapun klasifikasi penafsiran ditetapkan

sebagai berikut :

Persentase Kategori penafsiran

0% Tidak ada

1% - 25% Sebagian kecil

26% - 49% Hampir setengahnya

50% Setengahnya

51% - 75% Sebagian besar

76% - 99% Pada umumnya

100% Seluruhnya

(29)

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan, dan analisis data yang telah

dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan model

pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan animasi dan simulasi

dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Untuk lebih lengkapnya,

kesimpulan penelitian dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapan model Student

Team Achievment Division (STAD) berbantuan animasi dan simulasi

berada pada kategori sedang dengan nilai gain ternormalisasi sebesar

0,48. Aspek C1 mengalami peningkatan pada kategori tinggi, aspek C2

mengalami peningkatan pada kategori rendah, aspek C3 mengalami

peningkatan pada kategori sedang, dan aspek C4 mengalami

peningkatan pada kategori tinggi.

2. Sebagian besar siswa (76,04%) menyatakan manfaat multimedia

animasi dan simulasi yang cukup besar dalam perkembangannya.

Sebagian besar siswa (65,89%) menyatakan multimedia animasi dan

simulasi mudah dipahami dalam pembelajaran. Sebagian besar siswa

(68,06%) menyatakan multimedia animasi dan simulasi efektif dalam

(30)

B. Rekomendasi

Dari penelitian yang telah dilakukan, penyusun mengajukan beberapa

saran diantaranya:

1. Model kooperatif tipe Student Team Achievment Division (STAD)

berbantuan animasi dan simulasi dapat digunakan dalam pembelajaran

Fisika untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

2. Sebaiknya siswa sering dilatih pada setiap kemampuan kognitif

khususnya pada kemampuan memahami, hal ini diharapkan dapat

meningkatkan pemahaman siswa ketika diberi permasalahan yang

berbeda.

3. Pada saat diskusi kelompok diharapkan guru mengontrol siswa agar

bekerja sama dengan kelompoknya masing-masing sehingga instruksi

berdiskusi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

dapat berjalan baik.

4. Animasi dan simulasi yang ditampilkan sebaiknya dibuat oleh peneliti

sehingga sudah disusun sedemikian rupa agar arah materi

(31)

DAFTAR PUSTAKA

Ariesto Hadi Sutopo. 2003. Multimedia Interaktif Dengan Flash. Yogyakarta : Graha Ilmu

Arikunto. (2010). ProsedurPenelitian. Jakarta: Erlangga

Aviantarani, Devi. (2012). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dan Respon Siswa Kelas Vii Dengan Menggunakan Computer Assisted Instruction (Cai) Pada Konsep Ekosistem. Skripsi Sarjana UPI Bandung: Tidak Diterbitkan

Beskeni, R. et al . (2011). “The Effect Of Prior Knowledge In Understanding Chemistry Concepts By Senior Secondary School Students.”

International Journal Of Academic Research.

Budi, Listiyono. (2011). Manfaat dan karakteristik multimedia, Online. Tersedia: http://listiyonobudi.blogspot.com/2011/11/manfaat-dan-karakteristik-multimedia.html (30 September 2012)

Dayanti. (2011). Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Student Team Achievement Divisions (Stad) Pada Pencapaian Kompetensi Membuat Pola Blazer Di Smk N I Sewon Bantul. Skripsi pada Sarjana UNY: Tidak Diterbitkan

Fathimah, Nusuki Syari'ati. (2012). Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Membaca Permulaan Model Drill Ang Practice Bagi Anak Disleksia Tingkat Sekolah Dasar. Skripsi pada Sarjana UPI: Tidak Diterbitkan

Gusliana, Gina. (2011). Efektifitas Strategi Problem Solving Menggunakan Cognitive Apprenticeship (CA) dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMP. Skripsi Sarjana UPI : Diterbitkan

Hake. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses.

Department of Physics, Indiana University, Bloomington, Indiana

(32)

Kusnandar, Ade. (2007). Panduan Pengembangan Multi Media Pembelajaran. Jakarta : Depdiknas

McGraw Ibiz Fernandez. (2002). Animation & Cartooning: A creative Guide. (California:2002), hal. 50

Muliyani. (2011). Kajian kemampuan berpikir kreatif dan peningkatan prestasi belajar siswa SMP dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD.

Skripsi pada Sarjana UPI: Tidak Diterbitkan

Mulyadi, Ahmad Wisnu. (2010). Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Cai Model Instructional Games Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Skripsi Sarjana UPI : Tidak Diterbitkan

Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung : CV Alfabeta

Nirmalasari, Mala. (2005). Program Pembelajaran Energi dengan menggunakan Model Cooperative Learning Tipe STAD untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Kemampuan Bekerjasama Siswa SMP. Bandung : Tidak Diterbitkan

Purnamasari, Lesi. (2011). Penggunaak Media Open Source Physics (OSP)-tracker Pada Kegiatan Pemantapan Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Berpikir Kreatif Siswa SMP. Sripsi Pada Sarjana UPI: Tidak Diterbitkan

Puspawardhani, Inayat Dewi. (2011). Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Berbantuan Multimedia Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Tik. Skripsi Pada Sarjana UPI: Tidak Diterbitkan

Rugayanti, Ariska. (2011). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi dan Prestasi Belajar Siswa SMA Pada Materi Gerak Harmonik Sederhana. Skripsi Sarjana Pada FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia : Diterbitkan

Slameto. (1995). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

(33)

Sudjana, Nana. (2002). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung : Sinar Baru

Tahar, Farida. (2007). Pengaruh Model Pembelajaran Heuristik Vee dan Pengajaran Langsung terhadap Prestasi Belajar Pembiasan Cahaya Dikaitkan Dengan Konsep Diri Siswa SMP. Tesis Program Pasca Sarjana UPI Bandung : Tidak Diterbitkan

Wisnu. (2011). Teknologi Informasi, Online. Tersedia: http://titowisnu.blogspot.com/2011/04/teknologi-informasi.html (25 Juli 2012)

Gambar

Tabel 3.1 Pre-test and Post-test Group Design
Tabel 3 1 Pre test and Post test Group Design . View in document p.12
Tabel 3.2 Jadwal Penelitian
Tabel 3 2 Jadwal Penelitian . View in document p.15
Gambar 3.1  Diagram Alur Proses Penelitian
Gambar 3 1 Diagram Alur Proses Penelitian . View in document p.16
Tabel 3.3 Interpretasi Validitas
Tabel 3 3 Interpretasi Validitas . View in document p.18
Tabel 3.4 Interpretasi Reabilitas
Tabel 3 4 Interpretasi Reabilitas . View in document p.19
Tabel 3.5 Interpretasi Indeks Taraf Kesukaran Soal
Tabel 3 5 Interpretasi Indeks Taraf Kesukaran Soal . View in document p.20
Tabel 3.6 Interpretasi Daya Pembeda
Tabel 3 6 Interpretasi Daya Pembeda . View in document p.21
Tabel 3.7 Hasil Uji Coba Instrumen Tes Prestasi Belajar
Tabel 3 7 Hasil Uji Coba Instrumen Tes Prestasi Belajar . View in document p.23
Tabel 3.8 Alasan Butir Soal Prestasi Belajar Digunakan atau Digunakan
Tabel 3 8 Alasan Butir Soal Prestasi Belajar Digunakan atau Digunakan. View in document p.24
Tabel 3.9 berikut ini :
Tabel 3 9 berikut ini . View in document p.26
Tabel 3.10 Interpretasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran
Tabel 3 10 Interpretasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran . View in document p.27

Referensi

Memperbarui...

Download now (33 pages)