HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN.

Gratis

0
17
51
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap proses pembelajaran di SMK yang difokuskan padapersepsi siswa terhadap proses pembelajaran, motivasi berprestasi siswa dan hubungannya dengan hasil belajar yang diperoleh siswa dengan judul penelitianHubungan Persepsi Siswa Terhadap Keterampilan Mengajar Guru dan Motivasi Berprestasi dengan Hasil Belajar Siswa di SMK. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan, maka secara umum tujuan penelitian ini untuk mengungkap hubungan persepsi siswa tentangketerampilan mengajar guru dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar siswa pada kompetensi Dasar-Dasar Kelistrikan Program Keahlian Teknik Elektro di SMK ,secara spesifik tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap : 1.

1.6. Manfaat Penelitian

  Pengambil kebijakan pendidikan, sebagai bahan yang dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan dalam upayapeningkatan proses pembelajaran di SMK sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten dan mempunyai daya saing dalam memasuki dunia kerja. Pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya teori mengenai keterampilan mengajar guru dan motivasi berprestasi, sehinggadapat dijadikan bahan rujukan untuk penelitian lanjutan yang berkaitan dengan hal tersebut di atas.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Metode Penelitian

  Sesuai dengan tujuan penelitian maka dalam penelitian ini digunakan teknik penelitian korelasional, seperti dikatakan Joesoef at al.(2007:13) :“Korelasi adalah salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel yang sifatnya kuantitatif. Dua variabel dikatakanberkorelasi apabila perubahan pada variabel yang satu akan diikuti perubahan pada variabel yang lain secara teratur, dengan arah yang sama atau dapat puladengan arah yang berlawanan.

3.2. Populasi dan Sampel Penelitian

  Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti maka populasi sasaran dari penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Elektronika IndustriSMK Negeri 1 Losarang sejumlah 62 siswa dan siswa kelas XI Program KeahlianTeknik Elektronika Industri SMK Muhamadiyah Kandanghaur sebanyak 46 siswa, sehingga jumlah populasi dari penelitian ini adalah 108 siswa. Teknis pengambilan sampel dilakukan dengan pengambilan sampel acak proporsional (proporsional random sampling), dengan tujuan agar sampel yangdipilih dapat merupakan sampel yang representatif, yaitu sampel yang dapat menggambarkan karakteristik populasi yang diteliti.

3.3. Variabel dan Definisi Operasional

3.3.1. Variabel Penelitian

  Hubungan Variabel Penelitian Dimana X 1 : Persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru X 2 : Motivasi berprestasi siswa Y : Hasil belajar siswa pada kompetensi Dasar-Dasar Kelistrikan Definisi operasional dari variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru adalah skor yang diambil dari tanggapan atau jawaban siswa terhadap keterampilan guru dalam bertanya,memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas, serta mengajarkelompok kecil dan perorangan.

3.3.2. Definisi Operasional

  Skor diambil dari jawaban 30 butir kuesioner pernyataan sikap yang diajukan kepada siswa, sehingga rentang skor teori akan diperoleh antara 0 - 90. Skor diambil dari jawaban 20 butir soal tes yang diajukan kepada siswa, sehingga rentang skor teoriakan diperoleh antara 0 – 20.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

  Untuk mengungkap data mengenai hubungan persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru dan motivasi siswa dengan hasil belajar siswa padakompetensi Dasar-Dasar Kelistrikan dibutuhkan metode dan alat pengumpul data(instrumen penelitian). Tingkat berpikir yang terlibat bisa dari tingkat pengetahuan sampaitingkat sintesis dan analisis.” Tes dalam bentuk pilihan ganda pada penelitian ini digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa pada kompetensi Dasar-Dasar Kelistrikan.

3.5. Instrumen Penelitian

Berdasarkan landasan teoritis dan definisi operasional yang telah diuraikan di atas maka dalam penelitian ini digunakan kuesioner/angket dan tes objektif.

3.5.1. Uji Coba Instrumen

  Instrumen disebut berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan pemakaiannya apabila sudah terbukti valid dan reliabiel, dengan kata lain instrumenpenelitian yang baik adalah instrumen yang valid dan reliable. Valid mengandung arti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu dapat mengungkapkan data darivariabel yang akan diteliti secara tepat dan reliable berarti konsisten, dengan kata lain apabila intrumen digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akantetap menghasilkan data yang sama pula.

3.5.1.1. Uji Validitas Instrumen

3.5.1.1.1. Validitas Angket

  Untuk menguji validitas instrumen penelitian yang berupa angket skala sikap, peneliti melakukan validitas konstruksi ( construct validity ) instrumen, denganmengkonsultasikan instrumen yang telah disusun kepada pembimbing untuk diminta pendapatnya tentang konstruksi instrumen tersebut. Kriteria yang dijadikan dasar untuk mengetahui valid tidaknya sebuah butir instrumen adalah dengan melihat besarnya nilai ” r ” antara skor butir dengan skor hitung tabel hitung r tabel ) maka butir tersebut dinyatakan valid.

3.5.1.1.2. Validitas Instrumen Tes Hasil Belajar

  Di samping mencari validitas dan re-liabilitas tes, juga diperlukan perhitungan tingkat kesukaran dan daya pembeda tes, sehingga tes yang digunakan dapat dipertimbangkan layak atau tidak sebagai alatpengumpul data yang baik. Sehubungan dengan instrumen yang akan digunakan oleh peneliti berupa soal tes pilihan ganda, Zulaiha (2008:1) mengatakan :”Untuk mendapatkan informasi tentang karakteristik setiap butir soal perlu dilakukan analisis soal, baik analisis kualitatif maupun analisis kuantitatif.

3.5.1.1.3. Validitas isi

  Analisis materi dimaksudkan sebagai penelaahan yangberkaitan dengan substansi keilmuan yang ditanyakan dalam soal serta tingkat kemampuan yang sesuai dengan soal. Untuk mendapatkan validitas isi dari tes hasil belajar kompetensi dasar-dasar kelistrikan, ditempuh dengan cara membuat tabel kisi-kisi hasil belajar dan kemudianvaliditas isi dan konstruk dilakukan bersama pembimbing dan bantuan guru-guruTeknik Elektronika Industri di SMK Negeri 1 Losarang.

2.1. Daya Pembeda

  Soal yang baik adalah soal yang dapat membedakan kelompok siswa yang berkemampuan tinggi dan berkemampuan rendah. Menurut kriteria yang berlaku di Pusat Penilaian Pendidikan (Zulaiha, 2008:5) soal yang baik atau dapat diterima bila memiliki daya pembeda soal diatas 0,25,karena soal tersebut dapat membedakan siswa yang berkemampuan tinggi dan berkemampuan rendah.

2.2. Tingkat Kesukaran

  12 /0 = Dimana :TK = Tingkat KesukaranJB = banyak siswa yang menjawab benar n = banyak siswadengan kriteria sebagai berikut : Tabel 3.4. Kriteria Tingkat Kesukaran Kriteria Tingkat Kesukaran KeteranganSukar TK < 0,30,3 ≤ TK ≤ 0,7 Sedang TK > 0,7 Mudah( Zulaiha, 2008:6) Untuk mengetahui berfungsi tidaknya pengecoh dilihat dari tingkat kesukaran, maka harus dilakukan perhitungan penyebaran pilihan jawaban, yaitu proporsi siswayang menjawab pilihan jawaban tertentu.

3.5.1.2. Uji Reliabilitas Instrumen

  Data item hasil uji coba instrumen yang sudah dinyatakan valid dibelah menjadi dua kelompok yaitu kelompok item instrumen ganjil (X) dan kelompok iteminstrumen genap (Y), sehingga menghasilkan total skor dari masing-masing kelompok. Menetapkan nilai r tabel dengan menggunakan koefisien Alpha (α) dari Cronbach .pada taraf signifikansi ≥ = 0,005 dan derajat kebebasan dk = N – 2 11 tabel 11 tabel berarti reliabel dan jika r 11 ≤ r tabel berarti tidak reliabel.

3.5.2. Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian

Hasil uji coba instrumen penelitian adalah sebagai berikut : a. Hasil uji coba instrumen variabel X

1 Dari 30 item pernyataan dalam angket terdapat 6 item dinyatakan tidak valid atau

  Membuka dan menutup1,2,3 9 3 1 4 Keterampilan pelajaranMengajar 6. Mengajar kelompok 11,12,13, 4 4 - kecil dan Perorangan.

2 Dari 40 item pernyataan dalam angket terdapat 10 butir item dinyatakan tidak

  Menyukai situasi pekerjaan dengantanggung jawab pribadi, umpan balik,dan resiko tingkat menengah 2829,30 1 3 2 5 Jumlah Pernyataan 15 15 30(Instrumen penelitian variabel X 2 dapat dilihat pada lampiran 2 halaman 135) c. Menjelaskan sifat-sifat beban 3 Hasil listrik yang bersifat8,14, 13 belajarresistif,kapasitif dan induktif siswa pada pada rangkaian DC 3.

3.6. Teknik Analisis Data

Setelah diperolah instrumen yang valid dan reliabel maka langkah selanjutnya dari peneliti adalah pengambilan data untuk dianalisis dan ditarik kesimpulan sebagaihasil dari penelitian.

3.6.1. Pengujian Persyaratan Analisis

  Pengujian persyaratan analisis merupakan pengujian syarat analisis data sesuai dengan kondisi penyebaran data yang didapat. Karena penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan menggunakan statistik inferensial, maka perlu dilakukan terlebih dahulu uji normalitas dan uji homogenitas data.

3.6.1.1. Uji Normalitas Galat Taksiran

  Uji normalitas data bertujuan untuk mengetahui dan menentukan apakah sebaran data yang akan dianalisis mempunyai tingkat sebaran data yang normal atautidak. Jika data berdistribusi normal maka peneliti dalam pengolahan data selanjutnya dapat menggunakan teknik analisis statistik parametrik dan sebaliknya jika sebarandata tidak berdistribusi normal maka peneliti bisa menggunakan teknik statistik non parametrik.

2 Jika ≥ artinya Data Distribusi Tidak Normal dan

χ hitung χ tabel 2

2 Jika < artinya Data Berdistribusi Normal

  χ hitung χ tabel Data yang perlu diuji normalitas distribusi frekuensi dalam penelitian ini ˆ adalah galat ( ) dari data perolahan skor. Perhitungan uji normalitas ∈= Y − Y distribusi dapat dilihat pada lampiran 2.

3.6.1.2. Uji Homogenitas Data

  Uji Homogenitas, digunakan untuk mengetahui apakah data yang dihubungkan sejenis (homogen) dengan menggunakan metode Bartlet dan variansterbesar dibanding varian terkecil menggunakan table F untuk uji homogenitas antar variable bebas. (Riduwan, 2008:177).

1 Sampel

2 2 2 dk S i Log S i (dk) Log S i kedk 2 2 21 n 1 - 1 1/(n 1 – 1) S 1 Log S 1 (n k – 1)Log S 1 2 2 22 n 2 - 1 1/(n 2 – 1) S 2 Log S 2 (n k – 1)Log S 2… … … … … … 2 2 2k n k - 1 1/(n k – 1) S k Log S k (n k – 1)Log S k 2 Jlh ∑ (n k – 1) ∑ (1/(n k – 1)) ∑ (n k – 1)Log S iDari daftar ini kita hitung harga-harga yang diperlukan, yakni: Langkah 1 : Varians gabungan dari semua sampel dalam hal ini yang menjadi sampeladalah kelompok-kelompok data yang nilainnya sama, dengan rumus:2  n 1 s 2 ( ) ∑ i − i  s = n 1∑ i − ( )  Langkah 2 : Harga satuan B dengan rumus:2 B log s n 1 = i −( ) ∑ ( ) Untuk uji Bartlett digunakan statistik khi-kuadrat dengan rumus:22 ln 10 B n 1 log s= − − χ ( ) ∑ ( i ) i { } 2 hitung denganχ 2 tabel untuk ≥ = 0.05 dan derajatkebebasan (dk) = k – 1 , Kriteria data homogeny jika χ 2 hitung <χ 2 tabelPerhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 3

3.6.2. Pengujian Hipotesis Penelitian

  Untuk menghitung tingkat korelasi X 1 dengan Y, korelasi X 2 dengan Y dankorelasi X 1 dengan X 2 digunakan analisi korelasi sederhana dengan rumus : (Usman, 1995:203) Interpretasi korelasi dari nilai r adalah sebagai berikut : Tabel 3.10 Interpretasi dari nilai r Interval Koefisien Tingkat Hubungan0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat0,80 – 1,000 Sangat Kuat Sumber Sugiyono (2005: 231) b. Untuk menghitung korelasi X 1 dan X 2 dengan Y digunakan analisis korelasiganda dengan rumus : (Usman, 1995:232) Untuk mengetahui signifikan atau tidaknya hubungan antar variabel dalam hubungan ini, digunakan Uji-F dengan rumus:(Usman, 1995:233) Dimana: k = banyaknya variabel bebas dann = banyaknya anggota sampel Kaidah pengujiannya yaitu :hitung tabel a.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Terdapat hubungan yang positif artinya terdapat hubungan yang berbanding lurus antara persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru dengan hasilbelajar siswa Program Keahlian Teknik Elektronika Industri pada kompetensiDasar-Dasar Kelistrikan, dimana semakin baik keterampilan mengajar guru dalam persepsi siswa, maka semakin meningkat pula hasil belajar siswa. Artinya terdapat hubungan yang berbanding lurus antara persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru dan motivasi berprestasi dengan hasil belajarsiswa Program Keahlian Teknik Elektronika Industri pada kompetensi Dasar-Dasar Kelistrikan, dimana semakin baik keterampilan mengajar guru dipersepsikan siswa bersama-sama dengan semakin baik motivasi berprestasisiswa maka semakin meningkat pula hasil belajar siswa.

5.2. Saran

  Agar memperhatikan keterampilan dasar guru dalam proses belajar mengajar, karena guru merupakan ujung tombak dari proses pembelajaran di sekolah,sehingga sangatlah penting untuk terus menerus mengupayakan peningkatan dan pengembangan keterampilan mengajar guru di sekolah, baik melalui diklat-diklatprofesi atau mendorong guru agar mau meningkatkan kualifikasi akademik dengan mengikuti studi pada jenjang yang lebih tinggi. Siswa harus meningkatkan prestasi belajarnya dengan tekun belajar dan berlatih, dan mengembangkan pengetahuan dengan mencari bahan ajar dan sumberbelajar lain dengan tidak hanya mengandalkan guru sebagai sumber informasi tunggal.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN SELF-REGULATED LEARNING PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI (SMPN) 1 TARAKAN
1
9
12
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI GURU DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS XII DI MAN MALANG I
0
7
24
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA SEKOLAH DASAR
0
5
2
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN MINAT BELAJAR EKONOMI TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS X SMA NEGERI 14 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2008/2009
0
21
12
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 1 TERBANGGI BESAR TAHUN PELAJARAN 2010/2011
0
39
86
PENGARUH PERSEPSI SISW KREATIVITAS GURU TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA SEMESTER GANJIL Pembimbing I Pembimbing II Pembahas FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN GURU, DAN METODE GURU DALAM MENGAJAR HASIL BELAJ
0
7
41
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN MINAT BELAJAR EKONOMI TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS X SMA NEGERI 14 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2008/2009
0
5
12
HUBUNGAN KETERAMPILAN HITUNG, PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN GURU MENGAJAR DAN CARA BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IPS SEMESTER GANJIL SMA BINA MULYA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
11
81
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 1 BUMI AGUNG LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2013/2014
0
3
90
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN MINAT BELAJAR MELALUI MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 23 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014
0
14
106
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU, DISIPLIN BELAJAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL SMP ISLAM PURBOLINGGO TAHUN PELAJARAN 2013/2014
0
8
141
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU DAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH DENGAN HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 NATAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
9
202
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU DAN KETERSEDIAAN SARANA BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR PENJASORKES PADA SISWA KELAS VIII DI MTs NEGERI 1 KOTABUMI
0
13
65
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU MELALUI MOTIVASI BELAJAR SISWA
0
7
105
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR, DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP FISIKA, DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA
0
0
71
Show more