DESAIN DIDAKTIS KONSEP LUAS DAERAH BELAH KETUPAT PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP.

Gratis

1
5
29
2 years ago
Preview
Full text

DESAIN DIDAKTIS KONSEP LUAS DAERAH BELAH KETUPAT PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP SKRIPSI

  Bandung, Juli 2013Pembuat Pernyataan, Alin Meilina ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Desain Didaktis Konsep Luas Daerah Belah Ketupat pada Pembelajaran Matematika SMP.” Tujuan utama penelitian ini adalah menyusun suatu desain bahan ajar yang dapat mengatasi kesulitan siswa dalam mempelajari konsep luas daerah belah ketupat. Hasil penelitian menyatakanbahwa siswa mengalami hambatan dalam memahami pengertian belah ketupat, bentuk-bentuk belah ketupat terkait dengan concept image dalam diri siswa,variasi informasi pada soal yaitu harus mencari informasi yang kurang maupun tersirat, soal aplikasi kehidupan sehari-hari, dan soal luas daerah belah ketupatyang harus dikoneksikan dengan materi matematika lain.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

  Penyiapan bahan ajar pada umumnya hanya didasarkan pada model sajian yang tersedia dalam buku-buku acuan tanpa melalui proses rekontekstualisasi (mencarikonteks yang berbeda dari konteks yang sudah ada) dan repersonalisasi(menjelaskan konsep yang sudah ada dengan caranya sendiri). Hal ini terjadi akibat pemahaman yang kurang terhadap materi yang 5 Pada dasarnya geometri menempati peluang yang lebih besar untuk dipahami siswa dibandingkan dengan cabang matematika yang lain karena ide-idegeometri sudah dikenal siswa sebelum mereka masuk sekolah, seperti garis, bidang, dan ruang, namun bukti-bukti dilapangan menunjukkan hasil belajargeometri masih rendah dan perlu ditingkatkan (Abdussakir, 2009).

B. Rumusan Masalah

  Apa saja learning obstacle (dalam hal ini hambatan epistimologis) yang dialami siswa dalam memahami konsep luas daerah belah ketupat? Bagaimana desain didaktis tentang konsep luas daerah belah ketupat yang mampu mengatasi learning obstacle sesuai karakteristik siswa?

C. Tujuan Penulisan

  Mengidentifikasi hambatan dan kesulitan siswa atau yang disebut dengan learning obstacle (dalam hal ini hambatan epistimologis) dalam memahami konsep luas daerah belah ketupat. Mengetahui desain didaktis tentang konsep luas daerah belah ketupat yang mampu mengatasi learning obstacle sesuai karakteristik siswa.

D. Manfaat Penulisan

  Dapat menjadi masukan bagi guru matematika dalam membuat bahan ajar memahami konsep luas daerah belah ketupat pada pembelajaran matematika SMP. Bagi siswa, diharapkan dapat lebih memahami konsep luas daerah belah ketupat dalam pembelajaran matematika sehingga tidak terjadi lagikesalahan dalam pemahaman konsep yang akan berakibat pada pembelajaran matematika berikutnya.

E. Struktur Organisasi

  BAB I PENDAHULUAN, pada bab ini akan disajikan beberapa hal yang melatarbelakangi permasalahan tentang konsep luas daerah belah ketupat,rumusan masalah yang akan di kembangkan oleh penulis, tujuan penulisan, manfaat penulisan, serta sktruktur organisasi. BAB II KAJIAN PUSTAKA, Pada bab ini akan disajikan beberapa teori- teori yang dapat dijadikan rujukan atau landasan untuk mengembangkandesain didaktis konsep luas daerah belah ketupat.

4. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN, pada bab ini akan

  Rangkaian penelitian tersebut yaitu mengidentifikasi learning obstacle pada siswa yang sudah mendapatkanmateri konsep luas daerah belah ketupat sebelumnya, mengetahui konsep dan konteks luas daerah belah ketupat, menyusun desain didaktis awalberdasarkan learning obstacle yang diperoleh sebelumnya disesuaikan dengan kompetensi-kompetensi matematika dan teori-teori belajar yangrelevan, mengimplementasikan desain didaktis awal untuk mengetahui 9 5. BAB V PENUTUP, pada bab ini akan disajikan kesimpulan dari seluruh rangkaian hasil penelitian dan saran yang membangun agar terciptanyaproses pembelajaran yang lebih baik.

BAB II I METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan untuk menyusun suatu desain didaktis berdasarkan

A. Desain Penelitian

  Fokus penelitian ini adalah menyusun desain didaktis berdasarkan learning obstacle terkait konsep luas daerah belah ketupat sehingga diharapkan mampu mengatasi learning obstacle tersebut. Menurut Suryadi (2010), ada tiga tahapan dalam penelitian desain didaktis, yaitu: “(1) analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran yang berupa Desain Didaktis Hipotesis termasuk ADP, (2) analisis metapedadidaktis, dan (3) analisis retrosfektif, yakni analisis yang mengaitkan hasil analisis situasi ” Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian yaitu siswa pada jenjang SMP kelas VII, sejumlah 33 siswa.

2. Mencari data/literatur tentang konsep-konsep pada matematika

  Pemahaman konsep luas daerah belah ketupat terkait dengan kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan informasi yang ada dari soal berbentukcerita ke dalam bentuk geometri. Pemahaman konsep luas daerah belah ketupat terkait kemampuan siswa dalam mengkoneksikan konsep luas daerah belah ketupat dengan konsepgeometri yang lain.

C. Definisi Operasional

  Learning obstacle merupakan hambatan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Dalam tulisan ini, learning obstacle yang dikaji hanya yang bersifat epistimologis.

2. Epistimological obstacle merupakan pengetahuan seseorang yang hakekatnya terbatas pada konteks tertentu

  Dalam hal ini, disain didaktis yang dimaksudkan yaitu dikembangkan berdasarkan sifatkonsep yang disajikan dengan mempertimbangkan learning obstacle yang teridentifikasi. Konsep luas daerah belah ketupat adalah konsep matematika yang menyangkut konsep luas daerah pada salah satu bangun datar segi empat obstacle.

D. Analisis Data

  Berdasarkan modelMiles dan Huberman (Hendra, 2011:48) bahwa aktivitas dalam menganalisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai 23 data display (membuat uraian terperinci), dan conclusion drawing/ verification (melakukan interpretasi dan kesimpulan atau suatu pola). Analisis data ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian desain penelitian yang telahdirancang sehingga dalam pelaksanaannya dapat dilakukan bersama secara sistematis.

E. Uji Keabsahan Data

  Sebagaimana diungkapkan oleh Sugiyono (2009: 27) bahwa uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji creadibility, transferability, dependability, dan confirmability. Upaya peningkatan ketekunan yang dilakukan peneliti diantaranya, membaca berbagai referensi buku maupun hasil penelitian ataudokumentasi-dokumentasi yang terkait dengan hasil temuan.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan, diperoleh beberapa

  Karakteristik learning obstacle yang ditemukan terkait konsep luas daerah belah ketupat yaitu sebagai berikut: a. Learning obstacle terkait dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal yang membutuhkan daya imajinasi yang harus dikonstruksi terlebih dahulu.

2. Hasil pembahasan konsep dan konteks luas daerah belah ketupat a

  Desain didaktis awal konsep luas daerah belah ketupat disusun berdasarkan hasil identifikasi learning obstacle yang ditemukan dengan diperkuat teori-teori belajar yang relevan serta berdasarkan kompetensi matematika yang berkembang, seperti: Pemahaman (Knowing), Penalaran (Reasoning),Koneksi (connecting), Komunikasi, Eksplorasi, Generalisasi, Kreativitas, dan Pemecahan Masalah. Secara umum gambaran learning obstacle terhadap desain didaktis yang diimplementasikan dengan mengujikan kembali instrument learning obstacle pada siswa yang menjadi objek penelitian adalah terjadinya penurunan learning obstacle awal.

B. Saran

  Desain didaktis yang disusun berdasarkan learning obstacle pada siswa dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran mengenai konsepluas daerah belah ketupat. Penelitian ini diharapkan dapat terus dikembangkan dengan perbaikan instrumen, bahan ajar, dan cara penyampaian yang lebih baik lagi sehinggahasil penelitian yang akan diperoleh lebih maksimal dan siswa lebih tertarik dengan proses pembelajaran menggunakan desain didaktis ini.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN PETA KONSEP (CONCEPT MAPPING) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMK MUHAMMADIYAH II MALANG
0
6
2
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PERMAINAN BOLA FANTASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG LUAS DAN VOLUME BOLA PADA SISWA KELAS V SDN TEGALGONDO MALANG
0
5
21
DESAIN DAN IMPLEMENTASI MEDIA INTERAKTIF LAGU DAERAH UNTUK PEMBELAJARAN BUDAYA DAERAH PADA ANAK-ANAK
0
6
15
DESAIN MOZAIK PADA BINGKAI LINGKARAN DAN BELAH KETUPAT POLA SEGIENAM DAN UBIN PINWHEEL DENGAN MOTIF FRAKTAL
1
23
58
DESAIN PEMBELAJARAN and DESAIN MULTIMEDI
0
8
28
DESAIN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
0
4
15
KONSEP DASAR DESAIN PEMBELAJARAN
0
3
19
KONSEP DASAR DESAIN SISTEM PEMBELAJARAN
0
4
8
DESAIN PEMBELAJARAN GARIS BAGI SUDUT DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK Bagus Ardi Saputro
1
0
15
TEORI KONSTRUKTIVISTIK PADA PEMBELAJARAN LUAS BANGUN DATAR Suyoto
0
0
9
View of MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT ATTAINMENT DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA
0
0
34
View of ANALISIS LUAS DAERAH PROTEKSI PETIR JENIS EARLY STREAMER PADA TOWER SUTT
0
0
11
DESAIN DIDAKTIS MELALUI NAÏVE GEOMETRI UNTUK MENGATASI HAMBATAN EPISTEMOLOGIS DALAM PERSAMAAN KUADRAT ARTIKEL PENELITIAN
0
0
11
DESAIN KONSEP PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN MODEL QUANTUM TEACHING
0
1
21
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING TIPE MODELING THE WAY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA SUB POKOK BAHASAN JAJAR GENJANG DAN BELAH KETUPAT KELAS VII DI MTs NU 07 PATEBON KENDAL TAHUN AJARAN 20102011
0
0
150
Show more