Pengembangan perangkat pembelajaran Matematika menggunakan paradigma pedagogi reflektif dan jigsaw tipe II pada topik prisma di kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015 2016

Gratis

0
32
420
2 years ago
Preview
Full text
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DAN JIGSAW TIPE II PADA TOPIK PRISMA DI KELAS VIII E SMP NEGERI 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Oleh: Birgitta Galuh Widya Astuti NIM : 121414039 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2017 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DAN JIGSAW TIPE II PADA TOPIK PRISMA DI KELAS VIII E SMP NEGERI 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Oleh: Birgitta Galuh Widya Astuti NIM : 121414039 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2017 i PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO dan PERSEMBAHAN “Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!” (2 Tawarikh 15:7) Ku persembahkan skripsi ini penuh dengan sukacita dan cinta kasih kepada Allah Bapa dan Bunda Maria yang selalu menyertaiku dalam suka duka dan jatuh bangun ku dalam menyelesaikan skripsi ini demi masa depan yang lebih baik. Kedua orang tua ku, Fx. Tri Djalmo Hadi Putranto dan Angela Chandra Dwita yang telah setia memberikan cinta kasih, semangat, dan doa yang tak pernah terputus. Kakak dan adik-adik ku, Kristoforus Gilang Kanigoro, Lidwina Gita Ariany dan Bartolomeus Galang Wibisono Teman hidupku Leonardus Ida Transetio Sahabat ku Yaya, Heni, Ceha, Lusia, Iwak, Tina, Fani, Ita, Nonik, Resty, Vibi iv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 05 Januari 2017 Penulis Birgitta Galuh Widya Astuti v PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Birgitta Galuh Widya Astuti NIM : 121414039 Demi mengembangkan ilmu pengetahuan, saya memberikan karya ilmiah saya yang berjudul: “PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DAN JIGSAW TIPE II PADA TOPIK PRISMA DI KELAS VIII E SMP NEGERI 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016”. kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma berserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan loyaliti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Di buat di Yogyakarta Pada tanggal : 05 Januari 2017 Yang menyatakan, Birgitta Galuh Widya Astuti vi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif dan Jigsaw Tipe II pada Topik Prisma di Kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2015/2016 Birgitta Galuh Widya Astuti Universitas Sanata Dharma 2016 Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan perangkat pembelajaran matematika untuk topik prisma menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan model pembelajaran Jigsaw tipe II. Latar belakang penelitian ini adalah pembelajaran matematika yang kurang inovatif dan masih berpusat pada guru dengan menggunakan metode ceramah. Penggunaan alat peraga yang terbatas juga menjadi salah satu kendala beberapa siswa tidak berperan aktif dan kurang menghargai guru dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pengembangan perangkat pembelajaran matematika materi prisma, mengetahui kualitas perangkat yang dihasilkan, dan mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran matematika prisma dengan menggunakan PPR serta mengakomodasi teori Van Hiele dan Jigsaw tipe II. Peneliti menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall, yang meliputi: (1) Analisis Masalah dan Pengumpulan Data; (2) Perencanaan; (3) Pengembangan Produk Awal; (4) Ujicoba Lapangan Terbatas; (5) Revisi Ujicoba Lapangan Terbatas. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah silabus, RPP, bahan ajar, LKS, THB dan penilaian sikap menggunakan PPR yang mengakomodasi teori Van Hiele danJigsaw tipe II. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta yang berjumlah 35 siswa, dengan obyek semua perangkat pembelajaran matematika yang telah dikembangkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, wawancara, pengambilan foto,video dan tes. Deskripsi proses pengembangan perangkat pembelajaran matematika adalah (1) menganalisis masalah dan pengumpulan data dengan observasi dan wawancara pada guru matematika yang belum pernah menggunakan PPR dalam pembelajaran, (2) merencanakan penelitian, (3) pengembangan produk yang divalidasi oleh para ahli yaitu dosen dan guru matematika, (4) ujicoba terbatas yang dilakukan oleh guru yang pertama kali menggunakan PPR dan Jigsaw tipe II pada pembelajaran, dan (5) revisi hasil ujicoba terbatas. Hasil penelitian ini meliputi 1) hasil validasi perangkat pembelajaran adalah 3,85 termasuk dalam kategori “Baik” yang divalidasi oleh para ahli yaitu dosen dan guru mata pelajaran. 2) respon siswa terhadap proses pembelajaran menggunakan PPR mencapai 122,06 atau 76,29% termasuk dalam kategori “Bagus” hasil dari perhitungan kuesioner siswa, selain itu juga dilihat dari hasil refleksi siswa yang merasa senang dan menarik dengan pembelajaran ini. Kata Kunci: Perangkat pembelajaran, PPR, Jigsaw tipe II, Prisma vii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT The Development of Mathematic Learning Media Using Reflective Pedagogical Paradigm and Jigsaw Type II on Prism Topic in Class VIII E of SMP Negeri 1 Yogyakarta on 2015/2016 Academic Year Birgitta Galuh Widya Astuti Sanata Dharma University 2016 This study was a research and development of mathematic learning media for prism topic using Reflective Pedagogical Paradigm and learning media of Jigsaw type II. The background of this study was mathematic learning which was not innovative and still focused on the teacher in explaining the material. The limited use of learning model tools also became one of the reasons why the students were passive and could not pay attention to the teacher in teaching and learning activity. The aims of this study were to describe the process of the development of mathematic learning media for prism topic, to know the quality of the produced learning media, and to know students’ responses on the mathematic learning process on prism topic by using Reflective Pedagogical Paradigm and by accommodating Van Hiele’s theory with learning media of Jigsaw type II. The researcher used the procedure of research and development from Borg and Gall which included: (1) Problem Identification and Information Collecting; (2) Planning; (3) Early Product Development; (4) Preliminary Field Testing; (5) Revision of Preliminary Field Testing. Learning media which were developed were syllabus, lesson plan, learning material, students’ worksheet, THB and attitude assessment by using Reflective Pedagogical Paradigm which accommodated Van Hiele’s theory with learning media of Jigsaw type II. The research subjects were 35 students of Class VIII E of SMP Negeri 1 Yogyakarta and the research objects were all mathematic learning media which had been developed. The data gathering techniques which were used in this study were observation, questionnaire, interview, photo and video taking, and test. The descriptions about the process of the development of mathematic learning media were (1) identifying the problems and information collecting by observing and interviewing mathematics teacher who have not experienced using Reflective Pedagogical Paradigm in the teaching and learning activity, (2) planning the research, (3) product development which were validated by the experts, namely the lecturer and mathematics teacher, (4) preliminary field testing which was done by the teacher who experienced the use of Reflective Pedagogical Paradigm and learning media of Jigsaw type II for the first time, and (5) the revision of preliminary field testing’s result. The research result were (1) the validation result of the learning media was 3.85 and it belonged to “Good” category which was validated by the experts, namely the lecturer and subject teacher; (2) students’ responses on the learning process using Reflective Pedagogical Paradigm was 122.06 or 76,29% which belonged to “Good” category and it based on the calculation of students’ questionnaire and also the result of viii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI students’ reflection which showed that they felt excited and interested in this learning. Keywords: Learning Media, Reflective Pedagogical Paradigm, Jigsaw Type II, Prism. ix PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat dan karuniaNya yang telah diberikan atas penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas skripsi ini dengan penuh suka cita dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif dan Jigsaw Tipe II pada Topik Prisma di Kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2015/2016” sebagai salah satu syarat penulis untuk memproleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian dan penyususan skripsi ini tidak hanya hasil kerja penulis semata, semua atas bantuan serta dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus atas berkat Roh Kudus yang diberikan pada penulis dan cinta kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas skripsi ini. 2. Bapak Rohandi, Ph. D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 3. Dra. Haniek Sri Pratini, M. Pd., selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dengan segenap hati dari awal sampai berakhirnya penelitian dan penyusunan skripsi ini. x PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Ibu Maria Roostika S. Pd., selaku guru matematika kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta yang telah dengan sabar dan senang hati membimbing penulis dalam melaksanakan penelitian. 5. Kedua orang tua peneliti Fx. Tri Djalmo Hadi Putranto dan Angela Chandra Dwita yang telah memberikan cinta kasih, doa, dan semua dukungannya pada penulis dalam menyelesaikan tugas skripsi ini. 6. Siswa-siswi kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta yang telah bersedia berpartisipasi dalam pelaksanaan penelitian. 7. Segenap keluarga besar Universitas Sanata Dharma yang telah membantu melancarkan proses penelitian hingga penyusunan skripsi ini. 8. Leonardus Ida Transetio yang tidak ada bosannya memberikan semangat dan motivasi pada penulis dalam menyelesaikan tugas skripsi ini. 9. Sahabat-sahabat tersayang Stephani Rangga Larasati, Theresia Hermin, Christina Novy Wijaya, Lusia Devi Astuti, Servyana Nony, Vibiana Risa, Stefani Desy Natalia, Ita Susanti, Natalia Ika, Trisona Agustina, Resty Yudha yang telah memberikan bantuan dan dukungannya serta doa kepada penulis selama perkuliahan, pelaksanaan, dan penyusunan skripsi. 10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah berperan membantu pelaksanaan penelitian dan penyusunan skripsi. Penulis menyadari bahwa di dalam penulisan skripsi masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. xi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Yogyakarta, 05 Januari 2017 Penulis Birgitta Galuh Widya Astuti xii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING........................................ii HALAMAN PENGESAHAN................................................................................iii HALAMAN MOTTO dan PERSEMBAHAN ............................................................ iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................................... iv LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .................................................................... vi ABSTRAK ...................................................................................................................... vii ABSTRACT............................................................................................................viii KATA PENGANTAR ..................................................................................................... x DAFTAR TABEL .......................................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR .................................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ..................................................................................... 8 C. Pembatasan Masalah .................................................................................... 8 D. Rumusan Masalah ........................................................................................ 9 E. Batasan Istilah ............................................................................................ 10 F. Tujuan Penelitian ....................................................................................... 11 G. Manfaat Penelitian ..................................................................................... 12 H. Spesifikasi Produk...................................................................................... 13 BAB II LANDASAN TEORI....................................................................................... 22 A. Kajian Pustaka............................................................................................ 22 B. Pembelajaran Matematika .......................................................................... 22 C. Hasil Belajar ............................................................................................... 23 D. Paradigma Pedagogi Reflektif.................................................................... 24 E. Pembelajaran Kooperatif ............................................................................ 29 F. Jigsaw tipe II .............................................................................................. 30 xiii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI G. Teori Van Hiele .......................................................................................... 35 H. Perangkat Pembelajaran ............................................................................. 39 I. Prisma......................................................................................................... 43 J. Penelitian Relevan ...................................................................................... 46 K. Kerangka Berfikir....................................................................................... 47 BAB III METODE PENELITIAN .............................................................................. 50 A. Jenis Penelitian ........................................................................................... 50 B. Setting Penelitian........................................................................................ 51 C. Desain dan Prosedur Pengembangan ......................................................... 52 D. Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 57 E. Instrumen Penelitian................................................................................... 59 F. Teknik Analisis Data .................................................................................. 71 BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN ................................................................................................................. 77 A. Hasil Penelitian .......................................................................................... 77 1. Penelitian dan Pengumpulan Data (Research and Information Collection) ..................................................................................................... 77 2. Merencanakan Penelitian (Planning) ..................................................... 81 3. Pengembangan Desain Produk (Developing Preliminary form of Product).......................................................................................................... 84 4. Uji Coba Terbatas (Preliminary Field Testing) ...................................... 90 5. Revisi Hasil Uji Coba Terbatas (Main Product Revision) ................... 108 B. Pembahasan .............................................................................................. 108 1. Pengembangan perangkat pembelajaran prisma menggunakan PPR ... 108 2. Kualitas perangkat pembelajaran prisma yang menggunakan PPR .... 115 3. Respon siswa pada pembelajaran prisma menggunakan PPR .............. 116 C. Keterbatasan Penelitian ............................................................................ 119 BAB V PENUTUP ....................................................................................................... 120 A. Kesimpulan....................................................................................................... 120 B. Saran ......................................................................................................... 122 xiv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-kisi Penilaian Silabus ................................................................................ 61 Tabel 3.2 Kisi-kisi Penilaian RPP ..................................................................................... 62 Tabel 3.3 Kisi-kisi Penilaian LKS .................................................................................... 64 Tabel 3.4 Kisi-kisi Penilaian Bahan Ajar.......................................................................... 64 Tabel 3.5 Kisi-kisi Penilaian Sikap Conscience dan Compassion .................................... 65 Tabel 3.6 Kisi-kisi Penilaian Tes Hasil Belajar (Competence) ......................................... 65 Tabel 3.7 Lembar Observasi ............................................................................................. 66 Tabel 3.9 Kisi-kisi Kuesioner ........................................................................................... 69 Tabel 3.10 Kisi-kisi Soal Tes Hasil Belajar ...................................................................... 71 Tabel 3.11 Konversi Nilai Skala Lima Menurut Widoyoko ............................................. 72 Tabel 3.12 Kategori Skor Skala Lima ............................................................................... 73 Tabel 3.13 Bobot Pernyataan Positif................................................................................. 74 Tabel 3.14 Bobot Pernyataan Negatif ............................................................................... 74 Tabel 3. 15 Kriteria Respon Siswa.................................................................................... 75 Tabel 4.1 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran ............................................................ 90 Tabel 4.2 Jadwal Pelaksanaan Uji Coba Terbatas ............................................................ 91 Tabel 4.3 Hasil THB Prisma ........................................................................................... 104 Tabel 4.4 Hasil Nilai Conscience.................................................................................... 105 Tabel 4.5 Hasil Nilai Compassion .................................................................................. 106 Tabel 4.6 Hasil Kuesioner Respon Siswa ....................................................................... 107 Tabel 4.7 Revisi Hasil Uji Coba Terbatas....................................................................... 108 xv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. 1 Silabus .......................................................................................................... 14 Gambar 1. 2 RPP............................................................................................................... 16 Gambar 1. 3 LKS .............................................................................................................. 17 Gambar 1. 4 Bahan Ajar ................................................................................................... 18 Gambar 1. 5 Penilaian Competence .................................................................................. 19 Gambar 1. 6 Penilaian Compassion .................................................................................. 20 Gambar 1. 7 Penilaian Consience ..................................................................................... 21 Gambar 2. 2 Prisma Tegak Segiempat ABCD.EFGH ..................................................... 44 Gambar 2. 3 Jaring-jaring prisma ..................................................................................... 45 Gambar 2. 4 Skema Kerangka Berpikir ............................................................................ 49 Gambar 3. 1 Langkah-Langkah R&D Borg and Gall ....................................................... 52 Gambar 3. 2 Langkah-Langkah R&D saat Pelaksanaan ................................................... 56 xvi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran A.1Surat Ijin Penelitian A.2Surat Keterangan Sudah Penelitian B.1Lembar Validasi Ahli Pedoman Wawancara B.2Lembar Validasi Ahli Kuesioner B.3.1 Lembar Validasi Ahli 1 Silabus B.3.2 Lembar Validasi Ahli 2 Silabus B.4.1 Lembar Validasi Ahli 1 RPP B.4.2 Lembar Validasi Ahli 2 RPP B.5.1 Lembar Validasi Ahli 1 Bahan Ajar B.5.2 Lembar Validasi Ahli 2 Bahan Ajar B.6.1 Lembar Validasi Ahli 1 LKS 1 B.6.2 Lembar Validasi Ahli 2 LKS 1 B.7.1 Lembar Validasi Ahli 1 LKS 2 B.7.2 Lembar Validasi Ahli 2 LKS 2 B.8.1 Lembar Validasi Ahli 1 THB B.8.2 Lembar Validasi Ahli 2 THB B.9.1 Lembar Validasi Ahli 1 Penilaian Conscience B.9.2 Lembar Validasi Ahli 2 Penilaian Conscience B.10.1 Lembar Validasi Ahli 1 Penilaian Compassion B.10.2 Lembar Validasi Ahli 2 Penilaian Compassion C.1 Silabus C.2 RPP C.3 Bahan Ajar C.4 LKS 1 C.5 LKS 2 C.6 Penilaian Conscience dan Compassion D.1 Daftar Kelompok Utama D.2 Hasil Observasi Proses Pembelajaran D.3 Hasil Validasi Kuesioner D.4 Hasil Validasi Observasi D.5 Hasil Validasi Pedoman Wawancara D.6 Hasil Validasi Perangkat Ahli 1 dan 2 D.7 Percakapan Pembelajaran Pertemuan 1 D.8 Percakapan Pembelajaran Pertemuan 2 E.1 Foto Penelitian E.2 Hasil Aksi Siswa E.3 Hasil Scanning THB E.4 Hasil Scanning Kuesioner E.5 Hasil Laporan Aksi E.6 Hasil Scanning LKS 1 dan LKS 2 E.7 Hasil Refleksi Siswa Pertemuan 1 E.8 Hasil Refleksi Siswa Pertemuan 2 xvii 127 128 129 131 133 136 139 143 147 150 153 156 159 162 165 169 173 179 185 190 195 198 217 228 245 260 271 272 277 278 279 280 289 293 295 297 304 310 319 321 347 351 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran E.9 Presensi Siswa E.10 Hasil Olah Data Kuesioner Siswa E.11 Hasil Penilaian Siswa E.12 Hasil Scan Observasi Proses Penelitian E.13 Hasil Scan Penilaian Pedoman Wawancara E.14 Penilaian Pedoman Wawancara E.15 Transkip Wawancara Guru E.16 Hasil Scan Validasi Observasi E.17 Hasil Perhitungan Respon Siswa Berdasarkan Refleksi xviii 357 363 365 373 382 386 390 393 397 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar matematika membantu siswa dapat berlatih menggunakan pikirannya secara logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta memiliki kemampuan bekerjasama dalam menghadapi berbagai masalah serta mampu memanfaatkan informasi yang diterimanya. Hudojo (1988: 2), menyatakan bahwa hubungan dalam matematika berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga semua orang mempelajari matematika. Hal ini karena matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari dalam setiap jenjang pendidikan. Dimulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi masih dipelajari. Akan tetapi masih banyak siswa yang beranggapan bahwa matematika itu sulit dan tidak berguna untuk kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu guru perlu membuat banyak inovasi pembelajaran agar siswa senang belajar matematika dan menyadari pentingnya belajar matematika. 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Matematika bukanlah suatu bidang studi yang sulit dipelajari asalkan strategi pembelajaran guru sesuai dengan kemampuan belajar siswa. Pernyataan ini dukung oleh Hudojo (1988: 96), yang mengemukakan bahwa populasi siswa yang berbakat matematika kira-kira 2,15%, sedangkan siswa yang normal kira-kira 68,26%, dan yang di bawah normal kira-kira 13,59%. Jadi sebagian besar adalah anak-anak normal yang diperkirakan akan dapat menguasai dan memahami matematika apabila disampaikan dengan strategi yang sesuai dengan kemampuannya. Banyak siswa merasa bosan pada pembelajaran matematika karena menggunakan model pembelajaran yang salah, sehingga kurang menarik jiwa juang siswa. Model pembelajaran yang digunakan harus sesuai dengan materi yang diajarkan. Model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan adalah model yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga siswa mudah paham dan dapat meningkatkan kemampuan belajar. Geometri adalah cabang matematika yang mempelajari sifat suatu bangun, mulai dari satu dimensi (titik dan garis), dua dimensi (bidang), dan tiga dimensi (bangun ruang). Pendapat di atas didukung oleh pendapat James dan James (dalam Tim MKPBM, 2001: 19), yang mengatakan bahwa matematika adalah ilmu logika yang mempelajari tentang bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang saling berhubungan satu dengan lainnya yang terbagi menjadi tiga bidang yaitu aljabar, analisis, dan geometri. Geometri adalah salah satu bidang dalam matematika yang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 dianggap sulit oleh para siswa. Faktor-faktor penyebab biasanya terjadi dalam proses pembelajaran yang menggunakan model ceramah, kurangnya alat peraga, kurang ikut sertanya siswa dalam berdiskusi sehingga menyebabkan siswa kurang dapat memahami konsep-konsep dan materi geometri. Dalam pengajaran bidang geometri terdapat teori yang dikemukakan oleh Van Hiele (dalam MKPBM, 2001: 51), yang menjelaskan bahwa terdapat teori belajar yang fase-fase pembelajaran geometri mampu mengembangkan mental anak. Menurut Van Hiele ada tiga unsur utama dalam pengajaran geometri yang bila ditata secara terpadu akan dapat meningkatkan kemampuan berfikir anak, yaitu waktu, materi pengajaran, dan model pengajaran yang diaplikasikan. Selain tiga unsur utama tersebut Van Hiele juga menguraikan fase-fase belajar anak dalam mempelajari geometri, yaitu: fase pengenalan (visualisasi), fase analisis, fase pengurutan, fase dedukasi, fase akurasi. Diharapkan dengan menggunakan fase-fase teori Van Hiele siswa dapat memahami materi geometri dengan baik dan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada. Peneliti melakukan observasi pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta sebagai tempat melakukan penelitian tentang materi bangun ruang sisi datar. Namun pada saat peneliti melakukan observasi, materi yang sedang diajarkan pada kelas tersebut bukanlah materi yang akan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 diteliti sehingga peneliti mengobservasi guru dalam pembelajaran matematika dengan materi yang sedang diajarkan yaitu lingkaran. Menurut hasil observasi terhadap guru dalam melakukan pembelajaran tampak bahwa media yang digunakan guru saat pembelajaran matematika dianggap belum cukup untuk mengajak siswa terampil, kreatif, efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan guru hanya memberikan buku sebagai sumber belajar saat pembelajaran tanpa media, sehingga siswa tidak dapat memberikan timbal balik dari yang siswa peroleh. Selain media, model yang digunakan guru masih dianggap belum memadai karena guru menggunakan model ceramah sehingga siswa hanya mendengarkan dan mencatat yang diberikan guru tanpa melakukan kegiatan mandiri seperti kerja kelompok untuk memecahkan masalah yang diberikan. Suasana pembelajaran di kelas yang tampak bahwa beberapa siswa yang tidak mendengarkan apa yang dijelaskan guru dan sibuk dengan siswa lain atau sibuk dengan gadget mereka. Memang hanya beberapa siswa yang tidak mendengarkan penjelasan guru akan tetapi hal tersebut dirasa mengganggu siswa lain dalam pembelajaran matematika. Dari situ dapat dilihat bahwa pembelajaran matematika yang diberikan oleh guru masih belum menarik bagi seluruh siswa dan dirasa membosankan. Peneliti juga melakukan wawancara terhadap guru matematika sebelum melaksanakan penelitian untuk mencari tahu permasalahan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran matematika materi geometri bangun PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 ruang sisi datar. Permasalahan yang dialami guru selama mengajar materi geometri sering kesulitan dalam mengkondisikan kelas, kurangnya inovasi pembelajaran, alat peraga yang terbatas sehingga siswa merasa kurang tertarik, dan kurangnya pemahaman siswa pada materi geometri. Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) adalah suatu paradigma pendidikan yang sudah sejak lama dilakukan dalam pendidikan Jesuit. Pedagogi yang bukan hanya sekedar model pembelajaran, tetapi merupakan cara pendekatan guru mendampingi siswa sehingga berkembang menjadi pribadi yang utuh. Pembelajaran menggunakan PPR merupakan pembelajaran yang mengintegritaskan pembelajaran bidang studi dengan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan. Pembelajaran bidang studi disesuaikan dengan konteks siswa. Sedangkan pengembangan nilainilai kemanusiaan dikembangkan melalui pengalaman, refleksi, dan aksi. Proses ini diakhiri dengan evaluasi sebagai penilaian akhir. Paradigma Pedagogi Reflektif memiliki tujuan untuk meningkatkan 3C. Karakter yang diharapkan dari PPR adalah yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik (competence) yang tinggi tetapi mampu mengintegrasikan competence, conscience, dan compassion sebagai identitas yang melekat dalam diri. Model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa dan agar siswa dapat menerima berbagai keragaman temannya serta mengembangkan keterampilan sosial. Model ini mendukung pembelajaran berpola PPR sehingga saling berkaitan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 Jigsaw tipe II adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang dalam pembelajarannya siswa dikelompokkan secara heterogen yang terdiri dari empat sampai enam anggota kelompok, setiap anggota kelompok harus membaca secara keseluruhan materi yang akan dibahas dan materi yang akan menjadi tanggungjawab secara mandiri untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, sehingga diharapkan siswa mampu memahami materi dengan baik. Perbedaan Jigsaw I dan Jigsaw II yaitu selain siswa mempelajari seluruh materi yang akan dibahas, kelompok juga harus saling berkompotensi untuk memperoleh skor tertinggi kelompok untuk memperoleh penghargaan pada kelompok. Penghargaan kelompok ini diharapkan dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran dan merasa usahanya dihargai oleh guru. Penelitian mengenai teori Van Hiele pernah dilakukan oleh Arifin (2012), dengan topik pengembangan prototipe perangkat pembelajaran geometri materi bangun datar sederhana berdasarkan teori Van Hiele. Mengenai pengembangan perangkat pembelajaran dengan teori Van Hiele, produk perangkat pembelajaran yang dihasilkan memperoleh skor 3,57 termasuk kategori sangat baik. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Handayani (2015), membahas tentang pembelajaran menggunakan model kooperatif Jigsaw tipe II yang hasil analitis keterlaksanaan RPP yang diterapkannya memperoleh persentase yang melebihi persyaratan awal yang sudah ditentukan, yaitu lebih dari 95% pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian lain yang diharapkan mampu menjadi dasar PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 penelitian pengembangan perangkat adalah penelitian Irsanti (2011), yang meneliti tentang penerapan PPR yang dapat meningkatkan penilaian 3C (competence, conscience, compassion) dalam proses pembelajaran hasil penelitian menunjukkan peningkatan competence siswa pada siklus 1 sebesar 79.35 dan siklus 2 sebesar 90.9, peningkatan pada conscience siswa pada siklus 1 sebesar 78.7 dan siklus 2 sebesar 90.8 dan peningkatan compassion siswa siklus 1 sebesar 75.7 dan siklus 2 sebesar 90. Berdasarkan tiga penelitian ini, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan PPR mengakomodasi teori Van Hiele dan model pembelajaran koopertif Jigsaw tipe II yang akan digunakan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi guru di kelas. Peneliti memilih PPR agar dapat mengembangkan dan membimbing siswa menjadi pribadi yang utuh secara akademik, sikap dan tindakan antar sesama manusia. Peneliti memilih Van Hiele agar siswa mampu memahami materi geometri bangun ruang sisi datar secara terstruktur dan menyenangkan sehingga pemahaman siswa dapat tercapai. Selain metode pembelajaran yang digunakan masih membosankan, peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II untuk menginovasi pembelajaran menjadi menyenangkan dengan kerjasama siswa, selain itu pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II juga mendukung PPR dan teori Van Hiele dalam mengkombinasikan pembelajaran perangkat yang baik dan berguna. dikelas, sehingga menghasilkan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 Oleh sebab itu peneliti melaksanakan penelitian yang diberi judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif dan Jigsaw Tipe II pada Topik Prisma di Kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2015/2016”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas, permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini diindentifikasikan sebagai berikut. 1. Kurang inovasi pada model pembelajaran. 2. Siswa kurang paham akan pentingnya matematika. 3. Siswa masih sulit dalam pemahaman materi geometri. 4. Kurang alat peraga yang memadai. 5. Kondisi kelas yang belum kondusif. C. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti memberikan batasan masalah pada penelitian ini sebagai berikut. Seperti yang sudah dipaparkan diatas bahwa matematika adalah mata pelajaran yang dianggap sulit begitu juga dengan materi geometri yang harus memerlukan pemikiran logis dan kreatif dalam pembelajarannya karena mencakup bangun ruang. Bangun ruang yang diajarkan pada siswa kelas VIII di semester genap ini adalah meliputi kubus, balok, prisma, limas. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 Perangkat pembelajaran yang berkaitan dengan inovasi pembelajaran, media yang digunakan, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran geometri serta pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari yang dikembangkan dengan pola pembelajaran PPR yang mengakomodasi teori Van Hiele dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II pada materi prisma. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu silabus, RPP, bahan ajar, LKS dan penilaian. D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah dipaparkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut . 1. Bagaimana pengembangan perangkat pembelajaran materi prisma dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) serta mengakomodasi teori Van Hiele dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II pada kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta? 2. Bagaimana kualitas dari perangkat yang dihasilkan dalam materi pembelajaran bangun ruang sisi datar dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) serta mengakomodasi teori Van Hiele dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II pada kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta? 3. Bagaimana respon siswa pada pembelajaran bangun ruang sisi datar dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) serta PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 mengakomodasi teori Van Hiele dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II pada kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta? E. Batasan Istilah 1. Paradigma pedagogi reflektif adalah suatu pendekatan yang mengarahkan siswa mampu berefleksi agar dapat menemukan nilainilai kehidupan dalam pembelajaran. pembelajaran yang meliputi 5 unsur, yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Evaluasi dalam pembelajaran menggunakan PPR terdiri dari 3 penilaian, yaitu competence, conscience, compassion. 2. Jigsaw tipe II merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa untuk berkerjasama dalam dua kelompok, yaitu kelompok utama dan kelompok ahli/expert. Pembelajaran menggunakan Jigsaw tipe II melibatkan siswa untuk bekerjasama dan bertanggungjawab pada tugas yang diberikan agar dapat mencapai tujuan bersama. 3. Teori Van Hiele adalah tingkatan cara berpikir siswa dalam pemahaman ide tentang geometri. Sedangakan fase pembelajaran Van Hiele merupakan fase pembelajaran geometri dari tingkat yang sederhana hingga kompleks. Fase pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lima fase yaitu informasi, terarah/terpadu, eksplisitasi, orientasi bebas, dan integrasi. orientasi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 4. Perangkat pembelajaran adalah perangkat yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membantu terlaksananya kegiatan pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, LKS, THB, dan penilaian. 5. Prisma adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua bidang sejajar (bidang alas dan bidang atas) dan bidang lain (bidang tegak) yang saling berpotongan menurut rusuk-rusuk sejajar. F. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian sebagai berikut. 1. Mendeskripsikan proses pengembangan perangkat pembelajaran materi prisma dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) serta mengakomodasi teori Van Hiele dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II pada kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta 2. Mengetahui kualitas dari perangkat yang dihasilkan dalam materi pembelajaran bangun ruang sisi datar dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) serta mengakomodasi teori Van Hiele dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II pada kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta. 3. Mengetahui respon siswa tentang pembelajaran bangun ruang sisi datar dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) serta PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 mengakomodasi teori Van Hiele dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II pada kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta. G. Manfaat Penelitian Dengan dilakukan penelitian ini diharapkan akan diperoleh manfaat bagi pihak-pihak sebagai berikut : 1. Bagi peneliti Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan peneliti sebagai calon guru dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai dengan yang dibutuhkan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. 2. Bagi guru Guru diharapkan dapat menggunakan perangkat yang peneliti kembangkan sebagai pacuan dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dalam pembelajaran. 3. Bagi siswa Siswa diharapkan dapat memahami materi bangun ruang sisi datar (prisma) dengan menggunakan pembelajaran PPR yang mengakomodasi teori Van Hiele dan model pembelajaran Jigsaw tipe II. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 4. Bagi peneliti lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi refrensi ilmiah bagi peneliti lain yang ingin lebih mengembangkan perangkat pada masalah yang sama. H. Spesifikasi Produk Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa perangkat pembelajaran mengakomodasi teori Van Hiele dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), bahan ajar dan penilaian 3C (Competence, Consience, Compassion). Berikut adalah penjelasan mengenai spesifikasi produk yang peneliti kembangkan. 1. Silabus Silabus yang dikembangkan dibuat dengan pembelajaran berpola Paradigma Pedagogi Reflektif dan mengakomodasi teori Van Hiele dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II. Perbedaan silabus ini dengan silabus pada umumnya adalah pada silabus ini dalam kegiatan pembelajaran dan keterangan menggunakan pola PPR dan mengakomodasi teori Van Hiele dengan menggunakan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II. Berikut dibawah ini merupakan format silabus yang peneliti gunakan dalam penelitian. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 SILABUS PEMBELAJARAN PPR Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : Alokasi Waktu : Kompetensi Inti : Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Bentuk Konteks Pengalaman  Teori Van Hiele  Jigsawtipe II Aksi Refleksi Evaluasi Gambar 1.1 Silabus Contoh Instrumen Alokasi Waktu Sumber Belajar Ket PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 2. RPP RPP yang disusun peneliti merupakan perpaduan antara KTSP, PPR, dan mengakomodasi teori Van Hiele dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II. RPP yang dikembangkan dengan menggunakan PPR yang mengakomodasi teori Van Hiele dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II ini memiliki komponenkomponen yang terdiri dari : identitas; kompetensi inti; kompetensi dasar; indikator; tujuan pembelajaran; materi pelajaran; nilai kemanusiaan; pendekatan dan model pembelajaran; strategi pembelajaran; media pembelajaran; penilaian; dan sumber belajar. Perbedaan RPP yang disusun peneliti dengan RPP KTSP lainnya adalah sangat terlihat pada strategi pembelajaran. Dalam langkahlangkah strategi pembelajaran RPP ini menggunakan unsur-unsur PPR yang mengakomodasi fase-fase pembelajaran Van Hiele dengan model pembelajaran Jigsaw tipe II. Pada langkah-langkah strategi pembelajaran peneliti menggunakan unsur PPR yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi yang diakomodasi dengan fase pembelajaran Van Hiele yaitu fase informasi, fase orientasi terpadu, fase ekplitasi, fase orientasi bebas, dan fase integrasi serta menggunakan pengelompokkan dengan model pembeljaran Jigsaw tipe II. Lebih jelasnya, di bawah ini merupakan format RPP yang disusun peneliti. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah : Kelas : Semester : Mata Pelajaran : Topik : Alokasi Waktu : A. B. C. D. E. F. G. H. I. J. K. Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Indikator Tujuan Pembelajaran a. Competence b. Conscience c. Compassion Materi Pembelajaran a. Konteks b. Pengalaman c. Refleksi d. Aksi e. Evaluasi Nilai Kemanusiaan Pendekatan dan Model Pembelajaran Strategi Pembelajaran a. PPR b. Fase-fase Van Hiele c. Jigsaw tipe II Media Pembelajaran Penilaian a. Competence b. Conscience c. Compassion Sumber Belajar Yogyakarta, .................. Guru kelas Peneliti Gambar 1.2 RPP PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 3. LKS LKS yang dikembangkan peneliti adalah LKS yang mencakup pola pembelajaran PPR dan mengakomodasi fase-fase pembelajaran teori Van Hiele yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II. Komponen –komponen yang terdapat dalam LKS ini adalah : identitas; tujuan pembelajaran; petunjuk pengerjaan LKS; dan kegiatan siswa. Pada kegiatan siswa mendukung pada pembelajaran PPR dan mengakomodasi fase-fase pembelajaran teori Van Hiele yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw tipe II.Berikut merupakan format LKS yang peneliti susun. LEMBAR KERJA SISWA MATERI : WAKTU : ALAT PERAGA: IDENTITAS KELOMPO K: 1. 2. TUJUAN PEMBELAJARAN WAKTU ALAT DAN BAHAN PETUNJUK I. II. KEGIATAN I (PPR, TEORI VAN HIELE, JIGSAW TIPE II) KEGIATAN II (PPR, TEORI VAN HIELE, JIGSAW TIPE II) Gambar 1.3 LKS PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 4. Bahan Ajar Bahan ajar yang dikembangkan peneliti disusun berdasarkan indikator dan tujuan yang ingin dicapai. Bahan ajar yang dikembangkan juga disertai gambar-gambar yang mendukung materi. Bahan ajar yang disusun juga menggunakan pola pembelajaran PPR yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi. Berikut merupakan format bahan ajar yang disusun peneliti. BAHAN AJAR KELAS / SEMESTER : MATERI PEMBELAJARAN I. II. III. IV. V. KONTEKS PENGALAMAN REFLEKSI AKSI EVALUASI SUMBER BELAJAR Gambar 1.4 Bahan Ajar 5. Penilaian 3C (Competence, Conscience, Compassion) Penilaian yang dikembangkan peneliti adalah penilaian 3c yaitu penilaian kompetensi (competence), penilaian hati nurani (conscience), penilaian bela rasa (compassion). Penilaian ini mengacu pada pola pembelajaran PPR sehingga tidak hanya pengetahuan yang dinilain PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 melainkan sikap dan keterampilan juga dinilai. Berikut ini merupakan format penilaian yang peneliti susun. a. Competence Mata pelajaran Pokok bahasan Kelas / Semester Guru Pengampu No. Nama Siswa : : : : Nomor Soal 1 2 3 4 Nilai Akhir 1. 2. Nilai = Gambar 1.5 Penilaian Competence PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 b. Compassion Mata pelajaran Pokok bahasan Kelas / Semester Guru Pengampu No : : : : Bekerja sama KB C B SB Nama Siswa KB 1. 2. Keterangan : KB : Kurang Baik B : Baik SB : Sangat Baik C : Cukup Gambar 1.6 Penilaian Compassion Peduli C B SB PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 c. Conscience Mata pelajaran Pokok bahasan Kelas / Semester Guru Pengampu No : : : : Percaya Diri Teliti Nama Siswa KB C B SB KB C B SB 1. 2. Keterangan : KB: Kurang Baik C : Cukup B: Baik SB: Sangat Baik Gambar 1.7 Penilaian Consience Kerjasama KB C B SB PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka Pada sub bab ini peneliti membahas pembelajaran matematika, PPR, model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II, teori Van Hiele, perangkat pembelajaran, penilaian, dan tinjauan materi bangun ruang sisi datar (prisma). B. Pembelajaran Matematika Ali Hamzah dan Muhlisrarini (2014: 259) menjelaskan bahwa pembelajaran matematika merupakan proses membangun pemahaman siswa tentang fakta, konsep, prinsip, dan skill sesuai dengan kemampuannya, guru atau dosen menyampaikan materi, siswa dengan potensinya masing-masing mengkonstruksi pengertiannya tentang fakta, konsep, prinsip, dan skill, serta problem solving. Berkaitan dengan hal di atas Susanto (2013: 186) mengemukakan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu proses belajar mengajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas siswa yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya mengembangkan penguasa yang baik, terhadap materi matematika. 22 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Sesuai dengan pendapat yang telah disampaikan, pembelajaran matematika adalah pembelajaran yang membangun pemahaman materi, konsep, dan prinsip serta mengembangkan kreatifitas siswa yang membutuhkan guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. C. Hasil Belajar Menurut Majid (2014) hasil belajar siswa pada hakikatnya merupakan perubahan tingkah laku setelah melalui proses belajar mengajar. Hasil belajar dipandang dari dua sisi, yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Hasil belajar merupakan suatu puncak dari proses belajar. Melengkapi pendapat tersebut Sudjana (1995) mengemukakan bahwa menurut Horward Kingsley, hasil belajar terdiri dari tiga macam, yakni (a) keterampilan dan kebiasaan, (b) pengetahuan dan pengertian, (c) sikap dan cita-cita. Sedangkan menurut Gagne (dalam Sudjana, 1995) ada lima kategori hasil belajar, yakni (a) informasi verbal, (b) keterampilan intelektual, (c) strategi kognitif, (d) sikap, dan (e)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran Matematika menggunakan paradigma pedagogi reflektif dan jigsaw tipe II pada topik prisma di kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.
0
0
4
Pengembangan perangkat pembelajaran matematika menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model pembelajaran problem based learning dan bantuan alat peraga pada materi lingkaran kelas VIII H SMP Negeri 1 Yogyakarta.
4
49
533
Pengembangan perangkat pembelajaran matematika menggunakan paradigma pedagogi reflektif yang mengakomodasi group investigation di kelas VIII SMP Negeri 1 Yogyakarta.
0
0
2
Implementasi perangkat pembelajaran matematika menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) pada topik kubus yang mengakomodasi teori van Hiele di kelas VIII A SMP Kanisius Kalasan tahun ajaran 2015/2016.
0
1
217
Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran limas dengan teori van Hiele pada kelas VIII A SMP Kanisius Kalasan tahun ajaran 2015/2016.
0
3
324
Implementasi pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam Pembelajaran Prisma dengan menggunakan teori Van Hiele pada siswa kelas VIII D SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.
0
0
240
Pengembangan perangkat pembelajaran matematika menggunakan paradigma pedagogi reflektif yang mengakomodasi teori van Hiele pokok bahasan balok di kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta.
0
0
369
Implementasi perangkat pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) pada materi balok yang mengakomodasi teori van hiele di kelas VIII D SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.
0
0
250
Implementasi paradigma pedagogi reflektif pada pembelajaran keterampilan berdiskusi siswa kelas VIII SMP N 8 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.
0
4
175
Pengembangan perangkat pembelajaran materi garis dan sudut dengan pendekatan paradigma pedagogi reflektif menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning di SMP Negeri 1 Yogyakart
0
21
639
Pengembangan perangkat dan modul pembelajaran materi menghemat air berdasarkan pendekatan paradigma pedagogi reflektif untuk siswa kelas IIIA SD Negeri Petinggen Yogyakarta
1
9
131
Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan paradigma pedagogi reflektif dengan model pembelajaran jucama dan penggunaan alat peraga pada materi pythagoras kelas VIII H SMP Negeri 1 Yogyakart
1
10
370
Pengembangan perangkat pembelajaran matematika menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model pembelajaran problem based learning dan bantuan alat peraga pada materi lingkaran kelas VIII H SMP Negeri 1 Yogyakarta
0
29
531
pengembangan perangkat pembelajaran matematika pada topik geometri menggunakan paradigma baru dalam
0
1
12
Pengembangan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan pedagogi reflektif untuk topik himpunan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 - USD Repository
0
5
408
Show more