Efek pemberian serbuk buah pisang kepok (Musa x paradisiaca L. (pro sp.)) terhadap kadar kolesterol darah tikus jantan galur wistar

Gratis

0
3
116
2 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERSEMBAHAN

  PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat dan penyertaan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi Musa x yang berjudul “Efek Pemberian Serbuk Buah Pisang Kepok ( paradisiaca L. (pro sp.)) Terhadap Kadar Kolesterol Darah Tikus JantanGalur Wistar” sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. sebagai Dosen Pembimbing skripsi atas kesediaan memberikan pengajaran, bimbingan, masukkan, kritik dan saranselama penelitian dan penyusunan skripsi.

3. Ibu Phebe Hendra, M.Si., Ph.D., Apt. sebagai Dosen Penguji skripsi yang telah banyak memberikan masukan dan saran demi kemajuan skripsi ini

  4. sebagai Dosen Penguji skripsi yang telah berkenan memberikan masukan dan saran demi kemajuan skripsi ini.

6. Segenap dosen Fakultas Farmasi Sanata Dharma atas segala pengajaran dan bimbingannya selama perkuliahan

  (pro sp.) dengan dosis 7,6 g/kgBB, kelompok III (kontrol pakan tinggi lemak) diberi pakan tinggi lemak dan CMC1% (b/v), kelompok IV (kontrol positif) diberi pakan tinggi lemak dan simvastatin dengan dosis 0,0018 g/kgBB, kelompok dosis I diberi pakan tinggi lemak dansediaan Musa x paradisiaca L. (pro sp.) belum dapat mempengaruhi kenaikkan kadar kolesterol darah tikus jantan galur Wistar yang diinduksi pakan tinggi lemak dan tidakdidapatkan dosis yang paling efektif dalam mempengaruhi kadar kolesterol darah.

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Pola makanan fast-food yang berlemak tinggi, tinggi karbohidrat dan

  Penelitian tentang serat untuk menurunkan kadar kolesterol darah telah banyak dilakukan saat ini, salah satu contohnya adalahpenelitian yang dilakukan Asiah (2008) tentang pektin (serat larut air) pada kulit jeruk bali dan kulit pisang ambon yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah Selain pada kulit buah pisang, serat juga terdapat dalam daging buah pisang (Primandini dan Astri, 2010). Peneliti tertarik untuk mencoba menggunakan buah pisang kepok dalam penelitian ini karena buah pisang kepok merupakan buah yang keberadaannyasangat melimpah di Indonesia dan tak terbatas oleh musim, selain itu menurutArifin (2011) buah pisang kepok merupakan buah pisang yang paling baik untuk dibuat dalam bentuk serbuk.

3. Manfaat penelitian a

  Manfaat teoritis Penelitian ini diharapkan mampu mengembangkan manfaat dari buah pisang kepok ( Musa x paradisiaca L. (pro sp.)) sebagai obattradisional yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol darah. Manfaat praktis Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat tentang efek buah pisang kepok ( Musa x paradisiaca L. (prosp.)) terhadap kadar kolesterol darah.

B. Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum

2. Tujuan khusus

  Untuk memperoleh data sebagai bukti bahwa serbuk buah pisang kepok Musa x paradisiaca ( L. (pro sp.)) dapat memberikan efek terhadap kadar kolesterol darah tikus jantan galur Wistar. Untuk mengukur dosis efektif serbuk buah pisang kepok ( paradisiaca L. (pro sp.)) dalam mempengaruhi kadar kolesterol darah tikus jantan galur Wistar.

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Kolesterol

1. Definisi

  Kolesterol merupakan komponenesensial membran struktural semua sel dan merupakan komponen utama sel otak Kolesterol disintesis di beberapa jaringan dari asetil-KoA dan merupakan prekusor dari steroid lain di tubuh seperti kortikosteroid, hormon seks, asamempedu dan vitamin D. Sebagai prekusor sintesis asam empedu dalam hatiPengangkutan balik kolesterol ( reverse cholesterol transport ), kolesterol bebas yang sudah dikeluarkan dari jaringan oleh HDL akan diangkut menujuhati untuk dikonversi menjadi asam empedu.

2. Biosintesis kolesterol

  Pembentukan kolesterol ini juga berlangsung melalui beberapa reaksi yang membentuk senyawa-senyawa antara,yaitu geranil pirofosfat, skualen dan lanosterol (Poedjiadi dan Supriyanti, 2006). Kecepatan pembentukan kolesterol ini dipengaruhi oleh konsentrasi kolesterol yang telah ada di dalam tubuh.

a. Tahap 1 – Biosintesis mevalonat

b. Tahap 2 – Pembentukan unit isoprenoid

  Asetoasetil-KoA mengalami kondensasi denganmolekul asetil-KoA lain yang dikatalisis oleh HMG-KoA sintase untuk membentuk HMG-KoA (hidroksi-3-metilglutaril-KoA) yang direduksi menjadimevalonat oleh NADPH dan dikatalisis oleh HMG-KoA reduktase. Ini merupakan tahap regulatorik utama di jalur sintesis kolesterol dan merupakan tempat kerjagolongan obat penurun kadar kolesterol paling efektif yaitu inhibitor HMG-KoA reduktase (golongan statin) (Murray dkk., 2009).

3. Absorpsi dan pengangkutan kolesterol

  Dalam aliran darah trigliserida yang ada pada kilomikron dipecahmenjadi gliserol dan asam lemak bebas oleh enzim lipoprotein lipase yang berada kilomikron pada sel-sel endotel kapiler. VLDL kemudian akan mengikat kolesterol yang ada pada Low Density Lipoprotein (LDL) utamanya terdiri atas kolesterol dan kolesterol ester bersirkulasi dalam tubuh dan sebagian kecil trigliserida.

B. Hiperlipidemia dan Aterosklerosis

  Terjadinya penumpukankolesterol di dinding pembuluh darah tidak hanya karena faktor LDL saja, tetapi juga disebabkan pada kadar kolesterol HDL, kolesterol total dan trigliserid. Aterosklerosis akan semakin mudah terbentuk salah satunya akibat peningkatan kadar kolesterol, selain itu juga karena faktor risiko yang dimiliki seseorangseperti: menderita diabetes mellitus, hipertensi, riwayat keluarga menderita penyakit jantung, obat atau alat kontrasepsi, perokok, pertambahan usia (45 tahunke atas bagi laki-laki dan 55 tahun ke atas bagi wanita), dan kurang aktivitas serta olah raga (Gambar 2) (Cahyono, 2008).

C. Terapi Antihiperlipidemia

  Terapi non farmakologiPrinsip utama pengobatan hiperlipidemia adalah mengatur diet dengan mempertahankan berat badan normal dan mengurangi kadar lipid plasma. Pasien dianjurkan makan makanan rendah kolesterol (kurang dari300 mg/hari), rendah lemak total (kurang dari 30% dari kalori), dan rendah lemak jenuh (kurang dari 10% dari kalori).

D. Simvastatin

  Simvastatin berwarna putih sampai abu-abu, tidak higroskopis, berupa serbuk kristal yang yang praktis tidak larut dalam air, dan mudah larut dalam kloroform,metanol, dan etanol. Pada pasien hiperkolesterolemia, pemberiansimvastatin akan dapat mengurangi kadar kolesterol total, kolesterol LDL, Apo B dan trigliserida, serta menaikkan HDL kolesterol pada pasien denganhiperkolesterolemia primer (heterozigot familial dan nonfamilial) dan dislipidemia campuran (Anonim, 2007).

E. CHOD-PAP

  Prinsip metode pengukuran secara enzimatik ini (CHOD-PAP)adalah hidrolisis enzimatik kolesterol esterase yang akan mengubah kolesterol ester menjadi kolesterol dan asam lemak bebas. Menurut Abbott (2006), komposisi dari reagen CHOD-PAP untuk pengukuran kadar kolesterol yang akan digunakan pada penelitian ini adalahsebagai berikut (Tabel IV): Tabel IV.

F. Serat 1

  Definisi Serat merupakan jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, hal ini disebabkan karena tubuh tidak memiliki enzim yang dapat membantuuntuk mencernanya. Serat ini ada 2 jenis yaitu yang bisa larut dalamair dan ada pula yang tidak larut dalam air (Primandini dan Astri, 2010).

2. Manfaat

  Mengontrol berat badan atau kegemukan ( ) untuk kesehatan, yaitu: dietary fiber Nainggolan dan Adimunca (2005) mengemukakan beberapa manfaat dari serat pangan ( Serat dalam buah-buahan bermanfaat untuk melancarkan pencernaan. Selainitu serat larut ini juga dapat mengikat asam empedu (produk akhir pengolahan kolesterol di dalam tubuh) dan akhirnya dikeluarkan bersama feses (Primandinidan Astri, 2010).

2. Penggulangan penyakit diabetes

  Mencegah gangguan gastrointestinalKonsumsi serat pangan yang cukup, akan memberi bentuk, meningkatkan air dalam feses menghasilkan feses yang lembut dan tidakkeras sehingga hanya memerlukan kontraksi otot yang rendah agar feses dapat dikeluarkan dengan lancar. Mekanisme serat pangan dalam mencegah kanker usus adalah dengan mempercepat transit feses dalam saluran pencernaan sehingga kontakantara kolon dengan berbagai zat karsinogen yang terbawa dalam makanan menjadi lebih pendek.

5. Menurunkan kadar kolesterol dan mencegah penyakit jantung

  Serat mempunyai efek mengikat asam empedu dan kolesterol sehingga menurunkan jumlah asam lemak di dalam saluran pencernaan. Pengikatan asam empedu oleh serat akan menyababkan asam empedu keluar dari siklus enterohepatik, karena asam empedu yang disekresi keusus tidak dapat diabsorpsi tetapi terbuang ke dalam feses.

3. Jenis-jenis serat

  Nilai fiber selalu lebih rendah dibandingkan dengan dietary fiber , lebih kurang 1/5 dari seluruh nilai serat makanan (Nainggolan dan Adimunca, 2005) soluble fiber Ada dua tipe serat makanan yaitu serat larut air ( ) dan serat tidak larut air ( insoluble fiber ) (Nainggolan dan Adimunca, 2005). Serat larut airterdiri dari pektin dan gum yang merupakan bagian dalam dari sel pangan nabati.

4. Hubungan serat dengan kolesterol

  Ketika mengkonsumsi serat akan terjadi perubahan garam empedu dari cholic acid menjadi chenodeoxycholic acid yang akan menghambat 3-hydroxy 3-methylglutaryl (HMG) CoA reductase yang dibutuhkan untuk sintesis kolesterol (Tala, 2009). Beberapa studi menunjukkan bahwa dengan menggabungkan serat viscous ke dalam portofolio diet akan dapat menurunkan kadar kolesterol LDL yang setara dengan statin dan juga dapat meningkatkan efektivitas dari terapi diet G.

3. Kandungan buah pisang

  Kalium yang terkandung di dalamnyaberguna untuk menjaga keseimbangan air di dalam tubuh, menstabilkan tekanan darah dan menormalkan fungsi jantung serta kerja otot (Primandini dan Astri,2010). Pisang mampu membentuk perlukaan sel lambung lebih kuat untuk Pisang yang belum matang mempunyai kandungan serat hemiselulosa yang cukup tinggi sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol darah danmelindungi jantung.

4. Kegunaan tanaman di masyarakat

  Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Batang pisang bisa diolah menjadi serat untuk pakaian dan kertas Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternakruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia.

I. Landasan Teori

  Semakin tinggi kadarkolesterol dalam darah maka akan menyebabkan terjadinya aterosklerosis yang Di dalam tubuh serat akan merangsang peningkatan eksresi asam empedu ke dalam usus dan akan menyebabkan absorpsi kolesterol dan lemak lainnya menjadimelambat. Kandungan serat tertinggi dari buah pisang terdapat pada serbuk buah pisang mentah (Morton, 2007) dan buah pisangyang paling baik untuk dibuat dalam bentuk serbuk adalah buah pisang kepok paradisiaca L.

I. Hipotesis

Musa x paradisiaca Serbuk buah pisang kepok ( L. (pro sp.)) dapat memberikan efek terhadap kadar kolesterol darah tikus Jantan Galur Wistar.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian eksperimental

  : tikus putih jantan Variabel pengacau tak terkendali dalam penelitian ini adalah keadaan patofisiologis hewan uji yang digunakan, kemampuan hewanuji dalam mencerna serbuk buah pisang kepok ( Musa x paradisiaca L.(pro sp.)) dan kemampuan hewan untuk beradaptasi dengan hiperlipidemia. Komposisi pakan diet tinggi lemak adalah kuning telur ayam, minyak babi dan pakan AD II dengan perbandingan (2:1:1) yang dibuat dalam bentuk pelet, dan dianggap efektif apabila mampu meningkatkan kadar kolesterol.

C. Bahan dan Alat Penelitian

1. Bahan penelitian a

  Hewan uji Hewan uji yang digunakan berupa tikus jantan galur Wistar dengan umur1-2 bulan dan berat badan 100-200g yang diperoleh dari Laboratorium Imono Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pisang kepok yang digunakan pada penelitian ini adalah buah pisang mentah berumur 2,5 bulan diambil pada bulan September 2012.

2. Alat penelitian a

  Alat timbang elektrikSerum tube b. Spuit peroral 5 cci.

D. Tata Cara Penelitian

1. Pengumpulan bahan

  Penetapan dosis serbuk buah pisang kepok ( L. (pro sp.)) Sebelumnya pada penelitian ini telah dilakukan orientasi untuk mencari Musa x konsentrasi maksimum dari sediaan serbuk buah pisang kepok ( Konsentrasi tersebut merupakan konsentrasi terkental yang masih bisa dikeluarkan melalui spuit peroral untuk tikus. Dosis dari sediaan serbuk buahpisang kepok ( Musa x paradisiaca L. (pro sp.)) yang akan diberikan pada tikus jantan galur Wistar dapat dihitung dari konsentrasi terkental tersebutmenggunakan rumus berikut ini: ⁄ ⁄ Volume pemberian yang digunakan pada penelitian ini adalah setengah dari volume maksimal dari penggunaan peroral pada tikus yaitu 2,5 ml.

12. Tahapan percobaan

  Musa x paradisiaca pisang kepok ( pakan tinggi lemak dan diberi serbuk buah VI. Kontrol pisang : tikus diberi pakan AD II dan diberi serbuk buah pisang kepok ( I. Kontrol negatif : tikus diberi pakan AD II dan diberi larutan CMC 1% (b/v) selama 14 hari.

13. Penetapan kadar kolesterol darah

  Prinsip darimetode ini adalah hidrolisis enzimatik kolesterol esterase yang akan mengubah kolesterol ester menjadi kolesterol dan asam lemak bebas. Kombinasi dengan asam hidroksibenzoat (HBA) dan 4-aminoantpirin menjadi sebuah kromofor ( quinonimine ) yang akan diukurpada panjang gelombang 500 nm.

E. Tata Cara Analisis Hasil

  Dilakukan uji distribusi data kadar kolesterol darah menggunakan uji Kolmogorov Smirnov Anova One Way kemudian dilanjutkan dengan analisis dan Post Hoc Tests Scheffe dan dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika nilai kadar kolesterol darah mempunyai variansi yang berbeda maka dilakukan uji Kruskal Wallis Mann Whitney dan dilanjutkan uji dengan tingkat kepercayaan 95% untuk mengetahui perbedaan masing-masing kelompok.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Determinasi Tanaman Determinasi tanaman perlu dilakukan untuk memastikan bahwa tanaman

  yang digunakan pada penelitian ini telah sesuai sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan bahan yang akan digunakan sebagai tanaman uji. Hal ini menunjukkan bahwa bahan yang digunakan Musa x paradisiaca pada penelitian ini memang benar tanaman pisang kepok ( L. (pro sp.)).

B. Pembuatan Pakan Tinggi Lemak

C. Penetapan Lama Pemberian Pakan Tinggi Lemak

  Penelitian yang dilakukan oleh Lukito (2012) menyimpulkan bahwa pemberian pakan tinggi lemak dengan komposisi kuning telur ayam, minyak babi dan pakanAD II (2:1:1) dapat meningkatkan kadar kolesterol tikus jantan galur Wistar pada hari ke-7 dan terjadi hubungan berbeda tidak bermakna dengan kadar kolesterolpada hari ke-14. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang berbeda bermakna secara statistik sehingga dilanjutkan dengan uji Post Hoc Scheffe dan yang bertujuan untuk mengetahui hubungan serta perbedaan kadar kolesterol antara hari ke-0, 7, 14 dan 21, yang dapat dilihat pada tabel X.

D. Pembuatan Sediaan Serbuk Buah Pisang Kepok

  Pembuatan sediaan serbuk buah pisang kepok bertujuan untuk memudahkan pembuatan bentuk sediaan suspensi yang akan diberikan padahewan uji dengan rute pemberian peroral selain itu juga untuk memperpanjang daya awet dari buah pisang kepok tanpa mengurangi nilai gizinya. Mahendra dan Evi (2005) mengatakan bahwa kandungan serat hemiselulosa dan serat lainnya pada buah pisang yang belum matang mampumenurukan absorpsi kolesterol dan trigliserida, dan hal serupa juga diungkapkan oleh Zafar dan Akter (2011).

E. Penetapan Dosis Serbuk Buah Pisang Kepok

  Tiga buah pisangkepok basah dapat menghasilkan serbuk sebanyak ± 30,5 g, kemudian serbuk buah pisang kepok ditimbang sebanyak 30 g kemudian dimasukkan kedalam Volume pemberian yang digunakan pada penelitian ini adalah 2,5 mL yang merupakan setengah dari volume maksimal untuk pemberian peroral padatikus. Tujuan dari dibuatnya peringkat dosisadalah untuk mengetahui pada dosis berapa serbuk buah pisang mampu memberikan pengaruh pada kadar kolesterol darah tikus jantan galur Wistar yangdiinduksi pakan tinggi.

F. Konsumsi Pakan Kumulatif

  Selain melihat pengaruh dari pemberian sediaan serbuk buah pisang kepok dari grafik tersebut juga dapat dilihat pengaruh dari pemberian CMC 1% (b/v) apakahmemiliki pengaruh terhadap konsumsi pakan tikus pada kontrol negatif dan kontrol pakan tinggi lemak. Pemberiansediaan serbuk buah pisang kepok dan larutan CMC 1% (b/v) memiliki pengaruh yang) tidak signifikan terhadap konsumsi pakan pada tikus jantan galur Wistarselama masa perlakuan.

G. Berat Badan Tikus 1

  Between Groups 853.751 6 142.292 1.529 .178 Within Groups 8467.51191 93.050 Total 9321.261 97 Hasil uji ANOVA satu arah pada tabel XII memperoleh nilai p=0,178 (p>0,05) yang menunjukkan bahwa pemberian sediaan serbuk buah pisang kepok memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap pertambahan kenaikan beratbadan tikus jantan galur Wistar yang diinduksi pakan tinggi lemak selama 14 hari. Uji GLM Repeated Measure yang digunakan adalah GLM karena uji ini secara khusus digunakan untuk menguji variabel dari beberapa pengukuran yang salingberkaitan satu sama lain yang dilakukan secara berulang dalam jangka waktu tertentu.

BB BB

  Hal ini kemungkinan disebabkankarena tubuh tikus masih mampu mensintesis asam empedu dengan mudah dari cadangan kolesterol yang ada di dalam tubuh tikus untuk mengemulsi lemak daripakan tinggi lemak yang diberikan. Sebagian besar komponen makanan dan lemak yang diabsorbsi ini akan disimpan di dalam tubuh tikus yang kemudianakan berpengaruh terhadap peningkatan kenaikan berat badan tikus jantan galurWistar.

H. Pengukuran Kadar Kolesterol

  Tujuan dilakukan Pengukuran kadar kolesterol dilakukan dua kali, yaitu pada hari ke-0 yang bertujuan untuk mengetahui kadar kolesterol tikus jantan galur Wistarsebelum diinduksi pakan tinggi lemak dan diberi sediaan serbuk buah pisang kepok dan pada hari ke-14 yang bertujuan untuk mengetahui perubahan kadarkolesterol yang terjadi pada tikus jantan galur Wistar setelah diinduksi pakan tinggi lemak dan diberi sediaan serbuk buah pisang kepok. : Kontrol PK : Pisang Kepok Kontrol negatif : diberi pakan AD II dan CMC 1% Kontrol pakan : diberi pakan tinggi lemak dan CMC 1% Kontrol positif : diberi pakan tinggi lemak dan simvastatin Kontrol pisang : diberi pakan AD II dan dosis III PK 7,6 g/kgBB Hasil analisis statistik menggunakan uji Post Hoc dan Scheffe (tabel XV dan lampiran 12d) menunjukkan bahwa antara kontrol negatif dan kontrol pisangterdapat hubungan yang berbeda tidak bermakna.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa: Musa x paradisiaca

  Sediaan serbuk buah pisang kepok ( L. (pro sp.)) belum dapat mempengaruhi kadar kolesterol darah tikus jantan galur Wistar yangdiinduksi pakan tinggi lemak. Tidak ditemukan dosis yang paling efektif dari pemberiaan sediaan serbuk buah pisang kepok ( Musa x paradisiaca L. (pro sp.)) yang mampumempengaruhi kadar kolesterol tikus jantan galur Wistar.

B. Saran

  Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menaikan dosis dari sediaan Musa x paradisiaca serbuk buah pisang kepok ( L. (pro sp.)). Perlu dilakukan penelitian subkronis buah pisang kepok pada tikus yang mengalami hiperkalemia.

DAFTAR PUSTAKA

  Dalimartha, S., dan Soedibyo, M., 2005, Awet Muda Dengan Tumbuhan Obat dan Atlas Tumbuhan Obat Indonesia III, E., 2011, Dietary Fiber and Cardiovascular Disease , http://www.nutrition411.com/ce_pdf/DietaryFiberandCardiovascularDisease.pdf, diakses pada tanggal 27 Februari 2013. XXII Maret 2011Satuhu, S., dan Supriyadi, 1999, Magistra diakses pada tanggal 3 April 2013Santoso, A., 2011, Serat Pangan (dietary fiber) dan Manfaatnya Bagi Kesehatan, https://www.fammed.wisc.edu/sites/default/files//webfm- uploads/documents/outreach/im/module_lowering_cholesterol_clinician.pdf , , Universitas Indonesia (UI-Press), Jakarta, pp.

a. Adjustment for multiple comparisons: Least Significant Difference (equivalent to no adjustments)

  Uji normalitas data penetapan kadar kolesterol hari ke-0 dan 14One-Sample Kolmogorov-Smirnov Testkadar_kolesterol N 70 Normal Parameters a,,b Mean 110.9286 Std. Between Groups 18497.886 6 3082.981 10.655 .000 35 116.6571 27.97051 4.72788 107.0489 126.2654 62.00 169.00 Post-Hoc dan Scheffe data penetapan kadar kolesterol hari ke-14 Scheffe (I)kelompok_ perlakuan (J) kelompok_perlakuan Mean Difference (I-J) Std.

BIOGRAFI PENULIS

  Penulis skripsi berjudul “Efek Pemberian Serbuk BuahMusa x paradisiaca Pisang Kepok ( L. (pro sp.)) Terhadap Kadar Kolesterol Darah Tikus Jantan Galur Wistar” ini memiliki nama lengkap Christina Yessy Jessica. Pendidikan formal yang pernah di tempuh penulis yaitu TKSwastiastu Tuka (1995-1997); SDK Thomas Aquino Tuka(1997-2003); SMPK Thomas Aquino Padang Tawang (2003- 2006); SMAK Thomas Aquino Tangeb (2006-2009); dan pada tahun 2009 melanjutkan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sanata DharmaYogyakarta.

Dokumen baru

Download (116 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)
47
433
21
Analisis Pengaruh Pengangguran, Kemiskinan dan Fasilitas Kesehatan terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten Jember Tahun 2004-2013
21
377
5
Efek Hipokolesterolemik dan Hipoglikemik Patigarut Butirat
2
93
12
Analisis terhadap hapusnya hak usaha akibat terlantarnya lahan untuk ditetapkan menjadi obyek landreform (studi kasus di desa Mojomulyo kecamatan Puger Kabupaten Jember
1
83
63
DAMPAK INVESTASI ASET TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP INOVASI DENGAN LINGKUNGAN INDUSTRI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2006-2012)
11
125
22
Efek Pemberian Ekstrak Daun Pepaya Muda (Carica papaya) Terhadap Jumlah Sel Makrofag Pada Gingiva Tikus Wistar Yang Diinduksi Porphyromonas gingivalis
10
64
5
FENOLOGI KEDELAI BERDASARKAN KRITERIA FEHR-CAVINESS PADA DELAPAN PERSILANGAN SERTA EMPAT TETUA KEDELAI (Glycine max. L. Merrill)
0
43
16
Kekerasan rumah tangga terhadap anak dalam prespektif islam
7
68
74
Analisis pengaruh modal inti, dana pihak ketiga (DPK), suku bunga SBI, nilai tukar rupiah (KURS) dan infalnsi terhadap pembiayaan yang disalurkan : studi kasus Bank Muamalat Indonesia
5
101
147
Pengaruh mutu mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa bidang ekonomi di SMA Negeri 14 Tangerang
15
135
84
Analisis pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil badan usaha milik daerah terhadap pendapatan asli daerah Kota Tangerang (2003-2009)
18
129
149
Kontribusi sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control terhadap intensi berselingkuh
1
55
92
Pengaruh model learning cycle 5e terhadap hasil belajar siswa pada konsep sistem ekskresi
10
130
269
Pengaruh metode sorogan dan bandongan terhadap keberhasilan pembelajaran (studi kasus Pondok Pesantren Salafiyah Sladi Kejayan Pasuruan Jawa Timur)
35
201
84
Citra IAIN dan Fakultas Dakwah pada komunitas publiknya: studi FGD terhadap sepuluh komunitas sekitar IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
3
53
125
Show more