Peningkatan prestasi belajar akuntansi siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) : studi kasus pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Gratis

0
0
204
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Dosen-dosenku yang baik : ”Pak Wid, Pak Ruby, Pak Bambang, Bu Cornel, BuCatur” terimakasih atas ilmu dan didikan yang telah diberikan pada saya selama ini. Melania Yoshe dan Kasiyem (Rini) yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun 2006 (KTSP), mata

  Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Dale yang mengemukakan bahwa penyampaian materi dengan menggunakanceramah menuntut siswa untuk memiliki abstraksi yang tinggi. Metode pembelajaran ini merupakan salah satu model pembelajaran yang relatif mudah untuk diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di dalam suatu kelas, maka peneliti memilih model pembelajaran Teams Games Tournament untuk memecahkan permasalahan utama yang sesuai dengan akar permasalahan yang ada.

BAB II KAJIAN TEORI A. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas Penelitian tindakan kelas adalah penelitian oleh sekelompok guru

  Oleh karena itu, PTK dapat dilaksanakan jika guru sejak awal memang menyadari adanya persoalan yang terkait dengan proses dan hasilpembelajaran yang ia hadapi di kelas. PTK merupakan salah satu media yang dapat digunakan oleh guru untuk memahami apa yang terjadi di kelas, dan kemudian meningkatkannyamenuju ke arah perbaikan-perbaikan secara profesional.

B. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

  Menurut Slavin (Solihatin dan Raharjo, 2007:4) cooperative learning adalah suatu model pembelajaran di mana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4 sampai 6 orang, dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang melibatkan kelompok-kelompokkecil terdiri dari dua orang atau lebih yang anggotanya bersifat heterogen, dimana kerja sama kelompok sangat dibutuhkan.

C. Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT)

  Pengembangan1) Dalam menyampaikan materi guru tidak menyimpang dari materi yang akan diujikan2) Guru memperagakan konsep bisa dengan alat peraga3) Guru menguji pemahaman siswa dengan mengajukan pertanyaan 4) Guru menjelaskan mengapa suatu jawaban benar dan mengapa suatu jawaban salah, kecuali memang telah jelas5) Segera berganti konsep jika siswa telah menangkap pengertian dari materi yang disampaikan. Dalam terdapat 5 meja turnamen yaitu meja I ada 4 siswa dengan kemampuan tinggi, meja II ada 4 siswa dengan kemampuansedang, meja III ada 4 siswa dengan kemampuan sedang, meja IV ada 3 Jalannya turnamen adalah sebagai berikut: para siswa yang berada di meja turnamen secara bergantian mengambil nomor kartu danmenjawab pertanyaan sesuai dengan nomor kartu yaitu pertanyaan- pertanyaan sesuai dengan materi yang telah dipelajari.

D. Prestasi Belajar

  Kemampuanmenyimpan tersebut dapat berlangsung dalam waktu yang pendek(hasil belajar cepat dilupakan) dan waktu yang lama (hasil belajar Menggali hasil belajar yang tersimpan merupakan proses pengaktifan pesan yang telah diterima. Adapun tugas pengelolaan pembelajaran siswa meliputi: pembangunan hubunganbaik dengan siswa, menggairahkan minat, perhatian dan memperkuat motivasi belajar untuk berprestasi, mengorganisasibelajar, melaksanakan pendekatan pembelajaran secara tepat, mengevaluasi hasil belajar secara jujur dan obyektif, melaporkan 2) Prasarana dan Sarana PembelajaranLengkapnya prasarana dan sarana pembelajaran merupakan kondisi pembelajaran yang baik.

E. Akuntansi

  Materi akuntansi merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran ekonomi yang diberikan di SMA. Sementara pada semesterganjil kelas XII, siswa diajarkan materi yang berkaitan dengan penyusunan Dalam mempelajari siklus akuntansi perusahaan jasa, siswa dituntut untuk memiliki kompetensi dasar sebagai berikut: 1.

F. Kerangka Teoritik

  Secara etimologis, ada tigaistilah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penelitian, tindakan, dan kelas atau dengan kata lain proses pengkajian masalah dalam kelas melalui refleksidiri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiappengaruh dari perlakuan tersebut. Dalam pembelajaran ini terdapat lima komponen yaitu: (1) presentasi kelas berupapenyampaian materi kepada siswa; (2) pembagian kelompok/tim untuk mendalami materi; (3) games yang dirancang untuk pembelajaran dalambentuk permainan yang menyenangkan; (4) turnamen yang bertujuan untuk menciptakan kompetisi yang sehat antar siswa; dan (5) penghargaan bagikelompok yang mendapatkan prestasi terbaik.

G. Hipotesis

Berdasarkan penjelasan di atas, maka diturunkan hipotesis sebagai berikut “Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) dapat meningkatkan prestasi belajar akuntansi siswa”

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

  Penguasaan materi ini akan membantusiswa untuk bekerja dalam kelompok nantinya.2) Membagi Siswa dalam Kelompok Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang siswa secara heterogen, dilihat dari prestasi akademik, 3) Permainan (games)Permainan ini berisi tentang pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan materi sewaktu guru menyajikan materi dan latihankelompok. Jika jawaban benar akan mendapat skor sesuai taruhan siswa, jika jawaban salahakor akan dikurangi sesuai taruhan siswa.5) Penghargaan kelompok Berdasarkan skor yang diperoleh dalam turnamen, guru akan mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing timakan mendapat penghargaan sesuai skor yang didapatkan.

E. Instrumen Penelitian

  Pengamatan Terhadap Guru (Observing Teachers) Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas, misalnyatentang organisasi kelas, respon siswa terhadap lingkungan kelas. Di samping itu, pengamatan ini dapatmenunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas.

F. Pengumpulan dan Analisis Data

  Wawancara pada siswa, ini dilakukan untuk mengetahui metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, bagaimana prosespembelajaran yang dilakukan guru, serta hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Pengajaran di Kelas Guru Data keaktifan siswa  bertanya Interaksi siswa dalam  kelompok Interaksi guru dan siswa   No Kegiatan Petugas Output Dinamika kelompok  berdasarkan RPP yang dibuat 3.

G. Teknik Analisis Data

  Analisis DeskriptifData hasil observasi dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan pemaparan (deskripsi) data/ informasi tentang suatu gejalayang diamati dalam proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan tingkat keberhasilan dari model kooperatif tipe TGTsebagaimana adanya dalam bentuk paparan naratif maupun tabel. Misi SMA PAngudi Luhur YogyakartaSMA Pangudi Luhur Yogyakarta mempunyai misi untuk membantu, mendampingi siswa menemukan potensi yang dimilikiuntuk dikembangkan secara optimal, serta melatih siswa mandiri, bertanggung jawab, bermartabat, berbudi pekerti luhur, menghargaidan menghormati sesama dan menerima diri sebagai pribadi yang unik sehingga menjadi pribadi dewasa.

B. Sistem Pendidikan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  Program pengajaran umum, dilaksanakan di kelas X, sedangkanprogram pengajaran khusus diadakan di kelas XI dan XII dengan pilihan program IPA dan program IPS. Setiap pribadi dibiasakan untuk mengadakan refleksi validasi(menghargai dan saling membantu dengan teman sejawat, rapat musyawarah dan pengembangan pribadi).

C. Kurikulum SMA

  Pembangunan nasional dibidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas hidupmanusia Indonesia dalam wujud masyarakat maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang memungkinkan warganyauntuk mengembangkan diri menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya. Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaiannya Kurikulum SMA Pangudi Luhur Yogyakarta saat ini adalahKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

D. Organisasi Sekolah SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  Para bruder FIC melihat karya pendidikan sebagai suatu usaha/karya yang baik dan diharapkan orangyang dididiknya juga menjadi orang baik dan mampu berusaha atau mengusahakan hal – hal baik. Cabang TK SLB/B SD SMP SMA STM 1 Semarang 9 16 6 2 2 Surakarta 1 4 7 2 1 3 Muntilan (Kedu) 1 1 2 1 4 Yogyakarta 3 8 5 2 1 5 Jakarta (termasuk Sukaraja) 1 1 1 2 2 6 Ketapang 1 6 3 1 Nama – nama sekolah yang berada di bawah naungan YayasanPangudi Luhur kebanyakan memakai nama Pangudi Luhur, tetapi ada beberapa sekolah yang memakai nama lain seperti : b.

a. Wewenang dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah

  Kepala Sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut:1) Mengevaluasi program tahunan dan program semester berdasarkan kalender pendidikan. 3) Mengawasi pelaksanaan jadwal satuan pelajaran menurut alokasi waktu yang telah ditentukan berdasarkan kalenderpendidikan.4) Mengawasi pelaksanaan ulangan/ tes/ hasil evaluasi belajar untuk kenaikan kelas dan UAN.

b. Wewenang dan Tanggung Jawab Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan

  9) Bertanggung jawab terhadap kegiatan perpustakaan dan mengkoordinasikan semua petugas perpustakaan untukmelakukan inventarisasi terhadap perangkat yang ada, melaporkan semua sarana dan prasarana yang hilang/ rusak,merencanakan pengadaan buku yang dibutuhkan, melayani peminjaman, menentukan syarat peminjaman danpengembalian, mengatur semua perangkat yang ada, dan mengatur buku – buku yang tidak terpakai/ penghapusan buku. 10) Mengadakan inventarisasi terhadap semua alat yang ada, semua perangkat yang ada, semua perangkat yang ada,melaporkan semua sarana yang hilang atau rusak, mengadakan kegiatan seperti pemeliharaan, pengamanan, penghapusan, dan e.

G. Kondisi Fisik, Lingkungan dan Fasilitas SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  Ruang kelas tampak bersih, meja dan kursi tertata dengan rapi dan dalam kondisi yang baik (tidakrusak dan layak pakai). Selain itu pada tiap kelastersedia pula komputer yang langsung tersambung dengan internet dan viewer yang dapat menunjang kegiatan belajar kegiatan pembelajaran siswa di kelas.

H. Proses Belajar Mengajar SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  Berdasarkan observasi penelitian terhadap guru pamong dan siswa, yang dapat diamati oleh peneliti dalam kegiatan belajar mengajar di kelas XI IPS 1 adalah sebagai berikut :Pada awal kegiatan pembelajaran guru memasuki ruangan kelas, mengucapkan salam, dan memeriksa kesiapan siswa. Hal ini dilakukan olehguru dengan tujuan untuk mengingatkan kembali pembelajaran yang telah lalu dan juga merangsang perhatian siswa untuk memasuki materi yangakan dipelajari.

I. Fasilitas Pendidikan dan Latihan

  Komite sekolah adalah kumpulan para orang tua/ wali murid, guru, tokoh sesepuh dan perwakilan dariinstansi-instansi yang dianggap berkompeten dalam menangani urusan sekolah baik intern maupun dengan pihak sekolahnya yang dipilih denganmusyawarah seluruh orang tua/ wali siswa dan disahkan oleh pihak sekolah. Hubungan dengan Orang TuaHubungan SMA Pangudi Luhur dengan orang tua murid tampak ketika pembagian rapor siswa atau STTB dan pada saatsekolah mengadakan pertemuan dengan orang tua murid saat pengarahan baik siswa baru maupun bagi kelas XII sebelum ujian.

b. Study Tour

  Dengan kegiatan ini, diharapkan siswa mendapatkan pengalaman yang bermanfaat untukpengembangan dirinya dan menambah wawasan keragaman budaya Indonesia. Siswa SMA Pangudi luhur diberi keluasaan oleh pihak sekolah untuk semakin mengasah kemampuan yang dimiliki, baik bidangakademik maupun non akademik dengan mengikuti berbagai lomba dan festival.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model pembelajaran

  Setelah presensi, guru mengulas kembali materi sebelumnya dan mengkaitkannya dengan materi yang akan disampaikan pada hariitu dengan cara guru bertanya jawab dengan siswa. Hal ini dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mengingatkan kembalipembelajaran yang telah lalu dan juga merangsang perhatian siswa untuk memasuki materi yang akan dipelajari.

II MEMBUKA PEMBELAJARAN

  Dalam sesipermainan siswa dituntut untuk bisa menggali kreativitas masing- masing dan menggali pemahamannya tentang pertanyaan yang akan Dengan menerapkan metode ini siswa diharapkan untuk dapat lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran serta dapat lebihberani untuk bertanya, mengungkapkan pendapatnya, dan mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi. Berikut ini dipaparkan hasil refleksipelaksanaan penelitian :1) Kesan guru terhadap perangkat pembelajaran dan model pembelajaran kooperatif tipe TGT Tabel 5.7 Instrumen Refleksi Lembar Refleksi Guru Mitra Terhadap Komponen Pembelajaran dan Model TGT No Uraian Komentar 1 Penilaian guru terhadap Sudah cukup baik, komponen pembelajaran dan dan lengkap.penggunaan model pembelajaran kooperatif yang diterapkan.

B. Analisis Komparasi Pemahaman Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT

  Pada lampiran 10 menunjukkan hasil komparasi peningkatan Model kooperatif tipe TGT yang diterapkan dalam pembelajaran ini mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Penerapan metode yang menarik dengan adanya permainan dan turnamen juga membuat para siswa menjadi tidak bosan dan menjadi lebihbersemangat untuk belajar karena adanya variasi pembelajaran.

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan pada hari Jumat

  tanggal 8 Oktober 2010 di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta kelas XI IPS1, dapat diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkanprestasi belajar akuntansi siswa tampak dari nilai siswa yang dicapai pada waktu pre test dan post test. Dari 37 orang siswa di kelas XI IPS 1, ada35 orang siswa yang mengalami peningkatan dan ada 2 orang siswa yang nilainya tetap atau tidak ada perubahan.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengukuran dan Penilaian Prestasi Belajar di Sekolah. Program Studi Pendidikan Akuntansi, FKIP, LAMPIRAN Lampiran 1LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU (Catatan Anekdotal) Nama pengamat :Tanggal dan waktu observasi :Lamanya observasi :Orang dan atau peristiwa yang diamati :Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : Yogyakarta,.....

MEMBUKA PEMBELAJARAN

  PRA PEMBELAJARANMemeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan mediaMemeriksa kesiapan siswa 7. Menghasilkan pesan yang menarikMenggunakan media secara efektif dan efisienMelibatkan siswa dalam pemanfaatan media 3.

B. Pelaksanaan tindak lanjut

  Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai pengayaan Lampiran 2LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA (Catatan Anekdotal) Nama pengamat :Tanggal dan waktu observasi :Lamanya observasi :Orang dan atau peristiwa yang diamati :Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : Yogyakarta, …. 2 Bagaimana pendapat Anda tentang aktifitas siswa yang terjadi dalam kegiatanpembelajaran kooperatif tipe TGT ?(Keaktifan, partisipasi, kerja kelompok, dan diskusi) 3 Apakah Anda berminat mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TGTselanjutnya seperti yang telah anda ikuti?

I. Evaluasi

  Pada saat penjelasan materi, ada yang memang mendengarkan penjelasan dengan baik dan adapula yang kurangfokus terhadap materi yang diajarkan, misalnya terdapat siswa yang sibuk dengan kegiatannya sendiri, tidur-tiduran dikelas, ngobrol dengan temannya, dll. Peneliti menduga kondisi seperti ini dikarenakan siswa merasa bosan dengan kegiatan rutin hanya mendengarkan dan Yogyakarta, 27 Juli 2010 Lampiran 3aLEMBAR OBSERVASI KEGIATAN KELAS (Catatan Anekdotal) Nama pengamat : Arnon SambaTanggal dan waktu observasi : Selasa,27 Juli 2010 jam ke 7Lamanya observasi : 45 menit (1 jam pelajaran)Orang dan atau peristiwa yang diamati : FX.

INSTRUMEN PENGAMATAN KELAS

  Hari/tanggal : Jumat, 8 Oktober 2010Mata Pelajaran : AkuntansiKelas : XI IPS 1Observer : Arnon Samba Instrumen Pengamatan Kelas Pada Pelaksanaan PenelitianNo Deskriptor Ya Tidak 1 Kelas terdiri dari banyak siswa yang √ memiliki kemampuan belajar dan asal usul yang berbeda-beda. 5 Kerja di dalam kelompok terhambat √ dikarenakan beberapa siswa yang tidak ikut terlibat (malas) serta membuat kegaduhan didalam kelas.

10 Sebagian besar siswa telah memiliki sumber

  2 Bagaimana pendapat Anda tentang aktifitas Semuanya dituntut aktif siswa yang terjadi dalam kegiatandi sini, kerjasama TGT pembelajaran kooperatif tipe ?(Keaktifan, partisipasi, kerja kelompok, dan kelompok harus diskusi)kompak, asyik, suasana menjadi lebih hidup, danlebih tertarik untuk mempelajari akuntansi. 5 Keberhasilan apa saja yang telah Anda capai Lebih mengerti dan ketika diterapkannya pembelajaranmemahami materi, kooperatif tipe TGT tersebut?mengasyikkan, jadi lebih aktif dan tambah 6 Hambatan apa yang mungkin ditemui ketika diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe TGT tersebut?

2. Membuat jurnal dari berbagai jenis transaksi

  Materi Ajar : Pengertian jurnal Fungsi Jurnal  Bentuk jurnal Langkah menyusun jurnal umum Pengertian : Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan secara kronologis(berdasarkan urutan waktu) dengan menunjukan akun dan jumlah yang di debit dan di kredit. Fungsi InstruktifJurnal merupakan instuksi untuk mendebit dan mengkredit akun yang terpengaruh.

F. Metode Pembelajaran:

  Metode pembelajaran Kooperatif tipe TGT (presentasi, diskusi, games, turnamen, dan penghargaan kelompok). G.

A. Pendahuluan

5 menit Guru memeriksa kesiapan kelas  Guru bersama siswa melakukan apersepsiCeramah

B. Kegiatan Inti

  Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok berdasarkandaftar kelompok yang telah dibuat sebelumnya dan meminta siswaberkumpul sesuai kelompoknya masing-masing di tempat yang telahditentukan. Setiap anggota kelompok maju satu persatu sesuai urutan nomor urut/nomor dada ketempat guru 5 menit 30 menit GamesSoal latihan, kertas asturo,papan tulis, Amplop, stopwatch,callcard  Guru membahas jawaban hasil pekerjaan siswa, jawaban yang benar di beri nilai 100 dan jawaban yang salah 0.

C. Penutup

  5 menit dan  Guru menutup pembelajaran membagikan lembar refleksi. Guru memberikan arahan dan motivasi kepada siswa Guru mengucapkan salam penutup dan terima kasih kepadasiswa Adji, Wahyu dkk. Harmoni Ekonomi untuk Kelas XI IPS.

XI. Jakarta: Grasindo

I. Evaluasi

  Ekonomi untuk SMA /MA kelas XI. 250,000Pendapatan Jasa Rp 700,000 JUMLAH Rp.

3 Kas Rp 400,000 ditaruhkan

  15 Januari 2009 Dibayar beban telepon sebesar Rp 1.000.000 16 Januari 2009 Tuan Alex membeli perlengkapan reparasi secara kredit dari Toko Rapi Motor Rp 125.000,00 18 Januari 2009 Diterima pendapatan dari jasa fotocopy Rp 8.000.000. 19 Januari 2009 Membayar beban listrik Rp 40.000,00 dan iklan Rp50.000,00 26 Januari 2009 Dibayar biaya asuransi sebesar Rp 750.000 27 Januari 2009 Perusahaan telah menyelesaikan jasa fotocopy sebesar Rp5.000.000 tetapi uangnya belum diterima 28 Januari 2009 Menerima pendapatan jasa Rp 700.000 tetapi baru dibayarRp 450.000 dan sisanya dibayar bulan depan 30 Januari 2009 Tuan Alex mengambil uang untuk keperluan pribadi Rp200.000,00 ModalRp .

6 Peralatan

  Bagi kelompok yang tidak memenangkan games dan turnamen mendapatkan masing-masing kelompok mendapatkan ballpoint. 19 Januari 2009 Membayar biaya listrik Rp 40.000,00 dan iklan Rp50.000,00 26 Januari 2009 Dibayar biaya asuransi sebesar Rp 750.000 27 Januari 2009 Perusahaan telah menyelesaikan jasa fotocopy sebesar Rp5.000.000 tetapi uangnya belum diterima 28 Januari 2009 Menerima pendapatan jasa Rp 700.000 tetapi baru dibayarRp 450.000 dan sisanya dibayar bulan depan 30 Januari 2009 Tuan Alex mengambil uang untuk keperluan pribadi Rp200.000,00 Tanggal Keterangan Ref Debit KreditJanuari Rp.

SKENARIO PEMBELAJARAN

  Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok 5 menit berdasarkan daftar kelompok yang telah dibuatsebelumnya dan meminta siswa berkumpul dalam kelompoknya masing-masing di tempat yang telahditentukan. Guru memilih kelompok yang terbaik 2 menitGuru mengumumkan kelompok yang memiliki skor tertinggi dengan menjumlahkan skor yang telahdiperoleh pada waktu games dan turnamen.

PROSEDUR TURNAMEN CERDAS CERMAT

  Guru menampilkan soal di LCD, siswa diberi kesempatan secepat-cepatnya untuk tunjuk jari dan menentukan jumlah nominal yang ditaruhkan. Berdasarkan instruksi guru, guru menunjuk kelompok siapa yang tercepat dan diberikan kesempatan untuk menjawab dan menentukan jumlah nominal yangditaruhkan.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Perbandingan hasil belajar kimia siswa antara yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan TPS
2
6
151
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW terhadap hasil belajar kimia siswa pada konsep laju reaksi
1
19
162
Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas II dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di Mi Al-Amanah Joglo Kembangan
0
6
103
pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe rotating exchange (RTE) terhadap minat belajar matematika siswa
3
50
76
Upaya peningkatan kreativitas belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
7
116
Pengaruh kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournament (TGT) dengan make a match terhadap hasil belajar biologi siswa
2
8
199
Peningkatan hasil belajar siswa melalui model kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada mata pelajaran IPS Kelas IV MI Al-Karimiyah Jakarta
0
5
158
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs Islamiyah Ciputat
0
40
0
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor struktur dalam meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa SMPN 3 kota Tangerang selatan
1
11
173
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe rotating trio exchangnge terhadap hasil belajar matematika siswa
0
5
203
Peningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS melalui model kooperatif tipe stad: penelitian tindakan kelas di SDN Grogol Selatan 02 Jakarta Selatan
0
4
162
Peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball 0hrowing pada siswa kelas III MI Hidayatul Athfal Depok
0
10
0
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang
0
13
0
Peningkatan prestasi belajar PAI melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw siswa Kelas X SMAN 90 Jakarta
1
51
118
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square pada materi ruang dimensi tiga untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau
1
3
12
Show more