Peningkatan pemahaman materi pengukuran dengan metode pembelajaran jigsaw II pada siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Gratis

0
1
193
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari hasil perhitungan ujit didapatkan t rel = -9,966 dengan df = 32, t crit (two tailed test) = 2,042 dengan level signifikan = 0,05, hasil memperlihatkan bahwa Іt rel І > t crit sehingga hasil inisignifikan, artinya 2 kondisi dari kelompok ini berbeda di mana ada peningkatan ABSTRACTSusanti, Cicilia Ari. Dari hasil perhitungan ujit didapatkan t rel = -9,966 dengan df = 32, t crit (two tailed test) = 2,042 dengan level signifikan = 0,05, hasil memperlihatkan bahwa Іt rel І > t crit sehingga hasil inisignifikan, artinya 2 kondisi dari kelompok ini berbeda di mana ada peningkatan ABSTRACTSusanti, Cicilia Ari.

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  Peneliti ini melakukan lima tahap kegiatan dalam pembelajaran yaitu(1) pretes, (2)pemahaman materi dalam kelompok heterogen, (3) diskusi kelompok ahli, (4) siswa saling mengajar temannya di dalam kelompok heterogen,(5) postes. Dari hasil perhitungan ujit didapatkan t rel = -9,966 dengan df = 32, t crit (two tailed test) = 2,042 dengan level signifikan = 0,05, hasil memperlihatkan bahwa Іt rel І > t crit sehingga hasil inisignifikan, artinya 2 kondisi dari kelompok ini berbeda di mana ada peningkatan ABSTRACTSusanti, Cicilia Ari.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  Penulis menghaturkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Rahim atas limpahan cinta dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunanskripsi yang berjudul “Peningkatan Pemahaman Materi Pengukuran dengan Metode Pembelajaran Jigsaw II pada Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta”. Penulisan skripsi ini merupakan tugas akhir sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika, JurusanPendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan pengalaman praktek mengajar dalam rangka mata

  Karena kelas X pada saat pembelajaran materi ini masih berstatus siswa baru yang sedang 2(Marpaung, 2003, dalam Anastasia Yunita, 2007: 1, dalam Fitri Wulansih,2009: 1). Metode jigsaw II merupakan metode pembelajaran yang 3 Model problem solving membantu siswa dalam mengatasi salah pengertian dan membantu siswa dalam memecahkan persoalan.

B. Rumusan Masalah

  Bagi SekolahPenelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber informasi dalam mengevaluasi proses pembelajaran di kelas yangtelah dilakukan dan hasil belajar yang telah dicapai dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa dan kualitas sumber dayamanusia yang ada di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Untuk perpustakaan sekolah, laporan penelitiannya dapat menjadi salah satu sumber bacaan bermanfaat bagi rekan gurusebagai contoh penelitian yang bisa dilanjutkan sebagai penelitian tindakan kelas terutama bagi yang ingin melakukan PTK atau yang 5 c.

E. Hipotesis Tindakan

BAB II KAJIAN TEORI A. Hakekat Fisika Fisika merupakan salah satu bagian dari ilmu pengetahuan alam

  Sains didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan tentang obyek dan fenomena alam yang diperoleh dari hasilpemikiran dan penyelidikan ilmuwan yang dilakukan dengan keterampilan bereksperimen dengan menggunakan metode ilmiah (Materi Fisika dalamhttp://dasar-teori.blogspot.com/2012/01/hakekat-fisika.html). Teori Teori disusun untuk menjelaskan sesuatu yang tersembunyi atau tidak 9 hasilnya tidak akan kontradiksi dengan teori tersebut, sedangkan kitadapat membuktikan ketidakbenaran suatu teori cukup dengan hanya satu bukti yang menyimpang.

f. Model

  Model adalah sebuah presentasi yang dibuat untuk sesuatu yang tidak dapat dilihat. Model sangat berguna untuk membantu memahamisuatu fenomena alam, juga berguna untuk membantu memahami suatu teori.

B. Pembelajaran Aktif

  Hubungan antara guru dan siswaDalam belajar fisika yang terpenting adalah siswa yang aktif belajar fisika. Dalam metode jigsaw II, peneliti menggunakan tim-tim kecil yang heterogen dan tim-tim kecil homogen sebagai tim ahli di dalam kelas dimana setiap anggota kelompok mendapatkan informasi atau bagian, lalu membahas di tim ahli dan selanjutnya masing-masing menjelaskan ataumengajarkan kepada kelompok heterogennya.

D. Metode Jigsaw II

  Metode jigsaw merupakan metode pembelajaran di mana setiap 16 ahli” yang terdiri atas topik-topik yang berbeda yang harus menjadi fokusperhatian masing-masing anggota saat mereka membaca. Awal pembelajaran ini biasanya sulit dikendalikan, biasanya butuh waktu yang cukup dan persiapan yang matang sebelum modelpembelajaran ini bisa berjalan dengan baik.

F. Materi Pembe belajaran

1. Pengukur uran

a. Alat uk at ukur panjang dan ketelitiannya 1) Mi Mistar

  Gambar 2.1 Mistar Mistar yang biasa digunakan oleh siswa-sisw Mi swa adalah mistar ber a) b) Jangka Sorong Gambar 2.2 Jangka Sorong dan bagian Bagian-bagian jangka sorong dan fung berikut:a) Rahang luar Rahang luar digunakan untuk mengukur suatu benda. Rahang luar terdiri atas rarahang geser.

2) Jan

  ong dan bagian-bagiannya ungsinya sebagai ukur diameter luarrahang tetap dan ukur diameter dalam 22 Penggunaan jangka sorong adalah sebagai berikut: a) Untuk mengukur sisi luar dari suatu benda, misalkan untuk diameter batang besi. Cara pengukuran: Jangka sorong umumnya digunakan untuk mengukur diameter dalam dan luar benda.

3) Mi Mikrometer sekrup

  Gambar 2.3 Mikrometer sekrup dan bagian rup dan bagian-bagiannya Bagian-bagian mikrometer sekrup dan f n fungsinya yaitu seba sebagai berikut:Rangka (Frame) a) a) Bingkai ini berbentuk huruf C, terbuat da dari logam tahan panas, tebal dan kuat dengan tujua untuk uk meminimalkanpemuaian dan pengerutan yang bisa bisa mengganggu pengukuran. Jadi, ketelitian mikrometer sekrup a up adalah:Ca Cara menggunakan mikrometer sekrup: a) Membuka pengunci mikrometer skrup kem emudian membuka a) celah antara spindle dan anvil sedikit lebih besa esar dari benda yang akan diukur dengan cara memutar Ratchet Knob nobMasukan benda yang akan diukur diantara spindl indle dan anvil.

c. Angka Penting 1) Notasi ilmiah

  Beberapa keuntungan penulisan dengan notasi ilmiah: a) Memudahkan menentukan banyak angka penting pada hasil pengukuranb) Memudahkan menentukan orde besaran yang diukur c) Memudahkan dalam perhitungan d) Memudahkan dalam menulis (tidak memakan tempat) 30 c) Angka nol di sebelah kanan angka bukan nol termasuk angka penting, kecuali ada penjelasan khusus, misalnya,berupa garis di bawah angka terakhir yang masih dianggap penting. Contoh : 78,0 => terdapat tiga angka penting d) Semua angka nol yang hanya terletak di sebelah kiri angka bukan nol, baik yang terletak di sebelah kiri maupunsebelah kanan koma decimal, bukan angka penting.

a) Pembulatan

  Angka lebih dari 5 dibulatkan ke atas, kurang dari 5 dibulatkan ke bawah. Apabila angka tepat 5, dibulatkan keatas jika angka sebelumnya angka gasal dan dibulatkan ke 31 Contoh: 252,8 +2,37 = 255,17, karena hanya diperbolehkan mengandung 1 angka taksiran, maka hasil penjumlahan tersebut dituliskan 255,2 .

c) Perkalian dan Pembagian

   Hasil operasi perkalian dan pembagian bilangan dengan memerhatikan aturan angka penting akan menghasilkan bilangan dengan angka penting yang sama banyaknya dengan bilangan yang mempunyai angka penting paling sedikit. Contoh:5,10 => mempunyai 3 angka penting 5 => angka pasti25,50 = 25,5 => tiga angka penting  Hasil operasi akar dan pemangkatan sebuah bilangan yang mempunyai angka penting tertentu akan menghasilkan bilangan dengan banyak angka penting yang sama dengan banyak angka penting yang diakarkan atau dipangkatkan.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen karena

  Setelah memberikan treatment,kelompok diuji kembali pengetahuannya untuk melihat hubungan sebab dan akibat yang timbul dan sebagai pengujian hipotesis. Treatment Dalam penelitian ini, treatment yang akan diberikan yaitu siswa diberikan pengajaran dengan metode jigsaw II.

F. Teknik Pengumpulan Data

  Skor posttest siswa sebagai skor akhir siswa dan jawaban soal siswa sebagai pemahaman akhir siswa. Uji T ini digunakan untuk mengetes dua kelompokyang dependent atau satu kelompok yang di test dua kali, yaitu pada pretest dan posttest.

2. Teknik Analisis Data Kualitatif

  Tabel 3.2Analisis Variasi Jawaban Pretest dan Posttest 40 ini per materi dan indikator yang akan dicapai. Selanjutnya hasil analisis pretest dan posttest dibandingkan untuk melihat dimana tingkat pemahaman siswa berubah meningkat atau sama saja.

H. Desain Penelitian

  Diagram alir untuk desain penelitian ini yaitu: Analisis Pretest jawaban Analisis tingkat Uji T- Treatment dengan pemahaman siswa dependen metode jigsaw II tAnalisis Posttest jawaban 41 Setelah diadakan pretest, maka kelompok siswa akan diberikan treatment pengajaran dengan metode jigsaw II. Error tailed)Mean Difference Deviation Mean Lower UpperPair 1 t rel = -9,966 df = 32t crit (two tailed test) = 2,042 dengan level signifikan = 0,05І І t rel > t crit sehingga hasil ini signifikan artinya 2 kondisi dari kelompok iniberbeda di mana ada peningkatan hasil belajar siswa terlihat dari X rata-rata > X .

C. Analisis Variasi Jawaban Siswa

  Standar Jawaban Pretest Variasi Jawaban Pretest No. mistar 1 menggunakan penggaris:menggunakan penggaris:  2,5 cm 5,6 cm 1) Mistar 1 = 2,5 cm 1) Mistar 1 = 5,6 cm 5,5 cm 2) Mistar 2 = 11 cm mistar 2 2) Mistar 2 = 8 cm 5,7 cm b.

b. Ketidakpastian

  Standar jawaban Posttest Variasi Jawaban Posttest SiswaSiswa ketidakpastiannya 0,5 cmtetapi dengan mistar yang ketidakpastiannya 0,5 cm  Siswa melukiskan benda dengan panjang 4,4 cm Siswa melukiskan benda tetapi dengan mistar yangdengan panjang 4,4 cm ketidakpastiannya 0,25 cmtetapi dengan mistar yang ketidakpastiannya 0,1 cm  Skala terkecil = 2x ketidakpastian = 2 x 0,1 cm = 0,2 cm Siswa melukiskan benda dengan panjang 4,4 cm tetapi dengan mistar yang skala terkecilnya 0,5 cm 3. Standar jawaban Posttest Variasi Jawaban Posttest SiswaSiswa dimana skala utama menunjukkan posisi 5,7cm dan garis pada skala nonius yang membentukgaris lurus dengan skala utama adalah garis ke- 14. Hasil pengukuran benda sepanjang 5,7 mm dilukiskan menggunakan jangka sorong dengan ketidakpastian 0,5 mm, skala utama menunjukkan posisi 5,7 cm dan garis pada skala nonius yang membentuk garis lurus dengan skala utama adalah garis ke-2 No.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di kelas X SMA Pangudi Luhur, Yogyakarta pada tahun ajaran 2012/2013, diperoleh

  Dari jawaban-jawaban siswa, banyak jawaban yang salah dan banyak soal yang tidak terjawab. Dari hasil analisis skor per soal terlihat pemahaman siswa setelah mendapat treatment metode pembelajaran Jigsaw II adalah 60,61 %siswa tidak paham dan 39,39 % siswa kurang paham.

B. Saran

  Berdasarkan hasil serta pengalaman peneliti selama penelitian, maka saran yang dapat diberikan oleh peneliti untuk penelitian-penelitianselanjutnya dengan metode Jigsaw II ini agar lebih baik antara lain: 1. Penerapan model pembelajaran ini bermanfaat untuk dapat melibatkan siswa secara aktif dengan tujuan mampu mencapai 99 b.

DAFTAR PUSTAKA

  Keefektifan Metode Cooperative Learning Tipe Jigsaw II yang Melibatkan Siswa dalam Pembelajaran Matematika pada Sekolah Inklusi di Kelas XII IPS 2 MAN Maguwoharjo. Membaca dengan menggunakan mistar, jangka sorong dan micrometer sekrup 3.

D. Tujuan Pembelajaran 1. Diberikan pretest untuk mengetahui pemahaman awal siswa

  Diskusi kelompok materi yang sama, siswa mampu menggali pengetahuan bersama teman-teman satu kelompok 4. Siswa menjadi pengajar untuk kelompok heterogen, siswa berbagi ilmu dengan temannya 6.

E. Materi Pembelajaran

  Pengukuran 1. Alat ukur panjang dan ketidakpastiannya a.

H. Langkah-langkah Pembelajaran

  Guru meminta siswa untuk 2 menit ceramah 109 Pengadaptasian kelas dan persiapan media Apersepsi :  membahas pretest pada pertemuan sebelumnya jika siswa masih ingin bertanya menanyakan kepada siswa apakah sudah mempelajari sendiri materi ini di rumah motivasi: memberikan pertanyaan tentang  materi hari iniPenjelasan rencana pembelajaran hari ini 2 Kegiatan inti 40 menit Jigsaw II: a. guru memberi kesempatan untuk heterogen siswa bertanya hal yang belumdipahami c.

I. Penilaian

  Buku-buku Fisika Kelas X yang relevanYogyakarta,Agustus 2012 Cicilia Ari SusantiMengetahui Dosen Pembimbing Guru PamongDrs. mistar 1 2 3 2.

LEMBAR KERJA KELOMPOK MISTAR

  Berapa skala terkecil masing-masing mistar?1) Skala terkecil = 1cm/ 10 garis = 0,1 cm2) Skala terkecil = 10 cm / 10 garis = 1 cm 119 2. Lukiskan hasil pengukuran di bawah ini dengan jangka sorong: a.

LEMBAR KERJA KELOMPOK STOPWATCH

  Laporkan hasil pengukuran dari masing-masing stopwatch!_________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 2. Lukiskan hasil pengukuran di bawah ini dengan stopwatch: a.

LEMBAR KERJA KELOMPOK

  asil pengukuranmu beserta ketidakpastiannya!sil pengukuran benda di bawah ini dengan alat ukur) cm) cm c. Gambarkan hasil pengukuran benda dibawah ini dengan alat ukur jangka sorong!a.

MISTAR (PENGGARIS)

  Mistar Mistar yang biasa digunakan oleh siswa-siswa adalah mistar yang panjang skalanya 30 cm dengan goresan garis-garis hitamnya seperti di atas. Ketelitian mistar adalah setengah dari skala terkecilnya sehingga ketelitian mistar adalah ½ x 1 mm = 0,5 mmTetapi tidak semua mistar memiliki ketelitian yang sama sehingga untuk mengetahui ketelitian mistar yang perlu diperhatikan adalah jarak antara duagoresan garis yang berdekatan.

JANGKA SORONG

  Jangka Sorong dan bagian-bagiannya Bagian-bagian jangka gka sorong dan fungsinya sebagai berikut: a) Rahang dalamRahang dalam digunakan kan untuk mengukur diameter luar suatu benda. Penggunaan jangka sor a) Untuk mengukur sisCara pengukuran: b) Untuk mengukur sis a sorong adalah sebagai berikut: sisi luar dari suatu benda, misalkan untuk diameter n:unci berlawanan arah dengan arah jarum jam.kanan.nda yang akan diukur ke antara kedua rahang ba sampai tepat pada tepi benda.unci searah jarum jam agar rahang tidak bergeser.utama dan skala noniusnya.sisi dalam suatu benda 141 ter batang besi.g bawah jangka 142 c) Untuk mengukur keda kedalaman suatu benda.

MIKROMETER SEKRUP

  Gambar 3. M bar 3.

1. Rangka (Frame)

  Jumlahkan skala se la selubung dan selongsong: 2,5 mm + 0,11 mm m = 2,61 mm Hati-hati membaca ska skala di perbatasan: dekat dengan kelipatan 0,5 a n 0,5 atau 1 mm. 147Pembacaan skala utama = 1,5 mmPembacaan skala nonius = 30 x 0,01 mm = 0,3 mmHasil pengukuran = (1,5 + 0,3)mm ± 0,01 mm = (1,8 ± 0,01) mm 148Alat ukur waktu dan ketelitiannya Alat ukur waktu yang umum digunakan dalam percobaan fisika adalah stopwatch.

1. Notasi ilmiah

  Pengukuran dalam fisika terbentang mulai dari ukuran partikel yang kecil sampai ukuran yang sangat besar. Perlu diketahui a menyatakan angka penting yang nilainya 1<a<10 dan n menyatakan orde (pangkat).

2. Aturan angka penting

  Hasil operasi perkalian dan pembagian bilangan dengan memerhatikan aturan angka penting akan menghasilkan bilangan dengan angka pentingyang sama banyaknya dengan bilangan yang mempunyai angka penting paling sedikit. 154Hasil operasi akar dan pemangkatan sebuah bilangan yang mempunyai angka penting tertentu akan menghasilkan bilangan dengan banyak angkapenting yang sama dengan banyak angka penting yang diakarkan atau dipangkatkan.

Dokumen baru

Download (193 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan pemahaman siswa dengan metode penugasan peta konsep pada sistem perdaran darah
0
6
177
Pengaruh metode pembelajaran sq3r terhadap pemahaman konsep matematika siswa
5
26
160
Upaya meningkatkan pemahaman konsep trigonometri siswa kelas X MA At-Tasyri Tangerang melalui model pembelajaran kooperatif metode course review horay
10
83
322
Minat belajar siswa pada pembelajaran sastra dengan metode demonstrasi di kelas X Madrasah Aliyah Negeri XI Jakarta
0
8
109
Pengaruh metode pembelajaran inkuiri-discovery learning terhadap hasil belajar siswa pada materi termokimia
4
43
106
Peningkatan pemahaman wacana argumentasi melalui penerapan strategi PQ4R (penelitian tindakan pada siswa kelas XI SMA Islam Al-Mukhlisin)
1
17
89
Peningkatan ketrampilan membaca pemahaman cerpen dengan metode sq3r pada siswa kelas IX A Madrasah Stanawiyah (MTs) Mathla'ul anwar 2 Kota Bogor
0
7
102
Upaya meningkatkan hasil belajar IPS melalui pembelajaran kooperatif teknik jigsaw siswa kelas II MI Al Masthuriyah Bekasi
0
3
122
Peningkatkan kemampuan menulis paragraf persuasi melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif teknik student team Achievement division (STAD) : penelitian tindakan kelas pada siswa X SMA Yasih Bogor
0
13
140
Peningkatan pemahaman unsur interinsik pada cerpen melaui metode kooperatif tipe student teams achievement division (stad) (penelitian tindakan kelas pada siswa kelas X MA As-Syafi'iyah 01 Jkarta semester Ganjil, Tahun ajaran 2011/2012)
0
28
181
Pengaruh pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi terhadap pemahaman konsep matematika siswa
2
5
160
Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas II dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di Mi Al-Amanah Joglo Kembangan
0
6
103
Peningkatan kemampuan penggunaan konjungsi dalam karangan argumentasi melalui penerapan metode latihan individual (penelitian tindakan kelas pada siswa kelas X SMA PGRI 56 Ciputat)
1
27
108
Upaya meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas 5 pada materi FPB dan KPK melalui metode learning tournament
1
6
156
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square pada materi ruang dimensi tiga untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau
0
1
12
Show more