Pemanfaatan metode pembelajaran Blended Learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017.

Gratis

1
13
351
2 years ago
Preview
Full text
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Ester Lilis Chorniantini (NIM: 131414022). 2016. Pemanfaatan Metode Blended Learning yang Dilengkapi dengan Aplikasi Edmodo pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar di Kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejauh mana interaksi pembelajaran yang terjadi antara guru dan siswa maupun antar sesama siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 (2) hasil belajar siswa di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 dalam mempelajari pokok bahasan bangun ruang sisi datar dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo (3) tanggapan siswa di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 44 siswa kelas VIII C SMP Pangudi luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/ 2017. Objek dalam penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan pemanfaatan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2017. Data dalam penelitian ini meliputi data keterlaksanaan pembelajaran, data interaksi pembelajaran, data tes hasil belajar siswa, dan data tanggapan siswa. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, tes tertulis, dan kuesioner. Hasil observasi dan jawaban kuesioner dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Jawaban tes tertulis dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) interaksi pembelajaran siswa di kelas terlihat baik, dengan kategori tinggi dan persentase sebesar 63,33%. Namun untuk interaksi pembelajaran melalui aplikasi edmodo masih sangat kurang baik, dengan kategori sangat rendah dan persentase sebesar 9,09% (2) hasil belajar siswa menunjukkan kategori cukup baik, dengan nilai tertinggi siswa adalah 98,29 dan nilai terendah siswa adalah 37,71 dengan rerata nilainya adalah 72,87 (3) tanggapan siswa terhadap penggunaan metode blended learning terlihat baik didukung oleh persentase tanggapan siswa menunjukkan kategori tinggi sebesar 79,5%. Kata Kunci: Aplikasi Edmodo, Bangun Ruang Sisi Datar, Blended Learning, Hasil Belajar, Interaksi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Tanggapan Siswa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Ester Lilis Chorniantini (NIM: 131414022). 2016. The Utilization of Blended Learning Method Equipped with Edmodo Application on the Topic of Polyhedra in class VIII C of Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Junior High School in the Academic Year 2016/2017. Undergraduate Thesis. Mathematics Education Study Program, Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University. This research aimed to find out: (1) how far the learning interaction happened between teacher and student as well as between students engaged in learning process using blended learning method equipped with edmodo application in the class VIII C of Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Junior High School in the academic year 2016/2017 (2) the students’ learning achievement in the class VIII C of Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Junior High School in learning polyhedral topic by using blended learning method equipped with edmodo application in the academic year 2016/2017 (3) the students’ response in the class VIII C of Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Junior High School in the academic year 2016/2017 toward mathematics learning by using blended learning method equipped with edmodo application regarding to polyhedral topic. This research was a descriptive study by using quantitative and qualitative method. The subject of this research was 44 students of class VIII C of Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Junior High School in the academic year 2016/2017. The object of this study was the mathematic learning with blended learning method utilization equipped with edmodo application regarding to polyhedral topic. The data was taken on March 2017. The data of this research included the data of learning implementation, the data of learning interaction, the data test of the students’ learning achievement, and the data of students’ response. These data were collected through observation, written test, and questionnaire. The observation result and the answers of questionnaire were analyzed quantitatively and qualitatively. The answers of written test were analyzed quantitatively to find out the achievement of students’ learning outcome. The results obtained from this research were: (1) the students’ learning interaction in the class was seem good, with excellent category in percentage of 63,33%. However, the learning interaction by using edmodo was seem not quite good, with very poor category in percentage of 9,09% (2) the students’ learning achievement showed above average category, with the highest score 98,29 and the lowest score 37,71 with average score 72,87 (3) the students’ response toward the use of blended learning method was seem good, supported by the percentage of students’ response which shows excellent category rated in 79,5%. Keyword: Edmodo Application, Polyhedra, Blended Learning, Learning Achievement, Learning Interaction, Learning Method, Students’ Response PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PEMANFAATAN METODE PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING YANG DILENGKAPI DENGAN APLIKASI EDMODO PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR DI KELAS VIII C SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Disusun Oleh: Ester Lilis Chorniantini NIM : 131414022 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2017 i PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN YOU CAN IF YOU THINK YOU CAN -NORMAN VINCENT PEALE- “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia (Ulangan 28 : 13)” Dengan penuh ucapan syukur dan terimakasih, skripsi ini kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus atas segala peryertaan, pertolongan, dan bimbingan – Nya Bapak Suroto, dan Ibu Suprihatin, yang senantiasa memberi dukungan dan kasih sayang Dosen Pembimbing: Drs. Sugiarto Pudjohartono, M.T. Sahabat – sahabat yang selalu mendukung dan memberi semangat Almamater, Universitas Sanata Dharma “Terimakasih telah menjadi salah satu bagian indah dalam perjalanan studi ku” iv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Ester Lilis Chorniantini (NIM: 131414022). 2016. Pemanfaatan Metode Blended Learning yang Dilengkapi dengan Aplikasi Edmodo pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar di Kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejauh mana interaksi pembelajaran yang terjadi antara guru dan siswa maupun antar sesama siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 (2) hasil belajar siswa di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 dalam mempelajari pokok bahasan bangun ruang sisi datar dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo (3) tanggapan siswa di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 44 siswa kelas VIII C SMP Pangudi luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/ 2017. Objek dalam penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan pemanfaatan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2017. Data dalam penelitian ini meliputi data keterlaksanaan pembelajaran, data interaksi pembelajaran, data tes hasil belajar siswa, dan data tanggapan siswa. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, tes tertulis, dan kuesioner. Hasil observasi dan jawaban kuesioner dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Jawaban tes tertulis dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) interaksi pembelajaran siswa di kelas terlihat baik, dengan kategori tinggi dan persentase sebesar 63,33%. Namun untuk interaksi pembelajaran melalui aplikasi edmodo masih sangat kurang baik, dengan kategori sangat rendah dan persentase sebesar 9,09% (2) hasil belajar siswa menunjukkan kategori cukup baik, dengan nilai tertinggi siswa adalah 98,29 dan nilai terendah siswa adalah 37,71 dengan rerata nilainya adalah 72,87 (3) tanggapan siswa terhadap penggunaan metode blended learning terlihat baik didukung oleh persentase tanggapan siswa menunjukkan kategori tinggi sebesar 79,5%. Kata Kunci: Aplikasi Edmodo, Bangun Ruang Sisi Datar, Blended Learning, Hasil Belajar, Interaksi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Tanggapan Siswa vii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Ester Lilis Chorniantini (NIM: 131414022). 2016. The Utilization of Blended Learning Method Equipped with Edmodo Application on the Topic of Polyhedra in class VIII C of Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Junior High School in the Academic Year 2016/2017. Undergraduate Thesis. Mathematics Education Study Program, Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University. This research aimed to find out: (1) how far the learning interaction happened between teacher and student as well as between students engaged in learning process using blended learning method equipped with edmodo application in the class VIII C of Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Junior High School in the academic year 2016/2017 (2) the students’ learning achievement in the class VIII C of Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Junior High School in learning polyhedral topic by using blended learning method equipped with edmodo application in the academic year 2016/2017 (3) the students’ response in the class VIII C of Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Junior High School in the academic year 2016/2017 toward mathematics learning by using blended learning method equipped with edmodo application regarding to polyhedral topic. This research was a descriptive study by using quantitative and qualitative method. The subject of this research was 44 students of class VIII C of Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Junior High School in the academic year 2016/2017. The object of this study was the mathematic learning with blended learning method utilization equipped with edmodo application regarding to polyhedral topic. The data was taken on March 2017. The data of this research included the data of learning implementation, the data of learning interaction, the data test of the students’ learning achievement, and the data of students’ response. These data were collected through observation, written test, and questionnaire. The observation result and the answers of questionnaire were analyzed quantitatively and qualitatively. The answers of written test were analyzed quantitatively to find out the achievement of students’ learning outcome. The results obtained from this research were: (1) the students’ learning interaction in the class was seem good, with excellent category in percentage of 63,33%. However, the learning interaction by using edmodo was seem not quite good, with very poor category in percentage of 9,09% (2) the students’ learning achievement showed above average category, with the highest score 98,29 and the lowest score 37,71 with average score 72,87 (3) the students’ response toward the use of blended learning method was seem good, supported by the percentage of students’ response which shows excellent category rated in 79,5%. Keyword: Edmodo Application, Polyhedra, Blended Learning, Learning Achievement, Learning Interaction, Learning Method, Students’ Response viii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat, rahmat, dan penyertaan–Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pemanfaatan Metode Pembelajaran Blended Learning yang Dilengkapi dengan Aplikasi Edmodo pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar di Kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2016/2017”. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Matematika. Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis mendapat banyak pengalaman dan hambatan, namun berkat dukungan, motivasi, dan bantuan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan mendukung, diantaranya: 1. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma 2. Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 3. Bapak Dr. Hongki Julie, M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma 4. Bapak Beni Utomo, M.Sc. selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma ix PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Ibu Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Akademik 6. Bapak Drs. Sugiarto Pudjohartono, M.T. selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu selama penyusunan skripsi ini 7. Ibu Veronika Fitri Rianasari, S.Pd., M.Sc. dan Ibu C. Novella Krisnamurti, M.Sc. 8. Segenap dosen dan karyawan JPMIPA Universitas Sanata Dharma atas segala pelayanan dan bimbingan selama penulis menempuh studi di Universitas Sanata Dharma 9. Br. Yosep Anton Utmiyadi FIC, S.S. selaku Kepala SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian 10. Ibu C. Peni Suryaningtyas, S.Pd. selaku guru mata pelajaran matematika kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta atas bimbingan dan kerjasamanya 11. Seluruh siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang telah membantu sebagai subyek penelitian 12. Keluarga tercinta, Bapak, Ibu atas segala dukungan, semangat, doa, waktu, dan tenaga serta kasih sayang yang telah dicurahkan 13. Ibu Darminto, Ibu Napitu, dan Ibu Darno yang selalu memberikan semangat dan doa yang tiada henti 14. Sahabat–sahabat semua, Alfa, Glory, Sarah, Kress, Dewi Chandra, Dela, Thevany, Anna Budi, Kak Devi atas segala bantuan, doa, dukungan, dan semangat yang diberikan x PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. Teman–teman seperjuangan skripsi (pasukan kuning), Anggi, Devor, Clara, Icak, Rina, Veny atas segala bantuan, doa, dukungan, dan semangat yang diberikan 16. Teman–teman PPL, dan teman–teman P.Mat 2013 17. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, terimakasih atas bantuan, semangat, dan dukungannya Penulis menyadari bahwa skripsi ini belum sempurna, oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan di karya selanjutnya. Akhir kata, penulis berharap agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan pendidikan. Yogyakarta, 7 Juli 2017 Penulis xi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................ ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................ iv HALAMAN KEASLIAN KARYA ........................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ...................................................................................... vi ABSTRAK ................................................................................................. vii ABSTRACT ................................................................................................. viii KATA PENGANTAR ............................................................................... ix DAFTAR ISI .............................................................................................. xii DAFTAR TABEL ...................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xvii DAFTAR GRAFIK .................................................................................... xx DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xxi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ............................................................ 1 B. Rumusan Masalah ..................................................................... 4 xii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Tujuan Penelitian ....................................................................... 5 D. Penjelasan Istilah (Batasan Istilah) ............................................ 6 E. Manfaat Penelitian ..................................................................... 8 F. Sistematika Penulisan ............................................................... 9 BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar dan Hasil Belajar ........................................................... 12 B. Pembelajaran dan Pembelajaran Matematika ............................ 21 C. Media Pembelajaran .................................................................. 29 D. Metode Pembelajaran ................................................................ 47 E. Aplikasi Edmodo ........................................................................ 51 F. Blended Learning ...................................................................... 74 G. Tanggapan ................................................................................. 82 H. Materi Pembelajaran .................................................................. 83 I. Penelitian yang Relevan ............................................................ 98 J. Kerangka Berpikir ..................................................................... 101 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian .......................................................................... 103 B. Subjek dan Objek Penelitian ...................................................... 105 C. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................... 105 D. Data Penelitian ........................................................................... 105 E. Metode Pengumpulan Data ....................................................... 107 xiii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F. Instrumen Penelitian .................................................................. 109 G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian ......................... 112 H. Metode Analisis Data ................................................................ 116 BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, PENYAJIAN DATA, DAN ANALISIS DATA A. Pelaksanaan Penelitian .............................................................. 122 B. Penyajian Data Penelitian .......................................................... 134 C. Analisis Data dan Penyajian Hasil Analisis .............................. 142 D. Pembahasan Hasil Analisis Data ............................................... 154 E. Keterbatasan Penelitian ............................................................. 161 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ................................................................................ 163 B. Saran .......................................................................................... 164 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 167 LAMPIRAN ............................................................................................... 172 xiv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 : Perubahan Perilaku Menurut Bloom ........................................ 18 Tabel 3.1 : Kisi–Kisi Instrumen RPP ....................................................... 109 Tabel 3.2 : Kisi–Kisi Instrumen Tes Hasil Belajar .................................. 111 Tabel 3.3 : Kisi–Kisi Instrumen Kuesioner .............................................. 112 Tabel 3.4 : Kriteria Koefisien Korelasi Validitas Instrumen ................... 113 Tabel 3.5 : Kriteria Koefisien Korelasi Reliabilitas Instrumen ................ 114 Tabel 3.6 : Kategori Keterlaksanaan Pembelajaran ................................. 117 Tabel 3.7 : Kategori Interaksi Pembelajaran ............................................ 119 Tabel 3.8 : Kategori Norma Hasil Belajar Siswa ..................................... 119 Tabel 3.9 : Kategori Hasil Belajar Seluruh Siswa .................................... 120 Tabel 3.10 : Pedoman Skor Kuesioner ....................................................... 120 Tabel 3.11 : Kategori Persentase Tanggapan Siswa .................................. 121 Tabel 4.1 : Jadwal Uji Coba ..................................................................... 123 Tabel 4.2 : Perbaikan Soal Setelah Validasi ............................................ 123 Tabel 4.3 : Perbaikan Pernyataan Kuesioner Setelah Validasi ................ 125 Tabel 4.4 : Jadwal Pelaksanaan Penelitian ............................................... 126 Tabel 4.5 : Data Keterlaksanaan Pembelajaran ........................................ 134 Tabel 4.6 : Data Interaksi Pembelajaran .................................................. 136 Tabel 4.7 : Data Interaksi Pembelajaran pada Aplikasi Edmodo ............. 138 xv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.8 : Data Nilai Tes Hasil Belajar Siswa ........................................ 139 Tabel 4.9 : Data Tanggapan Siswa ........................................................... 140 Tabel 4.10 : Analisis Data Interaksi Pembelajaran .................................... 145 Tabel 4.11 : Analisis Data Interaksi Pembelajaran pada Aplikasi Edmodo .................................................................................... 148 Tabel 4.12 : Analisis Data Tes Hasil Belajar Siswa ................................... 151 Tabel 4.13 : Analisis Data Tanggapan Siswa ............................................ 152 Tabel 4.14 : Kualitas Tanggapan Siswa ..................................................... 153 xvi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 : Kegiatan Proses Pembelajaran ........................................... 24 Gambar 2.2 : Halaman Awal Aplikasi Edmodo ....................................... 53 Gambar 2.3 : Form Membuat Akun Guru ................................................ 54 Gambar 2.4 : Form Membuat Akun Siswa .............................................. 55 Gambar 2.5 : Pengaturan Akun ................................................................ 56 Gambar 2.6 : Tampilan Notifikasi Siswa ................................................. 58 Gambar 2.7 : Tampilan Notifikasi Guru .................................................. 59 Gambar 2.8 : Tampilan untuk Membuat Grup ......................................... 60 Gambar 2.9 : Tampilan untuk Join Group Siswa .................................... 60 Gambar 2.10 : Tampilan Pengaturan Grup ................................................ 63 Gambar 2.11 : Sistem Penggunaan Aplikasi Edmodo ............................... 64 Gambar 2.12 : Membuat Kelas .................................................................. 65 Gambar 2.13 : Langkah Membuat Kelas ................................................... 66 Gambar 2.14 : Tampilan Group Code yang Diberikan .............................. 66 Gambar 2.15 : Tampilan Kelas Online ...................................................... 67 Gambar 2.16 : Tampilan untuk Membuat Folder ....................................... 68 Gambar 2.17 : Tampilan Library ............................................................... 68 Gambar 2.18 : Tampilan untuk Mengirim Note ......................................... 69 Gambar 2.19 : Tampilan Note .................................................................... 70 xvii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 2.20 : Tampilan untuk Mengirim Tugas ....................................... 70 Gambar 2.21 : Tampilan Tugas .................................................................. 71 Gambar 2.22 : Tampilan Tugas dari Sisi Siswa ......................................... 71 Gambar 2.23 : Tampilan Siswa Mengumpulkan Tugas ............................. 72 Gambar 2.24 : Tampilan Notifikasi ........................................................... 72 Gambar 2.25 : Notifikasi Pengumpulan Tugas .......................................... 72 Gambar 2.26 : Tampilan Penilaian Tugas .................................................. 73 Gambar 2.27 : Tampilan untuk Melihat Nilai Siswa ................................. 73 Gambar 2.28 : Tabel Nilai Siswa ............................................................... 74 Gambar 2.29 : Benda–Benda Berbentuk Balok ......................................... 83 Gambar 2.30 : Balok .................................................................................. 84 Gambar 2.31 : Balok ABCD.EFGH ........................................................... 84 Gambar 2.32 : Bagian–Bagian Balok ......................................................... 86 Gambar 2.33 : Balok ABCD.EFGH ........................................................... 87 Gambar 2.34 : Balok ABCD.EFGH ........................................................... 88 Gambar 2.35 : Jaring–Jaring Balok ............................................................ 89 Gambar 2.36 : Menentukan Luas Permukaan Balok ................................. 90 Gambar 2.37 : Balok yang Disusun dengan Beberapa Kubus Satuan ....... 92 Gambar 3.38 : Dadu ................................................................................... 92 Gambar 3.39 : Rubik .................................................................................. 92 Gambar 2.40 : Kubus ................................................................................. 93 xviii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 2.41 : Kubus ABCD.EFGH .......................................................... 93 Gambar 2.42 : Bagian – Bagian Kubus ...................................................... 96 Gambar 2.43 : Jaring – Jaring Kubus ......................................................... 96 Gambar 2.44 : Jaring – Jaring Kubus ......................................................... 97 xix PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 4.1 : Analisis Data Keterlaksanaan Pembelajaran .......................... 144 Grafik 4.2 : Analisis Data Interaksi Pembelajaran ..................................... 146 Grafik 4.3 : Persentase Analisis Data Interaksi Pembelajaran ................... 148 Grafik 4.4 : Analisis Data Tes Hasil Belajar Siswa ................................... 150 Grafik 4.5 : Persentase Kualitas Tanggapan Siswa .................................... 154 xx PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN A A.1 Surat Pernyataan Telah Melakukan Penelitian .................................... L1 LAMPIRAN B B.1 Validitas Tes Pilihan Ganda dan Uraian ............................................. L2 B.2 Reliabilitas Tes Pilihan Ganda dan Uraian .......................................... L13 B.3 Validasi Kuesioner .............................................................................. L19 B.4 Reliabilitas Kuesioner ......................................................................... L22 LAMPIRAN C C.1 Lembar Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ............. L25 C.2 Hasil Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ................. L28 C.3 Lembar Pengamatan Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ............................................................................ L31 C.4 Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ............................................................................ L34 C.5 Lembar Observasi Interaksi Pembelajaran .......................................... L49 C.6 Hasil Observasi Interaksi Pembelajaran .............................................. L51 C.7 Interaksi Siswa Melalui Aplikasi Edmodo .......................................... L62 xxi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C.8 Lembar Tes Hasil Belajar Siswa ......................................................... L67 C.9 Hasil Tes Hasil Belajar Siswa (Nilai Soal Tes) ................................... L72 C.10 Lembar Kuesioner Tanggapan Siswa ................................................ L76 C.11 Hasil Kuesioner Tanggapan Siswa .................................................... L78 C.12 Skor Total dan Kriteria Kuesioner .................................................... L88 C.13 Pedoman Skoring Tes Hasil Belajar Siswa ....................................... L90 C.14 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .................................................. L93 xxii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang secara umum dinilai cukup sulit oleh siswa. Secara umum, siswa beranggapan bahwa pelajaran matematika penuh dengan hitungan, isinya angka semua, kurang fun, dan banyak rumus yang membingungkan. Sebagian proses pembelajaran matematika di kelas juga masih di lakukan dengan metode tradisional dengan sistem teacher centered. Seringkali guru merasa durasi saat mengajar di kelas juga kurang, dan akhirnya bagian akhir materi disampaikan dengan sistem “kejar tayang”. Sistem inilah yang membuat pembelajaran di kelas menjadi kurang optimal. Sehingga kualitas belajar pun juga kurang optimal. Dengan memanfaatkan metode pembelajaran blended learning, guru sebagai fasilitator dapat memberikan “warna” dalam pembelajaran matematika. Metode pembelajaran ini menggabungkan antara pembelajaran di dalam kelas dan pembelajaran online. Pembelajaran online akan lebih menarik dengan dilengkapi media e–learning seperti aplikasi edmodo. Di era digital seperti saat ini khususnya di kota–kota besar, proses pembelajaran di sekolah tidak terlepas dari peran teknologi. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa penggunaan teknologi menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak membosankan serta dapat meningkatkan mutu dan kualitas belajar mengajar. Guru sebagai fasilitator 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 juga dituntut untuk menguasai dan mampu menerapkan media berbasis teknologi. Hal ini dikarenakan penggunaan media pembelajaran dapat memberikan stimulus kepada siswa sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi dan dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Edmodo merupakan aplikasi yang menarik bagi guru dan siswa dengan elemen sosial yang menyerupai facebook, tapi sesungguhnya ada nilai lebih besar dalam aplikasi edukasi berbasis jejaring sosial ini. Edmodo yang juga berbasis cloud kolaborasi merupakan aplikasi yang cukup aman digunakan oleh guru dan siswa. Edmodo adalah salah satu cara untuk membangun semangat siswa untuk belajar. (Rismayanti, Anti: 2012) Berdasarkan observasi peneliti saat melakukan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dan wawancara dengan guru di sekolah tersebut, seringkali proses pembelajaran di kelas tersita karena adanya serangkaian kegiatan/ acara di sekolah. Karena ada beberapa agenda yang harus jalan, dan beberapa kegiatan tertentu di sekolah yang menyita jam pelajaran tersebut membuat pembelajaran dikelas tidak maksimal. Dikatakan tidak maksimal karena ketika tidak adanya atau tersitanya jam pembelajaran di kelas maka interaksi/komunikasi pembelajaran antara guru dan siswa, serta antara sesama siswa saat proses pembelajaran menjadi berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Hal ini mengakibatkan kualitas belajar yang tercipta PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 pun akhirnya menjadi kurang optimal. Guru di sekolah tersebut juga belum pernah menggunakan metode pembelajaran blended learning karena guru yang bersangkutan baru mengetahui mengenai metode pembelajaran tersebut. Penggunaan aplikasi edmodo sebagai media pembelajaran pun juga belum pernah digunakan. Sehingga selama ini, belum ada cara mengatasi mengenai permasalahan tersebut yang dilakukan oleh guru. Dengan menggunakan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo, diharapkan dapat meminimalisir hambatan berupa ruang dan waktu. Pemanfaatan fasilitas pada aplikasi edmodo seperti file and link, quiz, assigment, library dapat digunakan siswa untuk memperoleh materi, mengerjakan tugas maupun untuk latihan mengerjakan soal dalam proses pembelajaran. Ini bertujuan agar semakin meningkatkan penguasaan dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. siswa juga dapat lebih mudah memahami materi pelajaran yang diberikan. Dan memungkinkan adanya interaksi pembelajaran antara guru dan siswa maupun sesama siswa dimanapun dan kapanpun sehingga kualitas belajar pun menjadi semakin maksimal. Penggunaan media pembelajaran edmodo sangat efektif untuk menjembatani kegiatan belajar mengajar di dalam maupun di luar sekolah. Hal ini sejalan dengan metode pembelajaran blended learning yang menggabungkan pembelajaran di dalam kelas dan pembelajaran online. Penerapan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo juga tidak terlepas dari fasilitas yang harus PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 memadai. Peneliti memilih sekolah tersebut karena ketika peneliti melakukan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah tersebut, peneliti melihat bahwa siswa di sekolah tersebut di bekali oleh fasilitas smartphone yang canggih oleh orangtuanya. Selain fasilitas smartphone, koneksi internet juga sangat dibutuhkan demi kelancaran proses pembelajaran menggunakan metode tersebut. Di sekolah juga tersedia fasilitas Wi–Fi yang dapat dengan mudah di akses oleh siswa maupun guru. Berdasarkan berbagai uraian di atas terkait permasalahan yang ada dan segala fasilitas yang tersedia di sekolah tersebut, sangat memungkinkan untuk peneliti melakukan penelitian yang dituangkan dalam bentuk skripsi dengan judul “Pemanfaatan Metode Pembelajaran Blended Learning yang Dilengkapi dengan Aplikasi Edmodo pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar di Kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2016/2017”. B. Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Sejauh mana interaksi pembelajaran yang terjadi antara guru dan siswa maupun antara siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar di PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017? 2. Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 saat mempelajari pokok bahasan bangun ruang sisi datar dengan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo? 3. Bagaimanakah tanggapan siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 terhadap pembelajaran matematika dengan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar? C. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya maka dapat dituliskan tujuan penelitian sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan sejauh mana interaksi pembelajaran yang terjadi antara guru dan siswa maupun antara siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017. 2. Mengetahui hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 dalam mempelajari pokok PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 bahasan bangun ruang sisi datar dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. 3. Mengetahui tanggapan siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 terhadap pembelajaran matematika dengan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar. D. Penjelasan Istilah (Batasan Istilah) Penjelasan istilah (batasan istilah) dimaksudkan untuk mendeskripsikan makna dari judul penelitian tersebut. 1. Metode Pembelajaran Cara atau upaya yang dilakukan oleh guru agar proses kegiatan pembelajaran tampak menyenangkan dan optimal, serta dapat membuat siswa menangkap ilmu yang diberikan dengan mudah sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. 2. Blended Learning Blended learning adalah gabungan pembelajaran dalam kelas dan pembelajaran online tanpa menghilangkan pembelajaran secara tatap muka langsung. 3. Aplikasi Edmodo Edmodo adalah platform microblogging pribadi yang dikembangkan untuk guru dan siswa, dengan mengutamakan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 privasi siswa. Guru dan siswa dapat berbagi catatan, tautan, dan dokumen. Guru juga memiliki kemampuan untuk mengirimkan peringatan, acara, dan tugas untuk siswa dan dapat memutuskan untuk mengirimkan sesuatu dalam kerangka waktu yang dapat dilihat publik. 4. Pembelajaran Matematika Pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada siswa melalui serangkaian kegiatan terencana sehingga siswa memperoleh kompetensi tentang bahan matematika yang dipelajari. 5. Media Pembelajaran Media pembelajaran adalah bahan, alat, maupun metode/teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan anak didik dapat berlangsung secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah dicita–citakan. 6. Hasil Belajar Hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar setelah siswa mendapatkan pengalaman belajarnya yang dibatasi pada aspek kognitif (pengetahuan) pada sub bahasan balok, dan kubus. Pemanfaatan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 datar di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/ 2017 adalah kegiatan penelitian yang ingin mengungkap bagaimana pemanfaatan metode pembelajaran blended learning sebagai salah satu metode pembelajaran yang merupakan gabungan antara pembelajaran dalam kelas dan pembelajaran online yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo sebagai media pembelajaran. Melalui aplikasi tersebut guru dan siswa dapat berbagi catatan, tautan, dokumen dan lain sebagainya sehingga diharapkan adanya interaksi/komunikasi pembelajaran yang lebih intens antara guru dan siswa maupun antara sesama siswa. Dengan aplikasi tersebut sangat memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran di mana pun dan kapan pun, membuat siswa memiliki pengalaman belajarnya sendiri dan akhirnya memperoleh hasil belajar yang maksimal. E. Manfaat Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian yang hendak dicapai, maka diharapkan penelitian ini dapat mempunyai manfaat. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan kepada guru untuk dalam menggunakan variasi metode pembelajaran yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo sebagai salah satu metode dalam pembelajaran matematika. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 2. Manfaat Praktis Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberi masukan kepada guru dalam menemukan metode mengajar yang lebih menyenangkan dan disukai oleh siswa. Keterbatasan waktu dan jarak antara guru dan siswa maupun antar siswa dapat teratasi dengan menggunakan aplikasi edmodo sebagai media pembelajaran. Guru dapat berbagi tautan atau file tentang materi matematika, kuis, bahkan ulangan harian untuk siswa. Siswa juga dapat memperoleh materi, mengerjakan tugas maupun untuk latihan mengerjakan soal melalui aplikasi tersebut. F. Sistematika Penulisan Bagian–bagian dalam laporan skripsi ini antara lain: 1. Bagian Pembuka Bagian awal skripsi memuat beberapa halaman yang menunjang kelengkapan laporan skripsi yang terdiri dari halaman judul, halaman persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, halaman pernyataan keaslian karya, abstrak, lembar pernyataan persetujuan publikasi karya ilmiah, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 2. Bagian Isi Bagian isi terdiri dari 5 bab yang memuat hal–hal inti dalam penulisan skripsi, seperti: BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan tentang informasi umum dalam skripsi, seperti: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, penjelasan istilah (batasan istilah), manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisi uraian teori–teori yang melandasi penelitian yang berkaitan dengan judul skripsi. Hal–hal yang dibahas dalam landasan teori antara lain: Hal–hal teoretik dan informasi– informasi mendasar terkait dengan masalah yang diteliti, penelitian yang relevan dan kerangka berpikir. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisi aspek–aspek metodologi penelitian yang merupakan gambaran mengenai jalannya penelitian. Aspek–aspek yang dimaksud antara lain: jenis penelitian, subjek dan objek penelitian, tempat dan waktu penelitian, data penelitian, metode pengumpulan data, instrumen penelitian, validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, dan metode analisis data. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, PENYAJIAN DATA, DAN ANALISIS DATA Bab ini menjelaskan tentang pelaksanaan penelitian, penyajian data penelitian, analisis data dan penyajian hasil analisis, pembahasan hasil analisis data, dan keterbatasan penelitian. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan pelaksanaan penelitian dan hasil analisis yang telah diuraikan pada bab sebelumnya. 3. Bagian Akhir Bagian akhir skripsi memuat hal–hal yang bersifat melengkapi penulisan skripsi, seperti daftar pustaka yang digunakan sebagai acuan dan lampiran–lampiran yang melengkapi uraian pada bagian isi serta tabel– tabel yang digunakan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar dan Hasil Belajar 1. Belajar Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Sebagian besar perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar. Belajar merupakan proses kognitif untuk memperoleh pengetahuan atau informasi yang disimpan dalam memori jangka panjang. Belajar adalah proses perubahan perilaku, akibat interaksi individu dengan lingkungan. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar itu meliputi faktor pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotor). Belajar merupakan proses pengolahan informasi, sedangkan informasi merupakan “bahan mentah” dari pengetahuan yang harus diolah melalui proses pembelajaran. Membagi pengetahuan antar satu pembelajar dengan yang lainnya tidak berkesudahan. Untuk itu perlu belajar mengenai bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien bagi pengajar, pembelajar, dan stakeholder. Belajar sebagai bagian dari proses pembelajaran seharusnya dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Perbedaan waktu dan letak geografi seharusnya tidak menjadi batasan pembelajaran. 12 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Belajar merupakan suatu aktivitas yang dapat dilakukan secara psikologis maupun secara fisiologis. Aktivitas yang bersifat psikologis yaitu aktivitas yang merupakan proses mental, misalnya aktivitas berfikir, menelaah, memahami, membandingkan, menyimpulkan, membedakan, menyimak, mengungkapkan, menganalisis, dan sebagainya. Sedangkan aktivitas yang bersifat fisiologis yaitu aktivitas yang merupakan proses penerapan atau praktik, misalnya melakukan eksperimen atau percobaan, latihan, kegiatan praktik, membuat karya (produk), apresiasi dan sebagainya. Surya dalam Rusman (2013: 85) menyatakan bahwa belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Witherington dalam Rusman (2013: 85) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola–pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan, dan kecakapan. Lebih jauh Crow & Crow dalam Rusman (2013: 85) menjelaskan bahwa belajar adalah diperolehnya kebiasaan– kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru. Hilgard dalam Rusman (2013: 85) berpendapat bahwa belajar adalah proses dimana suatu perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 sesuatu situasi. Di Vesta dan Thompson dalam Rusman (2013: 85) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman. Sedangkan menurut Gagne & Berliner, belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang muncul karena pengalaman. James O.Whitaker dalam Djamarah (2000: 12) “Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan dan pengalaman”. Kata “diubah” merupakan kata kunci pendapatnya Whitaker, sehingga dari kata tersebut mengandung makna bahwa belajar adalah sebuah perubahan yang direncanakan secara sadar melalui suatu program yang disusun untuk menghasilkan perubahan perilaku positif tertentu. Intinya bahwa belajar adalah proses perubahan. Howard L. Kingskey dalam Rusman (2013: 86) mengatakan bahwa learning is the process by which behavior (in the broader sense) is originated or changed through practice or training. Belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktik atau latihan. Pendapat Kingskey ini sangat mirip dengan pendapat yang dikemukakan oleh Whitaker dalam Rusman (2013: 86), yaitu perubahan yang timbul dilakukan secara sadar dan direncanakan. Kelebihan makna yang dikemukakan oleh Kingskey ini terletak pada kata “praktik”, yang menurut peneliti memiliki penekanan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 makna pada kegiatan eksperimen. Perubahan perilaku atau hasil belajar dalam pengertian ini sudah termasuk menemukan sesuatu yang baru yang sebelumnya belum ada. Intinya bahwa belajar adalah produk. Cronbach dalam Rusma (2013: 86) berpendapat bahwa learning is shown by change in behavior as a result of experience. Belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman. Makna dari definisi yang dikemukakan oleh Cronbach ini lebih dalam lagi, yaitu belajar bukanlah semata–mata perubahan dan penemuan, tetapi sudah mencakup kecakapan yang dihasilkan akibat perubahan dan penemuan tadi. Setelah terjadi perubahan dan menemukan sesuatu yang baru, maka akan timbul suatu kecakapan yang memberikan manfaat bagi kehidupannya. Intinya belajar adalah out come. Burton dalam Rusman (2013: 86) mengartikan bahwa “Belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka dapat berinteraksi dengan lingkungannya”. Kata kunci pendapat Burton adalah “interaksi”. Interaksi ini memiliki makna sebagai sebuah proses. Seseorang yang sedang melakukan kegiatan secara sadar untuk mencapai tujuan perubahan tertentu, maka orang tersebut dikatakan sedang belajar. Kegiatan atau aktivitas tersebut disebut aktivitas belajar. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Intinya bahwa belajar adalah proses. Hasil belajar diukur melalui bagaimana proses itu dilakukan, apakah sesuai dengan prosedur atau kaidah yang benar. bukan pada produk saat itu, karena proses yang benar, kelak akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat sebagai out come. Menurut seorang ahli pendidikan, Dimyati Mahmud dalam Nini Subini (2011: 12) menyatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan dalam diri seseorang yang terjadi karena pengalaman. Dalam hal ini juga ditekankan pada pentingnya perubahan tingkah laku, baik yang dapat diamati secara langsung maupun tidak. Sedangkan, menurut Sumadi Suryabrata dalam Nini Subini (2011: 12) mengemukakan hal–hal pokok yang ditemui dalam belajar, antara lain: a. Bahwa belajar itu membawa perubahan (behavioral changes, aktif maupun potensial). b. Bahwa belajar berarti mendapatkan kecakapan baru. c. Bahwa belajar terjadi karena usaha. Mengingat tidak semua tingkah laku dapat dikategorikan sebagai aktivitas belajar, menurut Sugihartono dkk dalam Nini Subini (2011: 13). ciri–ciri perilaku belajar adalah sebagai berikut. a. Perubahan tingkah laku terjadi secara sadar. b. Perubahan bersifat kontinu dan fungsional. c. Perubahan bersifat positif dan aktif. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 d. Perubahan bersifat permanen. e. Perubahan dalam belajar bertujuan dan berarah. f. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Dari pengertian tersebut maka seseorang dikatakan telah belajar apabila pada dirinya terjadi perubahan tertentu. Dengan kata lain, belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku pada diri seseorang melalui suatu proses tertentu. Namun demikian, tidak semua perubahan tingkah laku itu disebabkan hasil belajar, tetapi juga disebabkan oleh proses alamiah atau keadaan sementara pada diri seseorang. Secara umum, pengertian belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi seseorang dengan lingkungannya. Belajar merupakan proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungannya. Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Dari beberapa pengertian belajar tersebut di atas, kata kunci dari belajar adalah perubahan perilaku siswa. Menurut Bloom, perubahan perilaku yang terjadi sebagai hasil belajar meliputi perubahan dalam ranah/domain kognitif, afektif, dan psikomotorik, beserta tingkatan aspek–aspeknya. Berikut adalah gambaran perubahan perilaku yang terjadi sebagai hasil belajar yang dikemukakan oleh Bloom: Tabel 2.1 Perubahan Perilaku Menurut Bloom COGNITIVE (Thinking) Knowledge PSYCHOMOTOR (Doing) Perception Comprehension Application response Analysis Synthetics Evaluation Set Guided Mechanism Complex over response by value or value complex Originating - AFFECTIVE (Feeling) Receiving (Attending) Responding Valuing Organization of value Characterization - (Rusman, 2013) Tingkatan tingkah laku tertentu merupakan akumulasi tingkatan tingkah laku yang ada sebelumnya, baik pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) maupun psikomotor. Artinya seorang telah mencapai tingkah laku tertentu (jenjang aplikasi), maka siswa tersebut harus menguasai tingkatan tingkah laku jenjang sebelumnya yaitu pengetahuan dan pemahaman. Dari berbagai pendapat ahli yang telah dipaparkan di atas mengenai belajar, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku/perilaku individu yang relatif menetap meliputi faktor pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 keterampilan (psikomotorik) sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri karena adanya interaksi yang terjadi. Iteraksi tersebut dapat terjadi antara individu dengan lingkungannya maupun antar individu. 2. Hasil Belajar Hasil belajar adalah sejumlah pengalaman yang diperoleh siswa yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar tidak hanya penguasaan konsep teori mata pelajaran saja, tapi juga penguasaan kebiasaan, persepsi, kesenangan, minat– bakat, penyesuaian sosial, macam–macam keterampilan, cita–cita, keinginan dan harapan. Hal tersebut senada dengan pendapat Oemar Hamalik dalam Rusma (2013: 123) yang menyatakan bahwa “hasil belajar itu dapat terlihat dari terjadinya perubahan dari persepsi dan perilaku, termasuk juga perbaikan perilaku”. Misalnya pemuasan kebutuhan masyarakat dan pribadi secara utuh. Belajar merupakan proses yang kompleks dan terjadinya perubahan perilaku pada saat proses belajar diamati pada perubahan perilaku siswa setelah dilakukan penilaian. Guru harus dapat mengamati terjadinya perubahan tingkah laku tersebut setelah dilakukan penilaian. Tolak ukur keberhasilan siswa biasanya berupa nilai yang diperolehnya. Nilai itu diperoleh setelah siswa melakukan proses belajar dalam jangka waktu tertentu dan selanjutnya PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 mengikuti tes akhir. Kemudian dari tes itulah guru menentukan prestasi belajar siswanya. Menurut Rusman (2013) perumusan aspek–aspek kemampuan yang menggambarkan output peserta didik yang dihasilkan dari proses pembelajaran dapat digolongkan ke dalam tiga klarifikasi berdasarkan taksonomi Bloom. Bloom menamakan cara mengklasifikasi itu dengan “The taxonomy of education objective”. Menurut Bloom tujuan pembelajaran dapat diklasifikasikan ke dalam tiga ranah (domain), yaitu: a. Domain kognitif; berkenaan dengan kemampuan dan kecakapan–kecakapan intelektual berpikir; b. Domain afektif; berkenaan dengan sikap, kemampuan dan penguasaan segi–segi emosional, yaitu perasaan, sikap, dan nilai; c. Domain psikomotor; berkenaan dengan suatu keterampilan– keterampilan atau gerakan–gerakan fisik. Dari pengertian hasil belajar yang diungkapkan oleh para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah keberhasilan yang dicapai oleh siswa yang memperlihatkan adanya perubahan tingkah laku/perilaku mencakup ketiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik yang terjadi dalam diri siswa dan diamati ketika proses belajar berlangsung. Tolak ukur keberhasilan tersebut biasanya berupa nilai yang diperoleh siswa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Dalam penelitian ini, penulis mengambil ranah pengetahuan (kognitif). B. Pembelajaran dan Pembelajaran Matematika 1. Pembelajaran Menurut Rusman (2013) Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi: tujuan, materi, metode dan evaluasi. Keempat komponen pembelajaran tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menentukan media, metode, strategi, dan pendekatan apa yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara peserta didik, guru dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran, yang mempunyai fungsi sebagai perantara pesan, dalam hal ini adalah materi pelajaran kepada peserta didik. Pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses interaksi antara guru dengan siswa, baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan berbagai media pembelajaran. Didasari oleh adanya perbedaan interaksi tersebut, PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 maka kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai pola pembelajaran. Sejalan dengan pendapat di atas menurut Warsita dalam Rusman (2013: 93) “Pembelajaran adalah suatu usaha untuk membuat peserta didik belajar atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik”. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan upaya menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar. Pembelajaran itu menunjukkan pada usaha siswa mempelajari bahan pelajaran sebagai akibat perlakuan guru. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20, “Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Oleh karena itu, ada lima jenis interaksi yang dapat berlangsung dalam proses belajar dan pembelajaran, yaitu: 1) interaksi antara pendidik dengan peserta didik; 2) interaksi antara sesama peserta didik atau antar sejawat; 3) interaksi peserta didik dengan narasumber; 4) interaksi peserta didik bersama pendidik dengan sumber belajar yang sengaja dikembangkan; dan 5) interaksi peserta didik bersama pendidik dengan lingkungan sosial dan alam (Miarso, 2008: 3). Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 lingkungan dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar (BSNP, 2006: 16). Pembelajaran merupakan proses dasar dari pendidikan, dari sanalah lingkup terkecil secara formal yang menentukan dunia pendidikan berjalan baik atau tidak. Pembelajaran merupakan suatu proses menciptakan kondisi yang kondusif agar terjadi interaksi komunikasi belajar mengajar antara guru, peserta didik, dan komponen pembelajaran lainnya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal tersebut sejalan dengan pandangan Hamalik dalam Rusma (2013: 94) mengatakan bahwa “Pembelajaran sebagai suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur manusia, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran”. Kemudian Sudjana dalam Rusman (2013: 94) mengemukakan tentang pengertian pembelajaran bahwa: “Pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap upaya yang sistematik dan sengaja untuk menciptakan agar terjadi kegiatan interaksi edukatif antara dua pihak, yaitu antara peserta didik (warga belajar) dan pendidik (sumber belajar) yang melakukan kegiatan membelajarkan”. Dari pernyataan di atas, pembelajaran pada dasarnya merupakan suatu proses interaksi komunikasi antara sumber belajar, guru dan siswa. Interaksi komunikasi itu dilakukan baik secara langsung dalam kegiatan tatap muka maupun secara tidak PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 langsung dengan menggunakan media, di mana sebelumnya telah menentukan metode pembelajaran yang akan diterapkan tentunya. Hakikat pembelajaran di atas haruslah terdapat di dalam setiap komponen pembelajaran termasuk pembelajaran berbasis TIK yang akan diimplementasikan. Siswa jangan selalu dianggap sebagai objek belajar yang tidak tahu apa – apa. Ia memiliki latar belakang, minat, dan kebutuhan, serta kemampuan yang berbeda. Peranan guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar (transfer of knowledge), tetapi juga sebagai pembimbing, pelatih, pengembang, dan pengelola kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut ini adalah bagan alur tentang kegiatan pembelajaran: Kurikulum Karakteristik peserta didik Sarana prasarana Desain Instruksional Guru RPP PBM Siswa Evaluasi desain Evaluasi PBM Hasil belajar Gambar 2.1 Kegiatan Proses Pembelajaran PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Keterangan Gambar 2.1: berarti proses kegiatan yang terjadi berarti subjek yang terlibat langsung dalam pembelajaran berarti produk atau data yang diperoleh Secara sederhana mengajar dapat diartikan sebagai interaksi antara siswa dengan guru. Mengajar dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau suatu aktivitas dalam rangka menciptakan suatu situasi dan kondisi belajar siswa yang kondusif. Pengertian ini tidak membatasi mengajar sebagai interaksi langsung atau tatap muka guru dengan siswa. Situasi dan kondisi yang dimaksud tidak selalu harus berupa transformasi pengetahuan (transfer of knowledge) dari guru kepada siswa, akan tetapi dapat dengan cara lain misalnya belajar melalui media pembelajaran atau ICT yang sudah dirancang sebelumnya. Artinya siswa berinteraksi dengan media pembelajaran yang telah diprogram, baik disajikan secara langsung dalam ruang kelas maupun disajikan dari jarak jauh menggunakan media online seperti e–learning. Berdasarkan beberapa pengertian pembelajaran yang telah dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah upaya menciptakan kondisi yang kondusif agar terjadi proses komunikasi/interaksi antara siswa, guru, dan bahan ajar. Interaksi/komunikasi tersebut dapat terjadi secara langsung (tatap muka) maupun tidak langsung dengan bantuan media PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 pembelajaran. Proses tersebut dirancang guna memberikan pengalaman belajar kepada siswa. 2. Pembelajaran Matematika Subarinah (2006: 1) memandang istilah matematika sebagai berikut: Matematika merupakan pola pikir, pola mengorganisasikan pembuktian logik, pengetahuan struktur yang terorganisasi memuat sifat-sifat, teori–teori dibuat secara deduktif berdasarkan unsur yang tidak didefinisikan, aksioma, sifat atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya. Matematika diartikan oleh Johnson dan Rising (Erman Suherman, 2003: 19) sebagai pola berpikir, pola mengorganisasi, pembuktian yang logik, bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat representasinya dengan simbol dan padat. Matematika lebih menekankan kegiatan dalam dunia rasio (penalaran), bukan menekankan dari hasil eksperimen atau hasil observasi matematika terbentuk karena pikiran-pikiran manusia, yang berhubungan dengan idea, proses, dan penalaran (Russeffendi ET, 1980: 148). Definisi matematika menurut Abdurahman (2003: 252) adalah bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan keruangan sehingga fungsi teoritisnya adalah untuk memudahkan berfikir. Kemudian arti matematika menurut Ruseffendi (1980: 148) yang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 menyatakan bahwa matematika adalah ilmu keteraturan, ilmu tentang struktur yang terorganisasikan mulai dari unsur yang tidak didefinisikan, ke unsur yang didefinisikan ke aksioma atau postulat dan akhirnya ke dalil. Berikut beberapa definisi matematika menurut para ahli: a. Russefendi (1988 : 23) Matematika terorganisasikan dari unsur–unsur yang tidak didefinisikan, definisi–definisi, aksioma–aksioma, dan dalil–dalil di mana dalil–dalil setelah dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah matematika sering disebut ilmu deduktif. b. James dan James (1976). Matematika adalah ilmu tentang logika, mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep–konsep yang berhubungan satu dengan lainnya. Matematika terbagi dalam tiga bagian besar yaitu aljabar, analisis dan geometri. Tetapi ada pendapat yang mengatakan bahwa matematika terbagi menjadi empat bagian yaitu aritmatika, aljabar, geometris dan analisis dengan aritmatika mencakup teori bilangan dan statistika. c. Johnson dan Rising dalam Russefendi (1972). Matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logis, matematika itu PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi. Matematika adalah pengetahuan struktur yang terorganisasi, sifat-sifat dalam teori-teori dibuat secara deduktif berdasarkan kepada unsur yang tidak didefinisikan, aksioma, sifat atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya adalah ilmu tentang keteraturan pola atau ide, dan matematika itu adalah suatu seni, keindahannya terdapat pada keterurutan dan keharmonisannya. d. Reys–dkk (1984). Matematika adalah telaahan tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berpikir, suatu seni, suatu bahasa dan suatu alat. e. Kline (1973). Matematika itu bukan pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi, dan alam. Pembelajaran matematika, menurut Bruner (Herman Hudoyo, 1998: 56) adalah belajar tentang konsep dan struktur PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 matematika yang terdapat dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan antara konsep dan struktur matematika di dalamnya. Erman Suherman (1986: 55) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran matematika para siswa dibiasakan untuk memperoleh pemahaman melalui pengalaman tentang sifat – sifat yang dimiliki dan yang tidak dimiliki dari sekumpulan objek. Menurut Cobb (Erman Suherman, 2003: 71) pembelajaran matematika sebagai proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif mengkonstruksi pengetahuan matematika. Menurut Muhsetyo (2008: 26), pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada peserta didik melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga peserta didik memperoleh kompetensi tentang bahan matematika yang dipelajari. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika adalah proses pembelajaran (pemberian pengalaman belajar) kepada siswa dimana proses tersebut dirancang oleh guru yang melibatkan siswa untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan matematika yang dipelajari. C. Media Pembelajaran 1. Pengertian media pembelajaran Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harafiah berarti perantara atau PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 pengantar. Media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran (Scramm, 1977). Dalam pembelajaran, media memegang peranan penting dalam mencapai sebuah tujuan belajar. Hubungan komunikasi antara guru dan peserta didik akan lebih baik dan efisien jika menggunakan media. Media dalam proses belajar mengajar memiliki dua peranan penting, yaitu: (1) media sebagai alat bantu mengajar atau disebut sebagai dependent media karena posisi media disini sebagai alat bantu (efektivitas), dan (2) media sebagai sumber belajar yang digunakan sendiri oleh peserta didik secara mandiri atau disebut dengan independent media. Independent media dirancang secara sistematis agar dapat menyalurkan informasi secara terarah untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan (Hamalik; 1984). Media salah satu alat komunikasi dalam menyampaikan pesan tentunya sangat bermanfaat jika diimplementasikan ke dalam proses pembelajaran, media yang digunakan dalam proses pembelajaran tersebut disebut sebagai media pembelajaran. Heinich dkk (Arsyad, 2005: 4) mengemukakan media pembelajaran sebagai berikut: “batasan medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Jadi televisi, film, foto, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan–bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 apabila media itu membawa pesan–pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud–maksud pembelajaran maka media itu disebut media pembelajaran”. Media pembelajaran ini salah satu komponen proses belajar mengajar yang memiliki peranan sangat penting dalam menunjang keberhasilan proses belajar mengajar hal tersebut sejalan dengan pendapat Gagne dalam Rusman (2013: 160), menyatakan bahwa ‘media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat memberikan rangsangan untuk belajar’, seperti yang telah dikemukakan Gagne, penggunaan media pembelajaran juga dapat memberi rangsangan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar dikuatkan oleh pendapat Miarso dalam Rusman (2013: 160) bahwa: “media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali”. Hamalik dalam Azhar Arsyad (2016: 19) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh–pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. Kemp & Dayton dalam Azhar Arsyad (2016: 25) meskipun telah lama disadari bahwa banyak keuntungan penggunaan media pembelajaran, penerimaannya serta pengintegrasiannya ke dalam program–program pengajaran berjalan amat lambat. Mereka mengemukakan beberapa hasil penelitian yang menunjukkan dampak positif dari penggunaan media sebagai bahan integral pembelajaran di kelas atau sebagai cara utama pembelajaran langsung sebagai berikut: a. Penyampaian pembelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama. Meskipun para guru menafsirkan isi pelajaran dengan cara yang berbeda–beda, dengan penggunaan media ragam hasil tafsiran itu dapat dikurangi sehingga informasi yang sama dapat disampaikan kepada siswa sebagai landasan untuk pengkajian, latihan, dan aplikasi lebih lanjut. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 b. Pembelajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memperhatikan. Kejelasan dan keruntutan pesan, daya tarik image yang berubah–ubah, penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan keingintahuan menyebabkan siswa tertawa dan berpikir, yang kesemuanya menunjukkan bahwa media memiliki aspek motivasi dan meningkatkan minat. c. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip–prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik, dan penguatan. d. Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan–pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinannya dapat diserap oleh siswa. e. Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen–elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan dengan baik, spesifik, dan jelas. f. Pembelajaran dapat diberikan kapan dan di mana diinginkan atau diperlukan terutama jika media dirancang untuk penggunaan secara individu. pembelajaran PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 g. Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan. h. Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif; beban guru untuk penjelasan yang berulang–ulang mengenai isi pelajaran dapat dikurangi bahkan dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian kepada aspek penting lain dalam proses belajar mengajar, misalnya sebagai konsultan atau penasihat siswa. Sudjana & Rivai dalam Azhar Arsyad (2016: 28) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu: a. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. b. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran. c. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata–mata komunikasi verbal melalui penuturan kata–kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran. d. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain–lain. Salah satu ciri media pembelajaran adalah bahwa media mengandung dan membawa pesan atau informasi kepada penerima yaitu siswa. Sebagian media dapat mengolah pesan dan respons siswa sehingga media itu sering disebut media interaktif. Pesan dan informasi yang dibawa oleh media bisa berupa pesan yang sederhana dan bisa pula pesan yang amat kompleks. Akan tetapi, yang terpenting adalah media itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan siswa, serta siswa dapat aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, perlu dirancang dan dikembangkan lingkungan pembelajaran yang interaktif yang dapat menjawab dan memenuhi kebutuhan belajar perorangan dengan menyiapkan kegiatan pembelajaran dengan medianya yang efektif guna menjamin terjadinya pembelajaran. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi peserta didik. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada peserta didik. Selain itu media juga harus merangsang peserta didik mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan peserta didik dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong peserta didik untuk melakukan praktik– praktik dengan benar. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah salah satu komponen proses belajar mengajar yang berfungsi untuk menyampaikan pesan yang dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar sehingga mendorong terjadinya proses belajar. 2. Internet sebagai media pembelajaran Menurut Rusman (2013) internet merupakan sebuah perpustakaan raksasa dunia yang di dalamnya terdapat jutaan bahkan milyaran informasi atau data yang dapat berupa test, graphic, audio, animasi maupun digital konten lainnya. Kelebihannya dalam akses global itulah yang menjadikan internet memiliki peranan tersendiri, karena internet dapat memfasilitasi beragam sumber belajar yang dibutuhkan siswa. Menurut Azhar Arsyad (2005) sebenarnya, kelebihan dunia internet hanya bisa diungkapkan dengan satu kata, yaitu MUDAH. Kata mudah di sini sudah dapat mewakili semua kelebihan– kelebihan pada dunia internet. Mengapa tidak, semua kegiatan yang berhubungan dengan internet, pasti akan menjadi ringkas dan mudah, mudah untuk digunakan, mudah untuk diterapkan, dan mudah untuk dipahami. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Menurut Rusman (2013) perkembangan teknologi yang sangat pesat telah memiliki peranan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan termasuk di dalamnya untuk pendidikan atau pembelajaran. Internet sebagai hasil dari perkembangan teknologi tentunya memiliki pengaruh dalam dunia pendidikan. Secara tidak langsung internet mendorong dunia pendidikan untuk menyesuaikan dengan arus informasi globalisasi, secara langsung internet dapat dimanfaatkan sebagai sumber dan media pembelajaran bagi para peserta didik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Dengan adanya pembelajaran berbasis web ini diharapkan menjadi penyeimbang (balance) terhadap kedua hal tersebut. Implementasi dunia internet sebagai media pembelajaran telah banyak diterapkan di seluruh dunia, ada konsep e–learning atau konsep pembelajaran jarak jauh, di mana antara guru dan murid bisa melakukan kegiatan pembelajaran di luar sekolah. Salah satu contoh terbesar dari kelebihan dunia internet adalah penerapannya sebagai media pembelajaran. Implementasi internet pada dunia pendidikan dikenal dengan istilah e–learning, atau bisa diartikan dengan pembelajaran secara elektronik. Konsep e–learning ini sudah banyak diterapkan pada sekolah–sekolah maupun universitas. E–learning juga dikenal dengan istilah distance learning atau pembelajaran jarak jauh, dikatakan demikian PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 karena konsep e–learning ini sudah banyak diterapkan pada kalangan pelajar atau mahasiswa. Menurut Sudirman (www.depdiknas.go.id/internet/html) ada Siahaan tiga bentuk sistem pembelajaran melalui internet yang dijadikan dasar pengembangan sistem pembelajaran dengan mendayagunakan internet yaitu: a. Suplemen (tambahan) Dikatakan berfungsi sebagai suplemen (tambahan), apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban atau keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya hanya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan. Walaupun materi pembelajaran elektronik berfungsi sebagai suplemen, para guru tentunya akan senantiasa mendorong atau menggugah atau menganjurkan para peserta didiknya untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang telah disediakan. b. Komplemen (pelengkap) Dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelengkap), apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 didik di dalam kelas. Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi reinforcement (pengayaan) yang bersifat enrichment atau remidial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional. Materi pembelajaran elektronik dikatakan sebagai enrichment, apabila peserta didik dapat dengan cepat menguasai atau memahami materi pelajaran yang disampaikan guru secara tatap muka. Kepada kelompok ini diberi kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas penguasaan para peserta didik terhadap materi pembelajaran yang disajikan guru di dalam kelas atau tambahan materi pelajaran yang dinilai guru bermanfaat bagi pembelajaran peserta elektronik didik. Kemudian dikatakan sebagai materi program pengayaan yang bersifat remidial apabila peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan guru secara tatap muka di kelas. Kepada kelompok ini, di beri kesempatan untuk memanfaatkan pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya adalah untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 memahami materi pelajaran yang disajikan guru di kelas. Akses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus disediakan diharapkan akan dapat membantu memudahkan peserta didik dalam memahami atau menguasai materi pelajaran yang disajikan guru. c. Substitusi (pengganti) Penggunaan internet untuk pembelajaran, di mana seluruh bahan pelajar, diskusi konsultasi, penugasan, latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet. Peserta didik dan guru sepenuhnya terpisah, namun hubungan atau komunikasi antara peserta didik dengan pengajar bisa dilakukan setiap saat. Komunikasi lebih banyak dilakukan secara ansynchcronus daripada secara synchronus. Bentuk pembelajaran ini tidak memerlukan adanya kegiatan tatap muka baik untuk keperluan pembelajaran maupun evaluasi dan ujian karena semua proses belajar mengajar sepenuhnya dilakukan melalui fasilitas internet seperti e–mail, chat room, buletin board dan conference. Pernyataan di atas menjelaskan bahwa posisi internet dalam pembelajaran tergantung akan kebutuhan pembelajaran itu sendiri, terdapat manfaat lainnya dengan menggunakan internet, menurut Siahaan (www.depdiknas.go.id/internet/html). Beberapa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 keuntungan atau manfaat pembelajaran melalui internet dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Menjadi alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif. b. Melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian peserta didik. c. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran mutu belajar mengajar. d. Membantu peserta dalam memahami materi pelajaran. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Wulf dalam Husamah (2014: 140), manfaat pembelajaran e–learning online terdiri atas 4 hal, yaitu: (1) meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan pengajar atau instruktur. (2) memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran di mana pun dan kapan pun. (3) menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas. (4) mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran. Apabila dilihat dari interaksi guru dan siswa, internet juga memungkinkan terselenggaranya pembelajaran jarak jauh, artinya segala proses pembelajaran dilakukan secara online dan real–time. Pembelajaran semacam ini kita kenal dengan istilah e–learning. Pembelajaran melalui internet ini dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan bahan pelajar, PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 peserta didik dengan guru, dan antara sesama peserta didik (enhance interactivity). Melalui pembelajaran online, iklim pembelajaran dan perasaan peserta didik dinilai lebih kondusif dan akan dapat mendorong peserta didik untuk meningkatkan kadar interaksinya dalam kegiatan pembelajaran, karena dalam pembelajaran semacam ini siswa belajar secara mandiri. Dalam perkembangannya diperlukan aplikasi–aplikasi yang menunjang interaksi antara siswa dan guru dengan menggunakan internet, maka dari itu diharapkan pembelajaran berbasis web yang diterapkan ini menjadi salah satu solusi hal tersebut. Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar–mengajar di sekolah, internet harus mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara pengajar dengan peserta didik sebagaimana yang dipersyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Kondisi yang harus mampu didukung oleh internet tersebut terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, yang kalau dijabarkan secara sederhana, bisa diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak peserta didik mengerjakan tugas–tugas dan membantu peserta didik dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan mengerjakan tugas–tugas tersebut (Boettcher 1999). dalam rangka PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa internet merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi yang dapat berperan dalam dunia pendidikan sebagai media pembelajaran. Dalam hal ini, peneliti menggunakan internet sebagai media pembelajaran sebagai komplemen (pelengkap) yang dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi pelajaran. 3. E–learning dalam kegiatan pembelajaran Kata e–learning terdiri dari dua bagian, yaitu e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. Jadi e–learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika. Jadi dalam pelaksanaannya e–learning menggunakan perangkat komputer atau perangkat elektronik lainnya. “Sistem e–learning merupakan bentuk penerapan teknologi informasi yang ditujukan untuk mempermudah proses pembelajaran yang dikemas dalam bentuk digital konten dan pelaksanaannya membutuhkan sarana komputer yang terkoneksi dengan internet”. Perkembangan teknologi komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi peserta didik untuk berinteraksi dengan sumber PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 belajar secara luas. Diskusi dan interaksi keilmuan dapat terselenggara melalui tersedianya fasilitas internet dan web dengan sistem e–learning sehingga memungkinkan peserta didik untuk mengakses informasi secara fleksibel tanpa terbatas waktu dan tempat. Menurut Rusman (2013) keuntungan e–learning dari perspektif peserta didik, antara lain: a. Meningkatkan komunikasi dengan pendidik dan peserta didik. b. Lebih banyak materi pembelajaran yang tersedia yang dapat diakses tanpa memperhatikan ruang dan waktu. c. Berbagai informasi dan materi terorganisasi dalam satu wadah materi pembelajaran online. Menurut Rusman (2013) Manfaat e–learning dari perspektif pendidik diantaranya adalah: a. Meningkatkan pengemasan materi pembelajaran dari yang saat ini dibangun b. Menerapkan strategi konsep pembelajaran baru dan inovatif. c. Efisiensi. d. Pemanfaatan aktivitas akses belajar. e. Menggunakan sumber daya yang terdapat pada internet. f. Dapat menerapkan materi pembelajaran dengan multimedia. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 g. Interaksi pembelajaran lebih luas dan multi sumber belajar. Menurut Rusman (2013) e–learning tidaklah sama dengan pembelajaran konvensional. E–learning memiliki karakteristik– karakteristik sebagai berikut: a. Interactivity (Interaktivitas); tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung (synchronous), seperti chatting atau messenger atau tidak langsung (asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu. b. Independency (Kemandirian); fleksibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi lebih terpusat kepada siswa (student–centered learning). c. Accessibility (Aksesibilitas); sumber–sumber belajar menjadi lebih mudah di akses melalui pendistribusian di jaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional. d. Enrichment (Pengayaan); kegiatan pembelajaran, materi pembelajaran dan materi pelatihan sebagai pengayaan. Menurut Husamah (2014) beberapa manfaat yang bisa dinikmati dari proses pembelajaran dengan e–learning online, di antaranya: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 a. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran Apabila dirancang dengan cermat, pembelajaran elektronik dapat pembelajaran, meningkatkan baik antara kadar peserta interaksi didik dengan pengajar/instruktur, antara sesama peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar. Ini berbeda dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional mampu, berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi. Hal ini disebabkan karena pada pembelajaran yang bersifat konvensional, kesempatan yang ada atau yang disediakan dosen/pengajar/instruktur untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat terbatas. b. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran di mana pun dan kapan pun Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan pun dan di mana pun (Dowling, 2002). Tugas–tugas kegiatan pembelajaran juga dapat diserahkan kepada pengajar begitu selesai PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 dikerjakan, tanpa perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan dosen/instruktur. Bahkan, dengan berkembangnya teknologi mobile (dengan laptop, bahkan telepon selular jenis tertentu), mengakses e–learning menjadi semakin mudah. Berbagai tempat juga sudah menyediakan sambungan internet gratis berupa hotspot (di bandara, sekolah, kampus, kafe, pusat perbelanjaan dan bahkan taman kota). Dengan demikian, di perjalanan atau pada waktu istirahat makan siang sambil menunggu hidangan disajikan, kita bisa memanfaatkan waktu untuk mengakses e–learning. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa e–learning merupakan salah satu penerapan teknologi informasi yang digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran serta dapat meningkatkan interaksi/komunikasi baik antara peserta didik dan guru maupun antar sesama peserta didik tanpa terbatas ruang dan waktu. D. Metode Pembelajaran Strategi pembelajaran masih bersifat konseptual dan untuk mengimplementasikannya, di gunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “rencana yang disusun untuk mencapai tujuan pembelajaran” sedangkan metode adalah “Cara PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 untuk mencapai tujuan pembelajaran”. Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Rustaman dkk. (dalam Sugiharto), terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, antara lain: 1) metode ceramah, 2) metode tanya jawab, 3) metode diskusi, 4) metode demonstrasi, 5) metode ekspositori atau pameran, 6) metode karya wisata/widya wisata, 7) metode penugasan, 8) metode eksperimen, 9) metode bermain peran, dan sebagainya. Pemilihan metode terkait langsung dengan usaha–usaha pengajar dalam menampilkan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga pencapaian tujuan pengajaran diperoleh secara optimal. Oleh karena itu, salah satu hal yang sangat mendasar untuk dipahami pengajar adalah bagaimana memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen bagi keberhasilan kegiatan belajar–mengajar, yang sama pentingnya dengan komponen– komponen lain dalam keseluruhan komponen pendidikan. Semakin tepat metode yang digunakan oleh pengajar dalam mengajar, semakin efektif pula kegiatan pembelajarannya. Tentunya, ada juga faktor–faktor lain yang harus diperhatikan, seperti: faktor pengajar, anak, situasi (lingkungan belajar), media, dan lain–lain (Sugiharto, 2010). Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik dengan mempertimbangkan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 kejadian–kejadian eksternal yang berperan dalam rangkaian kejadian internal yang berlangsung pada peserta didik (Winkel, 1991). Dengan kata lain, pembelajaran merupakan hal membelajarkan, yang artinya mengacu ke segala daya upaya untuk bagaimana membuat seseorang belajar dan bagaimana menghasilkan terjadinya peristiwa belajar dalam diri seseorang (Lufri, 2006). Pembelajaran formal yang umumnya dilakukan di sekolah berlangsung melalui metode pembelajaran tatap muka (face–to–face). Menurut Bintek KTSP, pembelajaran tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi langsung antara peserta didik dan pendidik. Metode pembelajaran merupakan teknik pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, metode pembelajaran tatap muka adalah teknik pelaksanaan pembelajaran yang digunakan pada proses interaksi langsung antara peserta didik dan pendidik. Metode pembelajaran sangat penting untuk dikuasai oleh pengajar guna mencapai hasil pembelajaran yang efektif dan optimal. Penggunaan metode pembelajaran yang sesuai akan membuat materi yang sulit menjadi lebih mudah, serta materi yang kurang menarik bisa menjadi lebih menarik. Oleh sebab itu, pengajar harus berupaya merancang metode pembelajaran yang baik dan menyenangkan dalam pembelajaran tatap muka. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Sebelum melakukan proses pembelajaran, seorang pengajar menentukan atau memilih metode pembelajaran yang akan digunakan supaya tujuan pembelajaran yang telah disusun dapat tercapai. Sejalan dengan pendapat Lufri dalam Husamah (2014: 85), bahwa pemilihan metode pembelajaran perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi yang akan dibahas. Atau lebih lengkapnya dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 bahwa metode pembelajaran digunakan oleh pengajar untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Dengan demikian, pengajar sebagai pendidik harus menyadari bahwa sesungguhnya tidak pernah satu metode pembelajaran dapat digunakan untuk membahas semua materi. Dengan kata lain, dalam pembelajaran penting untuk menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi agar pembelajaran tidak monoton. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah cara atau upaya yang di gunakan oleh guru selama proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Semakin tepat metode yang digunakan maka proses pembelajaran akan lebih optimal. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 E. Aplikasi Edmodo 1. Pengertian Aplikasi Edmodo Edmodo adalah platform media sosial yang sering digambarkan sebagai facebook untuk sekolah dan dapat berfungsi lebih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan. Edmodo merupakan aplikasi yang menarik bagi guru dan siswa dengan elemen sosial yang menyerupai Facebook, tapi sesungguhnya ada nilai lebih besar dalam aplikasi edukasi berbasis jejaring sosial ini. Dengan platform ini anda akan lebih mudah untuk memonitor interaksi siswa anda dalam Edmodo learning environment. Tidak ada yang bisa masuk ke ruang Edmodo anda tanpa undangan, dan siswa tidak dapat menggunakannya untuk berhubungan dengan orang asing seperti yang terjadi di facebook. Anda dapat dengan mudah mengetahui jika ada pelanggar/penyusup/orang asing yang terdaftar di kelas yang anda kelola dengan Edmodo. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa edmodo adalah platform berbasis jejaring sosial dengan desain tampilan menyerupai facebook yang dapat dikatakan sebagai salah satu program e–learning yang menerapkan sistem pembelajaran yang mudah dan efisien untuk membangun kelas virtual. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 2. Implikasi Aplikasi Edmodo untuk Pembelajaran Edmodo seperti alat bantu belajar lainnya, bisa menjadi hanya sebuah platform online untuk mendorong pembelajaran guru, atau dapat menjadi cara lebih kreatif untuk melibatkan para siswa dalam pembelajaran kolaboratif dan kognisi terdistribusi (Jenkins). Edmodo bukanlah jawaban untuk setiap kelas tetapi yang terpenting adalah platform ini memberikan aspek penting dari sebuah lingkungan belajar yang positif. Platform ini memberikan siswa jalur untuk berinteraksi dengan rekan–rekan mereka dan guru mereka dalam suasana akademis. Lebih jauh lagi penggunaan platform ini dapat mengajarkan siswa untuk bagaimana berperilaku secara online dan bertanggung jawab dalam mengatur kegiatan belajar mereka dengan sistem keamanannya terjamin. Pada hakikatnya platform ini adalah mudah dipelajari dan mudah digunakan terutama bagi para guru yang menganggap dirinya berada di luar basis pengetahuan teknologi yang berkembang saat ini. Edmodo menyediakan lingkungan di mana mengajar dan belajar dapat menghasilkan kegembiraan siswa, siswa menjadi lebih mandiri, tanpa melupakan standar pengukuran keberhasilan siswa. Tidak dapat dipungkiri bahwa siswa akan menyukai pembelajaran lewat platform ini, dan ketika siswa merasa senang keinginan mereka untuk dapat mengatasi materi baru dan sulit akan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 meningkat. Edmodo adalah salah satu cara untuk membangun semangat siswa untuk belajar. 3. Menggunakan Edmodo a. Pendaftaran Guru Membuat akun di Edmodo sangat mudah, kunjungi www.edmodo.com lalu pilih tombol “I’m a Teacher” untuk membuat akun baru sebagai seorang guru. Isi form registrasi dengan data–data yang valid, lalu pilih tombol “Sign Up” sebagai pelengkap proses pendaftaran. Anda akan menerima konfirmasi pendaftaran melalui e–mail, disertai petunjuk langkah selanjutnya untuk mengatur akun Edmodo anda. Gambar 2.2 Halaman Awal Aplikasi Edmodo PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Gambar 2.3 Form Membuat Akun Guru b. Pendaftaran Siswa Sebelum siswa mendaftar dan mendapatkan akun di Edmodo, mereka harus dibekali 6 digit kode grup (dapat grup berupa kelas atau mata pelajaran) dar guru mereka. Sekali mereka mendapatkan grup ini, mereka dapat dengan mudah membuat akun di Edmodo dengan memilih tombol “I’m Student” PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Gambar 2.4 Form Membuat Akun Siswa Baris pertama dalam form pendaftaran siswa akan menanyakan 6 digit kode grup yang harus diisikan. Setelah itu siswa harus mengisi username dan password yang bersifat unik. Dalam hal ini disarankan siswa untuk menggunakan nama depan ditambahkan sesuai yang unik dibelakangnya. Untuk baris firstname dan lastname, siswa harus mengisikan nama mereka yang sesungguhnya. Dalam pendaftaran sebagai siswa ini, alamat email tidak diharuskan diisi atau dikosongkan saja. Setelah semua baris PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 telah diisi, silahkan pilih tombol “sign up” sehingga pendaftaran dapat diproses. c. Pengaturan Akun Gambar 2.5 Pengaturan Akun Dari halaman pengaturan akun, anda dapat mengatur untuk mendapatkan pemberitahuan/ notifikasi, mengatur keamanan, dan mengatur informasi profil. Untuk pergi ke pengaturan tersebut, silahkan pilih “Account” yang berupa menu drop down yang terdapat di pojok atas sebelah kanan halaman depan Edmodo anda. Dalam menu tersebut silahkan pilih “settings”. Di halaman ini anda dapat melakukan berbagai hal diantaranya adalah: • Mengubah foto profil → anda dapat memilih untuk mengunggah foto dari komputer pribadi atau menggunakan icon yang telah disediakan. • Mengubah informasi pribadi → anda dapat menambahkan atau mengubah nama beserta alamat email. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 • • Anda dapat mengubah kata sandi (password) Tipe notifikasi → anda dapat memilih tipe pemberitahuan yang akan diterima dengan cara memberi tanda centang di kotak terhadap satu atau beberapa pilihan diantaranya: o Alerts → setiap ada tanda atau indikasi peringatan o Notes → setiap ada anggota dari kelas anda yang mengirimkan notes o Direct message → setiap ada anggota dari kelas anda yang mengirimkan pesan pribadi o Replies → setiap ada anggota kelas yang membalas notes dari anggota lainnya o New group members → setiap ada anggota baru di kelas anda o Group join request → setiap ada permintaan untuk bergabung pelajaran/kelompok di grup kerja kelas/mata yang ada di edmodo anda. d. Notifikasi Bagian notifikasi terletak di pojok kanan atas halaman depan Edmodo anda (sebelah kiri “account”). Di PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 bagian ini guru dan siswa dapat melihat kegiatan – kegiatan yang akan datang, balasan terhadap notes yang diposkan, alerts, dan pesan pribadi dari guru dan siswa. Semuanya yang tampil disini tergantung dari pengaturan notifikasi anda sebelumnya. Gambar 2.6 Tampilan Notifikasi Siswa Untuk siswa, bagian notifikasi juga akan terlihat manakala tugas tersedia dalam tenggang waktu yang diberikan dan menunggu untuk dikerjakan, begitu pula siswa dapat melihat notifikasi nilai yang sudah diberikan oleh guru terhadap tugas yang sudah dikerjakan. Guru juga dapat melihat apakah ada notifikasi jika ada anggota baru bergabung, guru baru yang ingin terkoneksi, permintaan untuk terkoneksi, dan jika ada tugas dari siswa yang perlu dinilai. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Gambar 2.7 Tampilan Notifikasi Guru 4. Grup/ Kelompok dalam Edmodo a. Membuat grup/kelompok Grup/kelompok membuat siswa untuk berkomunikasi dan berkolaborasi satu sama lain. Untuk membuat grup, pilihlah “create” yang ada di panel sebelah kiri halaman depan edmodo anda. Jendela baru akan terbuka dimana anda dapat menamai grup/kelompok dan mengisi detail dari grup ini (seperti misalnya tingkatan kelas (grade) dan mata pelajaran). Setelah selesai klik tombol “create” dan edmodo akan menampilkan 6 digit kode grup. Kode ini yang akan diberikan kepada calon siswa yang akan tergabung di grup/kelompok mata pelajaran tertentu. Grup–grup yang anda buat akan tampil di panel sebelah kiri halaman depan edmodo anda. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Gambar 2.8 Tampilan untuk Membuat Grup Jika siswa anda sudah memiliki akun edmodo sebelumnya, mereka bisa langsung bergabung dengan grup/kelompok mata pelajaran anda dengan cara mengklik “join” yang ada di panel grup sebelah kiri halaman edmodo mereka. Disana mereka harus memasukkan kode grup mata pelajaran tertentu (misal: “pe9lmz” untuk mata pelajaran matematika di kelas anda). Gambar 2.9 Tampilan untuk Join Group Siswa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Segera setelah adanya siswa baru yang tergabung di grup/ kelompok tertentu, anda akan mendapatkan notifikasi. Catatan, sebaiknya anda mengunci atau me–reset kode grup tersebut setelah semua siswa yang dimaksud tergabung di grup mata pelajaran anda. Hal ini untuk menghindari adanya individu yang tidak diinginkan dan tidak berkepentingan tergabung di kelas anda. b. Mengatur Grup/kelompok Untuk mengatur sebuah grup/kelompok tertentu, pilih grup yang akan diatur yang ada di panel sebelah kiri. Setelah itu akan tampil di panel sebelah kanan 6 digit kode grup dan juga “group setting”. • Lock/Reset Pilih menu drop down yang ada di sebelah kanan kode grup untuk mengunci (lock) atau memasang kembali (reset). Jika anda memilih ‘reset’, maka edmodo akan memberikan 6 digit kode baru dan jika anda memilih ‘lock’ maka grup ini akan dikunci sehingga tidak memungkinkan siapapun untuk mendaftar di grup ini. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 • Group Setting Pilihlah “group setting” yang ada di bawah kode grup. Didalam halaman pengaturan grup anda dapat melakukan beberapa hal dibawah ini: o Mengubah nama grup o Mengubah pengaturan bahwa seluruh anggota baru hanya bisa membaca saja (artinya mereka tidak dapat mengirimkan pesan didalam grup ini). o Mengubah tingkatan kelas dan nama mata pelajaran di grup. o Mengarsipkan grup (Archieve the group) artinya pada akhir semester atau tahun ajaran anda mungkin ingin mengarsipkan grup ini kaena kegiatan kelas sudah berakhir. Hal ini membuat grup ini menjadi tidak aktif, namun demikian anda masih dapat melihat rangkaian komunikasi yang pernah terjadi di grup ini. (Catatan: jika anda menginginkan nama yang sama untuk grup yang baru, maka pastikanlah anda mengubah nama grup yang sudah tidak aktif terlebih dahulu sebelum mengarsipkannya untuk kemudian PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 menggunakan namanya untuk grup yang baru). o Menghapus grup, anda dapat menghapus grup tertentu yang memang sudah tidak diperlukan. Sekali anda menghapus grup, maka seluruh aktivitas didalam grup akan terhapus di dalam sistem edmodo. Gambar 2.10 Tampilan Pengaturan Grup 5. Kelas dalam Edmodo Setelah anda mengetahui beberapa hal teknis terkait dengan pengenalan beberapa tools yang ada di edmodo, maka selanjutnya adalah pada bagian ini akan dibahas bagaimana membuat kelas di edmodo dan bagaimana pengelolaannya. Dalam hal ini anda dapat PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 mengampu lebih dari satu kelas seperti layaknya pembelajaran di kelas konvensional yang biasa anda ampu. Di setiap kelas yang dibuat akan terdapat password yang merupakan kunci akses bagi siswa untuk dapat terdaftar di kelas anda. Untuk setiap siswa yang tergabung, edmodo akan secara otomatis memberikan juga kode parent yang diperuntukkan untuk orangtua/ wali siswa sehingga dapat memantau perkembangan belajar anaknya secara langsung melalui sistem ini. Gambar 2.11 Sistem Penggunaan Aplikasi Edmodo a. Langkah – Langkah Membuat Kelas • Perhatikan pada panel group yang ada di sebelah kiri halaman depan edmodo anda, lalu klik Create PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 • Gambar 2.12 Membuat Kelas Muncul jendela Create Group. Isikan data kelas yang akan anda buat. Misal seperti contoh di bawah adalah mata pelajaran Matematika untuk kelas 8. Dengan kata lain, anda bisa membuat kelas lain apabila anda mengajar pada beberapa kelas ataupun kelas paralel. Klik Create apabila telah selesai. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 • Gambar 2.13 Langkah Membuat Kelas Setelah itu akan muncul kotak pemberitahuan seperti di bawah ini: Gambar 2.14 Tampilan Group Code yang Diberikan Contoh gambar di atas menunjukkan bahwa kelas anda telah berhasil dibuat. Selanjutnya, kode kelas anda untuk mata pelajaran Matematika adalah dze4yu. Kode ini dapat anda informasikan ke siswa yang terdaftar di kelas anda, sehingga siswa kelas PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 lain tidak dapat masuk ke kelas ini. Pada bagian lain di tulisan ini akan kita lihat bagaimana siswa bergabung di kelas menggunakan kode yang anda bagikan. • Untuk selanjutnya silahkan klik nama kelas anda, maka “kelas online” anda siap digunakan. Gambar 2.15 Tampilan Kelas Online b. Aktivitas Kelas • Mengunggah dan Mengatur Sumber Bahan Ajar di Library Library yang ada disini dapat dikatakan selayaknya perpustakaan di sekolah. sebagai guru anda bisa mengunggah dokumen apapun termasuk bahan ajar terkait maupun link situs sebagai referensi bagi siswa. Anda juga dapat mengaturnya dalam folder– folder untuk memudahkan akses bagi setiap kelas. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 o Masuk ke kelas yang telah dibuat, kemudian klik o Akan muncul halaman library. Klik ADD untuk membuat folder baru. Gambar 2.16 Tampilan untuk Membuat Folder o Apabila file atau link berhasil ditambahkan, pada daftar isi folder akan muncul nama file atau link tersebut. • Gambar 2.17 Tampilan Library Catatan (Note) Bagi anda yang terbiasa menggunakan Facebook, note di sini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan istilah “status” pada Facebook. Perhatikan gambar berikut. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Gambar 2.18 Tampilan untuk Mengirim Note a. Klik pada NOTE untuk memulai menulis catatan. b. Tuliskan catatan pada kotak yang disediakan. Ingat bahwa fungsi catatan ini sama halnya ketika anda berbicara di depan kelas atau di depan siswa. c. Klik pada File, Link, Library apabila anda ingin menyertakan file, alamat situs atau koleksi referensi. d. Tentukan siapa yang bisa membaca note yang anda tulis. Apakah siswa dalam satu kelas? Atau siswa tertentu saja? e. Klik POST untuk mengirim catatan anda. Apabila berhasil, akan muncul tampilan sesuai catatan yang anda ketikan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 • Gambar 2.19 Tampilan Note Penugasan (Assignment) Penugasan merupakan salah satu fitur yang membedakan edmodo dengan jejaring sosial lain. melalui fitur ini guru dapat memberikan tugas pada siswa dengan batasan waktu pengumpulan tugas, bahkan memberi penilaian pada tugas tersebut. Fungsi fitur ini seperti layaknya yang terdapat d sebuah Learning Management System misalnya moodle. Gambar 2.20 Tampilan untuk Mengirim Tugas PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Gambar 2.21 Tampilan Tugas Gambar 2.22 Tampilan Tugas dari Sisi Siswa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 • Gambar 2.23 Tampilan Siswa Mengumpulkan Tugas Penilaian (Grade) Untuk mengetahui apakah ada siswa yang telah mengirim tugas atau kuis, akan muncul daftar notifikasi (pemberitahuan) tentang aktivitas edmodo yang terkoneksi dengan akun anda Gambar 2.24 Tampilan Notifikasi Apabila telah ada siswa yang mengerjakan, misal tugas, maka akan muncul notifikasi: Gambar 2.25 Notifikasi Pengumpulan Tugas Klik pada nama tugas, selanjutnya muncul jendela penilaian tugas untuk siswa yang bersangkutan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Gambar 2.26 Tampilan Penilaian Tugas Setiap penilaian yang dilakukan guru akan terekam di buku penilaian. Untuk melihat rekap penilaian, klik PROGRESS dan pilih nama kelas. Gambar 2.27 Tampilan untuk Melihat Nilai Siswa Lalu muncul tabel nilai siswa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Gambar 2.28 Tabel Nilai Siswa F. Blended Learning Blended learning merupakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang terdiri dari dua suku kata, blended dan learning. Blended artinya campuran atau kombinasi yang baik. Blended learning ini pada dasarnya merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka dan secara virtual. Blended learning adalah proses mempersatukan beragam metode belajar yang dapat dicapai dengan penggabungan sumber – sumber virtual dan fisik (http://en.wikipedia.org). Driscoll mendefinisikan: Blended Learning integrates – or blends – learning programs in different format to achieve a common goal (Driscoll dalam Hutagalung, 2009: 37), yang dapat diartikan blended learning mengintegrasikan atau menggabungkan program belajar dalam format yang berbeda dalam mencapai tujuan umum. Sehingga dapat dinyatakan bahwa blended learning adalah metode belajar yang menggabungkan dua atau lebih metode pendekatan dalam PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 pembelajar untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran tersebut. Salah satu contohnya adalah kombinasi penggunaan pembelajaran berbasis web dan penggunaan metode tatap muka yang dilakukan secara bersamaan di dalam pembelajaran. Istilah blended learning juga dikenal dengan sebutan hybrid learning dan mixed learning. Pada umumnya blended learning dikenal sebagai pengintegrasian program belajar online dengan kelas konvensional, padahal sesungguhnya blended learning lebih luas dari itu. Menurut Driscoll (dalam Hutagalung 2009: 39) blended learning juga dapat berupa pengintegrasian materi dalam format yang berbeda. Misalnya suatu program blended learning dimulai dengan penyampaian materi prerequisite secara asynchronous, kemudian penyampaian materi berikutnya dilakukan melalui kelas virtual. Driscoll mereview hasil penelitian yang dilakukan Rossett, Douglis, dan Frazee (2003). Mereka melihat bahwa semua dapat dipadukan dalam blended learning, apakah itu kelas konvensional dengan e–learning, dua jenis e–learning, atau dua jenis atau lebih pembelajaran off–line. Mereka menunjukkan bahwa program blended learning memadukan materi yang disampaikan dalam kelas tradisional kelas virtual synchronous, dan pembelajaran asynchronous. Metode blended learning memberikan kesempatan bagi peserta pembelajaran online, salah satunya, untuk bertatap muka. Metode blended yang demikian banyak diterapkan utamanya ketika kompetensi yang hendak dicapai adalah keterampilan (psikomotorik) tertentu. Metode ini PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 juga memberikan rasa ketertarikan pebelajar akan apa yang sedang dipelajarinya. Walaupun online learning memberikan kemudahan bagi pebelajar untuk mengikuti pembelajaran dimana saja dan kapan saja, pebelajar, sebagai manusia, tetap memiliki keinginan untuk berada dalam suatu komunitas (dalam hal ini komunitas belajar) yang sesungguhnya, dan hal ini dipandang penting dalam pembelajaran. Selain itu, Prawiradilaga dalam Rusman (2013: 304) menyatakan bahwa sosok pengajar walau tidak dominan seperti dalam paradigma mengajar, tetap diperlukan untuk pembinaan perilaku atau sikap yang berorientasi pada norma masyarakat. Moebs dan Weibelzahl mendefinisikan blended learning sebagai pencampuran antara online dan pertemuan tatap muka (face–to–face meeting) dalam satu aktivitas pembelajaran yang terintegrasi. Blended learning juga berarti menggunakan sebuah variasi metode yang mengombinasikan pertemuan tatap muka langsung di kelas tradisional dan pengajaran online untuk mendapatkan objektivitas pembelajaran (Akkoyunlu dan Soylu, 2006). Sementara itu Graham mengatakan bahwa blended learning adalah sebuah pendekatan yang mengintegrasikan pengajaran tatap muka dan kegiatan pembelajaran berbasis komputer dalam sebuah lingkungan pedagogis. Menurut McDonald (dalam Purtadi), istilah blended learning biasanya berasosiasi dengan memasukkan media online pada program pembelajaran. Pada saat yang sama, itu tetap memperhatikan perlunya PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 mempertahankan kontak tatap muka dan pendekatan tradisional yang lain untuk mendukung peserta didik. Blended learning memiliki dua kategori utama, yaitu: 1. Peningkatan bentuk aktivitas tatap muka (face–to–face). Banyak pengajar menggunakan istilah blended learning untuk merujuk pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam aktivitas tatap muka, baik dengan memanfaatkan jejaring – terikat (web dependent) maupun jejaring – pelengkap (web supplemented) yang tidak mengubah model aktivitas. 2. Pengajaran campuran (hybrid learning): pembelajaran model ini mengurangi aktivitas tatap muka tapi tidak menghilangkannya, sehingga memungkinkan peserta didik untuk belajar secara online. Karakteristik blended learning adalah sebagai berikut: 1. Pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, gaya pembelajaran, serta berbagai media berbasis teknologi yang beragam. 2. Sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung atau bertatap muka (face–to–face), belajar mandiri, dan belajar via online. 3. Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran. 4. Pengajar dan orang tua peserta belajar memiliki peran yang sama penting, pengajar sebagai fasilitator, dan orang tua sebagai pendukung. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Blended learning adalah sebuah konsep yang relatif baru dalam pembelajaran di mana pengajaran yang disampaikan melalui gabungan pembelajaran online dan tradisional yang dalam pelaksanaannya dilakukan dilakukan oleh instruktur atau pengajar (Bielawski dan Metcalf, 2003). Blended learning merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka dan virtual/ maya atau online (Soekartawi, 2006: A–97). Perpaduan dilakukan secara harmonis antara pengajaran/pelatihan konvensional di mana pendidik dan peserta didik bertemu langsung dan juga melalui media online yang bisa diakses kapan saja, di mana saja, 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Tujuan blended learning pada dasarnya dilaksanakan untuk mendapatkan pembelajaran yang “paling baik” dengan menggabungkan berbagai keunggulan masing–masing komponen, di mana metode konvensional memungkinkan untuk melakukan pembelajaran secara interaktif sedangkan metode online dapat memberikan materi secara online tanpa batasan ruang dan waktu sehingga dapat dicapai pembelajaran yang maksimal. Blended learning merupakan suatu upaya untuk menggabungkan kegiatan belajar konvensional (tatap muka) dengan belajar menggunakan komputer atau perlengkapan elektronik berdasarkan petunjuk dari pendidik di mana materi dapat berbentuk media digital yang digunakan untuk membantu proses belajar–mengajar konvensional. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 E–learning sering kali diperbandingkan dengan pembelajaran tradisional yang menggunakan tatap muka (face–to–face). Tetapi, pada prinsipnya, akan lebih berarti ketika e–learning digunakan bersama–sama dengan pembelajaran tradisional secara harmonis yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar–mengajar. Proses pembelajaran yang demikian disebut blended learning. Blended learning dibutuhkan pada saat: 1. Proses belajar–mengajar tidak hanya tatap muka, namun dengan menambahkan waktu pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi dunia maya. 2. Membuat proses komunikasi non–stop antara pengajar dan peserta didik menjadi mudah dan cepat. 3. Peserta didik dan pengajar dapat diposisikan sebagai pihak yang belajar (bukan hanya peserta didik saja yang belajar). 4. Membantu proses percepatan pengajaran. Tidak ada aturan baku tentang pembelajaran secara blended, dan hal ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Menurut Faizal, manfaat blended learning antara lain proses belajar–mengajar tidak hanya tatap muka saja, tetapi ada penambahan waktu pembelajaran dengan memanfaatkan media online, mempermudah dan mempercepat proses komunikasi antara pengajar dan peserta didik (mitra belajar), serta membantu proses percepatan pengajaran, dan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 membantu memotivasi keaktifan peserta didik untuk ikut terlibat dalam proses pembelajaran. Kelebihan dari blended learning ini adalah sebagai berikut: 1. Peserta didik leluasa untuk mempelajari materi pelajaran secara mandiri dengan memanfaatkan materi–materi yang tersedia secara online. 2. Peserta didik dapat melakukan diskusi dengan pengajar atau peserta didik lain di luar jam tatap muka. 3. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik di luar jam tatap muka dapat dikelola dan dikontrol dengan baik oleh pengajar. 4. Pengajar dapat menambahkan materi pengayaan melalui fasilitas internet. 5. Pengajar dapat meminta peserta didik membaca materi atau mengerjakan tes yang dilakukan sebelum pembelajaran. 6. Pengajar dapat menyelenggarakan kuis, memberikan balikan, dan memanfaatkan hasil tes dengan efektif. 7. Peserta didik dapat saling berbagi file dengan peserta didik lain. 8. Dan masih banyak keuntungan lain dengan memanfaatkan kelebihan pembelajaran berbasis internet. Pada blended learning, fungsi pembelajaran elektronik atau berbasis internet terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas adalah sebagai komplemen (pelengkap). Dikatakan berfungsi sebagai pelengkap, karena materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas (Lewis, 2002). Blended learning merupakan solusi jitu dalam upaya perbaikan pembelajaran karena, menurut Lewis, satu hal yang perlu ditekankan dan dipahami yakni e–learning tidak dapat sepenuhnya menggantikan kegiatan pembelajaran konvensional di kelas. Menurut Reddy dan Manjulika, e– learning dapat menjadi partner atau pelengkap pembelajaran konvensional di kelas. E–learning bahkan menjadi pelengkap penting terhadap model pembelajaran di kelas atau sebagai alat yang ampuh untuk program pengayaan. Sekalipun diakui bahwa belajar mandiri merupakan pendorong bagi kegiatan pembelajaran elektronik, namun jenis kegiatan pembelajaran ini masih membutuhkan interaksi yang memadai sebagai upaya untuk mempertahankan kualitasnya. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa blended learning adalah metode pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online dimana siswa dapat melakukan komunikasi/interaksi pembelajaran dimana saja dan kapan saja. Namun pembelajaran online pada blended learning hanya sebagai komplemen (pelengkap) dengan kata lain hanya untuk melengkapi materi yang sudah disajikan oleh guru saat pembelajaran tatap muka. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 G. Tanggapan Siswa dalam Pembelajaran Menurut Wasty Soemanto (2006) tanggapan adalah bayangan yang menjadi kesan yang dihasilkan dari pengamatan. Tanggapan adalah kesan yang tertinggal dalam ingatan seseorang setelah melakukan pengamatan terhadap apa yang telah diamati. Dakir (1995) mengemukakan faktor yang mempengaruhi proses belajar yang mempengaruhi tanggapan menjadi dua yaitu: a. Faktor dari dalam, yaitu keadaan pribadi yang bersangkutan dapat berupa fisik dan psikis. b. Faktor dari luar, yaitu pengaruh–pengaruh yang asalnya dari luar diri yang bersangkutan dapat berupa guru, materi, sarana prasarana, dan lingkungan. Menurut Sri Rumini (1995) tanggapan dibedakan menjadi tiga yaitu: a. Tanggapan masa lampau atau tanggapan ingatan b. Tanggapan masa yang akan datang atau tanggapan mengantisipasikan c. Tanggapan masa kini atau tanggapan representatif Berdasarkan pendapat diatas, tanggapan yang dilihat dalam penelitian ini adalah tanggapan masa lalu yaitu mengungkapkan kembali ingatan yang sudah pernah terjadi. Ingatan tersebut adalah ingatan dalam diri siswa mengenai pengunaan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. Terdapat dua aspek yang dilihat pada penelitian ini yaitu aspek keaktifan siswa, dan aspek ketertarikan siswa. Aspek PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 keaktifan siswa dilihat dari dua indikator yang meliputi keaktifan siswa melakukan interaksi pembelajaran, dan keaktifan siswa ketika meng– unduh dan meng–upload materi pembelajaran (termasuk tugas–tugas yang diberikan). Sedangkan untuk aspek ketertarikan siswa dilihat dari tiga indikator yang meliputi penggunaan aplikasi edmodo, penggunaan metode blended learning, dan ketersediaan fasilitas (sarana dan prasarana). H. Materi Pembelajaran (Sumber: Matematika untuk SMP/MTs Kelas VIII) 1. Balok a. Definisi Balok Balok merupakan bangun ruang yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari–hari. Banyak sekali benda yang menyerupai bentuk balok, baik secara sendiri atau digabungkan dengan bentuk lain. Gambar di bawah adalah beberapa contohnya. Gambar 2.29 Benda–Benda Berbentuk Balok PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Balok adalah bangun ruang yang dibatasi oleh tiga pasang persegipanjang. Di bawah ini adalah gambar bentuk sebuah balok. Gambar 2.30 Balok b. Bagian–bagian balok Gambar 2.31 Balok ABCD.EFGH Perhatikan Gambar 2.31. Balok pada gambar di atas dinamakan balok ABCD.EFGH. Bagian–bagian balok ABCD.EFGH dapat diuraikan sebagai berikut. • Balok terdiri atas tiga pasang persegipanjang yang kongruen. Ketiga dinamakan bidang pasang (sisi) persegipanjang balok. Pada itu balok ABCD.EFGH, bidang (sisi) ABCD dinamakan bidang alas atau dasar. Bidang (sisi) ini PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 berpasangan dan kongruen dengan bidang (sisi) EFGH. Bidang EFGH dinamakan bidang atas atau tutup. Dua pasang bidang (sisi) yang lainnya adalah: o Bidang (sisi) ABFE berpasangan dengan bidang (sisi) CDHG o Bidang (sisi) BCGF berpasangan dengan bidang (sisi) ADHE • Perpotongan dua bidang (sisi) balok dinamakan rusuk balok. Rusuk tersebut berupa ruas garis. Balok memiliki 12 rusuk, yaitu rusuk AB, BC, CD, AD, AE, BF, CG, DH, EF, FG, GH, dan HE. • Titik persekutuan tiga rusuk balok dinamakan titik sudut. Balok memiliki 8 titik sudut, yaitu A, B, C, D, E, F, G, dan H. • Pada sisi balok, garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan dinamakan diagonal bidang atau diagonal sisi. Pada sisi ABCD, garis AC dan BD dinamakan diagonal bidang ABCD. • Garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan dalam balok dinamakan diagonal ruang balok. Banyaknya diagonal ruang yang dimiliki sebuah balok ada 4 buah. Keempat diagonal ruang itu adalah AG, CE, HB, dan DF. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 • Pada balok ABCD.EFGH, rusuk BC dan EH saling berhadapan. Bidang yang melalui kedua rusuk tersebut dinamakan bidang diagonal. Jadi, bidang BCHE merupakan bidang diagonal balok ABCD.EFGH. bidang–bidang diagonal lainnya adalah bidang ABGH, ADGF, dan CDEF. Untuk lebih memahami bagian–bagian suatu balok, perhatikan Gambar 2.32 berikut ini. Gambar 2.32 Bagian–Bagian Balok c. Menggambar Balok Misalkan kita akan menggambar ABCD.EFGH seperti gambar di bawah. balok PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Gambar 2.33 Balok ABCD.EFGH Hal–hal yang harus diperhatikan dalam menggambar balok tersebut adalah sebagai berikut. • Bidang frontal atau bidang bagian depan digambar berbentuk persegipanjang. Bidang yang sejajar dengan bidang frontal, yaitu bidang bagian belakang digambar berbentuk persegipanjang pula. Pada Gambar 2.33, ABFE disebut bidang frontal dan DCGH disebut bidang bagian belakang. • Rusuk–rusuk yang sebenarnya tegak lurus dengan bidang frontal atau pada gambar rusuk–rusuk yang letaknya mengarah dari depan ke belakang seperti rusuk AD, BC, FG, dan EH disebut rusuk ortogonal. Rusuk ortogonal biasanya digambar lebih pendek dari ukuran sebenarnya. Panjangnya rusuk ortogonal dalam gambar, bergantung pada perbandingan yang diminta. Perbandingan ortogonal (perbandingan proyeksi) adalah perbandingan antara panjang ruas PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 garis ortogonal pada gambar dengan panjang ruas garis itu sebenarnya. • Sudut pada gambar antara garis frontal horizontal arah ke kanan dengan garis ortogonal arah belakang disebut sudut surut. Garis frontal adalah garis yang terletak pada bidang frontal, garis ini bisa berupa garis vertikal maupun garis horizontal. Pada gambar, yang dimaksud dengan sudut surut adalah sudut BAD dan sudut FEH, atau sudut yang dibentuk oleh perpanjangan AB dengan garis BC dan perpanjangan EF dengan garis FG. • Rusuk–rusuk yang terhalang pandangan oleh bidang lain digambar sebagai garis putus–putus. Pada Gambar 2.33, rusuk–rusuk tersebut adalah rusuk AD, DC, dan DH. d. Jaring–jaring Balok Perhatikan gambar balok ABCD.EFGH di bawah. Gambar 2.34 Balok ABCD.EFGH PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Misalkan balok ABCD.EFGH terbuat dari kertas karton. Untuk memperoleh jaring–jaring balok kita harus mengiris sepanjang beberapa rusuknya, kemudian merebahkannya di atas bidang datar, sehingga diperoleh suatu bangun datar yang merupakan jaring–jaring balok. (a) (b) Gambar 2.35 Jaring–Jaring Balok Misalkan balok itu diiris sepanjang rusuk–rusuk AE, DH, EH, HG, FG, BF, dan CG seperti terlihat pada Gambar 2.35(a). Kemudian rebahkan di atas bidang datar, sehingga diperoleh bangun datar seperti Gambar 2.35(b). Bangun datar itulah yang merupakan jaring–jaring balok ABCD.EFGH. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 e. Luas Permukaan Balok Luas permukaan suatu bangun ruang adalah jumlah luas seluruh permukaan (bidang) bangun ruang tersebut. Berdasarkan pengertian itu, maka untuk menentukan luas permukaan bangun ruang, perlu diketahui terlebih dahulu bentuk dari masing–masing bidang yang membatasi bangun ruang dan banyaknya bidang. Secara umum, cara menentukan luas permukaan bangun ruang adalah sebagai berikut. • • Membuat jaring–jaring dari bangun ruang itu. Menghitung luas jaring–jaring bangun ruang itu. Sehingga luas permukaan bangun ruang sama dengan luas jaring–jaringnya. Gambar 2.36 Menentukan Luas Permukaan Balok Gambar 2.36 menyatakan balok yang panjangnya p, lebarnya l, dan tingginya t. Jika diamati sisi–sisinya maka ada tiga pasang sisi yang sama bentuk dan ukurannya. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Sehingga masing–masing pasangan mempunyai luas pl, pt, dan lt. Luas keenam sisi pada jaring–jaring balok ini disebut luas permukaan balok. Jadi, rumus luas permukaan balok adalah: L = 2(pl + pt + lt) dengan L = luas permukaan balok p = panjang balok l = lebar balok t = tinggi balok f. Volume Balok Volume bangun ruang menyatakan ukuran besar bangun ruang itu. Atau dapat pula menyatakan ukuran atau kemampuan bangun itu untuk menampung benda yang tepat untuk memenuhi seluruh ruangannya. Benda yang tepat memenuhi ruang suatu bangun adalah benda cair, sehingga volume bangun ruang menyatakan kemampuannya menampung suatu benda cair. Misalnya, volume bak air yang berbentuk balok tanpa tutup adalah 100 liter, artinya apabila bak itu diisi air sampai penuh dapat menampung 100 liter air. Volume bangun ruang ditentukan dengan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 membandingkannya terhadap satuan pokok volume, seperti m3, dm3, cm3, mm3, dan sebagainya. p = 4 satuan l = 2 satuan t = 2 satuan Gambar 2.37 Balok yang Disusun dengan Beberapa Kubus Satuan Volume balok dapat ditentukan dengan banyaknya kubus satuan yang tepat mengisi bangun ruang tersebut. Jadi, volume balok dirumuskan sebagai berikut. V = luas alas × tinggi atau V = p × l × t Dengan V = volume balok p = panjang balok l = lebar balok 2. Kubus a. Definisi Kubus Gambar 2.38 Dadu Gambar 2.39 Rubik PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Seperti halnya balok, kubus juga sering kita jumpai dalam kehidupan sehari–hari. Banyak benda yang menyerupai bentuk kubus. Gambar 2.38 dan Gambar 2.39 merupakan contoh benda–benda yang berbentuk kubus. Gambar 2.40 Kubus Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam bidang persegi. Gambar 2.40 merupakan bentuk dasar sebuah kubus. b. Bagian–bagian kubus Gambar 2.41 Kubus ABCD.EFGH Kubus pada Gambar 2.41 dinamakan kubus ABCD.EFGH. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Bagian–bagian kubus ABCD.EFGH dapat diuraikan sebagai berikut. • Telah disebutkan bahwa kubus terdiri atas enam daerah persegi yang kongruen. Keenam daerah persegi itu dinamakan bidang atau sisi kubus. Pada Gambar 2.41, bidang (sisi) ABCD dinamakan bidang alas atau dasar. Bidang (sisi) ini berpasangan dan kongruen dengan bidang (sisi) EFGH. Bidang (sisi) EFGH dinamakan bidang atas atau tutup kubus. Bidang (sisi) yang lainnya dinamakan bidang (sisi) tegak. • Perpotongan dua bidang (sisi) berupa ruas garis dalam suatu kubus dinamakan rusuk kubus. Sebagai contoh, pertemuan antara sisi ABCD dan sisi ABFE adalah rusuk AB, pertemuan antara sisi BCGF dan sisi DCGH adalah rusuk CG, dan sebagainya. • Titik persekutuan dari tiga rusuk dalam suatu kubus dinamakan titik sudut. Sebagai contoh, pertemuan antara rusuk AB, AE, dan AD adalah titik sudut A, pertemuan antara rusuk AD, DC, dan DH adalah titik sudut D, dan sebagainya. Sebuah kubus memiliki 8 titik sudut. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 • Pada sisi kubus, garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan dinamakan diagonal bidang (diagonal sisi). Perhatikan sisi ABFE, garis– garis AF dan BE dinamakan diagonal bidang ABFE. • Dalam kubus, garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan dinamakan diagonal ruang kubus. Diagonal ruang kubus ABCD.EFGH adalah AG, CE, HB, dan DF. • Perhatikan rusuk AB dan HG. Dalam kubus ABCD.EFGH kedua rusuk ini saling berhadapan. Apabila melalui kedua rusuk tersebut dibuat sebuah bidang, maka akan terbentuk bidang ABGH. Bidang seperti ini dinamakan bidang diagonal. Jadi bidang diagonal suatu kubus ialah bidang melalui dua buah rusuk yang berhadapan dalam kubus. Bidang diagonal kubus yang lainnya adalah bidang ADGF, bidang BCHE, dan bidang CDEF. Bidang–bidang diagonal suatu kubus merupakan persegipanjang yang kongruen. Untuk lebih memahami bagian – bagian suatu kubus, perhatikan gambar berikut ini. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Gambar 2.42 Bagian – Bagian Kubus c. Menggambar Kubus Metode untuk menggambar kubus sama dengan metode untuk menggambar balok. Hanya saja pada kubus, bidang–bidangnya berbentuk persegi. d. Jaring–jaring Kubus Seperti halnya balok, jaring–jaring kubus dapat diperoleh dengan cara mengiris kubus sepanjang beberapa rusuknya, kemudian merebahkannya di atas bidang datar. Gambar 2.43 Jaring – Jaring Kubus Jaring–jaring kubus merupakan rangkaian 6 buah persegi yang apabila dilipat menurut garis persekutuan dua PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 persegi akan membentuk kubus, sehingga tidak ada bidang yang rangkap (ganda) ataupun bidang kubus yang terbuka. Dengan demikian, tidak semua rangkaian 6 buah persegi merupakan jaring–jaring kubus. e. Luas Permukaan Kubus Untuk menentukan rumus luas permukaan kubus, perhatikan Gambar 2.44 di bawah. Diketahui sebuah kubus dengan panjang rusuk = r. (i) Gambar 2.44 Jaring–Jaring Kubus Dari jaring–jaring kubus terlihat bahwa kubus itu memiliki enam buah bidang dengan tiap bidangnya berbentuk persegi. Jumlah luas keenam persegi pada jaring–jaring kubus tersebut disebut luas permukaan kubus. Maka, luas permukaan kubus sama dengan luas jaring–jaringnya. Luas jaring–jaring kubus = 6 × luas persegi = 6 × (r × r) = 6r2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 f. Volume Kubus Apabila diamati, kubus merupakan balok yang ukuran panjang, lebar, dan tingginya sama. Rumus volume kubus dapat diperoleh dari rumus volume balok, dengan cara sebagai berikut. V=p×l×t =r×r×r V = r3 Karena r × r merupakan luas alas, maka diperoleh: volume kubus = luas alas × tinggi Jadi, volume kubus dirumuskan sebagai berikut. V = luas alas × tinggi atau V = r3 dengan V = volume kubus r = panjang rusuk kubus I. Penelitian yang Relevan Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh: 1. Hartono dan Rustaman N (2008) yang berjudul “Pembelajaran Blended Learning pada Mata Kuliah Praktikum IPA: Studi Uji Coba Lapangan Pembelajaran Online pada S1 PGSD”, memberikan hasil yaitu uji coba lapangan program online learning dapat terlaksana dengan baik. Peserta didik dapat mengakses dan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 berinteraksi dengan mudah melalui program pembelajaran online praktikum IPA. Selama kegiatan berlangsung 4 x 50 menit: (1) persentase peserta didik yang merespons setiap topik praktikum adalah 73%, (2) sebagian kecil peserta didik saja yang berpartisipasi dalam forum diskusi (17%) dibandingkan dengan forum chatting (73%), (3) nilai rata – rata asesmen online adalah 8,32 dari skala 10, (4) persentase peserta didik merespons web pembelajaran online dengan opsi baik (42%) dan sangat baik (58%). 2. A, Faizal (2011) yang berjudul “Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Implementasi Blended Learning pada Pembelajaran Biologi Kelas XI SMAIT Nur Hidayah Kartasura”, memberikan hasil yaitu implementasi blended learning dapat meningkatkan keaktifan, sikap kemandirian belajar, dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran biologi. Peningkatan keaktifan peserta didik dapat dilihat melalui hasil angket dan observasi. Rata – rata nilai persentase dari angket keaktifan peserta didik pada prasiklus sebesar 56,89%, siklus I sebesar 72,49%. Dan siklus II sebesar 79,08%. Rata – rata nilai persentase dari observasi keaktifan peserta didik pada prasiklus adalah 57,92%, siklus I sebesar 65,42% dan siklus II sebesar 80,42%. Rata – rata nilai persentase dari angket sikap kemandirian belajar peserta didik pada prasiklus sebesar 66,28%, siklus I sebesar 74,77%, dan siklus II sebesar PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 84,75%. Rata – rata persentase capaian dari observasi sikap kemandirian belajar peserta didik pada pra siklus adalah 54,17%, siklus I sebesar 70,00% dan siklus II sebesar 92,50%. Rata – rata nilai ulangan harian peserta didik pada prasiklus sebesar 55,33, siklus I sebesar 67,33, dan siklus II 75,67. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi blended learning mampu (1) meningkatkan keaktifan, (2) meningkatkan sikap kemandirian belajar, dan (3) meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran biologi dengan mengimplementasikan blended learning pada pembelajaran biologi di kelas XI IPA putra SMA Islam Terpadu Nur Hidayah Kartasura. Berdasarkan hasil kedua penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa program online learning dapat terlaksana dengan baik. Peserta didik dapat mengakses dan berinteraksi dengan mudah melalui program pembelajaran online. Sehingga blended learning mampu memberikan lebih banyak ruang dan kesempatan untuk berinteraksi di luar pembelajaran tatap muka. Selain itu, implementasi blended learning juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dalam penelitian ini, memiliki ruang lingkup yang sama yaitu penggunaan metode blended learning yang memberikan siswa lebih banyak ruang dan kesempatan untuk melakukan interaksi pembelajaran melalui pembelajaran online. Namun pada penelitian ini, hal ini dilakukan pada mata pelajaran matematika untuk siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Serta dalam penelitian ini, media yang digunakan untuk melengkapi blended learning adalah aplikasi edmodo. J. Kerangka Berpikir Berdasarkan uraian pada landasan teori, belajar adalah proses perubahan tingkah laku/perilaku individu sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri karena adanya interaksi yang terjadi. Selain itu, pembelajaran pada hakikatnya juga merupakan proses interaksi antara guru dengan siswa, baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan berbagai media pembelajaran. Interaksi pembelajaran/komunikasi pembelajaran merupakan hal yang penting dalam sebuah proses pembelajaran guna mendapatkan kualitas belajar yang baik. Kurangnya atau tersitanya jam pelajaran di kelas karena berbagai agenda kegiatan sekolah, akan berdampak pada berkurangnya atau bahkan hilangnya interaksi pembelajaran saat itu. Dengan menggunakan metode blended learning, membuat interaksi pembelajaran/komunikasi pembelajaran antara siswa dan guru maupun antara sesama siswa menjadi lebih intens. Siswa dapat melakukan interaksi pembelajaran kapan pun dan dimana pun. Metode blended learning menggabungkan antara pembelajaran tatap muka di kelas dengan pembelajaran online. Pembelajaran online disini tidak terlepas dari tersedianya fasilitas yang memadai seperti smartphone atau komputer (laptop) dan koneksi internet. Dalam hal ini pembelajaran online PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 dilengkapi dengan aplikasi edmodo dimana aplikasi tersebut memang dirancang secara khusus untuk pembelajaran. Dengan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia pada aplikasi tersebut, guru dan siswa bisa berbagi tautan mengenai materi pelajaran, guru dapat memberikan kuis, dan tugas. Selain itu dengan menggunakan metode pembelajaran blended learning juga membantu pemahaman/penguasaan materi oleh siswa melalui interaksi pembelajaran/komunikasi pembelajaran yang lebih intens. Bahkan sebelum pembelajaran di kelas, siswa juga bisa mempelajari materi terlebih dahulu. Melihat beberapa hal tersebut, membuat kualitas belajar pun menjadi lebih optimal. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan oleh peneliti karena peneliti berusaha mesdeskripsikan sejauh mana interaksi yang terjadi antar siswa ketika menggunakan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo, dan mendeskripsikan mengenai tanggapan siswa terhadap pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. Selain itu dalam penelitian ini juga digunakan pendekatan kuantitatif dalam mengolah hasil belajar siswa selama mengikuti pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. Penelitian adalah salah satu cara untuk mencari kebenaran melalui metode ilmiah, yaitu merumuskan masalah, melakukan studi literatur, yaitu studi mengenai teori atau hasil penelitian di masa lampau yang berkenaan dengan permasalahan yang dikaji, bila perlu merumuskan praduga–praduga atau hipotesis–hipotesis mengumpulkan data, mengolah data, dan mengambil kesimpulan (Ruseffendi, 2005). Sugiyono (2005: 21) menyatakan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan 103 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 yang lebih luas. Menurut Hidayat (2010), penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menemukan pengetahuan yang seluas–luasnya terhadap objek penelitian pada suatu masa tertentu. Sedangkan menurut Punaji (2010) penelitan deskriptif adalah penelitian yang tujuannya untuk menjelaskan atau mendeskripsikan suatu peristiwa, keadaan, objek apakah orang, atau segala sesuatu yang terkait dengan variabel–variabel yang bisa dijelaskan baik menggunakan angka–angka maupun kata–kata. Sukmadinata (2006) menyatakan bahwa penelitian deskriptif merupakan suatu bentuk penelitian yang bertujuan untuk mndeskripsikan fenomena–fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Penelitian deskriptif kuantitatif merupakan penelitian yang bertujuan menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka– angka untuk mencandarkan karakteristik individu atau kelompok (Syamsudin & Damiyanti: 2011). Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2011: 73), penelitian deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena–fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 B. Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah 44 siswa, terdiri dari 22 siswa laki–laki, dan 22 siswa perempuan. Objek dalam penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan pemanfaatan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar. C. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian : SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta kelas VIII C Alamat : Jalan Timoho II/29, Kelurahan Muja–Muju, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta 55165 Waktu Penelitian : November 2016–Maret 2017 (semester genap) Penelitian di Sekolah : Maret 2017 D. Data Penelitian Berikut adalah data yang diperlukan dalam penelitian ini: 1. Data Keterlaksanaan Pembelajaran Data keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh peneliti yang kemudian divalidasi oleh guru, dan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 hasil observasi keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam pembelajaran. 2. Data Interaksi Pembelajaran Data interaksi pembelajaran yang terjadi antara guru dan siswa maupun antara siswa ketika menggunakan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo berupa hasil observasi proses interaksi selama pembelajaran. Terdapat 2 lembar observasi yaitu lembar observasi untuk melihat kualitas interaksi yang terjadi dan lembar observasi untuk melihat kuantitas interaksi yang terjadi selama pembelajaran. 3. Data Tes Hasil Belajar Siswa Data hasil tes belajar diperoleh dari hasil penilaian harian (ulangan harian tertulis) yang dikerjakan oleh siswa. 4. Data Tanggapan Siswa Data tanggapan siswa mengenai pembelajaran dengan metode blended learning diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh siswa kelas VIII C setelah mengikuti pembelajaran dengan penggunaan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 E. Metode Pengumpulan Data 1. Observasi Pengumpulan data melalui observasi dilaksanakan dengan melakukan pengamatan di lapangan. Pengamatan dilakukan dengan mencatat dan menganalisis hal–hal yang terjadi di lapangan untuk memperoleh data, baik mengenai aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor, misalnya pengamatan berkenaan dengan perkembangan kemampuan dan sikap siswa, aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran, atau gejala–gejala lainnya yang terjadi di lapangan. Observasi dalam penelitian ini merupakan penelitian terstruktur karena peneliti melakukan pengamatan dengan terlibat dalam keseharian ketika proses belajar mengajar di kelas. Observasi yang dilakukan meliputi keterlaksanaan pembelajaran dengan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo dan keterlibatan siswa dalam berinteraksi selama proses pembelajaran tatap muka. 2. Tes Tertulis (Ulangan Harian) Tujuan dari tes tertulis adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa ketika mempelajari pokok bahasan bangun ruang sisi datar khususnya balok dan kubus dengan memanfaatkan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. Tes ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VIII C SMP PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang telah mengikuti pembelajaran dengan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. Bentuk tes berupa 15 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian yang kemudian akan dikenakan proses skoring oleh peneliti. 3. Pemberian Kuesioner Pengumpulan data melalui kuesioner dilakukan dengan memberikan instrumen berupa daftar pertanyaan yang harus dijawab oleh orang yang menjadi subjek dalam penelitian (responden). Daftar pertanyaan yang disusun dapat berupa pertanyaan terbuka ataupun pertanyaan tertutup. Pengumpulan data melalui kuesioner bertujuan untuk memperoleh data mengenai aspek afektif siswa, seperti respon, pendapat, sikap, atau minat siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan, motivasi belajar, kemandirian belajar, disposisi matematis, dan aspek afektif lainnya. Data tanggapan siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta mengenai proses pembelajaran matematika dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada siswa setelah seluruh proses pembelajaran telah selesai dilaksanakan. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup dengan menggunakan skala Likert. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 F. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Data tersebut dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah/pertanyaan penelitian. Berikut adalah dua jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data penelitian: 1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan materi bangun ruang sisi datar disusun oleh peneliti menggunakan kurikulum 2013 sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Tabel 3.1 Kisi–Kisi Instrumen RPP Identitas RPP Kompetensi Inti (Kognitif) Kompetensi Dasar (Kognitif) Indikator (Kognitif) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu KI. 3 Memahami, dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural), berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 3.9 Menentukan luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma, dan limas. 3.9.1 Memahami pengertian balok 3.9.2 Memahami pengertian kubus 3.9.3 Mengenal bagian–bagian balok 3.9.4 Mengenal bagian–bagian kubus 3.9.5 Menentukan ukuran dari bagian–bagian balok 3.9.6 Menentukan ukuran dari bagian–bagian kubus 3.9.7 Mengenal jaring–jaring balok 3.9.8 Mengenal jaring–jaring kubus 3.9.9 Menentukan luas permukaan balok PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Media dan Alat Pembelajaran Sumber Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian (Kognitif) 3.9.10 Menentukan luas permukaan kubus 3.9.11 Menentukan volume balok 3.9.12 Menentukan volume kubus Balok dan Kubus Blended Learning Power Point, Aplikasi Edmodo, dan LKS (Lembar Kerja Siswa) Buku dan Internet 4 kali pertemuan dengan menggunakan metode blended learning. Tes Hasil Belajar 2. Instrumen Pengumpulan Data Penelitian Berikut adalah beberapa instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini: a. Instrumen Observasi Instrumen ini digunakan selama proses belajar mengajar di kelas. Instrumen pernyataan–pernyataan dimana obeservasi dalam memuat penyusunannya peneliti mengadaptasi lembar observasi pembelajaran Kurikulum 2013 yang peneliti gunakan ketika peneliti melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Namun dalam penelitian ini, instrumen tersebut disusun dengan digunakan menyesuaikan selama metode penelitian. pembelajaran Sedangkan yang instrumen observasi untuk interaksi pembelajaran yang terjadi, peneliti menggunakan jurnal untuk melihat kualitas dari interaksi pembelajaran serta lembar observasi berupa tabel yang nantinya akan berisi kuantitas dari interaksi pembelajaran yang terjadi selama proses belajar mengajar. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 b. Instrumen Tes Hasil Belajar Tes tertulis terdiri dari 15 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian yang akan dikerjakan oleh siswa selama 80 menit. Tes tertulis ini merupakan alat ukur hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Sehingga tes ini dilakukan pada akhir pembelajaran. Tabel 3.2 Kisi–Kisi Instrumen Tes Hasil Belajar KD 3.9 Menentukan Luas Permukaan dan Volume Kubus, Balok, Prisma, dan Limas No 1 Indikator 3.9.1 Memahami pengertian balok 3.9.2 Memahami pengertian kubus Bentuk Soal Pilihan Ganda Uraian Pilihan Ganda Uraian Butir Soal - 3 3.9.3 Mengenal bagian–bagian balok Pilihan Ganda Uraian 8 - 4 3.9.4 Mengenal bagian–bagian kubus Pilihan Ganda Uraian 1 - 5 3.9.5 Menentukan ukuran dari bagian–bagian balok Pilihan Ganda Uraian 13 - 6 3.9.6 Menentukan ukuran dari bagian–bagian kubus 3.9.7 Mengenal jaring–jaring balok 3.9.8 Mengenal jaring–jaring kubus 3.9.9 Menentukan luas permukaan balok 3.9.10 Menentukan luas permukaan kubus 3.9.11 Menentukan volume balok 3.9.12 Menentukan volume kubus Pilihan Ganda Uraian Pilihan Ganda Uraian Pilihan Ganda Uraian Pilihan Ganda Uraian Pilihan ganda Uraian Pilihan Ganda Uraian Pilihan Ganda Uraian 12 1a, 4 9 3 10 2a, 5 7, 14 1b 11, 15 2b, 3 2, 4, 5, 6 1c 2 7 8 9 10 11 12 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 c. Instrumen Kuesioner Setelah mengikuti serangkaian proses pembelajaran, akan muncul tanggapan dari siswa terkait proses pembelajaran. Kuesioner digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui tanggapan siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta selama proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. Tabel 3.3 Kisi–Kisi Instrumen Kuesioner Aspek Keaktifan Siswa Ketertarikan siswa Indikator Melakukan interaksi pembelajaran Meng–unduh dan meng– upload materi pembelajaran Penggunaan aplikasi edmodo Penggunaan metode blended learning Ketersediaan fasilitas No Item Positif Negatif 1, 4 3, 5 2 6 7, 15 8, 12 9, 16 13, 14 10 11 G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 1. Validitas Menurut Anderson (Arikunto, 2005), sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Dengan kata lain, validitas suatu instrumen merupakan tingkat ketepatan suatu instrumen untuk mengukur sesuatu yang harus diukur. Validitas empiris adalah validitas yang diperoleh melalui observasi atau pengamatan yang bersifat empirik dan ditinjau berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria untuk menentukan tinggi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 rendahnya validitas instrumen penelitian dinyatakan dengan koefisien korelasi yang diperoleh melalui perhitungan. Koefisien korelasi butir soal atau item pernyataan/pertanyaan suatu instrumen dinotasikan dengan Tinggi . rendahnya validitas suatu instrumen sangat bergantung pada koefisien korelasinya. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh John W. Best (Suherman, 2003) dalam bukunya Research in Education, bahwa suatu instrumen mempunyai validitas tinggi jika koefisien korelasinya tinggi pula. Tolak ukur untuk menginterpretasikan derajat validitas instrumen ditentukan berdasarkan kriteria menurut Guilford (1956) sebagai berikut. Tabel 3.4 Kriteria Koefisien Korelasi Validitas Instrumen Koefisien Korelasi 0,90 ≤ ≤ 1,00 0,70 ≤ < 0,90 0,40 ≤ < 0,70 0,20 ≤ < 0,40 < 0,20 Korelasi Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Interpretasi Validitas Sangat tepat/sangat baik Tepat/baik Cukup tepat/cukup baik Tidak tepat/buruk Sangat tidak tepat/sangat buruk Koefisien korelasi product moment dikembangkan oleh Karl Pearson. Koefisien korelasi ini digunakan untuk data yang memiliki skala pengukuran minimal interval (data interval atau rasio). Koefisien korelasi product moment Pearson diperoleh dengan rumus: = √[� ∑ �∑ − ∑ − ∑ . ∑ ] . [� ∑ − ∑ ] PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Keterangan: = koefisien korelasi antara skor butir soal (X) dan total skor (Y) N = banyak subjek X = skor butir soal atau skor item pernyataan/pertanyaan Y = total skor 2. Reliabilitas Reliabilitas suatu instrumen adalah keajegan atau kekonsistenan instrumen tersebut bila diberikan pada subjek yang sama meskipun oleh orang yang berbeda, waktu yang berbeda, atau tempat yang berbeda, maka akan memberikan hasil yang sama atau relatif sama (tidak berbeda secara signifikan). Tinggi rendahnya derajat reliabilitas suatu instrumen ditentukan oleh nilai koefisien korelasi antara butir soal atau item pernyataan/pertanyaan dalam instrumen tersebut yang dinotasikan dengan r. Tolak ukur untuk menginterpretasikan derajat reliabilitas instrumen ditentukan berdasarkan kriteria menurut Guilford (1956) berikut. Tabel 3.5 Kriteria Koefisien Korelasi Reliabilitas Instrumen Koefisien Korelasi 0,90 ≤ r ≤ 1,00 0,70 ≤ r < 0,90 0,40 ≤ r < 0,70 0,20 ≤ r < 0,40 r < 0,20 Korelasi Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Interpretasi Reliabilitas Sangat tetap/sangat baik Tetap/baik Cukup tetap/cukup baik Tidak tetap/buruk Sangat tidak tetap/sangat buruk PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Rumus yang digunakan untuk menentukan reliabilitas instrumen tes tipe subjektif atau instrumen non tes adalah rumus Alpha Cronbach, yaitu: = Keterangan: − − ∑ � = koefisien reliabilitas � = banyak butir soal = variansi skor butir soal ke–i = variansi skor total Rumus yang digunakan untuk menentukan reliabilitas instrumen tes tipe objektif adalah rumus Kuder dan Richardson ke– 20 (KR–20), yaitu: Keterangan: = − −∑ �. � = koefisien reliabilitas � = banyak butir soal = proporsi banyaknya subjek yang menjawab benar pada butir soal ke–i = proporsi banyaknya subjek yang menjawab salah pada butir soal ke–i = variansi skor total PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 H. Metode Analisis Data 1. Data Keterlaksanaan Pembelajaran Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran digunakan untuk melihat sejauh mana rancangan pembelajaran blended learning dilaksanakan ketika penelitian. Pada lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran terdapat 27 item kegiatan yang akan diamati, dan terdiri dari 2 penilaian, yaitu “ya” dan “tidak”. Untuk setiap kegiatan yang terlaksana mendapat skor 1, sedangkan untuk kegiatan yang tidak terlaksana mendapat skor 0. Berikut adalah cara yang digunakan untuk melihat persentase keterlaksanaan pembelajaran dari masing–masing pertemuan: Keterangan: i �� = � × � % = 1, 2, 3, ..., n �� = Persentase keterlaksanaan pembelajaran pertemuan ke i � � = Jumlah skor dari kegiatan yang terlaksana = Jumlah seluruh kegiatan (skor maksimal) Setelah melihat persentase dari masing – masing pertemuan, akan dilihat rata–rata keterlaksanaan pembelajaran dari pertemuan pembelajaran dengan cara sebagai berikut: Keterangan: ̅̅̅̅ = �� ∑� �= ��� ̅̅̅̅ = Rata–rata persentase keterlaksanaan pembelajaran �� seluruh PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 � = banyaknya pertemuan pembelajaran Dari hasil perhitungan yang telah diperoleh, kemudian dikonversikan ke dalam beberapa kategori berikut: Tabel 3.6 Kategori Keterlaksanaan Pembelajaran Persentase Siswa 0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100% Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi (Suharsimi, 2009) 2. Data Interaksi Pembelajaran Data interaksi pembelajaran antara guru dan siswa maupun antara siswa yang terjadi selama proses pembelajaran yang meliputi bertanya (I1), menjawab (I2), dan menanggapi (I3) akan dilihat berdasarkan lembar observasi proses interaksi pembelajaran siswa. Kemudian akan dihitung untuk melihat banyaknya interaksi pembelajaran yang muncul. Untuk melihat persentase interaksi pembelajaran yang terjadi dari masing – masing pertemuan adalah sebagai berikut: Keterangan: i �� = � � � � � × % = 1, 2, 3, ..., n �� = Persentase interaksi pembelajaran pertemuan ke–i PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Skor total yang digunakan adalah 132. Dengan asumsi bahwa pada setiap pertemuan, muncul minimal satu kali interaksi pembelajaran pada masing–masing jenis interaksi pembelajaran. Untuk melihat rata–rata persentase interaksi pembelajaran adalah sebagai berikut: ̅̅̅ = �� Keterangan: ∑� �= ��� × % ̅̅̅ = Rata–rata persentase interaksi pembelajaran �� � = Banyaknya pertemuan Sedangkan untuk melihat persentase secara keseluruhan dari interaksi yang muncul melalui aplikasi edmodo adalah sebagai berikut: Keterangan: ��� = �ℎ � � � � ℎ × % ��� = Persentase interaksi pembelajaran yang muncul melalui aplikasi edmodo Skor total yang digunakan adalah 132. Dengan asumsi bahwa setiap siswa muncul minimal satu kali interaksi pembelajaran pada masing–masing jenis interaksi pembelajaran. Dari hasil perhitungan yang telah diperoleh, kemudian dikonversikan ke dalam beberapa kategori berikut: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Tabel 3.7 Kategori Interaksi Pembelajaran Persentase Siswa 0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100% Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi (Suharsimi, 2009) 3. Data Tes Hasil Belajar Siswa Data hasil belajar digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. Hasil belajar siswa dilihat dari ulangan harian yang dikerjakan secara individu oleh siswa. Tes hasil belajar dilakukan dengan metode tatap muka (di kelas) dengan waktu pengerjaan selama 80 menit. Soal berupa 15 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian. Setelah melalui proses skoring, hasil belajar siswa akan dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui predikat ketercapaian hasil belajar siswa sebagai berikut: Tabel 3.8 Kategori Norma Hasil Belajar Siswa Kategori Norma Sangat Baik (SB) Baik (B) Cukup Baik (CB) Kurang Baik (KB) Sangat Kurang Baik (SKB) Interval B + 4C < X ≤ B + 5C B + 3C < X ≤ B + 4C B + 2C < X ≤ B + 3C B + C < X ≤ B + 2C B≤X≤B+C (Kartika Budi, 2001) Keterangan: X = Nilai akhir siswa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 A = Nilai tertinggi siswa B = Nilai terendah siswa C = Selisih, yaitu − 5 Tabel 3.9 Kategori Hasil Belajar Seluruh Siswa Jumlah Kategori Hasil Belajar Siswa SB + B SB + B SB + B + SB + B + CB + CB CB + + KB + SKB KB SB ≥ 75 % ≥ 75 % ≥ 65 % ≥ 65 % ≥ 65 % Kategori Keseluruhan SB B CB KB SKB (Kartika Budi, 2001) 4. Data Tanggapan Siswa Analisis hasil kuesioner dilakukan dengan menjumlahkan skor sesuai jawaban siswa. Kuesioner menggunakan skala Likert dengan penilaian skor sebagai berikut: Tabel 3.10 Pedoman Skor Kuesioner Pernyataan Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Positif 4 3 2 1 Negatif 1 2 3 4 (Riduwan, 2009) Setelah mendapatkan total skor dari masing–masing siswa, kemudian dicari nilai persentase dari masing–masing siswa sebagai berikut: � = � � × % PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Keterangan: � = Persentase masing–masing siswa � = Skor yang diperoleh siswa � = Skor total (skor maksimal) Dari hasil perhitungan yang telah diperoleh, kemudian dikonversikan ke dalam kategori berikut: Tabel 3.11 Kategori Persentase Tanggapan Siswa Persentase Siswa 0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100% Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi (Suharsimi,2009) Dari persentase yang diperoleh masing–masing siswa, akan dilihat persentase pencapaian kelas sebagai berikut: � = Keterangan: � � × % � = Persentase kelas � = Persentase siswa yang mencapai target � = Jumlah seluruh siswa Jumlah siswa yang mencapai target dilihat dari hasil persentase masing–masing siswa. Dalam penelitian ini, target yang dimaksudkan adalah siswa yang memperoleh kriteria/kategori tinggi dan sangat tinggi. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, PENYAJIAN DATA, DAN ANALISIS DATA A. Pelaksanaan Penelitian Tahap awal sebelum dilakukan penelitian, peneliti melakukan observasi yang bersifat tidak langsung yang dilakukan bersamaan dengan proses Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Observasi bertujuan untuk melihat proses kegiatan pembelajaran dikelas dan fasilitas yang dimiliki oleh siswa serta fasilitas yang disediakan oleh sekolah yang sekiranya mendukung proses penelitian. Tahap selanjutnya, peneliti melakukan uji coba instrumen penelitian, yang selanjutnya hasil dari uji coba tersebut dianalisis untuk mengetahui validitas dan reliabilitas soal. Selain uji coba instrumen tes hasil belajar, peneliti juga melakukan uji coba mengenai penggunaan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. Hal ini dilakukan guna meminimalisir kesalahan–kesalahan teknis ketika menggunakan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo (dalam hal ini adalah penggunaan aplikasi edmodo). Uji coba instrumen penelitian yang meliputi instrumen tes hasil belajar dan instrumen kuesioner dilakukan di kelas VIII D SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dengan 43 siswa (22 siswa laki–laki dan 21 siswa perempuan). Uji coba dilakukan di kelas VIII D dengan pertimbangan bahwa kelas VIII D memiliki karakteristik siswa yang hampir sama dengan kelas VIII C dan juga mendapat perlakuan yang sama dalam kegiatan pembelajaran 122 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 yaitu menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. Uji coba dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan, dimana 1 kali pertemuan untuk pengenalan terkait pembelajaran dengan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo (pengenalan aplikasi edmodo), 4 kali pertemuan untuk proses pembelajaran (penyampaian materi), serta 1 kali pertemuan untuk melaksanakan ulangan harian (tes hasil belajar). Uji coba tersebut dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut: Tabel 4.1 Jadwal Uji Coba No 1 2 3 4 5 6 Hari/ Tanggal Rabu/8 Maret 2017 Kamis/9 Maret 2017 Selasa/14 Maret 2017 Rabu/ 15 Maret 2017 Selasa/ 21 Maret 2017 Rabu/ 22 Maret 2017 Kegiatan Penyampaian materi pertemuan 1 Pengenalan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo (pengenalan aplikasi edmodo) Penyampaian materi pertemuan 2 Penyampaian materi pertemuan 3 Penyampaian materi pertemuan 4 Tes hasil belajar Hasil validasi uji coba intrumen tes pilihan ganda dan uraian dapat dilihat pada lampiran B. 1. Sedangkan untuk hasil reliabilitas uji coba instrumen tes pilihan ganda dan uraian dapat dilihat pada lampiran B. 2. Berdasarkan hasil validasi untuk instrumen tes pilihan ganda, diperoleh bahwa terdapat 5 soal yang tidak valid, yaitu nomor 3, 7, 10, 13, dan 14. Sehingga instrumen tersebut perlu diperbaiki. Berikut hasil perbaikan dari soal – soal yang dinyatakan tidak valid: Tabel 4.2 Perbaikan Soal Setelah Validasi No Soal 3 Sebelum Validasi Rangkaian–rangkaian di bawah ini yang bukan merupakan jaring–jaring kubus adalah .... Setelah Validasi Rangkaian–rangkaian di bawah ini yang bukan merupakan jaring–jaring kubus adalah .... PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 A A. B B. C C. D 7 10 13 D. Volume sebuah kubus 64 �� . Luas permukaan kubus tersebut adalah .... A. 48 �� B. 64 �� C. 96 �� D. 192 �� Sebuah balok memiliki ukuran panjang 12 cm, lebar 4 cm, dan tinggi 6 cm. Luas seluruh permukaan balok adalah .... A. 288 �� B. 144 �� C. 132 �� D. 66 �� Pada gambar di bawah ini, jika PQ = 4 cm, QR = 3 cm, dan RV = 4 cm, tentukan luas bidang diagonal PRVT adalah .... A. B. C. D. 14 18 �� 20 �� 24 �� 28 �� Luas permukaan kubus tanpa tutup (bidang atas) yang rusuknya 5 cm adalah .... Volume sebuah kubus 64 �� . Luas permukaan kubus tersebut adalah .... A. 16 �� B. 48 �� C. 96 �� D. 128 �� Sebuah balok memiliki ukuran panjang 12 cm, lebar 5 cm, dan tinggi 6 cm. Luas seluruh permukaan balok adalah .... A. 360 �� B. 324 �� C. 252 �� D. 162 �� Pada gambar di bawah ini, jika PQ = 3 cm, QR = 2 cm, dan RV = 4 cm, tentukan luas bidang diagonal PRVT adalah .... A. √ �� B. √ �� C. √ �� D. √ �� Luas permukaan kubus tanpa tutup yang rusuknya 4 cm adalah .... A. 96 �� PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 A. B. C. D. 125 �� 150 �� 175 �� 225 �� B. 80 �� C. 48 �� D. 40 �� Hasil validitas instrumen kuesioner dapat dilihat pada lampiran B. 3, sedangkan untuk hasil reliabilitas intrumen kuesioner dapat dilihat pada lampiran B. 4. Berdasarkan hasil validasi instrumen kuesioner terdapat 1 pernyataan yang tidak valid. Oleh karena itu, pernyataan tersebut perlu diperbaiki. Berikut hasil perbaikan dari pernyataan tersebut: Tabel 4.3 Perbaikan Pernyataan Kuesioner Setelah Validasi No pernyataan 3 Sebelum Validasi Saya tidak pernah menanggapi pernyataan baik dari guru atau siswa lain saat pembelajaran matematika dengan metode blended learning Setelah Validasi Saya jarang menanggapi pernyataan baik dari guru atau siswa lain saat pembelajaran matematika dengan metode blended learning Setelah melakukan uji coba instrumen dan melakukan validasi serta reliabilitas terhadap instrumen, barulah peneliti melakukan penelitian. Penelitian dilakukan pada satu kelas yaitu kelas VIII C di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Guru yang mengampu mata pelajaran matematika kelas VIII C adalah Ibu C. Peni Suryaningtyas, S.Pd. Beliau mengampu mata pelajaran matematika kelas VII A, VII B, VIII C, VIII D, dan VIII F. Penelitian berlangsung pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar khususnya balok dan kubus. Pengambilan data dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan, dimana 1 kali pertemuan untuk pengenalan terkait pembelajaran dengan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo (pengenalan aplikasi edmodo), 4 kali pertemuan untuk proses pembelajaran PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 (penyampaian materi), serta 1 kali pertemuan untuk melaksanakan ulangan harian (tes hasil belajar). Pada setiap pertemuan pembelajaran, peneliti selalu meng–upload terkait materi pembelajaran melalui aplikasi edmodo. Selain itu, peneliti juga melihat bagaimana interaksi yang terjadi antara guru dan siswa maupun antar siswa baik itu ketika pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran online berdasarkan hasil observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Berikut rincian 6 kali pertemuan ketika penelitian: Tabel 4.4 Jadwal Pelaksanaan Penelitian No 1 Hari / Tanggal Kamis/ 16 Maret 2017 2 3 4 5 6 Jumat/ 17 Maret 2017 Kamis/ 23 Maret 2017 Jumat/ 24 Maret 2017 Kamis/ 30 Maret 2017 Jumat/ 31 Maret 2017 Kegiatan Pengenalan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo (pengenalan aplikasi edmodo) Penyampaian materi pertemuan 1 Penyampaian materi pertemuan 2 Penyampaian materi pertemuan 3 Penyampaian materi pertemuan 4 Tes hasil belajar Pelaksanaan proses pembelajaran dapat dipaparkan sebagai berikut: 1. Pertemuan Pertama Pertemuan pertama berlangsung pada hari Kamis, 16 Maret 2017 pada pukul 10.10–10.50. Pertemuan pertama diikuti oleh seluruh siswa kelas VIII C. Pertemuan pertama seharusnya berlangsung selama 3 jam pelajaran dimana 1 jam pelajaran berdurasi 40 menit. Namun karena seluruh kelas IX ada jadwal try out, dan siswa kelas VIII mulai masuk pelajaran di jam ke 5 maka jam pelajaran matematika yang tersisa hanya 1 jam pelajaran. Pertemuan pertama digunakan untuk membahas mengenai pengenalan pembelajaran dengan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 edmodo (pengenalan aplikasi edmodo). Pengenalan edmodo disini adalah mengenai cara membuat akun, cara login, cara meng–upload tugas, dan lain–lain. Setelah semua siswa telah selesai membuat akun, waktu yang tersisa digunakan siswa untuk mencoba menggunakan aplikasi tersebut dan meng–eksplore apa saja yang terdapat dalam aplikasi tersebut. Pada pertemuan tersebut, guru sudah meng–upload materi untuk pertemuan kedua yaitu pengenalan balok dan kubus serta bagian–bagian balok. Hal ini bertujuan supaya siswa bisa mempelajari terlebih dahulu untuk materi selanjutnya. Pada rencana sebelumnya peneliti merencanakan pembelajaran berlangsung 3 jam pelajaran, dan penilaian keterlaksanaannya berdasarkan 27 item yang terdapat pada lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Namun karena adanya perubahan jadwal dengan alasan yang telah disebutkan maka penilaian keterlaksanaan pembelajaran dengan 27 item tersebut tidak dapat sepenuhnya muncul. Sehingga pada pertemuan pertama tersebut, penilaian keterlaksaan pembelajaran hanya melihat pada 23 item saja. Sedangkan 4 item yang tidak menjadi penilaian pada pertemuan pertama ini meliputi: a. Guru memberikan link latihan kepada siswa melalui aplikasi edmodo b. Guru memberikan kuis kepada siswa melalui fitur quiz pada aplikasi edmodo PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 c. Guru meng–upload kunci jawaban LKS setelah pembelajaran selesai melalui aplikasi edmodo d. Guru mengumpulkan hasil pekerjaan siswa sebagai portofolio 2. Pertemuan Kedua Pertemuan kedua berlangsung pada hari Jumat, 17 Maret 2017 pada pukul 07.15–08.35. Pertemuan kedua diikuti oleh 43 siswa dari 44 siswa di kelas VIII C. Pertemuan kedua berlangsung selama 2 jam pelajaran dimana satu jam pelajaran berdurasi 40 menit. Pertemuan kedua digunakan untuk membahas mengenai pengenalan balok, pengenalan kubus, dan bagian–bagian balok. Kegiatan pembelajaran diawali pertanyaan dari guru mengenai benda–benda disekitar yang sering dijumpai yang berbentuk balok dan kubus. Setelah siswa menjawab berbagai benda–benda tersebut, guru kemudian menanyakan bagaimana bentuk dan ukuran dari benda–benda tersebut. Karena siswa sudah bisa menyebutkan benda–benda di sekitarnya atau yang sering dijumpai yang berbentuk balok dan kubus serta dapat menyebutkan bagaimana bentuk dan ukurannya, kemudian guru mencoba bertanya kepada siswa mengenai pengertian dari balok dan kubus. Setelah itu pembelajaran dilanjutkan dengan membahas mengenai bagian–bagian pada balok. Guru juga memberikan latihan soal mengenai bagian–bagian balok yang dikerjakan oleh siswa secara individu. Rencana awal, setelah siswa telah selesai mengerjakan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 latihan soal tersebut, siswa diminta untuk maju ke depan menuliskan jawabannya dan nantinya jawaban siswa tersebut akan bersama–sama dibahas dan ditanggapi oleh guru dan siswa lain. Namun, kurang lebih 30 menit di jam terakhir, terpaksa pembelajaran terhenti karena wakil kepala sekolah bagian kesiswaan masuk ke dalam kelas menyampaikan beberapa pengarahan terkait skip challenge yang sedang marak dilakukan (sedang menjadi trending topic). Sehingga latihan soal tersebut tidak jadi dibahas bersama tetapi langsung dikumpulkan sebagai portofolio. Namun sebelum mengakhiri pembelajaran, guru menyampaikan materi pertemuan yang akan datang yaitu bagian–bagian kubus, menggambar balok, dan menggambar kubus, serta menyampaikan bahwa akan ada tugas 1 yang akan di upload dan dikumpulkan melalui aplikasi edmodo. Pada pertemuan ini, guru juga meng–upload materi dan video terkait pembelajaran selanjutnya, serta pembahasan dari latihan soal yang telah dikerjakan di kelas. 3. Pertemuan Ketiga Pertemuan ketiga berlangsung pada hari Kamis, 23 Maret 2017 pada pukul 08.35–10.50. Pertemuan ketiga diikuti oleh seluruh siswa di kelas VIII C. Pertemuan ketiga berlangsung selama 3 jam pelajaran dimana satu jam pelajaran berdurasi 40 menit. Pertemuan ketiga digunakan untuk melanjutkan materi mengenai bagian–bagian kubus, PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 menggambar balok dan kubus. Pembelajaran diawali dengan me– review materi pada pertemuan yang lalu. Kemudian siswa di minta untuk menyebutkan bagian–bagian dari kubus. Setelah itu pembelajaran dilanjutkan mengenai hal–hal yang harus diperhatikan ketika menggambar balok dan kubus serta langkah–langkah menggambar balok dan kubus. Guru juga memberikan latihan soal terkait bagian–bagian kubus, serta menggambar balok dan kubus yang dikerjakan secara individu oleh siswa. Ketika memberikan latihan soal, waktu pembelajaran kembali terpotong sekitar 15–20 menit karena ada peneliti lain yang masuk ke kelas bersama guru BK untuk mengambil data penelitian dengan memberikan lembar kuesioner. Dengan demikan, maka latihan soal tersebut tidak sempat dibahas bersama di kelas. Lembar latihan soal tersebut dikumpulkan kembali kepada guru sebagai portofolio. Pembelajaran diakhiri dengan guru menyampaikan materi untuk pertemuan selanjutnya yaitu jaring– jaring balok dan kubus serta luas permukaan balok. Pada pertemuan ini, guru meng–upload pembahasan dari latihan soal yang dikerjakan di kelas dan meng–upload materi selanjutnya. Guru juga mengingatkan kepada siswa bahwa pada hari Rabu 22 Maret 2017 ada tugas 2 yang sudah di upload melalui aplikasi edmodo. Selain itu guru meminta siswa untuk membawa kotak/kardus kecil yang berbentuk balok atau kubus untuk mempelajari jaring–jaring balok dan kubus. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 4. Pertemuan Keempat Pertemuan keempat berlangsung pada hari Jumat, 24 Maret 2017 pada pukul 07.15–08.35. Pertemuan keempat diikuti oleh seluruh siswa di kelas VIII C. Pertemuan keempat berlangsung selama 2 jam pelajaran dimana satu jam pelajaran berdurasi 40 menit. Pertemuan keempat digunakan untuk melanjutkan materi mengenai jaring–jaring balok dan kubus, serta luas permukaan balok. Pembelajaran diawali dengan me–review materi pada pertemuan sebelumnya. Setelah itu guru mendemonstrasikan kardus kecil bungkus makanan ringan yang berbentuk balok dan kubus untuk menunjukkan mana yang merupakan jaring–jaring balok dan kubus, serta yang bukan merupakan jaring– jaring balok dan kubus. Setelah siswa mengerti, guru meminta siswa untuk berdiskusi dengan temannya 2–4 orang mengenai jaring–jaring balok dan kubus menggunakan kardus yang telah mereka siapkan yang berbentuk balok dan kubus. Setelah berdiskusi, beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas di pandu oleh guru dan ditanggapi oleh siswa lain. Kemudian guru melanjutkan menjelaskan materi mengenai luas permukaan balok dan tak lupa memberikan latihan soal mengenai luas permukaan balok yang kemudian di bahas bersama di kelas. Lembar latihan soal tersebut dikumpulkan kembali kepada guru sebagai portofolio. Pembelajaran di akhiri dengan penyampaian materi selanjutnya yaitu luas permukaan kubus, volume balok, dan volume kubus. Pada pertemuan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 ini, guru meng–upload pembahasan dari latihan soal yang dikerjakan di kelas dan meng–upload materi selanjutnya. Selain itu guru juga meng–upload link terkait luas permukaan balok yang dapat digunakan siswa untuk berlatih di rumah. 5. Pertemuan Kelima Pertemuan kelima berlangsung pada hari Kamis, 30 Maret 2017 pada pukul 08.35–10.50. Pertemuan kelima diikuti oleh seluruh siswa di kelas VIII C. Pertemuan kelima berlangsung selama 3 jam pelajaran dimana satu jam pelajaran berdurasi 40 menit. Pertemuan kelima digunakan untuk melanjutkan materi mengenai luas permukaan balok, volume balok, dan volume kubus. Pembelajaran diawali dengan me– review materi pada pertemuan sebelumnya. Kemudian guru meminta beberapa siswa menjelaskan mengenai luas permukaan kubus. Setelah siswa paham, penyampaian materi dilanjutkan mengenai volume balok dan kubus. Guru juga memberikan latihan soal yang dikerjakan secara individu oleh siswa yang kemudian akan dibahas bersama dengan meminta beberapa siswa untuk menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis yang kemudian ditanggapi oleh guru dan siswa lain. Lembar latihan soal tersebut dikumpulkan kembali kepada guru sebagai portofolio. Pembelajaran di akhiri dengan penyampaian informasi mengenai ulangan harian yang akan diadakan pada pertemuan selanjutnya dengan materi balok dan kubus. Pada PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 pertemuan ini, guru meng–upload pembahasan dari latihan soal yang dikerjakan di kelas dan meng–upload link terkait luas permukaan kubus, volume balok, dan volume kubus yang dapat digunakan siswa untuk berlatih di rumah. Guru juga mengingatkan bahwa ada tugas 3 yang sudah di upload pada hari Senin 27 Maret 2017. Berdasarkan permintaan sebagian besar siswa, guru juga meng–upload latihan soal yang dapat digunakan siswa untuk berlatih terkait balok dan kubus. 6. Pertemuan Keenam Pertemuan keenam berlangsung pada hari Jumat, 31 Maret 2017 pada pukul 07.15–08.35. Pertemuan keenam diikuti oleh seluruh siswa di kelas VIII C. Pertemuan keenam berlangsung selama 2 jam pelajaran dimana satu jam pelajaran berdurasi 40 menit. Pertemuan keenam digunakan untuk ulangan harian (tes hasil belajar) materi balok dan kubus. Berdasarkan uraian pelaksanaan proses pembelajaran di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa perubahan jadwal pada pertemuan pertama yang seharusnya berlangsung selama 3 jam pelajaran hanya menjadi 1 jam pelajaran tidak menimbulkan efek yang signifikan. Karena hal ini sudah tertutupi dengan adanya pertemuan keenam selama 2 jam pelajaran dimana pertemuan keenam ini di luar perencanaan peneliti. Sedangkan untuk LKS pada pertemuan kedua dan ketiga yang tidak sempat di bahas karena alasan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 yang sudah disebutkan juga sudah tertutupi dengan penggunaan aplikasi edmodo. Guru menyampaikan pembahasan untuk LKS tersebut melalui aplikasi tersebut. Sedangkan untuk total waktu pembelajaran berlangsung sesuai dengan yang direncanakan yaitu sebanyak 13 jam pelajaran dan materi tetap tersampaikan dengan baik. B. Penyajian Data Penelitian Setelah melakukan penelitian, peneliti memperoleh data–data yang akan dianalisis. Berikut adalah data–data yang diperoleh: 1. Data Keterlaksanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat dilihat pada lampiran C. 13. Data hasil observasi/pengamatan keterlaksanaan pembelajaran blended leraning pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar dapat dilihat pada lampiran C. 4. Berikut rangkuman dari keterlaksanaan pembelajaran dari masing–masing pertemuan: Tabel 4.5 Data Keterlaksanaan Pembelajaran Kegiatan Guru 1 2 3 4 5 6 7 8 Guru menyiapkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran Guru mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari–hari Guru menyampaikan manfaat materi pembelajaran Guru memperagakan sesuatu yang terkait dengan pembelajaran Guru menyampaikan indikator yang akan dicapai Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran Guru menjelaskan tentang materi pembelajaran Guru memberi contoh soal dan latihan soal serta membimbing peserta didik dalam pengerjaanya. 1 √ Pertemuan 2 3 4 √ √ √ 5 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ × PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Guru menegaskan kembali materi yang telah disampaikan. Guru menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Guru menyampaikan materi dengan tepat Guru menyampaikan materi secara sistematis Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan hasil kegiatan baik secara lisan maupun tertulis Guru memberikan link latihan kepada siswa melalui aplikasi edmodo Guru memberikan kuis kepada siswa melalui fitur quiz pada aplikasi edmodo Guru meng–upload kunci jawaban LKS setelah pembelajaran selesai melalui aplikasi edmodo Guru meng–upload materi untuk pertemuan selanjutnya melalui aplikasi edmodo Guru menciptakan interaksi antara guru dan siswa Guru merespon positif interaksi yang terjadi Guru menunjukkan sikap terbuka terhadap interaksi pembelajaran dari siswa Guru menggunakan bahasa lisan dengan jelas dan benar Guru menggunakan bahasa tulis dengan jelas dan benar Guru mendorong peserta didik merangkum materi Guru membantu siswa untuk merangkun materi Guru melakukan refleksi pembelajaran yang melibatkan siswa Guru mengumpulkan hasil pekerjaan siswa sebagai portofolio √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ × × × √ √ − × √ √ √ × √ √ − √ √ √ × √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ × √ × √ × √ × √ × − − √ √ √ √ √ Keterangan: × berarti menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak terlaksana √ berarti menunjukkan bahwa kegiatan tersebut terlaksana − berarti menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak dikenakan penilaian PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 2. Data Interaksi Pembelajaran Data hasil observasi/pengamatan proses interaksi pembelajaran siswa pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar dengan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo dapat dilihat pada lampiran C. 6. Berikut rangkuman dari banyaknya interaksi pembelajaran pada setiap pertemuan: Tabel 4.6 Data Interaksi Pembelajaran S 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Pertemuan 1 I1 I2 I3 − − − − − − 6 − − − − − 1 − 2 − − − − − 1 − − − − − − − − 3 4 − − 1 − − 3 − − − 1 − 2 3 2 4 − 1 − − 1 1 2 1 3 − 2 2 − − − − − 2 − − 1 1 1 − − − 1 − − 1 − 1 3 − 1 1 1 − − − − 4 − − − − − 1 − − − 1 − Banyaknya Interaksi yang Dilakukan Siswa Pertemuan Pertemuan Pertemuan 2 3 4 I1 I2 I3 I1 I2 I3 I1 I2 I3 1 − − 1 − − 1 − − 1 2 − − − − − − − 3 1 − − 3 − 1 − 1 1 − − 1 − − − − − 1 1 − − 1 − − − 1 − 1 − − − − − − − 1 − − − − 1 − − 1 3 − − 1 − − 2 − − − − − 1 − − − 1 − 2 − − 1 − 1 − − 1 1 − 1 − − − − − − 1 1 1 − − 1 − − 2 1 2 1 1 1 − − − − 2 4 − 2 − − 1 1 − − − − − − 1 − − − − − − − − 1 − − 2 1 − − − − 1 − − 1 1 − 1 − − 1 − − − 1 − − 2 − − 2 − − 1 − − 3 − − − − − − − 1 1 1 1 − − 1 1 − − 1 − − − − − − − − 2 − 1 − − − − − − − − − − − − 1 − − − 2 − 3 − − 1 2 1 − 1 − 1 − 1 2 4 − − − − − − − 1 1 − 1 − − 2 − − − − − − 4 − 3 2 1 3 − − − 1 − − − 3 3 − − 1 − 1 − 8 − 1 − − 1 − 1 − 1 − 1 1 3 − 1 − 1 − 1 Pertemuan 5 I1 I2 I3 − 1 − 1 1 − 1 − − − − − 1 − − − − − − − − 4 2 − − − − 6 − − 1 − − − − − − − − 1 1 − − − − 1 − − 4 − − 4 2 − 2 − − 4 3 2 3 3 − 4 3 − 2 − − 3 2 − − − − 2 1 1 2 − − 1 1 − 5 − − 2 − − 2 − − 5 − − 1 − 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 1 1 − − 1 − − − − − − 1 1 − − − − − − − − − 1 − − − − 1 1 − 1 − − − − 2 2 − 1 2 2 1 2 − 1 − 1 1 − 3 2 4 1 1 − − − 2 1 1 − 1 1 3 − − − − 3 2 2 − − 5 2 2 − − − − − 1 2 1 4 1 1 − − 1 − − 1 − 1 − 1 − 1 − − 4 − − − − − − 1 1 − 1 2 − − − − − − 1 2 1 1 − 1 − 1 − − − − 1 − 1 1 1 3 1 − 1 1 1 1 2 − − − − − − 1 − 1 1 − − − − − − 1 − − − − Keterangan: I1 = Interaksi 1 yaitu interaksi pembelajaran dimana siswa bertanya baik kepada guru maupun kepada siswa lain I2 = Interaksi 2 yaitu interaksi pembelajaran dimana siswa menjawab pertanyaan baik dari guru maupun dari siswa lain I3 = Interaksi 3 yaitu interaksi pembelajaran dimana siswa menanggapi pernyataan baik dari guru maupun dari siswa lain − berarti menunjukkan bahwa siswa tersebut tidak melakukan interaksi pembelajaran 1, 2, 3, dst berarti sebagai banyaknya interaksi pembelajaran yang muncul Selain interaksi ketika proses belajar mengajar di kelas pada Tabel 4.6 di atas, terdapat interaksi pembelajaran yang juga muncul pada aplikasi edmodo. Berikut rangkuman interaksi pembelajaran pada aplikasi edmodo: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Tabel 4.7 Data Interaksi Pembelajaran pada Aplikasi Edmodo Siswa 6 14 24 28 31 43 44 Banyaknya Interaksi yang Dilakukan Siswa I1 (Bertanya) I2 (Menjawab) I3 (Menanggapi) 1 1 − 5 − − 1 − − 1 − − 1 − − 1 − − 1 − − Keterangan: I1 = Interaksi 1 yaitu interaksi pembelajaran dimana siswa bertanya baik kepada guru maupun kepada siswa lain I2 = Interaksi 2 yaitu interaksi pembelajaran dimana siswa menjawab pertanyaan baik dari guru maupun dari siswa lain I3 = Interaksi 3 yaitu interaksi pembelajaran dimana siswa menanggapi pernyataan baik dari guru maupun dari siswa lain − berarti menunjukkan bahwa siswa tersebut tidak melakukan interaksi pembelajaran 1, 2, 3, dst berarti sebagai banyaknya interaksi pembelajaran yang muncul 3. Data Tes Hasil Belajar Siswa Data nilai tes hasil belajar siswa (ulangan harian) yang dikerjakan secara individu oleh siswa dapat dilihat pada lampiran C. 8. Berikut rangkuman mengenai tes hasil belajar siswa yang telah melalui proses PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 skoring sesuai dengan pedoman skoring pada lampiran C.12, dan telah dikonversikan menjadi nilai. Tabel 4.8 Data Nilai Tes Hasil Belajar Siswa Siswa Total Skor PG Total Skor Uraian Nilai Akhir 1 26 22 73,85 2 28 27 84,62 3 18 8 40,00 4 20 9 44,62 5 26 12 58,46 6 28 30 89,23 7 20 17 56,92 8 30 31 93,85 9 26 23 75,38 10 24 29 81,54 11 26 29 84,62 12 22 25 72,31 13 28 26 83,08 14 30 30 92,31 15 24 30 83,08 16 24 19 66,15 17 28 25 81,54 18 20 15 53,85 19 16 16 49,23 20 26 23 75,38 21 26 20 70,77 22 26 17 66,15 23 24 26 76,92 24 22 30 80,00 25 28 29 87,69 26 26 29 84,62 27 30 34 98,46 28 26 25 78,46 29 24 18 64,62 30 26 10 55,38 31 22 29 78,46 32 26 27 81,54 33 26 26 80,00 34 28 33 93,85 35 24 32 86,15 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 36 18 11 44,62 37 24 21 69,23 38 28 31 90,77 39 18 12 46,15 40 22 10 49,23 41 28 25 81,54 42 16 20 55,38 43 28 23 78,46 44 20 24 67,69 Keterangan: Nilai akhir memakai rentang [0...100] 4. Data Tanggapan Siswa Data kuesioner sebagai hasil tanggapan siswa mengenai pembelajaran dengan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar dapat dilihat pada lampiran C. 10 dan lampiran C. 11. Berikut rangkuman tanggapan siswa setelah melalui proses skoring: Tabel 4.9 Data Tanggapan Siswa No Pernyataan Aspek Keaktifan Siswa 1 Saya aktif bertanya ketika Mengikuti pembelajaran matematika dengan metode blended learning 2 Saya mengunduh dan mempelajari materi yang ada pada aplikasi edmodo 3 Saya jarang menanggapi pernyataan baik dari guru atau siswa lain saat pembelajaran matematika dengan metode blended learning 4 Saya menjawab pertanyaan dari guru maupun dari siswa lain Jenis Pernyataan SS Frekuensi S TS STS + 6 14 21 3 + 11 26 6 1 − 3 15 23 3 + 3 24 14 3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 saat pembelajaran matematika dengan metode blended learning 5 Saya merasa takut melakukan interaksi pembelajaran ketika pembelajaran tatap muka di kelas 6 Saya jarang meng–upload terkait materi pembelajaran matematika (tugas) Aspek Ketertarikan Siswa 7 Saya tertarik untuk melakukan interaksi pembelajaran melalui aplikasi edmodo 8 Pembelajaran matematika dengan metode blended learning menjadi lebih menarik 9 Saya tidak menguasai penggunaan aplikasi edmodo 10 Saya mempunyai smartphone, atau laptop, atau komputer, atau tab untuk membantu dalam pembelajaran matematika yang menggunakan metode blended learning 11 Untuk mengikuti pembelajaran Dengan metode blended learning saya mengalami masalah dengan koneksi internet 12 Saya senang bisa mengikuti pembelajaran matematika dengan metode blended learning 13 Saya tidak merasa terbantu ketika mengikuti pembelajaran dengan metode blended learning 14 Saya tidak ingin menggunakan metode blended learning ketika pembelajaran matematika 15 Saya merasa aplikasi edmodo sangat membantu dalam pembelajaran matematika 16 Saya tidak ingin menggunakan aplikasi edmodo untuk pembelajaran selanjutnya − 2 5 26 11 − 4 11 18 11 + 1 16 22 5 + 2 21 18 3 − 2 10 20 12 + 15 25 4 0 − 5 14 16 9 + 0 27 16 1 − 3 9 31 1 − 3 16 21 4 + 1 22 20 1 − 6 19 18 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 C. Analisis Data dan Penyajian Hasil Analisis 1. Analisis Data Keterlaksanaan Pembelajaran Dari data hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran yang diperoleh, akan dianalisis secara kuantitatif sederhana untuk melihat persentase keterlaksanaan pembelajaran menggunakan metode blended learning. Berikut adalah hasil analisis keterlaksanaan pembelajaran dari masing – masing pertemuan: a. Pertemuan Pertama Dari 23 item kegiatan yang diamati, terdapat 21 kegiatan yang terlaksana. Sehingga, persentase keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan ini diperoleh 91,3%. Pada pertemuan ini penilaian keterlaksanaan pembelajaran hanya dilihat dari 23 item kegiatan saja. Hal ini dikarenakan 4 item kegiatan yang lain belum memungkinkan untuk dilakukan penilaian seperti yang sudah dipaparkan pada uraian mengenai pelaksanaan proses pembelajaran pada pertemuan pertama. b. Pertemuan Kedua Dari 27 item kegiatan yang diamati, terdapat 24 kegiatan yang terlaksana. Sehingga, persentase keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan ini diperoleh 88,9%. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 c. Pertemuan Ketiga Dari 27 item kegiatan yang diamati, terdapat 24 kegiatan yang terlaksana. Sehingga, persentase keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan ini diperoleh 88,9%. d. Pertemuan Keempat Dari 27 item kegiatan yang diamati, terdapat 26 kegiatan yang terlaksana. Sehingga, persentase keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan ini diperoleh 96,3%. e. Pertemuan Kelima Dari 27 item kegiatan yang diamati, terdapat 23 kegiatan yang terlaksana. Sehingga, persentase keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan ini diperoleh 85,2%. f. Pertemuan Keenam Pertemuan keenam digunakan untuk ulangan harian (tes hasil belajar siswa). Sehingga pada pertemuan ini tidak dilakukan penilaian terhadap keterlaksanaan pembelajaran seperti pada pertemuan sebelumnya. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Keterlaksanaan Pembelajaran 100,0% 90,0% 80,0% 70,0% 60,0% 50,0% 40,0% 30,0% 20,0% 10,0% Keterlaksanaan Pembelajaran Grafik 4.1 Analisis Data Keterlaksanaan Pembelajaran Berdasarkan analisis data keterlaksanaan pembelajaran dari masing– masing pertemuan dan pengelompokkan kategori pada Tabel 3.6, secara keseluruhan keterlaksanaan pembelajaran dengan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo di kelas VIII C SMP Pangudi luhur 1 Yogyakarta termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan persentase keterlaksanaan sebesar 90,86%. 2. Analisis Data Interaksi Pembelajaran Dari data observasi interaksi pembelajaran yang diperoleh, terlihat bahwa dari setiap siswa memungkinkan untuk melakukan beberapa interaksi atau bahkan seluruh interaksi pembelajaran dalam setiap pertemuan. Berikut adalah akumulasi dari seluruh interaksi yang muncul pada setiap pertemuan: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Tabel 4.10 Analisis Data Interaksi Pembelajaran S 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Jumlah Pertemuan 1 I1 I2 I3 − − − − − − 6 − − − − − 1 − 2 − − − − − 1 − − − − − − − − 3 4 − − 1 − − 3 − − − 1 − 2 3 2 4 − 1 − − 1 1 2 1 3 − 2 2 − − − − − 2 − − 1 1 1 − − − 1 − − 1 − 1 3 − 1 1 1 − − − − 4 − − − − − 1 − − − 1 − 1 1 1 1 1 − − − − − − − 1 − − − − 1 − − 1 − − − − − 1 − − − − − − 75 Banyaknya Interaksi yang Dilakukan Siswa Pertemuan Pertemuan Pertemuan 2 3 4 I1 I2 I3 I1 I2 I3 I1 I2 I3 1 − − 1 − − 1 − − 1 2 − − − − − − − 3 1 − − 3 − 1 − 1 1 − − 1 − − − − − 1 1 − − 1 − − − 1 − 1 − − − − − − − 1 − − − − 1 − − 1 3 − − 1 − − 2 − − − − − 1 − − − 1 − 2 − − 1 − 1 − − 1 1 − 1 − − − − − − 1 1 1 − − 1 − − 2 1 2 1 1 1 − − − − 2 4 1 − 2 − − 1 − − − − − − 1 − − − − − − − − 1 − − 2 1 − − − − 1 − − 1 1 − 1 − − 1 − − − 1 − − 2 − − 2 − − 1 − − 3 − − − − − 1 1 1 − − 1 − − 1 1 − − 1 − − − − − − − − 2 − 1 − − − − − − − − − − − − 1 − − − 2 − 3 − − 1 2 1 − 1 − 1 − 1 2 4 − − − − − − − 1 1 − 1 − − 2 − − − − − − 4 − 3 2 1 3 − − − 1 − − − 3 3 − − 1 − 1 − 8 − 1 − − 1 − 1 − 1 − 1 1 3 − 1 − 1 − 1 − 1 − − − − − − 1 1 − − − − − 1 − 1 2 1 2 3 2 − − 4 − 2 1 1 2 − − − − 1 2 1 1 − − 1 − − − 1 3 − − 2 − − − 1 2 2 1 1 − 1 − − − 2 4 1 5 4 − − − − 1 1 3 2 1 1 − − − 2 1 1 1 − 2 − 1 − − − − − − 1 1 2 1 82 90 68 Pertemuan 5 I1 I2 I3 − 1 − 1 1 − 1 − − − − − 1 − − − − − − − − 4 2 − − − − 6 − − 1 − − − − − − − − 1 1 − − − − 1 − − 4 − − 4 2 − 2 − − 4 3 2 3 3 − 4 3 − 2 − − 3 2 − − − − 2 1 1 2 − − 1 1 − 5 − − 2 − − 2 − − 5 − − 1 − 1 − 2 − 1 − − 1 − − 1 − − 3 − − 1 − − − − 1 1 1 − 1 − − 1 1 − 1 1 − 103 Jumlah 4 5 16 2 8 1 4 12 2 14 7 7 9 13 8 9 8 13 12 15 11 11 8 5 7 13 12 9 15 13 15 10 11 7 6 15 8 9 9 9 18 11 10 7 418 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 Berikut adalah rincian dari masing–masing interaksi pembelajaran yang muncul pada setiap pertemuan: Interaksi Pembelajaran 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Bertanya (I1) Menjawab (I2) Menanggapi (I3) Grafik 4.2 Analisis Data Interaksi Pembelajaran Berdasarkan perhitungan pada Tabel 4.10, kemudian akan dianalisis sebagai berikut: a. Pertemuan Pertama Pada pertemuan pertama muncul sebanyak 75 interaksi pembelajaran yang terjadi meliputi bertanya (I1), menjawab (I2), dan menanggapi (I3). Sehingga persentase interaksi pembelajaran yang diperoleh pada pertemuan ini sebesar 56,82%. b. Pertemuan Kedua Pada pertemuan kedua muncul sebanyak 82 interaksi pembelajaran yang terjadi meliputi bertanya (I1), menjawab (I2), dan menanggapi (I3). Sehingga persentase interaksi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 pembelajaran yang diperoleh pada pertemuan ini sebesar 62,12%. c. Pertemuan Ketiga Pada pertemuan ketiga muncul sebanyak 90 interaksi pembelajaran yang terjadi meliputi bertanya (I1), menjawab (I2), dan menanggapi (I3). Sehingga persentase interaksi pembelajaran yang diperoleh pada pertemuan ini sebesar 68,18%. d. Pertemuan Keempat Pada pertemuan pertama muncul sebanyak 68 interaksi pembelajaran yang terjadi meliputi bertanya (I1), menjawab (I2), dan menanggapi (I3). Sehingga persentase interaksi pembelajaran yang diperoleh pada pertemuan ini sebesar 51,51%. e. Pertemuan Kelima Pada pertemuan pertama muncul sebanyak 103 interaksi pembelajaran yang terjadi meliputi bertanya (I1), menjawab (I2), dan menanggapi (I3). Sehingga persentase interaksi pembelajaran yang diperoleh pada pertemuan ini sebesar 78,03%. f. Pertemuan Keenam Pertemuan keenam digunakan untuk ulangan harian (tes hasil belajar siswa). Sehingga pada pertemuan ini tidak PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 dilakukan penilaian terhadap interaksi pembelajaran seperti pada pertemuan sebelumnya. Interaksi Pembelajaran 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Interaksi Pembelajaran Grafik 4.3 Persentase Analisis Data Interaksi Pembelajaran Selain interaksi pembelajaran yang muncul ketika proses belajar mengajar di kelas, terdapat juga interaksi pembelajaran yang terjadi melalui aplikasi edmodo. Berikut adalah akumulasi dari seluruh interaksi pembelajaran yang muncul pada aplikasi edmodo: Tabel 4.11 Analisis Data Interaksi Pembelajaran pada Aplikasi Edmodo Siswa 6 14 24 28 31 43 44 Jumlah Banyaknya Interaksi yang Dilakukan Siswa I1 (Bertanya) I2 (Menjawab) I3 (Menanggapi) 1 1 − 5 − − 1 − − 1 − − 1 − − 1 − − 1 − − 10 2 0 Jumlah 2 5 1 1 1 1 1 12 Berdasarkan hasil analisis data interaksi pembelajaran dari masing–masing pertemuan pada Tabel 4.10 atau pada Grafik 4.3 dan pengelompokkan kategori pada Tabel 3.7, secara keseluruhan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 interaksi pembelajaran yang muncul baik interaksi antara siswa dengan guru maupun interaksi antar siswa dengan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo di kelas VIII C SMP Pangudi luhur 1 Yogyakarta termasuk dalam kategori tinggi, meski terletak pada bagian bawah kategori (61%–80%) dengan persentase interaksi pembelajaran sebesar 63,33%. Sedangkan berdasarkan analisis data interaksi pembelajaran yang muncul pada aplikasi edmodo pada Tabel 4.11 dan pengelompokkan kategoori pada Tabel 3.7, secara keseluruhan interaksi pembelajaran siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang muncul pada aplikasi edmodo termasuk dalam kategori sangat rendah dengan persentase sebesar 9,09%. 3. Analisis Data Tes Hasil Belajar Siswa Dari data tes hasil belajar yang diperoleh pada Tabel 4.8, dapat dilihat bahwa nilai tertinggi siswa (A) adalah 98,46 dan nilai terendah siswa (B) adalah 40,00. Sehingga selisihnya (C) adalah 11,692 serta rerata dari tes hasil belajar tersebut diperoleh 72,87. Merujuk pada Tabel 3.8 dapat diperoleh ketercapaian hasil belajar seluruh siswa sebagai berikut: • Persentase siswa dengan kategori sangat baik adalah sebagai berikut: × = , % PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 • • Persentase siswa dengan kategori baik adalah sebagai berikut: × = , % = , % = , % Persentase siswa dengan kategori cukup baik adalah sebagai berikut: • × Persentase siswa dengan kategori kurang baik adalah sebagai berikut: • × Persentase siswa dengan kategori sangat kurang baik adalah sebagai berikut: × = , % Hasil Belajar Siswa 13,64% 15,91% Sangat Baik Baik 11,36% Cukup Baik 18,18% Kurang Baik 40,91% Sangat Kurang Baik Grafik 4.4 Analisis Data Tes Hasil Belajar Siswa Setelah diperoleh persentase tersebut, dengan merujuk pada Tabel 3.9 maka ketercapaian tes hasil belajar siswa sebagai berikut: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 Tabel 4.12 Analisis Data Tes Hasil Belajar Siswa SB Jumlah Kategori Hasil Belajar Siswa SB + B SB + B SB + B + SB + B + CB + CB CB + KB + KB + SKB 15,91% 56,82% 75% 86,36% 100% Kategori Keseluruhan Sangat Baik (SB) Baik (B) Cukup Baik (CB) Kurang Baik (KB) Sangat Kurang Baik (SKB) Berdasarkan hasil analisis data tes hasil belajar siswa tersebut (Tabel 4.12), diperoleh bahwa ketercapaian hasil belajar seluruh siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta termasuk dalam kategori cukup baik 4. Analisis Data Tanggapan Siswa Tanggapan siswa terkait pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo dilihat menggunakan lembar kuesioner. Lembar kuesioner dibagikan di kelas setelah siswa selesai mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran dengan metode blended learning. Pada lembar kuesioner tersebut, siswa juga diberi kesempatan untuk menyampaikan saran, kritik, ataupun komentar terkait kegiatan pembelajaran menggunakan metode blended learning. Kuesioner berisi 16 pernyataan yang akan dijawab dengan sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju. Kuesioner terdiri dari 8 pernyataan positif dan 8 pernyataan negatif. Kuesioner tidak diberikan melalui aplikasi edmodo (fitur polling) karena akan ada PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 kemungkinan tidak semua siswa menjawab kuesioner. Peneliti ingin mengetahui tanggapan siswa karena metode tersebut belum pernah digunakan oleh guru. Setelah data kuesioner tersebut dikenakan proses skoring, akan diperoleh persentase dari masing–masing siswa. Kemudian hasil persentase tersebut akan dikategorikan dengan merujuk pada Tabel 3.11 sebagai berikut: Tabel 4.13 Analisis Data Tanggapan Siswa Siswa Total Skor Persentase Kategori 1 29 45,3 S 2 49 76,6 T 3 39 60,9 S 4 48 75,0 T 5 40 62,5 T 6 50 78,1 T 7 33 51,6 S 8 54 84,4 ST 9 44 68,8 T 10 37 57,8 S 11 46 71,9 T 12 40 62,5 T 13 42 65,6 T 14 54 84,4 ST 15 44 68,8 T 16 50 78,1 T 17 45 70,3 T 18 45 70,3 T 19 54 84,4 ST 20 25 39,1 R 21 38 59,4 S 22 41 64,1 T 23 48 75,0 T 24 44 68,8 T 25 45 70,3 T 26 45 70,3 T 27 32 50,0 S 28 40 62,5 T PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 29 41 64,1 T 30 40 62,5 T 31 51 79,7 T 32 35 54,7 S 33 43 67,2 T 34 48 75,0 T 35 42 65,6 T 36 48 75,0 T 37 44 68,8 T 38 45 70,3 T 39 44 68,8 T 40 40 62,5 T 41 44 68,8 T 42 48 75,0 T 43 50 78,1 T 44 27 42,2 S Keterangan: R = Rendah S = Sedang T = Tinggi ST = Sangat Tinggi Berdasarkan analisis data pada Tabel 4.13 berikut adalah kualitas tanggapan siswa terkait penggunanan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo yang dilihat berdasarkan kategori pada Tabel 3.11: Tabel 4.14 Kualitas Tanggapan Siswa Kategori Sangat Rendah (SR) Rendah (R) Sedang (S) Tinggi (T) Sangat Tinggi (ST) Frekuensi 0 1 8 32 3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 Tanggapan Siswa 81,0% 72,7% 71,0% 61,0% 51,0% 41,0% Kriteria 31,0% 18,2% 21,0% 11,0% 6,8% 2,3% 1,0% Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Grafik 4.5 Persentase Kualitas Tanggapan Siswa Berdasarkan Tabel 4.14 atau Grafik 4.5 diperoleh 35 siswa yang mencapai target yaitu siswa yang memperoleh kategori tinggi dan sangat tinggi. Sehingga secara keseluruhan, berdasarkan pengelompokkan kategori pada Tabel 3.11 diperoleh bahwa tanggapan siswa di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta terhadap penggunaan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase pencapaian kelas sebesar 79,5%. D. Pembahasan Hasil Analisis Data Subbab ini akan menjawab dan membahas mengenai hal–hal yang ada pada rumusan masalah. Pembahasan berkaitan dengan pemanfaatan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 sesuai dengan data yang diperoleh yang telah melalui proses analisis data sebagai berikut: 1. Interaksi Pembelajaran Interaksi pembelajaran dalam penelitian ini meliputi bertanya (Interaksi 1), menjawab (Interaksi 2), dan menanggapi (Interaksi 3) baik itu antara siswa maupun antara guru dan siswa. Berdasarkan data interaksi pembelajaran yang diperoleh pada Tabel 4.6 dan analisis data interaksi pembelajaran pada Tabel 4.10, terlihat bahwa siswa cenderung lebih banyak melakukan interaksi 1 yaitu bertanya baik kepada guru maupun kepada teman siswa yang lain. Data pada kuesioner (Tabel 4.9) memperlihatkan bahwa sebanyak 20 siswa aktif bertanya, dan hanya memiliki selisih 4 siswa dengan siswa yang kurang aktif bertanya. Hal ini dikarenakan siswa aktif bertanya hanya pada pertemuan tertentu saja. Ada siswa yang tidak pernah bertanya pada pertemuan awal–awal, namun pada pertemuan terakhir banyak pertanyaan yang muncul dari siswa tersebut demikan sebaliknya. Sehingga banyaknya jumlah interaksi 1 yang muncul dikarenakan ada beberapa siswa yang dalam satu pertemuan melakukan interaksi 1 (bertanya) lebih dari satu kali. Sedangkan untuk interaksi 3 yaitu menanggapi pernyataan guru maupun teman siswa yang lain relatif lebih rendah dibandingkan bertanya dan menjawab. Sehingga dalam setiap pertemuan lebih didominasi oleh berbagai pertanyaan dari siswa terkait pembelajaran. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 Dalam penggunaan aplikasi edmodo juga muncul interaksi pembelajaran yang dilakukan siswa. Interaksi tersebut juga terlihat lebih dominan kepada interaksi 1 (bertanya). Siswa tersebut melakukan interaksi pembelajaran melalui grup kelas yang telah dirancang oleh guru, namun ada juga siswa yang melakukan interaksi pembelajaran dengan langsung personal chat ke akun guru. Pada penelitian ini, guru sudah memanfaatkan penggunaan aplikasi edmodo untuk melengkapi metode blended learning. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan interaksi pembelajaran di luar pembelajaran tatap muka di kelas melalui aplikasi edmodo, dimana tidak ada lagi hambatan ruang dan waktu untuk melakukan interaksi pembelajaran. Namun pada pelaksanaannya tanggapan dari siswa terkait melakukan interaksi melalui aplikasi edmodo masih sangat kurang dan belum optimal. Hal ini dapat terlihat pada data interaksi pembelajaran melalui aplikasi edmodo pada Tabel 4.7. Sehingga secara keseluruhan, interaksi pembelajaran yang dilakukan melalui aplikasi edmodo oleh siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta hanya memperoleh persentase sebesar 9,09%. Menurut kategori pada Tabel 3.7, interaksi pembelajaran tersebut memperoleh kategori sangat rendah. Sehingga interaksi pembelajaran pada aplikasi edmodo oleh siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta sangat kurang baik. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 Ketika aplikasi edmodo digunakan secara optimal untuk melakukan interaksi pembelajaran, maka akan banyak interaksi pembelajaran yang muncul melalui aplikasi tersebut. Dengan demikian, interaksi pembelajaran di kelas akan lebih baik kualitasnya. Dan interaksi tidak hanya didominasi oleh 1 jenis interaksi saja yaitu bertanya ataupun menjawab pertanyaan. Namun interaksi lain yaitu menanggapi pernyataan pun juga akan lebih baik. Sedangkan dengan melihat persentase analisis data interaksi pembelajaran pada Grafik 4.3, secara keseluruhan interaksi pembelajaran dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta memperoleh rata–rata persentase sebesar 63,33%. Menurut kategori pada Tabel 3.7, interaksi pembelajaran tersebut memperoleh kategori tinggi. Sehingga interaksi pembelajaran dengan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta sudah baik. 2. Hasil Belajar Siswa Hasil belajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil belajar untuk ranah kognitif. Hasil belajar siswa dilihat dari ulangan harian yang dikerjakan secara individu oleh siswa, dimana hasil belajar tersebut kemudian dikenakan proses skoring. Pada pelaksanaannya, ulangan harian tersebut diikuti oleh seluruh siswa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta sehingga peneliti tidak perlu mengadakan ulangan susulan. Pemberian tes hasil belajar dilakukan dengan metode tatap muka (di kelas) dengan total waktu pengerjaan adalah 80 menit. Hasil belajar tidak diberikan melalui aplikasi edmodo (online) karena peneliti ingin menghindari kemungkinan buruk dimana siswa mengerjakan ulangan dengan bantuan orang lain (orang tua, kakak, teman, guru les, dan lain–lain). Berdasarkan analisis data yang diperoleh, menurut Tabel 3.9, Secara keseluruhan, hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo berada pada kategori cukup baik dengan nilai tertinggi siswa yaitu 98,29 dan nilai terendah siswa yaitu 37,71 dengan rata–rata nilai sebesar 72,87. 3. Tanggapan Siswa Penggunaan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo merupakan hal baru bagi siswa khususnya siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana tanggapan siswa terkait penggunaan metode tersebut. Berikut adalah hasil dari tanggapan siswa yang diperoleh berdasarkan data tanggapan siswa pada Tabel 4.9: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 • Melihat dari aspek keaktifan siswa, terdapat 37 siswa aktif mengunduh dan mempelajari materi yang selalu diberikan oleh guru melalui aplikasi edmodo. Sebanyak 29 siswa juga aktif meng–upload tugas yang diberikan oleh guru, namun terkadang masih ada siswa yang tidak mengumpulkan melalui tempat yang disediakan tetapi melalui chat personal kepada guru langsung melalui aplikasi edmodo. Sedangkan untuk keaktifan siswa dalam melakukan interaksi pembelajaran dapat juga dilihat pada Tabel 4.10. Untuk interaksi bertanya, hanya terdapat 20 orang yang aktif melakukan interaksi pembelajaran tersebut pada setiap pertemuan. Juga terdapat 27 siswa yang aktif menjawab pertanyaan baik dari guru maupun dari siswa lain. Sedangkan untuk interaksi menanggapi pernyataan baik dari guru maupun dari siswa lain, terdapat 26 siswa yang aktif. • Melihat dari aspek ketertarikan siswa, sebanyak 23 siswa merasa bahwa belajar dengan menggunakan metode blended learning menjadi lebih menarik dan 27 siswa merasa senang ketika mengikuti pembelajaran matematika menggunakan metode blended learning serta sebanyak 32 siswa juga terbantu ketika mengikuti pembelajaran matematika menggunakan metode blended learning, sehingga sebanyak 25 siswa memilih ingin menggunakan metode blended learning lagi. Sebanyak 40 siswa di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 juga dibekali dengan fasilitas seperti smartphone atau laptop atau tab atau komputer yang dapat mendukung proses pembelajaran. Namun terdapat 19 siswa yang mengalami masalah dengan koneksi internet untuk mengakses aplikasi edmodo. Sebanyak 32 siswa juga merasa mudah menguasai penggunaan aplikasi edmodo dan terdapat 23 siswa merasa terbantu dalam belajar matematika menggunakan aplikasi edmodo. Berdasarkan hasil analisis data tanggapan siswa pada Tabel 4.13, secara keseluruhan diperoleh persentase tanggapan siswa di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta sebesar 79,5%. Menurut kategori pada Tabel 3.11, tanggapan siswa tersebut memperoleh kategori tinggi. Sehingga tanggapan siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta terhadap penggunaan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo adalah baik. Selain itu, berdasarkan data kuesioner yang diperoleh terdapat empat siswa yang tidak dibekali dengan fasilitas smartphone atau tab atau laptop. Hasil kuesioner keempat siswa tersebut menunjukkan bahwa siswa tersebut tidak aktif melakukan interaksi pembelajaran di dalam kelas. Keempat siswa tersebut juga tidak bisa mengunduh dan mempelajari materi yang terdapat pada aplikasi edmodo, sehingga keempat siswa tersebut merasa tidak senang dan tidak terbantu ketika mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode blended PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. Hal ini juga mempengaruhi hasil belajar dari keempat siswa tersebut. Salah satu dari keempat siswa tersebut memperoleh nilai tertinggi. Hal ini dikarenakan siswa tersebut tergolong siswa yang pintar. Hal ini juga di dukung oleh pernyataan dari guru matematika yang mengajar di kelas tersebut yang disampaikan kepada peneliti ketika proses observasi. Sedangkan untuk tiga siswa lainnya, memperoleh hasil belajar yang normatif (tidak tertinggi dan tidak terendah). Hal ini dikarenakan siswa tersebut memiliki waktu yang lebih sedikit dibandingkan siswa lainnya untuk memahami materi. Jika siswa tersebut memiliki waktu memahami materi yang sama dengan 40 siswa lainnya maka siswa tersebut memiliki peluang mendapatkan hasil belajar yang lebih baik. E. Keterbatasan Penelitian Beberapa hal yang menjadi keterbatasan dalam penelitian ini, diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Terdapat 4 siswa yang tidak memiliki fasilitas smartphone, laptop, komputer, atau tab, sehingga untuk keempat siswa tersebut pembelajaran dilakukan secara manual, artinya keempat siswa tersebut selama pembelajaran menggunakan print–out yang diberikan oleh guru pada saat pembelajaran berlangsung. Mulai dari materi pembelajaran hingga pemberian tugas. Hal ini mengakibatkan waktu PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 yang dimiliki keempat siswa tersebut untuk memahami materi lebih sedikit dibandingkan siswa lain yang sudah terlebih dahulu men– download materi melalui aplikasi edmodo. Selain itu, keempat siswa tersebut menjadi kurang aktif melakukan interaksi pembelajaran selama proses pembelajaran berlangsung. 2. Saat pengenalan aplikasi edmodo pada pertemuan pertama, tampilan aplikasi edmodo siswa sedikit berbeda dengan yang ditampilkan guru melalui proyektor. Hal ini dikarenakan mayoritas siswa mengakses edmodo melalui smartphone, sedangkan guru memberikan contoh melalui laptop. Sehingga guru harus memberikan contoh juga menggunakan smartphone. Hal ini mengakibatkan bertambahnya durasi waktu pembelajaran untuk pengenalan aplikasi edmodo. Artinya, yang seharusnya pengenalan aplikasi edmodo hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit menjadi butuh waktu selama 1 jam pembelajaran (40 menit). 3. Berkaitan dengan banyaknya observer untuk data interaksi pembelajaran hanya 1 observer saja. Hal ini dikarenakan ruang kelas sudah cukup penuh dengan jumlah 44 siswa. Sehingga hasil observasi terkait interaksi pembelajaran siswa menjadi kurang maksimal. Karena observer tersebut harus mengamati interaksi yang terjadi baik antara guru dan siswa maupun interaksi antar siswa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian yang dilaksanakan di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan uraian pada pembahasan, dapat disimpulkan bahwa interaksi pembelajaran selama menggunakan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo terlihat baik dengan perolehan persentase sebesar 63,33% dengan kategori tinggi. Sedangkan untuk interaksi pembelajaran melalui aplikasi edmodo masih sangat kurang baik dengan perolehan persentase sebesar 9,09%. Hal ini dikarenakan penggunaan aplikasi edmodo yang kurang optimal. Dengan menggunakan metode pembelajaran blended learning, interaksi tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Siswa dapat melakukan interaksi pembelajaran dimana pun dan kapan pun. Bahkan jika siswa berhalangan hadir ketika pembelajaran di kelas, siswa tetap bisa mengikuti pembelajaran karena dapat mempelajari materi dan soal–soal secara online melalui aplikasi edmodo. 2. Berdasarkan uraian pada pembahasan, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa ketika menggunakan metode pembelajaran 163 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar berada pada kategori cukup baik dengan nilai tertinggi siswa yaitu 98,29 dan nilai terendah siswa yaitu 37,71 serta reratanya diperoleh 72,87. 3. Berdasarkan uraian pada pembahasan, dapat disimpulkan bahwa tanggapan siswa terhadap penggunaan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo terlihat baik dengan perolehan persentase sebesar 79,5% dengan kategori tinggi. Dimana terdapat 35 siswa yang mencapai target dengan kata lain tanggapan siswa tersebut memperoleh kategori tinggi dan sangat tinggi. B. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, berikut adalah beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan sehingga dapat bermanfaat bagi pihak lain berkaitan dengan penelitian pemanfaatan metode pembelajaran blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017: 1. Bagi Calon Guru Metode blended learning dapat menjadi salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Calon guru bisa menambah pengetahuan dan wawasan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 dalam penggunaan metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. Mengingat belum banyak calon guru yang mengetahui metode blended learning terlebih lagi menggunakan metode tersebut. 2. Bagi Guru Metode blended learning mampu digunakan untuk mengatasai keterbatasan ruang dan waktu ketika pembelajaran tatap muka di sekolah. Guru bisa menggunakan metode blended learning untuk mengatasi permasalahan akan terbatasnya ruang dan waktu dalam pembelajaran. Guru bisa lebih terbuka terhadap metode pembelajaran yang baru yang dapat membuat kualitas pembelajaran menjadi lebih optimal. 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Peneliti selanjutnya dapat melakukan beberapa hal berikut, misalnya: a. Penelitian mengenai analisis faktor–faktor penghambat pelaksanaan metode blended learning, disertai dengan cara mengatasinya. b. Penelitian mengenai bagaimana cara menerapkan metode blended learning yang ideal, disertai pembagian persentase antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online. c. Penelitian mengenai metode blended learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo. Namun penelitian ini PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 melibatkan orangtua, disertai dengan sosialisasi terlebih dahulu kepada orangtua siswa mengenai penggunaan metode tersebut dan tanggapan orangtua terkait penggunaan metode tersebut. Mengingat metode ini jarang bahkan belum pernah digunakan. d. Penelitian dengan hal yang serupa dengan penelitian ini, namun lebih mengoptimalkan penggunaan aplikasi edmodo untuk melakukan interaksi pembelajaran di luar jam pelajaran tatap muka. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Akkoyunlu, B dan Soylu, M.Y. 2006. A study on Students’ Views about Blended Learning Environment. Ankara: Departement of Computer Education and Instructional Technology, Faculty of Education, Hacettepe University. Arief S Sadiman. 1984. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Azhar Arsyad. 2005. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. BSNP. Bielawski, L dan Metcalf, D. 2003. Blended E – Learning: Integrating Knowledge, Performance Support, and Online Learning. Amherst, MA: HRD Press. Boettcher, Judith and Rita. 1999. 21st Century Teaching and Learning Patterns: What Will We See?. Syllabus Press Inc. Cronbach. 1954. Educational Psychology 2nd ed. California: Harcourt, Brace & World, Inc. Crow, L.D & Alice Crow. 1958. Educational Psychology. New York: American Book Company. Dakir. 1993. Dasar–Dasar Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Jaya. Dewi Salma Prawiradilaga. 2007. Prinsip Desain Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media. Dowling, Grahamme. 2002. Creating Corporate: Reputations, Identity, Image and Performance. Oxford University: Press Inc. Driscoll, Margaret & Saul Carliner. 2005. Advanced Web – Based Training Strategies: Unlocking Instructionality Sound Online Learning. San Fransisco: Freiffer. Erman Suherman. 1986. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Jakarta: Dirjen Dikdasmen Depdikbud. Erman Suherman. 2003. Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bandung: JICA. UPI. Faizal, A. 2011. Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Implementasi Blended Learning pada Pembelajaran Biologi Kelas XI SMAIT Nur 167 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 Hidayah Kartasura. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Francis J. Di Vesta & George G. Thompson. 1970. Education Psychology. New York: Meredith Corporation. Gagne, R.M. (Ed.). 1987. Instructional Technology: Foundations. Hillsdale: Lawrence Erlmaum Associates, Publishers. Gatot Muhsetyo. 2008. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Guilford. 1956. Fundamental Statistics in Psychology and Education. New York: McGraw Hill. Heinich, R., Molenda, M., dan Russell, J. D. 1982. Instructional Media and The New Technologies of Instruction. New York: John Wiley & Sons. Herman Hudoyo. 1998. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Depdikbud. Hidayat Syah. 2010. Pengantar Umum Metodologi Penelitian Pendidikan Verivikatif. Pekanbaru: Suska Pres. Hilgard, E.R. 1962. Introduction to Psychology. New York: Harcourt, Brace and World, Inc. Husamah. 2014. Pembelajaran Bauran (Blended Learning). Malang: Prestasi Pustakaraya. James, G. & James, R.C. 1976. Mathematics Dictionary. New York: Van Nostrand Reinhold Company. Kartika Budi. 2001. Berbagai Strategi Untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif Dalam Proses Pembelajaran Fisika Di SMU, Efektifitasnya, Dan Sikap Mereka Pada Strategi Tersebut. Yogyakarta: Widya Dharma. Karunia Eka Lestari & Mokhammad Ridwan Yudhanegara. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT. Refika Aditama. Kemp, J.E. dan Dayton, D.K. 1985. Planning and Producing Instructional Media (Fifth Edition). New York: Harper & Row, Publishers. Kingsley, Howard. 1957. The Nature and Conditions of Learning. New Jersey: Prentice Hall Ings Engliwood Clifts. Lewis, D.E. 2002. A Departure from Training by The Book, More Companies Seeing Benefits of E – Learning. The Boston Globe, Globe Staff, 5/ 26/ 02. Lufri, A; Yunus, Y. dan Sudirman. 2006. Strategi Pembelajaran Biologi. Buku Ajar. Padang: Jurusan Biologi FMIPA UNP. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 M Ali. 1992. Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa. Mulyono Abdurrahman. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Nana Sudjana. 2004. Dasar – Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo Offset. Nana Sudjana & Rivai, A. 1992. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Nini Subini. 2011. Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak. Yogyakarta: Javalitera. Oemar Hamalik. 1984. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Martana. Oemar Hamalik. 2002. Psikologi Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Oemar Hamalik. 2003. Media Pendidikan. Bandung: PT Cipta Adiya Bakti. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan. Prasetya Adhi N. 2015. Super Trik Matematika Dahsyat SMP Kelas 7, 8, 9. Yogyakarta: Forum Edukasi. Purtadi. 2011. Blended Learning (Definisi). (Online). (http://purtadi.blogspot.co.id/2011/04/blended-learning-definisi.html). Diakses tanggal 15 Desember 2016. Reddy, V.V. dan Manjulika, S. 2002. From Face – to – Face to Virtual Tutoring: Exploring the Potensials of E – Learning Support. New Delhi: Indira Gandhi National Open University. Reys, dkk. 1984. Dasar – Dasar Matematika. Jakarta: Bumi Aksara. Riduwan. 2005. Skala Pengukuran Variabel – Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta. Rossett. A, F. Douglis, & R.V. Frazee. 2003. Strategies for Building Blended Learning. USA: American Society for Training & Development. Ruseffendi, E.T. 1972. Dasar – Dasar Matematika. Bandung: PT. Tarsito. Ruseffendi, E.T. 1980. Pengajaran Matematika Modern. Bandung: PT Tarsito. Ruseffendi, E.T. 1988. Pengajaran Matematika Modern: Untuk Orang Tua Murid dan SPG. Bandung: PT. Tarsito. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 Ruseffendi, E.T. 2005. Dasar – Dasar Penelitian Pendidikan & Bidang Non – Eksakta Lainnya. Bandung: PT Tarsito. Rusman. 2013. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Bandung: Alfabeta. Scramm, Wilbur. 1977. Big Media, Little Media, Tools and Technologies for Instruction. London: Sage Publications. Setyosari Punaji. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana. Soekartawi. 2006. Blended E – Learning: Alternatif Model Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia. Makalah Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2006 (SNATI 2006) Yogyakarta, 17 Juni 2006. Sri Rumini. 1995. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UPP IKIP Yogyakarta. Subarinah. 2006. Inovasi Pembelajaran Matematika. Jakarta: Dirjen Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan Depdiknas. Sugihartono, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press. Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta. Suharsimi Arikunto. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Sukmadinata, N.S. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Graha Aksara. Sukmadinata, N.S. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sumadi Suryabrata. 1984. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali. Surya, H.M. 1997. Peningkatan Profesionalisme Guru Menghadapi Pendidikan Abad ke – 21; Organisasi & Profesi. Suara Guru No 7/ 1998. Syaiful Bahri Djamarah. 2000. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Syamsudin, dkk. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Undang – Undang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional) Edisi Terbaru. 2012. (UU RI No. 20 Tahun 2003). Bandung: Fokusindo Mandiri. Warsita. 2008. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Wasty Soemanto. 2006. Psikologi Pendidikan. PT. Rineka Cipta. Whittaker, James O. 1970. Introduction to Psychology. Tokyo: Toppan Company. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 Winkel, W.S. 1991. Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT. Grasindo. Witherington. 1952. Kecakapan Belajar Siswa. Jakarta: PT. Raja Grafindo. Wulf, K. 1996. Training Via the Internet: Where are We? Training and Development 50 No. 5. (20 September 2006). Yusufhadi Miarso. 2008. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L1 LAMPIRAN A Surat Pernyataan Telah Melaksanakan Penelitian PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L2 LAMPIRAN B Lampiran B. 1 Validitas Tes Pilihan Ganda dan Uraian Validitas Butir Soal Pilihan Ganda No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 3 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 Nomor Soal 8 9 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 13 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 Total 13 15 15 12 13 14 12 13 7 12 15 13 13 15 14 10 14 14 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L3 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 15 15 14 12 15 11 12 11 14 13 14 10 13 13 13 13 12 13 14 11 15 15 12 12 14 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L4 Validitas r tabel pearson 0,50 0,55 0,135866 0,58 0,56 0,31 0,148876 0,31 0,34 0,002157 0,40 0,44 0,100743 0,223142 0,51 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 Kriteria Valid Valid valid valid valid tidak valid valid valid tidak valid valid tidak valid tidak valid tidak valid valid valid PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L5 Validitas Soal Essay Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Nomor 1 ( ) Total Skor (Y) 7 30 6 30 8 30 4 18 6 19 2 27 6 23 6 25 0 12 8 34 8 35 4 29 8 28 6 30 6 16 2 12 5 24 6 27 6 29 2 25 6 33 4 16 8 32 6 26 6 32 4 28 8 29 5 24 8 32 6 23 4 28 6 30 3 23 8 35 7 34 4 23 8 34 0 14 XY 210 180 240 72 114 54 138 150 0 272 280 116 224 180 96 24 120 162 174 50 198 64 256 156 192 112 232 120 256 138 112 180 69 280 238 92 272 0 49 36 64 16 36 4 36 36 0 64 64 16 64 36 36 4 25 36 36 4 36 16 64 36 36 16 64 25 64 36 16 36 9 64 49 16 64 0 900 900 900 324 361 729 529 625 144 1156 1225 841 784 900 256 144 576 729 841 625 1089 256 1024 676 1024 784 841 576 1024 529 784 900 529 1225 1156 529 1156 196 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L6 39 40 41 42 43 Jumlah N ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ 6 6 6 6 8 239 29 174 30 180 29 174 26 156 33 264 1146 6771 36 841 36 900 36 841 36 676 64 1089 1517 32134 43 239 1146 6771 1517 32134 Koefisien Korelasi 0,73254 Dari data di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi = 0,73254. Jika nilai tersebut diinterpretasikan menurut kriteria koefisien korelasi Guillford, maka nilai berada pada kategori tinggi (tepat/baik). Dari data tersebut soal nomor 1 dikatakan valid, karena nilai r hitung ≥ r tabel. Dengan r tabel = 0,301. Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nomor 2 ( ) 7 7 7 4 7 8 8 7 6 8 8 8 7 8 4 Total Skor (Y) 30 30 30 18 19 27 23 25 12 34 35 29 28 30 16 XY 210 210 210 72 133 216 184 175 72 272 280 232 196 240 64 49 49 49 16 49 64 64 49 36 64 64 64 49 64 16 900 900 900 324 361 729 529 625 144 1156 1225 841 784 900 256 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L7 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Jumlah N ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ 2 8 7 7 8 8 4 8 8 8 7 8 7 8 8 7 8 7 8 8 8 8 8 8 7 8 8 8 311 12 24 24 192 27 189 29 203 25 200 33 264 16 64 32 256 26 208 32 256 28 196 29 232 24 168 32 256 23 184 28 196 30 240 23 161 35 280 34 272 23 184 34 272 14 112 29 232 30 210 29 232 26 208 33 264 1146 8521 43 311 1146 8521 2325 32134 Koefisien Korelasi 0,669864 4 144 64 576 49 729 49 841 64 625 64 1089 16 256 64 1024 64 676 64 1024 49 784 64 841 49 576 64 1024 64 529 49 784 64 900 49 529 64 1225 64 1156 64 529 64 1156 64 196 64 841 49 900 64 841 64 676 64 1089 2325 32134 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L8 Dari data di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi = 0,669864. Jika nilai tersebut diinterpretasikan menurut kriteria koefisien korelasi Guillford, maka nilai berada pada kategori sedang (cukup tepat/cukup baik). Dari data tersebut soal nomor 2 dikatakan valid, karena nilai r hitung ≥ r tabel. Dengan r tabel = 0,301. Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nomor 3 ( ) 5 5 4 4 3 5 3 5 3 5 5 5 5 5 3 1 5 5 5 4 5 3 5 3 5 5 5 5 5 3 5 Total Skor (Y) 30 30 30 18 19 27 23 25 12 34 35 29 28 30 16 12 24 27 29 25 33 16 32 26 32 28 29 24 32 23 28 XY 150 150 120 72 57 135 69 125 36 170 175 145 140 150 48 12 120 135 145 100 165 48 160 78 160 140 145 120 160 69 140 25 25 16 16 9 25 9 25 9 25 25 25 25 25 9 1 25 25 25 16 25 9 25 9 25 25 25 25 25 9 25 900 900 900 324 361 729 529 625 144 1156 1225 841 784 900 256 144 576 729 841 625 1089 256 1024 676 1024 784 841 576 1024 529 784 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L9 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Jumlah N ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ 3 3 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 188 30 90 23 69 35 175 34 170 23 115 34 170 14 42 29 145 30 150 29 145 26 130 33 165 1146 5205 9 900 9 529 25 1225 25 1156 25 529 25 1156 9 196 25 841 25 900 25 841 25 676 25 1089 864 32134 43 188 1146 5205 864 32134 Koefisien Korelasi 0,752136 Dari data di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi = 0,752136. Jika nilai tersebut diinterpretasikan menurut kriteria koefisien korelasi Guillford, maka nilai berada pada kategori tinggi (tepat/baik). Dari data tersebut soal nomor 3 dikatakan valid, karena nilai r hitung ≥ r tabel. Dengan r tabel = 0,301. Siswa 1 2 3 4 5 6 7 Nomor 4 ( ) 6 7 6 3 0 7 3 Total Skor (Y) 30 30 30 18 19 27 23 XY 180 210 180 54 0 189 69 36 49 36 9 0 49 9 900 900 900 324 361 729 529 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L10 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Jumlah N ∑ ∑ 2 3 8 9 7 3 8 0 4 3 6 8 8 9 2 8 6 8 7 3 2 8 3 7 8 7 9 9 3 8 0 7 7 7 2 7 238 43 238 1146 25 50 12 36 34 272 35 315 29 203 28 84 30 240 16 0 12 48 24 72 27 162 29 232 25 200 33 297 16 32 32 256 26 156 32 256 28 196 29 87 24 48 32 256 23 69 28 196 30 240 23 161 35 315 34 306 23 69 34 272 14 0 29 203 30 210 29 203 26 52 33 231 1146 6907 4 625 9 144 64 1156 81 1225 49 841 9 784 64 900 0 256 16 144 9 576 36 729 64 841 64 625 81 1089 4 256 64 1024 36 676 64 1024 49 784 9 841 4 576 64 1024 9 529 49 784 64 900 49 529 81 1225 81 1156 9 529 64 1156 0 196 49 841 49 900 49 841 4 676 49 1089 1638 32134 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L11 ∑ ∑ ∑ 6907 1638 32134 Koefisien Korelasi 0,789422 Dari data di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi = 0,789422. Jika nilai tersebut diinterpretasikan menurut kriteria koefisien korelasi Guillford, maka nilai berada pada kategori tinggi (tepat/baik). Dari data tersebut soal nomor 4 dikatakan valid, karena nilai r hitung ≥ r tabel. Dengan r tabel = 0,301. Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nomor 5 ( ) 5 5 5 3 3 5 3 5 0 5 5 5 5 3 3 3 3 3 5 3 5 3 3 3 Total Skor (Y) 30 30 30 18 19 27 23 25 12 34 35 29 28 30 16 12 24 27 29 25 33 16 32 26 XY 150 150 150 54 57 135 69 125 0 170 175 145 140 90 48 36 72 81 145 75 165 48 96 78 25 25 25 9 9 25 9 25 0 25 25 25 25 9 9 9 9 9 25 9 25 9 9 9 900 900 900 324 361 729 529 625 144 1156 1225 841 784 900 256 144 576 729 841 625 1089 256 1024 676 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L12 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Jumlah N ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ 5 5 5 5 3 3 5 5 3 5 5 3 5 3 3 5 3 5 5 172 32 160 28 140 29 145 24 120 32 96 23 69 28 140 30 150 23 69 35 175 34 170 23 69 34 170 14 42 29 87 30 150 29 87 26 130 33 165 1146 4788 25 1024 25 784 25 841 25 576 9 1024 9 529 25 784 25 900 9 529 25 1225 25 1156 9 529 25 1156 9 196 9 841 25 900 9 841 25 676 25 1089 746 32134 43 172 1146 4788 746 32134 Koefisien Korelasi 0,671392 Dari data di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi = 0,671392. Jika nilai tersebut diinterpretasikan menurut kriteria koefisien korelasi Guillford, maka nilai berada pada kategori sedang (cukup tepat/cukup baik). Dari data tersebut soal nomor 5 dikatakan valid, karena nilai r hitung ≥ r tabel. Dengan r tabel = 0,301. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L13 Lampiran B. 2 Reliabilitas Tes Pilihan Ganda dan Uraian Reliabilitas Instrumen Tes Tipe Objektif Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 Total (Y) 13 15 15 12 13 14 12 13 7 12 15 13 13 15 14 10 14 14 15 15 14 169 225 225 144 169 196 144 169 49 144 225 169 169 225 196 100 196 196 225 225 196 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L14 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 12 15 11 12 11 14 13 14 10 13 13 13 13 12 13 14 11 15 15 12 12 14 144 225 121 144 121 196 169 196 100 169 169 169 169 144 169 196 121 225 225 144 144 196 Jumlah 560 7412 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L15 Variansi skor total (� ) 2,83278 �. ∑ 0,93 0,74 0,95 0,91 0,98 0,84 0,91 0,77 0,70 0,98 0,95 0,77 0,91 0,88 0,07 0,26 0,05 0,09 0,02 0,16 0,09 0,23 0,30 0,02 0,05 0,23 0,09 0,12 0,06 0,19 0,04 0,08 0,02 0,14 0,08 0,18 0,21 0,02 0,04 0,18 0,08 0,10 � � �. � � 0,81 0,19 0,15 1,60 Koefisien Korelasi (r) 0,47 Dari tabel tersebut diperoleh nilai koefisien korelasi r = 0,465941. Jika nilai tersebut diinterpretasikan menurut koefisien korelasi Guillford, maka nilai r berada pada kategori sedang. Artinya, tingkat keajegan atau kekonsistenan instrumen tersebut cukup tetap/cukup baik. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L16 Reliabilitas Tes Tipe Subjektif Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Y 7 6 8 4 6 2 6 6 0 8 8 4 8 6 6 2 5 6 6 2 6 4 7 7 7 4 7 8 8 7 6 8 8 8 7 8 4 2 8 7 7 8 8 4 5 5 4 4 3 5 3 5 3 5 5 5 5 5 3 1 5 5 5 4 5 3 6 7 6 3 0 7 3 2 3 8 9 7 3 8 0 4 3 6 8 8 9 2 5 5 5 3 3 5 3 5 0 5 5 5 5 3 3 3 3 3 5 3 5 3 30 30 30 18 19 27 23 25 12 34 35 29 28 30 16 12 24 27 29 25 33 16 49 36 64 16 36 4 36 36 0 64 64 16 64 36 36 4 25 36 36 4 36 16 49 49 49 16 49 64 64 49 36 64 64 64 49 64 16 4 64 49 49 64 64 16 25 25 16 16 9 25 9 25 9 25 25 25 25 25 9 1 25 25 25 16 25 9 36 49 36 9 0 49 9 4 9 64 81 49 9 64 0 16 9 36 64 64 81 4 25 25 25 9 9 25 9 25 0 25 25 25 25 9 9 9 9 9 25 9 25 9 900 900 900 324 361 729 529 625 144 1156 1225 841 784 900 256 144 576 729 841 625 1089 256 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L17 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Jumlah Rata - rata Variansi ( ) 8 6 6 4 8 5 8 6 4 6 3 8 7 4 8 0 6 6 6 6 8 239 5,55814 4,386155 8 8 8 7 8 7 8 8 7 8 7 8 8 8 8 8 8 7 8 8 8 311 7,232558 1,75987 5 3 5 5 5 5 5 3 5 3 3 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 188 4,372093 0,977826 8 6 8 7 3 2 8 3 7 8 7 9 9 3 8 0 7 7 7 2 7 238 5,534884 7,458085 3 3 5 5 5 5 3 3 5 5 3 5 5 3 5 3 3 5 3 5 5 172 4 1,348837 32 26 32 28 29 24 32 23 28 30 23 35 34 23 34 14 29 30 29 26 33 1146 26,65116 37,01785 64 36 36 16 64 25 64 36 16 36 9 64 49 16 64 0 36 36 36 36 64 1517 64 64 64 49 64 49 64 64 49 64 49 64 64 64 64 64 64 49 64 64 64 2325 25 9 25 25 25 25 25 9 25 9 9 25 25 25 25 9 25 25 25 25 25 864 64 36 64 49 9 4 64 9 49 64 49 81 81 9 64 0 49 49 49 4 49 1638 9 9 25 25 25 25 9 9 25 25 9 25 25 9 25 9 9 25 9 25 25 746 1024 676 1024 784 841 576 1024 529 784 900 529 1225 1156 529 1156 196 841 900 841 676 1089 32134 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L18 ∑ � 15,93077 Koefisien Korelasi (r) 0,712058 Dari tabel tersebut diperoleh nilai koefisien korelasi r = 0,712058. Jika nilai tersebut diinterpretasikan menurut koefisien korelasi Guillford, maka nilai r berada pada kategori tinggi. Artinya, tingkat keajegan atau kekonsistenan instrumen tersebut tetap/baik. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L19 Lampiran B. 3 Validasi Kuesioner Validasi Kuesioner Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 X1 X2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 X3 3 4 4 4 3 3 4 3 2 3 2 4 3 4 3 3 3 3 2 2 3 X4 3 3 3 3 3 2 1 3 3 3 3 3 3 2 3 3 0 3 3 2 3 X5 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 X6 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 X7 2 3 4 4 4 3 4 3 1 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 1 3 X8 2 2 2 1 3 2 1 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 2 3 X9 3 3 2 3 3 2 1 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 3 2 4 2 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 X10 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 X11 1 2 3 4 2 1 1 3 1 3 3 3 3 3 1 2 2 2 2 2 3 X12 3 3 3 3 3 2 1 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 X13 3 3 3 4 3 2 1 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 X14 3 3 2 4 3 2 1 3 1 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 X15 2 3 3 3 3 2 3 3 1 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 X16 2 3 2 3 3 2 1 3 1 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 1 3 Y 42 47 44 54 49 36 34 47 31 48 44 49 48 49 41 51 49 50 44 32 45 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L20 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 3 2 3 3 2 3 3 3 3 4 2 4 3 3 0 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 2 4 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 4 2 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 1 2 3 3 2 3 2 2 3 2 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 1 3 3 3 2 2 3 3 3 2 4 1 2 3 2 3 1 3 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 0 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 1 3 3 3 3 3 3 2 3 1 3 2 2 3 3 1 3 3 3 2 3 2 38 45 48 45 42 48 43 46 47 43 47 49 41 48 39 43 40 50 49 49 50 47 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L21 Nilai Korelasi Hitung (r hitung) r tabel 0,316 0,338 0,256 0,301 0,301 0,301 0,301 0,301 0,301 0,301 0,301 0,301 0,301 0,301 0,301 0,301 0,301 0,301 0,301 Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,449 0,432 0,597 0,532 0,705 0,475 0,338 0,600 0,714 0,650 0,701 0,579 0,647 Berdasarkan hasil uji validasi diketahui bahwa dari 16 pernyataan ada 1 pernyataan yang tidak valid, yaitu pernyataan nomor 3. Ini berarti pernyataan tersebut membutuhkan perbaikan ketika digunakan pada saat penelitian. Dan 15 penyataan lainnya dikatakan valid, karena nilai r hitung ≥ r tabel. Dengan r tabel = 0,301. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L22 Lampiran B. 4 Reliabilitas Kuesioner Reliabilitas Kuesioner Siswa X1 X3 X5 X7 X9 X11 X13 X15 total 1 3 3 3 2 3 1 3 2 20 2 3 3 3 2 3 2 3 3 22 3 2 3 3 2 3 3 3 3 22 4 3 3 4 1 4 4 4 3 26 5 3 3 4 3 3 2 3 3 24 6 3 2 3 2 2 1 2 2 17 7 3 1 3 1 4 1 1 3 17 8 3 3 3 3 2 3 3 3 23 9 3 3 3 2 1 1 2 1 16 10 3 3 3 3 3 3 3 3 24 11 2 3 3 2 3 3 3 2 21 12 3 3 3 3 3 3 3 3 24 13 3 3 4 2 3 3 3 3 24 14 3 2 4 3 3 3 3 3 24 15 2 3 3 2 3 1 3 3 20 16 3 3 4 3 3 2 4 3 25 17 3 0 4 3 3 2 3 3 21 18 3 3 4 3 3 2 3 3 24 19 2 3 3 2 3 2 3 3 21 20 2 2 3 2 2 2 2 2 17 21 2 3 3 3 3 3 3 3 23 22 3 2 3 1 2 1 3 3 18 23 2 2 3 2 3 3 3 3 21 24 3 3 3 3 3 3 3 3 24 25 3 3 3 3 3 3 3 2 23 26 2 2 3 2 3 2 3 3 20 27 3 3 3 3 3 2 3 3 23 28 3 3 3 2 3 3 2 3 22 29 3 3 3 2 3 3 3 3 23 30 3 3 3 3 2 3 3 3 23 31 4 3 4 2 2 2 3 3 23 32 2 2 3 3 3 4 3 3 23 33 4 2 3 2 4 1 3 3 22 34 3 3 3 2 3 2 3 2 21 35 3 3 3 3 3 3 3 3 24 36 0 3 3 2 3 2 3 3 19 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L23 37 38 39 40 41 42 43 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 4 3 3 1 3 3 4 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 23 18 25 24 24 25 22 Siswa X2 X4 X6 X8 X10 X12 X14 X16 total 1 3 3 2 3 3 3 3 2 22 2 4 3 3 3 3 3 3 3 25 3 4 2 4 2 3 3 2 2 22 4 4 3 4 3 4 3 4 3 28 5 3 3 4 3 3 3 3 3 25 6 3 2 3 2 3 2 2 2 19 7 4 2 4 1 3 1 1 1 17 8 3 3 3 3 3 3 3 3 24 9 2 2 1 2 4 2 1 1 15 10 3 3 3 3 3 3 3 3 24 11 2 3 4 3 3 3 3 2 23 12 4 3 3 3 3 3 3 3 25 13 3 3 3 3 3 3 3 3 24 14 4 2 4 3 3 3 3 3 25 15 3 2 3 2 3 2 3 3 21 16 3 3 4 3 4 3 3 3 26 17 3 3 4 3 4 3 4 4 28 18 3 3 4 3 4 3 3 3 26 19 2 3 3 3 3 3 3 3 23 20 2 2 1 2 3 2 2 1 15 21 3 3 3 2 3 2 3 3 22 22 4 3 3 2 3 2 2 1 20 23 4 2 2 3 4 3 3 3 24 24 3 3 3 3 3 3 3 3 24 25 3 3 3 2 3 3 2 3 22 26 2 2 3 3 3 3 3 3 22 27 3 2 4 3 4 3 3 3 25 28 2 3 2 2 3 3 3 3 21 29 4 3 4 2 3 3 2 2 23 30 3 3 3 3 3 3 3 3 24 31 3 3 4 2 3 2 2 1 20 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L24 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 0 1 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 1 3 3 3 2 3 2 24 27 20 24 20 20 22 25 25 25 25 25 Dengan menggunakan teknik belah dua data ganjil–genap, akan diperoleh nilai koefisien korelasi (r) = 0,771293. Jika nilai tersebut diinterpretasikan menurut koefisien korelasi Guillford, maka nilai r berada pada kategori tinggi. Artinya, tingkat keajegan atau kekonsistenan instrumen tersebut tetap/baik. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L25 LAMPIRAN C C. 1 Lembar Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) LEMBAR VALIDASI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Semester–Tahun Ajaran : II (dua)–2016/2017 Validator : Mohon untuk diberi tanda checklist (√) pada kolom yang sesuai menurut pendapat Bapak/ Ibu. No Aspek yang Dinilai Ada Tidak 1 1 2 3 Identitas RPP : a. Satuan pendidikan b. Kelas/semester c. Mata pelajaran d. Alokasi waktu e. Kompetensi inti f. Kompetensi dasar g. Indikator h. Materi ajar i. Metode pembelajaran j. Kegiatan pembelajaran k. Sumber dan alat pembelajaran l. Penilaian Perumusan Indikator : a. Kesesuaian antara kompetensi dasar dengan KI3 b. Kesesuaian rumusan indikator pencapaian dengan kompetensi dasar (dari KI3) yang akan dicapai c. Kesesuaian indikator dengan alokasi waktu d. Indikator dapat diukur Materi Ajar : Skala Nilai 2 3 4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L26 a. 4 5 6 7 8 Kesesuaian materi pembelajaran dengan indikator dan kompetensi dasar yang akan dicapai b. Kejelasan dan urutan materi ajar c. Kejelasan skenario pembelajaran (langkah– langkah kegiatan pembelajaran) d. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik e. Kesesuaian dengan alokasi waktu f. Kesesuaian materi pembelajaran dengan model blended learning Sumber Belajar : a. Kesesuaian sumber belajar dengan indikator dan kompetensi dasar yang akan dicapai b. Kesesuaian dengan materi pembelajaran c. Kesesuaian dengan pendekatan saintifik d. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik e. Kesesuaian dengan metode blended learning Pemilihan Media Pembelajaran : a. Kesesuaian dengan materi pembelajaran b. Kesesuaian dengan pendekatan saintifik c. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik d. Kesesuaian dengan metode blended learning Metode Pembelajaran Blended Learning : a. Kesesuaian dengan pendekatan saintifik b. Kesesuaian metode dengan karakteristik peserta didik Skenario Pembelajaran : a. Kesesuaian dengan pendekatan saintifik • Kegiatan pendahuluan • Kegiatan inti o Mengamati o Menanya o Menalar o Mengumpulkan informasi o Mengkomunikasikan • Kegiatan penutup b. Kesesuaian dengan alokasi waktu dengan cakupan materi c. Kesesuaian penyajian dengan sistematika materi d. Kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan metode blended learning Penilaian : a. Kesesuaian dengan indikator pencapaian kompetensi b. Kesesuaian kunci jawaban dengan soal c. Kesesuaian dengan metode blended learning d. Penilaian pembelajaran tepat e. Kelengkapan perangkat penilaian (soal, dan kunci) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L27 JUMLAH SKOR Saran – saran : Keterangan : a. RPP dapat digunakan b. RPP dapat digunakan dengan sedikit revisi c. RPP dapat digunakan dengan banyak revisi d. RPP tidak dapat digunakan Kriteria penilaian : 1. Tidak baik (tidak sesuai, tidak jelas, tidak tepat guna, tidak operasional) 2. Kurang baik (sesuai, jelas, tidak tepat guna, kurang operasional) 3. Cukup baik (sesuai, jelas, tepat guna, kurang operasional) 4. Baik (sesuai, jelas, tepat guna, operasional) Yogyakarta, ........................... Validator (.................................................) NPP : ....... PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L28 C. 2 Hasil Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L29 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L30 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L31 C. 3 Lembar Pengamatan Keterlaksaanan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Lembar Pengamatan Keterlaksanaan Pembelajaran Blended Learning Identitas Sekolah : SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Kelas : Mata Pelajaran : Matematika Tanggal, Pertemuan : Topik : Waktu : Petunjuk : Berilah tanda checklist (√) pada kolom yang telah disediakan untuk menunjukkan keterlaksanaan metode pembelajaran Blended Learning. Aspek yang diamati Pendahuluan Kegiatan Guru Guru menyiapkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran Guru mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari–hari Guru menyampaikan manfaat materi pembelajaran Guru memperagakan sesuatu yang terkait dengan pembelajaran Guru menyampaikan indikator yang akan dicapai Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran Guru menjelaskan tentang materi pembelajaran Guru memberi contoh soal dan latihan soal serta membimbing peserta didik dalam Keterlaksanaan Ya Tidak Ket PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L32 Kegiatan Inti Kegiatan Penutup pengerjaanya. Guru menegaskan kembali materi yang telah disampaikan. Guru menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Guru menyampaikan materi dengan tepat Guru menyampaikan materi secara sistematis Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan hasil kegiatan baik secara lisan maupun tertulis Guru memberikan link latihan kepada siswa melalui aplikasi edmodo Guru memberikan kuis kepada siswa melalui fitur quiz pada aplikasi edmodo Guru meng–upload kunci jawaban LKS setelah pembelajaran selesai melalui aplikasi edmodo Guru meng–upload materi untuk pertemuan selanjutnya melalui aplikasi edmodo Guru menciptakan interaksi antara guru dan siswa Guru merespon positif interaksi yang terjadi Guru menunjukkan sikap terbuka terhadap interaksi pembelajaran dari siswa Guru menggunakan bahasa lisan dengan jelas dan benar Guru menggunakan bahasa tulis dengan jelas dan benar Guru mendorong peserta didik merangkum materi Guru membantu siswa untuk merangkun materi Guru melakukan refleksi pembelajaran yang melibatkan siswa Guru mengumpulkan hasil pekerjaan siswa sebagai portofolio PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L33 Yogyakarta, .......................... Observer (...............................................) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L34 C. 4 Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L35 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L36 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L37 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L38 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L39 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L40 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L41 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L42 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L43 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L44 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L45 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L46 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L47 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L48 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L49 C. 5 Lembar Observasi Interaksi Pembelajaran PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L50 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L51 C. 6 Hasil Observasi Interaksi Pembelajaran PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L52 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L53 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L54 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L55 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L56 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L57 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L58 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L59 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L60 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L61 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L62 C. 7 Interaksi Siswa Melalui Aplikasi Edmodo PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L63 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L64 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L65 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L66 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L67 C. 8 Lembar Tes Hasil Belajar Siswa Nama: Nilai Guru Matematika Tanda Tangan Orang tua Kelas : Nomor absen: Petunjuk: 1. Berdoalah sebelum mengerjakan soal. 2. Jawablah pada lembar jawaban yang telah disediakan. 3. Selesaikan soal berikut dengan teliti dan jelas. Soal: I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Pernyataan tentang kubus berikut yang tidak benar adalah .... A. Mempunyai 12 rusuk B. Mempunyai 8 diagonal sisi yang sama C. Mempunyai 8 titik sudut D. Mempunyai 6 sisi yang kongruen 2. Diketahui volume suatu kubus adalah 216 � . Jumlah panjang rusuk– rusuknya adalah .... A. 36 cm C. 54 cm B. 45 cm D. 72 cm 3. Rangkaian–rangkaian di bawah ini yang bukan merupakan jaring– jaring kubus adalah .... PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L68 A D B C 4. Keliling alas sebuah kubus 32 cm. Volume kubus tersebut adalah .... A. 24 � B. 192 � C. 384 � D. 512 � 5. Jika 216 buah kubus kecil dengan rusuk 1 cm disusun menjadi sebuah kubus yang besar, maka rusuk kubus yang besar akan menjadi .... A. 4 cm C. 6 cm B. 5 cm D. 8 cm 6. Panjang salah satu diagonal ruang suatu kubus adalah √ cm. Volume kubus tersebut adalah .... A. 672 � B. 576 � C. 216 � D. 192 � 7. Volume sebuah kubus 64 � . Luas permukaan kubus tersebut adalah .... PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L69 A. 16 � B. 48 � C. 96 � D. 128 � 8. Pernyataan tentang balok berikut yang tidak benar adalah .... A. Mempunyai 12 buah diagonal bidang yang sama panjang B. Mempunyai 8 titik sudut C. Mempunyai 4 buah diagonal ruang yang sama panjang D. Mempunyai 3 pasang sisi, sepasang – sepasang kongruen 9. Rangkaian persegipanjang berikut yang bukan merupakan jaring – jaring balok adalah .... A B C D 10. sebuah balok memiliki ukuran panjang 12 cm, lebar 5 cm, dan tinggi 6 cm. Luas seluruh permukaan balok adalah .... A. 360 � B. 324 � C. 252 � D. 162 � 11. Sebuah bak berbentuk balok dengan panjang 3 m, lebar 1 m, dan tinggi 4 m. Volume air yang mengisi bagian bak itu adalah .... PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L70 A. 12 � C. 6 � B. 9 � D. 4 � 12. Panjang diagonal bidang kubus dengan panjang rusuknya 6 cm adalah .... A. B. √ cm √ cm C. D. √ cm √ cm 13. Pada gambar di bawah ini, jika PQ = 3 cm, QR = 2 cm, dan RV = 4 cm, tentukan luas bidang diagonal PRVT adalah .... A. B. √ √ � � C. D. √ √ � � 14. Luas permukaan kubus tanpa tutup yang rusuknya 4 cm adalah .... A. 96 � B. 80 � C. 48 � D. 40 � 15. Seorang anak terjatuh ketika membawa sekaleng minyak tanah berbentuk balok dengan ukuran 45 cm × 8 cm × 8 cm. isi kaleng minyak tersebut tumpah. Banyaknya minyak yang tersisa dalam kaleng tersebut adalah .... A. 1920 � B. 1450 � PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L71 C. 775 � D. 675 � II. Kerjakanlah soal – soal berikut ini! 1. Panjang diagonal bidang suatu kubus adalah √ cm. Tentukanlah: a. Panjang rusuk kubus, b. Luas permukaan kubus, c. Volume kubus. 2. Luas bidang alas suatu balok adalah 108 � . Jika lebar dan tinggi balok berturut – turut adalah 9 cm dan 7 cm, tentukanlah: a. Luas permukaan, b. Volumenya. 3. Sebuah bak berbentuk balok mempunyai panjang 80 cm dan lebar 50 cm. Jika bak tersebut dapat menampung 160 liter air, tentukanlah tinggi bak tersebut! 4. Sebuah kubus mempunyai panjang rusuk 5 cm. Tentukan panjang diagonal ruangnya! 5. Tentukan luas permukaan balok jika balok dengan panjang 9 cm dan lebarnya 6 cm dapat memuat 6 kubus satuan dengan rusuk 3 cm! PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L72 C. 9 Hasil Tes Hasil Belajar Siswa (Nilai Soal Tes) Nilai Tes Hasil Belajar Pilihan Ganda Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Total Skor 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 13 26 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 14 28 3 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 9 18 4 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 10 20 5 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 13 26 6 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 14 28 7 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 10 20 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 30 9 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 13 26 10 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 12 24 11 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 13 26 12 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 11 22 13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 14 28 14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 30 15 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 12 24 16 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 12 24 17 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 14 28 18 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 10 20 19 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 8 16 20 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 13 26 21 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 13 26 22 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 26 23 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 12 24 24 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 11 22 25 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 28 26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 13 26 27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 30 28 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 26 29 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 12 24 30 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 13 26 31 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 11 22 32 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 13 26 33 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 13 26 34 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 14 28 35 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 12 24 36 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 9 18 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L73 37 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 12 24 38 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 14 28 39 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 9 18 40 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 11 22 41 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 14 28 42 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 8 16 43 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 14 28 44 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 10 20 Nilai Tes Hasil Belajar Uraian Siswa 1 2 3 4 5 Skor 1 7 4 5 3 3 22 2 8 8 5 1 5 27 3 0 0 5 0 3 8 4 1 0 1 4 3 9 5 5 0 3 1 3 12 6 8 8 5 6 3 30 7 4 4 5 1 3 17 8 8 8 3 9 3 31 9 8 8 1 1 5 23 10 8 7 5 4 5 29 11 7 8 5 4 5 29 12 6 8 5 1 5 25 13 6 8 3 8 1 26 14 6 8 5 6 5 30 15 6 8 5 6 5 30 16 6 8 3 0 2 19 17 8 8 3 1 5 25 18 0 8 5 0 2 15 19 4 3 4 2 3 16 20 5 5 5 4 4 23 21 6 6 4 1 3 20 22 1 7 4 2 3 17 23 8 7 4 3 3 26 24 8 7 5 5 5 30 25 8 8 5 5 3 29 26 6 8 5 5 5 29 27 8 8 5 8 5 34 28 6 7 5 6 0 25 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L74 29 4 4 5 2 3 18 30 0 7 0 0 3 10 31 8 8 5 5 3 29 32 6 8 5 3 5 27 33 8 6 3 4 5 26 34 8 7 5 8 5 33 35 8 8 5 8 3 32 36 0 3 3 0 5 11 37 3 5 4 6 3 21 38 6 8 4 8 5 31 39 0 0 3 4 5 12 40 4 0 3 0 3 10 41 8 6 5 1 5 25 42 6 8 5 1 0 20 43 6 7 5 2 3 23 44 4 8 5 4 3 24 Nilai Akhir Tes Hasil Belajar Siswa Skor PG Skor Uraian Total Skor Nilai Akhir 1 26 22 48 73,85 2 28 27 55 84,62 3 18 8 26 40,00 4 20 9 29 44,62 5 26 12 38 58,46 6 28 30 58 89,23 7 20 17 37 56,92 8 30 31 61 93,85 9 26 23 49 75,38 10 24 29 53 81,54 11 26 29 55 84,62 12 22 25 47 72,31 13 28 26 54 83,08 14 30 30 60 92,31 15 24 30 54 83,08 16 24 19 43 66,15 17 28 25 53 81,54 18 20 15 35 53,85 19 16 16 32 49,23 20 26 23 49 75,38 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L75 21 26 20 46 70,77 22 26 17 43 66,15 23 24 26 50 76,92 24 22 30 52 80,00 25 28 29 57 87,69 26 26 29 55 84,62 27 30 34 64 98,46 28 26 25 51 78,46 29 24 18 42 64,62 30 26 10 36 55,38 31 22 29 51 78,46 32 26 27 53 81,54 33 26 26 52 80,00 34 28 33 61 93,85 35 24 32 56 86,15 36 18 11 29 44,62 37 24 21 45 69,23 38 28 31 59 90,77 39 18 12 30 46,15 40 22 10 32 49,23 41 28 25 53 81,54 42 16 20 36 55,38 43 28 23 51 78,46 44 20 24 44 67,69 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L76 C. 10 Lembar Kuesioner Tanggapan Siswa KUESIONER TANGGAPAN SISWA MENGENAI PENGGUNAAN APLIKASI EDMODO Hari, tanggal : Kelas/ Semester : No. Absen : Berdasarkan pengalaman kalian selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode blended learning yang dilengkai dengan aplikasi edmodo, berilah tanda checklist (√) pada jawaban yang dirasa mewakili dari pernyataan yang diberikan. Keterangan : SS = Sangat Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju No Pernyataan SS Aspek Keaktifan Siswa 1 Saya aktif bertanya ketika mengikuti pembelajaran matematika dengan metode blended learning 2 Saya mengunduh dan mempelajari materi yang ada pada aplikasi edmodo 3 Saya jarang menanggapi pernyataan baik dari guru atau siswa lain saat pembelajaran matematika dengan metode blended learning 4 Saya menjawab pertanyaan dari guru maupun dari siswa lain saat pembelajaran matematika dengan metode blended learning Nilai Ukur S TS STS PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L77 5 Saya merasa takut melakukan interaksi pembelajaran ketika pembelajaran tatap muka di kelas 6 Saya jarang meng–upload terkait materi pembelajaran matematika (tugas) Aspek Ketertarikan Siswa 7 Saya tertarik untuk melakukan interaksi pembelajaran melalui aplikasi edmodo 8 Pembelajaran matematika dengan metode blended learning menjadi lebih menarik 9 Saya tidak menguasai penggunaan aplikasi edmodo 10 Saya mempunyai smartphone, atau laptop¸atau komputer, atau tab untuk membantu dalam pembelajaran matematika yang menggunakan metode blended learning 11 Untuk mengikuti pembelajaran dengan metode blended learning saya mengalami masalah dengan koneksi internet 12 Saya senang bisa mengikuti pembelajaran matematika dengan metode blended learning 13 Saya tidak merasa terbantu ketika mengikuti pembelajaran dengan metode blended learning 14 Saya tidak ingin menggunakan metode blended learning ketika pembelajaran matematika 15 Saya merasa aplikasi edmodo sangat membantu dalam pembelajaran matematika 16 Saya tidak ingin menggunakan aplikasi edmodo untuk pembelajaran selanjutnya Catatan/Komentar/Saran .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... Yogyakarta, ...................... Responden (......................................) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L78 C. 11 Hasil Kuesioner Tanggapan Siswa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L79 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L80 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L81 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L82 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L83 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L84 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L85 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L86 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L87 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L88 C. 12 Skor Total dan Kriteria Kuesioner Siswa Butir Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Total Presentase Kategori 1 2 2 1 2 4 1 1 1 1 2 4 2 1 2 2 1 29 45,3 S 2 3 3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 49 76,6 T 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 3 3 2 1 39 60,9 S 4 2 3 2 2 4 3 2 3 4 4 4 3 3 3 3 3 48 75,0 T 5 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 40 62,5 T 6 4 4 3 4 4 4 2 2 4 4 4 2 3 2 2 2 50 78,1 T 7 2 2 2 2 3 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 35 54,7 S 8 4 4 3 4 3 4 2 3 4 4 4 3 3 3 3 3 54 84,4 ST 9 2 3 3 3 3 4 2 2 3 3 3 2 3 2 3 3 44 68,8 T 10 2 3 3 2 4 2 2 3 2 3 1 3 2 2 2 1 37 57,8 S 11 2 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 46 71,9 T 12 1 2 4 1 3 4 3 2 4 2 4 2 3 2 2 1 40 62,5 T 13 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 42 65,6 T 14 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 54 84,4 ST 15 2 3 3 3 3 4 3 2 3 4 1 3 3 2 3 2 44 68,8 T 16 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 1 3 3 3 3 2 50 78,1 T 17 2 4 2 2 1 3 2 3 4 4 3 3 3 4 2 3 45 70,3 T 18 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 4 3 3 3 3 3 45 70,3 T 19 4 4 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 54 84,4 ST 20 1 1 1 1 4 1 1 1 4 4 1 1 1 1 1 1 25 39,1 R 21 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 38 59,4 S PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L89 22 3 3 2 2 4 2 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 41 64,1 T 23 3 4 3 3 3 3 2 3 4 4 2 3 3 3 3 2 48 75,0 T 24 2 2 2 3 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 2 2 44 68,8 T 25 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 45 70,3 T 26 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 45 70,3 T 27 3 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 50,0 S 28 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 40 62,5 T 29 1 4 4 1 1 1 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 41 64,1 T 30 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 40 62,5 T 31 4 4 3 3 4 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 2 51 79,7 T 32 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 1 2 1 35 54,7 S 33 2 3 3 3 4 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 43 67,2 T 34 2 4 4 2 4 4 2 2 4 4 4 2 3 2 3 2 48 75,0 T 35 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 42 65,6 T 36 2 4 2 3 3 3 1 3 4 4 4 3 3 3 3 3 48 75,0 T 37 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 44 68,8 T 38 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 45 70,3 T 39 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 44 68,8 T 40 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 2 40 62,5 T 41 2 3 3 3 3 4 2 2 3 3 3 2 3 2 3 3 44 68,8 T 42 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 48 75,0 T 43 4 4 3 3 4 3 3 2 2 4 2 3 3 4 3 3 50 78,1 T 44 2 2 1 3 3 1 1 1 1 3 1 2 1 1 2 2 27 42,2 S 111 135 114 115 134 124 101 110 130 143 117 114 118 114 111 102 1893 Total Rata - Rata 43,02273 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L90 C.13 Pedoman Skoring Tes Hasil Belajar Siswa PEDOMAN SKORING URAIAN No 1 Kunci Jawaban Diketahui : diagonal bidang kubus = √ a. Panjang Rusuk Kubus Skor cm √ b. c. 2 3 = + 200 = 2 = = 100 s = 10 cm Luas Permukaan Kubus 6 =6× = 6 × 100 = 600 � Volume Kubus = = 1000 � SKOR MAKSIMAL Diketahui : luas bidang alas balok = 108 � Lebar balok = 9 cm Tinggi balok = 7 cm a. Luas Permukaan Luas bidang alas balok = p × l 108 =p×9 p = p = 12 cm 2(p × l) + 2(l × t) + 2(p × t) = 2(12 × 9) + 2(9 × 7) + 2(12 × 7) = 2(108) + 2(63) + 2(84) = 216 + 126 + 168 = 510 � b. Volumenya p × l × t = 12 × 9 × 7 = 756 � SKOR MAKSIMAL Sebuah bak berbentuk balok mempunyai panjang 80 cm, lebar 50 cm, dan dapat menampung 160 liter air. 160 liter = 160 � = 160.000 � Volume balok = p × l × t 160.000 = 80 × 50 × t 160.000 = 4.000 t . t = . t = 40 cm SKOR MAKSIMAL 4 2 2 8 3 3 2 8 5 5 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L91 4 Diketahui : panjang rusuk kubus = 5 cm Panjang diagonal sisi � = + � � = + � = + � = 50 � = √ � = √ cm Panjang diagonal ruang � = � + �� � � � � � 5 = √ + = + = 75 = √ = √ cm SKOR MAKSIMAL Diketahui : panjang balok = 9 cm lebar balok = 6 cm dapat memuat 6 kubus satuan dengan rusuk 3 cm tinggi balok = 3 cm luas permukaan balok = 2(p × l) + 2(l × t) + 2(p × t) = 2(9 × 6) + 2(6 × 3) + 2(9 × 3) = 2(54) + 2(l8) + 2(27) = 108 + 36 + 54 = 198 � SKOR MAKSIMAL TOTAL SKOR 4 5 9 5 5 = 35 Keterangan : 1. Siswa menjawab dengan lengkap dan benar namun hasil akhirnya tidak menuliskan satuannya, nilai dikurangi 1 2. Siswa menjawab dengan lengkap dan benar hanya kurang teliti dibagian operasi matematika atau salah menghitung dibagian akhir, nilai dikurangi 1 3. Siswa berusaha menjawab dengan penjabaran caranya namun salah, nilai dikurangi setengah dari skor maksimal per nomor 4. Siswa tidak menjawab nilainya 0 (nol) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L92 PEDOMAN SKORING PILIHAN GANDA SKOR 1. B 2 2. D 2 3. C 2 4. D 2 5. C 2 6. C 2 7. C 2 8. A 2 9. D 2 10. B 2 11. B 2 12. A 2 13. D 2 14. B 2 15. A 2 SKOR MAKSIMAL 30 Skoring Maksimal Pilihan Ganda = 30 Skoring Maksimal Uraian = 35 Nilai Akhir = � �ℎ� �� ��+ � ��� × PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L93 C. 14 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas/ Semester : VIII C/Genap Materi Pokok : Bangun Ruang Sisi Datar (Balok dan Kubus) Alokasi Waktu : 6 Pertemuan (13 x 40 menit) A. Kompetensi Inti KI. 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI. 2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. KI. 3 Memahami, dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural), berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, terkait fenomena dan kejadian tampak mata. KI. 4 Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, mengambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L94 B. Kompetensi Dasar dan Indikator No Kompetensi Dasar Indikator 1 1.1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 2 2.1 Menunjukkan sikap logis, kritis, analitik, konsisten dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. 1.1.1 Bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika. 1.1.2 Serius dalam mengikuti pembelajaran matematika. 2.1.1 Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 2.1.2 Bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 2.2 Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika, yang terbentuk melalui pengalaman belajar. 2.2.1 Aktif bertanya ketika diberikan masalah berkaitan dengan bangun ruang sisi datar. 2.2.2 Percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan mengkomunikasikan hasil yang diperolehnya dari tugas yang diberikan. 2.3 Memiliki sikap terbuka, santun, objektif, menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari– hari. 2.3.1 Menghargai adanya perbedaan pendapat dalam mengkomunikasikan hasil yang diperolehnya. 2.3.2 Terlibat aktif dalam diskusi kelompok menyelesaikan permasalahan yang diberikan. 3 3.9 Menentukan luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma, dan limas. 3.9.1 3.9.2 3.9.3 3.9.4 3.9.5 4 4.1 Menggambar bangun ruang sisi datar Memahami pengertian balok Memahami pengertian kubus Mengenal bagian–bagian balok Mengenal bagian–bagian kubus Menentukan ukuran dari bagian– bagian balok 3.9.6 Menentukan ukuran dari bagian– bagian kubus 3.9.7 Mengenal jaring–jaring balok 3.9.8 Mengenal jaring–jaring kubus 3.9.9 Menentukan luas permukaan balok 3.9.10 Menentukan luas permukaan kubus 3.9.11 Menentukan volume balok 3.9.12 Menentukan volume kubus 4.1.1 Menggambar balok 4.1.2 Menggambar kubus PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L95 C. Materi Pembelajaran Bangun Ruang Sisi Datar ➢ Motivasi (Bangun Ruang Sisi Datar dalam Kehidupan Sehari–hari) Dalam mempelajari konsep bangun ruang sisi datar, banyak sikap dan perilaku yang tercermin dalam kehidupan sehari–hari, seperti teliti, disiplin, konsisten, percaya diri, tertarik pada matematika, dan percaya pada kegunaan matematika. Dalam mengerjakan soal–soal mengenai bangun ruang sisi datar, kita dituntut untuk teliti dan konsisten menggunakan rumus–rumus yang telah dipelajari. Jangan sampai ada rumus yang salah digunakan atau tidak sesuai dengan permasalahan yang diberikan. Misalnya rumus luas permukaan prisma dengan limas, atau rumus volume kubus dengan balok, dan sebagainya. Ketika mengerjakan soal–soal yang berkaitan dengan teorema Pythagoras, ada kalanya kita gagal atau tidak dapat menyelesaikannya. Dalam hal ini, kita dituntut untuk percaya diri dan pantang menyerah dalam menemukan penyelesaiannya. Dengan mengetahui banyaknya kegunaan materi bangun ruang sisi datar dalam kehidupan nyata, maka akan timbul rasa senang dan tertarik/cinta pada matematika, serta percaya pada kegunaan matematika. Sikap–sikap tersebut tidak akan pernah terwujud jika kita tidak menghargai dan menghayati ajaran agama kita masing–masing dengan baik. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L96 ➢ Mengenal Balok Balok merupakan bangun ruang yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari–hari. Banyak sekali benda yang menyerupai bentuk balok, baik secara sendiri atau digabungkan dengan bentuk lain. Gambar di bawah adalah beberapa contohnya. Gambar 2.29 Benda – benda berbentuk balok Balok adalah bangun ruang yang dibatasi oleh tiga pasang persegipanjang. Di bawah ini adalah gambar bentuk sebuah balok. Gambar 2.30 Balok ➢ Bagian–bagian Balok Gambar 2.31 Balok Perhatikan Gambar 2.31. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L97 Balok pada gambar di atas dinamakan balok ABCD.EFGH. Bagian– bagian balok ABCD.EFGH dapat diuraikan sebagai berikut. • Balok terdiri atas tiga pasang persegipanjang yang kongruen. Ketiga pasang persegipanjang itu dinamakan bidang (sisi) balok. Pada balok ABCD.EFGH, bidang (sisi) ABCD dinamakan bidang alas atau dasar. Bidang (sisi) ini berpasangan dan kongruen dengan bidang (sisi) EFGH. Bidang EFGH dinamakan bidang atas atau tutup. Dua pasang bidang (sisi) yang lainnya adalah: o Bidang (sisi) ABFE berpasangan dengan bidang (sisi) CDHG o Bidang (sisi) BCGF berpasangan dengan bidang (sisi) ADHE • Perpotongan dua bidang (sisi) balok dinamakan rusuk balok. Rusuk tersebut berupa ruas garis. Balok memiliki 12 rusuk, yaitu rusuk AB, BC, CD, AD, AE, BF, CG, DH, EF, FG, GH, dan HE. • Titik persekutuan tiga rusuk balok dinamakan titik sudut. Balok memiliki 8 titik sudut, yaitu A, B, C, D, E, F, G, dan H. • Pada sisi balok, garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan dinamakan diagonal bidang atau diagonal sisi. Pada sisi ABCD, garis AC dan BD dinamakan diagonal bidang ABCD. • Garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan dalam balok dinamakan diagonal ruang balok. Banyaknya diagonal ruang yang dimiliki sebuah balok ada 4 buah. Keempat diagonal ruang itu adalah AG, CE, HB, dan DF. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L98 • Pada balok ABCD.EFGH, rusuk BC dan EH saling berhadapan. Bidang yang melalui kedua rusuk tersebut dinamakan bidang diagonal. Jadi, bidang BCHE merupakan bidang diagonal balok ABCD.EFGH. bidang–bidang diagonal lainnya adalah bidang ABGH, ADGF, dan CDEF. Untuk lebih memahami bagian–bagian suatu balok, perhatikan Gambar 2.32 berikut ini. Gambar 2.32 Bagian–bagian Balok ➢ Menggambar Balok Misalkan kita akan menggambar balok ABCD.EFGH seperti gambar di bawah. Gambar 2.33 Balok PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L99 Hal–hal yang harus diperhatikan dalam menggambar balok tersebut adalah sebagai berikut. • Bidang frontal atau bidang bagian depan digambar berbentuk persegipanjang. Bidang yang sejajar dengan bidang frontal, yaitu bidang bagian belakang digambar berbentuk persegipanjang pula. Pada Gambar 2.33, ABFE disebut bidang frontal dan DCGH disebut bidang bagian belakang. • Rusuk–rusuk yang sebenarnya tegak lurus dengan bidang frontal atau pada gambar rusuk–rusuk yang letaknya mengarah dari depan ke belakang seperti rusuk AD, BC, FG, dan EH disebut rusuk ortogonal. Rusuk ortogonal biasanya digambar lebih pendek dari ukuran sebenarnya. Panjangnya rusuk ortogonal dalam gambar, bergantung pada perbandingan yang diminta. Perbandingan ortogonal (perbandingan proyeksi) adalah perbandingan antara panjang ruas garis ortogonal pada gambar dengan panjang ruas garis itu sebenarnya. • Sudut pada gambar antara garis frontal horizontal arah ke kanan dengan garis ortogonal arah belakang disebut sudut surut. Garis frontal adalah garis yang terletak pada bidang frontal, garis ini bisa berupa garis vertikal maupun garis horizontal. Pada gambar, yang dimaksud dengan sudut surut adalah sudut BAD dan sudut FEH, atau sudut yang dibentuk oleh perpanjangan AB dengan garis BC dan perpanjangan EF dengan garis FG. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L100 • Rusuk–rusuk yang terhalang pandangan oleh bidang lain digambar sebagai garis putus–putus. Pada Gambar 2.33, rusuk–rusuk tersebut adalah rusuk AD, DC, dan DH. ➢ Jaring–jaring Balok Perhatikan gambar balok ABCD.EFGH di bawah. Gambar 2.34 Balok Misalkan balok ABCD.EFGH terbuat dari kertas karton. Untuk memperoleh jaring–jaring balok kita harus mengiris sepanjang beberapa rusuknya, kemudian merebahkannya di atas bidang datar, sehingga diperoleh suatu bangun datar yang merupakan jaring–jaring balok. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L101 (a) (b) Gambar 2.35 Jaring–Jaring Balok Misalkan balok itu diiris sepanjang rusuk–rusuk AE, DH, EH, HG, FG, BF, dan CG seperti terlihat pada Gambar 2.35(a). Kemudian rebahkan di atas bidang datar, sehingga diperoleh bangun datar seperti Gambar 2.35(b). Bangun datar itulah yang merupakan jaring–jaring balok ABCD.EFGH. ➢ Luas Permukaan Balok Luas permukaan suatu bangun ruang adalah jumlah luas seluruh permukaan (bidang) bangun ruang tersebut. Berdasarkan pengertian itu, maka untuk menentukan luas permukaan bangun ruang, perlu diketahui terlebih dahulu bentuk dari masing–masing bidang yang membatasi bangun ruang dan banyaknya bidang. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L102 Secara umum, cara menentukan luas permukaan bangun ruang adalah sebagai berikut. • • Membuat jaring–jaring dari bangun ruang itu. Menghitung luas jaring–jaring bangun ruang itu. Sehingga luas permukaan bangun ruang sama dengan luas jaring– jaringnya. Gambar 2.36 Menentukan Luas Permukaan Balok Gambar 2.36 menyatakan balok yang panjangnya p, lebarnya l, dan tingginya t. Jika diamati sisi–sisinya maka ada tiga pasang sisi yang sama bentuk dan ukurannya. Sehingga masing–masing pasangan mempunyai luas pl, pt, dan lt. Luas keenam sisi pada jaring–jaring balok ini disebut luas permukaan balok. Jadi, rumus luas permukaan balok adalah: L = 2(pl + pt + lt) dengan L = luas permukaan balok p = panjang balok PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L103 l = lebar balok t = tinggi balok ➢ Volume Balok Volume bangun ruang menyatakan ukuran besar bangun ruang itu. Atau dapat pula menyatakan ukuran atau kemampuan bangun itu untuk menampung benda yang tepat untuk memenuhi seluruh ruangannya. Benda yang tepat memenuhi ruang suatu bangun adalah benda cair, sehingga volume bangun ruang menyatakan kemampuannya menampung suatu benda cair. Misalnya, volume bak air yang berbentuk balok tanpa tutup adalah 100 liter, artinya apabila bak itu diisi air sampai penuh dapat menampung 100 liter air. Volume bangun ruang ditentukan dengan membandingkannya terhadap satuan pokok volume, seperti m3, dm3, cm3, mm3, dan sebagainya. p = 4 satuan l = 2 satuan t = 2 satuan Gambar 2.37 Balok yang Disusun dengan Beberapa Kubus Satuan Volume balok dapat ditentukan dengan banyaknya kubus satuan yang tepat mengisi bangun ruang tersebut. Jadi, volume balok dirumuskan sebagai berikut. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L104 V = luas alas × tinggi atau V = p × l × t Dengan V = volume balok p = panjang balok l = lebar balok ➢ Mengenal Kubus Gambar 2.38 Dadu Gambar 2.39 Rubik Seperti halnya balok, kubus juga sering kita jumpai dalam kehidupan sehari–hari. Banyak benda yang menyerupai bentuk kubus. Gambar 2.38 dan Gambar 2.39 merupakan contoh benda–benda yang berbentuk kubus. Gambar 2.40 Kubus Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam bidang persegi. Gambar 2.40 merupakan bentuk dasar sebuah kubus. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L105 ➢ Bagian–bagian Kubus Gambar 2.41 Kubus Kubus pada Gambar 2.41 dinamakan kubus ABCD.EFGH. Bagian–bagian kubus ABCD.EFGH dapat diuraikan sebagai berikut. • Telah disebutkan bahwa kubus terdiri atas enam daerah persegi yang kongruen. Keenam daerah persegi itu dinamakan bidang atau sisi kubus. Pada Gambar 2.41, bidang (sisi) ABCD dinamakan bidang alas atau dasar. Bidang (sisi) ini berpasangan dan kongruen dengan bidang (sisi) EFGH. Bidang (sisi) EFGH dinamakan bidang atas atau tutup kubus. Bidang (sisi) yang lainnya dinamakan bidang (sisi) tegak. • Perpotongan dua bidang (sisi) berupa ruas garis dalam suatu kubus dinamakan rusuk kubus. Sebagai contoh, pertemuan antara sisi ABCD dan sisi ABFE adalah rusuk AB, pertemuan antara sisi BCGF dan sisi DCGH adalah rusuk CG, dan sebagainya. • Titik persekutuan dari tiga rusuk dalam suatu kubus dinamakan titik sudut. Sebagai contoh, pertemuan antara rusuk AB, AE, dan AD adalah titik sudut A, pertemuan antara rusuk AD, DC, dan DH PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L106 adalah titik sudut D, dan sebagainya. Sebuah kubus memiliki 8 titik sudut. • Pada sisi kubus, garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan dinamakan diagonal bidang (diagonal sisi). Perhatikan sisi ABFE, garis–garis AF dan BE dinamakan diagonal bidang ABFE. • Dalam kubus, garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan dinamakan diagonal ruang kubus. Diagonal ruang kubus ABCD.EFGH adalah AG, CE, HB, dan DF. • Perhatikan rusuk AB dan HG. Dalam kubus ABCD.EFGH kedua rusuk ini saling berhadapan. Apabila melalui kedua rusuk tersebut dibuat sebuah bidang, maka akan terbentuk bidang ABGH. Bidang seperti ini dinamakan bidang diagonal. Jadi bidang diagonal suatu kubus ialah bidang melalui dua buah rusuk yang berhadapan dalam kubus. Bidang diagonal kubus yang lainnya adalah bidang ADGF, bidang BCHE, dan bidang CDEF. Bidang– bidang diagonal suatu kubus merupakan persegipanjang yang kongruen. Untuk lebih memahami bagian–bagian suatu kubus, perhatikan gambar berikut ini. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L107 Gambar 2.42 Bagian – bagian kubus ➢ Menggambar Kubus Metode untuk menggambar kubus sama dengan metode untuk menggambar balok. Hanya saja pada kubus, bidang–bidangnya berbentuk persegi. ➢ Jaring – jaring Kubus Seperti halnya balok, jaring–jaring kubus dapat diperoleh dengan cara mengiris kubus sepanjang beberapa rusuknya, kemudian merebahkannya di atas bidang datar. Gambar 2.43 Jaring – Jaring Kubus PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L108 Jaring–jaring kubus merupakan rangkaian 6 buah persegi yang apabila dilipat menurut garis persekutuan dua persegi akan membentuk kubus, sehingga tidak ada bidang yang rangkap (ganda) ataupun bidang kubus yang terbuka. Dengan demikian, tidak semua rangkaian 6 buah persegi merupakan jaring–jaring kubus. ➢ Luas Permukaan Kubus Untuk menentukan rumus luas permukaan kubus, perhatikan Gambar 2.44 di bawah. Diketahui sebuah kubus dengan panjang rusuk = r. (i) Gambar 2.44 Jaring–Jaring Kubus Dari jaring–jaring kubus terlihat bahwa kubus itu memiliki enam buah bidang dengan tiap bidangnya berbentuk persegi. Jumlah luas keenam persegi pada jaring–jaring kubus tersebut disebut luas permukaan kubus. Maka, luas permukaan kubus sama dengan luas jaring–jaringnya. Luas jaring–jaring kubus = 6 × luas persegi = 6 × (r × r) = 6r2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L109 ➢ Volume Kubus Apabila diamati, kubus merupakan balok yang ukuran panjang, lebar, dan tingginya sama. Rumus volume kubus dapat diperoleh dari rumus volume balok, dengan cara sebagai berikut. V=p×l×t =r×r×r V = r3 Karena r × r merupakan luas alas, maka diperoleh: volume kubus = luas alas × tinggi Jadi, volume kubus dirumuskan sebagai berikut. V = luas alas × tinggi atau V = r3 dengan V = volume kubus r = panjang rusuk kubus D. Model, Pendekatan, dan Metode Pembelajaran Model : Cooperative Learning Pendekatan : Saintifik Metode : Blended Learning E. Media dan Alat Media : Slide Power Point, Aplikasi Edmodo dan Lembar Kerja Siswa Alat : Papan tulis, karalink, penghapus, laptop, LCD, penggaris, dan busur derajat PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L110 F. Sumber Pembelajaran • Sembiring, Suwah, dkk. 2014. Matematika SMP Kelas VIII. Bandung: Yrama Widya. (hal 257 – 274) • Asyono. 2014. Matematika SMP Kelas VIII. Jakarta: PT Bumi Aksara. (hal 205 – 223) • J. Banfill. (2012). Surface Area of a Cube. Diambil dari http://www.321know.com/geo79_x2.htm • J. Banfill. (2012). Surface Area of a Rectangular Prism. Diambil dari http://www.321know.com/geo79_x9.htm • J. Banfill. (2012). Volume of a Cube. Diambil dari http://www.321know.com/geo79_x4.htm • J. Banfill. (2012). Volume of a Rectangular Prism. Diambil dari http://www.321know.com/geo79_x7.htm G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama (1 x 40 menit) Guru menjelaskan mengenai pembelajaran dengan metode blended learning, yaitu pembelajaran gabungan antara metode pembelajaran tatap muka di kelas dengan pembelajaran online. Pembelajaran online dalam hal ini dilengkapi dengan aplikasi edmodo. Guru mengajak dan membantu siswa untuk membuat akun pada aplikasi edmodo. Guru juga memberikan penjelasan bagaimana cara untuk men–download dan meng–upload tugas, cara untuk chat kepada guru maupun kepada teman yang lain. setelah siswa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L111 paham, siswa diberi kesempatan untuk meng–eksplor hal–hal lain yang terdapat pada aplikasi edmodo. Pembelajaran diakhiri dengan penyampaian materi selanjutnya yaitu mengenal balok, mengenal kubus, dan bagian–bagian balok. Pertemuan Kedua (2 x 40 menit) Indikator yang dikembangkan : 1.1.1, 1.1.2, 2.1.1, 2.1.2, 2.2.1, 2.2.2, 2.3.1, 2.3.2, 3.9.1, 3.9.2, 3.9.3 Kegiatan Deskripsi kegiatan Pendahuluan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 7. Guru menjelaskan tentang kegunaan materi dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan apersepsi, dan motivasi untuk membantu siswa memasuki materi Motivasi: (Lampiran A). 1. Guru mengajak siswa untuk mengamati gambar–gambar dalam kehidupan sehari–hari Alokasi waktu 10 menit Materi hari ini: Bangun ruang sisi datar (pengertian balok, pengertian kubus, dan bagian–bagian balok). 1) Mampu memahami pengertian balok. 2) Mampu memahami pengertian kubus. 3) Mampu mengenal bagian–bagian balok. 8. Inti Guru memberikan salam dan mengajak siswa berdoa. Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta. Guru mengajak siswa untuk mengingat tentang materi pada pertemuan sebelumnya melalui tanya jawab. Guru mengecek kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran hari ini. Guru menjelaskan tentang agenda pembelajaran pada pertemuan hari ini. Keterangan Mengamati 60 Menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L112 2. 5. 6. 7. 8. 9. yang berbentuk balok dan kubus. Guru memberikan pertanyaan–pertanyaan terkait gambar yang diberikan yang dikaitkan dengan bangun ruang sisi datar. Siswa mencermati dan menjawab pertanyaan terkait gambar yang diberikan Terkait dengan fokus gambar yang diberikan, siswa mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan bangun ruang sisi datar. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai: pengertian balok, pengertian kubus, dan bagian–bagian balok. Guru membagikan LKS 1 untuk dikerjakan oleh siswa. Menanya Siswa menalar mengenai pengertian balok, kubus, dan bagian–bagian balok. Menalar 10. Guru memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk menyampaikan hasil pekerjaannya dari LKS 1. 11. Guru dan siswa lain menanggapi, memberikan komentar atau tanggapan terhadap hasil pekerjaan yang disampaikan. 12. Guru memberikan umpan balik terhadap hasil pekerjaan siswa. Penutup 1. 2. 3. 4. Guru mengajak siswa membuat kesimpulan, dan merefleksikan terkait dengan pembelajaran hari ini. Guru memberikan tugas 1 melalui aplikasi edmodo yang dikerjakan secara individu. Guru menjelaskan tentang bahasan materi pada pertemuan selanjutnya. Guru mengajak siswa untuk Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan 10 menit Tugas 1 : Soal uraian Materi selanjutnya: Mengenal bagian–bagian kubus, menggambar balok, dan menggambar kubus. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L113 menutup pembelajaran dengan berdoa. Pertemuan Ketiga (3 x 40 menit) Indikator yang dikembangkan : 1.1.1, 1.1.2, 2.1.1, 2.1.2, 2.2.1, 2.2.2, 2.3.1, 2.3.2, 3.9.4, 3.9.5, 3.9.6 Kegiatan Deskripsi kegiatan Pendahuluan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 7. Guru menjelaskan tentang kegunaan materi dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan apersepsi, dan motivasi untuk membantu siswa memasuki materi 8. Inti Guru memberikan salam dan mengajak siswa berdoa. Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta. Guru mengajak siswa untuk mengingat tentang materi pada pertemuan sebelumnya melalui tanya jawab. Guru mengecek kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran hari ini. Guru menjelaskan tentang agenda pembelajaran pada pertemuan hari ini. Keterangan Alokasi waktu 10 Menit Materi sebelumnya: Pengertian balok, pengertian kubus, dan bagian–bagian balok. Materi hari ini: bagian– bagian kubus, menggambar balok, dan menggambar kubus. 1) Mampu mengenal bagian–bagian kubus. 2) Mampu menggambar balok. 3) Mampu menggambar kubus. Motivasi: (Lampiran A). 1. Guru mengajak siswa untuk mengamati video menggambar balok dan kubus. Mengamati 2. Terkait dengan fokus pengamatan video siswa diajak untuk mengajukan pertanyaan. Menanya 100 Menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L114 3. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai: bagian–bagian kubus (sebelumnya guru sudah meng–upload materi hari ini melalui aplikasi edmodo. Sehingga siswa bisa mempelajari materi terlebih dahulu). Guru membagikan LKS 2 untuk dikerjakan oleh siswa. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai: cara menggambar balok dan kubus (sebelumnya guru sudah meng–upload materi hari ini melalui aplikasi edmodo). Sehingga siswa bisa mempelajari materi terlebih dahulu. Mengumpulkan informasi 6. Siswa menalar mengenai bagian–bagian kubus, dan cara menggambar balok dan kubus. Menalar 7. Guru memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk menyampaikan hasil pekerjaannya dari LKS 2. Guru dan siswa lain memberikan komentar atau tanggapan terhadap hasil pekerjaan yang disampaikan. Guru memberikan umpan balik terhadap hasil pekerjaan siswa Mengkomunikasikan 4. 5. 8. 9. Penutup 1. 2. 3. 4. Guru mengajak siswa membuat kesimpulan, dan merefleksikan terkait dengan pembelajaran hari ini. Guru memberikan tugas 2 melalui aplikasi edmodo yang dikerjakan secara individu. Guru menjelaskan tentang bahasan materi pada pertemuan selanjutnya. Guru mengajak siswa untuk menutup pembelajaran 10 menit Tugas 2 : soal uraian Materi selanjutnya: Jaring–jaring balok, jaring– jaring kubus (siswa diminta untuk membawa kotak atau kardus kecil yang berbentuk balok atau kubus), dan luas permukaan balok. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L115 dengan berdoa. Pertemuan Keempat (2 x 40 menit) Indikator yang dikembangkan : 1.1.1, 1.1.2, 2.1.1, 2.1.2, 2.2.1, 2.2.2, 2.3.1, 2.3.2, 3.9.7, 3.9.8, 3.9.9 Kegiatan Deskripsi kegiatan Pendahuluan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 7. Guru menjelaskan tentang kegunaan materi dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan apersepsi, dan motivasi untuk membantu siswa memasuki materi 8. Inti Guru memberikan salam dan mengajak siswa berdoa. Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta. Guru mengajak siswa untuk mengingat tentang materi pada pertemuan sebelumnya melalui tanya jawab. Guru mengecek kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran hari ini. Guru menjelaskan tentang agenda pembelajaran pada pertemuan hari ini. Keterangan Alokasi waktu 10 Menit Materi sebelumnya: Bagian–bagian kubus, menggambar balok, dan menggambar kubus. Materi hari ini: jaring jaring balok, jaring–jaring kubus, dan luas permukaan balok. 1) Mampu menggambar dan membuat jaring jaring balok. 2) Mampu menggambar dan membuat jaring– jaring kubus. 3) Mampu menentukan luas permukaan balok. Motivasi: (Lampiran A). 1. Guru mengajak siswa untuk mengamati demostrasi contoh jaring–jaring balok dan jaring–jaring kubus dari kotak bungkus makanan. Mengamati 2. Terkait dengan fokus pengamatan demontrasi siswa diajak untuk mengajukan pertanyaan. Menanya 60 Menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L116 3. 4. 5. 6. Siswa berdiskusi untuk menentukan mana yang merupakan jaring–jaring balok dan kubus serta mana yang bukan merupakan jaring–jaring balok dan kubus. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai: jaring–jaring balok, dan jaring–jaring kubus (sebelumnya guru sudah meng–upload materi hari ini melalui aplikasi edmodo). Sehingga siswa bisa mempelajari materi terlebih dahulu). Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai: luas permukaan balok (sebelumnya guru sudah meng–upload materi hari ini melalui aplikasi edmodo. Sehingga siswa bisa mempelajari materi terlebih dahulu. Guru membagikan LKS 3 untuk dikerjakan oleh siswa. 7. Siswa menalar bagaimana menggambar dan menentukan jaring–jaring balok, dan jaring–jaring kubus, serta menentukan luas permukaan balok. 8. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan hasil pekerjaannya dari LKS 3. 9. Guru dan siswa lain menanggapi, memberikan komentar atau tanggapan terhadap hasil pekerjaan yang disampaikan. 10. Guru memberikan umpan balik terhadap hasil pekerjaan siswa. Penutup 1. 2. Guru mengajak siswa membuat kesimpulan, dan merefleksikan terkait dengan pembelajaran hari ini. Guru memberikan tugas 3 melalui aplikasi edmodo yang dikerjakan secara individu. Mengumpulkan informasi Menalar Mengkomunikasikan 10 menit Tugas 3 : soal uraian PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L117 3. 4. 5. Guru meng–upload link pada aplikasi edmodo untuk latihan siswa di rumah terkait luas permukaan balok. Guru menjelaskan tentang bahasan materi pada pertemuan selanjutnya. Materi selanjutnya: Luas permukaan kubus, volume balok, dan volume kubus. Guru mengajak siswa untuk menutup pembelajaran dengan berdoa. Pertemuan Kelima (3 x 40 menit) Indikator yang dikembangkan : 1.1.1, 1.1.2, 2.1.1, 2.1.2, 2.2.1, 2.2.2, 2.3.1, 2.3.2, 3.9.10, 3.9.11, 3.9.12 Kegiatan Deskripsi kegiatan Pendahuluan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Inti Guru memberikan salam dan mengajak siswa berdoa. Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta. Guru mengajak siswa untuk mengingat tentang materi pada pertemuan sebelumnya melalui tanya jawab. Guru mengecek kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran hari ini. Guru menjelaskan tentang agenda pembelajaran pada pertemuan hari ini. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Keterangan Alokasi waktu 10 Menit Materi sebelumnya: Jaring–jaring balok, jaring– jaring kubus, dan luas permukaan balok. Materi hari ini: luas permukaan kubus, volume balok, volume kubus. 1) Mampu menentukan luas permukaan kubus. 2) Mampu menentukan volume balok. 3) Mampu menentukan volume kubus. 8. Guru menjelaskan tentang kegunaan materi dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan apersepsi, dan motivasi untuk membantu siswa memasuki materi Motivasi: (Lampiran A). 1. Guru mengajak siswa untuk Mengamati 100 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L118 mengamati permasalahan yang diberikan oleh guru. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Terkait dengan fokus pengamatan permasalahan yang diberikan guru, siswa diajak untuk mengajukan pertanyaan. Guru meminta beberapa siswa untuk menjelaskan mengenai luas permukaan kubus sesuai informasi yang pernah siswa dapatkan. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai: luas permukaan kubus (sebelumnya guru sudah meng–upload materi hari ini melalui aplikasi edmodo. Sehingga siswa bisa mempelajari materi terlebih dahulu). Guru membagikan LKS 4 untuk dikerjakan oleh siswa. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai: volume balok, dan volume kubus (sebelumnya guru sudah meng–upload materi hari ini melalui aplikasi edmodo. Sehingga siswa bisa mempelajari materi terlebih dahulu). Menanya Siswa menalar mengenai menentukan luas permukaan kubus, menentukan volume balok dan kubus. Menalar 8. Guru memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk menyampaikan hasil pekerjaannya dari LKS 4. 9. Guru dan siswa lain memberikan komentar atau tanggapan terhadap hasil pekerjaan yang disampaikan. 10. Guru memberikan umpan balik terhadap hasil pekerjaan siswa Penutup 1. Menit Guru mengajak siswa membuat kesimpulan, dan merefleksikan terkait dengan pembelajaran hari ini. Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan 10 menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L119 2. 3. 4. Guru meng–upload link pada aplikasi edmodo untuk latihan siswa di rumah terkait luas permukaan kubus, volume balok, dan volume kubus. Guru menjelaskan tentang bahasan materi pada pertemuan selanjutnya. Guru mengajak siswa untuk menutup pembelajaran dengan berdoa. Materi selanjutnya: Ulangan harian balok dan kubus. Pertemuan Keenam (2 x 40 menit) Siswa mengerjakan ulangan harian balok dan kubus yang terdiri dari 15 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian. Pembelajaran diakhiri dengan penyampaian materi untuk pertemuan selanjutnya. H. Penilaian 1. Sikap Spiritual a. Teknik Penilaian : Observasi. b. Bentuk Instrumen : Lembar observasi. c. Kisi-kisi : Indikator No. Jumlah Butir Butir Nilai Instrumen 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 1.1.1. Bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika. 1 1.1.2. Serius dalam mengikuti pembelajaran matematika. 1 JUMLAH 2 d. Instrumen: Lembar Observasi (Lampiran B). e. Petunjuk Penghitungan Skor (Lampiran B). PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L120 2. No. Sikap Sosial a. Teknik Penilaian : Observasi dan Penilaian Diri. b. Bentuk Instrumen : Lembar Observasi dan Lembar Penilaian Diri. c. Kisi-kisi : Butir Nilai Indikator 1 2 3 Jumlah Butir Instrumen Menunjukkan sikap logis, kritis, analitik, konsisten, dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. 2.1.1 Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan 1 2.1.2 Bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 1 Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika, yang terbentuk melalui pengalaman belajar. 1.2.1 Aktif bertanya ketika diberikan masalah berkaitan dengan bangun ruang sisi datar. 1 1.2.2 Percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan mengkomunikasikan hasil yang diperolehnya dari tugas yang diberikan. 1 Memiliki sikap terbuka, santun, objektif, menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari hari 2.3.1 Menghargai adanya perbedaan pendapat dalam mengkomunikasikan hasil yang diperolehnya. 1 2.3.2 Terlibat aktif dalam diskusi kelompok menyelesaikan permasalahan yang diberikan. 1 JUMLAH 6 d. Instrumen: Lembar Observasi dan Lembar Penilaian Diri (Lampiran C dan D). c. Petunjuk Penghitungan Skor (Lampiran C dan D). PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L121 3. Pengetahuan a. Teknik Penilaian : Tes tertulis. b. Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda, dan Uraian. c. Kisi-kisi : No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Indikator 3.9.1 Memahami pengertian balok 3.9.2 Memahami pengertian kubus 3.9.3 Mengenal bagian–bagian balok 3.9.4 Mengenal bagian–bagian kubus 3.9.5 Menentukan ukuran dari bagian–bagian balok 3.9.6 Menentukan ukuran dari bagian–bagian kubus 3.9.7 Mengenal jaring–jaring balok 3.9.8 Mengenal jaring–jaring kubus 3.9.9 Menentukan luas permukaan balok 3.9.10 Menentukan luas permukaan kubus 3.9.11 Menentukan volume balok 3.9.12 Menentukan volume kubus Bentuk Soal Butir Soal Pilihan Ganda - Uraian - Pilihan Ganda - Uraian - Pilihan Ganda 8 Uraian - Pilihan Ganda 1 Uraian - Pilihan Ganda 13 Uraian - Pilihan Ganda 12 Uraian 1a, 4 Pilihan Ganda 9 Uraian - Pilihan Ganda 3 Uraian - Pilihan Ganda 10 Uraian 2a, 5 Pilihan ganda 7, 14 Uraian 1b Pilihan Ganda 11, 15 Uraian 2b, 3 Pilihan Ganda 2, 4, 5, 6 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L122 Uraian 1c d. Instrumen: lihat Lampiran E. e. Petunjuk (rubrik) penskoran dan penentuan nilai: lihat Lampiran E. Yogyakarta, 10 Februari 2017 Ester Lilis Chorniantini NIM: 131414022 Mengetahui, Dosen Pembimbing Guru Pamong Drs. Thomas Sugiarto, M.T C. Peni Suryaningtyas, S.Pd NPP: P. 1224 No. G. 11.276 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L123 LAMPIRAN A. LKS dan PR ✓ LKS 1 (Pertemuan Kedua) Perhatikan gambar balok di bawah ini. a. Tuliskan nama balok tersebut. b. Tentukan bidang alas dan bidang atasnya. c. Tuliskan rusuk yang tegak lurus dengan KN. d. Tentukan diagonal ruang yang bertitik sudut di N. e. Tentukan bidang diagonal yang melalui diagonal sisi PM. ✓ LKS 2 (Pertemuan Ketiga) 1. Perhatikan gambar kubus di bawah ini. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L124 a. Tulislah nama kubus tersebut. b. Tulislah bidang alas, bidang atas, dan sisi tegaknya. c. Tuliskan rusuk yang sejajar dengan BC. d. Tentukan diagonal bidang (sisi) pada ABCD. e. Tentukan diagonal ruang di titik sudut E. f. Tentukan bidang diagonal yang melalui rusuk AD. 2. Gambarlah sebuah balok ABCD.EFGH dengan panjang 4 cm, lebar 3 cm, dan tinggi 2 cm, sudut surut ° , dan perbandingan gambar . 3. Gambarlah sebuah kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 3 cm, sudut surut ° , dan perbandingan gambar . ✓ LKS 3 (Pertemuan Keempat) Luas permukaan sebuah balok adalah 592 � . Jika panjang dan tinggi balok itu berturut–turut 12 cm dan 10 cm, tentukanlah lebarnya. ✓ LKS 4 (Pertemuan Kelima) 1. Panjang rusuk–rusuk suatu kubus adalah 7 cm. Hitunglah luas permukaan kubus tersebut. 2. Sebuah bak air berbentuk balok memiliki volume sebesar 560 liter. Jika luas alas bak tersebut 70 � , tentukanlah tinggi bak itu dalam cm. 3. Hitunglah volume kubus, jika diketahui: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L125 a. Panjang rusuknya 12 cm; b. Luas permukaan kubusnya 1.536 � . TUGAS ❖ TUGAS 1 1. Perhatikan gambar di bawah ini. Tentukanlah: a. Bentuk bidang (sisi) balok itu, b. Banyaknya bidang (sisi) yang kongruen, kemudian sebutkan, c. Rusuk yang sejajar dengan rusuk AB. 2. Pada balok KLMN.OPQR, KP adalah diagonal bidang balok dan MO adalah diagonal rusuk balok. a. Sebutkanlah diagonal–diagonal bidang yang lain. b. Sebutkanlah diagonal–diagonal ruang yang lain. c. Kelompokan setiap diagonal bidang yang sama panjang! d. Apakah setiap diagonal ruang balok itu sama panjang? PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L126 3. Diantara rangkaian–rangkaian persegipanjang berikut, manakah yang merupakan jaring–jaring balok? (i) (ii) (iii) ❖ TUGAS 2 1. Perhatikan gambar di bawah ini. Gambar tersebut adalah kubus ABCD.EFGH. Sebutkan: a. Bidang alas dan bidang atasnya, b. Rusuk yang sejajar dengan AD, c. Rusuk yang tegak lurus dengan GC, d. Diagonal bidang pada bidang EFGH, e. Diagonal ruang di titik sudut C, f. Bidang diagonal (diagonal sisi) BD. yang melalui diagonal bidang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L127 2. Jawablah pertanyaan berikut: a. Apakah setiap diagonal bidang kubus memiliki panjang yang sama? b. Apakah setiap diagonal ruang kubus memiliki panjang yang sama? c. Berbentuk apakah bidang diagonal suatu kubus? 3. Apakah kedua gambar tersebut membentuk kubus tertutup? Gambar manakah yang merupakan jaring–jaring kubus? (i) (ii) 4. Diantara rangkaian–rangkaian persegi berikut, manakah yang merupakan jaring–jaring kubus? (a) (d) (b) (e) (c) (f) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L128 ❖ TUGAS 3 1. Hitunglah luas permukaan balok yang memiliki ukuran sebagai berikut. a. Panjang 12 cm, lebar 5 cm, dan tinggi 7 cm. b. Panjang 15 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 6 cm. 2. Sebuah balok memiliki panjang 16 cm dan lebar 6 cm. Jika luas permukaannya 720 � , hitunglah tinggi balok itu. 3. Tentukanlah volume balok (satuan dalam cm) yang memiliki ukuran: a. Panjang = 10 cm, lebar = 6 cm, dan tinggi = 3 cm. b. Panjang = 1 dm, lebar = 7 cm, dan tinggi = 8 cm. c. Panjang = 2,5 dm, lebar = 1 dm, dan tinggi = 15 cm. 4. Sebuah balok berukuran panjang 12 cm, tinggi 5 cm, dan luas bidang alasnya 96 � . Hitunglah volume balok tersebut. 5. Hitunglah luas permukaan kubus jika diketahui panjang rusuk – rusuknya: a. 5 cm b. 8 cm c. 10 cm d. 12 cm 6. Luas permukaan sebuah kubus adalah 1.176 � . Tentukanlah panjang rusuk kubus itu. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L129 7. Perhatikan gambar di bawah ini. Diketahui panjang AF = √ cm. Hitunglah: a. Panjang rusuk kubus, b. Panjang AG, dan c. Luas permukaan kubus. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L130 B. INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL (LEMBAR OBSERVASI) a) Petunjuk Umum 1. Instrumen penilaian sikap spiritual ini berupa Lembar Observasi. 2. Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang dinilai. b) Lembar Observasi LEMBAR OBSERVASI Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Kelas/ Semester : VIII C/II (dua) Tahun Pelajaran : 2016/2017 Periode Pengamatan : Tanggal … s.d. ... Butir Sikap : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya Indikator Sikap : 1.1.1 Bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika 1.1.2 Serius dalam mengikuti pembelajaran matematika No 1 2 3 dst Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Praktikan, Ester Lilis Chorniantini NIM. 131414022 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L131 C. INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL (LEMBAR OBSERVASI) a) Petunjuk Umum 1. Instrumen penilaian sikap sosial ini berupa Lembar Observasi. 2. Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang dinilai. b) Lembar Observasi LEMBAR OBSERVASI Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Kelas/ Semester : VIII C/II (dua) Tahun Pelajaran : 2016/2017 Periode Pengamatan : Tanggal … s.d. ... Butir Sikap : 1. Menunjukkan sikap logis, kritis, analitik, konsisten dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. 2. Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika, yang terbentuk melalui pengalaman belajar. 3. Memiliki sikap terbuka, santun, objektif, menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari–hari. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L132 Indikator Sikap : 2.1.1 Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 2.1.2 Bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 2.2.1 Aktif bertanya ketika diberikan masalah berkaitan dengan bangun ruang sisi datar. 2.2.2 Percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan mengkomunikasikan hasil yang diperolehnya dari tugas yang diberikan. 2.3.1 Menghargai adanya perbedaan pendapat dalam mengkomunikasikan hasil yang diperolehnya 2.3.2 Terlibat aktif dalam diskusi kelompok menyelesaikan permasalahan yang diberikan. No 1 2 3 dst Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Praktikan, Ester Lilis Chorniantini NIM. 131414022 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L133 D. INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL (LEMBAR PENILAIAN DIRI) a) Petunjuk Umum 1. Instrumen penilaian sikap sosial ini berupa Lembar Penilaian Diri. 2. Instrumen ini diisi oleh PESERTA DIDIK untuk menilai dirinya sendiri. 3. Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. b) Lembar Penilaian Diri LEMBAR PENILAIAN DIRI Nama : ... Kelas/ Nomor Urut : … Semester : II (dua) TahunPelajaran : 2016/ 2017 Hari/ Tanggal Pengisian :… Butir Nilai : 1. Menunjukkan sikap logis, kritis, analitik, konsisten dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. 2. Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L134 matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika, yang terbentuk melalui pengalaman belajar. 3. Memiliki sikap terbuka, santun, objektif, menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari–hari. Indikator Sikap : 2.1.1 Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 2.1.2 Bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 2.2.1 Aktif bertanya ketika diberikan masalah berkaitan dengan bangun ruang sisi datar. 2.2.2 Percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan mengkomunikasikan hasil yang diperolehnya dari tugas yang diberikan. 2.3.1 Menghargai adanya perbedaan pendapat dalam mengkomunikasikan hasil yang diperolehnya 2.3.2 Terlibat aktif dalam diskusi kelompok menyelesaikan permasalahan yang diberikan. No. 1. 2. 3. 4. 5. Pernyataan Saya tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Saya bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Saya aktif bertanya ketika diberikan masalah berkaitan dengan bangun ruang sisi datar. Saya percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan mengkomunikasikan hasil yang diperolehnya dari tugas yang diberikan. Saya menghargai adanya perbedaan pendapat dalam mengkomunikasikan hasil yang diperolehnya Ya Tidak PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L135 6. Saya terlibat aktif dalam diskusi kelompok menyelesaikan permasalahan yang diberikan. JUMLAH Peserta didik, __________________ PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L136 E. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN a) INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN Nama: Nilai Guru Matematika Kelas : Nomor absen: Tanda Tangan Orang tua Petunjuk: 1. Berdoalah sebelum mengerjakan soal. 2. Jawablah pada lembar jawaban yang telah disediakan. 3. Selesaikan soal berikut dengan teliti dan jelas. Soal: I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Pernyataan tentang kubus berikut yang tidak benar adalah .... A. Mempunyai 12 rusuk B. Mempunyai 8 diagonal sisi yang sama C. Mempunyai 8 titik sudut D. Mempunyai 6 sisi yang kongruen 2. Diketahui volume suatu kubus adalah 216 � . Jumlah panjang rusuk– rusuknya adalah .... A. 36 cm C. 54 cm B. 45 cm D. 72 cm 3. Rangkaian–rangkaian di bawah ini yang bukan merupakan jaring–jaring kubus adalah .... PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L137 A. D. B. C. 4. Keliling alas sebuah kubus 32 cm. Volume kubus tersebut adalah .... A. 24 � B. 192 � C. 384 � D. 512 � 5. Jika 216 buah kubus kecil dengan rusuk 1 cm disusun menjadi sebuah kubus yang besar, maka rusuk kubus yang besar akan menjadi .... A. 4 cm C. 6 cm B. 5 cm D. 8 cm 6. Panjang salah satu diagonal ruang suatu kubus adalah √ cm. Volume kubus tersebut adalah .... A. 672 � B. 576 � C. 216 � D. 192 � 7. Volume sebuah kubus 64 � . Luas permukaan kubus tersebut adalah .... PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L138 A. 16 � B. 48 � C. 96 � D. 128 � 8. Pernyataan tentang balok berikut yang tidak benar adalah .... A. Mempunyai 12 buah diagonal bidang yang sama panjang B. Mempunyai 8 titik sudut C. Mempunyai 4 buah diagonal ruang yang sama panjang D. Mempunyai 3 pasang sisi, sepasang–sepasang kongruen 9. Rangkaian persegipanjang berikut yang bukan merupakan jaring–jaring balok adalah .... A. B. C. D. 10. sebuah balok memiliki ukuran panjang 12 cm, lebar 5 cm, dan tinggi 6 cm. Luas seluruh permukaan balok adalah .... A. 360 � B. 324 � C. 252 � D. 162 � 11. Sebuah bak berbentuk balok dengan panjang 3 m, lebar 1 m, dan tinggi 4 m. Volume air yang mengisi bagian bak itu adalah .... A. 12 � B. 9 � PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L139 C. 6 � D. 4 � 12. Panjang diagonal bidang kubus dengan panjang rusuknya 6 cm adalah .... √ cm A. C. √ cm B. D. √ cm √ cm 13. Pada gambar di bawah ini, jika PQ = 3 cm, QR = 2 cm, dan RV = 4 cm, tentukan luas bidang diagonal PRVT adalah .... A. B. √ √ � � C. D. √ √ � � 14. Luas permukaan kubus tanpa tutup yang rusuknya 4 cm adalah .... A. 96 � B. 80 � C. 48 � D. 40 � 15. Seorang anak terjatuh ketika membawa sekaleng penuh minyak tanah berbentuk balok dengan ukuran 45 cm × 8 cm × 8 cm. Sepertiga isi kaleng minyak tersebut tumpah. Banyaknya minyak yang tersisa dalam kaleng tersebut adalah .... A. 1920 � B. 1450 � C. 775 � D. 675 � PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L140 II. Kerjakanlah soal – soal berikut ini! 1. Panjang diagonal bidang suatu kubus adalah √ cm. Tentukanlah: a. Panjang rusuk kubus, b. Luas permukaan kubus, c. Volume kubus. 2. Luas bidang alas suatu balok adalah 108 � . Jika lebar dan tinggi balok berturut–turut adalah 9 cm dan 7 cm, tentukanlah: a. Luas permukaan, b. Volumenya. 3. Sebuah bak berbentuk balok mempunyai panjang 80 cm dan lebar 50 cm. Jika bak tersebut dapat menampung 160 liter air, tentukanlah tinggi bak tersebut! 4. Sebuah kubus mempunyai panjang rusuk 5 cm. Tentukan panjang diagonal ruangnya! 5. Tentukan luas permukaan balok jika balok dengan panjang 9 cm dan lebarnya 6 cm dapat memuat 6 kubus satuan dengan rusuk 3 cm! b) PETUNJUK PENSKORAN DAN PENENTUAN NILAI Skoring Maksimal Pilihan Ganda = 30 Skoring Maksimal Uraian = 35 Nilai Akhir = � �ℎ� �� ��+ � ��� × PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L141 Kunci Jawaban Ulangan Harian I. Pilihan Ganda 1. B 9. D 2. D 10. B 3. C 11. B 4. D 12. A 5. C 13. D 6. C 14. B 7. C 15. A 8. A II. Soal Uraian 1. Diketahui : diagonal bidang kubus = √ a. Panjang Rusuk Kubus √ = + 200 = 2 = = 100 r = 10 cm b. Luas Permukaan Kubus 6 =6× cm PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L142 = 6 × 100 = 600 � c. Volume Kubus = = 1000 � 2. Diketahui : luas bidang alas balok = 108 � Lebar balok = 9 cm Tinggi balok = 7 cm a. Luas Permukaan Luas bidang alas balok = p × l p =p×9 p = 12 cm 108 = 2(p × l) + 2(l × t) + 2(p × t) = 2(12 × 9) + 2(9 × 7) + 2(12 × 7) = 2(108) + 2(63) + 2(84) = 216 + 126 + 168 b. Volumenya = 510 � p × l × t = 12 × 9 × 7 = 756 � 3. Sebuah bak berbentuk balok mempunyai panjang 80 cm, lebar 50 cm, dan dapat menampung 160 liter air. 160 liter = 160 � PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L143 = 160.000 � Volume balok = p × l × t = 80 × 50 × t 160.000 160.000 = 4.000 t . t = t = 40 cm . 4. Diketahui : panjang rusuk kubus = 5 cm Panjang diagonal sisi � = � = + � = � = 50 + � + � = √ � = √ cm � = � + �� Panjang diagonal ruang � = � = √ � = 75 � = √ � = + + √ cm PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L144 5. Diketahui : panjang balok = 9 cm lebar balok = 6 cm dapat memuat 6 kubus satuan dengan rusuk 3 cm tinggi balok = 3 cm luas permukaan balok = 2(p × l) + 2(l × t) + 2(p × t) = 2(9 × 6) + 2(6 × 3) + 2(9 × 3) = 2(54) + 2(l8) + 2(27) = 108 + 36 + 54 = 198 � PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L145 Kunci Jawaban LKS ✓ LKS 1 a. Balok pada gambar di atas memiliki bidang alas KLMN dan bidang atas OPQR. Maka nama balok itu adalah KLMN.OPQR. b. Bidang alasnya KLMN dan bidang atasnya OPQR. c. Rusuk yang tegak lurus dengan KN adalah rusuk KO, NR, MQ, dan LP. d. Diagonal ruang yang bertitik sudut N adalah garis yang menghubungkan titik N dengan titik dihadapannya pada kubus itu, yakni titik P. Jadi, diagonal ruangnya adalah garis NP. e. Bidang diagonal yang melalui diagonal bidang (diagonal sisi) PM adalah bidang yang melalui diagonal bidang (diagonal sisi) PM dan rusuk dihadapannya pada balok itu, yakni rusuk NO. Jadi, bidang diagonalnya adalah bidang PMNO. ✓ LKS 2 Penyelesaian no 1: a. Kubus pada gambar di atas memiliki bidang alas ABCD dan bidang atas EFGH, sehingga nama kubus itu adalah kubus ABCD.EFGH. b. Bidang alas = ABCD Bidang atas = EFGH Sisi tegak = ABFE, BCFG, DCGH, dan ADHE PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L146 c. Rusuk yang sejajar dengan BC adalah FG, AD, dan EH. d. Pada sisi ABCD, diagonal bidang (diagonal sisi)nya adalah AC dan BD. e. Diagonal ruang di titik sudut E adalah garis yang menghubungkan titik E dengan titik dihadapannya pada kubus itu, yakni titik C. Jadi, diagonal ruangnya adalah garis EC. f. Bidang diagonal yang melalui rusuk AD adalah bidang yang melalui rusuk AD dan rusuk dihadapannya, yakni rusuk GF. Jadi, bidang diagonalnya adalah bidang ADGF. Penyelesaian no 2: Langkah – langkah untuk menggambar balok ABCD.EFGH adalah sebagai berikut. Langkah 1 : Menggambar bidang frontal balok yang berbentuk persegipanjang ABFE dengan ukuran AB = 4 cm dan AE = 2 cm. Langkah 2 : Menggambar sudut surut, yaitu sudut FEH = ° dengan menggunakan busur derajat. Kemudian ukurlah panjang EH = 1 cm, panjang tersebut diperoleh dari perbandingan gambar , yang artinya panjang rusuk ortogonal (lebar pada gambar) = × lebar sebenarnya. Jadi EH = × 3 cm = 1 cm. Langkah 3 : Menggambar bidang atas EFGH dan bidang bagian belakang, yaitu PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L147 persegipanjang DCGH yang sejajar dengan bidang ABFE. Caranya, buatlah rusuk HG = 4 cm yang melalui titik H dan sejajar rusuk EF kemudian hubungkan titik F dengan G sehingga terbentuk bidang atas EFGH. Selanjutnya membuat rusuk GC = 2 cm, rusuk HD = 2 cm, dan rusuk DC = 4 cm. Ingat, rusuk HD dan DC digambar sebagai garis putus – putus. Langkah 4 : Menggambar rusuk AD dan BC dengan cara menghubungkan titik A dengan D dan titik B dengan C. Ingat, rusuk AD digambar dengan garis putus – putus. Sehingga terbentuklah balok ABCD.EFGH Penyelesaian no 3: Langkah – langkah untuk menggambar kubus tersebut adalah sebagai berikut. Langkah 1 : Gambar bidang frontal kubus yang berbentuk persegi, yaitu persegi ABFE dengan ukuran AB = AE = EF = FB = 3 cm. Langkah 2 : Gambar sudut surut, yaitu sudut FEH = ° dengan menggunakan busur derajat. Kemudian ukurlah panjang EH = 1,5 cm, panjang tersebut diperoleh dari perbandingan gambar , yang artinya panjang rusuk ortogonal = × panjang rusuk bidang frontal. Jadi, EH = × 3 cm = 1,5 cm. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L148 Langkah 3 : Gambar bidang atas EFGH dan bidang bagian belakang, yaitu persegi DCGH dengan cara, membuat rusuk HG = 3 cm yang melalui titik H dan sejajar rusuk EF. Kemudian menghubungkan titik F dengan G. Selanjutnya buatlah rusuk GC = 3 cm yang melalui titik G dan sejajar rusuk FB, rusuk HD = 3 cm yang melalui titik H dan sejajar rusuk EA, dan rusuk DC. Ingat, rusuk yang terhalang pandangan yaitu HD dan DC digambar sebagai garis putus – putus. Langkah 4 : Gambar rusuk AD dan BC dengan cara menghubungkan titik A dengan D, dan titik B dengan C. Ingat, rusuk AD digambar dengan garis putus – putus, terbentuklah kubus ABCD.EFGH ✓ LKS 3 Diketahui L = 592 � , p = 12 cm, dan t = 10 cm. L = 2 (pl + pt + lt) ↔ 592 = 2 ((12 × l) + (12 × 10) + (l × 10)) ↔ 592 = 2 (12l + 120 + 10l) ↔ 592 = 2 (120 + 22l) ↔ 592 = (2 × 120) + (2 × 22l) ↔ 592 = 240 + 44l ↔ 592 – 240 = 44l ↔ 352 = 44l sehingga PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L149 ↔l= =8 Jadi, lebar balok itu adalah 8 cm. ✓ LKS 4 1. Diketahui panjang rusuk, r = 7 cm, maka: L=6 =6× = 6 × 49 = 294 Jadi, luas permukaan kubus itu adalah 294 � . 2. Diketahui V = 560 liter = 560 � = 560 × 1.000 � = 560.000 � Luas alas = 70 � = 70 × 100 � = 7.000 � V = luas alas × tinggi 560.000 = 7.000 × t t= . . = 80 Jadi, tinggi bak air itu adalah 80 cm. 3. Pembahasan: a. Diketahui r = 12 cm, maka: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L150 V= = 12 × 12 × 12 = 1.728 = Jadi, volumenya adalah 1.728 � . b. Diketahui L = 1.536 � L=6 1.536 = 6 × = V= . r=√ = = 256 = 16 = 16 × 16 × 16 = 4.096 Jadi, volumenya adalah 4.096 � . PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L151 Kunci Jawaban Tugas ➢ TUGAS 1 1. Penyelesaian a. Bentuk bidang balok itu adalah persegi panjang b. Tiga pasang bidang yang kongruen. Yaitu : Bidang ABCD kongruen dengan bidang EFGH, bidang ADHE kongruen dengan bidang BCGF, bidang ABFE kongruen dengan bidang DCGH. c. Rusuk AB sejajar dengan rusuk DC, EF, dan HG. 2. Penyelesaian a. Diagonal bidang: LO, NQ, MR, KM, LN, OQ, PR, KR, NO, LQ, MP. b. Diagonal ruang: LR, KQ, NP c. Diagonal bidang KM sama panjang dengan diagonal bidang NL, OQ, dan RP. Diagonal bidang KP sama panjang dengan diagonal bidang OL, NQ, dan RM. Diagonal bidang KR sama panjang dengan diagonal bidang NO, LQ, dan MP. d. Setiap diagonal ruang balok sama panjang 3. Penyelesaian a. Jaring – jaring balok b. Bukan jaring – jaring balok c. Bukan jaring – jaring balok PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L152 ➢ TUGAS 2 1. Penyelesaian a. Bidang alas: ABCD dan bidang atas: EFGH b. Rusuk yang sejajar dengan AD: rusuk BC, rusuk EH, rusuk FG c. Rusuk yang tegak lurus dengan GC: rusuk HG, GF, BC dan DC d. Diagonal bidang pada bidang EFGH: EG dan FH e. Diagonal ruang di titik sudut C: CE f. Bidang diagonal yang melalui rusuk BD: bidang BDHF 2. Penyelesaian a. Setiap diagonal bidang kubus memiliki panjang yang sama b. Setiap diagonal ruang kubus memiliki panjang yang sama c. Bidang diagonal suatu kubus berbentuk persegi panjang 3. Gambar a membentuk kubus tertutup, sedangkan gambar b tidak membentuk kubus tertutup. Gambar a merupakan jaring – jaring kubus, sedangkan gambar b bukan merupakan jaring – jaring kubus. 4. Penyelesaian a. Jaring–jaring kubus b. Jaring–jaring kubus c. Jaring–jaring kubus d. Bukan jaring–jaring kubus e. Jaring–jaring kubus f. Bukan jaring–jaring kubus PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L153 ➢ TUGAS 3 1. Penyelesaian a. Luas permukaan balok = 2(p × l) + 2(l × t) + 2(p × t) = 2(12 × 5) + 2(5 × 7) + 2(12 × 7) = 2(60) + 2(35) + 2(84) = 120 + 70 + 168 = 358 � b. Luas permukaan balok = 2(p × l) + 2(l × t) + 2(p × t) = 2(15 × 10) + 2(10 × 6) + 2(15 × 6) = 2(150) + 2(60) + 2(90) = 300 + 120 + 180 = 600 � 2. Diketahui : panjang balok = 16 cm lebar balok = 6 cm luas permukaan = 720 � Luas permukaan balok = 2(p × l) + 2(l × t) + 2(p × t) 720 = 2(16 × 6) + 2(6 × t) + 2(16 × t) 720 = 2(96) + 2(6t) + 2(16t) 720 = 192 + 12t + 32t 720 = 192 + 44t 720 – 192 = 44t 528 = 44t t = 12 cm PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L154 3. Penyelesaian a. Volume balok = p × l × t = 10 × 6 × 3 = 180 � b. Volume balok = p × l × t = 10 × 7 × 8 = 560 � c. Volume balok = p × l × t = 25 × 10 × 15 = 3.750 � 4. Diketahui : panjang balok = 12 cm tinggi balok = 5 cm luas bidang alasnya = 96 � luas bidang alas = p × l l = 12 × l l = 8 cm 96 = Volume balok = p × l × t = 12 × 8 × 5 5. Penyelesaian = 480 � a. Luas permukaan kubus = 6 =6× PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L155 = 6 × 25 = 150 � b. Luas permukaan kubus = 6 =6× = 6 × 64 = 384 � c. Luas permukaan kubus = 6 =6× = 6 × 100 = 600 � d. Luas permukaan kubus = 6 =6× = 6 × 144 = 864 � 6. Diketahui : luas permukaan kubus = 1.176 � Luas permukaan kubus = 6 1.176 =6× = . = 196 r r =√ = 14 cm PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI L156 7. Diketahui : BD = √ � a. √ � = � + = � + � =2 � 128 = 2 � � � AD AD = = 64 =√ = 8 cm b. DF = r√ = 8√ cm c. Luas permukaan kubus = 6 =6× = 6 × 64 = 384 �

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

analisis kesulitan beleaar dalam mengerjakan soal-soal akutansi pokok bahasan laporan keuangan pad siswa kelas 1.3 cawu 1 man 2 jember tahun ajaran 2000/2001
0
12
64
Efektifitas penerapan metode ekperimen dengan kerja kelompok pokok bahasa bunyi pada siswa kelas II A Cawu 2 SLTP Negeri 2 Jember tahun ajaran 2001/2002
0
6
76
Efektivitas remediasi dengan metode tugas yang direpresentasikan dalam meningkatkan hasil belajar fisika: Studi Eksperimen pada siswa kelas II cawu II pokok bahasan cahaya di SLTP Negeri 1 tahun pelajaran 2000/2001
0
2
87
Hubungan antara persepsi dan motivasi belajar fisika dengan hasil belajar fisika pokok bahasan energi siswa kelas 1 cawu III SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2001/2002
0
4
69
Pengaruh strategi pembelajaran matematika berbasis komputer menggunakan video compact disc (vcd) interatif terhadap pemahaman konsep luas dan volume bangun ruang sisi datar (studi penelitian eksperimen di SMP Negeri 10 Depok)
0
3
196
Upaya meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang sisi data dengan menggunakan media manipulatif
0
26
210
Penggunaan metode guided discovery learning untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung: studi quasi eksperimen di SMP Paramarta
6
16
69
matematika kelas 6 bab 3 bangun datar dan bangun ruang
0
17
2
matematika kelas 6 bab 3 bangun datar dan bangun ruang
0
11
2
Identifikasi miskonsepsi dalam pembelajaran IPA ruang lingkup materi dan sifatnya di SMP Joannes Bosco Yogyakarta kelas VIII tahun ajaran 2014-2015
1
4
9
Perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran project based learning (pjbl) dan konvensional pada pokok bahasan lingkaran kelas viii smp n 3 Tanjung Morawa tahun ajaran 2017-2018 - Repository UIN Sumatera Utara
0
0
162
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
10
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
28
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
25
Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa melalui pokok bahasan pesawat sederhana di SMP Negeri-4 kelas VIII semester II Palangka Raya tahun ajaran 2015/2016 - Digital Library IAIN Palangka Raya
1
1
185
Show more