MAKALAH PENDID IKAN AGAMA ISLAM

 0  0  13  2018-09-16 23:20:27 Report infringing document

  MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nama Anggota Kelompok :

  Diah Ayu Devina Ramahdanty Eva Aryanti Musyahadah Miasepta I.

  Sofya Hanifah Sari Kelas : 1H FARMASI Kelompok : 5

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

  1.1 Latar Belakang …………………………………………………………1

  1.2 Rumus Masalah ………………………………………………………...1

  1.3 Tujuan …………………………………………………………………..1

BAB II ISI

  2.1Makna subtantif dalam islam ……………………………………………2

  2.2 Sumber-sumber ajaran islam ……………………………………………2

  2.3 Aspek-aspek dalam ajaran islam ……………………………………….. 8

  

2.4 Islam sebagai agama rahmatan lil alamin ………………………………………10

  BAB III PENUTUP

  3.1 Kesimpulan ……………………………………………………………………. 11

  3.2 Saran …………………………………………………………………………… 11

  BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Agama islam merupakan agama yang memiliki aspek-aspek yang terperinci yang ada pada satu kitab umat muslim yaitu al quran, dari sebuah keyakinan ini terdapat hal-hal yang mendasar yang seharusnya lebih diketahui dan betul-betul dipahami agar semakin kokoh suatu keyakinan itu.

  B. RUMUS MASALAH

  a. Makna dari subtantif dalam islam?

  b. Darimana sajakah sumber ajaran islam?

  c. Apa sajakah aspek-aspek dalam ajaran islam?

  d. Apa yang dimaksud dengan islam sebagai agama rahmatan lil alamin?

  C. TUJUAN Agar manusia yang beragama islam lebih memahami apa saja dasar-dasar, sumber, dan aspe-aspek yang mencangkup ajaran islam ini.

  1 BAB II ISI Makna subtantif dalam islam

Islam, adalah penerimaan apa yang disampaikan oleh Nabi dan Rasul saw.,

  

sedangkan iman adalah pembenaran dengan hati. Sedangkan ihsan adalah

perwujudan dalam perbuatan. Dengan perkataan lain,iman adalah tindakan

interiorisasi dan internalisasi, sedangkan Islam adalah eksteriorisasi atau eksternalisasi apa yang ada dalam keyakinan seseorang. Dalam analisisnya, ia mengambil kesimpulan bahwa penjelasan substantif Nabi saw. mengenai iman sama dengan penjelasannya tentang Islam.

  Sumber-sumber ajaran islam

A. Al-Qur’an

  Al-Qur’an adalah sumber ajaran Islam yang utama. Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT, sesuai dengan firmannya sebagai berikut:

  ”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar- benar memeliharanya.” (QS 15:9)

”Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an. Kalau sekiranya Al-Qur’an itu

bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS 4:82)

  Al-Qur’an menyajikan tingkat tertinggi dari segi kehidupan manusia. Sangat mengaggumkan bukan saja bagi orang mukmin, melainkan juga bagi orang-orang kafir. Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan (Nuzulul Qur’an). Wahyu yang perta kali turun tersebut adalah Surat Alaq, ayat 1-5.

  2 Al-Qur’an memiliki beberapa nama lain, antara lain adalah : Al-Qur’an (QS. Al- Isra: 9), Al-Kitab (QS. Al-Baqoroh: 1-2), Al-Furqon (QS. Al-Furqon: 1), At-Tanzil (QS> As-Syu’ara: 192), Adz-Dzikir (Surat Al-Hijr: 1-9).

  Kandungan Al-Qur’an, antara lain adalah:

  1. Pokok-pokok keimanan (tauhid) kepada Allah, keimanan kepada malaikat, rasul- rasul, kitab-kitab, hari akhir, qodli-qodor, dan sebagainya.

  2. Prinsip-prinsip syari’ah sebagai dasar pijakan manusia dalam hidup agar tidak salah jalan dan tetap dalam koridor yang benar bagaiman amenjalin hubungan kepada Allah (hablun minallah, ibadah) dan (hablun minannas, mu’amalah).

  3. Janji atau kabar gembira kepada yang berbuat baik (basyir) dan ancaman siksa bagi yang berbuat dosa (nadzir).

  4. Kisah-kisa sejarah, seperti kisah para nabi, para kaum masyarakat terdahulu, baik yang berbuat benar maupun yang durhaka kepada Tuhan.

  5. Dasar-dasar dan isyarat-isyarat ilmu pengetahuan: astronomi, fisika, kimia, ilmu hukum, ilmu bumi, ekonomi, pertanian, kesehatan, teknologi, sastra, budaya, sosiologi, psikologi, dan sebagainya.

  Keutamaan Al-Qur’an ditegaskan dalam Sabda Rasullullah, antara lain:

  1. Sebaik-baik orang di antara kamu, ialah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya

  2. Umatku yang paling mulia adalah Huffaz (penghafal) Al-Qur’an (HR. Turmuzi)

  3. Orang-orang yang mahir dengan Al-Qur’an adalah beserta malaikat-malaikat yang suci dan mulia, sedangkan orang membaca Al-Qur’an dan kurang fasih lidahnya berat dan sulit membetulkannya maka baginya dapat dua pahala (HR. Muslim).

  4. Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah hidangan Allah, maka pelajarilah hidangan Allah tersebut dengan kemampuanmu (HR. Bukhari-Muslim).

  3

  5. Bacalah Al-Qur’an sebab di hari Kiamat nanti akan datang Al-Qur’an sebagai penolong bagai pembacanya (HR. Turmuzi).

  5. Sebagai obat penyakit (jiwa) (QS. 10: 57; 17:82; 41: 44)

  11. Sebagai pelajaran

  10. Sebagai pedoman hidup (QS. 45: 20)

  9. Sebagai cahaya petunjuk (QS. 42: 52)

  8. Sebagai peringatan

  7. Sebagai hidayah atau petunjuk (QS. 2:1, 97, 185; 3: 138; 7: 52, 203, dll)

  6. Sebagai pemberi kabar gembira

  4. Sebagai Furqon (pembeda antara haq dan yang bathil, baik dan buruk)

  6. Al-Qur’an adalah wahyu harfiah dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan bahasa Arab dan membacanya adalah ibadah.

  3. Pembenar (membenarkan kitab-kitab sebelumnya) (QS. 2: 41, 91, 97; 3: 3; 5: 48; 6: 92; 10: 37; 35: 31; 46: 1; 12: 30)

  2. Al-Qur’an kebenaran mutlak (Al-Haq) (QS. 2: 91, 76)

  1. Menerangkan dan menjelaskan (QS. 16:89; 44:4-5)

  Fungsi Al-Qur’an antara lain adalah:

  2. Di belakang tabir (wahyu diserap oleh indera Nabi tanpa melihat pemberi wahyu) 3. Dengan mengutus malaikat (Jibril) yang membacakan wahyu.

  1. Dengan wahyu (langsung ke dalam hati Nabi)

  Tuhan dalam menyampaikan firman-Nya kepada mansusia dialkukan dengan tiga cara, yaitu:

  4

  Al-Qur’an sebagai Mukjizat

  Mukjizat memiliki arti melemahkan, mengalahkan, atau membuat tidak kuasa. Al-Qur’an sebagai mukjizat berarti ia dapat mengalahkan atai melemahkan sehingga tida ada seorangpun yang kuasa melawannya. Mukjizat tersebut dapat berupa keindahan susunan bahasanya dan dari kedalaman isinya.

  Dari segi bahasa, Al-Qur’an, tidak ada seorang pun yang dapat menandinginya.

   Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an bukanlah buatan manusia, melainkan murni wahyu dari Allah SWT. Terhadap orang-orang yang tidak percaya kepada Al-Qur’an, Tuhan menantang mereka secara bertahap: Menantang mereka untuk menyusun karangan semacam Al-Qur’an secara  keseluruhan Kalau tak bisa, silakan menyusun sepuluh surat saja semacam Al-Qur’an

   Kalau tak bisa, silakan menyusun satu surat saja

   Jika tidak bisa juga, Tuhan menantang manusia unti membuat sesuatu seperti atau  lebih kurang sama dengan surat Al-Qur’an Bagaimanapun usahanya, manusia tidak akan bisa dan pasti tidak akan mampu untuk menyaingi Al-Qur’an.

  Dari segi isi, susunan bahasa, sastra, dan keindahannya, apa yang ada dalam Al-

   Qur’an bukan sekadar tanpa makna. Makna-makna yang terkandung dalam Al-Qur’an begitu luas. Ayat-ayatnya selalu memberikan kemungkinan arti yang tak terbatas, dan selalu terbuka untuk menerima interpretasi baru. Al-Qur’an telah disesuaikan (sudah pasti disesuaikan) bagi seluruh zaman. Al-Qur’an berisi petunjuk agama atau syari’at, dan mengandung mukjizat, tuntunan hidup di dunia dan hidup sesudah mati, serta berita- berita gaib, seperti berita tentang manusia akan dibangkitkan di hari akhirat. Al-Qur’an juga mengandung keterangan tentang isyarat-isyarat ilmiah. Seluruh ilmu pengetahuan dan teknologi pada dasarnya berasal dari Al-Qur’an.

  Keutamaan membaca Al-Qur’an, yaitu membacanya adalah ibadah. Bagi orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapat pahala yang telah dijanjika Allah SWT. Menurut Ali Bin Abi Thalib, membaca Al-Qur’an dalah 50 kebajikan untuk tiap-tiap hurufnya apabila dibaca waktu melaksanakan sholat, 25 kebajikan apabila di luar sholat (dalam keadaan berwudhu), dan 10 kebajikan apabila tidak berwudhu. Bukan hanya membaca, mendengarkan orang yang membaca Al-Qur’an pun akan mendapat kan pahala. Selain membaca dan mendengar, belajar dan mengajarkan membaca Al-Qur’an pun adalah suatu kebajikan.

  B. As-Sunnah Sunnah dalam bahasa berarti tradisi, kebiasaan adat-istiadat. Dalam terminologi

  Islam, sunnah berarti perbuatan, perkataan dan keizinan Nabi Muhammad SAW. Dalam mengukur keotentikan suatu hadits (As-Sunnah), para ahli telah menciptakan suatu ilmu yang dikenal dengan ”musthalah hadits”. Untuk menguji validitas dan kebenaran suatu hadits, paramuhadditsin menyeleksinya dengan memperhatikan jumlah dan kualitas jaringan periwayat hadits tersebut yang dengan sanaad. Macam-macam As-Sunnah: ditinjau dari bentuknya

   1. Fi’li (perbuatan Nabi)

  2. Qauli (perkataan Nabi)

  3. Taqriri (persetujuan atau izin Nabi)

  6

   ditinjau dari segi jumlah orang-orang yang menyampaikannya

  1. Mutawir, yaitu yang diriwayatkan oleh orang banyak

  2. Masyhur, diriwayatkan oleh banyak orang, tetapi tidak sampai (jumlahnya) kepada derajat mutawir 3. Ahad, yang diriwayatkan oleh satu orang.

   Ditinjau dari kualitasnya

  1. Shahih, yaitu hadits yang sehat, benar, dan sah

  2. Hasan, yaitu hadits yang baik, memenuhi syarat shahih, tetapi dari segi hafalan pembawaannya yang kurang baik.

  3. Dhaif, yaitu hadits yang lemah 4. Maudhu’, yaitu hadits yang palsu.

   Ditinjau dari segi diterima atau tidaknya 1. Maqbul, yang diterima.

  2. Mardud, yang ditolak.

  Kedudukan As-Sunnah:

  1. Sunnah adalah sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an

  2. Orang yang menyalahi Sunnah akan mendapat siksa (QS. Al-Mujadilah, 58: 5) 3. Menjadikan Sunnah sebagai sumber hukum adalah tanda orang yang beriman (QS.

  An-Nisa’, 4: 65)

  7 Perbedaan Al-Qur’an dengan As-Sunnah: Segala yang ditetapkan Al-Qur’an adalah absolut nilainya. Sedangkan yang ditetapkan As-Sunnah tidak semuanya bernilai absolut. Ada yang bersigat absolut, ada yang bersifat nisbi zhanni Penerimaan seorang muslim terhadap Al-Qur’an adalah dengan keyakinan.

  Sedangakan terhadap As-Sunnah, sebagian besar hanyalah zhanny (dugaan-dugaan yang kuat).

  C.Aspek-aspek dalam ajaran islam

  Hukum-hukum Islam yang diatur dalam Al Qur’an dan As Sunah meliputi : 1. Aspek aqidah.

  2. Aspek akhlaq.

  3. Aspek hukum-hukum ‘amaliyah (praktis). Aspek ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu aspek ibadah yang mengatur hubungan hamba dengan Kholiq seperti sholat, zakat, shoum , haji dan seterusnya, serta aspek mu’amalah yang mengatur hubungan sesama hamba. Dalam istilah kontemporer, aspek mu’amalah ini meliputi aturan hidup yang sangat luas, yaitu : a. Ahkamul Akhwal Syakhsiah yaitu hukum-hukum yang mengatur hubungan rumah tangga, Dalam Al Qur’an terdapat sekitar 70 ayat yang membahas masalah ini.

  b. Al Ahkamul Madaniyah yaitu hukum-hukum yang mengatur transaksi ekonomi sesama anggota masyarakat, seperti jual beli, pegadaian, sewa menyewa, hutang piutang, syirkah dan seterusnya. Dalam Al Qur’an terdapat sekitar 70 ayat yang membahas masalah ini.

  8 c. Al Ahkamul Jinaiyah (hukum-hukum pidana), mengatur segala hal yang berkaitan dengan tindak pidana kejahatan serta hukumannya. Dalam Al Qur’an terdapat sekitar 30 ayat yang membahas masalah ini.

  d. Al Ahkamul Dusturiyah (hukum ketatanegaraan): mengatur mekanisme penyelenggaraan negara berikut hubungan antara penguasa dan rakyat. Dalam Al Qur’an terdapat sekitar 10 ayat yang membahas masalah ini.

  e. Ahkamul Murafa’at (hukum perdata): mengatur hal-hal yang berkaitan dengan dunia peradilan, kesaksian dan sumpah. Dalam Al Qur’an terdapat sekitar 13 ayat yang membahas ini.

  f. Al Ahkamul Iqtishodiyah wal Maliyah (ekonomi dan moneter) ; mengatur pendapatan dan belanja negara serta interaksi antara kaum kaya dan miskin sertanegara dan warga negara dalam masalah ekonomi. Dalam Al Qur’an terdapat sekitar 10 ayat yang membahas masalah ini.

  g. Al Ahkam Ad Duwaliyah : mengatur hubungan antara negara Islam dengan negara lain dan hubungan negara dengan warga negara kafir dzimmi dalam negara Islam. Dalam Al Qur’an terdapat sekitar 10 ayat yang membahas masalah ini.

  Hukum-hukum ini dibukukan dan diatur lagi secara detail dalam As Sunah An Nabawiyah yang jumlahnya sangatlah banyak. Demikianlah, syariah Islam merupakan aturan hidup dan perundangundangan paling lengkap dan sempurna yang Allah Ta’ala turunkan untuk umat manusia sampai akhir zaman nanti.

  9

D. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin

  Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia. Sesuai dengan firman Allah dalam Surat al- Anbiya ayat 107 yang bunyinya, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. Islam melarang manusia berlaku semena-mena terhadap makhluk Allah, lihat saja sabda Rasulullah sebagaimana yang terdapat dalam Hadis riwayat al-Imam al-Hakim, “Siapa yang dengan sewenang-wenang membunuh burung, atau hewan lain yang lebih kecil darinya, maka Allah akan meminta pertanggungjawaban kepadanya”. Burung tersebut mempunyai hak untuk disembelih dan dimakan, bukan dibunuh dan dilempar. Sungguh begitu indahnya Islam itu bukan? Dengan hewan saja tidak boleh sewenang-wenang, apalagi dengan manusia. Bayangkan jika manusia memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran islam, maka akan sungguh indah dan damainya dunia ini.

  10

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Kesimpulan dari makalah ini bahwa keyakinan dasar umat manusia tersebut islam

  merupakan penerimaan apa yang disampaikan oleh Nabi dan Rasul saw, yang mana

sumbernya tersebut ada pada sebuah kitab yang telah ddipercayai oleh umat islam yaitu

al-quran selain itu ada juga sumber yang lainnya yaitu as-sunnah. Aspek-aspek dalam

ajaran islam pun sudah diatur sedekimian rupa dari sumber al-quran dan as-sunnah yaitu

aspek-aspek tersebut meliputi: aqidah, akhlak, dan hukum-hukum yang lainnya. Islam buan sekedar agama yang biasa namu islam agam yang sangat luar biasa karena islam juga dapat membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta,

termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia karena itu pun islam disebut

sebagai agama rahmatan lil’alamin.

B. SARAN

  

Ini lah yang dapat kami saampaikan di makalah ini tentang keyakinan dasar umat

islam mohon maaf jika ada kekurangan dalam makalah ini, saran dari kami belajar lah agama islam dari dasar karena dari dasar tersebut kita jadi lebih bisa memahami apa

itu islam sebenernya dan lebih dalam meyakininya bahwa kita benar memilih dan

menjadi bagian dari agama islam karena agama islam itu adalaah agama yaang sempurna.

  11

Dokumen baru
Dokumen yang terkait
Tags

Makalah Pendid Ikan Multikultural Tentang

Makalah Dasar Dasar Pendid Ikan

Makalah Manajemen Pembiayaan Pendid Ikan

Makalah Pendid Ikan Karakter Yusro

Makalah Pendid Ikan Kewarganegaraan Pelak

Makalah Pendidikan Agama Islam

Makalah Pendidikan Agama Islam Pdf

Makalah Agama Politik Dan Islam

Makalah Pendidi Kan Agama Islam

Makalah Kepemimpinan Menurut Agama Islam

MAKALAH PENDID IKAN AGAMA ISLAM

Gratis

Feedback