Tinjauan Yuridis Sistem Pendidikan di In

 0  0  33  2018-11-13 12:50:58 Report infringing document
PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA TINJAUAN YURIDIS SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA: REORIENTASI PERAN GURU, SISWA DAN ORANG TUA BIDANG KEGIATAN :PKM -PENELITIAN Diusulkan oleh: Muhammad Auzan Haq Refah Kurniawan Andi Muhammad Irvan Alamsyah Nur Fuadyah Kahar Isra Nurpadilah B11115003 (2015) B11114319 (2014) B12114012 (2014) B11115023 (2015) B12116313 (2016) UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2016 DAFTAR ISI Halaman sampul .i Halaman pengesahan .ii Daftar isi .ii BAB 1. Pendahuluan .1 BAB 2. Tinjauan Pustaka .4 BAB 3. Metode Penelitian .7 BAB 4. Biaya dan Jadwal Kegiatan 4.1. Anggaran Biaya .9 4.2. Jadwal Kegiatan .9 BAB 5. Daftar Pustaka .10 BAB 6. Lampiran-Lampiran Lampiran 1. 11 Lampiran 2. 23 Lampiran 3. 26 Lampiran 4. 27 BAB I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam alinea keempat UUD NRI Tahun 1945 menyebutkan bahwa salah satu tujuan hadirnya negara Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka haruslah dibangun dan ditopang dengan sistem pendidikan yang baik. Tolak ukur keberhasilan suatu sistem pendidikan dikonkretkan didalam Pasal 31 ayat (3) UUD NRI 1945. Dalam pasal tersebut menjelaskan bahwa tujuan utama dalam sistem pendidikan nasional adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia. Sehingga proses pendidikan haruslah mampu membangun 3 ranah yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan Salah satu unsur terpenting dalam pendidikan adalah tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung dalam hal ini adalah sekolah. Dunia persekolahan merupakan dunia yang paling berpengaruh dalam menciptakan insan-insan yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Dalam dunia persekolahan setidaknya kembali didukung oleh tiga unsur penting yaitu guru, orang tua siswa dan murid. Akan tetapi dalam beberapa dekade terakhir kita sering dihebohkan dengan adanya kekerasan yang sering terjadi dilingkungan sekolah. Munculnya fenomena tersebut menuai respon dari berbagai pihak, disisi lain terdapat masyarakat bahkan orang tua dari peserta didik yang setuju dengan adanya kekerasan tersebut karena merupakan bagian dari proses mendidik anak. Dipihak lain memiliki dasar bahwa anak merupakan aset masa depan bangsa yang harus dilidungi dari segala kekerasan, dan akhirnya menyebabkan Guru dan siapapun lainnya di sekolah dilarang memberikan hukuman fisik kepada anak-anak. Hal tersebut menyebabkan sekolah yang harusnya menjadi tempat yang aman untuk belajar dan berprestasi mulai terkikis menjadi tempat yang tidak aman. Di dalam UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak secara garis besar menegaskan bahwa setiap Anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain. Selain itu jauh sebelumnya penolakan kekerasan terhadap anak telah dlakukan pada tahun 1990 dimana Indonesia ikut serta dalam penandatanganan Konvensi PBB untuk hak-hak anak. Didalam konvensi tersebut dimana pada artikel ke-37 jelas menyatakan bahwa negara harus menjamin tidak seorang anakpun boleh mendapatkan siksaan atau kekejaman lainnya. Meskipun secara normatif negara telah berkomitmen dengan tegas dan melakukan pelarangan dengan keras, akan tetapi munculnya kekerasan guru terhadap murid dilingkungan sekolah tidak dapat terhindarkan. Salah satu kasus kekerasan guru terhadap murid yang baru- ini terjadi dikota Makassar, tepatnya di SMK 2 Makassar dimana seorang guru arsitektur atas nama Dahrun memukul salah satu muridnya karena jarang mengerjakan tugas. Permasalahan tersebut semakin memanas ketika si murid melapor kejadian tersebut ke orang tuanya, akhirnya orang tua murid tersebut datang ke sekolah dan langsung memukuli guru tersebut. Yang miris ketika si murid pun juga ikut memukul gurunya sendiri. Bukan hanya dimakassar, kasus kekerasan guru terhadap murid juga terjadi di jawa timur, dimana seorang guru SMP Raden Rahmat Balongbendo, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo divonis 3 bulan penjara oleh pengadilan Negeri Sidoarjo karena hanya lantaran mencubit siswanya. Dan juga terdapat lagi seorang guru MTs Miftahul Khoirot Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang terpaksa ditahan oleh polres semarang dikarenakan melakukan tindak kekerasan terhadap siswa di lingkungan sekolah. Dan masih banyak lagi bukti adanya kekerasan guru terhadap murid. Yang pada intinya menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman guru, siswa dan orangtua murid terkait bagaimana keharmonisasian antara konsep perlindungan anak dari kekerasan dan konsep pembinaan guru terhadap murid di sekolah Sehingga hadirnya penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk harmonisasi dalam dunia pendidikan khususnya antara konsep perlindungan anak dari kekerasan dan konsep pembinaan guru terhadap murid di sekolah dengan pendekatan reorientasi peran guru, murid dan orang tua murid. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana konsidi sosiologis dari dampak perlindungan anak dari kekerasan terhadap konsep pendidikan oleh guru di lingkungan sekolah? 2. Bagaimana dampak konsep perlindungan anak dari kekerasan terhadap konsep pendidikan oleh guru di lingkungan sekolah secara yuridis? 3. Bagaimana solusi terhadap dampak konsep perlindungan anak dari kekerasan terhadap konsep pendidikan oleh guru di lingkungan sekolah? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui konsidi sosiologis dari dampak perlindungan anak dari kekerasan terhadap konsep pendidikan oleh guru di lingkungan sekolah 2. Untuk mengetahui dampak konsep perlindungan anak dari kekerasan terhadap konsep pendidikan oleh guru di lingkungan sekolah secara yuridis 3. Untuk mengetahui solusi terhadap dampak konsep perlindungan anak dari kekerasan terhadap konsep pendidikan oleh guru di lingkungan sekolah D. Urgensi Urgensi dari penelitian ini adalah melalui solusi terhadap dampak perlindungan anak terhadap pendidikan yang dilakukan oleh guru di sekolah, maka akan tercipta suatu system pendidikan yang ideal yang selama ini seharusnya mampu meliputi tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sehingga menciptakan generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara keilmuan akan tetapi juga cerdas dalam berperilaku, yang nantinya akan mampu memberi sumbangsi yang besar terhadap berbagai masalah dan bermanfaat bagi bangsa dan Negara. BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Pendidikan (Peran Guru/pendidik, Orang tua/Wali dan Anak/Siswa) a. Regulasi tentang Pendidikan Pendidikan Indonesia merupakan suatu komponen penting dalam mencapai salah satu tujuan Negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.Tentunya, melahirkan generasi harapan bangsa membutuhkan regulasi yang nyata dan jelas terkait dengan pengertian maupun teknis pelaksanaannya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwasanya :Pasal 1 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsadannegara. 2. Pendidikan nasiona ladalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. 3. Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. b. Subjek dalam Sistem Pendidikan Hadirnya UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengindikasikan adanya wujud komitmen pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Perlu dipahami, dalam satuan pendidikan juga dikenal subjek sebagai pelaksana dalam kegiatannya. Satuan tersebut termuat dalam beberapa istilah yang dipergunakan dalam dunia pendidikan (UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional),diantaranya :Pasal 1 (angka 4, 5 dan 6) Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu”.Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.”Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.”Hal-hal yang dapat dipahami sebagai subjek dalam dunia pendidikan sejatinya dapat kita batasi melalui tiga aspek, yaitu peserta didik (dalam hal ini anak),orang tua, dan pendidik (dalam hal ini guru).Sejalan dengan Pasal 1 angka 1 dan 4 UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak memberikan pengertian tentang anak dan orang tua bahwasanya “anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan” dan “orang tua adalah ayah dan/atau ibu tiri, atau ayah dan/atau ibu angkat”.Sehingga ketiga subjek tersebut dijadikan sebagai dasar untuk menentukan keberhasilan suatu pendidikan yang saling berintegrasi antara anak, guru, dan orang tua. 2.2 Perlindungan anak Dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak angka 2 bahwa “Perlindungan Anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.Perlindungan yang diberikan kepada anak harus menilai kepentingan terbaik bagi anak, utamanya dalam menjamin pendidikan yang layak dan bebas dari kekerasan. Sebagaimana telah ditegaskan dalam pasal 9 angka (1a) bahwasanya “setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesame peserta didik, dan/atau pihak lain. Bahkan dalam pasal 54 ayat 2 juga mengikut sertakan aparat pemerintah dan masyarakat dalam upaya perlindungan yang dimaksudkan. Selain itu, perlu peran dari orang tua dalam memberikan perlindungan dan pendidikan bagi anaknya (sesuai dengan pasal 26 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014) bahwa orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk: a. Mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak b. Menumbuh-kembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya c. Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak; dan d. Memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada anak. Sehingga dalam menciptakan generasi terbaik membutuhkan pembinaaan secara bekesinambungan dari seluruh pihak (anak, orang tua, masyarakat, pemerintah dan lain sebagainya) agar anak dapat menjadi harapan agama, bangsa dan negara. 2.3 Pelaksanaan Sistem Pendidikan Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan orientasi dari peran anak, orang tua, dan guru dalam menjalankan suatu system pendidikan. Perlu kita sadari, dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan diantaranya adalah keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. Terbatasnya akses pendidikan di Indonesia, terlebih lagi di daerah berujung kepada meningkatnya arus urbanisasi untuk mendapatkan akses ilmu yang lebih baik di perkotaan. Di dunia internasional, kualitas pendidikan Indonesia berada di peringkat ke-64 dari 120 negara di seluruh dunia berdasarkan laporan tahunan UNESCO Education For All Global Monitoring Report 2012. Sedangkan berdasarkan Indeks Perkembangan Pendidikan (Education Development Index, EDI),Indonesia berada pada peringkat ke-69 dari 127 negara pada 2011. 2.4 Konsep pendidikan yang baik Mengacu pada Pasal 3 Nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”Secara garis besar konsep pendidikan yang baik telah digambarkan dalam pasal tersebut diatas, hanya saja pola pengembangan dan pengimplementasiannya tidak sesuai dengan harapan. Dalam pemberian konsep pendidikan yang baik terkait reorientasi peran guru, siswa, dan orang tua, seyogyanya dapat memberikan pembinaan, perlindungan dan peningkatan kapasitas terhadap peserta didik (dalam hal ini anak) terutama mengawal tumbuh kembang anak menjadi generasi dambaan bangsa yang di bingkai dalam prinsip-prinsip pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu, tidak boleh mengesampingkan pemenuhan hak anak. Setiap anak dalam proses pendidikan berhak mendapatkan :a. Diperlakukan secara manusiawi dengan memperhatikan kebutuhan sesuai dengan umurnya. b. Memperoleh bantuan hukum dan bantuan lain secara efektif c. Bebas dari penyiksaan, penghukuman atau perlakuan lain yang kejam, tidak manusiawi serta merendahkan derajat dan martabatnya BAB 3. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam proposal ini adalah penelitian lapangan (Field research).Yaitu dengan melakukan pengamatan, wawancara, dan observasi langsung terhadap sistem pembinaan siswa oleh guru di kecamatan Tamalanrea, Makassar. 3.2 Sifat Penelitian Tipe penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitis, yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang orientasi pembinaan dan pemenuhan hak antara siswa dan guru dan memberikan data yang seteliti mungkin tentang permasalahan yang ada di lapangan. 3.3 Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini bersifat yuridis empiris, yaitu penelitian terhadap masalah dengan melihat dan memperhatikan undang-undang yang berlaku dihubungkan dengan fakta-fakta yang ada dari permasalahan yang ditemui dalam penelitian. 3.4 Obyek Penelitian 1) Sistem pembinaan siswa oleh guru di kecamatan Tamalanrea, Makassar sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. 2) Pemenuhan peran dan hak masing-masing antara siswa, guru dan orang tua sesuai Undang-Undang yang berlaku serta Konsep Sistem pendidikan Nasional Subyek penelitian. a. Para Guru di Sejumlah sekolah (SDN INPRES Tamalanrea 1, SMPN 12, SMPN 30, SMAN 6, SMAN 21) di Kecamatan Tamalanrea, Makassar. b. Para Siswa di Sejumlah sekolah (SDN INPRES Tamalanrea 1, SMPN 12, SMPN 30, SMAN 6, SMAN 21) di Kecamatan Tamalanrea, Makassar. c. Orang Tua Siswa di Sejumlah sekolah (SDN INPRES Tamalanrea 1, SMPN 12, SMPN 30, SMAN 6, SMAN 21) di Kecamatan Tamalanrea, Makassar. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Data yang akan dikumpulkan dan disajikan dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data berupa penelitian lapangan (Field research) melalui: a. Wawancara dan sosialisasi dengan pihak terkait dalam penelitian. b. Dokumentasi. Mengumpulkan data-data system pembinaan siswa oleh guru di sejumlah sekolah di Kecamatan Tamalanrea, Makassar. c. Observasi Bahan-bahan sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan (library research) kepustakaan dengan mengkaji peraturan perundang-undangan atau literature buku yang terkait masalah penelitian. 3.6 Sumber Data Data yang disajikan dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder yang relevan yaitu: 1. Data primer adalah data empiris yang diperoleh secara langsung dari sumber pertama (responden) pada lokasi penelitian. 2. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber-sumber tertulis, serta dokumen-dokumen, buku-buku, skripsi, jurnal, makalah, dan Undang-Undang terkait penelitian ini, termasuk literature-literatur bacaan lainnya yang berkaitan dengan pembahasan penelitian. 3.7 Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang didapat dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lainnya sehingga mudah dalam penelitian dan temuannya dapat menjadi bahan informasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis. Data yang telah terkumpul kemudian disusun dan dilaporkan apa adanya dan diambil kesimpulan yang logis kemudian dianalisis. BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya N o 1 2 3 4 Jenis pengeluaran Biaya (Rp) Peralatan penunjang Bahan habis pakai Perjalanan Lain-lain Jumlah 2.890.500 1.009.500 3.290.000 1.310.000 Rp 8.500.000 4.2 Jadwal Kegiatan B u No J e n i s 1 K e g i a t a n 1 1 Penelusuran Lokasi Penelitian (observasi) 2 Pengambilan Data dan Wawancara 3 Pengamatan Secara Langsung 4 Penyiapan laporan akhi r l 2 a 3 2 3 4 1 2 n 3 4 1 2 3 4 BAB 5. DAFTAR PUSTAKA Nawawi, Hadari. 1983. Perundang-Undangan Pendidikan. Jakarta: Ghalia. Tirtarahardja, Umar dan La Sulo. 2005. Pemgatar Pendidikan. Jakarta: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak BAB 6. LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan 1. Peralatan Penunjang Material Justifikasi Pemakaian Penyewaan Untuk penelitian Mice Wireless secara langsung Penyewaan Untuk sosialisasi di LCD sekolah-sekolah Penyewaan Untuk dokumentasi kamera digital penelitian Flashdisk 16 Untuk menyimpan GB data keperluan penelitian Koneksi Untuk mencari internet informasi tentang pendidikan anak Penyewaan Untuk dokumentasi tripod video Kuantitas 5 hari Harga satuan 50.000/hari Jumlah (Rp) 250.000 5 hari 50.000/hari 250.000 20 hari 60.000/hari 1.800.000 1 buah 150.500 150.500 2 bulan 250.000 250.000 4 hari 47.500 190.000 Sub Total (Rp) 2.890.500 2. Bahan Habis pakai Material Kertas HVS Tinta printer Logbook Pulpen Map plastik Kertas foto Kertas jilid Justifikasi Pemakaian Untuk mencetak kuesioner dan hasil penelitian Untuk mencetak kuesioner dan hasil penelitian Untuk mencatat hasil penelitian Untuk alat tulis survey Untuk menyipan form kuesioner Untuk mencetak hasil dokuentasi Untuk sampul proposal Kuantitas 3 rim Harga satuan 60.000 Jumlah (Rp) 180.000 8 botol 40.000 320.000 1 buah 19.500 19.500 6 buah 8.000 48.000 5 buah 10.000 50.000 2 rim 19.000 38.000 4 lembar 5.000 20.000 Steples Buku Buku hadiah DVD RW Untuk merapikan draft buku peraturan atau undang-undang perlindungan anak buku peraturan atau UU tentang sistem pendidikan di Indonesia menyimpan data (draft) laporan 1 30.000 30.000 1 buah 112.000 112.000 1 buah 120.000 120.000 3 buah 24.000 72.000 Sub total (Rp) 1.009.500 3. Perjalanan Material Ke kantor BPKMD Makassartempat tinggal anak Makassartempat penelitian (SD) Makassartempat penelitian (SMP) Makassartempat penelitian (SMA) Justifikasi Pemakaian mengurus suat penelitian melakukan wawancara terhadap orang tua dan anak survey lapangan Kuantitas 3 kali Harga satuan 70.000 Jumlah (Rp) 210.000 4 kali 70.000 280.000 20 kali 70.000 1.400.000 survey lapangan 10 kali 70.000 700.000 survey lapangan 10 kali 70.000 700.000 Sub Total (Rp) 3.290.000 4. Lain-lain Material pembuatan laporan pembuatan draft konsep hasil poster Justifikasi Pemakaian sebagai hasil penelitian Luaran yang dihasilkan Kuantitas 3 Harga satuan 20.000 Jumlah (Rp) 60.000 5 220.000 1.100.000 Luaran yang dihasilkan 1 150.000 150.000 Sub Total (Rp) 1.310.000 Total Keseluruhan (Rp) 8.500.000 Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas N o Nama/NIM Program studi Bidang Ilmu Alokasi Waktu Uraian Tugas Jam/Min ggu) 21 jam 1 Muhammad Auzan Haq Ilmu Hukum Ilmu Hukum 2 Refah Kurniawan Ilmu Hukum Ilmu Hukum 19 Jam 3 Andi Muhammad Irvan Alamsyah Hukum Administr asi Negara Hukum Administr asi Negara 19 Jam 4 Nur Faudyah kahar Ilmu Hukum Ilmu Hukum 21 jam 5 Isra Nurpadilah Hukum Administr asi Negara Hukum Administr asi Negara 19 Jam Ketua PJ Pengamatan langsung penelitian Analisis data hasil pra penelitian Analisis data PJ tinjauan yuridis masalah yang diteliti Mengol ah data dan hasil pra penelitian PJ Tinjauan yuridis PJ artikel Ilmiah PJ luaran yang dihasilkan Mengol ah data dan hasil pra penelitian Sekertar is PJ administrasi PJ berkas penelitian Bendah ara PJ Dokumentasi Analisis data Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua peneliti
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-08-08

Dokumen yang terkait

Tinjauan Yuridis Sistem Pendidikan di In

Gratis

Feedback