PEDOMAN PELAKSANAAN BIMBINGAN TEKNIS DAN PENDAMPINGAN KURIKULUM SMP TAHUN 2017

Gratis

0
0
55
6 months ago
Preview
Full text

PEDOMAN PELAKSANAAN BIMBINGAN TEKNIS DAN

iKEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2017 PENDAMPINGAN KURIKULUM SMP TAHUN 2017

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa DirektoratPembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, KementerianPendidikan dan Kebudayaan telah berhasil menyusun Panduan PelaksanaanBimbingan Teknis dan Pendampingan Implementasi Kurikulum Jenjang SMP Tahun2017. LATAR BELAKANG Pasal 4 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 160 Tahun 2014 Tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 menyatakan bahwa: Satuan pendidikan dasar dan pendidikanmenengah dapat melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 paling lama sampai dengan tahun pelajaran 2019/2020 .

B. LANDASAN HUKUM 1

  19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan jo Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentangPerubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentangStandar Nasional Pendidikan jo Peraturan Pemerintah Republik IndonesiaNomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan PemerintahNomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; 6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah; 7.

8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik IndonesiaNomor

  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 105 Tahun 2014 tentang Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah; 15. Peraturan Bersama Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan KebudayaanNomor 5496/C/KR/2014 dan Nomor 7915/D/KP/2014 Tentang PetunjukTeknis Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 padaSekolah Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah; 18.

C. TUJUAN PANDUAN

Panduan ini disusun dengan tujuan utama sebagai berikut: 1.memberi petunjuk operasional kepada Direktorat Pembinaan SMP dalam pelaksanaan bimbingan teknis dan pendampingan implementasi K13 sesuaitugas dan perannya; 2.memberi petunjuk operasional kepada LPMP dalam mempersiapkan, melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaan bimbingan teknisinstruktur kurikulum Kabupaten/Kota (IK), bimbingan teknis guru sasaran, dan pendampingan kurikulum; 3.memberi petunjuk operasional kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan bimbingan teknis dan pendampingan kurikulum sesuaitugas dan perannya; 4.memberi petunjuk operasional kepada sekolah sasaran dalam mempersiapkan, melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaanpendampingan In dan On; D.

SASARAN PANDUAN

  Pengelola kegiatan bimbingan teknis Kurikulum di pusat (Direktorat PSMP); 2. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; 4.

BAB II BIMBINGAN TEKNIS KURIKULUM A. KONSEP DASAR BIMBINGAN TEKNIS 1. Pengertian Bimbingan Teknis Bimbingan Teknis kurikulum dalam panduan ini didefinisikan sebagai proses

  fasilitasi pemerolehan dan/atau peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelaksanaanKurikulum. Profesional, yaitu instruktur memiliki kompetensi (penguasaan mengenai pelaksanaan kurikulum) yang memadai dan memberikan pelatihandengan baik; Berdasarkan kebutuhan, yaitu materi pelatihan adalah butir-butir yang relevan dan masih belum dikuasai dan/atau memerlukan penguatan;c.

4. Tahapan Bimbingan Teknis

Pada tahun 2017, bimbingan teknis dilaksanakan secara berjenjang dengan urutan Bimbingan Teknis Instruktur Kurikulum (yang merupakan gabungandari Instruktur Nasional dan Instruktur Provinsi), Bimbingan TeknisInstruktur Kabupaten/Kota Kurikulum, Bimbingan Teknis Guru Sasaran Kurikulum dan pendampingan kurikulum di sekolah sasaran. BIMBINGAN TEKNIS DIREKTORAT PEMBINAAN FASILITATOR KURIKULUM SMP SMP DIREKTORAT BIMBINGAN TEKNIS PEMBINAAN INSTRUKTUR KURIKULUM SMP SMP

BIMBINGAN TEKNIS

LPMP INSTRUKTUR KURIKULUM SMP KABUPATEN/KOTA

BIMBINGAN TEKNIS KURIKULUM SMP

GURU SASARAN

LPMP PENDAMPINGAN KURIKULUM DI SEKOLAH SASARAN(AKTIVITAS IN DAN ON SERVICE) Gambar 1 : Alur jenjang kegiatan Bimbingan Teknis Kurikulum

B. DURASI, STRUKTUR PROGRAM DAN MATERI BIMBINGAN TEKNIS

  Durasi Bimbingan Teknis Fasilitator Kurikulum SMP, Bimbingan Teknis InstrukturKurikulum SMP, dan Bimbingan Teknis Instruktur Kurikulum SMPKabupaten/Kota diselenggarakan dengan durasi 4 hari, 30 jam pelajaran (@ jam pelajaran 60 menit). Materi umumdiberikan kepada semua peserta dengan isi dan metode yang sama dalam sidang/sesi pleno, materi pokok diberikan kepada kelompok-kelompok gurumata pelajaran dengan materi sesuai kebutuhan mata pelajaran masing- masing, dan materi penunjang merupakan pelengkap penyelenggaraanpelatihan.

3. Materi Bimtek

  Untuk menjamin mutu pelaksanaan bimbingan teknis di setiap tingkat, telah disusun silabus dan materi untuk setiap mata latih. Setiap materi mata latihberisi rumusan tujuan, uraian materi, skenario/aktivitas bimbingan teknis yang dilengkapi dengan LK, dan teknik penilaian kinerja peserta bimbinganteknis.

C. PELAKSANAAN BIMBINGAN TEKNIS INSTRUKTUR KURIKULUM 1. Bimbingan Teknis Fasilitator Kurikulum SMP a

  NarasumberNarasumber Bimbingan Teknis Fasilitator Kurikulum SMP adalah para pejabat dan staf Direktorat PSMP, Puspendik, dan Puskurbuk, dan paraNarasumber Kurikulum Nasional yang terdiri atas unsur dosen, guru, kepala sekolah dan pengawas. PelaksanaBimbingan Teknis Fasilitator Kurikulum SMP dilaksanakan oleh DirektoratPembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal PendidikanDasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

2. Bimbingan Teknis Instruktur Kurikulum SMP a

  Peserta1) Jumlah dan unsur pesertaPeserta Bimbingan Teknis Instruktur Kurikulum SMP merupakan gabungan dari Instruktur Nasional (IN) dan Instruktur Provinsi (IP)yang pada tahun 2016 sudah dinyatakan lulus. 4)Narasumber Narasumber Bimbingan Teknis Instruktur Kurikulum SMP adalah para pejabat dan staf Direktorat PSMP, Puspendik, dan Puskurbuk, dan parafasilitator Kurikulum SMP yang terdiri atas unsur dosen, guru, kepala sekolah dan pengawas.

3. Bimbingan Teknis Instruktur Kurikulum SMP Kabupaten/Kota (IK) a

  Bagi daerah-daerah tertentu dan mengingat kondisi geografi, dalam hal dana yang dialokasikan tidak mencukupi untuk membiayai pelatihan IKbagi seluruh tim IK karena tingginya biaya transportasi dari dan ke kabupaten/kota yang bersangkutan, jumlah anggota tim IK dariKabupaten/Kota tersebut dapat dikurangi. Namun demikian, peserta tim IK yang mengikuti pelatihan IK sekurang-kurangnya terdiri atas 5 (lima) orang meliputi rumpun mata pelajaran MIPA (Matematika dan IPA), IPS(IPS dan PPKn), Bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris),Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan rumpun mata pelajaran kelompok B (PJOK, Seni Budaya, dan Prakarya).

4. Bimbingan Teknis Kurikulum SMP Guru Sasaran a

  Guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti selainIslam yang dikirim adalah salah satu Pendidikan Agama yang peserta didiknya paling banyak di sekolah sasaran yang bersangkutan. b)Kriteria Peserta bimbingan teknis dari masing-masing sekolah sasaran dipilih dengan ketentuan berikut:1) Guru mata pelajaran yang mengajar kelas VII;2) Kepala sekolah yang sekaligus mewakili guru mata pelajaran yang diampunya; 3)Pendidikan sekurang-kurangnya S1/D4 di bidang pendidikan; 4)Dapat menggunakan komputer (laptop) terutama Word, PPt, dan internet; 5)Diutamakan PNS; 6)Berkepribadian baik; 7)Sehat; dan d.

D. Pendanaan

  Biaya yang diperlukan untuk Bimbingan Teknis Instruktur Kurikulum bersumber dari APBN Pusat melalui DIPA Kegiatan Pembelajaran, DirektoratPembinaan Sekolah Menengah Pertama Tahun Anggaran 2017. Biaya Bimbingan Teknis Instruktur Kabupaten/Kota dan pelatihan Guru Sasaran berasal dari DIPA LPMP Tahun Anggaran 2017.

E. Peran dan Tanggung Jawab 1

  Melakukan penjaminan kualitas pelaksanaan Bimbingan Teknis implementasi Kurikulum 2013 baik Bimbingan Teknis Instruktur Kurikulum, Bimbingan Teknis Instruktur Kabupaten/Kota, BimbinganTeknis Guru Sasaran, maupun pelaksanaan pendampingan; f. Menetapkan kuota pelaksana K13 di setiap Kabupaten/Kota dan menetapkan SMP pelaksana K13 di setiap Kabupaten/Kota denganmemperhatikan usulan LPMP dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; g.

2. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) a

  Melakukan penjaminan kualitas pelaksanaan Bimbingan TeknisKurikulum bagi Guru Sasaran dan pelaksanaan pendampingan; Menyiapkan dan menandatangani Surat Perjanjian Pemberian BantuanPemerintah bersama-sama dengan sekolah induk klaster atau sasaran pelaksana kurikulum;f. Melakukan koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dengan DirektoratPembinaan SMP dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; dan h.

3. Kabupaten/Kota a

  Cakupan/aspekMonitoring dilakukan untuk semua tingkatan bimbingan teknis dengan cakupan/aspek monitoring minimal meliputi: 1) materi bimbingan teknis;2) metode/aktivitas bimbingan teknis;3) waktu pelaksanaan dan durasi bimbingan teknis ;4) instruktur;5) peserta;6) pendanaan;7) akomodasi dan konsumsi; dan8) manajemen. PelaksanaPelaksana monitoring adalah:1) Direktorat Pembinaan SMP untuk monitoring pelaksanaan BimbinganTeknis Fasilitator, Bimbingan Teknis Kurikulum, Bimbingan Teknis Instruktur Kabupaten/Kota, dan Bimbingan Teknis Guru sasaran.

2. Evaluasi pelaksaaan Bimbingan Teknis a

  Teknik dan instrumen pengumpulan dataPengumpulan data dapat menggunakan satu atau lebih teknik, yaitu angket, pengamatan, wawancara, dan studi dokumen. Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepadaLPMP dan sekolah bilamana terbukti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi,kelompok, atau golongan.

BAB II I PENDAMPINGAN KURIKULUM SMP A. Konsep Dasar Pendampingan Kurikulum 1. Pengertian pendampingan Pendampingan pelaksanaan kurikulum adalah pemberian bantuan teknis

operasional perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan kurikulum kepada sekolah (terutama guru dan kepala sekolah) yang diberikan olehInstruktur Kabupaten/Kota.

2. Tujuan pendampingan

  Sasaran utama pendampingan adalah guru mata pelajaran dan kepala sekolah. Bagi guru, tujuan utamanya adalah bahwa guru meningkatketerampilan operasionalnya dalam: a.menyusun RPP; b.menyusun instrumen penilaian; c.melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, problem-based learning, project-based learning , dan discovery learning dengan integrasi penumbuhan budi pekerti; d.melaksanakan penilaian dan mengelola hasil penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan; dane.menyelesaikan hambatan-hambatan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian.

3. Prinsip-prinsip pendampingan

  Integral, yaitu aspek-aspek dan aktivitas pendampingan memfasilitasi guru dan kepala sekolah mengimplementasikan K13 secara utuh; d. Kolegial, yaitu hubungan kesejawatan antara instruktur, guru, dan kepala sekolah; dan e.

B. Pelaksanaan Pendampingan 1

  Pendampingandiberikan setelah sekolah sasaran memperoleh bimbingan teknis kurikulum Berdasarkan alur pelaksanaan pendampingan pada Gambar 2 pendampingan kurikulum dilaksanakan setelah Bimbingan Teknis Kurikulum (Pusat),Bimbingan Teknis Instruktur Kurikulum Kabupaten/Kota dan BimbinganTeknis Guru Sasaran diselenggarakan. Tahapan Pelaksanaan (Do) Terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru (guru model) untuk mempraktikkanrancangan pembelajaran yang telah disusun bersama, dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru sejawatdan atau oleh kepala sekolah, pengawas sekolah, dan undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer.

2) Proses pembelajaran dilakukan dalam setting yang wajar dan natural

  3)Pengamat tidak mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan tidak menintervensi guru maupun siswa. 5)Pengamat harus belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk menilai bagus atau kurangnya pembelajaran.

c. Tahapan Refleksi

d. Tahapan Tindak Lanjut

  Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah melaksanakan pembelajaran(guru model), dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya, misalnyamengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam merealisasikan rancangan pembelajaran yang telah disusun. Diskusi dalam kegiatan refleksi seharusnya menghasilkan: 1) perbaikan atas rancangan pembelajaran yang telah disusun sebelumnya; 2) diperolehsejumlah pengetahuan dan pengalaman baru atau keputusan-keputusan penting untuk perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran; dan 3)pemahaman tentang karakteristik konsep materi ajar, cara belajar siswa, maupun cara evaluasi yang sangat berguna untuk perbaikan prosespembelajaran.

4. Pendampingan In a

  Materi dan aktivitasMateri (fokus) pendampingan In 1 dan In 2 adalah pelaksanaan pembelajaran dan penilaian sebagaimana disajikan pada Tabel 2 dan Tabel 3. Struktur panitia pelaksana pendampingan In adalah sebagai berikut:Penanggungjawab : Kepala Sekolah (sekolah induk)Ketua : Wakaur KurikulumSekretaris : Guru senior yang dipilih oleh forum rapatBendahara : Bendahara sekolahSeksi akademik : Guru yang dipilih oleh forum rapatSeksi sarpras : Wakaur Sarpras dan dua staf TUSeksi konsumsi : Guru yang dipilih oleh forum rapat dan seorang staf TU Waktu dan tempat pelaksanaan Pendampingan In dilaksanakan pada Juli s.d September 2017.

5. Pendampingan On a

  Pelaksana Pendampingan OnPelaksana pendampingan On adalah Sekolah Imbas yaitu oleh panitia pelaksana yang dibentuk melalui rapat pembentukan panitia pelaksanapendampingan On yang dihadiri oleh kepala sekolah semua wakil kepala sekolah, dan para guru serta kepala dan staf TU. Struktur panitia pelaksana pendampingan On adalah sebagai berikut:Penanggungjawab : Kepala SekolahKetua : Wakaur KurikulumSekretaris : Guru senior yang dipilih oleh forum rapatBendahara : Bendahara sekolahSeksi akademik : Guru yang dipilih oleh forum rapatSeksi sarpras : Wakaur Sarpras dan satu staf TUSeksi konsumsi : Guru yang dipilih oleh forum rapat dan satu staf TU Waktu dan tempat pelaksanaan Pendampingan On Pendampingan On dilaksanakan pada Juli s.d Desember 2017.

6. Penetapan sekolah induk kluster a

Kriteria sekolah induk kluster1) Telah melaksanakan K13 sekurang-kurangnya sejak tahun pelajaran2015/2016; 2)Memiliki manajemen yang baik; 3)Memiliki paling sedikit 15 ruang kelas dengan perabotan (meja, kursi, papan tulis) yang layak; 4)Memiliki sumber daya listrik minimal 3.300 watt; 5)Memiliki sumber air bersih yang memadai; 6)Memiliki laboratorium IPA; 7)Memiliki perpustakaan; 8)Dapat dicapai dengan mudah dan cepat oleh anggota-anggota kluster; 9)Diutamakan memiliki sarana dan prasarana TIK dan akses internet; 10)Diutamakan memiliki aula; 11)Diutamakan memiliki sarana dan prasarana olahraga; 12)Diutamakan memiliki ruang layanan BK;

13) Diutamakan memiliki laboratorium bahasa

  Teknik dan instrumen pengumpulan dataTeknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, pengamatan, wawancara, dan studi dokumen. PelaksanaPelaksana monitoring pelaksanaan pendampingan adalah: 1)Direktorat Pembinaan SMP untuk monitoring pengelolaan pendampingan oleh LPMP dan pelaksanaan pendampingan di sekolahinduk dan sekolah imbas; 2)LPMP untuk monitoring pelaksanaan pendampingan di sekolah induk dan sekolah imbas; dan 3)Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk monitoring pelaksanaan pendampingan di sekolah induk dan sekolah imbas.

2. Evaluasi pelaksaaan pendampingan a

  Teknik dan instrumen pengumpulan dataTeknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, pengamatan, wawancara, dan studi dokumen. Instrumen yang digunakan adalahkuesioner, lembar pengamatan, petunjuk wawancara, dan rubrik analisis dokumen.

3. Pelaporan

  Sebagai salah satu bentuk akuntabilitas, pelaksana pendampingan menyusun laporan, yaitu:a.laporan pelaksanaan kegiatan, dan b.laporan keuangan. LPMP menyusun laporan pelaksanaan bimbingan teknis dan pendampingan secara keseluruhan dan menyerahkan laporan kepadaDirektorat Pembinaan SMP.

4. Sanksi

  Penerapan proses hukum, yaitu mulai proses penyelidikan, penyidikan dan proses peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukanpenyimpangan dana. Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepadaLPMP dan sekolah bilamana terbukti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi,kelompok, atau golongan.

5. Layanan informasi

  Layanan informasi dan aduan tentang bimbingan teknis dan Pendampingan dapat menghubungi :a. Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan alamat:Subdit Kurikulum, Dit.

BAB IV PENUTUP Implementasi Kurikulum memerlukan keterlibatan semua unsur sekolah untuk

  Oleh karena itu, agar Bimbingan Teknis dan pendampingan implementasi Kurikulum di SMP dapat terlaksana sesuai tujuandiperlukan adanya komitmen dari seluruh pihak yang terkait baik unsur pusat,LPMP, Kabupaten/Kota, sekolah pelaksana K13 untuk bersama-sama mengupayakan keberhasilan keseluruhan kegiatan Bimbingan Teknis danpendampingan implementasi Kurikulum, sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing. Melalui pedoman ini diharapkan semua pihak yang terkait dengan BimbinganTeknis dan pendampingan implementasi Kurikulum dapat melaksanakan tugas dan perannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (55 Halaman)
Gratis