Full text

(1)
(2)

Gambaran Umum

Dua populasi ingin dibandingkan rata-ratanya.

Contoh acak diambil dari masing-masing

populasi.

Menggunakan contoh acak yang berasal dari

populasi pertama diperoleh nilai rata-rata dan

dari contoh acak kedua diperoleh nilai rata-rata

1

x

2

(3)

Pembandingan bisa melibatkan salah satu dari

(4)

Saling Bebas atau Berpasangan?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bermaksud

mengevaluasi dan membandingkan motivasi pengembangan diri guru di sekolah dasar negeri dan sekolah dasar swasta.

Untuk tujuan tersebut, seratus orang guru dari sekolah

negeri dan seratus orang guru dari sekolah swasta dilibatkan.

Setiap orang guru diwawancarai oleh psikolog terlatih untuk

(5)

Saling Bebas atau Berpasangan?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bermaksud

mengevaluasi dan membandingkan motivasi

pengembangan diri guru sekolah dasar, sebelum dan

sesudah penerapan sertifikasi guru.

Sebanyak seratus orang terlibat dan diamati

motivasinya beberapa bulan sebelum penerapan

program sertifikasi. Selanjutnya, guru-guru yang sama

kemudian diamati kembali satu tahun setelah

(6)

Perbandingan Nilai Tengah Dua Populasi

Kasus Dua Contoh Saling Bebas

Setiap populasi diambil

contoh acak berukuran tertentu (bisa sama, bisa juga tidak sama)

Pengambilan kedua contoh

saling bebas

Tujuannya adalah menguji

apakah parameter 1 sama dengan parameter 2

Populasi I X~N(1,12)

Contoh I (n1)

Populasi II X~N(2,22)

Contoh II (n2) Acak dan

saling bebas

(7)

Bentuk Hipotesis

Hipotesis

Hipotesis satu arah (One-Tail Hypothesis)

H

0

:

1

-

2

0

vs H

1

:

1

-

2

<

0

H

0

:

1

-

2

0

vs H

1

:

1

-

2

>

0

(8)

Bentuk Hipotesis

Jika

0

= 0

Hipotesis satu arah (One-Tail Hypothesis)

H

0

:

1

2

vs H

1

:

1

<

2

H

0

:

1

2

vs H

1

:

1

>

2

(9)

Statistik Uji

dengan

Jika diasumsikan ragam kedua populasi sama besar atau 2

1 = 22

Jika diasumsikan ragam kedua populasi tidak sama besar atau 2

(10)

Daerah kritis pada taraf nyata (

)

Pada prinsipnya sama dengan kasus satu contoh,

dimana daerah penolakan H

0

sangat tergantung

dari bentuk hipotesis alternatif (H

1

) dan statistik uji

H1: 1- 2 <0  Tolak H0 jika th < -t(; db)(tabel)

H1: 1- 2 >0  Tolak H0 jika th > t(; db)(tabel)

(11)

Derajat Bebas Pengujian

Jika diasumsikan ragam kedua populasi sama besar atau 2

1 = 22

Derajat bebas = n1 + n2 – 2

Jika diasumsikan ragam kedua populasi sama besar atau 2

(12)

Teladan

PT MultiKertas mengklaim bahwa kertas produksinya lebih baik dari pada produk PT Kertasku, dalam artian lebih tahan dan kuat menahan beban. Guna memeriksa hal tersebut, dilakukan pengukuran kekuatan kertas yang dipilih acak masing-masing sebanyak 10 lembar dari kedua perusahaan tersebut. Data yang didapatkan adalah sebagai berikut:

Ujilah apakah klaim MultiKertas didukung oleh data dengan mengasumsikan ragam kedua populasi berbeda dan menggunakan taraf nyata 10%

Kertasku 30 35 50 45 60 25 45 45 50 40

(13)

Jawab:

Rata-rata dan ragam kedua contoh:

Perbandingan kekuatan karton

• Hipotesis:

(14)

• Statistik uji: (ragam populasi tidak diketahui dan diasumsikan

12  22 )

• Daerah kritis pada taraf nyata 10%:

Tolak H

0

jika t

h

<- t

(0.10;17)

= -1.333

• Kesimpulan:

Tolak H0, artinya klaim PT MultiKerta

didukung

oleh data.

(15)

Perbandingan Nilai Tengah Dua

Populasi Berpasangan

Kasus Dua contoh Saling Berpasangan

Setiap populasi diambil contoh acak berukuran n (wajib sama)

Pengambilan kedua contoh berpasangan, ada pengkait antar kedua contoh (bisa waktu, objek, tempat, dll) – Tujuannya adalah menguji

apakah parameter 1 sama dengan parameter 2

Populasi I X~N(1,12)

contoh I (n)

Populasi II X~N(2,22)

contoh II (n) Acak dan

berpasangan 1 ??? 2

Pasangan 1 Pasangan …

(16)

Perbandingan Nilai Tengah Data Berpasangan

• Jika X1 adalah nilai pengukuran dari contoh pertama dan X2

adalah nilai pengukuran dari contoh kedua, dan didefinisikan D = X1 - X2, maka hipotesis statistika untuk kasus data

berpasangan:

Hipotesis satu arah:

H0: D  0 vs H1: D < 0 H0: D  0 vs H1: D > 0

Hipotesis dua arah:

H0: D = 0 vs H1: D0

(17)

Proses Analisis

Contoh 1 (X1) Contoh 2 (X2) Selisih (D)

x11 x21 D1

x12 x22 D2

x13 x23 D3

x1n x2n Dn

Data yang

dikumpulkan selanjutnya Data yang diuji

Pandang seperti dalam

pengujian hipotesis

(18)

Ilustrasi

Suatu klub kesegaran jasmani ingin mengevaluasi program diet, kemudian dipilih secara acak 10 orang anggotanya untuk mengikuti program diet tersebut selama 3 bulan. Data yang diambil adalah berat badan sebelum dan sesudah program diet dilaksanakan, yaitu:

Apakah program diet tersebut dapat mengurangi berat badan lebih dari 5 kg? Lakukan pengujian pada taraf nyata 5%!

Berat Badan Peserta

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Sebelum (X1) 90 89 92 90 91 92 91 93 92 91

Sesudah (X2) 85 86 87 86 87 85 85 87 86 86

(19)

Jawab:

Karena kasus ini merupakan contoh berpasangan,

maka:

Hipotesis:

H0 :

D

5 vs H1 :

D

> 5

Deskripsi:

Statistik uji:

(20)

Daerah kritis pada

=5%

Tolak H

0

, jika t

h

> t

(=5%,db=9)

= 1.833

Kesimpulan:

(21)

Uji Kesamaan Ragam

Dua Populasi

Pengujian pembandingan rata-rata dua

populasi mengasumsikan kesamaan atau

ketidaksamaan ragam.

Jika tidak ada alasan untuk membuat asumsi,

diperlukan pengujian terlebih dahulu untuk

(22)

Uji Kesamaan Ragam

Dua Populasi

Bentuk Hipotesis:

H0: 12 = 22

H1: 12  22

Statistik uji :

Tolak H

0

jika f

hit

> F

, dengan db

1

= n

1

-1, db

2

= n

2

- 1

db n 1;db n 1

2 2 2

1

2 2 2

1

hit

~

f

1 1 2 2

)

s

,

min(s

)

s

,

max(s

(23)

Teladan

Rata-rata hasil biomassa kedua penyinaran

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (23 pages)