NOVEL DALAM MIHRAB CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN)

Gratis

1
3
114
1 year ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian dari persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan SastraIndonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Pd., selaku Pembimbing Akademik yang selama ini turut memantau, dan menyemangati peneliti commit to user commit to user 8.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sastra merupakan seni dan karya yang berkaitan dengan ekspresi dan

  Bahkan seringkali masyarakat sangat menentukan nilaikarya sastra yang hidup di suatu zaman, sementara sastrawan sendiri adalah anggota masyarakat yang terikat status sosial tertentu dan tidak dapat mengelakdari adanya pengaruh yang diterimanya dari lingkungan yang membesarkan sekaligus membentuknya. commit to user Novel Dalam Mihrab Cinta ini banyak diminati pembaca dari semua kalangan, selain ceritanya yang membangun jiwa, novel ini juga merupakan novelterbaru dari Kang Abik dan laris di pasaran.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Hakikat Novel a. Pengertian Novel Kata novel berasal dari kata Latin novellus yang diturunkan dari kata

  Burhan Murgiyantoro (2005: 4) dalam bukunya yang berjudul Teori Pengkajian Fiksi mengungkapkan bahwa novel sebagai suatu karya fiksi yang menawarkan suatu dunia, yaitu dunia yang berisi suatu model yang diidealkan, dunia imajiner, yang dibandingkan melalui berbagai unsurintrinsiknya, seperti peristiwa, plot, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, dan lain-lain yang kesemuanya tentu saja bersifat imajinatif. Wellek dan Warren (dalam Nurgiyantoro, 2005: 24) menyatakan bahwa unsur ekstrinsik terdiri dari sejumlah unsur, di dalamnyaterdapat keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap, keyakinan, dan pandangan hidup yang kesemuanya itu akan commit to user Keadaan lingkungan pengarang, ekonomi, politik, dan sosial juga akan sangat berpengaruh terhadap karya sastra, dan hal tersebut termasukjuga ke dalam unsur ekstrinsik.

2. Pendekatan Sosiologi Sastra a. Hakikat Sosiologi Sastra

  Lewat penelitian mengenai lembaga-lembaga sosial, agama, ekonomi, politik, dan keluarga yang secara bersama-sama membentuk apayang disebut sebagai struktur sosial, agama, ekonomi, politik, dan keluarga yang secara bersama-sama membentuk apa yang disebut sebagai struktursosial. Sosiologi dikatakan memeroleh gambaran mengenai cara-cara menyesuaikan dirinya dengan dan ditentukan oleh masyarakat-masyarakattertentu, gambaran mengenai mekanisme sosialitas, proses belajar secara kultural yang dengannya individu-individu dialokasikannya pada danmenerima peranan tertentu dalam struktur sosial itu.

1. Karya sastra ditulis oleh pengarang, diceritakan oleh tukang cerita, disalin oleh penyalin, ketiganya adalah anggota masyarakat

  Karya sastra hidup dalam masyarakat, menyerap aspek-aspek kehidupan yang terjadi dalam masyarakat yang pada gilirannya juga commit to user 3. Berbeda dengan ilmu pengetahuan, agama, dan adat-istiadat dan tradisi yang lain, dalam karya sastra terkandung estetik, etika, bahkanjuga logika.

b. Pendekatan Sosiologi Sastra

  Kenyataan di sini mengandung arti yang cukup luas, yakni segala sesuatu yang berada di luar karya sastra dan yang diacuoleh karya sastra. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sosiologi sastra tidak terlepas dari manusia dan masyarakat yang bertumpu pada karya sastrasebagai objek yang dibicarakan.

3. Hakikat Nilai Pendidikan

  Istilah pendidikan secaraetimologi berasal dari bahasa Inggris to educate yang berarti mendidik dan kemudian berkembang menjadi education yang kemudian diterjemahkan ke dalambahasa Indonesia yang berarti pendidikan. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hakikat nilai pendidikan adalah suatu kegiatan pengamatan belajar yang berlangsung dalamsegala lingkungan dan sepanjang hidup yang secara sadar, disengaja, terencana, dan penuh tanggung jawab yang dilakukan oleh orang dewasa kepada pesertadidik untuk mewujudkan suasana belajar sehingga peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya dalam segala hal.

4. Nilai Pendidikan dalam Sastra

  Nilai pendidikan di dalam karya sastra tidak selalu berupa nasehat atau petuah pembaca, tetapi dapat pula berupa kritikan yang pedas maupun yangmembangun bagi seseorang, sekelompok orang atau struktur sosial yang tidak sesuai dengan harapan pengarang di dalam kehidupan nyata. Berbagai jenis nilai sastra secara garis besar nilai pendidikan dalam sastra dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu nilai agama, nilai sosial, dannilai moral, dan nilai estetis.

a. Nilai Agama dalam Sastra

  Nilai agama adalah nilai yang mendasari dan menuntun tindakan hidup ketuhanan manusia, dalam mempertahankan dan mengembangkanketuhanan manusia dengan cara dan tujuan yang benar. Nilai Estetis dalam Sastra Pada hakikatnya manusia sebagai makhluk estetis, makhluk yang dapat merasakan dan menghayati keindahan, maksudnya adalah mendidikagar seseorang dapat merasakan dan mencintai segala sesuatu yang indah dan selalu menurut norma-norma keindahan.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian mengenai kesusastraan, sehingga tidak

  Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yaitu pendekatan dalam menganalisis karya sastra dengan mempertimbangkan segi-segikemasyarakatan untuk mengetahui makna totalitas suatu karya sastra. Dalam hal ini peneliti mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan hubungan kausal fenomena yang diteliti.

2. Informan, yaitu melakukan wawancara dengan pengamat sastra/ dosen dan pembaca umum

  Langkah-langkah pengumpulan datanya sebagai berikut: 1)membaca novel Dalam Mihrab Cinta secara berulang-ulang; 2) mencatat kutipan kalimat-kalimat yang menggambarkan unsur intrinsik, latar belakang penciptaannovel, dan nilai pendidikan dalam novel Dalam Mihrab Cinta. Menyeleksi serta memilah data yang berupa kutipan yang telah berdasarkan objek yang akan dianalisis, yaitu tentang unsur intrinsik, latar belakangpenciptaan novel, dan nilai pendidikan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Novel Dalam Mihrab Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dikaji

  dengan kajian sosiologi sastra yang mendeskripsikan tentang unsur intrinsik pada novel ini yang dilihat dari segi penokohan dengan pembagian beberapatokoh, yaitu tokoh utama (main character) dan tokoh tambahan (peripheral character ), tokoh protagonis dan antagonis, tokoh sederhana dan tokoh bulat, tokoh statis dan tokoh berkembang, dan tokoh tipikal dan tokoh netral. Pendeskripsian faktor yang melatarbelakangi novel Dalam Mihrab Cinta karya Habiburrahman El Sirazy adalah tentang perjalanan hidup seorang pemuda yang penuh liku-liku dan dengan optimis melangkah mencapai kesuksesan, baik soal ketakwaan pada Tuhan maupun mengenaikisah percintaannya.

1. Unsur Intrinsik Novel Dalam Mihrab Cinta karya Habiburrahman El Shirazy

  Analisis unsur intrinsik novel merupakan sebuah penelitian yang mendasarkan objeknya pada unsur-unsur internal karya sastra. Unsur-unsurinstrinsik yang akan dibahas dalam penelitian ini antara lain: penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan tema.

a. Penokohan

  Dalam novel Dalam Mpihrab Cinta ini, penokohan sangat beragam dan berkembang, maka penulis akan menarasikan dan menganalisispenokohan yang ada dalam novel Dalam Mihrab Cinta sesuai dengan kriteria dan jenis tokohnya yang belum tentu dari jumlah tokoh yang tidaktermasuk pada beberapa jenis tipikal tokoh.1) Tokoh Utama (Main Character) Tokoh utama novel Dalam Mihrab Cinta adalah Syamsul. (DMC: 14)Dalam sekuen yang lain, sikap Syamsul yang keras kepala tetapi tetap selalu beralasan ketika dia meminta untuk melompat kelassandainya dia merasa sudah menguasai kitab yang sedang dipelajarinya, yang secara peraturan tidak sesuai dengan sistempendidikan yang ada di pesantren Al Furqan.

b) Pak Broto; dia seorang kaya yang dermawan dan murah hati

  Karenanya saya percayakan uang ini pada Ustadz.” (DMC: 149-150)c) Pak Heru; dia seorang yang kaya tapi pelit (diawal-awal cerita), kemudian setelah mengenal Syamsul dia berubah menjadi lebihdermawan (tidak pelit lagi). Hal tersebut tampak pada kutipan berikut: “Pak Heru itu bisa dikatakan yang paling kaya di perumahan ini.

d) Pak Bambang; ayah Syamsul yang sifatnya keras dan pemarah

  Gambaran sifat keras Pak Bambang tampak pada kutipan berikut:Begitu melihat Syamsul, Pak Bambang langsung menarik kerah baju koko putra yang dulu sempat dibanggakannya itu. (DMC: 81-83) Pada kutipan lain sebagai berikut: “Apa tidak sebaiknya dibawa ke dokter untuk diobatkan Bu.

e) Petugas keamanan pesantren (santri) yang tegas dan galak

  (DMC: 70-71) Sedangkan tokoh bulat bisa ditunjukkan oleh tokoh berikut: a)Syamsul; dia merupakan tokoh yang diduga-duga, dengan hanya berbekal mesantren cuma satu tahun dan dengan kondisi perjalananyang bisa dikatakan buruk tetapi berubah menjadi baik. Misalnya di awal cerita penggambaran fisik Syamsul commit to user akhir-akhir cerita ketika sudah menjadi ustadz dan mubaligh kondang,Syamsul digambarkan dengan sosok yang tampan, berwibawa, dan penuh kharisma.

b. Alur/ Plot

  Alur inimerupakan alur tambahan yang disisipkan di sela-sela bagian alur utama sebagai variasi dan merupakan lakuan tersendiri, tetapi yang masih adahubungannya dengan alur utama yang kadang-kadang dengan maksud untuk menimbulkan titik kontra terhadap alur utama dan kadang-kadangsejalan dengan alur utama itu. PertamaPesantren Lirboyo Kediri, kedua Pesantren Al Falah Ploso, ketigaPesantren Al Ihsan Semen, dan keempat pesantren Al Furqan,Pagu.” (DMC: 20-22) Lebih lanjut alur cerita ini dapat dijelaskan sebagai berikut (alur ini merupakan alur yang membawa pada alur-alur konflik tokoh utama, baikitu konflik fisik maupun konflik batin) Setelah di Kediri, Syamsul berkunjung ke pesantren-pesantren yang disarankan oleh gadis yang bertemu di kereta itu.

c. Latar/ Setting

  Gadis itu commit to user turun dan menyerahkan uang beberapa ribu kepada tukang Kutipan di atas merupakan peristiwa yang menunjukkan latar tempat yang sangat detail sekali, di samping faktor waktuyang menunjukkan kesedihan itu. Hanyaorang-orang yang ia anggap penting dan ia anggap dsari golongan sepadan dengan dirinya yang ia akrab, selain itu, iaNampa k cuek.” (DMC: 52)Selanjutnya penggambaran masyarakat sosial Jawa dalam novel ini, bisa dilihat dari bahasa yang dipakai dalam disetiap dialog.

d. Sudut Pandang

  Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa sudut pandang persona ketiga dalam novel ini adalah Syamsul hal itu bisa dilihat padakutipan berikut: Sementara itu Syamsul sudah di Pesantren Lirboyo. Sebagaimana telah dipaparkan di atas, sudut pandang dalam novel ini diwakili oleh tokohnya „Syamsul‟, namun di dalam Bab 5 dari novel ini,awal cerita, persona Syamsul diganti dengan „Ia‟.

e. Tema

  Adapun tema yang terkandung dalam novel ini adalah berbicara tentang perjalanan hidup dan lika-liku kehidupan yang harus dilalui olehseseorang. Syamsul menjadi santri yang baik, namun diperjalanan dia difitnah oleh santri yang lain, yaitu Burhan.

f. Amanat

  Amanat yang terdapat dalam novel Dalam Mihrab Cinta adalah jangan pernah menilai orang dari luarnya saja dan jangan pernahmenghakimi seseorang dengan semena-mena. Selain itu, dalam novel ini mengingatkan kita akan pentingnya kita dalam mengingatTuhan Yang Maha Esa dalam keadaan apapun dan dimanapun.

2. Latar Belakang Penciptaan Novel Dalam Mihrab Cinta a

  Kemudian ia commit to user Dengan berbekal ilmu yang diperoleh ketika nyantri, Syamsul berpura-pura menjadi guru ngaji dengan motif lain untuk menguakkejahatan Burhan yang akan mempersunting seorang gadis yang bernamaSilvie. Jika dikaitkandengan kehidupan sekarang ini, kebanyakan laki-laki yang melamar perempuan, namun dalam novel ini menunjukkan bahwa tidak hanya laki-laki yang boleh melamar, melainkan seorang perempuan pun pantas untuk melamar seorang laki-laki.

3. Analisis Nilai Pendidikan

1. Nilai Religius

  (DMC: 38) Tidak hanya itu saja, sikap dalam beribadah bisa ditunjukkan dari kebiasaan Syamsul yang selalu beri‟tikaf dan membaca Al Quranserta kitab-kitab lainnya. Ia terus berdoa layaknya Nabi Yunus berdoa, “La illaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimin .” (DMC: 80)Nilai pendidikan atau pesan moral yang ditunjukkan dalam alur di atas, merupakan bentuk entegrasi nilai pendidikan yang kuat.

2. Nilai Sosial a

  Apabila yang dilakukan seseorang itu sesuaidengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilaimempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya. Dia bicara dengan penuh rasasakit hati yang mendalam“Pak Kiai, Panjenengan belum melakukan tabayun yang sesungguhnya pada saya.” Ia lalu memandangi wajah pengurusyang ada di ruangan itu satu per satu, “Kalian memutuskan hukuman untuk saya dengan semena-mena.

4. Nilai Estetis

  Di antara anggota keluarga ini nanti ada yang benar-benar ngertiagama.” (DMC: 13)Seorang ibu yang sayang terhadap anaknya, yang senantiasa mendukung apapun pilihan anaknya jika itu baik maka seorang ibuyang sayang dengan tulus maka akan meridhoi keputusan anaknya. Nilai estetis itu bermacam-macam jenisnya, selain penggunaan diksi dengan campuran bahasa jawa, penggunaan istilah dalampenceritaan, terdapat juga nilai estetis yang bersifat abstrak yang berhubungan dengan perasaan, romantisme, seperti apa yang sudahdijelaskan di atas guna untuk memperindah bentuk kalimat dalam pemilihan kata pada suatu cerita.

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Simpulan penelitian dari novel Dalam Mihrab Cinta karya Habiburrahman El Shirazy ini adalah sebagai berikut: 1. Unsur intrinsik pada novel Dalam Mihrab Cinta karya Habiburrahman El Shirazy, didasarkan pada penokohan, alur, latar/ setting, tema, sudut pandang

  Pada novel ini, penokohan sangat beragam, ada tokoh utama, tokoh protagonis, tokoh antagonis, tokoh sederhana dan bulat, tokoh statis danberkembang, yaitu: tokoh utamanya adalah Syamsul, digambarkan sebagai seorang yang bertubuh jangkung, kurus, dan gondrong, Syamsul adalahorang yang memiliki sifat nekat dan tidak mudah putus asa, tapi terkadang ia juga sering bimbang dengan pilihannya, ia adalah anak seorangpengusaha Batik di Pekalongan. Pak Broto digambarkan sebagai seorang yang berbadan gemuk dan memiliki sifat baik hati dandermawan, Pak Heru adalah seorang yang bersifat pelit, namun akhirnya baik, Pak Bambang adalah ayah dari Syamsul yang digambarkan dengan commit to user b.

3. Nilai pendidikan dalam novel Dalam Mihrab Cinta karya Habiburrahman El

commit to user

B. Implikasi

  Latar belakang penciptaan novel Dalam Mihrab Cinta karyaHabiburrahman El Shirazy ini dapat menunjukkan adanya kebenaran mengenai pepatah “becik ketitik ala kethara” yang berarti bahwa hal-hal yang baik itu akanterlihat dan hal-hal yang tidak baik itu akan nampak juga meskipun dengan waktu yang tidak sebentar. Nilai estetis yang dapat dijadikan pelajaran bagi siswaadalah adanya pemilihan kata (diksi) dengan menggunakan campuran bahasa Jawa, serta terdapat adanya nilai keindahan secara fisik atau nilai yang dapat dilihat dandirasakan pancaindra maupun keindahan abstrak, misalnya hubungan antara keluarga, persaudaraan, persahabatan, atau romantisme, dan kasih sayang.

C. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi di atas, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:

1. Kepada Guru/ Dosen a

  Hasil penelitian ini hendaknya dapat menjadi alternatif bahan ajar dalam mengajarkan karya sastra yang berupa novel pada siswa khususnya siswaSMA dan mahasiswa. Kepada Siswa/ MahasiswaPengkajian terhadap novel Dalam Mihrab Cinta karya Habiburrahman ElShirazy, hendaknya dapat meningkatkan kemampuan analisis dan apresiasi mahasiswa dalam hal pemakaian gaya bahasa dan diksi, nilai-nilai eksplorasidan inovasinya, dan kreativitas pengarangnya.

Dokumen baru

Tags

Kajian Religiusitas Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy Habiburrahman El Shirazy Dalam Mihrab Cinta I Bag Habiburrahman El Shirazy Takbir Cinta Zahrana Novel Dalam Mihrab Cinta Kandungan Pada Novel Dalam Mihrab Cinta

Dokumen yang terkait

Kata kunci : Model Pelatihan, Manajemen Mutu, Kerjasama Sekolah PENDAHULUAN - MANAJEMEN MUTU KERJASAMA KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PENINGKATAN KUALITAS DAN AKREDITASI SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN-KOTA MAGELANG
0
0
8
PAKOM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS LESSON STUDY Rita Pramujiyanti Khotimah, Masduki, N. Setyaningsih Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unversitas Muhammadiyah Surakarta Email: r
0
1
8
PENINGKATAN PENDAPATAN UKM MELALUI PENGUASAAN TEKNOLOGI PAKAN LELE DAN PEMANFAATAN LIMBAH LOKAL DESA JATISARI KECAMATAN JATISRONO, KABUPATEN WONOGIRI
0
0
8
IMPLEMENTASI MODEL PETA (PEMBELAJARAN KOMPETENSI SPASIAL) DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI BAGI GURU SMA DI KABUPATEN SUKOHARJO JAWA TENGAH
0
0
10
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PENELITIAN DAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI GURU MATEMATIKA SMASMK MUHAMMADIYAH DI KLATEN DAN SUKOHARJO Masduki dan Muhammad Noor Kholid Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta E
0
0
8
PEMITRA BAGI PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MATEMATIKA GURU DAN SISWA SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH PROGRAM KHUSUS DI BOYOLALI Sutama, Sabar Narimo, dan Suyatmini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Email : sutamaums.ac.id Abstra
0
0
7
PENINGKATAN KETRAMPILAN MEDIA KOMUNIKASI DAN PERLUASAN KERJASAMA DALAM PENCEGAHAN NARKOBA OLEH POLDA DIY DAN BNNP YOGYAKARTA
0
0
10
PEMITRA PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI DAN PETERNAK LELE DESA PUCUNG, KECAMATAN EROMOKO KABUPATEN WONOGIRI
0
0
9
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO DALAM MASA PEMELIHARAAN PROYEK PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA SURAKARTA
0
1
20
PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR - Perancangan Media Promosi Helleluyah Rock Shop Melalui Media Komunikasi Visual
0
0
77
PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN KEPUTUSAN KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
0
0
115
RESEPSI MAHASISWA JURUSAN SASTRA INDONESIA UNS ANGKATAN 2010 TERHADAP FILM LASKAR PELANGI: ANALISIS ESTETIKA EKSPERIMENTAL
0
2
195
PENGARUH FAKTOR SOSIAL DALAM ADOPSI E-COMMERCE
0
0
119
PANDANGAN DUNIA PENGARANG DALAM NOVEL NEGERI LIMA MENARA KARYA AHMAD FUADI: Sebuah Pendekatan Strukturalisme Genetik
0
0
100
PENGARUH SELISIH INFLASI, SELISIH SUKU BUNGA DAN NERACA PERDAGANGAN TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH (PERIODE 2000:I – 2011:II)
0
0
109
Show more