PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT desa siaban

 0  1  29  2018-07-12 12:41:19 Report infringing document

  

LAPORAN

KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Alat Penyemprot Tanaman Menggunakan Tabung

Penyetabil Tekanan di Desa Siabang Abang Kecamatan

  

Kutabuluh Kabupaten Karo

TIM PENYUSUN :

  1. Eswanto, ST., M.Eng : NIDN. 0111128404

  2. Ir. Amir Syam Nasution, MT : NIDN. 0025125606

  3. Prof. Dr.Ir. Ilmi Abdullah, M.Sc : NIDN. 0007105902

  4. Jufrizal, ST,MT : NIDN. 0119028202

  5. Ir. Nurdiana, MT : NIDN. 0118066702

  6. Dr.Ir.Suwarno, MT : NIDN. 0017046106

  7. Dr.Cut Nuraini, ST,MT : NIDN. 0111047401

  8. M.Razak Pardamenta Sebayang : Alumni Teknik. Mesin

  9. Sadarta Manase Silalahi : Alumni Teknik. Mesin

  

JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

  

INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN

September, 2016

KATA PENGANTAR

  Segala puji hanya milik Allah SWT sang penguasa segala kehidupan dan kematian,

tempat kelak kita mempertanggung jawabkan segala amal perbuatan selama di dunia dan

karena rahmat, hidayah dan karunia-Nya pulalah penulis dapat menyelesaikan laporan akhir

kegiatan pengabdian masyarakat yang telah selesai dilaksanakan di desa Siabang abang

kecamatan kutabuluh Kabupaten karo provinsi Sumatera Utara.

  Pada kegiatan tridarma perguruan tinggi kali ini yaitu pengabdian kepada

masyarakat dalam bentuk penerapan alat penyemprot tanaman, dimana kegiatan ini dilakukan

langsung ditengah-tengah masyarakat. Dalam abdimas ini begitu banyak hal baru dan

menarik yang diperoleh selama proses pelaksanaan pengabdian masyarakat, mulai dari surat

menyurat dari institusi ITM ke daerah tempat pengabdian sampai dengan waktu perjalanan

menuju lokasi desa siabang abang.

  Kegiatan abdimas ini rutin dilakukan oleh dosen Institut Teknologi Medan (ITM)

yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari profesi seorang dosen. Pada

kesempatan ini tim abdimas banyak mendapatkan semangat dan dukungan ataupun bantuan

dalam bentuk moril ataupun materil dari berbagai pihak hingga terlaksananya kegiatan

pengabdian masyarakat ini.

  Penulis menyadari bahwa keberhasilan dalam menyusun laporan akhir pengabdian

masyarakat ini tidak terlepas dari bantuan, saran dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh

karena itu, perkenankanlah penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1.

  Ketua Yayasan dwiwarna Medan 2. Rektor Institut Teknologi Medan, Dr. Ir.Mahrizal Masri, MT 3. Ibu Dr, Cut Nuraini, ST,MT sebagai Ketua LPM-ITM yang selalu memberi arahan

  format kegiatan pengabdian 4.

  Ketua dan sekretaris jurusan teknik mesin, terimakasih atas dukungannya 5. Ir.Suwarno,MT sebagai Dekan FTI, terimakasih atas dukungannya 6. Bapak Feri, Driver selama kegiatan ke pakpak bharat; 7. Unsur muspida dan muspika siabang abang 8. Semua pihak yang telah banyak membantu dan tidak dapat disebutkan satu persatu.

  Dalam penulisan ini, penulis menyadari bahwa laporan pengabdian ini masih jauh dari

kesempurnaan. Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis meminta maaf serta

menerima kritik dan saran dari semua pihak yang sifatnya membangun untuk kita bersama.

  Akhir kata hanya Allah SWT pemilik kesempurnaan itu tempat penulis mohon

petunjuk dan harapan, semoga tulisan laporan akhir pengabdian ini dapat bermanfaat

terutama bagi penulis sendiri dan juga seluruh pembaca. Amin ya Robbal allamin.

  September, 2016 Tim Abdimas desa Siabang abang

  

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................... i

DAFTAR ISI ...................................................................................................................... ii

BAB 1. PENDAHULUAN ................................................................................................. 1

  1.1. Analisis Situasi .............................................................................................. 1

  1.2. Permasalahan Mitra ....................................................................................... 5

  1.3. Tujuan Kegiatan ............................................................................................ 6

  

BAB 2. SOLUSI DAN TARGET LUARAN ..................................................................... 7

  2.1. Solusi yang ditawarkan ................................................................................... 7

  2.2. Target Luaran .................................................................................................. 8

  

BAB 3. METODE PELAKSANAAN ............................................................................... 9

  3.1. Metode Pelaksanaan ....................................................................................... 9

  3.2. Metode Pendekatan ..................................................................................... 10 3.2.1.

  Pemberian informasi dan penyuluhan....................................................10 3.2.2. Demonstrasi (peragaan)..........................................................................11

  

BAB 4. KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI ........................................................... 12

  4.1. Kinerja Lembaga Pengabdian Masyarakat ................................................... 13

  

BAB 5. HASIL YANG DICAPAI ................................................................................... 15

BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................... 16 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 17

  

BAB 1

PENDAHULUAN 1.1. Analisis Situasi Gambar 1. Letak desa siabang abang

  2 Kabupaten Karo memiliki Luas Wilayah 2.127,00 Km dengan Jumlah Penduduk

  393.776 Jiwa yang terbagi di 17 Kecamatan, 10 Kelurahan Dan 259 Desa. 10 Kelurahan tersebar di 3 Kecamatan, 5 di Kecamatan Kabanjahe, 4 di Kecamatan Berastagi, dan 1 di Kecamatan Tiga Binanga. Siabang Abang merupakan salah satuyang ada di kecamatan Kecamatan Kutabuluh sebagai salah satu Kecamatan di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara, terletak 33 km dari kantor Bupati, diapit oleh tiga kecamatan dansatu kabupaten yaitu sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Langkat, sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Tiga Binanga, sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Laubaleng dan sebelah timur berbatas dengan Kecamatan Tiganderket. Luas wilayah Kecamatan Kutabuluh adalah 195,70 km2 atau 9,20 persen dari total luas Kabupaten Karo. Wilayah Kecamatan Kutabuluh berada pada ketinggian antara 600-1.100 meter diatas permukaan laut, tergolong kedalam daerah beriklim tropis.

  Dari enam belas desa yang ada di Kecamatan Kutabuluh, desa Mburidi merupakan desa terluas dengan luas 29,61 km2 atau 15,13 persen dari luas kecamatan. Sedangkan desa

  

Siabang abang merupakan desa dengan luas wilayah terkecil yaitu 2,45 km2 atau hanya

  1,25 persen dari luas kecamatan. Ditinjau dari jarak kantor desa ke ibukota kecamatan, maka Desa Pola Tebu merupakan yang terjauh yaitu 43 km dari ibu kota kecamatan, sedangkan yang terdekat adalah Desa Kutabuluh dan Desa Kutabuluh Gugung yaitu sekitar 0,5 dan 1,5 km.

  Pemerintahan Kecamatan Kutabuluh dalam melayani masyarakat dipimpin oleh seorang camat dibantu seorang Sekretaris Kecamatan (Sekcam) dan pejabat eselon IV yang bertugas sebagai Kepala Seksi ataupun Kepala Sub Bagian Keuangan beserta Pegawai Negeri Sipil (PNS) lainnya yang keseluruhannya berjumlah 16 orang.

  Pemerintahan Desa yang ada di Kecamatan Kutabuluh masing-masing dikepalai oleh seorang Kepala Desa dibantu oleh seorang Sekretaris Desa (Sekdes) dan beberapa orang kepala urusan (kaur).

  Gambar 2. Letak lokasi kecamatan kutabuluh

  Gambar 3. Persentase penduduk menurut jenis kelamin dan umur kutabuluh 2016

  Dari jumlah penduduk usia kerja yakni 7.754 orang (penduduk berumur 15 tahun ke atas), terdapat sekitar 6.646 atau 85,71 persen penduduk bekerja pada lapangan usaha pekerjaan yang ada di Kecamatan Kutabuluh. Jika dilihat dari jumlah penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan, maka sebagian besar penduduk usia kerja yakni 5.887 atau 88,58 persen bekerja pada lapangan usaha pertanian, sedangkan lapangan pekerjaan Lainnya sebanyak 549 orang, PNS/ABRI sebanyak 199 orang dan industry rumah tangga sebanyak 11 orang. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian masih merupakan primadona bagi penyerapan tenaga kerja di Kecamatan Kutabuluh.

  Gambar 4. Persentase ketenagakerjaan kec. kutabuluh 2016 Hasil pertanian yang dihasilkan oleh penduduk di Kecamatan Kutabuluh diantaranya adalah jeruk, kopi, padi, jagung dan sayur-sayuran. Selain itu juga terdapat beberapa tanaman perkebunan seperti kopi, kakao dan kemiri. Produksi tanaman jagung pada tahun 2015 dari luas panen sekitar 6.535 ha diperoleh sebesar 45.019 ton atau rata-rata produktivitas sebesar 6,89 ton/ha. Apabila dibandingkan dengan tanaman padi sawah dan padi ladang maka produktivitas tanaman jagung masih lebih tinggi, demikian juga jika dibandingkan dengan tanaman cabe. Pertanian tanaman perkebunan rakyat didominasi oleh tanaman kopi. Hal ini dapat dilihat dengan tingginya produksi kopi dibanding tanaman perkebunan lainnya. Tahun 2015 produksi kopi sebesar 355,68 ton. Sedangkan untuk pertanian tanaman buah-buahan didominasi oleh tanaman jeruk. Hal ini dapat dilihat dengan tingginya produksi jeruk dibanding tanaman buah lainnya. Tahun 2015 produksi buah jeruk sebesar 1.440 ton

  Statistik pertanian kecamatan kutabuluh Gambar 5. Produksi tanaman buah-buahan kec.kutabuluh desa siabang abang

1.2. Permasalahan Mitra

  Di desa siabang-abang masyarakatnya pada umumnya bekerja sebagai petani di perkebunan milik sendiri, baik perkebunan yang berada dekat dibelakang rumahnya maupun yang jaraknya jauh dari rumah tempat mereka tinggal. Jenis tanaman yang ada di perkebunan masyarakat siabang-abang kebanyakan adalah buah-buahan yang akan dijual ke berbagai daerah misalnya medan, tebing tinggi, rantauprapat, sibolga, padang sidempuan, dan berbagai daerah di sumatera utara dan luar daerah sumatera utara. Buah buahan yang ditanam umumnya yang cepat panen, tahan lama dan tahan terhadap cuaca dingin, karena di daerah siabang-abang ini merupakan daerah bercuaca dingin. Buah jeruk merupakan salah satu buah-buahan yang banyak di daerah siabang-abang ini, buah jeruk ini memerlukan penanganan khusus mulai dari mulai pembibitan, penanaman, perawatan sampai proses memanen buah merupakan suatu hal yang perlu penanganan teliti. Daerah ini walaupun bersuhu dingin namun kenyataanya ada siklus musim yang selalu datang tiap bulannya, artinya daerah ini walaupun daerah dingin tetapi tidak selalu datang hujan sebagaimana yang terdapat pada salah satu daerah yang ada diprovinsi sumatera utara yaitu Bogor, dimana daerah ini merupakan daerah bersuhu dingin dan mempunya tingkat curah hujan yang tinggi. Oleh karena itu daerah siabang-abang yang musim hujannya tidak kontineu sedangkan tanaman jeruk memerlukan air yang banyak maka perlu untuk diadakannya solusi teknologi yang dapat membantu para petani untuk menyiram tanamannya, yaitu dengan cara membuat teknologi penyemprot tanaman jeruk yang sederhana dan mudah dibuat.

  Gambar 6. Tanaman buah jeruk dan kopi

1.3. Tujuan Kegiatan

  Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim institut teknologi medan ini secara umum adalah bertujuan membantu masyarakat dalam proses penyiraman tanaman jeruk jika terjadi musim kemarau sedangkan buah jeruk akan siap berbuah dan dipanen, dan jika tidak dirawat dan ditangani dengan baik akan merugikan para petani.

  

Gambar 7. Soaialisasi dengan masyarakat terkait tujuan penerapan TTG

BAB 2 SOLUSI DAN TARGET LUARAN

  2.1. Solusi yang ditawarkan Pengabdian masyarakat ini dibuat untuk memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat, sehingga ada peran perguruan tinggi ditengah-tengan kehidupan masyarakat secara langsung. Berdasarkan situasi dan kondisi permasalahan mitra di atas, maka salah satu upaya yang ditawarkan dan diimplementasikan untuk dapat memberikan solusi kepada masyarakat adalah dengan cara membuatkan alat teknologi penyemprot tanaman yang mudah,ringan dan murah dijangkau oleh para petani khususnya yang bercocok tanam jeruk maupun kopi. Dengan demikian solusi yang ditawarkan untuk memecahkan permasalahan adalah: 1.

  Melakukan penyuluhan terkait pemanfaatan hasil perkebunan dan penerapan teknologi tepat guna (TTG) yang diharapkan dapat membantu dalam proses pengerjaan; 2. Memberikan peningkatan pengetahuan, wawasan dan intensitas informasi dalam penerapan teknologi tepat guna (TTG) teknologi penyemprot tanaman yang mudah, ringan dan murah dijangkau oleh para petani khususnya yang bercocok tanam jeruk maupun kopi;

  3. Melakukan persentasi tentang Cara penggunaan teknologi alat penyemprot tanaman, dan cara perawatan mesin;

  4. Melakukan peninjauan dan aplikasi langsung dilapangan dimana kegiatan sangat efektif karena menunjukkan bukti nyata yang dapat dilihat sendiri oleh masyarakat yang akan menggunakan alat tersebut;

  

Gambar 8. Aplikasi alat penyemprot tanaman

  2.2. Target Luaran Dalam pengabdian masyarakat ini target luarannya adalah sebagai berikut: 1. Kebutuhan penduduk akan adanya alat penyemprot tanaman dapat terpenuhi; 2. Peningkatan pengetahuan penduduk tentang cara penyemprotan tanaman yang baik

  ,efesien, murah dapat terpenuhi; 3. Dengan tersedianya alat penyemprot tanaman yang murah ini kebutuhan masyakat akan alat penyemprot ketika terjadi kemarau dapat tepenuhi sehingga masyarakat tidak perlu susah menyiram tanaman dengan cara manual yang selama ini dilakukan.

  4. Penerapan alat penyemprot yang murah ini diharapkan dapat di contoh dan dibuat kembali oleh masyarakat dengan biaya murah dan terjangkau;

  

Gambar 9. praktek penerapan TTG, alat penyemprot tanaman (jeruk) desa siabang-abang

BAB 3 METODE PELAKSANAAN 3.1. Metode Pelaksanaan Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan

  penerapan langsung alat penyemprot tanaman di desa siabang-abang. Untuk mendukung pelaksanaan program penerapan alat penyemprot tanaman ini perlu dilakukan beberapa metode dalam melaksanakan solusi yaitu sebagai berikut: 1.

  Dalam bidang penyiraman Dalam bidang penyiraman tanaman khususnya jeruk atau kopi permasalahan utama adalah belum adanya teknologi tepat guna yang dimiliki oleh masyarakat desa siabang-abang, selama ini masyarakat mengambil air dari sungai memakai ember dan kemudian disiramkan ke tanaman perkebunan miliknya masing-masing, padahal permintaan pasar akan jeruk/kopi sangat meningkat sehingga kurang efektif, maka dari itu solusi yang diberikan oleh tim abdimas adalah membuatkan alat penyemprot tanaman menggunakan penstabil yang murah dan ringan.

2. Dalam bidang Manajemen

  Dalam kaitannya dengan bidang manajemen solusi yang ditawarkan kepada mita adalah: 1.

  Memberi pelatihan terkait dengan pemakaian alat penyemprot; 2. Membuka peluang untuk bekerjasama dengan pemda tingkat kabupaten kota maupun tingkat propinsi untuk dapat dikembangkan menjadi Iptek bagi produk ekspor, dimana hasil tanaman buah masyarakat khususnya jeruk dan kopi dari masyarakat desa siabang-abang dapat diekspor keluar negeri dengan kualitas unggul; 3. Memberi penyuluhan dan pelatihan terkait manajemen pengelolaan produksi maupun penjualan buah hasil pertanian warga.

  

Gambar 10. kegiatan persiapan penerapan alat penyemprot tanaman

3.2. Metode Pendekatan 3.2.1.

  Pemberian informasi dan penyuluhan 1.

   Penyuluhan Perseorangan

  Kegiatan ini khususnya dilakukan pada para tokoh masyarakat yang diharapkan dapat menjadi tokoh penghubung, seperti: Pimpinan cabang ormas kepemudaan, ormas keagamaan, ketua PKK, ketua Karang Taruna dan organisasi terkait lainnya yang ada di desa siabang-abang. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya pendekatan sosial kepada masyarakat, untuk memberikan pemahaman tentang proses penggunaan alat penyemprot tanaman.

  

Gambar 11. proses penyuluhan perseorangan

2. Penyuluhan Kelompok Masyarakat

  Dalam kaitannya dengan penyuluhan terhadap kelompok masyarakat, metode ini dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama dalam kaitannya dengan cara penggunaan alat penyemprot dan cara perawatannya. Harapannya setelah penyuluhan selesai masyarakat dapat secara mandiri baik dalam penggunaan alat penyemprot tanaman maupun jika ada pengembangan alat untuk lebih baik lagi.

3.2.2. Demonstrasi (peragaan)

  Demostrasi dilaksanakan dengan maksud untuk memberikan contoh nyata dan pemahaman lebih mendalam bagi para kelompok sasaran tentang cara penggunaan alat penyemprot tanaman. Dalam pelaksanaan demonstrasi ini dilakukan penetapan lokasi tempat alat penyemprot tanaman, dimana lokasi ditetapkan di salah satu perkebunan warga sebagai aplikasi langsung dilapangan. Pada Demonstrasi ini Tim pengabdi langsung bersama masyarakat mengoperasikan alat penyemprot tanaman.

  

Gambar 12. Proses peragaan langsung dan pemakaian oleh masyarakat

BAB 4 KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI Visi dan Misi Lembaga PenelitiandanPengabdankepadaMasyarakat (LPPM) Visi: Menjadi Lembaga Penelitian danPengabdiankepadaMasyarakat (LPPM)Terkemuka

  dalam Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Berdaya Saing Tinggi pada Tataran Global.

  

Misi: (a)Menciptakan LPPM sebagai pusat Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang

  berkualitas; (b) Mengkoordinir, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian danpengabdiandi lingkungan ITM;(c) Mensosialisasi,memfasilitasi, dan mengelola sumber daya untuk kegiatan penelitiandanpengabdian; (d)Meningkatkan LPPM dalam kegiatan penelitiandanpengabdianserta pengembangan guna peningkatan kualitas Perguruan Tinggi.(e) Menjadikan pusat informasi ilmiah bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; (f) Menghasilkan berbagai tema penelitiandanpengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat baik ditingkat lokal dan nasionalmaupun internasional; (g) Berupaya menghasilkan Hak KekayaanIntelektual (HaKI) dari berbagai hasil penelitiandanpengabdian; (h) Membangun kerjasamapenelitiandanpengabdian denganberbagaiinstitusi Perguruan Tinggi, Pemerintahan, dan Industri.(i) Mengembangkan dan meningkatkan kualitas jurnal hasil-hasil penelitian,pengabdian, dan artikel ilmiah; (j) Menciptakan iklim dan budaya meneliti danpengabdiandengan berbagai pelatihan metodologis baik pada tingkat pemula maupun lanjutan; (k) Mendorong bidang-bidang kajian:Penelitian dan Pengabdian; Jurnal/Informasi PenelitiandanPengabdian; Pelatihan (Training) dan Peningkatan Sumber Daya Manusia.

  Manajemen Lembaga No Nama Lengkap Jabatan

  1 Dr. Cut Nuraini, ST, MT Ketua LPPM

  2 Eswanto, ST, M.Eng Sekretaris LPPM

  3 Hasan Basri Tamba, S.Th.I Dokumen kontrol

  4 Prof. DR. Alesyanty Reviewer Internal

  5 Prof. DR. Ir. Ilmi Abdullah, M.Sc. Tenaga Ahli

  6 Dr.Ir.Said Muzambiq, M.Si Tenaga Ahli

  7 Dr. Ir. Hamzah Lubus, M.Si Tenaga Ahli

  8 DR.Eng. Supriatno, ST., MT. TenagaAhli

  9 Dosen-dosen ITM Tenaga Ahli di bidang masing-masing

  Institut Teknologi Medan (ITM) berdiri sejak tahun 1984 telah menunjukkan kemampuannya dalam menjalanlan program hibah yang dimenangkan secara kompetitif melalui Dikti, PEMDA maupun hibah institusi. ITM memiliki staf akademik berbagai status baik staf akademik tetap, kontrak, dan staf tidak tetap. Total staf akademik data per tahun 2016 adalah 290 yang terdiri 139 staf tetap, 44 staf kontrak, 107 staf tidak tetap dengan kualifikasi pendidikan akademik 14% S3 : 84% S2 : 2% S1. Beberapa kelayakan yang menjadi pertimbangan bahwa ITM layak untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat adalah:

4.1. Kinerja Lembaga Pengabdian Masayarakat (LPM) 1 tahun terakhir

  Dalam kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat, Perguruan Tinggi merupakan sumber dan mediator bagi pelaksanaan program. Perguruan tinggi, khususnya Institut Teknologi Medan (ITM), mewadahi tindakan

  • – tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat, yang direalisasikan dalam berbagai program. Lembaga Penelitian dan pengabdian masyarakat-ITM, sampai saat ini telah menjalankan visi dan misinya sesuai visi dan misi Perguruan Tinggi, dimana telah melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat untuk berbagai bidang sesuai dengan bidang keilmuan dan ketersediaan SDM yang dimiliki ITM, baik yang didanai oleh DIKTI maupun Institusi ITM.

  Kinerja LPM dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat satu tahun terakhir ini telah banyak dilakukan. Pada tahun 2015 LPM ITM memperoleh hibah pengabdian masyarakat dari DIKTI sebanyak 5 hibah dari berbagai program studi, dimana untuk perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara menempati rangking ke-2 jumlah perolehan hibah dari DIKTI, sedangkan perolehan dana hibah dari DIKTI pada tahun 2016 baik skema pengabdian masyarakan maupun penelitian, ITM menempati urutan pertama jumlah perolehan dana hibah dari DIKTI yang diperoleh secara kompetitif Nasional. Disamping kegiatan abdimas yang didanai DIKTI, LPM juga melakukan kegiatan abdimas yang didanai oleh ITM, dimana sejak tahun 2014 ITM mempunyai desa binaan di sei bingei Kabupaten langkat, sumatera utara. Adapun kegiatan pengabdian masyarakat yang sudah dilaksanakan dalam 1 (satu) tahun terakhir ini diantaranya yaitu :

  1. Ibm Mesin Pengayak Pasir Sistem Rotari Dengan Memanfaatkan Energi Air Yang Dibutuhkan Kelompok Masyarakat Penambang Pasir Di Desa Paya Jambu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, (Hibah Dikti); 2. IbM Mesin Pencetak Makanan Ringan Ceker Kremes Sistem Mekanis Yang

  Dibutuhkan Kelompok Ukm Oleh-Oleh Khas Sergei Di Desa Deli Muda Hilir, Deliserdang, Sumatera Utara, (Hibah Dikti); 3. IbM Mesin Pengupas Pinang Yang Dibutuhkan Masyarakat Di Kecamatan Sitellu Tali

  Urang Jehe & Desa Tanjung Meriah, Pakpak Bharat, Sumatera Utara, (Hibah Dikti); 4. Pembuatan mesin pemecah kemiri bagi masyarakat desa sei bingei, kabupaten langkat, sumatera utara ( desa binaan ITM- Dana Institusi);

  5. Pembuatan mesin pemipil jagung jagung bagi masyarakat desa sei bingei, kabupaten langkat, sumatera utara ( desa binaan ITM- Dana Institusi);

  6. IbM Kincir Air Untuk Menaikkan Air Ke areal Persawahan Untuk Kelompok Tani Di Desa Paya Jambu Kelurahan Pekan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara; 7. IbM Kelompok Tani Hortikultura Dan Ternak, Medan, (Hibah Dikti); 8. IbM Kecamatan Medan Selayang Dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

  (Community Based Solid Waste Management: Cbswm), Medan, Sumatera Utara, (Hibah Dikti);

BAB 5 HASIL YANG DICAPAI Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa siabang-

  abang yang telah selesai dilakukan ini adalah terpenuhinya target abdimas yang dirancang dari mulai awal sebelum kegiatan ini dilaksanakan dimana target tersebut adalah dapat di terapkapkannya alat penyemprot tanaman secara langsung kepada masyarakat yang mana sangat alat penyemprot tersebut sangat dibutuhkan masyarakat desa siabang-abang ketika terjadi musim kemarau, walaupun pada kenyataannya tidak musim kemaraupun alat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat apalagi ketika proses awal tanam karena tanaman baru ditanam dengan yang sudah berbuah berbeda proses perlakuannya. Kegiatan abdimas ini dilakukan oleh Tim dosen Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Medan atas persetujuan dari ketua lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM-ITM).

  Dalam pelaksanaan abdimas ini hasil kegiatan dan sudah dilaksanakan berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan, terlihat bahwa antusias masyarakat sangat baik dalam mengikuti kegiatan tersebut, penerapan alat penyemprot tanaman secara langsung dengan cara memberikan penyuluhan dan praktek penggunaan alat penyemprot tanaman secara tepat dan lengkap sesuai dengan standar operional yang benar. Masyarakat yang ikut dalam kegiatan tersebut merasa senang dan puas, karena saat kegiatan mendapatkan ilmu baru terkait dengan penerapan TTG alat penyemprot tanaman yang belum pernah ada sebelumnya dari instansi manapun, sehingga tim abdimas ITM merupakan instansi perguruan tinggi pertama yang mengadakan kegiatan tersebut.

  Pada akhir kegiatan salah satu masyarakat desa siabang-abang berpesan kepada tim pengabdi sebagai perwakilan dari kampus ITM agar sesering mungkin dari kampus ITM untuk memberikan kegiatan-kegiatan yang serupa, agar ada kerjasama yang terus berlanjut antara sekolah dengan perguruan tinggi, khususnya dengan Institut Teknologi Medan sehingga masyarakat di pedesaan dapat menikmati teknologi yang dibutuhkan, khususnya alat penyemprot tanaman yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa siabang-abang dalam menghadapi musim kemarau.

BAB 6 KESIMPULAN Pelaksanaan kegiatan masyarakat merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi dalam rangka mengimplementasikan ilmu akademik dengan praktek secara langsung

  ditengah-tengah masyarakat. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan ini, sangat bermanfaat bagi masyarakat desa siabang-abang dan juga ITM secara khusus. Masyarakat sangat antusias dan berharap kegiatan-kegiatan serupa untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan dalam masa-masa yang akan datang, sehingga masyarakat di daerah yang jauh dari penerapan IPTEK ini dapat terbantu dengan adanya teknologi baru dalam membantu pekerjaan masyarakat petani perkebunan, khususnya perkebunan tanaman jeruk atau kopi.

  

Gambar 13. Penyerahan alat penyemprot tanaman kepada masyarakat desa siabang-abang

DAFTAR PUSTAKA

  

Asdak, chay, 2002, Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai, Gajah Mada University Press,

Yogyakarta.

  Badan statistik kabupaten karo provinsi sumatera utara

  

Sularso, Harun Tahara , 1991 ,Pompa dan Kompresos : pemilihan , pemakaian ,

dan pemeliharaan. Sunyoto, 2008, Teknik mesin industri jilid 1. Udynhaddad, Sprayer mekanisme pertanin, http://udynhaddad.blogspot.co.id/2012/06/sprayer- mekanisasi-pertanian.html.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-04-14

Dokumen yang terkait

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT desa siaban

Gratis

Feedback