Full text

(1)

MAKALAH

SEJARAH PERADABAN ISLAM

“PERADABAN ISLAM MASA UMAYYAH DI TIMUR DAN

ANDALUSIA”

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas matakuliyah : “Sejarah Peradaban Islam”

Dosen pengampu :

Ibu Lailatuzz Zuhriyah, S.Th.I., M.Fil.I.

Disusun oleh :

1. Indah Binti Mahmudah (1723143078) 2. Heni Septianing Tyastuti (1723143071)

3. Indri Rizki Pratiwi (1723143083)

Fakultas: Tarbiyah Jurusan: TBI / 1-B Semester : I (SATU)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

(IAIN ) TULUNGAGUNG

(2)

MAKALAH

SEJARAH PERADABAN ISLAM

“PERADABAN ISLAM MASA UMAYYAH DI TIMUR DAN

ANDALUSIA”

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas matakuliyah : “Sejarah Peradaban Islam”

Dosen pengampu :

Ibu Lailatuzz Zuhriyah, S.Th.I., M.Fil.I.

Disusun oleh :

1. Indah Binti Mahmudah (1723143078) 2. Heni Septianing Tyastuti (1723143071)

3. Indri Rizki Pratiwi (1723143083)

Fakultas: Tarbiyah Jurusan: TBI / 1-B Semester : I (SATU)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

(IAIN ) TULUNGAGUNG

(3)

ii

MOTTO

1) “Sebelum kedua talapak kaki seseorang menatap di Hari Kiyamat akan ditanyakan tentang empat hal terlebih dahulu : pertama tentang umurnya untuk apa dihabiskan, kedua tentang masa mudanya untuk apakah dipergunakan, ketiga tentang hartanya dari manakah diperoleh dan untuk apakah dibelanjakan, dan keempat ilmunya, apa saja yang ia amalkan dengan ilmunya itu.” (H.R. Bukhari-Muslim)

2) “Siapa saja yang menginginkan sukses di dunia, maka raihlah dengan ilmu. Siapa saja yang menginginkan sukses di akhirat, maka raihlah dengan ilmu. Dan siapa saja yang ingin sukses pada keduanya, maka raihlah dengan ilmu.” (Al Hadits)

3) “Sesungguhnya makhluk yang paling dicintai Allah adalah anak muda yang masih muda usianya, tegap tubuhnya, yang mempersembahkan kemudaan dan ketegarannya untuk taat kepada Allah.” (Al Quran)

4) Himmatus syuban tughroqul jibal (Semangat remaja mampu meruntuhkan Himalaya).

(4)

iii

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT., atas limpahan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, syafaat, tarbiyah Rasulullah SAW,. makalah Makalah Sejarah Peradaban Islam mengenai “Peradaban Islam Masa Umayyah

di Timur dan Andalusia

dapat kami selesaikan. Pembuatan makalah ini diperuntukkan sebagai tugas mata kuliah Sejarah Peradaban Islam.

Makalah ini disusun berdasarkan hasil diskusi kelompok dan juga dari reverensi yang relevan, kami berharap makalah ini dapat diterima dengan baik di semua kalangan dan dapat memberi manfaat kepada pembacanya

Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa dalam hal teknis maupun isinya masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu penulis mengharapkan semoga penyajian yang sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan bagi siapa saja yang membacanya pada umumnya.

Dalam proses pembutan laporan ini penulis banyak mendapat masukan dan dan bantuan dari banyak pihak, oleh karena itu dalam kesempatan kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Prof. Dr. Maftukhin, M. Ag., selaku ketua IAIN Tulungagung yang telah memberikan kesempatan belajar.

2. Ibu Lailatuzz Zuhriyah, S. Th.I., M. Fil.I., selaku dosen pengampu mata kuliah “Sejarah Peradaban Islam” yang memberikan pengarahan sehingga penulisan makalah ini dapat terselesaikan.

3. Civitas akademik IAIN Tulungagung.

4. Semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.

Penulis tidak dapat membalas semua jasa dan kebaikan pihak-pihak yang telah disebutkan di atas selain ucapan terima kasih, teririnng doa :

“Jazaakumulloohu kkhoirooti wa saadatit dunya wal aakhiroh.” Amin.

Tulungagung, 07 Oktober 2014 Penulis,

(5)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

HALAMAN MOTTO...ii

KATA PENGANTAR...iii

DAFTAR ISI ...iv

BABI PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Rumusan Masalah...1

C. Tujuan Penelitian...1

BAB II PEMBAHASAN...3

A. Pergantian Sistim Demokrasi Menjadi Sistim Monarchi...3

B. Ekspansi Daulah Umayyah ke Wilayah Timur...4

C. Proses Pendirian dan Pengembangan Islam di Andalusia (Spanyol)...4

D. Perkembangan Islam di Andalusia bagian Umayyah I (41-133 H/661-750 M) ...5

E. Perkembangan Islam di Andalusia bagian Umayyah II (711- 1031 M)...5

F. Kronologi Penguasaan Umat Islam terhadap Andalusia...6

BAB III PENUTUP...11

A. Kesimpulan...11

B. Saran...11

DAFTAR PUSTAKA ...12

(6)

iv awal dan titik terpenting bagi penyebaran Islam di dataran Eropa.Wilayah Andalusia yang sekarang lebih akrab disebut sebagai Spanyol, di ujung selatan Benua Eropa, termasuk dalam wilayah kekuasaan Dinasti Bani Umayyah sejak Thariq bin Ziyad dan Musa bin Nusair mengalahkan pasukan Raja Roderick dari Gothia pada tahun 92 H/711 M. Kemenangan ini menjadi gerbang awal bagi Thariq bin Ziyad untuk menaklukkan kota-kota lain di semenanjung Iberia (nama lain Andalusia) tanpa mengalami banyak kesulitan.Dalam makalah ini akan dibahas tentang: Sistim Pemerintahan yang Berlaku pada Masa Daulah Umayyah, Ekspansi Daulah Bani Umayyah ke Wilayah Timur, Proses Pendirian dan Pengembangan Islam di Andalusia (Spanyol), Perkembangan Islam di Andalusia bagian Umayyah I dan II, serta Kronologi Penguasaan Islam terhadap Andausia.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimanakah sistem pemerintahan pada masa Daulah Bani Umayyah? 2. Bagaimanakah proses pendirian dan pengambangan Islam di Andalusia

(Spanyol) oleh Daulah Bani Umayyah?

3. Bagaimanakah proses ekspansi dan pengembangan Islam pada periode I Dinasti Umayyah di Andalusia?

4. Bagaimanakah proses ekspansi dan pengembangan Islam pada periode II Dinasti Umayyah di Andalusia?

5. Bagaimanakah kronologi penguasaan Umat Islam terhadap wilayah Andalusia?

(7)

2 Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari pembahasan makalah ini adalah:

1. Menjelaskan sistem pemerintahan yang diberlakukan pada masa Daulah Bani Umayyah.

2. Menjelaskan proses pendirian dan pengambangan Islam di Andalusia (Spanyol) oleh Daulah Bani Umayyah.

3. Mendeskripsikan proses ekspansi dan pengembangan Islam pada periode I Dinasti Umayyah di Andalusia.

4. Mendeskripsikan proses ekspansi dan pengembangan Islam pada periode II Dinasti Umayyah di Andalusia.

(8)

3

BAB II

PEMBAHASAN

A. SISTEM MONARCHI DAULAH UMAYYAH

Mu’awiyan bin Abi Sufyan, pendiri Dinasti Bani Umayyah, pada masa-masa awal kekuasaan Daulah Umayyah telah mengubah sistem politik Islam yang demokratis dan akrab dengan musyawarah utuk mencapai mufakat dengan Sistim Monarchi (kerajaan), sebagai kekuasaan dinasti yang turun-temurun.

Dalam banyak aspek kehidupan ia juga membangun sistim yang revolutif baik dalam aspek fisik, pilitik, ekonomi, hingga aspek sosial budaya. Ia juga memindahkan ibukota ke kota Damaskus, sebuah kota di Syam yang telah lebih dahulu memiliki kemajuan dalam segi kebudayaannya. Ekspansi terhaadap wilayah-wilayah lain juga semakin meluas hingga Andalus, Afrika Utara, Syam, Irak, Iran, Khurasan, ke timur hingga ke benteng Tiongkok.1

Salah satu sentralisasi aspek kebudayaan yang dikembangkan dan dimajukan pada saat itu adalah ilmu-ilmu yang diwariskan oleh bangsa-bangsa sebelum Islam, ilmu pengetahuan yang bersifat kontemporer atau disesuaikan dengan perkembangan zaman. Seperti di kota-kota seperti Yunani Iskandariyah, Antiokia, Harran dan Yundhesapur, kemajuan sudah terjadi sebelumnya oleh ilmuan-ilmuan Yahudi, Nasrani dan Zoroaster. Ilmu-ilmu ini setelah ber-akulturasi dengan Islam masih tetap dipelihara dan berada di bawah perlindungan khalifah, bahkan para ilmuan yang terkait dengan ilmu-ilmu tersebut banyak yang dokter pribadi, bendaharaawan atau wazir. Selanjutnya mereka banyak mempengaruhi para pewaris tahta berikutnya, misalnya Khalid ibnu Yazid bin Mu’awiyah yang tertarik dengan pada ilmu kedokteran. Ia mengapresiasikan hal tersebut dengan menyediakan pemukiman bagi para sarjana Yunani di Mesir untuk

(9)

4

menerjemahkan buku-buku kimia kedokteran pertama dalam sejarah Bahasa Arab.2

B. EKSPANSI DAULAH UMAYYAH KE WILAYAH TIMUR

Ekspansi ke Timur dirintis oleh Mu’awiyah yang kemudian dilanjutkan oleh Khalifah Abdul Malik. Dia (Khalifah Abdul Malik) mengirim tentaranya untuk menyeberangi Sungai Oxus dan berhasil menduduki Balkh, Bukhara, Khawariz, Ferghana dan Samarkhan, bahkan sampai ke India dan Balkhistan, Sind dan Daerah Punjab sampai ke Maltan.

C. PROSES PENDIRIAN DAN PENGEMBANGAN ISLAM DI

ANDALUSIA (SPANYOL)

Perkembangan Islam di Andalusia terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Umayyah I (41-133 H/661-750 M) atau yang berlangsung selama ± 90 tahun, dengan pusat pemerintahan di kota Damsyik atau Damaskus.

2. Umayyah II (711- 1031 M) atau yang berlangsung selama ± 320 tahun, dengan pusat pemerintahan di Cordova.

Kemenangan Islam di Andalusia (Spanyol) merupakan gerbang awal penyebaran Islam di Eropa.

Andalusia terletak di kawasan semenanjung Iberia. Saat ini wilayah tersebut terdiri dari Spanyol dan Portugal. Andalusia terletak di ujung selatan Benua Eropa, di sana terdapat banyak kota masyhur dan menjadi pusat perdaban Islam pada masa lampau seperti, Sevilla, Cordova, Granada, Muircia dan Toledo.

Andalusia sudah terkenal sejak zaman kekuasaan Yunani dan Romawi. Agama Nasrani pun meluas di sana (Andalusia) pada masa pendudukan Romawi. Selanjutnya Andalusia dikuasai oleh Kerajaan Visigoth yang dipimpin oleh Raja Roderick yang kejam dan sewenang-wenang. Gubernur Ceuta, Julian, yang merupakan kerabat Raja Roderick

(10)

5

meminta bantuan militer kepada pemerintahan Islam Dinasti Umayyah, yang saat itu berada di bawah pimpinan Khalifah Al Walid II (Al Walid bin Abdul Malik/Khalifah ke-6 Dinasti Umayyah). Ia kemudian mengangkat Musa bin Nusair sebagai Gubernur Qairuwan di Afrika Utara, pada saat itu Afrika bagian Barat menjadi daerah ekspansi kecuali Sabtah (Ceuta) yang masih berada di bawah kekuasaan Byzantium. Kerjasama yang ditawarkan oleh Julian disambut baik oleh Musa bin Nusair dengan persetujuan Khalifah Al Walid II, ia (Gubernur Musa bin Nusair) kemudian memerintahkan Panglima Thariq bin Abdul Malik An Nakhai untuk melakukan ekspansi dengan 400 orang balatentara dan 100 pasukan berkuda pada tahun 90 H atau 710 M. 3

D. PERKEMBANGAN ISLAM DI ANDALUSIA BAGIAN UMAYYAH I

(41-133 H/661-750 M)

Pada tahun 711 M, Musa bin Nusair mengutus Thariq bin Ziyad untuk melanjutkan ekspansi besar-besaran ke Andalusia (Spanyol) dengan pasukan yang lebih besar pula, yaitu ± 7000 tentara (ada yang menyebutkan 12.000 tentara) untuk menyerbu Andalusia. Mereka mendarat di bukit yang dinamai “Jabal Tariq” di Selat Gibraltar dan berhasil menumbangkan kekuasaan Raja Roderick yang tewas saat pertempuran melawan balatentara Thariq bin Ziyad di bawah naungan panji-panji Islam. Kemenangan Umat Islam saat itu menjadi permulaan gemilang perluasan wilayah seperti, Cordova, Archedonia, Malaga, Elvira, dan Toledo yang merupakan sentral Kerajaan Visigoth.4

Tahun 712 Gubernur Musa bin Nusair memimpin sendiri pasukannya yang berjumlah ± 10.000 balatentara menuju Andalusia melalui julur lain yang tidak dilalui oleh Thariq bin Ziyad.

E. PERKEMBANGAN ISLAM DI ANDALUSIABAGIANUMAYYAH II

(711- 1031 M)

3 Ahmad Mansur Suryanegara, Api Sejarah,(Bandung : Salamadani Pustaka Semesta, 2005), h.

64.

(11)

6

Daulah Umayyah jilid II berlangsung selama 320 tahun, yaitu pada tahun 711 - 1031 M di Andalusia dan pusat pemerintahannya berada di Cordova. Kemenangan Islam atas Andalusia merupakan pintu gerbang perdana sekaligus bagian terpenting bagi penyebaran Islam di dataran Eropa.

Wilayah Andalusia di ujung selatan Benua Eropa (sekarang Spanyol) dahulu merupakan daerah kekuasaan Dinasti Umayyah, semenjak Thariq bin Ziyad mengalahkan Raja Roderick (Raja Bangsa Gothia), pada tahun 92 H atau 711 M. Kemenangan tersebut menjadi permulaan yang baik bagi Thariq bin Ziyad untuk menaklukkan kota-kota lain di sepanjang Semenanjung Iberia (Andalus), tanpa mengalami banyak kesulitan.5

Sejak saat itu, satu persatu kota-kota di Andalusia seperti Toledo, Elvira, Granada, Cordoba dan Malaga berhasil dikuasai oleh umat Islam. Kemudian dilanjutkan perluasan wilayah ke dataran Zaragoza, Aragon, Leon, Asturia, dan Galicia.

F. KRONOLOGI PENGUASAAN UMAT ISLAM TERHADAP

ANDALUSIA

Penguasan umat Islam terhadap Andalusia dapat dibagi menjadi 3 periode:

1. Periode ke I (711 – 755 M)

Andalusia dipimpin oleh para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayyah, pusat pemerintahannya terletak di Damaskus. Para wali itu adalah Al Samah bin Malik Al Khaulani, Anbasah bin Sahim Al Kalbi, Abdul Rahman Al Gafiqi, Uqbah bin Al Hajjaj Al Sululi.

Secara politis pada periode ini Andalusia masih belum stabil, terjadi perebutan kekuasaan antar penguasa dan ancaman musuh Islam dari lingkungan intern penguasa sendiri.

2. Periode ke II ( 755 - 1013 M )

Pada masa-masa ini Andalusia berada di bawah kekuasaan Daulah Umayyah II. Periode ini dibagi menjadi dua:

(12)

7

1)Masa Keamiran (755 - 912 M)

Masa ini dimulai ketika Abdur Rahman Ad Dakhil, yang merupakan keturunan Bani Umayyah I, berhasil menyelamatkan diri dari usaha pembunuhan yang dilakukan Bani Abbas di Damaskus. Abdur

2)Masa Kekhalifahan (912- 1013 M)

Merupakan masa pemerintahan Abdur Rahman III atau Amir ke VIII Bani Umayyah II (bergelar Khalifah Al Nashir Li Diinillaah (912- 961 M)). Kemudian dilanjutkan oleh Hakam II (961-976 M) dan dilanjutkan oleh Hisyam II (976- 1007 M). Pada masa ini umat Islam di Andalusia mengalami kemakmuran dan kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang:6

a)Bidang Kedokteran

Dibidang kedokteran, Cordova sebagai salah satu pusat aktifitas medis telah melahirkan beberapa ilmuan masyhur, di antaranya Ibnu Rusyid (Averoees) yang menghasilkan karya besar, yaituAl Kulliyyat fi At Tibb.

b)Bidang Pertanian

Andalusia telah mengenal sistem irigasi dan saluran-saluran air, sehingga menghasilkan tebu, kapas, padi, jeruk, dan anggur. Kemajuan di bidang inilah yang telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, Andalusia dapat membangun beberapa kota megah yang mempunyai banyak bangunan monumental. Kota Cordova sebagai pusat pemerintahan dilengkapi dengan taman, istana, jalan- jalan, masjid, perpustakaan,

6 Ahmad Al Usairy, Sejarah Islam Sejak Zaman Nabi Adam Hingga Abad XX, (Jakarta:

(13)

8

8

dan perkantoran. Cordova juga terkenal dengan universitasnya yaitu Universitas Cordova yang memiliki kampus yang luas dan megah.

c)Bidang Seni

Kemajuan dibidang seni arsitektur dan desain, dapat kita lihat dari keindahan masjid Cordova. Dibidang sastra, Andalusia memunculkan nama seperti Ibnu Sayidar Al Andalusi yang menulis kitab Al Mu’jam (Ensiklopedi) dan Muhammad ibn Hani’ yang menulis Al Andalus (Uraian tentang Andalusia). Di bidang Sejarah ada Ibnu Qutiya yang menulis kitab Tarikh Iftitah Al Andalus yang berisi tentang Sejarah Penakhlukan Andalusia.

d)Bidang Geografi

Dalam bidang Geografi muncul nama-nama, seperti Ibnu Abdul Aziz al Bahri dengan karyanya Al Masalik wa Al Nanalik, Al Idrisi, Abu Husain Muhammad bin Ahmad Al Kinanin bin Jubair dengan karyanya Ar Rihlah (Suatu Perjalanan) dan Muhammad Al Mazini seorang ahli geografi terkenal.

e)Bidang Astronomi

Dalam bidang Astronomi muncul nama-nama, seperti Az Zarqali, Abul Qasim Maslama bin Ahmad Al Farabi (Al Farabi), Jabir bin Aflah Abu Muhammad yang menulis kitab Al Hai’a yang memuat angka-angka Trigonometri dan masih digunakan hingga saat ini.

3)Periode ke III (1031- 1492 M)

Pada masa ini umat Islam di Andalusia terpecah dan menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang bersifat lokal. Periode ini dibagi menjadi 3 masa: 7

a)Masa Kerajaan-kerajaan Kecil yang Bersifat Lokal (1031-1086 M).

7 Akbar S. Ahmad, Citra Muslim, Tunjauan Sejarah dan Sosiologi, (Jakarta: Erlangga, 1992)

(14)

9

Jumlah kerajaannya sekitar 20 kerajaan kecil. Masa ini disebut

“Mulk at Thawif” (raja/golongan). Mereka mendirikan kerajaan berdasarkan etnis Barbar dan Slovia.

b)Masa Ketika Umat Islam Andalusia di bawah Kekuasaan Bangsa Barbar Afrika Utara (1086- 1235 M).

Pada mulanya Bangsa Barbar di bawah Yusuf bin Tasyfin mendirikan Daulah Murabitin, mereka kemudian mendatangi Andalusia untuk menolong Umat Islam mengusir Umat Kristen yang menyerang Sevilla pada tahun 1086 M. Setelah itu mereka menyatukan Muluk al Thawaif ke dalam dinasti yang dipimpinnya hingga tahun 1143 M. Pada saat dinasti ini melemah digantikan oleh Dinasti Barbar lain, yaitu Al Muwahhidin (1146- 1235 M) dibawah pimpinan Abu Yaqub Yusuf bin Abdul Mu’min yang datang ke Andalusia pada tahun 1163- 1184 M.

Namun sepeninggal sultan ini, Al Muwahhidin mengalami kelemahan dan Paus Innocent III braksi menghasut raja-raja Kristen untuk mengadakan penaklukan kembali (reconquista). Dalam perang Al Uqab di Las Nafas tahun 1212 M pasukan Kristen yang dipimpin oleh Alfonso VIII dari Castilla memperoleh kemenangan. Sejak saat itu daulah Al Muwahhidin mengalami kemunduran baik di Andalusia maupun di Afrika Utara. Andalusia mengalami perpecahan kembali di bawah raja-raja lokal, sedangkan umat Kristiani semakin kuat dan melakukan penyerangan, sehingga pada tahun 1236 M Cordova jatuh ke dalam kekuasaan Umat Kristiani, kecuali Granada yang dikuasai oleh Bani Ahmar sejak tahun 1232 M.

c)Masa antara tahun 1232- 1492 M, ketika umat Islam Andalus

bertahan diwilayah Granada di bawah kekuasaan dinasti Bani Ahmar.

Pendiri dinasti ini adalah Sultan Muhammad bin Yusuf yang bergelar Nasr, sehingga kerajaan ini mempunyai nama lain, yaitu

(15)

10

Umat Islam Andalusia yang berkuasa di wilayah antara Almeria dan Gibraltar, yang terletak di pesisir Tenggara Andalusia. Dinasti ini mampu bertahan karena dikelilingi oleh bukit sebagai pertahanan dan memilliki hubungan yang karib dengan negeri Islam Afrika Utara yang saat itu berada di bawah kerajaan Marin. Ditambah lagi Granada merupakan tempat pelarian tentara dan Umat Islam dari wilayah selain Andalus ketika wilayah itu dikuasai oleh balatentara Kristiani. Oleh karena itu dinasti ini pernah mengalami kemajuan diantaranya membangun istana Al Hamra.

Namun pada dekade terakhir abad ke-14 M dinasti ini melemah akibat perebutan kekuasaan. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh kerajaan Kristen yang meny ditukan diri melalui pernikahan Esabella dari Aragon dengan Raja Ferdinand dari Castilla yanng bersatu untuk menguasai kerajaan Granada pada tahun1492 M. Raja Umat Islam terakhir Granada, yaitu Abu Abdullah menyelamatkan diri keAfrika Utara, ia kemudian merebut Malaga pada tahun 1487 M dan pada tahun 1489M ia dapat merebut Almeria.8

Kemajuan Islam di Andalusia akhirnya membawa Barat bangkit dan maju dari kemunduran. Namun kemajuan Islam di Andalusia secara berangsur-angsur pudar dan akhirnya hilang, kini yang tinggal hanyalah peniggalan masa lampau yang gemilang.

8 Musyrifah Sunanto, Sejarah Islam Klasik, Perkembangan Pengetahuan Islam, (Prenada

(16)

11

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan materi yang telah kami (Kelompok 5) bahas, kami dapat mengambil kesimpulan bahwa struktur pemerintahan Islam khususnnya pada Masa Daulah Umayyah mengalami perubahan dari yang semula menggunakan sistim musyawarah mencapai mufakat dengan Sistim Monarchi(kerajaan), sebagai kekuasaan dinasti yang turun-temurun.

Islam masuk ke Andalusia sekitar tahun 710 M, hal ini ditandai dengan perintah Musa bin Nushair kepada Thariq bin Ziyad untuk mengemban misi ekspansi besar-besaran ke Andalusia. Banyak kemajuan yang dilakukan oleh umat Islam di Andalusia (Spanyol) antara lain: di bidang Kedokteran, Pertanian, Seni, Sains dan Geografi.

B. SARAN

(17)

12

13

DAFTAR PUSTAKA

Akbar S. Ahmad, 1992. Citra Muslim: Tinjauan Sejarah dan Sosiologi. Jakarta: Erlangga.

Al Usairy, Ahmad, 2003. Sejarah Islam Sejak Zaman Nabi Adam Hingga Abad XX. Jakarta: Media Eka Sarana.

Baharuddin, dkk, 2011. Dikotomi Pendidikan Islam: Historitas dan Implikasi pada Masyarakat Islam. Bandung : Rosda.

Brill. E. J., 1967. The Encyclopedia of Islam. Netherland: H.A.R. Gibb.

Darsono, H., Ibrahim, T., 2005. Tonggak Sejarah Kebudayaan Islam untuk Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Kurikulum 2004. Surakarta : Tiga Serangkai.

Sunanto, Musyrifah, 2003. Sejarah Islam Klasik, Perkembangan Pengetahuan Islam. Prenada Media.

Suryanegara, Ahmad Mansur, 2005. Api Sejarah.Bandung : Salamadani Pustaka Semesta.

Yatim, Badri, 1994. Sejarah Peradaban Islam.Jakarta: Rajawali Press.

(18)
(19)

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (19 pages)