Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten

 0  0  508  2019-03-12 10:29:17 Laporkan dokumen yang dilanggar

KATA PENGANTAR

  Buku Status Lingkungan Hidup Daerah ( SLHD ) Kabupaten Grobogan merupakan himpunan data dan informasi mengenai lingkungan hidup di Kabupaten Grobogan . SLHD menjadibagian penting sebagai sarana penyediaan data dan informasi lingkungan hidup untuk menjadi acuan kebijakan dan perencanaan Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam menentukan prioritaspembangunan sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup.

DAFTAR ISI

HalamanHalaman Juduli Kata PengantarIi Daftar Isiiii Daftar GambarIv

BAB I PENDAHULUAN

  2 C Isu - isu Prioritas 1. Lahan 1 A Latar Belakang 88 3 Kawasan Lindung 88 2 Hutan 85 79 3 D Alasan Pemilihan Isu Prioritas 79 A.

1 Kualitas Udara Ambien

1 Banjir206 2 Kekeringan209 3 Kebakaran Hutan211 4 Tanah Longsor215

BAB II I TEKANAN TERHADAP LINGKUNGAN 217 A Kependudukan

1 Jumlah dan Kepadatan Penduduk 217 243 3 Luas Perubahan Lahan Pertanian 261 2 Persawahan Padi dan Palawija256 1 Perkebunan247 247 D Pertanian 2 Limbah Padat, Cair serta Limbah Rumah Sakit 245 1 Jenis Penyakit243 C Kesehatan 2 Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan 219 4 Timbulan Sampah239 3 Fasilitas Buang Air Besar236 217 1 Rumah Tangga Miskin230 229 B Pemukiman 4 Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Mnurut Pendidikan 225 3 Tingkat Pendidikan223 2 Sumber Air Minum234 4 Luas Lahan Sawah dan Frekuensi Penanaman 263 5 Peternakan266 6 Unggas269 E INDUSTRI274 1 Jumlah dan Jenis Industri/Kegiatan Usaha 274 F PERTAMBANGAN 331

1 Luas Area dan Produksi Pertambangan 33

ENERGI 338 G 2 Konsumsi BBM untuk Sektor Industri 341 3 Konsumsi Bahan Bakar untuk Rumah Tangga 345H TRANSPORTASI 351 1 Volume Limbah Padat Pada Sarana Transportasi 351 I PARIWISATA352 1 Volume Limbah Padat Berdasarkan Obyek Wisata 352 2 Volume Limbah Padat Berdasarkan Hotel/Penginapan 354 J Limbah B3 358 1 Perusahaan Yang Mendapat Ijin Pengelolaan Limbah B3 358 1 Jumlah Kendaraan menurut Jenis dan Bahan Bakar 338

BAB IV UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN A. Rehabilitasi Lingkungan

359 2 Penerima Penghargaan Lingkungan Hidup 440 4 Jumlah Staf Fungsional Bidang Lingkungan dan Staf yang telah mengikuti Diklat473 470 3 Jumlah Personil Lembaga Pengelola Lingkungan Hidup menurutTingkat Pendidikan 2 Anggaran Pengelolaan Lingkungan Hidup 465 1 Produk Hukum Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup 443 443 3 Kegiatan Sosialisasi Lingkungan Hidup 441E Kelembagaan 1 Jumlah LSM Bidang Lingkungan Hidup 439 1 Kegiatan Penghijauan dan Reboisasi 360 438 D Peran Serta Masyarakat 436 Pengawasan Kegiatan Usaha/IndustriPengaduan Masyarakat C Penegakan Hukum435 2 Pengawasan Ijin Lingkungan390 1 Dokumen Ijin Lingkungan384 B AMDAL384 2 Kegiatan Fisik Lainnya367

LAMPIRAN PERHITUNGAN IKLH 475

DAFTAR GAMBAR Halaman

1. Taman Hijau Kota Purwodadi………………………………………………

  Presentase Kelas Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Pendukung Siklus Hara (nutrient) 57 43. Presentase Kelas Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup PendukungPembentukan Lapisan Tanah & Pemeliharaan Kesuburan 49 35.

DAFTAR LAMPIRAN PETA

  Peta Kawasan Rawan Banjir dan Kekeringan Kabupaten Grobogan…………491 7. Peta Potensi Sumber Daya Air di Kabupaten Grobogan Tahun 2015………..

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dinamika pembangunan yang berjalan pesat memberikan dampak tersendiri bagi

B. Profil Daerah

  Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 telah mengamanatkan kepada pemerintah, swasta dan masyarakat agar lebih memperhatikan aspekpengelolaan dan perlindungan lingkungan. Peningkatan aspek tersebut ditunjukkan dengan lebih memperketat peraturan dan perizinan mengenai Analisis MengenaiDampak Lingkungan (AMDAL), Ijin Lingkungan, Pengawasan Lingkungan dan Penilaian kondisi lingkungan.

a. Letak Geografis

b. Luas Wilayah

  Dilihat dari Peta Provinsi Jawa Tengah,Kabupaten Grobogan terletak diantara duaPegunungan Kendeng yang membujur dari arah barat ke timur,berada dibagian timur dan berbatasan dengan : 2) Daerah perbukitan berada pada ketinggian antara 50 – 100 meter di atas permukaan air laut dengan kelerengan 8 – 15 meliputi 4 kecamatan yaituKecamatan Klambu, Brati,Grobogan sebelah utara dan Wirosari sebelah utara.  Secara administratif Kabupaten Grobogan terdiri dari 19 ( sembilan belas) Kecamatan dan 280 Desa/Kelurahan dengan ibu kota berada di Purwodadi.

c. Kondisi Topografis

3) Daerah dataran tinggi berada pada ketinggian 100 – 500 meter di atas permukaan air laut dengan kelerengan lebih dari 15 meliputi wilayah kecamatan yang berada disebelah selatan dari wilayah Kabupaten Grobogan. Berdasarkan letak geografi dan reliefnya,Kabupaten Grobogan merupakanKabupaten yang tiang penyangga perekonomiannya berada pada sektor pertanian dan merupakan daerah yang cenderung cukup sulit mendapatkan air bersih

C. Isu-Isu Prioritas

  Dengan demikian kondisi akhir perencanaan adalah tahun2016, yang dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan memiliki visi : “Terwujudnya Kabupaten Grobogan Sebagai Daerah Industri dan Perdagangan Berbasis Pertanian yang Berwawasan Lingkungan”Misi : 1. Mewujudkan pengembangan teknologi informasi dan data SDA dan lingkungan hidup yang berkualitas dan berdaya guna Gambar 1.

ISU PRIORITAS ALASAN PEMILIHAN ISU

  P2KH dan pembentukan FKH Hijau (RTH) kawasan perkotaan 12,34 % dari luas RTH yang ditargetkan dalam RTRW Kabupaten Grobogan 2. Peningkatan Kelembagaan dan Kapasitas Masyarakat Buku Laporan SLHD Kabupaten Grobogan 2016 Berdasarkan visi dan misi Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan maka ada beberapa isu prioritas yang dibahas dalam Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Tahun 2016 antara lain : 1.

D. Alasan Pemilihan Isu Prioritas

1. Konservasi Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) dan Hutan

  a) Kabupaten Grobogan memiliki kawasan bentang alam karst (KBAK)Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)Republik Indonesia telah menetapkan Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK)Sukolilo sebagai kawasan lindung melalui Kepmen ESDM Nomor 2641/K/40/MEM/2014. b) Kabupaten Grobogan memiliki hutan yang cukup luasDengan luasan hutan negara sebesar 70.152,90 Ha dan hutan rakyat sebesar 4.420Ha dari keseluruhan luas wilayah Kab.

2 Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kawasan Perkotaan

  Ibukota KabupatenTotal (Publik & Privat) : 433 Ha atau 19,84 % dari luas wilayah ibukota kabupaten RTH Publik : 269,07 Ha atau 12,34 %RTH Privat : 164 Ha atau 7,50 % b. Kawasan Perkotaan StrategisTotal (Publik & Privat) : 433 Ha atau 19,84 % dari luas wilayah kawasan perkotaan strategis RTH Publik : 269,07 Ha atau 12,34 %RTH Privat : 164 Ha atau 7,50 % Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) kawasan perkotaan dilakukan secara bertahap.

3. Perencanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Yang Terpadu dan Komprehensif

a) Penjabaran Visi Misi Kepala Daerah terpilih dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Grobogan Tahun 2016-2021

  Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam merumuskan kesepakatan dankebijakan dengan investor dan dilakukan berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku, pemilihan lokasi sesuai peruntukan dengan memperhatikanDaya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan, serta meningkatkan fungsi sebaran vegetasi dan peneduh, serta pembangunan dilakukan pada lokasi yang 4. Peningkatan sarana dan prasarana aparatur berupa kantor maupun bangunan dan sejenisnya dilakukan dengan memaksimalkan lahan yang ada dengan tetapmemperhatikan KDB (Koefisien dasar Bangunan) maksimal dan KDH(Koefisien dasar Hijau) minimal, serta meningkatkan fungsi sebaran vegetasi dan peneduh serta menghindari pembangunan pada lahan produktif, kawasanlindung, dan kawasan rawan bencana.

b) Antisipasi Dampak Perubahan Iklim dan Perubahan Tata Ruang

  Pesatnya pembangunan sektor industri dan infrastruktur akanmenyebabkan perubahan iklim secara bertahap. Selain itu perubahan Tata Ruang juga akan menimbulkan dampak signifikan terhadap perubahan iklim jika tidakdilakukan kajian dan antisipasi secara serius dan menyeluruh.

A. Pangan

  Layanan ekosistem pangan ini mencakup aspek hasil laut, pangan dari hutan seperti tanaman dan hewan, hasil pertanian dan perkebunan untuk pangan serta hasilpeternakan. Kemam mpuan penyediaan bahan kelas sedang terse ebar di Kabupaten Grobogan bagian timur l laut dan barat dayaseperti di Kecamatan Pe egaringan, Kecamatan Wirosari, dan Kecam matan Karangayung, dan kemampuan penyed diaan bahan pangan kelas rendah terdapat di sebagian kecilKabupaten Grobogan ba agian selatan seperti di Kecamatan Geye er dan KecamatanPulokulon.

B. Air Bersih

  Gambar 9 : Peta Daya Dukung Lingkungan Hidup Penyedia Bahan Air BersihSumber : Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data), 2016 Berdasarkan peta hasil analisis daya dukung lingkungan hidup aspek penyedia air bersih, hampir seluruh kecamatan di Kaupate Grobogan memiliki kualitas penyediaair bersih kelas tinggi. Berikut presetase kelas penyedia air bersih di Kabupaten Grobogan : Gambar 10 Presentase Kelas Da Daya Dukung Lingkungan Hidup Penyedia Air r Bersih6%0% 94% Sumber : Pusat Pen ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) a), 2016 Penyedia air bersih di di Kabupaten Grobogan, mayoritas didominasi si oleh kelas tinggi dengan persentase 94% % dan 6% sisanya adalah tergolong pada kela as rendah.

C. Serat (fiber)

  Tujuan dari ana nalisis daya dukung lingkungan hidup pada da layanan ekosistem serat (fiber) yaitu menjag ga dan peningkatan kualitas sumber-sumbe ber serat alami untuk kepentingan produksi. Berikut persentase kelas daya dukunglingkungan hidup penyedia karet di Kabupaten Grobogan : Gambar 12Presentase Kelas D s Daya Dukung Lingkungan Hidup Penyedia S Serat 15% 37%48% RENDAH SEDANG TINGGI Sumber : Pusat Pen ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) a), 2016 Daya dukung lingkunga gan hidup penyedia serat di Kabupaten Gr robogan mayoritas penyedia serat kelas seda dang sebesar 48%.

D. Bahan Bakar

  Gambar 14 :Peta Daya Dukung Lingkungan Hidup Penyedia Bahan Bakar Sumber : Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data), 2016 Peta hasil analisis daya dukung lingkungan hidup aspek penyedia bahan bakar, Secara spatial, daerah yang memiliki penyedia bahan bakar dengan kelas tinggi hanya beradadisebagian kecil Kecamatan Kedungjati, Kecamatan Karangayung, dan KecamatanKradenan. Berikut persentase persentase kelas daya dukung lingkungan hidup penyedia bahan bakar di Kabupaten Grobogan : Gambar 14 Presentase Kelas Da Daya Dukung Lingkungan Hidup Penyedia Bahan n Bakar3% 17% 80% RENDAH SEDANG TINGGISumber : Pusat Pen ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) a), 2016 Sebanyak 80% lahan n Kabupaten Grobogan memiliki daya dukun dukung lahan aspek penyedia bahan bakar r dengan kelas sedang, 17% kelas rendah da dan 3% kelas tinggi.

F. Tempat Tinggal dan Ru uang Hidup

  Gambar 17 : Peta Daya Dukung Lingkungan HidupFungsi Tempat Tinggal dan Ruang Hidup Sumber : Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data), 2016 Berdasarkan peta hasil analisis daya dukung lingkungan hidup fungsi tempat tinggal dan ruang hidup, diketahui bahwa fungsi kemampuan tempat tinggal dan ruang hidupkelas sedang mayoritas mendominasi di daerah Kabupaten Grobogan bagian tengah. Berikutpersentase kemampuan fungsi tempat tinggal dan ruang hidup di KabupatenGrobogan : Gambar 18 : Presentase Kelas Daya Duk kung Lingkungan Hidup Fungsi Tempat Tinggal d dan Ruang Hidup20% 29% 51% RENDAH SEDANG TINGGISumber : Pusat Pen ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) a), 2016 Daya dukung lingkunga gan hidup fungsi tempat tinggal dan ruang hi hidup di Kabupaten Grobogan didominasi si oleh kelas sedang 51% hingga kelas tingg nggi sebesar 29%.

G. Rekreasi dan Ekowisata a

  Sedangkan untuk kelas sedang mendominasi hampir semua Kecamatan di bagian Utara dan Selatan Kabupaten Grobogan. Hal ini di ditunjukkan dengandominasi fungsi rekreasi dan n ekowisata kelas sedang 49% dan tinggi 35% 35%.

H. Estetika

  Gambar 21 :Peta Daya Dukung Lingkungan Hidup Fungsi Estetika Sumber : Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data), 2016 Berdasarkan peta hasil analisis daya dukung lingkungan hidup fungsi estetika alam, diketahui bahwa fungsi estetika alam kelas sedang ini mendominasi di Kabupaten Groboganbagian tengah seperti Kecamatan Gubug, Kecamatan Godong, Kecamatan Penawangan, dan lainnya. Berikut persentase kemampuan fungsi estetika alam di Kabupaten Grobogan : Gambar 22Presentase Kelas Da aya Dukung Lingkungan Hidup Fungsi Esteti ika Alam 19% 39%42% RENDAH SEDANG TINGGI Sumber : Pusat Pen ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) a), 2016 Daya dukung lingkun kungan hidup fungsi estetika alam di Kabupa bupaten Grobogan didominasi oleh kelas s sedang 42% hingga kelas tinggi sebesar 39% 39%.

A. Pengaturan Iklim m

  Gambar 23 : Peta Daya Tampung Lingkungan HidupPengaturan Iklim Sumber : Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data), 2016 Berdasarkan peta hasil analisis daya dukung lingkungan hidup aspek pengaturan iklim, diketahui daerah di Kabupaten Grobogan yang memiliki kelas pengatur iklim tertinggiterletak di Kabupaten Grobogan bagian utara dan selatan. Berikut presentase kelas pengatur lklim diKabupaten Grobogan : Gambar 24 : Presentase Kela as Daya Tampung Lingkungan Hidup Pengaturan Ik n Iklim14% 38% 48% RENDAH SEDANG TINGGISumber : Pusat Pen ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) a), 2016 Daya tampung li ingkungan hidup pengatur iklim di Kabupa bupaten Grobogan didominasi oleh ke kelas tinggi 48% hingga kelas sedang sebesa sar 38%.

B. Pengaturan Tata A a Air dan Pengendali Banjir

  Gambar 25 Peta Daya Tampung Lingkungan HidupPengaturan Tata Air dan Pengendali Banjir Sumber : Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data), 2016 Presentase Kelas Daya Tam Gambar 26 mpung Lingkungan Hidup Pengaturan Tata AiBanjir spek pengatur tata air ng memiliki kelasn Grobogan bagian angan, dan lainnya.di bagian Utara dan atan di Kabupatenndali banjir. Sedangkan hanya sebagian kecil kecama as rendah pada pengatur tata air dan pengena air dan pengendali banjir di Kabupaten Grob lahan, erosi, abrasi ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) ngkungan hidup pengatur tata air dan pe ogan didominasi oleh kelas sedang sebesarmenjadi 34% kelas tinggi dan 15% penga kelas rendah.

C. Pencegahan dan P

  Berikut presentase kelaspencegahan dan perlindungan pencegahan bencana di Kabupaten Grobogan : Gambar 28 : Presentase Kelas Daya Tampu ung Lingkungan Hidup Pencegahan dan Perlindu ungan dari Bencana15% 23% 62% RENDAH SEDANG TINGGISumber : Pusat Pen ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) a), 2016 Daya tampung li ingkungan hidup pencegahan dan perlindun ndungan pencegahan bencana di Kabup bupaten Grobogan didominasi oleh kelas sed dang sebesar 62%. Sedangkan sisanya a terbagi menjadi 23% kelas tinggi dan 15% 15% pencegahan dan perlindungan pence ncegahan bencana kelas rendah.

D. Pemurnian Air

  Gambar 29 : Peta Daya Tampung Lingkungan HidupPemurnian Air Sumber : Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data), 2016 Berdasarkan peta hasil analisis daya dukung lingkungan hidup aspek pengaturan pemurnian air, diketahui daerah di Kabupaten Grobogan yang memiliki kelaspengaturan pemurnian air tinggi terletak di sebagian kecil di Kecamatan Kedungjati,Kecamatan Karangayung, Kecamatan Wirosari, dan Kecamatan Kradenan. Berikut presentase kelas pengaturan pemurnian air di KabupatenGrobogan : Gambar 30 : Presentase Kel las Daya Tampung Lingkungan Hidup Pemurnian n Air2% 21% 77% RENDAH SEDANG TINGGISumber : Pusat Pen ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) a), 2016 Daya tampung li ingkungan hidup pengaturan pemurnian air di KabupatenGrobogan didomina inasi oleh kelas sedang dan kelas tinggi dengan persentase masing-masing seb besar 77% dan 21%.

E. Pengolahan dan P Penguraian Limbah

  Gambar 31 :Peta Daya Tampung Lingkungan Hidup Pengolahan dan Penguraian Limbah Sumber : Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data), 2016 Berdasarkan peta hasil analisis daya dukung lingkungan hidup aspek pengolahan dan penguraian limbah, diketahui daerah di Kabupaten Grobogan yang memiliki kelaspengolahan dan penguraian limbah tinggi terletak di Kabupaten Gobogan bagian tengah. Berikut presentase kelas pengolahan dan penguraian limbah diKabupaten Grobogan : Gambar 32 : Presentase Kelas Daya Ta ampung Lingkungan Hidup Pengolahan dan Peng guraian Limbah5% 48% 47% RENDAH SEDANG TINGGISumber : Pusat Pen ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) a), 2016 Daya tampung ling gkungan hidup pengolahan dan penguraian lim mbah di KabupatenGrobogan didomina nasi oleh kelas tinggi sebesar 48%.

F. Pemeliharaan Ku ualitas Udara

  Gambar 33 : Peta Daya Tampung Lingkungan HidupPemeliharaan Kualitas Udara Sumber : Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data), 2016 Berdasarkan peta hasil analisis daya dukung lingkungan hidup aspek pemeliharaan kualitas udara, diketahui daerah di Kabupaten Grobogan yang memiliki kelaspemeliharaan kualitas udara tinggi mendominasi di Kabupaten Grobogan tengah. Berikut presentase kelas pemeliharaan kualitas udara di Kabupaten Grobogan : Gambar 34 : Presentase Kelas Daya a Tampung Lingkungan Hidup Pemeliharaan Kua alitas Udara3% 44% 53% RENDAH SEDANG TINGGISumber : Pusat Pen ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) a), 2016 Daya tampung lingkun kungan hidup pengatur pemeliharaan kualitas uda udara di Kabupaten Grobogan didominasi oleh kelas tinggi yaitu 53% dan kelas sed dang sebesar 44%.

G. Pengaturan Penye yerbukan Alami

  Gambar 35 : Peta Daya Tampung Lingkungan HidupPengaturan Penyerbukan Alami Sumber : Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data), 2016 Berdasarkan peta hasil analisis daya dukung lingkungan hidup aspek pengaturan penyerbukan alami, diketahui daerah di Kabupaten Grobogan yang memiliki kelaspengaturan penyerbukan alami rendah mendominasi dan menyebar hampir di seluruhKabupaten Grobogan. Berikutpresentase kelas pengaturan penyerbukan alami di Kabupaten Grobogan : Gambar 36Presentase Kelas Daya Ta ampung Lingkungan Hidup Pengaturan Penye erbukan Alami 5% 25%70% RENDAH SEDANG TINGGI Sumber : Pusat Pen ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) a), 2016 Daya tampung lingkun kungan hidup pengatur iklim di Kabupaten Gr robogan didominasi oleh kelas rendah yaitu 70% hingga kelas sedang sebesar 25%.

H. Pengendalian Ham ama dan Penyakit

  Gambar 37 :Peta Daya Tampung Lingkungan Hidup Pengendalian Hama dan Penyakit Sumber : Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data), 2016 Berdasarkan peta hasil analisis daya dukung lingkungan hidup aspek pengendalian hama dan penyakit, diketahui daerah di Kabupaten Grobogan yang memiliki kelaspengendalian hama dan penyakit dengan kelas sedang yang mendominasi dan terletak di hampir seluruh wilayah di Kabupaten Grobogan. Berikut presentase kelas pengendalian hama dan penyakit di Kabupaten Grobogan: Gambar 38 :Presentase Kelas Daya T Tampung Lingkungan Hidup Pengendalian Hama a dan Penyakit 0% 14%86% RENDAH SEDANG TINGGI Sumber : Pusat Pen ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) a), 2016 Daya tampung lingkungan hi hidup pengatur iklim di Kabupaten Groboga obogan didominasi oleh kelas sedang 86%.

A. Pembentukan lapisan tan anah & pemeliharaan kesuburan

  Tujuandari analisis daya dukun dukung dan daya tampung layanan ekosistem pe pembentukan lapisan tanah & pemeliharaan n kesuburan ini yaitu untuk meningkatkan kua kualitas tanah denganmenggunakan konserva vasi tanah dan air, serta untuk meningkatka kan kesuburan dan produksi tanah. Kemampuan pendukung pembentukan lapisan tanah & pemeliharaan kesuburan kelas sedang tersebar diKabupaten Grobogan bagian timur laut, dan kemampuan pendukung pembentukan lapisan tanah & pemeliharaan kesuburan kelas rendah terdapat di sebagian KabupatenGrobogan bagian selatan.

B. Siklus hara (nutrient)

  Gambar 41 Peta Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan HidupPendukung Siklus hara (nutrient) Sumber : Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data), 2016 Berdasarkan peta hasil analisis daya dukung lingkungan hidup aspek PendukungSiklus Hara (nutrient), hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Grobogan memiliki kualitas Pendukung Siklus Hara (nutrient) kelas sedang. Berikut persentase kemampuan daya dukung dan daya tampung PendukungSiklus Hara (nutrient) di Kabupaten Grobogan : Gambar 42 : Presentase Kelas s Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hi HidupPendukung Siklus Hara (nutrient) 5% 28%67% RENDAH SEDANG TINGGI Sumber : Pusat Pen ngendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data) a), 2016 Pendukung siklus hara a (nutrient) di Kabupaten Grobogan, mayorit tas didominasi oleh kelas sedang dengan pe persentase 65% dan keles tinggi 28%.

C. Produksi Primer

  Tujuan dari analisis day ya dukung dan daya tampung lingkungan hi hidup pada layanan ekosistem pendukung produks oduksi primer yaitu menjaga konservasi hut hutan, tanah dan air, mengelola daerah aliran sun sungai (DAS) yangada, serta mengendalika kan kerusakan hutan yang ada. Gambar 43 : Peta Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan HidupPendukung Produksi Primer Sumber : Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (Olah Data), 2016 Berdasarkan peta hasil analisis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup tersebut, pendukung produksi primer dengan kelas tinggi banyak terdapat di KabupatenGrobogan bagian barat laut dan tengah.

D. Biodiversitas

  Tujuan dari analisis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup pada layanan ekosistem biodiversitas yaitu menj njaga kelestarian ekosistem dan konservasi ha ayati yang ada. Perlunya peningkatan dan revitalisasi sarana prasarana terkait lingkungan hidupPeningkatan kualitas dan revitalisasi sarana prasarana terkait pengelolaan lingkungan hidup penting untuk menjaga keberlangsungan pembangunan yang berwawasanlingkungan.

INDIKATOR PARAMETER NILAI TH 2016 NILAI TH 2015 SATUAN KETERANGAN REFERENSI

  Konsumsi BBM Bensin 62.501.200,36 165344 liter pemakaian BBM naik Tabel SP4BSolar 31.839.341,92 1996 liter pemakaian BBM naik Tabel SP4B TSP 135,9 135,9 mg/Nm3 tetap Tabel SD 18 Pb0 mg/Nm3 tetap Tabel SD 18 H2S 0,0001625 0,0001625 ppm tetap Tabel SD 18 a. Perindustrian Beban Pencemaran Buku Laporan SLHD Kabupaten Grobogan 2016 ZA 9.200 2.006 Ton pemakaian naik Tabel SE 4 NPK 55.855 26.138 Ton pemakaian naik Tabel SE 4Organik 20.800 26.543 Ton pemakaian naik Tabel SE 4 2.

5. Peternakan

  Populasi Ternak Sapi perah 353 335 ekor populasi naik Tabel SE-8 Sapi potong 175.111 157.898 ekor populasi naik Tabel SE-8Kerbau 2.408 2269 ekor populasi naik Tabel SE-8 Kuda 488 113 ekor populasi naik Tabel SE-8Kambing 115.480 114482 ekor populasi naik Tabel SE-8 Babi 205 215 ekor populasi turun Tabel SE-8Domba 17.905 3250 ekor populasi naik Tabel SE-8 b. Kesehatan Peny.pd Sal.pernf.bag.atas103.231 116803jiwa jumlah turun Tabel DS 2 Peny lain pd sal.pernafbag.bawah 17.856 48667 jiwa jumlah turun Tabel DS 2Diare 16.802 21633 jiwa jumlah turun Tabel DS 2 Penyakit degenaratif lain 13.758 13075jiwa jumlah naik Tabel DS 2 Anemia 11.538 11829 jiwa jumlah turun Tabel DS 2 Peny.

KIMIA ANORGANIK

Tabel SD 14A 8 pH8,3 nilai turun Tabel SD 14A DHL 0 mg/L tetap Tabel SD 14A TDS0 mg/L tetap Tabel SD 14A TSS0 mg/L tetap Tabel SD 14A DO0 mg/L tetap Tabel SD 14A BOD 33 9 mg/L polutan naik Tabel SD 14A COD 186 24 mg/L polutan naik Tabel SD 14ANO2 0 mg/L tetap Tabel SD 14A 5 NO3 6,35 mg/L polutan turun Tabel SD 14A Buku Laporan SLHD Kabupaten Grobogan 2016 Buku Laporan SLHD Kabupaten Grobogan 2016 NH3 1 308,25 mg/L polutan turun Tabel SD 14A Klorin bebas 0 mg/L tetap Tabel SD 14AT-P 0 mg/L tetap Tabel SD 14A Fenol 0 mg/L tetap Tabel SD 14AMinyak dan Lemak 333 0,00825 mg/L polutan naik Tabel SD 14A Detergen 2220 mg/L polutan naik Tabel SD 14A Fecal coliform 150 0 mg/L polutan naik Tabel SD 14A Total coliform 1.000 0 mg/L polutan naik Tabel SD 14A Sianida 0,00975 mg/L polutan turun Tabel SD 14AH2S 0,06 mg/L polutan turun Tabel SD 14A Kualitas air danau FISIKATempelatur o C Tabel SD 15AResidu Terlarut 32 data tidak tersedia mg/ L Tabel SD 15A

KIMIA ANORGANIK 125

  Alat pencacah sampah 1 2 buah jumlah turun Tabel UP 2 e. Luas area 1.890 3367,47 Ha luas area turun Tabel UP 1 b.

E. Keterkaitan Isu Prioritas dengan Pressure State Response (PSR)

  Ada keterkaitan isu prioritas dengan kondisi PSR (Pressure, State, Response) yang dibahas dalam Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Tahun 2016 antara lain : 1. Peta Pendukung Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Grobogan Tahun 2016 Untuk memperjelas informasi yang disusun dalam Buku Laporan Status LingkunganHidup Daerah (SLHD) Kabupaten Grobogan berikut ini kami sertakan peta-peta sebagai berikut : 1.

H. Pemanfaatan Buku Status Lingkungan Hidup Daerah

Pemanfaatan Buku Status Lingkungan Hidup Daerah adalah sebagai berikut : a) Sebagai bahan masukan bagi pemegang kebijakan untuk merencanakan pembangunan daerah.Buku Status Lingkungan Hidup Daerah dapat digunakansebagai dasar untuk pengambilan kebijakan perencanaan pembangunan daerah seperti RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) maupundiintegrasikan dalam penyusunan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) b) Sebagai informasi dasar dan komprehensif bagi pengusaha, pemerhati lingkungan serta masyarakat umum yang ingin mendapatkan gambaran menyeluruh tentangpengelolaan lingkungan di Kabupaten Grobogan c) Sebagai bahan penelitian bagi kalangan mahasiswa, periset dan akademisi yang ingin melakukan penelitian di Kabupaten Grobogand) Sebagai dasar untuk melakukan pengembangan peta tematik potensi pencemaran air, udara dan kerusakan lahan serta menyusun database industry yang telahmemiliki ijin lingkungan

I. Sistematika Laporan

  Sistematika Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Kabupaten GroboganTahun 2016 disusun sebagai berikut: 1 . Peta Pendukung Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten GroboganTahun 2016 H.

2. Bab II Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

  Lahan dan Hutan B. Bencana Alam 2.

Bab II I Tekanan Terhadap Lingkungan A. Kependudukan B.Pemukiman C.Kesehatan D.Pertanian E.Industri F.Pertambangan G.Energi H.Transportasi I.Pariwisata J.Limbah B3 3. Bab IV Upaya Pengelolaan Lingkungan A.Rehabilitasi Lingkungan B.Pengawasan AMDAL C.Penegakan Hukum D.Peran Serta Masyarakat E.Kelembagaan

5. BAB V

PerhitunganIKLH

BAB II KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA A. Lahan dan Hutan

1. Lahan

  Aturan fungsi pemanfaatan lahan merupakan salah satu bagian dari PolaRehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah yang biasanya menggunakan Daerah AliranSungai (DAS) sebagai unit perencanaan sekaligus sebagai unit wilayah kerja kegiatan rehabilitasi lahan dan konservasi tanah. Sedangkan luas sawah tada dan luas terkecil di Kecamatan P Irigasi Tadah HujanTabel SD-1C: Luas Penggunaan Lahan di Kab Grobogan Tahun 2016 an Lahan Luas (Ha)rtanian Sawah 66184 29881an 36303 rtanian Bukan Sawah 99674un 23917 umaan Irigasi Tadah HujanTabel SD-1C: Luas Penggunaan Lahan di Kab Grobogan Tahun 2016 % lahan di Kabupaten Gambar 56 : Pembagian Jenis Sawah Berdasarkan Pengairan di Kab Grobogan Tahun 2016 nan seluas 4.421 Ha Ha.

2. Hutan

  Luas Kawasan Hutan Menurut Fungsi/Status Kabupaten : Grobogan Tahun Data :2016 No. Fungsi Luas (Ha)(1) (2) (3) Cagar Alam Suaka MargasatwaTaman Wisata Taman BuruTaman Nasional Taman Hutan RayaHutan Lindung Hutan Produksi 66,585.20 Hutan Produksi Terbatas3,567.70 Hutan Produksi Konservasi 0.32 Total Luas Hutan 70,153.22Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah (2015) Sedangkan rincian luas hutan negara berdasarkan peruntukan di tiap kecamatan dipaparkan pada Tabel SD-2A berikut ini.

3. Kawasan Lindung

  Sedangkan Kawasan Lindung berdasarkan peruntukan lahan Rencana Tata RuangWilayah Kabupaten Grobogan dijelaskan pada Tabel SD-3 berikut Tabel SD-3. Luas Kawasan Lindung berdasarkan RTRW dan Tutupan Lahannya Kabupaten : Grobogan Tahun Data: 2016Tutupan Lahan ( Ha) Luas Kaw asan Area Tanah No.

A. Kawasan Perlindungan Terhadap Kawasan Bawahannya

1 Kawasan Hutan Lindung 2 Kawasan Bergambut 3 Kawasan Resapan Air66.700 64.100 - 867 1.733 Jumlah66.700 66.700 1 Sempadan Pantai 7.265 7.265 3 Kawasan Sekitar Danau atau Waduk149 149 4 Ruang Terbuka Hijau* 9.404

C. Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam dan Cagar Budaya

1 Kawasan Suaka Alam 2 Kawasan Suaka Laut dan Perairan Lainnya 3 Suaka Margasatwa dan Suaka Margasatwa LautBuku Laporan SLHD Kabupaten Grobogan 2016 -88 4 Cagar Alam dan Cagar Alam Laut 5 Kawasan Pantai Berhutan Bakau 6 Taman Nasional dan Taman Nasional Laut 7 Taman Hutan Raya 8 Taman Wisata Alam dan Taman Wisata Alam Laut 9 Kawasan Cagar Budaya dan I lmu Pengetahuan 234 234Jumlah 234 234

D. Kawasan Rawan Bencana

1 Kawasan Rawan Tanah Longsor2.330 2.330 2 Kawasan Rawan Gelombang Pasang 126.700 126.700 3 Kawasan Rawan Banjir3.750 3.750 Jumlah132.780 132.780

E. Kawasan Lindung Geologi

  Kawasan Keunikan Batuan dan Fosilii. Kawasan yang Terletak di Zona Patahan Aktif Buku Laporan SLHD Kabupaten Grobogan 2016 -89 82.082 82.082 Jumlah82.082 82.082 1 Cagar Biosfer 2 Ramsar 3 Taman Buru 4 Kawasan Perlindungan Plasma Nutfah2.424 2.424 5 Kawasan pengungsian Satwa 6 Terumbu Karang 7 Kawasan Koridor bagi Jenis Satwa atau Biota Laut yang Dilindungi Jumlah2.424 2.424 Jumlah Total Kawasan Lindung304.844 I I .

2 Kawasan Bergambut

  Analisis Statistik Luas Kawasan Lindung berdasarkan RTRW dan Tutupan Lahannya Kabupaten : Grobogan Tahun Data: 2016 No. Kawasan Perlindungan Terhadap Kawasan Bawahannya 1 Kawasan Hutan Lindung 3 Kawasan Resapan Air 66.70064.100 867 1.733 - 1 Sempadan Pantai 4 Ruang Terbuka Hijau* 1.990 1.330660 Jumlah 9.404 8.744 660C.

7 Taman Hutan Raya

  8 Taman Wisata Alam dan Taman WisataAlam Laut 9 Kawasan Cagar Budaya dan I lmu Pengetahuan 234 234Jumlah 234 234 D. Sempadan Mata Air 1.382 1.382 Buku Laporan SLHD Kabupaten Grobogan 2016 Jumlah 82.082 82.082Jumlah 82.082 82.082 1 Cagar Biosfer 3 Taman Buru 5 Kawasan pengungsian Satwa - 6 Terumbu Karang 2.424 2.424Jumlah Total Kawasan Lindung 228.740 1.527 1.733 304.844 I I .

3 RTH Fungsi Tertentu

  4269,07 12,34 436,50 20 TotalSumber : Bappeda Kab Grobogan (2016) Pada Tabel SD-3C diatas terlihat bahwa RTH sempadan sungai merupakan jenis RTH terluas dan RTH Hutan Kota merupakan jenis RTH terkecil. Kalongan)2013, 2014, 2015 Badan Lingkungan Hidup Rp.2.000.000.000,- APBD 3 Taman buah 3,487 Kelurahan Kalongan Asset Pemkab (eks bondo desa Kel.

KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI ZONA BERDASARKAN POLA NODESKRI PSI RUANG WI LAYAH KABUPATEN

  Diizinkan secara terbatas untuk pemasangan Penyediaan dan Buku Laporan SLHD Kabupaten Grobogan 2016 Buku Laporan SLHD Kabupaten Grobogan 2016 Publik adalah kawasan RTH yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerahkabupaten yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secaraumum.papan reklame; 2. Penyediaan dan pengembanganRTH publik direncanakanminimal seluas 10% luas kawasanperkotaan A4 Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam, dan Cagar Budaya Kawasan Cagar Budaya Kawasan cagar budaya dan ilmupengetahuan adalah kawasan yang merupakan lokasi bangunan hasilbudaya manusia yang bernilai tinggi maupun bentukan geologi yangkhas.

1.76 E+09

  Evaluasi Kerusakan Tanah di Lahan KeringKabupaten : Grobogan Lokasi:Desa Kalangbancar Kec. GeyerTahun Data: 2016 Ambang Status Hasil No.

1.91 E+08

  tanah Sumber : BLH Kab Grobogan (2016) alami tanah atau pengelolaan tanah persawahan Tabel SD-7E. Evaluasi Kerusakan Tanah di Lahan KeringKabupaten : Grobogan Lokasi: Desa Juworo Kec.

3 Komposisi

  41.74 Tidak alami tanah atau pengelolaan tanah persawahanPerbandingan Nilai Antar Lokasi dan Antar Parameter Kerusakan Tanah 9.52E+05Tidak Sumber : BLH Kab Grobogan (2016) 10 Jumlah Mikroba< 102 cfu/g tanah 9 Redoks < 200 mV -45 Ya 0.08 Tidak 8 Daya Hantar Listrik /DHL> 4,0 mS/cm 8.43 Tidak 1.58 Tidak7 pH (H2O) 1 : 2,5 < 4,5 ; > 8,5 6 Derajat Pelulusan air< 0,7 cm/jam; > 8,0 cm/jam 5 Porositas Total < 30 % ; > 70 % Tabel SD-7. Parameter Ambang Kritis (PP 150/2000) Hasil Pengamatan Status Melebihi/Tidak(1) (2) (3) (4) (5) Buku Laporan SLHD Kabupaten Grobogan 2016 Gambar 47 : Persebaran Ketebalan Solum Hasil Pengujian Series1 43,76 41,92 58,56 61,65 38,35 49,52 36,72 53,73 71,89 80 Axi s T it le 70 60 50 40 30 20 10 Persebaran Ketebalan Solumrandurej orandurej orejosari rejosari kalangbencar juworo kapung mrisitanggun gharjo 2.

50 T

  Berat isi yang terlalu tinggi juga akan mengganggukapasitas infiltrasi air hujan, sehingga tanah akan rentan terhadap erosi, selain itu berat isi yang terlalu tinggi akan memperkecil pori-pori antar zarah tanahsehingga akan mengurangi kemampuan tanah untuk mengikat air dan hara. Derajat Pelulusan air Derajat pelulusan airtubuh tanah secara ve isi dan porositas suatubesar nilai porositas akan semakin tinggi, dpenyusun butiran tana memenuhi standar dera Gambarandurej orandurej o Series1 43,38 10 20 30 40 50 xi s T it lembar 52 : Persebaran Porositas Total atau permeabilitas tanah adalah kecepaertikal.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-04-16

Dokumen yang terkait

Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten

Gratis

Feedback