Macam - macam Perbedaan Individu

 0  0  30  2018-10-03 19:26:04 Report infringing document

  Kelompok 1

Perbedaan Individu

  Kesimpulan : Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam kamus echols & shadaly (1975), individu adalah kata benda dari individual yang berarti orang, perseorangan, dan oknum.

  Perbedaan individu dalam pendidikan dan pembelajaran menjelaskan perbedan-perbedaan yang berkaitan dengan perbedaan siswa dalam berpikir, berperasaan, dan bertindak dalam satu kelas. Hal ini sangat penting dikaji dan dipahami oleh guru, disebabkan salah satu karakteristik pembelajaran yang efektif adalah proses pembelajaan yang memerhatikan dan merespon kebutuhan siswa. Selain itu proses pembelajaran akan terlaksana dengan baik apabila guru mampu mengerti, memahami, dan memperhatikan perbedaan-perbedaan siswa dalam hal kemampuan (ability), kesiapan dan kematangan (maturity), dan kecepatan belajarnya.

Macam-macam Perbedaan Individu

   Perbedaan Jenis Kelamin dan Gender Jenis kelamin dan gender berbeda. Jenis kelamin merujuk kepada perbedaan biologis dari laki-laki dan perempuan, sementara gender termasuk dalam hal peran, tingkah laku, kecenderungan, sifat, dan atribut lain yang menjelaskan arti menjadi seorang laki-laki atau perempuan dalam kebudayaan yang ada.

   Perbedaan Kemampuan Kemampuan didefinisikan sebagai prestasi komparatif individu dalam berbagai tugas, termasuk memecahkan masalah dengan waktu yang terbatas, juga meliputi prestasi individu dalam sebagian besar tugas-tugas belajar. Perbedaan kecerdasan dapat dilihat dari perbedaan skor IQ.

   Perbedaan Kepribadian Kepribadian adalah pola perilaku dan cara berpikir yang khas yang menentukan penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan. Kepribadian sesesorang dapat tinjau melalui dua model yaitu model big five dan model brigg-myers.

   Perbedaan Gaya Belajar Gaya belajar adalah pola prilaku spesifik dalam menerima informasi baru dan mengembangkan ketrampilan baru, serta proses menyimpan informasi atau ketrampilan baru

Pertanyaan :

  1. Apakah seseorang yang lahir secara prematur akan mempengaruhi kecerdasannya? Jawab : Kecerdasan merupakan salah satu bagian terpenting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan seorang individu selama masa hidupnya. Dengan kecerdasan seseorang dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan pendidikan maupun masyarakat sekitar. Lamanya masa kehamilan hingga per salinan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi inteligensi. Hal ini menentukan lengkap atau tidaknya dan sempurna atau tidaknya organ- organ dalam individu dapat berkembang dengan baik. Proses kelahiran tepat waktu maupun kelahiran prematur menjadi penentu kecerdasan seseorang dengan segala prosesperkembangan selanjutnya setelah bayi dilahirkan.

  2. Perbedaan emosi anak yang normal dan anak yang hiperaktif Jawab : Biasanya emosi anak yang normal itu dapat dikntrol dengan baik walaupun sebagian yang lainnya susah untuk mengontrol emosinya,sedangkan emosi anak yang hiperaktif tidak bisa dikontrol

  3. Bagaimana cara mengembangkan perkembangan psikologi sosial anak Jawab: Rasa sosial anak dapat dikembangkan dengan cara sering mengajak anak tersebut berbicara,juga dengan membawa anak tersebut ketempat-tempat keramaian yang mengharuskan anak tersebut untuk berinteraksi dengan orang lain.

  4. Seberapa besar pengaruh masa prenatal bagi perkembangan dan pertumbuhan seseorang Jawab : Perkembangan ialah kematangan fungsi organ, seperti perkembangan otak dan lainnya yang bersifat kualitatif. Sedangkan pertumbuhan ialah pertambahan jumlah, volume sel yang bersifat irreversible. Masa prenatal ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seseorang. Misalnya makanan yang dimakan oleh ibu hamil kandungan nutrisinya juga diserap oleh anak yang ada dalam kandungan. Nutrisi ini kemudian akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak yang adal didalam kandungan. Jadi apabila ibu hamil kurang mengasup makanan bergizi dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

  5. Apakah ada pendapat tokoh yang mengatakan kemampuan didapat dari faktor keturunan? Jawab : Ada, tokoh ini bernama Schopenhauer ia adalah filsof berkebangsaan Jerman. Ia merupakan pencetus aliran nativisme dimana ia mengatakan bahwa kemampuan ataupun bakat anak hanya diperoleh dari keturunan.

  6. Apakah ada norma yang berlaku ke anak berdampak negatif, dan kenapa norma dan nilai itu harus ada? Jawab : Pada dasarnya norma itu mengajarkan kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, namun bisa saja apabila seseorang dipengaruhi kebiasaan ataupun lingkungan disekitar yang kurang baik atau bahkan mungkin norma yang berlaku pada suatu daerah tersebut kurang baik akan mengakibatkan norma juga berdampak negatif kepada anak. Norma ialah suatu tetapan ataupun aturan yang diterapkan oleh suatu daerah sedangkan nilai ialah suatu tatanan yang dijadikan aturan ataupun norma oleh individu untuk menimbang dan memilih alternatif keputusan dalam situasi sosial tertentu. Norma dan nilai harus ada pada setiap lingkungan masyarakat agar masyarakat dapat menentukan suatu tindakan yang baik dan buruk bagi mereka dan lingkungan sekitar

  7. Manakah yang lebih mempengaruhi kesuksesan seseorang, kecerdasan intelek atau kecerdasan sosial? Jawab :

  Kedua nya mempunyai pengaruh yang sama, kecerdasan intelek seseorang juga harus diikuti dengan kecerdasan sosial, karena percuma jika seseorang mempunyai kecerdasan namun ia kurang bisa untuk bersosial dengan lingkungannya. Karena untuk bisa sukses seseorang harus bisa berinteraksi dengan lingkungannya.

  8. Benarkah mitos ketika anak sakit ia akan mengalami suatu pertumbuhan atau perkembangan yang baru Jawab: Tidak sepenuhnya benar,namun mitos tersebut sering ditemukan dalam kehidupan sehari- hari. Misalnya, seorang anak yang mengalami pertumbuhan gigi ia akan mengalami demam sebelum gigi tersebut akan tumbuh.

  9. Seorang anak takut untuk meniru karena ia melihat orang lain gagal ketika melakukan satu perbuatan, bagaimana dampak psikis bagi anak tersebut Jawab :

  Karena kemungkinan besar si anak tersebut mengalami trauma pada saat melihat orang di sekelilingnya gagal dalam melakukan suatu perbuatan, sehingga si anak takut untuk melakukan perbuatan tersebut, misalnya si anak mempunyai kakak yang bisa bermain sepeda pada suatu ketika si anak tersebut melihat kakaknya terjatuh dari sepeda sehingga terluka, dan si anak tersebut enggan untuk melakukan hal yang sama seperti kakaknya karena dia takut hal tersebut terjadi kepada dirinya.

  Kelompok 2

Konsep Dasar Belajar dan Aplikasi Dalam Pembelajaran

  Kesimpulan : Tingkat intelektual setiap siswa kondisinya berbeda-beda. Ada yang lemah dalam suatu bidang ,tapi unggul dalam bidang lain. Ada yang pandai hafalan ,ada juga yang pandai berhitung, berorganisasi, itusemua disebut kecerdasan majemuk (multiple inteligences).

  Untuk memunculkan potensi unggulan itu diperlukan suasana belajar yang baik. Pendidik sebagai tokoh sentral selain harus mampu memahami setiap individu siswa juga harus memiliki kepekaan. Karena pendidiklah yang berperan sebagai fasilitator yang menyediakan suasana yang menyenangkan, yang dengannya kemungkinan peserta didik berhasil mengembangkan potensinya menjadi lebih besar. Selain itu kesimpulan dari makalah ini adalah:

  1. Perlunya peningkatan kajian-kajian dan pelatihan-pelatihan yang memberikan pemahaman psikologis oleh pihak-pihak terkait kepada para konselor.

  2. Para praktisi bimbingan konsling diharapkansenantiasa meningkatkan kualitas pibadi guna menjalankan profesi.

Pertanyaan :

  Sesi 1 :

  1. KELOMPOK 1 ( Silvya Anggraini ) : Apa saja faktor pendorong untuk belajar ?

  • Faktor pendorong siswa untuk belajar :

  a. Adanya dorongan dari lingkungan

  b. Membantu murid untuk mengingat materi

  c. Jadilah pembantu murid

  d. Memberikan apresiasi terhadap hasil belajar siswa meskipun nilainya rendah.

  2. KELOMPOK 7 ( Nurul Rahmah) : Metode manakah yang lebih efisien dalam pembelajaran ?

  • Dari semua metode sebenarnya tidak ada satupun metode belajar yang paling efisien, semuanya tergantung pada materi yang diajarkan.

  3. KELOMPOK 1 ( Vergi Raudatul Usrah ) : Apa saja factor berkurangnya motivasi ?

  • Faktor berkurangnya motivasi :

  1. Karena ada hal dari luar yang membuat kita lalai sehingga membuat motivasi yang sudah tertanam dalam diri kita menjadi luntur.

  Contohnya, pada saat disekolah kita telah diberi motivasi untuk giat belajar oleh guru-guru kita lalu jiwa kita menggebu-gebu mendapat motivasi tersebut. Namun sepulang sekolah ada kawan kita mengajak jalan-jalan dan main-main dari situlah motivasi yang awalnya menggebu-gebu dalam diri kita dapat luntur karena kita sudah dilalaikan dengan hal lain, maka dari situlah motivasi kita berkurang.

  2. Karena motivasi yang kita terima relative sedikit dan rentang waktu antara motivasi satu dengan motivasi lainnya relatif lama. Karena motivasi yang baik adalah motivasi yang dapat diterima secara terus- menerus agar motivasi yang sudah ada dalam diri kita tetap tertanam dan tidak hilang atau berkurang.

  3. Karena sosok motivator dalam hidup kita tidak ada atau sedikit.

  4. KELOMPOK 5 ( Amelia Fitri) : Mengapa anak kelas 3 SD yang sangat pandai tetapi tidak efesien dalam bersosialisasi ?

  • Pada umumnya anak yang pandai itu sosialnya kurang hal ini disebabkan karena cakupan lingkungan yang ia jelajahi kurang. Ada pula penyebab lain yang membuat anak-anak pandai tapi kurang sosialisasinya khususnya pada anak usia dini dikarenakan jam bermain diluar rumah sangat terbatas. Contohnya saja banyak anak-anak SD yang paginya pergi kesekolah, lalu pulang kerumah tidur siang dan sorenya ngaji, malamnya belajar lagi lalu tidur. Rutinitas yang dilakukan seperti ini secara terus menerus membuat ruang pergaulan dilingkungan luar menjadi tidak ada, maka dari itu
muncullah anak pandai namun kehidupan sosialnya kurang, selain itu biasanya juga karena sianak pernah mengalami trauma masa kecil karena ulah orang lain, kawannya atau oleh sesuatu hal sehingga menyebabkan dia sulit bersosialisasi.

  Sesi 2 :

  1. KELOMPOK 3 ( Muhammad Reza ) : Bagaimanakah reaksi pembelajaran jika terdapat kegagalan terhadap proses belajar mahasiswa ?

  • Reaksi pembelajaran jika terdapat kegagalan terhadap mahasiswa :

  1. Jika mahasiswa tersebut sadar akan kegagalannya maka reaksi yang

  diambil bisa berupa menjumpai dosen pembimbing untuk mencari jalan keluar terhadap masalah yang ia hadapi.

  2. Bersikap optimis dengan mempelajari kegagalan-kegagalan yang ada demi memulai keberhasilan yang baru.

  3. Lingkungan kampus sebaiknya mensupport ia agar tidak putus asa, dan lingkungan memberi motivasi kepadanya.

  4. Berusaha kembali dan berdoa, karena tanpa doa dan usaha kita semua sia-sia.

  2. KELOMPOK 5 ( Hardi ) : Apa penyebab/ metode dari guru jika terdapat anak yang pendiam tapi sangat pandai ?

  • Anak pandai tapi pendiam umunnya disebabkan karena rasa percaya diri si anak kurang. Metode yang dapat diterapkan guru kepada anak seperti ini adalah metode belajar aktif seperti presentasi atau kelompok. Namun sebelum itu semua, seorang guru harus tahu latar belakang sianak menjadi pendiam. Setelah tahu penyebabnya pastinya guru tersebut harus bisa mencocokkan metode yang dipakai untuk sianak. Contohnya seperti tadi metode belajar aktif, seperti presentasi dan kerja kelompok.

  3. KELOMPOK 4 ( Ida Sofia ) : Bagaimanakah metode jika terdapat 2 kepribadian yang terdiri dari aktif terus menjadi aktif dan pendiam terusmenjadi pendiam ?

  • Usaha yang dapat dilakukan untuk kasus seperti ini adalah dengan cara mengkombinasikan kedua kepribadian tersebut dalam belajar. Contohnya dalam satu kelompok belajar terdiri dari satuan akaktif dan satuan anak pendiam. Hal ini dilakukan agar anak yang pendiam tadi dapat beradaptasi dengan lingkungan belajarnya dan berharap bisa jadi anak yang aktif juga. Namun, kembali lagi kehakikat manusia. Sesungguhnya manusia itu diciptakan berbeda-beda tipenya.

  4. KELOMPOK 4 ( Sitti Raisa ) : Penjelasan tentang Albert Eisntein apakah perlu diasah lagi IQ nya karena seperti yang diketahui Albert Eisntein mempunyai IQ yang tinggi ?

  • Seseorang yang mempunyai IQ tinggihanya perlu dikembangkan saja kemampuannya tanpa perlu diasah. Dalam artian IQ tinggi yang dimiliki seseorang memang sudah terampil. Apapun yang ia kerjakan, otaknya dapat menyelesaikannya dengan mudah. Nah IQ tinggi itu dapat digunakan dengan maksimal maka yang dilakukan hanyalah melakukan perkembangan. Perkembangan tidak sama dengan asah IQ. Asah IQ yang dilakukan pada anak-anak yang mengalami keterlambatan atau gangguan sistem kerja otaknya dalam belajar.

  Kelompok 3

Teori Behavioristik

  Kesimpulan : Psikologi aliran behavioristik mulai mengalami perkembangan dengan lahirnya teori- teori tentang belajar yang dipelopori oleh Thomdike , Paviov, Wabon dan Ghuthrie..Mereka masing-masing telah mengadakan penelitian yang menghasilkan penemuan –penemuan yang berharga mengenai hal belajar.

  a. Teori connectionism ( El. Thomdike) Belajar berlangsung melalui pembiasaan/pembentukan koneksi antara stimulus dan respon.

  1. Teori Thomdike membagi 3 aspek, yaitu :  Law Of readiness

  Siap+Siap = Puas  Law of exercise  Siap+Tidak Siap = Tidak Siap  Law of effect

  Tidak Siap+Tidak Siap = Tidak Siap

  b. Teori Classical Conditioning (Ivan Pavlov) Proses pembentukan tingkah laku melalui pemanipulasian lingkungan yaitu secara berulang kali tingkah laku dipancing dengan sesuatu yang memang secara alami memunculkan tingkah laku tersebut.

  c. Teori Operant Conditioning (Skinner) Tingkah laku yang muncul karena stimulus yang muncul akan lebih kuat jika diikuti dengan adanya stimulan penguat.

  Teori operant conditioning ini paling berpengaruh dalam proses belajar teori behaviorisme ini.

  Contohnya :  anjing akan mengangkat kedua kaki didepan bila tau akan diberi makanan  anak mengemas buku dengan rapi jika tau akan diberi hadiah

Pertanyaan :

  1. Apa titik fokus dari teori behavioristik? Apakah kelemahan dan kelebihannya?  Titik fokus teori behavioristik adalah pengaruh dari stimulus dan respon.

  1) Kelemahan teori behavioristik

  a. Pembelajaran peserta didik hanya terpusat kepada guru

  b. Peserta didik cenderung mendengarkan dengan tertib

  c. Peserta didik tidak berkreasi dan berimajinasi 2) Kelebihan teori behavioristik

  a. Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan b. Materi yang diberikan sangat detail

  c. Membangun konsentrasi pikiran. Dalam teori ini ada penguatan dan hukuman. Penguatan ini berlaku mengaktifkan siswa untuk memperkuat muncul respon dan hukuman yang diberikan bersifat membangun.

  2. Aplikasi operant conditioning tidak adanya hukuman, apakah hukuman secara psykis atau fisik? Kadang-kadang anak diberikan hadiah, adakah implikasi terhadap peserta didik?

   Benar, tidak ada hukuman di operant konditioning, baik physkis maupun fisik. Pemberian hadiah untuk anak (yang berprestasi) sebagai bentuk apresiasi guru terhadap murid dan implikasinya agar menjadi motivasi bagi murid tersebut dan murid yang lainnya agar belajar lebih giat lagi.

  3. Pembelajarn dengan internet tidak bertatap muka, atau belajar sendiri tanpa rangsangan dari guru, apakah ada kaitan dengan teori behavioristik?  ketika anak belajar dari internet, anak tersebut hanya belajar tersebut tanpa stimulus dan respon sedangkan teori behavioristik seorang guru yang mengajar memberikan stimulus dan respon, jadi belajar dri internet dengan teori behavioristik ridak ada kaitannya.

  4. Teori konvergensi membahas perkembangan bakat. Apakah bakat dapat dikembangkan dengan teori behavioristik?  Bakat tidak dapat dikembangkan pada teori behavioristik, karena pada teori ini peserta didik tidak bebas berkreasi dan berimajinasi sehingga ini membatasi perkembangan bakat seorang peserta didik.

  5. Tingkah laku merupakan hasil belajar, bagaimana tingkah laku diberikan oleh lingkungan (sekolah, keluarga, masyarakat)?  Tingkah laku yang diberikan oleh lingkungan (sekolah, keluarga dan masyarakat) di sini tentunya berbeda-beda. Dari lingkungan sekolah, tingkah laku seorang anak dipengaruhi oleh teman-temannya, guru, dan pekarangan yang berada disekitar sekolah. Dari keluarga, tentu saja tingkah laku itu disesuaikan bagaimana pihak keluarga mendidik anaknya secara sistematis. Sedangkan di masyarakat, tingkah laku tersebut dapat dilihat dari bagaimana pergaulannya di sekitar masyarakat setempat, bagaimana temannya, dan bagaimana keadaan lokasi tempat si anak tinggal.

  6. Teori behavioristik mengarah kepada tingkah laku, begaiman proses pola pikir anak yang berkebutuhan khusus?

  • Pola pikir anak yang berkebutuhan khusus tentunya berbeda dengan pola pikir anak yang normal pada umumnya sehingga pola pikir anak yang disabilitas dilatih oleh guru-guru yang sudah memiliki kemampuan khusus untuk mengajari mereka. Jadi, mereka juga berhak mendapatkan pendidikan.

  7. Bagaimana jika seorang pendidik tidak mempunyai stimulus kepada peserta didik?

  • Tidak mungkin seorang pendidik tidak memiliki stimulus kepada peserta didik, setiap pendidik sejatinya memiliki stimulus untuk mentransfer ilmu kepeda peserta didik.

  8. Apa yang menjadi faktor yang mempengaruhi seorang anak yang tidak bisa merespon?

  • Faktor yang mempengaruhi seorang anak tidak bisa merespon stimulus barangkali anak tersebut lahir dalam keadaan prematur, ada kamungkinan kapasitas pola pikir yang tidak sempurna sehingga adakalanya ia susah untuk merespon stimulus-stimulus yang diberikan. Tetapi ada sebahagian anak yang lahir dalam keadaan prematur mampu dalam merespon, akan tetapi faktor ini tidak mutlak.

  Kelompok 4

Teori Kognitif

  Kesimpulan : Teori kognitif menekankan bagian-bagian dari suatu situasi yang saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut. Memisah-misahkan atau membagi-bagi materi pelajaran menjadi komponen-komponen yang kecil akan mengalami kehilangan makna. Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan aktifitas berpikir yang kompleks, yaitu mencakup pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki dan terbentuk dalam pikiran sesesorang berdasarkan pemahaman dan pengalaman terdahulu. Dalam praktik pembelajaran, teori kognitif antara lain tampak dalam rumusan-rumusan yang dikemukakan oleh J.Piaget, Ausubel, Bruner, Gagne, Norman dan sebagainya.

  Menurut Piaget, perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetic yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan system saraf. Sedangkan Jerome Bruner (1966) menandai perkembangan kognitif manusia menjadi beberapa yaitu berupa perkembangan intelektual, peningkatan pengetahuan, kemampuan berbicara, interaksi, dan bahasa. Belajar menurut Ausubel merupakan asimilasi yang bermakna bagi siswa.Materi yang diasimilasikan dan dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa dalam bentuk kognitif. Struktur kognitif merupakan struktur organisasi yang ada dalam ingatan seseorang, yang dapat dijadikan landasan teoritik dalam mengembangkan teori-teori pembelajaran.

Pertanyaan :

  seorang guru penting untuk mengetahui perkembangan kognitif seorang anak ?

  • jika ditinjau maka kita dapat mengetahui bahwa teori kognitif lebih efektif dari teori behavioristik karena teori kognitif tidak hanya mengedepankan Stimulasi dan Repon saja, akan tetapi teori konitif juga menghubungkan asimilasi (struktur kognitif yang sudah ada) + informasi baru dan akomodasi (struktur kognitif yang sudah ada)+ situasi baru. Sehingga seorang peserta didik dapat mengolah informasi menjadi informasi yang baru dan dapat berinovasi.

  Kemudian, seorang guru perlu untuk mengetahui perkembangan kognitif seorang peserta didik karena perkembangan kognitif juga salah satu faktor yang mempengaruhi jalannya pembelajaran.

  Kelemahan Teori Kognitif :  Pada dasarnya teori kognitif ini lebih menekankan pada kemampuan ingatan peserta didik, dan kemampuan ingatan masing-masing peserta didik, sehingga kelemahan yang terjadi di sini adalah selalu menganggap semua peserta didik itu mempunyai kemampuan daya ingat yang sama dan tidak dibeda-bedakan.

   tidak memperhatikan cara peserta didik dalam mengeksplorasi atau mengembangkan pengetahuan dan cara-cara peserta didiknya dalam mencarinya, karena pada dasarnya masing-masing peserta didik memiliki cara yang berbeda-beda.

   Dalam menerapkan metode pembelajran kognitif perlu diperhatikan kemampuan peserta didik untuk mengembangkan suatu materi yang telah diterimanya.

  3. Dalam teori kognitif apakah jenis kelamin berpengaruh dalam aplikasinya ?

   Berpengaruh, karena sisi psikologi antara perempuan dan laki- laki berbeda. Oleh karena itu pengalaman atau penyerapan informasi yang di dapatkan dahulu juga berbeda. Sehingga berpengaruh pula pada perhatian terhadap informasi yang diterima sekarang.

  4. Seberapa berpengaruh teori kognitif bagi mahasiswa ?

   sangat berpengaruh, karena seorang mahasiswa telah berkembang pola pikirnya telah banyak berkembang seiring perkembangan umurnya dan sudah melewati banyak pengalaman sehingga informasi yang telah ada dapat dikombinasikan dengan pembelajaran yang ia terima sekarang.

  5. Sebutkan kelebihan teori koknitif!

  Kelebihannya adalah :  Peserta didik akan Faham, mempunyai Daya Ingat, dan akan timbul kemahiran sosial  Pada metode pembelajaran kognitif pendidik hanya perlu memberikan dasar-dasar dari materi yang diajarkan untuk pengembangan dan kelanjutannya diserahkan pada peserta didik, dan pendidik hanya perlu memantau, dan menjelaskan dari alur pengembangan materi yang telah diberikan.

   Dengan menerapkan teori kognitif ini maka pendidik dapat memaksimalkan ingatan yang dimiliki oleh peserta didik untuk mengingat semua materi-materi yang diberikan karena pada pembelajaran kognitif salah satunya menekankan pada daya ingat peserta didik untuk selalu mengingat akan materi-materi yang telah diberikan.

   Menurut para ahli kognitif itu sama artinya dengan kreasi atau pembuatan satu hal baru atau membuat suatu yang baru dari hal yang sudah ada, maka dari itu dalam metode belajar kognitif peserta didik harus lebih bisa mengkreasikan hal-hal baru yang belum ada atau menginovasi hal yang yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.

  9. Apakah pengalaman termasuk kepada salah satu teori behavioristik?

  • Kalau menurut kami tidak, karena pengalaman itu dlam proses behavioristik tidak dalam hal mengingat ataupun mengenang pengalaman seseorang. Akan tetapi kami juga tidak bisa mengatakan tidak, karena di teori konektionisme juga menyinggung mengenai pengalaman, yaitu dengan sebutan “trial and error learning”. Jadi, kami belum bisa memastikan apakah teori ini masuk atau tidak ke dalam pengalaman,

  Kelompok 5

Konsep Belajar Teori Humanistik

  Kesimpulan : Perhatian psikologi humanistik yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Menurut para pendidik-pendidik humanistic penyusunan dan penyajian materi pelajaran harus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa.

  Tujuan utama para pendidik ialah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membatunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.(Hamachek, 1977, p. 148)

  Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak. Dalam pengertian taman siswa tidak boleh dipisahkan bagian-bagian itu, agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dan penghidupan anak-anak yang kita didik selaras dengan dunianya. Dengan demikian, pada hakekatnya pendidikan adalah proses humanisasi (memanusiakan manusia) yang mengandung implikasi bahwa tanpa pendidikan, manusia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya.

  Oleh karena itu, dunia pendidikan harus mendapat sorotan lebih. agar dapat berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi, perkembangan anak didik serta kebutuhan-kebutuhannya. Masalah pendidikan adalah masalah yang sangat penting dalam kehidupan manusia, bahkan kehidupan suatu bangsa dan negara akan ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan di negara itu sendiri. Tidak ada bangsa yang dapat membangun dan meraih kemajuan tanpa dilandasi oleh pendidikan.

Pertanyaan :

  1. Bagaimana dengan anak yang sudah besar akan tetapi tidak mengetahui bakatnya sendiri? Pada dasarnya setiap individu sudah mempunyai potensi sejak lahir, seperti potensi dalam memahami bahasa, gerakan, dll. Akan tetapi banyak kita lihat individu yang tidak jelas arah tujuan karna belum bisa mengembangkan potensinya. Ada beberapa factor yang dapat menghambat potensi seseorang yaitu: a. Kurangnya dukungan atau perhatian dari keluarga, karna keluarga adalah tempat pertama yang dapat mengembangkan bakat seseorang.

  b. Kurangnya informasi mengenai hal-hal yang diinginkan, dengan banyaknya informasi yang diperoleh seseorang akan penasaran dan mencoba segala hal sehingga menemukan apa yang sebenarnya diminatinya.

  c. Penerapan konsep atau system belajar di sekolah, jika di sekolah tersebut banyak guru yang menerapkan konsep behaviorisme maka akan menghambat siswa dalam berprestasi karna takut atau tidak punya kesempatan untuk mengemukakan pendapat, dsb.

  2. Bagaimana penerapan teori humanistic terhadap anak idiot dan autis? Seperti yang kita ketahui Teori belajar Humanistik berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Psikolog humanistik mencoba untuk melihat kehidupan manusia sebagaimana manusia melihat kehidupan mereka. Mereka cenderung untuk berpegang pada prespektif optimistik tentang sifat alamiah manusia.

  Dalam pandangan humanistik, manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka. Dari konsep tersebut bisa kita simpulkan bahwa dalam bagi pengajar yang menggunakan konsep ini sudah pasti memahami muridnya sendiri agar dapat membantu siswa dalam mengembangkan potensinya.

  Sebenarnya untuk mengejar atau mengembangkan potensi anak autis atau disabilitas konsep humanistiklah yang cocok dalam pengajannya, karena mengajar melaluai step by step dan juga tidak otoriter.

  3. Apa yang menyebabkan siswa sulit menerima pelajaran dan apa kaitannya dengan teori humanistic ? a. Faktor dari Dalam

   Kondisi fisik  Kondisi pancaindra  Bakat  Minat 

  Kecerdasan

   Kemampuan kognitif

  b. Faktor dari luar  Lingkungan alam  Lingkungan sosial  Kurikulum / bahan pelajaran  Guru / pengajar  Sarana dan prasarana  Administrasi dan manajemen

  4. Jika lingkungan tidak mendukung, bagaimana penerapan teori humanistik ? Sebelumnya kita harus mengetahui dulu tujuan utama dari teori humanistik.

  Tujuan utama teori humanistik adalah pendidik membantu siswa untuk mengembangkan dirinya. Maka jika lingkungan tidak mendukung, maka peran guru sangat penting untuk mengembangkan bakatnya. Jadi guru harus :

   Memberikan sugesti positif terhadap siswa  Memunculkan rasa ingin tahu siswa dengan berbagai kegiatan terutama mengaitkannya dengan kehidupan keseharian siswa  Meredakan rasa gelisah, takut dan sebagainya yang mungkin dimiliki siswa sebelum proses pembelajaran dimulai.

   Menciptakan lingkungan fisik pembelajaran yang positif dan menyenangkan mencakup tata ruang dan kondisi yang lainnya

   Menciptakan lingkungan sosio-emosional yang menyenangkan bagi seluruh siswa.  Menghilangkan segala bentuk hambatan yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran dan mengajak siswa untuk terlibat secara penuh sejak awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran.

  5. Coba jelaskan bagaimana konsep Ki Hajar Dewantara ? konsep Ki Hajar Dewantara diantaranya : Arti kemerdekaan harus diartikan disiplin terhadap diri sendiri oleh diri sendiri  atas dasar nilai hidup yang tinggi, baik hidup sebagai individu atau anggota masyarakat. Kemerdekaan menjadi alzt pengembang pribadi yang kuat dat sadar dalam suatu perimbangan dan keselarasan dengan masyarakat tertib damai di tempat keanggitaannya. Asas kodrat alam. Pada hakekatnya manusia itu seebagai mahluk adalah satu  dengan koodrat alam. Ia tidak bisa lepada dari kehendaknya, tetapi akan mengalami bahagia jika bisa menyatukan diri dengan kodrat alam Asas kebudayaan. Manusia adalah makhluk budaya  Asas kebangsaan, tidak boleh bertentangan dengan kemanusiaan, malahan harus  menjadi bentuk dan fiil kemanusiaan yang nyata dan oleh dan oleh karena tidak mengandung arti permusuhan dengan bangsa lain  Asas kemanusiaan.

  Kelompok 6

PAP, PAN dan EVALUASI

  Kesimpulan :

  Penilaian adalah setiap ukuran sejauh mana siswa telah mempelajari tujuan yang ditetapkan bagi mereka. Kebanyakan penilaian di sekolah adalah ujian atau ulangan singkat, atau penilaian lisan tidak resmi seperti pertanyaan di kelas. Namun, siswa dapat juga memperlihatkan pembelajaran mereka dengan menulis essay, melukis, atau melakukan penyetelan mobil.

  Penilaian acuan norma adalah penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa terhadap hasil dalam kelompoknya. Pendekatan penilaian ini dapat dikatakan sebagai pendekatan “apa adanya” dalam arti, bahwa patokan pembanding semata-mata diambil dari kenyataan-kenyataan.

  Penilaian acuan patokan (PAP) biasanya disebut juga criterion evaluation merupakan pengukuran yang menggunakan acuan yang berbeda.Dalam pengukuran ini siswa dikomporasikan dengan kriteria yang telah ditentukan terlebih dahuludalam tujuan pembelajaran,bukan dengan penampilan siswa yang lain.

  EVALUASI

  Evaluasi atau penilaian berarti suatu tindakan untuk menentukan nilai sesuatu. Dalam arti luas, evaluasi adalah suatu proses dalam merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternative-alternatif keputusan (mehrens & lelman, 1978).

  Fungsi umum evaluasi :

  1. Untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar serta mengadakan perbaikan program bagi murid.

  2. Untuk memberikan angka yang tepat tentang kemajuan atau hasil belajar dari setiap murid. Antara lain digunakan dalam rangka pemberian laporan kemajuan belajar murid kepada orang tua, penentuan kenaikan kelas, serta penentuan lulus tidaknya seorang murid.

  3. Untuk menentukan murid didalam situasi belajar mengajar yang tepat, sesuai dengan tingkat kemajuan dan karakteristik lainnya yang dimiliki oleh murid.

  4. Untuk mengenal latar belakang (psikologi fisik dan lingkungan) murid yang mengalami kesulitan belajar, nantinya dapat dipergunakan sebagai dasar dalam pemecahan kesulitan-kesulitan belajar yang timbul.

  Jenis evaluasi :

  1. Placement evaluation (penilaian penempatan)

  2. Formative evaluation (penilaian formatif)

  3. Diagnostic evaluation (penilaian diagnostic)

  4. Summative evaluation (penilaian sumatif)

  5. Evaluasi selektif

  6. Evaluasi sebagai pengukur keberhasilan Prinsip-prinsip evaluasi

  1. Prinsip menyeluruh (comprehensive)

  2. Prinsip objektivitas (objectivity)

  3. Prinsip berkesinambungan (continuity)

  4. Prinsip validitas (validity) dan reliabilitas (reliability)

  5. Prinsip penggunaan kriteria

  6. Prinsip kegunaan Sifat evaluasi :

  1. Hasil evaluasi bersifat tidak langsung (indirect)

  2. Hasil evaluasi bersifat kuantitatif

  3. Hasil evaluasi bersifat relative atau tidak mutlak

  Alat-alat evaluasi :

  1. Alat evaluasi hasil belajar jenis tes alat-alat yang dapat digunakan untuk kegiatan evaluasi hasil belajar dengan teknik tes sebagai berikut:

  a. Performance Test atau Tes Perbuatan

  b. Verbal Test atau Tes Verbal

  c. Nonverbal Test

  d. Essay Test atau Tes Subjektif

  e. Objective Test atau Tes Objektif

  f. Supply Tes atau Tes Menyajikan

  g. Selection Test atau Tes Pilihan :  True-False Test atau Tes Benar Salah  Multiple Choice Test atau Tes Pilihan Ganda  Matching Test atau Tes Menjodohkan  Rearrangement Test atau Tes Menyusun Kembali

  2. Alat evaluasi hasil belajar jenis nontes

  a. Metode Pengamatan (Observation)

  b. Metode Wawancara (Interview)

  c. Metode Angket d. Metode Dokumentasi (Documentary Analysis)

Pertanyaan :

  1. Bagaimana cara menilai murid tanpa menyinggung perasaan murid?  cara menilai guru agar tidak menyinggung perasaan murid adalah dengan cara memberitahu nilai hasil evaluasi tersebut kepada murid disertai dengan memberitahukan kekurangan dan kesalahannya. Katakan hal tersebut dengan tenang agar tidak memperburuk keadaan hati si murid. Selain itu, jangan memberitahukan nilai yang buruk langsung didepan teman-teman murid tersebut.

  2. Berikan penjelasan tentang sifat evaluasi ? Sifat evaluasi :

  a. Hasil evaluasi bersifat tidak langsung (indirect) sifat tidak langsung berarti hasil belajar siswa tidak dapat diamati secara langsung dari kondisi fisik siswa yang terlihat. Namun, untuk mengetahui kemampuan siswa atau hasil belajar siswa harus menggunakan prosedur dan proses yang benar, yaitu menggunakan instrumen yang tepat dengan tujuan yang dikehendaki.

  b. Hasil evaluasi bersifat kuantitatif Penilaian selalu diakukan dalam bentuk angka ataupun huruf misalnya IQ = 100, kemampuan Bahasa = 8, matematika = 7 dan sebagainya. Angka-angka tersebut menunjukkan penilaian terhadap aspek-aspek tersebut yang selalu dikuantitatifkan sehingga evaluasi bersifat kuantitatif.

  c. Hasil evaluasi bersifat relative atau tidak mutlak proses pembelajaran dan penilaian pada siswa selalu ada kemungkinan terjadinya perubahan. Misalnya pada siswa saat proses pembelajaran dan evaluasi siswa dalam kondisi yang tidak baik, ia tidak masuk, dan sebagainya. Hal ini berdampak pada hasil berupa skor nilai yang berbeda dari waktu ke waktu mungkin saja terjadi meskipun dilaksanakan pada jenis mata pelajaran yang sama dan siswa yang sama, bahkan oleh guru yang sama. Siswa tidak selamanya akan memperoleh nilai sembilan. Oleh sebab itu, evaluasi bersiafat relative. Artinya, hasil evaluasi akan selalu berubah. Hal itu disebabkan terdapat faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi proses dan pembelajaran siswa.

  3. Apakah seorang guru dapat menilai di luar jam pelajaran?  Bisa, karena guru , tidak hanya menilai akademik siswa saja tapi disaat diluar jam belajar guru menilai sikap murid dan sosialnya sesama murid maupun dengan orang yang lebih tua darinya (contohnya guru).

  4. Apakah maksud dari prinsip validitas ?  Prinsip validitas (validity) dan reliabilitas (reliability) adalah derajat yang menunjukkan dimana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil tes tersebut dengan kriteria.

  5. Dari penilaian tersebut, apakah ada jaminan keberhasilan bagi siswa itu sendiri?  Nilai tidak menjamin keberhasilan seorang siswa, karena terkadang ketika prose belajar mengajar, murid tersebut mengerti dan bisa memahami apa yang diajarkan guru. Tetapi pada saat evaluasi ada faktor-faktor eksternal maupun internal yang membuat nilai anak tersebut rendah. Contohnya sakit. Selain itu beberapa guru memberi nilai secara subjektif tidak objektif.

  6. Jenis evaluasi yang bagaimanakan yang paling cocok?  Evaluasi yang paling cocok digunakan adalah evaluasi yang sesuai dengan masalah yang dihadapi peserta didik.

  7. Apakah seorang guru dapat menilai di luar kelas?

   Bisa, karena tidak semua pelajaran berlangsung didalam kelas, tetapi ada pelajaran yang berlangsung diluar kelas. Seperti penelitian, yang diharuskan meneliti langsung ke tempat-tempat tertentu (observasi)

  8. Apakah system UN dimana nilai dari sekolah 60% dan UN 40%, efisienkah itu?  Sangat efisien karena pihak dari sekolah lebih mengerti kemampuan peserta didik, dibandingkan dengan pihak pusat. Kalau dulu system UN di Indonesia nilai tingkat kelulusan dari UN itu sangat memberatkan siswa dimana tingkat kecurangan nya sangat tinggi, apalagi guru juga turut membantu siswanya agar lulus. Inilah mengapa pusat mengevaluasi system UN agar menimalisir kecurangan guru dan oknum-oknum tertentu.

  Kelompok 7

Diagnosis Kesulitan Belajar

  Kesimpulan : Diganosis kesulitan belajar merupakan suatu prosedur dalam memecahkan kesulitan

belajar. Sebagai prosedur maka diagnosis kesulitan belajar terdiri dari langkah-langkah yang

tersusun secara sistematis. Secara garis besar, faktor-faktor penyebab timbulnya kesulitan

  belajar tersiri atas dua macam : Faktor internal siswa meliputi gangguan atau kekurang mampuan psiko-fisik siswa yakni: a. Yang bersifat kognitif (ranah cipta), antara lain seperti rendahnya kapisitas intelektual/inteligensi siswa.

  b. Yang bersifat afektif (ranah rasa), antara lain seperti labilnya emosi dan sikap.

  c. Yang bersifat psikomotor (ranah karsa), antara lain seperti tergangguanya alat- alat indera penglihat dan pendengar (mata dan telinga).

  Faktor eksternal siswa meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung aktivitas belajar siswa. Faktor ini dapat dibagi tiga macam: a. Lingkungan keluarga, contohnya: ketidakharmonisan hubungan antara ayah dengan ibu, dan rendahnya kehidupan ekonomi keluarga.

  b. Lingkungan perkampungan/masyarakat, contohnya: wilayah perkampungan kumuh (slum area), dan teman sepermainan (peer group) yang nakal.

  c. Lingkungan sekolah, contohnya: kondisi dan letak gedung sekolah yang buruk seperti dekat pasar, kondisi guru serta alat-alat belajar yang berkualitas rendah.

  Dampak kesulitan belajar :  Pertumbuhan dan perkembangan anak terlambat  Interaksi anak dengan lingkungan terganggu  Anak menjadi frustasi

   Si anak mengalami kesulitan kesulitan belajar seringkali menuding dirinya sebagai anak yang bodoh  orang tua merasa marah,kecewa merasa bersalah dengan keadaan tersebut.bahkan mungkin ada orang tua yang menolak keadaan anaknya,hal ini tentu akan memperburuk keadaan anak menjadi semakin terpojok dengan kekurangannya.

  Langkah-langkah mengatasi kesulitan belajar :  Lakukan diagnosis kesulitan belajar untuk menentukan apakah seorang siswa atau mahasiswa mengalami kesulitan belajar atau tidak  Pahami kendali kendali faktor faktor apa saja yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar  Setelah sumber latar belakang dan penyebab kesulitan belajar siswa atau mahasiswa terseebut dapat diketahui dengan tepat,maka tentukan pula jenis bimbingan atau bantuan yang perlu diberikan kepadanya  Sesuai dengan jenis kesulitan belajar yang dialami siswa atau mahasiswa dan jenis bimbingan yang perlu diberikan kepadanya,tentu pula kepada siapa kiranya ia perlu berkonsultasi

Pertanyaan

  1. Bagaimana Seorang anak menghindari pelajaran yang tidak dia sukai dan menanyakan pelajaran lain ?  Yaitu dengan mengajak si anak untuk belajar terlebih dahulu pelajaran yang sedang berlangsung, dan guru akan menjawab pertanyaan selesai pelajaran tersebut. Dengan begitu si anak akan kembali fokus pada pelajaran yang sedang berlangsung.

  2. Apa saja yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan belajar (berkebutuhan khusus / yang disebabkan oleh faktor biologis)? Faktor biologis, yaitu hal-hal atau keadaan yang muncul dari dalam diri siswa sendiri. Jadi, yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan belajar karena faktor biologis yaitu :

   Yang bersifat kognitif (ranah cipta), antara lain seperti rendahnya kapasitas intelektual / inteligensi siswa.  Yang bersifat afektif (ranah rasa), antara lain seperti labilnya emosi dan sikap.  Yang bersifat psikomotor (ranah karsa), antara lain seperti terganggunya alat-alat indera penglihat dan pendengar (mata dan telinga).

  3. Apakah seorang anak yang pasif dalam kelas mengalami kesulitan dalam belajar atau adakah faktor lain yang menyebabkan anak tersebut pasif ?  Ya, anak yang pasif mengalami kesulitan belajar, karena dia tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan sehingga dia hanya mampu menerima dan tidak mampu menanggapinya kembali. Faktor lain yang mempengaruhi seorang anak bersikap pasif bisa saja anak tersebut mengalami gangguan psikologis sehingga menyebabkan dia tidak berani untuk mengeluarkan pendapatnya di dalam kelas.

  4. Setelah guru melaksanakan diagnosis, adakah kemungkinan siswa memahami pelajaran yang diajarkan? Lalu bagaimana cara seseorang mengetahui telah berhasil melakukan langkah-langkah mengatasi kesulitan belajar?

   Untuk memahami pelajaran yang diajarkan tergantung daripada tingkat kesulitan yang dialami dan bakat yang dimiliki siswa tersebut. cara mengetahui seseorang telah berhasil mengatasi langkah-langkah kesulitan belajar yaitu dengan cara melihat peningkatan prestasi sekarang dengan yang dulu apabila ada peningkatan maka ia telah berhasil mengatasi kesulitan dalam belajar.

  5. Bagaimana cara seseorang tidak menuding dirinya sebagai anak yang bodoh dan tetap semangat dalam belajar ?  Dengan membandingkan nilai yang diperoleh semester sekarang dengan semester yang lalu , apabila mengalami peningkatan maka seseorang tidak akan mengatakan dirinya bodoh. Motivasi dari pendidik untuk peserta didik juga sangat berperan penting untuk meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik. Kemudian peserta didik juga harus membangun motivasi yang kuat dalam dirinya untuk bisa terus meningkatkan kemampuan belajarnya.

  6. Mengapa kebiasaan membaca digolongkan ke dalam kesulitan belajar?  Kebiasaan yang dimaksud ialah kebiasaan membaca yang tidak wajar . yaitu kebiasaan membaca yang berlebihan, dan membaca buku-buku yang menyimpang dari kebiasaan anak normal.

  7. Bagaimana caranya mengatasi kesulitan belajar yang dikarenakan perbedaan lingkungan ? dan manakah yang berpengaruh besar dalam menggapai kesuksesannya faktor internal atau eksternal?

   Yaitu dengan cara beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Menyusuaikan bahasa dan adat istiadat dengan lingkungan tempat kita berada saat ini. Faktor yang sangat berperan besar dalam kesuksesan belajar ialah faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Diri kita sendirilah yang menentukan arah kesuksesan yang kita inginkan , selanjutnya lingkungan yang akan membantu proses tersebut. Contohnya kita menuntut ilmu untuk meraih kesuksesan kita hal ini dipengaruhi oleh faktor internal, dalam menuntut ilmu kita membutuhkan biaya yang biaya tersebut diberikan oleh orang tua kita hal ini merupakan faktor eksternal yaitu lingkungan keluarga . dan masih anyak lagi faktor eksternal lain yang mendukungnya.

  8. Apakah faktor tangan kiri dan kanan dapat mempengaruhi siswa dalam belajar?  Tidak mempengaruhi, karena menulis dengan tangan kanan atau tangan kiri itu merupakan suatu kebiasaan bagi orang-orang tertentu dan hal itu tidak mempengaruhi proses belajar seseorang selagi seseorang tersebut tidak mengalami kesulitan . namun dalam segi psikologis yang bersifat kognitif anak yang menulis dengan tangan kiri otak kanannya lebih berperan aktif dibandingkan dengan anak yang menulis dengan tangan kanan.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-08-08

Dokumen yang terkait
Tags

Praktikum 2 Perbedaan Macam Macam Tipe J

Macam Macam Isen Macam Macam Isen Macam Macam Simpul Macam Macam Simpul Macam Macam Logo Kotamadya Macam Macam Paradigma

Macam Macam Kekuasaan

Macam Macam Metode Spk

Macam Macam Peneitian Survey

Macam Macam Metode Pembelajaran

Macam Macam Bangunan Irigasi

Macam - macam Perbedaan Individu

Gratis

Feedback