ANALISIS PERMINTAAN BERAS PADA RUMAH TANGGA MISKIN DI KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN SKRIPSI

Gratis

0
1
83
10 months ago
Preview
Full text

ANALISIS PERMINTAAN BERAS PADA RUMAH TANGGA MISKIN DI KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN SKRIPSI

Oleh : Ardian Iksan Nurcahyo H 1307045 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA ANALISIS PERMINTAAN BERAS PADA RUMAH TANGGA MISKIN DI KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh derajat Sarjana Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Jurusan/Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian/Agrobisnis Oleh : Ardian Iksan Nurcahyo H 1307045 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan kepada AllahSWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Permintaan Beras pada RumahTangga Miskin di kecamatan Bayat Kabupaten Klaten” sebagai salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Pertanian di Fakultas Pertanian UniversitasSebelas Maret Surakarta. Suprapti Supardi, MP dan Wiwit Rahayu, SP., MP Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui besarnya permintaan beras dan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras pada rumah tanggamiskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten, 2) mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap permintaan beras pada rumah tangga miskin di KecamatanBayat Kabupaten Klaten, 3) mengetahui elastisitas permintaan beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten.

2 Model ini memiliki nilai R sebesar 88%, yang berarti bahwa besarnya

  Hasil uji F menunjukkanbahwa variabel harga beras, harga ubi kayu, harga tepung terigu, harga mie instan, harga tempe, harga tahu, harga ikan asin, harga telur, harga daging ayam,pendapatan rumah tangga miskin, dan jumlah anggota rumah tangga miskin secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap permintaan beras pada rumahtangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten. Hasil uji-t menunjukkan bahwa variabel harga telur, pendapatan rumah tangga miskin dan jumlah anggotarumah tangga miskin berpengaruh nyata terhadap permintaan beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten, sedangkan variabel hargaberas, harga ubi kayu, harga tepung terigu, harga mie instan, harga tempe, harga tahu, harga ikan asin dan harga daging ayam tidak berpengaruh nyata.

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

  Jumlah rumah tangga 113.784 rumah tangga adalah rumah tangga sasaran yang dijadikan pemerintah sebagai rumah tangga penerima bantuan dari pemerintah ataudengan kata lain disebut rumah tangga miskin. Perdagangan di Kecamatan Bayat juga kurangberkembang karena diapit oleh dua kecamatan yaitu Wedi dan Cawas yang merupakan pusat perdagangan di Kabupaten Klaten bagian selatan yang lebih Hal inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk mengkaji dulu berkembang.permintaan beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

B. Rumusan Masalah

  Rumah tangga miskin merupakan rumah tangga dengan pendapatan yang rendah, sehinggaapabila harga beras naik akan berpengaruh terhadap konsumsi beras rumah tangga miskin. Program raskin dari Pendapatan rumah tangga miskin yang rendah menyebabkan pola pangan pendamping beras bagi rumah tangga miskin bergantung pada panganyang berharga murah yang bisa diakses rumah tangga miskin.

D. Kegunaan Penelitian

  Bagi peneliti, hasil penelitian ini merupakan sebagian dari persyaratan untuk menyelesaikan studi dan memperoleh derajat Sarjana Pertaniandi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta serta menambah wawasan berkaitan dengan topik penelitian. Bagi pemerintah Kecamatan Bayat dan Kabupaten Klaten, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran dalam pengambilankebijakan pangan terutama yang berkaitan dengan permintaan beras.

II. LANDASAN TEORI A. Penelitian Terdahulu

  Kesimpulan dari penelitian ini adalah hargaberas, harga ubi kayu, harga tempe, harga ikan layur, pendapatan rumah tangga miskin dan jumlah anggota rumah tangga miskin secara bersama-samaberpengaruh terhadap permintaan beras pada rumah tangga miskin diKabupaten Demak. Penulis juga menjadikan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras pada penelitian tersebut sebagai dasar dalampenentuan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten.

B. Tinjauan Pustaka

  Elastisitas PermintaanSalah satu ukuran derajat kepekaan yang paling sering digunakan dalam analisis permintaan adalah elastisitas, yang didefinisikan sebagaipersentase perubahan kuantitas yang diminta sebagai akibat dari perubahan nilai salah satu variabel yang menentukan permintaan sebesar 1%. Hubungan inidinamakan elastisitas silang, yang didefinisikan sebagai berikut % Perubahan jumlah yang diminta atas barang X Elastisitas silang (E ) =s % Perubahan harga barang Y Dalam pengertian bahwa perubahan jumlah barang X yang diminta tersebut adalah “semata-mata” diakibatkan oleh perubahan harga barangY (Mubyarto, 1995 : 146-147).

C. Kerangka Teori Pendekatan Masalah 1. Pendekatan Matematis Fungsi Permintaan Permintaan terbentuk atas faktor-faktor yang mempengaruhinya

  Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan terdiri dari: harga barang itu sendiri, harga barang lain, pendapatan, jumlah penduduk. Hubungan non linear yang paling sering dijumpai dalam persamaan permintaan adalah fungsi pangkat.

1 X

2 Keterangan: Ln Qd : Permintaan a : Konstantab , b : Koefisien regresi 1

2 Ln P , ln I : Variabel bebas

X (Salvatore, 2005 : 184). Variabel dalam penelitian ini yang dianggap mempengaruhi 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 Ln X + b Ln X + b Ln X + b Ln X + b Ln X + b Ln X + e 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 11 Dimana : Qd = Permintaan beras (kg) bo = KonstantaX = Harga beras (Rp/kg) 1 X = Harga ubi kayu (Rp/kg) 2 X = Harga tepung terigu (Rp/kg) 3 X = Harga mie instan (Rp/kg) 4 X = Harga tempe (Rp/kg) 5 X = Harga tahu (Rp/kg) 6 X = Harga ikan asin (Rp/kg) 7 X = Harga telur (Rp/kg) 8 X = Harga daging ayam (Rp/kg) 9 X = Pendapatan rumah tangga miskin (Rp) 10 X = Jumlah anggota rumah tangga miskin (orang) 11 b – b = Koefisien regresi 1 11 e = errorModel log berganda mempunyai sifat yaitu bahwa koefisien kemiringan b mengukur elastisitas Y (dalam fungsi permintaan penelitian iniadalah Qd) sehubungan dengan X, atau dengan kata lain persentase perubahan Y untuk persentase perubahan (kecil) tertentu dalam X. Secarasimbolis, jika ∆Y menyatakan perubahan kecil dalam Y dan ∆X menyatakan perubahan kecil dalam X, maka definisi koefisien elastisitas (E) sebagaiberikut: % perubahan Y= E % perubahan X D

Y/Y.100

X/X.100

  Diduga bahwa harga beras, harga ubi kayu, harga tepung terigu, harga mie instan, harga tempe, harga tahu, harga ikan asin, harga telur, harga dagingayam, pendapatan rumah tangga miskin, dan jumlah anggota rumah tangga miskin berpengaruh baik secara individu maupun secara bersama-samaterhadap permintaan beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten. Variabel yang mempengaruhi permintaan beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten dibatasi pada harga beras, harga ubikayu, harga tepung terigu, harga mie instan, harga tempe, harga tahu, harga ikan asin, harga telur, harga daging ayam, pendapatan rumah tangga miskin,dan jumlah anggota rumah tangga miskin.

G. Definisi Operasional

  Rumah tangga miskin adalah rumah tangga yang terdaftar dalam data rumah tangga sasaran yang dikeluarkan oleh BPS yang diperuntukkanmemperoleh bantuan dari pemerintah. Jumlah anggota rumah tangga adalah banyaknya anggota rumah tangga yang menetap dan mengkonsumsi makanan secara bersama-sama yangberasal dari satu dapur dan dinyatakan dalam satuan orang.

III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian

  Deskriptif berarti penelitian ini memusatkan perhatian yang deskriptif analitis tertuju pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada masa sekarang(aktual). Teknikpelaksanaannya secara survey, yaitu cara pengumpulan data dari sejumlah unit atau individu dalam waktu (jangka waktu) yang bersamaan(Surakhmad, 1994 : 141).

B. Metode Pengambilan Sampel

  Pemilihan dua desa sebagai lokasi penelitian dilakukan dengan pertimbangan bahwa di dua desa tersebut jumlah rumah tangga miskinberjumlah banyak dan adanya ketersediaan data yang diperlukan. Desa Krakitan dan Desa Jarum dipilihkarena di kedua desa tersebut memiliki jumlah rumah tangga miskin berjumlah banyak dan adanya ketersediaan data yang diperlukan.

60 N

  Keterangan: ni = Jumlah sampel rumah tangga miskinNk = Jumlah populasi rumah tangga miskin tiap desaN = Jumlah populasi rumah tangga miskin dari Desa Krakitan dan ` Desa Jarum 60 = Jumlah keseluruhan sampel rumah tangga miskinBerdasarkan rumus diatas maka sampel rumah tangga miskin tiap desa yang diambil dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 6. Sampel acak sederhana adalahsebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama Metode pengambilan sampel acak sederhana dalam pemilihan rumah tangga miskin sebagai sampel adalah dengan cara undian yaitu mengundiunsur-unsur penelitian atau satuan-satuan elementer dalam populasi dengan peluang yang sama untuk masing-masing sampel.

3. Elastisitas Permintaan

  Pengukuran elastisitas dalam penelitian ini adalah dengan melihat h 1) Bila E > 1 dikatakan bahwa permintaan beras bersifat elastis.h 2) Bila E < 1 dikatakan bahwa permintaan beras bersifat inelastis.h 3) Bila E = 1 dikatakan bahwa permintaan beras bersifat elastisitas h tunggal (unitary elasticity). Elastisitas Silang (Es)1) Jika E = positif, maka barang tersebut termasuk golongan barang s subtitusi bagi beras.

IV. KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN A

  Adapun batas-batas wilayah KabupatenKlaten yaitu :Sebelah Utara : Kabupaten BoyolaliSebalah Selatan : Kabupaten Gunung Kidul (DI Yogyakarta)Sebelah Barat : Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta)Sebelah Timur : Kabupaten Sukoharjo Kecamatan Bayat sebagai daerah penelitian, merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Klaten. Kecamatan Bayat mempunyai luas wilayah 3.943 Ha, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :Sebelah Utara : Kecamatan Trucuk dan KalikotesSebelah Timur : Kecamatan CawasSebelah Selatan : Kabupaten Gunung Kidul (DI Yogyakarta)Sebelah Barat : Kecamatan Wedi 2.

B. Keadaan Penduduk

  Perdagangan di kecamatanBayat juga kurang berkembang karena diapit oleh dua kecamatan yaitu Wedi dan Cawas yang merupakan pusat perdagangan di Kabupaten Klaten bagianselatan yang lebih dulu berkembang. Tabel 9 menunjukkan Kecamatan Bayat merupakan kecamatan dengan jumlah rumah tangga miskin terbesar di Kabupaten Klaten.

C. Keadaan Perekonomian

  Berdasarkan data pengembangan sistem informasi profil daerah semester satu tahun 2011 Kecamatan Bayat, jenis permukaan jalan yangdikelola Kecamatan Bayat pada tahun 2011 terdiri dari permukaan aspal sepanjang 59 km, permukaan berbatu sepanjang 9 km, permukaan hotmixsepanjang 18 km dan jalan beton sepanjang 97 km. Hal ini tak lepas dari kondisiperhubungan yang menghubungkan Kecamatan Bayat dengan daerah lainnya berjalan dengan baik.

D. Keadaan Pertanian

  Tanah Lainnya 171,0 4,30 Jumlah 3.943,0 100,00 Sumber : Kecamatan Bayat dalam Angka, (2010 : 2-3)Berdasarkan Tabel 11 tata guna lahan di Kecamatan Bayat untuk lahan bukan sawah lebih luas daripada lahan sawah. Luas Panen dan Produksi Hasil Pertanian di Kecamatan Bayat,2009 No Jenis Tanaman Luas (Ha) Produksi (ton) 1 Padi 1.259 782 2 Jagung 704 54 4 Kedelai 667 32 Sumber : Kecamatan Bayat dalam Angka, (2010 : 65-67)Tanaman yang diusahakan oleh petani di Kecamatan Bayat bermacam-macam, namun data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Klaten menyebutkan bahwa tanaman yang diusahakan petani diKecamatan Bayat terdiri dari tiga jenis.

V. HASIL PENELITIAN A

  Karakteristik Rumah Tangga Miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten Karakteristik rumah tangga miskin merupakan keadaan yang menggambarkan kondisi umum dari rumah tangga miskin yang dipilih diKecamatan Bayat Kabupaten Klaten. Jumlah Anggota Rumah Tangga MiskinJumlah anggota rumah tangga miskin adalah karakteristik yang menjadi salah satu variabel bebas yang mempengaruhi permintaan beraspada rumah tangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten.

B. Permintaan Beras pada Rumah Tangga Miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten

  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Beras pada Rumah Tangga Miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten Faktor-faktor yang diestimasi mempengaruhi permintaan beras diKecamatan Bayat Kabupaten Klaten adalah harga beras, harga ubi kayu, harga tepung terigu, harga mie instan, harga tempe, harga tahu, harga ikan asin, hargatelur, harga daging ayam, pendapatan rumah tangga miskin, serta jumlah anggota rumah tangga miskin. Berikut merupakan Tabel yang menunjukkannilai rata-rata harga bahan pangan dan konsumsi serta faktor yang mempengaruhi permintaan beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Harga beras yang dikonsumsi rumah tangga miskin di KecamatanBayat Kabupaten Klaten berkisar antara Rp.

2. Hasil Uji F

  Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas yang diteliti secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap variabel tak bebasnya. UjiF yang diperoleh dapat dilihat dari tabel Anova sebagai berikut :Tabel 20.

3. Hasil Uji - t

  Uji-t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas yang digunakan terhadap variabel tak bebasnya. Hasil analisis uji -tyang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 21.

8 Harga Daging Ayam (X ) -0,236 -0,773 0,443

9 Pendapatan RTM (X ) 0,765 7,995 0,000 10 Jumlah Anggota RTM (X ) 0,429 5,807 0,000

11 Sumber : Analisis Data Primer

  Variabel harga beras, harga ubi kayu, harga tepung terigu, harga mie instan, harga tempe, harga tahu, harga ikan asindan harga daging ayam tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten, karenamemiliki nilai signifikansi yang lebih besar dari nilai α = 0,05. Rumah tangga miskin menyatakan tidak akan merasa kenyang dan tidak dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan optimal apabilatidak mengkonsumsi beras, selain itu jenis pekerjaan rumah tangga miskin yang sebagian besar bekerja di bidang jasa sebagai buruh lepasharian, membutuhkan energi yang besar maka dari itu beras dapat dikatakan sebagai satu-satunya sumber energi pokok yang dikonsumsirumah tangga miskin.

4. Variabel bebas yang paling berpengaruh

  Variabel bebas yang paling berpengaruh terhadap permintaan beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten dapatdiketahui dengan cara melihat nilai koefisien regresi parsial terbesar pada variabel yang berpengaruh secara individu terhadap permintaan beras rumahtangga miskin. Dari hasilperhitungan dapat diketahui sebagai berikut : Variabel Koefisien Regresi PeringkatParsial Pendapatan rumah tangga miskin 0,571 1 Jumlah anggota rumah tangga miskin 0,425 2 Harga Telur 0,113 3 Sumber : Analisis Data PrimerBerdasarkan Tabel 22 dapat diketahui bahwa dari 3 variabel, variabel yang mempunyai nilai koefisien regresi parsial terbesar adalah variabelpendapatan rumah tangga miskin.

E. Hasil Uji Penyimpangan terhadap Asumsi Klasik

  Elastisitas Permintaan Beras pada Rumah Tangga Miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten Untuk mengetahui derajat kepekaan dari fungsi permintaan terhadap perubahan harga dapat diketahui dengan melihat dari nilai koefisien regresidari masing-masing variabel bebasnya. Hasil analisis elastisitas permintaan beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten dapat dilihat pada Tabel 23.

10 Sumber: Analisis Data Primer

  Elastisitas Harga Pada penelitian ini, nilai elastisitas harga beras tidak dijelaskan, karena variabel harga beras secara individual tidak berpengaruh nyataterhadap permintaan beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten. Elastisitas pendapatan Berdasarkan hasil analisis diketahui besarnya elastisitas pendapatan rumah tangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten adalah 0,765.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  Harga beras, hargaubi kayu, harga tepung terigu, harga mie instan, harga tempe, harga tahu, harga ikan asin, harga telur, harga daging ayam, pendapatan rumahtangga miskin, dan jumlah anggota rumah tangga miskin secara bersama- sama berpengaruh nyata terhadap permintaan beras pada rumah tanggamiskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten. Pendapatan rumah tangga miskin merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan beras pada rumah tangga miskin diKecamatan Bayat Kabupaten Klaten diikuti jumlah anggota rumah tangga miskin dan harga telur.

B. Saran

  Berdasarkan hasil penelitian analisis permintaan beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten, maka saran yang dapatpeneliti berikan adalah : 1. Program raskin ditujukan untuk membantu pemenuhan konsumsi beras bagi rumah tangga miskin, namun tidak sedikit rumah tangga miskin yangmenjual kembali raskin untuk menambah pendapatan karena berdasarkan preferensi rumah tangga miskin, kualitasnya kurang baik (apeg, adakotoran) sehingga rumah tangga miskin lebih memilih menjualnya.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

TEORI GANGGUAN UNTUK MENENTUKAN KOREKSI ENERGI ELEKTRON PADA ATOM BERUKURAN INTI TERTENTU
0
0
49
PENGARUH KEBIJAKAN MONETER TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2000:1 – 2010:12
1
0
137
EFEK DIURESIS JUS TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
0
0
54
PERANCANGAN MATERIAL PROMOSI BAGI VICTORY EVENT ORGANIZER DI SOLO
1
1
99
HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT NYAMUK BAKAR DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PERUMAHAN LAWU INDAH NGAWI SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
0
0
60
HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI KONTROL DENGAN TINGGI BADAN PADA PASIEN TALASEMIA MAYOR SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
0
0
65
PROFIL RADIOLOGIS TORAKS PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI POLIKLINIK PARU RSUD DR HARDJONO-PONOROGO
0
0
10
EFISIENSI IRIGASI SUMBER AIR BRINGIN DI KABUPATEN MAGETAN
0
0
97
PENGARUH KETERSEDIAAN BAHAN ORGANIK PADA DAYA PREDASI Mesocyclops aspericornis TERHADAP LARVA Aedes aegypti SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
0
0
67
PENGARUH HARI PERDAGANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA INDEKS SAHAM LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA
0
0
75
ANALISIS USAHA INDUSTRI TAHU SKALA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN JUMAPOLO KABUPATEN KARANGANYAR SKRIPSI
2
2
86
HUBUNGAN ANTARA USG APPENDISITIS AKUT DENGAN JUMLAH LEUKOSIT SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
0
0
54
POTENSI ANTIFUNGI EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA in Vitro SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
0
0
54
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DAN DEPRESI ANTARA SISWA KELAS III PROGRAM AKSELERASI DAN REGULER DI SMPN 2 SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
0
0
55
ESTIMASI PARAMETER REGRESI ROBUST DENGAN METODE ESTIMASI-S PADA PENJUALAN ENERGI LISTRIK DI JAWA TENGAH TAHUN 2009
1
2
41
Show more