IDENTIFIKASI LOGAM BERAT MERKURI Hg PADA

 0  0  13  2018-06-13 17:31:31 Report infringing document

  

IDENTIFIKASI LOGAM BERAT MERKURI (Hg) PADA TANAMAN

PADI (Oriza Sativa) DI DESA MOPUYA KECAMAN DUMOGA UTARA

KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

  1

  2 3.

  Ridel Suruh ,Prof. Dr.Sanusi Gugule, MS , Dr. Tommy.M.Palapa, M.Pd

ABSTRAK

  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kandungan logam berat

pada tanaman padi dan biji padi. Logam berat yang dianalisis yaitu Cadmium(Cd),

Arsen(Ar), Timah (Pb), dan Raksa (Hg). Penelitian ini menggunakan metode eksploratif

deskriptif dengan 4 titik sampel penelitian yaitu lokasi di aliran air masuk sawah (LA),

titik pembagian air ( LB), lokasi pendistribusian air ke sawah ( LC) , titik pelepasan air

(LD). Penelitian tentang kandungan logam berat pada biji padi diambil di lokasi sekitar

aliran air irigasi, pengambilan sampel biji tanaman padi dengan umur masing-masing 2,5

bulan dan 3 bulan.

  Hasil peneltian menunjukkan bahwa kandungan logam berat pada tanaman padi

masing-masing titik mengandung logam berat jauh melebihi ambang batas. Secara

keseluruhan kandungan logam berat pada tanaman padi di empat lokasi sawah di Desa

Mopuya masing-masing kisarannya adalah Cd antara 0 – 0,08 ppm, As antara 0 – 3,8

ppm, dan Hg antara 0,0 – 0,1 ppm.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bijan

padi yang ditanam di wilayah persawahan di wilayah Mopuya mengandung logam berat

dengan kandungan bervariasi dan telah melebihi ambang batas yang telah ditentukan.

  Kata Kunci : Identifikasi Tanaman Padi dan Logam Berat Merkuri.

  

IDENTIFICATION OF MERCURY (Hg) IN RICE (ORIZA ZATIVA) IN

MOPUYA, NORTH DUMOGA

  1

  2 3.

  Ridel Suruh , Professor. Dr.Sanusi Gugule,MS , Dr. Tommy.M.Palapa, M.Pd

ABSTRACT

  The research purposes are to know the heavy metal in rice stem and rice. The

heavy Metal was analyzed such as Cadmium (Cd), Arsenic (Ar), Plumbum (Pb) and

Mercury (Hg). This research used descriptive explorative method with 4 nodes sample are

namely: 1) at the inlet of river stream which entering the rice field (LA); Splitting water

(LB); water distribution pond (LC) and rice field water outlet (LD). To investigate the

content of heavy metal in rice done such as: 1) the rice was taken from the surrounding of

irrigation stream. The sample of rice was taken when it was already 2,5 months and 3

months.

  The research result shows tha the content of heavy metal on rice stem in every

sample nodes was over the standard. In all, the content of heavy metal on rice stem in 4

location in Mopuya Village in average namely: 1) Cadmium (Cd) between 0 – 0,08 ppm;

2) Arsenic (As) between 0 – 3,8 ppm; and Mercury (Hg) between 0,0 – 0,1 ppm. The

research conclusion is tha the rice steam and rice which planting in Mopuya village rice

field content of heavy metal was variously and over standard.

  Keywords: Identification of rice,Mercury.

  PENDAHULUAN

  Air sering tercemar oleh komponen-komponen anorganik antara lain logam berat yang berbahaya. Penggunaan logam-logam berat ini untuk keperluan sehari-hari secara langsung atau tidak langsung, sengaja atau tidak sengaja, sengaja tapi tidak langsung, telah mencemari lingkungan, dimana beberapa jenis tertentu telah mencemari lingkungan melebihi ambang batas kehidupan(Fardiaz 1992).Logam-logam pencemar tersebut antara lain cadmium (Cd), arsenik (As), merkuri (Hg), timbal (Pb), kromium (Cr), dan nikel (Ni) merupakan logam- logam yang terakumulasi dalam tubuh suatu organisme dan akan tetap tinggal dalam tubuh dalam jangkah waktu lama sebagai racun.

  Kadmium (Cd) merupakan bahan pencemar berasal dari pembuangan limbah industri dan limbah pertambangan. Pengaruh pada manusisa sangat serius yaitu menyebabkan tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal, kerusakan jaringan testikuler dan kerusakan sel-sel darah merah. Keracunan cadmium menyebabkan penyakit di Jepang yang diberi nama “Hai-hai” atau aduh-aduh. Hal ini dialami oleh sebagian penduduk dimana sungai Jitusu sumber dari bahan pencemar ini berasal dari kegiatan pertambangan .Arsen (As) telah dikenal merupakan Zat kimia yang sangat berbahaya. Keracunan arsen (warangan, As

  3

  ) yang akut dapat berasal dari makanan yang jumlahnya lebih dari 100 mg unsur tersebut. Keracunan kronis dapat terjadi melalui makanan dalam jumlah arsen yang sedikit dalam periode waktu yang lama. Dari bermacam-macam kejadian telah diketahui bahwa arsen bersifat karsinogenik. Sumber utama arsen adalah hasil akhir penambangan logam. Arsen yang dihasilkan sebagai hasil ikatan dari pertambangan tembaga, emas, dan terakumulasi sebagai limbah (Ahmad, 2004).

  Merkuri (Hg) merupakan salah satu bahan pencemar logam berat yang sangat penting untuk diperhatikan. Selain dapat masuk secara langsung ke dalam perairan alami dari limbah industri juga dapat masuk melalui air hujan dan pencucian tanah. Toksida merkuri atau dikenal dengan minamata

  deseasesecara tragis terjadi di Teluk

  Minamata Jepang. Selama periode 1953-1960 terdapat 111 kasus tentang keracunan merkuri akibat memakan ikan yang terkontaminasi oleh merkuri. Dari bencana ini, 43 meninggal, dan juga terjadi cacat tubuh dari bayi-bayi yang dilahirkan ibu-ibu yang mengkonsumsi yang terkontaminasi merkuri tersebut sebesar 5-20 ppm. Sumber merkuri berasal dari limbah industi kimia yang membuang limbahnya ke teluk Minamata (Supryanto, dkk., 2007).

  Usaha penambangan emas tradisional sering dianggap sebagai penyebab kerusakan dan pencemaran lingkungan, karena para penambang menggunakan merkuri untuk mengekstrak emasnya, cadmium dan arsen sebagai hasil dari pertambangan emas. Banyak sungai, di wilayah Indonesia dilaporkan tercemar logam berat seperti Cd, As, dan Hg dari limbah penambangan emas (Yustiawati., et al., 2003).

2 O

  Berdasarkan pengamatan lapangan, banyak proses pengolahan bijih emas dengan gelundung (tromol) dilakukan di lokasi pemukiman, di halaman rumah atau kebun pemiliknya. Hal ini tentu menjadi perhatian, khususnya dalam melihat kemungkinan kontaminasi logam berat di lingkungan tempat tinggal masyarakat sehingga pengetahuan tentang konsentrasilogam berat dalam tanah dan air menjadi cukup penting (Setiabudi, 2005).

  Logam termasuk kontaminan yang unik karena tidak dapat terdegradasi baik secara biologi maupun kimiawi yang dapat menurunkan kadar racunnya sehingga dampaknya bisa berlangsung sangat lama. Kemungkinan yang terjadi adalah logam akan mengalami transformasi sehingga dapat meningkatkanmobilitas dan sifatracunnya. Salah satu penyebab terjadinya kontaminasi lahan oleh logam berat adalah kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI). Hal ini terjadi karena material tambang yang diolah oleh para penambang mengandung logam berat seperti Cadmium (Cd), Arsen (As), dan Merkuri (Hg). Merkuri digunakan oleh para penambang sebagai media untuk mengikat emasnya, sedangkan Cd dan As sebagai hasil samping dari proses pengolahan emas. Hasil pengamatan yangada di sekitar desaMopuya, kegiatan PETI ini berlangsung di lingkungan rumah penduduk setempat, dimana air limbahnya dibuang ke saluran irigasi yang digunakan untuk mengairi sawah yang letaknya bersebelahan dengan desa tersebut.Saluran irigasi merupakan salah satu ekosistem yang seringkali menjadi tempat pembuangan limbah pertambangan sehingga mengakibatkan tingkat pencemaran semakin tinggi yang pada akhirnya pencemaran tersebut mempengaruhi kehidupan biota air yang ada di dalamnya.

  Saat ini masyarakat menanam tanaman padi sawah di lahan yang diairi oleh air yang mengandung limbah PETI, yang masih tetap berlangsung seperti biasa tanpa mempertimbangkan resiko terhadap efek samping dari limbah yang di buang ke badan sungai. Kegiatan pertanian ini berlangsung terus menerus sejalan dengan aktifitas masyarakat membuang limbah pada air irigasi yang digunakan untuk mengairi sawah. Padi merupakan salah satu jenis tumbuhan fitoremediasi logam berat pada prakteknya dapat mengikat logam berat pada akar dan tajuk (batang, daun dan buah) maka perlu dilakukan penelitian serapan tanaman padi terhadap logam berat.Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian untuk Identifikasi Kandungan Logam Berat Merkuri (Hg) Pada Tanaman Padi (Oriza Sativa) Di Desa Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow.

  Metode Penelitian

  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekplorarif deskriptif yaitu: mengkaji dan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek-objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Nawawi, 1987). Dalam penelitian ini ditentukan lokasi pengambilan sampeltanaman padidan padi yang ditanam di lahan yang sehari-harinya diairi oleh air yang mengandung limbah PETI. Pengambilan lokasi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat pada tanaman padi.

  Tempat dan Waktu Pelaksanaan Penelitian Pada dasarnya penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada tanaman padi di lahan sawah yang diairi oleh limbah PETI di Desa Mopuya Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow, dilanjutkan dengan analisis Laboratorium. Analisis Laboratorium sampel tanaman padi dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Tanah Bogor, Jawa Barat dan Analisis biji padi dilakukan di Laboratorium Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado.. Analisis logam berat pada sampel tanaman padi dan biji padi menggunakan SSA (Spektrofotometri Serapan Atom).

  Penelitian serapan logam berat pada tanaman padi dilakukan pada bulan Nopember – Desember 2011. Pengambilan sampel untuk analisis logam berat pada Tanaman Padidilakukan tanggal 10 Nopember 2011, pada pukul 05.00. Sedangkan penelitian sampel biji padi dilakukan pada bulan Oktober 2011.

  Prosedur Penelitian

  Tanaman padi diambil pada empat lokasi dengan ciri dan karakternya masing masing. Sampel tanaman padi (1) dengan kode LA diambil pada tempat jatuhnya air irigasi. Sampel (2) dengan kode LB diambil dengan jarak 30 meter dari sampel 1. Sampel (3) dengan kode LC diambil dengan jarak 20 meter dari sampel 2, sedangkan sampel (4) dengan kode LD diambil dengan jarak 30 meter dari sampel 3. Setelah titik sampel ditentukan, selanjutnya sampel (padi) diambil langsung dari keempat lokasi penelitian dengan dijaga agar tanaman padi yang diambil dengan buahnya tidak layu sampai ditempat dilakukannya analisis. Lokasi analisis dilakukan di Laboratorium tanah Bogor.

  Pengambilan sampel biji padi,dilakukan dengan mengambil beberapa bulir padi yang ditanam pada titik air masuk sawah.

  HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

  1. Data pengambilan sampel tanaman padi

  Data sampel tanaman padi dilakukan di lahan sawah yang menggunakan air irigasi yang mengandung limbah PETI. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal, 10 Nopember 2011 diambil dari empat stasiun pengambilan sampel dengan jarak rata-rata antar stasiun tersebut, yaitu: Sampel 1 dengan kode LA : Diambil pada titik jatuh air masuk, jarak dari sumber PETI 2000 meter. Sampel 2 dengan kode LB : Diambil pada jarak 30 meter dari sampel 1 Sampel 3 dengan kode LC : Diambil pada jarak 20 meter dari sampel 2 Sampel 4 dengan kode LD : Diambil pada jarak 30 meter dari sampel 3.

  Pemilihan lokasi pengambilan sampel berdasarkan pada lahan sawah menggunakan air irigasi yang mengandung limbah PETI dan mengambil tanaman padi sebagai sampel karena padi merupakan tanaman yang dapat menyerap logam berat. Data Hasil analisis logam berat pada

  tanaman padi di Desa Mopuya dapat di lihat pada Tabel 4.1

Tabel 4.1. Data Hasil analisis logam berat pada tanaman padi di Desa Mopuya.

  Berdasarkan hasil analisis Laboratorium Balai Penelitian Tanah Bogor kandungan Cadmium (Cd) pada lokasi LA adalah 0,08 ppm, sedangkan di tiga lokasi LB, LC, dan LD kadar Cd tidak terdeteksi, dengan limit deteksi 0,0012 ppm. Grafik pengamatan pada (Gambar 4.1).

  Gambar 4.1.Grafik Kadar Cd pada tanaman padi

Gambar 4.2. menunjukkan kadar

  Arsen (As) hasil penelitian yaitu dimana kandungan As pada lokasi LA, LB, dan LC tidak terderteksi dengan limit deteksi 0,0036 ppm sedangkan kadar As pada lokasi LD adalah 3,8 ppm. (Gambar.4.2).

  Gambar. 4.2.Grafik kadar Arsen pada tanaman padi Uji Laboratorium menunjukkan lokasi LC adalah 0,1 ppm sedangkan konsentrasi Merkuri (Hg) dalam pada lokasi LB dan Lokasi LD tidak tanaman padi di lahan sawah di desa terdeteksi dengan limit deteksi 0,0027 Mopuya adalah pada lokasi LA dan ppm. (Gambar 4.3).

  Gambar. 4.3.Grafik kadar merkuri pada tanaman padi 4.2.Data pengambilan sampel bijian padi.

  Uji Laboratorium menunjukkan LC adalah 0,1 ppm sedangkan pada konsentrasi Merkuri (Hg) dalam lokasi LB dan Lokasi LD tidak tanaman padi di lahan sawah di desa terdeteksi dengan limit deteksi 0,0027 Mopuya, pada lokasi LA dan lokasi ppm. (Gambar 4.3). Tabel 4.2.Data Hasil analisis logam berat pada bijian padi di Desa Mopuya Berdasarkan hasil analisis dari laboratorium Balai Riset Dan

  Standardisasi Industri Manado bahwa biji padi di Desa Mopuya, kandungan Merkuri (Hg) pada biji padi yang diambil berumur 2,5 bulan adalah 0,01 ppm. Grafik pengamatan pada (Gambar.4.4.)

Gambar 4.4. Grafik kadar Merkuri pada biji padi

  Uji Laboratorium menunjukkan konsentrasi Timbal (Pb) dalam biji padi umur 2,5 bulan adalah 0,02 ppm sedangkan pada biji padi umur

  3 bulan adalah 0,13 ppm. (Gambar 4.5.)

  Umur 2,5 Bulan Umur 3 Bulan

  1 Raksa (Hg)

  0.01 0.01 ppm SSA

  2 Timbal (Pb)

  0.02 0.13 ppm SSA

  3 Cadmium (Cd)

  0.1 0.21 ppm SSA Sumber : Hasil Analisis Laboratorium Balai Riset Dan Standardisasi Industri Tahun 2011.

  Hasil Analisis Satuan

  Metode Analisis

  Parameter N o

Gambar 4.5. Grafik Kadar Timbal (Pb) pada bijian padi

  Pada uji laboratorium konsentrasi Cd pada biji padi umur 2,5 bulan adalah 0.1 ppm, dan konsentrasi Cd pada umur 3 bulan adalah 0,21 ppm (Gambar. 4.6.).

Gambar 4.6. Grafik kadar Cadmium (Cd) pada bijian padi

  Pembahasan

1. Hasil Pengukuran Logam Berat pada tanaman padi.

  Hasil pengukuran logam berat Cd dan As pada tanaman padi dianalisis denganmetode SSA Nyala sedangkan analisis logam berat Hg dianalisis dengan metode SSA Sistem uap dinginyang dilakukan di air irigasi masuk dilahan sawah ditemukan Cd = 0,08 ppm, As = tidak terdeteksi, dan Hg = 0,1 ppm; Sampel LB= Contoh tanaman padi yang diambil pada jarak 30 meter dari lokasi LA, ditemukan Cd = td, As = td, dan Hg = 0,0 ppm; SampelLC= Contoh tanaman padi sampel tanaman padi yang diambil dengan jarak 30 meter dari lokasi LC ditemukan Cd = td, As = 3,8 ppm, dan Hg = 0,0 ppm.Analisis logam berat ini menggunakan limit deteksi untuk Cd : 0,0012 ppm; As : 0,0036 ppm; dan Hg : 0,0027 ppm.

  1.1. Cadmium (Cd).

  Nilai Cd yang diperoleh dari hasil pengukuran tanaman padi dengan analisis SSA system nyala, terdeteksi di lokasi LA dengan konsentrasi 0,08ppm sedangkan di tiga lokasi LB, LC, dan LD tidak terdeteksi. Nilai konsentrasi Cd 0,08 ppm yang ditemukan masih berada di bawah batas ambang batas Cd dalam tanaman yaitu : 0,1 ppm.

  1.2. Arsen (As).

  Hasil analisis As pada tanaman padi yang di analisis SSA system nyala, terdeteksi di lokasi LD dengan konsentrasi 3,8 ppm sedangkan di tiga lokasi LA, LB, dan LC tidak terdeteksi. Konsentrasi As 3,8 ppm yang ditemukan sudah melampaui ambang batas logam berat yang diperbolekanpada tanaman yaitu: 0,02 ppm.

  1.3. Merkuri (Hg).

  Nilai Hg yang diperoleh dari hasil pengukuran tanaman padi dengan analisis SSA system uap dingin, terdeteksi di dua lokasi yaitu: lokasi LA = 0,1 ppm; lokasi LC = 0,1 ppm. Sedangkan di dua lokasi yang lain yaitu: Lokasi LB dan LD = 0,0 ppm dengan asumsi konsentrasi di dua lokasi LB dan LD di bawah limit deteksi dari Hg yaitu : 0,0027 ppm.Nilai konsentrasi Hg pada lokasi LA dan LC 0,1 ppm sudah

  Hg di dua lokasi LB dan LD dapat terdeteksi tapi masih berada di bawah limit deteksi Hg dengan analisis SSA system uap dingin yaitu : 0,0027 ppm.

  2. Hasil Pengukuran Logam Berat pada bijian padi di Desa Mopuya.

  Berdasarkan hasil pengukuran logam berat di laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado dengan Analisis SSA, pada biji padi berumur 2,5 bulan ditemukan Hg 0,01 ppp ; Pb 0,02 ppm; dan Cd 0,10 ppm, sedangkan hasil pengukuran logam berat pada biji padi yang berumur 3 bulan ditemukan konsentrasi Hg 0,01 ppm; Pb 0,13 ppm; dan Cd 0,21 ppm. Timbal dan Cadmium pada biji padi dianalisis dengan metode SSA system Nyala dan Hg dianalisis dengan metode SSA Sistem uap dingin.

  2.1. Merkuri (Hg)

  Ditemukannya kadar Hg pada biji pada yang berumur 2,5 bulan dengan konsentrasi 0,01 ppm berarti konsentrasi Hg sudah melewati ambang batas yang diperbolehkan pada tanaman yaitu 0,005 ppm. Penemuan konsentrasi Hg pada biji padi yang berumur 3 bulan sama dengan konsentrasi pada biji padi yang berumur 2,5 bulan yaitu 0,01 ppm. Kedua nilai ini baik konsentrasi yang ditemukan pada padi yang berumur 2,5 bulan maupun biji padi yang diambil berumur 3 bulan sudah melewati ambang batas yang diperbolehkan.

  2.2. Timbal (Pb)

  Hasil analisis konsentrasi Pb pada biji padi berumur 3 bulan Pb = 0,13 ppm. Nilai Pb pada biji padi berumur 2,5 bulan 0,02 ppm dan nilai Pb pada biji padi yang berumur 3 bulan 0.13 ppm belum melampaui ambang batas yang diperbolehkan yaitu 0,2 ppm.

2.3.Cadmium (Cd)

  Kadar Cd yang yang ditemukanpada biji padi berumur 2,5 bulan yaitu Cd =0,10 ppm sama dengan ambang batas yang diperbolehkan yaitu 0,1 ppm sedangkan konsentrasi Cd yang ditemukan pada biji padi yeng berumur 3 bulan yaitu 0,21 ppm sudah melampaui ambang batas yang diperbolehkan yaitu 0,1 ppm.

  2009. Uji Potensi Tumbuhan Akumulator Merkuri untuk Fitoremediasi Lingkungan Tercemar Akibat Kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin(PETI). di Kampung Leuwi Bolang, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Bogor. Bidang Botani Pusat Penelitian Biologi LIPI.

  Dari kesimpulan penelitian yang telah disampaikan maka beberapa saran yang dapat disarankan sebagai berikut:

  1. Bagi setiap pemilik tromol atau gelundung agar memiliki sistem pengolahan limbah yang baik.

  2. Perlu adanya penelitian lanjutan bagaimana pengaruh limbah pengolahan tambang terhadap tanaman padi di Desa Mopuya.

  DAFTAR PUSTAKA Juhaeti.T., Syarif.F. & Hidayati. N.

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan

  Berdasarkan dari data penelitian dan hasil analisis data yang diperoleh, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  Juhaeti.T., Syarif.F. & Hidayati.

  N.2005. Inventarisasi Tumbuhan Potensial Untuk Fitoremediasi Lahan dan Air Terdegradasi Penambangan Emas. Lembaga Ilmu

  Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jurnal Biologi Indonesia Vol. 6 Nomor 1 Hal.:31-33.

  Hardyanti. N & Rahayu S.S. 2007.

  Fitoremediasi Phospat Dengan Pemanfaatan EncengGondok (Eichhornia

  2. Hasil analisis yang dilakukan pada biji padi yang diambil di lahan sawah menggunakan air irigasi mengandung limbah Peti pada biji padi berumur 2,5 bulan dan berumur 3 bulan telah mengandung konsentrasi logam berat yang melampaui ambang batas.

  1. Tanaman padi yang di tanam dilokasi penelitian di Desa Mopuya Kecamatan Dumoga Utara perlu ditangani secara serius karena hasil analisis logam berat telah menunjukkan kadar logam berat yang cukup siknifikan.

  Jurnal Biologi Indonesia 6(1) :Agustus 2009: Hal.1- 11.

  Laundry).Jurnal Presipitasi Vol. 2 No.1 Maret 2007, ISSN 1907-187X.

  Inswiasri., 2008., Paradigma Kejadian Penyakit Pajanan Merkuri (Hg). Peneliti pada

  Pada Media Limbah Tailing Terkontaminasi CN. Peneliti Di Bidang Botani LIPI. Jurnal Tek. Ling. Vol. 10. No. 1, Januari 2009: 69-76. ISSN 1441- 314X.

  Syarif F.,2009. Serapan Sianida (CN) Pada Mikania Cordata (Burn.F) B.L. Robinson, Centrosema Pubescens Bth Dan Leersia Hexandra Swartz. Yang Di Tanam

  UNIMA Jurnal FORMAS Vol. 1 No. 4 Juni 2008 : 292-301. ISSN : 1978-8452.

  Warow Z. W.M., 2008. Teknologi Bioremediasi Sebagai Pembersih Lahan Tercemar MetilMerkuri.

  Science, 46(5); 323 – 328, tahun 2000.

  Akagi Hirokatsu and Akira Naganuma: Human exposure to mercury and the accumulation of methyl mercury that is associated with gold mining in the Amazon Basin, Brazil. Journal of Health

  Puslitbang Ekologi dan Status Kesehatan.Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 7 No. 2, Agustus 2008 : 775 – 785.

  Seminar Nasional III SD Teknologi Nuklir.

  Juhaeti.T., Syarif.F. & Hidayati.

  Supriyanto C, dkk., 2007.Analisis Cemaran Logam Berat Pb, Cu, dan Cd pada Ikan Air Tawar Dengan Metode Spektrometri Nyala (SSA).

  Sekolah Ilmu Dan Teknologi Hayati. Institut Teknologi Bandung.

  Zulkarnaen.R. 2008. Pengaruh Enam Jenis Agen Fitoremediasi dan Kombinasinya Terhadap Penurunan Konsentrasi Logam Besi dan Kualitas Air Sumur.

  Subdit Konservasi. Daerah Istimewa Yogyakarta., Kolokium Hasil Lapangan. – DIM,. 61-78.

  Setiabudi T.B.,2005,. Penyebaran Merkuri Akibat Usaha Pertambangan Emas.

  Bidang Botani Pusat Penelitian Biologi-LIPI., Berita Biologi 9(5) - Aguslus 2009: Hal. 529-538.

  N. 2009. Pertumbuhan Dan Akumulasi Merkuri BerbagaiJenis Tumbuhan Yang DiTanam Pada Media Limbah Penambangan Emas Dengan Perlakuan Berbagai Tingkat Konsentrasi Merkuri Dan Kelat Amonium Tiosulfat.

  Fardiaz S. 1992. Polusi Air dan Udara. Yokyakarta,

  

Rukaesih A. 2004. Kimia Fakultas Pertanian, Institut

Lingkungan. Yogyakarta, Pertanian Bogor.

  Penerbit ANDI.

  Sismiyati, R., I. Nasution, L. Prihatman. K., Sistim Informasi Sukarno, dan A.K.

  Manajemen Pembangunan di Makarim. 1993. Masalah Perdesaan, Proyek PEMD, pencemaran Kadmium(Cd)

  BAPPENAS, 2000. pada padi sawah.

  Disajikandalam Simposium

  

Sunu, Pramudya. 2001. Melindungi Penelitian Tanaman Pangan

Lingkungan Dengan

  III, Jakarta/Bogor, 23 Juli- Menerapkan ISO 14000.

  5 Agustus 1993. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.

  Supriharyono. 2002. Pelestarian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

  Wardhana, Wisnu Arya. 1995.

  Dampak Pencemaran Lingkungan. Andi Offset.

  Yogyakarta.

  Nawawi, H., 1987. Metode Penelitian. Gajah Mada University Press Jakarta.

  Eviati. S., 2009. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk. Balai Penelitian

  Tanah Bogor, Jawa Barat.

  Alloway, B. J. 1995. Heavy Metal in nd

  Soils. 2 Ed. Blackie Academic and Professional.

  London.

  Kasno, A., Subowo, Sulaeman, dan J. Suryono. 2000. Status

  pencemaran Cd pada padi sawah intensifikasi jalur Pantura Jawa Barat.Jurnal Ilmu Tanah

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-04-14

Dokumen yang terkait

IDENTIFIKASI LOGAM BERAT MERKURI Hg PADA

Gratis

Feedback