Karakteristik mesin pendingin jenasah menggunakan tiga dan empat kipas pendingin kondensor.

Gratis

0
0
137
2 years ago
Preview
Full text

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Dengan ini saya menyatakan bahwa Skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya, jugatidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalamdaftar pustaka. (b) Mengetahui karakteristik mesin pengkondisian jenasah yang telah dibuat meliputi: besar kalor persatuan massa refrigeran yang di serap evaporator(Q in ), besar kalor persatuan massa refrigeran yang di lepas kondensor (Q out ), besar in ideal kerja yang di lakukan kompresor persatuan massa refrigeran (W ), COP(Coefficient of Performance), COP aktual (Coefficient of Performance) dan Efisiensi mesin pengkondisian jenasah.

KATA PENGANTAR

  Seluruh staf dan pengajar Prodi Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, FakultasSains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma yang telah mendidik dan memberikan berbagai ilmu pengetahuan yang sangat membantu dalampenyusunan skripsi ini. Rekan-rekan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, yang telah memberikan dukungan danbantuan dalam wujud apapun selama penyusunan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Penggunaan mesin pendingin umumnya kita jumpai pada pengawetanbahan makanan dan sebagai media penyimpanan bahan makanan, contohnya penggunaan pendingin untuk penyimpanan daging, hasil tangkapan laut, sayur-sayuran, dan tempat penyimpanan minuman (showcase). Masalah yang sering dijumpai di dalam budayamasyarakat Bali ialah jenasah keluarga yang telah meninggal tidak dapat langsung Dengan latar belakang ini, penulis terdorong untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai mesin pendingin jenasah ini, dengan harapan mesin yangditeliti mampu menjawab kebutuhan masyarakat Bali untuk mengawetkan jenasah keluarga yang telah meninggal.

1.4 Batasan – batasan Masalah

  Daya kompresor sebesar 1/5 HP, komponen utama yang lain menyesuaikan dengan besarnya daya kompresor dan menggunakan komponen yang standaryang ada di pasaran. Variasi kipas pendingin kondensor yang digunakan adalah tanpa kipas, tiga kipas dan empat kipas.

1.5 Manfaat Penelitian

  Hasil penelitian dapat digunakan untuk menambah kasanah ilmu pengetahuan tentang mesin pendingin jenasah, yang dapat ditempatkan di perpustakaan. Hasil penelitian dapat dipergunakan sebagai referensi bagi para peneliti yang tertarik pada mesin pendingin jenasah.

BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori

2.1.1 Mesin Pendingin Jenasah

  Mesin pendingin mayat adalah mesin pendingin yang digunakan untukmengkondisikan jenasah manusia dalam jangka waktu yang cukup lama. mesin pendingin jenasah yang dibuat bagian atasnya terbuat dari kaca transparan yangberguna agar jenasah yang dikondisikan dapat terlihat dari luar.

2.1.2 Mesin Pendingin Dengan Siklus Kompresi uap

  Jenis kondensor yang umum digunakan pada mesin pendingin adalah jenis pipa dengan jari-jari penguat, pipadengan pelat besi dan pipa dengan sirip-sirip. Pada mesin pendingin jenasah yang telah dibuat, kondensor yang digunakan adalah kondensor U-12.

2.1.3 Siklus Kompresi Uap

  Sistem kompresi uap merupakan dasar sistem refrigerasi yang paling banyak digunakan, yang memiliki komponen utama terdiri dari: kompresor, kondensor,pipa kapiler, dan evaporator, dan peralatan tambahan yaitu filter. Refrigeranbebentuk gas panas lanjut akan diturunkan suhunya pada proses ini hingga mencapai titik gas jenuh dan berlangsung secara isobarik (tidak terjadi perubahantekanan c. Proses 2a-3aProses 2a-3a adalah pelepasan panas (kondensasi) dari refrigeran ke lingkungan sekitar pada tekanan konstan.

2.1.4 Perhitungan Karakteristik Mesin Pendingin

  Energi kalor persatuan massa refrigeran yang diserap evaporator (Q in )Energi kalor persatuan massa yang diserap oleh evaporator merupakan proses perubahan entalpi dari titik 4 ketitik 1, perubahan entalpi tersebut dapat dihitung Q in = h 1 4 , kJ/kg (2.3) Keterangan : Q in : Energi kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran, kJ/kg. Efisiensi Mesin PendinginEfisiensi mesin pendingin dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2.6) berikut ini:Efisiensi = ( COP aktual / COP ideal ) x 100 % (2.6)Keterangan : COP ideal : Koefisien prestasi kerja mesin pendingin secara ideal.

2.2 Tinjauan Pustaka Boby Himawan Putra Prasetya dan Ary Bachtiar Krishna Putra (2013)

  Tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan pengaruh perubahan laju aliran massa air pendinggin pada kondensor terhadap kinerja mesin siklusrefrigerasi R633 dan mendapatkan suatu kondisi optimal dan aman dalam pengoperasian mesin. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan variasi beban pendingin yang diperoleh denganmenempatkan bola lampu 60, 100, 200, 300 dan 400 watt di dalam ruang pendingin.

BAB II I PEMBUATAN ALAT

3.1 Persiapan Pembuatan Mesin Pendingin Jenasah

3.1.1 Komponen Utama

  KompresorKompresor yang digunakan pada mesin pendingin jenasah adalah kompresor jenis hermetik, dengan spesifikasi sebagai berikut: Gambar 3.1 Kompresor Tabel 3.1 Spesifikasi Kompresor Jenis Kompresor Kompresor HermetikSeri Kompresor AQAW77X Voltase 220 VoltDaya Kompresor 1/5 HP b. Kipas PendinginKipas pendingin yang digunakan pada mesin pendingin jenasah berfungsi sebagai pendingin kondensor, dengan jumlah 4 dan 5 buah, sebagai perbandinganpada penelitian.

3.1.1 Peralatan Pendukung Pembuatan Mesin Pendingin Jenasah

  Styrofoam Styrofoam digunakan sebagai bagian pelapis pada dinting-dinding peti jenasah, bagian evaporator, dan bagian pipa sambungan antara peti jenasah dan mesin pendingin. Alat LasAlat las yang digunakan pada pembuatan alat adalah las jenis gas, pengelasan dibutuhkan untuk menyambungkan pipa pipa tembaga dengan komponenkomponen mesin pendingin jenasah.

3.1.3 Tahap – tahap pembuatan Mesin Pendingin Jenasah

  Menyiapkan setiap komponen yang akan di gunakan untuk merakit mesin pendingin jenasah, terutama komponen yang digunakan untuk sistemkompresi uap, mulai dari Kompresor 1/5 HP, Kondensor U-12, filter, PipaKapiler dengan panjang 150cm dan diameter 0,028 inci, Evaporator kulkas 2 pintu, dan refrigeran R-134a sebagai fluida kerja pada sistem kompresi uapmesin pendingin jenasah. Melakukan perakitan komponen-komponen mesin pendingin jenasah, mulai dari kompresor, pressure gauge di las pada bagian masuk dan keluarkompresor, kemudian dilanjutkan ke bagian pengelasan pipa penghubung kompresor dengan kondensor, pengelasan filter kondensor, dan pipa kapiler,pengelasan pipa kapiler dengan evaporator, dan mengelas evaporator, pipa pengubung dan kompresor.

3.2 Metodologi Penelitian

3.2.1 Objek Penelitian

Objek penelitian adalah mesin pendingin jenasah hasil buatan sendiri, gambar dari alat yang dipergunakan di dalam penelitian disajikan pada Gambar 3.20Atas: Alat tampak atas; Bawah: Alat tampak samping Gambar 3.20 Objek Penelitian

3.2.2 Alur Penelitian

Alur penelitian mengikuti alur penelitian seperti diagram alir yang tersaji pada Gambar 3.21. Gambar 3.21 Diagram Alir untuk Penelitian MulaiPerancangan mesin pendingin jenasah Mempersiapkan komponen-komponen mesin pendingin jenasahPenyambungan komponen-komponen mesin pendingin jenasah Pemvakuman mesin pendingin jenasahPengisian refrigeran R-134a Uji coba alatPengambilan data T 1 , T 3 , P 1 , P 2 Perhitungan h 1 , h 2 , h 3 , h 4 , W in , Q in , Q out , COP dan EfisiensiPengolahan Data, Pembahasan, Kesimpulan dan Saran SelesaiTidak Baik Baik

3.2.3 Skematik Alat Uji

  Menunjukan kalor yang dilepas oleh kondensor, akibat adanya aliran udara oleh kipas pendingin kondensor. Pada penelitian, digunakan 7 buah termokopel, yang masing masing di letakkanpada tempat yang berbeda b.

3.2.4 Alat Bantu Penelitian

  Pada penelitian dilakukan perbandingan antara mesin pendingin jenasah tanpa kipas pendingin kondensor dengan mesin jenasah yangmenggunakan kipas pendingin kondensor dengan variasi sebanyak 3 dan 4 kipas pendingin kondensor. Memasang kabel termokopel pada komponen mesin pendingin dimana data yang dibutuhkan akan diambil, yaitu pada pipa setelah keluar kompresor,pada pipa kapiler, pada udara yang dihembuskan kipas sebelum dan setelah melewati evaporator, pada udara di dalam peti, pada air yang digunakansebagai spesimen, dan pada udara luar.

3.2.7 Cara Mengolah Data

  Dari siklus kompresi uap yang telah digambarkan, maka kita dapat menentukan nilai entalpi (h 1 , h 2 , h 3 , 4 c e dan h ), suhu kerja kondensor (T ) dan suhu kerja evaporator (T ). Dengan mengetahui nilai entalpi, maka dapat digunakan untuk mencari karateristik darimesin pendingin jenasah yang akan dicari sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu kalor yang dilepas kondensor (Q out ), kalor yang diserap evaporator (Q in ), kerjakompresor (W in ), Coefficient of Performance (COP), dan efisiensi mesin pendingin jenasah.

3.2.8 Cara Mendapatkan Kesimpulan

  Kesimpulan pada penelitian ini didapat dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan perbandingan data dari berbagai variasi alat yang telah dibuat. Dengan mengacu pada perhitungan pada mesin pendingin, maka kesimpulan mengenai karakteristik mesin pendingin jenasah dapat diperoleh.

BAB IV HASIL PENGUJIAN, PERHITUNGAN, DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian Hasil penelitian ditampilkan berdasarkan jenis variasi yang telah dilakukan

  Variasijumlah kondensor yang digunakan adalah; tanpa menggunakan kipas pendingin; dengan menggunakan tiga kipas pendingin kondensor; dengan menggunakan empatkipas pendingin kondensor. Data yangdiambil pada setiap pengujian adalah sebagai berikut: waktu penelitian (menit), o o suhu udara keluar evaporator ( C), suhu udara masuk evaporator ( C), suhu o o refrigeran masuk kompresor ( C), suhu refrigeran masuk pipa kapiler ( C), tekanan masuk kompresor (psi), tekanan keluar kompresor (psi), suhu ruangan pendinginan o o ( C), suhu spesimen uji ( C) (tidak diambil pada pengujian tanpa beban o pendinginan), dan suhu ruangan sekitar ( C).

4.2 Hasil Perhitungan

  Energi kalor persatuan massa refrigeran yang diserap evaporator ( Q in Q in (kJ/kg) h Jumlah Kipas MenitEntalpi (kJ/kg) Tabel 4.13 Q in evaporator pada setiap variasi tanpa pembebanan = 142,44 kJ/kg = (407,98 4 kJ/kg 1 Energi kalor persatuan massa refrigeran yang diserap evaporator dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2.3). 4 Kipas Tabel 4.18 COP Ideal pada setiap variasi dengan beban 20 kg air JumlahKipas Menit T e ( C) T c ( C) COP Ideal 0 Kipas 3 Kipas 4 Kipas Untuk melihat perbandingan yang lebih jelas perbedaan antara data pada setiap variasi, data ditampilkan dalam bentuk grafik pada Gambar 4.9 dan 4.10.

4.3 Pembahasan

  Dari data yang diperoleh, diketahuipada menit 120 untuk penelitian tanpa beban, diperoleh data nilai kalor persatuan massa refrigeran yang dilepas oleh kondensor sebesar 169,11 kJ/kg untuk penelitiantanpa pendingin kipas kondensor, 185,72 kJ/kg untuk penelitian dengan menggunakan tiga buah pendingin kondensor, dan 187,4 kJ/kg untuk penelitiandengan menggunakan empat buah pendingin kondensor. Dari data yang diperoleh, diketahuipada menit 120 untuk penelitian tanpa beban, diperoleh data nilai kalor persatuan massa refrigeran yang diserap oleh evaporator sebesar 114,91 kJ/kg untukpenelitian tanpa pendingin kipas kondensor, 134,46 kJ/kg untuk penelitian dengan menggunakan tiga buah pendingin kondensor, dan 138,24 kJ/kg untuk penelitiandengan menggunakan empat buah pendingin kondensor.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Kalor yang dibuang oleh kondensor persatuan massa refrigeran terbesar dari mesin pendingin jenasah yang telah dibuat diperoleh pada variasimenggunakan 4 kipas pendingin kondensor dan menghasilkan 187,4 kJ/kg untuk penelitian tanpa menggunakan beban dan 190,3 kJ/kg untukpenelitian menggunakan beban 20 kg air. Coefficient of performance (aktual) terbesar dari mesin pendingin jenasah yang telah dibuat dihasilkan pada variasi menggunakan 4 kipas pendinginkondensor dan menghasilkan 2,81 untuk penelitian tanpa menggunakan beban dan 2,98 untuk penelitian menggunakan beban 20 kg air.

5.2 Saran

  Berdasarkan pengalaman dari pembuatan dan kesalahan yang dilakukan dalam pembuatan mesin pendingin jenasah ini, saran yang dapat penulis berikan:a. Pengambilan data sebaiknya dilakukan pada ruangan tertutup dengan suhu stabil agar data yang diperoleh benar-benar baik.

DAFTAR PUSTAKA

  Efek Perubahan Laju Aliran Massa Air Pendingin Pada Kondensor Terhadap Kinerja Mesin Refrigerasi Focus 808. Studi Eksperimen Variasi Laju Pendinginan Kondensor pada Mesin Pendingin Difusi Absorpsi R22-DMF.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Kajian Eksperimental Kondensor Untuk Mesin Pendingin Siklus Adsorpsi Tenaga Surya
3
27
89
ANALISIS PENGGUNAAN KONDENSOR TUBE AND TUBE TERHADAP PRESTASI KERJA MESIN PENDINGIN MENGGUNAKAN REFRIGRAN LPG
0
19
84
ANALISIS VARIASI JUMLAH FAN PADA KONDENSOR BERTINGKAT TERHADAP PRESTASI KERJA MESIN PENDINGIN MENGGUNAKAN REFRIGERAN LPG
3
30
77
Rancang Bangun Kondensor Pada Mesin Pendingin Menggunakan Siklus Absorpsi Dengan Pasangan Refrijeran – Absorben Amonia - Air
6
48
101
Karakteristik showcase menggunakan refrigeran R-134a berdasarkan variasi kecepatan kipas pendingin kondensor.
19
191
106
Karakteristik mesin pendingin jenasah menggunakan lima dan enam kipas pendingin kondensor.
0
0
2
Karakteristik mesin pendingin jenasah dengan menggunakan satu dan dua kipas pendingin kondensor.
0
0
108
Perbandingan karakteristik kondensor 13U dan 12U pada mesin pendingin.
0
8
112
Karakteristik mesin pendingin untuk mendinginkan refrigeran sekunder.
0
4
88
Karakteristik showcase menggunakan refrigeran R 134a berdasarkan variasi kecepatan kipas pendingin kondensor
1
2
104
Karakteristik Showcase menggunakan satu dan dua kecepatan kipas pendingin kondensor dengan daya kompresor 1 6 PK
0
7
132
Job sheet 5. Kondensor, Kipas Pendingin, dan Receiver dryer.
0
0
3
Rancang Bangun Kondensor Pada Mesin Pendingin Menggunakan Siklus Absorpsi Dengan Pasangan Refrijeran – Absorben Amonia - Air
0
0
20
ANALISIS KARAKTERISTIK UNJUK KERJA KONDENSOR PADA SISTEM PENDINGIN (AIR CONDITIONING) YANG MENGGUNAKAN FREON R-134 a BERDASARKAN PADA VARIASI PUTARAN KIPAS PENDINGIN
0
0
7
Pengaruh Adanya Kipas yang Mengalirkan Udara Melintasi Kondensor terhadap COP dan Efisiensi Mesin Pendingin
0
0
7
Show more