Pengaruh penerapan metode praktikum terbimbing pada materi platyhelminthes terhadap minat dan hasil belajar biologi siswa di kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

229 

Full text

(1)

PENGARUH PENERAPAN METODE PRAKTIKUM TERBIMBING PADA MATERI PLATYHELMINTHES

TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA DI KELAS X.4 SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Biologi

Diajukan Oleh : Ryka Indriyani NIM : 091434041

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(2)

i

TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA DI KELAS X.4 SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Biologi

Diajukan Oleh : Ryka Indriyani NIM : 091434041

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(3)
(4)
(5)

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN

K a r y a sed er h a n a i n i k u p er sem ba h k a n k ep a d a :

1. T u h a n Y M E, y a n g sen a n t i a sa m en u n t u n d a n m en y er t a i

set i a p l a n gk a h h i d u p k a m i

2. D osen Pem bi m bi n gk u , B a p a k D r s. A n t . T r i Pr i a n t or o

M .F or .Sc. sel a k u p em bi m bi n g d a l a m p en y el esa i a n t u ga s

a k h i r sk r i p si

3. K ed u a Or a n g T u a Sa y a W a gi y a d a n M a r y a n i

4 . Sa u d a r a d a n Sa u d a r i sa y a

5. T em a n -t em a n t er ci n t a sa y a

6. Sel u r u h K el u a r ga B esa r SM A Pa n gu d i L u h u r

Y ogy a k a r t a

7. Sel u r u h K el u a r ga B esa r Pen d i d i k a n B i ol ogi U n i v er si t a s

Sa n a t a D h a r m a a n gk a t a n 20 0 9

8. D a n a l m a m a t er k u t er ci n t a U n i v er si t a s Sa n a t a

D h a r m a Y ogy a k a r t a

K a r en a m a sa d ep a n su n ggu h a d a , d a n h a r a p a n m u t i d a k

(6)

v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 17 Desember 2013

Penulis

(7)

vi

PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya Mahasiswa Universitas Sanata Dharma,

Nama : Ryka Indriyani

Nomor Mahasiswa : 091434041

Demi pengembangan Ilmu Pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

PENGARUH PENERAPAN METODE PRAKTIKUM TERBIMBING PADA MATERI PLATYHELMINTHES TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA DI KELAS X.4 SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA Beserta perangkat yang diperlukan (jika ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet maupun media lain, untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya, maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Dibuat di : Yogyakarta

Pada tanggal : 17 Desember 2013

Yang menyatakan,

(8)

vii

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode praktikum terbimbing pada materi Platyhelminthes terhadap minat belajar terutama pada aspek ketertarikan, antusias, dan kepuasan siswa terhadap pembelajaran dan hasil belajar Biologi siswa ranah kognitif dan psikomotor siswa di kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2013 di Kelas X.4, SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap Perencanaan, Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner, observasi, dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif.

Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa minat belajar siswa memiliki persentase rata-rata yaitu 74,77%. Ketuntasan klasikal 68,75% dari target 60%. Untuk hasil belajar ranah kognitif siswa pada pembelajaran siklus I, nilai rata-rata siswa yaitu 69,54, dan ketuntasan klasikal 45,45%. Pada siklus II, nilai rata-rata siswa yaitu 70,46, dan ketuntasan klasikal 37,5%. Untuk hasil belajar siswa ranah psikomotor pada siklus I, nilai rata-rata yaitu 75,85%, dengan ketuntasan klasikal yaitu 87,5%, sedangkan pada siklus II, nilai rata-rata yaitu 64,5%, dengan ketuntasan klasikal yaitu 62,5%.

Kesimpulan yang diperoleh adalah penerapan metode praktikum terbimbing pada materi Platyhelminthes dapat berpengaruh positif dalam meningkatkan minat belajar terutama pada aspek ketertarikan, antusias, dan kepuasan siswa terhadap pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa ranah kognitif, dan psikomotor siswa di kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, walaupun belum memenuhi target

(9)

viii

ABSTRACT

The main purpose of this thesis is to know the effect of the guided practice method application on Platyhelminthes learning towards interests mainly of aspect interest, enthusiasm, and satisfaction student learning and Biology studying result on cognitive and pshycomotor domains for student in X.4 Class, Pangudi Luhur Yogyakarta Senior High School.

This type of research is a Classroom Action Research. The study was conducted in April-May 2013 in the X.4 Class, Pangudi Luhur Yogyakarta Senior High School. Implementation of Classroom Action Research was conducted in two cycles that include stages of planning, action, observation, and reflection. The data was collected by questionnaire, observation, and test. Data were analyzed with qualitative analysis and quantitative analysis.

Result of the research indicated that the student interest score was 74,77% in average, the score of classical completeness was 68,75%, above the target of 60%. The studying result in the cognitive domain has increased. In the first cycle, student’s average score was 69,54 and classical completeness was 45,45%. In the second cycle, the average of student score was 70,46% and classical completeness was 37,5%. The studying result in the pschymotor domain, in the first cycle, student’s average score was 75,85% and classical completeness was 87,5%. In the second cycle, the average of student value was 64,5% and classical completeness was 62,5%.

It was concluded that the guided practice method application on Platyhelminthes learning could give positive affect in increasing interests, enthusiasm, satisfaction of student learning, and increasing Biology student studying result in cognitive and pschycomotor domains for student in X.4 Class, Pangudi Luhur Yogyakarta Senior High School although have not been comply the target.

(10)

ix

KATA PENGANTAR

Tiada kata yang indah selain mengucap syukur kepada Tuhan Yang

Maha Esa yang telah melindungi serta menyertai penulis sehingga penulis dapat

menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Pengaruh Penerapan Metode

Praktikum Terbimbing pada Materi Platyhelminthes terhadap Minat dan Hasil Belajar Biologi Siswa di Kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta” ini

dengan baik.

Karya Ilmiah ini berisi tentang penelitian mengenai pengaruh penerapan

metode praktikum terbimbing pada materi Platyhelminthes terhadap minat dan hasil belajar Biologi siswa Kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Penulis

menggunakan metode Praktikum terbimbing karena penulis ingin menerapkan

Ilmu Biologi yang telah didapat dengan cara mengajak siswa untuk mengetahui

secara langsung keadaan alam yang sebenarnya yang akan dipelajari dengan

menggunakan metode Praktikum terbimbing.

Penulis ingin mengetahui sejauh mana siswa memahami tentang materi

Plathyhelmintes secara teori serta ingin mengetahui pengaruh penerapan metode praktikum terbimbing pada materi Platyhelminthes terhadap minat dan hasil belajar Biologi siswa di kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Dalam penyelesaian Karya Ilmiah ini tidak lepas dari bantuan beberapa

pihak. Untuk itu kami ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada :

1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberkati, melindungi serta menyertai

(11)

x

Dharma dengan lancar dan dapat melaksanakan penulisan ini dengan lancar

serta dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan baik

2. Bapak R. Rohandi, Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

3. Bapak Drs. Aufridus Atmadi, M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

4. Bapak Drs. Antonius Tri Priantoro M.For.Sc. selaku Ketua Program Studi

Pendidikan Biologi dan selaku Dosen Pembimbing penulis yang telah

membimbing penulis dengan penuh kesabaran, memberikan masukan,

pengarahan, serta perbaikan-perbaikan dalam penyusunan karya ilmiah ini

5. Ibu Luisa Diana Handoyo, S.Si., M.Si. dan Ibu Ika Yuli Listyarini M.Pd.

selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan-masukan,

pengarahan, serta perbaikan-perbaikan dalam penyusunan karya ilmiah ini

6. Bapak Andreas Mujiyono, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SMA Pangudi

Luhur Yogyakarta yang telah memberikan kepercayaan bagi penulis untuk

melaksanakan Penelitian di Kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

7. Ibu Anastasia Ratna D, S.Pd. selaku Guru Pembimbing kami yang telah

memberikan kepercayaan kepada penulis untuk memberikan materi dan

bahan diskusi, kepada siswa-siswi kelas X.4, memandu pelaksanaan

kegiatan praktikum serta mengambil data di kelas tersebut, sekaligus

memberikan pengarahan serta masukan-masukan demi perbaikan dalam

(12)

xi

8. Siswa-siswi Kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, yang telah

berpartisipasi aktif dan antusias dalam proses pembelajaran pada materi

Platyhelminthes dan telah memberikan semangat bagi penulis untuk menyelesaikan penulisannya

9. Seluruh Keluarga Besar SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang telah

membantu dalam pelaksanaan penulisan karya ilmiah ini

10.Staff Sekretariat JPMIPA Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Mas Arif

Kurnianto, Ibu Henny, dan Bapak Aloysius Sugeng Supriyono yang telah

membantu dalam melakukan perijinan kepada pihak sekolah dan membantu

segala administrasi dalam penyelesaian karya imiah ini

11.Seluruh Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, dan seluruh Keluarga

Besar Universitas Sanata Dharma yang telah membantu dan memberi

dukungan dalam penyelesaian karya ilmiah ini

12.Kedua Orang Tuaku Wagiya dan Maryani yang telah memberikan

semangat, kasih sayang, doa serta memberikan dukungan berupa moril dan

materiil sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dan menyelesaikan

karya ilmiah ini dengan baik

13.Adikku Dina Suryani yang selalu memberikan semangat, doa sehingga

dapat menyelesaikan Karya Ilmiah ini dengan baik.

14.Saudara-saudariku yang telah memberikan dukungan, semangat, doa dan

perbaikan kepada penulis

15.Teman-teman seperjuangan Endri Ratna Utami, Dyah Ratna Wijayanti, Dwi

(13)

xii

dalam penelitian serta membantu dalam menyiapkan alat dan bahan dalam

pelaksanaan kegiatan praktikum. Juga Ruth Lana Monika, Regina Megawati

Kusuma, Fransiska Siska, Andriani Rambu Ana Jawa, Christin

Widyaningsih, Florian Mayesti Prima R. Makin, Maria Rosa Ketane Lazar,

yang selalu memberikan semangat, ide, perbaikan sehingga dapat

menyelesaikan karya ilmiah ini dengan lancar

16.Seluruh teman-teman Pendidikan Biologi yang menjadi teman seperjuangan

penulis dalam melaksanakan studi di Universitas Sanata Dharma

17.Seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyelesaian karya

ilmiah ini

Penulis menyadari bahwa Karya Ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Saran

dan kritik dari seluruh pembaca yang bersifat membangun akan sangat diterima

oleh penulis demi kemajuan Karya Ilmiah ini.

Penulis juga menyadari bahwa dalam penyusunan Karya ilmiah ini masih

banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu penulis mohon maaf yang

sebesar-besarnya. Semoga karya ini bermanfaat bagi pembaca. Terima Kasih. Tuhan

Memberkati.

Yogyakarta, 17 Desember 2013

Penulis

(14)

xiii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii

HALAMAN PENGESAHAN. ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN. ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK... vi

ABSTRAK. ... vii

ABSTRACT... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xviii

DAFTAR GRAFIK ... xix

DAFTAR GAMBAR ... xx

DAFTAR LAMPIRAN ... xxi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 4

(15)

xiv

E. Hipotesa Penelitian ... 4

F. Manfaat Penelitian ... 5

1. Bagi Siswa ... 5

2. Bagi Guru ... 5

3. Bagi Sekolah ... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Belajar ... 6

B. Hasil Belajar ... 6

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar ... 8

1. Faktor Intern. ... 8

2. Faktor Ekstern ... 8

D. Minat ... 9

E. Metode Praktikum Terbimbing ... 9

F. Materi Platyhelminthes ... 11

G. Penelitian Yang Relevan ... 13

H. Penerapan Metode PraktikumTerbimbing dalam materi Platyhelminthes ... 14

I. Kerangka Berpikir... 15

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 17

B. Setting Penelitian ... . 18

1. Subjek Penelitian ... 18

(16)

xv

3. Lokasi Penelitian ... 19

4. Waktu Penelitian ... 19

C. Variabel Penelitian ... . 19

D. Indikator Keberhasilan ... 20

E. Instrumen Penelitian... 21

1. Instrumen Pembelajaran ... 21

2. Instrumen Pengumpulan Data ... 22

F. Rancangan Tindakan ... 28

1. Pra Tindakan... 29

2. Siklus I ... 29

3. Siklus II ... 32

G. Teknik Analisis Data ... 34

1. Metode Kualitatif ... 34

2. Metode Kuantitatif ... 35

a. Minat Belajar Siswa ... 35

b. Hasil Belajar Siswa Ranah Kognitif ... 38

c. Hasil Belajar Siswa Ranah Psikomotor ... 41

H. Personalia Penelitian ... 44

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian ... 45

1. Pra Tindakan ... 45

(17)

xvi

a. Perencanaan Tindakan Siklus I (Planning) ... 46

b. Pelaksanaan Siklus I (Acting). ... 47

c. Pengamatan Pada Siklus I (Observing) ... 59

d. Refleksi Siklus I (Reflecting)... 61

3. Siklus II ... 62

a. Perencanaan Siklus II (Planning)... 62

b. Pelaksanaan Siklus II (Acting) ... 63

c. Pengamatan Pada Siklus II (Observing)... 69

d. Refleksi Siklus II (Reflecting) ... 70

B. Hasil Penelitian ... 71

1. Minat Belajar Siswa ... 72

2. Hasil Belajar Siswa ... 74

a. Hasil Belajar Ranah Kognitif ... 74

b. Hasil Belajar Ranah Psikomotor ... 76

C. Pembahasan ... 80

1. Minat Belajar Siswa ... 80

2. Hasil Belajar Siswa ... 83

a. Hasil Belajar Siswa Ranah Kognitif ... 83

b. Hasil Belajar Siswa Ranah Psikomotor. ... 86

c. Faktor-faktor pendukung dalam penerapan metode praktikum terbimbing ... 88

(18)

xvii BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan ... 92

2. Saran ... 93

Daftar Pustaka ... ... 95

(19)

xviii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Indikator Keberhasilan Penelitian ... 20

Tabel 3.2 Kisi-kisi kuesioner untuk mengukur minat siswa ... 24

Tabel 3.3 Panduan pemberian skor kuesioner ... ... 36

Tabel 3.4 Cara analisis kuesioner untuk mengukur minat siswa ... 36

Tabel 3.5 Panduan pemberian skor hasil belajar siswa ranah psikomotor ... 42

Tabel 3.6 Cara analisis observasi untuk mengukur hasil belajar ranah psikomotor .. 43

Tabel 4.1 Hasil belajar siswa ranah kognitif pada siklus I ... 58

Tabel 4.2 Hasil belajar siswa ranah psikomotor pada siklus I... 60

Tabel 4.3 Hasil belajar siswa ranah kognitif pada siklus II ... 67

Tabel 4.4 Analisis Minat Belajar Siswa ... 68

Tabel 4.5 Hasil belajar ranah psikomotor pada siklus II. ... 69

Tabel 4.6 Hasil analisis minat belajar siswa secara klasikal ... 72

Tabel 4.7 Analisis hasil belajar ranah kognitif secara klasikal... 74

Tabel 4.8 Analisis hasil belajar ranah psikomotor tiap indikator ... 76

(20)

xix

DAFTAR GRAFIK

Grafik 4.1 Grafik peningkatan rata-rata hasil belajar ranah kognitif. ... 76

(21)

xx

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Gambar PTK Model Kemmis dan Mc Taggart ... 18

Gambar 4.1 Penyampaian indikator pembelajaran oleh guru ... 48

Gambar 4.2 Siswa mengerjakan soal-soal Pre-test ... 49

Gambar 4.3 Siswa duduk berkelompok dan mengerjakan LKS... 51

Gambar 4.4 Siswa mempresentasikan hasil diskusi ... 52

Gambar 4.5 Guru menyampaikan materi menggunakan media Power Point ... 53

Gambar 4.6 Guru mengulang materi yang telah disampaikan sebelumnya ... 55

Gambar 4.7 Pengamatan pada planaria menggunakan kaca pembesar ... 56

Gambar 4.8 Siswa melakukan pengamatan planaria di bawah mikroskop... 57

Gambar 4.9 Siswa mengerjakan soal-soal Post-test Siklus I ... 58

Gambar 4.10 Siswa melakukan pengamatan preparat awetan ... 65

(22)

xxi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Silabus ... 97

Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ... 99

Lampiran 3 Lembar Kerja Siswa (LKS) Kegiatan Diskusi Kelompok... 118

Lampiran 4 Lembar Kerja Siswa (LKS) Kegiatan Praktikum Pengamatan ... 125

Lampiran 5 Panduan Praktikum Platyhelminthes ... 133

Lampiran 6 Kisi-kisi soal Pre-test ... 140

Lampiran 7 Soal-soal Pre-test ... 141

Lampiran 8 Kunci Jawaban Soal Pre-test ... 144

Lampiran 9 Panduan Skoring Soal Pre-test ... 145

Lampiran 1 0 Kisi-kisi Soal Post-test Siklus I ... 146

Lampiran 1 1 Soal-soal Post-test Siklus I ... 148

Lampiran 1 2 Kunci Jawaban Soal Post-test Siklus I ... 149

Lampiran 1 3 Panduan Skoring Post-test Siklus I ... 151

Lampiran 1 4 Kisi-kisi Soal Post-test Siklus II ... 153

Lampiran 1 5 Soal Post-test Siklus II ... . 155

Lampiran 1 6 Kunci Jawaban Soal Post-test Siklus II ... 158

Lampiran 1 7 Panduan Skoring Post-test Siklus II ... 159

Lampiran 1 8 Kisi-kisi kuesioner ... 160

Lampiran 1 9 Lembar Kuesioner ... 161

(23)

xxii

Lampiran 2 1 Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas X.4 T.A 2011/2012 ... 164

Lampiran 2 2 Analisis Ketuntasan Nilai Pre-test Siswa ... 166

Lampiran 2 3 Hasil Pre-test Siswa ... 168

Lampiran 2 4 Analisis Ketuntasan Nilai Post-test Siswa Pada Siklus I ... . 174

Lampiran 2 5 Hasil Post-test Siswa Pada Siklus I ... 176

Lampiran 2 6 Analisis Ketuntasan Nilai Post-test Siswa Pada Siklus II ... 178

Lampiran 2 7 Hasil Pos-test Siswa Pada Siklus II... 180

Lampiran 2 8 Analisis Hasil Observasi Tiap Kelompok Pada Siklus I ... 186

Lampiran 2 9 Analisis Hasil Observasi Tiap Siswa Pada Siklus I ... 187

Lampiran 3 0 Hasil Observasi Pada Siklus I ... 189

Lampiran 3 1 Analisis Hasil Observasi Tiap Kelompok Pada Siklus II ... 191

Lampiran 3 2 Analisis Hasil Observasi Tiap Siswa Pada Siklus II ... 192

Lampiran 3 3 Hasil Observasi Pada Siklus II. ... 194

Lampiran 3 4 Analisis Kuesioner Tiap Indikator ... 198

Lampiran 3 5 Analisis Kuesioner Tiap Siswa. ... 199

Lampiran 3 6 Hasil Kuesioner ... 201

Lampiran 3 7 Analisis Minat dan Hasil Belajar Siswa ... 203

Lampiran 3 8 Surat Permohonan Ijin Melakukan Penelitian ... 205

Lampiran 3 9 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ... 206

(24)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sekolah merupakan tempat menimba ilmu dan pengetahuan bagi anak-anak

dan remaja yang masih dalam tahap belajar. Di tempat inilah Kegiatan Belajar

Mengajar (KBM) berlangsung, yang melibatkan adanya guru, siswa, metode

pembelajaran, serta sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan tersebut. Belajar

mengajar adalah seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain

untuk mencapai tujuan. Selaku suatu sistem, belajar mengajar meliputi suatu

komponen, antara lain tujuan, bahan, siswa, guru, metode, situasi dan evaluasi. Agar

tujuan tercapai, semua komponen yang ada harus diorganisasikan sehingga antar

sesama komponen terjadi kerja sama (Djamarah, dkk, 2010).

Pembangkitan minat belajar mengajar sangat diperlukan bagi siswa dalam

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ini. Tahap pembangkitan minat merupakan tahap

awal dari siklus belajar. Pada tahap ini, guru berusaha membangkitkan dan

mengembangkan minat dan keingintahuan (curiosity) siswa tentang topik yang diajarkan (Wena, 2009). Minat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar, karena bila

bahan belajar yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan

belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya. Bahan pelajaran

yang menarik minat siswa, lebih mudah dipelajari dan disimpan, karena minat

(25)

Pembelajaran yang menarik membutuhkan model dan metode pembelajaran

yang sesuai dengan bidang ilmu, kondisi siswa dan suasana kelas. Guru yang kreatif

akan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai untuk siswa-siswa di kelasnya.

Biologi merupakan mata pelajaran yang berhubungan dengan alam lingkungan. Kita

dapat menemukan dan menerapkan ilmu Biologi pada kehidupan kita sehari-hari.

Fenomena yang diajarkan melalui Biologi adalah fenomena alam yang pernah

dihadapi siswa. Oleh karena itu, Biologi tidak dapat dipahami jika hanya diajarkan

secara hafalan. Pemahaman konsep-konsep Biologi dapat dianalogikan dengan

berbagai macam kegiatan sederhana yang dapat diamati/dilakukan siswa.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis pada saat pembelajaran

Biologi di kelas X.4 dan wawancara terhadap guru bidang studi Biologi SMA

Pangudi Luhur Yogyakarta, penulis melihat bahwa minat belajar Biologi siswa

masih rendah, jika dilihat dari keaktifan dan antusiasme belajar mereka di kelas.

Hasil belajar Biologi kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada materi

Platyhelminthes tahun pelajaran 2011/2012 juga belum memuaskan. Nilai rata-rata siswa hanya 54,70 pada materi Platyhelminthes tahun pelajaran 2011/2012. Banyak siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan.

Hanya 3 siswa dari 36 siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Ketuntasan Klasikal hanya 8,3 %.

Pada pembelajaran materi Platyhelminthes yang terdahulu, guru menggunakan metode ceramah. Pada penerapan metode ini, siswa hanya mendengar

penjelasan dari guru, dan mencatat hal-hal yang penting. Siswa terkesan bosan dan

(26)

Di dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) erat kaitannya dengan

pelaksanaan praktikum. Dengan kegiatan praktikum siswa dapat lebih mengetahui

dan mendalami materi yang diajarkan. Mereka tidak hanya berpikir secara abstrak

untuk materi pelajaran yang sudah diperolehnya. Siswa juga lebih tertarik untuk

mengetahui hal-hal yang baru yang belum mereka ketahui.

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika pembelajaran Biologi dapat

diterapkan dan diaplikasikan dengan pembelajaran di alam sekitar. Metode

praktikum terbimbing merupakan salah satu metode yang diharapkan dapat

membangkitkan minat belajar siswa dalam pembelajaran pada materi

Platyhelminthes Kelas X semester Genap. Dengan penerapan metode praktikum terbimbing diharapkan dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam

pembelajaran Biologi, khususnya pada materi Platyhelminthes.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah:

1. Apakah dengan penerapan metode praktikum terbimbing pada materi

Platyhelminthes dapat berpengaruh terhadap minat belajar Biologi siswa terutama pada aspek ketertarikan, antusias, dan kepuasan siswa terhadap materi

pembelajaran di Kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta?

2. Apakah dengan penerapan metode praktikum terbimbing pada materi

(27)

ranah kognitif dan ranah psikomotor di kelas X.4 SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan di atas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk

mengetahui pengaruh penerapan metode praktikum terbimbing pada materi

Platyhelminthes terhadap minat belajar siswa terutama pada aspek ketertarikan, antusias, dan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran dan hasil belajar Biologi

siswa ranah kognitif dan psikomotor di kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

D. Batasan Masalah

Agar lebih terfokus pada masalah yang diteliti, peneliti menentukan batasan

masalah. Batasan masalah pada penelitian ini yaitu pada :

1. Standar Kompetensi 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati

2. Kompetensi Dasar 3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri Filum dalam Dunia Hewan dan

peranannya bagi kelangsungan hidup di bumi

3. Materi yang dibahas adalah Platyhelminthes

4. Minat belajar siswa terutama pada aspek ketertarikan, antusias, dan kepuasan

siswa terhadap materi pembelajaran

5. Hasil belajar siswa ranah kognitif dan psikomotor

E. Hipotesa

(28)

antusias, dan kepuasan siswa dan hasil belajar Biologi siswa pada ranah kognitif dan

psikomotor di kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

F. Manfaat Penelitian 1. Bagi Siswa

Dengan penelitian ini, siswa diharapkan dapat meningkatkan minat

dan hasil belajar Biologi siswa yang diterapkan melalui metode praktikum

terbimbing.

Siswa juga dapat lebih mengetahui tentang struktur tubuh dari hewan

kelas Plathyhelminthes dengan melihat struktur morfologi hewan tersebut melalui praktikum terbimbing yang dilakukannya.

2. Bagi Guru

Penelitian ini diharapkan dapat membantu guru dalam menentukan

metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang berkaitan dan

membantu siswa untuk mengetahui dan mengenal lebih dalam struktur

morfologi hewan kelas Plathyhelminthes

Selain itu, guru juga dapat meningkatkan pengetahuan kreativitas dalam

menyampaikan materi Plathyhelminthes dengan praktikum terbimbing 3. Bagi Sekolah

Manfaat penelitian ini bagi sekolah adalah untuk memberi masukan

bagi sekolah dalam meningkatkan minat dan hasil belajar Biologi siswa

(29)

6

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Belajar

Menurut pengertian secara psikologis, belajar merupakan suatu proses

perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan

lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan

tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Pengertian belajar dapat

didefinisikan sebagai berikut :

“Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk

memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai

hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya” (Slameto,

2010).

B. Hasil Belajar

Menurut Revisi Taksonomi Benyamin S. Bloom (Anderson, L.W,dan

Krathwohl, D.R.:2001) dalam Wulan (2011), hasil belajar dapat dikelompokkan ke

dalam tiga ranah, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Adapun rincian ranah

tersebut adalah sebagai berikut :

1. Ranah kognitif (cognitive domain), terdiri dari : a. Mengingat/Remembering (C1)

(30)

e. Mengevaluasi/Evaluating (C5) f. Mencipta/Creating (C6)

2. Ranah afektif (affective domain), yang terdiri dari: a. Kemampuan menerima (receiving)

b. Kemampuan menanggapi/menjawab (responding) c. Menilai (valuing)

d. Organisasi (organization)

3. Ranah psikomotor (psychomotor domain), yang terdiri dari:

a. Muscular of motor skill, meliputi mempertontonkan gerak, menunjukkan hasil, melompat, menggerakkan, menampilkan

b. Manipulations of materials or objects, meliputi : mereparasi, menyusun, membersihkan, menggeser, memindahkan, membentuk

c. Neuromuscular coordination, meliputi: mengamati, menerapkan, menghubungkan, menggandeng, memadukan, memasang, memotong,

menarik dan menggunakan

(31)

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Menurut Slameto (2010), faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

banyak jenisnya tetapi dapat digolongkan menjadi dua saja, yaitu faktor intern dan

faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang

belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu.

1. Faktor Intern

Faktor intern terdiri dari faktor jasmaniah dan faktor psikologis

a. Faktor jasmaniah, terdiri dari faktor kesehatan, dan faktor cacat tubuh

b. Faktor psikologis, terdiri dari intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif,

kematangan, dan kesiapan

2. Faktor Ekstern

Faktor ekstern terdiri dari faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat

a. Faktor keluarga, terdiri dari faktor cara orang tua mendidik, relasi antar

anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian

orang tua, serta latar belakang kebudayaan

b. Faktor sekolah, terdiri dari metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan

siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu

sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar,

dan tugas rumah

c. Faktor masyarakat, terdiri dari teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat

Faktor yang diukur pada penelitian ini yaitu faktor intern dan faktor ekstern.

(32)

(siswa). Sedangkan faktor ekstern yaitu metode mengajar guru yang berupa

penerapan metode praktikum pada materi Platyhelminthes.

D. Minat

Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan

mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan

terus-menerus yang disertai rasa senang. Jadi berbeda dengan perhatian, karena

perhatian sifatnya sementara (tidak dalam waktu yang lama) dan belum tentu diikuti

dengan perasaan senang, sedangkan minat selalu diikuti dengan perasaan senang

dan dari situ diperoleh kepuasan. Minat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar,

karena bila bahan belajar yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa

tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya. Ia

segan-segan ia tidak memperoleh kepuasan dari pelajaran itu. Bahan pelajaran yang

menarik minat siswa, lebih mudah dipelajari dan disimpan, karena minat menambah

kegiatan belajar (Slameto, 2010).

Jika terdapat siswa yang kurang minat terhadap belajar, dapatlah diusahakan

agar ia mempunyai minat yang lebih besar dengan cara menjelaskan hal-hal yang

menarik dan berguna bagi kehidupan serta hal-hal yang berhubungan dengan

cita-cita serta kaitannya dengan bahan pelajaran yang dipelajari itu (Slameto, 2010).

E. Metode Praktikum Terbimbing

Metode praktikum merupakan metode yang sering digunakan dalam

pembelajaran IPA. Metode ini sangat cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran

(33)

penunjang berupa praktikum maupun eksperimen di Laboratorium. Hal ini

dikarenakan Biologi dibangun dengan metode ilmiah. Melalui tahapan metode

ilmiah, maka diperoleh produk-produk ilmiah Biologi, seperti konsep, prinsip,

aturan, hukum, dan teori. Dengan demikian mempelajari Biologi berarti harus

mencakup Biologi sebagai produk dan Biologi sebagai proses (Salirawati, 2011).

Metode praktikum adalah salah satu bentuk pendekatan keterampilan proses.

Bagi peserta didik SMA diadakannya praktikum selain dapat melatih bagaimana

penggunaan alat dan bahan yang tepat, juga membantu pemahaman mereka terhadap

materi Biologi yang diajarkan di kelas. Selain itu, bagi peserta didik yang memiliki

rasa ingin tahu yang tinggi, maka melalui praktikum mereka dapat memperoleh

jawaban dari rasa ingin tahunya secara nyata (Salirawati, 2011).

Metode praktikum terbimbing adalah praktikum yang dilaksanakan hanya

melakukan pekerjaan dan menemukan hasilnya saja, seluruh hasil percobaan sudah

dirancang oleh guru. Langkah-langkah percobaan, peralatan yang harus digunakan

serta objek yang diamati atau diteliti sudah ditntukan sejak awal oleh guru

(Suparno) (2007) (dalam UPI, 2007)

Metode ini sangat cocok diterapkan pada pembelajaran Biologi materi

Platyhelminthes karena siswa rata-rata hanya melihat Platyhelminthes pada gambar dan bukan pada kenyataan aslinya. Metode praktikum terbimbing ini juga

mempunyai kelebihan yaitu dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau

kesimpulan berdasarkan percobaan yang dilakukan sendiri, memperkaya

(34)

mengembangkan sikap ilmiah siswa, dan hasil belajar akan dapat bertahan lama dan

terjadi proses internalisasi.

F. Materi Platyhelminthes

Materi Platyhelminthes merupakan sub pokok bahasan dari materi Kingdom

Animalia yang diajarkan di kelas X Semester 2. Standar Kompetensi dari materi ini

yaitu: Standar Kompetensi 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati,

sedangkan Kompetensi Dasar dari materi ini yaitu: Kompetensi Dasar 3.4

Mendeskripsikan ciri-ciri filum dalam dunia hewan dan peranannya bagi

kelangsungan hidup di bumi.

Indikator hasil belajar siswa pada ranah kognitif dalam penyampaian materi

Platyhelminthes pada penelitian ini, yaitu: (a) Menjelaskan pengertian Platyhelminthes, (b) Menjelaskan ciri umum kelas Platyhelminthes, (c) Menyebutkan masing-masing contoh dari kelas Platyhelminthes, (d) Mengidentifikasi peranan Platyhelminthes bagi kehidupan manusia, (e) Membandingkan contoh masing-masing hewan dari kelas Platyhelminthes, ciri-ciri dan peranannya bagi kehidupan manusia, (f) Mendeskripsikan ciri-ciri

Platyhelminthes (Planaria, Cacing Pita, dan cacing hati) berdasarkan pengamatan.

Indikator hasil belajar siswa pada ranah psikomotor dari penyampaian materi

Platyhelminthes pada penelitian ini yaitu : (a) Mengamati objek dalam kegiatan praktikum dengan penuh seksama, (b) Melakukan kegiatan praktikum sesuai dengan

(35)

Rangkuman materi Platyhelminthes pada penelitian ini yaitu : Platyhelminthes adalah cacing yang memiliki bentuk tubuh pipih dorsoventral (dorsal = punggung, ventral = perut), dan tidak berbuku-buku. Tempat hidup cacing ini yaitu di sungai, danau atau di laut, atau hidup parasit dalam tubuh organisme lain

(Syamsuri, 2004).

Menurut Priadi (2010), ciri-ciri umum Platyhelminthes antara lain sebagai berikut :

1. Tubuh berbentuk pipih, tidak bersegmen, dan bertipe simetri bilateral

2. Tidak memiliki sistem peredaran darah, sistem pernapasan, dan sistem

rangka tubuh

3. Sistem pencernaan berupa sistem gastrovaskuler, mulut juga berfungsi sebagai anus

4. Sistem saraf berupa sistem tangga tali 5. Sistem eksresi berupa sel api (solenosit)

6. Telah memilki alat reproduksi. Reproduksi dapat dilakukan secara seksual

dan aseksual (pembelahan diri). Beberapa jenis bersifat hermaprodit.

Platyhelminthes dibedakan menjadi 3 kelas, yaitu Kelas Turbelaria (Cacing Berbulu Getar), Kelas Trematoda (Cacing Isap), Kelas Cestoda (Cacing Pita) (Syamsuri, 2004)

Menurut Priadi (2010), sebagian besar cacing pipih merupakan parasit

penyebab berbagai penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan. Misalnya cacing

(36)

G. Penelitian Yang Relevan

Penelitian terdahulu yang relevan, terkait dengan penelitian ini adalah

sebagai berikut :

Lusia (2012) dalam Penelitian Tindakan Kelasnya yang berjudul Meningkatkan

Kecerdasan Naturalis Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dengan

menerapkan metode Pembelajaran Praktikum Pada Materi Perubahan dan

Pencemaran Lingkungan, diperoleh hasil bahwa dengan menerapkan metode

pembelajaran praktikum pada siswa kelas X.5 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

telah memberikan pengaruh yang lebih baik dari pembelajaran sebelum memakai

metode praktikum. Peningkatan ini dapat dilihat dari 3 aspek yaitu aspek Kognitif,

Psikomotor dan Afektif.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa

penerapan metode praktikum pada materi perubahan dan pencemaran lingkungan

dapat meningkatkan kecerdasan naturalis siswa kelas X SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta. Pada indikator menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia

dengan masalah perusakan dan pelestarian lingkungan, terjadi peningkatan rata-rata

nilai dari 67,04 dengan ketuntasan klasikal 60,71% menjadi 78,59 dengan

ketuntasan klasikal 72,41% dan selanjutnya meningkat menjadi 81,62% dengan

ketuntasan klasikal 82,76%. Pada indikator mengkomunikasikan konsep perusakan

dan pelestarian lingkungan, kemampuan siswa meningkat dari kategori baik menjadi

(37)

kategori tinggi menjadi sangat tinggi. Siswa menunjukkan respon yang positif

selama pembelajaran seperti aktif, tertarik serta peduli lingkungan.

Penelitian relevan yang lain, yang terkait dengan penelitian ini yaitu penelitian

yang dilakukan oleh Fransisca Sudargo dan Soesi Aisyah S (2011), dengan judul

Penelitian Pembelajaran Biologi Berbasis Praktikum untuk Meningkatkan

Kemampuan Berpikir Kritis dan Keterampilan Proses Siswa SMA, diperoleh hasil

bahwa rata-rata capaian berpikir kritis melalui pendekatan inkuiri bebas dan inkuiri

terbimbing pada keempat sekolah berturut-turut adalah 70,78%; 62,28%; 60,53%,

73,17%. Rata-rata capaian keterampilan proses pada konsep pencemaran air melalui

lembar obsevasi adalah 81,43% dan melalui tes KPS adalah 73%. Pada konsep sistem syaraf terdapat peningkatan yang signifikan (α=0,05) antara Pre-test dan

Post-test yaitu dari 25,85% menjadi 70,44%.

H. Penerapan Metode Praktikum dalam materi Platyhelminthes

Praktikum pada penelitian ini merupakan jenis praktikum terbimbing.

Kegiatan siswa dalam praktikum terbimbing ini yaitu siswa hanya melakukan

percobaan dan menemukan hasilnya saja, seluruh jalannya percobaan sudah

dirancang oleh guru. Langkah awal kegiatan praktikum terbimbing pada penelitian

ini, guru dan peneliti menyusun panduan praktikum terbimbing untuk memudahkan

siswa dalam melakukan kegiatan praktikum terbimbing sesuai dengan prosedur

yang telah ditetapkan.

Tujuan dari praktikum terbimbing pada penelitian ini yaitu untuk

(38)

Kegiatan praktikum ini terbimbing dilaksanakan untuk 2 kali siklus. Pada siklus

pembelajaran yang pertama, peneliti dan siswa melakukan kegiatan praktikum

dengan materi Planaria. Pada siklus pembelajaran yang kedua, peneliti dan siswa melakukan kegiatan praktikum terbimbing dengan materi cacing hati dan cacing

pita. PelaksanaanPraktikum pada penelitian ini yaitu siswa melakukan pengamatan struktur luar (struktur morfologi) dari hewan kelas Platyhelminthes menggunakan kaca pembesar dan pengamatan di bawah mikroskop, kemudian siswa menggambar

hasil pengamatan pada Lembar Kerja Siswa (LKS).

I. Kerangka Berpikir

Biologi merupakan bagian dari Sains. Secara umum, Sains memiliki arti

sebagai Ilmu Pengetahuan. Secara khusus, istilah Sains dimaknai sebagai Ilmu

Pengetahuan Alam atau “Natural Science”. Sains merupakan pengetahuan manusia tentang alam yang diperoleh dengan cara terkontrol. Penjelasan ini mengandung

makna bahwa sains kecuali sebagai produk yaitu sebagai pengetahuan manusia juga

sebagai proses yaitu bagaimana cara mendapatkan pengetahuan tersebut.

Pembelajaran Biologi adalah pembelajaran yang berkaitan dengan alam

lingkungan. Dalam pembelajaran Biologi siswa diharapkan tidak hanya menguasai

materi Biologi secara teoritis saja, namun juga dapat mempelajari tentang fenomena

alam secara langsung. Kegiatan praktikum pada pembelajaran ini mengajak siswa

melakukan kegiatan percobaan untuk menguji kebenaran. Metode praktikum dapat

memberikan gambaran dan pengertian yang lebih jelas daripada hanya penjelasan

(39)

Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor intern

dan ekstern. Minat adalah salah satu faktor intern dari dalam diri siswa yang

berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Jika minat siswa terhadap pembelajaran

Biologi sangat bagus, maka hasil belajarnya pun akan bertambah baik. Begitu pula

jika metode pembelajaran Biologi pada materi Platyhelminthes sesuai maka pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, siswa dapat meningkatkan minat dan

aktivitasnya dalam pembelajaran Biologi serta dapat lebih meningkatkan daya serap

ilmu yang didapatkannya.

Berdasarkan penelitian yang relevan dan kerangka berpikir di atas, maka

penulis ingin menerapkan metode praktikum terbimbing pada pembelajaran

Platyhelminthes di kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta untuk meningkatkan minat belajar siswa pada aspek ketertarikan, antusias, dan kepuasan siswa terhadap

(40)

17

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian

Tindakan Kelas (PTK). Dalam Bahasa Inggris, Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

diartikan dengan Classroom Action Research (Aqib, 2006).

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru

di kelas atau di sekolah tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan

atau peningkatan proses dan praktik pembelajaran. Manfaat Tindakan Kelas yang

berkaitan dengan komponen pembelajaran adalah dapat melakukan inovasi

pembelajaran, pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan di tingkat kelas, dan

peningkatan profesionalisme guru (Aqib, 2006).

Penelitian ini dilaksanakan sesuai model yang dikembangkan oleh para ahli

yaitu Kemmis dan Mc Taggart. Pada pelaksanaan penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Di dalam suatu siklus atau putaran terdiri dari empat komponen. Menurut Aqib

(2006), keempat komponen tersebut meliputi :

(41)

Pada penelitian yang dilaksanakan oleh Kemmis dan Mc Taggart, sesudah suatu siklus selesai diimplementasikan, khususnya sesudah adanya refleksi,

tindakan selanjutnya yaitu dengan perencanaan ulang yang dilaksanakan dalam

bentuk siklus tersendiri. Demikian seterusnya atau dengan beberapa kali siklus

(Aqib, 2006). Berikut ini adalah gambar tahap alur pelaksanaan dalam penelitian.

Gambar 3. 1 Gambar PTK Model Kemmis dan Mc Taggart

B. Setting Penelitian 1. Subjek Penelitian

Subjek Penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.4 SMA Pangudi

Luhur Yogyakarta yang berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 24 siswa laki-laki

dan 12 siswa perempuan.

2. Objek Penelitian

Objek penelitian dalam penelitian ini adalah minat pada aspek ketertarikan,

(42)

ranah kognitif dan psikomotor pada materi Platyhelminthes melalui metode praktikum terbimbing.

3. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian pada penelitian ini adalah di SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta, yang terletak di Jln. P. Senopati 18 Yogyakarta, Indonesia 55121.

4. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April 2013, pada minggu keempat dan

minggu kelima, dan bulan Mei minggu pertama

C. Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu variabel bebas yang

berupa metode praktikum terbimbing, dan variabel terikat yang berupa minat dan

hasil belajar.

Indikator minat belajar siswa adalah ketertarikan, kesenangan, dan kepuasan

siswa terhadap pembelajaran Biologi pada materi Platyhelminthes dengan menggunakan metode Praktikum Terbimbing. Sedangkan indikator hasil belajar

siswa yaitu terdiri dari indikator pada ranah kognitif, dan ranah psikomotor.

Indikator hasil belajar siswa pada ranah kognitif, adalah :

a) Menjelaskan pengertian Platyhelminthes b) Menjelaskan ciri umum kelas Platyhelminthes

(43)

e) Membandingkan contoh masing-masing hewan dari kelas Platyhelminthes, ciri-ciri dan peranannya bagi kehidupan manusia

f) Mendeskripsikan ciri-ciri Platyhelminthes (Planaria, Cacing Pita, dan cacing hati) berdasarkan pengamatan

Indikator hasil belajar siswa pada ranah psikomotor, adalah:

1. Mengamati objek dalam kegiatan praktikum dengan penuh seksama

2. Melakukan kegiatan praktikum sesuai dengan prosedur

3. Menunjukkan hasil pengamatan pada kegiatan praktikum terbimbing

D. Indikator Keberhasilan

Rincian prosedur, indikator keberhasilan, instrumen, pelaksana tindakan, dan cara

analisis dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3.1 Indikator Keberhasilan Penelitian

No Prosedur Indikator

(44)

No Prosedur Indikator

Menurut Arikunto (dalam Putra, 2012), instrumen adalah sesuatu yang dapat

digunakan untuk mempermudah seseorang melakukan tugas atau mencapai tujuan

secara efektif dan efisien. Sedangkan menurut Tayibnapis (2000) (dalam Putra,

2012), instrumen merupakan alat yang digunakan untuk merekam informasi yang

dikumpulkan. Instrumen juga dapat diartikan sebagai alat yang digunakan untuk

suatu tujuan (Putra, 2012). Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini

terdiri dari instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data.

1. Instrumen pembelajaran

Instrumen pembelajaran pada penelitian ini terdiri dari :

a. Silabus

Silabus yang digunakan pada penelitian ini adalah Silabus Biologi Kelas

X.4 Semester 2 Pada Kompetensi Dasar 3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri Filum

dalam Dunia Hewan dan peranannya bagi kelangsungan hidup di bumi.

(45)

b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berisi gambaran secara

menyeluruh dari materi yang akan disampaikan. Rencana pelaksanaan

pembelajaran (RPP) pada penelitian ini dapat dilihat pada lampiran 2 c. Lembar Kerja Siswa (LKS)

Lembar Kerja Siswa (LKS) digunakan untuk mempermudah siswa dalam

belajar. Lembar Kerja Siswa (LKS) berbentuk tabel, dan siswa mengisi

jawabannya pada tabel tersebut berdasarkan studi literatur yang dilakukan, dan berdasarkan pengamatan dan praktikum terbimbing yang telah

dilakukan. Lembar Kerja Siswa (LKS) pada penelitian ini dapat dilihat pada

lampiran 3 dan lampiran 4 d. Panduan Praktikum

Panduan Praktikum digunakan untuk membantu siswa dalam melaksanakan

kegiatan praktikum terbimbing sesuai dengan prosedur yang telah

ditetapkan. Panduan Praktikum terbimbing pada penelitian ini dapat dilihat

pada lampiran 5

2. Instrumen pengumpulan data

Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari :

a. Kuesioner

Kuesioner adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh

orang yang akan diukur (responden). Dengan kuesioner ini, dapat diketahui

keadaan atau data diri, pengalaman, pengetahuan, sikap, atau pendapat

(46)

pembelajaran adalah, terutama, untuk memperoleh data mengenai latar

belakang peserta didik sebagai salah satu bahan dalam menganalisis tingkah

laku dan proses belajar mereka (Putra, 2012).

Di sini penulis, menggunakan kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup

yaitu kuesioner yang disusun dengan menyediakan pilihan jawaban lengkap,

sehingga pengisi hanya tinggal memberi tanda pada jawaban yang dipilih.

Pada penelitian ini, kuesioner diberikan pada akhir siklus/akhir

pembelajaran. Kusioner terdiri dari 10 item, yang masing-masing terdiri dari

4 alternatif jawaban yaitu :

1. Sangat Setuju (SS)

2. Setuju (S)

3. Tidak Setuju (TS)

4. Sangat Tidak Setuju (STS)

Kuesioner pada penelitian ini digunakan untuk mengukur minat

siswa dalam mempelajari materi Platyhelminthes. Kuesioner disusun berdasarkan indikator-indikator yang ingin dicapai. Indikator yang ingin

dicapai meliputi:

1. Ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran

a. Pembelajaran yang diberikan oleh gurunya menggunakan metode

yang menarik

b. Siswa senang bekerja dalam diskusi kelompok pada pembelajaran

(47)

2. Antusias siswa terhadap mata pelajaran

a. Siswa belajar menggunakan metode Praktikum Terbimbing dengan

penuh antusias

b. Siswa menjadi aktif dalam pembelajaran Platyhelminthes menggunakan metode Praktikum Terbimbing

3. Kepuasan siswa terhadap mata pelajaran

a. Siswa merasa puas dengan apa yang diperoleh dalam pembelajaran

Platyhelminthes baik dari segi materi pembelajaran, metode, maupun evaluasi guru

Kisi-kisi kuesioner untuk mengukur minat siswa dapat dilihat pada tabel

berikut ini:

Tabel 3.2 Kisi-kisi kuesioner untuk mengukur minat siswa

(48)

No Indikator Minat metode maupun evaluasi guru

5 10

Kuesioner pada penelitian ini dilengkapi juga dengan kisi-kisi

kuesioner. Kisi-kisi kuesioner pada penelitian ini dapat dilihat pada

lampiran 18, Lembar Kuesioner dapat dilihat pada lampiran 19.

b. Lembar Observasi

Observasi atau pengamatan adalah metode yang digunakan untuk

mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan

yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam

situasi buatan. Observasi digunakan untuk mengukur atau menilai hasil dan

proses belajar misalnya tingkah laku siswa pada waktu belajar, tingkah laku

guru pada waktu mengajar, kegiatan diskusi siswa, partisipasi siswa dalam

simulasi, dan penggunaan alat peraga pada waktu mengajar. Melalui

pengamatan yang dilakukan, observer mengetahui bagaimana sikap dan

(49)

kegiatan, proses kegiatan yang dilakukannya, kemampuan bahkan hasil

yang diperoleh dari kegiatannya. Observasi dilakukan pada saat proses

kegiatan itu berlangsung (Sudjana, 2010). Lembar observasi diisi dengan

memberi tanda cek (√) pada kolom jawaban hasil observasi jika pedoman

observasi yang dibuat telah disediakan jawabannya (berstruktur) (Sudjana,

2010).

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi langsung. Observasi langsung adalah pengamatan yang dilakukan terhadap gejala atau proses yang terjadi dalam situasi yang sebenarnya dan langsung diamati

oleh pengamat (Sudjana, 2010). Observasi langsung pada penelitian ini dilakukan dengan mengamati langsung sikap dan perilaku siswa, kegiatan

yang dilakukan, tingkat partisipasi siswa, dan proses kegiatan yang

dilakukan oleh siswa pada saat pembelajaran pada materi Platyhelminthes menggunakan metode Praktikum Terbimbing.

Pada penelitian ini, kegiatan observasi dilakukan melalui 2 tahap.

Tahap yang pertama dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan, yaitu untuk

mengetahui kondisi awal pembelajaran siswa di kelas. Tahap yang kedua

dilakukan pada pelaksanaan tindakan. Lembar observasi siswa dapat dilihat

(50)

c. Tes

Tujuan tes pada penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat

kemampuan peserta didik dan mengetahui hasil belajar siswa pada ranah

kognitif.

Bentuk tes yang digunakan pada penelitian ini adalah pilihan ganda

dan tes uraian objektif. Tes bentuk pilihan ganda adalah tes yang

jawabannya dapat diperoleh dengan memilih alternatif jawaban yang telah

disediakan. Dalam tes pilihan ganda ini, bentuk tes terdiri atas pernyataan

(pokok soal), alternatif jawaban yang mencakup kunci jawaban dan

pengecoh. Pernyataan (pokok soal) adalah kalimat yang berisi keterangan

atau pemberitahuan tentang suatu materi tertentu yang belum lengkap dan

harus dilengkapi dengan memilih alternatif jawaban yang tersedia. Kunci

jawaban adalah salah satu alternatif jawaban yang merupakan pilihan benar

yang merupakan jawaban yang diinginkan, sedangkan pengecoh adalah

alternatif yang bukan merupakan kunci jawaban (Mardapi, 2007). Instrumen

tes pada penelitian ini terdiri dari :

1. Pre-test

Kegiatan Pre-test dilakukan guru pada saat akan memulai penyajian materi baru. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi taraf

pengetahuan siswa mengenai bahan yang akan disajikan (Syah, 2002).

(51)

lampiran 10, kunci jawaban Pre-test pada lampiran 11, dan panduan skoring soal Pre-test pada lampiran 12.

2. Post-test

Post-test adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan guru pada setiap akhir penyajian materi. Tujuannya adalah untuk mengetahui taraf

penguasaan siswa atas materi yang telah diajarkan. Evaluasi ini juga

berlangsung singkat dan cukup dengan menggunakan instrumen

sederhana yang berisi item-item yang jumlahnya terbatas (Syah, 2002).

Teknik pengumpulan data dengan menggunakan Post-test pada penelitian ini dilengkapi dengan kisi-kisi soal Post-test, soal-soal Post-test, kunci jawaban soal Post-test, dan panduan skoring soal Post-test. Kisi-kisi soal Post-test Siklus I dapat dilihat pada lampiran 13, soal-soal Post-test Siklus I dapat dilihat pada lampiran 14. Kunci Jawaban Post-test Siklus I dapat dilihat pada lampiran 15. Panduan skoring soal Post-test Siklus I dapat dilihat pada lampiran 16. Kisi-kisi soal Post-test Siklus II dapat dilihat pada lampiran 17. Soal Post-test Siklus II dapat dilihat pada lampiran 18. Kunci Jawaban Post-test Siklus II dapat dilihat pada lampiran 19. Panduan skoring soal Post-test Siklus II dapat dilihat pada lampiran 20

F. Rancangan Tindakan

Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan

(52)

dari 2 siklus yaitu siklus pertama dan siklus kedua. Setiap siklus terdiri dari 4

tahapan yang sama yaitu tahap Persiapan (Planning), tahap Pelaksanaan Tindakan (Acting), Pengamatan (Observing), dan tahap Refleksi (Reflecting). Berikut ini dibahas uraian kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Penelitian.

1. Pra Tindakan

a. Melakukan identifikasi masalah dalam pembelajaran Biologi di sekolah

pada tahun sebelumnya dengan melihat hasil belajar siswa (hasil ulangan

harian siswa)

b. Melakukan observasi kegiatan pembelajaran di kelas. Kegiatan ini

dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang kondisi Kegiatan Belajar

Mengajar (KBM) di kelas X.4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

c. Berdiskusi dan membuat rancangan penelitian dengan guru, dosen

pembimbing dan rekan mahasiswa

d. Membuat surat perijinan di sekretariat Jurusan Pendidikan Matematika dan

Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA) untuk melakukan penelitian

e. Menyerahkan surat perijinan kepada pihak sekolah untuk melakukan

penelitian

2. Siklus I

a. Persiapan (Planning)

Pada Kegiatan Persiapan (Planning), Peneliti melakukan kegiatan- kegiatan sebagai berikut :

1) Menyiapkan materi pembelajaran

(53)

a) Silabus

b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

c) Lembar Kerja Siswa (LKS)

3) Menyusun instrumen pengumpulan data, antara lain:

a) Lembar observasi siswa

b) Lembar kuesioner untuk mengukur minat belajar siswa

4) Merancang dan menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam

penelitian

5) Melaksanakan simulasi pelaksanaan tindakan

b. Pelaksanaan Tindakan (Acting)

Pada kegiatan pelaksanaan tindakan (Acting), peneliti melakukan kegiatan- kegiatan sebagai berikut:

1) Menyiapkan siswa untuk mengikuti pelajaran

2) Guru melakukan apersepsi dan tanya jawab seputar materi yang akan

disampaikan

3) Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

4) Siswa mengerjakan soal Pre-test, kemudian hasil Pre-test dikumpulkan 5) Membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri

dari 4-5 orang dan berdiskusi dengan kelompoknya untuk mengerjakan

soal-soal pada Lembar Kerja Siswa (LKS). Soal-soal ini berguna untuk

mengukur pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran sebelum

guru menjelaskan materi

(54)

7) Guru memberikan kesempatan bagi kelompok yang ingin bertanya

8) Guru menjelaskan sedikit materi dan memberi kesimpulan tentang

materi yang diajarkan

9) Mengajak siswa untuk membaca dan memahami panduan praktikum

sebagai prosedur pelaksanaan kegiatan praktikum terbimbing

10)Mengajak siswa untuk melakukan kegiatan praktikum sesuai prosedur

yang telah dibuat dalam panduan praktikum terbimbing

11)Tiap kelompok mengamati dan menggambar hasil pengamatannya pada

Lembar Kerja Siswa (LKS)

12)Mengajak siswa pada tiap kelompok untuk mendiskusikan hasil

percobaannya dan menjawab setiap pertanyaan pada Lembar Kerja

Siswa (LKS)

13)Memberikan soal Post-test untuk memberikan penilaian terhadap kemampuan siswa dalam pemahaman materi Platyhelminthes.

c. Pengamatan (Observing)

Tahap Pengamatan (Observing), dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Hasil pengamatan akan dicatat pada lembar

observasi. Pengamatan dilakukan untuk melihat keaktifan siswa pada saat

melakukan praktikum.

d. Refleksi (Reflecting)

(55)

1) Melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan

dan hasil lembar observasi

2) Mengidentifikasi hasil tes dan lembar observasi

3) Memperbaiki rencana pembelajaran yang akan digunakan pada tahap

berikutnya (Siklus II)

2. Siklus Kedua

a. Perencanaan (Planning)

Dalam tahap Perencanaan (Planning) siklus kedua, peneliti melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1) Menyiapkan instrumen pembelajaran, seperti :

a) Silabus

b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

2) Menyiapkan instrumen pengumpulan data yang akan digunakan pada

siklus II, antara lain:

a) Soal-soal Pos-test pada ranah kognitif

b) Lembar Kerja Siswa (LKS) pada ranah kognitif

c) Lembar observasi siswa pada ranah psikomotor

d) Lembar kuesioner siswa

3) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan

(56)

b. Pelaksanaan Tindakan (Acting)

Dalam tahap Pelaksanaan (Acting), Peneliti melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1) Menyiapkan siswa untuk mengikuti pelajaran

2) Guru melakukan apersepsi dan tanya jawab seputar materi yang sudah

disampaikan pada pertemuan sebelumnya

3) Mengajak siswa untuk melakukan kegiatan praktikum sesuai prosedur

yang telah dibuat dalam panduan praktikum

4) Tiap kelompok praktikum mengamati dan menuliskan hasil

pengamatannya pada Lembar Kerja Siswa (LKS)

5) Mengajak siswa tiap kelompok untuk mendiskusikan hasil percobaanya

dan menjawab setiap pertanyaan pada Lembar Kerja Siswa (LKS)

6) Membagikan soal Post-test untuk memberikan penilaian terhadap kemampuan siswa dalam pemahaman materi Platyhelminthes

7) Menarik kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilakukan

8) Membagikan kuesioner untuk mengukur minat siswa dalam belajar

Platyhelminthes menggunakan metode Praktikum terbimbing c. Pengamatan (Observing)

Pengamatan dilakukan saat siswa melakukan proses pembelajaran di kelas.

Sama seperti pada siklus I, hasil pengamatan aktivitas siswa pada saat

(57)

d. Refleksi (Reflecting)

Pada tahap Refleksi (Reflecting), peneliti melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1) Melakukan penilaian terhadap tindakan yang telah dilakukan seperti

proses belajar mengajar, melihat hasil tes siswa (Pre-test dan Post-test), hasil observasi dan kuesioner

2) Mengidentifikasi hasil belajar siswa dan meningkatnya minat dan hasil

belajar siswa dalam mempelajari materi Platyhelminthes dengan menggunakan metode Praktikum Terbimbing

G. Teknik Analisis Data

Teknik Analisis Data pada penelitian ini dilakukan dengan metode analisis

kualitatif dan metode analisis kuantitatif. Pembahasannya adalah sebagai berikut:

1. Metode Kualitatif

Menurut Arifin (2009), metode analisis kualitatif yaitu penelitian yang

dilakukan secara cermat, mendalam dan rinci sehingga dapat mengumpulkan

data yang sangat lengkap dan dapat menghasilkan informasi yang menunjukkan

kualitas sesuatu. Metode penelitian kualitatif pada penelitian ini digunakan

dengan cara peneliti mengambil kesimpulan dari hasil observasi, kuesioner, hasil

refleksi guru dan siswa mengenai pembelajaran Biologi dengan menggunakan

(58)

2. Metode Kuantitatif

Metode penelitian kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan

cara menggambarkan data dalam bentuk angka-angka yang sifatnya kuantitatif.

Teknik analisis data kuantitatif diambil dari hasil kuesioner, nilai tes siswa ( Pre-test dan Post-test, serta analisis ketuntasan belajar siswa), dan hasil observasi siswa. Cara-cara menganalisis data secara kuantitatif untuk masing-masing

parameter/indikator adalah sebagai berikut:

a. Minat Belajar Siswa

Pada analisis minat belajar siswa, peneliti menggunakan Lembar

Kuesioner siswa. Kuesioner adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi

oleh orang yang akan diukur (responden). Dengan kuesioner ini, dapat diketahui

keadaan atau data diri, pengalaman, pengetahuan, sikap, atau pendapat

seseorang. Pada umumnya, tujuan penggunaan kuesioner dalam proses

pembelajaran adalah, terutama, untuk memperoleh data mengenai latar belakang

peserta didik sebagai salah satu bahan dalam menganalisis tingkah laku dan

proses belajar mereka (Putra, 2012).

Dalam menganalisis data yang diperoleh dari hasil kuesioner untuk setiap

item pernyataan, langkah-langkah yang dilakukan yaitu dengan memberikan

skor pada kuesioner yang telah diisi oleh siswa. Panduan pemberian skor

(59)

Tabel 3.3 Panduan pemberian skor kuesioner

Alternatif Jawaban

Skor

Pernyataan Positif Pernyataan Negatif

Sangat setuju 4 1

Setuju 3 2

Tidak setuju 2 3

Sangat Tidak Setuju 1 4

Berdasarkan skor yang diperoleh seluruh siswa, skor ini dihitung dalam

bentuk persentase setiap item pernyataan dan selanjutnya dikategorikan ke

dalam setiap aspek yang diamati.

Cara untuk menghitung kuesioner dalam bentuk persentase jawaban

yang muncul setiap item pernyataan adalah sebagai berikut :

Persentase = ∑

100

Selanjutnya skor untuk tiap item pernyataan tersebut dikategorikan

berdasarkan aspek yang diamati. Cara yang digunakan adalah :

Tabel 3. 4 Cara analisis kuesioner untuk mengukur minat siswa

No Kode Siswa Pernyataan

(60)

No Kode Siswa Pernyataan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Persentase Kriteria

Interprestasi dilakukan dengan pertimbangan berikut :

81 - 100 % : sangat baik

61 - 80 % : baik

41 % - 60 % : cukup

21 - 40 % : kurang 0% - 20 % : sangat kurang

Selain menganalisis minat belajar siswa untuk setiap item pernyataan,

peneliti juga menganalisis minat belajar siswa untuk setiap individu (setiap

siswa). Langkah-langkah yang dilakukan yaitu dengan cara mencari persentase

individu dengan rumus sebagai berikut:

% individu = 100%

Setelah mengetahui prosetase individu, selanjutnya peneliti menganalisis

minat secara klasikal dengan rumus sebaai berikut:

Gambar

Grafik 4.2 Hasil belajar siswa ranah psikomotor tiap indikator  ................................
Grafik 4 2 Hasil belajar siswa ranah psikomotor tiap indikator . View in document p.20
Gambar 3. 1 Gambar PTK Model Kemmis dan Mc Taggart
Gambar 3 1 Gambar PTK Model Kemmis dan Mc Taggart . View in document p.41
Tabel 3.1 Indikator Keberhasilan Penelitian
Tabel 3 1 Indikator Keberhasilan Penelitian . View in document p.43
Tabel 3.2 Kisi-kisi kuesioner untuk mengukur minat siswa
Tabel 3 2 Kisi kisi kuesioner untuk mengukur minat siswa . View in document p.47
Tabel 3.3 Panduan  pemberian skor kuesioner
Tabel 3 3 Panduan pemberian skor kuesioner . View in document p.59
Tabel 3.5 Panduan pemberian skor hasil belajar siswa ranah psikomotor
Tabel 3 5 Panduan pemberian skor hasil belajar siswa ranah psikomotor . View in document p.65
Tabel 3.6  Cara analisis observasi untuk mengukur hasil belajar ranah
Tabel 3 6 Cara analisis observasi untuk mengukur hasil belajar ranah . View in document p.66
gambar Planaria (salah satu contoh hewan dari kelas Platyhelminthes)
Planaria salah satu contoh hewan dari kelas Platyhelminthes . View in document p.71
Gambar 4.2 Siswa mengerjakan soal-soal Pre-test
Gambar 4 2 Siswa mengerjakan soal soal Pre test . View in document p.72
Gambar 4.3 Siswa duduk berkelompok dan mengerjakan LKS
Gambar 4 3 Siswa duduk berkelompok dan mengerjakan LKS . View in document p.74
Gambar 4.4 Siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka
Gambar 4 4 Siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka . View in document p.75
Gambar 4.5 Guru menyampaikan materi menggunakan media Power Point
Gambar 4 5 Guru menyampaikan materi menggunakan media Power Point . View in document p.76
Gambar 4.6 Guru mengulang materi yang telah disampaikan
Gambar 4 6 Guru mengulang materi yang telah disampaikan . View in document p.78
Gambar 4.7 Pengamatan pada Planaria menggunakan kaca pembesar
Gambar 4 7 Pengamatan pada Planaria menggunakan kaca pembesar . View in document p.79
Gambar 4.8 Siswa melakukan pengamatan di bawah mikroskop
Gambar 4 8 Siswa melakukan pengamatan di bawah mikroskop . View in document p.80
Gambar 4.9 Siswa mengerjakan soal-soal Post-test siklus I
Gambar 4 9 Siswa mengerjakan soal soal Post test siklus I . View in document p.81
Gambar 4.10 Siswa mengamati preparat awetan di bawah mikroskop
Gambar 4 10 Siswa mengamati preparat awetan di bawah mikroskop . View in document p.88
Tabel 4.3 Hasil Belajar Siswa Ranah Kognitif Pada Siklus II
Tabel 4 3 Hasil Belajar Siswa Ranah Kognitif Pada Siklus II . View in document p.90
Tabel 4.6 Hasil analisis minat belajar siswa tiap indikator
Tabel 4 6 Hasil analisis minat belajar siswa tiap indikator . View in document p.95
Tabel 4.7 Analisis hasil belajar siswa ranah kognitif secara klasikal dalam topik Platyhelminthes
Tabel 4 7 Analisis hasil belajar siswa ranah kognitif secara klasikal dalam topik Platyhelminthes . View in document p.97
grafik berikut:
grafik berikut: . View in document p.98
Grafik 4.1 Grafik peningkatan rata-rata hasil belajar ranah kognitif
Grafik 4 1 Grafik peningkatan rata rata hasil belajar ranah kognitif . View in document p.99
Tabel 4.9 Analisis hasil belajar ranah psikomotor siswa secara klasikal
Tabel 4 9 Analisis hasil belajar ranah psikomotor siswa secara klasikal . View in document p.101
Gambar Planaria
Gambar Planaria . View in document p.137
Gambar Cacing Hati (Fasciola hepatica)
Gambar Cacing Hati Fasciola hepatica . View in document p.138
Gambar Cacing Pita
Gambar Cacing Pita . View in document p.140
Gambar Cacing Planaria
Gambar Cacing Planaria . View in document p.157
Gambar Cacing Pita
Gambar Cacing Pita . View in document p.159
Gambar Cacing Hati
Gambar Cacing Hati . View in document p.161
Gambar di atas merupakan cacing. . . .
Gambar di atas merupakan cacing . View in document p.178

Referensi

Memperbarui...

Download now (229 pages)