Korelasi lingkar pingang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung

Gratis

0
1
155
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat korelasi positif dengan kekuatan lemah yang tidak bermakna antara lingkar pinggang terhadap kadar trigliserida(pada pria r=0,216; p=0,205 dan pada wanita r=0,248; p=0,071). Korelasi positif dengan kekuatan sangat lemah yang tidak bermakna antara rasio lingkarpinggang-panggul terhadap kadar trigliserida (r=0,091; p=0,598) pada pria, serta korelasi positif dengan kekuatan sedang yang bermakna antara rasio lingkarpinggang-panggul terhadap kadar trigliserida (r=0,444; p=0,001) pada wanita.

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Diabetes melitus tipe 2 terjadi sebesar 90% dari semua kasus diabetes di

  Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang bermakna antara lingkar pinggang(r=0,240) dan rasio lingkar pinggang-panggul (r=0,190) terhadap kadar trigliserida pada wanita (p<0,0001), sedangkan pada pria juga menunjukkankorelasi positif yang bermakna antara lingkar pinggang (r=0,300) dan rasio lingkar pinggang-panggul (r=0,230) terhadap kadar trigliserida (p<0,0001). Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang bermakna anatara lingkar pinggang (r=0,455) dan rasio lingkar pinggang-panggul (r=0,226) terhadap kadar trigliserida pada wanita (p<0,001), sedangkan pada pria juga menunjukkan korelasi positif yang bermakna antara lingkarpinggang (r=0,461) dan rasio lingkar pinggang-panggul (r=0,335) terhadap kadar trigliserida (p<0,001).

3. Manfaat penelitian

  Penelitian ini diharapkan memberikan informasi mengenai korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadapkadar trigliserida pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung. b.

B. Tujuan Penelitian

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Diabetes Melitus Tipe 2 Diabetes melitus tipe 2 merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh

  Pada umumnya diabetes melitus tipe 2 terjadi pada usia lebih Resistensi insulin atau gangguan sekresi insulin sel beta merupakan lesi/kelainan primer pada diabetes melitus tipe 2 yang menyebabkan peningkatankompensatorik sekresi insulin (hiperinsulinemia) yang akhirnya tidak dapat dipertahankan oleh pankreas. Penyebab diabetes dapatmenjadi faktor risiko independen untuk aterosklerosis dan juga dapat bekerja secara sinergis dengan faktor risiko lain mencakup hal-hal berikut: (1) perubahankomposisi lipoprotein pada diabetes yang menyebabkan partikel menjadi lebih Diabetes menyebabkan beragam komplikasi kronik yang menjadi penyebab tingginya angka morbiditas dan mortalitas yang berkaitan denganpenyakit ini.

B. Obesitas

  Peningkatan proporsi lemak dan peningkatan densitas energi dalam diet,penurunan level aktivitas fisik, peningkatan perilaku sedentary, genetik, faktor biologi dan faktor individu lain seperti merokok, jenis kelamin, dan umurmerupakan faktor utama yang dapat meningkatkan berat badan pada populasi 18 penimbunan lemak yang terdapat di abdominal baik subkutan maupun intra abdominal atau jaringan lemak viseral. Kerja adiponektin diduga dengan memacu ekspresi gen-gen yang mengatur metabolismelemak pada jaringan otot, yaitu gen CD36 (Cluster of Differentiation 36), acyl co- enzyme A (CoA) oxidase, dan uncoupling protein-2 (UCP-2) yang akan meningkatkan efisiensi transpor asam lemak, pembakaran lemak dan termogenesis (Garg, 2004).

C. Trigliserida

  Trigliserida merupakan bentuk lemak netral yang terdiri dari tiga III (2002), kadar trigliserida dalam darah diklasifikasikan menjadi empat kategori yang dapat dilihat pada Tabel II. Asam lemak dankolesterol dalam makanan diabsorpsi oleh intestin dan mengalami esterifikasi menjadi trigliserida dan kolesterol ester yang kemudian dibentuk menjadikilomikron.

D. Sindroma Metabolik

  Sindroma metabolik menurut NCEP-ATP III (2002), adalah sekelompok kelainan metabolik lipid maupun non-lipid, yang merupakan faktor risikopenyakit jantung koroner, terdiri dari obesitas sentral, dislipidemia aterogenik(kadar trigliserida meningkat), menurunnya kadar kolesterol HDL, hipertensi dan peningkatan kadar glukosa plasma. Sindroma metabolik yang juga disebutsindrom resistensi insulin atau sindrom X merupakan suatu kumpulan faktor- faktor risiko yang bertanggung jawab terhadap peningkatan morbiditas penyakitkardiovaskuler pada obesitas dan diabetes melitus tipe 2 (Kronenberg, 2008).

E. Dislipidemia

  Pasien diabetes yang tidak mempunyai riwayat penyakit pembuluh darah mempunyai risiko yang sama untuk mengalami serangan jantung atau risikokematian akibat penyakit kardiovaskuler dengan individu non diabetes yang mempunyai riwayat penyakit pembuluh darah. Pasien diabetes melitus dengan kadar kolesterol serum terendah mempunyai angka kematian yanglebih tinggi dibandingkan kelompok individu non diabetes melitus yang HDL adalah partikel lipoprotein yang padat dan kecil, disintesis di hati maupun usus.

F. Antropometri

  Antropometri merupakan teknik tunggal yang paling praktis, dapat diaplikasikan secara universal, murah, dan non-invasif untuk mengetahuiukuran, proporsi, dan komposisi tubuh (WHO, 2008). Menurut NHANES (2007), pengukuran antropometri meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan pada saatberdiri, tinggi badan pada saat berbaring, skinfold thickness, lingkar kepala, lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang-panggul, lebar bahu dan lebarpergelangan tangan.

1. Lingkar Pinggang

  Pada pengukuran rasio lingkar pinggang- panggul digunakan formula dari rasio lingkar pinggang dan panggul yaitu lingkarpinggang (cm) dibagi dengan lingkar panggul (cm) sehingga skala pengukurannya 36 lingkar panggul dilakukan pada lingkar terlebar dari panggul, dimana lingkar panggul adalah diameter terbesar dari tubuh dibawah pinggang (Jenkis, 2011). Penelitian Ho, et al., (2001),menyatakan bahwa IMT dan lingkar pinggang merupakan prediktor penyakit kardiovaskuler yang efektif untuk pria, sedangkan lingkar pinggang dan RLPP Penelitian Gupta, et al.

G. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung

  PenyelenggaraRSUD Kabupaten Temanggung adalah pemerintah kabupaten dan merupakan jenis rumah sakit umum dengan kelas/ tipe B dengan jumlah tenaga medissebanyak 362 orang serta sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat di daerahTemanggung. Klasifikasi Rumah Sakit Umum berdasarkan perbedaan tingkatan menurut kemampuan pelayanan kesehatan, ketenagaan, fisik dan peralatan yangdapat disediakan dan berpengaruh terhadap beban kerja, yang terdiri dari rumah sakit kelas A, B Pendidikan, dan B Non Pendidikan, C dan D (KementrianKesehatan Republik Indonesia, 2010).

H. Landasan Teori

  Pengukuran lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul merupakan salah satu metode antropometri yang dapat dilakukan dengansederhana untuk memperkirakan proporsi lemak yang tersimpan pada tubuh di pinggang dan panggul yang dapat menunjukkan obesitas sentral serta terjadinyasindroma metabolik. Obesitas sentral dapat dinyatakan dengan pengukuran lingkar pinggang bila pada pria ≥90 cm, dan pada wanita ≥80 cm untuk orangAsia, sedangkan risiko sindroma metabolik meningkat bila rasio lingkar pinggang-panggul (RLPP) pada pria ≥0,90 dan pada wanita ≥0,85.

I. Hipotesis

Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat korelasi yang bermakna

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan

  Penelitian observasional analitik merupakan penelitian yang menggali bagaimana danmengapa fenomena kesehatan itu terjadi, peneliti mencari hubungan antar variabel yang ada (Sastroasmoro dan Ismael, 2010). Penelitian ini menganalisis adanyakorelasi antara lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul sebagai faktor risiko terhadap kadar trigliserida sebagai faktor efek.

C. Definisi Operasional

  Responden adalah penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada penelitian ini. Karakteristik penelitian meliputi demografi (usia), pengukuran antropometri(lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul), dan hasil pemeriksaan yang di dapat dari Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung (kadartrigliserida darah puasa).

D. Responden Penelitian

  Kriteria inklusi yaitu penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Kabupaten Temanggung dengan penyakit penyerta seperti stroke, gangren, gagal ginjal dan penyakit jantung koroner pada saat pemeriksaan, tidak hadir saatpengambilan data, serta terjadi ketidaklengkapan data (data miss). Jumlah keseluruhan responden pada penelitian ini adalah 106 responden, dari 106 responden terdapat 16 responden yang di eksklusi karena responden tidakhadir dan terdapat ketidaklengkapan data hasil laboratorium.

E. Lokasi dan Waktu Penelitan

F. Ruang Lingkup Penelitian

  Penelitian ini merupakan penelitian payung Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang berjudul “Korelasi Pengukuran Antropometri terhadap Profil Lipid, Kadar Glukosa Darah Puasa, dan Tekanan Darah padaDiabetes Melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Tem anggung” dan telah memperoleh ijin dari Komisi Etik Kedokteran. Penelitian ini dilakukan berkelompok dengan jumlahanggota sebanyak 14 orang dengan kajian yang berbeda-beda, namun penulis utama mengkaji korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggulterhadap kadar trigliserida dalam darah.

H. Instrumen Penelitian

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pita pengukur ® berupa meteran Butterfly , untuk mengukur lingkar pinggang dan lingkar panggul responden. Pemeriksaan kadar trigliserida dalam darah responden dilakukan olehLaboratorium RSUD Kabupaten Temanggung menggunakan Sysmex Chemix-180 (Jepang), seri: 5830-0605.

I. Tata Cara Penelitian

1. Observasi awal

2. Permohonan ijin dan kerjasama

  Pada observasi awal, peneliti melakukan survey di beberapa rumah sakit Permohonan ijin ditujukan kepada Bagian Penelitian dan Pengembangan(Litbang) RSUD Kabupaten Temanggung. Permohonan ijin selanjutnya ditujukan kepada Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas KedokteranUniversitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk memperoleh ethical clearence.

3. Pembuatan leaflet dan informed consent

  Isi leaflet ini meliputi: penjelasan singkat mengenai pentingnya pengukuran antropometri (BMI, Skinfold Thickness, Lingkar Pinggang dan RasioLingkar Pinggang-Panggul) dan pemeriksaan laboratorium yaitu profil lipid, kadar glukosa darah puasa, dan tekanan darah sebagai suatu metodedeteksi dini berbagai masalah kesehatan khususnya mengenai komplikasi diabetes melitus tipe 2. Apabila responden yang datang tersebut tidak berpuasa,maka peneliti memohon responden untuk datang kembali ke RSUD KabupatenTemanggung dalam kondisi berpuasa selama 8-10 jam dan meminta nomor telepon responden yang berguna untuk mengingatkan responden untuk berpuasadan memberikan konfirmasi ulang mengenai waktu dan tempat pelaksanaan pengukuran antropometri.

5. Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian

6. Pengambilan darah dan pengukuran antropometri

  Datausia, lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang-panggul, dan kadar trigliserida pada wanita dilakukan uji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov karenasampel yang digunakan adalah 54 sampel, sedangkan pada pria digunakan uji Dikatakan terdapat perbedaan yang bermakna antara dua kelompok data apabila nilai p <0,05. Uji hipotesis komparatif dilakukan antara rerata kadar trigliseridadarah pada pria dengan kelompok lingkar pinggang <90 cm dan ≥90 cm, pada wanita dengan kelompok lingkar pinggang <80 cm dan ≥80 cm, serta pada priadengan kelompok rasio lingkar pinggang-panggul <0,90 dan ≥0,90, dan pada wanita dengan kelompok rasio lingkar pinggang-panggul <0,85 dan ≥0,85.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Profil Karakteristik Responden Penelitian Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang- Panggul terhadap Kadar Trigliserida melibatkan penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung dengan usia responden lebih dari 40 tahun. Penelitian ini melibatkan 90 orang yang terdiri dari 36 orang pria dan 54 orang

  Pada penelitian ini data lingkar pinggang pria menunjukkan rerata sebesar 93,7 cm dan nilai SD±5,7 yang mengindikasikan bahwa rerata lingkarpinggang pada pria penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD KabupatenTemanggung diluar kriteria normal, karena nilai normal lingkar pinggang untuk pria adalah <90 cm menurut IDF (2006). Uji Kolmogorov-Smirnov dengan taraf kepercayaan 95% digunakan untuk menguji normalitas data rasio lingkar pinggang-panggul pada wanita yangmenunjukkan rerata sebesar 0,89 dengan nilai SD±0,06 yang mengindikasikan bahwa rerata rasio lingkar pinggang-panggul pada wanita penyandang diabetesmelitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung diluar kriteria normal, karena nilai normal rasio lingkar pinggang-panggul untuk wanita adalah <0,85 menurutWHO (2008).

4. Kadar Trigliserida dalam darah

  Rerata kadar trigliserida pada penyandang diabetes melitus tipe 2 diRSUD Kabupaten Temanggung baik pada pria maupun wanita memasuki range normal dengan rerata sebesar 135,6 mg/dL dengan nilai SD±43,9 pada pria dan145,6 mg/dL dengan nilai SD±57,4 pada wanita. Penelitian Fauziah dan Suryanto (2010), yang melibatkan 31 pasien diabetes melitus tipe 2 terkontrol dan 31 pasien diabetes melitus tipe 2 tidak terkontrol diRumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, menyatakan terdapat perbedaan yang tidak bermakna antara kadar trigliserida pada pasien diabetes melitus tipe 2yang terkontrol dan pasien diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol (p>0,05).

B. Perbandingan Rerata Kadar Trigliserida pada Responden Pria dengan Lingkar Pinggang <90 cm dan Lingkar Pinggang ≥90 cm

  Pada penelitianini responden pria dikelompokkan menjadi 2, yaitu kelompok dengan LP <90 cm(yang tidak mengalami obesitas sentral) dan kelompok dengan LP ≥90 cm(mengalami obesitas sentral) kemudian dilakukan uji normalitas. Penelitian ini juga didukung oleh penelitian Liao, Lin, and Hsu(2011), menyatakan terdapat perbedaan kadar trigliserida yang tidak bermakna pada kelompok lingkar pinggang <90 cm dan lingkar pinggang ≥90 cm (p>0,001),pada panyandang diabetes melitus tipe 2 di Taiwan sebanyak 65 pria dengan rerata usia 56,3 tahun.

C. Perbandingan Rerata Kadar Trigliserida pada Responden Wanita dengan Lingkar Pinggang <80 cm dan Lingkar Pinggang ≥80 cm

  Penelitian Elnasri andAhmed (2008), menunjukkan terdapat perbedaan kadar trigliserida yang tidak bermakna pada kelompok lingkar pinggang <80 cm dan lingkar pinggang ≥80 cm(p=0,200), pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di India sebanyak 155 wanita dengan rerata usia diatas 51 tahun dan durasi diabetes melitus tipe 2 yaitu selama Penelitian lain yang mendukung penelitian ini yaitu penelitian Liao, et al. (2011), yang menyatakan terdapat perbedaan kadar trigliserida yang tidak bermakna p=0,840 (p>0,001) pada kelompok lingkar pinggang <80 cm dan lingkar pinggang ≥80 cm, pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di Taiwan,sebanyak 79 wanita dengan rerata usia diatas 56,3±11,7 tahun.

D. Perbandingan Rerata Kadar Trigliserida pada Responden Pria dengan RLPP <0,90 dan RLPP ≥0,90

  (2007), yang melibatkan penyandang diabetes melitus tipe 2 sebanyak 95 responden pria di Korea dengan usia diatas 65 tahun, menyatakan terdapatperbedaan kadar trigliserida yang bermakna pada RLPP <0,90 dan RLPP ≥0,90(p<0,001), yang berarti perbedaan antara nilai RLPP akan mempengaruhi kadar trigliserida. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang disebutkan di atas adalah pada penelitian ini jumlah responden pria yang terlibat yaitu sebanyak 36orang, sedangkan penelitian-penelitian yang disebutkan di atas berjumlah lebih dari 36 orang.

E. Perbandingan Rerata Kadar Trigliserida pada Responden Wanita dengan RLPP <0,85 dan RLPP ≥0,85

Menurut World Health Organization (2008), kriteria rasio lingkar Tabel XV. Uji Hipotesis Komparatif Kadar Trigliserida Responden Wanita pada Kelompok dengan RLPP <0,85 dan RLPP ≥0,85Profi Lipid RLPP <0,85 RLPP ≥0,85 p n = 15 n = 39Kadar Trigliserida 112,87±35,62 157,38±59,71 0,001 (mg/dL)Keterangan : * terdapat korelasi yang tidak bermakna (p>0,05) Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Parikh, Mani, and Iyer(2002), yang melibatkan penyandang diabetes melitus tipe 2 sebanyak 22 wanita di India dengan rerata usia 52,1 tahun dan rerata durasi diabetes melitus tipe 2yaitu selama 11,2 tahun. Penelitian ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan kadar trigliserida yang bermakna pada RLPP <0,85 dan RLPP ≥0,85 (p<0,05)yang berarti perbedaan antara nilai RLPP akan mempengaruhi nilai rerata trigliserida atau terjadi peningkatan kadar trigliserida dengan peningkatan RLPP

F. Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul Responden Pria dan Wanita terhadap Kadar Trigliserida

  Hal inilah yang menyebabkan kadar trigliserida responden pada penelitian ini berada dalam kadarnormal, sedangkan ukuran lingkar pinggang maupun rasio lingkar pinggang- 76 Temanggung diperoleh nilai koefisien korelasi (r) yaitu 0,091 dengan nilai signifikansi (p) 0,598 yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif dengankekuatan korelasi sangat lemah dan terdapat korelasi yang tidak bermakna(p>0,05) antara dua variabel yang diuji. Pada penelitian tersebut respondenyang digunakan bukan penyandang diabetes melitus tipe 2 namun pasien yang Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Rai and Jegathan(2012), yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif dengan kekuatan korelasi sangat lemah yang bermakna antara rasio lingkar pinggang-panggulterhadap kadar trigliserida (r=0,048 dan p<0,05) pada penyandang diabetes melitus tipe 2 sebanyak 69 pria di India.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung terdapat korelasi positif lemah yang tidak bermakna

B. Saran

  Rasio lingkar pinggang-panggul memiliki korelasi positif sangat lemahyang tidak bermakna terhadap kadar trigliserida pada responden pria, sedangkan rasio lingkar pinggang-panggul pada wanita memiliki korelasi positif sedang yangbermakna terhadap kadar trigliserida. Soeharto, I., 2004, Korelasi dan Lemak Jahat, Kolesterol dan Lemak Baik dan Proses terjadinya Serangan Jantung dan Stroke, Gramedia Pustaka Umum, Jakarta, pp.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar LDL/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.
1
1
167
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar glukosa darah puasa pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.
0
1
114
Korelasi lingkar pingang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.
0
0
157
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap kadar trigliserida pada mahasiswa dan mahasiswi di Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
108
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap kadar glukosa darah puasa pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
2
112
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap rasio kadar LDL HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
1
165
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar trigliserida dalam darah - USD Repository
0
0
83
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar trigliserida dalam darah pada staf wanita Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
88
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio LDL/HDL - USD Repository
0
0
105
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul dengan rasio kolesterol total/HDL - USD Repository
0
2
96
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar Hs-CRP dalam darah - USD Repository
0
0
104
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar glukosa darah puasa - USD Repository
0
0
91
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap kadar trigliserida pada mahasiswa dan mahasiswi di Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
106
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap tekanan darah pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung - USD Repository
0
0
145
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung - USD Repository
0
0
163
Show more