PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PESRETA DIDIK KELAS 5 SD KANISIUS PUGERAN MELALUI METODE KUNJUNG KARYA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM.

Gratis

10
79
115
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hal tersebut terbukkti pada saat dilakukan kegiatan evaluasi pembelajaran banyak siswa yang nilainya tidak maksimal karena siswatidak mengerti dan memahami materi yang disampaikan guru saat pembelajaran. Siswa selama mata pelajaran IPA terlihat tidak Metode pembelajaran yang akan digunakan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam adalah metode kunjungkarya, merupakan tipe dari pendekatan struktural dari beberapa model pembelajaran kooperatif, untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaahmateri yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.

B. Identifikasi masalah

belajar mengajar yang kurang memadai Agar permasalahan dalam penelitian ini tidak terlalu luas dan lebih spesifik sehingga diperoleh suatu kesimpulan yang terarah pada aspek yang diteliti, makapenelitian ini difokuskan pada Peningkatan Metode Kunjung Karya untukMeningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas 5 SD Kanisius Pugeran.

5. Sebagian siswa merasa bosan dengan metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru sehinga mengurangi motivasi belajar siswa

C. Pembatasan masalah

D. Rumusan Masalah

E. Tujuan penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagaiberikut. Bagaimana meningkatkan motivasi belajar siswa melalui metode kunjung karya dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Pugeran?

F. Manfaat penelitian

Sebagai bahan kajian dalam penelitian lanjutan, sebagai bahan perbandingan atau tujuan lain yang masih relevan, serta sebagai bahanpertimbangan pengambilan kebijakan yang sesuai dengan penelitian ini.2) Manfaat praktisa. Bagi guruMelalui penelitian ini peneliti berhadap guru dapat lebih mengedepankan propesionalisme dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.

BAB II KAJIAN TEORI

A. Pembelajaran IPA di SD

1. Hakikat Pembelajaran IPA

Kedua ketrampilan ini dapat melatih siswa untuk menemukan dan menyelesaikan masalah secara ilmiah untukmenghasilkan produk-produk IPA yaitu fakta, konsep, generalisasi, hukum dan teori-teoribaru Sehingga perlu diciptakan kondisi pembelajaran IPA di SD yang dapat mendorong siswa untuk aktif dan ingin tahu. Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan pembelajaran IPA adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam denganmelakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori agar siswa mempunyai pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alamsekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan penyajian gagasan-gagasan.

2. Tujuan Pembelajaran IPA di SD

Hal tersbut juga sependapat dengan tujuan pembelajaran IPA di SD menurut Sri Sulistiyorini(2007:40) pembelajaran IPA di SD memiliki beberapa tujuan, antara lain :1) Mengembangkan rasa ingin tahu dan suatu sikap positif terhadap sains, teknologi dan masyarakat. 3)Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep sains yang akan bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

B. Karakteristik anak usia SD Kelas Tinggi

Karakteristik peserta didik pada masa sekolah di kelas 5 Sekolah Dasar termasuk kedalam perkembangan peserta didik masa kanak-kanak akhir yaitu pada anakyang berusia mulai usia 6 tahun sampai dengan anak-anak masuk ke masa pubertas dan masa remaja awal yang berkisar pada usia 11-13 tahun. Siswa siswi mulai dapat bergaul dengan lingkungan sekitar baik dilingkungan rumah, lingkungan masyarakat, ataupun di lingkungan sekolah.

9. Mencapai kebebesan pribadi

Guru atau pendidik perlu untuk memahami karakteristik peserta didik bahwa semua peserta didik memiliki kebutuhan meskipun intensitas kebutuhan bervariasiantara siswa yang satu dengan yang lain atau dengan kata lain setiap peserta didik memiliki perbedaan karakteristik. Adapun perkembangan yangdialami oleh siswa menurut Hiryanto, dkk (2008) dapat diidntifikasi menjadi 6 perkembangan, yaitu : Menurut Piaget (Hiryanto dkk, 2008:105), masa kanak-kanak akhir berada dalam tahap operasi konkret dalam berfikir ( usia 7-12 tahun), dimanakonsep yang pada awal masa kanak-kanak merupakan konsep yang samar- samar dan tidak jelas sekarang lebih konkret.

1. Perkembangan Kognitif

Anak sudah lebih mampu berfikir, belajar, mengingat, dan berkomunikasi, karena proseskognitifnya tidak ada lagi egosentrisme, dan lebih logis. Bersamaan dengan pertumbuhanperbendaharaan kata selama masa sekolah, anak-anak semakin banyak menggunakan kata kerja yang tepat untuk menjelaskan satu tindakan sepertimemukul, melempar, menendang, atau menampar.

2. Perkembangan Bahasa

Sekolah dan hubungan dengan guru menjadi hal penting dalam hidup anak. Pemahaman tentang diri dan perbuahan dalam perkembangan gender dan moral menandai perkembangan anak selama masa kanak-kanak akhir.

3. Perkembangan Sosial

C. Motivasi Belajar

Hakikat motivasi belajar adalah dorongan eksternal dan internal pada pelajar yang sedang belajar dan mengadakanperubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberap indikator atau unsur yang mendukung. Agar siswa berminat dan memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan guru dapat menyampaikanmateri dan metode secara bervariasi, senantiasa mendorong keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar, dan banyak mengunakan contoh-contoh dalamkehidupan sehari-hari untuk memperjelas konsep.

1. Attentional (perhatian)

2. Relevance (relevansi)

3. Confidence (kepercayaan diri)

Motivasi siswa akan terpelihara apabila siswa menganggap apa yang dipelajarimemenuhi kebutuhan pribadi atau bermanfaat dan sesuai dengan nilai yang dipegang. Agar kepercayaan diri siswa meningkat grur perlu memperbanyakpengalaman berhasil siswa misalnya dengan menyusun aktivitas pembelajaran sehingga mudah dipahami, menyusun kegiatan pembelajaran ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil, meningkatkan harapan untuk berhasil dengan masyarakat persyaratan untuk berhasil, dan memberikan umpan balik yangkonstruktif selama proses pembelajaran.

4. Satisfaction (kepuasan)

Untuk meningkatkan dan memelihara motivasi siswa, guru dapat memberi penguatan (reinforcement) berupa pujian, pemberian kesempatan dansebagainya.

D. Metode Kunjung Karya

Metode kunjung karya ini merupakan penjabaran dari model belajar jigsaw yang mengutamakan komunikasi antar siswa dimana siswa dibagi dalambeberapa kelompok kecil dan saling bertukar pikiran untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Selain itu metode itu juga memiliki kesamaan dengan metode Dua TinggalDua Tamu atau Two Stay Two Stray yang dikembangkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1992 yang memiliki penekanan pembelajaran dengan memberikesempataan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lainnya.

4. Dua orang yang “tinggal” dalam kelompok bertugas mensharing informasi dan hasil kerja mereka ke tamu mereka

5. “Tamu” mohon diri dan kembali ke kelompok yang semula dan melaporkan apa yang mereka temukan dari kelompok lain

6. Setiap kelompok lalu membandingkan dan membahas hasil pekerjaan mereka semua

E. Penelitian yang Relevan

Penelitian tentang peningkatan motivasi belajar pada pembelajaran ilmu pengetahuan alam pada siswa SD Kanisius Pugeran kelas 5 ini mengacu padaskripsi yang berjudul Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Kunjung Karya Siswa Kelas VII B SMP Negeri 3 Pakem Sleman, skripsi tersebut ditulis oleh Diyah Umamah yang merupakan mahasiswa S1 Universitas NegeriYogyakarta Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Pada tindakan siklus I, jumlah siswa yang mencapai nilai Kriteria KetuntasanMinimal (KKM) dalam pembelajaran IPS tersebut hanya 13,89 % siswa yang mampu mencapai nilai 75.

F. Kerangka Berpikir

Salah satu kendala yang biasanya dihadapi oleh siswa adalah Penggunaan metode pembelajaran kunjung karya merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi sepertikegiatan pembelajaran yang membuat siswa memiliki motivasi belajar rendah. Metode pembelajaran ini cocok untuk digunakan karena dalam metode ini memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan metode pembelajaranyang lain dimana setiap siswa akan berkontribusi berdiskusi didalam kelompok kecil kemudian siswa akan berusaha memecahkan masalah yang dihadapkanbersama kelompok dan nantinya siswa akan berinteraksi dengan teman-teman satu kelasnya.

G. Hipotesis

BAB II I METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Berdasar kajian pustaka dan kerangka berpikir tersebut, dirumuskan hipotesis tindakan yaitu dengan melalui proses pembelajaran menggunakanmetode kunjung karya dapat meningkatkan motivasi belajar pada matapelajaran Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas V SD Kanisius Pugeran.

1. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menemukan permasalahan pada siswa kelas 5SD Kanisius Pugeran yaitu rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaranIlmu Pengetahuan Alam. Peneliti bermaksud memecahkan permasalahan tersebut dengan cara melakukan penelitian tindakan kelas (classroom action research),dengan judul Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas 5 SD Kanisius PugeranMelalui Metode Kunjung Karya dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

2. Model Penelitian

Berikut ini merupakan penjelasan secara rinci mengenai prosedur penelitian dalam penelitianini: Pada tahap ini peneliti bersama kolaborator dalam hal ini guru, menetapkan alternatif tindakan dalam upaya peningkatan motivasi siswakhususnya motivasi belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Siswa yang lain yang berada didalam kelas hanya berdiam diri dan tidan banyak aktif terlibat dalam kegiatan diskusi kelas yang dilakukan oleh guru.

1. Pratindakan (Pra Siklus)

Setelah mengetahuipelaksanaan pembelajaran dan tingkat motivasi siswa saat pembelajaran, guru dan mahasiswa peneliti merancang skenario pelaksanaan pembelajaran denganmenggunakan metode pembelajaran kunjung karya yang dianggap paling sesuai dengan karakteristik siswa untuk meningkatkan motivasi belajar siswadalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Agar implementasi tindakan sesuai dengan yang diinginkan, guru dan peneliti juga mempersiapkan materi dan sarana pendukung pelaksanaanpembelajaran.

2. Siklus I

ObservasiSaat pembelajaran IPA berlangsung dengan metode kunjung karya, mahasiswa sebagai peneliti mengamati kegiatan pembelajaran denganmengamati dengan seksama aktivitas yang menunjukan motivasi belajar siswa, suasana pembelajaran, perilaku siswa dan reaksi siswa terhadappenggunaan metode pembelalajaran kunjung karya dalam kegiatan pembelajaran. Letak perbedaannya antara siklus II dengan siklus I adalah pada siklus II sudah ada perbaikan darikekurangan-kekurangan yang terdapat pada siklus I dan setiap tahapan dalam siklus II disusun secara lebih matang dengan memperhatikan hasil refleksi darisiklus I.

3. Siklus II

Penjelasansecara rinci terkait langkah-langkah pada tahap ini adalah sebagai berikut.1) Menemukan permasalahan yang terdapat di lapangan, yaitu: a) Pada tahap ini, sebelumnya peneliti melakukan observasi awal dan diskusi terlebih dahulu dengan guru kelas untuk mengetahuipermasalahan apa yang terdapat dalam proses pembelajaran. Setelah permasalahan yang terjadi dapat diketahui dengan jelas, selanjutnya peneliti bersama guru menyusun rencana mengenai tindakanapa yang sebaiknya akan dilakukan untuk dapat memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar matematika siswa sebagai solusi daripermasalahan yang ada.

B. Subjek dan Objek Penelitian

C. Setting Penelitian

1. Tempat Penelitian

Pada penelitian ini, peneliti memilih kelas 5 dengan jumlah keseluruhan siswa yaitu 19 siswa yang terdiri dari 10 laki-laki dan 9 perempuan sebagai subjekpenelitian. Sehingga dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan seorang guru mata pelajaran IPAkelas 5 sebagai pelaksana tindakan dengan tujuan untuk meningkatan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPA dan demi kemajuan sekolah.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakasanakan pada semester II tahun ajaran 2015/2016, yaitu pada bulan April 2016. Waktu penelitian disesuaikan dengan jadwal IlmuPengetahuan Alam di kelas 5.

D. Teknik Pengumpulan Data

Observasi atau monitoring kelas dilakukan untuk memperoleh data tentang perilaku siswa dan perilaku guru dalam proses pembelajaran. Observasi kelas dilakukan dengan berpegang pada pedoman observasi dan didukung oleh fotografi, semua peristiwa dalam pembelajaran dicatat dalamcatatan lapangan dengan menggunakan panduan catatan lapangan.

E. Instrumen Penelitian

Sesuai dengan teknik pengumpulan data yang digunakan, maka instrumen yang dipakai dalam penelitian ini meliputi hasil observasi ataumonitoring kelas, tes, dan dokumentasi yang berupa foto-foto pelaksanaan penelitian . Indikator dalam lembar observasi tersebutterdiri dari kesiapan siswa dalam belajar, perhatian siswa, motivasi belajar siswa dalam pelajaran dan minat siswa terhadap pelajaran.

F. Teknik Analisis Data

G. Uji validitas Instrumen

Pada penelitian ini setelah instrumen dikonstruksikantentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu sesuai dengan materi yang akan diujikan, selanjutnya dikonsultasikan dengan ahlinyadosen pendidikan Bahasa Indonesia untuk memberikan pendapatnya tentang instrumen yang telah disusun. Keberhasilan proses pembelajaran pada bagian motivasi belajar dapat dilihat dari peningkatan rata-rata yang diperoleh dari presentase (%) motivasi belajarsiswa selama siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar.

H. Indikator Keberhasilan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Prosedur Penelitian

1. Perencanaan

Pembelajaran dibuat oleh penelitian dengan guru sesuai dengan prosedur penelitian yang berlaku, pada siklus pertama adalah pembelajaran denganmateri lapisan bumi pada pembelajaran siklus I dan batuan pada pembelajaran siklus II.b. Menyusun kelengkapan pembelajaran, berupa rencana pelaksanaan pembelajaran ( RPP ), RPP ini disusun oleh peneliti yang juga memperhatikanpertimbangan dosen dan guru yang bersangkutan disekolah.c.

2. Tindakan dan Pengamatan

Menarik perhatian siswa dapat dilakukan dengan melakukan tanyajawab dengan siswa atau dapat juga dengan berbagi cerita pengalaman guru kepada siswa tentang pokok bahasan yang akan diajarkan. Data yang diperoleh pada saat observasi pada siklus I kemudian dianilisi yang akan digunakan untuk memperbaiki sesuatu hal yang kurang pada siklus Idengan menggunakan metode pembelajaran kunjung karya.

3. Refleksi

B. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan sesuai dengan jadwalpembelajaran IPA dalam satu minggu dua kali, yaitu setiap hari Selasa dan Jumat yang berlangsung selama 4x35 menit. StandarKompetensinya, yaitu Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam dengan satu KompetensiDasar yaitu Mengidentifikasi jenis tanah dan Mendeskripsikan struktur bumi.

2. Deskripsi Data Hasil Penelitian

  Setelah diadakan pengamatan langkah selanjutnya adalah sebagai berikut :1) Membuat instrumen pembelajaran yang terdiri dari satuan pelajaran dan skenario pembelajaran untuk siklus I2) Membuat instrumen penelitian pembelajaran dan penelitian3) Menyiapkan media pembelajaran yang diperlukan dalam siklus 14) Menyiapkan lembar observasi lembar untuk mengamati proses keaktifan siswa dan pelaksanaan metode pembelajaran. Pelaksanaan pengamatan yangdilakukan meliputi pengamatan terhadap metode pembelajaran dan Adapun rincian hasil observasi proses pembelajaran siklus I, yaitu sebagai berikut :a) Pengamatan terhadap metode pembelajaran kunjung karyaDalam observasi terhadap metode pembelajaran kunjung karya ini guru sudah memenuhi semua indikator yang telah diterapkan, jugadapat diartikan bahwa skenario pembelajaran siklus I telah berjalan dengan lancar.

1. Atentional Siswa memperhatikan saat guru 8 11 42,1 melakukan pembelajaran IPA

2. Relevance Siswa antusias dengan materi 11 8 57,9 pembelajaran

/memperhatikan diskusi kelompok Siswa aktif dalam diskusi kelompok 14 5 73,7 Siswa meringkas materi pelajaran 14 5 73,7 Siswa bersemangat dalam 12 7 63,1mengikuti kegiatan pembelajaran IPA Siswa merasa bosan dalam 10 9 52,6mengikuti kegiatan pembelajaran e pendapat dalam kegiatan diskusiSiswa mau berdiskusi dengan teman 13 6 68,4 sekelompoknyaSiswa percaya diri dalam 15 4 78,9 menyampaikan hasil diskusi kepadakelompok lain

3. Confidenc Siswa berani mengutarakan 10 9 52,6

4. Satisfactio Siswa merasa senang dengan 14 5 73,7

Ada kekurangan dalam pelaksanaan tindakan pada siklus I, yaitu:a) Masih terdapat beberapa siswa yang enggan menyampaikan pendapatnya saat kegiatan diskusi kelompok berlangsung.b) Terdapat beberapa anak yang pada saat kegiatan diskusi kelompok masih ramai sendiri dengan berbicara terhadap temannya.c) Beberapa siswa tampak tidak berani mengutarakan pendapatnya saat kegiatan diskusi kelompokb. Perencanaan yang dilakukan pada siklus II adalah sebagai berikut:a) Perencanaan tindakan dimulai dengan mempersiapkan materi yang akan disampaikan dan akan diberikan dalam kegiatan pembelajarandengan materi Batuan.

4) Guru memberikan

Adapum pelaksanaan yang dilakukan adalah sebagai berikut:a) Pertemuan 1(1) Kegiatan awal (10 menit) Guru Siswa Guru membuka pembelajaran dengan Siswa menjawab salam yangmengucap salam diberikan guru Guru melakukan apersepsi dengan Siswa menjawab batu bata,menanyakan bahan-bahan yang semen, pasir dan batu digunakan untuk membuat rumah? Siswaaktif dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang Pengamatan terhadap motivasi belajar siswaBerdasarkan pengamatan terhadap motivasi belajar siswa pada siklus II, menunjukkan bahwa siswa melaksanakan diskusi dengan penuh semangat, siswa juga menjawab pertanyaan yang diberikan gurudengan lugas dan siswa yang melakukan kunjungan ke kelompok lain merasa senang.

1. Atentional Siswa memperhatikan saat guru melakukan 12 7 63,1 pembelajaran IPA

2. Relevance Siswa antusias dengan materi pembelajaran 14 5 73,7 Siswa meringkas materi pelajaran 12 7 63,1

3. Confidenc Siswa berani mengutarakan pendapat dalam 11 8 57,9

Siswa merasa bosan dalam mengikuti kegiatan 8 11 42,1 pembelajaran IPA e kegiatan diskusiSiswa mau berdiskusi dengan teman 16 3 84,2 sekelompoknyaSiswa percaya diri dalam menyampaikan hasil 11 8 57,9 diskusi kepada kelompok lain n pembelajaranSiswa mendapat pujian dari guru saat kegiatan 13 6 68,4 pembelajaranSiswa merasa puas terhadap hasil diskusi 12 7 63,1 kelompoknyaSiswa mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan 15 4 78,9 rasa senang

4. Satisfactio Siswa merasa senang dengan kegiatan 18 1 94,7

Besarnya presentase motivasi belajar siswa pada siklus II, yaitu sebagai berikut :Jadi besarnya presentase motivasi belajar siswa siklus II adalah 70,7% 4)Refleksi Pada siklus II siswa lebih berani aktif dalam kegiatan diskusi bersama kelompoknya. Saat kegiatan diskusi terkadang diselingi dengan pemberian materi yang dilakukan oleh guru dan siswamendengarkan dan memperhatikan dengan baik.

C. Pembahasan

pada Pembelajaran IPA

1. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas 5 SD Kanisius Pugeran Melalui Metode Kunjung Karya

Penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 5 di SD Kanisius Pugeran pada pembelajaran IPA telah dilaksanakandalam 2 siklus dan setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan. Proses pembelajaran meliputi (a) penyajian kelas yang berupa pembentukan kelompok, (b) kegiatan diskusi dalam kelas yang terjadi dikelompok kecil ataupun bersama seluruh siswa, dan (c) kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode Kunjung Karya.

2. Bukti Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas 5 SD Kanisius Pugeran Melalui Metode Kunjung Karya

Siswa berani mengutarakan pendapat dalam kegiatan diskusi di siklus I sebesar 68,4% dan di siklus II 84,2% Siswa mau berdiskusi dengan teman sekelompoknya di siklus I sebesar78,9% dan di siklus II sebesar 57,9%l. Hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kunjung karya untuk meningkatkan motivasi belajarsiswa kelas 5 SD Kanisius Pugeran pada pembelajaran IPA telah berhasil.

3. Temuan Penelitian

Metode kunjung karya membutuhkan kontrol yang baik dari guru terutama saat siswa melakukan diskusi kelompok dan saat siswamelaksanakan saling kunjung dengan kelompok lain.c. Siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang menggunakan metode kunjung karya yang dapat dilihat dalam proses diskusikelompok dan juga ketika melakukan kunjungan ke kelompok lain.

4. Hambatan

Kurang meratanya keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat saat melaksanakan diskusi untuk memecahkan masalah yang diberikankepada kelompok.b. Sulitnya pengawasan individu siswa, karena jumlah siswa yang tidak sebanding dengan jumlah guru, membuat pengawasan saatpembelajaran berlangsung menjadi tidak optimal.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan di kelas 5 SD Kanisius Pugeran dapat disimpulkan bahwa metode kunjungkarya dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Nilai rata- rata hasil belajar siswa dari siklus I, dan siklus IIyang semula 60,9% dan menigkat menjadi 70,7%.

B. Saran

1. Bagi Sekolah

2. Bagi Guru

3. Bagi Siswa

Metode pembelajaran kunjung karya dapat dijadikan salah satu metode pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada matapelajaran IPA Siswa kelas 5 SD Kanisius Pugeran, diharapkan setelah penelitian ini selesai dilaksanakan tetap memiliki motivasi belajarnya dan tetapbersemangan dalam melaksanakan pembelajaran. Belajar dan Pembelajaran.

LAMPIRAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

69 (RPP)Sekolah : SD Kanisius PugeranMata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan AlamKelas / Semester : 5 / 2Alokasi Waktu : 2 x 35 menitHari/Tanggal : 15, April 2016 A. Kompetensi Dasar C.

7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam

Indikator D. Tujuan

7.3. Mendeskripsikan struktur bumi

Guru memberikan tugas yang setiap kelompoknya berbeda satu dengan yang lainnyaElaborasi 5. Siswa yang berkunjung ke kelompok lain diminta kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan kepada 2 siswa hasiltemuan dikelompok lain (langkah 5 metode kunjung karya) 9.

8 Media dan Sumber Ajar

Media : gambar lapisan bumi, buah alpukatSumber ajar : wiwik winarti, dkk.2009.Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD Kelas

V. Jakarta:Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

9 Penilaian

Bumi adalah satu-satunya planet yang terdapat kehidupan. Karena adanya atmosfer yang melindungi bumi dari sinar matahari.

1. Struktur Bumi

a. Kerak bumi

Terdiri atas lautan dan daratan. Mantel bumi atau selubung bumi berada di bawah kerak bumi.

b. Mantel bumi

Lapisan mantel bumi adalah lapisan paling tebal dibanding kerak dan inti bumi. Bagian inti bumi terdiri atas inti luar dan dalam.1) Inti luarKetebalan inti luar bumi sekitar 2.000 km.

c. Inti bumi

Namun yang tidak kalah penting adalah lapisan atmosfer bumi. Atmosfer adalah lapisan gas yang menyelubungibumi.

d. Lapisan atmosfer

Menggambar lapisan bumi 2. Gambarlah sebuah gambar lapisan bumi Kelompok 2Membuat peta konsep lapisan bumi Kelompok 3Melakukan pengamatan buah alpukat 74

1. Tulislah nama anggota kelompok pada sudut kanan atas kertas

3. Berilah keterangan nama dari masing-masing bagian lapisan bumi tersebut

76 Lampiran 4Lembar penilaian Petunjuk: Pengamat memberi tanda Ya/Tidak pada kolom yang sesuai. Dibagian bawah tabel isikan pula secara jelas hal-hal penting/menarik pada saat proses pembelajaran IPA.

1. Atentional Siswa memperhatikan saat guru melakukan pembelajaran

Siswa bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA Siswa merasa bosan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran

2. Relevance Siswa antusias dengan materi pembelajaran Siswa meringkas materi pelajaran

Siswa percaya diri dalam menyampaikan hasil diskusi kepada kelompok lain Siswa merasa puas terhadap hasil diskusi kelompoknya Siswa mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan rasasenang

3. Confidence Siswa berani mengutarakan pendapat dalam kegiatan diskusi Siswa mau berdiskusi dengan teman sekelompoknya

4. Satisfaction Siswa merasa senang dengan kegiatan pembelajaran Siswa mendapat pujian dari guru saat kegiatan pembelajaran

77

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)
21
192
1
ANALISIS ISI LIRIK LAGU-LAGU BIP DALAM ALBUM TURUN DARI LANGIT
22
189
2
FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Analisis Isi pada Empat Versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung Milik Komnas FBPI
10
148
3
SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)
33
236
2
PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG
61
436
26
PENGEMBANGAN TARI SEMUT BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG
54
406
20
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN MALANG KOTA LAYAK ANAK (MAKOLA) MELALUI PENYEDIAAN FASILITAS PENDIDIKAN
72
407
39
PERANAN ELIT INFORMAL DALAM PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI TAPE (Studi di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso)
37
232
2
KEBIJAKAN BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN DAERAH (BAPEDALDA) KOTA JAMBI DALAM UPAYA PENERTIBAN PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK KARET
110
656
2
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang)
159
685
25
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
131
610
21
PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM SITUASI PERTEMUAN ANTAR BUDAYA STUDI DI RUANG TUNGGU TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA
97
584
2
REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM IKLAN DI TELEVISI (ANALISIS SEMIOTIK DALAM IKLAN SAMSUNG GALAXY S7 VERSI THE SMARTES7 ALWAYS KNOWS BEST)
130
438
19
PEMAKNAAN MAHASISWA TENTANG DAKWAH USTADZ FELIX SIAUW MELALUI TWITTER ( Studi Resepsi Pada Mahasiswa Jurusan Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2011)
59
322
21
PENGARUH PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 Universitas Muhammadiyah Malang)
127
496
26
Show more