PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING TIPE KEEP ON LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PKn DI KELAS V SDN KRATON, YOGYAKARTA.

 2  22  184  2017-08-22 20:08:38 Laporkan dokumen yang dilanggar

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dapat diciptakan dengan menerapkan metode yang bervariasi, strategi yang tepat danmedia pembelajaran yang relevan dengan materi yang diajarkan. Keep on Learning merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menggunakan pendekatan belajar aktif, yaitu pendekatan yang memungkinkan dan memberi kemudahan kepada siswa menemukan cara-cara untuk terusmempelajari materi yang telah guru sampaikan sesuai dengan cara mereka sehingga siswa tidak cepat bosan dalam belajar (Silberman, 2016: 281).

B. Diagnosis Masalah

1. Kegiatan pembelajaran kurang menarik, model pembelajaran yang digunakan masih konvensional, sehingga hasil belajar kognitifnya rendah

Berdasarkan diagnosis masalah di atas, peneliti membatasi masalah padaPenerapan Model Active Learning Tipe Keep on Learning untuk meningkatkanHasil Belajar PKn di Kelas V SDN Kraton, Yogyakarta. Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peningkatan hasil belajar PKn denganmenggunakan Model Active Learning Tipe Keep On Learning pada siswa kelas VSDN Kraton Yogyakarta?

C. Batasan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Kraton denganmenggunakan Model Active Learning Tipe Keep On Learning. 8

D. Rumusan Masalah

E. Tujuan Penelitian

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat. Adapun manfaat penelitian ini adalah :

1. Manfaat Teoritis

2. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kelas, khususnya yang berhubunganlangsung dengan peningkatan hasil belajar PKn di Sekolah Dasar dengan menerapkan model active learning tipe keep on learning. Membantu siswa yang mengalamikesulitan dalam pembelajaran PKn, serta menjadikan siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran.b.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

1. Pengertian Belajar

Seorang anakbelajar melalui melihat apa yang diindera dengan penglihatan, kemudian diamati dengan pengetahuan awal yang dimiliki, dan sampai pada tahap memahamisesuatu. Seorang anak yang 10 Pendapat ini sejalan dengan hal– hal pokok dalam belajar yang dikemukakan oleh Suryabrata (2008: 323) yaitu; (a) belajar itu membawaperubahan (baik dalam perubahan tingkah laku, aktual maupun potensial); (b) perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru; dan (c)perubahan itu didapatkannya karena usaha (secara disegaja).

2. Pengertian Hasil Belajar

Mengecek mengarah pada kegiatan pengujian hal-hal yang tidak konsisten atau kegagalan dari suatuoperasi atau 14 Menciptakan (create)Menciptakan mengarah pada proses kognitif meletakkan unsur-unsur secara bersama-sama untuk membentuk kesatuan yang koheren dan mengarahkan siswauntuk menghasilkan suatu produk baru dengan mengorganisasikan beberapa unsur menjadi bentuk atau pola yang berbeda dengan sebelumnya. Sebagaimana disebutkan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 yaitu : Mata pelajaran PKn merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga Negara Indonesia yang cerdas, terampil, berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan Undang-Undang1945.

B. PKn

18

1. Pengertian PKn

Pengetahuan ini menjadi dasar dalam pembentukan sikap dan perilaku yang baik sesuai tuntutan Pancasila dan UUD 1945. PKn mengemban tujuan yang mempunyai andil besar dalam keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Tujuan PKn

Hal tersebut sesuai dalam kutipan bahwa dalam pendidikan perlu ditanamkan pemahaman yang mendalam dan komitmen yang kuat dan konsistenterhadap prinsip dansemangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pada Pancasila dan Konstitusi NegaraIndonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa. Upaya yang dapat dilakukanadalah dengan menyelenggarakan program pendidikan yang memberikan berbagai kemampuan sebagai seorang warga negara melalui mata pelajaran PendidikanKewarganegaraan (Depdiknas, 2006 : 271).

3. Fungsi PKn

4. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar PKn di Sekolah Dasar

Pendidikan Kewarganegaraan memiliki 8 ruang lingkup kajian yaitu persatuan dan kesatuan bangsa, norma hukum dan peraturan, hak asasi manusia,kebutuhan warga negara, konstitusi negara, kekuasaan politik, Pancasila dan globalisasi. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang dilaksanakan pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1.

3.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan

4.2 Mematuhi keputusan bersama

C. Model Pembelajaran Aktif

1. Pengertian Model Pembelajaran

Model pembelajaran merupakan suatu desain atau rancangan yang menggambarkan proses dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkananak agar dapat berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran, sehingga terjadi perubahan perilaku dalam pembelajaran (Mutiah, 2010: 120). Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran merupakan sebuah desain yang terbentuk dalam kerangka konseptual mengenailangkah-langkah dalam pembelajaran yang dapat dilakukan.

2. Pengertian Model Pembelajaran Aktif (Active Learning)

Rusman (2014: 324) mengemukakan bahwa model pembelajaran aktif merupakan model yang menekankan pada aktivitas peserta didik dalam mencariberbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dipelajari dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik mendapatkan pengalaman yang dapatmeningkatkan pemahaman dan kompetensinya. Pembelajaran aktif melibatkan pembelajaran 23 Keterlibatan yang aktif dengan objek–objek atau gagasan-gagasan tersebut dapat mendorong aktivitas siswa untuk berpikir, menganalisa, menyimpulkan, danmenemukan pemahaman konsep baru dan mengintegrasikannya dengan konsep yang sudah mereka ketahui sebelumnya.

3. Ciri Pembelajaran Aktif

Situasi dan kondisi kelas tidak terikat dengan peran guru sebagai sumber belajar dan siswa sebagai penerima informasi yang pasifg. Karakteristik pembelajaran aktif seperti dijelaskan oleh Bonwell (Hamid,2011: 49-50) yaitu dalam pembelajaran siswa tidak hanya pasif mendengakan penjelasan dari guru, namun kegiatan pembelajaran menekankan pada aktivitas 25 Pembelajaran aktif menekankan pada siswa dalam mengembangkan keterampilan menganalisis dan mengkritisi persoalan yang berkaitan denganmateri yang dipelajari, untuk itu umpan balik dalam pembelajaran sering terjadi.

4. Bentuk-bentuk Pembelajaran aktif (Active Learning)

Stiker yang Sangat LengketStrategi ini memungkinkan siswa untuk membuat pengingat, yang mengingatkan mereka supaya menggunakan apa yang telah mereka pelajari. Interaksi yang timbul dalam proses pembelajaran akan menimbulkan pengetahuan yang dipelajari hanya dapat diperoleh secara bersama-samamelalui eksplorasi aktif dalam belajar.b.

5. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Aktif (Active Learning)

Membutuhkan waktu yang lebih lama dalam menerapkannya, 28 Perlu keterampilan interaksi dan komunikasi pendidik dengan siswa, jika pendidik tidak ada interaksi dan komunikasi yang baik maka tidak terjadiumpan balik dalam pembelajaran,c. Berdasarkan uraian kelebihan dan kekurangan model active learning tersebut, terlihat bahwa model pembelajaran active learning akan membantusiswa memperdalam materi-materi yang mereka pelajari melalui cara-cara seperti interaksi dengan siswa lain maupun dengan guru.

1. Pengertian Model Active Learning Tipe Keep On Learning

Dengan ini siswa akan terlibat secara aktif dalam pembelajaran sehingga membuat mereka mempunyai pengalaman belajar yang akan membantudalam pemahaman materi (Zaini, 2008 : 74) Model active learning tipe keep on learning ini memungkinkan siswa menemukan cara-cara untuk terus mempelajari mata pelajaran yang diajarkan. Siswa mendapat kesempatan untuk belajar diluar jam pelajaran di kelas sesuai dengan minat dan cara lain yang dapat mereka lakukan.

2. Langkah-langkah Model Active Learning Tipe Keep On Learning

Untuk dapat terlaksana dengan baik, perlu diperhatikan langkah-langkah pembelajaran menggunakan model active learning tipe keep on learning yangakan dilakukan. Mengumpulkan kembali siswa ke dalam kelas dan meminta setiap kelompok untuk menyampaikan ide-ide atau gagasan-gagasan terbaiknya.

3. Kelebihan dan Kekurangan Model Active Learning Tipe Keep On Learning

Kekurangan tipe keep on learning adalah sebagai berikut :1) Adanya peserta didik yang menggantungkan tugasnya pada orang lain.2) Hanya dikuasai oleh orang yang pintar berbicara.3) Peserta didik menjadi malas karena merasa ada yang sudah mengerjakan. Dari uraian kelebihan dan kekurangan model active learning tipe keep on learning tersebut maka model ini sangat membantu siswa dalam meningkatkan aktivitas belajar yang selanjutnya diharapkan akan meningkatkan hasil belajar siswa.

4. Model Active Learning Tipe Keep On Learning dalam Pembelajaran PKn

Melalui metode ini siswa juga akan dapat berdiskusi dengan kelompoknya sehingga dapat tersampaikan ide atau gagasan baru yang tidak bisadidapatkan di dalam kelas, sehingga siswa mempunyai cara untuk lebih menguasai materi yang diajarkan. Siswa menjalankan prosedur dalam model active learning tipe keep on learning sesuai dengan muatan materi yang akan tetap dipelajari di luar 33 Selanjutnya guru membentuk kelompok-kelompok kecil, kemudian membuka kesempatan pada siswa untuk menyampaikan ide-ide bersama teman satukelompok mengenai materi yang telah disampaikan.

E. Definisi Operasional

yang berjudul “Upaya Peningkatan Aktivitas Belajar Peserta Didik Kelas XAkuntansi 3 dengan Model Active Learning teknik Guided Teaching dan Keep On Learning di SMK 1 Godean Tahun Ajaran 2012/2013” menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa Kelas X Akuntansi 3 SekolahMenengah Kejuruan 1 Godean tahun ajaran 2012/2013 setelah menggunakan model active learning teknik guided teaching dan keep on learning.

F. Penelitian Relevan

Hal ini dibuktikan pada rata-rata aktivitas belajar peserta didik pada siklus I menunjukkan 75,52%. Jadi indikator keberhasilan pada aktivitas belajar siswa kelas X Akuntansi 3 SMK 1 Godeantelah tercapai.

1. Penelitian yang dilakukan oleh Yudha Mahardika (2013) dalam skripsinya

2. Penelitian yang dilakukan oleh Marsiyanti Indriani (2015) dalam skripsinya yang berjudul “Upaya meningkatkan hasil belajar PKn menggunakan

Penelitian yang dilakukan oleh Yudha Mahardika dengan judul “UpayaPeningkatan Aktivitas Belajar Peserta Didik Kelas X Akuntansi 3 dengan Model Active Learning teknik Guided Teaching dan Keep On Learning di SMK 1 Godean Tahun Ajaran 2012/2013” mempunyai relevansi dengan penelitian ini dalam hal tipe pembelajaran keep on learning. Perbedaan dengan penelitian iniadalah tipe keep on learning dalam penelitian tersebut diterapkan pada mata pelajaran akuntansi di kelas X SMK, sedangkan dalam penelitian ini tipe keep on learning diterapkan dalam mata pelajaran PKn di kelas V sekolah dasar.

G. Kerangka Berpikir

Dengan melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran terutama pada mata pelajaran PKn, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDNKraton, Yogyakarta. Kerangka Berpikir Berdasarkan kajian teori dan kerangka pikir, maka hipotesis tindakan pada penelitian tindakan kelas yaitu penggunaan model active learning tipe keep on learning dapat meningkatkan hasil belajar PKn pada siswa kelas V SD N Kraton, Yogyakarta.

H. Hipotesis Tindakan

BAB II I METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Arikunto, dkk (2015: 2) menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan dari kegiatanpembelajaran berupa tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi pada sebuah kelas secara bersama. Jenis penelitian tindakan kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kolaboratif, yaitu peneliti terlibat dalam kegiatan yang digunakan sebagai sumberdata penelitian (Sugiono, 2010: 310).

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

C. Subjek dan Objek Penelitian

40 Menurut Arikunto (2015: 16) penelitian tindakan kelas dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan dan (4)refleksi. Penjelasan model dan masing-masing tahapan adalah sebagai berikut :

D. Desain Penelitian

Peneliti dan guru menentukan pokok bahasan yang akan dilaksanakan selama proses pembelajaran mulai dari standar kompetensi, kompetensi dasar danmenentukan indikator-indikator dari setiap kompetensi dasar.d. Dalam RPP yang dibuat peneliti dan guru membuatindikator keberhasilan belajar PKn menggunakan model active learning tipe keep on learning pada penelitian yang akan dilakukan.

2. Tindakan

43 6)Masing-masing kelompok mendapatkan tugas dari guru untuk membuat rangkuman mengenai materi yang mereka pelajari 7)Siswa menuliskan ide-ide (brainstorming) mengenai sumber selain yang telah diberikan guru yang akan digunakan untuk mengerjakan tugas. Pengamatan dilakukan terhadap aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan model active learning tipe keep on learning di kelas V SDN Kraton, Yogyakarta.

3. Obervasi

E. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi tes, observasi, dan dokumentasi.

1. Tes

Tujuan penggunaan tes dalam penelitian ini adalah untukmengukur hasil belajar kognitif PKn siswa kelas V SDN Kraton Yogyakarta, yaitu dengan mengerjakan soal evaluasi pembelajaran yang telah ditentukan olehpeneliti. Kegiatan observasi yang dilakukan pada penelitian ini bertujuan untuk mengatahui kondisi pembelajaran PKn yang berlangsung di kelas V SDN Kraton Yogyakarta.

2. Observasi

Sugiyono (2009: 129) menjelaskan bahwa dokumentasi adalah catatan peristiwa yang sudah berlalu, bisa berbentuk tulisan, gambar atau karyamenumental. Dalam penelitian ini digunakan dokumen untuk mendukung serta melengkapi data-data penelitian.

3. Dokumentasi

active learning tipe keep on learning.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Soal Tes

Soal tes diberikan diberikan pada akhir siklus, yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar PKnsiswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model active learning tipe keep on learning. Soal tes yang diberikan berisi materi PKn yang di sampaikan.

2. Lembar Obsevasi

Tabel 3. Kisi-kisi Lembar Keterlaksanaan Pembelajaran Aspek yang diamati Indikator Kegiatan Pembuka 1.

2. Melakukan apersepsi

Membimbing siswa melalukan brainstorming (menyampaikanide)mengenai sumber lain yang akan digunakan.g. tanya jawab Melakukan terhadap materi yang telahdirangkum.

G. Teknik Analisis Data

Dengan demikian analisis data yang digunakan dalam penelitian kelas dapat menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Skor yang diperoleh denganmenjumlahan seluruh skor siswa dan dibagi dengan jumlah siswa.

H. Kriteria Keberhasilan

Saur Tampubolon (2014 :35) mengemukakan bahwa indikator keberhasilan prestasi belajar secara klasikal minimal 75% dari jumlah siswa yang mencapai KKM yang ditetapkan. Dari uraian tersebut, maka model active learning tipe keep on learning ini dikatakan berhasil meningkatkan hasil belajar PKn pada siswa kelas V SDN KratonYogyakarta apabila ≥75% dari jumlah siswa memperoleh nilai ≥75.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Terdapat sarana prasarana yang cukup memadahi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang berlangsung. Jumlah karyawan di SDNKraton adalah 14 yang terdiri dari 6 guru kelas, guru olahraga, guru agama, guru seni tari, guru membatik, guru TIK, dan karyawan tata usaha.

2. Deskripsi Subyek Penelitian

3. Deskripsi Data Sebelum Tindakan

Nilai < 75 75 %Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa dari keseluruhan siswa baru ada 6 siswa atau 25% dari jumlahsiswa yang memperoleh nilai ≥75, sedangkan 18 siswa atau 75% dari jumlah siswa memperoleh nilai <75. Berdasarkan hasil observasi dan pra tindakan yang telah dilakukan terhadap proses pembelajaran PKn, maka disusunlah rencana perbaikan terhadap prosespembelajaran dengan menggunakan model active learning tipe keep on learning sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar kognitif PKn pada siswakelas V SDN Kraton Yogyakarta.

4. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus I

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disusun oleh peneliti dengan pertimbangan dari dosen pembimbing dan guru kelas yang bersangkutan.4) Mempersiapkan sumber, media maupun alat penunjang pembelajaran yang akan digunakan dalam setiap kali pelaksanaan tindakan, seperti buku paket,lembar tugas, lembar kerja siswa, serta lembar evaluasi yang digunakan pada akhir siklus. Pertanyaan tersebut berbeda dari beberapa kelompok, sehingga guru harus berkeliling sambil menjelaskan jawaban dari pertanyaan yang diajukan olehkelompok agar tidak mengganggu diskusi kelompok yang lain.c) Kegiatan AkhirPada kegiatan akhir, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan.

c. Pengamatan Siklus I

No. Keterangan Siklus I 1.

2. Nilai < 75 37,5 %

Hal tersebut menunjukkan bahwa penelitian tindakan kelas pada siklus I belum mencapai kriteria keberhasilan yang 61 Selain dari data nilai yang diperoleh melalui soal evaluasi, ada beberapa hal yang menjadi catatan, dilihat dari lembar keterlaksanaan pembelajaran. Beberapa siswa yang masih Lebih memotivasi siswa agar dapat belum sepenuhnya terlibat dalam terlibat dalam dalam pengerjaanpengerjaan tugas kelompok tugas kelompok maupun pembuatan maupun pembuatan rangkuman di rangkuman di luar jam pelajaran.luar jam pelajaran.

5. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus II

RPP disusun oleh peneliti dengan pertimbangan dari dosen pembimbing dan guru kelas yang bersangkutan.2) Mempersiapkan sumber, media maupun alat penunjang pembelajaran yang akan digunakan dalam setiap kali pelaksanaan tindakan, seperti buku paket,lembar tugas, lembar kerja siswa, serta lembar evaluasi yang digunakan pada akhir siklus. Setelah masing- masing kelompok menyelesaikan diskusinya, guru memusatkan perhatian siswadan kembali memberikan motivasi agar setiap siswa dapat berpastisipasi dalam kelompok, dengan meminta ketua kelompok membantu mengawasi anggotanya.c) Kegiatan AkhirPada kegiatan akhir, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan.

c. Pengamatan siklus II

Data yang diperoleh berupa angka mengenai nilai yang diperoleh masing-masing siswaterhadap soal evalusi yang dikerjakan setelah diterapkannya model active learning tipe keep on learning dalam proses pembelajaran PKn. Berdasarkan data tersebut dapat diperoleh capaian hasil belajar siswa pada siklus II yang dapat dilihat pada diagram berikut.

2. Nilai < 75 4,2 %

Berdasarkan data yang diperoleh pada pra tindakan, siklus I dan siklus II, dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan hasil belajar kognitif PKn siswa kelas V SDN Kraton Yogyakarta dengan menerapkan model active learning tipe keep on learning. Diagram Capaian Hasil Belajar Siswa pada Pra Tindakan, Siklus I danSiklus II Dari uraian di atas, hasil belajar kognitif PKn meningkat setelah menerapkan model active learning tipe keep on learning pada siswa kelas V SDNKraton Yogyakarta pada siklus I dan siklus II.

B. Pembahasan

Terdapat beberapakekurangan yang perlu diperbaiki yaitu guru menjelaskan kegiatan pembelajaran saat siswa sedang melakukan diskusi secara berkelompok dan siswa masih kurangterlibat dalam kegiatan kelompok berupa diskusi, pengerjaan tugas dan pembuatan rangkuman. Hasil pengamatan terhadap siswa pada siklus II menunjukkan bahwa siswa lebih termotivasi dan bersemangat dalam belajar terlihat dari keterlibatan siswadalam kegiatan kelompok berupa pengerjaan tugas yang sudah lebih baik diketahui dari pemaparan hasil diskusi kelompok.

II. Siswa yang memperoleh nilai ≥75 meningkat 37,5% dari kondisi awal 25% menjadi 62,5% pada siklus I, dan meningkat lagi 33,3% menjadi 95,8% pada

Peningkatan yang terjadi pada siklus I dan sikus II tidak terlepas dari peran guru yang telah melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model active learning tipe keep on learning pada mata pelajaran PKn sesuai dengan karakteristik model active learning seperti dijelaskan oleh Bonwell (Hamid, 2011:49-50) yaitu kegiatan pembelajaran menekankan pada aktivitas belajar siswa dan pembelajaran menuntut siswa tidak hanya pasif mendengarkan penjelasan guru. Keterbatasan lain adalahpenelitian ini hanya mengukur hasil belajar kognitif saja dan belum mengukur hasil belajar siswa dalam ranah afektif dan psikomotor.

C. Keterbatasan Penelitian

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

79 Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PKn mengunakan model active learning tipe keep on learning dapatmeningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas V SDN Kraton Yogyakarta. Langkah-langkah model active learning tipe keep on learning meliputi; guru menyampaikan harapan dan motivasi agar siswa tetap belajar walaupun pembelajaran di kelas telah selesai, siswa mendapat tugas kelompok dan membuat rangkuman untuk membimbingsiswa belajar di luar kelas, siswa melakukan brainstorming untuk menentukan sumber belajar yang akan digunakan, dan mempresentasikan hasil kerjakelompok.

B. Saran

80

1. Bagi siswa

2. Bagi guru

Guru diharapkan dapat menggunakan model active learning tipe keep on learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran lain. Selain itu guru diharapkan dapat mengembangkan model active learning tipe keep on learning untuk menunjang kegiatan pembelajaran, sehingga dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki siswa dalam memperoleh ilmu.

3. Bagi peneliti selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan model active learning tipe keep on learning pada mata pelajaran yang berbeda dan lebih memperhatikan pemberian tugas untuk membimbing kegiatan belajar siswa ketika pembelajaran di kelas telah selesai. Upaya Peningkatan Aktivitas Belajar Peserta Didik Kelas X Akuntansi 3 dengan Model Active Learning teknik Guided Teaching dan Keep On Learning di SMK 1 Godean Tahun Ajaran 2012/2013.

LAMPIRAN

Setelah melakukan diskusi kelompok dan tanya jawab siswa dapat membuat struktur organisasi yang ada di sekolah. Siswa secara berkelompok berdiskusi mengenai bahasan yang diberikan oleh guru 87 Siswa menuliskan hasil diskusinya (dalam kolom yang telah disediakan).e.

H. SUMBER/MEDIA/ALAT PEMBELAJARAN

1. Setiati, dkk. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI Kelas V

2. Sunarso, dkk. 2015. Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 5 SD. Jakarta

I. PENILAIAN

1. Prosedur penilaian

Jumlah jawaban benar x 10 = 20

2. Bentuk instrumen

Teknik : tertulisSoal : pilihan gandaSoal instrument : terlampir Pembelajaran ini berhasil apabila 75% dari jumlah siswa yang mengikuti proses belajar memperoleh nilai ≥75.

3. Kriteria keberhasilan

Yogyakarta, Maret 2017Mengetahui,Guru Kelas V Mahasiswa Deny EstiningtyasWagirah, S. Pd NIM.

1. Organisasi di Sekolah

Sekolah merupakan salah satu organisasi yang bergerak dalam bidangpendidikan. Koperasi SekolahKoperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah.

a. Pramuka

Berikut ini asal sumber dana koperasi: 1) Simpanan pokok, yaitu sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota koperasi pada saat menjadianggota koperasi. bernilai yang diterima dari pihak lain yang tidak mengikat.

4) Hibah, yaitu sejumlah uang atau barang yang

Organisasi kemasyarakatanSalah satu organisasi yang paling banyak jenisnya adalah organisasi kemasyarakatan. Selain itu terdapat KUD (Koperasi Unit Desa) merupakan salah satu organisasi yang ada di desa.

2. Organisasi di masyarakat

Organisasi ekonomiOrganisasi ekonomi adalah organisasi yang memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan ekonomi. Contoh organisasiekonomi yaitu perusahaan, kelompok tani dan sebagainya.

1. Struktur Organisasi di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat

setiap fungsi tersebut harus dijalankan dengan baik agar tujuan dari organisasi tersebutjuga dapat tercapai dengan baik. Untuk itu, sebuah organisasipenting karena memudahkan kita untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan.

2. Pentingnya sebuah organisasi

Siswa menuliskan ide-ide (brainstorming) mengenai sumber selain buku panduan yang telah diberikan guru yang akan digunakan untuk mengerjakan tugas. Bentuk-bentuk keputusan bersama yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : Musyawarah untuk mufakat adalah bentuk pengambilan keputusan bersama yang mengedepankan kebersamaan.

1. Musyawarah untuk mufakat

2. Pemungutan suara

3. Aklamasi

104 Ringkasan Materi Siklus 1 Pertemuan ke-2Perbedaan Musyawarah Mufakat, Voting, dan Aklamasi Perbedaan musyawarah mufakat, voting, dan aklamasi dapat dilihat pada tabel berikut ini : Musyawarah mufakat Voting Aklamasi Mempertimbangkan dan Pendapat yang Pernyataan setuju dari menyepakati salah satu memperoleh suara seluruh anggotapendapat dari berbagai terbanyak dalam kelompok terhadap pendapat yang sudah pemilihan maka menjadi sebuah pendapat.dikemukakan. Pintu kebebasan yang telah terbuka harus dimanfaatkan dengan baik, untuk mengemukakan pendapat dalam sebuahmusyawarah.

5. Berikut ini yang merupakan manfaat adanya sebuah organisasi adalah …

Mengajarkan kita cara menjaga kerja sama dengan orang lain d. Mengajarkan kita untuk dapat bersikap egois terhadap orang lain a.

6. Kamabigus adalah pemimpin dalam organisasi Pramuka tingkat…. (C1)

b.daerahc.cabangd.nasional pribadi adalah…. (C3)a.melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuab.melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi c.

7. Yang harus dilakukan sebagai anggota dalam sebuah organisasi apabila mengetahui bendahara menggunakan uang organisasi untuk kepentingan

8. Pengurus organisasi yang bertugas mengatur urusan surat-menyurat dan arsip dokumen adalah …. (C1)

9. Kegiatan seperti arisan dan olahraga bersama dalam organisasi penting dilakukan untuk .… (C2)

a. menjaga kerja sama antar anggota b.menambah wawasan bagi pengurus organisasic.mengurangi dana yang tersediad.menghasbiskan waktu para anggotanya ….

10. Berikut ini yang merupakan tujuan didirikannya koperasi sekolah adalah

a. c.kantin sekolahd.koperasi sekolah a.

11. Organisasi di sekolah tempat siswa bisa belajar berorganisasi dan berdemokrasi adalah …. (C1)

OSIS

UKS

12. Setiap pengurus organisasi harus melakukan tugasnya dengan… agar tujuan organisasi dapat tercapai. (C2)

13. Jika suatu organisasi tidak memiliki susunan pengurus yang lengkap maka…. (C2)

a. Organisasi akan mudah mencapai tujuanb.

c. Organisasi akan sulit mencapai tujuan

d. Organisasi mudah diterima orang lain

14. Orang yang tidak pernah dan tidak mau mengikuti organisasi akan berdampak pada …. (C3)

kesulitan dalam bersosialisasi di lingkungan masyarakat b.mudahnya berkomunikasi dengan orang banyakc.bertambahnya wawasan berorganisasid.bertambahnya ilmu-ilmu keterampilan hidup dan keterampilan sosial maka yang memiliki kewajiban untuk mewujudkan tujuan yang telah dibuat adalah…. semua yang termasuk dalam organisasi c.semua anggota tanpa para pengurus organisasid.pengurus organisasi tanpa melibatkan anggota a.

15. Tujuan dalam sebuah organisasi dibuat dan disepakati oleh pengurus dan anggota yang terlibat dalam organisasi tersebut. Dari kalimat tersebut

Mendata wargab. Menyelesaikan konflik antar wargac.

16. Dibawah ini yang bukan termasuk tugas ketua RT yaitu …. (C2)

d. Menggunakan uang warga untuk keperluan pribadi

17. Jika di sekolah tidak ada UKS, akibat yang akan terjadi adalah…. (C2)

a.siswa merasa senang karena tidak perlu melaksanakan piket UKSb.tidak ada tempat untuk membeli keperluan sekolahc.siswa akan belajar mengenai kegiatan ekonomi d. siswa akan kesulitan mendapat pertolongan ketika sakit di sekolah a.

18. Di bawah ini yang merupakan contoh organisasi di lingkungan masyarakat adalah ….(C2)

RT, RW, pramuka Burhan selaku ketua tidak hadir tanpa memberikan keterangan terlebih dahulu. Sebagai wakil ketua, yang perlu dilakukan Alvin adalah ….

c. Karang taruna, RT, RW

b.membubarkan rapat tanpa berdiskusi dengan pengurus lainc.meminta sekretaris untuk memimpin jalannya rapatd.membuat alasan ketidakhadiran ketua kepada para anggota …. (C3)a.

19. Karang taruna Desa Makmur mengadakan rapat rutin setiap dua bulan sekali dan biasa dimulai pukul 30 WIB. Pada kegiatan rapat kali ini

RT  RW  desa/kelurahan  kecamatan kabupaten  provinsib. RW  RT  desa/kelurahan  kecamatan  kabupaten  provinsic.

20. Di bawah ini urutan tingkatan organisasi pemerintahan dari mulai tertinggi ke tingkatan di bawahnya yang benar adalah

d. Provinsi  kabupaten  kecamatan  desa/kelurahan  RW  RT

beberapa hal yang harus diperhatikandalam mengambil keputusan bersama. Jumlah 6 8 6 20115 Soal Evaluasi Siklus 1Nama : Nomor absen : Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan cara memberi tanda (x) pada huruf a, b, c, atau d!

1. Pengambilan keputusan bersama harus melibatkan …. (C1)

Setelah beberapa waktu, ada anggota yang memberikan ide untuk berjualan makanan dan dititipkan di warung-warung. Peristiwa ini merupakan salah satu bentuk pengambilan keputusan bersama dengan cara ….

2. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan bersama adalah …. (C1)

a. aklamasi b.kompromic.votingd.musyawarah 116

3. Dalam menyelesaikan persoalan kurangnya dana untuk kegiatan dalam sebuah organisasi, tidak ada anggota yang mau menyampaikan

4. Hasil keputusan bersama harus dilaksanakan secara …. (C1)

1) ketua rapat mempunyai hak sama besar dengan anggota lain2) anggota yang lebih muda tidak diperbolehkan mengemukakan pendapat3) menghargai orang lain yang sedang mengemukakan pendapatnya4) memaksakan orang lain agar mengikuti pendapat kitaPernyataan yang mencerminkan kebebasan berpendapat adalah nomor ….(C3)a. 3 dan 4 beda dan mengedepankan kebersamaan disebut ….(C1)a.voting b.

b. 1 dan 3

6. Bentuk keputusan bersama yang diambil dengan mempertemukan semua pendapat yang berbeda-

7. Rania telah ditetapkan sebagai ketua kelas terpilih melalui pemungutan suara. Pada saat pemilihan, Refan tidak memilih Rania. Sikap yang

seharusnya ditunjukkan Refan setelah Rania terpilih adalah …. menerima Rania sebagai ketua dengan rendah hati b.menolak Rania untuk menjadi ketua kelasc.terpaksa menerima Rania menjadi ketua kelas agar tidak dibenci oleh pendukung Raniad.mengacuhkan Rania dan tidak mau mengajak bicara a.

8. Voting dilakukan ketika tidak juga menemukan kesepakatan pada saat melaksanakan pengambilan keputusan menggunakan cara …. (C1)

anggota yang melanggar hak anggota lain diberikan sanksi yang sesuai c.anggota lain harus ikut menghakimi anggota yang membuat kesalahand.anggota lain harus mendukung anggota yang membuat kesalahan a. Rani kesulitan mengerjakan soal ulangan karena tidak belajar b.

9. Ketika salah satu anggota dalam sebuah organisasi telah mengganggu hak anggota lain untuk dapat bebas berpend

Sepulang sekolah Danil lebih suka tidur siang daripada bermain dengan temannya. 118

10. Contoh permasalahan yang dapat diselesaikan melalui keputusan bersama adalah …. (C2)

11. Keputusan bersama harus diambil apabila …. (C1)

terjadi perbedaan pendapat yang sulit diselesaikan d.kerja sama antar anggota sangat baik a.suara yang menang dapat mengejek yang kalahb.suara yang menang dapat memaksakan kehendaknya kepada suara yang kalah c. dapat menyelesaikan persoalan yang tidak dapat diselesaikan dengan musyawarah untuk mufakat d.dapat melalukan cara-cara curang dalam pemungutan suara.

12. Keuntungan dari cara pemungutan suara untuk menentukan keputusan bersama antara lain adalah …. (C2)

50 % dari jumlah suara yang sahb. 50% + 1 dari jumlah suara d.

13. Seorang calon pengurus organisasi dinyatakan menang dalam sebuah pemil

Hal ini sesuai dengan isi dari UUD 1945 pasal …. (C2) a.

c. 50% + 1 dari jumlah suara yang sah

14. Dalam musyawarah mufakat, Radit sebagai pemimpin berkewajiban untuk memberikan kesempatan kepada para anggotanya untuk mengemukakan

1) Dilaksanakan ketika salah satu pendapat sudah dapat mewakili seluruh anggota dan disetujui

2) Harus disepakati oleh seluruh anggota.3) Dilaksanakan sebagai awal dari pengambilan keputusan.4) Pernyataan setuju dari seluruh anggota kelompok terhadap sebuah pendapat. 1, 3, dan 4 d.

c. 2, 3 dan 4

a. kebersamaan b.kekuasaanc.permusuhand.pemaksaan kehendak

16. Nilai yang harus tercermin dalam keputusan bersama adalah …. (C2)

kita tunjukkan terhadap keputusan yang telah ditetapkan adalah …. (C2)a.menyerahkan pelaksanaannya kepada ketua organisasi sajab.mengabaikan dan mengacuhkannyac.melaksanakan dengan setengah hati d.

17. Keputusan bersama dalam sebuah organisasi dibuat demi kepentingan seluruh anggota. Sebagai anggota organisasi tersebut, sikap yang harus

18. Sebagai ketua dalam sebuah organisasi yang berperan sebagai pemimpin jalannya pengambilan keputusan bersama, harus dapat menghadapi

perbedaan- perbedaan yang muncul dengan sikap …. memberikan pengertian bahwa keputusan tidak dapat diubah secara sepihak c.mengajak anggota lain untuk menghakimi anggota yang tidak terima dengan keputusan tersebutd.mengganti hasil keputusan sesuai yang diinginkan anggota tersebut.

19. Setelah keputusan dibuat melalui voting, ada salah satu anggota yang tidak terima dengan hasil keputusan karena menilai keputusan tersebut salah

ini tindakan yang benar dilakukan adalah …. (C3)a.berbicara dengan suara sangat kerasb.memaksa mengajukan pendapatc.mencela pendapat orang lain d.

20. Walaupun setiap anggota mempunyai kebebasan berpendapat, harus memperhatikan cara menyampaikan pendapat dalam musyawarah. Berikut

LAMPIRAN 3 HASIL BELAJAR SISWA122

HASIL BELAJAR SISWA

Guru meminta perhatian siswa dan menyampaikanMenyampaikan harapan dan 130 Guru menyampaikan dengan baik tugas yang akanMenugaskan siswa membuat rangkuman mengenai materi yang dikerjakan siswa di luar pembelajaran kelas, dantelah dipelajari melalui sumber- menjelaskan langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh sumber lain. Guru meminta perhatian siswa dan menyampaikanMenyampaikan harapan dan 138 Guru menyampaikan dengan baik tugas yang akanMenugaskan siswa membuat rangkuman mengenai materi yang dikerjakan siswa di luar pembelajaran kelas, dantelah dipelajari melalui sumber- menjelaskan langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh sumber lain.

Informasi dokumen
PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING TIPE KEEP ON LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PKn DI KELAS V SDN KRATON, YOGYAKARTA. Bentuk-bentuk Pembelajaran aktif Active Learning Ciri Pembelajaran Aktif Model Pembelajaran Aktif Deskripsi Lokasi Penelitian Deskripsi Subyek Penelitian Deskripsi Data Sebelum Tindakan Diagnosis Masalah Batasan Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Fungsi PKn Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar PKn di Sekolah Dasar Jenis Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Subjek dan Objek Penelitian Kerangka Berpikir KAJIAN PUSTAKA Kesimpulan STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TUJUAN PEMBELAJARAN Langkah-langkah Model Active Learning Tipe Keep On Learning Kelebihan dan Kekurangan Model Active Learning Tipe Keep On Learning Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN MATERI PEMBELAJARAN MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Metode Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Model Active Learning Tipe Keep On Learning dalam Pembelajaran PKn Pembahasan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian Relevan KAJIAN PUSTAKA Pengamatan Siklus I Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus I Pengamatan siklus II Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus II Pengertian Belajar Hasil Belajar Pengertian Hasil Belajar Hasil Belajar Pengertian Model Active Learning Tipe Keep On Learning Pengertian Model Pembelajaran Pengertian Model Pembelajaran Aktif Active Learning Pengertian PKn Tujuan PKn Perencanaan Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus I Perencanaan Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus II Refleksi Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus I Refleksi Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus II SUMBERMEDIAALAT PEMBELAJARAN KESIMPULAN DAN SARAN Teknik Analisis Data Kriteria Keberhasilan TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags

PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING TIPE KEEP ON..

Gratis

Feedback