Pengembangan keterampilan proses ilmiah dan pemahaman siswa tentang kalor melalui pembelajaran metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas X IPA 1 SMA N 1 Sewon tahun ajaran 2013/2014 - USD Repository

Gratis

0
0
128
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROSES ILMIAH DAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KALOR MELALUI PEMBELAJARAN METODE INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS X IPA 1 SMA N 1 SEWON TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Disusun oleh: Yoakim Riwitiyoso 101424030 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROSES ILMIAH DAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KALOR MELALUI PEMBELAJARAN METODE INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS X IPA 1 SMA N 1 SEWON TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Disusun oleh: Yoakim Riwitiyoso 101424030 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROSES ILMIAH DAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KALOR MELALUI PEMBELAJARAN METODE INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS X IPA 1 SMA N 1 SEWON TAHUN AJARAN 2013/2014 Oleh: Yoakim Riwitiyoso NIM : 101424030 Telah disetujui oleh : Pembimbing Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. Tanggal 12 Agustus 2014 Pembimbing II Eny Winarti,S.Pd, M.Hum., Ph.D. Tanggal 7 Juni 2013 ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROSES ILMIAH DAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KALOR MELALUI PEMBELAJARAN METODE INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS X IPA 1 SMA N 1 SEWON TAHUN AJARAN 2013/2014 Dipersiapkan dan ditulis oleh : Yoakim Riwitiyoso NIM : 101424030 Telah dipertanggungjawabkan di depan penguji pada tanggal 29 Agustus 2014 dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Ketua Tanda Tangan : Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. ............................. Sekretaris : Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S. ............................. Anggota 1 : Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. ............................. Anggota 2 : Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S. ............................. Anggota 3 : Drs. Aufridus Atmadi, M.Si. ............................. Yogyakarta, 29 Agustus 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan, Rohandi, Ph. D iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini ku persembahkan untuk :  Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberkati dan mencurahkan kasihNya padaku  Bapak, ibu, dan kedua kakakku, dan Mamah Iik tersayang selaku keluarga yang tak hentinya berdoa dan berharap serta selalu memberikan bantuan dan dukungan baik secara material maupun spiritual  Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed, Ph.D. selaku dosen pembimbing yang selalu membimbing, menginspirasi, dan memotivasi serta mendoakan peneliti dengan penuh komitmen dan kesetiaan.  Teman-teman yang bersama-sama berjuang dan saling membantu dalam menyelesaikan skripsi ini khususnya, setyarini, rini, qori, dan wawan.  Almamaterku Universitas Sanata Dharma yang telah membentukku menjadi seseorang yang lebih berkualitas dan humanis. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO  Pendidikan adalah senjata terkuat yang bisa dipakai untuk mengubah dunia.  Pada hati yang tertambat sesama, ilmu tak mungkin membisu  Yang dihitung dalam hidup bukan semata-mata fakta bahwa kita pernah hidup. Perbedaan apa yang telah kita perbuat untuk hidup orang lainlah yang akan menentukan pentingnya hidup yang kita jalani.  Keberanian bukan berarti tidak mempunyai rasa takut melainkan berani bertindak walau merasa takut  Orang harus belajar membenci, dan jika mereka belajar membenci, mereka bisa diajari untuk mencintai, karena cinta datang lebih alami ke hati manusia daripada kebencian.  Talk Less, Do More!!  Now and Do!! Stop Worrying! and Start Working!!  Kemuliaan terbesar dalam hidup bukan terdapat pada tidak pernah gagal, melainkan pada bangkit setiap kali Anda terjatuh. v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 29 Agustus 2014 Penulis (Yoakim Riwitiyoso) vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Yoakim Riwitiyoso NIM : 101424030 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: Pengembangan Keterampilan Proses Ilmiah dan Pemahaman Siswa Tentang Kalor Melalui Pembelajaran Metode Inkuiri Terbimbing Pada Siswa Kelas X IPA 1 SMA N 1 Sewon Tahun Ajaran 2013/2014 beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian, saya memberikan kepada Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolahnya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internat atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 29 Agustus 2014 Yang menyatakan Yoakim Riwitiyoso vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROSES ILMIAH DAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KALOR MELALUI PEMBELAJARAN METODE INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS X IPA 1 SMA N 1 SEWON TAHUN AJARAN 2013/2014 Yoakim Riwitiyoso Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pembelajaran metode inkuiri terbimbing terhadap perkembangan keterampilan proses ilmiah dan pemahaman siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Sewon. Keterampilan proses ilmiah yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah keterampilan melaporkan, mengolah data, dan menyimpulkan. Pemahaman siswa diperoleh dari hasil pretest dan posttest siswa. Subjek dari penelitian ini adalah siswa Kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Sewon. Penelitian ini hanya menggunakan satu kelas eksperimen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pre-Experimental Design tipe The One Group Pretest Posttest Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pretest dan posttest dan penilaian laporan hasil percobaan yang dilakukan oleh siswa untuk menilai keterampilan proses ilmiah siswa. Analisis data menggunakan program statistik SPSS 16.0 for windows dengan uji perbedaan nilai pretest dan protest. Penilaian keterampilan proses ilmiah siswa yaitu dilihat dari perbedaan skor yang diperoleh dari ketiga laporan yang dibuat oleh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri terbimbing berpengaruh besar terhadap pemahaman siswa dan keterampilan proses ilmiah siswa. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) nilai pretest dan posttest < 0.05 yaitu 0.000 sehingga hasilnya menunjukkan perbedaan. Dengan kata lain, metode inkuiri terbimbing berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman siswa. Begitu juga dengan keterampilan proses ilmiah, perhitungan menunjukkan nilai keterampilan yang terus meningkat. Persentase 44,95% untuk keterampilan proses ilmiah awal siswa, kemudian meningkat 87,775% menjadi 98,88% dalam persentase penilaian terakhir. Kata kunci: inkuiri terbimbing, keterampilan proses ilmiah, pemahaman siswa viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT SKILL DEVELOPMENT PROCESS OF SCIENTIFIC AND UNDERSTANDING OF STUDENT LEARNING THROUGH HEAT GUIDED INQUIRY METHOD IN CLASS X SCIENCE 1 SMA N 1 SEWON ACADEMIC YEAR 2013/2014 Yoakim Riwitiyoso Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 This study aims to determine the effect of guided inquiry learning methods to the development of science process skills and understanding of class X IPA 1 SMAN 1 Sewon. Scientific process skills that are the focus of this research is reported skills, data analysis, and formulating conclision. Student understanding gained from the pretest and posttest students. The subject of this study is a Class X student IPA 1 SMAN 1 Sewon. This study uses only one experimental class. This research uses the PreExperimental Research Design The One type pretest posttest design. Data collection techniques used were pretest and posttest and assessment report on the results of experiments conducted by students to assess students' scientific process skills. Data were analyzed using the statistical program SPSS 16.0 for Windows to test differences in pretest values and protest. Scientific process skills assessment of students that can be seen from the difference scores obtained from the three reports prepared by the students. The results showed that the guided inquiry method greatly affect student achievement and understanding of students. This is indicated by the price sig. (2-tailed) pretest and posttest values of < 0.05 is 0.000 so that the results show a difference. In other words, guided inquiry method significantly influence students' understanding. So is the scientific process skills, calculations show that increasing the value of skills. Percentage 44.95% for the initial scientific process skills of students, then increased 87.775% to 98.88% in the last assessment percentage. Keywords: guided inquiry, scientific process skills, understanding of students ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Sembah, puji, dan syukur kami naikkan ke hadirat Bapa, Putera, dan Roh Kudus yang telah melimpahkan berkat dan anugerah-Nya sehingga skripsi dengan judul Pengembangan Keterampilan Proses Ilmiah dan Pemahaman Siswa Tentang Kalor Melalui Pembelajaran Metode Inkuiri Terbimbing Pada Siswa Kelas X IPA 1 SMA N 1 Sewon Tahun Ajaran 2013/2014 dapat peneliti selesaikan dengan baik. Penyusunan skripsi ini merupakan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana kependidikan pada Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa dalam proses menyelesaikan skripsi ini banyak pihak yang terlibat memberi bimbingan dan bantuan baik secara material maupun spiritual. Untuk itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed, Ph.D. selaku dosen pembimbing yang selalu menemani, membimbing, menginspirasi, dan mendoakan peneliti dengan penuh komitmen dan kesetiaan. 2. Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. 3. Rohandi, Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Akademik dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Drs. Marsudiyana, selaku kepala SMA Negeri 1 Sewon, Bantul, Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepeda peneliti untuk melaksanakan penelitian ini. 5. Drs. Jamal Sarwono selaku guru Fisika SMA Negeri 1 Sewon dan partner peneliti yang telah membantu pelaksanaan penelitian ini. 6. Siswa kelas X IPA 1 selaku subjek dari penelitian ini. 7. Bapak, ibu, dan kedua kakakku tersayang yang tak hentinya berdoa dan berharap serta selalu memberikan bantuan dan dukungan baik secara material maupun spiritual. 8. Teman-teman yang bersama-sama berjuang dan saling membantu dalam menyelesaikan skripsi ini khususnya, setyarini, rini, qori dan wawan. 9. Mamahku tersayang Triyanti Fitasari yang selalu setia menemani, membantu, memberi semangat, dan yang selalu ada dikala suka maupun duka dalam proses penulisan skirpsi ini. Yogyakarta, 29 Agustus 2014 Peneliti, Yoakim Riwitiyoso xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING............................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... iv MOTTO.......................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... vi PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................................................................ vii ABSTRAK ..................................................................................................... viii ABSTRACT ..................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................. xii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xvii DAFTAR DIAGRAM..................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... BAB I xix PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah .............................................................. 1 1.2 Pembatasan Masalah ................................................................... 3 1.3 Perumusan Masalah .................................................................... 4 1.4 Tujuan Penelitian......................................................................... 4 1.5 Manfaat Penelitian ....................................................................... 5 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka ............................................................................. 6 2.1.1 Teori yang Mendukung ..................................................... 6 2.1.1.1 Keterampilan Proses Ilmiah................................... 6 2.1.1.2 Metode Inkuiri Terbimbing ................................... 11 2.1.1.3 Pemahaman Siswa ................................................. 17 2.1.1.2 Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam ........................... 17 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan .................................................... 19 2.3 Kerangka Berpikir ...................................................................... 20 2.4 Materi Kalor ................................................................................ 21 2.5 Pembelajaran Tentang Kalor Melalui Metode Inkuiri Terbimbing 27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ........................................................................... 31 3.2 Setting Penelitian ........................................................................... 32 3.3 Variabel Penelitian ..................................................................... 33 3.4 Instrumen Penelitian .................................................................... 34 3.5 Pembatasan Penelitian ................................................................. 38 3.6 Analisis Data .............................................................................. 38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ......................................................................... 46 4.2 Rangkuman Hasil Penelitian ...................................................... 60 4.2.1 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri Terbimbing Terhadap Pemahaman Siswa ............................................................ 60 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.2.2 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Ilmiah .............................................. 64 4.3 Pembahasan ................................................................................ 68 4.3.1 Pemahaman Siswa ............................................................. 68 4.3.2 Keterampilan Proses Ilmiah ............................................... 69 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan .................................................................................. 71 5.2 Saran ........................................................................................... 72 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 73 LAMPIRAN ................................................................................................... 75 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Kalor jenis berbagai zat pada suhu 20oC tekanan 1 atm ..................... 22 Tabel 2. Kisi – kisi Soal Pretest dan Posttest ................................................... 36 Tabel 3. Kriteria skor tiap butir soal ................................................................ 38 Tabel 4. Rubrik Penilaian Keterampilan Melaporkan, Menganalisis Data dan Menyimpulkan .......................................................................... 40 Tabel 5. Kegiatan Pelaksanaan Penelitian ....................................................... 46 Tabel 6. Nilai Pretest Siswa ............................................................................ 47 Tabel 7. Kualifikasi pemahaman siswa sebelum pembelajaran ........................ 49 Tabel 8. Keterampilan Proses Hasil Pembelajaran pertama ............................. 51 Tabel 9. Kualifikasi persentase keterampilan proses ........................................ 51 Tabel 10. Keterampilan Proses Hasil Pembelajaran kedua............................... 53 Tabel 11. Peningkatan Keterampilan Proses Hasil Pembelajaran Pertemuan Kedua ............................................................................................. 55 Tabel 12. Keterampilan Proses Hasil Pembelajaran Ketiga.............................. 56 Tabel 13. Peningkatan Keterampilan Proses Hasil Pembelajaran Pertemuan Ketiga .......................................................................... 57 Tabel 14. Nilai Posttest Siswa ......................................................................... 58 Tabel 15. Kualifikasi pemahaman siswa sesudah pembelajaran ....................... 59 Tabel 16. Analisis Statistik T-test Kelompok Dependen (pretest dan posttest) . 61 Tabel 17. Skor Keterampilan Proses Siswa .................................................... 65 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 18. Persentase Keterampilan Proses Siswa............................................ 65 Tabel 19. Peningkatan Keterampilan Proses Ilmiah Kelas X IPA 1 ................ 67 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Diagram Perubahan Wujud Zat ...................................................... 25 Gambar 2. Diagram/Grafik suhu-kalor untuk es yang dipanaskan sampai menjadi uap air ............................................................................. 26 Gambar 3. Laboratorium Fisika SMA Negeri 1 Sewon.................................... 47 Gambar 4. Almari yang berisi peralatan percobaan fisika ................................ 47 Gambar 5. Suasana saat melakukan percobaan pertama ................................. 51 Gambar 6. Aktivitas pada percobaan kedua ................................................... 54 Gambar 7. Aktivitas siswa pada percobaan ketiga ........................................... 56 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR DIAGRAM Diagram 1. Kualifikasi pemahaman siswa sebelum pembelajaran ................... 49 Diagram 2. Kualifikasi pemahaman siswa sesudah pembelajaran .................... 60 Diagram 3. Perbedaan Nilai Rerata Pretest dan Posttest Kelas X IPA 1 ........... 64 Diagram 4. Diagram Keterampilan Proses Ilmiah Siswa ................................. 66 Diagram 5. Peningkatan Keterampilan Proses Ilmiah Kelas X IPA 1............... 67 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian Sekolah ....................................................... 76 Lampiran 2. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ....................... 77 Lampiran 3. Surat Ijin Dinas Terkait ............................................................... 78 Lampiran 4. Surat Pernyataan Menyerahkan Hasil Penelitian .......................... 80 Lampiran 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ............................................ 81 Lampiran 6. Lembar Kerja Siswa .................................................................... 86 Lampiran 7. Soal Pretest dan Posttest .............................................................. 92 Lampiran 8. Kunci Jawaban Soal Pretest dan Posttest ..................................... 95 Lampiran 9. Lembar Penilaian Keterampilan Melaporkan, Mengolah Data, dan Menyimpulkan............................................................................ 98 Lampiran 10. Daftar Nilai Pretest dan Posttest ................................................ 99 Lampiran 11. Daftar Penilaian Keterampilan Melaporkan, Mengolah Data dan Menyimpulkan......................................................................... 100 Lampiran 12. Contoh Data Hasil Penelitian Pretest dan Posttest...................... 102 Lampiran 12. Dokumentasi Kegiatan Siswa .................................................... 106 Lampiran 14. Perhitungan Uji Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Keterampilan Melaporkan, Mengolah Data dan Menyimpulkan. ................... 107 Lampiran 15. Biografi Penulis ........................................................................ 108 xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bagian pendahuluan, ada lima hal yang akan disampaikan oleh peneliti. Lima hal tersebut adalah latar belakang masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. 1.1 Latar Belakang Masalah Pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar merupakan proses yang penting dalam dunia pendidikan. Kualitas belajar ditentukan dari materi yang diberikan dapat diterima, diserap dan diterapkan serta dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Kualitas belajar juga mempengaruhi kualitas pendidikan. Oleh sebab itu, hal yang mempengaruhi keduanya adalah pelaksanaan proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran yang baik, guru dituntut untuk meningkatkan keberhasilan pembelajaran. Guru harus memiliki kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan baik menggunakan suatu metode pembelajaran yang tepat. Melalui pembelajaran fisika, siswa diharapkan menerapkan keterampilan proses ilimah untuk menyelidiki gejala alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat kesimpulan sendiri, sehingga siswa mampu menemukan fakta-fakta, membangun konsep, teori da n sikap siswa yang berpengaruh positif pada proses dan hasil pembelajarannya. Proses ilmiah adalah suatu proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan berdasarkan bukti fisik (wikipedia) terutama pada mata pelajaran fisika. Proses pembelajaran fisika di sekolah menengah dapat berjalan dengan baik apabila guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang sesuai bagi siswa. 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Pemilihan metode juga mempengaruhi keberhasilan dalam pembelajaran. Terdapat berbagai macam metode yang digunakan guru dalam meningkatkan pemahaman siswa. Metode tersebut antara lain metode ceramah, metode diskusi, metode demonstrasi, metode inkuiri, dan sebagainya. Metode yang sesuai dengan memecahkan masalah sampai menyimpulkan serta melaporkan adalah metode inkuiri. Metode inkuiri juga dikategorikan menjadi dua, yaitu metode inkuiri terbimbing dan metode inkuiri tidak terbimbing (bebas). Metode inkuiri terbimbing merupakan metode mengajar yang paling mengkonstruksi pengetahuan yang dimiliki siswa (Suparno, 2007: 65). Pada kondisi nyata banyak guru yang menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran fisika. Guru menganggap metode ceramah sangat efektif serta siswa dengan mudah menerima dan memahami materi yang disampaikan oleh guru. Akan tetapi metode ceramah menjadikan siswa tidak bisa belajar secara ilmiah. Penggunaan metode ceramah mengakibatkan keterampilan proses ilmiah dan pemahaman siswa kurang optimal. Kegiatan belajar dan mengajar pada kelas X IPA 1 di SMA Negeri 1 Sewon masih sering menggunakan metode ceramah. Hal ini menyebabkan pemahaman siswa dalam mata pelajaran fisika masih rendah. Hasil wawancara dengan guru fisika kelas X di SMA Negeri 1 Sewon pada proses pembelajaran fisika, siswa kelas X belum terbiasa dengan pembelajaran yang menerapkan keterampilan proses ilmiah dalam kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menerapkan metode inkuiri terbimbing dalam pembelajaran fisika karena metode

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 inkuiri terbimbing membuat siswa dapat mengeksplorasi gagasan-gagasan kreatif, serta mengkontruksi pengetahuan siswa dalam pembelajaran (Suparno, 2007). Oleh sebab itu, guru fisika hanya sebagai fasilitator dan pembimbing saja. Berdasarkan penjelasan tersebut maka munculah keinginan peneliti untuk melakukan penelitian ini dengan judul: “Pengembangan Keterampilan Proses Ilmiah dan Pemahaman Siswa Tentang Kalor Melalui Pembelajaran Metode Inkuiri Terbimbing Pada Siswa Kelas X IPA 1 SMA N 1 Sewon Tahun Ajaran 2013/2014”. 1.2 Pembatasan Masalah Ada berbagai macam metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan proses ilmiah dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran fisika, yaitu Inquiri, Discovery, Simulasi Komputer, Eksperimen dan lain-lain (Suparno, 2007). Tetapi karena penelitian ini dibatasi oleh waktu, maka peneliti menentukan pembatasan masalah yang akan diteliti, yaitu penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing yang berfokus pada peningkatan 5 aspek keterampilan proses ilmiah yang dinilai: (1) melakukan percobaan untuk mengumpulkan data, (2) menganalisis data yang diperoleh dan (3) menyimpulkan, dan (4) melaporkan hasil percobaan. Peneliti hanya menilai keterampilan melaporkan, mengolah data, dan menyimpulkan. Pemahaman siswa diperoleh dari nilai siswa setelah dengan mengerjakan soal evaluasi akhir pertemuan setelah mengikuti proses belajar dengan metode inkuiri terbimbing.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Sewon, Bantul. Dengan materi yang diberikan adalah mata pelajaran fisika pada materi kalor, yang sesuai dengan kompetensi dasar yaitu antara lain : 1. Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat, dan 2. Menerapkan asas Black dalam pemecahan masalah. 1.3 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini dirancang untuk menjawab masalah penelitian: 1.3.1 Bagaimanakah perkembangan keterampilan proses ilmiah kelas X IPA 1 SMA N 1 Sewon Tahun Ajaran 2013/2014 yang mempelajari kalor dengan metode inkuri terbimbing? 1.3.2 Bagaimanakah peningkatan pemahaman siswa kelas X IPA 1 SMA N 1 Sewon Tahun Ajaran 2013/2014 yang mempelajari kalor dengan metode inkuri terbimbing? 1.4 Tujuan Penelitian 1.4.1 Mengetahui pelaksanaan pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan proses ilmiah siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri I Sewon Tahun Ajaran 2013/2014 pada mata pelajaran fisika pada materi kalor. 1.4.2 Mengetahui pelaksanaan pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan pemahaman fisika siswa SMA Negeri I Sewon Tahun Ajaran 2013/2014 pada mata pelajaran fisika pada materi kalor.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 1.5 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi para peneliti, guru, siswa, pimpinan sekolah, program studi/pimpinan universitas pada umumnya. Penelitian ini dapat memberikan informasi tentang bagaimana penerapan pembelajaran menggunakan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan proses ilmiah dan pemahaman siswa dalam mata pelajaran fisika. Bagi peneliti, penelitian ini dapat memberikan pengalaman baru dalam melakukan usaha peningkatan pemahaman siswa mengenai kalor. Disamping itu, penelitian ini juga dapat menambah wawasan baru tentang model pembelajaran inovatif yang digunakan dalam proses pembelajaran selain model pembelajaran tradisional (ceramah) sehingga mampu meningkatkan keterampilan proses ilmiah dan pemahaman siswa. Bagi guru yang bersangkutan, penelitian ini dapat bermanfaat untuk mengetahui mengetahui langkah-langkah pembelajaran yang bersifat kontruktivis dan menyenangkan mengenai materi suhu dan kalor. Bagi siswa, hasil penelitian ini diharapkan siswa akan lebih tertarik untuk belajar fisika karena pembelajaran fisika yang menyenangkan.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 BAB II LANDASAN TEORI Pada bagian landasan teori terdapat empat hal yang dibahas. Empat hal tersebut adalah kajian teori, penelitian yang relevan, kerangka berpikir dan materi suhu dan kalor. Kajian teori berisi tentang teori keterampilan proses ilmiah, inkuiri terbimbing, pemahaman, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Penelitian yang relevan yang pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu dengan menggunakan variabel dan treatment yang sama dengan yang akan digunakan oleh peneliti dan sudah terbukti berhasil dalam penelitiannya. Pada kerangka berpikir berisi mengenai alur penelitian yang dilakukan oleh peneliti. 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Teori-teori yang Mendukung 2.1.1.1 Keterampilan Proses Ilmiah 1. Pengertian Keterampilan Proses Ilmiah Pengertian keterampilan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kecakapan menyelesaikan tugas. Seseorang yang memiliki keterampilan pasti memiliki kepandaian melakukan sesuatu dengan cepat dan benar. Menurut Soemarjadi (2001: 2), seseorang yang dapat mengerjakan sesuatu dengan cepat tetapi hasilnya salah, maka tidak dapat dikatakan terampil. Demikian pula, seseorang yang dapat melakukan sesuatu dengan benar tetapi lambat, juga tidak dapat dikatakan terampil. Menurut Iskandar (1997: 4) proses ilmiah adalah suatu proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti nyata yang 6

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 didapatkan melalui penelitian atau percobaan. Pada pembelajaran fisika sudah lama menggunakan metode ilmiah dalam menyelesaikan masalah, karena dengan metode ilmiah dapat membantu guru dan siswa dalam pemberian materi fisika dalam kegiatan belajara dan mengajar. Dengan keterampilan proses ilmiah siswa dapat bebas mengemukakan serta menemukan sendiri konsep – konsep , prinsip – prinsip, maupun teori- teori dari suatu pembelajaran dengan metode yang mengkonstruksi pengetahuan yang dimiliki siswa. Secara psikologis, siswa akan mudah mengkontruksikan pengetahuannya melaui indera. Berikut ini langkah-langkah keterampilan proses ilmiah meliputi : a. Mengamati/obsevasi. Pengamatan atau observasi merupakan salah satu dari keterampilan ilmiah yang mendasar dalam proses dan memperoleh ilmu pengetahuan serta salah satu hal terpenting untuk mengembangkan keterampilan proses lainnya (Funk dalam Dimyati, 1999: 142). Kegiatan mengamati dapat dilakukan melalui kegiatan belajar atau dengan menggunakan panca indera yang meliputi melihat, mendengar, meraba, mencium, dan mengecap (Djamarah, 2000: 89). Jadi kegiatan mengamati merupakan tinkatan keterampilan paling rendah dalam pengembangan keterampilan proses ilmiah dari siswa, karena hanya dengan pengelihatan dengan panca indera. Pada dasarnya melihat bukan berarti mengamati, keduanya adalah dua hal yang berbeda meskipun mengandung pengertian yang sama. Melihat belum tentu mengamati, tetapi apabila mengamati pasti harus dengan

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 melihat. Melihat merupakan suatu kegiatan yang sehari-hari dilakukan siswa, seperti halnya melihat beraneka ragam bendabenda, tanamanan, hewan, dan semua yang ada di sekitarnya tetapi siswa tersebut sekedar melihat bukan mengamati bagaimana tanaman yang dia lihat bisa berukuran sebesar itu. b. Mengklasifikasikan. Kegiatan ini merupakan keterampilan proses ilmiah untuk memilih berbagai macam objek berdasarkan sifat-sifat khususnya. Sehinggga didapatkan kelompok sejenis dari objek yang dimaksud (Dimyati, 1999: 42). Menurut Djamarah, untuk melakukan klasifikasi adalah siswa dapat belajar (menyamakan, proses: mengkombinasikan, mengelompokkan keterampilan melalui (Djamarah, mengkasifikasi 2000: siswa mencari persamaan menggolongkan 89)). Dengan diharapkan dan melalui mampu membedakan, menggolongkan segala sesuatu yang berada di sekitar mereka, sehingga mereka dapat menambah pengetahuan dasar yang dimiliki mereka. c. Mengkomunikasikan. Menurut Dimyati (1999), mengkomunikasikan dapat diartikan sebagai menyampaikan dan memperoleh fakta, konsep dan prinsip ilmu pengetahuan dalam bentuk bentuk suara, visual atau suara visual. Menurut Djamarah (2000), mengkomunikasikan dapat melalui aktivitas seperti berdiskusi, mendeklamasikan, bertanya,

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 mengarang, memperagakan, mengekspresikan, mendramatikan dan melaporkan dalam bentuk tulisan, gambar dan penampilan. Dari pernyataan – pernyataan diatas, dapat dikatakan bahwa mengkomunikasikan bukan berarti melalui berbicara saja tetapi bisa juga dengan tulisan, gambar bahkan penampilan. Itu semua lebih baik daripada berbicara. d. Mengukur. Keterampilan mengukur sangat penting bagi siswa, agar siswa tersebut dapat mengobsevasi dalam bentuk kuantitatif. Menurut Dimyati (1999), mengukur juga dapat diartikan dengan satuan ukuran tertentu yang telah ditetapkan. Menurut Djamarah (2010), ada kegiatan lain yang dapat mengembangkan keterampilan mengukur, yaitu dengan cara mengembangkan sesuatu, karena pada dasarnya mengukur adalah membandingkan. Contohnya siswa membandingkan luas kelas, volume balok, dan sebagainya. Kegiatan pengukuran yang dilakukan hasilnya akan berbeda-beda, tergantung dari tingkat sekolah mereka. e. Memprediksi. Menurut Dimyati (1999), memprediksi adalah antisipasi atau perbuatan ramalan tentang suatu hal yang akan terjadi diwaktu yang akan datang, berdasarkan perkiraan pada pola kecenderungan tertentu,atau hubungan antara fakta dan konsep dalam ilmu pengetahuan. Menurut Djamarah (2010) untuk mengembangkan

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 keterampilan memprediksi dapat dilakukan oleh siswa melalui kegiatan belajar antisipasi yang berdasarkan pada kecenderungan atau pola. f. Menyimpulkan. Menyimpulkan dapat diartikan sebagai suatu keterampilan untuk memutuskan suatu keadaan. Objek atau peristiwa berdasarkan fakta, konsep dan prinsip yang diketahui (Dimyati, 1999: 145). Kegiatan menyimpulkan dalam kegiatan belajar mengajar dilakukan sebagai pengembangan keterampilan siswa yang dimulai dari kegiatan observasi lapangan tentang apa yang ada di alam ini. Dari keterampilan – keterampilan yang teramasuk Keterampilan proses ilmiah tersebut dalam pembelajaran di sekolah tersebut, semuanya menuntut keterlibatan siswa secara utuh dan bertujuan agar hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik terbentuk dalam diri siswa (Amien, 1987: 42). Pada penelitian ini, yang akan di teliti adalah keterampilan melaporkan, menganalisis data dan menyimpulkan. 3. Manfaat Keterampilan Proses Ilmiah Adapun manfaat keterampilan proses ilmiah bagi siswa (Sintawati, 2012) antara lain : a. Siswa akan lebih mudah dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari – hari. b. Membantu siswa mengembangkan dirinya sendiri.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 c. Memberi bekal kepada siswa akan bagaimana membentuk konsep – konsep sendiri dan cara mempelajari sesuatu, d. Membantu siswa yang masih dalam perkembangan berfikir lebih konkrit. 2.1.1.2 1. Metode Inkuiri Terbimbing Pengertian Inkuiri Pembelajaran Inkuiri adalah suatu kegiatan belajar yang melibatkan keterampilan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara kritis, logis, analisis, sehinggga dapat merumuskan penemuannya dengan mandiri (Gulo dalam Trianto, 2009: 166). Menurut suryosubroto (dalam Trianto, 2009: 166), inkuiri berasal dari bahasa Inggris yaitu inquiry yang artinya pertanyaan atau pemeriksaan, penyelidikan. Inkuiri juga sering disebut heuristic, kata tersebut berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang artinya saya menemukan. Trowbrigde dan Bybee (dalam Suparno, 2007: 65) menyatakan bahwa inkuiri secara umum dalah proses dimana para saintis mengajukan pertanyaan tentang alam dunia ini dan bagaimana mereka secara sistematis mencari tahu jawabannya. Menurut Hebrank; Budnitz; Chiapetta & Adam (Sacrata, 2009), inkuiri sebenarnya suatu prosedur yang dilakukan oleh para ilmuan dan orang dewasa yang memiliki motivasi tinggi dalam upaya memahami fenomena alam, memperjelas pemahaman, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Dari beberapa pendapat tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa inkuiri merupakan proses dan aktivitas yang menggunakan keterampilan untuk memperoleh dan mendapatkan informasi melalui penyelidikan yang biasa dilakukan oleh para ilmuan. 2. Pengertian Metode Inkuiri Menurut Mulyasa (2003 pada http://yastaki56.space.live.com dalam Sacrata, 2009), metode inkuiri merupakan metode yang mampu membawa siswa untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar, dan inkuiri dapat menempatkan siswa sebagai subjek belajar yang aktif. Kourlisky (dalam Hamalik, 2001: 220) merumuskan suatu pengajaran dengan berdasarkan inkuiri. Pengajaran tersebut adalah suatu strategi yang pusat pada siswa dimana kelompok siswa masuk ke dalam suatu prosedur yang digariskan secara jelas dan struktural kelompok. Melalui pembelajaran berbasis inkuiri, siswa belajar sains sekaligus belajar metode sains. Dari penjelesan beberapa pendapat diatas, proses inkuiri memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih memiliki pengalaman belajar secara konkrit dan aktif. Siswa pun dilatih untuk mampu memecahkan masalah dengan kegiatan penyelidikan secara sistematis dengan menggunakan keterampilan berpikir dan logis untuk memecahka masalah. 3. Macam-macam Inkuiri Ada dua macam inkuiri menurut Kindsvatter dkk (dalam Suparno, 2007: 68):

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 a. Guided Inquiry ( Inkuiri Terarah ) Guided Inquiry merupakan metode inkuiri yang pelaksanaannya, guru sebagai pembimbing dan petunjuk yang cukup luas kepada siswa. Guru bahkan sudah memiliki jawaban sebelumnya, sehingga siswa tidak terlalu luas dalam mengembangkan gagasan dan idenya. Campur tangan guru sangat besar dalam metode ini, misalnya dalam pengumpulan data, memberikan pertanyaan – pertanyaan di sela – sela proses dan dengan metode ini akan menghasilkan kesimpulan yang pasti benar dan sesuai dengan kehendak guru. b. Open Inquiry ( Inkuiri Terbuka, Bebas ) Inkuiri terbuka berbeda dengan inkuiri terarah, disini tidak banyak campur tangan guru. Guru memberikan kebebasan dan inisiatif kepada siswa untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Siswa dituntuk untuk menentukan hipotesis, memilih peralatan, merangkai peralatan, dan mengumpulkan data secara mandiri. Guru sebagai fasilitator atau membantu siswa jika diminta oleh siswa. Guru tidak banyak memberikan arah dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk menemukan sendiri. Dari uraian kedua macam inkuiri, metode inkuiri yang sesuai dengan kebutuhan siswa menengah atas adalah penyelidikan terarah (Guided Inquiry). Siswa dapat membangun pengetahuannya melalui arahan dan petunjuk dari guru. Guru juga menjadi fasilitator bagi siswa. Dengan metode inkuiri terbimbing,

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 siswa akan mampu memecahkan masalah yang dihadapi secara mandiri dengan arahan dan bimbingan dari guru. 4. Langkah – langkah Pembelajaran Menggunakan Metode Inkuiri Ada berberapa langkah – langkah dalam menggunakan metode inkuiri menurut Kindsvatter dkk (dalam Suparno, 2007: 66-67) antara lain : a. Indentifikasi dan klarifikasi persoalan Kegiatan awal adalah menentukan persoalan yang ingin didalami dengan metode inkuiri. Persoalan harus disiapkan atau diajukan oleh guru. Sebaiknya persoalan harus jelas supaya siswa dapat memikiran, mendalami, dan memecahkan persoalan tersebut. b. Membuat hipotesis Kegiatan selanjutnya adalah siswa diminta untuk mengajukan jawaban dari persoalan yang diajukan sebelumnya, dan ini yang disebut hipotesis. Salah atau benar dalam membuat hipotesis, guru sebaiknya tidak membenarkan atau memberitahu jika hipoteisis ada yang salah ataupun benar. Hipotesis yang salah nantinya akan kelihatan setelah pengambilan data dan analisis data yang diperoleh. c. Mengumpulkan data Selanjutnya adalah siswa diminta untuk mencari data dan mengumpulkan data sebanyak – banyaknya untuk membuktikan apakah hipotesis mereka benar atau tidak. Dalam bidang fisika, biasanya dalam mengumpulkan data harus dengan peralatan. Guru perlu membantu dalam menyiapkan peralatan yang akan digunakan.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. 15 Menganalisis data Kegiatan selanjutnya, dari data yang sudah dikumpulkan harus dianalisis untuk membuktikan hipotesis apakah benar atau salah. Guru perlu ikut campur tangan dalam menganalisis data karena dari data yang banyak membuat siswa bingung untuk menentukan langkah selanjutnya. e. Ambil kesimpulan Dari data yang dikelompokkan dan dianalisis, kemudian diambil kesimpulan secara generalisasi. Setelah diambil kesimpulan, kemudian dicocokan dengan hipotesis awal, apakah hipotesa mereka dapat diterima atau ditolak. Guru pun bisa melibatkan siswa dalam mengambil keputusan sehingga mereka bisa dengan baik mengetahui bahwa hipotesis mereka benar atau tidak. Berdasarkan uraian di atas, langkah pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Pendahuluan Pada langkah pendahuluan, guru memberikan orientasi pada materi yang akan dibahas. b. Menberikan suatu permasalahan Guru membantu siswa dalam mencari masalah yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 c. Membuat hipotesis Guru menuntun siswa untuk menentukan jawaban dari permasalahan yang di dapat. Jawaban tersebut masih jawaban sementara. d. Mengumpulkan data Pada langkah ini, siswa bisa melakukan percobaan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Guru membimbing siswa dalam melakukan percobaan, menganalisis data dan menentukan hasilnya. e. Membuat kesimpulan Guru menuntun siswa dengan beberapa pertanyaan untuk siswa dapat menarik kesimpulan dari hasil percobaan yang telah mereka lakukan. f. Mempresentasikan hasil Siswa melaporkan hasil percobaannya di depan kelas dengan di saksikan oleh teman – teman sekelas. g. Evaluasi Guru dan siswa mengevaluasi dari proses dan hasil dari awal hingga akhir dari pembelajaran berlangsung.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 2.1.1.3 Pemahaman Siswa Pemahaman adalah kemampuan seseorang untuk menangkap isi suatu materi atau bahan (Taksonomi Bloom). Menurut kamus besar bahasa Indonesia, pemahaman adalah proses, hal, cara dan hasil kerja, perbuatan memahami. Menurut Winkel (1996: 5), pemahaman yaitu sebagai reorganisasi dari pengalaman – pengalaman yang diperoleh, seperti orang yang memiliki suatu gagasan baru atau memecahkan suatu cara pemecahan atau penyelesaian. Arikunto (2010: 118) menyatakan bahwa pemahaman adalah bagaimana orang mempertahankan, membedakan, menduga, menerangkan, memperluas, menyimpulkan, menggeneralisasikan. Dari beberapa pernyataan di atas, penulis menyimpulkan bahwa pemahaman siswa adalah hasil kerja yang diperoleh siswa berdasarkan kemampuaannya sendiri dalam menerima makna suatu materi dengan memecahkan permasalahan. Untuk mengetahui pemahaman siswa, dapat dilihat dari hasil belajar siswa. 2.1.1.4 Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam Menurut Dr. I Made Alit Mariana dan Wandy Praginda (2009: 14) menyatakan bahwa ilmu pengetahuan menjadi dua bagian yaitu natural science (ilmu pengetahuan alam, IPA) dan social science (ilmu pengetahuan sosial, IPS). Ilmu pengerahuan alam, IPA atau sains (Inggris : science ), secara etimologi berasal dari bahasa latin, yaitu scientia yang berarti secara sederhana adalah pengetahuan (Fisher, 1975: 5 dalam I Made, 2009: 4).

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Dr. I Made Alit Mariana dan Wandy Praginda (2009: 18), merumuskan dari berbagai pandangan beberapa ahli dalam bidang sains dan memperhatikan hakikat sains, dirumuskanlah Sains adalah ilmu pengetahuan atau kumpulan konsep, prinsip, hukum dan teori yang dibentuk melalui proses kreatif yang sistematis melalu inkuari yang dilanjutkan dengan proses observasi (empiris) secara terus-menerus; merupakan suatu upaya manusia yang meliputi operasi mental, keterampilan dan strategi memanipulasi dan menghitung, yang dapat diuji kembali kebenaranya yang dilandasi dengan sikap keingintahuan (coriousity), keteguhan hati (courage), ketekunan (persistence) yang dilakukan oleh individu untuk menyingkap rahasia alam semesta. Menurut Dr. I Made Alit Mariana dan Wandy Praginda (2009: 20-23) ada tiga komponen utama dalam hakekat sains, yaitu antara lain : a. IPA sebagai Produk Sebagai produk, berarti ilmu pengetahuan alam dipandang dalam bentuk kumpulan konsep, prinsip, teori, dan hukum. Konsep adalah suatu ide atau gagasan yang digeneralisasikan dari pengalaman yang relevan, prinsip adalah generalisasi meliputi konsep – konsep yang bertautan atau adanya hubungan antara satu konsep dengan konsep lainnya, teori adalah generalisasi prinsip – prinsip yang berkaitan dan dapat digunakan untuk menjelaskan gejala – gejala alam dan pemikiran yang lebih umum dan telah terbukti kebenarnya melalui percobaan di sebut hukum. b. IPA sebagai Proses Sebagai proses, berarti IPA dipandang dari sudut pola berpikir atau metode berpikirnya. Proses sains merujuk pada pencarian sains

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 yang dilakukan oleh para ahli. IPA mempunyai metode yang dikena; dengan scientific method atau metode ilmiah, yang meliputi kegiatan seperti merumuskan masalah, penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis, merumuskan hipotesis, pengujian hipotesis dan penarikan kesimpulan. KarenaIPA atau sains sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik, ditandai oleh metode ilmiah. Biasanya ini IPA dipandang sebagai proses dan juga sebagai produk. Karena selama berproses, juga dapat mendapatkan produk dari proses yang dilakukan. c. IPA sebagai Sikap Sebagai sikap, berarti dalam berproses perlu memiliki sikap – sikap imliah, sikap – sikap tersebut antara lain : (1) obyektif terhadap fakta atau kenyataan, (2) tidak tergesa-gesa, (3) berhati terbuka, (4) bisa membedakan pendapat dan fakta, (5) tidak memihak pendapat tertentu, (6) tidak menyimpulkan atas prasangka, (7) tidak percaya takhayul, (8) tekun dan sabar, (9) bersedia menerima kritik dan saran, (10) bisa berkerja sama, dan (11) memiliki rasa ingin tahu yang lebih. 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan Penelitian yang dilakukan Wijayanti (2011) dengan judul meneliti pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis katagori afektif khusus pada mata pelajaran IPA. Sampel dan populasi adalah siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 2010/2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode inkuiri berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Dapat dilihat dari hasil analisis data oleh peneliti, bahwa besar Sig. (2-tailed) adalah 0,006 sehingga Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa selisih yang signifikan antara skor pretest ke skor posttest prestasi belajar kelompok eksperimen. Penelitian yang dilakukan Yulita Edita Sintawati (2012) yang meneliti kemampuan proses ilmiah dan prestasi belajar siswa tentang sifat-sifat cahaya melalui metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas V SDN Suryowijayan tahun ajaran 2011/2012. Peneliti ingin mengetahui peneingkatan kemampuan proses ilmiah dan prestasi belajar siswa, ini terbukti dari analisis peneliti. Hasil analisis setelah dilakukan tindakan kelas, kemampuan proses ilmiah meningkat dari 81,8% menjadi 90,67% dan prestasi belajar dari ulangan harian siswa sudah lebih dari KKM minimal dari 60 menjadi 72,08, kemudian meningkat menjadi 81,02. Pada peneletian ini yang membedakan adalah yang diteliti adalah keterampilan proses ilmiah yang meliputi hanya keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan. 2.3 Kerangka Berpikir Salah satu faktor yang mempengaruhi pemahaman siswa adalah metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satu metode yang baik dalam pembelajaran adalah metode ikuiri terbimbing, metode ini menggabungkan kegiatan isi dan proses secara bersamaan. Dengan metode inkuiri terbimbing akan memperbaiki dan meningkatkan keterampilan proses ilmiah yang dimiliki siswa. Semakin sering belajar dengan metode inkuri

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 terbimbing, maka prestasi yang akan dicapai juga meningkat. Oleh sebab itu, kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : Metode Inkuiri Terbimbing sebagai metode pembelajaran Pemahaman & Keterampilan Proses Ilmiah Siswa Gambar 2.1. Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. 2.4 Materi Kalor Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu Materi Suhu dan Kalor, dengan penjabaran submateri sebagai berikut. 2.4.1 Kalor 2.4.1.1 Pengertian Kalor Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat berpindah dari benda yang satu ke benda yang lain. Apabila terdapat dua benda memiliki suhu yang berbeda disentuhkan, yang terjadi adalah kesetimbangan termal (suhunya sama). Hal ini terjadi karena adanya perpindahan kalor dari benda yang suhunya tinggi ke benda yang suhunya rendah. Kalor berbeda dengan suhu, meskipun keduanya memiliki hubungan erat. Suhu adalah derajat panas atau dingin suatu benda, sedangkan kalor dapat dibedakan dengan jelas pada peristiwa perubahan wujud suatu zat. Pada peristiwa mencair, es menjadi air. Es yang bersuhu 0oC berubah menjadi air yang suhunya

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 00C. Jadi, tidak ada perubahan suhu pada es mencair, tetapi yang terjadi es memerlukan kalor untuk mengubah wujud menjadi air. Persamaan kalor secara matematis dapat ditulis sebagai berikut. = Keterangan: . .∆ (2-1) Q = banyaknya kalor yang dibutuhkan (joule atau kalori) m = massa zat (kg atau gram) c = kalor jenis (kal/g.oC atau J/kg.oC) ΔT = perubahan suhu (Kelvin atau oC) Satuan SI untuk kalor adalah joule (dilambangkan J). Satuan kalor yang lain adalah kalori. Contohnya, 1 kalori didefisinikan sebagai banyaknya kalor yang perlukan untuk menaikkan satu gram air tersebut sebesar satu derajat. 2.4.1.2 Kalor Jenis Kalor jenis dapat didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan suatu zat untuk menaikkan suhu 1 kg zat tersebut sebesar satu derajat. Berikut ini tabel kalor jenis beberapa zat pada suhu 20oC pada tekanan 1 atm : Tabel 1. Kalor jenis berbagai zat pada suhu 20oC tekanan 1 atm Kalor jenis Kalor jenis Zat Padat Zat Cair o (J/kg C) (J/kgoC) Kuningan 367 Alkohol 2.400 Almunium 900 Raksa 140 Tembaga 390 Air Besi/Baja 450 Es 2.100 Timah 130 Cair 4.186 Marmer 860 Uap 2.010

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Zat Padat Perak Kayu Seng Kalor jenis (J/kgoC) 230 1.700 388 Zat Cair Badan manusia protein 23 Kalor jenis (J/kgoC) 3.470 1.700 Sumber: Indrajit (2009) Persamaan (2-1) dapat menjadi persamaan kalor jenis secara matematis yang dapat ditulis sebagai berikut. = .∆ 2.4.1.3 Kapasitas Panas (Kalor) (2-2) Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu suatu benda sebesar satu derajat. Secara matematis, pernyataan tersebut dapat ditulis sebagai berikut. = ∆ (2-3) Pada persamaan (2-3), C adalah kapasitas kalor (kal/oC atau J/K). Terdapat perbedaan pengertian antara Kapasitas Kalor (C) dan Kalor Jenis (c), tetapi secara matematis kedua memiliki hubungan sebagai berikut. Dari persamaan (2-2) dan persamaan (2-3) diperoleh c= = . Keterangan: m = massa zat (kg) ; c = kalor jenis (J/kg.oC) (2-4)

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 2.4.1.4 Hukum Kekekalasan Energi untuk Kalor (asas Black) Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, tertapi energi dapat berubah bentuk dari suatu bentuk dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain. Misalnya energi listrik diubah menjadi energi panas pada alat seterika. Hukum kekekalan energi untuk kalor dapat diamati dengan menggunakan kalorimeter. Zat cair dimasukkan ke dalam kalori meter. Suhunya dapat diukut dengan menggunakan termometer dan dicatat. Selanjutnya, zat cair yang suhunya lebih rendah dimasukkan ke dalam kalorimeter dan diaduk hingga kedua zat cair tercampur dan merata. Selama pengadukkan berlangsung, terjadi perpindahan kalor. Zat cair bersuhu lebih tinggi melepaskan kalornya, sedangkan zat cair yang bersuhu lebih rendah menyerap kalor dari zat cair yang bersuhu lebih tinggi sehingga pada akhirnya mencapai suhu kesetimbangan yang disebut dengan kesetimbangan termal. Menurut Joseph Black, jumlah kalor yang dilepas (Qlepas) sama dengan jumlah kalor yang diterima (Qserap). Secara matematis, pernyataan tersebut ditulis sebagai berikut. ( ∆ ) = = ( (2-5) ∆ ) Selanjutnya, persamaan terebut dikenal dengan asas Black. 2.4.2 Perubahan Wujud Perubahan Wujud Zat Cair Apabila es dipanasi (diberi kalor) maka beberapa saat kemudian es berubah wujud menjadi air, dan selanjutnya air berubah wujud menjadi uap.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Demikian pula yang terjadi pada uap air, uap air berubah wujud menjadi air, dan selanjutnya akan berubah wujud menjadi es. deposisi menyublim Gas Cair Padat Gambar 1. Diagram Perubahan Wujud Zat Pada gambar 1 ditunjukkan diagram perubahan wujud zat. Seperti melebur adalah perubahan wujud dari padat menjadi cair; membeku adalah perubahan wujud dari cair menjadi padat; menguap adalah perubahan wujud dari cair menjadi gas; mengembun adalah perubahan wujud dari gas menjadi cair; menyublim adalah perubahan wujud dari padat langsung menjadi gas (tanpa melalui wujud cair); deposisi adalah kebalikan dari menyublim, yakni perubahan wujud dari gas menjadi padat tanpa melalui wujud cair. Jika diperhatikan dengan seksama, tanda panah yang secara vertikal yang ke atas menyatakan diperlukan kalor, sedangkan tanda panah vertikal ke arah bawah menyatakan melepaskan kalor. Jadi untuk berubah menjadi wujud zat lain diperlukan kalor yang cukup hingga berubah wujud. Zat tersebut berubah karena suhu zat tersebut berubah karena kalor. Untuk mengetahui pengaruh kalor terhadap suhu, siswa diminta untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lembar kerja siswa untuk menyelidiki 26 pengaruh suhu terhadap kalor, LKS terlampir pada lampiran. Dari percobaan siswa mengenai pengaruh kalor terhadap suhu tersebut, didapat grafik suhu terhadap kalor. Grafiknya akan seperti grafik berikut ini: suhu Waktu Gambar 2. Diagram/Grafik suhu-kalor untuk es yang dipanaskan sampai menjadi uap air Pada gambar 2 menunjukkan grafik suhu-kalor ketika sejumlah massa es yang suhu dibawah 0oC dipanaskan (diberi kalor). Suhu naik (dari a ke b) sampai titik lebur es 0oC dicapai. Antara a dan b berupa satu wujud yaitu wujud padat (es). Kemudian diberikan kalor terus ditambahkan (dari b ke c), suhunya tetap sampai semua es melebur menjadi air. Antara b dan c terdapat 2 wujud, yaitu wujud cair (air) dan wujud padat (es). Kemudian suhu air akan naik kembali (dari c ke d) sampai titik didik air 100oC dicapai. Antara c dan d hanya terdapat satu wujud yaitu wujud cair (air). Pada titik didih air (dari d ke e) suhu kembali tetap walau diberikan kalor terus menerus, sampai air mendidih menjadi uap air (wujud gas). Antara d dan e terdapat dua wujud yaitu wujud cair (air) dan wujud gas (uap air). Kemudian suhu uap air akan naik kembali jika kalor terus diberikan.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 2.5 Pengembangan Keterampilan Proses Ilmiah Melalui Metode Inkuiri Terbimbing Pengembangan keterampilan proses ilmiah melalui metode inkuiri terbimbing dilakasanakan dalam 3 kali pertemuan. Berikut ini secara garis besar langkah kegiatan melalui inkuiri terbimbing yaitu: 2.4.1 Pertemuan Pertama Kegiatan Belajar Pertama: 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran berupa konsep bahwa kalor jenis suatu zat dapat mempengaruhi kenaikkan suhu zat tersebut. Pada pertemuan ini, guru akan membahas tentang pengaruh kalor jenis terhadap kenaikkan suhu. Hal ini dilakukan untuk kegiatan belajar siswa lebih mengarah pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 2. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa untuk menarik rasa keingintahuan terhadap pembelajaran hari ini. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab dan membuat hipotesis mereka sendiri. 3. Guru memberikan lembar kerja siswa yang berisi seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa pada pertemuan ini. Guru membantu siswa dalam memahami isi lembar kerja siswa tersebut, supaya tidak ada miskomunikasi. Selain itu, juga dapat lebih mengarahkan siswa dalam melakukan percobaan. 4. Guru memberikan penegasan kepada siswa mengenai langkah – langkah kegiatan belajar yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dengan percobaan pertama ini. 5. Siswa melakukan percobaan dan berdisuisi dalam kelompok masing – masing untuk membuktikan bahwa kalor jenis berpengaruh terhadap kenaikkan suhu

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 suatu zat. Setelah itu, siswa mengerjakan lembar kerja siswa yang telah disediakan kemudian menarik kesimpulan hasil percobaan. 6. Siswa dibimbing guru dalam menarik kesimpulan hasil percobaan yang telah dilakukan. 7. Siswa membuat laporan hasil percobaan sepengetahuan yang mereka miliki. 2.4.2 Pertemuan Kedua 1. Guru mengevaluasi laporan hasil percobaan yang mereka telah buat. Tujuannya, untuk memperbaiki yang masih kurang dalam pembuatan laporan hasil percobaan. Sehingga hasil laporan yang dibuat akan menjadi baik dan lebih baik. 2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran berupa konsep kesetimbangan termal. Pada pertemuan ini, guru akan membahas tentang kesetimbangan termal dalam kehidupan sehari – hari. Hal ini dilakukan untuk kegiatan belajar siswa lebih mengarah pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 3. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa untuk menarik rasa keingintahuan terhadap pembelajaran hari ini. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab dan membuat hipotesis mereka sendiri. 4. Guru memberikan lembar kerja siswa yang berisi seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa pada pertemuan ini. Guru membantu siswa dalam memahami isi lembar kerja siswa tersebut, supaya tidak ada miskomunikasi. Selain itu, juga dapat lebih mengarahkan siswa dalam melakukan percobaan.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 5. Guru memberikan penegasan kepada siswa mengenai langkah – langkah kegiatan belajar yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dengan percobaan kedua ini. 6. Siswa melakukan percobaan dan berdisuisi dalam kelompok masing – masing untuk membuktikan bahwa kalor jenis berpengaruh terhadap kenaikkan suhu suatu zat. Setelah itu, siswa mengerjakan lember kerja siswa yang telah disediakan kemudian menarik kesimpulan hasil percobaan. 7. Siswa dibimbing guru dalam menarik kesimpulan hasil percobaan yang telah dilakukan. Kesimpulan hasil percobaan adalah pengertian kesetimbangan termal yaitu kalor yang diberikan samadengan kalor yang diterima. 8. Siswa membuat laporan hasil percobaan sepengetahuan yang mereka miliki. 2.4.3 Pertemuan Ketiga 1 Guru mengevaluasi laporan hasil percobaan yang mereka telah buat. Tujuannya, untuk memperbaiki yang masih kurang dalam pembuatan laporan hasil percobaan. Sehingga hasil laporan yang dibuat akan menjadi baik dan lebih baik. 2 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran berupa konsep bahwa kalor yang dibutuhkan untuk melebur dan menguap tidak mengalami kenaikkan suhu. Pada pertemuan ini, guru akan membahas tentang pengaruh kalor terhadap zat melebur dan menguap. Hal ini dilakukan untuk kegiatan belajar siswa lebih mengarah pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 30 Guru memberikan pertanyaan kepada siswa untuk menarik rasa keingintahuan terhadap pembelajaran hari ini. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab dan membuat hipotesis mereka sendiri. 4 Guru memberikan lembar kerja siswa yang berisi seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa pada pertemuan ini. Guru membantu siswa dalam memahami isi lembar kerja siswa tersebut, supaya tidak ada miskomunikasi. Selain itu, juga dapat lebih mengarahkan siswa dalam melakukan percobaan. 5 Guru memberikan penegasan kepada siswa mengenai langkah – langkah kegiatan belajar yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dengan percobaan ketiga ini. 6 Siswa melakukan percobaan dan berdisuisi dalam kelompok masing – masing untuk membuktikan bahwa kalor jenis berpengaruh terhadap kenaikkan suhu suatu zat. Setelah itu, siswa mengerjakan lember kerja siswa yang telah disediakan kemudian menarik kesimpulan hasil percobaan. 7 Siswa dibimbing guru dalam menarik kesimpulan hasil percobaan yang telah dilakukan. Kesimpulan hasil percobaan adalah membuktikan bahwa kalor yang dibutuhkan untuk melebur dan menguap tidak mengalami kenaikkan suhu. 8 Siswa membuat laporan hasil percobaan sepengetahuan yang mereka miliki.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bagian metodologi penelitian menjelaskan tentang jenis penelitian, setting penelitian, variabel penelitian, instrumen penelitian, analisis data, dan jadwal penelitian. Penjelasan tersebut sebagai berikut. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah Penelitian PreExperimental Design tipe The One Group Pretest Posttest Design (Emzir, 2010: 96). Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental karena penelitian ini ada perlakuan pada pastisipan dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing. Penelitian ini menggunakan tipe the one group pretest posttest karena memperlihatkan perubahan atau hasil dari pengalaman partisipan dengan kata lain menyatakan hasil dari perlakuan terhadap variabel terkait (Emzir, 2010: 96) O1 X O2 . Keterangan : X = Perlakuan (treatment) O1 = hasil observasi dengan pretest pada kelompok eksperimen O2 = hasil observasi dengan posttest pada kelompok eksperimen 31

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 3.2 Setting Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanankan di Laboratorium Fisika SMA Negeri 1 Sewon, Bantul, Yogyakarta. 3.2.2 Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 30 April 2014 sampai dengan 28 Mei 2014, di SMA Negeri 1 Sewon, Bantul, Yogyakarta. 3.2.3 Populasi Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Sewon tahun ajaran 2013/2014. 3.2.4 Sampel Penelitian Menurut Sugiyono (2010: 118) Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dari penelelitian ini adalah siswa – siswi kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen. Guru mata pelajaran ini mengajar kelas mata pelajaran fisika kelas X. Guru Fisika inilah yang akan memberikan pembelajaran bagi kelompok ekperimen. Hal ini dilaksanakan agar mengurangi faktor bias dalam penelitian ini. 3.2.5 Treatment Treatment merupakan perlakuan seorang peneliti kepada subyek yang akan diteliti supaya memperoleh data yang diharapkan (Suparno, 2010: 51). Treatment yang digunakan peneliti yaitu menggunakan metode inkuiri terbimbing pada materi pokok kalor. Inkuri terbimbing yang digunakan yaitu: 1. Inkuri 1: pengaruh kalor terhadap suhu

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 2. Inkuri 2: kesetimbagan termal 3. Inkuri 3:pengaruh kalor terhadap zat yang melebur dan menguap Pembelajaran dengan metode inkuri terbimbing dapat dilihat pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang terlampir pada lampiran 6. 3.3 Variabel Penelitian Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel. Menurut I Made Ali (2010: 133) variabel merupakan pengelompokkan yang logis dari dua atau lebih artibut. Jenis variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 3.3.1 Variabel Dependen Variabel dependen atau yang disebut juga variabel terikat. Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh adanya variebel independen (Sugiyono, 2010). Pada penelitian ini yang menjadi variabel terikatnya adalah pemahaman siswa dan keterampilan proses ilmiah siswa. 3.3.2 Variabel Independen Variabel independen atau disebut juga variabel bebas. Variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2010). Pada penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah metode inkuiri terbimbing.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Variabel Independen Metode Inkuiri Terbimbing 34 Variabel Dependen Keterampilan Proses Ilmiah Pemahaman Siswa 3.4 Instrumen Penelitian 3.4.1 Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran pada penelitian ini terdapat beberapa instrumen pembelajaran yaitu Silabus Pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa (LKS). 3.4.1.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP) Sebagai garis besar kegiatan belajar mengajar, rencana pelaksanaan pembelajaran akan digunakan selama penelitian ini. Ada beberapa bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran anatara lain; (1) Identitas yang meliputi: Satuan Pendidikan, Mata Pelajaran, Kelas/Semester, Materi Pokok,(2) Standar Kompetensi, (3) Kompetensi Dasar dan Indikator, (4) Tujuan Pembelajaran, (5) Metode Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran. Rencana Pelaksanaaan terlampir. 3.4.1.2 Lembar Kerja Siswa Lembar Kerja Siswa (LKS) akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar menggunakan metode inkuiri terbimbing. Menggunakan LKS supaya inkuiri secara terbimbing mucul dalam pembelajaran. LKS yang dimaksud, terlampir.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 3.4.2 Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, anatara lain : (1) Pretest dan Posttest, dan (2) Penilaian Keterampilan Proses Ilmiah 3.4.2.1 Pretest dan Posttest Instrumen ini, digunakan untuk mengukur pemahaman siswa. Tes yang digunakan adalah siswa mengerjakan soal evaluasi untuk mengetahui apakah terjadi pengaruh dalam pembelajaran. Pretest diberikan sebelum pembelajaran menggunakan metode inkuiri terbimbing, yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai kalor dan perubahan wujud zat. Soal pretest terdapat 8 buah soal yang mencakup aspek kognitif yang dimiliki siswa. Dalam perancangan soal pretest dan posttest diperlukan kisi – kisi. Kisi – kisi ini berdasarkan pada kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai oleh siswa. Berikut adalah kisi – kisi soal pretest dan posttest.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Tabel 2. Kisi – kisi Soal Pretest dan Posttest Kompetensi Dasar Indikator 1. Menganalisis pengaruh kalor terhadap suhu benda Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat Menerapkan asas Black dalam pemecahan masalah Butir Soal 1. Apa yang maksud dengan Kapasitas Kalor dan Kalor Jenis Zat? Berikan satuannya! (Skor: 5) 2. Seorang peneliti memanaskan dua jenis zat dengan gelas ukur. Gelas A berisi air dan gelas B berisi minyak goreng. Kedua zat tersebut memiliki massa yang sama. Kemudian kedua zat tersebut dipanaskan, setelah 5 menit keduanya diukur suhu akhirnya. Menurutmu, apakah kenaikkan suhunya dan suhu akhirnya sama? Jika tidak, mengapa? (Skor:10) 3. Diketahui kalor jenis kayu sebesar 1700 J/kg.K, apa artinya? (Skor :10) 4. Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu dari 20oC sampai 100oC yang massa 1000 gram adalah 336000 Joule, berapa kalor jenis zat tersebut ? (Skor:5) 2. Menganalisis 6. Sebutkan dan Jelaskan pengaruh kalor perubahan wujud zat dalam terhadap wujud benda bentuk diagram dan berikan contohnya! (Skor:10) 7. Berapa banyaknya kalor yang perlukan untuk mengubah es (5oC) yang massanya 400 gram menjadi air (20oC), jika kalor jenis es 0,5 kal/g oC dan kalor jenis air 1 kal/g oC dan kalor lebur es 80 kal/goC?(Skor:5) 3. Menganalisis 5. Kalor yang diperlukan untuk perbedaan kalor yang menaikkan suhu dari 20oC diserap dan kalor sampai 100oC yang massa 1000 yang dilepas gram adalah 336000 Joule, berapa kalor jenis zat tersebut ?

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kompetensi Dasar Indikator 37 Butir Soal 4. Menerapkan asas 8. Kalor yang dibutuhkan untuk Black dalam peristiwa menaikan suhu 20oC menjadi pertukaran kalor 75oC pada 400 gram air adalah 92400 Joule. Berapa kalor yang dilepaskan untuk menurukan suhu dari 75oC menjadi 20oC pada 400 gram air? Berikan keterangan! Jika kalor jenis air 4200 J/kg.K. (Skor:10) Berdasarkan kisi – kisi tersebut, dapat dibuat menjadi soal pretest dan posttest. Posttest akan diberikan setelah pembelajaran menggunakan metode inkuiri terbimbing. Soal tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai konsep materi kalor setelah mengikuti pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing. Jumlah dan pertanyaan soal pretest sama dengan posttest. Soal pretest dan posttest terlampir pada lampiran. 3.4.2.2 Penilaian Keterampilan Melaporkan, Mengolah data, dan Menyimpulkan Instrumen ini untuk menilai keterampilan siswa dalam melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan. Instrumen ini berupa lembar pengamatan atas keterampilan melaporkan, keterampilan mengolah data dan keterampilan menyimpulkan. Oleh karena itu, pengamatan pada variabel tersebut adalah teknik utama dalam pengumpulan data pada instrumen ini.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 3.5 Pembatasan Penelitian 3.5.1 Penelitian ini peneliti tidak menggunakan kelas pembanding (kelas kontrol) dengan populasi yang berbeda. 3.5.2 Peneliti juga tidak meneliti apakah ada perbedaan antara kelas yang diajar dengan metode inkuiri terbimbing dengan kelas yang tidak diajar dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing. 3.6 Analisis Data 3.6.1 Analisis pemahaman awal dan akhir dengan pretest dan posttest Soal pretest dan posttest terdiri dari 8 soal dengan tingkat kesulitan soal yang berbeda. Skor maksimal untuk masing benar berdasarkan dengan tingkat kesulitan soal. Kriteria pemberian skor ditetapkan seperti tabel 2 berikut. Tabel 3. Kriteria skor tiap butir soal Indikator 1. Menganalisis pengaruh kalor terhadap suhu benda Skor Skor Skor Maksimal Minimum Total 4 30 0 30 2 15 0 15 1 5 0 5 1 10 0 10 8 - - 60 Jumlah Soal 2. Menganalisis pengaruh kalor terhadap wujud benda 3. Menganalisis perbedaan kalor yang diserap dan kalor yang dilepas 4. Menerapkan asas Black dalam peristiwa pertukaran kalor Total

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pengskoran untuk masing – masing kriteria diuraikan di bawah ini : a. Indikator pertama ( soal no. 1,2,3 dan 4) 1. Siswa memberi jawaban benar: skor 30 2. Siswa memberikan mendekati benar atau hampir benar; Skor 24 3. Siswa memberi jawaban salah: skor 8 4. Siswa tidak memberi jawaban sama sekali: skor 0 b. Indikator kedua( soal n. 6 dan 7) 1. Siswa memberi jawaban secara benar semua: skor 15 2. Siswa memberi jawaban setengah lebih benar: skor antara 17 3. Siswa memberi jawaban setengah benar: skor 10 4. Siswa memberi jawaban kurang dari setengah benar: skor antara 5 5. Siswa tidak menjawab tidak benar semua: skor 0 c. Indikator ketiga ( soal no 5) 1. Siswa memberi jawaban benar: skor 5 2. Siswa memberikan mendekati benar atau hampir benar; Skor 3 3. Siswa memberi jawaban salah: skor 1 4. Siswa tidak memberi jawaban sama sekali: skor 0 d. Indikator keempat ( soal no 8) 1. Siswa memberi jawaban secara benar semua: skor 10 2. Siswa memberi jawaban setengah lebih benar: skor antara 8 3. Siswa memberi jawaban setengah benar: skor 5 4. Siswa memberi jawaban kurang dari setengah benar: skor antara 3 5. Siswa tidak menjawab tidak benar semua: skor 0 39

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.6.2 Analisis keterampilan melaporkan, mengolah data 40 dan menyimpulkan. Penilaian keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan di uraikan dengan rubrik penilaian keterampilan proses ilmiah. Dalam keterampilan melaporkan, ada beberapa aspek yang dinilai seperti penyebutan alat yang digunakan, langkah-langkah percobaan, dan pencatatan data. Aspek tersebut membantu melihat keterampilan siswa dalam melaporkan hasil percobaan. Kemudian dalam keterampilan mengolah data, ada dua aspek yaitu aspek yang dinilai adalah analisis data dan pembahasan. Sedangkan keterampilan menyimpulkan dinilai dari rumusan kesimpulan hasil percobaan. Berikut tabel rubrik penilaian keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan. Tabel 4. Rubrik Penilaian Keterampilan Melaporkan, Mengolah Data dan Menyimpulkan No 1 2 3 4 5 Keterampilan Melaporkan, Mengolah Data, dan Menyimpulkan Kelompok Pencatatan Alat Langkah Percobaan Pencatatan Data Analisis Data Pembahasan Rumusan Kesimpulan Total Skor 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 A B C D E Keterangan : Penilaian Keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan dan Skor Penilaian setiap aspek a. Kriteria pencatatan alat yaitu (1) alat dan bahan sesuai dengan yang digunakan, (2) menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, (3) mencatat dengan nama yang benar, dan (4) rapi.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 1) Bila memenuhi empat kriteria mendapatkan skor 5. 2) Bila memenuhi tiga kriteria mendapatkan skor 4. 3) Bila memenuhi dua kriteria mendapatkan skor 3. 4) Bila memenuhi satu kriteria mendapatkan skor 2. 5) Bila tidak memenuhi empat kriteria mendapatkan skor 1. b. Kriteria penulisan langkah – langkah percobaan yaitu (1) menuliskan langkah percobaan sesuai yang dilakukan dalam percobaan, (2) menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, (3) menggunakan kalimat aktif, (4) lengkap, dan (5) rapi. 1) Bila memenuhi lima kriteria mendapatkan skor 5. 2) Bila memenuhi empat kriteria mendapatkan skor 4. 3) Bila memenuhi tiga kriteria mendapatkan skor 3. 4) Bila memenuhi dua kriteria mendapatkan skor 2. 5) Bila memenuhi satu kriteria mendapatkan skor 1. c. Kriteria Pencatatan Data yaitu (1) tepat, (2) lengkap, (3) terdapat satuan, dan (4) rapi. 1) Bila memenuhi empat kriteria mendapatkan skor 5. 2) Bila memenuhi tiga kriteria mendapatkan skor 4. 3) Bila memenuhi dua kriteria mendapatkan skor 3. 4) Bila memenuhi satu kriteria mendapatkan skor 2. 5) Bila tidak memenuhi empat kriteria mendapatkan skor 1. d. Kriteria Analisis Data yaitu (1) rumus yang digunakan benar, (2) perhitungan benar, (3) penggunaan angka penting, konsisten (4) rapi.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 1) Bila memenuhi empat kriteria mendapatkan skor 5. 2) Bila memenuhi tiga kriteria mendapatkan skor 4. 3) Bila memenuhi dua kriteria mendapatkan skor 3. 4) Bila memenuhi satu kriteria mendapatkan skor 2. 5) Bila tidak memenuhi empat kriteria mendapatkan skor 1. e. Kriteria dalam Pembahasan yaitu (1) menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, (2) logis, (3) didukung oleh teori yang relevan, dan (4) didukung analisis data. 1) Bila memenuhi empat kriteria mendapatkan skor 5. 2) Bila memenuhi tiga kriteria mendapatkan skor 4. 3) Bila memenuhi dua kriteria mendapatkan skor 3. 4) Bila memenuhi satu kriteria mendapatkan skor 2. 5) Bila tidak memenuhi empat kriteria mendapatkan skor 1. f. Kriteria Rumusan Kesimpulan yaitu (1) sesuai dengan tujuan, (2) sesuai dengan pembahasan, (3) menjawab pertanyaan, dan (4) logis. 1) Bila memenuhi empat kriteria mendapatkan skor 5. 2) Bila memenuhi tiga kriteria mendapatkan skor 4. 3) Bila memenuhi dua kriteria mendapatkan skor 3. 4) Bila memenuhi satu kriteria mendapatkan skor 2. 5) Bila tidak memenuhi empat kriteria mendapatkan skor 1.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Note: penilaian diperoleh dari hasil laporan percobaan Total skor yang diperoleh tiap kelompok adalah penjumlahan skor keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan Skor keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan didapat : a. Skor maksimal yang dicapai siswa Skor maksimal = jumlah skor tiap kriteria x skor maksimal = 6x5 = 30 b. Skor minimal yang dicapai siswa Skor minimal = jumlah skor tiap kriteria x skor maksimal = 6x1 = 6 Presentase akhir dari penilaian keterampilan proses ilmiah yaitu : Presentase keterampilan proses ilmiah = 100% 3.6.3 Teknik Analisis Data Teknik analisis data menggunakan aplikasi komputer SPSS 16.0 for windows. Teknik analisis dilakukan dengan cara sebahai berikut: 3.6.3.1 Uji Perbedaan Nilai Pretest ke Posttest Uji perbedaan nilai pretest ke posttest dilakukan untuk membuktikan adanya kenaikan nilai yang signifikan yang terjadi dalam kelas eksperimen ini. Ada pun kriteria yang digunakan dalam menguji perbedaan ini yaitu sebagai berikut:

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Jika harga Sig. (2-tailed) 44 > 0.05 , maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest yang artinya tes tersebut tidak mengalami kenaikan nilai yang signifikan yang terjadi antara pretest dan posttest. 2. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0.05 , maka terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest yang artinya tes tersebut mengalami kenaikan atau terjadi perbedaan nilai yang signifikan yang terjadi antara pretest dan posttest.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.6.3.2 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri Terbimbing 45 Terhadap Pemahaman Siswa Pengujian besar pengaruh ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan metode inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar siswa. Pengaruh dihitung dengan mengunakan rumus sebagai berikut (Fied , 2009:57): = + Keterangan: r = besar pengaruh (effect size) t = harga uji t df = harga derajat kebebasan Kriteria yang digunakan, yaitu r = 0,10 memiliki pengaruh yang kecil, r = 0,30 memiliki pengaruh sedang, dan r = 0,50 memiliki pengaruh besar. Kriteria diperoleh apabila nilai r berada lebih dari nilai r kriteria. Untuk mengetahui persentase pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan, digunakan koefisien determinasi yang diperoleh dengan mengkuadratkan nilai kemudian dikalikan dengan 100% (Field,2009:179). r yang

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bagian hasil penelitian dan pembahasan, peneliti akan memaparkan hasil penelitian dan merangkum hasil penelitian serta pembahasan dari proses dan hasil penelitian. 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini sudah terjadwal, oleh karena itu berikut ini adalah jadwal dan proses pengambilan data yang dilaksanakan di kelas X IPA 1. Tabel seperti berikut ini: No. 1. Tabel 5. Kegiatan Pelaksanaan Penelitian Hari/Tanggal Waktu Kegiatan Rabu, 30April 2014 13.15 - 14.00 Perkenalan dan memberikan soal pretest kepada siswa 2. Rabu, 7 Mei 2014 11.15 - 14.00  Mendampingi siswa melakukan percobaan untuk LKS pertama  Diskusi  Peneliti menerima hasil laporan hasil percobaan 3. Rabu, 14 Mei 2014 11.15 - 14.00  Mendampingi siswa melakukan percobaan untuk LKS kedua  Diskusi 4. Rabu, 21 Mei 2014 11.15 - 14.00  Peneliti menerima hasil laporan percobaan kedua  Mendampingi siswa melakukan percobaan untuk LKS ketiga 46

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. Hari/Tanggal Waktu 47 Kegiatan  Diskusi 5. Rabu, 28 Mei 2014 11.15 - 12.00  Peneliti menerima hasil laporan percobaan ketiga  Memberikan soal posttest kepada siswa 4.1.2.1 Penelitiaan Hari Rabu, 30 April 2014 Kegiatan pertama merupakan pengambilan data pemahaman awal siswa. Data pemahaman awal siswa diperolah dari hasil pretest. Peneliti membagikan soal pretest kepada seluruh siswa. Dalam mengerjakan soal pretest tersebut, Siswa mengalami kesulitan dan banyak siswa yang mengeluh dan protes karena belum memahami materi seluruhnya. Tetapi guru menjelaskan bahwa soal ini hanya ingin memberitahu pemahaman awal yang dimiliki seluruh siswa disini. Akhirnya, tidak sampai 30 menit berlalu satu persatu siswa menggumpulkan kertas jawaban yang mereka kerjakan. Berikut ini hasil tes pemahaman awal siswa terhadap materi kalor: Tabel 6. Nilai Pretes Siswa Siswa Nilai Pretest Absn. No. Tingkat Pemahaman 1 8.3 Tidak paham 2 21.6 Tidak paham 3 21.6 Tidak paham 4 11.6 Tidak paham 5 8.3 Tidak paham 6 8.3 Tidak paham 7 6.6 Tidak paham

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siswa Nilai Pretest Tingkat Pemahaman 8 31.6 Tidak paham 9 8.3 Tidak paham 10 8.3 Tidak paham 11 23.3 Tidak paham 12 11.6 Tidak paham 13 10.0 Tidak paham 14 8.3 Tidak paham 15 13.3 Tidak paham 16 15.0 Tidak paham 17 8.3 Tidak paham 18 15.0 Tidak paham 19 6.6 Tidak paham 20 33.3 Tidak paham 21 8.3 Tidak paham 22 6.6 Tidak paham 23 16.6 Tidak paham 24 8.3 Tidak paham 25 11.6 Tidak paham 26 8.3 Tidak paham 27 16.6 Tidak paham 28 11.6 Tidak paham 29 8.3 Tidak paham Absn. No. 48 Jumlah siswa yang mengikuti pretes sebanyak 29 siswa. Terdapat siswa tidak masuk sekolah pada hari itu sebanyak satu siswa dikarenakan sakit. Setiap siswa mengerjakan 8 butir soal pretest dengan memiliki skor maksimal 60. Nilai akhir yang peroleh dihitung berdasarkan jumlah skor yang diperoleh dibagi

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 dengan skor maksimal. Nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 6,6 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 33,3. Nilai rata – rata kelas adalah 12,945. Nilai rata – rata kelas < 45, sehingga tingkat pemahaman siswa termasuk dalam tidak paham. Ini dapat dikualifikasikan dengan interval nilai seperti tabel berikut ini: Tabel 7. Kualifikasi pemahaman siswa sebelum pembelajaran Interval Nilai Kualifikasi Frekuensi 80-100 Sangat paham 0 65-79 Paham 0 55-64 Cukup paham 0 45-54 Kurang paham 0 < 45 Tidak paham 29 Persentase(%) 0 0 0 0 100 Untuk lebih jelas ditunjukan dalam bentuk grafik berikut ini: Diagram 1. Kualifikasi pemahaman siswa sebelum pembelajaran 35 30 29 Jumlah Siswa 25 20 15 10 5 0 0 Sangat paham Paham 0 0 0 Cukup paham Kurang paham Tidak paham Kualifikasi Dari 29 siswa yang mengikuti pretest, seluruh siswa tingkat pemahaman siswa adalah tidak paham dengan persentase 100%. Pemahaman siswa

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 dikualifikasikan tidak paham, dikarena siswa belum belajar sebelumnya, dan pemahaman tentang kalor belum dimiliki oleh siswa. Untuk meningkatkan pemahaman siswa, maka akan dilakukan pembelajaran tentang kalor melalui metode inkuiri terbimbing, setelah proses pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing selesai maka akan mengambil data pemahaman siswa setelah pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing. Pada kegiatan berikutnya merupakan pengembangan pemahaman siswa dan keterampilan proses ilmiah melalui metode inkuiri terbimbing. 4.1.2.2 Pelaksanaan Penelitiaan Hari Rabu, 7 Mei 2014 Hari ini adalah pertemuan kedua dalam pengambilan data. Data yang diperoleh yaitu keterampilan proses ilmiah siswa. Pada akhir pelajaran, siswa membuat laporan hasil percobaan yang dilakukan dan dinilai keterampilan melaporkan, menganalisis, dan menyimpulkan. Pembelajaran dilaksanakan di laboratorium fisika SMA N 1 Sewon. Dengan menerapkan metode inkuiri terbimbing, pertemuan kedua ini siswa mendengrkan penjelasan guru mengenai materi. Guru membagi kelas dalam 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 siswa. Siswa melakukan proses ilmiah dengan bimbingan guru. Siswa melakukan proses ilmiah seperti mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan. Metode inkuiri terbimbing diharapkan meningkatkan keterampilan proses ilmiah dan pemahaman siswa, dimana siswa dapat memahami pengaruh kalor jenis terhadap kenaikkan suatu zat. Pada saat proses melakukan proses ilmiah dilakasanakan, siswa dalam kelompok mengisi lembar kerja siswa. Saat mengisi lembar kerja siswa, siswa dapat

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 menganalisis data yang dimiliki dan menarik kesimpulan sendiri dengan bimbingan peneliti dan guru. Untuk mengetahui keterampilan proses ilmiah siswa, siswa diminta membuat laporan hasil percobaan. dari laporan tersebut dinilai, dan kemudian nilai tersebut sebagai nilai keterampilan proses ilmiah siswa. Berikut ini adalah nilai keterampilan proses ilmiah: Tabel 8. Keterampilan Proses Hasil Pembelajaran Pertama No. Persentase Kelompok Distribusi Skor dari skor maksimum 1 A 13 43,3% 2 B 14 46,6% 3 C 14 46,6% 4 D 14 46,6% 5 E 13 43,3% 6 F 13 43,3% Rata – rata 44,95% Terdapat enam kelompok yang melakukan percobaan, tiga kelompok mendapatkan skor 13 dengan persentase 43,3% dan tiga kelompok lainnya mendapatkan skor 14 dengan persentase 46,6%. Persentase rata –rata keterampilan proses hasil pembelajaran pertama diperoleh 44,95%. Apabila dikualifikasikan, maka keterampilan proses ilmiah siswa yaitu kurang baik. Seperti diperlihatkan pada tabel berikut ini: Tabel 9. Kualifikasi persentase keterampilan proses Interval Persentase (%) Kualifikasi 81-100 Sangat baik 67-80 Baik 56-66 Cukup baik 44-55 Kurang baik < 44 Buruk

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Kelompok mendapat kualifikasi kurang baik karena siswa membuat laporan hasil percobaan dengan kurang baik. Diantara kelompok tidak melaporkan percobaan mereka, alat dan bahan yang digunakan, dan langkah – langkah percobaan. Kelompok hanya mencatat data kemudian menganalisis dan menyimpulkan saja. Kelompok juga belum mendapat skor yang maksimal karena dalam mencatat data belum rapi dan beberapa kelompok tidak terdapat satuannya. Kemudian dalam menganalisis data belum rapi, dan mayoritas tidak konsisten menggunakan angka penting. Berikutnya pembahasan tidak didukung dari analisis data dan teori yang relevan, kelompok hanya membahas dengan kalimat yang tidak logis, tetapi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini disebebkan siswa tidak tahu bagaimana membuat pembahasan. Selanjutnya, dalam menarik kesimpulan masih kebingunan, tetapi siswa hampir baik dalam menarik kesimpulan. Kelompok hanya menarik kesimpulkan berdasarkan tujuan dan menjawab pertanyaan. Masih banyak kekurangan pada keterampilan proses ilmiah yang dimiliki siswa hari ini, dan masih harus dikembangkan keterampilan mereka tersebut. Oleh sebab itu, metode inkuiri terbimbing pada pertemuan selanjutnya dapat membantu mengembankan keterampilan proses ilmiah siswa dengan bimbingan guru. 4.1.2.3 Pelaksanaan Penelitiaan Hari Rabu, 14 Mei 2014 Pertemuan ketiga dilaboratorium, evaluasi hasil keterampilan proses ilmiah siswa dilaksanakan pada pertemuan ini. Pertemuan ketiga ini masih bekerja dalam kelompok seperti pertemuan sebelumnya. Hari ini materi yang akan

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 diberikan adalah mengenai kesetimbangan termal. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai materi tersebut, dan mendengarkan evaluasi mengenai laporan yang mereka buat pada pertemuan sebelumnya. Guru memberikan beberapa informasi mengenai laporan hasil percobaan yang baik, sehingga siswa dapat membuat laporan dengan lebih baik. Setelah itu, mulailah siswa bekerja dalam kelompok yang telah dibuat dan melakukan kegiatan sesuai lembar kerja siswa yang diberikan oleh guru. Kelompok yang memperoleh data diperkenankan menjawab pertanyaan – pertanyaan yang terdapat pada lembar kerja mereka. Setelah semua menyelesaikan percobaan dan memperoleh data, guru dan siswa menyimpulkan hasil percobaan pada pembelajaran. Guru mempersilahkan kelompok menganalisis data yang telah diperoleh dengan bimbingan guru. Setelah itu, guru meminta membuat laporan hasil percobaan yang telah mereka lakukan hari ini. Keterampilan proses ilmiah siswa hari ini dinilai dari laporan hasil percobaan siswa. Berikut ini nilai keterampilan proses ilmiah pada pembelajaran kedua: Tabel 10. Keterampilan Proses Hasil Pembelajaran Kedua No. Persentase Skor Kelompok Distribusi Skor dari skor maksimum 1 A 25 83,3% 2 B 28 93,3% 3 C 26 86,6% 4 D 27 90,0% 5 E 28 93,3% 6 F 24 80,0% Rata – rata 87,75%

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Terdapat enam kelompok yang melakukan percobaan, dua 54 kelompok mendapatkan skor 28 dengan persentase 93,3% dan empat kelompok lainnya mendapatkan skor 27,26,25,24 dengan persentase 90%, 86,6%, 83,3%, 80,%. Persentase rata –rata keterampilan proses hasil pembelajaran pertama diperoleh 87,75%. Apabila dikualifikasikan berdasarkan tabel. 9, maka keterampilan proses ilmiah siswa yaitu sangat baik. Kelompok sudah memperbaiki laporannya untuk pembelajaran kedua ini. Pada laporan setiap kelompok sudah melaporkan alat dan bahan sesuai yang digunakan, dan melaporkan langkah – langkah percobaan sesuai dengan yang dilakukan. Tiga kelompok yang masih kurang dalam mencatat peralatan, mereka ada yang menuliskan sesuai yang tersedia dan ada juga yang salah menamai alat yang ada. Dua kelompok baik dalam mencatat alat dan bahan percobaan yang dilakukan. Tetapi, dalam hal melaporakan langkah percobaan siswa tidak dapat melaporkan dengan baik. Siswa hanya melaporkan dengan kalimat pasif, padahal seharusnya menggunakan kalimat aktif. Dalam pencatatan data, analisis data dan pembahasan serta kesimpulan kelompok sudah baik dalam menganalisis dan menyimpulkan, tetapi masih beberapa kekurangan seperti ada saja yang tidak rapi, dan tidak terdapat satuan, dan juga tidak logis dan menarik kesimpulan. Meskipun demikian, keterampilan proses ilmiah siswa mengalami peningkatan. Peningkatan pada keterampilan proses ilmiah siswa dari pembelajaran pertama ke pembelajaran kedua ini dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing. Untuk lebih jelas peningkatan keterampilan proses ilmiah siswa,

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 berikut ini peningkatan keterampilan proses ilmiah siswa pada pembelajaran kedua: Tabel 11. Peningkatan Keterampilan Proses Hasil Pembelajaran Kedua Persentase Persentase Distribusi Skor Distribusi Skor No. Kelompok Keterampilan Skor dari skor Skor dari skor Keterampilan maksimum I maksimum II Proses II Proses I 1 A 13 25 43,3% 83,3% 2 B 14 28 46,6% 93,3% 3 C 14 26 46,6% 86,6% 4 D 14 27 46,6% 90,0% 5 E 13 28 43,3% 93,3% 6 F 13 24 43,3% 80,0% Rata – rata 44,95% 87,75% Persentase pembelajaran I keterampilan proses ilmiah siswa adalah 44,95% sedangkan pada akhir pembelajaran II keterampilan proses ilmiah siswa adalah 87,75%. 4.1.2.4 Pelaksanaan Penelitiaan Hari Rabu, 21 Mei 2014 Pertemuan keempat merupakan terakhir bagi siswa melakukan percobaan. Pertemuan keempat dilaboratorium, evaluasi hasil keterampilan proses ilmiah siswa dilaksanakan pada pertemuan ini. Pertemuan keempat ini masih bekerja dalam kelompok seperti pertemuan sebelumnya. Hari ini materi yang akan diberikan adalah mengenai pengaruh kalor terhadap zat yang melebur dan menguap. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai materi tersebut, dan mendengarkan evaluasi mengenai laporan yang mereka buat pada pertemuan ketiga. Guru memberikan beberapa informasi mengenai kekurangan laporan hasil percobaan kemarin , sehingga siswa dapat membuat laporan dengan lebih baik. Setelah itu, mulailah siswa bekerja dalam kelompok yang telah dibuat dan melakukan kegiatan sesuai lembar kerja siswa yang diberikan oleh guru.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Kelompok yang memperoleh data diperkenankan menjawab pertanyaan – pertanyaan yang terdapat pada lembar kerja mereka. Setelah semua menyelesaikan percobaan dan memperoleh data, guru dan siswa menyimpulkan hasil percobaan pada pembelajaran. Guru mempersilahkan kelompok menganalisis data yang telah diperoleh dengan bimbingan guru. Setelah itu, guru meminta membuat laporan hasil percobaan yang telah mereka lakukan hari ini. Keterampilan proses ilmiah siswa hari ini dinilai dari laporan hasil percobaan siswa. Berikut ini nilai keterampilan proses ilmiah pada pembelajaran kedua: Tabel 12. Keterampilan Proses Hasil Pembelajaran Ketiga Persentase Skor No. Kelompok Distribusi Skor dari skor maksimum 1 A 30 100% 2 B 100% 30 3 C 100% 30 4 D 100% 30 5 E 100% 30 6 F 28 93,3% Rata – rata 98,88% Terdapat enam kelompok yang melakukan percobaan, satu kelompok mendapatkan skor 28 dengan persentase 93,3% dan empat kelompok lainnya mendapatkan skor 30 dengan persentase 100%. Persentase rata –rata keterampilan proses hasil pembelajaran pertama diperoleh 98,88%. Apabila dikualifikasikan berdasarkan tabel. 9, maka keterampilan proses ilmiah siswa yaitu sangat baik. Kelompok sudah memperbaiki laporannya untuk pembelajaran ketiga ini. Pada laporan setiap kelompok sudah melaporkan, menganalisis data dan menarik kesimpulan dengan sangat baik. Siswa sudah mulai bisa memahami bagaimana

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 langkah – langkah pembuatan laporan yang baik dan siswa memahami teknik menarik kesimpulan yang baik. Tetapi terdapat satu kelompok yang masih kurang dalam pembahasan dan menarik kesimpulan. Laporan kelompok tersebut, dalam pembahasan kurang logis,dan dalam menarik kesimpulan pun tidak logis. Guru kepada kelompok tersebut memberikan bimbingan khusus, untuk dapat membuat kalimat yang logis. Meskipun demikian, keterampilan proses ilmiah siswa mengalami peningkatan. Peningkatan pada keterampilan proses ilmiah siswa dari pembelajaran kedua ke pembelajaran ketiga ini dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing. Untuk lebih jelas peningkatan keterampilan proses ilmiah siswa, berikut ini peningkatan keterampilan proses ilmiah siswa pada pembelajaran kedua. Tabel 13. Peningkatan Keterampilan Proses Hasil Pembelajaran Pertemuan Ketiga Persentase Persentase Distribusi Skor Distribusi Skor Skor dari Skor dari skor No. Kelompok Keterampilan Keterampilan skor maksimum III Proses III Proses II maksimum II 1 A 25 30 83,3% 100% 2 B 28 93,3% 100% 30 3 C 26 86,6% 100% 30 4 D 27 90,0% 100% 30 5 E 28 93,3% 100% 30 6 F 24 28 80,0% 93,3% Rata – rata 87,75% 98,88% Persentase pembelajaran II keterampilan proses ilmiah siswa adalah 87,75% sedangkan pada akhir pembelajaran III keterampilan proses ilmiah siswa adalah 98,88%.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 4.1.2.5 Pelaksanaan Penelitiaan Hari Rabu, 28 Mei 2014 Kegiatan terakhir merupakan pengambilan data pemahaman akhir siswa. Data pemahaman akhir siswa diperolah dari hasil posttest. Kemudian peneliti membagikan soal posttest kepada seluruh siswa. Siswa dengan tenang mengerjakan soal –soal posttest. Akhirnya, tidak sampai 45 menit berlalu satu persatu siswa menggumpulkan kertas jawaban yang mereka kerjakan. Berikut ini hasil tes pemahaman awal siswa terhadap materi kalor: Tabel 14. Nilai Posttes Siswa Siswa Tingkat Nilai Posttest Absn. No. Pemahaman 1 85.0 Sangat paham 2 85.0 Sangat paham 3 86.0 Sangat paham 4 60.0 Cukup paham 5 73.0 Paham 6 76.0 Paham 7 83.0 Sangat paham 8 93.0 Sangat paham 9 93.0 Sangat paham 10 85.0 Sangat paham 11 90.0 Sangat paham 12 88.0 Sangat paham 13 62.0 Cukup paham 14 70.0 Paham 15 60.0 Cukup paham 16 70.0 Paham 17 80.0 Sangat paham 18 75.0 Paham

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siswa Nilai Posttest Tingkat Pemahaman 19 78.0 Paham 20 60.0 Cukup paham 21 53.0 Kurang paham 22 55.0 Cukup paham 23 76.0 Paham 24 60.0 Cukup paham 25 92.0 Sangat paham 26 70.0 Paham 27 65.0 Paham 28 48.0 Kurang paham 29 82.0 Sangat paham Absn. No. 59 Jumlah siswa yang mengikuti pretes sebanyak 29 siswa. Terdapat siswa tidak masuk sekolah pada hari itu sebanyak satu siswa dikarenakan sakit. Setiap siswa mengerjakan 8 soal dengan memiliki skor maksimal 60. Nilai akhir yang peroleh dihitung berdasarkan jumlah skor yang diperoleh dibagi dengan skor maksimal. Nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 48 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 93. Nilai rata – rata kelas adalah 74,241. Nilai rata – rata kelas 65-79, sehingga tingkat pemahaman siswa termasuk dalam tidak paham. Tabel 15. Kualifikasi pemahaman siswa sesudah pembelajaran Interval Nilai Kualifikasi Frekuensi 80-100 Sangat paham 12 65-79 Paham 9 55-64 Cukup paham 6 45-54 Kurang paham 2 < 45 Tidak paham 0 Persentase(%) 41,4 31 20,6 6,9 0

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Untuk lebih jelas ditunjukan dalam bentuk grafik berikut ini: Diagram 2. Kualifikasi pemahaman siswa sesudah pembelajaran 14 12 12 Jumlah Siswa 10 9 8 6 6 4 2 2 0 0 Sangat paham Paham Cukup paham Kurang paham Tidak paham Kualifikasi Dari 29 siswa yang mengikuti pretest, seluruh siswa tingkat pemahaman siswa adalah tidak paham dengan persentase 0%. Pemahaman siswa dikualifikasikan paham, dikarena siswa sudah belajar dan memiliki pemahaman tentang kalor melalui metode inkuiri terbimbing. 4.2 Rangkuman Hasil Penelitian 4.2.1 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri Terbimbing Terhadap Pemahaman Siswa Penelitian ini menggunakan instrumen pretest dan posttest dalam memperoleh data prestasi belajar siswa. Data yang diperoleh untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar siswa pada pembelajaran menggunakan metode inkuri terbimbing. Untuk mengetahui perbedaannya peneliti menggunakan pretest dan posttest. Hasil dari pretest dan posttest siswa kelas X IPA 1 dalam bentuk nilai yang dapat dilihat pada lampiran 12.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 29 siswa dari 30 siswa. Karena saat pretest salah satu siswa tidak mengikuti disebabkan sakit. 4.2.1.2 Perbedaan Nilai Pretest dan Posttest Untuk mengetahui perbedaan nilai Pretest dan Posttest, menggunakan analisis statistik T-Test untuk kelompok dependen. Menggunakan analisis T-Test karena menguji hasil kelompok yang diuji dua kali (Suparno,2010). Berikut ini analisis data dari nilai pretest dan posttest : Tabel 16. Analisis Statistik T-test Kelompok Dependen (pretest dan posttest) Siswa Pretest Posttest Absn. No. 1 8.3 85.0 2 21.6 85.0 3 21.6 86.0 4 11.6 60.0 5 8.3 73.0 6 8.3 76.0 7 6.6 83.0 8 31.6 93.0 9 8.3 93.0 10 8.3 85.0 11 23.3 90.0 12 11.6 88.0 13 10.0 62.0 14 8.3 70.0 15 13.3 60.0 16 15.0 70.0

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siswa Pretest Posttest 17 8.3 80.0 18 15.0 75.0 19 6.6 78.0 20 33.3 60.0 21 8.3 53.0 22 6.6 55.0 23 16.6 76.0 24 8.3 60.0 25 11.6 92.0 26 8.3 70.0 27 16.6 65.0 28 11.6 48.0 29 8.3 82.0 Absn. No. 62 Data diatas diuji menggunakan program SPSS 16.0 for windows dengan analisis Paired – Sample T –Test untuk kelompok yang dependen atau dengan kata lain kelompok yang dites dua kali. Hasil uji SPSS data pretest dan posttest siswa kelas X IPA 1 yaitu sebagai berikut:

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean pretest 12.945 29 7.1432 1.3265 posttest 74.241 29 13.0183 2.4174 Paired Samples Correlations N Pair 1 pretest & posttest Correlation 29 Sig. .162 .402 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Std. Std. Error Deviation Mean Lower Upper t Pair 1 pretest - posttest -61.2966 13.7988 2.5624 -66.5454 -56.0478 -23.922 Mean df Sig. (2-tailed) 28 Diatas merupakan hasil output SPSS , terdapat tiga tabel yang berbeda. Pertama, Paired Samples Statistics; kedua Paired Samples Corelations; dan ketiga Paired Samples Test. Dari ketiga tabel diatas, yang digunakan adalah tabel ketiga. Hasil Sig.(2-tailed) menunjukkan p = 0.000, dan t = -23.922 dengan level signifikan α = 0.05 . Untuk mengetahui rata – rata nilai pretest dan posttest dilihat pada tabel pertama. Hasil mean pretest sebesar 12.945 dan mean posttest sebesar 74.241. untuk lebih jelas melihat berbedaanya, berikut ini terdapat diagram batang nilai pretest dan posttest rata-rata kelas X IPA 1: .000

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Diagram 3. Perbedaan Nilai Rerata Pretest dan Posttest Kelas X IPA 1 74,241 80 Nilai Rata - rata 70 60 50 40 30 12,945 20 10 0 Pret est Post t est Tes Menurut Suparno (2010), apabila nilai Sig.(2-tailed) kurang dari α, maka hasilnya adalah signifikan. Signifikan berarti terdapat perbedaan atau pengaruh. Oleh karena Sig.(2-tailed) = 0.00 < α = 0.05 maka hasilnya adalah signifikan. Berarti hasil nilai pretest dan posttest ada perbedaan. Nilai mean pretest dan posttest juga berbeda, nilai mean pretest < nilai mean posttest, berarti nilai posttest lebih baik dari nilai pretest. 4.2.2 Pengaruh Metode Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Melaporkan, Mengolah Data, dan Menyimpulkan Untuk mengetahui hasil keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan, peneliti menggunakan instrumen penilaian keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan. Data diperoleh dari laporan hasil percobaan yang telah mereka lakukan setiap kelompok. Terdapat tiga penilaian keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan. Yang pertama penilaian untuk laporan percobaan pertama, kedua

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 penilaian untuk laporan kedua, dan ketiga penilaian untuk laporan terakhir. Ketiga penilaian akan dilihat hasilnya. Berikut skor keterampilan proses: Tabel 17. Skor Keterampilan Proses Siswa Distribusi Skor Penilaian Kelompok Keterampilan Proses I Keterampilan A 13 Distribusi Skor Keterampilan Proses II Distribusi Skor Keterampilan Proses III 25 30 Melaporkan, B 14 28 30 Mengolah C 14 26 30 Data dan D 14 27 30 Menyimpulkan E 13 28 30 F 13 24 28 Berikut ini persentase penilaian keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan untuk ketiga laporan: Tabel 18. Persentase Keterampilan Proses Siswa Hasil Belajar Hasil Belajar Penilaian Kelompok I II Hasil Belajar III Keterampilan A 43,3% 83,3% 100% Melaporkan, B 46,6% 93,3% 100% Mengolah C 46,6% 86,6% 100% Data dan D 46,6% 90,0% 100% Menyimpulkan E 43,3% 93,3% 100% F 43,3% 80,0% 93,3%

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Untuk lebih jelas dapat dilihat pada diagram batang berikut ini: Diagram 4. Diagram Keterampilan Proses Ilmiah Siswa 120,00% 100,00% Persentase 80,00% 60,00% 40,00% 20,00% 0,00% A B C D E F Kelompok Hasil Pertam a Hasil Kedua Hasil Ket iga Dari data yang diperoleh pada persentase ketiga kita dapat mengetahui bahwa keterampilan melaporkan mengolah data dan menyimpulkan mengalami peningkatan. Untuk memperjelas, berikut tabel peningkatan keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan kelas X IPA 1 yang dilihat bedasarkan persentase rerata.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. 1 67 Tabel 19. Peningkatan Keterampilan Proses Ilmiah Kelas X IPA 1 Penilaian Keterampilan Melaporkan Rerata Mengolah Data dan Menyimpulkan Kelas X IPA 1 Pertama 44,95% 2 Kedua 87,75% 3 Ketiga 98,88% Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada diagram batang berikut ini. Diagram 5. Peningkatan Keterampilan Proses Ilmiah Kelas X IPA 1 98,88% 87,75% 44,95% Penilaian Pert ama Penilaian Kedua Penilaian Ket iga Penilaian Keterampilan M elaporkan, M engolah Data dan M enyimpulkan Penilaian Pert ama Penilaian Kedua Penilaian Ket iga Terlihat jelas, bahwa persentase penilian keterampilan meloprkan, mengolah data dan menyimpulkan mengalami peningkatan. Penilaian pertama yang memperoleh 44,95% menjadi 87,75% pada penilaian kedua , setelah itu penilaian ketiga menjadi 98,88%.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.3 68 Pembahasan Hasil observasi sebelum penelitian di kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Sewon, Kabupaten Bantul, Provinsi Dareah Istimewa Yogyakarta menjelaskan bahwa keteramprilan proses ilmiah dan pemahaman siswa pada mata pelajaran fisika masih rendah, hal ini salah satu penyebabnya adalah pembelajaran yang monoton. Guru selalu menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi fisika, sehingga cenderung cepat jenuh dan bosan. Ini semua menyebabkan nilai mata pelajaran fisika rendah dan belum sepenuhnya menggunakan proses ilmiah dalam belajar fisika. 4.3.1 Pemahaman Siswa Nilai yang didapat siswa sebelum diberikan treatment oleh peneliti mendapat nilai dibawah nilai ketuntasan. Seluruh siswa mendapat nilai dibawah nilai ketuntasan. Sedangkan nilai yang didapat setelah diberikan treatment oleh peneliti, hampir seluruh siswa mendapatkan nilai diatas nilai ketuntasan. Terdapat 8 siswa atau 27,6% yang belum mencapi nilai ketuntasan minimum, sedangkan ada 21 siswa atau 72,4% yang sudah mencapai nilai diatas nilai ketuntasan minimum. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 93 sedangkan nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 48. Perbandingan pada jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas, yaitu karena siswa yang sudah mencapai diatas nilai ketuntasan minimum telah mampu menerima materi yang berikan oleh guru dengan baik, sedangkan siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan minumum

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 mempunyai daya menerima materi yang kurang dibandingkan siswa yang sudah tuntas. Secara keseluruhan, pemahaman siswa pada materi kalor ini mengalami peningkatan. Ini ditandai oleh hasil analisis T-Test terhadap kedua nilai pretest dan posttest siswa kelas X IPA 1 tersebut menghasilkan perbedaan. Ini dibuktikan dari p= .000 < α = 0.05 , maka hasilnya signifikan. Berarti terdapat perbedaan, perbedaannya adalah peningkatan nilai yang diperoleh siswa. Dibuktikan dari nilai mean pretest lebih kecil daripada nilai mean posttest, yakni mean pretest siswa 12,090 dan mean posttest siswa 74,241. Pemahaman siswa mengalami peningkatan, itu dipengaruhi oleh metode yang yang digunakan dalam pembelajaran. Dengan kata lain, treatment yang diberikan peniliti berpengaruh terhadap pemahaman siswa. Treatment yang diberikan adalah metode inkuri termbimbing. Jadi, metode inkuiri terbimbing ini dapat meningkatkan pemahaman siswa. 4.3.2 Keterampilan Proses Ilmiah Hasil keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan siswa kelas X IPA 1 persentase yang pertama masih rendah yakni 44,95%. Karena siswa masih kurang akan pengetahuan tentang membuat laporan hasil percobaan. Setelah melakukan evaluasi akan laporan yang dibuat siswa, hasil keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan siswa kelas X IPA 1 naik menjadi 87,75% . Karena siswa mengikuti pembelajaran dengan metode inkuiri

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 terbimbing, menjadi lebih mengerti akan proses ilmiah yang siswa hadapi. Dan hasil keterampilan proses ketiga (terakhir) kelas X IPA 1 memperoleh 98,88%. Hal ini membuktikan bahwa peningkatan keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan diperoleh karena memanfaatkan metode pembelajaran yang sesuai, yaitu menggunakan metode inkuiri terbimbing.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini, peneliti akan membahas mengenai kesimpulan hasil penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya. Pada bagian kesimpulan akan menunjukkan hasil penelitian dan menjawab rumusan masalah penelitian. Pada bagian saran berisi saran bagi penelitian berikutnya. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan pengolahan data hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap siswa kelas X IPA 1 Sewon pada mata pelajaran Fisika materi kalor dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing dapat ditarik kesimpulan diantaranya: 5.1.1 Dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing meningkatkan pemahaman siswa tentang materi kalor pada siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Sewon Bantul dengan nilai rata rata sebesar 74,24 meningkat. Nilai rata – rata kondisi sebelumnya sebesar 12,09. 5.1.2 Dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan. Terlihat dari persentase kelas awal sebesar 44,95%, yang menjadi naik sebesar 87,75% dan terus naik menjadi sebesar 98,88%. 5.1.3 Penerapan metode inkuiri terbimbing menyumbang dan membatu meningkatakan keterampilan proses ilmiah dalam hal melaporkan, mengolah data dan menyimpulkan. 71

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 5.2 Saran Beberapa saran yang dapat diberikan untuk pengembangan penelitian ini adalah sebagai berikut: 5.2.1 Bagi guru SMA N 1 Sewon, disarankan menggunakan metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan pemahaman siswa dan untuk pengembangan keterampilan proses ilmiah siswa. 5.2.2 Untuk penelitian selanjutnya, agar subyek dan materi yang digunakan merupakan siswa yang telah mengikuti pelajaran pada materi yang akan digunakan. Bertujuan untuk lebih mengetahui pemahaman yang dimiliki siswa. 5.2.3 Sebaiknya penelitian selanjutnya menggunakan kelas pembanding. 5.2.4 Percobaan yang akan digunakan, lebih baik dicoba guru terlebih dahulu dan diteliti dengan baik.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 DAFTAR PUSTAKA Amien, Moh. 1987. Apakah Metoda Discovery-Inquiry Itu?. Jakarta: Depdikbud Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta Dimyati. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Djamarah, Saiful Bahri. 2010. Strategi Belajar Mengajar (edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta Emzir. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers Field,A. 2009. Discovering Statistics Using SPSS thrid edition. London: Sage Hamalik, Oemar. 2013. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara I Made Ali, dkk. 2009. Hakikat IPA dan Pendidikan IPA. Bandung : PPPPTK IPA Iskandar, Srini M. 1997. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kita, Yulita Ika. 2013. Peningkatan Prestasi Belajar Fisika Siswa Pada Pokok Bahasan Pemantulan Cahaya dan Pembiasan Cahaya Melalui Animasi Gambar Power Point Pada Kelas X SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. Yogyakarta : Skrip FKIP Universitas Sanata Dharma NN. 1987. Ringkasan Taksonomi Bloom. Yogyakata: IKIP Sanata Dharma Trianto. 2009. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara Sacrata, Khristinne Virgittawati. 2009. Efektivitas Pembelajaran Fisika Pada Subpokok Bahasan Gerak Relatif dan Kecepatan Dengan Metode Inkuiri Terarah Pada Siswa Kelas VIIB SMP Bopkri 3 Yogyakarta. Yogyakarta : Skripsi FKIP Universitas Sanata Dharma Slameto. 2010. Belajar Dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakata : Rineka Cipta

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Soemarjadi.2001. Pendidikan Keterampilan. Malang. Universitas Negeri Malang Sugiyono. 2010. Metode penelitian pendidikan : pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R dan D. Bandung: Alfabeta Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik & Menyenangkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Univerisitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2010. Pengantar Statistika untuk Pendidikan dan Psikologi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Supriyono, Widodo. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta Sintawati, Yuliana Edita. 2012. Peningkatan Kemampuan Melakukan Proses Ilmia dan Prestasi Belajar Siswa Tentang Sifat – Sifat Cahaya Melalui Metode Inkuiri Terbimbing Pada Siswa Kelas V SD Negeri Suyrowijayan Tahun Ajaran 2011/2012. Yogyakarta : Skripsi FKIP Universitas Sanata Dharma Wijayanti. 2011. Pengaruh Penerapan Mertode Inkuiri Terhadap Prestasi Belajar dan Berpikir Kritis katagori Afektif Khusus pada Mata Pelajaran di SDK Sorowajan Yogyakarta. Yogyakarta : Skripsi FKIP Universitas Sanata Dharma Winkel, W.S. 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia Sumber dari Internet: http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah , diakses tanggal 28 Februari 2014 pukul 18:57.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 75 75

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian Sekolah Kepada Yth. Gurbernur Daerah Istimewa Yogyakarta cq. Biro Administrasi Pembangunan Sekda Provinsi DIY Komplek Kepatihan, Danurajen, Yogyakarta 55213 76

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian 1990 77

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3. Surat Ijin Dinas Terkait 78

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4. Surat Pernyataan Menyerahkan Hasil Penelitian 80

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Lampiran 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Sewon Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : X IPA 1 / 2 Materi : Kalor I. Standar Kompetensi Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi. II. Kompetensi Dasar a. Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat b. Menerapkan asas Black dalam pemecahan III. Indikator a. Memahami pengaruh kalor jenis terhadap kenaikkan suhu suatu zat b. Menjelaskan konsep kesetimbagan termal c. Memahami akibat pengaruh kalor terhadap zat yang melebur dan menguap IV. Tujuan Pembelajaran a. Memahami pengaruh kalor jenis terhadap kenaikkan suhu suatu zat b. Menjelaskan konsep kesetimbagan termal c. Memahami akibat pengaruh kalor terhadap zat yang melebur dan menguap V. Metode Pembelajaran Metode Inkuiri Terbimbing di Laboratorium Fisika

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI VI. 82 Kegiatan Pembelajaran Pengalaman Belajar Penilaian Alokasi Waktu Pertemuan Pertama  Kegiatan Awal  Siswa membuka pelajaran dengan berdoa  Siswa mengerjakan soal pretest  Motivasi Tes Uraian  Kegiatan Inti  Guru mengajukan pertanyaan mengenai yang lebih cepat panas minyak atau air.  Guru memberikan LKS  Guru memberikan penjelasan tentang yang akan dilakukan  Siswa dalam kelompok berdiskusi akan pertanyaan yang diberikan guru dengan dimulai kata tanya “Apakah” yang selalu dibimbing oleh guru  Siswa melakukan percobaan sesuai instruksi pada LKS  Siswa melakukan pencatatan data percobaan yang dilakukan  Siswa membahas hasil data yang diperoleh  Siswa membahas dan berdiskusi mengenai pertanyaan pada LKS  Siswa mengolah data yang diperoleh  Siswa membahas hasil temuannya  Siswa merumuskan kesimpulan dari percobaan yang dilakukan 3x45 menit

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83  Siswa melaporkan hasil percobaannya  Penutup  Guru memberikan penegasan mengenai hal yang kurang dipahami siswa saat proses pembelajaran berlangsung  Guru memberitahu kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya  Guru menutup pelajaran dengan salam Pertemuan Kedua  Kegiatan Awal  Siswa membuka pelajaran dengan berdoa  Motivasi  Kegiatan Inti  Guru memberikan LKS  Guru memberikan penjelasan tentang yang akan dilakukan  Guru menunjukkan gambar orang yang deman sedang dikompres kepalanya  Siswa dalam kelompok berdiskusi akan pertanyaan yang diberikan guru dengan dimulai kata tanya “Mengapa” yang selalu dibimbing oleh guru  Siswa melakukan percobaan sesuai instruksi pada LKS  Siswa melakukan pencatatan data percobaan yang dilakukan  Siswa membahas hasil data yang diperoleh  Siswa membahas dan berdiskusi mengenai pertanyaan pada LKS  Siswa mengolah data yang diperoleh 3x45menit

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI  Siswa membahas hasil temuannya  Siswa merumuskan kesimpulan dari percobaan yang dilakukan  Siswa melaporkan hasil percobaannya  Penutup  Guru memberikan penegasan mengenai hal yang kurang dipahami siswa saat proses pembelajaran berlangsung  Guru memberitahu kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya  Guru menutup pelajaran dengan salam Pertemuan Kedua  Kegiatan Awal  Siswa membuka pelajaran dengan berdoa  Motivasi  Kegiatan Inti  Guru memberikan LKS  Guru memberikan penjelasan tentang yang akan dilakukan  Guru menunjukkan Es batu dan Air Panas beruap  Siswa dalam kelompok berdiskusi akan pertanyaan yang diberikan guru dengan dimulai kata tanya “Mengapa” dan “Apakah” yang selalu dibimbing oleh guru  Siswa melakukan percobaan sesuai instruksi pada LKS  Siswa melakukan pencatatan data percobaan yang dilakukan 84

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85  Siswa membahas hasil data yang diperoleh  Siswa membahas dan berdiskusi mengenai pertanyaan pada LKS  Siswa mengolah data yang diperoleh  Siswa membahas hasil temuannya  Siswa merumuskan kesimpulan dari percobaan yang dilakukan  Siswa melaporkan hasil percobaannya  Penutup  Guru memberikan penegasan mengenai hal yang kurang dipahami siswa saat proses pembelajaran berlangsung  Guru memberitahu kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya  Guru menutup pelajaran dengan salam Pertemuan Ke empat Tes Uraian Posttest 45menit Guru Kelas Mahasiswa Drs. Jamal Sarwono NIP: 196205281988031003 Yoakim Riwi Tiyoso NIM: 10 1424 030 Mengetahui, Kepala SMA N 1 Sewon Drs. Marsudiyana NIP: 195903221987031004

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Lampiran 6. Lembar Kerja Siswa Lembar Kerja Siswa 1 Nama :................................................... No.Absen :................................................... Tanggal :................................................... A. Tujuan Siswa dapat memahami pengaruh kalor jenis terhadap kenaikkan suhu suatu zat. B. Alat dan Bahan Gelas ukur, kaki tiga, pembakar pristus, termometer, air, minyak goreng, statip, timbangan, dan stopwatch. C. Langkah Percobaan 1. Susunlah peralatan percobaan seperti pada gambar. 2. Timbang air seberat 100 gram. 3. Isilah gelas ukur dengan 100 gram air. Catatlah suhu airnya. 4. Panaskan gelas ukur dengan menggunakan pembakar spristus. 5. Amati setiap perubahan suhu dan wujud yang terjadi setiap 1 menit dan catatlah suhu air sampai mendidih. 6. Isilah data pada tabel berikut! Bahan = ........... No Waktu Suhu 1 2 3 4 5 dst 7. Selanjutnya lakukan seperti langkah 1 sampai 5 dengan menggunakan 100 gram minyak goreng. D. Pertanyaan 8. Apakah kenaikan suhu air dan minyak goreng selama dipanaskan sama? Jika tidak, Jelaskan mengapa suhu air dan minyak goreng berbeda! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ..........................................

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 9. Berapa kalor yang diserap air dan minyak goreng selama dipanaskan? (Jika cair=4200 J/kg K dan cminyak goreng=1670 J/kg K) ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ............................................................ 10. Berapa kapasitas panas air dan kapasitas panas minyak goreng pada percobaanmu? Dan apa artinya. ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................... ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .............................................................................. 11. Kalor jenis air = 4200 J/kg K. Apa artinya? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................... ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................... 12. Dari percobaan yang telah kamu lakukan, Apa kesimpulan yang dapat kamu ambil? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ................................................................................................................. E. Tugas Buatlah laporan hasil percobaan yang telah kamu lakukan!

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Lembar Kerja Siswa 2 Nama :................................................... No.Absen :................................................... Tanggal :................................................... A. Tujuan Siswa dapat mengetahui konsep kesetimbangan termal B. Alat dan Bahan Dua gelas ukur, 2 termometer, air panas dan air biasa, dan timbangan. C. Langkah Percobaan 1. Siapkan alat dan bahan percobaan. 2. Timbanglah air panas dan air dingin seberat 200 gram 3. Siapkan air panas dan air biasa pada gelas ukur. 4. Ukurlah suhu air panas dengan termometer. 5. Kemudian termometer di letakkan dalam gelas ukur yang berisi air biasa. Catatlah suhu air biasa tersebut. 6. Tuangkanlah air panas ke dalam gelas ukur yang berisi air biasa. 7. Tunggu ± 3 menit, catatlah suhu campurannya. 8. Isilah data pada tabel berikut! Suhu air panas Suhu air biasa Suhu campuran D. Pertanyaan 9. Apa pengertian Kalor? ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ................................... 10. Apakah air biasa yang dicampur dengan air panas suhunya akan menjadi sama? Jika tidak, mengapa? ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ...................................................... 11. Bagaimana suhu air panas dan suhu air biasa menjadi setimbang? Jelaskan! ....................................................................................................................... .......................................................................................................................

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ........................................................................................................... 12. Menurutmu, bagaimana hubungan jumlah kalor yang dilepas air panas dengan jumlah kalor yang diserap air dingin? ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ........................................................................ 13. Apakah nilai suhu campuran yang dihitung secara teori sama dengan nilai suhu campuran pada percobaanmu? Buktikan! ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ........................................................................ ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ............................................................................................................ 14. Dari percobaan yang telah kamu lakukan, Apa kesimpulan yang dapat kamu ambil? ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ....................................................................................................................... ........................................................................ E. Tugas Buatlah laporan hasil percobaan yang telah kamu lakukan!

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Lembar Kerja Siswa 3 Nama :................................................... No. :................................................... Tanggal :................................................... A. Tujuan Siswa dapat mengetahui akibat pengaruh kalor terhadap zat yang melebur dan menguap B. Alat dan Bahan Gelas Beker, Kaki tiga tungku, Pembakar spristus, Termometer, Stopwacth, Pengaduk, Es batu, Kertas milimeter blok, dan timbangan. C. Langkah Percobaan 1. Timbaglah es batu lebih dulu.(harus cepat agar tidak cepat melebur) 2. Masukkan es batu yang telah ditimbang kedalam gelas beker beserta termometer 3. Nyalakan pembakar spirtus, kemudian panaskan gelas beker yang berisi es. 4. Dengan selang waktu diukur suhunya. Misalnya setiap 1 menit catat suhunya. 5. Aduklah sesekali agar suhu merata. 6. Catatlah suhu, waktu, dan wujud zat itu dari bentuk es hingga mendidih. 7. Catatlah hasil pengamatan dalam tabel berikut. No. Waktu(menit) Suhu (oC) Wujud zat Keterangan 1. Padat Es Batu 2 3 4 5 6 7 8 9 Dst .... 8. Buatlah grafik hubungan antara waktu terhadap suhu! D. Pertanyaan 1. Apakah selama diberikan kalor, suhunya selalu naik? Mengapa? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 2. Bagaimana suhu saat ada perubahan wujud? Mengapa demikian? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .......................................................................................................................

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 4. 5. 6. 91 Dari grafik, tentukanlah titik lebur es dan titik didih air! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ Diketahui kalor lebur es sebesar 334000 J/kg dan titik leburnya = 0oC. Berapa kalor yang dibutuhkan untuk meleburkan 100 gram es pada suhu 0oC supaya menjadi air pada suhu 0oC juga? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ......................................................................................... Diketahui kalor uap air sebesar 2256000 J/kg dan titik didihnya = 100oC. Apa artinya? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ..................................................... Dari percobaan yang telah kamu lakukan, Apa kesimpulan yang dapat kamu ambil? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ......................................................................................... E. Tugas Buatlah laporan hasil percobaan yang telah kamu lakukan!

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Lampiran 7. Soal Pretest dan Posttest Nama : ......................................................... Kelas/No. Abs : ......................................................... 1. Apa yang maksud dengan Kapasitas Kalor dan Kalor Jenis Zat? Berikan satuannya! (Skor: 5) ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ..................................................... 2. Seorang peneliti memanaskan dua jenis zat dengan gelas ukur. Gelas A berisi air dan gelas B berisi minyak goreng. Kedua zat tersebut memiliki massa yang sama. Kemudian kedua zat tersebut dipanaskan, setelah 5 menit keduanya diukur suhu akhirnya. Menurutmu, apakah kenaikkan suhunya dan suhu akhirnya sama? Jika tidak, mengapa? (Skor:10) ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................... 3. Diketahui kalor jenis kayu sebesar 1700 J/kg.K, apa artinya? (Skor :10) ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ..................................... 4. Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu dari 20oC sampai 100oC yang massa 1000 gram adalah 336000 Joule, berapa kalor jenis zat tersebut ? (Skor:5) ............................................................................................................................. .............................................................................................................................

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 ............................................................................................................................. ...................................................... 5. 400 gram air bersuhu 100oC dicampur dengan 100 gram air bersuhu 40 oC. Berapakah suhu akhir campuran bila kalor jenis zatnya sama? (Skor:5) ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................ 6. Sebutkan dan Jelaskan perubahan wujud zat dalam bentuk diagram dan berikan contohnya! (Skor:10) ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ................................................................................................................ 7. Berapa banyaknya kalor yang perlukan untuk mengubah es (-5oC) yang massanya 400 gram menjadi air (20oC), jika kalor jenis es 0,5 kal/g oC dan kalor jenis air 1 kal/g oC dan kalor lebur es 80 kal/g oC? (Skor: 5) ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. 94 Kalor yang dibutuhkan untuk menaikan suhu 20oC menjadi 75oC pada 400 gram air adalah 92400 Joule. Berapa kalor yang dilepaskan untuk menurukan suhu dari 75oC menjadi 20oC pada 400 gram air? Berikan keterangan! Jika kalor jenis air 4200 J/kg.K (Skor:10) ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ...........................................................................  Selamat Mengerjakan  ~belajar itu, tidak mengulangi kesalahan yang sama~

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Lampiran 8. Kunci Jawaban Soal Pretest dan Posttest 1. Apa yang maksud dengan Kapasitas Kalor dan Kalor Jenis Zat? Berikan satuannya! (Skor: 5) Kapasitas kalor adalah jumlah kalor yang butuhkan suatu zat untuk menaikkan suhu satu derajat. Satuan J/K atau joule/oC Kalor jenis zat adalah jumlah kalor yang dibutuhkan suatu zat untuk menaikkan suhu satu derajat per satu kilogram. Satuan J/kg. oC atau J/kg.K 2. Seorang peneliti memanaskan dua jenis zat dengan gelas ukur. Gelas A berisi air dan gelas B berisi minyak goreng. Kedua zat tersebut memiliki massa yang sama. Kemudian kedua zat tersebut dipanaskan, setelah 5 menit keduanya diukur suhu akhirnya. Menurutmu, apakah kenaikkan suhunya dan suhu akhirnya sama? Jika tidak, mengapa? (Skor:10) Tidak, karena air mempunyai kalor jenis lebih besar dari pada minyak goreng. Kalor jenis air sebesar 4200 J/kg.K; kalor jenis minyak sebesar 1670 J/kg.K Dari perpandingan jumlah kolor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu derajat, minyak goreng lebih sedikit membutuhkan kalor sehingga lebih cepat panas daripada air. San menyebabkan suhu akhirnya berbeda meski diberikan kalor dengan waktu yang sama. 3. Diketahui kalor jenis kayu sebesar 1700 J/kg.K, apa artinya? (Skor :10) Kayu membutuhkan kalor sebanyak 1700 joule untuk menaikkan suhu satu derajat perkilogram kayu tersebut. 4. Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu dari 20oC sampai 100oC yang massa 1000 gram adalah 336000 joule, berapa kalor jenis zat tersebut ? (Skor:5) Diketahui : T1 = 20oC; T2 = 100oC; m=1000gram=1kg ; Q=336000 joule Ditanya : c = ....? Jawab : Q = m. c. ΔT = . ;= . ℃ = 4200 J/kg.oC

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. 96 400 gram air bersuhu 100oC dicampur dengan 100 gram air bersuhu 40 oC. Berapakah suhu akhir campuran bila kalor jenis zatnya sama? (Skor:5) Diketahui : T1 = 100oC; T2 = 40oC; m1=400gram=0,4kg; m2 =100gram=0,1kg Ditanya : Tc = ....? Jawab : Qserap = Qlepas 100gr . c. (Tc-40)=400gr.c. (100-Tc) Tc – 40 = 400 -4Tc 5Tc = 440 Tc = 88 oC 6. Sebutkan dan Jelaskan perubahan wujud zat dalam bentuk diagram dan berikan contohnya! (Skor:10) Melebur adala Perubahan wujud dari padat menjadi cair. Membeku adalah Perubahan wujud dari cair menjadi padat. Menguap adalah perubahan wujud dari cair menjadi uap air. Mengembun adalah perubahan wujud dari uap air menjadi cair. Menyublim adalah perubahan wujud dari gas menjadi padat Deposisi adalah kebalikan dari menyublim. Contohnya: Menguap, air mendidih menghasilkan uap air Membeku, es batu yang dibekukan Melebur, es batu yang mulai mencair Mengembun, uap air yang menjadi air pada dedaunan Menyublim, kapur barus Deposisi, pembuatan jegala

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. 97 Berapa banyaknya kalor yang perlukan untuk mengubah es (-5oC) yang massanya 400 gram menjadi air (20oC), jika kalor jenis es 0,5 kal/g oC dan kalor jenis air 1 kal/g oC dan kalor lebur es 80 kal/g oC? (Skor: 5) Qtotal = (mcΔT).(mL).( mcΔT) Qtotal = (400gr.0,5kal/g.oC.5 oC).(400gr.80kal/gr).(400gr.1kal/gr.20oC) Qtotal = 1000+32000+8000 Qtotal = 41000 kalori 8. Kalor yang dibutuhkan untuk menaikan suhu 20oC menjadi 75oC pada 400 gram air adalah 92400 Joule. Berapa kalor yang dilepaskan untuk menurukan suhu dari 75oC menjadi 20oC pada 400 gram air? Berikan keterangan! Jika kalor jenis air 4200 J/kg.K (Skor:10) Qtotal = (mcΔT) Qtotal = (400gr. 4200J/kg. oC . -55 oC) Qtotal = - 92400 Joule Keterangan : Kalor yang diserap sama dengan kalor yang dilepas. Tanda minus menandakan kalor dilepas oleh zat tersebut  Selamat Mengerjakan  ~belajar itu, tidak mengulangi kesalahan yang sama~

(118) Keterampilan Melaporkan, Mengolah Data, dan Menyimpulkan No Kelompok Pencatatan Alat Langkah Percobaan Pencatatan Data Analisis Data Pembahasan Rumusan Kesimpulan Total Skor Presentase 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 A 2 B 3 C 4 D 5 E PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9. Lembar Penilaian Keterampilan Melaporkan, Mengolah Data, dan Menyimpulkan 98

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 10. Daftar Nilai Pretest dan Posttest Siswa Absn. No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Pretest Posttest 8.3 21.6 21.6 5.0 8.3 8.3 6.6 31.6 8.3 8.3 23.3 11.6 10.0 8.3 13.3 15.0 8.3 15.0 6.6 33.3 8.3 6.6 16.6 8.3 0.0 8.3 16.6 5.0 8.3 - 85.0 85.0 86.0 60.0 73.0 76.0 83.0 93.0 93.0 85.0 90.0 88.0 62.0 70.0 60.0 70.0 80.0 75.0 78.0 60.0 53.0 55.0 76.0 60.0 92.0 70.0 65.0 48.0 82.0 50.0 Catatan: Saat pengambilan data pretest siswa dengan absen 30 tidak mengikuti, dikarena sakit. Jadi Sampel yang dapat diteliti untuk data pretest dan posttest sebanyak 29 siswa. 99

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Penilian Kedua Penilian Pertama Lampiran 11. Daftar Penilaian Keterampilan Melaporkan, Mengolah Data dan Menyimpulkan

(121) Penilian Ketiga PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 12. Contoh Data Hasil Penelitian Pretest dan Posttest 102

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 13. Dokumentasi Kegiatan Siswa Pembelajaran I Pembelajaran II Pembelajaran III 106

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Lampiran 14 Perhitungan Uji Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Keterampilan Melaporkan, Mengolah Data dan Menyimpulkan. Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean pretest 12.945 29 7.1432 1.3265 posttest 74.241 29 13.0183 2.4174 Paired Samples Correlations N Pair 1 pretest & posttest Correlation 29 Sig. .162 .402 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Std. Std. Error Deviation Mean Lower Upper t Pair 1 pretest - posttest -61.2966 13.7988 2.5624 -66.5454 -56.0478 -23.922 Mean df Sig. (2-tailed) 28 .000

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Lampiran 15. Biografi Penulis Yoakim Riwi Tiyoso adalah lulusan mahasiswa pendidikan fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun 2014. Pria yang lahir di Jakarta, pada tanggal 26 Juli ini mengawali pendidikan awal di Sekolah Dasar Negeri 06 Pagi Cakung Timur. Memasuki jenjang pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 234 Jakarta, dan melajutkan pendidikan tingkat menengah atas di SMA Negeri 102 Jakarta. Pada tahun 2010 memutuskan untuk melajutkan pendidikan di program studi pendidikan fisika di perguruan tinggi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama menempuh pendidikan di USD, pria yang sering di sapa Yoa ini mengikuti beberapa kegiatan untuk mengasah softskill yang dimilikinya. Antara lain; menjadi panitia orientasi mahasiswa baru tahun 2011-2013, menjadi assiten dosen pada mata kuliah Praktikum Mekanika tahun 2012, dan terakhir menjadi Co-Fasilitator pada kegiatan Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa.

(129)

Dokumen baru

Download (128 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan prestasi belajar IPA melalui penerapan metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas IV A SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta.
1
3
134
Peningkatan pemahaman konsep, keterampilan memprediksi dan keterampilan menjelaskan siswa melalui penerapan metode Conceptual Understanding Procedures (CUPs) dalam pembelajaran gerak lurus berubah beraturan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Prambanan.
0
1
150
Penggunaan model penemuan terbimbing menggunakan media lembar kerja siswa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi trigonometri siswa kelas X SMA N 1 Tempel tahun ajaran 2012/2013.
1
5
406
Penggunaan model penemuan terbimbing menggunakan media lembar kerja siswa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi trigonometri siswa kelas X SMA N 1 Tempel tahun ajaran 2012 2013
0
7
402
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan metode inkuiri terbimbing
0
0
329
Meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran berbasis inkuiri
0
1
9
Latihan soal terbimbing dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada pokok bahasan kalor - USD Repository
0
0
103
Pemahaman dan miskonsepsi siswa kelas XI IPA SMA Stella Duce Bantul tentang kalor - USD Repository
0
0
113
Teknik pembelajaran keterampilan menulis pada siswa kelas satu semester 1 SMP Pangudi Luhur Kalibawang tahun ajaran 2008/2009 - USD Repository
0
0
87
Peningkatan pemahaman siswa mengenai getaran melalui pembelajaran dengan metode eksperimen pada siswa kelas VIII-A SMP Kanisius Juwana - USD Repository
0
0
177
Meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar IPA tentang `energi bunyi` menggunakan metode penemuan terbimbing siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 Mlati Sleman tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
193
Peningkatan kemampuan melakukan proses limiah dan prestasi belajar siswa tentang sifat-sifat cahaya melalui metode inkuiri terbimbing siswa kelas V SD Negeri Suryowijayan tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
231
Peningkatan kemampuan melakukan proses ilmiah dan hasil belajar siswa tentang pesawat sederhana melalui metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas V SD Negeri Plaosan I tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
212
Peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa menggunakan metode Think Pair Share (TPS) pada materi keanekaragaman hayati untuk siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Panggang tahun ajaran 2013/2014 - USD Repository
0
0
202
Pengembangan keterampilan proses ilmiah siswa kelas X M-IPA 1 SMA Negeri 1 Kalasan dalam pembelajaran tentang perpindahan kalor dengan metode POE (Prediction-Observation-Explanation) - USD Repository
0
0
136
Show more