PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS V SD KANISIUS KOTABARU I YOGYAKARTA

Gratis

0
0
247
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS V SD KANISIUS KOTABARU I YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Dwi Jayanti NIM: 101134210 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS V SD KANISIUS KOTABARU I YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Dwi Jayanti NIM: 101134210 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI . iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya ini untuk pihak-pihak berikut ini. 1. Allah SWT yang selalu menyertai setiap langkahku. 2. Kedua orang tuaku dan keluarga besarku tercinta yang selalu memberikan doa dan semangat untukku. 3. Teman-teman dan para sahabatku yang selalu memberikan dukungan dan semangat. 4. Pengajarku yang sabar dalam membimbingku. 5. Almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Sesuatu mungkin mendatangi mereka yang mau menunggu, namun hanya didapatkan oleh mereka yang bersemangat mengejarnya. (Abraham Lincoln) Sabar dalam mengatasi kesulitan dan bertindak bijaksana dalam mengatasinya adalah sesuatu yang utama. v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 23 Juli 2014 Penulis Dwi Jayanti vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Dwi Jayanti Nomor Mahasiswa : 101134210 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS V SD KANISIUS KOTABARU I YOGYAKARTA” Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 23 Juli 2014 Yang menyatakan Dwi Jayanti vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Jayanti,dwi. (2014). Peningkatan Minat dan Kemampuan Menyimak Cerita Rakyat Menggunakan Media Audio Visual Siswa Kelas V SD Kanisius Kotabaru I Yogyakarta. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan minat dalam menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I Yogyakarta. (2) Meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian telah dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I Yogyakarta dengan jumlah 33 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, wawancara, dan tes. Data selanjutnya diolah berdasarkan teknik analisis data yang ditetapkan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat dalam menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I Yogyakarta. Hal ini nampak pada hasil penelitian yang menunjukkan skor rata-rata minat pada kondisi awal sebesar 48,34 dan termasuk kategori sedang. Pada siklus I skor rata-rata minat sebesar 62,03 dan termasuk dalam kategori tinggi. Pada siklus II skor rata-rata minat sebesar 74,09 dan termasuk kategori sangat tinggi. (2) penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I Yogyakarta. Hal ini nampak pada kondisi awal rata-rata ulangan siswa sebesar 66,97 dan sebanyak 42,42% sudah mencapai KKM (75). Pada siklus I rata-rata ulangan siswa adalah 73,82 dan sebanyak 66,67% mencapai KKM. Pada siklus II rata-rata ulangan siswa adalah 86,21 dan sebanyak 93,94% mencapai KKM. Kata kunci: minat, kemampuan menyimak, media audio visual. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Jayanti, dwi. (2014). The Improve of Interest and Listening Skill to Folklore Using Audio Visual Media for V Grade of Kotabaru I Yogyakarta State Elementary School Student’s. Elementary School Teacher Education Program, Department of Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University. This research aimed to: (1) to improve the V listening to folklore using audio visual media in Elementary School. (2) to improve the V grade folklore using audio visual media in Kotabaru I School. grade of student’s interest in Kotabaru I Yogyakarta State of student’s listening skill to Yogyakarta State Elementary This is a classroom action research. One cycle consists of four steps, namely: planning, action, observation, and reflection. This research conducted in two cycles. The subjects in this research were V Grade of Kotabaru I Yogyakarta State Elementary School Student’s. Which consists of 33 student’s. The data collection method used observation, questionnaires, interview, and tests. Then, the data was analyze by using qualitative and quantitative descriptive technique. The results showed first, the application of audio visual media can improve student’s interest in listening to folklore subject in V grade Kotabaru I Yogyakarta State Elementary School. The evident of this improvement is shown by the result of the research. The average score of student’s interest on the initial condition is 48,34 and included in medium category. In the first cycle, the average score of student’s interest is 62,03 and included high category. In the second cycle the average score of student’s interest is 74,09 and included in very high category. Second, the application of audio visual media can improve student’s listening skill to folklore subject in V grade Kotabaru I Yogyakarta State Elementary School. The result shown that the initial conditionof student’s average score is 66,67 and means 42,42% have reached the KKM (75). In the first cycle, the average score is 73,82 and means 66,67% student’s have been reached the KKM. In the second cycle, the average score is 86,21 and means 93,94% student’s have been reached the KKM. Keywords: interest, listening skill, audio visual media. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat, rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Peningkatan Minat dan Kemampuan Menyimak Cerita Rakyat Menggunakan Media Audio Visual Siswa Kelas V SD Kanisius Kotabaru I Yogyakarta” dapat berjalan dengan lancar. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Program Studi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selesainya skripsi ini tidak lepas dari dukungan, bimbingan, dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh sebab itu melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih atas selesainya penyusunan skripsi ini, kepada: 1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST, M.A. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D. selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Rishe Purnama Dewi, S.Pd., M.Hum. selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Apri Damai Sagita K, S.S., M.Pd. selaku dosen pembimbing II yang telah membimbing peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Galih Kusumo, S.Pd., M. Pd. selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan demi hasil skripsi yang lebih baik. 7. Seluruh dosen dan staf karyawan USD yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 8. Semua pegawai perpustakaan USD yang telah memberi layanan kepada penulis dalam mendapatkan referensi. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Niken Anggraheni S.Pd. selaku Kepala Sekolah SD Kanisius Kotabaru I yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian dan dukungan kepada penulis. 10. Guru-guru SD Kanisius Kotabaru I terutama Tri Lestari S.Pd. selaku guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V yang telah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga dalam melaksanakan penelitian. 11. Semua siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I tahun pelajaran 2013/2014 yang telah membantu penulis dalam melakukan penelitian. 12. Kedua orang tuaku Bapak Kabul dan Ibu Sutiyah 13. Keluarga besarku tercinta yang selalu memberi doa dan dukungan kepada penulis. 14. Sahabat-sahabatku, terima kasih atas doa, bantuan, dan dukungan kalian 15. Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu. Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun sebagai upaya penyempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Penulis xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv MOTTO ...................................................................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ..................................................... vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................................. ix KATA PENGANTAR .............................................................................................x DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ..................................................................................................xv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xvii BAB 1 PENDAHULUAN .......................................................................................1 A. Latar Belakang Masalah ..................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 5 C. Tujuan Penelitian ................................................................................................ 5 D. Manfaat Penelitian .............................................................................................. 6 E. Batasan Operasional ........................................................................................... 7 BAB II LANDASAN TEORI ..................................................................................9 A. Teori-Teori yang Mendukung ............................................................................ 9 1. Minat .................................................................................................................. 9 a. Pengertian Minat .................................................................................. 9 b. Ciri-Ciri Minat.................................................................................... 10 c. Cara Mengukur Minat ........................................................................ 12 2. Menyimak ......................................................................................................... 12 a. Pengertian Menyimak ........................................................................ 12 b. Tujuan Menyimak .............................................................................. 13 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Proses Menyimak ............................................................................... 16 3. Cerita Rakyat .................................................................................................... 17 a. Pengertian Cerita Rakyat .................................................................... 17 b. Unsur-Unsur Cerita Rakyat ................................................................ 18 4. Media Audio Visual ......................................................................................... 20 a. Pengertian Media................................................................................ 20 b. Macam-Macam Media Pembelajaran................................................. 21 c. Media Audio Visual ........................................................................... 23 B. Hasil Penelitian yang Mendukung ................................................................... 25 C. Kerangka Berpikir ............................................................................................ 30 D. Hipotesis Tindakan ........................................................................................... 33 BAB III METODE PENELITIAN ........................................................................34 A. Jenis Penelitian ................................................................................................. 34 B. Setting Penelitian .............................................................................................. 37 1. Tempat Penelitian ............................................................................................. 37 2. Subjek Penelitian .............................................................................................. 37 3. Objek Penelitian ............................................................................................... 37 C. Rencana Tindakan ............................................................................................ 37 D. Teknik pengumpulan data ................................................................................ 47 E. Instrumen Penelitian ......................................................................................... 49 F. Validitas Instrumen Penelitian ......................................................................... 57 G. Teknik Analisis Data ........................................................................................ 61 H. Kriteria Keberhasilan ....................................................................................... 65 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................................67 A. Hasil Penelitian................................................................................................. 67 1. Kondisi Awal............................................................................................. 68 2. Siklus I....................................................................................................... 70 a. Perencanaan ........................................................................................ 70 b. Pelaksanaan ........................................................................................ 71 c. Pengamatan ........................................................................................ 74 d. Refleksi............................................................................................... 77 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Siklus 2 ...................................................................................................... 81 a. Perencanaan ........................................................................................ 81 b. Pelaksanaan ........................................................................................ 82 c. Pengamatan ........................................................................................ 84 d. Refleksi............................................................................................... 87 B. Pembahasan ...................................................................................................... 90 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................96 A. Kesimpulan ....................................................................................................... 96 B. Saran ................................................................................................................. 97 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................98 LAMPIRAN ........................................................................................................101 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Peubah dan Instrumen Penelitian .............................................................50 Tabel 2. Rubrik Observasi Minat Belajar Siswa ....................................................51 Tabel 3. Kisi-Kisi Panduan Wawancara Guru Kelas .............................................52 Tabel 4. Kisi-Kisi Panduan Wawancara Siswa ......................................................53 Tabel 5. Kisi-kisi Angket Minat Belajar Siswa .....................................................54 Tabel 6. Penskoran Lembar Angket .......................................................................54 Tabel 7. Rubrik Penilaian Tes Menyimak .............................................................55 Tabel 8. Kriteria Validitas Perangkat Pembelajaran ..............................................59 Tabel 9. Hasil Perhitungan Validitas Perangkat Pembelajaran .............................60 Tabel 10. Perhitungan PAP II ................................................................................64 Tabel 11. Kategori Skor Minat ..............................................................................64 Tabel 12. Kriteria Keberhasilan Minat dan Kemampuan Menyimak ....................66 Tabel 13. Perbandingan Hasil Siklus I, Kondisi Awa, dan Target Siklus I ...........79 Tabel 14. Perbandingan Hasil Siklus II, Siklus I, dan Target Siklus II .................89 Tabel 15. Keberhasilan Pelaksanaan Penelitian .....................................................95 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Delapan Tujuan Menyimak ..................................................................16 Gambar 2. Bagan kerangka berpikir ......................................................................33 Gambar 3. Bagan Model Penelitian Tindakan kelas ..............................................35 Gambar 4. Grafik Peningkatan Skor Rata-Rata Kemampuan Menyimak .............91 Gambar 5. Grafik Peningkatan Skor Rata-Rata Kemampuan Menyimak Siswa...93 Gambar 6. Grafik Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM ...................93 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Silabus .............................................................................................101 Lampiran 2. RPP Siklus I Pertemuan I ................................................................117 Lampiran 3. RPP Siklus I Pertemuan II ...............................................................123 Lampiran 4. RPP Siklus II Pertemuan I ...............................................................129 Lampiran 5. RPP Siklus II Pertemuan II .............................................................136 Lampiran 6. LKS Siklus I Pertemuan I ................................................................142 Lampiran 7. LKS Siklus I Pertemuan II ..............................................................145 Lampiran 8. LKS Siklus II Pertemuan I ..............................................................148 Lampiran 9. LKS Siklus II Pertemuan II .............................................................150 Lampiran 10. Kisi-Kisi Soal Evaluasi .................................................................152 Lampiran 11. Soal Evaluasi Siklus I ....................................................................153 Lampiran 12. Soal Evaluasi Siklus II ..................................................................156 Lampiran 13. Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus I ..........................................158 Lampiran 14. Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus II .........................................160 Lampiran 15. Sinopsis Cerita Rakyat Siklus I .....................................................162 Lampiran 16. Sinopsis Cerita Rakyat II ...............................................................166 Lampiran 17. Materi Unsur-Unsur Cerita ............................................................168 Lampiran 18. Surat Permohonan Ijin Penelitian ..................................................170 Lampiran 19. Surat Keterangan Setelah Penelitian .............................................171 Lampiran 20. Hasil Lembar Validasi Penelitian ..................................................172 Lampiran 21. Hasil Lembar Observasi Kondisi Awal .........................................189 Lampiran 22. Hasil Lembar Observasi Siklus I Pertemuan I ..............................191 Lampiran 23. Hasil Lembar Observasi Siklus I Pertemuan II .............................193 Lampiran 24. Hasil Lembar Observasi Siklus II Pertemuan I .............................195 Lampiran 25. Hasil Lembar Observasi Siklus II Pertemuan II ............................197 Lampiran 26. Hasil Pekerjaan Angket Minat Kondisi Awal ...............................199 Lampiran 27. Hasil Pekerjaan Angket Minat Siklus I .........................................201 Lampiran 28. Hasil Pekerjaan Angket Minat Siklus II ........................................203 Lampiran 29. Hasil Pekerjaan Evaluasi Siklus I ..................................................205 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 30. Hasil Pekerjaan Evaluasi Siklus II ................................................208 Lampiran 31. Hasil Observasi Siklus I ................................................................210 Lampiran 32. Hasil Observasi Siklus II ...............................................................211 Lampiran 33. Angket Minat Kondisi Awal .........................................................212 Lampiran 34. Angket Minat Siklus I ...................................................................213 Lampiran 35. Angket Minat Siklus II ..................................................................214 Lampiran 36. Kondisi Awal Minat Belajar Siswa ...............................................215 Lampiran 37. Kondisi Awal Kemampuan Menyimak .........................................216 Lampiran 38. Minat Belajar Siswa Siklus I .........................................................217 Lampiran 39. Kemampuan Menyimak Siklus I ...................................................218 Lampiran 40. Minat Belajar Siswa Siklus II ........................................................219 Lampiran 41. Kemampuan Menyimak Siklus II..................................................220 Lampiran 42. Hasil Minat Belajar Siswa .............................................................221 Lampiran 43. Hasil Kemampuan Menyimak Siswa ............................................222 Lampiran 44. Nilai Menyimak Kondisi Awal dari Guru ....................................223 Lampiran 45. Evaluasi Siklus I ............................................................................224 Lampiran 46. Evaluasi Siklus II...........................................................................225 Lampiran 47. Foto Penelitian ...............................................................................226 Lampiran 48. Biodata Penulis ..............................................................................228 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN Dalam bab I ini peneliti akan membahas tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan batasan operasional. A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan sarana komunikasi penting bagi manusia dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Bahasa dapat membantu seseorang untuk mengungkapkan ide maupun gagasan pikirannya kepada orang lain. Semakin terampil bahasa seseorang maka akan semakin jelas ide maupun gagasan pikiran orang tersebut. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2007 dalam Standar Komunikasi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pelajaran bahasa Indonesia mencangkup empat keterampilan bahasa yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Setiap keterampilan bahasa mempunyai hubungan erat dengan ketiga keterampilan bahasa lain. Keterampilan bahasa pada penelitian ini yaitu keterampilan menyimak. Menyimak merupakan suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi, untuk memperoleh informasi, menangkap isi pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan (Tarigan, 2008:31). Menyimak menempati bagian paling besar dalam komunikasi. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa aktivitas menyimak lebih sering dilakukan dibanding aktivitas keterampilan berbicara, 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 membaca, dan menulis. Menyimak merangsang pemikiran dan perasaan maka menyimak memiliki aspek psikologis karena menyangkut minat dan perhatian (Hermawan, 2012:34). Minat berpengaruh besar terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat pada mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh sebab ada daya tarik bagi siswa. Aktivitas belajar akan berjalan dengan lancar apabila disertai minat. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam menyimak sehingga hasil belajar menyimak menjadi baik. Meskipun keterampilan menyimak sangat penting namun pada pelaksanaannya kurang mendapat perhatian, sekolah lebih mengutamakan pada keterampilan bahasa lainnya. Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas V bahasa Indonesia SD Kanisius Kotabaru I pada Rabu, 6 November pukul 08.15 WIB. Hasil wawancara dengan guru kelas yaitu siswa kelas V mengalami kesulitan dalam penguasaan aspek menyimak cerita, dalam proses pembelajaran biasanya siswa hanya mendengarkan cerita dari guru dan belum memanfaatkan media pembelajaran sehingga siswa kurang berminat pada kegiatan pembelajaran. Slameto (2010:57), menyebutkan minat merupakan suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Suatu minat dapat dilihat dari partisipasi dalam suatu aktivitas. Siswa yang berminat terhadap suatu aktivitas akan memberikan perhatian lebih pada aktivitas tersebut secara konsisten dengan rasa senang. Oleh karena itu, jika minat terhadap kegiatan menyimak tinggi maka diharapkan hasil belajar menyimak akan lebih baik.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Peneliti melakukan pengamatan di kelas V SD Kanisius Kotabaru I sebanyak 2 kali yaitu pada hari Selasa, 12 November 2013 dan Rabu, 13 November 2013 untuk mengetahui kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas dan untuk mengetahui minat belajar siswa. Pengamatan pada hari Selasa, 12 November 2013 dilakukan pada pukul 11.15 – 12.30 WIB dengan materi “Penggunaan Kata Tanya”. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan yaitu guru melakukan tanya jawab tentang materi, namun hanya beberapa siswa saja yang aktif menjawab. Kemudian ketika pembelajaran dilakukan dalam kelompok kecil, kondisi kelas sangat ramai. Setiap kelompok kecil hanya 1 sampai 2 orang saja yang mengerjakan tugas dari guru. Pengamatan kedua dilakukan pada hari Rabu, 13 November 2013 dilakukan pada pukul 07.00 – 08.15 WIB dengan materi “Penggunaan Awalan ber-”, hasilnya yaitu hanya beberapa siswa saja yang aktif menjawab pertanyaan dari guru. Ketika guru bertanya siswa hanya diam dan tidak aktif menjawab. Guru harus menunjuk siswa terlebih dulu untuk menjawab pertanyaan. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V SD Kanisius Kotabaru I, peneliti menyimpulkan bahwa dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pembelajaran menyimak cerita di kelas V SD Kanisius Kotabaru I masih konvensional yaitu membacakan cerita dan belum menggunakan media pembelajaran. Hal ini menyebabkan siswa kurang berminat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga dapat berpengaruh pada pencapaian tujuan

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 pembelajaran menyimak cerita. Siswa mengalami kesulitan dalam penguasaan aspek menyimak cerita ditunjukkan dengan nilai beberapa siswa yang masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), KKM yang harus dicapai siswa adalah 75. Berdasar data nilai menyimak cerita rakyat yang diberikan oleh guru kelas bahasa Indonesia, sebanyak 33 siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I hanya 14 siswa (42,42%) yang nilainya di atas KKM, dan 19 siswa (57,58 %) nilainya masih dibawah KKM. Dari masalah yang terjadi maka perlu adanya penggunaan media pembelajaran yang tepat sehingga dapat membangkitkan minat belajar dan kemampuan menyimak siswa. Media pembelajaran berguna sebagai perantara menyampaikan materi dari pengirim pesan ke penerima pesan. Pada penelitian ini media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu media audio visual. Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan gambar (Djamarah, 2006:124). Media audio visual merupakan perpaduan yang saling mendukung antara gambar dan suara yang mampu menggugah perasaan dan pemikiran siswa. Media ini menarik sebab mampu menyajikan informasi dalam bentuk gambar sekaligus suara yang akan mempermudah siswa dalam menyimak materi pembelajaran serta dapat menambah minat siswa dalam belajar. Penelitian menggunakan media audio visual dalam proses pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan minat dan kemampuan menyimak pada mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya KD 5.2 mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat).

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Dengan latar belakang masalah tersebut, peneliti merasa tertarik untuk meneliti tentang minat dan kemampuan menyimak pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan KD 5.2 mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat) siswa dengan memanfaatkan media audio visual. Oleh karena itu, peneliti merumuskan judul penelitian “Peningkatan Minat dan Kemampuan Menyimak Cerita Rakyat Menggunakan Media Audio Visual Siswa Kelas V SD Kanisius Kotabaru I Yogyakarta”. B. Rumusan Masalah Terdapat dua rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu. 1. Apakah peningkatan minat belajar siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I menggunakan media audio visual tahun pelajaran 2013/2014? 2. Apakah peningkatan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I menggunakan media audio visual tahun pelajaran 2013/2014? C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Meningkatan minat belajar siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I menggunakan media audio visual tahun pelajaran 2013/2014. 2. Meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I menggunakan media audio visual tahun pelajaran 2013/2014.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 D. Manfaat Penelitian Penelitian ini dapat memberikan manfaat diantaranya. 1. Bagi Peneliti Peneliti mendapat pengalaman baru dalam melakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan media audio visual dalam upaya meningkatkan minat belajar dan kemampuan menyimak pada mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya pada KD 5.2 mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat). 2. Bagi Siswa Siswa mampu meningkatkan minat belajar dan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa SD Kanisius Kotabaru I pada mata pelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada KD 5.2 mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat). 3. Bagi Guru Guru memperoleh inspirasi dalam melakukan penelitian tindakan kelas khususnya penggunaan media audio visual dalam upaya meningkatkan minat belajar dan kemampuan menyimak mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya pada KD 5.2 mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat). 4. Bagi Sekolah a. Penelitian ini bagi sekolah menambah dokumen hasil penelitian yang dapat menjadi bahan di perpustakaan.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 b. Penelitian ini bagi sekolah memberikan masukan kepada kepala sekolah atau lembaga pendidikan di SD tentang penggunaan dan penerapan media audio visual sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan menyimak siswa. E. Batasan Operasional 1. Minat Minat adalah suatu perasaan suka dan tertarik pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang memaksa. 2. Menyimak Menyimak adalah suatu kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian untuk memperoleh informasi, menangkap isi pesan dan memahami makna komunikasi yang disampaikan oleh pembicara. Kegiatan menyimak dalam penelitian ini yaitu siswa mendengarkan cerita menggunakan media audio visual berupa video cerita rakyat. 3. Cerita Rakyat Cerita rakyat adalah suatu cerita yang berdasarkan pada budaya masyarakat tertentu yang diceritakan secara lisan dan turun temurun. 4. Media Media adalah segala sesuatu yang berguna untuk menyajikan informasi dari pengirim pesan ke penerima pesan.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 5. Media Pembelajaran Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang berguna untuk menyalurkan pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan sehingga merangsang perhatian dan minat siswa agar tercipta lingkungan belajar yang kondusif. 6. Media Audio Visual Media audio visual adalah suatu media untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima pesan yang dinikmati melalui indera pendengaran (unsur auditif) dan penglihatan (unsur visual).

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab II ini peneliti akan membahas tentang teori-teori yang mendukung, hasil penelitian yang mendukung, kerangka berpikir, dan hipotesis tindakan. A. Teori-Teori yang Mendukung 1. Minat a. Pengertian Minat Slameto (2010:57), minat merupakan suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Pendapat ini sejalan dengan pemikiran Djamarah (2011:166), mengemukakan minat merupakan kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas. Seseorang yang berminat terhadap suatu aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu secara konsisten dengan rasa senang. Suatu minat dapat dilihat dari partisipasi dalam suatu aktivitas. Siswa yang memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut (Slameto, 2010:180). Menurut Getsel (dalam Mardapi, 2008:106), minat adalah suatu disposisi yang terorganisir melalui pengalaman yang mendorong 9

(29) 10 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI seseorang untuk memperoleh objek khusus, aktivitas, pemahaman, dan keterampilan untuk tujuan perhatian atau pencapaian. Dari berbagai pengertian minat, dapat disimpulkan bahwa minat adalah suatu perasaan suka dan tertarik pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang memaksa. Siswa akan memberikan perhatian lebih pada subjek yang disukai dengan berpartisipasi aktif dalam aktivitas yang dilakukannya. Oleh karena itu, guru perlu membangkitkan minat siswa agar merasa senang dan tertarik pada kegiatan pembelajaran sehingga siswa akan berpartisipasi aktif dalam aktivitas pembelajaran. Penelitian ini berupaya meningkatkan minat siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I dengan menggunakan media audio visual yang dikhususkan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia KD 5.2 mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat). b. Ciri-Ciri Minat Menurut Slameto (2010:57), siswa yang berminat mempunyai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang. Jadi berbeda dengan perhatian, karena perhatian sifatnya sementara (tidak dalam waktu yang lama) dan belum tentu diikuti dengan perasaan senang, sedangkan minat selalu diikuti dengan perasaan senang dan dari sinilah akan diperoleh suatu kepuasan pada sesuatu yang diminati tersebut. Suatu minat dapat ditunjukkan melalui pernyataan lebih

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 menyukai suatu hal dibanding lainnya, dapat pula ditunjukkan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Dari ciri-ciri belajar yang telah dikemukakan minat memiliki arti bahwa siswa yang berminat dalam belajar akan memiliki perhatian, perasaan suka dan senang melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan apa yang telah dipelajari. Menurut Winkel (2004:212), minat diartikan sebagai kecenderungan subjek yang menetap untuk merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi itu. Minat mempunyai pengaruh yang besar terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat terhadap suatu mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh sebab ada daya tarik bagi siswa. Aktivitas belajar akan berjalan lancar bila disertai minat. Dari ciri-ciri minat yang telah dijelaskan, maka minat belajar dapat dibagi ke dalam empat indikator yaitu perasaan senang, kemauan untuk mengembangkan diri, sikap perhatian, dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Pada penelitian ini, peneliti membagi minat belajar ke dalam empat indikator utama. Pertama yaitu perasaan senang dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia. Kedua yaitu kemauan untuk mengembangkan diri. Ketiga yaitu sikap perhatian dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Keempat yaitu berpartisipasi dalam

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia. Empat indikator utama minat belajar tersebut digunakan sebagai indikator pembuatan rubrik observasi dan angket minat belajar siswa. c. Cara Mengukur Minat Minat belajar siswa dapat diukur menggunakan penilaian non tes. Pada penelitian ini, penulis menggunakan teknik non tes observasi, angket, dan wawancara kepada guru dan siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I. Margono (2007:158), menyatakan observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang nampak pada objek penelitian. Esterberg (dalam Sugiyono, 2012:317), menyatakan bahwa wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Sugiyono (2012:199), menyatakan angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. 2. Menyimak a. Pengertian Menyimak Tarigan (2008:31), menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi, untuk memperoleh informasi, menangkap isi pesan, serta memahami makna komunikasi

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Sejalan dengan pemikiran Anderson (dalam Tarigan, 2008:30), menyimak dibatasi sebagai proses besar mendengarkan, mengenal, serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan. Menyimak berhubungan dengan komunikasi secara lisan yang tujuannya untuk menangkap informasi, isi atau pesan, dan memahami makna dari komunikasi tersebut. Dari uraian pengertian menyimak, dapat disimpulkan menyimak adalah suatu kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian untuk memperoleh informasi, menangkap isi pesan dan memahami makna komunikasi yang disampaikan oleh pembicara. b. Tujuan Menyimak Tujuan menyimak setiap orang beraneka ragam. Tarigan (2008:60-61), mengemukakan delapan tujuan menyimak, antara lain. 1) Menyimak dengan tujuan agar memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran pembicara dengan kata lain menyimak bertujuan untuk belajar. 2) Menyimak dengan penekanan pada penikmatan terhadap sesuatu dari materi yang diujarkan atau yang diperdengarkan atau dipagelarkan (terutama dalam bidang seni) dengan kata lain menyimak bertujuan untuk menikmati keindahan audial.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 3) Menyimak dengan maksud agar mampu menilai sesuatu yang disimak (baik-buruk, indah-jelek, tepat-ngawur, logis-tak logis, dan lain-lain) dengan kata lain menyimak bertujuan untuk mengevaluasi. 4) Menyimak agar dapat menikmati serta menghargai sesuatu yang disimak (misalnya pembicaraan cerita, pembacaan puisi, musik dan lagu, dialog, perdebatan) dengan kata lain menyimak bertujuan untuk mengapresiasi materi simakan. 5) Menyimak agar dapat mengkomunikasikan ide-ide, gagasangagasan, atau perasaan-perasaannya kepada orang lain dengan lancar dan tepat. 6) Menyimak dengan tujuan agar dapat membedakan bunyi-bunyi dengan tepat, mana bunyi yang membedakan arti (distingsi), bunyi yang tidak membedakan arti. 7) Menyimak dengan tujuan agar dapat memecahkan masalah secara kreatif dan analisis, sebab dari pembicara mungkin memperoleh banyak masukan berharga. 8) Menyimak dengan tujuan untuk meyakinkan dirinya terhadap suatu masalah atau pendapat yang selama ini diragukan dengan kata lain menyimak secara persuasif.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Dari uraian tujuan menyimak, dapat ditarik kesimpulan bahwa menyimak dapat dipandang dari berbagai segi, misalnya sebagai sarana, sebagai suatu keterampilan berkomunikasi, sebagai seni, sebagai proses, sebagai suatu responsi, dan sebagai pengalaman kreatif (Tarigan, 2008:61). Dari kedelapan tujuan menyimak tersebut, tujuan menyimak yang ditekankan dalam penelitian ini adalah menyimak untuk belajar, menyimak untuk mengevaluasi, dan menyimak untuk mengapresiasi materi simakan. Kegiatan menyimak yang berlangsung disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai siswa. Siswa diharapkan mampu menghargai halhal yang disimak, dan memahami materi simakan dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan. Penelitian ini diharapkan mampu memaksimalkan keterampilan berbahasa yaitu keterampilan menyimak siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I. Agar lebih jelas, lihatlah rangkuman yang tertera pada gambar dibawah ini.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menyimak untuk meyakinkan Menyimak untuk belajar Menyimak untuk memecahkan masalah Menyimak untuk membedakan bunyi-bunyi 16 Menyimak untuk menikmati Delapan Tujuan Menyima k Menyimak untuk mengomunikasikan ide-ide Menyimak untuk mengevaluasi Menyimak untuk mengapresiasi Gambar 1. Delapan Tujuan Menyimak (Tarigan, 2008:62) c. Proses Menyimak Tarigan (2008:63), menyimak adalah suatu kegiatan yang merupakan suatu proses. Dalam proses menyimak, terdapat tahapantahapan. Tahapan itu sebagai berikut. 1) Tahap mendengar atau tahap hearing. Tahap ini baru mendengar segala yang dikemukakan oleh pembicara dalam ujaran atas pembicaraannya. 2) Tahap memahami atau tahap understanding. Setelah mendengar maka ada keinginan untuk mengerti atau memahami dengan baik isi pembicaraan yang disampaikan oleh pembicara.

(36) 17 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3) Tahap menginterpretasi atau tahap interpreting. Menafsirkan atau menginterpretasikan isi, butir-butir pendapat yang terdapat dan tersirat dalam ujaran. 4) Tahap mengevaluasi atau tahap evaluating. Penyimak mulai menilai atau mengevaluasi pendapat serta gagasan pembicara mengenai keunggulan dan kelemahan serta kebaikan dan kekurangan pembicara. 5) Tahap menanggapi atau tahap responding. Penyimak menyambut, mencamkan, dan menyerap serta menerima gagasan atau ide yang dikemukakan oleh pembicara dalam ujaran atau pembicaraan. Berdasarkan uraian lima tahapan menyimak, dapat disimpulkan bahwa setiap tahapan dalam menyimak saling berurutan dan terkait satu sama lain. Penelitian ini diharapkan berjalan sesuai dengan kelima tahapan menyimak di atas serta mampu memaksimalkan keterampilan menyimak siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I. 3. Cerita Rakyat a. Pengertian Cerita Rakyat Cerita rakyat (folklore) merupakan salah satu bentuk dari cerita tradisional. Penyampaian cerita rakyat diceritakan secara lisan dan turun temurun sehingga selalu terdapat variasi penceritaan walau isinya kurang lebih sama. Menurut Bruchac (dalam Nurgiyantoro, 2005:164), mengemukakan cerita rakyat (folklore) merupakan jenis

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 pengetahuan tradisional yang disampaikan dari lisan ke lisan dalam sebuah komunitas menyarakat kecil yang terisolasi. Menurut Suyatno (2008:44), cerita rakyat adalah cerita yang hidup di tengah-tengah masyarakat dan sudah ada sejak zaman dulu. Cerita diwariskan dan disebarkan secara lisan. Dari pengertian cerita rakyat, dapat disimpulkan bahwa cerita rakyat adalah suatu cerita di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang keberadaannya sudah ada sejak zaman dulu, diwariskan secara lisan dan turun- temurun. b. Unsur-Unsur Cerita Rakyat Setiap cerita mempunyai unsur-unsur cerita. Begitu juga dengan cerita rakyat memiliki unsur-unsur cerita. Unsur-unsur cerita yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1) Tema Tema yaitu pokok pikiran yang mendasari sebuah cerita. Ada juga yang menyebutkan gagasan, ide dasar, atau pikiran utama yang melandasi sebuah cerita (Hardjana, 2006:18). 2) Penokohan Penokohan meliputi tokoh dan watak. Tokoh adalah pelaku cerita yang memiliki beragam watak (Warsidi, 2008:2). Watak adalah kebiasaan atau perilaku tokoh dalam cerita (Warsidi, 2008:5).

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 3) Plot/Alur Plot/alur yaitu unsur struktur yang berwujud dalam jalinan peristiwa, yang memperlihatkan kepaduan (koherensi) yang diwujudkan antara lain oleh sebab akibat atau kausalitas (Hardjana, 2006:21). 4) Latar/Setting Latar/setting adalah waktu dan tempat terjadinya peristiwa didalam sebuah cerita (Hardjana, 2006:23). Menurut Suyatno (2008:20) dalam buku Indahnya Bahasa dan Sastra Indonesia latar dapat dibagi menjadi tiga, yaitu latar tempat, waktu, dan suasana. a) Latar tempat Latar tempat adalah segala sesuatu yang menjelaskan tentang tempat terjadinya peristiwa dalam cerita. b) Latar waktu Latar waktu adalah waktu terjadinya peristiwa dalam cerita. c) Latar suasana Latar suasana adalah penjelasan mengenai suasana pada saat peristiwa terjadi. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan ketiga latar di atas karena disesuaikan dengan materi bahasa Indonesia khususnya penguasaan materi mengidentifikasi unsur cerita

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 (tokoh, tema, latar, amanat) yang diajarkan di SD Kanisius Kotabaru I. 5) Amanat Amanat adalah pesan pengarang kepada pembaca baik tersurat maupun tersirat (Hardjana, 2006:53). Pesan dalam suatu cerita harus memberikan ajaran berbuat baik kepada pembacanya. Amanat harus ada dalam cerita hal ini penting karena berguna sebagai bahan pembelajaran bagi pembaca agar selalu berbuat baik. 4. Media Audio Visual a. Pengertian Media Kata media berasal dari bahasa Latin, yakni medius yang secara harfiahnya berarti „tengah‟, ‟pengantar‟ atau „perantara‟ (Munadi, 2010:6). Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai penyalur atau perantara pesan atau informasi dari sumber informasi sehingga siswa benar-benar dapat belajar secara optimal (Sufanti, 2010:64). Menurut Gerlach & Ely (dalam Anitah, 2010:5), media adalah grafik, fotografi, elektronik, atau alat-alat mekanik untuk menyajikan, memproses dan menjelaskan informasi lisan atau visual. Istilah media digunakan juga dalam bidang pengajaran atau pendidikan sehingga istilahnya menjadi media pendidikan atau media pembelajaran (Sanjaya, 2006:163).

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta kemauan peserta didik sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran secara efektif (Sukiman, 2012:29). Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif (Munadi, 2010:7). Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menjadi perantara pesan dalam proses belajar mengajar dari sumber informasi kepada penerima informasi sehingga terjadi proses belajar yang kondusif (Sufanti, 2010:64). Berdasar berbagai pengertian tentang media, dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang berguna untuk menyajikan informasi dari pengirim pesan ke penerima pesan. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang berguna untuk menyalurkan pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan sehingga merangsang perhatian dan minat siswa agar tercipta lingkungan belajar yang kondusif. b. Macam-Macam Media Pembelajaran Media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi tergantung dari sudut mana melihatnya. Dilihat dari

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 jenisnya, media dibagi ke dalam 3 macam (Djamarah, 2006:124) yaitu sebagai berikut. a) Media Auditif Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder, piringan hitam. Media ini tidak sesuai untuk orang tuli atau mempunyai kelainan pendengaran. Media ini menampilkan bermacam-macam suara untuk didengarkan, diperhatikan, dan dipahami sesuai dengan kompetensi dasar yang sedang dipelajari. b) Media Visual Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Indera penglihatan merupakan indera yang paling penting dalam pemanfaatan media ini oleh siswa. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip (film bingkai), slides (film bingkai) foto, gambar atau lukisan, dan cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, dan film kartun. c) Media Audio visual Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Siswa dapat memahami materi pelajaran dengan indera pendengaran dan indera penglihatan sekaligus. Media ini mempunyai kemampuan lebih baik karena meliputi jenis media pertama dan kedua. Munadi (dalam Sufanti, 2010:88),

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 menyebutkan jenis media audio visual adalah film bersuara, televisi, dan video. Dari ketiga jenis media pembelajaran yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa media audio visual mempunyai kemampuan lebih baik serta kelebihan dibandingkan dengan media auditif dan media visual sebab dalam media audio visual meliputi kedua jenis media lainnya. Oleh karena itu, pada penelitian tindakan ini menggunaan media audio visual untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan menyimak cerita rakyat. c. Media Audio Visual Media audio visual adalah media yang menunjukkan unsur auditif (pendengaran) maupun visual (penglihatan), jadi dapat dipandang maupun didengar suaranya (Anitah, 2010:55). Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik sebab mengundung unsur jenis media auditif dan visual. Media pembelajaran berbasis audio-visual adalah media penyaluran pesan dengan memanfaatkan indera pendengaran dan penglihatan (Sukiman, 2012:184). Secara umum media audio visual memiliki efektivitas yang lebih baik daripada media visual atau audio. Media audio visual adalah media pembelajaran yang pemanfaatannya untuk dilihat sekaligus didengar (Sufanti, 2010:88). Oleh karena itu, dengan penggunaan media ini guru dapat menyuguhkan pengalaman-pengalaman yang kongkrit

(43) 24 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kepada siswa yang sangat sulit jika materi tersebut diceritakan. Guru tidak perlu ceramah, tetapi siswa sudah bisa memahami banyak hal dengan media ini. Dari pengertian media audio visual, dapat disimpulkan media audio visual adalah suatu media untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima pesan yang dapat dinikmati melalui indera pendengaran (unsur auditif) dan penglihatan (unsur visual). Media audio visual merupakan perpaduan yang saling mendukung antara gambar dan suara yang mampu menggugah perasaan dan pemikiran penonton. Media audio visual merupakan media yang menarik sebab mampu menyajikan informasi dalam bentuk gambar sekaligus suara yang akan mempermudah siswa dalam menyimak materi yang akan disampaikan. Media ini mampu menyuguhkan pengalaman yang kongkrit kepada siswa yang sangat sulit jika materi tersebut diceritakan. Guru tidak perlu banyak berceramah dalam menyampaikan materi, tetapi siswa sudah bisa memahami banyak hal dengan media ini. Media ini dapat menambah minat siswa dalam belajar karena siswa dapat mendengar sekaligus melihat gambar. Pada penelitian ini media audio visual yang digunakan adalah video. Video yang digunakan yaitu video cerita rakyat. Pemanfaatan video memudahkan dalam pengulangan. Video bisa diputar berulangulang, dihentikan di tengah jalan, diulang dari tengah atau diputar sesuai keinginan. Penelitian dengan memanfaatkan media audio visual

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 diharapkan dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran sehingga kompetensi dasar benar-benar dapat dikuasai oleh siswa. Selain itu, diharapkan proses pembelajaran lebih bervariasi dan menarik sehingga siswa berminat dalam mengikuti setiap kegiatan pembelajaran. B. Hasil Penelitian yang Mendukung Ada penelitian terdahulu yang dapat digunakan untuk mendukung penelitian ini yaitu. Penelitian Intam Kartika Dewi (2012) yang berjudul “Peningkatan Kemampuan Menyimak Cerita Anak dengan Menggunakan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Menyimak Siswa Kelas V SD Kanisius Kembaran Bantul Tahun Ajaran 2011/2012”. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan dua siklus. Metode penelitian yang digunakan hasil tes menyimak siswa, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata skor menyimak siswa pada kondisi awal sebesar 62,18, pada akhir siklus 1 meningkat menjadi 73,95. Pada akhir siklus II skor rata-rata menyimak siswa mengalami peningkatan menjadi 84,50. Penelitian ini bermanfaat bagi peneliti selanjutnya karena memberi gambaran dalam pembuatan skripsi dan topik yang digunakan sesuai dengan topik pembuatan skripsi. Objek yang diteliti pada penelitian sebelumnya yaitu kemampuan menyimak cerita anak menggunakan media audio visual sedangkan objek pada penelitian ini yaitu minat belajar dan kemampuan

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual. Kelebihan penelitian ini adalah adanya penelitian tentang minat belajar dan kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual sedangkan penelitian sebelumnya tidak meneliti minat belajar dan hanya meneliti kemampuan menyimak cerita anak menggunakan media audio visual. Penelitian Santo (2013) yang berjudul “Peningkatan Minat dan Kemampuan Mengarang Menggunakan Media Gambar pada Materi Mengarang Siswa Kelas IV SD Kanisius Klepu Tahun Ajaran 2011/2012”. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu meningkatkan minat dan kemampuan mengarang siswa kelas IV SD Kanisius Klepu tahun ajaran 2011/2012. Penelitian yang digunakan merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Kanisius Klepu dan objek yang diteliti yaitu minat belajar siswa serta kemampuan mengarang siswa menggunakan media gambar. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan. Tahap-tahap PTK dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penggunaan media gambar menjadi cara dalam rangka meningkatkan minat belajar dan kemampuan mengarang siswa dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan minat belajar dan kemampuan mengarang siswa kelas IV SD Kanisius Klepu tahun ajaran 2011/2012. Hal ini dibuktikan dengan nilai ratarata minat belajar dan kemampuan mengarang mengarang selalu meningkat dalam tiap siklus. Sebelum diberi tindakan minat belajar siswa pada kondisi

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 awal adalah 8,17 dan setelah diberi tindakan nilai rata-rata minat belajar pada siklus I adalah 10,78 dan siklus II adalah 13 pada skala 20. Nilai rata-rata kemampuan mengarang siswa pada kondisi awal (56,67) dengan persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 48,48%, siklus I (63,60) dengan persentase siswa mencapai KKM sebesar 67,85% dan siklus II (73,92) dengan persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 92.30%. Penelitian ini bermanfaat bagi peneliti selanjutnya karena memberi gambaran dalam pembuatan skripsi dan topik yang digunakan sesuai dengan topik pembuatan skripsi. Perbedaan penelitian ini dengan sebelumnya yaitu objek yang diteliti pada penelitian ini kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual sedangkan penelitian sebelumnya kemampuan mengarang menggunakan media gambar. Penelitian Eka Retnaningsih (2013) yang berjudul “Peningkatan Menyimak Dongeng Menggunakan Media Audio dengan Strategi Membangkitkan Rasa Ingin Tahu pada Siswa Kelas VIIA”. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menyimak dongeng dan mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Winong dalam pembelajaran menyimak dongeng menggunakan media audio dengan strategi membangkitkan rasa ingin tahu. Desain penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menyimak dongeng. Siklus I nilai rata-rata kelas

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 72,8 dan siklus II 80. Perilaku siswa dalam mengikuti pembelajaran mengalami perubahan kearah yang lebih positif. Penelitian ini bermanfaat bagi peneliti selanjutnya karena memberi gambaran dalam pembuatan skripsi dan topik yang digunakan sesuai dengan topik pembuatan skripsi. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu objek yang diteliti pada penelitian ini kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual sedangkan penelitian sebelumnya menyimak dongeng menggunakan media audio dengan strategi membangkitkan rasa ingin tahu. Kelebihan penelitian ini terdapat penelitian minat sedangkan sebelumnya tidak ada penelitian minat. Penelitian Arif Tri Purwaningsih (2013) yang berjudul “Peningkatan Kemampuan Menyimak Teks Berita melalui Penggunaan Media Audio Siswa Kelas VIII H SMP Negeri 1 Sedati-Sidoarjo Tahun Pelajaran 2012/2013”. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK), yang dalam pelaksanaannya dilakukan sebanyak dua siklus pembelajaran yang masing-masing memiliki tahapan perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil belajar siklus I nilai rata-rata (76,15) dengan persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 65,38% dan siklus II (80,19) dengan persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 80,76%. Penelitian ini bermanfaat bagi peneliti selanjutnya karena memberi gambaran dalam pembuatan skripsi dan topik yang digunakan sesuai dengan topik pembuatan skripsi. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 sebelumnya yaitu objek yang diteliti pada penelitian ini yaitu kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual sedangkan penelitian sebelumnya kemampuan menyimak teks berita menggunakan media audio. Kelebihan penelitian ini terdapat penelitian minat sedangkan penelitian sebelumnya tidak ada penelitian minat. Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah jenis penelitian yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), adanya penelitian tentang minat dan kemampuan menyimak, menggunakan media pembelajaran sebagai tindakan dalam menyelesaikan masalah kelas. Keistimewaan penelitian ini dibandingkan penelitian terdahulu adalah pada penelitian ini adanya penelitian tentang menyimak cerita yaitu cerita rakyat, penelitian ini dilakukan di SD Kanisius Kotabaru I sebelumnya belum ada yang melakukan penelitian tindakan di SD ini, penelitian dilakukan pada tahun ajaran 2013/2014. Berbagai penelitian minat dan menyimak telah banyak dilakukan dan hasilnya menunjukkan bahwa terjadi peningkatan minat dan keterampilan menyimak setelah diterapkan media pembelajaran. Meskipun demikian, penelitian terhadap minat dan keterampilan menyimak masih menarik untuk dilakukan. Peneliti ingin membuktikan besarnya kenaikan minat dan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa dengan menggunakan media audio visual.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 C. Kerangka Berpikir Menyimak merupakan suatu proses kegiatan mendengarkan lambanglambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi, untuk memperoleh informasi, menangkap isi pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan (Tarigan, 2008:31). Menyimak tidak datang secara alami, melainkan perlu usaha untuk mendapatkannya. Proses menyimak dituntut untuk memperoleh informasi, menangkap isi pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pengirim pesan melalui ujaran atau bahasa lisan. Menyimak menempati bagian paling besar dalam komunikasi. Berdasarkan penelitian para ahli ditemukan bahwa aktivitas menyimak lebih sering dilakukan dibanding aktivitas keterampilan berbicara, membaca, dan menulis. Dengan demikian keterampilan menyimak terutama di sekolah dasar perlu ditingkatkan. Pada kenyataannya keterampilan menyimak kurang mendapat perhatian, sekolah lebih mengutamakan pada keterampilan bahasa membaca, berbicara dan menulis. Dalam proses pembelajaran menyimak guru tidak menggunakan media pembelajaran dan biasanya siswa hanya mendengarkan cerita dari guru. Siswa mengalami kebosanan dan kurang berminat pada kegiatan pembelajaran yang berpengaruh pada penguasaan keterampilan menyimak. Menurut Slameto (2010:57), minat merupakan suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Minat dapat dilihat dari aktivitas yang dilakukan siswa. Seseorang yang berminat terhadap suatu aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu secara konsisten dengan rasa senang. Jika siswa berminat pada kegiatan pembelajaran maka diharapkan hasil belajar akan lebih baik. Pada penelitian ini, peneliti ingin meningkatkan minat dan kemampuan menyimak cerita rakyat. Menurut (Suyatno, 2008:44), cerita rakyat adalah cerita yang hidup di tengah-tengah masyarakat dan sudah ada sejak zaman dulu. Cerita diwariskan dan disebarkan secara lisan. Peneliti melakukan perubahan pada kegiatan pembelajaran menyimak dengan melakukan pembelajaran menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif (Munadi, 2010:7). Berbagai macam media pembelajaran salah satunya adalah media audio visual. Media audio visual adalah media yang menunjukkan unsur auditif (pendengaran) maupun visual (penglihatan), jadi dapat dipandang maupun didengar suaranya (Anitah, 2010:55). Media audio visual merupakan media yang menarik sebab mampu menyajikan informasi dalam bentuk gambar sekaligus suara yang akan mempermudah siswa dalam menyimak materi yang akan disampaikan. Media ini dapat menambah minat siswa dalam belajar karena siswa dapat menyimak sekaligus melihat gambar. Penggunaan media audio visual

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 diharapkan dapat meningkatkan minat siswa dan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus. Tiap siklus terdiri empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I dimulai dengan tahap perencanaan yaitu berupa rencana kegiatan untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan peneliti. Pada tahap tindakan, peneliti melakukan kegiatan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Tindakan yang dilakukan adalah mengadakan pembelajaran menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audio visual. Tahap observasi dilakukan ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil pengamatan kemudian di refleksikan. Kelemahan pada siklus I diperbaiki pada silus II dan kelebihan yang diperoleh dipertahankan. Siklus II dilakukan dengan memperbaiki perencanaan. Setelah perencanaan diperbaiki dilanjutkan pelaksanaan dan pengamatan. Hasil yang diperoleh dari pengamatan kemudian di refleksikan kemajuan yang telah dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Hasil pembelajaran siklus I dan siklus II kemudian dibandingkan untuk mengetahui peningkatan minat dan menyimak cerita rakyat. Berikut bagan kerangka berpikir dalam penelitian ini.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kondisi awal Tindakan 33 Pembelajaran menyimak belum menggunakan media audio visual Minat dan kemampuan menyimak rendah Penggunaan media audio visual Siklus I Siklus II Minat dan kemampuan menyimak meningkat Kondisi akhir Gambar 2. Bagan kerangka berpikir D. Hipotesis Tindakan Berdasarkan uraian teori-teori yang mendukung dan kerangka berpikir yang telah penulis uraikan, peneliti mengajukan hipotesis, sebagai berikut. 1. Penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I tahun pelajaran 2013/2014. 2. Penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I tahun pelajaran 2013/2014.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab III ini peneliti akan membahas tentang jenis penelitian, setting penelitian, rencana tindakan, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, validitas, teknis analisis data, dan kriteria keberhasilan. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sehingga hasil belajar siswa meningkat (Aqib, 2009:3). Menurut Kusumah (2009: 9), PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Dari pengertian PTK, dapat disimpulkan PTK adalah penelitian yang dilakukan guru di kelasnya sendiri dengan merencanakan, melaksanakan dan refleksi tindakan yang bertujuan untuk memperbaiki kinerja sehingga hasil belajar siswa meningkat. Dalam melaksanakan PTK, guru dapat melakukan penelitian sendiri terhadap proses pembelajaran di kelas atau juga berkolaboratif dengan guru dan peneliti lain. Namun dalam pelaksanaannya tidak boleh mengganggu atau menghambat proses pembelajaran. 34

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Ada beberapa ahli yang mengemukakan model penelitian tindakan dengan bagan yang berbeda-beda, namun secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim yang dilalui. Tahap pertama yaitu perencanaan yang menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Tahap kedua yaitu pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan di kelas. Tahap ketiga yaitu pengamatan yang mengamati semua kegiatan yang terjadi pada waktu tindakan sedang dilakukan. Pada tahap keempat yaitu refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan (Arikunto, 2006:16). Keempat tahapan di atas dapat dijelaskan dalam gambar berikut ini. Perencanaan SIKLUS I Refleksi Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan SIKLUS II Refleksi Pelaksanaan Pengamatan ? Gambar 3. Bagan Model Penelitian Tindakan kelas Sumber (Arikunto, 2006:16)

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Keempat tahap dalam penelitian tindakan tersebut adalah unsur untuk membentuk sebuah siklus, yaitu satu putaran kegiatan beruntun, yang kembali ke langkah semula. Jadi satu siklus adalah dari tahap penyusunan rancangan sampai dengan refleksi. Penelitian tindakan tidak pernah merupakan kegiatan tunggal tetapi selalu berupa rangkaian kegiatan yang kembali ke asal, yaitu dalam bentuk siklus. Waktu pelaksanaan pembelajaran dalam satu siklus sifatnya relatif. Jangka waktu untuk satu siklus tergantung dari materi yang akan disampaikan. Refleksi dapat dilakukan apabila peneliti sudah merasa mantap mendapat pengalaman, dalam arti sudah memperoleh informasi yang diperlukan untuk memperbaiki cara yang telah dicoba. Apabila sudah diketahui keberhasilan dan hambatan dari tindakan yang baru selesai dilaksanakan dalam satu siklus, guru pelaksana (bersama peneliti pengamat) menentukan rancangan siklus dua. Setelah menyusun rancangan siklus dua, guru dapat melanjutkan ke tahap pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, seperti yang terjadi pada siklus pertama. Jika sudah selesai dengan siklus dua dan guru belum merasa puas, dapat dilanjutkan ke siklus selanjutnya dengan cara dan tahap yang sama dengan siklus sebelumnya. Pada gambar model PTK diatas, tampak bahwa di dalamnya terdiri dari dua perangkat komponen yang dapat dikatakan sebagai dua siklus. Untuk pelaksanaan sesungguhnya, jumlah siklus sangat bergantung kepada permasalahan yang perlu diselesaikan. Apabila hasil dari siklus sudah mengalami peningkatan dan peneliti sudah merasa cukup, siklus dapat dihentikan.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 B. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Kanisius Kotabaru I yang beralamat di Jl. Abubakar Ali 2B, Yogyakarta. Peneliti memilih SD Kanisius Kotabaru I karena SD ini belum menggunakan media pembelajaran dalam pembelajaran menyimak sehingga peneliti ingin mengimplementasikan media audio visual untuk menyelesaikan masalah di sekolah tersebut khususnya di kelas V dengan KD 5.2 mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat). 2. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I yang berjumlah 33 siswa terdiri dari 17 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki. 3. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah peningkatan minat belajar dan kemampuan menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audio visual dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Mata pelajaran bahasa Indonesia dengan kompetensi dasar 5.2 mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat) di SD Kanisius Kotabaru I. C. Rencana Tindakan Penelitian ini akan dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan yang pengajaran setiap siklusnya menggunakan media audio

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 visual. Rencana tindakan pada penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. Persiapan Persiapan yang dilakukan peneliti sebelum melakukan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut: a. Permintaan ijin kepada Kepala Sekolah SD Kanisuis Kotabaru I untuk mengadakan penelitian. b. Melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan beberapa siswa. c. Melakukan pengamatan pada proses pembelajaran di kelas V SD Kanisius Kotabaru I untuk mendapat gambaran kegiatan pembelajaran dan karakteristik siswa. d. Mengidentifikasi masalah yang ada di kelas yaitu kurangnya minat dan prestasi kemampuan menyimak siswa khususnya pada kompetensi dasar 5.2 mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat). e. Menyusun rencana tindakan penelitian pada setiap siklusnya. f. Menyusun silabus, Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), soal evaluasi, kunci jawaban ringkasan materi, dan video cerita rakyat. g. Menyusun instrumen penelitian.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 39 Rencana Tindakan Setiap Siklus Tahap tindakan dilakukan guru dengan menerapkan media audio visual. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai jadwal bahasa Indonesia kelas V SD Kanisius Kotabaru I. Materi yang akan disampaikan adalah mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat). Adapun tindakan yang akan dilakukan pada tiap siklus yaitu: a. Siklus 1 1) Perencanaan Pada tahapan ini peneliti dan guru berdiskusi dalam merencanakan tindakan yang akan dilakukan terkait masalah yang ditemukan. Rencana yang akan dilaksanakan sebagai berikut: a) Peneliti mempersiapkan bahan ajar bahasa Indonesia yaitu mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat). b) Menyusun silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), menyusun soal evaluasi, kunci jawaban, ringkasan materi, dan video cerita rakyat. c) Menyusun instrumen penelitian. 2) Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan berdasarkan RPP dengan langkahlangkah sebagai berikut:

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Pertemuan pertama a) Salam pembuka, doa dan presensi b) Apersepsi, motivasi dan orientasi c) Guru menjelaskan unsur-unsur cerita anak (tokoh, tema, latar, watak, amanat) d) Guru memutarkan video cerita rakyat “Timun Emas” e) Siswa menyimak video cerita rakyat f) Siswa mengerjakan LKS yang diberikan guru g) Siswa mengumpulkan hasil LKS h) Guru dan siswa membuat kesimpulan materi i) Guru beserta siswa melakukan refleksi kegiatan pembelajaran Pertemuan kedua a) Salam pembuka, doa dan presensi b) Apersepsi, motivasi dan orientasi c) Guru menjelaskan unsur-unsur cerita anak (tokoh, tema, latar, watak, amanat) d) Guru memutarkan video cerita rakyat “Timun Emas” e) Siswa menyimak video cerita rakyat f) Siswa mengerjakan LKS yang diberikan guru g) Siswa mengumpulkan hasil LKS h) Siswa mengerjakan soal evaluasi i) Guru dan siswa membuat kesimpulan materi

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI j) Guru beserta siswa melakukan refleksi 41 kegiatan pembelajaran 3) Pengamatan Pengamatan yang dilakukan mencakup dua hal yaitu pengamatan proses pembelajaran dan pengamatan hasil belajar. a) Pengamatan Proses Pembelajaran Pengamatan proses pembelajaran dilakukan untuk mengamati penerapan pembelajaran media audio visual di kelas. Pengamatan ini bertujuan melihat apakah proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. b) Pengamatan Hasil Belajar Pengamatan hasil belajar dibagi menjadi dua yaitu pengamatan minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa. (1) Pengamatan Minat Belajar Siswa Pengamatan minat belajar siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama mengumpulkan data dengan menggunakan lembar pengamatan berupa rubrik yang dilakukan oleh pengamat. Kedua dengan memberikan lembar angket yang akan di isi siswa. Lembar angket

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 diberikan pada kondisi awal, akhir siklus I, dan akhir siklus II. (2) Kemampuan Menyimak Siswa Kemampuan menyimak siswa dilakukan di akhir pembelajaran pada siklus I dengan memberikan tes tertulis yang nantinya menjadi pembanding peningkatan kemampuan menyimak pada setiap siklus. 4) Refleksi Refleksi yang dilakukan mencakup dua hal yaitu refleksi proses pembelajaran dan refleksi hasil belajar. a) Refleksi Proses Pembelajaran Refleksi proses pembelajaran dilakukan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi pada siklus I. Selain itu juga untuk merefleksikan pencapaian proses pembelajaran yang sudah dicapai pada siklus I dengan menggunakan media audio visual. b) Refleksi Hasil Belajar Refleksi hasil belajar dibagi menjadi dua yaitu refleksi minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 (1) Minat Belajar Siswa Menganalisa hasil minat belajar yang dicapai pada siklus I dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan sebelumnya. (2) Kemampuan menyimak Siswa Menganalisa hasil kemampuan menyimak yang dicapai pada siklus I dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan sebelumnya. b. Siklus II 1) Perencanaan Perencanaan dilakukan berdasarkan hasil refleksi siklus I. Peneliti dan guru merencanakan kembali tindakan yang akan dilakukan pada siklus II untuk memperbaiki aspek-aspek yang belum optimal pada siklus I. Rencana tindakan pada siklus II antara lain menyusun silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), menyusun soal evaluasi untuk siklus II dan kunci jawabannya, ringkasan materi, video cerita rakyat serta menyiapkan instrumen penelitian. 2) Pelaksanaan Pelaksanaan pada siklus II didasarkan pada siklus 1. Peneliti melaksanakan tindakan dengan menggunakan RPP yang telah dipersiapkan. Dalam pembelajaran siklus II guru harus

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 lebih memperhatikan aspek-aspek yang kurang pada siklus I sehingga diharapkan hasilnya akan lebih optimal. Tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II, yaitu: Pertemuan pertama a) Salam pembuka, doa dan presensi b) Apersepsi, motivasi dan orientasi c) Guru menjelaskan unsur-unsur cerita anak (tokoh, tema, latar, watak, amanat) d) Guru memutarkan video cerita rakyat “Legenda Selat Bali” e) Siswa menyimak video cerita rakyat f) Siswa mengerjakan LKS yang diberikan guru secara berkelompok g) Perwakilan dari setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok h) Guru dan siswa membuat kesimpulan materi i) Guru beserta siswa melakukan refleksi kegiatan pembelajaran Pertemuan kedua a) Salam pembuka, doa dan presensi b) Apersepsi, motivasi dan orientasi c) Guru menjelaskan unsur-unsur cerita anak (tokoh, tema, latar, watak, amanat) d) Guru memutarkan video cerita rakyat “Legenda Selat Bali”

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 e) Siswa menyimak video cerita rakyat f) Siswa mengerjakan LKS yang diberikan guru secara berkelompok g) Perwakilan dari setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok h) Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan guru i) Guru dan siswa membuat kesimpulan materi j) Guru beserta siswa melakukan refleksi kegiatan pembelajaran 3) Pengamatan Pengamatan yang dilakukan mencakup dua hal yaitu pengamatan proses pembelajaran dan pengamatan hasil belajar. a) Pengamatan Proses Pembelajaran Pengamatan proses pembelajaran dilakukan untuk mengamati penerapan pembelajaran media audio visual di kelas. Pengamatan ini bertujuan melihat apakah proses pembelajaran sudah sesuai dengan yang direncanakan atau belum. b) Pengamatan Hasil Belajar Pengamatan hasil belajar dibagi menjadi dua yaitu pengamatan minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 (1) Pengamatan Minat Belajar Siswa Pengamatan minat belajar siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama mengumpulkan data dengan menggunakan lembar pengamatan berupa rubrik yang dilakukan oleh pengamat. Kedua dengan memberikan lembar angket yang akan diisi siswa. Lembar angket diberikan pada akhir siklus II. (2) Kemampuan Menyimak Siswa Kemampuan menyimak siswa dilakukan di akhir pembelajaran pada siklus II dengan memberikan tes tertulis yang nantinya menjadi pembanding peningkatan kemampuan menyimak pada setiap siklus. 4) Refleksi Refleksi yang dilakukan mencakup dua hal yaitu refleksi proses pembelajaran dan refleksi hasil belajar. a) Refleksi Proses Pembelajaran Refleksi proses pembelajaran dilakukan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi pada siklus II. Selain itu juga untuk merefleksikan pencapaian proses pembelajaran yang sudah dicapai pada siklus II dengan menggunakan media audio visual.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 b) Refleksi Hasil Belajar Refleksi hasil pembelajar dibagi menjadi dua yaitu refleksi minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa. (1) Refleksi Minat Belajar Siswa Menganalisa minat belajar siswa yang dicapai pada siklus II dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan sebelumnya. (2) Kemampuan Menyimak Siswa Menganalisa kemampuan menyimak siswa yang dicapai pada siklus II dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan sebelumnya. Setelah refleksi proses pembelajaran dan hasil pembelajaran dilakukan maka peneliti mengukur keberhasilan penelitian pada akhir siklus II. Dari hasil tersebut peneliti mengambil keputusan apakah siklus akan dihentikan atau dilanjutkan ke siklus III. D. Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. 1. Observasi/Pengamatan Observasi merupakan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang nampak pada objek penelitian (Margono,

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 2007:158). Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia yang berlangsung di kelas. Peneliti menggunakan lembar pengamatan untuk mengamati pelajaran di kelas selama diterapkannya media audio visual. 2. Wawancara Esterberg (dalam Sugiyono, 2012:317), mendefinisikan wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara digunakan untuk mengetahui minat dan kemampuan menyimak siswa. Melalui wawancara, peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendukung atau memperkuat hasil pengamatan mengenai minat dan kemampuan menyimak dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia. 3. Kuesioner/Angket Kuesioner/angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2012:199). Angket diberikan kepada siswa untuk mengetahui perubahan sikap yang terjadi setelah diberi tindakan. Angket diberikan tiga kali, yaitu sebelum kegiatan penelitian dan pada setiap akhir penelitian tindakan. Dengan menganalisis informasi yang diperoleh melalui angket dapat diketahui peningkatan kualitas proses kegiatan pembelajaran serta dapat diketahui ada tidaknya peningkatan minat dalam pembelajaran menyimak siswa.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 49 Tes Tes ialah rangkaian pertanyaan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, inteligensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Mahmud, 2011:185). Jenis tes yang digunakan oleh peneliti yaitu jenis tes tertulis dengan bentuk tes essay. Tes tertulis yaitu berupa sejumlah pertanyaan yang diajukan secara tertulis tentang aspek-aspek yang ingin diketahui keadaannya dari jawaban yang diberikan secara tertulis pula sedangkan tes essey (essay test) yaitu tes yang menghendaki agar testee memberikan jawaban dalam bentuk uraian atau kalimat-kalimat yang disusun sendiri (Margono, 2007:170). Tes tertulis digunakan untuk mengetahui kemampuan menyimak siswa terhadap materi yang dipelajari. E. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian (Sanjaya, 2009:84). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu untuk mengukur minat belajar dan kemampuan menyimak cerita rakyat. Untuk mengukur minat belajar menggunakan lembar observasi dan angket sedangkan untuk mengukur kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan tes. Peubah dan instrumen pengumpulan data dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 1. Peubah Tabel 1. Peubah dan Instrumen Penelitian Indikator Data Pengumpulan a. b. Minat c. d. 2. Menyimak Perasaan senang Kemauan untuk mengembangkan diri Perhatian Partisipasi Rata-rata skor kemampuan menyimak siswa 50 Instrumen Skor ratarata observasi dan kuesioner Observasi dan kuesioner a. Lembar observasi minat b. Lembar kuesioner minat Skor ratarata nilai menyimak siswa Tes a. Lembar soal evaluasi Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM 1. Rubrik observasi minat belajar Observasi minat belajar dilakukan pada setiap kegiatan pembelajaran berlangsung. Observasi yang dilakukan peneliti ketika berada di kelas menggunakan rubrik penelitian yang telah dipersiapkan sebelumnya. Rubrik observasi minat belajar dikembangkan oleh peneliti bersama dengan teman yang lain yang melakukan penelitian tentang minat. Peneliti memberikan skor 1, 2, 3, dan 4 di setiap pernyataan yang muncul pada siswa dalam proses pembelajaran. Skor 1 jika siswa tidak merespon tindakan yang termasuk dalam kriteria, skor 2 jika tindakan siswa sering tidak sesuai dengan kriteria, skor 3 jika tindakan siswa kadang sesuai dengan kriteria, dan skor 4 jika tindakan siswa sesuai dengan kriteria. Silang pendapat mengenai perlu tidaknya pilihan tengah dipicu oleh kekhawatiran sementara orang yang berpendapat bahwa pilihan tengah disediakan maka responden akan cenderung memilihnya

(70) 51 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sehingga data mengenai perbedaan di antara responden menjadi kurang informatif (Azwar, 2009:34). Penelitian ini tidak menggunakan alternatif jawaban netral (N) karena menurut peneliti jika disediakan pilihan jawaban tengah (N) maka cenderung responden memilihnya sehingga data mengenai perbedaan di antara responden tersebut kurang memberikan informasi yang sebenarnya. Kisi-kisi panduan observasi minat dapat dilihat pada tabel. Tabel 2. Rubrik Observasi Minat Belajar Siswa Skor No Indikator Pernyataan 1 a. 1 Siswa menunjukkan perasaan senang dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia. b. c. d. e. Siswa menunjukkan kemauan untuk mengembangkan diri. 2 a. b. c. d. e. 3 Siswa menunjukkan sikap perhatian dalam pembelajaran bahasa Indonesia. a. b. Siswa sudah berada di kelas sebelum guru datang. Siswa menyiapkan buku pelajaran bahasa Indonesia sebelum pelajaran dimulai. Siswa mengikuti pelajaran dengan antusias. Siswa mengucapkan salam ketika guru datang. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru tanpa mengeluh. Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru mengenai materi yang dijelaskan. Siswa berusaha mencari jawaban dari tugas yang diberikan. Siswa bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan. Siswa membuat catatan mengenai materi yang dipelajari. Siswa membawa buku sumber yang lain. Siswa memperhatikan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Siswa berkonsentrasi mengikuti pelajaran, walaupun teman-temannya mengganggu. 2 3 4

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Skor No Indikator Pernyataan 1 c. Siswa tidak kegaduhan. d. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Siswa mencatat penjelasan guru. e. Siswa berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia. a. b. c. 4 d. e. 2 3 4 membuat Siswa maju untuk mengerjakan soal. Siswa menanggapi pertanyaan yang diberikan oleh guru. Siswa mengajukan diri dalam menjawab pertanyaan. Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir. Siswa mengoreksi apabila guru kurang tepat dalam menjelaskan.. 2. Panduan wawancara Panduan wawancara digunakan untuk mengetahui minat dan kemampuan siswa dalam menyimak. Wawancara dilakukan kepada guru kelas dan beberapa siswa. Sebelum melakukan wawancara kita perlu menyiapkan panduan wawancara terlebih dahulu, agar data yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Kisi-kisi panduan wawancara dapat dilihat pada tabel. No Tabel 3. Kisi-Kisi Panduan Wawancara Guru Kelas Pertanyaan 1. Apakah siswa antusias ketika pelajaran menyimak berlangsung? 2. Apakah siswa membuat kegaduhan pada saat pembelajaran? 3. Apakah siswa fokus ketika kegiatan menyimak? Jawaban

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Apakah siswa aktif dalam menjawab pertanyaan? 5. Kesulitan apa yang dihadapi ketika pembelajaran menyimak? 6. Media apa yang ibu gunakan untuk pembelajaran menyimak? 7. Hambatan apa yang ditemukan ketika menggunakan media? 8. Apakah penggunaan media dapat berpengaruh terhadap kemampuan menyimak siswa? 9. Bagaimana nilai pada kemampuan menyimak siswa? Tabel 4. Kisi-Kisi Panduan Wawancara Siswa Pertanyaan No 1. Apakah kamu senang ketika mengikuti pelajaran bahasa Indonesia terutama mendengarkan cerita? 2. Apakah kamu selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh ibu guru? 3. Apakah kamu suka dengan kegiatan mendengarkan cerita? 4. Apakah kamu bisa menjelaskan kembali yang dikatakan oleh ibu guru bila temanmu bertanya? 5. Apakah ibu guru sering membacakan materi dari buku paket? 6. Kamu lebih senang mendengarkan cerita bila dibacakan oleh ibu guru atau bisa melihat gambarnya juga?Mengapa? 53 Jawaban 3. Angket/Kuesioner Angket/kuesioner diberikan kepada seluruh siswa kelas V, dengan waktu yang disediakan yaitu 20 menit dengan 20 pertanyaan. Kisi-kisi kuesioner/angket dapat dilihat pada tabel.

(73) 54 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. b. c. d. Tabel 5. Kisi-kisi Angket Minat Belajar Siswa No. Item No. Item Indikator positif negatif Siswa memiliki perasaan senang 1, 9, 16 5, 12 dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia Siswa memiliki kemauan untuk 2,17 6, 13 mengembangkan diri Siswa memiliki sikap perhatian dalam pembelajaran bahasa 3, 10 7, 14, 19 Indonesia Siswa berpartisipasi dalam kegiatan 4, 11, 18 8, 15, 20 pembelajaran bahasa Indonesia Total 20 Tabel 6. Penskoran Lembar Angket Alternatif Jawaban Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak setuju Skor Item Positif 4 3 2 1 Item Negatif 1 2 3 4 Silang pendapat mengenai perlu tidaknya pilihan tengah dipicu oleh kekhawatiran sementara orang yang berpendapat bahwa pilihan tengah disediakan maka responden akan cenderung memilihnya sehingga data mengenai perbedaan di antara responden menjadi kurang informatif (Azwar, 2009:34). Penelitian ini tidak menggunakan alternatif jawaban netral (N) karena menurut peneliti jika disediakan pilihan tengah (N) maka cenderung responden memilihnya sehingga data mengenai perbedaan di antara responden tersebut kurang memberikan informasi yang sebenarnya. 4. Menyimak cerita rakyat Soal tes yang akan digunakan berupa tes tertulis berbentuk essay terdiri dari 10 soal.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Tabel 7. Rubrik Penilaian Tes Menyimak Skala Penilaian No Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Soal Bobot 1 Menyebutkan tokoh Menyebutkan latar tempat Menjelaskan latar waktu Menjelaskan latar suasana Menentukan tema cerita Menjelaskan kegiatan tokoh Menjelaskan watak tokoh Mengidentifikasi watak tokoh Menjelaskan amanat cerita Menuliskan isi cerita Total 2 3 4 Jumlah Skala x Bobot 1 1 2 2 2 2 2 2 5 6 25 Skor Total = Keterangan 4 = Baik 3 = Cukup 2 = Kurang 1 = Sangat Kurang Penilaian tes menyimak dilakukan dengan kriteria yaitu kriteria penilaian soal nomor 1 diberikan skor 4 jika menyebutkan lebih dari 4 tokoh dengan tepat, skor 3 diberikan jika menyebutkan 3 tokoh dengan tepat, skor 2 jika menyebutkan 2 tokoh dengan tepat, skor 1 jika menyebutkan 1 tokoh dengan tepat. Kriteria penilaian soal nomor 2 diberikan skor 4 jika menuliskan lebih dari 4 latar tempat dengan tepat, skor 3 jika menuliskan 3 latar tempat dengan tepat, skor 2 jika menuliskan 2 latar tempat dengan tepat, skor 1 jika menuliskan 1 latar tempat dengan tepat. Kriteria penilaian soal nomor 3 diberikan skor 4 jika jawaban tepat, lengkap, dan benar, skor 3 jika jawaban kurang lengkap dan benar, skor 2 jika jawaban kurang lengkap, skor 1 jika jawaban tidak benar. Kriteria penilaian soal nomor 4 diberikan skor 4 jika jawaban tepat, lengkap, dan

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 benar, skor 3 jika jawaban kurang lengkap dan benar, skor 2 jika jawaban kurang lengkap, skor 1 jika jawaban tidak benar. Kriteria penilaian soal nomor 5 diberikan skor 4 jika menentukan tema sesuai dengan isi cerita, skor 3 jika menentukan tema cukup sesuai dengan isi cerita, skor 2 jika menentukan tema kurang sesuai dengan isi cerita, skor 1 jika tidak ada jawaban yang benar. Pada kriteria penilaian soal nomor 6 diberikan skor 4 jika jawaban tepat, lengkap, dan benar, skor 3 jika awaban kurang lengkap dan benar, skor 2 jika jawaban kurang lengkap, skor 1 jika jawaban tidak benar. Kriteria penilaian soal nomor 7 diberikan skor 4 jika jawaban tepat, lengkap, dan benar, skor 3 jika jawaban kurang lengkap dan benar, skor 2 jika jawaban kurang lengkap, skor 1 jika jawaban tidak benar. Kriteria penilaian soal nomor 8 diberikan skor 4 jika jawaban tepat, lengkap, dan benar, skor 3 jika jawaban kurang lengkap dan benar, skor 2 jika jawaban kurang lengkap, skor 1 jika jawaban tidak benar. Kriteria penilaian soal nomor 9 diberikan skor 4 jika amanat sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 3, skor 3 jika amanat sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 2, skor 2 jika amanat kurang sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 1, skor 1 jika amanat tidak sesuai dengan isi cerita. Kriteria penilaian soal nomor 10 diberikan skor 4 jika menuliskan judul, Isi sesuai cerita, struktur kalimat sesuai EYD, skor 3 jika menuliskan menuliskan judul, isi sesuai cerita, skor 2 jika menuliskan judul, isi kurang sesuai cerita, skor 1 jika menuliskan judul, isi sangat tidak sesuai dengan cerita.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 F. Validitas Instrumen Penelitian Validitas merupakan penilaian untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan telah menilai apa yang seharusnya dinilai. Validitas berkenaan dengan ketetapan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai sehingga betulbetul menilai apa yang seharusnya dinilai (Sudjana, 2009:12). Hal ini sejalan dengan pendapat Arifin (2011:245), menyebutkan validitas adalah suatu derajat ketepatan instrumen (alat ukur), maksudnya apakah instrumen yang digunakan betul-betul tepat untuk mengukur apa yang akan diukur. Sukardi (2008:32-38), menjelaskan bahwa validitas suatu tes dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu validitas isi, validitas kontruk, validitas konkuren, dan validitas prediksi. Sependapat dengan Sudjana (2009:12), menyatakan bahwa validitas ada empat macam yaitu: 1. Validitas isi Validitas isi berkenaan dengan kesanggupan alat penilaian dalam mengukur isi yang seharusnya. Artinya, tes tersebut mampu mengungkapkan isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur. 2. Validitas bangun pengertian (construct validity) Validitas bangun pengertian (construct validity) berkenaan dengan kesanggupan alat penilaian untuk mengukur pengertian-pengertian yang terkandung dalam materi yang diukurnya. 3. Validitas ramalan (predictive validity) Dalam validitas ini yang diutamakan bukan isi tes, melainkan kriterianya, apakah alat penilaian tersebut dapat digunakan untuk

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 meramalkan suatu ciri, perilaku tertentu, atau kriteria tertentu yang diinginkan. 4. Validitas kesamaan (councurrent validity) Validitas kesamaan suatu tes artinya membuat tes yang memilki persamaan dengan tes sejenis yang telah ada atau yang telah dibakukan. Pada penelitian ini, menggunakan jenis validitas isi dan validitas konstruk. Validitas isi dan validitas konstruk ditempuh dengan expert judgement. Expert judgement ditempuh dengan cara bertanya kepada para ahli, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Validitas yang ditempuh melalui expert judgement untuk memvalidasi rubrik observasi minat belajar, angket minat, dan perangkat pembelajaran. Peneliti melakukan validasi instrumen minat belajar. Instrumen minat yang akan digunakan untuk mengukur minat belajar yaitu berupa kisi-kisi observasi minat belajar beserta lembar observasinya dan kisi-kisi angket minat belajar beserta lembar angketnya. Validasi instrumen minat belajar tersebut dilakukan dengan cara berkonsultasi kepada yang lebih ahli (expert judgement) yaitu dosen. Hal ini bertujuan supaya instrumen minat belajar yang dibuat peneliti, benar-benar sesuai dengan indikator minat. Penyusunan kisi-kisi pengamatan minat belajar pengamatan minat belajar berdasarkan pada 4 indikator minat, kemudian setiap indikator dijabarkan ke dalam 5 deskriptor. Sehingga jumlah semua deskriptor minat ada 20 item. Jika saat melakukan pengamatan, tindakan siswa sesuai dengan kriteria maka pengamat akan memberikan skor 4, tindakan siswa kadang sesuai dengan kriteria maka skor 3, tindakan siswa sering tidak

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 sesuai dengan kriteria maka skor 2, dan siswa tidak merespon tindakan yang termasuk dalam kriteria maka skor 1. Jadi skor keseluruhan adalah 80. Sedangkan penyusunan kisi-kisi angket minat belajar siswa juga berdasarkan 20 deskriptor minat yang sama. Peneliti juga melakukan validasi perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dibuat peneliti berupa: silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), bahan ajar, dan soal evaluasi. Untuk menggambarkan kriteria yang tepat dalam sebuah penelitian maka diperlukan kriteria validitas perangkat pembelajaran. Kriteria validitas perangkat pembelajaran akan dihitung menggunakan Pedoman Acuan Pembelajaran II (PAP II). Pedoman Acuan Pembelajaran (PAP II) persentil minimal adalah 56. Berikut ini disajikan kriteria validitas perangkat pembelajaran. Tabel 8. Kriteria Validitas Perangkat Pembelajaran Tingkat Rentang Nilai Penguasaan Kriteria Skor Huruf Kompetensi 81% - 100% 4,05 – 5,00 A Sangat Baik 66% - 80% 3,30 – 4,04 B Baik 56% - 65% 2,80 – 3,20 C Cukup 46% - 55% 2,30 – 2,70 D Kurang Baik dibawah 46% 0,00 – 2,20 E Sangat Kurang Baik Sumber. Masidjo (1995: 157) Dalam penelitian ini, perangkat pembelajaran tersebut divalidasi oleh Dosen Universitas Sanata Dharma, Kepala Sekolah SD Kanisius Kotabaru I, dan guru mata pelajaran bahasa Indonesia SD Kanisius Kotabaru I. Adapun hasil perhitungan validitas perangkat pembelajaran adalah sebagai berikut.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Tabel 9. Hasil Perhitungan Validitas Perangkat Pembelajaran No Perangkat Pembelajaran 1 Silabus 2 3 4 5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Lembar Kerja siswa (LKS) Soal Evaluasi Bahan Ajar Dari hasil Expert Judgement Dosen Universitas Sanata Dharma Kepala Sekolah SD K Kotabaru I Guru bahasa Indonesia Kelas V SD K Kotabaru I Rata-rata Dosen Universitas Sanata Dharma Kepala Sekolah SD K Kotabaru I Guru bahasa Indonesia Kelas V SD K Kotabaru I Rata-rata Dosen Universitas Sanata Dharma Kepala Sekolah SD Kanisius Kotabaru I Guru bahasa Indonesia Kelas V SD K Kotabaru I Rata-rata Dosen Universitas Sanata Dharma Kepala Sekolah SD Kanisius Kotabaru I Guru bahasa Indonesia Kelas V SD K Kotabaru I Rata-rata Dosen Universitas Sanata Dharma Kepala Sekolah SD Kanisius Kotabaru I Guru bahasa Indonesia Kelas V SD K Kotabaru I Rata-rata perhitungan rata-rata validasi Hasil Penilaian Rata-rata 4,44 4 4,67 4,37 4,45 3,95 4,55 4,31 5 4,25 4,75 4,66 5 4,60 4,60 4,73 5 4,40 4,80 4,73 perangkat pembelajaran silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), soal evaluasi, dan bahan ajar di atas, diperoleh rata-rata silabus adalah 4,37 dengan kriteria sangat baik. Rata-rata Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah 4,31 dengan kriteria sangat baik. Rata-rata Lembar Kerja siswa (LKS) adalah 4,66 dengan kriteria sangat baik. Rata-rata soal evaluasi adalah 4,73 dengan kriteria sangat baik. Rata-rata bahan ajar adalah 4,73 dengan kriteria sangat baik. Dari hasil perhitungan di atas, diperoleh rata-rata keseluruhan perangkat pembelajaran adalah 4,56. Hasil

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 perhitungan tersebut termasuk dalam kriteria sangat baik. Maka perangkat pembelajaran ini layak digunakan untuk penelitian. Secara lebih jelas, instrumen validasi desain pembelajaran dapat dilihat pada tabel dan hasil pengisiannya pada lampiran. G. Teknik Analisis Data Menurut Sanjaya (2009:106), analisis data adalah suatu proses mengolah dan menginterpretasi data dengan tujuan untuk mendudukkan berbagai informasi sesuai dengan fungsinya hingga memiliki makna dan arti yang jelas sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif deskriptif. Analisis kuantitatif digunakan untuk hasil tes/evaluasi siswa, sedangkan analisis kualitatif deskriptif digunakan untuk hasil observasi dan angket. 1. Analisis Data Minat Belajar a. Observasi minat Penelitian ini menggunakan lembar observasi yang berjumlah 20 pernyataan. Peneliti akan memberikan skor 1, 2, 3, dan 4 di setiap pernyataan yang muncul pada siswa dalam proses pembelajaran. Skor 1 jika siswa tidak merespon tindakan yang termasuk dalam kriteria, skor 2 jika tindakan siswa sering tidak sesuai dengan kriteria, skor 3 jika tindakan siswa kadang sesuai dengan kriteria, dan skor 1 jika tindakan siswa sesuai dengan kriteria. Skor maksimal dalam pengisian lembar observasi ini adalah 4 x 20 pernyataan

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 hasilnya 80. Pengamatan ini dilakukan setiap proses kegiatan pembelajaran. Berikut langkah-langkah analisis data observasi minat. 1) Menjumlahkan skor yang diperoleh siswa 2) Mencari skor rata-rata observasi minat Untuk menghitung skor rata-rata observasi minat, menggunakan skor rata-rata kelas sebagai berikut. Rata-rata observasi minat = 3) Perhitungan observasi minat setiap siklus Observasi Minat = Keterangan: P1 = Pertemuan pertama dalam setiap siklus P2 = Pertemuan kedua dalam setiap siklus b. Angket Minat Belajar Peneliti menggunakan angket minat yang berjumlah 20 pernyataan. Pernyataan angket disusun menggunakan kalimat positif dan negatif. Angket tersebut terdiri dari 4 alternatif jawaban yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Skor maksimal dalam pengisian lembar observasi ini adalah 4 x 20 pernyataan hasilnya 80. Berikut ini skoring untuk setiap jawaban dari angket minat item positif dan item negatif.

(82) 63 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Alternatif Jawaban Item Positif Item Negatif Sangat Setuju =4 =1 Setuju =3 =2 Tidak Setuju =2 =3 Sangat Tidak setuju =1 =4 Pengisian angket dilakukan tiga kali yaitu pada kondisi awal, akhir siklus I, dan akhir siklus II. Berikut ini langkah-langkah analisis data angket minat. 1) Menjumlahkan skor yang diperoleh setiap siswa 2) Mencari skor rata-rata angket minat Untuk menghitung skor rata-rata angket minat, menggunakan skor rata-rata kelas sebagai berikut: Skor rata-rata angket minat = c. Skor Akhir Minat Siswa Untuk menghitung skor akhir minat, menggunakan rumus sebagai berikut: Skor Akhir Minat Siswa = Kemudian dilanjutkan dengan menentukan kategori minat berdasarkan skor yang diperoleh. Peneliti menggunakan acuan penilaian dari Masidjo yaitu Penilaian Acuan Patokan atau PAP II. Dalam menganalisis minat peneliti menggunakan persentase dari ke

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 4 indikator. Peneliti membuat modifikasi untuk mencari rentang skor untuk memudahkan dalam menghitung yaitu dengan cara mengalikan rentang persentil skor dengan skor maksimal yang mengkin diperoleh siswa. Berikut ini hasilnya: Tabel 10. Perhitungan PAP II Tingkat Penguasaan Kompetensi Nilai Huruf 81% x 80 = 64,8 dibulatkan menjadi 65 66% x 80 = 52,8 dibulatkan menjadi 53 56% x 80 = 44,8 dibulatkan menjadi 45 46% x 80 = 36,8 dibulatkan menjadi 37 Dibawah 46% atau dibawah 36 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Kategori skor minat siswa dapat dimodifikasi berdasarkan perhitungan di atas. Tingkat penguasaan kompetensi PAP tipe II dapat dilihat pada tabel. Tabel 11. Kategori Skor Minat Tingkat penguasaan Kompetensi 81% - 100% 66% - 80% 56% - 65% 46% - 55% Dibawah 46% 2. Rentang Skor Kategori 65 – 80 Sangat Tinggi 53 – 64 Tinggi 45 – 52 Cukup 37 – 44 Rendah 0 – 36 Sangat Rendah Sumber. Masidjo (1995:157) Analisis Kemampuan Menyimak Siswa Perhitungan kemampuan menyimak dilakukan dengan membandingkan nilai pada kondisi awal dengan nilai menyimak pada setiap siklusnya. Tes yang digunakan yaitu tes essay. Perhitungan menyimak dilakukan dengan cara sebagai berikut. 1) Menjumlahkan skor yang diperoleh siswa

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 2) Menghitung skor rata-rata Untuk menghitung skor rata-rata, menggunakan skor rata-rata kelas sebagai berikut: SR = 3) Menghitung persentase ketuntasan belajar siswa. Untuk menghitung persentase, menggunakan rumus sebagai berikut. Persentase = 4) Membandingkan tingkat prestasi pada kondisi awal, akhir siklus I, dan akhir siklus II. Hal ini bertujuan untuk menyimpulkan apakah terjadi peningkatan prestasi kemampuan menyimak atau tidak. 5) Menghitung kenaikan prestasi kemampuan menyimak antar siklus. H. Kriteria Keberhasilan Kriteria keberhasilan adalah target keberhasilan dalam suatu usaha sebuah penelitian sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti. Kriteria keberhasilan digunakan sebagai tolok ukur tingkat ketercapaian dari tindakan yang diberikan. Kriteria keberhasilan disusun berdasarkan pengalaman yang telah lalu dan kondisi akhir yang diinginkan yaitu perbaikan atau peningkatan, serta dalam menentukan target dipertimbangkan kemampuan siswa untuk mencapainya sehingga realistis dan tidak muluk-muluk. Target yang ditentukan peneliti dalam penelitian ini adalah target untuk meningkatkan minat dan kemampuan menyimak cerita rakyat. Apabila rata-rata nilai minat

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 dan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa mencapai target yang telah ditentukan, peneliti akan mengakhiri setiap siklus. Penelitian ini terdapat dua rancangan siklus dimana apabila siklus pertama tidak mencapai target keberhasilan maka dilanjutkan pada siklus kedua. Tabel kriteria keberhasilan siswa dapat di lihat pada tabel di bawah ini. No 1 2 Tabel 12. Kriteria Keberhasilan Minat dan Kemampuan Menyimak Kriteria Keberhasilan Peubah Indikator Kondisi Akhir Akhir Awal Siklus I Siklus 2 Minat Skor rata-rata minat 48,34 60 70 belajar siswa Kemampuan - Skor rata-rata Menyimak kemampuan 66,97 75 85 menyimak siswa - Persentase jumlah siswa yang 42,42% 70% 80% mencapai KKM

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab IV ini, peneliti akan membahas tentang hasil penelitian tindakan kelas siklus I maupun siklus II serta pembahasannya. A. Hasil Penelitian Pelaksanaan penelitian dilakukan di SD Kanisius Kotabaru I. Sekolah tersebut terletak di Jalan Abubakar Ali Nomor 2B, kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan empat kali pertemuan yaitu 12 Maret 2014, 25 Maret 2014, 8 April 2014, dan 9 April 2014. Setiap pertemuan dilaksanakan selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit) setara dengan 70 menit, pada setiap akhir siklus digunakan untuk mengerjakan soal evaluasi. Penelitian ini terbagi dalam 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdapat dua pertemuan. Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah kelas V dengan jumlah 33 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan media audio visual yaitu video cerita rakyat sebagai bahan ajar pembelajaran. Materi penelitian ini yaitu mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat). Evaluasi dari penelitian ini adalah soal evaluasi pembelajaran menyimak cerita rakyat, observasi minat belajar siswa, dan angket minat belajar siswa. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah apabila hasil belajar menyimak cerita rakyat, observasi minat 67

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 belajar siswa, dan angket minat belajar siswa mengalami peningkatan dalam tiap tahap penelitian. Tahapan pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti diuraikan sebagai berikut ini. 1. Kondisi Awal Sebelum melakukan tindakan menggunakan media audio visual, peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas mata pelajaran bahasa Indonesia pada hari Rabu, 6 November 2013. Guru mengatakan materi menyimak cerita termasuk sulit dan dalam kegiatan pembelajarannya dengan membacakan cerita. Siswa hanya mendengar cerita sehingga kurang berminat pada kegiatan pembelajaran. Peneliti melakukan pengamatan pada proses pembelajaran bahasa Indonesia untuk mendapatkan gambaran awal minat belajar siswa dan mendukung hasil wawancara dengan guru kelas bahasa Indonesia. Peneliti melakukan pengamatan pada hari Selasa, 12 November 2013 dan Rabu, 13 November 2013 namun pengamatan ini belum menggunakan rubrik observasi minat belajar siswa. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru. Dalam menyampaikan materi pembelajaran guru masih menggunakan ceramah. Minat siswa dalam mengikuti pembelajaran tidak nampak. Ketika guru melakukan tanya jawab tentang materi hanya beberapa siswa saja yang aktif menjawab. Guru harus menunjuk siswa terlebih dulu untuk menjawab pertanyaan. Ketika pembelajaran dilakukan dalam kelompok kecil, kondisi kelas ramai dan tidak kondusif. Setiap kelompok kecil hanya 1 sampai 2 orang saja yang aktif mengerjakan tugas yang berikan.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Pada hari Rabu, 13 November 2013 peneliti juga melakukan wawancara kepada beberapa siswa untuk mengetahui minat awal dan kemampuan menyimak. Secara keseluruhan hasil wawancara kepada siswa dapat disimpulkan bahwa siswa kurang berminat pada kegiatan pembelajaran menyimak karena cerita hanya dibacakan oleh guru. Siswa lebih tertarik jika cerita tersebut diajarkan dengan cara yang berbeda misalnya dengan menggunakan media audio visual. Kemudian pada Selasa, 11 Maret 2014 peneliti melakukan pengamatan dengan menggunakan rubrik observasi minat belajar siswa. Pengamatan ini digunakan sebagai data awal minat belajar siswa. Hasil pengamatan ini yaitu minat siswa masuk pada kriteria cukup. Peneliti juga membagikan lembar angket minat belajar siswa pada hari Selasa, 11 Maret 2014 di kelas V dengan jumlah 33 siswa. Hal ini tujuannya untuk mendukung data minat belajar siswa yang diperoleh dari pengamatan siswa pada proses pembelajaran bahasa Indonesia dan wawancara sebelumnya. Data angket dan observasi minat belajar tersebut akan digunakan sebagai alat ukur kondisi awal minat belajar siswa, sedangkan untuk kondisi awal kemampuan menyimak siswa menggunakan nilai ulangan yang telah dilakukan guru sebelumnya. Data kondisi awal minat belajar siswa dapat dilihat pada lampiran 36 halaman 215. Berdasarkan tabel kondisi awal minat belajar siswa, terdapat 5 siswa (15,15%) termasuk dalam kategori rendah, 21 siswa (63,64%) termasuk dalam kategori cukup, 7 siswa (21,21%) termasuk dalam kategori tinggi. Dari perhitungan tersebut, rata-rata minat belajar siswa kelas V adalah 48,34

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 termasuk dalam kategori minat cukup. Minat belajar siswa pada kategori cukup akan di tingkatkan pada siklus I. Kondisi awal kemampuan menyimak siswa menggunakan nilai ulangan yang telah dilakukan guru sebelumnya. Cerita yang digunakan sebagai ulangan adalah cerita rakyat. Data kondisi awal kemampuan menyimak siswa dapat dilihat pada lampiran 37 halaman 216. Berdasarkan tabel kondisi awal kemampuan menyimak terdapat 14 siswa (42,42%) yang nilainya di atas KKM dan 19 siswa (57,58%) nilainya masih di bawah KKM. Dari perhitungan tersebut, nilai rata-rata kemampuan menyimak siswa kelas V adalah 66,97. Skor kemampuan menyimak siswa masih banyak yang di bawah KKM maka akan diperbaiki pada siklus I. 2. Siklus I Siklus pertama terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setiap tahap diuraikan sebagai berikut: a. Perencanaan Perencanaan yang dilakukan pada siklus I ini adalah peneliti dan guru berdiskusi dalam merencanakan tindakan yang akan dilakukan terkait masalah yang ditemukan. Peneliti mempersiapkan bahan ajar bahasa Indonesia yaitu mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat). Langkah selanjutnya mempersiapkan perangkat pembelajaran terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Kerja Siswa (LKS), menyusun soal evaluasi, kunci jawaban, ringkasan materi, dan video cerita rakyat dan juga peralatan lain yang menjadi pendukung dalam penelitian. Perangkat pembelajaran tersebut kemudian divalidasi dosen, kepala sekolah, dan guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Peneliti juga menyusun lembar observasi dan angket minat belajar untuk mengukur minat siswa yang telah divalidasi oleh dosen. b. Pelaksanaan Pertemuan pertama dilakukan pada hari Rabu, 12 Maret 2014, pukul 07.15 WIB sesudah jam pembiasaan keagamaan usai. Pelaksanaan pembelajaran berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran lainnya yang sudah disiapkan oleh peneliti. Pada penelitian pertama, peneliti dibantu oleh tiga orang teman. Peneliti sebagai pengajar, satu teman peneliti sebagai dokumenter dan dua lainnya sebagai observer. Penelitian dilaksanakan dalam 2 jam pelajaran (2 x 35 menit) atau setara dengan 70 menit. Dua orang siswa bernama Daniel nomor presensi 10 dan Krisna nomor presensi 29 tidak masuk pada pertemuan pertama karena sakit. Materi pembelajaran yang akan dipelajari menggunakan media audio visual pada pertemuan ini adalah menyebutkan tokoh cerita rakyat, menjelaskan latar, dan menjelaskan tema cerita rakyat. Kegiatan awal yang dilakukan guru meliputi salam pembuka, doa dan presensi. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya mengenai cerita rakyat yang pernah didengar atau dibaca oleh siswa dan untuk

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 memotivasi belajar siswa guru melakukan “Yel-Yel Semangat” dan selanjutnya menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pada kegiatan inti guru menjelaskan materi unsur cerita (tokoh, latar, tema) dengan menggunakan power point yang telah dipersiapkan. Kemudian guru mempersiapkan peralatan dan memutarkan video cerita rakyat “Timun Emas”. Siswa diminta menyimak video cerita “Timun Emas” kemudian menuliskan hal-hal penting mengenai tokoh, latar, dan tema dari video. Setelah itu guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS dikerjakan secara individu kemudian guru beserta siswa bersama-sama membahas LKS yang telah dikerjakan. Dalam kegiatan penutup guru dan siswa membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari, guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang materi yang belum jelas. Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran, aksi yang akan dilakukan setelah mempelajari materi, menyampaikan tindak lanjut, salam dan doa penutup. Kegiatan pembelajaran diakhiri pada pukul 08.25 WIB. Pertemuan kedua dilakukan pada hari Selasa, 25 Maret 2014 pukul 11.15 WIB. Pelaksanaan pembelajaran berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran lainnya yang sudah disiapkan oleh peneliti. Pada penelitian ini, peneliti dibantu oleh tiga orang teman. Peneliti sebagai pengajar, satu teman peneliti sebagai dokumenter dan dua lainnya sebagai observer. Penelitian dilaksanakan dalam 2 jam pelajaran (2 x 35 menit) atau setara dengan 70 menit. Materi pembelajaran yang akan

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 dipelajari menggunakan media audio visual pada pertemuan kedua ini adalah menjelaskan watak dan amanat cerita rakyat. Kegiatan awal yang dilakukan guru meliputi salam pembuka, doa dan presensi. Kemudian guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan pelajaran sebelumnya tentang tokoh, latar, dan tema, untuk memotivasi belajar siswa, guru mengajak siswa menyanyikan lagu “Anak Rajin” ubahan dari lagu “Anak Gembala” dan dilanjutkan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pada kegiatan inti guru menjelaskan materi unsur cerita (watak tokoh, dan amanat) dengan menggunakan power point yang telah dipersiapkan. Guru beserta siswa melakukan tanya jawab tentang watak tokoh dan amanat cerita rakyat. Selanjutnya guru memutarkan video cerita rakyat “Timun Emas”. Siswa diminta menyimak video cerita “Timun Emas” kemudian menuliskan hal-hal penting mengenai watak tokoh, dan amanat dari video cerita rakyat. Setelah itu guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS dikerjakan sendiri-sendiri kemudian guru beserta siswa bersama-sama membahas LKS yang telah dikerjakan. Guru membagikan Lembar Evaluasi pada siswa. Setelah selesai mengerjakan Lembar Evaluasi siswa mengumpulkannya pada guru. Dalam kegiatan penutup guru dan siswa membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari, guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang materi yang belum jelas. Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran, aksi yang akan dilakukan setelah mempelajari materi,

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 menyampaikan tindak lanjut, meminta siswa mengisi angket minat belajar, salam dan doa penutup. Kegiatan pembelajaran diakhiri pada pukul 12.25 WIB. c. Pengamatan Pengamatan yang dilakukan pada siklus I merupakan pengamatan proses pembelajaran dan hasil belajar. Pengamatan hasil belajar meliputi pengamatan minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa. Minat belajar siswa diukur menggunakan angket minat dan lembar observasi minat sedangkan kemampuan menyimak siswa diukur dengan tes essay. Berikut data pengamatan pada siklus I. 1) Pengamatan Proses Pembelajaran Secara umum kegiatan pembelajaran menggunakan media audio visual pada siklus I sudah sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan pengamatan dilakukan oleh dua orang observer. Setiap observer melakukan pengamatan terhadap jalannya proses pembelajaran serta melakukan penilaian minat belajar siswa pada lembar observasi yang telah disediakan peneliti. Penilaian minat belajar siswa dilakukan dengan menggunakan rubrik. Observer memberikan skor apabila aktifitas siswa sesuai dengan kriteria yang ada pada rubrik. Meskipun kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan perencanaan sebelumnya, namun masih terdapat kendala pada setiap pertemuan.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Pada pertemuan pertama kendala yang dihadapi ketika mengerjakan LKS, siswa membutuhkan waktu yang lama sehingga kegiatan pembelajaran tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya. Ruang kelas V digunakan latihan ujian kelas VI sehingga kegiatan pembelajaran di pindah ke ruang alat peraga. Hal ini menyebabkan siswa membutuhkan waktu untuk mengatur tempat duduk. Pada saat pengambilan dokumentasi, ada beberapa siswa yang berpose di depan kamera sehingga siswa kurang memperhatikan pembelajaran. Siswa harus ditunjuk terlebih dulu untuk menjawab pertanyaan dari guru. Pada pertemuan kedua siswa sudah merasa bosan dengan video cerita rakyat karena sudah diputarkan pada pertemuan sebelumnya. Masih ada beberapa siswa yang bercanda saat pemutaran video berlangsung. 2) Hasil Belajar a) Minat Belajar Siswa Siklus I Minat belajar siswa diukur menggunakan lembar observasi minat belajar siswa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, sedangkan lembar angket minat belajar siswa diberikan pada akhir siklus I. Data minat belajar siswa siklus I dapat dilihat pada lampiran 38 halaman 217. Berdasarkan tabel minat belajar siswa, siklus I terdapat 24 siswa (72,73%) termasuk dalam kategori tinggi, 9 siswa

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 (27,27%) termasuk dalam kategori sangat tinggi. Dari perhitungan tersebut, rata-rata minat belajar siswa kelas V adalah 62,03 dan termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan minat siswa memenuhi target di akhir siklus I yaitu 60. Peningkatan terjadi disebabkan pada kegiatan pembelajaran siklus I telah menggunakan media audio visual berupa video cerita rakyat. Penggunaan video cerita rakyat telah meningkatkan minat belajar siswa. b) Kemampuan Menyimak Siswa Siklus I Kemampuan menyimak siswa diukur dengan memberikan soal evaluasi berupa 10 soal essay yang diberikan pada akhir siklus I. Penilaian dari masing-masing aspek diberikan bobot yang berbeda sesuai dengan rubrik penilaian tes kemampuan menyimak. Data kemampuan menyimak siklus I dapat dilihat pada lampiran 39 halaman 218. Berdasarkan tabel kemampuan menyimak siswa siklus I terdapat 22 siswa (66,67%) mendapatkan nilai di atas KKM dan terdapat 11 siswa (33,33%) mendapatkan nilai di bawah KKM. Dari perhitungan di atas, didapatkan nilai rata-rata kemampuan menyimak siswa kelas V adalah 73,82. Peningkatan terjadi disebabkan pada kegiatan pembelajaran siklus I telah menggunakan media audio visual berupa video cerita rakyat. Penggunaan video cerita rakyat telah meningkatkan minat

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 belajar siswa sehingga skor kemampuan menyimak mengalami peningkatan. d. Refleksi Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, peneliti melakukan refleksi berkaitan dengan proses pembelajaran dan refleksi hasil belajar yang terjadi pada siklus I. Berikut ini adalah hasil refleksi siklus I: 1) Refleksi Proses Pembelajaran Pada pertemuan pertama guru melakukan apersepsi dengan melakukan “Yel-Yel Semangat”, kegiatan ini cukup membantu untuk membangkitkan semangat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa terlihat antusias ketika melihat video cerita rakyat. Ruang kelas V digunakan untuk latihan ujian kelas VI sehingga membutuhkan waktu untuk menata tempat duduk. Ketika pengambilan dokumentasi selama kegiatan pembelajaran, peneliti meminta bantuan teman. Ketika merekam dan mengambil foto terdapat siswa yang berpose di depan kamera. Akibatnya siswa menjadi tidak fokus terhadap kegiatan pembelajaran, untuk mengatasi hal ini guru membuat peraturan jika ada yang mengganggu kegiatan dokumentasi maka akan pindah duduk di barisan depan. Hal ini cukup membantu dalam mengatasi masalah ini. Pada saat guru melakukan tanya jawab dengan siswa, hanya beberapa siswa saja yang aktif menjawab. Siswa harus ditunjuk terlebih dulu untuk menjawab. Pada saat mengerjakan LKS, siswa mengeluh dan banyak bercanda. Hal ini menyebabkan waktu

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 kegiatan pembelajaran menjadi tidak sesuai perencanakan sebelumnya. Sehingga guru memberikan perpanjangan waktu 10 menit. Pada pertemuan kedua guru melakukan apersepsi dengan bernyanyi “Anak Rajin” ubahan lagu “Anak Gembala”, kegiatan bernyanyi ini cukup membantu untuk membangkitkan semangat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa mengatakan sudah bosan dengan video yang ditayangkan sebab ceritanya sama dengan pertemuan pertama. Namun saat guru bertanya jawab tentang cerita rakyat tersebut siswa masih terlihat bingung. Dengan kesulitan yang dialami siswa tersebut guru memberikan pengertian pada siswa mengapa ceritanya sama dengan pertemuan sebelumnya. Masih ada beberapa siswa yang bercanda saat pemutaran video berlangsung. Guru mengatasinya dengan mendekati siswa dan menegurnya agar memperhatikan video yang di tayangkan. 2) Refleksi Hasil Belajar Refleksi hasil belajar dibagi menjadi dua yaitu refleksi minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa. Berikut refleksi hasil belajar: a) Minat Belajar Siswa Minat belajar siswa sudah mengalami peningkatan di akhir siklus I dan berhasil mencapai target keberhasilan siklus I.

(98) 79 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b) Kemampuan Menyimak Siswa Prestasi kemampuan menyimak mengalami peningkatan di akhir siklus I. Skor rata-rata kelas belum mencapai target keberhasilan siklus I dan persentase jumlah siswa siswa yang mencapai KKM (75) juga belum mencapai target keberhasilan siklus I. Kendala-kendala yang telah ditemukan pada proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran akan diperbaiki dalam proses pembelajaran selanjutnya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Hasil kegiatan pembelajaran siklus I yang terdapat minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa akan dibandingkan dengan kondisi awal dan kriteria target keberhasilan siklus I. Perbandingan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 13. Perbandingan Siklus I, Kondisi Awal dan Target Keberhasilan Siklus I No. 1 2 Peubah Indikator Skor rata-rata minat siswa (observasi dan angket) Kemampuan - Rata-rata skor Menyimak kemampuan menyimak siswa - Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM Pra Siklus Target Akhir Siklus I Hasil Siklus I 48,34 60 62,03 66,97 75 73,82 42,42% 70% 66,67% Minat

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Berdasarkan tabel perbandingan siklus I dengan kondisi awal dan target keberhasilan siklus I terjadi peningkatan dari kondisi awal dan telah mencapai target keberhasilan siklus I. Hasil minat belajar siswa dengan indikator skor rata-rata minat siswa (observasi dan angket) pada kondisi awal yaitu 48,34. Melalui kegiatan pembelajaran siklus I menggunakan media audio visual diharapkan dapat mencapai target yaitu 60. Hasil skor rata-rata minat siswa (observasi dan angket) yang diperoleh pada siklus I yaitu 62,03. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan minat siswa memenuhi target keberhasilan di akhir siklus I. Hasil kemampuan menyimak siswa siklus I mengalami peningkatan dari kondisi awal tetapi belum mencapai target keberhasilan siklus I. Hasil kemampuan menyimak siswa dengan indikator rata-rata skor kemampuan menyimak siswa pada kondisi awal yaitu 66,97. Melalui kegiatan pembelajaran siklus I dengan menggunakan media audio visual diharapkan mencapai target keberhasilan yang ditetapkan yaitu 75. Hasil rata-rata nilai kemampuan menyimak siswa yang diperoleh pada siklus I yaitu 73,82. Sedangkan untuk hasil kemampuan menyimak dengan indikator persentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada kondisi awal yaitu 42,42%. Melalui kegiatan pembelajaran siklus I dengan menggunakan media audio visual diharapkan mencapai target keberhasilan yang ditetapkan yaitu 70%. Hasil persentase jumlah

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 siswa yang mencapai KKM pada siklus I yaitu 66,67%. Hasil kemampuan menyimak siswa pada siklus I belum mencapai target keberhasilan siklus I maka penelitian akan dilanjutkan pada siklus II. 3. Siklus 2 Siklus kedua terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setiap tahap diuraikan sebagai berikut: a. Perencanaan Siklus kedua dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Persiapan yang dilakukan peneliti pada siklus II ini tidak jauh berbeda dengan siklus I. Dalam tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), ringkasan materi, Lembar Kerja Siswa (LKS), soal evaluasi, video cerita rakyat dan juga peralatan lain yang menjadi pendukung dalam penelitian. Perangkat pembelajaran tersebut kemudian divalidasi dosen, kepala sekolah, dan guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Minat belajar siswa pada siklus II diukur menggunakan lembar observasi minat dan angket minat yang dibuat pada pada siklus I. Pada siklus II peneliti bersama guru membuat target capaian baru untuk menentukan variabel minat belajar dan variabel kemampuan menyimak, hal ini dilakukan karena variabel minat belajar dan kemampuan menyimak dalam siklus I telah mengalami peningkatan.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 b. Pelaksanaan Pertemuan pertama dilakukan pada hari Selasa, 8 April 2014, pukul 11.15 WIB. Pelaksanaan pembelajaran berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran lainnya yang sudah disiapkan oleh peneliti. Dalam penelitian ini peneliti dibantu oleh tiga orang teman. Peneliti sebagai pengajar, satu teman peneliti sebagai dokumenter dan dua lainnya sebagai observer. Penelitian dilaksanakan dalam 2 JP (2 x 35 menit) atau setara dengan 70 menit. Materi pembelajaran yang akan dipelajari menggunakan media audio visual pada pertemuan pertama ini adalah menyebutkan tokoh cerita rakyat, menjelaskan latar, dan menjelaskan tema cerita rakyat. Kegiatan awal yang dilakukan guru meliputi salam pembuka, doa dan presensi, kemudian apersepsi dengan membimbing siswa untuk menceritakan pengalamannya dalam menyimak cerita rakyat pada pertemuan sebelumnya. Untuk memotivasi belajar siswa, guru mengajak siswa menyanyikan lagu “Belajar Cerita Rakyat” ubahan lagu “Paman Datang” dan terakhir menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pada kegiatan inti guru membahas kembali materi unsur cerita (tokoh, latar, dan tema) dengan menggunakan power point pada pertemuan sebelumnya kemudian melakukan tanya jawab tentang tokoh, tema, dan latar dari cerita rakyat yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Selanjutnya siswa dibagi dalam kelompok kecil. Guru

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 memutar video cerita rakyat “Legenda Selat Bali”. Siswa menuliskan hal-hal penting mengenai tokoh, latar dan tema dari video yang diputar kemudian siswa diminta mengerjakan LKS sesuai dengan video yang telah diputar. Guru membimbing siswa dalam mengerjakan LKS. Dalam kegiatan penutup guru dan siswa membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari, guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang materi yang belum jelas. Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran, aksi yang akan dilakukan setelah mempelajari materi, menyampaikan tindak lanjut, salam dan doa penutup. Kegiatan pembelajaran diakhiri pada pukul 12.25 WIB. Pertemuan kedua dilakukan pada hari Rabu, 9 April 2014 pukul 07.15 WIB sesudah jam pembiasaan keagamaan selesai. Pelaksanaan pembelajaran berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran lainnya yang sudah disiapkan oleh peneliti. Dalam penelitian ini peneliti dibantu oleh tiga orang teman. Peneliti sebagai pengajar, satu teman peneliti sebagai dokumenter dan dua lainnya sebagai observer. Penelitian dilaksanakan dalam 2 JP (2 x 35 menit) atau setara dengan 70 menit. Materi pembelajaran yang akan dipelajari menggunakan media audio visual pada pertemuan kedua ini adalah menjelaskan watak dan amanat yang terdapat dalam cerita rakyat. Kegiatan awal yang dilakukan guru meliputi salam pembuka, doa dan presensi dilanjutkan apersepsi dengan mengingat materi tokoh, tema, latar dalam cerita. Kemudian untuk memotivasi belajar siswa, guru

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 mengajak siswa melakukan “Tepuk Semangat”. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pada kegiatan inti guru membahas materi unsur cerita watak tokoh dan amanat dengan menggunakan power point pada pertemuan sebelumnya. Melakukan tanya jawab tentang watak tokoh dan amanat dari cerita rakyat yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Siswa masuk ke dalam kelompok. Guru memutar video cerita rakyat “Legenda Selat Bali”. Siswa menuliskan hal-hal penting mengenai watak dan amanat dari video cerita yang diputar. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS). Guru membimbing siswa dalam mengerjakan LKS. Guru membagikan Lembar Evaluasi. Setelah selesai mengerjakan siswa mengumpulkannya pada guru. Dalam kegiatan penutup guru dan siswa membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari, guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang materi yang belum jelas. Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran, aksi yang akan dilakukan setelah mempelajari materi, menyampaikan tindak lanjut, meminta siswa mengisi angket minat belajar, salam dan doa penutup. Kegiatan pembelajaran diakhiri pada pukul 08.25 WIB. c. Pengamatan Pengamatan yang dilakukan pada siklus I merupakan pengamatan proses pembelajaran dan hasil belajar. Pengamatan hasil belajar meliputi pengamatan minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa. Minat belajar siswa diukur menggunakan angket minat dan lembar observasi

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 minat sedangkan kemampuan menyimak siswa diukur dengan tes essay. Berikut data pengamatan pada siklus II. 1) Pengamatan Proses Pembelajaran Secara umum kegiatan pembelajaran menggunakan media audio visual pada siklus II sudah sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan pengamatan dilakukan oleh dua orang observer. Setiap observer melakukan pengamatan terhadap jalannya proses pembelajaran serta melakukan penilaian minat belajar siswa pada lembar observasi yang telah disediakan peneliti. Penilaian minat belajar siswa dilakukan dengan menggunakan rubrik. Observer memberikan skor apabila aktifitas siswa sesuai dengan kriteria yang ada pada rubrik. Kendala yang dihadapi pada siklus I sudah mampu diatasi hanya saja pada pertemuan pertama siklus II siswa sulit dibagi dalam kelompok kecil sehingga waktu pembelajaran tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya. 2) Hasil Belajar a) Minat Belajar Siswa Siklus II Minat belajar siswa diukur menggunakan lembar observasi minat belajar siswa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, sedangkan lembar angket minat belajar siswa diberikan pada akhir siklus II. Data minat belajar siswa siklus II dapat dilihat pada lampiran 40 halaman 219.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Berdasarkan tabel minat belajar siswa, siklus II terdapat 33 siswa (100%) termasuk dalam kategori sangat tinggi. Dari perhitungan tersebut, rata-rata minat belajar siswa kelas V adalah 74,09 dan termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan minat siswa memenuhi target di akhir siklus II yaitu 70. Peningkatan terjadi disebabkan pada kegiatan pembelajaran siklus II telah menggunakan media audio visual berupa video cerita rakyat dan peneliti berusaha menyelesaikan kendala-kendala pada siklus I. Pada siklus II hasil minat belajar siswa semakin meningkat. b) Kemampuan Menyimak Siswa Siklus II Kemampuan menyimak siswa diukur dengan memberikan soal evaluasi berupa 10 soal essay yang diberikan pada akhir siklus II. Penilaian dari masing-masing aspek diberikan bobot yang berbeda sesuai dengan rubrik penilaian tes kemampuan menyimak. Data kemampuan menyimak siklus II dapat dilihat pada lampiran 41 halaman 220. Berdasarkan tabel kemampuan menyimak, siklus II terdapat 31 siswa (93,94%) mendapatkan nilai di atas KKM dan terdapat 2 siswa (6,06%) mendapatkan nilai di bawah KKM. Dari perhitungan di atas, didapatkan nilai rata-rata kemampuan menyimak siswa kelas V adalah 86,21. Peningkatan terjadi disebabkan pada kegiatan pembelajaran siklus II telah

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 menggunakan media audio visual berupa video cerita rakyat dan peneliti berusaha menyelesaikan kendala-kendala pada siklus I. Pada siklus II hasil kemampuan menyimak siswa semakin meningkat. d. Refleksi Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, peneliti melakukan refleksi berkaitan dengan proses pembelajaran dan refleksi hasil belajar yang terjadi pada siklus II. Berikut ini adalah hasil refleksi siklus II: 1) Refleksi Proses Pembelajaran Pada pertemuan pertama guru melakukan apersepsi bernyanyi lagu “Belajar Cerita Rakyat” ubahan lagu “Paman Datang”, kegiatan bernyanyi ini cukup membantu membangkitkan semangat siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada pertemuan ini semakin banyak siswa yang menanggapi tanya jawab tanpa harus ditunjuk. Saat pembagian kelompok untuk mengerjakan LKS, ada dua siswa yang tidak mendapat kelompok sehingga guru meminta dua siswa ini untuk masuk ke dalam kelompok lain. Pada pertemuan kedua guru melakukan apersepsi “Tepuk Semangat”, tepuk ini membantu dalam mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Pada pertemuan ini semakin banyak siswa yang menanggapi tanya jawab tanpa harus ditunjuk, pembagian kelompok sudah berjalan dengan baik karena menggunakan kelompok pada pertemuan sebelumnya.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 2) Refleksi Hasil Belajar Refleksi hasil belajar dibagi menjadi dua yaitu refleksi minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa. Berikut refleksi hasil belajar: a) Minat Belajar Siswa Minat belajar siswa sudah mengalami peningkatan di akhir siklus II dan berhasil mencapai target keberhasilan siklus II. b) Kemampuan Menyimak Siswa Prestasi kemampuan menyimak mengalami peningkatan di akhir siklus II. Skor rata-rata kelas mencapai target keberhasilan siklus II dan persentase jumlah siswa siswa yang mencapai KKM (75) sudah mencapai target keberhasilan siklus II. Kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada proses pelaksanaan pembelajaran pada siklus I sudah dapat diperbaiki pada siklus II. Dengan adanya perbaikan dari kekurangan tersebut, tujuan untuk mengupayakan proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang lebih baik sudah tercapai. Hasil kegiatan pembelajaran siklus II yang terdapat minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa akan dibandingkan dengan siklus I dan kriteria target keberhasilan siklus II. Perbandingan dapat dilihat pada tabel berikut.

(108) 89 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. 1 2 Tabel 14. Perbandingan Hasil Siklus II, Siklus I dan Target keberhasilan Siklus II Target Siklus Akhir Peubah Indikator I Siklus II Minat Skor rata-rata minat siswa (observasi dan 62,03 70 angket) Kemampuan - Rata-rata skor 73,82 85 Menyimak kemampuan menyimak siswa - Persentase jumlah siswa yang 66,67% 80% mencapai KKM Hasil Siklus II 74,09 86,21 93,94% Berdasarkan tabel perbandingan hasil siklus II dengan siklus I dan target keberhasilan siklus II terjadi peningkatan dari siklus I dan telah mencapai target keberhasilan siklus II. Hasil minat belajar siswa dengan indikator skor rata-rata minat siswa (observasi dan angket) pada siklus I yaitu 62,03. Melalui kegiatan pembelajaran siklus II menggunakan media audio visual diharapkan dapat mencapai target yaitu 70 . Hasil Skor rata-rata minat siswa (observasi dan angket) yang diperoleh pada siklus II yaitu 74,09. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan minat siswa memenuhi target di akhir siklus II. Hasil kemampuan menyimak siswa siklus II mengalami peningkatan dari siklus I dan mencapai target keberhasilan siklus II. Hasil kemampuan menyimak siswa dengan indikator rata-rata skor kemampuan menyimak siswa pada siklus I yaitu 73,82. Melalui kegiatan pembelajaran siklus II dengan menggunakan media audio visual diharapkan mencapai target keberhasilan yang

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 ditetapkan yaitu 85. Hasil rata-rata nilai kemampuan menyimak siswa yang diperoleh pada siklus II yaitu 86,21. Sedangkan untuk hasil kemampuan menyimak dengan indikator persentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus I yaitu 66,67%. Melalui kegiatan pembelajaran siklus II dengan menggunakan media audio visual diharapkan mencapai target keberhasilan yang ditetapkan yaitu 80%. Hasil persentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus II yaitu 93,94%. Hasil kemampuan menyimak siswa pada siklus II telah mencapai target keberhasilan siklus II maka penelitian dihentikan sampai siklus II. B. Pembahasan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, maka rancangan penelitian ini berupa siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Berkaitan dengan pengertian tersebut, penelitian yang dilaksanakan di kelas V SD Kanisius Kotabaru I ini terdiri dari dua siklus. Kegiatan pembelajaran penelitian ini bertujuan meningkatkan minat dan kemampuan menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Pengambilan data untuk minat belajar menggunakan lembar observasi minat belajar siswa dan lembar angket minat belajar siswa, sedangkan untuk pengambilan data kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan tes evaluasi berupa soal essay. Berikut ini data peningkatan hasil belajar meliputi peningkatan minat belajar dan kemampuan menyimak.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Minat Belajar Peningkatan minat belajar siswa ditentukan menggunakan data observasi minat belajar siswa saat pembelajaran dan lembar angket minat belajar siswa yang telah diisi siswa. Data peningkatan minat belajar siswa dapat di lihat pada lampiran 42 halaman 221. Secara lebih jelas, peningkatan minat belajar siswa dapat dilihat pada grafik di bawah ini. 62.03 70 74.09 80 70 60 50 40 30 20 10 0 48.34 60 62.03 Peningkatan Skor Rata-Rata Minat Belajar Siswa 48.34 1. 91 Kondisi Awal Target Siklus I Siklus I Target Siklus II Siklus II Kondisi Awal Akhir Siklus I Akhir Siklus II Gambar 4. Grafik Peningkatan Skor Rata-Rata Minat Belajar Siswa Berdasarkan grafik peningkatan skor rata-rata minat belajar siswa, terjadi peningkatan dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Pada kondisi awal nilai rata-rata minat belajar siswa kelas V adalah 48,34 termasuk dalam kategori cukup menurut tabel kategori skor minat, dengan jumlah siswa pada kondisi awal yang termasuk kategori rendah ada 5 siswa (15,15%), kategori cukup ada 21 siswa (63,64%), dan kategori tinggi 7 siswa (21,21%). Kondisi tersebut berubah setelah dilakukan tindakan pada siklus I. Nilai rata-rata minat belajar siswa kelas V pada siklus I meningkat sebesar

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 62,03 termasuk dalam kategori tinggi menurut tabel kategori skor minat, dengan jumlah siswa pada siklus I yang termasuk kategori tinggi ada 24 siswa (72,73%), dan kategori sangat tinggi ada 9 siswa (27,27%). Nilai ratarata minat belajar siswa pada siklus I sebesar 62,03 sudah mencapai target keberhasilan yang telah ditentukan sebelumnya adalah sebesar 60. Berkaitan dengan hasil tersebut, peneliti masih ingin meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Untuk itu peneliti melanjutkan penelitian siklus II. Pada siklus II ini dilakukan pembelajaran yang sama yaitu menggunakan media audio visual. Pada siklus II terjadi peningkatan minat belajar siswa kelas V sebesar 74,09 termasuk dalam kategori sangat tinggi menurut tabel kategori skor minat, dengan jumlah siswa pada siklus II yang termasuk kategori sangat tinggi ada 33 siswa (100%). Nilai rata-rata minat belajar siswa pada siklus II sebesar 74,09 sudah mencapai target keberhasilan yang telah ditentukan sebelumnya adalah sebesar 70. Berdasarkan pencapaian minat belajar siswa di atas, maka penelitian ini dihentikan sampai siklus II. 2. Kemampuan menyimak Peningkatan kemampuan menyimak siswa ditentukan dengan memberikan soal evaluasi berbentuk tes essay terdiri dari 10 soal. Data peningkatan kemampuan menyimak siswa dapat di lihat pada lampiran 43 halaman 222.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Secara lebih jelas, peningkatan prestasi belajar siswa dan peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM dapat dilihat pada grafik di bawah ini. 66.97 80 66.97 75 73.82 100 73.82 85 86.21 Peningkatan Skor Rata-Rata Kemampuan Menyimak Siswa Kondisi Awal 60 Target Siklus I 40 Siklus I 20 Target Siklus II Siklus II 0 Kondisi Awal Akhir Siklus I Akhir Siklus II Gambar 5. Grafik Peningkatan Skor Rata-Rata Kemampuan Menyimak Siswa 66.67% 80% 93.94% 42.42% 70% 66.67% 100.00% 90.00% 80.00% 70.00% 60.00% 50.00% 40.00% 30.00% 20.00% 10.00% 0.00% 42.42% Peningkatan Persentase Jumlah Siswa yang Mencapai KKM Kondisi Awal Target Siklus I Siklus I Target Siklus II Siklus II Kondisi Awal Akhir Siklus Akhir Siklus I II Gambar 6. Grafik Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM Berdasarkan grafik peningkatan skor rata-rata kemampuan menyimak dan grafik peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan dari kondisi awal, siklus I dan siklus II. KKM mata pelajaran

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 bahasa Indonesia di SD Kanisius Kotabaru I sebesar 75, sehingga siswa dinyatakan tuntas jika nilai siswa sudah mencapai 75. Rata-rata nilai kemampuan menyimak siswa pada kondisi awal adalah 66,97. Siswa yang mendapat nilai di atas KKM ada 14 siswa (42,42%) dan yang mendapat nilai di bawah KKM ada 19 siswa (57,58%). Kondisi tersebut berubah setelah dilakukan tindakan pada siklus I. Pada siklus I nilai rata-rata kemampuan menyimak siswa mengalami peningkatan dari sebelumnya. Rata-rata nilai kemampuan menyimak siswa pada siklus I adalah 73,82. Siswa yang mendapat nilai di atas KKM ada 22 siswa (66,67%) dan yang mendapat nilai di bawah KKM ada 11 siswa (33,33%). Dengan nilai rata-rata kemampuan menyimak siswa pada siklus I sebesar 73,82 dan nilai siswa di atas KKM ada 22 siswa (66,67%) sudah terlihat siklus I belum mencapai target keberhasilan. Target keberhasilan untuk rata-rata kemampuan menyimak pada siklus I sebesar 75 dan persentase nilai siswa di atas KKM sebesar 70%. Berdasarkan dengan hasil tersebut, peneliti masih ingin meningkatkan kemampuan menyimak siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Untuk itu peneliti melanjutkan penelitian siklus II. Pada siklus II nilai rata-rata kemampuan menyimak siswa mengalami peningkatan dari sebelumnya. Rata-rata nilai kemampuan menyimak siswa pada siklus II adalah 86,21. Siswa yang mendapat nilai di atas KKM ada 31 siswa (93,94%). Dengan nilai rata-rata kemampuan menyimak siswa pada siklus II sebesar 86,21 dan nilai siswa di atas KKM ada 31 siswa (93,94%) sudah terlihat siklus II sudah mencapai target keberhasilan. Target keberhasilan

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 untuk rata-rata kemampuan menyimak pada siklus II sebesar 85 dan persentase nilai siswa di atas KKM sebesar 80%. Berdasarkan dengan hasil tersebut, maka penelitian dihentikan sampai siklus II. Berdasarkan hasil analisis data minat dan kemampuan menyimak siswa pada kondisi awal, akhir siklus I, dan akhir siklus II menunjukkan peningkatan dan telah memenuhi target yang diharapkan. Peningkatan minat dan kemampuan menyimak siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 15. Keberhasilan Pelaksanaan Penelitian Kriteria Keberhasilan No Peubah 1 Minat 2 Kemampuan Menyimak Indikator Skor rata-rata minat siswa - Rata-rata skor kemampuan menyimak siswa - Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM Kondisi Awal Target Siklus I Akhir Siklus I Target Siklus 2 Akhir Siklus 2 48,34 60 62,03 70 74,09 66,97 75 73,82 85 86,21 42,42% 70% 66,67% 80% 93,94%

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab V ini akan dijelaskan kesimpulan hasil penelitian, dan saran penelitian. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I pada mata pelajaran bahasa Indonesia menggunakan media audio visual dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut ini. 1. Penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I tahun pelajaran 2013/2014. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan nilai minat belajar siswa dari kondisi awal, akhir siklus I, dan akhir siklus II. Pada kondisi awal rata-rata nilai minat belajar siswa adalah 48,34 yang berarti pada kriteria minat cukup. Pada akhir siklus I rata-rata minat belajar siswa meningkat menjadi 62,03 yang berarti pada kriteria minat tinggi dan pada akhir siklus II meningkat lagi menjadi 74,09 yang berarti pada kriteria minat sangat tinggi. 2. Penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru I tahun pelajaran 2013/2014. Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya nilai hasil belajar pada kondisi awal, akhir siklus I dan akhir siklus II. Pada kondisi awal rata-rata kemampuan menyimak cerita rakyat adalah 66,97 dengan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 42,42% (14 96

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 siswa). Pada siklus I rata-rata kemampuan menyimak cerita rakyat meningkat menjadi 73,82 dengan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 66,67% (22 siswa) dan pada siklus II rata-rata kemampuan menyimak cerita rakyat meningkat lagi menjadi 86,21 dengan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 93,94% (31 siswa). B. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut ini. 1. Guru Kelas V SD Kanisius Kotabaru I Guru disarankan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada materi menyimak. Apabila guru menggunakan media audio visual dalam kegiatan pembelajaran menyimak hendaknya dipersiapkan dengan baik agar pembelajaran menyimak dapat berjalan dengan baik. 2. Sekolah SD Kanisius Kotabaru I Bagi pihak sekolah diharapkan dapat melengkapi fasilitas untuk mendukung pembelajaran menyimak seperti penggunaan media audio visual agar mampu mendukung peningkatan kemampuan menyimak dan memaksimalkan hasil belajar siswa. 3. Peneliti Lain Peneliti selanjutnya dalam usaha meningkatkan minat dan kemampuan menyimak disarankan menggunakan media audio visual.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 DAFTAR PUSTAKA Anitah, Sri. (2010). Media pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka. Arikunto, Suharsimi. (2006). Penelitian tindakan kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara. Aqib, Zainal. (2009). Penelitian tindakan kelas untuk guru, SD, SLB, TK. Bandung: Yrama Widya. Arifin, Zainal. (2011). Penelitian pendidikan: metode dan paradigma baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Azwar, Saifuddin. (2009). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Bunanta, Murti. (1998). Problematika: penulisan cerita rakyat untuk anak di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Dewi, Intam Kartika. (2012). Peningkatan kemampuan menyimak cerita anak dengan menggunakan media audiovisual dalam pembelajaran menyimak siswa kelas V SD Kanisius Kembaran Bantul tahun ajaran 2011/2012. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Djamarah, Syaiful Bahri. (2011). Psikologi belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta. Djamarah, Syaiful Bahri. (2006). Strategi belajar mengajar edisi revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta. Edi, Warsidi. (2008). Bahasa Indonesia membuatku cerdas 5: untuk kelas V sekolah dasar dan madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan. Kunandar. (2008). Langkah mudah penelitian tindakan pengembangan profesi guru. Jakarta: Rajawali Pers. kelas sebagai Kurniawan, Heru. (2009). Sastra anak (dalam kajian strukturalisme, sosiologi, semiotika, hingga penulisan kreatif). Yogyakarta: Graha Ilmu. Kustandi, Cecep & Sutjipto, Bambang. (2011). Media pembelajaran: manual dan digital/edisi kedua. Jakarta: Ghalia Indonesia. Kusumah, Wijaya & Dwitagama, Dedi. (2009). Mengenal penelitian tindakan kelas. Jakarta: PT Indeks. Hamzah. (2010). Teknologi komunikasi dan informasi pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Hardjana. (2006). Cara mudah mengarang cerita anak-anak. Jakarta: Grasindo. Hermawan, Herry. (2012). Menyimak: keterampilan berkomunikasi yang terabaikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Masidjo. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI). Mahmud. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Pustaka Setia. Mardapi, Djemari. (2008). Teknik penyusunan instrumen tes dan nontes. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press. Margono. (2007). Metodologi penelitian pendidikan komponen MKDK. Jakarta: PT Rineka Cipta. Mulyati. (2005). Psikologi belajar. Yogyakarta: C.V Andi Offset. Munadi, Yudhi. (2010). Media pembelajaran: sebuah pendekatan baru. Jakarta: Gaung Persada (GP) Press. Murni, Sri. (2007). Bahasa Indonesia 5: untuk sekolah dasar & madrasah kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan. Mustaqim. (2008). Psikologi pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Nurgiyantoro, Burhan. (2005). Sastra anak: pengantar pemahaman dunia anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Purwaningsih, Arif Tri. (2013). Peningkatan kemampuan menyimak teks berita melalui penggunaan media audio siswa kelas VIII H SMP Negeri 1 SedatiSidoarjo tahun pelajaran 2012/2013. Jurnal Penelitian: 1 (2), 95-103. Retnaningsih, Eka & Haryati, Nas. (2013). Peningkatan menyimak dongeng menggunakan media audio dengan strategi membangkitkan rasa ingin tahu pada siswa kelas VIIA. Jurnal Penelitian: 2 (1), 1-8 Sanjaya, Wina. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Bandung: Kencana Predana Media. Sanjaya, Wina. (2009). Penelitian tindakan kelas. Jakarta: Kencana Predana Media. Santo. (2013). Peningkatan minat dan kemampuan mengarang menggunakan media gambar pada materi mengarang siswa kelas IV SD Kanisius Klepu tahun ajaran 2011/2012”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana, Nana. (2009). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sufanti, Main. (2010). Strategi pengajaran bahasa dan sastra Indonesia. Surakarta: Yuma Pustaka.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Sugiyono. (2012). Metode penelitian pendidikan: pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukardi. (2008). Evaluasi pendidikan: prinsip dan operasionalnya. Jakarta Timur: PT Bumi Aksara. Sukiman. (2012). Pengembangan media pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia. Sukmadinata, Nana Syaodih. (2008). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Suyatno, Ekarini Saraswati. (2008). Indahnya bahasa dan sastra Indonesia: untuk SD/MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan. Tarigan, Henry Guntur. (2008). Menyimak: sebagai suatu keterampilan berbahasa/edisi revisi. Bandung: Angkasa. Warsidi, Edi. (2008). Bahasa Indonesia membuatku cerdas 5: untuk kelas V sekolah dasar dan madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasinal. Winkel. (2004). Psikologi pengajaran. Yogyakarta: Media Abad.

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1. Silabus 101

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2. RPP Siklus I Pertemuan I 117

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3. RPP Siklus I Pertemuan II 123

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4. RPP Siklus II Pertemuan I 129

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5. RPP Siklus II Pertemuan II 136

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6. LKS Siklus I Pertemuan I 142

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7. LKS Siklus I Pertemuan II 145

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8. LKS Siklus II Pertemuan I 148

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9. LKS Siklus II Pertemuan II 150

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 Lampiran 10. Kisi-Kisi Soal Evaluasi Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas :V Waktu/Jumlah Soal : 40 menit/10 soal Semester / Tahun Ajaran : Dua / 2013-2014 Tempat : SD Kanisuis Kotabaru I No 1 Standar Kompetensi Mendengarkan 5. Memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek anak yang disampaikan secara lisan Kompetensi Dasar 5.2 Mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat) Materi Pokok Cerita Rakyat Indikator Menyebutkan tokoh dalam cerita rakyat Menyebutkan latar tempat dalam cerita rakyat No Soal 1 2 Menjelaskan latar waktu dalam cerita rakyat 3 Menjelaskan latar suasana dalam cerita rakyat 4 Menentukan tema dalam cerita rakyat 5 Menjelaskan kegiatan tokoh dalam cerita rakyat 6 Menjelaskan watak tokoh dalam cerita rakyat 7 Mengidentifikasi watak tokoh dalam cerita rakyat 8 Menjelaskan amanat dalam cerita rakyat 9 Menuliskan isi cerita rakyat 10

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11. Soal Evaluasi Siklus I 153

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12. Soal Evaluasi Siklus II 156

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 Lampiran 13. Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus I Kunci Jawaban 1. Nenek, Timun Emas, Raksasa, Kakek 2. Latar tempat : Rumah Nenek dan Timun Emas, Kebun, Gunung, Tebing 3. Latar waktu - Pagi hari ketika nenek melihat beberapa anak bermain lari-lari didepan rumahnya, nenek pergi ke gunung - Siang hari ketika nenek menanam biji mentimun, melihat biji timun setelah ditanam 2 minggu, timun emas menemui ibunya dan bertanya mengapa tidak ada yang ingin bermain dengannya - Malam hari ketika raksasa datang berjanji memberikan anak, raksasa datang untuk menagih janji, 4. Latar suasana menyenangkan dan menyedihkan Menyenangkan saat nenek memperoleh anak dari timun yang dibelahnya, saat Timun Emas selamat dari cengkraman Raksasa Menyedihkan saat Nenek harus menepati janji pada Raksasa untuk memberikan anaknya 5. Kesabaran, perjuangan, perjanjian 6. Keesokan harinya nenek menanam biji timun tersebut dan setelah 2 minggu melihat hasil dari biji timun itu. 7. Baik karena berbakti dan sayang pada orang tuanya 8. Jahat karena ingin memakan timun emas, serakah, membantu dengan pamrih 9. Berbaktilah kepada orang tua! Janganlah berbuat jahat kepada orang lain! Janganlah membantu orang lain dengan pamrih! 10. Menceritakan kembali “Timun Emas” “Timun Emas” Pada zaman dulu kala hiduplah seorang nenek yang menginginkan seorang anak. Dia selalu berdoa agar Tuhan memberikannya anak. Sampai pada suatu saat

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 ada seorang raksasa yang datang menemuinya dan bersedia memberikannya seorang anak. Raksasa itu memberikan biji timun dan meminta nenek itu menanamnya selama 2 minggu. Namun raksasa itu meminta syarat setelah 12 tahun ia akan mengambil anak tersebut. Nenek menyetujui syarat raksasa itu. Keesokan harinya nenek menanam biji tersebut dan setelah 2 minggu ia terkejut dengan timun yang ditanamnya, ia membawa pulang timun itu dan membelahnya. Alangkah terkejutnya nenek karena didalamnya terdapat seorang bayi perempuan. Ia memberi nama bayi itu Timun Emas. Dua belas tahun telah berlalu raksasa datang menemui nenek itu untuk menagih janji, tapi nenek itu meminta tambahan waktu dengan berbagai alasan. Raksasa itu setuju dan akan kembali lagi setelah dua tahun. Ketika nenek itu tertidur lelap tiba-tiba ia mendengar suara seorang kakek yang memintanya untuk pergi ke gunung. Keesokan harinya nenek pergi ke gunung dan menemui kakek itu. Kakek itu memberikan empat bungkusan pada nenek itu. Setelah dua tahun raksasa itu datang kembali dan dengan cepat Timun Emas berlari menghindari raksasa itu. Namun ia dikejar oleh raksasa itu. Ia melempar setiap bungkusan-bungkusan sampai pada akhirnya dia selamat dari kejaran raksasa. Nenek dan Timun emas hidup bahagia selamanya.

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 Lampiran 14. Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus II Kunci Jawaban 1. Empu bekung, Manik Angkeran, Naga Besaki, para penyabung ayam, seorang wanita (suara wanita) 2. Tempat judi, rumah empu bekung (jawa), hutan (bali, gunung agung) 3. Siang hari ketika berjudi, empu bekung pergi kehutan Malam hari ketika empu bekung tidur 4. Menyedihkan ketika empu bekung harus melihat anaknya selalu bermain judi dan banyak hutang, melihat anaknya mati terbakar, Menyenangkan ketika Manik Angkaran bisa melunasi hutang judinya Menegangkan ketika naga marah dan membakar manik angkeran 5. Keserakahan, egois 6. Memotong ekor sang naga 7. Antagonis (jahat, serakah) karena serakah, tidak berbakti kepada orang tua 8. Protagonis (baik, sabar) karena selalu berbuat baik pada anaknya 9. Berbaktilah pada orang tua! Janganlah kamu berbuat jahat pada orang lain! Sebagai manusia janganlah serakah! 10. Menceritakan kembali “Legenda Selat Bali” “Legenda Selat Bali” Dahulu kala, hiduplah seorang empu yang sangat sakti di Kerajaan Daha bernama Empu Bekung. Ia memiliki anak tunggal yang diberi nama Manik Angkeran. Anaknya ini sangat senang berjudi dan banyak memiliki hutang dari hasil perjudiannya itu. Ia sangat keras kepala dan tidak pernah mau menuruti nasehat orang tuanya. “Berhentilah kau berjudi nak, karena judi itu dapat menyebakan kau bersenang-senang jika kau memenangkannya, penasaran dan ingin mencoba lagi jika kau kalah dalam judi tersebut.” nasehat Empu Bekung. “Sudahlah ayah, jangan terlalu banyak nasehat. Hutangku sangat banyak dan aku harus membayarnya jadi aku ingin minta uang kepadamu.” gumam Manik Angkeran. “Baiklah, ayah akan membayarkan hutangmu semua asalkan kau tidak mengulangi perbuatanmu ini lagi.” kata Empu Bekung. Manik Angkeran malah tidak menghiraukan perkataan Empu Bekung yang berusaha agar anaknya tersebut mau berubah dan tidak mengulangi perbuatannya itu lagi. Empu Bekung memutuskan untuk membantunya anaknya dengan meminta pertolongan dari Naga Besaki. Ia pun bergegas menuju tempat tinggal dari Naga Besaki, yaitu di Gunung Agung. Sesampainya disana, ia mengucapkan

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 beberapa mantra untuk memanggil Naga Besaki lalu menyampaikan maksud kedatangannya kesana. Dengan kebaikhatian Naga Besaki, ia pun mau menolong temannya itu dengan memberikan beberapa emas yang didapatkan dari tubuh naga tersebut. Tetapi di lain hal, ternyata Manik Angkeran mengikuti ayahnya hingga ke tempat Naga Besaki berada dan mengetahui bagaimana cara ayahnya memperoleh emas untuk membayar hutang-hutangnya. Beberapa hari kemudian, ketika ayahnya tertidur pulas, ia mencuri lonceng milik ayahnya dan membawanya ke tempat Naga Besaki berada dengan harapan ia bisa mendapatkan banyak emas dari naga tersebut. Sesampainya disana, ia benar menemukan naga tersebut dan meminta beberapa emas. Tetapi setelah ia mendapatkannya, ia malah memotong intan yang berada di ekor naga tersebut sehingga naga itu marah dan membunuh Manik Angkeran. Beberapa saat kemudian, ayahnya datang menemuinya dan mengetahui bahwa anaknya telah meninggal dan memohon kepada Naga Besaki agar menghidupkan anaknya kembali. Setelah melakukan beberapa dialog, akhirnya Naga Besaki memutuskan untuk menghidupkan Manik Angkeran kembali dan Empu Bekung mengembalikan intan yang ada di ekor naga tersebut dengan memberikan mahkota intan di kepala naga itu dengan tujuan agar tidak ada yang bisa mengambilnya. Sejak itulah, ia diberikan gelar Bhagawan Sidhi Mantra. Selain itu, Empu Bekung memutuskan untuk menitipkan anaknya pada Naga Besaki dan ia pulang ke Pulau Jawa dengan membuat sebuah selat agar anaknya tidak mudah untuk kembali lagi. Dari kejadian itulah, selat tersebut dinamakan Selat Bali.

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 Lampiran 15. Sinopsis Cerita Rakyat Siklus I “TIMUN EMAS” Pada zaman dulu kala hiduplah seorang Nenek. Ia sangat kesepian karena ia tidak mempunyai anak. Pada suatu hari Nenek itu sedang berkebun di dekat rumahnya. Kemudian ia melihat sekumpulan anak yang sedang bermain. Nenek : ”Alangkah senangnya kalau aku punya anak, hidupku tidak akan kesepian, huh...memang sudah nasib”. Pada suatu malam datanglah raksasa ke rumah nenek itu, nenek sangat terkejut melihat raksasa itu, dengan suara gemetar nenek bertanya tujuan raksasa itu. Nenek : “Siapa kau? Apa keinginanmu datang kesini wahai raksasa?”. Raksasa : “Jangan takut wahai manusia aku tahu kau menginginkan seorang anak. Aku bisa membantumu memberikan seorang anak untukmu, tapi dengan satu syarat”. Nenek : “Apa syaratnya raksasa?”. Raksasa : ”Setelah anakmu berusia 12 tahun aku akan mengambilnya kembali. Sanggupkah engkau memenuhi syaratku ini?” Dalam hati nenek itu merasa syarat dari raksasa itu berat namun akhirnya ia menyetujui syarat raksasa itu. Nenek : “Iya baiklah aku terima”. Raksasa : “Baiklah ambil biji timun ini dan tanamlah selama dua minggu belah buahnya dan kau akan melihat hasilnya nanti”. Keesokan harinya nenek menanam biji ketimun itu di halaman depan rumahnya. Nenek : “Demi mendapatkan seorang anak aku sanggup menanggung akibatnya nanti, semoga raksasa itu tidak berbohong padaku”. Setelah dua minggu di siang hari yang cerah nenek itu datang ketempat ia menanam biji timun itu, alangkah terkejutnya sang nenek melihat timun yang ia tanam telah berbuah sangat besar Nenek : “Wah...timun ini besar sekali, aku akan mengambil dan membelahnya sekarang”. Nenek itu memetik buah timun tersebut dan membawa ke rumahnya. Setelah sampai di rumah ia membelah timun itu dengan pisau. Alangkah

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 terkejutnya nenek itu ketika melihat timun yang dibelahnya berisi seorang bayi perempuan Nenek : “Hah...apa ini? Seorang bayi perempuan” (Ia pun segera menggendong bayi itu dan ia memberi nama bayi itu Timun Emas). Dua belas tahun telah berlalu Timun Emas semakin dewasa. Ia menemui nenek yang berada di kebun dan bertanya. Timun Emas : “Bu...mengapa mereka tidak mau berteman denganku, Timun ingin bermain dengan mereka, tapi mereka selalu mengejekku, kata mereka aku anak jin, kenapa Bu?”. Nenek : “Siapa yang bilang kalau kau ini anak jin Timun? Beraninya mereka berbicara seperti itu padamu, kalau begitu sebaiknya kau jangan berteman dengan mereka” (Nenek itu memeluk Timun dan ia teringat perjanjiannya dengan raksasa). Pada malam hari di rumah nenek terdengar suara ketukan pintu, Timun Emas membuka pintu. tapi alangkah terkejutnya Timun Emas setelah membuka pintu, ia melihat raksasa besar, ia berlari menghampiri nenek. Raksasa : “Apa kabar wahai wanita tua? Masih ingatkah kau dengan perjanjian kita dua belas tahun yang lalu? Itukah anakmu?”. Nenek : “Tolong aku wahai raksasa jangan ambil anakku, lihat keadaan anakku ini dia masih belum enak untuk dimakan karena daging dan tulangnya masih kecil. Apa tidak sebaiknya kau datang dua tahun lagi . Saat itu badan anakku pasti sudah lebih besar dan lebih enak untuk dimakan”. Raksasa : “Baiklah aku turuti kata-katamu”. Raksasa itupun pergi meninggalkan Nenek itu dan Timun Emas. Timun Emas meminta ibunya menceritakan apa sebenarnya yang telah terjadi. Nenek itu pun menceritakan semua perjanjian yang telah dilakukannya dengan raksasa. Pada suatu malam ketika Timun Emas dan Nenek tidur terlelap tiba-tiba nenek itu bangun dan melihat sesosok bayangan kakek tua. Kakek tua itu berkata pada nenek. Kakek : “Janganlah bersedih hati. Aku akan membantumu. Datanglah ke gunung dan temui aku”. Keesokan harinya Nenek itu berpamitan pada Timun Emas dan pergi ke gunung. Dalam perjalanan ia bertemu dengan kakek tua yang pernah menemuinya.

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 Kakek : “Dengarkan baik-baik aku tahu anakmu dalam bahaya, ambilah empat bungkusan kecil ini dan berikan pada anakmu, bungkusan ini akan membantu anakmu”. Nenek : “Terimakasih kakek, terimakasih sudah membantuku”. Dua tahun telah berlalu. Timun Emas sedang bermain di kebun depan rumahnya. Nenek : “Timun Emas ayo makan”. Timun Emas : “Baiklah bu sebentar lagi”. Raksasa : (Tiba-tiba muncul) “Ha...ha...ha...Aku datang lagi wanita tua, aku kesini menagih janjiku”. Nenek : “Cepat pergi Nak, cepat pergi dari sini” Dengan cepat Timun Emas berlari. Raksasa mengejar Timun Emas. Raksasa : “Hei jangan lari”. Timun Emas : “Sekarang aku akan menggunakan bungkusan biji mentimun ini” (melemparnya ke arah raksasa). Bungkusan biji mentimun itu berubah menjadi buah timun, raksasa memakan timun itu dengan lahap, tapi mentimun justru membuat raksasa semakin kuat. Raksasa : “Bodoh sekali wahai engkau manusia, kau justru menambah kekuatanku. Aku semakin kuat sekarang, ha...ha...ha...”. Timun Emas : “Apa yang terjadi dia semakin kuat saja dan tenaganya semakin bertambah, sekarang aku harus melempar bungkusan yang berisi jarum-jarun ini” (melemparnya ke arah raksasa). Bungkusan jarum berubah menjadi batang yang berduri namun raksasa berhasil meloloskan diri dari batang berduri itu. Timun Emas : ”Sebaiknya aku menggunakan bungkusan garam ini, semoga raksasa itu binasa” (melemparnya ke arah raksasa). Namun garam membuat raksasa sembuh dari luka-luka duri. Raksasa : ”Lihat sekarang aku sudah sembuh”. Timun Emas : ”Hah...raksasa itu sembuh! Bagaimana itu bisa terjadi?” Timun Emas terus berlari tapi ia tersudut. Ia mengeluarkan bungkusan terakhir. Timun Emas :”Tinggal satu bungkusan lagi untuk aku menyelamatkan diri, Tuhan tolonglah aku”

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Raksasa (terbakar). 165 : ”Ha...panas panas. Engkau akan menyesal wahai manusia” Timun Emas :”Syukurlah Tuhan sudah menyelamatkan aku dari rakasasa kejam itu. Kalau tidak mungkin aku akan dimakan oleh raksasa itu”. Di depan rumah nenek termenung menunggu kedatangan Timun Emas, akhirnya Timun Emas datang. Nenek : ”Anakku kau sudah pulang, kau selamat anakku, syukurlah kita akan terus bersama, tidak akan ada lagi yang akan mengganggu kita” (sambil memeluk Timun Emas).

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 Lampiran 16. Sinopsis Cerita Rakyat II “LEGENDA SELAT BALI” Pada zamun dahulu Jawa dan Bali adalah satu pulau. Saat itu hidup seorang brahmana yang sakti dan baik hati bernama Empu Bekung dengan anaknya Manik Angkeran. Manik Angkeran gemar berjudi dan sering kalah akibatnya ia berhutang banyak sekali dan akhirnya meminta tolong kepada ayahnya. Empu Bekung :”Tidak ada lagi harta dirumah ini, harta untuk membayar hutangmu sebelumnya adalah yang terakhir” Manik Angkeran : “Tapi ayah hutangku bagaimana?” Empu Bekung : “Baiklah” Merasa kasihan Empu Bekung berusaha mencari cara dan memohon petunjuk para dewa. Ketika Empu Bekung bermeditasi ia mendengar suara seorang wanita. Suara wanita Besakih disana” : “Empu bekung pergilah ke gunung Agung, temuilah Mendengar suara itu, Empu Bekung terbangun dan mengambil genta kemudian pergi ke Gunung Agung (Bali). Tanpa diketahui oleh Empu Bekung ternyata Manik Angkeran mengikutinya dari belakang. Sesampainya di Gunung Agung, Empu Bekung melakukan ritual. Manik Angkeran melihat ayahnya melakukan ritual dan membunyikan genta. Tiba-tiba terdengar suara. Naga Besakih : “Ada apa kau memanggilku?” Manik Angkeran terkejut dan mencari suara itu, tetapi ia hanya dapat melihat Empu Bekung menyampikan maksud kedatangannya dan mendapatkan harta. Manik Angkeran takjub dan bergegas pulang sebelum ketahuan ayahnya. Empu Bekung memberikan seluruh harta yang ia peroleh pada anaknya. Namun Manik Angkeran justru pergi lagi ke tempat judi dan berjudi lagi. Manik Angkeran : “Aku ikut taruhan” Suara pejudi lain : “ Eh...bayar dulu hutangmu” Dengan sisa uang harta itu manik angkeran masih tetap berjudi dan berhutang lagi. Akhirnya suatu malam Manik Angkeran pergi ke ruang tidur ayahnya kemudian mengambil genta ayahnya dan pergi. Ketika tertidur ayahnya mengigau. Empu Bekung : “Manik Angkeran jangan berjudi lagi”

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 Kemudian Manik Angkeran pergi ke Gunung Agung dan melakukan ritual. Naga Besakih : “Siapa kau? Ada kau memanggilku?” Manik Angkeran : Aku Manik Angkeran anak dari Empu Bekung harta dari ayah telah habis dan aku masih ada hutang tolong bantulah aku. Naga Besakih : “Baiklah tapi berjanjilah kau tidak akan berjudi lagi” Dengan kekuatannya Naga Besakih mengeluarkan harta kemudian pergi meninggalkan Manik Angkeran. Manik Angkeran melihat ekor Naga Besakih dan memotongnya. Naga Besakih marah dan berkata. Naga Besakih :“Manik Angkeran...!” Manik Angkeran melarikan diri sementara Naga Besakih mengeluarkan kesaktiannya membakar manik Angkeran menjadi abu. Sementara itu Empu Bekung terbangun dari tidurnya dan melihat genta sudah tidak ada ditempatnya. Empu Bekung pergi ke Gunung Agung dan disana ia melihat genta sudah tergeletak dihutan. Empu Bekung tahu bahwa anaknya telah tiada. Empu Bekung bermeditasi dan memanggil Naga Besakih. Empu Bekungpun meminta maaf atas perlakukan anaknya dan meminta ankanya agar dihidupkan kembali. Naga Besakih menyanggupi asal Empu Bekung mampu mengembalikan ekornya. Dengan tapa dan kesaktiannya, Empu bekung memulihkan ekor Naga Besakih untuk menghindari tragedi yang sama intan di ekor Naga Besakih diubah menjadi perhiasan di kepala Naga Besakih. Naga Besakihpun senang ia memberikan gelar pada Empu bekung. Empu bekung membangunkan anaknya. Empu Bekung :”Manik Angkeran” Manik Angkeran hidup kambali. Ia meminta maaf atas perbuatannya. Empu Bekung :”Kamu harus memulai hidup baru tetapi tidak bersamaku. Naga Besakih mohon terimalah anakku sebagai muridmu ia perlu belajar tentang kehidupan. Naga Besakih menyanggupinya dengan demikian Manik Angkeran tinggal bersama Naga Besakih dan ayahnya pulang ke Jawa. Dalam perjalanannya kembali ke Jawa Empu Bekung takut Manik Angkeran akan kembali ke Jawa. Empu Bekung :”Aku harus berbuat sesuatu” Dengan kesaktiannya ia mengeluarkan air dari bahwah tanah dan menjadikannya laut yang memisahkan Jawa dan Bali. Laut itu kemudian diberi nama Selat Bali.

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 Lampiran 17. Materi Unsur-Unsur Cerita Materi Ajar Unsur-Unsur Cerita Pengertian cerita rakyat Cerita rakyat adalah cerita yang hidup di tengah-tengah masyarakat dan sudah ada sejak zaman dulu. Cerita rakyat (folklore) merupakan salah satu bentuk dari cerita tradisional. Penyampaian cerita rakyat diceritakan secara lisan dan turun temurun sehingga selalu terdapat variasi penceritaan walau isinya kurang lebih sama. Unsur-unsur cerita rakyat 1) Tema Tema yaitu pokok pikiran yang mendasari sebuah cerita. Ada juga yang menyebutkan gagasan, ide dasar, atau pikiran utama yang melandasi sebuah cerita (Hardjana, 2005:18). Tema ada bermacam-macam, misalnya, kepahlawanan, kejujuran, dan persahabatan. 2) Tokoh Tokoh cerita adalah pelaku cerita yang memilki beragam watak (Warsidi, 2008: 2). Tokoh yang menggerakkan cerita dari awal hingga akhir disebut tokoh utama. Selain tokoh utama, terdapat tokoh pendamping. Tokoh pendamping peranannya lebih kecil daripada tokoh utama. 3) Watak Watak ialah kebiasaan atau perilaku tokoh dalam cerita (Warsidi, 2008: 5). Watak tokoh yang beragam menjadikan cerita lebih hidup seperti peristiwa sebenarnya. Jika ingin mengetahui watak tokoh, kamu dapat memerhatikan hal berikut. a. Watak tokoh sudah disebutkan oleh pengarangnya b. Melihat kebiasaan tokoh c. Melalui kata-kata yang diucapkan tokoh

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 4) Plot/Alur Plot/alur yaitu unsur struktur yang berwujud dalam jalinan peristiwa, yang memperlihatkan kepaduan (koherensi) yang diwujudkan antara lain oleh sebab akibat atau kausalitas (Hardjana, 2006: 21). 5) Latar atau setting Latar atau setting adalah waktu dan tempat terjadinya peristiwa di dalam sebuah cerita (Hardjana, 2006: 23). Latar dapat dibagi menjadi tiga, yaitu latar tempat, waktu, dan suasana (Suyatno, 2008: 20). a. Latar Tempat Latar tempat adalah segala sesuatu yang menjelaskan tentang tempat terjadinya peristiwa dalam cerita. b. Latar Waktu Latar waktu adalah waktu terjadinya peristiwa dalam cerita c. Latar Suasana Latar suasana adalah penjelasan mengenai suasana pada saat peristiwa terjadi. 6) Amanat adalah pesan pengarang kepada pembaca baik tersurat maupun tersirat (Hardjana, 2006: 53). Pesan biasanya berisi sebuah nasihat atau perbuatan perbuatan bijak. Daftar Pustaka Suyatno,H. (2008). Indahnya Bahasa dan Sastra Indonesia: Untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Nurgiyantoro, Burhan. (2005). Sastra Anak: pengantar pemahaman dunia anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Warsidi, Edi. (2008). Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas 5: untuk Kelas V Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18. Surat Permohonan Ijin Penelitian 170

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19. Surat Keterangan Setelah Penelitian 171

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20. Hasil Lembar Validasi Penelitian 172

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21. Hasil Lembar Observasi Kondisi Awal 189

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 22. Hasil Lembar Observasi Siklus I Pertemuan I 191

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23. Hasil Lembar Observasi Siklus I Pertemuan II 193

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 24. Hasil Lembar Observasi Siklus II Pertemuan I 195

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 25. Hasil Lembar Observasi Siklus II Pertemuan II 197

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 26. Hasil Pekerjaan Angket Minat Kondisi Awal 199

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 27. Hasil Pekerjaan Angket Minat Siklus I 201

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 28. Hasil Pekerjaan Angket Minat Siklus II 203

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 29. Hasil Pekerjaan Evaluasi Siklus I 205

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 30. Hasil Pekerjaan Evaluasi Siklus II 208

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 31. Hasil Observasi Siklus I 210

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 32. Hasil Observasi Siklus II 211

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 33. Angket Minat Kondisi Awal 212

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 34. Angket Minat Siklus I 213

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 35. Angket Minat Siklus II 214

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 36. Kondisi Awal Minat Belajar Siswa Kondisi Awal Minat Belajar Siswa Nama Siswa 1 HAP 2 AAHY 3 SD 4 AAA 5 AFDP 6 AMP 7 BEE 8 BSH 9 CYK 10 DPP 11 EH 12 FPS 13 GAP 14 GAD 15 HBS 16 KS 17 KSTM 18 LABW 19 LKAD 20 LNPA 21 MTO 22 MTCH 23 MWW 24 NDAK 25 RJB 26 RPE 27 SDP 28 TC 29 VKP 30 VPP 31 YDBP 32 VFL 33 RAH Jumlah Rata-rata No Pengamatan Angket Skor Kriteria 50 37 48 53 47 48 51 53 42 41 52 41 38 44 48 55 49 41 39 49 50 46 47 40 41 38 50 46 43 49 37 45 46 1504 45,58 47 51 61 66 56 47 46 47 53 51 44 42 40 49 59 47 48 55 41 65 44 48 52 50 50 47 61 60 52 57 52 45 53 1686 51,09 49 44 55 60 52 48 49 50 48 46 48 42 39 47 54 51 49 48 40 57 47 47 50 45 46 43 56 53 48 53 45 45 50 1595 48,34 Cukup Rendah Tinggi Tinggi Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Rendah Rendah Cukup Tinggi Cukup Cukup Cukup Rendah Tinggi Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Rendah Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Cukup Cukup Cukup 215

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 37. Kondisi Awal Kemampuan Menyimak Kondisi Awal Kemampuan Menyimak No Nama Siswa Skor 1 HAP 60 2 AAHY 60 3 SD 80 4 AAA 60 5 AFDP 70 6 AMP 80 7 BEE 80 8 BSH 80 9 CYK 60 10 DPP 80 11 EH 80 12 FPS 60 13 GAP 50 14 GAD 40 15 HBS 80 16 KS 70 17 KSTM 80 18 LABW 60 19 LKAD 50 20 LNPA 50 21 MTO 60 22 MTCH 80 23 MWW 80 24 NDAK 60 25 RJB 50 26 RPE 60 27 SDP 80 28 TC 80 29 VKP 60 30 VPP 80 31 YDBP 50 32 VFL 80 33 RAH 60 Jumlah 2210 Rata-rata 66,97 Persentase Ketuntasan KKM (75) Ketuntasan KKM (75) Tidak Tuntas Tuntas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 14 19 42,42% 57,58% 216

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 38. Minat Belajar Siswa Siklus I Minat Belajar Siswa Siklus I No Nama Siswa HAP AAHY SD AAA AFDP AMP BEE BSH CYK DPP EH FPS GAP GAD HBS KS KSTM LABW LKAD LNPA MTO MTCH MWW NDAK RJB RPE SDP TC VKP VPP YDBP VFL RAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Jumlah Rata-rata Pengamatan Angket Skor Kriteria 62 62 59 58 61 66 61 61 63 65 62 62 56 64 65 63 65 62 58 59 61 60 65 58 57 57 63 63 64 64 59 60 64 2019 61,18 65 56 64 74 70 53 69 67 69 75 67 64 60 59 62 52 76 63 50 67 63 71 56 60 63 53 65 62 52 62 60 60 66 2075 62,88 64 59 62 66 66 60 65 64 66 70 65 63 58 62 64 58 71 63 54 63 62 66 61 59 60 55 64 63 58 63 60 60 65 2047 62,03 Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi 217

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 39. Kemampuan Menyimak Siklus I Kemampuan Menyimak Siklus I No Nama Siswa Skor 1 HAP 63 2 AAHY 65 3 SD 78 4 AAA 66 5 AFDP 79 6 AMP 85 7 BEE 80 8 BSH 83 9 CYK 78 10 DPP 80 11 EH 84 12 FPS 62 13 GAP 63 14 GAD 56 15 HBS 80 16 KS 75 17 KSTM 82 18 LABW 76 19 LKAD 60 20 LNPA 70 21 MTO 80 22 MTCH 88 23 MWW 83 24 NDAK 78 25 RJB 52 26 RPE 78 27 SDP 75 28 TC 83 29 VKP 60 30 VPP 85 31 YDBP 51 32 VFL 82 33 RAH 76 Jumlah 2436 Rata-rata 73,82 Persentase Ketuntasan KKM (75) Ketuntasan KKM (75) Tidak Tuntas Tuntas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 22 11 66,67% 33,33% 218

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 40. Minat Belajar Siswa Siklus II Minat Belajar Siswa Siklus II Nama Siswa 1 HAP 2 AAHY 3 SD 4 AAA 5 AFDP 6 AMP 7 BEE 8 BSH 9 CYK 10 DPP 11 EH 12 FPS 13 GAP 14 GAD 15 HBS 16 KS 17 KSTM 18 LABW 19 LKAD 20 LNPA 21 MTO 22 MTCH 23 MWW 24 NDAK 25 RJB 26 RPE 27 SDP 28 TC 29 VKP 30 VPP 31 YDBP 32 VFL 33 RAH Jumlah Rata-rata No Pengamatan Angket Skor Kriteria 73 77 75 76 77 76 75 79 72 72 79 75 72 77 75 76 72 74 74 73 74 71 76 78 75 76 76 78 75 75 74 77 75 2472 74,91 80 80 67 80 74 80 70 69 71 77 69 68 61 73 80 80 80 72 80 76 80 74 67 61 70 80 80 63 80 80 60 66 70 2418 73,27 77 79 71 78 76 78 73 74 72 75 74 72 67 75 78 78 76 73 77 75 77 73 72 70 73 78 78 71 78 78 67 72 73 2445 74,09 Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi 219

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 41. Kemampuan Menyimak Siklus II Kemampuan Menyimak Siklus II No Nama Siswa Skor 1 HAP 73 2 AAHY 76 3 SD 92 4 AAA 83 5 AFDP 83 6 AMP 88 7 BEE 94 8 BSH 96 9 CYK 83 10 DPP 90 11 EH 90 12 FPS 88 13 GAP 65 14 GAD 82 15 HBS 92 16 KS 90 17 KSTM 92 18 LABW 80 19 LKAD 80 20 LNPA 80 21 MTO 76 22 MTCH 96 23 MWW 91 24 NDAK 92 25 RJB 77 26 RPE 83 27 SDP 98 28 TC 92 29 VKP 78 30 VPP 96 31 YDBP 75 32 VFL 96 33 RAH 98 Jumlah 2845 Rata-rata 86,21 Persentase Ketuntasan KKM (75) Ketuntasan KKM (75) Tuntas Tidak Tuntas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 31 2 93,94% 6,06% 220

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221 Lampiran 42. Hasil Minat Belajar Siswa Hasil Minat Belajar Siswa No Nama Siswa 1 HAP 2 AAHY 3 SD 4 AAA 5 AFDP 6 AMP 7 BEE 8 BSH 9 CYK 10 DPP 11 EH 12 FPS 13 GAP 14 GAD 15 HBS 16 KS 17 KSTM 18 LABW 19 LKAD 20 LNPA 21 MTO 22 MTCH 23 MWW 24 NDAK 25 RJB 26 RPE 27 SDP 28 TC 29 VKP 30 VPP 31 YDBP 32 VFL 33 RAH Jumlah Rata-rata Kondisi Awal Skor 49 44 55 60 52 48 49 50 48 46 48 42 39 47 54 51 49 48 40 57 47 47 50 45 46 43 56 53 48 53 45 45 50 Kriteria Cukup Rendah Tinggi Tinggi Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Rendah Rendah Cukup Tinggi Cukup Cukup Cukup Rendah Tinggi Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Rendah Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Cukup Cukup 1595 48,34 Cukup Siklus I Skor 64 59 62 66 66 60 65 64 66 70 65 63 58 62 64 58 71 63 54 63 62 66 61 59 60 55 64 63 58 63 60 60 65 Kriteria Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi 2047 62,03 Tinggi Siklus II Skor 77 79 71 78 76 78 73 74 72 75 74 72 67 75 78 78 76 73 77 75 77 73 72 70 73 78 78 71 78 78 67 72 73 Kriteria Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi 2445 74,09 Sangat Tinggi

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 222 Lampiran 43. Hasil Kemampuan Menyimak Siswa Hasil Kemampuan Menyimak Siswa No Nama Siswa 1 HAP 2 AAHY 3 SD 4 AAA 5 AFDP 6 AMP 7 BEE 8 BSH 9 CYK 10 DPP 11 EH 12 FPS 13 GAP 14 GAD 15 HBS 16 KS 17 KSTM 18 LABW 19 LKAD 20 LNPA 21 MTO 22 MTCH 23 MWW 24 NDAK 25 RJB 26 RPE 27 SDP 28 TC 29 VKP 30 VPP 31 YDBP 32 VFL 33 RAH Jumlah Rata-rata Nilai di atas KKM (75) Kondisi Awal Ketuntasan Tidak Skor Tuntas Tuntas 60 √ 60 √ 80 √ 60 √ 70 √ 80 √ 80 √ 80 √ 60 √ 80 √ 80 √ 60 √ 50 √ 40 √ 80 √ 70 √ 80 √ 60 √ 50 √ 50 √ 60 √ 80 √ 80 √ 60 √ 50 √ 60 √ 80 √ 80 √ 60 √ 80 √ 50 √ 80 √ 60 √ 2210 14 19 66,97 42,42% Skor 63 65 78 66 79 85 80 83 78 80 84 62 63 56 80 75 82 76 60 70 80 88 83 78 52 78 75 83 60 85 51 82 76 2436 Siklus I Ketuntasan Tidak Tuntas Tuntas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 22 11 73,82 66,67% Skor 73 76 92 83 83 88 94 96 83 90 90 88 65 82 92 90 92 80 80 80 76 96 91 92 77 83 98 92 78 96 75 96 98 2845 Siklus II Ketuntasan Tidak Tuntas Tuntas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 31 2 86,21 93,94%

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 44. Nilai Menyimak Kondisi Awal dari guru Nilai Menyimak Kondisi Awal No Nama Siswa 1 Andrea 2 Hoki 3 Shinta 4 Angkin 5 Angela 6 Aurelia 7 Dea 8 Shella 9 Sakti 10 Daniel 11 Nike 12 Fendi 13 Aaron 14 Ariella 15 Blandin 16 Saras 17 Tiara 18 Andika 19 Keinan 20 Noven 21 Ovi 22 Triska 23 Wening 24 Niko 25 Risang 26 Ronal 27 Damar 28 Dela 29 Krisna 30 Valen 31 Dewo 32 Vara 33 Agnes Jumlah Rata-rata L/P Ketuntasan KKM L L P L P P P P L L P L L P P P P L L L P P P L L L L P L P L P P 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 Skor 60 60 80 60 70 80 80 80 60 80 80 60 50 40 80 70 80 60 50 50 60 80 80 60 50 60 80 80 60 80 50 80 60 2210 66,97 223

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224 Lampiran 45. Evaluasi Siklus I No Nama Siswa 1 Andrea 2 Hoki 3 Shinta 4 Angkin 5 Angela 6 Aurelia 7 Dea 8 Shella 9 Sakti 10 Daniel 11 Nike 12 fendi 13 Aaron 14 Ariella 15 Blandin 16 Saras 17 Tiara 18 Andika 19 Keinan 20 Noven 21 Ovi 22 Triska 23 Wening 24 Niko 25 Risang 26 Ronal 27 Damar 28 Dela 29 Krisna 30 Valen 31 Dewo 32 Vara 33 Agnes Jumlah rata-rata No. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 2 4 4 124 3,76 1 1 2 3 2 1 4 3 4 3 2 4 2 1 4 1 4 3 2 3 3 4 1 1 1 1 1 3 4 3 1 1 2 76 2,30 8 4 2 4 6 4 4 4 6 8 4 4 4 4 6 4 6 6 4 6 6 6 6 6 6 6 6 6 4 6 6 6 6 174 5,27 2 4 6 6 6 8 6 8 4 6 6 2 4 4 4 6 6 6 4 4 6 6 2 6 2 6 6 6 6 6 4 8 6 172 5,21 2 2 2 4 2 2 4 2 4 6 4 2 2 2 4 4 6 6 4 2 4 6 2 4 2 4 2 4 6 4 2 6 2 114 3,45 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 4 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 260 7,88 8 8 8 8 6 8 8 8 8 8 6 4 6 2 6 8 8 8 6 8 8 8 8 8 8 8 8 6 6 8 6 8 8 238 7,21 8 8 8 8 6 6 8 8 8 8 6 8 6 6 6 8 8 8 6 8 8 8 8 8 8 8 8 8 6 8 6 8 8 246 7,45 10 15 20 15 15 20 10 20 20 5 20 20 15 15 20 20 20 15 20 15 15 20 20 15 10 15 20 20 10 20 10 15 20 540 16,36 12 12 18 6 24 24 24 18 12 24 24 6 12 12 18 12 12 12 6 12 18 18 24 18 6 18 12 18 6 18 6 18 12 492 14,91 Total 63 65 78 66 79 85 80 83 78 80 84 62 63 56 80 75 82 76 60 70 80 88 83 78 52 78 75 83 60 85 51 82 76 2436 73,82 Ketuntasan Tidak Tuntas Tuntas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 22 11 66,67% 33,33%

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225 Lampiran 46. Evaluasi Siklus II No. Soal No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Andrea Hoki Shinta Angkin Angela Aurelia Dea Shella Sakti Daniel Nike Fendi Aaron Ariella Blandin Saras Tiara Andika Keinan Noven Ovi Triska Wening Niko Risang Ronal Damar Dela Krisna Valen Dewo Vara Agnes Jumlah Rata-rata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 132 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 127 6 6 8 6 6 6 8 6 6 6 6 8 6 6 8 6 8 8 8 6 6 6 8 8 6 8 8 6 6 6 6 8 8 224 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 8 6 6 4 8 8 6 8 6 6 8 6 206 6 4 4 4 4 4 8 8 8 8 4 4 4 8 8 8 4 8 8 8 4 8 4 8 8 8 8 4 8 8 8 8 8 214 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 264 6 6 8 8 6 6 6 8 8 6 8 8 6 8 8 8 8 8 8 6 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 6 6 8 244 6 6 6 6 6 6 6 8 6 6 6 8 6 6 8 8 6 8 8 6 8 6 6 8 8 8 6 8 6 8 6 6 8 224 15 20 20 20 15 20 20 20 15 20 20 20 10 20 20 20 20 20 20 20 10 20 20 20 15 15 20 20 20 20 15 20 20 610 12 12 24 18 24 24 24 24 18 24 24 18 12 12 18 18 24 6 6 12 18 24 24 18 12 12 24 24 6 24 12 24 24 600 73 76 92 83 83 88 94 96 83 90 90 88 65 82 92 90 92 80 80 80 76 96 91 92 77 83 98 92 78 96 75 96 98 2845 Ketuntasan Tidak Tuntas Tuntas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 31 2 4,00 3,85 6,79 6,24 6,48 8,00 7,39 6,79 18,48 18,18 86,21 93,94% Total 6,06%

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 47. Foto Penelitian 226

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228 Lampiran 48. Biodata Penulis DAFTAR RIWAYAT HIDUP Dwi Jayanti merupakan anak kedua dari pasangan bapak Kabul dan ibu Sutiyah. Lahir di Temanggung pada tanggal 1 Januari 1992. Pendidikan awal dimulai di SD Negeri Banjarsari, Temanggung pada tahun 1998-2001. Kemudian penulis melanjutkan ke SMP Negeri 1 Bejen, Temanggung pada tahun 2004-2007. Setelah menyelesaikan pendidikan SMP penulis melanjutkan ke SMA Negeri 1 Parakan, Temanggung pada tahun 20072010. Pada tahun 2010 penulis melanjutkan pendidikannya di Universitas Sanata Dharma. Selama mengikuti perkuliah di Universitas Sanata Dharma penulis mengikuti berbagai kegiatan kampus, seminar, dan kepanitiaan. Penulis mengikuti seminar Kursus Mahir Dasar Pramuka (KMD) sesuai dengan jurusan. Seminar yang diikuti penulis diantaranya seminar diseminasi hasil program hibah kompetisi (PHK), UNA seminar and workshop on anti bias curriculum and teaching, seminar pendidikan etika penggunaan perpustakaan “Cintai perpustakaan, cintai diri sendiri” dan seminar-seminar lainnya yang menambah wawasan penulis. Penulis juga berperan aktif dalam kepanitian dalam acara yang diselenggarakan kampus maupun di luar kampus. Kegiatan kepanitian yang diikuti penulis dalam acara yang diselenggaran kampus diantaranya menjadi Dampok pada kegiatan parade gamelan anak 2012 DIY-JATENG. Penulis mengikuti kegiatan kepanitiaan di luar kampus seperti karang taruna dan acaraacara lain yang diadakan di lingkungan rumah.

(248)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENYIMAK CERITA RAKYAT MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 01 PANICAN KABUPATEN PURBALINGGA
0
52
211
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SD JUARA YOGYAKARTA.
0
1
192
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA MENGGUNAKAN MODEL QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS V SD NEGERI I IROYUDAN PAJANGAN.
1
6
258
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO DI KELAS V SDN 30 PONTIANAK SELATAN
0
0
7
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA FIKSI ANAK MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO PADA SISWA KELAS V SD
0
1
10
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DI SMAN 1 ANJONGAN
0
1
14
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO CERITA ANAK KELAS V SD
0
0
13
UPAYA MENINGKATKAN RASA INGIN TAHU DAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA ANAK SISWA KELAS VB MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DI SD N 2 KARANGLEWAS LOR
0
0
15
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN PADA TAHUN AJARAN 20102011
0
1
148
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA SISWA KELAS V SDN 38 AMPENAN TAHUN 20172018
0
0
15
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI MATERI PESAWAT SEDERHANA SISWA KELAS V SD KANISIUS KOTABARU TAHUN PELAJARAN 20112012
0
2
260
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR PKn SISWA KELAS IV SD KANISIUS KOTABARU YOGYAKARTA MELALUI METODE LEARNING TOGETHER SKRIPSI
0
0
188
PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS V SDN SELOMULYO SLEMAN
1
0
209
PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK ISI PENGUMUMAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS IV SD KANISIUS KOTABARU I YOGYAKARTA
0
0
223
PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK ISI PENGUMUMAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS IV SDN SELOMULYO
0
0
185
Show more