Peningkatan kemandirian dan prestasi belajar matematika menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
3
309
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI SISWA KELAS IV SD KANISIUS GAYAM YOGYAKARTA Skripsi Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh : FX CANDRA DWI PUTRANTO 101134059 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI SISWA KELAS IV SD KANISIUS GAYAM YOGYAKARTA Skripsi Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh : FX CANDRA DWI PUTRANTO 101134059 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Dengan penuh rasa syukur skripsi ini kupersembahkan untuk:  Yesus Kristus dan Bunda Maria, atas rencananya yang indah bagi hidup saya dan membimbing saya dalam menyelesaikan skripsi ini.  Keluarga saya yang telah memberikan dukungan dan semangat supaya saya bisa menyelesaikan kuliah dengan baik dan tepat waktu.  Teman-temanku “Aloisia Rani Meita”, “Tarsisius Ferry Koko”, Bayu Yudianta”, “Ursula Dwi”, dan “Darti Oktaviani” yang telah membantu saya menyelesaikan skripsi ini dan selalu memberi semangat kepada saya. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO  Keberhasilan tidak dapat diperoleh dengan mudah. Kerja keras dan doa adalah cara untuk mempermudahnya.  Sabar, tabah dan waspada dalam menjalani kehidupan. v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI SISWA KELAS IV SD KANISIUS GAYAM YOGYAKARTA Fransiskus Xaverius Candra Dwi Putranto Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan pendekatan PMRI dalam meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar mata pelajaran matematika materi lambang bilangan Romawi siswa kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta pada tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model siklus yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri empat langkah yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Kanisius Gayam semester genap pada tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala, observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan: 1) penggunaan pendekatan PMRI pada mata pelajaran Matematika dalam upaya meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Gayam ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) mengelompokkan siswa, b) pemberian masalah kontekstual, c) siswa menyelesaikan masalah kontekstual, d) siswa mempresentasikan penyelesaian masalah dan bernegoisasi, e) penarikan kesimpulan. 2) penggunaan pendekatan PMRI mampu meningkatkan kemandirian siswa kelas IV SD Kanisius Gayam. Hal ini nampak pada kondisi kemandirian siswa semula yaitu 54,89 termasuk dalam kategori sangat rendah, dan meningkat menjadi 78,35 termasuk dalam kategori sedang pada akhir siklus II. 3) penggunaan pendekatan PMRI mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Gayam. Hal ini nampak pada kondisi awal rata-rata nilai ulangan siswa adalah 67,6 dan sebanyak 12 dari 25 siswa (48%) mendapatkan nilai di atas KKM, meningkat menjadi 80,13 dan sebanyak 25 dari 26 (96,2%) mendapatkan nilai di atas KKM pada akhir siklus II. Kata kunci : kemandirian, prestasi belajar, pendekatan PMRI viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE INCREASING OF SELF-RELIANCE AND ACHIEVEMENT LEARNED MATHEMATICS USING PMRI APPROACH FOR GRADE FOUR IN KANISIUS GAYAM ELEMENTARY SCHOOL YOGYAKARTA Fransiskus Xaverius Candra Dwi Putranto Universitas Sanata Dharma 2014 This research aimed to find out how the use of Indonesia Realistic Mathematics Education approach (PMRI) in increasing of self-reliance and achievement learned mathematics of emblem roman numbers subject for grade four in Kanisius Gayam Elementary School Yogyakarta of the academic year 2013/2014. This research was a classroom action research that refers to the cycle model developed by Kemmis and Taggart. The research was conducted in two cycles, each cycle consists of four steps namely: planning, action, observation, and reflection. The subject of this research was fourth grade students in Kanisius Gayam elementary school second semester of the academic year 2013/2014 that consist of 26 students. Data collection techniques used the scale, observation, and test. The research results showed: 1) the use of PMRI approach on mathematics in an attempt to increase the self-reliance and achievement of fourth grade students in Kanisius Gayam elementary school reached by steps as follows: a) grouping students, b) granting contextual issues, c) students complete contextual issues, d) students presented the resolution of problems and negotiations, e) withdrawal of the conclusion. 2) the use of PMRI approach was able to increase the self-relience of fourth grade students in Kanisius Gayam elementary school. It appeared on the self-reliance students condition that originally 54.89 included in the very low category, and increased to 78.35 included in the middle category at the end of the cycle II. 3) the use of PMRI was able to increase the students achievement of fourth grade students in Kanisius Gayam elementary school. It appeared on the initial conditions average of students test score were 67.6 and 12 from 25 students (48%) got grade above KKM, increased to 80.13 and 25 from 26 students (96,2%) got grade above KKM at the end of the cycle II. Keywords: self-reliance, learning achievement, PMRI approach ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat, rahmat dan karunia-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “Peningkatan Kemandirian dan Prestasi Belajar Matematika Menggunakan Pendekatan PMRI Siswa Kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta”. Penelitian skripsi ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bimbingan, bantuan, dan dorongan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses penelitian dan penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti ingin menyampaikan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma yang telah mengesahkan skripsi ini. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Dra. Haniek S.P., M.Pd., dosen pembimbing I yang telah membimbing dan memberikan motivasi sehingga peneliti mampu menyelesaikan skripsi ini. 4. Laurensia Aptik Evanjeli, S.Psi., M.A., dosen pembimbing II yang telah membimbing dan memberikan motivasi sehingga peneliti mampu menyelesaikan skripsi ini. 5. Andri Anugrahana S.Pd., M.Pd., yang telah memberikan kritik dan saran demi kesempurnaan skripsi ini. 6. Elisabeth Listriyani, S.Pd., Kepala SD Kanisius Gayam yang telah mengijinkan saya untuk melakukan penelitian di SD Kanisius Gayam. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Yunanto., Guru Kelas IV SD Kanisius Gayam yang telah memberikan bantuan untuk melakukan penelitian. 8. Keluarga yang selalu memberikan dukungan doa dan semangat kepada peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini. 9. Aloisia Rani Meita, Tarsisius Ferry Koko, Bayu Yudianta, Ursula Dwi dan Darti Oktaviani sebagai sahabat yang setia dalam membantu dan memberikan semangat untuk menyelesaikan skripsi ini. 10. Semua pihak yang telah mendukung dan tidak bisa peneliti sebutkan satu per satu. Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta, 25 Juli 2014 Peneliti FX Candra Dwi Putranto xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... iv MOTTO .............................................................................................................. v LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................. vii ABSTRAK ......................................................................................................... viii ABSTRACT ....................................................................................................... ix KATA PENGANTAR........................................................................................ x DAFTAR ISI ...................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvi DAFTAR GAMBAR .........................................................................................xvii DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................xviii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1 1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................... 1 1.2 Pembatasan Masalah ......................................................................... 7 1.3 Pemecahan Masalah .......................................................................... 7 1.4 Rumusan Masalah ............................................................................. 8 1.5 Tujuan Penelitian .............................................................................. 8 1.6 Manfaat Penelitian ............................................................................ 9 1.7 Batasan Pengertian ............................................................................ 10 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................ 12 2.1 Kajian Pustaka ................................................................................... 12 2.1.1 Kemandirian .................................................................................. 12 2.1.1.1 Pengertian Kemandirian .......................................................... 12 2.1.1.2 Ciri-ciri Kemandirian Siswa .................................................... 13 2.1.1.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemandirian Siswa ......... 14 2.1.1.4 Aspek-aspek Kemandirian Siswa ............................................ 16 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.1.5 Manfaat Kemandirian Bagi Siswa ........................................... 17 2.1.1.6 Pengembangan Ketrampilan Belajar pada Kemandirian Siswa........................................................................................ 2.1.2 17 Belajar dan Prestasi Belajar ........................................................... 20 2.1.2.1 Pengertian Belajar.................................................................... 20 2.1.2.2 Prinsip-prinsip Belajar ............................................................. 21 2.1.2.3 Pendekatan Belajar ................................................................ 2.1.2.4 Pengertian Prestasi ................................................................... 23 2.1.2.5 Pengertian Prestasi Belajar ...................................................... 23 2.1.2.6 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ................ 24 2.1.3 22 Pembelajaran Matematika ............................................................. 26 2.1.3.1 Hakekat Matematika ................................................................ 26 2.1.3.2 Proses Belajar Matematika ...................................................... 28 2.1.4 Materi Matematika di Sekolah Dasar ............................................ 28 2.1.5 Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia .............. 31 2.1.5.1 Pengertian Pendekatan PMRI .................................................. 31 2.1.5.2 Prinsip Pendekatan PMRI ........................................................ 33 2.1.5.3 Karakteristik PMRI................................................................ 2.1.5.4 Implikasi Pelaksanaan PMRI................................................... 35 2.1.5.5 Langkah-langkah Pendekatan PMRI ....................................... 36 34 2.2 Penelitian-penelitian yang Relevan .................................................. 37 2.3 Kerangka Berpikir ............................................................................ 41 2.4 Hipotesis Tindakan ........................................................................... 43 BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................... 44 3.1 Jenis Penelitian ................................................................................. 44 3.2 Setting Penelitian .............................................................................. 47 3.2.1 Tempat Penelitian .......................................................................... 47 3.2.2 Subjek Penelitian ........................................................................... 47 3.2.3 Objek Penelitian ............................................................................. 47 3.2.4 Waktu Penelitian ............................................................................ 48 3.3 Desain Penelitian .............................................................................. 48 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.3.1 Persiapan ........................................................................................ 48 3.3.2 Rencana Tindakan Setiap Siklus ................................................... 49 3.3.2.1 Siklus I ..................................................................................... 49 3.3.2.2 Siklus II.................................................................................... 57 3.4 Instrumen Penelitian ......................................................................... 62 3.4.1 Instrumen Prestasi Belajar ............................................................. 63 3.4.2 Instrumen Kemandirian ................................................................ 64 3.4.2.1 Lembar Skala ........................................................................... 65 3.4.2.2 Lembar Observasi .................................................................... 66 3.5 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian................................ 67 3.5.1 Validitas ......................................................................................... 67 3.5.2 Reliabilitas ..................................................................................... 74 3.6 Teknik Pengumpulan Data ............................................................... 76 3.6.1 Skala .............................................................................................. 76 3.6.2 Observasi ....................................................................................... 78 3.6.3 Tes ................................................................................................ 78 3.7 Teknik Analisis Data ........................................................................ 79 3.7.1 Analisis Data Kemandirian Siswa ................................................. 79 3.7.2 Analisis Data Prestasi Belajar........................................................ 80 3.8 Kriteria Keberhasilan ........................................................................ 81 3.8.1 Kriteria Keberhasilan Kemandirian ............................................... 82 3.8.2 Kriteria Keberhasilan Prestasi Belajar ........................................... 82 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................... 83 4.1 Hasil Penelitian ................................................................................. 83 4.1.1 4.1.1.1 Kemandirian Siswa ................................................................ 4.1.1.2 Prestasi Belajar ........................................................................ 84 4.1.2 4.2 Kondisi Awal Sebelum Penelitian ................................................. 83 83 Proses Penelitian Tindakan Kelas.................................................. 86 4.1.2.1 Siklus I ..................................................................................... 86 4.1.2.2 Siklus II....................................................................................101 Pembahasan ......................................................................................113 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.2.1 Kemandirian Siswa ........................................................................114 4.2.2 Prestasi Belajar ..............................................................................116 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................122 5.1 Kesimpulan .......................................................................................122 5.2 Keterbatasan Penelitian ....................................................................123 5.3 Saran ................................................................................................ 123 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................126 LAMPIRAN ......................................................................................................129 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Data Kondisi Awal Ketuntasan Minimal ........................................... 4 Tabel 2.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ...................................... 28 Tabel 2.2 Bilangan Romawi ............................................................................... 30 Tabel 3.1 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I ......................................................... 63 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II ........................................................ 64 Tabel 3.3 Pedoman Skoring Skala Kemandirian ................................................ 65 Tabel 3.4 Kisi-Kisi Skala Kemandirian .............................................................. 66 Tabel 3.5 Kisi-Kisi Observasi Kemandirian Siswa............................................. 67 Tabel 3.6 Kriteria Validasi Desain Perangkat Pembelajaran .............................. 69 Tabel 3.7 Perhitungan Validasi Desain Perangkat Pembelajaran ....................... 69 Tabel 3.8 Perhitungan Validitas Soal Evaluasi .................................................. 72 Tabel 3.9 Perhitungan Validasi Desain Kemandirian ......................................... 73 Tabel 3.10 Kriteria Validasi Instrumen Skala dan Observasi ............................. 74 Tabel 3.11 Klasifikasi Tingkat Reliabilitas Instrumen ....................................... 75 Tabel 3.12 Hasil Perhitungan Reliabilitas Statistik ............................................ 76 Tabel 3.13 Pemberian Skor Observasi ................................................................ 78 Tabel 3.14 Pedoman Rata-rata Kemandirian Siswa ............................................ 80 Tabel 3.15 Kriteria Keberhasilan Kemandirian .................................................. 82 Tabel 3.16 Kriteria Keberhasilan Prestasi Belajar .............................................. 82 Tabel 4.1 Data Kondisi Awal Kemandirian Siswa ............................................. 83 Tabel 4.2 Data Kondisi Awal Prestasi Belajar .................................................... 85 Tabel 4.3 Data Nilai Kemandirian Siswa Siklus I .............................................. 96 Tabel 4.4 Data Prestasi Belajar Siklus I ............................................................. 98 Tabel 4.5 Data Nilai Kemandirian Siswa Siklus II ............................................ 108 Tabel 4.6 Data Prestasi Belajar Siklus II ............................................................ 109 Tabel 4.7 Rata-rata Kemandirian Siswa ............................................................. 114 Tabel 4.8 Nilai Prestasi Belajar Siswa Kelas IV ................................................ 117 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Diagram Lambang Bilangan Romawi ............................................. 29 Gambar 2.2 Literatur Map Penelitian-penelitian Relevan .................................. 40 Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas .................................................... 45 Gambar 4.1 Peningkatan Skor Rata-rata Kemandirian Siswa ............................ 116 Gambar 4.2 Peningkatan Skor Rata-rata Prestasi Belajar Siswa ........................ 119 Gambar 4.3 Persentase Pencapaian KKM .......................................................... 119 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Validitas Perangkat Pembelajaran ................................................................ 130 Lampiran 2 Silabus Pembelajaran ........................................................................................... 140 Lampiran 3 RPP Siklus I Pertemuan 1 ................................................................ 143 Lampiran 4 RPP Siklus I Pertemuan 2 ................................................................ 149 Lampiran 5 RPP Siklus I Pertemuan 3 ................................................................ 155 Lampiran 6 RPP Siklus II Pertemuan 1 ................................................................ 160 Lampiran 7 RPP Siklus II Pertemuan 2 ................................................................ 166 Lampiran 8 Lembar Penilaian ................................................................................................ 171 Lampiran 9 LKS Siklus I Pertemuan 1 ................................................................ 175 Lampiran 10 LKS Siklus I Pertemuan 2 ................................................................ 179 Lampiran 11 LKS Siklus II Pertemuan 1 ................................................................ 182 Lampiran 12 Kunci Jawaban LKS Siklus I Pertemuan 1 .......................................................... 185 Lampiran 13 Kunci Jawaban LKS Siklus I Pertemuan 2 .......................................................... 188 Lampiran 14 Kunci Jawaban LKS Siklus II Pertemuan 1 ................................191 Lampiran 15 Rangkuman Materi ............................................................................................... 194 Lampiran 16 Kisi-kisi Soal Tes Prestasi Sebelum Validitas ................................ 199 Lampiran 17 Soal Tes Prestasi Sebelum Validitas ................................................................ 201 Lampiran 18 Uji Validitas Tes Prestasi ................................................................ 209 Lampiran 19 Kisi-kisi Soal Tes Prestasi Sesudah Validitas ................................ 216 Lampiran 20 Soal Tes Prestasi Sesudah Validitas ................................................................ 218 Lampiran 21 Kunci Jawaban Soal Tes Prestasi ................................................................ 226 Lampiran 22 Kisi-kisi Skala dan Observasi Kemandirian ................................ 229 Lampiran 23 Instrumen Validasi Desain Skala dan Observasi Kemandrian ............................. 232 Lampiran 24 Lembar Skala dan Observasi Kemandirian Validasi ................................ 235 Lampiran 25 Lembar Skala dan Observasi Kemandirian .......................................................... 240 Lampiran 26 Hasil Skala Kemandirian Siswa ................................................................ 245 Lampiran 27 Hasil Observasi Kemandirian Siswa ................................................................ 249 Lampiran 28 Hasil Kemandirian Siswa ................................................................ 253 Lampiran 29 Kondisi Awal Prestasi Belajar ................................................................ 255 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 30 Contoh Lembar Soal Validitas ................................................................ 258 Lampiran 31 Contoh Lembar LKS Siklus I ................................................................ 264 Lampiran 32 Contoh Lembar LKS Siklus II................................................................ 269 Lampiran 33 Contoh Soal Tes Prestasi Siklus I................................................................ 272 Lampiran 34 Contoh Soal Tes Prestasi Siklus II ................................................................ 275 Lampiran 35 Hasil Prestasi Belajar Siswa ................................................................ 282 Lampiran 36 Surat Permohonan Izin, Surat Keterangan Telah Melakukan 285 Penelitian dan Dokumentasi ................................................................ xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika merupakan suatu ilmu berobjek abstrak yang menekankan pada pendapat yang sama dan memiliki pola pikir deduktif (Soedjadi, 2000: 11). Dengan kata lain mata pelajaran matematika juga merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari struktur abstrak dan pola hubungan yang ada di dalamnya. Matematika sangat penting bagi siswa di SD karena mengajarkan kemampuan berfikir secara logis dan ketrampilan berhitung yang digunakan dalam kehidupan sahari-hari. Mata pelajaran matematika di SD terkadang sulit dipahami dan bersifat abstrak untuk siswa. Melalui pelajaran matematika, siswa diharapkan memiliki kemampuan untuk berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif dan mampu bekerjasama (Daryanto dan Rahardjo, 2012: 240). Melalui pelajaran matematika dapat menumbuhkan ketelitian, tanggung jawab dan rasa ingin tahu yang tinggi dalam mempelajari materi pada mata pelajaran matematika. Siswa dituntut untuk aktif dan mandiri dalam proses kegiatan pembelajaran. Keberhasilan siswa dapat dilihat dari prestasi belajar, misalnya mendapatkan nilai di atas KKM yang ditetapkan ketika mengerjakan soal-soal latihan dan ujian. Kemandirian dalam diri siswa diperoleh dari proses kegiatan pembelajaran. Keberhasilan siswa dalam memahami konsep-konsep yang 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 kompleks dalam matematika sangat tergantung pada proses belajar yang dialami siswa. Hadi (2005: 10) menjelaskan bahwa kemandirian memungkinkan siswa untuk berusaha menyelesaikan kesulitan yang sedang dihadapi dengan kemampuan yang dimilikinya. Kemandirian sangat penting dimunculkan sejak kecil, sehingga siswa dapat menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari tanpa bantuan orang lain. Kemandirian siswa merupakan hal yang sebaiknya diperhatikan oleh guru sebagai pengajar. Peneliti melakukan observasi yang dilakukan di kelas IV SD Kanisius Gayam saat mata pelajaran matematika pada hari Kamis, 16 Januari 2014. Hasil observasi adalah 1) ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran matematika sebagian besar siswa tidak mengajukan pertanyaan sehingga proses pembelajaran pasif; 2) guru menggunakan metode ceramah yang belum kontekstual, proses kegiatan pembelajaran belum memperlihatkan karakteristik PMRI, guru menjadi sumber informasi bagi siswa, sehingga siswa cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran; 3) ketika guru selesai menjelaskan materi, siswa tidak berani mengungkapkan pendapatnya; 4) beberapa siswa tidak mempersiapkan alat belajar seperti buku tulis dan buku cetak; 5) beberapa siswa tidak menyelesaikan tugas yang diberikan guru dengan tidak tepat waktu; 6) terlihat beberapa siswa yang mencontek atau melihat hasil pekerjaan dari teman; 7) guru menggunakan papan tulis sebagai media untuk menjelaskan materi yang diajarkan; serta 8) Jumlah siswa kelas IV 26 siswa, dan 16 siswa di antaranya mendapat nilai ulangan di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang berlaku di SD

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Kanisius Gayam yaitu 70, sehingga harus melakukan remedial untuk mencapai KKM. Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa siswa kelas IV. Hasil wawancara dengan siswa diketahui bahwa 1) siswa merasa bosan dan cenderung mengantuk saat mengikuti pembelajaran matematika; dan 2) siswa tidak berani bertanya apabila kurang memahami materi karena kurangnya keinginan untuk memahami materi dari guru yang memiliki keahlian sesuai dengan materi yang diajarkan. Hasil wawancara dengan guru diketahui bahwa: 1) siswa kurang mempersiapkan diri ketika belajar di sekolah, seperti kurangnya kebiasaan belajar di rumah dan tidak mengerjakan soal-soal latihan; 2) siswa kurang serius dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru dan siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, ketika siswa mengerjakan latihan soal mendapatkan nilai yang kurang memuaskan; serta 3) siswa tidak berani bertanya kepada guru apabila ada materi yang belum dipahami. Guru kurang mampu dalam mengolah pembelajaran yang dapat membangkitkan kemandirian belajar siswa, sehigga kemandirian dan prestasi belajar siswa kurang optimal. Kemandirian dalam proses pembelajaran sangat diperlukan karena bukan hanya untuk menjaga kondisi suasana dalam proses pembelajaran berjalan dengan lancar, tetapi juga menciptakan pribadi yang kuat bagi setiap siswa. Siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari mata pelajaran Matematika. Hal ini diperkuat dengan data nilai siswa kelas IV SD Kanisius Gayam untuk satu tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 1.1 berikut.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Tabel 1.1 Data Kondisi Awal Ketuntasan Minimal untuk Mata Pelajaran Matematika SD Kanisius Gayam Tahun Pelajaran KKM Rata-rata 2012/2013 70 67,6 Ketuntasan Ya Tidak 12 (48%) 13 (52%) Jumlah Siswa 25 Sumber : Dokumen nilai dari guru kelas. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa pada tahun pelajaran 2012/2013 dengan nilai KKM 70 tingkat ketidaktercapaian KKM pada materi lambang bilangan Romawi adalah 52% dari 25 siswa dengan nilai rata-rata 67,6. Data kondisi awal kemandirian siswa kelas IV SD Kanisius Gayam, peneliti memperolehnya ketika membagikan lembar skala kemandirian di kelas. Tingkat rata-rata kemandirian siswa kelas IV SD Kanisius Gayam adalah 54,89 dan termasuk dalam kategori sangat rendah. Siswa yang memiliki kemandirian sangat rendah 16 dari 26 siswa (61,5%), siswa yang memiliki kemandirian rendah 9 dari 26 siswa (34,6%), dan siswa yang memiliki kemandirian sedang 1 dari 26 siswa (3,9%). Materi bilangan Romawi penting diajarkan di sekolah, karena bilangan Romawi dijumpai oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam bab buku, kejuaraan, penomoran alamat rumah, penomoran kelas, dan lain-lain. Materi lambang bilangan Romawi dapat membantu siswa dalam menyelesaikan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, Ayah hari ini merayakan ulang tahun yang ke- 41, bilangan Romawi dari 41 adalah XLI. Apabila siswa tidak memahami aturan bilangan Romawi, maka siswa akan mengalami kesulitan

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 dalam memecahkan masalah berkaitan dengan lambang bilangan Romawi. Prestasi belajar siswa tahun sebelumnya dalam materi bilangan Romawi kurang memuaskan. Wawancara dengan guru, memberikan hasil bahwa siswa kurang memahami aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi, sehingga siswa kesulitan dalam menuliskan ke bilangan Romawi atau sebaliknya. Siswa kesulitan menuliskan bilangan Romawi CXI menjadi bilangan asli, apakah 109 atau 111. Sebaliknya, siswa juga mengalami kesulitan dalam menuliskan bilangan cacah ke bilangan Romawi, contoh: bilangan 44 apakah menjadi bilangan Romawi XLIV atau XLVI. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang sudah dipaparkan sebelumnya, peneliti menduga penyebab dari permasalahan yang terjadi di kelas IV SD Kanisius Gayam adalah kemandirian dan prestasi belajar siswa masih kurang. Hal ini disebabkan karena guru mengajarkan materi menggunakan metode ceramah dan pengerjaan tugas. Akibatnya siswa kurang aktif dan mandiri dalam memecahkan masalah atau soal-soal yang diberikan guru. Siswa terlalu bergantung pada materi yang disampaikan guru, siswa tidak terbiasa menemukan dan mengembangkan pengetahuannya sendiri dengan mencari informasi secara mandiri. Guru tidak memberikan kesempatan siswa untuk berusaha menemukan dan mengembangkan pengetahuan mereka. Hasilnya pengetahuan siswa tidak berkembang, materi yang diajarkan guru menggunakan metode ceramah hanya bertahan sementara diingatan siswa karena mereka cenderung hanya menghafal dan bergantung pada guru. Akibatnya, ketika siswa mengerjakan soal ulangan

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 yang digunakan guru untuk mengukur pemahaman, mereka sudah lupa materi yang diajarkan oleh guru. Peneliti akan melakukan penelitian tentang peningkatan kemandirian dan prestasi belajar matematika menggunakan pendekatan PMRI pada siswa kelas IV SD Kanisisus Gayam Yogyakarta. Peneliti memilih pendekatan PMRI karena pendekatan PMRI diterapkan khusus untuk mata pelajaran matematika. (Sutarto, 2005: 36) Pendekatan PMRI cocok untuk siswa karena mengajarkan konsep matematika secara kontekstual sesuai dengan kehidupan nyata siswa, sehingga siswa dapat memahami materi yang diajarkan. Pembelajaran PMRI dimulai dengan menyajikan masalah kontekstual yang harus dipecahkan, sehingga siswa diarahkan untuk mandiri dalam menyelesaikan masalah atau tugas yang diberikan guru. Pendekatan PMRI dilandasi dari hal-hal yang riil atau pernah dialami atau dibayangkan siswa, menekankan pada ketrampilan proses, berdiskusi, dan berargumentasi dengan teman sekelas. Penggunaan pendekatan PMRI diharapkan, siswa dapat menemukan sendiri jawaban dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang diberikan oleh guru dengan menggunakan media pembelajaran, peran guru sebagai fasilitator membantu siswa apabila ada materi yang kurang dipahami. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat dan berdiskusi dengan teman. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Kemandirian dan Prestasi Belajar Matematika Menggunakan Pendekatan PMRI Siswa Kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta”.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1.2 Pembatasan Masalah Penelitian menggunakan pendekatan PMRI yang dilakukan di kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta dengan jumlah 26 siswa yaitu 14 laki-laki dan 12 perempuan pada mata pelajaran matematika semester genap. Kompetensi dasar 7.2 Menyatakan Bilangan cacah sebagai Bilangan Romawi dan sebaliknya. Materi yang digunakan yaitu lambang bilangan Romawi. Kemampuan kognitif siswa kelas IV SD Kanisius Gayam dibatasi dari C1 (Mengingat), C2 (Mengerti), dan C3 (Memakai). Kemandirian yang diukur melalui tiga indikator yaitu menetapkan tujuan belajarnya sendiri, memilih dan menentukan sendiri sumber belajar, dan menggunakan strategi belajar yang tepat. 1.3 Pemecahan Masalah Masalah rendahnya kemandirian dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran matematika pada materi lambang bilangan Romawi kelas IV SD Kanisius Gayam diatasi dengan menggunakan pendekatan PMRI. Pendekatan PMRI dilandasi dari hal-hal yang riil atau pernah dialami atau dibayangkan siswa, menekankan pada ketrampilan proses, berdiskusi, dan berargumentasi dengan teman sekelas. Penggunaan pendekatan PMRI mampu membuat siswa menemukan sendiri jawaban dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru. Peran guru sebagai fasilitator membantu siswa apabila ada materi yang kurang dipahami. Kemandirian siswa akan tercipta dalam kegiatan diskusi dan berargumentasi dengan teman dalam membahas materi atau soal dari guru sehingga peningkatan prestasi belajar siswa akan tercapai.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 1.4 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis memaparkan rumusan masalah sebagai berikut: 1.4.1 Bagaimana penggunaan pendekatan PMRI dalam upaya meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar mata pelajaran matematika siswa kelas IV semester 2 SD Kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014? 1.4.2 Apakah penggunaan pendekatan PMRI dapat meningkatkan kemandirian siswa kelas IV semester 2 SD kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014? 1.4.3 Apakah penggunaan pendekatan PMRI dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV semester 2 SD kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014? 1.5 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.5.1 Untuk mendeskripsikan penggunaan pendekatan PMRI dalam meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas IV semester 2 SD Kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014. 1.5.2 Untuk mengetahui penggunaan pendekatan PMRI dapat meningkatkan kemandirin siswa kelas IV semester 2 SD kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 1.5.3 Untuk mengetahui penggunaan pendekatan PMRI dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV semester 2 SD kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014. 1.6 Manfaat Penelitian Hasil penelitian diharapkan bermanfaat bagi peneliti, siswa, sekolah dan dunia pengetahuan dalam kegiatan pembelajaran. 1.6.1 Bagi peneliti Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan aplikasi tentang pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI untuk mata pelajaran matematika materi lambang bilangan Romawi. 1.6.2 Bagi guru Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran matematika, yaitu pendekatan PMRI yang dapat digunakan di kelas guna meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika pada materi lambang bilangan Romawi. 1.6.3 Bagi sekolah Penelitian ini diharapkan dapat menambah dokumen hasil penelitian yang dapat menjadi bahan bacaan di perpustakaan sekolah yang diharapkan dapat memberi inspirasi bagi pihak lain.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 1.6.4 Bagi peneliti lain Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber referensi bagi peneliti, sehingga dapat menambah wawasan dalam penerapan pendekatan PMRI pada kegiatan pembelajaran. 1.7 Batasan Pengertian Suatu istilah dapat ditafsirkan dengan makna yang berbeda-beda. Agar terhindar dari kesalahpahaman dan penafsiran-penafsiran yang keliru, maka peneliti memberikan batasan-batasan pengertian dalam penelitian ini sebagai berikut. 1.7.1 Kemandirian adalah sikap yang ditunjukkan seseorang dalam memutuskan pilihan dan menentukan tindakan dalam menjalani kehidupan tanpa bantuan orang lain. 1.7.2 Belajar adalah aktivitas yang dilakukan seseorang yang bertujuan untuk mengembangkan potensi, sikap dan kepribadian. 1.7.3 Prestasi Belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah mengalami proses belajar dalam waktu yang telah ditentukan yang kemudian akan diukur dan dinilai dalam bentuk angka atau pernyataan. 1.7.4 Mata pelajaran matematika SD adalah mata pelajaran yang terdapat di kelas IV SD Kanisius Gayam semester genap tahun ajaran 2013/ 2014 dengan kompetensi dasar menyatakan Bilangan cacah sebagai Bilangan Romawi dan sebaliknya.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 1.7.5 Pendekatan PMRI adalah pendekatan yang bertitik tolak dari hal-hal riil atau pernah dialami atau dibayangkan siswa, menekankan keterampilan proses, berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga siswa dapat menemukan sendiri (student inventing) ideide dan konsep matematisnya sebagai kebalikan dari (teacher telling).

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Kemandirian 2.1.1.1 Pengertian Kemandirian Kemandirian merupakan salah satu aspek kepribadian yang penting bagi setiap orang. Kemandirian merupakan keadaan seseorang dalam kehidupannya mampu untuk memutuskan atau mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang lain (Basri, 2000: 53). Menurut Gea (2002: 145), kemandirian merupakan sikap seseorang mau dan mampu mewujudkan kehendak dirinya yang terlihat dalam perbuatan nyata guna menghasilkan sesuatu demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan sesamanya. Seseorang yang memiliki tingkat kemandirian yang baik akan mampu menemukan hasil berdasarkan usaha sendiri dan dapat memecahkan masalah, karena seseorang yang mandiri seringkali tidak tergantung pada bantuan orang lain dan selalu berusaha untuk menghadapi masalah yang ada dengan kemampuan yang dimilikinya (Hadi, 2005: 10). Berdasarkan uraian dari beberapa para ahli di atas, ada kesamaan dari pengertian kemandirian adalah sikap yang ditunjukkan seseorang dalam memutuskan pilihan dan menentukkan tindakan dalam menjalani kehidupan tanpa bantuan orang lain. Jadi, kemandirian adalah sikap yang ditunjukkan 12

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 seseorang dalam memutuskan pilihan dan menentukan tindakan dalam menjalani kehidupan tanpa bantuan orang lain. 2.1.1.2 Ciri-ciri Kemandirian Siswa Thoha (1996: 123) menjelaskan ciri kemandirian siswa dalam beberapa jenis, yaitu: 1. Mampu berpikir secara kritis, kreatif, dan inovatif, 2. Tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain, 3. Tidak lari atau menghindari masalah, 4. Memecahkan masalah dengan berpikir yang mendalam, 5. Apabila menjumpai masalah dipecahkan sendiri tanpa meminta bantuan orang lain 6. Tidak merasa rendah diri apabila harus berbeda dengan orang lain, 7. Berusaha bekerja dengan penuh ketekunan dan kedisiplinan, dan 8. Bertanggung jawab atas tindakannya sendiri. Menurut Marsudi (2011: 25) setiap siswa dapat dikatakan berlaku mandiri dalam proses pembelajaran, apabila siswa tersebut mampu: 1. Berpikir kritis, 2. Bertanggung jawab atas tindakannya, 3. Tidak mudah terpengaruh pada orang lain, 4. Bekerja keras, dan 5. Tidak tergantung pada orang lain. Dari beberapa ciri-ciri kemandirian di atas, dapat disimpulkan bahwa adanya kesamaan ciri-ciri kemandirian dari Thoha dan Marsudi, adalah

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 kemandirian dari dalam diri sendiri, mampu berpikir kritis, bertanggung jawab, tidak mudah terpengaruh pada orang lain, dan tidak tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan masalah. 2.1.1.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemandirian Siswa Masjidi (2007: 27) menjelaskan bahwa faktor-faktor kemandirian siswa dapat dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu: 1. Faktor dalam diri anak itu sendiri (internal), berupa kemauan dan rasa ingin tahu siswa untuk mau belajar dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru dengan baik. 2. Faktor materi pembelajaran di sekolah, Perkembangan kognitif anak usia Sekolah Dasar pada hakikatnya berada dalam operasi konkret. Siswa sudah dapat memahami konsep-konsep matematika yang sangat sederhana, dan masih dipengaruhi oleh objek-objek visual. Penanaman konsep dasar matematika sangat diperlukan penggunaan alat peraga atau media. 3. Faktor pengajar, guru sebagai fasilitator mendampingi siswa, memantau setiap perkembangan siswa. Metode yang digunakan guru dalam mengajar mempengaruhi kemandirian dari siswa. Menurut basri (2000: 54) kemandirian siswa dalam belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor endogen dan faktor eksogen. 1. Faktor Endogen (Internal) Faktor endogen adalah semua pengaruh yang bersumber dari dalam dirinya sendiri, seperti konstitusi tubuhnya sejak dilahirkan. Segala sesuatu

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 yang dibawa sejak lahir adalah merupakan bekal dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan individu selanjutnya. Bermacam-macam sifat dasar dari ayah dan ibu mungkin akan didapatkan di dalam diri seseorang, seperti bakat, potensi, intelektual dan pertumbuhan jasmani. 2. Faktor Eksogen (Eksternal) Faktor eksogen adalah semua keadaan atau pengaruh yang berasal dari luar dirinya. Faktor ini sering pula dinamakan dengan faktor lingkungan dimana seseorang yang bermukim di setiap tempat dimana terdapat masyarakat yang heterogen sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang, baik dari segi positif maupun negatif. Hurlock (1978: 4) siswa akan mampu mengetahui kelebihan yang dimiliki dan apabila kelebihan yang dimilikinya mampu dikembangkan, maka akan mendatangkan kepuasan yang dengan sendirinya kepercayaan diri siswa akan tumbuh dengan baik. Dari beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian, dapat disimpulkan bahwa siswa dikatakan telah mampu belajar secara mandiri apabila telah mampu memecahkan masalah tanpa bergantung dengan orang lain. Siswa yang mampu bersikap mandiri dalam belajar dapat dilihat dari bagaimana siswa memulai belajar, pengaturan masalah waktu dalam belajar dengan cara dan teknik sesuai dengan kemampuan sendiri serta mampu mengetahui kekurangan akan dirinya sendiri.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 2.1.1.4 Aspek-Aspek Kemandirian Siswa Kuswanto (2004: 15) menjelaskan kemandirian terdiri dari beberapa aspek, yaitu: 1. Aspek intelektual, aspek ini mencakup pada kemampuan berpikir, menalar, memahami beragam kondisi, situasi dan gejala-gejala permasalahan sebagai usaha mengatasi masalah. 2. Aspek sosial, berkenaan dengan kemampuan untuk berani secara aktif membina relasi sosial, namun tidak tergantung pada kehadiran orang lain disekitarnya. 3. Aspek emosi, mencakup kemampuan siswa untuk mengelola serta mengendalikan emosi dan reaksinya dengan tidak tergantung pada orang orang lain. Brookfield (dalam Yamin, 2008: 204) menjelaskan kemandirian terdiri dari beberapa aspek, yaitu: 1. Menetapkan tujuan belajarnya sendiri, 2. Memilih dan menentukan sendiri sumber belajar, 3. Menggunakan strategi belajar yang tepat. Dari beberapa aspek-aspek kemandirian yang dikemukakan para ahli, terdapat perbedaan antara Kuswanto dan Brookfield. Aspek-aspek kemandirian siswa sangat mempengaruhi proses dan prestasi belajar dari siswa dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapai, berelasi dengan teman, memilih sumber belajar yang akan digunakan, dan strategi belajar dalam mempelajari materi yang dijelaskan oleh guru.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 2.1.1.5 Manfaat Kemandirian Bagi Siswa Menurut Lipton dan Hubble (1997: 63) terdapat 4 manfaat kemandirian bagi siswa, yaitu: 1. Siswa memahami bidang pelajaran secara lebih mendalam, 2. Siswa berinteraksi langsung dengan bidang pelajaran yang sedang dipelajarinya, 3. Siswa dapat memusatkan perhatian pada materi pelajaran yang belum dikuasai, 4. Siswa memperoleh kesempatan untuk mendalami bidang pelajaran yang dibelajari tanpa dibatasi, sehingga siswa dapat belajar sampai batas kemampuan yang dimiliki. Kemandirian bermanfaat terhadap kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Siswa menjadi lebih bertanggungjawab, berfikir kreatif dan kritis, dan lebih percaya diri ketika memecahkan masalah yang sedang dihadapi. 2.1.1.6 Pengembangan Ketrampilan Belajar pada Kemandirian Siswa Menurut Soeparno (2001: 63) ada beberapa pengembangan ketrampilan belajar siswa agar dapat meningkatkan kemandirian, yaitu: 1. Mengenali diri sendiri Memahami diri sendiri sangat penting, agar siswa tidak keliru dalam menafsirkan kemampuan-kemampuan dirinya. Siswa memahami apa yang sebenarnya ingin dicapai, yang merupakan visi terhadap kehidupan yang akan datang.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 2. Memotivasi diri sendiri Motivasi tumbuh dari dalam diri sendiri dan dapat berasal dari luar dirinya, yaitu melalui lingkungan sekitar. Apakah berasal dari orang tua, guru dan teman. Membuat daftar keuntungan-keutungan yang akan diperoleh setelah seseorang memutuskan untuk mempelajari sesuatu maka akan menumbuhkan motivasi yang sebenarnya dapat dipelajari oleh semua orang. 3. Mempelajari cara-cara belajar efektif Beberapa tipe yang dapat dicatat tentang tindakan-tindakan yang dapat membantu mengefektifkan seseorang dalam belajar diantaranya adalah: a. Membuat rangkuman Rangkuman membantu siswa ketika akan mengulang pelajaran atau ketika mencoba mengingat kembali apa yang telah dipelajarinya. b. Membuat pemetaan konsep-konsep penting Pemetaan merupakan gambaran konsep-konsep yang saling berhubungan, sehingga sangatlah penting maka akan ada konsep utama dan konsep pendukung. c. Mencatat hal-hal yang esensial dan membuat komentar Cara mencatat pada kertas terpisah, bagian kiri untuk catatan penting bersifat deskriptif dan bagian kanan berupa catatan bersifat personal tentang kesan atau perintah-perintah kepada diri sendiri untuk menghubungan dengan pengalaman sebelumnya.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 4. Membaca secara efektif Membaca secara efektif dapat dibagi menjadi beberapa hal, yaitu: a. Skimming Membaca dengan cepat untuk melihat gambaran umum dari judul-judul bab dan bagian lain secara garis besar. b. Scanning Membaca dengan melihat judul bab kemudian sub judul didalam suatu bab serta membaca kalimat-kalimat awal pada tiap-tiap paragraf. c. Membaca simpulan Kesimpulan berisi ide-ide pokok tentang apa yang telah dipaparkan sebelumnya dan berfungsi untuk mengingatkan kembali kepada pembacanya bahwa inilah ide-ide pokok dari penulis. d. Membaca untuk pendalaman Membaca dengan cermat dan penuh kesadaran, mendalami isi bacaan. Pembaca diharapkan dapat menangkap ide yang tersirat. e. Memanfaatkan indeks Indeks dapat menolong pembaca untuk mengetahui ada tidaknya informasi yang diperlukan di dalam buku yang akan dipelajari. 5. Membuat situasi yang kondusif Suasana yang menunjang seperti tempat yang relatif tenang dan pikiran yang konsentrasi akan mengoptimalkan kegiatan belajar. Cara

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 belajar yang sehat adalah rileks, tidak mengganggu postur tubuh dan konsentrasi. 6. Mengenal lingkungan Pengembangan ketrampilan belajar siswa dari pengenalan lingkungan belajar atau sumber-sumber belajar yang tidak terhitung jumlahnya disekitar siswa. Contohnya berupa orang, bahan bacaan dan lembaga yang dijadikan sumber belajar. Pengembangan ketrampilan belajar pada kemandirian siswa yaitu, mengenali diri sendiri, memotivasi diri sendiri, mempelajari cara-cara belajar efektif, membaca secara efektif, membuat situasi yang kondusif, dan mengenal lingkungan secara bertahap dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. 2.1.2 Belajar dan Prestasi Belajar 2.1.2.1 Pengertian Belajar Slameto (2010: 2) menjelaskan bahwa belajar secara psikologis merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Interaksi dengan lingkungan sekitar dapat mempengaruhi perubahan perilaku tingkah laku seseorang. Winkel (2004: 59) menjelaskan bahwa belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan-perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai-sikap. Perubahan sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sehingga menumbuhkan perubahan,

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 pemahaman, sikap perbuatan, kebiasan, kecakapan dan pengetahuanpengetahuan baru yang ada pada siswa yang sedang belajar. Hariyanto (2011: 9) menjelaskan bahwa belajar merupakan suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Siswa memperoleh sesuatu dari apa yang dipelajari di lingkungan sekitar, berupa keadaan alam, manusia dan benda-benda yang dilihat, yang dijadikan sebagai bahan ajar. Dari pendapat para ahli tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah aktivitas yang dilakukan seseorang yang bertujuan untuk mengembangkan potensi, sikap dan kepribadian. 2.1.2.2 Prinsip-prinsip Belajar Cucu (2012: 18) menjelaskan belajar memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Belajar berlangsung seumur hidup. 2. Proses belajar adalah kompleks namun terorganisir. 3. Belajar berlangsung dari yang sederhana menuju yang kompleks. 4. Belajar dari yang faktual menuju konseptual. 5. Belajar mulai dari yang kongkrit menuju abstrak. 6. Belajar merupakan bagian dari perkembangan. 7. Keberhasilan belajar dipengarui oleh faktor bawaan, lingkungan, kematangan, serta usaha keras siswa sendiri.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 8. Belajar berlangsung dengan guru maupun tanpa guru. Guru bukanlah satusatunya sumber belajar, tetapi masih banyak sumber belajar lainnya. 9. Belajar mencangkup semua aspek kehidupan yang penuh makna, dalam rangka membangun manusia seutuhnya dan bulat, baik dari sisi agama, ideologi, politik ekonomi, sosial budaya, dan ketahanan. 10. Kegiatan belajar berlangsung pada setiap tempat dan waktu, baik dalam lingkungan keluarga, sebagai pendidikan awal bagi lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolahnya. 11. Belajar yang berencana dan disengaja menuntut motivasi yang tinggi. 12. Dalam belajar dapat terjadi hambatan-hambatan lingkungan internal seperti hambatan psikis dan fisik, dan eksternal, seperti lingkungan yang kurang mendukung, baik sosial, budaya, ekonomi, keamanan, dsb. 13. Kegiatan belajar tertentu diperlukan adanya bimbingan dari orang lain, mengingat tidak semua bahan ajar dapat dipelajari sendiri. 2.1.2.3 Pendekatan Belajar 2.1.2.3.1 Pengertian Belajar dalam Pendekatan Konstruktivisme Driver dan Bell (dalam Hariyanto, 2011: 106) menjelaskan bahwa pendekatan Kontruktivisme menjadikan siswa tidak dipandang sebagai sesuatu yang pasif, siswa harus terlibat aktif dalam belajar, karena belajar bukan hanya mentransfer pengetahuan kepada siswa saja, akan tetapi harus dilihat juga proses dalam siswa mengkonstruksi pengetahuannya. Pendapat lain juga disampaikan oleh John Dewey (dalam Hariyanto, 2011: 105) belajar merupakan hasil kontruksi (bentukan) aktif yang dilakukan.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 2.1.2.3.2 Pengertian Belajar dalam Pendekatan Behavioristik Hariyanto (2011: 58) menjelaskan bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku dari adanya interaksi antara stimulus dan respon siswa, faktor penting dari Kontruktivisme adalah adanya penguatan atau reinforcement. Apabila penguatan yang diberikan maksimal maka respon yang diterima akan semakin kuat, sebaliknya apabila penguatan yang diberikan kurang maka respon yang diterima akan semakin lemah. Penguatan yang diberikan berupa stimulus dalam bentuk tindakan-tindakan yang dapat menumbuhkan respon siswa. 2.1.2.4 Pengertian Prestasi Winkel (1984: 64) menjelaskan bahwa prestasi adalah bukti usaha yang dapat dicapai. Bentuk dari hasil usaha dapat diukur menggunakan tes dan melakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan agar dapat mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian yang tercapai dalam pembelajaran, sehingga dapat memperbaiki tujuan usaha yang kurang tercapai. 2.1.2.5 Pengertian Prestasi Belajar Winkel (1996: 162) menjelaskan bahwa prestasi belajar adalah suatu bentuk keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Masidjo (1995: 40) menjelaskan bahwa prestasi belajar adalah hasil proses belajar yang khas, yang dilakukan secara sengaja sebagai hasil suatu pengukuran dari hasil proses belajar yang diperoleh selama belajar. Hasil perubahan ini dapat diketahui dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, sikap dan

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 nilai. Dimyanti (2006: 3) menjelaskan bahwa prestasi belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindakan belajar dan mengajar. Dari sisi guru, tindakan mengajar diakhiri dengan proses evaluasi prestasi belajar, dari sisi siswa prestasi belajar merupakan puncak proses belajar. Dari pendapat para ahli tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi Belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah mengalami proses belajar dalam waktu yang telah ditentukan yang kemudian akan diukur dan dinilai dalam bentuk angka atau pernyataan. 2.1.2.6 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Dalam prestasi belajar, terdapat beberapa faktor yang melatar belakanginya. Ahmadi (1991: 130) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, antara lain: 1. Faktor internal Faktor internal terdiri dari: 1) faktor jasmaniah yang bersifat bawaan, contoh: pendengaran, struktur tulang dan lain-lain; 2) faktor psikologis yang terdiri dari faktor interaktif, contohnya kecerdasan dan bakat yang terlihat dari prestasi yang dimiliki. Faktor non interaktif yaitu unsur-unsur kepribadian seperti sikap, kemandirian, motivasi dan lain-lain; 3) faktor kematangan fisik maupun psikis. 2. Faktor eksternal Faktor eksternal terdiri dari: 1) faktor sosial, contohnya lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah; 2) faktor budaya dimana teknologi adat istiadat, adat istiadat, kesenian, dan ilmu pengetahuan; 3) faktor

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 lingkungan fisik seperti contoh fasilitas belajar, fasilitas rumah, dan lainlain; 4) faktor keamanan. Sependapat dengan Ahmadi, Mulyasa (2006: 191) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, antara lain: 1. Faktor internal Keberhasilan belajar ditentukan oleh diri sendiri. Contohnya, intelegensi, keberhasilan siswa dapat diukur dengan intelegensinya, semakin tinggi tingkat intelegensi maka kemungkinan tingkat hasil yang dicapai semakin tinggi. Siswa yang mempunyai intelegensi yang rendah belum tentu mendapatkan prestasi belajar yang rendah, hal ini dikarenakan masih ada faktor-faktor lain, yaitu: minat, sikap, waktu, dan kesempatan. 2. Faktor eksternal Faktor eksternal terdiri dari faktor sosial dan faktor non-sosial. Faktor sosial meliputi hubungan manusia dengan berbagai situasi sosial. Contohnya, lingkungan rumah, masyarakat, sekolah dan lain-lain. Faktor non-sosial bukan menyangkut seperti keadaan fisik atau lingkungan alam, melainkan lebih ke situasi rumah, fasilitas belajar, ruang belajar, dan lainlain. Pada lingkungan sekolah, khususnya seorang guru mempunyai peran yang sangat penting. Peran guru memperhatikan tingkah laku siswa, guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan sendiri pemecahan masalah yang diberikan guru. Guru sebagai fasilitator membantu siswa apabila ada materi yang belum dipahami.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, yang dikemukakan beberapa ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor internal dan faktor eksternal mempengaruhi prestasi belajar. Faktor internal dalam bentuk intelegensi, namun faktor intelegensi tidak dapat berdiri sendiri, faktor minat, sikap, waktu, kesempatan dan jasmaniah juga berperan dalam pembelentukan intelegensi, psikologis dan kematangan. Faktor eksternal terdiri dari faktor sosial, budaya, faktor lingkungan fisik dan keamanan. 2.1.3 Pembelajaran Matematika 2.1.3.1 Hakekat Matematika Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis kebenaran sebelumnya sehingga keterkaitan antara konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas (Depdiknas, 2003). Menurut Sujono (dalam Fathani, 2009: 19), matematika sebagai cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan terorganisasi secara sistematik, serta matematika merupakan ilmu pengetahuan tentang penalaran yang logik dan maslah yang berhubungan dengan bilangan. Sependapat dengan depdiknas dan Sujono, mengemukakan pengertian matematika. Menurut Soedjadi (2000: 31) matematika merupakan suatu ilmu yang berobjek abstrak yang menekankan pada pendapat yang sama yang berpola pikir deduktif. Menurut Suryanto (2010: 58) matematika merupakan aktivitas manusia dan dapat diajarkan sebagai kegiatan manusia. Jika matematika diajarkan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 sebagai barang jadi, materi pelajaran matematika berwujud sekumpulan pengertian atau konsep, sekumpulan pernyataan, sekumpulan rumus, sehingga belajar menjadi kegiatan menghafal dan menerapkan rumus-rumus semata, sehingga pembelajaran matematika terasa membosankan. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa diharapkan dapat menemukan konsep, dalam memahami materi, dengan bantuan seperlunya dari guru sebagai fasilitator. Berdasarkan pengertian matematika yang dikemukakan beberapa ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa matematika adalah suatu bahan kajian konsep-konsep yang saling berkaitan. Setiap konsep dalam matematika merupakan prasyarat yang harus dipahami siswa untuk dapat mempelajari konsep selanjutnya. Apabila siswa tidak dapat memahami suatu konsep, maka siswa tidak akan menguasai konsep-konsep selanjutnya. Apabila siswa diajarkan sebagai sebuah kegiatan, siswa dapat menemukan konsep, maka siswa akan lebih mudah dalam memahami materi. Guru sebagai pengajar diharapkan dapat menciptakan sebuah kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Kegiatan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam menemukan informasi atau konsep-konsep matematika sendiri sehingga siswa dapat benar-benar memahami materi dengan baik. Peneliti memilih menggunakan pendekatan PMRI dalam mengajarkan matematika, karena dalam PMRI guru memberikan kesempatan siswa untuk aktif memahami materi dengan menggunakan strategi yang dikembangkan sendiri.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 2.1.3.2 Proses Belajar Matematika Winkel (1987: 36) menjelaskan bahwa proses belajar merupakan suatu aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungannya, dan menghasilkan perubahan dalam pemahaman, pengetahuan, nilai sikap dan ketrampilan. Perubahan tersebut tidak akan mudah hilang, bersifat secara relatif dan berbekas. Ruseffendi (1996: 198) menjelaskan bahwa belajar matematika merupakan belajar bermakna, dalam arti setiap konsep yang dipelajari harus benar-benar dimengerti sebelum sampai pada latihan atau hafalan. Pemahaman konsep matematika dapat dipahami dengan baik apabila dalam proses belajar matematika pengenalan materi atau representasinya dimulai dengan benda-benda kontrik secara kontekstual, menggunakan media-media yang menarik sehingga memunculkan minat anak untuk belajar. 2.1.4 Materi Matematika di Sekolah Dasar Dalam penelitian ini Standar Kompetensi yang digunakan untuk mencapai hasil adalah Standar Kompetensi 7 mengenai bilangan Romawi yaitu menggunakan lambing bilangan Romawi dan Kompetensi Dasar 7.2 Menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya. Tabel 2.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Standar Kompetensi 7. Menggunakan lambing bilangan Romawi Kompetensi Dasar 7.2 Menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Gambar 2.1 Diagram Lambang Bilangan Romawi Dalam mendukung Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar berikut, ada beberapa materi yang dibutuhkan untuk mendukung penelitian tersebut, yaitu: 1. Pengenalan lambang bilangan Romawi, dalam pengantar untuk menjelaskan materi kepada siswa, guru menjelaskan terlebih dahulu angka-angka bilangan Romawi dasar kepada siswa terlihat pada tabel (2.2) 2. Membaca dan menulis bilangan Romawi, dalam proses pembelajaran siswa berlatih membaca bilangan Romawi yang tulis oleh pengajar dan menulis bilangan Romawi dengan mengerjakan soal-soal latihan yang disediakan guru. 3. Aturan bilangan Romawi, siswa mempelajari aturan penjumlahan bilangan Romawi, pengurangan bilangan Romawi dan aturan gabungan yaitu, terdapat aturan penjumlahan dan pengurangan dalam menuliskan bilangan Romawi.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Tabel 2.2 Bilangan Romawi Bilangan Romawi I V X L C D M Bilangan Cacah 1 5 10 50 100 500 1.000 Selain bilangan asli, bilangan cacah, bilangan bulat, maupun bilangan pecahan yang telah pelajari, satu lagi himpunan bilangan yang perlu dipelajari adalah bilangan Romawi. Lambang bilangan Romawi dijumpai oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam bab buku, kejuaraan, penomoran alamat rumah, dan penomoran kelas. Contoh adanya bilangan Romawi dalam kehidupan sehari-hari antara lain: 1. Daerah Istimewa Yogyakarta dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. (urutan) 2. Perang Diponegoro terjadi pada abad ke XIX. (tahun) 3. Alamat rumah Paman di Jalan Glagah UH IV nomor 264 Yogyakarta. (penomoran alamat rumah) Pada contoh-contoh kalimat di atas, bilangan X, XIX, dan IV merupakan bilangan-bilangan Romawi. Cara untuk membaca bilangan Romawi, dapat diuraikan dalam bentuk aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Contoh aturan bilangan romawi penjumlahan: 1. MDCCLXXVI = M + (D+C+C) + (L+X+X) + (V+I) = 1000 + 700 + 70 + 6 = 1776 Jadi, MDCCLXXVI dibaca 1776 Contoh aturan bilangan romawi pengurangan: 2. Yoga dapat mengartikan 409 kata bahasa Inggris menjadi bahasa Indonesia. Lambang bilangan Romawi dari 429 adalah . . . = (D – C) + (X – I) = 400 + 9 = 40 Contoh aturan bilangan romawi gabungan: 3. M + (D – C) + (C – X) +(V + I) = 1000 + 400 + 90 + 6 = 1496 2.1.5 Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia 2.1.5.1 Pengertian Pendekatan PMRI Hadi (2005: 1) menjelaskan bahwa PMRI merupakan adaptasi dari Realistic Mathematics Education (RME) yang berasal dari belanda, pendekatan pembelajaran yang dikembangkan oleh oleh Hans Freudenthal sejak tahun 1970-an. Pendekatan PMRI menekankan keterampilan proses, berdiskusi dan berkolaborasi, serta berargumentasi dengan teman sekelas. Siswa dapat menemukan sendiri (student inventing) sebagai kebalikan dari

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 (teacher telling) dan menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Suryanto (2010: 37) menjelaskan bahwa PMRI sebagai hasil adaptasi dari RME yang diselaraskan dengan kondisi budaya, geografi, dan kehidupan masyarakat Indonesia. Penerapan PMRI menekankan bahwa objek kajian matematika adalah abstrak, suatu hal yang tidak dapat ditawar, tetapi juga memperhatikan bahwa perkembangan jiwa anak menuntut adanya langkahlangkah yang mengantar siswa untuk memahami objek yang abstrak tersebut. Langkah-langkah tersebut dalam bentuk konkret terlebuh dahulu yang secara bertahap mengarah ke abstrak. Wijaya (2012: 21) menambahkan bahwa dalam PMR, permasalahan realistik digunakan sebagai fondasi dalam membangun konsep matematika atau disebut juga sebagai sumber untuk pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan PMRI adalah pendekatan yang bertitik tolak dari hal-hal riil atau pernah dialami atau dibayangkan siswa, menekankan keterampilan proses, berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga siswa dapat menemukan sendiri (student inventing) ide-ide dan konsep matematisnya sebagai kebalikan dari (teacher telling). Siswa dapat menggunakan matematika untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kelompok dalam kehidupan mereka sehari-hari.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 2.1.5.2 Prinsip Pendekatan PMRI Prinsip pendekatan PMRI menurut (Suryanto, 2010:42), adalah: 1. Menemukan kembali (Guided Reinvention) dan matematisasi progresif (progressive Mathematizing) Prinsip penemuan kembali dapat diinspirasikan melalui prosedur penyelesaian masalah secara informal. Strategi siswa secara informal sering ditafsirkan sebagai prosedur secara formal. Pembelajaran dimulai dengan suatu masalah yang kontekstual atau realistik yang selanjutnya melalui aktivitas siswa diharapkan menemukan kembali sifat, teorema, definisi, atau prosedur-prosedur. Masalah kontekstual dipilih yang mempunyai berbagai kemungkinan solusi. Perbedaan penyelesaian atau prosedur siswa dalam memecahkan masalah dapat digunakan sebagai langkah matematisasi horizontal maupun vertikal. 2. Fenomena didaktik (Didacting Phenomenology) Situasi yang berisikan fenomena mendidik yang dijadikan bahan dan area aplikasi dalam pengajaran metematika haruslah berangkat dari keadaan yang nyata terhadap siswa sebelum mencapai tingkatan matematika secara formal. Guru menyajikan masalah kontekstual pada awal pembelajaran yang memungkinkan banyak cara yang dapat digunakan dan ditemukan siswa dalam menyelesaikan masalah. Siswa menjadi terbiasa untuk bebas berfikir dan berani berpendapat, karena cara setiap siswa dalam menyelesaikan masalah berbeda-beda tetapi cara menyelesaikan dan hasilnya benar (fenomena didaktik). Proses

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 pembelajaran matematika tidak lagi berorientasi pada guru, tetapi diubah atau beralih kepada pembelajaran matematika yang berorientasi pada siswa atau bahkan berorientasi pada masalah. 3. Pengembangan model sendiri (Self Developed Models) Kegiatan ini berperan sebagai jembatan antara pengetahuan bagi siswa dari situasi real ke situasi abstrak atau dari informal ke formal matematika. Siswa membuat model sendiri dalam menyelesaikan masalah, dengan suatu proses generalisasi dan formalisasi, model tersebut akhirnya menjadi suatu model sesuai penalaran matematika. Kebebasan yang diberikan kepada siswa untuk memecahkan masalah secara mandiri atau kelompok, dengan sendirinya akan memungkinkan munculnya berbagai model pemecahan masalah yang dibuat oleh siswa. Dalam pembelajaran matematika realistik diharapkan terjadi urutan: situasi nyata menggunakan model kearah formal dalam memahami materi dalam bentuk pengetahuan formal. 2.1.5.3 Karakteristik PMRI Menurut Suryanto (2010: 44) terdapat 5 karakteristik dasar PMRI, yaitu: 1. Menggunakan konteks, konteks yang dimaksud adalah lingkungan siswa yang nyata baik aspek budaya maupun aspek geografis. 2. Menggunakan model, berupa benda dan semikonkret berupa gambar atau skema yang digunakan untuk menjembatani dari konsep konkret ke abstrak atau dari abstrak ke abstrak yang lain.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 3. Menggunakan kontribusi siswa, berupa ide, variasi jawaban dan variasi cara penyelesaian masalah. 4. Menggunakan format interaktivitas, interaksi siswa dengan siswa, atau antara siswa dengan guru yang bertindak sebagai fasilitator dalam berdiskusi dan memberikan penjelasan. 5. Memafaatkan keterkaitan antar topik, memungkinkan adanya integrasi antar topik-topik sehingga mempertajam kebermanfaatan belajar matematika. 2.1.5.4 Implikasi Pelaksanaan PMRI Implikasi pelaksanaan PMRI di klasifikasikan berdasarkan kegiatan guru dan siswa (Suryanto, 2010: 48). 1. Implikasi pada kegiatan guru Dalam kegiatan pembelajaran, guru perlu mengindari sifat menggurui. Sebelum mengajar, guru melakukan persiapan seperti menyiapkan media atau alat peraga, dan membuat soal berupa masalah kontekstual sesuai dengan materi yang akan diajarkan untuk dipecahkan oleh siswa. Guru sebagai fasilitator memandu siswa dan membiarkan siswa belajar mandiri untuk memecahkan masalah kontekstual. Pengetahuan dan pemahaman materi diharapkan dibangun oleh siswa, bukan guru. 2. Implikasi pada kegiatan siswa Dalam kegiatan pembelajaran, siswa secara mandiri atau kelompok mencoba memecahkan masalah dengan caranya sendiri. Siswa dapat

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 bertanya seperlunya kepada guru atau teman apabila tidak menemukan jalan pemecahan maalah kontekstual. Hasil kerja siswa secara individu atau kelompok kemudian dipresentasikan kepada semua teman dan guru kelas, kemudian teman dan guru kelas menanggapi dalam bentuk saran atau kritik. Suasana dalam kegiatan pembelajaran menjadi kondusif, karena siswa secara mandiri dan bersungguh-sungguh memikirkan atau menyelesaikan masalah kontekstual. 2.1.5.5 Langkah-langkah Pendekatan PMRI Menurut Suryanto (2010: 50) langkah-langkah pendekatan PMRI adalah. 1. Pesiapan kelas Persiapan sarana dan prasarana pembelajaran yang harus dipersiapkan contohnya buku, LKS, alat peraga, dan sebagainya kemudian dilanjutkan dengan pengelompokan siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan dicapai serta cara belajar yang akan digunakan. 2. Kegiatan pembelajaran Siswa diberi permasalahan kontekstual dalam bentuk soal cerita secara lisan maupun tertulis. Siswa yang belum memahami masalah dapat bertanya kepada guru atau teman seperlunya. Siswa secara individu ataupun kelompok memecahkan masalah kontekstual yang diberikan dengan caranya sendiri. Guru memberikan bimbingan atau petunjuk seperlunya dengan memberikan pertanyaan yang menantang jika belum

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 ada satupun siswa yang dapat menemukan cara pemecahan. Setelah waktu pengerjaan soal habis, siswa secara individual ataupun beberapa siswa dalam kelompok menyampaikan hasil pekerjaannya. Siswa-siswi lain diminta untuk mengemukakan pendapatnya tentang berbagai penyelesaian mana yang dianggap paling tepat. Guru memberi penekanan pokok-pokok materi yang harus dipahami siswa. 2.2 Penelitian-penelitian yang Relevan Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan peneliti. Penelitian pertama yaitu Sholekhah (2009) melakukan penelitian tentang “Peningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan menggunakan Pendekatan PMRI Siswa Kelas II SD Negeri 3 Bantul”. Subjek peneliti ini adalah siswa kelas II SD Negeri 3 Bantul dengan jumlah 29 siswa. Hasil dari penelitiannya bahwa penggunaan model pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Negeri 2 Bantul, hal ini ditunjukkan dengan rata-rata kondisi awal sebesar 51,25, nilai rata-rata hasil tes siklus I sebesar 71,96 dan nilai rata-rata tes siklus II adalah 81,83. Kelemahan-kelemahan peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan PMRI, yaitu: (a) konteks nyata sebagai starting point, beberapa siswa belum dapat mengukur ubin, (b) penggunaan model-model yang didemonstrasikan oleh siswa baik individu maupun kelompok, terdapat beberapa siswa yang belum dapat membedakan antara bangun persegi dan bangun belah ketupat.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Penelitian kedua dilakukan oleh Sutiyani (2010) dengan judul “Pendidikan Matematika Realistik Indonesia untuk Meningkatkan Kemampuan Menghitung Luas Bangun Datar di Kelas III SD Negeri Pakukerto 1”. Hasil dari penelitiannya bahwa penggunaan model pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI dapat meningkatkan kemampuan menghitung luas persegi dan persegi panjang, meningkatkan aktifitas siswa, dan meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I, nilai rata-rata sebesar 67,7 dan nilai rata-rata tes siklus II adalah 83,6. Penelitian ketiga dilakukan oleh Rismawati (2011) dengan judul penelitian “Peningkatan Prestasi Belajar Matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI dalam menyelesaikan Soal Cerita siswa kelas V SD Kanisius Kalasan”. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kanisius Kalasan dengan jumlah 35 siswa. hasil penelitiannya bahwa pendekatan PMRI memberi dampak positif pada keaktifan siswa terlebih suasana belajar yang kondusif sehingga siswa termotivasi, tertarik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga prestasi belajar siswa kelas V SD Kanisius Kalasan meningkat, hal ini ditunjukkan dengan rata-rata kondisi awal sebesar 28,57, nilai rata-rata hasil tes siklus I sebesar 58,82 dan nilai rata-rata tes siklus II adalah 79,41 siswa mencapai KKM. Kelemahan-kelemahan peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan PMRI, yaitu: (a) interaksi berupa komunikasi antar siswa dengan peneliti, interaksi antar siswa sering menimbulkan kegaduhan yang mengganggu proses belajar mengajar, (b) keterkaitan antara materi dengan pokok bahasan lain dalam matematika hanya materi pengukuran.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Penelitian keempat dilakukan oleh Adiningsih (2011) melakukan penelitian tentang “Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru dan Kemandirian Belajar Terhadap Prestasi Belajar Akutansi Siswa Kelas X Program Keahlian Akutansi SMK Batik Perbaik Purworejo Tahun Ajaran 2011/2012”. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Batik Perbaik Purworejo dengan jumlah 36 siswa. Hasil dari penelitian adalah: 1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan Persepsi Siswa tentang Metode Mengajar Guru terhadap Prestasi Belajar Akuntansi siswa kelas X Program Keahlian Akuntansi SMK Batik Perbaik Purworejo. 2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar Akuntansi siswa siswa kelas X Program Keahlian Akuntansi SMK Batik Perbaik Purworejo. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan Persepsi Siswa tentang Metode Mengajar Guru dan Kemandirian Belajar secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar Akuntansi siswa kelas X Program Keahlian Akuntansi SMK Batik Perbaik Purworejo Tahun Ajaran 2011/2012. Berdasarkan beberapa penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan PMRI dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika. Peneliti akan mengembangkan penelitian tidak hanya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, tetapi juga meningkatkan kemandirian siswa dalam mata pelajaran matematika materi lambang bilangan Romawi. Keempat penelitian di atas relavan dengan penelitian ini karena penelitian di atas memberikan gambaran kepada peneliti mengenai prestasi belajar yang meningkat dengan adanya PMRI. Penelitian di atas menjadi kajian

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 peneliti dalam menerapkan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI untuk meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar siswa. Peningkatan Hasil Belajar Matematika dengan menggunakan Pendekatan PMRI Siswa Kelas II SD Negeri 3 Bantul Yang diteliti : Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru dan Kemandirian Belajar Terhadap Prestasi Belajar Akutansi Siswa Kelas X Program Keahlian Akutansi SMK Batik Perbaik Purworejo Tahun Ajaran 2011/2012 Penggunaan Pendekatan PMRI untuk Meningkatkan Kemandirian dan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta Pendidikan Matematika Realistik Indonesia untuk Meningkatkan Kemampuan Menghitung Luas Bangun Datar di Kelas III SD Negeri Pakukerto 1 Peningkatan Prestasi Belajar Matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI dalam menyelesaikan Soal Cerita siswa kelas V SD Kanisius Kalasan Gambar 2.2 Literatur Map Penelitian-penelitian yang Relevan

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 2.3 Kerangka Berpikir Banyak orang menganggap bahwa matematika adalah salah satu mata pelajaran yang sulit. Hal ini dikarenakan banyak siswa yang mengalami kesulitan-kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika dan siswa tidak terbiasa mengerjakan latihan soal matematika. Kemandirian siswa muncul ketika kegiatan pembelajaran di sekolah berjalan dengan kondusif dan efektif, sedangkan mata pelajaran matematika berisi banyak konsep materi yang harus dikuasai oleh siswa dengan mengerjakan latihan soal. Siswa mengalami kesulitan memahami materi, menghafalkan rumus matematika yang sudah ada. Siswa tidak diarahkan untuk menemukan sendiri informasi atau pengetahuan. Kondisi ini dibuktikan dalam pembelajaran siswa kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih mandiri sehingga kemandirian dan prestasi belajar siswa rendah. Siswa kurang mandiri dalam kegiatan pembelajaran, kurang aktif dalam mengemukakan pendapat dan cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa kurang serius dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru sehingga tujuan dari hasil pembelajaran matematika tidak tercapai, terlihat banyak nilai evaluasi siswa yang di bawah KKM. Jika kemandirian dalam siswa sudah tertanam, maka hasil pembelajaran matematika akan menjadi optimal. Salah satu materi ajar matematika yang sulit adalah bilangan Romawi. Dokumen di sekolah dasar berupa nilai ulangan Siswa kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dengan nilai KKM 70, tingkat ketuntasan sebanyak 12 dari 25 siswa (48%) dengan nilai rata-rata 67,6.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Pembelajaran matematika seharusnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih mandiri dalam kegiatan pembelajaran dan siswa menemukan sendiri konsep-konsep materi. Pembelajaran matematika sebagai jembatan yang menghubungkan dengan realitas dan kontekstual untuk siswa. Pembelajaran matematika dikaitkan dengan situasi kehidupan sehari-hari siswa. Peneliti bermaksud memberikan tindakan kepada siswa menggunakan pendekatan PMRI. Pendekatan PMRI membantu siswa agar lebih mandiri dalam menyelesaikan suatu masalah. Dalam kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI, siswa dapat menemukan sendiri (student inventing) sebagai kebalikan dari (teacher telling). Perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar tahap operasi konkret memungkinkan siswa untuk memahami konsep-konsep secara konkrit. Pendekatan Realistik yang digunakan dapat berupa model atau objek-objek visual sebagai jembatan agar siswa lebih mudah konsep-konsep materi. Guru sebagai fasilitator menggunakan alat peraga atau media kontekstual untuk siswa. Pembelajaran yang interaktif memberikan kesempatan kepada siswa lebih memahami materi. Jika kegiatan pembelajaran di kelas menggunakan pendekatan PMRI, maka kemandirian dan prestasi belajar matematika akan meningkat.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 2.4 Hipotesis Tindakan Berdasarkan kerangka berpikir di atas, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini sebagai berikut. 2.4.1 Penggunaan pendekatan PMRI dapat meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas IV semester 2 SD Kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2013/ 2014 dengan langkahlangkah: 1) mengelompokkan siswa, 2) pemberian masalah kontekstual, 3) siswa menyelesaikan masalah kontekstual, 4) siswa mempresentasikan hasil penyelesaian masalah dan bernegoisasi, 5) penarikan kesimpulan. 2.4.2 Penggunaan pendekatan PMRI dapat meningkatkan kemandirian belajar pada materi lambang bilangan Romawi pada siswa kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. 2.4.3 Penggunaan pendekatan PMRI dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada materi lambang bilangan Romawi pada siswa kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), karena penelitian ini digunakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di dalam kelas. Sanjaya (2018: 26) menjelaskan bahwa PTK sebagai proses pengkajian masalah dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dan perlakuan tersebut. (Arikunto, 2009: 3) menjelaskan bahwa PTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan pembelajaran berupa suatu tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan, tindakan tersebut diberikan atau dengan arahan guru yang dilakukan oleh siswa. Tujuan Penelitian ini memperbaiki kualitas proses dan hasil belajar sekelompok siswa. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Taggart dalam (Kusumah dan Dwitagama, 2008: 21) yang terdiri dari 4 komponen yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. 44

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Perencanaan Refleksi Pelaksanaan SIKLUS I Pengamatan Perencanaan Refleksi Pelaksanaan SIKLUS II Pngamatan Gambar 3.1 Siklus Penelitian dari Kemmis dan Taggart Mulyasa (2012: 70) menguraikan langkah-langkah PTK sebagai berikut: 1. Perencanaan (planning) Suatu kegiatan merencanakan suatu tindakan yang akan dilakukan pada pelaksanaan tind akan. Berikut ini kegiatan yang meliputi perencanaan 1) menganalisis standar isi untuk memenuhi Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang akan diajarkan kepada Pembelajaran siswa, (RPP) 2) dengan menyusun Rencana memperhatikan Pelaksanaan indikator, 3) mengembangkan alat peraga, alat bantu dan media yang menunjang SK dan KD, 4) menganalisis berbagai alternatif pemecahan masalah sesuai dengan kondisi pembelajaran, 5) menyusun Lembar Kerja Siswa

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 (LKS), 6) menyusun instrumen yang akan digunakan dalam PTK, 7) menyusun Alat Evaluasi. 2. Pelaksanaan (action) Pelaksanaan dalam PTK dilakukan dengan mengacu pada apa yang telah direncanakan, menetapkan tindakan dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan rencana yang telah dibuat sebelumnya. Dalam tahap pelaksanaan, guru mengimplementasi atau menerapkan isi perencanaan yang telah dibuat. Guru menaati apa yang telah dirumuskan dalam perencanaan sehingga dapat berjalan sesuai rencana semula. 3. Pengamatan (observation) Pengamatan dalam PTK dilakukan untuk memperoleh gambaran secara lengkap dan objektif tentang perkembangan dalam proses pembelajaran. Pengamatan dilakukan oleh peneliti ketika tindakan sedang dilakukan oleh guru. Sehingga, keduanya berlangsung secara bersamaan. Peneliti menganalisis tindakan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran, peneliti mencatat apa yang terjadi agar memperoleh data yang akurat untuk memperbaiki siklus selanjutnya. 4. Refleksi (reflection) Refleksi dalam PTK dilakukan untuk mengupayakan evaluasi yang dilakukan guru sebagai pengajar dan pengamat dalam PTK. Kegiatan refleksi dilakukan ketika guru pelaksana juga sebagai peneliti

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 sudah selesai melakukan tindakan yaitu, mengamati apa yang dia lakukan, maka refleksi dilakukan terhadap diri sendiri tentang masalah yang muncul di dalam kelas, dari refleksi ini peneliti menentukan keputusan untuk menentukan perlu atau tidaknya tindakan atau siklus selanjutnya. 3.2 Setting Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian Tempat penelitian dilaksanakan di SD Kanisius Gayam Yogyakarta, alamat di Jalan Ki Mangunsarkoro 80, Gondokusuman Kota Yogyakarta 55225. Letak sekolah tidak jauh dari Stadion Mandala Krida. Sekolah berada di kota di pinggir jalan raya, berdekatan dengan perempatan jalan raya. Keadaan bangunan SD Kanisius Gayam cukup baik karena memiliki beberapa kelas, kamar mandi, perpustakaan, ruang UKS kantin dan terdapat taman sekolah. 3.2.2 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Kanisius Gayam semester 2 tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 26 siswa, terdiri dari 14 anak laki-laki dan 12 anak perempuan. 3.2.3 Objek Penelitian Objek penelitian yang akan diteliti yaitu kemandirian dan prestasi belajar matematika kelas IV menggunakan pendekatan PMRI di SD Kanisius Gayam Yogyakarta semester II tahun ajaran 2013/2014.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 3.2.4 Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di akhir semester ganjil dan di semester genap tahun ajaran 2013/2014 yaitu pada bulan Januari 2014 sampai Juli 2014. 3.3 Desain Penelitian Rencana penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dan II dengan menggunakan pendekatan PMRI yang dilakukan di dalam kelas. Dalam setiap siklus, dilakukan perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi dan di setiap akhir siklus dilakukan evaluasi dengan menggunakan tes. Siklus II adalah perbaikan dari siklus I jika ada kekurangan maka dapat diperbaiki pada siklus II. 3.3.1 Persiapan 1. Permintaan izin kepada Kepala Sekolah SD Kanisius Gayam, agar kegiatan penelitian mendapat persetujuan pihak sekolah. 2. Melakukan observasi pada siswa kelas IV SD Kanisius Gayam untuk mengetahui gambaran siswa terhadap mata pelajaran matematika. 3. Melakukan observasi untuk mencari informasi tentang kondisi awal kemandirian dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Gayam. 4. Mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang dihadapi siswa mengenai lambang bilaangan Romawi. 5. Menyusun proposal penelitian. 6. Mengkaji standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi pokok. Merumuskan isi dan materi dari Kompetensi dasar sehingga diperoleh indikator bilangan Romawi.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 7. Menyusun instrumen pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, dan penilaian. 8. Menyusun instrumen pengumpulan data berupa rubrik observasi kemandirian, pedoman wawancara, kisi-kisi soal tes dan instrumen penelitian. 9. Membuat perencanaan pembelajaran tentang langkah-langkah yang dilakukan guru dalam mengimplementasi tindakan perbaikan yang direncakanan. 10. Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di kelas, contohnya media pembelajaran. 3.3.2 Rencana Tindakan Setiap Siklus 3.3.2.1 Siklus I Siklus I dilaksanakan selama tiga kali pertemuan, di mana setiap pertemuan beralokasikan 2 JP. Siklus ini dilaksanakan dengan pendekatan PMRI dengan materi bilangan Romawi. 1. Perencanaan Peneliti berdiskusi dengan guru matematika berdasarkan hasil refleksi pembelajaran yang dilakukan ketika peneliti melakukan observasi untuk mengetahui masalah yang muncul dalam pembelajaran matematika khususnya bilangan Romawi. Peneliti menyusun silabus, RPP, LKS, soal evaluasi, media pembelajaran, insrumen penelitian dan bahan ajar. Pembelajaran pada siklus I ini menggunakan penerapan pendekatan PMRI.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 2. Pelaksanaan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas siklus I dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari sesuai jadwal pelajaran. Pada siklus I pertemuan pertama dilaksanan pada hari sabtu, 5 april 2014 sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan selasa, 8 april 2014 dan pertemuan ketiga pada hari jumat, 11 april 2014 dengan menerapkan pendekatan PMRI. Selama proses pembelajaran siklus I, peneliti melakukan observasi dan mencatat hal-hal yang penting berdasarkan instrumen yang telah disiapkan. Pertemuan I Kegiatan 1. Kegiatan Awal a. Guru mengucapkan salam kepada siswa b. Guru mengajak siswa berdoa c. Guru melakukan presensi 2. Apersepsi d. Guru menanyakan apakah pernah melihat atau mengetahui bilangan Romawi di kehidupan sehari-hari. e. Guru bersama siswa berkeliling di sekitar kelas dengan memperhatikan lambang bilangan Romawi setiap kelas. (konteks) f. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang melihat dan mengetahui bilangan romawi di kehidupan sehari-hari.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 3. Orientasi g. Guru menjelaskan tujuan pelajaran pada hari tersebut tentang menunjukkan dan menulis Bilangan Romawi h. Guru menyiapkan benda-benda yang dibutuhkan untuk menanamkan konsep bilangan Romawi kepada siswa. 4. Kegiatan Inti Eksplorasi i. Guru menjelaskan materi tentang bilangan Romawi j. Siswa mengamati media lingkaran bilangan Romawi yang disiapkan guru k. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok (6 kelompok @ 4 siswa) l. Siswa diberi permasalahan oleh guru untuk dikerjakan secara kelompok, soal tersebut berfungsi untuk merangsang siswa memecahkan permasalahan sendiri dalam kelompok (konteks) m. Siswa diminta maju untuk menunjukkan bilangan romawi satuan, puluhan, ratusan dan ribuan menggunakan lingkaran bilangan Romawi (Penggunaan model) n. Siswa dalam kelompok bekerjasama membahas cara pemecahan masalah soal dengan menggunakan lingkaran bilangan Romawi (hasil kontruksi siswa dan interaktivitas) o. Siswa menuliskan lambang bilangan Romawi dari bilangan cacah.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Elaborasi p. Siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka dalam menunjukkan dan menulis lambang bilangan Romawi (hasil konstruksi siswa) q. Siswa lain menanggapi hasil pekerjaan teman yang presentasi (interaktivitas) r. Siswa dan guru bersama-sama membahas hasil diskusi kelompok s. Guru memberikan penguatan tentang menulis dan menunjukkan lambang Bilangan romawi menggnakan lingkaran bilangan Romawi. (penggunaan model dan interaktivitas) Konfirmasi t. Siswa bersama guru menyimpulkan cara menulis dan menunjukkan bilangan Romawi. u. Siswa mengerjakan soal latihan tentang menulis dan menunjukkan lambang bilangan Romawi (pemanfaatan hasil konstruksi siswa) 5. Kegiatan Penutup v. Siswa merefleksikan pelajaran pada hari ini, “kesulitan apa yang kalian alami dalam belajar menulis dan menunjukkan bilangan Romawi?” w. Siswa mendapatkan tugas dari guru berupa PR x. Doa penutup dan salam Pertemuan II Kegiatan 1. Kegiatan Awal

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 a. Guru mengucapkan salam kepada siswa b. Guru mengajak siswa berdoa c. Guru melakukan presensi 2. Motivasi d. Guru mengajak siswa bernyanyi dengan judul “1 + 1” 3. Apersepsi e. Guru bertanya kepada siswa, siapa Gubernur Yogyakarta sekarang? (konteks) f. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang nama Gubernur Yogyakarta 4. Orientasi g. Guru menjelaskan tujuan pelajaran pada hari tersebut tentang menunjukkan dan menulis bilangan Romawi h. Guru menyiapkan benda-benda yang dibutuhkan untuk menanamkan konsep bilangan Romawi kepada siswa. 5. Kegiatan Inti Eksplorasi i. Guru membagi siswa siswa menjadi beberapa kelompok, (6 kelompok @ 4 siswa) j. Guru membagikan media lingkaran bilangan Romawi kepada masing-masing kelompok k. Siswa diberi permasalahan oleh guru dengan memasangkan bilangan Romawi dengan bilangan cacah yang dikerjakan secara

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 kelompok, soal tersebut berfungsi untuk merangsang siswa memecahkan masalah dengan menggunakan media lingakaran bilangan Romawi (konteks dan penggunaan model) 1. XXI a. 11 2. XLIX b. 75 3. XXXVIII c. 38 4. LXXV d. 49 5. XI e. 21 l. Siswa berdiskusi dengan teman kelompok dalam memecahkan masalah menggunakan media lingkaran bilangan Romawi. (hasil kontruksi siswa dan interaktivitas). Elaborasi m. Siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka dalam menunjukkan dan menulis lambang bilangan Romawi (hasil konstruksi siswa) n. Siswa lain menanggapi hasil pekerjaan teman yang presentasi (interaktivitas) o. Siswa dan guru bersama-sama membahas hasil diskusi kelompok p. Guru memberikan penguatan tentang menulis dan menunjukkan lambang Bilangan romawi menggunakan lingkaran bilangan Romawi. (penggunaan model) Konfirmasi q. Siswa mengerjakan soal latihan (hasil konstruksi siswa)

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 6. Kegiatan Penutup r. Siswa merefleksikan pelajaran pada hari ini, “kesulitan apa yang kalian alami dalam belajar bilangan Romawi?” s. Siswa mendatkan tugas dari guru berupa PR t. Siswa mengucapkan salam penutup Pertemuan III Kegiatan 1. Kegiatan Awal a. Guru mengucapkan salam kepada siswa b. Guru mengajak siswa berdoa c. Guru melakukan presensi 2. Motivasi d. Guru mengajak siswa bernyanyi dengan judul “Balonku ada lima” 3. Apersepesi e. Guru bertanya kepada siswa tentang menulis lambang bilangan Romawi (konteks) f. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang menulis lambang bilangan Romawi 4. Orientasi g. Guru menjelaskan tujuan pelajaran pada hari tersebut tentang mengerjakan soal evaluasi mandiri lambang bilangan Romawi 5. Kegiatan Inti h. Siswa mengerjakan soal evaluasi penulisan bilangan Romawi

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 (Hasil konstruksi siswa) 6. Kegiatan Penutup i. Siswa mengucapkan salam penutup 3. Pengamatan Pengamatan dilakukan terhadap proses dan hasil tindakan dalam proses pembelajaran. Peneliti mencatat dan mengintepretasikan data ketika guru mengajar. Peneliti mengamati semua kejadian baik aktifitas yang dilakukan siswa atau guru. Pengamat mencatat semua kejadian di kelas dan mengisi lembar observasi yang telah dipersiapkan. Peneliti mengumpulkan data berdasarkan instrumen penelitian, selanjutnya peneliti berdiskusi dengan guru setelah proses tindakan berakhir. Dalam kegiatan ini peneliti dan guru berbagi informasi, memecahkan masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, serta mengambil tindakan lebih lanjut. 4. Refleksi Refleksi dilaksanakan peneliti pada pelaksanaan siklus I, yaitu : 1) mengevaluasi apa yang dilakukan pada pelaksanaan siklus I, menilai kemandirian siswa menggunakan lembar observasi, dan skala; 2) membandingkan hasil evaluasi dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan; 3) mengevalusi proses kegiatan pembelajaran tentang kendala dan hambatan yang dialami siswa; 4) merencanakan perbaikan berdasarkan hasil observasi, skala dan evaluasi untuk dilakukan pada siklus ke II.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 3.3.2.2 Siklus II Berdasarkan hasil siklus I, peneliti merencanakan untuk melanjutkan pada siklus II. Setelah siswa mengenal bilangan Romawi pada siklus I, pada siklus II siswa menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya dengan menggunakan aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan. Hal-hal yang sudah baik pada siklus I dipertahankan, sedangkan yang kurang diperbaiki. Rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat peneliti pada siklus II lebih menekankan pada proses kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk siswa. Siklus II akan dilaksanakan dalam 2 pertemuan. Setiap pertemuan alokasi waktunya 2 JP @ 35 menit. 1. Perencanaan Peneliti memperbaiki RPP dan LKS berdasarkan hasil refleksi dan melanjutkan kegiatan pembelajaran mengenai menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya dengan menggunakan aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan di siklus II, sehingga pemahaman siswa mengenai materi lambang bilangan Romawi lebih lengkap. Peneliti mengupayakan pada proses kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk siswa, selain peneliti menyiapkan RPP, LKS dan materi, peneliti juga menyiapkan alat peraga dan menyusun alat tes.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 2. Pelaksanaan Pelaksanaan PTK siklus II dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari sesuai jadwal pelajaran. Pada siklus II pertemuan pertama dilaksanan pada hari selasa, 15 april 2014 sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan sabtu, 19 april 2014 dengan menerapkan pendekatan PMRI. Pertemuan I Kegiatan 1. Kegiatan Awal a. Guru mengucapkan salam kepada siswa b. Guru mengajak siswa berdoa c. Guru melakukan presensi 2. Motivasi d. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan mencocokkan potongan puzzle yang diberikan kepada setiap siswa yang jika digabungkan akan membentuk suatu pertanyaan 3. Apersepsi e. Guru bertanya kepada siswa, C + X + X + X + (X – I) dari potongan puzzle yang dibagikan guru kepada siswa (konteks) f. Siswa menjawab pertanyaan guru C + X + X + X + (X – I) = 139 4. Orientasi g. Guru menjelaskan tujuan pelajaran pada hari tersebut tentang menggunakan aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan dalam menulis lambang bilangan Romawi

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 h. Guru menyiapkan benda-benda yang dibutuhkan untuk menanamkan konsep bilangan Romawi kepada siswa 5. Kegiatan Inti Eksplorasi i. Siswa berkumpul dalam kelompok sesuai dengan kecocokan potongan puzzle yang diberikan guru j. Siswa diberi permasalahan oleh guru dengan memasangkan bilangan Romawi dengan bilangan cacah yang dikerjakan secara kelompok, soal tersebut berfungsi untuk merangsang siswa memecahkan masalah dengan menggunakan media lingakaran bilangan Romawi (konteks dan penggunaan model) 1. XXIV a. 241 2. CCXLI b. 47 3. MCLXXI c. 39 4. XLVII d. 1179 5. XXXIX e. 24 k. Siswa dalam kelompok memecahkan masalah memasangkan bilangan Romawi dengan bilangan cacah menggunakan lingkaran bilangan Romawi. (konteks dan penggunaan model) l. Siswa berdiskusi dengan teman kelompok dalam memecahkan masalah menggunakan media lingkaran bilangan Romawi. (hasil kontruksi siswa dan interaktivitas)

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Elaborasi m. Siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka dalam menunjukkan dan menulis lambang bilangan Romawi (hasil konstruksi siswa) n. Siswa lain menanggapi hasil pekerjaan teman yang presentasi (interaktivitas) o. Siswa dan guru bersama-sama membahas hasil diskusi kelompok p. Guru memberikan penguatan tentang menulis dan menunjukkan lambang Bilangan romawi menggnakan lingkaran bilangan Romawi. (penggunaan model) Konfirmasi q. Siswa bersama guru menyimpulkan aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi. r. Siswa mengerjakan soal latihan tentang aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi (hasil konstruksi siswa) 6. Kegiatan Penutup s. Siswa merefleksikan pelajaran pada hari ini, “kesulitan apa yang kalian alami dalam belajar aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi?” t. Sebagai tindak lanjut, siswa diminta mengerjakan soal latihan tentang aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi”. u. Siswa mengucapkan salam penutup

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Pertemuan II Kegiatan 1. Kegiatan Awal a. Guru mengucapkan salam kepada siswa b. Guru mengajak siswa berdoa c. Guru melakukan presensi 2. Apersepesi d. Guru bertanya kepada siswa tentang menulis bilangan Romawi dan menyelesaikan masalah aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi. 3. Kegiatan Inti e. Guru bersama siswa membahas soal latihan tentang aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi. (hasil kontruksi siswa) f. Siswa mengerjakan soal ulangan tentang aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi (Hasil kontruksi siswa) 4. Kegiatan Penutup g. Siswa mengucapkan salam penutup 3. Pengamatan Pengamatan dilakukan terhadap prosses dan hasil tindakan dalam proses pembelajaran. Peneliti mencatat dan mengintepretasikan data ketika guru mengajar. Peneliti mengamati dan mencatat semua aktifitas yang

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 dilakukan siswa ketika proses kegiatan pembelajaran di kelas dalam lembar observasi yang telah dipersiapkan. Peneliti mengumpulkan data berdasarkan instrumen penelitian, selanjutnya peneliti berdiskusi dengan guru setelah proses tindakan berakhir. Dalam kegiatan ini peneliti dan guru berbagi informasi, memecahkan masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, serta mengambil tindakan lebih lanjut. 4. Refleksi Refleksi dilaksanakan peneliti untuk mengetahui sejauh mana tujuan penelitian tercapai. Membandingkan hasil observasi kemandirian siswa menggunakan lembar observasi, dan lembar skala pada siklus I dengan siklus II, membandingkan hasil evaluasi dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan mengacu pada pedoman yang telah disusun. 3.4 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan dalam waktu penelitian dengan menggunakan sesuatu metode (Arikunto, 2012 :126). Kegunaan instrumen memudahkan peneliti agar lebih sistematis dalam mengolah data. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan menggunakan tes, questionare atau angket, dan dokumentasi (Arikunto, 2012: 190). Skala sebagai alat ukur memiliki karakter khusus yang membedakannya dari alat pengumpulan data lain seperti angket (questionare), daftar isian, inventori,

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 dan lain-lainnya, skala lebih banyak dipakai untuk menamakan alat ukur aspek afektif yang menggambarkan aspek kepribadian individu. Sesuai dengan judul penelitian, penelitian ini mempunyai dua variabel (peubah) yaitu kemandirian dan prestasi belajar. Berikut ini adalah uraian indikator keberhasilan dari masing-masing variabel dalam penelitian. 3.4.1 Instrumen Prestasi Belajar Data tentang prestasi belajar siswa diperoleh melalui tes atau evaluasi yang dilakukan di setiap akhir siklus. Siklus I menggunakan 25 soal yang terdiri dari 10 soal tipe jawaban pendek dan 15 tipe menjodohkan. Siklus II menggunakan 30 soal berupa pilihan ganda atau multiple-choice test. Tabel kisikisi soal evaluasi yang digunakan untuk penelitian. Peneliti membagi tingkat kesulitan setiap soal menjadi 3 bagian yaitu: kategori mudah, kategori sedang dan kategori sukar. Tabel 3.1 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I No 1 Indikator Menulis bilangan cacah sebagai bilangan Romawi 2 Menulis bilangan Romawi sebagai bilangan cacah Bentuk soal No. Item Jawaban 1,2,3,4,5,6,7,8,9 pendek ,10 Menjodohkan jawaban 11,12,13,14,15, 16,17,18,19,20, 21,22,23,24,25 Jumlah seluruh soal: 25 soal Tingkat Kategori Mudah Sedang Sukar 5,6,8,10 3,4,7 1,2,9 11,12,14 13,16,1 ,15,21 7,20,22 18,19, 23,24, 25

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II Bentuk No Indikator 1 Menulis bilangan cacah 2,7,8,10,12,16, sebagai bilangan 18,20,22,23,25 Romawi ,26,27,28,30 Menulis bilangan 1,3,4,5,6,9,11, Romawi sebagai 13,14,15,17,19 bilangan cacah ,21,24,29 Menjelaskan aturan 2,4,8,11,16,17, 2 3 soal Pilihan penjumlahan bilangan ganda Romawi 4 Menjelaskan aturan No. Item 18,21,22,23,26 ,27,28,30 1,5,6,20,25 Tingkat Kategori Mudah 1,3,5,6, 13,16,2 1,25,26 ,27 Sedang 2,8,9,1 0,11,15 ,20,22, 23,24,2 8,29 pengurangan bilangan Romawi 5 Menjelaskan aturan 3,7,9,10,12,13, gabungan bilangan 14,15,19,24,29 Romawi Jumlah seluruh soal: 30 soal 3.4.2 Instrumen Kemandirian Penilaian non tes berguna untuk mengevaluasi program yang akan datang, sedang atau telah dilaksanakan dengan cara pengambilan data menggunakan observasi, dan skala yang harus diisi oleh siswa kelas IV pada setiap akhir siklus. Non tes lebih mengarah pada pengukuran sikap (afektif) dan perilaku individu (psikomotor). Menurut Supratiknya (2012: 39) non tes lebih cocok untuk mengumpulkan data hasil belajar ranah afektif. Sukar 4,7,12, 14,17, 18,19, 30

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 3.4.2.1 Lembar Skala Dalam mengukur kemandirian siswa, peneliti menggunakan aspek kemandirian siswa (Brookfield dalam Yamin, 2008: 204) terdiri dari: 1. Menetapkan tujuan belajarnya sendiri 2. Memilih dan menentukan sendiri sumber belajar 3. Menggunakan strategi belajar yang tepat Sebelum membuat item atau butir pertanyaan skala terlebih dahulu dibuat kisi-kisi. Kisi-kisi untuk skala kemandirian siswa dalam penelitian yaitu: Bentuk skala dalam penelitian yang dipakai adalah bentuk check list. Alternatif jawaban skala antara lain: a) Sangat setuju, b) Setuju c) Tidak setuju dan d) Sangat tidak setuju. Lembar skala memuat pernyataanpernyataan positif (favorable) dan negatif (unfavorable). Berikut tabel 3.3 pedoman skoring skala kemandirian menurut Sugiyono (2010: 93). Tabel 3.3 Pedoman Skoring Skala Kemandirian Skor Keterangan Positif Negatif (Favorable) (Unfavorable) Sangat setuju (SS) 4 1 Setuju (S) 3 2 Tidak setuju (TS) 2 3 Sangat tidak setuju (STS) 1 4

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Tabel 3.4 Kisi-Kisi Skala Kemandirian No 1 Aspek Kemandirian (+) Menetapkan Membuat rencana kerja yang akan dicapai 1 tujuan sebelum belajar belajarnya Mempersiapkan sendiri menunjang kegiatan belajar Memilih dan menentukan 2 No Item Indikator perlengkapan yang 2 3,4,5, Memanfaatkan buku dan internet - - Memanfaatkan tempat atau lingkungan sekitar - 9 sumber Memanfaatkan siapa saja yang memiliki 6 - belajar keahlian sesuai dengan materi yang diajarkan Menggunakan lainnya strategi Berani mengungkapkan permasalahan yang 13,18 tepat 7 8 22 Saling bertukar pendapat dengan siswa 7 belajar 2 - sendiri diajarkan Jumlah 10,11 Mendengar dan mempraktekkan materi yang 12,17, 3 (-) - - yang dihadapi kepada guru Memanfaatkan pengalaman yang dimiliki 14,16, untuk menyelesaikan masalah Pembelajaran yang memusatkan pemecahan masalah - 23 pada 15,19, - 20,21 Jumlah Item 3.4.2.2 Lembar Observasi Untuk mengetahui kemandirian siswa maka peneliti menggunakan observasi. Peneliti menggunakan observasi partisipasi pasif, peneliti berada di tempat kegiatan pembelajaran siswa yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang diamali siswa (Sugiyono, 2010: 312). Dalam observasi terdapat kisi-kisi sebagai berikut. 14 23

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Tabel 3.5 Kisi-Kisi Observasi Kemandirian Siswa No 1 2 Aspek Indikator Kemandirian Menetapkan Membuat rencana kerja yang akan dicapai tujuan sebelum belajar belajarnya Mempersiapkan perlengkapan yang menunjang sendiri kegiatan belajar Memilih dan Memanfaatkan buku dan internet menentukan sendiri sumber belajar Memanfaatkan siapa saja yang memiliki keahlian sesuai dengan materi yang diajarkan Mendengar dan mempraktekkan materi yang No Item Jumlah 1 2 2 3,4,5,9 6 5 8, 10,15,19 diajarkan Saling bertukar pendapat dengan siswa lainnya 3 Menggunakan Berani mengungkapkan permasalahan yang strategi belajar dihadapi kepada guru yang tepat Memanfaatkan pengalaman yang dimiliki untuk menyelesaikan masalah Pembelajaran yang memusatkan pada pemecahan masalah 7 11,16 12 12,14 13,17,18 Jumlah Item 3.5 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 3.5.1 Validitas Menurut Masidjo (1995: 242) validitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Alat ukur dikatakan valid bila tepat atau dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas dibagi menjadi tiga jenis, yaitu validitas isi, validitas konstruk, dan validitas kriteria. Pengujian validitas yang digunakan peneliti meliputi validitas 19

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 konstruk dan validitas isi. Menurut Azwar (2012: 175) validitas isi (content validity) adalah suatu alat ukur dipandang valid apabila mencangkup keseluruhan kawasan akan tetapi isinya harus pula tetap relevan dan tidak keluar dari batasan tujuan pengukuran. Validitas isi telah dapat mewakili keseluruhan materi atau bahan pelajaran yang seharusnya diujikan. Validitas konstruk (construct validity) mengandung arti validitas yang menunjukkan sejauhmana suatu tes mengukur konstrak teoretik yang hendak diukurnya. Validitas konstruk dan isi yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara expert judgment, yaitu dikonsultasikan kepada ahli. 1. Validitas Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran merupakan bagian utama dalam kegiatan pembelajaran, karena proses kegiatan pembelajaran berdasarkan perangkat pembelajaran yang disusun. Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan expert judgment perangkat pembelajaran yang disusun, yaitu Silabus, RPP, LKS, bahan ajar dan soal evaluasi. Peneliti melakukan validasi perangkat pembelajaran kepada guru matematika SD Kanisius Gayam dan dosen USD. Masidjo (1995: 151) Penilaian Acuaan Patokan (PAP) berorientasi pada suatu patokan keberhasilan atau batas lulus penguasaan bahan yang bersifat pasti. Peneliti memilih PAP tipe I karena passing score lebih tinggi dibandingkan PAP tipe II karena persentil minimal adalah 56, sedangkan pada PAP I persentil minimal adalah 65 (Masidjo, 1995: 153).

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Tabel 3.6 Kriteria Validasi Desain Perangkat Pembelajaran Tingkat Penguasaan Rentang Nilai Kompetensi Skor Huruf 90% x 5 4,5 – 5 A Sangat Baik 80% x 5 4 – 4,49 B Baik 65% x 5 3,25 – 3,99 C Cukup 55% x 5 2,75 – 3,24 D Tidak Baik Di bawah 55% 0 – 2,74 E Sangat Tidak Baik Kriteria Tabel 3.7 Perhitungan Validasi Desain Perangkat Pembelajaran Ahli Guru Dosen Guru Dosen Guru Dosen Guru Dosen Perangakat Pembelajaran Silabus RPP Lembar Kegiatan Siswa Bahan Ajar Hasil Penilaian Rata-rata Kriteria 41 : 10 = 4,1 Baik 40 : 10 = 4 Baik 85 : 21 = 4,05 Baik 84 : 21 = 4 Baik 32 : 8 = 4 Baik 30 ; 8 = 3,75 Cukup 21 : 5 = 4,2 Baik 20 : 5 = 4 Baik Dari hasil perhitungan validasi desain perangkat pembelajaran oleh guru diperoleh skor rata-rata instrumen perangkat pembelajaran silabus adalah 4,1, RPP adalah 4,05, Lembar Kerja Siswa adalah 4 dan Bahan ajar adalah 4,2. Rata-rata berdasarkan perhitungan perangkat pembelajaran diperoleh adalah 4,09 dengan kriteria baik. Hasil perhitungan validasi desain perangkat pembelajaran oleh dosen diperoleh skor rata-rata instrumen perangkat pembelajaran silabus adalah 4, RPP adalah 4, Lembar Kerja

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Siswa adalah 3,75 dan Bahan ajar adalah 4. Rata-rata berdasarkan perhitungan perangkat pembelajaran diperoleh adalah 3,94 dengan kriteria cukup. Berdasarkan kriteria tersebut, instrumen perangkat pembelajaran layak digunakan untuk penelitian. 2. Validitas Prestasi Belajar Validitas instrumen soal atau soal evaluasi pada penelitian ini selain dengan validitas expert judgment juga ditempuh dengan cara diujikan di lapangan (empiris). Hal tersebut dilakukan peneliti untuk mengetahui jumlah soal yang valid dan reliabel. Soal-soal yang valid dan reliabel digunakan peneliti untuk menguji prestasi belajar dalam penelitian. Uji coba dilakukan di kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta sejumlah 25 siswa. Pelaksanaan uji coba validitas dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 7 Februari 2014. Peneliti memilih uji coba kepada siswa kelas V karena siswa tersebut pernah mempelajari materi lambang bilangan Romawi. Sebelum diujikan di lapangan peneliti berkonsultasi kepada ahli. Setelah diujikan di lapangan dan memperoleh hasil, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan yang di sebut r hitung dari masing-masing item soal menggunakan statistik korelasi Product Moment dengan angka kasar sebagai berikut (Arifin, 2009: 254).

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 keterangan : r = koefisien validitas = jumlah skor dalam sebaran x (item skor per butir) = jumlah skor dalam sebaran y (item skor total) = jumlah hasil kali skor x dan y berpasangan = jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x = jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y N = banyaknya subjek Peneliti menggunakan program SPSS 16 untuk mempemudah penghitungan agar lebih cepat. Pada uji validitas jika r hitung lebih besar daripada r tabel maka butir soal tersebut dikatakan valid dan sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka butir soal tersebut dikatakan tidak valid. Peneliti mencari r tabel dengan menggunakan tabel nilai-nilai r Product Moment (Sugiyono, 2010: 613). Jumlah responden/ N yaitu 25 siswa, peneliti menggunakan taraf signifikan 5% untuk mencari r tabel. Nilai r tabel dari jumlah responden 25 dengan taraf signifikan 5% adalah 0,396. Item soal dikatakan valid jika r hitung ≥ 0,396 (r tabel), jika selaliknya r hitung ≤ 0,396 (r tabel) maka item soal dikatakan tidak valid. Hasil perhitungan validitas menggunakan program SPSS 16 dapat dilihat pada tabel 3.8 sebagai berikut:

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Tabel 3.8 Perhitungan Validitas Soal Evaluasi Nomor Soal Nilai Korelasi (r) Nilai r tabel (n = 25, 5%) Keterangan 1 0,387 0,396 Tidak Valid 2 0,748** 0,396 Valid 3 0,419* 0,396 Valid 4 -0,153 0,396 Tidak Valid 5 0,493* 0,396 Valid 6 0,398* 0,396 Valid 7 0,484* 0,396 Valid 8 0,363 0,396 Tidak Valid 9 0,258 0,396 Tidak Valid 10 0,326 0,396 Tidak Valid 11 0,640** 0,396 Valid 12 0,253 0,396 Tidak Valid 13 0,722** 0,396 Valid 14 0,518** 0,396 Valid 15 0,136 0,396 Tidak Valid 16 0,449* 0,396 Valid 17 0,158 0,396 Tidak Valid 18 0,223 0,396 Tidak Valid 19 -0,55 0,396 Tidak Valid 20 0,240 0,396 Tidak Valid 21 0,10 0,396 Tidak Valid 22 0,511** 0,396 Valid 23 0,213 0,396 Tidak Valid 24 0,199 0,396 Tidak Valid 25 0,517** 0,396 Valid 26 0,485* 0,396 Valid 27 0,603** 0,396 Valid 28 -0,246 0,396 Tidak Valid 29 0,764** 0,396 Valid 30 0,748** 0,396 Valid

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Dari hasil perhitungan validitas soal evaluasi yang diperoleh 15 dari 30 soal (50%) valid dengan 9 soal nomor 2, 11, 13, 14, 22, 25, 27, 29 dan 30 sig. 2 tailed, 15 dari 30 soal (50%) tidak valid dengan soal nomor 1, 4, 8, 9, 10, 12, 15, 17, 18, 19, 20, 21, 23, 24, dan 28. Soal evaluasi yang valid akan digunakan dalam soal evaluasi di akhir siklus dan soal evaluasi yang tidak valid dihilangkan dan diganti dengan soal yang baru. Soal evaluasi yang telah di validitas akan digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa. 3. Validasi Instrumen Kemandirian Peneliti menggunakan instrumen skala dan observasi untuk mengumpulkan data kemandirian siswa selama melakukan penelitian. Instrumen observasi berupa lembar pengamatan dan instrumen skala berupa lembar skala kemandirian siswa. Kegiatan validasi ini dilakukan dengan expert judgement oleh Dosen USD. Hal ini bertujuan agar panduan skala dan observasi dapat dikatakan memenuhi kriteria sebagai skala dan observasi yang baik untuk siswa. Hasil perhitungan validasi instrumen skala dan observasi tersebut sebagai berikut. Tabel 3.9 Perhitungan Validasi Desain Kemandirian Ahli Dosen Validasi Desain Kemandirian Hasil Penilaian Rata-rata Kriteria Lembar Skala 4,11 Baik Lembar Observasi 4 Baik

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Tabel 3.10 Kriteria Validasi Instrumen Skala dan Observasi Rentang Skor Kriteria 5 Baik sekali 4 Baik 3 Cukup 2 Kurang 1 Kurang sekali Dari hasil perhitungan validasi diperoleh skor rata-rata lembar skala adalah 4,11 sehingga instrumen skala masuk dalam kriteria baik. Skor ratarata lembar observasi adalah 4 sehingga instrumen observasi masuk dalam kriteria baik. Berdasarkan kriteria tersebut, maka instrumen skala dan observasi tersebut layak digunakan untuk penelitian. 3.5.2 Reliabilitas Menurut Masidjo (2010: 209) menjelaskan reliabilitas adalah adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam ketepatan ketelitian hasil. Arifin (2009: 258) reliabilitas adalah tingkatan konsistensi suatu instrumen. Suatu tes yang reliabel akan menunjukkan ketepatan hasil dalam berbagai pengukuran. Sehingga skor-skor tersebut dari berbagai pengukuran tidak menunjukkan perbedaan-perbedaan yang berarti. Peneliti melakukan reliabilitas dengan cara empiris atau diujikan di lapangan. Item yang digunakan untuk uji reliabilitas adalah item yang sudah valid, karena item soal yang tidak valid pasti tidak reliabel. Sementara item soal yang valid bisa jadi reliabel atau tidak reliabel.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Koefisien korelasi reliabilitas dihitung menggunakan Koefisien Alpha Cronbach dalam Purwanto (2008) dengan rumus sebagai berikut. keterangan : r = Koefisien reliabilitas tes k = Banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes 1 = Bilangan konstan = Jumlah varian skor butir = Varian skor total Koefisien reliabilitas dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien antara 0,00 sampai 1,00. Koefisien realibilitas dibandingkan dengan klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas. Kriteria reliabilitas instrumen dapat dilihat pada tabel dibawah ini (Masidjo, 1995: 209). Tabel 3.11 Klasifikasi Tingkat Reliabilitas Instrumen Klasifikasi Koefisien Korelasi Sangat tinggi 0,91 – 1,00 Tinggi 0,71 – 0,90 Cukup 0,41 – 0,70 Rendah 0,21 – 0,40 Sangat rendah Negatif – 0,20

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Tabel 3.12 Hasil Perhitungan Reliabilitas Statistik Cronbach's Alpha N of Items .875 15 Uji reliabilitas instrumen menggunakan item-item yang telah valid, yaitu item nomor 2, 3, 5, 6, 7, 11, 13, 14, 16, 22, 25, 26, 27, 29 dan 30. Reliabilitas instrumen penelitian diukur dengan menggunakan program SPSS 16 menunjukkan angka 0,875 dengan kriteria tinggi. Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa soal tersebut konsisten dan layak untuk digunakan peneliti. 3.6 Teknik Pengumpulan Data 3.6.1 Skala Menurut Azwar (2009: 3) skala memiliki karakteristik khusus yang membedakan dari berbagai bentuk alat pengumpulan data lainnya seperti kuesioner/angket, daftar isian, inventori, dan lain-lain. Dalam pengembangan intrumen ukur, umumnya istilah tes digunakan untuk penyebutan alat ukur kemampuan kognitif sedangkan istilah skala lebih banyak dipakai untuk menamakan alat ukur aspek afektif. Azwar (2009: 4) menguraikan beberapa karakteristik skala yaitu: 1) stimulusnya berupa pernyataan yang tidak langsung mengungkap atribut yang hendak diukur melainkan mengungkapkan indikator perilaku dari atribut yang bersangkutan. Jawaban yang diberikan akan tergantung pada interpretasi subjek

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 terhadap pernyataan tersebut dan jawabannya lebih bersifat proyektif, yaitu berupa proyeksi dari perasaan atau kepribadiannya; 2) Skala berisi banyak aitem. Jawaban subjek terhadap satu aitem baru merupakan sebagian dari banyak indikasi mengenai atribut yang diukur, sedangkan kesimpulan akhir baru dapat dicapai bila semua aitem telah direspons; 3) respon subjek tidak diklasifikasikan sebagai jawaban “benar” atau “salah”. Semua jawaban dapat diterima sepanjang diberikan secara jujur dan sungguh-sungguh. Menurut Sugiyono (2010: 36) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Peneliti menggunakan format respon skala likert yaitu: sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Dalam penelitian ini, peneliti merancang skala tertutup untuk memperoleh data tentang variabel kemandirian siswa dalam pelajaran matematika menggunakan pendekatan PMRI. Lembar skala ini memuat pernyataan-pernyataan positif (favorable) dan negatif (unfavorable) diisi oleh siswa dengan memberi tanda centang pada salah satu kolom sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS) sesuai dengan keadaan dirinya. Siswa memilih salah satu jawaban dengan memberikan checklist (√) pada setiap pernyataan. Skala digunakan untuk menentukan kondisi awal siswa dan diberikan di akhir siklus, sehingga peneliti dapat membandingkan peningkatan kemandirian siswa sebelum diberikan tindakan dan setelah diberi tindakan.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 3.6. 2 Observasi Masidjo (1995: 59) menjelaskan observasi adalah suatu teknik observasi yang dilaksanakan secara langsung atau tidak langsung dan secara teliti terhadap suatu gejala dalam suatu situasi di suatu tempat. Sugiyono (2010: 203) mendeskripsikan observasi adalah proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Peneliti melakukan observasi untuk mengetahui kemandirian siswa dalam proses kegiatan pembelajaran. Pengamatan dilakukan setiap kegiatan berlangsung. Lembar observasi yang digunakan peneliti terstruktur, format skala penilaian mirip dengan daftar cek. Tabel 3.13 Pemberian Skor Observasi No Pernyataan Skor 1 Nampak 1 2 Tidak Nampak 0 Observasi kemandirian dilakukan untuk setiap siswa, dengan cara memberikan skor 1 bila siswa memperlihatkan tingkah laku sedangkan pemberian skor 0 bila siswa tidak memperlihatkan tingkah laku seperti pada pernyataan rubrik observasi. 3.6.3 Tes Arikunto (2012: 53) menjelaskan bahwa tes adalah alat yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana atau cara tertentu. Menurut Masidjo (1995: 38) tes adalah suatu alat pengukur yang berupa serangkaian pertanyaan yang harus dijawab secara sengaja dalam suatu situasi

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 yang distandardisasikan, dan yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan hasil belajar individu atau kelompok. Menurut Bukhori (dalam Arikunto 2002: 32) tes adalah suatu percobaan yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hasil pelajaran tertentu seorang siswa. Jadi, tes merupakan suatu bentuk pertanyaan yang harus dikerjakan oleh siswa untuk mengukur kemampuan dan hasil belajar siswa. Masidjo (1995: 48) tes pilihan ganda terdiri atas suatu pernyataan atau pertanyaan dan sejumlah pilihan atau alternatif jawaban. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tes prestasi belajar. Tes digunakan untuk mengukur tingkat prestasi belajar siswa. peneliti menggunakan tes tertulis dalam bentuk isian singkat untuk siklus I dan pilihan ganda untuk siklus II. 3.7 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan peneliti untuk menganalisis data-data yang telah dikumpulkan peneliti dengan analisis data deskriptif kuantitatif yaitu dengan cara mendeskripsikan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan generalisasi. 3.7.1 Analisis Data Kemandirian Siswa Data kemandirian diperoleh peneliti berdasarkan lembar skala yang telah diisi oleh siswa dan hasil observasi. Skala dan observasi dilakukan untuk mengetahui hasil kemandirian siklus I dan siklus II, untuk mengetahui kondisi awal peneliti menggunakan skala. Lembar skala terdiri dari 23 item pernyataan dan lembar observasi terdiri dari 19 item pernyataan yang mencerminkan

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 tingkah laku kemandirian. Pemberian skor pada lembar skala dan observasi untuk mengukur kemandirian sebagai berikut: 1) skor akhir kemandirian setiap siswa didapat dengan menjumlahkan skor tiap-tiap item; 2) instrumen yang telah diisi kemudian dijumlah skor keseluruhannya, sehingga tiap siswa memiliki skor; 3) selanjutnya dicari rerata skor keseluruhan siswa dalam satu kelas. Peneliti memilih PAP tipe I sebagai pedoman rata-rata kemandirian menurut Masidjo (1995: 153). Tabel 3.14 Pedoman Rata-rata Kemandirian Siswa Rentang Presentase Skor Interval Skor Kategori 90% – 100% 90 – 100 Sangat Tinggi 80% – 89% 80 – 89 Tinggi 65% – 79% 65 – 79 Sedang 55% – 64% 55– 64 Rendah Di bawah 55% Di bawah 55 Sangat Rendah Kriteria keberhasilan akan berhasil apabila hasil yang dicapai melebihi kriteria yang sudah peneliti tentukan. Kemandirian siswa diperoleh melalui observasi dan skala. Peneliti membandingkan kondisi awal dengan siklus I dan siklus II, peneliti dapat menyimpulkan apakah kemandirian siswa meningkat setelah menggunakan pendekatan PMRI dalam proses kegiatan pembelajaran matematika. 3.7.2 Analisis Data Prestasi Belajar Prestasi belajar siswa pada materi lambang bilangan Romawi dengan menggunakan soal-soal evaluasi yang dikerjakan siswa pada setiap akhir siklus. Bentuk soal evaluasi siklus I yaitu 10 item dengan jenis uraian singkat dan 15

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 item dengan jenis menjodohkan, soal evaluasi siklus II yaitu 30 item dengan jenis pilihan ganda. Jika siswa menjawab benar, maka siswa mendapatkan skor 1 dan jika jawaban salah mendapatkan skor 0. Langkah-langkah penskoran yang dilakukan sebagai berikut: a Menghitung skor rata-rata kelas dengan rumus: SR = b Menghitung persentase ketuntasan belajar siswa dengan rumus: Ketutasan belajar = c x 100% Menghitng skor prestasi belajar masing-masing siswa: Hasil belajar siswa = x 100 Peneliti membandingkan data yang diperoleh dari kondisi awal dengan siklus I dan siklus II, peneliti dapat menyimpulkan apakah prestasi belajar siswa meningkat setelah menggunakan pendekatan PMRI dalam proses kegiatan pembelajaran matematika. 3.8 Kriteria Keberhasilan Peneliti telah menetapkan kriteria keberhasilan yang akan digunakan sebagai acuan peningkatan yang harus dicapai dalam penelitian. Peneliti menggunakan dua variabel yaitu kemandirian dan prestasi belajar, peneliti menetapkan kriteria penelitian pada masing-masing variabel.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 3.8.1 Kriteria Keberhasilan Kemandirian Analisis data kemandirian siswa dinyatakan dengan skor hasil rubrik pengamatan dan skala kemandirian siswa. Kriteria kemandirian siswa dapat dibandingkan dengan kondisi awal, akhir siklus I, dan akhir siklus II. Kriteria keberhasilan kemandirian belajar adalah sebagai berikut Tabel 3.15 Kriteria Keberhasilan Kemandirian Kondisi Awal Peubah Indikator Ratarata Skor rata-rata seluruh Kemandirian kemandirian siswa 54,89 Kategori Setelah ada tindakan Target Pencapaian Sangat Rendah 70 Kategori Sedang 3.8.2 Kriteria Keberhasilan Prestasi Belajar Peningkatan prestasi belajar siswa dikatakan meningkat jika memenuhi kriteria yang diharapkan. Kriteria prestasi belajar siswa dapat dibandingkan dengan kondisi awal, akhir siklus I, dan akhir siklus II. Kriteria keberhasilan prestasi belajar adalah sebagai berikut. Tabel 3.16 Kriteria Keberhasilan Prestasi Belajar Peubah Rata-rata nilai ulangan Presentase yang mencapai KKM Kondisi Target Instrumen Awal Pencapaian Penelitian 67,6 75 Soal ulangan Skor soal ulangan 48% 75% Soal ulangan Skor soal ulangan Keterangan

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Kondisi Awal Sebelum Penelitian Sebelum melakukan penelitian siklus I dan siklus II, peneliti membagikan lembar skala kepada siswa kelas IV dengan jumlah 26 siswa. Tindakan yang dilakukan peneliti tersebut untuk mengetahui bagaimana kondisi awal kemandirian siswa terhadap pelajaran matematika sebelum menggunakan pendekatan PMRI. Peneliti membagikan lembar skala kepada siswa untuk mendukung data kemandirian siswa terhadap kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran matematika. 4.1.1.1 Kemandirian Siswa Hasil skala kemandirian siswa sebelum melakukan penelitian Tabel 4.1 Data Nilai Kemandirian Siswa Berdasarkan Skala No Nama Nilai Skala Kategori 1 A 43,47 Sangat Rendah 2 B 44,56 Sangat Rendah 3 C 48,91 Sangat Rendah 4 D 54,35 Sangat Rendah 5 E 53,26 Sangat Rendah 6 F 48,91 Sangat Rendah 7 G 63,04 Rendah 8 H 66,3 Sedang 9 I 64,13 Rendah 10 J 63,04 Rendah 11 K 58,69 Rendah 83

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 No Nama Nilai Skala Kategori 12 L 54,35 Sangat Rendah 13 M 56,52 Rendah 14 N 54,35 Sangat Rendah 15 O 56,52 Rendah 16 P 50 Sangat Rendah 17 Q 51,08 Sangat Rendah 18 R 54,35 Sangat Rendah 19 S 53,26 Sangat Rendah 20 T 54,35 Sangat Rendah 21 U 54,43 Sangat Rendah 22 V 53,26 Sangat Rendah 23 W 56,52 Rendah 24 X 60,87 Rendah 25 Y 57,60 Rendah 26 Z 50 Sangat Rendah Jumlah 1427.17 - Rata-rata 54,89 Sangat Rendah Kemandirian siswa berdasarkan skala sebesar 54,89 dan termasuk dalam kategori sangat rendah. Siswa yang memiliki kemandirian sangat rendah 16 dari 26 siswa (61,5%), siswa yang memiliki kemandirian rendah 9 dari 26 siswa (34,6%), dan siswa yang memiliki kemandirian sedang 1 dari 26 siswa (3,9%). 4.1.1.2 Prestasi Belajar Peneliti mengambil data berdasarkan nilai ulangan siswa kelas IV pada mata pelajaran matematika dengan KD 7.2 Menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya tahun pelajaran 2012/2013.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Tabel 4.2 Hasil Ulangan Matematika Siswa Kelas IV Tahun Ajaran 2012/2013 Ketuntasan No Nama Nilai (KKM 70) Ya Tidak √ 1 A 63 2 B 82 3 C 56 √ 4 D 68 √ 5 E 72 6 F 62 7 G 78 8 H 66 √ 9 I 60 √ 10 J 64 √ 11 K 72 √ 12 L 86 √ 13 M 72 √ 14 N 58 15 O 74 16 P 58 √ 17 Q 61 √ 18 R 48 √ 19 S 76 √ 20 T 72 √ 21 U 78 √ 22 V 70 √ 23 W 63 24 X 73 25 Y 58 Jumlah - 12 13 Rata-rata 67,6 48% 52% Nilai Tertinggi 86 Nilai Terendah 48 √ √ √ √ √ √ √ √ √

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Dari data diatas dapat diketahui rata-rata hasil ulangan matematika siswa kelas IV tahun pelajaran 2012/2013 sebesar rata-rata 67,6 dari 25 siswa. Sebanyak 12 siswa dari 25 siswa (48%) mendapatkan nilai di atas KKM dan 13 dari 25 siswa (52%) mendapatkan nilai di bawah KKM. 4.1.2 Proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Peningkatan Kemandirian dan Prestasi Belajar matematika menggunakan pendekatan PMRI pada siswa kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta” dilaksanakan dari bulan Januari sampai bulan Juli. Penelitian dimulai dari tanggal 5 April, dan selesai tanggal 19 April 2014. 4.1.2.1 Siklus I Kegiatan siklus I dilaksanakan selama 3 kali pertemuan yaitu tanggal 5 April 2014, 8 April 2014 dan 11 April 2014. Materi pembelajaran yang diajarkan dalam siklus I adalah mengenal, dan menulis lambang bilangan Romawi. A. Perencanaan Penelitian I Peneliti mempersiapkan mempersiapkan materi pelajaran tentang mengenal dan menulis lambang bilangan Romawi. Perangkat pembelajaran yang disiapkan peneliti yaitu, Silabus, RPP, LKS, soal evaluasi, media pembelajaran, lembar skala dan lembar observasi.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 B. Pelaksanaan Penelitian 1 1. Pertemuan I Kegiatan pembelajaran siklus I dimulai pada hari Sabtu tanggal 5 April 2014. Peneliti telah mempersiapkan media pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran berpedoman pada RPP yang telah disusun peneliti. Pada pertemuan pertama siklus 1, guru mengajar matematika menggunakan pendekatan PMRI. Materi yang diajarkan pada pertemuan pertama adalah pengenalan lambang bilangan Romawi. a. Kegiatan awal Guru mengucapkan salam kepada siswa ketika masuk dalam kelas, kemudian guru mengajak siswa berdoa. Sebelum memulai pelajaran guru terlebih dahulu mengabsen kehadiran siswa. b. Apersepsi Apersepsi dilakukan agar guru mengetahui sejauh mana pemahaman siswa dan menghubungkan apa yang akan dilakukan siswa dengan materi yang akan dipelajari. Sebelum guru mengajak siswa berkeliling di sekitar lingkungan kelas, guru menanyakan kepada siswa apakah pernah melihat atau mengetahui bilangan Romawi dalam kehidupan sehari-hari. Setelah guru dan siswa berkeliling guru memulai melakukan tanya jawab berkaitan dengan pemgalaman yang baru saja dialami oleh siswa. kelas berapa saja

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 yang dilalui ketika berkeliling? kelas 3. 5. 6 penulisan bilangan Romawi 6 adalah VI. Apersepsi sederhana tersebut mengantarkan siswa masuk pada materi pelajaran yaitu mengenal lambang bilangan Romawi . c. Orientasi Sebelum masuk pada kegiatan inti guru menyampaikan tujuan pelajaran kepada siswa, siswa menanggapi guru dengan mencatat hal-hal menyiapkan media penting yang pembelajaran disampaikan yang guru. digunakan Guru untuk memudahkan guru menanamkan konsep bilangan Romawi kepada siswa. d. Kegiatan inti Guru nenuliskan lambang bilangan Romawi dasar pada tulis (I, V, X, L, C, D. dan M), kemudian guru menjelaskan materi menggunakan media lingkaran bilangan Romawi yang telah dipersiapkan peneliti. Setelah guru menjelaskan materi, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok (6 kelompok @ 4 siswa). Siswa diberi permasalahan oleh guru untuk dikerjakan secara kelompok, soal tersebut berfungsi untuk merangsang siswa memecahkan permasalahan sendiri dalam kelompok. Setelah siswa selesai dan memecahkan masalah, siswa diminta maju untuk menunjukkan bilangan Romawi satuan, puluhan, ratusan dan ribuan menggunakan lingkaran bilangan Romawi. Siswa lain

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 menanggapi hasil pekerjaan teman yang presentasi. Kemudian guru memberikan pembetulan apabila ada jawaban yang masih kurang tepat dan memberikan penguatan tentang mengenal dan menulis lambang Bilangan Romawi menggunakan lingkaran bilangan Romawi. Kegiatan inti diakhiri dengan siswa mengerjakan latihan soal dalam LKS yang telah dipersiapkan peneliti tentang mengenal dan menulis lambang bilangan Romawi. e. Kegiatan akhir Guru mengajak siswa merefleksikan pelajaran pada hari ini baik secara lisan maupun tertulis, “kesulitan apa yang kalian alami dalam belajar mengenal dan menulis bilangan Romawi?”. Karena masih ada pelajaran selanjutnya maka kegiatan akhir ditutup dengan mengucapkan salam antara guru dan siswa 2. Pertemuan II Kegiatan pembelajaran pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 8 April 2014. Peneliti telah mempersiapkan media pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran berpedoman pada RPP yang telah disusun peneliti. Pada pertemuan kedua, guru mengajar matematika menggunakan pendekatan PMRI. Materi yang diajarkan pada pertemuan kedua adalah menuliskan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya menuliskan bilangan Romawi sebagai bilangan cacah.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 a. Kegiatan awal Guru mengucapkan salam kepada siswa ketika masuk dalam kelas, kemudian guru mengajak siswa berdoa. Sebelum memulai pelajaran guru terlebih dahulu mengabsen kehadiran siswa. b. Motivasi Motivasi dilakukan untuk membuat kegiatan pembelajaran menyenangkan dan membangkitkan semangat siswa agar dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan kondusif. Guru mengajak siswa bernyanyi dengan judul “1 + 1”. Guru mengaitkan lagu yang dinyanyikan dengan materi yang akan dipelajari hari ini, 1 + 1 = 2 (I + I = II), 8 + 8 = 16 (VIII + VIII = XVI). c. Apersepsi Apersepsi dilakukan untuk menghubungkan siswa ke dalam materi yang akan dipelajari hari ini tentang lambang bilangan Romawi. Dalam kegiatan apersepsi, guru memulai dengan bertanya kepada siswa, siapa Gubernur Yogyakarta sekarang? kemudian siswa menjawab pertanyaan guru tentang nama Gubernur Yogyakarta. Guru memberikan beberapa pertanyaan berkaitan dalam kehidupan sehari-hari siswa, seperti alamat rumah, umur dan tanggal lahir siswa. Siswa menuliskan jawaban dari pertanyaanpertanyaan guru kemudian membacakan jawaban ke di depan kelas.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 d. Orientasi Orientasi bertujuan untuk menjelaskan tujuan yang akan dicapai hari ini kepada siswa. Guru menjelaskan tujuan pelajaran pada hari tersebut tentang menunjukkan dan menulis bilangan Romawi, kemudian guru menyiapkan benda-benda atau media yang akan digunakan untuk menanamkan konsep bilangan Romawi kepada siswa. e. Kegiatan inti Kegiatan inti dimulai dengan guru membagi siswa siswa menjadi beberapa kelompok, (6 kelompok @ 4 siswa), ketika membagi kelompok guru juga membagikan media lingkaran bilangan Romawi kepada masing-masing kelompok. Setelah siswa duduk dalam 1 kelompok guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS), siswa diberi permasalahan oleh guru dengan memasangkan bilangan Romawi dengan bilangan cacah yang dikerjakan secara kelompok, soal tersebut berfungsi untuk merangsang siswa memecahkan masalah dengan menggunakan media lingakaran bilangan Romawi, contoh soal: 1. XXI a. 11 2. XLIX b. 75 3. XXXVIII c. 38 4. LXXV d. 49 5. XI e. 21

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Siswa memasangkan dalam bilangan kelompok Romawi memecahkan dengan bilangan masalah cacah menggunakan lingkaran bilangan Romawi. Dalam memecahkan masalah, siswa berdiskusi dengan teman kelompok menggunakan media lingkaran bilangan Romawi. Selama siswa berdiskusi dalam kelompok, guru sebagai fasilitator berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain untuk melihat proses pekerjaan siswa dalam kelompok dan menjawab pertanyaan siswa yang kurang paham. Setelah kegiatan diskusi selesai guru meminta beberapa kelompok untuk maju di depan kelas mempresentasikan hasil diskusi mereka dalam menunjukkan dan menulis lambang bilangan Romawi. Kelompok yang diminta maju yaitu kelompok 1, 3 dan 5. Guru tidak meminta seluruh kelompok untuk mempresentasikan di depan kelas dengan alaasan untuk menyingkat waktu. Setelah setiap kelompok selesai presentasi, guru memberi kesempatan pada kelompok lain untuk menanggapi hasil pekerjaan kelompok yang presentasi di depan kelas. Beberapa siswa bertanya tentang cara pengerjaan soal yang dianggap masih kurang jelas, adapula yang menganggapi suara kelompok ketika presentasi tidak jelas, kurang keras ketika berbicara. Guru memberikan saran dan pembetulan apabila ada jawaban yang kurang tepat kepada kelompok yang presentasi dengan menggunakan lingkaran bilangan Romawi. Guru dan siswa juga menyimpulkan materi yang dipelajari yaitu

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 menunjukkan dan menuliskan lambang bilangan Romawi. Kegiatan inti diakhiri dengan siswa mengerjakan latihan soal dalam LKS yang telah dipersiapkan peneliti tentang menunjukkan dan menulis lambang bilangan Romawi. f. Kegiatan akhir Guru mengajak siswa merefleksikan pelajaran pada hari ini baik secara lisan maupun tertulis, “kesulitan apa yang kalian alami dalam belajar mengenal dan menulis bilangan Romawi?”. Siswa diminta untuk mempelajari materi yang telah dipelajari yaitu menulis lambang bilangan Romawi, karena pada pertemuan ketiga siswa akan mengerjakan soal ulangan untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi. Kegiatan akhir ditutup dengan mengucapkan salam antara guru dan siswa. 3. Pertemuan III Kegiatan pembelajaran pada pertemua ketiga dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 11 April 2014. Peneliti telah mempersiapkan media pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran berpedoman pada RPP yang telah disusun peneliti. Pada pertemuan ketiga siklus 1, siswa dan guru berdiskusi tentang materi lambang bilangan Romawi yang telah dibahas pada pertemuan I dan pertemuan II dengan menggunakan pendekatan PMRI. Kemudian guru meminta siswa mengerjakan soal

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 evaluasi yang digunakan sebagai ulangan harian siswa untuk mengtahui tingkat pemahaman siswa. a Kegiatan awal Guru mengucapkan salam kepada siswa ketika masuk dalam kelas, kemudian guru mengajak siswa berdoa. Sebelum memulai pelajaran guru terlebih dahulu mengabsen kehadiran siswa. b Motivasi Motivasi dilakukan untuk membuat kegiatan pembelajaran menyenangkan dan membangkitkan semangat siswa agar dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan kondusif. Guru mengajak siswa bernyanyi dengan judul “balonku ada lima”. Guru mengaitkan lagu yang dinyanyikan dengan materi lambang bilangan Romawi, 5 - 1 = 4 (V - I = IV). c Apersepsi Kegiatan apersepsi pada pertemuan ketiga, dilakukan untuk mengingatkan siswa pada materi yang telah dipelajari pada pertemuan I dan pertemuan II. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa dan siswa diminta menjawab pertanyaan berkaitan tentang menuliskan lambang bilangan Romawi.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 d Orientasi Guru menjelaskan tujuan pelajaran pada pertemuan ketiga tentang mengerjakan soal evaluasi mandiri lambang bilangan Romawi yang telah disiapkan peneliti. e Kegiatan inti Setelah guru bertanya jawab dengan siswa, guru memberikan penguatan pada kesimpulan yang telah dibuat siswa dengan membahasnya bersama. Kemudian siswa diminta untuk menyiapkan diri mengerjakan soal ulangan, siswa memasukkan buku latihan dan catatan, dan menyiapkan alat tulis. Guru membagikan soal ulangan kepada siswa. Siswa mengerjakan soal ulangan dengan baik dan tertib. Setelah semua siswa selesai mengerjakan soal ulangan, siswa diminta untuk mengisi lembar skala kemandirian yang telah dipersiapkan peneliti. f Kegiatan penutup Kegiatan akhir ditutup dengan mengucapkan salam antara guru dan siswa. C. Pengamatan Dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan, peneliti melakukan kegiatan observasi dan membagikan skala pada akhir siklus I. Kegiatan observasi merupakan salah satu cara peneliti untuk mengumpulkan data tentang kemandirian siswa yang dijabarkan dalam rubrik observasi siswa. Kegiatan observasi dilakukan ketika kegiatan proses pembelajaran sedang

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 berlangsung, peneliti mengamati aktivitas siswa yang menunjukkan adanya kemadirian pada siswa, aktivitas dalam kelompok, tindakan yang dilakukan siswa ketika presentasi maupun berani bertanya apabila ada materi yang kurang dipahami. Observasi yang dilakukan oleh peneliti berpedoman pada rubrik observasi yang telah dibuat. A. Kemandirian Siswa Pengumpulan data untuk memperoleh kemandirian siswa dengan cara observasi dan skala yang diikuti kelas IV dengan jumlah 26 siswa. Tabel 4.3 Data Nilai Kemandirian Siswa Berdasarkan Observasi dan Skala Siklus I No Nama Rata-rata Observasi Pertemuan I dan II Skala Rata-rata Keterangan 1 A 50 64,13 57,06 Rendah 2 B 76,31 70,65 73,48 Sedang 3 C 50 76,09 63,04 Rendah 4 D 76,31 83,69 80 Tinggi 5 E 60,52 70,65 65,59 Sedang 6 F 86,84 68,48 77,66 Sedang 7 G 89,47 80,43 84,95 Tinggi 8 H 76,31 80,43 78,37 Sedang 9 I 86,84 89,13 87,98 Tinggi 10 J 68,42 73,91 71,16 Sedang 11 K 76,31 67,39 71,85 Sedang 12 L 60,52 78,26 69,39 Sedang 13 M 92,11 63,04 77,57 Sedang 14 N 60,52 85,87 73,19 Sedang 15 O 44,73 72,83 58,78 Rendah 16 P 76,31 91,3 83,8 Tinggi 17 Q 50 88,04 69,02 Sedang

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 No Nama 18 R 19 Rata-rata Observasi Skala Rata-rata Keterangan 78,94 55,43 67,19 Sedang S 78,94 83,69 81,32 Tinggi 20 T 60,52 93,48 77 Sedang 21 U 84,21 59,78 71,99 Sedang 22 V 76,31 68,48 72,39 Sedang 23 W 57,89 71,74 64,82 Rendah 24 X 71,05 57,61 64,33 Rendah 25 Y 73,68 98,91 86,29 Tinggi 26 Z 63,15 60,87 62,01 Rendah Jumlah 1868,42 1954,23 1911,32 - Rata-rata 71,86 75,18 73,52 Sedang Pertemuan I dan II Dari data nilai di atas dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata kemandirian berdasarkan observasi sebesar 71,86 dan berdasarkan skala sebesar 75,18. Dari data di atas dapat diketahui rata-rata kemandirian siswa adalah 73,52 termasuk dalam kategori sedang. Sebanyak 6 siswa dari 26 siswa (23%) termasuk dalam kategori rendah. Sebanyak 14 siswa dari 26 siswa (54%) termasuk dalam sedang. Sebanyak 6 siswa dari 26 siswa (23%) termasuk dalam kategori tinggi. B. Prestasi Belajar Data untuk mengetahui prestasi belajar dapat diperoleh dari hasil evaluasi dalam bentuk tes yang dikerjakan siswa pada akhir siklus I yang diikuti oleh siswa kelas IV dengan jumlah 26 siswa.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Tabel 4.4 Data Prestasi Belajar Siklus I No Nama Nilai (KKM Ketuntasan 70) Ya √ Tidak 1 Wil 71.65 2 Bra 31.5 3 Mar 75 √ 4 Ria 70 √ 5 Kev 75 √ 6 Alb 66.6 7 El 86,6 √ 8 And 95 √ 9 Lin 80 √ 10 De 75 √ 11 Eas 78.3 √ 12 Ek 70 √ 13 Ri 83,3 √ 14 Reg 76.6 √ 15 Del 65 16 Oli 70 17 Raf 65 18 An 70 √ 19 Sat 83 √ 20 Dhi 70 √ 21 Yak 68 √ 22 Yos 61.6 √ 23 Dro 70 24 Ang 60 25 Glo 80 26 Cel 56.65 Jumlah 1683,9 Rata-rata 64,76 Nilai tertinggi 95 Nilai terendah 31.5 Persentase siswa tuntas 69% (18 siswa) Persentase siswa tidak tutas 31% (8 siswa) √ √ √ √ √ √ √ √ √

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Dari data di atas dapat diketahui rata-rata hasil ulangan matematika siklus I yang diikuti 26 siswa kelas IV yaitu 64,76. Sebanyak 18 siswa dari 26 siswa (69%) mendapatkan nilai di atas KKM dan 8 siswa dari 26 siswa (31%) mendapatkan nilai di bawah KKM. D. Refleksi 1. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian pada siklus I. Tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran cukup baik. Guru mampu menguasai kelas dengan baik sehingga suasana belajar di dalam kelas cukup kondusif karena sebelum pembelajaran dimulai guru membuat aturan yang telah disepakati antara guru dan siswa sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Kekurangan pada pertemuan pertama, siswa belum terbiasa dengan pendekan PMRI yang digunakan guru. Beberapa siswa masih kebingungan ketika menyelesaikan tugas kelompok yang diberikan guru. Ketika siswa menyelesaikan tugas kelompok, guru sebagai fasilitator membantu siswa yang kebingungan sehingga siswa dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Hambatan yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan penelitian pada siklus I yaitu. a. Siswa tidak terbiasa menyelesaikan tugas kelompok yang diberikan guru bersama teman-teman kelompok, siswa cenderung ramai dan

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 membahas hal-hal lain diluar pelajaran, sehingga beberapa kelompok tidak tepat waktu dalam menyelesaikan tugas kelompok. b. Beberapa siswa kurang mampu memanfaatkan media yang dibagikan guru kepada masing-masing kelompok, sehingga siswa membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menyelesaikan tugas kelompok Hal-hal yang perlu diperhatikan dan diperbaiki oleh peneliti dan guru dalam pelaksanaan kegiatan penelitian pada siklus I yaitu. a. Pengolahan waktu yang dilakukan guru dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang perlu diperhatikan, sehingga pembagian waktu kegiatan awal kegiatan akhir dan penutup sesuai dengan RPP yang dibuat. b. Beberapa kegiatan pembelajaran yang dituliskan dalam RPP tidak dilaksanakan dan beberapa kegiatan terbalik-balik. c. Lebih diperjelas dalam penggunaan media kepada siswa, sehingga penggunaan media dalam menyelesaikan masalah menjedi lebih optimal. 2. Hasil Belajar Hasil penelitian tentang kemandirian siswa dari kondisi awal adalah 54,89 kemudian meningkat menjadi 73,52 dan sudah mencapai kriteria keberhasilan siklus I sebesar 70. Sedangkan prestasi belajar siswa dari kondisi awal adalah 67,6 dengan persentase ketuntasan KKM kelas sebesar 48% dengan siswa yang mencapai KKM adalah 12 dari 25

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 siswa (48%) dan siswa yang tidak mencapai KKM adalah 13 dari 25 siswa (52%). Pada siklus I menunjukkan peningkatan yaitu prestasi belajar siswa 64,76 dan siswa yang mencapai KKM adalah 18 dari 26 siswa (69%) dan siswa yang tidak mencapai KKM adalah 8 dari 26 siswa (31%). Prestasi belajar dalam bentuk tes yang diperoleh masih belum mencapai kriteria keberhasilan yang telah ditentukan sebesar 75. Dengan demikian, peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian ke siklus II karena hasil peningkatan prestasi belajar belum mencapai kriteria prestasi belajar sebesar 75 yaitu 64,76. Sebelum peneliti melakukan penelitian ke siklus II, peneliti melakukan perbaikan dalam proses kegiatan pembelajaran. Perbaikan yang dilakukan peneliti yakni, dengan menyusun kegiatan pembelajaran yang lebih menarik dari siklus I. Hal ini dilakukan dengan harapan pada siklus II, hasil prestasi belajar dalam bentuk tes siswa mampu mencapai kriteria keberhasilan yang sudah ditentukan. Dokumen kegiatan pembelajaran selama siklus I berupa foto-foto yang dapat dilihat pada lampiran. 4.1.2.2 Siklus II Kegiatan siklus II dilaksanakan selama 2 kali pertemuan yaitu tanggal 15 April 2014, dan 19 April 2014. Materi pembelajaran yang diajarkan pada siklus II adalah menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya dengan menggunakan aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 A. Perencanaan Penelitian II Perencanaan yang dilakukan pada penelitian II tidak jauh berbeda dengan perencanaan pada siklus I. Peneliti mempersiapkan materi pelajaran tentang menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya dengan mengguna kan aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan, perangkat pembelajaran yang disiapkan peneliti yaitu, Silabus, RPP, LKS, soal evaluasi, media pembelajaran, lembar skala dan lembar observasi. B. Pelaksanaan Penelitian II 1. Pertemuan I Kegiatan pembelajaran siklus II dimulai pada hari Selasa tanggal 15 April 2014. Peneliti telah mempersiapkan media pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran berpedoman pada RPP yang telah disusun peneliti. Pada pertemuan pertama siklus II, guru mengajar matematika menggunakan pendekatan PMRI. Materi yang diajarkan pada pertemuan pertama adalah menyelesaikan masalah bilangan Romawi dengan menggunakan aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan. a. Kegiatan awal Guru mengucapkan salam kepada siswa ketika masuk dalam kelas, kemudian guru mengajak siswa berdoa. Sebelum

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 memulai pelajaran guru terlebih dahulu mengabsen kehadiran siswa. b. Motivasi Motivasi dilakukan untuk membuat kegiatan pembelajaran menyenangkan dan membangkitkan semangat siswa agar dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan kondusif. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan mencocokkan potongan puzzle yang diberikan kepada setiap siswa yang jika digabungkan akan membentuk suatu pertanyaan. c. Apersepsi Apersepsi dilakukan agar guru mengetahui sejauh mana pemahaman siswa dan menghubungkan apa yang akan dilakukan siswa dengan materi yang akan dipelajari. Guru bertanya kepada siswa, C + X + X + X + (X – I) dari potongan puzzle yang dibagikan guru kepada siswa, kemudian siswa menjawab pertanyaan tanpa ditunjuk guru C + X + X + X + (X – I) = 139. Apersepsi sederhana tersebut mengantarkan siswa masuk pada materi pelajaran yaitu mengenal lambang bilangan Romawi . d. Orientasi Sebelum masuk pada kegiatan inti guru menyampaikan tujuan pelajaran hari tersebut tentang menggunakan aturan penjumlahanm pengurangan dan gabungan dalam menulis bilangan Romawi. Siswa menanggapi guru dengan mencatat hal-hal penting

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 yang disampaikan guru. Guru menyiapkan media pembelajaran yang digunakan untuk memudahkan guru menanamkan konsep bilangan Romawi kepada siswa. e. Kegiatan inti Guru meminta siswa berkumpul dalam kelompok sesuai dengan kecocokan potongan puzzle yang diberikan guru. Kemudian setelah pembagian kelompok, siswa diberi permasalahan oleh guru dengan memasangkan bilangan Romawi dengan bilangan cacah yang dikerjakan secara kelompok, soal tersebut berfungsi untuk merangsang siswa memecahkan permasalahan dengan menggunakan media lingkaran bilangan Romawi. Siswa berdiskusi dengan teman kelompok dalam memecahkan masalah. Kemudian guru meminta beberapa kelompok untuk maju mempresentasikan hasil diskusi. Siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan memasangkan bilangan Romawi dengan bilangan cacah di papan tulis dengan menggunakan media. Siswa lain menanggapi hasil pekerjaan teman yang presentasi. Kemudian guru memberikan pembetulan apabila ada jawaban yang masih kurang tepat dan memberikan penguatan tentang aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi menggunakan lingkaran bilangan Romawi. Kegiatan inti diakhiri dengan siswa mengerjakan soal latihan tentang aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 f. Kegiatan akhir Guru mengajak siswa merefleksikan pelajaran pada hari ini baik secara lisan maupun tertulis, “kesulitan apa yang kalian alami dalam belajar mengenal dan menulis bilangan Romawi?”. Sebagai tindak lanjut, siswa diminta mengerjakan soal latihan tentang aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi. Kegiatan akhir ditutup dengan mengucapkan salam antara guru dan siswa. 2. Pertemuan II Kegiatan pembelajaran pada pertemua kedua dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 April 2014. Peneliti telah mempersiapkan media pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran berpedoman pada RPP yang telah disusun peneliti. Pada pertemuan ketiga siklus II, siswa dan guru berdiskusi tentang materi aturan lambang bilangan Romawi yang telah dibahas pada pertemuan I dengan menggunakan pendekatan PMRI. Kemudian guru meminta siswa mengerjakan soal evaluasi yang digunakan sebagai ulangan harian siswa untuk mengtahui tingkat pemahaman siswa. a. Kegiatan awal Guru mengucapkan salam kepada siswa ketika masuk dalam kelas, kemudian guru mengajak siswa berdoa. Sebelum

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 memulai pelajaran guru terlebih dahulu mengabsen kehadiran siswa. b. Apersepsi Kegiatan apersepsi pada pertemuan kedua, dilakukan untuk mengingatkan siswa pada materi yang telah dipelajari pada pertemuan I. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang menulis bilangan Romawi dan menyelesaikan masalah bilangan Romawi menggunakan aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan. c. Orientasi Guru menjelaskan tujuan pelajaran pada pertemuan ketiga tentang mengerjakan soal evaluasi mandiri lambang bilangan Romawi yang telah disiapkan peneliti. d. Kegiatan inti Setelah guru bertanya jawab dengan siswa, guru memberikan penguatan pada kesimpulan yang telah dibuat siswa dengan membahasnya bersama. Kemudian siswa diminta untuk menyiapkan diri mengerjakan soal ulangan, siswa memasukkan buku latihan dan catatan, dan menyiapkan alat tulis. Guru membagikan soal ulangan kepada siswa. Siswa mengerjakan soal ulangan dengan baik dan tertib. Setelah semua siswa selesai mengerjakan soal ulangan, siswa diminta untuk mengisi lembar skala kemandirian yang telah dipersiapkan peneliti.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 e. Kegiatan penutup Kegiatan akhir ditutup dengan mengucapkan salam antara guru dan siswa C. Pengamatan Dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan, peneliti melakukan kegiatan observasi dan membagikan skala pada akhir siklus II. Kegiatan observasi dilakukan ketika kegiatan proses pembelajaran sedang berlangsung, peneliti mengamati aktivitas siswa yang menunjukkan adanya kemadirian pada siswa, aktivitas dalam kelompok, tindakan yang dilakukan siswa ketika presentasi maupun berani bertanya apabila ada materi yang kurang dipahami. Observasi yang dilakukan oleh peneliti berpedoman pada rubrik observasi yang telah dibuat. A. Kemandirian Siswa Pengumpulan data untuk memperoleh kemandirian siswa dengan cara observasi dan skala yang diikuti kelas IV dengan jumlah 26 siswa.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Tabel 4.5 Data Nilai Kemandirian Siswa Berdasarkan Observasi dan Skala Siklus II No Nama Observasi Skala Rata-rata Keterangan 1 A 63,16 68,48 65,82 Sedang 2 B 78,95 69,56 74,25 Sedang 3 C 57,89 76,09 66,99 Sedang 4 D 78,95 73,91 76,43 Sedang 5 E 63,16 85,87 74,51 Sedang 6 F 89,47 66,3 77,88 Sedang 7 G 89,47 82,6 86,03 Tinggi 8 H 84,21 84,78 84,49 Tinggi 9 I 89,47 89,13 89,3 Tinggi 10 J 78,95 81,52 80,23 Tinggi 11 K 84,21 65,28 74,74 Sedang 12 L 73,68 72,83 73,25 Sedang 13 M 94,74 63,04 78,89 Sedang 14 N 78,95 78,26 78,61 Sedang 15 O 89,47 88,04 88,75 Tinggi 16 P 78,95 76,09 77,52 Sedang 17 Q 63,16 98,91 81,03 Tinggi 18 R 89,47 96,74 93,11 Sangat Tinggi 19 S 84,21 86,96 85,58 Tinggi 20 T 78,95 73,91 76,43 Sedang 21 U 84,21 68,48 76,34 Sedang 22 V 78,95 71,74 75,34 Sedang 23 W 73,68 79,35 76,51 Sedang 24 X 89,47 61,96 75,71 Sedang 25 Y 84,21 73,91 79,06 Sedang 26 Z 78,95 61,96 70,23 Sedang 79,96 76,75 78,35 Sedang Rata-rata

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Dari data nilai di atas dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata kemandirian berdasarkan observasi sebesar 79,96 dan berdasarkan skala sebesar 76,75. Dari data di atas dapat diketahui rata-rata kemandirian siswa adalah 78,35 termasuk dalam kategori sedang. Sebanyak 18 siswa dari 26 siswa (69,2%) termasuk dalam kategori sedang. Sebanyak 7 siswa dari 26 siswa (26,9%) termasuk dalam kategori tinggi. Sebanyak 1 siswa dari 26 siswa (3,9%) termasuk dalam kategori sangat tinggi. B. Prestasi Belajar Data untuk mengetahui prestasi belajar dapat diperoleh dari hasil evaluasi dalam bentuk tes yang dikerjakan siswa pada akhir siklus I yang diikuti oleh siswa kelas IV dengan jumlah 26 siswa. Tabel 4.6 Data Prestasi Belajar Siklus II No Nama Nilai (KKM 70) Ketuntasan Ya 1 A 80 √ 2 B 76,67 √ 3 C 80 √ 4 D 76,67 √ 5 E 83,3 √ 6 F 80 √ 7 G 96,67 √ 8 H 90 √ 9 I 86,67 √ 10 J 90 √ 11 K 83,3 √ 12 L 73,3 √ 13 M 86,67 √ 14 N 83,3 √ 15 O 76,67 √ Tidak

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 No Nama Nilai (KKM 70) Ketuntasan Ya 16 P 80 √ 17 Q 83,3 √ 18 R 73,3 √ 19 S 86,67 √ 20 T 60 21 U 80 √ 22 V 70 √ 23 W 83,3 √ 24 X 70 √ 25 Y 83,3 √ 26 Z 70 √ Jumlah 2083,33 Rata-rata 80,13 Nilai tertinggi 96,67 Nilai terendah 60 Persentase siswa tuntas 96,2% (25 siswa) Persentase siswa tidak tutas 3,8% (1 siswa) Tidak √ Dari data di atas dapat diketahui rata-rata hasil ulangan matematika siklus II yang diikuti 26 siswa kelas IV yaitu 80,13. Sebanyak 25 siswa dari 26 siswa (96,2%) mendapatkan nilai di atas KKM dan 1 siswa dari 26 siswa (3,8%) mendapatkan nilai di bawah KKM. Berdasarkan hasil analisis data pada siklus II, penelitian sudah dikatakan berhasil karena telah melampaui kriteria keberhasilan sebesar 75.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 D. Refleksi 1. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian pada siklus II, Tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran cukup baik. Siswa sudah terbiasa dengan pendekan PMRI yang digunakan guru. Pada pelaksanaan pembelajaran siklus II, siswa dapat beradaptasi dalam proses pembelajaran dengan baik. Siswa bertanya langsung kepada guru apabila ada materi yang kurang di pahami dan kebingungan dalam menyelesaikan tugas. Guru sebagai fasilitator membantu siswa yang kebingungan sehingga siswa dapat memecahkan permasalahan soal dengan baik. Guru cukup bisa mengkondisikan keadaan kelas, karena sebelum pembelajaran dimulai guru membuat aturan yang telah disepakati antara guru dan siswa seperti pada pelaksanaan pembelajaran siklus I, sehingga suasana kelas dalam pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan kondusif. Hambatan yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan penelitian pertemuan pertama pada siklus II yaitu. a. Materi siklus II lebih sulit daripada materi siklus I. Guru harus memahami materi dan dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa secara kontekstual. Ketika siswa mengerjakan tugas, guru berkeliling kelas membantu siswa memecahkan masalah tersebut.

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 b. Kurang mempersiapkan ruang kelas yang nantinya siswa akan duduk secara berkelompok untuk menyelesaikan tugas-tugas yang akan diberikan guru. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan diperbaiki oleh peneliti dan guru dalam pelaksanaan kegiatan penelitian pada siklus II yaitu. a. Pengolahan waktu yang dilakukan guru dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang perlu diperhatikan, sehingga pembagian waktu kegiatan awal kegiatan akhir dan penutup sesuai dengan RPP yang dibuat. b. Beberapa kegiatan pembelajaran yang dituliskan dalam RPP tidak dilaksanakan dan beberapa kegiatan terbalik-balik. 2. Hasil Belajar Hasil penelitian tentang kemandirian siswa dari siklus I adalah 73,52 kemudian meningkat menjadi 78,35 dan sudah mencapai kriteria keberhasilan siklus II sebesar 70. Sedangkan prestasi belajar siswa dari kondisi I adalah 64,76 dengan persentase ketuntasan KKM kelas sebesar 69% dengan siswa yang mencapai KKM adalah 18 dari 26 siswa (69%) dan siswa yang tidak mencapai KKM adalah 8 dari 26 siswa (31%). Pada siklus II menunjukkan peningkatan yaitu prestasi belajar siswa 80,13 dan siswa yang mencapai KKM adalah 25 dari 26 siswa (96,2%) dan siswa yang tidak mencapai KKM adalah 1 dari 26 siswa (3,8%). Prestasi belajar dalam bentuk tes yang diperoleh sudah

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 mencapai kriteria keberhasilan yang telah ditentukan sebesar 75 dan siswa yang mencapai KKM lebih dari 75%. Pada penelitian siklus II, hasil penelitian tentang kemandirian siswa dan prestasi belajar dalam bentuk tes yang diperoleh sudah mencapai kriteria keberhasilan yang telah ditentukan. Kegiatan pembelajaran yang telah disusun peneliti mampu meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar siswa. hal ini dibuktikan dengan tercapainya kriteria keberhasilan yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan demikian, peneliti memutuskan untuk tidak melanjutkan penelitian ke siklus selanjutnya. Dokumen kegiatan pembelajaran selama siklus II berupa foto-foto yang dapat dilihat pada lampiran. 4.2 Pembahasan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta. Proses pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar menggunakan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas IV SD Kanisius Gayam. Kegiatan Pembelajaran yang telah dilakukan berjalan seperti yang telah direncanakan, yaitu terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Peneliti menggunakan dua variabel dalam penelitian, yaitu: peningkatan kemandirian dan prestasi belajar siswa. Perhitungan kemandirian menggunakan lembar observasi dan skala. Perhitungan prestasi belajar menggunakan nilai evaluasi berupa tes yang dikerjakan siswa pada setiap akhir siklus.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 4.2.1 Kemandirian Siswa Peneliti memperoleh data tentang kemandirian siswa dengan menggunakan observasi dan skala. Peneliti menggunakan skala untuk mengetahui kondisi awal kemandirian siswa yang dilaksanakan pada pra siklus. Skala yang digunakan oleh peneliti memuat sepuluh indikator kemandirian yang harus dimiliki oleh siswa. Siswa dikatakan mandiri apabila memuat sepuluh indikator. Kesepuluh indikator tersebut dijabarkan mejadi beberapa pernyataan. Berdasarkan hassil observasi dan skala yang dilaksanakan pada pra siklus, akhir siklus I dan siklus II didapat hasil peningkatan kemandirian belajar yang cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4.7 Rata-rata Kemandirian Siswa No Nama Kondisi Awal Siklus I Siklus II 1 A 43,47 Sangat Rendah 57,06 Rendah 65,82 Sedang 2 B 44,56 Sangat Rendah 73,48 Sedang 74,25 Sedang 3 C 48,91 Sangat Rendah 63,04 Rendah 66,99 Sedang 4 D 54,35 Sangat Rendah 80 Tinggi 76,43 Sedang 5 E 53,26 Sangat Rendah 65,59 Sedang 74,51 Sedang 6 F 48,91 Sangat Rendah 77,66 Sedang 77,88 Sedang 7 G 63,04 Rendah 84,95 Tinggi 86,03 Tinggi 8 H 66,3 Sedang 78,37 Sedang 84,49 Tinggi 9 I 64,13 Rendah 87,98 Tinggi 89,3 Tinggi 10 J 63,04 Rendah 71,16 Sedang 80,23 Tinggi 11 K 58,69 Rendah 71,85 Sedang 74,74 Sedang 12 L 54,35 Sangat Rendah 69,39 Sedang 73,25 Sedang 13 M 56,52 Rendah 77,57 Sedang 78,89 Sedang 14 N 54,35 Sangat Rendah 73,19 Sedang 78,61 Sedang 15 O 56,52 Rendah 58,78 Rendah 88,75 Tinggi 16 P 50 Sangat Rendah 83,8 Tinggi 77,52 Sedang 17 Q 51,08 Sangat Rendah 69,02 Sedang 81,03 Tinggi

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 No Nama 18 R 54,35 Sangat Rendah 67,19 Sedang 93,11 Sangat Tinggi 19 S 53,26 Sangat Rendah 81,32 Tinggi 85,58 Tinggi 20 T 54,35 Sangat Rendah 77 Sedang 76,43 Sedang 21 U 54,43 Sangat Rendah 71,99 Sedang 76,34 Sedang 22 V 53,26 Sangat Rendah 72,39 Sedang 75,34 Sedang 23 W 56,52 Rendah 64,82 Rendah 76,51 Sedang 24 X 60,87 Rendah 64,33 Rendah 75,71 Sedang 25 Y 57,60 Rendah 86,29 Tinggi 79,06 Sedang 26 Z 50 Sangat Rendah 62,01 Rendah 70,23 Sedang 1427,17 - 1911,32 - 2037,37 - 54,89 Sangat Rendah 73,52 Sedang 78,35 Sedang Jumlah Rata-rata Kondisi Awal Siklus I Siklus II Dari hasil analisis data di atas, kemandirian siswa terlihat mengalami peningkatan dari kondisi awal siswa sebelum melakukan penelitian, siklus I dan siklus II. Pada kondisi awal sebelum melakukan penelitian menggunakan pendekatan PMRI rata-rata kemandirian siswa kelas IV adalah 54,89 dan termasuk dalam kategori sangat rendah. Siswa yang memiliki kemandirian sangat rendah 16 dari 26 siswa (61,5%), siswa yang memiliki kemandirian rendah 9 dari 26 siswa (34,6%), dan siswa yang memiliki kemandirian sedang 1 dari 26 siswa (3,9%). Pada siklus I setelah melakukan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI terjadi peningkatan kemandirian siswa kelas IV yaitu 73,52 dan termasuk dalam kategori sedang. Sebanyak 6 siswa dari 26 siswa (23%) termasuk dalam kategori rendah. Sebanyak 14 siswa dari 26 siswa (54%) termasuk dalam sedang. Sebanyak 6 siswa dari 26 siswa (23%) termasuk dalam kategori tinggi. Kemandirian siswa pada siklus I yaitu 73,52 dan sudah mencapai kriteria keberhasilan siklus I sebesar 70. Peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian ke siklus II untuk memantapkan kemandirian siswa pada

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 mata pelajaran matematika. Pada siklus II setelah melakukan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI terjadi peningkatan kemandirian siswa kelas IV yaitu 78,35 termasuk dalam kategori sedang. Sebanyak 18 siswa dari 26 siswa (69,2%) termasuk dalam kategori sedang. Sebanyak 7 siswa dari 26 siswa (26,9%) termasuk dalam kategori tinggi. Sebanyak 1 siswa dari 26 siswa (3,9%) termasuk dalam kategori sangat tinggi.Dengan hasil rata-rata kemandirian siswa 78,35 dan sudah mencapai kriteria keberhasilan siklus II yaitu 70, maka penelitian tidak dilanjutkan. 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 70 54 73 78 73 54 70 54 Kondisi awal Kriteria Keberhasilan Siklus I Siklus II Kondisi Awal Akhir Siklus I Akhir Siklus II Gambar 4.1 Peningkatan Skor Rata-rata Kemandirian Siswa 4.2.2 Prestasi Belajar Peneliti memperoleh data tentang prestasi belajar siswa dari hasil evaluasi dalam bentuk tes yang dilaksanakan pada akhir siklus I dan siklus II. Peningkatan prestassi belajar siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Tabel 4.8 Nilai Prestasi Belajar Siswa Kelas IV Setelah Tindakan No Nama Kondisi Awal (Rata-rata) Nilai Siklus I Ketuntasan Ya Tidak Ketuntasan Ya 80 √ 76,67 √ √ 80 √ 70 √ 76,67 √ E 75 √ 83,3 √ 6 F 66.6 80 √ 7 G 86,6 √ 96,67 √ 8 H 95 √ 90 √ 9 I 80 √ 86,67 √ 10 J 75 √ 90 √ 11 K 78.3 √ 83,3 √ 12 L 70 √ 73,3 √ 13 M 83,3 √ 86,67 √ 14 N 76.6 √ 83,3 √ 15 O 65 76,67 √ 16 P 70 80 √ 17 Q 65 83,3 √ 18 R 70 √ 73,3 √ 19 S 83 √ 86,67 √ 20 T 70 √ 60 21 U 68 √ 80 √ 22 V 61.6 √ 70 √ 23 W 70 83,3 √ 24 X 60 70 √ 25 Y 80 83,3 √ 26 Z 56.65 √ 70 √ 1 A 71.65 2 B 31.5 3 C 75 4 D 5 Jumlah Persentase Rata-rata √ Nilai Siklus II √ √ √ √ √ √ √ √ Tidak √ T TT 1683,9 18 8 2083,33 25 1 48% 52% - 69% 31% - 96,2% 3,8% 64,76 - - 80,13 - - 67,6

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Data prestasi belajar yang diperoleh dari jumlah rata-rata hasil evaluasi yang diberikan pada akhir siklus I dan akhir siklus II. Pemberian evaluasi diberikan pada siswa kelas IV dengan jumlah 26 siswa. Sebelum melakukan penelitian, nilai kondisi awal siswa adalah 67,6. Siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM adalah 12 dari 25 siswa (48%) dan 13 dari 25 siswa (52%) mendapatkan nilai di bawah KKM. Pada siklus I setelah melakukan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI, siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM adalah 18 dari 26 siswa (69%) dan 8 dari 26 siswa (31%) mendapatkan nilai di bawah KKM. Berdasarkan rata-rata nilai evaluasi siklus I yaitu 64,76, prestasi belajar dalam bentuk tes yang diperoleh masih belum mencapai kriteria keberhasilan yang telah ditentukan sebesar 75. Pada siklus II, setelah melakukan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI, siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM adalah 25 dari 26 siswa (96,2%) dan 1 dari 26 siswa (3,8%) mendapatkan nilai di bawah KKM. Berdasarkan rata-rata nilai evaluasi siklus II yaitu 80,13 dan sudah mencapai kriteria keberhasilan yang telah ditentukan sebesar 75. Dari paparan di atas menunjukkan bahwa terjadi perubahan hasil prestasi belajar dari kondisi awal siswa sebesar 67,6 kemudian pada siklus I mengalami penurunan prestasi belajar sebesar 64,76. Dari hasil prestasi belajar siklus I yang belum mencapai kriteria keberhasilan sebesar 75, peneliti memutuskan untuk melajutkan penelitian pada siklus II. Pada siklus II terjadi peningkatan prestasi belajar menjadi 80,13 dan sudah mencapai keberhasilan.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 90 75 80 68 80.13 75 65 68 68 65 Kondisi Awal 70 Kriteria Keberhasilan siklus Siklus I 60 50 40 30 20 Siklus II 10 0 Kondisi Awal Akhir Siklus I Akhir Siklus II Gambar 4.2 Peningkatan Skor Rata-rata Prestasi Belajar Siswa 120% 96% 100% 75% 75% 80% 69% 48% 48% 75% 69% 48% 60% Kondisi Awal Kriteria Keberhasilan Siklus 40% Siklus I 20% 0% Siklus II Kondisi Awal Akhir Siklus I Akhir Siklus II Gambar 4.3 Persentase Pencapaian KKM Dari hasil observasi dan skala yang dilakukan peneliti pada pra siklus, siklus I dan siklus II serta hasil prestasi belajar menggunakan evaluasi yang dilaksanakan pada siklus I dan siklus II yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal tersebut dapat dillihat dari tingkat kemandirian siswa pada kondisi awal siswa adalah 54 termasuk dalam kategori sangat rendah sampai akhir siklus II adalah 78 termasuk dalam kategori sedang yang mengalami peningkatan sebesar 24. Prestasi belajar siswa pada kondisi awal siswa adalah

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 68 sampai akhir siklus II adalah 80, 13 yang mengalami peningkatan sebesar 12,13 dan nilai siswa yang di atas KKM adalah 25 dari 26 siswa (96%). Berdasarkan pencapaian nilai ulangan tersebut, maka penelitian ini dihentikan sampai siklus II. Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan PMRI yang tepat dan sesuai dengan langkah-langkahnya dapat meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta. Faktor penting yang mendukung peningkatan kemandirian dan prestasi belajar siswa adalah peran guru dan penggunaan pendekatan PMRI. Peran guru dalam proses kegiatan pembelajaran sebagai fasilitator yang baik, ketika siswa dalam kelompok memecahkan masalah guru berkeliling ruang kelas untuk membantu siswa apabila kebingungan dalam menyelesaikan masalah, sehingga siswa mampu mengambil bagian dalam proses pembelajaran yang menyenangkan. Guru mampu memnggunakan pendekatan PMRI dengan baik, guru dapat mejelaskan materi yang sukar dengan menggunakan media yang kontekstual, siswa juga diajak berfikir mandiri dalam menyelesaikan soal-soal yang dibuat kontekstual berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan PMRI mampu menarik perhatian siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa merasa tertarik ketika guru mengajarkan bagaimana cara menggunakan media lingkaran bilangan Romawi yang membuat siswa bersemangat dan telibat aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga suasana belajar di kelas menyenangkan. Peran guru sebagai fasilitator serta

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 pendekatan PMRI sangat membantu siswa sehingga mampu meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Gayam pada mata pelajaran matematika.

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan pada siswa kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014 dapat disimpulkan sebagai berikut: 5.1.1 Penggunaan pendekatan PMRI pada materi lambang bilangan Romawi dalam upaya meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Gayam pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Langkah-langkah pendekatan PMRI yang dilakukan dalam penelitian adalah: 1) mengelompokkan siswa, 2) pemberian masalah kontekstual, 3) siswa menyelesaikan masalah kontekstual, 4) siswa mempresentasikan hasil penyelesaian masalah dan bernegosiasi, 5) penarikan kesimpulan. 5.1.2 Penggunaan pendekatan PMRI dapat meningkatkan kemandirian siswa kelas IV SD Kanisius Gayam. Hal ini nampak pada kondisi awal ratarata kemandirian siswa sebesar 54,89 dan termasuk dalam kategori sangat rendah, meningkat menjadi 78,35 dan termasuk dalam kategori sedang pada akhir siklus II. 5.1.3 Penggunaan pendekatan PMRI dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada siswa kelas IV SD Kanisius Gayam. Hal ini nampak pada kondisi awal rata-rata ulangan siswa adalah 67,6 dan sebanyak 12 122

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 dari 25 siswa (48%) mendapatkan nilai di atas KKM dan 13 dari 25 siswa (52%) mendapatkan nilai di bawah KKM, meningkat menjadi 80,13 dan sebanyak 25 dari 26 siswa (96,2%) mendapatkan nilai di atas KKM dan 1 dari 26 siswa (3,8%) mendapatkan nilai di bawah KKM pada akhir siklus II. 5.2 Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dari penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan PMRI membutuhkan waktu yang cukup banyak, sehingga peneliti dan guru harus memperhitungkan waktu yang akan digunakan pada setiap pertemuan. 5.3 Saran Sehubungan dengan hasil penelitian yang dilakukan ada beberapa saran yang dapat menjadi bahan yang perlu dipertimbangkan untuk kemajuan belajar di SD Kanisius Gayam, khususnya penggunaan pendekatan PMRI dalam upaya meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika. 5.2.1 Bagi Guru 1. Pendekatan PMRI merupakan pendekatan pembelajaran yang masih baru, sehingga cukup sulit diterapkan di kelas karena guru dan siswa belum terbiasa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI. Guru diharapkan mampu mengkondisikan kelas, guru memahami setiap

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 langkah dalam pendekatan PMRI dan melakukan setiap kegiatan yang tertulis dalam RPP yang telah direncanakan dengan baik sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. 2. Pada materi penggunaan aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan dalam menulis lambang bilangan Romawi, masih ada siswa yang tidak bisa membedakan penggunaan aturan penjumlanan dan pengurangan dalam menulis lambang bilangan Romawi sehingga langkah-langkah pengerjaan siswa sama antara penggunaan aturan penjumlahan dan pengurangan. Jadi, guru harus benar-benar detail ketika menjelaskan penggunaan setiap aturan dalam menulis lambang bilangan Romawi kepada siswa tersebut. 3. Guru diharapkan dapat berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan diskusi kelompok dan memberikan penguatan materi kepada siswa yang belum paham dengan materi yang sedang dibahas. Guru bertugas mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Guru memantau perkembangan kompetensi setiap siswa, guru meminta siswa yang telah memahami materi untuk membantu temannya apabila ada materi yang belum dipahami. 4. Kegiatan refleksi pada setiap akhir kegiatan pembelajaran sangat penting dilakukan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kekurangan maupun kelebihan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dan dapat merencanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya yang lebih baik.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 5.2.2 Bagi Sekolah Sekolah diharapkan menggunakan model-model dan pendekatan pembelajaran inovatif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini supaya dapat menumbuhkan kemandirian dan prestasi belajar. Salah satunya dengan menggunakan Pendekatan matematika Realistik Indonesia (PMRI). 5.2.3 Bagi Peneliti lain Peneliti lain yang ingin melanjutkan penelitian tentang pendekatan PMRI diharapkan agar dapat menerapkan pendekatan pembelajaran ini pada mata pelajaran matematika maupun mata pelajaran yang lain.

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Ahmadi, A dan Widodo. 1991. Psikologi Belajar. Jakarta: Renika Cipta. Arifin, Z. 2009. Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto, S. 2009. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto, S. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.Jakarta : Bumi Aksara. Azwar, S. 2009. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. 2012. Tes Prestasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Basri, H. 2000. Remaja Berkualitas. Jakarta: Rineka Cipta. Cucu, N. 2012. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Refika Aditama Daryanto dan Rahardjo. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Gava Media. Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD, MI dan SDLB. Jakarta: Depdiknas Dimyanti dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta. Dwitagama, dan Kusumah. 2008. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Indeks. Fathani, A. 2009. Matematika Hakikat & Logika. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media. Gea, A. 2002. Relasi dengan Diri Sendiri. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hadi, S. 2005 Pendidikan Matematika Realistic dan Implementasinya. Banjarmasin: tulip. Hariyanto, S. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hurlock, E. 1978. Perkembangan Anak. Jakarta: PT Erlangga. Kuswanto. 2004. Kemandirian Belajar. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama. 126

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Lipton dan Hubble. 1997. Menumbuhkan Kemandirian Belajar. Bandung: Nuansa. Marsudi. 2011. Hubungan Antara Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok dengan Kemandirian Siswa SMU Negeri Banguntapan Bantul. Skripsi. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta. Masidjo. 1995. Penelitian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius Masidjo. 2010. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Masjidi. 2007. Hubungan Diri Sendiri dengan Orang lain. Jakarta: Rineka Cipta. Mulyasa. 2006. Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mulyasa. 2012. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya. Purwanto. 2008. Evaluasi Prestasi Belajar. Surakarta: Pustaka Pelajar. Sanjaya, W. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mendukung. Jakarta: PT Rineka Cipta. Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Soeparno, A dan Suhaenah. 2001. Membangun Kompetisi Belajar. Jakarta: Pustaka Pelajar. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta. Supratiknya. 2012. Penelitian Hasil Belajar Dengan Teknik Nontes. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Surapranata, S. 2004. Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interpretasi Hasil Tes: Implementasi Kurikulum 2004. Bandung : Remaja Rosdakarya. Suryanto. 2010. Sejarah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Yogyakarta: Koleksi Pustaka Thoha, C. (1996). Kapita Selekta Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Wijaya, A. 2012. Pendidikan Matematika Realistik Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu. Winkel. W.S. 1984. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia. Winkel. W.S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia. Winkel. W.S. 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo. Winkel. W.S. 2004. Psikologi Pengejaran. Yogyakarta: Media Abadi. Yamin. 2008. Belajar dan Faktor-faktor yang Mendukung. Jakarta: PT. Gramedia. Artikel dari internet Adiningsih. 2011. Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru dan Kemandirian Belajar Terhadap Prestasi Belajar Akutansi Siswa Kelas X Program Keahlian Akutansi SMK Batik Perbaik Purworejo Tahun Ajaran 2011/2012. (journal.uny.ac.id/index.php/jkpai/article/view/876), diakses pada hari Jumat, 25/4/2014 pukul 13.30 Rismawati. 2011. Peningkatan Prestasi Belajar Matematika dengan Menggunakan Pendekatan PMRI dalam Menyelesaikan Soal Cerita Siswa Kelas V SD Kanisius Kalasan. (www.libraryusd.ac.id/datapdf/F.Keguruan dan Ilmu Pendidikan Guru Sekolah Dasar/081134226-fullpdf), diakses pada hari Sabtu, 26/4/2014 pukul 14.30. Sholekhah. 2009. Peningkatan Hasil Belajar Matematika dengan Menggunakan Pendekatan PMRI Siswa Kelas II SD Negeri 3 Bantul. (digilib.uinsuka.ac.id/3891/1/BabI,V,Daftar Pustaka.pdf), diakses pada hari Jumat, 25/4/2014 pukul 14.00. Sutiyani. 2010. Peningkatan Kemampuan Menghitung Luas Banggun Datar Menggunakan Pendekatan PMRI di Kelas III SD Negeri Pakukerto1. (library.um.ac.id/ptk/index.php?mod.detail&id=42557), diakses pada hari Sabtu, 26/4/2014 pukul 11.45.

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 129

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 LAMPIRAN 1

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 Perhitungan Validasi Desain Perangkat Pembelajaran Ahli Perangakat Pembelajaran Guru Hasil Penilaian Rata-rata Kriteria 41 : 10 = 4,1 Baik 40 : 10 = 4 Baik 85 : 21 = 4,05 Baik 84 : 21 = 4 Baik 32 : 8 = 4 Baik 30 ; 8 = 3,75 Cukup 21 : 5 = 4,2 Baik 20 : 5 = 4 Baik Silabus Dosen Guru RPP Dosen Guru Lembar Kegiatan Siswa Dosen Guru Bahan Ajar Dosen

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 LAMPIRAN 2 140

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Silabus Pembelajaran Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Standar Kompetensi : SD Kanisius Gayam : IV / II : Matematika : 7. Menggunakan lambang bilangan Romawi Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Kegiatan Pembelajaran 7.2 Me nyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya  Lambang bilangan Romawi  Aturan penjumlahan lambang bilangan Romawi  Aturan pengurangan lambang bilangan Romawi  Aturan gabungan lambang bilangan Romawi Kognitif - Menjelaskan penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi - Menjelaskan penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah - Menjelaskan aturan penjumlahan bilangan romawi - Menjelaskan aturan pengurangan bilangan romawi - Menjelaskan aturan gabungan Afektif - Teliti dalam menuliskan lambang bilangan Romawi - Percaya diri dalam menjumlahkan lambang bilangan Romawi a Salam, doa, dan presensi daftar hadir siswa b Guru memberikan gambaran kepada siswa dengan berkeliling di sekitar kelas memperhatikan lambang bilangan Romawi setiap kelas c siswa dan guru bertanya jawab dengan materi yang akan dipelajari hari ini d siswa mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran hari ini Eksplorasi e Guru membagikan potongan puzzle kepada siswa f Siswa berkumpul dalam kelompok sesuai dengan kecocokkan potongan puzzle yang diberikan guru g Siswa diberi permasalahan oleh guru untuk dikerjakan secara kelompok Elaborasi h Siswa mempresentasikan hasil diskusi siswa dalam menunjukkan dan menulis lambang bilangan Romawi i Siswa lain menanggapi hasil pekerjaan teman yang presentasi j Siswa dan guru bersama-sama Teknik Jenis Penilaian Bentuk Contoh Instrumen Tes tertulis Pilihan ganda 1. Tahun 2014 pamanku terpilih menjadi anggota DPR. Lambang bilangan Romawi dari 2014 adalah . .. a MMIV b MMXIV c MMXVI d MMVI 2. Lambang bilangan Romawi MDCCLXXVI, berasal dari M + (D+C+C) + (L+X+X) + (V+I), menyatakan bilangan . . . . a 1767 b 1376 c 1777 d 1776 Alokasi Waktu 10 x 35 menit (10 JP) Media dan Sumber Belajar  Burhan, dkk. 2008. Ayo Belajar Matematika untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Pendidikan Nasional.  Media : Lingkaran bilangan Romawi 141

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 LAMPIRAN 3

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan pendidikan : SD Kanisius Gayam Kelas/ Semester : IV (empat) / 2 genap Mata Pelajaran : Matematika Tema : Bilangan Romawi Hari, Tanggal : Sabtu, 5 April 2014 Pertemuan : 1 (pertama) Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 7. Menggunakan lambang bilangan Romawi B. Kompetensi Dasar 7.2 Menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya C. Indikator Kognitif 7.2.1 Menjelaskan penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi 7.2.2 Menjelaskan penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah Afektif 7.2.3 Percaya diri dalam menuliskan lambang bilangan Romawi 7.2.4 Teliti dalam menuliskan lambang bilangan Romawi Psikomotor 7.2.5 Bekerjasama dalam kelompok menyelesaikan soal yang berkaitan dengan lambang bilangan Romawi 7.2.6 Mendemostrasikan menunjukkan lambang bilangan Romawi dengan menggunakan alat peraga lingkaran bilangan Romawi D. Tujuan pembelajaran: Kognitif 7.2.1 Siswa dapat menjelaskan penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi dalam kelompok

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 7.2.2 Siswa dapat menjelaskan penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah dalam kelompok Afektif 7.2.3 Siswa dapat percaya diri dalam menuliskan lambang bilangan Romawi dalam kelompok 7.2.4 Siswa dapat teliti dalam menuliskan lambang bilangan Romawi dalam mengerjakan tugas Psikomotor 7.2.5 Siswa dapat bekejasama dalam kelompok menyelesaikan soal yang berkaitan dengan lambang bilangan Romawi tanpa bertanya kepada guru 7.2.6 Siswa dapat mendemonstrasikan menunjukkan lambang bilangan Romawi dengan menggunakan alat peraga lingkaran bilangan Romawi. E. Berkarakteristik  Menanamkan nilai-nilai kemandirian dalam diri siswa dan kelompok  Melatih siswa berfikir kreatif dalam memecahkan masalah  Bekerjasama dengan teman F. Materi Pembelajaran Lambang bilangan Romawi, yang meliputi: 1. Penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi 2. Penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah G. Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran 1. Model pembelajaran : PMRI 2. Metode pembelajaran : Penjelasan, tanya jawab, diskusi, presentasi dan demonstrasi H. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal (15 menit) a Guru mengucapkan salam kepada siswa b Guru mengajak siswa berdoa c Guru melakukan presensi Apersepsi d Guru menanyakan apakah pernah melihat atau mengetahui bilangan Romawi di kehidupan sehari-hari.

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 e Guru bersama siswa berkeliling di sekitar kelas dengan memperhatikan lambang bilangan Romawi setiap kelas. (konteks) f Siswa menjawab pertanyaan guru tentang melihat dan mengetahui bilangan Romawi di kehidupan sehari-hari. Orientasi g Guru menjelaskan tujuan pelajaran pada hari tersebut tentang menunjukkan dan menulis bilangan Romawi h Guru menyiapkan benda-benda yang dibutuhkan untuk menanamkan konsep bilangan Romawi kepada siswa. 2. Kegiatan Inti (45 menit) Eksplorasi i Guru menjelaskan materi tentang lambang bilangan Romawi dasar I=1 L = 50 V=5 C = 100 X = 10 D = 500 M = 1000 j Siswa mengamati media lingkaran bilangan Romawi yang disiapkan guru k Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok (6 kelompok @ 4 siswa) l Siswa diberi permasalahan oleh guru untuk dikerjakan secara kelompok, soal tersebut berfungsi untuk merangsang siswa memecahkan permasalahan sendiri dalam kelompok (konteks) m Siswa diminta maju untuk menunjukkan bilangan romawi satuan, puluhan, ratusan dan ribuan menggunakan lingkaran bilangan Romawi (Penggunaan model) n Siswa dalam kelompok bekerjasama membahas cara pemecahan masalah soal dengan menggunakan lingkaran bilangan Romawi (hasil kontruksi siswa dan interaktivitas) o Siswa menuliskan lambang bilangan Romawi dari bilangan Cacah. Elaborasi p Siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka dalam menunjukkan dan menulis lambang bilangan Romawi (hasil konstruksi siswa) q Siswa lain menanggapi hasil pekerjaan teman yang presentasi (interaktivitas) r Siswa dan guru bersama-sama membahas hasil diskusi kelompok

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 s Guru memberikan penguatan tentang menulis dan menunjukkan lambang bilangan Romawi menggunakan lingkaran bilangan Romawi. (penggunaan model dan interaktivitas) Konfirmasi t Siswa bersama guru menyimpulkan cara menulis dan menunjukkan bilangan Romawi. u Siswa mengerjakan soal latihan tentang menulis dan menunjukkan lambang bilangan Romawi (hasil konstruksi siswa) 3. Kegiatan Akhir (10 menit) v Siswa merefleksikan pelajaran pada hari ini, “kesulitan apa yang kalian alami dalam belajar menulis dan menunjukkan bilangan Romawi?” w Siswa mendapatkan tugas dari guru berupa PR x Doa penutup dan salam I. Refleksi Siswa diajak berefleksi dengan panduan pertanyaan reflektif sebagai berikut: a) Bagaimana perasaanmu mengikuti pelajaran hari ini? b) Apakah kamu bisa menyelesaikan tugas-tugas hari ini? c) Apakah kamu percaya diri dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru (tidak melihat pekerjaan teman) ? J. Aksi a. Ikut mengerjakan tugas bersama teman saat kegiatan berkelompok b. Menuliskan lambang bilangan Romawi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari K. Kecakapan Hidup Umum/ Kecakapan Generik a Kecakapan personal : 1) Memahami diri sendiri 2) Percaya diri 3) Kesadaran akan potensi diri 4) Menghargai dan menilai diri b Kecakapan sosial : 1) Kecakapan komunikasi lisan 2) Kecakapan komunikasi tertulis 3) Kecakapan bekerjasama

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 LAMPIRAN 4

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan pendidikan : SD Kanisius Gayam Kelas/ Semester : IV (empat) / 2 genap Mata Pelajaran : Matematika Tema : Bilangan Romawi Hari, Tanggal : Selasa, 8 April 2014 Pertemuan : 2 (kedua) Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 7. Menggunakan lambang bilangan Romawi B. Kompetensi Dasar 7.2 Menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya C. Indikator Kognitif 7.2.1 Menjelaskan penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi 7.2.2 Menjelaskan penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah Afektif 7.2.3 Percaya diri dalam menuliskan lambang bilangan Romawi 7.2.4 Teliti dalam menuliskan lambang bilangan Romawi Psikomotor 7.2.5 Bekerjasama dalam kelompok menyelesaikan soal yang berkaitan dengan lambang bilangan Romawi 7.2.6 Mendemostrasikan menunjukkan lambang bilangan Romawi dengan menggunakan alat peraga lingkaran bilangan Romawi D. Tujuan pembelajaran: Kognitif 7.2.1 Siswa dapat menjelaskan penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi dalam kelompok

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 7.2.2 Siswa dapat menjelaskan penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah dalam kelompok Afektif 7.2.3 Siswa dapat percaya diri dalam menuliskan lambang bilangan Romawi dalam kelompok 7.2.4 Siswa dapat teliti dalam menuliskan lambang bilangan Romawi dalam mengerjakan tugas Psikomotor 7.2.5 Siswa dapat bekejasama dalam kelompok menyelesaikan soal yang berkaitan dengan lambang bilangan Romawi tanpa bertanya kepada guru 7.2.6 Siswa dapat mendemonstrasikan menunjukkan lambang bilangan Romawi dengan menggunakan alat peraga lingkaran bilangan Romawi. E. Berkarakteristik  Menanamkan nilai-nilai kemandirian dalam diri siswa dan kelompok  Melatih siswa berfikir kreatif dalam memecahkan masalah  Bekerjasama dengan teman F. Materi Pembelajaran Lambang bilangan Romawi, yang meliputi: 1. Penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi 2. Penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah G. Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran 1. Model pembelajaran : PMRI 2. Metode pembelajaran : Penjelasan, tanya jawab, diskusi, presentasi dan demonstrasi H. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal (10 menit) a Guru mengucapkan salam kepada siswa b Guru mengajak siswa berdoa c Guru melakukan presensi Motivasi d Guru mengajak siswa bernyanyi dengan judul “1 ditambah 1” Apersepsi e Guru bertanya kepada siswa, siapa Gubernur Yogyakarta sekarang? (konteks)

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 f Siswa menjawab pertanyaan guru tentang nama Gubernur Yogyakarta Orientasi g Guru menjelaskan tujuan pelajaran pada hari tersebut tentang menunjukkan dan menulis bilangan Romawi h Guru menyiapkan benda-benda yang dibutuhkan untuk menanamkan konsep bilangan Romawi kepada siswa. 2. Kegiatan Inti (50 menit) Eksplorasi i Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok (6 kelompok @ 4 siswa) j Guru membagikan media lingkaran bilangan Romawi kepada masing-masing kelompok k Siswa diberi permasalahan oleh guru dengan memasangkan bilangan Romawi dengan bilangan Cacah yang dikerjakan secara kelompok, soal tersebut berfungsi untuk merangsang siswa memecahkan masalah dengan menggunakan media lingakaran bilangan Romawi (konteks dan penggunaan model) 1) XXI a. 11 2) XLIX b. 75 3) XXXVIII c. 38 4) LXXV d. 49 5) XI e. 21 l Siswa dalam kelompok memecahkan masalah memasangkan bilangan Romawi dengan bilangan Cacah menggunakan lingkaran bilangan Romawi. (konteks dan penggunaan model) m Siswa berdiskusi dengan teman kelompok dalam memecahkan masalah menggunakan media lingkaran bilangan Romawi. (hasil kontruksi siswa dan interaktivitas) Elaborasi n Siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka dalam menunjukkan dan menulis lambang bilangan Romawi (hasil konstruksi siswa) o Siswa lain menanggapi hasil pekerjaan teman yang presentasi (interaktivitas) p Siswa dan guru bersama-sama membahas hasil diskusi kelompok

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 q Guru memberikan penguatan tentang menulis dan menunjukkan lambang bilangan Romawi menggunakan lingkaran bilangan Romawi. (penggunaan model) Konfirmasi r Siswa bersama guru menyimpulkan cara menulis dan menunjukkan bilangan Romawi. s Siswa mengerjakan soal latihan tentang menulis dan menunjukkan lambang bilangan Romawi (hasil konstruksi siswa) 3. Kegiatan Akhir (10 menit) Siswa merefleksikan pelajaran pada hari ini, “kesulitan apa yang kalian alami t dalam belajar menulis dan menunjukkan bilangan Romawi?” u Siswa mendapatkan tugas dari guru berupa PR v Salam penutup I. Refleksi Siswa diajak berefleksi dengan panduan pertanyaan reflektif sebagai berikut: a) Bagaimana perasaanmu mengikuti pelajaran hari ini? b) Apakah kamu bisa menyelesaikan tugas-tugas hari ini? c) Apakah kamu percaya diri dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru (tidak melihat pekerjaan teman) ? J. Aksi a. Ikut mengerjakan tugas bersama teman saat kegiatan berkelompok b. Menuliskan lambang bilangan Romawi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari K. Kecakapan Hidup Umum/ Kecakapan Generik a Kecakapan personal : 1) Memahami diri sendiri 2) Percaya diri 3) Kesadaran akan potensi diri 4) Menghargai dan menilai diri b Kecakapan sosial : 1) Kecakapan komunikasi lisan 2) Kecakapan komunikasi tertulis 3) Kecakapan bekerjasama

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 LAMPIRAN 5

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan pendidikan : SD Kanisius Gayam Kelas/ Semester : IV (empat) / 2 genap Mata Pelajaran : Matematika Tema : Bilangan Romawi Hari, Tanggal : Jumat, 11 April 2014 Pertemuan : 3 (ketiga) Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 7. Menggunakan lambang bilangan Romawi B. Kompetensi Dasar 7.2 Menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya C. Indikator Kognitif 7.2.1 Menjelaskan penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi 7.2.2 Menjelaskan penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah Afektif 7.2.3 Mengerjakan soal evaluasi mandiri tanpa melihat jawaban dan bertanya kepada teman 7.2.4 Teliti dalam menuliskan lambang bilangan Romawi Psikomotor 7.2.5 Menuliskan jawaban soal evaluasi mandiri dengan rapi D. Tujuan pembelajaran: Kognitif 7.2.1 Siswa dapat menjelaskan penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi ketika mengerjakan soal evaluasi mandiri 7.2.2 Siswa dapat menjelaskan penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah ketika mengerjakan soal evaluasi mandiri

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 Afektif 7.2.3 Siswa dapat mengerjakan soal evaluasi mandiri tanpa melihat jawaban dan bertanya kepada teman 7.2.4 Siswa dapat teliti dalam menuliskan lambang bilangan Romawi dalam mengerjakan tugas Psikomotor 7.2.5 Siswa dapat Menuliskan jawaban soal evaluasi mandiri dengan rapi E. Berkarakteristik  Menanamkan nilai-nilai kemandirian dalam diri siswa  Melatih siswa berfikir kreatif dalam memecahkan masalah F. Materi Pembelajaran Lambang bilangan Romawi, yang meliputi: 1. Penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi 2. Penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah G. Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran 1. Model pembelajaran : PMRI 2. Metode pembelajaran : Penjelasan, tanya jawab, dan diskusi H. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal (10 menit) a Guru mengucapkan salam kepada siswa b Guru mengajak siswa berdoa c Guru melakukan presensi Motivasi d Guru mengajak siswa bernyanyi dengan judul “Balonku ada lima” Apersepsi e Guru bertanya kepada siswa tentang menulis lambang bilangan Romawi (konteks) f Siswa menjawab pertanyaan guru tentang menulis lambang bilangan Romawi Orientasi g Guru menjelaskan tujuan pelajaran pada hari tersebut tentang mengerjakan soal evaluasi mandiri lambang bilangan Romawi

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 2. Kegiatan Inti (50 menit) h Siswa mengerjakan soal evalauasi mandiri lambang bilangan Romawi (Hasil konstruksi siswa) 3. Kegiatan Akhir (10 menit) i Doa penutup j Siswa mengucapkan salam penutup I. Refleksi Siswa diajak berefleksi dengan panduan pertanyaan reflektif sebagai berikut: a) Bagaimana perasaanmu mengikuti pelajaran hari ini? b) Apakah kamu percaya diri dalam menyelesaikan soal-soal evaluasi mandiri yang diberikan guru (tidak melihat pekerjaan teman) ? J. Aksi a. Percaya diri dalam menyelesaikan soal-soal evalauasi yang diberikan guru K. Kecakapan Hidup Umum/ Kecakapan Generik a Kecakapan personal : 1) Memahami diri sendiri 2) Percaya diri 3) Kesadaran akan potensi diri 4) Menghargai dan menilai diri b Kecakapan sosial : 1) Kecakapan komunikasi lisan 2) Kecakapan komunikasi tertulis 3) Kecakapan bekerjasama L. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber:  Burhan, dkk. 2008. Ayo Belajar Matematika untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Pendidikan Nasional. Media Pembelajaran:  Lingkaran bilangan Romawi

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 LAMPIRAN 6

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan pendidikan : SD Kanisius Gayam Kelas/ Semester : IV (empat) / 2 genap Mata Pelajaran : Matematika Tema : Bilangan Romawi Hari, Tanggal : Selasa, 15 April 2014 Pertemuan : 1 (pertama) Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 7. Menggunakan lambang bilangan Romawi B. Kompetensi Dasar 7.2 Menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya C. Indikator Kognitif 7.2.1 Menjelaskan aturan penjumlahan bilangan Romawi 7.2.2 Menjelaskan aturan pengurangan bilangan Romawi 7.2.3 Menjelaskan aturan gabungan bilangan Romawi Afektif 7.2.4 Percaya diri dalam menjumlahkan lambang bilangan Romawi 7.2.5 Percaya diri dalam mengurangkan lambang bilangan Romawi Psikomotor 7.2.6 Bekerjasama dalam kelompok menyelesaikan soal yang berkaitan dengan lambang bilangan Romawi 7.2.7 Mendemostrasikan menunjukkan lambang bilangan Romawi dengan menggunakan alat peraga lingkaran bilangan Romawi D. Tujuan pembelajaran: Kognitif 7.2.1 Siswa dapat menjelaskan aturan penjumlahan bilangan Romawi dalam kelompok 7.2.2 Siswa dapat menjelaskan aturan pengurangan bilangan Romawi dalam kelompok

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 7.2.3 Siswa dapat menjelaskan aturan gabungan bilangan Romawi dalam kelompok Afektif 7.2.4 Siswa dapat percaya diri menuliskan lambang bilangan Romawi dalam kelompok 7.2.5 Siswa dapat percaya diri mengurangkan lambang bilangan Romawi dalam kelompok Psikomotor 7.2.6 Siswa dapat bekejasama dalam kelompok menyelesaikan soal yang berkaitan dengan lambang bilangan Romawi tanpa bertanya kepada guru 7.2.7 Siswa dapat mendemonstrasikan menunjukkan lambang bilangan Romawi dengan menggunakan alat peraga lingkaran bilangan Romawi. E. Berkarakteristik  Menanamkan nilai-nilai kemandirian dalam diri siswa dan kelompok  Melatih siswa berfikir kreatif dalam memecahkan masalah  Bekerjasama dengan teman F. Materi Pembelajaran Lambang bilangan Romawi, yang meliputi: 1. Aturan penjumlahan bilangan Romawi 2. Aturan pengurangan bilangan Romawi 3. Aturan gabungan bilangan Romawi G. Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran 1. Model pembelajaran : PMRI 2. Metode pembelajaran : Penjelasan, tanya jawab, diskusi, presentasi dan demonstrasi H. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal (10 menit) a Guru mengucapkan salam kepada siswa b Guru mengajak siswa berdoa c Guru melakukan presensi Motivasi d Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan mencocokkan potongan puzzle yang diberikan kepada setiap siswa yang jika digabungkan akan membentuk suatu pertanyaan

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 Apersepsi e Guru bertanya kepada siswa, C + X + X + X + (X – I) dari potongan puzzle yang dibagikan guru kepada siswa (konteks) Siswa menjawab pertanyaan guru C + X + X + X + (X – I) = 139 f Orientasi g Guru menjelaskan tujuan pelajaran pada hari tersebut tentang menggunakan aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan dalam menulis lambang bilangan Romawi h Guru menyiapkan benda-benda yang dibutuhkan untuk menanamkan konsep bilangan Romawi kepada siswa. 2. Kegiatan Inti (50 menit) Eksplorasi i Siswa berkumpul dalam kelompok sesuai dengan kecocokan potongan puzzle yang diberikan guru (setiap kelompok @4 siswa) j Guru membagikan media lingkaran bilangan Romawi kepada masing-masing kelompok k Siswa diberi permasalahan oleh guru dengan memasangkan bilangan Romawi dengan bilangan Cacah yang dikerjakan secara kelompok, soal tersebut berfungsi untuk merangsang siswa memecahkan masalah dengan menggunakan media lingakaran bilangan Romawi (konteks dan penggunaan model) 1) XXIV a. 241 2) CCXLI b. 47 3) MCLXXIX c. 39 4) XLVII d. 1179 5) XXXIX e. 24 l Siswa dalam kelompok memecahkan masalah memasangkan bilangan Romawi dengan bilangan Cacah menggunakan lingkaran bilangan Romawi. (konteks dan penggunaan model) m Siswa berdiskusi dengan teman kelompok dalam memecahkan masalah menggunakan media lingkaran bilangan Romawi. (hasil kontruksi siswa dan interaktivitas) Elaborasi n Siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka dalam menunjukkan dan menulis lambang bilangan Romawi (hasil konstruksi siswa)

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 o Siswa lain menanggapi hasil pekerjaan teman yang presentasi (interaktivitas) p Siswa dan guru bersama-sama membahas hasil diskusi kelompok q Guru memberikan penguatan tentang menulis dan menunjukkan lambang bilangan Romawi menggunakan lingkaran bilangan Romawi. (penggunaan model) Konfirmasi r Siswa bersama guru menyimpulkan aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi. s Siswa mengerjakan soal latihan tentang aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan lambang bilangan Romawi (hasil konstruksi siswa) 3. Kegiatan Akhir (10 menit) t Siswa merefleksikan pelajaran pada hari ini, “kesulitan apa yang kalian alami dalam belajar aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi?” u Sebagai tindak lanjut, siswa diminta mengerjakan soal latihan tentang aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi”. v Salam penutup I. Refleksi Siswa diajak berefleksi dengan panduan pertanyaan reflektif sebagai berikut: a) Bagaimana perasaanmu mengikuti pelajaran hari ini? b) Apakah kamu bisa menyelesaikan tugas-tugas hari ini? c) Apakah kamu percaya diri dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru (tidak melihat pekerjaan teman) ? J. Aksi a. Ikut mengerjakan tugas bersama teman saat kegiatan berkelompok b. Berani mengungkapkan pendapat ketika berdiskusi dalam kelompok c. Percaya diri ketika diminta guru mempresentasikan hasil pekerjaan K. Kecakapan Hidup Umum/ Kecakapan Generik a Kecakapan personal : 1) Memahami diri sendiri 2) Percaya diri 3) Kesadaran akan potensi diri 4) Menghargai dan menilai diri b Kecakapan sosial : 1) Kecakapan komunikasi lisan

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 LAMPIRAN 7

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan pendidikan : SD Kanisius Gayam Kelas/ Semester : IV (empat) / 2 genap Mata Pelajaran : Matematika Tema : Bilangan Romawi Hari, Tanggal : Sabtu, 19 April 2014 Pertemuan : 2 (kedua) Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 7. Menggunakan lambang bilangan Romawi B. Kompetensi Dasar 7.2 Menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya C. Indikator Kognitif 7.2.1 Menjelaskan aturan penjumlahan bilangan Romawi 7.2.2 Menjelaskan aturan pengurangan bilangan Romawi 7.2.3 Menjelaskan aturan gabungan bilangan Romawi Afektif 7.2.4 Mengerjakan soal evaluasi mandiri tanpa melihat jawaban dan bertanya kepada teman 7.2.5 Teliti dalam menuliskan lambang bilangan Romawi Psikomotor 7.2.6 Menuliskan jawaban soal evaluasi mandiri dengan rapi D. Tujuan pembelajaran: Kognitif 7.2.1 Siswa dapat menjelaskan aturan penjumlahan bilangan Romawi ketika mengerjakan soal evaluasi mandiri 7.2.2 Siswa dapat menjelaskan aturan pengurangan bilangan Romawi ketika mengerjakan soal evaluasi mandiri

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 7.2.3 Siswa dapat menjelaskan aturan gabungan bilangan Romawi ketika mengerjakan soal evaluasi mandiri Afektif 7.2.4 Siswa dapat mengerjakan soal evaluasi mandiri tanpa melihat jawaban dan bertanya kepada teman 7.2.5 Siswa dapat teliti dalam menuliskan lambang bilangan Romawi dalam mengerjakan tugas Psikomotor 7.2.6 Siswa dapat menuliskan jawaban soal evaluasi mandiri dengan rapi E. Berkarakteristik  Menanamkan nilai-nilai kemandirian dalam diri siswa  Melatih siswa berfikir kreatif dalam memecahkan masalah F. Materi Pembelajaran Lambang bilangan Romawi, yang meliputi: 1. Aturan penjumlahan bilangan Romawi 2. Aturan pengurangan bilangan Romawi 3. Aturan gabungan bilangan Romawi G. Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran 1. Model pembelajaran : PMRI 2. Metode pembelajaran : Penjelasan, tanya jawab, dan diskusi H. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal (10 menit) a Guru mengucapkan salam kepada siswa b Guru mengajak siswa berdoa c Guru melakukan presensi Apersepsi d Guru bertanya kepada siswa tentang menulis lambang bilangan Romawi dan menyelesaikan masalah aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi 2. Kegiatan Inti (50 menit) e Guru bersama siswa membahas soal latihan tentang aturan penjumlahan, pengurangan dan gabungan bilangan Romawi (hasil konstruksi siswa)

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 f Siswa mengerjakan soal evalauasi mandiri lambang bilangan Romawi (Hasil konstruksi siswa) 3. Kegiatan Akhir (10 menit) g Doa penutup h Siswa mengucapkan salam penutup I. Refleksi Siswa diajak berefleksi dengan panduan pertanyaan reflektif sebagai berikut: a) Bagaimana perasaanmu mengikuti pelajaran hari ini? b) Apakah kamu percaya diri dalam menyelesaikan soal-soal evaluasi mandiri yang diberikan guru (tidak melihat pekerjaan teman) ? J. Aksi a. Percaya diri dalam menyelesaikan soal-soal evalauasi yang diberikan guru K. Kecakapan Hidup Umum/ Kecakapan Generik a Kecakapan personal : 1) Memahami diri sendiri 2) Percaya diri 3) Kesadaran akan potensi diri 4) Menghargai dan menilai diri b Kecakapan sosial : 1) Kecakapan komunikasi lisan 2) Kecakapan komunikasi tertulis 3) Kecakapan bekerjasama L. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber:  Burhan, dkk. 2008. Ayo Belajar Matematika untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Pendidikan Nasional. Media Pembelajaran:  Lingkaran bilangan Romawi

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 LAMPIRAN 8

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 LEMBAR PENILAIAN ASPEK KOGNIF 1. Jenis : Tes 2. Teknik : Tes tertulis 3. Instrumen : Uraian singkat dan menjodohkan Pedoman skoring : Jawaban benar mendapatkan skor 1 Jawaban salah mendapatkan skor 0 ASPEK AFEKTIF Jenis : Non tes Teknik : Kinerja Instrumen : Rubrik penilaian Rubrik Penilaian Percaya diri No 1. 2. Aspek yang dinilai 1 Skor 2 3 Aktif mengemukakan pendapat Berkontribusi dalam kelompok Keterangan : 1. Aktif mengemukakan pendapat - Selalu memberikan masukan berupa pendapat dalam kegiatan berkelompok : skor 3 - Kurang aktif memberikan masukan berupa pendapat dalam kegiatan berkelompok : skor 2 - Tidak pernah memberikan masukan berupa pendapat dalam kegiatan berkelompok : skor 1 2. Berkontribusi dalam kelompok

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 - Aktif ikut berperan serta mengerjakan tugas dalam kelompok : skor 3 - Kurang aktif mengerjakan tugas dalam kelompok : 2 - Tidak aktif dan ramai sendiri : skor 1 Rubrik Penilaian Teliti No Aspek yang dinilai 1. Skor 2 1 3 Coretan di buku Keterangan : 1. Coretan di buku - Tidak ada coretan di buku karena salah :skor 3 - Ada sedikit coretan di buku karena salah :skor 2 - Banyak coretan dalam buku :skor 1 Pedoman skoring : Nilai Afektif = ASPEK PSIKOMOTORIK Jenis : Non tes Teknik : Kinerja Instrumen : Rubrik penilaian Rubrik Penilaian Bekerjasama No 1. 2. Aspek yang dinilai 1 Skor 2 3 Aktif menggunakan media bersama Aktif mengerjakan bersama Keterangan : 1. Aktif menggunakan media bersama - Menggunakan media bersama teman sebangku : skor 3 - Kadang-kadang tidak menggunakan media bersama teman sebangku : skor 2 - Tidak menggunakan media dengan teman sebangku : skor 1 2. Aktif mengerjakan bersama - Berdiskusi denggan teman ketika mengerjakan lembar kerja : skor 3

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 - Membagi tugas dengan teman ketika mengerjakan lembar kerja, tetapi siswa mengerjakan soal yang berbeda : skor 2 - Tidak mengerjakan bersama : skor 1 Pedoman skoring : Nilai Psikomotorik = Skala Penskoran : Skor Keterangan 81-100 Amat Baik 61-80 Baik 41-60 Cukup baik 21-40 Kurang baik 0-20 Sangat kurang baik

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 9 175

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR KERJA SISWA (Siklus 1, Pertemuan 1) Satuan Pendidikan : SD Kanisius Gayam Kelas/ Semester : IV/ 2 Mata Pelajaran : Matematika Tema Alokasi Waktu : Bilangan Romawi : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) A. Indikator 7.2.1 Menjelaskan penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi 7.2.2 Menjelaskan penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah B. Petunjuk - Tulislah nama anggota kelompok pada pojok kanan atas - Diskusikan dengan anggota kelompokmu! - Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas! Nama Anggota kelompok : Ayo berlatih! Kegiatan Belajar I Isilah titik-titik di bawah ini dengan lambang bilangan Romawi! Contoh : 8 = VIII 67 = LXVII 150 = CL 176

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. 2. 3. 4. 5. 9 115 16 154 111 =... =... =... =... =... 6. 7. 8. 9. 10. 24 35 57 63 45 =... =... =... =... =... Kegiatan Belajar II Isilah titik-titik di bawah ini dengan lambang bilangan cacah! Contoh : VIII =8 IX =4 1. 2. 3. 4. 5. XIV XVI XL VII LII =... =... =... =... =... 6. 7. 8. 9. 10. XV LXX XIX XIII XI Kegiatan III Ayo urutkan lambang bilangan romawi di bawah ini. 1. IV, III, V, VI, VIII, VII = 2. XI, X, IX, XIII, XII, XIV = 3. XXII, XIX, X, XVIII, XXI = 4. DI, D, ID, DII, DIV, DIII = 5. CII, C, IC, CI, CIII, CIV = =... =... =... =... =... 177

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kegiatan IV Ayo jodohkan lambang bilangan romawi dari bilangan cacah berikut ini. 1. XI 4 2. XXX 6 3. IX 9 4. VI 11 5. IV 30 6. XLIX 94 7. XXVI 156 8. XLVI 49 9. CLVI 26 10. XCIV 46 Selamat Mengerjakan 178

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 LAMPIRAN 10

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 LEMBAR KERJA SISWA (Siklus 1, Pertemuan 2) Satuan Pendidika : SD Kanisius Gayam Kelas/ Semester : IV/ 2 Mata Pelajaran : Matematika Tema : Bilangan Romawi Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) A. Indikator 7.2.1 Menjelaskan penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi 7.2.2 Menjelaskan penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah B. Petunjuk - Tulislah nama anggota kelompok pada pojok kanan atas - Diskusikan dengan anggota kelompokmu! - Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas! Nama Anggota kelompok : Lembar Kerja Siswa (LKS) Petunjuk ( untuk Siswa ) Kerjakan sesuai dengan perintah! Kegiatan I Ubahlah bilangan Romawi di bawah ini menjadi bilangan Cacah! 1. CXLV = . . . . 2. XCVIII = . . . . 3. DXL = . . . . 4. DCX = . . . . 5. CLVIII = . . . .

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 Kegiatan II Tulislah bilangan Cacah berikut ke lambang bilangan Romawi! 1. 62 = . . . . 2. 96 = . . . . 3. 435 = . . . . 4. 618 = . . . . 5. 782 = . . . . Kegiatan III Ubahlah dengan menggunakan bilangan Romawi. 1. Pamanku lahir pada tahun 1966. ( ) 2. Ayahku usianya genap 36 tahun. ( ) 3. Tinggi baadan Nina sekarang 147 cm. ( ) Kegiatan IV Ubahlah dengan menggunakan bilangan Cacah. 1. Ayahku mendapat nomor antrian ke- XVII ketika mengantri di Puskesmas. ( ) 2. Kakak sekarang sudah duduk di kelas XI SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. ( ) 3. Tahun MCMXCV Keluargaku pindah rumah dari Jakarta ke Bandung. ( Selamat mengerjakan )

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 LAMPIRAN 11

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 LEMBAR KERJA SISWA (Siklus II, Pertemuan 1) Satuan Pendidika : SD Kanisius Gayam Kelas/ Semester : IV/ 2 Mata Pelajaran : Matematika Tema : Bilangan Romawi Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) A. Indikator 7.2.1 Menjelaskan aturan penjumlahan bilangan Romawi 7.2.2 Menjelaskan aturan pengurangan bilangan Romawi 7.2.3 Menjelaskan aturan gabungan bilangan Romawi B. Petunjuk - Tulislah nama anggota kelompok pada kolom yang telah disediakan - Diskusikan dengan anggota kelompokmu! - Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas! Lembar Kerja Siswa (LKS) Nama Anggota kelompok :

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Kegiatan I Ayo menyatakan benar atau salah. 1. XVI = 15 ( ) 2. XXIX = 24 ( ) 3. LXIV = 64 ( ) 4. LXVII = 67 ( ) 5. XCVIII = 98 ( ) Kegiatan II Ayo jodohkan lambang bilangan romawi dari bilangan cacah berikut ini. 1. LXIX a. 98 2. CCXXVI b. 43 3. XLIII c. 69 4. XCVIII d. 226 5. CDXXV e. 425 Kegiatan III Ayo membaca bilangan Romawi berikut ini dan menuliskannya menjadi bilangan Cacah. 1. XXIX =..... 2. XLIV =..... 3. LXXVIII =..... 4. LXXXIX =..... 5. LIV =..... 6. CCCXLIV =..... 7. CXXXVIII = . . . . . 8. MCLIX =..... 9. MMCMVI =..... 10. MDCXVI =..... Selamat mengerjakan

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 LAMPIRAN 12

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa Pertemuan Pertama Siklus I Satuan Pendidikan : SD Kanisius Gayam Kelas / Semester : IV / 2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. Indikator 7.2.1 Menjelaskan penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi 7.2.2 Menjelaskan penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah B. Petunjuk - Tulislah nama anggota kelompok pada pojok kanan atas - Diskusikan dengan anggota kelompokmu! - Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas! Kegiatan Belajar I Isilah titik-titik di bawah ini dengan lambang bilangan Romawi! 1. 2. 3. 4. 5. 9 115 16 154 111 = IX = CXV = XVI = CLIV = CXI 6. 7. 8. 9. 10. 24 35 57 63 45 = XXIV = XXXV = LVII = LXIII = XLV Kegiatan Belajar II Isilah titik-titik di bawah ini dengan lambang bilangan cacah! 1. 2. 3. 4. 5. XIV XVI XL VII LII = 14 = 16 = 40 =7 = 52 6. 7. 8. 9. 10. XV LXX XIX XIII XI = 15 = 70 = 19 =9 = 11

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 Kegiatan III Ayo urutkan lambang bilangan romawi di bawah ini. 1. IV, III, V, VI, VIII, VII = III, IV, V, VI, VII, VIII 2. XI, X, IX, XIII, XII, XIV = IX, X, XI, XII, XIII, XIV 3. XXII, XIX, X, XVIII, XXI = X, XVIII, XIX, XXI, XXII 4. DI, D, ID, DII, DIV, DIII = ID, D, DI, DII, DIII, DIV 5. CII, C, IC, CI, CIII, CIV = IC, C, CI, CII, CIII, CIV Kegiatan IV Ayo jodohkan lambang bilangan romawi dari bilangan cacah berikut ini. 1. XI =11 4 2. XXX =3 6 3. IX =9 9 4. VI =6 11 5. IV =4 30 6. XLIX =49 94 7. XXVI =26 156 8. XLVI =46 49 9. CLVI =156 26 10. XCIV =94 46

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 LAMPIRAN 13

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa Pertemuan Kedua Siklus I Satuan Pendidikan : SD Kanisius Gayam Kelas / Semester : IV / 2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. Indikator 7.2.1 Menjelaskan penulisan bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi 7.2.2 Menjelaskan penulisan bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah B. Petunjuk - Tulislah nama anggota kelompok pada pojok kanan atas - Diskusikan dengan anggota kelompokmu! - Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas! Kegiatan I Ubahlah bilangan Romawi di bawah ini menjadi bilangan Cacah! 1. CXLV = 145 2. XCVIII = 98 3. DXL = 540 4. DCX = 610 5. CLVIII = 158 Kegiatan II Tulislah bilangan Cacah berikut ke lambang bilangan Romawi! 1. 62 = LXII 2. 96 = XCVI 3. 435 = CDIIIV 4. 618 = DCXVIII 5. 782 = DCCLXXXII

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 Kegiatan III Ubahlah dengan menggunakan bilangan Romawi. 1. Pamanku lahir pada tahun 1966. ( MCMLXVI ) 2. Ayahku usianya genap 36 tahun. (XXXVI) 3. Tinggi baadan Nina sekarang 147 cm. (CXLVII) Kegiatan IV Ubahlah dengan menggunakan bilangan Cacah. 1. Ayahku mendapat nomor antrian ke- XVII ketika mengantri di Puskesmas. (18) 2. Kakak sekarang sudah duduk di kelas XI SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. (11) 3. Tahun MCMXCV Keluargaku pindah rumah dari Jakarta ke Bandung. (1995)

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 LAMPIRAN 14

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa Pertemuan Pertama Siklus II Satuan Pendidikan : SD Kanisius Gayam Kelas / Semester : IV / 2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 2x35 menit A. Indikator 7.2.1 Menjelaskan aturan penjumlahan bilangan Romawi 7.2.2 Menjelaskan aturan pengurangan bilangan Romawi 7.2.3 Menjelaskan aturan gabungan bilangan Romawi B. Petunjuk - Tulislah nama anggota kelompok pada kolom yang telah disediakan - Diskusikan dengan anggota kelompokmu! - Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas! Kegiatan I Ayo menyatakan benar atau salah. 1. XVI = 15 (Salah) 2. XXIX = 24 (Salah) 3. LXIV = 64 (Benar) 4. LXVII = 67 (Benar) 5. XCVIII = 98 (Benar) Kegiatan II Ayo jodohkan lambang bilangan romawi dari bilangan cacah berikut ini. 1. LXIX c. 69 2. CCXXVI d. 226 3. XLIII b. 43 4. XCVIII a. 98 5. CDXXV e. 425

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 Kegiatan III Ayo membaca bilangan Romawi berikut ini dan menuliskannya menjadi bilangan Cacah. 1. XXIX = 29 2. XLIV 3. LXXVIII 4. LXXXIX 5. LIV 6. CCCXLIV 7. CXXXVIII 8. MCLIX 9. MMCMVI 10. MDCXVI = 44 = 78 = 89 = 54 = 344 = 138 = 1159 = 2906 = 1616

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 LAMPIRAN 15

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 Rangkuman Materi Lambang bilangan Romawi A. Mengenal lambang bilangan Romawi Selain bilangan Asli, bilangan Cacah, bilangan Bulat, maupun bilangan pecahan yang telah dipelajari satu lagi himpunan bilangan yang akan dipelajari adalah bilaangan Romawi. Contoh bilangan Romawi dalam kehidupan sehari-hari yaitu, 1. Marbun tinggal bersama orang tuanya di Jalan Nuri III nomor 9. 2. Memasuki abad XXI, kita dituntut untuk lebih menguasai teknologi. Huruf-huruf yang dicetak tebal pada contoh-contoh kalimat di atas III, dan XXI merupakan bilangan-bilangan Romawi. Secara umum bilangan Romawi terdiri dari 7 angka (dilambangkan dengan huruf) sebagai berikut. I melambangkan bilangan 1 V melambangkan bilangan 5 X melambangkan bilangan 10 L melambangkan bilangan 50 C melambangkan bilangan 100 D melambangkan bilangan 500 M melambangkan bilangan 1.000 Untuk bilangan-bilangan yang lain, ditambahkan oleh perpaduan dari ketujuh lambang bilangan tersebut. Contoh Soal: 1) V melambangkan bilangan 5 2) III melambangkan bilangan 3 3) Bilangan 12 dilambangkan XII 4) Bilangan 9 dilambangkan IX 5) XXII = 22

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 B. Membaca bilangan Romawi Pada sistem bilangan Romawi tidak dikenal bilangan 0 (nol). Untuk membaca bilangan Romawi, kita harus hafal dengan benar ketujuh lambang bilangan dasar Romawi. Aturan-aturan dalam membaca bilangan Romawi ke bilangan Asli yaitu, 1. Aturan Penjumlahan Bilangan Romawi Untuk membaca bilangan Romawi, dapat diuraikan dalam bentuk penjumlahan seperti contoh berikut. a VIII = V + I + I + I =5+1+1+1 =8 Jadi, VIII dibaca 8 b LXXVI = L + X + X + V + I = 50 + 10 + 10 + 5 + 1 = 76 Jadi, LXXVI dibaca 76 Dari contoh aturan penjumlahan bilangan Romawi diatas. Semakin ke kanan, nilainya semakin kecil. Tidak ada lambang bilangan dasar yang berjajar lebih dari tiga. Dari contoh-contoh tersebut dapat kita tuliskan aturan penjumlahan dalam membaca lambang bilangan Romawi sebagai berikut. a Jika lambang yang menyatakan angka lebih kecil terletak di kanan, maka lambanglambang Romawi tersebut dijumlahkan. b Penambahan paling banyak tiga angka. 2. Aturan Pengurangan Bilangan Romawi Aturan Pengurangan bilangan Romawi digunakan untuk menyatakan angka lebih kecil terletak di sebelah kiri, untuk membaca bilangan Romawi, dapat diuraikan dalam bentuk pengurangan seperti contoh dibawah ini. a IX = X - I = 10 – 1 9

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 Jadi, IX dibaca 9 b XL = L – X = 50 – 10 = 40 Jadi, XL dibaca 40 Dari contoh-contoh diatas, aturan kedua dalam membaca lambang bilangan Romawi sebagai berikut. a Jika lambang yang menyatakan angka lebih kecil terletak di kiri, maka lambanglambang bilangan Romawi tersebut dikurangkan. b Pengurangan paling banyak satu angka. 3. Aturan Gabungan Dari kedua aturan (penjumlahan dan pengurangan) dapat digabungkan sehingga bisa lebih jelas membaca lambang bilangan Romawi. Perhatikan contoh aturan gabungan berikut. a XIV = X + (V – I) = 10 + (5 – 1) = 14 Jadi, XIV dibaca 14 b MCMXCIX = M + (M – C) + (C – X) + (X – I) = 1.000 + (1.000 – 100) + (100 – 10) + (10 – 1) = 1.000 + 900 + 90 + 9 = 1.999 Jadi, MCMXCIX dibaca 1.999 Dalam aturan gabungan pengurangan didahulukan terlebih dahulu dari penjumlahan

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 C. Menuliskan bilangan Romawi Setelah bisa membaca bilangan Romawi, diharapkan siswa juga bisa menuliskan lambang bilangan Romawi dari bilangan Asli yang ditentukan Aturan-aturan dalam penulisan lambang bilangan Romawi sama dengan yang telah dipelajari sebelumnya. Perhatikan contoh berikut. a 139 = 100 + 30 + 9 = 100 + (10 + 10 + 10) + (10 – 1) = C + XXX + IX = CXXXIX Jadi, lambang bilangan Romawi 139 adalah CXXXIX b 1.496 = 1.000 + 400 + 90 + 6 = 1.000 + (500 - 100) + (100 – 10) + (5 + 1) = M + CD + XC + VI = MCDXCVI Jadi, lambang bilangan Romawi 1.496 adalah MCDXCVI

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 LAMPIRAN 16

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 Kisi-kisi Soal Tes Prestasi Sebelum Validitas Jenis Penilaian Tes Indikator Bentuk Soal Objektif Uraian Aspek mengingat Memahami Nomor menerapkan Menunjukkan lambang bilangan Romawi Memahami √ 15, 21, 24 4, 9, 16, √ 18, 23, 28, 30 aturan pengurangan √ bilangan Romawi Menjelaskan √ √ bilangan Romawi Menjelaskan 1, 5, 11, aturan penjumlahan Soal 6, 17, 19, √ 20, 25 aturan gabungan penjumlahan dan pengurangan √ 3, 7, 13, √ 14 bilangan Romawi Menulis Romawi bilangan 2, 8, 10, √ √ 12, 22, 26, 27

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 LAMPIRAN 17

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 Soal Tes Prestasi Sebelum Validitas Nama : Kelas/ No urut : Berilah tanda silang (X) pada salah satu huruf a, b, c, atau d untuk jawaban yamg benar! 1. Kakak Ajeng sekarang sudah kelas VI. Lambang bilangan Romawi VI menyatakan bilangan . . . . a 5 b 7 c 4 d 6 2. Pekan Olahraga Nasional pertama berlangsung di kota Solo.Lambang bilangan Romawi untuk menyatakan “pertama” adalah . . . . a X b I c L d C 3. Lambang bilangan Romawi XIV berasal dari X + (V – I), menyatakan bilangan . . . a 16 b 14 c 24 d 15 4. Lambang bilangan Romawi III, berasal dari I + I + I, menyatakan bilangan .... a 2 b 1 c 4 d 3

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203 5. Ketika mengikuti lomba memasak, Dian mendapatkan juara ke- IV. Lambang bilangan Romawi IV menyatakan bilangan . . . . a 5 b 4 c 6 d 3 6. Lambang bilangan Romawi XL berasal dari L – X, menyatakan bilangan . ... a 40 b 60 c 45 d 55 7. Bilangan 439 dapat dinyatakan dalam bentuk penjumlahan dan pengurangan bilangan Romawi . . . . a (D – C) + X + X + X + (X – I) b (D – C) + X + X + X + (I – X) c (C – D) + X + X + X + (I – X) d (C – D) +X + X + X + (X – I) 8. Tahun 2000 memasuki abad ke- 20, lambang bilangan Romawi dari 20 adalah . . . . a XXI b XX c XIX d II 9. Lambang bilangan Romawi XXV, berasal dari X + X + V, menyatakan bilangan . . . . a 25 b 15 c 20 d 7

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 10. Pada tahun 2014 Negara Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke- 69, lambang bilangan Romawi dari 69 adalah . . . . a LXIX b LXIII c LXXII d LXXIV 11. B.J Habibie merupakan presiden ke-III Indonesia. Lambang bilangan Romawi III menyatakan bilangan . . . . a 30 b 3 c 1 d 5 12. Yoga dapat mengartikan 429 kata bahasa Inggris menjadi bahasa Indonesia. Lambang bilangan Romawi dari 429 adalah . . . . a CDXXXI b CDXIX c CDXXIX d DXXIX 13. Penjumlahan dan pengurangan bilangan Romawi C + X + X + X + (X – I), menyatakan bilangan . . . . a 159 b 129 c 149 d 139 14. Penjumlahan dan pengurangan bilangan Romawi M + (D – C) + (C – X) + V + I, menyatakan bilangan . . . . a 1.486 b 1.396 c 1.946 d 1.496

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205 15. Lambang bilangan Romawi IX menyatakan bilangan . . . . a 9 b 10 c 11 d 110 16. Bilangan 33 dapat dinyatakan dalam bentuk penjumlahan bilangan Romawi . . . . a X+X+I+I+I b X+X+X+V+I+I+I c X+X+X+I+I d X+X+X+I+I+I 17. Lambang bilangan Romawi XC berasal dari C – X, menyatakan bilangan . ... a 60 b 40 c 110 d 90 18. Penjumlahan bilangan Romawi di bawah ini yang sesuai dengan bilangan 75 adalah . . . . a L+X+V b L+X+X+V c L+X+I+V d L+X+X+V+I 19. Bilangan 9 dapat dinyatakan dalam bentuk pengurangan bilangan Romawi .... a C-I b X-V c X-I d C-X

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 20. Lambang bilangan Romawi IV berasal dari V – I, menyatakan bilangan . . .. a 99 b 4 c 9 d 49 21. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sekarang adalah Sri Sultan Hamengkubuwono ke- X. Lambang bilangan Romawi X menyatakan bilangan . . . . a 0 b 10 c 5 d 20 22. Regu Elang mendapatkan poin 521 ketika mengikuti kemah prestasi. Lambang bilangan Romawi dari 521 adalah . . . . a DXXI b VXXI c DXIX d VXIX 23. Bilangan 137 dapat dinyatakan dalam bentuk penjumlahan bilangan Romawi . . . . a L+X+X+X+V+I b C+X+X+X+V+I c L+X+X+X+V+I+I d C+X+X+X+V+I+I 24. Lambang bilangan Romawi XXI menyatakan bilangan . . . . a 5 b 21 c 11 d 20

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 25. Bilangan 400 dapat dinyatakan dalam bentuk pengurangan bilangan Romawi . . . . a L-X b C-X c D-C d M–C 26. Jumlah mendali emas yang didapat Indonesia dalam Sea Games Myanmar adalah 123. Lambang bilangan Romawi dari 123 adalah . . . . a CXXXIII b CXIII c CXXIII d IXXIII 27. Tanggal 17 januari, Yumi mengikuti kemah di Youth Center Sleman. Lambang bilangan Romawi dari 17 adalah . . . . a XII b XVII c XVIII d XXVII 28. Penjumlahan bilangan Romawi di bawah ini yang sesuai dengan bilangan 255 adalah . . . . a C+L+V b D+L+V c C+C+L+V d C+C+V 29. Penjumlahan dan pengurangan bilangan Romawi M + M + X + (V –I), menyatakan bilangan . . . . a 2016 b 2014 c 2006 d 2004

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208 30. Bilangan 516 dapat dinyatakan dalam bentuk penjumlahan bilangan Romawi . . . . a D+X+I+V b M+X+V+I c D+X+V+I d M+X+I+V

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 LAMPIRAN 18

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210 Tabel Korelasi Validitas Tes Prestasi Total Pearson Correlation Total Item1 Item2 Item3 Item4 Item5 Item6 Item7 Item8 .387 .748** .419* -.153 .493* .398* .484* .363 .258 .326 .640** .253 .722** .518** .136 .449* .158 .223 -.055 .240 .010 .511** .213 .199 .517** .485* .603** -.246 .764** .748** .056 .000 .037 .464 .012 .049 .014 .075 .213 .112 .001 .222 .000 .008 .518 .024 .451 .284 .794 .248 .964 .009 .307 .340 .008 .014 .001 .235 .000 .000 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 1 Sig. (2tailed) N Item1 Item2 Item3 .387 Sig. (2tailed) .056 N 25 Item6 Item7 Item8 25 Sig. (2tailed) .000 .184 N 25 25 .275 -.031 -.389 .184 .882 .055 .004 .089 .175 .672 .404 .646 ** .000 .089 .342 .359 -.031 .672 .094 .078 .882 .510 ** .009 * .447* .025 .132 .175 -.053 .132 .089 -.389 -.389 -.102 -.113 -.053 -.161 .021 .275 .068 .161 .408 .530 .404 .800 .530 .672 .055 .055 .627 .589 .800 .442 .919 .184 .747 .442 .043 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 1 .484* -.097 .275 .008 .524** .206 -.190 .345 .901** .067 .524** .831** -.194 .114 .089 .206 -.097 .089 -.145 .243 .114 .345 .336 .802** .400* -.345 .582** .471* .014 .646 .183 .970 .007 .322 .362 .092 .000 .751 .007 .000 .353 .587 .672 .322 .646 .672 .488 .243 .587 .092 .100 .000 .048 .092 .002 .018 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 .419 * -.031 .484 Sig. (2tailed) .037 .882 .014 25 25 Pearson Correlation .554 ** 25 Pearson Correlation Sig. (2tailed) Item5 1 Pearson .748** .275 Correlation N Item4 25 Pearson Correlation Item9 Item10 Item11 Item12 Item13 Item14 Item15 Item16 Item17 Item18 Item19 Item20 Item21 Item22 Item23 Item24 Item25 Item26 Item27 Item28 Item29 Item30 * 1 * .359 -.121 .022 .164 .067 -.226 -.031 -.076 .165 .022 .068 .078 .565 .915 .434 .751 .277 .882 .716 .431 .915 .747 -.031 .123 .275 .257 .067 -.142 .068 .342 -.096 .445 .882 .559 .183 .216 .751 .499 .747 .094 .646 .026 .016 .484 * .115 .939 .014 .585 -.068 .497 * .397* .747 .011 .049 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 -.153 -.389 -.097 -.031 1 -.031 -.282 -.329 -.097 -.097 -.329 -.226 -.226 -.329 -.042 -.329 .113 -.215 .089 .306 .306 -.102 .053 -.053 -.161 .379 -.097 .238 -.007 -.272 -.387 .464 .646 .882 .882 .172 .108 .646 .646 .108 .277 .277 .108 .843 .108 .589 .301 .672 .137 .137 .627 .800 .800 .442 .062 .646 .252 .975 .188 .056 N 25 Pearson Correlation .493* Sig. (2tailed) N .055 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 * .275 .123 -.031 1 -.142 .068 .901** .067 .257 .123 -.096 .634** .164 -.121 .022 -.226 .067 -.031 -.031 .115 -.022 .022 .068 .217 .067 .306 -.068 .497* .585** .012 .004 .183 .559 .882 .499 .747 .000 .751 .216 .559 .646 .001 .434 .565 .915 .277 .751 .882 .882 .585 .915 .915 .747 .298 .751 .137 .747 .011 .002 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 .554* 25 Pearson Correlation .398 * .089 .008 .275 -.282 -.142 Sig. (2tailed) .049 .672 .970 .183 .172 .499 1 * .165 .067 .275 .345 -.097 .430 .751 .183 .092 .646 .165 -.190 .405 .430 .362 .045 .345 .471 * .275 .008 -.282 -.097 .092 .018 .184 .970 .172 .646 .036 .421 * -.064 -.194 .145 .008 .218 .863 .036 .760 .353 .489 .970 .295 .014 .400 * .471* .946 .048 .018 25 25 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson Correlation .484* .175 .524** .257 -.329 .068 .165 1 -.014 -.373 .351 .445* .068 .513** .342 -.136 .277 .342 .345 -.329 .342 -.395 .368 .116 .188 -.090 .345 .099 Sig. (2tailed) .014 .404 .007 .216 .108 .747 .430 .946 .066 .086 .026 .747 .009 .094 .516 .179 .094 .092 .108 .094 .051 .071 .580 .367 .669 .092 .639 .009 .002 .028 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson Correlation .363 Sig. (2tailed) N .646* * .206 .067 -.097 .075 .000 .322 .751 .646 25 25 25 25 25 .901 ** 25 -.190 -.014 .000 .362 .946 25 25 25 1 25 .008 .345 .067 -.142 .970 .092 .751 .499 25 25 25 25 .524 ** 25 -.513** .592** .439* * .471* .089 -.014 -.064 -.282 .008 -.097 -.097 .036 -.114 -.064 -.014 .145 .008 .218 .014 .400 .007 .672 .946 .760 .172 .970 .646 .646 .863 .587 .760 .946 .489 .970 .295 .946 .048 .018 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 210

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211 Item9 Item10 Item11 Pearson Correlation .258 .089 -.190 -.142 -.097 .067 .405* -.373 .008 Sig. (2tailed) .213 .672 .362 .499 .646 .751 .045 .066 .970 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson Correlation .326 .342 .345 .068 -.329 .257 .165 .351 .345 -.194 Sig. (2tailed) .112 .094 .092 .747 .108 .216 .430 .086 .092 .353 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson .640** .359 Correlation Sig. (2tailed) Item12 Item13 Item14 Item16 Item17 Item18 .078 .000 -.194 -.142 .275 -.014 -.097 .524** .292 .089 -.190 .275 -.097 .218 .243 .292 -.194 .336 -.190 .353 .499 .183 .946 .646 .007 .156 .672 .362 .184 .646 .295 .243 .156 .353 .100 .362 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 1 .257 -.121 .351 .342 -.136 .116 -.161 -.014 -.329 -.161 -.230 .045 -.045 -.136 .083 .216 .565 .086 .094 .516 .580 .442 .946 .108 .442 .268 .830 .830 .516 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 * .067 -.142 .257 .751 .499 .216 .342 -.226 .123 .067 .445 .094 .277 .559 .751 .026 1 * .123 .445 .559 .026 .749 ** .000 .218 .194 .036 .114 .295 .353 .863 .587 25 25 25 25 .165 .263 .136 .263 .439* .694 .430 .204 .516 .204 .028 25 25 25 25 25 25 -.121 .022 .164 .275 -.226 -.031 -.076 .165 .022 .257 .217 .565 .915 .434 .183 .277 .882 .716 .431 .915 .216 .298 .901 ** .000 * .397* .049 .306 -.257 .497 .137 .216 .011 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson Correlation .253 -.031 .067 -.096 -.226 -.096 .275 .068 -.142 .275 -.121 .123 1 .068 -.031 .445* .397* -.226 -.350 .164 -.031 .306 .352 .022 .257 .016 .067 .115 -.257 .115 .210 Sig. (2tailed) .222 .882 .751 .646 .277 .646 .183 .747 .499 .183 .565 .559 .747 .882 .026 .049 .277 .086 .434 .882 .137 .084 .915 .216 .939 .751 .585 .216 .585 .314 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson .510* .722** .524** * Correlation Sig. (2tailed) .000 .009 N 25 25 Pearson .518** .132 Correlation Sig. (2tailed) Item15 .001 .901 ** 1 .008 .530 .007 * -.329 .026 .108 .445 .634 ** .001 .345 .092 .513 ** .009 .524 ** .007 25 * .068 .747 -.014 .351 .445 .946 .086 .026 1 .342 -.136 .116 .175 .165 -.329 .007 -.066 .206 .116 .026 .083 .345 .263 -.351 .094 .516 .580 .404 .430 .108 .975 .755 .322 .580 .902 .694 .092 .204 .086 .921 ** .000 .923** .000 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 .831** .359 -.042 .164 -.097 .342 .089 -.097 .342 .749** -.031 .342 1 -.161 -.053 -.042 .275 -.042 -.042 -.102 .053 .113 .175 .200 .646** .238 -.342 .408* .280 .000 .078 .843 .434 .646 .094 .672 .646 .094 .000 .882 .094 .442 .800 .843 .184 .843 .843 .627 .800 .589 .404 .338 .000 .252 .094 .043 .175 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson Correlation .136 .175 -.194 -.121 -.329 -.121 .345 -.136 -.014 .524** -.136 -.121 .445* -.136 -.161 1 .116 .007 -.014 .175 .007 .099 .045 .116 .026 .083 -.194 -.066 .136 -.066 -.045 Sig. (2tailed) .518 .404 .353 .565 .108 .565 .092 .516 .946 .007 .516 .565 .026 .516 .442 .580 .975 .946 .404 .975 .639 .830 .580 .902 .694 .353 .755 .516 .755 .830 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 -.282 .116 .199 -.064 .196 -.116 .196 .199 .172 .580 .340 .760 .347 .580 .347 .341 Pearson Correlation .449 * -.053 .114 .022 .113 Sig. (2tailed) .024 .800 .587 .915 .589 .022 .471 * .277 -.064 .292 .116 .915 .018 .179 .760 .156 .580 25 .022 .397 * .116 -.053 .116 .915 .049 .580 .800 .580 1 * .033 .877 .113 -.243 .113 .447 .589 .243 .589 .025 .923 ** .000 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson Correlation .158 .132 .089 .164 -.215 -.226 .275 .342 -.282 .089 -.161 .164 -.226 .175 -.042 .007 .113 1 .089 -.389 .132 -.102 .220 .280 -.161 .021 .089 -.102 -.175 .238 .113 Sig. (2tailed) .451 .530 .672 .434 .301 .277 .184 .094 .172 .672 .442 .434 .277 .404 .843 .975 .589 .672 .055 .530 .627 .290 .175 .442 .919 .672 .627 .404 .252 .589 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 32 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson Correlation .223 .089 .206 .067 .089 .067 .008 .345 .008 -.190 -.014 .275 -.350 .165 .275 -.014 -.243 .089 1 -.282 .275 -.145 -.114 .114 -.014 .145 .206 .218 -.165 .218 .114 Sig. (2tailed) .284 .672 .322 .751 .672 .751 .970 .092 .970 .362 .946 .183 .086 .430 .184 .946 .243 .672 .172 .184 .488 .587 .587 .946 .489 .322 .295 .430 .295 .587 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 211

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 Item19 Item20 Item21 Item22 Item23 Item24 Item25 Item26 Item27 Item28 Pearson Correlation -.055 -.389 -.097 -.226 .306 -.031 -.282 -.329 -.097 .275 -.329 -.226 .164 -.329 -.042 .175 .113 -.389 -.282 Sig. (2tailed) .794 .055 .646 .277 .137 .882 .172 .108 .646 .184 .108 .277 .434 .108 .843 .404 .589 .055 .172 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson Correlation .240 -.389 .089 -.031 .306 -.031 -.097 .342 -.097 -.097 -.161 -.031 -.031 .007 -.042 Sig. (2tailed) .248 .055 .672 .882 .137 .882 .646 .094 .646 .646 .442 .882 .882 .975 1 25 .007 .447 * .132 .275 .306 .843 .975 .025 .530 .184 .137 .306 .068 .053 .113 .342 .200 .137 .747 .800 .589 .094 .338 25 25 25 25 25 25 -.053 .342 1 -.102 .554 ** -.282 .068 .161 -.272 -.387 .172 .747 .442 .188 .056 25 25 25 25 25 .200 -.097 .068 -.342 .068 -.053 .627 .004 .800 .094 .338 .646 .747 .094 .747 .800 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson Correlation .010 -.102 -.145 -.076 -.102 .115 .036 -.395 .036 .218 -.230 -.076 .306 -.066 -.102 .099 .033 -.102 -.145 .068 -.102 1 -.033 -.131 .263 -.035 -.145 .000 .066 -.167 .033 Sig. (2tailed) .964 .627 .488 .716 .627 .585 .863 .051 .863 .295 .268 .716 .137 .755 .627 .639 .877 .627 .488 .747 .627 .877 .533 .204 .868 .488 1.000 .755 .426 .877 N 25 25 Pearson .511** -.113 Correlation 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 .243 .165 .053 -.022 .421* .368 -.114 .243 .045 .165 .352 .206 .053 .045 .923** .220 -.114 .053 .554** -.033 1 -.199 .206 .144 .064 .131 -.206 .294 .282 Sig. (2tailed) .009 .589 .243 .431 .800 .915 .036 .071 .587 .243 .830 .431 .084 .322 .800 .830 .000 .290 .587 .800 .004 .877 .341 .322 .492 .760 .533 .322 .153 .172 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson Correlation .213 -.053 .114 .022 -.053 .022 -.064 .116 -.064 .292 -.045 .022 .022 .116 .113 .116 -.282 .280 .114 .113 -.053 -.131 -.199 1 -.206 .371 -.064 .360 -.116 .196 .199 Sig. (2tailed) .307 .800 .587 .915 .800 .915 .760 .580 .760 .156 .830 .915 .915 .580 .589 .580 .172 .175 .587 .589 .800 .533 .341 .322 .068 .760 .078 .580 .347 .341 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson Correlation .199 -.161 .345 .068 -.161 .068 -.194 .188 -.014 -.194 -.136 .257 .257 .026 .175 .026 .116 -.161 -.014 .342 .342 .263 .206 -.206 1 -.090 .165 -.066 -.188 -.066 -.045 Sig. (2tailed) .340 .442 .092 .747 .442 .747 .353 .367 .946 .353 .516 .216 .216 .902 .404 .902 .580 .442 .946 .094 .094 .204 .322 .322 .669 .430 .755 .367 .755 .830 N 25 25 Pearson .517** .021 Correlation 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 .336 .016 .379 .217 .145 -.090 .145 .336 .083 .217 .016 .083 .200 .083 .199 .021 .145 .200 .200 -.035 .144 .371 -.090 1 .145 .840** -.083 .140 .199 .489 .000 .694 .504 .340 25 25 25 25 25 Sig. (2tailed) .008 .919 .100 .939 .062 .298 .489 .669 .489 .100 .694 .298 .939 .694 .338 .694 .340 .919 .489 .338 .338 .868 .492 .068 .669 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson Correlation .485 * .275 Sig. (2tailed) .014 .184 N 25 25 Pearson .603** .068 Correlation .802 ** .000 * -.097 .067 .008 .345 .008 -.190 .165 .014 .646 .751 .970 .092 .970 .362 .430 .484 .901 ** .000 .067 .345 .751 .092 .646 ** .000 25 -.194 -.064 .089 .206 -.282 -.097 -.145 .064 -.064 .165 .145 .353 .760 .672 .322 .172 .646 .488 .760 .760 .430 .489 1 * .292 .156 .218 -.165 .400 .295 .430 .048 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 .400* .115 .238 .306 .218 .099 .218 .218 .263 .306 .115 .263 .238 -.066 .196 -.102 .218 .068 .068 .000 .131 .360 -.066 .840** .218 1 -.099 .333 .360 .639 .103 .078 25 25 Sig. (2tailed) .001 .747 .048 .585 .252 .137 .295 .639 .295 .295 .204 .137 .585 .204 .252 .755 .347 .627 .295 .747 .747 1.000 .533 .078 .755 .000 .295 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson Correlation -.246 .161 -.345 -.068 -.007 -.068 .014 -.513 Sig. (2tailed) .235 .442 .092 .747 .975 .747 .946 N 25 25 25 25 25 25 25 ** 25 .014 .194 .136 -.257 -.257 -.351 -.342 .136 -.116 -.175 -.165 .161 -.342 .066 -.206 -.116 -.188 -.083 -.165 -.099 .009 .946 .353 .516 .216 .216 .086 .094 .516 .580 .404 .430 .442 .094 .755 .322 .580 .367 .694 .430 .639 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 1 25 -.428 25 * -.277 .033 .179 25 25 212

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 Item29 Item30 Pearson .764** .408* .582** Correlation .497* -.272 .497* .400* .592** .400* .036 .263 .497* .115 .921** .408* -.066 .196 .238 .218 -.272 .068 -.167 .294 .196 -.066 .140 .400* .333 -.428* Sig. (2tailed) .000 .043 .002 .011 .188 .011 .048 .002 .048 .863 .204 .011 .585 .000 .043 .755 .347 .252 .295 .188 .747 .426 .153 .347 .755 .504 .048 .103 .033 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 Pearson .748** .447* Correlation .471 * .397 * -.387 .585 ** .471 * .439 * .471 * .114 .439 * .397 * .210 .923 ** .280 -.045 .199 .113 .114 -.387 -.053 .033 .282 .199 -.045 .199 .292 .360 -.277 .850** 1 .000 25 .850 25 ** Sig. (2tailed) .000 .025 .018 .049 .056 .002 .018 .028 .018 .587 .028 .049 .314 .000 .175 .830 .341 .589 .587 .056 .800 .877 .172 .341 .830 .340 .156 .078 .179 .000 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 1 25 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 213

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 Perhitungan Validitas Soal Evaluasi Nomor Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nilai Korelasi (r) 0,387 0,748** 0,419* -0,153 0,493* 0,398* 0,484* 0,363 0,258 0,326 0,640** 0,253 0,722** 0,518** 0,136 0,449* 0,158 0,223 -0,55 0,240 0,10 0,511** 0,213 0,199 0,517** 0,485* 0,603** -0,246 0,764** 0,748** Nilai r tabel (n = 25, 5%) 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 Keterangan Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215 Hasil Uji Validitas Tes Prestasi Siswa Kelas V No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama Mei Yes Ald Dea Dom Fia Imm Kev Mar Abi Asi Dan Dav Dwi Hel Nic Noe Rat Ste Vin Lor Bon Feb Mar Dav Rata-rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai Siswa 8,33 8,67 5,67 7 6 6 8,67 5,67 5 8,67 6,67 3,67 7,33 8,33 4,33 6,67 3,67 7,33 8,67 5 3,67 7,67 3,67 6 5,67 63,2 8,33 3,67

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 LAMPIRAN 19

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I No 1 Indikator Menulis bilangan Cacah sebagai bilangan Romawi 2 Menulis bilangan Romawi sebagai bilangan Cacah Bentuk soal Jawaban 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 pendek Menjodohkan jawaban Tingkat Kesulitan No. Item 11,12,13,14,15,16, 17,18,19,20,21,22, 23,24,25 Mudah Sedang Sulit 5,6,8,10 3,4,7 1,2,9 11,12,14, 13,16,1 18,19,23, 15,21 7,20,22 24,25 Jumlah seluruh soal: 25 soal Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II No 1 Indikator Bentuk soal Menulis bilangan Menulis bilangan 15,17,19,21,24,29 bilangan Cacah penjumlahan bilangan Romawi 4 Pilihan 2,4,8,11,16,17,18,21, ganda 22,23,26,27,28,30 1,3,5,6,1 3,16,21,2 Menjelaskan aturan pengurangan 1,5,6,20,25 bilangan Romawi 5 Menjelaskan aturan gabungan bilangan Romawi Sulit 1,3,4,5,6,9,11,13,14, Romawi sebagai Menjelaskan aturan Sedang 22,23,25,26,27,28,30 bilangan Romawi 3 Mudah 2,7,8,10,12,16,18,20, Cacah sebagai 2 Tingkat Kesulitan No. Item 3,7,9,10,12,13,14,15, 19,24,29 Jumlah seluruh soal: 30 soal 5,26,27 2,8,9,10, 11,15,20, 22,23,24, 28,29 4,7,12,14 ,17,18,19 ,30

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218 LAMPIRAN 20

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 SOAL EVALUASI SIKLUS I Nama : Kelas/ No urut : Kegiatan I Ayo menulis bilangan romawi dari kalimat berikut. 1. Tahun 1949 Belanda mengakui kedaulatan NKRI. ( ) 2. Pada tahun 1999 Gus Dur menjadi presiden RI. ( 3. Andi membeli buku seharga 2300 rupiah. ( ) ) 4. Indonesia telah merdeka lebih dari 66 tahun. ( ) 5. Kegiatan Posyandu diadakan setiap tanggal 23. ( 6. Bulan desember merupakan bulan ke-12. ( ) ) 7. Ayah hari ini merayakan ulang tahun yang ke-51. ( 8. Dina memiliki 4 saudara laki-laki. ( 9. Berat Dino sekarang 118 kg. ( ) ) ) 10. Kakak mengikuti pemilu ketika sudah berusia 17 tahun. ( ) Kegiatan II Ayo jodohkan lambang bilangan romawi dari bilangan cacah berikut ini. 1. XXIII 169 2. IX 76 3. CLXIX 433 4. XIX 1945 5. LXXVI 23 6. CXIV 138 7. XLIX 19 8. CDXXXIII 909 9. MMCCCXLV 9 10. CXXXVIII 1099 11. VII 842 12. CMIX 7 13. MCMXLV 49 14. DCCCXLII 114 15. MXCIX 2345 Selamat mengerjakan

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220 SOAL EVALUASI SIKLUS II Nama : Kelas/ No urut : Tanggal : Berilah tanda silang (X) pada salah satu huruf a, b, c, atau d untuk jawaban yang benar! 1. Perang Diponegoro terjadi pada abad ke XIX. Lambang bilangan Romawi XIX menyatakan bilangan . . . . a 20 b 14 c 21 d 19 2. Tahun 2014 pamanku terpilih menjadi anggota DPR. Lambang bilangan Romawi dari 2014 adalah . . . . a MMIV b MMXIV c MMXVI d MMVI 3. Lambang bilangan Romawi XIV berasal dari X + (V – I), menyatakan bilangan . . . a 16 b 14 c 24 d 15 4. Lambang bilangan Romawi MDCCLXXVI, berasal dari M + (D+C+C) + (L+X+X) + (V+I), menyatakan bilangan . . . . a 1767 b 1376 c 1777 d 1776

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221 5. Ketika mengikuti lomba memasak, Dian mendapatkan juara ke- IV. Lambang bilangan Romawi IV menyatakan bilangan . . . . a 5 b 4 c 6 d 3 6. Lambang bilangan Romawi XL berasal dari L – X, menyatakan bilangan . . . . a 40 b 60 c 45 d 55 7. Bilangan 439 dapat dinyatakan dalam bentuk penjumlahan dan pengurangan bilangan Romawi . . . . a (D – C) + X + X + X + (X – I) b (D – C) + X + X + X + (I – X) c (C – D) + X + X + X + (I – X) d (C – D) +X + X + X + (X – I) 8. 9 x 8 = n, bilangan Romawi untuk n adalah . . . . a LXIV b LXXII c LXXIII d LXII 9. Lambang bilangan Romawi CMLXXV, jika ditulis dalam bilangan asli menjadi . . . . a 975 b 945 c 1145 d 1175 10. Pada tahun 2014 Negara Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke- 69, lambang bilangan Romawi dari 69 adalah . . . . a LXIX b LXIII c LXXII d LXXIV

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 11. Selisih nilai CDL dan CCXV jika ditulis dalam bilangan asli adalah . . . . a 245 b 235 c 335 d 435 12. Yoga dapat mengartikan 429 kata bahasa Inggris menjadi bahasa Indonesia. Lambang bilangan Romawi dari 429 adalah . . . . a CDXXXI b CDXIX c CDXXIX d DXXIX 13. Penjumlahan dan pengurangan bilangan Romawi C + X + X + X + (X – I), menyatakan bilangan . . . . a 159 b 129 c 149 d 139 14. Penjumlahan dan pengurangan bilangan Romawi M + (D – C) + (C – X) + V + I, menyatakan bilangan . . . . a 1.486 b 1.396 c 1.946 d 1.496 15. A + B = XCII. Jika A = 28, maka B adalah . . . . a 64 b 34 c 14 d 84 16. Bilangan 33 dapat dinyatakan dalam bentuk penjumlahan bilangan Romawi . . . . a X+X+I+I+I b X+X+X+V+I+I+I c X+X+X+I+I d X+X+X+I+I+I

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223 17. Jika n dikurangi 414 sama dengan CCCXLIX, berarti nilai n adalah . . . . a 863 b 753 c 767 d 763 18. Hasil dari A + B = MCXCIII, jika A = DXXVII, maka B adalah . . . . a CDLXVI b DCLXVI c DCLXVII d DCLXXVI 19. Hasil dari MDCCIX dikurangi DXXV adalah . . . . a 1204 b 1194 c 1184 d 1174 20. A lebih besar daripada B, jika selisih bilangan yang dimaksud XXV dan nilai A = LXIX, berarti nilai B adalah . . . . a XLVI b XLIV c LIV d LVI 21. Kerajaan Sriwijaya didirikan pada abad ke- VII. Lambang bilangan Romawi VII menyatakan bilangan . . . . a 6 b 7 c 8 d 4

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 22. Regu Elang mendapatkan poin 521 ketika mengikuti kemah prestasi. Lambang bilangan Romawi dari 521 adalah . . . . a DXXI b VXXI c DXIX d VXIX 23. Hasil dari penjumlahan DLXV dan DXXII adalah . . . . a M+X+L+X+X+X+I+I b M+L+X+X+X+V+I+I c M+L+X+X+I+I+I d M+L+X+X+X+I+I 24. Lambang bilangan Romawi MDCLXIV menyatakan bilangan . . . . a 1455 b 1664 c 1564 d 1464 25. Bilangan 400 dapat dinyatakan dalam bentuk pengurangan bilangan Romawi . . . . a L-X b C-X c D-C d M–C 26. Jumlah mendali emas yang didapat Indonesia dalam Sea Games Myanmar adalah 123. Lambang bilangan Romawi dari 123 adalah . . . . a CXXXIII b CXIII c CXXIII d IXXIII 27. Tanggal 17 Januari, Yumi mengikuti kemah di Youth Center Sleman. Lambang bilangan Romawi dari 17 adalah . . . . a XII b XVII c XVIII d XXVII

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225 28. Penjumlahan bilangan Romawi di bawah ini yang sesuai dengan bilangan 255 adalah . ... a C+L+V b D+L+V c C+C+L+V d C+C+V 29. Penjumlahan dan pengurangan bilangan Romawi M + M + X + (V –I), menyatakan bilangan . . . . a 2016 b 2014 c 2006 d 2004 30. Bilangan 516 dapat dinyatakan dalam bentuk penjumlahan bilangan Romawi . . . . a D+X+I+V b M+X+V+I c D+X+V+I d M+X+I+V

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 LAMPIRAN 21

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI SIKLUS I Kegiatan I 1. MCMXLIX 2. MCMXCIX 3. MMCCC 4. LXVI 5. XXIII 6. XII 7. LI 8. IV 9. CXVIII 10. XVII Kegiatan II 1. 23 2. 9 3. 169 4. 19 5. 76 6. 114 7. 49 8. 433 9. 2345 10. 138 11. 7 12. 909 13. 1945 14. 842 15. 109

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI SIKLUS II 1. D. 19 2. B. MMXIV 3. B. 14 4. D. 1776 5. B. 4 6. A. 40 7. A. (D – C) + X + X + X + (X – I) 8. B. LXXII 9. A. 975 10. A. LXIX 11. B. 235 12. C. CDXXIX 13. D. 139 14. D. 1.496 15. A. 64 16. D. X + X + X + I + I + I 17. D. 763 18. B. DCLXVI 19. C. 1184 20. B. XLIV 21. B. 7 22. A. DXXI 23. B. M + L + X + X + X + V + I + I 24. B. 1664 25. C. D – C 26. C. CXXIII 27. B. XVII 28. C. C + C + L + V 29. B. 2014 30. C. D + X + V + I

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 LAMPIRAN 22

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 Kisi-Kisi Skala Kemandirian No 1 Aspek No Item Indikator Kemandirian (+) Menetapkan Membuat rencana kerja yang akan dicapai 1 tujuan sebelum belajar belajarnya Mempersiapkan sendiri menunjang kegiatan belajar perlengkapan yang 2 3,4,5 Memilih 2 - - 2 - 10,1 menentukan belajar Jumlah , dan Memanfaatkan buku dan internet sendiri sumber (-) 1 Memanfaatkan tempat atau lingkungan sekitar 7 - 9 Memanfaatkan siapa saja yang memiliki 6 - keahlian sesuai dengan materi yang diajarkan Mendengar dan mempraktekkan materi yang 12,1 diajarkan 8 7,22 Saling bertukar pendapat dengan siswa 7 - lainnya Menggunakan 3 Berani mengungkapkan permasalahan yang 13,1 strategi belajar dihadapi kepada guru yang tepat 8 Memanfaatkan pengalaman yang dimiliki 14,1 untuk menyelesaikan masalah Pembelajaran yang pemecahan masalah - memusatkan 14 - 6,23 pada 15,1 - 9,20, 21 Jumlah Item 23

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 Kisi-Kisi Observasi Kemandirian Siswa No 1 2 Aspek Indikator Kemandirian Menetapkan Membuat rencana kerja yang akan dicapai sebelum tujuan belajar belajarnya Mempersiapkan perlengkapan yang menunjang sendiri kegiatan belajar Memilih dan Memanfaatkan buku dan internet menentukan sendiri sumber belajar Memanfaatkan siapa saja yang memiliki keahlian sesuai dengan materi yang diajarkan Mendengar dan mempraktekkan materi yang diajarkan Saling bertukar pendapat dengan siswa lainnya 3 Menggunakan Berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi strategi belajar kepada guru yang tepat Memanfaatkan pengalaman yang dimiliki untuk menyelesaikan masalah Pembelajaran yang memusatkan pada pemecahan masalah Jumlah Item No Item Jumlah 1 2 2 3,4,5,9 6 5 8, 10,15,19 7 11,16 12 12,14 13,17,18 19

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232 LAMPIRAN 23

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235 LAMPIRAN 24

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237 13 18 Saya menanggapi pertanyaan yang disampaikan guru tanpa ditunjuk Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru Saya mengerjakan tugas tanpa bantuan orang lain Saya melakukan tugas praktek yang diberikan oleh guru Saya berani mengemukakan pendapat di kelas atau kepada guru Saya mengerjakan soal-soal latihan 19 Saya mengerjakan tes/ ulangan 20 Saya mengulang kembali mengerjakan tugas/ soal latihan di rumah Saya menyelesaikan sendiri soal-soal/ tugas yang sulit Saya menyelesaikan soal latihan sesuai penjelasan yang telah disampaikan oleh guru Saya membaca buku di perpustakaan saat istirahat 14 15 16 17 21 22 23

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238 LEMBAR OBSERVASI KEMANDIRIAN SISWA Kelas : Mata Pelajaran : Nama Guru : Hari/ Tanggal : No 1 Pernyataan Siswa membawa jadwal yang telah disusun dalam buku agenda Siswa membawa alat tulis sendiri 2 3 Siswa menggunakan buku teks/ pedoman sebagai sumber belajar 4 Siswa memiliki lebih dari satu buku sumber belajar setiap pelajaran 5 Siswa mengerjakan soal latihan dari buku cetak dan LKS 7 Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru bila ada hal-hal yang tidak dipahami oleh Siswa Siswa berdiskusi dengan teman mengenai materi pelajaran 8 Siswa mendengarkan dan menjawab pertanyaan guru 9 Siswa mencatat materi yang dijelaskan guru di buku catatan 10 Siswa mencatat penjelasan guru untuk memudahkan dalam belajar 11 Siswa menanggapi pertanyaan yang disampaikan guru tanpa ditunjuk 12 Siswa berupaya untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik 13 Siswa mengerjakan tugas tanpa bantuan orang lain 14 Siswa melakukan tugas praktek yang 6 Keterangan Nampak Tidak Skor 1 Skor 0 Keterangan

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239 15 diberikan oleh guru Siswa berani mengemukakan pendapat di kelas atau kepada guru Siswa mengerjakan soal-soal latihan 16 17 Siswa mengulang kembali mengerjakan tugas/ soal latihan 18 Siswa menyelesaikan sendiri soalsoal/ tugas yang sulit 19 Siswa menyelesaikan soal latihan sesuai penjelasan yang telah disampaikan oleh guru Keterangan: Observasi kemandirian dilakukan untuk setiap siswa, dengan cara memberikan skor 1 bila siswa memperlihatkan tingkah laku seperti pada pernyataan rubrik observasi diatas. Sedangkan pemberian skor 0 bila siswa tidak memperlihatkan tingkah laku seperti pernyataan rubrik observasi diatas.

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240 LAMPIRAN 25

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241 PETUNJUK PENGISIAN Petunjuk pengisian Skala 1. Bacalah baik-baik setiap pertanyaan dan semua alternatif jawabannya. 2. Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur sesuai dengan keadaanmu, karena tidak mempengaruhi nilaimu. 3. Tidak ada jawaban yang baik dan benar. 4. Berilah tanda cek (V) pada: a Kolom 1 untuk memilih Sangat tidak setuju b Kolom 2 untuk memilih Tidak setuju c Kolom 3 untuk memilih Setuju d Kolom 4 untuk memilih Sangat setuju Pengisian Skala A. Identitas Siswa Nama :.................. ...... Kelas/ No. urut :................. B. Kuesioner Kemandirian Siswa No Pernyataan 1 Saya mempersiapkan bahan yang diperlukan sebelum belajar Saya membawa alat tulis dan buku sendiri untuk belajar di sekolah Saya menggunakan buku teks/ pedoman sebagai sumber belajar Saya memiliki lebih dari satu buku sumber belajar setiap pelajaran Saya mengerjakan soal latihan dari buku cetak dan LKS Saya mengajukan pertanyaan kepada guru bila ada hal-hal yang tidak Saya pahami Saya berdiskusi dengan teman mengenai materi pelajaran Saya hanya perlu mendengarkan dan menjawab pertanyaan guru Saya pergi ke perpustakaan saat diminta oleh guru Saya memanfaatkan internet untuk mencari informasi mengenai materi pelajaran Saya mencatat materi yang dijelaskan guru di buku catatan 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sangat tidak setuju Tidak setuju Setuju Sangat setuju

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242 12 18 Saya mencatat penjelasan guru untuk memudahkan dalam belajar Saya menanggapi pertanyaan yang disampaikan guru tanpa ditunjuk Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru Saya mengerjakan tugas tanpa bantuan orang lain Saya melakukan tugas praktek yang diberikan oleh guru Saya berani mengemukakan pendapat di kelas atau kepada guru Saya mengerjakan soal-soal latihan 19 Saya mengerjakan tes/ ulangan 20 Saya mengulang kembali mengerjakan tugas/ soal latihan di rumah Saya menyelesaikan sendiri soal-soal/ tugas yang sulit Saya menyelesaikan soal latihan sesuai penjelasan yang telah disampaikan oleh guru Saya membaca buku di perpustakaan saat istirahat 13 14 15 16 17 21 22 23

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243 LEMBAR OBSERVASI KEMANDIRIAN SISWA Kelas : Mata Pelajaran : Nama Guru : Hari/ Tanggal : No 1 Pernyataan Siswa membawa jadwal yang telah disusun dalam buku agenda Siswa membawa alat tulis sendiri 2 3 Siswa menggunakan buku teks/ pedoman sebagai sumber belajar 4 Siswa memiliki lebih dari satu buku sumber belajar setiap pelajaran 5 Siswa mengerjakan soal latihan dari buku cetak dan LKS 7 Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru bila ada hal-hal yang tidak dipahami oleh Siswa Siswa berdiskusi dengan teman mengenai materi pelajaran 8 Siswa mendengarkan dan menjawab pertanyaan guru 9 Siswa mencatat materi yang dijelaskan guru di buku catatan 10 Siswa mencatat penjelasan guru untuk memudahkan dalam belajar 11 Siswa menanggapi pertanyaan yang disampaikan guru tanpa ditunjuk 12 Siswa berupaya untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik 6 Keterangan Nampak Tidak Skor 1 Skor 0 Keterangan

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244 13 14 15 Siswa mengerjakan tugas tanpa bantuan orang lain Siswa melakukan tugas praktek yang diberikan oleh guru Siswa berani mengemukakan pendapat di kelas atau kepada guru Siswa mengerjakan soal-soal latihan 16 17 Siswa mengulang kembali mengerjakan tugas/ soal latihan 18 Siswa menyelesaikan sendiri soalsoal/ tugas yang sulit 19 Siswa menyelesaikan soal latihan sesuai penjelasan yang telah disampaikan oleh guru Keterangan: Observasi kemandirian dilakukan untuk setiap siswa, dengan cara memberikan skor 1 bila siswa memperlihatkan tingkah laku seperti pada pernyataan rubrik observasi diatas. Sedangkan pemberian skor 0 bila siswa tidak memperlihatkan tingkah laku seperti pernyataan rubrik observasi diatas.

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245 LAMPIRAN 26

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKOR HASIL SKALA KEMANDIRIAN SISWA KONDISI AWAL No Pernyataan Nama 1 Wil 2 Bra 3 Mar 4 Ria 5 Kev 6 Alb 7 El 8 And 9 Lin 10 De 11 Eas 12 Ek 13 Ri 14 Reg 15 Del 16 Oli 17 Raf 18 An 19 Sat 20 Dhi 21 Yak 22 Yos 23 Dro 24 Ang 25 Glo 26 Cel Jumlah Rata-rata 1 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 61 2 3 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 1 2 1 3 1 3 3 2 52 Nilai Kemandirian = 3 2 1 2 3 2 3 2 3 3 2 3 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 1 52 4 1 1 1 2 1 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 54 5 1 1 2 1 3 2 4 2 2 4 2 1 2 2 3 2 1 2 1 1 3 2 3 3 2 3 55 6 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 1 3 3 1 2 3 2 2 3 2 2 2 3 2 58 7 2 2 2 3 2 1 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 58 8 2 2 1 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 3 2 2 56 9 1 1 2 2 2 2 2 3 4 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 46 10 1 1 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 2 46 11 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 1 2 1 2 2 1 2 2 3 3 3 2 57 12 2 2 2 2 3 1 3 2 2 3 2 3 2 2 2 1 1 2 2 1 2 2 3 3 3 1 54 13 1 1 1 1 2 1 2 2 3 2 3 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 53 14 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 1 2 2 2 3 3 4 3 3 2 3 2 3 61 15 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 1 2 1 3 2 3 3 2 4 2 3 3 3 2 2 64 16 1 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 61 17 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 4 3 3 2 2 2 3 64 18 2 2 3 2 3 1 2 3 2 2 2 3 2 2 1 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 2 60 19 3 2 2 2 2 2 2 3 2 3 1 2 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 1 2 60 20 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 47 21 2 2 1 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2 63 22 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 82 23 1 1 1 3 1 2 3 3 2 2 3 2 3 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 1 49 Skor (1-92) Nilai (1-100) 40 41 45 50 49 45 58 61 59 58 54 50 52 50 52 46 47 50 49 50 51 49 52 56 53 46 1313 50,5 43,47 44,56 48,91 54,35 53,26 48,91 63,04 66,3 64,13 63,04 58,69 54,35 56,52 54,35 56,52 50 51,08 54,35 53,26 54,35 54,43 53,26 56,52 60,87 57,60 50 1427.17 54,89 x 100 246

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKOR HASIL SKALA KEMANDIRIAN SISWA SIKLUS I No Pernyataan Nama 1 Wil 2 Bra 3 Mar 4 Ria 5 Kev 6 Alb 7 El 8 And 9 Lin 10 De 11 Eas 12 Ek 13 Ri 14 Reg 15 Del 16 Oli 17 Raf 18 An 19 Sat 20 Dhi 21 Yak 22 Yos 23 Dro 24 Ang 25 Glo 26 Cel Jumlah Rata-rata 1 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 2 4 4 3 3 4 2 4 4 88 2 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 3 3 2 4 3 90 Nilai Kemandirian = 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 1 2 3 3 2 4 2 77 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 2 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 2 87 5 2 3 3 4 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 89 6 3 2 4 4 2 3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 4 2 4 3 3 4 2 83 7 3 3 3 4 2 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 2 3 2 85 8 2 1 1 3 2 1 4 1 3 1 2 1 3 3 1 2 1 2 1 1 2 3 2 2 4 3 52 9 2 3 4 2 3 1 2 4 3 2 3 4 2 4 3 2 4 3 3 4 2 3 3 2 4 2 74 10 2 3 2 3 2 1 2 3 2 1 3 4 2 3 3 2 4 4 4 4 3 3 3 2 4 3 72 11 3 3 3 4 3 3 2 3 3 2 3 3 3 4 3 4 4 2 4 4 2 3 3 1 4 2 78 12 3 2 3 3 3 2 4 3 4 2 2 3 2 3 3 4 4 2 3 4 3 3 3 2 4 2 76 13 3 3 3 3 3 2 2 4 4 3 2 3 2 3 4 4 3 2 4 4 2 2 3 3 4 2 77 14 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 2 4 4 3 3 3 2 4 3 87 15 2 3 2 3 3 2 1 3 2 2 3 2 2 3 1 4 4 1 2 4 2 2 2 2 4 3 64 16 1 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 1 3 4 2 2 3 3 4 2 78 17 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 2 2 2 3 3 4 2 1 3 4 2 2 2 2 4 2 73 18 2 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 2 4 4 3 3 3 3 4 3 86 19 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 2 3 3 3 3 4 4 2 4 4 3 3 3 3 4 2 85 20 2 2 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 2 4 3 4 4 2 4 4 2 2 2 2 4 3 80 21 2 3 2 2 3 1 2 2 4 2 3 2 2 3 3 3 3 1 2 4 2 2 2 3 4 3 65 22 3 3 4 2 3 2 4 3 4 4 2 3 2 3 3 4 4 2 3 4 2 3 3 2 4 1 77 23 3 3 4 4 3 2 4 4 4 3 2 4 2 3 1 4 4 1 3 4 1 2 2 2 4 2 75 Skor (1-92) Nilai (1-100) 59 65 70 77 65 63 74 74 82 68 62 72 58 79 67 84 81 51 77 86 55 63 66 53 91 56 1797 69.15 64.13 70.65 76.09 83.69 70.65 68.48 80.43 80.43 89.13 73.91 67.39 78.26 63.04 85.87 72.83 91.30 88.04 55.43 83.69 93.48 59.78 68.48 71.74 57.61 98.91 60.87 1954.23 75.18 x 100 247

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKOR HASIL SKALA KEMANDIRIAN SISWA SIKLUS II No Pernyataan Nama 1 Wil 2 Bra 3 Mar 4 Ria 5 Kev 6 Alb 7 El 8 And 9 Lin 10 De 11 Eas 12 Ek 13 Ri 14 Reg 15 Del 16 Oli 17 Raf 18 An 19 Sat 20 Dhi 21 Yak 22 Yos 23 Dro 24 Ang 25 Glo 26 Cel Jumlah Rata-rata 1 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 86 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 89 Nilai Kemandirian = 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 2 76 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 89 5 2 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 83 6 3 2 3 3 3 1 4 4 4 4 2 2 2 4 2 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 2 77 7 3 3 4 3 4 2 4 4 3 3 2 3 3 4 2 3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 82 8 2 2 1 2 3 2 4 2 3 3 2 2 2 3 1 2 3 1 1 2 2 3 2 2 2 3 57 9 2 3 4 3 2 1 1 4 3 2 3 2 3 4 4 3 4 4 4 3 3 2 4 3 3 2 76 10 4 3 3 3 4 1 3 3 2 3 2 4 2 3 4 3 4 4 4 3 2 3 3 3 3 2 78 11 2 2 3 3 4 4 4 4 4 4 2 3 3 4 4 3 4 4 4 3 2 3 3 2 3 3 84 12 3 2 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 4 3 3 3 86 13 3 3 3 3 4 2 2 4 3 2 2 2 2 3 4 3 4 4 4 1 3 3 3 1 3 2 73 14 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 89 15 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 4 3 4 4 2 3 2 2 3 2 3 2 71 16 2 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 2 3 2 84 17 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 4 4 3 3 2 2 3 1 3 2 70 18 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 86 19 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 2 86 20 2 3 3 3 4 3 4 4 4 3 2 3 2 3 4 3 4 4 4 3 3 3 2 2 3 2 80 21 2 2 3 3 4 2 2 2 3 2 3 2 2 2 4 3 4 4 2 3 2 2 3 2 3 2 68 22 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 2 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 84 23 4 3 4 3 3 1 4 4 4 3 2 4 2 4 4 3 4 4 4 3 3 3 2 2 3 2 82 Skor (1-92) Nilai (1-100) 63 64 70 68 79 61 76 78 82 75 60 67 58 72 81 70 91 89 80 68 63 66 73 57 68 57 1836 70.61 68.48 69.56 76.09 73.91 85.87 66.3 82.6 84.78 89.13 81.52 65.28 72.83 63.04 78.26 88.04 76.09 98.91 96.74 86.96 73.91 68.48 71.74 79.35 61.96 73.91 61.96 1995.6 76.75 x 100 248

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249 LAMPIRAN 27

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKOR HASIL OBSERVASI KEMANDIRIAN SISWA SIKLUS I PERTEMUAN I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Wil Bra Mar Ria Kev Alb El And Lin De Eas Ek Ri Reg Del Oli Raf An Sat Dhi Yak Yos Dro Ang Glo Cel Jumlah Rata-rata Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 15 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 21 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 22 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 16 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 21 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 8 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 20 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 17 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 20 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 20 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 26 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 12 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 17 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 26 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 26 Nilai Kemandirian = Skor Kemandirian (1-19) 9 14 7 14 12 16 17 14 18 12 15 12 17 11 16 14 9 14 16 11 16 14 10 13 15 11 347 13,35 Nilai Kemandirian (1-100) 47,37 73,68 36,84 73,68 63,16 84,21 89,47 73,68 94,74 63,16 78,95 63,16 89,47 57,89 84,21 73.68 47,37 73,68 84,21 57,89 84.21 73,68 52,63 68,42 78,95 57,89 1826,31 70,24 x 100 250

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKOR HASIL OBSERVASI KEMANDIRIAN SISWA SIKLUS I PERTEMUAN II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Wil Bra Mar Ria Kev Alb El And Lin De Eas Ek Ri Reg Del Oli Raf An Sat Dhi Yak Yos Dro Ang Glo Cel Jumlah Rata-rata Pernyataan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 23 2 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 22 Nilai Kemandirian = 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 20 4 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 19 5 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 20 6 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 12 7 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 8 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 19 9 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 21 10 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 18 11 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 18 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 24 13 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 14 14 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 18 15 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 10 16 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 25 18 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 11 19 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 21 Skor Kemandirian (1-19) 10 15 12 15 11 17 17 15 15 14 14 11 18 12 17 15 10 16 14 12 16 15 12 14 13 13 363 13,96 Nilai Kemandirian (1-100) 52,63 78,95 63,16 78,95 57,89 89,47 89,47 78,95 78,95 73,68 73,68 57,89 94,74 63,16 89,47 78,95 52,63 84,21 73,68 63,16 84,21 78,95 63,16 73,68 68,42 68,42 1910,53 73,48 x 100 251

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKOR HASIL OBSERVASI KEMANDIRIAN SISWA SIKLUS II PERTEMUAN I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Wil Bra Mar Ria Kev Alb El And Lin De Eas Ek Ri Reg Del Oli Raf An Sat Dhi Yak Yos Dro Ang Glo Cel Jumlah Rata-rata Pernyataan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 26 2 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 23 Nilai Kemandirian = 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 25 4 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 23 5 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 20 6 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 18 7 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 8 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 21 9 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 21 10 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 18 11 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 18 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 13 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 14 14 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 20 15 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 16 16 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 25 18 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 12 19 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 23 Skor Kemandirian (1-19) 12 15 11 15 12 17 17 16 17 15 16 14 18 15 17 15 12 17 16 15 16 15 14 17 16 15 395 15,19 Nilai Kemandirian (1-100) 63,16 78,95 57,89 78,95 63,16 89,47 89,47 84,21 89,47 78,95 84,21 73,68 94,74 78,95 89,47 78,95 63,16 89,47 84,21 78,95 84,21 78,95 73,68 89,47 84,21 78,95 2078,95 79,96 x 100 252

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 253 LAMPIRAN 28

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254 Hasil Kemandirian Siswa No Nama Kondisi Awal Siklus I Siklus II 1 Wil 43,47 Sangat Rendah 57,06 Rendah 65,82 Sedang 2 Bra 44,56 Sangat Rendah 73,48 Sedang 74,25 Sedang 3 Mar 48,91 Sangat Rendah 63,04 Rendah 66,99 Sedang 4 Ria 54,35 Sangat Rendah 80 Tinggi 76,43 Sedang 5 Kev 53,26 Sangat Rendah 65,59 Sedang 74,51 Sedang 6 Alb 48,91 Sangat Rendah 77,66 Sedang 77,88 Sedang 7 El 63,04 Rendah 84,95 Tinggi 86,03 Tinggi 8 And 66,3 Sedang 78,37 Sedang 84,49 Tinggi 9 Lin 64,13 Rendah 87,98 Tinggi 89,3 Tinggi 10 De 63,04 Rendah 71,16 Sedang 80,23 Tinggi 11 Eas 58,69 Rendah 71,85 Sedang 74,74 Sedang 12 Ek 54,35 Sangat Rendah 69,39 Sedang 73,25 Sedang 13 Ri 56,52 Rendah 77,57 Sedang 78,89 Sedang 14 Reg 54,35 Sangat Rendah 73,19 Sedang 78,61 Sedang 15 Del 56,52 Rendah 58,78 Rendah 88,75 Tinggi 16 Oli 50 Sangat Rendah 83,8 Tinggi 77,52 Sedang 17 Raf 51,08 Sangat Rendah 69,02 Sedang 81,03 Tinggi 18 An 54,35 Sangat Rendah 67,19 Sedang 93,11 Sangat Tinggi 19 Sat 53,26 Sangat Rendah 81,32 Tinggi 85,58 Tinggi 20 Dhi 54,35 Sangat Rendah 77 Sedang 76,43 Sedang 21 Yak 54,43 Sangat Rendah 71,99 Sedang 76,34 Sedang 22 Yos 53,26 Sangat Rendah 72,39 Sedang 75,34 Sedang 23 Dro 56,52 Rendah 64,82 Rendah 76,51 Sedang 24 Ang 60,87 Rendah 64,33 Rendah 75,71 Sedang 25 Glo 57,60 Rendah 86,29 Tinggi 79,06 Sedang 26 Cel 50 Sangat Rendah 62,01 Rendah 70,23 Sedang 1427,17 - 1911,32 - 2037,37 - 54,89 Sangat Rendah 73,52 Sedang 78,35 Sedang Jumlah Rata-rata

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255 LAMPIRAN 29

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256 Data Awal Prestasi Belajar Matematika Kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta 2012/2013 Materi Pokok: Lambang bilangan Romawi KKM = 70 Ketuntasan No Nama Nilai Ya Tidak √ 1 Mei 63 2 Yes 82 3 Ald 56 √ 4 Dea 68 √ 5 Dom 72 6 Fia 62 7 Imm 78 8 Kev 66 √ 9 Mar 60 √ 10 Abi 64 √ 11 Asi 72 √ 12 Dan 86 √ 13 Dav 72 √ 14 Dwi 58 15 Hel 74 16 Nic 58 √ 17 Noe 61 √ 18 Rat 48 √ √ √ √ √ √ √

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257 19 Ste 76 √ 20 Vin 72 √ 21 Lor 78 √ 22 Bon 70 √ 23 Feb 63 24 Mar 73 25 Dav 58 √ √ √ Jumlah - 12 13 Rata-rata 67,6 48% 52% Nilai 86 Tertinggi Nilai 48 Terendah

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258 LAMPIRAN 30

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 262

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 264 LAMPIRAN 31

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 265

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 266

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 267

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 268

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 269 LAMPIRAN 32

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 270

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 271

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 272 LAMPIRAN 33

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 273

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 274

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 275 LAMPIRAN 34

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 276

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 277

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 278

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 279

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 280

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 281

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 282 LAMPIRAN 35

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 283 Hasil Prestasi Belajar Siswa Kelas IV Setelah Tindakan No Nama Kondisi Awal (Rata-rata) Ketuntasan Nilai Siklus I Ketuntasan Nilai Siklus II Ya Tidak 80 √ 76,67 √ √ 80 √ 70 √ 76,67 √ Kev 75 √ 83,3 √ 6 Alb 66.6 80 √ 7 El 86,6 √ 96,67 √ 8 And 95 √ 90 √ 9 Lin 80 √ 86,67 √ 10 De 75 √ 90 √ 11 Eas 78.3 √ 83,3 √ 12 Ek 70 √ 73,3 √ 13 Ri 83,3 √ 86,67 √ 14 Reg 76.6 √ 83,3 √ 15 Del 65 76,67 √ 16 Oli 70 80 √ 17 Raf 65 83,3 √ 18 An 70 √ 73,3 √ 19 Sat 83 √ 86,67 √ 20 Dhi 70 √ 60 21 Yak 68 √ 80 √ 22 Yos 61.6 √ 70 √ 23 Dro 70 83,3 √ 24 Ang 60 70 √ 25 Glo 80 83,3 √ 1 Wil 71.65 2 Bra 31.5 3 Mar 75 4 Ria 5 √ Ya √ √ √ √ √ √ √ √ Tidak √

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 284 26 Cel Jumlah Persentase Rata-rata 56.65 √ 70 √ T TT 1683,9 18 8 2083,33 25 1 48% 52% - 69% 31% - 96,2% 3,8% 64,76 - - 80,13 - - 67,6

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 285 LAMPIRAN 36

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 286

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 287

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 288 DOKUMENTASI Siswa memahami materi dengan media pembelajaran Siswa mencatat materi yang belum dipahami Aktivitas kelompok

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 289 Aktivitas diskusi Mengerjakan Soal Evaluasi Mengisi Lembar Skala

(310)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar matematika menggunakan pendekatan PMRI pada siswa kelas II SD Negeri Plaosan 2.
0
0
301
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar matematika menggunakan pendekatan PMRI pada siswa kelas VA SD Cahaya Nur Kudus Jawa Tengah.
3
4
182
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar matematika menggunakan pendekatan PMRI pada siswa kelas IVB SDN Denggung Sleman.
0
2
292
Peningkatan hasil belajar matematika dan kerjasama siswa kelas IV SD Kanisius Kintelan dengan menggunakan pendekatan PMRI.
0
7
277
Peningkatan hasil belajar matematika dan kerjasama siswa kelas IV SD Kanisius Kintelan dengan menggunakan pendekatan PMRI.
0
7
277
Meningkatkan kerjasama dan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Totogan menggunakan pendekatan PMRI.
0
3
210
Peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Kanisius Kintelan Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan PMRI.
0
1
236
Peningkatan minat dan prestasi belajar matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas V semester genap SD Kanisius Minggir tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
212
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar matematika menggunakan pendekatan PMRI pada siswa kelas VA SD Cahaya Nur Kudus Jawa Tengah
0
1
180
Peningkatan hasil belajar matematika dan kerjasama siswa kelas IV SD Kanisius Kintelan dengan menggunakan pendekatan PMRI
0
0
275
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar matematika menggunakan pendekatan PMRI pada siswa kelas IVB SDN Denggung Sleman
0
8
290
Peningkatan kreativitas dan prestasi belajar matematika siswa kelas III B SDN Sokowaten Baru dengan menggunakan pendekatan PMRI
0
3
485
Peningkatan minat dan prestasi belajar matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas V semester genap SD Kanisius Minggir tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
210
Peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Kanisius Kintelan Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan PMRI - USD Repository
0
4
234
Peningkatan hasil belajar matematika dan kerjasama siswa kelas IV SD Kanisius Kintelan dengan menggunakan pendekatan PMRI - USD Repository
0
6
275
Show more