Peningkatan minat dan prestasi belajar siswa kelas IVB menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada materi koperasi di SDN Adisucipto 1 tahun ajaran 2013/2014 - USD Repository

Gratis

0
0
202
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IVB MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II PADA MATERI KOPERASI DI SDN ADISUCIPTO 1 TAHUN AJARAN 2013/2014 Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh: Nike Wiji Hartatik 101134218 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IVB MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II PADA MATERI KOPERASI DI SDN ADISUCIPTO 1 TAHUN AJARAN 2013/2014 Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh: Nike Wiji Hartatik 101134218 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini saya perembahkan kepada: 1. Tuhan yang senantiasa memberi ridho, membimbing, dan melindungi saya 2. Kedua orang tua saya yaitu; bapak Sukanto dan ibu Sunarti yang senantiasa member dukungan dan mendoakan saya. 3. Kakak-kakak saya yaitu; Nunung Setiyanto, Sri Tanti W., dan Giacinta Nuning Nugraheni yang senantiasa mendoakan dan memberi penyemangatan kepada saya. 4. Om, Tante, Pak dhe, Bu dhe yang selalu memberi dukungan kepada saya. 5. Teman dekat saya Danang Wahyu Kristiyawan yang selalu menemani dan menyemangati saya dalam melakukan penelitian ini. 6. Sahabat-sahabat yang selalu menyemangati yaitu Kinasih Novarisa, Agustiyana Olympia Vitessa, Fitria Jati Nurjanah, Ristya Nur Adisti dan Mbak Endah iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill) Dari semua hal, pengetahuan adalah yang paling baik, karena tidak kena tanggung jawab maupun tidak dapat dicuri, karena tidak dapat dibeli, dan tidak dapat dihancurkan. (Hitopadesa) Kita mengajarkan disiplin untuk giat, untuk bekerja, untuk kebaikan, bukan agar anak-anak menjadi loyo, pasif, atau penurut. (Maria Montessori) Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis. (Aristoteles) Pendidikan mengembangkan kemampuan, tetapi tidak menciptakannya. (Voltaire) Harapan adalah tiang yang menyangga dunia. (Pliny the Elder) Ukuran kecerdasan manusia sebenarnya terletak pada kemampuannya untuk berubah (albert einsten) v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Peningkatan Minat Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas IVB Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Pada Materi Koperasi Di SDN Adisucipto 1 Tahun Ajaran 2013/2014 Oleh: Nike Wiji Hartatik 101134218 Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas IVB SD Negeri Adisuipto 1, untuk mata pelajaran IPS semester 2 tahun ajaran 2013/2014 pada materi koperasi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subyek siswa kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1 tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 25 siswa. Obyek penelitian ini adalah peningkatan minat dan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPS materi koperasi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus memiliki empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah tes tertulis, wawancara, dan angket minat. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis Deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II telah dilakukan melalui langkah –langkah sebagai berikut: (a) pembentukan kelompok asal dan siswa belajar secara keseluruhan, (b) pembentukan kelompok ahli dan siswa berdikusi tentang materi yang diperoleh, (c) kembali ke kelompok asal dan berbagi informasi yang diperoleh dalam kelompok ahli, (d) kegiatan evaluasi individu dan (e) pemberian penghargaan. 2) Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar siswa. Hal ini ditunjukkan adaya peningkatan minat belajar siswa yaitu: pada siklus I, 2 siswa berminat rendah, 11 siswa berminat sedang, dan 12 siswa berminat tinggi terhadap pelajaran IPS materi koperasi pada siklus I. Minat bejajar siswa terhadap pelajaran IPS mengalami peningkatan yaitu: 1 siswa berminat rendah, 6 siswa berminat sedang, dan 18 siswa berminat tinggi. 3) Hasil penelitian mengenai prestasi belajar siswa sebelum tindakan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II, nilai rata –rata kelas adalah 66 dengan presentase siswa yang mencapai KKM adalah 72,97%. Setelah dikenai tindakan siklus I nilai rata-rata siswa adalah 61,12 dengan presentase siswa yang mencapai KKM sebesar 56%. Nilai rata-rata prestasi siswa meningkat pada siklus II yaitu 75,24 dengan presentase siswa yang mencapai KKM 100%. Kata kunci: minat, prestasi belajar, model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II, mata pelajaran IPS. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT IMPROVING STUDENT’S INTEREST AND ACHIEVEMENT OF CLASS IVB USING COOPERATIVE LEARNING TYPE JIGSAW II ON THE MATERIAL KOPERASI IN SDN ADISUCIPTO 1 YEAR 2013/2014 by: Nike Wiji Hartatik 101134218 The purpose of this research is to increase interest and student achievement Elementary School fourth grade Adisucipto 1 for social studies, 2 nd semester school year 2013/2014 the cooperative material using cooperative learning type jigsaw II. This current study is a Classroom Action Research (PTK). The subject of the research is twenty five students of the fourth grade Adisucipto 1 during the school year 2013/2014. The goal of the study is to increase the students interest and achievement of the social studies material using the cooperative learning type jigsaw II. The study was conducted in two cycles and each cycles has four phases including planning, implementation, observation, and reflection. The techniques used in collecting the data are written test, interviews, and questioner. The technique used to analyze the data is descriptive quantitative analysis. The result of the study indicates that the: 1) use of cooperative material using cooperative learning type jigsaw II with this steps: (a) make a group home and students learning comprehensive, (b) make expert and student discussion about material, (c) back to group home and share the information about material, (d) evaluation of individual, and (e) reward to the best group, can improve the interest and achievement of the fourth grade the elementary students of Adisucipto 1 in the school year 2013/2014. 2) The using cooperative learning type jigsaw II can increase student’s interest. 2 students had a low interest, 11 students had moderate interest, and 12 students had a high interest in the cooperative social studies material. Students' interest in learning lessons IPS increased in the second cycle, namely: 1 student had a low interest, 6 students had moderate interest, and 18 students had a high interest. 3) Results of research on student achievement before subjected to the action using the jigsaw method of cooperative learning model II, average value increased student is 66 with a percentage of students who reached the KKM is 72.97%. After the first cycle of action subject to the average student score was 61.12 with a percentage of students who achieve 56% KKM. average value increased student achievement in the second cycle is 75.24 with a percentage of students who achieve 100% KKM. Keywords: interest, academic achievement, cooperative learning type jigsaw II, social studies. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kata Pengantar Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan ridhoNya sehingga skripsi dengan judul “Meningkatkan Minat Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas IVB Menggunakan Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Pada Materi Koperasi Di SDN Adisucipto 1 Tahun Ajaran 2013/2014” dapat diselesaikan dengan baik. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna. penulis dengan tulus mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu baik seara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan skripsi ini. Ucapan terimakasih penulis ditujukan kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Romo G. Ari Nugrahanta, SJ., SS., BST., M.A., selaku Ketua Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Drs. Y.B. Adimassana, M.A., selaku dosen pembimbing I, yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan dorongan sehingga penulisan skripsi dapat berjalan lancar. 4. Bapak dan Ibu dosen prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang sudah memberikan ilmu, wawasan, dan pengalamannya yang sangat bermanfaat kepada penulis. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv HALAMAN MOTTO .......................................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................... vi HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ....................................... vii ABSTRAK ....................................................................................................... viii ABSTRACT ......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ......................................................................................... x DAFTAR ISI ..................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................. xv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1 A. Latar Belakang ......................................................................................... 1 B. Batasan Masalah....................................................................................... 6 C. Rumusan Masalah .................................................................................... 6 D. Tujuan Penelitian ..................................................................................... 7 E. Manfaat Hasil Penelitian .......................................................................... 7 F. Batasan Pengertian ................................................................................... 8 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 9 A. Kajian Pustaka.......................................................................................... 9 1. Belajar ................................................................................................ 9 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Pengertian Belajar ................................................................... 9 b. Proses Pembelajaran ............................................................. 10 2. 3. 4. 5. 6. 7. c. Prestasi Belajar ..................................................................... 10 Metode Pembelajaran ....................................................................... 11 Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II................ 20 Minat ................................................................................................ 22 Ilmu Pengetahuan Sosoal (IPS) ......................................................... 24 Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II pada Mata Pelajaran IPS .................................................................................... 25 Penelitian Terdahulu ......................................................................... 26 B. Kerangka Berpikir .................................................................................. 28 C. Hipotesis Tindakan ................................................................................. 29 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................. 30 A. Jenis Penelitian ....................................................................................... 30 B. Setting Penelitian ................................................................................... 31 1. Tempat Penelitian ............................................................................. 31 2. Subjek Penelitian .............................................................................. 32 3. Objek Penelitian ............................................................................... 32 C. Rancangan Penelitian ............................................................................. 32 1. Siklus I ............................................................................................. 32 2. Siklus II ............................................................................................ 37 D. Instrumen Penelitian ............................................................................... 42 1. Tes ................................................................................................... 42 2. Non Tes ............................................................................................ 44 E. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 45 F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen ....................................................... 46 1. Validitas ........................................................................................... 46 a. Validasi Perangkat Pembelajaran ................................................ 47 b. Validasi Instrumen soal............................................................... 48 2. Reliabilitas ....................................................................................... 49 G. Teknik Analisis Data .............................................................................. 52 1. Analisis Data Minat Siswa ................................................................ 52 2. Analisis Data Prestasi Belajar Siswa ................................................. 53 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Indikator Keberhasilan ...................................................................... 53 H. Jadwal Penelitian .................................................................................... 54 BAB IV PEMBAHASAN ................................................................................. 55 A. Kondisi Sebelum Tindakan .................................................................... 55 B. Hasil Penelitian ...................................................................................... 56 1. Siklus I ............................................................................................. 56 2. Siklus II ............................................................................................ 64 C. Pembahasan ........................................................................................... 71 1. Peningkatan Minat Belajar ................................................................ 71 2. Peningkatan Prestasi Belajar ............................................................. 74 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 77 A. Kesimpulan ............................................................................................ 77 B. Keterbatasan Penelitian .......................................................................... 78 C. Saran ...................................................................................................... 78 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 80 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 : Kisi-kisi soal evaluasi siklus I ................................................... 43 Tabel 3.2 : Kisi-kisi soal evaluasi siklus II .................................................. 43 Tabel 3.3 : Kisi-kisi kuisioner minat siswa ................................................. 44 Tabel 3.4 : Hasil penghitungan validasi perangkat pembelajaran ................ 47 Tabel 3.5 : Kriteria validitas perangkat pembelajaran ................................. 48 Tabel 3.6 : Koefisien korelasi ..................................................................... 50 Tabel 3.7 : Indikator keberhasilan ............................................................... 54 Tabel 4.1 : Hasil pengamatan minat siklus I................................................ 61 Tabel 4.2 : Nilai prestasi siswa siklus I ....................................................... 62 Tabel 4.3 : Frekuensi prestasi siklus I ......................................................... 63 Tabel 4.4 : Hasil pengamatan minat siklus II .............................................. 69 Tabel 4.5 : Nilai Prestasi siswa siklus II...................................................... 70 Tabel 4.6 : Frekuensi prestasi siklus II ........................................................ 70 Tabel 4.7 : Minat siklus I dan siklus II ....................................................... 72 Tabel 4.8 : Rata-rata kelas kondisi awal, siklus I, dan siklus II ................... 74 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 : Literatur map ............................................................................ 28 Gambar 3.1 : Siklus penelitian dari Kemmis dan Taggart ............................... 30 Gambar 3.2 : Rumus korelasi product-moment dari Pearson .......................... 51 Gambar 3.3 : Rumus koefisien reliabilitas ...................................................... 51 Gambar 4.1 : Histogram minat siswa siklus I ................................................. 73 Gambar 4.2 : Histogram minat siswa siklus II ................................................ 74 Gambar 4.3 : Grafik rata-rata kelas ................................................................ 76 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Silabus ...................................................................................... 81 Lampiran 2 : RPP .......................................................................................... 88 Lampiran 3 : LKS ........................................................................................ 102 Lampiran 4 : Materi ..................................................................................... 106 Lampiran 5 : Evaluasi .................................................................................. 124 Lampiran 6 : Validitas ................................................................................. 131 Lampiran 7 : Reliabilitas .............................................................................. 143 Lampiran 8 : Validasi desain pembelajaran .................................................. 145 Lampiran 9 : Data minat siswa ..................................................................... 157 Lampiran 10 : Nilai prestasi siswa ................................................................. 162 Lampiran 11 : Lembar kerja siswa ................................................................. 164 Lampiran 12 : Foto kegiatan pembelajaran .................................................... 179 Lampiran 13 : Surat permohonan izin penelitian ............................................ 181 Lampiran 14 : Surat keterangan penelitian .................................................... 182 Lampiran 15 : Biodata .................................................................................. 183 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan berperan penting dalam kehidupan karena pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Sejalan dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakin menuntut lembaga pendidikan untuk dapat lebih menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, banyak perhatian khusus diarahkan kepada perkembangan dan kemajuan pendidikan guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan (Isjoni, 2009:7). Guru merupakan salah satu faktor yang menentukan mutu dan kualitas pendidikan. Guru berhadapan langsung dengan siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Di tangan gurulah akan dihasilkan peserta didik yang berkualitas, baik secara akademis, skill (keahlian), kematangan emosional, moral maupun spiritual (Kusnandar, 2008:40). Pendidikan memiliki hubungan yang sangat erat dengan proses belajar yaitu suatu kegiatan berproses dan merupakan unsur yang menjadi dasar dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Dengan demikian berhasil atau tidaknya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sangat bergantung pada suatu proses belajar yang dialami siswa. Dalam melakukan proses pembelajaran, seorang guru memiliki peranan yang sangat penting dalam mengatur dan mengontrol kegiatan pembelajaran di kelas, dengan mendapat dukungan dari sumber belajar lainnya. 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah salah satu mata pelajaran wajib di sekolah dasar. IPS merupakan mata pelajaran yang mempelajari tentang masyarakat atau manusia, dan merupakan ilmu pengetahuan sosial yang diambil dari ilmu sosial. IPS bukan merupakan bidang keilmuan atau disiplin bidang akademis tetapi merupakan bidang pengkajian tentang masalah atau gejala sosial. Selain itu IPS juga sering disebut istilah – istilah ekonomi, geografi, sejarah, sosiologi, antropologi sosial, antropologi pendidikan yang dipelajari oleh siswa ditingkat dasar (SD) dan menengah. Pada dasarnya seorang guru harus berpikir kreatif dalam pemilihan metode yang akan digunakan dalam pembelajaran agar siswa mampu belajar secara efektif dan efisien, serta beracuan pada tujuan yang diharapkan. Dengan demikian, seorang guru harus mampu mengembangkan metode pembelajaran dalam menyampaikan informasi atau materi pembelajaran sehingga tujuan yang telah ditetapkan tercapai. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas didapatkan bahwa prestasi belajar siswa menunjukkan adanya masalah, hal tersebut dapat dilihat dari prosentase KKM dua tahun terakhir pada (KD2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat) dengan ketentuan KKM 65 adalah sebagai berikut: Tahun Pelajaran 2010/2011 2011/2012 Lulus KKM Tidak Lulus KKM Jumlah siswa 27 siswa ( 72,97% ) 19 siswa ( 61,29% ) 10 siswa ( 27,03% ) 12 siswa ( 38,71% ) 37 31

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Selain melihat dari sisi siswanya dapat juga melihat dari sisi gurunya. Berdasarkan pengamatan, masih ada banyak guru yang belum mengaplikasikan metode-metode yang menuntut siswa ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran. Para guru masih bertahan menggunakan metode ceramah yang mengakibatkan siswa sangat pasif serta guru aktif memberikan informasi atau materi pelajaran. Para guru saat ini masih cenderung belum berani mengaplikasikan berbagai metode yang ada, masih terpaku pada satu metode. Oleh karena itu, seorang guru harus berusaha menggunakan metode pembelajaran yang mampu menarik minat siswa untuk belajar dengan harapan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Metode pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam sistem pembelajaran yang memiliki peranan dalam proses pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan disesuaikan dengan jenis konsep yang akan diajarkan merupakan salah satu cara untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif. Selain itu, guru harus mampu menyesuaikan penggunaan metode pembelajaran dengan kondisi dan suasana kelas. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan pemahaman siswa, di mana ada siswa yang mampu memahami materi pelajaran secara cepat, ada juga siswa yang tingkat pemahamannya tergolong sedang, serta ada pula siswa yang lamban dalam memahami materi pelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang berpusat pada siswa (students centered) adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Model

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 pembelajaran tipe Jigsaw ini terdiri dari tiga tipe, yaitu jigsaw, jigsaw II, dan jigsaw III. Anita Lie (2004:69) mengatakanbahwa“Teknik mengajar jigsaw dikembangkan oleh Aronson et al. sebagai metode cooperative learning. Dalam teknik ini guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan komunikasi.” Trianto (2010:75) model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II sudah dikembangkan oleh Slavin. Ada perbedaan yang mendasar antara pembelajaran jigsaw I dan jigsaw II, Kalau tipe I awalnya siswa hanya belajar konsep tertentu yang menjadi spesialisasinya sementara konsep-konsep yang lain ia dapatkan melalui diskusi teman satu grubnya. Pada tipe II ini setiap siswa memperoleh kesempatan belajar secara keseluruhan konsep (scan read) sebelum ia belajar spesialisasinya untuk menjadi expert. Penelitian tindakan kelas yang akan dilakukan peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Prestasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar yaitu faktor psikologis. Salah satu faktor psikologis adalah minat. Minat untuk mempelajari suatu informasi atau pelajaran mampu menentukan

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan belajar atau hasil prestasi yang memuaskan. Sedangkan pada faktor eksternal atau faktor yang timbul dari luar dapat berupa metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran. Misalnya guru menggunakan metode ceramah dalam setiap pembelajaran yang dilakukan, maka siswa dapat mengalami rasa bosan, mengantuk, dan menimbulkan rasa enggan untuk mempelajari dan memahami materi yang tengah diajarkan karena siswa merasa belajar hanya untuk mendengarkan ceramah dari guru. Sebaliknya jika metode yang digunakan guru adalah metode yang mampu mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran, maka kegiatan tersebut sangat berpeluang terjadinya kegiatan belajar yang sangat produktif dan diharapkan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Beberapa pemaparan diatas menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Metode yang sering digunakan oleh guru pada umumnya adalah metode ceramah yang masih berpusat pada guru sehingga siswa cenderung pasif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian penelitian ini akan menggunakan metode pembelajaran yang mampu mengaktifkan sekaligus menarik minat siswa untuk belajar dalam proses pembelajaran. Metode yang akan digunakan bersifat students -centered (berpusat pada siswa) yaitu model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Dengan demikian judul penelitian ini adalah ” Peningkatan Minat Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas IVB Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Pada Materi Koperasi Di SDN Adisucipto 1 Tahun Ajaran 2013/2014”.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 B. Batasan Masalah Penelitian ini akan dilakukan di salah satu sekolah dasar yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu SDN Adisucipto 1 kelas IVB. Penelitian ini akan meneliti tentang metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, keadaan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IVB pada materi koperasi di sekolah tersebut. C. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah yang telah dipaparkan, maka rumusan masalah pada penelitian ini meliputi : 1. Bagaimana upaya untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas IVB SDN Adisucipto 1 Yogyakarta dalam materi koperasi semester genap tahun ajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II ? 2. Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas IVB SDN Adisucipto 1 Yogyakarta dalam materi koperasi semester genap tahun ajaran 2013/2014? 3. Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IVB SDN Adisucipto 1 Yogyakarta pada materi koperasi semester genap tahun ajaran 2013/2014?

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 D. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1. Mendeskripsikan bagaimana upaya untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas IVB SDN Adisucipto 1 Yogyakarta dalam materi koperasi semester genap tahun ajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. 2. Mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas IVB SDN Adisucipto 1 Yogyakarta dalam materi koperasi semester genap tahun ajaran 2013/2014. 3. Mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IVB SDN Adisucipto 1 Yogyakarta pada materi koperasi semester genap tahun ajaran 2013/2014. E. Manfaat Hasil Penelitian 1. Bagi Peneliti Dapat meningkatkan wawasan tentang model pembelajaran Kooperatiftipe tipe Jigsaw II 2. Bagi Siswa Menambah pengalaman siswa dan sebagai acuan untuk meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IVB SD Negeri Adisucipto. 3. Bagi Guru Guru akan semakin kreatif dalam mengaplikasikan metode selain ceramah, misalnya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 8 Bagi Sekolah Kegunaan penelitian ini untuk sekolah adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah baik dari segi keterampilan mengajar guru dalam proses pembelajaran maupun dari segi kualitas prestasi belajar siswa. F. Batasan Pengertian 1. Minat adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang ingin dilakukan ketika bebas memilih. 2. Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu. 3. Ilmu pengetahuan sosial merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial seperti sosiologis sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. 4. Model pembelajaran kooperatif tipe jigaw II adalah suatu teknik mengajar yang melibatkan siswa untuk saling bekerja sama dalam suatu kelompok. Ada tiga kali diskusi pada teknik ini yaitu, diskusi kelompok asal, diskusi kelompok ahli, dan kembali lagi ke dalam kelompok asal, yang ketiganya ditekankan pada tanggung jawab setiap anggota kelompok terhadap penguasaan materi.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Belajar a. Pengertian Belajar Dalam dunia pendidikan, kata “belajar” sudah tidak asing lagi karena belajar masuk kedalam bagian di berbagai jenjang pendidikan. Meskipun demikian, belajar tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, namun dapat dilakukan di berbagai lingkungan, misalnya di lingkungan keluarga dan masyarakat. Seiring perkembangan jaman belajar dapat dilakukan secara online, di mana berbagai informasi tersebar bebas di berbagai situs internet. Secara psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan menurut Slameto (2010:2) belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa belajar merupakan kegiatan interaksi antar manusia yang menimbulkan suatu perubahan tingkah laku yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri yang dialami di lingkungan sekitarnya. 9

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 b. Proses Pembelajaran Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan setiap kali ingin mempelajari berbagai hal atau informasi. Proses pembelajaran juga menjadi bagian dari setiap satuan jenjang pendidikan. Proses pembelajaran dapat terjadi melalui banyak cara baik disengaja maupun tidak disengaja dan berlangsung sepanjang waktu serta menunjuk pada suatu perubahan perilaku yang berupa pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan kebiasaan yang baru diperoleh setiap individu. Definisi pembelajaran menurut pemahaman sains secara konvensional adalah pengalaman yang terjadi berulang kali melahirkan pengetahuan (knowledge) atau a body of knowledge dikutip dari (Suyono & Hariyanto, 2011:9). Dengan demikian, proses pembelajaran dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku yang didasari oleh suatu perngalaman yang nantinya akan menghasilkan suatu pengetahuan, keterampilan, pemahaman, dan kebiasaan yang baru didapat oleh setiap individu c. Prestasi Belajar Prestasi belajar sering kali disebut-sebut sebagai kebanggaan seorang siswa. Dalam dunia pendidikan prestasi belajar seolah-olah sebagai hal yang utama dan sangat penting. Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007) mengartikan prestasi sebagai hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dsb). Sedangkan prestasi belajar diartikan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru (KBBI,2007:895) Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat dipahami bahwa prestasi belajar adalah kemampuan pemahaman siswa maupun keterampilan yang dicapai siswa dari proses pembelajaran yang telah diikuti dan disajikan dalam bentuk nilai tes atau angka nilai yang didapat dari seorang guru. Peneliti pada penelitian ini akan meneliti prestasi belajar pada ranah kognitif atau pengetahuannya saja. 2. Model Pembelajaran Dalam pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran sangat perlu diperhatikan. mengungkapkan Surakhmad bahwa metode (dalam Suryobroto, pembelajaran adalah 2009:140) cara-cara pelaksanaan dari proses pembelajaran, atau tentang bagaimana cara suatu bahan pelajaran diberikan kepada peserta didik di sekolah. Selain itu, ada definisi metode pembelajaran menurut Yamin (2009:145) yang menyebutkan bahwa metode pembelajaran berfungsi sebagai cara untuk menyajikan, penguraian, memberi contoh, dan memberi latihan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian dapat dipahami bahwa metode pembelajaran merupakan suatu langkah atau cara untuk menyajikan materi pelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 a. Metode Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam satu kelompok kecil yang saling berinteraksi (Nurulhayati, 2002:25) dalam Rusman (2010). Menurut Davidson dalam Huda (2012), kooperatifi berarti “to work or act together or jointly, and strive to produce an effect “ (bekerja sama dan berusaha menghasilkan suatu pengaruh tertentu. Sedangkan menurut Art dan Newman dalam Huda (2012), mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai “small group of learners working together as a team to solve a problem, complete a task, or accomplish a common goal” Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat dipahami bahwa pembelajaran kooperatif merupakan kegiatan berkelompok yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran guna menyelesaikan permasalahan yang ada, tugas-tugas yang perlu diselesaikan, maupun untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Model kooperatif memiliki banyak ragam dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Huda (2012) model kooperatif meliputi metode-metode student teams learning, supported cooperative learning, dan metode-metode informal. Pada dasarnya model kooperatif dilandasi atas suatu proses belajar yang memunculkan suatu kegiatan siswa belajar bersama dan bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan pembelajaran teman-teman dalam satu kelompok.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Dalam pembelajaran kooperatif terdapat beberapa elemen dasar menurut Huda (2012) yaitu interpedesi positif, interaksi promotif, akuntabilitas individu, keterampilan personal dan kelompok kecil, serta pemrosesan kelompok. Interpedensi (ketergantungan) positif muncul ketika siswa merasa terhubung dengan semua anggota kelompoknya, bahwa mereka tidak akan sukses mengerjakan tugas tertentu jika ada anggota lain yang tidak bisa mengerjakannya (begitu pula sebaliknya), sehingga menuntut mereka untuk mengkoordinasikan setiap usahanya dengan usaha-usaha yang dilakukan anggota kelompoknya untuk menyelesaikan tugas tersebut. Ketergantungan memiliki banyak jenis. Misalnya ketergantungan tujuan positif, para siswa akan meyakini bahwa mereka dapat mencapai tujuan belajarnya jika teman satu kelompoknya mampu mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Selain itu ada ketergantungan penghargaan positif, dimana para siswa percaya bahwa setiap anggota kelompok akan mendapatkan penghargaan (reward) yang sama ketika mereka berhasil mencapai tujuan. Selain kedua ketergantungan tersebut, masih ada dua macam ketergantungan yaitu ketergantungan sumber positif dan ketergantungan peran positif. Ketergantungan sumber positif muncul suatu kerja sama yang ditandai dengan adanya diskusi kelompok atas sumber, informasi, atau materi yang harus dimiliki oleh setiap anggota kelompok. Dengan demikian, mereka akan mampu menyelesaikan tugasnya secara maksimal. Sedangkan pada interpedensi peran positif,

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 setiap anggota kelompok diberi peran yang saling berkaitan agar mereka memiliki tanggung jawab yang penuh atas usaha-usaha yang dilakukan demi mencapai tujuan bersama. Misalnya adanya pembentukan organisasi dalam kelompok seperti berperan sebagai pembaca, pencatat, pendorong partisipasi, maupun pengelaborasi pengetahuan. Hal tersebut memungkinkan terciptanya kerja sama dalam kelompok yang sangat berkualitas. Pada interaksi promotif muncul suatau tindakan yang menuntu siswa untuk melakukan kerja sama yang sifatnya saling berbagi informasi atau pengetahuan yang dimiliki setiap anggota kelompok. Dalam interaksi promotif setiap anggota kelompok akan saling memberikan bantuan yang efektif dan efisien bagi anggota-angota yang lain yang membutuhkan. Akuntabilitas individu muncul ketika setiap anggota kelompok performa dan dinilai serta hasilnya diberikan kembali kepada mereka dan kelompoknya. Dari hasil tersebut mereka dapat merefleksikan diri atas perform yang dilakukan sehingga muncul kemauan untuk meningkatkan kembali performanya agar mampu berkontribusi secara maksimal kepada kelompoknya masing-masing. Untuk dapat mengkoordinasi setiap usaha yang dilakukan maka setiap siswa harus memiliki keterampilan interpersonal dan kelompok kecil demi mencapai tujuan kelompok. Pada unsur ini, siswa diharapkan untuk saling mengerti dan percaya satu sama lain, dapat berkomunikasi dengan jelas dan tidak ambigu, siswa saling menerima dan mendukung

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 satu sama lain serta mampu mendamaikan setiap perdebatan yang sekiranya dapat memunculkan konflik. Pemrosesan kelompok merupakan salah satu komponen yang ada dalam pembelajaran kooperatif. Dalam komponen ini, siswa dituntut untuk merefleksikan proses kerja sama yag telah dilakukan bersama dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Komponen ini dapat berlangsung dalam dua level, yaitu level kelompok kecil dan level kelompok besar (seluruh siswa kelas). Pada level kelompok kecil guru dapat mengamati perihal dilakukan atau tidaknya pemrosesan kelompok oleh kelompok kecil setelah pembelajaran usai. Dimana setiap siswa dalam kelompok tersebut ditugasi untuk mendeskripsikan beberapa hal yang kiranya dapat membantu kelancaran dalam berkegiatan kelompok dan hal-hal yang tidak mendukung kelancaran kegiatan kelompok tersebut. Sedangkan pada level kelompok besar atau seluruh siswa, guru dapat mengamati melalui lembar observasi yang telah dibuat dan disesuaikan dengan pengamatan guru dalam kelas saat pembelajaran berlangsung. Dalam pembelajaran kooperatif terdapat banyak metode yang dapat dilakukan. Metode-metode kooperatif tersebut meliputi metode-metode student teams learning, metode-metode Supported Cooperative Learning, dan metode-metode informal. Model kooperatif yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model kooperatif tipe jigsaw II.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Sugiyanto (2010:44) menjelaskan bahwa dalam pembelajaran kooperatif terdapat empat metode, yaitu: 1) Metode Student Teams Achivement Division (STAD) Metode Student Teams Achivement Division (STAD) merupakan metode pembelajaran yang melibatkan 4–5 anggota kelompok secara heteroen dan bekerja sama saling membantu untuk saling menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar sesama anggota tim dengan menggunakan lembar kerja akademik yang akan dievaluasi setiap minggu atau dua minggu untuk penguasaan bahan akademik yang telah dipelajari dan akan penghargaan apabila siswa secara individu atau seara tim meraih prestasi tinggi. 2) Metode group Investigation (GI) Metode group Investigation (GI) merupakan metode pembelajaran yang melibatkan 4–5 anggota kelompok secara heterogen, tetapi dapat juga berdasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang akan dipelajari mengikuti investigasi yang mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. 3) Metode Struktural Metode Struktural merupakan model pembelajaran yang menekankan pada struktur-struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola-pola interaksi siswa. Pembelajaran ini melibatkan kelompok-

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 kelompok kecil secara kooperatif dan bekerja sama saling ketergantungan yang ditandai dengan pengajuan pertanyaan oleh guru kepada seluruh siswa dalam kelas dan para siswa member jawaban setelah terlebih dahulu mengangkat tangan dan ditunjuk oleh guru, dapat pula dengan siswa bertukar soal antar siswa, mencari pasangan yang kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan guru kemudian mereka bertukar pasangan untuk secara bergantian menjawab pertanyaan tersebut. Pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan isi akademik dan keterampilan sosial. 4) Metode Jigaw Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw mengambil pola cara kerja sebuah gergaji (zig-zag), yaitu siswa melakukan suatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama ( Rusman, 2010: 217 ). b. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I Model kooperatif tipe jigsaw I pertama kali dikembangkan oleh Aronson (1975). Huda (2012:10) mengatakan bahwa dalam model kooperatif tipe jigsaw I, siswa akan ditempatkan dalam kelompok – kelompok kecil yang terdiri dari 5 anggota. Kelompok ini dikenal dengan istilah “kelompok asal”. Setiap kelompok akan diberi informasi yang membahas salah satu topic dari materi pelajran mereka saat itu. Melalui informasi yang diberikan kepada setiap kelompok, masing –masing anggota kelompok harus mempelajari bagian –bagian

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 yang berbeda dari informasi tersebut. Setelah mereka mempelajari bagian –bagian tersebut seara mandiri, setiap kelompok harus membuat kelompok baru sesuai dengan bagian materi yang sama. Kelompok baru ini sering disebut “kelompok ahli” (expert group). Masing –masing siswa dalam kelompok ahli saling berdiskusi dan mencari cara terbaik bagaimana cara menjelaskan bagian informasi tersebut kepada teman-teman kelompok sebelumnya. Setelah diskusi selesai, semua siswa kembali kedalam kelompok asal dan masing –masing dari mereka menjelaskan bagian informasi tersebut kepada teman –teman satu kelompoknya. Setelah selesai, siswa diuji dengan mengerjakan soal evaluasi atau kuis secara individu untuk mengetahui sejauh mana mereka dapat memahami materi pelajaran. Skor yang didapat oleh setiap anggota kelompok dari hasil soal evaluasi atau kuis akan menentukan skor yang didapat oleh kelompok mereka. c. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II Slavin dalam (Huda, 2012:118) mengadopsi dan memodifikasi jigsaw I yang sering disebut jigsaw versi II.Dalam metode ini, setiap kelompok berkompetisi untuk memperoleh penghargaan kelompok (group reward).Penghargaan ini diperoleh berdasarkan performa individu masing-masing anggota. Setiap kelompok akan memperoleh poin tambahan jika masing-masing anggotanya mampu menunjukkan

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI peningkatan performa disbanding sebelumnya saat 19 ditugaskan mengerjakan kuis. Teknis pelaksanaanya hampir sama dengan jigsaw I. pertamatama, setiap kelompok disajikan informasi yang sama. Kemudian, masing-masing kelompok menunjuk salah satu orang anggota yang dianggap ahli (expert) untuk bergabung dalam satu kelompok lagi yang sering dikenal sebagai kelompok ahli.Dalam kelompok ahli ini, setiap anggota saling berdiskusi untuk memahami lebih detail tentang informasi tersebut.Setelah itu mereka kembali ke kelompoknya masing-masing untuk berbagi informasi berdasarkan topik yang lebih spesifik kepada teman-teman satu kelompoknya.Setelah itu, anggota diuji secara individual melalui kuis. Skor yang diperoleh anggota dari kuis akan menentukan skor yang diperoleh kelompok mereka. d. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw III Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw III dikembangkan oleh Kagan (1990). Kagan (dalam Huda, 2012: 122) mengatakan bahwa Jigsaw III lebih focus diterapkan pada kelas –kelas bilingual. Berbeda dengan dua tipe jigsaw sebelumnya yang dapat diterapkan pada semua mata pelajaran, namun tipe jigsaw III khusus diterapkan pada kelas bilingual. Huda (2012: 122) menjelaskan bahwa kelas bilingual diartikan sebagai kelas yang didalamnya terdapat para pembelajar berbahasa inggris dari berbagai daerah. Karena diterapkan khusus untuk kelas bilingual, maka dalam pelaksanaan tipe jigsaw III,

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 materi, bahan ajar, lembar kerja, dan kuisnya juga menggunakan bahasa inggris. Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pada jigsaw I, jigsaw II, dan jigsaw III terdapat perbedaan mekipun perbedaannya tidak terlalu menonjol. Perbedaan tipe Jigsaw I dan tipe jigsaw II yaitu pada jigsaw II siswa diberi kesempatan untuk mempelajari seluruh konsep pelajaran (scan read) sebelum ia belajar berdasarkan spesialisnya untuk menjadi expert dan pada akhir pertemuan akan ada penghargaan (reward) untuk individu atau kelompok.yang mampu menunjukkan kemampuannya untuk bekerja sama sekaligus menunjukkan kemajuan dalam belajar. Sedangkan pada jigsaw I setiap siswa akan diberi informasi yang membahas salah satu topic dari materi pelajaran mereka saat itu kemudian masing –masing anggota kelompok haus mempelajari bagian –bagian yang berbeda dari informasi tersebut dan tidak ada penghargaan (reward), yang ada hanya perolehan skor untuk masing –masing kelompok. jigsaw III berbeda dengan jigsaw I dan jigaw II karena jigsaw III dilakukan dalam kelas bilingual. 3. Langkah-langkah pembelajaran Kooperatif tipe jigsaw II a. Orientasi umum guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan dan memberikan penekanan pada manfaat penggunaan metode jigsaw II dalam kegiatan belajar mengajar. guru harus mengingatkan siswa

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 untuk selalu percaya diri, kritis, kooperatif dalam mengikuti proses pembelajaran. siswa diminta untuk mempelajari materi secara keseluruhan untuk memperoleh gambaran tentang konsep-konsep secara menyeluruh. b. Pengelompokan Pengelompokan pada kelas yang berjumlah 20, dapat dibagi menjadi 5 kelompok (A-E) yang heterogen dalam kemampuan IPS. Berilah indeks 1 untuk kelompok siswa “sangat baik”, indeks 2 untuk kelompok siswa “baik”, indeks 3 untuk kelompok siswa “sedang”, indeks 2 untuk kelompok siswa “rendah”. Misalnya (A1 berarti kelompok A dari kelompok sangat baik, ….., A4 berarti kelompok A dari kelompok rendah). Tiap kelompok akan berisi: kelompok A (A1, A2, A3, A4), kelompok B (B1, B2, B3, B4), kelompok C (C1, C2, C3, C4), kelompok D (D1, D2, D3, D4), kelompok E (E1, E2, E3, E4). c. Pembentukan dan pembinaan kelompok ahli (expert) Pembentukan kelompok ahli berasal dari kelompok asal yang dipecah-pecah untuk mempelajari materi secara khusus berdasarkan indeksnya. Misalnya: Kelompok 1 (A1, B1, C1, D1, E1), Kelompok 2 (A2, B2, C2, D2, E2), Kelompok 3 (A3, B3, C3, D3, E3), Kelompok 4 (A4, B4, C4, D4, E4).

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 d. Diskusi Kelompok ahli yang telah dibentuk memulai untuk berdiskusi. diskusi dilakukan dalam setiap kelompok dan membahas satu materi yang sama sesuai dengan materi yang diberikan oleh guru, kemudian siswa dalam kelompok ahli kembali ke dalam kelompok asal. Selanjutnya, setiap siswa dengan keahliannya membagikan informasi yang diperoleh dalam kelompok ahli. e. Tes (penilaian) Guru memberikan penilaian berupa tes tulis untuk dikerjakan siswa yang memuat seluruh konsep atau materi yang didiskusikan. Siswa tidak diperbolehkan bekerja sama pada saat pengerjaan tes. f. Pengakuan kelompok Penilaian didasarkan poin kemajuan individu. penilaian didasarkan pada seberapa jauh poin itu melampaui rata-rata poin sebelumnya bukan didasarkan pasa skor akhir yang diperoleh siswa. 4. Minat Hidi & Derson, Ormrod, 2003 (Dalam pengertian.blogspot.com) Minat adalah bentuk dari motivasi intrinsik. Pengaruh positif minat akan membuat seseorang tertarik untuk bereksperimen seperti merasakan kesenangan, kegembiraan dan kesukaan. Minat merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang mampu membuat seseorang ingin merasakan hal-hal yang menyenangkan. Seseorang yang memiliki minat terhadap apa yang dipelajari lebih dapat mengingatnya dalam jangka panjang dan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 menggunakannya kembali sebagai sebuah dasar untuk pembelajaran di masa yang akan datang (Gardner, Ormrod, 2003). Dengan adanya minat, mampu memperkuat ingatan seseorang terhadap apa yang telah dipelajarinya, sehingga dapat dijadikan sebagai fondasi seseorang dalam proses pembelajaran di kemudian hari. Slameto (dalam Dewi, 2012:8) mendeskripsikan minat adalah rasa lebih suka dan rasa kerettarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Berdasarkan pemaparan diatas maka, minat belajar adalah suatu dorongan dari dalam diri untuk mempelajari suatu materi guna mendapatkan berbagai informasi yang dapat digunakan dalam kehidupan Faktor yang mampu mempengaruhi minat siswa saat pembelajaran berlangsung menurut Aritonang (dalam Puspitasari, 2012:14), meliputi cara mengajar guru, karakter guru, suasana kelas tenang dan nyaman, serta fasilitas belajar yang digunakan. Sardiman (dalam Puspitasari, 1986:90), mengatakan bahwa minat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang meliputi: 1) Faktor dari dalam Faktor dari dalam yang mendasari timbulnya minat adalah dengan adanya dorongan dari dalam diri siswa serta dorongan rasa ingin tahu siswa.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 2) Faktor motif sosial Faktor yang dapat membangkitkan minat siswa untuk melakukan suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan diterima dan diakui oleh lingkungan sosial adalah faktor motif sosial. 3) Faktor emosional Minat sangat erat hubungannya dengan perasaan dan emisi.Aktivitas dalam suatu kegiatan memunculkan perasaan senang, serta mendorong atau menimbulkan minat di dalamnya. 5. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Mochtar (2007: 274) mengatakan bahwa pendidikan IPS adalah penyederhanaan dari disiplin ilmu-ilmu sosial yang terorganisir, disajikan secara ilmiah, dan psikologis untuk mencapai tujuan pendidikan. Hubungan ilmu pengetahuan sosial dengan ilmu-ilmu sosial perlu dianalizis untuk mempertegas kedudukan serta memelihara keterkaitan keduanya, terutama bagi kepentingan pengembangan program pendidikan IPS. Ilmu-ilmu sosial tidak dapat dilepaskan dari kondisi realitas pendidikan IPS, begitu pula dengan kualitas pendidikan IPS dipengaruhi oleh ilmu-ilmu sosial dan kemampuan untuk menyeleksinya. Trianto ( 2010: 171 ) mengemukakan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial seperti sosiologi, sejarah, georafi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. IPS terbentuk berdasarkan realitas dan fenomena social yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan dasar-dasar ilmu sosial. IPS

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 merupakan baian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu sosial. 6. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II pada Mata Pelajaran IPS Peneliti harus menkonsultasikan rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas sebelum melakukan kegiatan pembelajaran. Peneliti membutuhkan masukan dari guru kelas mengenai pembagian kelompok agar pembagian kelompoknya tersebar merata berdasarkan siswa yang pandai dan kurang pandai. Siswa yang pandai akan dijadikan ketua untuk masing-masing kelompok dan siswa yang kurang pandai mendapat undian berupa gulungan kertas, sehingga tidak ditemukan satu kelompok yang pandai semua dan pembagiannya merata. Penerapan model kooperatif tipe jigsaw II pada mata pelajaran IPS yaitu dengan membagi siswa menjadi 3 kelompok asal yang terdiri dari 8 siswa tiap kelompoknya serta menentukan ketua kelompok bernomor 1 dan anggotanya bernomor kelanjutan dari nomor ketua. Setiap siswa dalam kelompok mempelajari materi secara keseluruhan, kemudian kelompok akan dipecah lagi menjadi kelompok kecil yang disebut kelompok ahli. Kelompok ahli satu terdiri dari siswa bernomor 1 dan 2, kelompok ahli dua terdiri dari siswa bernomor 3 dan 4, kelompok ahli tiga terdiri dari siswa bernomor 5 dan 6, kelompok ahli empat terdiri dari siswa bernomor 7 dan 8. Materi pada siklus 1 tentang pengertian dan lambing koperasi lama, tujuan koperasi, prinsip koperasi, serta hak dan kewajiban

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 anggota koperasi.Materi pada siklus 2 tentang lambing koperasi baru, organisasi koperasi, dan koperasi sekolah. Setiap kelompok ahli berdiskusi tentang soal atau sub materi yang diperoleh, setelah selesai berdiskusi siswa kembali ke dalam kelompok asal dan membagikan informasi yang didapat dalam kelompok ahli. Evaluasi disetiap siklus dilaksanakan pada pertemuan ke-2 dengan memberikan soal evaluasi yang dikerjakan secara individu sebanyak 15 soal objektif untuk mengecek pemahaman siswa terhadap materi yang diperoleh. 7. Penelitian Terdahulu Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Geografi. Penulis penelitian ini adalah Umi Chabibah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas dengan satu siklus. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan-tahapan yaitu rencana penelitian, setting dan subyek penelitian, rencana penelitian yang dilaksanakan dalam lima kali pertemuan sesuai dengan design pembelajaran dan silabus, penerapan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dirasa cukup mengalami keberhasilan, dimana terlihat dari peningkatan-peningkatan yang terjadi disetiap pertemuan pada proses pembelajaran. Dari pertemuan pertama hingga pertemuan yang kelima peningkatan prestasi belajar siswa cukup tampak. Selain berpengaruh pada siswa penelitian ini juga berpengaruh untuk para guru yaitu terjadi peningkatan kemampuan guru dalam

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 mengajar diantaranya kemampuan memotivasi siswa yang belum aktif, kemampuan mengelola kelas, dan mengalokasikan waktu sesuai dengan design pembelajaran. Kristanti (2010) meneliti tentang Peningkatan Keaktifan Berbicara Siswa Kelas VII SMP Kanisius Wates, Kulon Progo, Yogyakarta Dalam Diskusi Dengan Menggunakan Metode Kooperatif Teknik Jigsaw Tahun Ajaran 2008/2009. Hasil penelitian menunjukkan keaktifan berbicara siswa dalam diskusi meningkat pada siklus II, sebagai berikut : (1) Aspek saling ketergantungan positifsebanyak 69%, (2) aspek tanggung jawab perseorangan sebanyak 76%, (3) aspek tatap muka antar anggota sebanyak 73%, (4) aspek komunikasi antar anggota sebanyak 71%, (5) aspek evaluasi proses kelompok sebanyak 76%. Utami (2010) meneliti tentang Peningkatan Keaktifan Siswa Kelas IVA Dalam Pembelajaran IPS Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw Di SD Negeri Ringinanom 2, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2009/2010. Hasil penilitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan kooperatif teknik jigsaw pada siswa kelas IVA di SD Negeri Ringinanom meningkat. Hal ini dapat dilihat pada kondisi awal sebesar 20,8% kemudian terjadi peningkatan sebesar 54,2%. Utari (2009) meneliti tentang Peningkatan Kemampuan Kerjasama Dalam Pembelajaran Menulis Siswa Kelas X SMA Stella Duce Bantul, Yogyakarta Tahun Ajaran 2008/2009 Dengan Menggunakan Metode Kooperatif Teknik

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Jigsaw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama siswa dalam pembelajaran menulis dengan menggunakan metode kooperatif teknik Jigsaw mengalami peningkatan. Penerapan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar geografi Peningkatan keaktifan berbicara siswa kelas VII SMP kanisius wates kulon progo Yogyakarta dengan menggunakan metode kooperatif teknik jigsaw tahun ajaran 2008/2009 Peningkatan keaktifan siswa kelas IVA dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik jigsaw di SD Negeri ringinanom 2 kecamatan tempuran kabupaten magelang tahun 2009/2010 Penelitian ini Peningkatan Minat Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas IVB Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw II Pada Materi Koperasi Di SDN Adisucipto 1 Tahun Ajaran 2013/2014 Gambar 2.1: Literature Map B. Kerangka Berpikir Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan mata pelajaran wajib bagi siswa SD. Dengan mata pelajaran tersebut siswa diharapkan mampu memahami informasi tentang materi koperasi. Minat dan prestasi belajar siswa sangat bergantung pada cara mengajar guru. Agar pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam kelompok dapat menimbulkan suasana belajar yang partisipatif maka pembelajaran kooperatif teknik jigsaw

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 II dapat digunakan untuk mendorong timbulnya gagasan yang lebih bermutu dan meningkatkan minat belajar siswa. Jika pembelajaran kooperatif teknik jigsaw diterapkan, maka minat dan prestasi belajar siswa akan meningkat. C. Hipotesis Tindakan Hipotesis dalam penelitian tindakan kelas ini adalah 2. Upaya untuk meningkatkan minat dan prestasi belajarsiswa kelas IVB SD Adisucipto 1 Yogyakarta dalam materi koperasi semester genap tahun ajaran 2013/2014 melalui penerapan jigsaw II dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) pembentukan kelompok asal dan siswa belajar secara keseluruhan, (b) pembentukan kelompok ahli dan siswa berdikusi tentang materi yang diperoleh, (c) kembali ke kelompok asal dan berbagi informasi yang diperoleh dalam kelompok ahli, (d) pemberian penghargaan (reward), serta (e) kegiatan evaluasi secara individu. 3. Penggunaan model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1 semester genap tahun pelajaran 2013/2014 pada pembelajaran IPS materi Koperasi. 4. Penggunaan model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1 semester genap tahun pelajaran 2013/2014 pada pembelajaran IPS materi Koperasi.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang masih termasuk dalam rumpun penelitian kualitatif. PTK adalah penelitian tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas proses dan hasil belajar sekelompok peserta didik. Model penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah model penelitian dari Kemmis dan Taggart yang terlihat dalam gambar di bawah ini. 1. Perencanaan 2. pelaksanaan SIKLUS 1 4. refleksi 3. observasi 5. Perencanaan SIKLUS 2 8. Refleksi 6. Pelaksanaan 7. Observasi Gambar 3.1: Siklus Penelitian dari Kemmis dan Taggart 30

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Bagan model dari Kemmis dan Taggart di atas menjelaskan tahaptahap penelitian tindakan kelas yang akan dilakukan dalam setiap siklus. Tahap-tahap tersebut meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Tahap pertama yaitu perencanaan, penelitian untuk membantu peneliti melihat hal-hal yang terjadi selama tindakan berlangsung. Tahap yang kedua yaitu tahap tindakan, selanjutnya adalah tahap pengamatan. Tahap ini dimana peneliti mengamati terhadap apa yang terjadi ketika tindakan berlangsung. Peneliti mencatat apa yang terjadi untuk memperoleh data yang akurat. Tahap yang terakhir pada setiap siklus adalah tahap refleksi. Peneliti mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan dan apa yang sudah sesuai yang diharapkan pada tahap refleksi. Setelah pada tahaptahap siklus pertama sudah terlaksana dan ternyata belum mencapai target yang diinginkan dengan hasil siklus tersebut, maka akan dilanjutkan pada siklus kedua. Tahap-tahap pada siklus kedua, sama dengan tahap-tahap siklus satu yaitu mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Siklus akan terus berlanjut jika pada akhir siklus tetap belum mencapai hasil atau target yang belum diharapkan B. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian akan dilaksanakan di SD Negeri Adisucipto 1 Yogyakarta.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 2. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVB SD Negeri Adisucipto dengan jumlah 25 siswa. 3. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah minat dan prestasi belajar IPS pada materi koperasi. C. Rancangan Penelitian 1. Persiapan a. Permintaan izin kepada Kepala Sekolah SD Negeri Adisucipto 1 Yogyakartauntuk melakukan kegiatan penelitian di SD tersebut. b. Melakukan wawancara pada guru kelas IV untuk mengetahui sepintas mengenai pemahaman konsep mengenai materi koperasi. c. Mendapatkan data dokumen tentang prestasi belajar IPS pada materi koperasi siswa kelas IV selama 2 tahun berturutturut. 2. Rancangan setiap siklus a. Siklus 1 1) Perencanaan peneliti menyusun silabus, kemudian dikembangkan menjadi RPP. RPP dilengkapi dengan LKS, materi pembelajran, soal evaluasi.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) 33 Tindakan a) Pertemuan 1 1. Kegiatan Awal a. Guru mengucapkan Salam b. Siswa bersama guru melakukan Doa untuk mengawali pembelajaran c. Guru melakukan absensi kepada siswa d. Apresepsi dilakukan dengan guru menjelaskan materi yang akan dipelajari e. Guru memotivasi siswa dengan penyemangatan secara lisan. 2. Kegiatan Inti a. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok yang disebut dengan kelompok asal b. Siswa menggali informasi dan mendengarkan penjelasan guru tentang sendi-sendi koperasi. c. Siswa membentuk kelompok ahli 1 – 8 d. Kelompok ahli 1 (terdiri dari siswa bernomor 1) mendapatkan soal tentang pengertian koperasi. e. Kelompok ahli 2 (terdiri dari siswa bernomor 2) mendapatkan soal tentang lambing koperasi lama dan penjelasannya.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 f. Kelompok ahli 3 (terdiri dari siswa bernomor 3) mendapatkan soal tentang tujuan didirikan koperasi. g. Kelompok ahli 4 (terdiri dari siswa bernomor 4) mendapatkan soal tentang fungsi koperasi menurut undang-undang nomor 25 tahun 1992 h. Kelompok ahli 5 (terdiri dari siswa bernomor 5) mendapatkan soal tentang prinsip koperasi. i. Kelompok ahli 6 (terdiri dari siswa bernomor 6) mendapatkan soal tentang keanggotaan koperasi j. Kelompok ahli 7 (terdiri dari siswa bernomor 7) mendapatkan soal tentang hak anggota koperasi k. Kelompok ahli 8 (terdiri dari siswa bernomor 8) mendapatkan soal tentang kewajiban anggota koperasi. l. Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli m. Siswa kembali ke dalam kelompok awal dan membagikan informasi yang telah diperoleh dalam diskusi dengan kelompok ahli n. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya, kemudian siswa yang lainnya diperbolehkan menjawab pertanyaan yang diajukan temannya o. Siswa dalam kelompok asal mengikuti kuis, kelompok asal yang mendapatkan nilai tertinggi akan mendapat reward (penghargaan)

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 3. Kegiatan Akhir a. Siswa mengerjakan soal evaluasi b. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang dipelajari c. Siswa bersama guru membuat refleksi berdasarkan proses pembelajaran yang telah berlangsung. d. Guru melakukan tindak lanjut e. Siswa bersama guru melakukan Doa penutup kegiatan pembelajaran. f. Siswa mengucapkan salam b) Pertemuan 2 1) Perencanaan Peneliti menyusun RPP yang dilengkapi dengan LKS, materi pembelajran, dan soal evaluasi. 2) Tindakan a. Kegiatan Awal 1) Guru mengucapkan Salam 2) Siswa bersama guru melakukan Doa untuk mengawali pembelajaran 3) Guru melakukan absensi kepada siswa 4) Apresepsi dilakukan dengan guru menjelaskan materi yang akan dipelajari

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 5) Guru memotivasi siswa dengan penyemangatan secara lisan. b. Kegiatan Inti 1) Siswa masuk kedalam kelompok asal yang telah dibentuk pada pertemuan pertama. 2) Siswa mempelajari materi yang telah dirangkum pada pertemuan pertama 3) Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara mandiri. 4) Siswa mengumpulkan lembar evaluasi yang telah dikerjakan 5) Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru 6) Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami c. Kegiatan Akhir 1) Siswa mengerjakan soal evaluasi 2) Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang dipelajari 3) Siswa bersama guru membuat refleksi berdasarkan proses pembelajaran yang telah berlangsung. 4) Guru melakukan tindak lanjut 5) Siswa bersama guru melakukan doa penutup kegiatan pembelajaran.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 6) Siswa mengucapkan salam 3. Observasi Pada penelitian ini, peneliti mencatat kejadian-kejadian yang muncul dan kemudian dituliskan dalam lembar pengamatan.Hal-hal yang diamati adalah minat siswa dalam mengikuti pembelajaran serta ketepatan siswa dalam menjawab pertanyaan. 4. Refleksi Peneliti dan mitra guru merefleksikan secara menyeluruh dari hasil perlakuan pada siklus pertama. Lalu menganalisis data tersebut dengan membandingkan antara kondisi awal, KKM, kondisi pada akhir siklus pertama, dan target ketuntasan siklus. Apabila hasil yang diinginkan tidak tercapai akan diperbaiki pada siklus ke kedua. b. Siklus 2 1) Perencanaan Peneliti menyusun silabus, kemudian dikembangkan menjadi RPP. RPP dilengkapi dengan LKS, materi pembelajran, soal evaluasi. 2) Tindakan a) Pertemuan 1 1. Kegiatan Awal a. Guru mengucapkan Salam

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 b. Siswa bersama guru melakukan Doa untuk mengawali pembelajaran c. Guru melakukan absensi kepada siswa d. Apresepsi dilakukan dengan guru menjelaskan materi yang akan dipelajari e. Guru memotivasi siswa dengan penyemangatan secara lisan. 2. Kegiatan Inti a. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok yang disebut dengan kelompok asal b. Siswa menggali informasi dan mendengarkan penjelasan guru tentang sendi-sendi koperasi. c. Siswa membentuk kelompok ahli 1 – 8 d. Kelompok ahli 1 (terdiri dari siswa bernomor 1) mendapatkan soal tentang pengertian koperasi. e. Kelompok ahli 2 (terdiri dari siswa bernomor 2) mendapatkan soal tentang lambing koperasi baru dan penjelasannya. f. Kelompok ahli 3 (terdiri dari siswa bernomor 3) mendapatkan soal tentang hak dan kewajiban anggota koperasi. g. Kelompok ahli 4 (terdiri dari siswa bernomor 4) mendapatkan soal tentang organisasi koperasi

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 h. Kelompok ahli 5 (terdiri dari siswa bernomor 5) mendapatkan soal tentang modal koperasi i. Kelompok ahli 6 (terdiri dari siswa bernomor 6) mendapatkan soal tentang usaha koperasi. j. Kelompok ahli 7 (terdiri dari siswa bernomor 7) mendapatkan soal tentang macam-macam koperasi berdasarkan jenis usaha k. Kelompok ahli 8 (terdiri dari siswa bernomor 8) mendapatkan soal tentang macam-macam koperasi berdasarkan keanggotaan. l. Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli m. Siswa kembali ke dalam kelompok awal dan membagikan informasi yang telah diperoleh dalam diskusi dengan kelompok ahli n. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya, kemudian siswa yang lainnya diperbolehkan menjawab pertanyaan yang diajukan temannya o. Siswa dalam kelompok asal mengikuti kuis, kelompok asal yang mendapat nilai tertinggi akan mendapatkan reward (penghargaan).

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 40 Kegiatan Akhir a. Siswa mengerjakan soal evaluasi b. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang dipelajari c. Siswa bersama guru membuat refleksi berdasarkan proses pembelajaran yang telah berlangsung. d. Guru melakukan tindak lanjut e. Siswa bersama guru melakukan doa penutup kegiatan pembelajaran. f. Siswa mengucapkan salam b) Pertemuan 2 1. Perencanaan Peneliti menyusun RPP yang dilengkapi dengan LKS, materi pembelajran, dan soal evaluasi. 2. Tindakan a. Kegiatan Awal 1) Guru mengucapkan Salam 2) Siswa bersama guru melakukan Doa untuk mengawali pembelajaran 3) Guru melakukan absensi kepada siswa 4) Apresepsi dilakukan dengan guru menjelaskan materi yang akan dipelajari

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 5) Guru memotivasi siswa dengan penyemangatan secara lisan. b. Kegiatan Inti 1) Siswa masuk kedalam kelompok asal yang telah dibentuk pada pertemuan pertama. 2) Siswa mempelajari materi yang telah dirangkum pada pertemuan pertama 3) Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara mandiri. 4) Siswa mengumpulkan lembar evaluasi yang telah dikerjakan 5) Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru 6) Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami c. Kegiatan Akhir 1) Siswa mengerjakan soal evaluasi 2) Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang dipelajari 3) Siswa bersama guru membuat refleksi berdasarkan proses pembelajaran yang telah berlangsung. 4) Guru melakukan tindak lanjut 5) Siswa bersama guru melakukan doa penutup kegiatan pembelajaran.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 6) Siswa mengucapkan salam 3) Observasi Pada penelitian ini, peneliti mencatat kejadian-kejadian yang muncul dan kemudian dituliskan dalam lembar pengamatan.Hal-hal yang diamati adalah motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran serta ketepatan siswa dalam menjawab pertanyaan. 4) Refleksi Peneliti dan mitra guru merefleksikan secara menyeluruh dari hasil perlakuan siklus kedua.Lalu menganalisis data tersebut dengan membandingkan antara kondisi awal, KKM, kondisi pada akhir siklus pertama, dan target ketuntasan siklus pada siklus pertama. Jika dalam penelitian siklus kedua ini sudah mencapai hasil yang diinginkan, maka penelitian akan dihentikan. D. Instrumen Penelitian Peneliti menggunakan 2 jenis instrumen penelitian, yaitu tes untuk mengukur prestasi belajar siswa dan non tes untuk mengukur minat siswa. a. Tes Instrumen penelitian yang berbentuk tes digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 15 soal objektif untuk setiap siklus.

(61) 43 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.1: Kisi-kisi soal evaluasi siklus I KD: 2.2 Mendeskripsikan kehidupan manusia dalamkelembagaansosial, pendidikan, ekonomi, danbudaya di masyarakat sekitar Siklus I II Indikator 1. Menjelaskan pengertian koperasi 2. Menyebutkan arti lambang koperasi lama 3. Menjelaskan prinsip koperasi 4. Ciri-ciri koperasi 5. Manfaat dan tujuan koperasi 6. Menjelaskan perangkat organisasi koperasi 7. Menyebutkan hak dan kewajiban anggota koperasi 8. Menyebutkan tugas dan wewenang perangkat organisasi koperasi 9. Menjelaskan perangkat organisasi koperasi 10. Menyebutkan macam-macam koperasi 11. Perangkat organisasi koperasi sekolah 12. Menjelaskan tujuan dan manfaat didirikan koperasi sekolah 13. Menjelaskan modal dan usaha meningkatkan usaha koperasi No. soal 1, 2, 6 Jumlah 3 3, 4, 5 3 7 8 9 10, 12, 15 1 1 1 3 11 1 13, 14 2 1, 5, 14 3 4, 6, 11, 13, 15 7, 9, 12, 10 8 5 2, 3 2 4 1 Tabel 3.2: Kisi-kisi soal evaluasi siklus II KD: 2.2 Mendeskripsikan kehidupan manusia dalamkelembagaansosial, pendidikan, ekonomi, danbudaya di masyarakat sekitar Siklus I Indikator No. soal 1. Menjelaskan pengertian koperasi 1, 2, 6 2. Menyebutkan arti lambang koperasi 3, 4, 5 baru 3. Menjelaskan prinsip koperasi 7 4. Ciri-ciri koperasi 8 5. Manfaat dan tujuan koperasi 9 6. Menjelaskan perangkat organisasi 10, 12, koperasi 15 7. Menyebutkan hak dan kewajiban 11 Jumlah 3 3 1 1 1 3 1

(62) 44 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. II 9. 10. 11. 12. 13. b. anggota koperasi Menyebutkan tugas dan wewenang perangkat organisasi koperasi Menjelaskan perangkat organisasi koperasi Menyebutkan macam-macam koperasi Perangkat organisasi koperasi sekolah Menjelaskan tujuan dan manfaat didirikan koperasi sekolah Menjelaskan modal dan usaha meningkatkan usaha koperasi 13, 14 2 1, 5, 14 3 4, 6, 11, 13, 15 7, 9, 12, 10 8 5 2, 3 2 4 1 Non Tes Instrumen penelitian yang berbentuk non tes digunakan untuk mengukur minat belajar siswa.Instrumen non tes ini adalah lembar kuisioner minat. Angket minat digunakan untuk mengetahui pendapat atau sikap siswa dan teman sejawat terhadap pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Kuisioner minat ini dikutib dari penelitian terdahulu atas nama Fitri Ari Murti, namun sudah mengalami perubahan yaitu penambahan 10 butir pernyataan. Tabel 3.3: Kisi-kisi Kuisioner Minat Siswa Indikator a. Siswa memiliki perasaan senang dalam mengikuti pembelajaran IPS b. Siswa memiliki kemauan untuk mengembangkan diri c. Siswa memiliki sikap perhatian dalam pembelajaran IPS d. Siswa berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran IPS 16, 18 No. Item negatif 3, 12 6, 7, 14 5, 8, 19, 20 No. Item positif Total 20 1, 11 10, 15 2, 4, 9 13, 17

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 1. Pernyataan favorable Saya memperhatikan penjelasan guru Saya bertanya bila mengalami kesusahan dalam mengerjakan tugas dari guru No 3. 4. Saya menuruti perintah guru 8. 6. Saya mau mengikuti diskusi kelompok 11. 7. Saya mau bekerja sama dalam kelompok 12. 9. Saya aktif dalam diskusi kelompok Saya memperhatikan teman lain yang sedang berpendapat 13. Saya mau mendengarkan pendapat orang lain Saya mengerjakan tugas di rumah Saya mempelajari kembali materi yang diajarkan di rumah 17. 2. 11. 14. 16. 18. 5. 15. 19. 20. 45 Pernyataan unfavorable Saya malas ketika mengikuti pelajaran IPS Saya malas berusaha mendapat nilai yang memuaskan dalam pelajaran IPS Saya malas dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Saya malas mencari informasi dari buku-buku dan sumber belajar lainnya jika menemui masalah dalam pelajaran Saya lebih senang bermain daripada mengulang materi IPS yang diberikan guru ketika di rumah Saya diam ketika guru memberikan pertanyaan. Saya mengobrol dengan teman ketika mengikuti kegiatanmenyimak mata pelajaran IPS Saya mengabaikan instruksi yang disampaikan guru Saya mengganggu teman ketika kegiatan pembelajaran Saya hanya diam jika mengalami kesulitan dalam pelajaran E. Teknik Pengumpulan Data Selama observasi peneliti mengumpulkan data melalui observasi, penilaian hasil belajar, serta melakukan wawancara dengan guru. Observasi dan penilaian hasil belajar dilaksanakan guna memperoleh data langsung dari siswa, sedangkan wawancara dengan guru dilaksanakan guna memperoleh data dari guru untuk melengkapi data dari hasil observasi serta penilaian hasil belajar.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Validitas Validitas merupakan taraf sampai di mana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Suatu tes dikatakan valid selain dilihat langsung dari keadaan dirinya, dapat juga dilihat setelah memperbandingkan dengan suatu tes yang sudah valid. Apabila setelah diperbandingkan menunjukkan kesesuaian mengenai hal atau apa yang mau diukur. Tes tersebut dapat dikatakan memiliki taraf validitas tertentu (Masidjo, 1995:242). Peneliti menggunakan validitas konstruk dan validitas isi dalam penelitian ini. Validitas konstruk digunakan untuk mengukur seberapa jauh item -item tes mampu mengukur apa yang akan diukur sesuai dengan konsep khusus atau devinisi konseptual yang telah ditetapkan. Sedangkan validitas isi merupakan suatu tes untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap isisuatu materi tertentu yang seharusnya dikuasai sesuai dengan tujuan pengajaran. Validitas konstruk dapat ditempuh dengan menggunakan expert judgement, sedangkan validitas isi dapat ditempuh menggunakan empiris. Minat siswa menggunakan expert judgement, sedangkan prestasi belajar siswa menggunakan empiris atau mengerjaan soal. Expert judgement digunakan untuk mengukur kelayakan instrumen dalam pemberian angket pengamatan minat. Expert

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 judgement dilakukan dengan cara menanyakan kepada ahli, sehingga dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Peneliti menanyakan kepada dosen dan guru kelas. a. Validasi Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran yang akan divalidasi melalui expert judgement meliputi: Silabus, RPP, LKS, dan Materi ajar. Perangkat pembelajaran yang telah dibuat akan divalidasi oleh dosen PGSD USD, guru kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1, guru kelas VB SD Pasuruan 1, dengan hasil sebagai berikut. Tabel 3.4: hasil penghitungan Validasi perangkat pembelajaran No . Perangkat Pembelajaran Ahli 1. Silabus Dosen PGSD USD Guru kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1 Guru kelas VB SD Pasuruan 1 Jumlah rata-rata Rata-rata Dosen PGSD USD Guru kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1 Guru kelas VB SD Pasuruan 1 Jumlah rata-rata Rata-rata Dosen PGSD USD Guru kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1 Guru kelas VB SD Pasuruan 1 Jumlah rata-rata Rata-rata Dosen PGSD USD 2. 3. 4. RPP LKS Bahan Ajar Hasil Penilaian Rata-rata 3.88 4.22 4.22 12.32 4.10 3.85 4.09 4.28 12.22 4.07 2.87 4.25 4.50 11.62 3.87 3.60

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Guru kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1 Guru kelas VB SD Pasuruan 1 Jumlah rata-rata Rata-rata 48 4.80 4.20 12.60 4.20 Tabel 3.5: Kriteria Validitas Perangkat Pembelajaran 4,2 – 5 Sangat Baik 3,4 – 4,1 Baik 2,6 – 3,3 Cukup 1,8 – 2,5 Tidak Baik 1 – 2,7 Sangat Tidak Baik Dari perhitungan rata-rata validitas perangkat pembelajaran (silabus, RPP, LKS, dan Bahan ajar) diperoleh rata-rata keseluruhan 4,06. Dari rata-rata validitas, dapat ditarik kesimpulan bahwa perangkat pembelajaran yang telah dibuat peneliti termasuk dalam kategori baik, maka perangkat pembelajaran dapat digunakan untuk penelitian. b. Validasi Instrumen Soal Validasi instrumen soal akan diujikan kepada siswa. Taraf validitas yang ditempuh secara empiris dapat dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut koefisien validitas ( ). Validitas yang ditempuh secara empiris digunakan untuk mengukur instrument soal tes atau ulangan yang telah dirancang oleh peneliti. Intrumen soal dalam penelitian ini akan diujikan kepada 15 siswa kelas V SD Pasuruan 1 karena siswa sudah

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 pernah mempelajari materi koperasi di kelas IV. Setelah instrument diujikan, kemudian dihitung dengan teknik korelasi Product-Moment dari pearson. Perhitungan korelasi ProductMoment dilakukan dengan mengunakan program SPSS 16 dari jumlah (N) 15 siswa dan menggunakan taraf signifikan 5%, maka diperoleh hasil perhitungan validitas soal tes siklus I terdapat 12 soal yang valid dan 3 soal yang tidak valid. Soal yang tidak valid direvisi oleh peneliti untuk digunakan sebagai soal evaluasi siklus I. Sedangkan pada siklus II terdapat 15 soal valid yang akan digunakan oleh peneliti sebagai soal evaluasi siklus II. Hasil perhitungan validitas soal tes/evaluasi dan nilai r Product-Moment dari Pearson dapat dilihat pada lampiran 7. 2. Reliabilitas Reliabilitas merupakan taraf sampai di mana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketetapan dan ketelitian (Masidjo, 1995:209). Suatu tes yang reliable akan menunjukkan ketepatan hasil dalam satu atau berbagai pengukuran. Skor-skor dari berbagai pengukuran tidak menunjukkan penyimpangan atau perbedaan. Oleh karena itu, taraf reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien reliabilitas atau . Koefisian reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien antara -1,00 sampai dengan 1,00. Untuk memberi arti terhadap koefisien

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 reliabilitas yang diperoleh dipakai besar koefisien reliabilitas dalam t tabel atas dasar taraf signifikan 1% dan 5% serta ancar ancar besar koefisien (Masidjo, 1995:209). Tabel 3.6: koefisien korelasi Koefisien Korelasi Kualifikasi ±0,91 – ±1,00 Sangat Tinggi ±0,71 – ±0,90 Tinggi ±0,41 – ±0,70 Cukup ±0,21 – ±0,40 Rendah Negatif – ±0,20 Sangat Rendah Metode penentuan yang digunakan untuk mengukur taraf reliabilitas pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode belah dua (split-half-method).Metode belah dua merupakan metode yang efisien, karena dalam penentuan taraf reliabilitas suatu tes hanya menggunakan satu tes untuk satu kali pengukuran. Metode belah dua ini akan digunakan dalam satu pengukuran pada sekelompok siswa. Hasil dari suatu tes dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian pertama berupa skor yang berasal dari item bernomor ganjil, sedangkan bagian kedua berupa skor yang berasal dari item bernomor genap. Hasil dari metode belah dua yaitu skor-skor yang berasal dari item bernomor ganjil genap dan dikorelasi dengan menggunakan teknik korelasi Product -Moment dari Pearson (Masidjo, 1995:210).

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 gambar 3.2: Rumus korelasi product-moment dari pearson (masidjo, 1995:210) Keterangan: x = item soal bernomor ganjil y = item soal bernomor genap N = jumlah responden Indeks korelasi yang diperoleh akan menunjukkan hubungan antara dua belah instrument dan untuk memperoleh indeks reliabilitas instrument menggunakan rumus gambar 3.3: Rumus Koefisien Reliabilitas Keterangan: Koefisien Reliabilitas Koefisien Ganjil Genap Hasil penghitungan reliabilitas tes siklus I dengan menggunakan SPSS 16 menunjukkan cronbach’s alpha 0,916 dengan kriteria sangat tinggi. Hasil perhitungan reliabilitas siklus II menunjukkan cronbach’s alpha 0,952 dengan criteria sangat tinggi. Hasil perhitungan reliabilitas dapat dilihat pada lampiran 8.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 G. Teknik Analisis Data Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data dari hasil observasi langsung terhadap siswa dan data hasil prestasi belajar siswa. a. Analisis Data Minat Siswa Data minat siswa dianalisis berdasarkan skor siswa ketika mengisi angket yang telah diberikan. Siswa dikatakan memiliki minat yang tinggi jika memenuhi keempat indikator minat belajar tersebut. Adapun keempat indikator minat belajar menurut Safari (2003), yaitu : 1. Perasaan senang Seorang siswa yang memiliki perasaan senang atau suka terhadap mata pelajaran IPS pada materi koperasi, maka ia harus terus mempelajari materi yang terkait. Siswa tidak memiliki perasaan terpaksa untuk mempelajari materi tersebut. 2. Ketertarikan siswa Berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong siswa untuk cenderung merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan, materi, maupun dapat berupa pengalaman efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. 3. Perhatian siswa Perhatian merupakan konsentrasi atau aktivitas jiwa terhadap pengamatan dan pengertian dengan mengesampingkan yang lain dari pada itu. Siswa yang memiliki minat pada objek

(71) 53 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tertentu, maka dengan sendirinya akan memperhatikan objek tersebut. 4. Keterlibatan siswa Ketertarikan seseorang akan sesuatu objek yang mengakibatkan orang tersebut senang dan tertarik untuk melakukan atau mengerjakan kegiatan dari objek tersebut. b. Analisis Data Prestasi Belajar Siswa Data prestasi belajar siswa dianalisis berdasarkan skor hasil belajar siswa ketika mengerjakan soal-soal yang diberikan setiap siklus. Pedoman skor setiap siklus dapat dilihat pada penjelasan sebelumnya. Analisis data tersebut meliputi penilaian hasil kerja. H. Indikator Keberhasilan Kriteria keberhasilan minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS tentang materi koperasi kelas IVB SDN Adisucipto 1 semester enap tahun pelajaran 2013/2014 tertulis pada tabel di bawah ini. Di mana Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada prestasi belajar siswa yaitu 65. Sedangkan dalam penyusunan indicator keberhasilan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencapaian criteria keberhasilan yang peneliti tentukan di setiap akhir siklus I dan siklus II. Kriteria keberhasilan dikatakan berhasil jika hasil yang dicapai siswa melebihi criteria yang sudah peneliti tentukan. Di mana peneliti menentukan dua criteria keberhasilan, yaitu keberhasilan mengenai

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI minat dan keberhasilan mengenai prestasi belajar. Kriteria keberhasilan tersebut adalah sebagai berikut. Tabel 3.7: tabel indikator keberhasilan No. 1. 2. Variable Kondisi awal 5 anak Minat tinggi Prestasi belajar a. Nilai rata-rata 66 b. Jumlah siswa yang mencapai KKM (65) 72,97% Siklus 1 Siklus 2 10 anak 17 anak 70 73 60% 68% I. Jadwal Penelitian No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 9. 10. Uraian Kegiatan Proses ijin ke sekolah Pengamatan kondisi awal Persiapan perangkat pembelajaran Pelaksanaan Siklus I Pelaksanaan siklus II Pengolahan data hasil penelitian Penyelesaian kelengkapan skripsi Ujian Revisi Waktu ( Bulan ) Jan Feb Maret April Mei Juni 54 Juli

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas tentang pra penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan A. Kondisi Sebelum Tindakan Penelitian Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan kegiatan wawancara dengan guru kelas IVB SD Negeri Adusucipto 1 untuk mengetahui minat siswa belajar IPS. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2013. Guru menceritakan tentang pengalaman mengajarnya di tahun ajaran yan lalu mengenai materi koperasi pada mata pelajaran IPS. Guru kelas IVB mengatakan bahwa dalam proses pembelajaran IPS, banyak siswa yang belum berminat dalam mempelajari materi IPS. Siswa lebih senang bermain sendiri atau mengganggu temannya yang sedang belajar. Selain melakukan wawancara dengan guru kelas, peneliti juga melakukan pengumpulan data nilai siswa kelas IV tahun ajaran 2011/2012 dan 2012/2013 tentang materi koperasi.Berdasarkan data nilai siswa yang didapat, peneliti menemukan bahwa masih banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM pada materi koperasi. Kondisi yang sudah dijelaskan diatas menunjukkan adanya minat belajar siswa terhadap materi koperasi yang rendah dan pretasi belajar yang kurang. Maka peneliti mencoba untuk melakukan penelitian tindakan kelas pada siswa kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1. 55

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 B. Hasil Penelitian 1. Pelaksanaan penelitian a. Siklus I Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada hari jumat tanggal 9 Mei 2014, hari Senin tanggal 12 Mei 2014. Pelaksanaan tindakan kelas siklus I dilaksanakan sesuai rencana pembelajaran yang telah dirumuskan.Pelaksanaan Tindakan Kelas ini menekankan pada penggunaan metode Jigsaw II untuk materi koperasi dalam rangka meningkatkan minat dan hasil belajarnya.Penelitian Tindakan Kelas ini disesuaikan dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat dan telah divalidasi oleh dosen dan guru.Selama penelitian tindakan kelas berlangsung kegiatan ini terus diamati observer untuk mengamati jalannya tindakan yang berlangsung. Pada siklus ini siswa dibagi dalam 3 kelompok asal yang terdiri dari 8 siswa tiap kelompoknya dan 8 kelompok ahli yan terdiri dari 3 siwa tiap kelompoknya. 1) Perencanaan Peneliti merencanakan pada siklus I untuk melakukan penyusunan angket minat, panduan wawancara dengan guru guna menilai minat siswa dalam proses pembelajaran IPS materi koperasi. Selain itu, peneliti juga menyusun seperangkat pembelajaran yang terdiri dari Silabus, RPP, LKS, materi, dan soal evaluasi untuk menilai prestasi belajar siswa khusus pada ranah kognitifnya. Persiapan

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 yang telah peneliti siapkan diatas akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada siklus I, baik pertemuan 1 maupun pertemuan 2. 2) Pelaksanaan a) Pertemuan 1 Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Mei 2014 pukul 09.05-10.20. Proses penelitian ini dibantu oleh 2 orang teman untuk menjadi pengamat dan mendokumentasikan proses pembelajaran. Sebelum pembelajaran dimulai siswa dikondisikan untuk siap terlebih dahulu, kemudian siswa bersama guru berdoa. Doa dipimpin oleh siswa yang pada hari jumat mendapat tugas. Guru melakukan absensi, menyiapkan alat dan sumber belajar. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok yang disebut dengan kelompok asal. Kegiatan siswa dalam kelompok asal yaitu menggali informasi tentang sendi-sendi koperasi. Kemudian siswa membentuk kelompok ahli 1 – 8. Kelompok ahli 1 yang terdiri dari siswa bernomor 1 mendapatkan soal tentang pengertian koperasi. Kelompok ahli 2 yang terdiri dari siswa bernomor 2 mendapatkan soal tentang lambang koperasi lama dan penjelasannya. Kelompok ahli 3 yang terdiri dari siswa bernomor 3 mendapatkan soal tentang tujuan didirikan koperasi. Kelompok ahli 4 yang terdiri dari siswa bernomor 4 mendapatkan soal tentang fungsi koperasi menurut undang-undang nomor 25 tahun 1992. Kelompok ahli

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 5 yang terdiri dari siswa bernomor 5 mendapatkan soal tentang prinsip koperasi. Kelompok ahli 6 yang terdiri dari siswa bernomor 6 mendapatkan soal tentang keanggotaan koperasi. Kelompok ahli 7 yang terdiri dari siswa bernomor 7 mendapatkan soal tentang hak anggota koperasi. Kelompok ahli 8 yang terdiri dari siswa bernomor 8 mendapatkan soal tentang kewajiban anggota koperasi. Setelah melakukan kegiatan diskusi dalam kelompok ahli, siswa kembali dalam kelompok asal dan membagikan jawaban yang sudah didapat dalam kelompok ahli. Setelah selesai membagikan informasi yang diperoleh dari kelompok ahli kepada anggota kelompok asal, guru mengadakan kuis, bagi kelompok asal yang memperoleh nilai tertinggi akan mendapat penghargaan (reward) berupa selempang yang bertuliskan “anak koperasi” dan mahkota. Kemudian kegiatan yang dilakukan setelah penghargaan adalah siswa bersama guru merefleksikan kegiatan yang sudah dilakukan selama dua jam pelajaran. Guru menyampaikan pengumuman bahwa materi yan akan di pelajari pada hari senin 12 Mei 2014 masih tentang sendi-sendi koperasi. Para siswa berkemas-kemas dan siap berdoa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran pada hari jumat, 9 Mei 2014.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 b) Pertemuan 2 Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Senin, 12 Mei 2014 pukul 11.05-12.20. Sebelum pembelajaran dimulai siswa dikondisikan untuk siap terlebih dahulu, kemudian siswa bersama guru berdoa. Doa dipimpin oleh siswa yang pada hari jumat mendapat tugas. Guru melakukan absensi, menyiapkan alat dan sumber belajar. Sebelum kegiatan belajar dimulai, siswa mendapatkan penyemanatan belajar dari guru. Setelah itu, Siswa masuk kedalam kelompok asal yang telah dibentuk pada pertemuan pertama. Siswa mempelajari materi yang telah dirangkum pada pertemuan pertama. Setelah kegiatan mempelajari kembali materi pada pertemuan 1, siswa mengerjakan lembar evaluasi secara mandiri. Setelah selesai mengerjakan siswa mengumpulkan lembar evaluasi. Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru dan siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari pada hari Senin, 12 Mei 2014. Siswa diajak untuk merefleksikan perasaan yang dirasakan selama pembelajran berlangsung. Setelah itu siswa diberi tugas untuk mengisi kuisioner tentang minat siswa belajar IPS.Siswa yang telah seleai mengisi kuisioner boleh

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 menumpulkan terlebih dahulu dan siap berkemas-kemas. Siswa bersama guru berdoa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran. 3) Pengamatan a) Pertemuan 1 Hasil pengamatan yan dilakukan pada proses pembelajran siklus I pertemuan 1 yaitu kegiatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang oleh peneliti. Peneliti telah dibantu oleh 1 orang teman untuk mengamati minat siswa dalam mempelajari IPS. Selain itu, peneliti juga mengamati kegiatan siswa pada saat diskusi kelompok baik dalam kelompok asal maupun dalam kelompok ahli. Berdasarkan pengamatan, peneliti dapat melihat ada 2 dari 25 siswa yang kurang berminat belajar pada pertemuan 1 ini. b) Pertemuan 2 Hasil pengamatan yang dilakukan pada proses pembelajran siklus I pertemuan 2 yaitu keiatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang oleh peneliti. Peneliti telah dibantu oleh 1 orang teman untuk mengamati minat siswa dalam mempelajari IPS. Selain itu, peneliti juga mengamati kegiatan siswa pada saat diskusi kelompok baik dalam kelompok asal maupun dalam kelompok ahli. Berdasarkan pengamatan, peneliti dapat melihat semua siswa sangat berantusias untuk mengikuti pembelajaran.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Tabel 4.1: Hasil Pengamatan Minat Siklus I Nilai Minat 51 59 63 64 65 66 67 68 69 70 71 73 79 80 Jumlah Frekuensi 1 1 1 1 1 1 2 3 2 4 2 2 1 3 25 Perentase 4% 4% 4% 4% 4% 4% 8% 12% 8% 16% 8% 8% 4% 12% 100% Keterangan Minat Rendah Minat Rendah Minat Sedang Minat Sedang Minat Sedang Minat Sedang Minat Sedang Minat Sedang Minat Sedang Minat Tinggi Minat Tinggi Minat Tinggi Minat Tinggi Minat Tinggi Keterangan: 70 – 80 : Minat Tinggi 61 – 69 : Minat Sedang 0 – 60 : Minat Rendah Berdasarkan tabel di atas terdapat tiga kategori minat siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS pada materi koperasi. 2 siswa berminat rendah (8%), 11 siswa berminat sedang (44%), 12 siswa berminat tinggi (48%). Hasil minat belajar siswa yang diperoleh memang sudah mengalami perubahan dibandingkan pada saat kondisi awal. Perubahan tersebut dapat terjadi karena penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II mampu mendorong siswa kelas IVB SDN Adisuipto 1 tahun ajaran 2013/2014 untuk melakukan kegiatan pembelajaran dengan lebih baik. Hal tersebut terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung. Siswa terlihat senang ketika berinteraksi dengan teman sekelasnya

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 melalui diskusi –diskusi. Siswa terlihat bangga mampu menjelaskan materi khusus yang diperoleh kepada teman satu kelompoknya. Indikator minat sudah muncul pada siklus I ini yaitu rasa senang. Tabel 4.2: Nilai Prestasi Siswa Siklus I KKM: 65 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Nama MNH AM ALJ ADA ASP ARF BAS FAK FKS GAP HR JRP JAP NDU NAS PRN RK FAA MAF AF RAM MRA BFN DSP FYR Jumlah Rata-rata Nilai Keterangan 53 60 66 66 60 53 66 66 66 66 53 53 66 66 66 66 66 53 66 66 66 60 53 53 53 1528 61.12 Tidak Lulus KKM Tidak Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Tidak Lulus KKM Tidak Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Tidak Lulus KKM Tidak Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Tidak Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Tidak Lulus KKM Tidak Lulus KKM Tidak Lulus KKM Tidak Lulus KKM

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Tabel 4.3: Frekuensi Prestasi Siklus I Nilai 53 60 66 Jumlah Frekuensi 8 3 14 25 Persentase 32% 12% 56% 100% Keterangan Tidak Lulus KKM Tidak Lulus KKM Lulus KKM Berdasarkan tabel diatas terlihat masih ada banyak siswa yang belum mencapai KKM yaitu 11 siswa (44%). Siswa yang telah mencapai KKM yaitu 14 siswa (56%). Meskipun sudah mencapai KKM bukan berarti penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II telah berhasil. Hal tersebut dikarenakan indikator keberhasilan untuk prestasi belum tercapai yaitu 60% siswa. 4) Refleksi Bagian refleksi membahas kekurangan dan kelebihan yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung dalam satu siklus. Tindakan pertama dilakukan selama dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 9 Mei 2014 dan 12 Mei 2014. Sebelum dilakukan pelaksanaan tindakan kedua, guru dan observer mendiskusikan kekurangan dan kelebihan pelaksanaan tindakan pertama seperti aktifitas guru, aktifitas siswa dan memperbaiki persiapan guru. Ketercapaian indikator keberhasilan dalam tindakan pertama sebagian sudah tercapai yaitu peningkatan minat, tetapi ada sebagian indikator yang masih harus dicapai yaitu peningkatan

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 prestasi. Hasil analisis dan refleksi pada pelaksanaan tindakan pertama untuk pelaksanaan tindakan kedua disepakati beberapa perbaikan. Selain itu, masih terlihat belum ada peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang sudah dipelajari. Hal itu, terlihat dari nilai siswa yang belum meningkat, sehingga peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian ke siklus II. b. Siklus II Siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada hari Rabu tanggal 14 Mei 2014 dan Jumat tanggal 16 Mei 2014. Pelaksanaan tindakan kelas siklus II dilaksanakan sesuai rencana pembelajaran yang telah dirumuskan. Pelaksanaan Tindakan Kelas ini menekankan pada penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II untuk materi koperasi dalam rangka meningkatkan minat dan hasil belajarnya. Penelitian Tindakan Kelas ini disesuaikan dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat dan telah divalidasi oleh dosen dan guru. Selama penelitian tindakan kelas berlangsung kegiatan ini terus diamati observer untuk mengamati jalannya tindakan yang berlangsung. Pada siklus ini siswa dibagi dalam 3 kelompok asal yang terdiri dari 8 siswa tiap kelompoknya dan 8 kelompok ahli yan terdiri dari 3 siwa tiap kelompoknya. 1) Perencanaan Peneliti merencanakan pada siklus I untuk melakukan penyusunan angket minat, panduan wawancara dengan guru guna

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 menilai minat siswa dalam proses pembelajaran IPS materi koperasi. Selain itu, peneliti juga menyusun seperangkat pembelajaran yang terdiri dari Silabus, RPP, LKS, materi, dan soal evaluasi untuk menilai prestasi belajar siswa khusus pada ranah kognitifnya. Persiapan yang telah peneliti siapkan diatas akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada siklus II, baik pertemuan 1 maupun pertemuan 2. 2) Pelaksanaan a) Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Mei 2014 pukul 09.05-10.20. Proses penelitian ini dibantu oleh 2 orang teman untuk menjadi pengamat dan mendokumentasikan proses pembelajaran. Sebelum pembelajaran dimulai siswa dikondisikan untuk siap terlebih dahulu, kemudian siswa bersama guru berdoa. Doa dipimpin oleh siswa yang pada hari rabu mendapat tugas. Guru melakukan absensi, menyiapkan alat dan sumber belajar. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok yang disebut dengan kelompok asal. Kegiatan siswa dalam kelompok asal yaitu menggali informasi tentang sendi-sendi koperasi. Kemudian siswa membentuk kelompok ahli 1 – 8. Kelompok ahli 1 yang terdiri dari siswa bernomor 1 mendapatkan soal tentang pengertian koperasi. Kelompok ahli 2 yang terdiri dari siswa bernomor 2 mendapatkan soal tentang

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 lambang koperasi baru dan penjelasannya. Kelompok ahli 3 yang terdiri dari siswa bernomor 3 mendapatkan soal tentang hak dan kewajiban anggota koperasi. Kelompok ahli 4 yang terdiri dari siswa bernomor 4 mendapatkan soal tentang organisasi koperasi. Kelompok ahli 5 yang terdiri dari siswa bernomor 5 mendapatkan soal tentang modal koperasi. Kelompok ahli 6 yang terdiri dari siswa bernomor 6 mendapatkan soal tentang usaha koperasi. Kelompok ahli 7 yang terdiri dari siswa bernomor 7 mendapatkan soal tentang macam-macam koperasi berdasarkan jenis usaha. Kelompok ahli 8 yang terdiri dari siswa bernomor 8 mendapatkan soal tentang macam-macam koperasi berdasarkan keanggotaan. Setelah melakukan kegiatan diskusi dalam kelompok ahli, siswa kembali dalam kelompok asal dan membagikan jawaban yang sudah didapat dalam kelompok ahli. Setelah selesai membagikan informasi yang diperoleh dari kelompok ahli kepada anggota kelompok asal, guru mengadakan kuis, bagi kelompok asal yang memperoleh nilai tertinggi akan mendapat penghargaan (reward) berupa selempang yang bertuliskan “Ahli Koperasi” dan mahkota. Kemudian kegiatan yang dilakukan setelah penghargaan adalah siswa bersama guru merefleksikan kegiatan yang sudah dilakukan selama dua jam pelajaran. Guru menyampaikan pengumuman bahwa materi

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 yang akan di pelajari pada hari jumat 16 Mei 2014 masih tentang koperasi. Para siswa siap berdoa untuk beranjak istirahat. b) Pertemuan 2 Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari jumat, 16 Mei 2014 pukul 09.05-10.20. Sebelum pembelajaran dimulai siswa dikondisikan untuk siap terlebih dahulu, kemudian siswa bersama guru berdoa. Doa dipimpin oleh siswa yang pada hari jumat mendapat tugas. Guru melakukan absensi, menyiapkan alat dan sumber belajar. Sebelum kegiatan belajar dimulai, siswa mendapatkan penyemanatan belajar dari guru. Setelah itu, Siswa masuk kedalam kelompok asal yang telah dibentuk pada pertemuan pertama. Siswa mempelajari materi yang telah dirangkum pada pertemuan pertama. Setelah kegiatan mempelajari kembali materi pada pertemuan 1, siswa mengerjakan lembar evaluasi secara mandiri. Setelah selesai mengerjakan siswa mengumpulkan lembar evaluasi. Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru dan siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari pada hari Jumat, 16 Mei 2014. Siswa diajak untuk merefleksikan perasaan yang dirasakan selama pembelajran berlangsung. Setelah itu siswa

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 diberi tugas untuk mengisi kuisioner tentang minat siswa belajar IPS. Siswa yang telah seleai mengisi kuisioner boleh menumpulkan terlebih dahulu dan siap berkemas-kemas. Siswa bersama guru berdoa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran. 3) Pengamatan a) Pertemuan 1 Hasil pengamatan yang dilakukan pada proses pembelajran siklus II pertemuan 1 yaitu kegiatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang oleh peneliti. Peneliti telah dibantu oleh 1 orang teman untuk mengamati minat siswa dalam mempelajari IPS. Selain itu, peneliti juga mengamati kegiatan siswa pada saat diskusi kelompok baik dalam kelompok asal maupun dalam kelompok ahli. Berdasarkan pengamatan, peneliti dapat melihat semua siswa yang berjumlah 25 siswa sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran. b) Pertemuan 2 Hasil pengamatan yang dilakukan pada proses pembelajran siklus II pertemuan 2 yaitu keigatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang oleh peneliti. Peneliti telah dibantu oleh 1 orang teman untuk mengamati minat siswa dalam mempelajari IPS. Selain itu, peneliti juga mengamati kegiatan siswa pada saat diskusi kelompok baik

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam kelompok asal maupun dalam kelompok 69 ahli. Berdasarkan pengamatan, peneliti dapat melihat semua siswa sangat berantusias untuk mengikuti pembelajaran. Tabel 4.4: Hasil Pengamatan Minat Siklus II Nilai Minat 58 63 64 68 69 70 71 73 74 75 776 79 80 Jumlah Frekuensi 1 1 3 1 1 1 4 2 3 3 2 1 2 25 Perentase 4% 4% 12% 4% 4% 4% 16% 8% 12% 12% 8% 4% 8% 100% Keterangan Minat Rendah Minat Sedang Minat Sedang Minat Sedang Minat Sedang Minat Tinggi Minat Tinggi Minat Tinggi Minat Tinggi Minat Tinggi Minat Tinggi Minat Tinggi Minat Tinggi Minat Tinggi Keterangan: 70 – 80 : Minat Tinggi 61 – 69 : Minat Sedang 0 – 60 : Minat Rendah Berdasarkan tabel hasil minat belajar siswa di atas dapat dikatakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II telah berhasil dalam penelitian ini. hal tersebut dikarenakan indikator keberhasilan minat pada siklus II telah tercapai. Indikator keberhasilannya adalah 17 anak berminat tinggi dan capaiannya adalah 18 siswa berminat tinggi.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.5: Nilai Prestasi Siswa Siklus II KKM: 65 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Nama Nilai MNH AM ALJ ADA ASP ARF BAS FAK FKS GAP HR JRP JAP NDU NAS PRN RK FAA MAF AF RAM MRA BFN DSP FYR Jumlah Rata-rata 73 73 66 86 73 73 66 73 86 73 86 66 73 73 86 86 86 73 73 86 73 66 73 73 66 1881 75.24 Keterangan Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM Tabel 4.6: Frekuensi Prestasi Siklus I Nilai 66 73 86 Jumlah Frekuensi 5 13 7 25 Persentase 20% 52% 28% 100% Keterangan Lulus KKM Lulus KKM Lulus KKM 70

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Berdasarkan tabel diatas dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II telah berhasil meningkatkan prestasi siswa kelas IVB SDN Adisucipto 1 tahun ajaran 2013/2014. Hal tersebut dikarenakan indicator keberhasilan pada variable prestasi pada siklus II telah terapai. indicator keberhasilannya adalah 68% siswa lulus KKM dan capaiannya adalah 100% siswa lulus KKM dengan rata –rata kelas 75,24. 4) Refleksi Bagian refleksi membahas kekurangan dan kelebihan yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung dalam satu siklus. Tindakan pertama dilakukan selama dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 14 Mei 2014 dan 16 Mei 2014. Ketercapaian indikator keberhasilan tindakan kedua sudah tercapai semua. Dari hasil analisis dan refleksi pada pelaksanaan tindakan kedua disepakati untuk tidak melanjutkan pada siklus III, karena pada siklus II dianggap sudah cukup baik. Sehingga peneliti memutuskan untuk tidak melanjutkan ke siklus III. C. Pembahasan 1. Peningkatan Minat Belajar Hasil dari pengamatan tentang minat siswa terhadap pelajaran IPS pada siklus I yaitu terdapat 2 siswa (8%) memiliki minat yang rendah terhadap pelajaran IPS, 11 siswa (44%) memiliki minat yang sedang

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 terhadap pelajaran IPS, 12 siswa (48%) memiliki minat yang tinggi terhadap pelajaran IPS. Hasil dari pengamatan tentang minat siswa terhadap pelajaran IPS pada siklus II yaitu terdapat 1 siswa (4%) memiliki minat yang rendah terhadap pelajaran IPS, 6 siswa (24%) memiliki minat yang sedang terhadap pelajaran IPS, 18 siswa (72%) memiliki minat yang tinggi terhadap pelajaran IPS. Hasil pengamatan minat dapat diamati dalam tabel berikut ini. Tabel 4.7: Minat siklus I dan siklus II No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Nama MNH AM ALJ ADA ASP ARF BAS FAK FKS GAP HR JRP JAP NDU NAS PRN RK FAA MAF AF RAM MRA BFN DSP FYR Siklus I 64 65 79 71 68 80 51 80 68 69 73 71 59 73 70 67 70 66 68 67 70 70 69 80 63 Siklus II 64 70 75 74 75 79 71 80 71 76 64 69 64 71 74 73 74 68 73 75 76 71 63 80 58 Keterangan Tetap Meningkat Menurun Meningkat Meningkat Menurun Meningkat Tetap Meningkat Meningkat Menurun Menurun Meningkat Menurun Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Menurun Tetap Menurun

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Berdasarkan tabel di atas, dapat terlihat bahwa terdapat siswa yang mengalami peningkatan minat, penurunan minat, dan minatnya tetap pada siklus I dan II. Proses pembelajaran pada penelitian ini terdapat kuis dan pengharagaan, sehingga dapat dimungkinkan terjadinya peningkatan minat siswa disebabkan adanya daya saing siswa terhadap teman sejawatnya yang membuat siswa lebih berminat untuk mempelajari materi. Penurunan minat siswa dapat terjadi karena siswa memiliki daya saing yang rendah atau terdapat faktor lain misalnya, sedang sakit atau karena aktivitas siswa yang berlebih pada saat istirahat yang membuat siswa merasa letih. Siswa yang memiliki minat tetap dapat dimungkinkan bahwa minat belajar siswa tidak mengalami perubahan atas tindakan yang telah dilakukan. Hasil pengamatan minat pada siklus I dan II juga dapat terlihat pada histogram di bawah ini. Gambar 4.1: Histogram Minat Siswa Siklus I

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Gambar 4.2: Histogram Minat Siswa Siklus II Berdasarkan histogram minat sikus I dan siklus II dapat terlihat bahwa terjadi perubahan. Nilai terendah pada siklus I berkisar pada angka 50 –an, dan nilai terendah pada siklus II berkisar pada angka 60 –an. 2. Peningkatan Pretasi Belajar Hasil prestasi siswa kelas IVB pada siklus I yaitu 11 siswa tidak lulus KKM (44%), 14 siswa lulus KKM (56%). Hasil prestasi siswa kelas IVB pada siklus II yaitu 25 siswa lulus KKM (100%). Hasil prestasi siswa dapat diamati pada tabel berikut ini. Tabel 4.8: Rata-rata Kelas Kondisi Awal, Siklus I, dan Siklus II No. 1. 2. 3. 4. 5. Nama MNH AM ALJ ADA ASP Kondisi Awal (N=31) Siklus I 53 60 66 66 60 Siklus II 73 73 66 86 73 Keterangan Tetap Meningkat Tetap Meningkat Meningkat

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. ARF BAS FAK FKS GAP HR JRP JAP NDU NAS PRN RK FAA MAF AF RAM MRA BFN DSP FYR Jumlah Rata-rata Ketuntasan 2055 66 72,97% 53 66 66 66 66 53 53 66 66 66 66 66 53 66 66 66 60 53 53 53 73 66 73 86 73 86 66 73 73 86 86 86 73 73 86 73 66 73 73 66 1528 61.12 56% 1881 75.24 100% 75 Meningkat Tetap Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Berdasarkan tabel di atas, dapat terlihat bahwa terdapat 22 siswa yang mengalami peningkatan prestasi, dan 3 siswa yang prestasinya tetap pada siklus I dan II. Tindakan yang telah dilakukan peneliti telah berhasil pada 22 siswa yang mengalami peningkatan. hal tersebut dapat dimungkinkan karena pada saat pembelajaran ada proses pemahaman materi yan bertahap dan secara menyeluruh, yaitu pemahaman materi dari diskusi dalam kelompok awal, kemudian dalam kelompok ahli, hingga akhirnya kembali lagi ke kelompok asal untuk berbagi informasi materi yang sedang dipelajari. Sedangkan untuk siswa yang prestasinya tidak mengalami perubahan dapat

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 dimungkinkan tindakan peneliti belum berhasil meningkatkan prestasi atau ada faktor lain dari diri ketiga siswa tersebut. Peningtkatan rata-rata nilai mata pelajaran IPS materi koperasi siswa kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1pada grafik adalah sebagai berikut: Grafik Rata-Rata Kelas 80.00 Kondisi Awal 60.00 40.00 Indikator Keberhasilan 20.00 Capaian Siklus 0.00 Siklus 1 Siklus 2 Gambar 4.3: Grafik rata-rata kelas Grafik di atas menunjukkan bahwa pada siklus I nilai rata-rata kelas belum mencapai target indikator keberhasilan sehingga peneliti melanjutkan penelitiannya ke-siklus II. Nilai rata-rata kelas pada siklus II telah mengalami kemajuan ditandai dengan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas, selain itu nilai rata-rata kelas juga sudah mencapai indikator keberhasilan.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yan telah dilaksanakan pada siswa kelas IV SD Negeri Adisucipto 1 semester genap tahun ajaran 2013/2014 dalam mata pelajaran IPS materi koperasi, dapat disimpulkan sebaai berikut: 1. Upaya untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas IVB SD Adisucipto 1 Yogyakarta dalam materi koperasi semester genap tahun ajaran 2013/2014 melalui penerapan jigsaw II telah dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) pembentukan kelompok asal dan siswa belajar secara keseluruhan, (b) pembentukan kelompok ahli dan siswa berdikusi tentang materi yang diperoleh, (c) kembali ke kelompok asal dan berbagi informasi yang diperoleh dalam kelompok ahli, (d) kegiatan evaluasi, serta (e) pemberian penghargaan (reward). 2. Penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar pada siswa kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan dengan adaya peningkatan minat belajar siswa yaitu pada siklus I terdapat 2 siswa (8%) berminat rendah, 11 siswa (44%) berminat sedang, dan 12 siswa (48%) berminat tinggi. Pada siklus II terdapat 1 siswa (4%) berminat rendah, 6 siswa (24%) berminat sedang, dan 18 siswa (72%) berminat tinggi. 77

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 3. Penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini dapat ditunjukkan dengan hasil penelitian mengenai prestasi belajar siswa. Sebelum mendapat tindakan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II, nilai rata – rata kelas adalah 66 dengan presentase siswa yang mencapai KKM adalah 72,97%. Setelah dikenai tindakan siklus I nilai rata-rata siswa adalah 61,12 dengan presentase siswa yang mencapai KKM sebesar 56%. Nilai rata-rata prestasi siswa meningkat pada siklus II yaitu 75,24 dengan presentase siswa yang mencapai KKM 100%. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini sudah berjalan sesuai rencana, namun tetap masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti, pengontrolan kelas dan perencanaan kegiatan pada RPP. Pengontrolan kelas yang kondusif sangat dibutuhkan demi kelancaran proses pembelajaran. Sementara pada penelitian ini, pengontrolan kelas masih kurang dikarenakan peneliti yang mengajar sendiri yang membuat siswa sedikit mengabaikan. RPP berperan penting dalam proses pembelajaran karena sebagai acuan guru untuk melaksanakan kegiatan –kegiatan dalam proses pembelajaran. C. Saran 1. Untuk Guru Seorang guru sebaiknya meningkatkan kreativitas dalam mengajar, agar siswa lebih berminat untuk mengikuti pembelajaran dengan baik.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 2. Untuk Sekolah Sekolah diharapkan untuk mampu mengembangkan teknik-teknik pembelajaran yang kreatif dan memfasilitasi kegiatan pembelajaran. 3. Untuk Siswa Seorang siswa diharapkan memiliki minat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, agar materi atau ilmu yang diajarkan dapat dipahami siswa dengan baik. 4. Untuk Peneliti lain Diharapkan untuk para peneliti yang selanjutnya dapat lebih baik lagi dalam melakukan kegiatan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, khususnya dalam merencanakan kegiatan pembelajaran.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 DAFTAR PUSTAKA Azwar, S. 2009. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Gardner, H. 2003. Kecerdasan Majemuk: Teori dalam Praktik. Alih Bahasa: Arvin Saputra. Batam: Interaksara. Huda, Miftahul.2012.Cooperative Learning.Yogyakarta:Pustaka Belajar. Isjoni, H. 2009. Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi antar Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Kusnandar.2008. Guru Profesional Implementasi Dasar Tingkat Satuan Pendidikan dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Lie, Anita.2003.Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas.Jakarata:PT. Gramedia. Masidjo, B.2001.Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.Yogyakarta:Kanisius. Mochtar. 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: PT. Imperval Bhakti Utama Rusman.2010.Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Bandung:PT Rajagrafindo Persada. Sadiman, Irawan Sadad. 2008. BSE Ilmu Pengetahuan Sosial SD / MI Kelas 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Slameto.2010.Belajar & Faktor-Faktor yang Mempengaruhi.Jakarta:PT Rineka Cipta. Sugiyanto.2009.Model-model Pembelajaran Inovatif.Surakarta:Yuma Pudtaka

(99) 81 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sugiyono.2011.Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.Bandung:Alfabeta. Suryosubroto.2009.Proses Belajar Mengajar di Sekolah.Jakarta:PT Rineka Cipta. Suyono, Hariyanto.2011.Belajar dan Pembelajaran.Bandung:PT Remaja Rosdakarya. Tim Penyusun Kamus.2007.Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga.Jakarta:Balai Pustaka. Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Umi Chabibah. 2005.Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Geografi.http://jurnaljpi.files.wordpress.com/2009/09/vol-1-no-2-umichabibah.pdf:9 Maret 2013. Winarni, Tantya Hisnu P. 2008. BSE Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD / MI Kelas 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Yamin, M. 2009. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press Sumber Internet: http://repository.upi.edu/operator/upload/s_paud_0702475_chapter2.pdf : Maret 2013. http://trianaahriza.com/belajar-dan-pembelajaran.doc : 18 Maret 2013. http://definisi-pengertian.blogspot.compengertian-minathtml : 23 Februari 2014. 9

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 LAMPIRAN 1 SILABUS Standar Kompetensi Satuan Pendidikan : SD NEGERI ADISUCIPTO 1 Kelas / Semester : IVB / 2 Mata Pelajaran : IPS Waktu : 8 Jam pelajaran : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan pembelajaran Indikator 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Koperasi Siklus I a. Kognitif: 1. - Menjelaskan arti Teknik 2. 3. 4. 5. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok yang disebut dengan kelompok asal Siswa menggali informasi dan mendengarkan penjelasan guru tentang sendi-sendi koperasi. Siswa membentuk kelompok ahli 1–8 Kelompok ahli 1 (terdiri dari siswa bernomor 1) mendapatkan soal tentang pengertian koperasi. Kelompok ahli 2 (terdiri dari siswa bernomor 2) Tes Penilaian Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tertulis : 1. Kata - Soal objektif koperasi lambang koperasi yang lama - Menyebutkan berasal Non-tes - tujuan koperasi - Menjelaskan prinsip koperasi - Menyebutkan hak anggota koperasi - Menyebutkan dari Tidak tertulis: - bahasa Kuisioner minat observasi …. a. b. c. d. Yunani Inggris Belanda Cina Sumber Belajar Sadiman, Irawan Sadad. 2008. BSE Ilmu Pengetahuan Sosial SD / MI Kelas 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. (hal. 91 – 96).

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mendapatkan soal tentang lambing koperasi lama dan penjelasannya. 6. Kelompok ahli 3 (terdiri dari siswa bernomor 3) mendapatkan soal tentang tujuan didirikan koperasi. 7. Kelompok ahli 4 (terdiri dari siswa bernomor 4) mendapatkan soal tentang fungsi koperasi menurut undang-undang nomor 25 tahun 1992 8. Kelompok ahli 5 (terdiri dari siswa bernomor 5) mendapatkan soal tentang prinsip koperasi. 9. Kelompok ahli 6 (terdiri dari siswa bernomor 6) mendapatkan soal tentang keanggotaan koperasi 10. Kelompok ahli 7 (terdiri dari siswa bernomor 7) mendapatkan soal tentang hak anggota koperasi 11. Kelompok ahli 8 (terdiri dari siswa bernomor 8) mendapatkan soal tentang kewajiban anggota koperasi 12. Siswa dalam kelompok ahli kewajiban anggota koperasi b. Afektif: - Percaya diri dalam menjelaskan arti lambang koperasi yang lama - Percaya diri dalam menyebutkan tujuan koperasi - Percaya diri dalam menjelaskan prinsip koperasi - Percaya diri dalam menyebutkan hak anggota koperasi - Percaya diri dalam menyebutkan kewajiban anggota koperasi 83 Winarni, Tantya Hisnu P. 2008. BSE Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD / MI Kelas 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. (hal. 162 – 164).

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menyelesaikan soal dengan berdiskusi. 13. Siswa kembali dalam kelompok asal dan membagikan jawaban yang sudah didapat dalam kelompok ahli. 14. Setiap kelompok asal melaporkan hasil pekerjaannya di depan kelas - Kerja sama dalam mendiskusikan setiap sub materi. c. Psikomotorik: - Mempresentasikan arti lambang koperasi yang lama - Mempresentasikan tujuan koperasi - Mempresentasikan prinsip koperasi - Mempresentasikan hak anggota koperasi - Mempresentasikan kewajiban anggota koperasi 84

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siklus II 1. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok yang disebut dengan kelompok asal 2. Siswa menggali informasi dan mendengarkan penjelasan guru tentang sendi-sendi koperasi. 3. Siswa membentuk kelompok ahli 1–8 4. Kelompok ahli 1 (terdiri dari siswa bernomor 1) mendapatkan soal tentang pengertian koperasi. 5. Kelompok ahli 2 (terdiri dari siswa bernomor 2) mendapatkan soal tentang lambing koperasi baru dan penjelasannya. 6. Kelompok ahli 3 (terdiri dari siswa bernomor 3) mendapatkan soal tentang hak dan kewajiban anggota koperasi. 7. Kelompok ahli 4 (terdiri dari siswa bernomor 4) mendapatkan soal tentang organisasi koperasi. a. Kognitif: - Tes Tertulis : - Menjelaska Soal objektif n arti lambang koperasi Non-tes Tidak tertulis: - yang baru - Menjelaska n organisasi koperasi - Menjelaska n koperasi sekolah b. Afektif: - Percaya diri dalam menjelaska n arti lambang koperasi yang baru - Kuisioner minat observasi 85 Sadiman, Irawan Sadad. penyelenggara 2008. BSE -an rapat Ilmu Pengetahuan anggota dan Sosial SD / MI rapat luar biasa, Kelas 4. Jakarta: Pusat diatur dalam Perbukuan …. Departemen Pendidikan a. Rapat Nasional. (hal. pengurus 91 – 96). 1.Tempat b. Rapat harian c. Anggaran dasar d. Anggaran rumah tangga

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Kelompok ahli 5 (terdiri dari siswa bernomor 5) mendapatkan soal tentang modal koperasi. 9. Kelompok ahli 6 (terdiri dari siswa bernomor 6) mendapatkan soal tentang usaha koperasi. 10. Kelompok ahli 7 (terdiri dari siswa bernomor 7) mendapatkan soal tentang macam-macam koperasi berdasarkan jenis usaha 11. Kelompok ahli 8 (terdiri dari siswa bernomor 8) mendapatkan soal tentang macam-macam koperasi berdasarkan keanggotaan 12. Siswa dalam kelompok ahli menyelesaikan soal dengan berdiskusi. 13. Siswa kembali dalam kelompok asal dan membagikan jawaban yang sudah didapat dalam kelompok ahli. 14. Setiap kelompok asal melaporkan hasil pekerjaannya di depan kelas - Percaya diri dalam menjelaska n organisasi koperasi - Percaya diri dalam menjelaska n koperasi sekolah - Kerja sama dalam mendiskusi kan setiap sub materi. c. Psikomotorik: - Mempresen tasikan arti lambang koperasi 86 Winarni, Tantya Hisnu P. 2008. BSE Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD / MI Kelas 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. (hal. 162 – 164).

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang baru - Mempresen tasikan organisasi koperasi - Mempresen tasikan koperasi sekolah 87

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 LAMPIRAN 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS PERTAMA A. Satuan Pendidikan : SD NEGERI ADISUCIPTO 1 Mata Pelajaran : IPS Kelas / Semester : IVB / 2 Alokasi Waktu : 4 x 35 menit ( 4 jam Pelajaran ) Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi B. Kompetensi Dasar C. 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indikator a. Kognitif: - Menjelaskan arti lambang koperasi yang lama - Menyebutkan tujuan koperasi - Menjelaskan prinsip koperasi - Menyebutkan hak anggota koperasi - Menyebutkan kewajiban anggota koperasi b. Afektif: - Percaya diri dalam menjelaskan arti lambang koperasi yang lama - Percaya diri dalam menyebutkan tujuan koperasi - Percaya diri dalam menjelaskan prinsip koperasi - Percaya diri dalam menyebutkan hak anggota koperasi - Percaya diri dalam menyebutkan kewajiban anggota koperasi - Kerja sama dalam mendiskusikan setiap sub materi. c. Psikomotorik: - Mempresentasikan arti lambang koperasi yang lama - Mempresentasikan tujuan koperasi - Mempresentasikan prinsip koperasi

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. - Mempresentasikan hak anggota koperasi - Mempresentasikan kewajiban anggota koperasi 90 Tujuan Pembelajaran - Siswa mampu menjelaskan minimal 3 arti lambang koperasi yang lama melalui diskusi kelompok - Siswa mampu menyebutkan minimal 2 tujuan koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok - Siswa mampu menjelaskan minimal 2 prinsip koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok - Siswa mampu menyebutkan minimal 2 hak anggota koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok - Siswa mampu menyebutkan minimal 2 kewajiban anggota koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok - Dengan percaya diri siswa mampu menjelaskan minimal 3 arti lambang koperasi yang lama melalui kegiatan diskusi kelompok - Dengan percaya diri siswa mampu menyebutkan minimal 2 tujuan koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok - Dengan percaya diri siswa mampu menjelaskan minimal 2 prinsip koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok - Dengan percaya diri siswa mampu menyebutkan minimal 2 hak anggota koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok - Dengan percaya diri siswa mampu menyebutkan minimal 2 kewajiban anggota koperasi - Dengan kerja sama siswa mampu mendiskusikan setiap sub materi melalui kegiatan diskusi kelompok - Siswa mampu Mempresentasikan arti lambang koperasi yang lama - Siswa mampu Mempresentasikan tujuan koperasi - Siswa mampu Mempresentasikan prinsip koperasi - Siswa mampu Mempresentasikan hak anggota koperasi - Siswa mampu Mempresentasikan kewajiban anggota koperasi

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. 91 Materi Pembelajaran. Sendi-sendi koperasi F. Metode Pembelajaran G. - Tanya jawab - Metode Kooperatif tipe Jigsaw II - Penugasan Langkah-langkah Kegiatan. NO Pengalaman Belajar Alokasi Waktu Pertemuan ke-1 a. 10 menit Kegiatan Awal: - Siswa memberi salam - Siswa dan guru berdoa bersama - Absensi.  Apersepsi. Siswa diberi pertanyaan tentang materi sebelumnya  - Orientasi. Siswa mendengarkan penjelasan tentang materi yang akan dipelajari yaitu “sendi-sendi koperasi”  - Motivasi. Siswa diberi semangat sebelum memulai pembelajaran b. Kegiatan Inti  Eksplorasi 1. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok setiap kelompok terdiri dari 8 siswa 2. Setiap kelompok mendapatkan 8 soal yang sama. 3. Siswa dalam kelompok mengamati dan menggali informasi tentang sendi-sendi koperasi 4. Siswa membentuk kelompok ahli 1-8 5. Kelompok ahli 1 (terdiri dari siswa bernomor 1) mendapatkan soal tentang pengertian koperasi. 20 menit

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Kelompok ahli 2 (terdiri dari siswa bernomor 2) mendapatkan soal tentang lambing koperasi lama dan penjelasannya. 7. Kelompok ahli 3 (terdiri dari siswa bernomor 3) mendapatkan soal tentang tujuan didirikan koperasi. 8. Kelompok ahli 4 (terdiri dari siswa bernomor 4) mendapatkan soal tentang fungsi koperasi menurut undang-undang nomor 25 tahun 1992 9. Kelompok ahli 5 (terdiri dari siswa bernomor 5) mendapatkan soal tentang prinsip koperasi. 10. Kelompok ahli 6 (terdiri dari siswa bernomor 6) mendapatkan soal tentang keanggotaan koperasi 11. Kelompok ahli 7 (terdiri dari siswa bernomor 7) mendapatkan soal tentang hak anggota koperasi 12. Kelompok ahli 8 (terdiri dari siswa bernomor 8) mendapatkan soal tentang kewajiban anggota koperasi. 13. Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli 14. Siswa kembali ke dalam kelompok awal dan membagikan informasi yang telah diperoleh dalam diskusi dengan kelompok ahli 15. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya, kemudian siswa yang lainnya diperbolehkan menjawab pertanyaan yang diajukan temannya  Elaborasi 1. Siswa dalam kelompok asal menguasai setiap sub materi yang mereka pelajari 2. Setiap kelompok mencoba menerapkan informasi dalam proses pembelajaran 20 menit 92

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (mengerjakan 8 soal yan telah dibagi di awal pembelajaran) 3. Setiap kelompok asal mengkomunikasikan informasi yang telah didapat. (berkompetisi untuk membagikan informasi tentang sendisendi koperasi secara lengkap dan benar) 4. Kelompok asli yang mampu membagikan informasi tentang sendi-sendi koperasi secara lengkap dan benar akan mendapatkan penghargaan.  Konfirmasi 10 menit 1. Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru 2. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami c. 10 menit Penutup 1. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari hari ini 2. Siswa diajak untuk berefleksi tentang apa yang dirasakan selama proses pembelajaran berlangsung 3. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya 4. Salam penutup. Pertemuan ke-2 a. Kegiatan Awal: - Siswa memberi salam - Siswa dan guru berdoa bersama - Absensi.  Apersepsi. Siswa diberi pertanyaan tentang materi sebelumnya  Orientasi. 10 menit 93

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Siswa mendengarkan penjelasan tentang materi yang akan dipelajari yaitu “sendi-sendi koperasi”  - Motivasi. Siswa diberi semangat sebelum memulai pembelajaran b. Kegiatan Inti  Eksplorasi 15 menit 1. Siswa masuk kedalam kelompok asal yang telah dibentuk pada pertemuan pertama. 2. Siswa mempelajari materi yang telah dirangkum pada pertemuan pertama  Elaborasi 25 menit 1. Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara mandiri. 2. Siswa mengumpulkan lembar evaluasi yang telah dikerjakan  Konfirmasi 10 menit 1. Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru 2. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami c. Penutup 1. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari hari ini 2. Siswa diajak untuk berefleksi tentang apa yang dirasakan selama proses pembelajaran berlangsung 3. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya 10 menit 94

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS KEDUA A. Satuan Pendidikan : SD NEGERI ADISUCIPTO 1 Mata Pelajaran : IPS Kelas / Semester : IVB / 2 Alokasi Waktu : 4 x 35 menit ( 4 jam Pelajaran ) Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi B. Kompetensi Dasar C. 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indikator a. Kognitif: - Menjelaskan arti lambang koperasi yang baru - Menjelaskan organisasi koperasi - Menjelaskan koperasi sekolah b. Afektif: - Percaya diri dalam menjelaskan arti lambang koperasi yang baru - Percaya diri dalam menjelaskan organisasi koperasi - Percaya diri dalam menjelaskan koperasi sekolah - Kerja sama dalam mendiskusikan setiap sub materi. c. Psikomotorik: D. - Mempresentasikan arti lambang koperasi yang baru - Mempresentasikan organisasi koperasi - Mempresentasikan koperasi sekolah Tujuan Pembelajaran - Siswa mampu menjelaskan minimal 3 arti lambang koperasi yang baru melalui diskusi kelompok

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 97 Siswa mampu menjelaskan minimal 2 hal yang ada dalam organisasi koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok - Siswa mampu menjelaskan minimal 2 hal tentang koperasi sekolah melalui kegiatan diskusi kelompok - Dengan percaya diri siswa mampu menjelaskan minimal 3 arti lambang koperasi yang baru melalui kegiatan diskusi kelompok - Dengan percaya diri siswa mampu menjelaskan minimal 2 hal yang ada dalam organisasi koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok - Dengan percaya diri siswa mampu menjelaskan minimal 2 hal tentang koperasi sekolah melalui kegiatan diskusi kelompok - Dengan kerja sama siswa mampu mendiskusikan setiap sub materi melalui kegiatan diskusi kelompok E. - Siswa mampu Mempresentasikan arti lambang koperasi yang baru - Siswa mampu Mempresentasikan organisasi koperasi - Siswa mampu Mempresentasikan koperasi sekolah Materi Pembelajaran. Koperasi F. Metode Pembelajaran G. - Tanya jawab - Metode Kooperatif tipe Jigsaw II - Penugasan Langkah-langkah Kegiatan. NO Pengalaman Belajar Alokasi Waktu Pertemuan ke-1 a. Kegiatan Awal: - Siswa memberi salam - Siswa dan guru berdoa bersama - Absensi.  Apersepsi. 10 menit

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siswa diberi pertanyaan tentang materi sebelumnya  - Orientasi. Siswa mendengarkan penjelasan tentang materi yang akan dipelajari yaitu “organisasi koperasi, lambing koperasi baru, modal dan usaha koperasi”  - Motivasi. Siswa diberi semangat sebelum memulai pembelajaran b. Kegiatan Inti  Eksplorasi 1. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok setiap kelompok terdiri dari 8 siswa 2. Setiap kelompok mendapatkan 8 soal yang sama 3. Siswa dalam kelompok mengamati dan menggali informasi tentang sendi-sendi koperasi 4. Siswa membentuk kelompok ahli 1-8 5. Kelompok ahli 1 (terdiri dari siswa bernomor 1) mendapatkan soal tentang pengertian koperasi. 6. Kelompok ahli 2 (terdiri dari siswa bernomor 2) mendapatkan soal tentang lambing koperasi baru dan penjelasannya. 7. Kelompok ahli 3 (terdiri dari siswa bernomor 3) mendapatkan soal tentang hak dan kewajiban anggota koperasi. 20 menit 98

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Kelompok ahli 4 (terdiri dari siswa bernomor 4) mendapatkan soal tentang organisasi koperasi 9. Kelompok ahli 5 (terdiri dari siswa bernomor 5) mendapatkan soal tentang modal koperasi 10. Kelompok ahli 6 (terdiri dari siswa bernomor 6) mendapatkan soal tentang usaha koperasi. 11. Kelompok ahli 7 (terdiri dari siswa bernomor 7) mendapatkan soal tentang macam-macam koperasi berdasarkan jenis usaha 12. Kelompok ahli 8 (terdiri dari siswa bernomor 8) mendapatkan soal tentang macam-macam koperasi berdasarkan keanggotaan. 13. Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli 20 menit 14. Siswa kembali ke dalam kelompok awal dan membagikan informasi yang telah diperoleh dalam diskusi dengan kelompok ahli 15. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya, kemudian siswa yang lainnya diperbolehkan menjawab pertanyaan yang diajukan temannya  Elaborasi 5. Siswa dalam kelompok asal menguasai setiap sub materi yang mereka pelajari 6. Setiap kelompok mencoba menerapkan informasi dalam proses pembelajaran (mengerjakan 8 soal yan telah dibagi di awal pembelajaran) 7. Setiap kelompok asal mengkomunikasikan informasi yang telah didapat. (berkompetisi untuk membagikan informasi tentang sendi- 10 menit 99

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sendi koperasi secara lengkap dan benar) 8. Kelompok asli yang mampu membagikan informasi tentang sendi-sendi koperasi secara lengkap dan benar akan mendapatkan penghargaan..  Konfirmasi 3. Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru 4. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami c. 10 menit Penutup 5. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari hari ini 6. Siswa diajak untuk berefleksi tentang apa yang dirasakan selama proses pembelajaran berlangsung 7. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya 8. Salam penutup. Pertemuan ke-2 d. 10 menit Kegiatan Awal: - Siswa memberi salam - Siswa dan guru berdoa bersama - Absensi.  Apersepsi. Siswa diberi pertanyaan tentang materi sebelumnya  - Orientasi. Siswa mendengarkan penjelasan tentang materi yang akan dipelajari yaitu “sendi-sendi koperasi”  Motivasi. 100

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Siswa diberi semangat sebelum memulai pembelajaran e. Kegiatan Inti  15 menit Eksplorasi 3. Siswa masuk kedalam kelompok asal yang telah dibentuk pada pertemuan pertama. 4. Siswa mempelajari materi yang telah dirangkum pada pertemuan pertama  Elaborasi 25 menit 3. Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara mandiri. 4. Siswa mengumpulkan lembar evaluasi yang telah dikerjakan  10 menit Konfirmasi 1. Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru 2. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami f. Penutup 10 menit 4. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari hari ini 5. Siswa diajak untuk berefleksi tentang apa yang dirasakan selama proses pembelajaran berlangsung 6. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya 7. Salam penutup. H. Sumber Belajar Media  Bagan peta konsep tentang sendi-sendi koperasi 101

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 LAMPIRAN 3 LEMBAR KERJA SISWA ( Siklus 1 tindakan 1 ) Satuan Pendidikan : SD Negeri Adisucipto 1 Hari / Tanggal : Jumat / 9 Mei 2014 Kelas / Semester : IVB / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit ( 2 jam pelajaran ) A. Petunjuk 1. Buatlah 3 kelompok asal yang terdiri dari 8 anak ! 2. Bacalah materi yang telah disediakan selama 10 menit ! 3. Siswa membentuk kelompok ahli 1 – 8 4. Kelompok ahli 1 (terdiri dari siswa bernomor 1) mendapatkan soal tentang pengertian koperasi. 5. Kelompok ahli 2 (terdiri dari siswa bernomor 2) mendapatkan soal tentang lambang koperasi lama dan penjelasannya. 6. Kelompok ahli 3 (terdiri dari siswa bernomor 3) mendapatkan soal tentang tujuan didirikan koperasi. 7. Kelompok ahli 4 (terdiri dari siswa bernomor 4) mendapatkan soal tentang fungsi koperasi menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 8. Kelompok ahli 5 (terdiri dari siswa bernomor 5) mendapatkan soal tentang prinsip koperasi 9. Kelompok ahli 6 (terdiri dari siswa bernomor 6) mendapatkan soal tentang keanggotaan koperasi. 10. Kelompok ahli 7 (terdiri dari siswa bernomor 7) mendapatkan soal tentang hak anggota koperasi 11. Kelompok ahli 8 (terdiri dari siswa bernomor 8) mendapatkan soal tentang kewajiban anggota koperasi. 12. Tulis hasil jawaban diskusi bersama kelompok ahli di buku catatan kalian masing-masing 13. Kemudian kembalilah ke kelompok asal dan berbagilah informasi yang telah kalian dapat.

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 B. Kegiatan Belajar 1. Jelaskan pengertian koperasi ! 2. Sebutkan lambang koperasi lama dan jelaskan setiap lambangnya ! 3. Sebutkan tujuan didirikan koperasi ! 4. Sebutkan fungsi koperasi menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 ! 5. Sebutkan prinsip koperasi ! 6. Jelaskan tentang keanggotaan koperasi ! 7. Sebutkan hak anggota koperasi ! 8. Sebutkan kewajiban anggota koperasi !

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 LEMBAR KERJA SISWA ( Siklus 2 tindakan 1 ) Satuan Pendidikan : SD Negeri Adisucipto 1 Hari / Tanggal : Senin, 12 Mei 2014 Kelas / Semester : IVB / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit ( 2 jam pelajaran ) A. Petunjuk 1. Buatlah 3 kelompok asal yang terdiri dari 8 anak ! 2. Bacalah materi yang telah disediakan selama 10 menit ! 3. Siswa membentuk kelompok ahli 1 – 8 4. Kelompok ahli 1 (terdiri dari siswa bernomor 1) mendapatkan soal tentang pengertian koperasi. 5. Kelompok ahli 2 (terdiri dari siswa bernomor 2) mendapatkan soal tentang lambing koperasi baru dan penjelasannya. 6. Kelompok ahli 3 (terdiri dari siswa bernomor 3) mendapatkan soal tentang hak dan kewajiban anggota koperasi. 7. Kelompok ahli 4 (terdiri dari siswa bernomor 4) mendapatkan soal tentang organisasi koperasi 8. Kelompok ahli 5 (terdiri dari siswa bernomor 5) mendapatkan soal tentang modal koperasi 9. Kelompok ahli 6 (terdiri dari siswa bernomor 6) mendapatkan soal tentang usaha koperasi. 10. Kelompok ahli 7 (terdiri dari siswa bernomor 7) mendapatkan soal tentang macam-macam koperasi berdasarkan jenis usaha 11. Kelompok ahli 8 (terdiri dari siswa bernomor 8) mendapatkan soal tentang macam-macam koperasi berdasarkan keanggotaan 12. Tulis hasil jawaban diskusi bersama kelompok ahli di buku catatan kalian masing-masing 13. Kemudian kembalilah ke kelompok asal dan berbagilah informasi yang telah kalian dapat.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 B. Kegiatan Belajar 1. Jelaskan pengertian koperasi ! 2. Sebutkan lambang koperasi baru dan jelaskan setiap lambangnya ! 3. Sebutkan hak dan kewajiban anggota koperasi ! 4. Jelaskan organisasi koperasi ! 5. Sebutkan modal koperasi ! 6. Sebutkan usaha koperasi ! 7. Sebut dan jelaskan macam-macam koperasi berdasarkan jenis usaha ! 8. Sebut dan jelaskan macam-macam koperasi berdasarkan keanggotaan!

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 LAMPIRAN 4 MATERI KOPERASI Siklus I A. Sendi-sendi koperasi 1. Pengertian Apa pengertian koperasi? Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orangseorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Koperasi berdasarkan keanggotaannya dibedakan menjadi dua, yaitu koperasi primer dan koperasi sekunder. Koperasi primer adalah koperasi yang didirikan oleh orang-orang dan beranggotakan orangorang juga. Adapun koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh koperasi yang beranggotakan koperasi juga. Koperasi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berdasarkan atas asas kekeluargaan. 2. Tujuan Tujuan koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Selain itu, juga ikut membangun tatanan perekonomian nasional mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Fungsi koperasi menurut Undangundang Nomor 25 Tahun 1992 sebagai berikut. a. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. b. Koperasi berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 c. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya. d. Mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional berdasarkan asas kekeluargaan. 3. Prinsip Koperasi yang merupakan kegiatan dalam bidang ekonomi, mempunyai pinsip sebagai berikut. a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis. c. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. e. Kemandirian, pendidikan, dan kerja sama antara koperasi. Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi. Keanggotaan koperasi dicatat dalam buku anggota koperasi. Syarat untuk dapat menjadi anggota koperasi adalah setiap WNI yang dapat memenuhi syarat. Syarat-syarat tersebut telah ditetapkan dalam anggaran dasar. Keanggotaan koperasi didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi. 4. Hak dan kewajiban Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama terhadap koperasi sebagaimana diatur dalam anggaran dasar. a. Hak anggota Adapun hak seorang anggota adalah sebagai berikut. 1. Menghadiri, berpendapat, dan memberikan suara dalam rapat anggota. 2. Memilih atau dipilih menjadi pengurus atau pengawas. 3. Memberikan pendapat atau saran kepada pengurus dan pengawas di luar rapat anggota.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 4. Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antar sesame anggota. 5. Mendapat keterangan mengenai perkembangan koperasi menurut ketentuan dalam anggaran dasar. b. Kewajiban anggota Kewajiban seorang anggota adalah sebagai berikut. 1. Memenuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta keputusan yang telah disepakati. 2. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan. 3. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan atas asas kekeluargaan. Antara hak dan kewajiban hendaklah seimbang dan berjalan beriringan. Hal ini sesuai dengan status keanggotaannya yang telah diatur dan disepakati dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga maupun peraturan khusus. B. Organisasi Koperasi Organisasi koperasi terdiri atas rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Kekuasaan tertinggi dalam koperasi adalah rapat anggota. Rapat tersebut dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya telah diatur dalam anggaran dasar. Rapat anggota dilaksanakan paling sedikit sekali dalam satu tahun. Untuk pengesahan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas paling lambat 6 bulan. Persyaratan, tata cara, dan tempat penyelenggaraan rapat anggota dan rapat anggota luar biasa, diatur dalam anggaran dasar. 1. Pengurus Pengurus mempunyai tugas dan wewenang. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota. Pengurus sebagai pemegang kuasa rapat anggota. Masa jabatan pengurus paling lama 5 tahun. Tugas pengurus koperasi adalah sebagai berikut. a. Mengelola koperasi dan usahanya. b. Menggunakan rancangan kerja.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 c. Menyelenggarakan rapat anggota. d. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban. e. Menyelenggarakan perbukuan keuangan dan inventaris secara tertib. f. Memelihara daftar buku anggota dan pengurus. Wewenang pengurus koperasi, adalah sebagai berikut. a. Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan. b. Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai anggaran dasar. c. Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfataan koperasi sesuai tanggung jawab dari keputusan rapat anggota. d. Melalui keputusan rapat anggota, pengurus dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola yang bertanggung jawab kepada pengurus. 2. Pengawas Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota. Persyaratan untuk dapat dipilih menjadi pengawas, ditetapkan dalam anggaran dasar. Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi. Wewenang pengawas meneliti catatan yang ada pada koperasi. Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga. 3. Rapat anggota Unsur lain selain pengurus dan pengawas yang berperan dalam koperasi adalah rapat anggota. Rapat anggota dilaksanakan untuk menetapkan beberapa hal, antara lain a. anggaran dasar. b. kebijaksanaan umum. c. pemilihan, pengawas. pengangkatan, pemberhentian pengurus dan

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 d. Membuat rencana kerja. e. Pengesahan pertanggungjawaban. f. Pembagian sisa hasil usaha. Pelaksanaan rapat anggota memiliki sifat sebagai berikut keputusan berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Apabila mufakat tidak tercapai dilakukan pengambilan suara terbanyak. 4. Lambang Perhatikan gambar lambang koperasi di bawah ini! Pahamilah pengertian tiap-tiap bagian dari lambang tersebut! a. Rantai melambangkan persahabatan yang kekal. b. Gigi roda melambangkan usaha/karya yang terus-menerus c. Kapas dan padi melambangkan kemakmuran yang diusahakan dan yang harus dicapai oleh koperasi. d. Timbangan melambangkan keadilan sosial. e. Bintang dan perisai melambangkan Pancasila. f. Pohon beringin melambangkan sifat kemasyarakatan berkepribadian Indonesia yang kokoh dan berakar. g. Tulisan Koperasi Indonesia melambangkan kepribadian Koperasi Rakyat Indonesia. h. Merah putih melambangkan sifat nasional koperasi. C. Modal dan Usaha Koperasi 1. Modal Koperasi Modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman.

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 a. Modal sendiri dapat berasal dari: 1) Simpanan pokok, 2) Simpanan wajib, 3) Dana cadangan, dan 4) Hibah. b. Modal pinjaman dapat berasal dari: 1) Anggota, 2) Koperasi lainnya, 3) Bank dan lembaga keuangan lainnya, 4) Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, dan 5) Sumber lain yang sah. Selain modal sendiri dan modal pinjaman, koperasi dapat melakukan pemupukan modal yang berasal dari modal penyertaan. Modal penyertaan bersumber dari pemerintah maupun masyarakat. 2. Usaha Koperasi Untuk meningkatkan usaha koperasi harus dilakukan secara produktif, efektif, dan efisien. Hal ini dapat memberikan nilai tambah dan manfaat yang sebesar-besarnya pada anggota yang tetap. Seperti memperoleh sisa hasil usaha yang wajar. Agar koperasi dapat mewujudkan fungsi dan perannya, usaha yang dikembangkan adalah usaha dalam kehidupan ekonomi rakyat. Salah satu di antaranya adalah simpan pinjam. Untuk mengembangkan usaha koperasi, pemerintah memberikan dorongan dalam bentuk kesempatan usaha yang seluas-luasnya, memantapkan menjadi koperasi yang sehat, tangguh dan mandiri, mengupayakan tata hubungan saling menguntungkan dengan badan uhasa, membudayakan koperasi dalam masyarakat. Adapun bimbingan dan kemudahan pemerintah terhadap koperasi adalah sebagai berikut. a. Pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan penelitian perkoperasian. b. Bimbingan usaha sesuai kepentingan ekonomi anggota. c. Kemudahan memperkokoh permodalan.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 d. Pengembangan jaringan usaha koperasi. e. Memberikan bantuan konsultasi untuk mengatasi permasalahan koperasi. D. Koperasi Sekolah Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah Anggotaanggotanya terdiri atas siswa sekolah. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan. Sebagai contoh, koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama, dan seterusnya. Koperasi tidak berbadan hukum. Pengurus dan pengelola koperasi sekolah dilakukan oleh para siswa di bawah bimbingan kepala sekolah dan guru-guru. Tanggung jawab ke luar koperasi sekolah dilakukan oleh kepala sekolah. Pembinaan terhadap koperasi sekolah dilaksanakan bersama antara Kantor Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Departemen Pendidikan Nasional. Koperasi sekolah tidak berbadan hukum seperti koperasi-koperasi lainnya karena siswa belum mampu melakukan tindakan hukum. Koperasi sekolah diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar melakukan usaha, mengembangkan kemampuan berorganisasi, mendorong untuk berinovasi, dan sebagainya. Tujuan Koperasi Sekolah Pembentukan koperasi sekolah dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dan latihan berkoperasi. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini. Perangkat Organisasi Koperasi Sekolah 1. Rapat anggota koperasi sekolah. 2. Pengurus koperasi sekolah. 3. Pengawas koperasi sekolah.

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 MATERI KOPERASI Siklus II E. Sendi-sendi koperasi 5. Pengertian Apa pengertian koperasi? Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orangseorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Koperasi berdasarkan keanggotaannya dibedakan menjadi dua, yaitu koperasi primer dan koperasi sekunder. Koperasi primer adalah koperasi yang didirikan oleh orang-orang dan beranggotakan orangorang juga. Adapun koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh koperasi yang beranggotakan koperasi juga. Koperasi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berdasarkan atas asas kekeluargaan. 6. Tujuan Tujuan koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Selain itu, juga ikut membangun tatanan perekonomian nasional mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Fungsi koperasi menurut Undangundang Nomor 25 Tahun 1992 sebagai berikut. e. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. f. Koperasi berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 g. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya. h. Mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional berdasarkan asas kekeluargaan. 7. Prinsip Koperasi yang merupakan kegiatan dalam bidang ekonomi, mempunyai pinsip sebagai berikut. f. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. g. Pengelolaan dilakukan secara demokratis. h. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. i. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. j. Kemandirian, pendidikan, dan kerja sama antara koperasi. Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi. Keanggotaan koperasi dicatat dalam buku anggota koperasi. Syarat untuk dapat menjadi anggota koperasi adalah setiap WNI yang dapat memenuhi syarat. Syarat-syarat tersebut telah ditetapkan dalam anggaran dasar. Keanggotaan koperasi didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi. 8. Hak dan kewajiban Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama terhadap koperasi sebagaimana diatur dalam anggaran dasar. c. Hak anggota Adapun hak seorang anggota adalah sebagai berikut. 6. Menghadiri, berpendapat, dan memberikan suara dalam rapat anggota. 7. Memilih atau dipilih menjadi pengurus atau pengawas. 8. Memberikan pendapat atau saran kepada pengurus dan pengawas di luar rapat anggota.

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 9. Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antar sesame anggota. 10. Mendapat keterangan mengenai perkembangan koperasi menurut ketentuan dalam anggaran dasar. d. Kewajiban anggota Kewajiban seorang anggota adalah sebagai berikut. 4. Memenuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta keputusan yang telah disepakati. 5. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan. 6. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan atas asas kekeluargaan. Antara hak dan kewajiban hendaklah seimbang dan berjalan beriringan. Hal ini sesuai dengan status keanggotaannya yang telah diatur dan disepakati dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga maupun peraturan khusus. F. Organisasi Koperasi Organisasi koperasi terdiri atas rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Kekuasaan tertinggi dalam koperasi adalah rapat anggota. Rapat tersebut dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya telah diatur dalam anggaran dasar. Rapat anggota dilaksanakan paling sedikit sekali dalam satu tahun. Untuk pengesahan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas paling lambat 6 bulan. Persyaratan, tata cara, dan tempat penyelenggaraan rapat anggota dan rapat anggota luar biasa, diatur dalam anggaran dasar. 5. Pengurus Pengurus mempunyai tugas dan wewenang. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota. Pengurus sebagai pemegang kuasa rapat anggota. Masa jabatan pengurus paling lama 5 tahun. Tugas pengurus koperasi adalah sebagai berikut. a. Mengelola koperasi dan usahanya. b. Menggunakan rancangan kerja.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 c. Menyelenggarakan rapat anggota. d. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban. e. Menyelenggarakan perbukuan keuangan dan inventaris secara tertib. f. Memelihara daftar buku anggota dan pengurus. Wewenang pengurus koperasi, adalah sebagai berikut. a. Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan. b. Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai anggaran dasar. c. Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfataan koperasi sesuai tanggung jawab dari keputusan rapat anggota. d. Melalui keputusan rapat anggota, pengurus dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola yang bertanggung jawab kepada pengurus. 6. Pengawas Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota. Persyaratan untuk dapat dipilih menjadi pengawas, ditetapkan dalam anggaran dasar. Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi. Wewenang pengawas meneliti catatan yang ada pada koperasi. Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga. 7. Rapat anggota Unsur lain selain pengurus dan pengawas yang berperan dalam koperasi adalah rapat anggota. Rapat anggota dilaksanakan untuk menetapkan beberapa hal, antara lain a. anggaran dasar. b. kebijaksanaan umum. c. pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawas. d. Membuat rencana kerja. e. Pengesahan pertanggungjawaban.

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 f. Pembagian sisa hasil usaha. Pelaksanaan rapat anggota memiliki sifat sebagai berikut keputusan berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Apabila mufakat tidak tercapai dilakukan pengambilan suara terbanyak. 8. Lambang Perhatikan gambar lambang koperasi di bawah ini! Pahamilah pengertian tiap-tiap bagian dari lambang tersebut! Logo Sekuntum Bunga Teratai bertuliskan KOPERASI INDONESIA Logo Atau Lambang Koperasi Baru Arti Gambar dan Penjelasan Lambang Koperasi Baru: a. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar bunga yang memberi kesan akan perkembangan dan kemajuan terhadap perkoperasian di Indonesia, mengandung makna bahwa Koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi; b. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar 4 (empat) sudut pandang melambangkan arah mata angin yang mempunyai maksud Koperasi Indonesia: 1. Sebagai gerakan koperasi di Indonesia untuk menyalurkan aspirasi; 2. Sebagai dasar perekonomian masional yang bersifat kerakyatan;

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 3. Sebagai penjunjung tinggi prinsip nilai kebersamaan, kemandirian, keadilan dan demokrasi; 4. Selalu menuju pada keunggulan dalam persaingan global. c. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk Teks Koperasi Indonesia memberi kesan dinamis modern, menyiratkan kemajuan untuk terus berkembang serta mengikuti kemajuan jaman yang bercermin pada perekonomian yang bersemangat tinggi, teks Koperasi Indonesia yang berkesinambungan sejajar rapi mengandung makna adanya ikatan yang kuat, baik didalam lingkungan internal Koperasi Indonesia maupun antara Koperasi Indonesia dan para anggotanya; d. Lambang Koperasi Indonesia yang berwarna Pastel memberi kesan kalem sekaligus berwibawa, selain Koperasi Indonesia bergerak pada sektor perekonomian, warna pastel melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan, kemauan dan kemajuan serta mempunyai kepribadian yang kuat akan suatu hal terhadap peningkatan rasa bangga dan percaya diri yang tinggi terhadap pelaku ekonomi lainnya; e. Lambang Koperasi Indonesia dapat digunakan pada papan nama kantor, pataka, umbul-umbul, atribut yang terdiri dari pin, tanda pengenal pegawai dan emblem untuk seluruh kegiatan ketatalaksanaan administratif oleh Gerakan Koperasi di Seluruh Indonesia; f. Lambang Koperasi Indonesia menggambarkan dasar hidup berkoperasi yang memuat: 1. Tulisan : Koperasi Indonesia yang merupakan identitas lambang; 2. Gambar : 4 (empat) kuncup bunga yang saling bertaut dihubungkan bentuk sebuah lingkaran yang menghubungkan satu kuncup dengan kuncup lainnya, menggambarkan seluruh pemangku kepentingan saling bekerja sama secara terpadu dan berkoordinasi secara harmonis dalam membangun Koperasi Indonesia; 3. Tata Warna : a. Warna hijau muda dengan kode warna C:10,M:3,Y:22,K:9; b. Warna hijau tua dengan kode warna C:20,M:0,Y:30,K:25;

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 c. Warna merah tua dengan kode warna C:5,M:56,Y:76,K:21; d. Perbandingan skala 1 : 20. G. Modal dan Usaha Koperasi 1. Modal Koperasi Modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman. a. Modal sendiri dapat berasal dari: 1) Simpanan pokok, 2) Simpanan wajib, 3) Dana cadangan, dan 4) Hibah. b. Modal pinjaman dapat berasal dari: 1) Anggota, 2) Koperasi lainnya, 3) Bank dan lembaga keuangan lainnya, 4) Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, dan 5) Sumber lain yang sah. Selain modal sendiri dan modal pinjaman, koperasi dapat melakukan pemupukan modal yang berasal dari modal penyertaan. Modal penyertaan bersumber dari pemerintah maupun masyarakat. 2. Usaha Koperasi Untuk meningkatkan usaha koperasi harus dilakukan secara produktif, efektif, dan efisien. Hal ini dapat memberikan nilai tambah dan manfaat yang sebesar-besarnya pada anggota yang tetap. Seperti memperoleh sisa hasil usaha yang wajar. Agar koperasi dapat mewujudkan fungsi dan perannya, usaha yang dikembangkan adalah usaha dalam kehidupan ekonomi rakyat. Salah satu di antaranya adalah simpan pinjam. Untuk mengembangkan usaha koperasi, pemerintah memberikan dorongan dalam bentuk kesempatan usaha yang seluas-luasnya, memantapkan menjadi koperasi yang sehat, tangguh dan mandiri, mengupayakan tata hubungan saling menguntungkan dengan badan

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 uhasa, membudayakan koperasi dalam masyarakat. Adapun bimbingan dan kemudahan pemerintah terhadap koperasi adalah sebagai berikut. a. Pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan penelitian perkoperasian. b. Bimbingan usaha sesuai kepentingan ekonomi anggota. c. Kemudahan memperkokoh permodalan. d. Pengembangan jaringan usaha koperasi. e. Memberikan bantuan konsultasi untuk mengatasi permasalahan koperasi. H. Macam-macam koperasi Ada bermacam-macam bentuk koperasi. Pengelompokan jenis koperasi bisa dilakukan berdasarkan jenis usaha dan keanggotaan koperasi. a. Macam-macam koperasi berdasarkan jenis usaha Dilihat dari jenis usahanya, koperasi dapat dibedakan menjadi tiga, yakni koperasi konsumsi, koperasi kredit, dan koperasi produksi. 1. Koperasi konsumsi Koperasi konsumsi adalah koperasi yang menyediakan kebutuhan pokok para anggota. Contoh kebutuhan pokok yang disediakan adalah beras, gula, kopi, tepung, dan sebagainya. Barang-barang yang disediakan harganya lebih murah dibandingkan toko lainnya. Apakah di sekolahmu juga ada koperasi seperti ini?. 2. Koperasi kredit Koperasi kredit disebut juga koperasi simpan pinjam. Anggota koperasi mengumpulkan modal bersama. Modal yang terkumpul dipinjamkan kepada anggota. Koperasi simpan pinjam membantu para anggota untuk memperoleh kredit atau pinjaman uang. Caranya anggota mengajukan permohonan pinjaman ke koperasi. Apa keuntungan meminjam modal ke koperasi? Keuntungannya antara lain sebagai berikut. a) Bunga uang pinjaman sangat ringan. b) Pengembalian pinjaman dilakukan dengan mengangsur.

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 c) Bunga pinjaman akan dinikmati bersama dalam bentuk pembagian hasil usaha. 3. Koperasi produksi Koperasi produksi membantu usaha anggota koperasi. Bisa juga koperasilah yang melakukan suatu jenis usaha bersama-sama. Ada bermacam-macam koperasi produksi. Misalnya koperasi produksi para petani, koperasi produksi peternak sapi, koperasi produksi pengrajin, dan sebagainya. Koperasi produksi membantu anggota menghadapi kesulitankesulitan dalam berusaha. Misalnya koperasi membantu menyediakan bahan baku untuk kerajinan, menyediakan bibit dan pupuk untuk petani, dan lain-lain. Selain itu, anggota koperasi mencari jalan keluar dari permasalah secara bersama-sama. Koperasi produksi juga menampung hasil usaha anggotanya. Dengan demikian, anggota tidak mengalami kesulitan menjual hasil usahanya. Anggota koperasi produksi dalam bidang pertanian dapat menjual hasil bumi padi, jagung, kacang, kedelai, dan lain-lain ke koperasi. Demikian juga para peternak dan pengrajin. b. Macam-macam koperasi berdasarkan keanggotaan Dilihat dari keanggotaannya dikenal beberapa bentuk koperasi, antara lain koperasi petani, koperasi pensiunan, koperasi pegawai negeri, koperasi sekolah, dan Koperasi Unit Desa. 1. Koperasi pertanian Koperasi ini beranggotakan para petani, buruh tani, dan orangorang yang terlibat dalam usaha pertanian. Koperasi pertanian melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pertanian, misalnya penyuluhan pertanian, pengadaan bibit unggul, penyediaan pupuk, obat-obatan, dan lain-lain.

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 2. Koperasi pensiunan Koperasi pensiunan beranggotakan para pensiunan pegawai negeri. Koperasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pensiunan dan menyediakan kebutuhan para pensiunan. 3. Koperasi pegawai negeri Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Koperasi ini didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai negeri. 4. Koperasi sekolah Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah Anggotaanggotanya terdiri atas siswa sekolah. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan. Sebagai contoh, koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama, dan seterusnya. Koperasi tidak berbadan hukum. Pengurus dan pengelola koperasi sekolah dilakukan oleh para siswa di bawah bimbingan kepala sekolah dan guru-guru. Tanggung jawab ke luar koperasi sekolah dilakukan oleh kepala sekolah. Pembinaan terhadap koperasi sekolah dilaksanakan bersama antara Kantor Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Departemen Pendidikan Nasional. Koperasi sekolah tidak berbadan hukum seperti koperasikoperasi lainnya karena siswa belum mampu melakukan tindakan hukum. Koperasi sekolah diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar melakukan usaha, mengembangkan kemampuan berorganisasi, mendorong untuk berinovasi, dan sebagainya.  Tujuan Koperasi Sekolah Pembentukan koperasi sekolah dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dan latihan berkoperasi. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini.  Perangkat Organisasi Koperasi Sekolah 1. Rapat anggota koperasi sekolah. 2. Pengurus koperasi sekolah.

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 3. Pengawas koperasi sekolah. 5. Koperasi unit desa Koperasi unit desa beranggotakan masyarakat pedesaan. KUD melakukan kegiatan usaha di bidang ekonomi. Beberapa usaha KUD, misalnya: a. Menyalurkan sarana produksi pertanian seperti pupuk, obatobatan, alat-alat pertanian, dan lain-lain. b. Memberikan penyuluhan teknis bersama dengan petugas penyuluh lapangan kepada para petani. Di tingkat kabupaten dan provinsi terdapat Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) yang bertugas memberikan bimbingan kepada KUDKUD.Di tingkat pusat terdapat Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) yang bertugas memberikan bimbingan kepada PUSKUD di seluruh Indonesia. Dewasa ini sudah banyak Koperasi Unit Desa yang berstatus KUD mandiri. Apakah yang dimaksud dengan KUD mandiri? KUD man-diri adalah KUD yang telah mampu mengembangkan organisasinya tanpa harus dibina terus-menerus oleh pemerintah.

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 LAMPIRAN 5 EVALUASI SIKLUS PERTAMA Nama : Kelas : No. Absen : Jawablah pertanyaan berikut dengan memberi tanda silang (x) pada a, b, c, atau d ! 1. Kata koperasi berasal dari bahasa …. a. Yunani c. Belanda b. Inggris d. Cina 2. Koperasi berasal dari kata co dan operare. Operare artinya …. a. Gotong royong c. Bekerja b. Kekeluargaan d. Berusaha 3. Lambang koperasi ditetapkan pada tahun …. a. 1945 c. 1955 b. 1950 d. 1960 4. Pada lambang koperasi di bawah ini, gigi roda melambangkan …. a. Keadilan sosial b. Persahabatan yang kekal c. Pancasila d. Usaha karya yang terus menerus 5. Bintang dan perisai pada lambang koperasi melambangkan …. a. Kemakmuran yang harus di capai b. Usaha yang harus terus menerus c. Keadilan d. Landasan koperasi Indonesia

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 6. Landasan koperasi adalah …. a. Pancasila b. Undang-undang Negara 1945 c. Peraturan menteri d. Surat perintah kepala daerah 7. Prinsip koperasi adalah …. a. Mandiri dan kekeluargaan b. Hemat dan gotong royong c. Kekeluargaan dan gotong royong d. Mandiri dan hemat 8. Berikut ini merupakan cirri-ciri koperasi, kecuali …. a. Koperasi merupakan kumpulan orang b. Kedudukan setiap anggota sederajat c. Semua kegiatan perkoperasian dilaksanakan berdasarkan kesadaran anggota bukan merupakan paksaan d. Tujuan koperasi merupakan untuk kepentingan sendiri 9. Berikut ini merupakan manfaat dan tujuan koperasi, kecuali …. a. Mengembangkan sikap tanggung jawab antar anggota b. Meningkatkan kesejahteraan anggota c. Menyediakan kebutuhan anggota d. Meringankan beban ekonomi anggota 10. Organisasi koperasi terdiri atas …. a. Ketua, sekertaris, bendahara b. Rapat anggota, pengurus, dan pengawas c. Ketua, sekertaris, pengawas d. Ketua, pengurus, pengawas 11. Kewajiban seorang anggota koperasi adalah sebagai berikut, kecuali …. a. Memenuhi anggaran dasar dan anggaran rumah serta keputusan yang telah disepakati b. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan c. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan atas asas kekeluargaan

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Memantau kerja anggota lain 12. Rapat anggota dilaksanakan paling sedikit … kali dalam setahun a. 2 c. 3 b. 1 d. 4 13. Tugas pengurus koperasi adalah …. a. Mengawasi kerja anggota koperasi b. Mengangkat dan memberhentikan anggota koperasi c. Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan d. Menyelenggarakan rapat 14. Pengawas bertanggung jawab kepada …. a. Ketua koperasi c. Pengurus koperasi b. Rapat anggota d. Komite koperasi 15. Lama masa jabatan pengurus koperasi adalah …. a. 2 tahun c. 5 tahun b. 4 tahun d. 6 tahun 127

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 EVALUASI SIKLUS II Nama : Kelas : No. Absen : Jawablah pertanyaan berikut dengan memberi tanda silang (x) pada a, b, c, atau d ! 1. Tempat penyelenggaraan rapat anggota dan rapat luar biasa, diatur dalam …. a. Rapat pengurus c. Anggaran dasar b. Rapat harian d. Anggaran rumah tangga 2. Modal penyertaan berasal dari …. a. Pemerintah c. Simpanan wajib b. Simpanan pokok d. Bank 3. Dalam peningkatan usaha koperasi harus dilakukan secara …. a. Produktif, inovatif, efisien c. produktif, efektif, efisien b. Produktif, efektif, menyenangkan d. produktif, inovatif, menyenangkan 4. Pada lambang koperasi berikut yang melambangkan kemajuan untuk terus berkembang serta mengikuti kemajuan jaman yang bercermin pada perekonomian yang bersemangat tinggi adalah …. a. Bunga teratai b. 4 sudut c. Warna hijau d. Tulian “KOPERASI INDONESIA”

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 5. Warna pastel pada lambing koperasi memberi kesan …. a. Modern b. Kalem dan berwibawa c. Keadilan d. Gotong royong 6. Berikut ini macam-macamkoperasi berdasarkan keanggotaannya. Kecuali …. a. Koperasi pensiun b. Koperasi pertanian c. Koperasi pegawai negeri d. Koperasi simpan pinjam 7. Apa pengertian koperasi sekolah …. a. Kelompok atau perkumpulan orang atau badan yang bersatu dalam cita-cita atas dasar kekeluaraan dan gotong royong untuk mewujudkan kemakmuran bersama. b. Koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah c. Koperasi yang didirikan oleh para pensiunan d. Kelompok atau badan usaha yang berdasarkan asas kekeluargaan 8. Tujuan utama didirikan koperasi sekolah adalah …. a. Melatih siswa untuk berorganisasi b. Menambah pemasukan sekolah c. Membuka lapangan kerja bagi siswa d. Menghindarkan siswa dari perilaku negatif 9. Berikut ini merupakan perangkat organisasi koperasi sekolah, kecuali …. a. Rapat anggota koperasi sekolah b. Pengurus koperasi sekolah c. Pengawas koperasi sekolah d. Komite koperasi sekolah

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 10. Arti dari kredit lunak adalah …. a. Pinjam dengan bunga tinggi b. Pinjam tanpa bunga c. Pinjam dengan bunga ringan d. Pinjaman berkala 11. Koperasi yang beranggotakan masyarakat desa adalah …. a. Koperasi produksi b. KUD c. Koperasi pensiunan d. Koperasi sekolah 12. Koperasi sekolah tidak berbadan hokum, karena …. a. Pengawasnya bukan dari pemerintah c. Siswa belum bisa dikenakan anksi hukum b. Aturan dibentuk oleh pihak sekolah d. Anggotanya adalah siswa 13. Koperasi yang menyediakan kebutuhan pokok para anggotanya disebut koperasi …. a. Simpan pinjam c. Konsumsi b. Produksi d. Serba usaha 14. Di bawah ini merupakan sifat-sifat koperasi, kecuali …. a. Koperasi merupakan organisasi perekonomian b. Anggota koperasi memiliki cita-cita dasar yang sama c. Koperasi adalah rintisan perseorangan d. Koperasi memiliki watak sosial 15. Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-seorang merupakan pengertian dari …. a. Koperasi c. Koperasi primer b. Koperasi simpan pinjam d. Koperasi sekunder

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KUNCI JAWABAN Siklus pertama 1. B 2. C 3. D 4. D 5. D 6. A 7. C 8. D 9. D 10. B 11. D 12. B 13. D 14. B 15. C Siklus kedua 1. C 2. A 3. C 4. D 5. B 6. D 7. B 8. A 9. D 10. C 11. B 12. C 13. C 14. C 15. C 131

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 LAMPIRAN 6 Hasil Validitas Soal Evaluasi Siklus I Correlations jumlah jumlah item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 Pearson Correlati 1 * .556 ** .687 ** ** -.426 .000 .002 .114 .005 .031 .000 .002 .002 .000 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 .161 .426 .023 -.161 ** ** .426 .023 .023 .426 .000 .566 .113 .936 .566 .446 .000 .113 .936 .936 .113 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 .426 .189 .213 .189 .500 .426 ** .213 .500 .426 .426 .500 .113 .500 .446 .500 .058 .113 .500 .000 .446 .058 .113 .113 .058 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 .733 * .426 .031 .114 15 .224 .556 ** .877 .733 ** .687 .556 * ** .877 ** .733 ** .733 ** .877 on Sig. (2- .031 .005 15 15 15 * 1 .213 .023 .161 .446 .936 .566 tailed) N item1 .002 .422 15 15 Pearson Correlati .556 1.000 .213 1.000 on Sig. (2tailed) N item2 .031 15 15 15 ** .213 1 .005 .446 15 15 15 Pearson Correlati .687 -.189 1.000 on Sig. (2tailed) N 15 15 15

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI item3 133 Pearson Correlati .733** .023 .426 1 -.161 .023 .443 .533* 1.000** -.443 .426 .023 .533* 1.000** 1.000** .533* .002 .936 .113 .566 .936 .098 .041 .000 .098 .113 .936 .041 .000 .000 .041 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 .224 .161 .189 -.161 1 .161 -.071 .378 -.161 .071 .189 .161 .378 -.161 -.161 .378 .422 .566 .500 .566 .566 .800 .165 .566 .800 .500 .566 .165 .566 .566 .165 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 ** .213 .023 .161 1 .161 .426 .023 -.161 ** .426 .023 .023 .426 .031 .000 .446 .936 .566 .566 .113 .936 .566 .446 .000 .113 .936 .936 .113 15 15 15 15 15 15 15 15 15 .426 .161 .189 .189 .161 .378 .443 .443 .378 on Sig. (2tailed) N item4 Pearson Correlati on Sig. (2tailed) N item5 Pearson Correlati * .556 1.000 .213 1.000 on Sig. (2tailed) N item6 15 15 15 15 15 15 15 .443 -.071 .161 1 .378 .443 ** Pearson Correlati on 1.000

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sig. (2tailed) N item7 .114 .566 .500 .098 .800 15 15 15 ** .426 .500 .533 .000 .113 .058 15 15 15 ** .023 .426 .002 .936 .113 15 15 15 -.426 -.161 .114 .566 .500 15 15 15 .566 134 .165 .098 .000 .500 .566 .165 .098 .098 .165 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 * .378 .426 .378 1 .533 * -.378 .500 .426 1.000 .533 .533 .041 .165 .113 .165 .041 .165 .058 .113 .000 .041 .041 .000 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 -.161 .023 .443 .533 * 1 -.443 .426 .023 .533 1.000 1.000 * ** ** .533 .000 .566 .936 .098 .041 .098 .113 .936 .041 .000 .000 .041 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 -.189 -.443 .071 -.161 ** -.378 -.443 1 -.189 -.161 -.378 -.443 -.443 -.378 .566 .000 .165 .098 .500 .566 .165 .098 .098 .165 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 Pearson Correlati .877 ** * * ** 1.000 on Sig. (2tailed) N item8 Pearson Correlati .733 15 1.000 ** * on Sig. (2tailed) N item9 15 15 Pearson Correlati on Sig. (2tailed) N .098 .800 15 15 1.000 15

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI item10 135 Pearson Correlati .687** .213 1.000** .426 .189 .213 .189 .500 .426 -.189 .005 .446 .000 .113 .500 .446 .500 .058 .113 .500 15 15 15 15 15 15 15 15 .556* 1.000** .213 .023 .161 ** .161 .426 .023 .031 .000 .446 .936 .566 .000 .566 .113 15 15 15 15 15 ** .426 .500 .533 .000 .113 .058 15 15 15 ** .023 .426 1 .213 .500 .426 .426 .500 .446 .058 .113 .113 .058 15 15 15 15 15 15 -.161 .213 1 .426 .023 .023 .426 .936 .566 .446 .113 .936 .936 .113 15 15 15 15 15 15 15 15 1 .533 .533 .041 .041 .000 15 15 15 on Sig. (2tailed) N item11 15 15 Pearson Correlati 1.000 on Sig. (2tailed) N item12 15 15 15 * .378 .426 .378 1.000 .533 * -.378 .500 .426 .041 .165 .113 .165 .000 .041 .165 .058 .113 15 15 15 15 15 15 15 15 15 -.161 .023 .443 * ** -.443 .426 .023 .533 Pearson Correlati .877 ** * * ** 1.000 on Sig. (2tailed) N item13 Pearson Correlati on .733 15 1.000 ** .533 1.000 * ** 1 1.000 * .533

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sig. (2tailed) N item14 .002 .936 .113 15 15 15 ** .023 .426 .002 .936 .113 15 15 15 ** .426 .500 .533 .000 .113 .058 15 15 15 Pearson Correlati .733 .000 .566 136 .936 .098 .041 .000 .098 .113 .936 .041 15 15 15 15 15 15 15 15 15 -.161 .023 .443 .533 1.000 * ** -.443 .426 .023 .533 1.000 .000 .566 .936 .098 .041 .000 .098 .113 15 15 15 15 15 15 1.000 ** .000 .041 15 15 15 * ** 1 .533 .936 .041 .000 15 15 15 * on Sig. (2tailed) N item15 .041 15 15 15 15 15 * .378 .426 .378 1.000 .533 * -.378 .500 .426 1.000 .533 .533 * 1 .041 .165 .113 .165 .000 .041 .165 .058 .113 .000 .041 .041 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 Pearson Correlati .877 ** ** * on Sig. (2tailed) N *. Correlation is significant at the 0.05 level (2tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2tailed). 15 15 15

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Tabel Uji validitas soal siklus I Korelasi antara Item no 1 dengan total Item no 2 dengan total Item no 3 dengan total Item no 4 dengan total Item no 5 dengan total Item no 6 dengan total Item no 7 dengan total Item no 8 dengan total Item no 9 dengan total Item no 10 dengan total Item no 11 dengan total Item no 12 dengan total Item no 13 dengan total Item no 14 dengan total Item no 15 dengan total Nilai korelasi (Pearson Corellation) 0,556 Probabilitas Korelasi [sig. (2-tailed)] 0,031 Kesimpulan Valid 0,687 0,005 Valid 0,733 0,002 Valid 0,224 0,422 Tidak Valid => Revisi 0,556 0,031 Valid 0,426 0,114 Tidak Valid => Revisi 0,877 0,000 Valid 0,733 0,002 Valid -0,426 0,114 Tidak Valid => Revisi 0,667 0,005 Valid 0,556 0,031 Valid 0,877 0,000 Valid 0,733 0,002 Valid 0,733 0,002 Valid 0,877 0,000 Valid

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Correlations jumlah jumlah Pearson Correlation 1 Sig. (2- item1 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N item2 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N item3 Pearson Correlation ** .781 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 .832 ** ** .832 .001 .000 .000 15 15 15 15 ** 1 .426 .426 .113 .113 15 tailed) N item1 .781 .001 15 15 15 ** .426 1 .832 .000 .113 15 15 ** .832 1.000 ** .000 15 15 ** 1 .426 1.000 ** ** .781 .788 .001 .000 15 1.000 ** 15 .378 .000 .165 15 15 ** ** * ** .001 .028 .000 .001 .000 .000 .001 .000 .028 .000 15 15 15 15 15 15 15 15 .426 1.000 ** .426 .378 1.000 ** .378 .354 .426 .113 .000 .113 .165 .000 .165 .196 .113 15 15 15 15 15 15 15 15 ** .426 .781 15 1.000 ** .565 .832 15 .354 .000 .196 15 15 .426 .645 .426 .302 .113 .009 .113 .275 15 15 ** .426 .645 15 15 .426 .302 1.000 ** ** .781 ** .832 ** .426 1.000 ** .788 .645 ** .781 ** .788 ** .645 * .565 ** .832 ** .302 1.000 .000 .113 .000 .009 .113 .009 .275 .000 15 15 15 15 15 15 15 15 ** .426 1.000 ** ** .426 1.000 .645 ** .645 ** .302 1.000

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sig. (2tailed) N item4 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N item5 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N item6 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N item7 Pearson Correlation .000 .113 .000 15 15 15 15 15 15 ** ** .426 .426 1 .378 .781 1.000 .113 .009 .001 .000 .113 .113 15 15 15 15 15 15 ** .378 1 ** .788 .378 .645 ** .645 .165 .000 .165 .009 .009 .165 15 15 15 15 15 .781** 1.000** .426 .426 .001 .000 .113 .113 15 15 15 15 * .354 .302 .302 .565 1.000 ** .113 .275 .000 .113 .000 .009 .113 .009 .275 .000 15 15 15 15 15 15 15 15 .426 1.000 ** .426 .378 1.000 ** .378 .354 .426 .113 .000 .113 .165 .000 .165 .196 .113 15 15 15 15 15 15 15 15 .378 .468 .645 ** .378 ** ** .165 .079 .009 .165 .009 15 15 15 15 1.000 ** 15 .354 .000 .196 15 15 .645 1.000 ** ** .378 1.000 .468 .645 .000 .165 .000 .079 .009 15 15 15 15 15 15 15 15 .378 1 .354 .426 1.000** .426 .378 1.000** .378 .354 .426 .196 .113 .000 .113 .165 .000 .165 .196 .113 15 15 15 ** .302 .000 .165 15 139 15 15 15 15 15 15 15 15 .354 .468 .354 1 .302 .354 .302 .468 .354 .468 1.000

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sig. (2tailed) N item8 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N item9 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N item10 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N item11 Pearson Correlation .028 .196 .275 .275 15 15 15 15 ** 1.000 ** .832 .426 1.000 ** .000 .113 .000 .000 15 15 15 15 ** ** .426 .426 .781 1.000 .001 .000 .113 .113 15 15 15 15 .832** .426 1.000** 1.000 .196 .079 .275 .196 .275 .079 .196 .079 .000 .275 15 15 15 15 15 15 15 15 15 .426 .645 ** .426 .302 1 ** .426 .113 .009 .113 .275 15 15 1.000 ** 15 15 15 15 ** .378 .645 15 1.000 ** ** .645 ** .302 1.000 .113 .000 .009 .113 .009 .275 .000 15 15 15 15 15 15 15 .354 .426 1 .426 .378 1.000 ** .378 .354 .426 .000 .196 .113 .113 .165 .000 .165 .196 .113 15 15 15 15 15 15 15 ** .426 1 .645** .426 .645** .000 .113 .009 .113 .009 .275 .000 15 15 15 15 15 15 15 15 ** .378 ** 1 1.000 ** 15 15 .113 .275 15 .645 15 .113 .009 15 ** .426 1.000 15 .426 .302 .000 ** 15 15 .426 .645** .000 .378 .645 .378 15 ** .113 ** 15 .000 .165 .000 .788 15 .196 140 15 15 15 1.000 .378 .468 .645 .645 ** .378 1.000 .302 1.000** ** .468 .645

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sig. (2tailed) N item12 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N item13 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N item14 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N item15 Pearson Correlation .000 .165 .009 .009 15 15 15 15 ** ** .426 .426 .781 1.000 .165 .000 15 1.000 ** .001 .000 .113 .113 15 15 15 15 15 ** .378 ** .788 .378 .645 ** .645 .000 .165 .009 .009 15 15 15 15 .565* .354 .302 .028 .196 15 15 ** .832 15 .378 .000 .165 15 1.000 ** .165 .000 .165 .000 .079 .009 15 15 15 15 15 .426 .378 1 .378 .354 .426 .000 .113 .165 .165 .196 .113 15 15 15 15 15 15 15 15 .378 .468 .645 ** .378 ** ** .378 1 .165 .079 .009 .165 .009 .000 .165 15 15 15 15 15 15 1.000 ** 15 .354 .000 .196 15 15 .165 .009 15 15 15 .426 1.000 ** .113 .645 1.000 ** .468 .645 .079 .009 15 15 15 1 .302 15 .302 .354 .468 .354 ** .302 .354 .302 .468 .354 .468 .275 .275 .196 .079 .196 .000 .275 .196 .275 .079 .196 .079 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 ** 1.000 ** .426 ** .302 1 ** 15 15 ** .426 .645 15 15 .009 15 .426 1.000 15 .165 .079 141 1.000 15 .426 .302 1.000 ** ** .426 1.000 .645 .645 .275

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sig. (2tailed) N .000 .113 .000 .000 15 15 15 15 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2tailed). .113 .009 15 15 .113 .275 15 15 142 .000 .113 .000 .009 .113 .009 .275 15 15 15 15 15 15 15 15

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel Uji validitas soal siklus II Korelasi antara Item no 1 dengan total Item no 2 dengan total Item no 3 dengan total Item no 4 dengan total Item no 5 dengan total Item no 6 dengan total Item no 7 dengan total Item no 8 dengan total Item no 9 dengan total Item no 10 dengan total Item no 11 dengan total Item no 12 dengan total Item no 13 dengan total Item no 14 dengan total Item no 15 dengan total Nilai korelasi (Pearson Corellation) 0,781 Probabilitas Korelasi [sig. (2-tailed)] 0,001 Kesimpulan Valid 0,832 0,000 Valid 0,832 0,000 Valid 0,781 0.001 Valid 0,788 0,000 Valid 0,781 0,001 Valid 0,565 0.028 Valid 0,832 0,000 Valid 0,781 0,001 Valid 0,832 0,000 Valid 0,788 0,000 Valid 0,781 0,001 Valid 0,788 0,000 Valid 0,565 0,028 Valid 0,832 0,000 Valid 143

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 LAMPIRAN 7 Tabel Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus I Hasil reliabilitas soal evaluasi pada siklus I yang dihitung dengan menggunakan SPSS 16 adalah sebagai berikut. Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 15 100.0 0 .0 15 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .916 12 Tabel koefisien korelasi Koefisien Korelasi ±0,91 – ±1,00 ±0,71 – ±0,90 ±0,41 – ±0,70 ±0,21 – ±0,40 Negatif – ±0,20 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel koefisien korelasi diatas maka dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien reliabilitas soal evaluasi pada siklus I yaitu 0,916 maka memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi.

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Tabel Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus II Hasil reliabilitas soal evaluasi pada siklus II yang dihitung dengan menggunakan SPSS 16 adalah sebagai berikut. Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 15 100.0 0 .0 15 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .952 N of Items 15 Tabel koefisien korelasi Koefisien Korelasi ±0,91 – ±1,00 ±0,71 – ±0,90 ±0,41 – ±0,70 ±0,21 – ±0,40 Negatif – ±0,20 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel koefisien korelasi diatas maka dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien reliabilitas soal evaluasi pada siklus II yaitu 0,952 maka memiliki tingkat reliabilitas sangat tinggi.

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 8 146

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 LAMPIRAN 9 Data minat siswa siklus I nomor urut siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 nomor item pernyataan 1 3 2 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 2 2 4 4 3 2 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 2 2 2 4 3 3 3 2 2 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 5 4 2 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 6 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 7 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 8 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 9 2 4 4 1 3 4 3 4 4 3 4 3 2 4 3 3 4 4 3 4 10 4 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 11 2 3 4 1 4 4 3 4 2 3 4 4 2 1 3 1 3 1 3 2 12 4 3 4 4 4 4 2 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 1 4 1 13 2 4 4 4 3 4 1 4 1 3 3 4 4 1 3 4 1 3 1 4 14 2 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 2 4 3 3 4 2 3 3 15 1 3 3 4 4 4 2 4 4 4 4 1 3 3 4 4 3 3 4 3 16 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 17 4 1 4 4 1 4 2 4 1 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 1 18 2 4 4 3 4 4 4 4 3 2 3 3 2 4 3 2 2 4 2 4 19 4 1 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 20 jumlah 4 64 2 65 4 79 3 71 3 68 4 80 1 51 4 80 3 68 3 69 3 73 4 71 3 59 4 73 3 70 4 67 4 70 3 66 3 68 4 67

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 22 23 24 25 4 4 2 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 1 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 1 3 3 4 3 4 4 3 4 2 4 3 4 4 3 Keterangan Kriteria Minat: Tinggi : 70 - 80 Sedang : 61 - 69 Rendah : 0 – 60 Kriteria minat Tinggi Sedang Rendah Jumlah siswa 12 11 2 Persentase 48% 44% 8% 3 4 4 4 2 4 4 2 4 1 4 2 2 4 4 159 1 3 4 4 3 4 4 3 4 3 70 70 69 80 63

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 Data Minat Siswa Siklus II Nomor Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 nomor item pernyataan 9 10 11 12 13 14 1 4 3 3 3 1 3 2 1 3 3 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 1 3 2 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 5 4 3 4 4 4 3 4 4 4 6 4 4 4 4 4 4 4 4 7 4 2 4 4 4 4 4 8 4 4 4 4 4 9 4 2 4 4 10 4 4 4 11 4 2 12 4 13 4 Jumlah 15 16 17 18 19 20 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 1 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 2 4 3 4 3 4 3 3 1 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 1 4 3 3 4 1 4 4 2 4 4 3 2 4 3 3 4 3 2 3 2 3 4 2 4 4 4 2 4 4 64 70 75 74 75 79 71 80 71 76 64 69 64

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 71 14 4 2 4 4 4 4 4 4 3 4 1 4 4 1 4 4 4 4 4 4 15 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 16 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 2 4 4 4 3 4 4 4 4 17 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 18 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 1 4 2 4 4 4 3 3 19 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 3 20 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 21 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 22 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 23 2 2 4 4 4 4 4 1 3 4 2 4 4 2 4 4 2 2 4 3 24 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 25 4 4 3 4 2 4 4 3 4 1 4 1 2 3 4 3 1 4 1 2 74 73 74 68 73 75 76 71 63 80 58

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Keterangan Kriteria Minat: Tinggi : 70 - 80 Sedang : 61 - 69 Rendah : 0 – 60 Kriteria minat Tinggi Sedang Rendah Jumlah siswa 18 6 1 Persentase 72% 24% 4% 162

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 10 Nilai Prestasi Siswa Siklus I No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Nama Nilai MNH AM ALJ ADA ASP ARF BAS FAK FKS GAP HR JRP JAP NDU NAS PRN RK FAA MAF AF RAM MRA BFN DSP FYR 53 60 66 66 60 53 66 66 66 66 53 53 66 66 66 66 66 53 66 66 66 60 53 53 53 Jumlah Rata-rata 1528 61.12 163

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Nilai Prestasi Siswa Siklus II No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Nama NILAI MNH AM ALJ ADA ASP ARF BAS FAK FKS GAP HR JRP JAP NDU NAS PRN RK FAA MAF AF RAM MRA BFN DSP FYR 73 73 66 86 73 73 66 73 86 73 86 66 73 73 86 86 86 73 73 86 73 66 73 73 66 Jumlah Rata-rata 1881 75.24 164

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 11 165

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 LAMPIRAN 12 Foto Kegiatan Pembelajaran Kondisi tempat duduk pembelajaran dimulai Siswa masuk dalam kelompok asal sebelum Saat guru membagi kelompok asal siswa kedalam Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 Siswa kembali kedalam kelompok asli dan Antusias siswa untuk menjawab akan berbagi informasi yang didapat dalam pertanyaan dalam kegiatan kuis kelompok ahli. Setelah diskusi, setiap kelompok bersiap-siap untuk mengikuti kuis Reword (penghargaan) untuk kelompok Setiap siswa mengerjakan soal evaluasi asal yang mendapat nilai tertinggi dalam kegiatan kuis

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 13 182

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 14 183

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 LAMPIRAN 15 BIODATA Nama : Nike Wiji Hartatik NIM : 101134218 Tempat, Tanggal Lahir : Wonosobo, 30 Nopember 1991 Alamat : Kapulogo, Kepil, Wonosobo, Jawa Tengah E -mail : nikewiji@gmail.com Riwayat Pendidikan :  1998 – 2004 SD Negeri Kapulogo  2004 – 2007 SMP Negeri 3 Kepil  2007 – 2010 SMA Negeri 5 Purworejo  2010 – 2014 Universitas Sanata Dharma Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar

(203)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS pada siswa kelas IV SDN 3 Cawas menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
0
0
162
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran PKn untuk siswa kelas V SDN Kledokan.
0
0
253
Peningkatan minat dan prestasi belajar siswa kelas VI pelajaran PKN melalui pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II di SDN Gejayan Yogyakarta.
0
0
303
Peningkatan minat dan prestasi belajar mata pelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas III SD Negeri Karangmloko 2 tahun pelajaran 2014/2015.
1
2
324
Peningkatan minat dan prestasi belajar PKn melalui penerapan model kooperatif tipe JIGSAW II pada siswa kelas IVA SD Kanisius Ganjuran.
0
0
214
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
155
Peningkatan minat dan prestasi belajar menggunakan model kooperatif teknik JIGSAW II dalam pembelajaran IPS siswa kelas V SD Kanisius Minggir tahun pelajaran 2012/2013.
0
19
273
Peningkatan prestasi belajar matematika materi bangun datar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas V SDN Banjarnegoro III semester II tahun pelajaran 2011/2012.
0
1
131
Peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar kelas VA SD Negeri Adisucipto 1 mata pelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II
0
8
256
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur Yogyakarta tahun pelajaran 2011 2012
0
1
153
Peningkatan minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas V SDN Kledokan dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
237
Peningkatan motivasi dan prestasi belajar sejarah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw - USD Repository
0
8
312
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD materi persiapan kemerdekaan Indonesia siswa kelas V SD Kanisius Duwet semester 2 tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
5
357
Peningkatan minat dan prestasi belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw materi koperasi pada siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan semester 2 tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
1
324
Peningkatan minat dan prestasi belajar menggunakan model kooperatif teknik JIGSAW II dalam pembelajaran IPS siswa kelas V SD Kanisius Minggir tahun pelajaran 2012/2013 - USD Repository
0
2
271
Show more