Efektivitas pendekatan understanding by design dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan persepsi siswa terhadap pembelajaran tersebut di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dengan pokok bahasan getaran dan gelombang - USD Repository

Gratis

0
0
252
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI i EFEKTIFITAS PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN DALAM PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN TERSEBUT DI SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAKARTA DENGAN POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Ruth Trias Kristinawati NIM : 101424032 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iv Halaman Persembahan Roma 12:12 “ Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan , dan bertekunlah dalam doa! ” SKRIPSI ini ku persembahkan kepada : Jesus Christ my Guide and my Saviour Bapak dan Ibu tersayang Mbak Hanna dan Mas Daniel Alm Mbah Maryono dan Mbah Mangun Sumitro Kupersembahkan untuk almamater Universitas Sanata Dharma iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii ABSTRAK Ruth. Trias Kristinawati. 2014. Efektifitas Pendekatan Understanding By Design Dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Dan Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Tersebut di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Dengan Pokok Bahasan Getaran Dan Gelombang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Imu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian uji coba pengembangan model rancangan dan pelaksanaan pembelajaran dengan metode eksperimen yang bertujuan untuk (1) mengetahui sejauh mana efektivitas pendekatan Understanding by Design dalam penyusunan dan pelaksanaan pembelajaran (2) mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan pendekatan Understanding by Design. Penelitian ini dilaksanakan di SMP PL 1 Yogyakarta pada tanggal 5 April – 26 April 2014. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA yang berjumlah 33 siswa dan kelas VIIIC yang berjumlah 41 siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen pembelajaran yang terdiri dari RPP dan LKS sedangkan instrumen penelitian terdiri dari soal pretest dan posttest, lembar observasi, dan lembar kuisioner. Penelitian ini diawali dengan penyusunan instrumen, penerapan pembelajaran dengan pendekatan Understanding by Design, observasi keaktifan belajar siswa, mengerjakan evaluasi akhir dan terakhir pengisian lembar kuisioner persepsi siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) efektivitas pendekatan UbD diukur berdasarkan rata-rata nilai evaluasi akhir yang diperoleh siswa. Hasil menunjukkan bahwa persentase ketuntasan pada kelas kontrol adalah 9,09% sedangkan persentase ketuntasan kelas eksperimen adalah sebesar 80,48%. Probabilitas (p) diperoleh sebesar .00 < .05 berarti ada perbedaan yang signifikan pada kedua kelas. Rerata (mean) kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu diperoleh nilai mean untuk kelas kontrol sebesar 55,48 sedangkan untuk kelas eksperimen sebesar 82,41. (2) persepsi siswa terhadap pembelajaran pada kelas eksperimen lebih positif dibandingkan kelas kontrol. Pada kelas vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI viii eksperimen, persentase persepsi sangat positif sebesar 53,65% untuk persepsi positif sebesar 46,34%. Pada kelas kontrol, persentase persepsi sangat positif sebesar 33,3% untuk persepsi positif sebesar 66,7%. Kata kunci : pendekatan Understanding by Design, efektivitas pembelajaran, persepsi belajar, keaktifan belajar viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ix ABSTRACT Ruth. Trias Kristinawati. 2014. The Effectiveness of Understanding by Design Approach On Arranging Implementation Learning Program And Student Perception Toward That Implementation in SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Physics Learning About Vibration and Wave. Thesis. Physic Education Study Program, Department of Mathematics and Natural Science, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta. This research is a development trial research of model of design and learning implementation with experiment method which aims (1) to know the extent to which the effectiveness of Understanding by Design approach in the development and implementation of learning (2) to know students’ perceptions towards learning which uses Understanding by Design approach. This research was carried out in SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta on 5 April – 26 April 2014. The subjects of this research were the students of grade VIII A which amounts to 33 students and grade VIII C which amounts to 41 students. This research used the learning instrument which consists of RPP and LKS, whereas the research instrument consists of pretest and post-test questions, observation sheets, and questionnaire sheets. This research was begun with the instrument arrangement, learning implementation with Understanding by Design approach, the observation of students’ learning activeness, doing the final evaluation, and the last was filling the questionnaire sheet of students’ perceptions. The result of this research shows that (1) the effectiveness of Understanding by Design approach as measured based on the average of the final evaluation score which was achieved by the students. The result shows that the completeness percentage of control class is 9,09%, whereas the completeness percentage of experiment class is 80,48%. The probability (p) which was obtained by .00<.05 means there are significant ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI x differences between the two classes. The average (mean) of the experiment class is higher than control class that was obtained the mean value for control class is 55,48 whereas for experiment class is 82,41. (2) The students’ perceptions towards learning in the experiment class is more positive than in the control class. In the experiment class, the very positive perception percentage is 53,65% and the positive perception is 46,34%. In the control class, the very positive perceptions percentage is 33,3% and the positive perception is 66,7%. Key words: Understanding by Design approach, effectiveness, learning perception, learning activeness x learning

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan anugerahNya yang melimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Efektifitas Pendekatan Understanding By Design Dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Dan Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Tersebut di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Dengan Pokok Bahasan Getaran Dan Gelombang”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana strata satu program studi Pendidikan Fisika. Proses penelitian ini bekerja dalam sebuah tim yang beranggotakan 4 mahasiswa Pendidikan Fisika 2010 yaitu Ruth, Nadia, Andre, dan Dita. Sehingga apabila ada rumusan yang mirip satu sama lain. Dalam penyusunan skripsi ini, peneliti mendapat dukungan, bimbingan, dan bantuan dari berbagai pihak, oleh sebab itu penulis hendak mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Tarsisius Sarkim, Ph.D. selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan bimbingan dan masukkan serta meluangkan waktu selama penulisan skripsi ini. 2. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku dosen pembimbing akademik yang telah memberikan bimbingan selama penulis melaksanakan perkuliahan di Universitas Sanata Dharma. 3. Seluruh dosen Pendidikan Fisika yang telah memberikan banyak ilmu dan bimbingan akademis dengan penuh kesabaran. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xii 4. Segenap karyawan sekretariat JPMIPA yang telah memberikan bantuan dalam memperlancar perijinan penelitian maupun tugas lainnya 5. Bapak Yuli selaku guru Fisika di kelas VIIIA dan kelas VIIIC SMP PL 1 Yogyakarta yang telah memberikan bimbingan dan masukkan bagi pelaksanaan penelitian. 6. Siswa-siswi SMP PL 1 Yogyakarta kelas VIIIA dan VIIIC yang telah bersedia sebagai subyek dalam penelitian untuk penulisan tugas akhir ini. 7. Bapak dan Ibuku, Junaedi Istanto serta Sri Yulistitik yang tidak berhenti mendoakanku dan memberikan dukungan moral serta materil selama penulis menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma. 8. Kedua kakakku Hanna Purwandani dan Daniel Karunia Jaya untuk dukungan moril dan materil. Serta sepupu tersayang Elisabeth Trimulyani dan keponakanku Thesalonica Gita yang tidak pernah berhenti memberikan bantuan dan dukungan. 9. Tim Understanding by Design, Nadia sahabat yang selalu memberikan aku semangat dan inspirasi, serta Andre dan Dita teman diskusi yang selalu memberikan ide-ide. 10. Sahabat-sahabat terbaikku “mhondolers” Rita, Yuli, Hesti, Dian, Kristin, Gita yang selalu memberikan support dalam segala hal selama 4 tahun bersama. Terimakasih telah menjadi sahabat yang selalu ada. 11. Septian Nugroho yang selalu menemani dan memberikan semangat. I’ll always love you. xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xiv DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................. v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.................. vi ABSTRAK .............................................................................................. vii ABSTRACT ............................................................................................ ix KATA PENGANTAR ............................................................................ xi DAFTAR ISI ........................................................................................... xiv DAFTAR TABEL ................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... xxi BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1 A. Latar Belakang .......................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ..................................................................... 5 C. Batasan Masalah ....................................................................... 5 D. Tujuan Penelitian ...................................................................... 6 E. Manfaat Penelitian..................................................................... 6 F. Batasan Istilah ........................................................................... 6 BAB II KAJIAN TEORI......................................................................... 8 A. Understanding by Design ......................................................... 8 B. Backward Design ...................................................................... 9 1. Pengertian Backward Design ................................................ xiv 10

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xv 2. Tahap-tahap Bacward Design ............................................... 11 3. Backward Design Template................................................ 17 C. Understanding ......................................................................... 18 1. Pengertian Understanding................................................... 18 2. Aspek Pemahaman Menurut Wiggins dan McTighe .......... 20 3. Taksonomi Bloom dan Understanding by Design .............. 23 D. Kekhasan Understanding By Design ...................................... 25 E. UbD dalam Materi Getaran dan Gelombang .......................... 26 F. Persepsi Belajar ....................................................................... 36 G. Keaktifan Belajar .................................................................... 38 BAB III METODE PENELITIAN ....................................................... 42 A. Desain Penelitian .................................................................... 42 B. Sampel .................................................................................... 44 C. Tempat dan Waktu Penelitian................................................. 45 D. Treatment ................................................................................ 45 E. Instrumentasi ........................................................................... 46 F. Indikator Keberhasilan ............................................................ 52 G. Validitas.................................................................................. 53 H. Metode Analisa Data .............................................................. 54 BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, PENYAJIAN DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ................................ 62 A. Pelaksanaan Penelitian ........................................................... 62 1. Sebelum Penelitian ............................................................. 62 a. Observasi ........................................................................ 62 b. Penyusunan Instrumen Pembelajaran ............................ 64 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xvi 2. Selama Penelitian ............................................................... 65 a. Pelaksanaan Pretest ........................................................ 65 b. Proses Pembelajaran ...................................................... 65 c. Pelaksanaan Posttest ...................................................... 69 3. Sesudah Penelitian .............................................................. 69 B. Penyajian Data ........................................................................ 70 1. Keterlaksanaan RPP ........................................................... 70 2. Data Hasil Tes Siswa .......................................................... 74 a. Data Distribusi Nilai Kelas Kontrol ............................... 74 b. Data Distribusi Nilai Kelas Eksperimen ........................ 77 3. Keaktifan Siswa .................................................................. 79 a. Data Keaktifan Kelas Eksperimen ................................. 79 b. Data Keaktifan Kelas Kontrol........................................ 82 4. Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran ............................. 85 a. Data Persepsi Siswa Kelas Kontrol ................................ 85 b. Data Persepsi Siswa Kelas Eksperimen ......................... 86 C. Analisis Data........................................................................... 88 1. Keterlaksanaan RPP ........................................................... 88 2. Hasil Tes Siswa .................................................................. 89 a. Uji t Independen Grup Pretest Kedua Kelas .................. 89 b. Uji t Independen Grup Posttest Kedua Kelas ................ 91 c. Ketuntasan Hasil Belajar ................................................ 93 d. Analisis Tingkat Pemahaman Siswa .............................. 96 3. Keaktifan Siswa .................................................................... 97 a. Kelas Eksperimen .......................................................... 97 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xvii b. Kelas Kontrol ................................................................. 99 4. Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran ................................ 101 a. Persepsi Belajar Kelas Kontrol ...................................... 101 b. Persepsi Belajar Kelas Eksperimen ............................... 109 D. Pembahasan ............................................................................ 116 1. Keterlaksanaan RPP .............................................................. 116 2. Hasil Tes Siswa ..................................................................... 117 3. Keaktifan Siswa .................................................................... 119 4. Persepsi Siswa ....................................................................... 119 5. Where To Dalam UbD .......................................................... 121 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................. 129 A. Kesimpulan ............................................................................. 129 B. Saran ....................................................................................... 130 C. Keterbatasan Penelitian .......................................................... 131 DAFTAR PUSTAKA......................................................................... 133 LAMPIRAN – LAMPIRAN xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xviii DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Data Keaktifan Siswa ..................................................... 50 Tabel 3.2 Kuisioner Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran......... 51 Tabel 3.3 Skor Pretest Siswa Setiap Butir Soal .............................. 54 Tabel 3.4 Nilai Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen.................... 55 Tabel 3.5 Skor Posttest Siswa Setiap Butir Soal ............................ 56 Tabel 3.6 Daftar Nilai Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ........ 57 Tabel 3.7 Persentase Keaktifan Siswa Tiap Pertemuan ................. 58 Tabel 3.8 Perbandingan Persentase Keaktifan Kedua Kelas .......... 59 Tabel 3.9 Bobot Penilaian Skala Likert Pada Setiap Ketegori ....... 59 Tabel 3.10 Distribusi Skor Tiap Soal Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran .................................................................. 60 Tabel 3.11 Kriteria Kualifikasi Persepsi Setiap Siswa ..................... 61 Tabel 3.12 Kriteria Kualifikasi Persepsi Seluruh Siswa................... 61 Tabel 4.1 Jadwal Mata Pelajaran Fisika Kelas 8A ......................... 65 Tabel 4.2 Rincian Kegiatan Pembelajaran ..................................... 66 Tabel 4.3 Jadwal Mata Pelajaran Fisika Kelas 8C ......................... 67 Tabel 4.4 Rincian Keciatan Pembelajaran Kelas 8C ...................... 67 Tabel 4.5 Keterlaksanaan RPP Pertemuan Pertama ....................... 70 Tabel 4.6 Keterlaksanaan RPP Pertemuan Kedua .......................... 71 Tabel 4.7 Keterlaksanaan RPP Pertemuan Ketiga.......................... 73 Tabel 4.8 Distribusi Nilai Hasil Pretest Kelas Kontrol (8A) .......... 74 Tabel 4.9 Distribusi Nilai Hasil Posttest Kelas Kontrol (8A) ........ 76 Tabel 4.10 Distribusi Nilai Hasil Pretest Kelas 8C .......................... 77 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xix Tabel 4.11 Distribusi Nilai Hasil Posttest Kelas 8C .......................... Tabel 4.12 Data Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Pertemuan Pertama ............................................................................ Tabel 4.13 85 Distribusi Skor Tiap Soal Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran ................................................................... Tabel 4.20 84 Distribusi Skor Tiap Soal Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran ................................................................... Tabel 4.19 84 Data Keaktifan Siswa Kelas Kontrol Pertemuan Ketiga .............................................................................. Tabel 4.18 83 Data Keaktifan Siswa Kelas Kontrol Pertemuan Kedua ............................................................................... Tabel 4.17 81 Data Keaktifan Siswa Kelas Kontrol Pertemuan Pertama ............................................................................ Tabel 4.16 80 Data Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Pertemuan Ketiga .............................................................................. Tabel 4.15 79 Data Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Pertemuan Kedua ............................................................................... Tabel 4.14 78 86 Daftar Nilai Pretest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ...................................................................... 89 Tabel 4.21 Perbandingan Mean Kedua Kelas ................................... 90 Tabel 4.22 Uji T Independen Grup Kedua Kelas .............................. 90 Tabel 4.23 Daftar Nilai Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ...................................................................... Tabel 4.24 91 Perbandingan Mean (Posttest) Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ............................................................ xix 92

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xx Tabel 4.25 Uji T Posttest Independen Dua Grup............................... 93 Tabel 4.26 Persentase Ketuntasan Kelas Kontrol .............................. 94 Tabel 4.27 Persentase Ketuntasan Kelas Eksperimen ....................... 96 Tabel 4.28 Kriteria Tingkat Pemahaman Siswa ................................ 96 Tabel 4.29 Tingkat Pemahaman Kelas Kontrol................................. 96 Tabel 4.30 Tingkat Pemahaman Kelas Eksperimen .......................... 96 Tabel 4.31 Persentase Kriteria Pemahaman Pada Kedua Kelas ........ 97 Tabel 4.32 Persentase Keaktifan Siswa Pada Kelas Eksperimen Tiap Pertemuan ................................................................ Tabel 4.33 97 Persentase Keaktifan Siswa Pada Kelas Kontrol Tiap Pertemuan ................................................................ 99 Tabel 4.34 Perbandingan Persentase Keaktifan Kedua Kelas ........... 100 Tabel 4.35 Distribusi Skor Tiap Soal Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran ................................................................... 101 Tabel 4.36 Kualifikasi Pesepsi Siswa Kelas Kontrol ........................ 104 Tabel 4.37 Distribusi Skor Tiap Soal Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran ................................................................... 109 Tabel 4.38 Kualifikasi Persepsi Siswa Kelas Eksperimen ................ 111 Tabel 4.39 Persentase Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Tabel 4.40 Pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ..................... 115 Kualifikasi Persepsi Siswa Kedua Kelas ......................... 116 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xxi DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN A Daftar Lampiran Halaman Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol Rencana Pelaksana Pembelajaran Kelas Eksperimen Lembar Kerja Siswa Modul Materi Soal Pretest Soal Posttest Kunci Jawaban Pretest Kunci Jawaban Posttest Rubrik Penilaian Pretest Rubrik Penilaian Posttest Kisi-Kisi Pretest Kisi-kisi Posttest xxi

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xxii LAMPIRAN B Daftar Lampiran Halaman Sampel Hasil Pretest Kelas Kontrol Sampel Hasil Pretest Kelas Eksperimen Sampel Hasil Posttest Kelas Eksperimen Sampel Hasil Posttest Kelas Kontrol Hasil Lembar Kerja Siswa Sampel Hasil Kusioner Persepsi Siswa Lembar Pengamatan Keaktifan Siswa Lembar Pengamatan Keterlaksanaan RPP Dokumentasi Penelitian xxii

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dunia pendidikan tidak pernah terlepas dengan kata pembelajaran. Pembelajaran adalah suatu aktivitas yang dengan sengaja untuk memodifikasi berbagai kondisi yang diarahkan untuk tercapainya suatu tujuan, yaitu tercapainya tujuan kurikulum (Hardini dan Puspitasari,2012:10). Sedangkan Sagala (2010: 64-5) berpendapat bahwa pembelajaran adalah kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu siswa mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis, melalui tahap rancangan, pelaksanaan, dan evaluasi. Jadi pembelajaran merupakan segala aktivitas yang berupa interaksi antara guru dan siswa untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan. Fisika merupakan salah satu mata pelajaran ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam yang menerapkan konsep, prinsip, dan hukum. Sehingga belajar fisika tidak hanya berhenti pada hafalan akan tetapi benar-benar memahami materi. Dalam proses pembelajaran, guru diharapkan berfokus pada pemahaman siswa sehingga dalam menyusun perencanaan pembelajaran, dasar-dasar pemahaman sangat penting untuk kemajuan siswa. Pemahaman merupakan kemampuan dalam menerjemahkan pengetahuan. Atau dengan kata lain pemahaman lebih dari sekadar 1

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 pengetahuan seperti yang diungkapkan oleh Sudjana (2010). Pemahaman diperlukan dalam belajar karena dengan memahami sesuatu maka seseorang sampai pada tingkat menerapkan pengetahuan pada situasi yang baru. Dengan pemahaman siswa tidak hanya mengetahui sesuatu akan tetapi akan memperoleh kemampuan (skill) untuk menerapkan apa yang dia tahu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pembelajaran yang berfokus pada pemahaman serta keterlibatan siswa. Bagaimana pemahaman siswa akan dibangun melalui keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Belajar yang berhasil harus melalui berbagai macam aktifitas, baik aktifitas fisik maupun psikis. Aktifitas fisik adalah siswa giat aktif dengan anggota badan, membuat sesuatu, bermain maupun bekerja, ia tidak hanya duduk dan mendengarkan, melihat atau hanya pasif. Keaktifan siswa dalam kegiatan belajar tidak lain adalah untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri. Mereka aktif membangun pemahaman atas persoalan atau segala sesuatu yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Beberapa masalah yang kerap dihadapi oleh guru sebagai pengajar dan siswa ditemukan oleh peneliti saat peneliti melaksanakan program PPL di sekolah. Masalah ini timbul dari proses pembelajaran dan perencanaannya. Pertama peneliti menemukan bahwa guru sering melalaikan bahwa pemahaman siswa merupakan hal yang sangat penting

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 dalam tujuan pendidikan. Menurut Sudjana (2010) hasil belajar yang lebih dari pengetahuan adalah pemahaman. Seringkali guru hanya berfokus mengenai bagaimana materi bisa terselesaikan tepat waktu dan bagaimana siswa dapat menjawab pertanyaan tanpa menyelidiki apakah pemahaman siswa benar-benar terbangun. Persepsi mengenai pemahaman sering dipandang sebagai aspek kognisi. Hal ini bukan berarti guru dituntut untuk memperhatikan dan menekankan aspek kognisi saja dalam proses pembelajaran melainkan juga harus memperhatikan aspek afeksi dan psikomotor. Tujuan pendidikan menurut Benyamin S Bloom dibagi menjadi tiga ranah yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Dalam perencanaan dan pelaksanaannya, guru harus memperhatikan ketiga ranah intelektual ini. Kedua, dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas, peneliti sering menemui adanya pendekatan teacher centered, sehingga siswa tidak dilibatkan aktif dalam proses pembelajaran. Siswa hanya mendengarkan ceramah dari guru, kadang siswa juga hanya disuruh mencatat apa yang dikatakan oleh guru. Guru tidak mencari tahu aktivitas apa yang diinginkan oleh siswa. Hal yang menjadi masalah dalam pelaksanaan pembelajaran juga masalah perencanaan. Perencanaan merupakan hal yang penting. Tanpa perencanaan maka pelaksanaan menjadi tidak terstruktur dengan jelas. Menjadi hal yang sudah tidak asing lagi dalam pendidikan dimana apa

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 yang sudah guru rencanakan yang dituangkan dalam RPP malah tidak dilaksanakan. Sanjaya (2010) mengemukakan bahwa manfaat dari perencanaan yaitu melalui proses perencanaan yang matang, guru mampu memprediksi seberapa besar keberhasilan yang akan dapat dicapai. Guru yang merencanakan pengelolaan pembelajaran dengan matang akan paham tujuan apa yang harus dicapai siswa sehingga hasil yang diperoleh akan optimal Dari beberapa masalah tersebut, pemahaman dan keaktifan siswa menjadi esensi yang penting dalam belajar. Sehingga dibutuhkan rancangan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman dan keaktifan siswa. Rancangan yang diperlukan dalam pembelajaran adalah rancangan pembelajaran yang sistematis sehingga pelaksanaannya juga akan terlaksana secara sistematis. Dalam perkembangan dunia pendidikan, Wiggins dan McTighe memperkenalkan suatu pendekatan dalam penyusunan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran yaitu Understanding by Design. Understanding by Design merupakan suatu pendekatan atau sudut pandang dalam penyusunan rancangan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman siswa. Desain yang terdapat di dalam pendekatan ini adalah backward design yaitu rancangan terbalik. Tahap pertama adalah menentukan hasil yang diharapkan, kemudian menentukan bukti-bukti yang dapat diterima, dan terakhir menentukan langkah-langkah pembelajaran.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Pendekatan ini merupakan salah satu cara dalam penyusunan rancangan pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa dimana rancangan ini dibuat secara sistematis. Pembelajaran yang ditawarkan dalam pendekatan ini adalah pembelajaran student centered artinya siswa dilibatkan dalam pembelajaran melalui aktivitas. Pembuatan rancangan pembelajjaran menggunakan pendekatan Understanding by Design diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan dan mengembangkan rancangan pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut 1. Sejauh mana efektivitas pendekatan Understanding by Design dalam penyusunan dan pelaksanaan pembelajaran? 2. Bagaimana persepsi siswa terhadap pendekatan Understanding by Design? C. BATASAN MASALAH Peneliti memberikan batasan masalah pada penelitian ini yaitu 1. Materi yang akan diteliti adalah getaran dan gelombang. 2. Subyek yang akan diteliti adalah kelas 8A dan kelas 8C SMP 1 PL Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013-2014 3. Penelitian ini membahas tentang efektivitas pendekatan Understanding by Design dalam penyusunan dan pelaksanaan pembelajaran.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 D. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pendekatan UbD dalam penyusunan dan pelaksanaan pembelajaran serta mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran yang dirancang dengan pendekatan UbD. E. MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi Peneliti Penelitian ini dapat memberikan pengalaman yang dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pendekatan Understanding by Design yang membantu dalam penyusunan RPP untuk mencapai pemahaman siswa 2. Bagi guru atau calon guru Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk bahan pertimbangan dalam menyusun rencana pembelajaran. 3. Bagi pembaca Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi atau informasi mengenai pendekatan Understanding by Design. F. BATASAN ISTILAH 1. Efektivitas adalah seberapa jauh tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan. Efektivitas merupakan suatu ukuran yang

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas, dan waktu) telah tercapai. a. Efektivitas Proses adalah banyaknya siswa (dalam persen) yyang berhasil dilibatkan secara aktif dalam kegiatan yang relevan dalam pembelajaran (Kartika, 2001). b. Efektivitas Hasil adalah banyaknya siswa yang berhasil memperoleh nilai diatas kriteria (Kartika, 2001) 2. Persepsi adalah respon atau tanggapan berupa pernyataan ataupun reaksi seseorang setelah melihat,mendengar ataupun merasakan sesuatu. Respon dapat berupa persetujuan, sanggahan, pernyataan, atau perilaku. Semua tanggapan harus disampaikan dengan sopan. Dalam menanggapi suatu permasalahan harus disertai jalan keluar (solusi). 3. Pendekatan pembelajaran adalah titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatarbelakangi metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu (Akhmad, 2008)

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 BAB II KAJIAN TEORI A. UNDERSTANDING BY DESIGN Menurut McTighe dan Grant Wiggins, Understanding by Design adalah sebuah pendekatan dalam merancang pembelajaran yang tujuan utamanya adalah pemahaman siswa. Pendekatan itu sendiri merupakan titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi , menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Jay McTighe and Elliot Seif (2011) mengungkapkan bahwa Understanding by Design adalah suatu kerangka kerja untuk meningkatkan prestasi siswa dengan mengembangkan standar kurikulum, kerangka instruksional, desain instruksional, penilaian, dan pengembangan professional. Menurut Susan Clayton dalam jurnalnya yang berjudul “Understanding by Design : Designing Learning, Assesment and Teaching for Understanding”, Understanding by Design adalah adalah cara berpikir tentang belajar, penilaian dan pengajaran yang menempatkan siswa di tengah proses pembelajaran. Understanding by design didasarkan pada tujuan utama pendidikan untuk mengembangkan dan memperdalam pemahaman siswa. UbD memberikan petunjuk dan pedoman tentang bagaimana mengatasi masalah mengenai pembuatan rancangan pendidikan yang berkaitan dengan tujuan pemahaman 8

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 siswa. Dalam pembelajarannya, UbD lebih menekankan siswa sebagai pusat pembelajaran (student centered). Belajar dikatakan berhasil apabila seseorang mampu mengulangi kembali materi yang telah di pelajarinya. Artinya belajar adalah cara memahami sesuatu. Dalam belajar, pemahaman menjadi kunci utama keberhasilan. Maka untuk memfokuskan pembelajaran kepada pemahaman siswa digunakan sebuah pendekatan yang telah dipromosikan oleh McTighe dan Grant Wiggins yakni pendekatan Understanding by Design. Dasar yang sangat prinsip dari UbD itu sendiri adalah UbD merupakan teaching for understanding yaitu mengajar untuk menciptakan situasi yang menantang untuk melihat seberapa jauh pemahaman siswa dimana uji pemahaman siswa merupakan sebuah pemecahan masalah, unjuk hasil, tugas atau laporan tertulis melalui hasil analisa konsep dan ide. Jadi Understanding by Design merupakan sebuah pendekatan atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran dalam penyusunan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran untuk mengembangkan pemahaman siswa dan prestasi belajar siswa. B. BACKWARD DESIGN Understanding by Design menawarkan proses perencanaan dan struktur untuk menuntun kurikulum, penilaian dan instruksi pembelajaran. Dua kata utama dalam Understanding by Design adalah understanding dan design. Pertama yaitu understanding yang berarti pengajaran dan penilaian

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 berfokus pada pemahaman dan transfer belajar. Kedua adalah design yaitu kerangka kurikulum “backward” yang artinya desain pembelajaran terbalik. (Wiggins dan McTighe. 2005) 1. Pengertian Backward Design Backward design adalah langkah-langkah dalam merancang pembelajaran dimana tahap-tahapnya terbalik oleh sebab itu dinamakan backward planning atau rencana yang terbalik. Dalam backward design, pertama guru menentukan ide besar kemudian tujuan yang akan dicapai, evaluasi yang diberikan kepada siswa baru langkah-langkah pembelajarannya. Sebalinya, pada kurikulum tradisional tidak ada identifikasi tujuan sebelum memulai pembelajaran. Mengapa backward design penting dalam penyusunan rancangan pembelajaran ? berikut ini merupakan alasan penggunaan backward design : a) Memulai perencanaan dengan hasil yang ingin dicapai, sehingga guru dapat mengatur kelas lebih efektif. b) Tujuan pembelajaran, hasil dan langkah-langkah untuk penilaian, guru memiliki struktur yang jelas saat guru merencanakan kegiatan pembelajaran. c) Siswa akan menemukan makna dalam kegiatan kelas lebih mudah karena mereka menyadari, hasil tujuan dan langkah-langkah untuk penilaian.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 2. Tahap-tahap Backward Design Pada backward design, guru memulai dengan tujuan, menentukan rencana penilaian dan barulah merencanakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan tersebut. Tahap-tahap backward design (Wiggins dan Mctighe) yaitu : 1. Identify desired results 2. Determine acceptable evidence 3. Plan learning experiences and instruction. a. Identify desire result (Mengidentifikasi hasil yang diinginkan) Pemahaman apa yang diharapkan atau diinginkan. Apa yang harus siswa ketahui, pahami. Kemampuan apa yang dapat siswa lakukan (skills). Pertanyaan penting apa yang akan digali secara mendalam untuk difokuskan dalam setiap pembelajaran. Pada tahap pertama dari backward design, guru harus mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai, memeriksa standar isi, dan mengulas ekspektasi kurikulum.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 a.1 Established Goals (Tujuan Utama) Prioritas belajar ditetapkan dari tujuan jangka panjang. Tujuan ini merupakan tujuan yang utama yakni apa yang kita inginkan dan harapkan dari siswa, dan pada akhirnya dapat melakukan sesuatu sebagai hasil dari apa yang sudah dipelajari. Poin belajar yang ditujukan kepada siswa ialah tidak hanya unggul di setiap kelas, tetapi untuk dapat menggunakan atau menerapkan pembelajaran dalam situasi yang lain. a.2 Understandings (Pemahaman) Pada tahap desire result atau hasil yang diharapkan, pemahaman menjadi bagian penting karena guru harus mengetahui pemahaman spesifik seperti apa yang harus dicapai oleh siswa. Apa yang harus dipahami siswa dan miskonsepsi seperti apa yang kira-kira diprediksi akan muncul a.3 Essential Question (Pertanyaan Penting) Setelah guru menentukan pemahaman yang ingin dicapai, guru menentukan pertanyaan yang dapat mendorong siswa memahami, menyelidiki, dan terjadi transfer belajar. Pertanyaan penting ini akan memandu siswa menjelaskan dan menginterpretasikan pemahaman yang dikuasainya. Deskripsi dari essential question yaitu :

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 (1) Bukan sekedar jawaban sederhana yang benar, akan tetapi jawaban yang menghendaki siswa untuk lebih berargumentasi dan menyatakan pendapatnya Jawaban ini dapat diperdebatkan untuk lebih menggali pemahaman sampai akhirnya memperoleh hasil yang maksimal yaitu pemahaman yang mendalam. (2) Pertanyaan dirancang untuk merangsang siswa menyelidiki lebih dalam mengenai pengetahuan yang dimiliki. Biasanya pertanyaan ini merupakan pertanyaan kontroversial, sering diperdebatkan dan bersifat provokatif. Sebagai contoh, Apakah internet berbahaya untu anak kecil? Apakah makanan yang baik untuk anda adalah makanan yang rasanya tidak enak? Dari pertanyaan ini siswa akan mengembangkan dan memperdalam pemahamannya dengan menggali ide-ide penting serta mengeksplorasi pertanyaan tersebut. (3) Meningkatkan pertanyaan penting lainnya. Melalui essential question, pertanyaan lain yang terkait akan lebih mudah terjawab. Berdasarkan Understandings dan Essential Question, dapat ditentukan ilmu pengetahuan (knowledge) yang akan diketahui siswa dan kemampuan (skills) yang diperoleh siswa. Sebuah poin penting dalam kerangka UbD adalah menyadari bahwa pengetahuan dan ketrampilan factual tidak diajarkan untuk mereka sendiri, tetapi sebagai sarana untuk tujuan dan kepentingan yang lebih besar. Jadi hasil dari tujuan utama, pemahaman, dan pertanyaan penting adalah pengetahuan dan

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 kemampuan yang akan diterima oleh siswa sebagai hasil dari proses pembelajaran. b. Assesment Evidence (Bukti yang dapat diterima) Bagaimana pengajar (guru) mengetahui bahwa siswa telah mencapai hasil yang diharapkan. Apa yang akan kita terima sebagai bukti pemahaman siswa dan bukti kemampuan siswa. Pemahaman dan kemampuan ini nantinya akan digunakan oleh siswa untuk menerapkan apa yang sudah dipelajari sebagai bentuk transfer belajar. Pada tahap kedua kita membedakan antara dua tipe penilaian yakni performance task dan other evidence. b.1 Perfomance Task Tugas kinerja yang dapat ditunjukkan oleh siswa sebagai bukti telah mencapai pemahaman yang diinginkan. Kriteria seperti apa agar pemahaman ini dapat dinilai. Pada tipe penilaian ini, siswa diminta untuk menerapkan pembelajaran yang sudah dipelajari pada situasi dan kondisi yang baru atau berbeda yang berfungsi sebagai alat untuk menilai pemahaman dan kemampuan mentransfer pengetahuan yang dimiliki siswa. b.2 Other Evidence Melalui tugas lain apa yang akan siswa tunjukkan dalam pencapaian hasil yang diinginkan. Misalnya tugas berupa kuis, tes, PR, dan tugas lapangan.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Menurut Wiggins dan McTighe (2005:25) bentuk monitoring dalam mengamati perkembangan siswa sebaiknya menggabungkan berbagai alat dan proses penilaian seperti di bawah ini. a. Tes dan kuis yang berupa jawaban essay atau uraian. Kuis dan tes berupa essay membantu siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya, membangun pemikirannya sehingga dapat dituangkan lebih jelas dan luas daripada tes dan kuis yang berbentuk benar-salah, jawaban singkat, dan pilihan ganda. b. Lembar refleksi, pekerjaan rumah, wawancara, evaluasi diri, pengamatan kelompok sebaya, kegiatan diskusi bersama. c. Elemen yang secara jelas menentukan tercapainya tugas seperti format, kehadiran, topik, dan tujuan. d. Tugas akhir berupa proyek dimana siswa diperbolehkan untuk memilih, berkreasi, dan mandiri Dalam kerangka Understanding by Design, McTighe dan Grant Wiggins telah mengidentifikasi 6 aspek pemahaman dengan tujuan sebagai bukti dari pemahaman. Ketika seseorang benar-benar memahami maka sesuai dengan 6 aspek pemahaman, seseorang itu akan dapat menjelaskan, menginterpretasi, menerapkan, memiliki sudut pandang, memiliki empati, dan pengetahuan diri.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 c. Learning Plan (Rencana Pembelajaran) Pengalaman dan instruksi pembelajaran seperti apa yang memungkinkan siswa mencapai hasil yang diinginkan. Pada tahap ini, guru merencanakan langkah-langkah beserta kegiatan pembelajaran. Kegiatan, pengalaman, dan instruksi pembelajaran yang seperti apa yang dapat merangsang dan membangun pemahaman siswa Rancangan dan langkah-langkah pembelajaran seperti apa yang dapat membuat siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Dalam menyusun langkah-langkah dan rencana kegiatan pembelajaran, digunakan pedoman WHERE TO. Elemen penting yang terdapat pada pendekatan understanding by design adalah WHERE TO W (where is it going and why) : Guru membantu peserta didik mengetahui darimana pengetahuannya berasal, mengapa mereka mempelajari hal tersebut. jadi W di WHERETO mengingatkan guru untuk secara jelas menjelaskan kepada peserta didik mengenai tujuan pembelajaran. Sejalan dengan hal tersebut, siswa juga butuh mengetahui target yang harus dicapainya, bagaimana proses penilaiannya sehingga siswa dapat memonitor kemajuan pemahamannya. H (hook the student) : guru menarik perhatian dan antusias siwa sehingga siswa memiliki pembelajaran. dorongan untuk belajar di setiap awal

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 E (explore,equip,experience) : menentukan pengalaman belajar dan pembelajaran yang akan diperoleh siswa untuk meningkatkan pemahaman siswa, membekali siswa, membantu mereka untuk mengalami gagasan utama dari materi ajar dan mengeksplorasi siswa R (rethink, revisit, revise) : memberikan kesempatan siswa untuk memikirkan kembali, meninjau ulang, memperbaiki pemahaman mereka. E (exhibit and evaluate) : guru berusaha mengajak siswa untuk menunjukan, memperlihatkan, dan menyampaikan pemahamannya kemudian mengikutsertakan mengevaluasi pekerjaan siswa T (tailor to student) : pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan , minat dan kemampuan siswa yang berbeda –beda O (organize) : memaksimalkan keterlibatan siswa sehingga pembelajaran dapat dilakukan secara efektif 3. Backward Design Template HASIL YANG DIHARAPKAN Tujuan Utama Pemahaman Pertanyaan Penting Siswa akan memahami bahwa… Pengetahuan Ketrampilan Siswa akan tahu.. Siswa akan dapat melakukan…. BUKTI PENILAIAN Tugas Kinerja/ Performa Bukti Lain RENCANA LANGKAH PEMBELAJARAN Aktivitas belajar Menggunakan pedoman WHERE TO

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 C. UNDERSTANDING (PEMAHAMAN) 1. Pengertian Understandings Sudjana (2012) mengungkapkan tipe hasil belajar yang lebih tinggi dari sekadar pengetahuan adalah pemahaman. Misalnya menjelaskan dengan susunan kalimatnya sendiri, sesuatu yang dibaca atau didengarnya, memberi contoh lain dari yang telah dicontohkan, atau menggunakan petunjuk penerapan pada kasus lain. Dalam Taksonomi Bloom, kesanggupan memahami setingkat lebih tinggi dari pengetahuan. Namun bukan berarti pengetahuan tidak penting atau tidak perlu dipertanyakan lagi sebab untuk dapat memahami, perlu terlebih dahulu mengenal dan mengetahui. Pengertian pemahaman sangat bervariasi, dan peneliti menggunakan pengertian pemahaman dari Grant Wiggins dan Jay McTighe. Menurut Grant Wiggins dan Jay McTinghe understanding mempunyai beberapa pengertian, yaitu : Pemahaman sebagai penyimpulan yang bermakna. Dalam Wiggins (2005),John Dewey dalam buku How We Think, menjelaskan bahwa memahami adalah hasil dari pengumpulan pengertian fakta oleh pelajar. Pemahaman merupakan sebuah bentuk lain dari pengetahuan yang lebih kompleks atau sesuatu yang terpisah dari pengetahuan tetapi berkaiatan dengan isi atau konten pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan kata-kata tahu, tahu bagiamana, dan memahami. Kata tahu dan tahu

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 bagaimana memiliki makna yang berbeda karena “tahu bagaimana” lebih dari sekedar tahu akan tetapi bisa menerapkan pengetahuan pada situasi atau masalah. Perbedaan antara pengetahuan dan pemahaman Pengetahuan Fakta Memahami Arti dari fakta Teori yang mengandung arti yang masuk Bagian dari fakta yang masuk akal akal dari fakta itu Menuntut pembuktian Dapat salah dalam proses teori Permasalahan didapat dari pengalaman- Benar atau salah pengalaman Saya memahami kenapa hal itu menjadi Saya mengetahui sesuatu itu benar pengetahuan Saya merespon isyarat dengan apa Saya mempertimbangkan kapan untuk yang saya tahu menggunakan apa yang saya tahu Pemahaman adalah tentang transfer. Untuk itu kemampuan untuk mentransfer apa yang telah kita pelajari kepada siswa benar-benar dibutuhkan supaya siswa dapat menerima pengetahuan dengan baik. Kemampuan mentransfer adalah kemampuan menerapkan apa yang sudah siswa pelajari dalam situasi yang berbeda atau dalam situasi yang baru.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Pemahaman sebagai kata benda. Memahami suatu topik adalah kemampuan untuk menggunakan/ mengaplikasi pengetahuan/ ketrampilan dengan bijak dan efektif. 2. Aspek Pemahaman Menurut Wiggins dan Mctighe Kata understanding memiliki banyak makna. Dan menurut Wiggins dan McTighe (2005:82) pemahaman bukanlah suatu prestasi. Prestasi hanya beberapa bentuk salah satu tercapainya pemahaman, akan tetapi pemahaman diungkapkan melalui jenis bukti yang berbeda. Understanding (pemahaman) merupakan multidimensional dan terlalu rumit. Ada berbagai tipe atau jenis pemahaman, perbedaan metode pemahaman, dan konsep pemahaman yang tumpang tindih. Berdasarkan kompleksitas tersebut, masuk akal untuk mengidentifikasi aspek pemahaman. Wiggins dan McTighe (2005:84) telah mengembangkan 6 aspek pemahaman. Jadi menurut Wiggins dan McTighe, kita benar-benar memahami apabila a. Can explain (Dapat menjelaskan) Melalui memperluas prinsip-prinsip. Penjelasan artinya dapat memberikan ilustrasi atau contoh mengenai sebuah ide tau gagasan. Wiggins dan McTighe mengungkapkan bahwa penjelasan merupakan sebuah pernyataan yang membuat sesuatu lebih dapat diterima dan dapat dipahami dengan cara mendeskripsikan situasi, dan struktur keadaan yang relevan. Penjelasan dapat diartikan sebagai pernyataan

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 yang mendukung pendapat sebelumnya atau melengkapi pendapat yang sudah ada. Dalam memberikan penjelasan atau explanation lebih baik mengandung aspek mengapa, apa dan bagaimana contohnya seorang siswa menjelaskan Mengapa benda yang dilemparkan ke atas akan jatuh ke bawah? Apa yang menjelaskan hal tersebut? Bagaimana hal itu dapat terjadi? b. Can interpret Interpretasi yaitu menjelaskan dan mendeskripsikan cerita yang bermakna, menerjemahkan (Wiggins, dan McTighe.,2005:84). Menurut KBBI Interpretation atau interpretasi merupakan pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoritis terhadap sesuatu. Interpretasi dijelaskan sebagai kemampuan menafsirkan yakni kemampuan untuk mengenal dan memahami sebuah ide. Interpretasi merupakan kemampuan untuk memahami bahan atau ide yang direkam, diubah, atau disusun dalam bentuk lain misalnya grafik, tabel, simbol, peta konsep. Interpretasi lebih dari sekedar menjelaskan akan tetapi dapat berupa gaya cerita dari suatu konsep. Objek dari interpretasi adalah pengertian, bukan melulu cerita yang tidak masuk akal. Jalur interpretasi adalah cerita yang kuat, bukan teori yang abstrak. c. Can apply (menerapkan) Menurut Wiggins dan McTighe menerapkan artinya menggunakan dan mengadaptasi apa yang kita tahu. Penerapan

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 (Wiggins:2005) berarti perbuatan menerapkan. Menerapkan itu sendiri diartikan sebagai mengenakan, mempraktikan, atau menggunakan. Jadi penerapan (application) merupakan sebuah kemampuan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh secara efektif pada situasi atau keadaan yang baru dan situasi yang beragam. Penerapan yaitu bagaimana dan dimana dapat kita gunakan pengetahuan dan kemampuan yang sudah kita kuasai, bagaimana sebaiknya memodifikasi atau mengubah pikiran dan tindakan kita dalam situasi tertentu d. Have perspective (memiliki sudut pandang) Menurut Wiggins (2005) perspektif artinya berpikir kritis. Tipe pemahaman ini bukanlah mengenai setiap pandangan beberapa siswa melainkan ialah kesadaran bahwa setiap jawaban untuk setiap pertanyaan melibatkan sudut pandang atau perspektif. Memiliki perspektif dalam memahami merupakan hal yang penting, memahami sesuatu dengan melihat satu sisi sudut pandang saja berarti membatasi kita melihat dari sudut pandang yang lain. Namun, melihat dan memahami sesuatu dari banyak sudut pandang malah akan membantu. e. Can empathize (dapat berempati) Empati adalah kemampuan untuk dapat masuk ke dalam perasaan orang lain dan perasaan dunia(sekitar).

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Empati berbeda dengan melihat perspektif , yang mana (perspektif) adalah melihat dari jarak yang kritis agar menyebabkan kita untuk melihat diri kita sendiri secara lebih objektif. Dengan empati kita melihat kita melihat dari dalam pandangan diri orang lain. f. Have self-knowledge (pengetahuan diri) Siswa mempunyai pengetahuan diri tentang makna pembelajaran dan pengalaman. 3. Taksonomi Bloom dan Understanding by Design Benyamin S Bloom membagi tujuan pendidikan dalam tiga ranah yaitu ranah kognitif (keahlian berpikir) , ranah afektif (emosi), dan ranah psikomotorik (ketrampilan motorik dan fisik) (Utari:2014) Ranah kognitif : berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual seperti pengetahuan, pengertian, dan ketrampilan berpikir. Ranah afektif : berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri Ranah psikomotor : berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek ketrampilan motorik seperti tulisan tangan, mengukur, mengoperasikan. Bagaimana pemahaman dibangun dalam UbD? Pada pendekatan Understanding by Design pemahaman konsep lebih ditekankan pada ranah kognitif. Namun dalam membangun pemahaman tersebut,, terdapat

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 ranah afektif dan psikomotorik di dalamnya. Dalam UbD pemahaman dibangun melalui aktivitas konkret. Alasan mengapa pemahaman dibangun melalui aktivitas konkret yaitu pertama kita mempelajari ilmu fisika. Fisika berasal dari bahasa Yunani yang berarti “alam”. Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada bendabenda di alam. Gejala-gejala ini pada mulanya adalah apa yang dialami oleh indra kita. Untuk mengetahui gejala yang terjadi dibutuhkan pengamatan dan aktivitas. Kedua, berdasarkan teori konstruktivistik pengetahuan siswa dibangun sendiri melalui aktivitas dan keterlibatan siswa. Konstruktivistik adalah sebuah filosofi pembelajaran yang dilandasi premis bahwa dengan merefleksikan pengalaman, kita membangun, mengkonstruksi pengetahuan pemahaman kita tentang dunia kita hidup. Konstruktivisme melandasi pemikiran bahwa pengetahuan bukanlah sesuatu yang given dari alam karena hasil kontak manusia dengan alam, tetapi pengetahuan merupakan hasil konstruksi (bentukan) aktif manusia itu sendiri (Haryanto, 2010). Sehingga dapat dikatakan teori konstruktivistik adalah teori belajar dimana siswa membangun sendiri pengetahuannya melalui aktivitas yang konkret. Berdasarkan kedua hal tersebut, pemahaman butuh dibangun dari aktivitas konkret sehingga ketiga domain intelektual yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik dapat tercapai.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Dalam UbD, aktivitas-aktivitas dirancang pada tahap ketiga yaitu plan learning dimana dalam penyusunannya digunakan pedoman WHERE TO. D. KEKHASAN UNDERSTANDING BY DESIGN Understanding by Design merupakan suatu pendekatan dalam penyusunan rancangan pembelajaran yang fokusnya adalah pemahaman siswa. Rancangan pembelajaran atau sering dikenal RPP yang dibuat oleh pemerintah juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa. Bahkan, banyak juga cara atau pendekatan lain untuk meningkatkan pemahaman. Akan tetapi, Understanding by Design yang dikenalkan oleh Wiggins dan McTighe memiliki kekhasannya tersendiri. UbD merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman dengan langkah pembelajaran yang terstruktur. Kekhasan UbD adalah langkah-langkah pembelajaran yang sistematis dan terstruktur. Selain itu juga penggunakan pedoman WHERE TO dalam penyusunan langkah pembelajaran. WHERE TO merupakan pedoman atau panduan yang konkret berdasarkan teori konstruktivisme untuk membantu siswa mencapai pemahaman yang baik.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 E. UNDERSTANDING DALAM MATERI GETARAN DAN GELOMBANG Getaran adalah:gerak bolak-balik benda secara teratur melalui titik keseimbangan. a. Periode adalah waktu yang di perlukan benda untuk melakukan satu kali getaran.Periode dinyatakan dalam satuan sekon. Periode dapat di nyatakan dalam rumus matematika sebagai berikut. b. Ferkuensi adalah jumlah getran dalam satu sekon. Satuan ferkuensi adalah hertz (Hz). Frekuensi dapat dinyatakan dalam satuaan matematika sebagai berikut: dimana T = periode f = Frekuensi t = waktu untuk melakukan getaran n = jumlah getaran Hubungan antara frekuensi da periode dinyatakan sebagai berikut: f= 1/T T= 1/f Pengertian gelombang Gelombang adalah getaran yang merambat. Gelombang terjadi karna adanya sumber getaran. Pada perambatanya gelombang merambatkan energi gelombang,sedangkan perantaranya tidak ikut merambat. Menurut zat perantaranya gelombang di bedakan menjadi dua macam yaitu : 1. Gelombang mekanik :gelombang yang perambatanya memerlukan medium, contoh :gelombang air dan gelombang bunyi.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 2. Gelombang elektrik : gelombang yang dalam perambatanya tidak memerlukan medium.contoh gelombang radio dan gelombang cahaya Berdasarkan arah rambat dan arah getaranya, gelombang dibedakan atas gelombang transversal dan gelombang longitudinal. 1. Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatanya tegak lurus terhadap arah getaranya. Gelombang transversal berbentuk bukit gelombang dan lembah gelombang yang merambat. Contoh gelombang pada tali, permukaan air dan gelombang cahaya. Panjang gelombang adalah panjang suatu gelombang yang terdiri dari satu bukit dan satu lembah gelombang.panjang gelombang di lambangkan dengan lamda (λ)dan satuanya adalah meter. 2. Gelombang longitudinal Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya sejajar dengan arah rambatnya. Gelombang longitudinal berbentuk rapatan dan renggangan. Contohnya gelombang bunyi. Panjang gelombang longitudinal Panjang gelombang longitudinal adalah panjang satu gelombang yang terdiri dari satu rapatan dan satu renggangan.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Contoh dua panjang gelombang yang terdiri dari dua rapatan dan dua renggangan - Periode gelombang (T) Yaitu waktu yang diperlukan untuk menempuh satu gelombang,satuanya adalah sekon (s) - Frekuensi gelombang(f) Yaitu jumlah gelombang yang terbentuk dalam satu detik,satuanya adalah Hz (hertz) - Cepat rambat gelombang (v) Yaitu jarak yang di tempuh gelombang dalam waktu satu detik ,satuanya adalah meter/detik (m/s) · Hubungan antara pajang gelombang,periode,frekuensi, dan cepat rambat gelombang. Rumus dasar gelombang adalah: λ = vT atau · maka v = λ f v = cepat rambat gelombang (m/s) λ = panjang gelombang (m) T = periode (s) Dan

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 BACKWARD DESIGN DALAM MATERI GETARAN DAN GELOMBANG Tahap 1 : Menentukan hasil yang dicapai Established Goals (Tujuan Utama) Menjelaskan pengaruh panjang tali terhadap periode getaran pada ayunan matematis Essential Question (Pertanyaan Penting) Bagaimana pengaruh panjang tali terhadap periode ayunan? Understanding (Pemahaman) a. Satu kali getaran adalah satu kali gerakan bolak balik melalui titik setimbang b. Periode merupakan waktu yang diperlukan tiap satu kali getaran. Satuan periode adalah sekon. Periode diperoleh dari c. Frekuensi merupakan banyaknya getaran tiap satuan waktu. Satuan frekuensi adalah Hertz. Frekuensi diperoleh dari d. Hubungan panjang tali terhadap periode. Semakin panjang talinya, maka semakin besar periode ayunan. Knowledge (Pengetahuan) a. Getaran adalah gerakan bolakbalik secara periodik melalui suatu titik seimbang b. Parameter dalam getaran adalah amplitudo dan periode atau frekuensi c. Simpangan adalah jarak yang ditempuh benda dari titik seimbangnya. Simpangan terbesar disebut dengan amplitudo. d. Periode adalah selang waktu yang diperlukan untuk menempuh satu Skill (Kemampuan) a. Menentukan periode dan frekuensi ayunan sederhana b. Melukiskan getaran pada bandul matematis c. Menyelidiki pengaruh panjang tali pada periode ayunan

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 getaran e. Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan benda dalam satu sekon Tahap 2 : Menentukan Bukti yang diharapkan a. Can Explain (menjelaskan) Dapat menjelaskan apa b. Can Interpretation (menginterpretasi)  Dapat menyebutkan c. Can apply (menerapkan) Dapat menyelesaikan soal yang dimaksud dengan gerakan satu getaran dalam hitungan untuk Getaran berbagai titik setimbang mengetahui besarnya  Dapat menyimpulkan hasil periode dan frekuensi Frekuensi Periode percobaan mengenai Amplitudo getaran ayunan matematis Kriteria hasil pemahaman dinilai berdasarkan LKS, Presentasi, Laporan Percobaan, PR(Pekerjaan Rumah) Tahap 3 Langkah-langkah pembelajaran (2x40’) Kegiatan pembelajaran menggunakan pedoman WHERE TO Kegiatan Pendahuluan 1. Pada awal pembelajaran, guru mengajak siswa untuk membuat sebuah benda bergetar. Guru menyediakan karet dan penggaris kemudian siswa dapat menggunakan benda tersebut untuk membuat getaran. –Hook 2. Guru menyampaikan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari yaitu getaran. –Where 3. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dalam proses kegiatan belajar. –Where 4. Guru melakukan demonstrasi tentang bandul matematis dengan memperagakan getaran yang terjadi pada bandul. Setelah melakukan percobaan guru mengajukan pertanyaan kepada siswa “apa yang dimaksud dengan satu getaran? Bagaimana menentukan periode suatu getaran?” – Hook, exhibit

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Kegiatan Inti 5. Guru merangkum dan menyimpulkan jawaban siswa. Setelah itu, guru menjelaskan konsep getaran serta parameter-parameter getaran. –Rethink, Equip 6. Guru membagi siswa ke dalam kelompok untuk melakukan eksperimen. Setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang. –Organize 7. Setelah terbagi ke dalam kelompok, guru menjelaskan alat yang digunakan dan prosedur percobaan. –Equip 8. Siswa melakukan percobaan dan berdiskusi dengan teman kelompok untuk mengisi lembar kerja siswa (LKS). –Explore 9. Dari percobaan yang sudah dilakukan, guru dan siswa berdiskusi mengenai konsep getaran, amplitude, periode, dan frekuensi serta pengaruh panjang tali terhadap periode bandul matematis. –Revisit, Rethink 10. Dari diskusi tersebut, guru kembali mengajukan pertanyaan untuk didiskusikan yaitu bagaimana cara memperbesar atau memperkecil periode bandul jam? sambil menampilkan gambar bandul jam (Pertanyaan tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada siswa bahwa panjang tali mempengaruhi peridoe bandul matematis). –Hook 11. Guru memberikan latihan soal untuk dikerjakan oleh siswa. –Equip, experience 12. Guru membahas latihan soal. Apabila ada siswa yang belum memahami cara penyelesaian soal, guru kembali memberikan penjelasan. –Rethink, evaluate Kegiatan penutup 13. Guru membagi kertas berupa latihan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai PR. –Equip 14. Guru membimbing siswa untuk menyampaikan pemahaman yang telah dipelajari pada pertemuan hari ini. –Exhibit and evaluate

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Tahap 1 : Menentukan hasil yang dicapai Established Goals (Tujuan Utama) 1 Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menyelidiki karakteristik gelombang longitudinal dan gelombang transversal 2 Melalui diskusi informatif, peserta didik dapat mendeskripsikan hubungan antara kecepatan rambat gelombang, frekuensi, dan panjang gelombang Understandings (Pemahaman) a. Gelombang adalah suatu usikan yang merambat, yang membawa energi dari satu tempat ke tempat lainnya b. Gelombang merupakan perambatan energi yang berasal dari suatu sumber getaran. c. Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatnya tegak lurus terhadap arah getaran d. Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya sejajar dengan arah getaranya e. Periode gelombang adalah selang waktu yang diperlukan untuk menempuh satu gelombang f. Frekuensi gelombang adalah banyaknya gelombang yang terjadi dalam setiap sekon g. Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam suatu selang waktu tertentu Essential Question (Pertanyaan Penting) a. Bagaimana gelombang dihasilkan? Darimanakah gelombang mendapat energi? b. Mengapa cahaya kilat selalu mendahului bunyi guntur? Knowledge (Pengetahuan) a. Pengertian gelombang dan macammacam gelombang b. Sifat umum gelombang c. Perbedaan gelombang mekanik dan elektromagnetik d. Perbedaan gelombang longitudinal dan transversal Skills (Kemampuan) a. Menjelaskan macam-macam gelombang b. Mendeskripsikan gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik c. Menjelaskan karakteristik antara gelombang longitudinal dengan

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 e. Persamaan dasar gelombang gelombang transversal d. Menentukan hubungan panjang gelombang, periode, frekuensi, dan cepat rambat gelombang Tahap 2. Menentukan bukti yang diharapkan (Evidence) Can Explain Can Interpretation Siswa dapat menjelaskan : a. Menyebutkan bagian- a. Bagaimana gelombang bagian gelombang dihasilkan b. Membaca panjang b. Perbedaan getaran Can Apply a. Melakukan percobaan gelombang b. Menyelesaikan soal gelombang berdasarkan hitungan berdasarkan dengan gelombang grafik gelombang persamaan gelombang c. Perbedaan gelombang c. Menyimpulkan hasil transversal dan percobaan gelombang longitudinal d. Peristiwa alam yang berkaitan dengan gelombang Kriteria hasil pemahaman dinilai berdasarkan LKS Hasil Diskusi PR Latihan Soal Tahap 3. Langkah-langkah pembelajaran Kegiatan berpedoman pada elemen WHERE TO PERTEMUAN PERTAMA (1x40’) Kegiatan pendahuluan 1. Pada awal pembelajaran, guru menampilkan gambar dan video mengenai gelombang. – Hook 2. Setelah menampilkan video, guru menyampaikan materi yang akan diajarkan beserta

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 tujuan pembelajaran. – Where 3. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan video yang ditampilkan : Bagaimana gelombang bisa dihasilkan.? –Equip Kegiatan Inti 4. Berdasarkan pertanyaan tersebut, guru bersama-sama dengan siswa menyelidiki peristiwa gelombang dengan melakukan percobaan sederhana : Gelombang Slinky. Percobaan ini bertujuan a. untuk mengetahui bahwa gelombang dihasilkan apabila ada getaran yang merambat. b. Pengertian gelombang transversal dan gelombang longitudinal - Experience, explore 5. Guru melakukan demonstrasi gelombang mekanik longitudinal menggunakan telepon mainan dari gelas aqua. Kemudian guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba melakukan percobaan telepon mainan sambil melakukan pengamatan. Exhibit, experience 6. Guru melakukan demonstrasi gelombang mekanik transversal menggunakan tali skipping. . Kemudian guru memberikan kesempatan kepada siswa sambil melakukan pengamatan untuk mencoba melakukan percobaan gelombang tali. - Exhibit, experience 7. Dari percobaan yang dilakukan, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengisi LKS. -Rethink 8. Dari beberapa percobaan sederhana, guru mengajak siswa untuk berdiskusi mengenai gelombang mekanik transversal dan gelombang mekanik longitudinal. - Revisit, revise 9. Guru menyajikan simulasi gelombang menggunakan power point. Tujuan dari simulasi ini adalah mengetahui apakah medium ikut merambat bersama gelombang. - Hook, Equip 10. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa : mengapa pada saat kaki terkena ombak, kamu merasakan dorongan gelombang laut pada kakimu? Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?. Tujuan dari pertanyaan ini adalah menunjukkan bahwa gelombang membawa energi. - Hook, Equip

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Kegiatan Penutup 11. Siswa diajak menyampaikan pemahamannya mengenai materi gelombang. - Exhibit, evaluate 12. Dari hasil diskusi, guru memberi penegasan mengenai konsep gelombang yaitu bahwa suatu benda yang bergetar akan melakukan gerak. Sedangkan benda yang bergerak pasti memiliki energi. Karena energi merambat melalui partikel-partikel maka dapat disimpulkan bahwa perambatan energi yang berasal dari suatu getaran adalah gelombang. - Revise, Revisit 13. Guru menegaskan kembali apa pengertian gelombang transversal dan gelombang longitudinal. - Revise, Revisit 14. Guru dan siswa bersama-sama menarik kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari. - Evaluate, Organize PERTEMUAN KEDUA (2x40’) Kegiatan Pendahuluan 1. Guru mengingatkan kepada siswa tentang materi pada pertemuan sebelumnya yaitu mengenai konsep gelombang. – H ook 2. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa mengenai macam-macam gelombang. Hook 3. Guru menjelaskan tujuan dan kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. –Where Kegiatan Inti 4. Guru menjelaskan bagian-bagian gelombang transversal. –Equip 5. Guru menjelaskan panjang gelombang pada gelombang transversal. –Equip 6. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang disajikan pada power point mengenai jumlah gelombang pada gelombang transversal. –Explore, equip, experience 7. Guru menjelaskan panjang gelombang pada gelombang longitudinal –Explore, exhibit 8. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang disajikan pada power point mengenai jumlah gelombang pada gelombang longitudinal. –Equip, Rethink 9. Guru menjelaskan parameter-parameter yang terdapat dalam gelombang. –Equip 10. Guru bersama-sama dengan siswa berdiskusi mengenai hubungan antara cepat rambat

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 gelombang, panjang gelombang, dan frekuensi gelombang. – Explore, Organize 11. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa “Mengapa cahaya kilat selalu mendahului bunyi Guntur?” –Equip 12. Guru memberikan latihan soal kepada siswa. – Equip, Experience 13. Guru membahas latihan soal. Apabila ada siswa yang belum memahami materi dan menjawab soal, guru memberikan bimbingan. – Rethink, Revise, Evaluate Kegiatan Penutup 14. Guru bersama-sama dengan siswa menarik kesimpulan mengenai materi yang dipelajari hari ini. – Exhibit, Evaluate 15. Guru memberikan PR kepada siswa. – Exhibit, Evaluate F. PERSEPSI BELAJAR Persepsi merupakan salah satu aspek psikologis yang penting bagi manusia dalam merespon atau menanggapi kehadiran berbagai aspek dan gejala di sekitarnya. Beberapa definisi mengenai persepsi telah dipaparkan oleh berbagai ahli, walaupun pada prinsipnya mengandung makna yang sama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, persepsi adalah tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu. Proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya. Leavitt dalam Sobur (2003:445) menyebutkan bahwa persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. Yusuf menyebut persepsi sebagai pemaknaan hasil pengamatan (Sobur, 2003:446). Pareek memberikan definisi yang lebih luas mengenai hal ini yakni persepsi ialah proses menerima, menyeleksi, mengorganisasikan, mengartikan, menguji, dan memberikan reaksi kepada

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 rangsangan pancaindra atau data (Sobur, 2003:446). Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu merupakan proses yang berwujud diterimanya stimulus oleh individu melalui alat reseptornya (Walgito, 1994:54). Namun proses itu tidak berhenti sampai disitu saja, melainkan stimulus itu diteruskan ke pusat susunan syaraf yaitu otak, dan terjadilah proses psikologis, sehingga individu menyadari apa yang ia lihat, apa yang ia dengar, dan sebagainya, individu mengalami persepsi. Pengertian persepsi merupakan suatu proses penginderaan, stimulus yang diterima oleh individu melalui alat indera yang kemudian diinterpretasikan sehingga individu dapat memahami dan mengerti tentang stimulus yang diterimanya tersebut. Proses menginterpretasikan stimulus ini biasanya dipengaruhi pula oleh pengalaman dan proses belajar individu. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari penglihatan hingga terbentuk tanggapan yang terjadi dalam diri individu sehingga individu sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang dimilikinya. Sedangkan menurut Walgito (2003:70), faktor-faktor yang berperan dalam persepsi dapat dikemukakan adanya beberapa faktor, yaitu : 1 Objek yang dipersiapkan Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor. Stimulus dapat datang dari luar individu yang mempersiapkannya tetapi juga

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 dapat datang dari dalam individu yang bersangkutan yang langsung mengenai syaraf yang bekerja sebagai reseptor. 2 Alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf Alat indera atau reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus di samping itu juga harus ada syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan syaraf yaitu otak sebagai pusat kesadaran 3 Perhatian Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian yaitu merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditunjukkan kepada sesuatu atau sekumpulan objek. G. KEAKTIFAN BELAJAR Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2001: 24-25), akif adalah giat (bekerja, berusaha), sedangkan keaktifan adalah suatu keadaan atau hal di mana siswa dapat aktif. Keaktifan adalah siswa aktif mengolah informasi yang diterima dan berusaha dengan seluruh anggota badannya untuk mengidentifikasi, merumuskan masalah, mencari dan menentukan fakta, menganalisis, menafsirkan dan menarik kesimpulan.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Keaktifan belajar siswa dapat kita lihat dari keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar yang beraneka ragam seperti pada saat siswa mendengarkan ceramah, mendiskusikan, membuat suatu alat, membuat laporan pelaksanaan tugas dan sebagainya. Indikator Keaktifan Menurut Sudjana (2012 :61) keaktifan siswa dapat dilihat dalam hal: 1 Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya 2 Terlibat dalam pemecahan masalah 3 Bertanya kepada siswa lain/ kepada guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya 4 Berusaha mencari berbagai informasi yang diperoleh untuk pemecahan masalah 5 Melaksanakan diskusi kelompok 6 Menilai kemampuan dirinya dan hasil yang diperolehnya 7 Kesempatan menggunakan/menerapkan apa yang diperolehnya dalam menyelesaikan tugas / persoalan yang dihadapinya 8 Kesempatan menggunakan/menerapkan apa yang diperolehnya dalam menyelesaikan tugas / persoalan yang dihadapinya Dari ciri-ciri keaktifan menurut Sudjana, maka dapat diambil delapan indikator 1. Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Maksud dari indikator ini adalah siswa ikut serta dalam proses pembelajaran misalnya siswa mendengarkan, memperhatikan, mencatat dan mengerjakan soal dan sebagainya. 2. Terlibat dalam pemecahan masalah Artinya adalah siswa terlibat aktif memecahkan masalah yang sedang dibahas di dalam kelas misalnya saat guru memberikan permasalahan berupa latihan soal atau diskusi. 3. Bertanya kepada siswa lain atau kepada guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya Artinya siswa aktif bertanya kepada guru ataupun siswa lain apabila siswa tidak memahami materi atau penjelasan dari guru 4. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperoleh untuk pemecahan masalah Maksud dari indikator ini adalah siswa aktif mencari referensi dari berbagai sumber informasi untuk memecahkan masalah seperti latihan soal, soal diskusi, dan mengerjakan pembahasan laporan 5. Melaksanakan diskusi kelompok Maksudnya adalah siswa aktif melaksanakan diskusi kelompok dengan dinamika tanya jawab dan membahas bersama-sama dengan teman satu kelompok mengenai materi diskusi 6. Menilai kemampuan dirinya dan hasil yang diperolehnya Maksud dari indikator tersebut adalah menilai kemampuan dirinya yaitu dengan mencoba mengerjakan soal setelah guru menerangkan materi

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 7. Melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah Maksudnya adalah melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yaitu siswa dapat mengerjakan soal dengan mengerjakan LKS 8. Kesempatan menggunakan/menerapkan apa yang diperolehnya dalam menyelesaikan tugas / persoalan yang dihadapinya Maksud dari indikator tersebut adalah menggunakan/ menerapkan rumus/ langkah –langkah yang telah diberikan dalam soal yang dihadapi dalam kelas.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada Bab ini, peneliti menguraikan desain penelitian yang digunakan, sampel, treatment, bentuk instrumen, prosedur, serta statistika penelitian. A. Desain Penelitian Menurut Ahmad (2010), penelitian merupakan usaha untuk menemukan,mengembangkan,dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Jenis penelitian ini ialah mengenai penelitian research and development of education (penelitian pengembangan pendidikan). Menurut Suparno (2010:2) penelitian yang diadakan dalam dunia pendidikan dapat mempunyai dampak dalam praktik pendidikan sendiri dan juga mempunyai pengaruh dalam pengembangan pengetahuan dan teori tentang pendidikan yang digunakan. Model riset yang digunakan adalah riset kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimental. Menurut Suparno (2010:135), riset kuantitatif adalah desain riset yang menggunakan data berupa skor atau angka, lalu menggunakan analisis dengan statistik. Salah satu desain riset kuantitatif yang sungguh baik adalah riset eksperimental (Suparno, 2010:136). Hal ini disebabkan karena riset eksperimental adalah satu-satunya riset yang ingin mencoba untuk mempengaruhi variabel tertentu. Bukan hanya untuk mendeskripsikan suatu keadaan, tetapi untuk mempengaruhi dengan melakukan treatment tertentu. Penelitian kuantitaif ini 42

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 bertujuan untuk mengetahui tercapainya tingkat pemahaman siswa yang diukur dari hasil evaluasi akhir pada akhir pembelajaran. Penelitian eksperimental pada umumnya menggunakan kelompok pembanding. Pada metode eksperimental ada dua kelompok yang menjadi obyek penelitian yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol adalah kelompok yang tidak menerima treatment, sedangkan kelompok eksperimen adalah kelompok yang menerima treatment. Desain kelompok riset eksperimental yang digunakan adalah Design Static Group Pretest-Posstest. Terdiri dari dua grup yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Satu kelompok diberi treatment dan yang lain tidak. Sebelum diberi treatment, kedua kelompok ini diberi pretest yang bertujuan untuk mengukur apakah kedua kelompok tersebut memang karakternya sama atau tidak. Setelah diberi pretest, kelompok eksperimen diberikan treatment sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan treatment. Setelah itu, kedua kelompok diberi posttest. Treatment Group O1 X1 O2 Control Group O1 X2 O2 Gambar 1 : Desain penelitian O1 adalah pretest yang diberikan kedua kelompok, X1 adalah kelas eksperimen yang diberi treatment menggunakan RPP dengan pendekatan UBD, X2 adalah kelas kontrol yang diberi treatment menggunakan RPP biasa.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 O2 adalah posttest yang diberikan kepada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen setelah kedua kelompok diberi treatment menggunakan bentuk evaluasi yang sama. Hasil pretest akan dianalisa menggunakan uji-T atau sering disebut dengan Test-t untuk 2 grup yang independen. Menurut Suparno (2010:94), Test-t ini digunakan untuk membandingkan dua kelompok yang independen. Biasa untuk membandingkan akibat dua treatment yang dilakukan pada suatu penelitian. Apabila eksperimen sudah dilaksanakan, peneliti menganalisa menggunakan uji statistik yaitu membandingkan hasil evaluasi kelompok eksperimen dengan hasil evaluasi kelompok kontrol. Selain melakukan penelitian kuantitatif, peneliti juga melakukan observasi keaktifan siswa di kelas dan menyebar kuisioner untuk mengetahui bagaimana tanggapan atau persepsi siswa terhadap pembelajaran menggunakan pendekatan Understanding By Design. B. Sampel Menurut Suparno (2010:43), unsur penting dalam suatu penelitian adalah bagaimana menentukan sampel dari populasi yang ingin diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian sampel. Penelitian sampel ialah sebagian dari subyek penelitian dipilih mewakili keseluruhan. Populasi penelitian ini adalah Siswa siswi SMP 1 PL Yogyakarta. Untuk sampel penelitian yang digunakan adalah 41 siswa dari kelas VIIIC

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 sebagai kelas eksperimen dan 33 siswa dari kelas VIIIA sebagai kelas kontrol. C. Tempat Dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP 1 PL Yogyakarta, pada siswa kelas VIIIA dan siswa kelas VIIIC 2. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada semester 2 tahun ajaran 2013/2014, pada tanggal 5 April 2014 sampai 25 April 2014. Penelitian dilakukan pada saat jam mata pelajaran fisika. D. Treatment Treatment yang digunakan di dalam penelitian ini adalah sebuah pendekatan dalam penyusunan rancangan pelaksanaan pembelajaran. Pendekatan yang digunakan sebagai treatment eksperimen adalah pendekatan Understanding by Design dalam menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran. Treatment atau perlakuan khusus yang terdapat pada penelitian ini adalah rancangan pada kelas eksperimen dibuat menggunakan pedoman WHERE TO dan desain rancangan menggunakan backward design. Pada kelas eksperimen, pembelajaran dilaksanakan dengan melakukan aktivitas yang mendorong minat belajar siswa seperti eksperimen, diskusi, dan percobaan sederhana. Guru menggunakan alat bantu seperti media video

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 dan power point serta alat peraga dalam pembelajaran. Di dalam kelas eksperimen, media lain yang digunakan juga materi diskusi seperti LKS dan fotocopy bahan ajar. Guru hanya fasilitator yang membantu siswa aktif untuk membangun pemahamannya. Pada kelas kontrol tidak ada perlakuan khusus yang diberikan. Penjelasan materi hanya menggunakan metode ceramah dan PPT. E. Instrumentasi Salah satu hal yang sangat penting dalam penelitian adalah instrumentasi. Suparno mengungkapkan instrumentasi adalah seluruh proses untuk mengumpulkan data. Termasuk didalamnya bagaimana memilih atau mendesain instrumen dan menentukan keadaan agar instrumen tersebut dapat digunakan. Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian (Suparno, 2010:56). Menurut Arikunto ( 1996 : 150 ), instrumen penelitian adalah alat bantu penelitian mengggunakan metode. Instrumen penelitian dibuat untuk mengetahui pemahaman siswa dalam proses pembelajaran yang diterapkan menggunakan pendekatan Understanding by Design pada mata pelajaran fisika dengan materi getaran dan gelombang. Pencapaian tingkat pemahaman ini dapat diketahui dari hasil belajar siswa. Instrumen yang akan digunakan pada penelitian ini adalah instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian. Berikut ini adalah instrumen yang akan digunakan :

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 a. Instrumen dalam proses pembelajaran (1) RPP menggunakan pendekatan Understanding by Design Instrumen yang dibuat adalah RPP menggunakan pendekatan UBD, RPP ini dibuat oleh peneliti dengan didiskusikan terlebih dahulu kepada dosen pembimbing dan dikonsultasikan kepada guru. (2) RPP biasa dibuat seperti pedoman yang diberikan pemerintah. RPP ini memiliki pedoman EEK yakni eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pembuatan RPP disusun berdasarkan ketentuan dan sistematika dinas pendidikan. RPP tersebut digunakan sebagai rancangan pelaksanaan pembelajaran pada kelas kontrol. (3) Lembar Kerja Siswa (LKS) LKS dibuat untuk keperluan proses pembelajaran, dikarenakan salah satu metode yang digunakan adalah metode eksperimen terbimbing. LKS eksperimen terbimbing ini dibuat untuk memudahkan siswa memahami materi tekanan. LKS berikut terlampir (4) Bahan Ajar Bahan ajar yang diajarkan kepada siswa adalah mengenai Bab Getaran dan Gelombang. Sub bab yang dibahas adalah getaran, gelombang, sifat gelombang, dan macam gelombang. Bahan ajar telah disusun sebagai pegangan untuk siswa. Bahan ajar dapat dilihat pada BAB II.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 b. Instrumen Penelitian (1) Observasi/ pengamatan Observasi dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Suparno (2010) mengungkapkan bahwa pengamatan atau observasi adalah kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera (penciuman, pendengaran, peraba, pengecap, rekaman gambar, rekaman suara, dll). Jenis observasi yang digunakan adalah observasi sistematis yaitu instrumen observasi menggunakan pedoman atau daftar kegiatan dalam pengamatan. Dalam kegiatan observasi, yang akan diteliti adalah keterlaksanaan RPP dan keaktifan siswa. Apabila pembelajaran berjalan dengan melibatkan siswa, maka berdampak pada antusiasme dan motivasi siswa untuk belajar. Antusiasme dan motivasi ini dapat terlihat dari keaktifan siswa saat proses pembelajaran berlangsung. Menurut Sudjana (2012:61), keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat dilihat dalam 1. Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya 2. Terlibat dalam pemecahan masalah 3. Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya 4. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 5. Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal 6. Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. Maka indikator keaktifan siswa dapat dilihat dalam hal: 1 Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya 2 Terlibat dalam pemecahan masalah 3 Bertanya kepada siswa lain/ kepada guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya 4 Berusaha mencari berbagai informasi yang diperoleh untuk pemecahan masalah 5 Melaksanakan diskusi kelompok 6 Menilai kemampuan dirinya dan hasil yang diperolehnya 7 Kesempatan menggunakan/menerapkan apa yang diperolehnya dalam menyelesaikan tugas / persoalan yang dihadapinya 8 Kesempatan menggunakan/menerapkan apa yang diperolehnya dalam menyelesaikan tugas / persoalan yang dihadapinya Dari Indikator keaktifan siswa menurut sudjana, maka kisi-kisi pengamatan keaktifan belajar terdapat pada tabel dibawah ini Tabel Indikator keaktifan siswa No 1 2 3 Indikator Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru Bertanya, menjawab pertanyaan , menanggapi pendapat Siswa aktif mencari referensi dari berbagai sumber informasi

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 4 5 6 Melakukan percobaan Menulis dan mengerjakan laporan, mengerjakan soal Berdiskusi dengan melakukan tanya jawab dan membahas materi diskusi Tabel 3.1. Data keaktifan siswa No 1 2 3 4 5 6 Indikator Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru Bertanya, menjawab pertanyaan , mengemukakan atau menanggapi pendapat Siswa aktif mencari referensi dari berbagai sumber informasi Melakukan percobaan Menulis dan mengerjakan laporan, mengerjakan soal Berdiskusi dengan melakukan tanya jawab dan membahas materi diskusi Jumlah Siswa Daftar Keaktifan Siswa Pada Poin Kedua No 1 Indikator Keaktifan Bertanya 2 Menjawab Pertanyaan 3 Mengemukakan Pendapat Keterangan Nama : Pertanyaan : Nama : Jawaban : Nama : Pendapat : (2) Kuisioner Kuisioner merupakan salah satu instrumen bentuk nontes untuk mengukur efektivitas pembelajaran menggunakan pendekatan UbD. Kuisioner atau angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis untuk memperoleh informasi dari responden yang ingin diketahui (Suparno, 2010:61). Jika dilihat dari bentuknya, kuisioner pada penelitian ini

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 merupakan kuisioner rating scale (skala bertingkat). Kuisioner ini diberikan setelah pembelajaran selesai dilaksanakan. Tabel 3.2. Kuisioner Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Keterangan Pilihan Jawaban : SS S R No : Sangat setuju : Setuju : Ragu-ragu TS STS : Tidak setuju : Sangat tidak setuju Pernyataan SS S R TS 1. Menurut saya, dengan melakukan aktivitas seperti eksperimen, saya lebih memahami materi ini 2. Menurut saya, penggunaan media pembelajaran membuat materi ini lebih menarik 3. Menurut saya pembelajaran yang dirancang guru membuat saya dapat terlibat aktif 4. Menurut saya, pembelajaran yang dilakukan guru menarik. 5. Saya berpandangan bahwa pengamatan dan praktikum lebih memudahkan saya dalam memahami materi dibandingkan ceramah. 6. Saya kurang memahami materi pelajaran yang diajarkan oleh guru. 7. Menurut saya melakukan aktivitas lebih menyenangkan daripada hanya mendengarkan ceramah. 8. Menurut saya, menyenangkan jika setelah melakukan percobaan, guru dan siswa berdiskusi bersama-sama. 9. Menurut saya, bekerja dalam kelompok menyenangkan. 10. Saya merasa tidak memperhatikan penjelasan guru. (3) Pre-test dan Post-test Pembuatan instrumen berupa pretest digunakan untuk mengukur apakah kedua kelas yakni kelas kontrol dan kelas STS

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 eksperimen berada dalam tingkat kemampuan yang sama. Posttest digunakan untuk mengetahui apakah kelas yang mendapatkan treatment berupa pendekatan UbD memang lebih baik dari kelas kontrol yang tidak mendapatkan treatment (Perlakuan khusus). Dalam membuat instrument pre-test dan post-test, peneliti terlebih dahulu membuat kisi-kisi yang sesuai dengan indikator yang akan dicapai, kemudian peneliti membuat soal beserta kunci jawabannya. Kemudian membuat mekanisme penilaian dengan membuat rubrik penilaian. Rubrik penilaian, soal pre-test dan post-test terlampir. F. Indikator Keberhasilan Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model pembelajaran. Sehingga, indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah efektivitas pembelajaran yang dirancang menggunakan pendekatan UBD baik proses maupun hasil. Efektivitas proses meliputi keterlaksanaan RPP dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sedangkan efektivitas hasil dapat dilihat dari tingkat pemahaman siswa yang diukur dari rata-rata nilai akhir. Proses pembelajaran UbD dikatakan efektif apabila RPP terlaksana dengan baik, dengan persentase keterlaksanaan dan apabila keaktifan siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingan kelas kontrol. Hasil pembelajaran UbD dikatakan efektif apabila kelas eksperimen memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dimana kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Indikator keberhasilan yang lain

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 adalah apabila kelas eksperimen memiliki persepsi yang positif terhadap pembelajaran dibandingkan kelas kontrol. Hal ini dapat menjadi bukti dasar bahwa pendekatan UbD dalam penyusunan rancangan pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa. G. Validitas Validitas mengukur atau menentukan apakah suatu tes sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan. Suparno mengungkapkan validitas menunjukkan pada kesesuaian, penuh arti, bergunanya kesimpulan yang dibuat peneliti berdasarkan data yang dikumpulkan (2010:67-68). Validasi instrumen dalam penelitian ini adalah content validity (validitas isi). Validitas isi artinya isi dari instrumen yang akan digunakan sungguh mengukur isi dari domain yang mau diukur. Apakah item tes sungguh mempresentasikan isi yang mau ditest (Suparno, 2010:68). Bukti bahwa instrumen telah divalidasi adalah Dalam pembuatan RPP, langkah-langkahnya sudah mengikuti pedoman UbD Instrumen tes telah divalidasi dengan berkonsultasi dengan guru dan dosen pembimbing. Selain itu juga tes dibuat berdasarkan kisi-kisi yang disesuaikan dengan indikator Instrumen persepsi juga sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Pembuatan instrumen persepsi berpedoman pada teori persepsi yang dijelaskan pada kajian teori.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 H. METODE ANALISA DATA 1. Keterlaksanaan RPP Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan RPP. Apabila terlaksana, skor yang diperoleh = 1. Apabila langkah pembelajaran tidak terlaksana, skor yang diperoleh = 0. Kemudian jumlah skor dipersentase. Untuk keterlaksanaan RPP secara keseluruhan dapat diperoleh dari Presentase Rata-rata keterlaksanaan RPP = 2. Tes Awal (pretest) Dalam penelitian ini, tes awal akan digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal kedua kelas. Kelas kontrol dan kelas eksperimen harus berada dalam tingkat kemampuan yang sama, oleh karena itu tingkat pemahaman awal akan diuji menggunakan pretest. Pretest dibuat sesuai dengan kisi-kisi yang berpacu pada indikator pembelajaran. Pretest akan dianalisa menggunakan test-t independen. Distribusi skor pretest dapat dilihat pada tabel dibawah ini Tabel 3.3. Skor Pretest Siswa Setiap Butir Soal Skor Total Skor untuk setiap soal No Kode (1) 12 (2) 10 (3) 8 (4) 8 (5) 12 (6) 12 (7) 8 70 Nilai Akhir

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Kemudian setelah memperoleh nilai pretest untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen, rata-rata nilai kedua kelas dibandingkan. Tabel 3.4. Nilai kelas kontrol dan kelas eksperimen Nilai No Kode Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Dari tabel diatas, untuk mengetahui apakah kedua kelas tidak berbeda maka nilai kedua kelas akan dianalisa menggunakan uji statistik. Uji yang digunakan adalah uji t untuk dua grup yang independen. SPSS digunakan untuk menganalisa nilai pretest kedua kelas. SPSS akan memunculkan mean dan standar deviasi serta probabilitas (p). kelas yang memiliki rata-rata atau mean yang lebih tinggi berarti tingkat pemahamannya lebih baik. Pertama, dilakukan uji varian pada kolom tabel Levene’s Test for Equality of Variances apabila signifikansi > 0.05 maka digunakan equal variances assumed, apabila signifikansi < 0.05 maka digunakan equal variances not assumed. Kedua, baru dilakukan uji T pada kolom tabel ttest for Equality of Means. Apabila p < 0.05, berarti ada perbedaan signifikan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Jika p > 0.05, berarti tidak ada perbedaan signifikan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 atau dengan kata lain kedua kelas memiliki tingkat pemahaman awal pada level yang sama. 3. Evaluasi Akhir (posttest) Untuk mengetahui pemahaman akhir siswa, peneliti memberikan tes setelah pelaksanaan pembelajaran pada materi getaran dan gelombang selesai. Setelah peneliti mendapatkan data hasil evaluasi akhir, peneliti mengkoreksi sesuai dengan rubrik penilaian. Skor dan nilai yang diperoleh siswa akan didistribusikan ke dalam tabel. Untuk mengetahui apakah pemahaman siswa meningkat, maka peneliti menganalisis menggunakan uji statistika dengan bantuan Ms.Excel dan SPSS. Uji statistik yang dipakai oleh peneliti adalah uji T (T Test) untuk 2 grup yang independen. Pretest dan posttest berupa soal dalam bentuk uraian. Untuk pretest soal terdiri dari 7 soal uraian sedangkan posttest soal terdiri dari 10 butir soal uraian, hal ini disebabkan karena peneliti ingin mengeksplorasi pemahaman yang dimiliki siswa. Tabel 3.5. Skor Posttest Siswa Setiap Butir Soal No Kode (1) 7 (2) 10 Skor untuk setiap soal (3) (4) (5) (6) (7) (8) 10 10 15 8 10 12 Skor Nilai (9) (10) Total Akhir 8 10 100 100

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Tabel 3.6. Daftar nilai kelas kontrol dan kelas eksperimen No Kode Kelas Kontrol Ketuntasan Kelas Eksperimen Ketuntasan Berdasarkan tabel 3.5 peneliti mengetahui hasil belajar (nilai) kelas kontrol dan kelas eksperimen. Untuk melihat apakah hasil akhir pada kelas yang diberikan treatmen menggunakan pendekatan UbD dalam proses pembelajarannya lebih tinggi daripada kelas kontrol yang tidak diberikan treatmen, peneliti menggunakan uji t untuk dua kelompok yang independen. Dengan menggunakan SPSS diperoleh mean dan probabilitas (p). Kelas yang memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi ditunjukkan dengan mean (rata-rata) yang lebih tinggi dari mean (rata-rata) kelas lain. Dilihat dari nilai probabilitas (p), peneliti dapat mengetahui apakah kedua kelas (kelas kontrol dan kelas eksperimen) berbeda secara signifikan. Pertama, dilakukan uji varian pada kolom tabel Levene’s Test for Equality of Variances apabila signifikansi > 0.05 maka digunakan equal variances assumed, apabila signifikansi < 0.05 maka digunakan equal variances not assumed. Kedua, baru dilakukan uji T pada kolom tabel ttest for Equality of Means. Apabila p < 0.05, berarti ada perbedaan signifikan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Jika p > 0.05, berarti tidak ada perbedaan signifikan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 tabel Pada 3.6. ketuntasan setiap kelas dapat dianalisa menggunakan presentase ketuntasan kelas. KKM mata pelajaran fisika di SMP 1 PL Yogyakarta adalah 75. Siswa dikatakan tuntas apabila nilai siswa dan dikatakan tidak tuntas apabila nilai siswa < 75. Presentase ketuntasan kelas dapat dihitung menggunakan rumus dibawah ini Ketuntasan kelas 4. Analisa Keaktifan Belajar Siswa Tabel.3.7. Persentase Keaktifan Siswa Tiap Pertemuan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Aspek-aspek keaktifan siswa Persentase Keaktifan Siswa Tiap Pertemuan (%) I II III Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru Bertanya, menjawab pertanyaan , mengemukakan atau menanggapi pendapat Siswa aktif mencari referensi dari berbagai sumber informasi Melakukan percobaan Menulis dan mengerjakan laporan, mengerjakan soal Berdiskusi dengan melakukan tanya jawab dan membahas materi diskusi Rata – rata persentasi jumlah siswa kelas eksperimen yang aktif pada seluruh pertemuan untuk setiap kegiatan adalah sebagai berikut: Rata-rata

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Kemudian rata-rata persentase pada kedua kelas dibandingkan Tabel 3.8. Perbandingan Persentase Keaktifan Kedua Kelas No Aspek Keaktifan Persentase (%) Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru Bertanya, menjawab pertanyaan , 2 mengemukakan atau menanggapi pendapat Siswa aktif mencari referensi dari 3 berbagai sumber informasi 4 Melakukan percobaan Menulis dan mengerjakan laporan, 5 mengerjakan soal Berdiskusi dengan melakukan tanya 6 jawab dan membahas materi diskusi 5. Analisa Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran 1 Skala Likert merupakan skala yang jaraknya sama, tetapi tidak mempunyai nilai a (absolut). Menurut (Sugiyono, 2013), Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Untuk mengukur tiap jawaban responden, digunakan skala likert yang memiliki bobot sebagai berikut Tabel 3.9.Bobot Penilaian Skala Likert Pada Setiap Kategori Pernyataan Positif Bobot Kategori 1 Sangat Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 4 Setuju 5 Sangat Setuju Pernyataan Negatif Bobot Kategori 5 Sangat Tidak Setuju 4 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 2 Setuju 1 Sangat Setuju

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Tabel 3.10. Distribusi Skor Tiap Soal Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Jumlah Skor Pernyataan Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item a. Jika seluruh siswa menjawab sangat setuju 5 x jumlah siswa= b. Jika seluruh siswa menjawab setuju 4 x jumlah siswa= c. Jika seluruh siswa menjawab ragu-ragu 3 x jumlah siswa= d. Jika seluruh siswa menjawab tidak setuju 2 x jumlah siswa= e. Jika seluruh siswa menjawab sangat tidak setuju 1 x jumlah siswa= Dari perhitungan kriterium diatas, secara kontinum dapat digambarkan seperti berikut ini STS TS RG S SS

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Untuk menganalisis persepsi siswa pada pembelajaran understanding by design, maka digunakan kriteria sebagai berikut: Tabel 3.11. Kriteria Kualifikasi Persepsi Setiap Siswa Skor (%) ≤ 20 21 – 40 41 – 60 61 – 80 81 – 100 Untuk menganalisis Kualifikasi Persepsi Sangat Negatif Negatif Netral (biasa saja) Positif Sangat Positif (Kartika.B,2001) persepsi seluruh siswa pada pembelajaran understanding by design, maka digunakan kriteria sebagai berikut: Tabel 3.12. Kriteria Kualifikasi Persepsi Seluruh Siswa SP ≥ 75% < 75% SP+P ≥ 75% < 75% SP+P +NT SP+P +ST+ N ≥ 65% < 65% ≥ 65% < 65% SP+P+ NT+N +SN Persepsi Sangat Positif Positif Netral/Biasa Saja Negatif Sangat Negatif (Kartika.B,2001)

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 BAB 4 PELAKSANAAN PENELITIAN, PENYAJIAN DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab ini peneliti akan membahas mengenai pelaksanaan penelitian, menyajikan dan menganalisis data tentang “ Efektifitas Pendekatan Understanding By Design dalam Penyusunan dan Pelaksanaan Pembelajaran di SMP 1 PL Yogyakarta dengan Pokok Bahasan Getaran dan Gelombang’’. A. PELAKSANAAN PENELITIAN 1. Sebelum Penelitian a. Observasi Kegiatan observasi sekolah dilaksanakan sebanyak 2 kali pada tanggal 2 dan 3 april 2014. Observasi pertama dilakukan pada tanggal 2 April 2014 untuk mengenal karakteristik sekolah dan melihat laboratorium fisika untuk keperluan pembelajaran. Berdasarkan observasi sekolah, didapatkan keterangan bahwa SMP PL 1 Yogyakarta merupakan sekolah yang memiliki 2 kategori kelas yakni kelas eks rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan kelas regular. Kelas eks rintisan sekolah bertaraf internasional berada di kelas 8D, 8E, dan 8F, sedangkan kelas regular terdapat pada kelas 8A, 8B, dan kelas 8C. Berdasarkan observasi sekolah ini, peneliti memutuskan untuk meneliti kelas 8A dan kelas 8C yang terdapat pada 62

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 kelas regular. Hal ini dilakukan supaya tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap tingkat kemampuan subjek penelitian. Selain observasi sekolah, peneliti juga mengamati laboratorium sekolah. Hal ini dilakukan oleh peneliti karena peneliti akan menggunakan laboratorium sebagai salah satu sarana belajar dalam kegiatan pembelajaran. Laboratorium fisika SMP PL 1 Yogyakarta terdapat di lantai 2 gedung sekolah. Laboratorium fisika dilengkapi dengan LCD, Viewer, dan televise (TV). Sarana dan alatalat percobaan cukup lengkap sehingga peneliti dapat melaksanakan kegiatan belajar menggunakan laboratorium. Observasi kedua tanggal 3 April 2014 adalah observasi kelas di kelas 8A dan kelas 8C. peneliti mengamati cara mengajar dan pendekatan yang dilakukan guru di dalam kelas. Jam pelajaran ke-1 dan ke-2 digunakan untuk mengobservasi kelas 8A sedangkan jam pelajaran ke-3 dan ke-4 digunakan untuk mengobservasi kelas 8C. pada kegiatan pembelajaran untuk kedua kelas, guru selalu menggunakan metode ceramah. Guru tidak pernah menggunakan media belajar seperti LCD padahal di setiap kelas disediakan LCD dan Viewer untuk mendukung kegiatan belajar. Guru juga mengakui bahwa dalam pembelajaran, guru tidak pernah mengajak siswa melakukan percobaan di laboratorium dikarenakan tidak ada penjaga lab yang dapat membantu guru sehingga guru hanya melakukan demonstrasi saja.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Kelas 8A dan 8C merupakan salah satu kelas regular. Terdapat 33 siswa di kelas 8A dan 41 siswa di kelas 8C. Berdasarkan observasi di kelas 8A, hampir semua siswa di kelas ini sering menunjukkan aksi indisipliner (tidak disiplin). Sedikit berbeda dengan kelas 8C, hanya siswa laki-laki saja yang sering melakukan tindakan indispliner dan kadang tidak mendengarkan penjelasan guru. Berdasarkan observasi kelas, peneliti memutuskan untuk menjadikan kelas 8A sebagai kelas kontrol dan kelas 8C sebagai kelas eksperimen. b. Penyusunan Instrumen Pembelajaran Penelitian ini berbasis penelitian tindakan kelas, dimana penelitian ini melibatkan sekolah dan guru. Pada bulan November, peneliti mencari sekolah yang bersedia menjadi obyek penelitian. Akhirnya peneliti mendapatkan sekolah di SMP 1 PL Yogyakarta dimana kelas 8A dan 8C sebagai obyek penelitian. Setelah mendapatkan guru pembimbing, peneliti bersama dengan guru menentukan materi pembelajaran yang akan digunakan. Setelah berkonsultasi dengan guru pembimbing, akhirnya pokok bahasan yang dipilih adalah getaran dan gelombang. Peneliti beberapa kali berkonsultasi dengan guru pembimbing dan dosen pembimbing mengenai perumusan instrumen pembelajaran

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 dan instrumen evaluasi akhir. Selain dosen pembimbing, guru juga memberikan beberapa masukkan dalam pembuatan instrumen. 2. Selama Penelitian a. Pelaksanaan Pretest Pre test atau tes awal diberikan kepada dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pre test pada kelas 8C sebagai kelas eksperimen dilaksanakan pada tanggal 8 April 2014 sedangkan pada kelas 8A sebagai kelas kontrol, pre test dilaksanakan tanggal 10 April 2014. Soal pre test terdiri dari 7 soal isian atau uraian. Pre test ini diikuti oleh 41 siswa kelas 8C dan 33 siswa kelas 8A. soal pre test terlampir. b. Proses Pembelajaran b.1 Proses Pembelajaran Kelas Kontrol Pada penelitian ini, kelas 8A dijadikan sebagai kelas kontrol. Pembelajaran di kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Dalam satu minggu terdapat 5 jam pelajaran (JP) untuk mata pelajaran fisika. Jadwal mata pelajaran fisika pada kelas 8A adalah sebagai berikut Tabel 4.1. Jadwal Mata Pelajaran Fisika Kelas 8A No 1 2 3 Hari Kamis Jumat Sabtu Jam 10.00-11.45 10.10-10.50 07.15-08.35 Jumlah JP 2 1 2

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Rincian kegiatan belajar pada kelas kontrol (8A) dijelaskan menggunakan tabel di bawah ini. Tabel 4.2. Rincian Kegiatan Pembelajaran No 1 2 3 4 5 6 Hari/Tanggal Rincian Kegiatan Sabtu, 5 April 2014 Di awal pelaksanaan kegiatan, dilakukan pre test untuk mengetahui pemahaman awal siswa selama 30 menit. 1 jam terakhir digunakan untuk menjelaskan tujuan dan kegiatan pembelajaran kemudian masuk ke konsep getaran Kamis, 10 April Guru mengulang konsep 2014 getaran yang sudah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya kemudian melanjutkan materi tentang getaran Jumat, 11 April Guru memberikan contoh 2014 soal mengenai getaran, kemudian dilanjutkan memberikan beberapa latihan soal dari modul fisika untuk dikerjakan oleh siswa 17-19 April 2014 Libur Paskah Kamis, 24 April Guru menjelaskan materi 2014 mengenai konsep gelombang, macam-macam gelombang, serta persamaan gelombang Jumat, 25 April Guru mengulang materi 2014 sebelumnya, kemudian siswa diajak mengerjakan latihan soal Jumlah JP 2 2 1 2 1

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 7 Sabtu, 2014 b.2 26 April Guru mengingatkan tentang 2 ringkasan materi gelombang selama 15 menit. Kemudian 60 menit berikutnya diadakan poss test Proses Pembelajaran Kelas Eksperimen Pada penelitian ini, kelas 8C dijadikan sebagai kelas eksperimen. Pembelajaran di kelas ini menggunakan pendekatan Understanding by Design (UbD). Dalam satu minggu, terdapat 5 jam pelajaran untuk mata pelajaran fisika. Jadwal mata pelajaran fisika pada kelas 8C adalah sebagai berikut Tabel 4.3. Jadwal Mata Pelajaran Fisika Kelas 8C No 1 2 3 4 Hari Selasa Kamis Jumat Sabtu Jam 12.25-13.05 9.30-10.10 8.35-9.15 8.35-10.10 Jumlah JP 1 1 1 2 Rincian kegiatan pembelajaran selama penelitian di kelas kontrol (8C) dijelaskan menggunakan tabel di bawah ini Tabel 4.4. Rincian Kegiatan Pembelajaran Kelas 8C No 1 Hari/Tanggal Rincian Kegiatan Jumlah JP Selasa, 8 April Di awal pelaksanaan 1 2014 kegiatan, dilakukan pre test untuk mengetahui pemahaman awal siswa selama 30 menit. Kemudian guru menjelaskan konsep getaran

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 2 3 4 5 6 7 8 Kamis, 10 April Guru menjelaskan konsep 2014 getaran seperti pada pertemuan sebelumnya. Setelah itu guru mengajak siswa ke laboratorium untuk melakukan eksperimen mengenai getaran menggunakan ayunan matematis Jumat, 11 April Guru dan siswa bersama2014 sama mendiskusikan hasil percobaan. Salah satu siswa mempresentasikan hasil percobaannya. Selasa, 15 April Siswa mengerjakan latihan 2014 soal mengenai getaran. Kemudian setelah membahas latihan soal, guru mulai masuk ke materi gelombang dengan memberikan apersepsi dan motivasi terlebih dahulu. 17-19 April 2014 Libur Paskah Selasa, 22 April Guru menjelaskan konsep 2014 gelombang dengan membawa alat peraga slinky. Guru mengajak siswa untuk melakukan percobaan sederhana menggunakan slinky. Kemudian siswa mengisi lembar kerja siswa. Di akhir pembelajaran guru memutarkan video Kamis, 24 April Guru mengulang kembali 2014 pembahasan pada pertemuan sebelumnya. Kemudian siswa diajak melihat demonstrasi gelombang menggunakan telepon mainan dan tali skipping. Jumat, 25 April Guru menjelaskan cepat 2014 rambat gelombang. Kemudian siswa diberi latihan soal dan dapat berdiskusi atau bekerjasama dalam kelompok 1 1 1 1 1 1

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 9 Sabtu, 2014 26 April Poss test kelas eksperimen 2 c. Pelaksanaan Post Test Post test untuk kedua kelas sama-sama dilaksanakan hari sabtu tanggal 26 April 2014. Kelas 8A sebagai kelas kontrol melaksanakan post test pada jam ke-1 dan ke-2. Sedangkan kelas 8C sebagai kelas eksperimen melaksanakan post test pada jam ke-3 dan jam ke-4. Post test pada kelas 8A diikuti oleh 33 siswa sedangkan pada kelas 8C diikuti oleh 41 siswa. Soal post test terdiri dari 10 soal uraian yang dapat dilihat di lampiran. 3. Sesudah Penelitian Setelah melaksanakan penelitian, peneliti memeriksa hasil tes pre test dan post test. Dari hasil test tersebut dapat dilihat sejauh apa efektivitas rencana pembelajaran yang dibuat menggunakan pendekatan Understanding by Design. Pertama, peneliti menguji pre test kedua kelas untuk mengetahui apakah kedua kelas tidak berbeda secara signifikan. Kedua, peneliti menguji post test kedua kelas untuk mengetahui apakah pembelajaran yang dirancang menggunakan pendekatan Understanding by Design lebih baik dan lebih efektif dibandingkan pembelajaran yang tidak dirancang menggunakan pendekatan Understanding by Design.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 B. PENYAJIAN DATA 1. Keterlaksanaan RPP Observer : Nadia Narulita Tabel 4.5. Keterlaksanaan RPP Pertemuan Pertama No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Rencana Pembelajaran Pada awal pembelajaran, guru mengajak siswa untuk membuat benda bergetar. Guru memberikan siswa karet dan penggaris kemudian siswa dapat menggunakan benda tersebut untuk membuat getaran. Guru menyampaikan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari yaitu getaran. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dalam proses kegiatan belajar. Guru melakukan demonstrasi tentang bandul matematis dengan memperagakan getaran yang terjadi pada bandul. Setelah melakukan percobaan guru mengajukan pertanyaan kepada siswa “apa yang dimaksud dengan satu getaran? Bagaimana menentukan periode suatu getaran?” Guru merangkum kemudian menyimpulkan jawaban dari pertanyaan siswa. Setelah itu, guru menjelaskan konsep getaran serta parameter-parameter getaran Guru membagi siswa ke dalam kelompok untuk melakukan eksperimen. Setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang Setelah terbagi ke dalam kelompok, guru menjelaskan alat yang digunakan dan prosedur percobaan. Siswa melakukan percobaan dan berdiskusi dengan teman kelompok untuk mengisi lembar kerja siswa (LKS) Dari percobaan yang sudah dilakukan, guru dan siswa berdiskusi mengenai konsep getaran, amplitude, periode, dan frekuensi serta pengaruh panjang tali terhadap periode bandul matematis Terlaksana Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Tidak Terlaksana

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 10. 11. 12. 13. 14. Dari diskusi tersebut, guru kembali mengajukan pertanyaan untuk didiskusikan yaitu bagaimana cara memperbesar atau memperkecil periode bandul jam? sambil menampilkan gambar bandul jam (Pertanyaan tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada siswa bahwa panjang tali mempengaruhi peridoe bandul matematis) Guru memberikan latihan soal untuk dikerjakan oleh siswa Guru membahas latihan soal. Apabila ada siswa yang belum memahami cara penyelesaian soal, guru kembali memberikan penjelasan. Guru membagi kertas berupa latihan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai PR Guru membimbing siswa untuk menyampaikan pemahaman yang telah dipelajari pada pertemuan hari ini Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Tabel 4.6. Keterlaksanaan RPP Pertemuan Kedua No 1. 2. 3. 4. Rencana Pembelajaran Pada awal pembelajaran, guru menampilkan gambar dan video mengenai gelombang Setelah menampilkan video, guru menyampaikan materi yang akan diajarkan beserta tujuan pembelajaran. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan video yang ditampilkan : Bagaimana gelombang bisa dihasilkan? Berdasarkan pertanyaan tersebut, guru bersama-sama dengan siswa menyelidiki peristiwa gelombang dengan melakukan percobaan sederhana : Gelombang Slinky. Percobaan ini bertujuan c. untuk mengetahui bahwa gelombang dihasilkan apabila ada getaran yang merambat. Terlaksana Tidak Terlaksana Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. d. Pengertian gelombang transversal dan gelombang longitudinal Guru melakukan demonstrasi gelombang mekanik longitudinal menggunakan telepon mainan dari gelas aqua. Kemudian guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba melakukan percobaan telepon mainan sambil melakukan pengamatan. Guru melakukan demonstrasi gelombang mekanik transversal menggunakan tali skipping. Kemudian guru memberikan kesempatan kepada siswa sambil melakukan pengamatan untuk mencoba melakukan percobaan gelombang tali. Dari percobaan yang dilakukan, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengisi LKS Dari beberapa percobaan sederhana, guru mengajak siswa untuk berdiskusi mengenai gelombang mekanik transversal dan gelombang mekanik longitudinal. Guru menyajikan simulasi gelombang menggunakan power point. Tujuan dari simulasi ini adalah mengetahui apakah medium ikut merambat bersama gelombang Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa : mengapa pada saat kaki terkena ombak, kamu merasakan dorongan gelombang laut pada kakimu? Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?. Tujuan dari pertanyaan ini adalah menunjukkan bahwa gelombang membawa energi. Siswa diajak menyampaikan pemahamannya mengenai materi gelombang Dari hasil diskusi, guru memberi penegasan mengenai konsep gelombang Guru menegaskan kembali apa pengertian Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 14. gelombang transversal dan gelombang longitudinal Guru dan siswa bersama-sama menarik kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari Ѵ Tabel 4.7. Keterlaksanaan RPP Pertemuan Ketiga No 1. Rencana Pembelajaran Guru mengingatkan kepada siswa tentang materi pada pertemuan sebelumnya yaitu Terlaksana Ѵ Tidak Terlaksana mengenai konsep gelombang. 2. Ѵ Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa mengenai macam-macam gelombang. 3. Guru menjelaskan tujuan dan kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. 4. Guru menjelaskan bagian-bagian gelombang transversal. 5. Guru menjelaskan panjang gelombang pada gelombang transversal. 6. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang disajikan pada power point mengenai jumlah Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ gelombang pada gelombang transversal 7. Guru menjelaskan panjang gelombang pada gelombang longitudinal 8. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang disajikan pada power point mengenai jumlah Ѵ Ѵ gelombang pada gelombang longitudinal. 9. Guru menjelaskan parameter-parameter yang terdapat dalam gelombang. 10. Guru bersama-sama dengan siswa berdiskusi mengenai hubungan antara cepat rambat Ѵ Ѵ

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 gelombang, panjang gelombang, dan frekuensi gelombang. 11. Ѵ Guru memberikan pertanyaan kepada siswa “Mengapa cahaya kilat selalui mendahului bunyi Guntur?” 12. Guru memberikan latihan soal kepada siswa 13 Guru membahas latihan soal. Apabila ada Ѵ Ѵ siswa yang belum memahami materi dan menjawab soal, guru memberikan bimbingan. 14 Ѵ Guru bersama-sama dengan siswa menarik kesimpulan mengenai materi yang dipelajari hari ini. 15 Ѵ Guru memberikan PR kepada siswa. 2. Data Hasil Tes Siswa a. Data Distribusi Nilai Hasil Tes Kelas Kontrol 1) Distribusi Nilai Pretest Kelas Kontrol Tabel 4.8. Distribusi Nilai Hasil Pretest kelas kontrol (8A) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kode A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 Skor untuk setiap soal (1) 12 5 5 1 3 6 3 6 4 (2) 10 6 5 0 1 8 7 6 0 (3) 8 8 0 0 1 0 0 1 0 (4) 8 4 0 0 2 0 0 2 0 (5) 12 5 9 3 5 8 8 2 0 (6) 12 0 4 1 4 5 3 4 0 (7) 8 0 0 0 1 6 0 1 0 Skor Total 70 Nilai Akhir 28 23 5 17 33 21 24 4 40 32 7 24 47 30 34 5,7

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 No 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Kode A9 A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 A24 A25 A26 A27 A28 A29 A30 A31 A32 A33 Skor untuk setiap soal (1) 12 5 2 3 1 0 2 0 3 6 3 0 3 0 3 3 0 2 3 2 3 1 3 4 2 1 (2) 10 5 1 5 0 0 6 0 7 8 6 5 6 0 6 6 0 6 7 2 0 8 1 0 5 7 (3) 8 0 1 4 8 8 1 8 0 0 5 5 1 8 8 2 8 1 0 5 2 0 0 8 0 0 (4) 8 0 2 4 8 8 2 8 0 0 2 2 2 0 6 6 8 2 0 8 2 0 2 8 0 0 (5) 12 10 2 6 8 8 9 8 10 6 6 7 2 0 6 8 0 6 10 7 5 8 4 8 8 10 (6) 12 3 0 0 0 0 4 0 1 0 4 4 4 0 4 4 0 4 4 4 4 0 4 0 2 3 (7) 8 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 6 1 0 0 0 Skor Total 70 Nilai Akhir 23 9 21 26 24 25 24 21 21 27 24 19 8 34 29 16 22 25 29 17 23 15 28 17 21 32 13 30 39 34 35 34 30 30 38 34 27 11 48 41 22 31 36 41 24 33 21 40 24 30 2) Distribusi Nilai Posttest Kelas Kontrol Tabel 4.9. Distribusi Nilai Hasil Posttest Kelas Kontrol (8A) No Kode 1 2 3 4 5 A1 A2 A3 A4 A5 (1) 7 4 6 4 4 6 (2) 10 5 2 10 1 1 Skor untuk setiap soal Skor Nilai (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Total Akhir 10 10 15 8 10 12 8 10 100 100 0 10 7 0 5 2 8 8 46 46 4 4 10 1 9 5 7 8 56 56 10 10 7 1 10 5 4 8 61 61 1 6 7 1 2 10 4 8 44 44 8 8 7 8 2 5 8 4 57 57

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 No Kode 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 A6 A7 A8 A9 A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 A24 A25 A26 A27 A28 A29 A30 A31 A32 A33 (1) 7 7 6 6 6 7 6 6 7 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 7 6 6 6 4 6 6 6 1 6 (2) 10 10 2 1 1 10 0 2 10 1 1 1 10 1 1 1 10 1 10 10 1 1 5 5 1 5 1 2 1 Skor untuk setiap soal Skor Nilai (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Total Akhir 10 10 15 8 10 12 8 10 100 100 10 9 5 8 8 4 0 8 69 69 1 10 15 1 10 8 7 8 68 68 4 2 10 4 4 4 8 0 43 43 4 2 10 5 4 0 4 0 36 36 10 10 15 1 8 2 0 1 64 64 4 1 5 8 0 0 0 8 32 32 4 10 15 8 10 8 8 8 79 79 4 6 5 3 1 2 0 1 39 39 4 10 10 1 1 5 5 4 47 47 1 8 15 5 2 4 1 8 51 51 4 2 7 4 10 1 0 1 30 30 0 10 7 1 2 5 0 8 50 50 1 8 15 8 3 5 2 8 57 57 1 10 12 1 2 12 2 10 57 57 1 10 10 1 10 12 2 8 61 61 4 8 12 1 10 2 0 1 54 54 1 9 10 8 10 3 2 1 51 51 10 10 15 8 4 5 8 8 84 84 6 9 10 8 10 5 0 1 66 66 4 10 13 8 4 5 8 8 67 67 4 2 5 5 4 1 4 1 33 33 1 9 15 8 10 5 8 8 75 75 1 8 12 1 9 4 6 8 58 58 1 9 15 1 10 12 8 10 73 73 10 10 12 4 8 2 5 8 70 70 10 6 10 8 3 4 6 8 62 62 4 3 10 1 9 5 8 8 51 51 4 4 10 5 2 0 8 0 40 40

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 b. Data Distribusi Nilai Hasil Tes Kelas Eksperimen 1) Distribusi Nilai Pretest Kelas Eksperimen Tabel 4.10. Distribusi Nilai Hasil Pretest Kelas 8C No Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 C11 C12 C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 C21 C22 C23 C24 C25 C26 C27 C28 C29 C30 C31 C32 C33 C34 C35 (1) 12 3 3 3 1 4 4 1 6 0 1 5 2 1 3 3 1 4 1 2 1 3 1 4 3 3 1 0 4 6 1 0 1 6 3 4 Skor untuk setiap soal (2) (3) (4) (5) (6) 10 8 8 12 12 1 1 2 2 1 1 0 0 2 0 4 2 2 2 1 10 3 8 8 12 4 0 0 2 0 8 2 2 3 4 8 8 8 1 3 4 1 2 2 1 0 2 8 0 0 8 4 8 0 0 10 2 2 4 9 4 2 2 2 3 2 0 2 10 2 1 4 2 3 3 1 4 2 4 4 1 4 2 8 0 10 8 8 6 3 1 0 2 3 3 1 8 8 2 1 8 4 1 4 4 1 1 2 2 3 0 2 2 4 12 10 2 2 2 3 1 1 2 4 4 1 4 4 6 6 1 0 2 2 3 0 4 2 1 2 8 0 0 0 0 4 2 0 2 0 10 4 8 12 12 2 2 0 2 0 0 4 8 6 3 10 4 2 7 0 1 0 2 2 3 10 0 0 5 0 (7) 8 1 1 1 6 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 6 1 1 6 1 1 0 0 6 1 0 0 1 0 Skor Total 70 11 7 15 48 10 24 30 16 10 21 33 16 17 17 19 16 39 11 22 23 13 27 24 16 30 10 10 12 14 53 7 22 29 12 19 Nilai Akhir 15 10 21 68,5 14 34 43 23 14 30 47 22 24 24 27 23 63 16 31 33 19 38 34 22 42 14 14 17 20 75 10 31 41 17 27

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Skor untuk setiap soal No 36 37 38 39 40 41 Kode (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Skor Total C36 C37 C38 C39 C40 C41 12 6 4 1 3 1 11 10 1 8 10 1 4 1 8 4 2 8 1 8 2 8 2 2 8 2 8 2 12 4 2 2 2 1 2 12 4 1 1 1 3 3 8 1 1 1 1 1 1 70 22 20 31 11 26 22 Nilai Akhir 100 31 28,5 44 15 37 31 2) Distribusi Nilai Posttest Kelas Eksperimen Tabel 4.11. Distribusi Nilai Hasil Posttest Kelas 8C No Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 C11 C12 C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 C21 C22 C23 C24 (1) 7 7 7 6 7 6 6 7 6 2 4 7 6 6 7 1 6 6 6 7 6 6 4 7 1 (2) 10 10 10 10 10 1 10 10 1 10 10 10 10 10 10 5 10 1 10 10 10 10 10 10 1 Skor untuk setiap soal (3) (4) (5) (6) (7) 10 10 15 8 10 4 10 12 8 5 10 9 15 8 8 10 10 15 8 10 10 10 15 8 10 10 6 7 8 10 10 10 12 8 8 10 10 15 8 10 4 9 10 8 2 10 9 15 8 10 10 10 12 8 10 4 10 12 8 10 10 10 15 8 10 10 10 10 8 6 10 9 15 8 4 4 2 1 1 1 10 8 15 8 8 10 9 7 8 4 10 8 7 5 2 4 3 15 8 10 10 9 15 8 10 10 10 15 8 10 6 10 15 1 10 10 9 12 8 10 4 8 12 8 1 Skor Nilai (8) (9) (10) Total Akhir 12 8 10 100 100 12 6 1 75 75 12 8 8 95 95 12 8 8 97 97 12 8 10 100 100 12 8 1 69 69 12 7 10 93 93 12 8 6 96 96 10 6 4 60 60 12 8 10 94 94 12 8 8 92 92 12 8 8 89 89 12 8 10 99 99 2 8 10 80 80 12 8 8 91 91 0 4 1 20 20 12 4 4 85 85 12 7 10 74 74 4 6 4 62 62 12 7 8 84 84 12 8 8 96 96 12 6 4 91 91 12 8 8 76 76 12 8 8 94 94 4 4 4 47 47

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 No Kode 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 C25 C26 C27 C28 C29 C30 C31 C32 C33 C34 C35 C36 C37 C38 C39 C40 C41 (1) 7 4 4 7 7 6 6 7 7 6 7 6 4 7 7 7 6 4 (2) 10 10 10 10 10 10 10 10 10 5 10 10 10 10 10 10 10 10 Skor untuk setiap soal (3) (4) (5) (6) (7) 10 10 15 8 10 10 10 3 8 10 4 10 15 8 10 10 9 12,5 8 8 10 9 15 8 8 10 9 15 8 4 10 10 15 8 10 10 9 7 8 4 4 10 15 8 10 10 5 15 8 6 4 10 6 8 10 4 10 15 8 10 10 8 15 8 2 10 10 12,5 8 2 10 10 15 8 10 4 10 10 8 8 10 10 15 8 10 4 8 1 4 2 Skor Nilai (8) (9) (10) Total Akhir 12 8 10 100 100 12 8 8 83 83 12 6 8 83 83 12 8 4 88,5 88,5 12 8 8 95 95 12 8 14 86 86 12 8 4 93 93 12 6 4 77 77 12 8 8 92 92 12 6 8 81 81 12 8 2 77 77 12 8 10 93 93 4 6 8 75 75 12 7 10 88,5 88,5 6 6 8 90 90 12 8 1 78 78 12 8 8 97 97 2 0 8 43 43 3. Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Menggunakan Pendekatan UBD a. Data Keaktifan Kelas Eksperimen 1) Pertemuan Pertama Jumlah siswa yang hadir di kelas eksperimen sebanyak 41 siswa Tabel 4.12. Data keaktifan siswa kelas eksperimen pertemuan pertama No 1 2 3 4 5 Indikator Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru Bertanya, menjawab pertanyaan , mengemukakan atau menanggapi pendapat Siswa aktif mencari referensi dari berbagai sumber informasi Melakukan percobaan Menulis dan mengerjakan laporan, mengerjakan soal Jumlah Siswa Presentase (%) 38 92,68 6 14,63 28 63,63 41 100 41 100

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 6 Berdiskusi dengan melakukan tanya jawab dan membahas materi diskusi 32 78,04 Daftar Keaktifan Siswa Pada Poin Kedua di Pertemuan Pertama No 1 Indikator Keaktifan Bertanya 2 Menjawab Pertanyaan 3 Mengemukakan Pendapat Keterangan a. Angel : bagaimana gambar lintasan jika getaran yang dihasilkan bandul 1,75 kali? b. Adi : Jika tali ditambah panjangnya, bagaimana besar periodenya? Guru bertanya kepada siswa Apa yang dimaksud dengan satu getaran? bagaimana cara memperbesar atau memperkecil periode bandul jam? a. Vitus : Gerakan bolak balik melalui titik setimbang b. Jerry : Cara memperbesar periode bandul jam dengan menurunkan tali bandul c. Rary : Cara memperkecil periode dengan menaikkan tali bandul Guru bertanya kepada siswa Apa yang terjadi pada karet yang diberi usikan atau getaran? Kian : Karet akan bergerak ke atas ke bawah terus menerus atau periodik 2) Pertemuan Kedua Jumlah siswa yang hadir pada pertemuan kedua sebanyak 41 siswa Tabel 4.13. Data keaktifan siswa kelas eksperimen pertemuan kedua No 1 2 Indikator Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru Bertanya, menjawab pertanyaan , mengemukakan atau menanggapi pendapat Jumlah Siswa Presentase (%) 35 85,36 8 19,51

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 3 4 5 6 Siswa aktif mencari referensi dari berbagai sumber informasi Melakukan percobaan Menulis dan mengerjakan laporan, mengerjakan soal Berdiskusi dengan melakukan tanya jawab dan membahas materi diskusi 20 48,78 41 100 41 100 38 92,68 Daftar Keaktifan Siswa Pada Poin Kedua No 1 Indikator Keaktifan Bertanya 2 Menjawab Pertanyaan 3 Mengemukakan Pendapat Keterangan a. Sasti : Mengapa gelombang transversal dan gelombang longitudinal masuk ke dalam golongan gelombang mekanik? b. Cicil : Bagaimana bentuk 1,5 gelombang ? c. Nova : bagaimana jarak 1 panjang gelombang? Guru bertanya kepada siswa Bagaimana gelombang bisa dihasilkan? mengapa pada saat kaki terkena ombak, kamu merasakan dorongan gelombang laut pada kakimu? a. Jessica, Peter, Vitus : Gelombang dihasilkan jika ada usikan yang merambat b. Marchel : Karena ombak punya energi Guru bertanya kepada siswa Dari percobaan yang sudah dilakukan, apa bedanya gelombang transversal dengan gelombang longitudinal? Valen : kalau gelombang transversal, arah getarnya kesamping kanan kiri, kalau gelombang longitudinal arah getarnya ke depan ke belakang. Namun arah getarnya sama-sama ke depan belakang 3) Pertemuan Ketiga Jumlah siswa yang hadir pada pertemuan kedua sebanyak 41 siswa

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Tabel 4.14. Data keaktifan siswa kelas eksperimen pertemuan ketiga No 1 2 3 4 5 6 Indikator Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru Bertanya, menjawab pertanyaan , mengemukakan atau menanggapi pendapat Siswa aktif mencari referensi dari berbagai sumber informasi Melakukan percobaan Menulis dan mengerjakan laporan, mengerjakan soal Berdiskusi dengan melakukan tanya jawab dan membahas materi diskusi Jumlah Siswa Presentase (%) 32 78,04 11 26,82 41 100 - - 41 100 39 95,12 Daftar Keaktifan Siswa Pada Poin Kedua No 1 Indikator Keaktifan Bertanya 2 Menjawab Pertanyaan 3 Mengemukakan Pendapat Keterangan a. Ivan : Bagaimana panjang gelombang pada gelombang longitudinal? b. Melinda : kalau ada 2 renggangan dan satu rapatan berarti ada berapa buah gelombang? Guru bertanya kepada siswa Apa ada yang mau mengerakan latihan soal di depan? 8 siswa maju ke depan mengerjakan latihan soal pada whiteboard Guru bertanya kepada siswa apakah jawaban teman mereka sudah benar? Kalau belum, mana yang belum tepat? Nova : seharusnya ada 2,5 gelombang b. Data Keaktifan Kelas Kontrol 1) Pertemuan Pertama Jumlah siswa yang hadir di kelas kontrol sebanyak 33 siswa

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Tabel 4.15. Data keaktifan siswa kelas kontrol pertemuan pertama No 1 2 3 4 5 6 Indikator Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru Bertanya, menjawab pertanyaan , mengemukakan atau menanggapi pendapat Siswa aktif mencari referensi dari berbagai sumber informasi Melakukan percobaan Menulis dan mengerjakan laporan, mengerjakan soal Berdiskusi dengan melakukan tanya jawab dan membahas materi diskusi Jumlah Siswa Presentase (%) 18 54,54 2 6,06 15 45,45 0 0 28 84,84 10 30,30 Daftar Keaktifan Siswa Pada Poin Kedua No 1 Indikator Keaktifan Keterangan Menjawab Pertanyaan Guru bertanya kepada siswa Apa yang dimaksud dengan satu getaran? bagaimana cara memperbesar atau memperkecil periode bandul jam? a. Haris : Gerakan bolak balik b. Vio : Cara memperbesar periode bandul jam dengan menurunkan tali bandul 2) Pertemuan Kedua Jumlah siswa yang hadir di kelas kontrol sebanyak 33 siswa

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Tabel 4.16. Data keaktifan siswa kelas kontrol pertemuan kedua No 1 2 3 4 5 6 Indikator Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru Bertanya, menjawab pertanyaan , mengemukakan atau menanggapi pendapat Siswa aktif mencari referensi dari berbagai sumber informasi Melakukan percobaan Menulis dan mengerjakan laporan, mengerjakan soal Berdiskusi dengan melakukan tanya jawab dan membahas materi diskusi Jumlah Siswa Presentase (%) 26 78,78 3 9,09 18 54,54 0 0 28 84,84 20 60,60 Daftar Keaktifan Siswa Pada Poin Kedua No 1 2 Indikator Keaktifan Keterangan Menjawab Pertanyaan Guru bertanya kepada siswa Bagaimana gelombang dapat dihasilkan? a. Dika : Dari getaran b. Lius : Usikan yang merambat Bertanya Williams : Kalau satu setengah gelombang transversal bagaimana bentuk grafiknya bu? 3) Pertemuan Ketiga Jumlah siswa yang hadir di kelas kontrol sebanyak 33 siswa Tabel 4.17. Data keaktifan siswa kelas kontrol pertemuan ketiga No 1 2 3 Indikator Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru Bertanya, menjawab pertanyaan , mengemukakan atau menanggapi pendapat Siswa aktif mencari referensi dari Jumlah Siswa Presentase (%) 20 62,8 2 7 27 81,4

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 4 5 6 berbagai sumber informasi Melakukan percobaan Menulis dan mengerjakan laporan, mengerjakan soal Berdiskusi dengan melakukan tanya jawab dan membahas materi diskusi 0 0 28 86 21 65,1 Daftar Keaktifan Siswa Pada Poin Kedua No 1 2 Indikator Keaktifan Keterangan Menjawab Pertanyaan Guru bertanya kepada siswa Apa perbedaan gelombang transversal dan longitudinal? a. Nathalia : Gelombang transversal arah getarnya tegak lurus dengan arah getarnya sedangkan gelombang longitudinal arah getarnya sejajar dengan arah rambatannya Bertanya a. Dimas : Jika ada dua renggangan dan satu rapatan artinya ada berapa gelombang? 4. Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran a. Data Persepsi Belajar Siswa Kelas Kontrol Tabel 4.18. Distribusi Skor Tiap Soal Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Kode A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 1 5 4 4 5 4 4 4 2 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 2 4 3 4 5 4 3 5 2 2 3 Pernyataan 5 6 5 4 4 3 3 4 3 3 4 2 3 2 4 4 7 3 4 4 3 4 5 4 8 3 4 4 4 5 3 4 9 3 4 4 4 4 5 5 10 4 3 4 5 2 4 4 Jumlah Skor 40 37 38 40 32 35 39

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 A8 A9 A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 A24 A25 A26 A27 A28 A29 A30 A31 A32 A33 Jml 4 3 5 4 4 5 3 3 5 5 4 5 5 4 3 3 5 3 4 5 4 5 4 4 4 4 137 5 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 3 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 134 3 3 4 4 3 3 4 3 5 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 5 2 119 4 4 3 4 3 4 3 5 4 3 3 4 3 3 2 2 4 3 3 3 5 3 4 3 2 4 112 5 4 4 4 4 4 3 5 5 4 4 5 5 5 3 4 4 4 4 5 3 5 4 5 4 3 135 4 2 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 2 3 106 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 5 0 5 5 5 4 4 4 5 2 5 3 5 4 3 134 5 4 4 4 4 4 4 2 4 5 4 5 5 4 3 4 3 4 4 5 2 4 4 4 4 4 130 5 4 5 5 4 4 5 3 5 5 5 4 4 5 4 3 3 4 4 4 3 3 3 5 2 5 135 1 3 4 4 4 4 3 4 5 5 4 4 3 5 1 1 4 4 3 5 4 4 4 4 2 3 118 41 35 42 41 38 40 36 37 47 43 38 43 35 43 32 32 38 37 36 44 35 41 36 41 33 35 b. Data Persepsi Terhadap Pembelajaran Kelas Eksperimen Tabel 4.19. Distribusi Skor Tiap Soal Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Kode C1 C2 C3 C4 C5 1 4 5 4 5 4 2 3 5 4 5 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 1 4 4 Pernyataan 5 6 4 3 5 3 4 1 5 4 5 4 7 2 5 4 4 5 8 5 5 4 4 5 9 4 4 4 4 3 10 4 4 4 5 3 Jumlah Skor 35 43 33 43 40

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 C6 5 5 5 4 4 4 4 4 C7 4 4 3 4 5 3 5 5 C8 4 4 2 4 4 4 3 4 C9 5 5 4 4 4 3 4 5 C10 3 3 4 4 3 2 5 4 C11 4 5 3 3 5 3 5 2 C12 5 4 3 4 5 5 4 5 C13 3 4 4 3 3 3 5 3 C14 5 4 3 3 5 4 5 4 C15 4 4 3 4 3 3 5 4 C16 4 4 3 3 4 2 4 4 C17 5 5 2 0 5 2 5 5 C18 4 3 3 3 4 2 4 4 C19 4 5 3 4 5 4 4 5 C20 4 4 3 1 2 2 3 5 C21 5 4 5 5 4 3 4 5 C22 5 4 3 4 5 4 4 5 C23 4 5 4 4 5 5 4 5 C24 5 5 3 5 4 3 3 4 C25 5 5 2 5 5 2 5 5 C26 4 5 4 4 4 3 4 5 C27 3 4 4 4 4 3 4 3 C28 4 4 3 4 4 2 4 4 C29 4 4 3 5 4 5 4 5 C30 5 5 3 4 3 2 3 4 C31 4 3 4 4 5 1 5 5 C32 4 5 4 1 4 5 5 5 C33 4 4 4 4 4 4 4 4 C34 4 3 3 3 4 3 5 4 C35 5 4 4 4 5 4 5 3 C36 5 5 5 4 5 5 5 4 C37 4 4 3 3 4 3 3 5 C38 4 3 4 4 5 3 5 4 C39 4 2 2 4 4 2 5 4 C40 5 5 4 4 5 4 4 5 C41 4 3 3 3 4 3 5 4 17 17 13 14 17 13 17 17 Jml 6 0 7 6 5 0 5 8 *Pernyataan nomor 6 dan 10 adalah pernyataan negatif Kode 9 10 4 4 5 3 4 3 4 5 5 3 4 3 4 5 4 4 4 3 3 3 4 1 5 4 4 2 5 4 5 2 5 5 5 4 4 4 5 3 5 5 5 4 4 3 4 3 4 5 5 3 5 5 5 2 4 4 4 2 5 5 4 5 5 3 5 4 5 2 5 5 4 2 18 0 147 Jumlah Skor 43 41 36 43 36 37 44 36 40 36 33 38 33 43 31 45 43 44 40 44 42 36 36 43 37 41 40 40 35 44 47 37 41 34 46 35

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 C. ANALISIS DATA 1. Keterlaksanaan RPP Analisis keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) setiap pertemuannya adalah sebagai berikut : a. Pertemuan Pertama Skor terlaksana yang diperoleh adalah 14. Maka keterlaksanaan RPP pada pertemuan I menurut observer adalah: b. Pertemuan Kedua Skor terlaksana yang diperoleh adalah 12. Maka keterlaksanaan RPP pada pertemuan II menurut observer adalah: c. Pertemuan Ketiga Skor terlaksana yang diperoleh adalah 13. Maka keterlaksanaan RPP pada pertemuan II menurut observer adalah: Presentase Rata-rata keterlaksanaan RPP =

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 2. Hasil Tes Siswa (Pre test dan Post test) a. Uji T Independent Group Pretest Kedua Kelas Tabel 4.20. Daftar Nilai Pretest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Kelas Kontrol 40 32 7 24 47 30 34 5,7 32 13 30 39 34 35 34 30 30 38 34 27 11 48 41 22 31 36 41 24 33 21 40 24 30 Kelas Kelas Eksperimen 15 10 21 68,5 14 34 43 23 14 30 47 22 24 24 27 23 63 16 31 33 19 38 34 22 42 14 14 17 20 75 10 31 41 17 27

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Kelas Kelas Eksperimen 36 31 37 28,5 38 44 39 15 40 37 41 31 Rata-rata 30,23 29,02 Untuk mengetahui apakah nilai dari kedua kelas berbeda NOMOR Kelas Kontrol atau tidak, maka nilai pretes dianalisis dengan uji-t sampel independen (independent sample test). Berdasarkan tabel 4.20 diperoleh hasil uji-t sebagai berikut : Tabel 4.21. Perbandingan Mean Kedua Kelas Group Statistics Kode N Std. Deviation Mean Pretest kontrol eksperimen Std. Error Mean 33 30.2333 10.26629 1.78713 41 29.0244 15.05197 2.35072 Tabel 4.22. Uji T Independen Grup Kedua Kelas Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Pretest Equal variances assumed Equal variances not assumed Sig. t-test for Equality of Means t df 95% Confidence Std. Interval of the Sig. Mean Error Difference (2- Differenc Differenc tailed) e e Lower Upper 3.39 .070 .393 0 72 .695 1.20894 3.07345 7.33576 4.91787 .409 70.26 1 .683 1.20894 2.95292 7.09797 4.68009

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Dari data statistik di atas, maka diperoleh hasil analisa sebagai berikut : p = 0,695. Probabilitas (p) = 0,695> 0,05. Berdasarkan hasil analisis yang diuji dengan test-T untuk kelompok independen diperoleh t=0,393 dengan probabilitas 0,695 > 0,05. b. Uji T Independent Group Post Test Kedua Kelas Tabel 4.23. Daftar Nilai Posstest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Kelas Kontrol 46 56 61 44 57 69 68 43 36 64 32 79 39 47 51 30 50 57 57 61 54 51 84 66 67 33 Ketuntasan Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Kelas Eksperimen 75 95 97 100 69 93 96 60 94 92 89 99 80 91 20 85 74 62 84 96 91 76 94 47 83 83 Ketuntasan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Kode Kelas Kontrol 27 75 28 58 29 73 30 70 31 62 32 51 33 40 34 35 36 37 38 39 40 41 Mean 55.48 Ketuntasan Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Kelas Eksperimen 88,5 95 86 93 77 92 81 77 93 75 88,5 90 78 97 43 82,41 Ketuntasan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Untuk mengetahui perbedaan tingkat pemahaman siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dianalisis dengan uji-t sampel independen (independent sample test). Berdasarkan tabel 4.23. diperoleh hasil uji-t sebagai berikut: Tabel 4.24. Perbandingan Mean (Posttest) Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Group Statistics Kode Posstest N Mean Std. Deviation Std. Error Mean kontrol 33 55.4848 13.89272 2.41841 eksperimen 41 82.4146 16.53742 2.58271

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Tabel 4.25. Uji T Posttest Independen Dua Grup Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Posstest Sig. t-test for Equality of Means t Equal variance .063 .803 -7.469 s assumed Equal variance s not assumed df Std. 95% Confidence Interval of the Sig. Mean Error Difference (2- Differenc Differenc tailed) e e Lower Upper 72 .000 3.60577 34.1177 19.7418 26.92979 6 2 71.85 -7.611 0 .000 3.53824 33.9833 19.8761 26.92979 8 9 Dari hasil analisa statistik di atas, diperoleh sebagai berikut  Mean kelas kontrol adalah 55,48 sedangkan mean kelas eksperimen adalah 82,41  Probabilitas (p) 0,00 < 0,05 c. Ketuntasan Hasil Belajar KKM untuk mata pelajaran fisika di SMP 1 PL Yogyakarta adalah . Berikut ini merupakan presentase ketuntasan hasil belajar pada kedua kelas

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 1. Daftar Ketuntasan Hasil Belajar Kelas Kontrol Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Nilai 46 56 61 44 57 69 68 43 36 64 32 79 39 47 51 30 50 57 57 61 54 51 84 66 67 33 75 58 73 70 62 51 40 Ketuntasan Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tabel 4.26. Presentase Ketuntasan Kelas Kontrol Jumlah Siswa 3 30 Kriteria Tuntas Tidak Tuntas Presentase (%) 9,09 90,90

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 2. Daftar Ketuntasan Hasil Belajar Kelas Eksperimen Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Nilai 75 95 97 100 69 93 96 60 94 92 89 99 80 91 20 85 74 62 84 96 91 76 94 47 83 83 88,5 95 86 93 77 92 81 77 93 75 88,5 90 78 97 43 Ketuntasan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Tabel 4.27. Presentase Ketuntasan Kelas Eksperimen Jumlah Siswa Kriteria Presentase (%) 33 Tuntas 80,48 8 Tidak Tuntas 19,51 Jika dibandingkan menurut presentase ketuntasan hasil belajar maka hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. d. Analisis Tingkat Pemahaman Kedua Kelas Untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa ditentukan berdasarkan kriteria (Kartika, 2001:54) berikut: Tabel 4.28 Kriteria Tingkat Pemahaman Siswa Interval Nilai ≤ 40 41 – 55 56 – 65 66 – 79 80 – 100 Kriteria Pemahaman Materi Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Tabel. 4.29. Tingkat Pemahaman Kelas Kontrol Kriteria Pemahaman Siswa Jumlah Siswa Sangat Rendah 6 Rendah 9 Cukup 9 Tinggi 8 Sangat Tinggi 1 Tabel. 4.30 Tingkat Pemahaman Kelas Eksperimen Kriteria Pemahaman Siswa Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Jumlah Siswa 1 2 2 8 28

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Tabel 4.31. Presentase Kriteria Pemahaman Pada Kedua Kelas Kriteria Pemahaman Siswa Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Presentase (%) Kelas Kontrol Kelas Eksperimen 18,18 2,44 27,27 4,87 27,27 4,87 24,24 19,51 30,30 68,29 Berdasarkan tabel diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman yang dibangun melalui pendekatan UbD pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan pemahaman yang dibangun pada kelas kontrol melalui pembelajaran konvensional. 3. Keaktifan Siswa Pada Proses Pembelajaran a. Kelas Eksperimen Tabel.4.32. Presentase Keaktifan Siswa Pada Kelas Eksperimen Tiap Pertemuan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Aspek-aspek keaktifan siswa Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru Bertanya, menjawab pertanyaan , mengemukakan atau menanggapi pendapat Siswa aktif mencari referensi dari berbagai sumber informasi Melakukan percobaan Menulis dan mengerjakan laporan, mengerjakan soal Berdiskusi dengan melakukan tanya jawab dan membahas materi diskusi Persentase Keaktifan Siswa Tiap Pertemuan (%) I II III 92,68 85,36 78,04 14,63 19,51 26,82 63,63 48,78 100 100 100 - 100 100 100 78,04 92,68 95,12

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Rata – rata presentasi jumlah siswa kelas eksperimen yang aktif pada seluruh pertemuan untuk setiap kegiatan adalah sebagai berikut: Rata-rata 1. Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru 2. Bertanya, menjawab pertanyaan , mengemukakan atau menanggapi pendapat 3. Siswa aktif mencari referensi dari berbagai sumber informasi 4. Melakukan percobaan 5. Menulis dan mengerjakan laporan, mengerjakan soal 6. Berdiskusi dengan melakukan tanya jawab dan membahas materi diskusi

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 b. Kelas Kontrol Tabel.4.33. Presentase Keaktifan Siswa Pada Kelas Kontrol Tiap Pertemuan No. Presentase Keaktifan Siswa Tiap Pertemuan I II III Aspek-aspek keaktifan siswa Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru Bertanya, menjawab pertanyaan , mengemukakan atau menanggapi pendapat Siswa aktif mencari referensi dari berbagai sumber informasi Melakukan percobaan Menulis dan mengerjakan laporan, mengerjakan soal Berdiskusi dengan melakukan tanya jawab dan membahas materi diskusi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 54,54 78,78 62,8 6,06 9,09 7 45,45 54,54 81,4 0 0 0 84,84 84,84 86 30,30 60,60 65,1 Rata – rata presentasi jumlah siswa kelas kontrol yang aktif pada seluruh pertemuan untuk setiap kegiatan adalah sebagai berikut: Rata-rata 1. Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru 2. Bertanya, menjawab pertanyaan , mengemukakan atau menanggapi pendapat 3. Siswa aktif mencari referensi dari berbagai sumber informasi

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 4. Melakukan percobaan 5. Menulis dan mengerjakan laporan, mengerjakan soal 6. Berdiskusi dengan melakukan tanya jawab dan membahas materi diskusi Tabel 4.34. Perbandingan Persentase Keaktifan Kedua Kelas No Aspek Keaktifan Memperhatikan dengan cermat penjelasan guru Bertanya, menjawab pertanyaan , 2 mengemukakan atau menanggapi pendapat Siswa aktif mencari referensi dari 3 berbagai sumber informasi 4 Melakukan percobaan Menulis dan mengerjakan laporan, 5 mengerjakan soal Berdiskusi dengan melakukan tanya 6 jawab dan membahas materi diskusi Rata-rata Persentase (%) Kelas Kontrol Kelas Eksperimen 1 70,80 0 100 88,61 42,81 77,51 Berdasarkan tabel di atas, kelas eksperimen memiliki rata-rata persentase keaktifan yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 4. Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran a. Data Persepsi Belajar Siswa Kelas Kontrol Tabel 4.35. Distribusi Skor Tiap Soal Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran 1 2 3 4 Pernyataan 5 6 A1 5 4 4 5 5 4 3 3 3 4 40 Presentase (%) 80 A2 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 37 74 Positif A3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 38 76 Positif A4 5 4 4 5 3 3 3 4 4 5 40 80 Positif A5 4 3 2 2 4 2 4 5 4 2 32 64 Positif A6 4 3 4 2 3 2 5 3 5 4 35 70 Positif A7 4 4 3 3 4 4 4 4 5 4 39 78 Positif A8 4 5 3 4 5 4 5 5 5 1 41 82 Sangat Positif A9 3 4 3 4 4 2 4 4 4 3 35 70 Positif A10 5 5 4 3 4 4 4 4 5 4 42 84 Sangat Positif A11 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 41 82 Sangat positif A12 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 38 76 Positif Kode 7 8 9 10 Jumlah Skor Kriteria Positif 101

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 A13 5 5 3 4 4 3 4 4 4 4 40 80 Positif A14 3 4 4 3 3 3 4 4 5 3 36 72 Positif A15 3 4 3 5 5 3 5 2 3 4 37 74 Positif A16 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 47 94 Sangat positif A17 5 4 3 3 4 4 5 5 5 5 43 86 Sangat positif A18 4 4 3 3 4 3 4 4 5 4 38 76 Positif A19 5 5 4 4 5 2 5 5 4 4 43 86 Sangat positif A20 5 3 4 3 5 3 0 5 4 3 35 70 Positif A21 4 4 4 3 5 4 5 4 5 5 43 86 Sangat positif A22 3 4 4 2 3 3 5 3 4 1 32 64 Positif A23 3 3 4 2 4 3 5 4 3 1 32 64 Positif A24 5 5 3 4 4 3 4 3 3 4 38 76 Positif A25 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 37 74 Positif A26 4 4 4 3 4 2 4 4 4 3 36 72 Positif A27 5 4 4 3 5 4 5 5 4 5 44 88 Sangat positif A28 4 4 4 5 3 4 2 2 3 4 35 70 Positif 102

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 A29 5 4 4 3 5 4 5 4 3 4 41 82 Sangat Positif A30 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 36 72 Positif A31 4 4 4 3 5 3 5 4 5 4 41 82 Sangat positif A32 4 4 5 2 4 2 4 4 2 2 33 66 Positif A33 4 4 2 4 3 3 3 4 5 3 35 70 Positif 137 134 119 112 135 106 134 130 135 118 Presentase 83,03 81,21 72,12 67,8 81,8 Jumlah 64,24 81,21 78,78 81,81 71,51 76,36 *Pernyataan no 6 dan 10 adalah pernyataan negatif 103

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Analisa Setiap Siswa Tabel 4.36.Kualifikasi Persepsi Siswa Kelas Kontrol Kualifikasi Persepsi Sangat Positif Positif Netral/Biasa Saja Negatif Sangat Negatif Jumlah Siswa 11 22 0 0 0 %Jumlah Siswa 33,3 66,7 0 0 0 Tabel Kriteria Kualifikasi Persepsi Seluruh Siswa SP SP+P 33,3% 100% SP+P +NT SP+P +ST+ N SP+P+ NT+N +SN Persepsi Sangat Positif Positif Netral/Biasa Saja Negatif Sangat Negatif Dari analisa di atas, presentase pada kriteria sangat positif sebesar 33,3% dan untuk presentase pada kriteria positif sebesar 66,7%. Apabila jumlah presentase sangat positif <75% atau jumlah presentase sangat positif + positif >75%, maka berdasarkan tabel kriteria kualifikasi persepsi seluruh siswa, dapat disimpulkan bahwa kelas kontrol memiliki persepsi yang positif terhadap pembelajaran. Analisa Tiap Pertanyaan Berdasarkan skor yang telah ditetapkan maka dapat dihitung sebagai berikut:

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item adalah = skor tertinggi x jumlah responden (siswa) = 5 x 33 =165 (jika seluruh siswa menjawab SS/sangat setuju) ( Sugiyono, 2013:95). Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item a. Jika seluruh siswa menjawab sangat setuju 5 x 33 = 165 b. Jika seluruh siswa menjawab setuju 4 x 33 = 132 c. Jika seluruh siswa menjawab ragu-ragu 3 x 33 = 99 d. Jika seluruh siswa menjawab tidak setuju 2 x 33 = 66 e. Jika seluruh siswa menjawab sangat tidak setuju 1 x 33 = 33 Secara kontinum dapat digambarkan seperti berikut STS TS RG S SS 33 66 99 132 165 Dari data tabel. maka persepsi siswa tiap pernyataan dapat dianalisis dengan cara sebagai berikut: 1. Jumlah skor yang diperoleh =137. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa aktivitas membuat mereka lebih

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 memahami materi = 83,03% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 33 siswa maka rata-rata 137 terletak pada daerah sangat setuju. 2. Jumlah skor yang diperoleh = 134. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa penggunaan media membuat mereka tertarik mempelajari materi = 81,21% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 33 siswa maka rata-rata 134 terletak pada daerah sangat setuju. 3. Jumlah skor yang diperoleh = 119. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa penggunaan media membuat mereka tertarik mempelajari materi = 72,12% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 33 siswa maka rata-rata 119 terletak pada daerah setuju. 4. Jumlah skor yang diperoleh = 112. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru menarik = 67,8% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 33 siswa maka rata-rata 112 terletak pada daerah setuju.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 5. Jumlah skor yang diperoleh = 135. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa praktikum lebih memudahkan memahami materi daripada ceramah = 81,8% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 33 siswa maka rata-rata 135 terletak pada daerah sangat setuju. 6. Jumlah skor yang diperoleh = 106 Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa materi yang diajarkan kurang mereka pahami = 64,24% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 33 siswa maka rata-rata 106 terletak pada daerah setuju. 7. Jumlah skor yang diperoleh = 134. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa mereka lebih senang melakukan aktivitas ketimbang mendengarkan ceramah = 81,21% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 33 siswa maka rata-rata 134 terletak pada daerah sangat setuju. 8. Jumlah skor yang diperoleh = 130. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa setelah melakukan percobaan, guru dan siswa berdiskusi bersama = 78,78% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 33 siswa maka rata-rata 130 terletak pada daerah setuju.

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 9. Jumlah skor yang diperoleh = 135. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa mereka senang bekerja dalam kelompok = 81,81 % dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 33 siswa maka rata-rata 135 terletak pada daerah sangat setuju. 10. Jumlah skor yang diperoleh = 118. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa mereka tidak memperhatikan penjelasan guru = 71,51% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 33 siswa maka rata-rata 118 terletak pada daerah setuju.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 b. Data Persepsi Terhadap Pembelajaran Kelas Eksperimen Tabel 4.37. Distribusi Skor Tiap Soal Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Kode C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 C11 C12 C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 C21 1 4 5 4 5 4 5 4 4 5 3 4 5 3 5 4 5 5 4 4 4 5 2 3 5 4 5 4 5 4 4 5 3 5 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 3 3 3 3 3 3 5 3 2 4 4 3 3 4 3 3 4 2 5 3 3 5 4 3 4 1 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 0 5 4 1 5 Pernyataan 5 6 4 3 5 3 4 1 5 4 5 4 4 4 5 3 4 4 4 3 3 2 5 3 5 5 3 3 5 4 3 3 5 5 5 2 4 4 5 4 2 2 4 3 7 2 5 4 4 5 4 5 3 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 3 4 8 5 5 4 4 5 4 5 4 5 4 2 5 3 4 4 5 5 5 5 5 5 9 4 4 4 4 3 4 5 4 4 5 4 4 4 4 3 4 5 5 5 5 5 10 4 4 4 5 3 4 3 3 5 3 3 5 4 3 3 4 4 4 4 2 5 Jumlah Skor 35 43 33 43 40 43 41 36 43 36 37 44 36 40 36 46 38 46 43 31 45 Presentase (%) 70 86 66 86 80 86 82 72 86 72 74 88 72 80 72 92 76 92 86 62 90 Kriteria Positif Sangat Positif Positif Sangat Positif Positif Sangat Positif Sangat Positif Positif Sangat Positif Positif Positif Sangat Positif Positif Positif Positif Sangat Positif Positif Sangat Positif Sangat Positif Positif Sangat Positif 109

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C22 C23 C24 C25 C26 C27 C28 C29 C30 C31 C32 C33 C34 C35 C36 C37 C38 C39 C40 C41 Jml Present ase(%) 5 4 5 5 4 3 4 4 5 4 4 4 4 5 5 4 4 5 5 4 178 4 5 5 5 5 4 4 4 5 3 5 4 3 4 5 4 3 5 5 3 176 3 4 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 5 3 4 5 4 3 143 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 5 4 3 4 4 3 4 4 4 3 153 5 5 4 5 4 4 4 4 3 5 4 4 4 5 5 4 5 4 5 4 176 4 5 3 2 3 3 2 5 2 1 5 4 3 4 5 3 3 4 4 3 137 4 4 3 5 4 4 4 4 3 5 5 4 5 5 5 3 5 5 4 5 177 5 5 4 5 5 3 4 5 4 5 5 4 4 3 4 5 4 4 5 4 180 5 4 5 5 5 4 4 4 5 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 4 180 4 4 3 5 4 3 3 5 3 5 5 4 2 5 5 3 4 5 5 2 158 86.82 85.85 69.75 74.63 85.85 66.82 86.34 87.80 87.80 77.0 110 43 44 40 44 42 36 36 43 37 41 47 40 35 44 47 37 41 45 46 35 86 88 80 88 84 72 72 86 74 82 94 80 70 88 94 74 82 90 92 70 Sangat Positif Sangat Positif Positif Sangat Positif Sangat Positif Positif Positif Sangat Positif Positif Sangat Positif Sangat Positif Positif Positif Sangat Positif Sangat Positif Positif Sangat Positif Sangat Positif Sangat Positif Positif 80.87 110

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Analisa Tiap Siwa Tabel 4.38.Kualifikasi Persepsi Siswa Kelas Eksperimen Kualifikasi Persepsi Jumlah Siswa %Jumlah Siswa Sangat Positif 22 53,65 Positif 19 46,34 Netral/Biasa Saja 0 0 Negatif 0 0 Sangat Negatif 0 0 Tabel Kriteria Kualifikasi Persepsi Seluruh Siswa SP SP+P 53,65% 100% SP+P +NT SP+P +ST+ N SP+P+ NT+N +SN Persepsi Sangat Positif Positif Netral/Biasa Saja Negatif Sangat Negatif Analisa Tiap Pertanyaan Berdasarkan skor yang telah ditetapkan maka dapat dihitung sebagai berikut: Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item adalah = skor tertinggi x jumlah responden (siswa) = 5 x 41 =205 (jika seluruh siswa menjawab SS/sangat setuju) ( Sugiyono, 2013:95). Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item a. Jika seluruh siswa menjawab sangat setuju

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 5 x 41 = 205 b. Jika seluruh siswa menjawab setuju 4 x 41 = 164 c. Jika seluruh siswa menjawab ragu-ragu 3 x 41 = 123 d. Jika seluruh siswa menjawab tidak setuju 2 x 41 = 82 e. Jika seluruh siswa menjawab sangat tidak setuju 1 x 41 = 41 Secara kontinum dapat digambarkan seperti berikut STS TS RG S SS 41 82 123 164 205 Dari data tabel. maka persepsi siswa tiap pernyataan dapat dianalisis dengan cara sebagai berikut: 1. Jumlah skor yang diperoleh = 178. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa aktivitas membuat mereka lebih memahami materi = 86,82% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 41 siswa maka rata-rata 178 terletak pada daerah sangat setuju.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 2. Jumlah skor yang diperoleh = 176. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa penggunaan media membuat mereka tertarik mempelajari materi = 85,85% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 41 siswa maka rata-rata 176 terletak pada daerah sangat setuju. 3. Jumlah skor yang diperoleh = 143. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa mereka terlibat aktif dalam pembelajaran = 69,75 % dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 41 siswa maka ratarata 143 terletak pada daerah setuju. 4. Jumlah skor yang diperoleh = 153. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru menarik = 74,63% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 41 siswa maka rata-rata 153 terletak pada daerah setuju. 5. Jumlah skor yang diperoleh = 176. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa praktikum lebih memudahkan memahami materi daripada ceramah = 85,85 %

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 41 siswa maka rata-rata 176 terletak pada daerah sangat setuju. 6. Jumlah skor yang diperoleh = 137 Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa materi yang diajarkan kurang mereka pahami = 66,82% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 41 siswa maka ratarata 137 terletak pada daerah setuju. 7. Jumlah skor yang diperoleh = 177. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa mereka lebih senang melakukan aktivitas ketimbang mendengarkan ceramah = 86,34% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 41 siswa maka rata-rata 177 terletak pada daerah sangat setuju. 8. Jumlah skor yang diperoleh = 180. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa setelah melakukan percobaan, guru dan siswa berdiskusi bersama = 87,8% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 41 siswa maka rata-rata 180 terletak pada daerah sangat setuju.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 9. Jumlah skor yang diperoleh = 180. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa setelah melakukan percobaan, guru dan siswa berdiskusi bersama = 87,8% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 41 siswa maka rata-rata 180 terletak pada daerah sangat setuju. 10. Jumlah skor yang diperoleh = 158. Jadi berdasarkan data itu maka tingkat persetujuan siswa bahwa mereka tidak memperhatikan penjelasan guru = 77% dari yang diharapkan (100%). Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 41 siswa maka rata-rata 158 terletak pada daerah setuju. Dari analisa persepsi siswa pada kedua kelas, maka dapat dilihat kelas mana yang memiliki persepsi yang lebih positif mengenai pembelajaran UbD menggunakan tabel di bawah ini Tabel.4.39. Presentase Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kelas Eksperimen 86,82 85,85 69,75 74,63 85,85 66,82 86,34 87,80 87,80 77,0 >atau > < > > > > > > < Kelas Kontrol 83,03 81,21 72,12 67,8 81,8 64,24 81,21 78,78 81,81 71,51

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 : Pernyataan Negatif Berdasarkan Tabel 4.28. Kelas eksperimen memiliki persepsi yang lebih baik untuk 8 pernyataan yaitu penyataan nomor 1,2,4,5,6,7,8,9, dan 10. Tabel 4.40. Kualifikasi Persepsi Siswa Kedua Kelas Kualifikasi Persepsi Presentase (%) Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Sangat Positif 33,3 53,65 Positif 66,7 46,34 Netral/Biasa Saja 0 0 Negatif 0 0 Sangat Negatif 0 0 Dari tabel diatas, kelas eksperimen memiliki persepsi yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Hal ini dikarenakan presentase sangat positif pada kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol. D. Pembahasan 1. Keterlaksanaan RPP Pada penelitian ini, peneliti tidak berperan sebagai observer akan tetapi peneliti menjadi partisipan sebagian. Artinya adalah mengikutsertakan diri dalam proses pembelajaran. Observer dalam penelitian ini adalah teman satu tim (kelompok) yaitu Nadia Narulita dan Dita Ari Wibowo. Dalam proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, telah terlaksana dengan baik. Pembelajaran dilaksanakan menggunakan pendekatan UbD, dalam pelaksanaannya sudah sesuai dengan rencana pembelajaran. Artinya apa yang telah direncanakan, yang dituangkan dalam RPP UbD sudah dapat

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 dilaksanakan dengan baik. Kekurangan pada pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan UbD adalah peneliti tidak dapat menampilkan video dikarenakan tidak tersedianya kabel speaker yang terhubung antara laptop dengan speaker. Sehingga video tidak dapat ditampilkan. Kemudian kekurangan yang lainnya adalah, butuh waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan. Penyebabnya adalah siswa kadang ribut sehingga diperlukan waktu bagi guru untuk mengembalikan konsentrasi siswa terhadap pembelajaran. Salah satu indikator efektivitas proses pada penelitian ini adalah keterlaksanaan RPP. Pendekatan UbD dikatakan efektif apabila RPP telah terlaksana dengan baik. Berdasarkan hasil analisa, persentase keterlaksanaan sebesar 92,85% artinya pendekatan UbD efektif dilihat dari keterlaksanaan RPP. 2. Hasil Tes Siswa Penggunaan pendekatan Understanding by Design dalam penyusunan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran memberikan pengaruh bagi peningkatan pemahaman yang dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Pada awal penelitian, peneliti melakukan pretest untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pretest diberikan dengan tujuan untuk mengetahui apakah tingkat pemahaman awal kedua kelas ini sama dan untuk mengetahui apakah kedua kelas ini layak untuk dibandingkan. Kedua kelas ini layak dibandingkan apabila memiliki tingkat

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 pemahaman yang sama atau apabila dianalisa menggunakan uji statistik, kedua kelas ini tidak berbeda secara signifikan. Dari hasil analisa statistik, mean pre test untuk kelas kontrol sebesar 30,23. Mean untuk kelas eksperimen sebesar 29,02. Diperoleh probabilitas (p) 0,695 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kedua kelas tidak berbeda secara signifikan. Kelas eksperimen merupakan kelas yang dalam proses penyusunan dan pelaksanaan pembelajarannya menggunakan pendekatan Understanding by Design, sedangkan kelas kontrol dalam penyusunan rancangan pembelajaran menggunakan RPP konvensional yang dibuat oleh guru berdasarkan aturan dinas pendidikan dan dalam pelaksanaan pembelajarannya. Evaluasi akhir dilaksanakan setelah materi getaran dan gelombang selesai. Evaluasi akhir kedua kelas dilaksanakan dalam hari yang sama namun berbeda jam pelajaran. Efektivitas hasil dari pendekatan UbD dilihat dari tingkat pemahaman siswa yang diukur berdasarkan hasil belajar siswa. Setelah pembelajaran dilaksanakan menggunakan pendekatan UbD, siswa diberikan tes (posttest) untuk mengukur pemahaman akhir siswa. Setelah evaluasi akhir dilaksanakan, data berupa nilai posttest dianalisis menggunakan uji T independent Group Posttest. Dari hasil analisa statistik, diperoleh nilai mean untuk kelas kontrol sebesar 55,48 sedangkan untuk kelas eksperimen sebesar 82,41. Probabilitas (p) diperoleh sebesar .000 < .05 berarti ada perbedaan yang signifikan

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 pada kedua kelas. Rerata (mean) kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hal ini menandakan bahwa tingkat pemahaman pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. 3. Keaktifan Siswa Pada penelitian ini, indikator efektivitas proses juga dilihat dari seberapa banyak siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran. Peneliti mengamati keaktifan siswa pada saat pembelajaran di kedua kelas. Pengamatan keaktifan ini diobservasi oleh seorang observer. Observer bertugas menghitung jumlah siswa yang aktif pada setiap indikatornya. Dari hasil pengamatan tersebut, keaktifan kedua kelas dibandingkan dengan melihat rata-rata persentase keaktifan setiap indikator. Hasil analisa menunjukkan bahwa untuk seluruh aspek indikator, kelas eksperimen memiliki persentase keaktifan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata persentase keaktifan kelas eksperimen sebesar 77,51% sedangkan rata0rata persentase keaktifan kelas kontrol sebesar 42,81%. Hal yang mengindikasikan siswa pada kelas kontrol kurang begitu aktif adalah pembelajaran pada kelas kontrol konvensional. Pada penelitian ini, menggunakan pembelajaran pembelajaran konvensional menggunakan metode ceramah. Untuk kelas eksperimen, pembelajaran

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 dilaksanakan dengan melibatkan siswa secara aktif melalui aktivitas sehingga dari aktivitas ini siswa dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga aspek-aspek keaktifan dapat terpenuhi. 4. Persepsi Siswa Pada akhir pembelajaran, diadakan pembagian kuisioner mengenai persepsi siswa terhadap pembelajaran. Tujuan dibagikannya kuisioner ini adalah untuk mengetahui bagaimana tanggapan, atau pandangan siswa terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Berdasarkan analisis persepsi siswa terhadap pembelajaran, hasil menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen, persentase persepsi sangat positif sebesar 53,65% sedangkan persentase persepsi positif sebesar 46,34%. Untuk kelas kontrol, persentase persepsi siswa pada kriteria sangat positif sebesar 33,3% sedangkan persentase persepsi siswa pada kriteria positif sebersar 66,7%. Maka dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen memiliki persepsi yang lebih baik terhadap pembelajaran dilihat dari persentase pada kriteria sangat positif yaitu 53,65% dibandingkan kelas kontrol yang persentasenya sebesar 33,3%. Untuk kelas eksperimen, persentase paling besar atau yang memiliki tingkat persetujuan tertinggi adalah pernyataan nonor 8 sebesar 87,8% yaitu mengenai pandangan bahwa setelah melakukan percobaan, guru dan siswa berdiskusi bersama-sama untuk membangun pemahaman sedangkan persentase paling rendah atau

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 memiliki tingkat persetujuan yang rendah adalah pernyataan nomor 6 sebesar 63,3% yaitu mengenai pandangan bahwa mereka kurang memahami materi pelajaran. Untuk kelas kontrol, persentase paling besar atau yang memiliki tingkat persetujuan terbesar adalah pernyataan nomor 1 sebesar 83,3% bahwa pembelajaran dengan melakukan aktivitas lebih menyenangkan dibandingkan mendengarkan ceramah. Persentase paling rendah terdapat pada pernyataan nomor 3 sebesar 64,24%, yaitu siswa memiliki pandangan bahwa mereka kurang memahami materi materi pelajaran. Presentase persepsi siswa mengenai pembelajaran yang dilakukan menarik pada kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol. Ini menandakan bahwa pelaksanaan pembelaaran yang dirancang menggunakan UbD dengan pedoman WHERE TO dalam langkah-langkah pembelajarannya membuat siswa tertarik untuk mengikuti pembelajaran fisika. 5. WHERE TO Dalam Rancangan Pembelajaran UBD. No 1. Rencana Pembelajaran Pada awal pembelajaran, guru Keterangan Hook : Guru menarik perhatian mengajak siswa untuk membuat siswa agar siswa tertarik dan benda bergetar. Guru memberikan memiliki rasa ingin tahu mengenai siswa karet dan penggaris kemudian pengetahuan siswa dapat menggunakan benda tersebut untuk membuat getaran. 2. Guru menyampaikan pokok bahasan Where : Guru membantu peserta

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 dan tujuan pembelajaran yang akan didik untuk mengetahui tujuan dipelajari yaitu getaran. pembelajaranh sehingga siswa tahu kemana arah pembelajaran 3. Guru menyampaikan kegiatan Where :Guru membantu siswa pembelajaran yang akan dilakukan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan dalam proses kegiatan belajar. seperti apa yang akan diterapkan dalam pembelajaran 4. Guru melakukan demonstrasi Hook, exhibit : Guru menarik tentang bandul matematis dengan perhatian siswa dengan memperagakan getaran yang terjadi menunjukkan fenomena sehingga pada bandul. Setelah melakukan dapat menjadi bekal untuk menggali percobaan guru mengajukan pemahaman yang lebih mendalam pertanyaan kepada siswa “apa yang dimaksud dengan satu getaran? Bagaimana menentukan periode suatu getaran?” 5. Guru merangkum kemudian Rethink, Equip : Berpikir kembali menyimpulkan jawaban dari kemudian dari gagasan itu guru pertanyaan siswa. Setelah itu, guru membekali siswa pengetahuan menjelaskan konsep getaran serta sebagai dasar pemahaman parameter-parameter getaran 6. Guru membagi siswa ke dalam Organize : memaksimalkan kelompok untuk melakukan keterlibatan siswa melalui praktikum eksperimen. Setiap kelompok terdiri dan diskusi dari 5-6 orang 7. 8. Setelah terbagi ke dalam kelompok, Equip : Guru membekali siswa guru menjelaskan alat yang mengenai pengetahuan penggunaan digunakan dan prosedur percobaan. alat Siswa melakukan percobaan dan Explore : Siswa digali kemampuan berdiskusi dengan teman kelompok kognitif, afektif dan psikomotornya

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 untuk mengisi lembar kerja siswa melalui eksperimen (LKS) 9. Dari percobaan yang sudah Revisit, Rethink : Siswa meninjau dilakukan, guru dan siswa berdiskusi ulang hasil percobaan yang sudah mengenai konsep getaran, dilakukan dan memikirkan kembali amplitude, periode, dan frekuensi apa yang telah dilakukan untuk serta pengaruh panjang tali terhadap membangun pemahamannya periode bandul matematis 10. Dari diskusi tersebut, guru kembali Hook : Guru memancing perhatian mengajukan pertanyaan untuk siswa dengan memberikan didiskusikan yaitu bagaimana cara pertanyaan memperbesar atau memperkecil periode bandul jam? sambil menampilkan gambar bandul jam (Pertanyaan tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada siswa bahwa panjang tali mempengaruhi peridoe bandul matematis) 11. Guru memberikan latihan soal untuk Equip, Experience : Siswa dibekali dikerjakan oleh siswa oleh guru untuk mengerjakan soal untuk menerapkan pengetahuannya sehingga siswa akan memperoleh pengalaman belajar. 12. Guru membahas latihan soal. Rethink, Evaluate : Soal-soal Apabila ada siswa yang belum dibahas bersama-sama sehingga memahami cara penyelesaian soal, siswa akan berpikir kembali guru kembali memberikan mengenai apa yang belum dipahami penjelasan. dan siswa mengevaluasi tentang apa yang belum dipahami dan apa yang sudah dipahami

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 13. Guru membagi kertas berupa latihan Equip : Guru membekali siswa soal untuk dikerjakan di rumah dengan beberapa latihan soal sebagai PR 14. Guru membimbing siswa untuk Exhibit, evaluate : Siswa dibimbing menyampaikan pemahaman yang untuk menunjukkan pemahaman apa telah dipelajari pada pertemuan hari yang sudah diperoleh ini Pertemuan Kedua No 1. 2. 3. Rencana Pembelajaran Keterangan Pada awal pembelajaran, guru menampilkan gambar dan video mengenai gelombang Setelah menampilkan video, guru Hook : Guru memancing perhatian siswa melalui video menyampaikan materi yang akan tujuan pembelajaran sehingga siswa diajarkan beserta tujuan mengetahui kemana arah pembelajaran. pembelajaran Guru memberikan pertanyaan Equip : Guru membekali siswa kepada siswa berkaitan dengan berupa umpan pertanyaan untuk video yang ditampilkan : membangun pemahaman Where : Guru menyampaikan Bagaimana gelombang bisa dihasilkan? 4. Berdasarkan pertanyaan tersebut, Experience, explore : siswa guru bersama-sama dengan siswa memperoleh pengalaman belajar menyelidiki peristiwa gelombang melalui aktivitas untuk membangun dengan melakukan percobaan pemahaman. Selain itu juga siswa sederhana : Gelombang Slinky. dapat mengembangkan dan Percobaan ini bertujuan mengeksplorasi kemampuannya untuk mengetahui bahwa gelombang dalam menerapkan pengetahuan dihasilkan apabila ada getaran yang merambat.

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Pengertian gelombang transversal dan gelombang longitudinal 5. Guru melakukan demonstrasi Exhibit, experience : Menunjukkan gelombang mekanik longitudinal kepada siswa tentang gejala-gejala menggunakan telepon mainan dari fisis dan membekali siswa melalui gelas aqua. Kemudian guru pengalaman-pengalaman berupa memberikan kesempatan kepada aktivitas siswa untuk mencoba melakukan percobaan telepon mainan sambil melakukan pengamatan. 6. Guru melakukan demonstrasi Exhibit, experience : Menunjukkan gelombang mekanik transversal kepada siswa tentang gejala-gejala menggunakan tali skipping. fisis dan membekali siswa melalui Kemudian guru memberikan pengalaman-pengalaman berupa kesempatan kepada siswa sambil aktivitas melakukan pengamatan untuk mencoba melakukan percobaan gelombang tali. 7. Dari percobaan yang dilakukan, Rethink : Memikirkan kembali guru memberi kesempatan kepada mengenai apa yang telah siswa untuk mengisi LKS dipraktikan melalui percobaan dan kemudian dituangkan dalam lembar kerja siswa 8. Dari beberapa percobaan sederhana, Revisit, revise : meninjau ulang dan guru mengajak siswa untuk memperbaiki pemahaman berdiskusi mengenai gelombang mekanik transversal dan gelombang mekanik longitudinal. 9. Guru menyajikan simulasi Hook, Equip : Guru menarik gelombang menggunakan power perhatian siswa dan memberi bekal

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 point. Tujuan dari simulasi ini dalam membangun pemahaman adalah mengetahui apakah medium siswa melalui pertanyaan ikut merambat bersama gelombang 10. Guru mengajukan pertanyaan Hook, Equip : Guru menarik kepada siswa : mengapa pada saat perhatian siswa dan memberi bekal kaki terkena ombak, kamu dalam membangun pemahaman merasakan dorongan gelombang siswa melalui pertanyaan laut pada kakimu? Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?. Tujuan dari pertanyaan ini adalah menunjukkan bahwa gelombang membawa energi. 11. 12. Siswa diajak menyampaikan Exhibit, evaluate : Siswa dibimbing pemahamannya mengenai materi untuk menunjukkan pemahaman apa gelombang yang sudah diperoleh Dari hasil diskusi, guru memberi Revise, Revisit : Siswa meninjau penegasan mengenai konsep ulang dan memperbaiki kembali gelombang pemahaman mereka melalui penjelasan dari guru 13. Guru menegaskan kembali apa Revise, Revisit : Siswa meninjau pengertian gelombang transversal ulang dan memperbaiki kembali dan gelombang longitudinal pemahaman mereka melalui penjelasan dari guru 14. Guru dan siswa bersama-sama Evaluate, Organize : Guru menarik kesimpulan mengenai melibatkan siswa untuk materi yang telah dipelajari menyimpulkan pemahaman yang telah dibangun dan diperoleh oleh siswa

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Pertemuan Ketiga No Rencana Pembelajaran Keterangan 1. Guru mengingatkan kepada siswa tentang materi pada pertemuan sebelumnya yaitu mengenai konsep gelombang. Hook: Guru menarik perhatian siswa dengan kembali mengingatkan siswa mengenai materi sebelumnya. 2. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa mengenai macam-macam gelombang. Hook : Guru menarik perhatian dan motivasi siswa dengan mengajukan pertanyaan. 3. Guru menjelaskan tujuan dan kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. Where : Guru menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga siswa tahu kemana arah pembelajaran. 4. Guru menjelaskan bagian-bagian gelombang transversal. Equip : Guru membekali siswa dengan pengetahuan untuk membangun pemahaman. 5. Guru menjelaskan panjang gelombang pada gelombang transversal. Equip : Guru membekali siswa dengan pengetahuan untuk membangun pemahaman. 6. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang disajikan pada power point mengenai jumlah gelombang pada gelombang transversal Explore, Equip, Experience : Guru memberikan kesempatan untuk mengeksplor pengetahuan siswa, kemudian membekali pengalaman belajar mereka 7. Guru menjelaskan panjang gelombang pada gelombang longitudinal Explore, exhibit : Guru mengeksplor pengetahuan yang dimiliki siswa kemudian menunjukkan bagian panjang gelombang. 8. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang disajikan pada power point mengenai jumlah gelombang pada gelombang longitudinal. Equip, Rethink : Guru membekali siswa dengan beberapa pertanyaan sehingga siswa akan berpikir kembali untuk mengingat pengetahuan yang sudah dimiliki.

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Equip : Guru membekali pengetahuan siswa melalui penjelasan. 9. Guru menjelaskan parameterparameter yang terdapat dalam gelombang. 10. Guru bersama-sama dengan siswa Explore, Organize : berdiskusi mengenai hubungan melibatkan siswa antara cepat rambat gelombang, mengeksplor pengetahuan panjang gelombang, dan frekuensi melalui diskusi bersama. gelombang. Guru memberikan pertanyaan kepada Equip : Guru membekali siswa “Mengapa cahaya kilat selalu pengetahuan siswa melalui mendahului bunyi Guntur?” pertanyaan. 11. Guru untuk siswa 12. Guru memberikan latihan soal kepada siswa Equip, Experience : Guru membekali pengetahuan siswa dan menumbuhkan pengalaman melalui latihan soal. 13 Guru membahas latihan soal. Apabila ada siswa yang belum memahami materi dan menjawab soal, guru memberikan bimbingan. Rethink, Revise, Evaluate : Guru bersama-sama dengan siswa membangun kembali pemahamannya, meninjau ulang, dan mengevaluasi pekerjaan siswa 14 Guru bersama-sama dengan siswa Exhibit, Evaluate : Guru berusaha menarik kesimpulan mengenai materi mengajak siswa untuk menunjukkan yang dipelajari hari ini. pemahamannya kemudian mengikutsertakan siswa untuk menarik kesimpulan. 15 Guru memberikan PR kepada siswa. Exhibit, Evaluate: Guru membekali siswa dengan memberikan PR sebagai bekal pengalaman belajarnya.

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pada pembahasan dari bab IV, akhirnya peneliti memaparkan kesimpulan, saran, dan keterbatasan penelitian A. Kesimpulan Understanding by Design merupakan sebuah pendekatan atau sudut pandang dalam merancang pembelajaran yang tujuan utamanya adalah pemahaman. Desain dari pendekatan ini adalah desain terbalik atau backward design yang dimulai dari menentukan hasil yang diharapkan, menentukan bukti-bukti yang dapat diterima, kemudian baru menyusun langkah-langkah pembelajaran. Langkah-langkah yang digunakan dalam pendekatan menggunakan pedoman WHERE TO. Pembelajaran menggunakan pendekatan UbD, dirancang untuk meningkatkan pemahaman yang lebih tinggi, pemahaman ini dibangun melalui aktivitas yang konkret sesuai dengan dasar teori konstruktivistik. Dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan ini, siswa dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran tidak teacher centered akan tetapi student centered. Berdasarkan hasil analisa data, peneliti menyimpulkan bahwa 1. Efektivitas Pengembangan rancangan pembelajaran menggunakan pendekatan Understanding by Design adalah sebuah penelitian uji coba 129

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 pendekatan yang diteliti untuk mengetahui efektivitas Understanding by Design. a. Efektivitas Proses Berdasarkan efektivitas prosesnya dapat disimpulkan bahwa RPP UbD terlaksana dengan baik. Persentase keterlaksanaan RPP UbD sebesar 92,85%. Keaktifan siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan keaktifan siswa kelas kontrol dengan rata-rata persentase keaktifan kelas eksperimen 77,51% sedangkan rata-rata persentase keaktifan kelas kontrol sebesar 42,81% b. Efektivitas Hasil Pembelajaran yang dirancang menggunakan UbD lebih efektif dari pembelajaran konvensional yang diukur berdasarkan pemahaman. Hal ini terlihat dari rata-rata evaluasi akhir kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rata-rata kelas kontrol yaitu 82,41 > 55,48. 2. Persepsi Berdasarkan analisis kuisioner diperoleh hasil untuk kelas eksperimen bahwa 45,23% siswa memiliki persepsi yang sangat baik terhadap pendekatan UbD, kemudian 54,76% siswa memiliki persepsi yang baik. Hasil untuk kelas kontrol bahwa 33,3% siswa memiliki persepsi yang sangat baik terhadap pembelajaran, kemudian 66,7% siswa memiliki persepsi yang baik terhadap pembelajaran. Sehingga

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen memiliki persepsi yang lebih positif terhadap pembelajaran. B. Saran 1 Sebaiknya untuk penelitian selanjutnya, yang bertindak sebagai pengajar/fasilitator adalah guru, buka peneliti. Hal ini dilakukan agar tidak mengubah kondisi, sikap, dan sifat alamiah dari siswa. Selain itu, guru juga dapat merasakan langsung pembelajaran menggunakan pendekatan UbD. 2 Dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan UbD, guru sebaiknya mengetahui kondisi dan keadaan siswa sehingga guru dapat menemukan strategi-strategi untuk menciptakan situasi yang kondusif . 3 Sebaiknya guru benar-benar mempersiapkan apa yang dibutuhkan dalam pembelajaran sehingga apa yang sudah direncanakan dapat terlaksana dengan baik. 4 Pembelajaran dengan pendekatan UbD memerlukan waktu yang lama, terlebih waktu untuk mengajak siswa untuk mau bekerja sama selama proses pembelajaran. Oleh sebab itu, sebaiknya penelitian dilaksanakan dalam jangka waktu yang lebih lama. 5 Pada penelitian selanjutnya, peneliti harus lebih berkonsultasi dengan guru agar langkah pembelajaran dapat dilaksanakan dengan lancar.

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 C. Keterbatasan Penelitian Dalam melakukan penelitian, peneliti menjumpai adanya beberapa keterbatasan, antara lain : Pendekatan UbD adalah suatu pendekatan pembelajaran baru, sehingga peneliti cukup kesulitan dalam mencari referensi terutama referensi dalam bahasa Indonesia. 1. Selama pembelajaran diharapkan siswa dapat bekerjasama dengan baik, tetapi pada kenyataannya kondisi siswa ramai pada saat proses pembelajaran, sehingga siswa terkesan menganggap remeh peneliti ketika mengajar, maka diperlukan strategi lain agar pembelajaran tetap kondusif. 2. Alat praktikum yang dibuat peneliti dan yang tersedia di sekolah jumlahnya terbatas, sehingga dalam satu kelompok terdiri hingga 7 orang. Hal ini mengakibatkan beberapa anggota kelompok tidak memperoleh bagian yang sesuai. 3. Pembelajaran tidak direkam menggunakan video sehingga alat bukti keaktifan siswa kurang memadai jika hanya dalam bentuk lembar observasi.

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 DAFTAR PUSTAKA Ahmad,A. 2010. Pengertian Penelitian. Dalam http://alfinnitihardjo.ohlog.com/sosiologi.cat4074.html diakses tanggal 3 juni 2014 Arikunto, Suharsimi. 1996. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta: Rineka Cipta. Brown, John. 2004. Making the Most of Understanding by Design. Alexandria: ASCD Hardini, Isriani dan Dewi Puspitasari. 2012. Strategi Pembelajaran Terpadu (Teori, Konsep, dan Implementasi). Yogyakarta: Familia Haryanto. 2010. Pengertian Minat Belajar. Dalam http://belajarpsikologi.com/pengertian-minat/. Diakses tanggal 28 Mei 2014 Kartika,B. 2001. Berbagai Strategi untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif dalam Proses Pembelajaran Fisika di SMU, Efektivitasnya dan Sikap Mereka pada Strategi Tersebut. USD: Widya Dharma. Edisi April 2001. Majid, Abdul. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung :Remaja Rosdakarya McTighe,J dan Seif,E. 2011. A Summary of Underlying Theory and Research Base for Understanding by Design. Dalam http://jaymctighe.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/UbDResearch-Base.pdf. Diunduh pada 14 Oktober 2013. 133

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Muslihin. No Date. Pengertian pemahaman dalam Pembelajaran. Dalam http://www.referensimakalah.com/2013/05/pengertian-pemahamandalam-pembelajaran.html. diakses tanggal 3 November 2013 Mustaqim. 2008. Psikologi Pendidikan. Semarang : Pustaka Pelajar Sagala, Syaiful. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta. Sanjaya, W. 2010. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta : Kencana. Sobur,Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung : Pustaka Setia Sudjana,Nana. 2012. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya Sudrajat,Akhmad. 2008. Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran. Dalam http://akhmadsudrajat.wordpress.com. Diakses tenggal 4 juni 2014 Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta Suparno,P. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Utari,R. N.D. Taksonomi Bloom Apa dan Bagaimana Menggunakannya. Dalam http://www.bppk.depkeu.go.id/webpkn/attachments/766_1-

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Taksonomi%20Bloom%20-%20Retno-ok-mima.pdf. Diunduh pada tanggal 15 Juni 2014. Walgito, Bimo. 1994. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi Offset Walgito, Bimo. 2003. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset Wiggins, McTighe. 2005. Understanding by Design. New Jersey Columbus Ohio

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN PENELITIAN

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah : SMP PL 1 Yogyakarta Kelas / Semester : VIII/ 2 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Standar Kompetensi 6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi sehari-hari Kompetensi Dasar 6.1 Mendeskripsikan konsep getaran dan gelombang serta parameterparameternya Indikator 1. Mendidenifikasikan getaran dalam kehidupan sehari-hari 2. Menyelidiki karakteristik gelombang transversal dan gelombang longitudinal Alokasi Waktu : 9 jam pelajaran ( 3 X pertemuan ) A. Tujuan Pembelajaran Pertemuan-1 1 2 3 Setelah melakukan percobaan tentang getaran, siswa dapat menjelaskan frekuensi getaran dengan benar Setelah melakukan percobaan tentang getaran, siswa dapat menentukan pola satu getaran sempurna dengan benar Setelah melakukan percobaan tentang getaran, siswa dapat menemukan hubungan antara frekuensi dan panjang tali sebuah getaran Pertemuan-2 1 Setelah melakukan percobaan tentang gelombang, siswa dapat mendeskripsikan pengertian gelombang

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 2 3 Setelah melakukan percobaan tentang gelombang, siswa dapat mendeskripsikan perbedaan gelombang longitudinal dan gelombang transversal Setelah melakukan percobaan tentang gelombang, siswa dapat menemukan besar-besaran yang ada pada gelombang Pertemuan -3 1 Setelah membaca buku siswa dan mendiskusikannya siswa dapat mendeskripsikan konsep satu gelombang transversal 2 Setelah membaca buku siswa dan mendiskusikannya siswa dapat mendeskripsikan konsep satu gelombang longitudinal 3 Setelah membaca buku siswa dan mendiskusikannya siswa dapat menggambarkan satu gelombang penuh 4 Setelah melakukan diskusi tentang gelombang, siswa dapat menemukan hubungan antara cepat rambat gelombang (v), frekuensi (f), dan panjang gelombang (λ) 5 Setelah melakukan diskusi dan pemodelan siswa dapat menyelesaiakn soal-soal sederhana secara matematis Materi Pembelajaran A. Getaran 1. Pengertian getaran C Getaran ialah gerak bolak-balik suatu benda melalui titik setimbang secara berkala. Satu getaran sempurna adalah adalah gerak dari A-B-A-C-A Amplitudo adalah simpang gatar terjauh Contoh : A - B atau A - C B A 3. Ciri-ciri Suatu Getaran Ciri suatu getaran ditandai oleh periode dan frekuensinya. Periode adalah waktu yang diperlukan benda untuk melakukan 1 getaran. Lambang periode = T, satuannya sekon atau detik. Frekuensi adalah banyaknya getaran setiap sekon. Lambang frekuensi = f , satuan frekuensi = getaran per sekon atau Hertz Hubungan antara frekuensi dan peiode adalah :

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 T = 1/f atau f = 1/T B. GELOMBANG Gelombang Mekanik Gelombang adalah getaran yang merambat dalam suatu medium Dalam peristiwa perambatan gelombang yang merambat hanyalah getarannya / usikannya, sedang mediumnya / zat perantaranya tetap. Gelombang mekanik adalah gelombang yang merambat memerlukan zat perantara. Contoh : gelombang laut, gelombang bunyi, gelombang pada tali, gelombang pada slinki. Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang ditimbulkan oleh getaran medan listrik dan medan magnet dan dapat merambat tanpa medium zat perantara. Contohnya : gelombang radio, gelombang cahaya, gelombang radar, sinar x, sinar alfa, sinar beta, dan sinar gama. 2. Gelombang Tranversal Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatannya tegak lurus dengar arah getarannya. Contoh : gelombang pada tali, gelombang pada air, gelombang cahaya

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Pajang gelombang adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam satu periode. Di bawah ini adalah contoh gelombang tranversal pada tali. 1λ b f q a p c 1λ s e d a - e = 1 gelombang = 1 λ b-f=1 λ r g i h p - b = q - d = r - f = s - h = amplitudo d = h = dasar gelombang a-c= ½ λ b = f = puncak gelombang a-p=¼ λ a = c = e = g = i = di sebut titik simpul a - b - c = e - f - g = bukit gelombang c - d - e = g - h - i = lembah gelombang 1 λ = jarak antara dua bukit = jarak antara dua lembah = terdiri dari satu bukit dan satu lembah

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 3. Gelombang Longitudinal Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar ( berimpit ) dengan arah getarnya. Contoh : gelombang pada slinki yang digetarkan maju mundur, gelombang bunyi Contoh gelombang longitudinal pada slinki : Renggangan Rapatan

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Di bawah ini adalah contoh gelombang longitudinal pada slinki ( pegas ) rapatan A renggangan B C D E Jarak antara dua rapatan ( A - C = C - E ) atau jarak antara dua renggangan ( B - D ) = 1 λ 4. Cepat Rambat Gelombang

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh gelombang tiap detik. Hubungan antara V, λ, dan f dituliskan dalam persamaan : V=λxf V = cepat rambat gelombang, dalam m/s f = frekuensi gelombang, dalam Hz λ = panjang gelombang, E. Alat/Bahan/Sumber belajar Buku Siswa IPA kelas VIII semester 2, Penerbit Pusat Perbukuan Diknas LKS Getaran dan Gelombang Pegas, beban kecil, benang, stopwatch, penggaris, slinki, tali palstik 10 meter, Statif dan kelengkapannya F. Metode Pembelajaran Model Pembelajaran Kooperatif G. Kegiatan Belajar Mengajar Pertemuan ke 1 Pendahuluan 1. Mengingatkan siswa tentang konsep gerak sebagai prasarat pengetahuan 2. Memotivasi siswa dengan cara mendemonstrasikan penggaris plastik yang ditarik salah satu ujungnya dan dilepaskan, dan menanyakan pada siswa apa yang Anda amati? Kemudian menanyakan kepada siswa apa yang dimaksud getaran? Dan meminta salah satu siswa untuk menyebutkan contohnya. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 1 secara singkat Kegiatan Inti 1. Memberikan informasi tentang kegiatan percobaan getaran dan memodelkan langkah-langkah melakukannya secara sederhana 2. Meminta siswa untuk duduk dalam tatanan pembelajaran koperatif, kemudian membagikan alat dan bahan yang diperlukan sesuai dengan LKS Getaran dan meminta siswa untuk bekerja secara cermat dan hati-hati sesuai dengan LKS 3. Membimbing siswa dalam kelompoknya untuk melakukan percobaan sampai pada kesimpulan 4. Secara bergantian, kelompok mengemukakan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 5. Guru memodelkan cara menggunakan matematis sederhana untuk mengerjakan soal hubungan antara perioda dan frekuensi 6. Setiap kelompok diberikan soal dan dikerjakan dalam kelompoknya 7. Meminta salah satu kelompok untuk mengerjakan ke depan dan diberikan penguatan 8. Memberikan penghargaan pada kelompok-koelompok yang kinerjanya bagus. 9. Mengkonfirmasi tentang frekuensi, perida, hubungan antara frekuensi dan periode Penutup 1. Membimbing siswa membuat rangkuman pembelajaran, sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. Pada tahap akhir guru memberikan tes untuk mengetahui efektifitas pembelajaran yang telah dilakukan. 3. Menugasi siswa untuk mengerjakan soal-soal tentang getaran sebagai PR

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN Sekolah : SMP 1 PL Yogyakarta Mata Pelajaran : FISIKA Kelas/Semester : VIII / 2 (Genap) Alokasi waktu : 2x40’ A. Standar Kompetensi : Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optika dalam produk teknologi sehari-hari B. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan konsep getaran dan gelombang serta parameterparameternya C. Tujuan Pembelajaran: 1 Melalui eksperimen sederhana, siswa dapat menentukan banyaknya getaran pada ayunan matematis 2 Melalui eksperimen sederhana, siswa dapat menentukan periode dan frekuensi getaran pada bandul matematis 3 Melalui eksperimen sederhana, siswa dapat menentukan pengaruh panjang tali terhadap periode getaran 4 Melalui diskusi kelompok, siswa dapat memberikan contoh yang dimaksud dengan getaran dalam gambar 5 Melalui latihan soal, siswa dapat menggunakan persamaan getaran untuk mencari periode dan frekuensi

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 D. Metode Pembelajaran  Inquiry terbimbing  Diskusi kelompok E. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Menjelaskan definisi getaran 2. Menentukan lintasan satu getaran pada ayunan 3. Mengidentifikasi getaran dalam kehidupan sehari-hari 4. Menentukan periode, dan frekuensi getaran pada ayunan 5. Menjelaskan hubungan massa dan panjang tali terhadap periode suatu getaran Karakter yang ingin dicapai : jujur, toleransi, komunikatif, teliti, pantang menyerah. Pertemuan 1 Tahap 1 : Menentukan hasil yang dicapai Established Goals (Tujuan Utama) Menjelaskan pengaruh panjang tali terhadap periode getaran pada ayunan matematis Essential Question (Pertanyaan Penting) Bagaimana pengaruh panjang tali terhadap periode ayunan? Understanding (Pemahaman) a. Satu kali getaran adalah satu kali gerakan bolak balik b. Amplitudo adalah jarak terjauh yang ditempuh benda dari titik seimbangnya c. Periode merupakan waktu yang diperlukan tiap satu kali getaran. Satuan periode adalah sekon. Periode diperoleh dari d. Frekuensi merupakan banyaknya getaran tiap satuan waktu. Satuan frekuensi adalah Hertz. Frekuensi diperoleh dari

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 Knowledge (Pengetahuan) Skill (Kemampuan) a. Getaran adalah gerakan bolak- a. Menentukan periode dan balik secara periodik melalui suatu titik seimbang frekuensi ayunan sederhana b. Melukiskan getaran pada bandul b. Parameter dalam getaran adalah amplitudo dan periode atau matematis c. Menyelidiki pengaruh panjang tali frekuensi pada periode ayunan c. Simpangan adalah jarak yang ditempuh benda dari titik seimbangnya. Simpangan terbesar disebut dengan amplitudo. d. Periode adalah selang waktu yang diperlukan untuk menempuh satu getaran e. Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan benda dalam satu sekon Tahap 2 : Menentukan Bukti yang diharapkan a. Can Explain (menjelaskan) b. Can Interpretation (menginterpretasi) Dapat menjelaskan apa  Dapat menyebutkan yang dimaksud dengan gerakan satu getaran Getaran Frekuensi Periode dalam berbagai titik setimbang  Dapat menyimpulkan hasil percobaan mengenai getaran Amplitudo ayunan matematis Kriteria hasil pemahaman dinilai berdasarkan c. Can apply (menerapkan) Dapat menyelesaikan soal hitungan untuk mengetahui besarnya periode dan frekuensi

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 LKS Presentasi Laporan Percobaan Hasil Diskusi PR Tahap 3 Langkah-langkah pembelajaran (2x40’) Kegiatan pembelajaran menggunakan pedoman WHERE TO Alokasi Waktu Kegiatan Pendahuluan 1. Pada awal pembelajaran, guru mengajak siswa untuk membuat 3’ sebuah benda bergetar. Guru menyediakan karet dan penggaris kemudian siswa dapat menggunakan benda tersebut untuk membuat getaran. –Hook 2. Guru menyampaikan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran 2’ yang akan dipelajari yaitu getaran. –Where 3. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan 3’ dalam proses kegiatan belajar. –Where 4. Guru melakukan demonstrasi tentang bandul matematis dengan 5’ memperagakan getaran yang terjadi pada bandul. Setelah melakukan percobaan guru mengajukan pertanyaan kepada siswa “apa yang dimaksud dengan satu getaran? Bagaimana menentukan periode suatu getaran?” –Hook, exhibit Kegiatan Inti 5. Guru merangkum dan menyimpulkan jawaban siswa. Setelah itu, 15’ guru menjelaskan konsep getaran serta parameter-parameter getaran. –Rethink, Equip 6. Guru membagi siswa ke dalam kelompok untuk melakukan 2’

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 eksperimen. Setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang. –Organize 7. Setelah terbagi ke dalam kelompok, guru menjelaskan alat yang 3’ digunakan dan prosedur percobaan. –Equip 8. Siswa melakukan percobaan dan berdiskusi dengan teman 20’ kelompok untuk mengisi lembar kerja siswa (LKS). –Explore 9. Dari percobaan yang sudah dilakukan, guru dan siswa berdiskusi 5’ mengenai konsep getaran, amplitude, periode, dan frekuensi serta pengaruh panjang tali terhadap periode bandul matematis. – Revisit, Rethink 10. Dari diskusi tersebut, guru kembali mengajukan pertanyaan untuk 5’ didiskusikan yaitu bagaimana cara memperbesar atau memperkecil periode bandul jam? sambil menampilkan gambar bandul jam (Pertanyaan tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada siswa bahwa panjang tali mempengaruhi peridoe bandul matematis). –Hook 11. Guru memberikan latihan soal untuk dikerjakan oleh siswa. – 5’ Equip, experience 12. Guru membahas latihan soal. Apabila ada siswa yang belum 5’ memahami cara penyelesaian soal, guru kembali memberikan penjelasan. –Rethink, evaluate Kegiatan penutup 13. Guru membagi kertas berupa latihan soal untuk dikerjakan di 2’ rumah sebagai PR. –Equip 14. Guru membimbing siswa untuk menyampaikan pemahaman yang 5’ telah dipelajari pada pertemuan hari ini. –Exhibit and evaluate TOTAL 80’

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN Sekolah : SMP 1 PL Yogyakarta Mata Pelajaran : FISIKA Kelas/Semester : VIII / 2 (Genap) Alokasi waktu : 4x40’ A. Standar Kompetensi : Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optika dalam produk teknologi sehari-hari B. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan konsep getaran dan gelombang serta parameterparameternya C. Tujuan Pembelajaran: 1 Melalui eksperimen sederhana, siswa dapat menyelidiki gelombang longitudinal dan gelombang transversal 2 Melalui diskusi kelompok, siswa dapat mendeskripsikan hubungan antara kecepatan rambat gelombang, frekuensi, 3 Melalui diskusi kelompok, siswa dapat mengaitkan konsep gelombang dengan kehidupan sehari-hari 4 Melalui latihan soal, siswa dapat menggunakan persamaan getaran untuk mencari periode dan frekuensi D. Metode Pembelajaran  Inquiry terbimbing

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151  Diskusi kelompok E. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Menjelaskan definisi gelombang 2. Menjelaskan gelombang transversal dan gelombang longitudinal 3. Mencari persamaan dasar gelombang 4. Menentukan periode, frekuensi, panjang gelombang, dan cepat rambat gelombang 5. Menjelaskan hubungan antara periode, panjang gelombang dan cepat rambat gelombang Karakter yang ingin dicapai : jujur, toleransi, komunikatif, teliti, pantang menyerah. Tahap 1 : Menentukan hasil yang dicapai Established Goals (Tujuan Utama) 1 Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menyelidiki karakteristik gelombang longitudinal dan gelombang transversal 2 Melalui diskusi informatif, peserta didik dapat mendeskripsikan hubungan antara kecepatan rambat gelombang, frekuensi, dan panjang gelombang Understandings (Pemahaman) a. Gelombang adalah suatu usikan yang merambat, yang membawa energi dari satu tempat ke tempat lainnya b. Gelombang merupakan perambatan energi yang berasal dari suatu sumber getaran. c. Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatnya tegak lurus terhadap arah getaran d. Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya sejajar dengan arah getaranya e. Periode gelombang adalah selang waktu yang diperlukan untuk menempuh satu gelombang f. Frekuensi gelombang adalah banyaknya gelombang yang terjadi dalam setiap sekon

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 g. Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam suatu selang waktu tertentu Essential Question (Pertanyaan Penting) a. Bagaimana gelombang dihasilkan? Darimanakah gelombang mendapat energi? b. Mengapa cahaya kilat selalu mendahului bunyi guntur? Knowledge (Pengetahuan) Skills (Kemampuan) a. Pengertian gelombang dan macam- a. Menjelaskan macam-macam macam gelombang gelombang b. Sifat umum gelombang b. Mendeskripsikan gelombang c. Perbedaan gelombang mekanik dan mekanik dan gelombang elektromagnetik elektromagnetik d. Perbedaan gelombang longitudinal dan c. Menjelaskan karakteristik antara transversal gelombang longitudinal dengan e. Persamaan dasar gelombang gelombang transversal d. Menentukan hubungan panjang gelombang, periode, frekuensi, dan cepat rambat gelombang Tahap 2. Menentukan bukti yang diharapkan (Evidence) Can Explain Can Interpretation Siswa dapat menjelaskan : a. Menyebutkan bagian- a. Bagaimana gelombang bagian gelombang dihasilkan b. Perbedaan getaran b. Membaca panjang Can Apply a. Melakukan percobaan gelombang b. Menyelesaikan soal gelombang berdasarkan hitungan berdasarkan dengan gelombang grafik gelombang persamaan gelombang c. Perbedaan gelombang c. Menyimpulkan hasil transversal dan longitudinal d. Peristiwa alam yang berkaitan dengan gelombang percobaan gelombang

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 Kriteria hasil pemahaman dinilai berdasarkan LKS Hasil Diskusi PR Latihan Soal Tahap 3. Langkah-langkah pembelajaran Alokasi Kegiatan berpedoman pada elemen WHERE TO Waktu PERTEMUAN PERTAMA (1x40’) Kegiatan pendahuluan 1. Pada awal pembelajaran, guru menampilkan gambar dan video 5’ mengenai gelombang. – Hook 2. Setelah menampilkan video, guru menyampaikan materi yang akan 2’ diajarkan beserta tujuan pembelajaran. – Where 3. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan video 2’ yang ditampilkan : Bagaimana gelombang bisa dihasilkan.? –Equip Kegiatan Inti 4. Berdasarkan pertanyaan tersebut, guru bersama-sama dengan siswa 15’ menyelidiki peristiwa gelombang dengan melakukan percobaan sederhana : Gelombang Slinky. Percobaan ini bertujuan e. untuk mengetahui bahwa gelombang dihasilkan apabila ada getaran yang merambat. f. Pengertian gelombang transversal dan gelombang longitudinal - Experience, explore 5. Guru melakukan demonstrasi gelombang mekanik longitudinal 10’ menggunakan telepon mainan dari gelas aqua. Kemudian guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba melakukan percobaan telepon mainan sambil melakukan pengamatan. - Exhibit, experience 6. Guru melakukan demonstrasi gelombang mekanik transversal 10’

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 menggunakan tali skipping. . Kemudian guru memberikan kesempatan kepada siswa sambil melakukan pengamatan untuk mencoba melakukan percobaan gelombang tali. - Exhibit, experience 7. Dari percobaan yang dilakukan, guru memberi kesempatan kepada siswa 5’ untuk mengisi LKS. -Rethink 8. Dari beberapa percobaan sederhana, guru mengajak siswa untuk 5’ berdiskusi mengenai gelombang mekanik transversal dan gelombang mekanik longitudinal. - Revisit, revise 9. Guru menyajikan simulasi gelombang menggunakan power point. 2’ Tujuan dari simulasi ini adalah mengetahui apakah medium ikut merambat bersama gelombang. - Hook, Equip 10. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa : mengapa pada saat kaki 5’ terkena ombak, kamu merasakan dorongan gelombang laut pada kakimu? Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?. Tujuan dari pertanyaan ini adalah menunjukkan bahwa gelombang membawa energi. - Hook, Equip Kegiatan Penutup 11. Siswa diajak menyampaikan pemahamannya mengenai materi 5’ gelombang. - Exhibit, evaluate 12. Dari hasil diskusi, guru memberi penegasan mengenai konsep 5’ gelombang yaitu bahwa suatu benda yang bergetar akan melakukan gerak. Sedangkan benda yang bergerak pasti memiliki energi. Karena energi merambat melalui partikel-partikel maka dapat disimpulkan bahwa perambatan energi yang berasal dari suatu getaran adalah gelombang. - Revise, Revisit 13. Guru menegaskan kembali apa pengertian gelombang transversal dan 4’ gelombang longitudinal. - Revise, Revisit 14. Guru dan siswa bersama-sama menarik kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari. - Evaluate, Organize 5’

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 80’ TOTAL PERTEMUAN KEDUA (2x40’) Kegiatan Pendahuluan 1. Guru mengingatkan kepada siswa tentang materi pada pertemuan 5’ sebelumnya yaitu mengenai konsep gelombang. – Hook 2. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa mengenai macam-macam 5’ gelombang. -Hook 3. Guru menjelaskan tujuan dan kegiatan pembelajaran pada pertemuan 5’ ini. –Where Kegiatan Inti 4. Guru menjelaskan bagian-bagian gelombang transversal. –Equip 5’ 5. Guru menjelaskan panjang gelombang pada gelombang transversal. – 5’ Equip 6. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang disajikan pada power 5’ point mengenai jumlah gelombang pada gelombang transversal. – Explore, equip, experience 7. Guru menjelaskan panjang gelombang pada gelombang longitudinal – 5’ Explore, exhibit 8. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang disajikan pada power 5’ point mengenai jumlah gelombang pada gelombang longitudinal. – Equip, Rethink 9. Guru menjelaskan parameter-parameter yang terdapat dalam 5’ gelombang. –Equip 10. Guru bersama-sama dengan siswa berdiskusi mengenai hubungan 5’ antara cepat rambat gelombang, panjang gelombang, dan frekuensi gelombang. – Explore, Organize 11. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa “Mengapa cahaya kilat 5’ selalu mendahului bunyi Guntur?” –Equip 12. Guru memberikan latihan soal kepada siswa. – Equip, Experience 10’ 13. Guru membahas latihan soal. Apabila ada siswa yang belum memahami 10’

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 materi dan menjawab soal, guru memberikan bimbingan. – Rethink, Revise, Evaluate Kegiatan Penutup 14. Guru bersama-sama dengan siswa menarik kesimpulan mengenai 5’ materi yang dipelajari hari ini. – Exhibit, Evaluate 15. Guru memberikan PR kepada siswa. – Exhibit, Evaluate TOTAL 5’ 80’

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 LKS 1 BANDUL MATEMATIS A. TUJUAN PERCOBAAN 1. Mengamati gerak osilasi bandul matematis 2. Menentukan frekuensi bandul matematis 3. Menentukan periode bandul matematis Essential Question : Bagaimana cara memperkecil atau memperbesar periode bandul? B. ALAT DAN BAHAN 1. Seperangkat bandul matematis 1 buah 2. Stop watch 1 buah 3. Mistar 1 buah 4. Busur 1 buah C. Prosedur Kerja a) Menentukan periode dan frekuensi 1 Ikatlah beban dengan benang 30 cm, lalu gantungkan benang tersebut dengan statif. 2 Ayunkan beban dengan sudut simpangan 30°, lalu lepaskan sehingga bandul berosilasi 3 Hitunglah waktu yang diperlukan oleh bandul untuk melakukan osilasi 4 Ulangi langkah 2-3 sampai 3 kali hingga mendapatkan data t1, t2 , t3 5 Hitung waktu rata-rata ( , kemudian cari periode dan frekuensinya 6 Lakukan percobaan ini berulang dengan jumlah osilasi yang berbeda b) Mencari pengaruh panjang tali terhadap periode ayunan 1. Tentukanlah massa beban kemudian gantungkan beban pada tali sebagai variabel kontrol 2. Ayunkan beban dengan sudut simpangan 30°, lalu lepaskan sehingga bandul berosilasi 3. Hitunglah waktu yang diperlukan bandul untuk melakukan 5 kali osilasi 4. Hitung periode ayunan 5. Lakukan percobaan berulang dengan panjang tali yang berbeda D. Data Percobaan a. Mencari periode ayunan massa = … gr panjang tali = …. cm sudut = …. o

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 No Jumlah Ayunan Waktu (s) t1 t2 t3 Periode (T) Frekuensi (f) 1 2 3 4 5 b. Menentukan pengaruh panjang tali terhadap periode Massa = … gr Sudut = … o No Panjang tali (cm) Waktu 5T (s) Periode (s) Frekuensi (Hz) 1 2 3 4 5 trata-rata = (t1+t2+t3) / 3 Periode : Frekuensi : Keterangan : t = waktu bandul berosilasi f = frekuensi (Hz) T = periode (sekon) E. 1 Pertanyaan/Diskusi Bagaimana cara menentukan periode satu getaran? ……………………………………………………………………………… 2 ……………………………............................................................................ Bagaimana menentukan frekuensi suatu getaran? ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 3 Gambarkan gerakan bolak balik bandul untuk satu kali getaran 4 Bagaimana hubungan panjang tali terhadap periode getaran? ……………………………………………………………………………… 5 ……………………………………………………………………………… Berikan kesimpulan dari percobaan ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 LKS 2 GELOMBANG PADA SLINKI A. Tujuan Percobaan Mengamati macam gelombang dengan menggunakan slinki. B. Alat dan Bahan Slinki (alat penunjuk gelombang yang terbuat dari pegas spiral). Gelombang transversal Gelombang longitudinal Slinki yang digerakkan ke samping atau tegak lurus dengan arah panjangnya. C. PROSEDUR KERJA Letakkan slinki di atas lantai dan mintalah temanmu untuk memegang salah satu ujung slinki Berilah getaran pada slinki beberapa kali ke arah samping dan arah maju mundur. Amati arah rambat gelombangnya. E. ANALISA No Arah getar Gambar bentuk gelombang 1 (Tunjukkan dalam gambar arah getaran dan arah rambatnya)

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 2 (Tunjukkan dalam gambar arah getaran dan arah rambatnya) F. PERTANYAAN DISKUSI 1. Ke arah manakah kamu memberikan getaran pada slinki ? Percobaan pertama : Percobaan kedua : 2. Ke manakah arah rambat gelombang ? Percobaan pertama : Percobaan kedua : 3. Apa yang dimaksud gelombang mekanik transversal dan gelombang mekanik longitudinal? Jawab : 4. Apa perbedaan gelombang mekanik transversal dengan gelombang mekanik longitudinal? Jawab : 5. Berikan kesimpulan dari percobaanmu

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 MODUL MATERI GETARAN GELOMBANG Getaran adalah:gerak bolak-balik benda secara teratur melalui titik keseimbangan. a. Periode adalah waktu yang di perlukan benda untuk melakukan satu kali getaran.Periode dinyatakan dalam satuan sekon. Periode dapat di nyatakan dalam rumus matematika sebagai berikut. b. Ferkuensi adalah jumlah getran dalam satu sekon. Satuan ferkuensi adalah hertz (Hz). Frekuensi dapat dinyatakan dalam satuaan matematika sebagai berikut: dimana T = periode f = Frekuensi t = waktu untuk melakukan getaran n = jumlah getaran Hubungan antara frekuensi da periode dinyatakan sebagai berikut: T = 1/f f = 1/T Pengertian gelombang Gelombang adalah getaran yang merambat. Gelombang terjadi karna adanya sumber getaran. Pada perambatanya gelombang merambatkan energi gelombang,sedangkan perantaranya tidak ikut merambat. Menurut zat perantaranya gelombang di bedakan menjadi dua macam yaitu : 1. Gelombang mekanik :gelombang yang perambatanya memerlukan medium, contoh :gelombang air dan gelombang bunyi. 2. Gelombang elektrik : gelombang yang dalam perambatanya tidak memerlukan medium.contoh gelombang radio dan gelombang cahaya

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 Contoh soal: 1. Jika ayunan sederhana bergetar sebanyak 80 kali dalam waktu 20 sekon, maka tentukan periode getaran dan frekuensi ayunan ! Jawab: diketahui : n= 80 getaran t= 20 sekon f= = 4 Hz T= = 0,25 sekon 2. Seuah bandul selama 4 sekon bergetar sebanya 20 getaran, berapa periode getaran dan frekuensi getaran bandul tersebut ? Jawab : diketuhui : n=20 getaran t = 4 sekon = 5 Hz = 0,2 sekon Gelombang transversal dan gelombang longitudinal Berdasarkan arah rambat dan arah getaranya, gelombang dibedakan atas gelombang transversal dan gelombang longitudinal. 1. Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatanya tegak lurus terhadap arah getaranya. Gelombang transversal berbentuk bukit gelombang dan lembah gelombang yang merambat. Contoh gelombang pada tali, permukaan air dan gelombang cahaya. Panjang gelombang adalah panjang suatu gelombang yang terdiri dari satu bukit dan satu lembah gelombang.panjang gelombang di lambangkan dengan lamda (λ)dan satuanya adalah meter 2. Gelombang longitudinal Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya sejajar dengan arah rambatnya. Gelombang longitudinal berbentuk rapatan dan renggangan. Contohnya gelombang bunyi.

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 Panjang gelombang longitudinal Panjang gelombang longitudinal adalah panjang satu gelombang yang terdiri dari satu rapatan dan satu renggangan. Contoh dua panjang gelombang yang terdiri dari dua rapatan dan dua renggangan - Periode gelombang (T) Yaitu waktu yang diperlukan untuk menempuh satu gelombang,satuanya adalah sekon (s) · Frekuensi gelombang(f) Yaitu jumlah gelombang yang terbentuk dalam satu detik,satuanya adalah Hz (hertz) Cepat rambat gelombang (v) Yaitu jarak yang di tempuh gelombang dalam waktu satu detik ,satuanya adalah meter/detik (m/s) Hubungan antara pajang gelombang,periode,frekuensi, dan cepat rambat gelombang. · · · Rumus dasar gelombang adalah: λ = vT atau maka v = λ f v = cepat rambat gelombang (m/s) λ = panjang gelombang (m) T = periode (s) Dan

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 SOAL PRETEST No 1 Soal A 2 B O a. Dengan menggunakan gambar diatas, sebutkanlah gerakan satu getaran b. Sebutkan gerakan satu periode c. Pada gambar di atas, tunjukkan bagian amplitudo getaran dengan menggunakan garis Sebuah bandul sederhana bergetar 50 kali dalam waktu 10 sekon. Periode dan frekuensi getaran tersebut adalah… 3 Bagaimana gelombang bisa dihasilkan? Apakah perbedaannya dengan getaran? 4 Jelaskan yang dimaksud dengan a. Gelombang transversal b. Gelombang longitudinal 5 Berdasarkan gambar di bawah ini Sebutkanlah titik-titik yang mewakili bagian a. Puncak gelombang b. Dasar gelombang c. Bukit gelombang d. Lembah gelombang

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 e. Amplitudo Panjang gelombang Perhatikan gambar di bawah ini f. 6 5m Dalam selang waktu 5 s terjadi gelombang transversal seperti gambar di atas. Hitunglah a. Panjang gelombang b. Periode gelombang c. Frekuensi gelombang d. Cepat rambat gelombang 7 100 cm Berapakah panjang gelombang nya?

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 SOAL POSSTEST GETARAN DAN GELOMBANG 1. Apa yang dimaksud dengan getaran? 2. Sebutkan titik-titik yang mewakili satu getaran a d b c o 3. Perhatikan gambar di bawah ini A B C D 15 cm 20 cm 25cm 30 cm Jika ke empat bandul di ayunkan, bandul manakah yang memiliki periode terbesar? Jelaskan! 4. Ayunan di sekolahmu bergetar seperti halnya bandul sederhana sebanyak 50 kali dalam waktu 2,5 sekon. Berapakah periode dan frekuensi ayunan tersebut? 5. A. Bagaimana gelombang dihasilkan? B. Apa yang dimaksud dengan gelombang transversal dan gelombang longitudinal

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 6. Dibawah ini merupakan gambar jam bandul. Bagaimana cara memperbesar perioide jam bandul tersebut? apakah panjang tali harus dinaikkan atau diturunkan? Jelaskan! 7. Grafik berikut melukiskan pola tali yang digetarkan dan membentuk pola gelombang transversal. Jika periode gelombang 4 sekon, dan A- B terpisah sejauh 10 meter. hitunglah cepat rambat gelombang tersebut 8. a. Suatu gelombang merambat dalam suatu medium dengan frekuensi 4 Hz dan panjang gelombang 2 meter. Tentukanlah cepat rambat gelombang b. jika frekuensi gelombang pada (A) siubah menjadi 8 Hz, berapakah cepat rambat dan panjang gelombang dari gelombang tersebut c. Jika panjang gelombang pada (A) diubah menjadi 8m, berapakah cepat rambat dan frekuensi dari gelombang itu 9. Berikut ini merupakan gambar gelombang longitudinal pada pegas. 3 sekon Tentukanlah periode dan frekuensi gelombang tersebut 10. Jelaskan, mengapa cahaya kilat selalu mendahului bunyi guntur?

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 KUNCI JAWABAN PRETEST No Soal 1 A 2 B O a. Dengan menggunakan gambar diatas, sebutkanlah gerakan satu getaran AOBOA, BOAOB b. Sebutkan gerakan satu periode AOBOA, BOAOB c. Pada gambar di atas, tunjukkan bagian amplitudo getaran dengan menggunakan garis Sebuah bandul sederhana bergetar 50 kali dalam waktu 10 sekon. Periode dan frekuensi getaran tersebut adalah… Diketahui : n =50 ; t=10s Ditanya : T dan f Jawab : a. T = t/n = 10/50= s 3 b. f = Bagaimana gelombang bisa dihasilkan? Apakah perbedaannya dengan getaran? Gelombang adalah getaran yang merambat. Sedangkan getaran adalah gerakan bolak balik secara periodik melalui titik setimbang 4 Jelaskan yang dimaksud dengan a. Gelombang transversal Gelombang transversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah getarnya b. Gelombang longitudinal Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya sejajar dengan arah rambatnya 5 Berdasarkan gambar di bawah ini

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 Sebutkanlah titik-titik yang mewakili bagian a. Puncak gelombang B, F b. Dasar gelombang D, H c. Bukit gelombang ABC, EFG d. Lembah gelombang CDE, GHI e. Amplitudo b’-B ; d’-D ; f’-F ; h’-H f. Panjang gelombang A-E ; C-G ; E-I 6 Perhatikan gambar di bawah ini 5m Dalam selang waktu 5 s terjadi gelombang transversal seperti gambar di atas. Hitunglah a. Panjang gelombang b. Periode gelombang c. Frekuensi gelombang d. Cepat rambat gelombang Diketahui : t=5s x=5m n = 2,5 Jawab : a. λ = 2x = 2 x 5 m = 10 m b. T = =2s c. f = d. v =

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 7 100 cm Berapakah panjang gelombang nya? Diketahui : n=2 x = 100m Ditanya : λ? Jawab : λ=

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 KUNCI JAWABAN POSTTEST No.Soal Jawaban 1 Getaran adalah gerak bolak-balik secara periodik melalui titik setimbang 2 3 4 1. a-b-o-c-d-c-o-b-a 2. d-c-o-b-a-b-o-c-d Bandul D. karena panjang tali mempengaruhi periode bandul. Semakin panjang tali bandul, maka semakin besar periodenya. Dan semakin pendek tali bandul maka semakin kecil periodenya. Diketahui : n = 50 t = 2,5 sekon Ditanya a. T b. F Jawab : a. b. 5 a. Gelombang dihasilkan jika ada getaran yang merambat membawa energi b. Gelombang transversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus terhadap arah rambatnya Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya sejajar dengan arah rambatnya

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 6 7 Cara memperbesar periode bandul jam adalah dengan menurunkan tali bandul dengan tujuan membuat panjang tali bandul menjadi lebih besar sehingga periodenya menjadi lebih besar. Diketahui : T = 4 sekon Ditanya : v? Jawab : v= v= v= 0,1 m/s 8 a. Diketahui f= 4 Hz Ditanya b. Diketahui f= 8 Hz Ditanya ? v dalam suatu medium yang diberikan, cepat rambat gelombang adalah tetap atau tidak berubah nilainya. Jadi ketika frekuensi dinaikkan,maka panjang gelombang berubah v= 8 m/s

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 c. Diketahui = 8 meter Ditanya ? v dalam suatu medium yang diberikan, cepat rambat gelombang adalah tetap atau tidak berubah nilainya. Jadi ketika frekuensi dinaikkan,maka panjang gelombang berubah v= 8 m/s 9 Diketahui : Ada 2 panjang gelombang t = 3 sekon Ditanya : T dan F Jawab : a. b. 10 Karena gelombang cahaya yang membawa kilat dan gelombang bunyi yang membawa Guntur memiliki cepat rambat cahaya yang berbeda.

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 RUBRIK PENILAIAN PRETEST No 1 Soal A 2 3 Kriteria jawaban B O d. Dengan menggunakan gambar diatas, sebutkanlah gerakan satu getaran e. Sebutkan gerakan satu periode f. Pada gambar di atas, tunjukkan bagian amplitudo getaran dengan menggunakan garis Sebuah bandul sederhana bergetar 50 kali dalam waktu 10 sekon. Periode dan frekuensi getaran tersebut adalah… Bagaimana gelombang bisa dihasilkan? Apakah perbedaannya dengan getaran? Jika menyebutkan 2 jawaban benar pada poin A, poin B, dan poin C Jika hanya menyebutkan satu jawaban benar pada poin A, poin B, dan poin C Jika salah satu poin salah sedangkan poin yang lain dijawab dengan tepat Jika hanya satu poin dijawab dengan tepat Jika semua jawaban salah namun berusaha menjawab Jika jawaban tidak diisi Jika jawaban benar dan lengkap dengan menyertakan persamaan rumus Jika jawaban benar tetapi tidak meyertakan persamaan rumus Jika salah satu jawaban tidak tepat namun menyertakan persamaan rumus Jika jawaban salah namun berusaha menjawab Jika jawaban kosong/ tidak diisi Jika menjawab dengan benar dan tepat mengenai pengertian gelombang dan perbedaannya dengan getaran Skor 12 6 8 4 1 0 10 8 7 1 0 8 175

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 4 5 Jelaskan yang dimaksud dengan c. Gelombang transversal d. Gelombang longitudinal Berdasarkan gambar di bawah ini Jika menjawab salah satu unsur dengan benar dan tepat Jika jawaban salah, namun berusaha menjawab Jika jawaban kosong/ tidak diisi Jika menjawab dengan tepat dan benar mengenai gelombang transversal dan gelombang longitudinal Jika hanya menjawab salah satu poin dengan benar Jika jawaban untuk poin A dan B kurang tepat Jika jawaban untuk poin A dan B salah namun berusaha menjawab Jika jawaban kosong/ tidak diisi Jika semua poin dijawab dengan benar dan menyebutkan lebih dari satu jawaban pada setiap poin Jika semua poin dijawab dengan benar namun menyebutkan hanya satu jawaban pada setiap poin Jika jawaban salah namun sudah berusaha menjawab Jika jawaban kosong/ tidak diisi 4 1 0 8 4 2 1 0 12 6 2 0 Sebutkanlah titik-titik yang mewakili bagian a. Puncak gelombang b. Dasar gelombang c. Bukit gelombang d. Lembah gelombang e. Amplitudo f. Panjang gelombang 176

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 6 Perhatikan gambar di bawah ini Jika jawaban benar dan lengkap dengan menyertakan persamaan rumus Jika jawaban benar tetapi tidak meyertakan persamaan rumus Jika salah satu jawaban tidak tepat namun menyertakan persamaan rumus Jika jawaban salah namun berusaha menjawab Jika jawaban kosong/ tidak diisi 12 10 8 1 0 Jika jawaban benar dan lengkap dengan menyertakan persamaan rumus Jika jawaban benar tetapi tidak meyertakan persamaan rumus Jika jawaban salah namun berusaha menjawab Jika jawaban kosong/ tidak diisi 8 6 2 0 5m Dalam selang waktu 5 s terjadi gelombang transversal seperti gambar di atas. Hitunglah a. Panjang gelombang b. Periode gelombang c. Frekuensi gelombang d. Cepat rambat gelombang 7 100 cm Berapakah panjang gelombang nya? TOTAL SKOR 70 NILAI = 177

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 RUBRIK PENILAIAN POSSTEST No 1 Soal Apa yang dimaksud dengan getaran Kriteria Jawaban Jawaban benar : getaran adalah gerak bolak-balik secara periodik melalui titik Skor 7 setimbang 2 Sebutkan titik-titik yang mewakili satu getaran a Jika jawaban kurang lengkap Jika jawaban salah Jika jawaban kosong Jika jawaban benar dan menyebutkan lebih dari satu Jika jawaban benar dan hanya menyebutkan satu Jika jawaban salah Jika tidak menjawab/ jawaban kosong 4 1 0 10 5 1 0 Jawaban benar dan alasan benar : bandul D. karena panjang tali mempengaruhi periode bandul. Semakin panjang tali bandul, maka semakin besar periodenya. Dan semakin pendek tali bandul maka semakin kecil periodenya. Jawaban benar dan alasan salah Jawaban dan alasan salah Jika tidak diisi/ jawaban kosong 10 d b c o 3 A Perhatikan gambar di bawah B C D 4 1 0 15 cm 20cm 178

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 25 cm 30 cm 4 Jika ke empat bandul di ayunkan, bandul manakah yang memiliki periode terbesar? Jelaskan! Ayunan di sekolahmu bergetar seperti halnya bandul sederhana sebanyak 50 kali dalam waktu 2,5 sekon. Berapakah periode dan frekuensi ayunan tersebut? 5 A. Bagaimana gelombang dihasilkan? B. Apa yang dimaksud dengan gelombang transversal dan gelombang longitudinal 6 Dibawah ini merupakan gambar jam bandul. Bagaimana cara memperbesar periode jam bandul tersebut? apakah panjang tali harus dinaikkan atau diturunkan? Jelaskan! Jikamenjawab dengan benar, menuliskan diketahui, ditanyakan menuliskan rumus T=t/n dan f=n/t dan benar prosesnya serta hasilnya benar Jikamenjawab dengan benar, menuliskan diketahui, ditanyakan menuliskan rumus T=t/n dan f=n/t dan benar prosesnya namun hasilnya salah Jika menjawab dengan benar, menuliskan diketahui, ditanyakan dan benar prosesnya serta hasilnya benar akan tetapi tidak menuliskan rumusnya Jika menjawab dengan benar, menuliskan diketahui, ditanyakan menuliskan rumus T=t/n dan f=n/t akan tetapi proses serta hasilnya salah Jika hanya menuliskan diketahui dan ditanyakan Jika jawaban kosong/ tidak diisi Jika poin A dan B dijawab secara lengkap dan tepat Jika poin A benar, akan tetapi salah satu poin B salah Jika poin A salah, tetapi semua poin B benar Jika poin A benar, kedua poin B salah Jika poin A dan B dijawab secara tidak tepat Jika tidak dijawab/ jawaban kosong Jika jawabannya adalah menurunkan tali bandul, beserta penjelasan hubungan panjang tali dengan periode Jika jawabannya adalah menurunkan tali bandul, akan tetapi tidak menjelaskan hubungan antara panjang tali dengan periode Jika jawabannya adalah menaikkan tali bandul, dan alasannya salah Jika semua jawaban salah namun berusaha menjawab 10 8 8 4 2 0 15 10 10 5 1 0 8 5 3 1 179

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 7 Grafik berikut melukiskan pola tali yang digetarkan dan membentuk pola gelombang transversal. Jika periode gelombang 4 sekon, dan A- B terpisah sejauh 10 meter. hitunglah cepat rambat gelombang tersebut Jika tidak diisi/ jawaban kosong Jika menjawab dengan unsur sebagai berikut secara tepat a. Diketahui b. Ditanyakan c. Rumus d. Proses e. Jawaban akhir Jika menjawab dengan unsur sebagai berikut secara tepat a. Diketahui b. Ditanyakan c. Rumus d. Proses Jika menjawab dengan unsur sebagai berikut secara tepat a. Diketahui b. Ditanyakan c. Rumus d. Hasil akhir Jika menjawab dengan unsur sebagai berikut secara tepat a. Diketahui b. Ditanyakan c. Rumus Jika menjawab dengan unsur sebagai berikut secara tepat a. Diketahui b. Ditanyakan c. Hasil akhir Jika menjawab dengan unsur sebagai berikut secara tepat a. Diketahui b. Ditanyakan 0 10 8 6 4 4 2 180

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 8 9 a. Suatu gelombang merambat dalam suatu medium dengan frekuensi 4 Hz dan panjang gelombang 2 meter. Tentukanlah cepat rambat gelombang b. Jika frekuensi gelombang pada poin (a) diubah menjadi 8 Hz, berapakah cepat rambat dan panjang gelombang dari gelombang tersebut c. Jika panjang gelombang pada (a) diubah menjadi 8m, berapakah cepat rambat dan frekuensi dari gelombang itu Berikut ini merupakan gambar gelombang longitudinal pada pegas. 3 sekon Tentukanlah periode dan frekuensi gelombang tersebut 10 Jelaskan, mengapa cahaya kilat selalu mendahului bunyi guntur? Jika tidak diisi/ jawaban kosong Jika poin a, b, dan c dijawab secara tepat dengan menyertakan apa yang diketahui, ditanyakan, persamaan rumus serta proses dan hasil benar. Jika salah satu poin tidak dijawab/ tidak diisi, namun kedua poin lainnya dijawab secara lengkap Jika hanya salah satu poin yang dijawab secara lengkap, namun kedua poin tidak diisi/kosong Jika jawaban poin a, b, dan c salah, akan tetapi berusaha menjawab Jika semua poin tidak diisi/ jawaban kosong 0 12 Jika jawaban lengkap, benar dengan menyertakan persamaan untuk mencari periode dan frekuensi gelombang dan benar proses serta hasil akhirnya Jika jawaban lengkap, benar dengan menyertakan persamaan untuk mencari periode dan frekuensi gelombang dan benar proses namun hasil akhirnya salah Jika jawaban lengkap, benar dengan menyertakan persamaan untuk mencari periode dan frekuensi gelombang, dan hasil akhir benar namun prosesnya salah Jika menuliskan diketahui, ditanyakan dan menyertakan persamaan untuk mencari periode dan frekuensi namun proses tidak lengkap dan hasil akhir salah Jika hanya menuliskan diketahui dan ditanyakan Jika jawaban kosong/ ttidak diisi Jika jawaban lengkap dan benar : menjelaskan bahwa cepat rambat cahaya lebih besar dari cepat rambat bunyi karena cahaya termasuk gelombang elektromegnatik yang tidak membutuhkan medium dalam perambatannya sedangkan bunyi termasuk gelombang mekanik yang membutuhkan medium untuk merambat Jika menjawab cepat rambat cahaya lebih besar dari cepat rambat bunyi namun 8 8 4 1 0 7 6 5 2 0 10 8 181

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 tidak menjelaskan gelombang elektromagnetik dan gelombang mekanik Jika alasan salah, namun berusaha menjawab Jika tidak diisi/ jawaban kosong TOTAL SKOR 1 0 100 NILAI = JUMLAH SKOR 182

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 KISI-KISI PRETEST No Soal Indikator 1 A a) Peserta didik dapat mennyebutkan getaran pada ayunan matematis b) Peserta didik dapat menentukan lintasan satu periode c) Peserta didik dapat menentukan amplitudo getaran pada ayunan matematis Can explain : Siswa dapat menjelaskan getaran pada bandul matematis Can Interpretation : Siswa dapat menginterpretasikan gerakan satu getaran menggunakan gambar Has Perspective : Siswa memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menentukan gerakan satu getaran a) Peserta didik dapat menyelesaikan soal hitungan menggunakan persamaan dasar getaran Can apply : Siswa dapat menerapkan persamaan getaran ke dalam permasalahan B O a. Dengan menggunakan gambar diatas, sebutkanlah gerakan satu getaran b. Sebutkan gerakan satu periode c. Pada gambar di atas, tunjukkan bagian amplitudo getaran dengan menggunakan garis 2 Sebuah bandul sederhana bergetar 50 kali dalam waktu 10 sekon. Periode dan frekuensi getaran tersebut adalah… Aspek Pemahaman 183

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 3 Bagaimana gelombang bisa dihasilkan? Apakah perbedaannya dengan getaran? 4 Jelaskan yang dimaksud dengan a. Gelombang transversal b. Gelombang longitudinal 5 Berdasarkan gambar di bawah ini a) Peserta didik dapat mendefinisikan gelombang b) Peserta didik dapat menjelaskan definisi getaran a) Peserta didik dapat menjelaskan pengertian gelombang transversal b) Peserta didik dapat menjelaskan pengertian gelombang longitudinal Can explain : Siswa dapat menjelaskan pengertian gelombang dan getaran a) Peserta didik dapat menjelaskan bagianbagian gelombang Can Interpretation : Siswa dapat menginterpretasikan grafik gelombang transversal untuk menjelaskan bagian-bagian gelombang Can explain : Siswa dapat menjelaskan pengertian gelombang transversal dan gelombang longitudinal Sebutkanlah titik-titik yang mewakili bagian a. b. c. d. e. f. Puncak gelombang Dasar gelombang Bukit gelombang Lembah gelombang Amplitudo Panjang gelombang 184

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 6 Perhatikan gambar di bawah ini 5m a) Peserta didik dapat menentukan panjang gelombang b) Peserta didik dapat menentukan periode gelombang c) Peserta didik dapat menentukan frekuensi gelombang d) Peserta didik dapat menentukan cepat rambat gelombang Can apply : pesera didik dapat menerapkan persamaan gelombang ke dalam permasalahan a) Peserta didik dapat menentukan panjang gelombang longitudinal Can apply : pesera didik dapat menerapkan persamaan gelombang ke dalam permasalahan Dalam selang waktu 5 s terjadi gelombang transversal seperti gambar di atas. Hitunglah a. b. c. d. Panjang gelombang Periode gelombang Frekuensi gelombang Cepat rambat gelombang 7 100 cm Berapakah panjang gelombang nya? 185

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 KISI-KISI POSTTEST GETARAN DAN GELOMBANG No. Soal Soal Indikator 1. Apa yang dimaksud dengan getaran? Menjelaskan definisi getaran 2. Sebutkan titik-titik yang mewakili satu getaran a Menentukan lintasan getaran pada ayunan Aspek pemahaman Can explain Dapat menjelaskan definisi getaran satu Can Interpretation Dapat menginterpretasikan gambar untuk menentukan lintasan satu buah getaran d b c o 3. Perhatikan gambar di bawah ini A B C D Menjelaskan hubungan massa Can explain dan panjang tali terhadap Dapat menjelaskan semakin periode suatu getaran panjang tali ayunan maka periodenya semakin besar. 15 cm 20 cm 25cm 186

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 30 cm Jika ke empat bandul di ayunkan, bandul manakah yang memiliki periode terbesar? Jelaskan! 4. Ayunan di sekolahmu bergetar seperti halnya bandul sederhana sebanyak 50 kali dalam waktu 25 sekon. Berapakah periode dan frekuensi ayunan tersebut? Menentukan periode, dan Can apply frekuensi getaran pada ayunan Dapat menghitung periode dan frekuensi berdasarkan persamaan getaran. 5. A. Bagaimana gelombang dihasilkan? B. Apa yang dimaksud dengan gelombang transversal dan gelombang longitudinal Menjelaskan gelombang dan macam gelombang 6. Dibawah ini merupakan gambar jam bandul. Bagaimana cara memperbesar periode jam bandul tersebut? apakah panjang tali harus dinaikkan atau diturunkan? Jelaskan! Menjelaskan hubungan massa Can explain dan panjang tali terhadap Dapat menjelaskan hubungan periode suatu getaran panjang tali terhadap periode definisi Can explain macamDapat menjelaskan definisi gelombang dan macam-macam gelombang 187

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 7. 8. Grafik berikut melukiskan pola tali yang digetarkan dan membentuk pola gelombang transversal. Jika A dan B terpisah sejauh 40 cm. hitunglah cepat rambat gelombang tersebut a. Suatu gelombang merambat dalam suatu medium dengan frekuensi 4 Hz dan panjang gelombang 2 meter. Tentukanlah cepat rambat gelombang b. jika frekuensi gelombang pada (A) diubah menjadi 8 Hz, berapakah cepat rambat dan panjang gelombang dari gelombang tersebut c. Jika panjang gelombang pada (A) diubah menjadi 8m, berapakah cepat rambat dan frekuensi dari gelombang itu Menentukan panjang gelombang, frekuensi, dan cepat rambat gelombang Can apply Dapat menghitung cepat rambat gelombang menggunakan persamaan gelombang Menentukan hubungan Can explain panjang gelombang, frekuensi, Dapat menjelaskan hubungan dan cepat rambat gelombang antara panjang gelombang, frekuensi, dan cepat rambat gelombang Can apply Dapat menentukan frekuensi, cepat rambat gelombang, dan panjang gelombang dalam suatu medium 9. Berikut ini merupakan gambar gelombang longitudinal pada pegas. Menentukan panjang gelombang, periode, dan frekuensi gelombang Can apply Dapat menghitung periode dan frekuensi berdasarkan 188

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 persamaan gelombang 3 sekon Tentukanlah periode dan frekuensi gelombang tersebut 10 Jelaskan, mengapa kilat selalu mendahului bunyi guntur? Mendeskripsikan gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik Can explain Dapat menjelaskan konsep gelombang dengan kehidupan sehari-hari 189

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 214

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 215

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 218

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 222

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 223

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228 DOKUMENTASI Gambar 1. KBM di Kelas Kontrol Gambar 2. Presentasi di kelas ekseprimen

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229 Gambar 3. Praktikum di kelas eksperimen Gambar 4. Siswa kelas eksperimen mengisi LKS

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 230 Gambar 5. Siswa mengerjakan latihan soal Gambar 6. Pembelajaran di kelas kontrol

(253)

Dokumen baru

Download (252 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Profil kemampuan literasi Matematis siswa kelas VIII-F SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dalam pembelajaran Matematika dengan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) pokok bahasan kubus dan balok tahun ajaran 2015/2016.
0
2
576
Upaya membangun aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar.
0
1
266
Efektivitas pembelajaran fisika di SMP pada pokok bahasan pesawat sederhana dengan metode demonstrasi dan tekanan dengan metode eksperimen menggunakan lembar kegiatan siswa pada siswa kelas VII semester II SMP Pangudi Luhur Boro - USD Repository
0
0
175
Efektivitas metode pembelajaran dalam hal perubahan konsep dengan eksperimen terbimbing menggunakan lembar kegiatan siswa pada pokok bahasan getaran - USD Repository
0
0
119
Penerapan teori konstruktivisme dalam pembelajaran pokok bahasan getaran untuk siswa kelas 2 SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang - USD Repository
0
0
137
Pembelajaran fisika dengan simulasi komputer pada pokok bahasan gerak lurus untuk siswa kelas VII di SMP Pangudi Luhur 1 Klaten - USD Repository
0
0
139
Keefektifan model pembelajaran tutor sebaya pada pembelajaran matematika dengan pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar untuk siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Wedi, Klaten - USD Repository
0
0
316
Diagnosis kesulitan belajar siswa dalam pokok bahasan bentuk akar di kelas X4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
105
Efektivitas pembelajaran gaya untuk siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur 1 Klaten dengan menggunakan pendekatan kontekstual bermedia film dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi - USD Repository
0
0
174
Pengaruh media pembelajaran berbasis blog terhadap motivasi, keaktifan belajar dan hasil belajar siswa di kelas VIII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pokok bahasan lensa - USD Repository
0
0
192
Studi komparasi metode pembelajaran konvensional dan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terkait minat dan hasil belajar siswa kelas VIII F SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pokok bahasan tabung dan kerucut - USD Repository
0
0
273
Upaya membangun aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar - USD Repository
0
0
264
Penerapan pendekatan understanding by design dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa kelas XI IPA pada materi persamaan keadaan gas ideal di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
167
Efektivitas penerapan pendekatan understanding by design dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pelaksanaannya di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta dengan pokok bahasan bunyi - USD Repository
0
0
256
Peningkatan hasil belajar dan minat siswa dalam pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode demonstrasi pada pokok bahasan momentum dan impuls di kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
250
Show more