Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Gamping menggunakan pendekatan kontekstual - USD Repository

Gratis

0
0
411
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD KANISIUS GAMPING MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh Valentina Feti Fetria NIM: 101134058 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD KANISIUS GAMPING MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh Valentina Feti Fetria NIM: 101134058 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Karya tulis ini kupersembahkan kepada : Yesus dan Bunda Maria yang telah menjadi sumber kekuatanku untuk mencapai semua ini Alm. Bapak yang selalu aku percaya doa dan dukungannya dan Ibu tercinta yang selalu memberikan doa dan dukungan terutama di sela-sela lelahku Kakak-kakakku tersayang yang menjadi penyemangat dalam perjuanganku dan pendukung agar selalu fokus Ibu E. Catur Rismiati, S.Pd.,M.A., Ed.D. yang telah memberikan pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran selama langkah perjalanan ini Sahabat-sahabatku yang telah memberikan semangat yang menguatkanku hingga di titik ini Almamaterku : Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Melangkahlah dan biarkan Tuhan menuntutmu ke tempat yang jauh lebih indah dari ini dan nikmati setiap langkah bersama-Nya ” “God Bless You” “God never say good bye” v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD KANISIUS GAMPING MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Valentina Feti Fetria Universitas Sanata Dharma 2014 Pembelajaran IPA pada siswa kelas V di SD Kanisius Gamping menunjukkan rendahnya minat dan prestasi belajar. Rendahnya minat dan prestasi belajar tersebut mendorong peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui (1) penggunaan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan minat belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014; (2) penggunaan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas V SD Kanisius Gamping. Objek penelitian ini adalah peningkatan minat dan prestasi belajar IPA menggunakan pendekatan kontekstual. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan meliputi teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase siswa yang berminat dari 78,27% pada siklus 1 dan 85,12% pada siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat dari 83,33% pada siklus 1 dan 85,71% pada siklus 2. Hasil minat belajar tersebut menunjukkan pencapaian target sebesar 85%. Prestasi belajar juga mengalami peningkatan dari jumlah siswa yang lulus KKM pada siklus 1 sebesar 53,6% menjadi 92,9% pada siklus 2 dan kenaikan rata-rata kelas pada siklus 1 sebesar 63 menjadi 83 pada siklus 2. Jumlah siswa yang lulus KKM telah mencapai target sebesar 70% dengan rata-rata kelas 70. Jadi penggunaan pendekatan kontekstual meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Gamping. Kata kunci : minat belajar, prestasi, dan pendekatan kontekstual viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE IMPROVEMENT OF STUDENT’S INTEREST AND LEARNING ACHIEVEMENT OF SCIENCE ON GRADE V IN KANISIUS GAMPING ELEMENTARY SCHOOL BY USING CONTEXTUAL APPROACH Valentina Feti Fetria Universitas Sanata Dharma 2014 Data had shown that Studying Science in fifth grade of Kanisius Gamping Elementary School got low interest and achivement among students. This fact has encouraged the researcher to conduct a research that is aimed to measure (1) the use of contextual approach in increasing fifth grade Kanisius Gamping students’ interest on studying science for 2013/2014; (2) the use of contextual approach in increasing fifth grade Kanisius Gamping student’s achievement on studying science for 2013/2014. This research is a classroom action research with two cycles. Subjects of research are 28 fifth grade students. The object of this research is increasing students’ interest and achievement on studying science by using contextual approach. The data collections are through observation, interview, questionaire and documentation. Analysis data is using quantitative technic and qualitative technique. The result shows that there is increasing percentage on the students’ interest from 78,27% on the first cycles into 85,12% on the second cycles. Also, there is an increasing on the students who have quite interest from 83,33% on the first cycles into 85,71% on the second cycles. These result have reached target which is 85%. In case of students’ achievement there is an increasing of number of students who pass KKM from 53,6% on the first cycles into 92,9% on the second cycles. Also mean has increased into 83 from 63 on the second cycles. The amount of students who pass KKM has reached target that is 70% by the mean of 70.Conclusion the use of contextual approach has increased fifth grade Kanisius Gamping Elementary Students’ interest and achievement. Key words : interest on studying, achievement, and contextual approach ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa karena telah melimpahkan berkat dan kasihNya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD KANISIUS GAMPING MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL”. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa adanya banyak bantuan dari berbagai pihak selama menyusun skripsi ini, sehingga peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Romo G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 2. Ibu E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, dorongan, bantuan, semangat, dan pengalaman berharga yang sangat berguna dalam penelitian ini. 3. Segenap dosen program studi PGSD atas bantuan yang diberikan selama peneliti menempuh studi. 4. Ibu Fialistina, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Kanisius Gamping yang telah memberikan izin dan bantuan dalam penelitian. 5. Bapak Agustinus Legowo selaku guru kelas V SD Kanisius Gamping yang memberikan kesempatan dan bantuan dalam penelitian ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ii HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS......................vii ABSTRAK ..................................................................................................viii ABSTRACT.................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ................................................................................... x DAFTAR ISI ...............................................................................................xii DAFTAR TABEL ....................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ...............................................................................xviii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xx BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ..................................................... 1 B. Pembatasan Masalah ............................................................. 8 C. Rumusan Masalah................................................................. 8 D. Tujuan Penelitian .................................................................. 8 E. Manfaat Penelitian ............................................................... 9 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI F. Batasan Pengertian .............................................................. 10 BAB II TINJAUAN TEORI A. Kajian Pustaka ................................................................... 12 1. Teori-teori yang Mendukung ......................................... 12 2. Minat Belajar ................................................................. 14 3. Prestasi Belajar .............................................................. 18 4. Student Centered Learning ............................................ 19 5. Pendekatan Kontekstual ................................................. 24 6. Ilmu Pengetahuan Alam ................................................ 30 7. Siswa Sekolah Dasar ..................................................... 32 8. Hasil Penelitian yang Relevan ....................................... 33 B. Kerangka Berpikir ............................................................... 38 C. Hipotesis Tindakan .............................................................. 40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian .................................................................. 41 B. Setting Penelitian ................................................................ 42 C. Rencana Tindakan ............................................................... 43 D. Indikator dan Pengukuran Keberhasilan ............................ 47 E. Teknik Pengumpulan Data .................................................. 48 F. Instrumen Penelitian ............................................................ 50 G. Uji Validitas dan Reliabilaitas ............................................ 60 H. Indeks Kesukaran ................................................................ 78 I. Teknik Analisis Data ............................................................ 84 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI J. Jadwal Penelitian .................................................................. 87 BAB IV DESKRIPSI, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian ........................................................... 89 B. Hasil Penelitian ................................................................. 99 C. Pembahasan ..................................................................... 122 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan ...................................................................... 146 B. Keterbatasan ..................................................................... 147 C. Saran ................................................................................ 147 DAFTAR REFERENSI ............................................................................ 149 LAMPIRAN............................................................................................... 153 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL 1. Indikator Keberhasilan ..................................................................... 47 2. Pedoman Observasi ......................................................................... 51 3. Pedoman Wawancara ...................................................................... 52 4. Kisi-kisi Kuesioner Minat ................................................................ 53 5. Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus 1 Sebelum Validasi.......................... 54 6. Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus 2 Sebelum Validasi ......................... 55 7. Rubrik Penilaian Psikomotorik Pertemuan 1 Siklus 1 .................... 56 8. Rubrik Penilaian Psikomotorik Pertemuan 2 Siklus 1 .................... 56 9. Rubrik Penilaian Psikomotorik Pertemuan 3 Siklus 1 .................... 57 10. Rubrik Penilaian Afektif Siklus 1 ................................................... 58 11. Rubrik Psikomotorik Siklus 2 .......................................................... 59 12. Rubrik Penilaian Afektif Siklus 2 ................................................... 60 13. Perhitungan SPSS untuk Kuesioner ................................................ 63 14. Kisi-kisi Kuesioner Minat Setelah Validasi .................................... 64 15. Hasil Content Validity Silabus Siklus 1 ........................................... 65 16. Hasil Content Validity Silabus Siklus 2 ........................................... 66 17. Hasil Content Validity RPP Siklus 1................................................ 67 18. Hasil Content Validity RPP Siklus 2................................................ 68 19. Hasil Content Validity Soal Evaluasi Siklus 1 ................................. 70 20. Hasil Content Validity Soal Evaluasi Siklus 2 ................................. 70 21. Perhitungan SPSS untuk Soal Evaluasi Siklus 1 ............................ 73 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22. Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus 1 Setelah Validasi ........................... 74 23. Perhitungan SPSS untuk Soal Evaluasi Siklus 2 ............................. 75 24. Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus 2 Setelah Validasi ........................... 76 25. Tabel Koefisien Reliabilitas ............................................................ 77 26. Perhitungan Reliabilitas Kuesioner Minat ....................................... 77 27. Perhitungan Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus 1 ............................. 78 28. Perhitungan Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus 2 ............................. 78 29. Kriteria Indeks Kesukaran ............................................................... 79 30. Indeks Kesukaran Soal Siklus 1 ..................................................... 80 31. Kisi-kisi Indeks Kesukaran pada Soal Evaluasi Siklus 1 ................ 81 32. Indeks Kesukaran Soal Siklus 2 ..................................................... 82 33. Kisi-kisi indeks Kesukaran pada Soal Evaluasi Siklus 2 ................ 83 34. Rentang Nilai Tiap Kategori Minat ................................................. 85 35. Jadwal Penelitian ............................................................................. 87 36. Minat Belajar Siswa Kondisi Awal berdasarkan Observasi ........... 99 37. Minat Belajar Siswa Pertemuan 1 Siklus 1 berdasarkan Observasi 100 38. Minat Belajar Siswa Pertemuan 2 Siklus 1 berdasarkan Observasi 100 39. Minat Belajar Siswa Pertemuan 3 Siklus 1 berdasarkan Observasi 101 40. Minat Belajar Siswa pada Siklus 1 berdasarkan Observasi ........... 102 41. Minat Belajar Siswa Kondisi Awal berdasarkan Kuesioner ......... 103 42. Minat Belajar Siswa Pertemuan 1 Siklus 1 berdasarkan Kuesioner 104 43. Minat Belajar Siswa Pertemuan 2 Siklus 1 berdasarkan Kuesioner 105 44. Minat Belajar Siswa Pertemuan 3 Siklus 1 berdasarkan Kuesioner 106 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45. Minat Belajar Siswa pada Siklus 1 berdasarkan Kuesioner........... 107 46. Hasil Penelitian Mina Belajar Siklus 1 ......................................... 107 47. Minat Belajar Siswa Pertemuan 1 Siklus 2 berdasarkan Observasi108 48. Minat Belajar Siswa Pertemuan 2 Siklus 2 berdasarkan Observasi109 49. Minat Belajar Siswa Siklus 2 berdasarkan Observasi.................... 109 50. Minat Belajar Siswa Pertemuan 1 Siklus 1 berdasarkan Kuesioner 110 51. Minat Belajar Siswa Pertemuan 1 Siklus 1 berdasarkan Kuesioner 111 52. Minat Belajar Siswa pada Siklus 2 ............................................... 112 53. Hasil Penelitian Minat belajar Siklus ............................................ 112 54. Prestasi Belajar pada Tahun 2012/2013 ........................................ 113 55. Prestasi Belajar pada Tahun 2013/2014 ........................................ 114 56. Prestasi Belajar Siswa Aspek Kognitif Siklus 1 ........................... 115 57. Prestasi Belajar Siklus 1 berdasarkan Penilaian Otentik ............... 116 58. Hasil Penelitian Prestasi Belajar Siklus 1 ..................................... 117 59. Prestasi Belajar Siswa Aspek Kognitif Siklus 2 ............................ 118 60. Prestasi Belajar berdasarkan Penilaian Otentik ............................ 119 61. Hasil Penelitian Prestasi Belajar Siklus 2 ..................................... 120 62. Hasil Penelitian ............................................................................. 121 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR 1. Literature Map ................................................................................. 37 2. Siklus PTK Model Kemmis & Taggart ........................................... 42 3. Contoh Kegiatan Siswa melakukan Percobaan ............................. 125 4. Contoh Kesimpulan LAS .............................................................. 126 5. Contoh Komunitas Belajar ............................................................ 127 6. Contoh Kartupedia ........................................................................ 128 7. Contoh Lembar Refleksi ............................................................... 128 8. Siswa yang menunjukkan Sikap Ceria .......................................... 131 9. Contoh Percobaan dalam Kelompok ............................................. 131 10. Siswa Presentasi ............................................................................ 132 11. Siswa Bertanya .............................................................................. 133 12. Bagan Minat Belajar berdasarkan Observasi ................................ 134 13. Contoh Kusioner Minat Indikator 1 Siklus 1 ................................ 135 14. Contoh Kusioner Minat Indikator 1 Siklus 2 ................................ 136 15. Contoh Kusioner Minat Indikator 2 Siklus 1 ................................ 137 16. Contoh Kusioner Minat Indikator 2 Siklus 2 ................................ 137 17. Contoh Kusioner Minat Indikator 3 Siklus 1 ................................ 138 18. Contoh Kusioner Minat Indikator 3 Siklus 2 ................................ 138 19. Contoh Kusioner Minat Indikator 4 Siklus 1 ................................ 139 20. Contoh Kusioner Minat Indikator 4 Siklus 2 ................................ 139 21. Bagan Minat Belajar Siswa berdasarkan Kuesioner ..................... 140 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22. Evaluasi Siklus 1 ........................................................................... 142 23. Evaluasi Siklus 2 ........................................................................... 143 24. Bagan pencapaian Jumlah Siswa mencapai KKM ........................ 144 25. Bagan Pencapaian Nilai Rata-rata Kelas ....................................... 145 xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN 1. Surat Ijin Melakukan Penelitian dan Selesai Penelitian .....................153 2. Instrumen Pembelajaran Sebelum Validasi ........................................155 3. Instrumen Pembelajaran Setelah Validasi...........................................221 4. Contoh-contoh Hasil Pekerjaan Siswa ................................................297 5. Hasil penghitungan IK .......................................................................313 6. Output SPSS untuk Uji Validitas dan Reliabilitas .............................315 7. Hasil Content Validity .........................................................................321 8. Data Kuesioner Kondisi Awal, Siklus 1& 2 ......................................345 9. Hasil Observasi Kondisi Awal Siklus 1 & 2 ......................................351 10. Daftar Nilai Kognitif Siswa Kondisi Awal, Siklus 1 & 2 .................363 11. Daftar Nilai 3 Aspek Siswa Siklus 1& 2.............................................367 12. Data Analisis Hasil Observasi ............................................................369 13. Foto-foto Kegiatan ..............................................................................376 xx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I pendahuluan membahas mengenai latar belakang masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan batasan pengertian. A. Latar Belakang Masalah Samatowa (2011:4) mengungkapkan bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mempunyai tujuan untuk melatih siswa berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis ini berawal dari rasa ingin tahu yang mendorong siswa untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukan melalui langkah sistematis. Kemampuan ini merupakan dasar untuk mengembangkan pengetahuan siswa yang dinamis. Pengetahuan yang dinamis ini bermanfaat bagi siswa dan lingkungannya. Samatowa (2011:4) juga mengungkapkan bahwa pembelajaran IPA menjadi dasar dalam pembangunan negara di bidang teknologi. Kemampuan teknologi suatu bangsa akan menjadi tolok ukur untuk kemajuan bangsa tersebut. Siswa mulai membangun pondasi kemampuan berpikir kritis tersebut di tingkat sekolah dasar. Oleh karena itu, pembelajaran IPA di Sekolah Dasar diharapkan lebih menekankan pada kemampuan berpikir daripada kemampuan menghafal. Kemampuan berpikir ini dikembangkan melalui percobaan yang dilakukan sendiri oleh siswa dalam pembelajaran. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memupuk rasa ingin tahu secara alamiah dan aktif mencari jawaban berdasarkan bukti melalui langkah yang sistematis. Rasa ingin tahu tersebut muncul dalam kegiatan pembelajaran secara aktif. 1

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Samatowa (2011:2) menjelaskan bahwa “fokus program pengajaran IPA di SD hendaknya ditujukan untuk memupuk minat dan pengembangan siswa terhadap dunia mereka dimana mereka hidup” . Minat tersebut dapat berupa rasa ingin tahu yang mendorong siswa untuk melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan IPA. Rasa ingin tahu tersebut mengembangkan pengetahuan yang dapat membantu siswa untuk menjelaskan dan menghadapi berbagai fenomena alam yang terjadi di lingkungannya. Keberhasilan siswa untuk membangun pengetahuan tersebut akan terlihat dari prestasi belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Winkel dalam Sunarto (2009:1) yang menjelaskan bahwa prestasi belajar sebagai bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping pada kenyataannya belum mampu memenuhi harapan untuk mengembangkan minat secara optimal melalui kegiatan yang mengaktifkan siswa. Pembelajaran yang dilaksanakan di kelas V SD Kanisius Gamping masih mengalami kendala dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif membangun pengetahuannya dan melakukan percobaan sehingga minat belajar siswa kurang optimal. Kurang optimalnya minat belajar tersebut mempengaruhi prestasi belajar IPA. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat Syah (2001:132) yang mengungkapkan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh minat. Pendapat ini juga diperkuat oleh Sardiman (dalam Susanto, 2013:66) yang menyatakan bahwa proses belajar tidak dapat berjalan lancar tanpa adanya minat belajar yang optimal. Proses belajar yang tidak berjalan lancar menyebabkan prestasi belajar IPA rendah.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Kendala rendahnya minat dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping tersebut dapat dilihat dari hasil observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Slamato, Djamarah, dan Mardapi mengungkapkan mengenai indikator minat belajar. Peneliti merumuskan indikator minat berdasarkan pendapat ketiga ahli tersebut. Minat belajar siswa ditunjukkan oleh beberapa indikator, yaitu : (1) siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA; (2) siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA; (3) siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA; dan (4) siswa berinisiatif mencari informasi baru. Hasil observasi menggambarkan kondisi pembelajaran IPA di kelas V SD Kanisius Gamping. Hasil observasi pertama pada tanggal 7 Oktober 2013 menunjukkan bahwa ada 67,86% siswa yang menunjukkan rasa senang saat mengikuti pembelajaran IPA. Rasa senang tersebut muncul ketika guru meminta siswa untuk bekerja dalam kelompok di luar kelas. Siswa yang memperhatikan proses pembelajaran IPA ada 65,48%. Siswa yang kurang memperhatikan pembelajaran IPA tersebut melakukan aktivitas lain seperti menggunting kuku dan bermain dengan pulpen. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran ada 49,11%. Siswa yang tidak terlibat dalam kelompok memilih untuk bekerja sendiri. Inisiatif siswa untuk mencari informasi baru ada 25,00% yang ditunjukkan dengan adanya 1 siswa yang berusaha bertanya mengenai hal-hal lain yang berkaitan dengan materi. Rata-rata siswa yang berminat pada observasi pertama adalah 51,86%. Hasil observasi kedua pada 12 Oktober 2013 menunjukkan bahwa ada 64,29% siswa yang menunjukan rasa senang. Hal ini ditunjukkan dengan adanya

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 siswa yang menunjukkan ekspresi ceria ketika proses pembelajaran. Siswa yang memperhatikan proses pembelajaran ada 71,43% yang ditunjukkan dengan adanya siswa yang mencatat saat diminta guru. Siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran ada 29,46%. Siswa yang kurang terlibat dalam proses pembelajaran dan melakukan aktivitas lain seperti menggambar di sampul buku, bermain dengan benda yang ada di meja (pulpen, pensil, bendera pramuka, tisu, dan sebagainya), tiduran, dan berbicara dengan temannya mengenai hal yang tidak ada kaitannya dengan materi pembelajaran. Inisiatif siswa ada 27,68% yang ditunjukkan dengan adanya siswa yang berusaha untuk menjawab pertanyaan yang diajukan guru dan bertanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan materi. Rata-rata siswa berminat pada observasi kedua adalah 48,21%. Jadi kedua hasil observasi menunjukkan bahwa rata-rata siswa berminat adalah 50,04%. Hasil observasi pertama terhadap pembelajaran IPA menunjukkan bahwa guru menggunakan metode penugasan dengan memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan soal. Metode ini sudah mulai menerapkan prinsip kerja kelompok, tetapi kegiatan yang melibatkan siswa untuk aktif melakukan percobaan belum ada. Hasil observasi kedua juga menunjukkan bahwa guru menggunakan metode ceramah dan penugasan untuk mencatat penjelasan guru. Uraian tersebut membuktikan bahwa guru menggunakan metode ceramah dan penugasan sebagai metode utama dalam pembelajaran IPA, sehingga siswa kurang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan aktif mencari jawaban berdasarkan bukti melalui langkah yang sistematis. Kurangnya kesempatan tersebut menyebabkan minat belajar siswa kurang optimal.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Hasil wawancara kepada guru menunjukkan bahwa keinginan siswa untuk mengajukan pertanyaan belum muncul dan tidak semua siswa memperhatikan penjelasan guru. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan guru sebagai berikut. “Ya, ada juga anak yang diam dan kelihatannya memperhatikan, tapi ternyata malah melamun saat pelajaran. Kalau ditanya tentang materi yang baru diterangkan itu tidak bisa menjawab”(komunikasi pribadi, 7 Oktober 2013). Pernyataan ini juga menunjukkan bahwa siswa kurang memiliki inisiatif untuk menjawab pertanyaan. Minat belajar yang belum optimal pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping juga dibuktikan dengan hasil analisis terhadap kuesioner minat belajar yang telah diisi oleh siswa. Hasil analisis kuesioner menunjukkan bahwa siswa yang termasuk pada kategori minimal cukup berminat ada 53,57%. Prestasi belajar yang rendah dibuktikan dengan hasil analisis terhadap nilai IPA di SD Kanisius Gamping pada tahun 2012/2013 dan 2013/2014. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa pada tahun ajaran 2012/2013 siswa yang mencapai KKM sebesar 65 ada 64,3% dengan nilai rata-rata kelas 64 dan pada tahun ajaran 2013/2014 siswa yang mencapai KKM ada 28,6% dengan nilai ratarata kelas 56. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa rata-rata jumlah siswa yang mencapai KKM dalam 2 tahun terakhir ada 46,5% dengan nilai rata-rata 60,5. Kurang optimalnya minat belajar yang menyebabkan rendahnya prestasi belajar tersebut menjadi dasar dalam menentukan tindakan untuk meningkatkan minat belajar. Skinner (dalam Kusumah 2009:272) mengungkapkan bahwa untuk mempengaruhi minat siswa, maka guru harus mengubah proses pembelajaran menjadi pengalaman yang menggairahkan dengan cara membuat materi menjadi

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 lebih menarik, memberikan kesadaran terhadap manfaat mata pelajaran dan penggunaan metode yang bervariasi. Pendapat ini didukung oleh Susanto (2013:63) yang mengungkapkan bahwa perkembangan minat tergantung pada kepuasan atas terpenuhinya kebutuhan dan kesempatan belajar yang dimiliki oleh siswa. Oleh karena itu, untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar diperlukan sebuah konsep pembelajaran yang mampu memenuhi kebutuhan siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi serta membangun pengetahuannya. Smaldino (2008:50) menjelaskan bahwa konsep pembelajaran yang berorientasi pada siswa (Student Centered Learning) bertujuan untuk memenuhi kebutuhan siswa. Konsep pembelajaran ini menempatkan siswa sebagai fokus utama dan guru sebagai fasilitator. Ada beberapa jenis pembelajaran dalam konsep SCL tersebut, antara lain Inkuiri, Problem Based Learning, dan pembelajaran kontekstual. Hanafiah (2012:71) menjelaskan bahwa inkuiri adalah pembelajaran dengan mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna. Problem Based Learning adalah pembelajaran yang menggunakan masalah nyata sebagai suatu konteks sehingga siswa dapat belajar berpikir kritis dalam melakukan pemecahan masalah yang ditujukan untuk memperoleh pengetahuan atau konsep yang esensial dari bahan pelajaran. Yuliana (2010:73) menjelaskan bahwa CTL (Contextual Teaching and Learning) atau pembelajaran kontekstual merupakan proses pembelajaran yang integral dan menyeluruh yang bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari mereka, sehingga siswa memiliki

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 pengetahuan dan keterampilan yang dinamis dan fleksibel untuk dikonstruksi sendiri secara aktif melalui pemahamannya. Pendekatan kontekstual ini memiliki tujuh komponen utama, yaitu konstruktivisme, tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. Tindakan yang dipilih untuk mengatasi masalah minat dan prestasi belajar IPA adalah dengan menggunakan pendekatan kontekstual (CTL). Pendekatan kontekstual dipilih karena adanya keunggulan pendekatan kontekstual seperti yang diungkapkan Johnson (2007:37) yaitu mengajak siswa untuk membuat hubungan-hubungan yang mengungkapkan makna dan memiliki potensi untuk membuat siswa berminat belajar. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual meningkatkan minat belajar. Pernyataan bahwa pendekatan kontekstual meningkatkan minat belajar dan prestasi belajar telah dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nugrahaningtyas (2012). Pernyataan bahwa CTL meningkatkan prestasi belajar juga telah dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ma’rifatulloh (2013) dan Gita (2007). Oleh karena itu, peneliti menggunakan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping pada tahun ajaran 2013/2014. Peneliti berdasarkan pembahasan latar belakang tertarik untuk meneliti mengenai peningkatan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Gamping menggunakan pendekatan kontekstual pada tahun ajaran 2013/2014.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 B. Pembatasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada peningkatan minat dan prestasi belajar IPA menggunakan pendekatan kontekstual pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014 dan dibatasi pada Standar Kompetensi 4) memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi dasar 4.1) mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas; dan 4.2) menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Bagaimana penggunaan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan minat belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014? 2. Bagaimana penggunaan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014? D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 1. Mengetahui penggunaan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan minat belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014 ; 2. Mengetahui penggunaan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014. E. Manfaat Penelitian Penelitian ini memiliki manfaat bagi beberapa pihak, yaitu: 1. Bagi Siswa Hasil penelitian ini dapat memberikan bantuan kepada siswa dalam meningkatkan minat belajar IPA dan mengaktifkan siswa dengan mengaitkan pembelajaran dengan konteks, sehingga prestasi belajar siswa yang dicapai lebih optimal. 2. Bagi Guru Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan membantu guru dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014 menggunakan pendekatan kontekstual. 3. Bagi Sekolah Hasil penelitian meningkatkan kualitas ini diharapkan pembelajaran dapat di membantu sekolah dengan sekolah untuk upaya untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping menggunakan pendekatan kontekstual.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 4. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah yang membantu penelitian selanjutnya yang terkait dengan peningkatan minat belajar, prestasi belajar, dan pendekatan kontekstual. 5. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini dapat memberikan pengalaman dan pemahaman yang konkret bagi peneliti dalam melakukan penelitian tindakan kelas mengenai upaya untuk meningkatkan minat belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping menggunakan pendekatan kontekstual. F. Batasan Pengertian 1. Minat belajar adalah ketertarikan dan keinginan seseorang untuk terlibat dalam proses perubahan tingkah laku dan membangun pengetahuan baru secara aktif tanpa adanya paksaan. 2. Prestasi belajar adalah keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. 3. Student Centered Learning (SCL) adalah konsep belajar yang menekankan pada minat, kebutuhan, kemampuan, dan peran aktif siswa dalam pembelajaran dengan tujuan untuk memberikan fasilitas kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, pemahaman topik, dan kemampuan pemecahan masalah. 4. Contextual Teaching Learning (CTL) atau pendekatan kontekstual adalah pendekatan belajar yang mengaitkan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa dengan materi pelajaran sehingga diperoleh hubungan

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 yang bermakna dengan memperhatikan tujuh komponen utama yaitu konstruktivisme, tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. 5. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang mempelajari objek berupa kejadian alam dengan menggunakan metode ilmiah berdasarkan hasil percobaan dan observasi. 6. Siswa sekolah dasar adalah murid pada tingkat pendidikan dasar yang ditempuh selama 6 tahun dan berada pada tahap perkembangan kognitif praoperasional dan operasional konkret.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 BAB II TINJAUAN TEORI Bab II tinjauan teori membahas mengenai kajian pustaka, hasil penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis tindakan. A. Kajian Pustaka Kajian pustaka berisi mengenai teori belajar yang mendukung, minat belajar, prestasi belajar, Student Centered Learning, pendekatan kontekstual, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Siswa Sekolah Dasar. 1. Teori Belajar yang Mendukung Robbins (dalam Trianto, 2010:15) mendefinisikan belajar sebagai proses menciptakan hubungan antara pengetahuan yang sudah dipahami dan pengetahuan yang belum dipahami. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa siswa telah memiliki pengetahuan pada awal belajar. Hal ini sesuai dengan pandangan konstruktivisme yang menekankan pada kegiatan memproses dan mengaitkan pengetahuan yang sudah dimiliki dengan pengetahuan yang baru diperoleh dari pengalaman. Teori belajar yang menganut pandangan konstruktivisme tersebut berkembang dari kerja Piaget dan Ausuble. Trianto (2009:28) menjelaskan bahwa teori belajar konstruktivisme yang dikembangkan oleh Piaget dan Ausuble mengungkapkan bahwa pembelajaran terjadi melalui usaha siswa untuk membangun sendiri pengetahuannya. Piaget (dalam Trianto, 2009:29) menjelaskan mengenai teori perkembangan kognitif sebagai “suatu proses dimana anak secara aktif membangun sistem makna dan pemahaman realitas melalui

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 pengalaman-pengalaman dan interaksi-interaksi mereka”. Perkembangan kognitif tersebut melalui 4 tahap, yaitu : tahap sensorimotor (0-2 tahun), praoperasional (27 tahun), operasional konkret (7-11 tahun), dan operasional formal (11 tahun – dewasa). Siswa pada tahap praoperasional dan operasional konkret belajar melalui hal-hal yang bersifat konkret. Piaget (dalam Ormrod, 2009:41) juga mengemukakan bahwa “anak-anak mengkonstruksi keyakinan-keyakinan dan pemahaman-pemahaman mereka berdasarkan pengalaman”. Oleh karena itu, pembelajaran akan optimal jika dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa yang berupa pengalaman. Ausuble (dalam Wilis, 2011:95) mengungkapkan mengenai teori belajar bermakna yang merupakan proses mengaitkan suatu informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Teori ini menjelaskan bahwa kebermaknaan dapat diperoleh jika ada upaya untuk mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman siswa. Kedua tokoh tersebut telah menjelaskan mengenai teori yang menjadi dasar berkembangnya teori konstruktivisme. Teori konstruktivisme yang berkembang menekankan pembelajaran pada proses membangun pemahaman yang dilakukan sendiri oleh siswa dengan mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah dimilikinya melalui pengalaman bermakna dan interaksi dengan yang lain serta sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa. Oleh karena itu, pembelajaran konstruktivisme lebih berpusat kepada siswa. Guru menjadi fasilitator yang bertugas mendampingi, membimbing, dan menciptakan lingkungan belajar yang mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa melalui komunitas belajar. Jadi, pembelajaran sebaiknya memberikan

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya dan mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya dengan pengetahuan baru yang diperolehnya dari pengalaman bermakna sesuai dengan tahap perkembangan kognitif. 2. Minat Belajar a. Pengertian Minat Belajar Ada beberapa pendapat mengenai pengertian minat yang dijelaskan oleh para ahli seperti yang diungkapkan oleh Sukardi (dalam Susanto, 2013:57) yang mendefinisikan minat sebagai “suatu kesukaan, kegemaran atau kesenangan akan sesuatu”. Slameto (2010:180) juga menyatakan bahwa minat adalah “rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh”. Crow dan Crow (dalam Djaali, 2007:121) juga mengatakan bahwa “minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, dan pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri”. Dewey (2004:121) juga berpendapat bahwa “The word interest, in its ordinary, expresses the whole state of active development, the objective results that are foreseen and the personal emotional inclination”. Pernyataan tersebut memiliki makna bahwa minat biasanya mengekspresikan seluruh perkembangan aktif, hasil dari tujuan yang telah diperkirakan, dan emosi dari kehendak seseorang. Mardapi (2008:112) menjelaskan minat adalah “watak yang tersusun melalui pengalaman yang mendorong individu mencari objek, aktivitas, pengertian, keterampilan untuk tujuan perhatian atau penguasaan”. Pendapat ini

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 sesuai dengan pendapat Gunarso (2008:129) yang menyatakan bahwa “minat merupakan pendorong ke arah keberhasilan seseorang”. Seseorang yang menaruh minat pada suatu bidang akan mempelajari bidang itu. Pendapat lain mengenai minat juga dikemukan oleh Walgito (2004:38) yang menyatakan bahwa minat adalah “suatu keadaan dimana seseorang memiliki perhatian yang besar terhadap objek yang disertai dengan keinginan untuk mengetahui dan mempelajari hingga akhirnya membuktikan lebih lanjut tentang objek tersebut”. Selain pengertian minat, ada juga beberapa ahli yang menjelaskan mengenai pengertian belajar seperti Slameto (dalam Djamarah, 2011:13) yang menjelaskan bahwa belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan”. Proses tersebut dilakukan oleh siswa secara aktif dengan mengaitkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang telah dimiliki. Hal ini sesuai dengan pendapat Jerome Brunner (dalam Trianto, 2009:15) yang menyatakan bahwa belajar adalah “suatu proses aktif dimana siswa membangun pengetahuan baru berdasarkan pada pengalaman atau pengetahuan yang sudah dimilikinya”. Jadi, belajar bukan usaha untuk mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa, tetapi usaha aktif siswa untuk membangun pengetahuan tersebut melalui suatu pengalaman. Minat belajar dapat disimpulkan berdasarkan beberapa pendapat ahli yang telah diuraikan sebelumnya. Jadi, minat belajar adalah suatu ketertarikan dan keinginan seseorang untuk terlibat dalam proses perubahan tingkah laku dan membangun pengetahuan baru secara aktif tanpa adanya paksaan.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Slameto (dalam Djaali, 2007:121) menjelaskan bahwa minat belajar tidak dibawa sejak lahir. Minat tersebut dipengaruhi oleh adanya kebutuhan dan kepuasan. Jika kebutuhan dan kepuasan terpenuhi, maka muncul minat. Pendapat ini diperkuat oleh Djamarah (2011:192) yang menyatakan bahwa upaya yang dapat dilakukan untuk membangkitkan minat siswa adalah memahami kebutuhannya dan melayani kebutuhan tersebut. Skinner (dalam Kusumah 2009:272) juga mengungkapkan bahwa untuk mempengaruhi minat siswa, maka guru perlu mengubah proses pembelajaran menjadi lebih menggairahkan. Cara yang dilakukan untuk membuat proses pembelajaran bergairah adalah membuat materi yang harus dipelajari menjadi menarik dan menciptakan suasana baru. Suasana baru tersebut dapat diciptakan dengan menggunakan pendekatan dalam pembelajaran sesuai dengan konsep belajar yang mampu memenuhi kebutuhan siswa. Jadi, minat dapat ditingkatkan dengan memahami dan memenuhi kebutuhan siswa, memberikan kesempatan dan kebebasan kepada siswa untuk bereksplorasi dan berfikir kreatif, serta mengubah proses pembelajaran menjadi lebih menggairahkan dengan menerapkan konsep belajar yang mengaktifkan siswa. c. Indikator Minat Belajar Slameto (2010:180) mengungkapkan bahwa “minat dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Pendapat ini didukung oleh pendapat Djamarah (2002:191) yang

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 mengungkapkan bahwa “minat dapat diekspresikan melalui perasaan senang dan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas”. Partisipasi tersebut dapat berupa perhatian dan keterlibatan dalam aktivitas pembelajaran IPA. Mardapi (2008:112) menjelaskan bahwa indikator siswa yang memiliki minat pada mata pelajaran adalah adanya kesadaran tentang manfaat dari mata pelajaran tersebut, usaha untuk memahami mata pelajaran, usaha untuk membaca buku mengenai mata pelajaran, usaha bertanya mengenai mata pelajaran, dan usaha untuk mengerjakan tugas mata pelajaran dengan suka rela. Usaha yang dilakukan siswa tersebut menunjukkan adanya inisiatif terhadap hal-hal yang berkaitan dengan yang diminatinya. Indikator minat belajar pada mata pelajaran IPA yang digunakan berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari uraian di atas adalah (1) siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA; (2) siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA; (3) siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA; dan (4) siswa berinisiatif mencari informasi baru. Indikator ini digunakan sebagai dasar penyusunan instrumen untuk mengukur minat belajar siswa. 3. Prestasi Belajar a. Pengertian Prestasi Belajar Winkel (dalam Sunarto 2009) menjelaskan mengenai pengertian prestasi belajar sebagai bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Syah (2003:214) menjelaskan bahwa ada 3 aspek dalam prestasi belajar, yaitu : aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek kognitif berkaitan dengan kemampuan berpikir dan intelektual siswa. Aderson (dalam Supratiknya, 2012:8) memaparkan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 aspek kognitif terdiri dari tahapan mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Aspek afektif adalah aspek yang berkaitan dengan nilai, sikap, dan kecerdasan emosional siswa. Supratiknya (2012:12) menjelaskan bahwa ranah afektif meliputi sikap, minat, perhatian, kesadaran, nilai, dan apresiasi. Aspek psikomotor adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kemampuan gerak fisik yang mempengaruhi sikap mental. Supratiknya (2012:15) menjelaskan bahwa aspek psikomotor ini mencakup kemampuan menggunakan aneka keterampilan motor, koordinasi, dan gerakan fisik. Aspek kognitif, afektif, dan psikomotor tersebut menjadi dasar dari penilaian otentik. Pengertian prestasi belajar dapat disimpulkan berdasarkan pendapat yang telah dikemukakan para ahli. Prestasi belajar adalah keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Prestasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti yang diungkapkan oleh Syah (2001:132) yaitu faktor internal, eksternal, dan pendekatan belajar. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri siswa seperti bakat, kecerdasan, minat, dan motivasi. Faktor eksternal berasal dari luar diri siswa. Faktor eksternal meliputi kualitas guru dalam penguasaan materi, metode yang digunakan dalam mengajar, fasilitas mengajar, lingkungan yang mendukung, dan sebagainya. Faktor pendekatan belajar merupakan suatu upaya belajar siswa yang menggunakan strategi dan metode belajar.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Uraian di atas menjelaskan bahwa minat dan pendekatan belajar menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan prestasi, maka minat siswa perlu ditingkatkan dan pendekatan belajar yang digunakan perlu disesuaikan dengan konsep belajar yang mampu memenuhi kebutuhan siswa. 4. Student Centered Learning McCombs & Miller (dalam Jacobsen, 2009:227) mengungkapkan bahwa pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered Learning) menggambarkan pembelajaran yang difasilitasi guru dibandingkan dengan pembelajaran langsung. Guru bukan lagi pusat pembelajaran dan satu-satunya sumber ilmu. Attard (2010:2) mengungkapkan bahwa : “SCL is broadly based on constructivism as a theory of learning, which is built on the idea that learners must construct and reconstruct knowledge in order to learn effectively, with learning being most effective when, as part of an activity, the learner experiences constructing a meaningful product.” Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa SCL berdasarkan pada konstruktivisme sebagai teori belajar yang menekankan siswa untuk mengkonstruksi dan merekonstruksi pengetahuan melalui pembelajaran yang efektif sebagai bagian dari aktivitas dan pengalaman bermakna. Pendapat ini mendukung pendapat Pongtuluran (2011:6) yang menjelaskan bahwa SCL adalah pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses belajar. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya secara aktif melalui pengalaman.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Overby (2011:109) mendefinisikan Student Centered Learning (SCL) sebagai berikut: “the concept of student-centered learning is to bring the classroom and student to life. The teacher is considered a ‘guide on the side’, assisting and guiding student to meet the goal that have been made by students and the teacher.” Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa SCL adalah suatu konsep yang membawa kelas dan siswa dalam kehidupan nyata. Guru adalah sebagai seorang pendamping yang mendampingi siswa dalam menemukan sendiri tujuan pembelajaran. SCL juga menekankan pada minat, kebutuhan, dan kemampuan individu. Minat siswa menjadi salah satu komponen yang ditekankan dalam SCL. Oleh karena itu, SCL dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan minat. Cornelius-White (dalam Jacobsen, 2009:228) menjelaskan pembelajaran yang berpusat pada siswa memiliki tujuan yang mencakup pengembangan prosesproses kemampuan dalam komunikasi, pengembangan pemahaman yang mendalam tentang topik, dan pengembangan kemampuan pemecahan masalah. Pengertian Student Centered Learning dapat disimpulkan berdasarkan penjelasan yang dikemukan oleh para ahli. Student Centered Learning adalah konsep belajar yang menekankan pada minat, kebutuhan, kemampuan, dan peran aktif siswa dalam pembelajaran dengan tujuan untuk memberikan fasilitas kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, pemahaman topik, dan kemampuan pemecahan masalah.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Jacobsen (2009:228) menjelaskan bahwa pembelajaran yang berpusat pada siswa memiliki 3 karakterisitik, yaitu: (1) siswa berada dalam pusat proses pembelajaran; (2) guru memandu siswa; dan (3) mengajar untuk pemahaman yang mendalam. Guru memandu siswa dengan tujuan agar siswa bertanggungjawab terhadap pembelajaran mereka sendiri. Guru dapat membuat siswa bertanggung jawab terhadap pembelajaran mereka sendiri dengan memberikan tugas kepada siswa. Guru mengajar untuk pemahaman yang mendalam dengan cara memberikan penekanan yang mendalam tentang konten dan proses-proses yang terlibat di dalamnya. Pemahaman tersebut juga melibatkan proses-proses yang banyak menuntut pemikiran, seperti menjelaskan, menemukan bukti, penilaian, memberikan contoh, generalisasi, dan menghubungkan bagian-bagian dengan keseluruhannya. Priyatmojo (2010:7) menjelaskan bahwa karakteristik dalam SCL adalah (1) pembelajar dewasa yang aktif (mentally not physically), interaktif, mandiri, bertanggung jawab atas pembelajarannya, mampu belajar beyond the classroom, dan memiliki jiwa pembelajar sepanjang hayat; (2) adanya keleluasaan bagi siswa untuk mengembangkan segenap potensinya, mengeksplorasi dan mentransformasi ilmu pengetahuan; (3) pembelajaran yang bersifat kolaboratif, kooperatif, dan kontekstual; (4) alih fungsi guru dari sumber utama ilmu pengetahuan menjadi fasilitator. Priyatmojo (2010:7) juga menjelaskan bahwa dalam SCL siswa memiliki keleluasaan untuk mengembangkan segenap potensinya (cipta, karsa, dan rasa), mengeksplorasi bidang/ilmu yang diminatinya secara bertanggung

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 jawab, membangun pengetahuan dan mencapai kompetensinya melalui proses pembelajaran aktif, interaktif, kolaboratif, kooperatif, kontekstual dan mandiri. Jadi, karakteristik Student Centered Learning adalah siswa sebagai pusat pembelajaran yang aktif dengan adanya keleluasaan untuk mengembangkan potensi, mengeksplorasi, dan mentransformasi ilmu pengetahuan, mengajar untuk pemahaman yang mendalam melalui pembelajaran yang bersifat kolaboratif, kooperatif, dan kontektual, dan guru sebagai fasilitator. Karakteristik tersebut menjadi pedoman yang digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang menerapkan SCL. Harsono dan Sudjana (dalam Kurdi, 2009:110) menyebutkan beberapa keunggulan SCL yaitu (1) siswa dapat merasakan bahwa pembelajaran menjadi miliknya sendiri karena adanya kesempatan yang luas untuk berpartisipasi; (2) siswa memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran; (3) tumbuhnya suasana demokratis dalam pembelajaran sehingga akan terjadi dialog dan diskusi untuk saling belajar-membelajarkan di antara siswa; dan (4) dapat menambah wawasan guru karena adanya sesuatu yang dialami dan disampaikan siswa yang mungkin belum diketahui sebelumnya. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh konsep belajar SCL tersebut akan menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien, sehingga membantu siswa untuk mencapai prestasi yang optimal. Oleh karena itu, peningkatan prestasi dapat dilakukan dengan menggunakan konsep SCL. Konsep SCL telah dikembangkan ke dalam beberapa jenis pembelajaran antara lain, Inkuiri, Problem Based Learning, dan pembelajaran kontekstual.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Hanafiah (2012:71) menjelaskan bahwa inkuiri adalah pembelajaran dengan mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna. Problem Based Learning adalah pembelajaran yang menggunakan masalah nyata sebagai suatu konteks sehingga siswa dapat belajar berpikir kritis dalam melakukan pemecahan masalah yang ditujukan untuk memperoleh pengetahuan atau konsep yang esensial dari bahan pelajaran. Yuliana (2010:73) menjelaskan bahwa pembelajaran kontekstual merupakan proses pembelajaran yang integral dan menyeluruh yang bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari mereka, sehingga siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dinamis dan fleksibel untuk dikonstruksi sendiri secara aktif melalui pemahamannya. Pendekatan kontekstual dipilih untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar karena memiliki kelebihan dibandingkan Inkuiri dan PBL. Pendekatan kontekstual memiliki tujuh komponen utama, yaitu konstruktivisme, tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. Pendekatan kontekstual memuat komponen inkuiri dan PBL. Pendekatan kontekstual menerapkan langkah inkuiri dan melibatkan masalah nyata yang merupakan bagian dalam PBL. Masalah nyata tersebut dapat dilihat pada komponen konstruktivisme. Komponen konstruktivisme tersebut merupakan komponen yang menunjukkan bahwa ada usaha untuk menghubungkan pengetahuan yang dipelajari dengan yang telah dimiliki siswa melalui pengalaman bermakna. Pengetahuan tersebut berupa masalah nyata. Johnson (2007:37) juga menjelaskan bahwa pendekatan kontekstual mengajak siswa untuk membuat hubungan-

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 hubungan yang mengungkapkan makna dan memiliki potensi untuk membuat siswa berminat belajar. 5. Pendekatan Kontekstual a. Pengertian Pendekatan Kontekstual Komalasari (2011:7) menjelaskan “pembelajaran kontekstual sebagai pendekatan yang mengaitkan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata siswa sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun warga negara, dengan tujuan untuk menemukan makna materi tersebut bagi kehidupannya”. Sementara itu, Hanafiah (2009:67) mendefinisikan pendekatan kontekstual sebagai “suatu proses pembelajaran holistik yang bertujuan untuk membelajarkan peserta didik dalam memahami bahan ajar secara bermakna yang dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata, baik berkaitan dengan lingkungan pribadi, agama, sosial, ekonomi, maupun cultural”. Yuliana (2011:75) menjelaskan bahwa pendekatan kontekstual memiliki tujuh komponen utama, yaitu konstruktivisme, tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. Pengertian CTL (Contextual Teaching and Learning) atau pendekatan kontekstual dapat disimpulkan berdasarkan beberapa pengertian di atas. CTL (Contextual Teaching and Learning) atau pendekatan kontekstual merupakan pendekatan yang mengaitkan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa dengan materi pelajaran sehingga diperoleh hubungan yang bermakna dengan memperhatikan tujuh komponen utama yaitu konstruktivisme, tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar, permodelan, refleksi, dan penilaian otentik.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 b. Karakteristik Pendekatan Kontekstual Johnson (2007:65) mengungkapkan delapan karateristik pendekatan kontekstual, yaitu : (1) making meaningful connections; (2) doing significant work; (3) selft-regulated learning; (4) collaborating; (5) critical and creative thinking; (6) Nurturing the individual; (7) reaching high standards; (8) using authentic assessment; dan (9) using authentic assessment. Karakteristik making meaningful connections memiliki arti bahwa siswa secara mandiri belajar aktif dalam mengembangkan minatnya baik secara berkelompok maupun sendiri dan mampu belajar dengan berbuat. Doing significant work memiliki makna bahwa siswa menghubungkan apa yang dipelajari di sekolah dan konteks yang ada dengan kehidupan sehari-hari. Selft-regulated learning berarti bahwa siswa melakukan suatu pekerjaan yang memiliki tujuan, berhubungan dengan orang lain, pengambilan keputusan, dan hasil yang bersifat nyata. Collaborating berarti bahwa siswa mampu bekerja sama dengan bantuan guru yang memfasilitasi untuk bekerja dalam kelompok secara efektif. Critical and creative thinking berarti bahwa siswa dapat menggunakan tingkat berpikir yang lebih tinggi secara kritis dan kreatif melalui analisis, sintesis, memecahkan masalah, dan membuat keputusan dengan menggunakan bukti-bukti dan logika. Nurturing the individual berarti bahwa siswa mampu untuk mengembangkan kepribadiannya terutama dalam membentuk konsep diri yang positif. Using authentic assessment berarti bahwa pembelajaran menggunakan penilaian yang mampu menggambarkan keadaan siswa sebenarnya baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Karakteristik yang telah diuraikan tersebut

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 digunakan untuk membuat rancangan pembelajaran yang menerapkan pendekatan kontekstual. c. Prinsip Pendekatan Kontekstual Johnson (2007:68) mengungkapkan bahwa ada tiga prinsip dalam pendekatan kontekstual yaitu prinsip kesaling-bergantungan, prinsip diferensiasi, dan pengaturan diri. Johnson (2002:36) berpendapat bahwa “interdependence is manifest, for instance, when students collaborate to solve problems and when teachers confer with colleagues”. Prinsip kesaling-bergantungan bertujuan untuk mengajak siswa membuat hubungan yang bermakna. Prinsip ini akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan bekerja sama. Siswa akan mendapatkan bantuan dalam menemukan persoalan, merencanakan, dan mencari pemecahan melalui kesempatan bekerja sama. Prinsip diferensiasi menciptakan perbedaan, keberagaman, dan keunikan. Prinsip ini menciptakan kesempatan kepada siswa untuk menemukan bakat, menentukan cara belajar mereka sendiri, dan berkembang dengan cara mereka. Prinsip diferensiasi mengajak guru untuk memahami bahwa siswa tidak sama. Siswa memiliki keunikan, keragaman, dan kreativitas. Prinsip ini juga mengajak siswa untuk terlibat dalam kerja sama dalam mencari makna, pengertian, dan pandangan baru. Prinsip pengaturan diri membuat siswa menemukan kemampuan dan minat mereka sendiri yang berbeda, mendapat manfaat dari umpan balik yang diperoleh dari penilaian otentik, mencapai tujuan yang jelas dan standar tinggi, dan terlibat dalam aktivitas yang berpusat pada siswa yang menyenangkan. Jadi, pendekatan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 kontekstual menerapkan prinsip kesaling-bergantungan, prinsip diferensiasi, dan pengaturan diri. d. Komponen Pendekatan Kontekstual Yuliana (2011:75) mengungkapkan bahwa ada 7 komponen utama yang menjadi pilar dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual yaitu konstruktivisme, tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. Daryanto (2012:157) menjelaskan bahwa pembelajaran yang mengandung komponen konstruktivsme menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan. Konstruktivisme ini merupakan dasar filosofis dari pendekatan kontekstual. Pendekatan kontekstual menekankan pada proses membangun pemahaman yang dilakukan sendiri oleh siswa dengan mengaitkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru yang diperoleh melalui pengalaman. Konstruktivisme menekankan siswa sebagai subjek dan guru sebagai fasilitator. Komponen tanya jawab dalam pendekatan kontekstual dilakukan dengan menggunakan interaksi dua arah. Komponen ini mengajak siswa untuk lebih memahami apa yang dipelajari olehnya, merasa tertantang, dan masuk ke dalam temuan ilmiah melalui pemikiran kritis yang diawali dari rasa ingin tahu. Yuliana (2011:76) menjelaskan bahwa kegiatan bertanya dalam pembelajaran yang produktif dapat berfungsi untuk menggali informasi dan kemampuan yang telah dimiliki siswa, membangkitkan motivasi, merangsang keingintahuan, mengarahkan siswa dalam proses membangun pemahamannya, dan memberikan penguatan.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Inkuiri adalah metode yang digunakan dalam membangun pengetahuan yang dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: observasi, perumusan masalah, pengajuan hipotesis, pengumpulan data, pengujian hipotesis/analisis data, dan penarikan kesimpulan. Siswa belajar menggunakan kemampuan berpikir kritis secara aktif dalam komponen ini. Inkuiri juga menekankan pada aktivitas pembelajaran yang mengembangkan kemampuan merumuskan masalah dan kemampuan berpikir induktif. Sund dan Trowbridge (dalam Mulyasa, 2007:109) mengemukakan tiga macam inkuiri, yaitu : inkuiri terpimpin, inkuiri bebas, dan inkuiri bebas yang dimodifikasi. Siswa dalam pembelajaran inkuiri terpimpin masih mendapatkan bantuan dan bimbingan guru secara luas, sedangkan dalam pembelajaran inkuiri bebas siswa mendapatkan kebebasan untuk menentukan rumusan masalah dan langkah kerja. Pembelajaran dengan inkuiri bebas yang dimodifikasi memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan aktivitas pembelajaran dengan bimbingan yang lebih sedikit dibandingkan dengan inkuiri terpimpin. Komponen berikutnya adalah komunitas belajar. Komunitas belajar adalah kelompok yang berfungsi sebagai wadah untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Siswa dapat dibagi ke dalam kelompok kecil dan diberi proyek yang diselesaikan dalam kelompok. Siswa dapat mengolah pengetahuan secara bersama-sama dan mendapat penguatan terhadap pengetahuan yang dipelajari melalui komunitas belajar ini. Komunitas belajar ini dapat berjalan dengan baik jika setiap siswa yang terlibat dalam kelompok memiliki kesadaran bahwa mereka saling

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 membutuhkan. Setiap siswa yang terlibat dalam komunitas belajar ini merupakan sumber belajar. Komponen lain dalam pendekatan kontekstual adalah pemodelan. Pemodelan dapat lebih membantu siswa dalam membangun pemahamannya. Pemodelan dengan mendemonstrasikan suatu cara kerja dapat dilakukan oleh guru dengan melibatkan siswa. Selain guru, pemodelan dapat diperoleh dari media elektronik, media cetak, teman, tokoh masyarakat sekitar sekolah, dan orang tua siswa. Pemodelan yang dilakukan bukan sekedar menjiplak, tetapi meniru yang kreatif sehingga siswa dapat mengembangkan sesuatu yang baru bertolak dari contoh-contoh yang telah diberikan. Kompenen pendekatan kontekstual berikutnya adalah refleksi. Komalasari (2011:12) menjelaskan bahwa refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. Refleksi juga diartikan sebagai upaya untuk menemukan makna yang terkandung dalam pengalaman belajar yang diyakini oleh siswa. Guru membimbing siswa untuk merefleksikan pengalaman belajar yang telah dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan. Siswa dibimbing untuk menyakini nilai yang terkandung dalam pengalamannya melalui refleksi tersebut. Siswa diharapkan dapat membentuk kepribadian mereka yang sesuai dengan nilai yang diyakini tersebut. Penilaian otentik merupakan prosedur penilaian yang menunjukkan kemampuan kognitif, psikomotor, dan afektif siswa dalam keadaan yang sebenarnya. Penilaian otentik ini bertujuan untuk membantu guru mengetahui perkembangan siswa dan letak kesulitan belajar yang dialami sehingga guru dapat

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 menentukan upaya-upaya untuk membantu siswa. Penekanan penilaian ini adalah proses siswa mempelajari sesuatu, bukan hanya pada hasil yang diperoleh. Keberhasilan belajar tidak hanya diukur dari hasil tetapi lebih pada prosesnya, sehingga penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian baik tes maupun non tes. Komalasari (2011:13) menjelaskan bahwa penilaian ini dilakukan secara terpadu dalam proses pembelajaran. Penilaian tersebut dapat berupa penilaian tertulis, penilaian berdasarkan perbuatan, penugasan, produk, atau portofolio. Jadi, komponen pendekatan kontekstual adalah konstruktivisme, tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. Ketujuh komponen utama tersebut digunakan dalam merancang dan melaksanakan langkah pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual. 6. Ilmu Pengetahuan Alam Samatowa (2011:3) menjelaskan IPA pada hakekatnya adalah “ilmu pengetahuan yang mempunyai objek dan menggunakan metode ilmiah”. IPA membahas objek mengenai kejadian alam yang disusun secara sistematis berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan yang telah dilakukan. Winaputra (dalam Samatowa, 2011:3) menjelaskan bahwa IPA tidak hanya sebatas kumpulan pengetahuan, tetapi juga sebuah langkah kerja, cara berpikir, dan cara memecahkan masalah. Selain itu, Susanto (2013:167) mengemukakan bahwa hakekat pembelajaran IPA diklasifikasikan menjadi IPA sebagai produk, proses, dan sikap. Produk IPA adalah kumpulan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh ilmuwan berupa

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 konsep yang telah dikaji sebagai kegiatan empiris dan kegiatan analitis. Bentuk IPA sebagai produk antara lain : fakta-fakta, prinsip, hukum, dan teori-teori IPA. Ilmu sebagai proses artinya untuk menggali dan memahami pengetahuan tentang alam maka diperlukan proses. Proses tersebut adalah keterampilan proses sains. Paolo dan Marten (dalam Samatowa, 2011:5) menjelaskan bahwa keterampilan proses sains adalah mengamati, mencoba memahami apa yang diamati, mempergunakan pengetahuan baru untuk meramalkan apa yang terjadi, dan menguji ramalan-ramalan tersebut. IPA sebagai sikap artinya pembelajaran IPA harus mengembangkan sikap ilmiah. Sulistyorini (dalam Susanto, 2013:169) menyebutkan ada 9 aspek yang dikembangkan dari sikap ilmiah, yaitu : sikap ingin tahu, ingin mendapat sesuatu yang baru, sikap kerja sama, tidak putus asa, tidak berprasangka, mawas diri, bertanggung jawab, berpikir bebas, dan kedisplinan diri. Pengertian IPA dapat disimpulkan berdasarkan uraian di atas. IPA merupakan ilmu yang mempelajari objek berupa kejadian alam dengan menggunakan metode ilmiah berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan. 7. Siswa Sekolah Dasar Pengertian siswa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah murid terutama pada sekolah dasar dan menengah. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa “jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah jenis pendidikan formal untuk peserta didik usia 7 sampai 18 tahun dan merupakan persyaratan dasar bagi pendidikan yang lebih tinggi”. BSNP (dalam standar isi, 2006) menjelaskan bahwa struktur sekolah

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 dasar meliputi substansi jenjang pendidikan yang ditempuh selama 6 tahun dari kelas I sampai kelas VI. Piaget (dalam Mardika, 2011:10) juga mengemukan pendapat bahwa siswa sekolah dasar adalah concrete thinkers (pemikir konkrit). Siswa memiliki karakteristik berfikir secara konkret melalui benda-benda nyata di sekitarnya. Piaget (dalam Susanto, 2013:78) menjelaskan bahwa siswa sekolah dasar berada pada tahapan operasional konkret. Siswa pada tahapan ini memiliki ciri-ciri antara lain (1) memandang dunia secara objektif, dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif, dan memandang unsur-unsur dunia secara serentak; (2) mampu memahami aspek-aspek kumulatif materi (volume, jumlah, berat, luas, panjang, dan pendek) dan memahami tentang peristiwa-peristiwa yang konkret; (3) menggunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda yang bervariasi beserta tingkatannya; (4) mampu membentuk dan menggunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan menggunakan hubungan sebab akibat; dan (5) mampu memahami konsep substansi (volume zat cair, panjang, pendek, lebar, luas, sempit, ringan, dan berat). Siswa pada tahap ini lebih mudah belajar dari benda-benda dan aktivitas nyata. Pengertian siswa sekolah dapat disimpulkan berdasarkan uraian di atas. Jadi, siswa sekolah dasar adalah murid pada tingkat pendidikan dasar yang ditempuh selama 6 tahun dan berada pada tahap perkembangan kognitif praoperasional dan operasional konkret.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 B. Hasil Penelitian yang Relevan Hasil penelitian yang relevan berisi mengenai hasil penelitian yang menggunakan variabel yang sama dengan penelitian. Penelitian relevan yang pertama adalah penelitian oleh Hartono (2012) yang berjudul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Metode Discovery-inquiry Terbimbing pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV B SD Ungaran II Tahun Pelajaran 2011/2012”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat dan prestasi belajar siswa menggunakan metode Discovery-inqury terbimbing pada mata pelajaran IPA kelas IV B SD Ungaran II tahun pelajaran 2011/2012. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yang masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan minat pada siklus 1 dengan adanya kenaikan rata-rata minat siswa dari 8 menjadi 12 dan pada siklus 2 dengan adanya kenaikan rata-rata minat siswa menjadi 18. Selain itu, prestasi belajar juga meningkat ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata nilai siswa pada siklus 1 dari 61,93 menjadi 70,18 dan pada siklus 2 dengan kenaikan rata-rata nilai siswa menjadi 81,46. Penelitian kedua adalah penelitian oleh Nugrahaningtyas (2012) yang berjudul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPS Materi Permasalahan Sosial Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Siswa Kelas IV Semester 2 SD Negeri Babarsari Tahun Pelajaran 2011/2012.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model CTL dapat meningkatkan minat belajar IPS materi permasalahan sosial pada siswa kelas IV

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 SD Negeri Babarsari tahun pelajaran 2011/2012 dan apakah penerapan model CTL dapat meningkatkan prestasi belajar IPS materi permasalahan sosial pada siswa kelas IV SD Negeri Babarsari tahun pelajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus tersebut terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Babarsari pada semester 2 tahun ajaran 2011/2012 sebanyak 37 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL dapat meningkatkan minat siswa. Hal ini ditunjukan dengan adanya kenaikan rata-rata minat belajar IPS materi permasalahan sosial pada siswa kelas IV SD Negeri Babarsari tahun pelajaran 2011/2012 dari 40 menjadi 71,75 pada siklus 1 dan menjadi 79,75 pada siklus 2. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa penerapan CTL dapat meningkatkan prestasi belajar IPS materi permasalahan sosial pada siswa kelas IV SD Negeri Babarsari tahun pelajaran 2011/2012 yang ditunjukkan dengan adanya kenaikan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM dari 50 % pada kondisi awal menjadi 78,39 % pada siklus 1 dan 89,19% pada siklus 2. Penelitian yang ketiga adalah penelitian oleh Ma’rifatulloh (2013) yang berjudul “Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan Pembelajaran Kontekstual”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pembelajaran kontekstual dalam upaya meningkatkan keaktifan belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Plaosan dan penggunaan pembelajaran kontekstual dalam upaya meningkatkan prestasi belajar IPS kelas IV SD Negeri Plaosan 1. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 1 siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 yang ditunjukkan dengan adanya kenaikan indikator keaktifan dari 22,22% menjadi 44,44%, dari 38,89% menjadi 55,55%, dan dari 44,44% menjadi 61,11%. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 yang ditunjukkan dengan kenaikan pencapaian KKM dari 62,25% menjadi 83,33%. Penelitian yang keempat adalah penelitian oleh Gita (2007) yang berjudul “Implementasi Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa di Sekolah Dasar”. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan prestasi belajar matematika dengan implementasi pendekatan kontekstual melalui pembelajaran kooperatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V SD 3 Sambangan pada semester ganjil tahun ajaran 2006/2007 sebanyak 34 orang. Penelitian terdiri dari 2 siklus yang masing-masing memiliki tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan minat yang dibuktikan dengan adanya kenaikan rata-rata kelas dari 6,29 pada siklus I menjadi 7,45 pada siklus II. Penelitian yang kelima dilakukan oleh Widyaningrum dengan judul “Contextual Teaching and Learning (CTL) in ELT English Language Teaching”.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Penelitian ini dilatabelakangi oleh kebutuhan untuk membentuk karakter siswasiswa yang memiliki kemampuan penguasaan bahasa Inggris tanpa ada kendala kurikulum. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penggunaan CTL dalam ELT. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CTL mencerminkan prinsip kesaling-bergantungan, prinsip diferensiasi, dan pengaturan diri. Penelitian yang relevan tersebut memiliki variabel yang sama. Penelitian pertama oleh Hartono (2012), kedua oleh Nugrahaningtyas (2012), dan ketiga oleh Gita (2007) memiliki kesamaan variabel, yaitu minat. Penelitian yang kedua, ketiga oleh Ma’rifatulloh (2013), dan kelima oleh Widyaningrum juga memiliki variabel yang sama, yaitu CTL atau pendekatan kontekstual. Kelima hasil penelitian tersebut memiliki hubungan yang menjadi dasar penentuan tindakan dalam penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian yang berjudul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V SD Kanisius Gamping Menggunakan Pendekatan Kontekstual”. Hubungan kelima penelitian tersebut dapat dilihat pada gambar 1.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Gita, Nyoman (2007) “Implementasi Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa di Sekolah Dasar” Ma’rifatulloh, Fiqih Laely (2013) “Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan Pembelajaran Kontekstual” Hartono, Antonius Kurniawan Dwi (2012) “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Metode Discovery-inquiry Terbimbing pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV B SD Ungaran II Tahun Pelajaran 2011/2012” Nugrahaningtyas, Meta (2012) “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPS Materi Permasalahan Sosial Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Siswa Kelas IV Semester 2 SD Negeri Bababrsari Tahun Pelajaran 2011/2012.” Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V SD Kanisius Gamping Menggunakan Pendekatan Kontekstual Widyaningrum (2013) “Contextual Teaching and Learning (CTL) in ELT English Language Teaching”. Gambar 1. Literature Map

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 C. Kerangka Berpikir Permasalahan yang muncul dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas V di SD Kanisius Gamping pada tahun 2012/2013 adalah kurang optimalnya minat belajar siswa. Minat belajar siswa yang belum optimal tersebut menyebabkan prestasi belajar yang rendah. Oleh karena itu, minat belajar perlu ditingkatkan agar prestasi belajar IPA meningkat. Minat belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menerapkan konsep belajar yang mampu memahami dan memenuhi kebutuhan siswa. Kebutuhan tersebut berkaitan dengan kesempatan dan kebebasan untuk bereksplorasi dan berfikir kreatif dan proses pembelajaran yang menggairahkan. Kesempatan tersebut membantu siswa untuk membangun pengetahuan secara aktif dengan mengaitkan pengetahuan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Kebutuhan siswa yang terpenuhi tersebut akan meningkatkan minat belajar siswa. Peningkatan minat belajar akan meningkatkan prestasi belajar IPA. Permasalahan yang berkaitan dengan kurang optimalnya minat dan rendahnya prestasi belajar tersebut diatasi dengan melaksanakan tindakan menggunakan pendekatan kontekstual. Pendekatan kontekstual ini sesuai dengan keadaan dan kebutuhan siswa karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi dan berfikir kreatif melalui aktivitas mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki dalam kehidupan sehari-hari secara aktif. Siswa diharapkan lebih aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri. Selain itu, ada tujuh komponen utama yang menjadi pilar dalam pendekatan

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 kontekstual, yaitu konstruktivisme, tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. Penelitian ini diharapkan dapat mengatasi masalah berkaitan dengan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V di SD Kanisius Gamping pada tahun ajaran 2012/2013. Tindakan yang berupa penggunaan pendekatan kontekstual diharapkan meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V di SD Kanisius Gamping pada tahun ajaran 2012/2013. D. Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan berisi mengenai dugaan sementara peneliti terhadap penelitian. Sugiono (2012:96) mendefinisikan hipotesis sebagai “jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian”. Hipotesis tindakan yang diajukan berdasarkan rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Penggunaan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran IPA meningkatkan minat belajar siswa melalui tujuh komponen utama pendekatan kontekstual yang memenuhi kebutuhan siswa untuk membangun pengetahuannya yang dikaitkan dengan konteks. Ketujuh komponen tersebut adalah konstruktivisme, tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. Oleh karena itu, penggunaan pendekatan kontekstual meningkatkan minat belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014. Penggunaan pendekatan kontekstual juga meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014 melalui kegiatan siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya secara aktif dan minat

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 belajar yang meningkat. Minat belajar yang meningkat karena adanya penggunaan pendekatan kontekstual mendorong siswa untuk membangun pengetahuan secara aktif sehingga prestasi belajar meningkat.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab III metodologi penelitian membahas mengenai jenis penelitian, setting penelitian, rencana tindakan, indikator dan pengukuran keberhasilan, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, validitas, reliabilitas, indeks kesukaran, teknik analisis data, dan jadwal penelitian. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kusumah (2009:9) menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisifatif dengan tujuan memperbaiki kinerja guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Suharjono (2009:63) mengungkapkan bahwa dalam penelitian tindakan kelas ada kolaborasi antara praktisi pendidikan dan peneliti. Penelitian yang bersifat kolaborasi ini menempatkan kedudukan peneliti setara dengan guru. Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan ini menggunakan model Kemmis & Mc. Taggart. Kusumah (2009:21) menjelaskan bahwa model Kemmis & Mc. Taggart memiliki siklus yang terdiri dari empat komponen, yaitu : perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Komponen perencanaan adalah menyusun rancangan yang meliputi keseluruhan aspek yang terkait PTK, sedangkan tindakan adalah realisasi dari suatu tindakan yang sudah direncanakan sebelumnya. Komponen pengamatan 41

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 adalah pengumpulan data mengenai peristiwa yang terjadi pada saat pelaksanaan tindakan di kelas, sedangkan refleksi adalah upaya yang dilakukan oleh kolaborator atau partisipan yang terkait dengan PTK untuk menentukan kekurangan dan keberhasilan penelitian. Siklus PTK dengan model Kemmis & Mc. Taggart dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Siklus PTK model Kemmis & Mc. Taggart (sumber : Ahyan,2014:4) Gambar 2 menunjukkan bahwa komponen tindakan (acting) dan pengamatan (observing) dijadikan satu kesatuan. Kusumah (2009:21) menjelaskan bahwa kedua komponen tersebut disatukan karena pelaksanaan tindakan dan pengamatan merupakan kegiatan yang tak terpisahkan. Pengamatan dilakukan pada saat pelaksanaan tindakan siklus. Siklus penelitian tersebut dilanjutkan ke siklus berikutnya dengan mengacu pada hasil refleksi. Hasil refleksi siklus 1 yang menunjukkan belum tercapainya indikator keberhasilan menjadi dasar

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 dilanjutkannya siklus 2. Jadi, siklus 2 dilanjutkan karena indikator keberhasilan belum tercapai pada siklus 1. B. Setting Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Kanisius Gamping pada tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 28 siswa. 2. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah peningkatan minat dan prestasi belajar IPA menggunakan pendekatan kontekstual. 3. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 10 bulan mulai bulan September sampai bulan Juni tahun ajaran 2013/2014. 4. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Gamping yang terletak di Gamping Tengah, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta, 55234. C. Rencana Tindakan 1. Persiapan Peneliti melakukan permohonan izin kepada kepala sekolah dan guru kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014 pada tahap persiapan. Peneliti melakukan observasi terhadap kegiatan pembelajaran IPA di kelas V untuk mengetahui minat belajar pada kondisi awal. Peneliti selanjutnya melakukan wawancara kepada guru untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk menganalisis masalah dan penyebabnya. Peneliti juga menyebarkan

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 kuesioner untuk mengetahui minat belajar siswa pada kondisi awal dan melakukan studi dokumen dengan mengkaji nilai IPA untuk mengetahui prestasi siswa pada kondisi awal. 2. Rencana Tindakan Siklus 1 a. Perencanaan Siklus 1 Peneliti pada tahap ini mengidentifikasi masalah, menganalisis, merumuskan masalah, dan merencanakan tindakan. Perencanaan bertujuan untuk menentukan tindakan yang digunakan dalam menangani masalah yang ada. Peneliti mengidentifikasi bahwa masalah yang muncul adalah rendahnya minat dan prestasi belajar IPA. Peningkatan minat dan prestasi belajar dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Peneliti menyusun instrumen pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, dan penilaian. Peneliti juga menyiapkan media dan sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran. Peneliti melakukan uji validitas dengan content validity, face validity, dan construct validity terhadap instrumen pembelajaran yang telah disusun. Content validity dilakukan oleh dosen, kepala sekolah, dan guru. Construct validity dilakukan dengan mengujikan soal evaluasi dan kuesioner pada 30 siswa kelas VI di SD Negeri Nogotirto. Pemilihan sekolah yang digunakan untuk uji coba soal dan kuesioner dilakukan berdasarkan adanya persamaan karakteristik sekolah. Peneliti juga melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing dan guru kelas V. b. Tindakan Siklus 1 Tindakan dilakukan dengan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rancangan pada tahap perencanaan. Pembelajaran yang dilaksanakan ini

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 menerapkan instrumen pembelajaran yang telah disusun sebelumnya. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan oleh peneliti yang didampingi oleh guru mitra. c. Pengamatan Siklus 1 Pengamatan dilakukan bersamaan dengan tindakan siklus. Pengamatan ini dilakukan dengan bantuan teman sejawat menggunakan pedoman lembar observasi yang telah disusun sebelumnya. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui minat belajar siswa dan proses pembelajaran yang berlangsung selama pelaksanaan penelitian. Hasil pengamatan ini digunakan dalam refleksi untuk menentukan tindakan selanjutnya. d. Refleksi Siklus 1 Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil pengamatan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hasil pengamatan tersebut digunakan untuk mengetahui kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran, menentukan ketercapaian indikator keberhasilan, dan tindakan selanjutnya. Hasil refleksi pada siklus 1 menyatakan bahwa target belum tercapai, sehingga penelitian ini dilanjutkan ke siklus 2. Hasil penelitian dari siklus 1 dapat dilihat pada bagian hasil penelitian bab IV. 3. Rencana Tindakan Siklus 2 a. Perencanaan Siklus 2 Peneliti mengidentifikasi masalah yang muncul berdasarkan hasil refleksi pada siklus 1 dan menentukan tambahan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Tambahan tindakan yang direncanakan adalah penerapan inkuiri bebas yang dimodifikasi. Peneliti menyusun instrumen pembelajaran yang terdiri dari

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 silabus, RPP, dan penilaian. Instrumen tersebut kemudian divalidasi dengan content validity, face validity, dan construct validity. b. Tindakan Siklus 2 Tindakan dilaksanakan sesuai dengan rancangan pembelajaran yang telah disusun pada tahap perencanaan. Pembelajaran ini menerapkan instrumen yang telah disusun. Peneliti melaksanakan pembelajaran ini dengan didampingi guru mitra. c. Pengamatan Siklus 2 Pengamatan dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan dengan bantuan teman. Pengamatan ini dilaksanakan dengan menggunakan pedoman observasi yang telah disusun sebelumnya yang bertujuan untuk mengetahui minat belajar selama pelaksanaan penelitian. Hasil pengamatan ini digunakan dalam refleksi untuk menentukan tindakan selanjutnya. d. Refleksi Siklus 2 Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil pengamatan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hasil pengamatan tersebut digunakan untuk mengetahui kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran, menentukan ketercapaian indikator keberhasilan, dan tindakan selanjutnya. Hasil refleksi pada siklus 2 menyatakan bahwa target tercapai, sehingga penelitian ini dinyatakan berhasil dan tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya. Hasil penelitian tersebut dapat dilihat pada bagian hasil penelitian bab IV.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 D. Indikator dan Pengukuran Keberhasilan Siklus yang dilaksanakan dalam penelitian ini dinyatakan berhasil dan diakhiri jika mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah ketercapaian target pada persentase siswa yang berminat, jumlah siswa yang termasuk pada kategori minimal cukup berminat belajar, jumlah siswa yang mencapai KKM, dan rata-rata nilai kelas. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Indikator Keberhasilan No 1 2. Variabel dan Indikator Minat Belajar a. Persentase siswa yang berminat b. Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat Prestasi Belajar a. Siswa yang mencapai KKM b. Nilai ratarata kelas Kondisi Awal Target Siklus 1 Target Siklus 2 Deskriptor Instrumen Penelitian Rata-rata persentase siswa Lembar 50,04% 85,00% 85,00% yang berminat Observasi dari setiap indikator minat Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal Lembar 53,57% 85,00% 85,00% cukup berminat : Kuesioner jumlah seluruh siswa x 100% 46,5% 70% 60,5 70 70% 70 Jumlah siswa yang mencapai KKM : jumlah seluruh siswa x 100 % Tes Evaluasi Jumlah nilai seluruh siswa : jumlah siswa Tabel 1 menunjukkan bahwa pada kondisi awal minat siswa kurang optimal dan prestasi belajar IPA masih rendah. Minat siswa yang kurang optimal ditunjukkan oleh persentase jumlah siswa berminat dari hasil observasi ada

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 50,04% dan jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat dari hasil kuesioner ada 53,57%. Prestasi belajar IPA siswa yang masih rendah terlihat pada jumlah siswa yang mencapai KKM ada 46,5% dan nilai rata-rata kelas ada 60,5. Peneliti menentukan target yang digunakan sebagai indikator keberhasilan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA. Penentuan target tersebut dilakukan melalui diskusi dengan guru mitra agar target yang ditentukan sesuai dengan karakteristik siswa. Target untuk peningkatan minat belajar yang digunakan sebagai indikator keberhasilan adalah persentase siswa yang berminat pada siklus 1 adalah 85% dan jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat pada siklus 1 sebesar 85%. Target untuk peningkatan prestasi yang digunakan sebagai indikator keberhasilan adalah jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 70% dengan nilai rata-rata kelas 70 pada siklus 1. Kenyataan menunjukkan bahwa target belum tercapai pada siklus 1, sehingga pada siklus 2 ditentukan target untuk peningkatan minat belajar yang digunakan sebagai indikator keberhasilan adalah persentase siswa yang berminat pada siklus 2 adalah 85% dan jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat pada siklus 1 sebesar 85%. Target untuk peningkatan prestasi yang digunakan sebagai indikator keberhasilan adalah jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 70% dengan nilai rata-rata kelas 70 pada siklus 2. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 1. Observasi Sanjaya (2011:86) menjelaskan bahwa observasi atau pengamatan merupakan “teknik mengumpulkan data dengan cara mengamati kejadian yang sedang berlangsung dan mencatat dengan alat observasi tentang hal-hal yang akan diamati atau diteliti”. Observasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data mengenai minat dan prestasi belajar siswa terhadap pembelajaran IPA pada siswa kelas V di SD Kanisius Gamping dengan mengamati dan mencatat kejadian pada lembar observasi. Jenis observasi yang dilakukan adalah observasi terstruktur karena menggunakan pedoman observasi. 2. Wawancara Kusumah (2009:77) menjelaskan bahwa wawancara adalah “pengumpulan data yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada subjek yang diteliti”. Wawancara ini digunakan untuk memperoleh informasi dari narasumber mengenai minat belajar dan proses pembelajaran IPA pada siswa kelas V di SD Kanisius Gamping dengan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada guru. Wawancara yang dilakukan tersebut adalah wawancara terstruktur karena memiliki panduan berupa pedoman wawancara. 3. Kuesioner Taniredja (2011:44) menjelaskan bahwa “kuesioner atau angket adalah suatu daftar pertanyaan atau pernyataan tentang topik tertentu yang diberikan kepada subjek, baik secara individual atau kelompok untuk mendapatkan informasi tertentu, seperti preferensi, keyakinan, minat, dan perilaku”. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 mengenai minat belajar siswa terhadap IPA. Penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup karena berisi pernyataan dan meminta siswa untuk memilih alternatif jawaban yang telah disediakan. 4. Dokumentasi Sukmadinata (2008:221) menjelaskan bahwa teknik dokumentasi adalah “suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik”. Teknik dokumentasi dilakukan dengan mengkaji dokumen tertulis siswa yang berupa hasil tes dan non tes. Nurkancana dan Sumartana (dalam Suwandi, 2010:39) menjelaskan tes sebagai “suatu cara untuk melakukan penilaian yang berbentuk tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa untuk mendapatkan data tentang nilai dan prestasi siswa tersebut yang dapat dibandingkan dengan yang dicapai kawankawannya atau nilai standar yang diterapkan”. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis berupa soal objektif dengan jumlah 20 soal. Nilai standar yang diterapkan berupa KKM dengan nilai 65. Nilai tersebut dibandingkan dengan KKM untuk menentukan ketercapaian dan menentukan nilai rata-rata kelas. Teknik dokumentasi baik dengan tes maupun non tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur prestasi belajar IPA baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. F. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, kuesioner minat belajar, instrumen tes berupa soal evaluasi, dan instrumen non tes.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 1. Pedoman Observasi Observasi dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari 2 observer selama kegiatan pembelajaran pada siklus 1 dan 2 dengan tujuan untuk mengetahui minat belajar IPA pada siswa. Observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi yang dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Pedoman Observasi Indikator Pernyataan Deskripsi hasil pengamatan Persentase Siswa memiliki Pada saat pembelajaran IPA, siswa rasa senang saat menunjukkan sikap ceria pembelajaran IPA Siswa menunjukkan sikap tersenyum, tertawa, dan semangat mengikuti pembelajaran Siswa Siswa memperhatikan seluruh memperhatikan proses pembelajaran saat proses Siswa menyimak penjelasan guru pembelajaran IPA Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Siswa terlibat Sikap siswa pada saat guru dalam proses menerangkan pembelajaran IPA Siswa menanggapi pertanyaan guru Siswa berinisiatif mencari informasi baru Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Tabel 2 menunjukkan pedoman observasi yang mencakup indikator minat, yaitu: (1) siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA; (2) siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA; (3) siswa terlibat dalam proses

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 pembelajaran IPA; dan (4) siswa berinisiatif mencari informasi baru. Setiap indikator tersebut dijabarkan ke dalam pernyataan yang dapat diamati. 2. Pedoman Wawancara Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara. Wawancara ditujukan kepada guru. Pedoman wawancara yang digunakan untuk mengetahui minat belajar dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Pedoman Wawancara Indikator Pertanyaan Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Apakah pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria? Sikap ceria siswa tercermin dalam bentuk seperti apa? Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Apakah siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran? Apakah siswa menyimak penjelasan guru? Apakah siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru? Bagaimana sikap siswa pada saat guru menerangkan? Bagaimana tanggapan siswa pada saat guru memberikan pertanyaan? Apakah siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas? Apakah siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok? Apakah siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain? Apakah siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi? Apakah siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi? Apakah siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran? Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Jawaban Guru Tabel 3 menunjukkan pedoman yang digunakan dalam wawancara. Pedoman wawancara tersebut memuat indikator minat yang masing-masing dijabarkan dalam bentuk pertanyaan. Pertanyaan tersebut ditujukan kepada guru.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 3. Kuesioner Minat Belajar Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Sugioyono (2012:134) menjelaskan bahwa “skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial yang berkaitan dengan variabel penelitian”. Variabel minat dijabarkan ke dalam indikator yang digunakan untuk menyusun item. Kuesioner yang disusun ada 25 item. Kisi-kisi untuk kuesioner yang telah disusun dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Kisi-kisi Kuesioner Minat Sebelum Validasi Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Pernyataan Saya menyiapkan alat tulis sebelum pelajaran dimulai Pada saat pembelajaran IPA, saya bersikap ceria Saya sudah siap di dalam kelas sebelum pelajaran IPA di mulai Saya tidak mengeluh pada saat mengikuti pembelajaran IPA Saya bersemangat saat mengikuti pembelajaran IPA Saya ingin mendapatkan nilai yang baik pada mata pelajaran IPA Saya menyukai pelajaran IPA Saya memperhatikan seluruh proses pembelajaran Saya menyimak penjelasan guru Saya tidak melamun saat pelajaran IPA Saya berkonsentrasi saat pelajaran IPA Saya mencatat penjelasan guru saat pelajaran IPA Saya melihat guru ketika guru sedang menjelaskan Saya menjawab pertanyaan guru Saya ikut melakukan percobaan dalam kelompok Saya memberikan pendapat saat diskusi kelompok Saya bekerja sama dengan kelompok Saya mengerjakan tugas saat pelajaran IPA Saya menanggapi penjelasan guru Saya belajar tanpa paksaan dari orang lain Saya membaca atau mencari materi dari sumber lain Saya mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan Saya bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Saya tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Saya membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel 4 menunjukkan bahwa indikator minat yang digunakan dalam kuesioner adalah rasa senang, perhatian, keterlibatan, dan inisiatif. Keempat indikator tersebut dijabarkan ke dalam 25 item. 4. Instrumen Tes dan Non Tes Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah multiple choice. Tes ini digunakan untuk memperoleh prestasi siswa dalam aspek kognitif. Kisi-kisi soal evaluasi siklus 1 sebelum validasi dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus 1 Sebelum Validasi Standar Kompetensi : 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi Dasar : 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas. No. Soal Indikator Kognitif Menyebutkan tiga bahan penyusun suatu benda 14, 27, 30 Membedakan bahan penyusun suatu benda sesuai dengan strukturnya 4, 13, 28 Menyebutkan tiga jenis kertas 5, 12, 15 Menyebutkan tiga jenis kain 6, 25, 29 Menyebutkan tiga jenis benang 7, 24, 26 Mengidentifikasi tiga sifat setiap jenis kertas 8, 16, 23 Mengidentifikasi tiga sifat setiap jenis kain 9, 17, 19 Mengidentifikasi tiga sifat setiap jenis benang 2, 18, 20 Membandingkan kekuatan beberapa bahan penyusun suatu benda 1, 11, 22 Menentukan kegunaan bahan penyusun suatu benda 3, 10, 21 Tabel 5 menunjukkan bahwa standar kompetensi yang digunakan untuk kisikisi soal evaluasi siklus 1 adalah memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses dengan kompetensi dasar mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas. Kompetensi dasar tersebut djabarkan ke dalam 10 indikator yang digunakan untuk menyusun item soal. Soal

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 evaluasi yang disusun tersebut berjumlah 30 item. Kisi-kisi soal evaluasi untuk siklus 2 sebelum validasi dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus 2 Sebelum Validasi Standar Kompetensi : 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi Dasar : 4.2 Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap No. Soal Indikator Kognitif Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pemanasan Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembakaran Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pendinginan Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pencampuran dengan air Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembusukan Menyebutkan perubahan sifat benda melalui perkaratan 7, 14, 20, 25 1, 11, 17, 28, 30 6, 13, 19, 23 3, 9, 15, 26 5, 10, 16, 22 2, 12, 21, 24 Membedakan sifat perubahan tetap dan sementara 4, 8, 18, 27, 29 Tabel 6 menunjukkan bahwa bahwa standar kompetensi yang digunakan untuk kisi-kisi adalah memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses dengan kompetensi dasar mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain, dan kertas. Kompetensi dasar tersebut dijabarkan ke dalam 7 indikator yang digunakan untuk menyusun item soal. Soal evaluasi yang disusun tersebut berjumlah 30 item. Instrumen non tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah rubrik penilaian. Rubrik penilaian tersebut digunakan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan prestasi siswa dalam aspek afektif dan psikomotor. Nilai aspek psikomotor diperoleh dari rubrik penilaian pada setiap pertemuan dalam siklus. Rubrik yang digunakan pada pertemuan 1 siklus 1 dapat dilihat pada tabel 7.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Tabel 7. Rubrik Penilaian Psikomotorik Pertemuan 1 Siklus 1 Indikator : Melakukan percobaan dengan tepat Skor No Nama Siswa Keruntutan Kelengkapan 1 2 3 1 2 3 Pedoman Skoring : Aspek Skor total Nilai Skor 3 Skor 2 Skor 1 Keruntutan jika mengikuti 6 langkah kerja secara urut. jika mengikuti 6 langkah kerja tidak urut. jika tidak mengikuti 6 langkah kerja dan tidak urut. Kelengkapan jika dapat mengamati 3 benda dengan tepat jika dapat mengamati 2 benda dengan tepat jika dapat mengamati 1 benda dengan tepat Tabel 7 menunjukkan bahwa indikaktor penilaian dalam rubrik psikomotorik pada pertemuan 1 siklus 1 adalah melakukan percobaan dengan tepat. Pedoman skoring yang digunakan memuat keruntutan dan kelengkapan. Jumlah skor maksimal yang diperoleh adalah 6. Rubrik psikomotorik yang digunakan pada pertemuan 2 siklus 1 dapat dilihat pada tabel 8. Tabel 8. Rubrik Penilaian Psikomotorik Pertemuan 2 Siklus 1 Indikator : Melakukan percobaan dengan tepat Skor No Nama Siswa Pedoman Skoring : Aspek Keruntutan Kelengkapan Keruntutan 1 2 3 Kelengkapan 1 2 3 Skor total Nilai Skor 3 jika melaksanakan 3 percobaan dengan urut Skor 2 jika melaksanakan 3 percobaan tidak urut Skor 1 jika tidak melaksanakan 3 percobaan jika dapat melaksanakan 3 percobaan dengan tepat jika melaksanakan 2 percobaan dengan tepat jika tidak dapat melaksanakan 3 percobaan dengan tepat

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Tabel 8 menunjukkan bahwa indikator penilaian dalam rubrik psikomotorik pada pertemuan 2 siklus 1 adalah melakukan percobaan dengan tepat. Pedoman skoring yang digunakan memuat keruntutan dan kelengkapan. Jumlah skor maksimal yang diperoleh adalah 6. Rubrik psikomotorik yang digunakan pada pertemuan 3 siklus 1 dapat dilihat pada tabel 9. Tabel 9. Rubrik Penilaian Psikomotorik Pertemuan 3 Siklus 1 Indikator : Melakukan percobaan dengan tepat Skor Keruntutan Kelengkapan No Nama Siswa 1 2 3 1 2 3 Pedoman Skoring : Aspek Skor 3 Keruntutan jika melaksanakan 6 langkah percobaan dengan urut Kelengkapan jika dapat melaksanakan 6 langkah percobaan dengan tepat Skor 2 jika melaksanakan 3-5 langkah percobaan dengan urut jika melaksanakan 3-5 langkah percobaan dengan tepat Skor total Nilai Skor 1 jika melaksanakan 1-3 langkah percobaan dengan urut jika tidak dapat melaksanakan 1-3 langkah percobaan dengan tepat Tabel 9 menunjukkan bahwa indikator penilaian dalam rubrik psikomotorik pada pertemuan 3 siklus 1 adalah melakukan percobaan dengan tepat. Pedoman skoring dilaksanakan dengan mengacu pada keruntutan dan kelengkapan dalam melakukan percobaan. Jumlah skor maksimal yang diperoleh adalah 6. Nilai aspek afektif diperoleh dari rata-rata nilai kuesioner dan rubrik penilaian. Rubrik penilaian yang digunakan untuk aspek afektif pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel 10.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel 10. Rubrik Penilaian Afektif Siklus 1 Indikator : Bekerjasama dengan teman kelompok Skor No Nama Siswa Kekompakan Partisipasi 1 2 3 1 2 Pedoman Skoring Aspek Skor 3 Kekompakan jika dapat menyelesaikan tugas bersama semua anggota kelompok Partisipasi jika ikut dalam mengerjakan tugas kelompok Skor 2 jika dapat menyelesaikan tugas bersama sebagian anggota kelompok jika kadang-kadang ikut dalam mengerjakan tugas kelompok 3 Skor total Nilai Skor 1 jika dapat menyelesaikan tugas tapi tanpa bantuan anggota lain dalam kelompok jika tidak ikut dalam mengerjakan tugas kelompok Tabel 10 menunjukkan bahwa indikator penilaian dalam rubrik afektif pada siklus 1 adalah bekerja sama dengan teman kelompok. Penskoran dilakukan dengan menggunakan pedoman skoring yang memuat kekompakan dan partisipasi. Jumlah skor maksimal yang diperoleh adalah 6. Penilaian psikomotor juga dilakukan pada siklus 2. Rubrik psikomotor yang digunakan pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel 11.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Tabel 11. Rubrik Penilaian Psikomotor Siklus 2 Indikator : Mempresentasikan hasil percobaan yang berkaitan dengan perubahan sifat benda Skor Skor Kejelasan Kelengkapan No Nama Siswa Nilai total 1 2 3 1 2 3 Pedoman Skoring : Aspek Skor 3 Kejelasan Jika siswa mampu menyampaiakan presentasi dengan ucapan yang jelas dan dapat dipahami oleh teman lain Kelengkapan Jika dapat menjelaskan hasil dari 3 aktivitas yang telah dilakukan dengan tepat Skor 2 Jika salah satu aspek tidak terpenuhi Skor 1 Jika tidak ada aspek yang terpenuhi Jika hanya dapat menjelaskan hasil dari 2 aktivitas yang telah dilakukan dengan tepat Jika hanya dapat menjelaskan hasil dari 1 aktivitas yang telah dilakukan dengan tepat Tabel 11 menunjukkan bahwa indikator penilaian dalam rubrik psikomotor pada siklus 2 adalah mempresentasikan hasil percobaan yang berkaitan dengan perubahan sifat benda. Penskoran dilakukan dengan pedoman skoring memuat kejelasan dan kelengkapan. Rubrik afektif yang digunakan untuk aspek afektif pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel 12.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel 12. Rubrik Penilaian Afektif Siklus 2 Indikator : Menghargai pendapat teman No Nama Siswa Pedoman Skoring Skor 3 Jika siswa memperhatikan teman yang sedang mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan memberikan tanggapan 1 Skor 2 3 Skor 2 Jika siswa memperhatikan teman yang sedang mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas Skor Total Nilai Skor 1 Jika siswa tidak memperhatikan teman yang sedang mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan melakukan aktivitas lain (ngobrol, bermain) Tabel 12 menunjukkan bahwa indikator penilaian dalam rubrik afektif pada siklus 2 adalah menghargai pendapat teman. Penskoran dilakukan dengan memberikan skor 1, 2, atau 3 sesuai dengan pedoman skoring yang telah disusun. Oleh karena itu, rubrik penilaian afektif pada siklus 2 memiliki jumlah skor maksimal 3. G. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Pengujian Validitas Instrumen Arikunto (dalam Taniredja, 2011:42) menjelaskan bahwa validitas merupakan keadaan yang menggambarkan tingkat instrumen yang bersangkutan mampu mengukur apa yang akan diukur. Instrumen penelitian dikatakan sah apabila memiliki tingkat validitas tinggi. Validasi yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah content validity, face validity, dan construct validity. Margono (2010:188) menjelaskan bahwa content validity menunjuk kepada suatu

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 instrumen yang memiliki kesesuaian isi dalam mengungkap/mengukur yang akan diukur yang biasanya didasarkan pada penilaian para ahli di bidang tersebut. Margono (2010:188) juga menjelaskan bahwa face validity atau validitas tampang memiliki arti menyangkut pengukuran atribut yang konkret atau penilaian dari konsumen alat ukur tersebut. Siregar (2010:163) menjelaskan bahwa construct validity adalah validitas yang berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur dalam mengukur pengertian suatu konsep yang diukur. Instrumen yang divalidasi adalah lembar observasi, wawancara, kuesioner, silabus, RPP, dan lembar evaluasi. Lembar observasi dan wawancara divalidasi dengan face validity dengan meminta pendapat dari dosen ahli. Hasil face validity menunjukkan bahwa lembar observasi dan wawacara telah mencakup indikator minat belajar dan dapat digunakan dalam penelitian. Jadi, peneliti tidak melakukan revisi terhadap lembar observasi dan wawancara. Kuesioner minat belajar divalidasi dengan face validity dan construct validity. Peneliti melakukan face validity terhadap kuesioner minat dengan menunjukkan kuesioner dan meminta siswa untuk memberikan pendapat mengenai item kuesioner minat. Siswa mengatakan “Dong kok mbak sama maksudnya” (komunikasi pribadi, 1 November 2013). Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa item kuesioner sudah cukup jelas bagi siswa, sehingga tidak ada perbaikan. Peneliti melakukan construct validity terhadap kuesioner minat dengan melakukan uji coba kuesioner pada 30 siswa kelas VI di SD Negeri Nototirto. Jenis data dari kuesioner minat adalah data interval, sehingga untuk mengukur

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 validitasnya digunakan Product Moment dari Pearson dengan bantuan SPSS 16.0. Rumus Product Moment adalah sebagai berikut. Keterangan : rxy = koefisien relasi ∑x = jumlah skor variabel x ∑y = jumlah skor variabel y ∑xy = jumlah hasil kali skor variabel x dan variabel y ∑x2 = jumlah skor yang dikuadratkan dalam variabel x ∑y2 = jumlah skor yang dikuadratkan dalam variabel y N = banyakknya subjek penelitian Sugiyono (2012:455) menjelaskan bahwa n=30 memiliki rtabel = 0,361 dengan taraf signifikan 5%, sehingga instrumen tersebut valid, jika rhitung ≥0,361. Penentuan valid tidaknya item juga dilakukan dengan melihat simbol asterisk.Suryani (2013:94) menjelaskan bahwa penentuan valid tidaknya instrumen juga dilakukan dengan melihat flag significant correlations. Jika koefisien korelasi teridentifikasi akan diberi simbol asterisk tunggal (*) pada taraf signifikan 5% dan simbol dua asterisk (**) pada taraf signifikan 1%. Hasil perhitungan validasi soal evaluasi siklus 1 dapat dilihat pada tabel 21 dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6. Hasil perhitungan Product Moment dari Pearson dengan SPSS 16.0 dapat dilihat pada tabel 13 dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Tabel 13. Perhitungan SPSS untuk Kuesioner No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 r hitung 0,485** 0,651** 0,406* 0,515** 0,378* 0,522** 0,430* 0,523** 0,527** 0,545** 0,746** 0,637** 0,323 0,686** 0,514** 0,277 0,536** 0,368* 0,421* 0,486** 0,508** 0,619** 0,559** 0,383* 0,585** r tabel 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 13 menunjukkan bahwa ada 2 item yang tidak valid yaitu item nomor 13 dan 16. Ada 23 item yang valid, sehingga kuesioner minat yang digunakan dalam penelitian ada 23 item. Kisi-kisi kuesioner yang telah divalidasi dan digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 14.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Tabel 14. Kisi-kisi Kuesioner Minat Setelah Validasi Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Item Valid Pernyataan Saya menyiapkan alat tulis sebelum pelajaran dimulai Pada saat pembelajaran IPA, saya bersikap ceria Saya sudah siap di dalam kelas sebelum pelajaran IPA di mulai Saya tidak mengeluh pada saat mengikuti pembelajaran IPA Saya bersemangat saat mengikuti pembelajaran IPA Saya ingin mendapatkan nilai yang baik pada mata pelajaran IPA Saya menyukai pelajaran IPA Saya memperhatikan seluruh proses pembelajaran Saya menyimak penjelasan guru Saya tidak melamun saat pelajaran IPA Saya berkonsentrasi saat pelajaran IPA Saya mencatat penjelasan guru saat pelajaran IPA Saya menjawab pertanyaan guru Saya ikut melakukan percobaan dalam kelompok Saya bekerja sama dengan kelompok Saya mengerjakan tugas saat pelajaran IPA Saya menanggapi penjelasan guru Saya belajar tanpa paksaan dari orang lain Saya membaca atau mencari materi dari sumber lain Saya mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan Saya bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Saya tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Saya membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari No 1 Item Tidak Valid Pernyataan No - 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Saya melihat guru ketika guru sedang menjelaskan 13 Saya memberikan pendapat saat diskusi kelompok 16 12 14 15 17 18 19 20 - 21 22 23 24 25 Tabel 14 menunjukkan bahwa dari 25 item minat ada 2 item yang tidak valid, yaitu item nomor 13 dan 16. Jadi, item kuesioner yang digunakan untuk penelitian ada 23 yang mencakup keempat indikator minat. Peneliti melakukan uji validitas terhadap lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini dengan

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 face validity. Face validity dilakukan dengan meminta pendapat dosen ahli terhadap lembar observasi yang telah disusun. Hasil face validity menunjukkan bahwa lembar observasi tidak memerlukan perbaikan, sehingga peneliti tidak melakukan revisi terhadap lembar evaluasi. Peneliti melakukan uji validitas terhadap silabus pada siklus 1 dan 2 dengan content validity dan face validity. Content validity dilakukan dengan meminta pendapat experts judgement, yaitu dosen ahli, kepala sekolah, dan guru. Pendapat ini berupa penilaian dan komentar yang diberikan pada rubrik validasi desain pembelajaran. Hasil validasi untuk silabus pada siklus 1 yang diperoleh dari ketiga ahli menunjukkan perolehan skor penilaian yang dapat dilhat pada tabel 15. Tabel 15. Hasil Content Validity Silabus Siklus 1 No 1 2 3 Komponen Penilaian Kelengkapan komponen silabus Kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator Kesistematisan langkah-langkah pembelajaran 4 Kesesuaian alokasi waktu dengan materi ajar dan langkah-langkah pembelajaran 5 Kelengkapan sumber belajar yang digunakan 6 Kesesuaian teknik penilaian dengan indikator 7 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku Rata-rata 4 5 Validator Kepala sekolah 4 4 4 4 5 4,3 4 4 5 4,3 5 4 5 4,7 5 4 5 4,7 4 4 5 4,3 4,4 4 5 4,5 Dosen Guru Ratarata 5 5 4,3 4,7 Tabel 15 menunjukkan bahwa skor rata-rata penilaian terhadap silabus pada siklus 1 adalah 4,5. Hasil tersebut menunjukkan bahwa silabus yang dirancang sudah baik dan secara kuantitatif tidak memerlukan perbaikan. Namun, penilaian secara kualitatif menunjukkan bahwa perlu adanya perbaikan. Hal ini ditunjukkan

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 oleh komentar validator yang menyatakan bahwa “Media masih ada yang kurang. Perhatikan penulisan.” Oleh karena itu, silabus pada siklus 1 mengalami perbaikan pada komponen media dan penulisan yang masih kurang tepat. Penilaian dan komentar dari expert judgement terhadap silabus dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 7. Hasil validasi untuk silabus pada siklus 2 dari ketiga ahli menunjukkan perolehan skor penilaian yang dapat dilihat pada tabel 16. Tabel 16. Hasil Content Validity Silabus Siklus 2 No Komponen Penilaian 1 2 3 4 Kelengkapan komponen silabus Kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator Kesistematisan langkah-langkah pembelajaran Kesesuaian alokasi waktu dengan materi ajar dan langkah-langkah pembelajaran 5 Kelengkapan sumber belajar yang digunakan 6 Kesesuaian teknik penilaian dengan indikator 7 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku Rata-rata Validator Kepala Dosen sekolah 4 4 5 4 4 4 Guru Ratarata 5 5 4 4,3 4,7 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5 4,3 4,7 5 4 5 4,7 4,4 4 4,7 4,4 Tabel 16 menunjukkan bahwa skor rata-rata penilaian terhadap silabus pada siklus 2 adalah 4,4. Hasil tersebut menunjukkan bahwa silabus pada siklus 2 yang dirancang sudah baik dan tidak memerlukan perbaikan secara kuantitatif. Namun, silabus memerlukan perbaikan berdasarkan komentar dari validator yang mengatakan bahwa “media masih ada yang kurang dan perhatikan penulisan”. Oleh karena itu, ada perbaikan pada komponen media dan penulisan. Penilaian dan komentar dari expert judgement terhadap silabus dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 7.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Silabus yang telah direvisi berdasarkan hasil content validity kemudian divalidasi dengan face validity. Face validity dilakukan dengan cara meminta guru untuk melihat silabus pada siklus 1 dan 2 secara tampilan. Hasil face validity menunjukkan bahwa silabus pada siklus 1 dan 2 tidak memerlukan perbaikan dan dapat digunakan untuk penelitian. Peneliti melakukan uji validitas terhadap RPP pada siklus 1 dan 2 dengan content validity dan face validity. Content validity terhadap RPP dilakukan dengan meminta pendapat experts judgement, yaitu dosen ahli, kepala sekolah, dan guru. Pendapat ini berupa penilaian dan komentar yang diberikan pada rubrik validasi desain pembelajaran. Hasil validasi untuk RPP pada siklus 1 yang diperoleh dari ketiga ahli menunjukkan perolehan skor penilaian dapat dilihat pada tabel 17. Tabel 17. Hasil Content Validity RPP Siklus 1 No 1 2 Komponen Penilaian Kelengkapan komponen RPP Kesesuaian Indikator yang akan dicapai dengan SK dan KD 3 Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator 4 Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD 5 Ketepatan pemilihan model/metode pembelajaran 6 Tingkat kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan, dan model/metode 7 Kesesuaian penilaian dengan indikator yang akan dicapai 8 Kelengkapan sumber belajar yang digunakan 9 Kesesuian media pembelajaran dengan materi ajar 10 Kesesuaian Lembar Kerja Siswa dengan kegiatan pembelajaran 11 Kelengkapan instrument penilaian 12 Penggunaan bahasa Indonesia & tata tulis baku Rata-rata Validator Kepala Dosen Sekolah 4 4 4 4 Guru Ratarata 5 5 4,3 4,3 4 4 5 4,3 5 4 5 4 4 4 5 5 5 4,7 4,3 4,7 4 4 5 4,3 4 5 4 4 4 4 5 5 5 4,3 4,7 4,3 5 5 4,4 4 4 4 5 5 5 4,7 4,7 4,5

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Tabel 17 menunjukkan bahwa skor rata-rata penilaian terhadap RPP adalah 4,5. Hasil tersebut menunjukkan bahwa RPP pada siklus 1 yang dirancang sudah baik dan secara kuantitatif tidak memerlukan perbaikan. Namun, penilaian secara kualitatif menunjukkan bahwa masih ada komponen RPP yang perlu diperbaiki. Hal ini ditunjukkan oleh komentar validator yang menyatakan bahwa “Akan lebih baik pada item sumber belajar dan media dipisahkan supaya terlihat cukup jelas pada RPP.” Oleh karena itu, RPP pada siklus 1 akan mengalami perbaikan pada penulisan sumber belajar dan media. Penilaian dan komentar dari expert judgement dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 7. Hasil validasi untuk RPP pada siklus 2 yang diperoleh dari ketiga ahli menunjukkan perolehan skor penilaian dapat dilihat pada tabel 18. Tabel 18. Hasil Content Validity RPP Siklus 2 No 1 2 Komponen Penilaian Kelengkapan komponen RPP Kesesuaian Indikator yang akan dicapai dengan SK dan KD 3 Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator 4 Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD 5 Ketepatan pemilihan model/metode pembelajaran 6 Tingkat kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan, dan model/metode 7 Kesesuaian penilaian dengan indikator yang akan dicapai 8 Kelengkapan sumber belajar yang digunakan 9 Kesesuian media pembelajaran dengan materi ajar 10 Kesesuaian Lembar Kerja Siswa dengan kegiatan pembelajaran 11 Kelengkapan instrument penilaian 12 Penggunaan bahasa Indonesia & tata tulis baku Rata-rata 4 4 Validator Kepala Sekolah 4 4 4 Dosen Guru Ratarata 5 5 4,3 4,3 4 5 4,3 5 4 4 4 5 5 4,7 4,3 5 4 5 4,7 4 4 5 4,3 4 5 4 4 5 5 4,3 4,7 4 4 5 4,3 5 5 4,4 4 4 4 5 5 5 4,7 4,7 4,5

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Tabel 18 menunjukkan bahwa skor rata-rata penilaian terhadap RPP adalah 4,5. Hasil tersebut menunjukkan bahwa RPP pada siklus 2 yang dirancang sudah baik dan secara kuantitatif tidak memerlukan perbaikan. Namun, penilaian secara kualitatif menunjukkan bahwa masih ada komponen RPP yang perlu diperbaiki. Hal ini ditunjukkan oleh komentar validator yang menyatakan bahwa “Sebaiknya jenis media yang akan digunakan dicantumkan dalam item tersendiri supaya lebih baik lagi” Oleh karena itu, RPP pada siklus 2 akan mengalami perbaikan pada penulisan sumber belajar dan media. Penilaian dan komentar terhadap RPP dari ketiga ahli tersebut dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 7. RPP yang telah direvisi berdasarkan hasil content validity divalidasi dengan face validity. Face validity dilakukan dengan meminta guru melihat RPP yang digunakan untuk siklus 1 dan siklus 2 secara tampilan. Hasil validasi menunjukkan bahwa RPP tidak memerlukan perbaikan dan dapat digunakan untuk penelitian. Peneliti melakukan uji validasi terhadap soal evaluasi pada siklus 1 dan 2 dengan content validity, face validity, dan contruct validity. Content validity terhadap soal evaluasi dilakukan dengan meminta pendapat experts judgement yaitu dosen ahli, kepala sekolah, dan guru. Hasil content validity menunjukkan perolehan skor penilaian yang dapat dilihat pada tabel 19.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Tabel 19. Hasil Content Validity Soal Evaluasi Siklus 1 No Komponen Penilaian Kesesuaian soal evaluasi dengan indikator 2 Kejelasan instruksi dalam soal evaluasi 3 Kesesuaian tingkat kesukaran soal dengan tahap perkembangan siswa 4 Pembobotan item soal dan penyebarannya 5 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 6 Ketepatan penggunaan opsi jawaban Rata-rata Guru Ratarata 4 Validator Kepala Sekolah 4 5 4,3 5 4 5 4,7 4 4 5 4,3 4 4 5 4,3 4 4 5 4,3 4 4,2 4 4 5 5 4,3 4,4 Dosen 1 Tabel 19 menunjukkan bahwa skor rata-rata penilaian terhadap soal evaluasi pada siklus 1 adalah 4,4. Hasil tersebut menunjukkan bahwa soal evaluasi pada siklus 1 yang dirancang sudah baik dan tidak memerlukan perbaikan. Hasil validasi soal evaluasi pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel 20. Tabel 20. Hasil Content Validity Soal Evaluasi Siklus 2 No Komponen Penilaian 1 Kesesuaian soal evaluasi dengan indikator 2 Kejelasan instruksi dalam soal evaluasi 3 Kesesuaian tingkat kesukaran soal dengan tahap perkembangan siswa 4 Pembobotan item soal dan penyebarannya 5 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 6 Ketepatan penggunaan opsi jawaban Rata-rata 4 Validator Kepala Sekolah 4 4 4 5 4,3 4 4 5 4,3 4 4 5 4,3 4 4 5 4,3 4 4 5 4,3 4 4 5 4,3 Dosen Guru Ratarata 5 4,3

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Tabel 20 menunjukkan bahwa skor rata-rata penilaian terhadap soal evaluasi pada siklus 2 adalah 4,3. Hasil tersebut menunjukkan bahwa soal evaluasi tidak memerlukan perbaikan. Hasil content validity dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 7. Soal evaluasi pada siklus 1 dan 2 juga divalidasi dengan face validity. Face validity dilakukan dengan menunjukkan soal evaluasi kepada 2 siswa yang bukan menjadi subjek penelitian dan melakukan wawancara mengenai soal evaluasi tersebut. Salah satu siswa mengatakan “Soalnya ga terlalu sulit mbak, aku dong kok.” (komunikasi pribadi, 1 November 2013). Siswa lain mengatakan “Soal yang keluar sama kayak yang pernah aku pelajari” (komunikasi pribadi, 1 November 2013). Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa item soal sudah cukup jelas bagi siswa, sehingga tidak perlu ada perbaikan. Peneliti melakukan construct validity terhadap soal evaluasi pada siklus 1 dan 2 melalui uji coba instrumen. Uji coba soal evaluasi dilakukan di SD Negeri Nogotirto karena adanya kesamaan karakteristik dan letak. Jenis data dari soal evaluasi adalah data nominal, sehingga untuk mengukur validitasnya digunakan Point Biserial. Surapranata (2009:61) menjelaskan bahwa Point Biserial adalah “korelasi product moment yang diterapkan pada data, dimana variabel-variabel yang dikorelasikan sifatnya masing-masing berbeda satu sama lain”. Rumus Point Biserial adalah sebagai berikut : Keterangan: rbis= Koefisien korelasi biserial

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Mp = rata-rata skor pada tes dari peserta tes yang memiliki jawaban benar Mt = rata-rata skor total St = standar deviasi skor total p = proporsi peserta tes yang jawabannya benar pada soal (tingkat kesukaran) q = 1-p Peneliti melakukan perhitungan statistik pada penelitian ini. Perhitungan statistik untuk menentukan Point Bisersial dilakukan dengan menggunakan SPSS 16.0. Item yang benar diberi skor satu (1) dan salah diberi skor nol (0). Penentuan valid tidanya instrumen dilakukan dengan membandingkan rhitung dengan rtabel. Sugiyono (2012:455) menjelaskan bahwa n=30 memiliki rtabel = 0,361 dengan taraf signifikan 5%. Oleh karena itu, instrumen tersebut valid, jika rhitung ≥0,361. Suryani (2013:94) menjelaskan bahwa penentuan valid tidaknya instrumen juga dilakukan dengan melihat flag significant correlations. Jika koefisien korelasi teridentifikasi akan diberi simbol asterisk tunggal (*) pada taraf signifikan 5% dan simbol dua asterisk (**) pada taraf signifikan 1%. Hasil perhitungan validasi soal evaluasi siklus 1 dapat dilihat pada tabel 21 dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Tabel 21. Perhitungan SPSS untuk Soal Evaluasi Siklus 1 No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 rPb hitung rPb tabel 0,896** 0,361 0,729** 0,361 0,896** 0,361 0,182 0,361 0,572** 0,361 0,447* 0,361 0,532** 0,361 0,666** 0,361 0,225 0,361 -0,343 0,361 0,666** 0,361 0,896** 0,361 0,896** 0,361 0,110 0,361 0,055 0,361 -0,146 0,361 0,729** 0,361 0,225 0,361 0,387* 0,361 0,332 0,361 0,532** 0,361 0,141 0,361 0,532** 0,361 0,896** 0,361 0,447* 0,361 0,026 0,361 0,666** 0,361 0,896** 0,361 0,896** 0,361 0,532** 0,361 Keputusan Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Tabel 21 menunjukkan bahwa ada 10 soal yang tidak valid pada hasil validasi soal evaluasi untuk siklus 1, yaitu soal nomor 4, 9, 10, 14, 15, 16, 18, 20, 22, dan 26. Ada 20 soal yang valid, sehingga soal yang digunakan untuk

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 penelitian pada siklus 1 ada 20 item. Kisi-kisi soal evaluasi setelah divalidasi yang digunakan untuk penelitian siklus 1 dapat dilihat pada tabel 22. Tabel 22. Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus 1 Setelah Validasi Standar Kompetensi : 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi Dasar : 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas. No. Soal Indikator Kognitif Sesudah Validasi Sebelum Validasi Tidak valid Valid Menyebutkan tiga bahan penyusun 14, 27, 30 14 27, 30 suatu benda Membedakan bahan penyusun suatu 4, 13, 28 4 13, 28 benda sesuai dengan strukturnya Menyebutkan tiga jenis kertas 5, 12, 15 15 5, 12 Menyebutkan tiga jenis kain 6, 25, 29 6, 25,29 Menyebutkan tiga jenis benang 7, 24, 26 26 7, 24 Mengidentifikasi tiga sifat setiap jenis 8, 16, 23 16 8, 23 kertas Mengidentifikasi tiga sifat setiap jenis 9, 17, 19 9 17, 19 kain Mengidentifikasi tiga sifat setiap jenis 2, 18, 20 18, 20 2 benang Membandingkan kekuatan beberapa 1, 11, 22 1, 11 bahan penyusun suatu benda Menentukan kegunaan bahan 3, 10, 21 10 3, 21 penyusun suatu benda Tabel 22 menunjukkan bahwa dari 30 soal ada 10 soal yang tidak valid. Item yang tidak valid tidak dapat digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, soal evaluasi yang digunakan pada siklus 1 ada 20 item. Hasil validasi soal evaluasi untuk siklus 2 dapat dilihat pada tabel 23 dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Tabel 23. Perhitungan SPSS untuk Soal Evaluasi Siklus 2 No Item rPb hitung rPb tabel 1 0,378* 0,361 2 0,621** 0,361 3 0,444* 0,361 4 0,443* 0,361 5 0,595** 0,361 6 -0,146 0,361 7 0,607** 0,361 8 -0,159 0,361 9 0,017 0,361 10 0,607** 0,361 11 0,444* 0,361 12 0,595** 0,361 13 0,780** 0,361 14 -0,179 0,361 15 0,443* 0,361 16 0,595** 0,361 17 0,125 0,361 18 0,780** 0,361 19 0,607** 0,361 20 0,780** 0,361 21 0,621** 0,361 22 -0,170 0,361 23 0,378* 0,361 24 -0,230 0,361 25 0,444* 0,361 26 0,621** 0,361 27 -0,144 0,361 28 -0,170 0,361 29 0,780** 0,361 30 -0,124 0,361 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tabel 23 menunjukkan bahwa ada 10 soal yang tidak valid, yaitu soal nomor 6, 8, 9, 14, 17, 22, 24, 27, 28, dan 30. Ada 20 soal yang valid, sehingga soal yang digunakan untuk penelitian pada siklus 2 ada 20 item. Kisi-kisi soal

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 evaluasi setelah divalidasi yang digunakan untuk penelitian pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel 24. Tabel 24. Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus 2 Setelah Validasi Standar Kompetensi : 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi Dasar : 4.2 Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap Indikator Kognitif Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pemanasan Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembakaran Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pendinginan Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pencampuran dengan air Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembusukan Menyebutkan perubahan sifat benda melalui perkaratan Membedakan sifat perubahan tetap dan sementara Sebelum Validasi No. Soal Sesudah Validasi Tidak Valid valid 7, 14, 20, 25 25 7, 14, 20 1, 11, 17, 28, 30 28, 30 1, 11, 17 6, 13, 19, 23 23 6, 13, 19 3, 9, 15, 26 26 3, 9, 15 5, 10, 16, 22 22 5, 10, 16 2, 12, 21, 24 24 2, 12, 21 4, 8, 18, 27, 29 27, 29 4, 8, 18 Tabel 24 menunjukkan bahwa soal evaluasi yang digunakan pada siklus 2 ada ada 10 item yang tidak valid, sehingga soal yang digunakan ada 20 item. 2. Pengujian Reliabilitas Reliabilitas merupakan keajegan yang terjadi pada alat ukur, sehingga ketika diujikan kembali akan memperoleh hasil yang sama. Alat ukur yang memiliki reliabilitas tinggi pasti validitasnya juga tinggi, tetapi jika validitasnya tinggi belum tentu reliabilitasnya juga tinggi. Perhitungan reliabilitas dilakukan

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 dengan menggunakan SPSS 16.0. Hasil perhitungan tersebut kemudian dibandingkan dengan koefisien korelasi untuk menentukan tingkat reliabilitasnya. Tabel koefisien reliabilitas menurut Masidjo (dalam Nurcahya, 2013:79) dapat dilihat pada tabel 25. Tabel 25. Tabel Koefisien Reliabilitas Koefisien Korelasi Kategori 0,91-1,00 0,71-0,90 0,41-0,70 0,21-0,40 Negatif-0,02 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Tabel 25 menunjukkan bahwa jika diperoleh koefisien korelasi 0,91-1,00, maka reliabilitas sangat tinggi. Jika diperoleh koefisien korelasi 0,71-0,90, maka reliabilitas tinggi. Jika diperoleh koefisien korelasi 0,41-0,70, maka reliabilitas cukup. Jika diperoleh koefisien korelasi 0,21-0,40, maka reliabilitas rendah. Jika diperoleh koefisien korelasi negatif-0,02, maka reliabilitas sangat rendah. Hasil perhitungan reliabilitas dari kuesioner minat dengan bantuan SPSS 16.0 dapat dilihat pada tabel 26 dan selengkapnya pada lampiran 6. Tabel 26. Perhitungan Reliabilitas Kuesioner Minat Reliability Statistics Cronbach's Alpha .879 N of Items 23 Tabel 26 menunjukkan bahwa reliabilitas dari kuesioner minat adalah 0,879. Hasil reliabilitas kuesioner minat tersebut termasuk kategori tinggi, sehingga dapat digunakan untuk penelitian. Perhitungan reliabilitas dilakukan pada soal evaluasi siklus 1 dan 2, serta kuesioner minat. Hasil perhitungan reliabilitas dari

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 soal evaluasi untuk siklus 1 dengan bantuan SPSS 16.0 dapat dilihat pada tabel 27 dan selengkapnya pada lampiran 6. Tabel 27. Perhitungan Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus 1 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .949 20 Tabel 27 menunjukkan bahwa reliabilitas soal evaluasi siklus 1 adalah 0,949. Hasil reliabilitas soal evaluasi siklus 1 tersebut termasuk kategori sangat tinggi, sehingga dapat digunakan untuk penelitian. Hasil perhitungan reliabilitas dari soal evaluasi untuk siklus 2 dengan bantuan SPSS 16.0 dapat dilihat pada tabel 28 dan selengkapnya pada lampiran 6. Tabel 28. Perhitungan Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus 2 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .903 20 Tabel 28 menunjukkan bahwa reliabilitas soal evaluasi pada siklus 2 adalah 0,903. Hasil reliabilitas soal evaluasi siklus 2 tersebut termasuk kategori tinggi, sehingga dapat digunakan untuk penelitian. H. Indeks Kesukaran Roslina (2009:266) mengatakan bahwa perhitungan tingkat kesukaran soal adalah pengukuran seberapa derajat kesukaran suatu soal. Soal dinyatakan baik jika memiliki tingkat kesukaran seimbang, yaitu tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah. Kriteria indeks kesukaran menurut Masidjo (dalam Nurcahya, 2013:81) dapat dilihat pada tabel 29.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Tabel 29. Kriteria Indeks Kesukaran Indeks 0-0,30 0,31-0,70 0,71-1,00 Kategori Sukar Sedang Mudah Tabel 29 menunjukkan bahwa jika diperoleh indeks kesukaran 0-30, maka soal tersebut sukar. Jika diperoleh indeks kesukaran 0,31-0,70, maka soal tersebut sedang. Jika diperoleh indeks kesukaran 0,71-1,00, maka soal tersebut mudah. Indeks kesukaran ditentukan dengan rumus berikut. IK = Indeks Kesukaran = Banyaknya siswa yang menjawab benar Sm = skor maksimal tiap item N = Jumlah siswa Indeks kesukaran soal evaluasi siklus 1 dan 2 dilakukan pada 30 siswa di SD Negeri Nogotirto. Hasil perhitungan indeks kesukaran soal evaluasi untuk siklus 1 dapat dilihat pada tabel 30 dan selengkapnya pada lampiran 5.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Tabel 30. Indeks Kesukaran Soal Siklus 1 No Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 IK 0,90 0,93 0,90 0,40 0,97 0,93 0,90 0,93 0,70 0,67 0,93 0,90 0,90 0,77 0,80 0,90 0,93 0,70 0,90 0,63 0,90 0,67 0,90 0,90 0,93 0,60 0,93 0,90 0,90 0,90 Keterangan Mudah Mudah Mudah Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Mudah Sedang Mudah Mudah Mudah Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Tabel 30 menunjukkan bahwa ada 6 item soal yang indeks kesukarannya sedang dan 24 soal yang indeks kesukarannya mudah. Kisi-kisi soal evaluasi pada siklus 1 yang memuat tingkat kesukaran dapat dilihat pada tabel 31.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Tabel 31. Kisi-kisi Indeks Kesukaran pada Soal Evaluasi Siklus 1 Standar Kompetensi : 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi Dasar : 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas. No. Tingkat Kesukaran Indikator Kognitif Soal Mudah Sedang Sukar Menyebutkan tiga bahan penyusun suatu 14 √ benda 27 √ 30 √ Membedakan bahan penyusun suatu benda 4 √ √ sesuai dengan strukturnya 13 √ 28 Menyebutkan tiga jenis kertas 5 √ 12 √ 15 √ Menyebutkan tiga jenis kain 6 √ 25 √ 29 √ Menyebutkan tiga jenis benang 7 √ 24 √ 26 √ Mengidentifikasi tiga sifat setiap jenis 8 √ kertas 16 √ 23 √ Mengidentifikasi tiga sifat setiap jenis 9 √ kain 17 √ √ 19 Mengidentifikasi tiga sifat setiap jenis 2 √ benang 18 √ √ 20 Membandingkan kekuatan beberapa bahan 1 √ penyusun suatu benda 11 √ 22 √ Menentukan kegunaan bahan penyusun 3 √ suatu benda 10 √ 21 √ Tabel 31 menunjukkan bahwa kisi-kisi soal evaluasi siklus 1 memiliki 6 soal dengan tingkat kesukaran sedang dan 24 soal dengan tingkat kesukaran

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 mudah. Hasil perhitungan indeks kesukaran soal evaluasi untuk siklus 2 dapat dilihat pada tabel 32 dan selengkapnya pada lampiran 5. Tabel 32. Indeks Kesukaran Soal Siklus 2 No Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 IK 0,97 0,87 0,77 0,87 0,73 0,83 0,70 0,50 0,83 0,70 0,77 0,73 0,50 0,90 0,87 0,73 0,97 0,50 0,70 0,50 0,87 0,97 0,97 0,90 0,77 0,87 0,50 0,97 0,50 0,73 Keterangan Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Sedang Mudah Mudah Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Mudah Sedang Mudah

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Tabel 32 menunjukkan bahwa ada 21 soal yang indeks kesukarannya mudah dan 9 soal yang indeks kesukarannya sedang. Kisi-kisi soal evaluasi pada siklus 2 yang memuat tingkat kesukaran dapat dilihat pada tabel 33. Tabel 33. Kisi-kisi Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus 2 Standar Kompetensi : 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi Dasar : 4.2 Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap No. Soal Tingkat Kesukaran Indikator Kognitif Mudah Sedang Sukar 7 √ Menyebutkan perubahan sifat benda melalui 14 √ pemanasan 20 √ 25 √ 1 √ 11 √ Menyebutkan perubahan sifat benda melalui 17 √ pembakaran 28 √ 30 6 √ 13 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui √ 19 pendinginan √ 23 √ 3 √ 9 √ Menyebutkan perubahan sifat benda melalui 15 √ pencampuran dengan air 26 √ 5 √ Menyebutkan perubahan sifat benda melalui 10 √ pembusukan 16 √ 22 √ 2 √ 12 √ Menyebutkan perubahan sifat benda melalui 21 √ perkaratan 24 √ 4 √ 8 √ 18 Membedakan sifat perubahan tetap dan sementara √ 27 √ 29 √

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Tabel 33 menunjukkan bahwa kisi-kisi soal dengan standar kompetensi memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses dan kompetensi dasar mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain, dan kertas memiliki 9 soal dengan tingkat kesukaran sedang dan 21 soal dengan tingkat kesukaran mudah. I. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Kunandar (2009:123) menjelaskan bahwa data kuantitatif dapat dianalisis dengan deskriptif persentase, sedangkan data kualitatif dapat dianalisis secara kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari wawancara dan observasi. Analisis data kualitatif dilakukan secara kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari observasi, kuesioner minat dan dokumentasi prestasi. Analisis data kuantitatif tersebut dilakukan secara diskriptif yang dijabarkan sebagai berikut. 1. Analisis Minat Belajar Minat belajar dianalisis berdasarkan hasil lembar observasi. Analisis dilakukan dengan menghitung jumlah turus pada setiap indikator minat dan menentukan persentase siswa pada setiap indikator dengan cara sebagai berikut. Hasil persentase siswa berminat pada keempat indikator minat belajar kemudian ditentukan rata-ratanya dengan cara sebagai berikut.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Kuesioner minat dalam penelitian ini memiliki skor untuk setiap jawaban. Skor untuk jawaban sangat setuju adalah 5, setuju adalah 4, ragu-ragu adalah 3, tidak setuju adalah 2, dan sangat tidak setuju adalah 1. Skor tersebut digunakan dalam perhitungan untuk menentukan kategori minat. Penentuan kategori minat dilakukan dengan menggunakan PAP tipe 1. Oleh karena itu, penentuan kategori minat dilakukan dengan menentukan range dengan cara sebagai berikut. Skor maksimal = 23 x 5 = 115 Skor minimal = 23 x 1 = 23 Range = 115 – 23 = 92 Range tersebut digunakan untuk menentukan rentang nilai pada setiap kategori yang dilakukan dengan mengalikan batas bawah dengan tingkat kategori yang bisa dikuasai oleh siswa. Rentang nilai pada setiap kategori minat dapat dilihat pada tabel 34. Tabel 34. Rentang Nilai Tiap Kategori Minat Tingkat Penguasaan Kompetensi 90%x92= 83 -115 80%x92 =74 -82 65%x 92 = 60-73 55%x 92 = 51 -59 <55%x 92 = < 51 Nilai Huruf A B C D E Kategori Sangat berminat Berminat Cukup berminat Kurang berminat Tidak berminat

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Rentang tersebut digunakan untuk menentukan kategori minat pada setiap siswa. Jumlah siswa yang termasuk pada kategori minimal cukup berminat diubah ke dalam bentuk persen dengan cara sebagai berikut. 2. Analisis Prestasi Belajar Analisis data untuk prestasi belajar dilakukan dengan menentukan jumlah siswa yang mencapai KKM dan menghitung rata-rata kelas. Penentuan jumlah siswa yang mencapai KKM dilakukan dengan menghitung nilai setiap siswa yang diperoleh dari hasil tes. Perhitungan tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut. Nilai tersebut kemudian dibandingkan dengan KKM yang ditentukan yaitu 65. Jumlah siswa yang mencapai KKM tersebut diubah dalam bentuk persen dengan cara sebagai berikut. Rata-rata kelas ditentukan dengan cara sebagai berikut. Peneliti menentukan ada tidaknya peningkatan minat dan prestasi dengan melakukan perbandingan hasil capaian minat dan prestasi belajar yang diperoleh

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 pada siklus dengan target capaian yang diharapkan. Jika capaian sesuai dengan target, maka siklus dapat diakhiri. Jika tidak capaian belum mencapai target, maka dilanjutkan siklus berikutnya. J. Jadwal Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2013/2014. Rincian kegiatan dapat dilihat pada tabel 35. Tabel 35. Jadwal Peneltian 4 5 6 7 8 9 10 11 Juni Mei April Maret Februari Januari Observasi Penyusunan Proposal Konsultasi Bab I, II, dan III Bimbingan dengan dosen Penyusunan instrumen Uji coba instrumen Perhitungan validitas dan reabilitas Pengumpulan data Analisis data Pembahasan Ujian dan penulisan artikel Desember 1 2 3 November Kegiatan Oktober No Sepetember Bulan

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV DESKRIPSI, HASIL, DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Bab IV membahas mengenai deskripsi, hasil, dan pembahasan dari penelitian peningkatan minat dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping. A. Deskripsi Penelitian Peneliti melakukan penelitian tindakan kelas yang berjudul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V SD Kanisius Gamping Menggunakan Pendekatan Kontekstual”. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. 1. Siklus 1 Siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 11 November 2013, 12 November 2013, dan 15 November 2013 dalam 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. a. Perencanaan Siklus 1 Peneliti mengidentifikasi masalah, menganalisis, dan merumuskan masalah dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping pada saat tahap perencanaan siklus 1. Peneliti mengidentifikasi bahwa masalah yang muncul adalah kurang optimalnya minat yang menyebabkan rendahnya prestasi belajar IPA. Tindakan yang dipilih untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan dengan pendekatan kontekstual. Peneliti menyusun instrumen pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, dan instrumen penilaian. Instrumen tersebut disusun dengan menerapkan 88

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 pendekatan kontekstual. Peneliti melakukan validasi terhadap instrumen pembelajaran yang telah disusun tersebut. Peneliti telah melakukan content validity kepada expert judgement yaitu dosen ahli, kepala sekolah, dan guru. Uji validitas juga dilakukan dengan face validity dan construct validity. Face validity dilakukan dengan menunjukkan dan meminta pendapat mengenai kuesioner dan soal evaluasi kepada 2 siswa yang bukan menjadi subjek penelitian. Construct validity dilakukan dengan mengujikan kuesioner dan soal evaluasi kepada 30 siswa di SD Negeri Nogotirto. Peneliti melakukan revisi pada instrumen pembelajaran dan kuesioner tersebut. Revisi dilakukan berdasarkan hasil validasi pada silabus, RPP, instrumen penilaian yang meliputi lembar evaluasi, rubrik, dan kuesioner. b. Tindakan Siklus 1 Tindakan siklus 1 dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan pada tanggal 11 November 2013, 12 November 2013, dan 15 November 2013. Siklus 1 ini dilaksanakan dengan alokasi waktu sebanyak 3 x pertemuan (6x35 menit). Pertemuan 1 pada 11 November 2013 dilaksanakan dengan mengajak siswa untuk menyebutkan bahan penyusun suatu benda dan mengidentifikasi sifatnya melalui percobaan. Siswa kemudian melakukan percobaan untuk menyebutkan bahan penyusun suatu benda dan mengidentifikasi sifatnya di dalam kelompok. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil temuannya dan mengelompokkan kartu gambar sesuai dengan struktur bahan penyusunnya. Siswa dalam kelompok selanjutnya mencari benda di sekitar dan menentukan struktur bahan penyusun dan sifatnya serta mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Kelompok lain yang tidak presentasi memberikan penilaian terhadap kelompok yang presentasi. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan refleksi dan pemberian tugas. Pertemuan 2 pada 12 November 2013 dilaksanakan dengan kegiatan siswa untuk menyebutkan dan mengidentifikasi sifat jenis kertas, kain, dan benang melalui percobaan dalam kelompok. Siswa juga membuat kartupedia mengenai hasil temuan dalam percobaan. Setiap kelompok seharusnya diminta untuk menampilkan kartupedia tersebut dalam display, tetapi ada kendala tempat dan waktu. Oleh karena itu, siswa menampilkan kartupedia dengan mempresentasikan di depan kelas dan teman lain memberikan penilaian terhadap hasil kelompok yang presentasi. Pertemuan 3 dilaksanakan pada 15 November 2013 dengan kegiatan siswa untuk membandingkan kekuatan 3 jenis benang melalui percobaan dalam kelompok. Siswa selanjutnya menyelesaikan soal evaluasi yang diberikan guru. c. Observasi Siklus 1 Observasi dilakukan oleh peneliti dibantu teman sejawat pada saat pelaksanaan tindakan dengan menggunakan pedoman observasi yang telah disusun sebelumnya. Pedoman observasi tersebut memuat indikator minat, yaitu (1) siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA; (2) siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA; (3) siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA; dan (4) siswa berinisiatif mencari informasi baru. Pertemuan 1 dilaksanakan dengan mengajak siswa untuk melakukan percobaan mengenai bahan penyusun benda dan sifatnya. Siswa menunjukkan sikap ceria ketika membentuk kelompok

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 dan melakukan percobaan. Siswa juga memperhatikan penjelasan guru dan segera melaksanakan percobaan setelah mendapatkan penjelasan dari guru. Siswa terlibat dalam proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan adanya 12 siswa yang berusaha untuk menjawab pertanyaan guru, semua kelompok yang berusaha untuk maju ke depan, dan 22 siswa yang berdiskusi dalam kelompok. Inisiatif siswa mulai muncul karena ada 20 siswa yang bertanya mengenai bahan baku pembuatan kertas, kertas minyak, dan sifat-sifat benda di sekitar. Pertemuan 2 dilaksanakan dengan kegiatan siswa untuk menyebutkan dan mengidentifikasi sifat jenis kertas, kain, dan benang melalui percobaan dalam kelompok. Siswa menunjukkan sikap ceria dalam bentuk tawa ketika guru menunjukkan benda yang digunakan untuk percobaan. Siswa juga menunjukkan antusiasme ketika diajak belajar di luar kelas. Siswa dalam kelompok mengajukan pertanyaan dan menyimak penjelasan guru mengenai pertanyaan yang diajukan tersebut. Siswa bekerja dalam kelompok ketika melakukan percobaan dan diskusi. Siswa berusaha mencari penjelasan di buku dan mengajukan pertanyaan mengenai persamaan kain wol dengan flanel. Siswa juga menunjukkan ketertarikan ketika melakukan percobaan. Pertemuan 3 dilaksanakan dengan kegiatan siswa untuk membandingkan kekuatan 3 jenis benang melalui percobaan dalam kelompok. Siswa menunjukkan sikap ceria dalam bentuk tawa ketika melakukan kegiatan di luar kelas. Siswa juga memperhatikan saat proses pembelajaran, segera melakukan percobaan, dan mengerjakan LAS. Siswa terlibat dalam pembelajaran dengan adanya 13 siswa yang menanggapi pertanyaan yang diajukan guru dan semua kelompok berusaha

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 maju ke depan untuk presentasi serta terlibat dalam mengerjakan tugas LAS. Siswa juga menunjukkan inisiatif dengan bertanya dan menjawab pertanyaan guru mengenai pembelajaran sebelumnya dan antusias ketika akan melakukan percobaan. d. Refleksi Siklus 1 Secara umum pelaksanaan siklus 1 sudah sesuai dengan rancangan pembelajaran yang telah disusun. Namun, ada 1 kegiatan yang diubah dengan alasan keterbatasan tempat dan waktu. Perubahan yang dilakukan tetap menggunakan prinsip yang sudah direncanakan, yaitu siswa menampilkan kartupedia dan ada penilaian teman sebaya. Siswa melakukan percobaan pada pertemuan 1 dengan mengamati benda untuk menyebutkan bahan penyusun dan membedakan struktur bahan penyusun benda serta mengidentifikasi sifatnya. Pertemuan 1 berlangsung sesuai dengan rancangan yang telah disusun. Siswa menunjukkan sikap ceria pada saat pembagian kelompok. Siswa juga terlihat tertarik ketika guru menunjukkan benda-benda di depan kelas dan membagikan benda tersebut kepada setiap kelompok. Siswa memperhatikan penjelasan guru dan terlibat dalam diskusi di kelas. Siswa segera berdiskusi di dalam kelompok setelah melakukan pengamatan terhadap benda yang diperoleh dalam kelompok. Siswa juga berebut maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil pengamatan dan menempelkan gambar sesuai dengan kelompok struktur bahan penyusunnya. Siswa mengisi kuesioner sebelum mengakhiri pembelajaran. Pertemuan 1 ini tidak ada kendala yang mengganggu pelaksanaan tindakan.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Pertemuan 2 dilaksanakan dengan kegiatan siswa untuk melakukan percobaan dengan kertas, kain, dan benang. Pertemuan 2 tidak berjalan sesuai dengan rancangan pembelajaran sepenuhnya. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran adalah keterbatasan tempat dan waktu. Ruang kelas tidak memungkinkan digunakan siswa untuk melakukan percobaan tersebut, sehingga peneliti mengajak siswa untuk melakukan percobaan di luar kelas. Namun, ada 4 kelompok yang memilih tempat yang berjauhan dengan tempat kelompok lain. Hal ini menyebabkan peneliti kesulitan untuk memantau perkembangan dalam kelompok. Peneliti juga mengalami kesulitan dalam memberikan bimbingan terhadap langkah kerja dalam percobaan karena posisi kelompok yang agak berjauhan. Peneliti harus membimbing kelompok satu per satu, sehingga siswa membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan percobaan. Waktu percobaan yang terlalu lama tersebut mengakibatkan pembelajaran melebihi alokasi waktu yang telah ditentukan. Siswa membuat kartupedia, setelah melakukan percobaan. Siswa menunjukkan sikap ceria ketika diminta untuk membuat kartupedia. Siswa segera mengerjakan dan menyelesaikan kartupedia tersebut. Namun, rencana untuk menampilkan kartupedia melalui display tidak dapat dilaksanakan karena waktu yang terpotong untuk menyelesaikan percobaan. Oleh karena itu, siswa menampilkan kartupedia melalui presentasi di depan kelas. Prinsip kegiatan ini masih sama, yaitu menampilkan kartupedia dan siswa lain memberikan penilaian terhadap hasil karya teman. Siswa juga diminta untuk mengisi kuesioner sebelum mengakhiri pembelajaran.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Pertemuan 3 dilaksanakan dengan kegiatan siswa untuk melakukan percobaan menguji kekuatan benang. Peneliti membimbing siswa melakukan percobaan dalam setiap kelompok. Percobaan ini dapat diselesaikan sesuai dengan alokasi waktu yang telah dirancang. Siswa yang telah melakukan percobaan kemudian mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas dan siswa lain memberikan penilaian terhadap presentasi kelompok lain. Siswa juga mengisi kuesioner dan mengerjakan soal evaluasi. Kuesioner yang telah diisi siswa menjadi dasar untuk menentukan ketercapaian minat. Hasil kuesioner pada pertemuan 1, 2, dan 3 dirata-rata kemudian dibandingkan dengan target keberhasilan. Hasil observasi minat belajar siswa juga ditentukan rata-ratanya dan dibandingkan dengan target keberhasilan. Soal evaluasi yang dikerjakan siswa menjadi dasar untuk menentukan ketercapaian prestasi. Hasil minat dan prestasi belajar pada siklus 1 menunjukkan bahwa target prestasi dan minat belajar IPA belum tercapai, sehingga siklus 1 belum dapat dikatakan berhasil dan penelitian dilanjutkan siklus 2. 2. Siklus 2 Siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 23 November 2013 dan 26 November 2013 dalam 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. a. Perencanaan Siklus 2 Perencanaan siklus 2 dilakukan dengan menyusun instrumen pembelajaran yang menerapkan pendekatan kontekstual. Instrumen yang disusun terdiri dari silabus, RPP, dan instrumen penilaian berupa rubrik dan soal evaluasi. Kegiatan pembelajaran disusun dengan menerapkan komponen pendekatan kontekstual.

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Tindakan siklus 2 dirancang dengan adanya perbedaan dengan siklus 1, yaitu bentuk komponen inkuiri. Inkuiri yang diterapkan pada siklus 1 adalah inkuiri terpimpin, sedangkan inkuiri yang diterapkan pada siklus 2 adalah inkuiri bebas dimodifikasi. Instrumen pembelajaran yang telah disusun tersebut divalidasi. Validasi dilakukan dengan content validity, face validity, dan construct validity. Content validity dilakukan dengan meminta pendapat kepada dosen ahli, kepala sekolah, dan guru. Face validity dilakukan dengan meminta pendapat mengenai instrumen pembelajaran kepada guru dan soal evaluasi kepada 2 siswa yang bukan subjek penelitian. Construct validity secara empiris dilakukan melalui uji coba soal evaluasi pada 30 siswa kelas VI di SD Negeri Nogotirto. Peneliti melakukan revisi terhadap instrumen pembelajaran tersebut. Revisi dilakukan berdasarkan hasil validasi baik content validity, face validity, maupun construct validity. Perangkat pembelajaran yang telah direvisi tersebut digunakan untuk penelitian. b. Tindakan Siklus 2 Tindakan siklus 2 secara umum tidak mengalami kendala dan telah sesuai dengan rancangan pembelajaran. Siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 23 November 2013 dan 26 November 2013. Pertemuan 1 dilaksanakan 2 jam pertemuan (2x35 menit), sedangkan pertemuan 2 dilaksanakan 4 jam pertemuan (4x35 menit). Pertemuan 1 dilaksanakan dengan mengajak siswa untuk menyebutkan perubahan sifat benda yang terjadi pada proses pemanasan, pembakaran, pendinginan, dan pencampuran dengan air melalui percobaan. Siswa melakukan

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 percobaan dalam kelompok dan mempresentasikan hasil percobaan dan siswa lain memberikan penilaian terhadap presentasi tersebut. Siswa diminta untuk merendam paku di dalam cuka dan membiarkan pisang tanpa kulit pada kegiatan akhir. Siswa juga melakukan refleksi dan mengisi kuesioner. Pertemuan 2 dilaksanakan dengan mengajak siswa menyebutkan perubahan sifat benda yang terjadi pada proses pembusukan dan perkaratan serta membedakan perubahan tetap dan sementara. Guru mengawali pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan berkaitan dengan materi pada pertemuan sebelumnya dan menanyakan mengenai paku dan pisang yang mendapatkan perlakuan pada pertemuan sebelumnya. Siswa melakukan percobaan dalam kelompok. Siswa menyampaikan hasil percobaan di depan kelas dan siswa lain memberikan penilaian terhadap hasil percobaan yang disampaikan tersebut. Siswa berdiskusi di dalam kelompok untuk menentukan pengelompokkan perubahan sifat benda. Siswa menjelaskan hasil diskusi di depan kelas dan memilih kotak angka. Siswa menempelkan gambar yang ada dalam kotak angka tersebut sesuai dengan kelompok perubahan sifat benda. Siswa merefleksikan pembelajaran dan mengisi kuesioner. Siswa selanjutnya mengerjakan soal evaluasi. c. Observasi Siklus 2 Observasi dilakukan oleh peneliti dibantu mitra peneliti pada saat tindakan dengan menggunakan pedoman observasi yang telah disusun sebelumnya. Pedoman observasi tersebut memuat indikator minat. Pertemuan 1 dilaksanakan dengan mengajak siswa untuk menyebutkan perubahan sifat benda yang terjadi pada proses pemanasan, pembakaran, pendinginan, dan pencampuran dengan air

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 melalui percobaan. Siswa menunjukkan rasa senang melalui sikap ceria dalam bentuk tawa. Siswa juga memperhatikan proses pembelajaran, menyimak penjelasan guru, dan mengerjakan tugas untuk melakukan percobaan serta melengkapi LAS. Siswa juga terlibat dalam pembelajaran dengan memberikan tanggapan dan mengajukan pertanyaan mengenai perubahan sifat benda melalui pemanasan, pendinginan, pembakaran, dan pencampuran dengan air. Siswa yang memberikan tanggapan ada 21 siswa. Ketika diminta untuk maju ke depan untuk presentasi, semua kelompok berusaha untuk maju. Siswa juga terlibat dalam melakukan percobaan dan diskusi. Inisiatif siswa juga terlihat dengan adanya siswa yang berusaha untuk mencari informasi di buku, mengajukan pertanyaan berkaitan dengan materi, dan yang tertarik untuk melakukan percobaan. Pertemuan 2 dilaksanakan dengan mengajak siswa menyebutkan perubahan sifat benda yang terjadi pada proses pembusukan dan perkaratan serta membedakan perubahan tetap dan sementara. Siswa menunjukkan rasa senang melalui sikap ceria dalam bentuk tawa. Siswa juga memperhatikan penjelasan guru, segera melakukan percobaan dan melengkapi LAS. Siswa juga menunjukkan keterlibatan dalam pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan dan menanggapi penjelasan guru ketika membahas mengenai pisang yang busuk dan paku yang berkarat. Semua kelompok berusaha untuk terpilih maju ke depan ketika diminta untuk maju ke depan. Siswa juga terlibat dalam kelompok ketika menyelesaikan tugas percobaan. Inisiatif siswa mulai muncul dengan adanya siswa yang berusaha mencari jawaban untuk melengkapi LAS di buku,

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 mempelajari kembali materi perubahan sifat yang dibahas pada pertemuan sebelumnya, bertanya mengenai kejadian yang berkaitan dengan percobaan, dan siswa yang antusias ketika akan melakukan percobaan dengan pisang dan paku. d. Refleksi Siklus 2 Pelaksanaan siklus 2 secara umum dapat dilaksanakan sesuai dengan rancangan pembelajaran. Pelaksanaan pertemuan 1 pada 23 November 2013 tidak mengalami kendala. Siswa menunjukkan indikator minat, yaitu (1) siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA; (2) siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA; (3) siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA; dan (4) siswa berinisiatif mencari informasi baru. Pertemuan 2 pada 26 November 2013 juga dilaksanakan sesuai dengan rancangan pembelajaran. Siswa menunjukkan sikap ceria ketika menyiapkan bahan yang digunakan dalam percobaan. Siswa terlibat dalam melaksanakan percobaan yang berkaitan dengan proses pengkaratan dan pembusukan. Siswa memperhatikan penjelasan yang disampaikan baik oleh penelti maupun teman di depan kelas. Siswa menunjukkan inisiatif melalui antusias dan rasa ingin tahu yang ditunjukkan ketika melakukan percobaan yang berkaitan dengan pengkaratan dan pembusukan. Siswa mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi percobaan yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil observasi dan kuesioner minat belajar pada pertemuan 1 dan 2 diratarata kemudian dibandingkan dengan target yang diharapkan. Hasil evaluasi siswa menjadi dasar untuk menentukan ketercapaian prestasi. Hasil minat dan prestasi

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 belajar pada siklus 2 telah mencapai target indikator keberhasilan, sehingga siklus 2 dinyatakan berhasil dan penelitian berakhir pada siklus 2. B. Hasil Penelitian 1. Minat Belajar Minat belajar siswa terhadap pembelajaran IPA mencakup 4 indikator, yaitu (1) siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA; (2) siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA; (3) siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA; dan (4) siswa berinisiatif mencari informasi baru. Data mengenai minat siswa diperoleh melalui observasi dan kuesioner. Observasi ini dilakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pedoman observasi. Observer melengkapi deskripsi hasil pengamatan dan menghitung jumlah siswa yang menunjukkan indikator siswa berminat pada setiap indikator. Jumlah siswa yang menunjukkan indikator siswa berminat diubah ke dalam bentuk persen. Hasil persentase siswa berminat pada keempat indikator minat belajar kemudian ditentukan rata-ratanya. Observasi pada kondisi awal dilakukan selama 2 kali pertemuan. Hasil minat belajar berdasarkan observasi pada kondisi awal dapat dilihat pada tabel 36 dan selengkapnya pada lampiran 12. Tabel 36. Minat Belajar Siswa Kondisi Awal berdasarkan Observasi Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Rata-rata Persentase Pertemuan 1 Pertemuan 2 Rata-rata 67.86% 64.29% 66.07% 65.48% 71.43% 68.45% 49.11% 25.00% 51.86% 29.46% 27.68% 48.21% 39.29% 26.34% 50.04%

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Tabel 36 menunjukkan bahwa persentase siswa berminat kondisi awal pada indikator rasa senang ada 66,07%, perhatiaan ada 68,45%, keterlibatan ada 39,29%, dan inisiatif ada 26,34%. Rata-rata hasil observasi keempat indikator minat adalah 50,04%. Jadi persentase siswa yang berminat adalah 50,04%. Hasil minat belajar berdasarkan observasi yang diperoleh pada pertemuan 1 siklus 1 dapat dilihat pada tabel 37 dan selengkapnya pada lampiran 12. Tabel 37. Minat Belajar Siswa Pertemuan 1 Siklus 1 berdasarkan Observasi Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Rata-rata Persentase 78.57% 77.38% 74.11% 76.79% 76.71% Tabel 37 menunjukkan bahwa persentase siswa berminat berdasarkan hasil observasi pada indikator rasa senang ada 78,57%, perhatian ada 77,38%, keterlibatan ada 74,11%, dan inisiatif ada 76,79%. Persentase keempat indikator tersebut dirata-rata, sehingga diperoleh 76,71% siswa yang berminat pada pertemuan 1 siklus 1. Hasil minat belajar berdasarkan observasi yang diperoleh pada pertemuan 2 siklus 1 dapat dilihat pada tabel 38 dan selengkapnya pada lampiran 12. Tabel 38. Minat Belajar Siswa Pertemuan 2 Siklus 1 berdasarkan Observasi Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Rata-rata Persentase 78.57% 77.38% 74.11% 78.57% 77.16%

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Tabel 38 menunjukkan bahwa persentase siswa berminat berdasarkan hasil observasi pada indikator rasa senang ada 78,57%, perhatian ada 77,38%, keterlibatan ada 74,11%, dan inisiatif ada 78,57%. Persentase keempat indikator tersebut dirata-rata, sehingga diperoleh 77,16% siswa yang berminat pada pertemuan 2 siklus 1. Hasil minat belajar berdasarkan observasi yang diperoleh pada pertemuan 3 siklus 1 dapat dilihat pada tabel 39 dan selengkapnya pada lampiran 12. Tabel 39. Minat Belajar Siswa Pertemuan 3 Siklus 1 berdasarkan Observasi Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Rata-rata Persentase 82.14% 84.52% 78.57% 78.57% 80.95% Tabel 39 menunjukkan bahwa persentase siswa berminat berdasarkan hasil observasi pada indikator rasa senang ada 82,14%, perhatian ada 84,52%, keterlibatan ada 78,57%, dan inisiatif ada 78,57%. Persentase keempat indikator tersebut dirata-rata, sehingga diperoleh 80,95% siswa yang berminat pada pertemuan 3 siklus 1. Persentase siswa yang berminat pada setiap indikator berdasarkan hasil observasi pertemuan 1, 2, dan 3 siklus 1 tersebut kemudian dirata-rata untuk menentukan persentase siswa yang berminat pada siklus 1. Persentase siswa yang berminat pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel 40.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Tabel 40. Minat Belajar Siswa Siklus 1 berdasarkan Observasi Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Rata-rata Pertemuan 1 Persentase Pertemuan 2 Pertemuan 3 78.57% 78.57% 82.14% 79.76% 77.38% 77.38% 84.52% 79.76% 74.11% 74.11% 78.57% 75.60% 76.79% 78.57% 78.57% 77.98% 76.71% 77.16% 80.95% 78.27% Ratarata Tabel 40 menunjukkan bahwa rata-rata persentase siswa berminat pada pertemuan 1 ada 76,71%, pertemuan 2 ada 77,16%, dan pertemuan 3 ada 80,95%. Persentase siswa yang berminat pada ketiga pertemuan tersebut dirata-rata sehingga diperoleh persentase siswa yang berminat pada siklus 1 sebesar 78,27%. Pengisian kuesioner dilakukan pada kondisi awal dan setiap pertemuan dalam siklus. Peneliti menentukan kategori minat pada setiap siswa berdasarkan kuesioner yang telah diisi tersebut. Penentuan kategori tersebut dilakukan dengan menghitung skor total minat pada setiap siswa. Skor total diperoleh dengan menghitung jumlah skor pada setiap item. Skor untuk jawaban sangat setuju adalah 5, setuju adalah 4, ragu-ragu adalah 3, tidak setuju adalah 2, dan sangat tidak setuju adalah 1. Perolehan skor total pada setiap siswa kemudian dibandingkan dengan tabel rentang kategori minat untuk menentukan kategori minat pada tabel 34 (hal.86). Hasil kuesioner pada kondisi awal selengkapnya dapat dilihat pada tabel 41 dan selengkapnya pada lampiran 8.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Tabel 41. Minat Belajar Siswa Kondisi Awal berdasarkan Hasil Kuesioner Siswa Skor Total Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 62 57 54 58 74 58 57 54 61 60 72 63 59 60 59 56 66 60 66 60 64 67 67 53 55 59 52 40 Cukup Berminat Kurang Berminat Kurang Berminat Kurang Berminat Berminat Kurang Berminat Kurang Berminat Kurang Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Kurang Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Kurang Berminat Kurang Berminat Kurang Berminat Tidak Berminat Tabel 41 menunjukkan bahwa siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat tidak ada, berminat ada 1 siswa, cukup berminat ada 14 siswa, kurang berminat ada 12 siswa, dan tidak berminat ada 1. Jumlah siswa tersebut dikonversikan ke bentuk persen sehingga diperoleh persentase siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat 0%, berminat ada 3,57%, cukup berminat ada 50,00%, kurang berminat ada 42,86%, dan tidak berminat 3,57%. Jadi jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat ada 53,57%. Hasil kuesioner pada pertemuan 1 siklus 1 dapat dilihat pada tabel 42 dan selengkapnya pada lampiran 8.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Tabel 42. Minat Belajar Siswa Pertemuan 1 Siklus 1 berdasarkan Hasil Kuesioner Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Skor Total 80 59 71 71 68 72 58 57 63 62 70 67 71 69 72 71 55 65 71 71 56 66 72 68 70 70 70 55 Kategori Berminat Kurang Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Kurang Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Tabel 42 menunjukkan bahwa siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat tidak ada, berminat ada 1 siswa, cukup berminat ada 21 siswa, kurang berminat ada 6 siswa, dan tidak berminat tidak ada. Jumlah siswa tersebut dikonversikan ke bentuk persen sehingga diperoleh persentase siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat 0%, berminat ada 3,57%, cukup berminat ada 75,00%, kurang berminat ada 21,43%, dan tidak berminat 0%. Jadi jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat ada 78,57%. Hasil kuesioner pada pertemuan 2 siklus 1 dapat dilihat pada tabel 43 dan selengkapnya pada lampiran 8.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Tabel 43. Minat Belajar Siswa Pertemuan 2 Siklus 1 berdasarkan Hasil Kuesioner Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Skor Total 89 58 55 78 84 80 78 80 79 84 77 79 81 76 80 75 79 79 73 58 80 80 75 72 58 76 75 58 Kategori Sangat Berminat Kurang Berminat Kurang Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Berminat Berminat Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Berminat Berminat Kurang Berminat Tabel 43 menunjukkan bahwa siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat ada 3 siswa, berminat ada 18 siswa, cukup berminat ada 2 siswa, kurang berminat ada 5 siswa, dan tidak berminat tidak ada. Jumlah siswa tersebut dikonversikan ke bentuk persen sehingga diperoleh persentase siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat 10,71%, berminat ada 64,29%, cukup berminat ada 7,14%, kurang berminat ada 17,86%, dan tidak berminat 0%. Jadi jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat ada 82,14%. Hasil kuesioner pada pertemuan 3 siklus 1 dapat dilihat pada tabel 44 dan selengkapnya pada lampiran 8.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Tabel 44. Minat Belajar Siswa Pertemuan 3 Siklus 1 berdasarkan Hasil Kuesioner Siswa Skor Total 1 86 2 76 3 83 4 74 5 72 6 70 7 68 8 70 9 70 10 71 11 77 12 73 13 65 14 79 15 74 16 67 17 68 18 59 19 64 20 58 21 70 22 68 23 59 24 77 25 76 26 71 27 75 28 67 Kategori Sangat Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Berminat Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Cukup Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Cukup Berminat Berminat Cukup Berminat Berminat Cukup Berminat Tabel 44 menunjukkan bahwa siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat ada 2 siswa, berminat ada 7 siswa, cukup berminat ada 16 siswa, kurang berminat ada 3 siswa, dan tidak berminat tidak ada. Jumlah siswa tersebut dikonversikan ke bentuk persen sehingga diperoleh persentase siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat 7,14%, berminat ada 25,00%, cukup berminat ada 57,14%, kurang berminat ada 10,71%, dan tidak berminat 0%. Jadi jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat ada 89,29%.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Persentase siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat berdasarkan hasil kuesioner pada pertemuan 1, 2, dan 3 pada siklus 1 tersebut kemudian dirata-rata untuk menentukan persentase siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat pada siklus 1. Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel 45. Tabel 45. Minat Belajar Siswa pada Siklus 1 berdasarkan Hasil Kuesioner Capaian Variabel/Indikator Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 78.57% 82.14% 89.29% Minat Belajar b. Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat Rata-rata 83.33% Tabel 45 menunjukkan bahwa persentase siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat pada siklus 1 pertemuan 1 ada 78,57%, pertemuan 2 ada 82,14 %, dan pertemuan 3 ada 89,29 %. Jika dirata-rata, maka jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat pada siklus 1 ada 83,33%. Ketercapaian target indikator keberhasilan terhadap minat belajar siswa dengan indikator persentase siswa yang berminat pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel 46. Tabel 46. Hasil Penelitian Minat Belajar Siklus 1 No 1 Variabel dan Indikator Minat Belajar a. Persentase siswa yang berminat b. Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat Kondisi Awal Target Siklus 1 Capaian Siklus 1 Keterangan 50,04% 85% 78,27% Target belum tercapai 53,57% 85% 83,33% Target belum tercapai

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Tabel 46 menunjukkan capaian siklus 1 pada jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat sebesar 83,33% dan persentase siswa yang berminat sebesar 78,27%. Perolehan minat belajar tersebut belum mampu mencapai target yang telah ditentukan sebesar 85%. Minat belajar belum mencapai target keberhasilan pada siklus 1, sehingga penelitian ini dilanjutkan ke siklus 2. Siklus 2 dilaksanakan dalam 2 pertemuan. Observasi dilakukan pada pembelajaran siklus 2 untuk mengetahui minat belajar siswa. Hasil minat belajar berdasarkan observasi yang diperoleh pada pertemuan 1 siklus 2 dapat dilihat pada tabel 47 dan selengkapnya pada lampiran 12. Tabel 47. Minat Belajar Siswa Pertemuan 1 Siklus 2 berdasarkan Observasi Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Rata-rata Persentase 85.71% 83.33% 86.61% 83.93% 84.90% Tabel 47 menunjukkan bahwa persentase siswa berminat berdasarkan hasil observasi pada indikator rasa senang ada 85,71%, perhatian ada 83,33%, keterlibatan ada 86,61%, dan inisiatif ada 83,93%. Persentase keempat indikator tersebut dirata-rata, sehingga diperoleh 84,90% siswa yang berminat pada pertemuan 1 siklus 2. Hasil minat belajar berdasarkan observasi yang diperoleh pada pertemuan 2 siklus 2 dapat dilihat pada tabel 48 dan selengkapnya pada lampiran 12.

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Tabel 48. Minat Belajar Siswa Pertemuan 2 Siklus 2 berdasarkan Observasi Indikator Persentase Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA 85.71% Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA 83.33% Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA 83.93% Siswa berinisiatif mencari informasi baru 82.14% Rata-rata 83.78% Tabel 48 menunjukkan bahwa persentase siswa berminat berdasarkan hasil observasi pada indikator rasa senang ada 85,71%, perhatian ada 83,33%, keterlibatan ada 83,93%, dan inisiatif ada 82,14%. Persentase keempat indikator tersebut dirata-rata, sehingga diperoleh 83,78% siswa yang berminat pada pertemuan 2 siklus 2. Persentase siswa yang berminat pada setiap indikator berdasarkan hasil observasi pertemuan 1 dan 2 siklus 2 tersebut kemudian diratarata. Rata-rata ini digunakan untuk menentukan persentase siswa yang berminat pada siklus 2. Persentase siswa yang berminat pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel 49. Tabel 49. Minat Belajar Siswa Siklus 2 berdasarkan Observasi Capaian Variabel/Indikator Rata-rata Pertemuan 1 Pertemuan 2 Minat Belajar a. Persentase siswa yang berminat 86.46% 83.78% 85.12% Tabel 49 menunjukkan bahwa rata-rata persentase siswa berminat pada pertemuan 1 ada 86,46% dan pertemuan 2 ada 83,78%. Persentase siswa yang berminat pada ketiga pertemuan tersebut dirata-rata sehingga diperoleh persentase

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 siswa yang berminat pada siklus 1 sebesar 85,12%. Siswa diminta untuk mengisi kuesioner pada setiap pertemuan, sehingga hasil kuesioner pada pertemuan 1 siklus 2 dapat dilihat pada tabel pada tabel 50 dan selengkapnya pada lampiran 12. Tabel 50. Minat Belajar Siswa Pertemuan 1 Siklus 2 berdasarkan Hasil Kuesioner Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Skor Total 73 71 78 84 82 78 79 78 84 81 78 84 76 82 79 55 82 78 81 83 84 80 78 72 59 108 75 57 Kategori Berminat Cukup Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat Kurang Berminat Sangat Berminat Berminat Berminat Sangat Berminat Sangat Berminat Berminat Berminat Cukup Berminat Kurang Berminat Sangat Berminat Berminat Kurang Berminat Tabel 50 menunjukkan bahwa siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat ada 6 siswa, berminat ada 17 siswa, cukup berminat ada 2 siswa, kurang berminat ada 3 siswa, dan tidak berminat tidak ada. Jumlah siswa tersebut ditentukan persentasenya, sehingga siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat 21,43%, berminat ada 60,71%, cukup berminat ada 7,14%, kurang berminat ada 10,71%, dan tidak berminat 0%. Jadi jumlah siswa yang termasuk

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 kategori minimal cukup berminat ada 89,29%. Hasil kuesioner pada pertemuan 2 siklus 2 dapat dilihat pada tabel 51 dan selengkapnya pada lampiran 12. Tabel 51 Minat Belajar Siswa Pertemuan 2 Siklus 2 berdasarkan Hasil Kuesioner Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Skor Total 80 59 80 56 59 84 79 58 79 82 86 84 85 79 78 83 83 77 83 82 84 83 87 78 79 82 81 57 Kategori Beminat Kurang Berminat Berminat Kurang Berminat Kurang Berminat Sangat Berminat Berminat Kurang Berminat Berminat Sangat Berminat Sangat Berminat Sangat Berminat Sangat Berminat Berminat Berminat Sangat Berminat Sangat Berminat Berminat Sangat Berminat Sangat Berminat Sangat Berminat Sangat Berminat Sangat Berminat Berminat Berminat Sangat Berminat Berminat Kurang Berminat Tabel 51 menunjukkan bahwa siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat ada 13 siswa, berminat ada 10 siswa, cukup berminat tidak ada, kurang berminat ada 5 siswa, dan tidak berminat tidak ada. Jumlah siswa tersebut dikonversikan ke bentuk persen sehingga diperoleh persentase siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat 46,43%, berminat ada 35,71%, cukup berminat ada 0%, kurang berminat ada 17,86%, dan kurang berminat 0%. Jadi jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat ada 82,14%.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Persentase jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat pada pertemuan 1 dan 2 siklus 2 tersebut kemudian dirata-rata. Rata-rata tersebut digunakan untuk menentukan persentase minat belajar siswa pada siklus 2. Persentase minat belajar siswa pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel 52. Tabel 52. Minat Belajar Siswa pada Siklus 2 Capaian Variabel/Indikator Pertemuan 1 Pertemuan 2 Minat Belajar b. Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat 89.29% 82.14% Rata-rata 85.71% Tabel 52 menunjukkan bahwa persentase siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat pada siklus 1 pertemuan 1 ada 89,29% dan pertemuan 2 ada 82,14 %. Jika dirata-rata, maka jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat pada siklus 2 ada 85,71%. Ketercapaian target indikator keberhasilan terhadap minat belajar siswa pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel 53. Tabel 53. Hasil Penelitian Minat Belajar Siklus 2 No 1 Variabel dan Indikator Minat Belajar a. Persentase siswa yang berminat b. Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat Kondisi Awal Target Siklus 2 Capaian Siklus 2 Keterangan 50,04% 85% 85,12% Target tercapai 53,57% 85% 85,71% Target tercapai Tabel 53 menunjukkan capaian siklus 2 pada jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat sebesar 85,71% dan persentase siswa yang berminat sebesar 85,12%. Perolehan minat belajar tersebut telah mencapai target yang telah ditentukan sebesar 85%. Minat belajar telah mencapai target

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 keberhasilan pada siklus 2, sehingga penelitian ini dinyatakan berhasil dan diakhiri. 2. Prestasi Belajar IPA Prestasi belajar IPA yang dianalisis dalam penelitian tindakan kelas ini mencakup standar kompetensi 4. pada kompetensi dasar 4.1 dan 4.2. Prestasi belajar yang digunakan pada kondisi awal hanya mencakup kognitif. Prestasi belajar siswa pada kondisi awal diperoleh dari rata-rata nilai pada tahun ajaran 2012/2013 dan 2013/2014. Nilai pada tahun ajaran 2012/2013 dapat dilihat pada tabel 54 dan lampiran 10. Tabel 54. Prestasi Belajar pada Tahun 2012/2013 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nilai 47 43 50 83 97 67 80 83 60 80 73 73 60 41 73 40 47 77 50 53 Rata-rata Kelas Ketercapaian KKM Tidak tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai 64 Tabel 54 menunjukkan nilai rata-rata kelas pada tahun ajaran 2013/2014 ada 64 Jumlah siswa yang mencapai KKM ada 64,3%. Prestasi belajar siswa pada

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 kondisi awal diperoleh dari rata-rata nilai pada tahun ajaran 2012/2013 dan 2013/2014. Nilai pada tahun ajaran 2013/2014 dapat dilihat pada tabel 55 dan lampiran 10. Tabel 55. Prestasi Belajar pada Tahun 2013/2014 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nilai 51 27 39 50 67 66 54 49 54 60 71 59 76 52 53 79 49 51 50 71 53 60 74 60 66 64 50 19 Rata-rata Kelas Ketercapaian KKM Tidak tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai 56 Tabel 55 menunjukkan nilai rata-rata kelas pada tahun ajaran 2013/2014 ada 56. Jumlah siswa yang mencapai KKM ada 28,6%. Prestasi belajar pada tahun 2012/2013 dan 2013/2014 dirata-rata, sehingga diperoleh hasil rata-rata jumlah

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 siswa yang mencapai KKM dalam 2 tahun terakhir ada 46,5% dengan nilai ratarata 60,5. Data prestasi pada kondisi awal hanya mencakup nilai kognitif, sehingga untuk analisis indikator keberhasilan prestasi minat pada siklus 1 dan 2 juga hanya mencakup kognitif. Hasil prestasi belajar pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel 56 dan lampiran 10. Tabel 56. Prestasi Belajar Siswa Aspek Kognitif Siklus 1 No Nilai 1 60 2 50 3 60 4 40 5 75 6 90 7 75 8 35 9 70 10 60 11 65 12 75 13 85 14 55 15 65 16 65 17 70 18 30 19 60 20 70 21 55 22 90 23 65 24 60 25 75 26 95 27 40 28 20 Rata-rata Kelas Ketercapaian KKM Tidak tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai 63 Tabel 56 menunjukkan bahwa pada siklus 1 ada 13 siswa yang tidak mencapai KKM, sehingga ada 53,6 % siswa yang mencapai KKM. Rata-rata kelas

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 yang diperoleh pada siklus 1 ada 63. Namun, pendekatan kontekstual memiliki komponen penilaian otentik. Penilaian otentik ini mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hal ini menyebabkan peneliti juga melakukan perhitungan prestasi belajar berdasarkan prinsip dalam penilaian otentik. Hasil prestasi belajar berdasarkan penilaian otentik pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel 57 dan lampiran 11. Tabel 57. Prestasi Belajar Siklus 1 berdasarkan Penilaian Otentik Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Kognitif 60 50 60 40 75 90 75 35 70 60 65 75 85 55 65 65 70 30 60 70 55 90 65 60 75 95 40 20 Nilai Afektif Psikomotor 76 53 79 60 74 65 70 56 80 55 81 62 75 59 83 53 77 59 81 57 82 66 84 62 75 60 89 57 84 63 78 63 82 65 72 61 71 62 79 62 77 58 74 62 81 62 76 61 80 60 90 61 78 61 43 58 rata-rata Rata-rata 63 63 66 55 70 78 70 57 69 66 71 74 73 67 71 69 72 54 64 70 63 76 69 66 71 82 60 40 Ketercapaian KKM Tidak Tercapai Tidak Tercapai Tercapai Tidak Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai Tercapai Tidak Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai 67

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Tabel 57 menunjukkan rata-rata kelas jika diperoleh dari hasil penilaian otentik sebesar 67 pada siklus 1. Jumlah siswa yang mencapai KKM ada 9 siswa. Hasil prestasi belajar yang diperoleh pada siklus 1 dengan aspek kognitif digunakan untuk menentukan ketercapaian target yang menjadi indikator keberhasilan peneltian. Hasil ketercapaian prestasi belajar dapat dilihat pada tabel 58. Tabel 58. Hasil Penelitian Prestasi Belajar Siklus 1 N o 2. Variabel dan Indikator Prestasi Belajar a. Siswa yang mencapai KKM b. Nilai ratarata kelas Kondisi Awal Target Siklus 1 46,5% 70% 60,5 70 Capaian Siklus 1 Keterangan 53,6% Target belum tercapai 63 Target belum tercapai Tabel 58 menunjukkan bahwa target siswa yang mencapai KKM sebesar 70% dan nilai rata-rata kelas sebesar 70 belum tercapai pada siklus 1. Siklus 1 belum mampu mencapai target keberhasilan, sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus 2. Hasil prestasi belajar pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel 59 dan lampiran 10.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Tabel 59. Prestasi Belajar Siswa Aspek Kognitif Siklus 2 No Nilai 1 70 2 65 3 65 4 65 5 100 6 85 7 90 8 40 9 80 10 85 11 90 12 95 13 95 14 95 15 85 16 95 17 95 18 75 19 95 20 95 21 80 22 95 23 95 24 95 25 95 26 90 27 80 28 35 Rata-rata Ketercapaian KKM Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak Tercapai 83 Tabel 59 menunjukkan bahwa pada siklus 2 ada 2 siswa yang tidak mencapai KKM, sehingga ada 92,9% siswa yang mencapai KKM. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh pada siklus 2 adalah 83.Penilaian otentik juga dilaksanakan pada siklus 2, sehingga diperoleh prestasi belajar yang dapat dilihat pada tabel 60 dan lampiran 11.

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Tabel 60. Prestasi Belajar berdasarkan Penilaian Otentik Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Kognitif 70 65 65 65 100 85 90 40 80 85 90 95 95 95 85 95 95 75 95 95 80 95 95 95 95 90 80 35 Nilai Afektif 87 93 86 74 87 92 86 94 85 87 88 93 76 97 77 96 87 87 77 93 92 86 94 98 89 89 86 60 rata-rata Psikomotor 64 71 70 76 75 76 76 76 64 74 73 69 73 70 73 69 79 67 75 79 75 79 74 75 70 64 80 60 Rata-rata 74 76 74 72 87 84 84 70 76 82 84 85 81 87 78 87 87 76 82 89 82 87 88 89 85 81 82 52 Ketercapaian KKM Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak Tercapai 81 Tabel 60 menunjukkan prestasi belajar berdasarkan hasil penilaian otentik. Nilai rata-rata kelas sebesar 81 dan jumlah siswa yang mencapai KKM ada 27. Hasil prestasi belajar yang diperoleh pada siklus 2 dengan aspek kognitif digunakan untuk menentukan ketercapaian target yang menjadi indikator

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 keberhasilan peneltian. Hasil ketercapaian prestasi belajar dapat dilihat pada tabel 61. Tabel 61. Hasil Penelitian Prestasi Belajar Siklus 2 N o 2. Variabel dan Indikator Prestasi Belajar a. Siswa yang mencapai KKM Target Siklus 2 Capaian Siklus 2 Keterangan 70% 92,9% Target tercapai 70 83 Target tercapai b. Nilai rata-rata kelas Tabel 61 menunjukkan bahwa target siswa yang mencapau KKM dan nilai rata-rata kelas telah mencapai target sebesar 70% untuk siswa yang mencapai KKM dan 70 untuk nilai rata-rata kelas. Siswa yang mencapai KKM pada siklus 2 ada 92,9% dengan rata-rata kelas sebesar 83. Prestasi belajar telah mencapai target, sehingga penelitian diakhiri pada siklus 2. Hasil perolehan minat dan prestasi belajar IPA yang telah diperoleh baik pada siklus 1 maupun siklus 2 digunakan untuk menentukan ketercapaian target sebagai indikator keberhasilan. Hasil minat dan prestasi belajar IPA pada siklus 1 dan 2 dapat dilihat pada tabel 62 berikut.

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Tabel 62. Hasil Penelitian N o 1 Variabel dan Indikator Minat Belajar a. Persentase siswa yang berminat b. Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat 2. Prestasi Belajar a. Siswa yang mencapai KKM b. Nilai ratarata kelas Kondisi Awal Target Siklus 1 Capaian Siklus 1 Ket Target Siklus 2 Capaian Siklus 2 Ket 50,04% 85% 78,27% Target belum tercapai 85% 85,12% Target tercapai 53,57% 85% 83,33% Target belum tercapai 85% 85,71% Target tercapai 46,5% 70% 53,6% Target belum tercapai 70% 92,9% Target tercapai 63 Target belum tercapai 70 83 Target tercapai 60,5 70 Tabel 62 menunjukkan bahwa ada peningkatan minat belajar dan pencapaian target indikator keberhasilan. Peningkatan minat belajar ditunjukkan oleh persentase siswa yang berminat juga mengalami kenaikan dari kondisi awal sebesar 50,04%, 78,27% pada siklus 1, dan 85,12% pada siklus 2. Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat saat pembelajaran IPA dari kondisi awal sebesar 53,57% menjadi 83,33% pada siklus 1 dan 85,71% pada siklus 2. Capaian minat belajar belum mencapai target pada siklus 1 sebesar 85,00%. Oleh karena itu, penelitian ini dilanjutkan ke siklus 2. Target minat belajar dapat tercapai pada siklus 2, sehingga penelitian ini dinyakan berhasil dan diakhiri pada siklus 2. Prestasi belajar juga mengalami peningkatan dan mencapai target indikator keberhasilan. Peningkatan prestasi ditunjukkan oleh kenaikan jumlah siswa yang

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 mencapai KKM dari kondisi awal sebesar 46,5 % menjadi 53,6% pada siklus 1 dan 92,9% pada siklus 2. Jumlah siswa yang mencapai KKM ini belum mencapai target sebesar 70% pada siklus 1, tetapi dapat mencapai target pada siklus 2. Nilai rata-rata kelas juga mengalami kenaikan dari kondisi awal sebesar 60,5 menjadi 63 pada siklus 1 dan 83 pada siklus 2. Rata-rata ini belum mencapai target sebesar 70 pada siklus 1, sehingga penelitian ini dilanjutkan ke siklus 2. Target keberhasilan tersebut dapat dicapai pada siklus 2. Oleh karena itu, penelitian ini diakhiri pada siklus 2. C. Pembahasan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus karena target keberhasilan belum tercapai pada siklus 1. Kedua siklus masingmasing dilaksanakan dalam waktu 6 JP. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas V SD Kanisius Gamping pada tahun ajaran 2013/2014. Objek penelitian ini adalah peningkatan minat dan prestasi belajar IPA menggunakan pendekatan kontekstual. Minat belajar mencakup 4 indikator, yaitu: (1) siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA; (2) siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA; (3) siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA; dan (4) siswa berinisiatif mencari informasi baru. Data mengenai minat belajar IPA diperoleh dari hasil kuesioner dan observasi minat belajar.

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Prestasi belajar IPA mencakup standar kompetensi 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda pada kompetensi dasar 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas dan 4.2 Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap. Data prestasi pada kondisi awal diperoleh dari hasil tes yang dilakukan guru, sehingga hanya memuat aspek kognitif. Guru belum melakukan ragam penilaian yang dapat menggambarkan penilaian otentik. Oleh karena itu, analisis data prestasi pada penelitian ini dilakukan untuk aspek kognitif. Prestasi belajar IPA diperoleh dari hasil tes berupa pilihan ganda. Tindakan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kontekstual, sehingga pembelajaran dilaksanakan berdasarkan 7 komponen utama dari kontekstual. Yuliana (2011:75) menyebutkan bahwa komponen pembelajaran kontekstual adalah konstruktivisme, tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. Komponen tersebut dilaksanakan dalam pembelajaran pada setiap pertemuan dalam siklus 1 dan 2. Pembelajaran selalu diawali dengan kegiatan apersepsi yang bertujuan untuk menggali pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Hal ini sesuai dengan prinsip dalam komponen konstruktivisme yang mengaitkan pengetahuan yang akan dipelajari dengan yang telah dimiliki. Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri, sehingga siswa lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dalam penelitian ini juga dilaksanakan dengan adanya kegiatan tanya jawab baik di dalam kelas secara klasikal maupun di dalam

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 kelompok. Yuliana (2011:76) menjelaskan bahwa kegiatan tanya jawab berfungsi untuk menggali informasi dan kemampuan yang telah dimiliki siswa, membangkitkan motivasi, merangsang keingintahuan, mengarahkan siswa dalam proses membangun pemahamannya, dan memberikan penguatan. Kegiatan tanya jawab yang berlangsung dua arah merangsang keingintahuan sebagai wujud dari inisiatif siswa terhadap pembelajaran IPA. Komponen inkuiri ditunjukkan dengan kegiatan yang dilakukan siswa dalam kelompok. Kegiatan inkuiri dilaksanakan dengan tahapan observasi, perumusan masalah, pengajuan hipotesis, pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Tahapan observasi dilaksanakan dengan mengajak siswa untuk melihat keadaan yang ada di kehidupan sehari-hari. Perumusan masalah dilaksanakan melalui pertanyaan yang muncul dalam diskusi secara klasikal. Guru memberikan penekanan terhadap pertanyaan yang menjadi rumusan masalah. Pengajuan hipotesis dilaksanakan dalam kegiatan tanya jawab secara klasikal dengan bimbingan guru. Siswa memberikan dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan. Pengumpulan data dilaksanakan dengan melakukan percobaan di dalam kelompok dan melengkapi LAS yang telah disediakan. Percobaan yang dilaksanakan pada pertemuan 1 siklus 1 adalah menentukan bahan penyusun benda. Percobaan yang dilaksanakan pada pertemuan 2 siklus 1 adalah menentukan sifat jenis kertas, kain, dan benang. Percobaan yang dilaksanakan pada pertemuan 3 siklus 1 adalah menguji kekuatan benang. Percobaan yang dilaksanakan pada pertemuan 1 siklus 2 adalah menentukan perubahan sifat pada pembakaran, pemanasan, pencampuran dengan air, dan

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 pendinginan. Percobaan yang dilaksanakan pada pertemuan 2 siklus 2 adalah menentukan perubahan sifat pada perkaratan dan pembusukan. Kegiatan percobaan dalam kelompok dapat dilihat pada gambar 3. Gambar. 3 Contoh Kegiatan Siswa Melakukan Percobaan Gambar 3 menunjukkan kelompok 1 yang sedang melakukan percobaan untuk menguji kekuatan benang. Percobaan tersebut dilaksanakan dalam kelompok dengan bimbingan guru. Data yang diperoleh dari kegiatan tersebut kemudian dibahas dalam kelompok tersebut. Pembahasan tersebut digunakan untuk membuat kesimpulan. Salah satu contoh kesimpulan yang dapat disusun oleh siswa dapat dilihat pada gambar 4.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Gambar 4. Contoh Kesimpulan LAS Gambar 4 menunjukkan bahwa siswa dapat membuat kesimpulan bahwa benang yang mudah putus adalah benang jahit. Kesimpulan tersebut berdasarkan data yang diperoleh dari hasil percobaan yang menunjukkan benang jahit yang putus dengan beban 90 kelereng dan benang lain yang tidak putus. Komunitas belajar dilaksanakan dengan adanya kegiatan percobaan dan diskusi yang dilaksanakan dalam kelompok. Setiap pertemuan pada siklus 1 dan 2 selalu dilaksanakan dalam kegiatan yang melibatkan komunitas belajar. Komunitas belajar ini menekankan pada kemampuan bekerja sama dan berbagi pengetahuan dan pengalaman. Salah contoh bentuk komunitas belajar yang dilaksanakan siswa dalam pembelajaran dapat dilihat pada gambar 5.

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Gambar 5. Contoh komunitas belajar Gambar 5 menunjukkan contoh komunitas belajar yang sedang berdiskusi mengenai LAS yang diberikan guru pada pertemuan 2 siklus 1. Siswa dapat saling berbagi informasi dan mengembangkan pengetahuannya melalui komunitas belajar ini. Guru hanya sebagai fasilitator ketika siswa mengalami kesulitan. Pemodelan dilaksanakan dengan adanya gambar, benda di sekitar, dan demontrasi dari guru mengenai percobaan. Guru memberikan gambar bendabenda yang ada di sekitar dan contoh perubahan sifat benda baik yang disebabkan oleh pemanasan, pendinginan, pembakaran, pencampuran dengan air, perkaratan, dan pembusukan. Selain gambar, guru juga memberikan benda-benda nyata seperti sendok, kain, kawat, buku, pensil, paku, karet, dan benda lainnya yang ada di sekitar. Guru melakukan demonstrasi, tetapi hanya pada siklus 1 untuk membantu siswa dalam melakukan percobaan. Guru juga memberikan contoh kartupedia yang harus dibuat siswa berdasarkan hasil percobaan yang telah dilaksanakan. Pemodelan ini dilaksanakan agar siswa mendapatkan gambaran dan mampu mengembangkan pengetahuannya yang lebih luas. Siswa dapat membuat kartupedia berdasarkan

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 contoh yang telah diberikan guru dengan mengembangkan kartupedia tersebut. Contoh kartupedia dapat dilihat pada gambar 6. Gambar 6. Kartupedia Gambar 6 menunjukkan kartupedia yang telah dibuat siswa. Siswa membuat kartupedia tersebut dengan melihat contoh yang diberikan guru, tetapi mengembangkan kartupedia tersebut sesuai dengan kreativitas. Hal ini menunjukkan bahwa pemodelan bukan sekedar memberikan siswa kesempatan untuk meniru , tetapi membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuannya. Refleksi dilaksanakan dengan adanya pengisian lembar refleksi yang dilakukan oleh siswa sebelum mengakhiri pembelajaran. Tujuan refleksi adalah membantu siswa menemukan makna dari pengalaman yang telah dilaksanakan. Contoh lembar refleksi yang diisi siswa dapat dilihat pada gambar 7.

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Gambar 7. Contoh lembar refleksi Gambar 7 menunjukkan bahwa lembar refleksi ini berisi mengenai perasaan siswa yang senang saat mengikuti pembelajaran, manfaat yang diperoleh siswa yaitu mengetahui kekuatan benang, kesulitan yang dihadapi saat mengaitkan benang wol, dan cara mengatasinya dengan berusaha keras. Kesadaran terhadap manfaat pembelajaran yang telah dilaksanakan akan membantu siswa untuk membangun minat belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Mardapi (2008:112) yang menyatakan bahwa kesadaran tentang manfaat dari mata pelajaran menjadi tanda bahwa siswa tersebut memiliki minat. Penilaian otentik dilaksanakan dengan adanya penilaian melalui berbagai macam teknik baik tes maupun non tes. Jika penilaian dilaksanakan secara otentik, maka prestasi yang diukur adalah keadaan sebenarnya yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek kognitif diperoleh dari hasil tes menggunakan soal evaluasi dalam bentuk pilihan ganda. Aspek afektif diperoleh dengan melakukan perhitungan rata-rata dari kuesioner minat belajar dan rubrik penilaian. Aspek psikomotor diperoleh dari perhitungan rubrik penilaian.

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Selanjutnya, peneliti melakukan perhitungan nilai akhir siswa dengan cara menghitung rata-rata dari nilai kognitif, afektif, dan psikomotor. Prestasi belajar siswa lebih tinggi jika dilaksanakan melalui penilaian otentik. Hal ini terlihat pada hasil perbandingan antara nilai yang diperoleh dari hasil tes dengan hasil penilaian otentik. Jumlah siswa yang mencapai KKM pada penilaian otentik lebih tinggi dibandingkan pada penilaian kognitif. Jumlah siswa yang mencapai KKM pada penilaian otentik ada 67,9% pada siklus 1 dan 96,4% pada siklus 2. Jumlah siswa yang mencapai KKM pada penilaian kognitif ada 53,6% pada siklus 1 dan 92,9% pada siklus 2. Penerapan komponen penilaian otentik menunjukkan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM lebih tinggi dibandingkan dengan penilaian yang hanya mencakup aspek kognitif. Penilaian ini selengkapnya dapat dilihat pada bagian hasil penelitian bab IV. Komalasari (2011:12) menjelaskan bahwa penilaian otentik tidak hanya menekankan pada hasil tetapi juga proses. Penilaian otentik dapat menilai aspek yang tidak dinilai pada penilaian yang mengacu pada aspek kognitif, sehingga penilaian otentik menunjukkan prestasi belajar yang merupakan keadaan siswa sebenarnya. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual dengan menerapkan ketujuh komponen utama pendekatan kontekstual memberikan dampak terhadap minat belajar IPA. Hal ini ditunjukkan dengan hasil observasi pada saat pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran baik pada siklus 1 maupun 2 menunjukkan bahwa siswa memiliki rasa senang dengan adanya sikap ceria dalam bentuk tawa. Sikap ceria tersebut muncul pada saat guru menunjukkan benda yang digunakan dalam percobaan, mengajak untuk membentuk kelompok, melakukan

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 percobaan, dan beraktivitas di luar kelas. Bentuk sikap ceria yang ditunjukkan oleh siswa dapat dilihat pada gambar 8. Gambar 8. Siswa yang menunjukkan sikap ceria Gambar 8 menunjukkan siswa yang memiliki sikap ceria dalam mengikuti proses pembelajaran. Siswa dalam satu kelompok tersebut nampak tertawa dan bersemangat. Siswa juga memperhatikan proses pembelajaran yang ditunjukkan oleh adanya siswa yang menyimak penjelasan guru dan segera melakukan percobaan setelah mendapatkan penjelasan dari guru dan melengkapi LAS. Contoh kegiatan siswa yang melakukan percobaan dapat dilihat pada gambar 9. Gambar 9. Contoh percobaan dalam kelompok

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Gambar 9 menunjukkan siswa yang sedang melakukan percobaan mengenai sifat jenis kertas, kain, dan benang. Siswa dalam gambar sedang mencoba untuk melilitkan benang pada kayu. Siswa terlibat dalam proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan adanya siswa yang berusaha untuk menjawab pertanyaan guru, mengajukan pertanyaan dan menyimak penjelasan guru mengenai pertanyaan yang diajukan siswa, semua kelompok yang berusaha untuk maju ke depan, dan siswa yang bekerja dalam kelompok ketika melakukan percobaan dan diminta untuk berdiskusi serta semua siswa terlibat dalam mengerjakan tugas LAS. Siswa yang maju ke depan kelas dapat dilihat pada gambar 10. Gambar 10. Siswa presentasi Gambar 10 menunjukkan siswa yang sedang presentasi di depan kelas. Siswa mempresentasikan hasil diskusi berdasarkan percobaan yang telah dilaksanakan. Setelah siswa mempresentasikan hasil diskusi, siswa diminta untuk memilih kotak angka dan mengelompokkan isi dalam kotak angka sesuai dengan kelompok perubahan sifat benda.

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Inisiatif siswa belum nampak pada pertemuan 1 dalam siklus 1 karena hanya ada 1 siswa yang bertanya mengenai bahan baku pembuatan kertas. Namun, insisatif siswa mulai muncul pada pertemuan selanjutnya. Hal ini ditunjukan dengan antusiasme siswa ketika diajak belajar diluar kelas, siswa yang berusaha mencari penjelasan di buku paket, menjawab pertanyaan guru mengenai pembelajaran sebelumnya dan mengajukan pertanyaan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan materi, adanya ketertarikan ketika melakukan percobaan. Siswa yang berusaha untuk bertanya dapat dilihat pada gambar 11. Gambar 11. Siswa yang bertanya Gambar 11 menunjukkan siswa yang mengangkat untuk bertanya. Siswa tersebut bertanya mengenai perbedaan antara kain wol dengan kain flannel. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan persentase siswa yang berminat. Peningkatan minat belajar berdasarkan hasil observasi dapat dilihat pada gambar 12.

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 70.00% 60.00% 40.00% kondisi awal 50.04% 50.00% 85.12% 80.00% 85% 85.00% 78.27% 90.00% Target Capaian 30.00% 20.00% 10.00% 0.00% Siklus 1 Siklus 2 Gambar 12. Bagan Minat Belajar berdasarkan Observasi Gambar 12 menunjukkan peningkatan minat belajar siswa berdasarkan observasi dari kondisi awal sebesar 50,04% menjadi 78,27% pada siklus 1 dan 85,12% pada siklus 2. Minat siswa tersebut juga mencapai target keberhasilan pada siklus 2 sebesar 85%. Peningkatan minat belajar siswa juga dilihat berdasarkan hasil kuesioner. Hasil kuesioner minat belajar yang terdiri dari indikator (1) siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA; (2) siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA; (3) siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA; dan (4) siswa berinisiatif mencari informasi baru menunjukkan peningkatan minat belajar. Peningkatan pada indikator siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA dapat dilihat pada salah contoh kuesioner pada siklus 1 dan 2. Contoh kuesioner pada siklus 1 dapat dilihat pada gambar 13.

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Gambar 13. Contoh Kuesioner Minat Indikator 1 pada Siklus 1 Gambar 13 menunjukkan kuesioner pada siklus 1 dengan indikator rasa senang. Kuesioner tersebut memiliki 3 jawaban setuju dan 4 jawaban ragu-ragu. Kuesioner pada siklus 2 dapat dilihat pada gambar 14.

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Gambar 14. Contoh Kuesioner Minat Indikator 1 pada Siklus 2 Gambar 14 menunjukkan kuesioner pada siklus 2 dengan indikator rasa senang. Kuesioner tersebut memiliki 6 jawaban sangat setuju dan 1 jawaban setuju. Kuesioner pada siklus1 dan 2 tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat berdasarkan pilihan jawaban siswa. Kuesioner pada siklus 1 tidak ada jawaban sangat setuju, sedangkan pada siklus 2 ada jawaban sangat setuju. Peningkatan jumlah jawaban sangat setuju pada kuesioner siklus 1 dan 2 tersebut menunjukkan peningkatan minat. Peningkatan minat pada indikator perhatian dapat dilihat pada contoh kuesioner siklus 1 dan 2. Contoh kuesioner siklus 1 pada indikator perhatian dapat dilihat pada gambar 15.

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Gambar 15. Contoh Kuesioner Minat Indikator 2 pada Siklus 1 Gambar 15 menunjukkan kuesioner siklus 1 dengan indikator 2. Kuesioner tersebut memiliki 5 jawaban tidak setuju. Kuesioner siklus 2 dengan indikator 2 dapat dilihat pada gambar 16. Gambar 16. Contoh Kuesioner Minat Indikator 2 pada Siklus 2 Gambar 16 menunjukkan kuesioner siklus 1 dengan indikator 2. Kuesioner tersebut memiliki 4 jawaban sangat setuju dan 1 jawaban setuju. Peningkatan jumlah jawaban sangat setuju pada kuesioner siklus 1 dan 2 menunjukkan peningkatan minat. Contoh kuesioner siklus 1 dengan indikator keterlibatan dapat dilihat pada gambar 17.

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Gambar 17. Contoh Kuesioner Minat Indikator 3 pada Siklus 1 Gambar 17 menunjukkan kuesioner siklus 1 dengan indikator 3. Kuesioner tersebut memiliki 5 jawaban tidak setuju. Kuesioner siklus 2 dengan indikator 3 dapat dilihat pada gambar 18. Gambar 18. Contoh Kuesioner Minat Indikator 3 pada Siklus 2 Gambar 18 menunjukkan kuesioner siklus 1 dengan indikator 3. Kuesioner tersebut memiliki 4 jawaban sangat setuju dan 1 jawaban setuju. Peningkatan jumlah jawaban sangat setuju pada kuesioner siklus 1 dan 2 menunjukkan peningkatan minat. Contoh kuesioner siklus 1 dengan indikator inisiatif dapat dilihat pada gambar 19.

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 Gambar 19. Contoh Kuesioner Minat Indikator 4 pada Siklus 1 Gambar 19 menunjukkan kuesioner siklus 1 dengan indikator 4. Kuesioner tersebut memiliki 5 jawaban tidak setuju dan 1 jawaban sangat tidak setuju. Kuesioner siklus 2 dengan indikator 4 dapat dilihat pada gambar 20. Gambar 20. Contoh Kuesioner Minat Indikator 4 pada Siklus 2 Gambar 20 menunjukkan kuesioner siklus 1 dengan indikator 4. Kuesioner tersebut memiliki 4 jawaban sangat setuju dan 2 jawaban setuju. Peningkatan

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 jumlah jawaban sangat setuju pada kuesioner siklus 1 dan 2 menunjukkan peningkatan minat. Peningkatan minat belajar IPA dari kondisi awal sampai pada siklus 1 dan 2 berdasarkan hasil penelitian dapat digambarkan dalam bagan seperti pada gambar 21 berikut. 70.00% 85% 85.71% 80.00% 83.33% 85.00% 90.00% 60.00% 40.00% kondisi awal 53.57% 50.00% Target Capaian 30.00% 20.00% 10.00% 0.00% Siklus 1 Siklus 2 Gambar 21. Bagan Minat Belajar Siswa berdasarkan Kuesioner Gambar 21 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada variabel minat belajar dari kondisi awal sebesar 53,57% menjadi 83,33% pada siklus 1 dan 85,71 pada siklus 2. Target siklus tersebut tercapai pada siklus 2. Peningkatan dan ketercapaian target indikator keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan kontekstual meningkatan minat. Minat siswa meningkat karena proses pembelajaran dengan pendekatan kontekstual memahami kebutuhan siswa dan melayani kebutuhan tersebut. Hal ini seperti pendapat Johnson (2007:37) yang menjelaskan bahwa pendekatan kontekstual mengajak siswa untuk membuat hubungan-hubungan

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 yang mengungkapkan makna dan memiliki potensi untuk membuat siswa berminat belajar. Minat belajar dapat ditingkatkan dengan adanya usaha untuk memenuhi kebutuhan siswa. Hal ini seperti yang diungkapkan Djamarah (2011:192) bahwa upaya yang dapat dilakukan untuk membangkitkan minat siswa adalah memahami kebutuhannya dan melayani kebutuhan tersebut. Peningkatan minat belajar IPA yang terjadi setelah pelaksanaan siklus 1 dan 2 juga berpengaruh pada prestasi belajar IPA. Hal ini sesuai dengan pendapat Muhibbin (2001:132) yang menyatakan bahwa prestasi dipengaruhi oleh minat. Adanya minat belajar membuat siswa mencapai prestasi yang optimal. Hal ini didukung oleh pendapat Sardiman (dalam Susanto, 2013:66) yang menyatakan bahwa proses belajar akan berjalan lancar jika disertai minat. Prestasi belajar meningkat ketika minat belajar meningkat. Peningkatan prestasi belajar dapat dilihat dari hasil evaluasi yang diperoleh siswa. Contoh hasil evaluasi pada siklus 1 dapat dilihat pada gambar 22.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Gambar 22. Evaluasi Siklus 1 Gambar 22 menunjukkan contoh evaluasi pada siklus 1 dengan nilai 40. Nilai tersebut belum mencapai KKM. Contoh evaluasi pada siklus 2 dapat dilihat pada gambar 23.

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Gambar 23. Evaluasi Siklus 2 Gambar 23 menunjukkan evaluasi siklus 2 dengan nilai 80. Nilai tersebut telah mencapai KKM sebesar 65. Hasil evaluasi pada siklus 1 dan 2 tersebut menggambarkan adanya peningkatan prestasi. Peningkatan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping berdasarkan jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus 1 dan 2 dapat dilihat pada gambar 24 berikut.

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 93% 100% 80% kondisi awal 70% 70.00% capaian target capaian 54% 40% 47% 60% 20% 0% Siklus 1 Siklus 2 Gambar 24. Bagan Pencapaian Persentase Jumlah Siswa Mencapai KKM Gambar 24 menunjukkan bahwa jumlah siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 47% menjadi 53,60% pada siklus 1 dan 93% pada siklus 2. Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM belum mencapai target pada siklus 1 sebesar 70%, tetapi dapat mencapai target pada siklus 2. Prestasi belajar berdasarkan rata-rata nilai siswa pada siklus 1 dan 2 dapat dilihat pada gambar 25.

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 90.0 83 80.0 70 70.0 capaian 63 40.0 kondisi awal 70 50.0 60.5 60.0 target capaian 30.0 20.0 10.0 0.0 Siklus 1 Siklus 2 Gambar 25. Bagan Pencapaian Nilai Rata-rata Kelas Gambar 25 menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas mengalami kenaikan dari kondisi awal sebesar 60,5 menjadi 63 pada siklus 1 dan 83 pada siklus 2. Rata-rata nilai belum mencapai target sebesar 70 pada siklus 1, tetapi dapat mencapai target pada siklus 2.

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN Bab V membahas mengenai kesimpulan dari hasil analisis penelitian yang telah dilaksanakan, keterbatasan dalam penelitian, dan saran berdasarkan penelitian. A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian tindakan kelas mengenai peningkatan minat dan prestasi belajar siswa kelas V SD Kanisius Gamping menggunakan pendekatan kontekstual yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut. Pendekatan kontekstual meningkatkan minat belajar siswa kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014 karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk memenuhi kebutuhannya melalui 7 komponen utama pendekatan kontekstual. Komponen utama pendekatan kontekstual tersebut meliputi konstruktivisme, tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. Kebutuhan yang terpenuhi berupa kesempatan untuk mengkonstruksi pengetahuan secara aktif dengan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan kontekstual menciptakan hubungan yang bermakna antara pengetahuan yang dipelajari dengan pengalaman atau pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan kontekstual meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping tahun ajaran 2013/2014 sebagai dampak dari minat belajar IPA yang meningkat. Minat belajar siswa yang meningkat membuat proses 146

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 pembelajaran menjadi berjalan lebih lancar sehingga prestasi siswa juga lebih optimal. Pendekatan kontekstual mengkonstruksi sendiri memberikan pengetahuan yang siswa kesempatan untuk dipelajari melalui komponen pendekatan kontekstual yang meliputi konstruktivisme, tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. B. Keterbatasan Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa kelas V SD Kanisius Gamping mengenai peningkatan minat prestasi belajar IPA dengan menggunakan pendekatan kontekstual telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Peneliti menyadari adanya beberapa keterbatasan dalam penelitian, yaitu : 1. Penelitian tindakan kelas seharusnya dilaksanakan oleh guru kelas tersebut, namun dalam penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti. 2. Hasil prestasi belajar siswa yang diperoleh dari kondisi awal terbatas pada penilaian kognitif, sehingga tidak memenuhi prinsip penilaian otentik. 3. Penelitian tindakan kelas ini mengalami masalah yang berkaitan dengan kejujuran siswa dalam melengkapi kuesioner. C. Saran Saran yang dapat disampaikan berdasarkan penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Peneliti pada penelitian tindakan kelas selanjutnya diharapkan dapat bernegosiasi dengan guru mitra, sehingga pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan oleh guru yang bersangkutan.

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 2. Penilaian prestasi belajar siswa diharapkan memuat penilaian afektif dan psikomotor juga, sehingga tidak terbatas pada penilaian kognitif dan sesuai dengan prinsip penilaian otentik. 3. Peneliti diharapkan meningkatkan kejujuran siswa dalam melengkapi kuesioner dengan memberikan pengertian kepada siswa bahwa hasil kuesioner tidak mempengaruhi nilai mata pelajaran dan memberikan keleluasaan pada siswa.

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Ahyan, Shahibul. (2014). Model-Model dalam penelitian tindakan kelas. Online.Tersedia : http://www.e-bookspdf.org/download/kemmistaggart.html dipungut tanggal 3 april 2014 pukul 10.00 Antonius Kurniawan Dwi Hartono. (2012). Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Metode Discovery-inquiry Terbimbing pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV B SD Ungaran II Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi Sarjana. Yogyakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur penelitian. Jakarta : Rineka Cipta Attard, dkk. (2010). Time for a new paradigm in education:student- centered learning. Bucharest : The European Students’Union diakses dari http://www.esu-online.org/pageassets/projects/projectarchive/100814SCL.pdf pada tanggal 12 April 2014 Pukul 22.05 Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah : standar kompetensi dan kompetensi dasar SD/MI. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Daryanto. (2012). Model pembelajaran inovatif. Yogyakarta : Gava Media Dewey, John. (2004). Democracy and education. New York : Macmillan Djaali. (2007). Psikologi pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara Djamarah, Syaiful. (2011). Psikologi belajar. Jakarta : Rineka Cipta Ellis, Jeanne Ormrod. (2009). Psikologi pendidikan membantu siswa tumbuh dan berkembang. Jakarta : Erlangga Gita, Nyoman. (2007). Implementasi pendekatan kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar metamatika siswa di sekolah dasar. Jurnal penelitian dan pengembangan. 1(1). 26-34 Grandys Frieska. (2011). Virtual class sebagai strategi pembelajaran untuk peningkatan kualitas student-centered learning di perguruan tinggi. Jurnal Teknologi. 1(2). 95-98 Gunarso, Singgih. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta : Gunung Mulya Hanafiah. (2012). Konsep strategi pembelajaran. Bandung : PT Refika Aditama Jacobsen, David A, dkk. (2010). Methods for teaching metode-metode pengajaran meningkatkan belajar siswa TK-SMA.Yogyakarta : Pustaka Pelajar 149

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 Johnson, Elaine. (2007). Contextual teaching and learning : menjadikan kegiatan belajar mengajar mengasyikan dan bermakna. Bandung : Mizan Komalasari, Gantina. (2011). Asesmen teknik non tes dalam perspektif BK komprehensif. Jakarta : Indeks Komalasari, Kokom. (2011). Pembelajaran kontekstual konsep dan aplikasi. Bandung : PT Refika Aditama Kunandar. (2009). Langkah mudah penelitian tindakan kelas pengembangan profesi guru. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada sebagai Kusumah, Wijaya. (2009). Mengenal penelitian tindakan kelas. Jakarta : Indeks Maria, Sriharyani. (2012). Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar MenggunakanModel Cooperative Learning Tipe NHT pada Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas IV SD Kanisius Wirobrajan Semester Genap Tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi Sarjana. Yogyakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Ma’rifatulloh, Fiqih Laely. (2013). Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 Menggunkan Pembelajaran Kontekstual.Skripsi Sarjana. Yogyakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Mardika, Nyoman. (2011). Pengembangan multimedia dalam pembelajaran kosakata bahasa inggris di sd. Online. Tersedia : http://mardikanyom.tripod.com/Multimedia.pdf dipungut tanggal 17 maret 2014 pukul 17.00 Marpadi, Djemari. (2008). Teknik penyusunan instrumen tes dan non tes. Yogyakarta : Mitra Cendika Margono, S. (2010). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta Mulyasa. (2007). Menjadi guru professional mencitakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan.Bandung : PT Remaja Rosdakarya Nugrahaningtyas, Meta. (2012). Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPS Materi Permasalahan Sosial Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Siswa Kelas IV Semester 2 SD Negeri Bababrsari Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi Sarjana.Yogyakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Nuraini, Fauziah. (2009). Penerapan student-centered learning dari teachercentered learning mata ajar ilmu kesehatan pada program studi penjaskes. Forum Kependidikan. 28(2). 108-113

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 Nurcahya, Dwi Puji. (2013). Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Monimartani 6 menggunakan mind map. Skripsi Sarjana. Yogyakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Purwanto. (2009). Evaluasi hasil belajar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Pongtuluran, Aris dan Arlinah I.R. (2011). “Student centered Learning: The Urgency and Possibilities”. Online. Tersedia : http://uripsantoso.files.wordpress.com/2011/06/scl1.pdf dipungut tanggal 17 desember 2013 pukul 17.00 Priyatmojo, Achmadi dkk. (2010). Buku panduan pelaksanaan Student Centered Learning (SCL) dan Student Teacher Aesthethic Role-Sharing (STAR). Yogyakarta : Pusat Pengembangan Pendidikan UGM Samatowa, Usman. (2011). Pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jakarta : Indeks Siregar, Syifian. (2010). Statistika deskriptif untuk penelitian. Jakarta : Rajawali Pers Syah, Muhibbin. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Sunarto. (2009). Pengertian prestasi belajar. Online. Tersedia : http://sunartombs.wordpress.com/2009/01/05/pengertian-prestasi-belajar/ dipungut tanggal 6 desember 2013 pukul 09.25 Suharjono dkk. (2009). Penelitian tindakan kelas. Jakarta : Bumi Aksara Suryani, Hema. (2013). Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Karangwuni 1 dengan pengunaan media visual. Skripsi Sarjana.Yogyakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Slameto. (2010). Belajar dan Rineka Cipta faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta : Smaldino, Sharon. (2011). Instructional technology and media for learning, teknologi pembelajaran dan media untuk belajar. Jakarta : Kencana Sugiono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi (mixed methods). Bandung : Alfabeta Sukmadinata, Nana Syaodih. (2008). Metode penelitian pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Supraktiknya. (2012). Penilaian hasil belajar dengan teknik nontes. Yogyakarta : Penerbit Universitas Sanata Dharma Susanto, Ahmad. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta : Kencana

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 Suwandi, Sarwiji. (2010). Model assesmen dalam pembelajaran. Surakarta : Yuma Pustaka Taniredja, Tukiran. (2011). Model-model pembelajaran inovatif. Bandung : Alfabetha Taniredja, Tukiran. (2011). Penelitian Kuantitatif. Bandung : Alfabetha Trianto. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif: konsep, landasan dan implementasinya pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Jakarta : Kencana Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu :konsep, strategi, dan implementasinya dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Jakarta : Bumi Aksara Walgito, Bimo. (2004). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta : Andi Offset Widyaningrum, Agnes. (2013). Contextual Teaching and Learning (CTL) in ELT English Language Teaching.Dinamika Bahasa dan Ilmu Budaya, 8(2), 1121. Wilis, Ratna Dahar. (2011). Teori-teori belajar dan pembelajaran.Bandung: Erlangga Wina, Sanjaya. (2011). Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta : Kencana Yuliana. (2011). Metode Pembelajaran Contectual Teaching and Learning (CTL). Jurnal Pendidikan Dinamika Edukasi. 2(1). 73-86.

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 Surat Ijin Melakukan Penelitian dan Selesai Penelitian

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 2 Instrumen Pembelajaran Sebelum Validasi

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 3 Instrumen Pembelajaran Setelah Validasi

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pertemuan 1 Siklus 1) Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Kanisius Gamping Kelas / Semester : V/1 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Alokasi waktu : 1x Pertemuan (2 x 35 menit) A. STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. B. KOMPETENSI DASAR 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas. C. INDIKATOR Competence 4.1.1 Menyebutkan tiga bahan penyusun suatu benda. 4.1.2 Membedakan bahan penyusun suatu benda sesuai dengan strukturnya. 4.1.3 Melakukan percobaan dengan tepat. Conscience 4.1.4 Menunjukkan minat dalam pembelajaran. Compassion 4.1.5 Bekerjasama dengan teman lain. D. TUJUAN PEMBELAJARAN Competence • Siswa mampu menyebutkan bahan penyusun dari tiga benda berdasarkan pengamatan. • Siswa mampu membedakan bahan penyusun dari tiga benda sesuai dengan strukturnya berdasarkan pengamatan. • Siswa mampu melakukan percobaan dengan tepat sesuai langkah kerja yang terdapat di lembar aktivitas siswa.

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 Conscience • Siswa mampu menunjukkan minat dalam pembelajaran mengenai bahan penyusun suatu benda Compassion • Siswa mampu bekerjasama dengan teman lain saat melakukan percobaan E. MATERI AJAR Bahan Penyusun dan Sifatnya (terlampir) F. METODE Metode : Tanya jawab, diskusi, presentasi, pemberian tugas G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Kegiatan Awal - Waktu 7 menit Salam, doa, dan absensi Konteks : - Apersepsi : guru bertanya tentang benda-benda yang ada di sekitar kelas, seperti baju, pulpen, pensil, kapur, kursi, dan meja - Menyanyikan lagu gubahan mengenai benda dan sifatnya - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran hari ini Kegiatan Inti 55 Pengalaman : menit - Siswa diminta mengamati benda-benda yang telah disediakan guru. (Permodelan) - Guru dan siswa melakukan tanya jawab mengenai benda-benda tersebut. (Tanya jawab) - Setiap siswa diminta untuk mengambil undian yang berupa gambar. - Siswa berkumpul membentuk kelompok sesuai dengan undian gambar yang diperoleh.

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 - Setiap kelompok mendapatkan benda sesuai dengan kartu gambar dan mencari informasi mengenai bahan penyusun dari benda tersebut serta melengkapi Lembar Aktivitas Siswa (LAS) (Komunitas Belajar/Inkuiri /Konstruktivisme/Tanya Jawab) - Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan menempelkan kartu gambar pada papan yang tersedia sesuai dengan kelompom benda logam dan bukan logam. - Setiap kelompok diminta mencari benda lain di sekitar sekolah yang termasuk benda logam dan bukan logam - Setiap kelompok mendiskusikan mengenai bahan penyusun dari benda-benda tersebut dan melengkapi LAS (Komunitas Belajar) - Siswa mempresentasikan hasil diskusi dan siswa lain memberikan penilaian dan tanggapan. (Penilaian) - Guru melakukan tanya jawab yang berkaitan dengan sifat benda yang termasuk logam dan bukan logam (Tanya jawab) Kegiatan Akhir - Kesimpulan : Siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan dengan bantuan guru - Siswa diminta untuk mengisi lembar refleksi (Refleksi) - Aksi/Tindakan : Siswa diminta untuk membuat rencana aksi yang akan dilakukan berdasarkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan. - Salam penutup dan doa penutup H. PENILAIAN Jenis : Non tes dan tes Teknik : Kinerja Instrumen : Rubrik penilaian, soal dan kuesioner (Terlampir) 8 menit

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 Rubrik Penilaian Competence Indikator : Melakukan percobaan dengan tepat Skor No Nama Siswa Keruntutan 1 2 Kelengkapan 3 1 2 Skor total 3 Pedoman Skoring : Aspek Keruntutan Skor 3 Skor 2 Skor 1 jika mengikuti 6 jika mengikuti 6 jika langkah secara urut kerja langkah tidak kerja mengikuti tidak urut 6 langkah kerja dan tidak urut Kelengkapan jika dapat jika mengamati benda tepat dapat jika 3 mengamati dengan benda 2 mengamati dengan benda tepat Nilai = skor total : 6 x 100 Rubrik Penilaian Conscience Indikator : Menunjukkan minat dalam pembelajaran No Nama Siswa Nilai = skor total : 115 x 100 dapat Skor Minat tepat 1 dengan

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 Rubrik Penilaian Compassion Indikator : Bekerjasama dengan teman kelompok Skor No Nama Siswa Kekompakan Skor total Partisipasi Pedoman Skoring Aspek Skor 3 Kekompakan jika Skor 2 dapat jika Skor 1 dapat jika menyelesaikan tugas menyelesaikan bersama semua tugas anggota kelompok sebagian kelompok dapat menyelesaikan bersama tugas tapi anggota bantuan tanpa anggota lain dalam kelompok Partisipasi jika ikut mengerjakan kelompok dalam jika tidak ikut tugas kadang ikut dalam dalam mengerjakan mengerjakan tugas tugas kelompok kelompok Nilai = skor total : 6 x 100 kadang- jika

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232 L Le em mb ba arr A Ak kt tiiv viit ta as s Nama Kelompok: 1. 2. 3. 4. Tujuan Pembelajaran: • Siswa mampu menyebutkan bahan penyusun dari minimal 3 benda berdasarkan pengamatan • Siswa mampu membedakan bahan penyusun dari minimal 3 benda sesuai dengan strukturnya berdasarkan pengamatan • Siswa mampu melakukan percobaan dengan tepat sesuai langkah kerja yang terdapat di lembar aktivitas siswa • Siswa mampu menunjukkan minat dalam pembelajaran

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233 Bahan Penyusun Suatu Benda Bahan: paku, kawat, sendok, pensil, karet gelang, sapu tangan, buku, dan benda-benda yang ada di sekitar Cara Kerja: 1. Ambillah benda yang sesuai dengan kartu gambar yang dimiliki oleh kelompokmu ! 2. Amati dan diskusikan dalam kelompok bahan penyusun dari benda yang ada dikelompok, kemudian tuliskan pada tabel di bawah ini! Nama Benda Meja Bahan- Struktur bahan bahan (logam/bukan logam) Sifat bahan penyusun benda Bukan logam Tidak menghantar panas, penyusun Kayu keras, mudah dibentuk dan halus.

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234 3. Sampaikan hasil kerja kelompokmu dan tempelkan kartu gambar sesuai dengan kolom struktur bahan (logam/bukan logam) pada papan yang tersedia ! 4. Carilah 3 benda yang termasuk benda logam dan non logam yang ada di sekitarmu ! 5. Lengkapi tabel berikut ! No 1 Nama Benda Kursi Bahan Struktur Sifat bahan penyusun Penyusun Bahan benda Kayu Non Tidak menghantar logam panas, keras, mudah dibentuk dan halus

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235 6. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, bandingkan sifat bahan penyusun logam dan bukan logam dengan cara melengkapi tabel di bawah ini ! Sifat Bahan Penyusun Logam Bukan Logam

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pertemuan 2 Siklus 1) Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Kanisius Gamping Kelas / Semester : V/1 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Alokasi waktu : 1x Pertemuan (2 x 35 menit) A. STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. B. KOMPETENSI DASAR 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas. C. INDIKATOR Competence 4.1.1 Menyebutkan tiga jenis kertas. 4.1.2 Menyebutkan tiga jenis kain. 4.1.3 Menyebutkan tiga jenis benang. 4.1.4 Mengidentifikasi tiga sifat kertas. 4.1.5 Mengidentifikasi tiga sifat kain. 4.1.6 Mengidentifikasi tiga sifat benang. 4.1.7 Melakukan percobaan dengan tepat. Conscience 4.1.1 Menunjukkan minat dalam pembelajaran. Compassion 4.1.1. Bekerjasama dengan teman lain. D. TUJUAN PEMBELAJARAN Competence • Siswa mampu menyebutkan tiga jenis kertas sesuai dengan teksturnya tanpa melihat buku catatan . • Siswa mampu menyebutkan tiga jenis kain sesuai dengan teksturnya tanpa melihat buku catatan.

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238 • Siswa mampu menyebutkan tiga jenis benang sesuai dengan teksturnya tanpa melihat buku catatan. • Siswa mampu mengidentifikasi tiga sifat kertas tanpa melihat buku. • Siswa mampu mengidentifikasi tiga sifat kain tanpa melihat buku. • Siswa mampu mengidentifikasi tiga sifat benang tanpa melihat buku. • Siswa mampu melakukan percobaan dengan tepat mengenai jenis dan sifat bahan penyusun benda (kertas, kain, dan benang) sesuai dengan langkah kerja yang terdapat dalam Lembar Aktivitas Siswa. Conscience • Siswa mampu menunjukkan minat dalam proses pembelajaran Compassion • Siswa mampu bekerjasama dengan teman lain saat melakukan percobaan E. MATERI AJAR Bahan Penyusun dan Sifatnya (terlampir) F. METODE Tanya jawab, diskusi, presentasi, pemberian tugas G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Waktu 5 menit Kegiatan Awal - Salam, doa, dan absensi - Apersepsi Guru menanyakan kembali mengenai materi yang telah dipelajari sebelumnya (Tanya jawab) 50 menit Kegiatan Inti Konteks - Siswa berkumpul kembali pada kelompok yang telah dibentuk (Komunitas belajar) - Siswa bersama guru melakukan tanya jawab mengenai bahan yang telah disediakan guru. (Konstruktivisme) Pengalaman - Setiap kelompok diminta untuk mengidentifikasi beberapa jenis sifat bahan (Inkuiri) penyusun dari benda-benda yang telah disiapkan.

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239 - Setiap kelompok diminta membuat kartupedia mengenai jenis sifat bahan penyusun dari benda (Permodelan) - Setiap kelompok menunjukkan kartupedia yang telah dibuat dan menjelaskan isinya melalui display - Dalam stand, siswa melakukan pembagian tugas (2 siswa menjaga stand, dan sisanya berkeliling mengamati stand kelompok lain) - Saat berkeliling, siswa diminta untuk memberikan penilaian terhadap stand yang dikunjungi sekaligus mencatat informasi yang diperoleh dari masing-masing stand. (Penilaian otentik ) Kegiatan Akhir - 15 menit Penguatan Siswa diberi penguatan oleh guru mengenai presentasi setiap kelompok - Kesimpulan Siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan dengan bantuan guru - Refleksi Siswa diminta untuk mengisi lembar refleksi (Refleksi ) - Aksi/Tindakan : Siswa diminta untuk membuat rencana aksi yang akan dilakukan berdasarkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan. - Tindak Lanjut Siswa diminta untuk mempelajari materi selanjutnya mengenai kekuatan bahan penyusun benda. - Salam dan doa penutup H. PENILAIAN HASIL BELAJAR Jenis : Non tes dan tes Teknik : Kinerja dan Post test Instrumen : Rubrik penilaian, soal dan kuesioner (Terlampir)

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241 Rubrik Penilaian Competence Indikator : Melakukan percobaan dengan tepat Skor No Nama Siswa Keruntutan 1 2 Kelengkapan 3 1 2 Skor total 3 Pedoman Skoring : Aspek Keruntutan Skor 3 Skor 2 jika jika melaksanakan Skor 1 jika tidak 3 melaksanakan 3 melaksanakan 3 percobaan dengan percobaan tidak percobaan Kelengkapan urut urut jika dapat jika melaksanakan jika tidak dapat 3 melaksanakan 2 melaksanakan 3 percobaan dengan percobaan percobaan tepat dengan tepat dengan tepat Nilai = skor total : 6 x 100 Rubrik Penilaian Conscience Indikator : Menunjukkan minat dalam pembelajaran No Nama Siswa Nilai = skor total : 115 x 100 Skor Minat

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242 Rubrik Penilaian Compassion Indikator : Bekerjasama dengan teman kelompok Skor No Nama Siswa Kekompakan Skor total Partisipasi Pedoman Skoring Aspek Skor 3 Kekompakan jika Skor 2 dapat jika Skor 1 dapat jika menyelesaikan tugas menyelesaikan bersama semua tugas anggota kelompok sebagian kelompok dapat menyelesaikan bersama tugas tapi anggota bantuan tanpa anggota lain dalam kelompok Partisipasi jika ikut mengerjakan kelompok dalam jika tidak ikut tugas kadang ikut dalam dalam mengerjakan mengerjakan tugas tugas kelompok kelompok Nilai = skor total : 6 x 100 kadang- jika

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243 L em mb ba arr R Re ef flle ek ks sii Le Nama : Kelas/No : Ceritakanlah mengenai : - Bagaimana perasaanmu selama mengikuti pelajaran pada hari ini? - Apa manfaat yang dapat kamu dapatkan dari pembelajaran hari ini? - Apa saja kesulitan yang kamu alami dalam pembelajaran hari ini ? - Bagaimana cara yang kamu lakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut?

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244 L em mb ba arr A Ak kt tiiv viit ta as sS Siis sw wa a Le Nama Kelompok: 1. 2. 3. 4. Tujuan Pembelajaran: • Siswa mampu menyebutkan tiga jenis kertas sesuai dengan teksturnya tanpa melihat buku catatan . • Siswa mampu menyebutkan tiga jenis kain sesuai dengan teksturnya tanpa melihat buku catatan. • Siswa mampu menyebutkan tiga jenis benang sesuai dengan teksturnya tanpa melihat buku catatan. • Siswa mampu mengidentifikasi tiga sifat kertas tanpa melihat buku. • Siswa mampu mengidentifikasi tiga sifat kain tanpa melihat buku. • Siswa mampu mengidentifikasi tiga sifat benang tanpa melihat buku. • Siswa mampu melakukan percobaan dengan tepat mengenai jenis dan sifat bahan penyusun benda (kertas, kain, dan benang) sesuai dengan langkah kerja yang terdapat dalam LAS.

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245 Alat : 1. Kertas HVS 2. Kertas karton 3. Kertas minyak 4. Kain katun 5. Kain sutra 6. Kain wol 7. Benang jahit 8. Benang wol 9. Benang nilon/senar 10. Kertas asturo 11. Gambar benda (meja, kursi, baju, kaos kaki, papan tulis, dll) Bahan : 1. Lem 2. Gunting 3. Penggaris 4. Alat tulis Langkah Kegiatan : • Amati dan diskusikan dalam kelompok mengenai sifat dari kertas HVS, kertas karton, kertas minyak, kain katun, kain sutra, kain wol, benang jahit, benang wol, dan benang nilon/senar kemudian lakukan percobaan sederhana sebagai berikut ! Percobaan 1 Bahan : 1. Senar 2. Benang jahit 3. Benang wol Cara Kerja : 1. Ambillah senar, lalu coba lilitkan ke jarimu! 2. Cobalah mengikat dua buah benda dengan senar. Buatlah simpul yang mudah di buka!

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246 3. Sekarang cobalah langkah 1 dan 2 pada masing-masing jenis tali (benang jahit, senar)! 4. Catatlah hasil pengamatanmu pada tabel di bawah ini! No. Mengikat dua buah Dililitkan di jari Nama benang Mudah benda Sulit Mudah Sulit 5. Tuliskan kesimpulan dari hasil percobaanmu pada kolom di bawah ini! Percobaan 2 Bahan : 1. Kertas Karton 2. Kertas HVS 3. Kertas Minyak Cara Kerja : 1. Ujilah sifat setiap jenis kertas melalui beberapa kegiatan berikut! a. Menyobek kertas b. Menetesi dengan air c. Merentangkan kertas, kemudian memberi beban berat 2. Tuliskan hasil percobaan pada tabel di bawah ini! No. Jenis kertas 1. 2. 3. Kekuatan Mudah dibentuk Tahan air

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247 3. Dari kegiatan tersebut diskusikan mengenai hal-hal berikut. a. Jenis kertas yang paling kuat atau tidak mudah robek. b. Jenis kertas yang paling lemah atau mudah robek. c. Jenis kertas yang paling cepat menyerap air. 4. Tuliskan kesimpulan dari hasil percobaan yang kalian lakukan pada kolom di bawah ini! Percobaan 3 Bahan : 1. Kain sutra 2. Kain wol 3. Kain katun Cara kerja : 1. Amati sifat-sifat kain (sutra, wol, katun), antara lain lemas/kaku, halus/kasar? 2. Basahi tanganmu dengan air, usap dengan menggunakan 3 jenis kain yang berbeda, dan amati apakah kain tersebut dpat menyerap air dengan baik.

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 248 3. Tuliskan hasilnya pada tabel di bawah ini! Sifat No. Nama Kain Mudah menyerap air/sulit menyerap Lemas/kaku Halus/kasar air 1. 2. 3. 4. Tuliskan kesimpulanmu pada kolom di bawah ini! • Buatlah sebuah Kartupedia mengenai sifat-sifat bahan penyusun dengan langkah kerja berikut! 1. Siapkan kertas 10 cm x 20 cm. 2. Tempelkan gambar benda pada bagian atas kertas. 3. Tuliskan informasi mengenai bahan penyusun dan sifat dari bahan penyusun benda yang ada pada gambar . 4. Lakukan hal yang sama untuk gambar yang lainnya ! • Lakukan kegiatan Display di kelas dengan langkah sebagai berikut! 1. Berkumpullah dalam kelompok ! 2. Tentukan 2 orang untuk menjaga stand ! 3. Untuk sisa anggota : berkelilinglah dari stand satu ke stand lainnya, catat informasi yang diperoleh dari setiap stand yang dikunjungi ! 4. Saat berkeliling, setiap anggota kelompok memberikan penilaian terhadap kelompok lain.

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249 5. Penilaian terhadap kelompok lain : Nama kelompok Skor : 3 = sangat baik 2 = baik 1 = cukup Kelengkapan Kejelasan Informasi Informasi Kreativitas

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pertemuan 3 Siklus 1) Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Kanisius Gamping Kelas / Semester : V/1 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Alokasi waktu : 1x Pertemuan (3 x 35 menit) A. STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. B. KOMPETENSI DASAR 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas. C. INDIKATOR Competence 4.1.1 Membandingkan kekuatan beberapa bahan penyusun suatu benda. 4.1.2 Menentukan kegunaan bahan penyusun suatu benda. 4.1.3 Melakukan percobaan dengan tepat. Conscience 4.1.4 Menunjukkan minat dalam proses pembelajaran. Compassion 4.1.5 Bekerjasama dengan teman lain. D. TUJUAN PEMBELAJARAN Competence • Siswa mampu membandingkan kekuatan dua bahan penyusun suatu benda melalui percobaan dalam kelompok. • Siswa mampu menentukan kegunaan minimal dua bahan penyusun suatu benda tanpa melihat buku catatan. • Siswa mampu melakukan percobaan sesuai dengan langkah-langkah kerja yang terdapat dalam LAS. Conscience • Siswa mampu menunjukkan minat dalam proses pembelajaran di kelas.

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255 Compassion • Siswa mampu bekerjasama dengan teman lain saat melakukan percobaan E. MATERI AJAR Benda Penyusun dan Sifatnya (terlampir) F. METODE Tanya jawab, diskusi, presentasi, pemberian tugas G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Kegiatan Awal - Salam, doa, dan absensi - Apersepsi Waktu 5 menit Guru menanyakan kembali mengenai materi yang telah dipelajari sebelumnya (Tanya jawab ) Kegiatan Inti 20 menit Konteks - Siswa bersama dengan guru melakukan tanya jawab mengenai beberapa jenis benang dan kekuatan masing-masing jenisnya. (Konstruktivisme) Pengalaman - Setiap kelompok melakukan percobaan menguji kekuatan beberapa jenis benang sesuai petunjuk yang ada di LAS dan mengidentifikasi kegunaan dari beberapa bahan (Inkuiri / permodelan) - Setiap kelompok melakukan presentasi dari percobaan yang telah dilakukan - Setiap kelompok saling menanggapi hasil dari kelompok lain (Komunitas belajar) - Setiap kelompok memberikan penilaian terhadap kelompok lain (Penilaian otentik ) Kegiatan Akhir - Guru memberikan penguatan - Siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan dengan bantuan guru 45 menit

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256 - Siswa mengerjakan lembar evaluasi - Refleksi • Guru bertanya tentang kesulitan siswa saat mengikuti pelajaran • Guru menanyakan perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran • Guru menyampaikan manfaat dari pembelajaran yang telah dilakukan - Aksi • Siswa diminta untuk membuat aksi yang akan dilakukan berdasarkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan. - Tindak Lanjut • Siswa diminta untuk membaca materi untuk pertemuan yang akan datang. - Salam, doa penutup H. PENILAIAN HASIL BELAJAR Jenis : Non tes dan tes Teknik : Kinerja dan Post test Instrumen : Rubrik penilaian, soal dan kuesioner (Terlampir) I. SUMBER BELAJAR - Azmiyawati, Choiril dkk.(2008).IPA Salingtemas untuk kelas V SD/MI.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 62-69 - Rositawaty, S dkk. (2008).Senang belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4: untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 60-66 - Sulistyanto, Heri. (2008).Ilmu pengetahuan alam 5: untuk SD dan kelas V.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 63-72 - Yousnelly, Putty.(2010).IPA 5 SD Kelas V.Jakarta:Yudhistira.Hal 60-62

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258 Rubrik Penilaian Competence Indikator : Melakukan percobaan dengan tepat Skor No Nama Siswa Keruntutan 1 2 Kelengkapan 3 1 2 Skor total 3 Pedoman Skoring : Aspek Keruntutan Skor 3 Skor 2 jika jika melaksanakan langkah Kelengkapan jika 6 melaksanakan 3-5 Skor 1 melaksanakan 1- langkah 3 percobaan dengan percobaan percobaan urut dengan urut jika dengan urut dapat jika melaksanakan langkah jika tidak dapat 6 melaksanakan 3-5 melaksanakan 1- langkah 3 langkah percobaan dengan percobaan percobaan tepat dengan tepat dengan tepat Nilai = skor total : 6 x 100 Rubrik Penilaian Conscience Indikator : Menunjukkan minat dalam pembelajaran No langkah Nama Siswa Nilai = skor total : 115 x 100 Skor Minat

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259 Rubrik Penilaian Compassion Indikator : Bekerjasama dengan teman kelompok Skor No Nama Siswa Kekompakan Skor total Partisipasi Pedoman Skoring Aspek Skor 3 Kekompakan jika Skor 2 dapat jika Skor 1 dapat jika menyelesaikan tugas menyelesaikan bersama semua tugas anggota kelompok sebagian kelompok dapat menyelesaikan bersama tugas tapi anggota bantuan tanpa anggota lain dalam kelompok Partisipasi jika ikut mengerjakan kelompok dalam jika tidak ikut tugas kadang ikut dalam dalam mengerjakan mengerjakan tugas tugas kelompok kelompok Nilai = skor total : 6 x 100 kadang- jika

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260 L em mb ba arr R Re ef flle ek ks sii Le Nama : Kelas/No : Ceritakalah mengenai : - Bagaimana perasaanmu selama mengikuti pelajaran pada hari ini? - Apa manfaat yang dapat kamu dapatkan dari pembelajaran hari ini? - Apa saja kesulitan yang kamu alami dalam pembelajaran hari ini ? - Bagaimana cara yang kamu lakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut?

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261 L em mb ba arr A Ak kt tiiv viit ta as s Le Nama Kelompok: 1. 2. 3. 4. Tujuan Pembelajaran: • Siswa mampu membandingkan kekuatan 2 bahan penyusun suatu benda melalui percobaan dalam kelompok • Siswa mampu menentukan kegunaan minimal 2 bahan penyusun suatu benda • Siswa mampu melakukan percobaan sesuai dengan langkah-langkah kerja yang terdapat dalam LAS.

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 262 Kekuatan Benang A. Tujuan : Membandingkan Kekuatan Beberapa Jenis Benang B. Alat dan Bahan : 1. Benang wol (1 m) 2. Benang nilon (1m) 3. Benang jahit (1m) 4. Ember kecil / gelas plastic kecil 5. Beban (kelereng) 6. Kayu C. Langkah Kegiatan : 1. Letakkan kayu diantara 2 buah kursi 2. Ikatkan ujung masing-masing benang pada kayu sampai kuat 3. Pada ujung yang lainnya ikatkan ember kecil atau gelas plastik pada masing-masing benang 4. Berikan kelereng pada masing-masing ember kecil 5. Tambahkan beban pada masing-masing benang sampai ada benang yang putus 6. Catat hasilnya dalam tabel ! No. Jenis Benang Beban (jumlah kelereng) Keadaan benang (putus, tidak putus) 1 Benang wol 2 Benang nilon 3 Benang jahit 7. Buatlah kesimpulan dari percobaan yang baru saja kalian lakukan !

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263 Penilaian terhadap kelompok lain : Nama kelompok Skor : 3 = sangat baik 2 = baik 1 = cukup Kelengkapan Kejelasan Informasi Informasi Kreativitas

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 265

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 266

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 267

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 268

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 269 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pertemuan 1 siklus 2) Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Kanisius Gamping Kelas / Semester : V/1 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Alokasi waktu : 1x pertemuan (2 x 35 menit) A. STANDAR KOMPETENSI 4. memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. B. KOMPETENSI DASAR 4.2 Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap. C. INDIKATOR Competence 4.2.1 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pemanasan 4.2.2 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembakaran 4.2.3 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pendinginan 4.2.4 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pencampuran dengan air 4.2.5 Mempresentasikan hasil percobaan yang berkaitan dengan perubahan sifat benda Consciene 4.2.6 Menunjukkan minat dalam pembelajaran Compassion 4.2.7 Menghargai pendapat teman D. TUJUAN PEMBELAJARAN Competence • Siswa mampu menyebutkan minimal tiga perubahan sifat benda yang terjadi pada proses pemanasan melalui pengamatan • Siswa mampu menyebutkan minimal tiga perubahan sifat benda yang terjadi pada proses pembakaran melalui kerja kelompok • Siswa mampu menyebutkan minimal tiga perubahan sifat benda yang terjadi pada proses melalui pendinginan melalui tanpa melihat buku

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 270 • Siswa mampu menyebutkan minimal tiga perubahan sifat benda yang terjadi pada proses pencampuran dengan air menggunakan bahasa sendiri • Siswa mampu mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas Conscience • Siswa mampu menunjukkan minat dalam proses pembelajaran Compassion • Siswa mampu menghargai pendapat teman saat presentasi E. MATERI AJAR Perubahan Sifat Benda (terlampir) F. METODE Metode : Tanya jawab, diskusi, presentasi, pemberian tugas G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Waktu 7 menit Kegiatan Awal - Salam pembuka dan absensi Konteks : - Guru bercerita mengenai masalah kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan perubahan sifat benda, misalnya es yang mencair, lilin yang meleleh, membuat minuman (Konstruktivisme) - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari tersebut 55 menit Kegiatan Inti Pengalaman : - Siswa dibagi dalam beberapa kelompok - Setiap kelompok diberikan alat dan bahan yang akan digunakan untuk melakukan percobaan mengenai pemanasan, pendinginan, pencampuran dengan air, dan pembakaran - Guru memberikan petunjuk langkah-langkah percobaan yang akan digunakan (Permodelan) - Setiap kelompok diminta untuk melakukan percobaan sesuai dengan langkah yang sudah ditunjukkan oleh guru (Inkuiri/

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 271 Konstruktivisme/Komunitas Belajar) - Setiap kelompok mengerjakan LAS (Komunitas Belajar) - Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi (Komunitas Belajar) - Siswa dan guru melakukan tanya jawab yang terkait dengan hasil presentasi (Tanya Jawab) - Setiap kelompok diminta untuk menilai hasil presentasi dari kelompok lain ( Penilaian Otentik) 8 menit Kegiatan Akhir - Siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan dengan bantuan guru - Siswa diminta untuk mengisi lembar refleksi (Refleksi) - Aksi / Tindakan : Siswa diajak untuk membuat rencana aksi - Tindak Lanjut : Siswa diberikan tugas untuk merendam paku dalam air cuka dan membiarkannya di membiarkan pisang tanpa kulit dan mengamati paku dan pisang tersebut. - Salam penutup dan doa penutup H. PENILAIAN Jenis : Non tes dan tes Teknik : Kinerja dan Post test Instrumen : Rubrik penilaian, soal dan kuesioner (Terlampir) I. SUMBER BELAJAR - Azmiyawati, Choiril dkk.(2008).IPA Salingtemas untuk kelas V SD/MI.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 62-69 - Rositawaty, S dkk. (2008).Senang belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4:untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 60-66 - Sulistyanto, Heri. (2008).Ilmu pengetahuan alam 5: untuk SD dan kelas V.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 63-72 - Yousnelly, Putty.(2010).IPA 5 SD Kelas V.Jakarta:Yudhistira. Hal 60-62

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 272

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 273 LEMBAR AKTIVITAS Nama Kelompok : 1. 2. 3. 4. 5. Tujuan Pembelajaran : 1 butkan minimal tiga perubahan sifat benda yangg tterjadi pada proses Siswa mampu menyebutka gamatan pemanasan melalui penga 2 butkan minimal tiga perubahan sifat benda nda yang terjadi pada Siswa mampu menyebut elalui kerja kelompok proses pembakaran mela 3 butkan minimal tiga Siswa mampu menyebut perubahan sifat benda nda yang terjadi pada ginan melalui tanpa melihat buku proses melalui pendingina 4 butkan minimal tiga Siswa mampu menyebut perubahan sifat benda nda yang terjadi pada engan air menggunakan bahasa sendiri proses pencampuran den 5 sentasikan hasil kerja kelompok dengan menunj nunjukkan dua aspek Siswa mampu memprese di depan kelas

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 274 AKTIVITAS 1 PEMANASAN DAN PENDINGINAN ALAT DAN BAHAN: 1. Lilin. 2. Korek api 3. Sendok 4. Margarin 5. Gelas plastik 6. Es batu LANGKAH KERJA: a. Siapkan alat dan bahan ! b. Amati margarin sebelum dipanaskan ! c. Catat hasil pengamatanmu pada tabel yang sudah disediakan ! d. Letakan magarin di sendok ! e. Nyalakan lilin dengan menggunakan korek api! f. Letakan sendok berisi margarine di atas api lilin ! g. Amati perubahan yang terjadi pada margarin ! h. Catatlah hasil pengamatanmu pada tabel yang sudah disediakan ! Sifat benda Benda Sebelum Sesudah dipanaskan dipanaskan Penyebab perubahan sifat benda

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 275 i. Setelah semua margarin mencair, matikan api dan tuangkan margarin ke dalam gelas plastik ! j. Amati margaine cair tersebut dan catat hasil pengamatan pada tabel! k. Letakkan gelas berisi margarin cair ke dalam gelas plastik berisi es batu ! Amati dan catat perubahan sifat yang terjadi pada tabel yng telah disediakan! Sifat benda Benda l. Sebelum Sesudah didinginkan didinginkan Penyebab perubahan sifat benda Buatlah kesimpulan berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan!

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 276 AKTIVITAS 2 PEMBAKARAN ALAT DAN BAHAN: 1. Obat nyamuk 2. Korek api LANGKAH KERJA: 1. Siapkan alat dan bahan ! 2. Amati obat nyamuk dan catat hasil pengamatanmu pada tabel yang disediakan ! 3. Bakarlah obat nyamuk menggunakan korek api, lakukan dengan hati-hati ! 4. Perubahan apakah yang terjadi pada obat nyamuk ? 5. Tuliskan hasil pengamatanmu pada tabel berikut ! Sifat benda Benda 6. Sebelum Sesudah dibakar dibakar Buatlah kesimpulan berdasarkan hasil percobaan ! AKTIVITAS 3 Penyebab perubahan sifat benda

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 277 PERCAMPURAN DENGAN AIR ALAT DAN BAHAN 1. Air 2. 1 Gelas 3. Garam 4. Sendok LANGKAH KERJA 1. Siapkan alat dan bahan ! 2. Isilah masing-masing gelas dengan air ! 3. Masukkan 1 sendok makan garam ke dalam gelas ! 4. Aduklah gelas yang berisi garam. Amatilah selama mengaduk, apa yang terjadi pada gelas yang berisi garam? 5. Catatlah hasil pengamatan pada tabel berikut ! Sifat benda Benda Penyebab Sebelum Sesudah perubahan sifat dicampur dengan dicampur benda air dengan air

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 278 6. Buatlah kesimpulan untuk aktivitas ketiga ! Setelah melakukan percobaan, sampaikan hasil percobaanmu di depan kelas ! Kemudian lakukan penilaian terhadap kelompok lain yang menyampaikan hasil percobaan dengan melengkapi table berikut ! Nama kelompok Skor : 3 = sangat baik 2 = baik 1 = cukup Kelengkapan Kejelasan Informasi Informasi Kreativitas

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 279 Rubrik Penilaian Competence Indikator : Mempresentasikan hasil percobaan yang berkaitan dengan perubahan sifat benda Skor No Nama Siswa Kejelasan 1 2 Kelengkapan 3 1 2 Skor total 3 Pedoman Skoring : Aspek Kejelasan Skor 3 Skor 2 Skor 1 Jika siswa mampu Jika salah satu Jika tidak ada menyampaiakan aspek tidak aspek presentasi dengan terpenuhi yang terpenuhi ucapan yang jelas dan dipahami dapat oleh teman lain Kelengkapan Jika dapat Jika hanya Jika hanya dapat menjelaskan hasil dapat menjelaskan dari 3 aktivitas menjelaskan hasil yang telah hasil dari dilakukan dengan aktivitas tepat 2 aktivitas yang telah 1 yang dilakukan telah dilakukan dengan tepat dengan tepat Nilai = skor total : 6 x 100 dari

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 280 Rubrik Penilaian Conscience Indikator : Menunjukkan minat dalam pembelajaran No Nama Siswa Skor Minat Nilai = skor total : 115 x 100 Rubrik Penilaian Compassion Indikator : Menghargai pendapat teman Kekompakan No Nama Siswa 1 2 3 Pedoman Skoring Skor 3 Jika Skor 2 siswa tidak memperhatikan teman memperhatikan teman memperhatikan teman yang siswa Jika Skor 1 sedang yang mempresentasikan siswa Jika sedang yang mempresentasikan mempresentasikan sedang hasil hasil diskusi di depan hasil diskusi di depan diskusi di depan kelas kelas dan kelas memberikan tanggapan Nilai = skor total : 3 x 100 dan melakukan aktivitas lain (ngobrol, bermain)

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 281 Materi Ajar Pertemuan 1 PERUBAHAN SIFAT BENDA 1. Pemanasan Ketika Ibumu memasak air, air tersebut mengalami peningkatan suhu. Air yang asalnya dingin berubah menjadi panas. Setelah itu, air mendidih. Ketika mendidih, uap air akan keluar dari panci. Salah satu sifat air adalah jika air dipanaskan, suhunya akan meningkat atau panas. Pemanasan air akan mengakibatkan air berubah wujud menjadi uap air (gas). Pada saat kamu memakan es krim, lama-kelamaan es krim tersebut akan mencair. Mencairnya es krim disebabkan karena suhu di luar lebih tinggi (panas) dari pada suhu es krim tersebut. Selain es krim, mentega juga mengalami hal yang sama ketika dipanaskan. Benda padat apabila dipanaskan akan berubah menjadi cair dan benda cair apabila dipanaskan akan berubah menjadi uap air. Jadi pemanasan mengakibatkan benda mengalami perubahan wujud dan sifatnya. 2. Pembakaran Kertas yang dibakar menjadi hancur dan berubah warna menjadi hitam. Sebelum dibakar sifat kertas adalah berwarna putih, dapat menyerap tinta, dan tidak rapuh. Setelah dibakar, kertas berubah menjadi abu yang berwarna hitam, bersifat rapuh, dan tidak dapat menyerap tinta. Sampah plastik yang dibakar juga akan berubah sifatnya. Semua benda yang dibakar akan mengeluarkan bau kurang enak. Jika kamu membakar karet maka selain bentuk dan warnanya akan berubah, kelenturan dan baunya pun menjadi berubah. Oleh karena itu, pembakaran dapat menyebabkan benda mengalami perubahan bentuk (hancur), warna, kelenturan, dan bau. 3. Pendinginan Air yang dimasukkan ke dalam ruang pembeku (freezer) dalam lemari es, akan membeku. Salah satu sifat air jika didinginkan sampai suhu nol derajat celsius lamakelamaan suhunya akan menurun. Air tersebut berubah menjadi es batu. Jadi pendinginan dapat menyebabkan benda mengalami perubahan bentuk menjadi padat dan keras.

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 282 4. Pencampuran dengan Air Para pekerja bangunan menggunakan berbagai macam bahan bangunan yang dicampur dengan air. Misalnya semen, pasir, dan kapur. Semen berbentuk serbuk. Setelah dicampur dengan air, semen berubah menjadi agak lengket. Jika sudah kering, campuran ini akan berubah menjadi keras dan kuat.

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 283 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pertemuan 2 siklus 2) Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Kanisius Gamping Kelas / Semester : V/1 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Alokasi waktu : 1x pertemuan (4 x 35 menit) A. STANDAR KOMPETENSI 4. memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. B. KOMPETENSI DASAR 4.2 Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap. C. INDIKATOR Competence 4.2.1. Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembusukan 4.2.2. Menyebutkan perubahan sifat benda melalui perkaratan 4.2.3. Membedakan sifat benda perubahan tetap dan sementara 4.2.4. Mempresentasikan hasil kerja kelompok Conscience 4.2.5. Menunjukkan minat dalam pembelajaran Compassion 4.2.6. Menghargai pendapat teman D. TUJUAN PEMBELAJARAN Competence - Siswa mampu menyebutkan perubahan sifat benda menggunakan proses pembusukan melalui pengamatan

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 284 - Siswa mampu menyebutkan perubahan sifat benda menggunakan proses perkaratan melalui kerja kelompok - Siswa mampu membedakan sifat perubahan tetap dan sementara tanpa membuka buku catatan - Siswa mampu mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas Conscience - Siswa mampu menunjukkan minat dalam proses pembelajaran Compassion - Siswa mampu menghargai pendapat teman saat presentasi E. MATERI AJAR Perubahan Sifat Benda (terlampir) F. METODE Tanya jawab, diskusi, presentasi, pemberian tugas G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Waktu 10 menit Kegiatan Awal - Salam pembuka dan absensi Konteks - Apersepsi • Guru mengingatkan pembelajaran yang sudah dilakukan pada pertemuan sebelumnya • Guru menanyakan mengenai tugas siswa untuk merendam paku dan membiarkan pisang tanpa kulit. (Konstruktivisme) - Motivasi : Guru memberikan semangat untuk memulai pelajaran pada hari tersebut - Orientasi : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari tersebut

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 285 55 menit Kegiatan Inti Pengalaman - Siswa tetap berada dalam kelompok masing-masing - Guru dan siswa melakukan tanya jawab mengenai sifat paku dan pisang sebelum diberikan perlakukan. (Tanya jawab) - Guru memberikan petunjuk langkah-langkah percobaan yang akan digunakan ( Permodelan) - Setiap kelompok diminta untuk melakukan percobaan sesuai dengan langkah yang sudah ditunjukkan oleh guru (Konstruktivisme/ Inkuiri/Komunitas Belajar) - Setiap kelompok mengerjakan lembar aktivitas siswa (LAS) (Komunitas Belajar) - Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan mengenai perubahan sifat yang terjadi pada paku dan pisang. (Komunitas belajar) - Setiap kelompok diminta untuk menyampaikan hasil diskusi di depan kelas. (Komunitas belajar) - Guru dan siswa melakukan tanya jawab mengenai perubahan-perubahan sifat yang ada di sekitar (Tanya Jawab) - Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan mengenai pengelompokan perubahan sifat benda. (Komunitas belajar) - Setiap kelompok diminta untuk menjelaskan mengenai hasil diskusinya (Komunitas belajar) - Kelompok yang maju diminta untuk memilih kotak angka yang telah disediakan dan mengambil isi dalam kotak, lalu menempelkannya pada papan yang sudah disediakan sesuai dengan kelompok perubahan sifatnya. (Permodelan) - Siswa diminta untuk melakukan penilaian terhadap teman berdasarkan rubrik penilaian yang telah disediakan

(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 286 (Penilaian Otentik) - Siswa dipersilahkan untuk bertanya apabila ada yang belum jelas. - Siswa dan guru mendiskusikan kegiatan pembelajaran yang telah mereka lakukan mengenai perubahan sifat benda 43 menit Kegiatan Akhir - Kesimpulan dan Penguatan : Siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan dengan bantuan guru - Evaluasi : Siswa mengerjakan lembar evaluasi - Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang perasaan yang dirasakan selama pembelajaran (Refleksi) Aksi / Tindakan - Siswa diminta membuat rencana aksi - Tindak Lanjut : Siswa diminta mempelajari materi selanjutnya - Salam penutup dan doa penutup H. PENILAIAN Jenis : Non tes dan tes Teknik : Kinerja dan Post test Instrumen : Rubrik penilaian, soal dan kuesioner (Terlampir) I. SUMBER BELAJAR - Azmiyawati, Choiril dkk.(2008).IPA Salingtemas untuk kelas V SD/MI.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 62-69 - Rositawaty, S dkk. (2008).Senang belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4: untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 60-66 - Sulistyanto, Heri. (2008).Ilmu pengetahuan alam 5: untuk SD dan kelas V.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 63-72

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 287

(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 288 LEMBAR AKTIVITAS Nama Kelompok 1. 2. 3. * 4. 5. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu menyebutkan minimal tiga perubahan sifat benda menggunakan proses pembusukan melalui pengamatan 2. Siswa mampu menyebutkan minimal tiga perubahan sifat benda menggunakan proses perkaratan melalui kerja kelompok 3. Siswa mampu membedakan sifat perubahan tetap dan sementara tanpa membuka buku catatan 4. Siswa mampu mempresentasikan hasil kerja kelompok dengan menunjukkan dua aspek di depan kelas

(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 289 PERKARATAN Ikutilah aktivitas-aktivitas di bawah ini ! Lakukanlah percobaan sesuai dengan langkah di bawah ini ! ALAT DAN BAHAN: 1. Paku yang sudah direndam dengan cuka 2. Nampan 3. Gelas LANGKAH KERJA: a. Siapkan alat dan bahan ! b. Catat sifat benda sebelum diberi perlakuan ! c. Amatilah perubahan yang terjadi pada paku ! d. Catatlah hasil pengamatanmu pada tabel yang sudah disediakan ! Sifat benda Benda Sebelum Sesudah direndam cuka direndam cuka Penyebab perubahan sifat benda

(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 290 e. Buatlah kesimpulan berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan! Kesimpulan :

(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 291 PEMBUSUKAN Ikutilah aktivitas-aktivitas di bawah ini ! Lakukanlah percobaan sesuai dengan langkah di bawah ini ! ALAT DAN BAHAN: 1. Pisang yang dibiarkan tanpa kulit 2. Gelas LANGKAH KERJA: a. Siapkan alat dan bahan ! b. Catat sifat benda sebelum diberi perlakuan ! c. Amatilah perubahan yang terjadi pada pisang! d. Catatlah hasil pengamatanmu pada tabel yang sudah disediakan ! Sifat benda Benda Sebelum Sesudah dibiarkan dibiarkan Penyebab perubahan sifat benda

(316) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 292 e. Buatlah kesimpulan berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan! Kesimpulan : Lakukan penilaian kelompok lain dengan melengkapi table berikut ! Nama kelompok Skor : 3 = sangat baik 2 = baik 1 = cukup Kelengkapan Kejelasan Informasi Informasi Kreativitas

(317) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 293 Rubrik Penilaian Competence Indikator : Mempresentasikan hasil percobaan yang berkaitan dengan perubahan sifat benda Skor No Nama Siswa Kejelasan 1 2 Kelengkapan 3 1 2 Skor total 3 Pedoman Skoring : Aspek Kejelasan Skor 3 Jika siswa Skor 2 mampu Jika salah satu aspek Jika tidak ada aspek menyampaiakan presentasi Skor 1 tidak terpenuhi yang terpenuhi dengan ucapan yang jelas dan dapat dipahami oleh teman lain Kelengkapan Jika dapat Jika hanya menjelaskan hasil dari menjelaskan dapat Jika hanya dapat hasil menjelaskan hasil 3 aktivitas yang telah dari 2 aktivitas yang dari 1 aktivitas yang dilakukan tepat Nilai = skor total : 6 x 100 dengan telah dilakukan telah dengan tepat dilakukan dengan tepat

(318) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 294 Rubrik Penilaian Conscience Indikator : Menunjukkan minat dalam pembelajaran No Nama Siswa Skor Minat Nilai = skor total : 115 x 100 Rubrik Penilaian Compassion Indikator : Menghargai pendapat teman Kekompakan No Nama Siswa 1 2 3 Pedoman Skoring Skor 3 Jika Skor 2 siswa tidak memperhatikan teman memperhatikan teman memperhatikan teman yang siswa Jika Skor 1 sedang yang mempresentasikan siswa Jika sedang yang mempresentasikan mempresentasikan sedang hasil hasil diskusi di depan hasil diskusi di depan diskusi di depan kelas kelas dan kelas memberikan tanggapan Nilai = skor total : 3 x 100 dan melakukan aktivitas lain (ngobrol, bermain)

(319) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 295 Bahan Ajar Pertemuan 2 6. Perkaratan Logam seperti besi, dapat mengalami perkaratan apabila terkena air atau uap air dan dibiarkan dalam waktu yang lama. Perkaratan ini menyebabkan warna besi berubah dan besi menjadi rapuh. Perkaratan dapat menyebabkan benda mengalami perubahan warna dan kekuatan. 7. Pembusukan Buah pisang yang telah matang akan membusuk bila dibiarkan selama beberapa hari. Proses pembusukan ini akan mengubah sifat-sifat buah tersebut. Perubahan yang terjadi meliputi kekerasan, bau, dan warnanya. Buah pisang yang busuk baunya tidak sedap. Kulit buah yang semula berwarna kuning akan berubah menjadi cokelat kehitaman. Apabila dipegang, daging buahnya terasa lunak. Jadi, pembusukan juga mengakibatkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, dan bau. MACAM-MACAM PERUBAHAN 1. Perubahan Benda yang Bersifat Sementara Perubahan bersifat sementara adalah perubahan benda yang dapat kembali ke wujud semula dan tidak menghasilkan zat baru. Perubahan bersifat sementara disebut juga perubahan fisika. Contoh perubahan yang bersifat sementara yaitu perubahan wujud air menjadi es. Air berwujud cair, dapat berubah menjadi es yang berwujud padat. Perubahan wujud benda dari cair menjadi padat disebut membeku. Es dapat berubah wujud menjadi air kembali jika dipanaskan. Perubahan wujud ini disebut mencair. Perubahan sifat pada benda tersebut bersifat sementara, karena benda dapat kembali ke wujud semula. 2. Perubahan Benda yang Bersifat Tetap Perubahan bersifat tetap adalah perubahan benda yang tidak dapat kembali ke wujud semula. Perubahan bersifat tetap disebut juga perubahan kimia. Sebagian besar

(320) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 296 benda yang mengalami perubahan wujud tidak dapat kembali ke bentuk atau wujud semula. Contoh perubahan yang bersifat tetap, yaitu apabila kertas dibakar maka kertas menjadi serpihan abu yang berwarna hitam. Serpihan abu yang berwarna hitam ini tidak dapat kembali menjadi kertas.

(321) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 4 Contoh-contoh Hasil Pekerjaan Siswa

(322) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 297

(323) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 298

(324) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 299

(325) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 300

(326) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 301

(327) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 302

(328) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 303

(329) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 304

(330) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 305

(331) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 306

(332) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 307

(333) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 308

(334) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 309

(335) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 310

(336) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 311

(337) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 312

(338) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 5 Hasil Perhitungan IK

(339) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 313

(340) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 314

(341) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 6 Output SPSS untuk Uji Validitas dan Reliabilitas

(342) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 315

(343) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 316

(344) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 317

(345) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 318

(346) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 319

(347) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 320

(348) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 7 Hasil Content Validity

(349) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 321

(350) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 322

(351) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 323

(352) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 324

(353) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 325

(354) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 326

(355) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 327

(356) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 328

(357) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 329

(358) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 330

(359) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 331

(360) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 332

(361) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 333

(362) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 334

(363) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 335

(364) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 336

(365) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 337

(366) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 338

(367) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 339

(368) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 340

(369) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 341

(370) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 342

(371) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 343

(372) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 344

(373) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 8 Data Kuesioner Kondisi Awal, Siklus 1 & 2

(374) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 345

(375) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 346

(376) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 347

(377) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 348

(378) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 349

(379) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 350

(380) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 9 Hasil Observasi Kondisi Awal, Siklus 1 & 2

(381) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 351

(382) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 352

(383) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 353

(384) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 354

(385) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 355

(386) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 356

(387) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 357

(388) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 358

(389) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 359

(390) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 360

(391) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 361

(392) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 362

(393) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 10 Daftar Nilai Kognitif Siswa Kondisi Awal, Siklus 1 & 2

(394) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 363

(395) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 364

(396) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 365 DAFTAR NILAI IPA KELAS V SD KANISIUS GAMPING TAHUN AJARAN 2012/2013 AKHIR SIKLUS 1 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nilai 60 50 60 40 75 90 75 35 70 60 65 75 85 55 65 65 70 30 60 70 55 90 65 60 75 95 40 20 Rata-rata Kelas Ketercapaian KKM Tidak tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai 63

(397) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 366 DAFTAR NILAI IPA KELAS V SD KANISIUS GAMPING TAHUN AJARAN 2012/2013 AKHIR SIKLUS 2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nilai 70 65 65 65 100 85 90 40 80 85 90 95 95 95 85 95 95 75 95 95 80 95 95 95 95 90 80 35 Rata-rata Ketercapaian KKM Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak Tercapai 83

(398) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 11 Daftar Nilai 3 Aspek Siswa Siklus 1 & 2

(399) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 367 DAFTAR NILAI IPA KELAS V SD KANISIUS GAMPING TAHUN AJARAN 2012/2013 AKHIR SIKLUS 1 Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Kognitif 60 50 60 40 75 90 75 35 70 60 65 75 85 55 65 65 70 30 60 70 55 90 65 60 75 95 40 20 Nilai Afektif 76 79 74 70 80 81 75 83 77 81 82 84 75 89 84 78 82 72 71 79 77 74 81 76 80 90 78 43 rata-rata Psikomotor 53 60 65 56 55 62 59 53 59 57 66 62 60 57 63 63 65 61 62 62 58 62 62 61 60 61 61 58 Ratarata 63 63 66 55 70 78 70 57 69 66 71 74 73 67 71 69 72 54 64 70 63 76 69 66 71 82 60 40 Ketercapaian KKM Tidak Tercapai Tidak Tercapai Tercapai Tidak Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai Tercapai Tidak Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak Tercapai Tidak Tercapai 67

(400) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 368 DAFTAR NILAI IPA KELAS V SD KANISIUS GAMPING TAHUN AJARAN 2012/2013 AKHIR SIKLUS 2 Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Kognitif 70 65 65 65 100 85 90 40 80 85 90 95 95 95 85 95 95 75 95 95 80 95 95 95 95 90 80 35 Nilai Afektif 87 93 86 74 87 92 86 94 85 87 88 93 76 97 77 96 87 87 77 93 92 86 94 98 89 89 86 60 rata-rata Psikomotor 64 71 70 76 75 76 76 76 64 74 73 69 73 70 73 69 79 67 75 79 75 79 74 75 70 64 80 60 Ratarata 74 76 74 72 87 84 84 70 76 82 84 85 81 87 78 87 87 76 82 89 82 87 88 89 85 81 82 52 Ketercapaian KKM Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak Tercapai 81

(401) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 12 Data Analisis Hasil Observasi

(402) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 369 Data Observasi Kondisi Awal 1 Indikator Pernyataan Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Bentuk-bentuk sikap ceria siswa Siswa memperhatikan seluruh proses Siswa pembelajaran memperhatikan Siswa menyimak saat proses penjelasan guru pembelajaran Siswa mengerjakan IPA tugas yang diberikan oleh guru Sikap siswa pada saat guru menerangkan Tanggapan siswa pada saat guru memberikan Siswa terlibat pertanyaan dalam proses Siswa maju ke depan pembelajaran kelas untuk IPA mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali Siswa berinisiatif materi mencari Siswa bertanya hal-hal informasi baru lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Jumlah Siswa Persentase 19 67.9% Ratarata 67.9% 19 67.9% 21 75.0% 12 42.9% 22 78.6% 24 85.7% 7 25.0% 65.5% 49.1% 0 0.0% 24 85.7% 28 100.0% 0 0.0% 25.0% 0 0.0% 0 0.0%

(403) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 370 Data Observasi Kondisi Awal 2 Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Pernyataan Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Bentuk-bentuk sikap ceria siswa Siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran Siswa menyimak penjelasan guru Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Sikap siswa pada saat guru menerangkan Tanggapan siswa pada saat guru memberikan pertanyaan Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Jumlah Siswa Persentase 18 64.3% Ratarata 64.3% 18 64.3% 20 71.4% 20 71.4% 20 71.4% 23 82.1% 10 35.7% 71.4% 29.5% 0 0.0% 0 0.0% 28 100.0% 0 0.0% 27.7% 3 10.7% 0 0.0%

(404) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 371 Data Observasi Pertemuan 1 Siklus 1 Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Pernyataan Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Bentuk-bentuk sikap ceria siswa Siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran Siswa menyimak penjelasan guru Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Sikap siswa pada saat guru menerangkan Tanggapan siswa pada saat guru memberikan pertanyaan Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Jumlah Siswa Persentase 22 78.6% Ratarata 78.6% 22 78.6% 22 78.6% 22 78.6% 21 75.0% 21 75.0% 12 42.9% 77.4% 74.1% 28 100.0% 22 78.6% 22 78.6% 20 71.4% 76.8% 20 71.4% 24 85.7%

(405) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 372 Data Observasi Pertemuan 2 Siklus 1 Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Pernyataan Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Bentuk-bentuk sikap ceria siswa Siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran Siswa menyimak penjelasan guru Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Sikap siswa pada saat guru menerangkan Tanggapan siswa pada saat guru memberikan pertanyaan Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Jumlah Siswa Persentase 22 78.6% Ratarata 78.6% 22 78.6% 21 75.0% 21 75.0% 23 82.1% 26 92.9% 4 14.3% 77.4% 74.1% 28 100.0% 25 89.3% 22 78.6% 21 75.0% 78.6% 20 71.4% 25 89.3%

(406) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 373 Data Observasi Pertemuan 3 Siklus 1 Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Pernyataan Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Bentuk-bentuk sikap ceria siswa Siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran Siswa menyimak penjelasan guru Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Sikap siswa pada saat guru menerangkan Tanggapan siswa pada saat guru memberikan pertanyaan Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Jumlah Siswa Persentase 23 82.1% Ratarata 82.1% 23 82.1% 24 85.7% 24 85.7% 23 82.1% 23 82.1% 13 46.4% 84.5% 78.6% 28 100.0% 24 85.7% 21 75.0% 20 71.4% 78.6% 21 75.0% 26 92.9%

(407) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 374 Data Observasi Pertemuan 1 Siklus 2 Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Pernyataan Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Bentuk-bentuk sikap ceria siswa Siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran Siswa menyimak penjelasan guru Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Sikap siswa pada saat guru menerangkan Tanggapan siswa pada saat guru memberikan pertanyaan Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Jumlah Siswa Persentase 24 85.7% Ratarata 85.7% 24 85.7% 23 82.1% 24 85.7% 26 92.9% 23 82.1% 21 75.0% 86.9% 86.6% 28 100.0% 25 89.3% 22 78.6% 24 85.7% 86.6% 23 82.1% 28 100.0%

(408) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 375 Data Observasi Pertemuan 2 Siklus 2 Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Pernyataan Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Bentuk-bentuk sikap ceria siswa Siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran Siswa menyimak penjelasan guru Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Sikap siswa pada saat guru menerangkan Tanggapan siswa pada saat guru memberikan pertanyaan Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Jumlah Siswa Persentase 24 85.7% Ratarata 85.7% 24 85.7% 20 71.4% 23 82.1% 27 96.4% 20 71.4% 20 71.4% 83.3% 83.9% 27 96.4% 27 96.4% 23 82.1% 20 71.4% 82.1% 22 78.6% 27 96.4%

(409) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 13 Foto-foto Kegiatan

(410) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 376 Siswa yang ceria Kartupedia Siswa yang bertanya Komunitas belajar

(411) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 377 Siswa melakukan percobaan Siswa presentasi Percobaan dalam kelompok Membuat Kartupedia

(412)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan prestasi belajar IPA melalui pendekatan kontekstual pada siswa kelas VI
0
2
48
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA menggunakan pendekatan SCL model PBL pada siswa kelas IV SD Kanisius Nglinggi.
0
1
337
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Kalasan menggunakan metode kontekstual.
0
1
231
Meningkatkan kerjasama dan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Kanisius Totogan menggunakan pendekatan PMRI.
0
3
210
Peningkatan prestasi belajar IPS menggunakan pendekatan kontekstual pada siswa kelas V SDN Banyakan Mertoyudan Magelang.
0
0
88
Peningkatan minat dan prestasi belajar matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas V semester genap SD Kanisius Minggir tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
212
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Kalasan menggunakan metode kontekstual
0
1
229
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar menggunakan pendekatan kontekstual pada materi pecahan siswa kelas IV SD Kanisius Sorowajan semester II tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
2
204
Peningkatan minat dan prestasi belajar matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas V semester genap SD Kanisius Minggir tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
210
Peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Kanisius Kintelan Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan PMRI - USD Repository
0
4
234
Penerapan pendekatan student centered learning dengan metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Nglinggi - USD Repository
0
1
440
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA materi fase-fase bulan kelas IV Sekolah Dasar Kanisius Jetisdepok dengan pendekatan kontekstual - USD Repository
0
3
240
Peningkatan minat dan prestasi belajar dengan pendekatan kontekstual pada siswa kelas IV SD Kanisius Jetis Depok tahun pelajaran 2013/2014 - USD Repository
0
1
277
Peningkatan kemandirian dan prestasi belajar matematika menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas IV SD Kanisius Gayam Yogyakarta - USD Repository
0
3
309
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru 1 menggunakan pendekatan kontekstual - USD Repository
0
0
406
Show more