Keefektifan pendekatan PMRI terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SD N Berbah 2 Sleman pada pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan - USD Repository

Gratis

0
0
325
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD N BERBAH 2 SLEMAN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh: Wahyu Dwi Astuti NIM: 101134087 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD N BERBAH 2 SLEMAN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh: Wahyu Dwi Astuti NIM: 101134087 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis, dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum. (Mahatma Gandi) Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. (Thomas Alva Edison) iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk: Allah SWT Bapak yang telah tenang berada di surga Ibu yang selalu memberikan dukungan dan semangat Kakak dan ponakanku tercinta Sahabat dan teman-temanku Almamaterku: Universitas Sanata Dharma v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis yang saya buat ini tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan daftar pustaka selayaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 2 Juni 2014 Penulis Wahyu Dwi Astuti vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Wahyu Dwi Astuti NIM : 101134087 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD N BERBAH 2 SLEMAN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN” Dengan demikian saya memberikan kepada Universitas Sanata Dharma baik untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu ijin dari saya atau memberi royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 2 Juni 2014 Yang menyatakan, Wahyu Dwi Astuti vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Astuti, Wahyu Dwi. 2014. Keefektifan pendekatan PMRI terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SD N Berbah 2 Sleman pada pembelajaran Matematika materi penjumlahan pecahan. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektifan penggunaan pendekatan PMRI terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan tipe Non Equivalen Control Group Design.Penelitian ini dilakukan di SD N Berbah 2 Sleman, tanggal 26 Februari 2014 sampai dengan tanggal 5 Maret 2014. Populasi penelitian sebanyak 60 siswa yaitu 30 siswa kelas 4A sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas 4B sebagai kelas kontrol. Data penelitian dibedakan menjadi data kuantitatif dan data kualitatif. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran PMRI serta mengetahui keaktifan dan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan PMRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan PMRI pada pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan memperoleh rata-rata skor 35,5 yang masuk dalam kategori terlaksana. Keefektifan PMRI berdasarkan hasil belajar diperoleh berdasarkan pengujian posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol melalui Independent Sample T-test diperoleh taraf signifikansi 2-tailed sebesar 0,00 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Keefektifan pendekatan PMRI diperoleh melalui uji One Tailed yang menunjukkan thitung lebih besar dari ttabel yaitu sebesar 5,679. Pendekatan PMRI juga efektif terhadap keaktifan siswa. Siswa yang sangat aktif di kelas eksperimen mencapai 36,6% sedangkan di kelas kontrol hanya 20%.. Kata kunci: keefektifan, pendekatan PMRI, keaktifan, hasil belajar, matematika viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Astuti, Wahyu Dwi. 2014. The effectiveness of PMRI approach on the activity and learning results of 4th grade students of SD N Berbah 2 Sleman in the learning of mathematics with the material of fraction summation. Thesis. Yogyakarta. Elementary School Teacher Education, Sanata Dharma University. The purpose of this research was to know the effectiveness of using PMRI approach on the activity and learning results of students in the subject of mathematics with the material of fraction summation. This research was quasi-experimental research with NonEquivalen Control Group Design type. This research was performed in SDN Berbah 2 Sleman, from 26th February 2014 to 5th March . Research population amounted to 60 students that is 30 students from 4A class treated as experimental class and 30 students from 4B class treated as control class. Data are differentiated into quantitative and qualitative data. Research was conducted to descripe PMRI implementation data, data on student learning results with the results of pretest-posttest , and the activity data based on observation and questioner. Results showed that the implementation of PMRI in the mathematical learning with the material of fraction summation had the average score of 35,5 which was included in the category of implemented. The effectiveness of PMRI based on learning results was obtained by performing posttest to the experimental and control class through Independent Sample T-test. The results obtained was in the form of signification (2 –tailed) as many as 0,00 indicating that there were significant differences between posttest of experiment class and that of control class. The effectivity of PMRI approach was obtained through one tail which t-test is greater from t-tabel those these are amounting to 5,79. The PMRI approach was also effective on the activity of students. Students which were very active in experimental class mounted to 36,6% while in control class only 26 %. Keywords: effectiveness, PMRI approach, activity, learning results , mathematics ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Keefektifan Pendekatan PMRI Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD N Berbah 2 Sleman Pada Pembelajaran Matematika Materi Penjumlahan Pecahan” yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan, dukungan, dan bimbingan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak dapat terwujud. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Rohandi, Ph.D, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Romo G. Ari Nugrahanta, SJ,. SS., BST., MA., ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd. selaku pembimbing I yang selalu sabar memberikan bimbingan, semangat, dan bantuan. 4. Veronika Fitri Rianasari, S.Pd., M.Sc., selaku pembimbing II yang bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan bimbingan, masukan, dan kritik yang sangat berharga. 5. Para dosen validator Elisabeth Desiana Mayasari, S.Pd., M.A., Brigitta Erlita Tri Anggadewi, S.Psi., M.Psi., dan Irene Kurniastuti, S.Psi., M.Psi. yang telah melakukan validasi instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan lancar. 6. Sekretariat PGSD yang telah membantu dalam membuat surat perijinan. 7. Suhartini, S.Pd. selaku kepala sekolah SD N Berbah 2 Sleman yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan penelitian. 8. Rina Kurniasih, S.Pd. dan Sri Wahyuni Widayati, S.Pd. selaku guru kelas IV SD N Berbah 2 Sleman yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan penelitian. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Siswa kelas IV SD N Berbah 2 Sleman yang telah membantu kegiatan penelitian. 10. Ibu dan almarhum bapak yang telah memberikan doa dan semangat. 11. Kakak dan ponakan (Eva & Kenzi) yang telah memberikan dukungan. 12. Huda Restu Pramudhita yang selalu memberikan dukungan, masukan, dan semangat. 13. Teman-teman seperjuangan (Vivi, Yenny, Meyta, Hananta, Esti, Rizki, Wulan, dan Tina). 14. Rosalia Pratiwi Mahandani, Wahyu Shintianingsih, Diah Wulansari, dan Putri El Pareka yang telah memberikan motivasi dan dukungan. 15. Teman-teman kelas E angkatan 2010 yang telah memberikan keceriaan dan pengalaman-pengalaman baru. 16. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat di sebutkan satu per satu. Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi yang membacanya. Penulis, Wahyu Dwi Astuti xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .........................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................ii HALAMAN PENGESAHAN ...........................................................................iii HALAMAN MOTTO .......................................................................................iv HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...........................................................vi LEMBER PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .........................vii ABSTRAK .........................................................................................................viii ABSTRACT ........................................................................................................ix KATA PENGANTAR .......................................................................................x DAFTAR ISI ......................................................................................................xii DAFTAR TABEL .............................................................................................xiv DAFTAR GAMBAR .........................................................................................xvi DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................................xvii BAB 1: PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 1 1.2 Batasan Permasalahan ............................................................................. 4 1.3 Rumusan Masalah ................................................................................... 4 1.4 Tujuan Penelitian .................................................................................... 5 1.5 Manfaat Penelitian .................................................................................. 5 1.6 Definisi Operasional ............................................................................... 6 BAB 2: LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka ........................................................................................ 8 2.1.1 Matematika ................................................................................... 8 2.1.2 Pecahan ......................................................................................... 9 2.1.3 Keaktifan ...................................................................................... 10 2.1.4 Hasil Belajar .................................................................................. 13 2.1.5 Keefektifan Pembelajaran ............................................................ 14 2.1.6 Pendekatan PMRI ......................................................................... 15 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.2 Penelitian yang Relevan ......................................................................... 20 2.3 Kerangka Berpikir .................................................................................. 25 2.4 Hipotesis Penelitian ............................................................................... 26 BAB 3: METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian........................................................................................ 27 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian ................................................................. 28 3.3 Populasi dan Sampel ............................................................................... 28 3.4 Variabel Penelitian .................................................................................. 29 3.5 Data Penelitian ........................................................................................ 30 3.6 Instrumen Penelitian ............................................................................... 31 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen ....................................................... 36 3.8 Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 37 3.9 Teknik Analisis Data............................................................................... 39 BAB 4: HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ....................................................................................... 46 4.1.1 Deskripsi Pembelajaran di Kelas Eksperimen .............................. 46 4.1.2 Deskripsi Pembelajaran di Kelas Kontrol ..................................... 56 4.1.3 Data Hasil Belajar ......................................................................... 56 4.1.4 Data Keaktifan .............................................................................. 59 4.2 Analisis Data .......................................................................................... 62 4.2.1 Analisis Data Keterlaksanaan PMRI ............................................ 62 4.2.2 Analisis Data Hasil Belajar ........................................................... 68 4.2.3 Analisis Data Keaktifan ................................................................ 78 4.3 Pembahasan ............................................................................................ 89 4.4 Keterbatasan Penelitian .......................................................................... 94 BAB 5: KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ............................................................................................. 95 5.2 Saran ...................................................................................................... 97 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 99 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Judul Tabel Halaman 3.1 Kisi-Kisi Lembar Keterlaksanaan .............................................................. 31 3.2 SK dan KD Penelitian ................................................................................ 32 3.3 Kisi-Kisi Soal ............................................................................................. 32 3.4 Kisi-Kisi Lembar Pengamatan Keaktifan .................................................. 34 3.5 Kisi-Kisi Kuesioner.................................................................................... 35 3.6 Hasil Perhitungan Validitas........................................................................ 36 3.7 Hasil Perhitungan Reliabilitas .................................................................... 37 3.8 Kriteria Penilaian Kuesioner ...................................................................... 43 3.9 Rentang Skor Keaktifan ............................................................................. 44 3.10 Rentang Skor Pengamatan Keaktifan ...................................................... 44 3.11 Rentang Skor Keterlaksanan .................................................................... 44 4.1 Hasil Perhitungan Data Keterlaksanaan Tiap Pertemuan .......................... 56 4.2 Data Hasil Belajar Kelas Eksperimen ........................................................ 57 4.3 Data Hasil Belajar Kelas Kontrol ............................................................... 58 4.4 Data Keaktifan Berdasarkan Kuesioner ..................................................... 59 4.5 Data Keaktifan Berdasarkan Pengamatan di Kelas Eksperimen................ 59 4.6 Data Keaktifan Berdasarkan Pengamatan di Kelas Kontrol ...................... 60 4.7 Hasil Perhitungan Data Keterlaksanaan ..................................................... 67 4.8 Hasil Uji Normalitas .................................................................................. 68 4.9 Hasil Uji Homogenitas ............................................................................... 69 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.10 Hasil Perbandingan Rata-Rata Pretest ..................................................... 71 4.11 Hasil Perbandingan rata-rata pretest ke posttest ...................................... 72 4.12 Hasil Perbandingan nilai rata-rata Posttest ke Posttest ............................ 75 4.13 Nilai Rata-rata Posttest Kelas Eksperimen .............................................. 76 4.14 Nilai Rata-rata Posttest Kelas Kontrol ..................................................... 77 4.15 Hasil Perhitungan persentase KKM ......................................................... 78 4.16 Data Keaktifan Berdasarkan Kuesioner di Kelas Eksperimen ................. 79 4.17 Data Keaktifan Berdasarkan Kuesioner di Kelas Kontrol .................................. 80 4.18 Hasil Perhitungan Kuesioner Keaktifan ................................................... 81 4.19 Data Keaktifan Berdasarkan Pengamatan di Kelas Eksperimen.............. 82 4.20 Data Keaktifan Berdasarkan Pengamatan di Kelas Kontrol .................... 84 4.21 Hasil Perhitungan Pengamatan Keaktifan di Kelas Eksperimen ............. 86 4.22 Hasil Perhitungan Pengamatan Keaktifan di Kelas Kontrol .................... 87 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Judul Gambar Halaman 2.1 Literature Map Penelitian Terdahulu ............................................................. 24 3.1 Desain Penelitian ............................................................................................. 27 4.1 Guru Membimbing Siswa Menyusun Pecahan ............................................... 47 4.2 Siswa Membantu Guru Memotong Kue Terang Bulan................................... 50 4.3Siswa Menggunakan Papan Pecahan ............................................................... 53 4.4 Persentase Ketuntasan KKM di Kelas Eksperimen ........................................ 77 4.5 Persentase Ketuntasan KKM di Kelas Kontrol .............................................. 78 4.6 Persentase Kuesioner di Kelas Eksperimen .................................................... 80 4.7 Persentase Kuesioner di Kelas Kontrol .......................................................... 81 4.8 Rerata Keaktifan Berdasarkan Pengamatan di Kelas Eksperimen ................. 86 4.9 Rerata Keaktifan Berdasarkan Pengamatan di Kelas Kontrol ....................... 88 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Judul Lampiran Halaman Lampiran 1 Silabus .............................................................................. 1 Lampiran 2 RPP Pertemuan 1 ................................................................. 16 Lampiran 3 RPP Pertemuan 2 ................................................................. 27 Lampiran 4 RPP pertemuan 3 ................................................................. 37 Lampiran 5 RPP Pertemuan 4 ................................................................. 47 Lampiran 6 RPP Kontrol......................................................................... 57 Lampiran 7 Bahan Ajar ........................................................................... 61 Lampiran 8 LKS Pertemuan 1................................................................. 78 Lampiran 9 LKS Pertemuan 2................................................................. 82 Lampiran 10 LKS Pertemuan 3............................................................... 86 Lampiran 11 LKS Pertemuan 4............................................................... 89 Lampiran 12 Evaluasi Pertemuan 1 ........................................................ 104 Lampiran 13 Evaluasi Pertemuan 2 ........................................................ 105 Lampiran 14 Evaluasi Pertemuan 3 ........................................................ 106 Lampiran 15 Soal Pretest dan Posttest .................................................... 107 Lampiran 16 Kunci Jawaban Soal Evaluasi 1 ......................................... 109 Lampiran 17 Kunci Jawaban Soal Evaluasi 2 ......................................... 110 Lampiran 18 Kunci Jawaban Soal Evaluasi 3 ......................................... 111 Lampiran 19 Kunci Jawaban Soal Pretest dan Posttest .......................... 112 Lampiran 20 Lembar Kuesioner ............................................................. 114 Lampiran 21 Lembar Observasi Keaktifan ............................................. 117 Lampiran 22 Lembar Keterlaksanaan ..................................................... 119 Lampiran 23 Rangkuman Hasil Validasi Ahli ....................................... 121 Lampiran 24 Hasil Validasi Lembar Kuesioner...................................... 122 Lampiran 25 Hasil Validasi Lembar Observasi Keaktifan ..................... 135 Lampiran 26 Hasil Validasi Kriteria Lembar Keterlaksanaan ................ 139 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 27 Transkripsi Pertemuan 1 .................................................... 143 Lampiran 28 Transkripsi Pertemuan 2 .................................................... 164 Lampiran 29 Transkripsi Pertemuan 3 .................................................... 173 Lampiran 30 Transkripsi Pertemuan 4 .................................................... 179 Lampiran 31 Hasil Pengerjaan LKS 1 .................................................... 183 Lampiran 32 Hasil Pengerjaan LKS 2 .................................................... 187 Lampiran 33 Hasil Pengerjaan LKS 3 .................................................... 191 Lampiran 34 Hasil Pengerjaan LKS 4 .................................................... 193 Lampiran 35 Hasil Evaluasi Pertemuan 1 ............................................... 195 Lampiran 36 Hasil Evaluasi Pertemuan 3 ............................................... 196 Lampiran 37 Hasil Pretest Kelas Eksperimen ........................................ 197 Lampiran 38 Hasil Pretest Kelas Kontrol ............................................... 199 Lampiran 39 Hasil Posttest Kelas Kontrol.............................................. 201 Lampiran 40 Hasil Posttest Kelas Eksperimen ....................................... 204 Lampiran 41 Hasil Kuesioner Kelas Eksperimen ................................... 205 Lampiran 42 Hasil Kuesioner Kelas Kontrol .......................................... 208 Lampiran 43 Hasil Observasi Keaktifan Kelas Eksperimen .................. 211 Lampiran 44 Hasil Observasi Keaktifan Kelas Kontrol ........................ 213 Lampiran 45 Hasil Keterlaksanaan Pertemuan 1 ................................... 215 Lampiran 46 Hasil Keterlaksanaan Pertemuan 2 ................................... 217 Lampiran 47 Hasil Keterlaksanaan Pertemuan 3 ................................... 219 Lampiran 48 Hasil Keterlaksanaan Pertemuan 4 .................................... 221 Lampiran 59 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ................................... 223 Lampiran 60 Hasil Uji Normalitas dan Homogenitas ............................. 224 Lampiran 61 Uji Perbandingan Nilai Rata-Rata Pretest ......................... 225 Lampiran 62 Uji Perbandingan Nilai Rata-Rata Pretest Posttest ............ 226 Lampiran 63 Uji Pengaruh Perlakuan ..................................................... 227 Lampiran 64 Surat Ijin Penelitian ........................................................... 228 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 65 Surat Telah Melaksanakan Penelitian ............................... 229 Lampiran 66 Biodata Peneliti ................................................................. 230 xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN Dalam bab ini, peneliti akan menjelaskan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini. 1.1 Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan suatu hal yang penting bagi manusia karena tujuan dari pendidikan adalah memperoleh pengalaman yang berguna untuk mampu memecahkan masalah-masalah baru dalam kehidupan individual maupun sosial (Tatang, 2012 :34). Salah satu cara mendapatkan pendidikan yaitu dengan sekolah. Melalui sekolah, anak akan mengolah pengalamannya sendiri dalam belajar. Hal ini sesuai dengan pengertian belajar menurut Slameto (2010:2), belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Lingkungan mempunyai peran penting dalam mendukung proses belajar siswa. Matematika merupakan salah satu bidang studi yang ada pada semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi (Susanto, 2013:184). Belajar matematika merupakan suatu hal yang penting bagi setiap individu karena matematika mempunyai peranan penting bagi kehidupan. Matematika mampu membantu manusia 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan angka yaitu mengukur, menghitung, dan lain-lain sesuai dengan pernyataan Hans Freudental (dalam Marsigit, 2008), matematika merupakan aktivitas insani dan harus dikaitkan dengan realitas. Salah satu kompetensi atau kemampuan umum pembelajaran matematika penjumlahan, di sekolah dasar pengurangan, adalah perkalian, melakukan pembagian operasi beserta hitung operasi campurannya, termasuk yang melibatkan pecahan (Susanto, 2013:189). Untuk mencapai tujuan dari kompetensi tersebut seorang guru hendaknya mampu menggunakan suatu pendekatan yang sesuai. Guru mampu menciptakan suasana belajar yang memungkinkan siswa membangun konsep-konsep matematika secara aktif. Hal ini didukung oleh teori belajar menurut Bruner (dalam Slameto, 2010:11) bahwa dalam proses belajar hal yang harus dipentingkan adalah partisipasi aktif tiap siswa. Pembelajaran matematika seharusnya mengaitkan konsep-konsep matematika dengan pengalaman siswa sehari-hari agar pembelajaran menjadi bermakna. Kebermaknaan dalam pembelajaran akan membuat siswa lebih semangat dalam belajar. Pendekatan yang berorientasi pada pengalaman siswa sehari-hari adalah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). PMRI merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Matematika merupakan aktivitas manusia dan harus dihubungkan secara nyata terhadap konteks kehidupan seharihari (Susanto, 2013:205). Pendekatan Matematika Realistik Indonesia ini disesuaikan dengan keadaan geografis dan budaya Indonesia.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Berdasarkan pengamalan peneliti saat kegiatan probaling dan PPL, ada siswa yang mengungkapkan bahwa matematika itu sulit karena banyak rumus yang harus dihafalkan. Sumarmo (dalam Susanto, 2013:191) mengemukakan bahwa hasil belajar matematika sekolah dasar belum memuaskan. Hal ini karena adanya kesulitan belajar yang dihadapi siswa dan kesulitan yang dihadapi guru saat mengajarkan matematika. Padahal guru menempati posisi kunci dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal (Susanto, 2013: 186). Peneliti melakukan observasi di kelas 4 SD N Berbah 2 Sleman saat pembelajaran matematika berlangsung. Berdasarkan hasil observasi tersebut, peneliti memperoleh fakta bahwa guru menyampaikan materi dengan metode ceramah. Guru menjelaskan materi dengan menulisnya di papan tulis kemudian setelah selesai siswa mencatat di buku masingmasing. Guru terkesan hanya menjelaskan langkah-langkah penyelesaiannya tanpa mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini berdampak pada saat siswa mengerjakan soal latihan. Banyak siswa yang masih salah saat mengerjakan sehingga guru harus menjelaskan kembali materi tersebut. Beberapa siswa sudah aktif bertanya kepada guru saat mengalami kesulitan, namun ada juga siswa yang pasif dan hanya diam saja. Hasil observasi tersebut menguatkan pendapat peneliti bahwa pembelajaran matematika seharusnya kehidupan siswa sehari-hari. Peneliti mengaitkan konsep dengan melakukan penelitian tentang

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan dengan menerapkan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Penelitian ini merupakan lanjutan penelitian tahun lalu oleh Nofi Rumianti yang berjudul Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD N Daratan Minggir Sleman. Peneliti melakukan penelitian dengan judul “Keefektifan pendekatan PMRI terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SD N Berbah 2 Sleman pada pembelajaran Matematika materi penjumlahan pecahan”. 1.2 Batasan Permasalahan Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah keaktifan dan hasil belajar dari segi kognitif. Sasaran penelitian adalah siswa kelas IV SD N Berbah 2 Sleman pada saat pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah dan Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penjumlahan pecahan dengan penyebut sama dan berbeda. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 1. Bagaimana keterlaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI di kelas 4 SD N Berbah 2 Sleman?; 2. Apakah penggunaan pendekatan PMRI efektif dalam pembelajaran matematika materi pecahan di kelas 4 SD N Berbah 2 Sleman? 1.4 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu: 1. Mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI di kelas 4 SD N Berbah 2 Sleman; 2. Mengetahui keefektifan penggunaan pendekatan PMRI pada materi pecahan di kelas IV SD N Berbah 2 Sleman. 1.5 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Manfaat dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu: 1. Manfaat Teoritis a. Menambah pengetahuan, pengalaman dan wawasan mengenai pendekatan PMRI. b. Dapat dijadikan bahan perbandingan untuk penelitian selanjutnya.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti Melalui penelitian ini, diharapkan peneliti mampu menambah pengalamannya, mampu menggunakan pendekatan yang efektif dengan materi yang akan diajarkan kepada peserta didik. b. Bagi Program Studi Penelitian ini dapat menambah referensi skripsi yang ada di perpustakaan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. c. Bagi guru sekolah dasar Penelitian ini diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi guru kelas IV terutama pada pelajaran matematika untuk menggunakan pendekatan PMRI. 1.6 Definisi Operasional 1. Keefektifan pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang ditetapkan oleh guru, dilihat melalui hasil belajar dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran yang dilakukan. 2. PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) adalah suatu pendekatan yang diadaptasi dari RME, diselaraskan dengan kondisi budaya, geografi, dan kehidupan masyarakat Indonesia. 3. Keaktifan adalah bentuk keterlibatan siswa baik secara fisik maupaun psikis selama proses pembelajaran berlangsung.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 4. Hasil belajar adalah perubahan yang didapatkan siswa melalui proses belajar dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. 5. Matematika adalah suatu disiplin ilmu yang penting untuk dipelajari sehingga mampu memecahkan masalah sehari-hari dan mampu memajukan daya pikir manusia itu sendiri. 6. Pecahan adalah suatu bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk 𝑎 𝑏 , dengan a dan b merupakan bilangan bulat, b tidak sama dengan nol dan b bukan merupakan faktor dari a.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bagian landasan teori ini dibahas beberapa hal terkait dengan teoriteori dalam penelitian. Landasan teori ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Matematika Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan beragumentasi serta memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah sehari-hari (Susanto, 2013:184). Sementara Kurikulum 2006menyatakan bahwa matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Sedangkan matematika menurut Soedjadi (2000:24) adalah cabang ilmu eksak dan terorganisir secara sistematik yang mencakup tentang bilangan dan kalkulasi, penalaran logis, tentang fakta kuantitatif, masalah tentang ruangan, bentuk, mengenai struktur yang logik serta memiliki aturan yang ketat. Berdasarkan paparan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa matematika adalah suatu disiplin ilmu yang penting untuk dipelajari sehingga mampu memecahkan masalah sehari-hari dan mampu memajukan daya pikir manusia itu sendiri. Tujuan pembelajaran 8

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 matematika di sekolah dasar menurut Depdiknas (dalam Susanto, 2013 : 190) adalah: a. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep, dan mengaplikasikan konsep atau algoritme. b. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan atau pernyataan matematika. c. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan soluasi yang diperoleh. d. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk menjelaskan keadaan atau masalah. e. Memiliki sikap menghargai penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. 2.1.2 Pecahan Pecahan merupakan salah satu materi pokok dalam mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan SD/MI untuk aspek bilangan. Heruman (2010:43) menyebutkan bahwa pecahan adalah suatu bilangan rasional yang menyatakan bagian dari suatu benda yang utuh. Sedangkan Sukayati (2003:1) berpendapat bahwa pecahan adalah bagian dari bilangan rasional yang ditulis dalam bentuk bulat dan b tidak sama dengan nol. 𝑎 𝑏 dengan a dan b merupakan bilangan

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Marsigit (2009:23) menjelaskan bahwa pecahan adalah bilangan yang dinyatakan dalam bentuk a/b, dengan a dan b adalah bilangan bulat, b tidak samadengan 0, dan bukan faktor dari a. Bilangan a disebut pembilang dan b disebut penyebut. B tidak sama dengan 0 karena b merupakan unit dasar keutuhan, jika 0 berarti tidak ada unit lengkap yang dapat digunakan untuk membandingkan bagian-bagian lain. Berdasarkan paparan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa pecahan adalah suatu bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk dan b merupakan bilangan bulat dan b tidak sama dengan nol. 𝑎 𝑏 , dengan a 2.1.2.1 Operasi Penjumlahan Pecahan Sukayati (2003:12) menyebutkan bahwa operasi penjumlahan pada pecahan dibagi menjadi 2 yaitu penjumlahan pecahan dengan penyebut sama dan penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda. 1. Penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dapat dilakukan dengan menjumlahkan pembilangnya, sedangkan penyebutkan tetap. 2. Penjumlahan pecahan yang berpenyebut tidak sama dilakukan dengan menyamakan penyebutnya terlebih dahulu yaitu dengan mencari pecahan senilainya atau mencari KPK dari kedua penyebut. 2.1.3 Keaktifan Poerwaminta (1996:26) menyatakan bahwa keaktifan adalah kegiatan, aktivitas, kesibukan. Glasgow (dalam Gora dan Sunarto, 2009:10) menyatakan bahwa keaktifan dalam belajar adalah kerja keras

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 untuk mengambil tanggung jawab besar dalam proses belajarnya sendiri. Keaktifan dalam pembelajaran memfokuskan pada tanggung jawab proses pembelajaran pada si pelajar. Dimyati dan Mudjiono (1996:62) menyatakan bahwa keaktifan adalah keadaan siswa saat mencari, memperoleh, dan mengolah belajarnya sendiri. Dimyati dan Mudjiono (2006:45) mengatakan bahwa keaktifan dalam proses pembelajaran memiliki bentuk yang beraneka ragam, mulai dari kegiatan fisik sampai kegiatan psikis. Dari kegiatan fisik berupa membaca, mendengar, menulis, serta berlatih keterampilan-keterampilan. Sedangkan contoh kegiatan psikis misalnya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, membandingkan suatu menyimpulkan.Bruner konsep (dalam dengan Utami,2010) yang lain berpendapat serta bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui aktivitas langsung akan cenderung bertahan lama (lama untuk diingat) daripada pengetahuan yang diperoleh melalui aktivitas mendengarkan (hafalan). Berdasarkan paparan di atas peneliti menyimpulkan bahwa keaktifan adalah bentuk keterlibatan siswa baik secara fisik maupaun psikis selama proses pembelajaran berlangsung. 2.1.3.1 Indikator Keaktifan Daryanto dan Rahardjo (2012: 4) menjelaskan indikator keaktifan terdiri dari: 1) partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, seperti: ikut serta menentukan tujuan kegiatan belajar, ikut serta dalam

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 melaksanakan kegiatan belajar, dan partisipasi siswa dalam mengambil keputusan, 2)interaksi siswa dengan antar individu seperti guru atau siswa lainnya, seperti dalam kegiatan berkomunikasi, dan 3) siswa menangani atau menyelesaikan masalah pribadi baik yang berhubungan ataupun tidak berhubungan dengan pelajaran. Sanjaya (2006: 140), indikator keaktifan terlihat dari keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Keterlibatan tersebut antara lain: keterlibatan fisik, mental, emosional, maupun intelektual. Contoh keterlibatan siswa antara lain: 1) siswa memperhatikan guru ketika menjelaskan pelajaran, 2) siswa menyelesaikan setiap tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, 3) siswa melakukan kerjasama atau diskusi dalam kelompok, 4)siswa terlibat dalam kegiatan mencari sumber belajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran 5) siswa memanfaatkan sumber belajar yang tersedia dalam belajar, 6) siswa menjawab dan mengajukan pertanyaan kepada guru ataupun siswa lainnya dalam pembelajaran, 7) siswa berusaha memecahkan masalah yang diajukan atau timbul selama proses pembelajaran, dan 8) keterlibatan siswa dalam mengevaluasi sendiri hasil pembelajaran yang telah dilakukan Nana Sudjana (2009: 61), menjelaskan kegiatan yang menunjukkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yaitu: 1) siswa turut serta dalam melaksanakan tugas belajar dalam proses belajar, 2) siswa terlibat dalam pemecahan dalam kegiatan belajar, 3) siswa bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak mengalami persoalan yang dihadapinya, 4) siswa berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 pemecahan persoalan yang sedang dihadapinya, 5) siswa melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru, 6) siswa melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal dalam kegiatan belajar, dan 7) siswa menerapkan apa yang telah diperolehnya dalam menyelesaikan tugas. Berdasarkan penjelasan dari beberapa ahli tersebut maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa indikator keaktifan siswa adalah sebagai berikut. 1) aktivitas-aktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran, 2) partisipasi atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, 3) interaksi dalam proses pembelajaran, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru, dan 4) interaksi dalam proses pembelajaran, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru 2.1.4 Hasil Belajar 2.1.4.1 Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2004:22). Sementara Wina Sanjaya (2003:27) mengungkapkan bahwa hasil belajar merupakan gambaran siswa dalam memenuhi suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar dalam suatu kompetensi dasar. Hasil belajar adalah hasil akhir setelah mengalami proses belajar, dimana tingkah laku itu tampak dalam bentuk perubahan yang diamati dan diukur. Nawawi (dalam Susanto 2013:5) mengartikan hasil belajar sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 sejumlah materi pelajaran tertentu. Sedangkan Sudjana (2009: 81) menjelaskan bahwa hasil belajar merupakan ukuran kuantitatif yang mewakili kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Hasil belajar menunjukkan suatu hasil atau nilai yang diperlihatkan siswa menempuh pengalaman belajarnya. Hal itu mengungkapkan bahwa hasil belajar tersebut menunjukkan seseorang yang telah mengalami suatu proses belajar-mengajar akan memperoleh suatu perubahan dalam dirinya, terutama perbuatan, dan orang yang mengalami perubahan tersebut dianggap telah memperoleh hasil belajar. Berdasarkan paparan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan yang didapatkan siswa melalui proses belajar berupa perubahan dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. 2.1.5 Keefektifan Pembelajaran Keefektifan berasal dari kata efektif. Asmani (2010:61) menyebutkan bahwa efektif berarti proses pembelajaran tersebut bermakna bagi siswa. Keadaan aktif dan menyenangkan tidak cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:284) kata efektif mempunyai arti ada efek, pengaruh, atau akibat, selain itu efektif juga diartikan dapat membawa hasil, atau berhasil guna. Daryanto (2013:167) menyebutkan bahwa pembelajaran dikatakan efektif jika siswa dapat belajar melalui bekerja, belajar, dan hidup bersama

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 dengan lingkungannya. Sementara Susanto (2013: 185) menyatakan bahwa pembelajaran efektif merupakan tolak ukur keberhasilan guru dalam mengelola kelas. Sedangkan Sadiman (dalam Trianto, 2009:20) menyebutkan bahwa keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah pelaksanaan proses belajar mengajar. Keefektifan bisa diartikan tingkat keberhasilan yang dapat dicapai dari suatu cara atau usaha tertentu sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Berdasarkan paparan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa keefektifan pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang ditetapkan oleh guru, dilihat melalui hasil belajar dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran yang dilakukan. 2.1.6 Pendekatan PMRI 2.1.6.1 Pendekatan Pembelajaran Gulo dalam Siregar (2010:75) mengemukakan bahwa pendekatan pembelajaran adalah suatu pandangan dalam mengupayakan cara siswa berinteraksi dengan lingkungannya. Wallace (dalam Asmani, 2010:31) menyebutkan bahwa pendekatan pembelajaran dibagi menjadi 2, yaitu pendekatan konservatif dan pendekatan liberal. Pendekatan konservatif memandang bahwa proses pembelajaran yang dilakukan sebagaiman umumnya yaitu guru mengajarkan materi kepada siswanya. Pendekatan liberal adalah pendekatan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan startegi dan keterampilan belajarnya.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Menurut peneliti, pendekatan pembelajaran adalah suatu pandangan mengenai proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkreasi secara terbimbing ataupun secara mandiri. 2.1.6.2 Pengertian PMRI Suryanto (2010:37) menyatakan bahwa Pendidikan Matematika Realistik Indonesia adalah pendidikan matematika sebagai adaptasi dari RME yang diselaraskan dengan kondisi budaya, geografi, dan kehidupan masyarakat Indonesia. Pendekatan pembelajaran tersebut menekankan pada penemuan konsep-konsep atau prosedur-prosedur dalam matematika melalui masalah-masalah kontekstual. Pada kegiatan pembelajaran siswa aktif membangun pengetahuannya sendiri sedangkan guru hanya berperan sebagi fasilitator. Wijaya (2012:21) menyatakan bahwa dalam Pendidikan Matematika Realistik, permasalahan realistik digunakan sebagai fondasi dalam membangun konsep matematika atau sumber dalam pembelajaran (a source for learning ). Berdasarkan paparan ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa Pendidikan Matematika Realistik Indonesia adalah suatu pendekatan yang diadaptasi dari Realistic Mathematic Education (RME) dan disesuaikan dengan kondisi budaya Indonesia.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 2.1.6.3 Prinsip-Prinsip Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) PMRI mempunyai beberapa prinsip, yaitu: a) Guided Reinvention (Penemuan Kembali secara Terbimbing) Prinsip ini menekankan pada “penemuan kembali” secara terbimbing. Melalui masalah yang realistik (yang dapat dibayangkan atau dipahami siswa), siswa diberi kesempatan untuk membangun dan menemukan kembali ide-ide dan konsep matematis (Suryanto, 2010:42). Siswa seolah-olah berperan sebagai seorang penemu dan guru hanya berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa mencapai tujuan pembelajaran. b) Progressive Mathematization (Matematisasi Progresif) Prinsip ini menekankan proses matematisasi. Matematisasi bisa diartikan sebagai proses mematematikakan suatu konteks, yaitu proses menerjemahkan suatu konteks menjadi konsep matematika (Wijaya, 2011:32). Dikatakan progresif karena terdiri atas dua langkah yang berurutan, yaitu (i) matematisasi horisontal dan (ii) matematisasi vertikal. Matematisasi horisontal adalah suatu proses mematematikakan suatu konteks yang berawal dari masalah kontekstual dan berakhir pada matematika formal. Sedangkan matematisasi vertikal adalah suatu proses mematematikakan konteks dari matematika formal ke matematika formal yang lebih luas (Suryanto, 2010:42).

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 c) Didactial Phenomenology (Fenomenologi Didaktis ) Prinsip ini menekankan fenomena pembelajaran yang bersifat mendidik dan menekankan pentingnya masalah kontekstual untuk memperkenalkan topik-topik matematika kepada siswa (Suryanto, 2010:42). Tujuan dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI adalah pengalaman belajar yang bermakna, proses yang bermakna dan sikap positif terhadap matematika. Pembelajaran tidak lagi berpusat kepada guru tetapi berpusat pada siswa. d) Self Development Model (Membangun Sendiri Model) Terdapat 2 model dalam pendekatan PMRI, yaitu model of dan model for.Model of masih bisa disebut dengan matematika informal (Suryanto, 2010:43). Model of memberikan informasi dari masalah yang kontekstual atau erat dengan sesuatu yang bersifat konkret. Sedangkan model for adalah model yang sudah sangat erat dengan matematika formal. 2.1.6.4 Karakteristik PMRI PMRI mempunyai 5 prinsip, yaitu: a) Penggunaan Konteks Konteks yang dimaksud adalah lingkungan siswa yang nyata baik aspek budaya maupun aspek geografis (Suryanto, 2010:44). Konteks atau permasalahan realistik digunakan sebagai titik awal pembelajaran matematika (Wijaya, 2012:21). Suatu masalah dikatakan realistik apabila masalah tersebut dapat dibayangkan atau nyata dalam pikiran siswa.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Penggunaan konteks pada awal pembelajaran berfungsi untuk membantu siswa menemukan konsep. Penggunaan konteks di tengah pembelajaran berfungsi untuk memantapkan konsep yang telah dibangun pada kegiatan awal. Penggunaan konteks di akhir pembelajaran berfungsi untuk mengembangkan kemampuan yang telah dibangun dan dipahami. b) Penggunaan Model Penggunaan model berfungsi sebagai jembatan (bridge)dari matematika tingkat konkrit ke matematika formal (Wijaya, 2012:22). Secara umum terdapat 2 model, yaitu model of dan model for. Model yang serupa atau mirip dengan masalah nyatanya disebut model of sedangkan model yang sudah lebih umum, yang mengarahkan siswa ke pemikiran abstrak atau matematika formal disebut model for (Suryanto, 2010:44). c) Penggunaan Kontribusi Siswa Freudenthal (dalam Wijaya, 2012:22) menyebutkan bahwa matematika bukan diberikan kepada siswa sebagai suatu produk yang siap dipakai namun sebagai suatu konsep yang dibangun oleh siswa. Siswa memiliki kebebasan untuk mengembangkan strategi pemecahan masalah sehingga diharapkan akan diperoleh strategi yang bervariasi. d) Interaktivitas Pemanfaatan interkasi dalam pembelajaran matematika bermanfaat dalam mengembnagkan kemampuan kognitif dan afektif siswa secara simultan. Proses belajar siswa akan singkat dan bermakna ketika siswa saling mengkomunikasikan (Wijaya,2012:23). hasil kerja dan gagasan mereka

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 e) Keterkaitan Pendidikan Matematika Realistik menempatkan keterkaitan antar konsep matematika sebagai hal yang harus dipertimbangkan dalam proses pembelajaran (Wijaya,2012:23). Melalui keterkaitan ini, satu pembelajaran matematika diharapkan bisa mengenalkan dan membangun lebih dari satu konep matematika secara bersamaan. 2.2 Penelitian-Penelitian yang Relevan Anindita(2013), melakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD BOPKRI Demangan III. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan kemunculan indikator-indikator setiap karakteristik PMRI pada implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD BOPKRI Demangan III dapat berjalan sesuai dengan rancangan dalam perangkat pembelajaran. Indikator-indikator pada setiap karakteristik PMRI sudah muncul dalam proses pembelajaran. Indikator dari karakteristik penggunaan konteks muncul sangat maksimal dengan presentase 77,8%. Indikator dari karakteristik penggunaan kontribusi siswa muncul sangat maksimal dengan presentase 81,7%. Indikator dari karakteristik penggunaan interaktifitas siswa muncul sangat maksimal

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 dengan presentase 83,2%. Dan indikator dari karakteristik penggunaan keterkaitan muncul sangat maksimal dengan presentase 91,7%. Indrarini (2013), melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan kerjasama dan prestasi belajar siswa dengan menggunakan pendekatan PMRI pada siswa kelas IVB SDN Denggung, Tridadi, Sleman, Yogyakarta pada tahun ajaran 2012/2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kerjasama siswa dari kondisi awal ke akhir siklus II setelah diberi tindakan menggunakan pendekatan PMRI adalah sebesar 14,39. Hasil penelitian tentang prestasi belajar siswa menunjukkan bahwa setelah diberi tindakan menggunakan pendekatan PMRI terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa dan presentase siswa mencapai KKM dari kondisi awal ke akhir siklus II. Peningkatan nilai ratarata siswa sebesar 33,55 dan presentase siswa yang mencapai KKM meningkat sebesar 71,22. Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar siswa tersebut menunjukkan bahwa pendekatan PMRI sesuai untuk diterapkan pada mata pelajaran Matematika pada kelas IV Sekolah Dasar. Widiyanto (2011), melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan geometri dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan suatu peingkatan dari satu siklus ke siklus selanjutnya baik dari segi keterlibatan siswa atau keaktifan maupun prestasi belajar siswa. Data keterlibatan aktif siswa pada siklus I menunjukkan prestasi sebesar 73,46% dan pada siklus II menunjukkan peningkatan menjadi sebesar 86,15%. Data tentang prestasi belajar siswa

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh 7,7 dengan ketuntasan belajar mencapai 100%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 8,4 dengan ketuntasan belajar mencapai 95%. Berdasarkan hasil penelitian yang dicapai maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan pendekatan realistik dapat meningkatkan keterlibatan aktif siswa yang disertai peningkatan prestasi belajar siswa. Nareswara (2013), melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran koopeartif tipe investigasi kelompok berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar dan mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok berpengaruh secara signifikan terhadap keaktifan pada mata IPS tentang materi aktivitas-aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam pada siswa kelas IV SD Negeri Tamanan 1 Yogyakarta pada tahun ajaran 2012/2013.hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok berpengaruh terhadap prestasi belajar. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) prestasi belajar < 0,05 yaitu 0,001. Sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan kata lain model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Selain itu pada kekatifan, hasil analisis statistik menunjukkan signifikansi data harga sig.(2-tailed) > 0,05 yaitu 0,75. Sehingga H1 ditolak dan H0 diterima dengan kata lain bahwa model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok tidak berpengaruhn secara signifikan terhadap keaktifan.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Hasil-hasil penelitian yang telah dipaparkan di atas sangat relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Berdasarkan hasil penelitian Anindita (2013), indikator-indikator pada setiap karakteristik PMRI sudah muncul dalam proses pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti adalah mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat keefektifan pendekatan PMRI yang ditinjau dari keaktifan dan hasil belajar. Hal ini didukung oleh hasil penelitian dari Indrarini (2013, Widiyanto (2011), dan Nareswara (2013). Berdasarkan penjelasan di atas, maka penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah keefektifan penggunaan pendekatan PMRI terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas 4 SD N Berbah 2 Sleman. Relevansi penelitian-penelitian terdahulu dengan penelitian ini tampak pada Literature Map berikut.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Keaktifan dan Hasil Belajar Pendekatan PMRI Anindita (2013) Widiyanto (2011) Implementasi perangkat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI Penerapan pendekatan realistik untuk meningkatkan hasil belajar Indrarini (2013) Nareswara (2013) Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar dengan menggunakan pendekatann PMRI Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok terhadap prestasi belajar dan keaktifan Yang akan diteilti: Keefektifan pendekatan PMRI terhadap keaktifan dan hasil belajar Gambar 2.1 Literature Map Penelitian–Penelitian Terdahulu

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2.3 Kerangka Berpikir Salah satu mata pelajaran yang ada disetiap jenjang pendidikan adalah matematika. Belajar matematika berguna untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan angka. Pembelajaran matematika hendaknya dikaitkan dengan kehidupan siswa sehari-hari. Pembelajaran yang menyampaikan materi dengan menggunakan konteks yang dekat dengan kehidupan siswa sehari-hari adalah pendekatan PMRI. Guru dapat menggunakan benda-benda konkret untuk membantu pemahaman siswa. Siswa dapat membangun konsep sendiri dengan bantuan media nyata dan melalui permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa sehari-hari. Melalui PMRI, siswa diajak untuk belajar matematika melalui masalah-masalah realistik, yaitu masalah yang nyata atau dapat dibayangkan oleh siswa. Penggunaan konteks yang dekat dengan kehidupan siswa sehari-hari dapat menarik perhatian siswa dan membangkitkan motivasi siswa saat belajar. Kenyataannya pembelajaran matematika sekarang ini kurang mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan siswa sehari-hari. Peneliti menerapkan pendekatan PMRI pada pembelajaan matematika materi pecahan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektifan pendekatan PMRI tersebut terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 2.4 Hipotesis Penelitian Hipotesis merupakan kesimpulan sementara sebelum kesimpulan yang sesungguhnya didapatkan, atau dapat juga disebut dengan dugaan sementara hasil penelitian. Hipotesis dalam penelitian ini adalah penggunaan pendekatan PMRI efektif terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SD N Berbah 2 Sleman pada pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 3 METODE PENELITIAN Bab ini akan menguraikan tentang metode penelitian yang terdiri dari jenis penelitian, waktu dan tempat peneltian, variabel penelitian, data penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan sebuah penelitian yang datanya berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik (Sugiyono, 2008 : 7). Metode yang digunakan peneliti adalah metode eksperimen. Metode eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono, 2008 : 72). Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimentalkarena peneliti tidak dapat. mengontrol variabel luar selain variabel penelitian. Desain penelitian adalahnonequivalent control group design.Desain dalam penelitian ini tergambar seperti di bawah ini: O1 X O2 -------------------O3 O4 Gambar 3.1 : desain non-equivalen control group design (Sugiyono, 2008: 79) 27

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Keterangan: O1 merupakan derajat hasil pretest kelompok eksperimen O2 merupakan derajat hasil posttest kelompok eksperimen O3 merupakan derajat hasil pretest kelompok kontrol O4 merupakan derajat hasil posttest kelompok kontrol X merupakan proses pembelajaran menggunakan metode eksperimen Kelas yang mendapatkan perlakuan merupakan kelas eksperimen sedangkan kelas yang tidak mendapatkan perlakuan adalah kelas kontrol. Kedua kelas ini diberikan soal pretest dan posttest yang sama, kemudian dibandingkan hasilnya. 3.2 Waktu dan Tempat 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2014. 2. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD N Berbah 2 yang beralamat di daerah Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman. 3.3 Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek/obyek, mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 kesimpulannya (Sugiyono, 2008 : 80). Populasi dalam penelitian ini adalah kelas 4 SD N Berbah 2 Sleman yang berjumlah 60 siswa. 2. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2008:81). Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Samplingyaitu teknik sampling sederhana yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi (Kasmadi, 2013:66). Teknik sampling ini akan memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan cara diundi. Kelas 4A mewakili populasi untuk mendapatkan perlakuan berupa penggunaan pendekatan PMRI dalam proses pembelajaran. Kelas 4B mewakili populasi untuk tidak mendapatkan perlakuan dalam proses pembelajarannya. Kegiatan pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol dilaksanakan oleh guru mitra karena guru mitra lebih mengenal karakter siswa yang akan diteliti dan peneliti berperan sebagai pengamat. 3.4 Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang diteliti. Kedua variabel tersebut adalah: 1. Variabel Independen (variabel bebas) adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab timbulnya variabel terikat.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan pendekatan PMRI. 2. Variabel Dependen (variabel terikat) merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel independen (variabel bebas). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keaktifan dan hasil belajar siswa. 3.5 Data penelitian Dalam penelitian ini, terdapat 2 jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualitatif berupa transkripsirekaman pembelajaran di kelas eksperimen, sedangkan data kuantitatif berupa: 1. Data Keaktifan Data keaktifan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keaktifan siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Data keaktifan ini diperoleh dari 2 instrumen, yaitu kuesioner dan pengamatan. 2. Data Hasil Belajar Siswa Data hasil belajar diperoleh melalui tes yang berupa pretest dan posttest. Pretest diberikan kepada siswa sebelum mendapatkan materi penjumlahan pecahan sedangkan posttest diberikan kepada siswa setelah mendapatkan materi penjumlahan pecahan. 3. Data Keterlaksanaan Pembelajaran Data keterlaksanaan pembelajaran digunakan untuk melihat sejauhmana karakteristik PMRI muncul dalam proses pembelajaran di

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 kelas selama menggunakan pendekatan PMRI. Data ini diperoleh melalui observasi. 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi 2, yaitu instrumen data kuantitatif dan instrumen data kualitatif. 1. Instrumen data kuantitatif a. Lembar Pengamatan Keterlaksanaan Pengamatan keterlaksanaan digunakan untuk melihat sejauhmana karakterisitik PMRI muncul dalam proses pembelajaran. Lembar pengamatan keterlaksanaan disusun berdasarkan kisi-kisi di bawah ini. Tabel 3.1 Kisi-Kisi Lembar Keterlaksanaan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Karakteristik PMRI PMRI 1 Awal PMRI 4 PMRI 2 PMRI 2 Inti PMRI 4 PMRI 3 PMRI 4 Aspek yang diamati Guru menyajikan masalah kontekstual atau soal cerita secara lisan atau tertulis. (Penggunaan Konteks) Guru membangkitkan motivasi belajar siswa dengan kegiatan yang menarik. (Interaktifitas) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan penyelesaianpenyelesaian masalah yang berbeda-beda. (Penggunaan Model) Guru membimbing siswa untuk menggunakan model-model yang dikembangkan oleh siswa untuk membangun suatu prosedur penyelesaian. (Penggunaan Model) Guru memberi kebebasan kepada siswa untuk saling berdiskusi berkaitan dengan materi yang diajarkan. (Interaktifitas) Guru memberi kebebasan kepada siswa untuk menemukan cara menyelesaikan soal yang diberikan. (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menggunakan model-model yang dibangun oleh siswa untuk masalah kontekstual yang diberikan. No. Pernyataan 1 2 3 4 4 5 6

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 PMRI 4 PMRI 5 PMRI 5 PMRI 3 Akhir PMRI 5 (Interatikfitas) Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk saling bertanya jawab. (Interaktivitas) Guru mengaitkan konsep matematika satu dengan konsep matematika lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. (Keterkaitan) Guru mengaitkan konsep matematika dengan konsep dari mata pelajaran lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. (Keterkaitan) Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.(PemanfaatanKonstruksiSiswa) Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) 7 8 9 10 11 Keterangan: PMRI1 = Penggunaan konteks PMRI2 = Penggunaan model PMRI3 = Pemanfaatan hasil konstruksi siswa PMRI4 = Interaktivitas PMRI5 = Keterkaitan b. Lembar Tes Hasil Belajar Tabel 3.2 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai KTSP Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan 6.3 Menjumlahkan pecahan masalah Tabel 3.3 Kisi-Kisi Soal No Indikator Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama Nomor Soal 1, 2a Jumlah Soal 2 Keterangan Tarif kesukaran: 1. Mudah:no soal 2a, 3 2. Sedang:no soal 1,4,5 3. Mudah:no soal 2b,2c

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 b. Menemukan pola penjumlahan berbeda dengan penyebut c. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika d. Menjumlahkan da pecahan Afektif 2b,2c 2 1,2 2 3,4,5 3 Kriteria penilaian terdapat pada rubrik penilaian afektif a. Menemukan pola penjumlahan dengan semangat kerja sama b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. c. Menunjukkan sikap tanggung jawab ketika bekarja mengerjakan tugas individu Psikomotor a. Mendemonstrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan menggunakan media b. Menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisan yang rapi Jumlah soal evaluasi Soal untuk indikator c tidak dihitung karena sudah terhitung di indikator a dan b Kriteria penilaian terdapat pada rubrik psikomotor 5 Soal evaluasi ini sebelum digunakan untuk penelitian diuji dahulu tingkat valid dan reliabelnya. Pengujian ini dilakukan di atas kelas yang digunakan untuk penelitian, yaitu kelas 5 SD N 1 Kebon Dalem Lor.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 c. Lembar Pengamatan Keaktifan Pengamatan keaktifan dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Lembar pengamatan disusun berdasarkan kisi-kisi di bawah ini. Tabel 3.4 Kisi-Kisi Lembar Pengamatan Keaktifan Aspek Indikator Keaktifan Aktivitas siswa Aktivitas-aktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran Partisipasi atau keterlibatan siswa Partisipasi atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran Interaksi Interaksi dalam proses pembelajaran, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru Deskriptor keaktifan Siswa membaca sumber belajar yang tersedia Siswa menulis atau mencatat hal-hal penting selama proses belajar Siswa melakukan kerjasama atau diskusi tentang sesuatu dengan siswa lain dalam kelompok Siswa melakukan kegiatan belajar sendiri Siswa memecahkan masalah yang dihadapi selama kegiatan belajar Siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada secara optimal dalam belajar Siswa memperhatikan presentasi hasil kerja kelompok Siswa ikut serta mengambil keputusan dalam berdiskusi Siswa memberikan kontribusi cara penyelesaian masalah yang berbeda-beda Siswa berpartisipasi memberikan informasi atau pendapat dalam kegiatan diskusi Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru atau siswa lain Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru atau siswa lainnya Siswa menanggapi pendapat dari siswa lain Siswa membantu teman yang mengalami kesulitan dalam belajar d. Lembar Kuesioner Keaktifan Instrumen kuesioner memuat tentang indikator-indikator keaktifan siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan. Sebelum digunakan, instrumen ini terlebih dahulu melalui tahapan Expert Judgment ke 3 ahli yaitu ahli psikologi dan ahli evaluasi pembelajaran.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Tabel 3.5 Kisi-kisi Kuesioner Aspek Indikator Keaktifan Aktivitasaktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran Aktivitas siswa Partisipasi atau keterlibatan siswa Partisipasi atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran Interaksi Interaksi dalam proses pembelajaran, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru 2. Deskriptor keaktifan Siswa membaca sumber belajar yang tersedia Siswa mendengarkan ketika guru sedang menjelaskan materi Siswa menulis atau mencatat hal-hal penting selama proses belajar Siswa menyelesaikan setiap tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan Siswa melakukan kerjasama atau diskusi tentang sesuatu dengan siswa lain dalam kelompok Siswa melakukan kegiatan belajar sendiri Siswa memecahkan masalah yang dihadapi selama kegiatan belajar Siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada secara optimal dalam belajar Siswa memperhatikan presentasi hasil kerja kelompok Siswa ikut serta mengambil keputusan dalam berdiskusi Siswa memberikan kontribusi cara penyelesaian masalah yang berbedabeda Siswa mencari sumber belajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran Siswa berpartisipasi memberikan informasi atau pendapat dalam kegiatan diskusi Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru atau siswa lain Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru atau siswa lainnya Siswa menanggapi pendapat dari siswa lain Nomor Pernyataan Favorable Unfavorable 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Instrumen data kualitatif Instrumen data kualitatif dalam penelitian ini adalah dokumentasi proses pembelajaran dan transkrip video pembelajaran. Penggunaan data kualitataif ini untuk mendukung data kuantitatif yang telah didapatkan saat proses penelitian.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Soal-soal yang digunakan dalam instrumen penelitian ini telah diujicobakan ke kelas V SDN 1 Kebondalem Lor yang berjumlah 22 siswa. 1. Penentuan Validitas Instrumen Validitas suatu instrumen penelitian adalah derajat yang menunjukkan dimana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur (Sukardi, 2011: 122). Validitas dibagi menjadi 3 yaitu validitas isi, validitas konstruk, dan validitas kriteria. Dalam penelitian ini, yang digunakan adalah validitas isi dan validitas konstruk. Validitas isi disusun berdasarkan konsultasi ahli (expert judgment). Sedangkan untuk mempermudah perhitungan validitas konstruk, peneliti menggunakan SPSS Statistic 20 dengan hasil perhitungan sebagai berikut: Tabel 3.6 Hasil Perhitungan Validitas SDN 1 Kebondalem Lor No. 1 2 3 4 5 6 7 Variabel Hasil belajar Pearson Correlation 0,548** 0,327 0,900** 0,892** 0,396 0,730** 0,730** Sig.(2-tailed) 0,008 0,138 0,000 0,000 0,068 0,000 0,000 Keputusan Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Dari hasil perhitungan di atas diperoleh bahwa 5 soal dinyatakan valid dan 2 soal dinyatakan tidak valid. Analisis validitas dilakukan

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 dengan membandingkan Sig.(2-tailed) dengan 0,05. Apabila Sig.(2tailed)< 0,05, maka termasuk ke dalam kriteria valid. 2. Penentuan Reliabilitas Instrumen Penentuan reliabilitas instrumen menggunakan teknik Alpha Cronbach. Hasil perhitungan reliabilitas di SDN 1 Kebondalem Lor adalah: Tabel 3.7 Hasil perhitungan reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,865 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items ,858 N of Items 5 Dari hasil Alpha Cronbach di atas reliabilitas pengujian untuk SDN 1 Kebondalem Lor termasuk ke dalam kategori tinggi (Masidjo, 1995:209). 3.8Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh data kuantitatif dan data kualitatif. 1. Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif a. Tes Data hasil belajar siswa diambil dengan menggunakan suatu instrumen berupa tes hasil belajar siswa. Tes hasil belajar yang digunakan

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 dalam penelitian ini adalah tes bentuk uraian yang berjumlah 5 soal. Dengan tes uraian, siswa dapat mengembangkan model sendiri seperti salah satu karakteistik PMRI. Dalam penelitian ini menggunakan soal pretest dan soal posttest. Soal pretest diberikan pada awal pembelajaran sebelum siswa mendapatkan materi penjumlahan pecahan sedangkan soal posttest diberikan setelah proses pembelajaran selesai dilakukan. Soal pretest dan soal posttest merupakan soal yang sama. b. Penyebaran Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan/pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono,2008:142). Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data keaktifan siswa saat mengikuti pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan. Kuesioner diberikan kepada seluruh siswa kelas 4 yang menjadi kelas eksperimen maupun kelas kontrol. c. Pengamatan Data Keaktifan dan Keterlaksanaan Data keaktifan melalui pengamatan meliputi keaktifan seluruh siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Data keterlaksanaan juga diperoleh melalui pengamatan oleh peneliti. Data keterlaksanaan digunakan untuk melihat sejauhmana karakteristik PMRI dilaksanakan dalam proses pembelajaran. 2. Teknik Pengumpulan Data Kualitatif Teknik pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan melihat rekaman video pembelajaran. Rekaman video tersebut kemudian

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 ditranskripsi ke dalam kalimat-kalimat percakapan. Kalimat percakapan tersebut menunjukkan karakteristik PMRI yang muncul dalam pembelajaran. 3.9 Teknik Analisis Data 3.9.1 Teknik Analisis Data Kuantitatif Langkah-langkah dalam melakukan analisis data kuntitatif meliputi: 3.9.1.1 Teknik analisis data menggunakan bantuan program SPSS 20 for windows. 1. Uji Normalitas Uji normalitas data dengan menggunakan teknik Kolmogorov- Smirnov. Hipotesis nol dan hipotesis alternatif dalam penelitian ini adalah: 𝐻0 𝐻1 : Data tidak berdistribusi normal : Data berdistribusi normal Kriteria yang digunakan dalam teknik Kolmogorov-Smirnov antara lain : a. Jika harga sig. (2-tailed) >0,05, distribusi data normal. Jika distribusi data normal, teknik statistik inferensial yang digunakan adalah statistik parametrik uji t. b. Jika harga sig.(2-tailed)≤ 0,05, distribusi data tidak normal. Jika distribusi data tidak normal, teknik statistik yang digunakan adalah statistik nonparametrik Mann-Whitney atau Wilcoxon .

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 2. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah kedua data memiliki dasar yang sama untuk dilakukan pembandingan. Uji ini dilakukan dengan menganalisis pretest dan posttest baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Hipotesis nol dan hipotesis alternatif dalam penelitian ini adalah. H0 : Varians tidak homogen H1 : Varians homogen Kriteria untuk menguji homogenitas yaitu: a. Jika harga sig. (2-tailed)> 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain keduanya memiliki homogenitas data. b. Jika harga sig. (2-tailed)≤0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan kata lain, tidak ada homogenitas data. 3. Uji Statistik 3.1 Uji perbedaan nilai rata-rata pretest Uji perbedaan data pretest dilakukan untuk mengetahui apakah kedua datamemiliki dasar yang sama sehingga memungkinkan untuk dilakukan pembandingan. Uji perbedaan ini dilakukan dengan

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 menganalisis hasil pretest yang dilakukan oleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Syarat atau kriteria untuk menilai perbedaan data yaitu: a. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan kata lain antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki perbedaan data. b. Jika harga sig.(2-tailed) ≤ 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki perbedaan data. 3.2 Uji perbedaan nilai rata-rata pretest ke posttest Uji perbedaan pretest ke posttest digunakan untuk memastikan apakah ada kenaikan yang terjadi dalam kelompok kontrol dan eksperimen dengan membandingkan hasil skor pretest ke postest. Perbandingan tersebut menggunakan kriteria sebagai berikut. a. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest ke posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara nilai pretest ke posttest. b. Jika harga sig.(2-tailed) ≤ 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest ke posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara nilai pretest ke posttest.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 3.3 Uji pengaruh perlakuan Uji pengaruh perlakuan dilakukan untuk memastikan apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengambilan keputusan terhadap skor posttest berdasarkan nilai sig.(2-tailed). Jika harga sig.(2-tailed) ≤ 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan a. antara posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain perlakuan penggunaan pendekatan PMRI berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar Matematika. b. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Maka perlakuan penggunaan pendekatan PMRI tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar Matematika. Keefektifan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI dilihat menggunakan nilai sig.(1-tailed). Berikut merupakan pengambilan keputusan terhadap skor posttest berdasarkan nilai sig.(1-tailed). a. Jika t hitung> t tabel maka nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dari pada nilai rata-rata posttest kelas kontrol. b. Jika t hitung ≤t tabel maka nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih rendah dari pada nilai rata-rata posttest kelas kontrol.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 3.9.1.2 Teknik analisis hasil belajar berdasarkan KKM Analisis hasil belajar berdasarkan KKM dilakukan dengan membandingkan nilai yang diperoleh oleh siswa dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). KKM di SD N Berbah 2 adalah 65. Presentase yang lulus KKM dihitung dengan cara sebagai berikut: 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 = 3.9.1.3 Jumlah siswa yang lulus KKM X 100% Jumlah semua siswa Teknik analisis data kuesioner Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Pernyataan positif dan pernyataan negatif mempunyai koding (pemberian slor) yang berbeda. Untuk pernyataan positif, semakin setuju maka nilainya semakin tinggi. Sedangkan untuk pernyataan negatif, semakin setuju maka nilainya semakin rendah. Kemudian disesuaikan dengan kriteria yang sudah ditentukan. Tabel 3.8 Kriteria Penilaian Kuesioner No. Pernyataan Positif Skor Pernyataan Negatif Skor 1. 2. 3. 4. Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 4 3 2 1 Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju 1 2 3 4 Setelah dilakukan pemberian skor, taraf keaktifan ditentukan dengan menggunakan rentang skor PAP (Penilaian Acuan Patokan) tipe II di bawah ini:

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Tabel 3.9 Rentang Skor Keaktifan Persentase 81 % - 100 % 66 % -80 % 56 % - 65 % 46 % - 55 % Dibawah 46 % Rentang Skor 65 - 80 53 – 64 45 - 52 37 - 44 Dibawah 37 Kualifikasi Sangat aktif Aktif Cukup aktif Kurang aktif Sangat tidak aktif Data keaktifan juga diperoleh melalui pengamatan. Pengamatan dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Berikut ini merupakan kriteria keaktifan berdasarkan pengamatan: Tabel 3.10 Rentang Skor Pengamatan Keaktifan Persentase 81 % - 100 % 66 % -80 % 56 % - 65 % 46 % - 55 % Dibawah 46 % 3.9.1.4 Rentang Skor 10-12 8-9 6-7 4-5 Dibawah 4 Kualifikasi Sangat aktif Aktif Cukup aktif Kurang aktif Sangat tidak aktif Teknik analisis keterlaksanaan Analisis data keterlaksanaan ditentukan berdasarkan kriteria di bawah ini: Tabel 3.11 Rentang Skor Keterlaksanaan Persentase 81 % - 100 % 66 % -80 % 56 % - 65 % 46 % - 55 % Dibawah 46 % Rentang Skor 36 - 44 29 - 35 25 – 28 20 -24 Dibawah 20 Kualifikasi Sangat terlaksana Terlaksana Cukup terlaksana Kurang terlaksana Sangat tidak terlaksana 3.9.2 Analisis Data Kualitatif Analisis data kualitatif dalam penelitian ini adalah berupa transkrip video pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan selama 4 kali

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 pertemuan. Transkrip video berisi kalimat-kalimat percakapan yang terdapat dalam rekaman pembelajaran. Dilakukan reduksi data agar percakapan yang dituliskan memang menunjukkan karakteristik PMRI. Data kualitatif digunakan untuk mendukung data kuantitatif yang telah diperoleh ketika penelitian.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 4 HASIL PENELITIAN, ANALISIS, DAN PEMBAHASAN Bab IV berisi hasil penelitian, analisis, dan pembahasan penggunaan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Pembelajaran di Kelas Eksperimen 4.1.1.1 Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Dokumentasi Pertemuan 1 Alokasi waktu pada pertemuan pertama adalah 3 jam pelajaran atau 105 menit. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran seperti terlihat dalam kutipan berikut ini. Keterangan: G: Guru SS: Semua Siswa BS: Beberapa Siswa X1,2,3: Siswa ke 1,2,3 sesuai dengan nomor absen G: hari ini kita akan melanjutkan pelajaran kemarin yaitu tentang penjumlahan pecahan. 46

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Penyampaian tujuan pembelajaran termasuk ke dalam salah satu karakteristik PMRI yaitu penggunaan konteks. Interaktivitas terlihat ketika guru mengajak siswa untuk bermain mencari pasangan G : sebelum memulai pelajaran kita mau apa?nyanyi?main?. BS: yessss. Kegiatan motivasi dilakukan dengan menggunakan permainan yaitu permainan “Mencari Pasangan”. Setiap siswa diberikan satu potongan kertas, lalu mereka mecari teman yang sama warnanya kemudian potongan-potongan kertas tersebut disusun menjadi sebuah bentuk lingkaran. Lingkaran yang telah disusun menggambarkan sebuah bentuk pecahan. Setelah diketahui berapa nilai pecahannya, maka itu digunakan sebagai nama kelompok. Seperti terlihat dalam kutipan berikut ini G: Jika kalian mendapat pecahan adalah 50 100 50 100 , maka nama kelompok kalian paham?. S: Paham bu. G: Dalam hitungan ketiga, ketua kelompok maju ke depan untuk mengambil media. Gambar 4.1 Guru membimbing siswa menyusun pecahan

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Setelah semua kelompok mendapatkan media, guru berkata. G: “letakkan di tengah meja kalian dulu, baca soalnya kemudian selesaikan dengan menggunakan media tersebut”. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menggunakan media sesuai dengan ide kelompok masing-masing. Keterkaitan tampak pada saat guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi sebelumnya. Hal ini terlihat pada kutipan percakapan berikut ini, G: “dalam bentuk pecahan yang atas dinamakan pembilang dan yang bawah dinamakan penyebut”. Siswa mengerjakan soal dengan cara menggambar obyek yang ada pada setiap soal. Dengan cara seperti itu siswa merasa lebih mudah dalam menyelesaikan permasalahan. Penggunaan model yaitu model for terlihat saat siswa membuat gambar yang lebih mudah dimengerti. Di akhir pembelajaran, guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran hari ini. Seperti terlihat dalam kutipan berikut ini, G: hari ini kita telah belajar apa? SS: pecahan. G: pecahannya diapakan? SS: dijumlahkan G: Ya, penjumlahan pecahan”,guru menambahkan jawaban siswa. G: Bagaimana cara menjumlahkan pecahan dengan penyebut sama?, tanya guru. S: hanya dijumlahkan pembilangnya saja, penyebutnya tetap.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan merupakan salah satu karakteristik PMRI yaitu pemanfaatan konstruksi siswa. G: Siapa yang hari ini belajar dengan senang angkat tangan, tanya guru. (Beberapa siswa terlihat mengangkat tangannya.) G: Ya berarti kalian telah paham tentang penjumlahan berpenyebut sama. Kegiatan pembelajaran pertemuan pertama selesai, ditutup dengan salam. Pertemuan 2 Pertemuan kedua diawali dengan salam dan presensi. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru dengan baik. G: Kalau kemarin kita sudah belajar penjumlahan pecahan dengan penyebut yang ??.....yang??....yang?, tanya guru. SS: yang sama. G: Iya yang sama, hari ini kita akan belajar penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda . Penyampaian tujuan merupakan salah satu karakteristik PMRI yaitu penggunaan konteks.Pemberian motivasi terlihat pada kutipan berikut ini, G: sebelum belajar lebih lanjut,ini ada terang bulan tapi biar lebih seru kita nyanyi dulu ya,kita nyanyi yang mau dilombakan yaitu ambilkan bulan karna kita mau makan terang bulan ya. Pemberian motivasi merupakan salah satu karakteristik PMRI yaitu interaktivitas. Siswa bersama guru menyanyikan lagu tersebut sambil

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 bertepuk tangan. Setelah selesai bernyanyi, guru bercerita mengenai roti terang bulan. G: Ibu memiliki kue terang bulan,ibu membagi terang bulan menjadi 6 potong lalu ibu memberikan 2 potongan kue itu kepada dika beberapa saat kemudian dika menerima 1 potong kue lagi dari kaka, berapa banyak bagian kue terang bulan yang dimiliki dika sekarang? Guru menyajikan masalah kontekstual merupakan karakteristik penggunaan konteks. Gambar 4.2 Siswa membantu guru memotong kue terang bulan Dua siswa maju ke depan kelas untuk menyelesaikan permasalahan dalam cerita yang telah disampaikan oleh guru. Untuk memudahkan siswa menyelesaikan soal tersebut, ada sebuah roti terang bulan yang disediakan. Guru berkata, G: kalian akan dibagikan gambar terang bulan untuk membantu mengerjakan soal. Mereka bebas menggunakan media tersebut untuk membantu mendapatkan jawaban dari soal. Setelah dipastikan jawabannya tepat, guru

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 memberikan kesempatan untuk bertanya mengenai soal yang tadi diceritakan. Pada kegiatan ini muncul karakteristik penggunaan model.Ada kelompok yang menggunakan cara lain dalam mengerjakan soal. Guru memuji kelompok tersebut. G: ya..bagus,kalian sudah menerapkan cara yang berbeda,kalian sudah menggunakan cara menyamakan penyebutnya. Pemanfaatan konstruksi siswa merupakan salah satu karakteristik PMRI. Interaktivitas terlihat ketika kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya, S: teman–teman kelompok kami menemukan jawabanya yaitu bagian. 3 4 Karakteristik keterkaitan tampak ketika guru mengaitkan materi penjumlahan pecahan dengan materi KPK. G: sudah paham bagaimana cara menyamakan penyebutnya? 11 1 4 + 2 3 nah caranya dikali dengan KPK dari kok bisa ketemu 12 penyebutnya,penyebutnya berapa?, tanya guru. Siswa bersama guru menyimpulkan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berpenyebut berbeda. Kegiatan tersebut menunjukkan karakteristik pemanfaatan konstruksi siswa. Tampak pada kutipan berikut ini, G: nah kalau sudah Ibu akan mengulangi, kemarin kita sudah belajar mengenai pecahan yang berpenyebut sama dan sekarang kita sudah belajar menjumlahkan pecahan yang berpenyebut berbeda,jika menjumlah pecahan yang berpenyebut sama kita

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 tinggal menambahkan pembilangnya tetapi jika menjumlahkan dengan penyebut beda kita harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu dengan cara yang tadi,dengan apa anak – anak?. S: dengan KPK. Pertemuan 3 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. G: sudah siap belajar? Hari ini kita masih akan belajar mengenai penjumlahan pecahan. Penyampaian tujuan pembelajaran adalah penggunaan konteks pada karakteristik PMRI. Sebelum memulai pembelajaran, guru mengajak siswa untuk bermain kuis cepet tepat. Tampak pada kutipan berikut ini, G: kita akan kuis terlebih dahulu, nanti yang bisa menjawab akan ibu beri stiker bintang. Kegiatan kuis ini merupakan bentuk motivasi belajar siswa yang termasuk kedalam karakteristik interaktivitas. Siswa mendapatkan dua buah soal yang harus dikerjakan. Soal yang pertama dikerjakan dengan bantuan media papan pecahan dan soal yang kedua dikerjakan dengan cara sendiri. Terlihat pada kutipan berikut ini G: “yang nomor satu kalian kerjakan secara berkelompok menggunakan papan pecahan, yang nomor dua tidak menggunakan papan pecahan namun menggunakan cara kalian sendiri”. Dari kutipan tersebut tampak karakteristik PMRI yaitu penggunaan model.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Gambar 4.3 Siswa menggunakan papan pecahan untuk membantu menyelesaikan soal Pemanfaatan konstruksi siswa terlihat pada kutipan berikut ini, G: kamu boleh menggunakan cara yang menurutmu lebih mudah tapi tidak harus menyuruh temanmu menggunakan cara yang sama karena mereka belum tentu paham dengan cara yang kamu gunakan. Karakteristik keterkaitan tampak saat guru mengingat kembali materi sebelum penjumlahan pecahan yaitu mengenai pecahan senilai. Karakteristik tersebut terlihat pada kutipan berikut ini, G: Nah otomatis kita mengulang pelajaran yang dulu di bawahnya ¾ berapa? 7/8 dibawahnya 7/8? 9/12. Berarti ini adalah pecahan yang?..yang?. S: pecahan yang senilai. G: karena berada pada garis yang sejajar. Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan pembelajaran pada hari ini. Terlihat pada kutipan berikut, G:bahwa dalam pecahan diingat-ingat, jika pecahan itu berbeda jangan kalian langsung tambahkan dulu karena ibaratnya kalian

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 akan mencampur 2 benda yang berbeda. Jika pecahan tersebut berbeda penyebutnya harus diapakan dulu?,tanya guru. S: Disamakan dulu bu penyebutnya. G:Ya,disamakan dulu penyebutnya. Kalian belajar lagi di rumah agar lebih lancar dalam berhitung. Kutipan tersebut menunjukkan karakteristik PMRI yaitu pemanfaatan konstruksi siswa. Pertemuan 4 Pertemuan keempat diawali dengan salam dan penyampaian tujuan pembelajaran. Kutipan berikut ini menunjukkan karakteristik penggunaan konteks, G:sudah ya ngobrolnya, dilanjutkan nanti. Hari ini matematika masih akan melanjutkan lagi tentang penjumlahan pecahan. Tetapi sebelum mulai ibu akan tanya lgi siapa yang masih bingung mengenai penjumlahan pecahan dengan beda penyebut?. G:Tidak ada, sudah paham semua?oke. Kegiatan motivasi dilakukan dengan mengadakan permainan “Papan Harga”. Terlihat pada kutipan berikut ini, G: hari ini kita akan bermain tentang pecahan, bu guru mempunyai kertas setiap kertas ada tulisan masing-masing. Nanti setiap anak mendapat satu kertas. Kemudian bu guru akan membacakan suatu cerita, perhatikan cerita tersebut. Jika ibu membacakan angka, misalnya 2 maka kalian harus berkumpul membentuk angka 2. Kegiatan motivasi ini merupakan bentuk interaktivitas. Keterkaitan tampak ketika guru menyinggung kembali materi perkalian. Tampak pada kutipan berikut ini,

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 G: 4x3 5x6 itu harus sudah hafal di luar kepala, kalau masih menggunakan jari berarti kalian masih kelas berapa?, tanya guru. S: kelas 2 bu guru. G: ya, harusnya sudah hafal di luar kepala itu. Guru menunjuk satu siswa untuk maju ke depan mengerjakan soal. Cara mengerjakan soal tersebut berbeda dengan yang lain kemudian gur berkata G: Rsm boleh menggunakan cara ini, karena kamu pahamnya menggunakan cara ini. Kutipan tersebut menunjukkan karakteristik PMRI yaitu pemanfaatan konstruksi siswa. Siswa bersama guru menyimpulkan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berpenyebut berbeda. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya. Guru menunjuk beberapa siswa dan bertanya lagi mengenai pola penjumlahan pecahan yang telah dipelajari sebagai penguatan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Setelah memastikan tidak ada yang bertanya, guru menutup pembelajaran kali ini dengan salam. 4.1.1.2 Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Pengamatan Pengamatan dilakukan dengan menggunakan instrumen yang telah divalidasi ke ahli. Skor yang didapatkan akan dibandingkan dengan kriteria keterlaksanaan yang telah ditentukan. Berikut ini merupakan hasil perhitungan data keterlaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen pada tiap pertemuan.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Tabel 4.1 Hasil Perhitungan Data Keterlaksanaan Tiap Pertemuan Pertemuan ke 1 2 3 4 4.1.2 1 3 3 3 3 2 3 3 3 3 Aspek Kegiatan 3 4 5 6 7 8 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 Total Skor Seluruh Pertemuan Rata-rata Skor Seluruh Pertemuan 9 3 3 3 3 10 4 4 4 3 11 4 3 3 3 Total 37 35 36 34 142 35,5 Deskripsi Pembelajaran di Kelas Kontrol Pembelajaran di kelas kontrol menggunakan metode konvensional yaitu metode ceramah. Kegiatan awal diawali dengan doa dan presensi. Kemudian setelah itu guru mulai menjelaskan mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Setelah selesai menjelaskan, siswa mengerjakan latihan soal yang ada di buku paket. Soal dikerjakan sendiri-sendiri, tidak ada pembentukan kelompok belajar. Bila ada yang kesulitan, siswa bertanya kepada guru. Setelah selesai mengerjakan, siswa bersama guru mengoreksi hasil pekerjaan mereka dan dinilai. Begitu juga dengan penjumlahan pecahan berbeda penyebut, siswa mendengarkan penjelasan guru kemudian mengerjakan soal latihan di buku paket. Tidak ada refleksi yang dilakukan oleh guru. 4.1.3 Data Hasil Belajar Data hasil belajar dalam penelitian ini meliputi pretest dan posttest. Hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol terlihat pada tabel di bawah ini.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Tabel 4.2 Data Hasil BelajarKelas Eksperimen Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nilai Rata-Rata Pretest Posttest 3,21 7,85 1,79 7,5 3,93 7,85 3,93 7,85 3,21 6,07 2,5 9,64 3,21 9,64 3,21 8,21 2,5 8,21 5,71 10 2,5 8,21 3,21 8,93 6,78 10 3,93 8,21 2,5 10 3,21 8,21 2,5 8,21 5,35 10 3,21 7,85 4,64 6,43 2,5 10 2,5 10 2,5 7,85 2,5 6,43 2,5 8,93 7,5 8,93 5,71 8,21 2,5 6,43 2,5 8,21 3,58 6,43 Data pretestdiperoleh pada tanggal 25 Februari 2014 sebelum siswa belajar mengenai penjumlahan pecahan. Data posttest diperoleh pada tanggal 5 Maret 2014 setelah siswa belajar materi penjumlahan pecahan dengan menggunakan pendekatan PMRI. Di bawah ini merupakan data hasil belajar di kelas kontrol.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel 4.3 Data Hasil Belajar Kelas Kontrol Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nilai Rata-Rata Pretest Posttest 3,92 7,14 1,78 5,71 3,21 7,14 3,92 6,78 1,78 5 3,92 6,42 2,5 7,14 3,92 6,78 3,21 5,71 2,5 6,78 3,21 9,28 3,92 5,71 2,5 7,14 3,92 5,35 2,5 7,85 3,21 6,78 3,21 5,35 3,92 10 3,21 5,71 2,5 5 1,78 6,42 3,92 5,35 3,21 6,42 3,92 5,71 5,71 6,78 1,78 5 2,5 6,78 1,78 8,92 3,21 5 3,21 5,71 Pembelajaran di kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Data pretest di kelas kontrol diperoleh pada tanggal 11 Maret 2014 sedangkan data posttest diperoleh pada tanggal 17 Maret 2014. 4.1.4 Data Keaktifan Data keaktifan pada penelitian ini diperoleh dari 2 instrumen, yaitu kuesioner dan pengamatan. Di bawah ini akan dipaparkan data keaktifan dari 2 instrumen tersebut.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Tabel 4.4 Data Keaktifan Berdasarkan Kuesioner Skor Kelas Eksperimen Kelas Kontrol 59 62 70 58 60 63 59 68 59 56 67 60 65 66 68 64 58 62 68 61 55 58 66 56 64 59 61 65 59 64 60 61 56 61 70 63 64 63 67 57 56 61 64 56 62 66 57 56 66 63 65 59 68 58 63 62 64 73 59 65 Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Tabel di atas menunjukkan hasil kuesioner keaktifan di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data kuesioner tersebut nantinya akan diolah berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Tabel 4.5 Data Keaktifan Berdasarkan Pengamatan di Kelas Eksperimen pada Tiap Pertemuan Siswa Pertemuan 1 1 2 6 8 Pertemuan 2 7 6 Skor Pertemuan 3 6 6 Pertemuan 4 9 8

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 6 6 8 8 7 8 7 8 7 6 8 8 7 7 9 8 6 8 5 7 6 8 6 10 10 8 8 8 6 5 7 5 8 6 7 7 5 5 7 5 5 7 9 5 6 6 7 6 9 6 6 7 10 8 7 9 9 7 8 7 8 6 6 6 6 6 6 6 6 9 9 6 6 6 9 8 8 6 7 7 10 9 7 8 10 6 9 9 9 7 7 9 6 8 10 7 8 11 10 6 7 10 9 9 8 7 6 10 10 10 9 9 Tabel di atas merupakan data keaktifan berdasarkan pengamatan di kelas eksperimen pada tiap pertemuan. Data keaktifan tersebut kemudian dianalisis berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Di bawah ini dipaparkan data keaktifan berdasarkan pengamatan di kelas kontrol pada tiap pertemuan. Tabel 4.6 Data Keaktifan Berdasarkan Pengamatan di Kelas Kontrol pada Tiap Pertemuan Siswa 1 2 3 4 5 6 Pertemuan 1 5 6 6 7 7 5 Skor Pertemuan 2 8 9 5 6 8 5 Pertemuan 3 6 7 7 8 6 5

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 8 6 7 6 7 5 8 7 9 10 9 6 8 7 5 9 10 7 8 6 6 7 9 6 5 7 8 6 9 7 5 8 7 9 6 5 8 7 9 7 10 9 8 6 8 7 9 7 9 7 6 8 6 6 7 9 8 6 7 7 8 7 9 6 7 9 10 7 8 9 8 9 Tabel di atas adalah hasil perhitungan pengamatan keaktifan di kelas kontrol pada tiap pertemuan. Analisis keaktifan melalui pengamatan ini kemudian dianalisis dengan menggunakan kriteria yang telah ditentukan. 4.2 Analisis Data 4.2.1 Analisis Data Keterlaksanaan PMRI 4.2.1.2 Analisis Data Keterlaksanaan PMRI Berdasarkan Dokumentasi Pembelajaran pertama dengan menggunakan pendekatan PMRI memunculkan 5 karakteristik PMRI. Karakteristik penggunaan konteks terlihat ketika guru menyampaikan tujuan pembelajaran. G: hari ini kita akan melanjutkan pelajaran kemarin yaitu tentang penjumlahan pecahan. Karakteristik interaktivitas terlihat pada kutipan berikut ini

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 G : sebelum memulai pelajaran kita mau apa?nyanyi?main?. BS: yessss. Kegiatan motivasi dilakukan dengan menggunakan permainan yaitu permainan “Mencari Pasangan”. Karakteristik penggunaan model terlihat pada kutipan berikut ini G: letakkan di tengah meja kalian dulu, baca soalnya kemudian selesaikan dengan menggunakan media tersebut. Guru memberikan instruksi mengenai penggunaan media dengan baik dan benar. Keterkaitan tampak pada saat guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi sebelumnya. Hal ini terlihat pada kutipan percakapan berikut ini G: dalam bentuk pecahan yang atas dinamakan pembilang dan yang bawah dinamakan penyebut. Pemanfaatan konstruksi siswa terlihat pada kutipan berikut ini G : bagaimana cara menjumlahkan pecahan dengan penyebut sama? BS:hanya dijumlahkan pembilangnya saja, penyebutnya tetap. Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan. Pada pertemuan kedua, semua karakteristik PMRI muncul dalam proses pembelajaran. Penggunaan konteks terlihat ketika guru menyampaikan tujuan pembelajaran, terlihat pada kutipan berikut ini G: kalau kemarin kita sudah belajar penjumlahan pecahan dengan penyebut yang ??.....yang??....yang? SS: yang sama.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 G: Iya yang sama, hari ini kita akan belajar penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. Interaktivitas terlihat dalam kutipan berikut ini, G: sebelum belajar lebih lanjut,ini ada terang bulan tapi biar lebih seru kita nyanyi dulu ya,kita nyanyi yang mau dilombakan yaitu ambilkan bulan karna kita mau makan terang bulan ya. Penggunaan konteks juga terlihat ketika guru membacakan masalah kontekstual seperti pada kutipan berikut ini , G: Ibu memiliki kue terang bulan,ibu membagi terang bulan menjadi 6 potong lalu ibu memberikan 2 potongan kue itu kepada dika beberapa saat kemudian dika menerima 1 potong kue lagi dari kaka, berapa banyak bagian kue terang bulan yang dimiliki dika sekarang?. Karakteristik penggunaan model terlihat ketika guru menjelaskan mengenai penggunaan media yang akan digunakan pada hari itu. G: kalian akan dibagikan gambar terang bulan untuk membantu mengerjakan soal . Mereka bebas menggunakan media tersebut untuk membantu mendapatkan jawaban dari soal.Ada kelompok yang menggunakan cara lain dalam mengerjakan soal. Guru memuji kelompok tersebut. G:ya..bagus,kalian sudah menerapkn cara yang berbeda,kalian sudah menggunakan cara menyamakan penyebutnya.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Kutipan tersebut menunjukkan karakteristik pemanfaatan konstruksi siswa. Karakteristik keterkaitan tampak ketika guru mengaitkan materi penjumlahan pecahan dengan materi KPK. G: sudah paham bagaimana cara menyamakan penyebutnya? 11 1 4 + 2 3 nah caranya dikali dengan KPK dari kok bisa ketemu 12 penyebutnya,penyebutnya berapa?. Karakteristik pemanfaatan konstruksi siswa juga terlihat saat guru bersama siswa menarik kesimpulan pembelajaran. Tampak pada kutipan berikut ini. G: nah kalau sudah Ibu akan mengulangi, kemarin kita sudah belajar mengenai pecahan yang berpenyebut sama dan sekarang kita sudah belajar menjumlahkan pecahan yang berpenyebut berbeda,jika menjumlah pecahan yang berpenyebut sama kita tinggal menambahkan pembilangnya tetapi jika menjumlahkan dengan penyebut beda kita harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu dengan cara yang tadi,dengan apa anak – anak?. BS: dengan KPK. Pertemuan ketiga juga memunculkan kelima karakteristik PMRI. Penggunaan konteks terlihat ketika guru menyampaikan tujuan pembelajaran G: sudah siap belajar? Hari ini kita masih akan belajar mengenai penjumlahan pecahan. Interaktivitas terlihat ketika guru mengadakan kuis untuk menambah motivasi siswa dalam belajar. Terlihat dalam kutipan berikut ini,

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 G: kita akan kuis terlebih dahulu, nanti yang bisa menjawab akan ibu beri stiker bintang. Media pembelajaran yang digunakan dalam pertemuan ketiga adalah papan pecahan. Papan pecahan digunakan untuk membantu siswa mengerjakan soal nomor 1 sedangkan nomor dua siswa mengerjakan dengan cara mereka sendiri. Sepert terlihat pada kutipan berikut ini, ini G: yang nomor satu kalian kerjakan secara berkelompok menggunakan papan pecahan, yang nomor dua tidak menggunakan papan pecahan namun menggunakan cara kalian sendiri . Dari kutipan tersebut tampak karakteristik PMRI yaitu penggunaan model.Pemanfaatan konstruksi siswa terlihat pada kutipan berikut ini, G: kamu boleh menggunakan cara yang menurutmu lebih mudah tapi tidak harus menyuruh temanmu menggunakan cara yang sama karena mereka belum tentu paham dengan cara yang kamu gunakan. Karakteristik keterkaitan tampak saat guru mengingat kembali materi sebelum penjumlahan pecahan yaitu mengenai pecahan senilai. Karakteristik tersebut terlihat pada kutipan berikut ini, G: nah otomatis kita mengulang pelajaran yang dulu di bawahnya 7 dibawahnya berapa? 8 yang?..yang?”. 7 8 ? 9 12 3 4 . Berarti ini adalah pecahan BS: “pecahan yang senilai. G: karena berada pada garis yang sejajar. Pemanfaatan konstruksi siswa juga terlihat ketika guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan pembelajaran pada hari ini. Terlihat pada kutipan berikut,

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 G: bahwa dalam pecahan diingat-ingat, jika pecahan itu berbeda jangan kalian langsung tambahkan dulu karena ibaratnya kalian akan mencampur 2 benda yang berbeda. Jika pecahan tersebut berbeda penyebutnya harus diapakan dulu?, tanya guru. S: disamakan dulu bu penyebutnya. G:Ya,disamakan dulu penyebutnya. Kalian belajar lagi di rumah agar lebih lancar dalam berhitung. Pembelajaran hari terakhir tidak memunculkan semua karakteristik PMRI. Penggunaan model tidak tampak pada pembelajaran keempat ini. Karakteristik penggunaan model terlihat saat guru menyampaikan tujuan pembelajaran G: sudah ya ngobrolnya, dilanjutkan nanti. Hari ini matematika masih akan melanjutkan lagi tentang penjumlahan pecahan. Tetapi sebelum mulai ibu akan tanya lgi siapa yang masih bingung mengenai penjumlahan pecahan dengan beda penyebut?. Karakteristik interaktivitas muncul ketika guru memotivasi siswa dengan melakukan permainan. Terlihat pada kutipan berikut ini G: hari ini kita akan bermain tentang pecahan, bu guru mempunyai kertas setiap kertas ada tulisan masing-masing. Nanti setiap anak mendapat satu kertas. Kemudian bu guru akan membacakan suatu cerita, perhatikan cerita tersebut. Jika ibu membacakan angka, misalnya 2 maka kalian harus berkumpul membentuk angka 2. Keterkaitan tampak ketika guru menyinggung kembali materi perkalian. Tampak pada kutipan berikut ini, G: 4x3 5x6 itu harus sudah hafal di luar kepala, kalau masih menggunakan jari berarti kalian masih kelas berapa?, tanya guru. S: kelas 2 bu guru. G: ya, harusnya sudah hafal di luar kepala itu

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Karakteristik pemanfaatan konstruksi siswa terlihat ketika guru membolehkan salah satu siswa menggunakan cara pengerjaan soal yang dikira lebih mudah untuk digunakan. Terlihat dalam kutipan berikut ini, berkata G:Rsm boleh menggunakan cara ini, karena kamu pahamnya menggunakan cara ini. 4.2.1.3 Analisis Data Keterlaksanaan PMRI Berdasarkan Pengamatan Di bawah ini merupakan hasil perhitungan data keterlaksanaan pada tiap pertemuan. Tabel 4.7 Hasil perhitungan data keterlaksanaan Pertemuan ke- Rerata Skor Kriteria 1 37 Sangat Terlaksana 2 35 Terlaksana 3 36 Sangat Terlaksana 4 34 Terlaksana Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa pada pertemuan pertama kriteria keterlaksanaan adalah sangat terlaksana, pertemuan kedua terlaksana. Sedangkan untuk pertemuan ketiga sangat terlaksana dan pertemuan terakhir terlaksana. Setelah dihitung rata-rata dari seluruh pertemuan, didapatkan skor 35,5. Skor tersebut termasuk ke dalam kriteria terlaksana.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 4.2.2 Analisis Data Hasil Belajar 4.2.2.2 Analisis Data Hasil Belajar Menggunakan SPSS 1. Uji Normalitas Uji normalitas merupakan uji prasyarat yang harus dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan uji statistik yang akan digunakan selanjutnya. Uji normalitas menggunakan uji Kolgomorov-Smirnov dengan bantuan program komputer SPSS for Windows ver.20. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 data berdistribusi normal, sehingga analisis selanjutnya menggunakan statistik parametris. Jika harga sig. (2-tailed) ≤ 0,05 data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis selanjutnya menggunakan statistik non parametrik. Hipotesis nol dan hipotesis alternatif dalam penelitian ini adalah: 𝐻0 𝐻1 : Data tidak berdistribusi normal : Data berdistribusi normal Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas Mean Pretest Eksperimen Posttest Eksperimen Pretest Kontrol Posttest Kontrol Kolgomorof Smirnov Z 1,377 Asymp.Sig.( 2-tailed) 0,450 Analisis Keterangan 3,51 Std. Deviasi 1,406 Sig>0,05 8,34 1,214 0,969 0,304 Sig>0,05 3,13 0,906 0,933 0,349 Sig>0,05 6,50 1,266 0,942 0,337 Sig>0,05 Distribusi Normal Distribusi Normal Distribusi Normal Distribusi Normal

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Menurut kriteria, semua aspek di atas memiliki nilai signifikansi > 0,05 sehingga semua data berdistribusi normal atau dengan kata lain H0 ditolak dan H1 diterima. 2. Uji Homogenitas Setelah pengujian normalitas dilakukan, langkah selanjutnya adalah menguji homogenitas baik data pretest maupun data posttest. Uji homogenitas ini juga merupakan uji prasyarat yang harus dilakukan sebelum melakukan uji statistik. Kriteria yang digunakan untuk menguji homogenitas adalah apabila nilai sig. (2-tailed)> 0,05 maka tidak terdapat perbedaan data dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Namun apabila nilai sig.(2-tailed)≤ 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hipotesis nol dan hipotesis alternatif dalam penelitian ini adalah. H0 : Varians tidak homogen H1 : Varians homogen Tabel 4.9 Hasil Uji Homogenitas Pretest Posttest Levene’s Test 3,551 0,000 Sig.(2-tailed) Analisis Keterangan 0,65 0,98 Sig > 0,05 Sig > 0,05 Homogen Homogen Dari perhitungan Levene’s Test di atas, nilai signifikansi dari data pretest dan posttest adalah > 0,05 yaitu 0,65 dan 0,98 sehingga semua data dinyatakan homogen. Dengan kata lain H0 ditolak dan H1 diterima.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Uji normalitas dan uji homogenitas telah dilakukan dan hasilnya semua data berdistribusi normal dan homogen, sehingga aspek-aspek tersebut akan dianalisis dengan menggunakan statistik parametris. Statistik parametris yang digunakan adalah Independent Sample t-test atau paired ttest sesuai dengan keperluannya. Analisis data dilakukan dengan cara menguji data pretest dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol, kemudian membandingkan data pretest ke posttest dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol dan selanjutnya menguji pengaruh perlakuan pada aspek hasil belajar ini. 3. Uji Statistik 3.1 Uji Perbedaan Nilai Rata-rata Pretest Perbandingan rata-rata pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan atau tidak dari kedua rata-rata tersebut. Jika tidak ada perbedaan, maka rata-rata pretest dari kedua sampel ini bisa dilakukan perbandingan karena mempunyai titik pijak yang sama. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametris Independent sample t-test. Analisis statistik dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%. Kedua rata-rata pretest dikatakan tidak ada perbedaan apabila nilai sig.(2-tailed)> 0,05. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: H0: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 H1: Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika nilai sig.(2-tailed)>0,05 H0 diterima H1 ditolak atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tabel 4.10 Hasil Perbandingan rata-rata pretest Df 58 Sig.(2-tailed) 0,213 Analisis Sig.> 0,05 Keterangan Tidak terdapat perbedaan Dari tabel di atas, nilai sig.(2-tailed)> 0,05 yaitu 0,213. Jadi H0 diterima dan H1 ditolak atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest kelas kontrol dan eksperimen. 3.2 Uji Perbedaan Nilai Rata-rata Pretest ke Posttest Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah ada kenaikan rata-rata pretest ke posttest baik dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Analisis data menggunakan analisis parametrik yaitu Paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Rata-rata pretest ke posttest dikatakan memiliki perbedaan yang signifikan apabila nilai sig. (2-tailed) ≤ 0,05. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: H0: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 H1: Ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. Jika nilai sig.(2-tailed)>0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest ke posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara nilai rata-rata pretest ke posttest. Jika harga sig.(2-tailed) ≤ 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak atau terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest ke posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara nilai rata-rata pretest ke posttest. Hasil perhitungan uji perbedaan rata-rata pretest ke posttest dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.11 Hasil perbandingan rata-rata pretest ke posttest Kelas Eksperimen Kontrol Df 29 29 Sig.(2-tailed) 0,000 0,000 Analisis Sig.< 0,05 Sig.< 0,05 Keterangan Terdapat perbedaan Terdapat perbedaan Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai signifikansi di kelas eksperimen adalah ≤ 0,05 yaitu 0,000. Maka H0 ditolak dan H1 diterima atau terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest ke posttest kelas eksperimen. Nilai sig.(2-tailed) di kelas kontrol adalah < 0,05 yaitu 0,000. Maka H0 diterima dan H1 ditolak atau terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest ke posttest kelas kontrol.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 3.3 Uji Pengaruh Perlakuan Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan nilai rata-rata posttest kelas kontrol. Analisis perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan pendekatan PMRI berpengaruh terhadap hasil belajar. Hasil analisis akan digunakan sebagai titik pijak untuk menarik kesimpulan apakah hasil penelitian ini menerima atau menolak hipotesis penelitian. Analisis statistik menggunakan statistik parametrik yaitu Independent sample t-test dengan taraf kepercayaan 95%. Kedua nilai ratarata posttest dikatakan memiliki perbedaan yang signifikan apabila nilai sig.(2-tailed) < 0,05. Hipotesis statistiknya ada 2, hipotesis statistik yang pertama digunakan untuk melihat ada perbedaan yang signifikan atau tidak antara nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hipotesisnya yaitu: H0: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol H1: Ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol Hipotesis yang kedua digunakan apabila ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Melalui hipotesis ini, diketahui kelas mana yang memiliki nilai rata-rata lebih tinggi. Hipotesis kedua didasarkan pada uji sig.(1tailed).Hipotesisnya adalah:

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 H0: Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih rendah dari pada kelas kontrol. H1: Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan pada hipotesis pertama adalah sebagai berikut. Jika nilai sig.(2-tailed) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima atau terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan kata lain perlakuan penggunaan pendekatan PMRI berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar matematika. Jika nilai sig.(2-tailed)>0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolakatau tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan kata lain perlakuan penggunaan pendekatan PMRI tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar matematika. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan pada hipotesis kedua adalah sebagai berikut. Jika t hitung >t tabel, makaterdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan kata lain, rata-rata posttest kelas eksperimen lebih dari kelas kontrol. Jika t hitung ≤ t tabel, makatidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan kata lain rata-rata posttest kelas eksperimen kurang dari kelas kontrol. Hasil perhitungan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Tabel 4.12 Hasil Perbandingan nilai rata-rata Posttest ke Posttest Df 58 t 5,679 Sig.(2-tailed) 0,000 Analisis Sig.< 0,05 Keterangan Terdapat perbedaan Group Statistics kelas N Mean Std. Std. Error Mean Deviation eksperimen 30 8,34 1,214 ,222 kontrol 30 6,50 1,266 ,231 posttest Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai signifikansi ≤ 0,05 yaitu 0,000. Maka pada hipotesis pertama, H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Ttabel untuk distribusi frekuensi 58 adalah 1,672. Pada tabel di atas diketahui t hitung> t tabel yaitu 5,679. Hal ini membuktikan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima atau dengan kata lain nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelas kontrol. Pernyataan ini didukung dengan Mean kelas eksperimen yang lebih tinggi daripada kelas kontrol. 4.2.2.3 Analisis Data Hasil Belajar Berdasarkan KKM Nilai-nilai siswa yang telah dihitung rata-ratanya kemudian dibandingkan dengan nilai KKM yang ada di SD N Berbah 2 yaitu 65. Berikut ini merupakan daftar nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Tabel 4.13 Nilai Rata-rata Posttest Kelas Eksperimen Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Rata-rata 7,85 7,5 7,85 7,85 6,07 9,64 9,64 8,21 8,21 10 8,21 8,93 10 8,21 10 8,21 8,21 10 7,85 6,43 10 10 7,85 6,43 8,93 8,93 8,21 6,43 8,21 6,43 KKM (65) Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tabel 4.14 Nilai rata-rata Posttest Kelas Kontrol Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Rata-rata 7,14 5,71 7,14 6,78 5 6,42 7,14 6,78 5,71 6,78 9,28 5,71 7,14 5,35 KKM (65) Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 7,85 6,78 5,35 10 5,71 5 6,42 5,35 6,42 5,71 6,78 5 6,78 8,92 5 5,71 Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Jumlah siswa yang lulus KKM dan yang tidak lulus KKM dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.15 Hasil perhitungan persentase KKM Kelas Eksperimen Kontrol Tuntas KKM 83,3% 46,6% Tidak tuntas KKM 16,7% 53,4% Hasil perhitungan persentase KKM kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pula pada diagram berikut ini. Kelas Eksperimen 16,70% Tuntas KKM 83,30% Tidak Tuntas KKM Gambar 4.4 Persentase ketuntasan KKM di kelas eksperimen

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Kelas Kontrol 53,40% 46,60% Tuntas KKM Tidak Tuntas KKM Gambar 4.5 Persentase ketuntasan KKM di kelas kontrol Dari tabel dan diagram di atas, diketahui bahwa siswa yang lebih banyak tuntas KKM berada di kelas eksperimen daripada di kelas kontrol. 4.2.3 Analisis Data Keaktifan 4.2.3.1 Analisis Data Keaktifan berdasarkan kuesioner Data keaktifan diperoleh dari dua instrumen, yaitu kuesioner dan pengamatan. Hasil analisis keaktifan ini dibagi dua, yaitu keaktifan tiap siswa dan keaktifan kelas secara keseluruhan. Di bawah ini dipaparkan hasil perhitungan keaktifan berdasarkan kuesioner di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tabel 4.16 Data Keaktifan Berdasarkan Kuesioner di Kelas Eksperimen Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor 59 70 60 59 59 67 65 68 Kriteria Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Sangat Aktif Sangat Aktif

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 58 68 55 66 64 61 59 60 56 70 64 67 56 64 62 57 66 65 68 63 64 59 Aktif Sangat Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Sangat Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif Tabel 4.17 Data Keaktifan Berdasarkan Kuesioner di Kelas Kontrol Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Skor 62 58 63 68 56 60 66 64 62 61 58 56 59 65 64 61 61 63 63 57 61 56 66 56 63 59 58 62 73 Kriteria Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Sangat Aktif

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 30 65 Sangat Aktif Secara keseluruhan, persentase hasil perhitungan kuesioner keaktifan di kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4.18 Hasil perhitungan kuesionerkeaktifan Kriteria Kelas Sangat Aktif 36,6% 20% Eksperimen Kontrol Aktif 63,4% 80% Persentase hasil perhitungan kuesioner keaktifan dapat pula dilihat pada diagram berikut ini. Kelas Eksperimen 36,60% 63,40% Sangat Aktif Aktif Gambar 4.6 Persentase kuesioner di kelas eksperimen

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Kelas Kontrol 20,00% Sangat Aktif Aktif 80,00% Gambar 4.7 Persentase kuesioner di kelas kontrol Dari tabel dan diagram di atas, diketahui bahwa kelas eksperimen memiliki siswa yang sangat aktif lebih banyak dari pada kelas kontrol. Siswa di kelas eksperimen 36,60% sangat aktif dan 63,40% aktif. Di kelas kontrol 20% siswa sangat aktif dan 80% siswanya aktif. 4.2.3.2 Analisis Data Keaktifan Berdasarkan Pengamatan Data keaktifan juga diperoleh melalui pengamatan. Berikut ini disajikan data keaktifan berdasarkan pengamatan di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tabel 4.19 Data Keaktifan Berdasarkan Pengamatan di Kelas Eksperimen pada Tiap Pertemuan Pertemuan 1 Siswa 1 2 3 4 5 6 Skor 6 8 6 6 8 8 Kriteria Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Pertemuan 2 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 7 8 7 8 7 6 8 8 7 7 9 8 6 8 5 7 6 8 6 10 10 8 8 8 Skor 7 6 6 5 7 8 6 7 7 5 5 7 5 5 7 9 5 6 6 7 6 9 6 6 7 10 8 7 9 7 Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Kurang Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif Kriteria Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Kurang Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Kurang Aktif Cukup Aktif Aktif Kurang Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Pertemuan 3 Pertemuan 4 Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Skor 6 6 9 7 8 7 8 6 6 6 6 6 6 6 6 9 9 6 6 6 9 8 8 6 7 7 10 9 7 8 Skor 9 8 10 6 9 9 9 7 7 9 6 8 10 7 8 11 10 6 7 10 9 9 8 Kriteria Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Kriteria Aktif Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Aktif

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 24 25 26 27 28 29 30 7 6 10 10 10 9 9 Cukup Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Sangat Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Tabel 4.20 Data Keaktifan Berdasarkan Pengamatan di Kelas Kontrol pada Tiap Pertemuan Pertemuan 1 Pertemuan 2 Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Siswa 1 2 3 4 5 6 Skor 5 6 6 7 7 5 8 6 7 6 7 5 8 7 9 10 9 6 8 7 5 9 10 7 8 6 6 7 9 6 Skor 8 9 5 6 8 5 Kriteria Kurang Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Kriteria Aktif Aktif Kurang Aktif Cukup Aktif Aktif Kurang Aktif

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Pertemuan 3 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 5 7 8 6 9 7 5 8 7 9 6 5 8 7 9 7 10 9 8 6 8 7 9 7 Skor 6 7 7 8 6 5 9 7 6 8 6 6 7 9 8 6 7 7 8 7 9 6 7 9 10 7 8 9 8 9 Kurang Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Kriteria Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Aktif Cukup Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif Cukup Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Secara keseluruhan, hasil perhitungan keaktifan berdasarkan pengamatan di kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4.21 Hasil perhitungan pengamatan keaktifan di kelas eksperimen pada tiap pertemuan Pertemuan Sangat Aktif 1 2 3 4 Rerata 3,3% 3,3% 3,3% 26,67% 9,14% Kriteria Aktif Cukup Aktif 46,67% 43,33% 16,67% 56,67% 33,33% 56,67% 43,33% 30% 35% 46,66% Kurang Aktif 6,67% 23,33% 7,5% Rerata keaktifan kelas eksperimen 7,50% 9,14% 46,66% sangat aktif aktif 35% cukup aktif kurang aktif Gambar 4.8 Rerata Keaktifan di kelas eksperimen berdasarkan pengamatan Berdasarkan tabel 4.22, didapatkan data keaktifan berdasarkan pengamatan di kelas eksperimen. Pada pertemuan pertama hanya 3,3%

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 yang sangat aktif mengikuti pembelajaran, 46,67% siswa aktif, 43,33% siswa cukup aktif, dan sisanya 6,67% kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Pada pertemuan kedua 3,3% siswa sangat aktif, 16,67% siswa aktif, 43,33% siswa cukup aktif dan sisanya 23,33% siswa kurang aktif. Pada pertemuan ketiga 3,3% siswa sangat aktif, 33,33% siswa aktif, dan sisanya 56,67%siswa cukup aktif. Untuk pertemuan terakhir 26,67% siswa sangat aktif, 43,33% siswa aktif, dan sisanya 30% siswa cukup aktif. Berdasarkan gambar 4.7 diketahui bahwa rerata keaktifan di kelas eksperimen berdasarkan pengamatan dari empat pertemuan adalah 9,14% sangat aktif, 35% aktif, 46,66% cukup aktif, dan 7,50% kurang aktif. Tabel 4.22 Hasil perhitungan pengamatan keaktifan di kelas kontrol pada tiap pertemuan Pertemuan Sangat Aktif 1 2 3 Rerata 6,66% 3,3% 3,3% 4,42% Kriteria Aktif Cukup Aktif 26,67% 53,33% 43,33% 36,66% 40% 53,33% 36,66% 35,83% Kurang Aktif 13,33% 16,6% 3,3% 8,30%

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Rerata keaktifan kelas kontrol 8,30% 4,42% sangat aktif 35,83% aktif 36,66% cukup aktif kurang aktif Gambar 4.9 Rerata keaktifan di kelas kontrol berdasarkan pengamatan Berdasarkan tabel 4.23, didapatkan data keaktifan berdasarkan pengamatan di kelas kontrol. Pada pertemuan pertama 6,66% siswa sangat aktif, 26,67% siswa aktif, 53,33% siswa cukup aktif, dan sisanya 13,33% siswa kurang aktif. Pada pertemuan kedua 3,3% siswa sangat aktif, 43,33% siswa aktif, 36,66% siswa cukup aktif dan sisanya 16,6% siswa kurang aktif. Pada pertemuan terkahir 3,3% siswa sangat aktif, 40%siswa aktif, 35,83% siswa cukup aktif dan sisanya 3,3% siswa kurang aktif. Berdasarkan gambar 4.9 diketahui bahwa rerata keaktifan berdasarkan pengamatan di kelas kontrol adalah 4,42% sangat aktif, 36,66% aktif, 35,83% cukup aktif, dan 8,30% kurang aktif.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 4.3 Pembahasan 4.3.1 Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Pendekatan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) mempunyai 5 karakteristik. Karakteristik itu diantaranya adalah penggunaan konteks, pemanfaatan konstruksi siswa, interaktivitas, penggunaan model, dan keterkaitan. Pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI seyogyanya mampu menunjukkan kelima karakteristik PMRI tersebut. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa karakteristikkarakteristik PMRI muncul dalam setiap pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI di kelas eksperimen adalah empat pertemuan. Secara keseluruhan semua karakteristik telah terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari hasil pengamatan peneliti saat proses pembelajaran berlangsung. 4.3.2 Keefektifan PMRI 4.3.2.2 Keefektifan PMRI Berdasarkan Hasil Belajar Hasil belajar siswa adalah suatu keadaan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu yang berupa perubahan perilaku baik kognitif, afektif maupun psikomotor. Namun dalam penelitian ini, yang diteliti hanya perubahan dari segi kognitif saja. Instrumen yang digunakan untuk melihat hasil belajar siswa adalah soal pretest dan soal posttest.Pretest dan Posttestmerupakan soal yang sama. Sebelum digunakan, instrumen ini telah diuji dahulu tingkat valid dan reliabelnya di SD N Kebondalem Lor 1.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Analisis hasil belajar dalam penelitian ini menggunakan bantuan program komputer SPSS 20 for windows. Untuk menentukan uji statistik yang akan digunakan, terlebih dahulu data-data penelitian diuji normalitas dan homogenitasnya. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa data-data penelitian yang berupa pretest dan posttest kelas eksperimen serta pretestdan posttest kelas kontrol normal dan homogen. Uji normalitas menggunakan Kolgomorov Smirnov Z sedangkan uji homogenitas menggunakan Levene’e Test. Normalitas data terlihat pada nilai signifikansi yang lebih dari 0,05 yaitu 0,450 untuk pretest kelas eksperimen, 0,304 untuk posttest kelas eksperimen, 0,349 untuk pretest kelas kontrol dan 0,337 untuk posttestkelas kontrol. Homogenitas data juga terlihat dari nilai signifikansi yang lebih dari 0,05 yaitu 0,65 untuk data pretest dan 0,98 untuk data posttest. Data-data penelitian normal dan homogen sehingga uji statistik menggunakan statistik parametris. Statistik parametris yang digunakan adalah IndependentSample t-test dan Paired t-test. Data pretest kelas eksperimen dan kelas kotrol diuji dengan Independent Sample t-test. Pengujian ini berguna untuk melihat ada tidaknya perbedaan diantara dua data. Hasil perhitungan menunjukkan nilai signifikansi lebih dari 0,05 yaitu 0,213. Hal ini menunjukkan bahwa antara data pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak terdapat perbedaan sehingga kedua data ini bisa dibandingkan. Untuk melihat ada tidaknya perbedaan antara data pretest dan posttest digunakan Paired t-test. Kriteria yang digunakan untuk menarik

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 kesimpulan adalah jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan diantara data pretest dan data posttest. Hasil perhitungan dari kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara data pretest dan data posttest. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000. Langkah selanjutnya adalah membandingkan data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pembandingan ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan pendekatan PMRI berpengaruh terhadap hasil belajar. Hasil analisis akan digunakan sebagai titik pijak untuk menarik kesimpulan apakah hasil penelitian ini menerima atau menolak hipotesis penelitian. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara data pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil pengujian menggunakan Independent Sample t-test menunjukkan bahwa nilai signifikansi kurang 0,05 yaitu 0,000. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Untuk mengetahui kelas yang lebih tinggi nilai posttestnya, diperlukan pembandingan thitung dan ttabel. Jika thitung > ttabelmaka rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dari rata-rata kelas kontrol. Jika thitung ≤ ttabelmaka rata-rata posttest kelas eksperimen lebih rendah dari rata-rata kelas kontrol. Ttabel untuk distribusi frekuensi 58 adalah 1,672 sedangkan hasil pengujian menunjukkan bahwa besarnya thitung adalah 5,679. Hal ini membuktikan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tingi

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 dari pada rata-rata posttest kelas kontrol. Pernyataan ini didukung dengan Mean kelas eksperimen yang lebih tinggi daripada kelas kontrol. Selain menggunakan SPSS untuk menganalisis hasil belajar, dalam penelitian ini juga menggunakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk menganalisis hasil belajar. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa kemudian dibandingkan dengan nilai KKM di SD N Berbah 2 yaitu 65. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih banyak siswa yang tuntas KKM dari pada kelas kontrol. Kelas eksperimen memiliki persentase sebanyak 83,3% siswa yang tuntas KKM sedangkan kelas kontrol hanya memiliki persentase sebanyak 46,6%. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan PMRI efektif terhadap hasil belajar siswa kelas 4 SD N Berbah 2 pada pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan. Dengan kata lain, hipotesis penelitian yang telah dirumuskan dapat diterima. 4.3.2.2 Keefektifan PMRI berdasarkan keaktifan Keaktifan adalah keadaan siswa saat mencari, memperoleh, dan mengolah belajarnya sendiri. Pendekatan PMRI memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendukung proses keaktifan tersebut. Pembelajaran di kelas eksperimen menggunakan pendekatan PMRI, dalam proses belajar banyak kegiatan yang dilakukan siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri. Sedangkan di kelas kontrol menggunakan metode ceramah untuk menyampaikan materi. Tidak ada pembentukan kelompok ataupun diskusi bersama teman. Padahal dalam bab II dikatakan bahwa indikator keaktifan

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 salah satunya adalah interaksi siswa dengan antar individu seperti guru atau siswa lainnya, seperti dalam kegiatan berkomunikasi. Data keaktifan dalam penelitian ini diperoleh melalui 2 instrumen, yaitu pengamatan dan kuesioner. Pengamatan dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kelas eksperimen mempunyai siswa aktif lebih banyak dari pada kelas kontrol. Hal ini terlihat pada rerata keaktifan kelas eksperimen yaitu 9,14% sangat aktif, 35% aktif, 46,66% cukup aktif, dan 7,50% kurang aktif. Rerata kekatifan di kelas kontrol adalah 4,42% sangat aktif, 36,66% aktif, 35,83% cukup aktif, dan 8,30% kurang aktif. Hasil perhitungan kuesioner keaktifan juga menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki siswa aktif lebih banyak daripada kelas kontrol. Hal ini terlihat pada persentase keaktifan di kelas eksperimen siswa yang sangat aktif mencapai 36,6% sedangkan di kelas kontrol hanya mencapai 20% saja. Berdasarkan pengamatan dan kuesioner, dapat dikatakan bahwa pendekatan PMRI efektif terhadap keaktifan siswa kelas 4 SD N Berbah 2 pada pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan. Dengan kata lain, hipotesis penelitian dapat diterima dengan baik.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 4.4 Keterbatasan Penelitian Berikut beberapa keterbatasan penelitian: a. Keterbatasan Pertemuan Waktu yang dilakukan untuk penelitian di kelas kontrol hanya 3 kali pertemuan sehingga pembelajaran kurang maksimal. Apabila pertemuan melebihi alokasi waktu yang ditentukan, maka akan mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah. b. Dokumentasi Penggunaan kamera yang kurang mendukung membuat hasil dokumentasi proses pembelajaran kurang maksimal. Hasil rekaman kurang jernih sehingga membuat hasil rekaman menjadi kurang bagus.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN Bab V ini akan menguraikan kesimpulan dan saran. Bagian kesimpulan menunjukkan hasil penelitian yang menjawab hipotesis penelitian. Selanjutnya bagian saran berisi saran bagi penelitian selanjutnya. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis mengenai keefektifan penggunaan pendekatan PMRI terhadap keaktifan dan hasil belajar siwa kelas 4 SD N Berbah 2 dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI di kelas 4 SD N Berbah 2 Sleman memunculkan karakteristikkarakteristik PMRI. Hal ini didukung dengan hasil pengamatan menggunakan instrumen keterlaksanaan. Hasil pengamatan pada pertemuan pertama memiliki rerata skor 37, sesuai kriteria pertemuan termasuk ke dalam kritera sangat terlaksana. Pada pertemuan kedua rerata skor keterlaksanaan adalah 34 dan termasuk ke dalam kriteria terlaksana. Pada pertemuan ketiga, rerata skor keterlaksanaan adalah 36 dan termasuk ke dalam kategori sangat terlaksana. Pada pertemuan terakhir rerata skor keterlaksanaan adalah 35 dan termasuk ke dalam kategori terlaksana. Secara keseluruhan, pembelajaran dari pertemuan satu sampai empat masuk dalam kategori terlaksana dengan baik. 95

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Dengan kata lain, karakteristik-karakteristik PMRI muncul dalam setiap pembelajaran. 2. Penggunaan pendekatan PMRI efektif terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas 4 SD N Berbah 2 pada pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan. Keaktifan siswa di kelas eksperimen lebih tinggi daripada di kelas kontrol, hal ini terlihat dari hasil pengamatan dan kuisioner. Berdasarkan hasil pengamatan, siswa di kelas eksperimen lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran daripada kelas kontrol. Begitu juga dengan kuisioner, hasil perhitungan kuisioner menunjukkan bahwa siswa yang sangat aktif di kelas eksperimen mencapai 36,6% sedangkan di kelas kontrol hanya mencapai 20%. Berdasarkan hasil pengamatan dan kuisioner dapat dikatakan bahwa penggunaan pendekatan PMRI efektif terhadap keaktifan. Hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol mengalami perbedaan. Perbedaan terlihat pada nilai sig. (2tailed) posttest kurang dari 0,05 yaitu 0,000. T tabel dalam penelitian ini lebih besar daripada t hitung sehingga dapat dikatakan rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata posttest kelas kontrol. Hasil analisis posttest menunjukkan bahwa kelas eksperimen mempunyai Mean lebih tinggi daripada kelas kontrol. Dengan kata lain, kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Berdasarkan paparan di atas, dapat dikatakan bahwa penggunaan pendekatan PMRI efektif terhadap

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 hasil belajar siswa kelas 4 SD N Berbah 2 Sleman pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan pecahan. B. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, saran yang diberikan oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. Bagi Peneliti Lain a. Peneliti perlu memperhitungkan jumlah pertemuan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sehingga jumlah pertemuan diantara dua kelas tersebut bisa sama. b. Peneliti perlu mempersiapkan peralatan yang akan mendukung penelitian, misalnya menggunakan kamera yang mempunyai resolusi besar. c. Apabila bekerjasama dengan guru mitra, harap dikomunikasikan lebih baik lagi agar proses pembelajaran berjalan dengan maksimal. d. Peneliti perlu mempersiapkan media yang lebih baik agar siswa dapat terbantu dengan menggunakan media tersebut. e. Peneliti perlu mempelajari lebih dalam mengenai karakteristik PMRI. 2. Bagi Guru a. Guru lebih mempelajari pendekatan PMRI sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah agar lebih inovatif.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 b. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, memberikan pendapat, dan menemukan cara sendiri dalam menyelesaikan suatu permasalahan. c. Guru lebih memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran matematika. 3. Bagi Program Studi Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi koleksi penelitian tentang PMRI di Program Studi Sekolah Dasar.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Anindita, Winda Sukma. 2013. Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD BOPKRI Demangan III. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Arsyad, Azhari. 2002. Media pembelajaran. Jakarta: PT Grafindo Persada Asmani, J.M. 2010. 7 Tips aplikasi pakem. Jogjakarta: Diva Press Azwar, Syaifuddin. 2012. Reliabiltas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar BNSP. 2006. Standar isi dan standar kompetensi lulusan untuk semua pendidikan dasar SD/MI. Jakarta: Depdiknas Daryanto. 2013. Inovasi pembelajaran efektif. Bandung: RamaWidya Dimyati dan Mudjiono. 1996. Psikologi pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Gora, Winastwan. 2009. Pakematik. Jakarta: PT Kompas Gramedia Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi belajar mengajar. Jakarta: Rineka Cipta Hadi, Sutarto. 2003. Paradigma baru pendidikan Matematika. Banjarmasin: FKIP Universitas Mangkurat Hamalik, O.2005. Perencanaan pengajaran berdasarkan pendekatan sistem. Jakarta: Bumi Aksara Heruman. 2010. Model pembelajaran Matematika di sekolah dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Husein. 2008. Seribu pena Matematika jilid 1 untuk SMA/MA kelas X. Jakarta: Erlangga Indrarini, Sindika. 2013. Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar Matematika menggunakan pendekatan PMRI pada siswa kelas IVB SD N Denggung Sleman. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma 99

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Marsigit. 2009. Matematika I untuk SMP kelas VII. Jakarta: Yudhistira Masidjo. 2006. Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Penerbit Kanisisus Mustaqiem, Burhan.2008. Ayo belajar Matematika 4. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Nareswara, Dionisyus Rahardyan.2013. Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok terhadap prestasi belajar dan keaktifan pada mata pelajaran IPS Kelas IV SDN Tamanan1.Yogyakarta:Universitas Sanata Dharma Priyatno, D. 2012. Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik dengan SPSS. Jakarta: Gaya Media Poerwaminta. 1976. Kamus umum bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Siregar, Eveline. 2010. Teori belajar dan pembelajaran. Bogor: Penerbit Ghalia Slameto. 2010. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta Sudijono, Anas. 2005. Pengantar evaluasi pendidikan. Jakarta: PT. RajaGrafindo Sugiyono. 2010. Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Sumarna, Surapranata. 2006. Analisis, validitas, reabilitas dan intepretasi hasil tes implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset Sukardi. 2011. Metodologi penelitian pendidikan. Yogyakarta: Bumi Aksara Sukayati. 2003. Pelatihan supervisi pengajaran untuk SD. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional Susanto, Ahmad.2013. Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Prenada Media Group Suryanto, dkk. 2010. Sejarah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Jakarta: Koleksi Pustaka

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Tatang. 2012. Ilmu pendidikan. Bandung: Pustaka Setia Trianto. 2009. Mendesain model pembelajaran inovatif progresif. Jakarta: Prenada Media Widiyanto, Aan.2011. Penerapan pendekatan realistik untuk meningkatkan keaktifan siswa serta hasil belajar siswa pada materi Geometri dan pengukuran siswa Kelas V SD Negeri SendangsariTahun Ajaran2011/2012.Skripsi.Yogyakarta:PGSD,FKIP,USD Wijaya, Aryadi. 2012. Pendidikan matematika realistik. Yogyakarta: Griya Ilmu Yamin, Martimis. 2007. Kiat membelajarkan siswa.Jakarta: Gaung Persada Press

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SILABUS Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 6. 6. 3 Materi Pokok Nama Sekolah : SD N Berbah 2 Mata Pelajaran : Matematika Kelas : IV Alokasi Waktu : 9 x 35 menit (9jp) Pengalaman Belajar Indikator Penjumlahan Pertemuan1 1.Kognitif - a.Menemukan pola Siswadiajak Menggunakan Menjumlah pecahan pecahan dalam kan pecahan berpenyebut untuk melakukan penjumlahan sama permainan mencari pemecahan masalah pasangan. - 1. Jenis: Tertulis Sumber Bahan/Alat Sumber: - Mustaqin, 2. Teknik: Tes Burhan dan pecahan dengan dan non tes Ari Astuty. penyebut sama. 3. Bentuktes: b.Mengubah soal Guru menayakan cerita ke dalam berapa bentuk pecahan pada kertas yang Penilaian Soal uraian 2008. Ayo Belajar 4. Prosedur: Matematika kalimat Proses UntukSD dan matematika Pedoman MI Kelas IV. scoring Jakarta c.Menjumlahkan dua [1]

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI diarsir dari setiap - - - pecahan. kelompok 2.Afektif Bentuk pecahan a.Menemukan (terlampir) : Depdiknas - Suyati, M Khafid. itu dijadikan pola 2004. Pelajaran nama penjumlahan Matematikauntu kelompoknya pecahan k SD Kelas 4. masing- masing dengan Jakarta: (PMRI 1) semangat Erlangga. Siswa diminta kerjasama. menyelesaikan b.Mengubah soal Media: - Lembar Kerja soal yang cerita ke dalam diberikan guru kalimat matematika - Tahu dengan dengan menghargai - Rotitawar menggunakan pendapat teman. roti tawar dan 3.Psikomotorik tahu. a. Mendemontrasikan Beberapa cara menjumlahkan kelompok pecahan dengan mempresentasika media. Siswa(LKS) - Lingkungan [2]

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI n hasil jawaban di depan kelas (PMRI 4) - Beberapa kelompok diberi kesempatan untuk menyampaikan pola penjumlahan yang berpenyebut sama di depan kelas. (PMRI 4) - Siswa mendiskusikan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama - Siswa dibimbing guru untuk menyimpulkan [3]

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama (PMRI 3) - Siswa mengerjakanevalu asi Penjumlahan Pertemuan2 1. Kognitif pecahan - Guru a.Menemukan pola Sumber: - Mustaqin, berpenyebut menyampaikan penjumlahan Burhan dan beda sebuah cerita untuk pecahan dengan Ari Astuty. mengingatkan penyebutyang 2008. Ayo konsep pecahan berbeda. Belajar berpenyebut sama b.Mengubah soal Matematika cerita ke dalam UntukSD dan kalimat MI Kelas IV. menyelesaikan matematika. Jakarta masalah dalam c. Menjumlahkan (PMRI1) - Dua orang siswa cerita dua pecahan. : Depdiknas - Suyati, M [4]

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menggunakan roti 2. Afektif Khafid. terang bulan di a.Mengubah soal 2004. depan kelas (PMRI cerita ke dalam Pelajaran 2) kalimat Matematika matematikadenga untuk SD Kelas mendengarkan n menghargai 4. Jakarta: cerita yang pendapat teman. Erlangga - Siswa dibacakan oleh 3.Psikomotorik Media: guru tentang a. Mendemontrasikan - Lembar masalah cara menjumlahkan Kerja penjumlahan pecahan dengan Siswa(LKS) pecahan beda media penyebut (PMRI 5) - Siswa menyelesaikan masalah yang telah - Kue terangbulan - Papan terang bulan - Papan pecahan dibacakan oleh guru menggunakan papan terang bulan [5]

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang telah disiapkan oleh guru (PMRI 4) - Siswa diberikan sebuah soal cerita mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut beda - Setiap kelompok diberikan sebuah papan terang bulan dan satu paket papan pecahan untuk membantu siswa menyelesaikan soal - Siswa bersama [6]

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelompok mencoba mencari jawaban dengan cara mereka sendiri (PMRI 4) - Siswa mempresentasikan cara penyelesaian mereka (PMRI 4) - Kelompok lain diberikan kesempatan menanggapi cara penyelesaian teman yang sedang melakukan presentasi. (PMRI 3, PMRI 4) - Guru memberikan [7]

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kesempatan bertanya kepada siswa yang belum paham terhadap materi yang disampaikan(PMR I3) - Siswamengerjakan soal evaluasi. - Siswa melakukan refleksi proses pembelajaran (PMRI 5) - Siswa diminta untuk membuat satu soal cerita tentang penjumlahan pecahan [8]

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI berpenyebut beda (PMRI 5) Penjumlahan Pertemuan3 1. Kognitif Sumber: pecahan - Siswa a.Menemukan - Mustaqin, berpenyebut menyelesaikan pola Burhan dan beda soal tersebut penjumlahan Ari menggunakan pecahan Astuty.200 media papan dengan 8.Ayo pecahan (PMRI 1) penyebutyang Belajar berbeda. Matematika - Siswa diminta untuk b.Mengubah soal UntukSD dan menyelesaikan cerita ke dalam MI Kelas soal-soal dengan kalimat IV.Jakarta: cara mereka matematika. sendiri tanpa c.Menjumlahk Depdiknas -Suyati, M menggunakan an dua Khafid.2004.Pel media pecahan. ajaran - Beberapa kelompok diminta 2. Afektif a. Menemukan pola Matematika untuk SD Kelas [9]

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mempresentasikan penjumlahan 4. hasil diskusi pecahan dengan Jakarta:Erlangga (jawaban) mereka semangat kerjasama. a.Media: di depan kelas b. Mengubah soal dengan cerita ke dalam menuliskan kalimat matematika jawaban pada dengan menghargai papan tulis pendapat teman. (PMRI2) - Siswalain diberi - Lembar Kerja Siswa(LKS) - papan pecahan - Lingkungan 3. Psikomotorik a. Mendemonstrasikan kesempatan untuk cara menjumlahkan memberikan pecahan dengan tanggapan media. terhadap hasil pekerjaan kelompok yang presentasi (PMRI 4). Siswa yang memberikan [10]

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tanggapan akan mendapatkan bintang - Siswa bersama guru menyimpulkan kembali pola penjumlahan pecahan berbeda penyebut (PMRI 3) - Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu - Siswa mengisi lembar releksi harian (PMRI 5) - Siswa diminta [11]

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI untuk membuat satu soal cerita tentang penjumlahan pecahan berpenyebut beda (PMRI 5) Penjumlahan Pertemuan4 1. Kognitif 1. Jenis: Soal evaluasi Pecahan - Siswa bersama a.Mengubah soal tertulis (tes Kartu pecahan kelompok diminta cerita ke dalam berupasoal membuat kalimat uraian) kesimpulan matematika. mengenai pola penjumlahan b.Menjumlahkan dua pecahan. pecahan yang 2.Afektif berpenyebut beda a.Menunjukkan sikap (PMRI4) - Beberapa siswa 2. Pedoman skoring (terlampir) tanggungjawab ketika bekerja [12]

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI diminta mengerjakan menuliskan tugas individu kesimpulan yang - 3.Psikomotorik dibuat kelompok a. Menulis jawaban pada papan tulis soal evaluasi dengan (PMRI5) tulisan yang rapi Siswa yang belum paham terhadap materi diberi kesempatan bertanya(PMRI 3) - Siswa menyelesaikan soal evaluasi - Siswa mengisi lembar refleksi harian (PMRI5) [13]

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - Siswa dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan barisan tempat duduk mereka (PMRI 4) - Siswa diminta untuk menempelkan kertas pada gambar lingkaran untuk membentuk suatu pecahan (PMRI4, PMRI5)  Karakteristik siswa yang diharapkan: sikap berani, kerjasama, jujur dan menghargai [14]

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sleman, 25 Februari 2014 Guru Kelas Peneliti Rina Kurniasih, S.Pd. Wahyu Dwi Astuti NIP.19821018 200902 2004 NIM: 101134087 [15]

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [16] RENCANAPELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Satuan Pendidikan : SD N Berbah 2 Hari/Tanggal : Rabu/26 Februari 2014 Kelas/Semester :IV / 2 Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 3 X 35 menit I. StandarKompetensi 6.Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. II. Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan. III. Indikator 1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Mendemonstrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [17] IV. TujuanPembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mampu mendiskusikan cara-cara penyelesaian penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama setelah mendemonstrasikan media di dalam kelompok. b. Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika secara kelompok. c. Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut sama secara individu. 2. Afektif a. Siswa mampu menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Siswa mampu mendemonstrasikan soal ceritayang diberikan guru dengan menggunakan media yang telah dipersiapkan guru.  Karakteristik siswa yang diharapkan:sikap berani, kerjasama, jujur dan menghargai. V. MateriPembelajaran Penjumlahan pecahan berpenyebut sama(terlampir) VI. Pendekatan danMetode Pendekatan : PMRI Metode : Tanyajawab, diskusi,demonstrasi

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [18] VII. Langkah-LangkahKegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal(15menit) 1. Salam pembuka, doa dan presensi. (1 menit) 2. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. (1 menit) 3. Siswadan guru menyepakati norma belajar.(1 menit) 4. Motivasi: siswa diajak untuk melakukan permainan “MencariPasangan”.(5 menit) (PMRI1) 5. Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa berapa bentuk pecahan pada kertas yang diarsir dari setiap kelompok. Bentuk pecahan itu dijadikan nama kelompoknya masing-masing (2 menit). Kegiatan inti (40menit) Eksplorasi 6. Siswa berkumpul dengan kelompoknya berdasarkan pasangan saat bermain “Mencari Pasangan”. (PMRI 4) (2 menit). 7. Siswa mendapatkan dua buah soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan berpenyebut sama. (PMRI 1) (3 menit) 8. Siswa diminta menyelesaikan soal tersebut dengan menggunakan tahu, dan roti tawar sebagai media eksplorasi.(PMRI2, PMRI4). (10 menit) Elaborasi 9. Beberapa kelompok diminta untuk mempresentasikan cara menemukan jawaban mereka di depan kelas. (PMRI 4) (10 menit) 10. Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi jawaban teman yang sedang melakukan presentasi.(PMRI 3, PMRI 4). (5 menit) 11. Siswa mendiskusikan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. (PMRI 4) (3 menit) 12. Siswa dibimbing guru untuk menyimpulkan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama (PMRI3) (5 menit) Konfirmasi 13. Siswa bersama guru menarik kesimpulan mengenai penjumlahan pecahan

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [19] berpenyebut sama. (2 menit) Kegiatan Akhir (15menit) 14. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu (10 menit) 15. Siswa diberi kesempatan bertanya mengenai materi yang belum dipahami. (2 menit) 16. Refleksi dan penguatan. (2 menit) 17. Salam penutup. (1 menit) Keterangan: PMRI1 = penggunaan konteks PMRI2 = penggunaan model PMRI3 = pemanfaatan konstruksi siswa PMRI4 = interaktivitas PMRI5 = keterkaitan VIII. SumberdanMedia Pembelajaran 1. Sumberpembelajaran: Mustaqin, Burhan dan Ari Astuty. 2008. AyoBelajarMatematikaUntuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas Suyati, M Khafid. 2004.Pelajaran Matematika untuk SDKelas 4. Jakarta: Erlangga 2. Mediapembelajaran: - LKS - Cerita tentangkonsep pecahan - Roti tawar dan tahu 3. Penilaian Penilaian Teknik Bentuk Tes Prosedur Pedoman Skoring Keterangan Tes dan non tes Soal uraian Proses Terlampir

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [20] Yogyakarta, 25 Februari 2014 Guru KelasIV Peneliti Rina Kurniasih,S.Pd. Wahyu Dwi Astuti NIP.19821018 20090 2004 NIM:101134087

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [21] Kisi-Kisi Soal EvaluasiPertemuan1 No 1 Nomor Jumlah soal Soal Indikator Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama Keterangan 1,2 b. Mengubah soal cerita ke dalam 1,2 kalimat matematika c. Menjumlahkan dua pecahan 1,2 2 3 Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matemtika dengan menghargai pendapat teman Psikomotorik a. Mendemonstrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media Jumlah soal evaluasi pertemuan 1 2 Tarifkesukaran: 1. Sedang =no soal 1 2. Sulit = no soal 2 2 2 - - Kriteria penilaian terdapat pada rubrik penilaian Afektif - - Criteria penilaian - - terdapat pada rubrik penilaian psikomotorik 2

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [22] RUBRIK PENILAIAN 1. Rubrik penilaian kognitif No 1 2a 2b 2c 3 4 Kriteria Penilaian Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Skor 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0 4 3 2 1 `0 4 3 2 1 0 4

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [23] 5 Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban 3 2 1 0 4 3 2 1 0 2. Rubrik penilaian afektif(kerjasama) Diskusikanlah polapenjumlahan pecahan berpenyebut samadalam kelompok! Aspekyangdinilai *) Kelompok Tidak mendominasi Menghargai siswalain 1 2 3 Skor :Kriteria Penskoran 4 = Sangat baik 3 =Baik 2 =Cukup 1 =Kurang Mauberpendapat dalam kelompok Kekompakan Total skor

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [24] *)Kriteriapenilaian No 1 2 3 4 Aspek Tidak mendominasi Menghargai siswalain Skor Kriteria 4 Tidakbertindak sebagaiketua dan mau memberikan kesempatanpadateman lain 3 Tidakbertindak sebagaiketua 2 Tidakmemberikan kesempatan padateman lain 1 Mendominasi dalam kelompok (bertindak sebagai ketua) 4 Maumendengar pendapat memberikanapresiasinya dariteman 3 Maumendengar pendapat memberikan apresiasi teman, 2 Hanyamendengar pendapat teman lain 1 Egois terhadap pendapatnya 4 Lebih dari 3 kali memberikan pendapatnyadalam kelompok 3 3 kalidalam memberikanpendapatnya dalam kelompok 2 Kurangdari 3 kalidalammemberikan pendapatnyadalam kelompok 1 Tidakmau memberikanpendapatnyadalam kelompok 4 Maubekerjasama denganteman lain 3 Maubekerjasama denganteman laindengan syarat harus mengikuti pendapatnya 2 Tidakmau bekerjasamadengan teman lain 1 Hanyamenurutipendapatnyadan menolak pendapat dari teman lain Mau berpendapat dalam kelompok Kekompakan lain namun dan tidak

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [25] 3. Rubrik penilaian psikomotor (menampilkan sikap berani) Presentasikan hasildiskusimu di depan kelas! Aspekyangdinilai *) Kelompok Kelantangan suara Keberanian Kejelasan pengucapan Total skor 1 2 3 Kriteria Penskoran: 4 = Sangat Baik 3 =Baik 2 =Cukup 1 =Kurang *)Kriteriapenilaian No 1 2 Aspek Keberanian Kelantangan suara Skor Kriteria 4 Lebih dari 3 kali pertanyaan/pendapat tanpadisuruh 3 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat dengan disuruh 2 Kurang dari 3 pertanyaan/pendapat 1 Tidakpernah mengajukan pertanyaan/pendapat 4 Suara terdengar belakangdan jelas 3 Suara terdengar sampai kebaris paling belakang, namun kurang jelas 2 1 kali sampai mengajukan mengajukan kebaris paling Suara kurang terdengar sampai baris paling belakang Suara tidak terdengar sampai ke baris paling belakang

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [26] 3 Kejelasan pengucapan 4 Kalimat yang konsonannya diucapkan 3 Konsonan dalam kalimatkurangjelas 2 Vokal dan konsonan dalam kalimat kurang jelas 1 Kalimat yang diucapkan tidak jelas PEDOMAN SKORING 1. Skoring Aspek kognitif =10 Aspek afektif =16 Aspek psikomotor=12 2. Nilai Akhir Nilai Kognitif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 Nilai Afektif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖 𝑓 Nilai Psikomotor = Nilai Total = 10 16 𝑥 100 𝑥 100 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑜𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 12 𝑥 100 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 +𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 +𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑖𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 3 jelas vokal dan

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [27] RENCANAPELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Satuan Pendidikan : SD N Berbah 2 Hari /Tanggal : Kamis/27 Februaru 2014 Kelas /Semester : IVA/ 2 Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 2 X 35 menit I. StandarKompetensi 6.Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah II. Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan III. Indikator 1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. b. Mengubah soal cerita kedalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. IV. TujuanPembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mampu mendiskusikan cara-cara penyelesaian penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda setelah mendemonstrasikan mediadi dalam kelompok. b. Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika secara kelompok.

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [28] c. Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut berbeda secara individu. 2. Afektif a. Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Siswa mampu mendemonstrasikan soal cerita yang diberikan guru dengan menggunakan media yang telah dipersiapkan guru.  Karakteristik siswa yang diharapkan:sikap berani, kerjasama, jujur dan menghargai. V. MateriPembelajaran Penjumlahan pecahan berpenyebut beda(terlampir) VI. Pendekatan danMetode Pendekatan : PMRI Metode : Tanyajawab, diskusi,demonstrasi VII. Langkah-LangkahKegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal(13menit) 1. Salam pembuka dan presensi.(1 menit) 2. Siswa diingatkan tentang norma kelas.(PMRI4) (1 menit) 3. Siswamendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. (PMRI5) (1 menit) 4. Motivasi: Siswa diajak untuk menyanyikan lagu “AmbilkanBulan”. (PMRI1) (3 menit) Apersepsi:(5 menit) 5. Guru bercerita tentang:“Ibu memilikisatu buah kue terang bulan. Ibu memotong kue terang bulan menjadi 6 potong. Lalu ibu memberikan 2 potong kue terang bulan kepada Dika. Beberapa saat kemudian Dika mendapatkan 1 potong kue terang bulan lagi sama jenisnya dari kakak.

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [29] Berapa banyak bagian kueterang bulanyang dimiliki oleh Dika sekarang?”(PMRI1). 6. Guru meminta dua orang siswa menyelesaikan masalah dalam cerita menggunakan kue terang bulan di depan kelas (PMRI2) (2 menit) KegiatanInti (42menit) Eksplorasi 7. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5 siswa berdasarkanbentuk nomordadayang didapat. (PMRI5)(2 menit) 8. Siswa mendengarkan cerita yang dibacakan oleh guru, ”Dafa dan Putri masing-masing membeli 1 buah kue terang bulan yang sama besar. Dafa membagi kue terang bulannya menjadi 4 potong yang sama besar, sedangkan Putri membagi kue terang bulannya menjadi 2 potong yang sama besar. Dafa memberikan 1 bagian dari kuenya kepada bu Fika dan beberapa saat kemudian Putri juga memberikan 1 bagian dari kuenya kepada bu Fika. Berapakah jumlah bagian kue terang bulan yang diterima oleh bu Fika?”(PMRI1,PMRI5) (2 menit) 9. Siswa diminta untuk menyelesaikan masalah yang telah dibacakan oleh guru dengan menggunakan papan terang bulan yang telah disiapkan oleh guru. (PMRI4) (7 menit) 10. Siswa diberikan sebuah soal cerita mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut beda.(1 menit) 11. Setiap kelompok diberikan sebuah papan terang bulan dan satu paket papan pecahan (1 utuh, setengahan, sepertigaan, seperempatan, seperenaman, dan seperdelapanan) untuk membantu siswa menyelesaikan soal. (PMRI 2) (2 menit) 12. Siswa bersama kelompok mencoba mencari jawaban dengan cara mereka sendiri. (PMRI4)(10 menit) Elaborasi 13. Beberapa kelompok diminta untuk mengemukakan hasil jawaban melalui

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [30] presentasi. (PMRI 4). (7 menit) 14. Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan kepada kelompok yang sedang menyampaikan presentasi. (PMRI 3, PMRI 4) (3 menit). Konfirmasi 15. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil belajar. (5 menit) 16. Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa yang belum paham terhadap materiyangdisampaikan.(PMRI3) (3menit) Kegiatan Akhir (15menit) 17. Siswa mengerjakan soal evaluasi yang telah diberikan oleh guru (10 menit) 18. Siswa diberi kesempatan bertanya mengenai materi yang belum dipahami. (2 menit) 19. Refleksi dan penguatan. (PMRI 5) (2 menit) 20. Salam penutup.(1 menit) Keterangan: PMRI1 =penggunaan konteks PMRI2 =penggunaan model PMRI3 =pemanfaatan konstruksi siswa PMRI4 =interaktivitas PMRI5 =keterkaitan VIII. SumberdanMedia Pembelajaran 1. Sumber Pembelajaran Mustaqin, Burhan dan Ari Astuty. 2008. AyoBelajarMatematikaUntuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas Suyati, M Khafid. 2004. Pelajaran Matematika untuk SD Kelas 4. Jakarta: Erlangga

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [31] 2. MediaPembelajaran a. LKS b. Kueterangbulan c. Papan terangbulan d. Gambarterangbulan e. Papan pecahan IX. Penilaian Jenis : Tertulis Teknik : Tes dan non tes Bentuk tes : Soal uraian Prosedur : Proses Pedoman skoring (terlampir) Yogyakarta,26Februari 2014 Guru Kelas IV Peneliti Rina Kurniasih,S.Pd. Wahyu Dwi Astuti NIP.19821018 20090 2004 NIM: 101134087

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [32] Kisi-Kisi Soal Evaluasi Pertemuan 2 No 1 Indikator Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut beda b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika c. Menjumlahkan dua pecahan 2 3 Nomor soal Jumlah soal Tarifkesukaran: 1,2 2 1,2 1,2 2 2 Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama - - b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman - - Psikomotorik a. Mendemonstrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media Keterangan - Jumlah soal evaluasi pertemuan 2 - 1. Sedang =no soal 1 2. Sulit = no soal 2 Kriteria penilaian terdapat pada rubrik penilaian Afektif Kriteria penilaian terdapat pada rubrik penilaian psikomotorik 2 RUBRIK PENILAIAN a. Rubrik penilaian kognitif No 1 Kriteria Penilaian Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan Skor 4 3 2 1 0 4 3 2

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [33] 2a 2b 2c 3 4 5 jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban 1 0 4 3 2 1 0 4 3 2 1 `0 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [34] b. Rubrik penilaian afektif (menghargai teman) Ubahlah soal cerita kedalam kalimat matematika didalam kelompok dengan menghargai temanmu! Aspek yang dinilai *) Kelompok Tidak berbicara dengan teman Tidak membuat keributan Mentaati peraturan Yang disepakati Total skor 1 2 3 Skor : 4 = Sangat baik 3 =Baik 2 =Cukup 1 =Kurang *)Kriteriapenilaian No Aspek Skor 4 1 Tidak berbicara dengan teman 3 2 1 2 Tidak membuat keributan 4 3 2 1 4 Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi dengan bertanya Kepada teman dan menengok kanan/kiri Tidak mengerjakan evaluasi dan berbicara dengan teman Mengerjakan evaluasi secaramandiri dan tidak bercandadengan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan tidak Bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi tepat waktu, mendengarkan penjelasan guru dan melakukan petunjuk pada soal evaluasi

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [35] Mengerjakan evaluasi tepat waktu, mendengarkan penjelasan guru tetapi tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi Mengerjakan evaluasi tepat waktu, tidak mendengarkan penjelasan guru dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi Mengerjakan evaluasi tidak tepat waktu, tidak mendengarkan penjelasanguru dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi 3 3 Mentaati peraturanyang disepakati 2 1 b. Rubrik penilaian psikomotor (menampilkan sikap berani) Presentasikan hasildiskusimu di depan kelas! Aspek yang dinilai *) Kelantangan suara Kelompok Keberanian Kejelasan pengucapan Total skor 1 2 3 Skor : 4 = Sangat baik 3 =Baik 2 =Cukup 1 =Kurang *)Kriteriapenilaian No Aspek Skor 4 3 1 Keberanian 2 1 4 Kriteria Lebih dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat tanpa disuruh 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat dengan disuruh Kurangdari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat Tidak pernah mengajukan pertanyaan/pendapat Suara terdengar sampai ke baris paling Belakang dan jelas

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [36] 3 2 2 Kelantangan suara 1 4 3 3 Kejelasan 2 1 pengucapan Suara terdengar sampai ke baris paling belakang, namun kurangjelas Suara kurang terdengar sampai baris paling belakang Suara tidak terdengar sampai kebaris paling belakang Kalimat yang diucapkan jelas vokal dan konsonannya Konsonan dalam kalimatkurangjelas Vokal dan konsonan dalam kalimat kurang jelas Kalimat yang diucapkan tidak jelas PEDOMAN SKORING 3. Skoring Aspek kognitif =10 Aspek afektif =16 Aspek psikomotor=12 4. Nilai Akhir Nilai Kognitif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 Nilai Afektif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 Nilai Psikomotor = Nilai Total = 10 16 𝑥 100 𝑥 100 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑜𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 12 𝑥 100 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 +𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 +𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑖𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 3

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [37] RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan 3 Satuan Pendidikan : SD N Berbah 2 Hari /Tanggal : Selasa/4 Maret 2014 Kelas/Semester : IV / 2 Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 2 X 35 menit I StandarKompetensi 6.Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah II Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan III Indikator 1.Kognitif a.Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. b.Mengubah soal cerita kedalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2.Afektif a.Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b.Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3.Psikomotorik a.Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. IV TujuanPembelajaran 1.Kognitif a.Siswa mampu mendiskusikan cara-cara penyelesaian penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda setelah mendemonstrasikan media di dalam kelompok. b.Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika secara

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [38] kelompok. c.Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut berbeda secara individu. 2.Afektif a. Siswa mampu menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3.Psikomotorik a. Siswa mampu mendemonstrasikan soal cerita yang diberikan guru dengan menggunakan media yang telah dipersiapkan guru.  Karakteristik siswa yang diharapkan: sikap berani, kerjasama, jujur dan menghargai V MateriPembelajaran Penjumlahan pecahan berpenyebut beda (terlampir) VI Pendekatan danMetode Pendekatan : PMRI Metode : Tanyajawab, diskusi,demonstrasi VII Langkah-LangkahKegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal (10menit) 1. Salam dan doapembuka.(3 menit) 2. Siswadiingatkan tentang norma kelas.(1 menit) 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.(1 menit) 4. Apersepsi : Siswa diajak untuk bermain “Kuis Cepat Tepat”.(5 menit) Kegiatan Inti (45menit) Eksplorasi 5. Siswa membentuk 5 kelompok seperti pada pertemuan kedua. (2 menit)

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [39] 6. Siswa diberikan dua buah soal penjumlahan pecahan berpenyebut beda untuk diselesaikan melalui diskusi.(PMRI4)(3menit) 7. Siswa menyelesaikan soal pertama menggunakan media papan pecahan (PMRI1). (5 menit) 8. Siswa diminta untuk menyelesaikan soal ke dua dengan cara mereka sendiri tanpa menggunakan media (PMRI2).(10 menit) Elaborasi 9. Beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusi (jawaban) mereka di depan kelas dengan menuliskan hasil jawaban pada papan tulis. (PMRI4) (10 menit) 10. Siswa yang lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan kelompok yang presentasi. Siswa yang memberikan tanggapan akan mendapatkan bintang(PMRI4)(5menit) Konfirmasi 11. Siswa bersama guru menyimpulkan kembali pola penjumlahan pecahan berbeda penyebut.(PMRI3) (10 menit) Kegiatan Akhir (15menit) 12. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu.(10 menit) 13. Refleksi dan penguatan. (PMRI5) (2 menit) 14. Siswa diminta untuk membuat satu soal tentang penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dan diberikan kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan berikutnya (PMRI5). (2 menit) 15. Salam penutup.(1 menit) Keterangan: PMRI1 = penggunaan konteks PMRI2 = penggunaan model PMRI3 = pemanfaatan konstruksi siswa PMRI4 = interaktivitas PMRI5 = keterkaitan

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [40] VIII Sumber dan Media Pembelajaran 1.Sumber Pembelajaran Mustaqin, Burhan dan AriAstuty. 2008. AyoBelajarMatematikaUntuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Depdiknas Suyati, M Khafid. 2004.Pelajaran Matematika untuk SDKelas 4. Jakarta: Erlangga 2.MediaPembelajaran a. LKS b. Papan pecahan IX. Penilaian Jenis : Tertulis Teknik : Tes dan non tes Bentuk Tes : Soal Uraian Prosedur : Proses Pedoman skoring (terlampir) Yogyakarta,3 Maret 2014 Guru KelasIV Peneliti Rina Kurniasih,S.Pd. Wahyu Dwi Astuti NIP.19821018 20090 2004 NIM: 101134087

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [41] Kisi-Kisi Soal Evaluasi Pertemuan 3 No 1 2 Indikator Jumlah soal Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut beda 1,2 2 b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika c. Menjumlahkan dua pecahan 1,2 1,2 2 2 Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matemtika dengan menghargai pendapat teman 3 Nomor soal Psikomotorik a. Mendemonstrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media Jumlah soal evaluasi pertemuan 3 Keterangan Tarifkesukaran: 1. Sedang =no soal 1 2. Sulit = no soal 2 Kriteria penilaian terdapat pada rubrik penilaian Afektif - - - - - 2 Kriteriapenilaian terdapat pada rubrik penilaian psikomotorik

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [42] RUBRIK PENILAIAN a. Rubrik penilaian kognitif No 1 2a 2b 2c 3 Kriteria Penilaian Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah jawaban benar tepat dan Skor 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0 4 3 2 1 `0 4 3 2 1 0 4

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [43] Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban 4 5 3 2 1 0 4 3 2 1 0 b. Rubrik penilaian afektif (menghargai teman) Ubahlah soal cerita kedalam kalimat matematika di dalam kelompok dengan menghargai temanmu! Aspekyangdinilai *) Kelompok Tidak berbicara dengan teman 1 2 3 Skor : 4 = Sangat baik 3 =Baik 2 =Cukup 1 =Kurang Tidak membuat Keributan Mentaati peraturan Yang disepakati Total skor

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [44] *)Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 Tidak berbicara dengan teman 3 2 1 1 4 3 Tidak membuat keributan 2 2 1 4 3 Mentaati peraturan yang disepakati 3 2 1 Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi dengan bertanya Kepada teman dan menengok kanan/kiri Tidak mengerjakan evaluasi dan berbicara dengan teman Mengerjakan evaluasi secaramandiri dan tidak bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi secaramandiri dan bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan tidak Bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi tepat waktu, mendengarkan penjelasan guru dan melakukan petunjuk pada soal evaluasi Mengerjakan evaluasi tepat waktu, mendengarkan penjelasan guru tetapi tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi Mengerjakan evaluasi tepat waktu, tidak mendengarkan penjelasan guru dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi Mengerjakan evaluasi tidak tepat waktu, tidak mendengarkan penjelasanguru dan tidak melakukan petunjuk pada soal evaluasi b. Rubrik penilaian psikomotor (menampilkan sikap berani) Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas! Aspek yang dinilai *) Kelompok Keberanian 1 2 Kelantangan suara Kejelasan pengucapan Total skor

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [45] Skor : 4 = Sangat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang *)Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 1 Keberanian 3 2 1 4 3 2 Kelantangan suara 2 1 3 Kejelasan pengucapan 4 3 2 1 Kriteria Lebih dari 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat tanpa disuruh 3 kali mengajukan pertanyaan/pendapat dengan disuruh Kurang dari 3 kalimengajukan pertanyaan/pendapat Tidak pernah mengajukan pertanyaan/pendapat Suara terdengar sampai ke baris paling Belakang dan jelas Suara terdengar sampai kebaris paling belakang, namun kurang jelas Suara kurang terdengar sampai baris paling belakang Suara tidak terdengar sampai ke baris paling belakang Kalimat yang diucapkan jelas vokal dan konsonannya Konsonan dalam kalimat kurang jelas Vokal dan konsonan dalam kalimat kurang jelas Kalimat yang diucapkan tidak jelas

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [46] PEDOMAN SKORING 1. Skoring Aspek kognitif =10 Aspek afektif =16 Aspek psikomotor=12 2. Nilai Akhir Nilai Kognitif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 Nilai Afektif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 Nilai Psikomotor = Nilai Total = 10 16 𝑥 100 𝑥 100 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑜𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 12 𝑥 100 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 +𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 +𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑖𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 3

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [47] RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan 4 I. Satuan Pendidikan : SD NBerbah 2 Hari /Tanggal : Rabu/5 Maret 2014 Kelas/Semester :IV / 2 Materi : Penjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 2 X 35 menit Standar Kompetensi 6.Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah II. Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan III. Indikator 1. Kognitif a.Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. b. Menjumlahkan dua pecahan. 2.Afektif a. Menunjukkan sikap tanggung jawab ketika bekerja mengerjakan tugas individu. 3.Psikomotorik a. Menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisan yang rapi. IV. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika secara individu. b. Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut sama secara individu. c. Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut berbeda secara individu.

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [48] 2.Afektif a. Siswa mampu menunjukkan sikap kerjasama ketika bekerja dalam kelompok. b. Siswa mampu mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas dengan penuh tanggung jawab. 3.Psikomotorik a. Siswa mampu menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisan yang rapi.  Karakteristik siswa yang diharapkan: sikap berani, kerjasama, jujur dan menghargai V. Materi Pembelajaran Penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan yang berpenyebut beda (terlampir) VI. VII. Pendekatan dan Metode Pendekatan : PMRI Metode : Tanya jawab, diskusi,demonstrasi Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal (12menit) 1. Salam dan doa pembukaan(2 menit) 2. Siswa diingatkan tentang norma kelas(PMRI4) (1 menit) 3. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran.(PMRI5) (1 menit) 4. Motivasi: Siswa diajak untuk melakukan permainan “Papan Harga” (7 menit) 5. Apersepsi :(1 menit) Guru menanyakan kembali pola untuk penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan penjumlahan yang berpenyebut beda.

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [49] Kegiatan Inti (15menit) Eksplorasi 6. Siswa berkumpul dengan kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya (1 menit) 7. Siswa bersama kelompok diminta untuk membuat kesimpulan mengenai pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan berpenyebut beda. (PMRI4) (5 menit) 8. Beberapa siswa diminta menuliskan kesimpulan yang dibuat kelompok pada papan tulis.(4 menit) Elaborasi 9. Siswa yang belum paham terhadap materi diberi kesempatan bertanya. (PMRI3) (3 menit) Konfirmasi 10. Siswa bersama guru menyimpulkan kembali pola penjumlahan pecahan berbeda penyebut.(PMRI3) (5 menit) Kegiatan Akhir (40menit) 1. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu.(30 menit) 2. Refleksi dan penguatan.(5 menit) 3. Salam penutup.(5 menit) Keterangan: PMRI1 = Penggunaan konteks PMRI2 = Penggunaan model PMRI3 = Pemanfaatan konstruksi siswa PMRI4 = Interaktivitas PMRI5 = Keterkaitan VIII. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Pembelajaran Mustaqin, Burhan dan Ari Astuty. 2008. AyoBelajarMatematikaUntuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta:Depdiknas

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [50] Suyati, M Khafid. 2004.Pelajaran Matematika untuk SD Kelas 4. Jakarta:Erlangga 2. MediaPembelajaran a. LKS b. Kartu pecahan IX. Penilaian Penilaian Teknik Bentuk Tes Prosedur Pedoman Skoring Keterangan Tes dan non tes Soal uraian Proses Terlampir Yogyakarta, 4 Maret 2014 Guru Kelas IV Peneliti Rina Kurniasih,S.Pd. Wahyu Dwi Astuti NIP.19821018 20090 2004 NIM:101134087

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [51] Cerita Permainan Papan Harga Bu Ratna pergi ke toko roti dan membeli roti tart sebanyak 3 kotak. Setelah itu ibu Ratna pulang ke rumah. Di tengah jalan ia bertemu dengan bu Puspa. Bu ratna sangat akrab dengan bu Puspa lalu ia memberikan 2 kotak roti tart kepada bu Puspa. Sesampainya di rumah ternyata ada tetangganya yang memberi 1 kotak roti tart. Kemudian bu Ratna memberikan 1 kotak roti tart miliknya kepada bibi. Sisa roti tart milik bu Ratna dimakan oleh 2 orang anaknya. Kisi-Kisi Soal Evaluasi Pertemuan 4 No 1 Indikator Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama b. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda c. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika d. Menjumlahkan dua pecahan 2 Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama Nomor soal Jumlah soal Keterangan Tarifkesukaran: 1, 2a 2 2b, 2c 2 1,2 2 3, 4, 5 3 1. Mudah =no soal 2a, 3 2. Sedang =no soal 1,4,5 3. Sulit = no soal 2b, 2c Soal untuk indikator c tidak dihitungkarena sudahterhitungdi indikator adan b Kriteriapenilaian terdapat pada rubrik penilaian Afektif b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika c. Menunjukkan sikap tanggungjawab ketika bekerja mengerjakan tugas individu 3 Psikomotorik a. Mendemonstrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media Kriteriapenilaian terdapat pada rubrik penilaian psikomotorik

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [52] b. Menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisan yang rapi Jumlah soal evaluasi pertemuan 4 5 RUBRIK PENILAIAN a. Rubrik penilaian kognitif No 1 2a 2b 2c 3 Kriteria Penilaian Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Skor 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0 4 3 2 1 `0 4 3 2 1

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [53] 4 5 Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban Semua langkah tepat dan jawaban benar Semua langkah tepat tetapi jawaban salah Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban benar Ada langkah yang tidak tepat dan jawaban salah Tidak ada jawaban 0 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0 b. Rubrik penilaian afektif (menghargai teman) Kerjakan soal dibawah ini dengan menghargai temanmu! Aspek yang dinilai *) Nama Tidak berbicara dengan teman 1 2 3 4 5 Skor : 4 = Sangat baik 3 =Baik 2 =Cukup 1 =Kurang Tidak membuat keributan Mentaati peraturan yang disepakati Tidak menyontek pekerjaan teman Total skor

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [54] *)Kriteria penilaian No Aspek Skor 4 1 Tidak berbicara dengan teman 3 2 1 4 2 Tidak membuat keributan 3 2 1 4 3 3 Mentaati peraturan yang disepakati 2 1 4 4 Tidak menyontek pekerjaan teman 3 2 1 Kriteria Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi dengan bertanya Kepada teman dan menengok kanan/kiri Tidak mengerjakan evaluasi dan berbicara dengan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan Bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan tidak Bercanda dengan teman Tidak mengerjakan evaluasi dan bercanda dengan teman Mengerjakan evaluasi tepat waktu, mendengarkan penjelasan guru dan melakukan petunjuk padasoal evaluasi Mengerjakan evaluasi tepatwaktu, mendengarkan penjelasan guru tetapi tidak melakukan petunjuk padasoal evaluasi Mengerjakan evaluasi tepat waktu, tidak mendengarkan penjelasan guru dan tidak melakukan petunjuk padasoal evaluasi Mengerjakan evaluasi tidak tepat waktu, tidak mendengarkan penjelasanguru dan tidak melakukan petunjuk padasoal evaluasi Tidak bertanya pada teman dan tidak menengok kanan/kiri Tidak bertanya pada teman, namun menengok kanan/kiri Mengintip jawaban teman Bertanya pada teman

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [55] b. Rubrik penilaian psikomotor (menunjukkan sikap jujur) Kerjakan soal dibawah ini dengan jujur! Aspekyangdinilai *) Nama Tidak menyontek jawaban teman Tidak membuka buku/catatan Tidak memberi jawaban pada teman Tidak bertanya pada teman Total skor 1 2 3 4 5 6 7 8 ... Skor : 4 = Sangat baik 3 =Baik 2 =Cukup 1 =Kurang *)Kriteria penilaian No 1 Aspek Tidak Skor Kriteria 4 Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak menengok kanan/kiri Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan melihat ke atas (berpikir) Menengok kanan/kiri (mengerjakan evaluasi Secara mandiri) Mencontek pekerjaan teman Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan tidak membuka catatan Mengerjakan evaluasi secara mandiri dan menengok kanan/kiri 3 meyontek jawaban teman 2 1 2 Tidak membuka 4 3

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [56] buku/catatan 2 1 4 Tidak memberi 3 3 2 jawaban pada teman 1 4 4 3 Tidak bertanya pada teman 2 1 Gelisah dan menengok kanan/kiri Membuka catatan Tidak memberi jawaban pada teman dan Bekerja secara mandiri Tidak memberi jawaban pada teman, namun menengok kanan/kiri Mengobrol bersama teman (tidak memberi jawaban) Member jawaban padateman Tidak bertanya pada teman dan tidak menengok kanan/kiri Tidak bertanya pada teman, namun menengok kanan/kiri Mengintip jawaban teman Bertanya pada teman PEDOMAN SKORING 1. Skoring Aspek kognitif =28 Aspek afektif =16 Aspek psikomotor=12 2. Nilai Akhir Nilai Kognitif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 Nilai Afektif = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 Nilai Psikomotor = Nilai Total = 28 16 𝑥 100 𝑥 100 𝑠𝑘𝑜𝑟𝑝 𝑠𝑖𝑘𝑜𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 12 𝑥 100 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑘𝑜𝑔𝑛𝑖𝑡𝑖𝑓 +𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 +𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑠𝑖𝑘𝑖𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 3

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [57] RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/semester Pertemuan ke Alokasi waktu : : : : : SD N Berbah 2 Matematika IV (Empat) /2 (dua) 1-3 6 x 35 menit A. Standar Kompetensi : 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan C. Tujuan Pembelajaran** Peserta didik dapat :  Melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama  Membulatkan pecahan desimal ke satuan terdekat  Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal  Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan Pecahan  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin, rasa hormat dan perhatian,tekun dan tanggung jawab D. Materi Ajar  Penjumlahan pecahan desimal E. Metoda Pembelajaran  deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)  ekspositori (menerangkan)  tanya jawab  latihan F. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan ke 1-3  Kegiatan awal Apersepsi dan Motivasi - Mengingat kembali konsep menjumlahkan pecahan - Melakukan game yang berhubungan menjumlahkan pecahan dari bilangan

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [58]  Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Siswa dapat memberikan catatan deduktif-deskriptif tentang operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal  Mengeksposisi tentang operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal  Mengingat kembali konsep tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan dan pecahan desimal  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan  Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  Memberikan latihan soal  Memberikan soal pekerjaan rumah  Menutup pelajaran G. Alat/Bahan dan Sumber Belajar  Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk Sekolah Dasar Kelas 4,  Matematika SD untuk Kelas IV 4B,

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [59] H. Penilaian Indikator Pencapaian Teknik Penilaian Kompetensi o Melakukan operasi Tugas hitung penjumlahan Individu dan pengurangan pecahan berpenyebut sama o Membulatkan pecahan desimal ke satuan terdekat o Melakukan operasi penjumlahan dan Pengurangan pecahan desimal o Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Bentuk Instrumen Laporan buku pekerjaan rumah Instrumen/ Soal o Pratekkanlah operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama o bulatkanlah pecahan desimal ke satuan terdekat o Pratekkanlah operasi penjumlahan dan Pengurangan pecahan desimal o Menjelaskan arti pecahan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Format Kriteria Penilaian  PRODUK ( HASIL DISKUSI ) No. Aspek 1.  Konsep PERFORMANSI No. Aspek Kriteria * semua benar * sebagian besar benar * sebagian kecil benar * semua salah Kriteria Skor 4 3 2 1 Skor 1. Pengetahuan * Pengetahuan * kadang-kadang Pengetahuan * tidak Pengetahuan 4 2 1 2. Sikap * Sikap * kadang-kadang Sikap * tidak Sikap 4 2 1 CATATAN : Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [60]  Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial. Yogyakarta, 2 Januari 2014

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [61] Ayo Belajar Pecahan! Hari ini kita akan belajar: Pecahan Penjumlahan pecahan berpenyebut sama Penjumlahan pecahan berpenyebut beda Pendahuluan Sungguh menyenangkan ketika kita memiliki sebuah roti terang bulan yang akan dibagikan kepada teman-teman dan kita dapat membaginya dengan ukuran yang sama. Temantemanmu akan merasa senang karena kamu bisa bersikap adil. Nah, untuk itu kamu perlu belajar pecahan. Dengan belajar pecahan, kamu bisa menjumlahkan ½ bagian terang bulan yang dimiliki Ani dengan 𝟏 𝟑 bagian terang bulan yang kamu miliki. Belajar pecahan akan membuat kamu dapat menjumlahkannya dengan mudah.

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [62] Apakah pecahan itu? Pecahan adalah bagian dari seluruh benda seperti sebuah kue, sebuah apel, atau sebuah terang bulan. Jika sebuah terang bulan telah dipotong maka terang bulan itu tidak utuh lagi. Potongannya merupakan bagian atau pecahan dari seluruh terang bulan. Jika sebuah apel dipotong-potong, apel itu tidak utuh lagi. Potongan-potongannya merupakan pecahan dari seluruh apel.

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [63] 1. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama Ayo Bermain Cobalah aktivitas yang menyenangkan dengan melakukan permainan dalam buku ini sambil belajar tentang pecahan. Lakukan bersama temanmu dalam kelas dan ikutilah petunjuknya dengan cermat! Permainan Mencari Pasangan 1. Alat dan Bahan 1 1 1 1 1 1 1 2 3 4 5 6 7 8  Puzzle pecahan berbentuk lingkaran bernilai 1, , , , , , , dan yang sudah dipotong menjadi 4/5 bagian. 2. Langkah-langkah Permainan  Setiap siswa mendapat satu potong puzzle dengan warna yang berbeda.  Siswa berkumpul dengan teman yang memiliki potongan puzzle berwarna sama.  Setelah semua siswa berkumpul menjadi kelompok, siswa dalam kelompok tersebut diminta menggabungkan potongan puzzlenya dengan teman 1 kelompok sehingga menjadi 1 gambar lingkaran yang utuh.  Siswa diminta untuk menyebutkan nilai pecahan dari puzzle yang diarsir.  Nilai pecahan yang diperoleh akan menjadi nama kelompoknya. 3. Tujuan Permainan Permainan ini akan membimbing siswa untuk mengenal pecahan melalui gambar yang terdapat padapuzzle.

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [64] Potongan Tahu, Roti Tawar dan Bolu Tahu, roti tawar dan bolu juga dapat dipotong menjadi beberapa bagian. Tahu, roti tawar dan bolu yang dipotong menjadi dua bagian yang sama 𝟏 juga merupakan pecahan yang bernilai . 𝟐 𝟏 Walaupun sama-sama bernilai , akan tetapi besar dari 𝟏 𝟐 dengan besar dari roti tawar dan besar dari 𝟐 𝟏 𝟐 bolu. 𝟏 𝟐 tahu berbeda Ayo bergabunglah dengan kelompok sesuai dengan permainan “Mencari Pasangan” Kerjakan Soal di bawah ini dengan tepat! Selesaikan masalah berikut ini menggunakan cara kalian sendiri dengan dibantu media yang telah disediakan! a. Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan kue tadi dibagikan kepada Ani, Budi dan Cindy. Masing-masing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar. Lalu satu potong kue itu ibu berikan kepada Ani. Berapa bagian kue yang dimiliki Ani sekarang?

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [65] b. Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut. Supaya tahunyanya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan? Aku Berani Berikan kesimpulan untuk penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya! Teman-teman jangan lupa ya….. Penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan pembilang-pembilangnya. Sedangkan penyebutnya tidak dijumlahkan.

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [66] Aku Mampu Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri! 1. Ibu memiliki satu kue tart. Lalu ibu memotong kue tart tersebut menjadi 6 potong. Ibu memberikan 2 potong kue tart kepada Risa. Beberapa saat kemudian ibu memberikan 1 potong kue tart lagi kepada Risa. Berapa bagian kue tart yang dimiliki oleh Risa sekarang? 2. Agus ingin mengecat tongkat pramuka yang akan digunakan untuk Persami hari minggu besok. Tongkat tersebut terdiri dari 4 ruas yang sama panjang. Hari ini dia akan mengecat 1 ruas tongkat tersebut dengan warna hitam. Tongkat tersebut akan dijemur dulu agar bagian warna hitam kering. Keesokan harinya dia mengecat lagi 3 ruas tongkat tersebut dengan warna coklat. Kini berapa bagian yang telah dicat oleh Agus?

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [67] 2. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Beda Masih ingatkah kamu tentang membelah apel? Atau memotong tahu dan roti? Nah, siapa yang mau memotong kue terang bulan? Sebelumnya, ayo kita bernyanyi bersama terlebih dulu! Lagu Ambilkan Bulan Ambilkan bulan bu… Ambilkan bulan bu… Yang slalu bersinar dilangit, Dilangit bulan benderang… Cahayanya sampai ke bintang… Ambilkan bulan bu.. Untuk menerangi..

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [68] Ayo dengarkan cerita Dengarkan cerita yang dibacakan oleh gurumu! Perhatikan ketika guru memotong kue terang bulan di depan kelas. Kamu juga dapat mencobnya! Kegiatan 1 Pecahkan masalah yang ada di dalam cerita bersama kelompokmu! Alat dan Bahan: - Papan terang bulan - Gambar terang bulan - Gunting Langkah Kegiatan 1. Dengarkan cerita yang dibacakan gurumu! 2. Siapkan gambar dan papan terang bulan! 3. Selesaikan soal tersebut menggunakan gambar dan papan

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [69] Kegiatan 2 Alat dan bahan: - Papan pecahan 1. Siapkan papan pecahan! 2. Bacalah soal di bawah ini dengan cermat! 3. Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong. Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian tempe yang dimiliki Vivi sekarang? 4. Selesaikan tersebut! soal tersebut menggunakan papan pecahan

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [70] Aku siap! 1. Dian dan Lita membeli pita yang sama di toko bu Nina. Dian 𝟏 𝟏 membeli pita sepanjang 𝟐meter. Sedangkan Lita membeli 𝟔meter. Jika pita mereka digabungkan, berapa meter pita milik Dian dan Lita sekarang? 𝟑 2. Ibu Rina akan membuat roti. Ia membutuhkan 𝟒kg tepung. Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Rina menambahkan 𝟏 𝟑 kg tepung lagi. Berapa banyak tepung yang digunakan untuk membuat roti?

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [71] Aku berani Ayo bermain “Kuis Cepat Tepat” Kuis Cepat Tepat Peraturan: 1. Guru membacakan soal cerita. 2. Siswa secara individu mengerjakan soal pada kertas yang telah disediakan. 3. Siswa yang sudah selesai dapat segera menjawab soal tersebut. 4. Siswa dapat saling berebut ketika akan menjawab. 5. Siswa yang tepilih dan tepat dalam menjawab soal akan mendapatkan “bintang”. Bahan: 1. Kertas berbentuk bintang. 2. Soal: Ibu Rina akan membuat roti. Ia membutuhkan 3 kg tepung. 4 Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Rina menambahkan 1 kg 3 tepung lagi. Berapa kg banyak tepung yang digunakan untuk membuat roti?

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [72] Ayo Mencoba! Kerjakan soal di bawah ini bersama kelompokmu! 1. Selesaikan masalah berikut ini bersama dengan kelompokmu dengan menggunakan menggunakan media! a. Ibu membeli 𝟏 𝟐 kg gula pasir. Kemudian ibu membeli lagi pasir. Berapa kg gula pasir yang dimiliki ibu sekarang? 2. Temukan pola penjumlahan pecahan berpenyebut beda. Kerjakan soal berikut ini tanpa menggunakan media! b. 𝟏 𝟑 + 𝟑 𝟒 = ....... 𝟏 𝟒 kg gula

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [73] Aku paham ! Buatlah kesimpulan mengenai penjumlahan berpenyebut beda! 1. Samakan penyebut dengan KPK kedua bilangan (mencari bentuk pecahan yang senilai). 2. Jumlahkan pecahan baru seperti pada penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Aku Bisa! 1. Ayah ingin mengecat rumah. Pada hari Senin ayah mengecat 𝟏 bagian rumah. Keesokan harinya, ayah mengecat lagi 𝟓 rumah. Berapa bagian rumah yang sudah dicat oleh ayah? 2. Kakak membeli 𝟑 kg 𝟒 buah rambutan. Rambutan 𝟏 bagian 𝟔 tersebut dimasukkan ke keranjang buah. Tiba-tiba, kakek memetik buah rambutan di belakang rumah dan setelah ditimbang beratnya 𝟏 𝟕 kg. Kemudian kakek meletakkan di keranjang kakak. Berapa kg rambutan di keranjang kakak sekarang?

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [74] Sejauh mana pemahaman mengenai penjumlahan pecahan? Ayo buktikan kemampuan dengan bermain “Papan Harga” Permainan Papan Harga 1. Langkah-langkah Permainan  Guru membagikan papan yang nilainya bervariasi, ada yang bernilai satu dan da yang bernilai setengah.  Guru menceritakan sebuah cerita kepada siswa. Ketika guru bercerita terdapat bilangan tertentu, maka siswa harus berkumpul sesuai dengan jumlah bilangan yang disebutkan.  Guru mengecek ketepatan jumlah bilangan dalam setiap kelompok.  Guru melanjutkan bercerita. 2. Tujuan Permainan Dari permainan ini siswa diharapkan lebih memahami

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [75] Uji kemampuanmu dalam soal latihan akhir! Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri! 1. Kakak membeli sekotak kue tart. Kue tart tersebut ia potong menjadi 10 bagian. Sepotong kue tart ia berikan kepada adik Lina. Sepotong lagi untuk adik Deta. Karena kakak melihat kue tart bagiannya masih banyak, kakak memberikan sepotong lagi dari kue tart yang tersisa untuk adik Lina. Berapa bagiankah yang diperoleh adik Lina? 2. Bu Fitri hendak membuat kue Blackforest. Lalu Bu Fitri berbelanja ke pasar untuk membeli bahan makanan. Bu Fitri membeli 𝟏 𝟒 kg gula pasir, 𝟏 𝟐 kg tepung terigu, dan 𝟑 𝟒 kg telur. Setibanya di rumah, Bu Firti teringat bahwa bahan tersebut masih kurang dari adonan yang diperlukan. Akhirnya Bu Fitri kembali lagi ke pasar dan membeli bahan tersebut. Ibu membeli 𝟑 𝟏 kg gula pasir, kg tepung terigu, dan 𝟒 𝟒 1 2 kg telur. a. Berapa kg gula pasir yang di perlukan Bu Fitri untuk membuat 2 kue Blackforest?

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [76] b. Berapa kg tepung terigu yang di perlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest? c. Berapa kg telur yang di perlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest? 3. Ayah membeli sebuah kue terang bulan. Kue terang bulan itu dipotong menjadi 12 bagian yang sama besar. Di malam hari, adik makan 2 potong. Ketika hari sudah pagi, adik melihat jika kue terang bulan belum habis. Adik kemudian makan lagi sebanyak 3 bagian. Berapa banyak kue terang bulan yang dimakan oleh adik? 4. 𝟑 + 𝟐 = 5. 𝟏 + 𝟑 = 𝟓 𝟕 𝟑 𝟓

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [77] Daftar Pustaka Mustaqim, Burhan dan Ary Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Sulardi. 2007. Pandai Berhitung Matematika Jilid 4: untuk Sekolah Dasar Kelas IV: Jakarta Erlangga. Suyati, M. Khafid. 2004. Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: Erlangga.

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [78] LEMBARKERJA SISWA Pertemuan 1 Satuan Pendidikan : SD NBerbah 2 MataPelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Rabu/26 Februari 2014 Kelas/Semester : IV A / 2 Alokasi Waktu : 3x35 menit (3 jam pelajaran) A. Indikator HasilBelajar 1.Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan denganpenyebut sama. b. Mengubah soal cerita kedalam kalimat matematika. c. Menjumlahkandua pecahan. 2.Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika denganmenghargai pendapat teman. 3.Psikomotorik a.Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media.

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [79] B. Petunjuk untukSiswa 1.Perhatikan penjelasanguru! 2.Bergabunglah dengan kelompokmu! C. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1 1. Bergabunglah dengan kelompokmu dan pilihlah alat peraga yang sudah disediakan oleh gurumu! 2. Selesaikan masalah berikut ini menggunakan cara kalian sendiri dengan bantuan alat peraga yang telah kalian pilih! (alat peraga sudah disediakan). a. Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Evan, Migel danTika. Masing-masing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar. Lalu satu potong roti tawar itu ibu berikan kepada Tika. Berapa bagian roti tawar yang dimilikiTika sekarang? Jawab:

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [93] a. Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut. Supaya tahunyanya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan? Jawab:

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [94] Kegiatan Belajar 2 1. Presentasikanlah cara kelompok menyelesaikan masalah di atas! 2. Kelompok lain memberikan tanggapan. 3. Perhatikanlah tanggapan yang diberikan gurumu! Kegiatan Belajar 3 1. Rumuskanlah pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama bersama kelompokmu! 2. Presentasikanlah jawaban kalian di depan kelas! Kegiatan Belajar 4 Kerjakan soal evaluasi! Refleksi Arsirlah gambar senyum di bawah ini sesuai dengan banyaknya pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini! semakin tidak paham semakin paham

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [95] LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 2 Satuan Pendidikan : SD N Berbah 2 Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Kamis, 27 Februari 2014 Kelas/Semester : IV A/2 Alokasi Waktu : 2x35 menit (2 jam pelajaran) A. Indikator Hasil Belajar 1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. B. Petunjuk untuk Siswa 1. Perhatikan penjelasan guru! 2. Bergabunglah dengan kelompokmu!

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [96] C. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1 1. Kerjakan masalah berikut ini menggunakan “papan terang bulan” dan gambarlah cara kalian menyelesaikannya!  Resa dan Yoga masing-masing membeli 1 loyang terang bulan yang sama besar dan rasanya. Resa membagi terang bulannya menjadi 4 potong yang sama besar, sedangkan Yoga membagi terang bulannya menjadi 2 potong yang sama besar. Resa memberikan 1 potong terang bulannya kepada bu Fajar dan beberapa saat kemudian Yoga juga memberikan 1 potong terang bulannya kepada bu Fajar. Berapakah jumlah bagian terang bulan yang diterima oleh bu Fajar? Jawab :

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [97] 2. Selesaikan masalah berikut menggunakan cara kalian sendiri dengan dibantu media yang kalian pilih tadi!  Floren mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi memberikan 2 3 potong potong. Floren tempenya kepada Tasya. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe Floren. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Tasya. Berapa bagian tempe yang dimiliki Tasya sekarang? Jawab: Kegiatan Belajar 2 1. Presentasikan cara kelompok kalian menyelesaikan masalah yang diberikan! 2. Kelompok lain memberikan tanggapan.

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [98] Kegiatan Belajar 3 Simpulkan hasil belajar kalian bersama guru! Kegiatan Belajar 4 Kerjakan soal evaluasi secara individu! Refleksi Arsirlah gambar senyum di bawah ini sesuai dengan banyaknya pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini! tidak paham paham sekali Dari banyaknya gambar yang kamu arsir, apa saja yang kamu pahami pada pembelajaran hari ini?

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [99] LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 3 Satuan Pendidikan : SD N Berbah 2 Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Selasa, 4 Maret 2014 Kelas/Semester : IV A/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jam pelajaran) A. Indikator Hasil Belajar 4. Kognitif d. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. e. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. f. Menjumlahkan dua pecahan. 5. Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 6. Psikomotorik a. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. B. Petunjuk untuk Siswa 1. Perhatikan penjelasan guru! 2. Siapkan alat tulis!

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [100] C. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1 3. Selesaikan masalah berikut ini bersama dengan kelompokmu dengan menggunakan media! Diandra membeli 𝟏 𝟐 kg gula Kemudian Diandra membeli lagi 𝟏 𝟒 pasir. kg gula pasir. Berapa kg gula pasir yang dimiliki Diandra sekarang? Jawab: 4. Temukan pola penjumlahan pecahan berpenyebut beda! Kerjakan soal berikut ini tanpa menggunakan media! Jawab: 𝟏 𝟑 + 𝟑 𝟒 = ....... Kegiatan Belajar 2 1. Presentasikan cara kelompok menyelesaikan masalah yang diberikan! 2. Kelompok lain memberikan tanggapan. kalian

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [101] 3. Temukan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda melalui diskusi. Kegiatan Belajar 3 1. Presentasikan kesimpulan jawaban pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda di depan kelas! 2. Kelompok lain memberikan tanggapan. 3. Perhatikan tanggapan gurumu! 4. Buatlah kesimpulan bersama guru! Kegiatan Belajar 4 Kerjakan soal evaluasi secara individu! Refleksi Arsirlah gambar bintang di bawah ini sesuai dengan banyaknya pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini! tidak paham paham sekali Dari banyaknya gambar yang kamu arsir, apa saja yang kamu pahami pada pembelajaran hari ini? LEMBAR KERJA SISWA

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [102] Pertemuan 4 Satuan Pendidikan : SD N Berbah 2 Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Rabu, 5 Maret 2014 Kelas/Semester : IV A/2 Alokasi Waktu : 2x35 menit (2 jam pelajaran) B. Indikator Hasil Belajar 7. Kognitif g. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. h. Menjumlahkan dua pecahan. 8. Afektif a. Menunjukkan sikap tanggung jawab ketika bekerja mengerjakan tugas individu. 9. Psikomotorik a. Menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisan yang rapi. B. Petunjuk untuk Siswa 1. Perhatikan penjelasan guru! 2. Siapkanlah alat tulis!

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [103] C. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1 1. Buatlah kesimpulan hasil belajar tentang penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan yang berpenyebut beda! 2. Tanyakan hal yang belum kalian mengerti yang berkaitan dengan materi penjumlahan pecahan. Kegiatan Belajar 2 Kerjakan soal evaluasi sendiri! Refleksi Arsirlah gambar bintang di bawah ini sesuai dengan banyaknya pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini! tidak paham paham sekali Dari banyaknya gambar yang kamu arsir, apa saja yang kamu pahami pada pembelajaran hari ini?

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [104] EVALUASI Pertemuan 1 Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan caramu sendiri! 3. Ibu memiliki satu kue tart. Lalu ibu memotong kue tart tersebut menjadi 6 potong. Ibu memberikan 2 potong kue tart kepada Lina. Beberapa saat kemudian ibu memberikan 1 potong kue tart lagi kepada Lina. Berapa bagian kue tart yang dimiliki oleh Lina sekarang? Jawab: 4. Theo ingin mengecat tongkat pramuka yang akan digunakan untuk Persami hari Minggu besok. Tongkat tersebut terdiri dari 4 ruas yang sama panjang. Hari ini dia akan mengecat 1 ruas tongkat tersebut dengan warna hitam. Tongkat tersebut akan dijemur dulu agar bagian warna hitam kering. Keesokan harinya dia mengecat lagi 3 ruas tongkat tersebut dengan warna coklat. Kini berapa bagian yang telah dicat oleh Theo? Jawab:

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [105] EVALUASI Pertemuan 2 Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri! 3. Anggun dan Reta membeli pita yang sama di toko bu Nina. Anggun membeli pita sepanjang 1 2 meter. 1 Sedangkan Reta membeli meter. Jika pita mereka 6 digabungkan, berapa meter pita milik Anggun dan Reta sekarang? Jawab : 4. Bu Asih akan membuat roti. Ia membutuhkan 3 4 kg tepung. Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Asih menambahkan 1 3 kg tepung lagi. Berapa banyak tepung yang digunakan untuk membuat roti? Jawab :

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [106] EVALUASI Pertemuan 3 Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri! 3. Ayah ingin mengecat rumah. Pada hari senin, ayah 𝟏 mengecat bagian rumah. Keesokan harinya, ayah 𝟓 𝟏 mengecat lagi bagian rumah. Berapa bagian rumah 𝟔 yang sudah dicat oleh ayah? Jawab : 4. Kakak membeli 3 4 kg buah rambutan. Rambutan tersebut dimasukkan ke keranjang buah. Tiba-tiba, kakek memetik buah rambutan di belakang rumah dan setelah ditimbang beratnya 1 7 kg. Kemudian kakek meletakkan di keranjang kakak. Berapa kg rambutan di keranjang kakak sekarang? Jawab :

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [107] EVALUASI Pertemuan 4 Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri! 1. Kakak membeli sekotak kue tart. Kue tart tersebut ia potong menjadi 10 bagian. Sepotong kue tart ia berikan kepada adik Lina. Sepotong lagi untuk adik Deta. Karena kakak melihat kue tart bagiannya masih banyak, kakak memberikan sepotong lagi dari kue tart yang tersisa untuk adik Lina. Berapa bagiankah yang diperoleh adik Lina? Jawab : 2. Bu Fitri membuat kue Blackforest. Lalu Bu Fitri berbelanja ke pasar untuk membeli bahan makanan. Bu Fitri membeli pasir, 1 2 kg tepung terigu, dan 3 4 1 4 kg gula kg telur. Setibanya di rumah, Bu Firti teringat bahwa bahan tersebut masih kurang dari adonan yang diperlukan. Akhirnya Bu Fitri kembali

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [108] lagi ke pasar dan membeli bahan tersebut. Ibu membeli 3 4 kg gula pasir, 1 4 kg tepung terigu, 1 dan kg telur. 2 d. Berapa kg gula pasir yang di perlukan Bu Fitri untuk membuat 2 kue Blackforest? e. Berapa kg tepung terigu yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest? f. Berapa kg telur yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest? Jawab : 3. Ayah membeli sebuah kue terang bulan. Kue terang bulan itu dipotong menjadi 12 bagian yang sama besar. Di malam hari, adik makan 2 potong. Ketika hari sudah pagi, adik melihat jika kue terang bulan belum habis. Adik kemudian makan lagi sebanyak 3 bagian. Berapa banyak kue terang bulan yang dimakan oleh adik? 4. 5. 3 5 1 7 + + 2 3 3 5 = =

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [109] KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI Pertemuan 1 1. Diketahui : Kakak membeli 1 kue tart, kakak memotong kue tart tersebut menjadi 6 potong. Tika memiliki kue tart sebanyak 2 potong dari 2 6 potong yang dimiliki Tika artinya . Tika mendapatkan lagi kue tart dari 6 1 kakak sebanyak 1 potong artinya . 6 Ditanya : Berapakah bagian kue tart yang dimiliki oleh Tika sekarang? Jawab 2 1 2+1 6 6 : + = 6 3 1 6 3 = = 3 Jadi, kue tart yang dimiliki Tika adalah bagian kue tart. 6 2. Diketahui : Ruas tongkat ada 4. Tongkat yang dicat oleh Agus pada 1 hari I adalah I ruas artinya . Tongkat yang dicat oleh Agus pada hari II 4 3 adalah 3 ruas artinya . 4 Ditanya : Berapa bagian yang telah dicat oleh Agus? Jawab : +4= 1 4 3 1+3 4 4 = =1 4 4 Jadi, bagian tongkat yang sudah dicat oleh Agus adalah atau 1. 4

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [110] KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI PERTEMUAN 2 1 1. Diketahui : pita milik Dian meter. 2 1 pita milik Lita meter. 6 Ditanya : berapa meter pita Dian dan Lita? Jawab : +6= 1 1 2 3+1 6 = 4 6 = 2 3 4 Jadi, panjang pita milik Dian dan Lita setelah digabungkan adalah meter. 6 3 2. Diketahui : Tepung pertama kg. 4 1 Tepung kedua kg 3 Ditanya : berapa kg banyak tepung yang digunakan? Jawab : + = 3 1 9+4 4 3 12 = 13 12 Jadi, banyak tepung yang digunakan untuk membuat roti adalah 13 12 kg.

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [111] KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI Pertemuan 3 1. Diketahui : Bagian yang dicat hari Senin adalah 2 5 bagian rumah. 1 Bagian yang dicat hari Selasa adalah bagian rumah. 3 Ditanya : Berapakah bagian rumah yang sudah dicat? Jawab : + = 2 1 6+5 5 3 15 = 11 15 Jadi, bagian rumah yang sudah dicat adalah 2. Diketahui 11 15 bagian. 3 1 4 7 : Rambutan kakak kg. Rambutan kakek kg. Ditanya : Berapa kg rambutan yang dimiliki kakak dan kakek? Jawab : +7= 3 4 1 21+4 28 = 25 28 Jadi, banyak rambutan yang dimiliki kakak dan kakek di dalam keranjang 25 adalah 28 kg.

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [112] KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI Pertemuan 4 3. Diketahui : Kue tart kakak dipotong menjadi 10 bagian. Adik Lina mendapatkan sepotong kue yang artinya mendapatkan 1 10 Lina mendapatkan sepotong kue lagi yang artinya mendapat bagian. Adik 1 10 bagian. Ditanya : Berapakah bagian kue yang diperoleh adik Lina? Jawab : 1 10 + 1 10 = 1+1 10 = 2 10 Jadi, kue yang diperoleh adik Lina adalah 4. Diketahui : Bu Fitri membeli 1 4 2 10 bagian. 1 kg gula pasir, kg tepung terigu dan 2 3 3 4 1 kg telur. Lalu bu Fitri membeli lagi kg gula pasir, kg tepung terigu, dan 4 4 1 2 kg telur. Ditanya : a. Berapa kg gula pasir yang diperlukan bu Fitri untuk membuat 2 kue Blackforest? b. Berapa kg tepung terigu yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest? c. Berapa kg telur yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue Blackforest? Jawab a. b. c. 1 : 3 + = 4 1 2 3 4 1+3 4 4 1 2+1 4 4 1 3+2 2 4 + = + = 4 4 8 4 4 4 = + = =2 = = 3 4 5 4 3 5 4 4 Jadi, bu Fitri membutuhkan 2 kg gula pasir, kg tepung terigu dan telur. kg

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [113] 5. Diketahui : Kue terang bulan dipotong menjadi 12 bagian. Adik makan 2 potong berarti berarti 3 12 2 12 bagian. Adik kemudian makan lagi 3 bagian . Ditanyakan : Berapa banyak kue terang bulan yang dimakan oleh adik? Jawab : 2 12 + 3 12 = 2+3 12 = 5 12 Jadi, banyak kue terang bulan yang dimakan oleh adik adalah 6. 7. 3 5 1 2 9+10 3 15 3 5+21 5 35 + = + = 7 = = 19 15 26 35 5 12 bagian.

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [114] PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA KUESIONER KEAKTIFAN SISWA Kuesioner ini berisi pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang berkaitan dengan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Jawaban yang anda berikan pada kuesioner tidak akan mempengaruhi nilai anda dalam pelajaran matematika. Jawablah setiap pernyataan dalam kuesioner secara jujur sesuai dengan keadaanmu pada waktu belajar matematika. Hasil kuesioner bersifat rahasia dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian. A. Petunjuk Pengisian 1. Isilah kuesioner di bawah ini sesuai dengan apa yang anda alami saat ini! 2. Jawablah setiap pernyataan dengan memberi tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan anda! 3. Pilihan jawaban yang diberi adalah: a. SS = Jika kamu “Sangat Setuju” dengan pernyataan tersebut. b. S = Jika kamu “Setuju” dengan pernyataan tersebut. c. TS = Jika kamu “Tidak Setuju” dengan pernyataan tersebut. d. STS = Jika kamu “Sangat Tidak Setuju” dengan pernyataan tersebut. 4. Contoh cara menjawab : No 1 Pernyataan STS TS S SS √ Saya memahami penjelasan guru tentang materi bangun ruang 5. Jika ingin mengganti jawaban, berilah coretan pada jawaban yang salah, kemudian berilah tanda centang (√) pada kolom lain sesuai dengan jawaban yang diinginkan. No 1 Pernyataan Saya duduk diam saat pelajaran berlangsung STS TS √ S SS √

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [115] B. Identitas Siswa : ……………………………………………… Nama No. absen : ……………………………………………… : ……………………………………………… Kelas C. Kuesioner No 1. 2. Pernyataan STS Saya selalu membaca buku pelajaran matematika tanpa di perintah atau di suruh oleh guru Saya tidak bersemangat mendengarkan penjelasan guru tentang materi matematika Saya selalu menulis penjelasan guru dalam buku 3. catatan selama mengikuti pembelajaran matematika 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Saya tidak menyelesaikan tugas atau latihan soal yang diberikan guru tepat waktu Saya selalu bersemangat belajar matematika ketika berdiskusi dengan teman. Saya selalu membuat rangkuman atau kesimpulan sendiri setelah kegiatan berdiskusi selesai Saya malas belajar matematika sendiri Saya dapat memecahkan permasalahan matematika yang diberikan guru Saya menggunakan media pembelajaran matematika untuk bermain Saya selalu memperhatikan presentasi dari kelompok lain Saya selalu ikut serta membuat keputusan atau kesimpulan dalam berdiskusi Saya mencari cara penyelesaian sendiri tanpa 12. mencontek teman yang lain dalam menyelesaikan masalah matematika TS S SS

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [116] Saya sering mencari buku di perpustakaan yang 13. berkaitan dengan materiuntuk menambah wawasan 14. 15. 16. 17. Saya selalu berkeinginan untuk menyampaikan pendapat saya ketika berdiskusi Saya tidak pernah menggunakan kesempatan bertanya yang diberikan guru Saya lebih senang bertanya kepada teman daripada guru ketika merasa kesulitan belajar Saya tidak pernah menjawab pertanyaan yang diberikan guru Saya berusaha memberikan jawaban sesuai 18. dengan kemampuan saya ketika ada teman yang bertanya 19. 20. Saya memberikan kesempatan kepada teman untuk mengutarakan pendapat dalam berdiskusi Saya mendengarkan tetapi tidak pernah memberi tanggapan ketika ada teman yang berpendapat

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lembar Observasi Keaktifan Pertemuan . . . Kelompok . . . . . . . . . . . . . . . Aspek Aktivitas siswa Partisipasi atau keterlibatan Indikator Keaktifan Nama Siswa Deskriptor keaktifan 1 2 3 4 5 Aktivitasaktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran Siswa membaca sumber belajar yang tersedia Siswa menulis atau mencatat hal-hal penting selama proses belajar Siswa melakukan kerjasama atau diskusi tentang sesuatu dengan siswa lain dalam kelompok Siswa melakukan kegiatan belajar sendiri Siswa memecahkan masalah yang dihadapi selama kegiatan belajar Siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada secara optimal dalam belajar Siswa memperhatikan presentasi hasil kerja kelompok Partisipasi atau Siswa ikut serta mengambil keputusan keterlibatan dalam berdiskusi siswa dalam Siswa memberikan kontribusi cara [117]

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI siswa kegiatan pembelajaran Interaksi Interaksi dalam proses pembelajaran, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru penyelesaian masalah yang berbedabeda Siswa berpartisipasi memberikan informasi atau pendapat dalam kegiatan diskusi Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru atau siswa lain Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru atau siswa lainnya Siswa menanggapi pendapat dari siswa lain Siswa membantu teman yang mengalami kesulitan dalam belajar Keterangan : berikan tanda checklist (√) pada kolom nomor siswa sesuai dengan deskriptor dan keadaan yang diamati. [118]

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [133] PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA LEMBAR KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA A. PetunjukPengisian Berikut ini daftar kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yang dilakukan pendidik di dalam kelas. Lingkari angka pada kolom skor sesuai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan rambu-rambu skoring. B. LembarKeterlaksanaanPembelajaran Hari / Tanggal : Jam Pelajaran : No Aspek yang diamati Skor Kegiatan Awal Guru 1. menyampaikan tujuan pembelajaran sesuai dengan materi yang akan diajarkan. (Penggunaan 1 2 3 4 Konteks) Guru 2. menyajikan masalah kontekstual atau soal cerita secara lisan atau tertulis. (Penggunaan 1 2 3 4 Konteks) Guru 3. membangkitkan motivasi belajar siswa dengan kegiatan yang 1 2 3 4 menarik. (Interaktifitas) Kegiatan Inti 4. Guru memfasilitasi media 1 2 3 4 Keterangan

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [134] pembelajaran yang berhubungan dengan masalah dihadapi konkrit siswa. yang (Penggunaan Model) Guru memberi kebebasan kepada siswa 5. untuk menemukan cara soal yang menyelesaikan diberikan. 1 2 3 4 (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) Guru memberikan instruksi kepada 6. siswa untuk mengkomunikasikan hasil kerjanya dan siswa lain 1 2 3 4 menanggapi. (Interatikfitas) Guru memberikan instruksi kepada 7. siswa untuk berdiskusi dan tanya 1 2 3 4 jawab. (Interaktifitas) Guru mengaitkan materi 8. yang dipelajari dengan topik atau materi 1 2 3 4 lain. (Keterkaitan) 9. Guru mengaitkan materi dengan realitas kehidupan. (Keterkaitan) 1 2 3 4 Kegiatan Penutup Guru 10. membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. (Pemanfaatan 1 2 3 4 Konstruksi Siswa) 11. Guru melakukan refleksi penguatan. (Keterkaitan). Total dan 1 2 3 4

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [135] RANGKUMAN SKOR VALIDASI AHLI Hasil Validasi Keterlaksanaan Pembelajaran yang dilakukan oleh Ahli Perangkat Validasi Dosen 1 Dosen 2 Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran 3,17 3,33 Total Rata-Rata Skor Keterangan 6,5 3,25 Sangat Baik Hasil Validasi Kuesioner yang dilakukan oleh Ahli Kuesioner Keaktifan Penilaian Per Item Penilaian Keseluruhan Validasi Dosen 1 Dosen 2 Dosen 3 Total Rata-Rata Skor Keterangan 4 3,4 3,85 11,25 3,75 Sangat Baik 3,29 2,67 3 8,96 2,99 Baik 20,21 10,11 6,74 3,37 Sangat Baik Total Rata-Rata Hasil Validasi Kuesioner yang dilakukan oleh Ahli Kuesioner Keaktifan Penilaian Keseluruhan Validasi Dosen 1 Dosen 2 3,2 3,2 Total Rata-Rata Skor Keterangan 6,4 3,2 Baik

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [136] HASIL VALIDASI LEMBAR KUESIONER

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [137]

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [138]

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [139]

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [140]

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [141]

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [142]

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [143]

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [144]

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [145]

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [146]

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [147]

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [148]

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [149] HASIL VALIDASI LEMBAR OBSERVASI KEAKTIFAN

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [150]

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [151]

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [152]

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [153] HASIL VALIDASI LEMBAR KETERLAKSANAAN

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [154]

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [155]

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [156]

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [157] TRANSKRIP PENELITIAN TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN PERTAMA Kelas : IV Hari/Tanggal : Rabu/26 Februari 2014 Pukul : 07.00 – 08.10 Keterangan: G : Subyek Guru S : Siswa SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa Xn : Nama siswa ke-n, n=1,2,3,4,.... Guru kelas sudah berdiri di depan kelas. Siswa duduk ditempat duduknya masingmasing. Guru membuka pelajaran. No 1 2 3 4 5 Subyek G SS G S G 6 7 8 BS G G 9 10 11 12 S S G G Percakapan dan kegiatan “Selamat pagi anak-anak” “Selamat pagi bu guru” “Siapa yang tidak berangkat?” “Yoga buk”, jawab X9 “Hari ini kita akan melanjutkan pelajaran kemarin, kemarin kalian telah belajar apa?” “Pecahan” “Ya, penjumlahan pecahan” “Kemarin kalian telah mencoba mengerjakan tentang penjumlahan pecahan, sekarang kita akan belajar tentang itu. Tetapi sebelumnya, mau ngapain dulu?mau nyanyi?mau permainan?“ “No no no no no”, kata X3 “Yessss”, kata X2 “Kita mau nyanyi dulu ya.” “Kita akan bermain dalam kelompok, kelompok akan ibu ubah. Bu guru punya beberapa potongan kertas berwarna, bu guru akan membagikan kepada kalian, trs nanti dalam hitungan yang bu guru tentukan, kalian mencari pasangan dengan warna yang sama. Kalau sudah berkumpulah satu

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [158] 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 BS G BS G BS G BS G BS G BS G BS G BS G G tempat. Yang mendapat warna pink silahkan berkumpul di meja 1, yang menemukan warna kuning silahkan berkumpul di meja 2, yang menemukan warna biru berkumpul di meja 3. Yang menemukan warna ungu berkumpul di meja 4, yang menemukan warna pink muda berkumpul di meja 5, dan yang menemukan warna hitam berkumpul di meja 6.Paham?” “Paham” “Bu guru ulangi, sini warna apa?”(menunjuk meja 1) “Pink” “Sini warna apa?”(menunjuk meja 2) “Kuning” “Sini warna apa?”(menunjuk meja 3) “Biru” “Sini warna apa?”(menunjuk meja 4) “Ungu” “Sini warna apa?”(menunjuk meja 5) “Pink Muda” “Sini warna apa?”(menunjuk meja 6) “Hitam” “Paham ya?Ada pertanyaan?” “Tidak ada” “Tidak ada?Ya” “Ibu ulangi, bu guru akan membagikan potongan kertas ini kepada kalian ,masing-masing anak 1,untuk apa? Untuk kita bisa menentukan kelompok nanti , jadi kalian tidak lagi saya maunya sama ini. Kalian nanti setelah berkumpul dengan kelompok kalian, susunlah potongan kertas itu menjadi sebuah pecahan, disitu akan ketemu pevahan berapa pada gambar itu. Kalau sudah maka itulah nama kelompok kalian. Contohnya nanti kalian akan menemukan pecahan kelompok kalian 30 31 BS G 32 33 34 35 G S G 36 G 50 100 50 100 . Nah berarti nama . Paham?“ “Paham” “Ada yang masih bingung?Tidak ada?Tofan bisa bantu bu guru untuk membagikan?” (x5 maju ke depan untuk membantu bu guru) “Kamu deretan depan, bu guru belakang ya?” “Iya bu” “Kalian bawa tas kalian, dalam hitungan ke 10 harus bisa ketemu sama teman yang satu warna” “1,2”

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [159] 37 38 39 40 41 42 43 44 BS G BS G BS G BS G 45 46 47 48 49 50 51 52 S S BS G 53 S 54 55 56 57 G BS G S 58 G G G “Biru..biru..” “3,4” “Ungu, ungu..” “5,6” “Kuning” “7,8,9,10.Siapa yang belum selesai?” “Sudah” “Kalau sudah, susunlah potongan kertas itu menjadi sebuah pecahan” “Iki setengah “ “Iki pie iki (X9 terlihat kebingungan)” “Selesai” “Selesai?kelompok mana yang selesai?” (kelompok 3 angkat tangan) “Yang lainnya sudah?” (Kelompok kuning angkat tangan) “Dibalik, yang putih yang di atas, jadi keliatan gambarnya itu pecahan berapa.” “Iki ki ngene ki hlo (X12 membimbing teman satu kelompoknya)” “Sudah?sudah semua?kelompok apa tadi mbak?” “Biru” “Pecahan berapa?” 1 “ ” 3 1 “ ? Berarti kelompok kalian bernama sepertiga. Kuning 3 pecahan berapa?” 1 59 BS “ ” 60 61 62 G G S “Maka kelompok kalian bernama satuperlima” “KelompoknyaX4?” 63 64 G BS “Kelompok sini?” (menunjuk meja 4) 65 G “Berarti nama kelompok kalian satuperdelapan. Ini belum (menunjuk meja 5).sana?(mengampiri meja 6)” 66 S “ ” 67 68 G G “Berarti nama kelompok kalian satu per empat.” “Yang ini?(menghampiri meja 5). Ini berapa?Nyusunnya sudah betul belum?” 5 1 “ ” 6 1 “ ” 8 1 4 pecahan

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [160] 1 69 BS “ ” 70 71 72 73 74 G BS G SS G 75 76 77 BS 78 79 S G 80 81 BS G 82 83 BS G 84 85 86 87 88 89 BS G BS G S G 90 91 92 S S 93 S “Jadi kelompok kalian adalah?” “Satu per dua” “Ya,tepuk tangan untuk kalian” (seluruh siswa bertepuk tangan) “Selanjutnya kita akan belajar pecahan sambil bermain. Ibu guru disini punya apa anak-anak?(sambil mengeluarkan isi dari plastik)” “roti” (beberapa siswa tepuk tangan) (guru membagikan satu buah roti tawar kepada perwakilan tiap kelompok) “Rotinya ditaruh di tengah dulu. Kalian perhatikan lembar kerja yang sudah ibu bagikan. Kalian akan belajar untuk menyelesaikan permasalahan tentang pecahan menggunakan roti tawar dan ?. “ “Tahu” “Buka halaman ke 2 kegiatan yang pertama. Nanti kalian silahkan bekerjasama dengan kelompok kalian ,selesaikan permasalahan itu. Paham?” “Paham bu” “Ingat, setiap kerja kelompok bu guru akan selalu menilai keaktifan dari setiap anak. Paham? “ “Paham bu” “Paham. Ya sekarang kalian kerjakan, berdiskusi dengan kelompok kalian menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan media yang telah ibu bagikan. Sebelum mulai mengerjakan ada pertanyaan?” (terlihat siswa geleng-geleng kepala) “Ya silahkan dikerjakan.” (terlihat beberapa siswa belum memotong rotinya) “Perintahnya dibaca, jangan cuma dipandangi saja rotinya” “Bu ini dibagi 2?” “Dibaca perintahnya. Yang membaca siapa, yang memotong siapa.” (kelompok 1/8 memotong roti menjadi 4 bagian sama besar) “Le motong ati-ati”(memotongnya hati-hati) (terlihat siswa agak kesulitan memotong kue)“Kosik to-kosik to”(sebentar-sebentar) (X6 mulai membagikan roti sesuai dengan cerita kepada teman satu kelompoknya) 2 G

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [161] 94 G 95 G 96 97 S G 98 S 99 G 100 101 102 103 104 105 106 107 108 S S G S G S G S G 109 S 110 S 111 112 113 114 G S G G 115 BS (Guru berkeliling ke setiap meja untuk memantau perkembangan diskusi siswa) “Kalian mengerjakan dengan diskusi ya, tidak sendiri-sendiri. Nanti ada saatnya mengerjakan mandiri tetapi sekarang mengerjakan dengan diskusi” “Nanti sama bu jawabannya” “Ya sama karena hasil diskusi. Dalam kelompok itu ndak boleh egois. Saya tau teman saya ndak tau tapi saya diam saja. Tidak seperti itu. Kalau kamu tau cara mengerjakannya temannya dikasih tau” “Si N mulai mengajari teman satu kelompoknya bagaimana cara menyelesaikan permasalahan.” “Kalau teman kamu masih ada yang belum paham jangan hanya disuruh nurun temanmu, tetapi dijelaskan. Ya? Ini tadi begini hlo..bisa jadi begini. Semua kelompok harus kompak, paham satu paham semua.” “Kowe paham rung?” “uwes” “Ada yang sudah mau mulai memotong tahu?” “Sini bu”(kelompok 1/ menjawab) “Perintahnya sudah dibaca?” “Sudah” “Dipotong jadi berapa? Lanjutkan” “Ini begini bu motongnya” “Ya terserah kamu, 3 bagian sama besar” “Kowe wae sing motong “(kamu saja yang memotong)(X14 memberikan pisau kepada X16) “Nganggo penggaris wae, diukur ben podo dowo “(pakai penggaris saja, biar sama panjangnya) “Masukkan tahunya ke dalam wajan” “Wajannya dimana bu” “Ini wajannya disebelah sini” “Bagi kelompok yang sudah selesai, persiapkan hasil kerja kalian dan presentasikan di depan. Jelaskan ke kelompok lain bagaimana kalian tadi bekerja hasilnya seperti apa. Nanti kelompok lain boleh bertanya.” “Kami dari kelompok 1 2 akan mempresentasikan hasil kerja kelompok kami. Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Evan, Migel dan Tika. Masing-masing

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [162] 116 117 G S mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar. Lalu satu potong roti tawar itu ibu berikan kepada Tika. Berapa bagian roti tawar yang dimilikiTika sekarang?“(X6 menuliskan jawaban di papan tulis) “Ada yang mau bertanya?” 2 “Gini hlo bu tadi kan hasilnya kan bu itu kan yang diarsir 4 118 G baru satu bu belum 2 bu ngarsirnya” “Ini kamu baru ngasih tika satu maksudnya”( guru 1 menjelaskan kepada kelompok ) “begitu ya?” 2 119 120 121 S G BS “Iya bu “ “Ada yang lain?tidak ada?cukup?Ya boleh duduk” 1 “Kami dari kelompok akan menjelaskan tentang pecahan. Ibu 2 122 123 G S 124 125 G S 126 G 127 128 129 130 SS G G memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Evan, Migel danTika. Masing-masing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa1potong roti tawar. Lalu satu potong roti tawar itu ibu berikan kepadaTika.Berapa bagian roti tawar yang dimilikiTika sekarang?” “T bacanya tahap pertahap si F mau gambar” “Ibu mempunyai roti kemudian dipotong menjadi 4 bagian”(sambil menggambar di papan tulis) “Menghapusnya pake penghapus mbak, jangan pake tangan” “Jadi punya tika yang ini ditambahkan dengan tika yang ini”(sambil menujukkan gambar) “Ada yang mau bertanya?ada yang mau menambah menjelaskan? Tadi pengerjaannya berbeda, kali ini tidak diarsir semuanya tapi ditunjukkan satu per satu. Berbeda dengan kelompok yang maju presentasi tadi. Ya kalau tidak ada yang mau bertanya, kita berikan tepuk tangan.” (siswa bertepuk tangan) “Oke sampai disini ada pertanyaan?” (tidak ada siswa yang bertanya) “Kalau tidak ada coba sekarang kita ambil suatu kesimpulan, kesimpulannya apa?ada yang bisa menjelaskan 1 2 3 4 4 kesimpulan?dari soal yang pertama + = . Coba H jawab.” 4 131 132 133 134 135 S G S G S “Nggak bisa bu” “Nggak bisa apa belum bisa?” “Belum bisa” “F apa kesimpulanmu? Yang di atas disebut apa?” “Pembilang”

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [163] 136 137 138 G S G 139 140 141 142 S G S G 143 144 BS G 145 146 147 148 SS G SS G 149 150 151 SS G S 152 153 154 155 G S G G 156 G 157 G 158 159 S G 160 161 162 163 G BS G BS “Yang bawah disebut apa?” “Penyebut” “Kalian perhatikan pembilang dan penyebutnya, ada yang bisa menarik kesimpulan dari situ?” “Yang bawah tidak ditambahkan” (X14 menjawab) “Ada kesimpulan yang lain? X21?” “Yang di atas saja yang ditambahkan” “Ibu tulis ya jawaban dari X14 dan X21 di papan tulis. Yang lainnya setuju dengan pendapat ini?” “setuju” “Kita tarik kesimpulan bahwa dalam penjumlahan pecahan, yang memiliki apa ini namanya?” “Penyebut” “Penyebut sama hanya menjumlahkan pem?” “Bilangnya saja” “Ulangi. Pada penjumlahan pecahan yang penyebutnya sama hanya menjumlahkan” “Pembilangnya” “X17 ulangi kesimpulannya” “Penjumlahan pecahan yang penyebutnya sama hanya menjumlahkan pembilangnya sama.” “Mengapa yang dijumlahkan hanya yang di atas?” “Karena penyebutnya sudah sama.” “Siapa masih bingung?” “Ada pertanyaan dari mbak X25. Hla kalau penyebutnya berbeda bu?” “Disamakan nanti lain hari kita akanpelajari itu. Bagus sudah muncul pertanyaan seperti itu. Kita belajar satu per satu.” “Coba kalian buka lembar terakhir, disitu ada gambar orang tersenyum ya” “Ya, smile” “Itu nanti setelah kalian mengisi lembar evaluasi jika kalian merasa paham maka arsirlah sebanyak mungkin. Jadi semakin kalian paham maka kalian semakin banyak mengarsir gambar. Paham?” “Paham?” “Paham bu” “Siapa yang hari ini belajar dengan senang angkat tangan?” (Beberapa siswa angkat tangan)

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [164] TRANSKRIP PENELITIAN TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KEDUA Kelas : IV Hari/Tanggal : Kamis/27 Februari 2014 Pukul : 07.00 – 08.10 Keterangan: G : Subyek Guru S : Siswa SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa Xn : Nama siswa ke-n, n=1,2,3,4,.... Guru kelas sudah berdiri di depan kelas. Siswa duduk ditempat duduknya masingmasing. Guru membuka pelajaran. No 1 2 3 Subjek G SS G 4 S 5 G 6 7 BS G 8 9 10 S G S Percakapan dan kegiatan “Asalamualaikum wr.wb” “Waalaikum salam wr.wb” “Kemarin tugas dari bu guru kalian diminta mempelajari penjumlahan pecehan di rumah sudah di pelajari? Siapa yang tidak belajar?”(guru melihat ke arah siswa) “Baik hari ini kita masih akan melanjutkan materi tentang penjumlahan pecahan.Klompok satu mejane di undurke sikik .” “Ayo ayo,..iso luwih rapi ora e”.(Beberapa siswa merapikan meja dan klompok yang lain mengikuti) “Kalau kemarin kita sudah belajar penjumlahan pecahan dengan penyebut yang ??.....yang??....yang?” “Yang sama.”(beberapa siswa menjawab) “Iya yang sama, hari ini kita akan belajar penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. Mengulangi kemarin bagaimana kita menjumlahkan pecahan dengan penyebut yang sama?” “Bawah tidak di kali?” “Dikali?”(guru kembali menegaskan jawaban siswa) “Eh..bawah tidak di tambah hanya atasnya yang di

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [165] 11 12 13 G BS G 14 BS 15 G 16 S tambah”(beberapa siswa kembali menjawab) “Yang atas disebut apa?” “Pembilang” 1 2 3 3 3 “ + berapa ?” " ” 3 1 3 4 4 “X24, + berapa?” 3 " ” 8 17 18 19 G SS G “Betul po salah?” “Salah “ (jawab siswa secara serentak) “Nah,di ingat ingat yaa..yang bawah tidak di tambah.X24 di ingat– ingat. Berarti jawabnya 4 4 paham? Paham ya sekarang? Siapa yangmasih bingung dengan kesimpulan kemarin? Kuncinya menjumlahkan pecahan yang penyebut sama,hanya di jumlahkan yang atas yang bawah tidak di jumlahkan,Paham?.”(pesan guru kepada semua siswa) 1 2 “Sekarang X4, + berapa?” 5 5 20 S 3 " ” 5 21 G 22 23 S G 24 25 26 S S G “Nah baik hari ini kita akan belajar pecahan dengan penyebut yang berbeda. Sekarang dengarkan, emarin ada yang bertanya “bu kalau pecahan dengan penyebut yang berbeda yang dijumlahkan yang mana? Ada yang bisa menjelaskan? Siapa yang sudah belajar tadi malam? Oke X7 sama X24,bagaimana caranya?” “Dikalikan penyebutnya” “Baik,nanti kita buktikan belajar mereka. Sebelum belajar lebih lanjut,ini ada terang bulan tapi biar lebih seru kita nyanyi dulu ya,kita nyanyi yang mau dilombakan yaitu ambilkan bulan karna kita mau makan terang bulan ya..” “Makan dulu bu,...” “Nyanyi dulu bu..” “Makan wae koe ki,ayo siapa yang mau mimpin di depan” (Mereka bernyanyi bersama ambilkan bulan) “Nah sekarang ada yang tau untuk apa roti ini? Baik ibu mau bercerita dulu, Ibu memiliki kue terang bulan,ibu membagi terang bulan menjadi 6 potong lalu ibu memberikan 2 potongan kue itu kepada dika beberapa saat kemudian dika menerima 1 potong kue lagi dari kaka, berapa banyak bagian kue terang bulan yang dimiliki dika sekarang?”

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [166] 3 " bu....” 27 S 28 29 30 31 G BS S G 32 33 BS G 34 S " bu....”(kata X9) 35 G 36 S “Ya ayo di selesaikan,digambar di depan” (Sambil memberikan spidol) “Ayo X9 digambar ( X13 memberikan semangat pada temanya) (X9 menyelesaikan soal cerita yang diberikan dengan menggambar penjumlahan pecahannya) “Ya..betul. Yang lain mau terang bulan juga? Kalian memang mau dibagikan kue terang bulan tetapi buguru mau membagi kertas berwarna dulu sama kalian,yang mempunyai warna yang sama silahkan berkumpul dan menjadi satu kelompok dengan bernyanyi ambilkan bulan” “Kuning..kuning,..abang..abang..” (semua siswa mencari kelompok dan melupakan nyanyian ambilkan bulan) Baik sudah ketemu klompoknya? Sekarang diam dulu,siapa yang mau terang bulan? Saya bu...Aku buu...(Semua siswa tunjuk jari) Huuu.........gur gambar iki.. “Jarene kue terang bulan..” “Nah,,ini bu guru baik hati kan..Sudah dimakan gambar kuenya?Selanjutnya ibu akan membagikan lembar kerja” “Bu,,lembar kerjanya sisa ini..” “Baik,kali ini kita akan bekerja secara kelompok,kemarin prinsipnya bila bekerja secara kelompok kita harus saling 6 “Baik ada yang mau membantu bu guru membuktikan?” “Saya bu,,,”(beberapa siswa tunjuk jari) “Aku buu,,,” “Ada kue kok jadi banyak ini, ya ayo X9 boleh kedepan Pegang pisaunya,hati – hati. Sama X13 sini” “Ciiieeeeeeeeee......”(teriak beberapa siswa) “Ssssssssttttttttttt.......................Baik buguru kembali mengulangi ceritanya. Ibu memiliki kue terang bulan,ibu membagi terang bulan menjadi 6 potong (sambil menyuruh X9 memotong kue) lalu ibu memberikan 2 potongan kue itu kepada dika (dua potong kue diberikan ke X13). Beberapa saat kemudian dika menerima 1 potong kue lagi dari kakak, berapa banyak bagian kue terang bulan yang dimiliki dika sekarang?” 3 6 37 38 G 39 BS 40 G 41 S 42 43 G S 44 45 S G

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [167] 46 47 S G 48 S 49 S 50 G 51 52 S G 53 S 54 55 56 57 S S G S 58 59 S G 60 S bekerja sama Nah diperhatikan, kerjakan soal – soal berikut ini dengan menggunakan papan terang bulan,kalian sudah menerima dua buah terang bulan. Itulah dua buah permasalahan yang harus kalian selesaikan bersama kelompok kalian,sampai di sini ada pertanyaan? Sudah paham cara mengerjakanya?” “Insyaallah....”(jawab salah satu siswa) “Ya ..Insyaaallah. Sebelumnya kalian perhatikan satu lagi penjelasan dari bu guru,pakai gambar saja ya Dava dan Putri memiliki dua potong kue yang sama besar,Putri membagi kuenya 2 potong sama besar,dan Dava membagi kuenya 4 potong sama besar beberapa saat kemudian davan membagi kuenya 1 potong pada bu Fajar dan putri juga memberikan 1 potong juga Ini kue Dava dan ini kue Putri, dava memberikan 1 bagian pada bu Fajar,dan putri memberikan 1 bagian pada bu Fajar pertanyaanya berapa bagian kue yang diterima bu Fajar? Berapa?” 1 1 2 4 " milik Putri bu, dan 1 milik Dava” 1 “Berarti 2 + 4 bu...” “Nah to,..beda penyebutnya, Oke,sekarang kalian mencoba punyak mu,sampai disitu nanti kita buktikan setelah kalian mencobanya” “Aku tauuuu....”, kata X15. “Nah ini ada yang bilang aku tauu. Sekarang kerjakan dan gunting papan terang bulan sesuai dengan permintaan pada soal disitu,ayo mulai kerja” “Iki di potong dadi papat terus ikidi potong dadi loro,”(Siswa sibuk berdiskusi dengan temanya) “Sing pancer lho,sing pancer” kata X17 kepada temannya. “Iso ora e” “Dibantu teman satu kelompok kalian” “Kok ora di bagi papat ki pie e ..”, keluh X 120 kepada temannya. “Bu minta solasi bu” “Ini namanya nggak kompak mengerjakanya,ayo temanya di bantu ada yang motong ada yang nulis..ada yang baca juga” “4 x 1 piro? 4 to...2 x 1? 2 to?nah berarti penyebute 4, soale 3 2 ne yo di kali 2 ben ono 4,nah dadi ketemune ki soale 1 ne 4 mau dadi 2 pembilange yo di kali mau” (Diskusi seorang

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [168] 61 G 62 63 S G siswa yang mengajari teman satu kelompok) “Putri memberikan berapa?1 bagian to, Dava memberikan berapa coba?Kuenya di bagi berapa bagian dulu?” “4 bagian bu,” “Nah..berarti itu 1 2 64 G 65 G 66 67 S G 68 G 69 G 70 BS 71 72 73 G G G 74 75 76 S S S 77 S 78 S 79 80 S G 81 BS 1 4 , dan di tambah punya si putri tadi ..begitu lho “ (Guru berusaha menjelaskan pada suatu kelompok yang kesulitan) “Baik sekarang ibu akan mulai membagikan papan pecahan,untuk mengerjakan soal pembagian tempe tadi yaa..” “Ini kan tempenya Lorens semua to? Terus berapa yang di ambil?” “Semua bu?” “Loh,..kan tidak semua cuma berapa bagian hayo?coba di baca lagi soalnya” “Sebentar...ini kan ada dua otong,aduh..stop..stop..stop,(seorang anak berusaha membenarkan pekerjaan kelompoknya) “Nah sudah, berarti sekarang berapa jawabanya?”(guru kembali bertanya) " 11 12 bukan bu”(Jawab kelompok 4 itu dengan bersamaan) “Naah pinter..” “Wes balekke meneh papan tempene” “Ehh..ora di orak arik tempene ki “( salah satu anak di klompok 2 mengingatkan temanya) “Duh pie yo carane ki,wacanen cobo” “Yo wes aku wae sik moco soale” “Nah sik ungu jupuken 2 potong,”(kata seorang anak yang membacakan soal) “Ora yo ungune ki 3 potong.!”(salah satu anak kurang setuju dengan pendapat teman sekelompoknya) “Tak baleni meneh kene sik moco soale,” (seorang anak mengulangi membaca soal) “Wo...iyo to 2 potong tempe,berarti sik ungu jupuken 2” “Iyo...terus sik warna ijo aku njupuk 1 yo?” “Nah sudah?ini penjumlahanya pecahan berapa saja?”( guru bertanya pada kelompok 2) 2 1 3 4 " + bu...”

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [169] 82 83 84 85 86 87 88 G S G G G 89 90 S 91 G 92 S 93 94 95 96 G S G S 97 98 99 100 G S G S “Nah itu sejajar dengan pecahan yang mana?” " 4 G 102 103 G 12 bu?” “Iya betul kelompok ini sudah bisa. Bagaimana dengan kelompok yang lain apakah sudah selesai? Ayo siapa yang sudah selesai tunjuk jari..” (Terlihat beberapa siswa mengangkat tanganya) “Ayo..klompoknya Rangga siapa saja yang belum selesai,” (Beberapa anak kembali mngerjakan) “Yang belum selesai diselesaikan dulu,...cepetItu lho lee...kalau sudah ketemu pecahanya di jadikan satu kolom terus dilihat garisnya sejajar dengan yang mana?”(guru mengingatkan kelompok yang belum selesai) (Beberapa siswa kembali sibuk mengerjakan dan berdiskusi kembali dengan teman sekelompok untuk beberapa saat) “Bu..sudah selesai bu,..”(kata seorang siswa mewakili beberapa temanya yang sudah menyelesaikan pekerjaanya) “Yaaa.....silahkan dihapus papan tulisnya dan kerjakan di papan tulis bersama kelompokmu,” (Kelompok itu maju dan mulai membacakan soal terang bulan yang mereka bawa, ada siswa yang membawa media dan mengerjakan soal di papan tulis) “Sudah bu”(kata seorang siswa) “Jelaskan pada teman – teman yang di belakang,” “Nggak usah ya bu” “Ayo jelaskan dulu.Jelaskan” (Anak – anak saling memandangi teman sekelompoknya terlihat tidak ada yang berani menjelaskan) (Seorang anak lalu berkata ) “Bu...jawabanya saja ya?” “Ayo jelaskan dulu” “Halah buu...jawabanya saja bu” “Ya sudah,sek bener jawabane berapa sik bener?” “Teman – teman klompok kami menemukan jawabanya yaitu 3 101 11 bagian” “Nah...wes...silahkan sekarang boleh duduk.!! Mana tepuk tanganya..?” (Anak – anak memberikan tepuk tangan untuk teman mereka secara bersama) “Baik sekarang bu guru mau menjelaskan pekerjaan kelompok yang tadi,Resa membagi terang bulan menjadi 4

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [170] bagian sedangkan Yoga membagi terang bulanya menjadi 2 potong yang sama besar,kemudian resa memberikan terang bulanya 1 potong berarti itu 1 4 kemudian yoga juga memberikan 1 potong dari dua bagian berarti itu gambarkan 1 4 seperti itu dan ditambahkan saja 1 2 dengan 1 4 1 2 1 2 kalo di seperti ini kemudian jadi berapa?nah sekarang dilihat gambarnya,kalau ini di lihat gambar ini setara dengan 3 gambar pecahan berapa? Setara dengan gabar pecahan “ 4 3 104 S “Iya bu... ” 105 G “Nah betul sekali, Sekarang yang kelompok lain ayo,kerjakan kedepan klompoknya X7 dan X 17 yoo” (Anggota kelompok mulai maju mengerjakan tugas di papan tulis,ada yang bertugas membacakan, mengerjakan, menggambar di papan tulis, dan memegang media yang diberikan oleh guru) S “Jumlah bagian tempe yang di dapat adalah 4 106 107 108 G 11 12 “( beberapa siswa menyimpulkan pekerjaan kelompoknya) “Ya baik silahkan boleh duduk,sekarang kita buktikan bersama . Loren mempunyai sebungkus tempe yang di potong menjadi 3 potong, dan ibnu mempunyai tempe yang sama namun di bagi menjadi 4 potong, yang satu dipotong menjadi 3 dan yang 1 di potong menjadi 4, terus loren memberikan 2 potong tempenya kepada Tasya dan ibnu memberikan 1 potong tempenya kepada Tasya,berapa bagian tempe yang dimiliki oleh Tasya sesuai dengan papan pecahan?Ini kalau kalian perhatikan gambarnya memang terlihat seperti itu kalau kita ingin membagi menambah atau mengurangkan pecahan usahakab besarnya gambar sama,seperti dulu buguru menjelaskan pecahan semua dari atas sampai bawah gambarnya sama kan?yang di bagi dua,yang di bagi 4 yang di bagi 10 semua sama panjangnya kalau berbeda berarti nanti bagianya juga berbeda.Berarti ini 1 4 + 2 3 = 11 12 , naah itu jik kalian menggunakan papan pecahan. Sampai di sini ada pertanyaan? Dua kelompok yang maju semuanya memakai perkalian, ada kali kali di situ apa maksudnya? Apa makdunya kenapa tidak ada yang bertanya?Apakah semua kelompok menggunakan pengalian seperti itu?”

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [171] 109 110 BS G 111 112 BS G 113 114 G “Tidak bu” “Mengapa tidak di tanyakan?ayo kelompok yang menggunakan perkalian tadi, mengapa kalian menggunakan perkalian?Untuk apa?Ayo untuk apa?”(guru mengejar siswa dengan beberapa pertanyaan) “Untuk menyamakan penyebutnya” “Iya untuk menyamakan penyebutnya. Kalau dua kelompok sudah menggunakan perkalian apakah kelompok yang lainya juga paham?” (Beberapa siswa menganggukan kepala) “Sudah??Ora manthuk–manthuk tok,Ya..bagus,kalian sudah menerapkn cara yang berbeda,kalian sudah menggunakan cara menyamakan penyebutnya. Jadi ketika kalian diminta untuk menjumlahkan peahan yang berbeda penyebutnya kalian itu harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu. Yang pertama terang bulanya di bagi 2 dan dibagi menjadi 4, sehingga 1 1 + 2 4 1 2 diberikan dan 1 juga diberikan berarti pecahan 4 digabungkan ini kalau gambarnya di tempelkan sebenarnya setara dengan pecahan berapa?” 115 S 3 " bu” 4 116 G 3 “Iya , kok bisa ditemukan itu bagaimana,nah itu baru bisa 4 di cari dengan menyamakan penyebutnya.. Sama dengan yang tempe tadi,ketika kalian pakai papan pecahan tadi diletakan di atas,ternyata setelah di tarik dengan garis ke bawah itu ketemunya menjadi pertanyaan kok bisa bu penyebutnya,begitu. 1 4 + 2 3 = Sudah 1 menyamakan penyebutnya? + 4 117 118 119 120 BS S G BS 121 G 122 123 G 11 12 3 12 . Misal ada ,nah itu kita menyamakan paham 2 11 bagaimana kok bisa ketemu cara 11 12 nah caranya dikali dengan KPK dari penyebutnya,penyebutnya berapa” “4 dan 3 bu,...berarti KPKnya 12 bu” “2 x 2 x 3 bu..berarti 12” ( jawab siswa yang lain) “Iya berarti " 11 12 3+8 12 berapa?” bu” “Sampai di sini siapa bingung?ayo mas Wahyu mengapa kepalanya di letakkan di meja?” (anak yang ditegur mulai membenahkan posisi duduknya) “Baik sekarang ibu minta kalian mengerjakan soal,sekarang

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [172] 124 125 G 126 127 S S 128 G 129 130 BS G 131 132 133 134 135 135 G BS G S G kerjakan soal secara individu dan berusaha jujur. Ditunggu temanya yang membagikan soal” (Siswa meninggu soal di bagikan setelah itu mereka mengerjakan soal dalam beberapa menit tanpa diskusi dengan teman semeja,karena soal dikerjakan secara individu) (beberapa menit kemudian guru menanyakan tugas yang diberikan) “Siapa yang sudah selesai,silahkan dikumpul di depan jangan lupa nama,nama kelompok, nomer absen kelas juga.” “Yeee...ye..aku rampung.”(Salah satu siswa merasa senang) “Ayo wes durung cah?sak klompok di kumpul dadi 1 wae.”(Diskusi siswa dari kelompok lain) “Nah kalau sudah Ibu akan mengulangi,kemarin kita sudah belajar mengenai pecahan yang berpenyebut sama dan sekarang kita sudah belajar menjumlahkan pecahan yang berpenyebut berbeda,jika menjumlah pecahan yang berpenyebut sama kita tinggal menambahkan pembilangnya tetapi jika menjumlahkan dengan penyebut beda kita harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu dengan cara yang tadi,dengan apa anak – anak?” “Dengan KPK” “Iya,.siapa yang sudah paham angkat tangan” (guru kembali berkata) (beberapa siswa mengangkat tangan mereka) “Yang tidak angkat tangan itu paham atau tidak?” “Bingung buu” “Siapa saja yang bingung angkat tangan!” “Dani mengangkat tanganya” “Hanya dani yang bingung?Nah agar tidak bingung nanti di rumah di pelajari lagi,dipraktekkan lagi,kalian boleh juga beli terang bulan,di potong-potong, terus di ingat – ingat KPKnya cara menghitungnya seperti apa,nanti terus minta dikoreksi kakak atau orangtua kalian Itu dulu pertemuan kali ini,kita pertajam lagi pertemuan yang akan datang tentang pengetahuan kalian”

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [173] TRANSKRIP PENELITIAN TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KETIGA Kelas : IV Hari/Tanggal : Selas /4 Maret 2014 Pukul : 07.00 – 08.10 Keterangan: G : Subyek Guru S : Siswa SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa Xn : Nama siswa ke-n, n=1,2,3,4,.... Guru kelas sudah berdiri di depan kelas. Siswa duduk ditempat duduknya masingmasing. Guru membuka pelajaran. No 1 2 3 Subyek G SS G 4 5 BS G 6 7 8 9 10 11 12 13 BS G BS G BS G BS G Percakapan dan Kegiatan “Sudah siap mulai pelajarannya?” “Sudaahh” “Hari ini kita masih akan belajar tentang pecahan, yaitu penjumlahan sama?sama?” “Penyebutnya” “Kita ulangi lagi kemarin penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya yang harus diperhatikan atau kata kuncinya adalah?jumlahkan?” “pembilangnya” “Kalo berbeda penyebut?” “Disamakan penyebutnya” “Disamakan penyebutnya, dengan cara?” “KPK” “Mencari dari?” “KPK dari penyebutnya” “Ya sudah, sekarang ibu punya 1 buah kuis, nanti yang bisa ibu kasih bintang. Bintangnya ini nanti boleh ditempelkan di buku. Perhatikan, nanti yang bisa angkat tangan tanpa bersuara, ibu hanya akan panggil yang angkat tangan. Yang menggunakan suara saya bu saya bu gak akan ibu pangil. Paham?”

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [174] 14 15 BS G “Paham” “Nanti bu guru bacakan soalnya, kalian mengerjakan sendiri gak boleh diskusi dengan temannya. Yang sudah selesai angkat 3 tangan. Ibu Rina akan membuat roti . Ia membutuhkan kg 4 tepung. Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Rina 1 menambahkan kg tepung lagi. Berapa kg banyak tepung yang 3 digunakan untuk membuat roti?” 16 SS 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 G G G S G S G S G S G 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 S G BS G BS G BS G BS G BS G BS G BS BS G (siswa terlihat sibuk menghitung soal yang dibacakan oleh guru) “Ada yang sudah ketemu?” “X20,X14,X3,X18” “Berapa jawabanmu X20?” “13/12” “X14” “13/12” “X3” “5/12” “X18” “13/12” “Kita buktikan, ada 3 anak menjawab 13/12 dan satu anak menjawab 5/12. Berapa tadi soalnya?” “¾ + 1/3 =” “Samakan penyebutnya. 4 dengan 3” “12” “Rubah penyebutnya menjadi 12. 12 dibagi?” “4” “Kali?” “3” “Berapa?” “9” “12 bagi?” “3” “Berapa?” “4” “Kali?” “1” “4” “9+4”

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [175] 45 46 BS G 47 48 49 50 51 52 G 53 54 BS G 55 56 57 SS 58 59 S G 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 BS S S S S S S S G G 70 G 71 72 BS G 73 74 75 G S G G G G G “13/12” “Jadi jawabannya 13/12.”( Guru memberikan stiker kepada yang berhasil benar menjawab) “Siapa lagi yang jawabannya 13/12” (beberapa siswa angkat tangan) “Ya kalian sudah bisa menjawab hanya kurang cepat.” “Ada yang belum paham?Ada yang lupa caranya?” (terlihat tidak ada siswa yang angkat tangan) “Bu guru anggap sudah bisa ya kalau tidak ada yang bertanya. Bisa dilanjutkan?” “Bisa” “Kelompoknya masih sama seperti kemarin. Ini sudah sama seperti kemarin?” “Sudah” (guru membagikan lembar kerja) “Nanti soal yang pertama menggunakan papan pecahan, nanti ibu bagikan.” “Wuuh ambune”(terlihat siswa malah mencium soalnya) “Yang nomor satu gunakan papan pecahan secara kelompok, yang nomor dua gunakan cara kalian sendiri. Paham?” “Paham bu” “½. Iki naik” “Tambah” “1/4” “Iki to mbak sing diunggahke” “Iki ditarik garis lurus ngene ki” “Hasile piro?” “11/12” “Jangan kerja sendiri, ini kerja kelompok” “Perhatikan, ketika kalian menyusun pecahan itu ambil pecahan yang paling atas, jangan ambil yang paling bawah sendiri. Coba diulangi lagi.” “Ketika kalian menarik lurus dengan penggaris, ada kan yang lurus. Ambil yang atas jangan yang bawah. X5 diskusikan dengan kelompokmu, jangan dengan kelompok lain.” “Bu sudah selesai” “Ya ini ada kelompok yang sudah selesai, silahkan presentasikan di depan” “Kenapa ini ? (guru menghampiri kelompok depan).“ “Dia caranya beda bu” “Kalau kamu punya cara sendiri yang lebih mudah, kamu bisa

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [176] 76 S 77 78 G S 79 G 80 81 82 83 84 85 86 S G S G G S G 87 G 88 89 BS G 90 91 92 93 BS G BS G 94 95 96 97 98 99 100 101 BS G BS G G BS G jelaskan ke temen-temen kamu. Tapi tidak perlu memaksakan cara kamu ke yang lain kalau teman yang lain gak bisa” “Ambil ½ ditaruh di atas lalu ambil lagi yang ¼ terus ditarik garis lurus ketemu angka berapa hasilnya ketemunya ¾” “Terus yang kedua?” “1/3 ditambah ¾. Nah KPKnya 12. 12 dibagi 3 hasilnya 4 dikali 1 hasilnya 4. Kemudian 12 dibagi 4 hasilnya 3 dikali 3 hasilnya 9. Jadi 1/3 + ¾ = 13/12 “ “Ya, ada yang mau tanya. Kelompoknya X11 berikan tanggapanmu?” “Agak gak jelas bu” “X4?” “Agak gak jelas bu soalnya tadi suaranya kurang keras.” “Ada yang lain?” “X11 gimana cara menjelaskan yang baik?” “Gak tau bu” “Sebenarnya cara menjelaskan mbak X17 sudah baik hanya kurang keras dan masih terbata-bata karena dia tidak yakin dengan jawabannya. Ketika kalian menjelaskan hasil karya kalian,seburuk apapun hasil karya kalian jelaskan dengan lantang. Anggaplah itu hasil karya terbaik kalian.” “½ dinaikkan jegrek, setelah itu ambil lagi ¼ dinaikkan jegrek. Terus ditarik garis lurus ke bawah terus ketemu angkanya ¾. Walaupun ada garis yang lurus di bawahnya juga sembilan per?” “12” “Ada lagi di atasnya berapa?ada pecahan berapa lagi di atas 9/12?” “6/8” “6/8? Garisnya hlo “ “7/8” “Nah 7/8. Itu berarti nanti secara otomatis kalian mengulang pelajaran kita dulu. Bawahnya ¾ berapa?” “7/8” “Bawahnya 7/8?” “9/12” “Nah ini berarti pecahan yang?” (terlihat siswa masih berfikir) “Pecahan yang?” “senilai” “Karena berada pada garis yang lurus.”

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [177] 102 G 103 104 105 106 BS G BS G 107 108 G 109 110 SS G 111 112 S G 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 G S G G S G S G S G S G 126 127 128 S G G “Yang nomor dua, mbak X17 menjelaskan ½ + ¾ dicari dulu KPK dari 3 dan 4 untuk menyamakan penyebutnya. Ketemu 12 terus dengan cara ini ketemulah 13/12. Walaupun tadi sempat terbalik, jangan sampai terbalik karena kita ngitungnya tahap per tahap, kalau sampai terbalik berarti tadi tinggal nurun tidak menghitung sendiri. Paham?” “Ya” “Ada pertanyaan?” “Tidak” “Kalau sudah paham sekarang kalian mengerjakan evaluasi, LKSnya dikumpul di tengah di atas papan pecahan.” (siswa mengumpulkan LKS di tengah meja) “Sebelum kalian mulai mengejakan kita ulangi lagi kesimpulannya. Ketika kalian menjumlahkan pecahan dengan penyebut berbeda maka samakan dulu? “ “penyebutnya” “Sebenarnya menyamakan penyebut itu ada banyak cara, boleh dengan perkalian silang, boleh dengan cara mbak X7 tadi. Dapat dari mana cara tadi? Diajari ibu?” “Iya, diajari ibu di rumah.” “Boleh dengan KPK. Tetapi kerjakan dengan cara yang menurut kalian paling pahami.Ya? jangan coba-coba mengerjakan soal dengan menggunakan cara yang kalian belum paham sebenarnya karena nanti kalian akan bingung sendiri.” (guru membagikan lembar evaluasi) “X7 sudah selesai?” “Belum bu” “Kok ngobrol. Selesaikan dulu.” “Selama mengerjakan kamu kesulitannya dimana mbak X28?” “Mencari KPKnya bu” “Kamu paham tapi lama?” “Iya” “X4 dimana kesulitannya?” “Menyamakan penyebutnya.” “Cara menghitung KPKmu beda?” “Iya bu” “Cara dulu yang kamu pelajari di sekolahmu dulu paham tidak?” “Paham” “Boleh kamu mengerjakan pakai cara kamu dulu” “Ulangi lagi belajar tentang pembagian dan perkalian karena

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [178] 129 G 130 131 BS G materi itu akan terus dipakai. Materi akan dipakai pda materi apapun. Ya?dipelajari lagi di rumah. Pling tidak angka di bawah 10 harus sudah paham di luar kepala.” “Bu guru ulangi bahwa dalam penjumlahan pecahan diingatingat. Jika pecahan itu berbeda jangan langsung dijumlahkan dulu, karena ibaratnya kamu akan mencampur 2 benda yang berbeda. Tetapi disamakan?” “Penyebutnya dulu” “Ya semoga kalian lebih paham dengan belajar seperti ini. Dicoba lagi di rumah,papan pecahan bisa dibuat sendiri menggunakan potongan-potongan kertas. Udah itu saja, pelajaran selanjutnya PKn ya.”

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [179] TRANSKRIP PENELITIAN TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KEEMPAT Kelas : IV Hari/Tanggal : Rabu/5 Maret 2014 Pukul : 07.00 – 08.10 Keterangan: G : Subyek Guru S : Siswa SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa Xn : Nama siswa ke-n, n=1,2,3,4,.... Guru kelas sudah berdiri di depan kelas. Siswa duduk ditempat duduknya masingmasing. Guru membuka pelajaran. No 1 2 3 4 Subyek G SS G G 5 6 7 8 G BS G 9 G 10 11 12 S G G 13 14 BS G 15 S Percakapan dan Kegiatan “Sudah bisa dimulai pelajarannya?” “Sudah” “Ngobrolnya dilanjutkan nanti lagi ya” “Pelajarannya matematika,kita akan melanjutkan tentang pecahan. Tetapi sebelum kita mulai ibu mau tanya lagi. Siapa yang masih bingung, masih belum paham tentang menjumlahkan pecahan berbeda penyebut.” (terlihat tidak ada siswa yang angkat tangan) “Sudah paham? Ya. PR dari teman kalian kemarin sudah dikerjakan?” “Sudah” “Nanti dikumpulkan ya. Diberi nama siapa yang membuat soal dan siapa yang mengerjakan soal.” “Sekarang disimpan dulu. Hari ini kita akan bermain tentang pecahan. Nanti ketika pelajaran kalau kamu benar-benar tidak paham itu bertanyalah pada guru atau bertanyalah pada temanmu. Jangan merasa bisa terus dikerjakan sendiri ternyata hasilnya belum?” “Tepat” “Ya, tepat. Lebih baik bertanya.” “Kesimpulan tentang kemarin, 3x pertemuan tentang penjumlahan pecahan diulangi kembali. X22 jika kita menjumlahkan pecahan dengan penyebut sama, maka?” “Jumlahkan pembilangnya.” “X29 jika kita menjumlahkan pecahan dengan penyebut yang berbeda, maka?” (X29 kesulitan menjawab pertanyaan guru)

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [180] 16 17 18 19 20 21 G S G G S G 22 23 24 25 26 27 28 G S G G S G G 29 G 30 31 32 33 BS G BS G 34 G 35 36 37 G 38 39 40 41 42 G BS G 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 S S G BS G S G S G S S G G “Paham belum?” “Belum bu”(sambil geleng-geleng kepala) “Tadi ibu tanya sudah paham belum tidak angkat tangan “ “X18. Jika menjumlahkan pecahan dengan penyebut yang berbeda “ “Dikalikan dengan penyebut yang bawah” “Dikalikan dengan penyebut yang bawah. Mana yang dikalikan? Kalau penyebut itu pasti di bawah ya tidak ada penyebut yang di atas.” “X7?” “Jumlahkan pembilangnya” “Jika penyebutnya sama jumlahkan pembilangnya.” “X19?” “Carikan penyebutnya.” “Penyebutnya sudah sama gak usah dicari. Dicari dimana?” “Jika kita menjumlahkan pecahan, benar kata X7 jika kita menjumlahkan pecahan dengan penyebut sama jumlahkan pembilangnya saja.” “Lalu jika penyebutnya berbeda tidak boleh langsung dijumlahkan, harus disamakan dulu. Dengan mencari?” “KPK” “Dari?” “Penyebut” “Sudah paham? Beberapa anak kalu belum paham harus ada jam tambahan dengan bu guru.” “Bu guru mempunyai kertas, setiap kertas ada tulisannya masing-masing. Nanti setiap anak akan mendapatkan satu kertas yang berbeda angkanya. Bu guru bagikan satu-satu untuk kalian, nanti ibu akan bacakan sebuah cerita.” “X7 jangan ngalamun terus. Kordennya ditutup saja po?” (X7 geleng-geleng kepala) “Nanti akan ibu bagikan satu satu, kemudian ibu akan bacakan sebuah cerita . perhatikan cerita tersebut ketika ibu mengucapkan angka, misalnya 1 maka kalian harus membentuk kelompok yang nilai pecahannya jika dijumlah hasilnya satu. Jika X23 mendapatkan kartu ½ maka dia harus berkumpul dengan berapa orang agar menjadi angka 1 pecahannya?” “½ ditambah berapa biar jadi 1?” “1/2” “Ya, jadi satu kelompok berjumlah 2 orang.” (guru membagikan kartu papan harga) “Perhatikan. Bu ratna pergi ke toko roti dan membeli roti tart sebanyak 3 kotak” “Eh kowe piro?” “Kene 3” “Kelompok mana yang sudah berkumpul 2?” “Sini bu” “Kartu berapa saja?” “1,1,1” “Kelompok pojok berapa?” “Baru 1 ½” “Kelompok sebelahnya?” “Baru 2 ½” “Kita baru 5 orang”

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [181] 54 55 56 57 58 G S G S G 59 G 60 G 61 62 63 64 65 66 BS S S G BS G 67 68 G 69 70 71 72 73 74 BS G S G 75 76 77 78 79 80 81 82 G S S G S G S G 83 84 S G 85 86 87 88 89 90 91 92 S G S G BS S G S G “Kelompok pojok baru 1 ½ harus nyari berapa lagi?” “1 ½” “Cari, ibu beri kesempatan untuk mencari” “Hey, rene hlo” “Sudah?coba dilihat pas belum. Dihadapkan ke sini. ½ ½ ½ ada 6 anak. Ya betul sekali.” “Berarti yang belum kelompoknya X25 ya karena baru 1 ½. Ya kembali ketempatmu.” “Bu guru lanjutkan ceritanya. Setelah itu ibu Ratna pulang ke rumah. Di tengah jalan ia bertemu dengan bu Puspa. Bu Ratna sangat akrab dengan bu Puspa, ia memberikan 2 kotak roti tart.” “Ayo ayo” “½ ½ “ “Walah aku karo sopo” “Kelompok mana yang belum lengkap?” “Sudah” “Kembali ketempatmu. Ternyata setibanya di rumah ada tetangga yang memberi satu kotak kue tart” (siswa terlihat ribut mencari kelompok) “Siapa yang belum?X16. kembali ketempatmu. Kemudian ibu Ratna memberikan 1 kotak roti tart miliknya kepada bibi.” “Bu guru sudah selesai” “Kenapa kamu mengusir temanmu?” “Lungo-lungo” “Sisa kue tart bu Ratna dimakan oleh 2 anaknya.” (siswa sibuk mencari pasangan). “Jangan merebut yang sudah menjadi milik orang lain. Kamu harus nyari yang masih sendiri.” “Dengan cara seperti itu paham tidak?” “Paham” “Gak tau” “X6 paham tidak. Kalau mau menjadi satu itu ½ ditambah?” “1/2” “Kalian bisa coba permainan ini di dalam kelompok belajarmu.” “Jarang dateng bu” “Siapa yang jarang datang? Kelompok belajar itu dimanfaatkan untuk belajar. Sekarang ibu tanya ke kelompoknya X14, apakah dengan cara seperti itu membuat kalian paham tentang penjumlahan pecahan?” “Lumayan bu” “Coba kalian ulangi, jika kalian ingin menjumlahkan pecahan dengan penyebut sama, maka?” “Langsung dijumlahkan pembilangnya.” “Kalau penyebutnya berbeda.” “Samakan KPKnya.” “Samakan KPKnya gimana?” “Hahaha” “Samakan penyebutnya dengan mencari KPK” “Ayo X5 ceritakan apa yang kamu pahami selama 4 pertemuan ini.” “Penjumlahan pecahan dengan penyebut sama dan penjumlahan pecahan

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [182] 93 94 95 96 97 98 99 G S G S G S G 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 S G S BS BS G S G G S G S BS BS G S B S G S G 121 122 123 124 125 G S G SS G 126 127 128 S G G 129 130 131 132 133 SS G SS G SS dengan penyebut yang berbeda.” “Kalau penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda bagaiman?” “Disamakan penyebutnya” “Dengan cara?” “Mencari KPK dari penyebutnya.” “X28 apa yang kamu pahami?” (X28 diam saja) “Jangan-jangan kamu hanya paham cara memotong kue terang bulan, memotong tahu, iya? Kamu di rumah belajar tidak?” (X28 geleng-geleng kepala) “Kalo ½ + ½ jawabannya berapa?” “2/4” “Welah” “Welah” “Kenapa kamu mantep menjawab 2/4?” “Diajarin sama X29 bu itu” “Kamu iseng ya X29. Keisenganmu membuat dia bingung.” “Ayo X28 ½ + ½ hasilnya berapa?” “2/2” “Sekarang X25 1/8 + 1/8 berapa hasilnya?” “2/16” “waaaaaa” “hahaha” “1/8 + 1/8 berapa?” “2/8” “Siapa yang ngajari?” “X7 bu” “X7 sayang gak sama X25? Kalian sahabat dekat kan?” “Iya bu” “Kalo sayang jangan kasih tau jawabannya, tapi kasih tahu cara mengerjakannya. Biar paham gak Cuma tau jawabannya. Gak mau ibu kalo seperti itu.” “Coba X18. ¼ + ¼ berapa?” “2/4” “Pinter. Tepuk tangan buat X18?” (seluruh siswa tepuk tangan) “Perkalian di bawah 10 itu kalian seharusnya sudah hafal di luar kepala. Kalau masih pake jari berarti kalian masih kelas?” “2” “TK kalo sekarang. Harusnya sudah hafal di luar kepala itu. “ “Coba kita simpulkan kembali apa yang sudah kita pelajari dari pertemuan pertama sampai hari ini. Jika kita menjumlahkan pecahan dengan penyebut yang sama apa yang harus dilakukan?” “Menjumlahkan pembilangnya saja.” “Bagus. Kalau penjumlahan berbeda penyebut bagaimana?” “Disamakan dulu penyebutnya” “Dengan cara?” “Mencari KPK dari penyebutnya.”

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [183] HASIL PEKERJAAN SISWA

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [184]

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [185]

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [186]

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [187]

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [188]

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [189]

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [190]

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [191]

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [192]

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [193]

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [194]

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [195]

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [196]

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [197]

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [198]

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [199]

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [200]

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [201]

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [202]

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [203]

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [204]

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [205] HASIL KUESIONER KELAS EKSPERIMEN

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [206]

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [207]

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [208] HASIL KUESIONER DI KELAS KONTROL

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [209]

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [210]

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [211] HASIL OBSERVASI KEAKTIFAN DI KELAS EKSPERIMEN

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [212]

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [213] HASIL OBSERVASI DI KELAS EKSPERIMEN

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [214]

(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [215] HASIL KETERLAKSANAAN PERTEMUAN 1

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [216]

(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [217] HASIL KETERLAKSANAAN PERTEMUAN 2

(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [218]

(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [219] HASIL KETERLAKSANAAN PERTEMUAN 3

(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [220]

(316) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [221] LEMBAR KETERLAKSANAAN PERTEMUAN 4

(317) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [222]

(318) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [223] UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS SOAL PRETEST DAN POSTTEST item4 Total Total Pearson Correlation Sig. (2tailed) N item5 N 22 Pearson Correlation ,548 ** ,008 N Pearson Correlation ,327 Sig. (2tailed) ,138 ,900 Sig. (2tailed) N ** ,068 Pearson Correlation 22 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items ,907 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N ,000 N of Items 6 22 Sig. (2tailed) Sig. (2tailed) item7 ,000 ,396 N 22 Pearson Correlation Cronbach's Alpha ,781 item6 22 N item3 ** Pearson Correlation N Sig. (2tailed) item2 ,892 1 Sig. (2tailed) item1 Pearson Correlation 22 ,730 ** ,000 22 ,730 ** ,000 22

(319) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [224] LAMPIRAN UJI NORMALITAS DAN HOMOGENITAS One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test pre_eksperimen post_eksperime pre_kontrol post_kontrol n N Normal Parameters 30 30 30 30 3,51 8,34 3,13 6,50 1,406 1,214 ,906 1,266 Absolute ,251 ,177 ,170 ,172 Positive ,251 ,177 ,157 ,172 Negative -,203 -,142 -,170 -,119 1,377 ,969 ,933 ,942 ,045 ,304 ,349 ,337 Mean a,b Std. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Test of Homogeneity of Variances pretest Levene Statistic df1 3,551 df2 1 Sig. 58 ,065 Test of Homogeneity of Variances posttest Levene Statistic ,000 df1 df2 1 Sig. 58 ,984

(320) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [225] LAMPIRAN UJI PERBANDINGAN NILAI RATA-RATA PRETEST Group Statistics kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean eksperimen 30 3,63 1,555 ,284 kontrol 30 3,22 ,890 ,163 pretest Independent Samples Test Levene's t-test for Equality of Means Test for Equality of Variances F Sig. t df Sig. (2- Mean Std. Error 95% Confidence Interval of tailed) Difference Difference the Difference Lower Upper Equal varianc es assum 4,88 6 ,031 1,2 49 58 ,217 ,409 ,327 -,246 1,064 ,218 ,409 ,327 -,250 1,067 ed pretest Equal varianc es not assum ed 1,2 46,1 49 74

(321) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [226] LAMPIRAN UJI PERBANDINGAN NILAI RATA-RATA PRETEST POSTTEST Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean pre_eksperimen 3,51 30 1,406 ,257 post_eksperimen 8,34 30 1,214 ,222 pre_kontrol 3,13 30 ,906 ,165 post_kontrol 6,50 30 1,266 ,231 Pair 1 Pair 2 Paired Samples Correlations N Pair 1 Pair 2 pre_eksperimen & post_eksperimen pre_kontrol & post_kontrol Correlation Sig. 30 ,229 ,224 30 ,063 ,742 Paired Samples Test Paired Differences Mean t Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the Mean Difference Lower Pair 1 Pair 2 pre_eksperimen post_eksperimen pre_kontrol post_kontrol df Sig. (2tailed) Upper -4,832 1,634 ,298 -5,442 -4,222 -16,198 29 ,000 -3,369 1,510 ,276 -3,933 -2,805 -12,219 29 ,000

(322) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [227] LAMPIRAN UJI PENGARUH PERLAKUAN Group Statistics kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean eksperimen 30 8,34 1,214 ,222 kontrol 30 6,50 1,266 ,231 posttest Independent Samples Test Levene's t-test for Equality of Means Test for Equality of Variances F Sig. t df Sig. (2- Mean Std. Error Difference Difference tailed) 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Equal varian ces assu ,000 ,984 5,76 9 58 ,000 1,848 ,320 1,207 2,489 ,000 1,848 ,320 1,207 2,489 med posttest Equal varian ces 5,76 57,8 not 9 98 assu med

(323) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [228] SURAT IJIN PENELITIAN

(324) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [229] SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN PENELITIAN

(325) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI [230] BIODATA PENULIS Wahyu Dwi Astuti, dilahirkan di Kulon Progo tanggal 21 Maret 1992. Penulis adalah anak ke 2 dari 2 bersaudara, dari pasangan Alm. Bapak Naruh dan Ibu Sarinem. Pendidikan pertama dimulai dari TK ABA Banjarharjo pada tahun 1995-1998. Penulis lulus SD tahun 2004 dari SD N Tegalharjo. Pada tahun 2007 penulis melanjutkan pendidikan di SMP N 1 Kalibawang. Pada tahun 2010 melanjutkan studi ke SMA N 10 Yogyakarta. Pada tahun 2010 penulis terdaftar sebagai mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

(326)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan minat dan prestasi belajar matematika tentang penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI siswa kelas V SD N Glagahombo I.
0
2
123
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman.
0
1
383
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD N Daratan Minggir Sleman.
1
2
397
Pengembangan perangkat pembelajaran yang mengakomodasi kontribusi siswa pada penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI kelas IV A SD Negeri Adisucipto I.
0
1
250
Peningkatan hasil belajar matematika dan kerjasama siswa kelas IV SD Kanisius Kintelan dengan menggunakan pendekatan PMRI
0
0
275
Peningkatan minat dan prestasi belajar matematika tentang penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI siswa kelas V SD N Glagahombo I
0
0
119
Pengembangan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan yang mengakomodasi kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Kintelan I - USD Repository
0
6
175
Pengembangan perangkat pembelajaran yang mengakomodasi kontribusi siswa pada penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI kelas IV A SD Negeri Adisucipto I - USD Repository
0
7
248
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar menggunakan pendekatan kontekstual untuk melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah pada siswa kelas II SD N Cancangan Cangkringan Sleman - USD Repository
0
0
89
Keefektifan penggunaan modul dalam pembelajaran matematika pada materi peluang terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository
0
1
364
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar menggunakan pendekatan kontekstual pada materi pecahan siswa kelas IV SD Kanisius Sorowajan semester II tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
2
204
Pengembangan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan yang menggunakan kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI di kelas IV-A SD Negeri Tegalrejo II - USD Repository
0
2
227
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu Bantul - USD Repository
0
3
326
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman - USD Repository
0
2
381
Peningkatan hasil belajar matematika dan kerjasama siswa kelas IV SD Kanisius Kintelan dengan menggunakan pendekatan PMRI - USD Repository
0
6
275
Show more