Penyesuaian diri mahasiswa asal NTT (studi deskriptif pada mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2017 asal Nusa Tenggara Timur dan usulan topik-topik pendampingan terkait bimbingan pribadi-sosial) -

Gratis

0
0
97
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA ASAL NTT (Studi Deskriptif Pada Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Angkatan 2017 Asal Nusa Tenggara Timur Dan Usulan Topik-Topik Pendampingan Terkait Bimbingan Pribadi-Sosial) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun Oleh : Zoter Sonata Prilcon Bale Leda Veregrent NIM: 131114069 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 I

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO “Hidup ini penuh dengan kebebasan. Maka gunakan kebebasan itu sebaikbaiknya karena sebuah kegagalan dan kesuksesan dalam hidupmu ditentukan dengan pilihanmu itu sendiri” “Fokus apa yang menjadi targetmu dan segera mengesampingkan hal-hal yang tidak berguna dalam hidupmu, terkadang kita terlalu fokus dengan hal-hal yang tidak penting daripada hal-hal yang penting” “Perbanyaklah pengalaman daripada berkata-kata. Karena sebagian besar orang akan lebih mengingat sebuah tindakan daripada ribuan kata-kata” “Hidup di Indonesia ini tidak pernah kekurangan orang baik melainkan kekurangan orang yang teladan dan orang yang memberikan contoh” “Orang sukses itu tidak pantang menyerah untuk selalu mencari jalan atau menemukan solusi terbaik dalam hidupnya sedangkan orang yang gagal selalu melibatkan suatu alasan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya” “Jika ada kesempatan, Ambilah. Karena ketika kamu diberi kesempatan kedua rasanya sudah menjadi beda” “Jangan terlalu larut dalam kesedihan, apalagi menangisi kejadian yang sudah terjadi, karena hidup ini terlalu singkat untuk menghabiskan hal-hal tersebut. Terus maju dan hidup dalam harapan” (Zother Veregrent) IV

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Kupersembahkan skripsi ini untuk: Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang selalu menjadi landasan dan pedoman serta kekuatan dalam melangsungkan hidupku sehari-hari. Kedua Orangtuaku tercinta Bapak Karolus Ben Bale dan Ibu Theresia Niken Wara Sri Widuri yang tidak pernah lelah memberikan kasih sayangnya dalam menyelesaikan skripsi ini. Saudara-saudariku secara khusus Adik laki-lakiku Agustimus Surya Novelos Bale Leda Veregrent dan Adik perempuanku Maria Agustina Angelina Yustina Mese Bale Leda Veregrent Keluargaku yang penuh kasih secara khusus kepada Om Paulus Suhendrasmo beserta sekeluarga yang ikhlas memberikan sarana dan prasarana dalam proses mengerjakan skripsi ini Dosen Pembimbingku Ibu Ag. Krisna Indah Marheni, S.Pd., M.A yang selalu sabar dan setia selama proses penulisan skripsi ini hingga akhir. V

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA ASAL NTT (Studi Deskriptif Pada Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Angkatan 2017 Asal Nusa Tenggara Timur Dan Usulan Topik-Topik Pendampingan Terkait Bimbingan Pribadi-Sosial) Zoter Sonata Prilcon Bale Leda Veregrent Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk (1) mendeskripsikan seberapa baik kemampuan penyesuaian diri mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma angkatan 2017 asal Nusa Tenggara Timur dan; (2) merumuskan usulan topik-topik pendampingan terkait bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan penyesuaian diri mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 Asal Nusa Tenggara Timur berdasarkan capaian skor pengukuran penyesuaian diri yang teridentifikasi rendah. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 Asal Nusa Tenggara Timur yang berjumlah 50 orang. Teknik sampel yang digunakan peneliti adalah Probability Sampling dengan model Simple Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Kuisioner Penyesuaian Diri yang dikonstruk dengan empat aspek penyesuaian diri yaitu kematangan emosional, kematangan intelektual, kematangan sosial dan kematangan moral dan tanggung jawab. Kuisioner Penyesuaian Diri ini memuat 112 item diantaranya 81 item valid dan 31 item tidak valid dengan 4 alternatif jawaban yaitu sangat sesuai, sesuai, tidak sesuai dan sangat tidak sesuai. Reliabilitas instrumen dihitung menggunakan formula Alpha Cronbach dengan nilai koefisien realibilitas sebesar 0,931. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 Asal Nusa Tenggara Timur memiliki tingkat penyesuaian diri sebagai berikut: ada 16 mahasiswa (32%) sangat baik, ada 27 mahasiswa (54%) baik, ada 7 mahasiswa (14%) cukup baik dan tidak terdapat mahasiswa yang menunjukkan hasil penyesuaian diri yang buruk maupun sangat buruk. Dari hasil perhitungan skor item, terdapat 28 item (35%) yang capaian skornya tergolong sangat tinggi, 37 skor item (46%) tergolong tinggi, 14 item (17%) sedang, 2 item (2%) yang rendah, serta tidak ada item yang capaian skornya termasuk dalam kategori sangat rendah. Diusulkan topik-topik pendampingan bimbingan pribadi-sosial berdasarkan skor item kuisioner yang capaian skornya rendah untuk meningkatkan Penyesuaian Diri Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 Asal Nusa Tenggara Timur. Judul topik pendampingan bimbingan pribadi-sosial mahasiswa yaitu “Pentingnya Bersikap Asertif di Jaman Kekinian dan Mengambil Keputusan sebagai Langkah Kemajuan Diri Sendiri”. Pendampingan ini dilakukan dengan metode bimbingan klasikal, sharing kelompok, dinamika kelompok, dan refleksi dengan tujuan meningkatkan penyesuaian diri pada mahasiswa. Kata Kunci : Penyesuaian Diri, Nusa Tenggara Timur VIII

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT STUDENT ADAPTATION CAPABILITY FROM NTT (Descriptive Study on Faculty of Teacher Training and Education from Nusa Tenggara Timur Students of Sanata Dharma University Yogyakarta Academic Year 2017 and it’s Implication to Personal-Social Guidance Topics Proposal) Zoter Sonata Prilcon Bale Leda Veregrent Sanata Dharma University 2019 This study is a descriptive quantitative with the purposes are (1) to describe how good the adaptation capability on Faculty of Teacher Training and Education from Nusa Tenggara Timur Students of Sanata Dharma University Academic Year 2017 and (2) formulate guidance topics related to personal-social guidance in order to rise up the student adaptation capability on Faculty of Teacher Training and Education from Nusa Tenggara Timur of Sanata Dharma University academic year 2017 based on adaptation score indication identified low. The object of the study is 50 Nusa Tenggara Timur’s students on Faculty of Teacher Training and Education Sanata Dharma University Academic Year 2017.The sample technique which is used by the research is Probability Sampling with Simple Random Sampling model. The instrument of the study is Questionnaire about Students Adaptation Capability which is created with 4 aspects of adaptation capability; emotional, intellectual, social, and moral responsibility. The adaptation questionnaire include 112 items with 81 items are valid, 31 items are not valid, with 4 alternative answers; most appropriate, appropriate, inappropriate and most inappropriate. The instrument reliability is calculated with Alpha Cronbach formula with reliability coefficient value 0,931. The result of this study indicates that Faculty of Teacher Training and Education from Nusa Tenggara Timur of Sanata Dharma University academic year 2017 has adaptation capability level as follows: 16 students (32%) are excellent, 27 students (54%) are good, 7 students (14%) are average, and there are none of them show bad or worse in adaptation capability. From the result item score calculation, there are 28 items (35%) which get very high score, 37 items (46%) get high score, 14 items (17%) are average, 2 items (2%) are low, and none of them belong to very low score. As a proposed, topics implication guidance personal-social based on questionnaire items which has low achievement score to raise up Adaptation Capability on Faculty of Teacher Training and Education of Sanata Dharma University academic year 2017 from Nusa Tenggara Timur. The title of the implication to personal-social guidance topics is “the Important of Assertive Behavior in Nowadays Era and the Decision Making as a self Development”. This guidance is done with classical guidance method, group sharing, working in a group, and reflection to increase adaption for students. Key Words: Adaptation Capability, Nusa Tenggara Timur IX

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan Syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat rahmat-Nya akhirnya penelitian yang berjudul “Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Angkatan 2017 Asal Nusa Tenggara Timur Dan Usulan Topik-Topik Pendampingan Terkait Bimbingan Pribadi-Sosial” ini terselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Sanata Dharma Yogyakarta Karya Ilmiah ini merupakan sebuah karya yang memberikan peneliti pengalaman baru dan berharga, dimana peneliti sendiri telah mengalami berbagai macam persoalan dan kendala selama proses pengerjaan skripsi ini baik dalam suka maupun duka. Pengalaman tersebut membuat peneliti menjadi semakin banyak berusaha dan berdoa serta mengucapkan pujian dan syukur dalam setiap perjalanan hidup. Peneliti menyadari tanpa adanya bantuan, bimbingan dan kerjasama yang baik dari pihak-pihak yang terlibat, peneliti tidak dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Oleh karena itu, secara khusus pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2. Dr. Gendon Barus, M.Si. selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Ag. Krisna Indah Marheni, S.Pd, M.A. selaku dosen pembimbing yang selalu memberikan waktu, motivasi, dan sabar mendampingi peneliti sehingga banyak pelajaran hidup peneliti dapatkan selama proses penulisan skripsi berlangsung. X

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL……………………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING…………………………... ii HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………….. iii HALAMAN MOTTO …………………………………………………….. iv HALAMAN PERSEMBAHAN…………………………………………... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA…………………………………... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN……………………………. vii ABSTRAK………………………………………………………………… viii ABSTRACT………………………………………………………………………… ix KATA PENGANTAR…………………………………………………….. x DAFTAR ISI……………………………………………………………… xiii DAFTAR TABEL DAN DIAGRAM …………………………………….. xv DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………. xvi BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………. 1 A. B. C. D. E. F. G. Latar Belakang Masalah…………………………………………… 1 Identifikasi Masalah……………………………………………….. 7 Pembatasan Masalah………………………………………………. 8 Rumusan Masalah…………………………………………………. 8 Tujuan Penelitian…………………………………………………... 8 Manfaat Penelitian ………………………………………………… 9 Batasan Istilah …………………………………………………….. 10 BAB II KAJIAN PUSTAKA ……………………………………………… 11 A. Hakikat Penyesuaian Diri………………………………………….. 11 1. Pengertian Penyesuaian Diri…………………………………... 11 2. Karakteristik Penyesuaian Diri………………………………… 13 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri…………..15 4. Aspek-Aspek Penyesuaian Diri………………………………... 18 5. Penyesuaian Diri yang Baik…………………………………… 22 XII

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Mahasiswa dan Penyesuaian Diri…………………………………. 24 1. Mahasiswa……………………………………………………... 24 2. Mahasiswa FKIP Asal NTT……………………………………. 25 3. Penyesuaian Diri pada Mahasiswa FKIP Asal NTT…………... 26 C. Kajian Penelitian yang Relevan……………………………………. 27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN………………………………….. 29 A. B. C. D. E. F. Jenis dan Desain Penelitian………………………………………... 29 Tempat dan Waktu Penelitian ……………………………………... 29 Subjek Penelitian…………………………………………………... 30 Definisi Variabel Penelitian ……………………………………….. 31 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data…………………………. 31 Validitas dan Reliabilitas Instrumen……………………………….. 35 1. Validitas………………………………………………………... 35 2. Reliabilitas……………………………………………………... 38 G. Teknik Analisis Data………………………………………………. 39 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN…………………... 44 A. Hasil Penelitian…………………………………………………….. 44 B. Pembahasan………………………………………………………... 49 BAB V PEMBAHASAN…………………………………………………... 54 A. Simpulan…………………………………………………………… 54 B. Keterbatasan………………………………………………………... 55 C. Saran……………………………………………………………….. 55 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN XIII

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL DAN DIAGRAM Tabel 3.1 Jumlah Subjek Penelitian……………………………………….. 30 Tabel 3.2 Norma Skoring Inventori Penyesuaian Dir i…………………….. 33 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Angket Penyesuaian Diri…………………………….. 34 Tabel 3.4 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas………………………………… 37 Tabel 3.5 Reliabilitas Item………………………………………………… 39 Tabel 3.6 Kriteria Guilford………………………………………………… 39 Tabel 3.7 Penentuan Kriteria Secara Keseluruhan …………………………41 Tabel 3.8 Norma Kategorisasi Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru…………42 Tabel 3.9 Norma Kategorisasi Skor Item Penyesuaian Diri Mahasiswa…... 43 Tabel 4.1 Ketegorisasi Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru………………... 44 Diagram 4.1 Diagram Kategorisasi Penyesuaian Diri Mahasiswa………… 46 Tabel 4.2 Kategorisasi Skor Item Penyesuaian Diri Mahasiswa…………... 47 Diagram 4.2 Kategorisasi Skor Item Penyesuaian Diri Mahasiswa ………. 48 Tabel 4.3 Item-Item Pernyataan Yang Tergolong Rendah………………… 49 Tabel 4.4 Usulan Topik-Topik Program Pendampingan…………………... 53 XIV

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Kuisioner Penelitian ……………………………………………… 61 Lampiran 2. Hasil Komputasi Uji Validitas Item Total Instrumen Penelitian ….68 Lampiran 3. Tabulasi Data Penelitian …………………………………………..79 XV

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan batasan istilah. A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah yang sangat luas. Tetapi tidak semua wilayah dapat terjangkau sehingga terjadi kesenjangan yang cukup mencolok dalam kualitas pendidikan. Apalagi pendidikan merupakan salah satu hal yang diperhatikan oleh pemerintah. Maka dari itu kebutuhan untuk memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu mendorong calon mahasiswa perguruan tinggi berpindah dari satu daerah ke daerah yang lain. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah memang sudah terlaksana hampir di seluruh Indonesia sampai ke pelosok, namun Pendidikan Tinggi jarang ada di daerah-daerah yang memiliki mutu dan kualitas yang bagus. Padahal di jaman era globalisasi ini dituntut sumber daya manusia handal yang mampu berkompetensi dengan tantangan era globalisasi ini. Hal ini mendorong pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah mencari sekolah dan perguruan tinggi yang bagus dan bermutu dari segi kualitas. Maka daerah Jawa adalah jawaban yang dianggap memiliki PerguruanPerguruan Tinggi yang bagus dan berkualitas dengan sarana prasarana yang mendukung. Banyak pelajar dari NTT yang selama ini tidak mendapatkan 1

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 perhatian dalam segala bidang termasuk Pendidikan Tinggi datang mencari ilmu di daerah Jawa. Salah satu kota studi yang paling banyak diminati oleh pelajar NTT adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota ini dianggap sebagai barometer pendidikan di Indonesia dan sangat dikenal dengan sebutan kota Pelajar atau kota Pendidikan. Kedatangan mahasiswa NTT di Jawa khususunya di Yogyakarta tentunya akan dihadapkan pada proses penyesuaian diri terhadap suasana dan budaya baru. Penyesuaian diri terhadap suatu lingkungan dan budaya baru bukan merupakan hal yang mudah. Dibutuhkan keterbukaan dan kematangan diri seseorang untuk siap beradaptasi dengan lingkungan dan budaya yang baru tersebut. Kemampuan penyesuaian diri di tempat baru memberikan pengaruh bagi mahasiswa yang memiliki perbedaan lingkungan tempat tinggal, budaya, ras, etnik dan bahasa khususnya bagi pelajar dari NTT. Bukan hanya kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru saja tetapi mahasiswa dari NTT juga dituntut untuk memiliki motivasi diri yang besar agar bisa menciptakan penyesuaian diri terhadap lingkungan baru dengan baik dan berhasil. Dengan perbedaan yang cukup mencolok seperti inilah akan menyebabkan penyesuaian diri pada mahasiswa menjadi lebih sulit dari biasanya. Salah satu realita yang sering terjadi di lapangan berdasarkan data dari Ikatan Mahasiswa Flobamorata (NTT), bahwa setiap tahun data mahasiswa yang datang ke Daerah Istimewa Yogyakarta lebih banyak jumlahnya

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 daripada mahasiwa yang pulang ke NTT dengan membawa ijazah sarjana. Banyak yang mempengaruhi hal ini, salah satunya adalah lamanya proses perkuliahan yang dilaluinya oleh seorang mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh penyesuaian diri mahasiswa yang salah satunya mengalami kendala dalam mengikuti proses perkuliahan selama di kampus. Lingkungan tempat tinggal memang sangat mempengaruhi penyesuaian diri seorang individu. Kebiasaan lingkungan tempat tinggal individu yang lama terkadang sulit untuk ditinggalkan saat seorang individu memasuki lingkungan tempat tinggal yang baru. Salah satu contoh kebiasaan yang masih terbawa di lingkungan baru adalah dalam hal komunikasi. Komunikasi di setiap daerah pada umumnya memiliki ciri khas tersendiri. Ciri khas komunikasi tersebut dapat berupa bahasa lokal, dialek atau logat dari daerah asal. Hal tersebut biasanya membuat orang lain yang mendengarnya mampu mengidentifikasi darimana individu tersebut berasal. Misalnya yang dialami oleh mahasiwa yang berinisial (NN, NI, KI) perwakilan dari perempuan dan laki-laki FKIP angkatan 2017 yang berasal dari NTT yang menjalani perkuliahan di semester pertama di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. “Pertamanya saya senang bisa kuliah di kampus ini apalagi di Jogja, banyak orang dimana-mana, tapi lama-lama susah komunikasi, susah cari teman karena bahasanya, beda, jadi merasa kesepian karena tidak ada teman, kangen rumah” (NN,2017). “Kalau kira bicara, orang tanya apa-apa terus, seperti mereka susah dengar, susah mengerti, lalu pikir kita marah kalau kita omong keraskeras. Maka dari itu lebih enak berteman dengan teman sedaerah saja” (NI,2017) “Saya jadi bingung, rasa diri aneh, padahal saya disini berharap bisa teman siapa saja. Sekarang jadi susah berteman. Bingung saya harus

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 bagaimana supaya diterima sama orang Jawa, saya susah omongnya”. (KI, 2017) Pernyataan beberapa penggalan cerita di atas, dapat mewakili pengalaman yang dialami langsung oleh mahasiswa dari NTT ketika berada di lingkungan barunya yang menjadi sulit untuk menyesuaikan diri dalam hal komunikasi di Kota Yogyakarta khususnya menjadi mahasiswa baru di Universitas Sanata Dharma. Hal itu membuat mereka menjadi justru menemukan kesulitan dalam hal menyesuaikan diri. Bahasa yang berbeda dan ketidaksesuaian kebiasaan menimbulkan rasa cemas dan stress yang disebut sebagai culture shock. Culture shock adalah reaksi-reaksi yang muncul terhadap kondisi yang menyebabkan individu mengalami keterkejutan dan tekanan karena berada dalam lingkungan yang berbeda dengan lingkungan sebelumnya (Mulyana, 2006). Yuniardi dan Dayaksini (2008) menjelaskan pula bahwa lingkungan yang berbeda ini mungkin dapat mengenai individu yang mengalami perpindahan dari satu daerah ke daerah lainnya dalam negeri sendiri sampai individu yang berpindah ke negeri lain, biasanya dalam periode waktu yang lama. Permasalahan inilah yang mendorong peneliti tertarik meneliti penyesuaian diri mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 yang berasal dari NTT karena peneliti sendiri berasal dari NTT dan merasa penyesuaian kurang baik dalam berbicara, pergaulan, berinteraksi dengan mahasiswa asli Jawa dan secara fisiologis lainnya. Peneliti merasa perlu melihat kemampuan penyesuaian diri yang dimiliki mahasiswa berasal dari NTT di lingkungan kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Sukadji (2000) mengungkapkan bahwa menyesuaikan diri berarti mengubah dengan cara yang tepat untuk memenuhi syarat tertentu, melalui proses penyesuaian diri mereka mampu beradaptasi dengan budaya lingkungan universitas di jawa dan mampu menanggulangi permasalahan semacam culture shock. Individu tidak dilahirkan dalam keadaan sudah mampu menyesuaikan diri atau tidak mampu menyesuaiakan diri. Permasalahan penyesuaian diri timbul ketika individu mulai memasuki jenjang Pendidikan yang baru, seperti perguruan tinggi (Hartono & Sumarto, 2002) Seluruh perbedaan dalam keanekaragamaan yang ada, menuntut individu untuk melakukan proses penyesuaian diri dengan suasana lingkungan yang baru. Penyesuaian diri merupakan proses yang berlangsung terus menerus sepanjang hidup manusia. Semenjak lahir hingga dewasa manusia terus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penyesuaian diri merupakan usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu keselarasan dan keharmonisan antara individu dengan lingkungan. Penyesuaian diri tersebut dialami oleh semua mahasiswa FKIP yang berasal dari NTT. Meskipun semua mahasiswa mengalami penyesuaian diri, akan tetapi antara penyesuaian diri satu orang mahasiswa dengan mahasiswa yang lain pasti berbeda-beda dan memiliki kesulitannya sendiri-sendiri. Cara setiap mahasiswa dalam menyesuaikan diri juga pasti berbeda-beda meskipun objek yang dihadapi relatif sama. Sebagai contoh mahasiswa FKIP diberikan peraturan yang sama, akan tetapi cara setiap mahasiswa dalam menghadapi

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 peraturan tersebut pasti berbeda-beda. Ada yang berusaha menyesuaikan diri dengan mematuhi peraturan-peraturan yang diberikan, namun ada pula yang tidak peduli dan tidak mau menyesuaikan diri dengan peraturan tersebut. FKIP sendiri selama ini telah melakukan upaya untuk mempermudah penyesuaian diri mahasiswa baru dengan mengadakan berbagai program, contohnya seperti INFISA (Inisiasi Fakultas Pendidikan) dan tiap perwakilan prodi melakukan INSIPRO (Inisiasi Program Studi) yang memberikan suasana baru dan tidak monoton. Program-program tersebut diharapkan membantu mahasiswa baru dalam beradapatasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Keberhasilan seseorang dalam menghadapi perubahan dan masalahmasalah di perguruan tinggi dipengaruhi oleh kemampuan seseorang dalam menyesuaiakan diri. Mahasiswa baru yang mampu menyesuaikan diri dengan baik memiliki cara-cara penyelesaian masalah yang baik pula. Hurlock (1996) menyatakan individu yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri secara baik mampu mengatasi konflik-konflik yang mereka alami dengan penyelesaian yang lebih baik. Sementara itu, kegagalan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan dapat menyebabkan terjadinya hambatan belajar yang mempengaruhi prestasi akademik. Partosuwido (1992) mengungkapkan banyak mahasiswa baru tidak bisa optimal prestasi belajarnya karena mengalami hambatan dalam proses penyesuaian dirinya. Oleh karena itu diperlukan kematangan intelektual dan

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 emosional dari tiap individu tersebut untuk terus menerus berusaha menyesuaikan diri agar tidak terjadi gangguan di waktu mendatang. Bedasarkan latar belakang dijabarkan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 Asal NTT dan Usulan Topik-Topik Pendampingan Terkait Bimbingan Pribadi-Sosial” B. Identifikasi Masalah Berangkat dari latar belakang di atas, terkait dengan kesulitan-kesulitan penyesuaian diri mahasiswa baru FKIP USD angkatan 2017 asal NTT, maka masalah-masalah yang ada dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. Beberapa mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT mengalami kesulitan menyesuaikan diri di lingkungan baru Universitas Sanata Dharma karena memiliki perbedaan lingkungan tempat tinggal, budaya, ras, etnik dan bahasa dari asalnya 2. Sebagian besar mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT kurang memiliki motivasi di dalam diri untuk menciptakan penyesuaian diri terhadap lingkungan baru dengan baik dan berhasil 3. Berdasarkan dari realita Mahasiswa Flobamorata (NTT) di setiap tahunnya mahasiswa yang datang merantau ke Yogyakarta lebih banyak jumlahnya daripada mahasiswa yang pulang ke NTT dengan membawa Ijazah sarjana pada waktunya. 4. Sebagian besar Mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT masih membiasakan kebiasaan kebudayaan yang lama dalam hal komunikasi

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 dari tempat tinggalnya yang mengakibatkan kesulitan untuk memasuki lingkungan yang baru. 5. Hampir seluruh mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT masih membiasakan berbicara menggunakan bahasa daerah kepada lawan bicaranya. C. Pembatasan Masalah Fokus kajian penelitian ini diarahkan untuk mengetahui masalahmasalah yang teridentifikasi di atas, khususnya masalah mengenai penyesuaian diri mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal Nusa Tenggara Timur. D. Rumusan Masalah Bedasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Seberapa baik kemampuan penyesuaian diri mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 asal Nusa Tenggara Timur? 2. Item pengukuran penyesuaian diri mana sajakah yang capaian skornya terindentifikasi masih rendah untuk diusulkan sebagai topik-topik pendampingan bimbingan pribadi sosial yang sesuai untuk meningkatkan penyesuaian diri pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2017 asal Nusa Tenggara Timur?

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 E. Tujuan Penelitian Bedasarkan rumusan masalah yang telah dijabarkan maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan seberapa baik kemampuan penyesuaian diri mahasiswa baru FKIP USD tahun ajaran 2017/2018 asal NTT. 2. Mengidentifikasi butir kuisioner penyesuaian diri mana yang skornya masih rendah untuk diusulkan sebagai topik-topik pendampingan bimbingan pribadi sosial yang sesuai untuk meningkatkan penyesuaian diri pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2017 asal Nusa Tenggara Timur. F. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian terbagi menjadi dua yaitu manfaat teoritis dan praktis. 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan sumbangan bagi keilmuan Bimbingan dan Konseling yang terkait, khususnya mengenai layanan bimbingan klasikal terkait penyesuaian diri pada masa remaja akhir.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 2. Manfaat Praktis a. Bagi Mahasiswa FKIP dari NTT di Universitas Sanata Dharma Diharapkan dengan telah dilakukan penelitian ini mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang secara khusus bagi mahasiswa dari NTT mampu menyesuaikan diri dengan baik. b. Bagi Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Sebagai pedoman dan landasan dalam penyusunan kegiatan terkait penyesuaian diri di kalangan mahasiswa dari luar jawa khususnya mahasiswa dari NTT. c. Bagi Dosen Pembimbing Akademik Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bagi Pendidik dalam rangka membantu mahasiswa yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan penyesuaian diri dengan baik. G. Batasan Istilah 1. Penyesuaian Diri Penyesuaian diri merupakan proses beradaptasi terhadap lingkungan baru agar tercapai suatu keselarasan dan keharmonisan dalam lingkungan yang ditandai oleh aspek-aspek emosional, intelektual, sosial dan moral atau tanggung jawab sebagaimana dioperasikan dalam konstruk instrumen penelitian ini. Penyesuaian diri disini dimaksudkan sebagai penyesuaian diri yang normatif, bukan yang kearah patologis atau maladjusted.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 2. Mahasiswa FKIP dari NTT Mahasiswa dari NTT dapat diartikan sebagai individu yang berasal dari NTT yang sedang menuntut ilmu di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di berbagai Program studi. Perguruan tinggi yang dimaksud dalam hal ini adalah Universitas Sanata Dharma.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini dijelaskan hakikat penyesuaian diri, aspek-aspek penyesuaian diri, karakteristik penyesuaian diri yang baik, penyesuaian diri yang berhasil, faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri dan mahasiswa FKIP dari NTT. A. Hakikat Penyesuaian Diri 1. Pengertian Penyesuaian Diri Individu merupakan mahkluk yang unik dan menarik, tumbuh dan berkembang, serta memiliki keragaman kebutuhan, baik dalam jenis, tataran (level), maupun intensitasnya. Keragaman pola penyesuaian diri individu. Setiap individu dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup tempat tinggal dimana dia berada. Individu akan merasa puas dan bahagia bila mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat ia melakukan aktivitas sehari-hari. Apabila individu tersebut dapat menyesuaikan diri dengan baik dengan orangorang dilingkungan sekolahnya maka ia akan dengan mudah menyesuaikan diri dengan peraturan-peraturan dan proses belajar yang ada di sekolah. Ada berbagai rumusan pengertian penyesuaian diri. Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment atau personal adjusment. Penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, Schneiders (Ali, 2005) yaitu antara lain: 12

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 a. Penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation), pada mulanya penyesuaian diri diartikan sama dengan adaptasi, padahal adaptasi ini pada umumnya lebih mengarah pada penyesuaian diri dalam arti fisik, fisiologis atau biologis. b. Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), penyesuaian diri juga diartikan sama dengan penyesuaian diri yang mencakup konformitas terhadap suatu norma. Pemaknaan penyesuaian diri sebagai suatu usaha konformitas, menyiratkan bahwa disana individu seakan-akan mendapat tekanan kuat untuk harus selalu mampu menghindarkan diri dari penyimpangan perilaku, baik secara moral, sosial maupun emosional. c. Penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery), penyesuaian diri diartikan sebagai usaha penguasaan, yaitu kemampuan untuk merencanakan dan mengorganisasikan respons dalam cara-cara tertentu sehingga konflik-konflik, kesulitan dan frustasi tidak terjadi. Selain itu dalam (Schneider, 1964) juga mengemukakan bahwa penyesuaian diri merupakan suatu proses yang mencakup respon-respon mental dan tingkah laku individu untuk mampu mengatasi kebutuhan, ketegangan, konflik dan frustasi. Penyesuaian diri merupakan ”perbaikan perilaku yang dibangun oleh seseorang”. Seseorang yang merasa kalau selama ini perilakunya menyebabkan dirinya sulit untuk menyatu dan diterima dalam kelompok, maka orang tersebut akan berusaha untuk

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 memperbaiki perilakunya, sehingga dapat diterima oleh kelompok (Hurlock, 1994) Penyesuaian diri diawali dengan stress, yaitu suatu keadaan dimana lingkungan mengancam atau membahayakan keberadaan atau kesejahteraan atau kenyamanan diri seorang. (Baum, 1985). Penyesuaian diri merupakan sebuah usaha yang dilakukan oleh individu untuk menyelaraskan kebutuhan, harapan, dan tuntutan dirinya terhadap lingkungannya (Agustiani, 2009). Penyesuaian diri merupakan usaha seseorang untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan lingkungannya, sehingga rasa permusuhan, depresi dan emosi negatif yang muncul sebagai akibat dari respon yang tidak sesuai dan kurang efisien dapat diatasi. Pada dasarnya manusia senantiasa berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungannya. (Kartono, 2000). Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri adalah sebuah proses yang melibatkan kemampuan individu untuk dapat mengatasi kebutuhan baik yang berasal dari dalam diri individu maupun dari lingkungan sekitar. Individu dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan dapat mengatasi setiap masalah yang berhubungan dengan proses penyesuaian diri individu tersebut sehingga dapat diterima dengan baik di lingkungannya. 2. Karakteristik Penyesuaian Diri Haber dan Runyon (1984) mengatakan karakteristik penyesuaian diri yang baik ada 5 (lima) yang antara lain sebagai berikut:

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 a. Persepsi yang tepat untuk realita Individu yang tepat menyesuaikan diri dengan baik memiliki tujuan hidup yang realistis dan secara aktif berusaha untuk mencapainya. Lingkungan tidak selalu sama sehingga cara pencapaian tujuan dapat berubah. Kecenderungan merubah persepsi dan interpretasi terhadap realita termasuk dalam persepsi yang tepat terhadap realita. Penyesuaian diri akan lebih disesuaikan dengan realitas apabila melihat sesuatu apa adanya. Orang yang mampu mempersepsikan sesuatu dengan akurat akan mengenali akibat dari tindakannya. b. Kemampuan untuk mengatasi tekanan dan kecemasan Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang dapat menyebabkan stress, kecemasan, dan ketidakbahagiaan. Kita tidak dapat memenuhi setiap keinginan sehingga harus belajar untuk mentoleransi pemenuhannya. Penyesuaian diri dapat diukur dari seberapa baik individu mampu mengatasi konflik dan masalah yang diatasi. c. Citra diri yang positif Pandangan yang bermacam-macam terhadap diri merupakan indikasi kualitas dari penyesuaian diri. Keselarasan dari persepsi yang bermacam-macam tersebut menunjukkan penyesuaian diri yang baik. Individu yang dapat menyesuaiakan

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 diri mampu melihat dirinya secara positif. Mereka mengetahui kelemahan dan kelebihan dalam dirinya secara realitas. d. Kemampuan untuk mengekspresikan emosi Individu yang memiliki emosi yang sehat mampu merasakan dan mengekpresikan emosi dan perasaannya dengan baik dan terkontrol. e. Hubungan interpersonal yang baik Menusia merupakan makhluk sosial yang saling bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya baik itu fisik, sosial dan emosional. Individu yang mampu menyesuaikan diri dapat berelasi dengan orang lain dalam cara yang produktif dan menguntungkan satu sama lain. 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri Penyesuaian diri yang baik mengandung unsur-unsur kematangan fisik, intelektual dan emosional, efisien, memberikan kepuasan dan bermanfaat (Partosuwido, 1992). Menurutnya kecemasan, kesulitan pengendalian diri secara emosional dan rasional, merasa tak berdaya, kegelisahan, kesulitan mengambil keputusan, tergantung pada orang lain, gangguan depresi, merupakan hal-hal yang menunjukkan seseorang yang gagal dalam proses penyesuaian dirinya. Calhaoun dan Acocella (1990) menyebutkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri sebagai berikut:

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 a. Diri sendiri Segala hal yang ada dalam diri (pikiran, perasaan, dan perilaku) mempengaruhi diri kita dalam berperilaku atau mengambil keputusan. Pertimbangan yang dibuat seseorang merefleksikan nilainilai yang dimiliki oleh seseorang tersebut. b. Orang lain Orang lain mempunyai pengaruh yang besar terhadap diri dan demikian sebaliknya. Segala sesuatu yang ada di dalam diri juga dipengaruhi oleh sikap orang lain terhadap kita. c. Lingkungan Segala hal yang ada di lingkungan mempengaruhi perilaku setiap individu. Situasi merupakan salah satu hal yang mempengaruhi individu untuk menyesuaikan diri selain perilaku. Menurut Hariyadi dkk (1995) pada dasarnya penyesuaian diri yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari faktor motif, harga diri, persepsi, sikap, inteligensi, minat serta faktor kepribadian dengan penjelasan sebagai betikut: a. Faktor motif adalah motif-motif sosial seperti motif berafiliasi, motif berprestasi, dan motif mendominasi. b. Faktor harga diri adalah bagaimana seseorang itu memandang dirinya sendiri, baik aspek fisik, psikologis, sosial maupun aspek akademik. Seseorang dengan harga diri tinggi lebih memiliki kemampuan untuk melakukan penyesuaian yang menyenangkan

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 dibandingkan dengan harga diri rendah, pesimis atau kurang yakin terhadap dirinya sendiri. c. Faktor persepsi adalah pengamatan dan penilaian seseorang terhadap obyek peristiwa dan kehidupan, baik melalui proses kognisi maupun afeksi untuk membentuk konsep tentang obyek tertentu. d. Faktor sikap adalah kecenderungan seseorang untuk berperilaku positif atau negatif. Seseorang yang bersikap positif terhadap sesuatu yang dihadapi akan lebih memiliki peluang untuk melakukan penyesuaian diri daripada yang sering bersikap negatif atau suka menyangkal tatanan yang lebih mapan. e. Faktor intelegensi dan minat. Faktor intelegensi adalah kemampuan seseorang untuk menalar, menganalisis dan menyimpulkan bedasarkan argumentasi yang matang, sehingga dapat menjadi dasar dalam melakukan penyesuian diri. Faktor intelegensi yang dibarengi dengan minat membuat penyesuaian diri lebih cepat dan lancar. f. Faktor kepribadian. Seseorang yang memiliki tipe kepribadian extrovert lebih lentur dan dinamis, sehingga lebih mudah melakukan penyesuaian diri dibandingkan tipe kepribadian introvert yang cenderung kaku dan statis. Faktor eksternal terdiri dari faktor keluarga, kondisi sekolah, kelompok sebaya dan prasangka sosial dengan penjelasan sebagai berikut:

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 a. Faktor keluarga, terutama pola asuh keluarga berpengaruh pada penyesuaian diri. Pola asuh demokratis dengan suasana keterbukaan lebih memberikan peluang untuk melakukan proses penyesuaian diri secara efektif dibandingkan dengan pola asuh keluarga yang otoriter. Keluarga sehat akan lebih mempengaruhi pengaruh positif terhadap penyesuaian diri. b. Faktor kondisi sekolah. Kondisi sekolah yang sehat membuat seseorang merasa bangga dan betah di sekolah sehingga memberikan landasan untuk dapat menyesuaikan diri secara harmonis di masyarakat. c. Faktor kelompok sebaya. Kelompok teman sebaya yang saling mendukung dapat membantu pengembangan proses penyesuaian diri. d. Faktor prasangka sosial. Kecenderungan sebagian masyarakat yang menaruh prasangka negatif menjadi kendala dalam proses penyesuaian diri. 4. Aspek-aspek Penyesuaian Diri Desmita (2009: 195) mengungkapkan bahwa terdapat empat aspek yang mampu memperlihatkan penyesuaian diri yang baik sebagai berikut: a. Kematangan Emosional Kematangan emosional meliputi kemantapan suasana kehidupan kebersamaan dengan orang lain, kemampuan untuk santai, gembira dan menyatakan kejengkelan, dan juga sikap dan perasaan terhadap kemampuan dan kenyataan diri sendiri.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 b. Kematangan Intelektual Kematangan intelektual meliputi kemampuan mencapai wawasan diri sendiri, kemampuan memahami orang lain dan keragamannya, kemampuan mengambil keputusan dan keterbukaan dalam mengenai lingkungan sekolah. c. Kematangan Sosial Kematangan sosial meliputi keterlibatan dalam partisipasi sosial, kesediaan kerja sama, kemampuan kepemimpinan, sikap toleransi dan juga keakraban dalam pergaulan. d. Kematangan Moral dan Tanggung Jawab Kematangan moral dan tanggung jawab meliputi sikap produktif dalam mengembangkan diri, melakukan perencanaan dan melaksanakannya secara fleksibel, sikap altruism, empati, bersahabat dalam hubungan interpersonal, kesadaran akan etika dan hidup jujur, melihat perilaku dari segi konsekuensi atas dasar sistem nilai, dan juga kemampuan bertindak independen. Penyesuaian diri memiliki dua aspek secara umum seperti yang dikemukakan oleh Schneiders (Rahmawaty Parman, 2013: 471). Dua aspek itu yakni penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial: 1) Penyesuaian Pribadi Penyesuaian pribadi merupakan kemampuan seseorang untuk menerima diri demi terciptanya hubungan yang harmonis

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 antara dirinya dan lingkungan sekitarnya. Penyesuaian diri ini meliputi: 2) Penyesuaian diri fisik dan emosi Penyesuaian diri ini melibatkan respon-respon fisik dan emosional di dalam diri yang sehingga dalam penyesuaian diri fisik ini yang merupakan pokok untuk pencapaian penyesuaian diri yang sehat. Berkaitan dengan hal ini, ada hal penting berupa edukasi emosi, kematangan emosi dan control emosi. Contohnya, penyesuaian diri terhadap perbedaan suhu/cuaca, penyesuaian diri terhadap perbedaan makanan, minuman dan sebagainya. 3) Penyesuaian diri seksual Penyesuaian diri seksual merupakan kapasitas bereaksi terhadap realitas seksual (impuls-impuls, nafsu dan pikiran, konflik-konflik, frustasi perasaan yang salah dan perbedaan seks). Contohnya, penyesuaian diri terhadap rangsanganrangsangan dan pikiran-pikiran seksual. 4) Penyesuaian diri moral dan religious Dikatakan moralitas dan kapasitas untuk memenuhi moral kehidupan secara efektif dan bermanfaat yang dapat memberikan kontribusi ke dalam kehidupan yang baik dari individu. Contoh, penyesuaian terhadap perbedaan moral yang

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 ada di setiap lingkungan, penyesuaian terhadap perbedaan keyakinan terhadap Tuhan/ religiusitas. b. Penyesuaian Sosial Dalam kehidupan di masyarakat terjadi proses saling mempengaruhi satu sama lain yang terus menerus dan silih berganti. Menandakan individu dengan lingkungan saling mempengaruhi dalam aspek psiko-sosial. Penyesuaian diri ini meliputi: 1) Penyesuaian diri terhadap rumah tangga dan keluarga Penyesuaian diri ini menekankan hubungan yang sehat antar-anggota keluarga, otoritas orangtua, kapasitas tanggung jawab berupa pembatasan, dan larangan. Contohnya, penyesuaian diri terhadap warga, kondisi dan aturan yang ada dalam lingkungan sosial terkecil yaitu dalam 1 tempat tinggal/rumah/kos/kontrakan/asrama. 2) Penyesuaian diri terhadap sekolah Penyesuaian diri seorang individu ditempat mereka menempuh pendidikan. Contohnya, penyesuaian diri terhadap warga, lingkungan, dan aturan-aturan yang ada di sekolah/tempat pendidikan/universitas. 3) Penyesuaian diri terhadap masyarakat Kehidupan di masyarakat menandakan kapasitas untuk bereaksi secara efektif dan sehat terhadap realitas. Contohnya,

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 penyesuaian diri terhadap warga, kebiasaan, dan aturan yang ada dalam lingkungan sosial tempat tinggal. Dari kedua pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa peneliti tertarik menggunakan teori yang dikemukakan oleh Desmita (2009: 195) mengenai empat aspek penyesuaian diri yang mampu memperlihatkan penyesuaian diri yang baik antara lain: Kematangan emosional, Kematangan Intelektual, Kematangan Sosial dan Kematangan Moral dan Tanggung Jawab. Keempat aspek diatas beserta butir-butirannya mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses penyesuaian diri seseorang ketika berada di lingkungan yang baru salah satunya adalah lingkungan kampus dan lebih relevan dengan karakteristik Mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT yang sudah menjalankan kegiatan perkuliahan selang beberapa semester di kampus USD Yogyakarta. 5. Penyesuaian Diri yang Baik Setiap individu pasti mengharapkan penyesuaian dirinya dengan berhasil. Keberhasilan ini dapat tercapai apabila di dalam kehidupan individu benar-benar terhindar dari tekanan, goncangan dan ketegangan jiwa dan individu tersebut mampu menghadapi kesukaran dengan cara obyektif, hal ini berpengaruh bagi kehidupannya serta menikmati kehidupannya dengan stabil, tetap tenang, merasa senang, tertarik untuk bekerja dan berprestasi (Mu’tadin, 2002)

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Kemampuan untuk dapat menyesuaikan diri menjadi semakin penting ketika individu beranjak remaja, hal ini karenakan pada masa remaja individu sudah memasuki dunia pergaulan yang lebih luas, di mana pengaruh teman-teman dan lingkungan sosial akan sangat menentukan. Kegagalan remaja dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dapat menyebabkan rasa rendah diri, dikucilkan dari pergaulan, cenderung berperilaku yang kurang normatif dan bahkan dalam perkembangan yang lebih ekstrim dapat menyebabkan terjadinya gangguan jiwa, kenakalan remaja, tindakan criminal dan tindakan kekerasaan. Remaja yang dapat menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungannya mempunyai ciri-ciri antara lain: suka bekerja dengan orang lain, simpati, mudah akrab, dan disiplin. Hurlock (1996: 239) menerangkan beberapa tanda bahaya yang umum dari ketidakmampuan penyesuaian diri remaja, yaitu antara lain: a. Tidak bertanggung jawab, tampak dalam perilaku mengabaikan pelajaran, misalnya, untuk bersenang-senang dan mendapatkan dukungan sosial. b. Sikap yang sangat agresif dan sangat yakin pada diri sendiri. c. Perasaan tidak aman, yang menyebabkan remaja patuh mengikuti standar-standar kelompok. d. Merasa ingin pulang bila berada jauh dari lingkungan yang dikenal.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 e. Perasaan menyerah f. Terlalu banyak berkhayal untuk mengimbangi ketidakpuasaan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari. g. Mundur ke tingkat perilaku yang sebelumnya agar supaya disenangi dan diperhatikan. h. Menggunakan mekanisme pertahanan seperti rasionalisme, proyeksi, berkhayal dan memindahkan. Kesimpulan dari penyesuaian diri yang berhasil adalah pernyesuaian diri akan berhasil apabila di dalam kehidupan individu benar-benar terhindar dari tekanan, goncangan, dan ketegangan jiwa dan individu tersebut mampu menghadapi kesukaran dengan cara obyektif. B. Mahasiswa dan Penyesuaian Diri 1. Mahasiswa Peraturan pemerintah RI Nomor XXX/1990 tentang pendidikan tinggi pada Bab I Ketentuan umum pasal 1 (6) mendefinisikan mahasiswa sebagai peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Selanjutnya mengenai pendidikan tinggi dijelaskan dalam UU RI No. 2 Th. 1989 pasal 16 (1) yaitu merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau professional yang dapat menerapkan,

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian (Ikasari, 2004) Pada umumnya usia mahasiswa yang berkisar antara 18 atau 19 tahun. Rentang usia ini termasuk pada kelompok usia remaja akhir. Rocmah (2005) menyatakan bahwa usia 17-21 tahun tergolong dalam remaja akhir. Gunarsa (2003) menyebut usia 17-22 tahun dengan isitilah masa adolescence yang juga berarti masa remaja yaitu masa peralihan dengan semua perubahan psikis antara masa anak dan masa dewasa. Hurlock (1996) menyatakan bahwa usia 18-40 merupakan masa dewasa dini (adolescence). 2. Mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Asal NTT Individu yang sedang menuntut ilmu di tingkat perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta atau lembaga lain yang setingkat dengan perguruan tinggi dapat didefinisikan sebagai mahasiswa (Siswoyo, 2007: 121) Rentang usia mahasiswa awal rata-rata berkisar antara 18-19 tahun. Rentang usia 17-21 tahun dapat digolongkan dalam masa remaja akhir (Rochman: 2005). Ciri khas yang ada dalam masa remaja akhir tersebut adalah bertambahnya kestabilan, lebih matang dalam menghadapi masalah, berkurangnya campur tangan dari orang dewasa, bertambahnya ketenangan emosional, bertambahnya realsitis, dan juga memiliki perhatian lebih pada lambang-lambang kematangan. Ciri-ciri tersebut sudah mulai terlihat pada mahasiswa baru meskipun terkadang belum maksimal.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Seorang mahasiswa dinilai memiliki tingkat yang tinggi, kecerdasaan dalam berpikir dan juga perencanaan dalam bertindak. Karakteristik dari mahasiwa yang terlihat cukup menonjol adalah kemandirian yang mulai meningkat. Tingkatan mahasiswa merupakan tingkatan terakhir seorang invidu menerima pendidikan formal sebelum memasuki dunia kerja dan kehidupan yang lebih lanjut. Oleh karena itu fase ini memberikan tuntutan untuk lebih memikirkan masa depan dari seorang individu. Kegiatan perkuliahan yang ada di setiap Universitas juga menuntut kemandirian dari setiap mahasiswa. Sebagai contoh jam perkuliahan yang tidak teratur dan tidak adanya seragam yang wajib dikenakan oleh setiap mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan juga menuntut kemandirian dari setiap individu. Mahasiswa harus mampu untuk mengatur waktunya sendiri sehingga tidak ada kegiatan yang terbengkalai. Mahasiswa juga harus mampu mengatur dirinya sendiri karena mahasiswa dipandang sudah mulai dewasa sehingga orang tua juga sudah tidak begitu ikut campur tangan seperti saat individu tersebut masih ada pada jenjang sebelumnya. Oleh karena itu diperlukan manajemen waktu dan manajemen diri yang baik dari setiap individu. 3. Penyesuaian Diri pada Mahasiwa FKIP USD Asal NTT Menempuh perguruan tinggi merupakan salah satu jurusan tujuan lulusan SMA. Mereka ingin melepaskan diri dari orang tua, memperoleh kebebasan dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri. Namun,

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 memasuki lingkungan yang berbeda tidaklah mudah sehingga membutuhkan kemampuan menyesuaikan diri agar dapat beraktivitas dan menjalankan tugas-tugas di perguruan tinggi dengan baik. Tidak semua mahasiswa baru menyesuaikan dengan baik karena banyak mahasiswa yang merasa tidak nyaman dengan posisinya sebagai mahasiswa baru. Keadaan tersebut kemudian menimbulkan berbagai hambatan dalam penyesuaian diri serta sosialisasi dengan lingkungan baru. Siswanto (2007: 41) mengartikan penyesuaian diri mahasiswa sebagai pengaturan pola hidup. Seorang mahasiswa baru menghadapi tantangan seperti perbedaan cara belajar, perpindahan tempat tinggal, teman baru, relasi dengan keluarga berkurang, manajemen waktu dan juga nilai hidup. Pendapat lain mengatakan penyesuaian diri mahasiswa adalah suatu cara agar mahasiswa dapat menyeimbangkan keadaan di wilayah kampus yang meliputi perubahan sikap, perasaan, dan tingkah laku. Pada intinya penyesuaian diri mahasiswa merupakan suatu pengaturan pola hidup individu dalam lingkungan baru untuk memperoleh keseimbangan dalam hidupnya. C. Kajian Penelitian yang Relevan Beti (2012) mengadakan penelitian mengenai tingkat penyesuaian diri siswa kelas X SMA Santo Mikael Sleman tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini melibatkan siswa kelas XA dan XC SMA Santo Mikael Sleman tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 38 siswa . Hasil penelitian adalah sebagai berikut: tidak ada siswa (0%) yang penyesuaian

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 dirinya sangat kurang baik, tidak ada siswa (0%) yang penyesuaian dirinya cukup baik, terdapat 6 siswa (15,79%) yang penyesuaian dirinya baik, artinya siswa mampu menyesuaikan diri, sebanyak 32 siswa (84,21%) yang penyesuaian dirinya sangat baik, artinya siswa kelas XA dan XC sangat mampu menyesuaikan diri . Emilia (2007) mengadakan penelitian mengenai penyesuaian diri siswa kelas VII di SMP Yos Sodarso Cigugur Kuningan tahun ajaran 2012/2013. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 13 orang memiliki tingkat penyesuaian diri dengan kategori sangat baik yaitu 24,07%, 35 orang yang memiliki tingkat penyesuaian diri dengan kategori baik yaitu 64,83%, 5 orang memiliki tingkat penyesuaian diri dengan kategori cukup baik yaitu 9,26%, 1 orang memiliki tingkat penyesuaian diri kurang baik yaitu 1,85%, dan tidak ada yang memiliki penyesuaian diri yang sangat kurang baik. Artinya penyesuaian diri siswa kelas VII SMP Yos Sodarso Cigugur Kuningan tahun ajaran 2012/2013 cukup baik. Aji (2011) melakukan penelitian mengenai kemampuan penyesuaian diri mahasiswa baru prodi BK USD angkatan 2014 yang ditinjau dari tempat asal Jawa dan Luar Jawa. Hasil yang diperoleh sebagian besar mahasiswa baru prodi BK angkatan 2014 memiliki penyesuaian diri baik dilihat dari 59% mahasiswa asal Jawa dan 54% mahasiswa Luar Jawa yang masuk kategori baik. Melihat hasil penelitian dari ketiga peneli menunjukkan hasil yang berbeda karena penyesuaian diri bukan hal yang mudah dilakukan.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Individu perlu belajar untuk membaur dan mengikuti beberapa kebiasaan atau kebudayaan dan aktivitas yang bisa menjadi sebagai suatu pembelajaran bukan sebagai beban bagi individu yang masuk pada lingkungan.baru.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisi uraian tentang jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subjek atau populasi dan sampel penelitian, definisi variabel penelitian, teknik dan instrumen pengumpulan data, validitas dan realibilitas instrumen dan teknik analisis data.. A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Hal ini menjelaskan bahwa metode deskriptif merupakan metode yang dilakukan untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan seberapa baik penyesuaian diri mahasiwa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT dan penyusulan topik-topik pendampingan bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan penyesuaian diri yang sesuai pada mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. B. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian berada di Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai bulan Agustus 2018. Pengumpulan dan pengolahan data dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 sampai selesai. 31

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 C. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah mahasiswa/i FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2017 yang berasal dari NTT. Dalam pemilihan sampel penelitian ini, teknik sampel yang digunakan peneliti adalah Probability Sampling dengan model Simple random sampling. Menurut Sugiyono (2009) simple random sampling adalah suatu teknik sampling melalui pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Dengan menggunakan teknik simple random sampling dalam penelitian ini, peneliti mengambil sebanyak 50 mahasiswa/i FKIP USD di Komunitas Flobamorata USD. Alasan peneliti memilih mahasiswa tahun angkatan 2017 FKIP USD yang berasal dari NTT sebagai subjek penelitian merupakan mahasiswa yang tergolong dalam tahap perkembangan dewasa tahap awal dengan usia rata-rata 18-25 tahun yang telah melalui beberapa semester perkuliahan selama di kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Tabel 3.1 Data Subjek Penelitian Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 asal NTT No 1 2 3 4 5 6 7 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pendidikan Akutansi Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Sejarah Pendidikan Ekonomi Ilmu Pendidikan Agama Katolik Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jumlah 5 5 5 5 4 1 5

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 8 9 10 11 5 5 5 5 50 Pendidikan Matematika Bimbingan dan Konseling Pendidikan Fisika Pendidikan Biologi Total D. Definisi Variabel Penelitian Variabel Penelitian ini adalah penyesuaian diri. Penyesuaian diri adalah sebuah proses kemampuan individu untuk mengatasi kebutuhannya baik dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitarnya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Individu dituntut dapat mengatasi masalah dalam proses penyesuaian dirinya sehingga dapat diterima dengan baik di lingkungan sekitar. Desmita (2009: 195) mengungkapkan bahwa terdapat empat aspek yang mampu memperlihatkan penyesuaian diri yang baik antara lain kematangan emosional, kematangan intelektual, kematangan sosial dan kematangan moral dan tanggung jawab. Keempat aspek inilah yang akan dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan instrumen. E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Sukardi (2003) menjelaskan bahwa penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan satu metode atau lebih. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket yang disusun menggunakan skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. (Sugiyono, 2013)

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner Penyesuaian Diri. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2013). Jenis kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Item-item angket ini disusun oleh peneliti berdasarkan aspekaspek penyesuaian diri yang dibimbing oleh dosen. Kuesioner terdiri atas empat bagian, yaitu bagian pertama memuat keterangan demografi mahasiswa yaitu nama, jenis kelamin, fakultas, dan provinsi. Bagian kedua berisikan kata pengantar penelitian yang mengharapkan kerelaan dan kesediaan mahasiswa dalam mengisi kuisioner. Bagian ketiga berisikan petunjuk pengisian kuisioner dengan memberi tanda check (√) pada kolom yang telah disediakan. Bagian keempat memuat pernyataan-pernyataan tentang Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 yang berasal dari NTT. Pernyataan yang terdapat dalam inventori ini terdiri dari pernyataan favourable dan pernyataan unfavourable. Pernyataan favourable merupakan konsep keperilakuan yang sesuai atau mendukung variabel yang diukur. Sedangkan unfavourable yaitu konsep keperilakuan yang tidak sesuai atau tidak mendukung variabel yang diukur. Instrumen penelitian ini menyediakan 4 alternatif jawaban, yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS). Alternatif jawaban Ragu-ragu (RG) tidak disertakan untuk

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 mengurangi kecenderungan responden dalam memberikan jawaban yang netral dan untuk meningkatkan variabilitas respon. Pemberian skor untuk setiap alternatif jawaban untuk masing-masing item pernyataan dalam instrumen ini adalah sebagai berikut: Tabel 3.2 Norma Skoring Inventori Penyesuaian Diri Alternatif Jawaban Sangat Sesuai (SS) Sesuai (S) Tidak Sesuai (TS) Sangat Tidak Sesuai (STS) Skor Favourable (+) 4 3 2 Skor Unfavourable (-) 1 2 3 1 4 Responden diminta untuk menjawab pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner Penyesuaian Diri dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang telah disediakan dengan cara memberi tanda silang (X). Skoring dilakukan dengan cara menjumlahkan jawaban responden pada masing-masing item. Dengan demikian dapat diketahui tingkat penyesuaian diri pada subjek penelitian ini. semakin tinggi jumlah skor yang diperoleh, maka semakin tinggi pula tingkat penyesuaian diri, sebaliknya semakin rendah jumlah skor yang diperoleh, maka semakin rendah pula tingkat penyesuaian diri.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Penyesuaian diri No 1. 2. 3. 4. Aspekaspek Kematangan Emosi Kematangan Intelektual Kematangan Sosial Tanggung Jawab Indikator a. Mampu bersikap santai, gembira, dan berani menyatakan kejengkelan b. Mampu untuk menyatakan perasaan kepada orang lain c. Mampu untuk menunjukkan sikap diri sendiri secara baik kepada orang lain d. Mampu untuk menerima diri sendiri a. Mampu mencapai wawasan diri sendiri b. Mampu memahami orang lain dan keragamannya c. Mampu mengambil keputusannya d. Mampu terbuka dalam mengenal lingkungan kampus a. Mampu turut terlibat dalam partisipasi sosial b. Mampu bersosialisasi dengan warga kos/tempat tinggal c. Mampu bersosialisasi dengan warga kampus d. Mampu bersosialisasi dengan masyarakat setempat e. Mampu bersikap toleransi f. Mampu menciptakan keakraban dalam pergaulan a. Mampu bersikap produktif dalam mengembangkan potensi diri b. Mampu melakukan perencanaan dan melaksanakan secara fleksibel c. Mampu bersikap empati dalam hubungan interpersonal d. Mampu sadar akan etika dan bisa hidup dengan jujur e. Mampu melihat perilaku dan sikap dari segi konsekuensi atas dasar sistem nilai f. Mampu bertindak secara indenpenden Total Item Fav Item Unfav 50, 68 35, 22 16, 23 18, 31 1, 17, 29 20, 25,32 21, 13, 28, 33 19, 15,11 12,27,44 29, 2, 6 3, 14 30, 10 26, 34,36 52, 43, 5, 9 39,4,51 7, 37, 45, 40 8, 38, 46 41,58,48 55, 75 53, 72 57, 63,49 69,42,47 54, 64 56, 60 59, 74,66 62,70,61 65, 73 77, 71 67, 81, 86 78, 87, 93, 104 82, 105, 96 103, 76, 95 94, 99, 92, 91 88, 102, 79 80, 89 84, 97 83, 85, 98, 101, 100 111 107, 106, 90, 112, 109 110, 108 56 56 112

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Validitas Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes atau instrumen pengukur dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat yang bersangkutan menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud pengukuran. Suatu alat ukur yang valid, tidak sekedar mampu mengungkapkan data yang tepat akan tetapi juga harus memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut (Azwar, 2009). Validitas yang diuji untuk instrumen penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi alat ukur dengan analisis rasional dengan cara profesional judgement (Azwar,2009). Menurut Ary, Jacobs dan Razavieh (2007) validitas isi tidak dapat dinyatakan dengan angka namun pengesahannya berdasarkan pertimbangan yang diberikan oleh ahli (expert judgement). Dalam penelitian ini, instrumen penelitian dikonstruksi berdasarkan aspek-aspek yang akan diukur dan selanjutnya dikonsultasikan pada ahli (dosen pembimbing). Hasil konsultasi dan telaah yang dilakukan oleh ahli dilengkapi dengan pengujian empirik dengan cara mengkorelasikan

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 skor-skor setiap item instrumen terhadap skor-skor total aspek dengan teknik korelasi Pearson Product Moment menggunakan aplikasi progrem komputer SPSS for 20 Windows. Rumus korelasi Pearson Product Moment adalah sebagai berikut: Keterangan: rxy = Korelasi X = Nilai setiap butir Y = Nilai dari jumlah butir N = Jumlah responden produk moment Proses penghitungan indeks validitas item pada alat ukur penelitian menggunakan bantuan program computer Statistic Package for the Social Science (SPSS) for 20 Windows. Item yang valid merupakan item yang memiliki nilai korelasi ≥ 0,25. Sementara itu, suatu item dinyatakan tidak valid jika memiliki nilai korelasinya ≤ 0,25. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 81 item yang valid sedangkan 31 item yang gugur atau tidak valid dengan menggunakan standar koefisien 0,25. Rincian hasil rekapitulasi uji validitas item terdapat pada tabel 3.4 sebagai berikut:

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Tabel 3.4 Rekapitulasi Hasil Uji Validitasi Instrumen Penelitian No 1. Aspek-aspek Kematangan Emosi Indikator e. Mampu bersikap santai, gembira, dan berani menyatakan kejengkelan f. Mampu untuk menyatakan perasaan kepada orang lain g. Mampu untuk menunjukkan sikap diri sendiri secara baik kepada orang lain h. Mampu untuk menerima diri sendiri a. Mampu mencapai wawasan diri sendiri 2. 3. Kematangan Intelektual Kematangan Sosial b. Mampu memahami orang lain dan keragamannya c. Mampu mengambil keputusannya d. Mampu terbuka dalam mengenal lingkungan kampus a. Mampu turut terlibat dalam partisipasi sosial b. Mampu bersosialisasi dengan warga kos/tempat tinggal c. Mampu bersosialisasi dengan warga kampus d. Mampu bersosialisasi dengan setempat e. Mampu bersikap toleransi masyarakat f. Mampu menciptakan keakraban dalam pergaulan a. Mampu bersikap produktif dalam mengembangkan potensi diri b. Mampu melakukan perencanaan dan melaksanakan secara fleksibel 4. Tanggung Jawab c. Mampu bersikap empati dalam hubungan interpersonal d. Mampu sadar akan etika dan bisa hidup dengan jujur e. Mampu melihat perilaku dan sikap dari segi konsekuensi atas dasar sistem nilai f. Mampu bertindak secara indenpenden Total Valid Tidak Valid 68. 35,22 50 16, 18, 31 23 17, 11, 15 19, 1, 29 20, 32, 12, 27 21,13,2, 33 44, 25 9, 6, 28 30, 14, 10 3 26, 4,39 52, 7, 37, 45, 9 8, 48, 46 36,34,51 55, 72,53 75 57, 69, 42, 47 63,56, 54,60, 70 59,74,66,7 3 77, 71 67,81,103, 76 86 78,87,94, 99,91,93, 104 82, 105, 96,88,79 80, 89, 84,97 98,100,10 1,111 107,106, 109, 90, 112, 110, 108 81 5, 43, 40 41,58,38 49 61 62, 64 65 95 92 102 83,85 - 31

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 2. Reliabilitas Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel (reliable). Reliabilitas memiliki berbagai nama lain seperti keterpercayaan, keajegan, kestabilan, konsisten, dan sebagainya. Namun ide pokok yang terkandung dalam konsep reliabiltas dan sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah (Azwar, 2007). Perhitungan indeks reliabilitas kuesioner penelitian ini menggunakan pendekatan koefisien Alpha Cronbach (α). Adapun rumus koefisien reliabilitas Alpha Cronbach (α) adalah sebagai berikut: Keterangan rumus: S12 dan S22 : varian skor belahan 1 dan varian skor belahan 2 Sx2 : varian skor skala Dalam penelitian ini, uji realibilitas dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS for 20 Windows. Hasil diperoleh skor sebagai berikut:

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Tabel 3.5 Realibilitas Instrumen Penelitian Cronbach's N of Items Alpha .931 Hasil perhitungan 81 realibilitas dikonfirmsi dengan menggunakan kriteria Guilford. Kriterian Guilford dapat dilihat pada tabel 3.6 berikut: Tabel 3.6 Kriteria Guilford No. 1 2 3 4 5 Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Berdasarkan kriteria, Guilford dapat disimpulkan bahwa koefisien realibilitas terhadap 81 butir item yang valid dengan hasil Cronbachh’s Alpha sebesar 0.931 termasuk dalam kriteria yang sangat tinggi. Artinya angket ini memiliki tingkat keajegan yang sangat tinggi. G. Teknik Analisis Data Sugiyono (2013) mengatakan bahwa analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, serta melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Berikut merupakan langkah-langkah teknik analisis data yang ditempuh dalam penelitian ini: 1. Menentukan Skor dan Pengolahan Data Penentuan skor pada item kuesioner dilakukan dengan cara memberikan nilai dari angka 1 sampai 4 berdasarkan norma skoring yang berlaku dengan melihat sifat pernyataan favourable atau unfavourable, 2. Selanjutnya membuat tabulasi skor dari item-item kuisioner dan menghitung skor masing-masing subjek serta jumlah skor item. Tahap selanjutnya adalah menganalisis data secara statistik menggunakan program aplikasi SPSS for 20 Windows. 3. Kategorisasi disusun berdasarkan distribusi normal dengan metode kategorisasi jenjang atau ordinal. Tujuan kategori ini adalah untuk menempatkan individu ke dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu yang kontinum berdasarkan atribut yang diakui (Azwar, 2009). Kontinum jenjang pada penelitian ini adalah dari sangat tinggi hingga sangat rendah. Norma kategori yang disusun oleh Azwar (2009) ada lima jenjang kategori diagnosis yang digunakan antara lain: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Norma kategori yang digunakan terdapat pada tabel di bawah ini:

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Tabel 3.7 Penentuan Kriteria Norma Kategorisasi Norma Kategorisasi µ+1,5 α < X Tingkat Kategorisasi Sangat Tinggi µ+0,5 α < X ≤ µ+1,5 α µ-0,5 α < X ≤ µ+0,5 α µ-1,5 α < X ≤ µ-0,5 α X ≤ µ - 1,5 α Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Makna Kategorisasi Penyesuaian Diri Sangat Baik Penyesuaian Diri yang Baik Penyesuaian Diri Cukup Baik Penyesuaian Diri yang Buruk Penyesuaian Diri Sangat Buruk Keterangan: 1. Skor Rata-Rata Maksimum Teoritik : Skor tertinggi yang didapat 2. Skor Rata-Rata Minimum Teoritik : Skor terendah yang didapat 3. Rata-Rata Teoritik (µ) : Rata-Rata Teoritis skor Maksimum dan skor Minimum 4. Standar Deviasi (α) : Luas Jarak rentangan dibagi 6. Kategori di atas kemudian diterapkan sebagai patokan dalam pengelompokkan tingkat penyesuaian diri mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 yang berasal dari NTT berdasarkan skala penilaian dengan jumlah 81 item yang valid diperoleh unsur perhitungan capaian skor subjek sebagai berikut: Skor maksimum teoritik : 4 x 81 = 324 Skor minimum teoritik : 1 x 81 = 81 Luas jarak ; 324 – 81 = 243

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Standar deviasi (α) : 243 : 6 = 40,5 Mean teoritik (µ) : ( 324 + 81 ) : 2 = 202,5 Hasil perhitungan analisis data skor tingkat subjek disajikan dalam norma kategorisasi penyesuaian diri mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT sebagai berikut : Tabel 3.8 Norma Kategorisasi Tingkat Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 asal NTT No 1 2 3 4 5 Norma Kategorisasi Rentang Skor Tingkat Kategorisasi µ+1,5 α < X ≥ 263 Sangat Tinggi µ+0,5 α < X ≤ µ+1,5 α 223 – 262 Tinggi µ-0,5 α < X ≤ µ+0,5 α 182 – 222 Sedang µ-1,5Kα < X ≤ µ-0,5 α 142 – 181 Rendah X ≤ µ - 1,5 α ≤ 141 Sangat Rendah ategorisasi di atas kemudian diterapkan sebagai patokan dalam melihat seberapa baik tingkat penyesuaian diri mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 yang berasal dari NTT. Selain menyusun kategorisasi tingkat penyesuaian diri subjek menyusun kategorisasi capaian skor butir dengan menggunakan norma yang sama pada tabel 3.7. Berdasarkan skala penilaian dengan jumlah 50 subjek penelitian diperoleh unsur perhitungan capaian skor item sebagai berikut: Skor maksimum teoritik : 4 x 50 = 200 Skor minimum teoritik : 1 x 50 = 50 Luas jarak ; 200 – 50 = 150

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Standar deviasi (α) : 150 : 6 = 25 Mean teoritik (µ) : ( 200 + 50 ) : 2 = 125 Hasil perhitungan analisis data capaian skor disajikan dalam norma kategorisasi capaian skor butir pengukuran penyesuaian diri mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 yang berasal dari NTT pada tabel 3.9 sebagai berikut: Tabel 3.9 Norma Kategorisasi Capaian Skor Butir Pengukuran Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 asal NTT No Norma Kategorisasi Rentang Skor 1 2 3 4 5 µ+1,5 α < X µ+0,5 α < X ≤ µ+1,5 α µ-0,5 α < X ≤ µ+0,5 α µ-1,5 α < X ≤ µ-0,5 α X ≤ µ - 1,5 α ≥ 162 137 – 161 112 – 136 87 – 111 ≤ 86 Tingkat Kategorisasi Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi uraian tentang hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian dengan menggunakan data statistik yang kemudian dideskripsikan dalam uraian Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 Asal NTT. Pengelolahan data statistik dilakukan dengan bantuan program menggunakan komputer program SPSS for 20 Windows. A. Hasil Penelitian Hasil penelitian akan menjawab rumusan masalah penelitian, yakni: 1. Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 asal NTT Berdasarkan perolehan data penelitian yang diolah dengan teknik analisis data yang diuraikan di Bab III dapat dilihat gambaran penyesuaian diri mahasiswa baru FKIP USD angkatan 2017 asal Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tabel berikut di bawah ini: Tabel 4.1 Kategorisasi Perolehan Skor Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 Asal NTT No 1 2 3 4 5 Norma Kategorisasi µ+1,5 α < X µ+0,5 α < X ≤ µ+1,5 α µ-0,5 α < X ≤ µ+0,5 α µ-1,5 α < X ≤ µ0,5 α X ≤ µ - 1,5 α Total Rentang Skor ≥ 263 223 – 262 Frekuensi Persentase 16 27 32 % 54 % Tingkat Kategorisasi Sangat Tinggi Tinggi 182 – 222 7 14 % Sedang 142 – 181 0 0% Rendah ≤ 141 0 0% Sangat Rendah 50 100 % 46

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Berdasarkan pada tabel 4.1 di atas dapat dilihat bahwa terdapat 32% atau 16 responden yang menunjukkan hasil penyesuaian diri yang sangat tinggi, 54% atau 27 responden yang menunjukkan hasil penyesuaian diri yang tinggi, 14% atau 7 responden yang menunjukkan hasil penyesuaian diri yang sedang, dan tidak terdapat responden yang menunjukkan hasil penyesuaian diri baik yang rendah maupun sangat rendah. Jumlah keseluruhan subjek penelitian sebanyak 50 responden. Menurut hasil pemaparan penelitian tersebut, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa sebagian besar mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT sudah memiliki penyesuaian diri yang sangat tinggi, tinggi dan sedang serta tidak terdapat mahasiswa yang memiliki penyesuaian diri rendah apalagi sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT cukup berhasil menyesuaikan diri dengan baik di lingkungan kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kategorisasi tentang penyesuaian diri mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT digambarkan ke dalam diagram, dapat dilihat pada diagram 4.1 yang berada di bawah ini.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 TINGGI 54% SEDANG 14% SANGAT RENDAH RENDAH 0% 0% SANGAT TINGGI 32% Diagram 4.1 Kategorisasi Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 Asal NTT 2. Hasil Analisis Capaian Skor Item Pengukuran Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 Asal NTT Berdasarkan data penelitian yang diperoleh capaian skor item diolah menggunakan norma kategorisasi yang disusun oleh Azwar (2009) yang nantinya akan masuk dalam kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Item-item yang memiliki skor dalam kategori rendah adalah item yang digunakan sebagai bahan penyusunan usulan topik-topik pendampingan untuk meningkatkan penyesuaian diri mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT. Hasil pengkategorisasian item-item skala dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut:

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Tabel 4.2 Kategorisasi Capaian Skor Item Pengukuran Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 Asal NTT No 1 2 3 4 5 Rentang Skor ≥ 162 137 – 161 112 – 136 87 – 111 ≤ 86 Total Frekuensi Persentase 28 37 14 2 0 81 35% 46% 17% 2% 0% 100% Tingkat Kategorisasi Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Nomor Item 35 dan 39 - Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa terdapat 35 % atau 28 item yang menunjukkan capaian skor pada kategori yang sangat tinggi, 54 % atau 27 item yang menunjukkan capaian skor pada kategori yang tinggi, 17 % atau 14 item yang menunjukkan capaian skor pada kategori yang sedang, 2 % atau 2 item yang menunjukkan capaian skor pada kategori yang rendah dan 0 % atau 0 item yang menunjukkan capaian skor yang sangat rendah atau tidak ditemukan satupun yang capaian skornya yang sangat rendah. Jumlah keseluruhan skor item penelitian yang valid sebanyak 81 item. . Kategorisasi hasil skor item penyesuaian diri mahasiswa baru FKIP Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 asal NTT digambarkan ke dalam diagram yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 2% 0% 17% SANGAT TINGGI 35% TINGGI SEDANG RENDAH SANGAT RENDAH 46% Diagram 4.2 Kategorisasi Capaian Item Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 Asal NTT Berdasarkan tabel 4.2 dan diagram 4.2 dari kategorisasi hasil skor item penyesuaian diri mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 asal NTT, dapat disimpulkan bahwa ada 2 item yang capaian skornya menunjukkan penyesuaian diri mahasiswa FKIP USD asal NTT masih tergolong rendah. Nomor atau butir-butir item kuisioner yang bersangkutan peneliti akan sajikan dalam tabel 4.3 di bawah ini. Butir-butir item inilah yang akan peneliti jadikan sebagai dasar untuk menyusun topiktopik program pendampingan terkait penyesuaian diri mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma angkatan 2017 asal NTT. Itemitem tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Tabel 4.3 Item-item Pernyataan yang Capaian Skornya Tergolong dalam Kategori Rendah 1 Nomor Item 35 2 39 No Aspek Indikator Kematangan Emosi Mampu bersikap santai, gembira dan berani menyatakan kejengkelan. Kematangan Intelektual Mampu mengambil keputusan Rumusan Skor Pernyataan Item Saya lebih suka 111 pendam perasaan jengkel saya kepada orang lain Saya sering 103 ragu-ragu mengambil keputusan dalam sebuah masalah Item-item yang capaian skornya tergolong rendah pada tabel 4.3 di atas, yaitu terdapat pada aspek kematangan emosi dan kematangan intelektual, yang akan digunakan sebagai dasar membuat topik-topik bimbingan yang digunakan sebagai bentuk pencegahan (preventif) sehingga mahasiswa tidak memiliki penyesuaian diri yang rendah. Setelah itu topik-topik ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan penyesuaian diri mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma angkatan 2017 asal NTT. B. Pembahasan 1. Deskripsi Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 Asal NTT. Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat bahwa terdapat 32 % atau 16 mahasiswa memiliki penyesuaian diri yang sangat tinggi, 54 % atau 27 mahasiswa memiliki penyesuaian diri yang tinggi, 14 % atau 7

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 mahasiswa memiliki penyesuaian diri yang sedang, dan tidak terdapat mahasiswa yang memiliki penyesuaian diri yang rendah maupun sangat rendah. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan sebagian besar mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma angkatan 2017 asal NTT memiliki penyesuaian diri yang tergolong tinggi, yang berarti penyesuaian diri mahasiswa tersebut baik. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan dugaan peneliti. Sebelum peneliti melakukan penelitian berpikir bahwa penyesuaian diri mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma angkatan 2017 yang berasal dari NTT kurang bisa menyesuaikan diri dengan melihat beberapa identifikasi masalah-masalah yang berada di bab I dan peneliti sendiri berasal dari NTT, ternyata hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa baru FKIP Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 asal NTT memiliki penyesuaian diri tergolong tinggi dan sangat tinggi. Menurut Desmita (2009) penyesuaian diri yang baik ditandai dengan kematangan emosional yang baik yang akan mempermudah mahasiswa dalam menyesuaikan diri, dan kematangan emosional yang kurang baik akan menghambat mahasiswa dalam menyesuaikan diri di lingkungan kampus yang baru. Contohnya jika ada mahasiswa yang merasa dirinya tidak mampu mengungkapkan perasaan jengkelnya kepada lawan bicaranya dan kurang bisa menerima dirinya sendiri, maka proses penyesuaian dirinya akan terhambat.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Kematangan intelektual yang dimiliki seseorang juga mampu mempengaruhi proses penyesuaian diri para mahasiswa baru. Jika mahasiswa baru memiliki kemampuan intelektual yang tinggi dan baik maka mahasiswa baru akan dengan mudah menyesuaikan diri, tetapi jika siswa memiliki kematangan intelektual yang kurang maka akan menghambat proses penyesuaian diri. Perkembangan intelektual secara optimal akan membantu mahasiswa untuk mengenal diri sendiri, kecerdasaan, mengambil keputusan dan mampu memahami orang lain dan keragamannya. Kematangan sosial sangat memberikan peranan penting dalam menyesuaikan diri. Dengan memiliki kematangan sosial mampu memperlancar komunikasi dan interaksi sosial antar dosen, temanteman kos atau teman-teman mahasiswa serta pegawai kampus selama menjalani perkuliahan di kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Ketika aspek sosial yang dimiliki tidak berkembang dengan baik maka mahasiswa tersebut akan mengalami hambatan dalam pergaulan dan komunikasi dengan siapapun. Selain itu keberhasilan mahasiswa dalam menyesuaikan diri juga dipengaruhi oleh rasa tanggung jawab. Rasa tanggung jawab mempunyai peranan penting dalam penyesuaian diri. Contohnya jika mahasiswa mampu bersikap produktif, melakukan perencanaan selama kuliah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, mampu bersikap

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 empati dalam hubungan interpersonal dan mampu bertindak secara independen, proses penyesuaian diri akan baik dan tinggi. Jadi dengan melihat hasil penelitian ini, menunjukkan keberhasilan mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT dalam menghadapi perubahan dan masalah-masalah dalam penyesuaian diri di tempat yang baru, menandakan bahwa mahasiswa tersebut mampu menyesuaikan diri di lingkungan kampus baik dalam aspek emosional, intelektual, sosial dan moral ataupun tanggung jawab. Namun, mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT masih perlu adanya pendampingan yang lebih mendalam agar mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan cepat dan dapat berkembang secara optimal. 2. Topik-topik Usulan Program Pendampingan yang Sesuai untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 Asal NTT Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Angkatan 2017 asal NTT memiliki tingkat penyesuaian diri yang tinggi. Namun, berdasarkan hasil analisis item angket penyesuaian diri terdapat dua aspek yang berbeda yang belum dapat dicapai secara maksimal oleh mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 asal NTT. Dua aspek tersebut antara lain kematangan emosi dan kematangan intelektual. Dari hasil analisis keseluruhan item, terdapat dua item yang memiliki skor rendah dari kategori rendah, artinya bahwa

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 beberapa mahasiswa belum mampu bersikap santai, gembira dan berani menyatakan kejengkelan serta belum mampu mengambil keputusan yang tepat dan cepat. Usulan program-program penyesuaian diri ini dimaksudkan agar para mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 asal NTT menyadari bahwa penyesuaian diri itu penting dan mahasiswa perlu mengembangkan lebih baik lagi agar mahasiswa lebih mampu menghadapi kesulitan-kesulitan serta dapat mencapai semua tingkatan dalam kehidupan. Tabel 4.4 Usulan Topik-Topik Program Pendampingan dalam Meningkatkan Penyesuaian Diri Mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017/2018 Asal NTT No Item Pernyataan 1 Saya lebih suka pendam perasaan jengkel saya kepada orang lain 2 Saya sering ragu-ragu mengambil keputusan dalam sebuah masalah Bidang Bimbingan Topik Bimbingan Pribadi Sosial Pentingnya Bersikap Asertif di Jaman Kekinian Pribadi Sosial Mengambil Keputusan sebagai Langkah Kemajuan Diri Sendiri Tujuan Refrensi Mahasiswa mampu mengungkapkan perasaan, pikiran, kebutuhan, ide dan mempertahankan haknya tanpa melanggar hak dan kebutuhan orang lain Sinurat, R. H. Dj. 1992. Reader Mata Kuliah Komunikasi Antar Pribadi. Yogyakarta: USD Mahasiswa mampu mengambil keputusan di bawah tekanan keadaan sosial Adam, Linda and Elinor Lenz, 1995, Be Your Best Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini berisi uraian tentang kesimpulan dari hasil penelitian, keterbatasan dalam penelitian yang peneliti alami dan saran peneliti kepada pihak-pihak yang terkait dalam penelitian. A. Simpulan Berdasarkan hasil penlitian dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa beberapa hal berikut sebagai jawaban atas pokok permasalahan dalam penelitian ini: 1. Sebagian besar mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 asal NTT memiliki penyesuaian diri yang tergolong tinggi, yang berarti penyesuaian diri mahasiswa baru asal NTT baik. 2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat dua item yang capaian skornya masih tergolong rendah. Dua aspek tersebut antara lain kematangan emosi dan kematangan intelektual. Dengan mengetahui dua item tersebut menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa belum mampu bersikap santai, gembira dan berani menyatakan kejengkelan serta belum mampu mengambil keputusan yang tepat dan cepat. Maka disusunlah topik-topik pendampingan pribadi sosial terkait guna meningkatkan penyesuaian diri mahasiswa FKIP USD angkatan 2017 asal NTT. 56

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 B. Keterbatasan Penelitian ini telah menyesuaikan dengan prosedur ilmiah yang ada. Namun, dalam penelitian ini peneliti menyadari masih banyak kekurangan. Beberapa keterbatasan yang peneliti sadari antara lain: 1. Peneliti menyadari bahwa kuisioner dalam penelitian ini hanya dikonsultasikan dengan dosen pembimbing, tidak melakukan expert judgement dengan ahli Bahasa, ahli Pendidikan, dll. 2. Ada kemungkinan subjek kurang serius dalam pengisian kuisioner karena jumlah item pernyataan yang terlalu banyak dan subjek mungkin pernah mengisi atau sering mengisi kuisioner seperti yang digunakan dalam penelitian ini. 3. Arti dan aspek atau unsur-unsur penyesuaian diri perlu diperluaskan konteksnya supaya jelas perbedaannya dengan penyesuaian sosial. C. Saran Berikut ini dikemukakan saran-saran bagi pihak-pihak terkait yang sesuai dengan hasil penelitian. Saran ini diharapkan dapat membantu pengembangan pendampingan agar mahasiswa FKIP USD Angkatan 2017 asal NTT mampu meningkatkan penyesuaian diri secara baik 1. Bagi Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 Asal NTT Pentingnya belajar untuk membaur dan mengikuti beberapa kebiasaan atau kebudayaan yang ada di lingkungan yang baru

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 serta mematuhi peraturan yang diberlakukan oleh pihak kampus Universitas Sanata Dharma agar tidak tertinggal dan mampu menyesuaikan diri dengan lebih baik di lingkungan yang baru. 2. Orang Tua Perlunya dukungan dan kepercayaan serta perhatian yang lebih kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk meningkatkan penyesuaian diri dengan baik. Pentingnya orangtua untuk terbuka dan menempatkan diri sebagai sahabat untuk mahasiswa karena dengan kasih sayang dan perhatian orangtualah yang mampu menjadi motivasi terbesar bagi mahasiswa itu sendiri dalam berproses. 3. Peneliti lain a. Sebaiknya kuisioner diberikan langsung kepada mahasiswa yang bersangkutan tanpa perantara agar hasil yang diperoleh lebih objektif. b. Peneliti lain diperkenankan meneliti dengan tema yang sama namun dapat menggali lebih dalam mengenai faktorfaktor dan strategi penyesuaian diri serta dampaknya bagi mahasiswa baru yang sedang merantau di Yogyakarta. c. Jika menyebarkan instrument menggunakan google form, sebaiknya memberikan waktu mempersilahkan mengisi instrumen. bagi subjek untuk

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 d. Peneliti lain dianjurkan untuk bisa menggunakan dengan metode pendekatan kualitatif yang bisa memberikan gambaran dan penjelasan secara menyeluruh mengenai suatu fenomena yang diteliti tentang penyesuaian diri. Dengan maksud peneliti bisa mengungkap secara detail bagaimana partisipan memaknai dunia personal dan sosialnya tentang penyesuaian diri di tanah perantauan.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Aji, Josaphat J. Pranata (2010). Kemampuan Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru (Studi Dekriptif & Komparatif Kemampuan Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru Prodi BK USD Ditinjau dari Tempat Asal Jawa & Luar Jawa) Skripsi, (Tidak Diterbitkan), Bimbingan dan Konseling, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Ali, M. (2005), Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta; Bumi Aksara Desmita (2009), Psikologi Perkembangan Peserta Didik: Panduan Bagi Orangtua dan Guru Dalam Memahami Psikologi Anak SD, SMP dan SMA. Bandung: Remaja Rosdakarya Haber, A. & Runyon, R. (1984) Pschylogy of Adjustment, Homewood, JL. The Dorsey Press Hartono, A.B. & Sumarto, H. (2002) Perkembangan Peserta Didik, Jakarta: Rineka Cipta Hurlock, E.B. (1996). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga Kartono. (1980). Teori Kepribadian. Bandung; Alumni. Mulyana, D. (2006) Komunikasi Antar Budaya: Panduan Berkomunikasi dengan Orang-orang Berbeda Budaya. Bandung: Remaja Rosdakarya Mu’tadin, Zainun (2002) Penyesuaian Diri Remaja. www.e-psikologi.com Nona, Margaretha Liberti, (2012), Tingkat Penyesuaia Diri Siswa di Sekolah (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas X SMA Santo Mikael Sleman Tahun Ajaran 2016/2017 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-Topik Bimbingan Pribadi Sosial) Skripsi (Tidak Diterbitkan), Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Parman, Rahmawaty. (2013) “Penyesuaian Diri Laki-laki dan Perempuan dengan Mengendalikan Variabel Sense of Humor”. Jurnal Online Psikologi vol.01. No.02 Sawret. J. M. Telford, C.W (1996), Educational Psychology 3 Edition. Boston: Allyn dan Bacon, Inc 60

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Rocmah, Yuliani (2005) Psikologi Perkembangan. Yogyakarta; Teras. Siswoyo, Dwi Dkk. (2007) Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press Shneiders, A.A. (1984) Personal Adjustmen and Mental Health. New York: Rinehart and Winston. Siswanto (2007) Pengantar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara Sugiyono. (2009) Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif R dan D. Bandung; Alfabeta Sukardi. (2003) Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara Sukadji, S. (2000), Psikologi Pendidikan dan Psikologi Sekolah, Depok: Lembaga Pengukuran dan Pendidikan Psikologi Yuniardi, S. & Dayaksini T. (2008). Psikologi Lintas Budaya Edisi Revisi. Malang:UMM Press

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 62

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Lampiran 1. Kuisioner Penelitian A. Identitas Nama Panggilan : Jenis Kelamin : Laki-Laki/Perempuan Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Provinsi : Nusa Tenggara Timur Kabupaten : B. Kata Pengantar Teman-teman yang terkasih, Pada kesempatan ini saya meminta kerelaan hati dan kesediaan Anda untuk mengisi kuisioner ini. Kuisioner ini bersifat rahasia. Saya sangat mengharapkan Anda mengisi kuisioner ini dengan teliti, jujur, dan sesuai dengan diri dan pengalaman Anda khususnya saat mengerjakaan skripsi atas kesediaan Anda saya mengucapkan terima kasih. C. Petunjuk Pengisian Bacalah setiap pernyataan dengan cermat dan teliti, kemudian pilih jawaban dengan memberi tanda centang (√) pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan pengalaman Anda sehari-hari. Alternatif jawaban yang ada sebagai berikut : Sangat Sesuai Hal ini sangat sesuai dengan diri anda dan pengalaman anda dalam (SS) kehidupan sehari-hari Sesuai (S) Hal ini sesuai dengan diri Anda dan pengalaman Anda dalam kehidupan sehari-hari Tidak Sesuai Hal ini tidak sesuai dengan diri Anda dan pengalaman Anda dalam (TS) kehidupan sehari-hari Sangat Tidak Hal ini sangat tidak sesuai dengan diri Anda dan pengalaman Anda Sesuai (STS) dalam kehidupan sehari-hari SELAMAT MENGERJAKAN 

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pernyataan Saya biasa berpakaian rapi dan bersih saat pergi kuliah Saya jarang pergi ke perpustakaan untuk mencari buku perkuliahan Saya merasa nyaman saat berada ditengah teman yang berbeda bahasa dan suku Saya biasa memutuskan sesuatu atas kepentingan diri sendiri saja Saya sudah mengetahui nama-nama tempat yang berada di lingkungan kampus Saya sering menggunakan dialek daerah saat bertemu dengan teman sebaya 7. Saya kurang mengetahui UKM yang ada di kampus 8. 9. Saya turut terlibat kegiatan gotong royong dalam rangka membersihkan di kos/asrama Saya hafal nama dosen di jurusan saya sendiri 10. Saya tidak bisa berlama-lama duduk dan bergabung dengan orang-orang jawa 11. Saya pernah pakai kaos kaki yang sangat bau karena tidak dicuci 12. 13. Saya biasa menyalahkan orang lain saat terjadi kesalahan Saya suka membaca buku perkuliahan 17. Saya mulai berlatih menggunakan bahasa jawa di kehidupan sehari-hari Saya pernah bicara dengan dosen dengan bau mulut atau bau rokok Saya biasa berani mengungkapkan perasaan marah dan benci saya kepada teman Saya menyetrika pakaian sebelum ke kampus 18. Saya pukul teman saat saya sedang marah 19. Saya pernah pakai sendal jepit saat ke kampus 20. Saya biasa mengakui kesalahan saya dengan besar hati Saya memahami potensi yang ada dalam diri saya 14. 15. 16. 21. Jawaban SS S TS STS

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 22. Saya biasa memilih untuk memukul lawan daripada memilih bermusyawarah dahulu saat terjadi perkelahian 23. Saya memilih untuk bicara langsung kepada orang yang bersangkutan saat saya sedang marah 24. Saya memakai minyak wangi saat ke kampus 25. 28. Saya biasa menerima kekurangan dalam diri saya dengan lapang dada Saya biasa memikirkan akibat dan dampak suatu kejadian sebelum memutuskan Saya biasa memilih untuk melakukan hal-hal tercela saat kekurangan uang Saya bisa berbicara menggunakan bahasa Inggris 29. Saya ragu-ragu dengan kelebihan saya sendiri 30. Saya merasa jengkel sendiri ketika ada teman-teman berbicara menggunakan bahasa jawa dihadapan saya ssecara langsung Saya biasa bergosip dan menyebarkan keburukan 26. 27. 31. orang lain saat saya sedang sakit hati dengan orang bersangkutan. 32. Saya tidak marah saat teman menyatakan kesalahan saya secara langsung dengan saya 33. Saya sudah mulai mengerti bahasa jawa 34. Saya menurunkan sikap ego saya sendiri untuk kepentingan orang lain Saya lebih suka pendam perasaan jengkel saya kepada orang lain Saya memilih ke kampus daripada bolos 35. 36. 37. 38. 39. 40. Memilih diam saat mengalami kesusahan dalam meregistrasi kartu Saya biasa membayar uang sampah kepada petugas kebersihan dengan tepat waktu Saya sering ragu-ragu mengambil keputusan dalam sebuah masalah Saya biasa lupa dengan beberapa nama dosen pengampu di program studi

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 41. Saya biasa membuang sampah tidak pada tempatnya 42. Saya biasa lebih memilih diam saja saat berkumpul bersama teman-teman di kampus Saya suka bertanya tentang birokrasi kampus yang saya belum ketahui Saya suka membanding-bandingkan diri saya dengan 43. 44. orang lain 45. 46. Saya masih belum tahu letak perpustakaan di kampus Sanata Dharma Saya menaati peraturan tata tertib yang sudah dijalankan bertahun-tahun di sekitar tempat tinggal saya berada. 47. Saya menggunakan kata kotor saat berada di lingkungan kampus 48. Saya biasa ribut bersama teman-teman di kos/asrama tanpa mempedulikan keadaan lingkungan sekitar 49. Saya suka bercanda dan berbicara topik-topik hangat dengan para dosen prodi di kampus 50. 51. Saya menyampaikan perasaan jengkel saya kepada teman-teman secara baik-baik Saya biasa minta tolong teman untuk menandatangi kehadiran saya di absen 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. Saya suka mencari tahu tentang keadaan sekitar di lingkungan kampus Saya biasa suka berdiam diri di dalam kos/asrama Saya biasa menegur sapa dengan ibu/bapak kos saat berpapasan Saya biasa menegur sapa dengan tetangga kos/asrama dengan baik-baik Saya menjelek-jelekan nama ibu/bapak kos ke tetangga Saya biasa mendengarkan aktif saat teman kampus berbicara Saya biasa mengeluh ketika berhubungan dengan uang kebersihan di lingkungan tempat tinggal 59. Saya lebih menghargai perbedaan agama temanteman saya

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 60. Saya suka membicarakan keburukan sifat ibu/bapak kos kepada orang lain 61. Saya hanya berteman dengan teman yang berasal dari daerah yang sama dengan saya 62. 63. 64. Saya bersikap biasa-biasa saja dengan perbedaan agama teman-teman saya. Saya lebih memulai topik pembicaraan saat bertemu dengan adik dan kakak kelas Saya sering konsultasi tentang keadaan kos kepada ibu/bapak kos. 65. 66. Saya biasa menyapa teman saya menggunakan nama sebenarnya Saya suka berteman dengan siapa saja tanpa mengenal perbedaan suku, asal dan buadaya 67. 68. Saya aktif mengikuti kegiatan di dalam kampus yang sesuai potensi di dalam diri saya Saya biasa mengalah saat terjadi perkelahian antara teman 69. 70. Saya biasa memainkan HP saya saat orang lain berbicara dengan saya Saya biasa mengejek keburukan atau kelemahan orang lain saat berkumpul bersama teman-teman saya 71. Saya biasa menggunakan kata binatang kepada teman berbeda daerah 72. Saya ikut membicarakan kejelekan orang lain di tetangga kos/asrama 73. Saya lebih senang memanggil nama kesayangan kepada orang lain 74. 75. Saya menerima kekurangan orang lain dengan apa adanya tanpa memandang bulu Saya biasa ikut bergabung dengan tetangga kos/asrama dengan membahas topik-topik terkini di tengah masyarakat 76. Saya termasuk mahasiswa KUPU-KUPU (Kuliahpulang)

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 78. Saya biasa menggunakan kata-kata kotor saat bertemu dengan teman-teman saya Saya suka menulis jadwal tertulis kegiatan saya 79. Saya suka mengumbar-umbar kejelekan teman saya 77. ketika teman saya sedang bersedih 80. 81. Saya biasa mengikuti dan menaati tata tertib di dalam kos/asrama Saya aktif mengikuti kegiatan kepanitian di kampus 85. Saya memahami dengan baik perasaan sedih yang dialami oleh teman saya Saya bersemangat dalam mengikuti perkuliahan dari dosen Saya pernah ditegur oleh ibu/bapak kos karena telah melakukan kesalahan dalam melanggar tata tertib di kos/asrama Saya aktif di dalam proses perkuliahan berlangsung 86. Saya mengikuti untuk turut bergabung dengan UKM 82. 83. 84. di kampus sesuai bakat saya 87. Saya biasa mencatat pengeluaran dan pemasukan keuangan sehari-hari saya di dalam buku keuangan harian 88. Saya sering mengejeknya ketika teman saya menceritakan cerita sedihnya kepada saya 89. 90. 91. Saya mengembalikan utang saya kepada teman saya sesuai tepat waktu Saya menitipkan absen kehadiran saya melalui teman saya Saya tidak bisa mengikuti kegiatan kampus karena pemberitahuannya secara mendadak 92. Saya datang terlambat ke kampus 93. Saya mampu mengingat kegiatan sehari-hari saya tanpa menulis 94. Saya suka menunda-nunda sebuah pekerjaan dalam mengerjakan tugas kampus 95. Saya mengeluh saat dipilih menjadi ketua di dalam

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 satu organisasi/kelompok/kelas 96. Saya mampu menjaga rahasia tentang informasi pribadi saat teman saya curhat kepada saya 97. Saya membohongi orangtua saya untuk meminta uang dengan alasan kepentingan kampus 98. Saya bolos ke kelas karena alasan tidak berfaedah 99. Saya terlambat mengumpulkan tugas kepada dosen 100. Saya memakai pakaian yang rapi dan bersih saat pergi ke kampus 101. Saya tidak bisa ke kampus karena terlambat bangun pagi 102. Saya biasa menyebarkan informasi penting kepada orang lain ketika teman saya curhat kepada saya 103. Saya belum pernah mengikuti kegiatan kepanitian di kampus 104. Saya mengumpulkan tugas dari dosen tepat waktu 105. Saya menawarkan bantuan ketika teman saya tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendirian 106. Saya biasa lebih memprioritas kehadiran di dalam kelas 107. Saya biasa bersikap proaktif bertanya kepada dosen ketika ada materi perkuliahan yang saya tidak mengerti 108. Saya menyontek saat ujian berlangsung 109. Saya membuang sampah pada tempatnya 110. Saya biasa menyalin jawaban tugas kuliah milik teman saya 111. Saya biasa sulit konsentrasi belajar di dalam kelas karena keseringan bermain game sampai larut malam 112. Saya hanya mencantumkan nama saya di dalam hasil lembar kerja kelompok

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Lampiran 2. Hasil Komputasi Uji Validitas Item-Total Instrumen Penelitian No Item Parameter Uji Pearson Correlation VAR00001 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00002 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00003 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00004 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00005 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00006 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00007 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00008 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00009 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00010 Sig. (2-tailed) N VAR00011 Pearson Correlation Hasil Hitung Keputusan .217 .129 TIDAK VALID 50 .297* .036 VALID 50 .177 .219 TIDAK VALID 50 .287* .044 VALID 50 .083 .569 TIDAK VALID 50 .098 .497 TIDAK VALID 50 .420** .002 VALID 50 .270 .058 VALID 50 .255 .074 VALID 50 .253 .077 VALID 50 .428** VALID

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00012 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00013 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00014 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00015 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00016 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00017 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00018 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00019 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00020 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00021 Sig. (2-tailed) N .002 50 .460** .001 VALID 50 .288* .043 VALID 50 .391** .005 VALID 50 .334* .018 VALID 50 .348* .013 VALID 50 .292* .041 VALID 49 .375** .007 VALID 50 .184 .201 TIDAK VALID 50 .389** .005 VALID 50 .560** .000 50 VALID

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Pearson Correlation VAR00022 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00023 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00024 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00025 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00026 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00027 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00028 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00029 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00030 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00031 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00032 Sig. (2-tailed) N .286* .044 VALID 50 .084 .562 TIDAK VALID 50 .365** .009 VALID 50 .243 .089 TIDAK VALID 50 .274 .054 VALID 50 .333* .018 VALID 50 .124 .391 TIDAK VALID 50 .243 .089 TIDAK VALID 50 .365** .009 VALID 50 .281* .048 VALID 50 .471** .001 50 VALID

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Pearson Correlation VAR00033 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00034 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00035 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00036 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00037 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00038 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00039 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00040 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00041 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00042 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00043 Sig. (2-tailed) N .253 .076 VALID 50 .080 .581 TIDAK VALID 50 .428** .002 VALID 50 .231 .106 TIDAK VALID 50 .457** .001 VALID 50 .033 .818 TIDAK VALID 50 .322* .022 VALID 50 .207 .150 TIDAK VALID 50 .118 .413 TIDAK VALID 50 .408** .003 VALID 50 .214 .136 50 TIDAK VALID

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Pearson Correlation VAR00044 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00045 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00046 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00047 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00048 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00049 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00050 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00051 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00052 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00053 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00054 Sig. (2-tailed) N .225 .116 TIDAK VALID 50 .315* .026 VALID 50 .467** .001 VALID 50 .588** .000 VALID 50 .357* .011 VALID 50 .137 .343 TIDAK VALID 50 .142 .326 TIDAK VALID 50 .241 .092 TIDAK VALID 50 .310* .028 VALID 50 .325* .021 VALID 50 .360* .010 50 VALID

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Pearson Correlation VAR00055 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00056 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00057 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00058 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00059 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00060 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00061 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00062 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00063 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00064 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00065 Sig. (2-tailed) N .493** .000 VALID 50 .403** .004 VALID 50 .551** .000 VALID 50 .217 .130 TIDAK VALID 50 .413** .003 VALID 50 .455** .001 VALID 50 .208 .147 TIDAK VALID 50 -.160 .267 TIDAK VALID 50 .308* .029 VALID 50 .200 .164 TIDAK VALID 50 .197 .170 50 TIDAK VALID

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Pearson Correlation VAR00066 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00067 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00068 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00069 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00070 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00071 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00072 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00073 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00074 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00075 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00076 .662** .000 VALID 50 .478** .000 VALID 50 .322* .023 VALID 50 .420** .002 VALID 50 .562** .000 VALID 50 .582** .000 VALID 50 .536** .000 VALID 50 .314* .027 VALID 50 .350* .013 VALID 50 .167 .246 TIDAK VALID 50 .417** VALID Sig. (2-tailed) .003

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 N Pearson Correlation VAR00077 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00078 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00079 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00080 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00081 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00082 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00083 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00084 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00085 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00086 Sig. (2-tailed) N VAR00087 Pearson Correlation 50 .489** .000 VALID 50 .510** .000 VALID 50 .579** .000 VALID 50 .365** .009 VALID 50 .442** .001 VALID 50 .472** .001 VALID 50 .230 .109 TIDAK VALID 50 .390** .005 VALID 50 .190 .186 TIDAK VALID 50 .464** .001 VALID 49 .375** VALID

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00088 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00089 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00090 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00091 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00092 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00093 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00094 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00095 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00096 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00097 Sig. (2-tailed) N VAR00098 Pearson Correlation .007 50 .450** .001 VALID 50 .552** .000 VALID 50 .445** .001 VALID 50 .281* .048 VALID 50 .239 .094 TIDAK VALID 50 .256 .073 VALID 50 .394** .005 VALID 50 .209 .145 TIDAK VALID 50 .554** .000 VALID 50 .332* .019 VALID 50 .426** VALID

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00099 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00100 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00101 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00102 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00103 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00104 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00105 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00106 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00107 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00108 Sig. (2-tailed) N .002 50 .313* .027 VALID 50 .597** .000 VALID 50 .430** .002 VALID 50 .215 .134 TIDAK VALID 50 .387** .005 VALID 50 .573** .000 VALID 50 .478** .000 VALID 50 .613** .000 VALID 50 .352* .012 VALID 50 .302* .033 50 VALID

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Pearson Correlation VAR00109 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00110 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00111 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation VAR00112 Sig. (2-tailed) N .394** .005 VALID 50 .509** .000 VALID 50 .382** .006 VALID 50 .496** .000 50 VALID

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3. Tabulasi Data Penelitian S/I 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 4 3 4 4 4 2 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 1 4 3 3 4 4 4 4 4 2 2 3 4 4 4 4 3 3 3 1 3 3 3 4 3 2 4 4 3 3 2 3 4 3 3 1 4 4 4 4 2 4 3 3 2 2 4 2 4 4 2 3 4 4 2 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 2 4 3 3 4 1 3 4 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 3 1 3 2 3 2 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 4 2 3 3 3 3 2 4 2 4 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 4 4 3 4 3 4 3 2 3 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 3 1 4 4 4 3 4 2 4 3 4 1 4 4 1 2 3 4 4 4 4 1 4 4 1 1 4 4 4 3 4 3 4 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 2 3 3 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 3 2 2 3 4 2 3 4 4 4 3 4 3 3 2 3 1 1 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 1 3 2 3 2 4 2 4 3 3 2 2 2 3 3 2 4 4 4 3 2 3 4 3 3 4 4 4 3 3 1 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 1 4 4 4 1 2 4 4 4 4 3 3 4 4 2 1 4 1 3 3 4 2 1 3 3 3 3 2 2 3 3 4 3 2 4 2 2 2 4 4 4 4 2 4 2 2 2 3 2 2 3 2 4 4 2 4 3 3 4 2 3 2 1 3 3 1 1 2 4 3 3 3 3 2 2 4 3 3 4 4 3 3 2 4 2 2 3 1 3 3 1 4 1 4 1 2 2 2 3 3 2 4 1 1 4 4 2 3 2 2 3 1 1 4 3 3 2 3 2 3 4 3 2 3 3 3 3 4 2 4 3 2 3 3 4 2 3 3 3 1 3 2 3 4 3 2 4 1 4 2 2 2 2 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 4 2 2 3 2 2 4 2 2 3 3 3 1 2 2 2 3 3 4 3 2 3 2 4 2 4 2 3 3 4 2 3 4 2 2 3 4 3 2 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 2 3 1 2 3 1 2 4 2 2 1 4 1 4 2 1 4 3 3 2 4 3 3 4 3 3 1 2 4 2 4 2 4 3 2 2 3 4 3 2 2 4 4 2 1 1 3 4 1 1 4 4 4 3 4 4 4 1 4 1 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 1 4 4 1 4 3 1 1 2 4 1 3 4 4 2 3 1 2 4 4 3 2 2 3 4 4 4 3 3 3 3 1 3 1 4 2 4 3 4 2 4 3 4 4 4 3 4 4 2 4 4 3 4 4 2 3 3 3 2 4 1 4 3 2 1 3 2 3 2 2 4 4 3 2 2 4 3 2 3 4 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 2 4 2 3 3 4 1 4 4 2 3 4 4 4 4 3 4 4 3 1 2 2 2 1 2 2 4 3 1 1 4 4 4 3 1 4 4 3 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 3 1 2 2 2 3 2 4 3 2 2 4 2 1 4 4 2 2 4 3 3 2 3 4 2 2 4 2 3 1 3 3 4 4 3 1 2 3 4 2 1 4 2 4 4 1 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 1 2 2 3 2 2 2 2 1 4 3 1 4 2 4 4 4 1 4 4 4 4 3 2 1 3 4 1 3 1 4 3 2 1 1 1 3 3 3 4 2 2 2 2 3 3 3 1 4 4 4 4 4 3 3 4 2 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4 2 2 3 3 4 2 3 3 4 4 2 3 3 4 4 4 2 4 4 4 3 3 4 4 4 4 1 3 4 4 3 4 4 4 4 4 2 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 2 4 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 2 1 2 3 4 1 4 4 4 3 4 4 1 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 2 4 4 2 4 4 4 4 1 2 2 4 3 2 1 4 4 4 2 4 3 4 2 1 4 4 4 4 4 2 3 3 3 1 4 4 4 3 4 1 2 3 4 1 3 4 2 1 2 4 3 3 4 4 3 1 1 3 2 1 2 2 2 4 3 3 2 4 3 3 2 1 3 3 2 2 3 3 4 2 3 1 1 2 2 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 2 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 2 2 1 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 1 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 4 3 2 2 4 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 4 3 4 1 2 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 4 1 4 1 1 4 4 4 4 4 2 2 4 4 2 4 4 2 3 4 3 3 3 3 4 2 2 3 4 3 3 2 3 3 3 3 2 4 4 3 1 1 4 3 3 3 2 2 4 3 4 4 4 4 3 4 2 3 3 4 2 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 2 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 2 4 2 4 3 3 3 4 2 3 4 1 2 3 3 2 4 3 2 4 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 2 3 4 4 3 4 3 2 2 4 2 3 4 2 3 2 4 3 4 2 3 4 3 2 1 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 2 2 4 3 4 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 1 3 4 2 3 2 3 2 2 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 4 4 3 3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 2 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 2 4 2 3 2 3 1 2 2 2 3 2 3 3 3 4 1 4 1 1 3 3 4 2 4 2 4 3 2 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 4 3 2 2 4 3 3 4 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 4 2 3 4 2 2 3 4 2 2 3 3 4 2 2 3 4 3 3 3 2 4 3 2 2 2 2 4 3 2 4 3 3 2 1 3 4 3 2 3 3 4 3 3 2 3 4 2 3 2 3 3 2 4 3 2 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 2 4 3 2 1 3 3 2 3 2 3 1 4 1 1 2 2 4 4 2 1 4 3 3 2 2 3 4 3 2 4 4 3 3 4 2 4 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 2 3 3 4 4 2 4 3 4 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 2 3 3 4 3 3 4 2 2 3 2 2 3 2 2 3 1 2 2 4 3 4 4 3 1 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 1 4 4 4 1 4 4 4 4 3 2 2 4 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 2 1 1 1 4 1 1 1 4 1 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 2 2 1 4 4 4 1 2 4 4 4 2 1 4 2 3 4 4 4 4 3 2 1 4 2 3 2 4 4 2 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 2 4 4 1 2 3 4 3 3 3 4 4 4 2 3 4 3 1 4 4 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3 4 3 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 4 2 4 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 4 4 3 4 3 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 3 3 2 3 4 3 2 3 3 3 2 2 4 4 3 3 2 2 4 3 3 3 2 4 3 1 3 3 2 4 1 3 4 3 2 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 1 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 3 2 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 4 2 3 2 4 3 4 2 3 4 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 4 3 2 3 2 3 4 2 2 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 2 2 3 2 4 2 3 3 4 3 2 2 2 4 3 3 2 4 4 3 2 2 2 2 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 2 2 3 3 2 4 3 3 2 4 2 3 3 4 3 2 4 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 4 2 3 3 2 2 4 2 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 2 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 2 4 3 3 3 2 4 3 3 1 4 4 3 3 4 4 3 3 2 1 3 4 4 1 4 3 3 2 4 4 3 4 2 4 3 4 1 4 4 4 4 2 1 1 1 4 3 3 1 4 1 3 2 4 3 4 3 1 4 3 3 4 2 4 4 3 1 4 4 4 4 4 3 4 4 3 1 3 4 2 4 4 4 3 4 4 2 3 4 1 4 4 4 1 4 4 4 4 3 2 2 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 1 3 4 3 3 2 3 3 3 4 1 3 4 4 2 2 4 2 3 3 4 3 2 2 3 2 2 3 3 1 4 3 3 2 4 4 3 2 2 4 3 2 3 2 1 4 3 2 3 3 3 3 4 3 4 1 2 2 3 4 4 3 3 2 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 4 4 2 4 3 2 4 2 3 2 3 3 2 1 2 3 2 2 3 4 3 3 1 2 3 3 2 2 3 3 4 3 4 4 3 3 2 2 3 2 3 2 4 4 2 1 4 1 3 4 4 3 2 4 3 4 3 3 4 4 3 2 2 3 1 2 3 2 3 2 2 4 3 3 4 4 4 4 2 2 1 3 2 2 2 4 4 4 3 4 3 4 2 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 2 4 1 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 1 2 2 3 3 2 2 3 1 4 3 2 3 2 3 2 2 3 4 3 2 4 3 2 3 2 2 3 2 2 4 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 2 2 3 3 4 2 1 4 4 4 3 183 145 165 140 151 88 131 159 164 135 169 150 141 140 190 128 152 175 134 155 151 184 136 168 162 165 182 133 113 130 148 155 131 150 111 176 148 132 103 143 161 152 133 120 195 160 151 131 109 145 176 134 125 167 169 168 156

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 59 60 61 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 2 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 1 4 4 3 1 3 4 4 3 3 4 4 4 2 4 4 3 1 4 4 4 2 3 2 2 2 4 4 3 3 3 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 2 2 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 2 3 4 2 3 4 3 4 2 4 4 2 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 1 3 4 4 4 4 2 4 4 4 155 186 170 169 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 1 3 3 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 2 4 3 4 3 3 4 2 4 4 2 2 2 4 3 3 4 3 2 3 3 3 4 3 1 4 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 2 3 4 4 3 3 4 3 3 2 2 3 4 3 4 2 4 3 3 3 3 2 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 4 3 3 3 2 2 3 3 4 2 3 3 2 3 4 3 3 3 4 3 3 2 3 2 1 1 4 3 2 4 2 4 4 4 2 4 1 4 2 3 4 1 2 3 3 4 3 4 1 3 3 4 4 4 3 3 1 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 3 3 2 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 4 2 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 2 4 4 2 4 3 4 3 3 2 3 2 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 1 4 4 4 4 3 4 2 1 1 2 3 3 4 2 2 2 2 3 3 4 3 2 4 3 1 2 2 2 3 2 3 1 3 3 4 2 2 3 1 1 4 2 3 3 3 3 3 3 2 2 1 1 1 3 4 4 1 1 4 2 3 3 3 4 1 4 3 4 3 2 2 2 3 1 3 4 2 3 3 4 2 3 2 3 2 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 4 3 2 4 3 2 3 4 2 3 3 4 3 3 3 2 3 4 3 3 3 4 3 3 2 4 4 2 3 3 2 3 3 3 4 3 3 2 4 3 3 2 2 4 2 3 4 3 1 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 4 3 3 3 2 3 4 4 1 2 2 4 3 3 4 2 2 3 3 2 3 1 1 1 3 3 4 2 4 3 3 3 3 2 2 3 4 2 4 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 1 4 1 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 2 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 2 1 2 3 4 1 4 4 4 4 4 4 1 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 2 4 3 4 2 4 3 4 3 2 4 4 4 2 3 2 1 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 2 4 4 4 4 3 3 2 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 1 3 4 3 4 4 4 3 4 3 2 2 4 4 4 4 4 2 2 3 4 1 3 1 3 4 3 4 3 2 4 4 4 4 1 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 2 1 4 2 4 2 4 2 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 2 4 2 2 4 3 3 4 3 2 4 3 2 3 3 4 2 2 3 1 3 3 1 4 2 4 3 3 3 3 4 4 2 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 1 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 3 4 3 3 3 2 2 2 3 2 4 1 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 1 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 2 3 2 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 2 3 2 3 3 1 3 2 3 3 3 3 3 1 2 4 2 3 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 1 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 2 3 2 3 3 3 3 2 4 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 1 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 3 4 1 3 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4 3 3 4 1 3 2 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 2 4 3 4 3 2 4 4 4 4 1 3 2 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 3 4 2 3 3 3 3 4 2 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 1 4 4 3 4 3 2 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 4 2 2 3 3 4 3 1 4 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 1 4 4 4 4 3 4 2 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 1 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 1 3 2 2 3 3 2 3 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 4 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3 4 3 3 1 3 4 1 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 2 3 4 4 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 3 2 2 2 3 4 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 4 2 3 4 4 4 4 2 3 2 1 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 1 3 2 1 4 4 2 4 4 2 4 3 4 3 3 2 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 2 4 4 2 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 1 3 2 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 2 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 2 3 4 4 2 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 4 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 4 4 2 3 3 2 4 4 2 4 4 2 4 3 4 4 4 2 2 3 4 4 4 2 4 4 1 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 2 3 3 4 2 4 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 4 4 4 4 1 3 2 3 4 2 2 3 3 3 3 4 4 2 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 1 4 1 4 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 3 1 2 3 3 3 3 2 2 3 4 4 3 4 2 3 4 2 3 4 2 4 3 4 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 2 2 2 4 3 3 3 2 4 4 4 3 2 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 3 1 2 3 4 4 3 2 4 2 4 3 2 3 2 2 2 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 2 3 4 4 4 4 2 3 3 4 3 3 3 4 4 1 3 4 2 3 3 3 4 2 3 4 4 4 4 2 3 2 1 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 4 4 3 4 3 2 3 3 2 3 2 4 3 3 4 4 4 3 2 2 4 3 4 4 3 4 3 2 3 2 3 1 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 4 3 2 2 3 2 4 4 2 2 3 3 2 2 3 3 1 3 1 3 3 3 3 2 3 4 4 1 1 3 1 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 4 3 2 3 2 2 3 4 4 3 2 2 4 1 4 4 2 1 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 2 3 4 3 2 3 3 4 3 4 4 2 3 3 2 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 1 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 3 3 4 3 4 2 2 3 4 2 2 3 2 2 4 3 4 4 3 4 2 2 3 95 147 122 159 176 151 154 138 150 157 161 151 169 120 148 150 143 169 160 136 171 163 146 155 151 129 162 154 170 140 148 129 128 143 176 165 161 159 180 153 149 159 167 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 4 4 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 4 4 3 3 3 2 4 4 3 4 4 3 4 4 2 2 3 2 4 4 3 4 3 3 4 4 1 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 4 3 2 3 2 3 3 3 4 3 2 3 4 4 3 3 2 3 3 2 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 2 4 3 3 4 4 2 3 4 3 4 3 2 3 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 164 167 133 4 4 3 3 4 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 1 4 3 2 4 4 4 2 3 4 4 3 2 3 4 2 3 3 3 3 2 3 2 3 4 1 4 1 2 2 3 4 3 3 3 4 4 2 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 4 4 4 4 3 4 2 3 2 2 2 4 4 4 3 4 4 3 2 3 3 4 4 4 4 4 3 2 3 3 3 4 3 4 4 4 1 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 2 4 4 3 3 4 4 4 4 3 1 4 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 2 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 2 4 4 1 2 3 3 4 4 4 3 2 3 4 4 4 4 4 3 3 2 4 4 169 169 146 155 181 371 348 326 359 352 371 319 312 286 330 308 318 349 353 353 343 323 392 298 373 297 398 323 326 375 356 328 329 319 314 326 304 370 348 374 305 339 341 396 320 336 304 347 353 369 330 313 325 383 314

(98)

Dokumen baru

Download (97 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Tingkat toleransi hidup bersama mahasiswa asrama (studi deskriptif pada mahasiswa Student Residence Sanata Dharma tahun akademik 2015/2016, dan Implikasinya terhadap penyusunan usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial).
0
2
102
Tanggung jawab mahasiswa (studi deskriptif tanggung Jawab dari mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma dan implikasinya pada usulan topik-topik peningkatan tanggung jawab mahasiswa Program Studi Bimbingan Da
1
3
100
Tingkat kejenuhan belajar mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa angkatan 2013 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
1
99
Tingkat kematangan karier mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa prodi bimbingan dan konseling angkatan 2014/2015 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan karier).
0
1
2
Persefsi mahasiswa terhadap perilaku asertifnya : studi deskriftif pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan tahun 2014 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial.
0
2
99
Konsep diri mahasiswa : studi deskriptif pada mahasiawa angkatan 2015/2016 program studi bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan.
0
3
120
Deskripsi tingkat kesiapan mahasiswa menghadapi pernikahan (studi deskriptif pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2012 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan persiapan berkeluarga).
0
0
84
Gaya belajar mahasiswa angkatan 2013 Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun akademik 2013/2014 dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan belajar.
0
2
87
Tingkat kemampuan berpikir positif mahasiswa dan impilkasinya terhadap penyusunan topik-topik bimbingan pribadi-sosial (studi deskriptif pada mahasiswa prodi bimbingan dan konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma).
0
1
112
Kecerdasan emosi mahasiswa baru : studi deskriptif pada mahasiswa semester II kelas A angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan pribad
0
0
132
Studi kuantitatif deskriptif tentang sikap mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma terhadap pendidikan karakter.
0
0
166
Hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat mahasiswa menjadi guru : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2006.
0
0
159
Tingkat kejenuhan belajar mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa angkatan 2013 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
3
15
97
Studi kuantitatif deskriptif tentang sikap mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma terhadap pendidikan karakter - USD Repository
0
0
164
Deskripsi tingkat kemandirian belajar mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan klasikal - USD Repository
0
0
112
Show more