Hubungan antara volume latihan dan prestasi akademik pada mahasiswa-atlet - USD Repository

Gratis

0
0
125
3 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA VOLUME LATIHAN DAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA-ATLET SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi (S.Psi) Program Studi Psikologi Disusun Oleh : Ruth Meihanna Ardian 099114072 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA VOLUME LATIHAN DAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA-ATLET Disusun Oleh : Ruth Meihanna Ardian 099114072 Telah disetujui oleh : Pembimbing A. Tanti Arini, M. Si. Pada tanggal: ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA VOLUME LATIHAN DAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA-ATLET Dipersiapkan dan ditulis oleh: Ruth Meihanna Ardian NIM: 099114072 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Pada tanggal ………….. dan dinyatakan memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji : Tanda Tangan Dosen Penguji I : A. Tanti Arini, M.Si. ...................... Dosen Penguji II : Drs. H. Wahyudi, M.Si. ...................... Dosen Penguji III : Ratri Sunar Astuti, M.Si. ..................... Yogyakarta, ......................... Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Dekan Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si. iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO DREAM IT, WISH IT, DO IT ! (@ruthieardian) iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Teruntuk Yang Terindah Dalam Hidup, Bapak Wanardi & Ibuk Dyah Wahyundari Dan saudara seperjuanganku yang memberikan insiprasi serta kekuatan, Stephanie Maria Angga Anjelika Amelia Noviani v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan dalam daftar pustaka, sebagaiman layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, Penulis Ruth Meihanna Ardian vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA VOLUME LATIHAN DAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA-ATLET Ruth Meihanna Ardian ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan negatif antara volume latihan dan prestasi akademik pada mahasiswa-atlet. Volume latihan adalah jumlah atau besarnya aktivitas latihan yang dilakukan dalam satu periode yang dapat dilihat berdasarkan waktu yang digunakan untuk berlatih baik dalam jam atau hari. Prestasi akademik adalah hasil pencapaian yang diperoleh dari pengalaman belajar yang digunakan untuk mengukur pemahaman dan penguasaan bahan seorang siswa. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 58 mahasiswa-atlet yang berasal dari 9 prodi yang ada di Universitas Sanata Dharma. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment, dengan taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan analisis data diperoleh korelasi sebesar -0,033 dengan p = 0,403 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara volume latihan dan prestasi akademik. Kata kunci : volume latihan, prestasi akademik, mahasiswa-atlet vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI CORRELATION BETWEEN TRAINING VOLUME AND ACADEMIC ACHIEVEMENT ON COLLEGE-ATHLETES Ruth Meihanna Ardian ABSTRACT This study aims to examine the negative relationship between training volume and academic achievement in students-athletes. Training volume is the amount or magnitude of exercise performed in a period that can be viewed based on time spent in practice either in hours or days. Academic achievement is the result obtained from the learning experience that is used to measure the understanding and mastery of a student. Subjects in this study amounted to 58 students-athletes from 9 different study programs available at Sanata Dharma University. Data analysis in this study used the Pearson Product Moment correlation technique, with significance level of 0.05. Based on data analysis, the correlation was obtained at -0.033 with p = 0.403 (p <0,05). The results showed that there was no significant relationship between training volume and academic achievement. Keywords : training volum, academic achievement, college-athletes viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswi Universitas Sanata Dharma Nama : Ruth Meihanna Ardian Nomomr Mahasiswa : 099114072 Demi pengnembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma, karya ilmiah saya yang berjudul: Hubungan Antara Volume Latihan dan Prestasi Akademik Pada Mahasiswaatlet Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin kepada saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : Yang menyatakan, (Ruth Meihanna Ardian) ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Ucapan syukur yang teramat istimewa saya panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Sang Almasih atas karunia ini. Terima kasih karena Engkau selalu memberikanku kekuatan, terang kasih, dan kesabaran dalam menyelesaikan karya ini dengan lancar. Terima kasih juga buat cinta luar biasa yang saya haturkan untuk kedua orangtua saya, Bapak Wanardi dan Ibu Dyah Wahyundari. Terima kasih kalian telah memberikan saya kesempatan dan dukungan yang luar biasa. Karya ini juga terselesaikan dengan banyak bantuan. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada: 1. Ibu A. Tanti Arini, M.Si, selaku pembimbing skripsi yang paling baik sedunia. Terima kasih ibu atas semua wejangan dan ilmunya yang akan membantu saya di masa depan . 2. Bapak ibu dosen yang tiada lelah membimbing dan mengajar kami. Tanpa kalian kami sekarang bukan siapa-siapa. Terima kasih atas segala bimbingan dan pengetahuan yang kalian berikan bagi saya. 3. Bapak Dekan C. Siswo Widyatmoko, M.Psi. Terima kasih pak Siswo, Tuhan memberkati. 4. Ibu Ratri Sunar Astuti, M.Si, selaku Kaprodi atas bantuannya selama ini saya kuliah dan mengerjakan skripsi. 5. Bapak Agung Santoso dan Ibu Tjipto Susana, selaku dosen pembimbing akademik yang selalu memberikan motivasi dan saran-saran menyenangkannya. Terima kasih pak, bu. 6. Staff sekretariat, Mas Gandung, Bu Nanik, Mas Muji, Mas Doni, dan Pak Gie yang selalu memberikan senyuman hangat dan ramah setiap kali saya membutuhkan bantuan dalam perkuliahan. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Buat seluruh subjek penelitian yang tersebar di seluruh penjuru Sanata Dharma, terima kasih atas bantuan kalian yaa.. Semangat latihannya dan semangat kuliah juga. 8. Buat Adek tersayaaangg, temen berantem, temen cerita, temen bercanda juga. Makasi ya dek... :* 9. Buat temen-temen LO yang udah bantuin ngambil data, Tari, Mitha, Rona, dkk. Terima Kasih bantuan kalian, semoga skripsi kalian nanti juga lancar ya.. 10. Buat sahabatku yang ganteng dan manis, Cik Steph, Mbak Gita, Gusbay, dan Mas Pandu. Kaliann yang termuuuuuuaaahhh di hati, thanks untuk semangat dan doa-doanya  11. Also thanks to Four Stooges! Edaaaannnn euy :p 12. Buat Ani-ON yang udah bantuin soal analisis data, kalo gak ada Ani-ON gak tahu deh jadinya apa. Makasi ya dek, lancar kuliahnya. 13. Makasi juga buat Fheny dan kakak Ristina yang udah bantu ngerevisi bab 1. Terima kasih kalian sudah menjadi pembimbing kedua bagi saya. 14. Sodarak-sodarik @PSYbasketUSD, Novi, Angga, Cicik, Sita, Pino, Monic, Ayik, Ani, Yoan, Betrik, Zelda, Erlin, Bincik, Nia, Niken, Yuka, Albert, Parto, Yatim, Ko Ichad, Engger, Randy, Yosua, Radit, Eddy, Dewok, dll. Terima kasih kalian sudah memberikan saya sebuah keluarga yang selalu ada dan bisa untuk menjadi sandaran saya. Perjuangan kita yang tidak sebentar, mulai dari nol sampe bisa jadi seperti sekarang..dari berantem-berantem, ketawa bareng, nangis bareng, dangdutan bareng di lapangan, teriak-teriak.hehehe...dari ngesot-ngesot sampe jadi JUARA. kalian keluarga kedua yang teristimewa bagi saya. Terima kasih bangggeetttt...tanpa kalian, saya tidak mungkin seperti ini... Muuuuuuaaaaahhh... :* :* :* 15. Teman-teman kelas B angkatan 2009, mari kita bersama wisuda di tahun 2014! xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16. Makasi juga buat abang Martin dan ko Ching. Kalian duo paling ADUHAIIII dan TERBAIK yang pernah ada. Kangen juga ternyata kalo gak ada kalian berdua :p 17. Buat temen- temen spesial, Pier, Deka, Momo, Bowo, Hanung, Amel, Thania, Dita, Anin, Irin, Rya, yang sudah menjadi pemicu buat garap skripsi. 18. Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Terima kasih untuk kerjasamanya selama ini . Semoga kalian semua selalu mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini dan berkat dari Tuhan Yesus. Amin. Penulis, (Ruth Meihanna A.) xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ................................ ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN MOTTO ...................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................... vi ABSTRAK ....................................................................................................... vii ABSTRACT ....................................................................................................... viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .................... ix KATA PENGANTAR ..................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ......................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................. 7 C. Tujuan Penelitian ................................................................... 7 D. Manfaat Penelitian ................................................................. 7 1. Manfaat Teoritis .............................................................. 7 2. Manfaat Praktis ............................................................... 7 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI ...................................................................... 9 A. PRESTASI AKADEMIK....................................................... 9 1. Pengertian Prestasi Akademik ...................................... 9 2. Fungsi Prestasi Akademik ............................................ 10 3. Pengukuran Prestasi Akademik .................................... 10 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Akademik pada Mahasiswa-Atlet .................................................. 12 VOLUME LATIHAN ............................................................ 19 1. Pengertian Volume Latihan .......................................... 19 2. Tipe Volume Latihan .................................................... 20 3. Komponen Volume Latihan ......................................... 21 4. Pengukuran Volume Latihan ........................................ 22 5. Efek Volume dan Frekuensi Latihan yang Tinggi ........ 24 C. MAHASISWA-ATLET ......................................................... 25 D. VOLUME LATIHAN DAN PRESTASI AKADEMIK B. PADA MAHASISWA-ATLET ............................................. 27 HIPOTESIS ............................................................................ 30 BAB III METODE PENELITIAN ................................................................ 31 E. A. Jenis Penelitian ....................................................................... 31 B. Identifikasi Variabel dalam Penelitian ................................... 31 C. Definisi Operasional Variabel Penelitian ............................... 31 1. Volume Latihan ................................................................ 31 2. Prestasi Akademik .......................................................... 32 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI D. Subjek Penelitian.................................................................... 32 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data ..................................... 33 F. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur ...................................... 34 1. Validitas Alat Ukur ...................................................... 34 2. Reliabilitas Alat Ukur .................................................. 34 Metode Analisis Data ............................................................. 36 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 37 G. A. Pelaksanaan Penelitian ........................................................... 37 1. Pengambilan Data Volume Latihan ............................ 37 2. Pengambilan Data Prestasi Akademik ........................ 37 Hasil Penelitian ...................................................................... 38 1. Deskripsi Data Penelitian .......................................... 38 2. Analisis Data ............................................................. 44 Pembahasan ........................................................................... 47 KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................... 49 A. Kesimpulan ............................................................................ 49 B. Saran ....................................................................................... 49 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 50 LAMPIRAN ..................................................................................................... 54 B. C. BAB V xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Jenis Kelamin Subjek ............................................................... 38 Tabel 2 Usia Subjek............................................................................... 39 Tabel 3 Persebaran Program Studi Subjek ............................................ 40 Tabel 4 Tingkat Pendidikan Subjek....................................................... 41 Tabel 5 Jenis Olahraga Subjek .............................................................. 41 Tabel 6 Waktu dalam Menekuni Olahraga ............................................ 42 Tabel 7 Tingkat Kompetisi Subjek ........................................................ 43 Tabel 8 Volume Latihan Subjek ............................................................ 44 Tabel 9 Uji Homogenitas ....................................................................... 45 Tabel 10 Uji Normalitas .......................................................................... 46 Tabel 11 Uji Korelasi .............................................................................. 46 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Data Penelitian ............................................................................ 54 Lampiran 2 Hasil Tes Retest .......................................................................... 57 Lampiran 3 Uji Normalitas dan Uji Homogenitas ......................................... 59 Lampiran 4 Uji Hipotesis ............................................................................... 62 Lampiran 5 Angket Penelitian ........................................................................ 64 Lampiran 6 Surat Keterangan dan Surat Ijin Penelitian ................................. 68 Lampiran 7 Data Dokumen IPK Mahasiswa .................................................. 79 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kegiatan olahraga merupakan kegiatan yang dapat mengganggu kegiatan akademik seseorang terutama pada pelajar seperti siswa atau mahasiswa, apabila kedua kegiatan tersebut dilakukan secara bersamaan, terlebih kepada mahasiswa-atlet. Hal tersebut dapat terjadi karena tuntutan dan tekanan yang diberikan (Raalte & Brewer, 2002). Mahasiswa-atlet dituntut untuk berprestasi dalam hal akademik dan olahraga. Tututan dan tekanan yang didapatkan oleh mahasiswa-atlet sering menimbulkan penurunan prestasi, seringkali berdampak pada prestasi akademik yang rendah (Raalte & Brewer, 2002). Hal tersebut dapat terjadi karena waktu olahraga terkadang menyita waktu akademik. Prestasi akademik menjadi hal yang penting bagi mahasiswa-atlet karena prestasi akademik menjadi salah satu persyaratan di dalam sebuah turnamen olahraga (Murtopo, 2013; www.ligamahasiswa.co.id/about/3pillars-lima/ ). Seseorang dengan kemampuan olahraga yang baik belum tentu dapat mengikuti turnamen tersebut apabila memiliki prestasi akademik yang tidak memenuhi persyaratan. IPK menjadi cara yang digunakan untuk merepresentasikan prestasi akademik pada tingkat mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi akademik dianggap menjadi hal yang penting. 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Selain itu, prestasi akademik tentu menjadi perhatian besar bagi orangtua. Di dalam sebuah artikel yang berjudul “Prestasi Akademik Bukan Segalanya” dalam surat kabar Pikiran Rakyat (Saefurohman, 2012). Di dalam artikel tersebut dikatakan bahwa orangtua merasa bangga ketika putra atau putrinya mendapatkan nilai yang tinggi pada mata pelajaran Matematika atau Fisika. Akan tetapi, ketika putra atau putrinya mendapat nilai yang kurang baik pada mata pelajaran olahraga atau seni orangtua tidak merasa kecewa. Prestasi akademik adalah hasil yang diperoleh berupa pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap sebagai hasil belajar. Tinggi atau rendahnya prestasi akademik dapat dilihat dari nilai yang diperoleh seorang siswa (Lestari, 2012). Penilaian tersebut berbeda-beda di tiap jenjang pendidikan. Penilaian di bangku perkuliahan dapat dilihat dari nilai indeks prestasi (IP) mahasiswa (Syah, 2008). Di dalam peneilitian ini prestasi akademik akan dilihat dengan IPK (Indeks Prestasi Akademik) yang diperoleh terkait dengan subjek yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu, mahasiswa-atlet. Mahasiswa-atlet tidak hanya memiliki peran sebagai mahasiswa saja tetapi juga sekaligus sebagai seorang atlet (Diersen, 2005). Sebagai mahasiswa, seseorang dituntut untuk dapat belajar mandiri termasuk dalam pengalokasian waktu belajar. Sebagai atlet, seseorang dituntut untuk berprestasi dan mengikuti setiap proses pelatihan yang sudah dijadwalkan. Terkait dengan hal tersebut, subjek yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa-atlet di Universitas Sanata Dharma. Mahasiswa-atlet tersebut bergabung di dalam unit kegiatan mahasiswa (UKM) atau unit

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 kegiatan fakultas (UKF) sebagai wadah dalam menyalurkan kemampuan atau bakat berolahraga. Selain itu, di dalam UKM atau UKF sendiri terdapat jadwal latihan yang sudah ditetapkan. Latihan berlangsung selama sekitar 2-3 jam selama 2-3 kali dalam satu minggu. Kegiatan olahraga dapat berdampak negatif pada prestasi akademik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Scott, Paskus, Miranda, Petr, dan McArdle (2008) ditemukan bahwa pada siswa-atlet dari divisi I,II, dan III memiliki hasil yang kurang lebih sama. Di dalam penelitian tersebut dikemukakan bahwa siswa-atlet memiliki performansi akademik yang lebih baik ketika di luar musim kompetisi dibandingkan ketika musim kompetisi berlangsung. Hal ini dapat terjadi karena selama musim kompetisi berlangsung, volume latihan cenderung lebih tinggi. Volume latihan yang tinggi membuat waktu dan tenaga yang digunakan untuk kegiatan olahraga cenderung lebih tinggi sehingga waktu dan tenaga yang digunakan untuk kegiatan akademik menjadi terbatas (Riley, 2007). Keterbatasan waktu akademik juga dialami oleh salah satu atlet pencak silat dari UNS di dalam sebuah artikel yang berjudul “Prestasi Olahraga Ok, Akademik Seret?” (Karimah, 2012), Muhammad Riski Adi Wijaya yang mengatakan bahwa ia terpaksa tidak mengambil sebagian jumlah sks (sistem kredit semester) untuk dapat fokus dalam mempersiapkan kejuaraan. Muhammad Muklis Insani, seorang atlet bulutangkis dari IAIN Surakarta juga mengatakan bahwa pembagian waktu yang baik adalah hal penting agar waktu latihan dan waktu kuliah dapat berjalan maksimal.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat mengganggu kegiatan akademik apabila dilakukan tanpa pembagian waktu dan energi yang tepat. Total waktu yang dihabiskan untuk berolahraga disebut dengan istilah volume latihan (Gadzic, 2009). Volume latihan dapat dihitung dengan melihat tiga komponen, yaitu waktu atau durasi latihan, jarak atau jumlah beban angkatan tiap unit latihan, dan jumlah pengulangan selama satu sesi latihan (Bompa, 1994). Disarankan untuk menghitung satu komponen saja agar mempermudah penghitungan mengenai volume latihan, sehingga penelitian ini akan menggunakan komponen waktu untuk melihat volume latihan. Waktu latihan dipilih karena dapat diukur dengan mudah. Selain itu, waktu atau durasi latihan dinilai cukup relevan untuk melihat seberapa sering seorang mahasiswa-atlet terlibat dalam latihan. Terkait dengan hal tersebut maka subjek yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa-atlet yang menekuni olahraga tim seperti, bola basket, sepak bola, dan futsal. Beberapa penelitian terdahulu mengenai volume latihan menunjukkan bahwa volume latihan tidak hanya memiliki hubungan dan dampak yang negatif tetapi juga memiliki hubungan yang positif. Hal tersebut dikemukakan oleh Gadzic (2009) yang meneliti tentang partisipasi olahraga dan prestasi akademik. Partisipasi olahraga diukur menggunakan tiga indikator yaitu training experience, competition level, dan training volume sedangkan prestasi akademik diukur menggunakan tiga indikator. Indikator tersebut yaitu overall academic achievement at the end of last school year (OAL),

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 mathematics grade (MG), dan overall academic achievement at the half term of current school year (OAS) (Gadzic, 2009). Hasil penelitian Gadzic (2009) menunjukkan siswa yang berpartisipasi aktif menunjukkan prestasi akademik yang lebih tinggi daripada siswa yang tidak berpartisipasi dalam olahraga. Penelitian tersebut juga menunjukkan adanya korelasi antara variabel competition level dan prestasi akademik di tengah masa sekolah pada subjek laki-laki sedangkan pada subjek perempuan terdapat korelasi antara variabel training volume dan prestasi akademik di akhir masa sekolah (Gadzic, 2009). Penelitian lainnya dilakukan oleh Lumpkin dan Favor (2012) yang membandingkan performansi akademik antara atlet dan yang bukan atlet ditingkat sekolah menengah atas. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa siswa yang sekaligus memiliki peran sebagai atlet sekolah memiliki prestasi akademik yang lebih tinggi daripada non atlet. Siswa-atlet tersebut memiliki tingkat GPA (Grade Point Average), tingkat kelulusan dan skor ACT yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa non atlet. Selain itu, siswa-atlet cenderung memiliki tingkat dropout yang lebih rendah jika dibandingkan dengan siswa non atlet. Olahraga dapat berpengaruh positif terhadap prestasi akademik dikarenakan juga memiliki manfaat untuk meredakan stress (Pamilia, 2012). Olahraga bahkan memiliki manfaat terkait dengan peningkatan fungsi otak. Olahraga bermanfaat untuk membantu memperlancar hormon BDNF (BrainDerivied Neurothropic Factor) (Setyanti, 2012; Van Praag dalam Rustiana, 2011). Hormon BDNF adalah salah satu hormon yang membantu merangsang

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 pertumbuhan sel otak yang akan mencegah kepikunan. Selain itu, olahraga juga bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otak. Olahraga membantu memompa darah dalam tubuh sehingga memperlancar peredaran darah dan mempercepat pemasukan darah ke dalam otak. Apabila otak mendapatkan asupan yang tepat, maka reaksi fisik dan mental akan meningkat (Setyanti, 2012). Beberapa hasil penelitian (Gadzic, 2009; Lumpkin dan Favor, 2012) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara partisipasi olahraga dan prestasi akademik tetapi hanya terjadi pada siswa-atlet. Hal tersebut dapat terjadi karena siswa masih mendapat pengawasan dari guru terkait dengan hal akademik. Hasil tersebut mungkin dapat berbeda pada konteks mahasiswaatlet. Mahasiswa-atlet memiliki tuntutan yang lebih besar dibandingkan siswa-atlet. Mahasiswa dituntut untuk dapat belajar mandiri dalam hal akademik termasuk dalam pengalokasian waktu belajar. Selain memiliki peran sebagai mahasiswa, mahasiswa-atlet memiliki peran sebagai atlet (Diersen, 2005). Selain tuntutan dalam hal akademik, mahasiswa-atlet juga dituntut berprestasi dalam olahraga yang ditekuni, sehingga masalah waktu menjadi penting untuk diperhatikan pada mahasiswa-atlet. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, penelitian ini ingin menjawab pertanyaan apakah ada hubungan antara volume latihan dan prestasi akademik pada mahasiswa-atlet.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara volume latihan dan prestasi akademik pada mahasiswa-atlet. C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara volume latihan dan prestasi akademik pada mahasiswa-atlet. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan atau informasi baru yang dapat memberikan kontribusi bagi ilmu psikologi pendidikan dan psikologi olahraga. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Mahasiswa Atlet Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa-atlet terkait dengan volume latihan dan pretasi akademik sehingga mahasiswa-atlet dapat mengatur antara waktu latihan dan belajar. b. Bagi Pembina UKM atau UKF Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan informasi kepada pembina UKM atau UKF untuk dapat membuat menu latihan

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 dengan mempertimbangkan peran peserta didik sebagai mahasiswa sekaligus sebagai atlet.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Prestasi Akademik 1. Pengertian Prestasi Akademik Prestasi berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie yang berarti hasil usaha. Prestasi belajar biasanya dikaitkan dengan aspek pengetahuan. Prestasi belajar berbeda dengan hasil belajar. Hasil belajar lebih menekankan pada aspek pembentukan watak peserta didik (Arifin, 2009). Prestasi akademik didefinisikan sebagai hasil yang diperoleh dari kegiatan belajar (Azwar, 1987; Yuniah, 2006; Crow & Crow dalam Karthigeyan dan Nirmala, 2012; Howie & Pate, 2012; Lestari, 2012; Watabe, 2012) baik di sekolah (Yuniah, 2006; Howie & Pate, 2012; Watabe, 2012) maupun di perguruan tinggi (Yuniah, 2006). Hasil belajar yang diperoleh tidak hanya bersifat kognitif (Yuniah, 2006) tetapi juga berupa keterampilan (Crow & Crow dalam Karthigeyan dan Nirmala, 2012; Lestari, 2012), nilai dan sikap yang cenderung menetap (Lestari, 2012). Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi akademik adalah hasil dan pencapaian yang diperoleh dari pengalaman belajar yang dikaitkan dengan aspek pengetahuan. 9

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 2. Fungsi Prestasi Belajar Prestasi belajar juga memiliki beberapa fungsi (Arifin, 2009). Adapun fungsi tersebut antara lain : a. Sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai b. Sebagai lambang pemuasan dari kebutuhan rasa ingin tahu yang dimiliki manusia c. Sebagai pendorong peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sebagai umpan balik peningkatan mutu pendidikan d. Sebagai indikator tingkat produktivitas suatu institusi pendidikan berkaitan dengan relevansi kurikulum yang diterapkan dengan kebutuhan masyarakat dan peserta didik serta sebagai indikator tingkat kesuksesan peserta didik yang dapat dilihat melalui tinggi rendahnya prestasi belajar yang diperoleh e. 3. Sebagai indikator daya serap peserta didik Pengukuran Prestasi Akademik Prestasi akademik ditentukan melalui sebuah pengukuran atau penilaian (Yuniah, 2006), berupa nilai-nilai individual yang tertulis di dalam buku rapor atau laporan penilaian yang lain (Azwar, 1987; Lestari, 2012). Prestasi akademik dapat diukur menggunakan beberapa cara. Berdasarkan beberapa penelitian, hasil tes yang telah terstandar (Howie

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 dan Pate, 2012), nilai akademik (Howie dan Pate, 2012), laporan dari guru (Howie dan Pate, 2012; Trudeau dan Shepard, 2009), observasi mengenai perilaku di kelas (Howie dan Pate, 2012; Murray, Low, Nollis, Cross, dan Davis, 2007) dapat digunakan untuk mengukur prestasi akaddemik. Selain itu, prestasi akademik dapat juga dapat diukur dengan melihat skor ACT (American College Test), skor SAT (Scholastic Aptitude Test), dan skor SAT II (Sitkowski, 2008). Kedua tes tersebut tidak secara langsung dapat mengukur prestasi akademik, tetapi digunakan sebagai prediktor mengenai prestasi akademik seorang siswa. GPA (Grade Point Average) juga dapat digunakan untuk mengukur prestasi akademik seseorang (Siegenhatler, 2001; Trudeau dan Shepard, 2009; Clifton, Perry, Roberts, dan Peter, 2008; Murray, Low, Nollis, Cross, dan Davis; 2007). GPA (Grade Point Average) adalah ratarata yang diperoleh dengan membagi antara jumlah total nilai yang diperoleh dengan jumlah total mata pelajaran yang diambil. Di Indonesia, istilah GPA dikenal dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Trudeau dan Shepard (2009) serta Karthigeyan dan Nirmala (2012) juga menambahkan bahwa prestasi akademik dapat diukur menggunakan nilai ujian. Self report (Trudeau dan Shepard, 2009), kehadiran di kelas, pengerjaan tugas atau pekerjaan rumah, kemampuan belajar, kemampuan sosial, kedisiplinan, tingkat dropout, dan aspirasi (Murray, Low, Nollis, Cross, Davis, 2007) juga dapat digunakan untuk mengukur prestasi akademik seseorang.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Terdapat batas minimal yang harus dilewati oleh peserta didik sebagai dasar melakukan penilaian terhadap prestasi akademik. Di perguruan tinggi, batas minimal keberhasilan seorang mahasiswa disimbolkan dengan huruf A, B, C, D, dan E. Huruf-huruf tersebut digunakan sebagai simbol dari angka-angka yang akan digunakan untuk menetapkan indeks prestasi (IP) mahasiswa (Syah, 2008). Di dalam penelitian ini, prestasi akademik akan diukur dengan melihat besarnya IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) karena penilaian terhadap prestasi akademik pada mahasiswa menggunakan IPK. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Akademik pada Mahasiswa-Atlet Prestasi akademik pada mahasiswa-atlet dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor tersebut antara lain, kecerdasan atau intelegensi (Alder, 2001), pengaruh orang tua, sistem pendukung dan lingkungan belajar, sosialisasi, latihan, perilaku teman satu tim, bantuan keuangan, pengaruh perilaku pelatih, tingkat stres dan kemampuan menangani stres (Chuan, Yusof, dan Shah, 2013; Yelk, 2013), serta bantuan akademik dari dosen atau asisten (Chuan, Yusof, dan Shah, 2012; Ridpath, Kiger, Mak, Eagle, dan Letter, 2007). Selain itu, persepsi terhadap pendidikan dan tujuan personal juga mempengaruhi prestasi akademik pada mahasiswa-atlet (Ridpath, Kiger, Mak, Eagle, dan Letter, 2007). Faktorfaktor lain seperti motivasi dan komitmen (Simon, Rheenen, dan

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Covington, 1999), persepsi terhadap diri sendiri serta orang-orang sekitar, serta pengalaman sebagai siswa dan atau sebagai atlet (Yelk, 2013) juga dapat mempengaruhi prestasi akademik. Terkait dengan partisipasi dalam olahraga, Gadzic (2012) melakukan penelitian dan menemukan bahwa tingkat kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa-atlet dan volume latihan juga mempengaruhi prestasi akademik. Berdasarkan uraian di atas, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik pada mahasiswa-atlet dibagi ke dalam faktor internal dan faktor eksternal. Faktor-faktor tersebut antara lain : a. Faktor Internal 1) Kecerdasan atau intelegensi umum Kecerdasan secara umum didefinisikan sebagai kemampuan mental umum yang meliputi kemampuan untuk melakukan permasalahan, pertimbangan, melakukan perencanaan, pemikiran abstrak, memecahkan memahami gagasan kompleks, dan kemampuan untuk belajar dari pengalaman. Kecerdasan dapat digunakan untuk memprediksi kesuksesan seseorang, salah satunya adalah kesuksesan dalam hal akademik. Seseorang yang memiliki kecerdasan di atas ratarata akan berpotensi memiliki prestasi akademik yang baik. Mahasiswa-atlet dengan kecerdasan yang tinggi walaupun memiliki kegiatan lain yaitu olahraga kemungkinan akan tetap

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 memiliki prestasi yang baik. Akan tetapi, apabila mahasiswaatlet dengan kecerdasan di bawah rata-rata atau rendah akan mengalami kesulitan untuk mencapai prestai yang baik karena waktu belajar juga terpangkas oleh kegiatan olahraga. 2) Tingkat stres dan kemampuan mengatasi stress Peran sebagai seorang siswa atau mahasiswa sekaligus sebagai atlet menyebabkan tekanan bagi seseorang. Hal ini dapat terjadi karena peran tersebut menuntut seseorang untuk melakukan peran tersebut dengan seimbang. Sebagai seorang siswa atau mahasiswa, mereka dituntut untuk dapat berprestasi dalam bidang akademik sedangkan sebagai seorang atlet, mereka dituntut untuk menampilkan penampilan yang maksimal ketika bertanding. Tuntutan-tuntutan inilah yang terkadang membebani dan mempengaruhi prestasi akademik. Apabila seseorang memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan ini, maka seseorang dapat mencapai prestasi yang maksimal. 3) Persepsi terhadap pendidikan Persepsi terhadap pendidikan adalah bagaimana seseorang memandang pendidikan, seberapa penting pendidikan bagi kehidupan seseorang. Apabila pendidikan dianggap penting maka seseorang akan berusaha untuk mencapai prestasi yang maksimal.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 4) Tujuan personal Tujuan individual yang ingin dicapai oleh seseorang akan mempengaruhi prestasi akademik. Apabila seseorang sudah mampu menentukan tujuan hidupnya maka akan lebih mudah dalam mencapai kesuksesan termasuk dalam hal akademik. 5) Motivasi dan komitmen Menurut penelitian yang dilakukan, mahasiswa-atlet yang lebih memiliki motivasi untuk mencapai prestasi akademik akan lebih memiliki usaha untuk mewujudkannya, sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk mencapai prestasi akademik yang lebih baik. Selain motivasi, komitmen juga mempengaruhi prestasi akademik. Ketika seseorang memiliki komitmen dalam hal akademik maka akan lebih mudah untuk mencapai prestasi akademik walaupun memiliki kegiatan dalam bidang olahraga. 6) Persepsi terhadap diri sendiri dan dari lingkungan sekitar Cara pandang terhadap diri sendiri juga memiliki pengaruh bagi prestasi akademik. Hal ini termasuk bagaimana orang lain memandang. Apabila seseorang memandang diri sendiri dengan cara yang positif, maka seseorang akan lebih menghargai diri sendiri sehingga dapat berpengaruh pada prestasi akademik. Hal ini berlaku juga pada cara pandang orang

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 lain, ketika orang lain memandang dengan positif maka rasa penghargaan terhadap diri semakin meningkat dan berpengaruh pada prestasi akademik. b. Faktor Eksternal 1) Pengaruh orang tua Berdasarkan penelitian, orang tua memiliki pengaruh terhadap prestasi akademik seorang mahasiswa-atlet. Keterlibatan orang tua dalam kegiatan akademik akan membantu meningkatkan prestasi akademik. Keterlibatan ini termasuk alokasi waktu yang diberikan kepada anak. Ketika orang tua semakin peduli dengan kondisi akademik anak, maka prestasi akademik akan meningkat. 2) Sistem pendukung dan lingkungan belajar Sistem pendukung ini meliputi fasilitas pendukung proses belajar mengajar. Semakin lengkap dan memadai fasilitas yang dimiliki akan semakin mendukung prestasi belajar. Lingkungan belajar juga mempengaruhi prestasi akademik. Lingkungan belajar yang kondusif membantu seseorang untuk lebih optimal untuk meraih prestasi akademik. 3) Sosialisasi Sosialisasi terkait dengan hubungan seseorang dengan lingkungan sekitar, termasuk dengan teman sebaya. Teman menjadi faktor pendukung dalam meraih prestasi akademik.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Ketika seseorang berada dalam keadaan tertekan, keberadaan teman dapat membantu mengurangi tekanan termasuk dalam mengatasi kesulitan belajar. 4) Volume Latihan Volume latihan dalam hal ini terkait dengan jumlah latihan dalam jangka waktu satu minggu. Semakin sering seseorang melakukan atau berlatih maka akan semakin tinggi prestasi akademik yang diperoleh. Volume latihan juga terkadang menyita waktu dan energi untuk melakukan kegiatan akademik. Alokasi waktu yang kurang untuk kegiatan akademik membuat seorang mahasiswa-atlet kurang dapat mencapai prestasi akademik yang maksimal. 5) Bantuan akademik dari dosen atau asisten Bantuan akademik memiliki fungsi yang sama dengan keberadaan teman. Bantuan akademik dari dosen atau asisten terutama dalam kegiatan belajar mengajar akan meningkatkan prestasi belajar. 6) Perilaku teman satu tim Perilaku terhadap prestasi teman satu tim juga memiliki pengaruh akademik. Apabila teman satu tim menganggap bahwa pendidikan itu penting bagi kehidupan mereka, maka seseorang juga akan berperilaku dan berpikir hal

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 yang sama dengan apa yang dipikirkan dan dilakukan teman satu tim karena adanya sosialisasi yang terjalin. 7) Bantuan keuangan Adanya bantuan keuangan seperti beasiswa dapat membantu untuk memenuhi fasilitas seseorang untuk mencapai prestasi akademik. 8) Pengaruh perilaku dari pelatih Serupa dengan pengaruh perilaku tema satu tim, perilaku pelatih juga memiliki pengaruh terhadap prestasi akademik. Apabila pelatih memberikan dukungan dalam hal akademik maka mahsiswa-atlet dapat mencapai prestasi akademik yang lebih baik. 9) Pengalaman sebagai siswa sekaligus atlet Hal ini berkaitan dengan bagaimana seorang mahasiswaatlet menggunakan pengalamannya untuk mencapai prestasi akademik atau prestasi olahraga. 10) Tingkat kompetisi yang diikuti Tingkat kompetisi terkait dengan sejauhmana seorang mahasiswa-atlet berpartisipasi dalam kompetisi olahraga (lokal, nasional atau internasional). Semakin tinggi tingkat partisipasi seseorang maka semakin tinggi prestasi akademik yang diperoleh.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 B. Volume Latihan 1. Pengertian Volume Latihan Volume latihan didefinisikan sebagai jumlah sesi pelatihan setiap minggu (Gadzic, 2009). Mengacu pada pengertian yang disampaikan oleh Gadzic, volume latihan juga dapat disebut dengan istilah frekuensi latihan. Frekuensi diartikan sebagai seberapa sering suatu aktivitas tertentu dilakukan. Frekuensi juga dapat dinyatakan dalam beberapa cara yaitu, dalam berapa kali sehari, seminggu, sebulan, atau setahun suatu aktivitas dilakukan (Bandmann, 2008). Frekuensi berolahraga menyatakan seberapa sering aktivitas fisik untuk memperoleh atau menjaga kebugaran (Kilpatrick, Hebert, Bartholomew, 2005). Menurut Digelidis, Della, dan Papaioannou (2005), frekuensi berolahraga adalah komponen kuantitatif dari partisipasi olahraga. Frekuensi olahraga adalah banyaknya waktu yang digunakan untuk berolahraga. Frekuensi latihan menurut Shepherd (2007) didefinisikan sebagai jumlah waktu seseorang dalam berlatih selama satu periode latihan tertentu. Secara khusus, volume latihan didefinisikan sebagai prasyarat kuantitatif yang diperlukan untuk teknik, taktik, dan khususnya pencapaian fisik yang tinggi (Bompa, 1994). Volume latihan tidak hanya merujuk pada durasi latihan saja. Bompa (1994), mengemukakan bahwa volume latihan juga merujuk pada jumlah total aktivitas yang dilakukan ketika latihan. Volume latihan dapat juga dikatakan sebagai jumlah

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 pekerjaan yang dilakukan selama latihan atau satu fase latihan (Bompa, 1994). Selain itu, Shepherd (2007) mengemukakan bahwa volume latihan adalah jumlah latihan yang termuat dalam satu sesi atau periode sebuah latihan. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa volume latihan adalah jumlah atau besarnya aktivitas latihan yang dilakukan dalam satu periode yang dapat dilihat berdasarkan jumlah latihan yang termuat dalam satu sesi dan waktu yang dihabiskan untuk berlatih baik dalam jam atau hari. 2. Tipe Volume Latihan Volume latihan dibagi ke dalam dua tipe (Bompa, 1994), antara lain : a. Volume Relatif Volume relatif adalah total waktu yang digunakan oleh sekelompok atlet atau tim selama satu fase latihan tertentu. Volume relatif biasanya dihitung dengan melihat total waktu latihan satu tim, sehingga jarang sekali memiliki nilai individual. b. Volume Absolut Volume absolut adalah ukuran dari jumlah latihan yang dilakukan oleh atlet secara individual tiap unit latihan. Volume absolut biasanya dinyatakan dalam satuan menit.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 3. Komponen Volume Latihan Terdapat komponen-komponen yang termasuk dalam volume latihan. Menurut Bompa (1994), komponen-komponen tersebut antara lain : a. Waktu atau durasi selama latihan b. Jarak atau beban angkatan tiap unit latihan c. Jumlah repetisi atau pengulangan latihan atau elemen teknis yang dilakukan selama satu sesi latihan Ketika istilah volume latihan digunakan maka jumlah atau banyaknya pelajaran atau komponen teknis yang diperoleh selama latihan dan banyaknya waktu (jam) dan hari harus ditentukan sebelumnya. Terdapat standar latihan yang ditetapkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal (Keteyian dan Schairer dalam Lawless, 2011). Keteyian dan Schairer (dalam Lawless, 2011) menyatakan bahwa standar tersebut ditentukan berdasarkan jenis olahraga, yaitu aerobik dan anaerobik. Latihan aerobik baik apabila dilakukan sebanyak empat sampai lima hari dalam satu minggu sedangkan latihan anaerobik dilakukan sebanyak satu sampai dua hari (Keteyian dan Schairer dalam Lawless, 2011). Selain itu, penyusunan menu latihan memiliki dasar yang perlu diperhatikan. Apabila beban latihan tinggi maka durasi dan jumlah repetisi disusun lebih rendah (Bompa, 1994; Keteyian dan Schairer dalam Lawless, 2011).

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 4. Pengukuran Volume Latihan Secara sederhana, volume latihan diukur dengan melihat frekuensi latihan seseorang. Frekuensi latihan oleh beberapa peneliti hanya diukur dengan menanyakan kepada responden tentang berapa kali dalam satu minggu seorang berolahraga (Kilpatrick, Hebert dan Bartholomew, 2005; Digelidis, Della, dan Papaioannou, 2005). Berbeda dengan peneliti sebelumnya, Kavussanu dan Mc Auley (1995) memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan frekuensi berolahraga yang terdiri dari 4 aitem yaitu, berapa kali dalam satu minggu responden berolahraga, rata-rata durasi berolahraga, tipe olahraga yang dilakukan serta berapa bulan atau tahun responden sudah berolahraga. Secara umum pelatih terkadang menggunakan dua indikator sebagai alat ukur untuk mengukur atau mengevaluasi volume latihan yaitu, waktu yang dihabiskan dan jarak yang ditempuh selama latihan dalam satu sesi. Misalnya pada olahraga lari, seorang atlet mampu menempuh jarak 12 km dalam 1 menit (Bompa, 1994). Pengukuran volume latihan akan lebih akurat apabila diukur dengan melihat setiap satuan unit pengukuran saja (Bompa, 1994). Menurut Bompa (1994), untuk memilih satuan unit yang akan diukur dapat mempergunakan jenis olahraga sebagai dasar dalam menentukan, misalnya :

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 a. Lari, bersampan, cross-country skiing, dan mendayung dapat menggunakan jarak sebagai alat ukur, sehingga sejauhmana jarak yang dapat ditempuh menjadi hasil pengukuran. b. Angkat beban dan latihan dengan beban dapat menggunakan berat atau beban yang digunakan selama latihan. Hasil pengukuran dapat dinyatakan dengan ukuran kilogram. c. Tinju, gulat, judo, senam, dan olahraga tim menggunakan alat ukur waktu untuk menghitung volume latihan. Shepherd (2007) juga mengemukakan cara mengukur volume sebuah latihan yaitu dengan melihat waktu, jumlah pengulangan materi latihan dan jumlah beban latihan. Berdasarkan uraian di atas, pengukuran yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melihat waktu yang digunakan seorang mahasiswa-atlet untuk berlatih. Waktu latihan mencakup banyaknya jam dan hari yang dignakan untuk berlatih. Hal ini dipilih karena waktu biasanya digunakan sebagai dasar penetapan standar latihan (Keteyian dan Schairer dalam Lawless, 2011). Selain itu, telah disebutkan sebelumnya bahwa untuk mendapatkan hasil yang akurat dapat dilakukan dengan hanya mengukur setiap unit latihan saja. Hal ini membuat peneliti juga membatasi jenis olahraga yang akan diteliti. Penelitian ini akan meneliti jenis olahraga tim seperti, bola basket, voli, sepak bola, dan futsal.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 5. Efek Volume dan Frekuensi Latihan yang Tinggi Volume latihan yang tinggi memiliki pengaruh terhadap tubuh seseorang (Mujika, 1998; Murlasits, Reed, Wells, 2012). Pengaruh tersebut antara lain : a. Peningkatan VO2 max (maximal oxygen uptake) b. Peningkatan fungsi jantung c. Peningkatan kesehatan jasmani dan performansi d. Penurunan ketegangan terkait dengan peredaran darah e. Peningkatan massa otot dan kekuatan fisik Volume latihan yang tinggi juga memiliki dampak negatif, yaitu munculnya sindrom overtraining. Overtraining adalah kondisi yang tidak seimbang antara beban latihan (volume dan intensitas) dengan pemulihan setiap individu (Bandyopadhyay, Bhattacharjee, dan Sousana, 2012; Mackinnon, 2000). Overtraining memiliki beberapa dampak bagi atlet (Mackinnon, 2000; Ghasemnezhad, 2011). Dampak tersebut antara lain : a. Menimbulkan kelelahan dalam diri atlet b. Tidak mampu menampilkan performansi terbaik ketika latihan dan dalam kompetisi c. Mengalami gangguan imunitas dan gangguan fisik yang lain, seperti gangguan tidur dan gangguan makan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 d. Pada mahasiswa yang juga berperan sebagai atlet, overtraining mengakibatkan muncul perasaan enggan bersekolah dan merasa tidak mampu untuk mengejar ketertinggalan dalam hal akademik. C. Mahasiswa-atlet Mahasiswa-Atlet adalah individu yang memiliki peran sebagai mahasiswa sepenuhnya dan berpartisipasi dalam kegiatan olahraga (Diersen, 2005). Menurut Riley (2007), siswa-atlet didefinisikan sebagai siswa yang juga dianggap berpartisipasi dalam kegiatan olahraga dan mengikuti kompetisi di dalam sekolah dan antar sekolah. Siswa-atlet memiliki dua peran yang harus dijalankan secara bersamaan yaitu, sebagai siswa dan sebagai atlet. Kedua peran ini memberikan tekanan tersendiri bagi siswa-atlet. Sebagai atlet individu juga mendapat tuntutan dari pelatih atau lingkungan sekitar untuk memperoleh prestasi (Andersen, 2002). Sebagai salah satu contoh yaitu, mahasiswa-atlet di Universitas Sanata Dharma memiliki jadwal latihan rutin yang harus dipenuhi. Jadwal latihan rutin yang ditetapkan adalah 3 kali dalam satu minggu dengan durasi waktu selama ± 23 jam. Selain mengikuti latihan rutin, mahasiswa-atlet di Sanata Dharma juga mengikuti beberapa kompetisi dan pertandingan. Sebagai contoh, tim basket Universitas Sanata Dharma rutin mengikuti kompetisi Liga Mahasiswa. Di tingkat UKF, beberapa tim basket dan tim futsal yang mewakili fakultas masing-masing juga mengikuti beberapa pertandingan dan memperoleh prestasi baik tingkat regional maupun nasional. Prestasi tersebut antara lain,

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 juara I kompetisi basket putri antar fakultas Psikologi tingkat nasional, juara I basket putra antar fakultas dalam kompetisi Rektor Cup dimenangkan oleh FST (Fakultas Sains dan Teknologi), juara I basket putri dalam kompetisi Rektor Cup dimenangkan oleh FKIP. Sebagai mahasiswa, seorang mahasiswa-atlet memiliki tanggung jawab untuk mengikuti proses perkuliahan dan mengerjakan tugas-tugas yang berkaitan dengan hal akademik (Andersen, 2002). Salah satu contoh yaitu pada mahasiswa-atlet di Universitas Sanata Dharma, seorang mahasiswa memiliki kewajiban yang harus dipenuhi. Kewajiban tersebut tercantum pada Peraturan Akademik Universitas Sanata Dharma, bagian ketiga pasal 23 (2002), yang menyatakan bahwa mahasiswa wajib mengikuti perkuliahan sekurang-kurangnya 75 persen dari jumlah jam pertemuan nyata selama satu semester. Apabila kehadiran kurang dari 75 persen dari jumlah pertemuan nyata selama satu semester maka mahasiswa tidak diperbolehhkan mengikuti ujian akhir semester pada mata kuliah bersangkutan. Selain peraturan mengenai jumlah kehadiran, mahasiswa juga memiliki beban studi yang harus dipenuhi. Peraturan mengenai beban studi diatur dalam pasal 19 (ayat 1) yang menyatakan bahwa beban studi program sarjana (S-1) berkisar antara 144-160 sks (Peraturan Akademik Universitas Sanata Dharma, 2002). Direktorat Akademik, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam Himpunan Peraturan tentang Pendidikan Tinggi di Indonesia (2012) menetapkan bahwa 1 sks mata kuliah memerlukan alokasi waktu selama 50 menit kegiatan tatap muka, 60 menit kegiatan belajar terstruktur,

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 dan 60 – 100 menit kegiatan belajar mandiri perminggu persemester. Terdapat persyaratan untuk dapat mengambil jumlah beban studi. Persyaratan tersebut tercantum pada Peraturan Akademik Universitas Sanata Dharma (2002) di dalam bagian ketiga pasal 21 (ayat 3). Di dalam ayat ini disebutkan bahwa pengambilan beban studi maksimal berpedoman pada besarnya IPS (Indeks Prestasi Semester) yang dicapai pada semester yang lalu. Mahasiswa dengan IPS ≥ 3,00 dapat mengambil 25 sks, mahasiswa dengan IPS berkisar antara 2,50 – 2,99 dapat mengambil 22 sks, sedangkan mahasiswa dengan IPS antara 2,00 – 2,49 dapat mengambil maksimal 19 sks, dan mahasiswa dengan ≤ 1,99 dapat mengambil maksimal 15 sks. D. Volume Latihan dan Prestasi Akademik pada Mahasiswa-atlet Volume latihan adalah jumlah atau besarnya aktivitas latihan yang dilakukan dalam satu periode yang dapat dilihat berdasarkan jumlah latihan yang termuat dalam satu sesi dan waktu yang dihabiskan untuk berlatih baik dalam jam atau hari. Pemberian volume latihan yang tepat dapat menimbulkan efek positif bagi tubuh. Salah satu efek positif yang terkait dengan faktor yang mempengaruhi prestasi akademik adalah meningkatnya kesehatan jasmani dan performansi (Mujika, 1998). Manfaat positif lain dari berolahraga selain untuk menjaga kesehatan jasmani atau kesehatan fisik, olahraga juga bermanfaat untuk meredakan stres (Pamilia, 2012). Sedangkan terkait dengan fungsi otak, olahraga juga memiliki manfaat untuk memperlancar hormon BDNF.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Hormon BDNF adalah suatu hormon yang dapat membantu merangsang pertumbuhan sel otak sehingga mencegah kepikunan. Olahraga juga membantu memperlancar peredaran darah ke dalam otak. Apabila otak mendapat asupan yang tepat, maka reaksi fisik dan mental juga akan meningkat (Kompas, 2012). Kesehatan merupakan sebuah faktor yang mempengaruhi prestasi akademik, dengan badan yang sehat secara fisik dan rohani maka seseorang dapat memperlancar proses belajar dan membantu meningkatkan prestasi akademik (Surya, 2011). Hal tersebut dapat terjadi jika pemberian volume latihan yang tinggi secara individual. Apabila volume latihan yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi tubuh seseorang maka akan menyebabkan munculnya overtraining syndrome. Overtraining syndrome terjadi secara individual karena kondisi fisik dan pemulihan setelah latihan berbeda-beda tiap individu. Overtraining syndrome muncul karena ketidakseimbangan antara volume latihan dengan pemulihan setelah latihan (Mackinnon, 2000). Hal tersebut akan berimplikasi pada munculnya kelelahan, penurunan performansi serta munculnya perasaan enggan bersekolah dan merasa tidak mampu untuk mengejar ketertinggalan dalam hal akademik (Mackinnon, 2000; Ghasemnezhad, 2011). Hal tersebut membuat mahasiswa-atlet kurang dapat mencapai prestasi akademik dengan baik. Efek overtraining syndrome ini berisiko dialami oleh mahasiswa-atlet. Hal tersebut dapt terjadi karena mahasiswa-atlet bertanggung jawab atas dua peran, yaitu sebagai mahasiswa dan sebagai atlet. Sebagai mahasiswa,

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 individu memiliki beberapa kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipenuhi seperti menghadiri perkuliahan sekurang-kurangnya 75 persen dari jam pertemuan nyata selama satu semester dan memenuhi beban studi yang sudah diambil oleh mahasiswa-atlet yang bersangkutan. Apabila mahasiswaatlet mengambil beban sks sebesar 22 sks, berarti mahasiswa-atlet yang bersangkutan harus mengalokasikan waktu sebesar 110 menit untuk pertemuan tatap muka dengan dosen, 132 menit untuk kegiatan belajar terstruktur, dan 132 – 2200 menit untuk belajar mandiri dalam satu minggu (Direktorat Akademik, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2008). Selain itu, mahasiswa-atlet juga harus membagi waktu belajar dengan waktu latihan. Jumlah waktu latihan (volume latihan) yang tinggi akan mengurangi waktu belajar sehingga mahasiswa-atlet kurang dapat mencapai prestasi akademik yang maksimal. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa volume latihan memiliki hubungan dengan prestasi akademik yang dapat dilihat pada skema 1:

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Skema 1 Hubungan antara Volume Latihan dan Prestasi Akademik Volume Latihan Tinggi Waktu belajar semakin berkurang sedangkan tuntutan tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswa-atlet tinggi Risiko Overtraining 1. Kelelahan fisik 2. Penurunan performansi 3. Perasaan enggan bersekolah 4. Perasaan tidak mampu mengejar ketertingalan dalam hal akademik Menghambat proses belajar Prestasi belajar rendah E. Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara volume latihan dan prestasi akademik. Semakin tinggi volume latihan maka prestasi akademik akan semakin rendah.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Penelitian korelasional berfokus pada pendeskripsian tingkat atau derajat dari hubungan antara dua variabel. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan arah, besarnya, dan bentuk dari hubungan variabel yang diteliti (Bordens dan Abbott, 2011). B. Identifikasi Variabel dalam Penelitian Variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Variabel bebas adalah volume latihan 2. Variabel tergantung adalah prestasi akademik C. Definisi Operasional Variabel Penelitian Definisi operasional daripenelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Volume Latihan Volume latihan adalah jumlah atau besarnya aktivitas latihan yang dilakukan dalam satu periode yang dapat dilihat berdasarkan jumlah latihan yang termuat dalam satu sesi dan waktu yang dihabiskan untuk berlatih baik dalam jam atau hari. Volume latihan dapat diketahui 31

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 berdasarkan laporan subjek mengenai jumlah jam dan sesi latihan yang dilakukan dalam satu minggu. 2. Prestasi Akademik Prestasi akademik adalah hasil pencapaian yang diperoleh dari pengalaman belajar yang digunakan untuk mengukur pemahaman dan penguasaan bahan yang dipelajari oleh seseorang. Berdasarkan definisi di atas maka prestasi akademik diperoleh dari data dokumen berupa transkrip nilai yang didapatkan dari masing-masing program studi. D. Subjek Penelitian Subjek penelitian yang digunakan adalah mahasiswa-atlet yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sebanyak 58 orang. Subjek dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Accidental sampling adalah teknik pengambilan subjek berdasarkan siapa saja yang kebetulan ditemui dan masuk ke dalam kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu (Widi, 2010). Kriteria subjek tersebut antara lain : 1. Memiliki peran sebagai mahasiswa 2. Berpartisipasi dalam kegiatan olahraga dan mengikuti kompetisi olahraga dalam berbagai internasional) tingkat atau level kompetisi (lokal, nasional,

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 E. Metode dan Alat pengumpulan Data Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan satu angket sebagai alat untuk mengetahui volume latihan seorang mahasiswaatlet. Pertama-tama peneliti membuat definisi terhadap konstruk yang akan diteliti berdasarkan teori. Di dalam teori disebutkan bahwa volume latihan memiliki tiga komponen yaitu, waktu atau durasi, jumlah beban angkatan, dan jumlah pengulangan yang dilakukan selama sartu sesi latihan. Akan tetapi, agar hasil perhitungan mengenai volume latihan lebih akurat lebih baik memilih salah satu komponen saja untuk diteliti. Kemudian dipilihlah komponen waktu sebagai dasar pembuatan aitem. Hal ini juga dipilih karena komponen waktu sesuai dengan jenis olahraga yang akan digunakan sebagai sampel dalam penelitian yaitu, jenis olahraga tim. Berdasarkan teori yang ada kemudian dibentuk dua pertanyaan terkait dengan volume latihan. Pertanyaan tersebut antara lain : 1) Berapa hari dalam satu minggu yang digunakan untuk berlatih, 2) Berapa jam waktu yang digunakan untuk berlatih dalam satu sesi latihan. Dua aitem dalam angket tersebut mengukur tentang seberapa banyak waktu yang digunakan oleh subjek untuk berlatih dalam waktu satu minggu. Waktu dalam penelitian ini juga termasuk jumlah jam setiap latihan. Nilai total subjek dalam penelitian ini didapat dengan mengalikan jumlah jam dalam satu kali latihan dengan jumlah hari yang digunakan untuk berlatih dalam kurun waktu satu minggu. Selain itu, di dalam angket terdapat pertanyaan yang berhubungan dengan data demografis subjek antara lain, mengenai usia, jenis kelamin,

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 tingkat pendidikan, prodi, IPK terakhir yang diperoleh, dan mengenai olahraga yang ditekuni serta tingkat keaktifan dalam berolahraga. Selain itu, di dalam angket juga terdapat pertanyaan yang berkaitan dengan tingkat kompetisi yang diikuti. Hal ini berkaitan dengan jumlah latihan yang dilakukan. F. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur 1. Validitas Alat Ukur Validitas adalah sejauhmana alat ukur mampu menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan ukurnya (Azwar, 2009). Suatu alat ukur dikatakan valid jika alat ukur tersebut dapat mengukur apa yang ingin diukur. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi dilakukan dengan analisis rasional melalui professional judgement (Azwar, 2011). Di dalam penelitian ini yang bertindak sebagai professional judgement adalah dosen pembimbing. 2. Reliabilitas Alat Ukur Reliabilitas mengacu kepada konsistensi hasil pengukuran (Azwar, 2009; Elmes, Kantowitz, Roediger III, 2003). Pengukuran terhadap reliabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah hasil pengukuran dapat dipercaya atau tidak. Semakin tinggi koefisien berarti semakin tinggi reliabilitasnya maka hasil atau skor pengukuran semakin konsisten dan dapat dipercaya (Azwar, 2009). Selain itu, Azwar (2011) menambahkan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 bahwa tinggi atau rendahnya reliabilitas alat ukur ditunjukkan dengan angka yang disebut dengan koefisien reliabilitas. Koefisien reliabilitas bergerak dari angka 0,0 sampai dengan 1,0. Semakin tinggi koefisien reliabilitas atau semakin mendekati angka 1,0 maka semakin reliabel alat ukur. Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan untuk menghitung koefisien reliabilitasnya adalah dengan menggunakan pendekatan tes ulang (tes-retest). Pendekatan ini dilakukan dengan menyajikan alat ukur sebanyak dua kali dan memberikan tenggang waktu di antara kedua penyajian tersebut (Azwar, 2009). Tenggang waktu selama satu minggu akan diberikan dalam penelitian ini. Pengambilan data pertama dilakukan pada tanggal 13 September 2013 dengan jumlah subjek sebanyak 60 orang. Data kedua diambil pada tanggal 20 September 2013. Akan tetapi, dua orang subjek tidak dapat dihubungi untuk melakukan pengambilan data yang kedua sehingga jumlah subjek menjadi 58 orang. Langkah-langkah yang ditempuh untuk melakukan pengambilan data yang pertama, yaitu : a) mencari subjek yang mengikuti UKF atau UKM olahraga futsal, sepak bola serta bola basket b) memberikan angket kepada subjek dan meminta subjek untuk mengisi angket sesuai dengan kondisi dan langsung mengembalikan angket c) setelah angket dikembalikan, peneliti mengecek kelengkapan identitas dan jawaban yang diberikan oleh subjek

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 d) subjek yang memenuhi kriteria dan mengisi identitas dengan tepat selanjutnya akan diolah menjadi data pertama sebelum nantinya akan dibandingkan dengan data kedua untuk dilihat besarnya reliabilitas Berdasarkan analisis korelasi product moment diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,776. Hal tersebut menunjukkan bahwa angket ini dianggap cukup reliabel dan dapat digunakan untuk mengukur volume latihan. G. Metode Analisis Data Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Pearson Product Moment dengan SPSS 16.0

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian 1. Pengambilan Data Volume Latihan Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 September 2013. Prosedur yang dilakukan untuk melakukan penelitian sama dengan prosedur yang digunakan dalam pengambilan data pertama. Subjek yang mengikuti proses penelitian ini sebanyak 58 orang dengan subjek yang sama seperti pada pengambilan data pertama. 2. Pengambilan Data Prestasi Akademik Pengambilan data dilakukan dari tanggal 16 sampai 26 September 2013. Langkah-langkah yang digunakan untuk mengambil data prestasi akademik, yaitu : a. Peneliti membuat surat ijin pengambilan data yang ditujukan kepada masing-masing wakaprodi b. Setelah wakaprodi memberikan ijin pengambilan data, kemudian peneliti meminta bantuan sekretariat masing-masing prodi untuk mendapatkan data mengenai IPK subjek penelitian c. Khusus pada prodi Farmasi, sebelum mendapat data IPK peneliti harus mendapatkan surat pernyataan dari subjek penelitian. Selain itu, peneliti juga harus membuat surat pernyataan dan tanda bukti telah menerima data yang diperlukan 37

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 B. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Data Penelitian a. Identitas Jenis Kelamin Subjek Penelitian ini menggunakan subjek laki-laki dan perempuan yang memiliki peran sebagai mahasiswa sekaligus sebagai seorang atlet. Di bawah ini adalah tabel yang menggambarkan jumlah subjek sesuai dengan jenis kelamin. Tabel 1 Jenis Kelamin Subjek Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Prosentase 43 15 58 74,13% 25,86% 100% Berdasarkan tabel 2.1, diketahui bahwa jumlah subjk yang mengikuti penelitian ini adalah sebanyak 58 orang, terdiri atas 43 orang subjek laki-laki (74,13%) dan 15 orang subjek perempuan (25,86%). b. Identitas Usia Subjek Subjek dalam penelitian ini berada pada rentang usia antara 18 sampai 23 tahun.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Tabel 2 Usia Subjek Usia Jumlah Prosentase 1 19 19 10 8 1 58 1,72% 32,75% 32,75% 17,24% 13,79% 1,72% 100% 18 19 20 21 22 23 Bedasarkan tabel 2, dapat diketahui bahwa subjek yang berusia 18 tahun berjumlah 1 orang (1,72%). Selain itu, subjek yang berusia 19 dan 20 tahun masing-masing berjumlah 19 orang (32,75%), subjek yang berusia 21 orang berjumlah 10 orang (17,24%), subjek berusia 22 tahun berjumlah 8 orang (13,79%), dan subjek berusia 23 tahun berjumlah 1 orang (1,72%) c. Distribusi Pendidikan Subjek i. Prodi Subjek dalam penelitian ini terdiri atas beberapa mahasiswa-atlet dari beberapa program studi di Universitas Sanata Dharma

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Tabel 3 Program Studi Subjek Program Studi Psikologi Farmasi Bimbingan dan Konseling (BK) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Teknik Informatika (TI) Teknik Mesin (TM) Ekonomi Akuntansi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Jumlah Prosentase 18 4 6 31,03% 6,89% 10,34% 9 15,51% 12 1 1 5 2 20,68% 1,72% 1,72% 8,62% 3,44% 58 100% Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa subjek yang berasal dari program studi Psikologi berjumlah 18 orang (31,03%), subjek yang berasal dari program studi Farmasi sebanyak 4 orang (6,89%), subjek yang berasal dari program studi Bimbingan dan Konseling berjumlah 6 orang (10,34%), sebanyak 9 orang subjek (15,51%) berasal dari program studi PGSD, sedangkan subjek yang berasal dari proram studi Teknik Informatika berjumlah 12 orang (20,68%). Selain itu, subjek yang berasal dari program studi Teknik Mesin berjumlah 1 orang (1,72%), sebanyak 1 orang subjek (1,72%) berasal dari program studi Ekonomi, 5 orang subjek (8,62%) berasal dari program studi Akuntansi, dan 2 orang subjek (3,44%) berasal dari program studi PBI.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 ii. Semester Penelitian ini menggunakan subjek yang berada pada semester 3 sampai 5. Persebaran tingkat pendidikan subjek digambarkan pada tabel 4. Tabel 4 Tingkat Pendidikan Subjek Semester Jumlah 3 5 7 9 23 18 9 8 58 Prosentase 39,65% 31,03% 15,51% 13,79% 100% Subjek yang berada pada semester 3 berjumlah 23 orang (39,65%), 18 orang subjek (31,03%) berada pada semester 5, 9 orang subjek (15,51%) berada pada semester 7, dan 8 orang subjek (13,79) berada pada semester 9. d. Distribusi Jenis Olahraga Subjek Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa-atlet dari beberapa cabang olahraga tim. Gambaran mengenai distribusi persebaran jenis olahraga dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5 Jenis Olahraga Subjek Jenis Olahraga Bola Basket Futsal Sepak Bola Jumlah Prosentase 30 21 7 58 51,72% 36,20% 12,06% 100%

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Di dalam penelitian ini subjek yang menekuni olahraga bola basket adalah sejumlah 30 orang (51,72%) sedangkan subjek yang menekuni olahraga futsal berjumlah 21 orang 836,20%) dan subjek yang menekuni olahraga sepak bola berjumlah 7 orang (12,06%). e. Distribusi Waktu Subjek dalam Menekuni Olahraga Subjek dalam penelitian ini memiliki rentang waktu yang bervariasi dalam menekuni beberapa cabang olahraga yang telah disebutkan sebelumnya. Rata-rata subjek menekuni olahraga tertentu dimulai sejak SD dan SMP. Distribusi mengenai hal tersebut dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6 Waktu dalam Menekuni Olahraga Waktu Jumlah SD SMP SMA Sejak menjadi mahasiswa (Universitas) Prosentase 20 18 12 8 34,48% 31,03% 20,68% 13,79% 58 100% Berdasarkan tabel 6, dapat diketahui bahwa subjek yang mulai menekuni cabang olahraga tertentu sejak SD berjumlah 20 orang (34,48%), sejumlah 18 orang (31,03%) menekuni olahraga yang tersebut di atas sejak SMP sedangkan subjek yang mulai menekuni cabang olahraga tertentu yang tersebut di atas sejak SMA berjumlah 12 orang (20,68%). Selain itu, 8 orang subjek (13,79%)

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 megatakan bahwa mereka baru menekuni beberapa olahraga tersebut ketika memasuki bangku perkuliahan. f. Distribusi Level Kompetisi Subjek Subjek dalam penelitian ini tidak hanya menekuni olahraga tersebut sebagai kegemaran saja, tapi subjek juga sudah mengikuti beberapa kompetisi dalam berbagai tingkat. Distribusi mengenai tingkat kompetisi yang sudah diikuti oleh subjek dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 7 Tingkat Kompetisi Subjek Tingkat kompetisi Lokal atau regional Nasional Internasional Jumlah Prosentase 58 24 - 100% 41,37% - Berdasarkan tabel 7, dapat diketahui bahwa sebanyak 58 subjek (100%) sudah pernah mengikuti kompetisi pada tingkat regional. Selain itu, subjek juga mengikuti kompetisi pada level nasional. Sebanyak 24 subjek (24%) pernah mengikuti kompetisi pada level nasional. g. Distribusi Volume Latihan Subjek Volume latihan suubjek penelitian berkisar antara 2-15 jam. Distribusi lengkap mengenai volume latihan subjek penelitian disajikan pada tabel 8

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Tabel 8 Volume Latihan Subjek Volume latihan 2 jam 3 jam 4 jam 6 jam 8 jam 9 jam 10 jam 12 jam 15 jam Jumlah Prosentase 7 9 12 10 3 7 3 6 1 58 12,06% 15,51% 20,68% 17,24% 5,17% 12,06% 5,17% 10,34% 1,72% 100% Berdasarkan tabel 8, diketahui bahwa sebanyak 7 orang subjek (12,06%) berlatih selama 2 jam dalam satu minggu, sebanyak 9 orang subjek (15,51%) berlatih selama 3 jam dalam satu minggu, sebanyak 12 orang subjek (20,68%) berlatih selama 4 jam dalam satu minggu. Selain itu, sebanyak 10 orang subjek (17,24%) berlatih selama 6 jam dalam satu minggu, sebanyak 3 orang subjek (5,17%) berlatih selama 8 jam dalam satu minggu, 7 orang subjek (12,06%) berlatih selama 9 jam dalam satu minggu, 3 orang subjek (5,17%) berlatih selama 10 jam dalam satu minggu, 6 orang subjek (10,34%) berlatih selama 12 jam dalam satu minggu, dan sebanyak 1 orang subjek (1,72%) berlatih selama 15 jam dalam satu minggu. 2. Analisis Data a. Uji Asumsi Uji asumsi dilakukan untuk memenuhi syarat penggunaan analisis hipotesis sehingga pengambilan kesimpulan tidak menyimpang dari yang semestinya. Uji asumsi yang dilakukan

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 dalam penelitian ini adalah dengan melakukan uji homogenitas dan uji normalitas (Howell, 1982). i. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk melihat apakah sampel berasal dari kelompok yang homogen atau tidak. Uji homogenitas dilakukan dengan bantuan SPSS 16.0 menggunakan uji statistik Oneway ANOVA. Berdasarkan uji statistik yang dilakukan diperoleh nilai p sebesar 0,234. Hal tersebut menunjukkan bahwa sampel berasal dari populasi yang homogen karena nilai p > 0,05. Sebuah data dikatakan homogen jika p > 0,05. Tabel 9 Uji Homogenitas Levene Statistic 1.383 ii. df 1 df 2 Sig 7 49 .234 Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah data mengenai volume latihan dan prestasi akademik berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan bantuan SPSS 16.0 dengan uji statistik One Sample Kolmogorov Smirnov. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, pada variabel IPK diperoleh nilai Z sebesar 0,964 dengan p sebesar 0,311. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel IPK memiliki

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 distribusi yang normal karena nilai probabilitas variabel tersebut lebih besar dari 0,05 (p > 0,05). Menurut Howell (1982), uji normalitas hanya perlu dilakukan pada variabel tergantung saja. Tabel 10 Uji Normalitas IPK Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) b. 0,964 0,311 Uji Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara volume latihan dan prestasi akademik. Uji hipotesis ini dilakukan menggunakan teknik korelasi product moment dengan program SPSS 16.0. Perhitungan uji hipotesis ini dapat dilihat pada tabel 11 : Tabel 11 Uji Korelasi VL Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N IPK Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N VL IPK 1 -.033 .403 58 1 58 -.033 .403 58 58 Berdasarkan tabel 11, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan negatif yang tidak signifikan antara volume latihan dan prestasi akademik. Berdasarkan perhitungan didapatkan koefisen korelasi sebesar -0,033 dengan taraf signifikansi sebesar 0,403 (P<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 signifikan antara volume latihan dan prestasi akademik, sehingga hipotesis penelitian ini ditolak. C. Pembahasan Berdasarkan perhitungan menggunakan korelasi product moment dengan program SPSS 16.0 didapatkan koefisen korelasi sebesar -0,033 dengan taraf signifikansi sebesar 0,403 (P<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan negatif yang signifikan antara volume latihan dan prestasi akademik. Hasil yang tidak signifikan tersebut dapat terjadi karena perbedaan standar penilaian yang diberikan oleh dosen. Perbedaan standar penilaian ini membuat nilai antar mahasiswa tidak dapat dibandingkan sehingga akan mempengaruhi hubungan antara volume latihan dan prestasi akademik. Perbedaan mengenai standar penilaian ini tercantum dalam buku Peraturan Akademik Universitas Sanata Dharma (2002) pada bagian keempat Pasal 26 (ayat 6). Di dalam pasal ini dinyatakan bahwa standar atau batas penilaian untuk nilai A dan B ditentukan oleh dosen yang bersangkutan. Sebagai salah satu contoh, berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu mahasiswa program studi PGSD mengaku bahwa standar penilaian berbeda-beda menurut setiap dosen. Pada penelitian ini, perbedaan standar penilaian diabaikan karena terkait dengan pengambilan subjek agar jumlah subjek memadai. Cukup sulit untuk menemukan subjek dengan jumlah yang banyak dalam satu

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 prodi saja, sehingga perbedaan standar penilaian menjadi diabaikan. Meskipun perbedaan standar penilaian dosen sudah diabaikan, jumlah subjek yang didapat masih tergolong sedikit yaitu sebanyak 58 orang. Hasil yang tidak signifikan mungkin juga dapat disebabkan oleh jumlah subjek yang kurang representatif. Jumlah subjek dapat mempengaruhi signifikansi hubungan dua variabel yang diteliti. Hal tersebut sering disebut sebagai statistical power, sehingga dapat memunculkan error tipe II. Error tipe II terjadi ketika menerima hipotesis nol padahal terdapat hubungan yang signifikan di dalam populasi (Aron, Aron, Coups, 2006). Hasil yang tidak signifikan ini juga dapat disebabkan oleh kemungkinan adanya variabel moderator. Variabel moderator adalah variabel yang dapat mempengaruhi arah atau kekuatan hubungan antara variabel bebas dan variabel prediktor atau variabel tergantung (Baron & Kenny, 1986). Di dalam penelitian yang dilakukan Gadzic (2009) disebutkan bahwa ada hubungan antara volume latihan dan prestasi akademik tetapi hanya pada subjek perempuan saja. Akan tetapi, di dalam penelitian ini tidak dilakukan uji terhadap variabel moderator karena jumlah subjek yang tidak seimbang antara laki-laki dan perempuan.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara volume latihan dan prestasi akademik pada mahasiswa-atlet di Universitas Sanata Dharma. Koefisien korelasi ditunjukkan dengan jumlah sebesar -0,033 dengan p sebesar 0,403 (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis ditolak. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan maka beberapa saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya yaitu : 1. Melakukan penelitian dengan subjek yang lebih representatif dan jumlah yang lebih banyak. Idealnya, penelitian ini menggunakan subjek yang jumlahnya cukup banyak. Akan tetapi, peneliti mengalami kesulitan dalam mencari subjek sehingga saran yang dapat diberikan terkait dengan analisis data adalah dengan menggunakan teknik lain seperti teknik analisis non parametrik. Penelitian dengan jumlah subjek yang sedikit tetap dapat dianalisis tetapi menggunakan analisis non parametrik dengan hasil yang tidak dapat digeneralisir. 2. Melakukan penelitian dengan gender sebagai variabel moderator. 49

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Alder, H. (2001). Boost Your Intelligence, Pacu EQ dan IQ Anda. Jakarta: Erlangga Arifin, Z. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset Aron. A., Aron. E. N., & Coups. E. J. (2006). Statistics for Psychology (4th ed.). New Jersey: Pearson Prentice Hall Azwar, S. (1987). Tes Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Yogyakarta: Liberty Azwar, S. (2009). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Azwar, S. (2011). Validitas dan Reliabilitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Bandmann, E. (2008). Physical Activity Questionaires: A Critical Review Method Used in Validity and Reproducibility Studies. GIH-The Swedish School of Sport and Health Sciences Bandyopadhyay, A., Bhattacharjee, I., & Sousana. P. K. (2012). Psychological Perspective of Endurance Overtraining A Comprehensive Update. Al Ameen Journal Medical Science, I (1), 7-20 Baron. R. M., & Kenny. D. A. (1986). The Moderator-Mediator Variable Distinction in Social Psychological Research: Conceptual, Strategic, and Statistical Consideration. Journal of Personality and Social Psychology, 51 (6), 1173-1182 Bompa. T. O. (1994). Theory and Methodology of Training. USA: Kendall/ Hunt Publishing Company Bordens. K. S., & Abbott. B. B. (2011). A Process Approach Research Design and Methods. New York: Mc. Graw Hill Chuan. C. C., Yusof. A., & Shah. P. M. (2013). Sports Involvement and Academic Achievement: A Study of Malaysian University Athletes. International Education Studies, 6 (2) Diersen. B. A. (2005). Student-Athlete or Athletes-Student. A Research Paper. University of Wisconsin-Stout Gadzic. A. (2009). Sport Participation and Academic Achievement of Adolescents. Physical Culture, Belgrade, 63 50

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Ghasemnezhad. M. (2011). Overtraining in Sport: Physiological, Psychological and Performances Effects of Participation in Division I Competitive Basketball Himpunan Peraturan tentang Pendidikan Tinggi Di Indonesia, 2012. Howell. D. C. (1982). Statistical Methods for Psychology. Boston, MA: Duxbury Press Howie. E. K & Pate. R. R. (2012). Physical Activity and Academic Achievement in Children: A Historical Perspective. Journal of Sport and Helath Science, I, 160-169 Karimah. A. (2012). Prestasi Olahraga OK, Akademik Seret http://portal.joglosemar.co/2012/09/prestasi-olahraga-ok-akademikseret.html diakses 13 Mei 2013 pada pukul 18.50 WIB ?. Karthigeyan. K., & Nirmala. K. (2012). Academic Achievement In English: An Analysis Trough Gender Lens. MIER Journal of Educational Studies Trends and Practices, 2 (2), 147-157 Kavussanu. M., & McAuley. E. (1995). Exercise and Optimism: Are Highly Active Individuals More Optimistic ?. Journal of Sport & Exercise Psychology, 17, 246-258 Kilpatrick. M., Herbert. E., & Bartholomew. J. (2005). College Students’ Motivation for Sport Participation and Exercise. Journal of American College Health, 54 (2) Liga Mahasiswa (2012). 3 Pillars Lima. www.ligamahasiswa.co.id/about/3pillars-lima/ diakses pada tanggal 27 Februari 2014 pukul 13.07 WIB Lumpkin. A., & Favor. J. (2012). Comparing The Academic Performance of High School Athletes and Non-Athletes in Kansas 2008-2009. Journal of Sport Administration & Supervision, 4 (1), 41-62 Mackinnon. L. T. (2000). Overtraining Effects on Immunity and Performance in Athletes. Immunology and Cell Biology, 78, 502-505 Mujika. I. (1998). The Influence of Training Characteristics and Tapering on Adaptation in Highly Trained Individuals: A Review. International Journal Sport Medicine, 19, 439-446

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Murlasits. Z., Reed. J., & Wells. K. (2012). Effects of Resistance Training Frequency on Physiological Adaptations in Older Adults. Journal of Exercise Science & Fitnes, 10, 28-32 Murray. N. G., Low. B. J., Nollis. C., Cross. A. W., & Davis. S. M. (2007). Coordinate School Health Programs and Academic Achievement: A Systematic Review of The Literature. Journal of School Health, 7 (9), 589600 Murtopo (2013). 54 Universitas akan Duel di Liga Bola Basket Mahasiswa. www.tribunnews.com/sport/2013/10/11/54-universitas-akan-duel-di-ligabola-basket-mahasiswa diakses 27 Februari 2014 pada pukul 13.05 WIB Peraturan Akademik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (2002) Raalte. J. L., & Brewer. B. W. (2002). Exploring Sport and Exercisse Psychology. Washington, DC : American Psychology Association Ridpath. B. D., Kiger. J., Mak. J., Eagle. T., & Letter. G. (2007). Factors That Influence The Academic Performance of NCAA I Athletes. The SMART Journal, 4 (1), 59-83 Riley. K. D. (2007). An Examination of Time Use Patterns Influence on Academic Achievement Among African American and Hispanic Male High School Student Athletes Rustiana. E. R. (2011). Efek Psikologis dari Pendidikan Jasmani ditinjau dari Teori Neurosains dan Teori Kognitif Sosial. Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia, I (2) Saefurohman. U. (5 April 2012). Prestasi Akademik Bukan Segalanya. Pikiran Rakyat Scott. B. M., Paskus. T. S., Miranda. M., Petr. T. A., & McArdle. J. J. (2008). InSeason Vs Out-Season Academic Performance of College StudentAthletes. Journal of Intercollegiate Sport, I, 202-226 Setyanti. C. A. (2012). 6 Manfaat Olahraga Bagi Otak. http://www.female.kompas.com/read/2012/09/03/17444112/6 diakses 13 Mei 2012 pada pukul 18.45 WIB Siegenthaler. S. J. (2001). The Academic Achievement of Cross-Country and Long Distance Tracks Runners: A Seasonal Comparison. AResearch Paper. University of Wisconsin-Stout

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Simons. H. D., Rheenen. D. V., & Covington (1999). Academic Motivation and The Student Athletes. Journal of College Student Development, 40 (2) Surya. H. (2011). Strategi Jitu Mencapai Kesuksesan Belajar. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo Syah. M. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Trost. S. G. (2007). Active Education Physical Education, Physical Activity and Academic Performance. Robert Wood Johnson Foundation Trudeau. F., & Shepard. R. J. (2009). Relationships of Physical Activity to Brain Health and The Academic Performance of School Children. American Journal of Lifestyle Medicine, X (X) Watabe. A. (2011). The Influence of Parenting on Children’s Academic Achievement: Comparison Between The United States and Japan. Thesis, California State University Widi. R. K. (2010). Asas Metodologi Penelitian Sebuah Pengenalan dan Penuntun Langkah Demi Langkah Pelaksanaan Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu Yelk. T. (2013). Non-Cognitive Factors Affecting Student Athletes Academic Performance. Thesis, University of Minnesota Duluth Yuniah (2006). Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa TPB-IPB dengan Metode CHAID. Skripsi, Institut Pertanian Bogor

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 DATA PENELITIAN 54

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 DATA PENELITIAN VOLUME LATIHAN DAN IPK MAHASISWA-ATLET Volume Latihan 12.0 3.0 3.0 4.0 3.0 3.0 4.0 3.0 3.0 12.0 9.0 6.0 15.0 2.0 3.0 4.0 6.0 9.0 2.0 9.0 9.0 4.0 6.0 4.0 6.0 4.0 2.0 2.0 9.0 4.0 12.0 2.0 4.0 10.0 8.0 4.0 2.0 12.0 IPK 3.19 3.6 3.31 2.87 2.94 2.31 3.6 3.82 2.93 3.14 2.92 3.4 3.56 3.36 3.81 3.0 2.5 3.38 2.91 3.55 2.93 2.25 3.28 2.98 2.77 2.67 3.19 3.05 3.67 3.14 2.27 2.56 2.95 2.82 2.74 3.53 3.27 2.0

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Volume Latihan 4.0 4.0 6.0 12.0 6.0 6.0 9.0 3.0 2.0 6.0 8.0 10.0 9.0 12.0 6.0 8.0 10.0 3.0 4.0 6.0 IPK 1.58 1.42 0.82 2.62 3.78 3.38 3.18 3.31 2.89 3.47 3.14 2.9 2.8 3.03 2.73 3.45 3.18 3.28 3.5 2.6

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 2 HASIL TES RETEST 57

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 HASIL TES RETEST Correlations tes1 tes1 Pearson Correlation tes2 1 Sig. (2-tailed) Sum of Squares and Cross-products Covariance N tes2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Sum of Squares and Cross-products Covariance N .776** .000 794.069 561.931 13.931 9.858 58 58 .776** 1 .000 561.931 660.569 9.858 11.589 58 58 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2tailed).

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 3 UJI NORMALITAS DAN UJI HOMOGENITAS 59

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 UJI NORMALITAS NPar Tests [DataSet1] I:\datajadi.sav One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test IPK N Normal Parameters 58 a Most Extreme Differences Mean 2.9867 Std. Deviation .57575 Absolute .127 Positive .074 Negative -.127 Kolmogorov-Smirnov Z .964 Asymp. Sig. (2-tailed) .311 a. Test distribution is Normal.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 UJI HOMOGENITAS Oneway [DataSet1] H:\datajadi.sav Test of Homogeneity of Variances IPK Levene Statistic 1.383 df1 df2 7 Sig. 49 .234 ANOVA IPK Sum of Squares Between Groups df Mean Square 2.432 8 .304 Within Groups 16.462 49 .336 Total 18.895 57 F .905 Sig. .520

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 4 UJI HIPOTESIS 62

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 UJI HIPOTESIS CORRELATIONS /VARIABLES=VL IPK /PRINT=ONETAIL NOSIG /MISSING=PAIRWISE. Correlations Correlations VL VL Pearson Correlation IPK 1 Sig. (1-tailed) N IPK Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N -.033 .403 58 58 -.033 1 .403 58 58

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 5 ANGKET PENELITIAN 64

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Angket Volume Latihan Universitas Sanata Dharma 2013

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Kepada Yth. Responden Di tempat Salam sejahtera, saya yang bertanda tangan di bawah ini : nama : Ruth Meihanna Ardian nim : 099114072 fakultas : Psikologi sedang menyusun tugas akhir untuk memperoleh gelar sarjana. Untuk itu saya ingin meminta bantuan Anda untuk mengisi angket yang akan saya berikan. Isilah angket ini dengan sebenar-benarnya sesuai dengan keadaan Anda yang sesungguhnya. Data yang Anda berikan akan ditampilkan sebagai data kelompok sehingga kerahasiaan identitas dan jawaban Anda akan terjamin. Terima kasih atas perhatian dan kerja sama dari Anda. Yogyakarta, September 2013 Ruth Meihanna Ardian

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 IDENTITAS Nama/NIM : Usia : Jenis kelamin : Semester : Universitas /Fakultas/Prodi : IPK terakhir : Jenis olahraga : Sejak kapan aktif dalam olahraga yang ditekuni : Level dan jumlah kompetisi olahraga yang pernah diikuti selama menjadi mahasiswa : No. Level 1. Lokal/regional 2. Nasional 3. Internasional Jumlah Angket Volume Latihan Isilah pertanyaan dibawah ini ! 1. Jumlah latihan selama menjadi mahasiswa-atlet dalam satu minggu : ±......hari 2. Waktu yang dihabiskan untuk berlatih dalam satu sesi : ±...... jam

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 6 SURAT KETERANGAN DAN SURAT IJIN PENELITIAN 68

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 7 DATA DOKUMEN IPK MAHASISWA 79

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(126)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara orientasi tujuan dan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
4
130
Hubungan antara kontrol diri dengan prestasi akademik pada mahasiswa.
0
0
102
Hubungan antara kontrol diri dengan prestasi akademik pada mahasiswa
0
1
100
Hubungan antara orientasi tujuan dan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
0
0
128
Sistem informasi evaluasi prestasi akademik mahasiswa - USD Repository
0
0
130
Hubungan antara efikasi diri dan prestasi akademik - USD Repository
0
1
115
Hubungan antara Self Regulated Learning dengan prestasi akademis mahasiswa - USD Repository
0
0
120
Hubungan antara persepsi pola asuh orang tua demokratis dengan prestasi akademik pada remaja siswa SMP Negeri 3 Depok Yogyakarta - USD Repository
0
0
131
Hubungan antara intensitas mengakses facebook dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa - USD Repository
0
0
135
Hubungan antara kemampuan manajemen waktu dengan prestasi akademik pada mahasiswa yang bekerja - USD Repository
0
1
132
Hubungan antara harga diri dan prestasi akademik pada remaja akhir - USD Repository
0
0
91
Hubungan antara self-regulated learning dan stres akademik pada mahasiswa - USD Repository
0
0
118
Hubungan orientasi tujuan belajar dan prestasi akademik mahasiswa - USD Repository
0
0
118
Hubungan antara culture shock dan prestasi akademik pada mahasiswa asal Papua - USD Repository
0
0
114
Hubungan menurut perspektif Self Determination Theory (SDT) dan prestasi akademik - USD Repository
0
0
146
Show more