Efektivitas penggunaan media video dalam pendidikan Agama Katolik di SDK Sang Timur Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
1
187
3 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DALAM PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI SDK SANG TIMUR YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Oleh: Santi Utami NIM: 141124027 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDL4. VIDEO OALAM PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK OJ SDK SANG Tr.1UR YOGYAKARTA Oleh Slillti Utami NIM: 141124027 Pembimbing F.X. Dapiyanta, SFK, .dP1~ Tanggal, 18 Desember 2018

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DALAM PENDIDlKAN AGAMA KATOLIK DI SDK SANG TIMUR YOGYAKARTA Dipersiapkan dan ditulis oleh Santi Utami NIM: 141124027 Telah dipertahankan eli dcpan Panitia Penguji Pada tanggal, 09 Januar-i 2019 dan dinyatakan mernenuhi syarat SUSUNA.N PANITIA PENGUJI Nama Ketua : Dr. B. Agus Rukiyanto, SJ. Seketaris : Y- Kristianto, SFK., M.Pd. Anggota : 1. F.x. Dapiyanta, SFK, M.Pd : 2. Y- Kristianto, SFK., M.Pd. : 3. C. Paulina S., S.Pd, M.Si MM.Ed Yogyakar1.a, 09 Januari 2019 Fak1.11tas Keguruan dan Jlmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma M.si. ill .~ .-

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan kepada kedua orangtuaku Bapak Amandus Sadan dan Ibu Yustina Ilui, Kepada Saudara-saudariku Abang Pertama Stevanus Icho, Abang Kedua Silvanus Subarto dan kepada Kakak Perempuan Julita Saelintina yang dengan setia telah memberikan doa, dukungan, perhatian, cinta, kebaikan dan kepercayaan yang memampukan saya menyelesaikan skripsi ini. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Kuserahkan seluruh hidupku kepada Tuhan karena aku percaya bahwa Tuhan selalu menaruh rencana indah terhadap hidupku” – Santi Utami. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyetakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 09 Januari 2019 Penulis Santi Utami VI

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah 1111, mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta: Nama : Santi Utami NIM : 141124027 Demi pengembangan ilmu pengetahuan penulis memberikan wewenang kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul EFEKTIVITAS PENGGUAAN MEDIA VIDEO DALAM PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI SDK SANG TIMUR YOGYAKRTA beserta perangakat yang dieprlukan. Dengan demikian penulis memberikan hak kepada Perpustakaan Universitas Santa Dharma untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolahnya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di media internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin maupun memberikan royalty kepada penu1is, selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian persyaratan ini penulis buat dengan sebenarnya. Yogayarakta, 09 Januari2019 Yang menyatakan, Santi Utami VII

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Judul skripsi EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DALAM PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI SDK SANG TIMUR YOGYAKARTA dipilih berdasarkan keingintahuan penulis akan sejauh mana penggunaan media video efektif atau tidak dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Media video adalah salah satu alat bantu guru dalam proses belajar mengajar dengan menampilkan nilai-nilai tradisi dan spiritualitas kisah-kisah dalam kitab suci. Tujuan pendidikan agama katolik adalah memperkembangkan iman siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pra eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V.A dan V.B SDK Sang Timur Yogyarkarta dan suluruh populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes (uraian) dan Skala Likert. Setelah data diperoleh, kemudian data diuji dengan uji coba terpakai untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan tersebut benar-benar valid dan reliable sehingga dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. Dari hasil uji validitas instrumen ada beberapa butir instrumen yang tidak valid sehingga tidak digunakan untuk analisis selanjutnya dan dari hasil uji reliabilitas instrumen ditemukan bahwa butir instrumen masih pada taraf reliabilitas rendah. Dari hasil penelitian dengan analisis deskripsi statistik menunjukan bahwa nilai hasil belajar siswa dengan menggunakan media video adalah efektif karena mencapai kriteria ketuntasan minimal (76). Karena data yang diperoleh tidak berdistribusi normal, maka tidak diadakan uji hipotesis dan menjadi analisis evaluatif. Dari hasil analisis evaluatif menunjukan bahwa penggunaan media video tidak efektif dikarenakan masih ada kompetensi dasar yang tidak mencapai kriteria ketuntasan klasikal (75%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video efektif dan mencapai target, tetapi pada analisis evaluatif tidak sepenuhnya efektif karena masih ada kompetensi dasar yang tidak mencapai hasil kriteria ketuntasan klasikal. Maka disarankan agar lebih mengembangkan lagi penggunaan media video dan kepada para mahasiswamahasiswi yang ingin melanjutkan penelitian ini diharapkan agar lebih memperhatikan setiap butir pertanyaan yang dibuat agar data yang diperoleh berdistribusi normal dan dapat dilanjutkan untuk analisis selanjutnya. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT The tittle EFFECTIVENESS OF VIDEO USING ON CATHOLIC RELIGIOUS EDUCATION IN SDK SANG TIMUR YOGYAKARTA is chosen based on the author’s curiosity about to what extent effectiveness of video using on catholic religious education studying proses. Video is on of teacher tool’s on learning proccess, to show tradition value’s and spirituality stories in the bibble. The goal of catholic religious education is to development student’s faith. The type of this research is quantitative with pra experiment method. The population on this research is the student’s on V.A and V.B class SDK Sang Timur Yogyakarta and all population become a sample. The technique of data collection on this research is done whit the test (essay) and likert scala. After obtain the data, the the data test by try out to understand whether the instrument are really valid and reliable. So that can used for next analysis from the result of instrument validity test, there are several instrument is not valid then not used on the next analysis and from the result of instrument reliability test found that the instrument item still at alow reliability level. From result of the research with statistical description analysis show that the value of student learning outcomes by used video is effective because reach the minimum completeness criteria (76). Because of the data obtained in not normal distribution, then hypothesis testing is not held and become evaluation analysis. From the result of evaluation analysis show that video using is not effective because there are basic competencies that do not reach the classical completenss criteria (75%). Based from the result can conclude that video using is effective and reach the target, but on the evaluation analysis is not fully effective because there are besic competencies that do not reach the classical completeness criteria. Then it is recommended to develop more video using and to the student who want continued this research expected more pay attention on every question item which are made so that the data obtained can be normal distribution and can continue to the next analysis. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat, kasih dan karunian - Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi yang berjudul EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DALAM PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI SDK SANG TIMUR YOGYAKARTA. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan studi stara satu dan memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik (PAK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Penulis menyadari kelancaran dan keberhasilan penulisan skripsi ini tidak lepas dari bimbingan, bantuan, nasehat, dukungan, doa dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. F.X. Dapiyanta, SFK., M.Pd., selaku dosen pembimbing skripsi yang telah bersedia memberikan perhatian, memberikan masukan, meluangkan waktu dan membimbing penulis dengan penuh kesabaran serta memberikan kritikan-kritikan sehingga penulis dapat semakin berkembang dan termotivasi dalam penyusunan skripsi ini dari awal sampai dengan akhir penulisan skripsi ini. 2. Yoseph Kristiano, SFK., M .Pd, selaku dosen pembimbing akademik dan dosen penguji ke II, yang telah memberikan motivasi dan dukungan untuk menyelesaikan skripsi ini serta membimbing penulis selama proses studi di Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik ini. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Ibu C. Paulina S., S.Pd, M.Si, MM.Ed selaku dosen penguji ke III, yang dengan tulus hati memberikan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Dr. B. Agus Rukiyanto SJ, selaku Ketua Program Studi PAK, yang telah memberikan izin dan motivasi bagi penulis untuk mengerjakan tugas akhir ini mulai dari awal penyusunan sampai dengan akhir penyusunan skripsi ini. 5. Segenap Staf, Dosen Program Studi PAK, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, yang telah mendidik, membimbing dan memotivasi selama penulis belajar hingga menyelesaikan skripsi ini. 6. Kedua orang tua penulis, Bapak Amandus Sadan dan Ibu Yustina Ilui, yang dengan penuh cinta memberikan doa, semangat, cinta, kasih sayang, dukungan, perhatian dan pengorbanaannya menghantar penulis hingga sampai pada jejang pendidikan S1. 7. Anggota keluarga Abang Pertama Stevanus Icho, Abang Kedua Silvanus Subarto dan Kakak Julita Saelintina, serta kepada seluruh Ipar saya yakni Seloma, Erna dan Anes dan seluruh keponakan saya Asap, Iren, Sekar, Eben dan Gempa yang senantiasa memberikan doa, dukungan, perhatian, cinta dan motivasi selama penulis belajar di PAK-USD hingga sampai pada penyelesaian skripsi ini. 8. Orang yang terkasih Chrysanthus Erastianto, yang telah memberikan doa, semangat, motivasi, dukungan, cinta dan perhatian selama penulis belajar di Program Studi Pendidikan |Keagamaan Katolik sampai selesainya penulisan skripsi ini. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Seluruh sahabat-sahabat angkatan 2014 yang sangat penulis sayangi, yang telah senantiasa saling mengingatkan, memotivasi, memberikan semangat dan saling mendukung satu sarna lain dalam penyusunan skripsi ini. 10. Pihak SDK Sang Timur Yogyakarta, Sr. Beata Maria PIJ selaku Kepada Sekolah dan Ibu Rita Setyaningsih selaku guru Pendidikan Agama Katolik, para seluruh guru, staf karyawan, yang telah memberikan kesempatan dan dukungan kepada penulis untuk dapat melaksanakan penelitian. II. Siswa-siswi kelas V.A dan V.B SDK Sang Timur Yogyakarta tahun pelajaran 2018-2019, yang telah bersedia memberikan waktu dan kesempatan kepada penulis sehingga penulis bisa menyelesaikan penelitian. 12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang selama ini dengan tulus telah memberikan bantuan hingga selesainya skripsi ini. Penulis menyadari keterbatasan pengetahuan dan pengalaman sehingga penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dari para pembaca demi perbaikan skripsi ini. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang berkepentingan. Yogyakarta, 09 Januari 2019 Pil Santi Utami XlI

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv MOTTO ............................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ........................................................................... vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACK .......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ......................................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xiii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xvii DAFTAR TABEL ................................................................................................ xviii DAFTAR GRAFIK ............................................................................................... xxi DAFTAR DIAGRAM BATANG ......................................................................... xxii DAFTAR SINGKATAN ...................................................................................... xxiii BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................... xiii 1

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. Latar Belakang ....................................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ............................................................................... 7 C. Batasan Masalah .................................................................................... 7 D. Rumusan Masalah .................................................................................. 7 E. Tujuan Penulisan .................................................................................... 8 F. Manfaat Penulisan .................................................................................. 8 G. Metode Penulisan ................................................................................... 9 H. Sistematika Penulisan ............................................................................ 10 BAB II. KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS ....................................................... 12 A. Kajian Teori ........................................................................................... 12 1. Pendidikan Agama Katolik di Sekolah ................................................... 12 a. Hakikat Pendidikan Agama Katolik di Sekolah ................................ 12 b. Tujuan Pendidikan Agama Katolik di Sekolah ................................. 17 c. Ruang Lingkup Bahan Pendidikan Agama Katolik di Sekolah ........ 20 d. Pola Pendidikan Agama Katolik di Sekolah ..................................... 23 e. Sarana dan Prasarana Pendidikan Agama Katolik di Sekolah .......... 25 f. Suasana Pelajaran Pendidikan Agama Katolik di Sekolah ............... 26 2. Media Video ........................................................................................... 27 a. Media Pembelajaran dalam PAK ....................................................... 27 1) Pengertian Media Pembelajaran ................................................... 27 2) Fungsi Media Pembelajaran ......................................................... 29 3) Jenis-jenis Media Pembelajaran ................................................... 30 4) Prinsip-prinsip Penggunaan Media Pembelajaran ......................... 32 b. Media Video ...................................................................................... 33 1) Pengertian Media Video ............................................................... 33 2) Karakteristik Video ...................................................................... 34 3) Kelebihan Video ........................................................................... 35 4) Kelemahan Video ......................................................................... 36 5) Efektivitas ..................................................................................... 37 B. Penelitian yang Relevan ......................................................................... 39 C. Kerangka Pikir dan Hipotesis ................................................................ 40 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ........................................................... 43 A. Jenis Penelitian ....................................................................................... 43 B. Desain Penelitian ................................................................................... 43 C. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................ 44 D. Populasi dan Sampel Penelitian ............................................................. 44 E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ............................................. 45 1. Variabel Penelitian ................................................................................. 45 a. Identitas Variabel .............................................................................. 45 b. Defenisi Konseptual Variabel ........................................................... 45 c. Defenisi Oprasional Variabel ............................................................ 45 2. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 47 3. Instrumen Penelitian .............................................................................. 47 a. Kisi-kisi ............................................................................................. 48 b. Uji Coba Instrumen ........................................................................... 48 c. Validitas ............................................................................................ 49 d. Reliabilitas ......................................................................................... 53 4. Teknik Analisis Data .............................................................................. 57 a. Deskripsi Statistik ............................................................................. 57 b. Uji Hipotesis ...................................................................................... 58 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................... 59 A. Uji Persyaratan ....................................................................................... 59 B. Deskripsi Proses Pembelajaran .............................................................. 64 C. Deskripsi Hasil Penelitian ...................................................................... 65 1. Deskripsi Statistik Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Pada Kelas V.A ...................................................................................... a. Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Kelas V.A Segi Pengetahuan ..................................................................................... b. Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Kelas V.A Segi Sikap Spiritual dan Sosial ................................................................ c. Materi pokok Ester Perempuan Pemberani Kelas V.A Segi Keterampilan .................................................................................... 2. Deskripsi Statistik Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Pada Kelas V.A ........................................ a. Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah xv 65 65 67 69 71

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pada Kelas V.A Segi Pengetahuan ................................................... b. Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Kelas V.A Segi Sikap Spiritual dan Sosial ...................................... c. Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Kelas V.A Segi Keterampilan .......................................................... 3. Deskripsi Statistik Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Pada Kelas V.B ...................................................................................... a. Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Kelas V.B Segi Pengetahuan ..................................................................................... b. Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Kelas V.B Segi Sikap Spiritual dan Sosial ................................................................ c. Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Kelas V.B Segi Keterampilan .................................................................................... 4. Deskripsi Statistik Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Pada Kelas V.B ........................................ a. Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Kelas V.B Segi pengetahuan ............................................................ b. Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Kelas V.B Segi Sikap Spritual dan Sosial ....................................... c. Materi Pokok Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Kelas V.B Segi Keterampilan .......................................................... D. Analisis Evaluatif ................................................................................... 71 90 92 E. Pembahasan Hasil Penelitian ................................................................. 99 74 7 79 79 81 83 85 85 88 F. Keterbatasan Hasil Penelitian ................................................................ 108 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 109 A. Kesimpulan ............................................................................................ 109 B. Saran ...................................................................................................... 110 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 112 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN Halaman Lampiran 1: Surat Permohonan Izin Penelitian .......................................... (1) Lampiran 2: RPP Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani, Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah ............................. (2) Lampiran 3: Instrumen Penelitian .............................................................. (27) Lampiran 4: Hasil Tes Siswa ...................................................................... (34) Lampiran 5: Data Hasil Keseluruhan Instrumen ........................................ (44) xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Desain pascates satu kelompok .............................................................. 44 Tabel 2. Distribusi Populasi ................................................................................. 45 Tabel 3. Kisi-kisi dalam materi Ester Perempuan Pemberani dan Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah ................................................... Tabel 4. Penentuan rtabel ..................................................................................... 48 49 Tabel 5. Validitas instrumen materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth segi pengetahuan ................................................................................... Tabel 6. Validitas instrumen materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth segi sikap ............................................................................................... Tabel 7. Validitas instrumen materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth segi keterampilan .................................................................................. Tabel 8. Validitas instrumern materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth segi pengetahuan ................................................................................... Tabel 9. Validitas instrumen materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth segi sikap .............................................................................................. Tabel 10. Validitas instrumen materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth segi keterampilan ................................................................................. Tabel 11. Keterangan penelitian Cronbach’s Alpha ............................................ 50 50 51 51 52 52 53 Tabel 12. Reliabilitas instrumen segi pengetahuan materi pokok Ester kelas V.A .............................................................................................. Tabel 13. Reliabilitas instrumen segi pengetahuan materi pokok Elisabeth kelas V.A .............................................................................................. Tabel 14. Reliabilitas instrumen segi sikap materi pokok Ester kelas V.A ......... 53 54 Tabel 15. Reliabilitas instrumen segi sikap materi pokok Elisabeth kelas V.A .. 54 Tabel 16. Reliabilitas instrumen segi keterampilan materi pokok Ester dan Elisabeth kelas V.A .............................................................................. Tabel 17. Reliabilitas instrumen segi pengetahuan materi pokok Ester kelas V.B .............................................................................................. Tabel 18. Reliabilitas instrumen segi pengetahuan materi pokok Elisabeth kelas V.B .............................................................................................. Tabel 19. Reliabilitas instrumen segi sikap materi pokok Ester kelas V.B ......... 53 55 55 55 56 Tabel 20. Reliabilitas instrumen segi sikap materi pokok Elisabeth kelas V.B ... 56 Tabel 21. Reliabilitas instrumen segi keterampilan materi pokok Ester dan Elisabeth kelas V.B .............................................................................. Tabel 22. Test Of Normality Materi Pokok Ester Kelas V.A ............................... 57 59 Tabel 23. Test Of Normality Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B ........................ 60 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 24. Tests Of Nomality Materi Pokok Ester Kelas V.B ............................... 61 Tabel 25. Tests Of Normality Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B ....................... 62 Tabel 26. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Pengetahuan Materi Pokok Ester Kelas V.A ................................................................................... Tabel 27. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Ester Kelas V.A ............................................................................................. Tabel 28. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Sikap Spiritual dan Sosial Materi Pokok Ester Kelas V.A ............................................................. Tabel 29. Materi Pokok Ester Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernah – selalu) Kelas V.A ................................................................................. Tabel 30. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Keterampilan Materi Pokok Ester Kelas V.A .................................................................................... Tabel 31. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Ester Kelas V.A ............................................................................................. Tabel 32. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Pengetahuan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A .............................................................................. Tabel 33. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A ............................................................................................. Tabel 34. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Sikap Spiritual dan Sosial Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A ...................................................... Tabel 35. Materi Pokok Elisabeth Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernah-selalu) Kelas V.A ..................................................................... Tabel 36. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Keterampilan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A .............................................................................. Tabel 37. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A ............................................................................................. Tabel 38. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Pengetahuan Materi Pokok Ester Kelas V.B .................................................................................... Tabel 39. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Ester Kelas V.B ............................................................................................. Tabel 40. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Sikap Spriritual dan Sosial Materi Pokok Ester Kelas V.B ............................................................. Tabel 41. Materi pokok Ester Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernah – selalu) Kelas V.B ................................................................................. Tabel 42. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Keterampilan Materi pokok Ester Kelas V.B .................................................................................... Tabel 43. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Ester 65 66 67 68 69 70 71 72 74 75 76 77 79 80 81 82 83 Kelas V.B ............................................................................................. 84 Tabel 44. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Pengetahuan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B ............................................................................. Tabel 45. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Elisabeth 85 Kelas V.B ............................................................................................. 86 Tabel 46. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Sikap Spiritual dan Sosial xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Materi Elisabeth Kelas V.B .................................................................. Tabel 47. Materi Pokok Elisabeth Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernah-selalu) Kelas V.B ..................................................................... Tabel 48. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Keterampilan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B ............................................................................. Tabel 49. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B ............................................................................................. Tabel 50. Hasil Belajar Materi Pokok Ester Kelas V.A ....................................... 88 89 90 91 92 Tabel 51. Hasil Belajar Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A ................................ 94 Tabel 52. Hasil Belajar Materi Pokok Ester Kelas V.B ....................................... 95 Tabel 53. Hasil Belajar Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B ................................ 97 Tabel 54. Hasil Ketercapaian KKM Kelas V.A materi pokok Ester ................... 99 Tabel 55. Hasil Ketercapaian KKM Kelas V.A materi pokok Elisabeth ............. 99 Tabel 56. Hasil Ketercapaian KKM Kelas V.B materi pokok Ester .................... 99 Tabel 57. Hasil Ketercapaian KKM Kelas V.B materi pokok Elisabeth ............. 99 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GRAFIK Halaman Grafik 1. Normal Q-Q Plot Of Materi Pokok Ester Kelas V.A .......................... 59 Grafik 2. Detrended Q-Q Plot Of Materi Pokok Ester Kelas V.A ...................... 60 Grafik 3. Normal Q-Q Plot Of Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A .................... 61 Grafik 4. Detrended Normal Q-Q Plot Of Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A ............................................................................................. Grafik 5. Normal Q-Q Plot Of Materi Pokok Ester Kelas V.B ........................... 61 62 Grafik 6. Detrended Normal Q-Q Plot Of Materi Pokok Ester Kelas V.B ......... 62 Grafik 7. Normal Q-Q Plot Of Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A .................... 63 Grafik 8. Detrended Nomal Q-Q Plot Of Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B ... 63 Grafik 9. Materi pokok Ester Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernah – selalu) Kelas V.A ................................................................................ Grafik 10. Materi Pokok Elisabeth Segi Sikap (tidak pernah-selalu) Kelas V.A ........................................................................................... Grafik 11. Materi Pokok Ester Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernah selalu) Kelas V.B ............................................................................... Grafik 12. Materi Pokok Elisabeth Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernah-selalu) Kelas V.B .................................................................... xxi 68 75 82 89

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR DIAGRAM BATANG Halaman Diagram Batang 1. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Ester Kelas V. A ............................................................................. Diagram Batang 2. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Ester Kelas V. A ............................................................................. Diagram Batang 3. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A .............................................................. Diagram Batang 4. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A .............................................................. Diagram Batang 5. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Ester Kelas V.B .............................................................................. Diagram Batang 6. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Ester Kelas V.B .............................................................................. Diagram Batang 7. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B .............................................................. Diagram Batang 8. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B .............................................................. xxii 66 70 73 78 80 84 87 91

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR SINGKATAN A. Singkatan Kitab Suci Est : Ester Luk : Lukas B. Singkatan dalam Penelitian Df : Dgree Of Freedom H0 : Hipotesis Nol H1 : Hipotesis Alternatif Sig : Signifikansi SPSS : Statistical Product and Service Sulutions Std : Standard C. Singkatan Lain KBK : Kurikulum Berbasis Kompetensi KKM : Kriteria Ketuntasan Minimal Komkat : Komisi Kateketik KWI : Konferensi Wali Gereja Lih : Lihat No : Nomor PAK : Pendidikan Keagama Katolik RI : Republik Indonesia SDK : Sekolah Dasar Katolik USD : Universitas Santa Dharma UU : Undang-undang xxiii

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah sebuah usaha sadar dan terencana untuk membantu, membimbing dan menuntun orang yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Kedewasaan dalam hal ini adalah kedewasaan yang menyangkut segi jasmani maupun rohani, dalam keadaan yang seimbang secara berangsurangsur sesuai kemampuan individu (Supriyanti 2014: 3). Pendidikan sangatlah penting dalam kehidupan siapa saja, khususnya bagi para kaum muda yang sedang berkembang, tetapi juga para orang tua yakni dalam artian pendidikan yang berlangsung seumur hidup bahkan sampai ke liang lahat. Pendidikan telah menjadi kebutuhan pokok bagi manusia, karena merupakan sebuah cara bagi manusia untuk dapat menemukan pengetahuan baru serta jati dirinya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di tengah-tengah perkembangan zaman. Dengan demikian manusia diharapkan dapat berperan aktif dalam meningkatkan pengetahuannya dan mengembangkan jati dirinya sehingga manusia semakin beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmasni dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta bertanggung jawab. Kegiatan pendidikan dapat diberikan dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat secara formal dan informal. Pendidikan telah berlangsung dengan sendirinya dan bersifat informal. Sesuai dengan perkembangan jaman dan semakin kompleksnya

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 pengetahuan dan keterampilan, orang tua semakin kurang mampu memberi bekal bagi anak-anaknya, maka mereka menitipkan anak-anaknya pada orang yang memiliki pengetahuan khusus untuk magang keterampilan atau pekerjaan tertentu. Akhirnya disadari bahwa anak perlu mendapatkan pengetahuan dasar dan keterampilan yang kurang lebih baku, sebagai bekal pengembangan dirinya, maka mulai berkembang pendidikan formal (Supriyanti 2014: 5-6). Pada dasarnya Pendidikan Agama Katolik merupakan tugas orang tua dan masyarakat lingkungan sekitar Gereja. Maka PAK dalam lingkup sekolah adalah melanjutkan dan melengkapi apa yang telah didapat sebelumnya. Heryatno (2008:14) berpendapat bahwa Pendidikan Agama Katolik itu harus bervisi spiritual. Spiritual berarti segala yang menyangkut ciri dasar hidup manusia. Bervisi spiritual berarti Pendidikan Agama Katolik secara konsisten berusaha memperkembangkan kedalaman hidup, jati diri atau inti hidup peserta didik. Pendidikan Agama Katolik juga secara sadar berusaha memperkembangkan kepekaan hati setiap peserta didik. Kepekaan hati yang dimaksudkan adalah keterbukaan peserta didik untuk dapat memaknai setiap pergulatan hidupnya agar semakin mampu memperteguh imannya terhadap Tuhan sesuai dengan ajaran Agama Katolik dengan tetap memperhatikan dan mengusahakan penghormatan terhadap agama dan kepercayaan lain. Dalam kurikulum berbasis kompetensi Pendidikan Agama Katolik (Maman 2004: 3-4) dikatakan bahwa penilaian Pendidikan Agama Katolik hanya menekankan ranah kognitif saja. Artinya bahwa guru lebih banyak memberikan penilaian pada ranah kognitif saja dan kurang memperhatikan penilaian pada

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 ranah sikap dan keterampilan. Kecerdasan pada ranah kognitif bukanlah jaminan untuk keberhasilan dalam hidup nyata, dikatakan bahwa hanya 4-10%. Jadi 90% dari keberhasilan dalam hidup nyata lebih ditentukan oleh kecerdasan-kecerdasan lain. Oleh sebab itu, Guru Pendidikan Agama Katolik tidak boleh mengukur kemampuan siswa hanya berdasarkan ranah kognitif saja, melainkan segi sikap dan keterampilan perlu untuk dijadikan sebagai penilaian. Maka untuk dapat mencapai itu semua Pendidikan Agama Katolik perlu ditempuh melalui proses pembelajaran yang nantinya akan mengantar peserta didik untuk lebih mengetahui ranah Pendidikan Agama Katolik lebih jauh lagi dan tidak hanya berpusat pada segi kognitif. Pembelajaran adalah aktivitas guru dalam membelajarkan murid. Artinya pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah yakni antara guru yang mengajar dan murid yang belajar (Dapiyanta 2011:10). Pembelajaran memiliki unsur dinamis yang dapat berubah atau diupayakan dalam mengefektifkan dan mengefisienkan pelaksanaan pembelajaran. Unsur-unsur pembelajarannya yakni bahan ajar, suasana belajar, media dan sumber belajar, guru sebagai subyek pembelajaran. Dengan memahami arti dan unsur-unsur pembelajaran maka proses pembelajaran mestinya berorientasi pada proses itu sendiri bukan pada penyelesaian materi dan proses pembelajaran tidak dapat dipaksakan. Proses pembelajaran perlu menyediakan kesempatan sedemikian rupa sehingga apa yang dipelajari sungguh meresap dalam hati. Dalam proses pembelajaran tentunya terdapat pula sistem yang perlu diperhatikan dengan baik. Pembelajaran yang dimaksud sebagai sistem yakni di dalamnya memiliki komponen-komponen yang

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 saling berkaitan satu sama lain dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan. Komponen tersebut terdiri dari tujuan, materi, metode, media dan evaluasi. Keseluruhan komponen tersebut tentunya saling berkaitan dan merupakan satu kesatuan yang tidak akan terpisahkan. Jika melihat lebih jauh lagi pada era yang semakin berkembang ini, maka ada salah satu komponen yang sangat jelas perkembangannya terus maju dan komponen tersebut adalah media. Menurut Hujair (2013 : 3) media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan dapat digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Media pembelajaran meliputi hal-hal seperti perangkat keras (hardware) dan perangakat lunak (software). Hardware adalah alat-alat yang dapat mengantarkan pesan seperti proyektor film, film bingkai, proyektor overhead, radio, video, cassette recorder dan televisi. Sedangkan software adalah isi program yang mengandung pesan-pesan yang perlu disajikan baik dengan bantuan alat penyaji maupun tanpa alat penyaji yakni contohnya buku, modul, majalah, transparansi OHP, film bingkai, radio. Media dalam pembelajaran merupakan salah satu faktor yang tidak dapat terlepaskan dari proses kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melihat pengertian di atas, tentunya media berperan penting dalam proses pembelajaran. Penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat mempermudah para guru dalam kegiatan belajar mengajar, begitupula dengan para peserta didik harapannya lebih mudah mengerti dalam menerima materi yang disampaikan oleh gurunya.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Berdasarkan wawancara penulis kepada dua orang guru agama, di sekolah swasta katolik di Yogyakarta pada Minggu 29 April 2018. Guru pertama mengatakan sudah menggunakan media koran, video dan powerpoint. Kemudian guru kedua mengatakan sudah menggunakan media video dan media gambar. Namun guru masih merasa kesulitan dalam mencari media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Contohnya saja media video, mereka mengungkapkan bahwa masih kesulitan dalam menemukan atau memilih video yang sesuai dengan materi atau tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, sehingga terkadang hanya mengulang video lama dari tahun-tahun sebelumnya. Kemudian bersadarkan pengalaman PPL penulis di sebuah Sekolah Dasar swasta katolik di Yogyakarta pada tahun 2016. Penulis melihat guru-guru memang sudah menggunakan berbagai media seperti yang sudah disebutkan kedua guru tersebut, namun penulis melihat bahwa sekolah masih belum memberikan sarana yang baik untuk penunjang proses belajar-mengajar. Contohnya saat penulis mengajar dengan menggunakan media video, penulis mendapati LCD yang kurang baik sehingga tidak dapat menampilkan visual yang baik dan ditambah lagi sekolah tidak memiliki speaker sehingga penulis harus berusaha membawa speaker sendiri dan itu berlangsung selama penulis PPL. Melihat hal ini tentunya tidak hanya guru yang dituntut menjadi guru yang kreatif dan mengikuti perkembangan zaman, namun pada era modern ini sekolah juga perlu mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi digital untuk mengembangkan kemampuan siswa. Siswa masa kini merupakan generasi Z yakni mereka yang lahir di atas tahun 1995-2014, generasi

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 ini lahir di saat internet tengah berkembang sehingga mereka sangat melek teknologi dan internet. Mereka sangat suka berkomunikasi dengan semua kalangan khususnya lewat jejaring sosial seperti facebook, twitter atau whatsapp. Melalui media ini mereka jadi lebih bebas berekspresi dengan apa yang dirasa, mereka cenderung berprilaku instan, menyukai kebebasan, percaya diri dan melek teknologi. Oleh karena itu, sekolah sebaiknya bisa menerima pekembangan teknologi dan internet ke dalam kegiatan belajar mengajar (Gizabenyo 2018). Dari kondisi di atas terlihat bahwa remaja kekinian kurang gemar membaca dan tidak suka terlalu banyak mendengarkan ceramah guru. Mereka lebih suka berbicara, menonton, mendengar musik secara bersamaan atau menyerap informasi dari berbagai sumber internet. Hal ini menunjukan bahwa mereka menginginkan segala sesuati serba cepat, tidak bertele-tele dan berbelit-belit. Oleh sebab itu, mereka tidak bisa lagi dengan cara-cara jaman dahulu, tetapi harus lebih kekinian. Maka mau tidak mau, guru dan sekolah harus melibatkan perangkat teknologi dalam pola pengajaran sehari-hari. Itu dilakukan agar generasi Z mampu menyerap pelajaran dengan lebih cepat dan tepat sasaran. Berdasarkan pemaparan di atas maka peneliti ingin mengetahui sejauh mana penggunaan media video menjadi sarana yang efektif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini diberi judul “Efektivitas Penggunaan Media Video Dalam Pendidikan Agama Katolik Di SDK Sang Timur”.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan diidentifikasikan sebagai berikut : 1. Sebagian guru masih kesulitan dalam menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. 2. Sebagian sekolah kurang menyediakan sarana yang baik bagi penunjang proses pembelajaran. 3. Siswa zaman now tidak suka belajar dengan cara lama seperti membaca dan mendengarkan banyak ceramah. 4. Dalam penilaian Pendidikan Agama Katolik guru lebih banyak memberikan penilaian pada ranah kognitif saja dan kurang memperhatikan ranah kecerdasan emosional, kecerdasan kinestetik dan kecerdasan antar pribadi. C. Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka skripsi ini akan membatasi kajian pada masalah media video dalam Pendidikan Agama Katolik di SDK Sang Timur Yogyakarta. D. Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka dikemukakan suatu rumusan masalah dalam melakukan kegiatan penelitian ini.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 Dan rumusan masalah pada penelitian ini adalah “Bagaimanakah Efektivitas Penggunaan Media Video dalam Pendidikan Agama Katolik di SDK Sang Timur Yogyakarta?” E. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana penggunaan media video menjadi sarana yang efektif dalam Pelajaran Agama Katolik di SDK Sang Timur Yogyakarta. F. Manfaat Penulisan Manfaat yang diharapkan dari penelitian “Efektivitas Penggunaan Media Video dalam Pendidikan Agama Katolik di SDK Sang Timur Yogyakarta. 1. Bagi Siwa SDK Sang Timur Yogyakarta Siswa mendapat pengalaman belajar baru setelah belajar dengan menggunakan media video. 2. Bagi guru SDK Sang Timur Yogyakarta Sebagai masukan bagi para guru SDK Sang Timur Yogyakarta memilih alternatif yang tepat untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik. Guru memiliki kemampuan menggunakan media video untuk mengembangkan dan

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 menumbuhkan kekreatifan dalam menggunakan pelajaran Pendidikan Agama Katolik. 3. Bagi SDK Sang Timur Yogyakarta Sebagai masukan bagi SDK Sang Timur Yogyakarta untuk memberikan ruang dan penyediaan media pembelajaran yang efektif yang dapat semakin menunjang proses pembelajaran. 4. Bagai mahasiswa PAK USD Membantu mahasiswa PAK sebagai calon guru agama untuk mengembangkan penggunaan media video dalam Pendidikan Agama Katolik. 5. Bagi PAK USD Sebagai refleksi bagi calon guru agama katolik untuk mengembangkan penggunaan media video dalam Pendidikan Agama Katolik. G. Metode Penulisan Metode penulisan ini adalah menggunakan penelitian kuantitatif dengan cara pengumpulan data dari hasil penyebaran instrumen dan pembahasan terhadap hasil yang telah diperoleh.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 H. Sistematika Penulisan Tulisan ini diberi judul “Efektivitas Penggunaan media Video dalam Pendidikan Agama Katolik di SDK Sang Timur Yogyakarta” pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Pada bab ini menerangkan tentang pendahuluan yang meliputi: latar belakang, rumusan masalahan, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan. BAB II : KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS Pada bab ini bersisi kajian pustaka yaitu terdidiri dari 3 bagian yakni pertama membahas tentang Pendidikan Agama Katolik: Hakikat Pendidikan Agama Katolik, tujuan Pendidikan Agama Katolik di Sekolah, Ruang Lingkup Bahan Pendidikan Agama Katolik, Pola Pendidikan Agama Katolik, Sarana dan Prasarana Pendidikan Agama Katolik dan Suasana Pelajaran Agama Katolik. Kedua media video: Media pembelajaran yang meliputi: Pengertian media pembelajaran, fungsi media pembelajaran, jenis-jenis media pembelajaran, prinsip-prinsip penggunaan media. Media video meliputi: Pengertian Video, Karakteristik video, kelebihan video dan kelemahan video. Ketiga yakni mengenai efektivitas.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini membahas tentang metode penelitian yang meliputi: jenis penelitian, desain penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik dan instrumen pengumpulan, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, pengembangan instrumen dan teknik analisis data. BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan membahas hasil penelitian dan analisis data “Manfaat penggunaan media audio visual video dalam pelajaran Agama Katolik yang meliputi deskripsi hasil penelitian, pengujian hipotesis dan diakhiri keterbatasan penelitian. BAB V : PENUTUP Pada bab ini berisi kesimpulan dan saran atas hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis sekaligus menjawab permasalahan dari judul yang telah dipilih oleh penulis untuk mengakhiri kegiatan penulis ini.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS Pada bab II ini penulis akan membahas dan mendalami pokok-pokok Pendidikan Agama Katolik, media video dan efektivitas. Pertama Pendidikan Agama Katolik di Sekolah dibagi ke dalam enam bagian, yang meliputi: Hakikat Pendidikan Agama Katolik, tujuan Pendidikan Agama Katolik di Sekolah, ruang lingkup dan bahan Pendidikan Agama Katolik di Sekolah, pola Pendidikan Agama Katolik di Sekolah, sarana dan prasarana Pendidikan Agama Katolik di Sekolah dan suasana Pelajaran Agama Katolik di Sekolah. Kedua media video yang meliputi: Pengertian media pembelajaran, jenis-jenis media pembelajaran, prinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran. Media video meliputi: Pengertian Video, Karakteristik video, kelebihan video dan kelemahan video. Ketiga yakni mengenai efektivitas. A. Kajian Teori 1. Pendidikan Agama Katolik di Sekolah a. Hakikat Pendidikan Agama Katolik Dalam konteks Pendidikan Nasional, Pendidikan Agama Katolik bukan hanya urusan Gereja saja tetapi juga Negara, maka secara khusus PAK diposisikan oleh Negara guna memperkuat iman ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan membina kerukunan hidup demi mewujudkan persatuan Nasional.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam penjelasan pasal 3 menyebutkan bahwa: Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan ketentuan tersebut ditegaskan bahwa strategi pertama dalam melaksanakan sistem Pendidikan Nasional adalah penataan kehidupan agama dan akhlak mulia. Hal ini menunjukkan bahwa agama juga sangat berperan penting demi terwujudnya persatuan Nasional. Dalam konteks Gereja komunitas murid-murid Kristus, Gereja memiliki tiga tugas penting yaknipertama tugas kenabian yakni mewartakan misteri keselamatan kepada seluruh dunia dan mengajak orang menjawab panggilan Allah dan menyambut keselamatan yang ditawarkan dan ia memenuhi tugas itu dengan pelayanan sabda. Pelayanan sabda adalah tindakan gerejani (“eklesial”), suatu fungsi pastoral dan pernyataan istimewa tradisi yang hidup. Melalui itulah Sabda Allah disampaikan dengan berbagai cara dan bentuk, dengan tujuan membina, menggairahkan dan memupuk iman. Pelayanan mengakibatkan Sabda Allah menjadi aktual dan relevan bagi waktu dan tempat serta kategori pendengar dengan kata-kata yang betul-betul manusiawi.Maka dalam hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam konteks Gereja hakikat PAK adalah bagian dari pewartaan dan ketiga konteks tersebut tentunya saling berkaitan dan tak terpisahkan (Amalorpavadass 1972: 5-6).

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Kemudian Amalorpavadass (1972: 7) mengemukakan pula bahwa “pelayanan sabda mencakup dua tahap yakni pewartaan Injil dan katekese”. Dalam konteks ini pewartaan Injil merupakan pelayanan sabda yang utama dan fundamental, namun bukan berarti katekese menjadi tidak berarti tetapi katekese juga berfungsi sebagai penyampaian sabda Allah dengan cara mengajar dan mendidik. Maka melihat hal ini tujuannya adalah agar memberi, membangun dan mendidik iman setiap pribadi sehingga semakin memperdalam penghayatan iman mereka. Dapiyanta (2008: 5-6) berpendapat bahwa ”PAK merupakan salah satu bentuk katekese. Dengan hal itu PAK terkait pula pada fungsi katekese dan situasi sekolah. Katekese mempunyai fungsi khas melaksanakan pendidikan iman agar orang beriman kristen mencapai kedewasaan iman. Pendidikan iman yang dimaksud merupakan penciptaan situasi dan kondisi sedemikian rupa hingga orang dapat mengembangkan imannya secara bebas”. Dalam hal ini pendidikan iman bukan merupakan hasil campur tangan langsung atas perkembangan iman seseorang, karena iman pada dasarnya adalah perjumpaan rahmat Allah dan kebebasan manusia sehingga perkembangan iman seseorang pun merupakan hasil kerjasama antara rahmat Allah dan kebebasan manusia. Melihat hal ini PAK tentunya tidak berhenti pada pengetahuan tentang kebenaran-kebenaran agama saja, melainkan mesti mengolahnya dan menghantar peserta didik sampai pada iman yang dewasa, relasi dengan Kristus dan dalam keseluruhan hidupnya. Hakikat PAK adalah sebagai komunikasi iman bukan pengajaran agama. PAK sebagai komunikasi iman perlu menekankan sifatnya yang praktis artinya di

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 dalam PAK iman dan pengalaman menjadi yang utama. PAK yang sifatnya praktis artinya selalu menuju ke arah yang memperkembangkan dan PAK harus berawal dari pengalaman penghayatan iman, melalui refleksi dan komunikasi menuju kepada penghayatan iman yang baru yang lebih baik, sehingga iman dan pengalaman menjadi yang paling utama. Bersifat praktis juga berarti PAK lebih menekankan tindakan daripada konsep atau teori. Maka dengan sifatnya yang praktis Pendidikan Agama Katolik menjadi mediasi perkembangan iman yang berlangsung secara terus-menerus. Komunikasi semacam ini tentunya akan saling memperkaya dan meneguhkan iman para pesertanya. Iman yang sejati menunjuk hal-hal yang mendalam, hakiki dan membuat manusia merasa rindu dan ingin dekat pada Tuhan. PAK sejatinya tidak berhenti pada pengejaran agama saja melainkan proses perkembangan dan pendewasaan iman, peneguhan pengharapan dan perwujudan cinta kasih. Komunikasi iman ini akan terwujud apabila susasana pembelajaran dapat saling menghargai setiap pribadi, sehingga tidak ada lagi pengalaman yang memalukan tetapi sebaliknya pengalaman sungguh-sungguh dikomunikasikan dan direfleksikan sebagai sebuah pengalam iman dan akhirnya menunjukan pada arah hidup yang lebih baik (Heryatno 2008: 15-16). Kemudian Heryatno (2008: 14) mengatakan juga bahwa “PAK itu harus bervisi sipiritual. Bervisi spiritual yang berarti secara konsisten PAK terus berusaha memperkembangkan kedalaman hidup, jati diri atau inti hidup naradidik.Dengan membantu siswa memperkembangkan jiwa dan interioritas hidup mereka.jiwa merupakan tempat Allah bersemayam, sehingga membuat setiap manusia rindu kepada-Nya dan peduli kepada hidup sesamanya. Sedangkan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 interioritas artinya berhubungan dengan kesadaran, kedalaman nilai hidup dan kemudian diwujud nyatakan. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Katolik diharapkan tidak hanya mengejar prestasi akademik saja, tetapi juga memperkembangkan kejujuran, kepekaan, kebijaksanaan dan hati nurani peserta didik”. Menurut buku guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Belajar Mengenal Yesus untuk SD kelas 5 kurikulum 2013 (2017: 9) dikemukakan bahwa “Pendidikan Agama Katolik adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka membantu dan membimbing siswa untuk memperteguh iman sesuai ajaran iman Katolik dengan tetap memperhatikan, menghormati agama dan kepercayaan lain. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan keharmonisan hubungan antarumat beragama dalam masyarakat Indonesia yang majemuk demi terwujudnya semangat persatuan dan kesatuan nasional. Maka dapat dikatakan bahwa Pendidikan Agama Katolik di sekolah merupakan salah satu bentuk usaha untuk memampukan peserta didik berinteraksi, memahami, menggumuli dan menghayati iman. Dengan kemampuan tersebut diharapkan iman peserta didik semakin diperteguh. Berdasarkan gagasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan Agama Katolik merupakan bagian dari pewartaan yakni lewat pewartaan Gereja dan pewataan di sekolah. PAK pewartaan Gereja merupakan salah satu bentuk katekese yang memiliki kekhasan yakni sebagai pendidikan iman. Pada dasarnya Pendidikan Agama Katolik juga tidak hanya berhenti pada pengajaran agama saja

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 melainkan sampai pada proses perkembangan dan pendewasaan iman, peneguhan pengharapan dan perwujudan cinta kasih. Sedangkan PAK di sekolah adalah merupakan pendidikan yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan pada peserta didik untuk memperteguh iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama Katolik, dengan tetap memperhatikan penghormatan terhadap agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. Maka PAK merupakan bagian dari ketekese yang padahakikatnya adalah sebagai bagian dari pewartaan Injil dan pewartaan Sabda yang nantinya akan memampukan peserta didik berinteraksi, memahami, menggumuli dan sampai pada penghayatan iman yang sejati. b. Tujuan Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Tujuan PAK menurut Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 yakni Pendidikan Agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Pada dasarnya PAK bertujuan untuk membangun dan memperkuat hidup beriman peserta dan bertakwa serta berakhlak mulia dalam rangka membentuk manusia dan bangsa Indonesia seutuhnya. Karena PAK merupakan bagian dari katekese maka Amalpavadass (1972: 8) berpendapat bahwa “katekese bertujuan membangunkan, memelihara dan memperkembangkan iman, sambil membaharui, memperdalam dan menyempurnakan pertobatan pertama dengan jalan membuatnya makin bersifat

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 pribadi dan berbuah dalam tindakan dan semua itu harus dipandang serta dihayati menurut terang Injil serta konsekuensinya terhadap pernyerahan pribadi yang bersangkutan kepada Kristus”. Kemudian Riemer (1998: 124) berpendapat bahwa ”tujuan ketekse adalah mengantarkan murid-murid hingga mampu mengambil keputusan sendiri perihal kepercayaannya. Dengan demikian, katekese tidak hanya perlu untuk membentuk pendapat atau pengetahuan mengenai ajaran Kristen, tapi juga harus mengantarkan murid menuju pergaulan dengan Tuhan”. Menurut Heryatno (2008: 23-24) “tujuan utama PAK yakni terwujudnya nilai-nilai Kerajaan Allah. Terwujudnya Kerajaan Allah merupakan arah utama seluruh kegiatan pendidikan di dalam iman atau PAK. Kerajaan Allah juga memampukan manusia untuk senantiasa bertobat secara integral dengan meninggalkan cara hidup yang lama dan mengenakan hidup baru. Selain itu Pendidikan Agama Katolik juga bersifat holistik. Bersifat holistik artinya sesuai dengan kepentingan hidup peserta didik, tujuan Pendidikan Agama Katolik di sekolah harus mencakup segi kognitif (pikiran), afeksi (perasaan) dan praksis (tindakan). Ketiga segi ini tidak dapat dipisahkan, tidak dapat satu unsur dilebihkan dan diabaikan. Tujuan PAK juga bersifat kognitif yakni pendidikan di dalam iman sudah diolah dan dipertimbangkan matang-matang, sehingga diyakini kebenarannya dan selanjutnya mendorong semua pihak supaya semakin setia serta konsisten mewujudkannya di dalam kenyataan hidup sehari-hari”.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Disampaikan pula bahwa tujuan PAK di sekolah dapat di rumuskan secara luas dan sempit. Secara luas arah PAK ialah memperluas pengetahuan, memperteguh iman (internalisasi) dan memperkaya penghayatan iman dalam belbagai bentuk serta memperkembangkan dialog antar iman (jika terdapat peserta yang beragama lain). secara sempit arah PAK dirumuskan membantu anak menggulati hidupnya. Dengan demikian ia memperkembangkan pengetahuan dan penghayatan iman (Jacobs dalam Dapiyanta 2008: 23). Menurut buku guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Belajar Mengenal Yesus untuk Kelas V SD Kurikulum 2013 (2017: 10) dikemukan bahwa “Pendidikan Agama Katolik pada dasarnya bertujuan untuk membantu siswa dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap membangun hidup yang semakin beriman. Membangun hidup beriman Kristiani berarti membangun kesetiaan pada Injil Yesus Kristus, yang memiliki keprihatinan tunggal, yakni Kerajaan Allah. Kerajaan Allah merupakan situasi dan peristiwa penyelamatan: situasi dan perjuangan untuk perdamaian dan keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan, persaudaraan dan kesetiaan, kelestarian lingkungan hidup, yang dirindukan oleh setiap orang dari perlbagai agama dan kepercayaan”. Berdasarkan gagasan di atas dapat disimpulkan bahwa PAK memiliki tujuan yang sama satu dengan yang lainnya yakni merupakan salah satu bentuk pendidikan iman agar peserta didik semakin menggumuli pergulantan hidupnya lewat sebuah komunikasi iman yang meliputi pengetahuan, pergumulan dan

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 penghayatan iman dalam terang Injil serta semakin terwujud pula nilai-nilai Kerajaan Allah. c. Ruang Lingkup dan Bahan Pendidikan Agama Katolik PWI Kateketik dalam Dapiyanta (2008: 24) dikatakan bahwa, “bahan PAK dilihat sebagai sarana, bukan tujuan. Bahan dipilih sejauh membantu pergulatan hidup beriman. Namun demikian ia bukan bahan mati. Bahan itu diharapkan dapat bersaksi tentang hidup beriman, sehingga dapat menjadi partner dialog, komunikasi. Bahan merupakan personifikasi dari nilai-nilai hidup murid, masyarakat dan tradisi kristen”. Pada lokakarya Malino dan arah reformasi pendidikan di Indonesia, bahan merupakan sarana, bukan tujuan. Bahan ditentukan sejauh membantu pergulatan dan penghayatan hidup beriman. Baik itu kemampuannya minimal maupun yang maximal pergulatan dan penghayatannya demi kedalaman pemahaman, sebaiknya bahan ditentukan sangat minimal (sangat mungkin terselesaikan dalam waktu yang tersedia dengan proses yang mendalam) atau bahan disediakan sedemikian rupa sehingga mewakili seluruh aspek kehidupan namun sebagai alternatif yang dapat dipilih mana yang relevan dengan situasi kelas, bukan sebagai sebagai yang harus diselesaikan semuanya. Dengan demikian sangat dimungkinkan perbedaan pilihan bahan antara kelas yang satu dengan kelas yang lain, sesuai dengan situasi dan tantangan hidup kelompok murid. Namun demikian pada prinsipnya pilihan bahan sedapat mungkin diserahkan kepada pelaku PAK, siswa dan guru. Maka

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 ruang lingkup materi ialah hidup siswa, masyarakat dan Tradisi Kristen. Sehubungan dengan itu ruang lingkup di sini tidak dalam arti kehidupan tetapi juga menyangkut cara pandang mengenai hidup dan cara menjalani hidup dalam perspektif iman kristiani. Maka ini berarti juga menyangkut relasi diri tokoh beserta akibat-akibat pilihannya (Dapiyanta 2008: 33-34). Riemer (1998: 147-148) berpendapat bahwa “bahan ajar merupakan isi ajaran yang diberikan konkret dalam setiap jam pengajaran. Pembahasan bahan ajar harus dilakukan belakangan, karena dalam bahan ajaran pada hakikatnya harus dinilai di bawah kepentingan situasi awal dan tujuan pengajaran. Situasi awal dan tujuan itulah yang akan menentukan isi bahan ajaran (dan seterusnya juga susunannya dan organisasinya). Jadi bahan ajaran baru dapat ditentukan setelah analisa situasi awal dan tujuan pengajaran ditetapkan. Bahan ajaran harus disesuaikan dengan hasil penyelidikan itu dan harus melayani tujuan yang telah ditentukan itu. Penentuan bahan ajaran tergantung dari analisa situasi awal dan tujuan teologis serta tujuan khusus pengajaran. Demikianlah bahan ajaran merupakan komponen ketiga dalam proses belajar. Penentuan isi dan arahnya tergantung dari tujuan yang hendak dicapai. Sedangkan tingkat dan titik tolak tergantung dari situasi awal murid-murid. Bahan ajaran terdiri dari sesuatu yang belum diketahui, atau belum pernah dilihat atau didengar oleh murid. Bahan ajaran berasal dari luar, masuk ke dalam situasi awal si murid dan dikaitkan kepada sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Bahan ajaran itu juga harus mampu menjadi stimulans untuk meningkatkan prestasi, semangat belajar dan merangsang

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 perasaan gembira murid mengikuti pelajaran. Tapi bahan ajaran juga harus dapat berfungsi sebagai cambuk untuk belajar secara teratus dan tekun”. Ruang lingkup dalam PAK dapat dipahami pula sebagai kegiatan kurikuler, kokurikuler dan ekstrakulikuler (Dapiyanta 2011: 13). Kegiatan kokurikuler pada dasarnya masih berkaitan pada bidang studi, sedangkan kegiatan ekstrakulikuler umumnya lintas bidang studi dan dilaksanakan di luar jam belajar yang bertujuan agar peserta didik dapat mengembangkan kepribadian, bakat dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang studi. Menurut buku guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Belajar Mengenal Yesus untuk Kelas V SD kurikulum 2013 (2017: 10) ruang lingkup pembelajaran dalam Pendidikan Agama Katolik mencakup empat aspek yang memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Keempat aspek yang dibahas secara lebih mendalam sesuai tingkat kemampuan pemahaman peserta didik adalah sebagai berikut. 1) Pribadi Siswa: ruang lingkup ini membahas tentang diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki kemampuan dan keterbatasan, kelebihan dan kekuarangan, yang dipanggil untuk membangun relasi dengan sesama serta lingkungannya sesuai dengan Tradisi Katolik 2) Yesus Kristus: ruang lingkup ini membahas tentang pribadi Yesus Kristus yang mewartakan Allah Bapa dan Kerajaan Allah, seperti yang terungkap dalam Kitab suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, agar peserta didik berelasi dengan Yesus Kristus dan meneladani-Nya.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 3) Gereja: ruang lingkup ini membahas makna Gereja, agar peserta didik mampu mewujudkan kehidupan menggereja. 4) Masyarakat: ruang lingkup ini membahas tentang perwujudan iman hidup bersama di tengah masyarakat sesuai dengan Tradisi Katolik. d. Pola Pendidikan Agama Katolik 1) Pola Pergumulan Pada pola pergumulan ini dirumuskan sebagai proses pembelajaran yang bertujuan agar peserta didik mampu menggumuli hidupnya dari segi pandang kristiani dan dengan demikian mudah-mudahan berkembang menjadi manusia paripurna (beriman). PAK bertolak dari hidup peserta didik dan persoalannya dalam keseharian dan dalam tugas perkembangannya hidup itulah yang diolah, dialami dan dimaknai dalam proses pembelajaran PAK. Dalam proses ini diharapkan peserta didik menemukan dan berkembang kemampuan menggumuli hidup, kemampuan mengambil keputusan berdasarkan iman kristen sehingga semakin berkembang menjadi dewasa. Sehubungan dengan itu ada langkahlangkah pembelajaran yakni: a) Menampilkan pengalaman manusia dan fakta yang membuka pemikiran atau yang dapat menjadi umpan. b) Membawa ke pengolahan sehingga mendorong proses mengetahui dan memahami secara mendalam dan meluas. c) menggumulinya sehingga peserta mempunyai kemampuan menerapkan dan mengintegrasikan dalam hidup (Dapiyanta 2008: 74).

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 2) Pola Naratif-Eksperensial Naratif berarti bahan yang dikemas dalam bentuk cerita dan diceritakan (narasi) sebagai partner yang bersaksi mengenai pengalaman serta penghayatan iman peserta (eksperiensi). Komunikasi tersebut berangkat dan menuju ke pengalaman dan penghayatan iman (eksperinsia) sehari-hari para peserta. Pada pola ini PAK cocok dengan bahan yang hidup dan sebagai partner dialog yang menarik dan tidak memaksa bukan pola indoktrinasi atau bimbingan pribadi, melainkan pola yang mengolah bahan dalam bentuk cerita. Melalui pola cerita ini akan menyapa setiap pengalaman hidup peserta secara terbuka (Dapiyanta 2008: 77). 3) Pola Yang Berpusat Pada Hidup Peserta Pola ini menekankan pentingnya afeksi (keakraban, kebebasan di dalam prosesnya), karena inti agama dijumpai di dalam hati atau inti hidup seseorang bukan pada penguasaan dogma-dogma Gereja. Pola ini juga membantu peserta didik untuk menghayati dan memperkembangkan imannya (segi kualitas dari pada kuantitas). Disamping itu segi refleksi terhadap pengalaman merupakan bagian penting dengan maksud agar peserta dapat menemukan maknanya. Disamping itu pola ini terlalu banyak atau berhenti pada sharing pengalaman sehingga arah menjadi kabur dan tidak jelas serta evaluasinya juga tidak jelas (Heryatno 2008: 57). Menurut buku guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Belajar Mengenal Yesus untuk Kelas V SD kurikulum 2013 (2017: 11) “pendekatan

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang menunjukan pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teorietis tertentu. Dalam Pendidikan Agama Katolik, pendekatan pembelajaran lebih ditekankan pada pendekatan yang didalamnya terkandung 3 proses yaitu proses pemahaman, pergumulan yang diteguhkan dalam terang Kitab Suci/ ajaran Gereja dan pembaharuan hidup yang terwujud dalam penghayatan iman sehari-hari. e. Sarana dan Prasarana Pendidikan Agama Katolik Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 45 disebutkan bahwa sarana dan prasarana Pendidikan yakni: (1) Setiap satuan Pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan Pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kewajiban peserta didik. (2) Ketentuan mengenai penyediaan sarana dan prasarana Pendidikan pada semua satuan Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat pertama dan diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintahan. Sarana dan prasarana dalam Pendidikan Agama Katolik memerlukan sebuah media agar pesan-pesan yang akan disampaikan oleh guru mengenai pewartaan Injil dapat diterima oleh peserta didik dengan baik. Media dalam Pendidikan Agama Katolik adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 menyampaikan pesan-pesan mengenai Kerajaan Allah kepada seluruh umat beriman, terlebih dalam lingkup sekolah yakni guru dan peserta didik, sehingga melalui media mereka mampu menerima ajaran-Nya dan mampu untuk berkomunikasi tentang imannya. Dengan demikian, harapannya iman mereka semakin berkembang dan diperkaya menurut ajaran iman Katolik tetapi tetap memberikan penghormatan terhadap agama lain. f. Suasana Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Sekolah-sekolah perlu memberikan suasana yang nyaman pada seluruh peserta didiknya agar mereka merasa dihargai dan dihormati. Kemudian guru juga perlu menciptakan suasana kelas yang membuat peserta merasa krasan, senang dan membantu mereka memasuki hidupnya sendiri serta tidak kaku dan ketat agar tidak tegang dan menakutkan karena bila guru dapat memberikan suasana yang baik maka guru juga akan menjadi guru yang baik bagi peserta didiknya. Suasana yang semacam ini membuat para peserata didik merasa martabatnya dihormati, permasalahan hidupnya dipahami, pertanyaan dan keluahannya diperhatikan. Peserta didik juga semakin terbantu menemukan identitas diri dan perannya di dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Disamping itu sekolah-sekolah Katolik di mana pun perlu menciptakan suasana kemitraan dan kekeluargaan. Kemitraan berarti PAK bukan hanya tanggungjawab guru tetapi juga peserta didik. Perlu terjalin kerjasama antara guru dengan peserta didik, guru dan orang tua dan lebih-lebih antara peserta didik sendiri. Kemudian

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 maksudnya kekeluargaan di dalam sekolah adalah suasana pendidikan yang membuat peserta didik merasa krasan, gembiara, diterima dan dipercayai. Di dalam PAK suasana reflektif dapat mempermudah peserta didik mendengar sabda Allah, suara hati sendiri dan suara komunitasnya perlu sekali diusahakan. Seperti halnya jika suasana refleksif dipadukan dengan usaha menciptakan suasana saatsaat hening jelas akanmembantu peserta didik sampai pada perkembangan diri yang bersifat utuh (Heryatno 2008: 17). 2. Media Video a. Media Pembelajaran dalam PAK 1) Pengertian Media Pembelajaran PAK merupakan sebuah karya katekese dan bagian dari pewartaan Injil yang prosesnya sangat khas dengan komunikasi iman. Melihat hal ini PAK tentunya membutuhkan media pembelajaran agar apa yang menjadi pesan Injil sunggguh dapat dikomunikasikan dengan baik kepada peserta didik. Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harafiah berarti tengah, perentara atau pengantar. Menurut Gerlach & Ely (1971) dalam Arsyad (2009: 3) mengatakan bahwa “media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap”. Maka Media pembelajaran dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan mengantar sebuah pesan, informasi atau bahan pembelajaran antara sumber

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 dan penerima. Kemudian AECT (Association of Education and Communication Technology, 1977) dalam Nizwardi, dkk. (2016: 3) “memberikan pengertian tentang media sebagai segala sesuatu bentuk dan saluran dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi”. Media pembelajaran juga dapat berupa perangkat keras (hardware) dan perangakat lunak (software) (Jalinus dkk 2016: 2). Hardware adalah alat-alat yang dapat mengantarkan pesan seperti proyektor film, film bingkai, proyektor overhead, radio, video, cassette recorder dan televisi. Sedangkan software adalah isi program yang mengandung pesan-pesan yang perlu disajikan baik dengan bantuan alat penyaji maupun tanpa alat penyaji yakni contohnya buku, modul, majalah, transparansi OHP, film bingkai, radio. Berdasarkan pengertian di atas maka dapat diketahui bahawa media pembelajaran itu tidak hanya terbatas pada benda-benda tertentu, namun segala sesuatu yang dapat menjadi perantara yang dapat digunakan untuk menyampaikan segala isi materi dan sumber pembelajaran dari guru kepada peserta didik yang pada akhirnya dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat pembelajaran sedemikian rupa secara lebih efektif dan efisien. Maka jika media pembelajaran dapat dirancang dengan tepat, proses pembelajaran dalam Pendidikan Agama Katolik akan dapat berjalan dengan lancar dan pesan-pesan yang ingin disampaikan juga dapat terlaksana dengan baik serta semakin mengembangkan peserta didik.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 2) Fungsi Media Pembelajaran Sudiman, dkk. (1990) dalam Nizwardi, dkk (2016: 5-6) menyampaikan fungsi media secara umum yakni sebagai berikut: a) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat visual. b) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, misal objek yang terlalu besar untuk dibawa ke kelas dapat diganti dengan gambar, slide dan sebagainya. Peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat film, video, fota atau film bingkai. c) Meningkatkan kegairahan belajar, memungkinkan siswa belajar sendiri berdasarkan minat dan kemampuannya dan mengatasi sikap pasif siswa. d) Memberikan rangsangan yang sama, dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap isi pelajaran. Fungsi media tersebut diharapkan dapat membantu proses belajar mengajar agar menjadi lebih baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selain fungsi di atas Sanjaya (2014: 73-75) mengemukakan bahwa media pembelajaran memiliki lima fungsi yakni fungsi komunikatif, fungsi motivasi, fungsi kebermaknaan, fungsi penyamaan persepsi, fungsi individualitas dan akan dijabarkan sebagai berikut: a) Fungsi komunikatif yakni media pembelajaran digunakan untuk memudahkan komunikasi antara penyampai pesan dan penerima pesan.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 b) Fungsi motivasi yakni dengan menggunakan media pembelajaran diharapkan siswa akan lebih termotivasi dalam belajar. Media pembelajaran diharapkan juga tidak hanya mengandung unsur artistik saja akan tetapi juga memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran sehingga dapat lebih meningkatkan gairah siswa untuk belajar. c) Fungsi kebermaknaan yakni melalui penggunaan media, pembelajaran dapat lebih bermakna yakni pembelajaran bukan hanya dapat meningkatkan penambahan informasi berupa data dan fakta sebagai pengembangan aspek kognitif tahap rendah, akan tetapi dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk menganalisis dan mencipta sebagai aspek kognitif tahap tinggi. Bahkan lebih dari itu dapat meningkatkan aspek sikap dan keterampilan. d) Fungsi penyamaan persepsi yakni melalui pemanfaatan media pembelajaran, diharapkan dapat menyamakan persepsi setiap siswa, sehingga setiap siswa memiliki pandangan yang sama terhadap informasi yang disuguhkan. e) Fungsi individualitas yakni melalui pemanfaatan media pembelajaran berfungsi untuk dapat melayani kebutuhan setiap individu yang memiliki minat dan gaya belajar yang berbeda. 3) Jenis-jenis Media Pembelajaran Jenis media pembelajaran yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran sangatlah beragam mulai dari media yang sederhana sampai dengan media yang cukup rumit dan canggih. Berikut akan disampaikan 4 kelompok besar media yakni media audio, media visual dan media audio visual dan multimedia:

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 a) Media Audio Media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif baik verbal maupun non verbal. Terdapat beberapa jenis media yang dapat dikelompokkan dalam media audio antara lain: radio, alat perekam pita maknetik, piringan hitam dan laboratorium bahasa (Cecep Kustandi dan Sujipto 2011: 65). b) Media Visual Pada media visual ini hanya melibatkan indra pengelihatan. Media ini memiliki persamaan dengan media grafis yang menyajikan rangsanganrangsangan visual seperti dalam bentuk sketsa, gambar, foto, diagram, table dsb. Selain itu pesan-pesan visual disajikan pula dalam bebagai media massa seperti televisi, percetakan dan produksi (Hujair 2013: 113-114). c) Media Audio Visual Media audio visual adalah seperangkat alat yang memproyeksikan gambar bergerak dan bersuara. Paduan antar gambar dan suara dapat membuat karakter sama dengan objek aslinya. Alat-alat yang termasuk dalam kategori media audio visual adalah televisi, video VCD, sound slide dan film (Hujair 2013: 119).

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 d) Multimedia Media ini disebut sebagai multimedia karena media ini merupakan kombinasi dari berbagai media yang telah disebutkan sebelumnya yaitu menggunakan audio, video, grafis dan lain sebagainya. Multimedia diarahkan kepada komputer yang perkembangannya sangat pesat dan sangat membantu dalam dunia pendidikan. 4) Prinsip-prinsip Penggunaan Media Pembelajaran Ada sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media pada proses pembelajaran yakni sebagai berikut: a) Media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Maka penggunaan media di sini harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa bukan dipandang dari sudut kepentingan guru (Sanjaya 2012: 75). b) Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Di sini media tidak digunakan sebagai alat hiburan atau semata - mata dimanfaatkan untuk mempermudah guru menyampaikan materi akan tetapi benar-benar untuk membantu siswa belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai (Sanjaya 2012: 75-76). c) Media digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran karena setiap meteri memiliki kekhasan dan kekompleksan (Sanjaya 2012: 76).

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 d) Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kondisi siswa, karena setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda (Sanjaya 2012: 76). e) Media yang akan digunakan harus memerhatikan efektivitas dan efisiensi. Media yang mahal belum tentu efektif mencapai tujuan tertentu dan media yang sangat murah belum tentu tidak memiliki nilai. Maka setiap media yang dirancang guru perlu memperhatikan efektivitas penggunaannya (Sanjaya 2012: 76). f) Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoprasikannya karena banyak media seperti komputer, LCD dan media elektronik dan lainnya memerlukan kemampuan khusus dalam mengoprasikannya (Sanjaya 2012: 76-77). b. Media Video 1) Pengertian Media Video Media video termasuk kedalam media pembelajaran audio visual yang merupakan paduan gambar dan suara. Video dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai. Maka video dapat digunakan sebagai media untuk menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu dan mempengaruhi sikap (Cecep Kustandi dan Sutjipto 2011: 73). Video akhirnya dapat pula digunakan untuk

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 menayangkan materi pelajaran pendidikan agama katolik yang dikemas dengan baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran, materi dan metode. Video adalah media yang mengirimkan lambang-lambang dalam bentuk bayangan-bayangan yang bergerak, bersuara dan berwarna yang dapat kita saksikan secara bersama. Maka tidak diherankan jika video sangat dinikmati siapa saja karena melalui video orang tersentuh seluruh perasaannya dengan melihat dan menyaksikan lambang-lambang yang ditampilkan dalam video. Pada Pendidikan Agama Katolik media video sangat membantu dalam perkembangan pengetahun dan menjadi sarana untuk memperteguh nilai-nilai tradisi dan spiritualitas dengan program tentang kisah-kisah dalam kitab suci yang menarik ataupun dapat menyuarakan nilai-nilai dasar hidup manusia seperti keadilan, cinta kasih dan solidaritas (Hermin dalam Iswarahadi 2004: 1). 2) Karakteristik Video Media video sebagai salah satu media pembelajaran memiliki karakteristik sebagai berikut: a) Gambar bergerak yang disertai dengan unsur suara dan gambar yakni dinamakan media audio visual murni contohnya saja seperti video. Video dapat dipergunakan untuk sekolah jarah jauh sehingga media video dapat mengatasi keterbatasan jarak dan waktu.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 b) Memiliki perangkat slow motion untuk memperlambat proses atau peristiwa yang berlangsung (Hujair 2013: 123). c) Video dapat diulangi kembali agar menambah kejelasan sehingga pesan yang ingin disampaikan sungguh tersampaikan dengan cepat dan semakin mudah untuk diingat serta mengembangkan pikiran, imajinasi dan pendapat para peserta didik. d) Video juga dapat memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang lebih realistik sehingga pada akhirnya dapat memengaruhi emosi seseorang dan peserta didik dapat belajar dari video yang telah ditayangkan baik yang pandai maupun yang kurang pandai (Yuhdi 2013: 127). 3) Kelebihan Video Media video memiliki beberapa kelebihan yang akan dijabarkan sebagai berikut: a) Menyajikan objek belajar secara konkret atau pesan pembelajaran secara realistik sehingga sangat baik untuk menambah pengalaman belajar. b) Sifatnya yang audio visual sehingga memiliki daya tarik tersendiri dan dapat menjadi pemicu atau memotivasi pembelajaran untuk belajar. c) Sangat baik untuk pencapaian tujuan belajar psikomotorik. d) Dapat mengurangi kejenuhan belajar, terutama jika dikombinasikan dengan teknik mengajar secara ceramah dan diskusi personal yang ditayakan.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 e) Menambah daya tahan ingatan atau retensi tentang objek belajar yang dipelajari pembelajar. f) Portable dan mudah didistribusikan (Hujair 2013: 123-124). Kemudian Cecep Kustandi dan Sutjipto (2011: 73) mengemukankan pula mengenai kelebihan media video yang akan dijabarkan sebagai berikut: a) Video dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, parktek dan lain-lain. b) Video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat dan dapat disaksikan secara berulang jika diperlukan. c) Video dapat pula mendorong dan meningkatkan motivasi dan selain itu video juga menanam sikap serta segi-segi afektif lainnya. d) Video dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok siswa bahkan video dapat membawa suasana duni kedalam kelas. e) Video dapat menyajikan peristiwa kepada kelompok besar atau kelompok kecil, kelompok heterogen maupun perorangan. f) Dengan teknik pengambilan gambar frame demi frame, Video yang dalam kecepatan normal memakan waktu satu minggu dapat ditampilkan dalam satu atau dua menit. 4) Kelemahan Video Media video tentunya tidak akan terlepas dari kelemahannya, yakni akan dijabarkan sebagai berikut:

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 a) Pengadaannya memerlukan biaya mahal. b) Tergantung pada energi listrik sehingga tidak dapat dihidupkan di segala tempat. c) Sifat komunikasi searah sehingga tidak dapat memberi peluang untuk terjadinya umpan balik. d) Mudah tergoda untuk menayangkan video yang bersifat hiburan sehingga suasana belajar akan terganggu (Hujair 2013: 124). Kemudian Cecep Kustandi dan Sutjipto (2011: 74) mengemukan mengenai kelemahan media video sebagai bahan belajar yakni sebagai berikut: a) Pengadaan video umumnya memerlukan biaya mahal dan waktu yang banyak b) Pada saat video dipertunjukan, gambar-gambar bergerak terus sehingga tidak semua siswa mampu mengikuti informasi yang ingin disampaikan melalui film tersebut. c) Video yang tersedia tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar yang diinginkan, kecuali video itu dirancang dan diproduksi khusus untuk kebutuhan sendiri. 3. Efektivitas Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata efektif mempunyai arti efek, pengaruh, akibat atau dapat membawa suatu hasil. Dengan demikian efektivitas dapat diartikan sebagai daya guna dan adanya kesesuaian yang menekankan pada hasil yang dicapai. Maka semakin banyak rencana yang dapat tercapai semakin

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 efektif pula kegiatan tersebut, sehingga kata efektivitas dapat diartikan sebagai suatu tingkat keberhasilan yang tercapai sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Jika dikaitkan dengan media pembelajaran, bisa dikatakan efektif ketika mampu memberikan pengaruh, perubahan atau dapat membawa hasil yang baik, maka semikn banyak tujuan yang tercapai semakin efektif pula media pembelajaran yang digunakan tersebut. Menurut Othenk (2008: 4) dalam literaturbook.com Susan (2014) efektivitas adalah pemanfaatan sumber daya, sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah kegiatan yang dijalankan. Jika hasil kegiatan semakin menedakti saasaran, berarti makin tinggi efektivitasnya. Ada bebarapa aspek efektivitas menurut pendapat Muasaroh (2010: 13) dalam literaturbook.com Susan (2014) yakni sebagai berikut: a. Aspek tugas atau fungsi, yaitu lembaga dikatakan efektivitas jika melaksanakan tugas dan fungsinya, begitu juga suatu program pembelajaran akan efektif jika tugas dan fungsinya dapat dilaksanakan dengan baik dan peserta didik belajar dengan baik. b. Aspek rencana atau program adalah rencana pembelajaran yang terprogram, jika seluruh rencana dapat dilaksnakan maka rencana atau program diakatakan efektif. c. Aspek ketentuan dan peratuaran. Efektivitas suatu program juga dapat dilihat dari berfungsi atau tidaknya aturan yang telah dibuat dalam rangka menjaga

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 berlangsungnya proses kegiatan. Aspek ini mencakup aturan-aturan baik yang berhubungan dengan guru maupun yang berhubungan peserta didik, jika aturan ini dilaksankan dengan baik berarti ketentuan atau aturan telah berlaku secara efektif. d. Aspek tujuan atau kondisi ideal, suatu program kegiatan dikatakan efektif dari sudut hasil jika tujuan atau kondisi ideal program tersebut dapat tercapai. Penilaian aspek ini dapat dilihat dari prestasi yang dicapai peserta didik. Menurut Covey (1997: 43) efektivitas adalah suatu fungsi dari dua hal apa yang dihasilkan atau diprodukasi dan asset yang menghasilkan atau kapasitas produksi. Jika manusia menggunakan pola kehidupan yang berfokus pada apa yang diproduksi dan mengabaikan produksi tersebut. Sebaiknya, jika manusia hanya mengurus asset tanpa memperhatikan produkasi maka manusia tidak akan memiliki persediaan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri atau orang lain. B. Penelitian Yang Relevan Ada dua penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Pertama, Ardianto (2015) “Efektivitas Media Video Pembelajaran “Rumahku” Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas B di TK RA Perwanida Boyolali”. Berdasarkan hasil penelitian, hasil belajar anak TK KR Perwanida 1 Boyolali setelah mengikuti pembelajaran penggunaan media video “rumahku” sangat baik terbukti dengan nilai rata-rata anak dalam satu kelas 97,7. Dari hasil rata-rata tersebut dapat

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 diperoleh prosentase jawaban benar dalam satu kelas yakni 97,7% yang berarti video pembelajaran “rumahku” tergolong sangat efektif. Kedua, Hasanah (2015) “Penggunaan Media Video Sebagai Sumber Belajar PAI dan Budi Pekerti Dalam Meningkatkan Nilai Keislaman Siswa Di Kelas X 3 SMA N 3 Bantul”. Dari hasil penelitian yang didapatkan, hasil pembelajaran dengan media video yang diperoleh siswa kelas X 3 dengan materi haji dan umroh baik. Nilai kognitif, psikomotorik maupun afektif menunjukkan nilai yang memuaskan yaitu siswa mendapatkan nilai tuntas dan nilai afektif minimal B. Penggunaan media video sebagai sumber belajar juga efektif, guru merasa lebih mudah memahami materi yang disampaikan sehingga tujuan pembelajaran tercapai. C. Kerangka Pikir dan Hipotesis Media video disini diposisikan sebagai variabel bebas yang nantinya akan diposisikan sebagai faktor yang memberikan efek kepada variabel terikat. Kemudian pendidikan agama katolik dipandang sebagai variabel terikat, karena hendak dilihat sebagai faktor yang mendapatkan efek dari faktor bebas. Materi pembelajaran yang akan digunakan pada penelitian ini, disesuaikan dengan materi yang diajarkan pada hari tersebut. Materi yang digunakan adalah Ester Perempuan Pemberani, Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah dan media yang digunakan adalah media video tentang Ratu Ester, Maria diberi kabar oleh malaikai Tuhan dan kelahiran Yohanes.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Tujuan pendidikan agama katolik dapat tercapai dengan berbagai faktor yakni jasmani, psikologis, kematangan fisik dan psikis, lingkungan keluarga, lingkungan Sekolah dan lingkungan masyarakat. Namun yang paling besar mempengaruhi tercapaiatau tidaknya tujuan pendidikan agama katolik yakni potensi akademik siswa. Media video adalah salah satu media yang cocok dalam proses pembelajaran karena dengan media video siswa dapat mendengar, melihat dan merasakan secara langsung. Media sendiri memiliki beberapa fungsi yakni (1) Fungsi komunikatif yakni media pembelajaran digunakan untuk memudahkan komunikasi antara penyampai pesan dan penerima pesan. (2) Fungsi motivasi yakni meningkatkan termotivasi, memudahkan siswa dalam mempelajari materi pelajaran dan meningkatkan gairah siswa untuk belajar. (3) Fungsi kebermaknaan yakni meningkatkan penambahan informasi berupa data dan fakta sebagai pengembangan aspek kognitif tahap rendah sampai tahap tinggi dan juga dapat meningkatkan aspek sikap dan keterampilan. (4) Fungsi penyamaan persepsi yakni menyamakan persepsi setiap siswa, sehingga setiap siswa memiliki pandangan yang sama terhadap informasi yang disuguhkan. (5) Fungsi individualitas yakni berfungsi untuk melayani kebutuhan setiap individu yang memiliki minat dan gaya belajar yang berbeda. Maka dengan tujuan pendidikan pendidikan agama katolik yang dapat tercapai dengan dipengaruhi banyak faktor dan media yang banyak berfungsi bagi siswa. Maka dengan menggunakan media video diharapkan dapat membantu

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 dalam proses pembelajaran sehingga penggunaan media video dalam pendidikan agama katolik dapat terlihat keefektivitasannya dari hasil pencapaian targetnya: 1. Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H0 : Tidak ada pencapaian target atau hasil penggunaan media video dalam pendidikan agama katolik di SDK Sang Timur Yogyakarta H1 : Ada ketercapaian target atau hasil penggunaan media video dalam pendidikan agama katolik di SDK Sang Timur Yogyakarta

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini penulis akan menguraikan metodologi penelitian yang akan digunakan dalam proses memperoleh data Efektivitas Penggunaan Media Video dalam Pendidikan Agama Katolik di SDK Sang Timur Yogyakarta yakni yang akan meliputi jenis penelitian, desain penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel, teknik dan instrumen pengumpulan data, teknik pengembangan instrumen dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menentukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menentukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui (Margono 2007: 105). B. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pra eksperimen. Desain pra eksperimen adalah penelitian yang menggunakan suatu percobaan yang dirancang secara khusus guna membangkitkan data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian (Margono 2007: 110). Maka pada desain pra eksperimen ini penelitian menggunakan pascates satu kelompok. Desain pascates satu kelompok ini menempuh dua langkah: (1) memberikan perlakuan eksperimen kepada para subyek (variabel x/ media video) dan (2)

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 memberikan tes untuk mengukur (variabel y/ Tujuan Pendidikan Agama Katolik) setelah pelakuan (pascates) (Nana Sudjana dan Ibrahim 1989: 35). Setelah diberi perlakuan dengan hasil tes, apakah mencapai target artinya nilai tes siswa-siswi melebihi KKM sebesar 76. Dari efektivitas pencapaian target berdasarkan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Katolik yang sudah dirancang sedemikian rupa maka harapannya penggunaan media video dalam proses pembelajaran dapat menjadi salah satu cara yang efektif untuk semakin memperkembangkan iman siswa-siswi. Disainnya sebagai berikut: Tabel 1. Desain pascates satu kelompok Perlakuan (Variabel Bebas) Pascates (Variabel Terikat) X Media Video Y Tujuan Pendidikan Agama Katolik C. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat : Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Katolik Sang Timur Yogyakarta Waktu : Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018. D. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V SDK Sang Timur Yogyakarta, kelas VA berjumlah 27 orang, VB berjumlah 26 orang dan jumlah keseluruhan adalah 53 orang. Maka penelitian ini akan menggunakan teknik sampling jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono 2015: 85).

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Tabel 2. Distribusi Populasi Kelas VA (Lima) VB (Lima) Jumlah Sampel 27 Orang 26 Orang 53 Orang E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Variabel Penelitian a. Identitas Variabel Penelitian ini berjudul EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DALAM PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI SDK SANG TIMUR YOGYAKARTA. Maka ada satu variabel yang akan diukur peneliti yakni: Variabel terikat b. : Tujuan Pendidikan Agama Katolik Defenisi Konseptual Variabel 1) Tujuan Pendidikan Agama Katolik adalah membantu peserta didik agar semakin dapat menggumuli pergulatan hidupnya, memperteguh iman dan memperkaya iman dalam terang injil serta semakin terwujudnya nilai-nilai Kerajaan Allah. c. Definisi Oprasional Variabel 1) Tujuan pendidikan agama katolik dalam penelitian ini adalah agar peserta didik dapat mencapai kompetensi dasar dan indikator yang telah dirancang sedemikian rupa dan diajarkan kepada peserta didik, yakni dalam materi Ester Perempuan Pemberani dan Maria, Elisabeth Menanggapi Rencana Allah dengan Kompetensi Dasar sebagai berikut: (Ester Perempuan Pemberani).

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 1.3 Beriman kepada Allah melalui kisah tokoh-tokoh Perjanjian Lama, seperti Ester. 2.3 Percaya diri dalam berinteraksi dengan sesama, dengan meneladan para tokoh Perjanjian Lama, seperti Ester 3.3 Memahami karya keselamatan Allah yang dialami tokoh-tokoh Perjanjian Lama dalam kisah Ester. 4.3 Melakukan aktivitas (misalnya menceritakan kembali/ bermain peran/ menuliskan refleksi dan sebagainya) mengenai tokoh-tokoh Perjanjian Lama seperti dalam kisah Ester (Komkat KWI, 2017:105). (Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah) 1.4 Beriman kepada Allah melalui karya keselamatan-Nya dalam peristiwa sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus 2.4 Percaya diri dalam mengungkapkan imannya akan Yesus Kristus yang sengsara, wafat dan bangkit 3.4 Memahami sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus sebagai puncak karya keselamatan Allah 4.4 Melakukan aktivitas (misalnya membuat gambar salib dari biji-bijian/ refleksi/ puisi dan sebagainya) yang bertemakan sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus sebagai puncak karya keselamatan Allah (Komkat KWI, 2017:117).

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 2. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes dan Skala Likert. Tes adalah alat ukur yang diberikan kepada individu untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang diharapkan baik secara tertulis, secara lisan ataupun secara perbuatan. Skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengembangkan instrumen yang digunakan untuk mengukur sikap, persepsi atau pendapat seseorang. Maka dalam penelitian ini, peneliti melakukan perlakuan terhadap kelas V dengan sebanyak dua kali pertemuan. Setiap kali pertemuan dilakukan selama 105 menit (3 jam pelajaran). Setelah memberikan perlakuan peneliti memberikan tes dan skala likert untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang diharapkan. Tes dan skala likert dilakukan langsung pada hari yang sama saat peneliti memberikan perlakuan kepada peserta didik. 3. Instrumen Penelitian Instrumen pada penelitian adalah semua alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebelum ada tindakan, selama tindakan dan setelah ada tindakan (Sugiyono 2015: 191). Maka pada penelitian ini, peneliti akan mengumpulkan data setelah ada tindakan atau perlakuan. Bentuk instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal-soal uraian (essay) dan skala likert checklist yang berupa kata-kata antara lain: Selalu, sering, ragu-ragu dan tidak pernah. Pada instrumen penelitian ini, peneliti akan menggali semua aspek dari kompetensi dasar yang ada baik pengetahuan, sikap spiritual, sikap sosial maupun

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 keterampilan. Pada instrumen ini penulis akan membuat pertanyaan-pertanyaan untuk meneliti segi pengetahuan, sikap dan keterampilan berdasarkan kompetensi dasar, indikator serta materi yang sesuai dengan kelasnya. Peneliti juga membuat kunci jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat. a. Kisi-kisi Tabel 3. Kisi-kisi dalam materi Ester Perempuan Pemberani dan Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Materi Pelajaran 1 (Ester Perempuan Pemberani) Pelajaran 2 (Maria dan Elisabeth menanggapi Allah Jumlah Soal Waktu b. KD I-II 35% KD III 50% KD IV 15% Jumlah 100% 50% 8 5 1 14 50% 7 5 1 13 15 10 2 27 15.75 22.5 6.75 45 Uji Coba Instrumen Uji coba instrumen dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan tersebut benar-benar valid dan reliable yaitu sejauh mana suatu alat ukur mampu memberikan hasil pengukuran yang konsisteri dalam waktu dan tempat yang berbeda, juga untuk melihat sejauhmana responden dapat memahami butir-butir pertanyaan. Maka pada penelitian ini menggunakan uji coba terpakai yang artinya data yang digunakan untuk uji coba alat ukur sekaligus dipakai untuk data uji coba hipotesis dengan tidak menggunakan butir pertanyaan yang gugur.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 c. Validitas Validitas bekenaan dengan ketepatan alat ukur terhadap konsep yang diukur, sehingga betul-betul mengukur apa yang seharusnya diukur (Nana Sudjana dan Ibrahim, 1989: 117). Maka pada penelitian ini akan diketahui hasil uji validitas dari setiap pertanyaan-pertanyaan yang disebarkan kepada responden dan uji validitas dilakukan dengan program Microsoft Exel 2007. Berdasalkan hasil pengambilan sampel didapatkan jumlah responden pada pertemuan pertama kelas V.A sebanyak 24 responden dan kelas V.B sebanyak 24 responden. Sedangkan pada pertemuan kedua kelas V.A sebanyak 27 responden dan kelas V.B sebanyak 22 responden. Dengan menggunakan jumlah responden yang ada, maka nilai r tabel akan diperoleh melalui table r product momen person dengan df (degree of freedom) = n-2. Diperoleh r tabel sebagai berikut: Tabel 4. Penentuan r tabel No Pertemuan . 1. I, Jumat 02 November 2018 Kelas V.A Jumlah Responden 24 2. I, Jumat 02 November 2018 V.B 24 3. II, Jumat 19 November 2018 V.A 26 4. II, Jumat 19 November 2018 V.B 23 Df = n-2 r tabel df = 24-2 df= 22 df = 24-2 df= 22 df= 26-2 df= 24 df= 23-2 df= 21 0.3438 0.3438 0.3297 0.3515 Butir soal dikatakan valid apabila r hitung > r tabel. Maka untuk uji validitas pada penelitian ini menggunakan program Microsoft Exel 2007 yakni sebagai berikut.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 a) Analisis validitas instrumen penelitian segi pengetahuan materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth pada kelas V.A Tabel 5. Validitas instrumen materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth segi pengetahuan Butir Soal r hitung r tabel Materi pokok Ester 1 0.3848 0.3438 2 0.6713 0.3438 3 0.4951 0.3438 4 0.7548 0.3438 5 0.6749 0.3438 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid r hitung r tabel Keterangan Materi pokok Elisabeth 0.7781 0.3297 Valid 0.8274 0.3297 Valid 0.3519 0.3297 Valid 0.8552 0.3297 Valid 0.8219 0.3297 Valid b) Analisis validitas instrumen penelitian segi sikap materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth pada kelas V.A Tabel 6. Validitas instrumen materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth segi sikap Butir Soal r hitung r tabel Materi pokok Ester 1 0.7059 0.3438 2 0.6365 0.3438 3 0.4286 0.3438 4 0.566 0.3438 5 0.5629 0.3438 6 0.5265 0.3438 7 0.3921 0.3438 8 0.1934 0.3438 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid r hitung r tabel Keterangan Materi pokok Elisabeth 0.6899 0.3297 Valid 0.5276 0.3297 Valid 0.5978 0.3297 Valid 0.6175 0.3297 Valid 0.5645 0.3297 Valid 0.5305 0.3297 Valid 0.4026 0.3297 Valid

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 c) Analisis validitas instrumen penelitian segi kerampilan materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth di kelas V.A Tabel 7. Validitas instrumen materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth segi keterampilan Butir Soal r hitung r tabel Materi pokok Ester 1 1 0.3438 Keterangan Valid r hitung r tabel Keterangan Materi pokok Elisabeth 1 0.3297 Valid d) Analisis validitas instrumen penelitian segi pengetahuan pada materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth pada kelas V.B Tabel 8. Validitas instrumen materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth segi pengetahuan Butir Soal r hitung r tabel Keterangan Materi pokok Ester 1 0.5152 0.3438 Valid 2 0.6279 0.3438 Valid 3 0.7382 0.3438 Valid 4 0.5141 0.3438 Valid 5 0.1724 0.3438 Tidak Valid r hitung r tabel Keterangan Materi pokok Elisabeth 0.7408 0.3515 Valid 0.7107 0.3515 Valid 0.6317 0.3515 Valid 0.7156 0.3515 Valid 0.519 0.3515 Valid

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 e) Analisis validitas instrumen penelitian segi sikap pada materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth pada kelas V.B Tabel 9. Validitas instrumen materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth segi sikap Butir Soal r hitung r tabel Materi pokok Ester 1 0.4953 0.3438 2 0.4025 0.3438 3 0.6116 0.3438 4 0.6152 0.3438 5 0.5169 0.3438 6 0.3855 0.3438 7 0.3567 0.3438 8 0.2293 0.3438 f) Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid r hitung r tabel Keterangan Materi pokok Elisabeth 0.4298 0.3515 Valid 0.4420 0.3515 Valid 0.7403 0.3515 Valid 0.7449 0.3515 Valid 0.4237 0.3515 Valid 0.0388 0.3515 Tidak Valid 0.3769 0.3515 Valid Analisis validitas instrument penelitian segi keterampilan pada materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth pada kelas V.B Tabel 10. Validitas instrumen materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth segi keterampilan Butir Soal r hitung r tabel Materi pokok Ester 1 1 0.3438 Keterangan Valid r hitung r tabel Keterangan Materi pokok Elisabeth 1 0.3515 Valid Pada hasil analisis uji validitas instrumen ditemukan bahwa ada soal yang tidak valid yakni pada kelas V.A terdapat soal sikap pada materi pokok Ester mempunyai nilai r hitung 0.1934 dengan nilai r tabel 0.3438. Sedangkan kelas V.B terdapat soal yang tidak valid pada soal pengetahuan materi pokok Ester mempunyai nilai r hitung 0.1724 dengan nilai r tabel 0.3438 dan terdapat juga

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 soal tidak valid pada soal sikap materi pokok Ester yakni nilai r hitung 0.2293 dengan nilai r tabel 0.3438 dan materi pokok Elisabeth nilai r hitung 0.0388 dengan nilai r tabel 0.3515. Maka item soal-soal tersebut dinyatakan tidak valid sehingga tidak digunakan untuk uji selanjutnya. d. Reliabilias Reliabilitas alat ukur adalah ketepatan alat tersebut dalam mengukur apa yang diukurnya. Artinya kapan pun alat ukur tersebut digunakan akan memberikan hasil ukur yang sama (Nana Sudjana dan Ibrahim, 1989: 120-121). Pada reliabilitas ini peneliti menggunakan cara Cronbach’s Alpha yang menggunakan program SPPS versi 16.0 for windows. Ketentuannya adalah sebagai berikut: Tabel 11. Keterangan penelitian Cronbach’s Alpha      a) Jika Cronbach’s Alpha memiliki nilai: >0,90 = reliabilitas sempurna 0,70-0,90 = reliabilitas tinggi 0,50-0,70 = reliabilitas moderat 0,50 = reliabilitas rendah Uji reliabilitas instrumen segi pengetahuan pada kelas V.A Tabel 12. Reliabilitas instrumen segi Tabel 13. Reliabilitas instrumen segi pengetahuan materi pokok Ester pengetahuan materi pokok Elisabeth kelas V.A kelas V.A Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .470 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 5 .767 5

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SPSS versi 16.0 for windows di atas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha untuk penilaian segi pengetahuan kelas V.A pada materi pokok Ester sebesar 0,470 dan materi pokok Elisabeth sebesar 0,767. Maka nilai Cronbach’s Alpha materi pokok Ester memiliki nilai di bawah 0,50 dan materi pokok Elisabeth memiliki nilai di atas 0,70. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penilaian segi pengetahuan materi pokok Ester memiliki reliabilitas rendah dan materi pokok Elisabeth memliki reliabilitas tinggi. b) Uji reliabilitas instrumen segi sikap pada kelas V.A Tabel 14. Reliabilitas instrumen Tabel 15. Reliabilitas instrumen segi sikap materi pokok Ester kelas segi sikap materi pokok Elisabeth V.A kelas V.A Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .631 7 .610 7 Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SPSS versi 16.0 for windows di atas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha untuk penilaian segi sikap kelas V.A pada materi pokok Ester sebesar 0,631 dan materi pokok Elisabeth sebesar 0,610. Maka nilai Cronbach’s Alpha baik materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth memiliki nilai di atas 0,50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penilaian segi sikap baik materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth memliki reliabilitas moderat.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 c) Uji reliabilitas instrumen segi keterampilan pada kelas V.A Tabel 16. Reliabilitas instrumen segi keterampilan materi pokok Ester dan Elisabeth kelas V.A Reliability Statistics Cronbach's Alpha .204 N of Items 2 Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SPSS versi 16.0 for windows di atas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha untuk penilaian segi keterampilan kelas V.A pada materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth sebesar 0,204. Maka nilai Cronbach’s Alpha materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth memiliki nilai di bawah 0,50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penilaian segi keterampilan materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth memliki reliabilitas rendah. d) Uji reliabilitas instrumen segi pengetahuan pada kelas V.B Tabel 17. Reliabilitas instrumen segi Tabel 18. Reliabilitas instrumen pengetahuan materi pokok Ester segi pengetahuan materi pokok kelas V.B Elisabeth kelas V.B Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .427 4 .642 5 Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SPSS versi 16.0 for windows di atas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha untuk penilaian segi

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 pengetahuan kelas V.B pada materi pokok Ester sebesar 0,427 dan materi pokok Elisabeth sebesar 0,642. Maka nilai Cronbach’s Alpha materi pokok Ester memiliki nilai di bawah 0,50 dan materi pokok Elisabeth memiliki nilai di atas 0,50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penilaian segi pengetahuan materi pokok Ester memiliki reliabilitas rendah dan materi pokok Elisabeth memliki reliabilitas moderat. e) Uji reliabilitas instrumen segi sikap pada kelas V.B Tabel 19. Reliabilitas instrumen Tabel 20. Reliabilitas instrumen segi segi sikap materi pokok Ester kelas sikap materi pokok Elisabeth kelas V.B V.B Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .478 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 7 .484 6 Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SPSS versi 16.0 for windows di atas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha untuk penilaian segi sikap kelas V.B pada materi pokok Ester sebesar 0,478 dan materi pokok Elisabeth sebesar 0,484. Maka nilai Cronbach’s Alpha baik materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth memiliki nilai di bawah 0,50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penilaian segi sikap baik materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth memliki reliabilitas rendah.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 f) Uji reliabilitas instrumen segi keterampilan pada kelas V.B Tabel 21. Reliabilitas instrumen segi keterampilan materi pokok Ester dan Elisabeth kelas V.B Reliability Statistics Cronbach's Alpha .535 N of Items 2 Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SPSS versi 16.0 for windows di atas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha untuk penilaian segi keterampilan kelas V.B pada materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth sebesar 0,535. Maka nilai Cronbach’s Alpha materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth memiliki nilai di atas 0,50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penilaian segi keterampilan materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth memliki reliabilitas moderat. 4. Teknik Anlisis Data a. Deskripsi Statistik Deskripsi statistik adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa maksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2015: 288). Kemudian Nana Sudjana dan Ibrahim (1989: 126) berpendapat bahwa tes dapat menghasilkan data interval sehingga bisa dihitung nilai rata-rata, variansi dan simpangan baku. Maka data

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 statistik deskriptif pada penelitian ini data deskripsi statistik akan menggambarkan data statistik yang berisi mean, median, minimum, maximum dan range. b. UJi Hipotesis Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji t satu sampel. Uji t satu sampel digunakan sebagai pembanding apakah rata-rata satu populasi maupun beberapa populasi memiliki perbedaan secara signifikan dan disisi lain uji t satu sampel dapat dipergunakan pula dalam pengujian data suatu nilai berbeda secara nyata atau sama maupun tidak dengan rata-rata sebuah sampel (Maya 2015: 55). Pada pengujian hopotesis kriteria penerimaan dan penolakan Ho adalah sebagai berikut: jika t hitung > t tabel maka Ho diterima dan jika t hitung  t tabel maka Ho ditolak. Signifikansi > 0,05 maka Ho diterima dan jika signifikansi  0,05 maka Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa suatu data Ho diterima atau ditolak dengan signifikansi 0,05.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini memaparkan pembahasan tentang uji persyaratan, deskripsi proses pembelajaran, deskripsi hasil penelitian, pengujian hipotesis, pembahasan hasil dan keterbatasan penulis. A. Uji Persyaratan 1. Uji Normalitas Tabel 22. Test Of Normality Materi Pokok Ester Kelas V.A Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Df Sig. Hasil_BelajarV.A_Pel1 .237 a. Lilliefors Significance Correction 27 .000 Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. .784 27 Grafik 1. Normal Q-Q Plot Of Materi Pokok Ester Kelas V.A .000

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Grafik 2. Detrended Q-Q Plot Of Materi Pokok Ester Kelas V.A Berdasarkan output di atas, pada pertemuan pertama dengan materi pokok Ester kelas V.A diperoleh signifikansi sebesar 0,000 dan pada grafik 1 dan 2 ada titik yang tersebar jauh dari garis. Oleh sebab itu dapat ditarik kesimpulan bahwa data berdistribusi tidak normal karena nilai signifikasi  0,05 dan terdapat satu titik yang tersebar jauh dari garis. Tabel 23. Test Of Normality Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Df Sig. Hasil_BelajarV.A_Pel2 .204 a. Lilliefors Significance Correction 27 .005 Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. .911 27 .024

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Grafik 3. Normal Q-Q Plot Of Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A Grafik 4. Detrended Normal Q-Q Plot Of Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A Berdasarkan output di atas, pada pertemuan kedua dengan materi pokok Elisabeth kelas V.A diperoleh signifikansi sebesar 0,005 dan pada grafik 3 dan 4 ada titik yang tersebar jauh dari garis. Oleh sebab itu dapat ditarik kesimpulan bahwa data berdistribusi tidak normal karena nilai signifikasi  0,05 dan terdapat bebrapa titik yang tersebar jauh dari garis. Tabel 24. Tests Of Nomality Materi Pokok Ester Kelas V.B Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Df Sig. Hasil_BelajarV.B_Pel1 .198 a. Lilliefors Significance Correction 22 .024 Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. .869 22 .007

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Grafik 5. Normal Q-Q Plot Of Materi Pokok Ester Kelas V.B Grafik 6. Detrended Normal Q-Q Plot Of Materi Pokok Ester Kelas V.B Berdasarkan output di atas, pada pertemuan pertama dengan materi pokok Ester kelas V.B diperoleh signifikansi sebesar 0,024 dan pada grafik 5 dan 6 ada titik yang tersebar jauh dari garis. Oleh sebab itu dapat ditarik kesimpulan bahwa data berdistribusi tidak normal karena nilai signifikasi  0,05 dan terdapat bebrapa titik yang tersebar jauh dari garis. Tabel 25. Tests Of Normality Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Df Sig. Hasil_BelajarV.A_Pel2 .242 a. Lilliefors Significance Correction 22 .002 Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. .860 22 .005

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Grafik 7. Normal Q-Q Plot Of Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A Grafik 8. Detrended Nomal Q-Q Plot Of Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B Berdasarkan output di atas, pada pertemuan kedua dengan materi pokok Elisabeth kelas V.B diperoleh signifikansi sebesar 0,002 dan pada grafik 7 dan 8 ada titik yang tersebar jauh dari garis. Oleh sebab itu dapat ditarik kesimpulan bahwa data berdistribusi tidak normal karena nilai signifikasi  0,05 dan terdapat bebrapa titik yang tersebar jauh dari garis. Berdasarkan seluruh hasil uji normalitas baik materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth pada kelas V.A dan V.B terdapat nilai signifikansi tidak normal yakni  0,05. Dengan demikian pada hipotesis tidak dapat diuji dengan uji t satu sampel karena syarat untuk dapat dilakukan uji t satu sampel adalah data

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 harus berdistribusi normal. Oleh sebab itu karena data hanya satu sampel maka data akan dianalisis dengan analisis evaluatif. B. Deskripsi Proses Pembelajaran Penelitian ini dilaksanakan di SDK Sang Timur Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 pada hari jumat, 02 November 2018 dan 09 November 2018. Kelas yang menjadi subyek penelitian adalah kelas V.A dengan jumlah 27 orang dan kelas V.B berjumlah 26 orang. Pada pertemuan pertama jumat, 02 November 2018, peneliti memberikan perlakuan kepada kedua kelas dengan materi Ester Perempuan Pemberani dan kedua kelas sama-sama diberikan media video dengan gambar dan suara yang jelas. Kemudian pada pertemuan kedua jumat, 09 November 2018, peneliti memberikan perlakuan lagi kepada kedua kelas dengan materi Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah dan kedua kelas sama-sama diberikan media video dengan gambar dan suara yang jelas. Setelah diberi perlakuan dengan dua kali pertemuan dan kemudian jumat, 09 November 2018 pada akhir pelajaran siswa-siswi diberi tes untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan media video dalam Pendidikan Agama Katolik. Setelah data hasil tes didapat, peneliti melakukan analisis data. Berikut hasil deskripsi statistik dari materi pokok Ester dan Elisabeth, pada kelas V.A dan kelas V.B.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 C. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Deskripsi Statistik Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Pada kelas V.A. a. Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Kelas V.A Segi Pengetahuan Tabel 26. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Pengetahuan Materi Pokok Ester Kelas V.A Statistics Hasil_BelajarV.A_Pel1 N Valid Missing Mean Median Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum 27 0 93.78 96.00 7.633 58.256 32 68 100 Pada data deskripsi statistik segi pengetahuan materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.A ini menyajikan data berupa N, mean, median, std. deviation, variance, range, minimum dan maximum. Diketahui N berjumlah 27 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok Ester adalah 93,78. Nilai median adalah 96,00. Nilai std. deviation adalah 7,633. Nilai variance adalah 58,256. Nilai range adalah 32. Nilai minimum adalah 68 dan nilai maximum adalah 100. Selanjutnya digambarkan frekuensi hasil belajar segi pengetahuan materi pokok Ester kelas V.A yakni sebagai berikut:

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Tabel 27. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Ester Kelas V.A Hasil_BelajarV.A_Pel1 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 68-84 1 3.7 3.7 14.8 84-88 3 11.1 11.1 22.2 88-92 2 7.4 7.4 48.1 92-96 7 25.9 25.9 55.6 96-100 14 51.8 51.8 100.0 Total 27 100.0 100.0 Diagram Batang 1. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Ester Kelas V. A Berdasarkan data statistik frekuensi tabel dan diagram di atas, diketahui bahwa hasil belajar pada materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.A segi pengetahuan dari 27 siswa-siswi memiliki frekuensi sebagai berikut: 1 siswa dengan precent (3,7%), cumulative percent (14,8%) dan mendapat nilai sebesar 68. 3 siswa dengan percent (11,1%), cumulative percent (22,2%) dan mendapat nilai sebesar 84. 2 siswa dengan percent (7,4%), cumulative percent (48,1%) dan mendapat nilai sebesar 88. 7 siswa dengan percent (25,9%), cumulative percent

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 (55,6%) dan mendapat nilai sebesar 92. 14 siswa dengan percent (51,8%), cumulative percent (100,0%) dan mendapat nilai sebesar 96-100. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai hasil belajar segi pengetahuan materi pokok Ester Perempuan Pemberani berhasil dan mencapai tujuan Pendidikan Agama Katolik. b. Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Kelas V.A Segi Sikap Spiritual dan Sosial Tabel 28. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Sikap Spiritual dan Sosial Materi Pokok Ester Kelas V.A Statistics Hasil_BelajarV.A_Pel1 N Valid Missing Mean Median Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum 27 0 76.04 75.00 11.130 123.883 43 54 97 Pada data deskripsi statistik segi sikap materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.A ini menyajikan data berupa N, mean, median, std. deviation, variance, range, minimum dan maximum. Diketahui N berjumlah 27 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok Ester adalah 76,04. Nilai median adalah 75,00. Nilai std. devation adalah

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 11,130. Nilai variance adalah 123,883. Nilai range adalah 43. Nilai minimum adalah 54 dan nilai maximum adalah 97. Selanjutnya peneliti mengambarkan hasil belajar segi sikap materi pokok Ester kelas V.A dengan beberapa kriteria untuk semakin memperjelas data tersebut, kriterianya yakni tidak pernah, kadangkadang, sering dan selalu. Berikut ini adalah gambaran frekuensi berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan: Tabel 29. Materi pokok Ester Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernah – selalu) Kelas V.A Kriteria Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Interval 29-35 22-28 15-21 8-14 Jumlah 3 17 7 0 27 Presentase 11% 63% 26% 0% 100% Grafik 9. Materi pokok Ester Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernah – selalu) Kelas V.A Berdasarkan tabel dan grafik di atas, diketahui bahwa hasil belajar pada materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.A segi sikap dari 27 siswasiswi memiliki frekuensi sebagai berikut: 3 siswa 11% berpendapat bahwa mereka

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 selalu mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Ester dan menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain seperti Ester. 17 siswa 63% berpendapat bahwa mereka sering mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Ester dan menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain seperti Ester. 7 siswa 63% berpendapat bahwa mereka kadang-kadang mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Ester dan menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain seperti Ester. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar segi pengetahuan materi pokok Ester Perempuan Pemberani adalah sering. c. Materi Pokok I Ester Perempuan Pemberani Kelas V.A Segi Keterampilan Tabel 30. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Keterampilan Materi Pokok Ester Kelas V.A Statistics Hasil_BelajarV.A_Pel1 N Valid Missing Mean Median Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum 27 0 89.63 90.00 10.184 103.704 30 70 100 Pada data deskripsi statistik segi keterampilan materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.A ini menyajikan data berupa N, mean, median,

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 std. deviation, variance, range, minimum dan maximum. Diketahui N berjumlah 27 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok Ester adalah 89,63. Nilai median adalah 90,00. Nilai std. deviation adlaah 10,184. Nilai variance adalah 103.704. Nilai range adalah 30. Nilai minimum adalah 70 dan nilai maximum adalah 100. Selanjutnya digambarkan frekuensi hasil belajar segi keterampilan materi pokok Ester kelas V.A yakni sebagai berikut: Tabel 31. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi pokok Ester Kelas V.A Hasil_BelajarV.A_Pel1 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 70-80 3 11.1 11.1 29.6 80-90 5 18.5 18.5 63.0 90-100 19 70.3 70.3 100.0 Total 27 100.0 100.0 Diagram Batang 2. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Ester Kelas V. A Berdasarkan data statistik frekuensi tabel dan diagram di atas, diketahui bahwa hasil belajar pada materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.A

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 segi keterampilan dari 27 siswa-siswi memiliki frekuensi sebagai berikut: 3 siswa dengan precent (11,1%), cumulative percent (29,6%) dan mendapat nilai sebesar 70. 5 siswa dengan percent (18,5%), cumulative percent (63,0%) dan mendapat nilai sebesar 80. 19 siswa dengan percent (70,3%), cumulative percent (100,0%) dan mendapat nilai sebesar 90-100. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai hasil belajar segi keterampilan materi pokok Ester Perempuan Pemberani berhasil dan mencapai tujuan Pendidikan Agama Katolik. 2. Deskripsi Statistik Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah pada Kelas V.A a. Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah pada Kelas V.A Segi Pengetahuan Tabel 32. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Pengetahuan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A Statistics Hasil_BelajarV.A_Pel2 N Valid Missing Mean Median Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum 27 0 81.33 88.00 13.812 190.769 52 48 100

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Pada data deskripsi statistik segi pengetahuan materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.A ini menyajikan data berupa N, mean, median, std. devation, variance, range, minimum dan maximum. Diketahui N berjumlah 27 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok Elisabeth adalah 81,33. Nilai median adalah 88,00. Nilai std. deviation adalah 13.812. Nilai variance adalah 190.769. Nilai range adalah 52. Nilai minimum adalah 48 dan nilai maximum adalah 100. Selanjutnya digambarkan frekuensi hasil belajar segi pengetahuan materi pokok Elisabeth kelas V.A yakni sebagai berikut: Tabel 33. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A Hasil_BelajarV.A_Pel2 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 48-56 1 3.7 3.7 7.4 56-64 1 3.7 3.7 18.5 64-68 3 11.1 11.1 22.2 68-72 1 3.7 3.7 33.3 72-80 3 11.1 11.1 44.4 80-84 3 11.1 11.1 48.1 84-88 1 3.7 3.7 63.0 88-92 4 14.8 14.8 85.2 92-96 6 22.2 22.2 96.3 96-100 4 14.8 14.8 100.0 27 100.0 100.0 Total

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Diagram Batang 3. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Elisabeth Kelas V. A Berdasarkan data statistik frekuensi tabel dan diagram di atas, diketahui bahwa hasil belajar pada materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.A segi pengetahuan dari 27 siswa-siswi memiliki frekuensi sebagai berikut: 1 siswa dengan percent (3,7%), cumulative percent (7,4%) dan mendapat nilai sebesar 48. 1 siswa dengan percent (3,7%), cumulative percent (18,5%) dan mendapat nilai sebesar 56. 3 siswa dengan perncet (11,1%), cumulative percent (22,2%) dan mendapat nilai sebesar 64. 1 siswa dengan percent (3,7%), cumulative percent (33,3%) dan mendapat nilai sebesar 68. 3 siswa dengan percent (11,1%), cumulative percent (44,4%) dan mendapat nilai sebesar 72. 3 siswa dengan percent (11,1%), cumulative percent (48,1%) dan mendapat nilai sebesar 80. 1 siswa dengan percent (3,7%), cumulative percent (48,1%) dan mendapat nilai sebesar 84. 4 siswa dengan percent (14,8%), cumulative percent (85,2%) dan mendapat nilai sebesar 88. 6 siswa dengan percent (22,2%), cumulative percent (96,3%) dan mendapat nilai sebesar 92. 4 siswa dengan percent (11,1%), cumulative percent (100,0%) dan mendapat nilai sebesar 96-100.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Dari data yang diperoleh dapat ditarik pengetahuan bahwa nilai hasil belajar segi keterampilan materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah berhasil dan mencapai tujuan Pendidikan Agama Katolik. b. Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Kelas V.A Segi Sikap Spritual dan Sosial Tabel 34. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Sikap Spiritual dan Sosial Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A Statistics Hasil_BelajarV.A_Pel2 N Valid Missing Mean Median Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum 27 0 84.81 83.00 10.359 107.311 39 61 100 Pada data deskripsi statistik segi sikap materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.A ini menyajikan data berupa N, mean, median, range, std. deviation, variance, minimum dan maximum. Diketahui N berjumlah 27 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok Elisabeth adalah 84,081. Nilai median adalah 83,00. Nilai std. deviation adalah 10,359. Nilai variance adalah 107,311. Nilai range adalah 39. Nilai minimum adalah 61 dan nilai maximum adalah 100.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Selanjutnya peneliti mengambarkan hasil belajar segi sikap materi pokok Elisabeth kelas V.A dengan beberapa kriteria untuk semakin memperjelas data tersebut, kriterianya yakni tidak pernah, kadang-kadang, sering dan selalu. Berikut ini adalah gambaran frekuensi berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan: Tabel 35. Materi Pokok Elisabeth Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernahselalu) Kelas V.A Kriteria Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Interval 25.75 – 31 19.5 - 24.75 13.25 - 18.5 7 - 12.25 Jumlah 11 15 1 0 27 Presentase 41% 55% 4% 0% 100% Grafik 10. Materi Pokok Elisabeth Segi Sikap (tidak pernah-selalu) Kelas V.A Berdasarkan tabel dan grafik di atas, diketahui bahwa hasil belajar pada materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Segi Sikap (tidak pernah-selalu) kelas V.A dari 27 siswa-siswi memiliki frekuensi sebagai berikut: 11 siswa 41% berpendapat bahwa mereka selalu mengungkapkan iman atas karya

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 keselamatan Allah dalam diri Maria dan Elisabeth serta menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain. 15 siswa 55% berpendapat bahwa mereka sering mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Maria dan Elisabeth serta menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain. 1 siswa 4% berpendapat bahwa mereka kadang-kadang mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Maria dan Elisabeth serta menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar segi sikap materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah adalah sering. c. Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Kelas V.A Segi Keterampilan Tabel 36. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Keterampilan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A Statistics Hasil_BelajarV.A_Pel2 N Valid Missing Mean Median Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum 27 0 89.63 100.00 12.855 165.242 40 60 100

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Pada data deskripsi statistik segi keterampilan materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.A ini menyajikan data berupa N, mean, median, std. deviation, variance, range, minimum dan maximum. Diketahui N berjumlah 27 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok Elisabeth adalah 89,63. Nilai median adalah 100,00. Nilai range adalah 40. Nilai std. deviation adalah 12,855. Nilai variance adalah 165,242. Nilai minimum adalah 60 dan nilai maximum adalah 100. Selanjutnya digambarkan frekuensi hasil belajar segi keterampilan materi pokok Elisabeth kelas V.A yakni sebagai berikut: Tabel 37. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A Hasil_BelajarV.A_Pel2 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 60-70 2 7.4 7.4 11.1 70-80 1 3.7 3.7 37.0 80-90 7 25.9 25.9 48.1 90-100 18 63.0 63.9 100.0 Total 27 100.0 100.0

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Diagram Batang 4. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A Berdasarkan data statistik frekuensi tabel dan diagram di atas, diketahui bahwa hasil belajar pada materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.A segi keterampilan dari 27 siswa-siswi memiliki frekuensi sebagai berikut: 2 siswa dengan percent (7,4%), cumulative percent (11,1%) dan mendapat nilai sebesar 60. 1 siswa dengan percent (3,7%), cumulative percent (37,0%) dan mendapat nilai sebesar 70. 7 siswa dengan percent (25,9%), cumulative percent (48,1%) dan mendapat nilai sebesar 80. 18 siswa dengan percent (63,0%), cumulative percent (100,0%) dan mendapat nilai sebesar 90-100. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai hasil belajar segi keterampilan berhasil dan mencapai tujuan Pendidikan Agama Katolik.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 3. Analisis Deskripsi Statistik Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Pada Kelas V.B a. Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Kelas V.B Segi Pengetahuan Tabel 38. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Pengetahuan Materi Pokok Ester Kelas V.B Statistics Hasil_BelajarV.A_Pel2 N Valid Missing Mean Median Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum 22 4 91.81 94.00 8.045 64.727 24 76 100 Pada data deskripsi statistik segi pengetahuan materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.B ini menyajikan data berupa N, mean, median, std. deviation, variance, range, minimum dan maximum. Diketahui N berjumlah 22 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.B materi pokok I adalah 91,81. Nilai median adalah 94,00. Nilai std. deviation adalah 8,045. Nilai variance adalah 64,727. Nilai range adalah 24. Nilai minimum adalah 76 dan nilai maximum adalah 100. Selanjutnya digambarkan frekuensi hasil belajar segi pengetahuan materi pokok Ester kelas V.B yakni sebagai berikut:

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Tabel 39. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Ester Kelas V.B Hasil_BelajarV.A_Pel1 Frequency Percent Valid Valid Percent Cumulative Percent 76-80 1 3.7 4.5 18.2 80-84 3 11.1 13.6 27.3 84-88 2 7.4 9.1 36.4 88-92 2 7.4 9.1 50.0 92-96 3 11.1 13.6 68.2 96-100 11 40.7 50.0 100.0 Total 22 81.5 100.0 Diagram Batang 5. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Ester Kelas V.B Berdasarkan data statistik frekuensi tabel dan diagram di atas, diketahui bahwa hasil belajar pada materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.B segi pengetahuan dari 22 siswa-siswi memiliki frekuensi sebagai berikut: 1 siswa dengan percent (3,7%), cumulative percent (18,2%) dan mendapat nilai sebesar 76. 3 siswa dengan percent (11,1%), cumulative percent (27,3%) dan mendapat nilai sebesar 80. 2 siswa dengan percent (7,4%), cumulative percent (36,4%) dan mendapat nilai sebesar 84. 2 siswa dengan percent (7,4%), cumulative percent

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 (50,0%) dan mendapat nilai sebesar 88. 3 siswa dengan percent (11,1%), cumulative percent (68,2%) dan mendapat nilai sebesar 92. 11 siswa dengan percent (40,7%), cumulative percent (100,0%) dan mendapat nilai sebesar 96-100. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai hasil belajar segi pengetahuan materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.B berhasil dan mencapai tujuan Pendidikan Agama Katolik. b. Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Kelas V.B Segi Sikap Spiritual dan Sosial Tabel 40. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Sikap Spriritual dan Sosial Materi Pokok Ester Kelas V.B Statistics Hasil_BelajarV.B_Pel1 N Valid Missing Mean Median Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum 22 4 73,82 73.50 10.536 111.013 37 57 94 Pada data deskripsi statistik segi sikap materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.B ini menyajikan data berupa N, mean, median, std. deviation, variance, range, minimum dan maximum. Diketahui N berjumlah 22 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.B materi

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 pokok Ester adalah 73,82. Nilai median adalah 73,50. Nilai std deviation adalah 10,536. Nilai variance adalah 111. ,013. Nilai range adalah 37. Nilai minimum adalah 57 dan nilai maximum adalah 94. Selanjutnya peneliti mengambarkan hasil belajar segi sikap materi pokok Ester kelas V.B dengan beberapa kriteria untuk semakin memperjelas data tersebut, kriterianya yakni tidak pernah, kadangkadang, sering dan selalu. Berikut ini adalah gambaran frekuensi berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan: Tabel 41. Materi pokok Ester Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernah – selalu) Kelas V.B Kriteria Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Interval 29-35 22-28 15-21 (8-14 Jumlah 2 12 8 0 22 Presentase 36% 55% 9% 0% 100% Grafik 11. Materi Pokok Ester Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernahselalu) Kelas V.B Berdasarkan tabel dan grafik di atas, diketahui bahwa hasil belajar pada materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.B segi sikap dari 22 siswasiswi memiliki frekuensi sebagai berikut: 2 siswa 36% berpendapat bahwa mereka

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 selalu mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Ester dan menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain seperti Ester. 12 siswa 55% berpendapat bahwa mereka sering mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Ester dan menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain seperti Ester. 8 siswa 9% berpendapat bahwa mereka kadang-kadang mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Ester dan menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain seperti Ester. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar segi pengetahuan materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.B adalah sering. c. Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani Kelas V.B Segi Keterampilan Tabel 42. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Keterampilan Materi Pokok Ester Kelas V.B Statistics Hasil_BelajarV.B_Pel1 N Valid Missing Mean Median Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum 22 4 84,09 80.00 14.690 215.801 40 60 100 Pada data deskripsi statistik segi keterampilan materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.B ini menyajikan data berupa N, mean, median,

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 std. deviation, variance, range, minimum dan maximum. Diketahui N berjumlah 22 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok I adalah 84,09. Nilai median adalah 80,00. Nilai std. deviation adalah 14,690. Nilai variance adalah 215,801. Nilai range adalah 40. Nilai minimum adalah 60 dan nilai maximum adalah 100. Selanjutnya digambarkan frekuensi hasil belajar segi keterampilan materi pokok I kelas V.B yakni sebagai berikut: Tabel 43. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Ester Kelas V.B Hasil_BelajarV.A_Pel1 Frequency Percent Valid Valid Percent Cumulative Percent 60-70 1 3.7 4.5 40.9 70-80 8 29.6 36.4 54.5 80-90 3 11.1 13.6 59.1 90-100 19 37.0 45.4 100.0 Total 22 81.5 45.4 Diagram Batang 6. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Ester Kelas V.B Berdasarkan data statistik frekuensi tabel dan diagram di atas, diketahui bahwa hasil belajar pada materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.B segi

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 keterampilan dari 22 siswa-siswi memiliki frekuensi sebagai berikut: 1 siswa dengan percent (3,7%), cumulative percent (40,9%) dan mendapat nilai sebesar 60. 8 siswa dengan percent (29,6%), cumulative percent (54,5%) dan mendapat nilai sebesar 70. 3 siswa dengan percent (11,1%), cumulative percent (59,1%) dan mendapat nilai sebesar 80. 19 siswa dengan percent (37,0%), cumulative percent (100,0%) dan mendapat nilai sebesar 90-100. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai hasil belajar segi keterampilan materi pokok Ester Ester Perempuan Pemberani kelas V.B sedikit kurang berhasil dan mencapai tujuan Pendidikan Agama Katolik. 4. Deskripsi Statistik Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Pada Kelas V.B a. Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Kelas V.B Segi Pengetahuan Tabel 44. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Pengetahuan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B Statistics Hasil_BelajarV.B_Pel2 N Valid Missing Mean Median Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum 22 4 87.64 90.00 10.022 100.433 40 60 100

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Pada data deskripsi statistik segi pengetahuan materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.B ini menyajikan data berupa N, mean, median, std. deviation, variance, range, minimum dan maximum. Diketahui N berjumlah 22 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok Elisabeth adalah 87,64. Nilai median adalah 90,00. Nilai std. deviation adalah 10,022. Nilai variance adalah 100,433. Nilai range adalah 40. Nilai minimum adalah 60 dan nilai maximum adalah 100. Selanjutnya digambarkan frekuensi hasil belajar segi pengetahuan materi pokok Elisabeth kelas V.B yakni sebagai berikut: Tabel 45. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B Hasil_BelajarV.A_Pel2 Frequency Percent Valid Valid Percent Cumulative Percent 60-69 1 3.7 4.5 9.1 68-72 1 3.7 4.5 13.6 72-80 1 3.7 4.5 18.2 80-84 1 3.7 4.5 27.3 84-88 2 7.4 9.1 50.0 88-92 5 18.5 22.7 77.3 92-96 6 22.2 27.3 90.9 96-100 5 18.5 22.7 100.0 22 81.5 100.0 Total

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Diagram Batang 7. Statistik Frekuensi Segi Pengetahuan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B Berdasarkan data statistik frekuensi tabel dan diagram di atas, diketahui bahwa hasil belajar pada materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.B segi pengetahuan dari 22 siswa-siswi memiliki frekuensi sebagai berikut: 1 siswa dengan percent (3,7%), cumulative percent (9,1%) dan mendapat nilai sebesar 60. 1 siswa dengan percent (3,7%), cumulative percent (13,6%) dan mendapat nilai sebesar 68. 1 siswa dengan percent (3,7%), cumulative percent (18,2%) dan mendapat nilai sebesar 72. 1 siswa dengan percent (3,7%), cumulative percent (27,3%) dan mendapat nilai sebesar 80. 2 siswa dengan percent (7,3%), cumulative percent (50,0%) dan mendapat nilai sebesar 84. 5 siswa dengan percent (18,5%), cumulative percent (77,3%) dan mendapat nilai sebesar 88. 6 siswa dengan percent (22,2%), cumulative percent (90,9%) dan mendapat nilai sebesar 92. 5 siswa dengan percent (18,5%), cumulative percent (100,0%) dan mendapat nilai sebesar 96-100. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai hasil belajar segi keterampilan materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.A kurang berhasil dan mencapai tujuan Pendidikan Agama Katolik.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 b. Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Kelas V.B Segi Sikap Spiritual dan Sosial Tabel 46. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Sikap Spiritual dan Sosial Materi Elisabeth Kelas V.B Statistics Hasil_BelajarV.B_Pel2 N Valid Missing Mean Median Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum 22 4 82.18 83.00 8.284 68.632 35 65 100 Pada data deskripsi statistik segi sikap materi pokok Mari dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.B ini menyajikan data berupa N, mean, median, std. deviation, variance, range, minimum dan maximum. Diketahui N berjumlah 22 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.B materi pokok Elisabeth adalah 82,18. Nilai median adalah 83,00. Nilai std. deviation adalah 8,284. Nilai variance adalah 68,632. Nilai range adalah 35. Nilai minimum adalah 65 dan nilai maximum adalah 100. Selanjutnya peneliti mengambarkan hasil belajar segi sikap materi pokok Elisabeth kelas V.B dengan beberapa kriteria untuk semakin memperjelas data tersebut, kriterianya yakni tidak pernah, kadang-kadang, sering dan selalu. Berikut ini adalah gambaran frekuensi berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan:

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Tabel 47. Materi Pokok Elisabeth Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernahselalu) Kelas V.B Kriteria Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Interval 25.75 – 31 19.5 - 24.75 13.25 - 18.5 7 - 12.25 Jumlah 6 15 1 0 22 Presentase 27% 68% 5% 0% 100% Grafik 12. Materi Pokok Elisabeth Segi Sikap Spiritual dan Sosial (tidak pernahselalu) Kelas V.B Berdasarkan tabel dan grafik di atas, diketahui bahwa hasil belajar pada materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Segi Sikap (tidak pernah-selalu) kelas V.B dari 22 siswa-siswi memiliki frekuensi sebagai berikut: 6 siswa 27% berpendapat bahwa mereka selalu mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Maria dan Elisabeth serta menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain. 15 siswa 68% berpendapat bahwa mereka sering mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Maria dan Elisabeth serta menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 orang lain. 1 siswa 5% berpendapat bahwa mereka kadang-kadang mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Maria dan Elisabeth serta menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar segi sikap materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.B adalah sering. c. Materi Pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Kelas V.B Segi Keterampilan Tabel 48. Rangkuman Deskripsi Statistik Segi Keterampilan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B Statistics Hasil_BelajarV.B_Pel2 N Valid Missing Mean Median Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum 22 4 88,64 95.00 12.458 155.195 30 70 100 Pada data deskripsi statistik segi keterampilan materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.B ini menyajikan data berupa N, mean, median, std. deviation, variance, range, minimum dan maximum. Diketahui

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 N berjumlah 22 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok Elisabeth adalah 88,64. Nilai median adalah 95,00. Nilai std deviation adalah 12,458. Nilai variance adalah 155,195. Nilai range adalah 30. Nilai minimum adalah 70 dan nilai maximum adalah 100. Selanjutnya digambarkan frekuensi hasil belajar segi keterampilan materi pokok II kelas V.B yakni sebagai berikut: Tabel 49. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B Hasil_BelajarV.A_Pel2 Valid Valid Percent 18.2 Cumulative Percent 45.5 70-80 Frequency Percent 4 14.8 80-90 6 22.2 27.3 50.0 90-100 12 44.4 54.5 100.0 Total 22 81.5 100.0 Diagram Batang 8. Statistik Frekuensi Segi Keterampilan Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B Berdasarkan data statistik frekuensi tabel dan diagram di atas, diketahui bahwa hasil belajar pada materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Allah kelas V.B segi keterampilan dari 22 siswa-siswi memiliki frekuensi sebagai berikut: 4 siswa dengan percent (14,8%), cumulative percent (45,5%) dan mendapat nilai sebesar 70. 6 siswa dengan percent (22,2%), cumulative percent (50,0%) dan mendapat nilai sebesar 80. 12 siswa dengan percent (44,4%), cumulative percent (100,0%) dan mendapat nilai sebesar 90-100. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai hasil belajar segi keterampilan materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.B berhasil dan mencapai tujuan Pendidikan Agama Katolik. D. Analisis Evaluatif Tabel 50. Hasil Belajar Materi Pokok Ester Kelas V.A Nomor Urut Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 KD. 1 dan 2 KD. 3 KD. 4 63 100 100 54 88 90 57 100 80 60 84 90 66 84 90 75 100 100 82 92 80 88 100 90 66 68 70 75 96 90 79 92 90 79 92 90 66 96 80 82 100 70

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Total Nilai Nilai Rata-rata 88 92 100 72 100 100 69 100 100 94 100 100 72 88 90 79 84 90 79 100 100 82 100 100 75 92 80 75 100 70 88 92 100 97 100 100 91 92 80 2053 2532 2420 77 94 90 Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai hasil belajar materi pokok Ester pada kelas V.A dari 27 siswa yakni KD 1 dan 2 dengan total nilai 2053 dan nilai rata-rata sebesar 77, siswa yang mencapai KKM (nilai > 76) yakni sebanyak 13 siswa atau sebesar (49%) dan ada 14 siswa atau sebesar (51%) belum mencapai KKM. KD 3 dengan total nilai 2532 dan nilai rata-rata sebesar 94, siswa yang mencapai KKM (nilai > 76) yakni sebanyak 26 siswa atau sebesar (97%) dan ada 1 siswa atau sebesar (3%) belum mencapai KKM. KD 4 dengan total nilai 2420 dan nilai rata-rata sebesar 90, siswa yang mencapai KKM (nilai > 76) yakni sebanyak 24 siswa atau sebesar (88%) dan ada 3 siswa atau sebesar (12%) belum mencapai KKM.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Tabel 51. Hasil Belajar Materi Pokok Elisabeth Kelas V.A Nomor Urut Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 KD. 1 dan 2 KD. 3 KD. 4 72 88 80 72 72 60 79 80 100 61 88 60 83 72 80 83 92 100 79 88 90 83 96 100 72 48 70 90 96 90 75 64 80 75 72 100 93 68 100 83 92 100 93 88 100 83 92 100 75 92 100 100 80 100 83 56 90 93 80 100 83 64 80 93 92 80 97 64 80 93 100 100 100 92 100 100 96 100

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 27 Total Nilai Nilai Rata-rata 97 84 80 2290 2196 2420 85 82 90 Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai hasil belajar materi pokok Elisabeth pada kelas V.A dari 27 siswa yakni KD 1 dan 2 dengan total nilai 2290 dan nilai rata-rata sebesar 85, siswa yang mencapai KKM (nilai > 76) yakni sebanyak 20 siswa atau sebesar (75%) dan ada 7 siswa atau sebesar (25%) belum mencapai KKM. KD 3 dengan total nilai 2196 dan nilai rata-rata sebesar 82, siswa yang mencapai KKM (nilai > 76) yakni sebanyak 18 siswa atau sebesar (67%) dan ada 9 siswa atau sebesar (33%) belum mencapai KKM. KD 4 dengan total nilai 2420 dan nilai rata-rata sebesar 90, siswa yang mencapai KKM (nilai > 76) yakni sebanyak 24 siswa atau sebesar (88%) dan ada 3 siswa atau sebesar (12%) belum mencapai KKM. Tabel 52. Hasil Belajar Materi Pokok Ester Kelas V.B Nomor Urut Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 KD. 1 dan 2 KD. 3 KD. 4 66 80 70 79 80 70 75 88 70 72 92 100 57 84 100 69 100 100 66 100 100 75 92 70

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Total Nilai Nilai Rata-rata 69 96 80 88 96 80 - - - 88 100 70 - - - 75 96 70 63 80 100 75 96 100 66 100 70 94 84 100 60 100 100 63 88 70 85 92 90 66 100 80 - - - 91 76 60 - - - 82 100 100 1624 2020 1850 74 92 85 Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai hasil belajar materi pokok Ester pada kelas V.B dari 26 siswa yakni KD 1 dan 2 dengan total nilai 1624 dan nilai rata-rata sebesar 74, siswa yang mencapai KKM (nilai > 76) yakni sebanyak 7 siswa atau sebesar (32%) dan ada 15 siswa atau sebesar (68%) belum mencapai KKM. KD 3 dengan total nilai 2020 dan nilai rata-rata sebesar 92, siswa yang mencapai KKM (nilai > 76) yakni sebanyak 22 siswa dari 22 siswa yang hadir

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 atau sebesar (100%). KD 4 dengan total nilai 1850 dan nilai rata-rata sebesar 85, siswa yang mencapai KKM (nilai > 76) yakni sebanyak 13 siswa atau sebesar (60%) dan ada 9 siswa atau sebesar (40%) belum mencapai KKM. Tabel 53. Hasil Belajar Materi Pokok Elisabeth Kelas V.B Nomor Urut Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 KD. 1 dan 2 KD. 3 KD. 4 83 60 80 83 68 70 90 88 100 83 88 90 68 92 100 90 100 80 83 92 100 79 88 100 75 88 100 83 92 70 - - - 90 92 80 - - - 93 96 100 65 80 80 90 96 100 72 92 80 100 84 100 75 96 100 79 92 80 83 88 70

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 22 79 100 100 - - - 86 72 70 - - - 79 84 100 1808 1928 1950 83 88 89 23 24 25 26 Total Nilai Nilai Rata-rata Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai hasil belajar materi pokok Elisabeth pada kelas V.B dari 26 siswa yakni KD 1 dan 2 dengan total nilai 1808 dan nilai rata-rata sebesar 83, siswa yang mencapai KKM (nilai > 76) yakni sebanyak 17 siswa atau sebesar (78%) dan ada 5 siswa atau sebesar (2%) belum mencapai KKM. KD 3 dengan total nilai 1928 dan nilai rata-rata sebesar 88, siswa yang mencapai KKM (nilai > 76) yakni sebanyak 19 siswa atau sebesar (86%) dan ada 3 siswa atau sebesar (14%) yang belum mencapai KKM. KD 4 dengan total nilai 1950 dan nilai rata-rata sebesar 89, siswa yang mencapai KKM (nilai > 76) yakni sebanyak 18 siswa atau sebesar (82%) dan ada 4 siswa atau sebesar (18%) belum mencapai KKM. Menurut Nana Sudjana (2017:8) suatu kelompok dikatakan berhasil dalam belajar yakni dengan kriteria ketuntasan secara klasikal sebesar 75%. Maka berdasarkan analisis evaluatif di atas, diketahui bahwa pada kelas V.A dan V.B materi pokok Ester dan Elisabeth dengan hasil sebagai berikut:

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Tabel 54. Hasil Ketuntasan Klasikal Kelas V.A materi pokok Ester KD 1&2 3 4 Hasil 49% 97% 88% Ketuntasan Klasikal 75% 75% 75% Kesimpulan Tidak efektif Efektif Efektif Tabel 55. Hasil Ketuntasan Klasikal Kelas V.A materi pokok Elisabeth KD 1&2 3 4 Hasil 75% 67% 88% Ketuntasan Klasikal 75% 75% 75% Kesimpulan Efektif Tidak efektif Efektif Tabel 56. Hasil Ketuntasan Klasikal Kelas V.B materi pokok Ester KD 1&2 3 4 Hasil 32% 100% 60% Ketuntasan Klasikal 75% 75% 75% Kesimpulan Tidak efektif Efektif Tidak efektif Tabel 57. Hasil Ketuntasan Klasikal Kelas V.B materi pokok Elisabeth KD 1&2 3 4 Hasil 78% 100% 82% Ketuntasan Klasikal 75% 75% 75% Kesimpulan Efektif Efektif Efektif E. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil uji normalitas (lih tabel 22,23,24,25 dan grafik 1,2,3,4,5,6,7,8) baik materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth pada kelas V.A dan V.B secara keseluruhan terdapat nilai signifikansi tidak normal yakni  0,05 dikarenakan berbagai kendala seperti taraf kesukaran soal masih pada taraf sedang dan mudah, pembagian waktu, waktu tes yang kurang, proses pembelajaran yang kurang berjalan lancar karena terganggu oleh kelas lain

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 sehingga suara video kurang terdengar oleh siswa-siswi. Berdasarkan kendala tersebut maka akhirnya menyebabkan data yang diperoleh tidak berdistribusi normal. Menurut Nana Sudjana (2017:8) suatu kelompok dikatakan berhasil dalam belajar yakni dengan kriteria ketuntasan secara klasikal sebesar 75% dan kriteria ketuntasan individu yang ditetapkan sekolah sebesar 76. Maka dari hasil analisis evaluatif baik materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth kelas V.A dan V.B yakni: materi pokok Ester pada kelas V.A pada KD 1 dan 2 tidak efektif dengan persentase sebesar 49%, KD 3 dan 4 efektif mencapai KKM dengan persentase sebesar 94% dan 88%. Materi pokok Elisabeth pada kelas V.A yakni KD 3 tidak efektif dengan persentase sebesar 66%, KD 1, 2 dan 4 efektif mencapai KKM dengan persentase 75% dan 88%. Materi pokok Ester pada kelas V.B yakni KD 1, 2 dan 4 tidak efektif dengan persentase sebesar 32% dan 60%, KD 3 efektif mencapai KKM dengan persentase sebesar 100%. Materi pokok Elisabeth pada kelas V.B yakni seluruh KD efektif mencapai KKM dengan persentase sebesar 78%, 100% dan 82%. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media video dalam Pendidikan Agama Katolik di SDK Sang Timur Yogyakarta Tahun Pelajaran 2018-2019 adalah tidak secara keseluruhan efektif dan yang efektif yakni pada materi pokok Ester kelas V.A KD 3 dan 4, materi pokok Elisabeth kelas V.A yakni pada KD 1, 2 dan 4, materi pokok Ester kelas V.B yakni pada KD 3 dan materi pokok Elisabeth kelas V.B yakni seluruh KD dari 1-4. Dari seluruh hasil analisis ada yang tidak efektif dikarenakan beberapa pengaruh baik pada proses pembelajaran, waktu, taraf kerukaran soal yang terlalu sedang dan

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 mudah sehingga ketika dianalisis secara kelompok hasil tidak mencapai ketuntasan klasikal sebesar (75%) atau KKM (nilai > 76). Berdasarkan hasil deskripsi statistik segi pengetahuan (lih tabel. 22) ditunjukan bahwa hasil belajar siswa memiliki hasil yang memuaskan. Pada materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.A peneliti menggunakan media video tentang Ratu Ester, maka diketahui dari 27 siswa mendapat nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok Ester adalah 93,78. Nilai median adalah 96,00. Nilai std. deviation adalah 7,633. Nilai variance adalah 58,256. Nilai range adalah 32. Nilai minimum adalah 68 dan nilai maximum adalah 100. Dengan demikian nilai yang diperoleh siswa-siswi ini telah menunjukan ketercapaian tujuan Pendidikan Agama Katolik pada materi pokok Ester Perempuan Pemberani. Selanjutnya digambarkan hasil deskripsi statistik segi sikap materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.A (lih tebel. 24). Diketahui N berjumlah 27 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok I adalah 76,04. Nilai median adalah 75,00. Nilai std. deviation adalah 11,130. Nilai variance adalah 123,883. Nilai range adalah 43. Nilai minimum adalah 54 dan nilai maximum adalah 97. Kemudian ditunjukan pula hasil deskripsi statistik segi sikap melalui beberapa kriteria yakni tidak pernah, kadang-kadang, sering dan selalu (lih tabel 25 dan grafik 9) dengan indikator mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Ester dan menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain seperti Ester dengan hasil sebagai berikut: dari 27 siswa memiliki frekuensi yakni 3 siswa 11%

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 berpendapat bahwa mereka selalu. 17 siswa 63% berpendapat bahwa mereka sering. 7 siswa 26% berpendapat bahwa mereka kadang-kadang. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar segi pengetahuan materi pokok Ester Perempuan Pemberani dengan indikator mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Ester dan menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain seperti Ester adalah sering. Selanjutnya semakin diperkuat dengan hasil deskripsi statistik segi keterampilan (lih tabel. 26) ditunjukan bahwa hasil belajar siswa memiliki hasil yang memuaskan. Diketahui dari 27 responden dengan nilai mean atau nilai ratarata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok Ester adalah 89,63. Nilai median adalah 90,00. Nilai std. deviation adalah 10,184. Nilai variance adalah 103,704. Nilai range adalah 30. Nilai minimum adalah 70 dan nilai maximum adalah 100. Dengan demikian nilai yang diperoleh siswa-siswi ini telah menunjukan ketercapaian tujuan Pendidikan Agama Katolik pada materi pokok Ester Perempuan Pemberani. Pada pertemuan kedua di kelas V.A dengan materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah segi pengetahuan ditemuakan hasil anaslisis deskriptif (lih tabel. 28). Peniliti menggunakan media video tentang Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan, pemberitahuan tentang kelahiran yohanes dan kelahiran yohanes. Ditunjukan bahwa hasil belajar siswa memiliki hasil yang memuaskan. Diketahui dari 27 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok Elisabeth adalah 81,33. Nilai median adalah 88,00. Nilai std deviation adalah 13,812. NIlai variance adalah

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 190,769. Nilai range adalah 52. Nilai minimum adalah 48 dan nilai maximum adalah 100. Maka dengan demikian nilai yang diperoleh siswa-siswi ini telah menunjukan ketercapaian tujuan Pendidikan Agama Katolik pada materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah. Selanjutnya digambarkan hasil deskripsi statistik segi sikap materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.A (lih tabel. 30) Diketahui N berjumlah 27 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok Elisabeth adalah 84,81. Nilai median adalah 83,00. Nilai std. deviation adalah 10,359. Nilai variance adalah 107,311. Nilai range adalah 39. Nilai minimum adalah 61 dan nilai maximum adalah 100. Kemudian ditunjukan pula hasil deskripsi statistik segi sikap melalui beberapa kriteria yakni tidak pernah, kadang-kadang, sering dan selalu (lih tabel 31 dan grafik 10). Dari 27 siswa-siswi memiliki frekuensi yakni 11 siswa 41% berpendapat bahwa mereka selalu. 15 siswa 55% berpendapat bahwa mereka sering. 1 siswa 4% berpendapat bahwa mereka kadang-kadang. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar segi sikap materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah dengan indikator mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Elisabeth dan Maria serta menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain pada kelas V.A adalah sering. Selanjutnya semakin diperkuat dengan hasil deskripsi statistik segi keterampilan (lih tabel. 32) ditunjukan bahwa hasil belajar siswa memiliki hasil yang memuaskan. Diketahui N berjumlah 27 responden dengan nilai mean atau

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.A materi pokok Elisabeth adalah 89,63. Nilai median adalah 100,00. Nilai std. deviation adalah 12,855. Nilai variance adalah 165,242. Nilai range adalah 40. Nilai minimum adalah 60 dan nilai maximum adalah 100. Dengan demikian nilai yang diperoleh siswa-siswi ini telah menunjukan ketercapaian tujuan Pendidikan Agama Katolik pada materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah. Berdasarkan hasil deskripsi statistik segi pengetahuan (lih tabel. 38) ditunjukan bahwa hasil belajar siswa memiliki hasil yang memuaskan. Pada materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.B peneliti menggunakan media video tentang Ratu Ester, maka diketahui N berjumlah 22 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.B materi pokok Ester adalah 91,81. Nilai median adalah 94,00. Nilai std. deviation adalah 8,045. Nilai variance adalah 64,727. Nilai range adalah 24. Nilai minimum adalah 76 dan nilai maximum adalah 100. Dengan demikian nilai yang diperoleh siswa-siswi ini telah menunjukan ketercapaian tujuan Pendidikan Agama Katolik pada materi pokok Ester Perempuan Pemberani. Selanjutnya digambarkan hasil deskripsi statistik segi sikap materi pokok Ester Perempuan Pemberani kelas V.B (lih tebel. 36). Diketahui N berjumlah 22 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.B materi pokok I adalah 73,82. Nilai median adalah 73,50. Nilai std. deviation adalah 10,536. Nilai variance adalah 111,013. Nilai range adalah 37. Nilai minimum adalah 57 dan nilai maximum adalah 94. Selanjutnya peneliti mengambarkan hasil belajar segi sikap materi pokok Ester kelas V.B. Kemudian

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 ditunjukan pula hasil uji analisis deskriptif segi sikap melalui beberapa kriteria yakni tidak pernah, kadang-kadang, sering dan selalu (lih tabel 37 dan grafik 11) dengan indikator mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Ester dan menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain seperti Ester dengan hasil sebagai berikut: dari 22 siswa-siswi memiliki frekuensi sebagai berikut: 2 siswa 36% berpendapat bahwa mereka selalu. 12 siswa 55% berpendapat bahwa mereka sering. 8 siswa 9% berpendapat bahwa mereka kadang-kadang. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar segi pengetahuan materi pokok Ester Perempuan Pemberani dengan indikator mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Ester dan menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain seperti Ester adalah Sering. Selanjutnya semakin diperkuat dengan hasil deskripsi statistik segi keterampilan (lih tabel. 38) ditunjukan bahwa hasil belajar siswa memiliki hasil yang memuaskan. Diketahui N berjumlah 22 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.B materi pokok Ester adalah 84,09. Nilai median adalah 80,00. Nilai std. deviation adalah 14,690. Nilai variance adalah 215,801. Nilai range adalah 40. Nilai minimum adalah 60 dan nilai maximum adalah 100. Dengan demikian nilai yang diperoleh siswa-siswi ini telah menunjukan ketercapaian tujuan Pendidikan Agama Katolik pada materi pokok Ester Perempuan Pemberani. Berdasarkan hasil deskripsi statistik segi pengetahuan (lih tabel. 40) ditunjukan bahwa hasil belajar siswa memiliki hasil yang memuaskan. Pada

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.B. Peniliti menggunakan media video tentang Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan, pemberitahuan tentang kelahiran yohanes dan kelahiran yohanes. Ditunjukan bahwa hasil belajar siswa memiliki hasil yang memuaskan. Diketahui dari 22 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.B materi pokok Elisabeth adalah 87,64. Nilai median adalah 90,00. Nilai std deviation adalah 10,022. NIlai variance adalah 100,433. Nilai range adalah 40. Nilai minimum adalah 60 dan nilai maximum adalah 100. Maka dengan demikian nilai yang diperoleh siswa-siswi ini telah menunjukan ketercapaian tujuan Pendidikan Agama Katolik pada materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah. Selanjutnya digambarkan hasil deskripsi statistik segi sikap materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah kelas V.B (lih tabel. 42) Diketahui N berjumlah 22 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.B materi pokok Elisabeth adalah 82,18. Nilai median adalah 83,00. Nilai std. deviation adalah 8,284. Nilai variance adalah 68,632. Nilai range adalah 35. Nilai minimum adalah 65 dan nilai maximum adalah 100. Kemudian ditunjukan pula hasil deskripsi statistik segi sikap melalui beberapa kriteria yakni tidak pernah, kadang-kadang, sering dan selalu (lih tabel 43 dan grafik 12). Dari 22 siswa-siswi memiliki frekuensi yakni 6 siswa 27% berpendapat bahwa mereka selalu. 15 siswa 68% berpendapat bahwa mereka sering. 1 siswa 5% berpendapat bahwa mereka kadang-kadang. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar segi sikap materi pokok

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah dengan indikator mengungkapkan iman atas karya keselamatan Allah dalam diri Elisabeth dan Maria serta menunjukan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain pada kelas V.B adalah sering. Selanjutnya semakin diperkuat dengan hasil deskripsi statistik segi keterampilan (lih tabel. 44) ditunjukan bahwa hasil belajar siswa memiliki hasil yang memuaskan. Diketahui N berjumlah 22 responden dengan nilai mean atau nilai rata-rata pada hasil belajar siswa kelas V.B materi pokok Elisabeth adalah 88,64. Nilai median adalah 95,00. Nilai std. deviation adalah 12,458. Nilai variance adalah 155,195. Nilai range adalah 30. Nilai minimum adalah 70 dan nilai maximum adalah 100. Dengan demikian nilai yang diperoleh siswa-siswi ini telah menunjukan ketercapaian tujuan Pendidikan Agama Katolik pada materi pokok Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah. Berdasarkan data deskripsi statistik di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa secara rata-rata hasil perorangan penggunaan media video dalam Pendidikan Agama Katolik efektif dan mencapai tujuan Pendidikan Agama Katolik. Namun secara kelompok penggunaan media video dalam Pendidikan Agama Katolik tidak efektif dan tidak mencapai tujuan Pendidikan Agama Katolik. Hal ini dikarenakan pada taraf kesukaran soal tergolong soal sedang dan mudah artinya peneliti membuat soal yang masih terlalu sedang dan mudah sehingga ketika dianalisis data tidak menunjukan ketercapaian KKM (nilai > 76).

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 F. Keterbatasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelilitian yang telah dilaksanakan dan diolah datanya, maka penelitian ini memberikan sebuah kesimpulan bahwa penggunaan media dalam Pendidikan Agama Katolik tidak efektif dan tidak mencapai tujuan Pendidikan Agama Katolik. Maka peneliti memaparkan beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yakni sebagai berikut: 1. Penulis merasa bahwa masih kesulitan dalam membuat setiap butir instrumen, ditambah harus menyesuaikan instrumen dengan indikator yang telah ditentukan. Penulis menyadari keterbatasan pengetahuan diri, ketika penulis harus bisa menyesuaikan bahasa dalam setiap butir instrumen dengan bahasa anak-anak agar mudah dimengerti. 2. Penulis mengalami keterbatasan dalam mencari video untuk mendukung penelitian ini. 3. Penulis mengalami keterbatasan dalam membagi waktu mengajar dengan waktu harus tes sehingga mengalami sedikit kekurangan waktu pada waktu tes.

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab V ini penulis memaparkan kesimpulan dan saran dari seluruh permasalahan dalam skipsi ini. A. Kesimpulan Berdasarkan kajian teori dan hasil penelitian, penulis menyimpulkan beberapa hal yakni sebagai berikut: Berdasarkan kriteria ketuntasan minimal dari sekolah yakni sebesar 76, diketahui hasil penelitian segi sikap dari nilai hasil belajar materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth, baik kelas V.A maupun kelas V.B yakni sebagian besar sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 76, tetapi pada kelas V.B materi pokok Ester tidak mencapai KKM. Selanjutnya ditunjukan pula hasil segi sikap melalui beberapa kriteria yakni: tidak pernah, kadang-kadang, sering dan selalu. Dengan hasil sebagai berikut, baik kelas V.A dan kelas V.B materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth secara keseluruhan siswa-siswi menjawab pada taraf sering. Berdasarkan hasil penelitian segi pengetahuan menunjukan bahwa nilai hasil belajar materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth, baik kelas V.A maupun kelas V.B yakni secara keseluruhan mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 76. Berdasarkan hasil penelitian segi keterampilan menunjukan bahwa nilai hasil belajar materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth, baik kelas V.A

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 maupun kelas V.B yakni secara keseluruhan nilai hasil belajar siswa-siswi sudah melebihi kriteria ketuntasan kelompok (KKM) sebesar 76. Berdasarkan seluruh hasil tersebut artinya siswa-siswi sudah berhasil mencapai tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dikarenakan dalam proses pembelajaran dibantu dengan media video. Pada hasil analisis evaluatif secara keseluruhan materi pokok Ester dan materi pokok Elisabeth, baik kelas V.A dan kelas V.B, berdasarkan kriteria ketuntasan klasikal sebesar 75% menunjukan bahwa secara keseluruhan penggunaan media video tidak efektif karena masih ada kompetensi dasar yang tidak mencapai kriteria ketuntasan klasikal . B. Saran Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian di atas, penulis akan memberikan bebrapa saran yang diharapkan dapat membantu dan berguna dalam peningkatan Efektivitas Penggunaan Media Video dalam Pendidikan Agama Katolik di SDK Sang Timur Yogyakarta. 1. Bagi Sekolah SDK Sang Timur Yogyakarta Bagi sekolah diharapkan agar memberikan ruang, fasilitas dan kesempatan kepada para guru untuk lebih mengembangkan penggunaan media video dalam pendidikan agama katolik dengan tepat.

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 2. Bagi Guru SDK Sang Timur Yogyakarta Bagi guru alangkah baiknya memberikan kegiatan pembelajaran yang menarik dengan menggunakan media yang tepat untuk membantu memperlancar penyampaian materi dalam proses pembelajaran khususnya dalam pendidikan agama katolik. 3. Bagi Mahasiswa-mahasiswi Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma Bagi para mahasiswa-mahasiswi yang ingin melanjutkan skripsi ini sebaiknya perlu memperkembangkan penggunaan media video dan perlu memperhatikan setiap butir pertanyaan yang dibuat agar data yang diperoleh berdistribusi normal dan dapat dilanjutkan untuk analisis selanjutnya.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 DAFTAR PUSTAKA Amalorpavadass. (1982). Katekese Sebagai Tugas Pastoral Gereja, Hakekat, Tujuan Dan Proses Katekese. Yogyakarta: STKAT. Ardianto, Ifan. (2015) “Efektivitas Media Video Pembelajaran “Rumahku” Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas B di TK RA Perwanida Boyolali”. Universitas Negeri Semarang. Arsyad, Azhar. (2009). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Cecep Kustandi dan Bambang Sutjipto. (2011). Media Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Covey, Stephen R. (1997). The 7 (seven) Habits of Hinghly Effecitive People. (Drs.Budijanto, Penerjemah). Jakarta: Binarupa Aksara. Dapiyanta, F.X. (2008). Pendidikan Agama Katolik Pada Tingkat Pendidikan Dasar. Diktat Mata Kuliah Pendidikan Agama Katolik Pendidikan Dasar Untuk Mahasiswa Semester III Program Studi PAK, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyarkarta.  . (2011). Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di Sekolah. Buku Ajar Mahasiswa IPPAK-FKIP-USD Yogyakarta. Gizabenyo (2018). https://womantalk.com/life-hacks/articles/siapa-yang Tergolong-dalam-generasi-z-dan-bagaimana-karakternyayB5Y. 16/01/2019.10.00. Riemer, G. (1998). Pedoman Ilmu Katekese. Jakarta: Bina Kasih. Hasanah, Uswatun. (2015). “Penggunaan Media Video Sebagai Sumber Belajar PAI dan Budi Pekerti Dalam Meningkatkan Nilai Keislaman Siswa Di Kelas X 3 SMA N 3 Bantul”. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hadi, Sutrisno. (2004). Metodelogi Research. Yogyakarta: Andi Offset. Heryatno Wono Wulung, F.X. (2008). Pokok-pokok Pendidikan Agama Katolik di Sekolah. Yogyakarta: Yayasan BP Basis. Hujair AH, Sanaky. (2013). Media Pembelajaran Interaktif Inovatif. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara. https://edukasi.kompas.com/read/2018/04/09/zaman-sudah-berubah-bagaimanadengan-kualitas-lulusan-sekolah.09/04/2018.11.00. https://www.youtube.com/results?search_query=video+kelahiran+yohanes. 13/08/2018.10.00 https://www.youtube.com/results?search_query=video++ratu+ester. 13/08/2018.10.00 https://www.youtube.com/results?search_query=video+maria+diberi+kabar+ malaika+tuhan.13/08/2018.10.00 Iswarahadi, Y.I. (2004). Agama, Televisi dan Perdamaian. Karya Mahasiswa Semester VII/2004-2005 Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Komisi Katetektik KWI. (2017). Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti, Belajar Mengenal Yesus Buku Guru Kelas V. Yogyakarta: PT Kanisius. Maman Sutarman dan Yosef Lalu. (2004). Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Agama Katolik. Jakarta: Komisi Kateketik KWI.

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Margono, S. (2007). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Reneka Cipta. Muasaroh. (2010). Literaturbook.blogspot.com/2014/12/pengertian-efektivitas dan-Landasan.html? m=1.20/08/2018.12.00. Maya. (2015). Belajar Cepat Analisis Statistik Parametik Non Parametrik dengan SPSS. Yogyakarta: Andi-Wahana Komputer. Nana Sudjana dan Ibrahim. (1989). Penenilitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru. Nana Sudjana. (2017). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Nizwardi Jalinus dan Anisiyar. (2016). Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media Grup. Othenk. (2008). Literaturbook.blogspot.com/2014/12/pengertian-efektivitas-dan landasan.html?m=1.20/08/2018.12.00. Sanjaya, Wina.(2014). Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Supriyanti, Yulia . (2014). Pengantar Pendidikan. Diktat Mata Kuliah Pengantar Pendidikan untuk Mahasiswa Semester I Program Studi Pendidikan Agama Katolik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 (2003). Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas. Yudhi Munadi. (2013). Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 : Surat Permohonan Izin Penelitian Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Mrican, Tromol Pas 29 Yogyakarla 55002 • Telp, )~720( 513301,515352 - Ext. 1413' Fax. (0274) 562383 w....... usd.ac.id. emaa: J!\i2@U'.:d.ac.ld Nomor Lampiran Hal 150aJP.4KJXJ2018 Permohonan ljin Penelitian Kepada Yth. Sr. Beala Maria, PLI Kepala Sekolah SDK Sang Timur .11. Batikan No.7 Pandeyan, .o~ahlu mU Yogyakarta I)cngan honnal Dengan ini bmi memohonkan ijin bagi mahasiswa kami, Nama No. Mahasiswa Program Studi Jurusan rels~meS Santi LJtall1i 141124027 Pendidikan Agama Katolik lImu Pendidilan IX (Sembi Ian ) Untuk melaksanakan penelitian dalam rangka berikut: penyusunan Skripsi dengan ketemuan sebagai SDK Sang Timur ,11. Batikan NO.7 Pandcyan, Umbulharju, Yogyakarta Bulan November 2018 EtCklivitas Penggwlaan Media Video Dalam Pcndidikall Agamu KalOJik di SDK Sang Timur Yogvakarta Lokasi Wahu TopikJJudul Alas perhatian dan ijin yang dibcrikan kami ucapkan lerima kasih Yogyakarta,22 Oktoher 2018 .i~la Dosen Pembimbing Penelitian, ." b,~/ ~ ~. naR~D PfO!~'Studi ...... FKIP. \" )~. ,l.:" ''/., 7 ~1Q .<,ry--" ~1 -_-to: - ( T ~ - Qr. B,A. ,otn~'i.kUR _." FX. Dapiyallt8 , SFK., dP.I~ ".~'\ Tel11busan: I. Yth. Dekan F.IUP 2. Yth. Mnhaslswa Ybs. 3. Arsip (1) PAK .. S.J

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2: RPP Materi Pokok Ester Perempuan Pemberani, Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 1) Sekolah : SDK Sang Timur Yogyakarta Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik dan BudiPekerti Kelas / Semester : VA dan VB Materi Pokok : Ester Perempuan Pemberani Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit Hari/ Tanggal : Jumat, 02 November 2018 A. Kompetensi Inti KI 1 Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya KI 2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air KI 3 Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, mahluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan bendabendayang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain (2)

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KI 4 Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator 1.3 Beriman kepada Allah melalui 1.3.1 Mengungkapkan iman atas karya kisah tokoh-tokoh Perjanjian keselamatan Allah dalam diri Lama seperti; Ester Ester (Komkat KWI, 2017:105) 2.3 Percaya diri dalam berinteraksi dengan sesama, 2.3.1 Menunjukan kepercayaan diri dengan dalam berinteraksi dengan orang meneladan para tokoh-tokoh lain seperti Ester (Komkat KWI, Perjanjian Lama, seperti Ester 2017:105) 3.3 Memahami karya keselamatan 3.3.1 Menceritakan secara singkat Allah yang dialami tokoh-tokoh kisah Ester sesuai dengan Ester Perjanjian Lama dalam kisah 7:1-8 (Komkat KWI, 2017:105) Ester 3.3.2 Menjelaskan keberanian- keberanian yang Ester tunjukan 3.3.3 Menunjukan karya keselamatan Allah dalam kisah Ester (Komkat KWI, 2017:105) 4.3 Melakukan aktivitas (misalnya 4.3.1 Menulis niat-niat dalam bentuk (3)

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menceritakan kembali/ bermain doa untuk meneladan Ester peran/ menulis refleksi dan dalam menanggapi karya Allah sebagainya) mengenal tokohtokoh Perjanjian Lama seperti dalam kisah Ester C. Materi Pembelajaran 1. Materi pembelajaran regular a. Sikap-sikap pemberani yang ditunjukkan dalam kisah Ester b. Hal-hal yang dapat diteladani dari Ester c. Tantangan-tantangan yang dihadapi Ester d. Menunjukan karya keselamatan Allah berdasarkan Video Ratu Ester 2. Materi pembelajaran pengayaan a. Menceritakan kembali secara singkat kisah Ester berdasarkan Ester 2:1-21; 3:15; 7:1-6 3. Materi pembelajaran remedial a. Membaca kembali ringkasan kisah Ester berdasarkan Ester 4:1-17 D. Metode dan Pendekatan Pembelajaran 1. Metode a. Pengamatan b. Tanyajawab c. Penjelasan (4)

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Pendekatan a. Kateketis b. Saintifik E. Media dan Alat Pembelajaran 1. Media a. Lembar Kerja b. Video Ratu Ester 2. Alat Pembelajaran a. Laptop b. LCD c. Speaker F. Sumber Belajar 1. Komkat KWI. 2017. Belajar Menganal Yesus, Buku Pendidikan Agama Katolik untuk SD kelas V. Yogyakarta: Kanisius. 2. Kitab Suci (Ester 2:1-21; 3:15; 7:1-6) 3. https://www.youtube.com/results?search_query=video++ratu+ester G. Langkah-langkah Sumber Belajar Kegiatan Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu Pendahuluan 1. Guru mengajak peserta didik mengawali 15 (5)

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pelajaran dengan berdoa. Menit 2. Apersepsi: mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan dengan materi yang akan dipelajari. 3. Guru menyampaikan garis besar apa yang akan dipelajari hari ini beserta tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang akan dicapai. Inti Mengamati 75 1 Menit Peserta didik mengamati Video Ratu Ester Menanya 1. Setelah mengamati Video Ratu Ester, siswa diajak untuk mengungkapkan pertanyaanpertanyaan yang berkatian dengan sikap pemberani, misalnya: a. Apa arti tindakan pemberani? b. Bagaimana contoh tindakan pemberani? c. Adakah tokoh perempuan pemberani dalam kehidupan sehari-hari kita? d. Siapakah tokoh Ester dalam Kitab Suci? e. Bagaimana mengembangkan pemberani? Mengumpulkan Informasi (6) sikap

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Untuk lebih mendalami kisah Ester, siswa diajak untuk membaca Kitab Ester 2:1-21; 3:15; 7:1-6 Menalar 1. Berdasarkan informasi tersebut, siswa diajak untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang sudah diajukan dengan teman sebangkunya: a. Apa arti tindakan pemberani? b. Siapa Ester itu? c. Keberanian seperti apa yang Ester lakukan? d. Mengapa Ester melakukan keberanian semacam itu? e. Apa yang dapat kita teladani dari tokoh Ester? Mengomunikasikan 1. Setelah berdiskusi dengan teman sebangkunya guru menambahkan pokok-pokok pikiran a. Dalam keadaan darurat selalu saja ada orang-orang yang tampil jadi pemberani. Misalnya seorang karyawan yang dengan gagah berani menggagalkan perampok (7)

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan senjata api di perusahaan tempat kerjanya. Meskipun karyawan itu luka, namun perusahaan terselamatkan dari perampokan. Kasus-kasus serupa juga terjadi di berbagai tempat. Pelakunya bermacam-macam, ada anak-anak, polisi, pengurus rumah tangga, tukang ojek dan sebagainya. b. Demikian juga Ester, ketika bangsanya akan dilenyapkan di negri Persia, Ester berani berjuang untuk menyelamatkan bangsanya dengan resiko dibunuh. c. Dengan bantuan pamannya Mordekhai, Ester akhirnya berhasil menyelamatkan bangsa Yahudi dari pembinasaan. Justru musuhnya Haman yang akhirnya mendapat hukuman d. Menjelang Ester melakukan tindakan itu, ia minta warga Yahudi untuk mendukung dengan puasa selama tiga hari dan berdoa kepada Allah. Allah berkenan mendengarkan doa warga Yahudi dan melindungi Ester dari aturan raja yang (8)

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI membunuh orang yang datang kepada tanpa dipanggil. Padahal Ester datang tanpa dipanggil, namun berkat Tuhan ia luput dari hukuman raja (Komkat KWI 2017: 112). 1. Guru memberikan penghargaan (misalnya 15 Penutup pujian atau bentuk penghargaan lain yang Menit relevan). 2. Siswa diingatkan untuk membaca buku pegangan untuk materi berikutnya. 3. Guru bersama peserta didik menutup pertemuan dengan doa penutup. H. Penilaian Hail Pembelajaran 1. Penilaian Sikap Keterangan: SL = Selalu KK = Kadang-kadang SR = Sering TP = Tidak Pernah Materi Indikator Pelajaran 7: 1.3.1 Bentuk Soal Menggungkapkan 1. Saat menghadapi Ester iman atas karya keselamatan genting Perempuan Allah dalam Ester Allah, agar diberi perlindungan Pemberani saya berdoa masalah kepada seperti Ester yang berdoa kepada (9)

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Allah saat Dia mengalami masalah besar SL SR KK TP 2. Saat akan mengambil keputusan yang besar, saya berdoa kepada Allah untuk meminta petujuknya seperti Ester yang berdoa agar Allah menyertai keputusan yang akan diambilnya SL SR KK TP 3. Saya berdoa kepada Allah hanya pada saat saya merasa kesulitan SL 2.3.1 Menunjukan kepercayaan diri dalam SR KK TP 4. Saya berani menegur teman yang berinteraksi dengan orang melakukan lain seperti Ester Ester kesalahan yang berani Haman SL (10) SR KK TP seperti menegur

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Saat saya mendapat nilai yang jelek saya cenderung merasa cemas dan putus asa SL SR KK TP 6. Saya berani berkata jujur kepada guru kelas atas kesalahan yang telah teman saya perbuat seperti Ester yang berani mengungkapkan suatu kebenaran kepada Raja SL SR KK TP 7. Saat mendapat nilai yang jelek, saya tidak berani berkata jujur kepada orang tua saya SL (11) SR KK TP

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Saya berani menolong teman saya yang sedang mengalami kesulitan seperti yang dilakukan oleh Ester saat menolong Bangsanya SL SR KK TP 2. Penilaian Pengetahuan Materi Indikator Bentuk Soal Pelajaran 7: 3.3.1 Menceritakan secara 1. Ceritakanlah secara singkat Ester singkat kisah Ester sesuai tentang kisah Ester sewaktu Perempuan dengan Ester 5:1-8 menghadap Raja berdasarkan Pemberani Ester 5:1-8 3.3.2 Menjelaskan keberanian - keberanian 2. Jelaskanlah keberanian seperti yang Ester tunjukan apa yang ditunjukan oleh Ester! 3. Jelaskan mengapa Ester melakukan keberaniankeberanian semacam itu! 3.3.3 Menunjukan karya keselamatan Allah dalam (12) 4. Bagaimana Allah bekerja dalam

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kisah Ester diri Ester sehingga dia menjadi pemberani? 5. Siapakah salah satu orang Yahudi yang membatu Ratu Ester menyelamatkan bangsanya dari ancaman Haman orang Persia? 3. Penilaian Keterampilan Materi Indikator Bentuk Soal Pelajaran 7: Ester 4.3.1 Menulis niat-niat untuk 1. Tuliskan niat-niatmu Perempuan meneladan Ester dalam untuk meneladani tokoh Pemberani menanggapi karya Allah Ester Yogyakarta, 02 November 2018 Dosen Pembimbing Praktikan FX. Dapiyanta, SFK., M.Pd. Santi Utami Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Agama Sr. Beata Maria, PIJ Rita Setyaningsih (13)

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 2) Sekolah : SDK Sang Timur Yogyakarta Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik dan BudiPekerti Kelas / Semester : VA dan VB Materi Pokok : Maria dan Elisabeth Menanggapi Rencana Allah Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit Hari/ Tanggal : Jumat, 19 November 2018 A. Kompetensi Inti KI 1 Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya KI 2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air KI 3 Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, mahluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-bendayang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain KI 4 Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa (14)

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator 1.4 Beriman kepada Allah melalui 2.4 1.4.1 Mengungkapkan iman atas karya keselamatan-Nya dalam karya keselamatan Allah peristiwa sengsara, wafat dan dalam diri Elisabeth dan Maria kebangkitan Yesus (Komkat KWI, 2017:117) Percaya diri dalam 2.4.1 Menunjukan kepercayaan diri mengungkapkan imannya akan dalam Yesus Kristus yang sengsara, orang lain (Komkat KWI, wafat dan bangkit 2017:117) 3.4 Memahami sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus sebagai puncak karya keselamatan Allah berinteraksi dengan 3.4.1 Menceritakan secara singkat kisah Maria dan Elisabeth sesuai dengan Injil Lukas 1:556 (Komkat KWI, 2017:117) 3.4.2 Menunjukan tenggapan Maria atas rencana Allah 3.4.3 Menjelaskan perbuatanperbuatan besar Allah dalam (15)

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kisah Maria dan Elisabeth 4.4 Melakukan aktivitas (misalnya 4.3.1 Membuat doa syukur atas membuat gambar salib dari biji- karunia Allah yang pernah bijian/ diterima dirinya refleksi/ puisi dan sebagainya) yang bertemakan sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus sebagai puncak karya keselamatan Allah C. Materi Pembelajaran 1. Materi pembelajaran regular a. Pengertian Keajaiban b. Keajaiban-keajaiban yang Tuhan lakukan dalam diri Zakaria dan Elisabeth, Maria dan Yusuf, Maria dan Elisabeth c. Tanggapan Maria dan Elisabeth akan rencana Allah d. Perbuatan besar Tuhan yang terjadi disekeliling kita 2. Materi pembelajaran pengayaan a. Keajaiban-keajaiban yang Tuhan lakukan dalam diri Elisabeth dan Maria Lukas 1:5-38 3. Materi pembelajaran remedial a. Membaca kembali ringkasan kisah Elisabeth dan Maria serta menunjukan perbuatan-perbuatan besar Allah di dalam kisah tersebut (16)

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Metode dan Pendekatan Pembelajaran 1. Metode a. Pengamatan b. Tanyajawab c. Penjelasan 2. Pendekatan a. Kateketis b. Saintifik E. Media dan Alat Pembelajaran 1. Media a. Lembar Kerja b. Video Maria Diberi Kabar Malaikat Tuhan, Maria mengunjungi Elisabeth dan Kelahiran Yohanes 2. Alat Pembelajaran a. Laptop b. LCD c. Speaker F. Sumber Belajar 1. Komkat KWI. 2017. Belajar Menganal Yesus, Buku Pendidikan Agama Katolik untuk SD kelas V. Yogyakarta: Kanisius. (17)

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Kitab Suci (Lukas 1:5-38) 3. https://www.youtube.com/results?search_query=video+maria+diberi+kab ar+malaikat+tuhan 4. https://www.youtube.com/results?search_query=video+kelahiran+yohane s G. Langkah-langkah Sumber Belajar Kegiatan Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu Pendahuluan 1. Guru mengajak peserta didik mengawali pelajaran dengan berdoa. 15 Menit 2. Apersepsi: mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan dengan materi yang akan dipelajari. 3. Guru menyampaikan garis besar apa yang akan dipelajari hari ini beserta tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang akan dicapai. Inti Mengamati 1 70 Peserta didik mengamati Video Kelahiran Yesus Menanya 1. Setelah mengamati Video Kelahiran Yesus, (18) Menit

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa diajak untuk mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang berkatian dengan karya keajaiban Tuhan, misalnya: a. Apa arti keajaiban? b. Apa saja keajaiban yang dilakukan Tuhan disekeliling kita? c. Adakah tokoh yang menerima keajaiban Tuhan dalam Kitab Suci? Mengumpulkan Informasi 1. Untuk lebih mendalami kisah Maria dan Elisabeth, siswa diajak untuk membaca Injil Lukas 1:5-56 Menalar 1. Berdasarkan informasi tersebut, siswa diajak untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang sudah diajukan dengan teman sebangkunya: a. Apa arti keajaiban? b. Apa saja karya keajaiban Tuhan didalam diri Maria dan Elisabeth? c. Apa karya ajaib Tuhan dalam diri Zakaria dan Maria? d. Apa karya ajaib Tuhan dalam diri Maria (19)

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan Yusuf? e. Bagaimana keajaiban Tuhan dalam hidup sekarang? Mengomunikasikan 1. Setelah berdiskusi dengan teman sebangkunya guru menambahkan pokok-pokok pikiran yakni: a. Seluruh hidup manusia adalah ajaib. Mulai dari kelahiran manusia, pertumbuhan dan pekembangan manusia semuanya ajaib. Otak dan hati manusia adalah ajaib. Coba bayangkan bagaimana otak kita bekerja dan bagaimana hati kita merasa dan bahkan bekerja sepanjang hari. b. Seluruh alam adalah ajaib. Bagaimana tumbuhan berkembang dan berbuah. Ikanikan dan hewan-hewan beranak pinak. Bumi dan planet-planet mengelilingi matahari, semuanya itu bukan berjalan karena kehendak mereka sendiri, maka semuanya itu ajaib. c. Kita merasa bahwa keajaiban itu hanyalah yang tidak masuk di akal manusia. Seperti (20)

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kisah Elisabeth yang sudah tua dan dinyatakan mandul mengandung dan melahirkan Yohanes Pembaptis, seorang putra yang datang untuk menyiapkan jalan bagi Juru Selamat. Bagi Elisabeth itu adalah ajaib dan sangat mengembirakan. d. Secara khusus bunda Maria merasakan keajaiban Tuhan, karena ia mengandung Puta Allah sendiri yang akan menyelamatkan manusia. Bunda Maria merasa sebagai seorang hamba yang rendah , namun dipilih Tuhan untuk melahirkan Sang Juru Selamat. Tindakan Allah yang memilih dia yang rendah itu dirasa sebagai perbuatan besar dan ajaib. Selain itu tindakan Allah yang menyelamatkan manusia Putra-Nya itu juga dirasa sebagai perbuatan besar dan ajaib. e. Menyaksikan perbuatan ajaib Allah itu secara nyata di hadapanya, yakni kelahiran Yohanes dan kelepasan Zakaria dari bisu, Zakaria mengungkapkan nyanyian pujian (21)

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya...” (Luk 1:68-79). f. Demikian juga pertemuannya dengan Maria, dalam Elisabeth yang bersukacita atas kunjungan Maria hingga bayi dalam kandungannya melonjak dengan Magnificat. “Jiawaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juru Selamatku, ...” (Luk 1:46-55) (Komkat KWI 2017: 126-127). 1. Guru memberikan penghargaan (misalnya Penutup pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan). 2. Guru bersama peserta didik menutup pertemuan dengan doa penutup. H. Penilaian Hail Pembelajaran 1. Penilaian Sikap Keterangan: SL = Selalu KK = Kadang-kadang SR = Sering TP = Tidak Pernah Materi Indikator Bentuk Soal (22) 15 Menit

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pelajaran 8: 1.4.1 Mengungkapkan iman 1. Saat saya putus asa dalam belajar Maria dan atas Elisabeth karya keselamatan saya tetap berdoa kepada Allah Allah dalam diri Maria dan agar senantiasa menyertai saya Menanggapi Elisabeth seperti Elisabeth yang sampai Rencana usia Allah seorang tuanya anak mengandalkan tidak dikaruniai namun Allah tetap dalam hidupnya SL SR KK TP 2. Saya berdoa kepada Allah, hanya pada saat melaksanakan saya akan ulangan akhir semester SL SR KK TP 3. Saya beryukur atas rahmat Allah dalam hidup saya meskipun terkadang tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan, seperti Maria (23) yang tetap bersyukur

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI walau merasa khawatir pada saat diberi kabar oleh malaikat Tuhan saat dia belum menikah SL 2.4.1 Menunjukan kepercayaan diri SR KK TP dalam berinteraksi dengan orang 4. Saya bangga bisa membantu lain teman-teman yang kesulitan dalam proses belajar SL SR KK TP 5. Saya berani menolong teman saya yang beragama lain SL SR KK TP 6. Saya tidak suka jika teman saya lebih pandai dari pada saya SL 7. Saya (24) SR KK bangga TP bahwa setiap

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI keberhasilan saya dalam belajar berkat bantuan banyak pihak bukan hanya karena diri saya sendiri SL SR KK TP 2. Penilaian Pengetahuan Materi Indikator Bentuk Soal Pelajaran 8: 3.4.1 Menceritakan secara Maria dan singkat kisah Maria dan Elisabeth 1. Ceritakanlah secara singkat apa yang disampaikan sang malaikat Elisabeth sesuai dengan Tuhan kepada Maria berdasarkan Menanggapi Injil Lukas 1:5-56 Luk 1:28-33! Rencana Allah 2. Ceritakanlah secara singkat tentang kisah kelahiran Yohanes Pembaptis berdasarkan Luk 1:5766! 3.4.2 Menunjukan tanggapan Maria atas 3. Bagaimana tanggapan Maria atas rencana Allah rencana Allah pada dirinya? 3.4.3 Menjelaskan 4. Jelaskan perbuatan besar apa (25)

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah pada Allah dalam kisah Maria Elisabeth dan Zakharia! dan Elisabeth 5. Jelaskan perbuatan Allah manakah yang dirasakan Maria! 3. Penilaian Keterampilan Materi Indikator Pelajaran Maria Bentuk Soal 8: 4.4.1 Membuat doa syukur 1. Buatlah sebuah doa syukur atas dan atas karunia Allah yang Elisabeth karunia Allah yang kamu diterima dirinya terima dari-Nya Menanggapi Rencana Allah Yogyakarta, 19 November 2018 Dosen Pembimbing Praktikan FX. Dapiyanta, SFK., M.Pd. Santi Utami Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Agama Sr. Beata Maria, PIJ Rita Setyaningsi (26)

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 : Instrumen Penelitian Nama : …………………………… Kelas : …………………………… A. Soal Uraian Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan jelas! 1. Ceritakanlah secara singkat tentang kisah Ester sewaktu menghadap Raja berdasarkan Ester 5:1-8 ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 2. Jelaskanlah keberanian seperti apa yang ditunjukan oleh Ester! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 3. Jelaskan mengapa Ester melakukan keberanian-keberanian semacam itu! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… (27)

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Bagaimana Allah bekerja dalam diri Ester sehingga dia menjadi pemberani? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 5. Siapakah salah satu orang Yahudi yang membatu Ratu Ester menyelamatkan bangsanya dari ancaman Haman orang Persia? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 6. Ceritakanlah secara singkat apa yang disampaikan sang malaikat Tuhan kepada Maria berdasarkan Luk 1:28-33! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… (28)

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Ceritakanlah secara singkat tentang kisah kelahiran Yohanes Pembaptis berdasarkan Luk 1:57-66! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 8. Bagaimana tanggapan Maria atas rencana Allah pada dirinya? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 9. Jelaskan perbuatan besar apa yang dilakukan Allah pada Elisabeth dan Zakharia! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… (29)

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Jelaskan perbuatan Allah manakah yang dirasakan Maria! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… B. Soal Skala Sikap Silahkan mengisi angket di bawah ini, dengan cara memberi tanda centang () pada kolom yang tersedia, sesuai dengan pilihan anda! SL = Selalu KK = Kadang-kadang SR = Sering TP = Tidak Pernah No. Pertanyaan Alternatif Jawaban SL 1. Saat menghadapi masalah genting saya berdoa kepada Allah, agar diberi perlindungan seperti Ester yang berdoa kepada Allah saat Dia mengalami masalah besar 2. Saat akan mengambil keputusan yang besar, saya berdoa kepada Allah untuk meminta petujuknya seperti Ester yang berdoa agar Allah menyertai keputusan yang akan diambilnya (30) SR KK TP

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Saya berdoa kepada Allah hanya pada saat saya merasa kesulitan 4. Saat saya putus asa dalam belajar, saya tetap mengandalkan Allah agar senantiasa menyertai saya seperti Elisabeth yang sampai usia tuanya tidak dikaruniai seorang anak namun tetap mengandalkan Allah dalam hidupnya 5. Saya berdoa kepada Allah, hanya pada saat saya akan menghadapi ulangan akhir semester 6. Saya beryukur atas rahmat Allah dalam hidup saya meskipun terkadang tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan, seperti Maria yang tetap bersyukur walau merasa khawatir pada saat diberi kabar oleh malaikat Tuhan saat dia belum menikah 7. Saya berani menegur teman yang melakukan kesalahan seperti Ester yang berani menegur Haman 8. Saat saya mendapat nilai yang jelek saya cenderung merasa cemas dan putus asa (31)

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Saya berani berkata jujur kepada guru kelas atas kesalahan yang telah teman saya perbuat seperti Ester yang berani mengungkapkan suatu kebenaran kepada Raja 10. Saat mendapat nilai yang jelek, saya tidak berani berkata jujur kepada orang tua saya 11. Saya berani menolong teman saya yang sedang mengalami kesulitan seperti yang dilakukan oleh Ester saat menolong Bangsanya 12. Saya bangga bisa membantu teman-teman yang kesulitan dalam proses belajar 13. Saya berani menolong teman saya yang beragama lain 14. Saya tidak suka jika teman saya lebih pandai dari pada saya 15. Saya bangga bahwa setiap keberhasilan saya dalam belajar berkat bantuan banyak pihak bukan hanya karena diri saya sendiri (32)

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Soal Keterampilan 1. Tuliskan niat-niatmu untuk meneladani tokoh Ester ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………............ 2. Buatlah sebuah doa syukur atas karunia Allah yang kamu terima dari-Nya ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… (33)

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4: Hasil Tes Siswa (34)

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (35)

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (36)

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (37)

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (38)

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (39)

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (40)

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (41)

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (42)

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (43)

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5: Data Hasil Keseluruhan Instrumen DATA AWAL PENILAIAN SEGI PENGETAHUAN KELAS V. A NAMA NO. MP1 SKOR URAIAN TOTAL MP.2 SKOR TOTAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 ADELINE ADRIANA HUTAGALUNG 5 5 5 5 5 25 5 5 4 4 4 2 ALBERT DWI ALFREDO 4 5 4 4 5 22 5 4 3 3 3 18 3 ALFONSUS DAMAR WICAKSONO 5 5 5 5 5 25 5 4 3 4 4 20 4 AMARYLLIS BETA DANUAlI 5 4 5 2 5 21 5 5 5 4 3 22 5 ANGELO FRISTO NIMIKA SETIAWAN 4 5 5 2 5 21 5 4 3 3 3 18 6 ARVI BENIN CLEARESTA WICAKSANA 5 5 5 5 5 25 5 5 3 5 5 23 7 BRIGITTA ANINDYA MAHARANI 5 5 3 5 5 23 5 4 5 4 4 22 8 CLARISSA GALUH AYU PRAMESTI 5 5 5 5 5 25 5 5 4 5 5 24 9 DANIEL PUTRA ANANTA 5 4 3 3 2 17 3 3 2 2 2 12 10 22 10 DYONISIA KYARA NAKITA 5 5 5 4 5 24 5 5 4 5 5 24 11 FEBRIANTI 5 5 3 5 5 23 2 3 5 3 3 16 12 GABRIEL PRAMANA PRADNYAMURTI 4 5 5 4 5 23 4 2 5 4 3 18 13 JERICHO RISANG KARElWIBOWO 5 5 5 4 5 24 4 2 5 3 3 17 14 JESSICA SLAMENDA SURYAKASIH R 5 5 5 5 5 25 5 5 5 4 4 23 15 KARELIAN RAYKA ARIAYUDHA 5 5 5 3 5 23 5 5 5 4 3 22 16 MALEAKHI KRISTINA PUTRA 5 5 5 5 5 25 5 5 5 4 4 23 17 MARIA ANTHONIA RESKY LUSIANCA 5 5 5 5 5 25 5 5 3 5 5 23 18 MARIA AYUDYA MEYCHA K 5 5 5 5 5 25 5 5 3 4 3 20 19 MAXIMILLIAN ORLANDO PUTRA P 5 5 5 2 5 22 3 2 5 2 2 14 20 RADEN AGENG PASKAH All SUSETO 3 5 5 3 5 21 5 4 5 3 3 20 21 RAFAEL TEGAR HOKY KANAKA 5 5 5 5 5 25 4 3 3 3 3 16 22 RISYA NIENTA KEZIA SIHOMBING 5 5 5 5 5 25 5 5 5 4 4 23 23 SEBASTIAN DOSTUN DANITZA 5 5 5 3 5 23 2 4 3 4 3 16 24 SEKAR RIYAMITHA PURBARIANTI 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 25 SHATYA INDAH ABIGAEL TAMBUN 5 5 5 3 5 23 5 5 5 5 3 23 26 THEODORA NARAKU NATANAYLA P 5 5 5 5 5 25 5 5 5 4 5 24 5 5 5 23 5 3 4 21 27 BENEDICTUS BIMA BAYU BHARATA P 4 0,38 VALIDITAS 4 0,671 0,495114 0,755 0,675 5 0,7781 0,8274 0,35195 4 0,8552 0,8219 JSp 55 129 133 128 111 132 122 114 111 104 98 JSh 55 132 132 132 132 132 132 132 132 132 132 0,841 1 IK 0,98 1,008 0,969697 Mudal Mudah Mudah Mudah Mudah (44) 0,9242 0,8636 0,84091 Mudah Mudah Mudah 0,7879 Sedang 0,7424 Sedang

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DATA AWAL PENAILAIAN SEGI PENGETAHUAN KELAS V. B NAMA NO. MP1 SKOR URAIAN TOTAL MP2 SKOR TOTAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 AIRLANGGA WHISNU AUUA RAHMAN 5 4 3 5 5 22 3 3 3 3 3 2 ALOYSIUS ADI SATYA HENDRAWIJAYA 5 5 3 3 4 20 4 4 3 3 3 17 3 ANGELIA LARISA PUTRI 4 5 3 5 5 22 5 4 3 5 5 22 4 BERTHA TISYA AMELIA 4 5 5 4 5 23 5 5 5 4 3 22 5 CHRISTIAN RICARDO SAVERO 5 3 5 3 5 21 5 5 5 5 3 23 6 CLARA OEWI SETYONUGRAHENI 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 7 EDWARDUS KEVANDRE OAMARJATI 5 5 5 5 5 25 5 5 4 4 5 8 ELISABETH KERSTA MANUELA 5 5 5 3 5 23 5 5 3 5 4 22 9 ERICO ALLDO SAPUTRA 5 5 5 4 5 24 5 4 5 5 3 22 10 FIDELIS AYUB OWl WASKITO 5 5 5 4 5 24 5 5 5 4 4 23 11 GEORGIUS DIMAS GALUH APRIANDITA 5 5 5 5 5 25 5 5 5 4 4 23 12 GREGORIA KEZIA WENINGTYAS 13 GREGORIUS DION PRAMUOYA S 10 15 . 25 23 14 JASMINE LEONA SARASWATI 5 5 5 4 5 24 5 5 5 4 5 24 15 JHEREMI MANURUNG 3 4 4 4 5 20 5 3 3 4 5 20 16 YOHANA ANGELINE JESISCA SATIU P 4 5 5 5 5 24 5 5 4 5 5 24 17 KARIN OLIVIA CHRISTY L1EM 5 5 5 5 5 25 4 4 5 5 5 23 18 L1DWINA LAURA LOVELIA S 5 3 3 5 5 21 5 5 3 5 3 21 19 MARTHA ANGELINA 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 4 24 20 MICHAEL ZEPHAN 4 5 5 3 5 22 5 5 3 5 5 23 21 RAFAEL BENIJO PUTRA ANTARA 3 5 5 5 5 23 4 4 4 5 5 22 22 SERAFICA NADIA FITRIA 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 23 H05HIANA PHALOSA 24 VERONICACALYA MAHESWARI 3 4 3 4 5 19 4 4 3 3 4 18 25 VINCENTIUS FERRER TITANO A 26 ZEVANYA SELVIA PUTRI KINANTI 5 5 5 5 4 24 3 3 21 0,5152 0,62797 VALIDITAS 0,7382 0,51407 0,1724 5 5 5 0,74076 0,7107 0,6317 0,7156 0,51903 JB 100 103 99 96 108 104 100 91 96 91 JS 130 130 130 130 130 130 130 130 130 130 0,7692 0,7 0,7385 0,7 IK 0,7692 0,79231 Sedang Sedang 0,7615 0,73846 0,8308 Sedang Sedang (45) Mudah 0,8 Mudah Sedang Sedang Sedang Sedang

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DATA AWAL PENILAIAN S1KAP KElAS V. A NO. NAMA 1 2 3 4 S 6 7 8 SKOR SEKOR TOTAL TOTAL TOTAL KESELURUHAN 9 10 11 U 13 14 15 1 ADELINE ADRIANA HUTAGALUNG 2 2 2 3 4 2 2 3 20 3 4 2 3 2 3 3 20 40 2 ALBERT OWl AlfREDO 3 2 1 2 2 4 3 1 18 3 1 3 4 3 1 3 18 36 3 ALfONSUS DAMAR WICAKSONO 1 2 3 2 3 3 3 3 20 2 1 3 3 3 4 4 20 40 4 AMARYLLIS BETA DANUAlI 2 2 2 2 1 2 2 4 17 2 3 2 2 4 3 3 19 36 S ANGELO FRISTO NIMIKA SETIAWAN 4 3 2 4 4 4 2 2 2S 2 2 4 2 2 3 4 19 44 6 ARVI BENIN CLEARESTA WICAKSANA 3 2 4 3 4 3 3 1 23 4 4 3 3 4 3 3 24 47 27 4 3 3 21 48 51 7 BRIGITTA ANINDYA MAHARANI 4 3 3 4 4 3 2 4 2 4 2 3 8 CLARISSA GALUH AYU PRAMESTI 4 3 4 4 3 4 4 3 29 4 4 2 4 4 3 1 22 9 DANIEL PUTRA ANANTA 3 3 1 3 1 3 4 3 21 3 1 3 3 4 4 2 20 41 10 DYONISIA KYARA NAKITA 4 3 1 3 3 3 3 3 23 3 3 4 4 4 4 4 26 49 11 FE8RlANTl 3 3 4 3 1 4 2 3 23 3 3 4 2 3 4 4 23 46 U GABRIEL PRAMANA PRADNYAMURTI 3 2 4 2 4 3 3 4 25 2 4 3 2 3 4 3 21 46 13 JERICHO RISANG KARELWlBOWO 2 2 4 4 4 3 2 4 25 2 2 3 3 4 4 4 22 47 14 JESSICA SLAMENDA SURYAKASIH II 3 2 4 4 4 4 4 1 26 4 4 4 3 3 3 2 23 49 15 KARELIAN IIAYKA AAIAYUDHA 4 3 3 3 4 4 4 3 28 4 3 4 4 3 4 4 26 54 16 MALEAKHI KRISTINA PUTRA 3 4 4 4 4 2 2 2 25 3 3 2 3 3 3 4 21 46 17 MARIA ANTHONIA RESKY LUSIANCA 3 2 3 4 4 2 3 1 22 3 4 3 3 3 4 1 21 43 18 MARIA AYUDYA MEYCHA K 4 4 3 4 4 4 4 3 30 4 4 4 4 4 4 4 28 S8 19 MAXIMILLIAN ORLANDO PUTRA P 4 3 4 2 4 3 4 3 27 2 1 2 3 3 4 4 19 46 20 RADEN AGENG PASKAH All SUSETO 3 2 4 4 4 2 3 1 23 4 4 4 4 4 4 4 28 S1 21 RAFAEL TEGAR HOKY KANAKA 2 2 4 4 1 3 3 4 23 4 4 2 4 3 4 4 25 48 22 RISYA NIENTA KE2IA SIHOMBING 3 4 1 4 4 2 2 4 24 4 4 4 4 4 4 4 28 S2 23 SEBASTJAN DOSTUN DANIT2A 4 3 4 4 4 3 2 2 26 2 3 4 4 4 4 4 25 51 24 SEKAR RIYAMITHA PURBARIANTl 3 4 4 4 4 3 4 1 27 4 1 3 3 4 4 4 23 SO 25 SHATYA INDAH ABIGAEL TAMBUN 4 4 1 4 4 4 4 3 28 4 4 4 4 4 4 4 28 56 26 THEODORA NAAAKU NATANAYLA P 4 4 4 4 4 4 4 4 32 4 3 4 4 4 4 4 27 S9 27 BENEDICTUS BIMA BAYU BHARATA P 4 3 4 4 4 4 2 4 29 4 4 4 3 4 4 4 27 56 (46)

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DATA AWAL PENILAlAN SEGI SIKAP KELAS V.B NO. NAMA SEKOR SEKOR TOTAL 1 AIRLANGGA WHI5NU AULIA RAHMAN 1 2 3 4 5 6 7 8 2 2 2 2 4 2 4 3 TOTAL 9 10 11 12 13 14 15 21 1 4 3 4 4 3 4 23 23 2 ALOYSIUS ADI 5ATYA HENDRAWUAYA 4 4 1 3 1 4 4 4 25 3 1 4 4 4 3 4 3 ANGELIA LARISA PUTRI 3 3 3 3 4 3 2 3 24 2 4 4 4 4 3 4 25 4 BERTHA TISYA AMELIA 2 4 1 3 2 2 4 3 21 2 4 3 4 4 4 4 25 5 CHRISTIAN RICARDO SAVERO 3 2 1 1 1 3 2 2 15 2 3 3 3 4 4 3 22 6 CLARA DEWI SETYONUGRAHENI 2 4 3 3 3 4 2 3 24 2 3 3 4 3 4 4 23 7 EOWARDUS KEVANDRE DAMARJAn 3 2 1 3 4 4 1 4 22 3 4 3 1 4 4 3 22 8 ELISABETH KERSTA MANUELA 4 4 1 4 2 4 3 4 26 3 3 2 2 3 3 4 20 9 ERICO ALLOO SAPUTRA 4 3 3 3 2 3 2 2 22 4 2 2 3 4 4 2 21 4 2 4 2 4 3 4 4 27 2 4 4 4 4 4 2 24 4 3 1 4 3 3 4 4 26 4 4 4 4 4 3 4 27 10 FIDELIS AYUB OWl WASKITO 11 GEORGIUS DIMAS GALUH APRIANDITA 12 GREGORIA KE21A WENINGTYAS 13 GREGORIUS DION PRAMUDYA S 14 JASMINE LEONA SARASWATI 2 2 4 4 4 3 4 3 26 2 4 3 3 4 4 4 24 15 JHEREMI MANURUNG 3 2 2 2 2 4 1 4 20 2 3 3 1 4 4 1 18 4 2 4 28 2 4 2 4 4 4 1 21 2 4 2 16 YOHANA ANGELINE JESI5CA SATTU P 4 2 4 4 4 17 KARIN OLIVIA CHRISTY L1EM 2 2 3 3 3 3 3 3 22 2 3 3 3 19 18 L1DWINA LAURA LOVELIA S 4 4 4 4 4 4 4 2 30 4 4 4 4 4 4 4 28 19 MARTHA ANGELINA 2 2 1 3 2 2 4 3 19 2 3 2 3 4 4 3 21 20 MICHAEL ZEPHAN 3 2 2 3 3 3 3 4 23 2 2 2 2 4 3 4 19 21 RAFAEL BENUO PUTRA ANTARA 2 4 2 2 2 4 4 4 24 4 3 4 4 4 4 3 26 2 4 2 2 4 3 4 3 24 2 2 2 2 3 4 4 19 4 4 4 3 4 3 4 3 29 4 4 2 3 4 3 4 24 4 4 2 2 1 4 3 4 24 2 4 3 4 4 4 3 24 22 SERAFICA NADIA FITRIA 23 HOSHIANA PHALOSA 24 VERONICA CALYA MAHESWARI 25 VINCENTIUS FERRER TITANO A 26 ZEVANYA SELVIA PUTRI KINANTI (47)

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENILAfAN KETERAMPILAN KELAS V.A NO. NAMA MP1 SKOR MP2 TOTAL 1 PENILAIAN KETERAMPILAN KELAS V.A SKOR NO. NAMA MPl TOTAL SKOR MP2 TOTAL 2 1 SKOR TOTAL 2 1 ADELINE ADRIANA HUTAGALUNG 100 100 80 80 1 AIRLANGGA WHISNU AULIA RAHMAN 70 70 80 80 2 AL8ERT DWI AlfREDO 90 90 60 60 2 ALOYSIUS ADI SATYA HENDRAWUAYA 70 70 70 70 100 3 ALFONS US DAMAR WICAKSONO 80 80 100 100 3 ANGELIA LARISA PUTRI 70 70 100 4 AMARYLUS 8ETA DANUAlI 90 90 60 60 4 BERTHA TISYA AMELIA 100 100 90 90 S ANGELO FRISTO NIMIKA SETIAWAN 90 90 80 80 S CHRISTIAN RICARDO SAVERO 100 100 100 100 6 ARVI 8ENIN CLEARESTA WICAKSANA 100 100 100 100 6 CLARA DEWI SETYONUGRAHENI 100 100 BO 80 7 BRIGITTA ANINDYA MAHARANI 80 80 90 90 7 EDWARDUS KEVANDRE DAMARJATI 100 100 100 100 8 CLARISSA GALUH AYU PRAMESTI 90 90 100 100 8 ELISA8ETH KERSTA MANUELA 70 70 100 100 9 DANIEL PUTRA ANANTA 70 70 70 70 9 ERICO ALLDO SAPUTRA 80 80 100 100 10 DYONISIA KYARA NAKITA 90 90 90 90 10 FIDELIS AYUB DWI WASKITO 80 80 70 70 11 FE8RIANTJ 90 90 80 80 11 GEORGIUS DIMAS GALUH APRIANDITA 70 70 80 80 100 12 GABRIEL PRAMANA PRADNYAMURTI 90 90 100 100 12 GREGORIA KEZIA WENINGTYAS 13 JERICHO RISANG KARELWIBOWO 80 80 100 100 13 GREGORIU5 DION PRAMUDYA 5 14 JESSICA SLAMENDA SURYAKASIH R 70 70 100 100 14 JASMINE LEONA SARASWATI 70 70 100 15 KARElIAN RAYKA ARIAYUDHA 100 100 100 100 lS JHEREMI MANU RUNG 100 100 80 80 16 MALEAKHI KRISTINA PUTRA 100 100 100 100 16 YOHANA ANGElINE JESISCA 5ATTU P 100 100 100 100 17 MARIA ANTHONIA RESKY LUSIANCA 100 100 100 100 17 KARIN OLIVIA CHRISTY lIEM 70 70 80 80 18 MARIA AYUDYA MEYCHA K 100 100 100 100 18 lIDWINA LAURA LOVELIA S 100 100 100 100 19 MAXIMILlIAN ORLANDO PUTRA P 90 90 90 90 19 MARTHA ANGELINA 100 100 100 100 20 RADEN AGENG PASKAH All SUSETO 90 90 100 100 20 MICHAEL ZEPHAN 70 70 80 80 21 RAFAEL TEGAR HOKY KANAKA 100 100 80 80 21 RAFAEL BENUO PUTRA ANTARA 90 90 70 70 22 RJSYA NIENTA KElIA SIHOMBING 100 100 80 80 22 5ERAFlCA NADIA F1TRIA 80 80 100 100 60 60 70 70 100 100 100 100 23 SEBASTIAN DOSTUN DANITZA 80 80 80 80 23 HOSHIANA PHALOSA 24 SEKAR RIYAMITHA PURBARIANTI 70 70 100 100 24 VERONICA CALYA MAHESWARI 2S SHATYA INDAH ABIGAEL TAMBUN 100 100 100 100 25 VINCENTI US FERRER TITANO A 26 THEODORA NARAKU NATANAYLA P 100 100 100 100 26 ZEVANYA SELVIA PUTRI KINANTI 27 BENEDICTUS BIMA SAYU BHARATA P 80 80 80 80 (48)

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI NlLAI K£t.A5 V. A NILAl TES SEGI SlKAP NILAJ TES SEGI PENGETAHUAN MATERI POKOK I N•. NAMA SKOR "'OR PENllAlAH N"'" "'OR '00 22 , AO£lJNE AOfUANA HUTAGALUNG 2 ALBERT OWl ALFREOO " " (25/2SIXloo 22 " 22I2SIXloo ALFONSUS OAMAR WICAKSONQ 25 25 12S/15)Xloo , • , • AMARYLLIS BETA DANUAlI ANGElO nlSTO NIMlKA SfTIAWAN AfM BENIN ClEARESTA WKAKSANA 7 8RIGITIA ANINOYA MAHARANI 8 CLARISSA GALUH AYU PRAMESTI • DANIEL PUTRA ANANTA 10 OYONISlA ICYAAA NAKlTA n fEBRIANTl " GABRIEL PilAMANA PRADNYAMURTI 13 " " " .. .. 100 123I1SIXloo 122/25)Xloo " " 25 25 25 {25/15)Xloo (24/2S)Xl00 " 111/1SIXloo "'" " 25 25 25 112/251lCloo 25 {24/2S)Xloo 25 12~/ SIXlo " 124/15}XI01 25 U6/2S1Xloo " " " " 25 {2~/ 51X 02 25 (24/25)XI03 25 25 124/25)XI04 I (24/2.5}XI0.5 .. " " " " " " " " " " " 16 25 fI8/15)Xloo 25 (17/2SjXloo 25 I 123/25)Xloo 25 IU/25)Xloo " 25 I m/1.5)Xl00 " 25 I 123/25)Xl00 20 ... .. 25 120/25IXl00 25 {14/2S)lCloo >0 25 120/2SIlCloo " " 25 {24/25)XI07 '00 " 1124/25)XI08 100 " (l8!15)Xloo 22 25 SEflASTlAN OOSTUN DANIT1A " 25 " 25 " 25 123/25)Xloo 25 Rt5YA NIENTA KULA SlHOMBING 22 (22/15)Xloo 25 MARIA ANTHONIA RESKY LUSIANCA " (20/2S)Xloo 25 MALEAKHllUllSnNA PUTRA RAFAEL TEGAR HOKY KANAKA 25 100 16 " 20 (25/25}Xloo 25 RADEN AGENG PASKAH All SUS£TO I 118/2SIXloo 25 " >0 " (21/25}Xloo KAREUAH RAYKA ARIAYUOHA MAX1MIWM( ORlANOO PUTRA P " 25 {21/2S1xloo " 19 (22/2SIX1oo 25 .. MARIA A'NOYA MEYCHA K "'OR PENILAIAN 25 JERICHO RISANG KARELWIBOWO JESSICA SlAMENOA SURYAlCASJH R MATERI POKOK I MATERI POKOK II " " " 100 100 2~/ S)XI06 lCIOS1 . .. NILAl " " " " " " n " "I " " " " " " " 8R 8R ... OS .. 11/32)Xloo {18/32)Xloo 119/321Xloo (21/31IXloo (24/31IXloo 26 (26/32)Xloo " " 121/32}lCloo (28/31)Xloo 1(24132)Xloo 25 (25/32IXloo 25 1 125/31)Xloo 28 30 {24/25/XIII '00 16 25 (16/25)Xloo " " 25 24/25)XI12 100 " 25 1l3/2.5IXloo " 2~/SIX13 " 16 25 (l6/25)Xloo 5£kAR RIYAMITHA PURBAl'IlANTI 25 25 (25/25)Xl00 '00 7S 5HATYA INOAH A81GAEL TAM BUN 23 7S 24/251X115 23/25)Xloo 92 26 THEOlX>RA NAAAKU NATANAYlA P 7S (24/25}X116 " BENEOICTU5 BlMA BAYV BHARATAP " " " " " " " " " " " " 21/1.5}Xloo " 20 (21/32)Xloo {28/32)Xloo 25 124/2.5llCI17 SKOR " " " " " " " 80 " " " " 25 {24/2S)Xl00 N'''' (20/32Ixloo (26/32)lCloo (24/2.5)XII0 25 ·PENllAIAN 26 25 100 19 " " " " " " " " " " (2~/1.5 '00 20 n 25 12~/ .5JlC 14 "'OR "'OR 80 (23/32)Xloo "'OR N'''' " 120/28)Xloo 72 '00 '00 2O/28}Xloo 72 90 90 (22/28}Xloo " " " 80 80 28 " " " " " " " " " " " " " " " " " " " " " " " " " " " " " " " 57 22 66 28 R2 22 8R 66 20 25 66 . . . ,",OR SKOR 28 26 R2 26 72 I I11/2B}Xloo (23/28IXloo (23/28)Xloo (22/18)Xloo I 123/28)Xloo (20/28IlCloo (2.5/28IXloo (21/28IXloo 1 (21/28)Xloo 26/28 ){100 123/28IXloo 126/28)Xl00 " 90 " .... . . . "'''' 80 '00 100 90 90 80 80 100 100 .. 100 '00 " 90 90 "'" 100 70 70 70 " "n " " " RO 70 90 .." 90 90 90 75 90 90 100 " " " " 80 RO '00 '00 70 70 100 100 '00 100 '00 100 75 80 '00 100 '00 '00 100 75 '00 '00 100 '00 128/281)(100 '00 100 100 100 100 123/28)XlOO " " " " " " 90 " " " 90 " "'" '00 '00 RO 80 '00 '00 80 80 80 80 80 80 70 70 '00 '00 123/28)lCl00 21/28)Xloo 26 28 26/28)Xloo /2.5/32)11:100 " " 28 I (23/28IXloo 12fil32JlCloo R2 26 28 126/281Xloo n 124/32)Xloo 75 27 28 21/28jlXloo " " " " " " " {24/321Xloo 7S 26 28 {26/28Ixloo (28/32)Xl00 88 28 28 {28/28)lCI00 100 100 100 100 100 (31/32IlCloo " " " " (28/28}Xloo 100 '00 '00 '00 '00 (21/28)1,100 " 80 80 SO 80 " 26 (49) (32/32IXloo . MATERI POKOK II NlLAJ PENllAIAN " .. .. . (22/32))(100 " 20 MATERI POKOK I 125/32))(100 25 . 123/32)Xl00 NllAJ TES SEGl KETERAMPILAN MATERI POKOK II 25 " 29 " " " 29/32JXloo 27 28 100

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI NILAlIC£1AS V. A NllAl TES SEGl PENGETAHUAH MAJERI POICOIC I '0. NAMA "'0' SKOR PENILAIAN 20 25 (20/2S}Xl00 MAJERI POKOK II "''''' , AJRLANGGA WHISNU AUtiA RAHMAN 2 ALOYSIUS ADI SATYA HENDRAWlJAYA 20 25 120/25}Xl00 ANGEl!A LARlSA PUTRI U 25 122/25}X100 BERTHA nSYAAMEl!A 23 25 (23 125)Xloo OlRlST1AN RICARDO SAVERO " " " l2J/25IXloo (2S/2SIXI00 '00 , • , , ClARA DEW! SETYONUGRAHENI 2S SO . ." SO llS/25}X100 25 1 ~}XlO 22 25 115/2S}Xl00 25 115125)Xloo 22 96 " 25 115125IXloo 125/25)Xloo .00 " " 115125IXloo " 2S (lSI2S)X1oo " 2S (24125)X100 " 10 FID£USAYU8 OWl WASICITO 2S (24/2S)Xl00 " 2S " " " " 23 GREGORlU5 DION PRAMUOYA S JASMINE LEONA SARASWATI " 2S {2412S}X1oo " " " " " JHEREMI MANURUNG 20 (20125}X1OO " " ¥OHAHA ANGEUNE JESISCA SATIU P ,. 25 25 (24/25IX1oo 96 KARIN 0l1\IIA OlRISTY UEM 25 25 25125}Xloo llOWINA LAURA LOVEUA 5 " 25 (21/25IX1oo MARTHA ANGEUNA 2S 25 /2S/25jXloo 20 MICHAEL ZEPHAN 22 2S (22/25}XI00 . . " RAfAEL BENlJO PUTRA ANTARA " 2S {23/2SlxI00 22 5ERAfICA NADIA ftTRIA 25 " " 2S 23 25 ,. " " " 22 ,." ,. ,. " " .." " SICOR {IS/2S)X100 , .- 2S SKOR ( 15/25)X1oo '00 23 25)X100 " " " " SO 25 (25/2S)X1OO GEORGIUS OIMASGAlUH APRLANOITA NILAI (1S/25)X1OO 2S 2S 25 GREGORIA KE11A WENIHGlYAS PENlLAtAN 2S 22 2S U SKOR " EOWAROUS KEVAN ORE OAMARJAn EUSA8ETH KERSTA MANUELA ERICO AliDO SAPUTRA SKOR U /15/25IXloo (l5/25IXI00 I '00 " " " 23 22 " " NILAI "'0' " " 70 70 80 (25/32IX100 79 23 28 123/28IX100 83 70 70 70 70 (24/32)XlOO 2S 25 28 (25/28IX100 go 70 70 '00 '00 123/32)Xloo 22 23 28 (23/28IXloo 83 '00 '00 go go (18/32IXloo " " " {22/321X1oo (22/32)X1oo (21/32)X100 {24/32)X100 " " I '00 I llS/2S1Xloo I1S/25IXloo .00 " " " " (lSI2SJX1oo 96 " " 25 \lS!2S)X1oo " 22 2S {ISf2S)Xloo " " 20 (25/2S1Xloo '00 25 25 l1S/25IXloo '00 " " " " " " " " " " (l912SIXloo " " " (15125)X1OO 22 " 2S (25125)XI00 '00 " 2S {15/25)XIOO " . "'0' 83 (2S!32IXloo 2S " " NILAI 23/28}Xl00 " 25 (15/2S)Xloo PENILAIAN 28 28 23 80 SKOR 1281321X100 ,. (15/25)Xl00 20 ,. " 30 " " " " 15 . .. (24/32)X1OO 15 (20132)X1oo " " " 124/321X100 121/321X1oo 15 VIPKENTIUS FERRER TITANO A ZEVANYA 5ElIJIA PUTRI KINANTI .. (50) "''''' 80 '00 '00 '00 '00 go '00 '00 SO SO 123/28)X100 83 '00 '00 '00 ">
(188)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peranan penggunaan media film terhadap minat siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta.
0
1
123
Makna cerita dalam pendidikan Agama Katolik di sekolah.
1
4
100
Pengaruh penggunaan media film terhadap minat belajar siswa kelas VIII dalam pembelajaran pendidikan agama Katolik di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta.
0
0
136
Pengaruh kreativitas guru dalam proses belajar mengajar terhadap motivasi belajar siswa kelas XI dan XII pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMA Sang Timur Yogyakarta
0
21
182
Peranan penggunaan media film terhadap minat siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta
0
2
121
Kehadiran gereja dalam sekolah Katolik menurut gravissium educationis di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
174
Pembelajaran kontekstual dalam rangka peningkatan siswa dalam mengikuti pendidikan agama Katolik (PAK) di SMPK Angelus Custos I Surabaya Jawa Timur - USD Repository
0
0
144
Efektivitas perencanaan pengajaran dengan model kurikulum tingkat satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan agama katolik di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
131
Pengaruh penggunaan media audiovisual terhadap minat siswa-siswi untuk mengikuti pelajaran pendidikan Agama Katolik di SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan - USD Repository
0
0
235
Partisipasi orang tua dalam pendidikan Agama Katolik siswa-siswi kelas V SD Kanisius Wates Kulon Progo - USD Repository
0
0
111
Adorasi Ekaristi dalam hidup rohani para suster Sang Timur di Pulau Jawa, Provinsi Indonesia - USD Repository
0
0
187
Sumbangan media audiovisual dalam proses pembelajaran pendidikan agama Katolik di SMA Pangudi Luhur Sedayu - USD Repository
0
2
187
Pengembangan pembelajaran menulis menggunakan metode Active Learning dan media gambar berseri untuk kelas X semester I SMA Sang Timur Yogyakarta - USD Repository
0
0
219
Kesalahan ejaan dalam paragraf deskripsi siswa kelas X semester 1 SMA Sang Timur Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
305
Deskripsi pendampingan orang tua dalam belajar pendidikan agama Katolik siswa-siswi kelas IV SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
153
Show more