Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema tugasku sebagai umat beragama mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
270
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA TUGASKU SEBAGAI UMAT BERAGAMA MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Siti Lestari Pamungkas NIM: 151134155 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk: 1. Allah SWT. 2. Sahabat dan pihak yang mendukung setiap langkah yang kulakukan dalam penyelesaian penelitian ini. 3. Kedua orang tua tercinta Ibu Partini dan Bapak Sukino yang memotivasiku untuk selalu berusaha dan pantang menyerah. 4. Sahabat-sahabat yang selalu membantu dan memberikan motivasi peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Kupersembahkan karya ini untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Apapun masalah yang dihadapi, Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik” “Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tak dapat diulang kembali” “Ketika Tuhan memberikan cobaan, Tuhan pasti tahu bahwa kita dapat menghadapi cobaan yang diberikan-Nya” “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita” (QS At Taubah : 40). Ketika menghadapi suatu ujian tak perlu bersedih hati, kebahagiaan dan kesedihan kadang datang silih berganti tergantung bagaimana kita menghadapinya. Kembalikan segalanya pada sang pencipta bahwa segala yang terjadi adalah ketetapan yang terbaik dari-Nya. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 7 Februari 2019 Peneliti Siti Lestari Pamungkas vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Siti Lestari Pamungkas Nomor Mahasiswa : 151134155 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Tugasku sebagai Umat Beragama Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 7 Februari 2019 Yang menyatakan Siti Lestari Pamungkas vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA “TUGASKU SEBAGAI UMAT BERAGAMA” MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Siti Lestari Pamungkas Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang menunjukkan bahwa diperlukan adanya contoh perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema tugasku sebagai umat beragama mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu produk berupa perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema tugasku sebagai umat beragama mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar. Peneliti menggunakan langkah-langkah penelitian dan pengembangan dari Borg dan Gall. Ada 10 (sepuluh) langkah pengembangan penelitian menurut Borg dan Gall namun peneliti membatasi sampai 7 (tujuh) langkah yaitu (1) potensi dan masalah (observasi dan wawancara), (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, sampai menghasilkan produk akhir berupa perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Peneliti menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu model cooperative learning tipe snowball throwing dan model problem based learning. Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif dari kedua pakar, pembelajaran inovatif yang dikembangkan dengan model cooperative learning tipe snowball throwing dan model problem based learning diperoleh skor rerata 4,19 dengan kualitas “baik”. Sedangkan berdasarkan penilaian melalui uji coba terbatas oleh satu guru kelas II dan satu calon guru sekolah dasar diperoleh skor rerata 4,34 dengan kualitas “sangat baik”. Jadi peneliti mendapat skor rerata dari hasil validasi dan uji coba 4,26. Skor tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif (model cooperative learning tipe snowball throwing dan model problem based learning) yang dikembangkan memiliki kualitas “sangat baik”. Kata Kunci: Pembelajaran inovatif, sub tema Tugasku sebagai Umat Beragama, perangkat pembelajaran, model pembelajaran inovatif, Kurikulum 2013 viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF INNOVATIVE LEARNING DEVICE ON THE SUB THEME “TUGASKU SEBAGAI UMAT BERAGAMA” REFERRING TO CURRICULUM 2013 FOR THE SECOND GRADE ELEMENTARY SCHOOL Siti Lestari Pamungkas Sanata Dharma University 2019 This research was conducted based on a needs analysis which shows that there is a need for examples of innovative learning devices in the sub-theme of “tugasku sebagai umat beragama” referring to the 2013 curriculum for second grade elementary school students. The main purpose from this research is to produce a product of innovative learning device on the sub theme “tugasku sebagai umat beragama” referring to Curriculum 2013 for the second grade of elementary school. Researcher used the research and development steps of Borg and Gall. They are 10 (ten) steps of research development according to Borg and Gall however the researcher only used 7 (seven) steps, there are: (1) potential and problems (observation and interviews), (2) data collection, (3) product design, (4) validation design, (5) design revision, (6) product trial, (7) product revision, to produce the final product in the form of innovative learning devices referring to the 2013 Curriculum. The researcher used two innovative learning model is cooperative learning model type snowball throwing and problem based learning model. Based on the results of the validation of innovative learning devices from the two experts, innovative learning developed with the cooperative learning type snowball throwing model and the problem based learning model obtained an average score of 4.19 with "good" quality. While based on the assessment through limited trials by the second grade elemnetary school teacher and one primary school teacher candidate, an average score of 4.34 was obtained with "very good" quality. Therefore the researcher received the average score from the results of validation and trial 4.26. The score demonstrate that innovative learning devices (cooperative learning model of snowball throwing types and problem based learning model) developed has "very good" qualities. Keywords: Innovative learning, sub theme “Tugasku sebagai Umat Beragama”, learning device, innovative learning models, Curriculum 2013 ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kasih serta karunia-Nya sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Tugasku sebagai Umat Beragama Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar dapat peneliti selesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini peneliti mendapat banyak bantuan, bimbingan, dan dukungan dari banyak pihak baik secara langsung maupun secara tidak langsung sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Maka dari itu pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terimakasih kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGSD. 3. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi PGSD. 4. Drs. Puji Purnomo, M.Si., selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan memberikan dukungan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 5. M. Fathkur Rohman A, S.Pd, mahasiswa program PPG selaku validator perangkat pembelajaran inovatif yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dengan memvalidasi produk penelitian. 6. Erviana Pramitasari, S.Pd., guru kelas IIA SDN Kalasan 1 selaku validator perangkat pembelajaran inovatif yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dengan memvalidasi produk penelitian dan memberi nilai uji coba produk. 7. Dyah Wahyu Utamingtyas, calon guru sekolah dasar yang telah membantu peneliti dalam melakukan uji coba produk dan memberi nilai uji coba produk. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Sarjono, S.Pd.SD., selaku Kepala Sekolah SDN Kalasan 1 yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di SD tersebut. 9. Seluruh siswa kelas IIA SDN Kalasan 1 yang telah mendukung peneliti dalam melakukan uji coba. 10. Sekretariat PGSD Universitas Sanata Dharma yang telah membantu proses perizinan penelitian skripsi. 11. Partini dan Sukino selaku orang tua peneliti yang telah memberikan semangat dan doa. 12. Teman-temanku yang selalu memberikan dukungan dan semangat Halimah, Anisa, Ampika, Ligya, Fahmia, Mega, Mei, Galih dan Diah. 13. Teman penelitian payung kecil Anugrah Ningrum Saputri, Anita Nur Fajar Asri, Hilaria Heladita yang telah memberikan bantuan dan dukungan selama melaksanakan penelitian dan menyelesaikan skripsi. 14. Teman-teman mahasiswa payung pembelajaran inovatif yang selalu memberi bantuan dan motivasi kepada peneliti. 15. Segenap pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih untuk bantuan dan dukungannya. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak keterbatasan dan kekurangan, maka peneliti membutuhkan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk menyempurnakan skripsi ini. Peneliti berharap semoga skripsi ini berguna bagi pihak pembaca dan dunia pendidikan. Peneliti xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN .................................................. vii PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xiv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvi BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 6 C. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 6 E. Definisi Operasional..................................................................................... 7 F. Spesifikasi Produk yang Diharapkan ........................................................... 8 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 12 A. Kajian Pustaka............................................................................................ 12 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 ......................................................... 12 2. Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 ..................................................... 23 3. Perangkat Pembelajaran ......................................................................... 28 4. Pembelajaran Inovatif ............................................................................. 37 B. Hasil Penelitian yang Relevan ................................................................... 50 C. Kerangka Berpikir ...................................................................................... 53 D. Pertanyaan Penelitian ................................................................................. 55 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 56 A. Jenis Penelitian ........................................................................................... 56 B. Setting Penelitian ....................................................................................... 60 C. Prosedur Pengembangan ............................................................................ 61 D. Uji Coba Terbatas ...................................................................................... 65 1. Subjek Uji Coba Terbatas....................................................................... 65 2. Instrumen Penelitian ............................................................................... 65 3. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 66 4. Teknik Analisis Data .............................................................................. 68 E. Jadwal Penelitian........................................................................................ 71 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... 72 A. Analisis Kebutuhan .................................................................................... 72 1. Hasil Observasi dan Wawancara Analisis Kebutuhan ........................... 72 2. Pembahasan Hasil Observasi, Hasil Wawancara, dan Analisis Kebutuhan ................................................................................................................ 87 B. Deskripsi Produk Awal .............................................................................. 88 C. Validasi Ahli dan Revisi Produk ................................................................ 91 1. Data Validasi Pakar Kurikulum 2013 .................................................... 91 2. Revisi Produk ....................................................................................... 101 D. Uji Coba Terbatas .................................................................................... 102 1. Data Uji Coba Terbatas ........................................................................ 102 2. Revisi Uji Coba dan Produk ................................................................. 111 E. Kajian Produk Akhir ................................................................................ 112 F. Hasil Penelitian dan Pembahasan............................................................. 116 1. Hasil Penelitian..................................................................................... 116 2. Pembahasan .......................................................................................... 118 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN ............................................................................................................... 128 A. Kesimpulan .............................................................................................. 128 B. Keterbatasan Pengembangan ................................................................... 129 C. Saran ......................................................................................................... 129 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 130 LAMPIRAN ....................................................................................................... 133 BIODATA PENELITI ...................................................................................... 254 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Dimensi pengetahuan dan dimensi proses koginif dalam tabel Taksonomi Bloom ................................................................................................. 23 Tabel 2.2 Paradigma pembelajaran abad 21 ......................................................... 25 Tabel 2.3 Sintaks atau langkah-langkah model cooperatif learning tipe snowball throwing ................................................................................................................ 45 Tabel 2.4 Sintaks atau langkah-langkah PBL ....................................................... 49 Tabel 3.1 Konversi Nilai Skala Lima .................................................................... 69 Tabel 3.2 Konversi skala lima............................................................................... 70 Tabel 4.1 Saran pakar pembelajaran inovatif model cooperative learning tipe snowball throwing dan revisi ................................................................................ 95 Tabel 4.2 Saran pakar pembelajaran inovatif model problem based learning dan revisi ...................................................................................................................... 98 Tabel 4.3 Komentar validator dan revisi uji coba perangkat pembelajaran model cooperative learning tipe snowball throwing ..................................................... 107 Tabel 4.4 Komentar validator dan revisi uji coba perangkat pembelajaran model problem based learning ...................................................................................... 109 Tabel 4.5 Rekapitulasi hasil validasi dan uji coba perangkat pembelajaran inovatif ............................................................................................................................. 117 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Literature Map ................................................................................... 52 Gambar 2.2 Kerangka Berpikir ............................................................................. 54 Gambar 3.1 Langkah-langkah penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall ........................................................................................................................ 57 Gambar 3.2 Prosedur Pengembangan dalam Penelitian ....................................... 62 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Pedoman wawancara ...................................................................... 134 Lampiran 2 Rangkuman hasil wawancara ......................................................... 136 Lampiran 3 Pedoman observasi ......................................................................... 166 Lampiran 4 Hasil observasi ................................................................................ 169 Lampiran 5 Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran ..................... 178 Lampiran 6 Hasil validasi produk pakar 1 ......................................................... 186 Lampiran 7 Hasil validasi produk pakar 2 ......................................................... 200 Lampiran 8 Pernyataan uji coba produk perangkat pembelajaran ..................... 214 Lampiran 9 Hasil validasi guru SD melalui uji coba terbatas ............................ 218 Lampiran 10 Hasil validasi calon guru SD melalui uji coba terbatas ................ 234 Lampiran 11 Surat ijin penelitian ....................................................................... 250 Lampiran 12 Surat pernyataan Kepala Sekolah ................................................. 251 Lampiran 13 Dokumentasi uji coba produk ....................................................... 253 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Implementasi Kurikulum 2013 di sekolah/ madrasah yang dimulai di sejumlah sekolah dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, secara terbatas, merupakan salah satu bentuk inovasi pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah. Pengembangan Kurikulum 2013 ini merupakan upaya peningkatan mutu pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kreatif dan mampu menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. Madjid (dalam Prastowo, 2015: 5) mengungkapkan bahwa Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan capaian pendidikan. Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Maka Kurikulum 2013 menegaskan mengenai pentingnya keterampilan abad 21 yaitu 4C (critical thinking, creative thinking, collaborative, communicative). Mengembangkan pembelajaran abad 21, guru harus mulai merubah pola pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru menjadi pola pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pola pembelajaran tradisional bisa dipahami sebagai pola pembelajaran dimana guru lebih banyak ceramah sedangkan siswa lebih banyak mendengar, mencatat dan menghafal, tanpa mencoba mempraktikkan apa yang sedang dipelajari. Guru agar mampu mengembangkan pembelajaran abad 21 ini ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan yaitu tugas utama guru sebagai perencana pembelajaran, memasukkan unsur berpikir tingkat tinggi, penerapan pola pendekatan dan model pembelajaran yang bervariasi, serta integrasi teknologi. Kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik merupakan program pembelajaran yang berangkat dari satu tema/ topik tertentu dan kemudian dielaborasi dari berbagai perspektif atau ditinjau dari berbagai aspek mata pelajaran yang biasa diajarkan di sekolah (Kadir, 2014: 1). Pengertian pembelajaran tematik lainnya, pembelajaran tematik 1

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI merupakan salah satu bentuk atau model dari pembelajaran terpadu, yaitu model terjala (webbed) yang pada intinya menekankan pada pola pengorganisasian materi yang terintegrasi dipadukan oleh suatu tema (Kurniawan, 2014: 95). Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pembelajaran tematik, guru akan lebih dimudahkan dengan adanya perangkat pembelajaran. Suhadi (2007: 24) mengemukakan bahwa perangkat pembelajaran merupakan sejumlah bahan, media, alat, petunjuk dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran juga menentukan keberhasilan seorang guru untuk membuat siswa aktif dan kreatif karena pada Kurikulum 2013, siswa diarahkan untuk aktif dalam pembelajaran. Penggunaan model atau strategi pembelajaran juga sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum 2013. Saat ini, di kalangan guru senantiasa berdengung istilah pembelajaran inovatif. Di mana-mana, inovatif menjadi barang yang diburu oleh guru untuk diketahui, dipelajari, dan dipraktikkan di kelas. Pada kurikulum 2013 yang menekankan keterampilan abad 21, guru diharuskan memiliki kreativitas dan memiliki inovasi untuk membuat perangkat pembelajaran yang memiliki tujuan untuk mencapai keterampilan pada abad 21 yang mencakup berpikir kritis, berpikir kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Pembelajaran inovatif mengandung arti pembelajaran merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang guru agar mampu memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar (Suyatno, 2009: 6). Guru dapat membuat perangkat pembelajaran inovatif untuk menunjang terlaksananya proses pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum 2013 secara efektif dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Pembelajaran inovatif ideal untuk diimplementasikan di sekolah dasar karena dengan pembelajaran inovatif, siswa akan lebih aktif dalam pembelajaran, penerapan model pembelajaran yang tepat dan pemanfaatan media pembelajaran yang sesuai akan sangat membantu siswa dalam proses pembelajaran dan membantu guru dalam menyampaikan materi. Pembelajaran 2

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI inovatif memiliki beberapa prinsip, yaitu berpusat pada siswa, berbasis masalah, terintegrasi, berbasis masyarakat, memberikan pilihan, tersistem, dan berkelanjutan, sehingga ideal untuk dimplementasikan di sekolah dasar. Menurut Piaget, siswa sekolah dasar masuk dalam kategori tahapan operasional konkret (7-12 tahun) yang ditandai oleh kemampuan siswa tentang benda-benda dapat dimanipulasi atau dikenal melalui indera. Jadi pada tahap operasional konkret, siswa sudah dapat berpikir konkret tentang benda-benda yang ada di lingkungan sekitar mereka. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan tahap perkembangan anak. Guru perlu memberikan contoh yang konkret atau nyata saat menjelaskan materi pembelajaran. Apalagi untuk siswa kelas II sekolah dasar yang merupakan siswa kelas rendah yang mana siswa lebih sulit berkonsentrasi untuk belajar dibandingkan siswa kelas atas, guru harus dapat memberikan inovasi-inovasi supaya materi tersampaikan kepada siswa tetapi siswa juga berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pada Kurikulum 2013 bertujuan untuk membuat siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum 2013 harusnya tidak menitikberatkan pada aspek kognitif saja, tetapi juga meliputi aspek afektif dan psikomotorik. Guru juga harus menuntun siswa menuju berpikir tingkat tinggi (Prastowo, 2015: 3). Pemerintah sudah menyiapkan buku pegangan guru dan siswa, sudah ada kompetensi inti, kompetensi dasar, serta tujuan pembelajaran, guru perlu mengembangkan kegiatan pembelajaran tersebut dengan menggunakan metode, model, maupun strategi yang sesuai dengan kondisi siswa. Peneliti melakukan wawancara dan observasi kepada guru kelas II yang dilaksanakan pada bulan Mei dan Juli 2018 di 1 (satu) SD di Kecamatan Kalasan, 1 (satu) SD di Kecamatan Kentungan, dan 1 (satu) SD di Kecamatan Tegalrejo yang menerapkan Kurikulum 2013. Peneliti memilih kelas II untuk pelaksanaan pembelajaran inovatif karena pembelajaran inovatif sesuai diterapkan di peserta didik kelas II dan peserta didik kelas II merupakan peserta didik yang aktif, apabila guru hanya menggunakan metode ceramah maka peserta didik akan mudah bosan, jadi dengan penerapan pembelajaran 3

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI inovatif pada peserta didik kelas II sekolah dasar maka pembelajaran akan lebih efektif serta melibatkan peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan 1 (satu) guru kelas II SD di Kecamatan Kalasan dan 2 (dua) guru kelas II SD di wilayah Sleman mengenai pelaksanaan Kurikulum 2013 dan pembelajaran inovatif, guru masih membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) dengan menyalin dari buku pegangan guru atau mengunduh dari internet. Ketika peneliti mengajukan pertanyaan mengenai pembelajaran inovatif dan model-model pembelajaran inovatif, guru sedikit mengetahui mengenai pembelajaran inovatif dan model-model pembelajaran inovatif tetapi untuk penerapannya guru mengalami kesulitan. Guru juga belum sepenuhnya paham mengenai penerapan-penerapan model pembelajaran inovatif tersebut dan guru hanya menerapkan satu model pembelajaran untuk diterapkan di dalam kelas. Ketiga guru yang diwawancarai oleh peneliti telah mengikuti seminar dan pelatihan mengenai Kurikulum 2013. Namun, guru belum sepenuhnya memahami karakteristik dari Kurikulum 2013. Peneliti juga melakukan observasi kegiatan pembelajaran kelas II di 1 (satu) SD di Kecamatan Kalasan dan 2 (dua) SD di wilayah Sleman. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, diperoleh informasi yaitu guru cenderung terpaku pada buku pegangan guru dan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan disesuaikan dengan apa yang termuat dalam buku pegangan guru tersebut sehingga guru tidak banyak melakukan inovasiinovasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Ketiga guru masih menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Peneliti melihat peserta didik mengalami kebosanan sehingga peserta didik tidak memperhatikan guru yang sedang menyampaikan materi. Guru yang peneliti wawancarai menginginkan contoh pengembangan dari perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 khususnya pada Tema 3 Tugasku Sehari-hari Sub Tema 3 Tugasku sebagai Umat Beragama. 4

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Terjadi kesenjangan antara kondisi ideal dan faktual, yaitu guru belum membuat perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peserta didik sehingga dalam pengajarannya tidak maksimal. Banyak guru yang hanya mengikuti kegiatan yang ada pada buku pegangan guru dan buku pegangan siswa. Guru juga kurang dalam mengembangkan materi pembelajaran, karena pada buku Kurikulum 2013, materi yang tercantum terbatas. Pemerintah sudah menyiapkan buku pegangan guru dan peserta didik, tetapi guru tidak mengembangkan kegiatan yang ada pada buku guru atau membuat inovasiinovasi dengan kegiatan yang lebih membuat siswa aktif saat kegiatan pembelajaran serta memudahkan peserta didik untuk menerima materi yang akan disampaikan oleh guru. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan dan kebutuhan guru, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Tugasku sebagai Umat Beragama Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar”. Tresnantyo melakukan penelitian tentang pengembangan prototipe perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 pada kelas II dengan sub tema “Tugasku sebagai Umat Beragama”. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah adalah wawancara dan kuisioner. Teknik analisis yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Penelitian ini memperoleh hasil validasi dengan rata-rata skor 3,83. Skor tersebut masuk dalam kategori “baik” dan produk layak digunakan pada tahap uji coba yang lebih luas. Penelitian ini dibatasi pada perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema tugasku sebagai umat beragama mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar. Peneliti menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu model cooperative learning tipe snowball throwing dan model problem based learning atau model pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran inovatif mampu memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar serta pembelajaran inovatif seirama dengan 5

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI karakteristik peserta didik sebagai pembelajar. Salah satu prinsip pembelajaran inovatif yaitu membuat peserta didik partisipatif dalam kegiatan pembelajaran, bukan pasif. Model pembelajaran inovatif yang peneliti gunakan mampu membantu siswa belajar secara menyeluruh dan siswa lebih aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Maka dari itu, pengembangan perangkat pembelajaran ini akan membantu guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum 2013 khususnya pembelajaran inovatif. B. Rumusan Masalah Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Tugasku sebagai Umat Beragama Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar? C. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Tugasku sebagai Umat Beragama Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar. D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Guru Guru dapat menjadikan penelitian ini sebagai contoh untuk melaksanakan perangkat pembelajaran inovatif mengacu pada Kurikulum 2013. Penelitian juga memberikan pengetahuan dan wawasan baru mengenai pembelajaran inovatif. 2. Bagi Peneliti Peneliti memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam menyusun penelitian Research and Development (R&D) khususnya pada pengembangan dan penerapan perangkat pembelajaran inovatif mengacu pada Kurikulum 2013. 6

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Bagi Siswa Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan aktif dan menyenangkan serta siswa mendapatkan pembelajaran yang lebih bermakna. 4. Bagi Sekolah Sekolah memperoleh pengetahuan baru mengenai penerapan perangkat pembelajaran inovatif mengacu pada Kurikulum 2013, sehingga dapat mendorong untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran melalui penerapan perangkat pembelajaran inovatif di sekolah dasar. 5. Bagi Prodi PGSD Menambah referensi atau bahan bagi prodi PGSD Universitas Sanata Dharma untuk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalan sub tema Tugasku sebagai Umat Beragama mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa Kelas II sekolah dasar. E. Definisi Operasional 1. Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dikemas oleh guru sedemikian rupa sebagai wujud gagasan atau teknik baru dengan langkahlangkah pembelajaran yang menunjang kemajuan proses dan hasil kegiatan pembelajaran. 2. Perangkat pembelajaran merupakan alat atau perlengkapan yang digunakan untuk melaksanakan proses pembelajaran. Peneliti membatasi pada perangkat meliputi program tahunan, program semester, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 3. Kurikulum sekolah dasar 2013 merupakan seperangkat rencana untuk menyempurnakan KBK, dimana ditekankan pada tiga aspek yaitu aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta menekankan pada pendidikan karakter sebagai fondasi pada tingkat berikutnya. 4. Model pembelajaran cooperative tipe snowball throwing adalah suatu model pembelajaran yang diawali dengan pembentukan kelompok dan diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola 7

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh. 5. Model problem based learning adalah model pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk memecahkan suatu masalah yang nyata sehingga peserta didik mampu mengembangkan keterampilan dalam menyelesaikan masalah, berpikir kritis dalam mempelajari pengetahuan yang baru. F. Spesifikasi Produk yang Diharapkan Produk yang akan dikembangkan dalam penelitian ini berupa buku yang memiliki spesifikasi sebagai berikut: 1. Cover Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Tugasku sebagai Umat Beragama mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar; nama penulis; logo universitas, keterangan yang berisi program studi yaitu pendidikan guru sekolah dasar, jurusan yaitu ilmu pendidikan, fakultas yaitu keguruan dan ilmu pendidikan, universitas yaitu sanata dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis. 2. Ukuran kertas Produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. 3. Format tulisan Produk ditulis menggunakan theme font “Times New Rowman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam RPP terlihat jelas. 4. Kata pengantar Kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam 8

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penyusunan produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. 5. Daftar isi Daftar isi terdiri dari garis besar isi produk beserta nomor halaman. 6. Perangkat pembelajaran program tahunan untuk kelas II SD semester gasal dan genap. Program tahunan adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran yang berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan dibuat sesuai dengan kalender pendidikan dari tahun 2018/2019. Komponenkomponen dalam menyusun program tahunan: identitas (antara lain kelas, tahun pelajaran, dan satuan pendidikan) dan format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). Program tahunan terdapat 2 sampai 3 halaman berbentuk portrait. 7. Perangkat pembelajaran program semester untuk kelas II SD semester gasal Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat melalui kalender pendidikan dari semester gasal tahun 2018/2019. Program semester berisikan identitas (satuan pendidikan, kelas, tahun pelajaran) dan format isian (tema, sub tema, pembelajaran, dan alokasi waktu) 8. Perangkat pembelajaran silabus untuk kelas II SD semester gasal tahun 2018/2019 Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. 9

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Perangkat pembelajaran RPP disusun lengkap terdiri dari 1) identitas RPP; 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran; 4) pendekatan, tipe, model dan metode; 5) alat dan bahan serta sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) rangkuman materi 9) lampiran yang berisi LKS, media dan rubrik penskoran. Dalam satu sub tema terdapat enam pembelajaran, sehingga menghasilkan enam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. 10. Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan oleh peneliti memuat Penjelasan pembelajaran inovatif sesuai dengan model pembelajaran masingmasing. Peneliti menggunakan dua model pembelajaran, yaitu: a. Cooperative Learning tipe Snowball Throwing Model pembelajaran snowball throwing digunakan pada pembelajaran ke-1, 3, dan 4. b. Problem Based Learning Model pembelajaran problem based learning digunakan pada pembelajaran ke-2, 5, dan 6. 11. Terdapat pendekatan scientific yang merupakan proses pembelajaran yang dirancang supaya peserta didik mengkonstruk konsep melalui tahap mengamati merumuskan (untuk mengidentifikasi masalah, mengajukan atau menemukan masalah), atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, atau prinsip yang ditemukan. 12. Dikemas dalam pembelajaran terpadu yang mempunyai karakteristik berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, pemisahan mata pelajaran yang tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran, bersifat fleksibel (guru dapat mengaitkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain), dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan. 10

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. Penguatan pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam seluruh mata pelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam kurikulum. Pendidikan karakter yang dikembangkan memuat aspek spiritual dan aspek sosial. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap bidang studi perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dihubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. 14. Menerapkan High Order Thinking Skill (HOTS) yang meliputi tingkat Taksonomi Bloom pada C4 sampai C6. C4 merupakan kegiatan menganalisis yang menggunakan kata kerja operasional memilih, membandingkan, menguraikan, mengaitkan, dll. Sedangkan C5 yaitu kegiatan mengevaluasi yang menggunakan kata kerja operasional mengkritik, memeriksa, menilai, membuktikan, dll. C6 yaitu kegiatan mencipta yang menggunakan kata kerja operasional merumuskan, merencanakan, memproduksi, membuat hipotesis, mendesain, menciptakan, dll. 15. Menerapkan penilaian otentik mengandung aspek sikap spiritual dan sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Penilaian dilengkapi dengan instrumen penilaian yang memuat kunci jawaban dari soal tertulis, daftar cek atau pedoman observasi bagi penilaian dengan teknik observasi, dan cara skoring. 16. Mengembangkan keterampilan dasar belajar abad 21 Mengembangkan 4 (empat) keterampilan atau 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). 17. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar Penyusunan RPP memperhatikan ketentuan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang meliputi tanda baca, huruf kapital, nama orang, nama tempat, dan kata penghubung. 11

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 Sebelum membahas mengenai karakteristik Kurikulum 2013. Kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan kurikulum. UndangUndang Nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Fadillah (2014: 13) berpendapat bahwa kurikulum merupakan wadah yang akan menentukan arah pendidikan. Sanjaya (dalam Yani, 2014: 6) berpendapat hampir sama dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, kurikulum merupakan sebuah dokumen perencanaan yang berisi tentang tujuan yang harus dicapai, isi materi dan pengalaman belajar yang harus dilakukan oleh siswa, strategi dan cara yang dapat dikembangkan, evaluasi yang dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang pencapaian tujuan, serta implementasi dari dokumen yang dirancang dalam bentuk nyata. Berdasarkan pendapat para ahli, kurikulum merupakan seperangkat perencanaan yang berisi tujuan, isi, bahan pengajaran, pengalaman belajar, strategi, cara yang dapat dikembangkan evaluasi serta implementasi dari perencanaan untuk mencapai tujuan pendidikan. Saat ini kurikulum di sekolah dasar yang berlaku di Indonesia adalah Kurikulum 2013 setelah sebelumnya menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru yang mulai diterapkan pada tahun pelajaran 2013/2014. Pada Kurikulum 2013 ada peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Kurikulum 2013 berusaha untuk lebih menanamkan nilai12

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI nilai sikap dan mengembangkan keterampilan melalui pengetahuan yang diperoleh siswa di sekolah. Demikian, peserta didik diharapkan memiliki kompetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan. Dapat dipahami bahwa Kurikulum 2013 adalah sebuah kurikulum yang dikembangkan untuk meningkatkan dan menyeimbangkan kemampuan soft skills dan hard skills yang berupa sikap, keterampilan, dan pengetahuan (Fadillah, 2014: 16). Menurut Mulyasa (2014: 6), Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang menekankan pada pendidikan karakter, terutama pada tingkat dasar yang akan menjadi fondasi pada tingkat pendidikan berikutnya. Kurikulum 2013 merupakan tindak lanjut dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang pernah diujicobakan pada tahun 2004. KBK dijadikan acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) dalam seluruh jenjang dan jalur pendidikan. Berdasarkan pemaparan mengenai Kurikulum 2013, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum 2013 merupakan seperangkat rencana untuk menyempurnakan KBK, dimana ditekankan pada tiga aspek yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta menekankan pada pendidikan karakter sebagai fondasi pada tingkat berikutnya. Adapun karakteristik Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut. a. Terpadu Pada Kurikulum 2013, seluruh konten pelajaran dikemas secara tematik terpadu, kecuali untuk mata pelajaran agama dan budi pekerti yang mandiri. Sebelumnya Kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran tematik, tetapi sekarang menggunakan pembelajaran tematik terpadu. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberikan pengertian, terpadu yaitu sudah dipadu (disatukan, dilebur, menjadi satu dan sebagainya). Sebelumnya pembelajaran tematik hanya difokuskan pada kelas I – III sedangkan pada Kurikulum 2013 dimulai dari kelas I sampai kelas VI. Jadi 13

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI seharusnya saat ini, semua sekolah dasar dari kelas I sampai kelas VI sudah menerapkan Kurikulum 2013. Kurniawan (2014: 95), menjelaskan bahwa tematik adalah salah satu bentuk atau model dari pembelajaran terpadu, yaitu model terjala (webbed). Kadir (2014: 9) menuturkan bahwa pembelajaran tematik adalah pembelajaran mata pelajaran atau bidang studi dengan menggunakan tema tertentu. Selain itu, Yani (2014: 114) mengatakan bahwa pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang tidak menggunakan “nama-nama disiplin ilmu” sebagai nama mata pelajaran akan tetapi menggunakan tema-tema tertentu. Tema yang digunakan berfungsi untuk mengaitkan beberapa pokok bahasan dalam satu mata pelajaran yang disebut tematik (saja) sedangkan tema yang mengikat beberapa pokok bahasan dan sejumlah mata pelajaran yang berbeda disebut “tematik terpadu”. Trianto (2011: 147) juga berpendapat hampir sama dengan Kadir dan Yani, pembelajaran tematik dimaknai sebagai pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu. Pada pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran. Pada dasarnya, pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang menggunakan tema-tema, terdiri dari berbagai mata pelajaran dalam satu tema. Proses pembelajaran melalui satu tema diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih bermakna kepada peserta didik. Pada pembelajaran tematik, peserta didik bukan hanya mempelajari satu mata pelajaran dalam satu pembelajaran, tetapi juga mempelajari mata pelajaran lainnya dalam pembelajaran tersebut. Oleh karena itu, Kurikulum 2013 memiliki karakteristik terpadu, karena memadukan beberapa mata pelajaran ke dalam suatu tema. 14

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Saintifik Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran Kurikulum 2013 ialah pendekatan scientific. Pendekatan scientific yang digunakan dalam pembelajaran tersebut dilakukan melalui proses ilmiah (Fadillah, 2014: 175). Pendekatan scientific dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi pelajaran menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru (Majid, 2014: 70). Melalui pendekatan scientific, peserta didik mampu menghadapi dan memecahkan masalah yang dihadapi dengan baik. Pengertian pendekatan scientific atau ilmiah menurut Kemendikbud tahun 2013, pendekatan scientific merupakan suatu cara atau mekanisme pembelajaran untuk memfasilitasi siswa agar mendapat pengetahuan atau keterampilan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu metode ilmiah. Menurut Majid (2014: 75), proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan scientific dilakukan melalui lima tahapan atau biasa disebut 5M yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Melalui kegiatan 5M tersebut dapat membentuk sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik secara maksimal. Kelima tahapan tersebut diterapkan dan dilaksanakan pada kegiatan inti pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran pendekatan scientific dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. 1) Mengamati Mengamati juga biasa disebut dengan observasi. Pada kegiatan mengamati, aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan yaitu melihat, mengamati, membaca, mendengar, menyimak (tanpa dan dengan alat). Pendidik dapat menyajikan objek secara nyata atau konkret, maka peserta didik akan 15

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI senang dan merasa tertantang. Kegiatan mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. 2) Menanya Pada kegiatan bertanya menurut Majid (2014: 78), guru harus mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula guru membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan dari peserta didik, ketika itu pula guru mendorong peserta didik untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. Pada kegiatan menanya, aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan yaitu: a) Mengajukan pertanyaan dari yang faktual sampai ke yang bersifat hipotesis. b) Diawali dengan bimbingan guru sampai dengan mandiri (menjadi suatu kebiasaan). Fungsi dari kegiatan bertanya yaitu membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian peserta didik tentang suatu tema atau topik pembelajaran. Siswa juga terdorong untuk aktif dalam belajar. 3) Mencoba atau Mengumpulkan Informasi Kegiatan mencoba berarti juga kegiatan mengumpulkan informasi. Kegiatan mengumpulkan informasi merupakan tindak lanjut dari kegiatan bertanya. Menurut Hosnan (2014: 57) kegiatan ini dilakukan dengan menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang ada dan melalui berbagai cara. Aktivitas mengumpulkan informasi dapat dilakukan melalui kegiatan eksperimen, membaca 16

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sumber lain selain buku teks, mengamati objek/ kejadian/ aktivitas wawancara dengan narasumber, dan sebagainya. Kompetensi yang diharapkan dari kegiatan mencoba atau mengumpulkan informasi yaitu mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, informasi menerapkan melalui kemampuan berbagai cara mengumpulkan yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat. 4) Menalar Majid (2014: 84) menuturkan bahwa menalar merupakan salah satu istilah dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Peserta didik harus lebih aktif daripada guru saat kegiatan pembelajaran. Menurut Majid (2014: 84), penalaran adalah proses berpikir yang logis dan sistematis atas faktafakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Pada kegiatan menalar, aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan yaitu: a) Menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, menentukan hubungan data/ kategori. b) Menyimpulkan dari hasil analisis data. 5) Mengomunikasikan Peserta didik diharapkan dapat mengomunikasikan hasil pekerjaan yang telah disusun secara bersama-sama dalam kelompok dan atau secara individu dari hasil kesimpulan yang telah dibuat bersama. Pada kegiatan mengomunikasikan, aktivitas pembelajaran 17 yang dapat dilakukan yaitu

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan. Berdasarkan pemaparan tersebut, pendekatan scientific dalam Kurikulum 2013 merupakan pembelajaran yang dilakukan melalui tahapan ilmiah yaitu kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. c. Penilaian Otentik Dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan memberikan pengertian bahwa standar penilaian pendidikan merupakan kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian perlu disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan dalam penilaian hasil belajar. Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 juga memberikan pengertian dari penilaian yaitu penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penilaian sikap merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik. Penilaian pengetahuan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta didik. Sedangkan penilaian keterampilan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu. Penilaian hasil belajar oleh peserta didik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. 18

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Salah satu karakteristik Kurikulum 2013 yaitu penilaian otentik. Abidin dalam (Yani, 2014: 146) mengemukakan bahwa penilaian otentik adalah mengukur, memonitor, dan menilai semua aspek hasil belajar (yang tercakup dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik), baik yang tampak sebagai hasil akhir dari suatu proses pembelajaran, maupun berupa perubahan dan perkembangan aktifitas, dan perolehan belajar siswa selama proses pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas. Sedangkan Hosnan (2014: 387) berpendapat bahwa, penilaian otentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Menurut Yani (2014: 145), penilaian otentik adalah penilaian yang nyata dan dibuktikan dengan kinerja dan hasil-hasil yang telah dibuat oleh peserta didik. Penilaian sikap dilakukan melalui observasi atau pengamatan. Penilaian pengetahuan melalui tes tertulis, tes lisan, atau penugasan. Penilaian keterampilan melalui tes praktik, penilaian proyek, dan penilaian portofolio. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan melalui hasil-hasil yang telah dibuat oleh peserta didik. Menurut Kurniawan (2014: 36), melalui Kurikulum 2013 ini, penilaian otentik menjadi penekanan yang serius di mana guru dalam melakukan penilaian hasil belajar peserta didik benar-benar memperhatikan penilaian otentik. Kurikulum 2013 menegaskan adanya pergeseran dalam melakukan penilaian, yakni penilaian melalui tes (mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja) menuju penilaian otentik (mengukur kompetensi sikap, 19

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pengetahuan, keterampilan berdasarkan proses dan hasil). Berikut ciri-ciri penilaian otentik menurut Kurniawan (2014: 38-39). 1) Harus mengukur semua aspek pembelajaran, yakni kinerja dan hasil atau produk. Artinya, dalam melakukan penilaian terhadap peserta didik harus mengukur aspek kinerja (performance) dan produk atau hasil yang dikerjakan oleh peserta didik. Melakukan penilaian kinerja dan produk tersebut merupakan cerminan kompetensi dari peserta didik tersebut secara nyata dan objektif, tidak dibuat-buat; 2) Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Artinya, dalam melakukan penilaian terhadap peserta didik, guru dituntut untuk melakukan penilaian terhadap kemampuan atau kompetensi proses (kemampuan atau kompetensi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran) dan kemampuan atau kompetensi peserta didik setelah melakukan kegiatan pembelajaran; 3) Menggunakan berbagai cara dan sumber. Artinya, dalam melakukan penilaian terhadap peserta didik harus menggunakan berbagai teknik penilaian (disesuaikan dengan tuntutan kompetensi pada pembelajaran) dan menggunakan berbagai sumber atau data yang bisa digunakan sebagai informasi yang menggambarkan penguasaan kompetensi peserta didik; 4) Tes hanya salah satu alat pengumpul data penilaian. Artinya, dalam melakukan penilaian peserta didik terhadap pencapaian kompetensi tertentu harus secara komprehensif dan tidak hanya mengandalkan hasil tes semata. Informasi-informasi peserta didik dapat dijadikan bahan dalam melakukan penilaian; 20

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5) Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik harus mencerminkan bagian-bagian kehidupan peserta didik yang nyata setiap hari, mereka harus dapat menceritakan pengalaman atau kegiatan yang mereka lakukan setiap hari; 6) Penilaian harus menekankan kedalaman pengetahuan dan keahlian peserta didik, bukan keluasannya (kuantitas). Artinya, dalam melakukan penilaian peserta didik terhadap pencapaian kompetensi harus mengukur kedalaman terhadap penguasaan kompetensi tertentu secara objektif. d. Penguatan pendidikan karakter Menurut Suparno (2015: 29), pendidikan karakter merupakan pendidikan yang bertujuan untuk membantu siswa agar siswa-siswa mengalami, memperoleh, dan memiliki karakter yang diinginkan. Misalnya, guru ingin siswa memiliki karakter jujur, maka pendidikan karakter berarti suatu usaha membantu siswa agar nilai kejujuran dimiliki oleh siswa dan menjadi bagian hidup yang mempengaruhi seluruh cara berpikir dan bertindak dalam hidupnya. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang sarat akan pendidikan karakter. Penggunaan istilah baru dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yaitu istilah Kompetensi Inti atau KI. Lahirnya konsep KI diawali dari pengelompokan kompetensi pokok atas sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Awalnya, kompetensi sikap hanya ada satu rumusan saja, namun setelah ada pendalaman materi maka arti sikap dibedakan antara sikap spiritual dan sikap sosial (Yani, 2009: 54). Aspek sosial merupakan gambaran bentuk hubungan dengan sesama manusia dan juga lingkungannya (Fadillah, 2014: 49). Aspek ini akan mengajarkan tentang pentingnya hubungan sosial kepada peserta didik. Peserta didik diharapkan memiliki bekal yang cukup dalam bersosialisasi 21 dengan lingkungan sekitarnya.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sedangkan dengan sikap spiritual, peserta didik akan memiliki moral atau etika yang baik dalam kehidupannya (Fadillah, 2014: 49). Sikap spiritual juga merupakan perwujudan hubungan antara seseorang dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan karakter diintegrasikan pada seluruh mata pelajaran Kurikulum 2013. Guru dituntut untuk memasukkan muatan pendidikan karakter pada setiap pembelajarannya. Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan, dimensi sikap pada jenjang pendidikan dasar peserta didik diharapkan memiliki perilaku yang mencerminkan sikap meliputi: (1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME; (2) berkarakter, jujur dan peduli; (3) bertanggungjawab; (4) pembelajar sejati sepanjang hayat; (5) sehat jasmani dan rohani. Penilaian pendidikan karakter oleh guru dapat dilihat melalui pengamatan langsung oleh guru; memakai data sekunder seperti catatan-catatan peserta didik yang sudah ada; evaluasi diri oleh siswa, guru, dan kepala sekolah; dan jejak postif siswa selama di sekolah. Pendidikan karakter dilakukan dengan keyakinan bahwa karakter siswa dapat dikembangkan dan dapat diubah. e. Kemampuan berpikir tingkat tinggi Yani (2014: 73), menegaskan bahwa mindset Kurikulum 2013 adalah mengembangkan keterampilan menalar, mengomunikasikan, dan mencipta. Mindset ini mengacu pada buku yang berjudul Paradigma Pendidikan Nasional Abad XXI yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2010. Artinya peserta didik dianggap berhasil jika memiliki kemampuan menalar, mengomunikasikan, dan mencipta. Kemampuan tersebut merupakan kompetensi tingkat tinggi atau disebut dengan High Order Thinking Skills (HOTS) sesuai dengan Taksonomi Bloom hasil revisi. 22

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kemampuan berpikir paling tinggi menurut taksonomi bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl (2014) adalah mencipta. Berpikir tingkat tinggi dirumuskan dalam tujuan pembelajaran. Langkah-langkah merumuskan tujuan pembelajaran dimulai dengan merumuskan tujuan dengan kata kerja dan kata benda. Kata kerjanya dikaji dengan kerangka enam kategori pada proses dimensi kognitif pada tabel 2.1. Demikian juga, kata bendanya dikaji dengan kerangka empat jenis pengetahuan pada dimensi pengetahuan yang ada pada tabel 2.1. Tabel 2.1 Dimensi pengetahuan dan dimensi proses koginif dalam tabel Taksonomi Bloom Dimensi Pengetahuan Dimensi Proses Kognitif A. Pengetahuan Faktual B. Pengetahuan Konseptual C. Pengetahuan Prosedural D. Pengetahuan Metakognitif 1. Mengingat 2. Memahami 3. Mengaplikasikan 4. Menganalisis 5. Mengevaluasi 6. Mencipta 2. Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 Kemampuan untuk berinovasi dan berkreativitas dibutuhkan pada abad 21 saat ini. Kerangka kompetensi abad 21 dalam (Sani, 2014: 9) berpendapat bahwa pengetahuan mata pelajaran saja tidak cukup, namun harus dilengkapi dengan kemampuan berpikir kritis, memiliki karakter yang kuat seperti bertanggung jawab, kemampuan untuk memanfaatkan infromasi dan berkomunikasi. Saat ini dituntut untuk merubah paradigma pendidikan tradisional yang selama ini diterapkan guru di Indonesia. Peserta didik pada saat ini harus terbiasa mencari informasi sendiri, mampu mengidentifikasi dan merumuskan masalah, mampu bekerja 23

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI efektif dalam kelompok dan membangun jaringan, serta memiliki kreativitas yang tinggi. Oleh sebab itu, peserta didik perlu dibekali dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Guru sebagai agen perubahan khususnya selama melaksanakan kegiatan pembelajaran diharapkan memiliki kemampuan merancang dan melaksanakan pembelajaran inovatif. Kegiatan pembelajaran dalam Kurikulum 2013 saat ini diarahkan untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki peserta didik agar mereka dapat memiliki kompetensi yang diharapkan melalui upaya menumbuhkan serta mengembangkan sikap/ attitude, pengetahuan/ knowledge, dan keterampilan/ skill. Karakteristik dari pembelajaran abad 21 yang dikemukakan oleh Hosnan (2014: 85), antara lain (1) pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered); (2) mengembangkan kreativitas peserta didik; (3) menciptakan suasana yang menarik; (4) mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna; (5) belajar melalui berbuat yakni peserta didik aktif berbuat; (6) menekankan pada penggalian, penemuan, dan penciptaan serta (8) menciptakan pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya yakni melalui pendekatan kontekstual. Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual sendiri berarti guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa. 24

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut tabel paradigma pembelajaran abad 21: Tabel 2.2 Paradigma pembelajaran abad 21 Ciri Abad 21 Metode Pembelajaran Pembelajaran diarahkan untuk Informasi (tersedia di mendorong siswa mencari mana saja, kapan tahu dari berbagai sumber, saja) bukan diberi tahu Pembelajaran diarahkan untuk Komputasi mampu merumuskan masalah (lebih cepat (menanya), bukan hanya menggunakan mesin menyelesaikan masalah (menjawab) Pembelajaran diarahkan untuk Otomasi melatih berpikir analitis/ (menjangkau semua pengambilan keputusan, pekerjaan rutin) bukan berpikir mekanisis (rutin) Pembelajaran menekankan Komunikasi pentingnya kerja sama dan (dari mana saja, ke kolaborasi dalam mana saja) menyelesaikan masalah 25

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pembelajaran abad 21 menekankan peserta didik untuk berperan secara aktif dalam proses pembelajaran di mana guru bukan lagi satusatunya sumber informasi melainkan sebagai fasilitator yaitu sebagai pengelola pembelajaran yang memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Peserta didik diberikan keleluasaan dan kebebasan belajar sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik serta dapat mengukur sendiri sejauh mana pemahaman dan penguasaan peserta didik terhadap suatu materi. Pada abad 21 ini, peserta didik dituntut untuk memiliki kecakapan diantaranya adalah kecakapan dalam berkomunikasi (communication skill), kecakapan berpikir kritis (critical thinking skill), kolaborasi (collaboration skill) dan kecapakan kreativitas (creaticivity and innovation skill) atau disebut dengan 4C. a. Communication skill (kemampuan berkomunikasi) Siswa dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia (Hosnan, 2014: 87). Siswa diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ideidenya, baik itu saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari gurunya. b. Collaboration skill (kemampuan bekerja sama) Siswa menunjukkan kemampuannya dalam bekerja sama dengan kelompok dan kemampuan dalam kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggung jawab, bekerja secara produktif dengan yang lain, menempatkan empati pada tempatnya, menghormati perspektif berbeda. Siswa juga menjalankan tanggung jawab pribadi dan fleksibilitas secara pribadi, pada tempat belajar dan hubungan masyarakat, menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain, memaklumi kerancauan (Hosnan, 2014: 87). 26

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Critical thinking and problem solving skill (kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah) Siswa berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit. Siswa juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, juga memiliki kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. d. Creaticivity and innovation skill (kemampuan kreativitas dan inovasi) Siswa mampu mengembangkan ide, solusi, konsep, teori, prosedur, produk, dan inovasi. Proses pembelajaran lebih berpusat pada siswa serta meninggalkan perlakuan yang bersifat menyamakan siswa, tetapi lebih bersifat individual (Hosnan, 2014: 87). Siswa harus dipicu untuk berpikir di luar kebiasaan yang ada, melibatkan cara berpikir yang baru, memperoleh kesempatan untuk menyampaikan ide-ide dan solusi-solusi baru. Kreativitas dan inovasi akan semakin berkembang jika peserta didik memiliki kesempatan untuk berpikir divergen. Jadi ada 4 keterampilan dalam abad 21 atau biasa disebut dengan 4C yang meliputi communication skill (kemampuan berkomunikasi), collaboration skill (kemampuan bekerja sama), critical thinking and problem solving skill (kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah), dan creaticivity and innovation skill (kemampuan kreativitas dan inovasi). Keterampilan tersebut harus ada di kegiatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pada abad 21, peserta didik perlu dibekali dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 27

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Perangkat Pembelajaran Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan bahwa perangkat merupakan alat kelengkapan, sedangkan pembelajaran merupakan proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Perangkat pembelajaran merupakan alat untuk melakukan proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dimaksud terdiri dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penilaian, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), rangkuman materi, media, dan lembar refleksi. Menurut Prasetyo, dkk (2011:16), perangkat pembelajaran adalah alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Berdasarkan pemaparan ahli, perangkat pembelajaran adalah alat atau perlengkapan yang digunakan untuk melaksanakan proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang sering digunakan berupa Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Silabus dalam Kurikulum 2013 disusun oleh pemerintah sehingga dalam menyusun RPP menggunakan silabus yang telah dibuat pemerintah sebagai acuan. Silabus yang dibuat oleh pemerintah dijadikan contoh karena peneliti akan membuat silabus sendiri. Perangkat pembelajaran RPP disusun oleh guru mengacu pada panduan pemerintah. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Pendidik dapat membuat RPP sesuai dengan kondisi siswa serta model, pendekatan, strategi, metode atau teknik yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Pembuatan RPP wajib bagi guru, agar pembelajaran dapat beralangsung dengan efektif. 28

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut akan dibahas 4 (empat) perangkat pembelajaran yaitu Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP): a. Program Tahunan dan Semester Permendikbud tahun 2016 tentang panduan penilaian untuk sekolah dasar tertulis bahwa Program Tahunan (Prota) adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Menurut Mulyasa (2006: 95), program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran yang dibuat setiap awal tahun ajaran. Program tahunan merupakan pedoman untuk mengembangkan program semester, mingguan dan program harian. Kunandar (2014: 3) juga memberikan pengertian yang hampir sama dengan Mulyasa, program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan sebagai pedoman bagi pengembangan program-program selanjutnya, seperti program semester, program mingguan, dan program harian, atau program pembelajaran setiap pokok bahasan. Berdasarkan pendapat para ahli, program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran yang dikembangkan oleh guru untuk setiap kelasnya sebagai pedoman bagi guru untuk mengembangkan program-program selanjutnya yang dibuat setiap awal tahun untuk satu tahun pembelajaran. Program tahunan berisi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran yang akan dilakukan guru selama satu tahun pelajaran, seperti berapa jumlah minggu efektif dalam satu tahun pelajaran, berapa jumlah minggu tidak efektif dalam satu tahun pelajaran (Kunandar, 2014: 3). 29

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut langkah-langkah perancangan program tahunan yang dituliskan Permendikbud. 1) Menelaah jumlah tema dan subtema pada suatu kelas; 2) Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu efektif pada kalender akademik; 3) Hari-hari libur meliputi jeda tengah semester, jeda akhir semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, hari libur khusus, dan kegiatan khusus satuan pendidikan; 4) Menghitung jumlah Minggu Belajar Efektif (MBE) ke dalam sub tema; Komponen-komponen dalam menyusun program tahunan sebagai berikut. 1) Identitas (antara lain satuan pendidikan, kelas, tahun pelajaran) 2) Format isian (antara lain tema, sub tema, dan alokasi waktu). Menurut Permendikbud tahun 2016 tentang panduan penilaian untuk sekolah dasar tertulis bahwa program semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Kunandar (2014: 3), program semester adalah program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester berisi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran yang akan dilakukan guru selama satu semester, seperti berapa jumlah minggu efektif dalam satu semester, berapa jumlah minggu tidak efektif dalam satu semester, berapa kali ulangan harian (formatif) dalam satu semester (termasuk waktu pelaksanaannya), kapan Ulangan Tengah Semester (UTS) dilaksanakan (Kunandar, 2014: 3). Berdasarkan pendapat para ahli, Program Semester (Prosem) merupakan penjabaran dari program tahunan yang berisi kegiatankegiatan yang akan dilakukan selama satu semester. 30

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut langkah-langkah perencanaan program semester yang dituliskan oleh Permendikbud. 1) Menelaah kalender pendidikan dan ciri khas satuan pendidikan berdasarkan kebutuhan tingkat satuan pendidikan; 2) Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu pembelajaran efektif, dan waktu pembelajaran efektif (per minggu). Hari-hari libur meliputi jeda tengah semester, jeda antar semester, hari libur keagamaan, libur umum termasuk hari-hari besar nasional, hari libur khusus, dan kegiatan khusus satuan pendidikan; 3) Menghitung jumlah Hari Belajar Efektif (HBE) dan Jam Belajar Efektif (JBE) setiap bulan dan semester dalam satu tahun; 4) Menghitung jumlah Jam Pembelajaran (JP) sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada struktur kurikulum yang berlaku; 5) Mendistribusikan alokasi waktu yang disediakan untuk suatu sub tema serta mempertimbangkan waktu untuk penilaian serta review materi. b. Silabus Trianto (2011: 286) menjelaskan bahwa silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar peserta didik. Sedangkan Kurniawan (2014: 112), berpendapat bahwa silabus merupakan produk nyata yang dapat diamati sebagai hasil dari aktivitas pengembangan kurikulum. Sedangkan Depdiknas (2003) menjelaskan, silabus merupakan acuan dalam penyusunan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran, dan pengembangan penilaian hasil pembelajaran. Permendikbud tahun 2016 berpendapat bahwa silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. 31

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Fadillah (2014: 135) menyatakan pengertian yang hampir sama dengan keempat pendapat ahli di atas, yaitu silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, alokasi waktu, sumber belajar, dan penilaian. Sesuai dengan pengertian tersebut, silabus merupakan seperangkat rencana pembelajaran dari aktivitas pengembangan kurikulum yang meliputi kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Hosnan (2014: 99) mengungkapkan bahwa silabus paling sedikit memuat hal berikut. 1) Identitas mata pelajaran (khusus SMP/ MTs/ SMPLB/ Paket B dan SMA/ MA/ SMALB/ SMK/ MAK/ Paket C/ Paket C Kejuruan); 2) Identitas sekolah, meliputi nama satuan pendidikan dan kelas; 3) Kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran; 4) Kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait dengan muatan pelajaran atau mata pelajaran; 5) Tema (khusus SD/ MI/ SDLB/ Paket A); 6) Materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi; 7) Pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan; 32

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8) Penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik; 9) Alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; 10) Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi untuk satuan pendidikan dan menengah sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. c. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. Fadillah (2014: 143) berpendapat hampir sama dengan yang diungkapkan oleh Permendikbud, rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan suatu bentuk perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh pendidik dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan Kadir (2014: 157), berpendapat bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran pada hakikatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran. Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan perencanaan kegiatan pembelajaran untuk satu kali pertemuan atau lebih. Berikut komponen RPP menurut Permendikbud Nomor 22 tahun 2016. 1) Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan; 2) Identitas mata pelajaran atau tema/ sub tema; 3) Kelas/ semester; 4) Materi pokok; 33

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5) Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai; 6) Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan; 7) Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi; 8) Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi; 9) Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai; 10) Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran; 11) Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan; 12) Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan 13) Penilaian hasil belajar. RPP disusun untuk setiap kompetensi dasar yang akan diajarkan untuk satu kali pertemuan atau lebih, setiap KD dalam RPP dapat menjadi satu indikator atau lebih. Menurut Prastowo (2015: 162), indikator hasil belajar adalah tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu. Demikian, indikator hasil belajar merupakan kemampuan siswa yang dapat diobservasi. Artinya apa hasil yang diperoleh siswa setelah mereka mengikuti proses pembelajaran. 34

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kemampuan siswa yang dapat diobservasi tersebut mencakup 3 ranah yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Indikator yang dirumuskan secara cermat dapat memberikan arah dalam pengembangan materi pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, potensi, dan kebutuhan peserta didik, sekolah, serta lingkungan. Prastowo (2015: 163) juga mengatakan bahwa indikator dirumuskan dengan kata kerja operasional yang bisa diukur dan dibuat instrumen penilaiannya. Peran kata kerja operasional yaitu sebagai penanda tercapainya KD yang ditandai oleh pernyataan dalam bentuk kata kerja yang menunjukkan perubahan perilaku yang dapat diukur, mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kata kerja operasional dapat dilihat dari tingkatan berpikir yang sudah direvisi oleh Anderson dan Krathwohl atau yang disebut dengan Taksonomi Bloom. Taksonomi Bloom memiliki beberapa tingkatan, tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi. Tingkatan atau kategori menurut Anderson dan Krathwohl (2014: 100) yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Indikator pembelajaran diturunkan menjadi tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran menurut Prastowo (2015: 186) adalah penguasaan kompetensi yang bersifat operasional yang dikategorikan atau dicapai oleh siswa dalam RPP. Tujuan pembelajaran juga mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diturunkan dari KD. Tujuan pembelajaran yang baik adalah yang memuat empat unsur, unsur tersebut dikenal dengan “ABCD” yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A (audience), B (behavior), C (condition), dan D (degree). Audience, adalah peserta didik yang akan belajar. Behavior, adalah perilaku yang akan dimunculkan oleh peserta didik setelah selesai proses belajarnya dalam pelajaran tersebut. Condition, adalah 35

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kondisi yang berarti batasan yang dikenakan kepada peserta didik atau kondisi apa yang diperlukan peserta didik untuk terjadinya perilaku yang diharapkan. Degree, adalah tingkatan keberhasilan peserta didik dalam mencapai suatu perilaku. Pada langkah-langkah kegiatan pembelajaran mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan pembelajaran yang mengacu Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik. Kegiatan pembelajaran mengembangkan aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan kompetensi yang akan diajarkan kepada peserta didik. Berikut prinsip-prinsip penyusunan RPP yang dikemukakan oleh Permendikbud Nomor 22 tahun 2016. 1) Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/ atau lingkungan peserta didik; 2) Partisipasi aktif peserta; 3) Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian; 4) Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan; 5) Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remidi; 6) Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar; 36

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7) Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya; 8) Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi. 4. Pembelajaran Inovatif a. Hakikat Pembelajaran Inovatif Pembelajaran inovatif pada saat ini banyak diburu oleh guru untuk dipelajari dan diterapkan kepada siswa. Terutama pada Kurikulum 2013 pendidik dituntut untuk membuat siswa aktif serta memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran inovatif menjadi salah satu solusinya. Tujuan pembelajaran inovatif yaitu agar siswa dalam pembelajaran tidak mudah bosan karena pembelajaran yang efektif serta melibatkan siswa dalam pembelajaran secara aktif. Menurut Suyatno (2009: 6), kata inovatif dimaknai sebagai beberapa gagasan dan teknik yang baru. Jadi menurut Suyatno (2009: 6), pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dikemas guru atas dorongan gagasan baru untuk melakukan langkahlangkah belajar dengan metode atau model baru sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar. Sedangkan Nurdin dan Hamzah (2015: 106) berpendapat bahwa pembelajaran inovatif merupakan suatu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru (konvensional). Pembelajaran inovatif juga mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh guru yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu memfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar (Suyatno 2009: 6). Apapun 37

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI fasilitas yang ditujukan untuk memfasilitasi siswa dan siapapun fasilitator yang akan menemani siswa belajar, seyogyanya berorientasi pada tujuan belajar siswa (Suyatno, 2019: 8). Berdasarkan pendapat para ahli, pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dikemas oleh guru sedemikian rupa sebagai wujud gagasan atau teknik baru dengan langkah-langkah pembelajaran yang menunjang kemajuan proses dan hasil kegiatan pembelajaran. b. Karakteristik Pembelajaran Inovatif Berikut beberapa karakteristik pembelajaran inovatif. 1) Berpusat pada siswa Student centered atau berpusat pada siswa mengandung pengertian pembelajaran menerapkan strategi pedagogi yang mengorientasikan siswa kepada situasi yang bermakna, kontekstual, dunia nyata, dan menyediakan sumber belajar, bimbingan, petunjuk bagi pembelajar ketika mereka mengembangkan pengetahuan tentang materi pelajaran yang dipelajarinya sekaligus keterampilan memecahkan masalah (Suyatno, 2009: 8). Dahulunya pembelajaran berpusat pada guru atau pendidik, tetapi pola tersebut harus diubah menjadi pembelajaran berpusat kepada siswa, agar pembelajaran lebih bermakna dan efektif bagi siswa. 2) Berbasis masalah Pembelajaran hendaknya dimulai dari masalah-masalah aktual, autentik, relevan, dan bermakna bagi peserta didik, misalnya masalah yang diambil dari kehidupan sehari-hari peserta didik (Suyatno, 2009: 9). Pembelajaran yang berbasis materi ajar biasanya kurang menarik bagi siswa karena siswa juga merasa tidak tertantang dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran yang dibangun berdasarkan materi ajar seringkali 38

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI terlepas dari keadaan maupun kejadian aktual atau nyata di masyarakat. Pendidik dapat memberikan masalah berdasarkan dari pengalaman siswa atau masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Gagne dalam (Suyatno, 2009: 9) mengatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah merupakan hasil belajar yang paling tinggi. 3) Terintegrasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, integrasi memiliki arti yaitu pembaharuan hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat. Suyatno (2009: 10), di dalam inovasi pembelajaran pendekatan terintegrasi lebih diharapkan daripada pendekatan disiplin ilmu. Kelemahan pendekatan disiplin ilmu adalah siswa tidak dapat melihat sistem, mereka akan terkotak pada satu disiplin ilmu. 4) Berbasis masyarakat Masyarakat adalah sumber belajar yang paling kaya. Suyatno (2009: 10) mengatakan, di masyarakat, segala bahan pembelajaran tersedia dari ilmu sosial sampai pada ilmu eksakta. Masyarakat juga merupakan cermin pembaharuan karena masyarakat mengikuti perkembangan zaman. Jadi, pembelajaran inovatif tentunya harus berbasis masyarakat. Pendidik mengajak siswa untuk mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari dari sekolah ke konteks masyarakat atau sebaliknya mengambil masalah-masalah yang ada di lingkungan masyarakat sebagai bahan untuk belajar keterampilan dan pengetahuan yang lebih dalam merupakan proses pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. 5) Memberikan pilihan Setiap peseta didik memiliki cara atau gaya belajar, kecepatan belajar, pusat perhatian, dan sebagainya yang berbeda-beda. Menyamaratakan peserta didik mungkin saja akan 39

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berdampak pada hasil belajar peserta didik. Pembelajaran inovatif memberikan perhatian pada keragaman karakteristik peserta didik tersebut. Pembelajaran akan dilakukan bukan seperti yang diinginkan guru melainkan lebih kepada apa yang diinginkan peserta didik. Pembelajaran harus meyediakan alternatif yang dipilih oleh peserta didik. Menurut Suyatno (2014: 10), keharusan menyediakan pilihan juga berkaitan dengan karakteristik substansi ilmu yang disampaikan dan pengaruh strategi yang digunakan terhadap retensi siswa. Keterampilan kognitif, keterampilan psikomotorik, keterampilan sosial, keterampilan memecahkan serta sikap masalah memiliki strategi yang berbeda-beda untuk mencapai tujuannya masingmasing. 6) Tersistem Menurut Suyatno (2014: 12), materi tertentu membutuhkan pengetahuan lain sebagai prasyarat yang harus dikuasai terlebih dahulu sebelum seseorang dapat mempelajari materi tersebut. Begitu pula keterampilan-keterampilan yang harus melalui langkah-langkah prosedural. Pengetahuan prosedural mustahil dapat dilakukan tanpa dilaksanakan secara berurutan. Setiap langkah pengetahuan prosedural merupakan prasyarat bagi langkah berikutnya. 7) Berkelanjutan Setiap proses pembelajaran yang dilakukan meletakkan dasar bagi pembelajaran berikutnya. Setiap konsep yang diperoleh pada pembelajaran sebelumnya harus dirangkai secara kontinyu dengan konsep baru yang diperoleh sehingga membentuk jalinan konsep di dalam benak seseorang (Suyatno, 2014: 12). Materi yang sudah diterima oleh peserta didik dan dipelajari oleh peserta didik akan berguna untuk mempelajari materi yang selanjutnya 40 karena saling berhubungan.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pembelajaran inovatif berorientasi pada pembelajaran yang berkelanjutan sampai pada tingkat kedalaman dan keluasan materi. c. Keunggulan Pembelajaran Inovatif Saat ini, model pembelajaran yang sedang digalakkan adalah model pembelajaran inovatif. Hal ini tentu saja bukan tanpa alasan, pembelajaran inovatif memiliki beberapa keunggulan, antara lain sebagai berikut. 1) Pembelajaran inovatif lebih mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada siswa; 2) Proses pembelajaran dirancang, disusun, dan dikondisikan untuk siswa agar belajar; 3) Menuntut kreativitas guru dalam mengajar; 4) Hubungan antara guru dan siswa menjadi hubungan yang saling belajar dan saling membangun; 5) Bersifat menyenangkan atau rekreatif dan membutuhkan kreativitas guru dalam proses pembelajaran untuk dapat membuat siswa agar aktif selama pembelajaran berlangsung sehingga lebih efektif dalam pencapaian tujuan pembelajaran; 6) Siswa adalah penerima informasi secara aktif; 7) Pengetahuan dibangun dengan penemuan terbimbing; 8) Pembelajaran lebih konkret dan praktis; 9) Perilaku dibangun atas pengalaman belajar; 10) Perilaku baik berdasarkan motivasi intrinsik. 41

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Berbagai Model Pembelajaran Inovatif yang Digunakan dalam Pengembangan Perangkat Pembelajaran Menurut Prastowo (2015: 239), pengertian model pembelajaran sendiri merupakan acuan pembelajaran yang dilaksanakan berdasarkan pola-pola pembelajaran tertentu secara sistematis. Pengertian model pembelajaran menurut Trianto (2011: 29), model pembelajaran merupakan salah satu pendekatan yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik dan dapat diajarkan dengan pola kegiatan bertahap. Sedangkan Fathurrohman (2015: 29) menjelaskan bahwa model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Berdasarkan pendapat para ahli, model pembelajaran merupakan acuan atau pedoman pembelajaran yang dirancang untuk mendukung proses kegiatan pembelajaran peserta didik yang dirancang secara sistematis. Model-model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi dan berpikir kreatif sangat dibutuhkan dalam era pendidikan abad 21. Peneliti mengembangkan enam perangkat pembelajaran dengan menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu model Cooperative Learning tipe Snowball Throwing dan Problem Based Learning (PBL). 1) Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing Hosnan (2014: 234) memberikan pengertian, cooperative learning merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Fathurrohman (2015: 44) memberikan pengertian yang hampir sama, pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerja sama di antara siswa untuk mencapai 42

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tujuan pembelajaran. Rusman (2013: 202) berpendapat bahwa pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompokkelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam siswa dengan struktur kelompok yang berifat heterogen. Berdasarkan pendapat para ahli, pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang peserta didiknya akan belajar dan bekerja dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap kelompok beranggotakan peserta didik yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda dan jika memungkinkan berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta tidak hanya peserta didik laki-laki tetapi juga peserta didik perempuan. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama antar anggota kelompok dalam menyelesaikan masalah. Menurut Hosnan (2014: 234), tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai pengembangan keragaman keterampilan dari sosial. temannya, Sedangkan serta menurut Fathurrohman (2015: 48), tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi ketika keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. Siswa juga tidak hanya terpaku belajar pada guru, tetapi juga dengan sesama siswa. Model pembelajaran kooperatif dirancang untuk menekankan sikap gotong royong atau kerja sama dalam pembelajaran sebagai upaya terbentuknya hubungan antara peserta didik yang satu dengan peserta didik lainnya. Pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk melatih kompetensi sikap, sosial, dan kepekaan terhadap orang lain, 43

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI serta juga kolaborasi dengan orang lain (Fathurrohman 2015: 45). Banyak sekali macam-macam atau tipe-tipe dari model pembelajaran kooperatif salah satunya yang digunakan oleh peneliti, yaitu model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing. Menurut Saminanto (2010: 37) “Model cooperative learning tipe snowball throwing disebut juga model pembelajaran gelundungan bola salju”. Model cooperative learning tipe snowball throwing ini melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari siswa lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas, dan menyampaikan pesan tersebut kepada teman dalam satu kelompok. Peneliti akan menerapkan di kelas II, maka pertanyaan dibuat oleh guru. Karakteristik model cooperative learning tipe snowball throwing menurut (Trianto, 2010: 6) diantaranya: a) Peserta didik bekerja dalam kelompok kooperatif; b) Siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan untuk melatih pemahaman siswa seputar materi; c) Penilaian yang diberikan dalam pembelajaran kooperatif didasarkan kepada hasil kerja kelompok. Namun demikian, guru perlu menyadari bahwa sebenarnya prestasi yang diharapkan adalah prestasi setiap individu siswa; d) Siswa belajar bekerja sama, siswa juga harus belajar bagaimana membangun kepercayaan diri; e) Sistem penghargaan yang berorientasi kepada kelompok daripada individu. 44

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Aris Shimin (2014: 175) adapun langkah-langkah pembelajaran snowball throwing sebagai berikut: Tabel 2.3 Sintaks atau langkah-langkah model cooperatif learning tipe snowball throwing Fase Tingkah Laku Siswa Fase 1 Siswa mendengarkan guru Menyampaikan tujuan menyampaikan seluruh tujuan dalam dan memotivasi siswa pembelajaran dan siswa diberikan motivasi oleh guru. Fase 2 Siswa Menyajikan informasi mendengarkan guru menyajikan informasi tentang materi pembelajaran yang dipelajari. Fase 3 - Mengorganisasikan Siswa mendengarkan informasi tentang prosedur pelaksanaan siswa ke dalam pembelajaran kelompok-kelompok belajar snowball throwing. - Siswa dibagi kedalam kelompok yang terdiri dari 4 sampai 6 orang siswa. Fase 4 - Membimbing Ketua kelompok dan mendengarkan penjelasan materi kelompok bekerja dan serta belajar pembagian tugas kelompok. - Ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing untuk mendiskusikan tugas yang diberikan guru dengan anggota kelompok. - Siswa dalam kelompok menuliskan pertanyaan sesuai 45

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Fase Tingkah Laku Siswa dengan materi yang dijelaskan guru pada selembar kertas. - Setiap kelompok menggulung dan untuk melempar pertanyaan yang telah ditulis pada kertas kepada kelompok lain. - Setiap kelompok menuliskan jawaban atas pertanyaan yang didapat dari kelompok lain pada kertas lembar kerja tersebut. Fase 5 Setiap Evaluasi kelompok jawaban atas membacakan pertanyaan yang diterima dari kelompok lain. Fase 6 Penilaian Memberikan penilaian kelompok. terhadap hasil kerja atau penghargaan Bentuk pujian dan penghargaan berdasarkan hasil kerja kelompok didasarkan pada pembelajaran individual semua anggota kelompok sehingga dapat meningkatkan pencapaian siswa dan memiliki pengaruh positif pada hasil yang dikeluarkan. Jadi ada enam fase dalam model cooperative learning tipe snowball throwing yaitu menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, menyajikan informasi, mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, membimbing kelompok bekerja dan belajar, evaluasi, memberikan penilaian atau penghargaan. 46

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Problem Based Learning (PBL) Salah satu karakteristik pembelajaran abad ke-21 yaitu menciptakan pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks yang sebenarnya, jadi pendidikan pada abad ke-21 berhubungan dengan permasalahan baru yang ada di dunia nyata. Hosnan (2014: 298), Problem Based Learning (PBL) merupakan pembelajaran yang menggunakan masalah nyata (autentik) yang tidak terstruktur (ill-structured) dan bersifat terbuka sebagai konteks bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah dan berpikir kritis serta sekaligus membangun pengetahuan baru bagi peserta didik. Sedangkan menurut Tan dalam (Rusman, 2013: 232), pembelajaran berbasis masalah merupakan penggunaan berbagai macam kecerdasan yang diperlukan untuk melakukan konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata, kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang baru dan kompleksitas yang ada. Fathurrohman (2015: 113) memberikan pengertian, Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu model pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga peserta didik dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah serta berpikir kritis. Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk memecahkan suatu masalah yang nyata sehingga peserta didik mampu mengembangkan keterampilan dalam menyelesaikan masalah, berpikir kritis dalam mempelajari pengetahuan yang baru. Margetson dalam (Rusman, 2013: 230) mengungkapkan bahwa kurikulum PBM (Pembelajaran Berbasis Masalah) 47

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI membantu untuk meningkatkan perkembangan keterampilan belajar sepanjang hayat dalam pola pikir yang terbuka, reflektif, kritis, dan belajar aktif. Hosnan (2014: 298) menjelaskan bahwa tujuan PBM adalah membantu peserta didik agar memperoleh berbagai pengalaman dan mengubah tingkah laku peserta didik, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Perubahan perilaku yang dimaksud meliputi pengetahuan, keterampilan dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku peserta didik. Karakteristik pembelajaran berbasis masalah adalah sebagai berikut (Rusman, 2013: 232). a) Permasalahan menjadi starting point atau poin pertama dalam pembelajaran; b) Permasalahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada di dunia nyata atau berdasarkan kehidupan sehari-hari; c) Permasalahan membutuhkan perspektif ganda (multiple perspective); d) Permasalahan, menantang pengetahuan yang dimiliki oleh siswa, sikap, dan kompetensi yang kemudian membutuhkan identifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam belajar; e) Belajar pengarahan diri menjadi hal yang utama; f) Pemanfaatan sumber pengetahuan yang beragam, penggunaannya, dan evaluasi sumber informasi merupakan proses yang esensial dalam PBM; g) Belajar adalah kolaboratif, komunikasi, dan kooperatif; h) Pengembangan masalah sama pengetahuan keterampilan inquiry dan pentingnya dengan penguasaan untuk permasalahan; 48 mencari solusi pemecahan dari isi sebuah

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI i) Keterbukaan proses dalam PBM meliputi sintesis dan integrasi dari sebuah proses belajar; dan j) PBM melibatkan evaluasi dan review pengalaman siswa dan proses belajar. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terdiri atas 5 sintaks atau langkah. Langkah-langkah pembelajaran tersebut disajikan dalam tabel sebagai berikut (Hosnan, 2014: 302). Tabel 2.4 Sintaks atau langkah-langkah PBL Tahap Aktivitas Peserta Didik Siswa Tahap 1 mendengarkan guru Mengorientasikan peserta menjelaskan tujuan pembelajaran dan didik terhadap masalah. sarana atau logistik yang dibutuhkan. Siswa diberikan untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah nyata yang dipilih atau ditentukan. Siswa Tahap 2 Mengorganisir dibantu oleh guru peserta mendefinisikan dan mengorganisasi didik untuk belajar. tugas belajar dengan yang masalah berhubungan yang diorientasikan pada sudah tahap sebelumnya. Tahap 3 Siswa Membimbing mengumpulkan penyelidikan dibimbing untuk informasi yang individual sesuai dan melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan kejelasan yang maupun kelompok. diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Siswa Tahap 4 Mengembangkan berbagi dan merencanakan 49 atau tugas dan menyiapkan

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tahap Aktivitas Peserta Didik menyajikan hasil karya. karya yang sesuai sebagai hasil pemecahan masalah dalam bentuk laporan, video, atau model. Siswa Tahap 5 guru melakukan dan refleksi atau evaluasi terhadap proses Menganalisis mengevaluasi bersama proses pemecahan masalah yang dilakukan. pemecahan masalah. B. Hasil Penelitian yang Relevan 1. Febrinita (2017) melakukan penelitian tentang Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Tema 3 Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Gedung Meneng Bandar Lampung. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran tema 3 dengan menggunakan model problem based learning. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar pada siklus I sebesar 70% sedangkan pada siklus II sebesar 80%. Rata-rata hasil belajar siswa siklus I sebesar 60% sedangkan pada siklus II sebesar 90%. Maka dapat dikatakan bahwa hasil intervensi yang diharapkan telah tercapai. 2. Tresnantyo (2016) melakukan penelitian tentang Pengembangan Prototipe Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 Kelas II dengan Tema 3 “Tugasku Sehari-hari”. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk menjelaskan proses pengembangan prototipe perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 yang layak pada kelas II dengan tema 3 “Tugasku 50

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sehari-hari” dan sub tema 3 “Tugasku sebagai Umat Beragama”, 2) untuk mengembangkan dan mendeskripsikan kualitas prototipe perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 pada kelas II dengan tema 3 “Tugasku Sehari-hari” dan sub tema 3 “Tugasku sebagai Umat Beragama”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Pegembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan prosedur pengembangan menurut Sugiyono. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Produk divalidasi oleh dua dosen ahli dan satu guru kelas yang sudah menerapkan Kurikulum 2013. Dari hasil validasi tersebut didapatkan rata-rata skor sebesar 3,83. Skor tersebut masuk dalam kategori “baik” dan layak digunakan pada tahap uji coba. Hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan nilai siswa. 3. Evandari (2013) melakukan penelitian tentang Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Menggunakan Model Pembelajaran Snowball Throwing pada Siswa Kelas V di SD Negeri Ngebel Kasihan Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar IPS menggunakan model pembelajaran snowball throwing pada siswa kelas V SD Negeri Ngebel Kasihan Bantul. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif. Disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan menggunakan model pembelajaran snowball throwing. Hal ini dibuktikkan dari hasil penelitian yang dilakukan pada pra siklus (pre test), jumlah nilai rata-rata adalah 63,72 dan siswa yang memenuhi KKM ada 10 siswa atau sebesar 34,48% dari total jumlah siswa. Pada tindakan siklus 1, jumlah nilai rata-rata kelas adalah 72,07 dan siswa yang memenuhi KKM sebanyak 18 siswa atau mencapai 62,07%. Pada tindakan siklus 2, jumlah nilai rata-rata 51

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelas adalah 82,24 dan siswa yang memenuhi nilai KKM sebanyak 26 siswa atau mencapai 89,66% dari total 29 siswa. Literature Map dari ketiga penelitian tersebut dapat dilihat pada gambar berikut: Febrinita (2017) “Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Tema 3 Kelas IB Sekolah dasar negeri 1 Gedung Meneng Bandar Lampung” Evandari (2013) Tresnantyo (2016) “Pengembangan Prototipe Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 Kelas II dengan Tema 3 Tugasku Sehari-hari” Pamungkas (2018) Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Tugasku sebagai Umat Beragama Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar Gambar 2.1 Literature Map 52 “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Menggunakan Model Pembelajaran Snowball Throwing pada Siswa Kelas V di SD Negeri Ngebel Kasihan Bantul”

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Kerangka Berpikir Pemerintah telah menetapkan Kurikulum 2013 sejak tahun 2013. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang menekankan bukan hanya pada pengembangan aspek pengetahuan saja tetapi juga aspek sikap dan keterampilan. Dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, peserta didik diharapkan berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran bukan guru saja yang berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Guru sebagai fasilitator bagi peserta didik. Pada abad 21 saat ini, di kalangan guru senantiasa berdengung istilah pembelajaran inovatif. Dimana-mana pembelajaran inovatif menjadi barang yang diburu guru untuk diketahui, dipelajari, dan dipraktikkan di kelas. Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dikemas oleh guru sedemikian rupa sebagai wujud gagasan atau teknik baru dengan langkahlangkah pembelajaran yang menunjang kemajuan proses dan hasil kegiatan pembelajaran. Dalam melaksanakan pembelajaran inovatif, tentunya guru memerlukan perangkat pembelajaran sebagai persiapan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Sekolah dasar memerlukan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Fakta yang ditemukan di lapangan cenderung kurang menguasai bahkan belum mengetahui apa itu pembelajaran inovatif. Berdasarkan hasil wawancara, guru masih mengalami kesulitan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Faktor yang menyebabkan hal ini adalah guru belum menguasai apa itu pembelajaran inovatif dan model-model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran inovatif, khususnya untuk pembelajaran pada Tema 3 Tugasku Sehari-hari Sub Tema 3 Tugasku sebagai Umat Beragama. Guru membutuhkan contoh konkret berupa perangkat pembelajaran inovatif dengan mengambil Tema 3 Tugasku Sehari-hari Sub Tema 3 Tugasku sebagai Umat Beragama mengacu Kurikulum 2013. Pengembangan perangkat pembelajaran Tema 3 Tugasku Sehari-hari Sub Tema 3 Tugasku sebagai Umat Beragama mengacu Kurikulum 2013 ini mampu menambah pemahaman dan pengetahuan guru tentang pengembangan perangkat 53

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran inovatif dan guru dapat mengimplementasikan perangkat pembelajaran ini dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar. Langkah penelitian dilakukan dengan menganalisis kebutuhan, pengembangan produk untuk menjawab kebutuhan berupa perangkat pembelajaran, validasi produk sebelum diujikan, uji coba produk, dan evaluasi produk. Pembelajaran inovatif menjadi solusi untuk meningkatkan proses pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum 2013 Kurikulum yang digunakan di sekolah dasar adalah Kurikulum 2013 Pembelajaran inovatif dimaknai sebagai pembelajaran dengan menggunakan gagasan atau teknik yang baru Kegiatan pembelajaran pada Tema 3 Tugasku Sehari-hari Sub Tema 3 Tugasku sebagai Umat Beragama Guru membutuhkan contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif pada Tema 3 Tugasku Sehari-hari Sub Tema 3 Tugasku sebagai Umat Beragama mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar Guru belum menguasai pembelajaran inovatif Peneliti mengembangkan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema tugasku sebagai umat beragama mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar Gambar 2.2 Kerangka Berpikir 54

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori di atas, maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut. 1a. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Tugasku sebagai Umat Beragama Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar menurut pakar Kurikulum 2013? 1b. Bagaimana kualitas pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Tugasku sebagai Umat Beragama Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar menurut guru SD berdasarkan hasil uji coba terbatas. 55

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut Trianto (2010: 206), Research and Development adalah rangkaian proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat dipertanggungjawabkan. Menurut Borg dan Gall dalam (Sugiyono, 2015:28), menyatakan bahwa “What is research and development?. It is a process used to develop and validate educational product”. Artinya, penelitian dan pengembangan merupakan proses/ metode yang digunakan untuk memvalidasi dan mengembangkan produk. Produk yang dimaksud tidak hanya sesuatu yang berupa benda seperti buku teks, dan film untuk pembelajaran, tetapi juga metode seperti metode mengajar. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Borg dan Gall. Borg and Gall mengemukakan 10 langkah dalam penelitian dan pengembangan yaitu (1) potensi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produksi massal. 56

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut bagan beserta pemaparan langkah-langkah pelaksanaan pengembangan Borg and Gall dalam (Sugiyono, 2015: 408-426). 5 1 2 3 4 Potensi dan Masalah Pengumpulan Data Desain Produk Validasi Desain 9 10 Produksi Massal Revisi Produk Akhir 8 Uji Coba Pemakaian Revisi Desain 7 6 Revisi Produk Uji Coba Produk Gambar 3.1 Langkah-langkah penelitian dan pengembangan menurut Borg dan Gall Berikut ini penjelasan secara ringkas mengenai langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan menurut Borg dan Gall antara lain: 1. Potensi dan Masalah Potensi adalah sesuatu yang apabila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Sedangkan masalah merupakan penyimpangan antara yang diharapkan dengan apa yang terjadi. Masalah yang ditemukan dapat diselesaikan dengan penelitian R & D. Melalui penelitian R & D dapat ditentukan pola dan model penanganan yang sesuai dengan masalah yang ditemukan. Suatu masalah juga dapat menjadi suatu potensi apabila dapat mendayagunakan dengan baik. Pada langkah ini dilakukan penelitian dan pengumpulan informasi, meliputi analisis kebutuhan, review literature atau sumber yang berkaitan dengan penelitian, penelitian dalam skala kecil, dan persiapan membuat laporan terkini. 57

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Pengumpulan Data Setelah potensi dan masalah ditemukan maka selanjutnya perlu dikumpulkan menjadi data yang akan menjadi bahan untuk merencanakan produk untuk mengatasi masalah yang ada. Pada langkah ini yang dilakukan yaitu melakukan perencanaan yang meliputi, pendefinisian keterampilan yang harus dipelajari, perumusan tujuan, penentuan urutan pembelajaran, dan uji coba kelayakan (dalam skala kecil). 3. Desain Produk Hasil akhir dari kegiatan penelitian dan pengembangan adalah suatu produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya. Maka, pada langkah ini yang dilakukan yaitu mengembangkan produk awal yang meliputi, penyiapan materi pembelajaran, prosedur/ penyusunan buku pegangan, dan instrumen evaluasi. 4. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Validasi yang dilakukan dikatakan rasional karena validasi ini masih bersifat penilaian yang berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta di lapangan. 5. Revisi Desain Revisi atau perbaikan desain dilakukan setelah mengetahui kekurangan produk yang dibuat. Peneliti kemudian memperbaiki berdasarkan kritik dan saran yang telah diberikan oleh pakar. Hal ini bertujuan untuk memperoleh produk yang baik dan sesuai dengan spesifikasi produk yang dibuat. 6. Uji Coba Produk Pengujian ini dilakukan dengan cara eksperimen untuk mengetahui keefektifan dan keefisienan produk yang telah dibuat. Eksperimen ini juga dilakukan untuk membandingkan dengan keadaan sebelum produk ditetapkan. 58

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Revisi Produk Setelah melakukan uji coba pada tahap awal, peneliti mendapatkan hasil apakah produk perlu direvisi atau tidak. Apabila produk direvisi maka hasil revisi perlu diujicobakan lagi pada siswa yang lebih luas. 8. Uji Coba Pemakaian Setelah perbaikan produk maka selanjutnya produk yang telah direvisi diujicobakan kepada subjek yang lebih luas. Produk yang telah dibuat harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna perbaikan lebih lanjut. 9. Revisi Produk Akhir Revisi ini dilakukan apabila dalam pemakaian terdapat kekurangan dan kelemahan dari produk yang dihasilkan. Revisi ini didahului dengan evaluasi kinerja untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada, sehingga dapat digunakan untuk penyempurnaan produk tersebut. Revisi produk akhir berdasarkan saran. 10. Pembuatan Produk Massal Pembuatan produk massal ini dilakukan apabila produk baru tersebut telah diujicobakan dalam beberapa kali pengujian dan dinyatakan efektif serta layak untuk diproduksi massal. 59

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Setting Penelitian Setting penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada penelitian ini meliputi tempat penelitian, subjek penelitian, objek penelitian, dan waktu penelitian. 1. Tempat penelitian Peneltian ini dilakukan di SD Negeri Kalasan 1 yang beralamatkan di Jalan Raya Yogya-Solo, Desa Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55571. 2. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah guru kelas II SD Negeri Kalasan 1 tahun ajaran 2018/2019 dan siswa kelas II A SD Negeri Kalasan 1. 3. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Tugasku sebagai Umat Beragama mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. 4. Waktu Penelitian Waktu penelitian terhitung mulai 11 Mei 2018 hingga 10 Oktober 2018. Penelitian ini dimulai dari wawancara analisis kebutuhan dan observasi hingga penyelesaian laporan skripsi. Keseluruhan penelitian pengembangan ini membutuhkan waktu selama kurang lebih 10 (sepuluh) bulan. 60

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan dalam penelitian ini menggunakan langkahlangkah pengembangan dari Borg dan Gall. Model Borg dan Gall memaknai bahwa penelitian dan pengembangan sebagai proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk dengan mengikuti langkahlangkah yang ada. Langkah-langkah pengembangan dalam model Borg dan Gall juga tidak harus semua langkah dilaksanakan. Penelitian ini tidak mengambil kesepuluh langkah penelitian dan pengembangan dari Borg dan Gall, namun dibatasi menjadi tujuh langkah yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk. Pembatasan ini dilakukan karena peneliti tidak melakukan produksi secara massal yang akan memakan waktu serta biaya yang terlalu banyak. 61

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut ini adalah langkah-langkah pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan produk ini, yang digambarkan dalam bentuk bagan di bawah ini. Tahap I Potensi dan Masalah Tahap II Analisis Kebutuhan dan Tujuan Penelitian dan Pengumpulan Data Wawancara dengan guru kelas II SD dan observasi siswa kelas II SD Hasil wawancara dan observasi Tahap IV Validasi Desain Tahap III Desain Produk Pengembangan Produk Awal Validasi produk 1. Mengembangkan instrumen penelitian. 2. Menyusun indikator dengan tingkat berpikir tingkat tinggi (taksonomi bloom). 3. Menyusun tujuan pembelajaran berdasarkan ABCD. 4. Memilih keterampilan yang akan diuntaikan. 5. Memilih mata pelajaran yang sesuai. 6. Menentukan KI dan KD. 7. Membuat pemetaan jaringan berdasarkan Kurikulum 2013. 8. Membuat perangkat pembelajaran.. Tahap V Revisi Desain Revisi perangkat pembelajaran/ produk Tahap VI Tahap VII Uji Coba Produk Revisi Produk Uji Coba Produk Terbatas Revisi Produk Gambar 3.2 Prosedur pengembangan dalam penelitian 62

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut penjelasan setiap langkah yang digunakan dalam penelitian ini. 1. Potensi dan Masalah Pada tahap ini, peneliti melakukan analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara kepada wali kelas II di SD Negeri 1 Kalasan yang menggunakan Kurikulum 2013. Wawancara dilakukan bertujuan untuk mengetahui adanya fakta dan masalah yang terjadi di lapangan. Fakta yang dicari terkait dengan kebutuhan contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Observasi dan wawancara ini diharapkan penelitian tentang pengembangan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar dapat disusun sesuai dengan sub tema “Tugasku sebagai Umat Beragama”. 2. Pengumpulan Data atau Informasi Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara. Hasil observasi dan wawancara tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk perencanaan produk berupa perangkat pembelajaran inovatif sub tema tugasku sebagai umat beragama mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar. Pengumpulan data dan informasi 3. Desain Produk Peneliti mengembangkan produk awal yaitu berupa perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Pengembangan produk dimulai dengan mengembangkan instrumen penelitian, merumuskan indikator berpikir tingkat tinggi, merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan ABCD (Audience, Behaviour, Condition, Degree), memilih keterampilan yang akan diuntaikan pada pembelajaran inovatif, membuat jaringan kompetensi dasar dan indikator, dan menyusun RPP. Perangkat pembelajaran inovatif yang dihasilkan berupa jaringan kompetensi dasar dan indikator yang sesuai dengan pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 dan sesuai dengan sub tema “Tugasku sebagai Umat Beragama” 63

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI serta menghasilkan sebuah Rencana Pelaksanakan Pembelajaran (RPP) Inovatif sub tema “Tugasku sebagai Umat Beragama” mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar. Perangkat pembelajaran ini juga menekankan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 4. Validasi Desain Peneliti menggunakan validasi pakar sebagai evaluasi formatif. Terhadap desain produk perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan divalidasi oleh dua ahli. Validasi yang dilakukan bertujuan agar memperoleh kritik dan saran untuk merevisi dan meningkatkan produk yang dibuat. 5. Revisi Desain Peneliti merevisi produk berdasarkan data yang berupa kritik dan saran dari validator. Peneliti melakukan revisi sesuai hasil validasi kedua pakar. Revisi ini bertujuan untuk memperbaiki kekurangan pada produk. Hasil revisi dari produk ini akan menjadi desain produk akhir perangkat pembelajaran inovatif sub tema Tugasku sebagai Umat Beragama mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar. 6. Uji Coba Produk Uji coba produk dilakukan di SDN Kalasan 1 kelas II A dengan jumah siswa 29 siswa. Melalui uji coba ini, penilaian uji coba terbatas dilakukan oleh satu guru SD kelas II dan satu calon guru SD. Evaluasi dilakukan dengan memberikan instrumen validasi uji coba produk kepada seorang guru kelas II. Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui kritik dan saran dari implementasi produk maupun kualitas produk yang dikembangkan. 7. Revisi Produk Berdasarkan uji coba produk dan evaluasi formatif yang dilakukan, peneliti merevisi produk yang telah diujicobakan. Revisi ini merupakan revisi akhir 64 yang dilakukan peneliti guna

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penyempurnaan produk berdasarkan saran dan kritik kedua guru SD kelas II SDN Kalasan 1. D. Uji Coba Terbatas 1. Subjek Uji Coba Terbatas Subjek uji coba terbatas pada penelitian pengembangan ini adalah semua siswa kelas II A SD Negeri Kalasan 1 yang berjumlah 29 siswa pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Penelitian akan dilaksanakan pada tanggal 8, 10, 11, dan 12 Oktober 2018. 2. Instrumen Penelitian Menurut Sugiyono (2015:156), instrumen penelitian adalah merupakan alat ukur seperti tes, kuisioner, pedoman wawancara dan pedoman observasi yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Pada penelitian ini menggunakan instrumen penelitian pedoman observasi, wawancara, dan lembar validasi produk yang berbentuk cek list atau daftar cek. a. Pedoman Observasi Pedoman observasi ini digunakan sebagai acuan untuk melakukan observasi kepada siswa kelas II di satu SD Kecamatan Kalasan, satu SD di Kecamatan Kentungan, dan satu SD di Kecamatan Tegalrejo sehingga peneliti akan melihat secara langsung dan mengetahui informasi yang berkaitan dengan masalah penerapan Kurikulum 2013, model pembelajaran, dan mengenai kebutuhan guru. b. Pedoman Wawancara Pedoman wawancara ini digunakan sebagai acuan untuk melakukan wawancara kepada satu guru SD kelas II di Kecamatan Kalasan, satu guru kelas II SD di Kecamatan Kentungan, dan satu guru kelas II SD di Kecamatan Tegalrejo sehingga peneliti akan 65

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengetahui dan memperoleh informasi yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi guru dan kebutuhan siswa. c. Kuisioner Kuisioner yang digunakan berupa instrumen validasi yang memuat pernyataan untuk memvalidasi produk. Lembar validasi produk menggunakan skala Likert 1 sampai 5, semakin besarnya nilai maka semakin valid pula pernyataan tersebut. Komponen yang ada dalam lembar validasi meliputi: (1) identitas RPP, (2) perumusan indikator, (3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi ajar, (5) pemilihan sumber belajar, (6) pemilihan media pembelajaran, (7) model, metode, dan pendekatan pembelajaran, (8) langkah-langkah pembelajaran, (9) karakteristik pembelajaran inovatif yang meliputi model pembelajaran cooperative learning tipe learning together dan problem based learning atau pembelajaran berbasis masalah untuk validator pakar dan implementasi pembelajaran inovatif untuk guru kelas II, (10) penilaian, (11) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan (12) bahasa. 3. Teknik Pengumpulan Data Dalam melaksanakan suatu penelitian, pengumpulan data sangat penting karena untuk merumuskan tujuan dari penelitian. Teknik pengumpulan data juga sangat penting karena untuk mendapatkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua teknik yaitu: a. Observasi Narbuko dan Achmadi (2007: 70) mengungkapkan bahwa pengamatan atau observasi merupakan alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki. Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi sesuai dengan kenyataan. Observasi juga dilakukan bila belum banyak keterangan dimiliki tentang masalah yang diselidiki. 66

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari hasil melakukan observasi, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai permasalahannya dan mungkin petunjukpetunjuk tentang cara memecahkannya. Kegiatan observasi diusahakan mengamati keadaan wajar dan sebenarnya tanpa usaha yang disengaja untuk mempengaruhi, mengatur, atau memanipulasi supaya hasil observasi menjadi baik. Peneliti melaksanakan observasi kepada 3 (tiga) guru yaitu 1 (satu) guru dari SD Kecamatan Kalasan, SD Kecamatan Kentungan, SD Kecamatan Tegalrejo dan siswa kelas II pada masing-masing sekolah dasar tersebut. Peneliti menggunakan pedoman observasi untuk guru dan pedoman observasi untuk siswa. Pedoman observasi yang digunakan oleh peneliti berhubungan dengan analisis kebutuhan guru SD tentang pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013. b. Wawancara Esterberg dalam Sugiyono (2010: 231) mendefiniskan wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Peneliti melaksanakan wawancara dengan 3 (tiga) guru yaitu 1 (satu) guru dari SD Kecamatan Kalasan, SD Kecamatan Kentungan, SD Kecamatan Tegalrejo. Dalam melaksanakan wawancara, peneliti menggunakan pedoman wawancara. Pedoman wawancara yang digunakan oleh peneliti berhubungan dengan analisis kebutuhan guru SD tentang pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013. c. Kuisioner Menurut Sugiyono dalam (Sugiyono, 2010: 216), kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuisioner yang digunakan peneliti 67

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk menilai kualitas produk yang akan dikembangkan dalam penelitian. Kuisioner diberikan kepada 3 (3) ahli memvalidasi produk yang dikembangkan oleh peneliti yaitu 2 (dua) pakar Pembelajaran Inovatif dan 1 (satu) calon guru SD. 4. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif. a. Data kualitatif Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan para guru SD kelas II untuk meganalisis kebutuhan guru. Data kualitatif juga didapat dari kritik dan saran yang dikemukakan oleh ahli atau pakar pembelajaran inovatif. Data kualitas diperoleh dari masukan berupa titik dan saran dari guru kelas II berdasarkan uji coba produk yang dilakukan. b. Data kuantitatif Data kuantitatif berupa skor dari penilaian oleh pakar pembelajaran inovatif dan skor dari penilaian uji coba produk. Data yang dianalisis sebagai dasar dari hasil penilaian kuisioner diubah menjadi data interval. Skala penilaian terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti yaitu sangat baik (skor 5), baik (4), cukup baik (3), kurang baik (2), sangat kurang baik (1). Setelah skor diperoleh dari validator, maka dianalisis ratarata skor Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berikut ketentuan dalam menghitung rata-rata skor. ( ) Skor yang didapat kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima menurut Sukardjo (2008:102) digunakan sebagai acuan konversi nilai skala lima untuk menilai kualitas produk. 68

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.1 Konversi nilai skala lima Interval Skor Kategori X > × + 1,80 Sbi Sangat Baik ̅ i + 0,60 Sbi < X ≤ ̅ i + 1,80 Sbi Baik ̅ i, - 1,80 Sbi < X ≤ ̅ i – 0,60 Sbi Kurang Baik ̅ i - 0,60 Sbi < X ≤ ̅ i + 1,80 Sbi Cukup Baik X ≤ ̅ i – 1,80 Sbi Sangat Kurang Baik Keterangan ( ̅ i) (rerata ideal) = Sbi (Simpangan buku ideal) = (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) (skor maksimal ideal - skor minimal ideal) = Skor aktual Berdasarkan rumus konversi skala lima di atas perhitungan datadata kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Adapun penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut. Diketahui: Skor maksimal ideal :5 Skor ideal :1 Rerata ideal ( ̅ i) : Simpangan baku ideal (Sbi) : (5 – 1) = 0,67 Ditanyakan : ( ) Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup, kurang baik, dan sangat kurang baik. 69

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jawaban: Kategori sangat baik = X > × + 1,80 Sbi = X > 3 + (1,80 . 0,67) = X > 3 + (1,21) = X > 4,21 = ̅ i + 0,60 Sbi < X ≤ ̅ i + 1,80 Sbi Kategori baik = +( 0,60 . 0,67) < X ≤ + (1,80 . 0,67) = +( 0,40) < X ≤ + (1,21) = 3,40 < X ≤ Kategori cukup baik = ̅ i - 0,60 Sbi < X ≤ ̅ i + 0,60 Sbi = = – (0,60 . 0,67) < X ≤ ̅ i + (0,60 . 0,67) – (0,40) < X ≤ 3+ (0,40) = 2,60 < X ≤ 3,40 Kategori kurang baik = ̅ i, - 1,80 Sbi < X ≤ ̅ i – 0,60 Sbi = - (1,80 . 0,67) < X ≤ – (0,60 . 0,67) = - (1,21) < X ≤ – (0,40) < X ≤ 2,60 = Kategori sangat kurang baik = X ≤ ̅i – 1,80 Sbi = X ≤ – (1,80 . 0,67) =X≤ Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif dengan kategori skala lima sebagai berikut: Tabel 3.2 Konversi skala lima Interval Skor Kategori 4,21 – 5,00 Sangat baik 3,41 – 4,20 Baik 2,61 − 3,40 Cukup 1,80 − 2,60 Kurang 1 – 1,79 Sangat kurang 70

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. Jadwal Penelitian Penelitian ini dijadwalkan dalam tabel berikut: 1. 2018 2018 Januari Desember 2018 November 2018 Oktober 2018 2018 September Agustus Juli 2018 Kegiatan Juni 2018 No Mei 2018 Waktu (Bulan) ✓ Analisis Kebutuhan 2. ✓ Menyusun proposal 3. Pengembangan ✓ ✓ produk awal 4. ✓ Validasi ✓ produk 5. Revisi produk 6. Uji ✓ ✓ ✓ coba produk ✓ ✓ 7. Revisi produk 8. Ujian skripsi ✓ 9. Revisi akhir ✓ 71

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kebutuhan Langkah awal penelitian pengembangan perangkat pembelajaran inovatif sub tema Tugasku sebagai Umat Beragama mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar adalah dengan melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan sesuai dengan langkah-langkah yang sudah dijelaskan pada bab III. Analisis kebutuhan dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara. Observasi dan wawancara dilakukan di SD Negeri Kalasan 1 yang beralamat di jalan Raya Yogya-Solo, Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Observasi dilakukan peneliti terhadap siswa-siswi di tiga (3) sekolah yaitu siswa-siswi kelas II di SDN Kalasan 1, siswa-siswi kelas II di SDN Kentungan, dan siswa-siswi kelas II di SDN Tegalrejo 3. Peneliti juga melakukan wawancara kepada 3 (tiga) guru kelas II yaitu ibu E guru kelas II A di SDN Kalasan 1, ibu I guru kelas II di SDN Kentungan, dan ibu T guru kelas II A di SDN Tegalrejo 3. Observasi dan wawancara ini dilakukan pada bulan Mei. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan Kurikulum 2013 dan menganalisis kebutuhan siswa. Peneliti melihat karakteristik peserta didik dan model pembelajaran apa yang sesuai dengan karakteristik siswa. Wawancara dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan pengimplementasian Kurikulum 2013 dan pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Hal ini bertujuan agar perangkat pembelajaran inovatif dapat membantu guru untuk mendapatkan contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. 1. Hasil Observasi dan Wawancara Analisis Kebutuhan Observasi dilakukan peneliti dengan berpedoman pada instrumen observasi. Pedoman yang berupa instrumen observasi ini terdiri dari dua pedoman observasi, yaitu pedoman observasi guru dan siswa. Butir pernyataan ada 14 pada pedoman observasi guru dan ada 8 butir 72

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pernyataan pada pedoman observasi siswa. Butir-butir pernyataan observasi guru ini dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang ada pada kegiatan pembelajaran seperti pada umumnya yaitu kegiatan awal atau pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan akhir atau penutup. Berikut data hasil observasi guru dan siswa yang melaksanakan Kurikulum 2013 terkait dengan pembelajaran inovatif yang akan dijelaskan pada setiap butir pernyataan. Butir pernyataan pada kegiatan awal atau pendahuluan ada 5 butir pernyataan yang berisi tentang kegiatan-kegiatan awal yang seharusnya dilakukan oleh guru. Butir pernyataan pertama pada kegiatan awal yaitu mengenai guru membuka pembelajaran dengan berdoa. Ketiga guru kelas II mengawali kegiatan pembelajaran dengan berdoa. Butir pernyataan kedua pada kegiatan awal yaitu mengenai pelaksanaan presensi kepada siswa. Hasil observasi menunjukkan dua guru tidak melakukan presensi siswa pada kegiatan awal pembelajaran, sedangkan satu guru lainnya melakukan presensi siswa pada kegiatan awal pembelajaran. Butir pernyataan ketiga pada kegiatan awal yaitu mengenai penggunaan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. Ketiga guru kelas II menggunakan apersepsi kepada siswa untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. Dua guru melakukan apersepsi dengan mengingat materi yang sebelumnya disampaikan oleh guru dan menghubungkan dengan materi yang akan disampaikan oleh guru. Satu guru lainnya melakukan apersepsi dengan membacakan sebuah cerita dan menghubungkan cerita tersebut dengan materi yang akan dipelajari oleh siswa. Butir pernyataan keempat pada kegiatan awal mengenai penyampaian tujuan pembelajaran. Kedua guru menjelaskan tujuan pembelajaran, sedangkan satu guru lainnya tidak menjelaskan tujuan pembelajaran. 73

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir pernyataan kelima pada kegiatan awal yaitu mengenai pemberian motivasi sebelum pembelajaran dimulai. Ketiga guru memberikan motivasi berupa bernyanyi lagu nasional bersama. Butir pernyataan keenam pada kegiatan inti yaitu mengenai penyampaian cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan. Ketiga guru tidak menyampaikan cakupan materi dan tidak menjelaskan uraian kegiatan. Butir pernyataan ketujuh pada kegiatan inti yaitu mengenai guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari. Dua guru tidak melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari. Satu guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari dengan menggali pengalaman pribadi siswa. Butir pernyataan kedelapan pada kegiatan inti yaitu mengenai penggunaan media pembelajaran dan sumber pembelajaran yang tepat oleh guru. Ketiga guru sudah menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat. Ketiga guru menggunakan media dan sumber pembelajaran dengan tepat atau sesuai dengan materi yang sedang disampaikan oleh guru. Guru lebih banyak mengambil sumber pembelajaran langsung dari sekitar kelas maupun sekolah. Butir pernyataan kesembilan pada kegiatan inti yaitu mengenai penggunaan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. Ketiga guru belum menggunakan metode yang sesuai dengan karakteristik siswa. Dua guru masih terlihat menggunakan metode ceramah sehingga siswa tidak aktif dan cenderung bosan saat kegiatan pembelajaran. Satu guru menggunakan metode ceramah tetapi tidak mendominasi, guru sering melibatkan siswa dengan pertanyaanpertanyaan. Butir pernyataan kesepuluh pada kegiatan inti yaitu mengenai penggunaan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. Ketiga guru belum menggunakan model yang sesuai dengan materi dan 74

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI karakteristik siswa selama proses pembelajaran. Ketiga guru berpatokan pada buku siswa dan buku guru. Butir pernyataan kesebelas pada kegiatan inti yaitu mengenai penerapan 5M yang meliputi mengamati, menanya, mencoba atau mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan pada siswa saat kegiatan pembelajaran. Ketiga guru sudah menerapkan 5M pada siswa saat mengajar walaupun kegiatan 5M tersebut tidak urut. Butir pernyataan kedua belas pada kegiatan inti yaitu mengenai penggunaan bahasa baku yang baik oleh guru. Ketiga guru belum sepenuhnya menggunakan bahasa baku yang baik. Ketiga guru sering menggunakan bahasa daerah saat mengajar. Butir pernyataan ketiga belas pada kegiatan inti yaitu mengenai penggunaan artikulasi dan volume yang jelas pada saat guru mengajar. Ketiga guru sudah menggunakan artikulasi dan volume yang jelas sehingga semua siswa paham dengan materi yang disampaikan oleh guru. Butir pernyataan keempat belas pada kegiatan inti yaitu mengenai penggunaan pakaian yang rapi dan berwibawa. Ketiga guru sudah menggunakan pakaian yang rapi dan berwibara serta sopan. Butir pernyataan kelima belas pada kegiatan inti yaitu mengenai guru dalam memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal. Dua guru tidak memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan nonverbal. Kedua guru memusatkan perhatian siswa dengan cara verbal. Satu guru memusatkan perhatian siswa dengan cara verbal dan non-verbal yaitu mengajak siswa untuk melakukan ice breaking. Butir pernyataan keenam belas pada kegiatan inti yaitu mengenai guru tidak berpaku pada satu tempat saat mengajar. Dua guru tidak berpaku pada satu tempat dan satu guru berpaku pada satu tempat saat mengajar. Butir pernyataan ketujuh belas pada kegiatan inti yaitu mengenai pemberian contoh pada siswa dari kehidupan sehari-hari. Ketiga guru 75

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI banyak memberikan contoh yang berkaitan dengan materi dari kehidupan sehari-hari. Guru selalu mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Butir pernyataan kedelapan belas pada kegiatan inti yaitu mengenai pemberian apresiasi oleh guru kepada siswa. Ketiga guru memberikan apresiasi non-verbal dan verbal kepada siswa saat kegiatan pembelajaran. Apresiasi yang diberikan guru secara verbal yaitu dengan mengucapkan terima kasih, sip, atau bagus. Apresiasi secara non-verbal yang diberikan guru kepada siswa saat kegiatan pembelajaran yaitu dengan tepuk tangan dan acungan jempol kepada siswa. Butir pernyataan kesembilan belas pada kegiatan inti yaitu mengenai sumber pembelajaran berbasis teknologi yang digunakan guru. Ketiga guru tidak menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi saat kegiatan pembelajaran. Tetapi dua guru memberikan pernyataan bahwa mereka sering menggunakan sumber belajar berbasis teknologi dengan cara menampilkan video yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Butir pernyataan kedua puluh pada kegiatan inti yaitu mengenai pengkondisian kelas. Ketiga guru dapat mengkondisikan kelas dengan baik. Ketiga guru mengkondisikan kelas dengan cara verbal. Ketiga guru tegas dalam menangani siswa saat kegiatan pembelajaran. Butir pernyataan kedua puluh satu pada kegiatan inti yaitu mengenai penekanan pendidikan karakter pada siswa. Ketiga guru sudah menekankan pendidikan karakter pada siswa dengan cara menerapkan peraturan di kelas dan guru melakukan pembiasaan-pembiasaan untuk mengembangkan pendidikan karakter kepada siswa. Butir pernyataan kedua puluh dua pada kegiatan inti yaitu mengenai guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik. Ketiga guru tidak membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik. Ketiga guru tidak menggunakan media atau model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Tetapi satu guru membuat siswa tetap aktif dengan pertanyaan-pertanyaan yang memancing siswa untuk menjawab. 76

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir pernyataan kedua puluh tiga pada kegiatan inti yaitu mengenai guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran. Kedua guru dapat menjadi fasilitator siswa pada proses pembelajaran. Satu guru belum sepenuhnya menjadi fasilitator siswa. Butir pernyataan kedua puluh empat pada kegiatan penutup yaitu mengenai guru membuat ringkasan secara lisan. Ketiga guru membuat ringkasan secara lisan setelah kegiatan pembelajaran. Ringkasan secara lisan dibuat bersama siswa. Butir pernyataan kedua puluh lima pada kegiatan penutup yaitu mengenai guru membuat ringkasan secara tertulis. Kedua guru tidak membuat ringkasan secara tertulis. Sedangkan satu guru membuat ringkasan secara tertulis pada papan tulis. Butir pernyataan kedua puluh enam pada kegiatan penutup yaitu mengenai guru menunjukkan sumber lain. Kedua guru tidak menunjukkan sumber lain kepada siswa. Sedangkan satu guru menunjukkan sumber lain kepada siswa supaya dapat mempelajari materi bukan hanya dari satu sumber aja seperti buku siswa. Butir pernyataan kedua puluh tujuh pada kegiatan penutup yaitu mengenai guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. Kedua guru melakukan refleksi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan. Sedangkan satu guru tidak melakukan refleksi pada akhir pembelajaran. Butir pernyataan kedua puluh delapan pada kegiatan penutup yaitu mengenai guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif. Kedua guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif dengan menerapkan sistem mencongak yang ditujukan kepada siswa yang kurang aktif. Guru juga menyebut nama siswa yang masih belum aktif dalam pembelajaran dan diberikan motivasi supaya lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan satu 77

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI guru tidak memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpatisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Butir pernyataan kedua puluh sembilan pada kegiatan penutup yaitu mengenai pemberian evaluasi oleh guru kepada siswa. Ketiga guru tidak memberikan evaluasi secara lisan maupun tertulis kepada siswa. Butir pernyataan ketiga puluh pada kegiatan penutup yaitu mengenai pemberian tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan. Ketiga guru tidak memberikan tindak lanjut kepada siswa. Peneliti juga melakukan observasi kepada siswa saat kegiatan pembelajaran di tiga sekolah dasar. Peneliti menggunakan pedoman observasi siswa di kelas. Pedoman yang digunakan oleh peneliti memiliki 10 pernyataan. Tujuan dari kegiatan observasi siswa yaitu untuk melihat apakah metode, model, strategi, atau teknik yang digunakan oleh guru sudah sesuai dengan karakteristik siswa dan membuat siswa aktif saat kegiatan pembelajaran. Peneliti juga melihat model pembelajaran apakah yang sesuai dengan siswa. Butir pernyataan pertama pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Siswa kelas II di dua sekolah dasar terlihat berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Siswa aktif bertanya saat kegiatan pembelajaran. Sedangkan siswa kelas II di satu sekolah dasar terlihat tidak berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Siswa terlihat tidak aktif bertanya saat kegiatan pembelajaran. Butir pernyataan kedua pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai pemberian umpan balik apersepsi dari guru. Siswa kelas II di dua sekolah dasar memberikan umpan balik apersepsi dari guru dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru yang berkaitan dengan materi pembelajaran sebelumnya atau yang akan dipelajari. Sedangkan siswa kelas II di satu sekolah dasar terlihat tidak memberikan umpan balik apersepsi dari guru. 78

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir pernyataan ketiga pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi. Siswa kelas II di tiga sekolah dasar memperhatikan guru saat menyampaikan materi. Butir pernyataan keempat pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa mengajukan pertanyaan kepada guru. Siswa kelas II di dua sekolah dasar mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada guru saat kegiatan pembelajaran tetapi tidak semua siswa. Sedangkan siswa kelas II di satu sekolah dasar tidak aktif dalam bertanya kepada guru saat kegiatan pembelajaran. Butir pernyataan kelima pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa mampu bekerja sama pada saat kegiatan berkelompok. Siswa kelas II di dua sekolah dasar mampu bekerja sama pada saat kegiatan berkelompok karena kegiatan berkelompok sudah dibiasakan oleh guru. Sedangkan siswa kelas II di satu sekolah dasar belum mampu bekerja sama pada saat kegiatan berkelompok karena siswa tidak terbiasa dengan kegiatan kelompok dan ingin menang sendiri. Butir pernyataan keenam pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa mampu mengomunikasikan hasil diskusi. Siswa kelas II di tiga sekolah dasar mampu mengomunikasikan hasil diskusi. Siswa tertib dalam menyampaikan hasil diskusi walaupun tidak menyampaikan diskusi di depan dan siswa saling menghargai ketika kelompok lain sedang menyampaikan hasil diskusi. Butir pernyataan ketujuh pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Siswa kelas II di tiga sekolah dasar terlihat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Butir pernyataan kedelapan pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru. Siswa kelas II di tiga sekolah dasar memahami penjelasan yang telah disampaikan guru. Hal ini terlihat dari siswa yang mampu menjawab 79

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pertanyaan-pertanyaan dari guru dan mampu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Butir pernyataan kesembilan pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan. Siswa kelas II di tiga sekolah dasar dibantu oleh guru untuk membuat rangkuman pembelajaran secara lisan dengan pertanyaanpertanyaan yang diajukan oleh guru kepada siswa. Butir pernyataan kesepuluh pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis. Siswa kelas II di dua sekolah dasar tidak dibantu oleh guru untuk membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis. Sedangkan siswa kelas II di satu sekolah dasar dibantu oleh guru untuk membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis. Selain peneliti melakukan observasi, peneliti juga melakukan wawancara. Wawancara juga dilakukan kepada 3 (tiga) guru kelas II. Wawancara dilakukan berpedoman pada 24 butir pertanyaan untuk melakukan analisis kebutuhan perangkat pembelajaran. Berikut data hasil wawancara dengan guru SD yang melaksanakan Kurikulum 2013 terkait dengan pembelajaran inovatif yang akan dijelaskan pada setiap butir. Butir pertanyaan pertama yaitu mengenai sejak kapan sekolah menerapkan Kurikulum 2013. Ketiga sekolah dasar sudah menerapkan. Satu sekolah menerapkan Kurikulum 2013 dari mulai tahun pelajaran 2013/ 2014 tetapi belum semua kelas. Satu sekolah lainnya menerapkan Kurikulum 2013 dimulai dari tahun pelajaran 2014/ 2015 dan satu sekolah lainnya menerapkan Kurikulum 2013 dimulai dari tahun pelajaran 2015/ 2016. Diawali dengan dua kelas yang menerapkan Kurikulum 2013 setelah itu sekolah menerapkan Kurikulum 2013 di kelas lainnya. Butir pertanyaan kedua yaitu mengenai pelatihan Kurikulum 2013 kepada guru. Ketiga guru pernah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 80

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan mengikuti diklat. Ketiga guru melaksanakan diklat untuk memahami penerapan Kurikulum 2013. Butir pertanyaan ketiga yaitu mengenai pemahaman guru terhadap Kurikulum 2013. Ketiga guru yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka paham terhadap Kurikulum 2013. Alasan ketiga guru sudah paham terhadap Kurikulum 2013 karena penerapan Kurikulum 2013 sudah berlangsung cukup lama di sekolah. Butir pertanyaan keempat yaitu mengenai pemahaman guru terhadap karakteristik Kurikulum SD 2013. Ketiga guru memahami karakteristik Kurikulum 2013, ketiga guru saat diwawancarai mengatakan bahwa karakteristik dari Kurikulum 2013 yaitu mata pelajaran saling berkaitan dan keterkaitan antar mata pelajaran tidak begitu terlihat. Butir pertanyaan kelima yaitu mengenai pemahaman guru terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Ketiga guru saat diwawancarai mengetahui apa itu pendekatan saintifik. Ketiga guru mengatakan bahwa pendekatan saintifik itu 5M. Ketiga guru mengatakan bahwa mereka menerapkan pendekatan saintifik tersebut dalam kegiatan pembelajaran tetapi disesuaikan dengan siswa dan pembelajaran. Salah satu guru mengatakan jika dikelas bawah, penerapan pendekatan saintifik sampai pada tahap menalar. Ketiga guru berpendapat jika penerapan tahap pendekatan saintifik tidak semua harus diterapkan. Ketiga guru juga mengatakan jika siswa masih memerlukan pendampingan ketika menerpkan pendekatan saintifik. Butir pertanyaan keenam yaitu mengenai cara guru dalam merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa. Ketiga guru saat diwawancarai berpendapat bahwa mereka tidak merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran tetapi ketiga guru menggunakan indikator dan tujuan pembelajaran dari buku guru atau internet. Ketiga guru mengatakan bahwa penggunaan rumusan indikator dan tujuan pembelajaran dari buku guru atau internet disesuaikan dengan kondisi siswa dan kondisi kelas. 81

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir pertanyaan ketujuh yaitu mengenai cara guru menumbuhkankembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Ketiga guru mengatakan bahwa mereka menumbuhkembangkan pendidikan karakter dengan cara pembiasaan-pembiasaan di kelas. Pembiasaan-pembiasaan tersebut dijadikan menjadi aturan kelas. Pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan di kelas seperti berdoa di awal dan di akhir pembejaran, apabila ada siswa yang berbicara atau bermain saat berdoa, maka guru meminta siswa tersebut untuk berdoa sendiri. Pembiasaan yang lain yaitu menghargai orang yang sedang berbicara di depan kelas, berbicara sopan kepada orang yang lebih tua dan menolong teman ketika kesusahan. Butir pertanyaan kedelapan yaitu mengenai penggunaan model yang berbeda di setiap RPP. Ketiga guru saat diwawancarai mengatakan bahwa mereka tidak membuat RPP sendiri. Guru mencari RPP di internet atau menggunakan RPP tahun ajaran sebelumnya. Ketiga guru juga mengatakan jika mereka tidak membuat RPP setiap hari. Salah satu guru mengatakan bahwa sering menggunakan model pembelajaran tetapi tidak mengetahui apa nama model pembelajaran yang digunakan. Kedua guru lainnya yang diwawancarai mengatakan bahwa masih dominan menggunakan metode ceramah. Ketiga guru mengatakan jika membuat RPP pada awal tahun ajaran baru atau awal semester. Butir pertanyaan kesembilan yaitu mengenai tujuan pembelajaran yang dikembangkan oleh guru apakah sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter bagi siswa. Ketiga guru saat diwawancarai memberikan jawaban yang sama yaitu dengan pembiasaan-pembiasaan di kelas untuk mendukung tercapainya pendidikan karakter. Menurut salah satu guru, dengan pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan di kelas sudah mampu membantu pembentukan pendidikan karakter siswa itu sendiri. Butir pertanyaan kesepuluh yaitu mengenai pemahaman guru tentang keterampilan yang harus dikuasai pada abad 21 seperti (berfikir kritis, 82

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kreatif, kolaborasi, komunikasi). Kedua guru saat diwawancarai mengatakan jika mereka pernah mendengar keterampilan abad 21 tetapi tidak paham yang dimaksud dengan abad 21. Sedangkan salah satu guru ketika diwawancarai sudah paham mengenai keterampilan abad 21 dan sering menerapkan keterampilan abad 21. Butir pertanyaan kesebelas yaitu mengenai perumusan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi). Ketiga guru ketika diwawancarai mengatakan bahwa mereka mencontoh indikator dan tujuan pembelajaran yang ada di internet dan buku guru. Ketiga guru menyesuaikan indikator dan tujuan pembelajaran yang ada di internet dan buku guru dengan karakter siswa dan kondisi sekolah. Salah satu guru mengatakan jika tetap memasukkan unsur berpikir kritis dan kreatif. Butir pertanyaan kedua belas yaitu mengenai model pembelajaran yang biasa guru gunakan dalam kegiatan pembelajaran. Kedua guru saat diwawancarai mengatakan jika mereka masih menggunakan metode ceramah dalam kegiatan pembelajaran. Kedua guru meyakini bahwa metode ceramah merupakan metode yang sesuai dengan siswa kelas II karena siswa kelas II merupakan siswa kelas bawah yang memerlukan bimbingan guru dalam kegiatan pembelajaran agar materi pembelajaran tersampaikan dengan maksimal. Sedangkan satu guru lainnya berpendapat bahwa metode ceramah tidak efektif jika diterapkan di kelas bawah jadi guru lebih menerapkan model pembelajaran pemecahan masalah. Butir pertanyaan ketiga belas yaitu mengenai metode ceramah yang masih mendominasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Kedua guru ketika diwawancarai mengatakan bahwa metode ceramah masih mendominasi kegiatan pembelajaran di kelas. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kedua guru meyakini jika dengan metode ceramah sangat sesuai jika diterapkan di kelas bawah. Salah satu guru mengatakan jika menerapkan metode pembelajaran lain akan berakibat pada kondisi siswa 83

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI di kelas atau menjadi tidak terkendali. Sedangkan satu guru lainnya mengatakan jika metode ceramah tidak mendominasi di kelas dan menurutnya metode ceramah kurang sesuai jika diterapkan di kelas bawah. Butir pertanyaan keempat belas yaitu mengenai penggunaan model pembelajaran inovatif lainnya yang diterapkan guru dalam kegiatan pembelajaran. Ketiga guru saat diwawancarai mengatakan bahwa belum pernah menggunakan model pembelajaran inovatif. Ketiga guru belum menerapkan model pembelajaran inovatif karena kurangnya sumber informasi mengenai pembelajaran inovatif dan keterbatasan waktu yang dimiliki guru. Salah satu guru mengatakan jika ingin menerapkan model pembelajaran inovatif. Butir pertanyaan kelima belas yaitu mengenai pemahaman guru tentang pembelajaran inovatif. Kedua guru saat diwawancarai berkata jika mereka kurang paham tentang pembelajaran inovatif. Ketiga guru juga memberikan pendapat yang berbeda-beda mengenai pembelajaran inovatif. Kedua guru mengatakan pendapat yang hampir sama mengenai pembejaran inovatif. Menurut dua guru, pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang menampilkan video. Sedangkan satu guru lainnya berpendapat bahwa pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang secara tidak sadar siswa menerima materi. Guru tidak hanya menjelaskan materi tetapi menjelaskan materi menggunakan media pembelajaran yang berasal dari mana saja. Butir pertanyaan keenam belas yaitu mengenai kesulitan yang dialami guru dalam pembuatan model pembelajaran inovatif. Salah satu guru saat diwawancarai berpendapat bahwa kesulitan yang dialami yaitu pada siswa. Tetapi masalah tersebut dapat diatasi guru dengan membiasakan siswa untuk berdiskusi menyelesaikan suatu permasalahan yang diberikan oleh guru. Kedua guru lainnya saat diwawancarai berpendapat bahwa kesulitan yang dialami yaitu pada sarana yang ada di sekolah seperti proyektor yang tidak bisa digunakan dan terbatasnya 84

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LCD yang dimiliki sekolah. Ketiga guru mengatakan jika dalam segi materi tidak mengalami kesulitan. Butir pertanyaan ketujuh belas yaitu mengenai cara mengatasi kesulitan yang dialami guru saat kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inovatif di kelas. Salah satu guru saat diwawancarai mengatakan bahwa cara mengatasi kesulitan tersebut dengan bercerita kepada guru-guru yang sudah senior karena guru yang senior lebih berpengalaman dalam mengatasi siswa. Dua guru lainnya mengatasi kesulitan tersebut dengan menggunakan internet. Butir pertanyaan kedelapan belas yaitu mengenai ketersediaan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Ketiga guru lebih bercerita mengenai fasilitas untuk melaksanakan pembelajaran inovatif. Sedangkan untuk contoh perangkat pembelajaran, ketiga guru mengatakan jika belum ada contoh perangkat pembelajaran inovatif di sekolah. Butir pertanyaan kesembilan belas yaitu mengenai pengalaman guru menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Ketiga guru saat diwawancarai bercerita bahwa sering menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran seperti video, gambar, dan media lainnya yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Guru juga menggunakan alat dan bahan yang ada di sekolah. Butir pertanyaan kedua puluh yaitu mengenai kebutuhan guru akan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inkuiri, model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb). Ketiga guru saat diwawancarai mengatakan bahwa mereka sangat memerlukan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inkuiri, model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb). Contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inkuiri, model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb) untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. 85

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir pertanyaan kedua puluh satu yaitu mengenai rasa bosan siswa ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas. Guru yang lebih sering menggunakan pembelajaran inovatif saat diwawancarai mengatakan bahwa siswa tidak merasa bosan saat kegiatan pembelajaran. Sedangkan satu guru lain mengatakan bahwa saat bertanya langsung dengan siswa dan mereka mengatakan jika tidak bosan saat kegiatan pembelajaran walaupun guru selalu menggunakan metode ceramah dalam mengajar. Satu guru saat diwawancarai mengatakan bahwa siswa beberapa kali merasa bosan saat kegiatan pembelajaran tetapi guru memusatkan kembali perhatian siswa dengan melakukan permainan. Butir pertanyaan kedua puluh dua yaitu mengenai rencana guru untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa melalui beberapa metode/ model pembelajaran. Ketiga guru saat diwawancarai mengatakan bahwa mereka selalu berencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif. Guru berusaha dengan mengikuti pelatihan, melihat di internet, dan berusaha mencoba menerapkan beberapa inovasi di kelas. Butir pertanyaan kedua puluh tiga yaitu mengenai pemahaman guru tentang jenis belajar Taksonomi Bloom yang sudah direvisi. Ketiga guru saat diwawancarai mengatakan bahwa mereka pernah mendengar tentang jenis belajar Taksonomi Bloom tetapi kurang memahami jenis belajar Taksonomi Bloom tersebut. Butir pertanyaan kedua puluh empat yaitu mengenai pendapat guru akan pentingnya penerapan perangkat pembelajaran inovatif dalam proses pembelajaran. Ketiga guru saat diwawancarai mengatakan bahwa penerapan perangkat pembelajaran inovatif dalam proses pembelajaran sangat penting dan sangat dibutuhkan supaya proses pembelajaran juga lebih bervariasi dan menarik bagi siswa. 86

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Pembahasan Hasil Observasi, Hasil Wawancara, dan Analisis Kebutuhan Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa guru belum secara penuh menerapkan kegiatan pembelajaran mengacu Kurikulum 2013 dan pembelajaran inovatif. Ketika menerapkan pembelajaran inovatif guru mengalami beberapa kendala. Peserta didik juga kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa guru belum secara penuh memahami mengenai pembelajaran inovatif. Guru sebatas mengetahui tetapi belum memahami secara penuh. Ketika mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 guru mengalami kesulitan. Kesulitan yang dihadapi oleh guru adalah ketika merencanakan pembelajaran dan penerapannya. Guru juga mengikuti pelatihan atau seminar mengenai Kurikulum 2013 yang didalam penerapannya perlu ada pembelajaran inovatif namun dalam pelaksanaan pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 mereka masih mengalami kesulitan. Sesuai observasi dan wawancara yang dilakukan dengan 3 (tiga) guru kelas II, guru mengajar sesuai dengan urutan mengajar yang ada di buku guru dan siswa. Guru membutuhkan contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Melalui contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 memberi inspirasi kepada guru mengenai bagaimana cara menyusun perangkat pembelajaran inovatif dan penerapan pembelajaran inovatif untuk kelas II yang mengacu Kurikulum 2013. 87

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Deskripsi Produk Awal Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dari model pembelajaran cooperative tipe snowball throwing untuk pembelajaran ke-1, 3, 4; dan model problem based learning atau model pembelajaran berbasis masalah untuk pembelajaran ke-2, 5, dan 6. Pengembangan perangkat pembelajaran juga menggunakan pendekatan saintifik (5M) dan keterampilan abad 21. Peneliti menggunakan buku guru dan buku siswa Kurikulum 2013 untuk kelas II SD edisi revisi 2017 sebagai acuan dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Produk awal yang dikembangkan adalah perangkat pembelajaran inovatif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Peneliti menggunakan beberapa langkah dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Langkah awal yang dilakukan yaitu menganalisis Kompetensi Dasar (KD) satu semester yaitu semester gasal. Selanjutnya peneliti melakukan pemetaan Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan indikator sesuai dengan tema yang ada dalam Kurikulum 2013. Sesuai dengan KD yang ada kemudian peneliti memgembangkan KD menjadi indikator pembelajaran dan merumuskan tujuan pembelajaran. Ketika peneliti menyusun indikator pembelajaran dan tujuan pembelajaran peneliti menggunakan kata kerja operasional sesuai dengan Taksonomi Bloom yang sudah direvisi. Peneliti menggunakan kata kerja operasional sesuai dengan tingkatan berpikir tingkat tinggi dalam Taksonomi Bloom. Langkah selanjutnya peneliti menentukan mata pelajaran dan keterampilan yang akan diuntaikan dalam pembelajaran inovatif model pembelajaran cooperative tipe snowball throwing dan model problem based learning atau model pembelajaran berbasis masalah. Peneliti kemudian menentukan langkah-langkah dari model pembelajaran inovatif yang digunakan. Setelah menetapkan langkah-langkah dari model pembelajaran inovatif yang akan digunakan, peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengacu pada Kompetensi Dasar (KD) dan indikator 88

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran yang telah ditentukan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat sebagai rencana pembelajaran selama satu hari penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilengkapi dengan lampiran penilaian, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) beserta lembar refleksi dan rangkuman materi. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan perencanaan kegiatan pembelajaran untuk satu kali pertemuan atau lebih yang bertujuan untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) dan indikator pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun secara sistematis yang artinya disusun berdasarkan komponen-komponen yang sesuai dengan format yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan yaitu (1) identitas sekolah, (2) identitas mata pelajaran atau tema/ sub tema, (3) kelas/ semester, (4) materi pokok, (5) alokasi waktu, (6) tujuan pembelajaran, (7) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, (8) materi pembelajaran, (9) metode pembelajaran, (10) media pembelajaran, (11) sumber belajar, (12) langkahlangkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup, (13) penilaian hasil belajar. Peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sejumlah 6 (enam) atau satu sub tema. Setiap RPP dibuat untuk satu hari mengajar atau 5JP (5 x 35 menit). RPP disusun berdasarkan kajian, tujuan pembelajaran dan materi dari setiap mata pelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing dan model problem based learning atau model pembelajaran berbasis masalah. RPP juga disusun berdasarkan pendekatan saintifik dan keterampilan abad 21. Kurikulum 2013 juga memiliki kekhasan berupa penilaian otentik dan pembelajaran terpadu. RPP dibuat dengan rinci namun mudah dipahami dan mudah diimplementasikan oleh guru. Langkah-langkah pembelajaran yang dibuat sesuai dengan langkah-langkah pendekatan saintifik. Pendekatan ini digunakan oleh peneliti karena sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. Kegiatan pembelajaran dibuat secara menarik dan membuat peserta didik aktif di dalam setiap kegiatan pembelajaran. Peserta didik mendapat 89

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pengetahuan bukan hanya berasal dari guru namun aktif membangun pengetahuannya. Sesuai dengan RPP yang dibuat guru berperan sebagai fasilitator dan motivator dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut akan membuat pembelajaran lebih bermakna bagi peserta didik. Setiap RPP yang dibuat memuat dua penggalan. Peneliti mendesain Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) secara menarik dan memungkinkan peserta didik aktif untuk mencari informasi sesuai dengan pengetahuan yang dibutuhkan sehingga tercapainya indikator dan tujuan pembelajaran. Setiap kegiatan mengacu pada pendekatan saintifik dan keterampilan abad 21. Acuan tersebut membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran daripada pendekatan konvensional yang biasa digunakan. Peneliti melampirkan materi pembelajaran dalam RPP yang dibuat. Materi disusun mengacu pada Kompetensi Dasar (KD) dan indikator ketercapaian pembelajaran. Materi disusun secara ringkas namun jelas dan mencakup semua materi yang disampaikan dalam kegiatan pembelajaran selama satu pertemuan. Peneliti juga melampirkan media pembelajaran yang digunakan pada setiap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. RPP disertai dengan evaluasi dan penilaian untuk mengukur ketercapaian peserta didik selama kegiatan pembelajaran. Peneliti menyertakan tiga aspek penilaian. Penilaian tersebut terdiri dari aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Setiap penilaian disertakan rubrik penilaian dan pedoman penilaian. Evaluasi dibuat untuk setiap indikator pembelajaran disertai dengan instrumen penilaian yang digunakan sebagai pedoman dalam menilai hasil belajar siswa. Penilaian yang dilakukan merupakan penilaian otentik sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. Bidang studi PPKn dinilai berdasarkan Kompetensi Inti (KI) 1, 2, 3, dan 4. Sedangkan untuk bidang studi lain dinilai berdasarkan Kompetensi Inti (KI) 3 dan 4 karena berdasarkan revisi terakhir Kurikulum 2013 mengatakan bahwa penilaian sikap dilakukan pada muatan PPKn dan pendidikan agama. Tetapi bukan berarti guru tidak mengutamakan penilaian sikap pada bidang studi lain (non 90

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PPKn dan pendidikan agama), guru tetap menerapkan pendidikan karakter pada bidang studi lain (non PPKn dan pendidikan agama). Peneliti juga menyertakan refleksi yang digunakan untuk merefleksikan di akhir kegiatan pembelajaran. Refleksi untuk peserta didik dibuat dengan menggunakan panduan berupa pernyataan-pernyataan. Refleksi juga mengingatkan peserta didik mengenai materi yang telah dipelajari. Peserta didik menuliskan refleksi mengenai materi yang dipahami peserta didik, kesulitan yang dialami peserta didik, kegiatan yang paling disenangi peserta didik selama kegiatan pembelajaran, dan perasaan siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran. C. Validasi Ahli dan Revisi Produk 1. Data Validasi Pakar Kurikulum 2013 Produk awal yang telah dibuat oleh peneliti berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari prota, prosem, silabus, dan RPP kemudian diberikan kepada dua pakar pembelajaran inovatif yaitu satu mahasiswa dari Program Pendidikan Guru (PPG) dan satu guru kelas II SD untuk divalidasi. Validasi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan dua model pembelajaran yaitu model cooperative learning tipe snowball throwing dan problem based learning yang peneliti buat. RPP yang divalidasi sejumlah 6 RPP. Validator dapat memberikan skor penilaian dari skala 1 sampai 5. Validator juga dapat memberikan catatan berupa saran maupun kritik yang dapat dijadikan acuan oleh peneliti untuk melakukan revisi atau perbaikan produk sehingga produk layak untuk diujicobakan. Validasi ini berpedoman pada instrumen penilaian yang telah dibuat oleh peneliti. Validasi oleh pakar pembelajaran inovatif dilaksanakan pada bulan Juli dan Agustus. Terdapat beberapa aspek dalam instrumen penelitian yang digunakan oleh pakar pembelajaran inovatif. Aspek yang dinilai dalam validasi yang dilakukan oleh pakar pembelajaran inovatif meliputi a) program tahunan, b) program semester, c) silabus, d) Rencana 91

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), e) media, f) LKPD, g) bahasa yang digunakan. Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing yang dilakukan oleh pakar pembelajaran inovatif pertama yaitu Bapak F memberikan skor rata-rata 4,27 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke-1. Bapak F memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) identitas program tahunan yang kurang lengkap, (2) daftar isi silabus perlu diperbaiki lagi, (3) perbaiki komponen 5M yang sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, (4) perbaiki komponen 4C yang sesuai, (5) rubrik penilaian disesuaikan dengan indikator tujuan pembelajaran, (6) sesuaikan soal cerita dengan ilustrasi jawaban, (7) LKPD belum ada cover (8) perbaiki kata-kata yang salah atau typo. Perangkat pembelajaran tersebut layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Bapak F memberikan skor rata-rata 4,40 dengan kategori “sangat baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke-3. Bapak F memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) identitas program tahunan yang kurang lengkap, (2) daftar isi silabus perlu diperbaiki lagi, (3) KI-2 semua mata pelajaran indikatornya disamakan, (4) perbaiki komponen 5M agar sesuai, (5) perbaiki lagi komponen 4C, (6) instrumen evaluasi perbaiki lagi sesuai tujuan, (7) LKPD belum ada cover. Perangkat pembelajaran tersebut layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Bapak F memberikan skor rata-rata 4,17 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke-4. Bapak F memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) rubrik instrumen evaluasi perlu diperbaiki, (2) soal perintah dalam LKPD perlu diperbaiki, (3) soal LKPD masih ada yang keliru, (4) LKPD belum ada cover. Perangkat pembelajaran tersebut layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. 92

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sedangkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model problem based learning yang dilakukan oleh pakar pembelajaran inovatif dengan Bapak F memberikan skor rata-rata 4,52 dengan kategori “sangat baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke-2. Bapak F memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) identitas program tahunan yang kurang lengkap, (2) perbaiki daftar isi pada silabus, (3) sub tema pada RPP disesuaikan lagi, (4) perbaiki daftar isi sumber belajar, (5) komponen 5M belum sesuai dengan langkah pembelajaran, (6) komponen 4C belum sesuai dengan langkah pembelajaran, (7) instrumen penilaian masih agak rancu, (8) cover LKPD belum ada, (9) masih banyak kata-kata yang salah atau typo. Perangkat pembelajaran tersebut layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Bapak F memberikan skor rata-rata 4,10 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke-5. Bapak F memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) tujuan belum sesuai dengan indikator, (2) rubrik penilaian perlu diperbaiki, (3) soal LKPD belum sesuai dengan materi, (4) belum ada petunjuk pengerjaan LKPD, (5) cover LKPD belum ada. Perangkat pembelajaran tersebut layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Bapak F memberikan skor rata-rata 4,15 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke-6. Bapak F memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) ada dua indikator pembelajaran yang sama, (2) sesuaikan rubrik dengan indikator, (3) petunjuk pengerjaan LKPD belum ada. Perangkat pembelajaran tersebut layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Peneliti juga melakukan validasi perangkat pembelajaran inovatif dengan pakar pembelajaran inovatif kedua yaitu Ibu E. Ibu E hanya memberikan dua komentar dan saran dari 6 perangkat pembelajaran inovatif yang divalidasi yaitu (1) degree diperjelas, (2) perbaiki tujuan pembelajaran. Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif 93

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing yang dilakukan oleh pakar pembelajaran inovatif dengan Ibu E memberikan rata-rata 4,17 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif pembelajaran ke-1. Perangkat pembelajaran tersebut layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu E memberikan skor rata-rata 4,05 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke-3. Perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan tanpa revisi. Pada perangkat pembelajaran inovatif ke-4 Ibu E memberikan skor ratarata 4,12 dengan kategori “baik”. Perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan tanpa revisi. Sedangkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model problem based learning yang dilakukan oleh pakar pembelajaran inovatif dengan Ibu E memberikan skor rata-rata 4,25 dengan kategori “sangat baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke-2. Ibu E menyatakan bahwa perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan tanpa revisi. Ibu E memberikan skor rata-rata 4,07 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif pembelajaran ke-5. Ibu E menyatakan bahwa perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan tanpa revisi. Ibu E memberikan skor rata-rata 4,10 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke-6. Ibu E menyatakan bahwa perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan tanpa revisi. Perangkat pembelajaran yang telah divalidasi oleh kedua pakar pembelajaran inovatif direvisi sesuai dengan saran yang telah diberikan. Saran dan revisi tersebut dijabarkan pada tabel berikut, yaitu: 94

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.1 Saran pakar pembelajaran inovatif model cooperative learning tipe snowball throwing dan revisi Aspek ke- Aspek yang dinilai Komentar Revisi Prota (Program Tahunan) 1 Prota memuat komponen Perbaiki identitas yang lengkap kelas. (kelas, nama Mengganti nama kelas. satuan pendidikan, tahun pelajaran). Silabus 2 Silabus memuat materi Daftar pokok, kegiatan diperbaiki isi Memperbaiki kata-kata yang pembelajaran, penilaian, salah pada daftar alokasi isi. waktu, dan sumber belajar. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 3 Tujuan pembelajaran Degree diperjelas Memperjelas (kesesuaian tujuan degree dengan indikator, kata tujuan kerja pembelajaran. dapat diukur, pada mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 14 Mengembangkan 5M Perbaiki dalam kegiatan inti yaitu: komponen mengamati, menanya, yang lagi Memperbaiki 5M komponen sesuai yang belum sesuai mencoba, menalar dan dengan langkah- dengan mengomunikasikan. langkah 95 5M langkah langkah-

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran. 15 Mengembangkan keterampilan 4 Perbaiki pembelajaran. lagi Mengubah dasar komponen 4C komponen 4C belajar abad 21 4C yaitu yang sesuai. yang belum sesuai berpikir kritis (critical dengan thinking), berpikir kreatif langkah 5M dan (creative langkah-langkah thinking), kerjasama langkah- kegiatan dan (collaborative), pada RPP. komunikasi (communicative). 16 Kelengkapan evaluasi instrumen Rubrik sesuaikan Memperbaiki (soal, kunci dengan indikator aspek yang dinilai jawaban, rubrik pedoman tujuan pada penskoran). penilaian pembelajaran. rubrik dan disesuaikan dengan indikator tujuan pembelajaran. LKPD 1 LKPD disajikan secara Sesuaikan sistematis, merupakan cerita soal Memperbaiki soal dengan cerita dan perintah materi atau tugas yang ilustrasi jawaban soal agar peserta esensial, setiap kegiatan dan perintah soal didik yang disajikan perlu diperbaiki. mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi gambar dengan dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan 96 memahami dapat cara pengerjaan soal.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi (sesuai Soal dalam Memperbaiki dengan KI & KD, sesuai LKPD masih ada kesalahankemampuan siswa, sesuai yang keliru. kesalahan perkembangan soal LKPD agar ilmu pengetahuan, keterkinian soal materi). dan pada lebih jelas mudah dimengerti peserta didik. 5 Kelayakan tampilan Cover LKPD Membuat cover (daya tarik sampul/ cover belum ada. LKPD pada setiap LKPD, kesesuaian huruf pembelajaran yang digunakan dalam supaya tampilan LKPD, LKPD lebih keseimbangan komposisi/ judul dan menarik. logo LKPD). Bahasa 1 Penggunaan bahasa Perbaiki sesuai PUEBI kata typo. dengan kata- Memperbaiki kesalahan dalam (Panduan Umum Ejaan penulisan dan Bahasa Indonesia). struktur kalimat. 97

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.2 Saran pakar pembelajaran inovatif model problem based learning dan revisi Aspek ke- Aspek yang dinilai Revisi Komentar Prota (Program Tahunan) 1 Prota memuat Perbaiki komponen identitas kelas. yang lengkap satuan nama Mengganti nama kelas. (kelas, pendidikan, tahun pelajaran). Silabus 2 Silabus memuat materi Daftar pokok, isi Memperbaiki kegiatan diperbaiki. daftar isi. pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 Kejelasan dan Sub kelengkapan tema Mengubah Identitas sesuaikan lagi. tema sub pada RPP RPP (satuan pendidikan, agar sesuai dengan kelas, semester, tema/ tema sub tema/ pembelajaran pembelajaran. dan ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2 Kesesuaian rumusan Jangan indikator dengan KI dan indikator KD. sama. ada 2 Mengganti yang indikator yang sama menyesuaikan dengan materi. 4 Materi Pembelajaran Tujuan 98 belum Memperbaiki dan

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (kesesuaian materi sesuai pembelajaran KD dan susunan dengan tujuan dengan indikator. pembelajaran agar indikator, materi sesuai yang dengan indikator sistematis, kelengkapan pembelajaran. materi pembelajaran). 8 Pemilihan belajar 14 sumber Perbaiki (bahan cetak, isi daftar Memperbaiki sumber kesalahan lingkungan sekitar dan belajar. penulisan daftar isi internet). sumber belajar. Mengembangkan 5M Komponen dalam inti belum kegiatan yaitu: 5M Memperbaiki sesuai komponen mengamati, dengan langkah yang belum sesuai menanya, mencoba, pembelajaran. menalar dan Mengembangkan keterampilan dengan langkah- langkah mengomunikasikan. 15 5M pembelajaran. 4 Komponen dasar belum 4C Mengganti sesuai komponen 4C belajar abad 21 4C yaitu dengan langkah yang belum sesuai berpikir kritis (critical pembelajaran. berpikir thinking), kreatif thinking), (creative kerjasama (collaborative), dan dengan langkah- langkah 5M dan langkah-langkah kegiatan pada RPP. komunikasi (communicative). 16 Kelengkapan instrumen Instrumen Memperbaiki evaluasi (soal, kunci, penilaian masih aspek yang dinilai rubrik pedoman agak rancu. penskoran). pada penilaian 99 rubrik dan

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI disesuaikan dengan indikator tujuan pembelajaran. LKPD 1 LKPD disajikan secara Petunjuk Membuat petunjuk sistematis, pengerjaan LKPD merupakan pengerjaan materi atau tugas yang LKPD belum agar peserta didik esensial, setiap kegiatan ada. mengetahui yang langkah-langkah disajikan mempunyai tujuan yang pengerjaan LKPD. jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi (sesuai Soal LKPD Memperbaiki soal dengan KI & KD, sesuai belum sesuai LKPD kemampuan sesuai siswa, dengan materi. perkembangan ilmu pengetahuan, dan menyesuaikannya dengan materi pembelajaran. keterkinian materi). 4 Kelayakan kegiatan Belum ada Melengkapi LKPD (pemberian pengalaman petunjuk dengan langsung dalam LPKD, pengerjaan pengerjaan pengidentifikasian hasil LKPD. peserta didik temuan dalam LKPD, paham mengenai perencanaan apa ilmiah dalam kerja LKPD, 100 petunjuk yang dikerjakan. agar harus

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan (daya tarik tampilan Cover LKPD Membuat sampul/ belum ada. LKPD, cover cover LKPD pada setiap pembelajaran kesesuaian huruf yang supaya tampilan digunakan LKPD lebih LKPD, dalam keseimbangan menarik. komposisi/ judul dan logo LKPD). Bahasa 1 Penggunaan bahasa Masih banyak Memperbaiki sesuai dengan PUEBI kata-kata typo. kesalahan dalam (Panduan Umum Ejaan penulisan dan Bahasa Indonesia). struktur kalimat. 2. Revisi Produk Revisi produk dilakukan berdasarkan masukan yang diberikan oleh kedua validator. Validator memberikan beberapa masukan pada komponen yaitu: (1) komponen identitas pada prota masih ada kesalahan yaitu pada kelas. Peneliti melakukan perbaikan dengan mengganti kelas yang sebelumnya peneliti menulis kelas I lalu peneliti mengganti menjadi kelas II, (2) daftar isi pada silabus diperbaiki. Peneliti memperbaiki katakata yang salah pada daftar isi silabus. Banyak kata-kata yang salah sehingga perlu diperbaiki agar kalimat semakin jelas (3) degree pada tujuan pembelajaran diperjelas. Peneliti memperjelas degree agar dapat menilai peserta didik dengan mudah, (4) sub tema disesuaikan. Peneliti memperjelas degree agar mudah dalam membuat penilaian peserta didik, (5) ada 2 indikator yang sama. Peneliti mengganti indikator yang sama dan membuat indikator yang sesuai dengan pembelajaran. (6) tujuan 101

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI belum sesuai dengan indikator. Peneliti memperbaiki tujuan pembelajaran agar sesuai dengan indikator pembelajaran, (7) perbaiki daftar isi sumber belajar. Peneliti memperbaiki penulisan daftar isi sumber belajar. Selanjutnya, (8) komponen 5M dan 4C belum sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Peneliti mengganti komponen 5M dan 4C yang sesuai dengan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. (9) rubrik penilaian diperjelas dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Peneliti memperbaiki aspek yang dinilai pada rubrik penilaian dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, (10) sesuaikan soal cerita dengan ilustrasi jawaban dan tidak ada petunjuk pengerjaan pada LKPD. Peneliti mengubah gambar soal cerita yang salah agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Peneliti membuat petunjuk pengerjaan LKPD agar peserta didik dapat mengetahui langkah-langkah mengerjakan LKPD, (11) tidak ada cover LKPD. Peneliti tidak membuat cover LKPD karena dalam sepsifikasi produk tidak ada jadi cover LKPD tidak harus ada. (12) masih banyak kata-kata typo. Peneliti memperbaiki kesalahan dalam penulisan serta memperbaiki struktur kalimat agar lebih mudah dipahami. D. Uji Coba Terbatas 1. Data Uji Coba Terbatas Setelah peneiliti melakukan revisi perangkat pembelajaran berdasarkan saran yang diberikan oleh pakar pembelajaran inovatif, produk perangkat pembelajaran tersebut diujicobakan di lapangan dan divalidasi oleh 1 guru kelas II A SD Negeri Kalasan 1 yaitu Ibu E dan 1 calon guru sekolah dasar dari sanata dharma yaitu D. Uji coba produk terbatas pada tanggal 8, 10, 11, dan 12 Oktober 2018 di kelas II A. Tanggal 8 dan 11, peneliti melakukan uji coba untuk perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing. Tanggal 10 dan 12, peneliti melakukan uji coba untuk perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model problem based learning atau model pembelajaran berbasis masalah. 102

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Terdapat dua instrumen uji coba yaitu (1) instrumen untuk menilai guru atau peneliti saat uji coba perangkat pembelajaran, (2) instrumen untuk menilai siswa saat uji coba perangkat pembelajaran. Instrumen uji coba yang digunakan peneliti dibedakan menurut model pembelajaran yang digunakan, model pembelajaran yang digunakan peneliti yaitu model cooperative learning tipe snowball throwing dan model problem based learning atau model pembelajaran berbasis masalah. Terdapat aspek yang dinilai dalam validasi yang dilakukan oleh guru kelas II A dan calon guru sekolah dasar untuk menilai peneliti saat melakukan uji coba perangkat pembelajaran yaitu: (1) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan, (2) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan, (3) guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. Selanjutnya, (4) guru telah mengembangkan keterampilan belajar dasar abad 21 (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif), (5) guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi, (6) guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran, (7) pembelajaran berpusat pada siswa, (8) guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran, (9) guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran, (10) guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi, (11) guru mengembangkan pendidikan karakter, (12) guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai, (13) guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, (14) guru melaksanakan penilaian otentik. Selain guru kelas II A dan calon guru sekolah dasar melakukan validasi untuk menilai peneliti saat melakukan uji coba perangkat pembelajaran, guru kelas II A (Ibu E) dan calon guru sekolah dasar (D) sekolah dasar juga menilai peserta didik saat peneliti melakukan uji coba 103

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI perangkat pembelajaran. Aspek dalam menilai peserta didik saat peneliti melakukan uji coba perangkat pembelajaran yaitu (1) siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan, (2) siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, (3) siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan), (4) siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (5) siswa asik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (6) siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran, (7) siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran, (8) siswa mengembangkan kemampuan 4C-nya. Berdasarkan hasil uji coba di kelas II A, Ibu E menilai peneliti saat melakukan uji coba perangkat pembelajaran. Ibu E memberikan skor rata-rata 4,00 dengan kategori “baik”. Ibu E juga menilai siswa saat peneliti melakukan uji coba perangkat pembelajaran, Ibu E memberikan skor rata-rata 4,00 dengan kategori “sangat baik”. Penilaian ini untuk uji coba perangkat pembelajaran model cooperative learning tipe snowball throwing yang dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2018. Ibu E juga menilai peneliti saat melakukan uji coba dengan menggunakan perangkat pembelajaran model cooperative learning tipe snowball throwing ke-2 yang dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2018. Ibu E memberikan skor rata-rata 4,07 dengan kategori “baik”. Ibu E juga menilai siswa saat peneliti melakukan uji coba kedua perangkat pembelajaran model cooperative learning tipe snowball throwing, Ibu E memberikan skor rata-rata 4,25 dengan kategori “baik”. Ibu E memberikan komentar dan saran pada beberapa komponen uji coba perangkat pembelajaran, komentar dan saran yang diberikan oleh Ibu E yaitu: (1) suara sebaiknya lebih lantang, (2) media sebaiknya ditambahkan, (3) jika media bervariasi siswa bisa dilibatkan. Peneliti melaksanakan uji coba perangkat pembelajaran model problem based learning atau model pembelajaran berbasis masalah. Ibu E menilai peneliti saat melakukan uji coba perangkat pembelajaran, Ibu E 104

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI memberikan skor rata-rata 4,00 dengan kategori “baik”. Ibu E juga menilai siswa saat peneliti melakukan uji coba perangkat pembelajaran, Ibu E memberikan skor rata-rata 4,12 dengan kategori “sangat baik”. Penilaian ini untuk uji coba perangkat pembelajaran model problem based learning atau model pembelajaran berbasis masalah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2018. Ibu E juga menilai peneliti saat melakukan uji coba kedua dengan menggunakan perangkat pembelajaran model problem based learning atau model pembelajaran berbasis masalah yang dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2018. Ibu E memberikan skor rata-rata 4,14 dengan kategori “baik”. Ibu E juga menilai siswa saat peneliti melakukan uji coba perangkat pembelajaran model problem based learning yang ke-2, Ibu E memberikan skor ratarata 4,37 dengan kategori “sangat baik”. Ibu E memberikan komentar dan saran pada beberapa komponen uji coba perangkat pembelajaran, komentar dan saran yang diberikan oleh Ibu E yaitu: (1) suara ditingkatkan, (2) biasakan gunakan kata terima kasih dan maaf. Validator kedua untuk menilai peneliti melakukan uji coba perangkat pembelajaran yaitu D. D menilai peneliti saat melakukan uji coba perangkat pembelajaran. D memberikan skor rata-rata 4,35 dengan kategori “sangat baik”. D juga menilai siswa saat peneliti melakukan uji coba perangkat pembelajaran, D memberikan skor rata-rata 4,75 dengan kategori “sangat baik”. Penilaian ini untuk uji coba perangkat pembelajaran model cooperative learning tipe snowball throwing yang dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2018. D juga menilai peneliti saat melakukan uji coba dengan menggunakan perangkat pembelajaran model cooperative learning tipe snowball throwing ke-2 yang dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2018. D memberikan skor rata-rata 4,64 dengan kategori “sangat baik”. D juga menilai siswa saat peneliti melakukan uji coba kedua perangkat pembelajaran model cooperative learning tipe snowball throwing, D memberikan skor rata-rata 4,62 dengan kategori “sangat baik”. Jika dilihat dari skor rata-rata ada peningkatan skor rata- 105

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI rata pada uji coba perangkat pembelajaran yang ke-2. D memberikan komentar dan saran pada beberapa komponen uji coba perangkat pembelajaran, komentar dan saran yang diberikan oleh D yaitu: (1) suara sebaiknya lebih lantang, (2) media sebaiknya ditambahkan, (3) jika media bervariasi siswa bisa dilibatkan. Peneliti melaksanakan uji coba perangkat pembelajaran model problem based learning atau model pembelajaran berbasis masalah. D menilai peneliti saat melakukan uji coba perangkat pembelajaran, D memberikan skor rata-rata 4,57 dengan kategori “sangat baik”. D juga menilai siswa saat peneliti melakukan uji coba perangkat pembelajaran, D memberikan skor rata-rata 4,50 dengan kategori “sangat baik”. Penilaian ini untuk perangkat pembelajaran model problem based learning atau model pembelajaran berbasis masalah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2018. D juga menilai peneliti saat melakukan uji coba kedua dengan menggunakan perangkat pembelajaran model problem based learning atau model pembelajaran berbasis masalah yang dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2018. D memberikan skor ratarata 4,64 dengan kategori “sangat baik”. D juga menilai siswa saat peneliti melakukan uji coba perangkat pembelajaran model problem based learning yang ke-2, D memberikan skor rata-rata 4,50 dengan kategori “sangat baik”. Jika dilihat dari skor rata-rata ada peningkatan skor rata-rata pada uji coba perangkat pembelajaran yang ke-2. D memberikan komentar dan saran pada beberapa komponen uji coba perangkat pembelajaran, komentar dan saran yang diberikan oleh D yaitu: (1) sintaks pada kegiatan pembelajaran kurang terlihat, (2) pengembangan keterampilan abad 21 kurang terlihat, (3) media pembelajaran lebih diperbanyak. 106

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Perangkat pembelajaran yang telah diuji cobakan dan dinilai oleh kedua validator tersebut direvisi sesuai dengan masukan yang telah diberikan. Komentar dan revisi dijabarkan dalam tabel berikut: Tabel 4.3 Komentar validator dan revisi uji coba perangkat pembelajaran model cooperative learning tipe snowball throwing Aspek ke- Aspek yang dinilai Komentar Revisi Guru 6 Guru lebih berperan Suara sebaiknya Suara akan sebagai motivator & lebih lantang. diperjelas dan fasilitator pada saat lebih lantang lagi pembelajaran. agar siswa lebih memperhatikan guru. 8 Guru menggunakan Media kurang Media beragam media dalam bervariasi pembelajaran. pada dan perangkat sebaiknya pembelajaran akan ditambahkan. ditambahkan lagi agar lebih bervariasi. 9 Guru Lebih Lebih ditekankan mengembangkan diperhatikan lagi. lagi untuk kemampuan berpikir mengembangkan tingkat tinggi (HOTS) kemampuan dalam berpikir kegiatan pembelajaran. tingkat tinggi (HOTS) siswa dalam kegiatan pembelajaran. 107

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siswa 3 Siswa melaksanakan Kurang terlihat Guru 5M menekankan pembelajaran kegiatan (mengamati, dalam menanya, 6 dalam menalar, lebih 5M kegiatan pembelajaran dan mencoba, lebih mengomunikasikan). melibatkan siswa. Siswa terlibat dalam Berikan penggunaan banyak banyak Memberikan media kesempatan untuk banyak pembelajaran. siswa dalam kesempatan siswa penggunaan untuk media menggunakan pembelajaran dan media variasi media pembelajaran pembelajaran ditambahkan. 108 yang ada.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.4 Komentar validator dan revisi uji coba perangkat pembelajaran problem based learning Aspek ke- Aspek yang dinilai Komentar Revisi Guru 2 Guru melaksanakan Sintaks pembelajaran sesuai setiap pada Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan sintaks model kurang terlihat. dengan pembelajaran inovatif model yang pembelajaran digunakan (Problem Based Learning). sintaks (Problem Based Learning) akan lebih ditonjolkan lagi. 4 Guru telah Kurang terlihat. Lebih mengembangkan menekankan keterampilan keterampilan dasar abad (berfikir kreatif, belajar 21 belajar dasar abad kritis, 21 kepada siswa. kolaboratif dan komunikatif). 6 Guru lebih berperan Suara Suara akan sebagai motivator & ditingkatkan. diperjelas fasilitator pada saat lebih lantang lagi pembelajaran. agar siswa lebih dan memperhatikan guru. 10 Guru mengusahakan Variasi kegiatan pembelajaran nampak. yang 109 kurang Lebih memperbanyak variasi

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bervariasi. pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. 11 Guru Biasakan gunakan Membiasakan mengembangkan kata terima kasih penggunaan kata pendidikan karakter. dan maaf. terima kasih dan maaf kepada siswa saat kegiatan pembelajaran. Siswa 3 Siswa melaksanakan Kurang terlihat. Guru 5M menekankan pembelajaran kegiatan (mengamati, dalam menanya, 6 dalam menalar, lebih 5M kegiatan pembelajaran dan mencoba, lebih mengomunikasikan). melibatkan siswa. Siswa terlibat dalam Media penggunaan banyak lebih Menambah media media diperbanyak dan pembelajaran dan pembelajaran. libatkan siswa. memberikan lebih banyak kesempatan untuk siswa menggunakan media pembelajaran. 110

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil evaluasi yang diberikan oleh peneliti kepada seluruh peserta didik kelas II A di SD Negeri Kalasan yang berjumlah 29 siswa. Peneliti memberikan evaluasi berupa tes di setiap akhir pembelajaran. Pada kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan hari Senin tanggal 8 Oktober dan hari Rabu tanggal 10 Oktober 2018 peneliti melakukan uji coba terbatas dengan perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing. Hasil rata-rata evaluasi peserta didik menunjukkan adanya peningkatan yaitu pada tanggal 8 Oktober diperoleh hasil skor rata-rata 64,8 dan pada tanggal 11 Oktober diperoleh hasil skor rata-rata 67,0. Pada kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan hari Selasa tanggal 10 Oktober dan hari Rabu tanggal 12 Oktober 2018 peneliti melakukan uji coba terbatas dengan perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model pembelajaran problem based learning. Hasil rata-rata evaluasi peserta didik menunjukkan adanya peningkatan yaitu pada tanggal 10 Oktober diperoleh hasil skor rata-rata 40,3 dan pada tanggal 11 Oktober diperoleh hasil skor rata-rata 46,0. 2. Revisi Uji Coba dan Produk Revisi uji coba dilakukan pada uji coba perangkat pembelajaran kedua berdasarkan masukan yang diberikan guru SD kelas IIA dan calon guru sekolah dasar pada uji coba pertama. Revisi produk dapat dilakukan setelah melakukan uji coba perangkat pembelajaran. Dua penilai uji coba perangkat pembelajaran memberikan komentar pada beberapa aspek penilaian, komentar tersebut yaitu: (1) sintaks pada setiap kegiatan kurang terlihat. Komentar tersebut diberikan pada saat peneliti melakukan uji coba perangkat pembelajaran model problem based learning. Pada uji coba selanjutnya, peneliti lebih menekankan lagi kegiatan pada setiap sintaks model pembelajaran yang digunakan, (2) pengembangan keterampilan belajar abad 21 kurang terlihat. Peneliti kurang terlihat pada pengembangan keterampilan kreativitas siswa. Pada 111

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI uji coba selanjutnya, peneliti lebih menekankan lagi pada keterampilan kreativitas siswa, (3) suara sebaiknya lebih lantang. Pada uji coba selanjutnya peneliti lebih mengeraskan suara, (4) kegiatan mengomunikasikan kurang terlihat. Pada uji coba selanjutnya peneliti lebih menekankan kegiatan mengomunikasikan, (5) media lebih diperbanyak dan libatkan siswa. Pada uji coba selanjutnya peneliti menambahkan media pembelajaran dan lebih banyak melibatkan siswa dalam penggunaan media pembelajaran, (6) biasakan gunakan kata terima kasih dan maaf. Pada uji coba selanjutnya peneliti lebih menggunakan kata terima kasih dan maaf kepada siswa. E. Kajian Produk Akhir Produk akhir diperoleh dari saran dan perbaikan yang diberikan oleh dua pakar pembelajaran inovatif dan satu calon guru sekolah dasar sebagai observer uji coba terbatas. Peneliti melakukan revisi sebanyak 2 kali. Revisi dilakukan pada produk awal berdasarkan komentar dan saran yang diberikan oleh validator. Kemudian peneliti melakukan uji coba perangkat pembelajaran sebanyak 4 kali. Setiap model pembelajaran yang digunakan dilakukan uji coba sebanyak 2 kali di SD dengan subjek 1 kelas. Berdasarkan uji coba tersebut peneliti mendapat masukan dari 2 penilai. Masukan dari penilai tersebut digunakan peneliti untuk melakukan revisi akhir terhadap produk yang telah dibuat peneliti sehingga menjadi produk akhir. Revisi bertujuan untuk menghasilkan produk akhir yang lebih baik dari produk awal. Produk akhir dikemas menjadi satu jilid perangkat pembelajaran inovatif yang terdiri dari prota, prosem, silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Produk akhir berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari prota, prosem, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) telah direvisi berdasarkan komentar dan saran yang diberikan oleh validator. Komponen yang terdapat pada program tahunan yaitu: (1) identitas prota, (2) format isian. Komponen yang terdapat pada program semester yaitu: (1) identitas 112

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI prosem, (2) format isian. Komponen yang terdapat pada silabus yaitu: (1) identitas silabus, (2) kompetensi inti, (3) kompetensi dasar, (4) materi pokok, (5) kegiatan pembelajaran, (6) penilaian, (7) alokasi waktu, dan (8) sumber belajar. Sedangkan komponen yang terdapat pada RPP yaitu: (1) identitas RPP, (2) tujuan pembelajaran, (3) kompetensi inti, (4) kompetensi dasar dan indikator, (5) materi pembelajaran, (6) pendekatan, model, dan metode pembelajaran, (7) langkah-langkah pembelajaran, (8) media, alat dan sumber belajar, (9) penilaian, (10) lampiran. Program Tahunan (Prota) adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Pertama, program tahunan memuat identitas prota (antara lain satuan pendidikan, kelas, tahun pelajaran). Satuan pendidikannya yaitu SD Negeri Kalasan 1, kelas II (dua), dan tahun pelajaran 2018/2019. Kedua, program tahunan memuat format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). Tema dan sub tema dari dua semester dan alokasi waktu berdasarkan jumlah jam efektif yang sesuai dengan jumlah minggu efektif. Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Pertama, program semester memuat identitas (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). Satuan pendidikannya yaitu SD Negeri Kalasan 1, kelas II (dua), semester 1 atau semester gasal dan tahun pelajaran 2018/2019. Kedua, program semester memuat format isian (tema, sub tema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Pertama, identitas silabus meliputi satuan pendidikan, kelas, tema/ sub tema, dan alokasi waktu. Satuan pendidikannnya yaitu SD Negeri Kalasan 1, kelas II (dua), tema 3 tugasku sehari-hari, sub tema 3 tugasku sebagai umat beragama, alokasi waktu 1 minggu (6 hari pertemuan). Kedua, silabus memuat kompetensi inti. Ketiga, silabus memuat kompetensi dasar dari tema dan sub tema yang digunakan peneliti. Keempat, 113

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI silabus memuat materi pokok. Materi diambil secara singkat pada setiap mata pelajaran yang ada pada setiap pembelajaran. Kelima, silabus memuat kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan disetiap pembelajarannya dan ditulis secara singkat. Keenam, silabus memuat penilaian yang mencakup 3 aspek yaitu aspek sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Ketujuh, alokasi waktu setiap pembelajaran adalah 5 jam pelajaran. Kedelapan, silabus memuat sumber belajar yaitu dari buku guru dan buku siswa. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. Pertama, identitas RPP yang terdiri dari nama satuan pendidikan, kelas/ semester, tema, sub tema, pembelajaran, muatan pelajaran terkait, alokasi waktu dan hari/ tanggal. Kedua, tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Tujuan pembelajaran memuat 4 unsur yaitu unsur A (Audience), B (Behavior), C (Condition), dan D (Degree). Ketiga adalah Kompetensi Inti (KI). Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi yang harus dipelajari siswa untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Keempat adalah kompetensi dasar dan indikator. Kompetensi dasar merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait dengan muatan pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kelima adalah materi pembelajaran. Materi pembelajaran yaitu rincian dari materi pokok yang sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi. Keenam adalah pendekatan, model, dan metode pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan scientific. Model pembelajaran inovatif yang digunakan yaitu model cooperative learning tipe snowball throwing dan model problem based learning atau model 114

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran berbasis masalah. Metode pembelajaran yang digunakan yaitu permainan atau simulasi, kerja kelompok, tanya jawab, dan penugasan. Ketujuh adalah langkah-langkah pembelajaran. Langkah-langkah pembelajaran merupakan urutan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup yang akan dilakukan. Kedelapan adalah media, alat dan sumber belajar. media pembelajaran merupakan alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran. Media yang digunakan yaitu LKPD, proyektor, pengeras suara, video pembelajaran, lirik lagu, gambar dan media yang dibuat oleh peneliti berdasarkan materi yang akan diajarkan. Alat pembelajaran merupakan alat bantu pembelajaran yang memudahkan memberikan pengertian kepada siswa. Alat yang digunakan yaitu pemukul dan bola. Sedangkan sumber belajar yang digunakan sangat beragam yaitu dari buku pelajaran dan internet. Kesembilan adalah penilaian. Penilaian berisi jenis atau teknik penilaian, bentuk instrumen, dan pedoman penskoran. Ada penilain sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Kesepuluh adalah lampiran yang berisikan literasi, materi pembelajaran, media pembelajaran, LKPD, instrumen penilaian, refleksi, pengayaan, remedial, dan penjelasan model pembelajaran yang digunakan. Lembar literasi digunakan untuk mengawali kegiatan pembelajaran siswa. Lembar literasi berupa teks cerita yang menambah pengetahuan siswa. Materi pembelajaran berisi rangkuman materi pokok yang akan disampaikan kepada siswa. Media pembelajaran memuat berbagai media yang digunakan untuk membantu menyampaikan materi pelajaran seperti video, gambar, dan lagu. LKPD berisikan panduan kegiatan belajar siswa yang dibuat menarik dan memberi kemudahan kepada siswa ketika melaksanakan kegiatan belajar. Instrumen penilaian terdiri dari tiga aspek yaitu sikap sosial, sikap spiritual, pengetahuan, dan keterampilan. instrumen penilaian untuk aspek sikap spiritual, sikap sosial dan aspek keterampilan memuat lembar penilaian, rubrik penilaian, dan pedoman penilaian. Sedangkan instrumen penilaian untuk aspek pengetahuan memuat kisi-kisi soal, lembar evaluasi, kunci 115

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI jawaban, dan pedoman penilaian. Refleksi bertujuan untuk mengingat kembali apa yang telah dipelajari, kesulitan yang dialami, apa yang dirasakan, dan kegiatan yang disenangi saat pembelajaran. Pengayaan dilakukan setelah kegiatan pembelajaran selesai. Pengayaan berisi soal, kunci jawaban, dan pedoman penilaian. Remedial dibuat sesuai dengan muatan pelajaran yang disampaikan. Remedial digunakan jika memang guru ingin melaksanakan remedial. Disini peneliti tidak melakukan remedial. Lembar terakhir pada lampiran ada penjelasan model pembelajaran yang digunakan. Penjelasan ini berisi ringkasan mengenai model pembelajaran yang digunakan pada setiap RPP bertujuan agar validator dapat memahami model pembelajaran yang digunakan serta melihat apakah kegiatan pembelajaran pada RPP yang sudah sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan. F. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Hasil Penelitian Hasil penelitian terdiri dari hasil validasi oleh dua pakar pembelajaran inovatif dan calon guru sekolah dasar sebagai observer atau penilai uji coba terbatas yang dilakukan oleh peneliti. Validator memvalidasi perangkat pembelajaran inovatif yang terdiri dari program tahunan, program semester, silabus, dan enam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Uji coba terbatas dilakukan oleh penliti sebanyak 4 (empat) kali atau pertemuan, 2 (dua) kali uji coba untuk perangkat pembelajaran dengan model cooperative learning tipe snowball throwing dan 2 (dua) kali uji coba untuk perangkat pembelajaran dengan model problem based learning. Hasil validasi dan uji coba perangkat pembelajaran direkapitulasi untuk emmperoleh skor rerata dan untuk mengetahui kualitas produk. 116

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tersebut dijabarkan pada tabel di bawah ini: Tabel 4.5 Rekapitulasi hasil validasi dan uji coba perangkat pembelajaran inovatif No 1 Perangkat Pembelajaran Validasi Pakar Inovatif Validasi Pembelajaran Model Skor Kategori 4,28 Sangat Baik 4,25 Sangat Baik 4,11 Baik 4,14 Baik 4,08 Baik 4,15 Baik 4,59 Sangat Baik Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing (F) 2 Pakar Validasi Pembelajaran Inovatif Model Problem Based Learning (F) 3 Pakar Inovatif Validasi Pembelajaran Model Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing (E) 4 Pakar Validasi Pembelajaran Inovatif Model Problem Based Learning (E) 5 Penilai Uji Coba Perangkat Pembelajaran Model Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing (Guru Kelas II atau E) 6 Penilai Uji Pembelajaran Coba Perangkat Model Problem Based Learning (Guru Kelas II atau E) 7 Penilai atau Observer Uji Coba Perangkat Pembelajaran Model Cooperative Learning Tipe 117

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Perangkat Pembelajaran Validasi Skor Kategori 4,55 Sangat Baik Snowball Throwing (Calon Guru Sekolah Dasar atau D) 8 Penilai atau Observer Uji Coba Perangkat Pembelajaran Model Problem Based Learning (Calon Guru Sekolah Dasar atau D) 2. Jumlah 34,15 Rerata (Jumlah total : Responden) 4,26 Kategori Sangat Baik Pembahasan Berdasarkan hasil validasi oleh pakar pembelajaran inovatif, guru kelas II SD serta satu calon guru sekolah dasar sebagai observer atau penilai uji coba perangkat pembelajaran inovatif diperoleh bahwa perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing tersebut masuk dalam kategori “sangat baik” dengan skor rerata 4,26. Sedangkan hasil validasi pakar pembelajaran inovatif, guru kelas II SD serta satu calon guru sekolah dasar sebagai observer atau penilai uji coba perangkat pembelajaran inovatif untuk perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model problem based learning tersebut juga masuk dalam kategori “sangat baik” dengan skor rerata 4,27. Terbukti bahwa pembelajaran inovatif efektif untuk diterapkan kepada peserta didik kelas II SD. Hal ini seiring dengan pendapat ahli mengenai pembelajaran inovatif, pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dikemas oleh guru sedemikian rupa sebagai wujud atau teknik baru dengan langkah-langkah pembelajaran yang menunjang kemajuan proses dan hasil kegiatan pembelajaran. 118

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil skor di atas berdasarkan jumlah skor validasi dari 6 perangkat pembelajaran inovatif, 3 perangkat pembelajaran menggunakan model pembelajaran inovatif cooperative learning tipe snowball throwing dan 3 perangkat pembelajaran inovatif lainnya menggunakan model problem based learning yang dinilai oleh dua pakar. Sedangkan hasil skor dari uji coba perangkat pembelajaran berdasarkan hasil skor uji coba yang dilakukan peneliti sebanyak 4 kali, 2 kali uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing dan 2 kali uji coba perangkat pembelajaran menggunakan model problem based learning. Hasil validasi tersebut berpedoman pada 7 aspek yaitu: a) program tahunan, b) program semester, c) silabus, d) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), e) media, f) LKPD, g) bahasa yang digunakan. Hasil uji coba berpedoman pada instrumen penilaian untuk menilai guru dan siswa saat uji coba perangkat pembelajaran. Pada validasi perangkat pembelajaran menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing, pakar pembelajaran inovatif (F) memberikan skor 4,27 untuk perangkat pembelajaran ke-1 dengan kategori “sangat baik”. Skor 4,40 untuk perangkat pembelajaran ke-2 dengan kategori “sangat baik”dan skor 4,17 untuk perangkat pembelajaran ke-3 dengan kategori “baik”. Jadi skor rerata dari ketiga skor tersebut untuk perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing adalah 4,28 dengan kategori “sangat baik”. Pada validasi perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing, pakar pembelajaran inovatif (E) memberikan skor 4,17 untuk perangkat pembelajaran ke-1 dengan kategori “baik”. Skor 4,05 untuk perangkat pembelajaran ke-2 dengan kategori “baik”dan skor 4,12 untuk perangkat pembelajaran ke-3 dengan kategori “baik”. Jadi skor rerata dari ketiga skor tersebut untuk perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing adalah 4,11 dengan kategori “baik”. 119

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pada hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing, guru kelas II (E) memberikan skor 4,00 untuk penilaian guru dengan kategori “baik” dan skor “4,00” untuk penilaian siswa dengan kategori “baik” pada uji coba ke-1. Pada uji coba ke-2 guru kelas II (E) memberikan skor 4,07 untuk penilaian guru dengan kategori “baik” dan skor “4,25” untuk penilaian siswa dengan kategori “sangat baik”. Jadi skor rerata dari skor tersebut untuk uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing adalah 4,08 dengan kategori “baik”. Pada hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing, calon guru sekolah dasar (D) memberikan skor 4,35 untuk penilaian guru dengan kategori “sangat baik” dan skor “4,75” untuk penilaian siswa dengan kategori “sangat baik” pada uji coba ke-1. Pada uji coba ke-2 calon guru sekolah dasar (D) memberikan skor 4,64 untuk penilaian guru dengan kategori “sangat baik” dan skor “4,62” untuk penilaian siswa dengan kategori “sangat baik”. Jadi skor rerata dari skor tersebut untuk uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing adalah 4,59 dengan kategori “sangat baik”. Pada validasi perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model problem based learning, pakar pembelajaran inovatif (F) memberikan skor 4,52 untuk perangkat pembelajaran ke-1 dengan kategori “sangat baik”. Skor 4,10 untuk perangkat pembelajaran ke-2 dengan kategori “baik”dan skor 4,15 untuk perangkat pembelajaran ke-3 dengan kategori “baik”. Jadi skor rerata dari ketiga skor tersebut untuk perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model problem based learning adalah 4,25 dengan kategori “sangat baik”. Pada validasi perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model problem based learning, pakar pembelajaran inovatif (E) memberikan skor 4,25 untuk perangkat pembelajaran ke-1 dengan kategori “sangat 120

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI baik”. Skor 4,07 untuk perangkat pembelajaran ke-2 dengan kategori “baik”dan skor 4,10 untuk perangkat pembelajaran ke-3 dengan kategori “baik”. Jadi skor rerata dari ketiga skor tersebut untuk perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model problem based learning adalah 4,14 dengan kategori “baik”. Pada hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model problem based learning, guru kelas II (E) memberikan skor 4,00 untuk penilaian guru dengan kategori “baik” dan skor “4,12” untuk penilaian siswa dengan kategori “baik” pada uji coba ke-1. Pada uji coba ke-2 guru kelas II (E) memberikan skor 4,14 untuk penilaian guru dengan kategori “baik” dan skor “4,37” untuk penilaian siswa dengan kategori “sangat sangat baik”. Jadi skor rerata dari skor tersebut untuk uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model problem based learning adalah 4,15 dengan kategori “baik”. Pada hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model problem based learning, calon guru sekolah dasar (D) memberikan skor 4,57 untuk penilaian guru dengan kategori “sangat baik” dan skor “4,50” untuk penilaian siswa dengan kategori “sangat baik” pada uji coba ke-1. Pada uji coba ke-2 calon guru sekolah dasar (D) memberikan skor 4,64 untuk penilaian guru dengan kategori “sangat baik” dan skor “4,50” untuk penilaian siswa dengan kategori “sangat baik”. Jadi skor rerata dari skor tersebut untuk uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model problem based learning adalah 4,55 dengan kategori “sangat baik”. Keseluruhan hasil validasi dan uji coba perangkat pembelajaran inovatif (model cooperative learning tipe snowball throwing dan problem based learning) didapatkan rerata skor 4,26 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran inovatif (model cooperative learning tipe snowball throwing dan problem based learning) dinyatakan “sangat baik” karena memenuhi semua aspek. 121

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Perangkat pembelajaran dengan menggunakan kedua model tersebut dinyatakan “sangat baik” karena memenuhi semua aspek yaitu: 1) program tahunan yang komponennya lengkap dan jumlah jam efektif serta alokasi waktu sesuai, 2) program semester memuat komponen yang lengkap, materi pokok sesuai dengan KI dan KD serta alokasi waktu sesuai, 3) silabus memuat komponen yang lengkap dan keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai, 4) RPP memuat identitas yang lengkap; rumusan indikator sesuai dengan KI dan KD; tujuan pembelajaran mencakup komponen ABCD; materi pembelajaran sesuai dengan KD dan indikator pembelajaran; pendekatan yang digunakan, model yang digunakan, metode yang digunakan, langkah-langkah pembelajaran, dan tahapan pembelajaran serta penerapan pendekatan saintifik sesuai; pemilihan sumber belajar beragam; evaluasi mencakup komponen yang lengkap; sudah mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, rancangan kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan makna, karakteristik, dan langkah-langkah model pembelajaran yang digunakan; sudah mengembangkan 4 keterampilan dasar belajar abad 21; instrumen evaluasi lengkap atau sudah memuat soal kunci jawaban, dan pedoman penskoran. Selanjutnya, 5) media pembelajaran sudah sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai siswa, 6) LKPD sudah disajikan secara sistematis serta sesuai dengan KI, KD, dan kemampuan siswa. Tampilan LKPD juga sudah menarik dan bahasa dalam LKPD mudah dipahami, 7) bahasa yang digunakan sudah sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan yang Bahasa Indonesia) dan bahasa yang digunakan sudah sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Produk dikembangkan peneliti berdasarkan spesifikasi produk yang telah dicantumkan dan dibahas pada bab I. Pertama, cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam tema 3 Tugasku Sehari-hari sub tema 3 Tugasku sebagai Umat Beragama mengacu 122

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar; nama penulis; logo universitas, keterangan yang berisi program studi yaitu pendidikan guru sekolah dasar, jurusan yaitu ilmu pendidikan, fakultas yaitu keguruan dan ilmu pendidikan, universitas yaitu sanata dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis. Kedua, produk dicetak dalam ukuran A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh dan tidak mudah sobek. Ketiga, produk ditulis menggunakan theme font “times new rowman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam RPP terlihat jelas sehingga mudah dibaca dan dipahami. Selain itu peneliti menggunakan lebih dari satu jenis huruf supaya produk terlihat lebih menarik. Keempat, kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusunan produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. Kelima, daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. Keenam, perangkat pembelajaran program tahunan ditujukan untuk kelas II SD semester gasal dan genap. Program tahunan adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan dibuat sesuai dengan kalender pendidikan dari tahun 2018/2019. Komponen-komponen dalam menyusun program tahunan: identitas (antara lain kelas, tahun pelajaran) dan format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). Program tahunan terdapat 2 sampai 3 halaman berbentuk portrait. Ketujuh, perangkat pembelajaran yang dikembangkan disertai dengan program semester ditujukan untuk kelas II sekolah dasar. Program Semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. 123

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Program semester dilihat melalui kalender pendidikan dari semester gasal tahun 2018/2019. Kedelapan, perangkat pembelajaran yang dikembangkan disertai dengan silabus ditujukan untuk kelas II sekolah dasar. Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Silabus disusun oleh peneliti dari setiap pembelajaran. Kesembilan, perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang komponennya disusun dengan lengkap. Komponen RPP tersebut terdiri dari 1) identitas RPP; 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran; 4) pendekatan, tipe, model dan metode; 5) alat dan bahan serta sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) rangkuman materi 9) lampiran yang berisi LKS, media dan rubrik penskoran. Dalam satu subtema terdapat enam pembelajaran, sehingga menghasilkan enam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Kesepuluh, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikembangkan berdasarkan dua model pembelajaran inovatif: a. Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing Model pembelajaran cooperative tipe snowball throwing digunakan pada pembelajaran ke-1, 3, dan 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikembangkan berdasarkan langkah-langkah model pembelajaran cooperative learning tipe snowball throwing. b. Model Problem Based Learning atau Pembelajaran Berbasis Masalah Model pembelajaran problem based learning digunakan pada pembelajaran ke-2, 5, dan 6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 124

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (RPP) dikembangkan berdasarkan langkah-langkah model problem based learning. Kesebelas, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikembangkan berdasarkan pendekatan scientific. Pendekatan scientific yang merupakan proses pembelajaran yang dirancang supaya peserta didik mengkonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui tahap mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum, atau prinsip yang ditemukan. Kedua belas, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikembangkan berdasarkan karakteristik pembelajaran terpadu yaitu berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, pemisahan mata pelajaran yang tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran, bersifat fleksibel (guru dapat mengaitkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain), dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan. Ketiga belas, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikembangkan dengan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam seluruh mata pelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam pembelajaran. Pendidikan karakter yang dikembangkan memuat aspek spiritual dan aspek sosial. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap bidang studi perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dihubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Keempat belas, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikembangkan dengan menerapkan High Order Thinking Skill (HOTS) pada pembuatan tujuan pembelajaran dan indikator pembelajaran yang meliputi tingkat taksonomi bloom pada C4 sampai C6. C4 merupakan kegiatan menganalisis yang menggunakan kata kerja operasional memilih, membandingkan, menguraikan, mengaitkan, dll. Sedangkan C5 yaitu kegiatan mengevaluasi yang menggunakan kata kerja operasional 125

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengkritik, memeriksa, menilai, membuktikan, dll. Dan C6 yaitu kegiatan mencipta merumuskan, yang menggunakan merencanakan, kata memproduksi, kerja membuat operasional hipotesis, mendesain, menciptakan, dll. Kelima belas, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikembangkan dengan menerapkan penilaian otentik mengandung aspek sikap spiritual dan sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Penilaian dilengkapi dengan instrumen penilaian yang memuat kunci jawaban dari soal tertulis, daftar cek atau pedoman observasi bagi penilaian dengan teknik observasi, dan cara skoring yang terletak di lampiran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Keenam belas, mengembangkan 4 (empat) keterampilan atau 4C yaitu berpikir ktitis (critical thinking), berpikir kritis (creative thinking), kerja sama (collaborative), dan komunikasi (communicative). Keterampilan-keterampilan tersebut dimasukkan atau ada dalam kegiatan pembelajaran. Ketujuh belas, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikembangkan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penyusunan RPP memperhatikan ketentuan ejaan bahasa Indonesia (EBI) yang meliputi tanda baca, huruf kapital, nama orang, nama tempat, dan kata penghubung. Jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Tresnantyo (2016) yang melakukan penelitian tentang Pengembangan Prototipe Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 Kelas II dengan Tema 3 “Tugasku Sehari-hari”. Pengembangan produk menggunakan prosedur pengembangan yang sama dengan peneliti yaitu prosedur pengembangan dari Borg and Gall. Tema, sub tema dan sasaran kelas yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran sama dengan yang digunakan oleh peneliti yaitu tema 3 “tugasku sehari-hari” sub tema 3 “tugasku sebagai umat beragama” kelas II. Model pembelajaran yang digunakan oleh 126

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tresnantyo adalah model discovery learning sedangkan peneliti menggunakan dua model yang berbeda yaitu model cooperative learning tipe snowball throwing dan model problem based learning. Hasil penelitian yang dilakukan Tresnantyo (2016) memperoleh skor rerata 3,83 dengan kategori “baik” sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti memperoleh hasil skor rerata 4,26 dengan kategori “sangat baik”. Produk yang dikembangkan oleh dapat dikatakan memiliki kualitas yang “sangat baik”, hal ini juga dibuktikan dengan adanya kenaikan hasil evaluasi siswa dari dan layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema tugasku sebagai umat beragama yang mengacu pada Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar serta layak diujicobakan ke sasaran yang lebih luas. 127

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan, peniliti menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1a. Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif oleh kedua pakar pembelajaran inovatif yaitu satu mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan satu guru kelas II sekolah dasar, perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dengan model cooperative learning tipe snowball throwing dan model problem based learning berdasarkan validasi pakar pembelajaran inovatif diperoleh skor rerata 4,19 dengan kualitas “baik”. 1b. Berdasarkan penilaian uji coba terbatas oleh satu guru kelas II dan satu calon guru sekolah dasar melalui uji coba terbatas, perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dengan model cooperative learning tipe snowball throwing dan model problem based learning diperoleh skor 4,34 dengan kualitas “sangat baik”. Jika hasil validasi pakar dan hasil penilaian uji coba terbatas dari satu mahasiswa PPG, satu guru kelas II sekolah dasar dan satu calon guru sekolah dasar digabungkan maka diperoleh skor rerata 4,26 dengan kualitas “sangat baik” sehingga perangkat pembelajaran inovatif siap untuk diujicobakan secara lebih luas. 128

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Keterbatasan Pengembangan Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki keterbatasan yang dipaparkan sebagai berikut: 1. Observasi untuk analisis kebutuhan hanya dilakukan kepada guru kelas II dan peserta didik dari 3 (tiga) sekolah dasar. 2. Wawancara untuk analisis kebutuhan hanya dilakukan kepada 3 (tiga) guru sekolah dasar. 3. Instrumen untuk validasi pakar dan uji coba produk hanya divalidasi oleh dosen pembimbing skripsi. 4. Validasi dengan uji coba hanya dilakukan sebanyak 4 (empat) kali, 2 (dua) kali uji coba perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model cooperative tipe snowball throwing dan 2 (dua) kali uji coba perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model problem based leraning. C. Saran 1. Observasi kepada guru kelas II dan peserta didik untuk analisis kebutuhan sebaiknya dilakukan dengan lebih dari 3 (tiga) sekolah dasar sebagai pelaksana Kurikulum 2013 sehingga data yang dihasilkan lebih jelas menunjukkan kebutuhan guru dan siswa. 2. Wawancara untuk analisis kebutuhan sebaiknya dilakukan dengan lebih dari 3 (tiga) guru kelas II sekolah dasar sebagai pelaksana Kurikulum 2013 sehingga data yang dihasilkan lebih jelas menunjukkan kebutuhan guru dan siswa. 3. Instrumen untuk validasi pakar dan uji coba sebaiknya divalidasi oleh pihak yang lebih banyak sehingga dapat diketahui instrumen tersebut valid atau tidak. 4. Uji coba perangkat pembelajaran inovatif seharusnya dilakukan lebih dari 4 (empat) kali atau seharusnya semua perangkat pembelajaran inovatif yang berjumlah 6 (enam) dilakukan uji coba semua. 129

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Achmadi & Narbuko. (2007). Metodologi penelitian. Jakarta: Bumi Aksara. Anderson & Krathwohl. (2014). Kerangka landasan untuk pembelajaran, pengajaran, dan asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Evandari. (2013). Upaya meningkatkan prestasi belajar IPS menggunakan model pembelajaran snowball throwing pada siswa kelas V di SD Negeri Ngebel Kasihan Bantul. Skripsi. Diakses pada 5 Maret 2018 melalui http://eprints.uny.ac.id/15415/1/Neti%20Evandari.pdf Fadillah. (2014). Implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran SD/ MI, SMP/ MTs, & SMA/ MA. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Fathurrohman, M. (2015). Model-model pembelajaran inovatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Febrinita. (2017). Peningkatan aktivitas dan hasil belajar melalui model pembelajaran problem based learning pada tema 3 kelas IV sekolah dasar Negeri 1 Gedung Meneng Bandar Lampung. Skripsi. Diakses pada 5 Maret 2018 melalui http://digilib.unila.ac.id/29498/3/SKRIPSI%20TANPA%20BAB%20PEMBA HASAN.pdf Hosnan, M. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran sbad 21. Bogor: Ghalia Indonesia. Kadir, Abd. (2014). Pembelajaran tematik. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Kunandar. (2013). Penilaian autentik (penilaian hasil belajar peserta didik berdasarkan kurikulum 2013) suatu pendekatan praktis disertai dengan contoh. Jakarta: PT Grafindo Persada. Kurniawan, D. (2013). Pembelajaran terpadu tematik (teori, praktik, dan penilaian). Bandung: Alfabeta. Majid, A. (2014). Pendekatan ilmiah dalam implementasi kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mulyasa, E. (2006). Menjadi guru profesional menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya. 130

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mulyasa, E. (2014). Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya. Permendikbud. (2016). Permendikbud nomor 21 tahun 2016 tentang standar isi pendidikan dasar dan menengah. Jakarta: Permendikbud RI. Permendikbud. (2016). Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah. Jakarta: Permendikbud RI. Permendikbud. (2016). Permendikbud nomor 23 tahun 2016 tentang standar penilaian pendidikan dasar dan menengah. Jakarta: Permendikbud RI. Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar tahun 2016. Prasetyo, Z. K. (2011). Pengembangan perangkat pembelajaran sains terpadu untuk meningkatkan kognitif, keterampilan proses, kreativitas serta menerapkan konsep ilmiah peserta didik SMP. Yogyakarta: Program Pasca Sarjana UNY. Prastowo, A. (2015). Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tematik terpadu implementasi kurikulum 2013 untuk SD/ MI. Jakarta: Prenadamedia Group. Rusman. (2013). Metode-metode pembelajaran: mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Saminanto. (2010). Ayopraktik PTK Semarang: Rasail Media Grup. (Penelitian Tindakan Kelas). Sani, R. A. (2013). Menjelajah pembelajaran inovatif. Jakarta: PT Bumi Aksara. Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2015). Metode penelitian dan pengembangan. Bandung: Alfabeta. Suhadi. (2007). Petunjuk perangkat pembelajaran. Surakarta: Universitas Muhammadiyah. Sukardjo. (2008). Kumpulan materi evaluasi pembelajaran. Yogyakarta: UNY. 131

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Suparno, P. (2015). Pendidikan karakter di sekolah. Yogyakarta: PT Kanisius. Suyatno. (2009). Menjelajah pembelajaran inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pusaka. Tegeh, I.M., Jampel, I.N., & Pudjawan, K. (2014). Model penelitian pengembangan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Trianto. (2010). Mengembangkan model pembelajaran tematik. Jakarta: Prestasi Pustakarya. Trianto. (2011). Desain pengembangan pembelajaran tematik bagi anak usia dini TK/ RA & anak usia kelas awal SD/ MI. Jakarta: Kharisma Putra Utama. Tresnantyo. (2016). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 Kelas II dengan Tema 3 “Tugasku Sehari-hari”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Yani, Ahmad. (2014). Mindset kurikulum 2013. Bandung: Alfabeta. 132

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 133

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 : Pedoman wawancara Kisi-kisi Pedoman Wawancara Kebutuhan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif No Pertanyaan 1 Apakah ibu pernah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013? 2 Sejauh mana pemahaman ibu terhadap Kurikulum 2013? 3 Apakah ibu sudah mengetahui karakteristik Kurikulum SD 2013? 4 Sejauh mana pemahaman ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? 5 Apakah ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai pada abad 21 seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 6 Apakah ibu mengetahui pembelajaran inovatif? 7 Menurut ibu sudah mengetahui jenis belajar Taksonomi Bloom yang sudah direvisi? 8 Sejak kapan SD Negeri 1 Kalasan menerapkan Kurikulum 2013? 9 Bagaimana cara ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? 10 Bagaimana cara ibu menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? 11 Apakah ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? 12 Apakah tujuan pembelajaran yang ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? 13 Apakah dalam pembuatan rpp ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi)? 14 Apakah model pembelajaran yang ibu biasa gunakan dalam 134

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pertanyaan proses pembelajaran? 15 Apakah pembelajaran dengan metode ceramah masih mendominasi di kelas? 16 Pernahkah ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? 17 Pernahkah ibu menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran? 318 Kesulitan apa saja yang ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? 19 Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? 20 Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah ibu? 21 Apakah ibu masih perlu contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inkuiri, model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb? 22 Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? 23 Apakah ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa melalui beberapa metode/ model pembelajaran? 24 Menurut ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran? 135

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2 : Rangkuman hasil wawancara RANGKUMAN WAWANCARA SURVEI KEBUTUHAN 1. SD Negeri Kalasan 1 Nama Guru : Erviana Pramitasari, S.Pd. (Guru Kelas II A) No 1 Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara Sejak kapan SD Negeri 1 Sudah dari awal, kebetulan SDN Kalasan menerapkan Kalasan 1 menjadi pilot projectnya Kurikulum 2013? pemerintah untuk Kurikulum 2013, jadi dari 2013 sudah menerapkan Kurikulum 2013. 2 Apakah ibu pernah mengikuti Dulu pelatihan Kurikulum 2013? ada diklatnya. Akan ada perubahan Kurikulum 2006 maka semua guru harus didiklat, maka guru ikut diklat. 3 Sejauh mana pemahaman ibu Kalau itu sudah begitu paham karena terhadap Kurikulum 2013? memang kita sudah dari awal. Sejak guru pindah di sini langsung Kurikulum 2013, sampai sekarang istilahnya bukan hal yang baru. Sudah lama sudah tahu insyallah sudah paham. 4 Apakah ibu mengetahui sudah Untuk karakteristiknya seperti mapel karakteristik yang saling berkaitan dan keterkaitan Kurikulum SD 2013? 5 antar mapel juga tidak begitu terlihat. Sejauh mana pemahaman ibu Kalau pendekatan saintifik itu kan terkait dengan pendekatan seperti mengamati, menanya, mengasosiasi. Kalau itu kan dalam 136

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara saintifik dalam pembelajaran? pembelajaran itu nanti pada akhirnya disesuaikan dipembelajarannya, jadi misalnya cuma mengamati bisa untuk dan dia mengomunikasikan kan tidak selalu harus lima hal itu ada semua, tapi paling tidak pendekatan itu ada. Saya sebisa mungkin dalam pembelajaran seperti itu memang pendekatan saintifik digunakan. Jadi anak-anak itu pertama biasanya saya suruh mengamati dulu kira-kira apa menurut kamu, setelah itu ditanya dari gambar. Kalau K13 sebenarnya dari buku aja udah mewakili jadi anak suruh melihat gambar dulu terus kemudian kalau membuat pertanyaan bikin pertanyaan terus nanti dengarkan ada cerita, jadi nyambung gak dari gambar itu. Kalau semakin kesini bukunya itu sudah mensupport, jadi guru tidak bingung, kalau dulu kan kita mau bikin RPP itu bingung apa saintifiknya, nah kalau sekarang di buku guru buku siswa itu sudah terlihat jelas. Jadi semakin direvisi semakin bagus. 137

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 6 Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara Bagaimana cara ibu Jadi saya indikatornya memang merumuskan indikator dan sesuai dengan di buku guru selama tujuan pembelajaran sesuai itu sesuai dengan kondisi di sekolah dengan kemampuan siswa? kita. Jujur saya tidak membikin indikator sendiri karena memang sudah ada kan di buku guru. Tujuan indikator sudah disesuaikan ada dengan tinggal kemampuan sekolah. Jadi semisal kemarin ada indikator bermain di air, kita gak bisa melaksanakan itu ya enggak saya ambil indikator itu. Jadi sesuai dengan yang dari buku guru atau sesuai dari pemerintah, tapi ya kembali lagi kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan. 7 Bagaimana cara ibu Kalau pendidikan karakter jelas saya menumbuhkembangkan dengan pendidikan karakter dalam Pertama pembelajaran? jadi pembiasaan-pembiasaan. pembiasaan-pembiasaan, memang pembiasaan- pembiasaan dari sekolah jadi kaya menyanyi, berdoa itu kan memang dari sekolah, menyayi Indonesia Raya terus nanti kalau pulang nyanyi lagu wajib nasional sama lagu daerah sama membaca atau literasi itu masuk pembiasaan dari sekolah. ada juga pembiasaan yang memang 138

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara kami bentuk menjadi aturan kelas. Jadi memang kayak misalnya sama temannya itu kalau ngomong kayak apa terus ini kayak ganti baju anakanak ini kan kalau ganti baju di kamar mandi yang terjadi bajunya sering jatuh akhirnya basah. Saya akali dengan gantinya di kelas dengan aturan yang perempuan dulu baru yang laki-laki. Laki-laki gak boleh ganggu gedor-gedor sebelum yang perempuan itu keluar jadi mungkin hal yang biasa tapi setelah beberapa waktu saya gak berangkat mungkin di hari itu diganti sama guru lain. Nah anak-anak itu bisa kok langsung bisa mengkondisikan sendiri tanpa ada gurunya. Jadi Cuma kebiasaan sederhana tapi kalau menurut saya tidak perlu harus teriak-teriak rebutan karena kan kelas lain ada yang rebutan tapi di sini sudah tak bentuk seperti itu. Selain pembiasaan dari sekolah, kita punya aturan sendiri yang jadi kebiasaan anak-anak. 8 Apakah pembelajaran ibu setiap Jujur saya tidak membuat RPP setiap menggunakan hari, itu kenyataannya. Jadi di buku 139

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Pertanyaan No Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara RPP dengan model guru pembelajaran yang berbeda? sebenarnya memudahkan terbebani guru dengan administrasi itu administrasi guru. inti K13 untuk kan tidak administrasikan Jadi dengan sudah disediakan di buku guru buku siswa. Tapi pada kenyataannya itu kan harus dibuat untuk nanti supervisi. Kalau saya jujur saya bikin kalau misalnya sudah awal tahun itu sudah saya bikin semuanya karena mungkin dari file yang kemarin bisa kan tinggal ganti. Nah atau kalau enggak kita tiap awal semester. Tapi kalau untuk setiap hari saya buat saya memang jujur tidak karena saya lihat dari buku guru dulu buku siswa. Buku guru kan sudah jelas nanti kegiatannya apa saja saya jujur dari situ. Nanti misal mau bikin RPP ya sebulan sekali enggak setiap hari. Tapi sebenarnya kalau yang benar itu memang setiap hari tapi itu tadi kemarin kan kita sudah ditegaskan tentang K13 sebenarnya tidak dibebankan untuk guru membuat seperti itu jadi sudah dibuatkan pemerintah ya udah selama kita belum bisa buat ya kita pakai buku 140

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara guru. Nah nanti kalau memang kita mau didokumenkan nah itu ya sebulan sekali biasanya setiap tema baru saya print. Model pembelajaran itu, saya melakukan model pembelajaran tapi kadang gak atau itu model apa, jadi sering sudah lupa itu ilmu kuliah. Jadi yang sering kami lakukan kelompok ya mungkin problem kerja solving memecahkan masalah jadi mereka biasa dibuat berkelompok terus ini kira-kira gimana penyelesaian masalahnya, lebih ke kelompok. Saya dari dulu ngajar meja itu tidak pernah menghadap ke depan selalu saya bikin tengah itu kosong saya merasa anak kelas rendah itu mereka anak yang banyak gerak. Nanti kalau ditata seperti biasanya, kalau pembentukan kelompok sulit. Saya rubah setiap seminggu sekali. Modelnya saya selalu penugasan kelompok terus jigsaw. Saya itu sudah lupa. Jadi teman-teman yang sudah bisa saya sebar teman-teman yang bisa mengajari teman yang belum bisa tapi mengajari caranya tapi bukan jawabannnya. Model- 141

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara model harus sekali dua kali saya lakukan kalau enggak nanti anakanak bosan apalagi kelas rendah. 9 Apakah tujuan pembelajaran Ya saat pembelajaran dengan yang ibu kembangkan sudah pembiasaan-pembiasaan seperti itu. mengupayakan tercapainya Misal saya kan seringnya siswa pendidikan karakter? bekerja dalam kelompok jadi ya harus kerja sama diselesaikan bersama. 10 Apakah ibu keterampilan mengetahui Ya itu juga sering saya kembangkan. yang harus Berpikir krtitis itu kan kaya mereka dikuasai pada abad 21 seperti cuma dari gambar itu ada orang (berfikir kritis, kreatif, dengan muka bertopeng ada ibu-ibu kolaborasi, komunikasi)? teriak narik tas. Cuma gambar seperti itu. Ini kira-kira gambar apa atau Cuma disuruh membuat judul. Oh ini terjadi penjambretan di jalan. Mereka kan macam-macam imajinasi. Jadi berpikir kritis di kelas rendah seperti itu sama lo kok ini bisa gini bu, loh itu kok kayak gitu, jadi lebih ke berpikir kritis dengan memunculkan gambar kalau enggak ya menampilkan video atau apa yang membuat mereka itu bertanya kok bisa gitu itu artinya dia pengen tahu dan berpikir kritis. Terus kadang berpikir kritisnya ada kesalahan- 142

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Pertanyaan No Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara kesalahan kira-kira dia menyadari atau tidak kalau bu gurunya punya kesalahan. Kalau anak itu berpikir kritis kan akan bertanya kok ini gini seperti ini. Terus kalau berpikir kreatif jelas saya beberapa kali sering menyuruh mereka membuat kreativitas-kreativitas sendiri walaupun kaya hiasan pasang-pasang itu kan polanya dari saya tapi dari memotong dari menjiplak pola menempel itu kan kelihatan bedabeda walaupun dengan pola yang sama, hasilnya beda-beda. Terus nanti pemilihan warna kan juga ada anak yang memilih warna bisa serasi. Terus bikin-bikin hiasan kebetulan saya juga sering, maksudnya yang kreatif. 11 Apakah dalam pembuatan rpp Kalau membuat indikator dan tujuan ibu sudah indikator merumuskan kan mencontoh dari buku guru tetapi dan tujuan disesuaikan dengan karakter siswa pembelajaran terkait dengan dan sekolah. Saya juga memasukkan keterampilan (berfikir tersebut unsur tersebut seperti berfikir kritis kritis, kreatif, kreatif. kolaboratif, komunikasi)? 12 Apakah model pembelajaran Saya sering menggunakan model yang ibu biasa gunakan pembelajaran pemecahan masalah 143

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Pertanyaan No Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara dalam proses pembelajaran? 13 seperti itu. Apakah pembelajaran dengan Ceramah masih ada tetapi sepertinya metode ceramah masih tidak mendominasi di kelas? mendominasi karena saya ngomong sedikit saja sudah kalah sama mereka karena terutama kelas rendah itu gak bakalan jadi kalau cuma metode ceramah. Kadang kita pelajarannya di luar. Ceramah memang iya tapi tidak mendominasi kalau saya karena saya ngomong sedikit sudah kalah sama mereka jadi kelas rendah itu intinya kita kayak ngomong sama anak kecil, kalau kita panjangkan kata-katanya lagi gak bakal didengar. Yang didengarkan yang pertama atau yang terakhir. 14 Pernahkah ibu menggunakan Belum, maka dari itu saya model pembelajaran inovatif sebenarnya kalau ada saya pengen yang lain? Apakah modelnya sharing. Biasanya cuma permainan, itu? video, benda nyata, alat peraga. Misalnya ada itu jujur saya pengen saling sharing gitu. Sebenarnya seperti mendatangkan narasumber juga termasuk, saya belum pernah sebenarnya pengen saya, jadi kayak model kelas inspirasi ya kalau untuk seperti itu kan kita membutuhkan dana yang besar dan ada persetujuan 144

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara dari sekolah. Tapi ya kalau memang yang saya lakukan sendiri cuma beberapa itu tadi. 15 Apakah ibu mengetahui Pembelajarn pembelajaran inovatif? inovatif itu pembelajaran yang tidak serta merta anak-anak hanya mendengarkan guru tapi anak-anak istilahnya dia menerima materi tapi dia secara tidak sadar itu sebenarnya materinya kalau saya. Jadi inovasinya guru dengan inovasi itu dengan pembaruan dengan sesuatu yang baru tidak kok cuma dengan menerangkan tapi dengan sesuatu yang baru bisa dengan media apapun, memberikan materi tapi anak-anak tidak merasa bahwa itu materi kalau saya. Inovatif bisa kita lakukan tergantung gurunya mau atau enggak. 16 Kesulitan apa saja yang ibu Mungkin kesulitannya menyesuaikan alami dalam pembuatan model model pembelajaran inovatif? inovatif siswanya. Tapi tersebut dengan kalau untuk pemecahan masalah hampir semua sudah bisa karena itu juga sering saya lakukan. Kesulitan lainnya mungkin pada penerapannya yang mungkin bagaimana. 145 tidak sesuai atau

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 17 Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara Bagaimana cara mengatasi Kalau saya pertama saya sharing kesulitan yang dialami? sesama guru karena sharing itu bagaimanapun juga guru-guru yang sudah senior tidak inovatif kalau untuk mengajar sekarang tapi mereka punya cara-cara untuk menaklukkan murid. Jadi guru jaman dahulu kalau membuat siswa tenang itu pintar tapi kalau untuk inovasi memang mereka kurang. Jadi setiap ada kesulitan saya sharing. Tapi misalnya kalau untuk metode sama teman-teman yang lain. Kebetulan Sleman itu kan ada guru pembelajar guru-guru inovatif jadi mereka itu guru-guru yang sudah mengikuti lomba-lomba inovasi pembelajaran. Nah dia itu selalu mensharingkan ke teman-temannya. Kita bisa tahu info dari situ atau juga dari internet. Kalau untuk meningkatkan kemampuan diri itu banyak terutama internet. 18 Apakah contoh perangkat Pembelajaran inovatif yang sesuai pembelajaran inovatif yang sudah, sekolah sudah menyediakan sesuai kurikulum dengan tuntutan LCD sekolah sudah punya beberapa 2013 sudah media pembelajaran terus secara tersedia di sekolah ibu? fasilitas semua sudah ada jadi seperti LCD 146 kayak kemarin saya ada

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara pembelajaran tentang perkembangan teknologi ada melakukan video video saya call, call melalui facebook kalau pake LCD kan kelihatan jadi saya memperlihatkan anak-anak di sekolah lain. Mediamedia juga sudah ada misalnya sekolah tidak memiliki media saya meminjam ke wali murid misalnya menerangkan jangka sorong sekolah tidak memiliki jangka sorong. Nah kebetulan ada wali murid yang punya. Jadi apabila sekolah tidak ada ya bagaimana cara kita, jika siswa hanya membayangkan mereka tidak bisa karena Sebagian kan besar kelas rendah. sekolah sudah menyediakan. 19 Pernahkah ibu menggunakan Sering seperti video gambar atau media pembelajaran dalam seperti jangka sorong tadi. Karena proses pembelajaran? siswa kelas II kan masih sulit membayangkan jadi saya sering menyediakan media pembelajaran. Misalnya binatang-binatang sediakan gambar atau saya video binatang. 20 Apakah contoh ibu masih perlu Saya sebenarnya itu belum punya, perangkat kalau ada itu saya senang sekali. 147

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inkuiri, model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb)? 21 Apakah siswa pernah merasa Kalau itu saya beberapa kali tanya ke bosan ketika menerapkan guru siswa-siswa ke anak-anak enggak pembelajaran mereka malah senang. Tapi memang inovatif di kelas? saya tanya ke anak-anak langsung. Saya tidak terlalu sering ceramah. Jadi anak-anak senang. 22 Apakah ibu mempunyai Ya kalau itu saya selalu berusaha rencana untuk jadi tidak cuma istilahnya wacana, mengembangkan saya juga berusaha melaksanakan pembelajaran inovatif agar tapi juga tidak berhenti sampai disini kedepannya mampu saya mau mencoba inovasi-inovasi meningkatkan prestasi belajar yang lain mau coba saya terapkan siswa melalui beberapa kira-kira sukses atau tidak, akan metode/ model pembelajaran? tidak semua bisa diterapkan di tempat kita ada juga yang hasilnya zonk. Tapi yang namanya guru paling gak jangan cuma ini paling gak ada yang lain. Saya jujur berusaha tetap melakukan itu. Jadi harus selalu berinovasi. 23 Menurut mengetahui ibu sudah Sudah pernah dengar tetapi tidak jenis belajar memahami. Saya memang pernah 148

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara Taksonomi Bloom yang dengar sudah direvisi? 24 tetapi kurang begitu memahami. Menurut ibu apakah Sangat penting dan harus. perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam proses pembelajaran? 2. SD Negeri Kentungan Nama Guru : Ika Kusumawati, S.Pd. No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara 1 Sejak kapan SD Negeri 1 Kurikulum 2013 sudah diterapkan Kentungan menerapkan beberapa tahun yang lalu. Dimulai Kurikulum 2013? dari tahun 2014 sampai dengan sekarang. 2 Apakah ibu pernah mengikuti Pernah mengikuti diklat pelatihan pelatihan Kurikulum 2013? 3 diklat 2013. Sejauh mana pemahaman ibu Kalau itu sudah paham, karena terhadap Kurikulum 2013? dalam mengajar sudah menerapkan Kurikulum 2013. 4 Apakah mengetahui ibu sudah Untuk karakteristiknya seperti mapel karakteristik yang saling berkaitan dan keterkaitan Kurikulum SD 2013? antar mata pelajaran juga tidak begitu terlihat. 5 Sejauh mana pemahaman ibu Pendekatan saintifik yang terdapat 149

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara terkait dengan pendekatan 5M itu mengamati, saintifik dalam pembelajaran? menalar, menanya, mencoba, mengomunikasikan. perencanaan dibuat Didalam pembelajaran sudah yang tercantumkan pendekatan saintifik tersebut. Namun jika sudah berada didalam kelas pembelajarannya akan disesuaikan dengan kondisi kelas, siswa itu sendiri. Misalnya dikelas bawah seperti ini sulit untuk menerapkan kelima komponen pendekatan saintifik tersebut. Biasanya ketika pembelajaran berlangsung siswa hanya sampai pada tahap menalar untuk tahap mengomunikasikan siswa merasa kesulitan, karena banyak siswa yang masih ragu atau malu untuk maju ke depan kelas.. tetapi untuk tahap mengamati, menanya, mencoba dan menalar siswa sendiri masih butuh bimbingan dari guru. 6 Bagaimana cara ibu Biasanya dalam membuat RPP saya merumuskan indikator dan hanya mendownload RPP diinternet. tujuan pembelajaran sesuai Tetapi jika indikatornya atau tujuan dengan kemampuan siswa? pembelajarannya tidak sesuai dengan kondisi 150 siswa misalnya

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Pertanyaan No Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara mengharuskan untuk anak untuk membuat karya atau percobaan yang tidak memungkinkan dilakukan didalam kelas, maka indikator dan tujuan pembelajarannya saya ganti. Untuk membuat indikator dan tujuan pembelajaran, saya hanya melihat pada buku guru dan menyesuaikan kondisi siswa itu sendiri. 7 Bagaimana cara ibu Untuk menumbuhkembangkan menumbuhkembangkan pendidikan karakter siswa itu saya pendidikan karakter dalam pembiasan sederhana yang sering pembelajaran? dilakukan oleh para siswa. Misalnya dalam bidang agama pembiasaan yang dilakukan dengan mengawali dan mengakhiri aktivitas dengan berdoa, beribadah seperti sholat dan mengaji, untuk selalu berkata jujur. Lalu bidang menerapkan menghargai didepan sosialnya saya aturan untuk selalu orang kelas, yang sedang berbicara sopan kepada orang yang lebih tua dan menolong teman ketika kesusahan. 8 Apakah ibu pembelajaran RPP setiap Dalam membuat RPP saya hanya menggunakan mengandalkan dengan RPP yang ada model diinternet saja. Jadi untuk model pembelajaran yang berbeda? 151 pembelajaran yang berbeda saya rasa

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara tidak menggunakan RPP dengan model yang berbeda. Saya membuat RPP itu ketika awal masuk tahun ajaran baru, karena aturan dari pihak sekolah untuk setiap tahun ajaran baru setiap guru kelas harus mempunyai RPP untuk satu semester tersebut. Dan model pembelajaran yang sering saya gunakan ialah model pembelajaran ceramah. Jadi antara model yang tercantum dalam RPP dengan model yang saya gunakan biasanya berbeda. Lalu saya dalam mengajar sangat mengandalkan buku guru, karena didalam buku guru tersebut sudah tercantum langkah-langkah pembelajaran serta pencapaian pembelajaran yang harus dicapai. 9 Apakah tujuan pembelajaran Sudah, hal itu bisa dilihat ketika yang ibu kembangkan sudah pembiasaan-pembiasaan yang saya mengupayakan tercapainya terapkan saat pembelajaran didalam pendidikan karakter? kelas. Dengan pembiasaan tersebut sudah mampu pembentukan karakter membantu siswa itu sendiri. 10 Apakah ibu keterampilan mengetahui Saya yang pernah mendengar dengan harus keterampilan abad 21. Tapi saya 152

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Pertanyaan No Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara dikuasai pada abad 21 seperti belum tahu lebih mendalam apa itu (berfikir kritis, kreatif, keterampilan abad 21. Hanya sebatas kolaborasi, komunikasi)? 11 tahu saja. Apakah dalam pembuatan rpp Untuk membuat indikator dan tujuan ibu sudah indikator merumuskan saya mencontoh RPP yang saya dan tujuan download diinternet. Dan saya pembelajaran terkait dengan padukan dengan dengan indikator keterampilan (berfikir tersebut dan tujuan pembelajaran yang ada di kritis, kreatif, buku guru. Apabila indikator dan kolaboratif, komunikasi)? tujuan pembelajaran tidak sesuai dengan kondisi siswa maka saya akan sesuaikan dengan keadaan siswa itu sendiri. 12 Apakah model pembelajaran Saya cenderung sering menggunakan yang ibu biasa gunakan model pembelajaran ceramah dan dalam proses pembelajaran? menulis saat mengajar di dalam kelas, karena saya takut untuk menggunakan model pembelajaran yang lain bisa berakibatkan dengan materi yang saya sampaikan kurang maksimal diterima oleh siswa. 13 Apakah pembelajaran dengan Masih, metode ceramah ini menurut metode ceramah masih saya cocok untuk diterapkan pada mendominasi di kelas? kelas bawah karena siswa kelas II ini merupakan siswa peralihan dari kelas I yang kebanyakan masih membutuhkan bimbingan seorang guru secara langsung serta saya 153

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Pertanyaan No Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara merasa materi yang saya sampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswa. Saya enggan untuk metode pembelajaran yang lain seperti metode inquiri atau metode lainnya yang akan berakibatkan kondisi siswa tidak terkendali menjadi kacau. 14 Pernahkah ibu menggunakan Belum pernah, karena keterbatasan model pembelajaran inovatif waktu dan kondisi kelas dan sekolah yang lain? Apakah modelnya yang kurang memadai. Maka setiap itu? hari saya pembelajaran membacakan sebelum memulai saya hanya sebuah cerita dan sesekali saya menayangkan video kepada siswa. 15 Apakah ibu mengetahui Saya pembelajaran inovatif? kurang mendalam memahami mengenai apa lebih itu pembelajaran inovatif. Saya hanya mengetahui pembelajaran inovatif itu pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran, para siswa akan mencari tahu sendiri mengenai permasalahan yang dihadapinya serta biasanya kegiatan pembelajaran dilakukan di luar kelas dan sering menanyangkan video. 16 Kesulitan apa saja yang ibu Kendala yang saya hadapi yaitu 154

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara alami dalam pembuatan kondisi kelas dan sekolah. Dimana model pembelajaran inovatif? kelas bawah ini tidak terpasang alat proyektor dan LCD yang dipunyai oleh pihak sekolah hanya ada 1 buah saja. Jadi jika untuk menanyangkan sebuah video saya harus menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan sendiri dan memasang LCD tersebut beberapa hari sebelumnya agar tidak berebut dengan guru lain. 17 Bagaimana cara mengatasi Pihak sekolah akan segera memberi kesulitan yang dialami? tambahan fasilitas untuk kelas bawah untuk memudahkan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Untuk pemilihan video yang sesuai dengan materi ajar kecanggihan saya memanfaatkan teknologi saat ini dengan mencarinya diinternet. 18 Apakah contoh perangkat Sebenarnya pihak sekolah selalu pembelajaran inovatif yang melengkapi fasilitas yang ada di sesuai dengan Kurikulum tuntutan sekolah, 2013 mulai sudah pembelajaran tersedia di sekolah ibu? dan dari media pemasangan proyektor dan LCD di kelas bawah yang membantu kelancaran dalam pembelajaran. 19 Pernahkah ibu menggunakan Pernah, saya sering meminta siswa media pembelajaran dalam pada 155 hari sebelumnya untuk

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara proses pembelajaran? menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan maupun bisa menggunakan barang-barang yang berada di dalam kelas. Selain itu, saya beberapa video kali menanyakan pembelajaran dan menempelkan beberapa gambar guna mempermudah menangkap siswa materi dalam yang saya sampai. Agar contoh yang tercantum dalam buku bisa dilihat dengan nyata oleh siswa. 20 Apakah ibu masih contoh perlu Ya, saya sangat memerlukan contoh perangkat model-model perangkat pembelajaran inovatif yang pembelajaran mengacu Kurikulum untuk 2013 menunjang kegiatan belajar mengajar (model PBL, model inkuiri, agar model inovatif menjadi menarik dan pembelajaran menyenangkan. kooperatif, model kuantum dsb)? 21 Apakah siswa pernah merasa Mungkin beberapa kali siswa merasa bosan menerapkan ketika guru bosan, bisa dilihat dari mereka pembelajaran bermain inovatif di kelas? sendiri dan tidak mendengarkan saya. Namun, ketika siswa sudah bermain sendiri lalu saya melakukan hal yang menarik perhatian siswa agar fokus belajarnya kembali lagi. Hal yang 156

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara menarik yang biasanya saya lakukan yaitu dengan melakukan permainan secara sederhana saja yang akan membangkitkan semangat siswa itu sendiri. 22 Apakah ibu mempunyai Ya rencana saya mempunyai rencana untuk kedepannya untuk belajar macam- mengembangkan macam model pembelajaran inovatif pembelajaran inovatif agar dan menerapkannya didalam kelas. kedepannya mampu Mungkin dengan melakukan meningkatkan prestasi belajar pelatihan yang bisa diadakan oleh siswa melalui beberapa pihak dinas pendidikan maupun metode/ model pembelajaran? sekolah serta belajar melalui internet yang lebih mudah. Melihat berbagai contoh pembelajaran yang dilakukan oleh guru lain yang menggunakan pembelajaran inovatif dalam pembelajarannya. 23 Menurut ibu sudah Saya pernah mendengar dan agak mengetahui jenis belajar tahu Taksonomi Bloom itu apa, Taksonomi Bloom yang namun sudah direvisi? saya kurang begitu memahami Taksonomi Bloom lebih mendalam lagi. 24 Menurut ibu perangkat pembelajaran dibutuhkan oleh guru-guru yang inovatif diterapakan apakah Ya itu sangat penting dan sangat penting jika sudah lama mengajar, karena mereka dalam proses membutuhkan sebuah inovasi baru 157

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara pembelajaran? dalam kegiatan belajar mengajar guna memberikan pembelajaran kepada siswa agar menarik dan menyenangkan. 3. SD Negeri Tegalrejo 1 Nama Guru : Trisniwati, S.Pd. No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara 1 Sejak kapan SD Negeri 1 Sudah Tegalrejo 3 dari menerapkan menggalakkan Kurikulum 2013? pemerintah Kurikulum 2013, tepatnya di tahun 2015 tapi pada saat itu hanya kelas 3 dan 6 saja yang menggunakan Kurikulum 2013, yang lain belum. 2 Apakah ibu pernah mengikuti Pernah mengikuti diklat pada tahun pelatihan Kurikulum 2013? 2017, tetapi mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 untuk kelas atas. 3 Sejauh mana pemahaman ibu Dilihat terhadap Kurikulum 2013? dari segi materi pada Kurikulum 2013 kurang mengena pada siswa karena materi masih dangkal jika dibandingkan dengan materi pada Kurikulum 2006. 4 Apakah mengetahui ibu sudah Untuk karakteristiknya seperti mata karakteristik pelajaran yang saling berkaitan dan Kurikulum SD 2013? keterkaitan antar mapel juga tidak begitu terlihat. 158

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara 5 Sejauh mana pemahaman ibu Pembelajaran menggunakan 5 M dan terkait dengan pendekatan siswa diarahkan untuk menggali saintifik dalam pembelajaran? informasi secara mandiri walaupun masih banyak dituntun oleh guru. 6 Bagaimana cara ibu Jujur saya tidak membuat RPP murni merumuskan indikator dan dari saya sendiri. Saya hanya tujuan pembelajaran sesuai mendownload RPP dari internet yang dengan kemampuan siswa? kemudian saya sesuaikan dengan keadaan siswa di sekolah. Tidak ada proses pembuatan indikator, hanya saja apabila ada indikator yang kurang sesuai dari RPP yang saya download maka saya akan mengganti indikator sesuai dengan buku guru karena saya hanya berpatok pada buku guru. Untuk tujuan pembelajaran pun juga sama, apabila kurang sesuai dengan kondisi siswa, maka saya akan menggantinya sesuai yang tertera pada buku guru. 7 Bagaimana cara ibu Mengembangkan menumbuhkembangkan pendidikan karakter memang tidaklah mudah pendidikan karakter dalam untuk pembelajaran? siswa. membiasakan Setiap siswa hari saya untuk melakukan hal-hal sederhana untuk membentuk karakter siswa, misalnya dari segi agama yaitu berdoa setiap pagi. 159 Apabila terdapat siswa yang

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara berbicara atau bermain ketika berdoa maka akan saya suruh mengulangi untuk berdoa sendiri. Saya juga mengajarkan anak untuk jujur. Misalnya ada anak yang mencontek, maka akan saya beri nilai 0. Itupun kalau ada anak yang jujur kalau dia mencontek saya akan memberikan acungan jempol. 8 Apakah ibu pembelajaran RPP setiap Saya hanya mendownload RPP dari menggunakan internet, dengan itupun saya model mendownloadnya kalau akan ada pembelajaran yang berbeda? supervisi saja. Sehingga model pembelajaran yang saya gunakan tidak sesuai dengan apa yang tertulis pada RPP. Selain itu, saya lebih banyak menggunakan metode ceramah daripada yang lain karena anak kelas bawah masih membutuhkan bimbingan dari guru dan belum bisa menggali informasi tanpa adanya bimbingan dari guru. Tapi yang paling penting itu ada kegiatan 5 M bagi saya sudah cukup. Sekarang apabila saya dituntut untuk membuat RPP setiap harinya maka saya tidak akan sanggup karena saya juga mengampu sebagai bendahara 160

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara bosda sekolah. Selain itu, saya juga memanfaatkan fasilitas adanya internet untuk mempermudah saya. Jadi, nanti saya tinggal mengganti beberapa bagian saja yang saya sesuaikan dengan keadaan siswa dan sekolah. 9 Apakah tujuan pembelajaran Sudah, karena saya mengupayakan yang ibu kembangkan sudah pembiasaan-pembiasaan mengupayakan sederhana tercapainya untuk membentuk karakter siswa. pendidikan karakter? Selain itu dengan saya membuat peraturan kelas juga turut membantu pembentukan karakter siswa. 10 Apakah ibu keterampilan mengetahui Saya yang kurang tahu apa itu harus keterampilan abad 21. Cuma saya dikuasai pada abad 21 seperti pernah mendengar keterampilan abad (berfikir kritis, kreatif, 21. kolaborasi, komunikasi)? 11 Apakah dalam pembuatan Dalam membuat indikator dan tujuan RPP ibu sudah merumuskan saya hanya mencontoh dari RPP saya indikator dan tujuan download tetapi saya tinjau ulang. pembelajaran terkait dengan Apabila tidak sesuai maka saya akan keterampilan (berfikir tersebut mencontoh dari buku guru tetapi kritis, kreatif, disesuaikan dengan karakter siswa kolaboratif, komunikasi)? 12 dan sekolah. Apakah model pembelajaran Saya tidak menggunakan model yang ibu biasa gunakan pembelajaran yang spesifik. Saya 161

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara dalam proses pembelajaran? lebih banyak menggunakan metode ceramah ketika sedang mengajar di kelas. 13 Apakah pembelajaran dengan Metode ceramah bagi saya masih metode ceramah masih sangat mendominasi karena bagi mendominasi di kelas? saya siswa kelas bawah tidak akan jalan apabila tidak diberi arahan dari guru. 14 Pernahkah ibu menggunakan Belum. Biasanya saya cuma model pembelajaran inovatif menayangkan video cerita atau lagu yang lain? Apakah modelnya saja. itu? 15 Apakah ibu mengetahui Sebenarnya saya kurang memahami pembelajaran inovatif? makna dari pembelajaran inovatif akan tetapi pembelajaran pembelajaran pemahaman inovatif yang saya adalah menggunakan LCD atau proyektor. 16 Kesulitan apa saja yang ibu Mungkin kesulitannya terletak pada alami dalam pembuatan sarana yang ada di sekolah. Layar model pembelajaran inovatif? proyektor ya ada di kelas, tapi tidak dapat digunakan sehingga saya harus mempersiapkan segala peralatannya sendiri. Kalau dari segi materi tidak ada kendala. 17 Bagaimana cara mengatasi Sekarangkan sudah ada internet. kesulitan yang dialami? Jadi, saya memanfaatkan internet 162

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara untuk mencari solusi-solusi yang saya butuhkan. 18 Apakah contoh perangkat Sekolah sudah menyediakan laptop pembelajaran inovatif yang untuk sesuai dengan Kurikulum guru walaupun saya tuntutan menggunakan laptop saya sendiri 2013 sudah karena lebih enak. Soalnya terkadang tersedia di sekolah ibu? laptop yang disediakan oleh sekolah sedang digunakan oleh guru lain, jadi bertabrakan. Selain itu, sekolah juga menyediakan proyektor dan speaker. 19 Pernahkah ibu menggunakan Sering, seperti benda-benda yang ada media pembelajaran dalam di sekitar siswa. Selain itu saya proses pembelajaran? terkadang juga menggunakan video atau gambar untuk mempermudah siswa membayangkan materi yang sedang saya jelaskan. kemarinkan ada (Pendidikan Luar diadakan di mengunjungi Misalnya kegiatan PLS Kelas) yang Wonosari. Kita industri pembuatan tempe. Dalam pembelajaran, saya akan menunjukkan proses alur pembuatan tempe untuk memancing pengetahuan siswa. 20 Apakah contoh ibu masih perlu Sangat perlu, karena orang tua perangkat seperti saya perlu membutuhkan pembelajaran inovatif yang contoh dari anak- anak yang masih mengacu Kurikulum 2013 muda. Karena anak- anak yang 163

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara (model PBL, model inkuiri, masih model muda tentunya banyak pembelajaran memiliki inovasi. kooperatif, model kuantum dsb? 21 Apakah siswa pernah merasa Saya pernah bertanya kepada siswa bosan ketika menerapkan guru secara langsung. Bagi mereka pembelajaran pembelajaran yang saya lakukan inovatif di kelas? tidak membosankan walaupun saya hanya menggunakan metode ceramah. Ya walau sesekali saya juga memutarkan video. 22 Apakah ibu mempunyai Saya selalu berusaha dengan melihat rencana untuk dari internet atau melalui kegiatan mengembangkan PLS kemarin juga merupakan salah pembelajaran inovatif agar satu kedepannya pembelajaran inovatif yang mampu sudah saya lakukan. Jadi saya juga meningkatkan prestasi belajar berusaha untuk melakukan apa yang siswa melalui beberapa saya lihat dari internet metode/ model pembelajaran? mendownload dengan video-video yang berkaitan dengan materi. 23 Menurut ibu sudah Saya memang pernah dengar tetapi mengetahui jenis belajar saya kurang paham. Saya tahu kalau Taksonomi Bloom yang Taksonomi Bloom walaupun juga sudah direvisi? 24 hanya sekedar tahu. Menurut ibu perangkat pembelajaran diharuskan untuk selalu berinovasi inovatif diterapakan apakah Ya sangat penting karena kita penting jika atas dasar karakteristik siswa yang dalam proses berbeda-beda pada setiap tahunnya. 164

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara Wawancara pembelajaran? Selain itu, pembelajaran semakin bervariatif. 165 akan

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 : Pedoman observasi Pedoman Observasi Kebutuhan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif 1. Pedoman Observasi Guru No Pernyataan Ya Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1 Guru membuka pembelajaran dengan berdoa. 2 Guru melakukan presensi kepada siswa. 3 Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. 4 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 5 Guru memberikan motivasi. Kegiatan Inti 6 Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan. 7 Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari. 8 Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat. 9 Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. 10 Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. 11 Guru menerapkan 5M pada siswa. 12 Guru menggunakan bahasa baku yang baik. 166 Tidak

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan Ya 13 Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas. 14 Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa. 15 Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal. 16 Guru tidak berpaku pada satu tempat. 17 Guru memberikan contoh pada siswa dari kehidupan sehari-hari. 18 Guru memberikan apresiasi kepada siswa. 19 Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran. 20 Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik. 21 Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa. 22 Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik. 23 Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran. Kegiatan Penutup 24 Guru membuat ringkasan secara lisan. 25 Guru membuat ringkasan secara tertulis. 26 Guru menunjukkan sumber lain. 27 Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. 28 Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif. 29 Guru memberikan evaluasi kepada siswa. 167 Tidak

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 30 Pernyataan Guru memberikan tindak lanjut Ya Tidak Ya Tidak mengenai pembelajaran yang disampaikan. 2. Pedoman Observasi Siswa No Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1 Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 2 Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru. 3 Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi. 4 Siswa mengajukan pertanyaan. 5 Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok. 6 Siswa mampu mengomunikasikan hasil diskusi. 7 Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. 8 Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru. 9 Siswa dibantu guru membuat rangkuman membuat rangkuman pembelajaran secara lisan. 10 Siswa dibantu guru pembelajaran secara tertulis. 168

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 : Hasil observasi HASIL OBSERVASI SURVEI KEBUTUHAN 1. SD Negeri Kalasan 1 a. Hasil Observasi Guru Nama Guru: Erviana Pramitasari, S.Pd. (Guru Kelas II A) No Pernyataan Ya Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1 Guru membuka pembelajaran dengan berdoa. 2 Guru melakukan presensi kepada siswa. 3 Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. 4 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 5 Guru memberikan motivasi. Kegiatan Inti 6 Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan. 7 Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari. 8 Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat. 9 Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. 10 Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. 11 Guru menerapkan 5M pada siswa. 12 Guru menggunakan bahasa baku yang baik. 13 Guru menggunakan artikulasi dan volume yang 169 Tidak

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan Ya jelas. 14 Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa. 15 Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal. 16 Guru tidak berpaku pada satu tempat. 17 Guru memberikan contoh pada siswa dari kehidupan sehari-hari. 18 Guru memberikan apresiasi kepada siswa. 19 Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran. 20 Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik. 21 Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa. 22 Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik. 23 Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran. Kegiatan Penutup 24 Guru membuat ringkasan secara lisan. 25 Guru membuat ringkasan secara tertulis. 26 Guru menunjukkan sumber lain. 27 Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. 28 Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif. 29 Guru memberikan evaluasi kepada siswa. 30 Guru memberikan tindak pembelajaran yang disampaikan. 170 lanjut mengenai Tidak

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Hasil Observasi Siswa No 1 Pernyataan Siswa berpatisipasi aktif Ya dalam proses pembelajaran. 2 Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru. 3 Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi. 4 Siswa mengajukan pertanyaan. 5 Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok. 6 Siswa mampu mengomunikasikan hasil diskusi. 7 Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. 8 Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru. 9 Siswa dibantu guru membuat rangkuman membuat rangkuman pembelajaran secara lisan. 10 Siswa dibantu guru pembelajaran secara tertulis. 171 Tidak

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. SD Negeri Kentungan a. Hasil Observasi Guru Nama Guru : Ika Kusumawati, S.Pd. (Guru Kelas II A) No Pernyataan Ya Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1 Guru membuka pembelajaran dengan berdoa. 2 Guru melakukan presensi kepada siswa. 3 Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. 4 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 5 Guru memberikan motivasi. Kegiatan Inti 6 Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan. 7 Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari. 8 Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat. 9 Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. 10 Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. 11 Guru menerapkan 5M pada siswa. 12 Guru menggunakan bahasa baku yang baik. 13 Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas. 14 Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa. 172 Tidak

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan Ya 15 Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal. 16 Guru tidak berpaku pada satu tempat. 17 Guru memberikan contoh pada siswa dari kehidupan sehari-hari. 18 Guru memberikan apresiasi kepada siswa. 19 Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran. 20 Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik. 21 Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa. 22 Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik. 23 Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran. Kegiatan Penutup 24 Guru membuat ringkasan secara lisan. 25 Guru membuat ringkasan secara tertulis. 26 Guru menunjukkan sumber lain. 27 Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. 28 Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif. 29 Guru memberikan evaluasi kepada siswa. 30 Guru memberikan tindak lanjut pembelajaran yang disampaikan. 173 mengenai Tidak

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Hasil Observasi Siswa No Pernyataan Ya Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1 Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 2 Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru. 3 Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi. 4 Siswa mengajukan pertanyaan. 5 Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok. 6 Siswa mampu mengomunikasikan hasil diskusi. 7 Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. 8 Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru. 9 Siswa dibantu guru membuat rangkuman membuat rangkuman pembelajaran secara lisan. 10 Siswa dibantu guru pembelajaran secara tertulis. 174 Tidak

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. SD Negeri Tegalrejo 3 a. Hasil Observasi Guru Nama Guru : Trisniwati, S.Pd. (Guru Kelas II A) No Pernyataan Ya Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1 Guru membuka pembelajaran dengan berdoa. 2 Guru melakukan presensi kepada siswa. 3 Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. 4 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 5 Guru memberikan motivasi. Kegiatan Inti 6 Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan. 7 Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari. 8 Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat. 9 Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. 10 Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. 11 Guru menerapkan 5M pada siswa. 12 Guru menggunakan bahasa baku yang baik. 13 Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas. 14 Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa. 15 Guru memusatkan perhatian siswa saat proses 175 Tidak

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan Ya pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal. 16 Guru tidak berpaku pada satu tempat. 17 Guru memberikan contoh pada siswa dari kehidupan sehari-hari. 18 Guru memberikan apresiasi kepada siswa. 19 Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran. 20 Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik. 21 Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa. 22 Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik. 23 Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran. Kegiatan Penutup 24 Guru membuat ringkasan secara lisan. 25 Guru membuat ringkasan secara tertulis. 26 Guru menunjukkan sumber lain. 27 Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. 28 Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif. 29 Guru memberikan evaluasi kepada siswa. 30 Guru memberikan tindak lanjut pembelajaran yang disampaikan. 176 mengenai Tidak

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Hasil Observasi Siswa No Pernyataan Ya Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1 Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 2 Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru. 3 Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi. 4 Siswa mengajukan pertanyaan. 5 Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok. 6 Siswa mampu mengomunikasikan hasil diskusi. 7 Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. 8 Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru. 9 Siswa dibantu guru membuat rangkuman membuat rangkuman pembelajaran secara lisan. 10 Siswa dibantu guru pembelajaran secara tertulis. 177 Tidak

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5 : Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran Pernyataan Validasi Kualitas Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Cooperatif Learning Tipe Snowball Throwing No Pernyataan PROTA (PROGRAM TAHUNAN) 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. PROSEM (PROGRAM SEMESTER) 1 Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. SILABUS 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 178

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 4. Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9. Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial). 10. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4C6 / HOTS). 11. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model pembelajaran Cooperatif tipe Snowball Throwing. 12. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran Cooperatif tipe Snowball Throwing. 13. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkahlangkah) model pembelajaran Cooperatif tipe Snowball Throwing. 14. Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 179

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan 15. Mengembangkan 4 keterampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). 16. Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). MEDIA 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi (sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah 180

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). BAHASA 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 2 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3 Bahasa yang digunakan komunikatif. 4 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5 Kejelasan petunjuk/arahan. 181

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pernyataan Validasi Kualitas Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Problem Based Learning No Pernyataan PROTA (PROGRAM TAHUNAN) 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. PROSEM (PROGRAM SEMESTER) 1 Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. SILABUS 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 182

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 4. Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9. Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial). 10. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4C6 / HOTS). 11. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model Problem Based Learning. 12. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model Problem Based Learning. 13. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkahlangkah) model Problem Based Learning. 14. Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 15. Mengembangkan 4 keterampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama 183

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan (collaborative), dan komunikasi (communicative). 16. Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). MEDIA 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi (sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian 184

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). BAHASA 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 2 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3 Bahasa yang digunakan komunikatif. 4 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5 Kejelasan petunjuk/arahan. 185

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 : Hasil validasi produk pakar 1 1. Hasil validasi perangkat pembelajaran 1 186

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Hasil validasi perangkat pembelajaran 2 193

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7 : Hasil validasi produk pakar 2 1. Hasil validasi perangat pembelajaran 1 200

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Hasil validasi perangkat pembelajaran 2 207

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8 : Pernyataan uji coba produk perangkat pembelajaran Instrumen Uji Coba Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Cooperatif Learning Tipe Snowball Throwing 1. Penilaian Guru No Pernyataan 1. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan. 2. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan (Cooperatif Learning Tipe Snowball Throwing). 3. Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. 4. Guru telah mengembangkan keterampilan belajar dasar abad 21 (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif) . 5. Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. 6. Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran. 7. Pembelajaran berpusat pada siswa. 8. Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran. 9. Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. 10. Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. 11. Guru mengembangkan pendidikan karakter. 12. Guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai. 13. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. 14. Guru melaksanakan penilaian otentik. 214

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Penilaian Siswa No Pernyataan 1. Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan. 2. Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. 3. Siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan). 4. Siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 5. Siswa asik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 6. Siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran. 7. Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran. 8. Siswa mengembangkan kemampuan 4C-nya. 215

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Instrumen Uji Coba Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Problem Based Learning 1. Pedoman Observasi Guru No Pernyataan 1. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan. 2. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan (Problem Based Learning). 3. Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. 4. Guru telah mengembangkan keterampilan belajar dasar abad 21 (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif) . 5. Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. 6. Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran. 7. Pembelajaran berpusat pada siswa. 8. Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran. 9. Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. 10. Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. 11. Guru mengembangkan pendidikan karakter. 12. Guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai. 13. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. 14. Guru melaksanakan penilaian otentik. 216

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Pedoman Observasi Siswa No Pernyataan 1. Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan. 2. Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. 3. Siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan). 4. Siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 5. Siswa asik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 6. Siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran. 7. Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran. 8. Siswa mengembangkan kemampuan 4C-nya. 217

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9 : Hasil penilaian dari guru SD melalui uji coba terbatas 1. Hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif (pembelajaran 1) 218

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif (pembelajaran 2) 222

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 223

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif (pembelajaran 3) 226

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif (pembelajaran 5) 230

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 231

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 232

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 233

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10 : Hasil penilaian dari calon guru SD melalui uji coba terbatas 1. Hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif (pembelajaran 1) 234

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 236

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 237

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif (pembelajaran 2) 238

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 239

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 240

(257) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 241

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif (pembelajaran 3) 242

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 243

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 244

(261) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 245

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif (pembelajaran 5) 246

(263) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 247

(264) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 248

(265) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 249

(266) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11 : Surat ijin penelitian 250

(267) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12 : Surat pernyataan Kepala Sekolah 251

(268) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 252

(269) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13 : Dokumentasi uji coba produk Foto penjelasan petunjuk pengerjaan kepada siswa kelas IIA Foto siswa kelas IIA sedang mengerjakan tugas bersama Foto penulisan ringkasan materi pembelajaran kepada siswa kelas IIA Foto siswa kelas IIA mengerjakan LKPD Foto siswa kelas IIA bernyanyi dan menari bersama Foto melihat siswa kelas IIA mengerjakan LKPD 253

(270) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Biodata Peneliti Siti Lestari Pamungkas lahir di Klaten, 29 Oktober 1997. Anak kedua dari pasangan Sukino dan Partini. Penulis memperoleh pendidikan dasar di SD Negeri 2 Ceporan, tamat pada tahun 2009. Kemudian, penulis melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 1 Jogonalan, tamat pada tahun 2012. Pendidikan penulis dilanjutkan di SMA Negeri 1 Wedi, tamat pada tahun 2015. Pada tahun 2015, penulis melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pendidikan perguruan tinggi diakhiri dengan menulis skripsi yang berjudul: “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Tugasku sebagai Umat Beragama Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar” 254

(271)

Dokumen baru

Download (270 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 subtema bencana alam untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.
0
1
98
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema kebersamaan dalam keberagaman mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas empat (IV) Sekolah Dasar.
0
5
160
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema pemanfaatan energi untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
1
5
190
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum Sekolah Dasar 2013 pada subtema pekerjaan orang tuaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.
0
0
155
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema kegiatan malam hari untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
151
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema aku dan teman baru untuk siswa kelas 1 sekolah dasar.
0
0
114
Pengembangan perangkat pembelajaran sub tema keunikan daerah tempat tinggalku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
0
1
174
Pengembangan prototype perangkat pembelajaran kurikulum 2013 sub tema Kegiatan Ekstrakurikulerku untuk siswa kelas II SD dengan pendekatan kontekstual.
0
0
209
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV SD.
1
6
269
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 4 Hidup Rukun di Masyarakat mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
234
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
195
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
221
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Kegiatan Siang Hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
194
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Bermain di Rumah Teman mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
204
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema anggota keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
197
Show more