DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP ANAK YANG MENJALANI REHABILITASI NARKOBA (Studi Kasus pada 1 Keluarga yang Anaknya Menjalani Rehabilitasi Narkoba di Jogja Care House Yogyakarta) Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidi

Gratis

0
0
120
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP ANAK YANG MENJALANI REHABILITASI NARKOBA (Studi Kasus pada 1 Keluarga yang Anaknya Menjalani Rehabilitasi Narkoba di Jogja Care House Yogyakarta) Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Lucia Kripsi Anindita 151114025 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP ANAK YANG MENJALANI REHABILITASI NARKOBA (Studi Kasus pada 1 Keluarga yang Anaknya Menjalani Rehabilitasi Narkoba di Jogja Care House Yogyakarta) Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Lucia Kripsi Anindita 151114025 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERSETUJUANPEMBIMBING SKRIPSI DTJKUNGANKELUARGA TERHADAP ANAK YAI{G MENJALANI REHABILITASI NARKOBA (Studi Kasuspada I Keluargayang Anaknya Menjalani RehabilitasiNarkoba diJogja CareHouseYoryakarta) Oleh: Lucia Kripsi Anindita 15rlt402s Telahdisetujuioleh: Pembimbing JusterDonal Yogyakarta,23 Januan2019

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI DT]KTINGAI\IKELUARGA TERIIADAP ANAK YAI{G MENJALANI REHABILITASI NARKOBA (Studi KasuspadaI KeluargayangAnaknya Menjalani RehabilitasiNarkoba di Jogia CareHouseYogyakarta) Dipersiapkan dandisusunoleh: Lucia Ifuipsi Anindita NIM: l5lll4025 Telah dipertahankandi depanPanitiaPenguji Padatanggal 29 Januari20 19 dan dinyatakan memenuhi syarat SusunanPanitiaPenguji NamaLengkap Ketua Dr. GendonBarus,M.Si. Sekretaris JusterDonal Sinaga,M.Pd. Anggota I JusterDonal Sinaga"M.Pd. Anggota II Dr. M.M. Sri Hastuti,M.Si. Anggota III PriasHayu PurbaningTyas, M.Pd. Yogyakarta29 Januari2019 FakultasKeguruandan Ilmu Pendidikan Universitas SanataDharma M.Si. lll

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO Memilihlah dengan tanpa penyesalan. (Mary Anne Radmacher) Lakukan yang terbaik, sehingga aku tak akan menyalahkan diriku sendiri atas segalanya. (Magdalena Neuner) iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini ku persembahkan khusus untuk: Orang-orang yang aku cinta dan sayang . . . . Terima kasih atas semangat dan dukungan yang selalu diberikan untukku . . v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERII'YATAAI\I KdASLIAN KARYA Saya menyatakandengan sesungguhnyabahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memu?t karyaatau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkandalam kutipan dan daftar pustakasebagaimanalayaknya kalaihniah. 23 Januai2019 Yogyakarta, Penulis 4t\ )\frA U LuciaKripsi Anindita vl

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAI{ PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAI\IAKADEMIS Yang bertandatangandibawah ini, sayamahasiswaUniversitasSanataDharma: Nama : Lucia Kripsi Anindita MM : 1 5 1 1 1 4 0 2 5 Demi pengembanganilmu pengetahuan,saya memberikan kepada Perpustakaan UniversitasSanataDharmakarya ilmiah yang bedudul: DUI(UNGAN KELUETTC^q,TERHADAP ANAK YANG MENJALAIU REHABILITASI NARKOBA (Studi Kasus pada I Keluarga yang Anaknya Menjalani Rehabilitasi Narkoba di Jogja Care House Yograkarta) Dengan demikian saya memberikan kepada PerpustakaanUniversitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan, dalam bentuk media lain, mengelolanyadalambentuk pangkalandata,mendistribusikansecaraterbatas,dan mempublikasikandi internet dan media lain untuk kepentinganakademistanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetapmencantumkannamasayasebagaipenulis. Demikian pernyataanini sayabuat dengansebenarnya. Yogyakarta,23 Januari2019 Yang menyatakan, 40 Vr AUIUL LuciaKripsiAnindita vll

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP ANAK YANG MENJALANI REHABILITASI NARKOBA (Studi Kasus pada 1 Keluarga yang Anaknya Menjalani Rehabilitasi Narkoba di Jogja Care House Yogyakarta) Lucia Kripsi Anindita Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan/menggambarkan 1) pengetahuan keluarga tentang rehabilitasi narkoba; 2) bentuk dukungan keluarga terhadap proses rehabilitasi narkoba; 3) proses dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba; 4) kesulitan/hambatan keluarga dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini adalah satu keluarga yang anaknya menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Teknik analisa data yang digunakan adalah membuat verbatim, membuat koding verbatim, mengelompokkan berdasarkan tema, menyaring data, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pengetahuan keluarga tentang rehabilitasi narkoba adalah tempat merehabilitasi, penyembuhan, dan penanganan untuk penyalahguna narkoba. Sedangkan narkoba adalah obat atau bahan yang terlarang sebagai suatu obat penenang yang berbahaya; 2) bentuk-bentuk dukungan keluarga terhadap proses rehabilitasi narkoba adalah melibatkan dan mengajak anak untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, serta menolong anak ketika sedang mengalami kesulitan. Sedangkan kegiatan yang dirancang keluarga untuk mendukung anak adalah membantu menyelesaikan pekerjaan rumah; 3) Proses dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah dengan cara meluangkan waktu, mengobrol bersama, memberikan apresiasi, dan memberikan sebuah pujian. Sedangkan kegiatan yang melibatkan anak adalah dengan dimintai tolong untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Cara keluarga dalam melibatkan adalah dengan cara sedikit demi sedikit mengajak anak untuk peka terhadap lingkungan sekitar; 4) Kesulitan/hambatan yang keluarga temui dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah ketika tidak bisa memberikan pertolongan kepada anak saat keinginannya tidak terpenuhi dan saat mabuk. Tetapi hal tersebut bisa diatasi dengan cara menenangkan, mencoba mendekati dengan cara duduk di samping anak, memberikan semangat, dan mengajak anak untuk menyibukkan diri membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Kata Kunci: dukungan, keluarga, rehabilitasi narkoba viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT FAMILY SUPPORT FOR CHILDREN UNDERGOING DRUG REHABILITATION (A Study Case of a Family whose Child Underwent at Jogja Care House, Yogyakarta) Lucia Kripsi Anindita Sanata Dharma University 2019 This research was aimed at describing 1) the knowledge of a family about drug rehabilitation; 2) the forms of family support for drug rehabilitation process; 3) family support process for children undergoing drug rehabilitation; 4) difficulties/obstacles of families in supporting children undergoing drug rehabilitation. This research was a qualitative research with a case study approach. This research data resource was a family whose child underwent drug rehabilitation at Jogja Care House, Yogyakarta. Data collecting technique used was interview. Data analysis technique used was by making verbatim, making verbatim coding, categorizing based on themes, filtering data, and interpretation. The results of the research showed that 1) the knowledge of the family about drug rehabilitation included the rehabilitation venue, recovery, and handling of drug users, and that drugs were forbidden substance often used as a dangerous tranquilizer; 2) the forms of family support for drug rehabilitation process were involving and inviting the child to do household chores, and helping the child if need be, while the activity designed by the family to support the child was help finish homework; 3) family support process for children undergoing drug rehabilitation was by making time to talk, appreciate, and give credits, while the activity involving the child was asking for one’s help to do household chores. The way the family to involve the child was gradually ask the child to be more sensitive to the surrounding; 4) difficulties/obstacles faced by the family in supporting the child undergoing drug rehabilitation was when the family cannot help the child when what one wanted was not fulfilled and when one was drunk. Nevertheless, this was solved by calming one down, approaching one by sitting next to the child, giving motivation, and asking the child to keep oneself busy finishing household chores. Keywords: support, family, drug rehabilitation ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat yang telah dilimpahkan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Dukungan Keluarga terhadap Anak yang Menjalani Rehabilitasi Narkoba” untuk memenuhi tugas akhir sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan program studi bimbingan dan konseling. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan selesai tepat pada waktunya tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si. selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. 2. Juster Donal Sinaga, M.Pd. selaku Wakil Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma, serta dosen pembimbing yang selalu bersedia mendampingi dan memberikan dengan waktu, tenaga, dan pikiran dalam proses penulisan skripsi hingga selesai. 3. Para dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah mendampingi peneliti selama studi: Ibu Reta, Ibu Hayu, Ibu Retno, Ibu Indah, Bapak Sinurat, Bapak Budi, Bapak Agus, dan Bapak Rian. 4. Mas Moko yang selalu membantu mengurus ini itu demi kelancaran studi dan skripsi ini. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 . OrangtuaBambangWahyudi (bapak) dan Vincentia Nakumastuti (ibu) yang selaluada,selalumemberikandoa, dan perhatian. Mbak tersayang Gisela Putri Larasati dan adik tersayang Monica Alvita Hapsari yang selalu memberikandoa, perhatian,dan bersediameminjamkan laptop saatlaptop rusak. 7 . Mendes I (Elin) dan mendes 2 (Winda) yang selalu ada dan selalu memberikan perhatianpada saatsenangmaupun susah. 8 . Bapak Agus, Mama Ewin, Mas Bagas,Mb Vita, Mb Vina, dan Dek Fani yang selalumemberikandoa,perhatian,dan semangat. 9. Teman-teman"Trans Jogia" Clara, Tika, Evelyn, Tyas, dan Dita yang selalu bisa membuat hati gembira. 1 0 . Sayang-sayangkuCici, Maria" dan Lerina yang selalu memberikandoa dan semangat. I l. Teman-teman BK khususnya angkatan 2015 yang selalu memberikan dukuneantiada henti. 12. Semuapihak yang telah membantuyang tidak dapatdisebutkansatupersatu. Penulis menyadaribahwa skiipsi ini masih banyak kekurangan.Namun penulis sangatberharapskripsi ini bisa bermanfaatbagi semuapihak yang membaca. Yogyakarta23 I anuari2019 Penulis lDP 6P41P LuciaKripsi Anindita xl

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...............................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING..................................................ii HALAMAN PENGESAHAN...............................................................................iii HALAMAN MOTTO...........................................................................................iv HALAMAN PERSEMBAHAN.............................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA...............................................................vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI............................vii ABSTRAK...........................................................................................................viii ABSTRACT............................................................................................................ix KATA PENGANTAR...........................................................................................x DAFTAR ISI.........................................................................................................xii DAFTAR TABEL...............................................................................................xiv DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................xv BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1 A. Latar Belakang Masalah...............................................................................1 B. Identifikasi Masalah.....................................................................................8 C. Pembatasan Masalah....................................................................................9 D. Pertanyaan Penelitian ..................................................................................9 E. Tujuan Penelitian.......................................................................................10 F. Manfaat Penelitian.....................................................................................10 BAB II KAJIAN PUSTAKA...............................................................................12 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. Hakikat Dukungan Keluarga......................................................................12 B. Hakikat Penyalahgunaan Narkoba.............................................................21 C. Hakikat Panti Rehabilitasi Jogja Care House Yogyakarta........................28 D. Kajian Penelitian yang Relevan.................................................................30 E. Kerangka Pikir...........................................................................................31 BAB III METODE PENELITIAN.....................................................................32 A. Jenis Penelitian...........................................................................................32 B. Tempat dan Waktu Penelitian....................................................................33 C. Responden dan Objek Penelitian...............................................................34 D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data.................................................35 E. Keabsahan Data..........................................................................................37 F. Teknik Analisis Data..................................................................................38 BAB IV HASIL PENELITIAN...........................................................................41 A. Deskripsi Data............................................................................................41 B. Hasil Penelitian..........................................................................................44 C. Pembahasan................................................................................................58 BAB V PENUTUP................................................................................................64 A. Simpulan....................................................................................................64 B. Keterbatasan Penelitian..............................................................................65 C. Saran...........................................................................................................66 DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................67 DAFTAR LAMPIRAN I......................................................................................69 DAFTAR LAMPIRAN II..................................................................................103 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Responden dan Objek Penelitian.............................................................34 Tabel 2. Wawancara...............................................................................................37 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Hasil Obsevasi........................................................................................................70 Lembar Koding Wawancara..................................................................................72 Lembar Kategorisasi Wawancara..........................................................................82 Lembar Penyaringan Data Wawancara..................................................................91 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. A. Latar Belakang Masalah Setiap individu di muka bumi ini pasti sangat membutuhkan dan dibutuhkan oleh keluarganya sendiri. Oleh sebab itu, kebanyakan orang mengungkapkan bahwa setiap individu adalah makhluk hidup sosial. Individu sejatinya tidak dapat hidup hanya seorang diri saja di muka bumi ini. Begitu juga individu tidak dapat hidup tanpa keluarga yang selalu ada, selalu mendampingi, dan selalu menjaga. Keluarga yang dimaksudkan tersebut adalah dua atau lebih individu yang diikat oleh perkawinan, hubungan darah, adopsi, dan tiap-tiap anggota keluarga saling berinteraksi satu dengan yang lain. Di dalam sebuah keluarga, setiap individu dapat meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial. Di situlah komunikasi antar keluarga pasti akan terjalin dengan baik demi keharmonisan sebuah keluarga, terutama pada keluarga inti. Keluarga inti tersebut adalah ayah, ibu, dan anak. Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga tersebut adalah sebagai berikut: 1. Peranan ayah: sebagai seorang suami untuk istri dan sebagai seorang ayah untuk anak-anaknya. Ayah berperan sebagai kepala rumah tangga, pencari 1

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 nafkah, pelindung, pendidik, dan pemberi rasa aman untuk anggota keluarganya. 2. Peranan ibu: sebagai seorang istri untuk suami dan sebagai seorang ibu untuk anak-anaknya. Ibu berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya, mengurus rumah tangga, pelindung, dan sebagai pencari nafkah tambahan bagi keluarganya. 3. Peranan anak: anak melaksanakan peran psiko-sosial sesuai dengan tingkat perkembangannya dan mengacu pada perubahan biologis, psikologis, dan emosional yang terjadi pada manusia antara kelahiran dan akhir masa remaja, sebagai individu berlangsung dari ketergantungan untuk meningkatkan otonomi. Namun bentuk dukungan itu berbeda ketika di dalam sebuah keluarga terdapat salah satu anggotanya yang harus menjalani rehabilitasi narkoba, yaitu anaknya. Ketika anggota keluarga tersebut mengetahui bahwa anak terlibat narkoba dan harus menjalani proses rehabilitasi, seluruh anggota keluarga harus berperan aktif dalam bentuk memberikan dukungan. Keluarga juga harus bisa belajar untuk menerima bahwa anaknya harus menjalani rehabilitasi narkoba. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam memberikan dukungan terhadap anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba. Beberapa cara yang digunakan keluarga dalam membantu anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah dengan memahami masalahnya, menerima kenyataan, mengakui, dan mendorong anak untuk menjalani rehabilitasi narkoba dengan baik dan tertib.

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Dengan adanya dukungan dari seluruh anggota keluarga, anak yang menjalani rehabilitasi narkoba tersebut akan merasa dilindungi dan disayangi. Anak yang diberi dukungan tersebut akan memiliki semangat yang membara untuk menjalani rehabilitasi narkoba. Tidak hanya itu, anak tersebut akan memiliki keinginan kuat untuk kembali ke jalan yang benar karena dukungan yang diberikan oleh keluarga secara penuh. Seperti yang sudah dijelaskan, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam proses membantu anak yang sedang menjalani rehabilitasi narkoba. Zulkarnain (2014) mengungkapkan bahwa dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba meliputi tiga hal pokok yaitu 1) keluarga perlu mengerti keadaan yang sebenarnya dari adiksi. Jadi yang dimaksud dengan adiksi adalah kecanduan atau ketergantungan fisik dan mental terhadap narkoba. Di sini peran keluarga sangatlah penting dengan cara membantu memberikan dukungan secara penuh kepada anak yang sudah terlanjur terlibat narkoba dengan melawan pengaruh buruk adiksi dengan kekuatannya sendiri. Dengan cara tersebut keluarga dapat membantu anaknya yang sedang mengalami ketergantungan narkoba. Keluarga juga perlu menyadari bahwa adiksi harus segera dilepaskan/diputuskan namun dengan keinginan penyalahguna sendiri, jika mereka benar-benar menginginkan untuk pulih. Dalam hal ini, keluarga tidak semestinya menutupi dan tidak mau terbuka tentang masalah narkoba; 2) seluruh anggota keluarga harus dapat menerima dengan lapang dada bahwa anaknya mengalami kecanduan atau ketergantungan

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 fisik dan mental terhadap narkoba. Karena bila salah satu anggota keluarga menjadi penyalahguna narkoba, hal itu akan dapat menyebabkan menjadi kurangnya ketentraman atau keharmonisan di dalam keluarga tersebut; 3) memberikan dukungan penuh kepada anaknya yang sedang menjalani rehabilitasi narkoba. Seluruh anggota keluarga musti mengingatkan dengan tegas dan memberikan dukungan secara penuh kepada anak sampai proses rehabilitasi selesai dalam menjalani rehabilitasi narkoba di sebuah panti rehabilitasi. Anak yang menjalani rehabilitasi narkoba pasti memiliki keinginan untuk pulih atau sembuh. Pulih atau sembuhnya anak yang dimaksud yaitu terbebasnya individu tersebut dari obat-obatan atau zat yang menimbulkan ketergantungan, atau yang disebut ketergantungan narkoba. Ketika anak mengalami ketergantungan narkoba, anak akan mendapatkan dampak psikis seperti anak menjadi selalu gelisah, depresi, merasa mengalami kecemasan, dan mudah tersinggung. Dari dalam diri anak sendiri harus memiliki keinginan yang kuat agar bisa terbebas dari ketergantungan narkoba. Namun tidak hanya itu, proses anak untuk bisa sembuh pasti tidak akan jauh-jauh dari peranan keluarga untuk memberikan dukungan secara penuh kepada anaknya yang mejalani rehabilitasi narkoba. Ketika keluarga hadir untuk memberikan dukungan secara penuh kepada anak, anak akan merasa bahwa ia diberi semangat oleh keluarganya. Jadi yang harus dilakukan oleh keluarga saat ini adalah keluarga harus selalu ada dan selalu mendampingi anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba. Hal tersebut

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 akan menjadi faktor penting dan utama demi kesembuhan anak agar ia terbebas dari pengaruh narkoba tersebut. Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis temuan surveinya pada tahun 2018 terkait pengguna narkoba secara keseluruhan yang ternyata 24% diantaranya adalah pelajar. Jumlah siswa dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berjumlah 50 juta anak. Sedangkan ditingkat Perguruan Tinggi (PT) sekitar 3,5 juta orang. Berdasarkan data tersebut, di tempat rehabilitasi yang dikelola Badan Narkotika Nasional (BNN), hampir 6.260 orang yang dirawat sejak tahun 20132018. Namun ternyata jumlah pusat rehabilitasi bagi pecandu narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang, dan zat adiktif di Indonesia belum mencukupi karena jumlahnya yang sedikit hanya ada sekitar 120 pusat rehabilitasi dan daya tampung rata-rata panti rehabilitasi ternyata juga terbatas hanya sekitar 25-50 orang. Data yang ditemukan juga berkaitan dengan anak yang tidak mendapatkan dukungan keluarga dari keluarganya sendiri. Karena keluarga merasa anak yang memakai narkoba itu termasuk rahasia atau aib, maka keluarga menyembunyikan anaknya dengan alasan untuk menjaga kehormatan keluarga. Sehingga anak merasa diasingkan akhirnya mereka banyak yang memutuskan untuk pergi dari rumah dan memilih tinggal di jalanan. Berdasarkan hasil wawancara tentang dukungan keluarga yang peneliti peroleh dengan tiga penyalahguna narkoba yang menjalani rehabilitasi narkoba

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 di Jogja Care House Yogyakarta, peneliti mendapatkan cukup banyak permasalahan yang terjadi. Berikut hasil petikan wawancara yang peneliti peroleh dari beberapa penyalahguna narkoba di Jogja Care House Yogyakarta. “Sebetulnya saya tu kangen mbak sama keluarga saya. Tapi ya mau gimana lagi mbak, kayaknya keluarga saya sudah tidak perduli lagi dengan saya atau bahkan sudah lupa sama saya. Padahal ya mbak, dari rumah saya ke sini itu nggak jauh-jauh amat lho mbak.” “Ahh..hampir setiap hari ke sini mbak bawain makanan, cemilan, baju. Tapi gimana ya mbak, sebenernya saya yang belum siap untuk ketemu keluarga saya. Saya merasa malu mbak, saya yang udah jadi jelek begini ya udah tidak pantas mbak, tapi keluarga saya masih baik banget kayak gitu, masih perduli.” “Gimana ya mbak..hehe saya bingung jawabnya. Intinya sampai saat ini keluarga saya belum bisa menerima kenyataan kalau saya tu pemakai narkoba mbak.” “Apa ya mbak.. Ya yang saya tau rehabilitasi tu ya tempat untuk menangani orang yang sedang menjalani rehab.. nah kalau narkoba itu ya jenis obat atau bahan yang sangat berbahaya yang sebetulnya tidak bisa dikonsumsi sembarangan.” “Kalau bentuk dukungan dari keluarga tu ya mau mengantar saya mbak saat harus pergi kontrol. Di sana keluarga saya yang selalu menemani mengurus ini itu dan selalu berada di samping saya mbak.” “Sedikit demi sedikit selalu melibatkan saya mbak, misalkan pada saat ada acara di kampung, keluarga tetap berada di samping saya mbak, ketika saya membutuhkan bantuan, keluarga selalu ada.” “Ya keluarga selalu berusaha mengalihkan pikiran saya mbak, dengan cara mengajak saya untuk melakukan aktivitas di luar rumah, seperti membajak sawah biasanya. Namun tidak hanya penyalahguna narkoba yang peneliti wawancara. Peneliti juga berhasil untuk mewawancari tiga keluarga yaitu ayah dan ibu

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 penyalahguna narkoba yang menjalani rehabilitasi di Jogja Care House Yogyakarta. Berikut hasil petikan wawancara yang peneliti peroleh dari tiga keluarga tersebut yaitu ayah dan ibu penyalahguna narkoba di Jogja Care House Yogyakarta. “Ya mungkin karena saya sangat sibuk bekerja mbak, saya harus bisa membagi waktu ini itu, itu yang sangat susah. Soal kendaraan juga mbak, apalagi ongkos. Kita gak mungkin ke sana kalau gak bawa apaapa to mbak.” “Saya tu ingin sekali bertemu anak saya, tetapi setiap saya mencoba untuk menjenguk ke sana, pasti saja ia tidak mau bertemu. Cuma mau liat keadaan ia sekarang pun tidak bisa mbak. Jadi paling ya saya tau perkembangan anak saya dari Pak Eko saja.” “Saya dan bapak tu selalu berbeda pendapat mbak hehe.. ya pingin saya tu mbok bapak ya bisa mencoba menerima kenyataan, nggak setiap ketemu anak adanya dimarahi terus. Yang sekarang bisa kita lakukan kan ya hanya gimana caranya anak tu bisa kembali ke jalan yang benar to mbak dengan dukungan yang kita berikan kepada anak.” “Kalau soal itu saya kurang tau mbak. Ya yang saya tau sarana agar anak bisa kembali ke jalan yang benar mbak.” “Ya walaupun terkadang saya sudah putus asa karena kecil kemungkinan anak bisa sembuh, tetapi saya berusaha untuk tidak lepas dari tanggungjawab mbak, seperti mengantar anak check-up berkala dengan semangat.” “Ketika ada acara di kampung mbak, saya ya sekedar mengajak sedikit demi sedikit, merayu anak agar mau ikut acara di kampung. Tetapi harus sabar mbak.” “Saya kesulitan pada saat anak ingin meminta sesuatu yang ia inginkan mbak. Ketika saya belum bisa belikan ia pasti ngamuk. Tapi saya berusaha memberikan pengertian mbak.”

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 Namun jika hal tersebut di atas terus-menerus terjadi dan tidak segera ditindaklanjuti, maka akan dapat menyebabkan sangat kurangnya dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. Berdasarkan kenyataan tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti “Dukungan Keluarga Terhadap Anak yang Menjalani Rehabilitasi Narkoba (Studi Kasus pada 1 Keluarga yang Anaknya Menjalani Rehabilitasi Narkoba di Jogja Care House Yogyakarta)”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka identifikasi masalah ini adalah: 1. Keluarga sangat sibuk dengan urusannya sendiri sehingga tidak memperdulikan anaknya yang sedang menjalani rehabilitasi narkoba. 2. Keluarga ingin bertemu dengan anaknya, namun anaknya masih sangat belum siap untuk bertemu dengan keluarganya karena merasa bersalah. 3. Keluarga masih belum bisa menerima kenyataan bahwa anaknya harus menjalani rehabilitasi narkoba. 4. Keluarga masih kurang pengetahuan tentang rehabilitasi narkoba. 5. Keluarga merasa sudah putus asa dalam memberikan bentuk dukungan karena kecil kemungkinan anak bisa sembuh, tetapi keluarga berusaha untuk tidak lepas tanggungjawab dalam merawat anak. 6. Keluarga berusaha keras agar anak mau terlibat aktif suatu aktivitas dengan cara keluarga mendukung anak dengan memberikan semangat.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 7. Keluarga merasa kesulitan pada saat anak sedang menginginkan sesuatu yang belum bisa dipenuhi oleh keluarga dan pada saat anak sedang mabuk. C. Pembatasan Masalah Dalam penelitian ini, perhatian difokuskan pada: 1. Pengetahuan keluarga tentang rehabilitasi narkoba. 2. Bentuk dukungan keluarga terhadap proses rehabilitasi narkoba. 3. Proses dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. 4. Kesulitan/hambatan keluarga dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian di atas, pertanyaan penelitian dapat dirumuskan: 1. Bagaimana pengetahuan satu keluarga yang anaknya menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta tentang rehabilitasi narkoba? 2. Seperti apa bentuk dukungan keluarga satu keluarga yang anaknya menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta terhadap proses rehabilitasi narkoba? 3. Bagaimana proses dukungan satu keluarga terhadap anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta? 4. Apa kesulitan/hambatan satu keluarga dalam memberikan dukungan terhadap anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta?

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 E. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Menggambarkan pengetahuan satu keluarga yang anaknya menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta tentang rehabilitasi narkoba. 2. Mendeskripsikan bentuk dukungan satu keluarga yang anaknya menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta terhadap proses rehabilitasi narkoba. 3. Mendeskripsikan proses dukungan satu keluarga terhadap anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta. 4. Menggambarkan kesulitan/hambatan satu keluarga dalam memberikan dukungan terhadap anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta. F. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: 1. Manfaat Teoritis Menambah wawasan/informasi tentang dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba dalam bidang bimbingan dan konseling yang terdapat pada mata kuliah psikologi rehabilitasi, sehingga dapat bermanfaat dalam bimbingan dan konseling.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 2. Manfaat Praktis a. Bagi keluarga Penelitian ini menjadi inspirasi bagi keluarga dalam hal membantu memahami pentingnya dukungan mereka terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. b. Bagi masyarakat Penelitian ini menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam hal bersikap ramah dan mau menerima terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. c. Bagi peneliti Penelitian ini menjadi inspirasi baru bagi peneliti dalam hal mengetahui bentuk-bentuk dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam bab ini diuraikan kajian teori, kajian penelitian yang relevan, dan kerangka pikir yang digunakan dalam penelitian ini. A. Hakikat Dukungan Keluarga 1. Definisi Dukungan Keluarga Dukungan keluarga menurut Francis & Satiadarma (2004) merupakan bantuan/sokongan dari salah satu anggota keluarga yang diberikan untuk anggota keluarga lainnya dalam rangka menjalankan fungsi-fungsi yang terdapat di dalam sebuah keluarga. Keluarga harus bisa menjalankan fungsifungsi tersebut dengan baik dan benar. Adapun fungsi-fungsi dari keluarga adalah 1) dukungan informasional yaitu dengan memberikan nasihat, usulan, saran, petunjuk, dan pemberian informasi; 2) dukungan penilaian yaitu dengan memberikan support, penghargaan, dan perhatian; 3) dukungan instrumental yaitu dengan memberikan sebuah pertolongan praktis dan konkrit, seperti membantu kesehatan penderita dalam kebutuhan makan dan minum; 4) dukungan emosional yaitu dengan memberikan sebuah kepercayaan, perhatian, mendengarkan, dan didengarkan. Sehingga yang diharapkan dari dukungan keluarga tersebut adalah keluarga dapat 12

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 saling membantu satu sama lain agar tercipta suasana keluarga yang rukun dan harmonis. Sedangkan menurut Potter & Perry (2009) dukungan keluarga merupakan bentuk pemberian dukungan dari anggota keluarga satu terhadap anggota keluarga lain. Dukungan tersebut dapat diberikan ketika salah satu anggota keluarganya sedang mengalami permasalahan. Sehingga tugas anggota keluarga yang lain dalam memberikan dukungan harus tetap berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa bentuk pemberian dukungan keluarga yaitu 1) dukungan pemeliharaan yaitu dengan memberikan suatu perlindungan agar anggota keluarga lain merasa aman; 2) dukungan emosional dengan memberikan pertolongan sebagai sebuah tempat untuk membantu penguasaan diri terhadap emosi. Dukungan tersebut juga diberikan untuk mencapai kesejahteraan anggota keluarga dalam memenuhi kebutuhan psikososial. Psikososial yang dimaksud adalah setiap perubahan dalam kehidupan individu, baik yang bersifat psikologik maupun sosial yang mempunyai pengaruh timbal balik. Adapun pendapat lain menurut Friedman (2010) dukungan keluarga adalah sikap, tindakan, dan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarga yang sedang bermasalah atau yang sedang sakit. Dukungan keluarga tersebut bersifat mendukung dan selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan. Dalam hal ini penerima dukungan keluarga akan tahu bahwa ada orang lain yang memperhatikan, menghargai, dan mencintainya dengan

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 setulus hati, sehingga penerima dukungan tersebut akan menjadi semangat kembali dan memiliki keinginan untuk sembuh. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa dukungan keluarga adalah suatu bentuk pemberian semangat kepada anggota keluarga yang sedang membutuhkan. Semangat yang diberikan kepada anggota keluarga yang sedang membutuhkan tersebut dapat berupa sikap dan tindakan yang memperlihatkan bentuk dukungan tersebut. Pemberian semangat bagi anggota keluarga yang sedang membutuhkan merupakan salah satu upaya demi keberhasilan sesuatu yang sedang anggota keluarga tersebut kerjakan atau selesaikan, atau bahkan bisa jadi ketika anggota keluarga tersebut sedang menghadapi permasalahan. Sehingga ketika anggota keluarga yang lain memberikan dukungan, anggota keluarga yang menerima bisa merasa diterima dan didukung oleh keluarga secara penuh. Ketika salah satu anggota keluarga yang sedang membutuhkan dukungan merasa didukung secara penuh oleh anggota keluarga, maka di dalam keluarga tersebut akan terjadi proses kesejahteraan keluarga. Sehingga sangatlah penting dukungan keluarga tersebut di dalam keluarga. Anggota keluarga akan merasa bahwa dirinya diperhatikan, dihargai, dan dicintai oleh keluarganya.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 2. Bentuk-Bentuk Dukungan Keluarga Friedman (2010) menjelaskan bahwa keluarga memiliki empat bentuk dukungan, yaitu: a. Dukungan instrumental Dukungan instrumental adalah dukungan dalam bentuk penyediaan sarana bisa dalam bentuk pelayanan, dalam bentuk bantuan finansial dan dalam bentuk material berupa bantuan nyata (instrumental support material support). Dukungan ini dapat membantu individu dalam mengurangi tekanan karena bersifat memberikan dukungan nyata paling efektif di mana sebuah benda atau jasa akan membantu memecahkan masalah praktis seseorang yang sedang dihadapi termasuk di dalamnya seseorang yang memberikan bantuan secara langsung. Contohnya saja saat seseorang sedang memberikan pinjaman uang, barang, makanan serta pelayanan, membantu pekerjaan sehari-hari, membantu menjaga, dan merawat saat sedang sakit, serta membantu memecahkan masalah. b. Dukungan informasi Dukungan informasi adalah dukungan yang meliputi pemberian informasi dari salah satu anggota keluarga terkait dengan hal yang sedang dibutuhkan anggota keluarga yang sedang membutuhkan bantuan. Sebagai individu makhluk sosial, manusia tidak bisa menghindar dari hubungan dengan orang lain. Dukungan informasi ini dapat membantu individu untuk mengenali dan mengatasi masalah yang

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 sedang dihadapi, masalah serumit apapun. Keluarga yang sedang membutuhkan bantuan dapat merasa sangat terbantu karena dapat dibantu oleh anggota keluarga yang lain dalam mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapi, memberikan nasihat, pengarahan, dan saran. Contohnya saja keluarga dapat menyarankan dokter dan terapis yang baik untuk membantu penyembuhan anggota keluarga yang sedang membutuhkan bantuan dari anggota keluarga lain. c. Dukungan penilaian Dukungan penilaian adalah dukungan yang diberikan oleh salah satu anggota keluarga untuk anggota keluarga yang lain agar dapat merasa diterima atas hasil dan prestasi yang telah diraih dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Individu tersebut akan merasa bahwa hasil yang telah ia capai tidak akan pernah sia-sia dan pasti akan membuahkan hasil yang maksimal. Selain itu individu tersebut mempunyai seseorang yang dapat diajak bicara tentang masalah yang sedang dihadapi, sehingga individu tersebut merasa memiliki penyemangat baru dari keluarganya sendiri. Contohnya mendapatkan pengakuan, penghargaan, dan perhatian. d. Dukungan emosional Dukungan emosional adalah dukungan yang bisa membuat individu merasa nyaman, tentram, dan dicintai. Jadi sebisa mungkin anggota keluarga bisa memberikan dorongan kepada anggota keluarga

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 lain perasaan nyaman, merasa dicintai saat sedang mengalami suatu permasalahan yang rumit atau pada saat anggota keluarga tersebut sedang sakit. Sehingga pada dukungan emosional ini keluarga menyediakan tempat istirahat/sandaran dan selalu memberikan semangat kepada anggota keluarga yang sedang membutuhkan bantuan. Contohnya empati, kepercayaan, dan perasaan didengarkan. Zulkarnain (2014) juga menjelaskan bahwa keluarga memiliki tiga bentuk dukungan 1) keinginan keluarga untuk memahami sifat-sifat kecanduan yang sedang dialami oleh anaknya; 2) keinginan untuk menerima bahwa adiksi adalah penyakit keluarga, keluarga tidak berdaya terhadap perilaku anak, keluarga perlu menegaskan dengan bersikukuh terhadap orang yang mereka sayangi yaitu anaknya supaya mendapatkan pertolongan/perawatan; 3) pemulihan hanya dapat berjalan dengan sukses bila ada partisipasi anggota keluarga secara aktif dan menyeluruh. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa bentuk-bentuk dukungan keluarga yang diberikan kepada anaknya yang sedang menjalani rehabilitasi narkoba memang sangat penting dan utama. Karena keluarga merupakan tempat yang paling utama untuk anak dalam hal mencari perlindungan dan anak akan merasa bahwa mereka disayangi dan dicintai oleh keluarganya secara penuh.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 3. Proses Dukungan Keluarga Badan Narkotika Nasional (2009), mengatakan bahwa keluarga juga harus memahami dunia pecandu karena hal ini sangat penting dilakukan agar dapat mendukung pecandu menuju recovery addict. Dalam upaya pemulihan pecandu, keluarga perlu mengerti dinamika psikis yang sedang dialami semua pecandu narkoba dan hal ini dialami oleh semua pecandu yang memasuki program pemulihan/rehabilitasi sosial diantaranya denial/rejection (penolakan), blamming (menyalahkan orang lain), dan anger (marah) yang semua harus dilalui pecandu dalam proses recovery. Dalam proses dukungan pemulihan pecandu, sangat dibutuhkan keterlibatan penuh anggota keluarga, cinta, sentuhan, dan komunikasi berkualitas efektif yang merupakan strategi keluarga dalam upaya mendukung. Hal tersebut perlu dilakukan dengan menggunakan pendekatan dan dengan melakukan konseling agar anak selalu bisa sadar akan perbutan yang sedang ia lakukan. Anak diharapkan mau mengurangi penggunaan narkoba secara berkala agar anak bisa belajar untuk tidak merasakan ketergantungan obat. 4. Manfaat Dukungan Keluarga Menurut Setiadi (2008), manfaat dukungan sosial keluarga dapat memiliki efek terhadap kesehatan dan kesejahteraan yang berfungsi secara bersamaan. Namun dengan adanya dukungan dari keluarga yang kuat dapat membuat 1) menurunnya mortalitas (ukuran jumlah kematian); 2) lebih mudah sembuh dari sakit karena mendapatkan kasih sayang dan semangat

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 dari keluarga; 3) fungsi kognitif, fisik, dan kesehatan emosi. Selain itu, dukungan keluarga terhadap salah satu anggota keluarga yang sedang membutuhkan bantuan juga memiliki pengaruh yang positif pada penyesuaian kejadian dalam kehidupan yang penuh dengan stress/permasalahan yang sedang dihadapi sekarang-sekarang ini. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa manfaat dukungan keluarga saat ini sangatlah membantu dalam keluarga memberikan dukungan kepada salah satu anggota keluarganya yang sedang membutuhkan. Dengan keluarga bisa menggambarkan manfaat dukungan keluarga dengan baik, maka anggota keluarga yang sedang membutuhkan tersebut akan merasa sangat terbantu. Hal itu dikarenakan pemberi dukungan keluarga juga akan memberikan pengaruh yang positif terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh salah satu anggota keluarga yang sedang membutuhkan tersebut. 5. Hambatan Keluarga dalam Memberikan Dukungan Keluarga Menurut Sarasvita (2002), hambatan keluarga dalam memberikan dukungan dibagi menjadi empat, yaitu: a. Terlalu melindungi dan membatasi Pengasuhan keluarga yang cenderung mengawasi dan melindungi secara berlebihan, menyebabkan anak tidak dapat berkembang secara maksimal. Keluarga akan menerapkan aturan yang sangat ketat dan kaku

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 serta tidak memberikan keleluasaan kepada anaknya. Keluarga tidak menginginkan anaknya sakit, gagal, kecewa, dan terluka sedikitpun. b. Tuntutan yang tidak realistis Keluarga menerapkan standar tinggi yang tidak sesuai dengan kemampuan anak sehingga anak tidak dapat mencapai standar tersebut dengan maksimal. Oleh karena hal itu, keluarga akan merasa tidak puas dan kecewa dengan apa yang diraih anak karena kurang memuaskan. c. Membiarkan dan selalu menuruti kehendak anak Keluarga terlalu memberikan kebebasan dan menuruti semua kehendak anak. Sikap membiarkan dan selalu menuruti kehendak anak dapat menyebabkan perilaku anti sosial dan agresif terutama pada masa kanak. d. Disiplin yang keliru Penerapan disiplin secara keliru dan sangat keras dapat mengakibatkan anak menjadi pencemas, sehingga anak menjadi kurang memiliki inisiatif dan kurang dapat bersahabat dengan teman-temannya. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa hambatan dukungan yang diberikan oleh keluarga terhadap anaknya sangatlah mempengaruhi psikis anak. Ketika keluarga selalu mengabaikan dan kurang memperdulikan anak, anak akan menjadi tidak memiliki semangat dan akan menjadi pencemas. Hal tersebut dikarenakan anak masih sangat membutuhkan keluarga yang selalu mendampingi dan memberikan

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 semangat kepada anak tersebut. Ketika anak sudah merasa bahwa ia selalu didampingi dan diberikan semangat, anak tersebut secara otomatis akan merasa bahwa ia disayangi dan dicintai oleh keluarganya. B. Hakikat Penyalahgunaan Narkoba 1. Definisi Penyalahgunaan Narkoba a. Definisi narkoba Narkoba merupakan singkatan dari NARkotika, psiKOtropika, dan Bahan Adiktif. Pengertian narkoba pada umumnya adalah obat, bahan atau zat bukan makanan, yang jika masuk ke dalam tubuh manusia akan sangat berpengaruh. Pengaruh tersebut dapat merusak bagian diri individu yang memakai terutama pada kerja otak (susunan syaraf pusat). Pengaruh narkoba yang terjadi di dalam diri individu yang memakai adalah bisa menyebabkan suasana hati bisa berubah atau perasaan individu yang sedang memakai narkoba. Sehingga individu tersebut bisa merasakan bahwa dirinya sangat nyaman, tenang, rileks, dan bisa menyebabkan individu tersebut terkantuk setelah memakai narkoba. Tingkat halusinasi yang terjadi juga tergantung dari jenis narkoba yang sedang dipakai oleh individu tersebut. Jika individu tersebut benar-benar tidak bisa mengendalikan diri pada saat sedang memakai narkoba, hal itu dapat menimbulkan ketergantungan yang sangat hebat karena penggunaan narkoba yang berlebih sehingga dapat berdampak pada

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 permasalahan kesehatan, hubungan sosial, pendidikan, keuangan, dan hukum terhadap individu tersebut, BNN (2007). Sedangkan menurut Kurniawan (2008) pengertian narkoba adalah sebuah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi individu yang memakai narkoba. Keadaan individu tersebut adalah seperti perasaan, pikiran, suasana hati, dan perilaku yang membuat individu merasa tenang dan damai. Individu yang memakai narkoba juga akan merasa bahwa ia sedang seperti melayang-layang di atas awan dan membuat ia akan merasa sangat tenang dan rileks. Sehingga individu yang telah memakai narkoba akan merasakan ketergantungan. Ia akan sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan untuk memakai narkoba karena menurut individu tersebut, narkoba sudah menjadi bagian dari hidupnya. Narkoba tersebut dapat dikonsumsi dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena (obat akan dimasukkan langsung ke pembuluh vena menggunakan jarum atau tabung yang disebut kateter IV), dan masih banyak lagi. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa narkoba adalah obat, bahan, atau zat yang sangat berbahaya untuk badan pemakai. Individu tersebut akan merasakan efek ketenangan yang sangat luar biasa. Sehingga hal itu akan mengakibatkan individu akan merasakan ketergantungan narkoba. Ketika individu tersebut dilarang/tidak mengkonsumsi narkoba, ia malah akan merasakan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 sakit yang sangat luar biasa. Cara mengkonsumsi narkoba tersebut juga sangat beragam. b. Bahaya-bahaya narkoba Menurut BNN (2009) narkoba memang sangat berbahaya bagi tubuh karena ketika narkoba tersebut sudah masuk ke dalam tubuh akan diangkut oleh darah sehingga darah mengental membuat gelembung pada jantung dan akan bekerja keras dan metabolisme di dalam tubuh. Sehingga orang yang sudah ketergantungan narkoba seringkali memiliki penyakit otak. Berikut adalah bahaya-bahaya narkoba yaitu: 1) Bahaya terhadap diri pemakai Bahaya yang ditimbulkan terhadap diri pemakai yaitu bisa merubah kepribadian seseorang menjadi cepat marah, sering murung, dan tidak mau nurut kepada siapapun termasuk orangtua. Tidak hanya itu, pemakai akan mengalami penurunan pada kinerja otak yang menyebabkan tidak memiliki semangat dan tidak dapat berkonsentrasi terhadap suatu pekerjaan. 2) Bahaya terhadap keluarga Bahaya yang ditimbulkan terhadap keluarga yaitu pemakai akan menjadi bersikap nekat dan tidak memikirkan bahaya untuk selanjutnya. Pemakai menjadi tidak segan untuk mencuri uang dan barang milik keluarganya sendiri demi bisa membeli narkoba untuk kepuasan dirinya sendiri. Tidak hanya itu, pemakai juga menjadi

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 tidak bisa menghargai orang di sekitarnya dan tidak bisa menjaga nama baik keluarganya sendiri. 3) Bahaya terhadap lingkungan masyarakat Bahaya yang ditimbulkan terhadap lingkungan masyarakat yaitu pemakai menjadi tidak takut kepada siapapun yang ditemuinya dan suka mencuri harta tetangganya, bila ketahuan tidak memiliki rasa bersalah sama sekali. 4) Bahaya terhadap nusa dan bangsa Bahaya yang ditimbulkan terhadap nusa dan bangsa yaitu dapat merusak mental dan fisik generasi penerus bangsa karena penggunaan narkoba yang berkelanjutan karena pemakai sudah mengalami ketergantungan. Sehingga pemakai sudah tidak perduli lagi dengan lingkungan sekitar apalagi tanah airnya sendiri. Hal tersebut menyebabkan pemakai kehilangan rasa patriotisme dan cinta tanah air. c. Definisi rehabilitasi narkoba Rehabilitasi narkoba adalah tempat yang memberikan pelatihan keterampilan dan pengetahuan kepada seseorang yang sedang menjalani rehabilitasi untuk menyembuhkan diri dari narkoba dan untuk kembali ke jalan yang benar. Di dalam proses rehabilitasi, para pengguna narkoba yang sedang melalui tahap rehabilitasi biasa disebut rehabilitan. Para rehabilitan rajin untuk mengikuti setiap proses pemulihan dengan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 sistematis hingga fungsi fisik dan peran sosialnya dapat kembali seperti semula, Soeparman (2000). Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa rehabilitasi narkoba sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh para rehabilitan. Para rehabilitan yang dimaksud adalah para pengguna narkoba yang sedang mengikuti proses rehabilitasi di sebuah panti rehabilitasi narkoba. Ketika mengikuti proses rehabilitasi narkoba, diharapkan para rehabilitan dapat sembuh dari mengkonsumsi narkoba. Karena yang telah kita ketahui bahwa narkoba merupakan obat, bahan, atau zat yang sangat berbahaya, ketika narkoba tersebut masuk ke dalam tubuh, itu bisa membuat individu yang sedang mengkonsumsi akan merasakan ketagihan karena ia akan merasa nyaman dan rileks setelah mengkonsumsi narkoba tersebut. d. Gejala anak yang menjalani rehabilitasi narkoba Menurut Lydia & Satya (2006), terdapat beberapa gejala anak yang menjalani rehabilitasi narkoba yaitu: 1) Keinginan kuat (kompulsif) untuk memakai narkoba berulang kali. Karena ketika sekali saja pengguna narkoba tersebut mencoba untuk mengkonsumsi narkoba, ia akan merasakan rileks dan tenang yang sangat luar biasa. Dalam hal itu pengguna yang sudah mencoba untuk mengkonsumsi narkoba akan merasakan ketergantungan. Sehingga ketika pecandu narkoba memiliki keinginan untuk

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 menghentikan atau mengurangi narkoba, maka sangat kecil kemungkinan karena di dalam diri individu tersebut terutama saraf pada otak sudah mengalami kerusakan akibat narkoba. Sehingga terkalahkan dengan keinginan kuat untuk memakai narkoba dengan berulang kali. 2) Kesulitan mengendalikan penggunaan narkoba, baik dalam usaha menghentikannya atau mengurangi tingkat pemakaiannya. Seorang pecandu narkoba ketika sudah terlanjur terjerumus narkoba, akan mengalami kesulitan ketika ingin menghentikan atau mengurangi pemakaiannya. Hal itu didasarkan pada pengguna narkoba sudah terlanjur mengalami ketergantungan dengan narkoba tersebut. Jadi ketika pengguna narkoba ingin mencoba menghentikan atau mengurangi pemakaiannya, ia akan merasakan sakit yang luar biasa. Karena narkoba tersebut telah merusak bagian dari saraf otak pengguna narkoba tersebut. 3) Jumlah penggunaan narkoba yang diperlukan makin besar, agar diperoleh pengaruh yang sama terhadap tubuh. Hal itu disebabkan karena sistem saraf terutama otak pengguna narkoba mengalami kerusakan. Jadi ketika pengguna narkoba berusaha mencoba untuk menghentikan atau mengurangi penggunaan narkoba, ia malah akan merasa tersiksa di dalam tubuh pengguna narkoba tersebut.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 4) Mengabaikan alternatif kesenangan lain dan meningkatnya waktu yang digunakan untuk memperoleh narkoba. Sebenarnya pengguna narkoba tersebut sebelum terjerumus narkoba, ia sangat aktif untuk mengikuti kegiatan yang bersifat positif. Namun setelah diketahui orang tersebut memakai narkoba, ia menjadi sangat malas dan yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya ia bisa mendapatkan narkoba yang sangat banyak karena tentu ia sudah mengalami ketergantungan narkoba. 5) Terus memakai, meski disadari akibat yang merugikan/merusak ketika mengkonsumsi narkoba. Sebenarnya pengguna narkoba sadar bahwa apa yang ia perbuat sangat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Tetapi tetap saja hal itu tidak membuat pengguna narkoba berhenti untuk memakai, malahan ia akan terus menerus mengkonsumsi narkoba tersebut karena pengguna sudah mengalami ketergantungan narkoba. 6) Menyangkal atau menolak adanya masalah, padahal ditemukan narkoba dan perangkat pemakaiannya serta gejala-gejala yang diakibatkannya. Karena pengguna narkoba sudah merasakan ketergantungan pada saat mengkonsumsi narkoba, sehingga narkoba tersebut sudah menjadi teman sepanjang harinya. Jadi ketika pengguna narkoba dikatakan meresahkan, ia tidak terima. Karena bagi pengguna narkoba tersebut, ia merasakan baik-baik saja.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Padahal masalah yang terjadi karena ia mengkonsumsi narkoba sangat banyak bagi lingkungan sekitar. C. Hakikat Panti Rehabilitasi Jogja Care House Yogyakarta 1. Profil Jogja Care House Yogyakarta Jogja Care House adalah sebuah panti rehabilitasi berbasis masyarakat di Yogyakarta yang didirikan pada tanggal 24 Desember 2013, di bawah pimpinan Bapak Eko Prasetyo, Jl. Layur 8 No.3 Perumnas Minomartani, Ngaglik, Sleman Yogyakarta. Jogja Care House Yogyakarta juga memiliki tujuan untuk membantu para penyalahguna narkoba yang memiliki keinginan untuk berhenti dari kecanduan narkoba. Metode yang digunakan di Jogja Care House Yogyakarta adalah Therapeutic Community, salah satu yang paling utama adalah lingkungan keluarga. Sehingga dukungan dari keluarga penyalahguna narkoba sangat dibutuhkan demi residen yang bebas dari adiksi (kecanduan atau ketergantungan secara fisik dan mental terhadap suatu zat). Jogja Care House Yogyakarta juga memiliki visi yaitu “tercapainya kehidupan yang sehat bagi seluruh pecandu penyalahguna NAPZA (NArkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) sehingga mampu memenuhi target profesionalitas yang tinggi melalui metode Therapeutic Community”. Tidak hanya itu, Jogja Care House Yogyakarta juga memiliki misi yaitu “rasa keperdulian tanpa batas bagi semua orang yang didirikan untuk membantu semua orang yang ingin bebas dari masalah penyalahgunaan dan ketergantungan pada narkoba dan meningkatkan kualitas hidup dan kualitas

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 kepribadian dengan menciptakan kesempatan dan harapan baru demi mengembangkan hidup.” 2. Program Jogja Care House Yogyakarta Jogja Care House Yogyakarta memiliki dua program sebagai berikut: a. Fase program primary Fase program primary terdiri atas fase orientasi. Fase orientasi digunakan untuk membantu para penyalahguna narkoba untuk mendalami dan mengerti program rehabilitasi yang telah diterapkan di Jogja Care House Yogyakarta. Setelah program tersebut berjalan dengan baik dan lancar, kemudian dilanjutkan dengan fase induction yang berlangsung selama 1-2 bulan. Para penyalahguna narkoba juga diberikan kesempatan untuk mempelajari buku pegangan untuk para penyalahguna narkoba (walking paper). Selama fase program primary ini berlangsung, para penyalahguna narkoba diajak untuk mau bersikap disiplin dan tertib. Sehingga setiap ada para penyalahguna narkoba yang melanggar setiap program yang telah diberikan akan mendapatkan sanksi, namun sebaliknya setiap ada para penyalahguna narkoba yang berprestasi di setiap program akan mendapatkan hadiah yang sepantasnya. b. Fase program re-entry Fase program re-entry terdiri atas fase dewasa. Fase dewasa digunakan untuk membantu penyalahguna narkoba demi memiliki

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 tanggung jawab pada dirinya sendiri serta tanggung jawab pada lingkungan di Jogja Care House Yogyakarta. Tidak hanya itu, para penyalahguna narkoba juga diberikan kesempatan untuk pulang sendiri ke rumah selama 8 jam atau diperbolehkan mengunjungi sanak saudara selama 24 jam, namun tetap pada pengawasan pihak Jogja Care House Yogyakarta. D. Kajian Penelitian yang Relevan Dari hasil penelitian Yunitasari (2018) diketahui bahwa penyalahguna NAPZA (NArkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) mendapatkan dukungan keluarga dikarenakan bahwa penyalahguna NAPZA tersebut dapat selalu berinteraksi dengan keluarganya. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan, yaitu lingkungan yang mendukung terutama keluarga yang sangat berperan dalam proses penyembuhan penyalahguna NAPZA tersebut yang sedang mengalami ketergantungan obat. Hasil penelitian tersebut memiliki relevansi dengan penelitian yang dibuat oleh peneliti yaitu memiliki kesamaan dalam hal keluarga memberikan dukungan kepada penyalahguna yang sedang menjalani rehabilitasi berupa dukungan dan semangat agar proses penyembuhan yang sedang dijalani oleh penyalahguna dapat berjalan dengan lancar. Penyalahguna mendapatkan dukungan keluarga agar bisa menjalani proses penyembuhan di panti rehabilitasi dengan keadaan yang memiliki semangat tinggi karena merasa didukung dan diberi semangat oleh keluarganya sendiri.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 E. Kerangka Pikir Anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah anak yang mengalami kecanduan atau ketergantungan narkoba yang sedang menjalani proses untuk kesembuhannya demi kembali ke jalan yang benar. Namun tentu saja proses tersebut tidak lepas dari peran serta keluarganya sendiri. Sehingga dukungan keluarga sangat diperlukan pada anak yang sedang menjalani rehabilitasi narkoba untuk memberikan semangat. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Asumsi Awal Keluarga sibuk Keluarga ingin bertemu, anak belum siap Keluarga belum bisa menerima kenyataan Keluarga kurang pengetahuan rehabilitasi narkoba Keluarga putus asa saat memberikan dukungan, tapi tetap berusaha Keluarga melibatkan anak dengan cara mendukung aktivitasnya Keluarga kesulitan menghadapi anak saat mabuk Rehabilitasi Narkoba Keluarga Bentuk Dukungan Konsep Rehabilitasi 1. Tempat merehabilitasi 2. Tempat penyembuhan 3. Tempat penanganan Konsep Narkoba 1. Obat terlarang 2. Bahan berbahaya 3. Obat penenang Melibatkan Menolong Berpartisipasi Proses Rehabilitasi Narkoba Terhadap Anak yang Menjalani Rehabilitasi Narkoba Berhasil Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini diuraikan jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, responden dan objek penelitian, teknik dan instrumen pengumpulan data, keabsahan data, dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini. A. Jenis Penelitian Ditinjau dari jenis datanya jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk mencoba memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik (berpikir secara menyeluruh dengan mempertimbangkan segala aspek yang mungkin mempengaruhi tingkah laku manusia atau suatu kejadian), dan dengan cara deskripsi dalam bentuk menggunakan kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Dengan kata lain, penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif dan berupaya untuk menggali makna dari suatu fenomena, Moleong (2007). Alasan peneliti menggunakan penelitian kualitatif adalah karena peneliti ingin meneliti secara lebih mendalam lagi mengenai dukungan keluarga terhadap anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba. Penelitian kualitatif dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan desain studi kasus. Penelitian studi 32

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 kasus yang digunakan merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti harus bisa menyelidiki secara cermat dan tepat terhadap suatu program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu, Creswell (2010). B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Ayah (S), yaitu di daerah Banguntapan Bantul. Penelitian dilakukan pada bulan November 2018 sampai bulan Januari 2019. Berikut adalah waktu penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti untuk mengobservasi dan mewawancarai responden yang diteliti, yaitu: Tabel 2. Waktu Pengumpulan Data Inisial A P Waktu Senin, 26 November 2018 11.50-12.15 WIB Selasa, 28 November 2018 16.55-17.15 WIB Jum’at, 14 Desember 2018 17.20-17.35 WIB Jum’at, 28 Desember 2018 15.00-15.50 WIB Selasa, 1 Januari 2019 16.40-16.55 WIB Senin, 26 November 2018 11.50-12.15 WIB Selasa, 28 November 2018 16.30-16.55 WIB Keterangan Observasi Wawancara Wawancara Observasi Wawancara Observasi Wawancara

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 M Jum’at, 14 Desember 2018 17.00-17.50 WIB Jum’at, 28 Desember 2018 15.00-15.50 WIB Selasa, 1 Januari 2019 16.30-16.40 WIB Senin, 26 November 2018 11.50-12.15 WIB Selasa, 28 November 2018 17.15-17.30 WIB Jum’at, 14 Desember 2018 17.35-17.50 WIB Jum’at, 28 Desember 2018 15.00-15.50 WIB Selasa, 1 Januari 2019 16.55-17.10 WIB Wawancara Observasi Wawancara Observasi Wawancara Wawancara Observasi Wawancara C. Responden dan Objek Penelitian 1. Responden Penelitian Responden penelitian merupakan sumber data yang dimintai informasinya sesuai dengan masalah penelitian si peneliti. Adapun yang dimaksudkan sumber data dalam penelitian adalah subjek darimana data tersebut dapat diperoleh dan ditindaklanjuti. Responden utama penelitian yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ayah dan ibu dari anak yang menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta. Alasan

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 peneliti memilih ayah dan ibu dari anak yang menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta tersebut sebagai responden karena menurut peneliti responden tersebut sangat sesuai dengan apa yang ingin peneliti teliti, yaitu tentang dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta. Cara yang peneliti lakukan dalam memilih responden adalah dengan melakukan pendekatan, observasi, dan mengajukan beberapa pertanyaan sesuai dengan pedoman wawancara yang telah dibuat. 2. Objek Penelitian Objek penelitian dapat dinyatakan sebagai situasi sosial yang ingin diketahui dengan apa yang akan terjadi di dalam situasi sosial tersebut. Pada objek penelitian ini, peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas orang-orang yang ada pada tempat tertentu dengan lebih mendetail dan sangat terfokuskan. Objek dari penelitian ini adalah dukungan satu keluarga terhadap anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta. D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode wawancara. Metode wawancara yang dimaksudkan adalah suatu percakapan dengan maksud dan tujuan tertentu yang dilakukan oleh kedua belah pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang akan mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang akan

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh pewawancara (interviewer), Moleong (2007). Sugiyono (2013) mengatakan bahwa wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi, ide, dan gagasan melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna (sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan sensor mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka) dalam suatu topik tertentu. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari subjek dan informan yang lebih mendalam serta dengan jumlah subjek yang sedikit atau kecil. Dalam wawancara terbagi menjadi wawancara secara terstruktur dan wawancara secara tidak terstruktur. Langkah-langkah yang dilakukan peneliti yang pertama adalah dengan menetapkan kepada siapa wawancara tersebut akan dilakukan, selanjutnya menyiapkan pokok-pokok yang akan dibicarakan pada saat wawancara, kemudian menulis hasil wawancara ke dalam catatan lapangan, dan selanjutnya mengidentifikasi tindaklanjut wawancara yang telah diperoleh agar hasil wawancara tersebut bisa optimal. Kemudian nantinya hasil wawancara akan dirubah ke dalam bentuk verbatim dengan cara menuliskan setiap kata perkata percakapan dalam wawancara yang telah dilakukan sebelumnya. Pada saat menuliskan hasil wawancara ke dalam bentuk verbatim, peneliti harus teliti dan secara satu persatu agar tidak ada makna yang hilang. Panduan pedoman wawancara dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Tabel 3. Pedoman Wawancara Pertanyaan Penelitian Bagaimana pengetahuan keluarga tentang rehabilitasi narkoba? 1. 2. Seperti apa bentuk keluarga terhadap rehabilitasi narkoba? dukungan 1. proses 2. Bagaimana proses dukungan 1. keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba? 2. Apa kesulitan/hambatan keluarga 1. dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba? 2. Item Pertanyaan Apa yang anda ketahui tentang rehabilitasi narkoba? Apa yang anda ketahui tentang narkoba? Bagaimana bentuk-bentuk dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba? Seperti apa kegiatan yang dirancang keluarga untuk mendukung anak yang menjalani rehabilitasi narkoba? Bagaimana cara keluarga dalam mendukung anak yang menjalani rehabilitasi narkoba? Kegiatan apa saja yang melibatkan anak yang menjalani rehabilitasi narkoba dan bagaimana langkahlangkahnya? Apa saja kesulitan/hambatan yang keluarga temui dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba? Bagaimana keluarga mengatasi kesulitan/hambatan yang dihadapi dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba? E. Keabsahan Data Menurut Moleong (2007) adanya pemeriksaan keabsahan data ditujukan untuk mendapatkan data yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Dalam triangulasi sumber ini, peneliti menggunakan tiga

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 sumber yaitu satu keluarga (ayah dan ibu) dan seorang anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba di Jogja Care House Yogyakarta. Sehingga hal tersebut dapat digunakan untuk menguatkan data peneliti. F. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan proses dalam mencari dan menyusun secara sistematis pada sebuah data yang telah diperoleh oleh peneliti dengan observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil yang telah diperoleh peneliti tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan cara mengorganisasikan data tersebut ke dalam suatu kategori, menjabarkan hasil ke dalam unit-unit, melakukan sintesa hasil, menyusun ke dalam bentuk pola, lalu memilah mana yang perlu mana yang tidak perlu dan mana yang harus dipelajari, dan selanjutnya yang dilakukan adalah dengan membuat kesimpulan sehingga hal tersebut di atas bisa mempermudah untuk dipahami oleh peneliti dan orang lain yang sedang membaca atau mencoba untuk memahami, Sugiyono (2011). Teknik analisis data dapat dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1. Verbatim Setelah melakukan wawancara, selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan menuangkan hasil wawancara tersebut ke dalam verbatim. Peneliti memasukkan hasil wawancara dalam bentuk verbatim dengan data yang sudah dipilih dan disaring oleh peneliti, sehingga peneliti menemukan ide-ide pokok yang muncul tentang penelitian tersebut.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 2. Koding Peneliti membuat koding pada tema yang muncul di dalam verbatim yang sebelumnya telah disusun. Koding digunakan untuk mengkode intisari atau mencari kata-kata utama dalam verbatim yang telah disusun tersebut berdasarkan tujuan penelitian atau muncul dari data yang diperoleh. 3. Pengelompokan Tema (Kategorisasi/Display) Peneliti selanjutnya membuat kategorisasi dengan cara memilah-milah tema-tema besar, sub-sub tema dari semua data yang muncul sehingga dapat ditemukan pola dari verbatim untuk dibuat pengelompokan tema. 4. Menyaring Data Setelah peneliti menemukan kalimat yang memperkuat tema, maka tahap selanjutnya yang dilakukan adalah dengan menyaring data. Penyaringan data dilakukan dengan mencari gambaran besar dari hasil penelitian dengan menyaring konsep-konsep dan hubungan-hubungan yang penting, kemudian memilah antara tema yang penting dan yang tidak penting, temuan yang pokok atau utama dengan tema-tema yang menunjang saja. Biasanya untuk mempermudah penyaringan data, bisa menggunakan matriks/tabel/diagram untuk mengurangi jumlah data yang besar dan luas tadi.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 5. Interpretasi Setelah semua tahap dilakukan, selanjutnya peneliti melakukan interpretasi akhir. Pada tahap interpretasi akhir, peneliti mengidentifikasi dan menjelaskan makna yang terpenting dari data yang dihasilkan oleh peneliti. Analisis Data Kualitatf (2013).

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam bab ini diuraikan deskripsi data, hasil penelitian, dan pembahasan dalam penelitian ini. Untuk menjaga privasi responden, maka nama dan beberapa informasi lainnya disamarkan oleh peneliti. A. Deskripsi Data Penelitian yang digunakan oleh peneliti ini adalah dengan menggunakan metode wawancara. Penelitian ini dimulai sejak peneliti melakukan observasi dan akhirnya melakukan wawancara dengan responden yang telah dipilih oleh peneliti. Peneliti juga menjelaskan topik yang akan dibicarakan selama proses wawancara berlangsung, yaitu tentang dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. Sebelum melanjutkan, peneliti juga akan menanyakan perihal kesediaan responden untuk membantu menyelesaikan penelitian ini dari awal hingga akhir proses penelitian berlangsung. Ketika responden telah mengatakan kesediaannya kepada peneliti, sehingga proses wawancara bisa dimulai dengan waktu dan tempat pelaksanaan yang telah disesuaikan oleh responden sendiri. 41

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Tabel 4. Tempat dan Jadwal Penelitian Inisial A P M Waktu Senin, 26 November 2018 11.50-12.15 WIB Selasa, 28 November 2018 16.55-17.15 WIB Jum’at, 14 Desember 2018 17.20-17.35 WIB Jum’at, 28 Desember 2018 15.00-15.50 WIB Selasa, 1 Januari 2019 16.40-16.55 WIB Senin, 26 November 2018 11.50-12.15 WIB Selasa, 28 November 2018 16.30-16.55 WIB Jum’at, 14 Desember 2018 17.00-17.50 WIB Jum’at, 28 Desember 2018 15.00-15.50 WIB Selasa, 1 Januari 2019 16.30-16.40 WIB Senin, 26 November 2018 11.50-12.15 WIB Selasa, 28 November 2018 17.15-17.30 WIB Tempat Rumah Keterangan Observasi Rumah Wawancara Rumah Wawancara Rumah Observasi Rumah Wawancara Rumah Observasi Rumah Wawancara Rumah Wawancara Rumah Observasi Rumah Wawancara Rumah Observasi Rumah Wawancara

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Jum’at, 14 Desember 2018 17.35-17.50 WIB Rumah Wawancara Jum’at, 28 Desember 2018 15.00-15.50 WIB Selasa, 1 Januari 2019 16.55-17.10 WIB Rumah Observasi Rumah Wawancara Deskripsi Umum a. Nama Anak :A Alamat : Banguntapan, Bantul Jenis Kelamin : Laki-laki Agama : Katholik Usia : 30 tahun Pendidikan : SMP Pekerjaan : Tidak bekerja b. Nama Ayah :S Alamat : Banguntapan, Bantul Jenis Kelamin : Laki-laki Agama : Katholik Usia : 65 tahun Pendidikan : SMA Pekerjaan : Pegawai Lepas

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 c. Nama Ibu :E Alamat : Banguntapan, Bantul Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Katholik Usia : 59 tahun Pendidikan : SMP Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga B. Hasil Penelitian Dari hasil wawancara, peneliti memperoleh hasil penelitian yang berkaitan dengan dukungan keluarga terhadap anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba. 1. Pengetahuan Keluarga tentang Rehabilitasi Narkoba Dari jawaban yang telah dikemukakan oleh anak, ayah, dan ibu ada beberapa jawaban mengenai pengetahuan tentang rehabilitasi narkoba. Anak mengatakan bahwa rehabilitasi narkoba adalah tempat untuk merehabilitasi pengguna narkoba. Hal ini dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ehmm..rehabilitasi narkoba itu ya tempat mbak, ehmm..tempat untuk merehabilitasi orang-orang yang sudah terlanjur terjerumus narkoba mbak.” (I.a.A.064-005) Berbeda dengan pendapat dari ayah, ayah mengatakan bahwa rehabilitasi narkoba adalah tempat penyembuhan untuk pengguna narkoba. Hal ini

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ya menurut saya rehabilitasi narkoba itu tempat penyembuhan untuk orang-orang yang terjerat narkoba.” (I.a.P.003-005) Namun lain halnya dengan pendapat ibu yang mengatakan bahwa rehabilitasi adalah tempat penanganan untuk pengguna narkoba. Hal ini dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ehmm..apa ya mbak. Ya menurut saya seperti tempat penanganan untuk orang yang memakai narkoba.” (I.a.M.003-005) Selain jawaban pengetahuan tentang rehabilitasi narkoba, anak, ayah, dan ibu juga mengemukakan pengetahuannya tentang narkoba. Anak mengatakan bahwa narkoba itu merupakan obat atau bahan yang berbahaya, efeknya membuat ketergantungan narkoba. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Narkoba ya mbak..ehmm..ya obat atau bahan yang berbahaya mbak. Awalnya ya enak tapi makin lama malah bikin makin susah. Malah bikin kita gila kalau tidak memakai terus. Gitu mbak.” (I.b.A.033-037) Lain halnya dengan pendapat ayah yang mengatakan bahwa narkoba itu merupakan obat penenang yang sering disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Narkoba itu menurut saya obat penenang mbak. Sebetulnya di dalam dunia kedokteran baik mbak kalau digunakan karena itu untuk penyembuhan juga. Tapi terkadang orang-orang malah menyalahgunakan karena harganya juga mahal ya mbak.”

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 (I.b.P.038-044) Sejalan dengan pendapat anak, bahwa ibu mengatakan narkoba itu merupakan obat-obatan terlarang. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ya setau saya narkoba itu..ya obat-obatan terlarang mbak, selebihnya kurang tau saya.” (I.b.M.035-036) Dari hasil wawancara tersebut dapat dipahami bahwa pengetahuan anak, ayah, dan ibu tentang rehabilitasi narkoba adalah tempat merehabilitasi, penyembuhan, dan penanganan untuk penyalahguna narkoba. Sedangkan pengetahuan anak, ayah, dan ibu tentang narkoba itu sendiri adalah obat atau bahan yang terlarang sebagai suatu obat penenang yang berbahaya. Sehingga pengetahuan keluarga tentang rehabilitasi narkoba dapat divisualisasikan seperti gambar berikut: Tempat merehabilitasi Rehabilitasi Tempat penyembuhan Tempat penanganan Pengetahuan Keluarga Obat terlarang Narkoba Bahan berbahaya Obat penenang Gambar 5. Visualisasi Pengetahuan Keluarga tentang Rehabilitasi Narkoba

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 2. Bentuk Dukungan Keluarga terhadap Proses Rehabilitasi Narkoba Dari jawaban yang telah dikemukakan oleh anak, ayah, dan ibu, ada beberapa jawaban mengenai bentuk-bentuk dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. Anak berpendapat bahwa bentuk dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba ialah keluarga melibatkan anak menyelesaikan pekerjaan rumah. Hal ini dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Jujur mbak. Saat ini keluarga sudah memberikan dukungan yang sangat penuh kepada saya. Keluarga sangat sabar dan selalu setia menemani saya menyelesakan pekerjaan rumah.” (II.a.A.052-053) Sejalan dengan apa yang dikatakan anak, bahwa ayah berpendapat bentuk dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah menemani dan selalu sabar ketika menghadapi anak. Hal ini dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ehmm..apa ya mbak..ya seperti melibatkan anak untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan selalu sabar ketika anak hanya tidur-tiduran di rumah dengan tidak selalu memarahinya.” (II.a.P.052-056) Ibu berpendapat bahwa bentuk dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba ialah dengan melibatkan dan menemani ketika anak sedang melakukan aktivitas di rumah. Hal ini dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara:

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 “Ya selalu melibatkan anak mbak. Dengan cara diajak melakukan aktivitas di rumah, seperti pada saat sedang menyapu. Begitu mbak.” (II.a.M.045-048) Selain jawaban tentang bentuk-bentuk dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba; anak, ayah, dan ibu juga mengemukakan kegiatan yang dirancang keluarga untuk mendukung anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. Anak mengatakan bahwa kegiatan yang dirancang keluarga adalah membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, seperti membantu menyapu, mengepel, memberi makan hewan dan mengobrol bersama. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ya kalau itu jelas mbak. Ya seperti membantu menyelesaikan pekerjaan rumah ya menyapu, mengepel, memberi makan hewan, dan setiap malam mengobrol bersama pengalaman yang terjadi seharian gitu sih mbak.” (II.b.A.057-061) Ayah mengatakan bahwa kegiatan yang dirancang keluarga adalah membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, seperti membantu menyapu, mengepel, menyirami tanaman, dan oncek-oncek bahan makanan. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ya kegiatan sederhana saja mbak biar anak kerjaannya tidak hanya tidur-tiduran di rumah. Seperti membantu ibu menyapu, mengepel, siram tanaman, oncek-oncek bahan makanan. Ya yang sederhana saja mbak asal anak mau mengerjakannya.” (II.b.P.062-064)

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Sejalan dengan yang dikatakan ibu bahwa kegiatan yang dirancang keluarga adalah membantu pekerjaan rumah, seperti mencuci piring, mengepel, dan membantu di dapur. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ehmm..ya membantu pekerjaan rumah saja mbak. Seperti mencuci piring, mengepel, dan membantu di dapur mbak. Seperti itu saja sih mbak hehe..” (II.b.M.053-055) Dari hasil wawancara tersebut dapat dipahami bahwa bentuk-bentuk dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah melibatkan dan mengajak anak untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, serta menolong anak ketika sedang mengalami kesulitan di dalam rumah. Sedangkan kegiatan yang dirancang keluarga untuk mendukung anak adalah membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, seperti membantu menyapu, mengepel, memberi makan hewan, mengobrol bersama, siram tanaman, oncek-oncek bahan makanan, dan mencuci piring. Sehingga bentuk dukungan keluarga terhadap proses rehabilitasi dapat divisualisasikan seperti gambar berikut: Melibatkan Bentuk Dukungan Keluarga Mengajak Menolong Gambar 6. Visualisasi Bentuk Dukungan Keluarga terhadap Proses Rehabilitasi Narkoba

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 3. Proses Dukungan Keluarga terhadap Anak yang Menjalani Rehabilitasi Narkoba Dari jawaban yang telah dikemukakan oleh anak, ayah, dan ibu ada beberapa jawaban mengenai cara keluarga dalam mendukung anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. Anak mengatakan bahwa cara keluarga dalam mendukung adalah dengan selalu meluangkan waktu dan mengobrol bersama. Hal ini dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ya selalu meluangkan waktu itu aja sih mbak intinya. Ketika saya sedang melakukan aktivitas pasti disamperin sama keluarga, ya terus kita cerita-cerita aja mbak. Cerita-cerita apa aja yang penting kita bisa berkumpul bersama mbak.” (III.a.A.064-070) Berbeda dengan pendapat ayah yang mengatakan bahwa cara keluarga dalam mendukung adalah dengan memberikan apresiasi seperti bersenangsenang dengan membeli hewan peliharaan yang disuka. Hal ini dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ehmm..ya mungkin dengan memberikan apresiasi mbak. Misalkan anak seminggu ini sudah rajin membantu ibu. Ya boleh lah anak bersenang-senang dengan membeli anjing dan ayam seperti waktu itu.” (III.a.P.075-080) Namun ibu mengatakan bahwa cara keluarga dalam mendukung adalah dengan memberikan sebuah pujian pada saat bisa menyelesaikan pekerjaan rumah. Hal ini dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara:

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 “Ehmm..apa ya mbak. Ya mungkin dengan memberikan sebuah pujian seperti tu kan kamu bisa bersih menyapunya atau lha ini kamu mencuci piringnya bisa sampai mengkilap gini. Hebat kamu. Ya seperti itu mbak, ya sederhana saja mbak. Asalkan bisa membuat anak merasa usahanya dihargai dengan baik.” (III.a.M.060-067) Selain jawaban tentang cara keluarga dalam mendukung anak yang menjalani rehabilitasi narkoba; anak, ayah, dan ibu juga mengemukakan kegiatan yang melibatkan anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. Anak mengatakan bahwa kegiatan yang melibatkannya adalah dengan dimintai tolong untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ya karena saya jarang keluar rumah, ya karena malas juga sih sebenarnya. Jadi ya keluarga paling hanya meminta tolong untuk saya bisa bantu membereskan rumah aja, seperti itu mbak.” (III.b.A.076-078) Sejalan dengan yang anak katakan bahwa ayah berpendapat kegiatan yang melibatkan anak ialah dengan membantu menyelesaikan pekerjaan rumah seperti menyapu dan mengepel Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ehmm..ya belajar membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Mungkin ya dibatasi dulu mbak, misalkan hari Senin anak hanya dimintai tolong menyapu saja. Besoknya hari Selasa dimintai tolong untuk mengepel, dan begitu seterusnya mbak. Seperti itu saja sih mbak, yang penting tu anak mau melakukannya dulu.” (III.b.P.084-090)

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Sejalan juga dengan apa yang dikatakan oleh anak dan ayah bahwa ibu berpendapat kegiatan yang melibatkan anak adalah dengan dimintai tolong untuk membantu pekerjaan rumah. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Kegiatan apa ya mbak. Sebenarnya anaknya tu jarang keluar rumah e mbak. Ya keluar rumah tu cuma pas ada yang ngajak saja, biasanya tetangga dekat rumah. Ya itu pun cuma main di sawah depan situ atau di rumah temannya yang ngajak tadi, tapi beda rt mbak. Jadi ya keseharian anak tu hanya di rumah saja e mbak. Jadi kalau ditanya soal melibatkan apa, ya melibatkan anak dalam hal membantu pekerjaan rumah saja mbak, yang sederhanasederhana saja pokoknya.” (III.b.M.080-082) Tidak hanya itu, cara keluarga yang dapat dilakukan untuk melibatkan anak yang menjalani rehabilitasi narkoba juga dikemukakan oleh anak, ayah, dan ibu pada saat diwawancarai. Anak mengatakan bahwa cara kegiatan yang melibatkannya adalah dengan diajak oleh keluarga untuk bersama-sama membereskan rumah. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ehmm..ya keluarga tu tidak pernah maksa mbak. Istilahnya semampunya saya aja. Awalnya ya seperti mengajak ayo ikut beberes rumah sama-sama biar rumah bisa kelihatan bersih dan rapi biar enak juga untuk dipandang kan. Ya seperti seperti itu aja sih mbak kalau menurut saya.” (III.b.1.A.084-087) Ayah mengatakan cara kegiatan yang melibatkan anak adalah sedikit demi sedikit diajak bicara sehingga anak sadar dan memiliki kemauan sendiri

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ya awalnya memang sulit mbak. Anak cuma maunya bermalasmalasan terus di kamar. Tapi sedikit demi sedikit saya dan ibu ajak bicara pada malam hari. Awalnya tetap saja tidak mau, tapi lamakelamaan karena anak sadar sendiri, anak mau membantu ibunya. Awalnya menyapu lalu mengepel, dan mengurus hewan-hewan seperti itu mbak. Jadi saya dan ibu tidak pernah memaksakan kehendak anak, biar anak sendiri yang melakukannya dengan keinginannya sendiri. Biasanya saya dan ibu ya bisanya hanya memberikan pengertian sedikit-sedikit saja mbak untuk anak.” (III.b.1.P.099-111) Sejalan dengan apa yang dikatakan anak bahwa ibu mengatakan cara kegiatan yang melibatkan anak adalah dengan diajak oleh keluarga untuk peka terhadap lingkungan sekitar seperti membantu menyapu. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Kuncinya sabar mbak. Sedikit sedikit anak diajak untuk peka terhadap lingkungan sekitar, misalkan saja di dalam rumah kok rasanya untuk jalan tidak enak ya lantainya, anak harus tau kalau lantai kotor harus disapu. Sederhana saja sih mbak.” (III.b.1.M.088-093) Dari hasil wawancara tersebut dapat dipahami proses dukungan keluarga adalah selalu meluangkan waktu, mengobrol bersama, memberikan apresiasi, dan memberikan sebuah pujian kepada anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. Sedangkan kegiatan yang melibatkan anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah dengan dimintai tolong untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Cara keluarga dalam melibatkan anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah dengan cara

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 sedikit demi sedikit mengajak anak untuk peka terhadap lingkungan sekitar, agar anak sadar dengan sendirinya bahwa membantu menyelesaikan pekerjaan rumah itu adalah hal yang wajib dilaksanakan agar nantinya rumah akan kelihatan bersih dan rapi. Sehingga proses dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba dapat divisualisasikan seperti gambar berikut: Dimintai tolong untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah Proses Dukungan Keluarga Meluangkan waktu Mengobrol bersama Memberikan apresiasi Memberikan pujian Sedikit demi sedikit mengajak anak untuk peka terhadap lingkungan sekitar Gambar 7. Visualisasi Proses Dukungan Keluarga terhadap Anak 4. Kesulitan/Hambatan Keluarga dalam Memberikan Dukungan terhadap Anak yang Menjalani Rehabilitasi Narkoba Dari jawaban yang telah dikemukakan oleh anak, ayah, dan ibu ada beberapa jawaban mengenai kesulitan/hambatan yang keluarga temui dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. Anak mengatakan bahwa kesulitan/hambatan yang keluarga temui adalah ketika anak memiliki suatu keinginan tetapi tidak bisa terpenuhi dan pada

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 saat anak sedang mabuk. Hal ini dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ya ada mbak. Ya itu tadi mbak, semua masalah sumbernya dari saya. Seperti saya selalu memarahi keluarga ketika tidak jadi apa yang saya inginkan. Apalagi waktu itu pas saya lagi mabuk mbak. Keluarga ya hanya bisa diam saja karena pastinya takut ya mbak karena saya sedang dalam keadaan seperti itu.” (IV.a.A.095-100) Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh anak bahwa ayah berpendapat kesulitan/hambatan yang keluarga temui adalah ketika anak sedang mengalami mabuk. Hal ini dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Tentu ada ya mbak. Seperti tadi saja hal-hal yang sangat-sangat sederhana. Ketika saya dan ibu lupa untuk memberikan apresiasi kepada anak ketika sudah rajin membantu. Anak akan marah dan jadi bersikap malas-malasan lagi mbak. Lalu juga ketika anak sedang dalam posisi mabuk berat di rumah, saya dan ibu hanya bisa diam mbak, saya dan ibu tidak bisa mengajak ngobrol dengan keadaan anak seperti itu. Tapi saya dan ibu tetap berusaha untuk memberikan dukungan dengan cara memantau dan tidak jauh-jauh dari anak. Nanti kalau sudah tidak mabuk baru saya dan ibu merangkul anak dan diajak bicara lagi.” (IV.a.P.118-123) Sejalan juga dengan apa yang dikatakan oleh anak dan ayah bahwa ibu berpendapat kesulitan/hambatan yang keluarga temui adalah ketika anak sedang mabuk. Hal ini dapat di tunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ya ada mbak. Apalagi pas anak kumat minumnya, waduh saya cuma bisa diam mbak. Karena kalau didekati bisa ngamuk nanti.” (IV.a.M.098-099) Selain jawaban tentang kesulitan/hambatan yang keluarga temui dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba;

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 anak, ayah, dan ibu juga mengemukakan cara keluarga mengatasi kesulitan/hambatan yang dihadapi dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. Anak mengatakan bahwa cara keluarga mengatasi kesulitan/hambatan yang dihadapi adalah sesekali berusaha untuk menenangkan dan mencoba untuk mendekati. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ya biasa aja mbak. Memang dari dulu sudah begitu mau digimanain lagi. Paling ya pas saya lagi mabuk keluarga hanya bisa diam gitu mbak, karena takut kan kalau dideketin nanti malah mengamuk kan repot ya mbak. Tapi ya tetap sesekali berusaha menenangkan dan mencoba untuk mendekati. Saya tu sebenernya sadar gak sadar mbak pas lagi mabuk tu. Tapi kayak gak bisa mengendalikan diri saya sendiri gitu mbak. Haduh itu yang membuat saya sekaligus merasa sangat bersalah terhadap keluarga saya mbak.” (IV.b.A.106-111) Berbeda dengan apa yang dikatakan oleh ayah bahwa cara keluarga mengatasi kesulitan/hambatan yang dihadapi adalah dengan tetap memberikan semangat pada diri anak. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ya mungkin dengan tetap memberikan semangat saja mbak. Ketika di dalam diri anak sudah tertanam semangat tersebut, mungkin anak bisa mengurangi kebiasaan tersebut. Saya dan ibu selalu bilang kita semua pasti bisa membereskan rumah ini kalau dilakukan bersama-sama. Seperti itu saja kalau menurut saya mbak.” (IV.b.P.137-143)

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Lain halnya dengan yang dikatakan ibu bahwa cara keluarga mengatasi kesulitan/hambatan yang dihadapi adalah dimintai tolong untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Hal ini juga dapat ditunjukkan dari kutipan hasil wawancara: “Ya dengan cara sedikit sedikit dialihkan ya mbak biar tidak kepikiran untuk minum terus. Ya mungkin bisa dengan cara menyibukkan diri anak dengan dimintai tolong untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Itu bisa sedikit membantu sih mbak untuk saat-saat ini. Begitu mbak.” (IV.b.M.105-110) Dari hasil wawancara tersebut dapat dipahami bahwa kesulitan/hambatan yang keluarga temui dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah tidak bisa memberikan pertolongan kepada anak yang sedang tidak keturutan dan mabuk. Sedangkan cara keluarga mengatasi kesulitan/hambatan yang dihadapi dalam memberikan dukungan terhadap penyalahguna narkoba adalah sesekali berusaha untuk menenangkan, mencoba untuk mendekati, tetap memberikan semangat, dan mengajak anak untuk menyibukkan diri dalam hal membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Sehingga kesulitan/hambatan keluarga dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba dapat divisualisasikan seperti gambar berikut:

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Kesulitan/Hambatan Keluarga Tidak bisa memberikan pertolongan kepada anak Keinginan tidak terpenuhi Mabuk Gambar 8. Visualisasi Kesulitan/Hambatan Keluarga dalam Memberikan Dukungan C. Pembahasan Hal yang akan dibahas pada bagian ini adalah mengenai pengetahuan keluarga tentang rehabilitasi narkoba, bentuk dukungan keluarga terhadap proses rehabilitasi narkoba, proses dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba, dan kesulitan/hambatan keluarga dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. 1. Pengetahuan Keluarga tentang Rehabilitasi Narkoba Pengetahuan anak, ayah, dan ibu tentang rehabilitasi narkoba adalah tempat merehabilitasi, penyembuhan, dan penanganan untuk penyalahguna narkoba. Sedangkan pengetahuan anak, ayah, dan ibu tentang narkoba itu sendiri adalah obat atau bahan yang terlarang sebagai suatu obat penenang yang berbahaya. Soeparman (2000) juga berpendapat rehabilitasi narkoba adalah tempat yang memberikan pelatihan keterampilan dan pengetahuan kepada seorang yang sedang menjalani rehabilitasi untuk menyembuhkan diri dari narkoba dan untuk kembali ke jalan yang benar. Di dalam proses rehabilitasi, para pengguna narkoba yang sedang melalui tahap rehabilitasi

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 biasa disebut rehabilitan. Para rehabilitan rajin untuk mengikuti setiap proses pemulihan dengan sistematis hingga fungsi fisik dan peran sosialnya dapat kembali seperti semula. Sedangkan narkoba adalah sebuah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi individu yang memakai narkoba. Keadaan individu tersebut adalah seperti perasaan, pikiran, suasana hati, dan perilaku yang membuat individu merasa tenang dan damai. Individu yang memakai narkoba akan merasa bahwa ia sedang seperti melayang-layang di atas awan dan membuat ia akan merasa sangat tenang dan rileks. Sehingga individu yang telah memakai narkoba akan merasa ketergantungan. Ia sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan untuk memakai narkoba karena menurut individu tersebut, narkoba sudah menjadi bagian dari hidupnya. Narkoba tersebut dapat dikonsumsi dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena (obat akan dimasukkan langsung ke pembuluh vena menggunakan jarum atau tabung yang disebut kateter IV), dan masih banyak lagi, Kurniawan (2008). 2. Bentuk Dukungan Keluarga terhadap Proses Rehabilitasi Narkoba Bentuk-bentuk dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah melibatkan dan mengajak anak yang menjalani rehabilitasi narkoba, serta menolong anak ketika sedang mengalami kesulitan di dalam rumah. Sedangkan kegiatan yang dirancang keluarga untuk mendukung anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, seperti membantu menyapu, mengepel,

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 memberi makan hewan, mengobrol bersama, siram tanaman, oncek-oncek bahan makanan, dan mencuci piring. Zulkarnain (2014) juga menjelaskan bahwa keluarga memiliki tiga bentuk dukungan 1) keinginan keluarga untuk memahami sifat-sifat kecanduan yang sedang dialami oleh anaknya; 2) keinginan untuk menerima bahwa adiksi (kecanduan atau ketergantungan secara fisik dan mental terhadap suatu zat) adalah penyakit keluarga, keluarga tidak berdaya terhadap perilaku anak, keluarga perlu menegaskan dengan bersikukuh terhadap orang yang mereka sayangi yaitu anaknya supaya mendapatkan pertolongan/perawatan; 3) pemulihan hanya dapat berjalan dengan sukses bila ada partisipasi anggota keluarga secara aktif dan menyeluruh. 3. Proses Dukungan Keluarga terhadap Anak yang Menjalani Rehabilitasi Narkoba Proses dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah selalu meluangkan waktu, mengobrol bersama, memberikan apresiasi, dan memberikan sebuah pujian kepada anak yang menjalani rehabilitasi narkoba. Sedangkan kegiatan yang melibatkan anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah dengan dimintai tolong untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Cara keluarga dalam melibatkan anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah dengan cara sedikit demi sedikit mengajak anak untuk peka terhadap lingkungan sekitar agar anak sadar dengan sendirinya bahwa membantu menyelesaikan

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 pekerjaan rumah itu adalah hal yang wajib dilaksanakan agar nantinya rumah akan kelihatan bersih dan rapi. Badan Narkotika Nasional (2009), mengatakan bahwa keluarga juga harus memahami dunia pecandu karena hal ini sangat penting dilakukan agar dapat mendukung pecandu menuju recovery addict. Dalam upaya pemulihan pecandu, keluarga perlu mengerti dinamika psikis yang sedang dialami semua pecandu narkoba dan hal ini dialami oleh semua pecandu yang memasuki program pemulihan/rehabilitasi sosial diantaranya denial/rejection (penolakan), blamming (menyalahkan orang lain), dan anger (marah) yang semua harus dilalui pecandu dalam proses recovery. Dalam proses dukungan pemulihan pecandu, sangat dibutuhkan keterlibatan penuh semua anggota keluarga, cinta, sentuhan, dan komunikasi berkualitas efektif yang merupakan strategi keluarga dalam upaya mendukung anak. Hal tersebut perlu dilakukan dengan menggunakan pendekatan dan dengan melakukan konseling agar anak selalu bisa sadar akan perbuatan yang sedang ia lakukan. Anak diharapkan mau mengurangi penggunaan narkoba secara berkala agar anak bisa belajar untuk tidak merasa ketergantungan obat. 4. Kesulitan/Hambatan Keluarga dalam Memberikan Dukungan terhadap Anak yang Menjalani Rehabilitasi Narkoba Kesulitan/hambatan yang keluarga temui dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah ketika anak memiliki suatu keinginan tapi tidak bisa terpenuhi dan pada saat anak

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 sedang mengalami mabuk sehingga keluarga tidak bisa memberikan pertolongan. Sedangkan cara keluarga mengatasi kesulitan/hambatan yang dihadapi dalam memberikan dukungan terhadap penyalahguna narkoba adalah sesekali berusaha untuk menenangkan dengan cara mengelus-elus pundak anak, mencoba untuk mendekati dengan cara duduk di samping anak, tetap memberikan semangat, dan mengajak anak untuk menyibukkan diri dalam hal membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Menurut Sarasvita (2002), hambatan keluarga dalam memberikan dukungan dibagi menjadi empat, yaitu: a. Terlalu melindungi dan membatasi Pengasuhan keluarga yang cenderung mengawasi dan melindungi secara berlebihan, menyebabkan anak tidak dapat berkembang secara maksimal. Keluarga akan menerapkan aturan yang sangat ketat dan kaku serta tidak memberikan keleluasaan kepada anaknya. Keluarga tidak menginginkan anaknya sakit, gagal, kecewa, dan terluka sedikitpun. b. Tuntutan yang tidak realistis Keluarga menerapkan standar tinggi yang tidak sesuai dengan kemampuan anak sehingga anak tidak dapat mencapai standar tersebut dengan maksimal. Oleh karena hal itu, keluarga akan merasa tidak puas dan kecewa dengan apa yang diraih anak karena kurang memuaskan.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 c. Membiarkan dan selalu menuruti kehendak anak Keluarga terlalu memberikan kebebasan dan menuruti semua kehendak anak. Sikap membiarkan dan selalu menuruti kehendak anak dapat menyebabkan perilaku anti sosial dan agresif terutama pada masa kanak. d. Disiplin yang keliru Penerapan disiplin secara keliru dan sangat keras dapat mengakibatkan anak menjadi pencemas, sehingga anak menjadi kurang kurang memiliki inisiatif dan kurang dapat bersahabat dengan temantemannya.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Dalam bab ini diuraikan simpulan, keterbatasan penelitian, dan saran dalam penelitian ini. A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka simpulan penelitian yang berkaitan dengan dukungan keluarga adalah: 1. Pengetahuan keluarga tentang rehabilitasi narkoba adalah tempat merehabilitasi, penyembuhan, dan penanganan untuk penyalahguna narkoba; sedangkan narkoba adalah obat atau bahan yang terlarang sebagai suatu obat penenang yang berbahaya. 2. Bentuk-bentuk dukungan keluarga terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah melibatkan dan mengajak anak untuk membantu pekerjaan di rumah, serta menolong anak ketika sedang mengalami kesulitan di rumah; sedangkan kegiatan yang dirancang keluarga untuk mendukung anak adalah membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. 3. Proses keluarga dalam memberikan dukungan kepada anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah melibatkan dan mengajak anak untuk menyelesaikan pekerjaan rumah; kegiatan yang melibatkan anak adalah 64

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 dengan dimintai tolong untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Cara keluarga dalam melibatkan anak adalah dengan cara sedikit demi sedikit mengajak anak untuk peka terhadap lingkungan sekitar. 4. Kesulitan/hambatan yang keluarga temui dalam memberikan dukungan terhadap anak yang menjalani rehabilitasi narkoba adalah ketika keluarga tidak bisa memberikan pertolongan pada saat anak memiliki keinginan tetapi tidak bisa terpenuhi dan saat mabuk; cara keluarga mengatasi kesulitan/hambatan yang dihadapi adalah menenangkan dengan cara mengelus pundak, mencoba mendekati dengan cara duduk di sebelah anak, memberikan semangat, dan mengajak anak menyibukkan diri membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. B. Keterbatasan Penelitian Peneliti sadar bahwa masih memiliki banyak keterbatasan dalam melaksanakan penelitian ini, sehingga masih banyak yang perlu diperbaiki dan disempurnakan. Adapun keterbatasan penelitian ini adalah: 1. Kurang dalam menggali informasi dari responden pada saat wawancara. 2. Kurang teliti dalam membahasakan dan menarik kesimpulan. 3. Kurang pada bagian teori tentang bimbingan dan konseling. 4. Kurang memakai observasi berdasarkan pertanyaan penelitian dan waktu yang sangat terbatas.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 C. Saran Peneliti mengemukakan saran yang ditujukan peneliti kepada peneliti selanjutnya agar memperoleh hasil penelitian yang lebih baik lagi. Saran yang dikemukakan peneliti berupa: 1. Masih banyak yang perlu ditambahkan dari pendapat para ahli. 2. Masih sangat diperlukan penggalian informasi lebih dalam lagi. 3. Teori tentang bimbingan dan konseling masih perlu ditambahkan lagi. 4. Diperlukan observasi berdasarkan pertanyaan penelitian dan waktu yang cukup panjang.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Analisis Data Kualitatif. (2013). Metodologi Penelitian. Studio Teknologi Pendidikan-Perpustakaan Universitas Katolik Indonesia Admajaya Oktober 2013. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (2007). Penyalahgunaan Narkoba Sejak Usia Dini. Jakarta: Badan Narkotika Nasional. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. (2009). Penyalahgunaan Narkoba. Jakarta: Badan Narkotika Nasional. Pencegahan Creswell, J. W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar. Francis, S dan Satiadarma, M.P. (2004). Pengaruh dukungan keluarga terhadap kesembuhan ibu yang mengidap Kanker Payudara, Jurnal Ilmiah Psikologi. “ARKHE” th, 9/No.1/2004. Friedman, M. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset, Teori, dan Praktek. Edisi ke-5. Jakarta: EGC. Soeparman, Herman. (2000). Narkoba telah Merubah Rumah Kami menjadi Neraka. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional-Dirjen Dikti. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Kurniawan, J. (2008). Arti Definisi & Pengertian Narkoba dan Golongan/Jenis Narkoba sebagai Zat Terlarang. http://juliuskurnia.wordpress.com/ 2008/04/07/arti-definisi-pengertian-narkoba-dan-golonganjenis-narkobasebagai-zat-terlarang. Diakses tanggal 18 Mei 2008. Lydia & Satya. (2006). Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Sekolah. Jakarta: Balai Pustaka. Moleong, Lexy J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Potter, P. A., & Perry, A. G. (2009). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik 1 ed. 7. Jakarta: Salemba Medika. 67

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Sarasvita, R. (2002). Faktor Pengasuh dalam Etiologi Gangguan yang Berhubungan dengan Zat. Thesis Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Setiadi, Nugroho. (2008). Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Kencana. Stainback, Susan william Stainback. (1998). Understanding & Conducting Qualitative Research, Kendall/Hunt Publishing Company, Dubuque, lowa. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Yunitasari, Irda. (2018). Hubungan Dukungan Keluarga dan Self-Efficacy dengan Upaya Pencegahan Relapse pada Penyalahguna Napza Pasca Rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur. Diambil pada tanggal 18 Januari 2019 jam 08.30, dari https://ejournal.psikologi.fisipunmul.ac.id Zulkarnain. (2014). Memilih Lingkungan Bebas Narkoba. Jakarta: Cita Pustaka.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN I 69

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Lampiran 1 Hasil Observasi Hari/tanggal Senin, 26 November 2018 11.50-12.15 WIB Jum’at, 28 Desember 2018 15.00-15.50 WIB Inisial Deskripsi A Observasi pertama kali dilakukan di rumah. Ciri-ciri A yang peneliti amati berkulit putih bersih, tinggi badan yang ideal, rambut hitam lurus, badan berisi. Sikap yang diperlihatkan oleh A sedikit gugup, seperti tidak nyaman saat duduk. Namun terlihat A sesekali memandang P. P Observasi pertama kali peneliti mengamati bahwa P terlihat sesekali memandang atau mengamati sikap yang diperlihatkan oleh A. Namun P (badan berisi, tinggi badan ideal, kulit sawo matang, rambut putih lurus) tersebut terlihat santai saat duduk. M Observasi pertama kali peneliti mengamati M yang bertubuh gemuk, rambut hitam kiriting, tinggi badan ideal, kulit sawo matang tersebut begitu hangat dan terlihat sangat sayang kepada keluarga, walaupun terlihat sangat irit pada saat berbicara. A P Peneliti mengamati bahwa A mulai nyaman dan mulai bisa mengobrol dengan santai. A juga lebih banyak berbicara dan menceritakan pengalamannya dengan penuh semangat tanpa ada raut kekhawatiran. Peneliti mengamati bahwa P mulai bisa menerima A dengan tidak sesekali mengawasi gerak-gerik yang dilakukan A. P juga lebih banyak berkomunikasi dengan A. Interpretasi Terlihat sedikit gugup (gesergeser dari tempat duduk) dan sesekali menoleh ke arah P. Terlihat santai saat sedang duduk, tetapi sesekali menoleh ke arah A, seperti mengawasi gerak-gerik A. Terlihat begitu hangat dan penuh kasih sayang serta lemah lembut dan begitu sabar. Terlihat A sudah mulai bisa santai, tidak tegang, dan tidak terlihat khawatir. Terlihat P juga sudah mulai bisa menerima sikap A.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 M Peneliti mengamati bahwa M sudah mulai lebih banyak bicara Terlihat M sudah lebih banyak dengan suara lembut dan penuh kasih sayangnya. Sesekali M juga bicara. memegang pundak A dengan lemah lembut.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Lampiran 2 Lembar Koding Wawancara A. Responden Anak (A/Anak) No. Data Teks Urut 001 Apa yang mas ketahui tentang 002 rehabilitasi narkoba? Ehmm..rehabilitasi narkoba itu ya 003 tempat mbak, ehmm..tempat untuk 004 merehabilitasi orang-orang yang sudah 005 terlanjur terjerumus narkoba mbak. 006 007 Baik. Mas tau tidak di mana saja 008 tempat rehabilitasi narkoba? Ehmm..dimana ya mbak. Ya yang saya 009 tau cuma di tempat Bro Eko saja. 010 011 Siapa yang menjalani rehabilitasi di 012 panti rehab setau mas? Ya orang-orang yang..ya mbak tau lah 013 kita seperti apa. Sudah sejelek-jeleknya 014 jadi orang. Entah itu yang pakai ganja, 015 sabu-sabu, kokain, ahh masih banyak 016 mbak. 017 018 Kalau yang mas tau tentang bentuk019 bentuk rehabilitasi narkoba? Ehmm..apa ya mbak. Ya seperti 020 menjunjung tinggi kekeluargaan mbak, 021 itu yang paling utama. 022 023 Baik. Kalau boleh tau kekeluargaan 024 yang seperti apa mas, prosesnya yang 025 seperti apa? Ya kita di tempat Bro Eko harus ingat 026 teman kanan kiri dan lingkungan sekitar 027 mbak. Kalau di rumah ya..seperti 028 sayang keluarga mbak, bantu orang029 orang di rumah. 030 031 Kalau sepemahaman mas tentang 032 narkoba? Narkoba ya mbak..ehmm..ya obat atau 033 bahan yang berbahaya mbak. Awalnya 034 ya enak tapi makin lama malah bikin 035 makin susah. Malah bikin kita gila 036 kalau tidak memakai terus. Gitu mbak. 037 038 Sebelumnya mas mengatakan bahwa 039 mas pernah mencoba hampir semua Koding I.a.A - Tempat rehab - orang yang terjerumus narkoba I.a.1.A - Di tempat Bro Eko - Jogja Care House I.a.2.A - Pemakai obat terlarang - Ganja, sabu-sabu, kokain I.a.3.A - Kekeluargaan I.a.4.A - Ingat teman kanan kiri, lingkungan sekitar - Sayang keluarga, bantu orang rumah I.b.A - Obat atau bahan berbahaya - Membuat gila

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 040 041 042 043 044 045 046 047 048 049 050 051 052 053 054 055 056 057 058 059 060 061 062 063 064 065 066 067 068 069 070 071 072 073 074 075 076 077 078 079 080 081 082 083 084 085 jenis narkoba. Kalau boleh tau apa saja mas? Banyak mbak kalau mau disebutin satu satu. Saya sudah pernah coba putaw, ganja, kokain, sabu-sabu, ahh masih banyak mbak sampai lupa saya. Selanjutnya bentuk-bentuk dukungan keluarga terhadap mas gimana? Jujur mbak. Saat ini keluarga sudah memberikan dukungan yang sangat penuh kepada saya. Keluarga sangat sabar dan selalu setia menemani saya di rumah. Berarti keluarga sudah merancang kegiatan untuk mendukung mas ya? Ya kalau itu jelas mbak. Ya seperti membantu menyelesaikan pekerjaan rumah ya menyapu, mengepel, memberi makan hewan, dan setiap malam mengobrol bersama pengalaman yang terjadi seharian gitu sih mbak. Bagaimana cara keluarga dalam mendukung mas? Ya selalu meluangkan waktu itu aja sih mbak intinya. Ketika saya sedang melakukan aktivitas pasti disamperin sama keluarga, ya terus kita cerita-cerita aja mbak. Cerita-cerita apa aja yang penting kita bisa berkumpul bersama mbak. Baik. Apakah keluarga selalu melibatkan mas dalam suatu kegiatan tertentu? Ya karena saya jarang keluar rumah, ya karena malas juga sih sebenarnya. Jadi ya keluarga paling hanya meminta tolong untuk saya bisa bantu membereskan rumah aja, seperti itu mbak. Tapi adakah cara-cara khusus pada saat keluarga melibatkan mas? Ehmm..ya keluarga tu tidak pernah maksa mbak. Istilahnya semampunya saya aja. Awalnya ya seperti mengajak ayo ikut beberes rumah sama-sama biar I.b.1.A - Putaw, ganja, kokain, sabu-sabu II.a.A - Sabar, menemani II.b.A - Menyelesaikan pekerjaan rumah - Menyapu, mengepel, memberi makan hewan, mengobrol III.a.A - Meluangkan waktu - Menemani - Mengobrol III.b.A - Bantu membereskan rumah III.b.1.A - Mengajak membereskan rumah

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 086 087 088 089 090 091 092 093 094 095 096 097 098 099 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 rumah bisa kelihatan bersih dan rapi biar enak juga untuk dipandang kan. Ya seperti seperti itu aja sih mbak kalau menurut saya. Adakah kesulitan/hambatan yang dialami oleh keluarga dalam mendukung mas sendiri? Ya ada mbak. Ya itu tadi mbak, semua masalah sumbernya dari saya. Seperti saya selalu memarahi keluarga ketika tidak jadi apa yang saya inginkan. Apalagi waktu itu pas saya lagi mabuk mbak. Keluarga ya hanya bisa diam saja karena pastinya takut ya mbak karena saya sedang dalam keadaan seperti itu. Lalu bagaimana keluarga mengatasi kesulitan/hambatan yang dialami tersebut? Ya biasa aja mbak. Memang dari dulu sudah begitu mau digimanain lagi. Paling ya pas saya lagi mabuk keluarga hanya bisa diam gitu mbak, karena takut kan kalau dideketin nanti malah mengamuk kan repot ya mbak. Tapi ya tetap sesekali berusaha menenangkan dan mencoba untuk mendekati. Saya tu sebenernya sadar gak sadar mbak pas lagi mabuk tu. Tapi kayak gak bisa mengendalikan diri saya sendiri gitu mbak. Haduh itu yang membuat saya sekaligus merasa sangat bersalah terhadap keluarga saya mbak. IV.a.A - Memarahi keluarga, tidak sesuai keinginan - Saat mabuk IV.b.A - Menenangkan - Mendekati

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 B. Responden Ayah (P/Papa) No. Data Teks Urut 001 Apa yang bapak ketahui tentang 002 rehabilitasi narkoba? 003 Ya menurut saya rehabilitasi narkoba itu 004 tempat penyembuhan untuk orang-orang 005 yang terjerat narkoba. 006 Dimana saja tempat rehabilitasi 007 narkoba yang bapak ketahui? 008 Ehmm..setau saya di PSPP “Sehat 009 Mandiri” Purwomartani mbak yang 010 sekarang sudah ditutup, oh..sama di 011 Kunci Sleman mbak tapi itu berbayar dan 012 mahal. 013 Menurut sepemahaman bapak, siapa 014 saja yang direhab di panti rehabilitasi 015 tersebut? 016 Ehmm..ya menurut saya orang-orang 017 yang tersandung narkoba mbak. 018 Lalu bentuk-bentuk rehabilitasi 019 narkoba yang bapak ketahui? 020 Ya menurut saya pribadi ada motivasi 021 untuk orang yang tersandung narkoba 022 tersebut. Ada juga menjaga, merawat, 023 melindungi, konseling, dan pastinya ada 024 dukungan dari keluarga si penderita 025 mbak. 026 Bisa minta tolong dijelaskan lagi pak 027 prosesnya seperti apa? memberikan motivasi berupa 028 Ya 029 semangat mbak, menjaga dengan selalu 030 menemani aktivitas sehari-harinya dan 031 melakukan tatap muka diajak ngobrol 032 mbak. Tidak lupa juga semua itu harus 033 mendapat dukungan oleh keluarganya 034 dengan cara memberikan semangat. Gitu 035 mbak menurut saya. 036 Baik. Apa yang bapak ketahui tentang 037 narkoba? 038 Narkoba itu menurut saya obat penenang 039 mbak. Sebetulnya di dalam dunia 040 kedokteran baik mbak kalau digunakan 041 karena itu untuk penyembuhan juga. Tapi orang-orang malah 042 terkadang 043 menyalahgunakan karena harganya juga Koding I.a.P - Tempat penyembuhan - Orang terjerat narkoba I.a.1.P - PSPP “Sehat Mandiri” Purwomartani - Kunci Sleman I.a.2.P - Tersandung narkoba I.a.3.P - Motivasi - Menjaga, merawat, melindungi, konseling, dukungan keluarga I.a.4.P - Motivasi, semangat - Menjaga, menemani, mengobrol - Dukungan keluarga, semangat I.b.P - Obat penenang - Dunia kedokteran, penyembuhan - Disalahgunakan

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 044 045 046 047 048 049 050 051 052 053 054 055 056 057 058 059 060 061 062 063 064 065 066 067 068 069 070 071 072 073 074 075 076 077 078 079 080 081 082 083 084 085 086 087 088 089 mahal ya mbak. Kalau jenis-jenis narkoba yang bapak ketahui? Ehmm..ya ada ekstasi, putaw, ganja, kokain. Ya setau saya itu saja sih mbak. Kalau bentuk-bentuk dukungan keluarga terhadap anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba? Ehmm..apa ya mbak..ya seperti ikut menemani anak ke rumah sakit mbak, dan selalu sabar ketika anak hanya tidurtiduran di rumah dengan tidak selalu memarahinya. Seperti itu saja mbak. Baik. Seperti apa kegiatan yang dirancang keluarga untuk anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba? Ya kegiatan sederhana saja mbak biar anak kerjaannya tidak hanya tidur-tiduran di rumah. Seperti membantu ibu menyapu, mengepel, siram tanaman, oncek-oncek bahan makanan. Ya yang sederhana saja mbak asal anak mau mengerjakannya. Bagus sekali pak. Tadi bapak mengatakan bahwa bapak menginginkan anaknya kerjaannya tidak hanya tidur-tiduran saja di rumah. Jadi keluarga memberikan anaknya kegiatan tersebut. Lalu bagaimana cara keluarga dalam mendukung anaknya? Ehmm..ya mungkin dengan memberikan apresiasi mbak. Misalkan anak seminggu ini sudah rajin membantu ibu. Ya boleh lah anak bersenang-senang dengan membeli anjing dan ayam seperti waktu itu. Selanjutnya kegiatan apa saja yang melibatkan anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba? Ehmm..ya belajar membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Mungkin ya dibatasi dulu mbak, misalkan hari Senin anak hanya dimintai tolong menyapu saja. Besoknya hari Selasa dimintai tolong untuk mengepel, I.b.1.P - Ekstasi, putaw, ganja, kokain II.a.P - Menemani - Sabar, tidak memarahi II.b.P - Menyapu, mengepel, siram tanaman, oncekoncek bahan makanan III.a.P - Memberi apresiasi - Membeli anjing dan ayam III.b.P - Menyapu, mengepel

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 090 091 092 093 094 095 096 097 098 099 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 dan begitu seterusnya mbak. Seperti itu saja sih mbak, yang penting tu anak mau melakukannya dulu. Lalu bagaimana cara keluarga bisa melibatkan anaknya yang akhirnya bisa membantu menyelesaikan pekerjaan di rumah? Ya awalnya memang sulit mbak. Anak cuma maunya bermalas-malasan terus di kamar. Tapi sedikit demi sedikit saya dan ibu ajak bicara pada malam hari. Awalnya tetap saja tidak mau, tapi lamakelamaan karena anak sadar sendiri, anak mau membantu ibunya. Awalnya menyapu lalu mengepel, dan mengurus hewan-hewan seperti itu mbak. Jadi saya dan ibu tidak pernah memaksakan kehendak anak, biar anak sendiri yang melakukannya dengan keinginannya sendiri. Biasanya saya dan ibu ya bisanya hanya memberikan pengertian sedikitsedikit saja mbak untuk anak. ada Baik. Lalu apakah kesulitan/hambatan yang dialami keluarga dalam memberikan dukungan terhadap anaknya? Tentu ada ya mbak. Seperti tadi saja halhal yang sangat-sangat sederhana. Ketika saya dan ibu lupa untuk memberikan apresiasi kepada anak ketika sudah rajin membantu. Anak akan marah dan jadi bersikap malas-malasan lagi mbak. Lalu juga ketika anak sedang dalam posisi mabuk berat di rumah, saya dan ibu hanya bisa diam mbak, saya dan ibu tidak bisa mengajak ngobrol dengan keadaan anak seperti itu. Tapi saya dan ibu tetap berusaha untuk memberikan dukungan dengan cara memantau dan tidak jauhjauh dari anak. Nanti kalau sudah tidak mabuk baru saya dan ibu merangkul anak dan diajak bicara lagi. Seperti itu saja mbak. Bagaimana keluarga dalam mengatasi kesulitan/hambatan yang dihadapi dalam memberikan dukungan kepada III.b.1.P - Diajak mengobrol - Sadar sendiri, menyapu, mengepel, mengurus hewanhewan - Diberi pengertian IV.a.P - Lupa memberi apresiasi, marah, malas-malasan - Mabuk

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 136 137 138 139 140 141 142 143 144 anaknya? Ya mungkin dengan tetap memberikan semangat saja mbak. Ketika di dalam diri anak sudah tertanam semangat tersebut, mungkin anak bisa mengurangi kebiasaan tersebut. Saya dan ibu selalu bilang kita semua pasti bisa membereskan rumah ini kalau dilakukan bersama-sama. Seperti itu saja kalau menurut saya mbak. IV.b.P - Diberi semangat - Mengurangi kebiasaan jelek - Keluarga mencontohkan hal baik

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 C. Responden Ibu (M/Mama) No. Data Teks Urut 001 Apa yang ibu ketahui tentang 002 rehabilitasi narkoba? Ehmm..apa ya mbak. Ya menurut saya 003 seperti tempat penanganan untuk orang 004 yang memakai narkoba. 005 006 Di mana tempat rehabilitasi narkoba 007 yang ibu ketahui? Aduh saya kurang tau e mbak. Ya yang 008 saya tau saja ya mbak cuma di tempat Pak 009 Eko saja mbak. 010 011 Menurut ibu sendiri siapa saja yang 012 direhab di panti rehabilitasi tersebut? Ehmm..ya kalau menurut saya, para 013 pecandu narkoba mbak. Ya seperti anak 014 saya ini ya mbak. 015 016 Kalau bentuk-bentuk rehabilitasi yang 017 ibu ketahui? Aduh apa ya mbak, saya kurang paham. 018 Ehmm..yang saya tau ya diberikan 019 motivasi mbak, supaya apa..ya supaya 020 mereka, para pecandu narkoba selalu 021 memiliki rasa semangat dan memiliki 022 keinginan untuk kembali ke jalan yang 023 benar. 024 025 Baik. Sepemahaman ibu, bagaimana 026 prosesnya? Ya itu tadi mbak, setiap para pecandu 027 narkoba di panti rehabilitasi diberikan 028 motivasi, diberikan semangat dan 029 keyakinan bahwa para pecandu narkoba 030 tersebut bisa kembali ke jalan yang benar 031 asal mereka memiliki keinginan yang kuat. 032 033 Lalu apa yang ibu ketahui tentang 034 narkoba? Ya setau saya narkoba itu..ya obat-obatan 035 terlarang mbak, selebihnya kurang tau 036 saya. 037 038 Baik. Jenis-jenis narkoba apa saja yang 039 ibu tahu? Waduh kalau itu saya kurang paham mbak 040 hehehe..apa ya mbak..yang saya tau ya 041 cuma ganja saja. 042 043 Selanjutnya, bagaimana bentuk-bentuk Koding I.a.M - Tempat penanganan - Pemakai narkoba I.a.I.M - Di tempat Pak Eko - Jogja Care House I.a.2.M - Pecandu narkoba I.a.3.M - Motivasi I.a.4.M - Diberi motivasi, semangat, keyakinan - Kembali ke jalan benar - Memiliki keinginan kuat I.b.M - Obat terlarang I.b.1.M - Ganja

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 044 045 046 047 048 049 050 051 052 053 054 055 056 057 058 059 060 061 062 063 064 065 066 067 068 069 070 071 072 073 074 075 076 077 078 079 080 081 082 083 084 085 086 087 088 089 dukungan keluarga terhadap anaknya? Ya selalu memberikan semangat mbak. Dengan cara setia menemani anak pada saat sedang melakukan aktivitas di rumah, seperti pada saat sedang menyapu. Begitu mbak. Seperti apa kegiatan yang dirancang keluarga untuk anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba? Ehmm..ya membantu pekerjaan rumah saja mbak. Seperti mencuci piring, mengepel, dan membantu di dapur mbak. Seperti itu saja sih mbak hehe.. Bagaimana cara keluarga dalam mendukung anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba? Ehmm..apa ya mbak. Ya mungkin dengan memberikan sebuah pujian seperti tu kan kamu bisa bersih menyapunya atau lha ini kamu mencuci piringnya bisa sampai mengkilap gini. Hebat kamu. Ya seperti itu mbak, ya sederhana saja mbak. Asalkan bisa membuat anak merasa usahanya dihargai dengan baik. Bagus sekali bu. Lalu kegiatan apa saja yang melibatkan anaknya yang menjalani rehabilitasi narkoba? Kegiatan apa ya mbak. Sebenarnya anaknya tu jarang keluar rumah e mbak. Ya keluar rumah tu cuma pas ada yang ngajak saja, biasanya tetangga dekat rumah. Yaitu pun cuma main di sawah depan situ atau di rumah temannya yang ngajak tadi, tapi beda rt mbak. Jadi ya keseharian anak tu hanya di rumah saja e mbak. Jadi kalau ditanya soal melibatkan apa, ya melibatkan anak dalam hal membantu pekerjaan rumah saja mbak, yang sederhana-sederhana saja pokoknya. Baik. Kemarin ibu mengatakan bahwa keluarga melibatkan anaknya dalam membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, kalau boleh tau bagaimana cara keluarga bisa melibatkan anaknya? Kuncinya sabar mbak. Sedikit sedikit anak diajak untuk peka terhadap lingkungan II.a.M - Beri semangat - Setia menemani (menyapu) II.b.M - Mencuci piring, mengepel, bantu di dapur III.a.M - Beri pujian III.b.M - Bantu pekerjaan rumah III.b.1.M - Sabar - Diajak peka

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 090 091 092 093 094 095 096 097 098 099 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 sekitar, misalkan saja di dalam rumah kok lingkungan sekitar, rasanya untuk jalan tidak enak ya menyapu lantainya, anak harus tau kalau lantai kotor harus di sapu. Sederhana saja sih mbak. Adakah kesulitan/hambatan yang keluarga hadapi dalam mendukung anaknya yang menjalani rehabilitasi IV.a.M narkoba? Ya ada mbak. Apalagi pas anak kumat - Kumat minum miras minumnya, waduh saya cuma bisa diam mbak. Karena kalau didekati bisa ngamuk nanti. Lalu bagaimana keluarga mengatasi kesulitan/hambatan yang dihadapi IV.b.M tersebut? Ya dengan cara sedikit sedikit dialihkan ya - Bantu mbak biar tidak kepikiran untuk minum menyelesaikan terus. Ya mungkin bisa dengan cara pekerjaan rumah menyibukkan diri anak dengan dimintai tolong untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Itu bisa sedikit membantu sih mbak untuk saat-saat ini. Begitu mbak.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Lampiran 3 Lembar Kategorisasi Wawancara A. Responden Anak (A/Anak) Kategori Verbatim Tema Sub Tema PengetaRehabilitasi ...tempat untuk merehabilitasi orang-orang yang sudah terlanjur terjerumus narkoba mbak. narkoba (I.a.A.064-005) huan ...saya tau cuma di tempat Bro Eko saja. (I.a.1.A.009-0010) ...orang-orang yang..ya mbak tau lah kita seperti apa. Sudah sejelek-jeleknya jadi orang. Entah itu yang pakai ganja, sabu-sabu, kokain... (I.a.2.A.013-016) ...menjunjung tinggi kekeluargaan mbak, itu yang paling utama. (I.a.3.A.021-022) ...di tempat Bro Eko harus ingat teman kanan kiri dan lingkungan sekitar mbak. Kalau di rumah ya..seperti sayang keluarga mbak, bantu orang-orang di rumah. (I.a.4.A.026-030) Narkoba ...obat atau bahan yang berbahaya mbak. Awalnya ya enak tapi makin lama malah bikin makin susah. Malah bikin kita gila kalau tidak memakai terus. (I.b.A.033-037)

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 ...putaw, ganja, kokain, sabu-sabu, ahh masih banyak mbak sampai lupa saya. (I.b.1.A.043-045) Bentuk dukungan Proses dukungan Bentukbentuk dukungan keluarga ...sabar dan selalu setia menemani saya di rumah. (II.a.A.052-053) Kegiatan yang dirancang ...membantu menyelesaikan pekerjaan rumah ya menyapu, mengepel, memberi makan hewan, dan setiap malam mengobrol bersama pengalaman yang terjadi seharian... (II.b.A.057-061) Cara ...selalu meluangkan waktu itu aja sih mbak intinya. Ketika saya sedang melakukan aktivitas pasti disamperin sama keluarga, ya terus kita cerita-cerita aja mbak. Cerita-cerita apa aja yang penting kita bisa berkumpul bersama mbak. (III.a.A.064-070) Kegiatan yang melibatkan ...keluarga paling hanya meminta tolong untuk saya bisa bantu membereskan rumah aja. (III.b.A.076-078) ...awalnya ya seperti mengajak ayo ikut beberes rumah sama-sama biar rumah bisa kelihatan bersih dan rapi biar enak juga untuk dipandang kan. (III.b.1.A.084-087) Kesulitan/ hambatan Kesulitan/ hambatan yang ditemui ...selalu memarahi keluarga ketika tidak jadi apa yang saya inginkan. Apalagi waktu itu pas saya lagi mabuk mbak. Keluarga ya hanya bisa diam saja karena pastinya takut ya mbak karena saya sedang dalam keadaan seperti itu. (IV.a.A.095-100)

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Cara mengatasi Paling ya pas saya lagi mabuk keluarga hanya bisa diam gitu mbak, karena takut kan kalau dideketin nanti malah mengamuk kan repot ya mbak. Tapi ya tetap sesekali berusaha menenangkan dan mencoba untuk mendekati. (IV.b.A.106-111)

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 B. Responden Ayah (P/Papa) Kategori Verbatim Tema Sub Tema Rehabilitasi ...rehabilitasi narkoba itu tempat penyembuhan untuk orang-orang yang terjerat narkoba. Pengetanarkoba huan (I.a.P.003-005) ...di PSPP “Sehat Mandiri” Purwomartani mbak yang sekarang sudah ditutup, oh..sama di Kunci Sleman mbak tapi itu berbayar dan mahal. (I.a.1.P.008-0012) ...orang-orang yang tersandung narkoba mbak. (I.a.2.P.016-017) ...ada motivasi untuk orang yang tersandung narkoba tersebut. Ada juga menjaga, merawat, melindungi, konseling, dan pastinya ada dukungan dari keluarga si penderita mbak. (I.a.3.P.020-025) ...memberikan motivasi berupa semangat mbak, menjaga dengan selalu menemani aktivitas sehariharinya dan melakukan tatap muka diajak ngobrol mbak. Tidak lupa juga semua itu harus mendapat dukungan oleh keluarganya dengan cara memberikan semangat. (I.a.4.P.028-035) Narkoba ...obat penenang mbak. Sebetulnya di dalam dunia kedokteran baik mbak kalau digunakan karena itu untuk penyembuhan juga. Tapi terkadang orang-orang malah menyalahgunakan karena harganya juga mahal ya mbak. (I.b.P.038-044)

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 ...ekstasi, putaw, ganja, kokain. (I.b.1.P.047-048) Bentuk dukungan Bentuk dukungan keluarga ...ikut menemani anak ke rumah sakit mbak, dan selalu sabar ketika anak hanya tidur-tiduran di rumah dengan tidak selalu memarahinya. (II.a.P.052-056) ...memantau dan tidak jauh-jauh dari anak. (IV.a.P.128-129) ...merangkul anak dan diajak bicara lagi. (IV.a.P.(130-131) Proses dukungan Kegiatan yang dirancang ...membantu ibu menyapu, mengepel, siram tanaman, oncek-oncek bahan makanan. (II.b.P.062-064) Cara ...memberikan apresiasi mbak. Misalkan anak seminggu ini sudah rajin membantu ibu. Ya boleh lah anak bersenang-senang dengan membeli anjing dan ayam seperti waktu itu. (III.a.P.075-080) Kegiatan yang melibatkan ...membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Mungkin ya dibatasi dulu mbak, misalkan hari Senin anak hanya dimintai tolong menyapu saja. Besoknya hari Selasa dimintai tolong untuk mengepel, dan begitu seterusnya mbak. (III.b.P.084-090) ...sedikit demi sedikit saya dan ibu ajak bicara pada malam hari. Awalnya tetap saja tidak mau, tapi lama-kelamaan karena anak sadar sendiri, anak mau membantu ibunya. Awalnya menyapu lalu

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 mengepel, dan mengurus hewan-hewan seperti itu mbak. Jadi saya dan ibu tidak pernah memaksakan kehendak anak, biar anak sendiri yang melakukannya dengan keinginannya sendiri. Biasanya saya dan ibu ya bisanya hanya memberikan pengertian sedikit-sedikit saja mbak untuk anak. (III.b.1.P.099-111) Kesulitan/ hambatan Kesulitan/ hambatan yang ditemui ...lupa untuk memberikan apresiasi kepada anak ketika sudah rajin membantu. Anak akan marah dan jadi bersikap malas-malasan lagi mbak. Lalu juga ketika anak sedang dalam posisi mabuk berat di rumah... (IV.a.P.118-123) Cara mengatasi ...memberikan semangat saja mbak. Ketika di dalam diri anak sudah tertanam semangat tersebut, mungkin anak bisa mengurangi kebiasaan tersebut. Saya dan ibu selalu bilang kita semua pasti bisa membereskan rumah ini kalau dilakukan bersama-sama. (IV.b.P.137-143)

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 C. Responden Ibu (M/Mama) Kategori Verbatim Tema Sub Tema PengetaRehabilitasi ...tempat penanganan untuk orang yang memakai narkoba. huan (I.a.M.003-005) narkoba ...di tempat Pak Eko saja mbak. (I.a.1.M.009-0010) ...para pecandu narkoba mbak. (I.a.2.M.016-017) ...diberikan motivasi mbak, supaya apa..ya supaya mereka, para pecandu narkoba selalu memiliki rasa semangat dan memiliki keinginan untuk kembali ke jalan yang benar. (I.a.3.M.019-024) ...diberikan motivasi, diberikan semangat dan keyakinan bahwa para pecandu narkoba tersebut bisa kembali ke jalan yang benar asal mereka memiliki keinginan yang kuat. (I.a.4.M.028-032) Narkoba ...obat-obatan terlarang mbak (I.b.M.035-036) ...yang saya tau cuma ganja saja. (I.b.1.M.041-042)

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Bentuk dukungan Proses dukungan Bentukbentuk dukungan keluarga ...selalu memberikan semangat mbak. Dengan cara setia menemani anak pada saat sedang melakukan aktivitas di rumah, seperti pada saat sedang menyapu. (II.a.M.045-048) Kegiatan yang dirancang ...membantu pekerjaan rumah saja mbak. Seperti mencuci piring, mengepel, dan membantu di dapur mbak. (II.b.M.053-055) Cara ...dengan memberikan sebuah pujian seperti tu kan kamu bisa bersih menyapunya atau lha ini kamu mencuci piringnya bisa sampai mengkilap gini. Hebat kamu. Ya seperti itu mbak, ya sederhana saja mbak. Asalkan bisa membuat anak merasa usahanya dihargai dengan baik. (III.a.M.060-067) Kegiatan yang melibatkan ...melibatkan anak dalam hal membantu pekerjaan rumah saja mbak, yang sederhana-sederhana saja pokoknya. (III.b.M.080-082) Sedikit sedikit anak diajak untuk peka terhadap lingkungan sekitar, misalkan saja di dalam rumah kok rasanya untuk jalan tidak enak ya lantainya, anak harus tau kalau lantai kotor harus di sapu. (III.b.1.M.088-093) Kesulitan/ hambatan Kesulitan/ hambatan yang ditemui ... pas anak kumat minumnya, waduh saya cuma bisa diam mbak. (IV.a.M.098-099)

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Cara mengatasi ...dengan cara sedikit sedikit dialihkan ya mbak biar tidak kepikiran untuk minum terus. Ya mungkin bisa dengan cara menyibukkan diri anak dengan dimintai tolong untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. (IV.b.M.105-110)

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Lampiran 4 Lembar Penyaringan Data Wawancara Kategori Tema Koding Verbatim Interpretasi Sub Tema Wawancara Pengetahuan Rehabilitasi narkoba - Tempat rehab - orang yang terjerumus narkoba Ehmm..rehabilitasi narkoba itu ya tempat Tempat merehabilitasi mbak, ehmm..tempat untuk merehabilitasi penyalahguna narkoba orang-orang yang sudah terlanjur terjerumus narkoba mbak. (I.a.A.064-005) - Tempat penyembuhan - Orang terjerat narkoba Ya menurut saya rehabilitasi narkoba itu tempat Tempat penyembuhan penyembuhan untuk orang-orang yang terjerat penyalahguna narkoba narkoba. (I.a.P.003-005) - Tempat penanganan - Pemakai narkoba Ehmm..apa ya mbak. Ya menurut saya seperti Tempat penanganan tempat penanganan untuk orang yang memakai penyalahguna narkoba narkoba. (I.a.M.003-005) - Di tempat Bro Eko - Jogja Care House Ehmm..di mana ya mbak. Ya yang saya tau Di Jogja Care House cuma di tempat Bro Eko saja. (I.a.1.A.009-0010)

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 - PSPP “Sehat Mandiri” Purwomartani - Kunci Sleman Ehmm..setau saya di PSPP “Sehat Mandiri” Di PSPP “Sehat Purwomartani mbak yang sekarang sudah Mandiri” Purwomartani ditutup, oh..sama di Kunci Sleman mbak tapi dan Kunci Sleman itu berbayar dan mahal. (I.a.1.P.008-0012) - Di tempat Pak Eko - Jogja Care House Aduh saya kurang tau e mbak. Ya yang saya tau saja ya mbak cuma di tempat Pak Eko saja Di Jogja Care House mbak. (I.a.1.M.009-0010) - Pemakai obat terlarang - Ganja, sabu-sabu, kokain - Tersandung narkoba - Pecandu narkoba - Kekeluargaan Ya orang-orang yang..ya mbak tau lah kita Pecandu narkoba seperti apa. Sudah sejelek-jeleknya jadi orang. Entah itu yang pakai ganja, sabu-sabu, kokain, ahh masih banyak mbak. (I.a.2.A.013-016 Ehmm..ya menurut saya orang-orang yang Orang yang tersandung narkoba tersandung narkoba mbak. (I.a.2.P.016-017) Ehmm..ya kalau menurut saya, para pecandu Pecandu narkoba narkoba mbak. Ya seperti anak saya ini ya mbak. (I.a.2.M.016-017) Ehmm..apa ya mbak. Ya seperti menjunjung Yang paling utama, tinggi kekeluargaan mbak, itu yang paling menjunjung tinggi

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 utama. (I.a.3.A.021-022) kekeluargaan - Motivasi - Menjaga, merawat, melindungi, konseling, dukungan keluarga Ya menurut saya pribadi ada motivasi untuk orang yang tersandung narkoba tersebut. Ada juga menjaga, merawat, melindungi, konseling, dan pastinya ada dukungan dari keluarga si penderita mbak. (I.a.3.P.020-025) Ada motivasi, menjaga, merawat, melindungi, konseling, dukungan keluarga untuk pecandu narkoba - Motivasi Aduh apa ya mbak, saya kurang paham. Diberikan motivasi Ehmm..yang saya tau ya diberikan motivasi supaya memiliki mbak, supaya apa..ya supaya mereka, para semangat pecandu narkoba selalu memiliki rasa semangat dan memiliki keinginan untuk kembali ke jalan yang benar. (I.a.3.M.019-024) - Ingat teman kanan kiri, lingkungan sekitar - Sayang keluarga, bantu orang rumah Perduli dan sayang Ya kita di tempat Bro Eko harus ingat teman sesama, lingkungan kanan kiri dan lingkungan sekitar mbak. Kalau sekitar di rumah ya..seperti sayang keluarga mbak, bantu orang-orang di rumah. (I.a.4.A.026-030) - Motivasi, semangat - Menjaga, menemani, mengobrol Ya memberikan motivasi berupa semangat Memberikan motivasi mbak, menjaga dengan selalu menemani (semangat), menjaga, aktivitas sehari-harinya dan melakukan tatap menemani, diajak

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Narkoba - Dukungan keluarga, semangat muka diajak ngobrol mbak. Tidak lupa juga ngobrol dalam semua itu harus mendapat dukungan oleh keseharian keluarganya dengan cara memberikan semangat. (I.a.4.P.028-035) - Diberi motivasi, semangat, keyakinan - Kembali ke jalan benar - Memiliki keinginan kuat Ya itu tadi mbak, setiap para pecandu narkoba di panti rehabilitasi diberikan motivasi, diberikan semangat dan keyakinan bahwa para pecandu narkoba tersebut bisa kembali ke jalan yang benar asal mereka memiliki keinginan yang kuat. (I.a.4.M.028-032) - Obat atau bahan berbahaya - Membuat gila Narkoba ya mbak..ehmm..ya obat atau bahan yang berbahaya mbak. Awalnya ya enak tapi makin lama malah bikin makin susah. Malah bikin kita gila kalau tidak memakai terus. Gitu mbak. (I.b.A.033-037) Obat atau bahan yang berbahaya yang bisa membuat ketergantungan - Obat penenang - Dunia kedokteran, penyembuhan - Disalahgunakan Narkoba itu menurut saya obat penenang mbak. Sebetulnya di dalam dunia kedokteran baik mbak kalau digunakan karena itu untuk penyembuhan juga. Tapi terkadang orangmalah menyalahgunakan karena orang harganya juga mahal ya mbak. (I.b.P.038-044) Obat penenang, di dalam dunia kedokteran untuk penyembuhan, tapi terkadang orang-orang malah menyalahgunakan Diberikan motivasi, semangat, keyakinan agar anak bisa kembali ke jalan yang benar

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 - Obat terlarang - Putaw, ganja, kokain, sabu-sabu - Ekstasi, putaw, ganja, kokain - Ganja Bentuk dukungan Bentuk dukungan keluarga - Sabar, menemani - Menemani - Sabar, tidak Ya setau saya narkoba itu..ya obat-obatan O bat-obatan terlarang terlarang mbak, selebihnya kurang tau saya. (I.b.M.035-036) Banyak mbak kalau mau disebutin satu satu. Saya sudah pernah coba putaw, ganja, kokain, Putaw, ganja, kokain, sabu-sabu, ahh masih banyak mbak sampai sabu-sabu lupa saya. (I.b.1.A.043-045) Ehmm..ya ada ekstasi, putaw, ganja, kokain. Ya Ekstasi, putaw, ganja, setau saya itu saja sih mbak kokain (I.b.1.P.047-048) Waduh kalau itu saya kurang paham mbak Ganja hehehe..apa ya mbak..yang saya tau ya cuma ganja saja. (I.b.1.M.041-042) Jujur mbak. Saat ini keluarga sudah memberikan dukungan yang sangat penuh Keluarga sabar dan kepada saya. Keluarga sangat sabar dan selalu menemani setia menemani saya di rumah. (II.a.A.052-053) Ehmm..apa ya mbak..ya seperti ikut menemani Menemani dan selalu anak ke rumah sakit mbak, dan selalu sabar sabar ketika anak hanya tidur-tiduran di rumah

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 memarahi - Beri semangat - Setia menemani (menyapu) Kegiatan yang - Menyelesaikan pekerjaan rumah dirancang - Menyapu, mengepel, memberi makan hewan, mengobrol dengan tidak selalu memarahinya. (II.a.P.052-056) Ya selalu memberikan semangat mbak. Dengan Memberikan semangat, cara setia menemani anak pada saat sedang menemani (menyapu) melakukan aktivitas di rumah, seperti pada saat sedang menyapu. Begitu mbak. (II.a.M.045-048) Ya kalau itu jelas mbak. Ya seperti membantu menyelesaikan pekerjaan rumah ya menyapu, mengepel, memberi makan hewan, dan setiap malam mengobrol bersama pengalaman yang terjadi seharian gitu sih mbak. (II.b.A.057-061) Membantu menyelesaikan pekerjaan rumah dan mengobrol bersama - Menyapu, mengepel, siram tanaman, oncekoncek bahan makanan Ya kegiatan sederhana saja mbak biar anak Membantu kerjaannya tidak hanya tidur-tiduran di rumah. menyelesaikan Seperti membantu ibu menyapu, mengepel, pekerjaan rumah siram tanaman, oncek-oncek bahan makanan. Ya yang sederhana saja mbak asal anak mau mengerjakannya. (II.b.P.062-064) - Mencuci piring, mengepel, bantu di dapur Ehmm..ya membantu pekerjaan rumah saja mbak. Seperti mencuci piring, mengepel, dan Membantu membantu di dapur mbak. Seperti itu saja sih menyelesaikan mbak hehe.. pekerjaan rumah

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 (II.b.M.053-055) Proses dukungan Cara - Meluangkan waktu - Menemani - Mengobrol Ya selalu meluangkan waktu itu aja sih mbak Meluangkan waktu intinya. Ketika saya sedang melakukan untuk bisa mengobrol aktivitas pasti disamperin sama keluarga, ya bersama terus kita cerita-cerita aja mbak. Cerita-cerita apa aja yang penting kita bisa berkumpul bersama mbak. (III.a.A.064-070) - Memberi apresiasi - Membeli anjing dan ayam Ehmm..ya mungkin dengan memberikan apresiasi mbak. Misalkan anak seminggu ini sudah rajin membantu ibu. Ya boleh lah anak bersenang-senang dengan membeli anjing dan ayam seperti waktu itu. (III.a.P.075-080) - Beri pujian Kegiatan yang - Bantu membereskan Memberikan apresiasi dengan memperbolehkan anak membeli apa yang anak inginkan Memberikan sebuah Ehmm..apa ya mbak. Ya mungkin dengan pujian agar anak merasa memberikan sebuah pujian seperti tu kan kamu usahanya dihargai bisa bersih menyapunya atau lha ini kamu mencuci piringnya bisa sampai mengkilap gini. Hebat kamu. Ya seperti itu mbak, ya sederhana saja mbak. Asalkan bisa membuat anak merasa usahanya dihargai dengan baik. (III.a.M.060-067) Ya karena saya jarang keluar rumah, ya karena Karena anak jarang malas juga sih sebenarnya. Jadi ya keluarga keluar rumah, keluarga meminta tolong anak

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 melibatkan rumah paling hanya meminta tolong untuk saya bisa membereskan rumah bantu membereskan rumah aja, seperti itu mbak. (III.b.A.076-078) Ehmm..ya keluarga tu tidak pernah maksa - Mengajak mbak. Istilahnya semampunya saya aja. membereskan rumah Awalnya ya seperti mengajak ayo ikut beberes rumah sama-sama biar rumah bisa kelihatan bersih dan rapi biar enak juga untuk dipandang kan. Ya seperti seperti itu aja sih mbak kalau menurut saya. (III.b.1.A.084-087) - Menyapu, mengepel - Diajak mengobrol - Sadar sendiri, menyapu, mengepel, mengurus hewanhewan Ehmm..ya belajar membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Mungkin ya dibatasi dulu mbak, misalkan hari Senin anak hanya dimintai tolong menyapu saja. Besoknya hari Selasa dimintai tolong untuk mengepel, dan begitu seterusnya mbak. Seperti itu saja sih mbak, yang penting tu anak mau melakukannya dulu. (III.b.P.084-090) Ya awalnya memang sulit mbak. Anak cuma maunya bermalas-malasan terus di kamar. Tapi sedikit demi sedikit saya dan ibu ajak bicara pada malam hari. Awalnya tetap saja tidak mau, tapi lama-kelamaan karena anak sadar Keluarga tidak pernah memaksa anak, mengajak untuk membereskan rumah dengan kesadaran si anak sendiri Membantu menyelesaikan pekerjaan rumah dengan keinginan sendiri Diajak bicara, karena anak merasa sadar sendiri anak mulai membantu

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 - Diberi pengertian sendiri, anak mau membantu ibunya. Awalnya membereskan pekerjaan menyapu lalu mengepel, dan mengurus hewan- rumah hewan seperti itu mbak. Jadi saya dan ibu tidak pernah memaksakan kehendak anak, biar anak sendiri yang melakukannya dengan keinginannya sendiri. Biasanya saya dan ibu ya bisanya hanya memberikan pengertian sedikitsedikit saja mbak untuk anak. (III.b.1.P.099-111) - Bantu pekerjaan rumah Kegiatan apa ya mbak. Sebenarnya anaknya tu jarang keluar rumah e mbak. Ya keluar rumah tu cuma pas ada yang ngajak saja, biasanya tetangga dekat rumah. Yaitu pun cuma main di sawah depan situ atau di rumah temannya yang ngajak tadi, tapi beda rt mbak. Jadi ya keseharian anak tu hanya di rumah saja e mbak. Jadi kalau ditanya soal melibatkan apa, ya melibatkan anak dalam hal membantu pekerjaan rumah saja mbak, yang sederhanasederhana saja pokoknya. (III.b.M.080-082) - Sabar - Diajak peka lingkungan sekitar, menyapu Karena anak jarang sekali keluar rumah, jadi keluarga melibatkan anak dengan membantu pekerjaan rumah Kuncinya sabar mbak. Sedikit sedikit anak diajak untuk peka terhadap lingkungan sekitar, misalkan saja di dalam rumah kok rasanya Kunci utama sabar dan untuk jalan tidak enak ya lantainya, anak harus diajak untuk perduli tau kalau lantai kotor harus di sapu. Sederhana dengan lingkungan

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 saja sih mbak. (III.b.1.M.088-093) Kesulitan/ hambatan Kesulitan/ Hambatan - Memarahi keluarga, tidak sesuai keinginan - Saat mabuk Ya ada mbak. Ya itu tadi mbak, semua masalah sumbernya dari saya. Seperti saya selalu memarahi keluarga ketika tidak jadi apa yang saya inginkan. Apalagi waktu itu pas saya lagi mabuk mbak. Keluarga ya hanya bisa diam saja karena pastinya takut ya mbak karena saya sedang dalam keadaan seperti itu. (IV.a.A.095-100) - Lupa memberi apresiasi, marah, malas-malasan - Mabuk Tentu ada ya mbak. Seperti tadi saja hal-hal yang sangat-sangat sederhana. Ketika saya dan ibu lupa untuk memberikan apresiasi kepada anak ketika sudah rajin membantu. Anak akan marah dan jadi bersikap malas-malasan lagi mbak. Lalu juga ketika anak sedang dalam posisi mabuk berat di rumah, saya dan ibu ha nya bisa diam mbak, saya dan ibu tidak bisa mengajak ngobrol dengan keadaan anak seperti itu. Tapi saya dan ibu tetap berusaha untuk memberikan dukungan dengan cara memantau dan tidak jauh-jauh dari anak. Nanti kalau sudah tidak mabuk baru saya dan ibu merangkul anak dan diajak bicara lagi. (IV.a.P.118-123) sekitar Selalu memarahi keluarga karena tidak sesuai keinginan dan sewaktu mabuk Ketika lupa memberikan apresiasi padahal anak sudah rajin membantu pekerjaan rumah dan ketika anak sedang mabuk

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 - Kumat minum miras Cara mengatasi - Menenangkan Mendekati - Diberi semangat - Mengurangi kebiasaan jelek Keluarga mencontohkan hal baik Ya ada mbak. Apalagi pas anak kumat minumnya, waduh saya cuma bisa diam mbak. Karena kalau didekati bisa ngamuk nanti. (IV.a.M.098-099) Ketika anak sedang mabuk berat kalau Ya biasa aja mbak. Memang dari dulu sudah didekati marah begitu mau digimanain lagi. Paling ya pas saya lagi mabuk keluarga hanya bisa diam gitu mbak, karena takut kan kalau dideketin nanti Ketika sedang mabuk, malah mengamuk kan repot ya mbak. Tapi ya sesekali didekati dan tetap sesekali berusaha menenangkan dan ditemani agar anak mencoba untuk mendekati. Saya tu sebenernya merasa lebih tenang dan sadar gak sadar mbak pas lagi mabuk tu. Tapi tidak sendirian kayak gak bisa mengendalikan diri saya sendiri gitu mbak. Haduh itu yang membuat saya sekaligus merasa sangat bersalah terhadap keluarga saya mbak. (IV.b.A.106-111) Ya mungkin dengan tetap memberikan semangat saja mbak. Ketika di dalam diri anak sudah tertanam semangat tersebut, mungkin anak bisa mengurangi kebiasaan tersebut. Saya dan ibu selalu bilang kita semua pasti bisa membereskan rumah ini kalau dilakukan bersama-sama. Seperti itu saja kalau menurut saya mbak. (IV.b.P.137-143) Tetap memberikan semangat kepada anak dan mengajak anak untuk bersama-sama membereskan rumah

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 - Bantu menyelesaikan pekerjaan rumah Ya dengan cara sedikit sedikit dialihkan ya mbak biar tidak kepikiran untuk minum terus. Ya mungkin bisa dengan cara menyibukkan diri anak dengan dimintai tolong untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Itu bisa sedikit membantu sih mbak untuk saat-saat ini. Begitu mbak. (IV.b.M.105-110) Mengajak anak untuk membantu membereskan rumah agar anak memiliki kesibukan sendiri

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN II 103

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104

(121)

Dokumen baru

Download (120 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
15
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
81
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
123
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
138
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
100
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
148
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
132
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
103
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
153
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains Program Studi Matematika
0
0
103
Show more