BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori - PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN REMIDIAL METODE TUTOR SEBAYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VI SD GUGUS WIDYA SATRIA KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017/2018 - r

0
0
46
3 days ago
Preview
Full text

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori Pada bab ini disajikan teori-teori yang mendasari pemikiran dalam

penelitian ini. Terdapat beberapa teori utama yang menjadi dasar pemikiran dalam penelitian relevan dengan permasalahan yang akan diteliti, yaitu:

1. Pembelajaran Bahasa Indonesia

  Proses produktif berasal dari pembicara yang menghasilkankode-kode bahasa yang bermakna dan berguna, sedangkan proses resptif berasal pendengar yang menerima kode-kode bahasa yang bermaknadan berguna yang disampaikan oleh pembicara melalui alat-alat artikulasi dan diterima melalui alat-alat pendengar (Chaer, 2003: 46). Membaca adalah suatu keterampilan yang kompleks, yang rumit, yang mencakup atau melibatkan serangkaian keterampilan-keterampilan yang lebihkecil, mencakup tiga komponen yaitu: (a) pengenalan terhadap aksara serta tanda-tanda baca; (b) korelasi aksara beserta tanda-tanda baca dengan unsurlinguistik yang formal; (c) hubungan lebih lanjut dari keduanya (Tarigan.2008:11).

MAKSUD PENULIS RESPONSI PEMBACA

Memberitahukan atau mengajar Mengerti/memahamiMeyakinkan atau mendesak Percaya atau menentangMenghibur atau menyenangkan Kesenangan ertetisMengutarakan/mengekspresikan perasaan Tingkah laku/pemikiran yang dan emosi yang berapi-api dikendalikan oleh emosi (Tarigan, 2008:5)

2. Hakekat Pembelajaran

  Kegiatan pembelajaran harus diarahkan untuk memfasilitasi pencapaian kompetensi yang telahdirancang dalam kurikulum agar setiap siswa mampu menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat (Permendikbud No. 81A, 2013) Murid yang berkesulitan belajar memerlukan waktu, kesempatan dan cara belajar yang berbeda dengan para murid yang normal. Kegiatan Inti Menyampaikan tujuan khusus pembelajaran kepada siswa, Mengingatkan dan sedikit mengulas kompetensi prasyarat (free roqusife material)  Menyampaikan alternatif kegiatan yang akan ditempuh siswa Membahas materi pelajaran atau menyampaikan materi pelajaran Melibatkan siswa dalam proses pembelajaran dan penemuan informasi material Melaksanakan penilaian proses di sela-sela penyampaian materi pelajaran d.

3. Hakekat Remidial

  Remidial merupakan suatusistem belajar yang dilakukan berdasarkan diagnosis yang komprehensif(menyeluruh), yang dimaksudkan untuk menemukan kekurangan- kekurangan yang dialami peserta didik dalam belajar sehingga dapatmengoptimalkan prestasi belajar. Dengan kata lain, kegiatan perbaikan yang dilakukan merupakan segala usaha yang dilaksanakan untukmengidentifikasi jenis-jenis dan sifat-sifat kesulitan belajar, menemukan faktor-faktor penyebabnya, dan kemudian mengupayakan alternatif-alternatifpemecahan masalah kesulitan belajar, baik dengan cara pencegahan maupun penyembuhan, berdasarkan data dan informasi yang lengkap dan objektif.

4. Metode Tutor Sebaya

  Dalam satu kelas selisih usia antara siswa satu dengan siswa yang lain tentu relative kecil atau hampir sama, sehinggadalam satu kelas terdapat kelompok teman sebaya yang saling berinteraksi antara siswa satu dengan yang lain sehingga akan terbentuk pola tingkahlaku yang dipakai dalam pergaulan mereka. Sehingga anak tidak merasa begitu terpaksa untuk menerima ide-ide dan Menurut Ischak dan Warji dalam Suherman (2003:276) berpendapat bahwa tutor sebaya adalah sekelompok siswa yang telah tuntas terhadapbahan pelajaran, memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami bahan pelajaran yang dipelajarinya.

5. Prestasi Belajar

  Dari sini penulis dapat menyimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan tujuan yang hendak dicapai melalui proses belajar, yaknidiperolehnya keterampilan atau perilaku baru, perubahan dalam pengetahuan, pemahaman dan kecakapan, sikap, penghargaan dan b) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi BelajarSemua orang atau siswa selalu menginginkan hasil prestasi belajar yang memuaskan. Namun perkataan asalnya adalah motive yang juga telah digunakan dalam Bahasa Melayu yakni kata motif yang Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari diri siswa itu sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakanbelajar, misalnya perasaan menyenangi materi, ingin memperoleh kemampuan dan lain sebagainya.

6. Hakekat Gugus Sekolah

  Pasal 30, “Pengelola satuan pendidikan bertanggung jawab atas pemberian kesempatan kepada tenaga kependidikan yang bekerja disatuan pendidikan yang bersangkutan untuk mengembangkan kemampuan professional masing-masing”.2) Keputusan Dirjen Dikdasmen Nomor 079/C/Kep/I/1993 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Profesional Guru melalui pembentukan gugus sekolah di Sekolah Dasar.3) Keputusan Mendikbud RI nomor 0487/U/1992 tentang Sekolah Dasar: a. Pembentukan gugus sekolah diharapkan dapat memperlancar upaya meningkatkan kemampuan professional para guru SD dalam usahanyameningkatkan mutu proses belajar mengajar serta hasil belajar siswa dengan mendayagunakan segala sumber daya dan potensi yang dimiliki sekolah,tenaga kependidikan dan masyarakat sekitarnya, selanjutnya PKG GugusSekolah diharapkan berfungsi sebagai: 1) Prasarana pembinaan professional yakni KKG dan KKKS.

B. Kerangka Berpikir

Dari seluruh uraian di atas merupakan kerangka berpikir yang digunakan dalam penelitian ini. Agar kerangka berpikir tersebut mudah dipahami, penelitimenggambarkan kerangka berpikir tersebut dalam bagan berikut ini: Bagan 2 Kerangka PemikiranPenerapan PEMBELAJARAN REMIDIAL dengan METODE TUTOR SEBAYA GUGUS WIDYA SATRIA PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

C. Kajian Pustaka

  Penelitian tentang metode pembelajaran yang telah penulis telaah dan sebagai pijakan untuk melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Tesis ini membahas eksperimen peneliti tentang kelompok yang menggunakan metodetutor sebaya dalam pembelajaran dengan kelompok eksperimen yang tidak menggunakan metode tutor sebaya dalam pembelajaran Qiro’ah.

D. Indikator Keberhasilan

  Siswa mampu menuliskan atau mendeskripsikan cerita dengan bahasa dalam suatu kata, kalimat, wacana dan tanda baca,Siswa mampu menuliskan pesan dari apa yang didengar atau dibaca dari 6.sebuah wacana. Metode remidial tutor sebaya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia ini dianggapberhasil apabila peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari peningkatan rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada saat tes yangdilaksanakan.

E. Hipotesis Tindakan

  Melalui pembelajaran remidial dengan metode tutor sebaya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, diharapkan mampu meningkatkan prestasi belajarpara siswa kelas VI pada Gugus Widya Satria Kecamatan Pekuncen yang sedang menjadi kelompok eksperimen, sehingga prestasi belajarnya dapat meningkat. Berdasarkan pengembangan teori dan hasil penelitian-penelitian sebelumnya, diajukan hipotesis: Pembelajaran remidial dengan metode tutorsebaya berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar program studi Bahasa Indonesia.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (46 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN PAGAK 04 KABUPATEN MALANG
0
12
30
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN METODE SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 6 WONODADI GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU
0
3
36
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN METODE SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 6 WONODADI GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU
0
4
34
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI 1 SINAR MULYA KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2013/2014
0
3
45
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI 1 SINAR MULYA KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2013/2014
1
14
41
PENGARUH METODE TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 3 METRO TAHUN PELAJARAN 2015/2016
1
23
71
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TERHADAP PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA
0
0
11
BAB II LANDASAN TEORITIS A. Kerangka Teori 1. Pengertian belajar - PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MATERI GAYA SISWA KELAS IV MIS KARISMA KECAMATAN SAWIT SEBERANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 - Repository UIN Sumater
0
0
22
PENGARUH PENDEKATAN SCIENTIFIC MELALUI METODE GUIDED DISCOVERY TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS 4 SD GUGUS PERAHU KECAMATAN NGADIREJO KABUPATEN TEMANGGUNG SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 20142015
0
0
16
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING TOGETHER BAGI SISWA KELAS VI SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 20152016 DI SDN 1 NGEMBEL KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK
0
0
7
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI MEMBACA NYARING MELALUI METODE SCRAMBLE PADA SISWA KELAS II SEMESTER II MI AL-ITTIHAD SEMOWO KECAMATAN PABELAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 - Test Repository
0
0
193
KORELASI MINAT BACA TERHADAP MEMBACA PEMAHAMAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VI MIN 1 LAMPUNG SELATAN TAHUN AJARAN 2017/2018 - Raden Intan Repository
0
0
82
PENERAPAN METODE CARD SORT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MI NU MIFTAHUL ULUM LORAM KULON KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS TAHUN PELAJARAN 2017/2018 - STAIN Kudus Repository
0
0
7
PENERAPAN METODE CARD SORT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MI NU MIFTAHUL ULUM LORAM KULON KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS TAHUN PELAJARAN 2017/2018 - STAIN Kudus Repository
0
0
36
PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL TUTOR SEBAYA (PEER TUTORING) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X TM-B SMK N 5 SURAKARTA TA.2016-2017 - UNS Institutional Repository
0
0
16
Show more