Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
1
92
11 months ago
Preview
Full text

HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI DENGAN

ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB)

  

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Program Studi Psikologi

  

Oleh:

  

I Ketut Wijaya Kusuma

NIM: 019114153

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

"SUKSES ADALAH SEBUAH PERJALANAN

BUKAN TUJUAN”

"KALAU KITA MAU MENGUBAH CARA BERPIKIR

KITA, KITA BISA MENGUBAH PERASAAN KITA,

  

KALAU KITA UBAH PERASAAN KITA, KITA BISA

MENGUBAH TINDAKAN-TINDAKAN KITA"

Dengan segala kerendahan hati, kupersembahkan

kepada…

KEDUA ORANG TUAKU

  

Yang telah mengukir jiwaku, menjaga ragaku dan mendidikku

dengan kasih sayang yang tulus ikhlas

Kakak-Kakakku Tercinta

  

Atas perhatiannya selama ini, dan dukungan tiada henti terhadap

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta Agustus 2007 Penulis

  I Ketut Wijaya Kusuma

ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI DENGAN

  ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DI PT. PERCETAKAN BALI

  I Ketut Wijaya Kusuma Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2007 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dengan OCB di PT. Percetakan Bali. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara komitmen organisasi dengan OCB. Dan hipotesis tambahan adalah ada hubungan positif antara komitmen organisasi dengan

komponen-komponen OCB (Altruism, Courtesy, Conscientiousness,

Sportmanship, dan Civic virtue).

  Subjek penelitian adalah karyawan di PT. Percetakan Bali yang masa kerjanya 2 tahun keatas. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran skala komitmen organisasi dan skala OCB. Koefisien reliabilitas dari skala komitmen organisasi adalah 0.9207, sedangkan untuk skala OCB sebesar 0.8832.

  Untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dengan OCB digunakan teknik korelasi Spearman rho. Koefisien korelasi yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 0.170 pada taraf signifikansi (p) 0.119. Koefisien korelasi antara komitmen dengan altruism adalah 0.212 (p<0.01), komitmen dengan

Courtesy diperoleh nilai sebesar 0.060 (p<0.01), komitmen dengan

sebesar 0.253 (p<0.01), dan untuk korelasi antara komitmen

  Conscientiousness dengan Sportmanship memiliki koefisien 0.301 (p<0.01), sedangkan untuk korelasi antara komitmen dengan Civic virtue memiliki koefisien sebesar 0.363 (p<0.01). Hal ini berarti tidak ada hubungan yang positif antara komitmen organisasi dengan OCB. Hubungan yang positif juga tidak ditemukan antara komitmen organisasi dengan komponen-komponen OCB (Altruism, Courtesy, Conscientiousness, Sportmanship, dan Civic virtue).

  

ABSTRACT

THE RELATIONSHIP BETWEEN ORGANIZATIONAL COMMITMENT

AND ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR

AT PT. PERCETAKAN BALI

  

I Ketut Wijaya Kusuma

Sanata Dharma University Yogyakarta

2007

This research aimed at knowing the relationship between organizational

commitment and OCB at PT. Percetakan Bali. Hypotesa presented were that there

was a positive relationship between the organizational commitment and OCB.

Moreover, the additional hypothesis was that there was a positive relationship

between organizational commitment and the component of OCB (Altruism,

Courtesy, Conscientiousness, Sportsmanship, and Civic virtue).

  The subjects of this research were the employees at PT. Percetakan Bali

whose working experiences were more than two years. The total of the subject in

this research was 50 employees. Gathering data was done by distributing a scale of

organizational commitment and OCB. The reliability coefficient of organizational

commitment is 0.9207, meanwhile the reliability coefficient of OCB is 0.8832.

  Spearman rho correlation technique was used to measure the relationship

between the organizational commitment and OCB. Correlation coefficient which

was resulted from this research was 0.170 in level of significant (p) 0.119. The

correlation coefficient between organizational commitment and altruism was 0.212

(p<0.01), and the correlation coefficient between organizational commitment and

courtesy was 0.060 (p<0.01), and the correlation coefficient between

organizational commitment and conscientiousness was 0.253 (p<0.01), also the

correlation coefficient between organizational commitment and sportsmanship was

0.301 (p<0.01), meanwhile the correlation coefficient between organizational

commitment and civic virtue was 0.363 (p<0.01). It means that there was no

positive relationship between the organizational commitment and OCB. Also, the

researcher didn’t find positive relationship between organizational commitment

and the components of OCB (Altruism, Courtesy, and Conscientiousness,

Sportsmanship, and Civic virtue).

KATA PENGANTAR

  Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa

Tuhan Ynag Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat

menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan Antara Komitmen Organisasi

dengan Organizational Citizenship Behavior di PT. Percetakan Bali”. Skripsi ini

disusun guna memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Psikologi di

Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Terselesaikannya tugas akhir ini tentunya tak lepas dari dukungan dan

bantuan dari banyak pihak. Maka pada kesempatan ini pula, dngan segala

kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya

kepada:

  1. Bapak P. Eddy Suhartanto, S.Psi.,M.Si selaku Dekan dan Dosen Pembimbing Akademik penulis, atas nasehat dan dukungannya serta atas bantuannya selama penulis menjalani kuliah.

  

2. Ibu Kristiana Dewayani, S.Psi., M.Si selaku pembimbing utama yang telah

membimbing, mengarahkan, mendukung dan selalu memberikan dorongan pada penulis dalam menyusun dan pada akhirnya menyelesaikan penulisan skripsi ini.

  3. Ibu P. Henrietta P.D.A.D.S, S.Psi atas kesediannya meluangkan waktu bagi penulis untuk bertanya, dan atas masukan-masukannya yang sangat berarti bagi penulis.

4. Bapak Y. Agung Santoso, S.Psi atas waktunya buat penulis bertanya tentang statistik.

  

5. Seluruh staf pengajar Fakultas Psikologi Univesitas Sanata Dharma yang telah

membagikan ilmu dan wawasannya kepada penulis selama ini.

  

6. Karyawan Fakultas Psikologi Mbak Nani, Mas Gandung dan Pak Gi’ di

sekretariat Psikologi serta mas Muji dan Mas Donny di Lab. Fakultas Psikologi. Terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya.

  

7. Almarhum Bapak dan Ibu saya yang telah memberikan kasih sayang dan

motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.

  

8. Kakak-kakakku yang selalu sabar dalam membimbing dan selalu memotivasi

saya dalam proses pembuatan skripsi ini.

  

9. Teman-teman kontrakan, Made Arya,Ode, Dolong, Dek Edi, Agus, Saindra,

Komang, Baygon, Zember, Arika. Terima kasih atas dukungan kalian terutama buat Arika, yang telah meminjamkan Laptop pada saya untuk menyelesaikan skripsi ini, dan Dek edi yang telah meminjamkan komputernya untuk menyimpan data-data saya, dan atas motivasi-motivasinya. Tidak lupa terima kasih pada Sony atas pinjaman printernya. Skripsi ini tidak aka nada tanpa bantuan dan motivasi kalian. Thanks guys… 10. Teman-teman kampus yang selalu memotivasi saya. Mas Bimo, Toni, Adek, Obeth, Adi, Ucup, Maria, Sony, Yayak, Tyas, Rolan, terima kasih atas kebersamaannya selama ini yang sangat menyenangkan. Terutama Bimo, aku sangat berterima kasih atas bimbingan dan saran-sarannya selama proses pembuatan skripsi ini.

  11. Terima kasih kepada Brita Hapsari yang telah menginspirasi saya dalam pembuatan skripsi ini. Terima kasih atas motivasinya yang selalu membuatku

  

12. Kepada semua pihak yang telah membantu dan teman-teman yang tidak dapat

penulis sebutkan satu-persatu, terimakasih atas segala bantuan dan dukungan yang telah diberikan kepada penulis.

  Dengan penuh kesadaran diri dan segala kerendahan hati, penyusunan

Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis senantiasa

mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga tugas akhir ini

bermanfaat bagi teman-teman dan para pembaca sekalian.

  Yogyakarta, Agustus 2007 Penulis

  

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL……………………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN……………………………………………. ii

HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………….. iii

HALAMAN MOTTO…………………………………………………….. iv

HALAMAN PERSEMBAHAN…………………………………………... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA…………………………………... vi

ABSTRAK………………………………………………………………… vii

………………………………………………………………… viii ABSTRACT

KATA PENGANTAR…………………………………………………….. ix

DAFTAR ISI………………………………………………………………. xii

DAFTAR TABEL…………………………………………………………. xv

DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………. xvii

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………….

  1 A. LATAR BELAKANG MASALAH……………………………….

  1 B. RUMUSAN MASALAH…………………………………………..

  5 C.

  5 TUJUAN PENELITIAN…………………………………………...

  D. MANFAAT PENELITIAN………………………………………..

  5 BAB II LANDASAN TEORI……………………………………………...

  7 A. ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR………………

  7

  

1. Pengertian Organizational Citizenship Behavior………………

  7 2.

  8 Komponen-komponen OCB…………………………………...

  

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi…………………………….

  9

  

1. Pengertian Komitmen Organisasi……………………………...

  10 2.

  13 Komponen-komponen Komitmen Organisasi…………………

3. Peran Komitmen Organisasi…………………………………..

  16 C.

HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI DENGAN

OCB………………………………………………………………..

  17 D. HIPOTESIS………………………………………………………..

  19 BAB III METODE PENELITIAN ………………………………………..

  21 A. JENIS PENELITIAN………………………………………………

  21 B.

  21 IDENTIFIKASI VARIABEL……………………………………… C. DEFINISI OPERASIONAL………………………………………..

  21

1. Komitmen Organisasi…………………………………………..

  21 2.

  22 Organizational Citizenship Behavior (OCB)…………………...

D. SUBJEK PENELITIAN…………………………………………….

  23 E.

  23 TEKNIK PENGUMPULAN DATA………………………………..

  

1. Skala Komitmen Organisasi…………………………………….

  23

  

2. Skala OCB………………………………………………………

  25 F.

  27 VALIDITAS DAN RELIABILITAS……………………………….

  G. METODE DAN TEKNIK ANALISIS DATA……………………..

  29 BAB IV PERSIAPAN, PENELITIAN, PELAKSANAAN, DAN PEMBAHASAN……………………………………………………..

  30 A. SEKILAS TENTANG PERUSAHAAN……………………………

  30 B.

  33 PELAKSANAAN PENELITIAN………………………………….

  C. UJI ITEM DAN ALAT UKUR…………………………………….

  34

E. PEMBAHASAN…………………………………………………….

  38 .

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………

  43 A.

  43 KESIMPULAN…………………………………………………….

B. SARAN…………………………………………………………….

  44 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………...

  45 LAMPIRAN………………………………………………………………..

  49

  

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1. Distribusi Item Skala Komitmen Organisasi…………………… 24

  Tabel 2. Distribusi Item Skala OCB…………………………………….. 25 Tabel 3. Spesifikasi Item Skala Komitmen Organisasi setelah digugurkan………………………………………………. 34 Tabel 4. Spesifikasi Item Skala OCB setelah digugurkan……………….. 35

  Tabel 5. Korelasi dan koefisien determinasi per-Aspek…………………. 37

DAFTAR LAMPIRAN

  Halaman LAMPIRAN A Alat Ukur……………………………………………….

  49 LAMPIRAN B Skoring………………………………………………….

  59 LAMPIRAN C Reliabilitas Skala………………………………………..

  72 LAMPIRAN D Data Penelitian………………………………………….

  77 LAMPIRAN E Tabel Pembobotan………………………………………

  91 LAMPIRAN F Analisis Data……………………………………………

  92

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Globalisasi yang terjadi saat ini memberikan dampak yang signifikan

  

bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Globalisasi telah menyebabkan

terjadinya perubahan-perubahan yang begitu cepat di dalam bisnis, yang menuntut

perusahaan untuk lebih mampu beradaptasi, mempunyai ketahanan, mampu

melakukan perubahan arah dengan cepat, dan memusatkan perhatiannya kepada

pelanggan.

  Di bidang industri, perusahaan dapat disamakan dengan organisasi kerja.

Sebagai suatu organisasi kerja, perusahaan di bidang manapun akan sangat

mengutamakan hasil produktivitas kerja bila ingin tetap bertahan dalam persaingan

terutama di era globalisasi saat ini. Suatu organisasi akan dapat bertahan bila

organisasi tersebut mampu untuk belajar dan berubah dengan cepat sesuai dengan

tuntutan pasar. Untuk memenuhi hal tersebut salah satu jalan yang ditempuh

adalah menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan teknologi yang ada.

  

Pembaruan alat-alat produksi, perbaikan sistem manajemen dan pembentukan

program-program baru adalah contoh dari bentuk penyesuaian diri yang dilakukan.

  Perubahan budaya perusahaan juga merupakan salah satu bentuk

penyesuaian terhadap era globalisasi. Hal serupa dilakukan oleh perusahaan PT.

  

Percetakan Bali, dimana perusahaan tersebut melakukan perubahan pada

manajemen dan budaya perusahaan. Perusahaan yang bergerak di bidang budaya organisasi, dari perusahaan yang berbudaya birokrasi ke perusahaan yang berbudaya professional Menurut Jatnika (1998) dalam suatu perusahaan, salah satu elemen yang

menjadi kunci keberhasilan dalam mengantisipasi dan menyikapi perubahan

tersebut adalah faktor sumber daya manusia yaitu karyawan. Supaya dapat

beradaptasi dengan cepat, karyawan dalam perusahaan harus memiliki daya dan energi untuk berubah. Dia juga berpendapat bahwa energi itu hanya mungkin ada bila terdapat komitmen dari sumber daya manusia tersebut. Dalam komitmen terkandung keyakinan, pengikat, yang akan menimbulkan energi untuk melakukan

yang terbaik. Secara riil, komitmen berdampak kepada performansi kerja

karyawan, dan pada akhirnya juga sangat berpengaruh terhadap kinerjanya.

  Komitmen merupakan suatu proses dimana tujuan organisasi dan individu

menjadi terintegrasi atau kongruen sehingga mengikat identifikasi seorang

karyawan, serta keinginan untuk berprestasi lebih baik dalam organisasi kerja. Menurut Mowday, Steers & Porter (Schultz & Schultz, 1990), keinginan yang kuat untuk bertahan menjadi anggota perusahaan dan kemauan untuk berusaha sekuat

tenaga melaksanakan tugas dan kewajiban demi kepentingan perusahaan

merupakan komponen penting dalam komitmen.

  Steers & Porter (1983) selanjutnya memberikan batasan mengenai

pengertian komitmen organisasi sebagai kemauan individu untuk

mengidentifikasikan dirinya pada organisasi kerja dan keinginan untuk

berpartisipasi secara aktif di dalamnya. Keadaan seperti tersebut ditandai dengan adanya (1) kepercayaan dan penerimaan yang penuh atas nilai-nilai dan tujuan

  

organisasi dan (3) keinginan yang kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi.

Berdasarkan hal-hal tersebut, menurut Steers & Porter (1983) akan dapat dilihat

tinggi rendahnya komitmen seorang karyawan terhadap organisasinya.

  Dengan adanya komitmen terhadap perusahaan, dapat merangsang karyawan

untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Kinerja dalam hal ini merupakan tingkah

laku atau sesuatu yang dilakukan oleh karyawan dalam sebuah perusahaan atau

organisasi. Setiap organisasi sangat membutuhkan karyawan yang memiliki

kinerja yang baik. Karyawan dituntut untuk mampu beradaptasi baik dengan

lingkungan perusahaan maupun dengan rekan sekerja. Selain itu karyawan juga

harus mampu untuk menumbuhkan rasa sosial dan bersikap sukarela dalam

membantu rekan kerja. Dengan kata lain karyawan harus memiliki Organizational

Citizenship Behavior (OCB) yang tinggi dalam perusahaan.

  Menurut Podsakoff (2000) OCB dapat mempengaruhi keefektifan organisasi.

Organ (Hardaningtyas, 2005) mendefinisikan OCB sebagai perilaku individu yang

bebas, tidak berkaitan secara langsung atau eksplisit dengan sistem reward dan

bisa meningkatkan fungsi efektif organisasi.

  OCB ini melibatkan beberapa perilaku meliputi perilaku menolong orang

lain, menjadi volunteer untuk tugas-tugas ekstra, patuh terhadap aturan-aturan dan

prosedur-prosedur di tempat kerja. Perilaku-perilaku ini menggambarkan "nilai

tambah karyawan" dan merupakan salah satu bentuk perilaku prososial, yaitu

perilaku sosial yang positif, konstruktif dan bermakna membantu. Tugas-tugas

pimpinan akan menjadi lebih ringan jika terdapat karyawan-karyawan dengan

OCB tinggi, sehingga konsekuensinya akan meningkatkan produktivitas dan

  Komitmen dan OCB merupakan faktor yang sangat penting dalam mencapai

tujuan suatu perusahaan. Pada prinsipnya kedua variabel itu saling berhubungan.

  

Jadi semakin seorang karyawan memiliki komitmen yang tinggi terhadap

perusahaannya maka karyawan tersebut akan memiliki OCB yang baik. Beberapa

peneliti seperti Aloitaibi (2001) membuktikan bahwa ada hubungan positif antara

komitmen dengan OCB. Namun penelitian lain seperti yang dilakukan Sanders &

Koster (2003) tidak menemukan adanya hubungan antara komitmen dengan OCB.

  Uraian diatas dapat memberi penjelasan bahwa OCB dan komitmen

merupakan suatu hal yang memiliki kaitan dengan organisasi atau perusahaan.

  

Dalam suatu perusahaan, pihak manajemen cenderung mengharapkan adanya

komitmen dan OCB yang tinggi dari karyawannya. Lebih-lebih di era globalisasi

saat ini, setiap perusahaan berusaha untuk bersaing dan menjadi yang terbaik. Pada

kasus di PT. Percetakan Bali dapat dilihat pentingnya perombakan budaya dan

sistem manajemen untuk dapat bersaing dan menjadi yang terbaik. Dan tentunya

perombakan seperti itu akan melibatkan karyawan dalam perusahaan yang

bersangkutan dan sangat beresiko.

  Dari kasus tersebut dan adanya dua pendapat yang bertentangan tentang

hubungan antara komitmen dan OCB, maka peneliti tertarik untuk mengetahui

lebih dalam mengenai komitmen dan OCB. Selain itu peneliti juga tertarik untuk

mengetahui apakah ada hubungan antara komitmen dan OCB di PT.Percetakan

Bali.

B. Rumusan Masalah

  Bagaimana hubungan antara komitmen oraganisasi dengan Organizational

  C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara komitmen organisasi dan OCB karyawan di PT. Percetakan Bali.

  D. Manfaat Teoretis a.

  Sebagai sumbangan pemikiran dalam ilmu psikologi, khususnya psikologi industri, terutama yang berhubungan dengan komitmen organisasi dan OCB. Sekaligus untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dengan OCB b. Apabila penelitian yang dilakukan ini terbukti maka dapat menjadi salah satu bahan referensi yang dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk penelitian selanjutnya terutama mengenai komitmen organisasi dan OCB

  Praktis Dari penelitian ini diharapkan dapat membantu dan menambah pengetahuan orang-orang yang bergerak di bidang industri, mengenai pentingnya komitmen organisasi dan OCB dalam meningkatkan produktivitas perusahaan. Dan apabila dari penelitian ini ditemukan hubungan antara komitmen organisasi dengan OCB, maka dapat membantu perusahaan PT. Percetakan Bali untuk mengetahui tentang komitmen dan OCB secara teori. Sehingga dalam praktek sehari-hari dapat dengan baik

BAB II LANDASAN TEORI A. Organizational Citizenship Behaviors (OCB) 1. Pengertian Organizational Citizenship Behaviors Sumberdaya manusia dalam organisasi merupakan aspek krusial yang

  

menentukan keefektifan suatu organisasi. Kerja yang dilakukan individu

merupakan suatu investasi karena mereka harus memberikan waktu, tenaga, dan

usahanya untuk memperoleh apa yang mereka inginkan, seperti keuntungan

ekonomi, fellowship, dan status sosial. Perilaku karyawan di tempat kerjanya dapat

dikelompokkan ke dalam 2 jenis, perilaku yang berkaitan dengan tugas-tugas

resminya (in-role behavior), dan perilaku di luar peran resmi (extra-role

behavior ). Ada berbagai jenis konstrak perilaku extra-role behavior diantaranya

adalah Organizational Citizenship Behavior (OCB).

  OCB merupakan perilaku individual yang bersifat bebas (discretionary),

yang tidak secara langsung dan eksplisit mendapat penghargaan dari sistem

imbalan formal, dan yang secara keseluruhan mendorong keefektifan fungsi-fungsi

organisasi Organ (1988). Bersifat bebas dan sukarela, karena perilaku tersebut

tidak diharuskan oleh persyaratan peran atau deskripsi jabatan, yang secara jelas

dituntut berdasarkan kontrak dengan organisasi, melainkan sebagai pilihan

personal, Podsakoff (2000). OCB ini melibatkan beberapa perilaku meliputi

perilaku membantu orang lain dalam mengerjakan tugas-tugas ekstra, patuh pada

  Borman dan Motowidlo, 1993 (Hardaningtyas, 2005) mengkontruksi

contextual behavior tidak hanya mendukung inti dari perilaku itu sendiri

melainkan mendukung semakin besarnya lingkungan organisasi, sosial dan

psikologis sehingga inti teknisnya berfungsi. Definisi ini tidak dibayangi istilah

sukarela, reward atau niat seseorang melainkan perilaku seharusnya mendukung

lingkungan organisasi, sosial dan psikologis lebih dari sekedar inti teknis.

  Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Organizational Citizenship Behavior (OCB) merupakan: 1.

  Perilaku yang bersifat sukarela, bukan merupakan tindakan yang terpaksa terhadap hal-hal yang mengedepankan kepentingan organisasi.

  2. Perilaku individu sebagai wujud dari kepuasan berdasarkan performance, tidak diperintahkan secara formal.

  3. Tidak berkaitan secara langsung dan terang-terangan dengan sistem reward yang formal.

  2. Komponen-komponen OCB Dari beberapa penelitian yang dilakukan dikemukakan lima faktor dari OCB (Organ, 1988):

1. Altruism, yaitu perilaku membantu karyawan lain tanpa ada paksaan pada tugas-tugas yang berkaitan erat dengan operasi-operasi organisasional.

  2. Conscientiousness, berisi tentang kinerja dari prasyarat peran yang melebihi standar minimum, seperti kepatuhan terhadap aturan dan kehadiran.

  3. Sportmanship, berisi tentang pantangan-pantangan membuat isu-isu yang merusak meskipun merasa jengkel.

  4. Courtesy, adalah perilaku meringankan problem-problem yang berkaitan dengan pekerjaan yang dihadapi orang lain.

  5. Civic virtue, menunjukkan partisipasi sukarela dan dukungan terhadap

fungsi-fungsi organisasi baik secara profesional maupun sosial ilmiah.

  Penelitian lain menyatakan bahwa OCB ada yang bersifat individual-

directed (OCBI) dan ada yang organization-directed (OCBO) Willams &

Anderson, 1991 (Koster & Sanders, 2006). OCBI lebih berkaitan dengan perilaku

seperti membantu rekan kerja dalam menyelesaikan pekerjaannya, dimana faktor

courtesy dan altruism terdapat didalamnya. Sedangkan OCBO berkaitan dengan

bagaimana tanggapan karyawan terhadap pekerjaan mereka yang mencakup faktor

conscientiousness, civic virtue dan sportsmanship.

  Dalam penelitian yang akan dilakukan, peneliti menggunakan faktor-faktor

dari OCB yang diungkapkan oleh Organ (1988) untuk mengukur seberapa besar

OCB yang dimiliki karyawan di PT. Percetakan Bali.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi OCB

  OCB dipandang sebagai manifestasi dari kodrat manusia sebagai mahluk

sosial, maka akan sangat mungkin dipengaruhi oleh kompetensi sosial yang

  

mengidentifikasikan seberapa tinggi tingkat kompetensi personal dan sosial dari

orang yang bersangkutan. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa OCB

dapat juga dipengaruhi oleh kecerdasan emosi (Hardaningtyas, 2005).

  Beberapa ahli mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang

mempengaruhi OCB. Podsakoff (2000) berpendapat bahwa faktor yang

mempengaruhi OCB antara lain adalah umur dan gender. Karyawan yang sudah

berumur dan berjenis kelamin perempuan, cenderung menunjukkan OCB yang

rendah. Penelitian lain mengungkapkan bahwa OCB dipengaruhi oleh faktor

individual, team, dan organisasi (Podsakoff, Mackenzie, Paine & Bachrach, 2000).

  

Faktor individual meliputi kepuasan kerja, kepribadian, dan faktor-faktor

demografis seperti usia dan jenis kelamin. Adanya kepuasan kerja dapat

mempengaruhi OCB dan meningkatkan komitmen organisasi pada karyawan

(Danan, 2007).

B. Komitmen Organisasi

1. Pengertian Komitmen Organisasi

  Komitmen disini mempunyai arti peristiwa dimana individu sangat tertarik

pada tujuan nilai-nilai dan sasaran organisasi. Jadi komitmen lebih dari hanya

sekedar keanggotaan karena meliputi sikap kesetiaan untuk berusaha dengan

segenap kemampuan bagi kepentingan organisasi dan memperlancar tujuan

(Steers, 1985) Tetrick (1989) mengemukakan bahwa apabila seorang karyawan menolak

untuk pindah atau berganti pekerjaan meskipun pekerjaan baru tersebut

  

tersebut adalah akibat dari komitmen yang tinggi dari karyawan terhadap

perusahaannya. Komitmen tidak berjalan searah tetapi timbal balik antara

perusahaan dengan karyawan. Perusahaan yang memperhatikan karyawan akan

mendapatkan karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap perusahaan.

  Komitmen organisasi yang tinggi sangat diperlukan dalam sebuah

organisasi, karena dengan terciptanya komitmen yang tinggi akan berpengaruh

pada iklim kerja yang professional. Berbicara mengenai komitmen organisasi tidak

lepas dari istilah loyalitas yang sering mengikuti kata komitmen. Pemahaman yang

demikian membuat istilah loyalitas dan komitmen mengandung makna yang

confuse .

  Loyalitas disini secara sempit diartikan sebagai berapa lama karyawan

bekerja dalam perusahaan atau sejauh mana mereka tunduk pada perintah atasan

tanpa melihat kualitas kontribusi terhadap perusahaan. Dessler (1994)

mengemukakan bahwa komitmen organisasi nampak dalam tiga bentuk sikap yang

terpisah tapi saling berhubungan erat, pertama identifikasi dengan misi organisasi,

kedua keterlibatan secara psikologis dengan tugas-tugas organisasi dan yang

terakhir loyalitas serta keterikatan organisasi.

  Gibson (1987) mengemukakan bahwa komitmen organisasi seorang

karyawan menunjukkan pengidentifikasian dengan tujuan organisasi, perasaan

keterlibatan dalam perusahaan dan rasa kesetiaan. Hal serupa juga dikemukakan

oleh Porter, Steers, Mowday dan Boulian (1974) bahwa komitmen adalah suatu

orientasi terhadap organisasi yang menghubungkan atau mengikat identifikasi diri

seorang karyawan, serta keinginan untuk berprestasi lebih baik dalam organisasi

  

terlibat aktif di suatu organisasi kerja tertentu. Komitmen adalah proses dimana

organisasi dan individu menjadi terintegrasi atau kongruen.

  Manusia atau karyawan memiliki sistem nilai sendiri, demikian pula

organisasi. Nilai-nilai, peraturan, kebijakan organisasi berbeda-beda dan ini

berpengaruh terhadap anggotanya. Harapan organisasi adalah dukungan anggota

sehingga mau dan mampu bekerja sebaik mungkin untuk tujuan dan kepentingan

organisasi. Salah satu bentuk dukungan adalah komitmen yang tinggi terhadap

organisasi. Karyawan juga punya harapan pada perusahaan antara lain jenis

pekerjaan yang diinginkan, gaji, status lingkungan kerja dan pengembangan diri

(Steers & Porter, 1983). Bila harapan, keyakinan dan nilai-nilai individu karyawan

tersebut terpuaskan maka komitmen terhadap organisasi akan meningkat,

sebaliknya jika tidak terpenuhi maka komitmen terhadap organisasi rendah dan

mereka akan meninggalkan organisasi.

  Ada beberapa ahli yang memberikan definisi tentang komitmen organisasi

antara lain, Staw (1991) menjelaskan bahwa komitmen diartikan sebagai sikap

karyawan untuk tetap berada dalam organisasi dan terlibat dalam upaya-upaya

mencapai misi, nilai-nilai dan tujuan organisasi atau dengan kata lain komitmen

merupakan ikatan psikologis individu terhadap perusahaan. Lebih lanjut dijelaskan

bahwa komitmen adalah bentuk loyalitas yang konkrit yang dapat dilihat dari

sejauh mana karyawan mencurahkan perhatian, gagasan dan tanggung jawab

dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Identifikasi yang dilakukan anggota

terhadap organisasi dan tujuan organisasi serta keinginan untuk bekerja keras dan

tetap menjadi anggota untuk mencapai tujuan organisasi disebut komitmen (Steers

  Secara singkat pada intinya beberapa definisi komitmen organisasi dari

beberapa ahli diatas mempunyai penekanan yang hampir sama yaitu proses pada

individu (pegawai) dalam mengidentifikasikan dirinya dengan nilai-nilai, aturan-

aturan, dan tujuan organisasi. Disamping itu, komitmen organisasi mengandung

pengertian sebagai sesuatu hal yang lebih dari sekedar kesetiaan yang pasif

terhadap organisasi, dengan kata lain komitmen organisasi menyiratkan hubungan

pegawai dengan perusahaan atau organisasi secara aktif. Karena pegawai yang

menunjukkan komitmen tinggi memiliki keinginan untuk memberikan tenaga dan

tanggung jawab yang lebih dalam menyokong kesejahteraan dan keberhasilan

organisasi tempatnya bekerja.

2. Komponen-komponen Komitmen Organisasi

  Ada beberapa ahli yang mengungkapkan jenis-jenis komitmen. Allen dan

Meyer (1991) membedakan komitmen organisasi atas tiga komponen, yaitu :

, normatif dan continuance. afektif c.

  

Komponen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi dan keterlibatan

pegawai di dalam suatu organisasi.

  d.

  

Komponen normatif merupakan perasaan-perasaan pegawai tentang kewajiban

yang harus ia berikan kepada organisasi.

  e.

  

Komponen continuance berarti komponen berdasarkan persepsi pegawai

tentang kerugian yang akan dihadapinya jika ia meninggalkan organisasi Meyer dan Allen 1991 (Kuntjoro, 2002) berpendapat bahwa setiap

  

masih bergabung dengan organisasi karena keinginan untuk tetap menjadi anggota

organisasi. Sementara itu pegawai dengan komponen continuance tinggi, tetap

bergabung dengan organisasi tersebut karena mereka membutuhkan organisasi.

Pegawai yang memiliki komponen normatif yang tinggi, tetap menjadi anggota

organisasi karena mereka harus melakukannya. Setiap pegawai memiliki dasar dan

tingkah laku yang berbeda berdasarkan komitmen organisasi yang dimilikinya.

Pegawai yang memiliki komitmen organisasi dengan dasar afektif memiliki

tingkah laku berbeda dengan pegawai yang berdasarkan continuance. Pegawai

yang ingin menjadi anggota akan memiliki keinginan untuk menggunakan usaha

yang sesuai dengan tujuan organisasi.

  Sebaliknya, mereka yang terpaksa menjadi anggota akan menghindari

kerugian finansial dan kerugian lain, sehingga mungkin hanya melakukan usaha

yang tidak maksimal. Sementara itu, komponen normatif yang berkembang

sebagai hasil dari pengalaman sosialisasi, tergantung dari sejauh apa perasaan

kewajiban yang dimiliki pegawai. Komponen normatif menimbulkan perasaan

kewajiban pada pegawai untuk memberi balasan atas apa yang telah diterimanya

dari organisasi.

  Sedangkan menurut Mowday, Porter dan Steers (1982) seseorang yang

memiliki komitmen tinggi akan memiliki identifikasi terhadap organisasi, terlibat

sungguh-sungguh dalam kepegawaian dan ada loyalitas serta afeksi positif

terhadap organisasi. Selain itu tampil tingkah laku berusaha kearah tujuan

organisasi dan keinginan untuk tetap bergabung dengan organisasi dalam jangka

waktu lama.

  Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga komponen

penting dalam komitmen dan akan digunakan dalam penelitian ini. Komponen

tersebut yaitu (1) kepercayaan yang pasti dan penerimaan yang penuh atas nilai-

nilai dan tujuan organisasi, (2) keinginan untuk berusaha sekuat tenaga demi

kepentingan organisasi dan (3) keinginan yang kuat untuk tetap terlibat menjadi

anggota organisasi.

  Oleh peneliti untuk tiap komponen dilakukan pembagian ke dalam indikator variabel yaitu : (1). Kepercayaan yang pasti dan penerimaan yang penuh atas nilai-nilai dan tujuan organisasi memiliki indikator variabel :

  • Ada kesamaan antara nilai-nilai pribadi dengan nilai-nilai perusahaan
  • Menyetujui sebagian besar kebijakan perusahaan
  • Merasa bahwa bekerja di perusahaan tersebut adalah yang terbaik (2). Keinginan untuk berusaha sekuat tenaga demi kepentingan organisasi, memiliki indikator variabel :
  • Memanfaatkan peluang yang ada di perusahaan
  • Peduli akan kemajuan dan masa depan perusahaan
  • Bersedia mendahulukan kepentingan perusahaan (3). Keinginan yang kuat untuk tetap terlibat menjadi anggota organisasi, memiliki indikator variabel :

  • Merasa bangga menjadi anggota perusahaan
  • Merasakan keuntungan selama bergabung dengan perusahaan

    • Bersedia bekerja atau ditempatkan di bagian apa saja dalam perusahaan.

3. Peran Komitmen Organisasi

  Di era globalisasi saat ini setiap perusahaan mutlak membutuhkan sumber

daya manusia yang berkualitas dan memiliki komitmen tinggi terhadap perusahaan

tempat ia bekerja. Hal ini disebabkan semakin tinggi komitmen karyawan terhadap

perusahaannya semakin tinggi pula usaha yang dikeluarkan karyawan dalam

melakukan pekerjaannya (Mowday, Steers & Porter, 1983).

  Komitmen memiliki peranan yang sangat penting dalam kemajuan suatu

perusahaan atau organisasi. Seperti kita ketahui bahwa suatu perusahaan tidak

akan bisa hidup dan berkembang tanpa peran dari karyawan yang ada dalam

perusahaan tersebut. Pihak manajemen harus selalu mengelola, membina, dan

memperhatikan kesejahteraan setiap karyawannya. Sehingga dengan demikian

karyawan akan merasa aman dan akan betah berada dalam perusahaan, atau

dengan kata lain karyawan memiliki komitmen terhadap perusahaannya. Dengan

adanya komitmen maka absensi dan turn over akan dapat dikurangi. Hal ini

diperkuat dengan pernyataan Luthan (2005) bahwa ada hubungan positif antara

komitmen terhadap organisasi dan hasil yang diharapkan serta berkurangnya

absensi. Adanya komitmen yang tinggi juga dapat menambah rasa memiliki dan

  Kerjasama yang baik antar karyawan dan adanya sifat sosial pada setiap

karyawan, muncul karena komitmen yang tinggi dari karyawan tersebut. Sehingga

hal tersebut dapat menambah kekompakan karayawan dan menambah kenyamanan

dalam bekerja (Pareke, 2004).

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan adanya komitmen yang

tinggi dari karyawan dimana ikatan psikologis karyawan dengan perusahaan

terbentuk, maka keinginan untuk berpartisipasi penuh demi pencapaian tujuan

perusahaan dapat juga terbentuk. Hal ini berdampak positif bagi karyawan maupun

perusahaan yang bersangkutan.

C. Hubungan antara komitmen organisasi dengan organizational citizenship

  behavior Perusahaan di era globalisasi ini sangat memerlukan karyawan yang

berkualitas. Kualitas dalam hal ini bukan hanya dilihat dari hasil produksinya atau

intelegensinya saja, namun kualitas disini mencakup kepribadian, kemampuan

serta hal-hal yang berhubungan dengan motivasi. Karyawan yang dimaksud antara

lain harus bisa bekerja dalam sebuah kelompok, bisa bekerjasama satu sama lain

dalam perusahaan dan mampu memberi dorongan pada karyawan lainnya, serta

sukarela dalam membantu rekan kerja menyelesaikan tugas-tugasnya. Karyawan

yang demikian merupakan karyawan yang memiliki OCB yang baik. OCB akan

muncul pada karyawan, apabila karyawan yang bersangkutan merasa bahwa

dirinya merupakan bagian dari perusahaan dimana dia bekerja. Dengan kata lain

karyawan yang memiliki komitmen pada perusahaan akan memiliki OCB yang

  Penelitian yang dilakukan oleh Pareke (2004) menemukan bahwa

keinginan untuk berpindah kerja mempengaruhi OCB karyawan. Selain itu

penelitian Alotaibi (2001) menyatakan adanya hubungan yang postif antara

komitmen organisasi dengan OCB. Morison, 1994 (Ronald, Kevin, Nathan, 1997)

menemukan bahwa terdapat hubungan antara komitmen afektif dan dimensi dari

OCB. Hubungan antara OCB dengan komitmen organisasi juga dapat dilihat dari

pernyataan Van Scotter & Motowidlo (1996) bahwa pegawai yang kinerja

kontekstualnya (OCB) lebih tinggi menyatakan bahwa mereka merasa lebih puas

dengan pekerjaan mereka dan lebih berkomitmen terhadap organisasinya.

Penelitian oleh Meyer, Paunonen, Gellatly, Goffin, & Jackson (1989) menemukan

bahwa ada hubungan postif antara komitmen terutama komitmen afektif terhadap

OCB.

  Meskipun ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa ada hubungan

positif antara komitmen dengan OCB, namun itu bukan berarti tidak ada peneliti

yang menemukan bahwa hubungan antara komitmen dengan OCB tidak

signifikan, atau tidak ada hubungan yang positif antara kedua hal tersebut.

  

Beberapa penelitian yang tidak mendukung adanya hubungan antara komitmen

dengan OCB antara lain penelitian yang dilakukan oleh Koster & Sanders (2003)

dimana di dalam penelitiannya tidak ditemukan hubungan antara komitmen

dengan OCB. Penelitian lain yang dilakukan oleh Kidwell, Mossholder, dan

Nathan (1997) juga tidak menemukan adanya hubungan antara komitmen dengan

OCB.

  Hasil penelitian beberapa ahli tersebut membuktikan bahwa komitmen dan

  

faktor-faktor yang mempengaruhi kedua variabel. Faktor-faktor yang dimaksud

antara lain lingkungan kerja, usia, jenis kelamin dan masa kerja. Menurut Koster,

Sanders & Emmerik (2003), semakin lama seorang karyawan bekerja pada sebuah

perusahaan maka OCB karyawan tersebut akan semakin baik. Selain itu

lingkungan kerja yang baik juga dapat meningkatkan OCB dan komitmen

karyawan (Kidwell, Mossholder, Nathan, 1997) Pada penelitian ini peneliti

berasumsi bahwa semakin tinggi komitmen karyawan terhadap perusahaannya,

maka OCB karyawan akan baik.

D. Hipotesis

  Dari uraian diatas peneliti memiliki hipotesis mayor bahwa ada hubungan

positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan OCB. Selain ttu peneliti

juga mengajukan hipotesis minor yaitu: H

  1 . Ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan Altruism

  H 2 . Ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan Conscientiousness

  H 3 . Ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan Sportmanship

  H 4 . Ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan Courtesy

  

H . Ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan

5 Civic virtue.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian korelasional yaitu penelitian yang bertujuan

  

untuk melihat ada tidaknya hubungan dan apabila ada, seberapa eratnya hubungan

serta berarti atau tidaknya hubungan itu (Arikunto, 1996). Namun karena dalam

penelitian ini hipotesis yang dibentuk berarah tunggal maka penelitian

dimaksudkan untuk melihat apakah terjadi hubungan yang positif antara kedua

variabel.

B. Identifikasi Variabel

  1. Variabel Bebas : Komitmen Organisasi

  2. Variabel Tergantung : OCB

C. Definisi Operasional

  1. Komitmen organisasi Komitmen organisasi adalah ikatan psikologis yang dirasakan seorang

karyawan terhadap organisasi tempat ia bekerja, sehingga menimbulkan keinginan

untuk bekerja lebih keras dan tetap bekerja disana karena ada kesamaan tujuan.

  Komitmen organisasi diukur dengan menggunakan skala komitmen

organisasi yang didasari oleh teori Steers & Porter mengenai tiga komponen yang

  

kepercayaan yang pasti dan penerimaan yang penuh atas nilai-nilai dan tujuan

organisasi, (2) keinginan untuk berusaha sekuat tenaga demi kepentingan

organisasi dan (3) keinginan yang kuat untuk tetap terlibat menjadi anggota

organisasi.

  Skor bergerak dari angka 3 sampai angka 0 untuk item yang favorabel dan

0 sampai 3 untuk item unfavorabel. Skor Komitmen organisasi tinggi

menunjukkan karyawan memiliki kesediaan untuk berusahaa sekuat tenaga untuk

perusahaan dan berusaha tetap menjadi bagian dari perusahaan tersebut.

  2. Organizational Citizenship Behavior (OCB) OCB merupakan perilaku dalam organisasi yang bersifat sosial, bebas,

tidak mengikat, tidak secara eksplisit dan tidak secara langsung dikaitkan dengan

sistem pemberian reward (Organ, 1988) .

  OCB diukur dengan menggunakan skala OCB yang berdasarkan

komponen-komponen OCB yaitu altruism, concientiousness, sportsmanship,

courtesy, dan civic virtue. Skor bergerak dari angka 5 sampa 1 untuk item

favorabel dan 1 sampai 5 untuk yang unfavorabel.

  Skor OCB tinggi menunjukkan bahwa karyawan dalam setiap kesempatan

cenderung membantu rekan kerja dan melakukan hal-hal yang terbaik untuk

organiasi secara sukarela tanpa berkaitan dengan reward formal.

  D. Subjek Penelitian Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah karyawan di PT. Percetakan Bali dengan deskripsi sebagai berikut:

  : Pria dan Wanita

  • Jenis Kelamin • Usia : 20 tahun sampai 50 tahun
  • Masa Kerja : 2 tahun keatas

  E. Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan bentuk data yang akan diambil dalam penelitian ini maka

teknik pengumpulan data yang dipakai lebih dari satu. Adapun teknik

pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 macam yaitu :

  1. Skala Komitmen organisasi Skala komitmen dalam penelitian ini merupakan skala adaptasi dari

penelitian Mowday (1979) dengan koefisien alpha = 0.90 (O’Brien, Richards,

Akroyd, 1994). Skala komitmen dalam penelitian ini dikembangkan dari

Organizational Commitment Questionaire oleh Mowday, Steers & Porter, 1979

(Luthans, 2005), kemudian dilakukan penambahan dan penyesuaian kata serta

kalimat.

  Skala komitmen terhadap organisasi digunakan untuk mengetahui tinggi

rendahnya komitmen karyawan terhadap organisasinya. Steers & Porter

mengatakan ada 3 karakteristik yang dapat mengungkap tinggi rendahnya

komitmen karyawan terhdap organisasinya, yaitu : (1) kepercayaan yang pasti dan berusaha sekuat tenaga demi kepentingan organisasi dan (3) keinginan yang kuat untuk tetap terlibat menjadi anggota organisasi. Oleh karena itu skala ini akan mencakup ketiga karakteristik tersebut untuk mengukur tingkat komitmen terhadap organisasi seorang karyawan.

  Skala komitmen terhadap organisasi menggunakan model Likert dengan modifikasi. Modifikasi dilakukan dengan hanya menyediakan empat alternatif jawaban yang dimaksud untuk menghindari bias yang terjadi apabila peneliti memberikan lima alternatif jawaban dengan adanya pilihan tengah. Ini didasarkan pada pendapat Hadi (1991) yang mengatakan walaupun pilihan tengah dapat diartikan netral, kadang-kadang, jarang atau ragu-ragu namun ditemukan bahwa subjek memiliki kecenderungan untuk memilih jawaban yang ada di tengah (Central Tendency Effect). Distribusi atau penyebaran item pada skala tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini : Table 1. Tabel distribusi item skala Komitmen Organisasi Nomor Nomor

  

Aspek Komitmen Organisasi item item Tot

Fav Unfav

  1. Kepercayaan yang pasti dan penerimaan yang 9, 19, 31 6, 10

  14 penuh atas nilai-nilai dan tujuan organisasi 5, 28 30, 20, 32 15, 27 11, 37

  2. Kesediaan untuk berusaha sekuat tenaga demi 8, 40, 41 14, 33, 42

  14 kepentingan organisasi 23, 24 3, 12 4, 34 13, 7

  3. Keinginan yang kuat untuk tetap terlibat 1, 2 17, 21

  14 menjadi anggota organisasi 16, 26, 36 18, 35 29, 39 22, 25, 38

  Total 21 21

  42

  

Skala ini terdiri dari 42 item berdasarkan ketiga komponen komitmen

terhadap organisasi. Setiap aspek yang diteliti dijabarkan menjadi pernyataan favorabel yaitu pernyataan yang mendukung aspek yang diukur dan pernyataan unfavorabel yaitu pernyataan yang tidak mendukung aspek yang diukur (Azwar, 1999) dengan jumlah seimbang. Alternatif jawaban yang ada pada setiap item pernyataan dalam skala ini adalah Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (ST), Setuju (S) dan Sangat Setuju (SS). Nilai bergerak dari 3 sampai 0 untuk item yang favorabel dan 0 sampai 3 untuk item unfavorabel.

  2. Skala OCB

Metode ini dipilih untuk digunakan sebagai sarana untuk menilai perilaku

subjek dalam situasi kerja. Setiap aspek memiliki persentase yang sama, karena penilaian terfokus pada kualitas kerjanya yang terkait dengan hubungan sosial dalam organisasi. Skala OCB dalam penelitian ini merupakan skala adaptasi dari Organ (1988). Distribusi atau penyebaran item pada skala tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini : Table 2. Tabel distribusi item skala OCB ASPEK

ITEM JMLH

  

Favorable Unfavorable

  1. Altruism 1, 12, 23 7, 18, 29

  6

  2. Courtesy 2, 13, 24 8, 19, 30

  6

  3. Conscientiousness 3, 14, 25 9, 20, 28

  6

  4. Sportmanhip 4, 15, 21 10, 26, 27

  6

  5. Civic virtue 5, 6 11,16, 17, 22

  6 JUMLAH 14 16 30

Blanko ini terdiri dari 30 item. Aspek-aspek yang terdapat dalam blanko

  

Sportmanship. Penskoran dalam blanko ini menggunakan sistem rating. Jenjang

yang digunakan berkisar antara 1 sampai 5 dengan alternatif jawaban tidak pernah,

hampir tidak pernah, kadang-kadang, sering, dan sangat sering. Pemberian skor

atas jawaban subjek adalah sebagai berikut: untuk jawaban jenis favorable, bila

jawabannya sangat sering maka skornya adalah 5, sering = 4, skor kadang-kadang

adalah 3, hampir tidak pernah = 2, tidak pernah = 1. Untuk item unfavorable,

pemberian skornya merupakan kebalikan dari item favorable.

  Dengan asumsi penilaian, semakin tinggi nilai yang diperoleh subjek maka

semakin tinggi OCB dan semakin rendah nilai yang diperoleh maka akan semakin

rendah OCB yang dimiliki karyawan.

  Pengambilan data dilakukan dengan try out terpakai. Hal ini dilakukan

mengingat kondisi perusahaan yang hanya memiliki pegawai tetap 50 orang.

  

Selain itu alat ukur sudah pernah diuji oleh beberapa ahli seperti Mowday (1979)

dengan koefisien alpha = 0.90 untuk skala komitmen organisasi, dan Organ

(1988) untuk skala OCB. Jarak penelitian yang jauh (Bali) juga menjadi faktor

dilakukannya try out terpakai.

F. Validitas dan Reliabilitas

  Validitas adalah sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur

dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 1997). Salah satu bentuk validitas

adalah validitas isi. Validitas isi diselidiki melalui bentuk analisis rasional terhadap

isi skala yang didasarkan pada penilaian (judgement) yang bersifat subjektif.

  Pada penelitian ini, untuk mengukur validitas pada alat tes dipilih validitas

isi. Pengujian validitas isi ini tidak melalui analisis statistik, melainkan

menggunakan analisis rasional atau professional judgement (Azwar, 1996). Dalam

hal ini peneliti melakukan analisis rasional terhadap item-item yang telah disusun

untuk melihat kesesuaian antar item dengan blue-print nya. Blue-print yang

disusun telah sesuai dengan batasan domain ukur yang telah ditetapkan dan

mengandung aspek-aspek yang bersangkutan. Untuk menghindari bias

subjektivitas dalam analisis rasional ini juga diperlukan penilai lain selain peneliti.

  Sehingga analisis rasional ini juga dilakukan oleh Dosen Pembimbing.

  Reliabilitas diterjemahkan dari kata reliability yang berarti keajegan atau

konsistensi. Sebuah pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi menunjukkan

bahwa pengukuran tersebut dapat menghasilkan data yang reliabel.

  Dalam aplikasinya, reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas (r xx’ )

yang angkanya berada dalam rentang nilai dari 0 sampai dengan 1,00. Semakin

tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi

reliabilitasnya. Sebaliknya, koefisien yang semakin rendah mendekati angka 0

berarti semakin rendah reliabilitasnya. Dalam pengukuran psikologi, koefisien

reliabilitas yang mencapai angka r xx’ = 1,00 tidak pernah dapat dijumpai.

G. Metode dan Teknik Analisis Data

  Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini ialah uji asumsi

dan uji hipotesis. Oleh karena penelitian ini bersifat korelasional maka dalam uji

asumsi digunakan uji normalitas dan uji linearitas. Berikut adalah penjelasan f.

  Uji Asumsi Dalam sebuah uji asumsi pada metode penelitian yang bersifat korelasional ada dua hal yang digunakan di dalamnya:

  g. Normalitas Uji ini akan digunakan untuk melihat distribusi variabel terhadap suatu sampel. Teknik yang digunakan dalam uji normalitas adalah Kolmogorov-Smirnov Test pada program SPSS for Windows versi

  11.5

  h. Linearitas Uji ini dipergunakan untuk melihat seberapa besar tingkat hubungan yang terjadi antara dua variabel yang bersangkutan. Teknik yang dipakai untuk mengetahui Linearitas pada dua buah variabel yang bersangkutan adalah Compare Means pada program SPSS for Windows versi 11.5 i . Uji Hipotesa Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan formula korelasi pada program SPSS for Windows versi 11.5

  Product Moment Pearson untuk mengetahui tinggi rendahnya koefisien korelasi yang dihasilkan dari hubungan antara kedua variabel diatas, yaitu komitmen organisasi dan OCB.

BAB IV PERSIAPAN, PENELITIAN, PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN A. Sekilas tentang Perusahaan Secara defacto Percetakan Bali sudah ada pada jaman jepang, tahun 1942

  bernama Bali Simbunsya, yang beralamat di suatu gedung sewaan di Wangaya Kelod dan saat itu dipimpin oleh Tuan N. Narasawa. Percetakan yang pertama di

Bali, yang mesinnya sebagaian disewa dari Lettergieterij Amsterdam dan sebagian

tidak diketahui asalnya (dibawa Jepang ke Bali).

  Kekalahan Jepang dalam perang dunia II, yang berpengaruh terhadap

kekuasaan Jepang di negara-negara Jajahan mengalami banyak perubahan.

  

Percetakan ini diubah namanya menjadi Percetakan Suara Indonesia, yang

dipimpin oleh Cokorde Ngurah Pemayun dan Ketut Subrata. Tahun 1946 tentara

NICA masuk ke Bali, percetakan ini diambil alih dan diserahkan kepada NV.

LETTERGIETERIJ AMSTERDAM di Surabaya di bawah pengawasan NIBI dan

bernama Amacab Bali Drukkeraij, dipimpin oleh : Tn. N.L. Manson dan P.A.

  Schwab serta kemudian oleh J. Van Riel.

  Tahun 1949, penyerahan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. Dengan

adanya penyerahan kedaulatan tersebut Bali Drukrij diserahkan oleh Dr. M.

  

BBBoom atas nama Residen Bali dan Lombok kepada A.A. Gede Oka atas nama

Ketua Dewan raja-raja. Atas kemufakatan sdr. K. Bagiada (Perdi) dengan A.

  

Percetakan Bali dengan Akte Notaris No. 56 tertanggal 1 Juni 1950 dan dipimpin

oleh Antony Casse (mendahului keputusan rapat pemegang saham). Modal

pertama sebesar Rp. 312.000,- yang berasal dari Pemerintah sebesar Rp. 300.000,-

(setoran andil dari kekayaan Bali Drukkereij) dan dari swasta sebesar Rp. 12.000,-

(NV. GIEB, NV. GEHI, PERDI, SUARA INDONESIA, NV. SERIKAT

DAGANG, NV. ARTHA BALI).

  Akte Pendirian NV. Percetakan Bali disahkan oleh Menteri Kehakiman RI

dengan Surat penetapannya No. : J.A. S/32/15 tertanggal 20 April 1951. Dan untuk

pertama kalinya diadakan Rapat Umum Peserta pada tanggal 17 Juni 1951 dan

terpilihlah sdr. I Gst. Ngurah jelun sebagai direktur dan ketua/anggota-anggota

Dewan komisaris masing-masing : sdr. Putu Rudolf, Wayan dangin dan I Made

Sugitha. Disetujui pula penjualan saham-saham untuk penambahan modal.

  

Tahun 1953/54 didirikan cabang Singaraja dan dibuka perwakilan di Lombok,

Sumbawa Besar. Tahun 1956 perusahaan membangun gedung di tempat yang

sekarang. Karena situasi dalam tahun enam puluhan kurang baik (politik) maka

perusahaan mengalami kemunduran.

  Tahun 1970 diadakan reorganisasi atas usul para pemegang saham

terutama pemerintah Daerah Tingkat I Bali, dan diadakanlah pergantian Direksi

serta Dewan Komisaris. Tahun 1971 ditunjuklah Drs. I.G.A.R. Pirawana selaku

Direksi dan sebagai Ketua/Anggota Komisaris masing-masing : Drs. I Gst. Ngurah

Ketut, I Gusti Ketut Gde dan I Made Rasna. Dengan Direktur dan Komisaris baru

disusunlah program kerja yang ketat dan diadakan perbaikan-perbaikan secara

  

peralatan repro seperti camera, Mesin Setting IBM dan Plate Maker serta perlatan

penjilidan seperti Mesin potong, mesin kacip dan mesin lem.

  Tahun 1982 salah seorang anggota dewan komisaris meninggal dunia dan

digantikan oleh Drs. I Made Muka pada rapat tahunan pemegang saham tahun

1983. Dengan perbaikan diseluruh sektor dan didukung adanya SK. Gubenur Bali

No. Ek/II.b/2.1979, dimana Pemerintah Daerah Tingkat I Bali adalah pemegang

saham terbesar, maka Percetakan Bali mengalami perkembangan yang sangat

pesat.

  Pada tahun 1999 terjadi reorganisasi, dan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, diputuskan untuk menjual seluruh saham milik swasta kepada Pemerintah provinsi Bali melalui Perusahaan Daerah Tingkat I Bali. Komposisi kepemilikan saham saat ini adalah : 95,35% milik Pemerintah Daerah Bali sedangkan 4,65% dimiliki oleh Pemerintah kabupaten Badung.

  Disamping itu adanya suatu keharusan untuk segera merubah bentuk

perusahaan menyesuaikan dengan Undang-undang Nomor 1 tahun 1995 tentang

Perseroan Terbatas. Melalui Akta Notaris No. 2 tanggal 1 Pebruari 2002 dan

mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Nomor :

C-05655 HT.01.04 TH. 2003, NV. Percetakan Bali berubah status Badan

Hukumnya menjadi Perseroan Terbatas (PT. Percetakan Bali), dengan komposisi

kepemilikan Saham 95,35% dimiliki oleh Perusahaan Daerah Provinsi Bali dan

4,65% dimiliki oleh Pemkab. Badung.

  Saat ini PT. Percetakan Bali telah memiliki Ijin Dokumen Sekuriti yang

B. Pelaksanaan Penelitian Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2007.

  

Data penelitian diperoleh dengan membagikan Skala Komitmen Organisasi dan

Skala OCB kepada subjek penelitian, yaitu karyawan tetap PT. Percetakan Bali.

  

Pengambilan data menggunakan teknik try out terpakai. Hal ini dilakukan karena

jumlah karyawan tetapnya hanya 55 orang serta jarak penelitian yang jauh

menjadi faktor di pakainya try out terpakai.

  Pembagian skala penelitian dilakukan secara klasikal pada jam istirahat

agar tidak mengganggu aktivitas karyawan. Jumlah seluruh skala yang dibagi

sebanyak 55 lembar, mengingat jumlah karyawan tetapnya hanya 55 orang. Dari

jumlah tersebut hanya 50 karyawan yang mengisi dengan lengkap skala yang

dibagikan. Jumlah karyawan tersebut terdiri dari: laki-laki 29 orang dan

perempuan 21 orang. Usia karyawan berkisar antara 20 tahun sampai 53 tahun,

dengan rata-rata usia 40 tahun. Masa kerja karyawan berkisar antara 2 sampai 33

tahun, dengan rata-rata masa kerja 16 tahun.

  Pada saat penelitian dilakukan, perusahaan yang bersangkutan sedang

menerima pesanan untuk mencetak soal-soal EBTA Sekolah Menengah Atas di

beberapa daerah di Bali. Hal ini menyebabkan penelitian agak terhambat beberapa

waktu, dan pembagian skala tidak berbarengan. Skala yang dibagi terlebih dahulu

adalah skala Komitmen Organisasi, kemudian beberapa hari berikutnya skala OCB

C. Uji Item dan Alat Ukur

  Pengujian reliabilitas skala ukur dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi dengan melihat koefisien alpha. Pengujian ini dilakukan dengan bantuan program statistik SPSS versi 11.5 for windows. Penyebaran item untuk skala komitmen organisasi setelah ujicoba dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Tabel spesifikasi item skala Komitmen Organisasi setelah digugurkan Nomor Nomor

  

Aspek Komitmen Organisasi item item Tot

Fav Unfav

  1. Kepercayaan yang pasti dan penerimaan 19, 31 10, 11, 37 9 yang penuh atas nilai-nilai dan tujuan 5, 28 organisasi 15, 27

  2. Kesediaan untuk berusaha sekuat tenaga 40, 41 14, 33

  9 demi kepentingan organisasi 24, 34 3, 12

  13

  3. Keinginan yang kuat untuk tetap terlibat 1, 2 17, 21

  14 menjadi anggota organisasi 16, 26, 36 18, 35 29, 39 22, 25, 38

  Total 17 15

  32 Hasil analisis item Skala Komitmen Organisasi menunjukkan dari 42 item ternyata 32 item yang dapat digunakan. Daya beda item antara 0.3064-0.7011 dengan koefisien reliabilitas dari 32 item tersebut sebesar 0.9207. Jumlah item favorabel sebanyak 17 buah item dan item tidak favorabel sebanyak 15 item.

  Untuk hasil analisis item skala OCB menunjukkan dari 30 item ternyata 24 item yang dapat digunakan dengan daya beda item antara 0.3511-0.5978 dengan

  12 buah dan item tidak favorabel 12 item. Distribusi item skala OCB dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Tabel spesifikasi item skala OCB setelah digugurkan ASPEK

ITEM JMLH

  

Favorable Unfavorable

  1. Altruism 1, 12, 23 7, 18, 29

  6

  2. Courtesy 2, 13, 24 8, 19, 30

  6

  3. Conscientiousness 3, 14, 9, 20,

  4

  4. Sportmanship 4, 21, 10,

  3

  5. Civic virtue 5, 6 16, 17, 22

  5 JUMLAH 12 12 24

Untuk menyeimbangkan jumlah item dan mendapatkan hasil yang lebih

baik maka dilakukan penyeimbangan blue print. Penyeimbangan kedua blue print dilakukan dengan pembobotan item. Untuk skala komitmen organisasi pembobotan dilakukan dengan mengalikan 14 (sebagai jumlah item tertinggi dari salah satu aspek dalam skala) total skor yang dihasilkan oleh tiap aspek, kemudian dibagi jumlah item yang ada dalam aspek tersebut. Hal yang sama juga dilakukan pada skala OCB, pembobotan dilakukan yaitu dengan total skor yang dihasilkan oleh tiap aspek dikalikan 6 (sebagai jumlah item tertinggi dari salah satu aspek dalam skala) kemudian dibagi jumlah item yang ada dalam aspek tersebut.

  

Setelah seluruh data penelitian diperoleh, dilakukan uji asumsi yang

meliputi uji normalitas sebaran dan uji linearitas hubungan. Analisis data dan uji asumsi dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 11.5 for windows.

1. Uji Asumsi

  a. Uji Normalitas Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa variabel bebas, yaitu variabel

komitmen organisasi dalam formula Kosmogorov-Smirnov untuk uji normalitas

menunjukkan harga Z sebesar 0,781 dengan p = 0,575 (syarat, p > 0,05) yang

berarti skor variabel komitmen organisasi memiliki distribusi normal.

  Sedangkan hasil untuk variabel tergantung, yaitu variabel OCB

menunjukkan harga Z pada uji normalitas sebesar 0,985 dengan p = 0,286 hal ini

berarti bahwa variabel OCB memiliki distribusi normal.

  b. Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan untuk melihat hubungan antara skor variabel

komitmen organisasi dan variabel OCB linear atau tidak. Hasil uji linearitas

menunjukkan harga 0,262 dengan p = 0,616 (syarat, p < 0,05), yang berarti

hubungan kedua variabel tidak linear.

  2. Uji Hipotesis Untuk mengkorelasikan antara variabel komitmen organisasi dengan OCB

menggunakan rumus Product Momen Pearson dengan program SPSS versi 11.5

for wimdows.

  Dari analisis data diperoleh koefisien korelasi (r) = 0.065 dengan signifikansi (p) = 0.326. Perhitungan dilakukan pada taraf signifikansi p ≤ 0.01 dan

memakai uji satu ekor (1–tailed). Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada

  Selain hasil tersebut diatas, peneliti juga melakukan analisis data tambahan untuk melihat aspek OCB mana yang memiliki korelasi paling tinggi dan kuatnya sumbangan efektif yang paling besar terhadap Komitmen Organisasi. Hasil korelasi tiap aspek dapat dilihat pada tabel 3 Tabel 5. Tabel Korelasi dan koefisien determinasi peraspek

  No. Aspek yang dikorelasikan r Signifikansi 1 ekor

  1 Komitmen*Altruism 0.040 0.391

  2 Komitmen*Courtesy 0.119 0.206

  3 Komitmen* Conscientiousness 0.030 0.418

  4 Komitmen* Sportmanship 0.048 0.369

  5 Komitmen*civic virtue -0.081 0.288 Uji Hipotesis 1 Hasil analisis data tambahan yaitu hubungan antara komitmen organisasi dengan altruism menunjukkan koefisien (r) = 0.040 dengan nilai p = 0.391 (syarat, p ≤0.01). Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan altruism.

  Uji Hipotesis 2 Hasil analisis data tambahan menunjukkan nilai r = 0.119 dengan p = 0.206 (syarat, p ≤0.01). Hal tersebut membuktikan bahwa tidak ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan courtesy.

  Uji Hipotesis 3 Hasil analisis menunjukkan nilai r = 0.030 dengan p = 0.418 (syarat, p <0.01). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan conscientiousness.

  Uji Hipotesis 4

Hasil analisis menunjukkan nilai r = 0.048 dengan p = 0.369 (syarat,

p ≤0.01). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan sportsmanship.

  Uji Hipotesis 5 Hasil analisis menunjukkan nilai r = -0.081 dengan p = 0.288 (syarat, p ≤0.01) dimana dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan civic virtue.

F. Pembahasan

  

Berdasarkan hasil analisis data di atas dapat dilihat bahwa hasil penelitian

ini tidak menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan OCB. Hal ini dapat dilihat dari nilai korelasi (r = 0.065) yang tidak signifikan antara variabel komitmen organisasi dengan OCB. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ditolak.

  

Hasil analisis data tambahan juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan

  

Analisis data komitmen organisasi dengan altruism menghasilkan nilai koefisien

(r) = 0.040 dengan p = 0.391 (syarat, p ≤0.01). Hasil tersebut menunjukkan

hubungan antara komitmen organisasi dengan altruism tidak signifikan. Komitmen

organisasi tidak mempengaruhi perilaku karyawan dalam membantu karyawan

lain.

  Hubungan antara komitmen organisasi dengan courtesy juga tidak

signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis yang menunjukkan nilai

koefisien r= 0.119 dengan p = 0.206 (syarat, p ≤0.01). Dari hasil tersebut dapat

disimpulkan bahwa komitmen organisasi tidak mempengaruhi perilaku karyawan

dalam meringankan problem-problem yang berkaitan dengan pekerjaan yang

dihadapi orang lain dalam perusahaan.

  Dari hasil analisis data hubungan antara komitmen organisasi dengan tidak menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan, Conscientiousness dengan nilai koefisien r = 0.030 dan p = 0.418 (syarat, p ≤0.01). Hal ini berarti

tinggi rendahnya komitmen organisasi tidak mempengaruhi kepatuhan karyawan

terhadap aturan-aturan dalam perusahaan. Komitmen organisasi juga tidak

mempengaruhi intensitas kehadiran karyawan pada perusahaan.

  Demikian juga dengan hasil analisis data komitmen organisasi dengan

sportsmanship menghasilkan nilai koefisien r = 0.048 dengan p = 0.369 (syarat,

p

≤0.01), yang berarti tidak ada hubungan positif yang signifikan. Jadi komitmen

organisasi tidak mempengaruhi keinginan karyawan untuk membuat isu-isu

negatif tentang perusahaan.

  Hal serupa juga ditemukan pada hasil analisis data komitmen organisasi

dengan civic virtue. Hasil analisis menunjukkan nilai r = -0.081 dengan p = 0.288

(syarat, p ≤0.01) yang berarti tidak ada hubungan positif yang signifikan. Hasil

tersebut memiliki pengertian bahwa komitmen organisasi tidak mempengaruhi

partisipasi sukarela dan dukungan dari karyawan terhadap perusahaan. Hasil

analisis data diatas membuktikan bahwa OCB karyawan di PT. Percetakan Bali

tidak dipengaruhi oleh komitmen organisasi.

  Penelitian tentang hubungan antara komitmen organisasi dengan OCB

sudah kerap kali dilakukan. Beberapa ahli seperti Kidwell, Mossholder, Nathan

(1997) meneliti secara khusus hubungan antara OCB dan kepuasan kerja serta

komitmen organisasi. Dalam penelitiannya mereka menemukan bahwa OCB

berhubungan dengan kepuasan kerja, tapi tidak berhubungan dengan komitmen

organisasi. Dari hasil penelitiannya, mereka berpendapat bahwa OCB dipengaruhi

oleh faktor kontekstual seperti kekompakan atau kebersamaan dalam kelompok.

Mereka juga berpendapat bahwa karyawan dalam sebuah perusahaan akan

menunjukkan OCBnya bila terdapat keselarasan antara tujuan karyawan dengan

tujuan perusahaan.

  Penelitian lain yang dilakukan oleh Koster, Sanders & Emmerik (2003)

juga menemukan tidak adanya hubungan positif yang signifikan antara komitmen

organisasi dan OCB. Penelitiannya menunjukkan bahwa ada beberapa faktor

seperti umur dan jenis kelamin yang dapat mempengaruhi OCB. Mereka juga

menemukan bahwa OCB pada karyawan tergantung pada periode waktu atau

lamanya karyawan bekerja dalam suatu perusahaan. OCB juga tergantung pada

  Penelitian diatas memiliki beberapa kesamaan dengan penelitian yang

dilakukan di PT. Percetakan Bali. Di perusahaan tersebut, karyawan sudah bekerja

selama puluhan tahun, sehingga masing-masing karyawan memiliki ikatan yang

kuat terhadap perusahaan dan rekan kerja. Setiap karyawan dalam perusahaan

tersebut menganggap karyawan yang lain adalah keluarganya. Adanya ikatan yang

demikian menjadikan sifat-sifat sosial kerap kali terjadi. Selain itu kebersamaan

dan kekompakan dalam bekerja mudah terbentuk.

  Meskipun terjadi ikatan yang kuat antar karyawan, hal tersebut tidak

menjamin perilaku karyawan sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Adanya

perubahan budaya organisasi dalam perusahaan membuat karyawan memiliki

perpedaan pandangan terhadap tujuan perusahaan.. Karyawan cenderung

mengalami stress karena tuntutan manajemen untuk selalu siap menerima dan

menjalankan sistem yang baru. Keadaan seperti itu sangat berpotensi untuk

karyawan meninggalkan perusahaan dan mencari perusahaan yang lebih baik.

Namun dengan situasi dan kondisi seperti tersebut, karyawan PT. Percetakan Bali

yang telah puluhan tahun bekerja di perusahaan itu memilih untuk tetap bertahan.

  Adanya peraturan dalam perusahaan dimana perusahaan akan memberikan

tunjangan pensiun sesuai dengan masa kerjanya menjadikan karyawan tetap

bertahan. Jadi semakin karyawan bekerja di perusahaan tersebut dalam kurun

waktu yang lama, maka tunjangan pensiunnya akan semakin tinggi begitu

sebaliknya. Dengan alasan tersebut sebagian karyawan memilih untuk tetap

bekerja di perusahaan itu.

  Dengan bertahannya karyawan di perusahaan tersebut maka masa kerjanya

pun bertambah. Sehingga hal tersebut dapat menumbuhkan sifat sosial dan

kebersamaan antar karyawan yang semakin kuat. Hal ini diperkuat oleh pendapat

Koster, Sanders & Emmerik (2003), dimana dalam penelitiannya menemukan

bahwa sifat sosial, kebersamaan dan sifat-sifat yang tidak terikat dengan sistem

reward perusahaan dapat muncul akibat masa kerja yang lama.

  Sehingga dari penelitian ini ditemukan bahwa OCB karyawan di PT.

Peercetakan Bali tidak dipengaruhi oleh Komitmen organisasi. Hasil penelitian

juga menemukan bahwa OCB dipengaruhi oleh masa kerja karyawan yang cukup

lama, dimana hal tersebut dapat terjadi karena adanya harapan-harapan karyawan

terhadap tunjangan pensiun yang tinggi dari perusahaan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada

  hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan OCB. Hal ini berarti bahwa jika komitmen tinggi maka OCB karyawan belum tentu tinggi.

  Sebaliknya jika komitmen rendah OCB belum tentu rendah juga. Diketahui pula dari hasil analisis data tambahan yaitu hubungan antara komitmen dengan

komponen-komponen OCB (Altruism, Courtesy , Conscientiousness ,

Sportmanship , Civic virtue) tidak ditemukan adanya hubungan positif yang signifikan. Jadi hipotesis mayor dan hipotesis minor penelitian ditolak: H

  1 . Tidak ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan Altruism H

  2 . Tidak ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan Conscientiousness H

  3 . Tidak ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan Sportmanship H . Tidak ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi

  4 dengan Courtesy H

  5 . Tidak ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan Civic virtue.

  

Hal ini membuktikan bahwa masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi OCB

diluar komitmen organisasi.

B. Saran

  1. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti-peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat melakukan

penelitian yang lebih mendalam lagi mengenai Komitmen organisasi dan OCB

dengan menggunakan faktor-faktor lain seperti masa kerja, budaya perusahaan,

dan harapan karyawan serta kebersamaan dalam kelompok. Sehingga segala

permasalahan yang belum terjawab pada penelitian ini dapat diteliti lebih lanjut

dan menemukan sesuatu yang baru, yang dapat membantu perusahaan-perusahaan

yang memiliki permasalahan sejenis dengan PT. Percetakan Bali.

DAFTAR PUSTAKA

  Anoraga, Pandji. (1992). Psikologi Kerja. Jakarta : Reneka Cipta

Anoraga, Suyati (1995). Psikologi Industri & Sosial. Jakarta : PT. Dunia Pustaka

Jaya

Alotaibi, Adam G. (2001). Antecendents of Organizational Citizenship Behavior:

A Study of Public Personnel in Kuwait.

  Public Personnel Management. Azwar, S. (1997). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Azwar, S. (1999). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Arikunto, S. (1996). Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktek (Revisi III).

  Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Bernardin, H. & Joyce, A. H. (1993). Human Resource Management an

Experimental Approach. McGraw Hill Inc.

  

Cascio, W.F., Auginis, H. (2005). Applied Psychology in Human Resources

Management (6 th ed) . New Jersey: Pearson Education Inc.

  

Chaplin, J. P. (2000). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Persada

Dalal, R. S., Sims, C. S., & Spencer, S. (2003). The Structure of Discretionary

  Behavior at Work. In D. E. Rupp (Chair), New Frontiers in Job Satisfaction, Job Performance, and their Linkages . Symposium Conducted at the 18 th

  Annual Meeting of the Society for Industrial and Organizational Psychology, Orlando, Florida.

Danan, Mubasysyir Hasanbasri (2007). Hubungan Kepuasan Kerja dan Komitmen

  Organisasi dengan Organizational Citizenship Behavior OCB) di Politeknik Kesehatan Banjarmasin . Working Paper Series No.2 Januari 2007 1 st

Draft. KMPK Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

  

Davis & Newstrom (1985). Human Behavior at Work : Organizational Behavior.

  United State of America: McGraw Hill, Inc. Dessler, Gary (1992). Organization Theory Integrating Structure and Behavio (2 nd ed). New Jersey: PrenticeHall Inc.

  Dessler, Gary (1994). Human Resource Management (6 th ed). New Jersey: A Paramount Communications Company, PrenticeHall, Inc.

  

Finkelstein, Marcia, Penner (2004). Predicting Organizational Citizenship

  

Gautam T., Van Dick R., Wagner U., Upadhyay N. (2004). Organizational

Aston Citizenship Behavior And Organizational Commitmen In Nepal.

  Business School, Aston University. Birmingham.

Gibson, Ivancevich, Donnelly. (1987). Organisasi, Perilaku, Struktur Proses. Jilid

1 (ed 5). Jakarta : Erlangga

Gomes, Cardoso F. (1995). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Andi

Offset.

  Hadi, Sutrisno. (1996). Statistik 2. Yogyakarta : Andi Offset

Hardaningtyas, Dwi. (2005). Pengaruh Tingkat Kecerdasan Emosi dan Sikap pada

Budaya Organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pegawai PT. (PERSERO) Pelabuhan Indonesia III . Laporan Penelitian 23 Desember 2005.

Ingarianti, Muji T., Yuwono, Fajrianti. (2005). Performance Appraisal di PT.

  Otsuka Indonesia. Jurnal Psikodinamik: The Indonesian Journal Of Psychology. Volume 7, No.2 Juli 2005.

  Jatnika (1998). Analisis Faktor- Faktor yang mempengaruhi kerja dan komitmen karja karyawan . Theses from JBPTITBTI. Teknik Industri ITB

  

Kidwell Roland E., Mossholder Kevin W., Nathan (1997). Cohesiveness and

Organizational Citizenship Behavior: a multilevel analysis using work groups and individuals – A Special Issue: Focus on Hierarchical Linear Modeling. Journal of Management, Nov-Dec 1997

  

Koster F., Sanders K. (2006). Organizational Citizens or Reciprocal

Relationships? An Empirical Comparison. Personal Review. Amsterdam Institute For Labour Studies.

  Koster F., Sanders K., & Hetty van Emmerik (2003). Solidarity of temporary workers: The effects of temporal and network embeddedness on solidary behaviors of Ph.D. students . The Netherlands’ Journal of Social Sciences.

  Kuntjoro, Z. S. (2002) Komitmen Organisasi. www.e-psikologi.com ST

  

Landy, Frank J., Conte, Jeffrey M. (2004). Work In The 21 Century: An

Introduction To Industrial And Organizational Psychology . North America: The McGraw-Hill Companies, Inc.

  

Landy, Frank J. (1989). Psychology Of Work Behavior (4 Ed). Belmont,

  th

Luthans, Fred (2005). Organizational Behavior (10 ed) . New York: McGraw-Hill

Companies, Inc

Mowday, R.T., Steers, L.W. and Porter, R.M. (1982), Employee-Organization

Linkages: The Psychology of Commitment, Absenteeism, and Turnover.

  Academic Press, New York Organ, D.W. (1988), Organizational Citizenship Behavior: The Good Soldier Syndrome . Lexington Books, Lexington

Organ, Dennis W. (1994). Personality and Organizational Citizenship Behavior.

  Journal of Management, Summer 1994.

Pareke, Fahrudin Js. (2004). Dimensionalisasi Perilaku di Luar Peran Kerja

. Universitas Bengkulu. Jurnal Bisnis dan Ekonomi

  (Extra-Role Behavior) September 2004

Pareke, Fahrudin Js. (2004). Kepemimpinan Transformasional dan Perilaku

Bawahan: Sebuah Agenda Penelitian . Fokus Ekonomi, Agustus 2004

Podsakoff, P.M., MacKenzie, S.B., Paine, J.B. and Bachrach, D.G. (2000).

  “Organizational citizenship behaviors: a critical review of the theoretical and empirical literature and suggestions for future research ”. Journal of Management, Vol. 26 Sarwintono, Tony A. (2006). Hubungan Antara Komitmen Organisasi dengan Multi-Level Marketing Tianshi Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  

Schultz & Schultz (1990). Psychology and Industry Today. An Itroduction to

th Industrial & Organizational Psychology.

  5 Edition. New York : Macmillan Publishing Company Siagiaan, S. P. (1993) Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

Simon J. B. Raising The Bar of Service Quality: The Role of Salesperson-

Organisation Relationship and Organizational Citizenship Behaviors.

  Working Paper in Marketing Number 2. Department of Management University Of Melbourne 3010 Australia.

Smither, Robert D. (1994) The Psychology Of Work and Human Performance.

  New York : HarperCollins College Publishers, Inc.

Spector, Paul E. (1996). Industrial and Organizational Psychology: Research and

Practice. Canada: Jhon Wiley and Sons, Inc.

  

Staw, Barry. (1991). Psychological Dimension of Organizational Behavior.

  Maxwell Macmillan International.

Steers, R.M. (1980). Efektivitas Organisasi. Kaidah Tingkah Laku. (Jamin,

Magdalena, Penerjemah). Jakarta : Erlangga

Steers, R. M. & Porter, L. W. (1983) Motivation and Work Behavior. New York :

McGraw-Hill Book Company.

  

Steers, R.M., Ungson, Gerardo R., Mowday, Richard T. (1985). Managing

Effective Organizations. An Introduction . California: Wadsworth, Inc.

Szilagyi, Andrew D., Wallace M.J, Jr. (1980). Organizational Behavior and

  Performnace . Santa Monica, California: Goodyear Publising Company, Inc.

  Van Dyne, Soon Ang and Isabel C. Botero. (2003). Conceptualizing Employee

Silence and EmployeeVoice as Multidimensional Constructs. Journal

Management Studies 40:6 September 2003. Michigan State University;

Nanyang Technological University; Michigan State University.

  .

  

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA Nama : Umur : Jenis Kelamin : Lama Bekerja : Kepada Yth: Bapak/ Ibu/ Saudara / i Karyawan PT. Percetakan Bali Dengan hormat, Sehubungan dengan penelitian untuk tugas akhir saya, perkenankanlah

saya memohon kesediaan anda untuk meluangkan waktu guna mengisi angket

yang saya lampirkan berikut ini.

  Angket ini berisi pernyataan-pernyataan, dan saya harap dapat diisi dengan

sejujur-jujurnya sesuai dengan keadaan, perasaan, dan pikiran anda saat ini, tanpa

dipengaruhi oleh siapapun. Dalam hal ini semua jawaban yang anda berikan

adalah benar, dan tidak ada jawaban yang salah apabila sesuai dengan keadaan

yang anda alami.

  Perlu anda ketahui bahwa jawaban anda tidak ada hubungannya dengan

nama baik, dan status pekerjaan anda di perusahaan ini karena semua identitas dan

jawaban anda saya jamin kerahasiaannya. Saya harap jangan sampai ada

pernyataan yang terlewati atau tidak terjawab.

  Atas bantuan dan kerjasama anda, saya ucapkan banyak terima kasih. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi kita.

  Hormat saya,

  I Ketut Wijaya Kusuma

  Petunjuk Pengisian

  1. Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan memberi tanda

silang (X) pada kolom sebelah kanan pernyataan dengan ketentuan:

STS = Bila Anda Sangat Tidak Setuju TS = Bila Anda Tidak Setuju SS = Bila Anda Sangat Setuju S = Bila Anda Setuju 2.

  Apabila hendak mengganti jawaban yang salah, maka coretlah tanda silang (X) dengan tanda sama dengan (=), kemudian pilihlah jawaban yang lebih sesuai dengan keadaan anda.

3. Berikanlah pendapat anda pada semua pernyataan dan periksalah kembali agar tidak ada pernyataan yang terlewati.

  

No Pernyataan SS S TS STS

  1. Saya menceritakan pada orang lain bahwa perusahaan ini adalah perusahaan yang baik untuk bekerja.

  2. Sangat sulit kemungkinannya di masa depan bagi saya untuk meninggalkan perusahaan ini.

  3. Bagi saya memikirkan kemajuan perusahaan ini bukan urusan saya.

  4. Saya bersedia memberikan segenap usaha yang dapat membantu perusahaan untuk berkembang.

  5. Saya menemukan kecocokan antara cara kerja yang saya anut dengan cara kerja yang diterapkan perusahaan.

  6. Saya sering tidak sependapat dengan kebijakan- kebijakan perusahaan ini dalam hal-hal penting yang berhubungan dengan karyawannya.

  7. Kepentingan pribadi harus didahulukan dari kepentingan perusahaan.

  8. Saya akan menerima semua bentuk tugas kerja agar tetap bekerja pada perusahaan ini.

  9. Saya menemukan bahwa nilai-nilai saya dan nilai-nilai organisasi mempunyai kesamaan.

  10. Memutuskan untuk bekerja pada perusahaan ini adalah suatu kesalahan.

  11. Cara kerja yang saya anut tidak cocok dengan apa yang diterapkan oleh perusahaan.

  12. Saya tidak perlu bekerja terlalu serius, karena itu tidak membuat perusahaan ini rugi.

  13. Bagi saya berkorban demi tercapainya tujuan perusahaan bukanlah suatu keharusan.

  14. Saya merasa kurang bersemangat untuk memajukan perusahaan ini.

  

No Pernyataan SS S TS STS

  15. Perusahaan ini adalah tempat yang terbaik bagi saya untuk bekerja daripada perusahaan lain yang saya ketahui.

  16. Saya bangga menceritakan pada orang lain bahwa saya adalah bagian dari perusahaan ini.

  17. Tidak banyak yang bisa didapatkan dengan bergantung pada perusahaan ini secara tidak langsung.

  18. Saya merasakan sangat sedikit kesetiaan terhadap organisasi.

  19. Saya sangat senang memilih bekerja di perusahaan ini.

  20. Saya merasa nilai-nilai dan tujuan yang ada dalam perusahaan ini hanya selaras dengan kepentingan kelompok-kelompok tertentu saja.

  21. Saya tidak tahu hal yang membanggakan dari perusahaan ini yang dapat diceritakan kepada orang lain.

  22. Setelah sekian lama saya bekerja di perusahaan ini, saya merasa tidak ada yang dapat saya banggakan.

  23. Saya sangat peduli akan nasib perusahaan ini.

  24. Tugas dan pekerjaan yang diberikan kepada saya, akan saya kerjakan dengan semaksimal mungkin.

  25. Saya malu mengatakan pada orang-orang bahwa saya bekerja di perusahaan ini.

  26. Saya akan bertahan di perusahaan ini dalam keadaan apapun.

  27. Saya sependapat dengan perusahaan ini dalam menerapkan tanggung jawab terhadap perusahaan.

  28. Saya yakin dengan bekerja di perusahaan ini saya akan menjadi orang yang sukses.

  29. Saya rasa bekerja di perusahaan ini sangat

  

No Pernyataan SS S TS STS

  30. Saya tidak yakin dengan bergantung di perusahaan ini dapat mewujudkan keinginan saya untuk menjadi orang sukses.

  31. Saya percaya bahwa perusahaan dapat memberikan apa yang saya inginkan jika saya bekerja dengan sungguh- sungguh.

  32. Saya tidak percaya dengan peluang yang ditawarkan oleh perusahaan.

  33. Saya merasa tidak ada kesempatan untuk berkembang di perusahaan ini.

  34. Saya bersedia bekerja keras agar perusahaan ini lebih maju.

  35. Saya merasa tidak mendapatkan tambahan pengalaman atau pengetuahuan apapun selama bekerja di perusahaan ini.

  36. Semakin lama saya bergabung di perusahaan ini, saya semakin menyukai perusahaan ini.

  37. Saya tidak dapat mengerti nilai-nilai yang digunakan untuk mencapai tujuan di perusahaan ini.

  38. Tidak ada hal yang menyenangkan di perusahaan ini.

  39. Banyak pelajaran berarti yang saya dapatkan di perusahaan ini.

  40. Tugas yang diberikan kepada saya adalah kesempatan dan tantangan bagi saya untuk bekerja.

  41. Saya selalu bekerja dengan sungguh-sungguh dan serius menyangkut hal-hal yang beruhungan dengan perusahaan.

  42. Saya rasa tidak perlu mengikuti sistem yang berlaku di perusahaan ini.

  OCB

NO. Pernyataan TP HTP KK S SS

  1. Menggantikan rekan kerja yang tidak masuk atau istirahat.

  2. Berkoordinasi dengan rekan kerja dalam menjalankan tugas.

  3. Tiba lebih awal di tempat kerja sehingga bisa memulai tugas lebih awal.

  4. Mempercayai bahwa segala sesuatu yang telah ditentukan dan diputuskan oleh perusahaan merupakan hal yang terbaik.

  5. Memberi kritik yang membangun untuk peningkatan kualitas pelayanan perusahaan.

  6. Menghadiri dan berpartisipasi dalam pertemuan atau rapat perusahan.

  7. Tidak membantu rekan kerja yang mempunyai pekerjaan berat.

  8. Mempersulit tugas rekan kerja di bagian lain agar tidak diremehkan.

  9. Baru melakukan tugas kalau sudah date line.

  10. Menghabiskan banyak waktu untuk komplain tentang hal yang sepele.

  11. Cara kerja yang saya anut tidak cocok dengan apa yang diterapkan oleh perusahaan.

  12. Membantu rekan kerja yang mempunyai pekerjaan berat atau overload.

  13. Mengambil langkah untuk mencegah permasalahan dengan rekan kerja.

  14. Menaati aturan, tata tertib dan prosedur perusahaan bahkan ketika tidak ada yang

  15. Tidak perlu membicarakan hal-hal yang buruk tentang perusahaan.

  16. Tidak peduli terhadap apa yang terjadi di perusahaan.

  17. Datang rapat meskipun tidak mengikuti secara intensif tentang apa yang didiskusikan.

  18. Tidak menjelaskan teknik pengerjaan tugas kepada rekan kerja baru.

  19. Tidak bersedia menjadi tempat bertanya sehingga rekan kerja mendapat teguran dari atasan.

  20. Meminta toleransi waktu pengerjaan tugas sehingga penyelesaiannya lebih lama dan didapat hasil yang lebih baik.

  21. Introspeksi diri ketika hasil kerja tidak sesuai dengan harapan.

  22. Saya enggan memberi saran-saran konstruktif pada perusahaan.

  23. Membantu pegawai baru beradaptasi dengan lingkungan kerja walau tidak diperintah

  24. atasan.

  Mendiskusikan persoalan yang muncul 25. dengan rekan sekerja. Tidak pernah makan siang atau istirahat terlalu lama.

  26. Mencari siapa penyebab yang harus bertanggung jawab ketika hasil kerja kurang

  27. memuaskan.

  Selalu fokus pada apa yang salah dengan 28. keadaannya, daripada sisi positifnya. Mengobrol dengan rekan kerja pada saat melaksanakan tugas merupakan hal yang biasa dan dapat dimaklumi.

  16. Tidak peduli terhadap apa yang terjadi di perusahaan.

  17. Datang rapat meskipun tidak mengikuti secara intensif tentang apa yang didiskusikan.

  18. Tidak menjelaskan teknik pengerjaan tugas kepada rekan kerja baru.

  19. Tidak bersedia menjadi tempat bertanya sehingga rekan kerja mendapat teguran dari atasan.

  20. Meminta toleransi waktu pengerjaan tugas sehingga penyelesaiannya lebih lama dan didapat hasil yang lebih baik.

  21. Introspeksi diri ketika hasil kerja tidak sesuai dengan harapan.

  22. Saya enggan memberi saran-saran konstruktif pada perusahaan.

  23. Membantu pegawai baru beradaptasi dengan lingkungan kerja walau tidak diperintah atasan.

  Mendiskusikan persoalan yang muncul dengan 24. rekan sekerja. Tidak pernah makan siang atau istirahat terlalu 25. lama. Mencari siapa penyebab yang harus 26. bertanggung jawab ketika hasil kerja kurang memuaskan. Selalu fokus pada apa yang salah dengan 27. keadaannya, daripada sisi positifnya. Mengobrol dengan rekan kerja pada saat 28. melaksanakan tugas merupakan hal yang biasa dan dapat dimaklumi.

  29. yang tidak masuk Tidak menyampaikan informasi secara lengkap 30. pada rekan kerja

  Subjek item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 Subjek1

  1

  2

  2

  2 Subjek34

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  1 Subjek33

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2 Subjek38

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek37

  2

  2

  2

  2

  3 Subjek36

  3

  3 Subjek35

  2

  1 Subjek32

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3 Subjek28

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2 Subjek27

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3 Subjek29

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2 Subjek31

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek30

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  1 Subjek47

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2 Subjek46

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2 Subjek45

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2 Subjek50

  3

  2

  2 Subjek48

  2

  2 Subjek49

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  2 Subjek41

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2 Subjek40

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2 Subjek39

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek44

  2

  1

  1

  2 Subjek42

  2

  2

  2

  3 Subjek43

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2 Subjek26

  1

  2

  3

  1

  1

  1

  1

  2 Subjek9

  2

  2

  2

  1 Subjek10

  2

  2

  2

  3 Subjek8

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2 Subjek12

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek11

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2 Subjek7

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2 Subjek3

  2

  2

  2

  3 Subjek4

  2

  2

  2

  2 Subjek2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek6

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2 Subjek5

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  2 Subjek13

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  3 Subjek22

  3

  1

  1

  3

  2 Subjek21

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  3 Subjek20

  1

  1 Subjek23

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1 Subjek25

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1 Subjek24

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  1

  1

  2 Subjek15

  1

  3

  3

  2

  2

  1

  1 Subjek14

  2

  1

  2

  2

  1

  1 Subjek16

  3

  1

  3 Subjek18

  3 Subjek19

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  3 Subjek17

  3

  3

  3

  3 Subjek item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 Subjek1

  1

  2

  2

  2

  2

  1 Subjek34

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek33

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  2 Subjek37

  2

  2

  3

  2

  2

  3 Subjek36

  2

  3

  2

  1

  2 Subjek35

  1 Subjek32

  1

  2

  3

  3

  1

  2

  1

  3 Subjek28

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3 Subjek27

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2 Subjek31

  1

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek29

  2

  2 Subjek30

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3 Subjek38

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1 Subjek46

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2 Subjek45

  2

  1

  3

  2 Subjek47

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  3

  3

  2 Subjek49

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  3 Subjek48

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  3 Subjek40

  1 Subjek41

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2 Subjek39

  1

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  1

  2 Subjek44

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2 Subjek43

  2

  1

  3

  2

  1

  2

  2

  1 Subjek42

  1

  2

  2

  1 Subjek26

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2 Subjek9

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2 Subjek8

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1 Subjek10

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2 Subjek12

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek11

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek7

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2 Subjek3

  2

  2

  2 Subjek4

  2

  2

  2

  2

  1 Subjek2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek6

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek5

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  1 Subjek22

  1

  3

  1

  2

  2 Subjek21

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1 Subjek20

  1

  1

  1

  2

  2

  3 Subjek19

  2

  1

  1

  2 Subjek25

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  2 Subjek24

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2 Subjek23

  3

  2

  3

  2 Subjek13

  2

  2

  1

  2

  2

  1 Subjek15

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2 Subjek14

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1 Subjek18

  2

  1

  2

  2

  2 Subjek16

  2

  2

  3 Subjek17

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1 Subjek item17 item18 item19 item20 item21 item22 item23 item24 Subjek1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek34

  2

  2

  2 Subjek35

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek33

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  2 Subjek38

  3

  2

  1

  1

  2 Subjek37

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3 Subjek36

  3

  3

  3

  2

  1

  1 Subjek39

  3 Subjek28

  2

  3 Subjek29

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3 Subjek27

  3

  2

  2

  2

  2 Subjek31

  1 Subjek32

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3 Subjek30

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  3 Subjek47

  3

  1

  2

  1

  2

  2 Subjek48

  2

  1 Subjek46

  3

  1

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  3 Subjek45

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3 Subjek50

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3 Subjek49

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2 Subjek41

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1 Subjek40

  2

  1

  2

  2

  2

  1 Subjek42

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  3

  3 Subjek44

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3 Subjek43

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3 Subjek9

  3

  2

  2

  1 Subjek10

  2

  2

  2

  3 Subjek8

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  3 Subjek12

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek11

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3 Subjek3

  2 Subjek4

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  1 Subjek2

  1

  2

  2

  2 Subjek7

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2 Subjek6

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek5

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek13

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2 Subjek22

  2

  1

  3 Subjek23

  3 Subjek21

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3 Subjek26

  3

  1

  1

  3 Subjek25

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3 Subjek24

  2

  3

  2

  3

  3 Subjek20

  3

  2

  1 Subjek15

  3 Subjek16

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  1

  2 Subjek14

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  3

  1

  2 Subjek18

  3 Subjek19

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  3 Subjek17

  3

  3

  1 Subjek item25 item26 item27 item28 item29 item30 item31 item32 Subjek1

  2

  2

  3

  2 Subjek35

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek34

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2 Subjek33

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek38

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2 Subjek37

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3 Subjek36

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2 Subjek29

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek28

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2 Subjek27

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1 Subjek32

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2 Subjek31

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2 Subjek30

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  3 Subjek47

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  3 Subjek46

  3

  2

  1

  2 Subjek48

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  1

  1

  3 Subjek50

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek49

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  3 Subjek41

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2 Subjek40

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3 Subjek39

  1

  3

  1 Subjek45

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  1 Subjek44

  1

  3

  2

  2

  1 Subjek42

  2

  3

  3 Subjek43

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  1 Subjek10

  2

  3

  1

  1

  1

  2 Subjek9

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2 Subjek8

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2 Subjek12

  2

  2 Subjek13

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2 Subjek11

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek4

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2 Subjek3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  1 Subjek2

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek7

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2 Subjek6

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2 Subjek5

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  3 Subjek22

  2 Subjek23

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  2

  2 Subjek21

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  1 Subjek26

  3

  1

  1

  1

  2 Subjek25

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2 Subjek24

  3

  2

  2

  2

  3 Subjek20

  1

  1

  3

  3

  3

  3

  2 Subjek16

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  2

  1 Subjek15

  2

  1

  3

  3

  2

  2 Subjek14

  1

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  2 Subjek19

  3

  2

  3

  3

  3

  3 Subjek17

  2

  1 Subjek18

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1 Subjek item33 item34 item35 item36 item37 item38 item39 item40 Subjek1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3 Subjek30

  2

  3 Subjek31

  2

  2

  2

  3

  2

  2 Subjek29

  3

  3

  3

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  2 Subjek33

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1 Subjek32

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2 Subjek25

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3 Subjek24

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  3 Subjek23

  1

  1

  3

  3

  2

  3 Subjek28

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3 Subjek27

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2 Subjek26

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1 Subjek42

  1

  1

  2

  3 Subjek43

  2

  2

  2

  3 Subjek41

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  1 Subjek45

  1

  1

  2

  2

  2

  2 Subjek44

  1

  2

  3

  2

  2

  2 Subjek40

  2

  1

  1

  2

  2

  3 Subjek36

  2

  3

  1

  2 Subjek35

  1 Subjek37

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2 Subjek34

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2 Subjek39

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  1

  3 Subjek38

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek8

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  3 Subjek7

  3

  2

  2

  2

  2 Subjek9

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek11

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2 Subjek10

  1

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2 Subjek3

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  2 Subjek2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek6

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek5

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek4

  2

  2 Subjek12

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  1

  3 Subjek19

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  2 Subjek18

  2

  2

  1

  1

  3 Subjek20

  1

  1

  2

  2

  1

  2 Subjek22

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  3 Subjek21

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2 Subjek14

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  3 Subjek13

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  3 Subjek16

  3 Subjek17

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2 Subjek15

  2

  1 Subjek item41 item42 Jumlah Subjek1 3

  2

  76 Subjek34 2 2

  87 Subjek23 2 1

  92 Subjek24 2 2

  81 Subjek25 2 1

  44 Subjek26 3 3

  94 Subjek27 3 3 109

  Subjek28 2 3

  92 Subjek29 3 2

  95 Subjek30 3 2

  82 Subjek31 1 2

  53 Subjek32 2 2

  73 Subjek33 2 2

  87 Subjek35 3 2

  92 Subjek21 1 1

  61 Subjek36 2 2

  60 Subjek37 2 2

  79 Subjek38 1 3

  82 Subjek39 3 3

  71 Subjek40 2 2

  78 Subjek41 2 2

  67 Subjek42 3 2

  76 Subjek43 1 2

  79 Subjek44 2 3

  72 Subjek45 2 2

  73 Subjek46 2 2

  47 Subjek22 2 1

  56 Subjek20 2 2

  60 Subjek2 2

  81 Subjek8 2

  2 100

  Subjek3 2

  2

  73 Subjek4 2

  2

  75 Subjek5 2

  2

  81 Subjek6 3

  2

  92 Subjek7 2

  2

  2

  Subjek19 1 1

  85 Subjek9 1

  2

  54 Subjek10 2 2

  80 Subjek11 2 2

  82 Subjek12 3 2

  95 Subjek13 3 3

  69 Subjek14 3 2

  59 Subjek15 2 2

  73 Subjek16 3 3 117

  Subjek17 2 2

  71 Subjek18 3 2 110

  73

  

Skor Skala OCB

  4 Subjek32

  4 Subjek33

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  4

  4

  5

  4

  3

  5 Subjek31

  4

  4

  3

  4

  3

  5

  2 Subjek36

  3

  4

  5

  4

  4

  3

  5

  5 Subjek35

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  5

  4 Subjek34

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  4 Subjek27

  4

  4

  4

  5

  4

  5

  5 Subjek26

  3

  5

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  5 Subjek25

  5

  3

  4

  2

  5 Subjek29

  3

  4 Subjek30

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  1

  4 Subjek28

  4

  2

  5

  1

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  4 Subjek44

  4

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  3 Subjek43

  3

  4

  4

  1 Subjek45

  5

  1

  2

  4

  5

  5

  5

  2

  2

  2

  1 Subjek47

  1

  2

  5

  2

  4

  4

  4

  3 Subjek46

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  5

  4

  5 Subjek39

  1

  3

  2

  4

  5

  4

  3

  4 Subjek38

  4

  2

  4

  4

  4

  5

  4

  4 Subjek37

  2

  4

  4

  4

  4

  1

  5

  3 Subjek42

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  5 Subjek41

  5

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  5 Subjek40

  5

  4

  1

  4

  3

  Subjek item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 Subjek1

  4

  3

  5

  3

  5 Subjek9

  3

  4

  4

  3

  4

  5

  4

  5 Subjek8

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4 Subjek12

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  5

  5 Subjek11

  5

  3

  5

  5

  5

  5

  4

  5 Subjek10

  4 Subjek7

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  5 Subjek3

  4

  3

  2

  3

  4

  2

  4

  5 Subjek2

  5

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  5

  5

  4

  4 Subjek6

  4

  4

  3

  4

  4

  4 Subjek4

  3

  5 Subjek5

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  5

  4

  4 Subjek21

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4 Subjek20

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3 Subjek19

  5

  4

  3

  3

  4

  4

  4 Subjek24

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  5 Subjek23

  4

  5

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4 Subjek22

  4

  3

  3

  5

  3

  5

  5

  5

  5 Subjek15

  5

  1

  2

  3

  3

  3

  5

  5 Subjek14

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  1

  5 Subjek13

  5

  5

  3

  3

  2

  3

  3

  5 Subjek18

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  5

  5 Subjek17

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  5 Subjek16

  2 Subjek item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 Subjek1

  5

  4

  5

  4 Subjek33

  3

  4

  4

  4

  5

  5

  5 Subjek32

  5

  4

  3

  3

  3

  5

  5

  5

  4 Subjek31

  4

  5

  4

  4

  4 Subjek35

  3

  3 Subjek36

  3

  4

  4

  2

  2

  5

  4

  1

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4 Subjek34

  4

  4

  4

  4

  2

  5

  4

  3

  4 Subjek27

  1

  5

  5

  4

  4

  5

  3

  3 Subjek26

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3 Subjek25

  2

  3

  3

  4

  5

  5

  4 Subjek30

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3 Subjek29

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  5

  5

  4 Subjek28

  4

  1

  4

  4

  5

  5

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  5 Subjek44

  5

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  3 Subjek43

  2

  1

  1

  5 Subjek45

  5

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4 Subjek47

  4

  5

  4

  2

  2

  5

  5

  3 Subjek46

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4 Subjek38

  5 Subjek39

  3

  4

  5

  4

  5

  4

  2

  3

  2

  5

  4

  5

  4

  3

  4

  4 Subjek37

  5

  5

  4

  4

  4

  4

  3 Subjek42

  3

  3

  3

  3

  3

  5

  5

  4 Subjek41

  4

  5

  4

  5

  5

  2

  2

  3 Subjek40

  4

  3

  1

  3

  4

  5

  4

  4

  3

  5

  3

  5 Subjek9

  3

  5

  4

  3

  3

  4

  3

  5 Subjek8

  3

  5

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  5 Subjek7

  3

  4

  2

  4

  4

  3 Subjek12

  3

  4

  3

  3

  4

  5 Subjek10

  4

  4 Subjek11

  3

  5

  5

  5

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  5 Subjek3

  3

  5

  3

  3

  5

  5

  5

  4 Subjek2

  3

  4

  5

  4

  4

  4

  5 Subjek4

  4

  4

  5

  5

  3

  4

  4

  4 Subjek6

  2

  4

  4

  3

  5

  4

  4

  5 Subjek5

  1

  2

  2

  3

  5

  5

  5

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  4 Subjek21

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3 Subjek20

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4 Subjek24

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  5 Subjek23

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5 Subjek22

  2 Subjek19

  3

  4 Subjek13

  5

  5

  5

  5

  5

  5 Subjek15

  2

  5

  2

  3

  4

  5

  3

  3 Subjek14

  4

  4

  3

  3

  2

  5

  5

  5

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3 Subjek18

  3

  4

  4

  4

  3

  4 Subjek16

  4

  5 Subjek17

  3

  5

  4

  4

  3

  4

  3

  3 Subjek50

  5

  4

  4

  5

  3

  5

  5

  4

  4 Subjek30

  4

  4

  5 Subjek31

  3

  4

  4

  3

  4 Subjek29

  4

  3

  4

  5

  5

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  3

  4 Subjek33

  4

  3

  3

  5

  4

  4

  4

  4 Subjek32

  4

  5

  4

  5

  5

  5

  4

  4

  3

  3

  4 Subjek25

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4 Subjek24

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4 Subjek23

  3

  4

  3

  4 Subjek27

  4 Subjek28

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  5

  4

  4

  5

  4

  5

  5

  4

  4 Subjek26

  5

  3

  3

  4 Subjek34

  3

  1 Subjek41

  5 Subjek42

  5

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  5

  1

  5

  4

  4

  2

  3

  3

  5 Subjek40

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  2 Subjek44

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  5

  2 Subjek43

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  1

  4

  5

  5 Subjek36

  2

  4

  3

  5

  3

  4

  4

  4 Subjek35

  3

  4

  4

  5

  4

  5

  5

  4

  4

  4

  2

  4

  4 Subjek39

  2

  3

  2

  4

  5

  3

  4

  4 Subjek38

  3

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4 Subjek37

  4

  4

  4

  5

  5

  5 Subjek8

  4

  5

  4

  3

  4

  4

  5 Subjek7

  4

  5

  3

  5

  2

  4

  4

  5

  5 Subjek6

  4

  3

  4

  5 Subjek10

  5 Subjek11

  5

  4

  4

  3

  5

  5

  3

  5

  4

  3

  5

  2

  4

  2

  3

  5 Subjek9

  4

  5

  4

  4

  4

  3

  5

  5

  3

  3

  5 Subjek2

  4

  4

  4

  5

  2

  5

  3

  2 Subjek item17 item18 item19 item20 item21 item22 item23 item24 Subjek1

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  5

  3

  5

  4

  4

  4

  3 Subjek5

  1

  5

  1

  5

  5

  3 Subjek3

  3

  5 Subjek4

  4

  5

  5

  2

  4

  4

  5

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4 Subjek19

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 Subjek18

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  5

  4

  4

  5 Subjek22

  5

  3

  4

  2

  4

  4 Subjek20

  5

  4 Subjek21

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  5

  5 Subjek17

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  5

  2

  5

  4 Subjek13

  3

  5

  5

  5

  4

  2

  3

  4 Subjek12

  4

  3

  4

  4 Subjek14

  4

  4

  4

  5

  4

  3

  4

  4

  5

  4 Subjek16

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3 Subjek15

  3

  4

  3

  3

  1 Subjek47

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1 Subjek50

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3 Subjek49

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  2

  5 Subjek48

  5

  5

  5

  5

  2

  4 Subjek item25 item26 item27 item28 item29 item30 Jumlah Subjek1

  1

  Subjek32

  Subjek33

  4 110

  4

  3

  1

  3

  3

  5 120

  3

  5

  5

  1

  2

  3

  Subjek31

  5 120

  2

  3

  5

  Subjek35

  Subjek36

  4 107

  3

  4

  5

  4

  2

  4 111

  3

  4

  3

  4

  4

  1

  Subjek34

  4 116

  4

  5

  5

  3

  2

  4

  Subjek27

  5 127

  5

  5

  4

  3

  Subjek26

  3

  4 109

  5

  2

  5

  2

  2

  Subjek25

  2

  4

  3

  2

  2

  Subjek30

  5 107

  3

  3

  3

  3

  Subjek29

  5

  3 108

  4

  3

  4

  3

  4

  Subjek28

  5 104

  1

  4

  5

  5

  2

  5

  5

  5

  5

  Subjek44

  5 131

  5

  88 Subjek45

  4

  4

  4

  87 Subjek43

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  81 Subjek47

  3

  1

  5

  1

  2

  3

  Subjek46

  5 113

  5

  4

  5

  3

  2

  5

  5 111

  3 105

  5

  5

  3

  4

  2

  Subjek38

  4

  2

  4

  5

  2

  3

  Subjek37

  5 104

  3

  Subjek39

  4

  Subjek42

  5 105

  4 106

  4

  4

  4

  4

  4

  Subjek41

  5

  2

  5

  5

  2

  2

  95 Subjek40

  3

  2

  3

  4 108

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  Subjek9

  5 119

  5

  3

  3

  4

  4

  Subjek8

  5 120

  5

  3

  3

  3

  3

  3 110

  Subjek7

  4

  4

  2

  4

  Subjek12

  4 103

  4

  3

  3

  Subjek10

  3

  Subjek11

  4 123

  4

  3

  4

  3

  2

  5

  4 122

  3

  4

  3

  5

  5

  5

  Subjek3

  4 113

  3

  3

  4 117

  5

  2

  Subjek2

  5 112

  3

  2

  3

  4

  Subjek4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  Subjek6

  4 112

  5

  4

  1

  3

  2

  Subjek5

  5 111

  5

  3

  3

  3

  2

  3 106

  5

  3

  4

  4

  Subjek21

  5 114

  5

  4

  3

  4

  3

  97 Subjek20

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  Subjek24

  4 108

  4

  3

  2

  3

  4 117

  Subjek23

  4 114

  4

  3

  3

  4

  2

  Subjek22

  90 Subjek19

  3

  Subjek13

  4

  2

  3

  4

  Subjek15

  4 104

  3

  3

  5

  4

  3

  Subjek14

  4 102

  3

  3

  3

  5

  3

  2

  4 124

  3

  2

  4

  3

  3

  Subjek18

  5 103

  5

  3

  3

  Subjek16

  3

  Subjek17

  5 119

  5

  3

  3

  3

  4

  5 107

  

Reliability

(seleksi item Komitmen)

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis
  • R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H

  A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  VAR00001 76.3200 219.2016 .5358 .9051

  VAR00002 76.1600 220.7902 .4336 .9064

  VAR00003 75.9600 220.2024 .5718 .9050

  VAR00004 75.7200 226.0016 .2952 .9080

  VAR00005 76.2000 220.3673 .5274 .9054

  VAR00006 76.5600 229.6800 .0757 .9114

  VAR00007 76.0600 224.3024 .2910 .9083

  VAR00008 76.0800 227.4220 .1730 .9098

  VAR00009 76.1800 230.2731 .0954 .9099

  VAR00010 76.1800 222.1506 .4320 .9065

  VAR00011 76.1800 223.4159 .5431 .9058

  VAR00012 75.8600 225.1024 .4095 .9069

  VAR00013 76.0400 224.1208 .4241 .9067

  VAR00014 76.1200 219.9853 .5496 .9051

  VAR00015 76.1600 219.9739 .4525 .9062

  VAR00016 76.2000 214.9796 .6595 .9033

  VAR00017 76.1800 223.4976 .4243 .9066

  VAR00018 76.1800 223.2118 .3700 .9072

  VAR00019 76.1000 216.3776 .6322 .9038

  VAR00020 76.3400 227.0045 .1640 .9104

  VAR00021 76.3200 221.1200 .4377 .9064

  VAR00022 76.3400 217.0861 .6047 .9042

  VAR00023 75.8000 224.9796 .2824 .9083

  VAR00024 75.8000 220.2857 .3725 .9076

  VAR00025 76.0000 220.7755 .5445 .9053

  VAR00026 76.1400 223.2657 .3762 .9071

  VAR00027 76.0600 220.2208 .4835 .9058

  VAR00028 76.2600 220.0739 .4589 .9061

  VAR00029 76.3200 214.5486 .7155 .9027

  VAR00030 76.0600 228.4249 .1357 .9103

  VAR00031 76.0200 221.2037 .4725 .9060

  VAR00032 76.0000 227.5510 .2149 .9088

  VAR00033 76.2200 219.6037 .6362 .9044

  VAR00034 75.9200 219.4220 .5226 .9053

  VAR00035 76.1600 217.1576 .5810 .9044

  VAR00036 76.1400 216.0004 .5671 .9045

  VAR00037 76.3200 221.4057 .3875 .9071

  VAR00038 76.1400 220.7759 .4865 .9058

  VAR00039 76.1400 220.3678 .4051 .9069

  R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  VAR00042 75.9200 227.5853 .2709 .9081 Reliability Coefficients N of Cases = 50.0 N of Items = 42 Alpha = .9087

  

Reliability

(seleksi item OCB)

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis
  • R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H

  A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  VAR00001 106.2000 148.9388 .4134 .8352

  VAR00002 105.8600 145.7147 .5754 .8303

  VAR00003 106.0000 147.7959 .4390 .8343

  VAR00004 105.9800 152.5914 .3581 .8373

  VAR00005 106.2800 150.3690 .3892 .8361

  VAR00006 106.2200 151.0322 .3754 .8366

  VAR00007 105.8800 149.6180 .3485 .8374

  VAR00008 105.4600 145.4780 .5277 .8313

  VAR00009 105.4600 145.4780 .5277 .8313

  VAR00010 105.6600 151.2086 .3039 .8388

  VAR00011 106.1200 152.1894 .2691 .8399

  VAR00012 105.7800 151.6037 .4105 .8360

  VAR00013 105.9000 148.7449 .4161 .8351

  VAR00014 105.7000 146.3367 .5532 .8310

  VAR00015 106.5400 162.2535 -.1233 .8515

  VAR00016 105.7000 150.0918 .3868 .8361

  VAR00017 105.9400 146.7106 .5094 .8322

  VAR00018 105.8800 145.8629 .5055 .8320

  VAR00019 105.7400 146.6453 .4938 .8325

  VAR00020 105.7400 146.6453 .4938 .8325

  VAR00021 105.8600 148.7759 .4400 .8345

  VAR00022 106.0000 149.3061 .4392 .8347

  VAR00023 106.0000 146.0000 .4467 .8339

  VAR00024 105.7000 147.9694 .4091 .8353

  VAR00025 106.6200 159.7914 -.0336 .8507

  VAR00026 106.2800 159.8384 -.0257 .8482

  VAR00027 106.1400 160.6535 -.0625 .8512

  VAR00028 106.2200 157.4812 .0778 .8450

  VAR00029 105.5600 148.2514 .5101 .8328

  VAR00030 105.4000 150.0000 .5023 .8338 Reliability Coefficients N of Cases = 50.0 N of Items = 30 Alpha = .8417

  

Reliability (Item Komitmen)

  R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  VAR00001 57.4400 172.7004 .5652 .9174

  VAR00002 57.2800 174.1649 .4579 .9189

  VAR00003 57.0800 174.1567 .5745 .9174

  VAR00004 57.3200 174.0996 .5402 .9178

  VAR00005 57.3000 175.0306 .4773 .9186

  VAR00006 57.3000 176.9490 .5521 .9181

  VAR00007 56.9800 179.2853 .3627 .9199

  VAR00008 57.1600 177.7290 .4218 .9192

  VAR00009 57.2400 173.7780 .5617 .9175

  VAR00010 57.2800 174.6139 .4241 .9194

  VAR00011 57.3200 170.1812 .6306 .9163

  VAR00012 57.3000 177.3980 .4092 .9194

  VAR00013 57.3000 176.2551 .3995 .9196

  VAR00014 57.2200 170.0935 .6658 .9159

  VAR00015 57.4400 174.1290 .4785 .9186

  VAR00016 57.4600 171.3147 .6098 .9167

  VAR00017 56.9200 175.9527 .3064 .9218

  VAR00018 57.1200 174.9241 .5328 .9179

  VAR00019 57.2600 176.5637 .3934 .9196

  VAR00020 57.1800 172.8037 .5507 .9176

  VAR00021 57.3800 174.4853 .4398 .9192

  VAR00022 57.4400 169.4759 .7011 .9154

  VAR00023 57.1400 174.1637 .5191 .9180

  VAR00024 57.3400 174.4331 .5918 .9173

  VAR00025 57.0400 172.7739 .5577 .9175

  VAR00026 57.2800 171.1037 .5985 .9168

  VAR00027 57.2600 171.2576 .5326 .9179

  VAR00028 57.4400 174.2514 .4302 .9194

  VAR00029 57.2600 174.6045 .4913 .9184

  VAR00030 57.2600 173.7882 .4267 .9195

  VAR00031 56.8200 177.2935 .3865 .9197

  VAR00032 56.9200 178.0343 .3920 .9196 Reliability Coefficients N of Cases = 50.0 N of Items = 32 Alpha = .9207

  

Reliability (item OCB)

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis
  • R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H

  A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  VAR00001 86.6400 141.9494 .4178 .8798

  VAR00002 86.3000 138.4184 .5978 .8750

  VAR00003 86.4400 141.7208 .4063 .8802

  VAR00004 86.4200 145.5139 .3641 .8810

  VAR00005 86.7200 143.0220 .4090 .8800

  VAR00006 86.6600 143.8616 .3867 .8805

  VAR00007 86.3200 141.4057 .4002 .8805

  VAR00008 85.9000 137.2755 .5864 .8750

  VAR00009 85.9000 137.2755 .5864 .8750

  VAR00010 86.1000 143.1122 .3511 .8817

  VAR00011 86.2200 144.6649 .4103 .8800

  VAR00012 86.3400 140.6780 .4668 .8785

  VAR00013 86.1400 139.8371 .5383 .8766

  VAR00014 86.1400 143.5514 .3700 .8810

  VAR00015 86.3800 140.9751 .4614 .8786

  VAR00016 86.3200 139.2424 .4974 .8776

  VAR00017 86.1800 139.9057 .4898 .8778

  VAR00018 86.1800 139.9057 .4898 .8778

  VAR00019 86.3000 141.6429 .4513 .8789

  VAR00020 86.4400 142.2106 .4487 .8790

  VAR00021 86.4400 138.9045 .4569 .8790

  VAR00022 86.1400 139.6739 .4660 .8786

  VAR00023 86.0000 141.5102 .5040 .8777

  VAR00024 85.8400 143.2392 .4942 .8783 Reliability Coefficients N of Cases = 50.0 N of Items = 24 Alpha = .8832

  Tabel Pembobotan item OCB No. Komponen dalam Jumlah Skor Pembobotan Persentase OCB Maksimal

  1 Altruism

  6

  30 30 20%

  2 Conscientiousnes

  6

  30 30 20%

  3 Sportmanship

  4

  

20

  20X (6/4) = 30 20%

  4 Courtesy

  3

  

15

  15X (6/3) = 30 20%

  5 Civic virtue

  5

  

25

  25X (6/5) = 30 20% Jumlah 24 120 150 100%

  Tabel Pembobotan item Komitmen Organisasi No. Komponen Jumlah Skor Pembobotan Persentase Komitmen Maksimal

  1 Kepercayaan yang 9 27

  27X (14/9) 33,3% pasti dan = 42 penerimaan yang penuh atas nilai- nilai dan tujuan organisasi

  2 Kesediaan untuk 9 27

  27X (14/9) 33,3% berusaha sekuat = 42 tenaga demi kepntingan organisasi

  3 Keinginan yang 14 42 42 33,3% kuat untuk tetap terlibat menjadi anggota organisasi

  Jumlah 32

  96 42 100%

  NPar Tests Descriptive Statistics

  N Mean Std. Deviation Minimum Maximum KOMITMEN 50 59.0800 13.61098

  24.00

  93.00 OCB 50 90.0200 12.36930 54.00 109.00

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  KOMITMEN OCB N

  50

  50 Normal Parameters(a,b) Mean 59.0800 90.0200

  Std. Deviation 12.3693 13.61098

  Most Extreme Absolute .110 .139

  Differences Positive

  .087 .067 Negative

  • .110 -.139 Kolmogorov-Smirnov Z .781 .985

  Asymp. Sig. (2-tailed) .575 .286 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  Uji Linearitas Case Processing Summary Cases Included Excluded Total

  N Percent N Percent N Percent OCB * KOMITMEN 50 100.0% .0% 50 100.0%

  ANOVA Table Sum of Squares df

  Mean Square F Sig. OCB * KOMITMEN

  Between Groups (Combined) 5533.280

  33 167.675 1.366 .257 Linearity 32.113 1 32.113 .262 .616 Deviation from

  Linearity 5501.167 32 171.911 1.401 .240 Within Groups

  1963.700 16 122.731 Total 7496.980

  49 Measures of Association R R Squared Eta Eta Squared OCB * KOMITMEN

.065 .004 .859 .738

  Pearson Correlations komitmen ocb komitmen Pearson Correlation

  1 ,065 Sig. (1-tailed) ,326 N

  50

  50 ocb Pearson Correlation ,065

  1 Sig. (1-tailed) ,326 N

  50

  50

  

Korelasi Komitmen Organisasi dengan komponen-komponen OCB

Komitmen dan altruism komitmen altruism komitmen Pearson Correlation

  1 ,040 Sig. (1-tailed) ,391 N

  50

  50 altruism Pearson Correlation ,040

  1 Sig. (1-tailed) ,391 N

  50

  50 Komitmen dan Courtesy komitmen courtesy komitmen Pearson Correlation 1 ,119 Sig. (1-tailed)

  ,206 N

  50

  50 courtesy Pearson Correlation ,119

  1 Sig. (1-tailed) ,206 N

  50

  50 Komitmen dan conscientiousness conscient komitmen iousness komitmen Pearson

  1 ,030 Correlation Sig. (1-tailed) ,418 N

  50

  50 conscientiousness Pearson ,030

  1 Correlation Sig. (1-tailed) ,418 N

  50

  50

   Komitmen dan spormanship

komitme

n

sportmanshi p

  Pearson Correlation 1 ,048 Sig. (1-tailed) ,369 komitmen N

  50

  50 Pearson Correlation ,048

  1 Sig. (1-tailed) ,369 sportmanshi p N

  50

  50 Komitmen dan civic virtue komitme n civic_virtue komitme n Pearson

  Correlation 1 -,081 Sig. (1-tailed) ,288 N

  

50

  50 civic_virt ue Pearson

  • ,081

  Correlation

  1 Sig. (1-tailed) ,288 N

  

50

  50

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PEMBERIAN PELATIHAN REGULASI EMOSI TERHADAP PERILAKU AGRESIF REMAJA PADA SISWA KELAS X SMK PANCASILA SURAKARTA Skripsi Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Pendidikan Strata I Psikologi
0
0
19
NIM K5408042 Skripsi Ditulis dan Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Geografi
0
0
103
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP HAPPINESS AT WORK SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi
0
0
13
Skripsi Yang Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik
0
0
15
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
1
15
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
17
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan LINDA ROHMAWATI NIM. 20121110045
0
0
13
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
1
26
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan DEWI KURNIASIH NIM. 20121110008
0
0
16
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan NUR AZIZAH NIM. 20121113025
0
0
15
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan SITI MULYATI NIM. 20131111105
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Hukum Islam
0
0
102
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Hukum Islam
0
0
121
Show more