Pengembangan alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika kelas IV SDN Tamanan 1 Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
136
2 days ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Tuhan Yesus yang selalu mencurahkan berkat dan kasih-Nya secara cuma-cuma, memberikan perlindungan, semangat, dan kesehatan.. Bapak dan Ibuku tercinta, Prabowo dan Krisminarti Rahayu yang selalu mendoakan, memberikan kasih sayang, dukungan, semangat, membiayaikuliahku dari semester 1 hingga selesai, dan segala sesuatu yang telah diberikan tanpa pamrih.

HALAMAN MOTTO

  (Roma 12:12) Dia memberi kekuatan kepada yang lelah danmenambah semangat kepada yang tiada berdaya. (Yesaya 40:29) Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Prosedur penelitian dan pengembangan alat peraga Montessori melalui empat tahap, yaitu (1) kajian standar kompetensi dan materi pembelajaran, (2) analisiskebutuhan pengembangan program pembelajaran, (3) produksi alat peragaMontesori, dan (4) validasi dan revisi produk yang diakhiri dengan uji coba lapangan terbatas. Dengandemikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa produk yang dikembangkan mempunyai kualitas yang sangat baik dan sesuai dengan lima ciri alat peraga yangdijadikan dasar pengembangan alat peraga Montessori.

BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian (1) latar belakang, (2) rumusan masalah, (3) tujuan

penelitian, (4) manfaat penelitian, (5) spesifikasi produk yang dikembangkan, dan (6) definisi operasional.

1.1 Latar Belakang

  1.2.2 Bagaimana kualitas alat peraga Montessori yang dikembangkan untuk melatih kemampuan berhitung bilangan bulat pada siswa kelas IVA di SDN 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Mengembangkan alat peraga Montessori sesuai dengan ciri-ciri yang ditetapkan untuk melatih kemampuan berhitung bilangan bulat pada siswakelas IVA di SDN Tamanan 1 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. Pembersihan batu bertujuan untuk menghilangkankotoran yang menempel pada batu seperti tanah dan debu sehingga aman bagi Batu positif dan batu negatif digunakan sebagai alat peraga pembelajaran matematika kelas IVA standar kompetensi menjumlahkan dan mengurangkanbilangan bulat, kompetensi dasar melakukan operasi hitung campuran, materi operasi hitung campuran bilangan bulat pada semester genap tahun ajaran2012/2013 di SDN Tamanan 1 Yogyakarta.

1.6 Definisi Operasional

  1.6.4 Keterampilan berhitung kelas IV adalah keterampilan siswa kelas IVA semester genap SDN Tamanan 1 dalam melakukan operasi hitungpenjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat. 1.6.5 Mata pelajaran matematika adalah pelajaran yang mengembangkan kompetensi berhitung siswa kelas IVA semester genap SDN Tamanan 1kompetensi dasar melakukan operasi hitung campuran bilangan bulat.

BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini, pembahasan tentang landasan teori dibagi menjadi empat bagian, yaitu (1) kajian pustaka, (2) kerangka berpikir, dan (3) hipotesis

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Metode Pembelajaran Montessori

2.1.1.1 Pengertian Metode Pembelajaran Montessori

  Montessori sendiri mengungkapkan bahwa metode pembelajaran yang ia miliki merupakan metode yang mengembangkan kebebasanberkarakter dengan cara yang mengagumkan dan luar biasa (Montessori, 2002:33). Metode Montessori memberikankesempatan pada anak untuk (1) bekerja dengan dirinya sendiri (2) bekerja tanpa mengandalkan bantuan atau pun interupsi, (3) bekerja dengan penuh konsentrasi,(4) bekerja dengan kelompok atau lingkungan yang telah disiapkan, dan (5) menggali potensi diri dengan kemauannya sendiri (Lillard, 1996:98).

2.1.1.2 Tahap-tahap Perkembangan Anak

  Tahap Kedua (umur 6-12 tahun)Anak yang berkembang dengan baik pada tahap perkembangan pertama(umur 0-6 tahun) akan berkembang secara normal pada tahap perkembangan kedua umur 6-12 tahun. Perkembangan logika yang masihsederhana, perkembangan moral dan mental yang luas, serta perkembangan imajinasi yang membutuhkan media konkret menjadi ciri utama siswa SD.

2.1.2 Alat Peraga Matematika Montessori

Berikut ini diuraikan tentang pengertian alat peraga, alat peraga Montessori, ciri-ciri alat peraga Montessori, dan kelebihan alat peraga Montessori.

2.1.2.1 Pengertian Alat Peraga

  Alat peraga sebaiknyadigunakan apabila alat peraga tersebut mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan (Anitah, 2010:83) 2.1.2.2 Pengertian Alat Peraga Montessori Menurut Montessori, alat peraga adalah material untuk siswa dalam belajar yang didesain secara sederhana, menarik, memungkinkan untuk diekplorasi,memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar secara mandiri, dan memperbaiki kesalahan mereka sendiri (Lillard, 1997:11). Nilai keindahan tampak padawarna-warna yang digunakan pada alat peraga papan bilangan bulat yaitu warna merah untuk batu positif dan merah putih untuk batu negatif.

2.1.2.4 Tujuan Penggunaan Alat Peraga

  Alat peraga dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak, interaksi yang lebih langsung antara siswa dengan lingkungannya, dan 1. Penggunaan alat peraga yang kontekstual akan membantu siswa menghubungkan pengalaman belajarnya dengan pengalaman-pengalamanpada kehidupan sehari-hari.

2.1.3 Keterampilan Berhitung

  Dalam arti luas, keterampilan berhitung merupakan salah satu kemampuan yang Keterampilan berhitung dikembangkan dengan tujuan agar siswa dapat memiliki kemampuan (1) berpikir logis dan sistematis sejak dini, (2)menyesuaikan dan melibatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat, (3) memiliki ketelitian dan konsentrasi tinggi, serta (4) memiliki kreativitas dan imajinasidalam menciptakan sesuatu secara spontan. Operasi hitungpenjumlahan dan pengurangan bilangan bulat mempunyai lima sifat, yaitu (1) sifat tertutup yang berarti selalu menghasilkan bilangan bulat, (2) sifat komutatif atausifat pertukaran, (3) unsur identitas bilangan nol, (4) sifat asosiatif atau sifat pengelompokkan, dan (5) mempunyai invers.

2.1.4 Kajian Penelitian yang Relevan

2.1.4.1 Penelitian tentang Metode Montessori

  Hasil pada siklus II siswa yang tuntas belajar sejumlah 17 siswa (70,8%) dan yang tidak tuntas belajar sejumlah 7 siswa (29,2%)dengan nilai rata-rata kelas 7,3 dan daya serap 73,3%. Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa penggunaan alat peraga benda konkret dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materipecahan pada kelas III SD Negeri Bulakpacing 02 semester I KecamatanDukuhwaru Kabupaten Tegal tahun pelajaran 2005/2006 dengan tingkat partisipasi siswa yang cukup menggembirakan serta memacu guru untuk lebihkreatif dan inovatif dalam mengembangkan model pembelajaran.

2.2 Kerangka Berpikir

  Pembelajaran matematika membutuhkan alat peraga yang konkret dan kontekstual untuk membantu siswa melatih kemampuan berhitungnya serta untukmemotivasi siswa dalam memperdalam pemahaman tentang matematika. Pengembangan alat peraga Montessori yang berkualitas disesuaikan dengan lima ciri alat peraga yangtelah dipaparkan dan memanfaatkan potensi lokal di lingkungan SDN Tamanan 1 Yogyakarta berupa batu dan kayu jati.

2.3 Hipotesis

  2.3.1 Alat peraga Montessori yang dikembangkan untuk melatih kemampuan berhitung bilangan bulat pada siswa kelas IVA di SDN Tamanan 1Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 mengandung lima ciri alat peraga, yaitu(1) menarik, (2) bergradasi, (3) auto correction, (4) auto education, dan (5) kontekstual. 2.3.2 Alat peraga Montessori yang dikembangkan untuk melatih kemampuan berhitung bilangan bulat pada siswa kelas IVA di SDN Tamanan 1Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 mempunyai kualitas yang “baik”.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab ini berisi uraian (1) jenis penelitian, (2) setting penelitian, (3) prosedur

pengembangan, (4) uji coba produk, (5) instrumen penelitian, (6) teknik pengumpulan data, dan (7) teknik analisis data.

3.1 Jenis Penelitian Peneliti menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D)

  R&D merupakan model pengembangan yang digunakan untuk merancang produk dan prosedur baru yang diuji, dievaluasi, dan direvisi secara sistematis sampaimenemukan produk yang efektif dan berkualitas (Borg dan Gall, 2007:589). 3.2.2 Subjek Penelitian Subjek uji coba prototipe alat peraga pada penelitian ini adalah sekelompok siswa dan seorang guru matematika kelas IVA SDN Tamanan 1Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.

3.3 Prosedur Pengembangan

  Model penelitian dan pengembangan menurutSugiyono dimulai dari tahap analisis masalah, dilanjutkan dengan pengembangan Pengembangan alat peraga matematika Montessori yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat tahapan yang dimodifikasi dari model penelitiandan pengembangan menurut Sugiyono serta Borg dan Gall yang disesuaikan dengan kebutuhan. Empat tahapan penelitian danpengembangan ini adalah (1) mengkaji standar kompetensi dan materi pembelajaran, (2) menganalisis kebutuhan pengembangan program pembelajaran,(3) memproduksi alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika, (4) validasi produk dan revisi produk, hingga menghasilkan produkberupa alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika materi operasi hitung campuran pada bilangan bulat.

3.4 Uji Validasi Produk

  Masukan yang diperoleh dari hasil penilaian pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga, dan guru matematika kelas IVASDN Tamanan 1 Yogyakarta digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk merevisi produk pengembangan alat peraga Montessori untuk keterampilanberhitung matematika kelas IVA semester genap sebelum dilakukan uji coba lapangan terbatas. Tanggapan dan penilaiansiswa memberikan umpan balik tentang kelayakan produk yang dikembangkan ketika digunakan dalam pembelajaran matematika keterampilan berhitung dengankompetensi dasar melakukan operasi hitung campuran pada bilangan bulat.

3.5 Instrumen Penelitian

3.5.1 Jenis Data

  Data yang didapatkan dari penelitian pengembangan ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil analisis kebutuhan siswa yang berupa kuesioner dan wawancara, hasil analisis validasiahli berupa kuesioner, serta hasil analisis uji coba lapangan terbatas berupa tes dan kuesioner.

3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data Instrumen merupakan alat ukur dalam penelitian (Sugiyono, 2010:148)

Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini dibagi berdasarkan sumber perolehan data antara lain instrumen analisis kebutuhan, instrumen validasi ahli,dan instrumen validasi dengan uji coba lapangan terbatas.

3.5.2.1 Instrumen Analisis Kebutuhan

  Bentuk kuesioner untuk siswa yang digunakan pada tahapan ini adalah kuesioner tertutup dan bentuk kuesioner untukguru adalah kuesioner terbuka. Responden pada kuesioner analisis kebutuhan adalah semua siswa kelas IVA dan memberikan pertimbangan dalam merancang produk pengembangan alat peragaMontessori untuk keterampilan berhitung matematika.

3.5.2.2 Instrumen Validasi Ahli

  Para ahli yang akan memberikan validasi pada penelitian pengembangan ini antara lain pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga, dan gurumatematika kelas IVA SDN Tamanan 1 Yogyakarta. Tujuanyang ditujukan pada pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga, dan guru matematika kelas IVA SDN Tamanan 1 Yogyakarta.

3.5.2.3 Instrumen Validasi Produk dengan Uji Coba Lapangan Terbatas

  Tes objektif jenis jawaban singkat sangat cocok untuk menilai kemampuan yang menuntutproses mental yang tinggi, seperti mengingat, mengenal, dan menerapkan prinsip- prinsip (Arifin, 2009:135). Tujuan penggunaan kuesioner pada tahap ini adalah untuk melakukan validasi produk dengan uji coba lapangan terbatas yang ditujukan padasekelompok siswa kelas IVA SDN Tamanan 1 Yogyakarta.

3.6 Teknik Pengumpulan Data

  Bentuk kuesioner yang digunakan pada tahapan ini adalah kuesioner terbuka. Kuesioner diujikan pada semua siswa dan guru matematika kelas IVA SDN Tamanan 1 Yogyakarta.

3.6.1.2 Wawancara Semi-Terstruktur

  Wawancara semi-terstruktur menggunakan pertanyaan yang menuntut jawaban campuran, ada yang berstruktur ada pula yang bebas (Arifin, 2009:158). Peneliti menggunakan wawancara terhadap siswa dan guru kelas IVA SDNTamanan 1 Yogyakarta.

3.6.2 Validasi Ahli

  3.6.2.1 Presentasi Presentasi produk dilakukan dengan cara mengundang para ahli yaitu pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga, dan guru matematika kelas IVA SDN Tamanan 1 Yogyakarta. 3.6.2.2 Kuesioner Bentuk kuesioner yang digunakan pada tahapan ini mengadopsi model skala Likert (1-5).

3.6.3 Validasi Produk dengan Uji Coba Lapangan

3.6.3.1 Tes

  Penyusunan soal tesdidasarkan pada kisi-kisi yang memuat indikator-indikator sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Tahap yang pertama, siswa diberi pretest untuk mengetahui posttest setelah melalui serangkaian latihan menggunakan alat peraga papan bilangan bulat.

3.7 Teknik Analisis Data

  Pada item pertanyaan nomor 7 sampaidengan 10, peneliti menganalisis hubungan antara penggunaan alat peraga dengan tabel yang dapat dilihat pada lampiran 1.4 halaman 61. Selanjutnya, hasil analisis kebutuhan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan produk berupa alat peraga Montessori untuk keterampilanberhitung matematika dan album pembelajaran.

3.7.2 Teknik Analisis Validasi Produk

  3.7.2.1 Kuesioner Skor yang diperoleh dari uji validasi produk menggunakan kuesioner akan dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima berdasarkan acuan menurutSukardjo (2008:101). Tabel 3.1 Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Skala Lima Menurut Sukardjo Interval Skor KategoriSangat baik ̅Baik ̅ ̅Cukup ̅ ̅Kurang ̅ ̅Sangat kurang ̅ Keterangan:Rerata ideal ( ̅ ) :Simpangan baku ideal ( ) : : Skor aktualSkala penilaian terdiri dari lima pilihan untuk menilai alat peraga papan bilangan bulat yang dikembangkan, yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3),kurang baik (2), dan sangat kurang baik (1).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi uraian (1) kajian standar kompetensi dan materi

  pembelajaran, (2) data analisis kebutuhan dan perangkat pembelajaran, (3) produksi alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung, dan (4) datavalidasi dan revisi produk. 4.2 Data Analisis Kebutuhan dan Perangkat Pembelajaran indikator untuk mengetahui penggunaan alat peraga pembelajaran selama ini, karakteristik alat peraga yang digunakan, dan hubungan antara penggunaan alatperaga dengan konsep matematika.

4.2.1 Data Analisis Kebutuhan Siswa

  Berdasarkan kuesioner yang sudah diisi, pada itempertama 80% siswa menjawab bahwa guru pernah menggunakan alat peraga matematika dan 20% siswa menjawab bahwa guru tidak pernah menggunakan alatperaga matematika. Pada item ke-10, terkait dengan Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa siswa kelas IVA SDNTamanan 1 membutuhkan alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika khususnya pada operasi hitung bilangan bulat.

4.2.2 Data Analisis Kebutuhan Guru

4.2.3 Pengembangan Perangkat Pembelajaran

  Berdasarkan kuesioner yang sudah diisi, pada itempertama guru menyatakan pernah menggunakan alat peraga ketika mengajar matematika berupa kertas untuk menjelaskan konsep pecahan dan bangun datarserta kelereng untuk menjelaskan konsep penjumlahan dan pengurangan. Kuesioner Berdasarkan data analisis kebutuhan siswa menurut kuesioner yang diisi oleh siswa dan guru, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran yangterdiri dari alat peraga Montessori dan album pembelajaran.

4.3 Produksi Alat Peraga Montessori untuk Keterampilan Berhitung

  Peneliti membuat desain alat peraga dan album pembelajaran Montessori berdasarkan kajian materi dan data analisis kebutuhan siswa. Langkah selanjutnyaadalah mengumpulkan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat alat peraga dan album pembelajaran Montessori.

4.3.1 Desain Alat Peraga Montessori

  Kriteria gradasi terdapat pada penggunaan alat yang melibatkan indera peraba dan indera penglihatan serta alat yang dapat digunakanpapan yang hanya dapat ditempati oleh satu batu dan kartu soal yang memuat kunci jawaban. Pengembangan alat peragaMontessori untuk keterampilan berhitung bilangan bulat terdiri dari beberapa alat, yaitu (1) papan bilangan bulat, (2) batu positif dan batu negatif, (3) kotak batu, 4.3.1.1 Papan bilangan bulat Papan bilangan bulat dibuat dari bahan kayu jati tua dengan ukuran panjang 33cm, lebar 33cm, dan ketebalan 2cm.

4.3.2 Album Pembelajaran Montessori

  Album pembelajaran papan bilangan bulat mencakup sembilan indikator yang telah ditetapkan oleh peneliti sesuaidengan SK dan KD. Pada album pembelajaran juga disebutkan alat peraga Album pembelajaran papan bilangan bulat terdiri dari sembilan presentasi.

4.4 Data Validasi dan Revisi Produk

  Produk awal yang sudah dikemas kemudian dipresentasikan kepada pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga, dan guru matematika kelas IVASDN Tamanan 1. Tabel 4.1 Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Skala Lima Menurut Sukardjo Interval Skor KategoriSangat baik ̅Baik ̅ ̅Cukup ̅ ̅Kurang ̅ ̅Sangat kurang ̅ Keterangan:̅ ) Rerata ideal ( :Simpangan baku ideal ( ) : : Skor aktualSkala penilaian terdiri dari lima pilihan untuk menilai alat peraga papan bilangan bulat yang dikembangkan, yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup (3),kurang baik (2), dan sangat kurang baik (1).

4.4.1 Deskripsi Data Validasi Pakar Pembelajaran Matematika

  Aspek yang dinilai dari produkpenelitian didasarkan pada lima kriteria alat peraga, yaitu (1) menarik, (2)Berdasarkan hasil validasi, kualitas produk mendapat skor rata-rata 4,7 dengan kategori “sangat baik” karena produk yang dikembangkan sudah sesuai dengankriteria menarik, bergradasi, mengandung auto correction, auto education, dan kontekstual. 4.4.5 Data Uji Coba Lapangan Terbatas Setelah produk divalidasi oleh pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga matematika, dan guru matematika kelas IVA, selanjutnya dilakukan ujicoba lapangan secara langsung pada lima siswa yang memiliki nilai di bawahKKM.

4.4.5.1 Data Hasil Kuesioner

  Pengisian kuesioner dilaksanakan setelahempat kali pembelajaran dengan alat peraga papan bilangan bulat. Beberapa aspek yang dinilai adalah (1) kemenarikan alat peraga, (2) gradasi alat peraga, (3) auto , (4) auto education, dan (5) kontekstual.

4.4.5.2 Data Hasil Tes

  Soal untuk tes berbeda dengan soal yang terdapat pada kartu dan tidak dilatihkan pada siswa ketika pembelajaran denganalat peraga papan bilangan bulat berlangsung. Penggunaan tes dalam penelitian ini bertujuan agar peneliti dapat mengetahui pengaruh alat peraga Montessoriterhadap hasil posttest siswa setelah mengikuti uji coba.

4.4.6 Penilaian Akhir

  Penilaian akhir dilakukan dengan teknik triangulasi pendapat yang berasal dari guru, siswa, dan peneliti untuk mengonfirmasi klaim perolehan skor validasiproduk yang termasuk dalam kategori “sangat baik”. Rangkuman pendapat guru, siswa, dan peneliti setelah uji coba lapangan terbatas menggunakan alat peragaakan dipaparkan sebagai berikut.

4.4.6.1 Guru Matematika Kelas IVA

  Menurut beliau, penggunaan alat peraga yang sesuai dengan kebutuhansiswa harus dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan tidak hanya pada satu materi saja mengingat efektivitas alat peraga terhadap prestasi belajar siswa. Ketiga, guru juga menyatakan keheranannya pada konsentrasi siswa yang tinggi dan kedisiplinan siswa ketiga melakukan uji coba menggunakan alat peraga papanbilangan bulat.

BAB V PENUTUP Bab ini berisi uraian (1) kesimpulan, (2) keterbatasan penelitian, dan (3) saran

  5.1.1 Alat peraga Montessori yang dikembangkan untuk melatih kemampuan berhitung bilangan bulat pada siswa kelas IVA di SDN Tamanan 1Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 mengandung lima ciri alat peraga, yaitu(1) menarik, (2) bergradasi, (3) auto correction, (4) auto education, dan (5) kontekstual. Alat peraga papan bilangan bulat memperoleh skor rerata 4,65 dan termasuk kategori “sangat baik” ditinjau dari lima ciri alat peraga, yaitu (1) menarik,Alat peraga yang dikembangkan terbukti dapat mengatasi kesulitan belajar siswa dalam berhitung bilangan bulat.

5.3 Saran

  Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan mengembangkan alat peragaMontessori untuk melatih kemampuan berhitung bilangan bulat adalah sebagai berikut. 5.3.3 Jika tujuan penelitian pengembangan sampai pada tahap uji efektivitas produk sebaiknya soal pretest dan posttest lebih dicermati dan dilakukan ujivaliditas.lebih luas.

DAFTAR REFERENSI

  Peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan alat peraga materi operasi hitung campuran. Kegiatan dan hasil belajar siswa kelas 1 SD dengan metode Montessori pada pokok bahasan membaca dan menulis lambang .

1.3 Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Guru

1.4 Rekapitulasi Hasil Analisis Kebutuhan Siswa No

Jumlah Pertanyaan Persentase ItemResponden 1 Apakah gurumu pernah menggunakan alat peraga ketika mengajar matematika?

a. Pernah

  Belajar matematika tanpa menggunakan alat 1 3,33%peraga 3 Apakah kamu pernah menggunakan benda-benda yang ada di sekitarmu untuk belajar matematika?a. Berilah nomor 1 sampai3 pada tempat yang disediakan, 1 untuk ciri yang paling kamu sukai.

a. Dapat

  Menggunakan alat peraga secara individu untuk 4 13,33%belajar matematika b. Menggunakan alat peraga secara klasikal untuk 2 6,67%belajar matematika Lampiran 2.

2.1 Kisi-kisi Kuesioner untuk Para Ahli Kakakteristik Alat

  3 Menunjukkan bahwa alat peraga dapat digunakan 4 pada jenjang kelas yang berbeda. Auto education Menunjukkan bahwa siswa dapat menggunakan alat 7 peraga secara mandiri.

2.2 Kuesioner untuk Pakar Pembelajaran Matematika

2.3 Kuesioner untuk Pakar Alat Peraga Matematika

2.4 Kuesioner untuk Guru Matematika

OPERASI HITUNG PADA BILANGAN BULAT

14) = … 9)26 – 9 = … 10) 12 – (-4) + (-18) = … 20) -11 Lampiran 3. Uji Coba Lapangan Terbatas dengan Tes 3.1 Kisi-kisi Soal Tes Matematika Indikator Nomor ItemMenyelesaikan soal penjumlahan bilangan bulat positif dengan positif 1, 2 Menyelesaikan soal penjumlahan bilangan bulat positif dengan negatif 3, 4Menyelesaikan soal penjumlahan bilangan bulat negatif dengan positif 5, 6 Menyelesaikan soal penjumlahan bilangan bulat negatif dengannegatif 7, 8 Menyelesaikan soal pengurangan bilangan bulat negatif dengannegatif 9, 10 Menyelesaikan soal pengurangan bilangan bulat negatif dengan positif 11, 12Menyelesaikan soal pengurangan bilangan bulat positif dengan negatif 13, 14 Menyelesaikan soal pengurangan bilangan bulat positif dengan positif 15, 16Menyelesaikan soal yang berkaitan dengan operasi hitung campuran pada bilangan bulat 17, 18, 19, 20 3.2 Soal Pretest dan Posttest Nama : No. Presensi :Hari/tanggal : 1) 11 + 5 = …2) 7 + 14 = …3) 8 + (- 3) = … 4) 19 + (- 32) = … 5) - 3 + 8 = …6) - 32 + 19 = …7) -11 + (- 5) = … 8) -7 + (- 13 11 – (-5) = … 12) 7

3.3 Kunci Jawaban

1) 11 + 5 = 16 2) 7 + 14 = 213) 8 + (-3) = 5 4) 19 + (-32) = -135) -3 + 8 = 3 6) -32 + 19 = -137) -11 + (-5) = -16 8) -7 + (-14) = -219) 26 – 9 = 17 10) 13 11 – (-5) = 16 12) 7 12 – (-4) + (-18) = -2 20) -11

3.4 Hasil Pretest

3.5 Hasil Posttest

4.1 Kisi-kisi Kuesioner untuk Uji Coba Lapangan Terbatas Kakakteristik Alat

  3 Menunjukkan bahwa alat peraga dapat digunakan 4 pada jenjang kelas yang berbeda. Auto education Menunjukkan bahwa siswa dapat menggunakan alat 7 peraga secara mandiri.

4.2 Kuesioner untuk Siswa

4.3 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Uji Coba Lapangan Terbatas Penilaian No Pernyataan

  Siswa sedang melakukan operasi hitung penjumlahan pada bilangan bulat menggunakan alat peraga (Jumat, 5 April 2013)Gambar 10. Siswa sedang melakukan operasi hitung pengurangan pada bilangan bulat menggunakan alat peraga (Sabtu, 6 April 2013) Gambar 11.

OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT:

(F.1-F.5) negatif (I.1-I.5) Operasi hitung campuran bilangan bulat (J.1-J.10) oPengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif (H.1-H.5) oPengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif (G.1-G.5) oPengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat  Pengantar bilangan bulat (A.1-A.10) Penjumlahan bilangan bulat oPenjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif negatif (E.1-E.5) Pengurangan bilangan bulat oPenjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat (D.1-D.5) oPenjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif (C.1-C.5) oPenjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif (B.1-B.5) oPengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif PENGANTAR

A. Pengantar bilangan bulat (1-10)

  Tujuan langsung : Mengenalkan nilai bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif kepada anak Syarat : Anak sudah mengenal macam-macam bilangan bulat Usia : 9-10 tahun Alat : 1. Direktris mengambil batu yang berpasangan dari papan dan meletakkannya pada kotak kemudian berkata, “Jadi, satuditambah negatif lima sama dengan negatif empat” (direktris menunjuk 4 batu negatif pada papan).

PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT

A. Penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif (B.1-B.5)

  Tujuan langsung : Mengenalkan konsep penjumlahan antar bilangan bulat positif Syarat : Anak sudah mengetahui nilai bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif Usia : 9-10 tahun Alat : 1. Direktris dapat meminta anak melakukan latihan sampai kartu soal B.5 dan membiarkan anak mengetahui kesalahannyadengan melihat kunci jawaban di balik kartu soal.

B. Penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif (C.1-C.5)

  Direktris meminta anak untuk mengambil 4 batu negatif dan meletakkannya di bawah baris batu positif pada papan. Direktris menunjuk batu yang berpasangan sambil berkata, “Ambillah batu yang berpasangan dan letakkan pada kotak”.

C. Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif (D.1-D.5)

  Tujuan langsung : Mengenalkan konsep penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif Syarat : Anak sudah mengetahui konsep penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif Usia : 9-10 tahun Alat : 1. Direktris menunjuk batu yang berpasangan sambil berkata, “Ambillah batu yang berpasangan dan letakkan pada kotak”.

D. Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif (E.1-E.5)

  Tujuan langsung : Mengenalkan konsep penjumlahan antar bilangan bulat negatif Syarat : Anak sudah mengetahui konsep penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif maupun sebaliknya Usia : 9-10 tahun Alat : 1. Direktris dapat meminta anak melakukan latihan sampai kartu soal E.5 dan membiarkan anak mengetahui kesalahannyadengan melihat kunci jawaban di balik kartu soal.

PENGURANGAN BILANGAN BULAT

A. Pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif (F.1-F.5)

  Direktris mengambil kartu soal F.1, meletakkan di atas karpet dan berkata, “Tunjukkan bilangan 13 dengan batu”. Direktris meminta anak untuk mengurangi 6 batu positif dari papan dan meletakkannya pada kotak.

B. Pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif (G.1-G.5)

  Direktris dapat meminta anak untuk melakukan latihan sampai kartu soal G.5 dan membiarkan anak mengetahui kesalahannyadengan melihat kunci jawaban di balik kartu soal. Jika anak sudah mengetahui konsep pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, direktris memintaanak mengembalikan alat dan karpet ke tempat semula.

C. Pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif (H.1-H.5)

  Tujuan langsung : Mengenalkan konsep pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif Syarat : Anak sudah mengetahui konsep pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif Usia : 9-10 tahun Alat : 1. Jika anak sudah mengetahui konsep pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif, direktris memintaanak mengembalikan alat dan karpet ke tempat semula.

D. Pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif (I.1-I.5)

  Direktris mengambil kartu soal I.1, meletakkan di atas karpet dan berkata, “Tunjukkan bilangan -4 dengan batu”. Direktris mengambil kartu soal I.4, meletakkan di atas karpet dan berkata, “Tunjukkan bilangan -25 dengan batu”.

OPERASI HITUNG CAMPURAN BILANGAN BULAT

A. Operasi hitung campuran pada bilangan bulat (J.1-J.10)

  Tujuan langsung : Mengenalkan konsep operasi hitung campuran pada bilangan bulat Syarat : Anak sudah mengetahui konsep penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat Usia : 9-10 tahun Alat : 1. Anak mengambil 1 batu positif dan meletakkannya pada papan bilangan mulai dari kiri atas.

CURRICULUM VITAE

  Pada tahun 2010, peneliti mendapatkan peran sebagai sekretaris dalam kegiatan Maria Montessori Workshop dan kegiatan Inisiasi Prodi, peran moderator dalam kegiatan lomba debat mahasiswa, devisi humas pada kegiatan Parade Gamelan Anak, dan peserta dalam workshop Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Padatahun 2012, peneliti berperan sebagai Co-Fasilitator PPKM I, peran Peer Tutor pada perkuliahan PBPD sesi metode pembelajaran Montessori, ketua padakegiatan Maria Montessori Workshop, peserta pada National Education Training, dan bendahara pada kegiatan UNA Seminar and Workshop on Anti Bias Curriculum and Teaching .

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (136 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan alat peraga montessori materi perkalian untuk siswa kelas II SD.
0
33
299
Implementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika materi pembagian kelas II SD Kanisius Kenalan Magelang.
4
13
253
Pengembangan alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika kelas IV SDN Tamanan 1 Yogyakarta.
1
15
138
Pengembangan alat peraga perkalian ala Montessori untuk siswa kelas II SD Krekah Yogyakarta.
1
26
135
Pengembangan alat peraga penjumlahan dan pengurangan ala Montessori untuk siswa kelas I SD Krekah Yogyakarta.
3
38
152
Pengembangan alat peraga matematika materi perkalian untuk siswa dengan lambat belajar di SD Muhammadiyah Sagan Yogyakarta
0
2
200
Pengembangan alat peraga montessori materi perkalian untuk siswa kelas II SD
0
6
297
Pengembangan multimedia interaktif untuk keterampilan berbicara bahasa Indonesia kelas V SD Tarakanita Bumijo Yogyakarta - USD Repository
0
0
178
Pengembangan multimedia interaktif untuk keterampilan menyimak unsur-unsur cerita bahasa Indonesia kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
200
Pengembangan multimedia interaktif untuk keterampilan membaca bahasa Indonesia kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
135
Pengembangan multimedia interaktif untuk keterampilan membaca sekilas bahasa Indonesia kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta - USD Repository
0
0
199
Pengembangan alat peraga penjumlahan dan pengurangan ala Montessori untuk siswa kelas I SD Krekah Yogyakarta - USD Repository
0
0
150
Pengembangan multimedia interaktif untuk keterampilan berbicara bahasa Indonesia kelas V SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta - USD Repository
0
0
168
Pengembangan alat peraga perkalian ala Montessori untuk siswa kelas II SD Krekah Yogyakarta - USD Repository
0
0
133
Pengembangan alat peraga ala Montessori untuk keterampilan geometri matematika kelas III SDN Tamanan I Yogyakarta - USD Repository
0
0
132
Show more