Analisis pengaruh jasa pelayanan Credit Union dan kesejahteraan masyarakat : studi pada anggota Credit Union Lantang Tipo Kec. Parindu, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat - USD Repository

Gratis

0
0
159
10 months ago
Preview
Full text

  ”ANALISIS PENGARUH JASA PELAYANAN CREDIT UNION DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT” Studi pada Anggota Credit Union Lantang Tipo Kec. Parindu, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat. SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Disusun Oleh : Ferdinandus Burruzsaga ( 042214089 ) PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2010

  

”ANALISIS PENGARUH JASA PELAYANAN CREDIT UNION

DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT”

Studi pada Anggota Credit Union Lantang Tipo Kec. Parindu,

Kab. Sanggau, Kalimantan Barat.

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

  

Disusun Oleh :

Ferdinandus Burruzsaga

( 042214089 )

  

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2010

HALAMAN MOTTO

  

“ Segala perkara dapat Ku tanggung di dalam dia yang memberi Kekuatan

kepadaKu “

(Filipus 4 :13)

“ Tak akan ada toleransi atau kamu akan mati sebagai budak “

  

“ Hidup selalu menemukan jalannya sendiri ”

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah

dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan

dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)”

  HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini ku persembahkan untuk : Kedua Orang Tuaku Dalmasius F. Iden dan Angela S.Ip.

  Kakakku Florentinus Salassaga

Kedua Adikku Fredrikus Suarezsaga, dan Fideliz Caesar Ramozsaga

Penambah motifasi ku Octavia Abriani

   Terima kasih atas semua Cinta, Cerita dan Senyum yang kalian bagikan pada ku. Senang bisa jadi bagian dari itu semua

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya dari orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 30 september 2010 Penulis,

  Ferdinandus Burruzsaga

  

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Ferdinandus Burruzsaga Nomor Mahasiswa : 04 2214 089

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma, karya ilmiah saya yang berjudul : ”ANALISIS PENGARUH JASA PELAYANAN CREDIT UNION DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT”. Studi pada Anggota Credit Union Lantang Tipo Kec. Parindu, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat.

  Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolahnya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 30 September 2010 Yang menyatakan, Ferdinandus Burruzsaga

  ABSTRAK ”Analis Pengaruh Jasa Pelayanan Credit Union dan Kesejahteraan Masyarakat”

Studi pada Anggota Credit Union Lantang Tipo Kec. Parindu,

Kab. Sanggau, Kalimantan Barat.

  Ferdinandus Burruzsaga Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta 2010

  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang meliputi pinjaman, panjang rentang waktu kredit, usia keanggotaan C.U dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang di lihat dalam bentuk simpanan ( saving for wealth ).

  Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan populasinya adalah anggota Credit Union Lantang Tipo Kec. Parindu, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat dan jumlah sampel sebanyak 100 orang responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Cluster Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2009.

  Teknik analisis data untuk menguji hipotesis yang ketiga menggunakan teknik

  

Paired Sampel T Test dengan hasil secara umun terdapat peningkatan secara

  signifikan antara laba usaha sebelum mengunakan jasa pinjaman kredit dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo dilihat dari laba usaha. Hal ini mencerminkan akses kredit dari C.U Lantang Tipo ke pada anggota di gunakan sebagai mana mestinya, sesuai kebutuhan dan dengan ke disiplinan anggota. sehingga berguna meningkatkan laba usaha yang berujung pada peningkatan kesejahteraan.

  Teknik analisis data untuk menguji hipotesis yang keempat menggunakan teknik Regeresi Linear Berganda dengan hasil (X

  1 ), besar pinjaman terbukti mampu

  meningkatkan kesejahteraan anggota C.U. (X

  2 ), lama pinjaman mampu

  meningkatkan kesejahteraan. ini mencerminkan kemapuan anggota memprediksi kemampuan diri dalam mengembalikan pinjaman juga menentukan peningkatan kesejahteraanya sendiri. (X

  3 ) lama keanggotaan mampu meningkatkan kesejahteraan

  yang berarti bahwa semakin lama orang terlibat di dalam C.U sebagai anggota maka semakin memiliki potensi untuk sejahtera. Kata kunci: Tingkat kesejahteraan, simpanana (saving for wealth ) pinjaman, lama kredit dan lama keanggotaan

  

ABSTRACT

”Analysis Influence Credit Union Services and Welfare Community”

Studies on Members Of Lantang Tipo Credit Union Tegency Parindu,

Region Sanggau, West Kalimantan.

  Ferdinandus Burruzsaga Sanata Dharma University

  Yogyakarta 2010

  This study aimed to analyze the relationship Between loan, length of credit, and membership length with the level of social welfare that viewed in the from of saving ( saving for wealth ).

  This research is a case study and the population was Lantang Tipo Credit Union Tegency parindu region sanggau, west Kalimantan and the sample consists of 100 respondents. Sampling technique used simple Cluster Random Sampling technique. Data collection technique used were questionnaires and interviews. This research was conducted on October-November 2010.

  Data analysis technique used to test the third hypotesis was Paired Samples T Test technique ended up with the result that generally there was an significant increasing between the recent operating income before using the loan credit service and after using the services of credit and credit loans in Lantang Tipo Credit Union that was viewed from operating income. This thing reflected that the credit access of Lantang Tipo Credit Union was used by the members as it should be, in accordance with the needs and to discipline of the members. This is an opportunity to increase the operating profit which resulted in increased welfare.

  Data analysis technique to test the forth hypotesis was Double Linear Regression technique with the result (X1), a loan was trully proven to improve the welfare level of members of CU (X2), the length of loans improved the level of welfare. This reflected the members capability to predict their own ability in paying the loans back and determine the increase of their social welfare. (X3) The membership length could increase welfare, which means that the longer people involved in the CU as a member, the more they have the potential to be prosperous.

  Keyword: level of social welfare, savings (saving for wealth), loan, length of credit, and membership length.

KATA PENGANTAR

  Segala puji, hormat serta syukur penulis persembahkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat, rahmat dan kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Penulis menyusun skripsi dengan judul ”ANALISIS

  

PENGARUH JASA PELAYANAN CREDIT UNION DAN KESEJAHTERAAN

MASYARAKAT” Studi pada Anggota Credit Union Lantang Tipo Kec. Parindu,

  Kab. Sanggau, Kalimantan Barat.

  Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulisan skripsi ini juga tidak lepas dari adanya campur tangan pihak lain yang dengan tulus ikhlas dan rela mengorbankan waktu dan pikiran untuk membimbing penulis sampai penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Bapak Drs. Y.P. Supardiyono, M.Si., Akt., selaku Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  2. Bapak V. Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A., selaku Ketua Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta 3. Bapak Drs. Marianus Moctar Mondesir, M.M., selaku Dosen Pembimbing I yang telah banyak memberikan bimbingan, koreksi, dan saran dalam penulisan skripsi ini.

  4. Bapak Antonius Budisusila SE, M.Soc. Sc. selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan, koreksi, dan saran dalam penulisan skripsi ini.

  5. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup selama penulis menempuh kuliah.

  6. Kedua Orang Tuaku Dalmasius F. Iden dan Angela S.Ip, yang telah melahirkanku dan tak henti-hentinya memberikan kasih sayang, dukungan serta doa hingga akhirnya penulisan skripsi ini terselesaikan.

  7. Kakak ku Florentinus Salassaga, dan kedua Adikku Fredrikus Suarezsaga., Fideliz Caesar Ramozsaga, yang telah memberi pengalaman, dukungan, serta doa selama ini, kalian semua adalah semangatku dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini.

  8. Ma’ Tua berserta Pa’tua di ponti, serta semua keluarga besar yang ada di tanah tercinta, yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan doanya dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini.

  9. Kepada Octavia Abriani yang menjadi penyemangat dan tambahan inspirasi.

  Terima kasih atas cinta mu walau jarang bertemu kita tetap saling suport.

  10. Keluarga di kontrakan yang selalu berpindah – pindah. Feme, Liber, Fausta, Rio, Lisa, dan Dovi.Terimakasih atas kebersamaan selama ini seperti mafia keluarga diatas segalanya.

  11. Teman-teman IKBKSY ( sanggau ), anak-anak kontrakan Jembatan Merah 2006, anak – anak Dango Pangarajan’t, anak – anak formakal, teman – teman di Sekber J.C.O.O , senior – senior di Sentex, anak – anak Gardoe yang telah memberikan doa serta dukungannya dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini.

  12. C.U Lantang Tipo dan Jajaran Direksi terimakasih atas perijinan dan data yang diberikan.

  13. Untuk semua orang yang tidak dapat kusebutkan satu persatu, makasih banyak atas dukungan dan partisipasinya.

  Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki penulis. Untuk itu, penulis mengharapkan kritikan dan saran yang membangun dari pembaca untuk menyempurnakan skripsi ini.

  Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat dan menjadi bahan masukan bagi rekan-rekan yang sedang menyusun skripsi.

  Yogyakarta, 30 September 2010 Penulis,

  Ferdinandus Burruzsaga

  

DAFTAR ISI

  Halaman

  HALAMAN JUDUL………………………………………………………. i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING…………………………. ii

HALAMAN PENGESAHA ...................................………………………. iii

HALAMAN MOTTO……………………………………………………… iv

HALAMAN PERSEMBAHAN…………………………………………… v

PERNYATAAN KEASLIAN……………………………………………... vi

PERNYATAANPERSETUJUANPUBLIKASI………………………….. vii

ABSTRAK………………………………………………………………..... viii

ABSTRACT……………………………………………………………….... ix

KATA PENGANTAR……………………………………………………... x

DAFTAR ISI……………………………………………………………….. xiii

DAFTAR TABEL………………………………………………………...... xvii

DAFTAR GAMBAR……………………………………………………… xix

  BAB I PENDAHULUAN………………………………………………

  1 A.

  1 Latar Belakang Masalah…………………………………….

  B.

  4 Rumusan Masalah ………………………………………….

  C.

  5 Batasan Masalah …………………………………………… D.

  5 Hipotesis…………………………………………………….

  E.

  6 Tujuan Penelitian……………………………………………

  F.

  14 I. Peran dan Tugas Koperasi…………………………………...

  34 C. Subjek, Objek Penelitian……………………………….........

  34 B. Tempat dan waktu penelitian………………………………..

  34 A. Jenis Penelitian……………………………………………....

  28 BAB III METODE PENELITIAN……………………………………..

  25 N. Teori Kesejahteraan Masyarakat……………………………

  22 M. Teori Pendapatan……………………………………………

  19 L. Pengertian Kredit …………………………………………...

  14 K. Faktor – Faktor Penyebab Kegagalan Credit Union…………

  14 J. Produk – Produk Credit Union Lantang Tipo……………….

  13 H. Credit Union Sebagai Penyedia Lapangan Kerja… ………..

  Manfaat Penelitan…………………………………………...

  12 G. Faktor yang Mempengaruhi Kelangsungan Credit Union.....

  11 F. Credit Union Mampu Meningkatkan Kesejahteraan…………

  11 E. Peran Sentral Credit Union……………...…………………. ..

  11 D. Tujuan Credit Union…………………..……………………..

  10 C. Credit Union (CU)……………………………………………

  9 B. Koperasi Simpan Pinjam (KSP) ……………………………..

  9 A. Arti Koperasi………………………………………………...

  7 BAB II LANDASAN TEORI…………………………………………..

  6 G. Sistematika Penulisan……………………………………….

  34

  D.

  35 Variabel Penelitian …………………………………………..

  E.

  35 Devinisi Operasional………………………………………… F.

  37 Populasi, Sampel dan Teknik Sampling.................................

  G.

  40 Model dan Teknik Analisis Data.............................................

  BAB IV GAMBARAN UMUM C.U LANTANG TIPO .............................

  44 A.

  44 Sejarah Berdirinya Koperasi Kredit/ Credit Uniaon............. ...

  B.

  47 Visi ...........................................................................................

  C.

  47 Lokasi Koperasi Kredit .......................................................... … D.

  48 Landasan, Asas dan Prinsip .....................................................

  E.

  49 Misi ...........................................................................................

  F.

  49 Keanggotaan Koperasi Kredit ..................................................

  G.

  55 Prosedur Pinjaman / Kredit ......................................................

  H.

  55 Prosedur Pencairan ...................................................................

  I.

  56 Stuktur Organisasi .................................................................... J.

  57 Wilayag Kerja .......................................................................... K.

  59 Penilaian Golongan Tingkat kesehatan Keuangan C.U ...........

  BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ....................................

  62 A.

  62 Analisis Data ............................................................................

  B.

  92 Pembahasan ..............................................................................

  

BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN ................... 103

A.

  103 Kesimpulan ..............................................................................

  B.

  107 Saran.........................................................................................

  C.

  109 Keterbatasan .............................................................................

  

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 110

LAMPIRAN… ................................................................................................

  DAFTAR TABEL

  Halaman Tabel II.1. Anggota C.U Lantang Tipo menurut pekerjaan ...............

  33 Tabel IV.1. Jumlah Skor dan Tinggkat Kesehatan C.U Lantang Tipo

  60 Tabel V.1. Karakteristik responden berdasarkan Jenis Kelamin .......

  63 Tabel V.2. Karakteristik responden berdasarkan Usia .......................

  64 Tabel V.3. Karakteristik responden berdasarkan Pendidikan Terakhir

  65 Tabel V.4. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan ..............

  66 Tabel V.5. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan sampingan

  67 Tabel V.6. Karakteristik responden berdasarkan lama usia keanggoataan 68 Tabel V.7. Karakteristik responden berdasarkan banyak melakukan pinjaman selama menjadi anggota .....................................................................

  68 Tabel V.8. Karakteristik responden berdasarkan rentang waktu terakhir Meminjam ....................................................................................

  69 Tabel V.9. Karakteristik responden berdasarkan menyebab penurunan pendapatan ....................................................................................

  70 Tabel V.10. Jenis Produk Simpanan ..................................................

  71 Tabel V.11. Besar Simpanan / Usia Keanggoataan ...........................

  72 Tabel V.12. Persebaran usia dan laba usaha per bulan ......................

  73 Tabel V.13. Produk dan besar pinjaman yang di akses .....................

  74

  Tabel V.14. Produk dan jangka waktu pinjaman ...............................

  74 Tabel V.15. Besar pinjaman dan jangka waktu kredit .......................

  75 Tabel V.16. Konsistensi alasan dan praktek penggunaan kredit........

  76 Tabel V.17. Masalah dalam usaha .....................................................

  77 Tabel V.18. Perbandingan penyelesaian masalah dan keberatan anggota

  78 Tabel V.19. Usaha dan tingkat laba ...................................................

  79 Tabel V.20. Perbandingan laba sebelum dan sesudah kredit .............

  79 Tabel V.21. Paired Sampel Test .........................................................

  81 Tabel V.22. Paired Sampel Statistik ..................................................

  82 Tabel V.23. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda .........................

  84 Tabel V.24. Uji Asumsi Klasik Multikolonieritas .............................

  85

  DAFTAR GAMBAR

  Halaman Gambar III. 1: Bagan Susuna Pengambilan Sampel ..........................

  39 Gambar IV.1: Struktur Organisasi CU LANTANG TIPO ................

  56 Gambar IV.2: Struktur Organisasi CU LANTANG TIPO ................

  56 Gambar IV.2: Struktur Organisasi CU LANTANG TIPO ................

  57 Gambar V.1: Hasil Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas ...............

  86 Gambar V.2: Hasil Uji Asumsi Normalitas Histogram .....................

  87 Gambar V.1: Hasil Uji Asumsi Normalitas P-P Plot .........................

  87

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Koperasi dikenal di Indonesia sebagai salah satu pelaku ekonomi

  disamping BUMN dan BUMS. Sebagai pelaku ekonomi, koperasi diharapkan memberi kontribusi yang besar bagi tingkat kesejahteraan masyarakat. Pada dasarnya peran koperasi masih sangat jauh dari yang diharapkan.

  Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi

  / operation . Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja

  sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan Undang – Undang Nomor

  12 Tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

  Di Indonesia koperasi kredit termasuk koperasi jasa yakni jasa usaha keuangan. Sehingga, prinsip-prinsip koperasi Internasional menjadi landasan Koperasi Kredit. Namun dari segi kegiatan, terdapat perbedaan antara koperasi yang satu dengan yang lainnya. Demikian juga koperasi kredit mempunyai kekhasan dibandingkan dengan koperasi simpan pinjam dan koperasi lainnya.

  Credit Union sebenarnya sudah masuk ke Indonesia pada tahun

  1950-an. Sejarah koperasi kredit di Indonesia dibagi dalam dua masa yakni : Paska Orde Baru dan di masa Orde Baru.

  Untuk mendapat legalitas dari pemerintah, Dewan Dunia Koperasi Kredit atau Credit Union Councelling Office (CUCO) menghadap direktur Jendral Koperasi, Departemen Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi yang pada masa itu dijabat oleh Ir. Ibnoe Soedjono, untuk menjajaki kemungkinan berkembangnya Credit Union di Indonesia dan berlindung dibawah naungan undang-undang perkoperasian, yaitu UU No. 12/1967.

  Credit Union sangat sesuai dengan keadaan yang ada di Indonesia

  yaitu dari segi budaya. Masyarakat Indonesia mempunyai sifat gotong royong dalam Credit Union gotong royong merupakan hal yang pokok.

  Menurut Mohammad Hatta, koperasi membawa semangat baru, yaitu menolong diri sendiri (self-help). Dalam koperasi, setiap individu dapat mengoptimalkan kemampuan pribadi yang diintegrasikan dalam konteks kebersamaan (individualitas dalam kolektivitas). Rasa percaya diri yang tumbuh karena adanya kebersamaan akan menyadarkan setiap individu bahwa mereka menghadapi berbagai kesulitan ekonomi yang relatif sama. Mereka akhirnya yakin bahwa semua kesulitan ekonomi akan dapat diatasi dengan usaha bersama (joint action). Usaha bersama ini tentu akan terus berjalan secara harmonis jika setiap individu mampu memelihara kejujuran dan keterbukaan.

  Dalam Undang–Undang Nomor 6 Tahun 1974 tentang Ketentuan- ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial pasal 2 ayat (1), kesejahteraan sosial adalah "suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial material maupun spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentraman lahir batin, yang memungkinkan bagi setiap warga negara untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniah dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga serta masyarakat dengan menjunjung tinggi hak-hak asasi serta kewajiban manusia sesuai dengan Pancasila.

  Di Indonesia, pengertian yang luas dinyatakan juga dalam penjelasan umum Undang-undang Nomor 6 Tahun 1974, yang berbunyi : "lapangan kesejahteraan sosial adalah sangat luas dan kompleks, mencakup antara lain aspek-aspek pendidikan, kesehatan, agama, tenaga kerja, kesejahteraan sosial , dan lain-lain". Untuk Indonesia, agama suatu unsur penting dalam kehidupan manusia ditangani oleh pemerintah, dan menjadi salah satu komponen atau subsystem kesejahteraan sosial.

  Visi Credit Union Lantang Tipo adalah menjadi lembaga keuangan pilihan utama masyarakat kita yang sehat dan aman, produk berbasis kepuasan anggota. Slogan dari C.U ini adalah “Lantang Tipo, Pantang Tipu”.

  Misi Credit Union Lantang Tipo “Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Anggota Melalui Pendidikan dan Pelatihan serta Pelayanan Keuangan yang Profesional dan Bermutu Tinggi.

  Berkembangnya Credit union atau yang biasa disebut CU secara pesat di Kalimantan Barat dari segi modal maupun jumlah anggota membuat saya tertarik melakukan penelitian sejauh mana pengaruh jasa CU terhadap tingkat kesejahteraan anggotanya.

  Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk mengambil judul ”Analisis Pengaruh Jasa Pelayana Credit Union Dan

  Kesejahteraan Masyarakat studi pada anggota Credit Union Lantang

  Tipo Jalan Pancasila No. 04 Pusat Damai, Kec. Parindu, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat.

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang dan judul yang telah dikemukakan, terdapat dua rumusan masalah dalam penelitian ini.

  1. Apakah Credit Union Lantang Tipo mengutamakan pelayanan kepada masyarakat ekonomi rendah atau miskin ?

  2. Bagaimana tingkat keamanan dan konsistensi guna kredit oleh anggota Credit Union Lantang Tipo?

  3. Apakah ada peningkatan secara signifikan antar laba usaha anggota Credit union Lantang Tipo sebelum mengunakan jasa pinjaman kredit dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo.

  4. Bagaimana pengaruh besar kredit, lama pinjaman dan lama keanggotaan di Credit Union Lantang Tipo mempengaruhi tingkat kesejahteraaan anggota.

  C. Batasan Masalah

  Penelitian ini terbatas pada analisa mengenai pengaruh jasa kredit pada Credit Union Lantang Tipo terhadap laba pendapatan anggota yang bergerak dalam kegiatan produktif atau rumah tangga produksi.

  D. Hipotesis

  Hipotesis berasal dari kata “ hipo” yang artinya “lemah” dan “tesis” yang artinya “pernyataan”. Dengan demikian pengertian hipotesis adalah pernyataan lemah. Dikatakan demikian kerena masih berupa dugaan yang belum di uji. Dengan kata lain, hipotesis merupakan jawaban sementara yang hendak diuji ( Suliyanto, 2005 : 53 ). Adapun hipotesis dari penelitian ini adalah.

  1. Credit Union Lantang Tipo mengutamakan pelayanan kepada masyarakat ekonomi rendah atau miskin.

  2. Bentuk pola pencairan dan pengunaan kredit di Credit union Lantang Tipo adalah aman.

  3. Ada peningkatan secara signifikan antara laba usaha anggota Credit Union Lantang Tipo sebelum mengunakan jasa pinjaman kredit dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo dilihat dari laba usaha.

  4. Ada pengaruh secara signifikan antara besar kredit, lama pinjaman dan lama keanggotaan di Credit union Lantang Tipo terhadap tingkat kesejahteraan anggota.

  E. Tujuan Penelitian.

  1. Untuk mengetahui apakah Credit Union Lantatang Tipo mengutamakan pelayanan masyarakat ekonomi rendah atau miskin.

  2. Untuk mengetahui keamanan dan konsistensi pengunaan pinjaman di Credit union Lantang Tipo.

  3. Untuk menjelaskan pengaruh layanan Credit Union Lantang Tipo terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat yang ditandai dengan meningkatnya laba usaha.

  4. Untuk menjelaskan pengaruh besar kredit, lama pinjaman dan lama keanggotaan di Credit union Lantang Tipo terhadap tingkat kesejahteraan anggota.

  F. Manfaat Penelitian 1. Bagi Credit Union.

  Bagi anggota Credit union hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbang saran dan pemikiran mengenai kelayakan kredit bagi anggota, menghindari kemungkinan kredit lalai yang akan terjadi dan saran – saran yang bisa membantu pengembangan pelayanan di Credit Union Lantang Tipo.

  2. Bagi penulis.

  Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan yang lebih luas dan dapat memberikan kesempatan untuk mengembangkan cara berpikir serta menerapkan teori – teori yang didapat dibangku kuliah dan menyelesaikan studi ini.

  3. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan khasanah bacaan ilmiah bagi mahasiswa dan dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam penulisan karya ilmiah selanjutnya.

G. Sistematika Penulisan

  BAB I. Pendahuluan Bab ini berisi latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

  BAB II. Landasan Teori Dalam bab ini akan diuraikan mengenai teori – teori yang akan berhubungan dengan masalah yang menjadi topik dalam penyusunan skripsi ini, yaitu pengaruh jasa kredit dan kesejahteraan masyarakat

  BAB III. Metode Penelitian Bab ini berisi jenis penelitian, tempat penelitian, subyek dan obyek penelitian, data yang dicari, teknis pengumpulan data, teknik pengambilan data, teknik analisis data.

  BAB IV. Gambaran umum Perusahaan Bab ini berisi mengenai sejarah berdirinya perusahaan, lokasi perusahaan, dan struktur organisasi perusahaan. BAB V. Analisis Data Dan Pembahasan Dalam bab ini akan dikemukakan hasil temuan lapangan, yang berupa data hasil penelitian dan pembahasan mengenai uji beda pendapatan dan regersi pengaruh jasa kredit pada C.U Lantang Tipo dan kesejahateraan masyarakat.

  BAB VI. Kesimpulan, Saran dan Keterbatasan Bab ini berisi kesimpulan dari hasil pembahasan dan saran- saran bagi Credit Union Lantang Tipo dan bagi pengembangan penelitian tetang Credit Union berikutnya.

BAB II LANDASAN TEORI A. Arti Koperasi. Menurut Internasional Cooperative Alliance (ICA) koperasi

  didefinisikan sebagai kumpulan orang-orang atau badan hukum yang bertujuan untuk perbaikan social ekonomi anggotanya dengan memenuhi kebutuhan ekonomi anggotanya dengan jalan berusaha bersama dengan saling membantu antara satu dengan lainnya dengan cara membatasi keuntungan, usaha tersebut harus didasarkan prinsip-prinsip koperasi ( Hendar dan Kusnadi,2002: 13).

  Menurut UU No. 25 tahun 1992, koperasi didefinisikan sebagai “badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi yang berlandaskan asas kekeluargaan” (Hendar dan Kusnadi,2002: 14).

  Menurut Calvert (1959) dalam bukunya yang berjudul “The law

  and Principles of Cooperation” , koperasi didefinisikan sebagai organisasi

  orang-orang yang hasratnya dilakukan secara sukarela sebagai manusia atas dasar kemampuan untuk mencapai tujuan ekonomi masing-masing (Hendar dan Kusnadi,2002: 14).

  Mohamad Hatta dalam bukunya “Koperasi Membangun dan Membangun Koperasi” mendefinisikan koperasi sebagai usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong (Hendar dan Kusnadi,2002: 15).

  Menurut Internasional Labor Organization (ILO), melalui Rekomendasi No. 127, koperasi didefinisikan sebagai suatu perkumpulan orang, yang bergabung secara sukarela untuk mewujudkan tujuan bersama, melalui pembentukan suatu organisasi yang diawasi secara demokratis, dengan memberikan kontribusi yang sama sebanyak jumlah yang diperlukan, turut serta menanggung resiko yang layak untuk memperoleh kemanfaatan dari kegiatan usaha, dimana para anggota berperan secara aktif (Hendar dan Kusnadi,2002: 15)

  Menurut Ropke (1985) koperasi didefinisikan sebagai organisasi bisnis yang para pemilik dan anggotanya adalah juga pelanggan utama perusahaan tersebut. kriteria identitas suatu koperasi akan merupakan dalil atau prinsip identitas yang membedakan unit usaha koperasi dari unit usaha yang lainnya” (Hendar dan Kusnadi,2002: 17).

B. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)

  Sesuai peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 pasal 1, bahwa Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang kegiatannya hanya uasaha simpan pinjam. Keanggotaan koperasi simpan pinjam pada prinsipnya bebas bagi semua orang yang memenuhi untuk menjadi anggota koperasi dan orang-orang dimaksud mempunyai kegiatan usaha atau mempunyai kepentingan ekonomi yang sama (Hendar dan Kusnadi,2002: 192)

  C. Credit Union (CU).

  Credit union adalah sekumpulan orang yang telah bersepakat untuk bersama-sama menabungkan uang mereka. Kemudian uang tersebut dipinjamkan diantara mereka sendiri dengan bunga yang ringan, untuk maksud produktif dan kesejahteraan. Dengan demikian pinjaman tersebut akan menguntungkan anggota (CUCO, 1973: 1).

  D. Tujuan

  Credit Union didirikan untuk tiga macam tujuan, yaitu

  1. Membimbing dan mengembangkan sikap hemat diantara para anggotanya sehingga effisien dan effektivitas usaha tercapai.

  2. Memberi pinjaman layak, tepat dan terarah.

  3. Mendidik anggota dalam hal menggunakan uang secara bijaksana.

  E. Peran Sentral Credit Union

  Credit union sebagai lembaga keuangan, koperasi kredit memiliki peranan penting dalam proses perkembangan ekonomi masyarakat. Credit union menjadi mesin pengelola keuangan yang turut membantu masyarakat keluar dari jeratan ekonomi. Lembaga keuangan kredit ini mempunyai kedudukan penting dalam bidang finansial dan pendidikan ekonomi keluarga.

  Apa saja peranan credit union dalam peningkatan ekonomi kerakyatan, berikut beberapa hal penting yang diemban dan telah dicapai credit union atau CU (Odop, Nistains. 2008 : 19 )

  1. CU mampu mempersatukan, mengarahkan, mengangkat daya kreasi, usaha, dan daya cipta masyarakat golongan bawah untuk meningkatkan perekonomiannya.

  2. CU telah terbukti mampu menjadi lembaga keuangan kredit dan siap melayani para anggotanya terutama dalam hal simpan pinjam.

  3. CU telah menjadi bapak anggkat dan guru pembimbing yang baik dalam proses pendampingan masyarakat dalam hal peningkatan perekonomian keluarga dan kecerdasan dalam pengelolaan uang maupun kecerdasan dalam pembangnan sebuah bisnis.

  4. CU berperan aktif dalam membina kelangsungan perkembangan demokrasi ekonomi masyarakat arus bawah.

  5. CU telah menjadi sebuah institusi keuangan lokal yang mampu menyediakan lapangan kerja baru bagi para profesionalisme.

  6. CU menjadi sebuah kekuatan korporasi keungan yang siap melaju dalam hal pengemanbangan ekonomi jangka panjang.

F. Credit Union Mampu Meningkatkan Kesejahteraan

  Karena pengelolaan yang profesional dan tersistem dengan sangat baik, CU mampu meningkatkan taraf hidup anggotanya. Visi misi yang diemban CU telah sampai pada titik dimana semua sistem telah berjalan dengan baik, terorganisir dan berjalan baik di lapangan.

  CU berdomisili untuk melayani dan berkembang bersama masyarakat. Sejauh ini bukti yang menyatakan bahwa keberadaan CU mampu meningkatkan taraf hidup anggotanya sudah tidak dapat diragaukan lagi. Efek dan manfaat yang timbul bukan hanya peningkatan kondisi finansial keluarga anggota melainkan peningkatan – peningkatan lain seperti kehidupan sosial yang meningkat, pendidikan yang semakin baik dan tentu masih banyak aspek yang terpengaruh. (Odop, Nistains. 2008 : 24 ) G.

   Faktor yang Mempengaruhi Kelangsungan Credit Union

  Di dalam tubuh dan proses perkembangan Credit Union sendiri tidak lepas dari dua pengaruh besar yakni pengaruh internal dan eksternal.

  (Odop, Nistains .2008 : 25 )

  1. Faktor internal Faktor internal dalam keberlangsungan hidup CU adalah pada komitmen pengurus dan dewan penasihat untuk terus bekerja untuk meningkatkan kinerja pelayanan dan perkembangan Credit Union.

  2. Faktor eksternal Faktor eksternal dari credit union berkaitan dengan animo dan dukungan kuat dari masyarakat setempat untuk terlkbat dalam ber –

  CU-ria. Ini menjadi pendorong utama dalam prosesi sukses dan berkembang CU di tengah – tengah masyarakat.

H. Credit Union Sebagai Penyedia Lapangan Kerja

  Credit Union di Kalimantan telah menyerap ratusan tenaga kerja professional dari lulusan SMU hingga lulusan sarjana. Mereka ini tergabung dalam kepengurusan CU dan terlibat banyak didalamnya. Ratusan tenaga kerja menggantungkan masa depan kepada pertumbuhan dan kemajuan usaha ini.

  Secara tidak langsung, Credit Union telah membantu pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja profesional sehingga anggka penganguran dapat ditekan. (Odop, Nistains. 2008 : 28 ).

I. Peran dan Tugas Koperasi 1. Meningkatkan taraf hidup sederhana masyarakat Indonesia.

  2. Mengembangkan demokrasi ekonomi di Indonesia.

  3. Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada.

  J. Produk – produk Credit Union Lantang Tipo.

  Produk dan Pelayanan yang terdapat pada Credit Union Lantang Tipo sebagai berikut.

1. Simpanan Saham

  Saham adalah bukti kepemilikan/keikutsertaan anggota dalam CU Lantang Tipo. Simpanan saham terdiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib. Besarnya simpanan pokok, simpanan wajib dan balas jasa simpanan saham ditentukan dalam Rapat Anggota Tahunan. Balas jasa simpanan saham dibagikan sebagai deviden dan dibukukan pada akhir tahun buku. Simpanan saham tidak dapat ditarik selama masih menjadi anggota.

a. MUHUNT merupakan produk simpanan unggulan di CU Lantang Tipo yang wajib dimiliki oleh semua anggota.

  Balas jasa simpanan Muhunt sangat kompetitif. Perhitungannya dengan menggunakan sistem harian berdasarkan jumlah hari mengendap dan dibukukan setiap akhir bulan.

  b.

   PUSANT (Pensiun Sejahtera Aman Nyaman Tentram) adalah tabungan untuk persiapan dana pensiun anggota.

  Pusant terutama ditujukan untuk pegawai swasta yang mau merancang dana pensiun melalui CU Lantang Tipo.

2. Simpanan Bunga Harian

  a. TABING, tabungan yang digunakan untuk menyimpan dana cadangan belanja harian.

  b. RAYA, simpanan khusus untuk hari raya, baik hari raya keagamaan maupun tradisional.

  c.

   MASAO, simpanan untuk persiapan biaya pernikahan bagi muda-mudi anggota CU Lantang Tipo.

  d.

   SUMPUA merupakan produk khusus untuk memfasilitasi

  penarikan pensiun dari balas jasa MUHUNT atau PUSANT. SUMPUA juga bisa digunakan untuk memfasilitasi lembaga mitra dalam menyalurkan gaji kepada karyawannya.

3. Tabungan Pelajar

  a. TAS adalah tabungan anak sekolah, tabungan yang bertujuan untuk menanamkan budaya menabung sejak dini.

  Penabung adalah anak-anak yang berusia maksimal 17 tahun dan telah menjadi anggota CU Lantang Tipo.

  b. TODINKG adalah tabungan yang bertujuan untuk

  mempersiapkan dana pendidikan anak-anak anggota CU Lantang Tipo. Masa menabung 5 sampai dengan 20 tahun.

  c. NTABAN adalah simpanan berjangka. Jangka waktu

  penempatannya dapat dipilih 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan. Balas jasa NTABAN bervariasi tergantung jangka waktu penempatan.

  d.

   TAPLAS merupakan tabungan bagi para petani anggota

  CU Lantang Tipo untuk mempersiapkan dana peremajaan (replanting) kebun tanaman keras.

  4. Tabungan Wisata

  WISATA, tabungan khusus yang dapat dimanfaatkan untuk biaya transport, akomodasi, konsumsi, uang saku, dan administrasi lainnya yang berkaitan dengan kegiatan wisata baik di dalam maupun di luar negeri.

  5. P I N J A M A N

  Salah satu produk dari CU Lantang Tipo adalah pinjaman, dan pinjaman ini dibagi atas tiga kelompok pinjaman menurut tujuannya.

a. Pinjaman Produktif Pinjaman Produktif digunakan untuk kepentingan berikut.

  1). Kredit Menambah Simpanan (KMS) 2) Kredit Usaha Dagang 3). Kredit Pembelian Kendaraan Angkutan 4). Kredit Pertanian Kredit Properti 5). Kredit Usaha Kontraktor

b. Pinjaman Konsumtif Pinjaman Konsumtif digunakan untuk kepentingan di berikut.

  1). Kredit Membangun/ Rehap Rumah 2). Kredit Sepeda Motor 3). Kredit Mobil Pribadi/ Keluarga 4). Kredit Barang Elektronik 5). Kredit Pesta 6). Kredit Kesehatan 7). Kredit Pendidikan 8). Kredit Perabot Rumah Tangga 9). Kredit Aksesoris c.

   Pinjaman Darurat

  Kredit Darurat

a. Kredit darurat diberikan kepada anggota yang masih

  mempunyai saldo kredit tetapi karena kebutuhan yang sangat mendesak maka dapat mengajukan kredit baru dengan posisi saldo simpanan Muhunt ( MUHUNT merupakan produk simpanan unggulan di CU Lantang Tipo yang wajib dimiliki oleh semua anggota. Balas jasa simpanan Muhunt sangat kompetitif. Perhitungannya dengan menggunakan sistem harian berdasarkan jumlah hari mengendap dan dibukukan setiap akhir bulan ) ditambah simpanan saham lebih besar daripada saldo kredit.

6. Bantuan dan Perlindungan

  Produk dari CU Lantang Tipo yang berfungsi sebagai bantuan dan perlindungan terhadap anggota terdiri atas lima macam produk, kelima macam produk tersebut memiliki funggsi – fungsi yang berbeda. Kelima produk tersebut adalah.

  a.

   SOLKESTA (Solidaritas Kesehatan Anggota)

  Solkesta merupakan wujud solidaritas terhadap sesama anggota yang sakit dan sangat membutuhkan bantuan berupa biaya untuk berobat.

  b. SOLDUKA (SOLIDARITAS DUKA)

  Solduka merupakan wujud solidaritas terhadap sesama anggota yang meninggal dunia.

  c. BUSRI (Bantuan Rawat Inap)

  Diberikan kepada anggota yang mengalami Rawat Inap di Rumah Sakit atau Puskesmas (khusus bagi yang memenuhi syarat).

  d. TUNAS (Santunan Solidaritas)

  TUNAS merupakan produk Jaminan Perlindungan Kalimantan (JALINAN) BK3D Kalimantan yang melindungi simpanan anggota berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan.

  e.

   LINTANG (Perlindungan Piutang Anggota)

  LINTANG merupakan produk Jaminan Perlindungan Kalimantan (JALINAN) BKCU-Kalimantan yang melindungi piutang anggota berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan.

  K. Faktor – Faktor Penyebab Kegagalan Credit Union.

  1. Plafon kredit macet terlalu tinggi.

  Kredit macet yang tinggi adalah sebuah gambaran nyata bagaimana minimnya kemampuan anggota dalam mengembalikan pinjamannya. Permasalahan seperti ini perlu ditanggulangi secepat mungkin dengan mengadakan rapat anggota disetiap Tempat Pelayanan. Membahas permasalahan yang terjadi pada rapat anggota, memberikan gambaran perjalanan bahaya keuangan lembaga jika kredit macet berada dititik toleransi yang tinggi. Dan bersama-sama dengan anggota membuat komitmen baru untuk tetap mengembalikan pinjaman sesuai standarisasi CU kesepakatan anggota/pengurus.

  2. Profesionalitas kurang

  Persoalan profesionalisme kepengurusan menjadi sangat penting karena ini adalah lembaga keuangan yang dimiliki oleh setiap anggota. Ketika seluruh elemen yang terkait tidak memiliki rasa profesional terhadap lembaga keuangannya, serta merta hal ini akan memengaruhi kinerja CU. Pernah ditemukan kasus kesalahan pencatatan pada saldo akhir simpanan dan persentase bunga pinjaman. Jika kekeliruan ini hanya terjadi pada satu atau dua anggota saja, mungkin masih bisa dianggap sebagai human error, namun tidak demikian jika kesalahan pencatatan telah menimpa banyak anggota. Kesimpulannya, pengurus tidak profesional alias tidak memenuhi kriteria sebagai pegawai CU yang berkualitas.

  3. Tidak open management Open management menjadi penting untuk mengukur

  apakan perjalanan lembaga keuangan tetap sehat, hal ini juga perlu dilakukan untuk menjaga kepercayaan anggota terhadap pengurus.

  CU adalah lembaga keuangan kredit yang aktivitas kehidupannya ada ditangan anggota, ketika anggota tidak percaya lagi terhadap pengurus, maka berefek sangat besar. Tingkat kredit macet menjadi tinggi, dana masuk kedalam kas menurun dan keengganan untuk menjadi anggota baru serta merta muncul karena ada isu negatif yang menyebutkan CU tidak sehat.

  4. Penggantian kepengurusan yang tidak bertanggung jawab.

  Kebijakan menggantikan pengurus terutama pada jajaran atas dimiliki oleh tim pengawas. Dimana tim pengawas wajib melakukan rapat umum luar biasa untuk bahas persoalan-persoalan krusial dalam lembaga yang menentukan pergantian kepengurusan.

  Tim pengawas memiliki kekuatan untuk membuat semacam keputusan besar apakah mengganti pengurus/pemimpin baru untuk membuat lembaga keuangan menjadi sehat atau membiarkannya saja. Faktor kepercayaan anggota terhadap pengurus adalah salah satu bagian terpenting dari proses perjalanan lembaga seperti CU. Krisis kepercayaan akan mengundang berbagai polemik yang memengaruhi kinerja lembaga. Ibaratnya jika ada satu penyakit saja menyerang tubuh kita, maka akan terasa sakit dibagian tubuh lain secara keseluruhan. Kalau hanya sakit flu mungkin bisa di anaktirikan namun bagaimana kalau terkena strok atau tumor ganas, kanker dan sebagainya

5. Kepastian hukum

  Kepastian hukum diperlukan agar setiap elemen manusia yang terlibat di CU baik anggota maupun pengurus bisa berjalan berbarengan secara profesional. Sekarang ini kepastian hukum hanya dalam taraf sangsi sosial, hukuman yang dijatuhkan sekedar berdasarkan rasa “tidak enak hati” tanpa sebuah efek jera yang cukup kuat, bahkan beberapa kasus terkesan dibiarkan saja.

  L. Pengertian kredit

  Kredit mempunyai dimensi yang beraneka ragam, dimulai kata kredit yang berasal dari bahasa Yunani “credere” yang berarti “kepercayaan“. Dalam arti yang lebih luas, Kredit adalah : Kemampuan untuk melaksanakan suatu pemberian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji pembayarannya akan dilakukan pada suatu jangka waktu yang disepakati.

  UU RI NO.7 Tahun 1992 tentang perbankan menyatakan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam atara bank dengan pihak lain, yang mewajibkan pihak pinjam meminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan sejumlah bunga imbalan atau pembagian hasil keuntungan. Kredit dapat diklasifikasikan berdasarkan beberiapa kriteria yaitu :

  a. Jangka Waktu Kredit Kreteria kredit berdasarkan jangka waktu dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu : i. Kredit jangka pendek, adalah redit yang memiliki jangka waktu maksimum satu tahun. Misalnya untuk membiayai modal kerja, pembiayaan musiman. ii. Kredit jangka panjang, adalah kredit yang jangka waktunya lebih dari satu tahun, contohnya adalah kredit investasi

  b. Sifat penggunaan dana i.

   Revolving

  Pada kredit revolving pinjaman yang telah dilunasi masih dapat ditarik kembali maka sifat pemakaian dana jenis kredit ini adalah “ naik-turun” sesuai dengan kebutuhan debitur. Ciri dari kredit Revolving adalah :

  1. Debitur diberi suatu plafond/limit kredit tertentu dan plafon tersebut merupakan jumlah dana maksimum yang dapat ditarik.

  2. Kebutuhan dana tegantung dari cash flow ( arus kas ) Umumnyan termasuk kredit jangka pendek ( minimun

  1 Tahun ) dan dapat diperpanjang. Penarikan dapat juga bertahap atau sekaligus demikian juga pelunasannya.

  ii.

   Non Revolving Kredit tidak dapat ditarik secara berulang –ulang.

  Ciri-ciri kredit non revolving adalah :

  1. Penarikan dana dapat dilakukan secara langsung dan sekaligus atau secara bertahap sesuai perjanjian (umumnya penarikan dilakukan secara sekaligus)

  2. Pelunasan pinjaman dapat dilakukan secara bertahap atau sekaligus sesuai perjanjian.

  3. Debitur tidak dapat menarik dana yang telah dilunasi dengan demikian outstanding pinjaman akan terus menurun .

  4. Dari sudut jangka waktunya kredit ini merupakan kredit jangka pendek atau jangka panjang. iii. Tujuan penggunaan dana Kreteria kredit penggunaan dana dapat dibagi menjadi :

  1. Kredit modal kerja ( working capital loan): Kredit modal kerja ( working capital loan) kredit yang diberikan untuk membiayai kegiatan usahanya atau perputaran modal misalnnya pemberian barang dagangan dan lainnya. Sifat penggunaan dana dapat revolving dan non

  revolving. Jenis kreditnya pinjaman aksiet (dl) ,PRK

  ( OD) bisa juga term loan ( TL ) . Umumnya jangka waktu kredit kurang atau sama dengan satu tahun.

  2. investasi( investment Loan) Kredit yang diberikan utnuk pembiayai pembelian aktiva tetap ( misalnya tanah,banguan, mesin,.kendaraan) untuk pemproduksi barang dan jasa utama yang diperlukan guna relokasi, ekspansi, modernisasi, usaha atau pendirtian usaha baru. Sifat penggunaan dana non revolving, jenis kredit TL. TL dengan grace periode atau kontraction loan dan umunya jangka waktu kredit lebih dari saru tahun.

  3. Kredit konsumsi ( consumer loan ) Kredit yang diberikan bank untuk membiaya pembeluan barang, yang tujuannya tidak untuk usaha tetapi untuk penmakain pribadi, sifat menggunaan dananya non revolving dan jenis kredit pada umumnya term loan, KPR, car loan.

  M. Teori Pendapatan.

  Pendapatan dapat didefinisikan sebagai berikut : “ Pendapatan menunjukan jumlah seluruh uang yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu ( biasanya satu tahun ), pendapatan terdiri dari upah, atau penerimaan tenaga kerja, pendapatan dari kekayaan seperti : ( sewa, bunga dan deviden ) serta pembayaran transfer atau penerimaan dari pemerintah seperti tujangan sosial atau asuransi pengangguran”. ( Samuelson dan Nordhaus, 1997 : 258 ) Adapun menurut Lipsey pendapatan terbagi dua macam, yaitu : 1. Pendapatan perorangan .

  Pendapatan perorangan adalah pendapatan yang dihasilkan oleh atau dibayarkan kepada perorangan sebelum dikurangi dengan pajak penghasilan perorangan. Sebagian dari pendapatan perorangan dibayarkan untuk pajak, sebagian ditabung oleh rumah tangga ; yaitu pendapatan perorangan dikurangi dengan pajak penghasilan.

  2. Pendapatan disposible.

  Pendapatan disposible merupakan jumlah pendapatan saat ini yang dapat dibelanjakan atau ditabung oleh rumah tangga ; yaitu pendapatan perorangan dikurangi dengan pajak penghasilan. (

  Lipsey, 1991 : 40 )

  Sedangkan menurut Gilarso pendapatan atau penghasilan adalah sebagai balas karya. Pendapatan sebagai balas karya terbagi dalam enam kategori, yaitu :

  1. Upah/ gaji adalah balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dalam hubungan kerja dengan orang / instansi lain ( sebagai karyawan yang dibayar ).

  2. Laba usaha sendiri adalah balas karya untuk pekerjaan yang dilakukan sebagai “ pengusaha “ yaitu mengorganisir produksi, mengambil keputusan tentang kombinasi faktor produksi serta menanggung resikonya sendiri entah sebagai petani/ tukang/pedagang dan sebagainya.

  3. Laba Perusahaan ( Perseroan ) adalah laba yang diterima atau diperoleh perusahaan yang berbentuk atau badan hukum.

  4. Sewa adalah jasa yang diterima oleh pemilik atas penggunaan hartanya seperti tanah, rumah atau barang-barang tahan lama.

  5. Penghasilan campuran ( Mixed Income ) adalah penghasilan yang diperoleh dari usaha seperti ; petani, tukang, warungan, pengusaha kecil, dan sebagainya disebut bukan laba, melainkan terdiri dari berbagai kombinasi unsur-unsur pendapatan : a. Sebagian merupakan upah untuk tenaga kerja sendiri. b. Sebagian berupa sewa untuk tanah/ alat produksi yang dimiliki sendiri.

  c. Sebagian merupakan bunga atas modalnya sendiri.

  d. Sisanya berupa laba untuk usaha sendiri.

  6. Bunga adalah balas jasa untuk pemakaian faktor produksi uang.

  Besarnya balas jasa ini biasanya dihitung sebagai persen ( % ) dari modal dan disebut tingkat / dasar bunga (rate of interst, disingkat, atau i). ( Gilarso, 1998: 380)

  Pass dan Lowes, berpendapat bahwa pendapatan adalah uang yang diterima oleh seseorang dan perusahaan dalam bentuk gaji (Wages) upah,

  (Salaries) sewa, (Rent), bunga, (Interest), laba, (Profit), dan lain

  sebagainya bersama-sama dengan tunjamgan pengangguran, uang pensiun, dan lain sebagainya. ( Pass dan Lowes, 1994:287) Menurut Lipsey, profit / keuntungan adalah pendapatan yang diterima oleh seseorang dari penjualan produk barang maupun produk jasa yang dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam membiayai produk barang maupun produk jasa tersebut. ( Lipsey, 1990 : 257 )

  N. Teori Kesejahteraan Masyarakat Kesejahteraan atau sejahtera dapat memiliki empat arti.

  1. Dalam istilah umum, sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia dimana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam kead

  2. Dalamejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda.

  Sejahtera memliki arti khusus resmi atau teknikal, seperti dalam istila

  3. Dalam menunjuk ke jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini adalah istilah yang digunakan dalam ide

  4. Dalam makro ekonomi kesejahteraan adalah keadaan dimana tingkat konsumsi lebih kecil dari penghasilan. Dimana besar simpanan (tabungan) adalah minimal sepuluh persen dari penghasilan pokok dan besar tingkat penghasilan sama dengan atau lebih tinggi dari investasi yang ditanamkan. Sen mengatakan bahwa welfare economics merupakan suatu proses rasional ke arah melepaskan masyarakat dari hambatan untuk memperoleh kemajuan. Kesejahteraan sosial dapat diukur dari ukuran-ukuran seperti tingkat kehidupan (levels of living), pemenuhan kebutuhan pokok (basic

  

needs fulfillment), kualitas hidup (quality of life) dan pembangunan

  manusia (human development). (Masjkuri. Siti Umajah, 2008) Adapun Compton mendefinisikan kesejahteraan sosial sebagai representasi tugas kelembagaan negara yang bertanggungjawab untuk membantu individu dan lembaga-lembaga sosial lain untuk mendorong tingkat kesejahteraan baik individu maupun keluarga. Lembaga-lembaga pelayanan sosial diciptakan untuk memelihara tingkat keberfungsian sosial individu dan keluarga sehingga mereka memiliki kapasitas untuk mengatasi masalahnya sendiri. Definisi ini secara khusus, menekankan aspek ”institusional” (kelembagaan) negara sebagai pemain utama kesejahteraan sosial. Definisi seperti ini pada umumnya digunakan oleh penganut sistem negara kesejahteraan di Eropa. (Masjkuri. Siti Umajah, 2008 )

  Nicholson mengemukakan prinsipnya mengenai kesejahteraan sosial; yaitu keadaan kesejahteraan sosial maksimum tercapai bila tidak ada seorangpun yang dirugikan. (Masjkuri. Siti Umajah, 2008 )

  Midgley, mendefinisikan kesejahteraan sosial sebagai “a condition

  

or state of human well-being .” Kondisi sejahtera terjadi manakala

  kehidupan manusia aman dan bahagia karena kebutuhan dasar akan gizi, kesehatan, pendidikan, tempat tinggal, dan pendapatan dapat dipenuhi; serta manakala manusia memperoleh perlindungan dari resiko-resiko utama yang mengancam kehidupannya. (Masjkuri. Siti Umajah, 2008 )

  Menurut Mentri Kordinasi Kesejahteraan Masyarakat, Sejahtera dapat diartikan suatu kondisi masyarakat yang telah terpenuhi kebutuhan dasarnya. Kebutuhan dasar tersebut berupa kecukupan dan mutu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan dasar lainnya seperti lingkungan yang bersih, aman dan nyaman. Juga terpenuhinya hak asasi dan partisipasi serta terwujudnya masyarakat beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

  Menurut Departemen Sosial, kesejahteraan sosial adalah keadaan sosial yang memungkinkan bagi setiap warga negara untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya yang bersifat jasmani, rohani dan sosial sesuai dengan harkat dan martabat manusia, untuk dapat mengatasi pelbagai masalah sosial yang dihadapi diri, keluarga dan masyarakatnya dan dapat mengembangkan potensi-potensi dirinya, keluarga dan masyarakatnya untuk berkembang menjadi lebih baik. (masterplan.depsos.go.id )

  Kesejahteraan sosial dalam UU No. 6 Tahun 1974 mengandung tiga macam pengertian, yaitu selain kesejahteraan sosial secara luas dan sempit, kesejahteraan sosial juga diartikan sebagai suatu kondisi. Hal ini terlihat dari pasal 1 yang berbunyi: "setiap warganegara berhak atas taraf kesejahteraan sosial yang sebaik-baiknya... ". Jika diartikan sebagai tata kehidupan dan penghidupan sosial seperti dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 UU No. 6 Tahun 1974, kesejahteraan sosial merupakan barang kolektif, sehingga tidak mungkin seseorang akan mempunyai atau mengalami taraf kesejahteraan sosial yang berbeda dari orang lain, setidak – tidaknya dalam lingkungan suatu wilayah tertentu. Jadi dalam pengertian yang ketiga ini, lebih tepat kalau hanya digunakan istilah "kesejahteraan" saja, dalam arti terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan.

  Berdasarkan teory Keynes dalam perekonomian tertutup sederhana dapat ditarik kesimpulan bahwa kesejahteraan dapat dilihat dari tingkat pendapatan masyarakat dimana pendapatan digunakan untuk konsusi dan infestasi. Investasi sendiri dapat disamakan dengan tabungan atau saving. Apa bila tujuan menyimpan tabungan adalah untuk tujuan berinvestasi, seperti deposito dan lain sebagainya.

  Berdasarkan data yang ada tentang anggota CU Lantang Tipo keseluruhannya dapat dikatakan sejahtera dilihat dari besar simpanan yang dan penghasilan anggota CU. Sehingga tidak diperlukan alat ukur atau pedoman kriteria-kriteria tentang kesejahteraan anggota CU Lantang Tipo.

  Namun yang dititik beratkan pada penelitian ini adalah pengaruh jasa CU yang berupa jasa kredit terhadap kesejahteraan anggotanya dinilai dari guna kredit yang diajukan oleh anggotanya terhadap besar pendapatan anggotanya apakah jasa kredit tersebut meninkatkan laba pendapatan atau mengurangi laba pendapatan anggota CU yang secara khusus bergerak dibidang usaha produktif atau rumah tangga produktif.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan berupa studi kasus. Jenis penelitian studi

  kasus merupakan penelitian terhadap obyek tertentu pada suatu organisasi yang pengumpulan datanya menggunakan beberapa elemen, sehingga kesimpulan yang diambil hanya berlaku pada obyek yang diteliti.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  Penelitian dilakukan di wilayah kerja Cerdit Union Lantang Tipo kantor pusat, di Desa Pusat Damai, Kab. Sanggau Kalimantan Barat.

  Penelitian dilakukan pada bulan Oktober - November 2009 C.

   Subjek dan Objek Penelitian

  1. Subjek penelitian adalah orang yang menjadi responden yang akan ditanyai untuk memperoleh informasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Anggota Credit Union Lantang Tipo.

  2. Objek penelitian adalah variabel yang diteliti oleh penulis. Objek penelitian dalam penulisan ini adalah karakteristik dan tingkat kesejahteraan yang ditinjau dari laba usaha anggota.

  D. Variabel Penelitian, Definisi dan Operasionalisasi Variabel

  1. Variabel Bebas Adalah semua sebab yang mungkin menjadi kondisi timbulnya suatu gejala dan tidak terikat pada ruang dan waktu. Variabel yang dipakai dalam penelitian ini adalah “besar pinjaman, panjang masa keredit dan lama keanggotaan responden”.

  2. Variabel Terikat Adalah variabel yang besar nilainya dipengaruhi oleh berubahnya waktu, besar nilai dan hal-hal yang berpengaruh lainnya. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah tingkat kesejahteraan masyarkat dilihat dari sisi

  Saving ( Saving for Wealth ) atau simpanan setara saham di C.U Lantang Tipo.

  E. Definisi Operasional

  Definisi operasional adalah petunjuk tentang bagaimana suatu variabel dapat diukur, sehingga peneliti mengetahui baik buruknya penelitian dilaksanakan. Definisi operasional dalam penelitian ini antara lain :

  1. Jenis kelamin adalah pembedaan gender responden atas pria dan wanita

  2. Usia responden adalah tingkat umur anggota C.U yang menjadi responden dalam penelitian ini. Tingkat umur anggota C.U dibagi atas lima tingkatan pilihan.

  3. Agama adalah kepercayaan yang dianut oleh responden dan dibagi atas enam pilihan

  4. Pendidikan adalah tingkatan penidikan terakhir yang pernah dienyam oleh responden.

  5. Pekerjaan adalah profesi responden yang menhasilkan pendapatan bagi responden.

  6. Pola pinjaman adalah bentuk pengunaan, besar pinjaman dan konsistensi penggunan dengan alasan peminjaman yang diajukan responden

  7. Laba sebelum kredit adalah tingkat pendapatan atau keuntungan yang didapatkan dari usaha yang dijalankan sebelum mengakses kredit di C.U Lantang Tipo.

  8. Laba sesudah kredit adalah tingkat pendapatan atau keuntungan yang didapatkan dari usaha yang dijalankan sesudah mengakses kredit di C.U Lantang Tipo.

  9. Simpanan atau Saving ( Saving For Wealth ) ( Y ) merupakan acuan besar nilai yang dijadikan tolak ukur tinggkat kesejahteraan anggota C.U karena safing for wealth atau simpanan setara saham adalah salah satu tolak ukuran tingkat kekayaan yang berupa investasi tabungan.

  10. Besar pinjaman (X ) merupakan besar nilai uang atau kredit yang

  1

  di berikan atau dipinjamkan penyedia jasa layanan kepada anggota C.U.

  11. Lama pinjaman (X ) merupakan janji atas kredit yang bertujuan

  2 menentukan berapa lama kredit atau pinjaman berjalan.

  12. Lama keanggotaan (X

  3 ) merupakan nilai atas seberapa lama

  responden telah bergabung dalam keanggotaan C.U

  13. Tingkat kesejahteraan adalah tingakatan – tingkatan manusia dikatakan sejahtera dilihat dari sisi pendapatan, tempat tinggal, dan kecukupan sandang, pangan, pendidikan , serta pekerjaan. Namun dalam penelitian ini tinggkat kesejahteraan dilihat berdasarkan besarnya Simpanan atau Saving ( Saving For Wealth ) yang responden miliki.

F. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling

  1. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota C.U Lantang Tipo. Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil dengan metode tertentu untuk mewakili populasi.

  2. Sampel menurut Djarwanto dan Subagyo (1996 : 108) sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki, dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi (jumlahnya lebih sedikit dari pada jumlah populasinya).

  Penentuan jumlah sampel dilakukan berdasarkan pada rumus (Umar, 2003 : 150)

  /2 /e n > p.q (Zα Keterangan : n = Ukuran sampel.

  e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan

  pengambilan sampel yang masih bisa ditolelir atau diinginkan yaitu sebesar 10%. q = (1 - p), proporsi populasi yang tidak diinginkan mempunyai karakteristik tertentu.

  2 /2 = = Nilai uji t denga 1,96).

  Zα/ n tingkat keyakinan 95% (Zα p.q = Jika p dan q tidak diketahui, maka dapat diganti dengan 0,25.

  Jumlah sampel harus lebih besar dari 96 maka dibulatkan menjadi 100 sampel responden, diharapkan sampel tersebut dapat mewakili populasi yang ada.

  3. Teknik yang digunakan dalam keseluruhan pengambilan sampel adalah teknik Cluster Simple Random Sampling. Pengambilan sampel seperti ini dilakukan dengan cara bertingkat yakni memilih lokasi desa dari 110 desa yang akan dijadikan populasi dipilih secara acak dan terpilih Desa Pusat Damai. Populasi anggota C.U di Desa Pusat Damai adalah 648 orang. Untuk menentukan besar sampel yang akan diteliti penulis mengunakan teknik Simple Random Sampling untuk menentukan 100 orang yang akan dijadikan sampel dari 648 orang

  C.U Lantang Tipo T.P Pusat Cluster Simple Random Sampling 110 Desa

  648 Anggota ( populasi ) 1 desa ( Pusat Damai ) Simple Random Sampling

  Sampel 100 Anggota Damai dengan ciri tertentu yang dianggap mempunyai hubungan erat dengan ciri-ciri populasi sebagai berikut.

  a. Responden adalah anggota C.U Lantang Tipo yang telah menjadi anggota C.U lebih dari satu Tahun.

  b. Responden yang dituju adalah anggota C.U Lantang Tipo yang berada di wilayah kerja C.U Lantang Tipo T.P pusat.

  c. Responden adalah orang yang pernah melakukan peminjaman atau kredit di C.U Lantang Tipo.

  Gambar III. 1: Bagan Susunan Pengambilan Sampel

G. Model dan Teknik Analisis Data

  1. Crosstabs dan Analisis Persentase Analisis ini digunakan untuk menganalisis mengenai karekteristik konsumen ditinjau dari : jenis kelamin, usia, pekerjaan, penghasilan dan juga menjawab permasalahan pertama mengenai apakah C.U Lantang Tipo mengutamakan pelayanan kepada masyarakat ekonomi rendah atau miskin. Rumuan yang di gunakan mengunakan analisis persentase. Rumus persentase menurut Sugiyono (1993:63) adalah : Dimana :

  P : Jumlah persentase nx : Jumlah yang akan dianalisa N : Jumlah total responden Hipotersis ”Credit Union Lantang Tipo mengutamakan pelayanan kepada masyarakat ekonomi rendah atau miskin” dijelaskan secara deskriptif sesuai data.

  2. Penentuan bentuk pola pinjaman di C.U Lantang Tipo.

  Dalam menjawab bagaimana bentuk pola pinjaman di C.U Lantang Tipo penulis mengunakan Program SPSS dalam perhitungannya yaitu dengan membandingkan secara silang setiap variable yang berkaitan dengan kredit dan fungsi kredit. Hipotesis “Bentuk pola pencairan dan pengunaan kredit di Credit Union Lantang Tipo adalah aman” dijelaskan secara deskriptif sesuai data.

  3. Pengujian Dua Sampel Berpasangan (Paired Sampel T Test) Dalam menjawab permasalahan ketiga yaitu dengan menganalisis ada dan tidaknya perbedaan keuntungan atau proifit yang diterima anggota sebelum dan sesudah mengunakan produk pinjaman kredit di C.U Lantang tipo maka penulis menggunakan Paired Sampel T

  Test atau Pengujian Dua Sampel Berpasangan, hal ini supaya

  mendapatkan hasil yang signifikan. Pada analisis data ini penulis menggunakan SPSS dalam perhitungannya.

  • Hipotesis yang akan diuji :

  Ho : Tidak ada peningkatan secara signifikan antara laba usaha anggota Credit union Lantang Tipo sebelum mengunakan jasa pinjaman kredit dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit union Lantang Tipo dilihat dari laba usaha.

  Ha : Ada peningkatan secara signifikan antara laba usaha anggota Credit Union Lantang Tipo sebelum mengunakan jasa pinjaman kredit dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit o union Lantang Tipo dilihat dari laba usaha.

  Menentukan t hitung dan t tabel : Pada tabel distribusi t dicari pada α = 5 % : 2 = 2,5 % (uji 2 sisi) o dengan derajat kebebasan (df) n - 1.

  Kriteria pengujian : Ho diterima jika – t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel

  : Lama keanggotaan Ho : Tidak ada pengaruh antara besar pinjaman, panjangnya masa pinjaman dan lama keanggotaan di Credit union Lantang Tipo terhadap tingkat kesejahteraan anggota. Ha : Ada pengaruh antara besar pinjaman, panjangnya masa pinjaman dan lama keanggotaan di Credit union Lantang Tipo terhadap

  X

  3

  X

  : Lama pinjaman

  2

  X

  1 : Besar pinjaman

  1 - b

3 : koefisien regresi untuk masing-masing variabel

  Berdasarkan probabilitas : Ho diterima jika P value > 0,05 Ho ditolak jika P value < 0,05

  Y : peningkatan simpanan ( Saving for Wealth ) a : konstanta b

  3 Keterangan :

  

3

X

  2 X 2 + b

  1 X 1 + b

  Y : a + b

  4. Analisis Regeresi Linear Berganda Sesuai dengan judul dari penelitian, maka untuk menguji berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat maka digunakan model analisis regresi linier berganda. Adapun model analisis linier berganda adalah :

  • Hipotesis yang akan diuji :
  • Menentukan t hitung dan t tabel :

  Pada tabel distribusi t dicari pada α = 5 % : 2 = 2,5 % (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) n - k – 1.

  • Kriteria pengujian :

  Ho diterima jika – t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel Ho ditolak jika – t hitung < - t tabel atau t hitung > t tabel

  BAB IV GAMBARAN UMUM CREDIT UNION LANTANG TIPO A. Sejarah Berdirinya Koperasi Kredit/Credit Union Pencetus berdirinya CU Lantang Tipo adalah guru-guru Katolik yang berdomisili di Pusat Damai Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Hal ini didorong oleh arisan yang sering diadakan tidak dapat memenuhi

  kebutuhan anggotanya. Selain itu kegiatannya dirasakan tidak dapat memupuk kerjasama dan membantu mengatur pengelolaan keuangan secara tepat.

  Pada tahun 1975 mulai diperkenalkan Credit Union ke Kalimantan Barat oleh CUCO (Credit Union Councelling Office) Indonesia yang berpusat di Jakarta.

  Dimotori oleh Delsos Keuskupan Agung Pontianak yang beralamat di jalan Imam Bonjol No. 338 Pontianak di bawah pimpinan Pastor Pius Camperlle, tim kursus dasar untuk Credit Union didatangkan dari Jakarta. Salah satu daerah tujuan tim adalah Sanggau, Kalimantan Barat. Tim yang mengunjungi Sanggau dari CUCO Indonesia adalah :

  1. Drs. R. W. Robby Tulus selaku pimpinan umum kursus.

  2. A. C Lunandi, BA sebagai tenaga pengajar utama.

  3. Drs. Suharto Nazir sebagai tenaga pengajar pembukuan.

  4. Sukartono , BA sebagai illustrator (membuat poster-poster bergambar yang diperlukan dalam kursus dasar tersebut).

  Kursus-kursus dasar tersebut diadakan pada tanggal 24 s.d 28 Agustus 1975 di Sanggau dan diikuti oleh 32 peserta dari berbagai Paroki.

  Dari Paroki Pusat Damai ada 5 peserta, yaitu : 1. Bass Kasan, BA ; guru agama Katolik dan ketua rombongan.

  2. St. Atjin ; Kepala SD Bersubsidi Pusat Damai.

  3. D. Djiwa ; Sekretaris Paroki dan Kepala Kampung Pusat Damai.

  4. Sr. Aloysia ; Wakil Kepala SD Bersubsidi Pusat Damai.

  5. P. Dael Pongkuk ; guru SMP Yos Sudarso Pusat Damai.

  Para peserta kursus merupakan angkatan ke-63 di Indonesia dan masing-masing peserta mendapatkan sertifikat dengan Nomor 63/ VIII/ 1975 yang diserahkan pimpinan kursus pada tanggal 28 Agustus 1975.

  Setelah mengikuti kursus dasar ini, kelima orang utusan Paroki Pusat Damai segera menindaklanjuti hasil kursus dengan cara :

  a) Mengadakan pertemuan pada tanggal 12 Januari 1976 dengan guru-guru, para katekis dan tokoh masyarakat di Pusat Damai.

  b) Mengunjungi kampung-kampung yang berada di sekitar Pusat Damai untuk mempromosikan Credit Union.

  Kemudian berhasil dikumpulkan 27 orang guru untuk mengikuti kursus dari Credit Union dan mereka bersepakat mendirikan Credit Union.

  Hari itu tanggal 2 Februari 1976, ke-27 orang peserta bersepakat menyatakan mendirikan Credit Union dengan nama Pra Credit Union dengan pembimbing Pastor Ewald Beck yang pada saat itu merupakan Pastor Paroki Pusat Damai.

  Kesepakatan yang dihasilkan meliputi : pemilihan badan pengurus, penetapan nominal saham sebesar Rp. 250,- / Saham, penetapan bunga pinjaman sebesar 2% / Angsuran, menetapkan Lantang Tipo sebagai nama Koperasi Kredit yang mereka dirikan, berpedoman pada prinsip dasar yang berbunyi “bukan mencari untung melainkan pelayanan yang diutamakan”, penetapan hari berdirinya pada tanggal 2 Februari 1976. Dan perkembangan berikutnya menjadi CU Lantang Tipo.

  Nama Lantang Tipo diambil dari bahasa Dayak Hibun/Pandu (sub suku Dayak di daerah Kecamatan Parindu). LANTANG artinya tunas, tumbuhan muda yang baru muncul, sedangkan TIPO adalah nama tumbuhan hutan mirip lengkuas atau laos yang selalu tumbuh berumpun.

  Tumbuhan TIPO memiliki semangat hidup yang tinggi. Bila TIPO dipancung atau dipotong, maka akan segera muncul tunasnya kembali.

  Dengan demikian Lantang Tipo juga berarti semangat kebersamaan untuk terus bertumbuh, berkembang dan ingin maju dalam segala hal kehidupan menuju kesejahteraan.

  Dalam perkembangannya CU Lantang Tipo terus berbenah dan konsisten dalam menjalankan nilai-nilai dan prinsip koperasi. CU Lantang Tipo terbuka untuk semua golongan, suku, agama, apa pun latar belakang sosialnya, berpendidikan atau tidak bukan jadi soal. Yang paling penting siapa yang mempunyai itikat baik untuk bisa saling percaya dan bekerjasama, dan mau secara mandiri mengelola hidup agar hari esok lebih baik dari pada hari ini.

  Sejak tanggal 11 September 1995 CU Lantang Tipo telah memiliki badan hukum dengan nomor 90.a/ BH/ X/ pada tanggal 11 September 1995 yang ditetapkan pada tanggal 1 Agustus 2000 dengan nama Koperasi Kredit CU Lantang Tipo dan Kabupaten Sanggau sebagai wilayah kerjanya.

  B. Visi

  Lembaga keuangan pilihan utama masyarakat kita sehat dan aman, produk berbasis kepuasan anggota, dengan slogan “Lantang Tipo, Pantang Tipu”.

  C. Lokasi Koperasi Kredit Credit Union LANTANG TIPO Pusat yang berbadan Hukum No.

  90. a BH/X TGL 11 September 1995, beralamat di Jalan Pancasila No.04 Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat 78561, yang merupakan Credit Union terbesar dalam lingkup Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah (BK-3D) atau BKCU- Kalimantan.

  CU LANTANG TIPO ini dapat membuka Tempat Pelayanan di tempat lain di luar tempat tinggal sebagian besar anggotanya dengan memperhatikan pelayanan anggota dan kekayaan ekonomis.

D. Landasan, Azas dan Prinsip

  CU LANTANG TIPO berlandaskan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 serta berdasarkan azas kekeluargaan. CU LANTANG TIPO melakukan kegiatannya berdasarkan peinsip-prinsip koperasi yaitu: a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.

  b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.

  c. Pembagian Sisa Hasil Usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing.

  d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.

  e. Mandiri.

  f. Melaksanakan pendidikan perkoperasian bagi anggota.

  g. Kerjasama antar Koperasi. CU LANTANG TIPO sebagai badan usaha dalam melaksanakan usahanya berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai CREDIT UNION: a. Prinsip-prinsip CU LANTANG TIPO 1. Keanggotaan sukarela dan terbuka.

  2. Pengawasan demokrasi oleh anggota.

  3. Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi.

  4. Otonomi dan kemandirian.

  5. Pendidikan pelatihan dan penerangan.

  6. Kerjasama antar Koperasi 7. Kepedulian terhadap masyarakat. b. Nilai-nilai Credit Union: a) Menolong diri sendiri.

  b) Tanggung jawab pribadi.

  c) Demokrasi.

  d) Kesetaraan.

  e) Keadilan.

  f) Solidaritas.

  E. Misi

  Meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi anggota melalui pendidikan dan pelatihan serta pelayanan keuangan yang professional dan bermutu tinggi.

  F. Keanggotaan Koperasi Kredit

  Berdasarkan Anggaran Dasar C.U Lantang Tipo tentang keanggotan pasal 6 s.d 12 (Pengurus CU Lantang Tipo, 2000: 2-3) dan Anggaran Rumah Tangga Bab I Pasal 1 (Pengurus CU Lantang Tipo, 2000: 1), anggota CU LANTANG TIPO terdiri dari Anggota Penuh dan Anggota Luar Biasa.

a. Syarat – Syarat umum untuk menjadi anggota

  1) Keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela bagi WNI yang berdomisili tetap dalam wilayah kerja.

  2) Sehat jasmani dan rohani.

  3) Tidak sedang dalam proses hukum dan/atau sedang menjalani hukuman penjara.

  4) Menerima dan sanggup melaksanakan prinsip-prinsip dan nilai- nilai Credit Union.

  5) Menerima dan mematuhi AD, ART, keputusan-keputusan RAT, dan Pola Kebijakan Pengurus yang sedang berlaku.

b. Syarat-Syarat Khusus Menjadi Anggota Penuh

  1) Saat diterima menjadi anggota berusia antara 17 s.d. 65 tahun dan/atau belum berusia 17 tahun tetapi sudah menikah.

  2) Mengisi Surat Permohonan Menjadi Anggota (SPM-A). 3) Menyerahkan : a) 1 lembar fotocopy KTP/ identitas diri yang masih berlaku.

  b) 1 lembar fotocopy KTP ahli waris yang masih berlaku. 4) Menyerahkan 2 lembar pasfoto terbaru ukuran 2 x 3 cm. 5) Menyetor tunai minimal Rp 145.000,00 (seratus empat puluh lima ribu rupiah) untuk: a) Uang Pangkal (UP) Rp 15.000,00

  b) Kontribusi Diksar I Rp 25.000,00

  c) Iuran Gedung Rp 50.000,00

  d) Iuran Solkesta tahun 2010 Rp 15.000,00

  e) Iuran Solduka tahun 2010 Rp 40.000,00 6) Menyetor simpanan pertama minimal Rp 1.030.000,00 (satu juta tiga puluh ribu rupiah) untuk: a) Simpanan Pokok (SP) Rp1.000.000,00

  b) Simpanan Wajib (SW) bulan pertama menjadi Anggota Rp 20.000,00

  c) Simpanan Muhunt (SM) bulan pertama menjadi Anggota Rp 10.000,00

  7) Simpanan pertama sebagaimana butir 6 dapat disetor dengan cara KMS, tetapi biaya jasa pelayanan kredit harus dibayar secara tunai.

  8) Bersedia mengikuti Pendidikan Dasar I secara penuh.

c. Syarat – syarat khusus menjadi Anggota Luar Biasa (ALB)

  1) Yang dapat menjadi ALB yaitu anak-anak yang berusia di bawah 17 tahun dan secara ekonomi masih tergantung pada orangtua/walinya. 2) Orangtua/wali mengisi Surat Permohonan Menjadi ALB (SPM- ALB).

  3) Orangtua/wali menyetor tunai minimal Rp 135.000,00 (seratus tiga puluh lima ribu rupiah) untuk: a. Uang Pangkal (UP) Rp 15.000,00

  b. Kontribusi Diklat Rp 15.000,00

  c. Iuran Gedung Rp 50.000,00

  d. Iuran Solkesta tahun 2010 Rp 15.000,00

  e. Iuran Solduka tahun 2010 Rp 40.000,00 4) Menyetor simpanan pertama sebesar Rp 1.030.000,00 (satu juta tiga puluh ribu rupiah) untuk: a. Simpanan Pokok (SP) Rp 1.000.000,00

  b. Simpanan Wajib (SW) bulan pertama menjadi Anggota Rp 20.000,00

  c. Simpanan Muhunt (SM) bulan pertama menjadi Anggota Rp 10.000,00 d.

   Kawajiban Anggota Penuh

  1) Menabung Simpanan Wajib (SW) dan Simpanan Muhunt (SM) secara teratur sesuai ketentuan.

  2) Mengembalikan pinjaman dan membayar jasa pinjaman tepat waktu.

  3) Mendukung dan mengikuti kegiatan-kegiatan pendidikan Credit Union.

  4) Mempromosikan Credit Union kepada orang lain. 5) Mengikuti rapat anggota. 6) Mengikuti dan menghayati program solidaritas yang dikembangkan oleh Credit Union.

  7) Mengajukan usul, saran dan informasi untuk kemajuan bersama. 8) Berpartisipasi dalam mengembangkan dan memajukan Credit Union.

  9) Melaksanakan dan mematuhi peraturan-peraturan Credit Union.

  e. Kewajiban Anggota Luar Biasa 1) Menabung SW dan SM secara teratur sesuai ketentuan.

  2) Mengikuti program solidaritas yang dikembangkan oleh Credit Union.

  3) Mengajukan usul, saran dan informasi untuk kemajuan bersama. 4) Mentaati peraturan-peraturan Credit Union.

  f. Hak Anggota 1) Mendapatkan pelayanan prima dari Credit Union.

  2) Mendapatkan informasi dan laporan tentang perkembangan Credit Union.

  3) Mendapat deviden, BJS dan BJK sesuai ketentuan. 4) Memilih dan dipilih menjadi Pengurus atau Pengawas (kecuali ALB).

  g. Mutasi Anggota

  1) Mutasi anggota antar Tempat Pelayanan (TP) dapat dilakukan atas permohonan anggota yang bersangkutan kepada Manajer TP di mana ia terdaftar. 2) Manajer TP menindaklanjuti permohonan mutasi kepada petugas yang diberikan wewenang dan memastikan bahwa data yang dimutasikan valid. 3) Manajer TP wajib menjelaskan kepada anggota beberapa konsekuensi setelah data dimutasi.

  4) Manajer TP memastikan proses mutasi telah berhasil dan telah diterima oleh TP yang dituju paling lambat dalam 3 hari kerja.

h. Syarat – Syarat Khusus Menjadi Anggota CUMI 1) Berusia 17 sampai dengan 65 tahun.

  2) Mengisi Surat Permohonan Menjadi Anggota CUMI. 3) Bersedia membentuk kelompok yang beranggotakan 5 sampai dengan 10 orang dengan tempat tinggal berdekatan, tetapi tidak merupakan satu keluarga. 4) Bersedia mengikuti pertemuan kelompok secara rutin. 5) Bersedia menabung teratur secara harian dan/atau mingguan sesuai kesepakatan kelompok.

  6) Anggota CUMI dapat sekaligus menjadi Anggota Penuh dan wajib mengikuti Pendidikan Dasar I.

i. Berakhirnya Status Keanggotaan 1) Anggota dinyatakan berhenti secara otomatis jika meninggal dunia.

  2) Anggota dapat meminta berhenti atas kemauan sendiri dengan mengisi Surat Permohonan Berhenti.

  3) Anggota dapat diberhentikan jika tidak memenuhi ketentuan dalam AD/ART, Poljak, dan/atau keputusan RAT.

  4) Tabungan anggota yang berhenti atas kemauan sendiri dan atau diberhentikan dikembalikan kepada yang bersangkutan setelah segala kewajiban menyangkut hutang-piutang dinyatakan lunas.

  G. Prosedur Pinjaman/Kredit

  Prosedur-prosedur pinjaman/kredit :

  1. Kredit hanya bisa diberikan kepada anggota penuh dan sudah mengikuti pendidikan dasar.

  2. ALB tidak dapat diberikan kredit.

  3. Permohonan kredit tidak dapat diwakilkan

  4. Pemohon wajib mengisi dan menandatangani Surat Pemohonan Kredit (SPK).

  5. Datang dan menyerahkan Surat Pemohonan Kredit (SPK).

  6. Konsultasi, apakah permohonan tersebut dikabulkan atau ditolak (apabila dikabulkan) 7. Bulan berikutnya mengangsur sesuai dengan jatuh tempo.

  H. Prosedur Pencairan

  Prosedur-prosedur pencairan :

  1. Apabila proses konsultasi dan administrasi kredit sudah selesai dan disetujui oleh Kabag kredit serta diketahui oleh manajer, maka ditentukan tanggal pencairan.

  2. Sebelum dilakukan proses pencairan dipastikan Surat Permohonan Kredit (SPK) dan Surat Perjanjian Pinjaman (SPP) ditandatangani oleh pemohon, konsultan kredit, dan pejabat yang berwenang.

  3. Pencairan kredit diproses pada kasir kredit.

I. Struktur Organisasi

  Anggota Anggota Anggota Anggota Gambar IV.1: Struktur Organisasi CU LANTANG TIPO Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Pengurus Pengurus Rapat Anggota Rapat Anggota Pengawas Pengawas CEO/GM CEO/GM Gambar IV.2: Struktur Organisasi CU LANTANG TIPO Gambar IV.3: Struktur Organisasi CU LANTANG TIPO MANAGER (5M, 1600) KP/TP (8M, 2000) KEPALA BAGIAN KEPALA KEPALA BAGIAN KREDIT BAGIAN DIKLAT & BAGIAN PERSONALIA, (12M, 3000) (75M, 10000) DUNGAN (20M, 4500) (50M, 7000) & UMUM KEPALA KEPALA PERLIN- LAPANGAN KEUANGAN ADMINISTRASI BAGIAN

  J. Wilayah Kerja

  CU Lantang Tipo berpusat di Pusat Damai Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau, karena perkembangan anggota maka wilayah kerjanya juga semakin luas, maka demi mempermudah pelayanan CU Lantang Tipo membuka Kantor Cabang atau sering disebut Tempat Pelayanan (TP) di tempat anggota-anggotanya yang berada jauh dari CU Lantang Tipo Pusat. Kegunaan TP adalah agar pelayanan kepada anggota yang bertempat tinggal jauh dari CU Lantang Tipo Pusat dapat dilakukan dengan maksimal. TP yang telah terbentuk hingga akhir tahun 2007 adalah sebagai berikut :

  1. Wilayah Kabupaten Sanggau :

  a. TP. Kembayan

  b. TP. Balai Karangan

  c. TP. Balai Sebut

  d. TP. Sanggau

  e. TP. Meliau

  f. TP. Tayan

  g. TP. Sosok

  h. TP. Mukok i. TP. PT. ERNA j. TP. Noyan k. TP. Bonti l. TP. Batang Tarang m. TP. Teraju n. TP. Beduai

  2. Wilayah Kabupaten Landak :

  a. TP. Masdapala Ngabang

  b. TP. Serimbu

  c. TP. Pahauman

  3. Wilayah Kabupaten Sekadau :

  a. TP. Sekadau

  b. TP. Nanga Taman

  c. TP. Nanga Mahap

  d. TP. Sei Ayak

  4. Wilayah Kabupaten Sekadau :

  a. TP. Sekadau

  b. TP. Nanga Taman

  c. TP. Nanga Mahap

  d. TP. Sei Ayak

  5. Wilayah Kabupaten Melawi :

  a. TP. Nanga Pinoh

  6. Wilayah Kabupaten Sintang :

  a. TP. Sintang

  7. Wilayah Kabupaten Bengkayang :

  a. TP. Bengkayang

  b. TP. Sanggau Ledo c. TP. Samalantan

  8. Wilayah Kabupaten Pontianak :

  a. TP. Sei Ambawang

  K. Penilaian Golongan Tingkat Kesehatan Keuangan Koperasi Kredit

  Pada penelitian sebelumnya ( Florentinus. S, 2008 ) Analisis ini dilaksanakan dengan dengan cara membandingkan aspek penelitian kesehatan keuangan koperasi kredit dengan golongan tingkat kesehatan keuangan koperasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah RI No. 194/KEP/M/IX/1998. penilaian ini disajikan berdasarkan angak ikthisar dari data laporan keuangan konsolidasi CU Lantang Tipo dan data pendukung lainnya selama 3 tahun (2004,2005, dan 2006).

  Hasil penilaian selama 3 tahun berturut-turut (2004 s.d 2006) diperoleh skor sebesar 80,935, 82,338, dan 82,59. Selanjutnya jumlah nilai skor tingkat kesehatan tersebut dibandingkan dengan kriteria golongan tingkat kesehatan keuangan koperasi kredit menurut Surat Keputusan Menteri Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah RI No. 194/KEP/M/IX/1998. di mana tingkat kesehatan golongan menjadi:

  Tabel. IV.1 Jumlah Skor dan Tinggkat Kesehatan C.U Lantang Tipo JUMLAH SKOR PREDIKAT

  81 – 100 SEHAT 66 - < 81 CUKUP SEHAT 51 - < 66 KURANG SEHAT 0 - < 51 TIDAK SEHAT

  Melalui perbandingan ini Koperasi Kredit/Credit Union Lantang Tipo selama 3 tahun (2004 s.d 2006) telah mengalami peningkatan nilai kesehatan (dari skor 80,935 menjadi 82,338 dan menjadi 82,59) ini menunjukan bahwa golongan predikatnya berada dalam posisi “CUKUP SEHAT”, “SEHAT”, dan “SEHAT”.

  a. Pada tahun 2004 mengalami posisi “CUKUP SEHAT” karena jumlah skornya adalah 80,935. hal ini disebabkan karena aspek penilaian kesehatan keuangan koperasi hampir semua memenuhi standar yang ada, kecuali untuk aspek permodalan 1, dan aspek rentabilitas 2.

  b. Pada tahun 2005 mengalami peningkatan ke posisi “SEHAT”.

  Pada tahun 2005 menempati posisi ini dikarenakan jumlah skornya adalah 82,338, dimana untuk dikatakan sehat posisi skornya harus c. Pada tahun 2006 juga berada pada posisi “SEHAT”. Pada tahun 2006 menempati posisi ini dikarenakan jumlah skornya adalah 82,59 juga, di mana untuk dikatakan sehat posisi skornya harus berkisar antara 81 – 100.

  Dari perkembangan nilai kesehatan keuangan konsolidasi, Koperasi Kredit/Credit Union Lantang Tipo terus berusaha memenuhi/melayani kebutuhan anggotanya sehingga tingkat kesehatan keuangan konsolidasi berada pada posisi sehat.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Validitas dan Reliabilitas Dalam karya tulis ini penulis tidak melakukan uji validitas dan

  reliabilitas secara statistik dikarenakan data yang terkumpul dari kuesioner adalah data nominal.

B. Analisis Data

  Pada bagian ini, penulis akan mengemukakan dan menganalisis data yang diperoleh dari penelitian yang penulis lakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dan keadaan di lapangan.

  Penulis memperoleh data dengan cara membagikan kuesioner kepada anggota atau nasabah Credit Union Lantang Tipo pada saat penelitian ini berlangsung. Ukuran sampel yang penulis tentukan adalah 100 responden karena mempertimbangkan keterbatasan – keterbatasan yang ada pada penulis, terutama soal waktu dan biaya.

  Pertanyaan - pertanyaan dalam kuesioner dibagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian pertama merupakan pertanyaan untuk mengetahui data tentang pribadi responden sedangkan bagian kedua berisi tentang jasa kredit yang di terima responden yang bersangkutan dengan besar kredit, guna kredit dan alasan – alasan pengajuan kredit. dan bagian ketiga berisi pertanyaan – pertanyaan mengenai sumber pendapatan responden dan besar pendapatan responden dari masing – masing usaha yang di jalankannya.

  Penulis menggunakan dua alat analisis, yaitu analisis persentase, untuk mengetahui gambaran karakteristik responden, Pengujian Dua Sampel Berpasangan (Paired Sampel T Test) untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata – rata laba usaha yang di terima sebelum dan sesudah responden melakukan pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo. serta untuk mengetahui perbedaan persepsi responden sebelum dan sesudah melakuan pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo bila dilihat dari karakteristik responden, dan Analisis Regresi Linear sederhana untuk mengetahui apakah rentang waktu kredit dan lama keanggotaan di C.U Lantang Tipo mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

a. Analisis Karakteristik Responden

  Dalam analisis ini, responden diklasifikasikan menurut jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, lamanya penggunaan menjadi anggota, dan frekuensi pinjaman dan kapan terakhir kali melakukan pinjaman.

  a. Jenis Kelamin Identitas responden berdasarkan jenis kelamin terdiri dari 2 kelompok, data responden berdasarkan jenis kelamin dapat ditunjukkan pada tabel V.1 berikut ini:

  Tabel V.1 Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase

  Laki-laki 61 61% Perempuan 39 39%

  Total 100 100% ( sumber : Data primer 2009 )

  Berdasarkan Tabel V.1 di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki yaitu berjumlah 61 (61%) responden dan sisanya berjumlah 39 (39%) adalah responden perempuan.

  b. Usia Identitas responden berdasarkan usia terdiri dari 5 kelompok, data responden berdasarkan usia dapat ditunjukkan pada tabel V.4 berikut ini:

  Tabel V.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia Jumlah Persentase

  17 – 25 Tahun 9 9% 26 – 35 Tahun

  36 36% 36 – 45 Tahun

  37 37% 46 – 50 Tahun

  17 17%

  > 50 Tahun

  1 1%

  Total 100 100% ( sumber : Data primer 2009 ) Berdasarkan Tabel V.2 di atas dapat dilihat bahwa responden didominasi oleh kelompok usia 36 – 40 tahun yaitu 37 (37%) responden, kemudian kelompok usia 26-35 tahun yaitu 36 (36%) responden,

  25 tahun 9 (9%) responden, dan kelompok usia > 50 tahun 1 (1%) responden.

  c. Pendidikan Terakhir Identitas responden berdasarkan pendidikan terkahir terdiri dari 6 kelompok, data responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat ditunjukkan pada tabel V.3 berikut ini:

  Tabel V.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase

  Lulusan SD 6 6% Lulusan SLTP 30%

  30 Lulusan SLTA 40 40% Lulusan Akademi 12 12% Perguruan Tinggi 12 12%

  Lain – lain 0% Total 100 100%

  (sumber : kuesioner diolah) Berdasarkan Tabel V.3 di atas dapat dilihat bahwa responden didominasi oleh kelompok lulusan SLTA yaitu 40 (40%) responden, kelompok lulusan SLTP 30 (30%), lulusan akademi yaitu 12 (12%), responden Perguruan Tinggi yaitu 12 (12%) responden,kemudian kelompok lulusan SD 6 (6%) responden. d. Pekerjaan Identitas responden berdasarkan pekerjaan terdiri dari 11 kelompok, data responden berdasarkan pekerjaan dapat ditunjukkan pada tabel V.4 berikut ini:

  

Tabel V.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan Jumlah Persentase

  Pegawai Negeri 12%

  12 Pegawai Swasta 35%

  35 Guru 1%

  1 Buruh 1%

  1 Pedagang 32 32% Restoran 1 1% Pemilik perusahaan 3 3% Pemilik jasa 3 3% perbengkelan Pemilik perkebunan 11 11% Lain -lain 1 1% Total 100 100%

  ( sumber : Data primer 2009 ) Berdasarkan Tabel V.4 di atas dapat dilihat bahwa responden didominasi oleh kelompok pegawai swasta yaitu 35 (35%) responden, kemudian kelompok pedagang yaitu 32 (32%) responden, kelompok pemilik perkebunan 11 (11%) responden, kemudian kelompok pemilik jasa perbengkelan dan kelompok pemilik perusahaan masing – masing berjumlah 3 (3%) responden dan terakhir kelompok guru, buruh, restoran dan lain – lain masing – masing berjumlah 1 ( 1% ) responden. e. Pekerjaan sampingan Identitas responden berdasarkan pekerjaan sampingan terdiri dari 5 kelompok, data responden berdasarkan pekerjaan sampingan dapat ditunjukkan pada tabel V.5 berikut ini:

  

Tabel V.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Sampingan

Pekerjaan Jumlah Persentase

  Pemilik Perkebunan 16 16% Pedagang

  12%

  12 Pemilik Lahan 3%

  Pertanian

  3 Pemilik Perusahaan 1%

  1 Tidak ada 68 68% Total 100 100%

  (sumber : Data Primer 2009) Berdasarkan Tabel V.5 di atas dapat dilihat bahwa responden didominasi oleh kelompok responden tidak berpekerjaan sampingan yaitu

  68 (68%) responden, kemudian kelompok pemilik perkebunan yaitu 16 (16%) responden, kelompok pedagang 12 (12%) responden, kelompok pemilik lahan pertanian 3 (3%) responden, kemudian kelompok pemilik perusahaan 1 ( 1% ) responden.

  f. Lama Keanggotaan Identitas responden berdasarkan lama keanggotaan dari 3 kelompok, data responden berdasarkan lama keanggotaan dapat ditunjukkan pada tabel V.6 berikut ini:

  Tabel V.6 Karakteristik Responden Lama Keanggotaan Lama keanggotaan Jumlah Persentase

  < 5 Tahun 30 30% 5 – 10 Tahun 56%

  56 > 10 Tahun 14 14%

  Total 100 100% (sumber : Data Primer 2009)

  Berdasarkan Tabel V.6 di atas dapat dilihat bahwa responden didominasi oleh kelompok yang telah menjadi anggota C.U Lantang Tipo selama 5 – 10 Tahun yaitu 56 (56%) responden, kemudian kelompok < 5 Tahun yaitu 30 (30%) responden, kelompok pegawai swasta 25 (25%) responden, kemudian kelompok > 10 Tahun 14 (14%) responden.

  g. Bayaknya melakukan pengajuan kredit selama menjadi anggota Identitas responden berdasarkan Bayaknya melakukan pengajuan kredit selama menjadi anggota dari 3 kelompok, data responden berdasarkan banyaknya melakukan pengajuan kredit selama menjadi anggota dapat ditunjukkan pada tabel V.7 berikut ini

  Tabel V.7 Bayanknya melakukan pinjaman selama menjadi anggota

  Lama usia keanggotaan Total Frekuensi pengajuan 5 – 10 > 10 kredit < 5 tahun tahun tahun %

  < 5 kali

  29

  31

  1

  61 5 – 10 kali

  1

  25

  8

  34 > 10 kali

  5

  5 Total

  30

  56 14 100 Berdasarkan Tabel V.7 di atas dapat dilihat bahwa 61 (61%) responden melakukan pengajuan kredit < 5 kali selama menjadi anggota C.U Lantang Tipo. 34 (34%) responden melakukan pengajuan kredit 5 - 10 kali, kemudian 5 (5%) responden melakukan pengajuan kredit > 10 kali.

  h. Rentang waktu terakhir mengajukan pinjaman Identitas responden berdasarkan rentang waktu terakhir mengajukan pinjaman selama menjadi anggota dari 3 kelompok, data responden berdasarkan rentang waktu terakhir mengajukan pinjaman selama menjadi anggota dapat ditunjukkan pada tabel V.8 berikut ini

  Tabel V.8 Rentang waktu terakhir peminjaman kredit.

  Lama usia keanggotaan

  < 5 5 - 10 > 10 Total

  Terakir meminjam tahun tahun tahun ( % )

  < 1 thn yg lalu

  19

  31

  6

  56 1 - 3 thn yg lalu

  11

  25

  8

  44 Total

  30

  56 14 100

  sumber : Data Primer, 2009 Dari tabel V.8 dapat dilihat 56% atau 56 responden mengajukan pinjaman kredit terakhir kurang dari 1 tahun yang lalu. Dan 44% atau 44 lalu, serta tidak ada responden yang terakhir mengajukan pinjaman kredit lebih dari tiga tahun yang lalu. i. Penyebab Penurunan Laba Usaha

  Identitas responden berdasarkan penyebab penurunan laba usaha selama menjadi anggota dari 4 kelompok, data responden berdasarkan penyebab penurunan laba usaha selama menjadi anggota dapat ditunjukkan pada tabel V.9 berikut ini

  Tabel V.9 Faktor penyebab penurunan pendapatan Masalah Jumlah Persentase Tidak ada 88 88% Konsumen Menurun 5 5% Krisis Global 4 4% Lain – lain 3 3% Total 100 100%

  Sumber : Data primer 2009 Dari tabel V.9 dapat disimpulkan bahwa sebagian besar atau 88% responden tidak mengalami penurunan pendapatan selama menjadi anngota C.U Lantang Tipo sedangkan responden mengalami penurunan laba lebih disebabkan konsumen menurun 5% krisis global 4% dan alasan lainnya 3%.

b. Pola pinjaman di Kredit Union lantang tipo.

  a. Produk pinjaman dan banyaknya menggunakan layanan kredit di C.U Lantang Tipo.

  Tabel V.10 Jenis Produk pinjaman

Banyak melakukan

Guna kredit pinjaman Total

  < 5 5 - 10 kali kali > 10 kali % Konsumtif

  6

  5

  2

  13 Produktif

  55

  29

  3

  87 Total

  61

  34 5 100

  sumber : Data Primer, 2009 Dari tabel V.10 dapat dilihat bahwa produk pinjaman kredit yang bersifat konsumtif diakses oleh anggota yang menjadi responden sebanyak

  13 orang atau 13 % yang terdiri atas 6 % kurang dari 5 kali, 5 % antara 5 - 10 kali, dan 2 % lebih dari 10 kali diakses oleh anggota. Produk pinjaman kredit yang bersifat produktif diakses oleh anggota yang menjadi responden sebanyak 87 orang atau 87 % yang terdiri atas 55 % kurang dari 5 kali, 34 % antara 5 -10 kali, dan 5 % lebih dari 10 kali diakses oleh anggota C.U Lantang Tipo. b. Besar simpanan MUHUNT anggota

  Tabel V.11 Besar Simpana / Lama keanggotaan

  Besar simpanan Lama keanggotaan Total < 5 tahun

  5 - 10 tahun > 10 tahun

  < 50 juta

  18

  20 5 43% 50 - 100 juta

  8

  15 5 28% 100 - 150 juta

  3

  8 2 13% 150 - 200 juta 1 5 6% 200 - 250 juta

  5 2 7% > 250 juta 3 3%

  Total

  30

  56 14 100% Sumber : Data primer 2009

  Dari tabel V.11 dapat diketahui besar simpanan menurut golongan usia keanggotaan. Dari tabel diketahui bahwa rata – rata responden memiliki simpanan 43% kurang dari 50 juta rupiah. Dan paling sedikit meliliki simpanan di atas 250 juta. Dari data juga dapat diketahui sebagian besar responden telah menjadi anggota C.U selama 5 – 10 tahun karena lebih dari separuh responden berada di antara rentang usia ini dengan besar simpanan bervariasi. c. Usia dan Laba usaha

  Tabel V.12 Pesebaran usia dan laba usaha / bulan

  Usia Total Dalam Rupiah 17 - 25 26 - 35 36-45 46 - 55 > 50 laba < 20 jt

  8

  18

  10

  10

  1

  47 20 - 40jt

  1

  9

  9

  2

  21 40 - 60jt

  3

  8

  4

  15 60 - 80jt

  1

  5

  6 80 -100jt

  1

  1

  2 > 100 jt

  4

  4

  1

  9 Total

  9

  36

  37

  17 1 100 (Sumber: data primer.2009 )

  Dari tabel V.12 dapat diketahui persebaran laba usaha menurut golongan usia. Dari tabel diketahui bahwa rata – rata responden memiliki laba usaha atau 47% berlaba kurang dari 20 juta rupiah. Dan paling sedikit memiliki laba usaha antara 80 – 100 juta. Dari data juga dapat diketahui usia produktif responden adalah antara usia 26 – 35 dan 36 – 45 tahun karna lebih dari separuh responden berada di antara rentang usia ini dengan besar laba usaha yang bervariasi. d. Produk pinjaman dan Besar pinjaman.

  Tabel V.13

Produk pinjaman dan besar pinjaman yang di akses.

  Besar pinjaman Total

  40,01 jt 80,01 Jt 120,01 - > 160 Guna kredit < 40 jt - 80 jt - 120 Jt 160 Jt Jt

  konsumtif

  6

  3

  2

  1

  1

  13 produktif

  39

  22

  12

  5

  9

  87 Total

  45

  25

  14

  6 10 100

  ( Sumber : data primer 2009) Dari tabel V.13 dapat di ketahui bentuk pola peminjaman di C.U

  Lantang Tipo berdasarkan besar dan guna pinjaman sebayak 87 responden atau 87 % mengunakan produk kredit yang bersifat produktif. Ini menunjukan bahwa lebih dari separuh anggota C.U Lantang Tipo benar – benar memanfaatkan akses yang ada untuk mengembangkan diri dan usaha mereka demi meningkatkan kesejahteraan masing – masing.

  e. Jenis produk pinjaman dan jangkawaktu pinjaman

  Tabel V.14 Produk pinjaman dan lama pinjaman

  Lama pinjaman Tot

  < > 13 - 25 - 37 - 49 -

13 B

  60 B B B B B ln ln ln ln

  24

  36

  48

  60 ln ln

  Guna Kredit Konsumtif

  1

  4

  3

  2

  3

  13 Produktif

  2

  9

  37

  35

  2

  2

  87 Total

  3

  9

  41

  38

  4 5 100 (Sumber : Data primer 2009)

  • – 4 tahun atau 25 – 36 bulan diakses oleh 41% responden dan 37 – 48 bulan atau 38%. Dan akses kredit paling sedikit di akses adalah kredit dengan rentang waktu 0 – 12 bulan atau 1 tahun yaitu hanya 3 % dari total responden.
    • 120 Jt 120,01 - 160 Jt > 160

  11

  % ( Sumber : Data Primer 2009 )

  45% 25% 14% 6% 10% 100

  1 2 5% Total

  1

  1

  2 1 4% > 60 Bln

  1

  4 6 38% 49 - 60 Bln

  9

  7

  12

  1 1 41% 37 - 48 Bln

  3

  25

  Dari tabel V.14 dapat diketahui sebagian besar responden mengakses pinjaman dengan rentang waktu menengah atau sedang yaitu 2

  4 1 9% 25 - 36 Bln

  4

  Bln

  3 3% 13 - 24

  < 13 Bln

  L am a P inj ama n

  Jt

  80,00 jt 80,01 Jt

  < 40 jt 40,01 jt -

  Besar pinjaman Total

  Dalam juta Rupiah

  Tabel V.15 Besar pinjaman dan lama pinjaman

  f. Besar pinjaman dan jangka waktu kredit.

  Dari tabel V.15 dapat disimpulkan bahwa hampir setengah dari total responden atau 45% mengakses kredit dengan kisaran di bawah 40 juta rupiah. Sedangkan yang responden paling sedikit atau 6 % mengakses kredit 120 juta – 160 juta. Hal ini menunjukan sebaian besar responden atau 45% dari total responden mengakses kredit dengan jumlah yang tidak besar atau sangat rendah.

  g. Konsistensi alasan dan penggunaan kredit

  6

  14

  34

  17

  7 Total

  2

  2

  1

  1

  1

  6 Lain - lain

  1

  5

  63 Membeli kendaraan

  4

  15

  Tabel V. 16 Konsistensi alasan dan penggunaan kredit.

  3

  32

  3

  12 Mengembangkan usaha

  9

  1

  2

  12 Perawatan Kebun

  1

  11

  Tot Membeli lahan Perkebunan

  P er aw at an K ebun M enge m ba ngka n us aha be li ke nda ra an la innya

  be li l aha n pe rke buna n st ok ba ra ng da ga ng

  Praktek penggunaan kredit Alasan utama meminjam

  17 11 7 100 Sumber. Data primer 2009 Dari tabel V.16 dapat disimpulkan bahwa tingkat kosistensi antara alasan pengajuan kredit dan pengunaan kredit setiap responden cukup konsisten dengan alasan pertama dalam pengajuan kredit. Hal ini dapat dilihat di buktikan dengan data yang terdapat pada tabel 5.13 yang ditandai dengan angka yang bercetak tebal dan miring. Dapat disimpulkan kecilnya jumlah penyimpangan penggunaan kredit yang dilakukan responden menunjukan tingginya konsistensi alasan utama pengajuan kredit responden terhadap penggunaan kredit yang sesungguhnya. h. Masalah yang di hadapi setiap responden dalam usaha dan apakah melalui kredit dapat diselesiakan.

  Tabel V.17 Masalah dalam usaha

  terselesaikan Total Masalah Ya %

  Daya beli masyarakat

  14

  14 menurun Harga pupuk mahal dan

  11

  11 langka Harga sawit tidak stabil

  10

  10 Keterbatasan modal

  12

  12 Stock barang dagan kurang

  13

  13 Hutang konsumen

  4

  4 Lain – lain

  21

  21 Tidak ada

  15

  15 Total 100 100 ( Sumber : data primer 2009 ) Dari tabel V.17 dapat disimpulkan menurut responden semua masalah yang dihadapi responden dalam setiap bidang usaha yang mereka geluti dapat diselesaikan dengan kredit yang diakses dari C.U Lantang Tipo. i. Perbandingan penyelesaiannya masalah dan keberatan anggota dengan kredit yang di akses.

  Tabel V.18 Perbandingan penyelesaiannya masalah dan keberatan anggota terhadap kredit yang di akses Keberatan Masalah terselesaikan Total Ya Tidak Ya

  

1

  1 Tidak

  

99

  99 Total 100% 100%

  ( Sumber Data primer 2009 ) Dari tabel V.18 dapat disimpulkan responden berpendapat bahwa kredit di C.U Lantang Tipo mampu menyelesikan masalah dalam usaha yang mereka geluti dan tidak meberatkan ke adan keuangan responden. Ini dapat dibuktikan dengan hanya 1 responden yang menyatakan keberatan dengan angsuran kredit dari total 100 responden. Ini membuktikan bahwa kredit dari C.U menjadi solusi efektif dari masalah yang di hadapi usaha yang dijalankan responden. j. Usaha serta tingkat laba sebelum mengakses kerdit di C.U Lantang Tipo.

  

Tabel V.19

Usaha dan tingkat laba.

  Laba sebelum mengakses kredit Total Usaha Tinggi Sedang Rendah %

  Pedagang

  1

  31 18 50% Restoran 2 2% Perusahaan

  2 2 4% Pertanian

  1 3 4% Jasa perbengkelan 2 2% Perkebunan

  12 23 35% Lain - lain

  2 1 3% Total ( % ) 1% 52% 47% 100%

  (Sumber : data primer 2009) Dari tabel V.19 dapat disimpulkan sebagian besar responden memiliki usaha produktif dengan besar laba sedang 52% dan rendah 47% dan tinggi 1 % sebelum mengakses dana kredit di C.U Lantang Tipo. k. Perbandingan laba usaha sebelum dan sesudah mengakses kredit

  

Tabel V.20

Perbandingan Laba.

  Laba sesudah mengakses kredit Total Laba sebelum kredit Tinggi Sedang Rendah % Tinggi 1 1%

  Sedang

  46 6 52% Rendah

  10

  36 1 47% Total (%) 57% 42% 1% 100

  ( Sumber : data primer 2009 ) Dari tabel V.20 dapat dilihat perubahan secara signifikan terjadi terhadap laba yang diperoleh responden setelah mengakses kredit di C.U

  Lantang Tipo. Hal ini dapat dibuktikan dengan perubahan dari 100 responden, terdapat responden yang berlaba tinggi sebayak 57 orang atau 57% dari sebelumnya 1% dan terdapat penurunan responden yang berlaba sedang dari sebelumya 52 % menjadi 42 %. Serta peningkatan yang sangat signifikan pada responden pada tingkat laba rendah yang sebelumnya 47% menciut menjadi 1%.

  l. Perbedaan Laba sebelum dan sesudah kredit

  1. Analisis Perbedaan laba usaha anggota Credit union Lantang Tipo sebelum dan sesudah mengunakan jasa pinjaman.

  Dalam menganalisis ada dan tidaknya perbedaan laba usaha anggota Credit Union Lantang Tipo sebelum dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo maka penulis menggunakan Paired Sampel T Test atau Pengujian dua Sampel Berpasangan. Pada analisis data ini penulis menggunakan SPSS dalam perhitungannya.

  Langkah – langkah analisis :

  • Hipotesis yang akan diuji :

  Ho : Tidak Ada peningkatan secara signifikan antara laba usaha anggota Credit Union Lantang Tipo sebelum mengunakan jasa pinjaman kredit dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo dilihat dari laba usaha.

  Ha : Ada peningkatan secara signifikan antara laba usaha anggota Credit Union Lantang Tipo sebelum mengunakan jasa pinjaman kredit dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo dilihat dari laba usaha.

  • Menentukan t hitung dan t tabel :

  Pada tabel distribusi t dicari pada α = 5 % : 2 = 2,5 % (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) n – 1.

  • Kriteria pengujian :

  Ho diterima jika – t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel Ho ditolak jika – t hitung < - t tabel atau t hitung > t tabel Berdasarkan probabilitas : Ho diterima jika P value > 0,05 Ho ditolak jika P value < 0,05 Hasi perhitungan mengunakan ada dan tidaknya perbedaan laba usaha anggota Credit Union Lantang Tipo sebelum dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo mengunakan Paired Sampel T Test atau Pengujian dua Sampel Berpasangan.

  Paired Sampel Test. Tabel. V.21

  Pair 1 Laba sebelum – laba sesudah

  Paired Differences

  Mean

  • 738942.500 Std. Deviation 2619450.088 Std. Error Mean 261945.009 95% Confidence Interval of the Difference

  Lower

  • 1258698.227

  Upper -219186.773 t

  • 2.821 df

  99 Sig. (2-tailed) .006 Dari tabel V.21 Nilai - t hitung < - t tabel ( - 2,821 < -1,984

  ) dan P value (0,006 < 0,05 ) maka Ho ditolak. Dengan demikian maka hipotesis yang menyatakan ada peningkatan secara signifikan antara laba usaha anggota Credit Union Lantang Tipo sebelum mengunakan jasa pinjaman kredit dan sesudah menggunakan jasa pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo dilihat dari laba usaha dapat di terima.

  Paired Samples Statistics Tabel. V.22

  Mean N Pair 1 Laba

  2.340.220,00 100 sebelum Laba

  3.079.162,50 100 sesudah ( sumber : Data primer 2009 )

  Bila dilihat dari tabel V.22, rata – rata pendapatan laba usaha sebelum mengakses kredit adalah Rp 2.340.220.00, sedangkan rata – rata pendapatan laba setelah mengakses kredit adalah Rp 3.079.162.50, dan terdapat t hitung yang bernilai negatif ( -2,821 ) pada tabel V.21 ini menunjukan rata – rata laba sebelum responden mengakses kredit adalah lebih rendah dari rata – rata laba sesudah mengakses kredit. Ini semakin memperkuat asumsi bahwa terdapat peningkatan secara signifikan antara laba usaha anggota Credit Union Lantang Tipo sebelum mengunakan jasa pinjaman kredit dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo di lihat dari laba usaha.

  m. Pengaruh Kredit Terhadap Tingkat Kesejahteraan a. Bagaimana besar kredit, panjang masa kredit, lama keanggotaan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat.

  Dalam menganalisis bagaimana panjang masa kredit, lama keanggotaan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat maka penulis menggunakan Analisis Regersi linear berganda. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui arah hubungan antara variable independent dan dependen apakah positif atau negatif dan memprediksi nilai variable dependen apa bila variable independent mengalamai kenaikan atau penurunan. Pada analisis data ini penulis menggunakan SPSS dalam perhitungannya. Dari Hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS for

  Windows ver 12.0 diperoleh hasil sebagai berikut :

  Tabel V.23 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

  

Coefficients(a)

Standardized Model Unstandardized Coefficients Coefficients t Sig.

  B Std. Error Beta 1 (Constant)

  • -25441188.590 30266396.126 -.841 .403

  14.96 Besar pinjaman 1.209 .081 .833 .000

  5 389078.010 571241.352 .038 .681 .497

  lama pinjaman

  Lama keanggotaan 10458734.023 11087539.605 .051 .943 .348

C.U

  a Dependent Variable: simpan

  ( data Primer : 2009 diolah )

  Berdasarkan tabel tersebut diperoleh persamaan regresi berganda

  :

  yaitu sebagai berikut Y = – 25.441.188,590 + 1,209 X

  1 + 389.078,010 X 2 + 10.458.734,023 X

  3 Konstanta sebesar – 25.441.188,590 mengindikasikan bahwa jika

  variabel X

  1 , X 2 sampai dengan dengan X 3 dianggap konstan atau nol,

  maka nilai Y bernilai – 25.441.188,590

1. Uji Asumsi Klasik

  Pengujian penyimpangan asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah persamaan regresi layak atau tidak digunakan.

  Pengujian ini untuk memenuhi beberapa asumsi-asumsi sebagai berikut :

  a. Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas

  Tabel V.24 Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas Coefficients(a)

  Collinearity Statistics

  Tolerance

  VIF Besar pinjaman

  .929 1.076 Lama pinjaman

  .940 1.064 Lama keangotaan C.U

  .987 1.013 a Dependent Variable: totincome Berdasarkan tabel V.24 dapat dilihat, jika menggunakan alpha / besar VIF hitung (VIF pinjaman = 1,076, VIF Lama keangotaan C.U= 1,013, VIF lama pinjaman = 1,064, < VIF = 20 dan Tolerance = 1/VIF = 1/20 = 0,05 atau 5 % (Tolerance Besar Pinjaman = 0,929 atau 92,9%, Tolerance lama pinjaman = 0,940 atau 94%, dan, Tolerance lama keanggotaan C.U = 0,987 atau 98,7% semuanya diatas 5%, maka dapat disimpulkan bahwa antar variabel bebas tidak terjadi multikolinieritas.

  b. Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas

  Gambar V.1 Hasil Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas

  Berdasarkan analisis hasil uji output SPSS (gambar scatterplot) didapat titik-titik tidak menyebar atau berkumpul di atas titik origin (angka

  0) sumbu Y, dan tidak mempunyai pola yang teratur, jadi variabel bebas tidak terjadi heteroskedastisitas atau bersifat homoskedastisitas.

  c. Uji Asumsi Klasik Normalitas

  Gambar V.2

  Hasil Uji Asumsi Normalitas Histogram

  Gambar V.3 Hasil Uji Asumsi Normalitas P-P Plot

  Berdasarkan hasil grafik histogram didapatkan garis kurva normal,

  normal probability plots menunjukkan berdistribusi normal, karena garis

  (titik-titik) mengikuti garis diagonal. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda dikatakan baik.

2. Pengujian Hipotesis

  Pengujian hipotesis ini digunakan untuk mengetahui apakah faktor besar pinjaman (X

  1 ), lama pinjaman (X 2 ), dan lama keanggotaan (X 3 ).

  berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan anggota di C.U Lanatang Tipo yang di lihat dari peningkatan Simpanan ( Saving for Wealth ).

a. Uji F

  Uji F dilakukan untuk menjawab hipotesis ketiga yaitu apakah faktor besar pinjaman (X

  1 ), lama pinjaman (X 2 ), lama keanggotaan

  (X

  3 ), berpengaruh meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat

  yang dilihat dari peningkatan Simpanan masa depan ( Saving for Wealth )..

  Hasil F hitung diperoleh dengan bantuan program SPSS for

  Windows ver 12.0 yaitu sebagai berikut (data terlampir) :

  1) Menentukan F hitung : Dimana : F = nilai F hitung k = jumlah variabel independen n = jumlah sample dari output analisis regresi dapat diketahui nilai F sebagai berikut. Dari tabel anova di ketahui nilai F hitung adalah 83,707. ( data Terlampir )

  2) Menetukan F :

  tabel

  Taraf signifikansi (α) 5 %, derajat kebebasan (df) untuk F tabel = n-k-1 = 100-3-1=96.

  Jadi nilai F tabel = α ; k ; n-k-1

  = 0,05 ; 3 ; 100-3-1 = 0,05 ; 3 ; 96 = 2,699 (F tabel terlampir)

  3) Kriteria pengujian hipotesis

  a) Jika F hitung tabel (0,05 ; 3 ; 96), maka H diterima dan Ha ≤ F ditolak.

  b) Jika F > F (0,05 ; 3 ; 96), maka H ditolak dan Ha

  hitung tabel diterima.

  Dari hasil perhitungan didapatkan F hitung = 83,707 > F tabel = 2,699, maka dapat dikatakan bahwa H ditolak dan H a diterima. Hal ini dapat diartikan bahwa hipotesis ke empat dalam penelitian ini yang menyebutkan faktor besar pinjaman (X ), lama pinjaman (X ), lama

  1

  2

  keanggotaan (X

  3 ). secara simultan berpengaruh terhadap besar simpanan ( Saving for Wealth ). (Y) yang berpengaruh positif dalam meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat dapat diterima.

b. Uji t

  Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah faktor besar pinjaman (X ), lama pinjaman (X ), lama keanggotaan (X ) secara parsial

  1

  2

  3

  berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat ( Saving for Wealth ).

  1) Menguji apakah faktor kelompok acuan (X

  1 ) berpengaruh positif terhadap Simpanan ( Saving for Wealth ) (Y).

  Langkah-langkah sebagai berikut :

  a) Menyusun hipotesis H : Secara parsial tidak ada pengaruh besar pinjaman terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

  H a : Secara parsial ada pengaruh besar pinjaman terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

  b) Memutuskan menerima atau menolak hipotesis Nilai t tabel dapat diketahui dengan derajat kebebasan

  (df) 100-1 = 99 pada tabel = 1,660. t hitung = α = 5% diperoleh t

  14,965 > t tabel = 1,660 atau P-value 0,000 < 0,05, maka H ditolak dan H diterima, yang atrinya Secara parsial ada

  a

  pengaruh besar pinjaman terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

  2) Menguji apakah faktor lama pinjaman (X

  2 Langkah-langkah sebagai berikut :

  ) berpengaruh positif terhadap Simpanan ( Saving for Wealth ) (Y).

  a) Menyusun hipotesis H : Secara parsial tidak ada pengaruh lama pinjaman terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

  H a

  b) Memutuskan menerima atau menolak hipotesis : Secara parsial ada pengaruh lama pinjaman terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

  Nilai t tabel dapat diketahui dengan derajat kebebasan (df) 100-1 = 99 pada

  α = 5% diperoleh t tabel = 1,660. t

  hitung

  = 0,681 < t tabel = 1,660 atau P-value 0.497 > 0,05, maka H a ditolak dan H

  3) Menguji apakah faktor lama keanggotaan (X diterima, artinya Secara parsial tidak ada pengaruh lama pinjaman terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

  3 Langkah-langkah sebagai berikut :

  ) berpengaruh positif terhadap simpanan ( Saving for Wealth ) (Y).

  a) Menyusun hipotesis H : Secara parsial tidak ada pengaruh lama keanggotaan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. H a : Secara parsial ada pengaruh lama keanggotaan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. b) Memutuskan menerima atau menolak hipotesis Nilai t tabel dapat diketahui dengan derajat kebebasan (df)

  100-1 = 99 pada tabel = 1,660. t hitung = 0,943 α = 5% diperoleh t

  < t tabel = 1,660 atau P-value 0,348 > 0,05, maka H diterima dan H a ditolak, Secara parsial tidak ada pengaruh lama keanggotaan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

C. Pembahasan

  Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan. maka penulis melakukan pembahasan sebagai berikut : Hasil analisis data dengan cara persentase dan perhitungan kuantitas adalah sebagai berikut :

1. Analisis Persentase

  • Sebanyak 61% dari jumlah responden (100 orang) adalah pria dan antara 39 orang lainya wanita. ( Tabel V.1 )
  • Sebagian besar responden berusia antara 36 – 45 tahun yaitu sebanyak 37 %, antara 26 – 35 tahun tedapat sebayak 36%, antara 46 – 55 sebayak 17%, antara 17 – 25 tahun sebayak 9% dan di atas 55 tahun 1%. ( Tabel V.2 )
  • 6% dari total Responden berpedidikan Sekolah Dasar, yang terdiri atas 1 orang pria dan 5 orang wanita. Keudian 30% dari total responden dengan pendidikannya setingkat SMP, yang terdiri atas
pendidikan setara SMU berjumlah 40% dari total responden, yang terdiri atas 31 pria dan 9 wanita. Responden dengan pendidikan terakhir diploma dan sarjana berbagi posisi berimbang dengan masing - masing total 12 orang atau 12% dari total responden, dimana pada setara diploma terdiri atas 6 pria dan 6 wanita, sedangkan sarjana terdiri atas 5 pria dan 7 wanita. Ini memberi gambaran latar belakang anggota Credit Union Lantang Tipo terdiri atas berbagai tingkatan pendidikan. ( Tabel V.3 )

  • Responden terbayak adalah dari agama Katolik dengan jumlah 66 orang atau 66% , agama Islam dengan 15 % dan Protestan 14 % ,serta Budha 4 % dan lain – lain 1%. Ini menunjukan bahwa keberadaan C.U Lantang tipo dapat diterima semua golongan dan terbuka bagi siapa saja untuk manjadi anggotanya. ( Tabel V.3 )
  • Sebagian besar responden 35% berprofesi sebagai Pegawai swasta,

  32% responden berprofesi sebagai pedagang, 12 % responden berprofesi sebagai pegawai negeri, responden 11% berprofesi sebagai pemilik perkebunan, 3% responden berpropesi sebagi pemilik jasa perbengkelan dan pemilik perusahaan, dan masing – masing 1% responden berprofesi sebagai guru, buruh, pemilik restoran dan usaha lainnya. ( Tabel V.4 )

  • 68% dari total responden atau 68 orang tidak memiliki pekerjaan sampingan. 32% lainnya memiliki pekerjaan sempingan yang terdiri
sebagai pemilik lahan pertanian dan 1% sebagai pemilik perusahaan. ( Tabel V.5 )

  • sebanyak 56% responden telah menjadi anggota C.U antara 5 – 10 tahun dan 31% merupakan anggota baru yang usia keanggotaan kurang dari 5 tahun dan serta anggota lama sebanyak 14 % yang rata – rata telah lebih dari 10 tahun menjadi anggota C.U Lantang Tipo. ( Tabel V.6 )
  • 56%, responden telah menjadi anggota C.U Lantang Tipo antara 5 – 10 tahun, 30% responden yang belum mencapai 5 tahun keanggotaan, dan 14% yang telah menjadi anggota C.U Lantang Tipo di atas 10 tahun. ( Tabel V.7 )
  • 61% melakukan pinjaman kurang dari lima kali, 34% responden yang telah melakukan pinjaman kredit sebayak 5 – 10 kali selama menjadi anggota, serta 5% melakukan pinjaman kredit lebih dari 10 kali. ( Tabel V.8 )
  • 56% atau 56 responden mengajukan pinjaman kredit terakhir kurang dari 1 tahun yang lalu. Dan 44% atau 44 responden mengajukan pinjaman kredit terakhir antara 1 -3 tahun yang lalu, serta tidak ada responden yang terakhir mengajukan pinjaman kredit lebih dari tiga tahun yang lalu. ( Tabel V.9 )
  • Peningkatan laba sebagian besar di sebabkan oleh kredit yang diberikan oleh C.U Lantang Tipo yaitu sebesar 31%. Sedangkan
penyebab peningkatan terkecil adalah ketersediaan stock dagang dalam jumlah banyak yaitu 4%.( Tabel V.10 )

  • 88% responden tidak mengalami penurunan pendapatan selama menjadi anggota C.U Lantang Tipo sedangkan responden mengalami penurunan laba lebih disebabkan oleh konsumen menurun 5% krisis global 4% dan alasan lainya 3%. ( Tabel V.11 ) 2. Crosstabs.
  • Produk pinjaman kredit yang bersifat konsumtif diakses oleh anggota yang menjadi responden sebanyak 13 % dari total 100 responden yang terdiri atas 6 % kurang dari 5 kali, 5 % antara 5 - 10 kali, dan 2 % lebih dari 10 kali. Produk pinjaman kredit yang bersifat produktif di akses responden sebanyak 87% yang terdiri atas 55 % kurang dari 5 kali, 34 % antara 5 -10 kali, dan 5 % lebih dari 10 kali. ( Tabel V.12 )
  • Besar simpanan menurut golongan usia keanggotaan diketahui bahwa 43% responden memiliki simpana kurang dari 50 juta rupiah. Dan paling sedikit atau 3% dari responden memiliki simpanan di atas 250 juta. Dari data juga dapat diketahui sebagian besar responden telah menjadi anggota C.U selama 5 – 10 tahun karena lebih dari separuh responden berada diantara rentang usia ini dengan besar simpanan bervariasi. ( Tabel V.13 )
  • Persebaran laba usaha menurut golongan usia. Dari tabel diketahui bahwa rata – rata responden memiliki laba usaha atau 47% berlaba kurang dari 20 juta rupiah. Dan paling sedikit meliliki laba usaha antara 80 – 100 juta. Dari data juga dapat diketahui usia produktif responden adalah antara usia 26 – 35 dan 36 – 45 tahun karna lebih dari separuh responden berada di antara rentang usia ini dengan besar laba usaha yang bervariasi. ( Tabel V.14 )
  • Pola peminjaman kredit di C.U Lantang Tipo berdasarkan besar dan guna pinjaman sebayak 87 responden atau 87 % mengunakan produk kredit yang bersifat produktif. ( Tabel V.15 )
  • 41% responden mengakses pinjaman dengan rentang waktu menengah atau sedang yaitu 2 – 4 tahun atau 25 – 36 bulan dan 37 – 48 bulan sebanyak 38%. Dan akses kredit paling sedikit diakses adalah kredit dengan rentang waktu 0 – 12 bulan atau 1 tahun yaitu hanya 3 % dari total responden. ( Tabel V.16 )
  • 45% responden mengakses kredit dengan kisaran di bawah 40 juta rupiah. Sedangkan yang responden paling sedikit atau 6 % mengakses kredit antara 120 juta sampai 160 juta. Hal ini menunjukan sebaian besar responden atau 45% dari total responden mengakses kredit dengan jumlah kecil atau kredit usaha mikro.
  • Menurut responden semua masalah yang dihadapi responden dalam setiap bidang usaha yang mereka geluti dapat diselesaikan dengan

  • 99% responden berpendapat bahwa kredit di C.U Lantang Tipo mampu menyelesikan masalah dalam usaha yang mereka geluti dan tidak meberatkan keadan keuangan responden. ( Tabel V.18 )
  • 52% responden memiliki usaha produktif dengan besar laba usaha sedang, serta 47% dengan laba usaha rendah dan 1 % berlaba tinggi sebelum menakses dana kredit di C.U Lantang Tipo. ( Tabel V.19 )
  • Dari 100 responden setelah mengakses jasa kredit di C.U Lantang Tipo, terdapat 57% responden yang berlaba tinggi dari sebelumnya hanya 1% dan terdapat penurunan responden yang berlaba sedang dari sebelumya 52 % menjadi 42 %. Serta peningkatan yang sangat signifikan pada responden pada tingkat laba rendah yang sebelumnya 47% menciut menjadi 1%.( Tabel V.20 ) 3. Penjelasan Hipotesis Pertama.

  Hipotesis petama mengenai Credit Union Lantang Tipo mengutamakan pelayanan kepada masyarakat ekonomi rendah atau miskin.

  Fakta dilapangan dari tabel V.3 hanya 24% dari total responden yang berpendidikan Diploma dan Sarjana. Dari tabel V.11 diketahui bahwa 43% responden memiliki simpana kurang dari 50 juta rupiah. Pada tabel V.12. sebanyak 47% responden berlaba dibawah dari 20 juta rupiah, dari tabel V.13 dapat dilihat 45% responden mengakses kredit di bawah 40 juta Rupiah, hal ini dapat dikarenakan kecilnya rata-rata laba usaha yang didapat responden yaitu kurang dari 20 juta rupiah.

4. Penjelasan Hipotesis ke dua.

  Hipotesis ke dua bentuk pola pencaira dan pengunaan kredit di Credit Union Lantang Tipo adalah aman.

  Fakta di lapangan rata-rata responden mengakses kredit yang bersifat produktif dan memiliki simpanan kurang dari 50 juta rupiah. Rata- rata responden mengakses kredit di bawah 40 juta Rupiah dan memiliki laba usaha kurang dari 20 juta rupiah masih dapat ditoleransi dengan rata– rata kredit yang diakses responden.

  Dari Dari tabel V.16 dapat dilihat tingkat kosistensi antara alasan dan penggunan kredit sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bentuk pola pinjaman di Credit union Lantang tipo adalah aman.

  Masalah yang dihadapi responden dalam setiap bidang usaha yang mereka geluti dapat diselesaikan dengan kredit yang mereka akses dari C.U Lantang Tipo dengan tingkat keberatan akibat kredit hanya 1%.

  Rata-rata responden mengalami peningkatan pendapatan dari sedang ke tinggi setelah mengakses kredit di C.U Lantang Tipo. Hal ini dapat dibuktikan bila dilihat dari tabel V.17, V.18 dan V.20.

  5. Analisis Uji Beda.

  Analisis Perbedaan laba usaha anggota Credit union Lantang Tipo sebelum dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo.

  Dalam menganalisis ada dan tidaknya perbedaan laba usaha anggota Credit union Lantang Tipo sebelum dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo maka penulis menggunakan

  Paired Sampel T Test atau Pengujian Dua Sampel Berpasangan, untuk

  mengetahui ada tidaknya perbedaan pendapatan laba jika dilihat pada sebelum dan sesudah mengakses jasa kredit di C.U Lantang Tipo.

  • Secara umun terdapat peningkatan secara signifikan antara laba usaha sebelum mengunakan jasa pinjaman kredit dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo dilihat dari laba usaha. Hal ini mencerminkan akses kredit dari C.U Lantang Tipo bila digunakan sebagai mana mestinya, sesuai kebutuhan dan dengan kedisiplinan yang tinggi oleh anggota, sehingga berguna meningkatkan laba usaha yang berujung pada peningkatan kesejahteraan.

  6. Uji Asumsi Klasik

  Berdasarkan tabel V.24 dapat disimpulkan bahwa antar variabel bebas tidak terjadi multikolinieritas. Berdasarkan analisis hasil uji output SPSS (Gambar V.1 scatterplot) didapat titik-titik tidak menyebar atau berkumpul di atas titik origin (angka 0) sumbu Y, dan tidak mempunyai pola yang teratur, jadi variabel bebas tidak terjadi heteroskedastisitas atau bersifat homoskedastisitas. Berdasarkan hasil grafik histogram (gambar V.2) didapatkan garis kurva normal, berarti data yang diteliti di atas berdistribusi normal, demikian juga dari normal probability plots (gambar V.3) menunjukkan berdistribusi normal, karena garis (titik-titik) mengikuti garis diagonal. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda dikatakan baik.

7. Regresi Linear Berganda

  Berdasarkan analisis data pada persamaan regresi berganda, maka penulis melakukan pembahasan sebagai berikut :

  1. Konstanta Nilai a (konstanta) sebesar -25.441.188,590 artinya Y = a, bila X

  1 ,

  X

  2 , X 3 , dianggap konstan atau sama dengan nol. Hal ini menunjukkan bila

  besar pinjaman (X ), lama pinjaman (X ), dan lama keanggotaan (X ),

  1

  2

  3

  sama dengan nol. maka nilai variabel besar simpanan total (Y) sebagi tolak ukur kesejahteraan masyarakat sebesar -25.441.188,590.

  • 25.441.188,590 adalah besar penuruna keadaan kesejahteraan masyarakat bila tidak melakukan aktifitas ber-C.U. ( menabung, menjadi anggota penuh, dan melakukan peminjaman )

  2. Koefisien regresi variabel besar pinjaman (X )

  1 Koefisien regresi menunjukkan slope (arah). Koefisien regresi variabel besar pinjaman yang dihasilkan adalah positif sebesar 1,209.

  Nilai ini artinya jika besar pinjaman meningkat sebesar 1 maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat sebesar 1,209. Hal ini berarti sejalan dengan temuan di depan bahwa besar pinjaman mampu meningkatkan kesejahteraan anggota C.U.

  3. Koefisien regresi variabel lama pinjaman (X

  2 )

  Koefisien regresi variabel masa pinjaman yang dihasilkan adalah positif sebesar 389.078,010. Nilai ini artinya jika lama pinjaman meningkat sebesar 1 maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat sebesar 389.078,010. Hal ini berarti kemapuan anggota memprediksi kemampuan diri dalam mengembalikan pinjaman menentukan peningkatan kesejahteraanya sendiri.

  4. Koefisien regresi variabel lama keanggotaan (X

  3 )

  Koefisien regresi variabel lama keanggotaan yang dihasilkan adalah positif sebesar 10.458.754,023. Nilai ini artinya bila lama keanggotaan meningkat sebesar 1 maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat sebesar 10.458.754,023. Hal ini berarti bahwa semakin lama orang terlibat di dalam C.U sebagai anggota maka semakin memiliki potensi untuk sejahtera.

5. Koefisien Determinasi

  Hasil analisis determinasi menunjukkan koefiesien determinasi R square sebesar 0,723 hal ini menunjukan bahwa 72,3% peningkatan simpana anggota C.U Lantang Tipo disebabkan oleh variasi besar pinjaman (X

  1 ), lama pinjaman (X 2 ), dan lama keanggotaan (X 3 ),

  sisanya 27,7% dipengaruhi oleh variable lain yang tidak diteliti. Variasi besar pinjaman (X

  1 ), lama pinjaman (X 2 ), dan lama keanggotaan (X 3 )

  secara simultan mampu mempengaruhi kesejahteraan masyarakat / laba usaha (Y) Nilai R Square yang tinggi sebesar 72,3% dapat di katakan bahwa hasil penelitan mendekati nilai yang sesungguhnya.

BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN Pada bab ini penulis menarik kesimpulan berdasarkan analisis dari bab

  sebelumnya. Penulis juga akan memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan. Selain itu penulis akan mengungkapkan keterbatasan dalam penulisan skripsi ini.

A. Kesimpulan

  Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka penulis mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Hipotesis petama mengenai Credit Union Lantang Tipo mengutamakan pelayanan kepada masyarakat ekonomi rendah atau miskin.

  Dari tabel V.3 hanya 24% responden yang berpendidikan Diploma dan sarjana.Dari tabel V.11 di ketahui bahwa 43% responden memiliki simpana kurang dari 50 juta rupiah. Pada tabel V.12. sebesar 47% responden berlaba kurang dari 20 juta rupiah, dari tabel V.13 dapat dilihat besar kredit yang diakses responden di bawah 40 juta Rupiah, hal dikarenakan kecilnya rata-rata laba usaha yang didapat responden yaitu kurang dari 20 juta rupiah.

  Sehingga dapat disimpulkan Credit Union Lantang Tipo masih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat ekonomi rendah atau miskin.

  2. Hipotesis kedua bentuk pola pencairan dan pengunaan kredit di Credit Union Lantang Tipo adalah aman.

  Rata-rata responden mengakses kredit yang bersifat produktif dan memiliki simpanan kurang dari 50 juta rupiah. Rata-rata responden mengakses kredit di bawah 40 juta rupiah dan memiliki laba usaha kurang dari 20 juta rupiah per bulan masih dapat ditoleransi dengan rata–rata kredit yang diakses responden.

  Dari Dari tabel V.16 dapat dilihat tingkat kosistensi antara alasan dan penggunan kredit sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bentuk pola pinjaman di Credit union Lantang Tipo adalah aman.

  Masalah yang dihadapi responden dalam setiap bidang usaha yang mereka geluti dapat diselesaikan dengan kredit yang mereka akses dari C.U Lantang Tipo dengan tingkat keberatan akibat kredit hanya 1%.

  Rata-rata responden mengalami peningkatan pendapatan dari sedang ke tinggi setelah mengakses kredit di C.U Lantang Tipo. Hal ini dapat dibuktikan bila dilihat dari tabel V.17, V.18 dan V.20.

  Sehingga dapat disimpulkan bentuk pola pencairan dan pengunaan kredit di Credit union Lantang Tipo adalah aman.

  3. Hipotesis ketiga Hasil analisis data menunjukkan bahwa Rata – rata laba sebelum responden mengakses kredit adalah lebih rendah dari rata – rata laba sesudah mengakses kredit yang berarti terjadi peningkatan laba usaha yang singnifikan setelah responden mengakses kredit.

  Secara umun terdapat peningkatan secara signifikan antara laba usaha sebelum mengunakan jasa pinjaman kredit dan sesudah mengunakan jasa pinjaman kredit di Credit Union Lantang Tipo dilihat dari laba usaha.

  Hal ini mencerminkan akses kredit dari C.U Lantang Tipo digunakan sebagai mana mestinya, sesuai kebutuhan dan dengan ke disiplinan yang tinggi oleh anggota, sehingga meningkatkan laba usaha yang berujung pada peningkatan kesejahteraan.

  4. Hipotesis ke empat Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel besar pinjaman

  (X

  1 ), secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap

  peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini berarti sejalan dengan temuan di depan bahwa besar pinjaman mampu meningkatkan kesejahteraan anggota C.U.

  Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel lama pinjaman (X

  2 ), secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap

  peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini berarti kemapuan anggota memprediksi kemampuan diri dalam mengembalikan pinjaman menentukan peningkatan kesejahteraanya sendiri.

  Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel lama keanggotaan (X ),secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap

  3 peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini berarti bahwa semakin lama orang terlibat didalam C.U sebagai anggota maka semakin memiliki potensi untuk sejahtera.

  5. Hasil Uji t Hasil analisis data menunjukkan bahwa :

  Faktor besar kredit (X

  1 ) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat ( Saving for Wealth ).

  Sedangkan Faktor lama pinjaman (X

  2 ) dan faktor lama keanggotaan (X 3 )

  secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat ( Saving for Wealth ) hal ini menunjukan bahwa kesejahteraan anggota benar – benar ditentukan oleh besar pinjaman yang mereka ajukan.

B. Saran

  Dengan diperolehnya hasil penelitian yaitu pertama Credit Union Lantang Tipo masih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat ekonomi rendah atau miskin, kedua bentuk pola pencairan dan pengunaan kredit di Credit Union Lantang Tipo adalah aman, ketiga adanya pengaruh positif variabel besar kredit, lama pinjaman dan variable lama keanggotaan, terhadap peningkatan besar simpanan setara saham dalam usaha meningkatkan tingkat kesejahteraaan masyarakat maka penulis memberikan saran-saran yang nantinya dapat dijadikan bahan petimbangan bagi C.U Lantang Tipo dalam menentukan kebijakan-kebijakannya. Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan antara lain :

  1. Bagi C.U Lantang Tipo

  a. Dalam perkembangannya diharapkan C.U Lantang Tipo lebih merangkul masyarakat rumah tangga produksi yang tingkat penghasilannya rendah atau miskin agar dapat membantu percepatan peningkatkan kesejahteraan masyarakat ekonomi rendah atau miskin di lingkungan operasionalnya.

  b. Dari segi keamanan kredit adanya beberapa kredit yang terbilang sangat tinggi nominalnya menimbulkan kecemasan akan kemungkinan kredit lalai, maka penulis menyarankan C.U untuk lebih berhati – hati dan benar –benar dipertimbangkan dalam pencairan kredit yang bernominal lebih dari besar simpanan setara saham.

  c. Tingkat konsistensi alasan dan pengunaan kredit sangat baik, sehingga penekanan pendidikan anggota sebaiknya difokuskan pada pelatihan dan pengembangan usaha mikro demi tercapai cita – cita perkoperasian yaitu mensejahterakan masyarakat.

  d. Karena hasil penelitian ini menunjukan besar pinjaman sangat mempengaruhi tingkat kesejahteran masyarakat maka penulis menyarankan kepada C.U Lantang Tipo untuk memberikan pinjaman sebesar-besarnya bila pinjaman tersebut bertujuan untuk pengembangan usaha atau bersifat produktif dengan pertimbangan kemapuan pengembalian, sejarah pinjaman, Simpanan setara saham dan lama keanggotan pemohon.

  2. Bagi penelitian selanjutnya Pada penelitian ini diketahui bahwa variasi besar pinjaman (X

  1 ),

  masa pinjaman (X

  2

  ), dan lama keanggotaan (X

  3 C. Keterbatasan

  ), secara bersama-sama berpengaruh sebesar 70,2% terhadap peningkatan simpanan setara saham (

  Saving for Wealth ) anggota C.U Lantang Tipo, sedangkan 29,8%

  dipengaruhi oleh variabel lain, maka peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti variabel lainnya yang dapat mempengaruhi peningkatan laba usaha anggota C.U Lantang Tipo.

  Dalam penelitian ini penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan, dan juga hasil penelitian yang jauh dari kesempurnaan. Hal ini dikarenakan adanya beberapa kendala dan keterbatasan yang dihadapi oleh penulis. Kendala dan keterbatasan tersebut antara lain :

  1. Faktor yang diteliti oleh penulis Faktor yang diteliti dalam penelitian ini hanya 3 faktor saja, padahal masih ada faktor lain yang mempengaruhi jasa Credit Union terhadap peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat. Hal ini tentu saja mempengaruhi hasil penelitian dan juga penelitian ini hanya terbatas pada ketiga faktor tersebut.

  2. Kemampuan penulis Penulis menyadari dalam hasil penelitian ini masih banyak kekurangannya dan belum sempurna, hal ini disebabkan oleh keterbatasan ilmu dan keterampilan yang dimiliki oleh penulis.

  Daftar Pustaka

  Credit Union Councelling Office (CUCO). 1973. Apa yang anda ketahui tentang

Koperasi kredit Credit Union . Jakarta: Credit Union Councelling Office.

  Hendra dan Kusnadi. 2002. Ekonomi Koperasi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Samuelson dan Nordhaus, 1997, Pengertian dan penjelasan teori pendapatan.

  Lipsey, 1991, Pengertian pendapatan Perorangan dan Disposibel. Lipsey, 1990, Pengertian dan penjelasan teori pendapatan.

  Pass dan Lowes, 1994, Pengertian dan penjelasan teori pendapatan.

  Kartasapoetra.G, dkk,1984, Koperasi Indonesia yang Berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Jakarta: BINA AKSARA. Odop, Nistains. 2008, Ayo Sukses Bersama CU. Yogyakarta : SMART BORN. Dekopin, 2002. Koperasi, Untuk Pemberdayaan Usaha Kecil dan Mikro, Jakarta 2002. Sularso, 2003. Koperasi Simpan Pinjam, Pemantapan Melalui Penyempurnaan Aturan . Suliyanto, 2005. Metode Riset Bisnis, Penerbit andi, Yogyakarta November 2005 Masjkuri. Siti Umajah, 2008. Perbikan Kampung Komprehensif Dan Dampaknya

  Terhadap Kesejahteraan Sosial Serta Kemandirian Masyarakat Mmiskin Kampung kumuh Di Kota Surabaya. Sen, Amartya, 1992, Inequality Reexamined, Harvard University Press, Cambridge, Massachausetts..

  • ,. 1999, Development As Freedom, Alfred A.Kof Inc., New York.
  • , 2002, Rationality and Freedom (Cambridge:Belknap of Havard University Press. .

  Barr, Nicholas, 1997, The Economics of The Welfare State, Stanford: Stanford University Press. Nicholson, Walter, 1992, Micro Economic Theory, The Dryden Press Holt Saunders Japan. Swasono, 2005, Indonesia dan Doktrin Kesejahteraan Sosial, Perkumpulan Pra Karsa, Jakarta April 2005. Djarwanto Ps & Pangestu Subagyo (2000). Statistik Induktif. Yogyakarta : BPFE UGM. Credit Union Lantang Tipo, 2009, Produk dan pelayanan .

  Salassaga. Florentinus, 2008, Penilaian tingkat kesehatan keuangan Credit Union

  Berdasarkan Surat Keputusan Mentri Koperasi, Pengusaha kecil dan menengah RI No. 194/KEP/M/IX/1998 , Prodi Akuntansi Fakultas

  EkonomiI Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta 2008 Priayatno. Dwi, 2008, Mandiri Belajar SPSS, MediaKon, Yogyakarta 2009.

  Buku Pedoman Penulisan Skripsi . 1998. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Lampiran-Lampiran

  Pusat Damai,____Oktober 2009 Hal : Kuesioner Kepada : Yth.Bapak/Ibu/Sdr/Sdri Anggota Credit Union Lantang Tipo di Tempat Dengan hormat,

  Pada kesempatan ini, saya mohon kesediaan Bapak/Ibu/Sdr/Sdri meluangkan waktu sejenak untuk mengisi kuesioner penelitian, yang hasil dari penelitian ini akan saya pergunakan untuk tujuan ilmiah yaitu untuk penyusunan skripsi yang berjudul " Analisis Pengaruh Jasa Pelayana Credit Union Dan Kesejahteraan Masyarakat ", sebagai syarat menyelesaikan studi untuk mendapatkan gelar sarjana di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Bantuan Bapak/Ibu/Sdr/Sdri dalam mengisi kuesioner sangat menentukan keberhasilan penelitian ini, unuk itu saya mohon kejujuran Bapak/Ibu Sdr/Sdri dalam mengisinya. Selain itu, data yang terkumpul akan terjamin kerahasiaanya.

  Akhirnya atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu/Sdr/Sdri selama ini, saya mengucapkan terima kasih.

  Mengetahui: Hormat saya, Pengurus CU Lantang Tipo

  Ferdinandus Burruzsaga

Ketua Penulis

  

KUESIONER

  Dalam rangka penelitian guna menyusun skripsi yang berjudul Analisis Pengaruh Jasa Pelayana Credit Union Dan Kesejahteraan Masyarakat, dengan ini memohon Bapak/Ibu/Sdr/Sdri untuk membantu mengisi kuesioner di bawah ini :

I. Karakteristik Responden Petunjuk: Bagian I : Karakteristik Responden Coret yang tidak perlu atau isilah titik – titik atau berilah tanda centang ( √ ) untuk menjawab pertanyaan berikut ini.

  1. Jenis Kelamin :  Pria  Wanita

  2. Usia :  di bawah 17 – 25  26 – 35 tahun  36 – 45 tahun  46 – 55 tahun  diatas 55 tahun

  3. Agama :  Islam  Protestan  Budha  Khatolik  Hindu  Lain-lain……….……………..( tuliskan )

  4. Pendidikan terakhir anda :  SD  SMP  SMA  Diploma  Sarjana  Lain-lain…………………..….( tuliskan ) 5. Pekerjaan saya adalah.

   Berkerja Pada orang lain. ( isi no. 6 saja )  Berkerja pada diri sendiri. ( isi no 7 saja )  kedua – duanya ( isi no 6 dan 7 ) 6. Bila anda berkerja pada orang lain apa jenis pekerjaan anda.

   Pegawai Negeri  Guru / Dosen  Kariawan swasta  Buruh / kuli 7. Jika anda berkerja pada diri sendiri apa jenis usaha anda.

   Pedagang / penjual  Pemilik Showroom  Restoran  Jasa Perbengkelan  Pemilik Perusahaan  Pemilik Perkebunan  Pemilik Lahan Pertanian

  8. Sudah berapa lamakah anda menjadi anggota Credit Union Lantang Tipo:  < 5 Tahun  5 – 10 Tahun  > 10 Tahun

  9. Sudah berapa kali anda melakukan/mengajukan pinjaman atau kredit pada CU Lantang Tipo :  < 5  5 – 10 kali  > 10 kali 10. Kapan terakhir kali anda mengajukan kredit pada CU Lantang Tipo.

   < 1 tahun yang lalu  1 – 3 tahun yang lalu.  > 3 tahun yang lalu II. Kredit.

  Bagian II: Kredit Coret yang tidak perlu atau isilah titik – titik atau berilah tanda centang ( ) untuk menjawab pertanyaan berikut ini.

  1. Jenis produk pinjaman apa saja yang anda ajukan ?  Konsumtif.  Produktif.

   Kapitalisasi.  Darurat.

  2. Berapa besarnya Kredit atau Pinjaman yang anda ajukan : ( tuliskan Nominal Rp. )

  3. Berapa lama Jangka Waktu pinjaman : ………………..bulan

  4. Berapa besar angsuran rata-rata per bulan pada peminjaman terakir anda : ( tuliskan Nominal Rp. )

  5. Apa alasan utama anda mengajukan Kredit atau pinjaman tersebut ? ( jawaban bebas ) ____________________________________________________________ ____________________________________________________________

  6. Dari pengajuan kredit yang anda lakukan,anda pergunakan untuk apa saja? ( jawaban Bebas boleh lebih dari satu ) ____________________________________________________________ ____________________________________________________________

  

(Pertanyaan Bagi anggota C.U yang bergerak di bidang rumah tangga Produksi)

  7. Masalah – masalah apa saja yang anda hadapi dalam usaha anda saat ini ? ( jawaban Bebas boleh lebih dari satu ) ____________________________________________________________ ____________________________________________________________

  8. Apakah Kredit yang anda ajukan mampu menyelesaikan permasalahan dalam usaha anda ?  Ya.  Tidak

  9. Apakah anda merasa keberatan dengan angsuran kredit yang harus anda bayarkan ?  Ya  Tidak 10. Besar simpanan anda saat ini ( Simpanan Setara Saham ).

  ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ 11. Laba usaha anda sebelum mengunakan Jasa kredit.

   Tinggi  Sedang  Rendah 12. Laba usaha anda sesudah mengunakan Jasa kredit.

   Tinggi  Sedang  Rendah 13. Berapa besar laba usaha anda sekarang.

  ____________________________________________________________ ____________________________________________________________

  14. sebelum anda mengunakan jasa pinjaman keredit di CU Lantang Tipo berapa besar laba anda ?  100% dari laba sekarang  75 % dari laba sekarang.  50 % dari laba sekarang.  25 % dari laba sekarang.  10 % dari laba sekarang.  5 % dari laba sekarang.  Sama dengan saat ini.

  15. Berapa Persen ( % ) laba usaha anda dari total penghasilan anda setelah mengunakan jasa credit di CU Lantang Tipo?

  ____________________________________________________________

  16. Bila meningkat berapa persen ( % ) peningkatan laba usaha anda setelah mengunakan jasa credit di CU Lantang Tipo? ____________________________________________________________ ____________________________________________________________

  17. Apa yang menyebabkan peningkatan laba usaha anda ? ____________________________________________________________ ____________________________________________________________

  18. Bila menurun, berapa persen ( % ) penurunan laba usaha anda setelah mengunakan jasa credit di CU Lantang Tipo? ____________________________________________________________ ___________________________________________________________

  19. Apa yang menyebabkan menurunya laba usaha anda ? ____________________________________________________________ ____________________________________________________________

  III. Pendapatan Responden Petunjuk: Bagian III : Pendapatan Responden Coret yang tidak perlu atau isilah titik – titik atau berilah tanda centang ( ) untuk menjawab pertanyaan berikut ini.

  Pendapataan anda berasal dari ( boleh pilih lebih dari satu ) :  Pekerja. ( Buruh )  Manajer, propesional  Kariawan / pegawai  Wiraswasta.

   Dokter.  Pedagang  Pemilik perusahaan  Pemilik Usaha  Pasar Modal  Deposito  Pertanian  Lain – lain ……………………………………………………( tuliskan )  Pendapatan berdasarkan jenis usaha.

  1. Bila anda Berusaha Sendiri berapa penghasilan anda perbulan: ( tuliskan Nominal Rp. )

  2. Bila anda berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar berapa penghasilan anda perbulan : ( tuliskan Nominal Rp. )

  3. Bila anda berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar berapa penghasilan anda perbulan : ( tuliskan Nominal Rp. )

  4. Bila anda berkerja sebagai karyawan / pegawai berapa besar penghasilan anda? ( tuliskan Nominal Rp. )

  5. Bila anda pekerja bebas di pertanian berapa besar penghasilan anda ? ( tuliskan Nominal Rp. )

  6. Bila anda pekerja bebas di bukan pertanian berapa besar penghasilan anda? ( tuliskan Nominal Rp. )

   Sumber pendapatan lainnya :

  ( Kosongkan yang tidak sesuai dengan keadaan anda )

  1. Penghasilan dari biaya sewa anda : ( tuliskan Nominal Rp. )

  2. Penghasilan dari Usaha lain yang anda jalankan : ( tuliskan Nominal Rp. )

  3. Penghasilan Perkebunan anda : ( tuliskan Nominal Rp. )

  4. Penghasilan dari Bunga atau balas jasa investasi anda : ( tuliskan Nominal Rp. )

  5. Sumber pendapatan lainnya :……………………………. ( tuliskan ) ( tuliskan Nominal Rp. )

  6. Sumber pendapatan lainnya :……………………………. ( tuliskan ) ( tuliskan Nominal Rp. )

  7. Sumber pendapatan lainnya :…………………………….. ( tuliskan ) ( tuliskan Nominal Rp. )

  

100 Responden yang Dipilih

Mengunakan Teknik Simple

Random Sampling

  No BA Nama Anggota G Tgl.Lhr Alamat 1 1012010078 AGUSTINA NITA P 5/1/1997 PUSAT DAMAI

2 1012010034 OKTAVIA YOGIA R P 10/2/2003 TANI JAYA JL.PUSKESMAS

3 1012009885 RUPERTO TRIANDA S L 3/19/2003 PUSAT DAMAI 4 1012009764 MARIA ELSYA P 6/11/1997 PUSAT DAMAI 5 1012009517 AURELIUS RAYNALDO L 7/10/2003 TANI JAYA RT/RW 6/2 6 1012009165 VERA SRIANTI PISKA P 1/18/1997 PUSAT DAMAI

7 1012009159 HARDY PRAMASSYA P L 11/13/1999 TANI JAYA JL.PUSKESMAS

8 1012009158 OKTAVIUS ALFRED S L 11/21/1999 PUSAT DAMAI RT 3 9 1012009157 JOS AFRA PARIHUTAN L 5/5/1997 PUSAT DAMAI RT 3 10 1012009092 EFROSTASIANA. R P 1/2/2002 PUSAT DAMAI

  11 1012009024 M RANTI MAENINGSIH P 5/1/1994 PUSAT DAMAI 12 1012009023 ROYMUNDUS RONI L 11/6/1989 PUSAT DAMAI 13 1012008856 MICHAEL ONO BUTUOH L 5/12/2000 PUSAT DAMAI 14 1012008682 OKTAVIAN ANDREAN R. L 10/22/1994 PUSAT DAMAI 15 1012007784 FERDINANDO .U.K L 5/9/2001 PUSAT DAMAI 16 1012004784 FREDERIC P.SAKA L 1/4/1995 PUSAT DAMAI 17 1012004783 RIA RIASVALENA P 5/21/1999 PUSAT DAMAI 18 1012004782 JULIAN BRINDA.S. L 1/1/1980 PUSAT DAMAI 19 1012004781 OKTAVIANA DWISARI P 1/1/1980 PUSAT DAMAI 20 1012004780 M M NOMI T BALSIA P 8/20/2001 TANI JAYA PANCASILA 21 1012004261 FLAVIANUS R.NAGAS L 2/24/1997 PUSAT DAMAI 22 1012004241 F.SUAREZ SAGA L 6/6/1980 TANI JAYA,JL.SWADAYA 23 1011112988 MIKAEL LIRUNG L 11/23/1962 PALA PULAU,JL.PATINGGI 24 1011112987 W.HUBUNG P 2/2/1967 PALA PULAU,JL.PATINGGI 25 1011112986 C.FERRI MINEFRI L 12/28/1989 BANGKA 26 1011112963 MARSELINA P 5/15/1985 TANI JAYA RT/RW.08/03 27 1011112934 AKADIUS YOSEF L 4/26/1990 SEMADU RT/RW.003/001 28 1011112921 HERONIMUS H.S,PD L 9/18/1984

  PUSAT DAMAI JL.PANCASILA 29 1011112885 SUYATNO L 10/10/1975 TANI JAYA.RT/RW.011/004 30 1011112865 ADRIANA GUNDI P 8/17/1985 TANI JAYA JL.TAPANG 31 1011112855 KALISTA P 10/15/1985 PUSAT DAMAI, JL.BONTI 32 1011112852 MARIA MOIDJIN P 5/20/1958 PUSAT DAMAI, DSN. TANI 33 1011112816 KUDAU L 7/1/1952 PUSAT DAMAI

  JL.PANCASILA

34 1011112808 FREDY RANTE TARUK L 9/28/1972 MAKASSAR, JL.THAMRIN 5-7

35 1011111609 UDIS,SE L 3/7/1984 SAMARINDA,JL.KEMANGI 36 1011105984 DEWI JUANTI,SH P 8/16/1985 BALAI BERKUAK, JL.PENG 37 1011105705 EMILIANA YANI P 6/10/1990 PUSATDAMAI,JL.PANCASILA

  No BA Nama Anggota G Tgl.Lhr Alamat 38 1011105668 RUBI P 3/4/1991 TANI JAYA, JL.PANCASILA 39 1011105667 RUDI S.PENDI L 12/1/1989 TANI JAYA,JL.PANCASILA 40 1011105631 TJHUNG NYAT KAM P 1/15/1973 KEROSIK RT/RW.016/005 41 1011102997 THERESIA OKTAVIA P 10/1/1985 TANI JAYA, JLN. TAPANG 42 1011102996 ANDY WIJAYA L 12/21/1973 BODOK JLN.MERDEKA

  NO.190 43 1011102995 OSAKAPANTU AVILA P 10/1/1987 SEMERANGKAI KEC.KAPUAS

  44 1011102994 THERESIA P 11/6/1973 BAHARU RT/RW.001/001 45 1011102970 HARTATI.S P 3/20/1973 TANI JAYA 46 1011102845 FITRIA,SE P 8/24/1979 TANI JAYA RT/RW 013/004 47 1011102807 YUVITA ALVIANITA P 7/16/1976 BODOK RT.007/004

48 1011102802 PIET HERMAN ABIK L 11/4/1948 PONTIANAK,JL.SAMAN HUDI

49 1011102801 SIPRIANUS, A.MD. L 1/19/1979 BODOK,JL.KARYA BAKTI 50 1011094800 PETRUS DONI L 6/19/1984 DUNAN 51 1011094794 AGUSTINUS AKUN L 8/20/1957 PUSAT DAMAI,TANI JAYA 52 1011094774 CHRISTIANSEN C.SE. L 1/10/1974 PONTIANAK,JL.LETJEND

53 1011094768 JUVITA CHRISTIE P 9/4/1989 TANI JAYA,JL.BONTI NO.35

54 1011094677 HERKULANA HERNITA P 6/2/1988 NGABANG,JELIMPO

  RT.03/03 55 1011094675 BLASIUS YUS L 2/3/1984 BALAI SEBUT EMPIYANG 56 1011094672 ANDREANUS BERNO L 2/24/1984 JANGKANG/RAYA

  BENGKAWAN 57 1011094659 YANUARIUS L 1/15/1981 TANI JAYA,JL.SWADAYA 58 1011094625 PRIDERIK HENDRY K.B L 10/18/1989 TANI JAYA JL.PANCASILA 59 1011094618 YOVITA P 4/24/1983 TANI JAYA JL.PANCASILA 60 1011091955 YENI JUNIATI NOME P 6/27/1985 PERAYAN DANGKU 61 1011087974 SILVIA MELISA AIVA P 5/25/1990 TANI JAYA RT.06/02 62 1011087895 SILVIUS LINDEN.Y L 1/20/1975 TANI JAYA JL.PANCASILA 63 1011087893 ELISABET GOMU'K P 3/21/1947 TANI JAYA RT.13/4 64 1011087879 HELINA HELINITA P 1/20/1974 TANI JAYA JL.KARYA 65 1011087866 ROSALIA MONITA.F P 2/9/1991 TANI JAYA JL.PANCASILA 66 1011087834 SISILIA SUSI P 3/6/1976 TANI JAYA,JL.PANCASILA 67 1011087831 KARTINI.L P 8/2/1963 TANI JAYA,004/002

68 1011087824 KRISTINA CEK P 4/21/1986 TANI JAYA JL.PUSKESMAS

69 1011079925 WILHELMUS L 2/15/1978 PONTIANAK/JERUJU,JL.KOM

70 1011077777 TRI KUKUH TINO L 1/1/1985 PONTIANAK KOMP.DWI

  RATNA 71 1011076151 ANTONIUS SUDIN L 7/7/1984 TANI JAYA-KEROSIK 72 1011076105 DIONISIUS YUKI L 3/10/1988 TANI JAYA JL.PERINTIS

  No BA Nama Anggota G Tgl.Lhr Alamat 73 1011076104 M. RINY ASTUTY P 1/1/1979 TANI JAYA RT.09/03 74 1011076103 BONIFASIUS L 1/13/1989 TANI JAYA JL.TAPANG 75 1011076098 LENI MARLINA P 4/20/1985 TANI JAYA,GG.SKJ

76 1011076095 HERONIMUS BUMBUN L 9/30/1988 PUSAT DAMAI,PASTORAN

77 1011076089 LUSIANA SUCIN P 12/31/1982 TANI JAYA JLN.TAPANG 78 1011076077 DANIEL AKONG L 5/25/1975 TANI JAYA,RT/RW:04/2 79 1011076056 IGNASIUS OHARIO L 8/9/1985 TANI JAYA KALISEK

80 1011076049 TEA P 9/21/1962 TANI JAYA KALISEK RT.12

81 1011076048 SUTRIMO L 8/14/1968 TANI JAYA JLN.TAPANG 82 1011076017 ANDREAS ANDE L 10/9/1985

  SANGGAU/LINTANG KAPUAS

83 1011076013 ARGA KISWARA L 4/21/1989 MELIAU HILIR/PUSAT DAMAI

84 1011073226 NURYANTI NIPA P 3/21/1989 TANI JAYA/TAPANG 85 1011071766 YOVINUS LIGAT L 8/25/1952 TANI JAYA JLN.TAPANG

86 1011071606 HERMAN SUSILO L 10/3/1973 TANI JAYA JL.PUSKESMAS

87 1011071598 DIO AJIN L 5/5/1987 NANGA MAU 88 1011067641 NOVARIA CHRISTYANA P 11/29/1989 MUNGGUK

89 1011066169 M.SALFUAN NASUTION L 11/11/1969 EMPLASMEN GUNUNG MAS

90 1011065992 ENDANG SETYOWATI P 6/24/1986 AFD 4 GUNUNG MAS 91 1011065924 KHUMIAWATI P 9/23/1989 TANI JAYA PANCASILA 92 1011065837 KAMARIAH P 4/24/1961 TANI JAYA 93 1011065419 MUNDI UTAMI P 1/10/1986 SUKAMULYA WONOSARI

  BLOK 94 1011064707 ASTUTI MARIA P 4/16/1983 NANGA TAMAN I 95 1011061704 NORBETI P 3/13/1982 NANGA TAMAN,TAMAN II 96 1011061128 YUSTINA JULENA P 12/28/1979 BODOK JL.SD.IMPRES

97 1011059590 TINI P 4/5/1977 SENGORET RT/RW 003/002

98 1011059588 TJEN KIM TJHON L 1/4/1982 BODOK JL.MERDEKA 99 1011059584 M. AKIM L 1/25/1970 TANI JAYA RT/RW.11/IV 100 1011059539 KATEH L 6/6/1962 TANI JAYA PANCASILA

  

Jawaban

Kuesioner

  

No PERTANYAAN BAGIAN I PERTANYAAN BAGIAN II PER.BAG. III

No 1 2 3 4 6 7 8 9 10 1

  8

  1 11 1 2 2 3 2 0 2 1 1 1

  6

  2 1 1 10% 40 % 30% 7 0% 1

  1

  1 2 1 4 2 5 1 2

  1 10 2 4 2 2 5 0 2 1 1 2

  3

  2

  2 1 1 10% 40 % 30% 1 0% 1

  1

  1 3 1 3 3 2 1 2

  2 9 1 5 2 2 2 11 3 2 2 2

  6

  2 1 1 25% 55 % 30% 4 0% 1

  1

  3 4 1 4 5 7 1 2

  3 1 1 10% 25 % 50% 2 0% 1

  1 8 1 3 2 2 11 0 2 1 2 2

  2

  8

  3 2 1 5% 50 % 40% 4 0% 1

  2

  3 4 1 4 2 5 1 2

  1 14 1 2 3 3 7 0 2 1 2 2

  3 2 1 25% 30 % 5% 2 0% 1 3 10 11

  1 4 1 4 3 8 1 2

  3

  1 13 2 2 2 4 2 8 2 1 2 2

  3

  3 2 1 10% 50 % 40% 2 0% 1

  1

  1 3 1 1 1 2 1 2

  1 12 1 2 2 3 2 0 2 2 1 2

  8

  1 2 1 4 2 5 1 2

  3 1 1 5% 30 % 25% 1 0% 1 3 12 0

  2

  3 2 1 25% 75 % 50% 1 0% 1 12

  3 3 2 2 1 3 1 5 2 1 2 2

  8

  2 1 1 25% 40 % 15% 4 0% 1

  2

  2 3 1 4 3 5 1 2

  4 2 1 2 1 3 10 0 1 1 1 2

  2

  1

  2 2 1 3 3 2 1 2

  3.T OT 1 2 3 2 3 11 0 2 1 1 2

  3

  2 1#

  5 6 7 .8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1#1 1#

  4

  3

  2 3 1 4 4 5 1 2

  2 1 1 25% 40 % 15% 4 0% 1

  2

  2 6 1 3 2 3 5 0 2 1 1 2

  2 5 1 1 1 8 1 2

  6 7 2 2 3 4 2 0 2 2 1 1

  6

  2 2 3 50% 75 % 25% 7 0% 1

  5

  5 3 2 4 6 1 1 1

  3 2 1 5% 35 % 30% 1 0% 1 3 12 0

  3

  1

  1 2 1 1 1 8 1 2

  4 5 1 2 2 3 2 11 2 1 2 2

  2 1 2 25% 50 % 25% 3 0% 1 6 12 0

  3

  2 3 1 4 2 8 1 2

  2 4 2 3 2 3 5 11 2 1 2 2

  3

  

No PERTANYAAN BAGIAN I PERTANYAAN BAGIAN II PER.BAG. III

No 1 2 3 4 6 7 8 9 10 1

  3

  3 6 1 4 2 1 1 2

  1 25 1 3 2 3 2 0 2 1 1 1

  3 2 1 5% 10 % 4% 7 2% 2 6 11 0

  2

  1 4 1 4 4 6 1 2

  1 24 2 4 2 1 4 5 1 1 1 1

  8

  3 2 1 10% 40 % 30% 4 0% 1

  3 1 1 5% 75 % 70% 2 0% 1

  1

  2 3 1 4 3 2 1 2

  3 23 1 3 1 3 1 8 2 1 2 2

  8

  3 2 1 10% 45 % 35% 4 0% 1

  2

  2 4 1 4 2 7 1 2

  2

  3

  6

  8

  8

  6

  4

  2 2 1 10% 40 % 35% 3 5% 2

  4

  1 3 1 4 4 1 1 2

  1 28 1 3 2 3 5 11 3 2 1 1

  3

  6

  3 2 1 5% 25 % 20% 4 0% 3

  1

  2 4 1 4 2 6 1 2

  2 27 2 2 2 5 2 5 2 1 1 2

  2 1 1 0% 20 % 15% 1 0% 4 3 11 0

  1

  4 6 1 6 3 3 1 2

  1 26 1 3 2 3 1 5 2 1 2 1

  2 22 1 3 2 2 12 0 2 1 2 2

  2 1 1 25% 50 % 20% 7 0% 1

  2

  2 1 1 5% 40 % 35% 4 0% 1

  8

  3

  2 1 1 10% 40 % 30% 4 0% 1

  3

  4 4 1 1 1 8 1 2

  2 16 1 4 2 3 2 11 2 1 1 2

  8

  1

  3 4 1 4 5 7 1 2

  4 3 1 4 2 7 1 2

  3.T OT 15 1 2 5 2 5 0 1 1 1 2

  3

  2 1#

  5 6 7 .8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1#1 1#

  4

  3

  6 17 2 2 1 3 2 11 1 1 2 2

  2

  2

  3 2 1 10% 30 % 20% 1 0% 1 11

  2 3 1 4 2 7 1 2

  2 21 2 4 2 2 5 0 1 1 2 2

  8

  2 1 1 25% 40 % 30% 4 0% 1

  2

  2 3 1 4 2 5 1 2

  1 20 1 3 1 2 10 0 1 1 2 2

  3

  2 1 2 25% 75 % 50% 7 0% 1

  2 4 1 3 3 2 1 2

  3 19 1 3 2 3 1 11 3 1 2 2

  8

  3 1 1 5% 60 % 50% 7 0% 1

  4

  2 3 1 4 5 3 1 2

  6 18 1 3 2 2 11 0 1 1 2 2

  8

  1

  

No PERTANYAAN BAGIAN I PERTANYAAN BAGIAN II PER.BAG. III

No 1 2 3 4 6 7 8 9 10 1

  2 1 1 5% 35 % 30% 7 0% 1

  3

  2 2 1 5% 30 % 25% 3 3% 2

  1

  1 4 1 4 2 4 1 2

  1 38 1 2 2 4 1 5 2 2 2 2

  2

  3

  1 4 1 4 2 1 1 2

  5 6 1 6 6 2 1 2

  1 37 1 2 2 3 2 0 3 2 1 1

  3

  3 2 1 25% 50 % 25% 4 0% 1

  5

  1 1 1 4 4 4 1 2

  2 36 1 2 6 3 2 0 1 1 1 1

  1 39 2 2 3 5 2 5 1 1 2 1

  5

  3 2 1 10% 20 % 10% 5 0% 1

  1 4 1 3 1 3 1 2

  3 2 1 5% 25 % 20% 1 0% 1 3 11 0

  2

  1 5 1 6 1 2 1 2

  1 42 2 1 3 5 2 11 1 1 1 2

  3 1 1 5% 35 % 30% 6 0% 1 3 11 0

  1

  1 41 2 1 3 4 2 0 1 1 1 2

  3 2 1 10% 35 % 25% 7 5% 4

  6

  3

  2 2 1 10% 15 % 12% 6 0% 1

  1

  2 3 1 4 2 1 1 2

  1 40 1 3 3 5 1 5 2 2 1 1

  6

  4

  5

  2

  2 1 1 10% 40 % 30% 4 0% 1

  4 31 2 1 2 4 2 0 1 1 1 2

  3 1 2 5% 25 % 20% 4 0% 1 3 11 0

  1

  3 5 1 1 1 3 1 2

  1 30 1 3 2 4 2 11 2 2 1 2

  6

  1

  1

  1 1 1 4 2 1 1 2

  3.T OT 29 2 4 1 2 5 0 1 1 1 2

  3

  2 1#

  5 6 7 .8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1#1 1#

  4

  3

  1 3 1 1 1 8 1 2

  3 2 1 5% 25 % 20% 1 0% 1 3 11 0

  3 3 1 6 4 4 1 2

  6

  2 35 1 2 2 3 5 0 2 1 1 2

  3 2 1 5% 25 % 20% 1 0% 1 3 4 11

  1

  5 6 2 4 1 8 1 2

  3 34 1 1 2 5 1 8 2 2 1 2

  8

  3 2 1 25% 45 % 30% 7 0% 1

  1 32 2 4 2 2 11 0 3 2 2 2

  1

  5 4 1 6 6 5 1 2

  1 33 1 3 2 3 5 7 2 1 1 2

  8

  2 1 1 25% 55 % 30% 1 0% 1

  6

  1 3 1 1 1 7 1 2

  1

  

No PERTANYAAN BAGIAN I PERTANYAAN BAGIAN II PER.BAG. III

No 1 2 3 4 6 7 8 9 10 1

  2 52 1 2 2 3 2 5 1 1 1 2

  1

  3 2 1 5% 25 % 20% 3 0% 1

  6

  1 50 1 2 2 4 2 5 2 1 1 2

  2 4 1 6 4 7 1 2

  2

  3 2 1 10% 25 % 15% 4 0% 2

  6

  1 51 2 2 2 5 2 0 2 2 1 2

  3 4 1 5 5 8 1 2

  1

  2 1 1 10% 40 % 30% 7 0% 1

  3

  8

  1 3 1 3 3 2 1 2

  3 49 2 4 2 2 11 0 2 2 2 2

  1

  7

  2 1 1 25% 50 % 25% 6 0% 1

  1

  1 4 1 4 2 7 1 2

  1 55 2 2 2 3 7 0 2 2 1 2

  3 2 1 50% 85 % 35% 4 0% 1 11

  1 4 1 1 1 3 1 2

  2

  1 54 1 1 3 3 2 0 1 1 2 2

  3 2 1 25% 35 % 10% 4 0% 1 3 8 11

  4

  1 3 1 4 2 5 1 2

  1 53 1 1 1 5 1 5 2 2 1 2

  2 1 1 25% 75 % 50% 1 0% 1 3 4 11

  1 3 1 4 4 4 1 2

  6

  2

  1

  3

  2 1 1 10% 35 % 25% 4 0% 1

  1

  3 4 1 5 5 7 1 2

  1 44 1 3 1 3 1 0 2 2 1 2

  3 2 1 10% 25 % 15% 1 0% 1 2 11 0

  2 5 1 3 3 7 1 2

  5 45 1 2 1 3 2 5 2 1 1 2

  3.T OT 43 1 2 3 4 11 0 2 2 1 1

  3

  2 1#

  5 6 7 .8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1#1 1#

  4

  3

  4

  2 4 1 4 4 7 1 2

  2 1 1 25% 50 % 25% 3 0% 1

  1 47 1 3 2 2 11 0 2 2 2 2

  1

  1 3 1 4 2 5 1 2

  1 48 1 3 3 3 5 0 2 2 1 2

  3 2 1 5% 30 % 25% 2 0% 1 11

  2

  1 3 1 1 1 8 1 2

  3

  2

  2 2 1 5% 10 % 10% 4 0% 1

  3

  1 4 1 4 2 7 1 2

  1 46 2 4 2 1 2 5 2 2 1 2

  8

  3 2 1 5% 40 % 35% 4 0% 1

  2

  

No PERTANYAAN BAGIAN I PERTANYAAN BAGIAN II PER.BAG. III

No 1 2 3 4 6 7 8 9 10 1

  2 3 1 4 4 7 1 2

  2 1 1 10% 50 % 40% 3 0% 1

  1

  1 2 1 4 2 1 1 2

  3 66 2 3 1 2 5 0 1 1 1 2

  8

  2 1 1 25% 50 % 25% 3 0% 1

  2

  2 65 2 3 2 3 5 0 2 2 2 2

  1 67 2 3 2 2 5 0 1 1 1 2

  4

  160 % 7 20% 3

  3 2 1 100 % 60 %

  1

  1 3 1 4 2 5 1 2

  3 64 1 3 2 2 2 0 2 2 2 2

  2 2 1 10% 40 % 30% 3 0% 2 3 11 0

  6

  1 3 1 4 4 7 1 2

  2 3 1 4 4 6 1 2

  1 3 1 3 3 2 1 2

  8

  2 1 1 25% 75 % 50% 4 0% 1

  1

  1 3 1 4 2 1 1 2

  1 70 1 2 2 2 11 0 2 2 1 2

  3 2 1 10% 35 % 25% 4 0% 1 3 8 11

  2

  1 69 1 1 2 3 2 11 1 1 1 2

  2

  6

  2 1 1 25% 50 % 25% 4 0% 1

  1

  1 4 1 4 2 4 1 2

  3 68 2 4 2 1 5 0 1 1 1 2

  6

  2 1 1 25% 50 % 25% 4 0% 1

  2

  1 63 1 4 2 4 3 0 3 2 1 2

  2

  3 2 1 10% 40 % 30% 7 0% 1

  1 3 1 3 1 8 1 2

  3 58 2 2 2 4 2 11 2 1 2 2

  2 1 1 10% 30 % 20% 1 0% 1 11

  1

  1 4 1 3 2 5 1 2

  1 57 1 3 2 3 11 0 3 3 2 2

  6

  1

  3 2 1 5% 30 % 25% 7 0% 1 3 11 0

  1 3 1 4 5 7 1 2

  3.T OT 56 2 3 3 2 5 0 2 1 2 2

  3

  2 1#

  5 6 7 .8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1#1 1#

  4

  3

  2

  2 59 1 4 2 1 5 0 3 3 1 1

  3 1 1 5% 75 % 70% 3 0% 1 4 11 0

  1 61 1 4 2 2 2 11 3 2 1 2

  1

  1 3 1 4 5 8 1 2

  1 62 1 1 2 3 2 0 1 1 1 2

  1

  3 2 1 5% 2% 20% 4 0% 1

  1

  1 3 1 3 3 3 1 2

  6

  1 3 1 5 6 8 1 2

  2 1 1 5% 25 % 20% 7 0% 3

  1

  1 3 1 5 5 1 1 2

  1 60 2 3 2 2 5 0 3 3 2 1

  4

  3 3 1 10% 0% 0% 6 10% 4

  2

  4

  

No PERTANYAAN BAGIAN I PERTANYAAN BAGIAN II PER.BAG. III

No 1 2 3 4 6 7 8 9 10 1

  6

  6 81 1 3 2 4 5 0 2 1 1 2

  8

  3

  2 1 1 25% 45 % 20% 7 0% 1

  3

  5 4 2 5 5 4 1 2

  5 80 1 2 3 5 2 11 1 1 1 2

  2 1 2 25% 40 % 20% 3 0% 1

  3

  6

  4 4 1 4 2 4 1 2

  6 79 1 2 5 3 5 0 2 1 1 2

  8

  2 1 1 25% 30 % 20% 4 0% 1

  4

  3 4 1 4 4 4 1 2

  6 78 1 2 1 3 10 0 2 1 1 2

  2 4 1 4 2 7 1 2

  2 1 1 25% 50 % 35% 7 0% 1

  2 1 3 25% 25 % 10% 4 0% 1

  2 1 1 25% 50 % 30% 7 0% 1

  6

  2 1 1 25% 40 % 20% 4 0% 1

  2

  5 4 2 4 4 5 1 2

  2 84 2 3 5 2 5 0 2 2 2 2

  8

  3

  2

  6

  5 4 2 4 6 7 1 2

  3 83 2 3 2 3 1 11 2 2 2 2

  8

  6

  2 1 1 25% 50 % 30% 7 0% 1

  4

  2 2 1 4 4 6 1 2

  4 82 1 4 5 2 6 0 2 1 1 2

  4

  6

  2

  25% 3 0% 1

  8

  30% 7 0% 1

  2 1 1 25% 55%

  1

  1 3 1 4 4 1 1 2

  1 72 1 3 1 2 5 0 1 1 1 2

  6

  2 1 1 25% 50%

  3 3 1 5 5 7 1 2

  1

  1 1 1 4 2 8 1 2

  3.T OT 71 1 2 2 2 5 0 3 3 1 2

  3

  2 1#

  5 6 7 .8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1#1 1#

  4

  3

  2 73 1 2 3 3 2 0 2 2 2 2

  2

  5 2 3 4 6 4 1 2

  3

  3 77 2 2 2 5 7 0 2 1 1 2

  2 1 2 25% 75 % 40% 1 0% 1 3 11 0

  1

  3 4 1 3 3 2 1 2

  7 76 1 4 3 3 2 11 2 2 2 2

  6

  2 1 5 50% 75 % 40% 7 0% 1

  5 4 6 6 2 8 1 2

  3 2 1 5% 35 % 30% 7 0% 1

  3 75 2 3 2 3 5 0 2 2 2 2

  6

  2 1 1 50% 75 % 50% 4 0% 1

  1

  1 3 1 4 6 7 1 2

  2 74 1 2 1 2 5 0 1 1 2 2

  8

  3

  6

  

No PERTANYAAN BAGIAN I PERTANYAAN BAGIAN II PER.BAG. III

No 1 2 3 4 6 7 8 9 10 1

  4

  3

  2 1 1 10% 35 % 25% 4 10% 3

  1

  1 4 1 4 5 4 1 2

  3 94 1 2 2 5 2 0 2 1 2 2

  6

  1 1 3 10% 35 % 25% 6 0% 1

  5 4 2 4 2 1 1 2

  3

  3 4 1 4 2 7 1 2

  2 93 1 4 3 2 5 0 1 1 1 2

  3 1 1 10% 40 % 35% 6 0% 1 3 11 0

  2

  2 3 1 1 1 3 1 2

  3 92 2 2 2 5 1 0 1 1 2 2

  1 95 2 4 2 1 5 0 3 3 2 2

  5

  3 1 3 10% 30 % 20% 5 0% 1

  1 3 1 3 3 3 1 2

  8

  3 2 1 10% 25 % 15% 5 0% 1

  3

  3 4 1 4 4 7 1 2

  1 98 1 3 2 2 11 0 3 2 2 2

  3 2 1 10% 25 % 15% 4 0% 1 11

  1

  2 97 1 3 2 3 11 0 2 2 2 2

  3 2 1 10% 40 % 30% 7 0% 1

  8

  4

  2 1 1 10% 35 % 25% 5 0% 1

  4

  4 4 2 4 2 1 1 2

  2 96 2 3 1 3 5 0 2 1 2 2

  6

  6

  3

  2

  2 1 2 25% 40 % 20% 3 0% 1

  6

  2 1 1 25% 50 % 30% 3 0% 1

  2

  2 2 1 4 2 4 1 2

  7 86 2 4 1 1 5 0 2 1 1 2

  6

  3

  2 2 1 4 2 4 1 2

  4 4 1 4 2 5 1 2

  3.T OT 85 1 3 2 2 5 0 2 2 2 2

  3

  2 1#

  5 6 7 .8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1#1 1#

  4

  3

  1 87 2 3 2 2 5 0 2 1 1 2

  1

  3 3 2 4 2 1 1 2

  1 4 1 4 1 3 1 2

  1 91 2 3 2 2 5 0 1 1 2 2

  3 2 1 5% 15 % 10% 6 0% 1 3 11 0

  1

  1 3 1 1 1 3 1 2

  1 90 1 2 2 3 2 0 1 1 2 2

  3 2 1 5% 20 % 15% 6 0% 1 3 11 0

  2

  2 89 2 2 2 5 2 0 1 1 2 2

  2 1 1 25% 50 % 40% 3 0% 1

  8

  3

  2 1 1 25% 60 % 50% 1 0% 1

  3

  2 4 1 1 3 2 1 2

  4 88 1 3 2 2 1 11 3 2 2 2

  6

  2

  

No PERTANYAAN BAGIAN I PERTANYAAN BAGIAN II PER.BAG. III

No 1 2 3 4 6 7 8 9 10 1

  2

  3

  4

  5 6 7 .8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1#1 1# 1#

  3.T

  2

  3 OT

  1 3 1 4 4 1 1 2

  3 2 1 5% 25 20% 4 0% 1

  8

  1 99 1 1 2 3 5 0 1 1 1 2

  1 %

  2 6 1 4 1 8 1 2

  3 1 1 5% 50 45% 1 0% 1 3 11 0

  1 100 2 2 2 4 2 0 1 2 1 2

  2 %

  

Hasil Pengujian Dua

Sampel Berpasangan

dan Regresi Linear

Sederhana Pengujian Dua Sampel Berpasangan (Paired Sampel T Test)

  

Paired Samples Statistics

Std. Error Mean N Std. Deviation Mean

  

Pair 1 profitbefore 2340220.0 591962.64

100 5919626.410 1 profitafter 3079162.5 460071.33

  100 4600713.349

  5 Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 profitbefore & 100 .906 .000 profitafter

  Paired Samples Test Pair 1 profitbefore - profitafter

  Paired Differences Mean

  • 738942.500 Std. Deviation 2619450.088 Std. Error Mean 261945.009 95% Confidence Lower -1258698.227 Interval of the Upper
  • 219186.773 Differen
  • 2.821 df

  99 Sig. (2-tailed) .006 Regersi Linear Berganda.

  

Variables Entered/Removed(b)

Variables Variables

Model Entered Removed Method

  1 time CU.Mmbr, . Enter time loan, loan(a)

a All requested variables entered.

b Dependent Variable: simpan

  

Model Summary

Adjusted R Std. Error of

Model R R Square Square the Estimate

  1 70925544.35 .851(a) .723 .715 5

a Predictors: (Constant), time CU.Mmbr, time loan, loan

  

ANOVA(b)

Sum of

Model Squares df Mean Square F Sig.

  1 Regressio 126325162 42108387341 n 025855200 3 83.707 .000(a) 9517400.000

  0.000 Residual 482921552 50304328420 841447000

  96 98400.000 .000 Total 174617317

  309999900

  99 0.000

a Predictors: (Constant), time CU.Mmbr, time loan, loan

b Dependent Variable: simpan

  

Coefficients(a)

Standardized

Unstandardized Coefficients Coefficients

  

Model B Std. Error Beta t Sig.

  1 (Constant) 30266396.1

  • 25441188.590 -.841 .403

  

26

loan 1.209 .081 .833 14.965 .000 time loan

  389078.010 571241.352 .038 .681 .497 time 11087539.6 10458734.023 .051 .943 .348 CU.Mmbr

  

05

a Dependent Variable: simpan

Casewise Diagnostics(a)

  

Case Number Std. Residual simpan

  30 9.309

  8.00E+08

a Dependent Variable: simpan

Residuals Statistics(a)

  Minimum Maximum Mean Std. Deviation N Predicted Value - 13988717.

  00 97849529

6.00

97637000.

  00 112960689.51 8 100

  Residual - 72391304.

  000 66024704

0.000

.000 69842648.026 100

  Std. Predicted Value

  • .988 7.798 .000 1.000 100 Std. Residual -1.021 9.309 .000 .985 100

    a Dependent Variable: simpan

  

Surat Izin

Penelitian

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Penyaluran Kredit Pada Credit Union (Studi Kasus : Credit Union Cinta Mulia Pematang Siantar)
2
70
112
Proses dan Peranan Credit Union dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pedesaan (Study Kasus : Credit Union Dampingan YAPIDI Pancurbatu Kab. Deli Serdang)
1
31
115
Evaluasi tingkat partisipasi anggota credit union : studi kasus pada Credit Union Pancur Kasih (CUPK) T.P Kotabaru, Pontianak, Kalimantan Barat.
0
4
117
Peran program pendidikan dalam upaya peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan yang berdampak pada kesejahteraan anggota Credit Union : studi kasus pada Credit Union Tyas Manunggal di Bantul, Yogyakarta.
0
2
206
Analisis tingkat kesehatan keuangan credit union studi kasus pada credit union Lantang Tipo, Credit Union Bima dan Credit Union Keling Kumang di Kalimantan Barat.
3
20
233
Perbedaan minat menabung pada Credit Union Lantang Tipo ditinjau dari status sosial ekonomi, kualitas layanan, dan pemahaman anggota mengenai materi pendidikan dasar.
0
2
131
Perancangan jaringan komputer kantor : studi kasus Kantor Pusat Credit Union Dharma Prima Kita, Credit Union Dharma Bakti, Credit Union Damit.
4
30
81
Kepuasan anggota terhadap Credit Union Sapulidi.
0
12
171
Kontribusi pinjaman yang diterima dari Credit Union Pancur Dangeri terhadap peningkatan pendapatan anggota : studi kasus pada Credit Union Pancur Dangeri, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
0
1
225
Perbedaan kesempatan berusaha, tingkat pendapatan dan tingkat pengeluaran anggota sebelum dan sesudah menggunakan kredit di Credit Union Bima di Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat : studi kasus Credit Union Bima.
1
21
129
Kepuasan anggota terhadap Credit Union Sapulidi
0
1
169
Evaluasi tingkat partisipasi anggota credit union studi kasus pada Credit Union Pancur Kasih (CUPK) T.P Kotabaru, Pontianak, Kalimantan Barat
0
7
115
Kontribusi pinjaman yang diterima dari Credit Union Pancur Dangeri terhadap peningkatan pendapatan anggota studi kasus pada Credit Union Pancur Dangeri, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
0
0
223
Evaluasi kinerja keuangan credit union menggunakan sistem pearls : studi kasus pada Credit Union Melati - USD Repository
0
0
159
Penilaian tingkat kesehatan keuangan koperasi kredit berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah RI No. 194/KEP/M/IX/1998 : studi kasus pada Credit Union Lantang Tipo - USD Repository
0
0
149
Show more