SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika

Gratis

0
0
237
2 days ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Dengan Gembira Penuh Syukur Skripsi Ini Kuupersembahkan untuk :Tuhanku Tercinta Yesus Kristus dan Bundaku Tersayang Bunda Maria Bapak dan Ibuk yang Selalu Mendukung Sepenuh Jiwa dan RagaKakekku yang juga selalu Mendukungku Adikku yang Aneh Saudara-saudaraku yang Terkasih~Love You All~ AbstraksAndreas Ricky Proklamanto. Penilaian kualitas elektronik modul matematika berdasarkan aspek kevalidan, menunjukkan skor ideal 60,33 untuk aspek pendidikan dan skor ideal38,50 untuk aspek tampilan, dengan persentase keidealan 80,84% untuk aspek pendidikan menunjukkan nilai sangat baik, sedangkan pada aspek tampilandengan persentase keidealan 77,00% menunjukkan penilaian baik.

KATA PENGANTAR

  Tujuan skripsi ini dibuat yaitu untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi PendidikanMatematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. selaku Kaprodi Pendidikan Matematika sekaligus dosen pembimbing yang telah sabar membimbing, meluangkanwaktu, tenaga, pikiran, serta memberi nasehat dan masukan yang bermanfaat kepada penulis dalam penyusunan skripsi dari awal hingga akhir penulisanskripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.

F. X . Agus Hariyanto, S.Pd., S.E. selaku Kepala Sekolah SMA Kolese de

  Segenap dosen dan karyawan Jurusan Pendidikan Matematika dan IlmuPengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma yang telah membimbing, mendidik, serta memberikan ilmunya yang berharga selama menempuh studi diUniverstas Sanata Dharma. pihak yang yang telah mendukung dari penyusunan hingga Semua terselesaikannya skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pendidikan memegang peran penting dalam menciptakan dan membentuk generasi muda yang maju, tangguh, terampil, dan terpelajar. Pendidikan adalah suatu proses transformasi anak didik agar mencapai hal-

  Pada kenyataannya modul merupakan jenis kesatuan kegiatan belajar yang terencana, dirancang untuk membantupara siswa secara individual dalam mencapai tujuan-tujuan belajarnya.(NanaSudjana dan ahmad Rivai, 1989:132) Penyajian modul secara menarik dengan konsep konstruktivisme, dan bersumber oleh buku-buku konstekstual membuat modul bisa membawasiswa pada kondisi yang sebenarnya dan membuat matematika menjadi menarik. Sehinggaproses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan efektif dan mempercepat proses pembelajaran sehingga semua materi pelajaran dapatdisampaikan sesuai dengan tuntutan silabi dan alokasi waktu yang diberikan Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas, peneliti termotivasi untuk mengembangkan unit program pengajaran yang dapat meminimalkansuasana kurang kondusif dalam pembelajaran.

IDENTIFIKASI MASALAH

  Pentingnya materi kalkulus dasar pada kurikulum SMA sebagai 4. Kurangnya pengembangam modul sebagai unit program pengajaran matematika dalam upaya melatih siswa dalam berpikir secarakonstruktif.

C. RUMUSAN MASALAH

  Bagaimana rancangan dan pengembangan Elektronik Modul MateriTurunan dengan penggunaan program GeoGebra ? Bagaimanakah keefektifan penggunaan elektronik modul GeoGebra untuk memfasilitasi pembelajaran matematika pokok bahasan TurunanFungsi di sekolah menengah ditinjau dari hasil ulangan siswa?

TUJUAN PENELITIAN

  Rancangan dan pengembangan Elektronik Modul Materi Turunan dengan penggunaan program GeoGebra . Analisa keefektifan penggunaan elektronik modul GeoGebra untuk memfasilitasi pembelajaran matematika pokok bahasan Turunan Fungsidi sekolah menengah ditinjau dari hasil ulangan siswa.

E. SISTEMATIKA PENYAJIAN

  Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Berisikan tentang analisis data yang telah diolah untuk menjawab pertanyaan dalam rumusan masalah dalam penelitian, serta berisikan pembahasan dan keterbatasan dari penelitian ini. Diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan pengembangan media pembelajaran interaktif guna meminimalisasi kejenuhan dankebosanan dalam pembelajaran konvensional di kelas yang mengakibatkan motivasi belajar siswa menjadi berkurang untukmemahami materi yang diberikan guru.

BAB II LANDASAN TEORI A. KAJIAN TEORI 1. Pembelajaran Matematika Belajar merupakan aktivitas yang disengaja dan dilakukan oleh

individu agar terjadi perubahan kemampuan diri, dengan belajar anak yang tadinya tidak mampu melakukan sesuatu, menjadi mampu melakukansesuatu, atau anak yang tadinya tidak terampil menjadi terampil.

1 Menurut Hilgard dan Bower, belajar (to learn) memiliki arti : ) to

  Antony Robbins, mendefinisikan belajar sebagai proses menciptakan hubungan antara sesuatu (pengetahuan) yang sudah dipahami dan sesuatu1 (pengetahuan) yang baru. Dari definisi ini dimensi belajar memuat Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, Kurikulum & Pembelajaran, (Cet.1; Jakarta:2 Rajagrafindo Persada, 2011), hlm.

H. Baharuddin, dan Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar & Pembelajaran, (Cet 5; Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), hlm. 13

  Pembelajaran dapat diartikan sebagai proses kerja sama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada baik potensi, bakat, minat, dankemampuan dasar yang dimiliki termasuk gaya belajar maupun potensi yang ada di luar diri siswa, termasuk lingkungan, sarana, dan sumber 6 belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan tertentu. Mengembangan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi,intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba, sehingga dapat menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan seperti melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan dalam kemampuannya dalam menghitung,mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika.

2. Pendekatan Konstruktivisme

  Mereka sendiri yang membuat penalaran terhadap hal-hal yangdipelajarinya dengan cara mencari makna, membandingkan dengan yang telah diketahui dengan pengalaman baru, dan menyelesaikanketegangan antara yang telah ia ketahui dengan yang ia perlukan dalam pengalaman yang baru. Seorang guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuatinformasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan ataumenerapkan sendiri ide-ide dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar.

3. Pembelajaran Berbantukan Komputer

  Pembelajaran Komputer-Assisted Instruction atau PembelajaranBerbantuan Komputer atau (PBK) sebagai proses mengajar yang dilakukan secara langsung yang melibatkan komputer untukmempresentasikan bahan ajar dalam suatu model pembelajaran yang interaktif untuk memberikan dan mengendalikan lingkungan belajarsecara individual pada masing-masing peserta didik (Splittgerber danStirzaker,1984). Definisi ini selaras dengan Tailor dalam Merrill (1996), yang menyatakan bahwa semua aplikasi komputer dalam pendidikan dapat diklasifikasi sebagai tutor, tool atau tutee .

4. Modul

  Modul merupakan unit pengajaran yang terkecil dan lengkap, yang memuat rangkaian kegiatan belajar yang direncanakan secara sistematis,memuat tujuan belajar yang dirumuskan secara eksplisit dan spesifik, merupakan realisasi pengakuan individual yang memungkinkanuntuk siswa belajar secara mandiri. Modul matematika yang disusun dapat mendekatkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari siswa yang sebenarnya, sepertimemberikan contoh peristiwa sehari-hari yang ada kaitannya dengan materi pembelajaran, misalnya simulasi melukis sketsa grafik fungsialjabar.

5. Modul Elektronik

  Menurut Nurma (2010) dalam (http://nurma.staff.uns.ac.id) mengatakan: Modul Elektronik (E-Modul) merupakan alat atau saranapembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untukmencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya secara elektronik (bagian dari e-learning). Penggunaan e-modul sebagai bahan ajar pada penelitian ini bertitik tolak pada modul yang adaptive, dan user friendly.

6. Kualitas Perangkat Pembelajaran

  Ketiga kriteria ini mengacupada kriteria kualitas hasil penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Van den Akker dalam Rochmad (2011) dan kriteria kualitas produkyang dikemukakan oleh Nieveen dalam Rochmad (2011). Aspek yang harus dipenuhi dalam media ini adalah (1) Kualitas materi ( isi dan tujuan,) (2)Kualitas tampilan (instruksional dan teknik).

7. Materi Ajar

  Secara geometris turunan fungsi dapat ditafsirkan sebagai gradient garis singgung kurva di titik ( , ) terletak pada kurva = ( ) 1 1 maka persamaan garis singgung kurva yang melalui titik( , ) 1 1 adalah : − = ( − ) 1 Dengan gradient = ’( ). Tafsiran turunan turunan Fungsi secara geometris tidak berhenti pada gradient garis singgung saja melainkan berlanjut padakemonotonan dan kecekungan kurva, nilai ekstrim, hingga menggambar grafik fungsi aljabar.

a. Kemonotonan dan Kecekungan Kurva

  ’( ) turun pada interval , ∈ , maka ( ) cekung ke atas pada interval, atau secara penerapan turunan dapat diuji dengan turunan kedua ( ) yaitu ’’( ) > 0 .2) ’( ) naik pada interval , ∈ , maka ( ) cekung ke atas pada interval, atau secara penerapan turunan dapat diuji dengan turunan kedua ( ) terdifrensial pada selamg terbuka1) pada interval dan secarapenerapan turunan dikatakan jika ( ) naik jika ’( ) < 0. Maka kecekungan fungsi dapat dinyatakan sebagai berikut.

b. Nilai Ekstrim

  1) Tentukan turunan pertama dan kedua fungsi( ), yaitu ’( ) dan ’’( )2) Tentukan titk stasioner, yaitu pembuat nol dari turunan pertama ( ’( ) = 0), misalkan nilai stasionernya = 3) Nilai( ) adalah nilai maksimum jika pada uji turunan kedua nilai ’’( ) < 0 sedangkan nilai ( ) adalah nilai minimum jika pada uji turunan kedua nilai’’( ) > 0. Menggambar grafik Fungsi Aljabar Dengan mempelajari turunan fungsi, menentukan, fungsi naik dan fungsi turun, kemonotonan dan keckungan kurva, nilai ekstrimmaka kita dapat menggambar grafik fungsi fungsi aljabar secara mudah.

d. Aplikasi Turunan Fungsi

  Aplikasi turunan fungsi yang sederhana ada pada model matematika yang berkaitan dengan nilai ekstrim, fungsi dapat ditentukandengan berbagai persoalan kontekstual. 4) Jika soal berbentuk cerita, tafsiran jawaban yang diperoleh sehingga sungguh-sungguh menjawab persoalan yang terkandung dari soalcerita tersebut.

8. GeoGebra

  Berdasarkan penjelasan di atas modul elektronik dengan materi tafsiran geometris turunan fungsi akan dikembangkan menggunakanprogram GeoGebra versi 4.2 yang telah diperkenalkan oleh Hohenwarter sejak November 2012. Pada setiapkategori yang ada di Toolbar terdapat beberapa Tool lain yang tersembunyi, untuk menampilkannya kita dapat mengklik tandapanah kecil di bagian kanan bawah setiap kotak Tool yang ada di Toolbar .

2) Toolbar

  Selama Tool itu sedang aktif kita bisa menggunakannya untuk melakukan tugasnya dan tidak perlu mengklik lagi untuk membuatobjek yang sama. Setiap Tool yang ada dan sedang aktif akan dijelaskan nama Tool disamping kanan dari Toolbar itu sendiri.

B. HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN

  Selain itu pada penilitian ter s ebut juga di s impulkan bahwa media pembelajaran yang dihasilkan mampu menumbuhkan motivasi75% dari 36 si s wa yang mengikuti uji coba media pertama. Penelitian Novy Trisnani (2010) berjudul "PengembanganMedia Pembelajaran Berbasis Edutainment Untuk Siswa SMPKelas VII Materi Operasi Bilangan Pecahan" yang menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaranmatematika berbasis edutainment dapat meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas VII di SMP N 2 Wates.

C. KERANGKA BERPIKIR

  Setelah melakukan tinjauan dan penilaian peneliti berharap Aspek kualitas modul diuji oleh tiga aspek yaitu valid yang meliputi(materi dan tampilan) sehingga uji kevalidan dapat mencakup karakteristik modul yaitu self instruksional, self contained, stand alone, dan adaptive. Praktis yang meliputi (pemahaman materi dan pemanfaatan modul oleh responden serta meninjau pada aktivitas guru dan siswa saat pembelajaranberlangsung) sehingga dapat mencakup karakteristik modul user friendly.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Menurut Nana Syaodih (2009) Penelitian pengembangan adalah

  Menurut Sugiyono metode penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkanproduk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut dan bukan untuk menguji teori. Penelitian ini difokuskan pada pengembanganmedia pembelajaran matematika untuk perangkat pembelajaran berupa elektronik modul bagi siswa SMA yang dikemas dalam bentuk compact disc.

1. Analysis (analisis)

  Analisis materi menghasilkan materi Tafsiran Geometris TurunanFungsi yang terdiri dari empat subbab lagi yaitu turunan sebagai gradient garis singgung, kemonotonan dan kecekungan, kurva nilai ekstrim,menggambar grafik fungsi aljabar serta aplikasi sederhana pada nilai ekstrim. Analisis SituasiAnalisis situasi dilakukan untuk mengetahui kondisi siswa sebagai subjek penelitian dan kondisi kesiapan sekolah sebelum dilakukan uji Hasil analisis digunakan sebagai acuan dalam penyusunan kerangka modul yang akan dikembangkan.

a. Pengembangan modul berdasarkan spesifikasi berikut

  Penutup3) Ditampilkan dengan layout Modul yang telah dikembangkan kemudian dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran matematika supayamendapat masukan untuk pengembangan dan perbaikan sebelum diujicobakan. Sedangkan untuk menguji kepraktisan produk ditunjukkan dengan lembar observasi yang diberikan pada obsever dan respon siswa yangditunjukkan dengan lembar observasi dan angket pendapat siswa.

5. Evaluation (evaluasi)

  Evaluasi adalah proses untuk menganalisis kepraktisan dan keefektifan modul yang dikembangkan pada tahap implementasi. Tahapevaluasi bertujuan untuk mengevaluasi modul yang telah dibuat berdasarkan hasil lembar evaluasi modul dengan kriteria presentasekelayakan media pembelajaran.

E. Instrumen Penelitian

  Lembar Penilaian modul matematika untuk ahliLembar Penilaian ini diberikan kepada ahli materi dan ahli media (desain layout) yaitu dosen dan guru matematika ketika tahap validasi yang bertujuan untuk mengevaluasi modul matematika. Penyusunan soal ulangan harian berdasarkan pada standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian yang disesuaikandengan isi materi pada modul matematika yang telah dikembangkan.

F. Teknik Analisis Data

  Data yang diperoleh melalui lembar penilaian modul oleh ahli, lembar observasi, dan angket pendapat siswa (untuk no 1-6) yang berupa hurufdiubah menjadi nilai kualitatif modul matematika dengan langkah-langkah sebagai berikuta. Mengubah nilai tiap aspek kriteria dalam masing-masing komponen modul matematika menjadi nilai kualitatif sesuai dengan kriteria kategoripenilaian dengan ketentuan dalam tabel berikut.

6 Skor Maksimal =

  Jika jumlah siswa mencapai nilai KKM berkategori tinggi atauminimal lebih dari 67 % pada tabel 3.7, maka dapat disimpulkan bahwa modul matematika yang dikembangkan efektif sebagai sumber belajar. Analisis data hasil ulangan harian dilakukan untuk menentukan efektifitas modul matematika yang dikembangkan dengan membuattabulasi data hasil ulangan harian, kemudian mengkonversi data ulangan harian dengan tabel pedoman keefektifan hasil belajar 24 berikut.

24 Fr.Y.Kartika Budi.Berbagai Strategi Untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif Dalam Proses Pembelajaran

  Tabel 3.7 Kriteria Efektifivitas Hasil Belajar secara Kuantitatif No Rentang skor (i) Kategori Kualitatif kuantitatif 1 80 % < p Sangat tinggi≤ 100% 2 67 % < p ≤ 80 % Tinggi 3 53 % < p Cukup≤ 67 % 4 40 % ≤ p ≤ 53 % Rendah 5 p <40 % Sangat Rendah ℎp = x 100% ℎ ℎ Hasil belajar dikatakan efektif jika mencapai persentase ketuntasan tinggi. Sedangkan dikatakan sangat efektif jika mencapaipersentase ketuntasan sangat tinggi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Rancangan dan Penelitian Pengembangan Sesuai dengan tahap-tahap pengembangan modul ADDIE, pengembangan

modul matematika adalah 1. Analysis (analisis) Hal-hal yang dianalisis sebelum pengembangan modul matematika adalah sebagai berikut:

a. Analisis kurikulum dan materi

  Dipilih dua KD yaitu Menggunakan sifat dan aturan turunan dalam perhitungan turunan fungsi aljabar dan Merancang modelmatematika dari aplikasi turunan sebagai landasan penyusunan e-modul. Bertolak pada SK dan KD di atas diharapkan e-modul dibuat dapat memenuhi indikator-indikator yang ada antara lain :1) Menjelaskan arti fisis dari turunan di satu titik.2) Menjelaskan arti geometris dari turunan di satu titik.3) laju perubahan nilai fungsi terhadap variabel Menentukan bebasnya.

b. Analisis Situasi

  Hasil dari wawancara guru pengampu tentang kesulitan siswa pada materi turunan dan kondisi siswa, serta pengamatan penelitisemasa PPL.1) Adanya kecenderungan siswa lebih tertarik pada hal yang baru serta didukung oleh visualisasi. Analisis materi inimenghasilkan materi Tafsiran Geometris Turunan Fungsi Secara umum pada subbab ini memiliki 4 subbab lain didalamnya yaitu (1)turunanfungsi = ( ) dapat ditafsirkan sebagai gradient garis singgung kurva di titik( , ) terletak pada kurva = ( ), (2) kemonotonan dan 1 1 kecekungan kurva, (2) nilai ekstrim, hingga (4) menggambar grafik fungsi aljabar (5) aplikasi sederhana pada nilai ekstrim.

b. Menyusun kerangka modul

Menurut Nurma (2010) dalam (http://nurma.staff.uns.ac.id) mengatakan: E-modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yangberisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang Untuk mendukung terjadinya alur pembelajaran secara efektif, perlu juga dikembangkan RPP (Rencana Perencanaan Pembelajaran)sesuai dengan pengembangan modul. (RPP terlampir) PetunjukUmum PENDAHULUANMedia MATERI HOME AJAR DAFTAR LEMBAR KERJA PUSTAKA SISWA BIODATA PENULIS EVALUASI DAN PEMBAHSAN Gambar 4.1

c. Melengkapi unsur-unsur modul sesuai kerangka

  Dalam hal ini pemanfaatan GeoGebra antara lain dapat menghasilkan lukisan-lukisangeometri dengan cepat dan akurat, serta adanya fasilitas animasi gerakan sehingga memberikan pengalaman visual tentang turunan fungsi, danmempermudah guru dan siswa dalam menyelidiki dan menunjukkan sifat-sifat dan tafsiran geometris turunan fungsi. 4) Titik-titik Stationer Gambar 4.5 GeoGebra Titik –titik Stasioner Pada materi subbab ini ada beberapa teori yang harus dieksplor oleh siswa antara lain, apa yang dimaksudkan antara lain, definisi titik-titikstationer dan syaratnya, serta keterkaitannya keterkaitannya dengan turunan pertama dan turunan kedua.

a. Pengembangan modul berdasarkan spesifikasi berikut. 1) Berbentuk media elektronik

Modul ini akan dikemas menggunakan dreamweaver sebagai layout website offline yang kemudian di dalamnya disatukan menggunakan

2) Komponen-komponen dalam modul, yaitu:

  c) Lembar Kerja SiswaPada lembar kerja siswa menggunakan format PDF sebagai LKS unutk diisi siswa sebagai monitoring pemahaman siswa terhadapmateri (berupa softcopy) dan GeoGebra sebagai penunjang aktivitas kelas yang disusun dan disajikan dengan pendekatankonstruktivisme kemudian dimasukkan pada modul utama. Pada bagian soal latihan ini dilengkapi system check nilai secara otomatis 3) Ditampilkan dengan layoutModul yang telah dikembangkan kemudian dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran matematika supayamendapat masukan untuk pengembangan dan perbaikan sebelum diujicobakan.

b. Validitas ahli

  Aspekpendidikan lembar instrumen penelitian tersebut terdiri dari 15 indikator, lembar penelitian ini dinilai oleh ahli materi danpembelajaran, dan 10 indikator pada aspek tampilan yang dinilai oleh ahli media. Validasi ini dilakukan hingga 2 kali revisi atau tindak lanjut, yaitu revisi berdasarkan masukan atau saran ahli materi dan ahlimedia (pada tahap development), revisi berdasarkan masukan atau saran dari siswa pada saat uji coba lapangan (pada tahap .

c. Revisi produk I

  Pembelajaran Computer-Assisted Instruction atauPembelajaran Berbantuan Komputer atau (PBK) sebagai proses mengajar yang dilakukan secara langsung yang melibatkan komputer untukmempresentasikan bahan ajar dalam suatu model pembelajaran yang interaktif untuk memberikan dan mengendalikan lingkungan belajarsecara individual pada masing-masing peserta didik (Splittgerber danStirzaker,1984). Gambar 4.10.1 LKS I Gambar 4.10.2 LKS II Hal positif dari pertemuan kedua ini adalah siswa sangat antusias dalam marespon kehadiran e-modul berbantukan GeoGebra dan dapatmengembangkan petunjuk pada LKS dengan mencari soal tambahan pada buku pegangan siswa.

e. Evaluation (Evaluasi)

  1) Analisis Data KevalidanAnalisis data kevalidan pada penelitian ini dilakukan berdasarkan penilaian pada lembar penelitian untuk ahli materi dan pembelajaran (aspek pendidikan) dan ahli media (aspek tampilan). Aspek Pendidikan Data kevalidan ini diisi berdasarkan lembar penelitian yang dinilai oleh ahli materi (pada aspek pendidikan) dengan memperoleh skorrata-rata sebesar 60,34 dari skor rata-rata ideal 75 dengan persentase keidealan 80,84% yang menunjukkan kategori sangat baik (SB).

2) Analisis Data Kepraktisan

  Analisis data mengenai data kepraktisan modul dalam hal ini terbagi atas dua bagian yang pertama analisis kepraktisan moduldilihat dari angket penelitian siswa dan kepraktisan modul dilihat dari hasil data observer mengenai pembelajan di kelas. Analisis data kepraktisan pada penelitian ini dilakukan berdasarkan penilaian pada lembar angket penelitian diisi siswa (aspek kualitasteknis. Lembar penelitian yang digunakan ini meliputi 6 indikator dengan dua dimensi pertanyaan, yaitu:(1) Kesulitan pada materi(2)Program GeoGebra dalam mengatasi kesulitan.

2. Lakukan down grade java-nya. Berikut ini disadur

dari forum. Kecocokan versi java dengan geogebra versi 4.2 Java 6 Update 27: java tidak crashJava 6 Update 29: java crashJava 6 Update 30: java crashJava 7 update 2: java crash

a. Kevalidan

  Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut. Untuk mendapatkan kualitas yang diharapkan, maka modul yang dikembangkan harus memenuhi kesepuluhindikator tersebut, berikut analisis data pada aspek tampilan.

2 Tampilan

  5 10 7 3 3 6 8 5 5 9 4 4 3 7 10 3 4 7 8 4 4 4 977/2 38,5 2 3 4 7 3 4 8 6 1 4 4 8 5 4 3 7 4 1 3 53,334% <̅ ≤ 66,667% Kurang 4 20 <̅ ≤ 26,667 3 26,667 <̅ ≤ 33,33 Cukup 2 33,333 <̅ ≤ 40 Baik 1 ̅> 40 Sangat Baik No Rentang skor ( i) kuantitatif Kategori Kualitatif Berdasarkan tabel perhitungan diperoleh skor rata-rata 38,5 dengan persentase keidealan 77,00%. Berdasarkan tabel 4.8 dan tabel 4.9 makaaspek tampilan dapat dikatakan memperoleh kualitas baik.

b. Kepraktisan

  Analisis data mengenai data kepraktisan modul dalam hal ini terbagi atas dua bagian yang pertama analisis kepraktisan modul dilihat dariangket penelitian siswa dan kepraktisan modul dilihat dari hasil data observer mengenai pembelajan di kelas. Berdasarkan tabel 4.11 dan tabel 4.12maka aspek kualitas teknis dengan pengguna siswa dapat dikatakan memperoleh kualitas baik Kepraktisan modul ini juga dinilai berdasarkan penilaian pada lembar observer.

4.13 Berdasarkan tabel 4.14 dan tabel 4.15 pedoman keefektifan diperoleh

rata-rata 40 dari 45 dikatakan kefektifannya sangat tinggi, dengan persentase keefektifan adalah 88,89% .

c. Keefektifan Keefektifan modul ini dinilai berdasarkan tes hasil belajar siswa

  5 5 15 5 4 5 4 13 6 4 5 4 13 7 4 5 5 14 8 4 5 4 13 9 4 5 4 13 Keterangan Skor ideal maksimal = 5 x 9 = 45Skor ideal Minimal = 1 x 9 = 9 5 Jumlah siswa yang mengikuti uji coba adalah 30, jumlah siswa yang tuntas dalam adalah 22 siswa. Berdasarkan tabel 3.7 pedoman keefektifanketuntasan dapat dikatakan kefektifannya tinggi, dengan persentase ketuntasannya adalah 73,34% .

1 M i = = 27

(45 + 9) 2

1 Sb i = = 6

(45 - 9) 6 Tabel 4.14 Kriteria Kategori Penilaian Ideal untuk AspekKepraktisan (Observer) No Rentang skor ( i) kuantitatif Kategori Kualitatif 1 Sangat Baik > 36̅ 2 Baik 30 <̅ ≤ 36 3 Cukup 24 <≤ 30 ̅ 4 Kurang 18 <≤ 24 ̅ 5 Sangat Kurang ̅ ≤ 18 Tabel 4.15 Kategori Persentase Penilaian Ideal (Kepraktisan) No Rentang skor ( i) kuantitatif Kategori Kualitatif 1 Sangat Baik > 80%̅ 2 Baik 66,667% <≤ 80% ̅ 3 Cukup 53,334% <≤ 66,667% ̅ 4 Kurang 40% <≤ 53,334% ̅ 5 Sangat Kurang ≤ 40%̅ Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Penilaian Aspek Kualitas Teknis Pengguna Siswa > 15 Sangat Baik 2 13 < 1 6 (18 - 6) = 2 Tabel 4.11 Kriteria Kategori Penilaian Ideal untuk Aspek Kepraktisan No Rentang skor ( i) kuantitatif Kategori Kualitatif 1 ̅ ̅ ≤ 15 i Baik 3 11 < ̅ ≤13 Cukup 4 9 < ̅ ≤ 11 Kurang 5 ̅ ≤ 9 = (18 + 6) = 12Sb Aspek IndikatorPenilai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 62 Ʃ SkorƩ Skor /Aspek Rata-rata rataKualitas Teknis 1 2 3 3 3 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 1 3 367 400 13,34 2 2 3 1 3 2 2 2 3 3 1 2 1 1 1 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2 60 3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 1 2 3 2 3 3 4 3 3 1 2 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 77 5 3 3 3 3 3 3 1 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 1 3 2 2 2 1 3 1 3 2 2 71 6 3 1 1 2 3 2 3 3 3 3 2 1 2 3 3 2 2 1 2 2 2 2 3 1 3 2 1 3 1 1 63 Keterangan Skor ideal maksimal = 3 x 6 = 18Skor ideal Minimal = 1 x 6 = 6M i = 1 Sangat Kurang Tabel 4.16 Perhitungan Kualitas Modul dengan Pengguna Guru Matematika Aspek Skor rata-rata KategoriPendidikan 60,33 Sangat Baik Tampilan 38,50 BaikKepraktisan dengan pengguna guru(dinilaioleh observer ) 40 Sangat Baik Ʃ Skor138, 83 Sangat Baik Sedangkan dengan pengguna siswa juga memperoleh kualitas baik, dengan skor rata-rata 35,34 dari 48 dan 73,63 % persentase keidealan. Tabel 4.17 Perhitungan Kualitas Modul dengan Pengguna Siswa Aspek Skor rata-rata KategoriAngket Siswa(Aspek Kepraktisan)Keprakitsa) Pemahaman 13,34 Baik TampilanNilai ulangan harian Keefektifandengan pengguna siswa 22 Tinggi Ʃ Skor35,34 Tinggi

C. Pembahasan

  Desain yang dimaksud disini adalah tampilan padamodul matematika itu sendiri, karena modul ini dibuat dengan menggunakan program adobe dreamweaver dan GeoGebra, maka langkahawal yang dilakukan adalah dengan menyusun desain dari modul itu sendiri, mulai dari menyusun apa saja yang akan ditampilkan pada modul tersebut. Modul pada dasarnya adalah perangkat belajar Hal ini sangat cocok dengan Pendapat (Nana Sudjana dan Ahmad Rivai dalamDeparteman Pendidikan , 2004) “modul merupakan jenis kesatuan kegiatan belajar yang terencana, dirancang untuk membantu siswa secara mandiridalam mencapai tujuan belajarnya.

D. KETERBATASAN PENELITIAN

  Implementasi modul hanya dilakukan pada satu kelas dan satu sekolah saja dilakukan pada sekolah homogen yaitu SMA Kolese de Britto. Penelitian ini masih menggnakan media cetak (hardcopy LKS dan hardcopy evaluasi soal ) sehingga belum bisa menerapkan modul yang semuanya penuh dikerjakan di computer.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pengembangan modul

  (b) kualitas hasil pengembangan model dan perangkat Berdasarkan pembelajaran pada tahap evaluation diperlukan tiga kriteria: kevalidan,kepraktisan, dan keefektifan sehingga modul elektronik pada materi turunan fungsi di kelas IPA 5 SMA Kolese de Britto tahun ajaran2012/2013 memperoleh penilaian mutu baik.(c) Kualitas keefektifan, kualitas efektif dinilai P e n i l a i a n diperoleh berdasarkan tes hasil belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan modul matematika dengan pendekatan konstrutivisme menggunakan GeoGebra untuk siswa SMA Kolese de Britto kelas XI IPA 5 tahun ajaran 2012/2013 pada materi turunan fungsi sub pokok bahasan tafsiran geometris turunan fungsi melalui tes hasil belajar siswadikatakan efektif.

B. SARAN

  Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan modul matematika yang memanfaatkan komputer untuk mengoperasikannya karena pembuatannyamenggunakan software GeoGebra. Modul matematika materi turunan fungsi dikembangkan lebih lanjut untuk sumber belajar matematika pada SMA di daerah lain ataupundiujicobakan untuk mendapatkan hasil yang lebih beragam dan semakin akurat.

DAFTAR PUSTAKA

  (diakses pada 3 september 2012)Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan Operasional , (Cet.1; Jakarta: Bumi Aksara, 2009) Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran, (Bandung : SinarBaru, 1989) Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran, (Cet. Ratna Prilianti, Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pendalaman Materi Kimia Redoks berbasis Empat Pilar Pendidikan Lesson Study, (Tesis,Semarang: UNS,2012)Riska Putri Filiayuk, Pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Sleman , (Skripsi, Yogyakarta: UNY, 2009).

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (237 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
17
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
147
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
224
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
114
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
205
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
217
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
190
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
90
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
87
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
130
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
135
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
273
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
229
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
218
Show more