SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika

Gratis

1
7
237
9 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

RANCANGAN DAN PENGEMBANGAN

MODUL ELEKTRONIK MATERI TURUNAN FUNGSI

DENGAN PROGRAM GEOGEBRA

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Matematika

Disusun oleh :

Andreas Ricky Proklamanto

  

NIM : 0914141047

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

RANCANGAN DAN PENGEMBANGAN

MODUL ELEKTRONIK MATERI TURUNAN FUNGSI

DENGAN PROGRAM GEOGEBRA

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Matematika

Disusun oleh :

Andreas Ricky Proklamanto

  

NIM : 091414047

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Dengan Gembira Penuh Syukur Skripsi Ini Kuupersembahkan untuk : Tuhanku Tercinta Yesus Kristus dan Bundaku Tersayang Bunda Maria

  Bapak dan Ibuk yang Selalu Mendukung Sepenuh Jiwa dan Raga Kakekku yang juga selalu Mendukungku Adikku yang Aneh

  Saudara-saudaraku yang Terkasih ~Love You All~

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Abstraks

Andreas Ricky Proklamanto. 2013. Rancangan dan Pengembangan Modul

Elektronik Materi Turunan Fungsi dengan Program Geogebra. Program Studi

Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu

Pengeatahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Universitas

Sanata Dharma.

  Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan elektronik modul matematika dengan pendekatan konstruktivisme sebagai perangkat pembelajaran siswa kelas

  XI IPA 5 SMA Kolese de Britto tahun ajaran 2012/2013 pada materi Tafsiran Geometris Turunan Fungsi. Elektronik modul ini menggunakan software Geogebra dan dikemas secara website offline.

  Langkah-langkah penelitian pengembangan ini menggunakan model

ADDIE , Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation.

  

Analysis (analisis) adalah analisis awal sebelum dilakukan pengembangan, mulai

  dari analisis awal, analisis kurikulum, dan analisis situasi, dilanjutkan dengan

  

design (perancangan), adalah menyusun dan mengumpulkan materi, membuat

  desain. Kemudian development (pengembangan) melakukan pengembangan produk dari desain yang sudah dibuat, dan validasi ahli dengan menggunakan instrumen penelitian oleh ahli media dan ahli materi. Setelah divalidasi ahli dilanjutkan dengan pengemasan untuk selanjutnya dilakukan implementasi. Tahap berikutnya implementasi yang diikuti oleh 30 siswa sebagai kelas uji coba lapangan dan pengisian angket kualitas teknis. Ada pula lembar observasi yang diisi oleh 2 guru matematika dan 1 dosen pengamat sebagai penilaian kepraktisan pengguna guru saat pembelajaran. Tahap terakhir adalah evaluasi, dari semua tahapan dan masukan pada saat implementasi dievaluasi dan direvisi kembali, agar mendapat produk akhir.

  Penilaian kualitas elektronik modul matematika berdasarkan aspek kevalidan, menunjukkan skor ideal 60,33 untuk aspek pendidikan dan skor ideal 38,50 untuk aspek tampilan, dengan persentase keidealan 80,84% untuk aspek pendidikan menunjukkan nilai sangat baik, sedangkan pada aspek tampilan dengan persentase keidealan 77,00% menunjukkan penilaian baik. Aspek kualitas teknis dengan pengguna guru matematika memperoleh skor ideal 40 dengan persentase keidealan 88,89% yang menunjukkan penilaian sangat baik. Aspek kualitas teknis dengan pengguna siswa memperoleh skor ideal 13,34 dengan persentase keidealan 77,11% yang menunjukkan penilaian baik. Pada aspek keefektifan ditunjukkan berdasarkan ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 73,34%, berdasarkan pedoman ketuntasan maka dapat disimpulkan tingkat ketuntasannya tinggi, sehingga dapat dikatakan efektif. Berdasarkan tiga kriteria penilaian kualitas produk menurut Nieveen:(1999), yakni kevalidan, kepraktisan dan keefektifan, maka dapat disimpulkan bahwa elektronik modul yang dikembangkan berhasil dengan memperoleh penilaian baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Abstract

Andreas Ricky Proklamanto. 2013. Designing And Developing Of Electronic

Module In Derivatif Function Material Using Geogebra Program. Mathematics

Education Studies Program, Department of Mathematics and Natural Science,

Faculty of Teacher of Training and Education, Sanata Dharma University.

  This research aimed to create an electronic mathematics module using constructivism approach as a students’ learning device in class XI IPA 5 SMA

  Kolese de Britto academic year 2012/2013 in subject geometric interpretation derivative function. This electronic module used GeoGebra software and offline website.

  The development research step used ADDIE model, Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Analysis was a preliminary analysis which was done before doing development, started from the initial analysis, curriculum analysis, and situation analysis, followed by design which prepared and gathered materials, making design. Then, development was developing products which had been created and validating the product using research instruments from media specialists and experts. After validation, the step was continued with packaging and implementation. The implementation was done in 30 students as the field trial and filling up technical quality of the questionnaire.

  There was also observation sheets, which were filled in by two mathematics teachers and a lecturer as an observer, as t eacher’s practical rating during learning process. The last step was evaluation of all steps and comments during the implementation which were evaluated and revised in order to get the final product.

  Electronic quality assessment module, which was based on aspects of mathematical validity, showed ideal score was 60.33 for the educational aspect and 38.50 for the ideal score of display aspect, with ideal percentage 80.84% for the education aspect, it showed an excellent score, while the display aspect with an ideal percentage of 77.00% showed a good score. Technical quality in which mathematics teacher as a user got an ideal score 40 with an ideal percentage 88.89%, it showed an excellent score. Technical quality in which the students as the users got an ideal score ideal score of 13.34 with an ideal percentage 77.11% indicated a good score. In effectiveness aspect which was showed during student learning outcomes was 73.34%,it was based on the standard score guidelines, it can be concluded that the level of thoroughness was high in other words it was

  

effective. According to the three criteria of product quality assessment by Nieveen

  : (1999), namely validity, practicality and effectiveness, it can be concluded that the electronics module which had been developed could successfully got a good score.

  Keywords: mathematics module electronics development, constructivism

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji syukur penulis haturkan pada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan lancar. Tujuan skripsi ini dibuat yaitu untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Seiring dalam penyusunan skripsi ini, penulis mendapat bantuan, dukungan, bimbingan, nasehat, motivasi, dan masukan-masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Bapak Rohandi, Phd. selaku Dekan FKIP yang telah menyediakan sarana dan prasarana pada penulis selama menempuh studi.

  2. Drs. A. Atmadi. M.Si. selaku Ketua Jurusan PMIPA yang telah memberikan dukungannya dalam perijinan ini sehingga penelitian dapat berjalan lancar.

  3. Bapak Dr. M. Andy Rudhito, S.Pd. selaku Kaprodi Pendidikan Matematika sekaligus dosen pembimbing yang telah sabar membimbing, meluangkan waktu, tenaga, pikiran, serta memberi nasehat dan masukan yang bermanfaat kepada penulis dalam penyusunan skripsi dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.

  4. Bapak Dominikus Arif Budi Prasetyo, M.Si selaku dosen pembimbing akademik yang telah mendukung dan membimbing selama penulis menempuh studi di Universitas Sanata Dharma.

  5. Bapak Dr. M. Andy Rudhito, S.Pd., Bapak Dominikus Arif B . P, S.Si., M.Si, dan Ibu Elisabet Ayunika Permata Sari, S.Pd., M.Sc selaku penguji yang telah memberikan masukan yang bermanfaat demi perbaikan dan penyempurnaan skripsi ini.

  6. Bapak

F. X . Agus Hariyanto, S.Pd., S.E. selaku Kepala Sekolah SMA Kolese de

  Britto yang telah memberi kesempatan dan ijinnya kepada penulis untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7. Bapak HJ Sriyanto S.Pd. selaku guru kelas XI IPA 5 SMA Kolese de Britto yang telah membimbing dan memberikan masukan kepada penulis demi kelancaran penelitian.

  8. Segenap dosen dan karyawan Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma yang telah membimbing, mendidik, serta memberikan ilmunya yang berharga selama menempuh studi di Universtas Sanata Dharma.

  9. Bapak, Ibu, dan adikku tercinta yang selalu mendukung siang dan malam terutama pada masa-masa kritis dalam penyusunan skripsi ini.

  10. Pak Catur, Nono, Mbak Wiwik, Merry, Kribo, Blur, Awang, Yulius, Helen,dan Kokoh yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian. 11. pihak yang yang telah mendukung dari penyusunan hingga Semua terselesaikannya skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

  .

  Yogyakarta, 2 4 Juli 2013 Penulis,

  Andreas Ricky Proklamanto

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL .................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... v ABSTRAK .................................................................................................... vi

  

ABSTRACT .................................................................................................... vii

  LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ............................................. viii KATA PENGANTAR .................................................................................. ix DAFTAR ISI ................................................................................................. xi DAFTAR TABEL ......................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xviii

  BAB I PENDAHULUAN

  1 A. Latar Belakang Masalah .............................................................

  1

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  D. Tujuan Penelitian ........................................................................

  8 E. Sistematika Penyajian .................................................................

  9 F. Ruang Lingkup ............................................................................

  10 G. Manfaat Penelitian ......................................................................

  10 BAB II LANDASAN TEORI

  12 A. Kajian Teori ................................................................................

  12 1. Pembelajaran Matematika .....................................................

  12 2. Pendekatan Konstruktivisme .................................................

  17 3. Pembelajaran Berbantukan Komputer ..................................

  19 4. Modul ....................................................................................

  21 5. Modul Elektronik ..................................................................

  26 6. Kualitas Perangkat Pembelajaran .........................................

  27 7. Materi Ajar ............................................................................

  29 8. GeoGebra ...............................................................................

  33 B. Hasil Penelitian yang Relevan ....................................................

  36 C. Kerangka Berpikir .......................................................................

  38 BAB III METODE PENELITIAN

  41 A. ............................................................................ Jenis Penelitian

  41 B. Subjek Penelitian ........................................................................

  47 C. Objek Penelitian ..........................................................................

  47 D. Waktu Peneltian ..........................................................................

  47

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..............................

  59 A. Hasil Rancangan dan Penelitian Program .........................................

  59 1. Analisis .......................................................................................

  59 2. Design .........................................................................................

  61 3. Development ...............................................................................

  68 4. Implementasi ................................................................................

  79 5. Evaluasi ........................................................................................

  91 B. Kualitas Modul Matematika .............................................................. 100

  1. Kevalidan .................................................................................... 101

  2. Kepraktisan ................................................................................. 103

  3. Keefektifan .................................................................................. 104

  C. ........................................................................................ 107 Pembahasan D. Keterbatasan Penelitian ...................................................................... 114

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 115 A. Kesimpulan ................................................................................. 115 B. Saran ............................................................................................ 116 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 118 LAMPIRAN .................................................................................................. 122

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Lembar Penilaian Modul Kriteria Kevalidan ................

  50 Tabel 3.2 Kisi-kisi Angket untuk Observer ..................................................

  51 Tabel 3.3 Kisi

  • – kisi Angket untuk Siswa ..................................................... 52

Tabel 3.4.1 Aturan Pemberian Skala pada Angket Kevalidan dan Observasi .............................

  55 Tabel 3.4.2 Aturan Pemberian Skala pada angket siswa ...............................................................

  55 Tabel 3.5 Kriteria Penilaian .......................................................................... 56 Tabel 3.6 Kategori Presentasi Penilaian Ideal ...............................................

  57 Tabel 3.7 Kriteria Efektivitas Hasil Belajar Secara Kuantitatif .....................

  58 Tabel 4.1 Masukkan dan Saran dan Tindak Lanjut Aspek Pendidikan ( Ahli Materi ) ................................................................................

  72 Tabel 4.2 Masukkan dan Saran dan Tindak Lanjut Aspek Tampilan ( Ahli Media ) ................................................................................

  75 Tabel 4.3 Masukkan dan Saran dan Tindak Lanjut Aspek Kepraktisan ( Pengguna Siswa ) ........................................................................

  95 Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Penilaian Aspek Pendidikan ............................. 100

Tabel 4.5 Kriteria Kategori Penilaian Ideal untuk Aspek Pendidikan .......... 100Tabel 4.6 Kategori Presentase Penilaian Ideal ............................................... 101Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Penilaian Aspek Tampilan ............................... 101

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.9 Kategori Presentase Penilaian Ideal ............................................... 102Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Penilaian Aspek Kepraktisan

  (Pengguna Siswa) .......................................................................... 106

Tabel 4.11 Kriteria Kategori Penilaian Ideal untuk Aspek Kepraktisan ....... 106

  Tabel 4. 12 Kategori Presentase Penilaian Ideal ............................................ 104

Tabel 4.13 Hasil Perhitungan Penilaian Aspek Keefektifan

  (Pengamatan Observer) ............................................................... 104

Tabel 4.14 Kriteria Kategori Penilaian Ideal untuk Aspek Keefetifan

  (Pengamatan Observer) ................................................................ 105

Tabel 4.15 Kategori Presentase Penilaian Ideal ............................................. 105Table 4.16 Perhitungan Kualitas Modul dengan Pengguna Guru .................. 107Table 4.17 Perhitungan Kualitas Modul dengan Pengguna Siswa ................ 107

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1Bagan Hubungan Komponen Pembelajaran ..............................

  70 Gambar 4.9 StoryBoard Modul Matematika ................................................ 78 Gambar 4.10.1 LKS 1 ....................................................................................

  90 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  89 Gambar 4.13.2 LKS 4 ....................................................................................

  87 Gambar 4.13.1 LKS 4 ...................................................................................

  85 Gambar 4.12 LKS 3 .......................................................................................

  84 Gambar 4.11.2 LKS 2 ....................................................................................

  82 Gambar 4.11.1 LKS 2 ....................................................................................

  81 Gambar 4.10.2. LKS 1 ...................................................................................

  67 Gambar 4.8 Tampilan Layout E-modul .........................................................

  35 Gambar 3.1 Model Pengembangan ADDIE ..................................................

  67 Gambar 4.7 GeoGebra Aplikasi Turunan ......................................................

  66 Gambar 4.6 GeoGebra Sketsa Grafik ............................................................

  65 Gambar 4.5 GeoGebra Titik-titik Stasioner ...................................................

  64 Gambar 4.4 GeoGebra Kecekungan Fungsi ..................................................

  64 Gambar 4.3 GeoGebra Komonotonan Fungsi................................................

  62 Gambar 4.2 GeoGebra Gradien Garis Singgung ...........................................

  49 Gambar 4.1 Kerangka Modul Matematika ....................................................

  42 Gambar 3.2 Desain Penelitian Modul ...........................................................

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LAMPIRAN

Lampiran 1: Pra Penelitian

  1.1 Kisi-kisi wawancara ..................................................................... 121

  1.2 Pedoman Wawancara ................................................................... 122

  1.3 Hasil Wawancara ......................................................................... 123

  1.4 Lembar Kerja Siswa ..................................................................... 126

  1.5 Kisi-kisi Angket Penilaian (untuk ahli materi, ahli media, dan kualitas teknis) ..................... 134

  1.6 Instrumen Penelitian .................................................................... 135

  1.7 Kisi-kisi soal tes pengukuran (ulangan harian) ........................... 152

  1.8 Soal soal tes pengukuran (ulangan harian) 153

  1.9 Kunci jawaban dan pedoman penskoran pre-tes dan post-tes ...... 155

  1.10 . Kunci jawaban dan pedoman penskoran pre-tes dan post-tes ............................... 155

  1.11Hasil validasi (materi dan media) ............................................... 182

  1.12 Surat ijin penelitian .................................................................... 197

  Lampiran 2: Pasca Penelitian 2.1. Hasil Pengisian Instrumen Penelitian obesrvasi ........................ 198 2.2. Hasil Pengisian Instrumen Penelitian untuk angket Siswa ........ 204 2.3. Rekapitulasi Hasil Ulangan Siswa ............................................. 206 2.4. Daftar validator (ahli materi, media, observer dan siswa pada uji coba lapangan) ............................................. 207

  2.5. Dokumentasi Pelaksanaan Uji Coba .......................................... 209 2.6. Surat Sudah Melakukan Penelitian dari sekolah........................ 210 2.7. Desain final e-modul .................................................................. 211

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pendidikan memegang peran penting dalam menciptakan dan membentuk generasi muda yang maju, tangguh, terampil, dan terpelajar. Pendidikan adalah suatu proses transformasi anak didik agar mencapai hal-

  hal tertentu sebagai akibat proses pendidikan yang diikutinya. Seiring perkembangan sains dan teknologi di era globalisasi, pendidikan di Indonesia perlu berinovasi termasuk dalam strategi pelaksanaan pembelajaran yang didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah.

  Pendidikan Indonesia telah mengalami perbaikan secara kontinu, mulai dari kurikulum yang terus diperbaiki tiap periode hingga metode pembelajaran yang di-update dengan pengadaan seminar bagi guru-guru sekolah. Selain itu pengadaan fasilitas, sarana, dan prasarana sekolah juga semakin diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini tidak akan memberikan efek yang signifikan jika tidak didukung oleh unit program pengajaran yang sesuai dengan perkembangan pendidikan dan psikologi perkembangan siswa, khususnya pada pelajaran matematika.

  Revolusi menuju pendidikan matematika yang lebih bermakna saat ini menjadi arah baru pendidikan matematika di Indonesia. Semakin disadari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  pendidikan lanjut tidak lepas dari pemahaman bahwa matematika memiliki potensi besar mendukung pengembangan pribadi anak. Arti penting di atas telah diterima secara nyata hampir semua pihak, bahkan matematika menempati posisi vital dalam sistem pendidikan. Secara kuantitas, alokasi waktu pelajaran matematika setiap jenjang pendidikan selalu besar. Ruang yang tersedia ini diharapkan dapat lebih dimanfaatkan untuk menggali dan memberdayakan potensi pelajaran matematika.(Sumaryanta, 2010 :74)

  Pembelajaran matematika selama ini kurang memberikan perhatian terhadap pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah secara sistematis dan bernalar. Padahal kemampuan ini sangat penting, karena dalam kehidupan sehari-hari setiap orang selalu dihadapkan pada berbagai masalah yang harus dipecahkan dan menuntut pemikiran kreatif untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Saat ini berbagai macam inovasi baru di dalam dunia pendidikan terutama pada proses pembelajaran. Salah satunya pembelajaran konstruktivisme. Pemilihan pendekatan ini lebih membuat siswa antusias terhadap persoalan dalam berpikir secara nalar, kreatif, dan sistematis sehingga mereka mau mencoba memecahkan masalah dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

  Menurut Sutrisno (1998), permasalahan yang timbul dalam proses belajar mengajar matematika antara lain: pertama, pembelajaran konsep dan prosedur dalam matematika yang dipraktekkan di sekolah pada umumnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  menemukan strategi pemecahan masalah sehingga siswa hanya menghafal rumus atau konsep tanpa memahami maknanya tidak mampu menerapkan dalam masalah problem solving.

  Kedua selama ini guru dipandang sebagai pusat pembelajaran artinya guru dipandang sebgai satu-satunya sumber pembelajaran. Hal ini membuat situasi belajar sangat membosankan. Siswa hanya diperlakukan sebagai obyek sehingga kreatifitas siswa menjadi tidak maksimal.

  Ketiga adanya tuntutan masa depan dimana dimana diperlukan pendekatan dalam pembelajaran yang menghasilkan output pendidikan yang berkualitas sehingga mampu berkompetisi positif dalam menghadapi tuntutan masa depan.(Siti Juraidah,2012 )

  Pada sisi lain tersedianya unit program pengajaran yang berkualitas masih sangat kurang. Buku pegangan yang notabene sebagai unit program pengajaran paling familiar masih dinilai kurang memotivasi siswa karena sebagian para pengarang buku pegangan kurang memikirkan bagaimana buku tersebut agar mudah dipahami oleh siswa. Kaidah-kaidah psikologi pembelajaran dan teori-teori desain suatu buku teks kurang diaplikasikan dalam penyusunan buku teks secara optimal. Akibatnya, siswa sulit memahami buku yang dibacanya dan sering buku- buku teks tersebut membosankan. Gejala tidak efisien, tidak efektif dan kurang relevan tampak dari beberapa indikator seperti, kurangnya motivasi belajar siswa, penyelesaian tugas siswa tidak sesuai waktu yang ditentukan, dan hasil tes

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  demikian maka sulit diharapkan pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal.(Made Wina, 2009:229) Melihat kondisi tersebut, pengembangan unit program pengajaran matematika dengan pendekatan konstrutivisme merupakan suatu solusi untuk membantu siswa dan guru dalam pembelajaran matematika yang bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi tertentu. Tanpa adanya unit program pengajaran siswa akan mengalami kesulitan dalam belajarnya, apalagi jika guru menjelaskan materi pembelajaran kurang jelas dan tidak sesuai dengan kecepatan pemahaman siswa.

  Pengalaman belajar siswa dapat diperoleh tidak hanya dari kelas, siswa dapat belajar dari lingkungan sekitar kapanpun dan dimanapun ia berada, tetapi belajar dengan fokus materi tertentu biasa didapatkan siswa dari buku pelajaran dengan fasilitas seorang guru. Untuk membawa dua hal tersebut kapanpun dan dimanapun tidaklah mungkin, karena itu perlu dibuat unit program pengajaran yang dapat menggabungkan materi dan pengajaran komunikatif untuk memberikan pengalaman belajar pada masing-masing siswa.

  Unit program pengajaran diharapkan dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa dan dapat menyesuaikan dengan kecepatan pemahaman masing-masing siswa. Unit program pengajaran tersebut paling tidak memuat materi matematika tertentu, memuat kegiatan pembelajaran, lembar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5 pengajaran tersebut dalam pembelajaran.

  Modul merupakan suatu unit program pengajaran yang disusun dalam bentuk tertentu untuk keperluan belajar. Menurut makna istilah asalnya modul adalah alat ukur yang lengkap, merupakan unit yang dapat berfungsi secara mandiri, terpisah, tetapi juga dapat berfungsi sebagai kesatuan dari seluruh unit lainnya. Pada kenyataannya modul merupakan jenis kesatuan kegiatan belajar yang terencana, dirancang untuk membantu para siswa secara individual dalam mencapai tujuan-tujuan belajarnya.(Nana Sudjana dan ahmad Rivai, 1989:132)

  Penyajian modul secara menarik dengan konsep konstruktivisme, dan bersumber oleh buku-buku konstekstual membuat modul bisa membawa siswa pada kondisi yang sebenarnya dan membuat matematika menjadi menarik. Dengan menggunakan media elektronik, permasalahan yang rumit dan abstrak dapat tervisualisasi secara konkrit sehingga modul lebih menarik. Hal ini didukung berdasarkan pengamatan peneliti semasa PPL adanya kecenderungan siswa lebih tertarik pada hal yang baru serta didukung oleh visualisasi.

  Matematika yang mempunyai banyak cabang yaitu aljabar, aritmatika, geometri, teori bilangan, trigonometri, kalkulus, statistika, dan lain-lain.

  Terlebih materi kalkulus sangatlah abstrak untuk dipahami. Padahal kalkulus adalah salah satu cabang dari matematika yang terpenting dan banyak diterapkan secara luas pada cabang-cabang ilmu pengetahuan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6

  perekonomian, dan sebagainya. Secara garis besar, kalkulus dapat kita kelompokkan menjadi dua cabang besar, yakni kalkulus diferensial dan kalkulus integral.

  Di jenjang pendidikan SMA materi kalkulus dibagi menjadi 3 bagian yaitu limit fungsi, turunan fungsi ,dan integral fungsi. Ketiga materi ini sangatlah penting bagi siswa SMA karena merupakan materi-materi matematika tersebut akan terus diterapkan pada jenjang perguruan tinggi bahkan dunia kerja. Sehingga materi tersebut sangat dibutuhkan pemahaman lebih. Namun siswa hanya mengetahui rumus operasi limit, kalkulus diferensial dan kalkulus integral secara langsung. Mereka tidak mengetahui dari mana asal rumus operasi limit, kalkulus diferensial dan kalkulus integral. Kedua menurut pengalaman peneliti, peneliti mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar pada materi ajar limit yang akan berdampak pada materi selanjutnya yaitu kalkulus diferensial dan kalkulus integral.

  Salah satu media elektronik yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah GeoGebra. Dengan menggunakan software GeoGebra ini siswa diharapakan mampu untuk memahami materi secara geometri khususnya materi kalkulus difrensial dengan baik. Hal ini karena dalam software GeoGebra, bangun dimensi dua maupun tiga dikemas dalam bantuk yang lebih menarik dan bangun dapat terlihat lebih nyata. Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan efektif dan mempercepat proses pembelajaran sehingga semua materi pelajaran dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7

  melalui suatu media yang interaktif yang berbasis multimedia khususnya e- modul .

  Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas, peneliti termotivasi untuk mengembangkan unit program pengajaran yang dapat meminimalkan suasana kurang kondusif dalam pembelajaran. Unit program pengajaran yang dapat melibatkan semua siswa secara aktif mengikuti kegiatan pembelajaran matematika. Unit program pengajaran tersebut memberikan penjelasan bertahap secara konstruktif yang akan dilakukan selama pembelajaran. Pengembangan modul matematika merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang sangat penting untuk membangun fondasi bagi keilmuan matematika dan keilmuan lain yang dipelajari siswa pada tahap lebih lanjut.

  Bertolak dari latar belakang tersebut diatas dapat dirumuskan dalam bentuk peneliti an skripsi dengan judul“Rancangan dan Pengembangan

  Modul Elektronik Materi Turunan Fungsi dengan Program Geogebra ”.

  B.

IDENTIFIKASI MASALAH

  Berdasarkan latar belakang diatas, dapat diidentifikasi beberapa masalah, antara lain:

  1. Kurangnya perhatian terhadap pengembangan kemampuan berpikir kreatif, nalar ,dan sistematis dalam pembelajaran matematika.

  2. Kurangnya pengembangan unit program pengajaran dalam mengatasi variasi pembelajaran matematika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8 pegangan siswa dalam penerapannya di berbagai bidang.

  4. Kurangnya pengembangam modul sebagai unit program pengajaran matematika dalam upaya melatih siswa dalam berpikir secara konstruktif.

C. RUMUSAN MASALAH

  Berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan beberapa masalah, antara lain:

  1. Bagaimana rancangan dan pengembangan Elektronik Modul Materi Turunan dengan penggunaan program GeoGebra ?

  2. Bagaimanakah keefektifan penggunaan elektronik modul GeoGebra untuk memfasilitasi pembelajaran matematika pokok bahasan Turunan Fungsi di sekolah menengah ditinjau dari hasil ulangan siswa? D.

TUJUAN PENELITIAN

  Tujuan dari penelitian ini adalah

  1. Rancangan dan pengembangan Elektronik Modul Materi Turunan dengan penggunaan program GeoGebra .

  2. Analisa keefektifan penggunaan elektronik modul GeoGebra untuk memfasilitasi pembelajaran matematika pokok bahasan Turunan Fungsi di sekolah menengah ditinjau dari hasil ulangan siswa.

E. SISTEMATIKA PENYAJIAN

  Untuk memudahkan dan memberikan gambaran yang lebih jelas secara menyeluruh mengenai penelitian isi penelitian ini, maka dibuat website

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9 Bab I Pendahuluan

  Mencakup Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Sistematika Penyajian, Ruang Lingkup, dan Manfaat Penelitian.

  Bab II Landasan Teori Berisikan beberapa teori- teori yang mencakup tentang pembelajaran

  matematika, pendekatan konstruktivisme, pembelajaran berbantukan computer, modul, e-modul, kualitas perangkat pembelajaran, materi ajar,

  geogebra , tinjauan pustaka, dan kerangka berpikir .

  Bab III Metode Penelitian Berisikan metode- metode yang digunakan dalam penelitian yang

  mencakup: jenis penelitian, subjek penelitian, objek penelitian, waktu penelitian, instrument penelitian, teknik dan analisis data.

  Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Berisikan tentang analisis data yang telah diolah untuk menjawab

  pertanyaan dalam rumusan masalah dalam penelitian, serta berisikan pembahasan dan keterbatasan dari penelitian ini.

  Bab V Kesimpulan dan Saran Berisikan tentang kesimpulan dari hasil penelitian secara menyeluruh yang dilanjutkan dengan memberi saran-saran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10 F. RUANG LINGKUP

  Permasalahan yang akan dikaji dalam skripsi ini adalah:

  1. Materi matematika dalam media pembelajaran yang akan dikembangkan hanya menyangkut mata bab turunan fungsi dengan subbab tafsiran geometris turunan fungsi.

  2. Mengingat keterbatasan dan kemampuan yang dimiliki peneliti, maka penelitian difokuskan pada pengembangan modul pembelajaran matematika dengan pendekatan kostruktivisme dalam pembelajaran Tafsiran Geometris Turunan Fungsi SMA kelas XI. Pengujian kualitas modul berdasarkan kriteria kevalidan, kepraktisan, dan kefektifan.

  3. Modul Elektronik yang dibuat, hanya untuk pengujian kualitas modul saja bukan untuk pengujian teori.

G. MANFAAT PENELITIAN

  1. Bagi peneliti Sebagai calon guru peneliti dapat mengetahui bahwa pembelajaran menggunakan media yang interaktif dapat membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan dapat meningkatkan prestasi siswa.

  2. Bagi guru

  a. Memberi variasi cara mengajar guru, agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.

  b. Mampu memvisualisasikan hal-hal yang masih abstrak dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11

  c. Sebagai pelengkap media pembelajaran dalam materi Turunan Fungsi.

  d. Menjadi perangkat bantu dan alternative dalam pembelajaran materi Turunan Fungsi.

  e. Diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan pengembangan media pembelajaran interaktif guna meminimalisasi kejenuhan dan kebosanan dalam pembelajaran konvensional di kelas yang mengakibatkan motivasi belajar siswa menjadi berkurang untuk memahami materi yang diberikan guru.

  3. Bagi siswa Dapat mempermudah pemahaman mengenai materi Turunan Fungsi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI A. KAJIAN TEORI 1. Pembelajaran Matematika Belajar merupakan aktivitas yang disengaja dan dilakukan oleh

  individu agar terjadi perubahan kemampuan diri, dengan belajar anak yang tadinya tidak mampu melakukan sesuatu, menjadi mampu melakukan sesuatu, atau anak yang tadinya tidak terampil menjadi terampil.

1 Menurut Hilgard dan Bower, belajar (to learn) memiliki arti : 1) to

  gain knowledge, comprehenson, or mastery of trough experience or study;

  2) to fix in the mind or memory; memorize; 3) to acquire trough

  experience; 4) to become in forme of to find out. Menurut definisi tersebut,

  belajar memiliki pengertian memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan mendapatkan informasi atau menemukan. Dengan demikian, belajar memiliki arti dasar adanya aktivitas atau kegiatan dan

  2 penguasaan tentang sesuatu.

  Antony Robbins, mendefinisikan belajar sebagai proses menciptakan hubungan antara sesuatu (pengetahuan) yang sudah dipahami dan sesuatu (pengetahuan) yang baru. Dari definisi ini dimensi belajar memuat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13

  beberapa unsur, yaitu : (1) penciptaan hubungan, (2) sesuatu hal (pengetahuan) yang sudah dipahami, dan (3) sesuatu (pengetahuan) yang baru. Pandangan Antony Robbins senada dengan apa yang dikemukakan oleh Jerome Brunner, bahwa belajar adalah suatu proses aktif di mana siswa membangun (mengkonstruk) pengetahuan baru berdasarkan pada

  3

  pengalaman/pengetahuan yang sudah dimilikinya. Berdasarkan pengertian belajar maka belajar merupakan proses aktif individu dalam membangun pengetahuan baru berdasarkan pada pengalaman/pengetahuan yang sudah dimilikinya agar terjadi perubahan kemampuannya.

  Proses belajar terjadi melalui banyak cara baik disengaja maupun tidak disengaja dan berlangsung sepanjang waktu dan menuju pada suatu perubahan pada diri pembelajar. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan perilaku berupa pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan kebiasaan yang baru diperoleh individu. Terkait dengan proses belajar sangat lekat dengan istilah mengajar.

  Unsur terpenting dalam mengajar ialah merangsang serta mengarahkan siswa belajar. Mengajar pada hakikatnya tidak lebih dari sekedar menolong para siswa untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan, sikap, serta ide dan apresiasi yang menjurus kepada perubahan tingkah laku dan pertumbuhan siswa (Subiyanto, 1988:30). Cara mengajar yang baik merupakan kunci dan prasyarat bagi siswa untuk dapat belajar dengan baik. Salah satu tolak ukur bahwa siswa telah belajar dengan baik adalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14

  jika siswa itu dapat mempelajari apa yang yang harus dipelajari, sehingga

  4

  indikator hasil belajar yang diinginkan siswa dapat tercapai. Terkait dengan cara mengajar hal ini sangatlah erat dengan istilah pembelajaran.

  Menurut Suparni pembelajaran sebagai suatu proses kerjasama, tidak hanya menitik beratkan pada kegiatan guru atau kegiatan siswa saja, akan tetapi guru dan siswa secara bersama-sama berusaha mencapai tujuan

  5 pembelajaran yang telah ditentukan. Pembelajaran dapat diartikan

  sebagai proses kerja sama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada baik potensi, bakat, minat, dan kemampuan dasar yang dimiliki termasuk gaya belajar maupun potensi yang ada di luar diri siswa, termasuk lingkungan, sarana, dan sumber

  6 belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan tertentu.

  Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Manusia yang terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru, dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium. Material, meliputi buku-buku, papan tulis, dan kapur, fotografi, slide dan film, audio, dan video tape. Fasilitas dan perlengkapan, terdiri dari ruangan kelas, perlengkapan audio visual, juga komputer. Prosedur,

4 Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, (Cet.2; Jakarta: Kencana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15 meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, praktik, belajar, ujian dan

  7 sebagainya.

  Matematika berasal dari bahasa Latin manthanein atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika dalam bahasa Belanda disebut wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperbolehkan sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan konsep atau pernyataan

  8 dalam matematika bersifat konsisten.

  Matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika dalam pemecahan masalah pada kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan

  

9

  tujuan pembelajaran matematika:

  1. Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalkan melalui kegiatan penyelidikan eksplorasi, eksperimen, menunjukkan persamaan dan perbedaan.

  2. Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba. 7 3. Mengembangkan pemecahan masalah. 8 Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Cet 6; Jakarta : Bumi Aksara, 2007),hlm. 57.

  

Depdiknas, Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16

  4. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan seperti melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan. Berdasarkan uraian di atas maka pembelajaran Matematika adalah proses kerja sama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada baik potensi, bakat, minat, dan kemampuan dasar yang dimiliki termasuk gaya belajar maupun potensi yang ada di luar diri siswa, termasuk lingkungan, sarana, dan sumber belajar

  sebagai upaya untuk mencapai tujuan melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalkan melalui kegiatan penyelidikan eksplorasi, eksperimen, menunjukkan persamaan dan perbedaan. Mengembangan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba- coba, sehingga dapat menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan

  gagasan seperti melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan dalam kemampuannya dalam menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika. Dengan menitik beratkan pada proses belatih penalaran dalam hal pembelajaran matematika maka hal ini terkait dengan metode pendekatan konstruktivisme.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  17

2. Pendekatan Konstruktivisme

  Bagi konstruktivisme, kegiatan belajar adalah kegiatan yang aktif, yang memungkinkan pelajar membangun sendiri pengetahuannya. Pelajar mencari arti sendiri hal-hal yang mereka pelajari. Ini adalah suatu proses menyesuaikan konsep dan ide-ide baru dengan kerangka berpikir yang telah ada dalam pikiran mereka (Bettemcourt, 1989; Shymansky,1992; Watts dan Pope, 1989). Menurut konstruktivisme, pelajar sendirilah yang bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya.

  Mereka membawa pengertiannya yang semula dalam situasi belajar yang baru. Mereka sendiri yang membuat penalaran terhadap hal-hal yang dipelajarinya dengan cara mencari makna, membandingkan dengan yang telah diketahui dengan pengalaman baru, dan menyelesaikan ketegangan antara yang telah ia ketahui dengan yang ia perlukan dalam pengalaman yang baru.

  Menurut kaum konstruktivis, belajar adalah suatu proses organik untuk menemukan sesuatu, lebih daripada suatu proses mekanik untuk mengumpulkan sesuatu. Belajar bukanlah suatu kegiatan mengumpulkan fakta-fakta, tetapi suatu perkembangan pemikiran yang berkembang dengan membuat kerangka pengertian yang berbeda. Pelajar harus punya pengalaman dengan membuat hipotesa, prediksi mengetes hipotesa, memanipulasi objek, memecahkan persoalan, mencari jawaban, menggambarkan, meneliti, berdialog, mengadakan refleksi,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  18

  membentuk konstruksi yang baru. Belajar yang berarti terjadi melalui suatu refleksi, pemecahan konflik pengertian, dan dalam proses selalu memperbaharui tingkat pemikiran yang tidak lengkap (Fosnot, 1989).

  Setiap pelajar mempunyai cara untuk mengerti sendiri. Maka, penting bahwa setiap pelajar mengerti kekhasannya dan juga keunggulan dan kelemahannya dalam mengerti sesuatu. Mereka perlu menemukan cara belajar yang tepat bagi mereka sendiri. Setiap pelajar mempunyai cara yang cocok untuk mengkonstruksikan pengetahuannya yang kadang

  10 sangat berbeda dengan teman-teman yang lain.

  Dari semua itu hanya ada satu prinsip yang paling penting adalah guru tidak boleh hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa .

  Siswa harus membangun pengetahuan didalam benaknya sendiri. Seorang guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru dapat memberikan tangga kepada siswa yang mana tangga itu nantinya dimaksudkan dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi , tetapi harus diupayakan agar siswa itu sendiri yang memenemukan kebenarannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19

  Sehingga pembelajan matematika dengan pendekatan konstrutivisme ialah proses kerja sama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada sebagai upaya untuk mencapai tujuan

  melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, dengan cara membantu dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk

  menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide serta mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar. Sehingga nantinya dimaksudkan dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi.

3. Pembelajaran Berbantukan Komputer

  Pembelajaran Komputer-Assisted Instruction atau Pembelajaran Berbantuan Komputer atau (PBK) sebagai proses mengajar yang dilakukan secara langsung yang melibatkan komputer untuk mempresentasikan bahan ajar dalam suatu model pembelajaran yang interaktif untuk memberikan dan mengendalikan lingkungan belajar secara individual pada masing-masing peserta didik (Splittgerber dan Stirzaker,1984). Definisi ini selaras dengan Steinberg yang menyatakan bahwa PBK merupakan semua penerapan komputer untuk pembelajaran yang memiliki aspek individual, interaktif, dan arahan (Steinberg,1991). Makna PBK sebagai pembelajaran individual, karena komputer memberikan layanan sebagai seorang tutor bagi seorang peserta didik daripada sebagai seorang instruktor untuk suatu kelompok peserta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20

  arah secara intensif antara siswa dengan sistem komputer. Ini dimaknai sebagai PBK interaktif. Selain ini, dengan PBK memungkinkan peserta didik dapat mengajukan pertanyaan, memberi respon dan sistem komputer menyajikan umpan balik secepat mungkin setelah peserta didik memberi respon. Umpan balik yang diberikan komputer diharapkan agar mahasiswa selalu dapat mendorong dan meningkatkan kemampuan. Prosedur stimuli yang disajikan melalui layar monitor, respon mahasiswa melalui papan ketik dan umpan balik yang berbentuk teks, suara atau gambar diarahkan berdasarkan struktur program yang dirancang oleh pengembang PBKI. Ditinjau dari peran apa yang diperankan program komputer, Merrill (1996) secara spesifik menyatakan bahwa PBKI merupakan penggunaan komputer untuk membantu dalam aktivitas pembelajaran. Pada umumnya digunakan dengan mengacu penerapan tutor, seperti misalnya memberi drill and

  practice, tutorials, simulation, and games . Definisi ini selaras dengan

  Tailor dalam Merrill (1996), yang menyatakan bahwa semua aplikasi komputer dalam pendidikan dapat diklasifikasi sebagai tutor, tool atau

  tutee .

  Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran berbantukan Komputer secara sederhana yaitu penggunaan Komputer sebagai alat bantu dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Penggunaan Komputer secara langsung denga peserta didik untuk menyampaikan isi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  21

  peserta didik. Materi pembelajaran dibuat dalam bentuk powerpoint atau CD pembelajaran interaktif.

4. Modul

  Modul merupakan unit pengajaran yang terkecil dan lengkap, yang memuat rangkaian kegiatan belajar yang direncanakan secara sistematis, memuat tujuan belajar yang dirumuskan secara eksplisit dan spesifik, merupakan realisasi pengakuan individual yang memungkinkan untuk siswa belajar secara mandiri. Rumusan tujuan pengajaran yang spesifik dalam modul dapat diubah menjadi item-item tes untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Dengan mengubah tujuan pengajaran menjadi item-item tes itu dapat ditentukan dengan pasti apakah yang seharusnya dikuasai oleh siswa apabila mereka telah menyelesaiakan

  11 modul yang bersangkutan.

  Di Indonesia, istilah modul untuk pertama kali dikumandangkan dalam suatu forum rapat antara 8 Proyek Perintis Sekolah

  12 Pembangunan di Cibulan, Bogor pada bulan Februari 1974. Modul yang dikembangkan pada saat itu berbentuk buku kecil.

  Penggunaan modul untuk keperluan belajar pada dasarnya untuk membantu siswa secara mandiri untuk mencapai tujuan belajarnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Nana Sudjana dan Ahmad Rivai dalam 11 Departeman Pendidikan Nasional “modul merupakan jenis kesatuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22

  kegiatan belajar yang terencana, dirancang untuk membantu siswa secara mandiri dalam mencapai tujuan belajarnya”. Modul mempunyai beberapa karakteristik tertentu, misalnya :

  13

  a. Berbentuk unit pengajaran terkecil dan lengkap

  b. Berisi rangkaian kegiatan belajar yang dirancang secara sistematis

  c. Berisi tujuan belajar yang dirumuskan secara jelas dan khusus

  d. Memungkinkan siswa belajar mandiri Modul bisa dipandang sebagai paket program pengajaran yang terdiri dari komponen-komponen yang berisi tujuan belajar, bahan pelajaran, metode belajar, alat atau media, serta sumber belajar dan sistem evaluasinya.

  Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai modul didefinisikan sebagai satu unit program belajar mengajar terkecil yang secara rinci menggariskan :

  14

  a. Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang inigin dicapai

  b. Pokok-pokok materi yang dipelajari

  c. Kedudukan dan fungsi modul dalam kesatuan program yang lebih luas d. Peran guru dalam proses belajar mengajar

  e. Alat-alat dan sumber yang akan digunakan 13 Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat

Pendidikan menengah Umum, Pedoman Khusus Penyusunan Modul Sekolah Menengah Atas, 2004, hlm.

  28-29.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  23

  f. Kegiatan-kegiatan belajar yang harus dilakukan dan harus dihayati siswa secara berurutan g. Lembaran kerja yang harus diisi siswa

  h. Program evaluasi yang akan dilaksanakan Sebuah modul bisa dikatakan baik dan menarik apabila terdapat

  15 karakteristik sebagai berikut.

  a. Self Instructional , yaitu melalui modul tersebut seseorang atau peserta belajar mampu membelajarkan diri sendiri, tidak tergantung pada pihak lain. Untuk memenuhi karakter self

  instructional , maka dalam modul harus; 1) berisi tujuan yang

  dirumuskan dengan jelas; 2) berisi materi pembelajaran yang dikemas ke dalam unit-unit kecil atau spesifik sehingga memudahkan belajar secara tuntas; 3) menyediakan contoh dan ilustrasi yang mendukung kejelasan pemaparan materi pembelajaran; 4) menampilkan soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya yang memungkinkan pengguna memberikan respon dan mengukur tingkat penguasaannya; 5) kontekstual yaitu materi-materi yang disajikan terkait dengan suasana atau konteks tugas dan lingkungan penggunanya; 6) menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif; 7) terdapat rangkuman materi 15 pembelajaran; 8) terdapat instrumen penilaian, yang

  

Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24

  memungkinkan penggunaan melakukan ‘self assessment’; 9) terdapat instrumen yang dapat digunakan penggunanya mengukur atau mengevaluasi tingkat penguasaan materi; 10) terdapat umpan balik atas penilaian, sehingga penggunanya mengetahui tingkat penguasaan materi; dan 11) tersedia informasi tentang rujukan referensi yang mendukung materi pembelajaran dimaksud.

  b. Self Contained , yaitu seluruh materi pembelajaran dari satu unit kompetensi atau sub kompetensi yang dipelajari terdapat di dalam satu modul secara utuh. Tujuan dari konsep ini adalah memberikan kesempatan pembelajar mempelajari materi pembelajaran yang tuntas, karena materi dikemas ke dalam satu kesatuan yang utuh. Jika harus dilakukan pembagian atau pemisahan materi dari satu unit kompetensi harus dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan keluasan kompetensi yang harus dikuasai.

  c. Stand Alone (berdiri sendiri), yaitu modul yang dikembangkan tidak tergantung pada media lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan media pembelajaran lain. Dengan menggunakan modul, pebelajar tidak tergantung dan harus menggunakan media yang lain untuk mempelajari dan atau mengerjakan tugas pada modul tersebut. Jika masih

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25

  yang digunakan, maka media tersebut tidak dikategorikan sebagai media yang berdiri sendiri.

  d. Adaptive , modul hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. Dikatakan adaptif jika modul dapat menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta fleksibel digunakan. Dengan memperhatikan percepatan perkembangan ilmu dan teknologi pengembangan modul multimedia hendaknya tetap “up to date”.

  Modul yang adaptif adalah jika isi materi pembelajaran dapat digunakan sampai dengan kurun waktu tertentu.

  e. User Friendly , modul hendaknya bersahabat dengan pemakainya.

  Setiap instruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat membantu dan bersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon, mengakses sesuai dengan keinginan. Penggunaan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti serta menggunakan istilah yang umum digunakan.

  Sebuah modul dapat bermakna kalau peserta didik dapat dengan mudah menggunakannya. Pembelajaran dengan modul memungkinkan seorang peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih kompetensi dasar

  16 dibandingkan dengan peserta didik lainnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26

  Modul matematika yang disusun dapat mendekatkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari siswa yang sebenarnya, seperti memberikan contoh peristiwa sehari-hari yang ada kaitannya dengan materi pembelajaran, misalnya simulasi melukis sketsa grafik fungsi aljabar. Dengan demikian modul yang dikembangkan dapat digunakan oleh guru sebagai bahan ajar ataupun siswa sebagai sumber belajar.

  Agar pembelajaran matematika berbantukan komputer dapat mencapai tujuan yang diiinginkan, maka diperlukan perangkat pembelajaran yang berkaitan dengan perangkat komputer pula. Maka perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa e-modul.

5. Modul Elektronik

  Menurut Nurma (2010) dalam (http://nurma.staff.uns.ac.id) mengatakan: Modul Elektronik (E-Modul) merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya secara elektronik (bagian dari e-learning).

  E-modul dalam penelitian ini digunakan sebagai bahan ajar pada

  mata pelajaran Matematika bab Turunan Fungsi dengan pokok bahasan Tafsiran Geometris Turunan sebagai Gradien garis Singgung dengan program aplikasi Geogebra jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XI (sebelas) semester II (dua). Penggunaan e-modul sebagai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  27

  digunakan juga sebagai bahan ajar. Pengembangan e-modul sebagai bahan ajar elektronik itu sendiri tidak jauh berbeda dengan modul, hanya saja e-modul dirancang menggunakan sebuah software dan dioperasikan menggunakan sebuah personal komputer. Sehingga pada e-modul ini secara karakteristik memeliki karakteristik yang sama dengan modul yaitu self instruksional, self contained, stand alone,

  adaptive, dan user friendly.

6. Kualitas Perangkat Pembelajaran

  Untuk memperoleh hasil pengembangan yang berkualitas diperlukan penilaian. Untuk menentukan kualitas hasil pengembangan model dan perangkat pembelajaran diperlukan tiga kriteria: kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Ketiga kriteria ini mengacu pada kriteria kualitas hasil penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Van den Akker dalam Rochmad (2011) dan kriteria kualitas produk yang dikemukakan oleh Nieveen dalam Rochmad (2011). Van den Akker dalam Rochmad (2011) dan Nieveen dalam Rochmad (2011) menyatakan, bahwa dalam penelitian pengembangan model pembelajaran perlu kriteria kualitas yaitu kevalidan (validity), kepraktisan (practically), dan keefektifan (effectiveness).

  Dalam penelitian ini, kualitas perangkat e-modul dinilai dari:

  a. Aspek Kevalidan

  E-modul pembelajaran Turunan Fungsi dikatakan valid jika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  28

  bahwa media pembelajaran Turunan Fungsi dikatakan valid dengan revisi atau tanpa revisi, didasarkan pada landasan teoritik yang kuat. Pengembangan sumber belajar Turunan Fungsi berbasis e-

  modul memenuhi kriteria atau aspek yang terkandung dalam

  media pembelajaran Turunan Fungsi. Aspek yang harus dipenuhi dalam media ini adalah (1) Kualitas materi ( isi dan tujuan,) (2) Kualitas tampilan (instruksional dan teknik).

  b. Aspek Kepraktisan

  E-modul Turunan Fungsi dikatakan praktis jika memenuhi

  kriteria yaitu: 1) responden menyatakan bahwa media pembelajaran Para Turunan Fungsi dapat diterapkan di kelas dan bermanfaat.

  2) keterlaksanaan penggunaan media pembelajaran Tingkat Turunan Fungsi termasuk tinggi dengan meninjau aktivitas siswa dan guru.

  c. Aspek Keefektifan Aspek keefektifan biasanya berkaitan erat dengan perbandingan antara tingkat pencapaian tujuan dengan rencana yang telah disusun sebelumnya, atau perbandingan antara hasil nyata dengan hasil yang direncanakan (Mulyasa, 2003: 82). Uno

  (2008: 138) menyatakan bahwa keefektifan pengajaran biasanya diukur dengan tingkat pencapaian siswa pada tujuan pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  29 menyatakan bahwa keterlaksanaan model dikatakan efektif dilihat dari komponen- komponen: (1) hasil belajar siswa, (2) aktivitas siswa dan (3) respon siswa. Hal ini berdasarkan pada tingkatan pengalaman dan hasil intervensi konsisten dengan tujuan yang dimaksud. Tingkatan pengalaman ini dengan adanya respon positif dari siswa yang ditunjukkan melalui angket yang diberikan sedangkan intervensi konsisten dengan tujuan yang dimaksud ditunjukkan dengan tes hasil belajar. Sehingga pada e-modul pembelajaran Turunan Fungsi ini dikatakan efektif jika memberikan hasil yang sesuai harapan dengan ditunjukkan oleh tes hasil belajar.

7. Materi Ajar

  Dalam subbab sebelumnya telah diketahui bahwa turunan sebuah fungsi merupakan bentuk secara umum dari laju perubahan jarak terhadap waktu. Dinyatakan dalam

  ( ) dalam bentuk , lalu apakah arti turunan fungsi

  ( ) pada = secara geometris? Secara geometris turunan fungsi dapat ditafsirkan sebagai gradient garis singgung kurva di titik

  ( , ) terletak pada kurva = ( )

  1

  1

  maka persamaan garis singgung kurva yang melalui titik ( , )

  1

  1

  adalah :

  − = ( − )

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berhenti pada gradient garis singgung saja melainkan berlanjut pada kemonotonan dan kecekungan kurva, nilai ekstrim, hingga menggambar grafik fungsi aljabar. Berikut ini akan diuraikan secara singkat keempat pokok bahasan tersebut.

  ( ) yaitu ’’( ) < 0 .

  ’( ) turun pada interval , ∈ , maka ( ) cekung ke atas pada interval , atau secara penerapan turunan dapat diuji dengan turunan kedua

  ( ) yaitu ’’( ) > 0 . 2)

  ’( ) naik pada interval , ∈ , maka ( ) cekung ke atas pada interval , atau secara penerapan turunan dapat diuji dengan turunan kedua

  ( ) terdifrensial pada selamg terbuka 1)

  pada interval dan secara penerapan turunan dikatakan jika ( ) naik jika ’( ) < 0. Maka kecekungan fungsi dapat dinyatakan sebagai berikut. Jika

  2

  <

  1

  ) bilamana

  2

  30 Tafsiran turunan turunan Fungsi secara geometris tidak

a. Kemonotonan dan Kecekungan Kurva

  1

  (

  pada interval dan secara penerapan turunan dikatakan jika ( ) naik jika ’( ) > 0. 2) Fungsi dikatakan turun pada interval I jika

  2

  <

  1

  ) bilamana

  2

  ) < (

  1

  (

  Fungsi naik atau fungsi turun disebut sebagai Fungsi monoton sedangkan fungsi naik atau turun didefinisikan sebagai berikut: 1) Fungsi dikatakan naik pada interval jika

  ) > (

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  31

  3) Hal yang terkait pada kecekungan adalah titik belok Titik pada kurva disebut titik belok jika kurva berubah dari cekung ka atas menjadi cekung ke bawah atau dari cekung ke bawah menjadi cekung ke atas pada sehingga secara penerapan turunan dapat diuji menggunakan turunan kedua yaitu ’’( ) = 0 .

b. Nilai Ekstrim

  Misal diketahui kurva = ( ) dengan titik ( , ) merupakan titik puncak (titik maksimum atau titik minimum). Garis singgung kurva di titik

  ( , ) akan sejajar sumbu x atau mempunyai gradient 0 ( = ’( ) = 0). Titik( , ) disebut titik ekstrim, nilai = disebut titik stasioner, sedangkan nilai

  = disebut nilai ekstrim.

  Definisi:

  Nilai ( ) disebut nilai maksimum pada interval jika ( ) >

  ( ) untuk setiap ∈ , sedangkan nilai ( ) disebut nilai minimum pada interval jika ( ) < ( ) untuk setiap ∈ .

  Untuk menentukan jenis nilai ekstrim (maksimum atau minimum) fungsi ( ) dapat dilakukan dengan uji turunan kedua sebagai berikut.

  1) Tentukan turunan pertama dan kedua fungsi ( ), yaitu ’( ) dan

  ’’( ) 2) Tentukan titk stasioner, yaitu pembuat nol dari turunan pertama

  32

  3) Nilai ( ) adalah nilai maksimum jika pada uji turunan kedua nilai

  ’’( ) < 0 sedangkan nilai ( ) adalah nilai minimum jika pada uji turunan kedua nilai ’’( ) > 0.

  17 c.

   Menggambar grafik Fungsi Aljabar

  Dengan mempelajari turunan fungsi, menentukan, fungsi naik dan fungsi turun, kemonotonan dan keckungan kurva, nilai ekstrim maka kita dapat menggambar grafik fungsi fungsi aljabar secara mudah. Berikut adalah langkah-langkah menggambar grafik fungsi aljabar. 1) Tentukan titik-titik potong kurva dengan subu koordinat (jika ada dan mudah ditentukan) a. Titik potong kurva dengan

  , syarat = 0

  b. Titik potong kurva dengan , = 0

  2) Tentukan nilai-nilai ekstrim 3) Tentukan interval dimana fungsi naik dan interval dimana fungsi turun 4) Tentukan interval dimana fungsi cekung ke atas dan interval dimana fungsi cekung ke bawah.

  5) Tentukan nilai fungsi ( ) untuk positif besar dan negative besar.

  6) Tentukan titik bantu sejauh dibutuhkan.

  18 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33 d.

   Aplikasi Turunan Fungsi

  Aplikasi turunan fungsi yang sederhana ada pada model matematika yang berkaitan dengan nilai ekstrim, fungsi dapat ditentukan dengan berbagai persoalan kontekstual. Langkah-langkah umum penyelesaiannya sebagai berikut.

  1) Tentukan variabel yang terlibat dalam soal. Jika soal berbentuk soal cerita, terlebih dahulu lakukan pemisalan.

  2) Tentukan mana yang akan dicari nilai ekstrim maximum dan minimumnya. Umumnya hal ini dilakukan membuat persamaan agar fungsi yang dicari minimum atau maximumnya menjadi satu variabel. Jika diperlukan pada proses ini menggunakan cara subtitusi atau elimanasi. 3) Tentukan nilai stationer untuk menentukan nilai minimum atau nilai maximum fungsi.

  4) Jika soal berbentuk cerita, tafsiran jawaban yang diperoleh sehingga sungguh-sungguh menjawab persoalan yang terkandung dari soal cerita tersebut.

8. GeoGebra

   GeoGebra

  adalah salah satu program komputer yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika adalah program GeoGebra. GeoGebra dikembangkan oleh Markus

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  34 GeoGebra adalah prgram komputer untuk membelajarkan matematika

  khususnya geometri dan aljabar. Program ini dapat dimanfaatkan secara bebas yang dapat diunduh dari www.geogebra.com. Website ini rata-rata dikunjungi sekira 300.000 orang tiap bulan. Hingga saat ini, program ini telah digunakan oleh ribuan siswa maupun guru dari sekira 192 negara. Program GeoGebra melengkapi berbagai program komputer untuk pembelajaran aljabar yang sudah ada, seperti Derive, Maple, MuPad, maupun program komputer untuk pembelajaran geometri, seperti Geometry’s Sketchpad atau CABRI. Menurut Hohenwarter (2008), bila program-program komputer tersebut digunakan secara spesifik untuk membelajarkan aljabar atau geometri secara terpisah, maka GeoGebra dirancang untuk membelajarkan geometri sekaligus aljabar secara simultan.

  Berdasarkan penjelasan di atas modul elektronik dengan materi tafsiran geometris turunan fungsi akan dikembangkan menggunakan program GeoGebra versi 4.2 yang telah diperkenalkan oleh Hohenwarter sejak November 2012.

  a. Area Kerja 1) Tampilan Aljabar (Algebra View) - deskripsi objek pada tampilan grafik yang ditampilkan.

  2) Grafik (Graphics View)- tempat untuk kontruksi, Tampilan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35

  3) CAS (Komputer Algebra System) merupakan fasilitas yang mulai dimasukkan pada GeoGebra Versi 4.2 Beta. Fitur ini digunakan untuk melakukan perhitungan aljabar. 4) Graphics 2D – mirip tampilan Graphics View, bedanya untuk tampilan Graphics 2D ini apabila diaktifkan akan memunculkan jendela baru. Setiap kali kita memasukkan persamaan atau perintah pada Inbut Bar maka hasil grafiknya akan muncul pada jendela ini.

  b. Menu, Toolbar Dan Tool

  Gambar 1 Jendela Kerja GeoGebra

  Seperti pada aplikasi lain, menu bar GeoGebra berada pada bagian atas terdiri atas menu File, Edit Options, Tools, Window dan Help.

  Di bawahnya terdapat Toolbar yang berisi menu untuk membangun, menggambar, mengukur dan memanipulasi objek. Pada setiap kategori yang ada di Toolbar terdapat beberapa Tool lain yang tersembunyi, untuk menampilkannya kita dapat mengklik tanda

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  36 1)

  Menu Bar - digunakan untuk mengelola file, edit file dan pengaturan modifikasi.

2) Toolbar

  • – alat-alat yang digunakan untuk menggambar, membangun, mengukur dan memanipulasi objek.

  Tool yang sedang aktif ditandai dengan adanya kotak biru pada Tool

  tersebut. Selama Tool itu sedang aktif kita bisa menggunakannya untuk melakukan tugasnya dan tidak perlu mengklik lagi untuk membuat objek yang sama. Setiap Tool yang ada dan sedang aktif akan dijelaskan nama Tool disamping kanan dari Toolbar itu sendiri.

B. HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Ratini (2006) yang berjudul

  " Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berba s is Edutainment untuk Siswa SMP Kelas VIII pada Pokok Bahasan Persamaan Garis Lurus " . Beberapa hasil penelitian tersebut antara lain bahwa penyu s unan CD media pembelajaran matematika mengikuti langkah-langkah s ebagai berikut: 1) pembuatan konsep, 2) desain, 3) pengumpulan materi, 4) assembly, 5) uji coba.

  Selain itu pada penilitian ter s ebut juga di s impulkan bahwa media pembelajaran yang dihasilkan mampu menumbuhkan motivasi 75% dari 36 si s wa yang mengikuti uji coba media pertama. Jadi, media pembelajaran matematika berbasis edutainment yang dikembangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  37

  siswa untuk pokok bahasan Persamaan Garis Lurus, namun peningkatan tersebut baru terlaksana pada 66, 7%.

  2. Penelitian Novy Trisnani (2010) berjudul "Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Edutainment Untuk Siswa SMP Kelas VII Materi Operasi Bilangan Pecahan" yang menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran matematika berbasis edutainment dapat meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas VII di SMP N 2 Wates. Hal tersebut berdasarkan bahwa sebanyak 93, 75% siswa menjadi lebih berminat belajar matematika dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya. Selain itu pembelajaranjuga direspon positif oleh siswa.

  3. Penelitian Suko Baryoto Adi Raharjo(2012) yang berjudul

  Rancangan dan Pengembangan Modul Elektronik Program Linier dengan Program Geogebra pada Kelas X TKJ B SMKN 2 Depok Sleman Tahun Ajaran 2011/2012 . Penelitian ini

  merupakan penelitian rancangan dan pengembangan pendidikan yang disingkat R&D. Metode ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji kefektifan produk tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya modul elektronik siswa terbantukan dalam memehami materi Program Linier khususnya pada kasus uji garis selidik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  38

C. KERANGKA BERPIKIR

  Modul merupakan salah satu bahan ajar yang dikemas sedemikian hingga lengkap maka dapat digunakan sebagai perangkat pembelajaran.

  Penggunaan perangkat pembelajaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan dapat menjadikan pembelajaran lebih efektif sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan rencana. Modul cetak yang biasa digunakan (dalam bentuk buku) hanya terkesan biasa oleh siswa.

  Kaitannnya dengan pembelajaran, akan dapat mendukung jika siswa bersedia membaca dan mempelajari modul cetak tersebut dengan seksama, jikapun tidak, maka akan sama saja, siswa tetap mengandalkan guru sebagai sumber belajar utama dalam pembelajaran, khususnya pelajaran matematika. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi seperti saat ini, modul dapat dikemas dalam web offline pembelajaran yang interaktif.

  Bahan ajar yang demikian dikenal dengan bahan ajar interaktif.

  Dengan bentuk kemasan bahan ajar yang berbeda, diaharapkan pembelajaran dapat lebih efektif dan efisien, sehingga siswa tak bosan membaca bahan ajar tersebut. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa dan hasil belajar siswa.

  Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sulit dan bersifat abstrak karena di dalarnnya memuat beberapa teori yang abstrak, rumus-rumus, serta simbol-simbol yang sulit dihafal dan dipahami sehingga teknik belajar yaitu dengan membayangkan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  39

  dapat disajikan dengan suatu media pembelajaran yang menyenangkan dengan harapan siswa yang sebelumnya mengganggap sulit menjadi tertarik dan menikmati kegiatan belajarnya, sedangkan materi abstraknya dapat lebih dipahami dengan visualisasi dan simulasi yang sesuai dengan materi pelajaran.

  Penelitian ini menyusun sebuah media pembelajaran matematika dalam bentuk CD yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika. Karena metode pembelajaran berbantukan Komputer dengan pendekatan konstruktivisme, maka media dibuat sedemikian sehingga menggabungkan antara pendidikan, penalaran, teknologi, dan hiburan. CD media pembelajaran matematika ini menggunakan program Geogebra yang dikemas secara baik dan menarik dengan tampilan animasi-animasi.

  Kualitas modul yang dibuat ini akan dinilai melalui tiga tahapan penilaian. Tahapan pertama tim ahli, setelah media tersebut direvisi maka dilanjutkan pada penilaian tahap kedua setelah direvisi oleh peneliti, selanjutnya penilaian oleh siswa SMA dalarn suatu kelas.

  Tahapan ketiga ada dua penggolongan, pertama jika modul dinilai belum efektif dalam penilaian tahap kedua maka akan diadakan uji coba ketiga setelah modul direvisi peneliti, namun ketika modul sudah dinilai efektif pada penilaian tahap kedua maka akan menjadi produk final setelah mendapat sedikit penyempurnaan atas masukkan dari penilaian tahap

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  40

  modul ini dapat memfasilitasi pembelajaran matematika dengan materi yaitu Turunan Fungsi dengan pokok bahasan Tafsiran Geometris Turunan Fungsi.

  Aspek kualitas modul diuji oleh tiga aspek yaitu valid yang meliputi (materi dan tampilan) sehingga uji kevalidan dapat mencakup karakteristik modul yaitu self instruksional, self contained, stand alone, dan adaptive.

  Praktis yang meliputi (pemahaman materi dan pemanfaatan modul oleh responden serta meninjau pada aktivitas guru dan siswa saat pembelajaran berlangsung) sehingga dapat mencakup karakteristik modul user friendly. Serta efektif yang memaparkan keefektifan modul untuk pemahaman siswa dilihat pada hasil belajar siswa.

  Penelitian ini menyusun sebuah modul dengan pendekatan secara konstruktif. Untuk selanjutnya modul yang dihasilkan pada ujicoba masih di publish dalam softcopy dari USB-flashdisk agar memudahkan untuk dioperasikan dan ditransfer di komputer manapun dengan batas spesifikasi minimal tertentu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Menurut Nana Syaodih (2009) Penelitian pengembangan adalah

  suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat

  20 dipertanggungjawabkan.

  Menurut Sugiyono metode penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut dan bukan untuk menguji teori. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan media pembelajaran matematika untuk perangkat pembelajaran berupa elektronik modul bagi siswa SMA yang dikemas dalam bentuk compact

  disc.

  Penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan prosedural dimana menggambarkan alur langkah-langkah prosedural yang harus diikuti untuk menghasilkan produk tertentu. Salah satu model prosedural yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah model ADDIE.

  ADDIE merupakan singkatan dari Analysis, Design, Development

  or Production, Implementation or Delivery and Evaluations . Model ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  42

  dapat digunakan untuk berbagai macam bentuk pengembangan produk seperti model, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, media dan bahan ajar.

  Model ADDIE dikembangkan oleh Dick and Carry untuk merancang sistem pembelajaran (Endang Mulyatiningsih, 2012:5).

  Menurut Benny A. Pribadi (2009:125) model pengembangan ADDIE terdiri atas 5 langkah pokok, yaitu Analysis, Design, Development,

  Implementation, dan Evaluation, sehingga menghasilkan modul elektronik matematika sebagai sumber belajar bagi siswa kelas XI SMA.

  Model ADDIE menggunakan 5 tahap pengembangan yakni (1)

  Analysis (analisa), (2) Design (disain/perancangan), (3) Development

  (pengembangan), (4)Implementation (implementasi/eksekusi), (5) Evaluation (evaluasi/umpan balik).

   Analysis Design Formative Evaluation Development Implementation SummativeEvaluation

  21 Gambar 3.1 Model pengembangan ADDIE

  3 ADDIE

Gambar 3.1 Model pengembangan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  43 Model pengembangan ADDIE melalui tahapan sebagai berikut:

1. Analysis (analisis)

  Hal-hal yang dianalisis sebelum pengembangan modul matematika adalah sebagai berikut: a. Analisis kurikulum

  Analisis kurikulum digunakan sebagai dasar rancangan dan pengembangan modul matematika. Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), langkah pertama yang dilakukan adalah memilih materi matematika yang dapat disampaikan melalui modul elektronik dengan pemanfaatan software GeoGebra. Materi yang dipilih adalah turunan fungsi dengan pokok bahasan Tafsiran Geometris Turunan Fungsi, kemudian dikembangkan sesuai kurikulum matematika SMA. Hasil analisis kurikulum selanjutnya dikonsultasikan pada dosen pembimbing.

  b. Analisis Materi Setelah melakukan analisis kurikulum kemudian dilakukan penyusunan materi. Analisis materi menghasilkan materi Tafsiran Geometris Turunan Fungsi yang terdiri dari empat subbab lagi yaitu turunan sebagai gradient garis singgung, kemonotonan dan kecekungan, kurva nilai ekstrim, menggambar grafik fungsi aljabar serta aplikasi sederhana pada nilai ekstrim.

  c. Analisis Situasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  44

  coba modul. Analisis ini dilakukan dengan cara wawancara guru pengampu tentang kesulitan siswa pada materi turunan, kondisi siswa dan kesiapan sekolah.

2. Design (perencanaan)

  Hasil analisis digunakan sebagai acuan dalam penyusunan kerangka modul yang akan dikembangkan. Langkah-langkah perancangan yang dilakukan yaitu:

  a. Mengumpulkan referensi materi Tafsiran Geometris Turunan Fungsi

  b. Menyusun kerangka modul

  c. Menyusun kerangka dan alur pembelajaran yang direncanakan untuk modul d. Melengkapi unsur-unsur modul sesuai kerangka

  e. Merancang tampilan/layout modul matematika 3.

   Development (pengembangan)

  Modul matematika yang dikembangkan berupa paket pembelajaran elektronik dengan materi Tafsiran Geometris Turunan Fungsi. Pada tahap ini dikembangkan modul dengan pendekatan konstruktivisme berdasarkan validasi ahli dan revisi produk tahap I. Tahapan dalam proses development dijelaskan sebagai berikut.

a. Pengembangan modul berdasarkan spesifikasi berikut.

  1) Berbentuk media elektronik 2) Komponen-komponen dalam modul, yaitu:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  45

  b. Uraian Materi

  c. Lembar Kerja Siswa

  d. Soal latihan

  e. Penutup 3) Ditampilkan dengan layout

  Modul yang telah dikembangkan kemudian dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran matematika supaya mendapat masukan untuk pengembangan dan perbaikan sebelum diujicobakan.

  b. Validitas ahli

  Tahap ini bertujuan untuk mengetahui salah satu aspek kualitas produk pengembangan yaitu aspek kevalidan. Hal ini dilakukan dengan menguji validitas desain produk oleh ahli dan guru mata pelajaran yang kompeten, serta mendapat saran dan kritik dari validator terhadap produk yang dikembangkan.

  c. Revisi produk

  Data validasi yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan dilakukan revisi yang merupakan pengembangan berdasarkan validasi ahli.

4. Implementation (implementasi)

  Setelah penyusunan modul menghasilkan suatu naskah final, langkah selanjutnya adalah melakukan uji coba lapangan (uji coba) pada siswa. Uji coba dilakukan pada sekolah yang dijadikan subyek penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  46

  diberikan ulangan harian dan angket pendapat siswa mengenai tanggapan tentang modul.

  Keterbacaan dan keefektifan modul ditunjukkan dengan analisis

  ulangan harian yang diberikan pada siswa. Keefektifan ditunjukkan

  dengan menggunakan Kriteria Ketuntasan Minimal yang digunakan oleh SMA Kolese de Britto yaitu 70.

  Sedangkan untuk menguji kepraktisan produk ditunjukkan dengan lembar observasi yang diberikan pada obsever dan respon siswa yang ditunjukkan dengan lembar observasi dan angket pendapat siswa.

5. Evaluation (evaluasi)

  Evaluasi adalah proses untuk menganalisis kepraktisan dan keefektifan modul yang dikembangkan pada tahap implementasi. Tahap evaluasi bertujuan untuk mengevaluasi modul yang telah dibuat berdasarkan hasil lembar evaluasi modul dengan kriteria presentase kelayakan media pembelajaran.

  Dengan hasil evaluasi dapat diketahui karakteristik modul yang diharapkan memenuhi tiga kriteria kelayakan sumber belajar yaitu valid, praktis, efektif. Kriteria valid dianalisis melalui hasil penilaian validator dengan lembar validasi ahli berdasarkan lembar penilaian modul. Kriteria praktis dianalisis melalui hasil penilaian observer berdasarkan lembar observasi dan respon siswa pada angket pendapat siswa. Dikatakan efektif jika jumlah siswa yang mencapai KKM matematika SMA Kolese de

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  47 minimal memperoleh kategori efektifitas tinggi.

  B. Subjek Penelitian

  Subjek penelitian dalam pengembangan modul matematika ini adalah siswa kelas XI IPA 5 SMA Kolese de Britto tahun ajaran 2012/2013

  C. Objek Penelitian

  Objek penelitian ini adalah elektronik modul matematika untuk SMA kelas

  XI IPA dengan materi Tafsiran Geometris Turunan Fungsi. Sehingga desain Penelitian Modul pada gambar 3.2

  D. Waktu Penelitian

  Penelitian Rancangan dan Pengembangan ini secara terperinci dilaksanakan pada :

  1. Tahapan pengumpulan refrensi dan wawancara sebagai acuan pembuatan modul pada bulan Maret – April 2013. pada

  2. Tahap validasi dan tahap revisi pada bulan Mei 2013 3. Tahap uji coba modul dilaksanakan pada 10 – 18 Mei 2013 4. Tahap eveluasi serta revisi produk final dilaksanakan pada bulan akhir Mei

  • – pertengahan Juli 2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  48 E. Instrumen Penelitian

  1. Lembar Penilaian Modul Lembar penilaian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

  a. Lembar Penilaian modul matematika untuk ahli Lembar Penilaian ini diberikan kepada ahli materi dan ahli media

  (desain layout) yaitu dosen dan guru matematika ketika tahap validasi yang bertujuan untuk mengevaluasi modul matematika. Berisi tentang aspek- aspek untuk mengetahui modul matematika materi Tafsiran Geometris Turunan Fungsi dari desain dan materi berkualitas baik atau tidak. Berikut adalah table kisi kisi aspek materi dan media (tabel 3.1)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  49 Analysis Analisis Kurikulum Analisis Situasi Analisis Situasi Design

  Mengumpulkan Materi Membuat Desain Modul

  Development ia iter

  Modul Awal

  i Kr h u

  Validasi Ahli

  men Me k

  Revisi

  a id T

  Implementation

  Uji coba Modul Ulangan Harian dan Angket

  Respon Modul

  Evaluation

  Evaluasi Berdasarkan Instrumen Memenuhi Kriteria Revisi

  Produk Final

Gambar 3.2 Desain Penelitian Modul

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  13

  14 Pemberian balikan pada evaluasi(kunci jawaban)

  14

  15 Penggunaan modul untuk pembelajaran mandiri maupun pembelajaran klasikal.

  15 Jumlah Indikator

  15 T am p il an

  1 Kesesuaian desain layout

  1

  2 Pengaturan tata letak antara penjelasan, ilustrasi, dan gambar

  3 Kesesuaian spasi dan gambar

  12

  3

  4 Kesesuaian pemilihan ilustrasi, sketsa, dan gambar

  4

  5 Kejelasan ilustrasi, sketsa, dan gambar

  5

  6 Kejelasan penerapan dan tombol Navigasi pada program GeoGebra

  6

  7 Pemilihan font untuk membedakan pembagian struktur modul (pendahuluan, kegiatan belajar, dan evaluasi)

  7 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13 Pemberian balikan pada tugas

  50 Tabel 3.1 Kisi-kisi lembar penilaian modul kriterian kevalidan Aspek No Indikator Item M ate ri

  1 Kesesuaian antara indikator dan materi

  5

  1

  2 Kesesuaian pengembangan materi turunan fungsi dengan pembelajaran kontekstual

  2

  3 Penjelasan tahapan pembelajaran yang disajikan secara konstruktivisme

  3

  4 Contoh soal pada materi turunan fungsi dengan tafsiran geometris

  4

  5 Tugas pada kegiatan merupakan soal berupa eksplorasi dengan modul elektronik dengan

  GeoGebra

  6 Evaluasi pada akhir pembelajaran merupakan soal analisis dan eksplorasi dengan modul elektronik dengan GeoGebra turunan fungsi

  11

  6

  7 Kualitas situasi/masalah pada contoh, dan tugas, dan evaluasi

  7

  8 Penggunaan bahasa baku

  8

  9 Penggunaan kalimat yang jelas dan tepat

  9

  10 Sistematika penyusunan kegiatan belajar

  10

  11 Sistematika pembahasan materi

  12 Sistematika isi secara keseluruhan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  51

  tampilan yang berbeda untuk petunjuk umum)

  10 Jarak antar kalimat untuk pemahaman siswa

  10 Jumlah Indikator

  10

  b. Lembar Penilaian Evaluasi modul matematika untuk observer Lembar penilaian ini diberikan kepada observer yang bertujuan untuk mengevaluasi modul matematika yang diujicobakan. Berisi aspek-aspek untuk mengetahui modul matematika materi Tafsiran Geometris Turunan Fungsi yang diujicobakan memenuhi kriteria kepraktisan dalam membangun aktivitas pembelajaran di kelas. Pada lembar observasi yang akan dianalisis hanya pada aktivitas guru saja ini dikarenakan terkait penilaian teknik kepraktisan modul yang dioperasikan oleh guru pada saat pembelajaran berlangsung. Diberikan setelah uji coba modul atau pada uji coba. Berikut adalah kisi-kisi angket untuk observer yang digunakan pada saat penelitian.

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Angket Observer

  

Variabel Dimensi Materi Jumlah

item a. Pemanfaatan media

  4 pembelajaran /sumber belajar Aktivitas Aktivitas

  5 b. Pembelajaran Media Pembelajaran yang Guru di kelas memicu dan memelihara keterlibatan sisiwa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  52 a. Siswa siap mengikuti proses

  1 pembelajaran b. Siswa memperhatikan

  1 penjelasan guru c. Siswa menanggapi

  1 Aktivitas pembahasan pelajaran Siswa d. Siswa mencatat hal-hal

  1

penting

1 e. Siswa antusias dan aktif dalam pembelajaran f. Siswa mengerjakan tugas dengan baik

  c. Angket Pendapat Siswa Angket pendapat siswa berupa angket terbuka-tertutup yang ditujukan kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat belajar dengan modul yang dirancang (respon siswa). Apakah modul dapat membantu siswa dalam pembelajaran matematika atau tidak. Angket ini dianalisis dengan dua tahap, tahap pertama untuk nomer 1 sampai 6 secara kuantitiatif dan untuk nomer 7 sebagai masukkan perbaikan modul tahap

  II. Berikut adalah kisi-kisi angket untuk siswa yang digunakan pada saat penelitian.

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Angket Siswa

  

Variabel Dimensi Materi No

item

  a. menentukan fungsi

  1 monoton naik dan turun dengan menggunakan konsep turunan pertama

  2

  b. menggambar sketsa Hasil Kesulitan grafik fungsi dengan belajar pada siswa materi menggunakan sifat sifat turunan

  3

  c. menentukan titik ekstrem

  4 grafik fungsi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  53 fungsi.

  a. Peran software

  5 Geogebra dalam membantu memahami materi mengenai limit fungsi dan turunan fungsi

  Software

  b. Tampilan software

  6 dalam

  Geogebra dalam pembelajaran

  7 mengatasi matematika kesulitan c. Peran software Geogebra dalam pembelajaran matematika d. Tes (ulangan harian)

  Tes digunakan untuk mengukur aspek keefektifan. Instrumen ini untuk memperoleh data hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan modul. Tes yang disusun berupa ulangan harian dalam bentuk uraian. Ulangan harian bertujuan untuk memperoleh data tentang penguasaan materi yang diberikan setelah siswa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan elektronik modul yang dilaksanakan di akhir pertemuan.

  Penyusunan soal ulangan harian berdasarkan pada standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian yang disesuaikan dengan isi materi pada modul matematika yang telah dikembangkan. Soal ulangan harian sebelum diberikan pada siswa, divalidasi oleh dosen yang dipilih sebagai validator instrument yang sebelumnya juga telah dikonsultasikan pada guru pengampu. Soal tersebut selanjutnya direvisi menurut saran dari validator instrumen hingga dinyatakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  54

  2. Pedoman Wawancara Pedoman wawancara ini ditujukan kepada guru pengampu mata pelajaran matematika yang digunakan untuk keperluan analisis awal dalam menemukan aspek-aspek untuk mengembangkan modul matematika menurut pendapat guru. Selain itu tujuan dari wawancara ini untuk mendapatkan informasi tentang hambatan yang dihadapi guru dalam penyusunan bahan ajar secara mandiri. Pedoman wawancara ini juga digunakan untuk mengetahui kesediaan sekolah sebagai tempat uji coba penggunaan modul matematika serta untuk mengetahui karakteristik siswa. Selanjutnya data yang diperoleh dalam wawancara ini akan dijadikan masukan dalam pembuatan modul matematika.

F. Teknik Analisis Data

  Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis melalui tahapan sebagai berikut.

  1. Data kualitatif yang diperoleh dari pedoman wawancara dan angket (untuk no 7) pendapat siswa dianalisis secara kualitatif.

  2. Data yang diperoleh melalui lembar penilaian modul oleh ahli, lembar observasi, dan angket pendapat siswa (untuk no 1-6) yang berupa huruf diubah menjadi nilai kualitatif modul matematika dengan langkah-langkah sebagai berikut a. Jenis data yang diambil berupa data kualitatif dengan menggunakan

  23 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 T (Tidak)

  c. Mengubah nilai tiap aspek kriteria dalam masing-masing komponen modul matematika menjadi nilai kualitatif sesuai dengan kriteria kategori penilaian dengan ketentuan dalam tabel berikut.

  = skor rata

  ̅

  Keterangan :

  ∑

  =

  ̅

  b. Setelah data terkumpul, kemudian menghitung skor rata-rata dengan rumus berikut ini :

  1

  3 B (Biasa Saja)

  55 sebagai berikut.

  Y (Ya)

  Keterangan Skor

  1 Tabel 3.4.2 Aturan pemberian skala pada angket Siswa

  2 SK (sangat kurang)

  3 K (kurang)

  4 C (cukup)

  5 B (baik)

  SB (sangat baik)

  22 Tabel 3.4.1 Aturan pemberian skala pada angket kevalidan dan observasi Keterangan Skor

  • – rata ∑x = jumlah skor N = jumlah penilai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  56 Tabel 3.5 Kriteria Penilaian

  1 > (M i +1,5 SB i ) SangatBaik

  ̅

  2 (M i +0,5 SB i )< i +1,5 SB i ) Baik

  ̅ ≤(M

  3 (M i -0,5 SB i )< i +0,5 SB i ) Cukup

  ̅ ≤(M

  4 (M i +1,5 SB i )< i - 0,5 SB i ) Kurang ≤(M

  ̅ i

  5 ≤(Mi-1,5 SB ) Sangat Kurang

  ̅

  Keterangan : M i = rata

  • – rata yang didapat dengan menggunakan rumus :

  1 i

  M = x (skor maksimal + skor minimal)

  2

  1

  1 i

  SB =( x ) x (skor maksimal

  • – skor minimal)

  2

  3

  1

  = x (skor maksimal

  • – skor minimal)

6 Skor Maksimal =

  ∑ butir kriteria x skor tertinggi Skor minimal =

  ∑ butir kriteria x skor terendah

  

  Presentasi penilaian = x 100%

  d. Mengubah nilai tiap aspek kriteria pada modul matematika menjadi nilai kualitatif sesuai dengan kriteria kategori penilaian dengan ketentuan penilaian seperti dijabarkan pada tabel 3.5 diatas. Hasil presentase kriteria penilaian ideal dapat dilihat pada tabel 3.6 berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  57 Tabel 3.6 Kategori Presentase Penilaian Ideal No Rentang skor (i) kuantitatif Kategori Kualitatif

  1 80 % < x Sangat Baik ≤ 100% 2 67 % < x Baik

  ≤ 80 %

  3 53 % < x ≤ 67 % Cukup 4 40 % ≤ x ≤ 53 % Kurang 5 x <40 % Sangat Kurang

  3. Data Hasil Ulangan Harian Data yang diperoleh dari ulangan harian siswa yang mengikuti uji coba lapangan dianalisis dengan teknik presentase. Hasil ulangan harian dinilai berdasarkan pedoman penskoran dengan nilai maksimal 100. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) matematika di SMA Kolese de Britto adalah 70. Jika jumlah siswa mencapai nilai KKM berkategori tinggi atau minimal lebih dari 67 % pada tabel 3.7, maka dapat disimpulkan bahwa modul matematika yang dikembangkan efektif sebagai sumber belajar.

  Analisis data hasil ulangan harian dilakukan untuk menentukan efektifitas modul matematika yang dikembangkan dengan membuat tabulasi data hasil ulangan harian, kemudian mengkonversi data

  ulangan harian dengan tabel pedoman keefektifan hasil belajar

  24 berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  58 Tabel 3.7 Kriteria Efektifivitas Hasil Belajar secara Kuantitatif

No Rentang skor (i) Kategori Kualitatif

kuantitatif

  1 80 % < p Sangat tinggi ≤ 100% 2 67 % < p ≤ 80 % Tinggi

  3 53 % < p Cukup ≤ 67 % 4 40 % ≤ p ≤ 53 % Rendah

  5 p <40 % Sangat Rendah

  ℎ p =

x 100%

  ℎ ℎ

  Hasil belajar dikatakan efektif jika mencapai persentase ketuntasan tinggi. Sedangkan dikatakan sangat efektif jika mencapai persentase ketuntasan sangat tinggi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Rancangan dan Penelitian Pengembangan Sesuai dengan tahap-tahap pengembangan modul ADDIE, pengembangan

  modul matematika adalah 1.

   Analysis (analisis)

  Hal-hal yang dianalisis sebelum pengembangan modul matematika adalah sebagai berikut:

a. Analisis kurikulum dan materi

  Analisis kurikulum 2006 matematika kelas XI IPA SMA semester genap maka dipilih SK (Standar Kompetensi) Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah dibagi menjadi 3 KD (Kompetensi Dasar). Dipilih dua KD yaitu Menggunakan sifat dan aturan turunan dalam perhitungan turunan fungsi aljabar dan Merancang model matematika dari aplikasi turunan sebagai landasan penyusunan e-modul. Bertolak pada SK dan KD di atas diharapkan e-modul dibuat dapat memenuhi indikator-indikator yang ada antara lain : 1) Menjelaskan arti fisis dari turunan di satu titik. 2) Menjelaskan arti geometris dari turunan di satu titik. 3) laju perubahan nilai fungsi terhadap variabel Menentukan bebasnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  60

  aljabar. 5) Menentukan persamaan garis singgung pada suatu kurva 6) Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun. 7) Menentukan titik stasioner suatu fungsi beserta jenis ekstremnya. 8) Menentukan titik belok suatu fungsi. 9) Menggambarkan grafik fungsi. 10) Menjelaskan kasus maksimum dan minimum dari suatu fungsi 11) Menjelaskan contoh kasus maksimum dan minimum dari suatu fungsi dalam keseharian

b. Analisis Situasi

  Analisis situasi dilakukan untuk mengetahui kondisi siswa sebagai subjek penelitian dan kondisi kesiapan sekolah sebelum dilakukan uji coba modul. Hasil dari wawancara guru pengampu tentang kesulitan siswa pada materi turunan dan kondisi siswa, serta pengamatan peneliti semasa PPL. 1) Adanya kecenderungan siswa lebih tertarik pada hal yang baru serta didukung oleh visualisasi.

  2) Adanya pemahaman konsep yang perlu ditekankan pada materi Turunan Fungsi.

  3) Pada pihak sekolah menunjukkan kesiapan sekolah untuk melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan TIK, khususnya komputer.

  Sekolah sudah memiliki laboratorium komputer yang memadai siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  61

  siswanya dengan era sekarang komputer jinjing juga sudah menjadi fasilitas direkomendasikan sebagai penunjang belajar mereka .

2. Design (perencanaan)

  Hasil analisis digunakan sebagai acuan dalam penyusunan kerangka modul yang akan dikembangkan. Langkah-langkah perancangan yang dilakukan yaitu: a.

   Mengumpulkan referensi materi Tafsiran Geometris Turunan Fungsi

  Setelah dalam analisis kurikulum kemudian dilakukan penyusunan materi sesuai dengan analisis kurikulum. Analisis materi ini menghasilkan materi Tafsiran Geometris Turunan Fungsi Secara umum pada subbab ini memiliki 4 subbab lain didalamnya yaitu (1)turunan fungsi

  = ( ) dapat ditafsirkan sebagai gradient garis singgung kurva di titik ( , ) terletak pada kurva = ( ), (2) kemonotonan dan

  1

  1

  kecekungan kurva, (2) nilai ekstrim, hingga (4) menggambar grafik fungsi aljabar (5) aplikasi sederhana pada nilai ekstrim. Materi di atas dikumpulkan dan diolah berdasarkan pada buku matematika antara lain Matematika Kontektektual Untuk SMA/MA kelas XI IPA karya Sriyanto dan Catur Supatmono, buku Matematika SMA Jilid 2B IPA karya Sartono Wirodikromo, dan Kalkulus Edisi 5 Jilid I karya Stewart.

b. Menyusun kerangka modul

  Menurut Nurma (2010) dalam (http://nurma.staff.uns.ac.id) mengatakan: E-modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  62

  dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya secara elektronik (bagian dari e-learning). Agar dapat terangkum secara sistematis dan menarik serta kompetitif seperti teori di atas, menyusun tahap e-modul diawali dengan menentukan kerangka modul yang disesuaikan dengan tujuan penyusunan modul, yaitu modul yang mendukung terciptanya pembelajaran matematika. Kerangka modul dibuat sesuai standar pembuatan modul, mulai dari pendahuluan, kegiatan belajar, dan evaluasi. Berikut adalah kerangka modul matematika turunan fungsi.

  Untuk mendukung terjadinya alur pembelajaran secara efektif, perlu juga dikembangkan RPP (Rencana Perencanaan Pembelajaran) sesuai dengan pengembangan modul. (RPP terlampir)

  Petunjuk Umum

  PENDAHULUAN Media

  MATERI HOME AJAR DAFTAR LEMBAR KERJA PUSTAKA SISWA BIODATA PENULIS EVALUASI DAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  63 c.

   Melengkapi unsur-unsur modul sesuai kerangka

  Modul pada dasarnya adalah perangkat belajar untuk membantu siswa secara mandiri dalam mencapai tujuan belajarnya. Maka pada tahap ini e-modul yang dikembangkan difokuskan pada bagian Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS yang disusun berdasarkan pendekatan Konstruktivisme. Pendekatan ini memungkinkan pelajar membangun sendiri pengetahuannya sehingga tujuan belajar mereka tercapai. Pada bagian LKS inilah diterapkan pemanfaatan GeoGebra. Dalam hal ini pemanfaatan GeoGebra antara lain dapat menghasilkan lukisan-lukisan geometri dengan cepat dan akurat, serta adanya fasilitas animasi gerakan sehingga memberikan pengalaman visual tentang turunan fungsi, dan mempermudah guru dan siswa dalam menyelidiki dan menunjukkan sifat-sifat dan tafsiran geometris turunan fungsi. Berikut ini adalah keterkaitan GeoGebra sebagai pendukung pembelajaran konstruktivisme.

  1) Materi Gradien Garis Singgung Kurva (pada gambar 4.2) Pada tahap ini siswa diperintahkan memasukkan contoh fungsi yang ditentukan dan titik tertentu, kemudian siswa diperintahkan menggeser titik yang lain sehingga nanti garis hitam itu berubah menjadi garis hijau yang merupakan garis singgung kurva. Disini siswa dapat diharapkan agar dapat menemukan bahwa persamaan garis singgung di titik gradiennya adalah

  = ’( ) adapun langkah lengkap konstruksi ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  64

Gambar 4.2 GeoGebra Gradien Garis Singgung

  2) Materi Kemonotonan Fungsi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  65 Pada materi subbab ini ada beberapa teori yang harus dieksplor oleh

  siswa antara lain, definisi kemonotonan fungsi dan syaratnya, serta keterkaitannya dengan garis singgung. Hal ini telah disusun sedemikian hingga oleh penulis agar siswa dapat menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut ( LKS 1).

  3) Materi Kecekungan Fungsi

Gambar 4.4 GeoGebra Kecekung Fungsi

  Pada materi subbab ini ada beberapa teori yang harus dieksplor oleh siswa antara lain, antara lain, definisi kecekungan fungsi dan syaratnya, serta keterkaitannya dengan gradient garis singgung. Hal ini telah disusun sedemikian hingga oleh penulis agar siswa dapat menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut ( LKS 2).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  66

  4) Titik-titik Stationer

Gambar 4.5 GeoGebra Titik –titik Stasioner

  Pada materi subbab ini ada beberapa teori yang harus dieksplor oleh siswa antara lain, apa yang dimaksudkan antara lain, definisi titik-titik stationer dan syaratnya, serta keterkaitannya keterkaitannya dengan turunan pertama dan turunan kedua. Hal ini telah disusun sedemikian hingga oleh penulis agar siswa dapat menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut ( LKS 2).

  5) Sketsa grafik fungsi Aljabar (pada gambar 4.6) Dalam subbab ini siswa diharapkan mengerjakan terlebih dahulu dalam soal yang diberikan dan program GeoGebra ini hanya untuk memberikan gambaran dan umpan balik apakah perhitungan mereka

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  67 fungsi aljabar (pada LKS 3).

Gambar 4.6 GeoGebra Sketsa Grafik Fungsi

  6) Aplikasi turunan dalam kehidupansehari-hari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  68

  dalam pemanfaatan turunan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dalam pembuatan kotak dengan selembar kertas agar memperoleh volume maksimum (LKS 4).

  Unsur modul yang lain yaitu pendahuluan, materi ajar, latihan soal beserta pembahasan, rangkuman, dan dilengkapi daftar pustaka sehingga modul dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran. Dan nantinya dapat digunakan secara mandiri oleh siswa.

  d. Merancang tampilan/layout modul matematika Dari hasil penyusunan dan pemilihan materi, modul matematika yang dikembangkan berupa paket pembelajaran e-modul dengan materi turunan fungsi tahap selanjutnya adalah menyusun desain animasi-animasi sebagai pendukung tampilan layout , hingga mulai membuat desain frame modul dengan menggunakan adobe flash dan adobe dreamweaver 3.

   Development (pengembangan)

  Modul matematika yang dikembangkan berupa paket pembelajaran e-

  modul dengan materi turunan fungsi. Pada tahap ini dikembangkan modul

  dengan pendekatan konstruktivisme berdasarkan validasi ahli dan revisi produk tahap I. Tahapan dalam proses development dijelaskan sebagai berikut.

a. Pengembangan modul berdasarkan spesifikasi berikut. 1) Berbentuk media elektronik

  Modul ini akan dikemas menggunakan dreamweaver sebagai layout

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  69 program lain GeoGebra sebagai software pada modul ini.

2) Komponen-komponen dalam modul, yaitu:

  a) Pendahuluan Pada pendahuluan ini menggunakan HTML dimasukkan pada modul utama. Pada bagian pendahuluan ini juga memuat beberapa komponen yaitu: i. SK dan KD ii. Apersepsi iii. Peta Konsep

  b) Uraian Materi Pada uraian materi ini menggunakan format PDF berupa e-book yang menarik lalu dimasukkan pada modul utama.

  c) Lembar Kerja Siswa Pada lembar kerja siswa menggunakan format PDF sebagai LKS unutk diisi siswa sebagai monitoring pemahaman siswa terhadap materi (berupa softcopy) dan GeoGebra sebagai penunjang aktivitas kelas yang disusun dan disajikan dengan pendekatan konstruktivisme kemudian dimasukkan pada modul utama.

  d) Soal latihan Evaluasi Pada uraian materi ini menggunakan format HTML yang dimasukkan pada modul utama. Pada soal ini berisi latihan soal untuk menhadapi evaluasi di akhir pembelajaran. Pada bagian soal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  70

  e) Penutup Pada penutup ini menggunakan HTML dimasukkan pada modul utama. Pada bagian penutup ini juga memuat beberapa komponen yaitu: i. Rangkuman materi ii. Pembahasan Latihan soal Evaluasi iii. Daftar pustaka iv. Biodata Penulis

   3) Ditampilkan dengan layout Modul yang telah dikembangkan kemudian dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran matematika supaya mendapat masukan untuk pengembangan dan perbaikan sebelum diujicobakan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  71 b.

   Validitas ahli

  Validasi dilakukan pada ahli materi dan ahli media. Modul matematika ini divalidasi oleh dua ahli materi dan satu ahli media.

  Validasi ini menggunakan instrumen penelitian atau lembar penelitian yang sebelumnya telah divalidasi oleh dosen pembimbing. Aspek pendidikan lembar instrumen penelitian tersebut terdiri dari 15 indikator, lembar penelitian ini dinilai oleh ahli materi dan pembelajaran, dan 10 indikator pada aspek tampilan yang dinilai oleh ahli media.

  Validasi ini bertujuan untuk mendapat masukan dan mengevaluasi modul yang disusun. Selanjutnya dilakukan revisi berdasarkan masukan tersebut. Daftar validator selengkapnya sebagai berikut. Sebagai validasi ahli materi yaitu Dr. M. Andy Rudhito, S.Pd, Arif Budi Prasetyo S.Si.,M.Si, dan Sriyanto, S.Pd. Sebagai validasi media yaitu Dr. M. Andy Rudhito dan S.Pd, Arif Budi Prasetyo S.Si.,M.Si. serta sebagai pengamat observer adalah Arief Budi Prasetyo S.Si.,M.Si, Sriyanto, S.Pd, dan FX Catur Supatmono, S.Pd.

  Validasi ini dilakukan hingga 2 kali revisi atau tindak lanjut, yaitu revisi berdasarkan masukan atau saran ahli materi dan ahli media (pada tahap development), revisi berdasarkan masukan atau saran dari siswa pada saat uji coba lapangan (pada tahap

  .

  implementation)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  72

c. Revisi produk I

  Data validasi yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan dilakukan revisi yang merupakan pengembangan berdasarkan validasi ahli.

  Berikut disajikan masukan/saran dari ahli materi dan ahli media, serta tindak lanjutnya (table 4.1 dan table 4.2) Penilaian dari validator untuk aspek pendidikan kemudian di rata- rata. Hasil penelitian memperoleh skor rata-rata 60,34 dengan persentase keidealan 80,84%. Berdasarkan pedoman penilaian pada tabel 4 dikategorikan sangat baik. Sedangkan penilaian untuk aspek tampilan adalah memperoleh skor rata-rata 38,5 dengan persentase ideal 77,00%. Berdasarkan tabel 4 dikategorikan baik. 3) Pengemasan

  Pengemasan dilakukan untuk mempermudah teknis pada saat uji coba lapangan yang dilakukan di SMA Kolese de Britto Yogyakarta.

  Pengemasan ini dilakukan dengan cara modul yang telah dikembangkan dikemas pada flashdisk . Struktur modul yang telah dikemas dapat dilihat pada gambar berikut. (gambar 4.9)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  73 Tabel 4.1 Masukan/Saran dan Tindak Lanjut untuk Aspek Pendidikan (Ahli Materi) No. Masukan / Saran Tindak Lanjut 1.

  Pada kesesuaian pengembangan materi turunan fungsi dengan pendekatan konstektual diberikan contoh lebih dalam kehidupan sehari-hari

  Diberikan contoh soal dengan pendekatan kontekstual pada sub materi aplikasi turunan fungsi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  74

  2. Pada tugas kegiatan eksplorasi modul GeoGebra perlu Diberikan petunjuk lebih spesifik tiap program file tambahan penekanan untuk petunjuk

  GeoGebra ditunjang petunjuk pada LKS tiap pertemuan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  75 Tabel 4.2 Masukan/Saran dan Tindak Lanjut untuk Aspek Tampilan (Ahli Media) No. Masukan / Saran

  Tindak Lanjut 1.

  Pada kesesuaian desain layout perlu ditingkatkan agar Digantinya desain layout agar lebih menarik dan menarik. deberikan beberapa navigasi yang praktis.

  Ditambahkannya navigasi home pada setiap bagian - modul.

  2. Pada pengaturan tata letak antara penjelasan, ilustrasi, dan Pada pengaturan tata letak diperbaiki dan dirapikan agar gambar perlu diberi keterangan lebih spesifikasi program lebih tertata dan mudah dipahami.

  GeoGebra dengan tampilan optimal dan lebih keliatan

  Diberikan petunjuk lebih spesifik tiap program file bagian

  • –perbagiannya.

  GeoGebra ditunjang petunjuk pada manual

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  76

  3. Pada pemilihan font untuk membedakan pembagian struktur Font diperbesar agar dapat memudahkan siswa dalam modul (pendahuluan, kegiatan belajar, evaluasi) pada mempelajari dan mengoperasikan modul. ukuran font lebih besar agar lebih jelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  77 4.

  Pada jarak antar kalimat unutk pemahamam siswa perlu diperlebar karena terlalu dekat.

  Jarak diperlebar dua spasi agar dapat memudahkan siswa dalam mempelajari dan mengoperasikan modul.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  78 Gambar 4.9

  

StoryBoard Modul Matematika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  79 4.

   Implementation (implementasi)

  Modul matematika ini diimplementasikan dalam pembelajaran matematika kelas XI IPA 5 di SMA Kolese de Britto. Pembelajaran diikuti 30 siswa kelas XI IPA 5. Modul matematika ini diimplementasikan dalam pembelajaran matematika kelas XI IPA 5 di SMA Kolese de Britto.

  Pembelajaran diikuti 30 siswa kelas XI IPA 5.

  Pembelajaran ini menggunakan metode Pembelajaran berbantukan Komputer (PBK). Pembelajaran Computer-Assisted Instruction atau Pembelajaran Berbantuan Komputer atau (PBK) sebagai proses mengajar yang dilakukan secara langsung yang melibatkan komputer untuk mempresentasikan bahan ajar dalam suatu model pembelajaran yang interaktif untuk memberikan dan mengendalikan lingkungan belajar secara individual pada masing-masing peserta didik (Splittgerber dan Stirzaker,1984). Sehingga diharapkan oleh penulis pembelajaran ini menggunakan laboratorium computer sekolah. Namun karena jadwal pengguna laboratorium sekolah dan jadwal mata pelajaran matematika kelas XI IPA 5 ada beberapa yang crash. Maka diadakan instalasi modul pada laptop siswa serta ujicoba terbatas secara non-formal pada modul tersebut pada tanggal 8 mei 2013.

  Pelaksanaan ujicoba modul dilaksanakan pada tanggal 10-18 Mei 2013 dengan 5 kali pertemuan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  80

  a. Pertemuan pertama pada tanggal 10 Mei 2013 Pada pertemuan ini guru menerangkan penggunaan teknis e-modul di depan kelas, karena pembelajaran ini berdasarkan pendekatan konstruktivis maka dibagikan LKS sebagai petunjuk terbimbing agar siswa dapat mengkonstruksi pemahaman mereka mengenai materi gradient garis singgung dan kemonotonan fungsi. Berikut ini adalah hasil salah satu siswa dalam pengisian LKS I. (pada gambar 4.10.1

  dan gambar 4.10.2)

  Hal positif dari pertemuan pertama ini adalah siswa sangat antusias dalam merespon kehadiran e-modul berbantukan GeoGebra serta dapat merangkum kesimpulan dari materi gradient garis singgung dan kemonotonan fungsi. Hal negatifnya adalah ada beberapa siswa yang membawa laptop lagi dan belum menginstal e-

  modul sehingga sedikit menghambat pembelajaran. Hal negative

  kedua adalah karena program java ter update otomatis ada beberapa laptop siswa yang crash pada e-modul sehingga harus menjalankan

  GeoGebra lewat programnya langsung.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  81 Gambar 4.10.1 LKS I

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  82

Gambar 4.10.2 LKS II

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  83

  b. Pertemuan kedua pada tanggal 11 Mei 2013 Pada pertemuan ini guru memberi apersepsi di depan kelas, karena pembelajaran ini berdasarkan pendekatan konstruktivis maka dibagikan LKS sebagai petunjuk terbimbing agar siswa dapat mengkonstruksi pemahaman mereka mengenai materi kemonotonan fungsi dan kecekungan fungsi. Berikut ini adalah tampilan LKS pada aktivitas siswa di kelas. (pada gambar 4.11.1 dan gambar 4.11.2)

  Hal positif dari pertemuan kedua ini adalah siswa sangat antusias dalam marespon kehadiran e-modul berbantukan GeoGebra dan dapat mengembangkan petunjuk pada LKS dengan mencari soal tambahan pada buku pegangan siswa. Siswa dapat merangkum kesimpulan dari materi kemonotonan fungsi, kecekungan fungsi, dan titik-titik stationer. Hal negatifnya penyampaian materi belum sampai tuntas yaitu hanya memperkenalkan saja titik-titik stationer. Pengajaran mengenai titik stationer belum.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  84

gambar 4.11.1 LKS 2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  85 Gambar 4.11.2 LKS 2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  86

  c. Pertemuan ketiga pada tanggal 16 Mei 2013 Pada pertemuan ini guru memberi apersepsi di depan kelas, karena pembelajaran ini berdasarkan pendekatan konstruktivis maka dibagikan LKS sebagai petunjuk terbimbing agar siswa dapat mengkonstruksi pemahaman mereka mengenai materi titik-titik stationer dan aplikasi nilai ekstrim pada kehidupan sehari hari. Berikut ini adalah salah satu contoh LKS yang dikerjakan siswa sebagai aktivitas kelas.

  Hal positif dari pertemuan ketiga ini adalah siswa sangat antusias dalam marespon kehadiran e-modul berbantukan GeoGebra dan dapat mengembangkan petunjuk pada LKS dengan mencari soal tambahan pada buku pegangan siswa. Siswa dapat merangkum kesimpulan hanya dari materi titik-titik stationer. Yang menarik dari penelitian ini siswa juga menemukan hal baru bahwa titik belok selalu berada di tengah antara titik maximum dan minimum. Namun hal ini masih belum bisa dibuktikan secara matematis oleh peneliti.

  Hal negatifnya adalah alokasi waktu yang kurang membuat materi aplikasi nilai ekstrim pada kehidupan sehari hari baru pada pengenalan saja.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  87 Gambar 4.12 LKS 3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  88

  d. Pertemuan keempat pada tanggal 17 Mei 2013 Pada pertemuan ini guru memberi apersepsi di depan kelas, karena pembelajaran ini berdasarkan pendekatan konstruktivis maka dibagikan LKS sebagai petunjuk terbimbing agar siswa dapat mengkonstruksi pemahaman mereka mengenai materi sketsa grafik fungsi aljabar dan aplikasi nilai ekstrim pada kehidupan sehari hari. Pada akhir pembelajaran siswa diberi angket sebagai instrument penilaian kepraktisan e-modul yang telah disusun. Berikut ini adalah salah satu contoh LKS yang dikerjakan siswa sebagai aktivitas kelas.

  Hal positif dari pertemuan keempat ini adalah siswa sangat antusias dalam marespon kehadiran e-modul berbantukan GeoGebra dan dapat mengembangkan petunjuk pada LKS dengan mencari soal tambahan pada buku pegangan siswa. Siswa dapat merangkum kesimpulan sketsa grafik fungsi aljabar dan aplikasi nilai ekstrim pada kehidupan sehari hari. Hal negatifnya adalah siswa mengeluh waktu kesiapan yang sedikit evaluasi untuk menilai keefektifan modul yang digabungkan dengan ulangan harian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  89 Gambar 4.13.1 LKS 4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  90

Gambar 4.13.2 LKS 4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  91

  e. Pertemuan kelima pada tanggal 18 Mei 2013 Semua siswa hadir dalam evaluasi modul (ulangan harian).

e. Evaluation (Evaluasi)

  Tahap terakhir adalah mengevaluasi penggunaan modul matematika yang telah dikembangkan dan diujicobakan. Hasil evaluasi sebagai berikut.

  1) Analisis Data Kevalidan Analisis data kevalidan pada penelitian ini dilakukan berdasarkan penilaian pada lembar penelitian untuk ahli materi dan pembelajaran

  (aspek pendidikan) dan ahli media (aspek tampilan). Berikut penjelasan masing-masing aspek: a. Aspek Pendidikan

  Data kevalidan ini diisi berdasarkan lembar penelitian yang dinilai oleh ahli materi (pada aspek pendidikan) dengan memperoleh skor rata-rata sebesar 60,34 dari skor rata-rata ideal 75 dengan persentase keidealan 80,84% yang menunjukkan kategori sangat baik (SB).

  Aspek ini meliputi 15 indikator yaitu (1)Kesesuaian antara indikator dan materi. (2)Kesesuaian pengembangan materi turunan fungsi dengan pembelajaran kontekstual. (3)Penjelasan tahapan pembelajaran yang disajikan secara konstruktivisme. (4)Contoh soal pada materi turunan fungsi dengan tafsiran geometris. (5)Tugas pada kegiatan merupakan soal berupa eksplorasi dengan e-modul dengan GeoGebra.

  (6)Evaluasi pada akhir pembelajaran merupakan soal analisis dan eksplorasi dengan e-modul dengan GeoGebra turunan fungsi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  92

  (7)Kualitas situasi/masalah pada contoh, dan tugas, dan evaluasi. (8)Penggunaan bahasa baku. (9)Penggunaan kalimat yang jelas dan tepat. (10)Sistematika penyusunan kegiatan belajar. (11)Sistematika pembahasan materi. (12)Sistematika isi secara keseluruhan. (13)Pemberian balikan pada tugas. (14)Pemberian balikan pada evaluasi(kunci jawaban). (15)Penggunaan modul untuk pembelajaran mandiri maupun pembelajaran klasikal. Berdasarkan penilaian ahli materi, modul matematika ini sudah mencakup ke 15 indikator tersebut sehingga modul matematika ini memberikan penjelasan yang memadai bagi siswa yang mempelajarinya.

  b. Aspek Tampilan Data kevalidan ini diisi berdasarkan lembar penelitian yang dinilai oleh ahli media (aspek tampilan) dengan memperoleh skor rata-rata 38,5 dari skor ideal 50 dengan persentase keidealan 77,00% yang menunjukkan kategori baik (B). Aspek ini meliputi 10 indikator, yaitu: (1)Kesesuaian desain layout. (2)Pengaturan tata letak antara penjelasan, ilustrasi, dan gambar. (3)Kesesuaian spasi dan gambar.

  (4)Kesesuaian pemilihan ilustrasi, sketsa, dan gambar. (5)Kejelasan ilustrasi, sketsa, dan gambar. (6)Kejelasan penerapan dan tombol Navigasi pada program GeoGebra. (7)Pemilihan font untuk membedakan pembagian struktur modul (pendahuluan, kegiatan belajar, dan evaluasi). (8)Ruang untuk eksplorasi siswa. (9)Penekanan untuk petunjuk khusus (pemberian tampilan yang berbeda untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  93 petunjuk umum). (10)Jarak antar kalimat untuk pemahaman siswa.

  Berdasarkan ahli media, modul matematika ini mencakup kesepuluh indikator tersebut. Gambar, animasi serta perintah-perintah yang terdapat pada modul matematika sudah efektif dan menarik.

2) Analisis Data Kepraktisan

  Analisis data mengenai data kepraktisan modul dalam hal ini terbagi atas dua bagian yang pertama analisis kepraktisan modul dilihat dari angket penelitian siswa dan kepraktisan modul dilihat dari hasil data observer mengenai pembelajan di kelas.

  Analisis data kepraktisan pada penelitian ini dilakukan berdasarkan penilaian pada lembar angket penelitian diisi siswa (aspek kualitas teknis. Lembar penelitian yang digunakan ini meliputi 6 indikator dengan dua dimensi pertanyaan, yaitu:(1) Kesulitan pada materi (2)Program GeoGebra dalam mengatasi kesulitan. Berdasarkan Penilaian kualitas teknis dari siswa memperoleh skor rata- rata 13,34 dari skor 18 dengan persentase keidealan 74,11% yang menunjukkan kategori baik (B). Berdasarkan hasil eksplorasi siswa sebagai pengguna menilai modul yang telah dikembangkan membantu dalam memahami materi karena dapat memggambarkan hal yang abstrak, mudah, tidak membosankan namun tampilan kurang menarik (minimalis dan terkesan formal).

  Analisis data kepraktisan dinilai hasil observasi pada uji coba lapangan. Uji coba lapangan ini diobservasi oleh beberapa guru SMA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  94

  Kolese de Britto dan Dosen dari Universitas Sanata Dharma siswa kelas XI IPA 5 SMA Kolese de Britto Yogyakarta. Berdasarkan hasil pengamatan dari tiga observer yang mencapai rata-rata 40 dari 45 dengan presentase 88,89%. Berdasarkan pedoman kepraktisan menunjukkan bahwa kriteria sangat tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa modul matematika dengan pendekatan konstruktivisme menggunakan GeoGebra yang dikembangkan praktis.

  3) Analisis Data Keefektifan

  Analisis data keefektifan dinilai hasil ulangan siswa pada uji coba lapangan. Uji coba lapangan ini diikuti 30 siswa kelas XI IPA 5 SMA Kolese de Britto Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian jumlah siswa yang mencapai ketuntasan setelah dilakukan ulangan harian dari 30 siswa adalah 22 siswa dengan persentase ketuntasannya adalah 73,334%. Berdasarkan tabel 3.7 pedoman keefektifan menunjukkan bahwa ketuntasannya tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa modul matematika menggunakan GeoGebra yang dikembangkan efektif.

  4) Revisi Produk II

  Data hasil angket siswa (khususnya nomer 7) yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan dilakukan revisi yang merupakan pengembangan berdasarkan pengguna siswa. Berikut disajikan masukan/saran dari angket siswa serta tindak lanjutnya (tabel 4.3)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95 Tabel 4.3 Masukan/Saran dan Tindak Lanjut untuk Aspek Kepraktisan (Pengguna Siswa) Masukan / Saran Tindak Lanjut

  Pada tampilan modul masih kurang mendetail Dibuatnya sedikit perubahan petunjuk umum dan navigasi agar tampilan modul lebih praktis dan mendetail.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  96

  Tampilan Geogebra terkesan formal Dibuat sedikit perubahan pada program GeoGebra agar lebih menarik untuk di eksplor Butuh pembuatan proses sehingga hasil akhir dapat Dibuatkan tambahan mengenai faerah kemonotonan dan dipahami dengan baik kecekungan fungsi pada file GeoGebra

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  97 Penambahan materi secara teori pada modul Perbaikan berdasarkan pembelajaran dikelas secara teori

  pada bagan materi ajar di e-modul. (pada bagian apersepsi)

  • Perbaikan tampilan agar lebih menarik. Dibuatnya sedikit perubahan petunjuk umum dan navigasi agar tampilan modul lebih praktis dan mendetail.

  Diberikan beberapa animasi flash.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  98

  Bebrapa komputer siswa applet java tidak bisa Untuk update java terbaru memang diperlukan berjalan program karena java crash verivikasi di website GeoGebra secara online dengan cara.

  1. Lakukan eksport ulang file Geogebra ke html sewaktu computer pada keaadan online. Klik File

  • – Export- Dynamic worksheet as webpage - Export as webpage – Eksport.

2. Lakukan down grade java-nya. Berikut ini disadur

  dari forum. Kecocokan versi java dengan

  geogebra versi 4.2

  Java 6 Update 27: java tidak crash Java 6 Update 29: java crash Java 6 Update 30: java crash Java 7 update 2: java crash

  99 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  1

  11

  5

  3

  3

  3

  1

  12

  4

  4

  3

  2

  1

  12

  4

  4

  4

  1

  1

  12

  4

  4

  4

  4

  =

  2 50 < ≤ 60 Baik

  1 ̅ > 60 Sangat Baik

Tabel 4.5 Kriteria Kategori Penilaian Ideal untuk Aspek Pendidikan No Rentang skor (i) kuantitatif Kategori Kualitatif

  (75 - 15) = 10

  6

  1

  Sb i =

  (75 + 15) = 30

  2

  1

  i

  5

  Keterangan Skor ideal maksimal = 5 x 15 = 75 Skor ideal Minimal = 1 x 15 = 15 M

Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Penilaian Aspek Pendidikan

  Penilaian kevalidan dilakukan oleh validator dengan menggunakan lembar penilaian berupa angket. Angket ini terdiri dari 15 indikator yang harus dipenuhi. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut.

  13 B. Kualitas Modul Matematika

  4

  4

  5

  5

  1

  12

  4

  100 Aspek Indikat or

a. Kevalidan

  Penilai Ʃ Skor Ʃ Skor /

  3

  4

  4

  12

  4

  4

  4

  3

  10

  4

  2

  3

  4

  12 181/ 3 60,63

  4

  4

  4

  1

  3 Pendidikan

  2

  1

  Aspek Rata- rata

  4

  12

  11

  4

  3

  4

  4

  9

  12

  4

  4

  4

  8

  12

  4

  5

  4

  7

  14

  5

  4

  5

  6

  14

  5

  4

  5

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  8

  5

  4

  3

  7

  6

  4

  4

  8

  7

  3

  6

  4

  8

  5

  5

  10

  9

  4

  3

  7

  10

  3

  4

  7 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  101

  3 40 < ̅ ≤ 50 Cukup

  8

  4 30 < ̅ ≤ 40

  Kurang

  5 ̅ ≤ 30 Sangat Kurang

Tabel 4.6 Kategori Persentase Penilaian Ideal No Rentang skor ( i) kuantitatif Kategori Kualitatif

  1 ̅ > 80% Sangat Baik

  2 66,667% < ̅ ≤ 80% Baik

  3 53,334% < ̅ ≤ 66,667% Cukup

  4 40% < ̅ ≤ 53,334%

  Kurang

  5 ̅ ≤ 40% Sangat Kurang

  Berdasarkan tabel 4.5 kriteria kategori penilaian ideal dan tabel 4.6 maka pada aspek pendidikan dengan skor rata-rata 60,34 dan persentase ideal 80,84% , maka memperoleh kualitas sangat baik. Sedangkan pada aspek tampilan, penilaiannya juga menggunakan lembar penelitian berupa angket dengan jumlah indikator 10 butir. Untuk mendapatkan kualitas yang diharapkan, maka modul yang dikembangkan harus memenuhi kesepuluh indikator tersebut, berikut analisis data pada aspek tampilan.

Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Penilaian Aspek Tampilan

  Aspek Indikator Penilai Ʃ Skor

  Ʃ Skor / Aspek Rata- rata

  1

2 Tampilan

  1

  5

  4

  9 77/2 38,5

  2

  3

  4

  7

  3

  4

  4

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3 53,334% < ̅ ≤ 66,667%

  5 ̅ ≤ 20 Sangat Kurang

  Kurang

  4 20 < ̅ ≤ 26,667

  3 26,667 < ̅ ≤ 33,33 Cukup

  2 33,333 < ̅ ≤ 40 Baik

  1 ̅ > 40 Sangat Baik

  No Rentang skor ( i) kuantitatif Kategori Kualitatif

  Berdasarkan tabel perhitungan diperoleh skor rata-rata 38,5 dengan persentase keidealan 77,00%. Berdasarkan tabel 4.8 dan tabel 4.9 maka aspek tampilan dapat dikatakan memperoleh kualitas baik.

  5 ̅ ≤ 40% Sangat Kurang

  Kurang

  4 40% < ̅ ≤ 53,334%

  Cukup

  102

  Keterangan Skor ideal maksimal = 5 x 10 = 50 Skor ideal Minimal = 1 x 10 = 10 M i =

  2 66,667% < ̅ ≤ 80%

  1 ̅ > 80% Sangat Baik

Tabel 4.9 Kategori Persentase Penilaian Ideal (Tampilan) No Rentang skor ( i) kuantitatif Kategori KualitatifTabel 4.8 Kriteria Kategori Penilaian Ideal untuk Aspek Tampilan

  (50 - 10) = 6,67

  6

  1

  =

  i

  Sb

  (50 + 10) = 30

  2

  1

  Baik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  103 b.

   Kepraktisan

  Analisis data mengenai data kepraktisan modul dalam hal ini terbagi atas dua bagian yang pertama analisis kepraktisan modul dilihat dari angket penelitian siswa dan kepraktisan modul dilihat dari hasil data observer mengenai pembelajan di kelas.

  Analisis kualitas teknis dengan pengguna siswa, dinilai dengan menggunakan angket yang sama. Jumlah indikator pada lembar penelitian siswa adalah 6. Berikut disajikan analisis data aspek kualitas teknis dengan pengguna siswa: (Perhatikan tabel 4.10).

  Berdasarkan tabel perhitungan diperoleh skor rata-rata 13,34 dengan persentase keidealan 74,11%. Berdasarkan tabel 4.11 dan tabel 4.12 maka aspek kualitas teknis dengan pengguna siswa dapat dikatakan memperoleh kualitas baik

  Kepraktisan modul ini juga dinilai berdasarkan penilaian pada lembar observer. Jumlah observer yang mengikuti uji coba adalah 3. Penilaian kepraktisan pembelajaran di kelas dilakukan oleh validator dengan menggunakan lembar penilaian berupa angket. Angket ini terdiri dari 9 indikator yang harus dipenuhi. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel

4.13 Berdasarkan tabel 4.14 dan tabel 4.15 pedoman keefektifan diperoleh

  rata-rata 40 dari 45 dikatakan kefektifannya sangat tinggi, dengan persentase keefektifan adalah 88,89% .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7

  

5

  5

  15

  5

  4

  

5

  4

  13

  6

  4

  

5

  4

  13

  5

  Jumlah siswa yang mengikuti uji coba adalah 30, jumlah siswa yang tuntas dalam adalah 22 siswa. Berdasarkan tabel 3.7 pedoman keefektifan ketuntasan dapat dikatakan kefektifannya tinggi, dengan persentase ketuntasannya adalah 73,34% .

  

4

  5

  14

  8

  4

  

5

  4

  13

  9

  4

  

5

  4

  13 Keterangan

  Skor ideal maksimal = 5 x 9 = 45 Skor ideal Minimal = 1 x 9 = 9

  5

  104

c. Keefektifan Keefektifan modul ini dinilai berdasarkan tes hasil belajar siswa.

  12

  1

Tabel 4.12 Kategori Persentase Penilaian Ideal (Teknis)

  

No Rentang skor ( i) kuantitatif Kategori Kualitatif

  1 ̅ > 80% Sangat Baik

  2 66,667% < ̅ ≤ 80%

  Baik

  3 53,334% < ̅ ≤ 66,667%

  Cukup

  4 40% < ̅ ≤ 53,334%

  Kurang

  5 ̅ ≤ 40% Sangat Kurang

Tabel 4.13 Hasil Perhitungan Penilaian Aspek Kepratisan (Observer)

  Aspek Indikator Penilai ∑ Skor ∑

  Skor/ Aspek Rata- rata

  2

  4

  3 A kt iv it as G ur u

  1

  5

  

5

  5 15 120/3

  40

  2

  4

  

4

  4

  12

  3

  4

  

4

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  105

1 M i = = 27

  (45 + 9)

  2

1 Sb i = = 6

  (45 - 9)

  6 Tabel 4.14 Kriteria Kategori Penilaian Ideal untuk Aspek Kepraktisan (Observer) No Rentang skor ( i) kuantitatif Kategori Kualitatif

  1 Sangat Baik > 36 ̅

  2 Baik 30 < ̅ ≤ 36

  3 Cukup 24 < ≤ 30 ̅

  4 Kurang 18 < ≤ 24 ̅

  5 Sangat Kurang ̅ ≤ 18

Tabel 4.15 Kategori Persentase Penilaian Ideal (Kepraktisan) No Rentang skor ( i) kuantitatif Kategori Kualitatif

  1 Sangat Baik > 80% ̅

  2 Baik 66,667% < ≤ 80% ̅

  3 Cukup 53,334% < ≤ 66,667% ̅

  4 Kurang 40% < ≤ 53,334% ̅

  5 Sangat Kurang ≤ 40% ̅

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ̅ ≤ 15

  1

  6

  (18 - 6) = 2

Tabel 4.11 Kriteria Kategori Penilaian Ideal untuk Aspek Kepraktisan No Rentang skor ( i) kuantitatif Kategori Kualitatif

  1

  ̅

  > 15 Sangat Baik 2 13 <

  Baik 3 11 <

  i

  ̅

  ≤13 Cukup 4 9 <

  ̅ ≤ 11

  Kurang

  5

  ̅ ≤ 9

  Sangat Kurang

  =

  106

Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Penilaian Aspek Kualitas Teknis Pengguna Siswa

  62

  Aspek Indikator Penilai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

  Ʃ Skor Ʃ Skor /Aspek

  Rata-rata rata Kualitas Teknis

  1 2 3 3 3 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 1 3 3 67 400 13,34

  2 2 3 1 3 2 2 2 3 3 1 2 1 1 1 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2

  60

  3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 1 2 3 2 3 3

  4 3 3 1 2 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2

  2

  77

  5 3 3 3 3 3 3 1 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 1 3 2 2 2 1 3 1 3 2 2

  71

  6 3 1 1 2 3 2 3 3 3 3 2 1 2 3 3 2 2 1 2 2 2 2 3 1 3 2 1 3 1 1

  63 Keterangan

  Skor ideal maksimal = 3 x 6 = 18 Skor ideal Minimal = 1 x 6 = 6 M i =

  1

  (18 + 6) = 12 Sb

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  107

  Secara keseluruhan kualitas modul matematika yang dikembangkan dapat disimpulkan memiliki kualitas sangat baik dengan total skor rata-rata 138,83dari 170 dan persentase keidealan 81, 66 %. Skor ini diperoleh dengan pengguna guru matematika.

Tabel 4.16 Perhitungan Kualitas Modul dengan Pengguna Guru Matematika

  Aspek Skor rata-rata Kategori Pendidikan 60,33 Sangat Baik Tampilan 38,50 Baik Kepraktisan dengan pengguna guru (dinilai oleh observer )

  40 Sangat Baik Ʃ Skor 138, 83 Sangat Baik

  Sedangkan dengan pengguna siswa juga memperoleh kualitas baik, dengan skor rata-rata 35,34 dari 48 dan 73,63 % persentase keidealan.

Tabel 4.17 Perhitungan Kualitas Modul dengan Pengguna Siswa

  Aspek Skor rata-rata Kategori Angket Siswa (Aspek Kepraktisan) Keprakitsa)

Pemahaman

  13,34 Baik Tampilan Nilai ulangan harian Keefektifan dengan pengguna siswa

  22 Tinggi Ʃ Skor 35,34 Tinggi

C. Pembahasan

  Berdasarkan diskripsi hasil penelitian yang diuraikan sebelumnya,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  108

  berdasarkan model ADDIE sebagai berikut Pada tahap analysis dilakukan analisis awal, analisis kurikulum dan analisis situasi. Dari analisis awal dapat diketahui bahwa matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika dalam pemecahan masalah pada kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika menurut (DepDiknas ; 2003) yaitu

  1. Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalkan melalui kegiatan penyelidikan eksplorasi, eksperimen, menunjukkan persamaan dan perbedaan.

  2. Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba.

  3. Mengembangkan pemecahan masalah.

  4. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan seperti melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan. Dari uraian di atas sangat cocok bahwa matematika mempunyai keterkaitan tersendiri dengan belajar melalui pendekatan konstrutivisme.

  Belajar secara Pendekatan Konstruktivisme itu sendiri menurut (Fosnot, 1989) belajar adalah suatu proses organik untuk menemukan sesuatu, lebih daripada suatu proses mekanik untuk mengumpulkan sesuatu. Belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  109

  perkembangan pemikiran yang berkembang dengan membuat kerangka pengertian yang berbeda. Pelajar harus punya pengalaman dengan membuat hipotesa, prediksi mengetes hipotesa, memanipulasi objek, memecahkan persoalan, mencari jawaban, menggambarkan, meneliti, berdialog, mengadakan refleksi, mengungkapkan pertanyaan, mengekspresikan gagasan, dll. untuk membentuk konstruksi yang baru. Belajar yang berarti terjadi melalui suatu refleksi, pemecahan konflik pengertian, dan dalam proses selalu memperbaharui tingkat pemikiran yang tidak lengkap.

  Namun masih terbatasnya bahan ajar yang digunakan sekolah, terutama modul matematika dalam menunjang pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme sehingga tujuan pembelajaran matematika kurang optimal.

  Hasil analisis kurikulum menunjukkan bahwa pada materi tertentu, misal materi turunan fungsi memang diperlukan bahan ajar (modul) yang dapat menkontekstualkan materi, sehingga pengetahuan siswa secara konsepstual terbentuk dengan cara menemukan sendiri secara terkonstruktrur akibatnya siswa lebih paham. Dan berdasarkan analisis situasi, 1) Adanya kecenderungan siswa lebih tertarik pada hal yang baru serta didukung oleh visualisasi. 2) Adanya pemahaman konsep yang perlu ditekankan pada materi Turunan Fungsi. 3) pada pihak sekolah menunjukkan kesiapan sekolah untuk melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan TIK, khususnya komputer.

  Sekolah sudah memiliki laboratorium komputer yang memadai siswa untuk melakukan pembelajaran multiarah ataupun pada pihak siswanya dengan era

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  110

  sebagai penunjang belajar mereka .

  Pada tahap design dilakukan pengumpulan dan penyusunan materi. Pengumpulan materi dilakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber bahan ajar yang berkaitan dengan materi turunan fungsi khususnya Turunan Fungsi sebagai Tafsiran Geometris. Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan materi dilakukan dengan menyusun peta kebutuhan, penyusunan judul, penyusunan permasalahan yang terkait dengan Turunan Fungsi sebagai Tafsiran Geometris. Materi disampaikan dengan memberikan permasalahan sederhana untuk diselesaikan, penyusunan materi menggunakan pendekatan

  konstruktif ,untuk membantu siswa pada penyelesaiannya diberikan

  pertanyaan-pertanyaan guna mengkonstruk pemahaman siswa. Dilanjutkan dengan menyusun desain. Desain yang dimaksud disini adalah tampilan pada modul matematika itu sendiri, karena modul ini dibuat dengan menggunakan program adobe dreamweaver dan GeoGebra, maka langkah awal yang dilakukan adalah dengan menyusun desain dari modul itu sendiri, mulai dari menyusun apa saja yang akan ditampilkan pada modul tersebut.

  Hasil pengembangan yang telah dilakukan desain yang dibuat adalah halaman pembuka, tampilan home (menu utama), daftar isi, pendahuluan, materi, kegiatan belajar, evaluasi, daftar pustaka, dan profil penulis. Hasil desain ini dibuat berdasarkan kriteria modul yang baik. Selanjutnya dilakukan pembuatan desain dengan menggunakan program adobedreamweaver akan digunakan sebagai pembuatan layout website offline dan GeoGebra digunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  111

  untuk membantu siswa secara mandiri dalam mencapai tujuan belajarnya pada tahap ini akan difokuskan pada pembuatan LKS dengan bantuan GeoGebra.

  Hal ini sangat cocok dengan Pendapat (Nana Sudjana dan Ahmad Rivai dalam Departeman Pendidikan , 2004)

  “modul merupakan jenis kesatuan kegiatan belajar yang terencana, dirancang untuk membantu siswa secara mandiri dalam mencapai tujuan belajarnya. Materi yang dibuat adalah Tafsiran Geometri Turunan Fungsi maka GeoGebra sangat membantu dalam pembuatan LKS mengenai visualisasi Geometrisnya hal ini sependapat dengan pendapat (Hohenwarter Fuchs, 2004) yaitu GeoGebra sangat bermanfaat sebagai media pembelajaran matematika dengan beragam aktivitas, yaitu:

  2. Sebagai media demostrasi dan visualisasi Guru memanfaatkan GeoGebra sebagai alat demostrasikan dan visualisasikan konsep matematika tertentu. Dalam hal ini menunjukkan kemonotonan fungsi, kecekungan fungsi, dan titik stationer.

  3. Sebagai alat bantu konstruksi Guru memanfaatkan GeoGebra sebagai alat bantu konstruksi. Dalam hal ini menyangkut matri gradient faris singgung dan sketsa grafik fungsi aljabar.

  4. Sebagai alat bantu penemu Guru memanfaatkan GeoGebra sebagai alat bantu penemu dalam hal ini keterkaitannya dengan aplikasi turunan fungsi. Yang menarik dari penelitian ini siswa juga menemukan hal baru bahwa titik belok selalu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  112

  masih belum bisa dibuktikan secara matematis oleh peneliti. Tahap berikutnya adalah development, pada tahap ini modul awal sudah disusun dan dibuat. Pembuatannya sesuai dengan tahap sebelumnya. Modul awal ini kemudian dikonsultasikan pada dosen pembimbing untuk mendapat saran/masukan. Setelah itu modul dinilai oleh 3 ahli materi dan 2 ahli media. Setelah dilakukan penilaian mendapat saran/masukan dari validator ini ditindaklanjuti dengan revisi I. Hasil dari revisi I ini siap untuk dilakukan uji coba lapangan.

  Pada tahap implementation, dilakukan uji coba modul di kelas. Modul matematika ini diimplementasikan dalam pembelajaran matematika kelas XI

  IPA 5 di SMA Kolese de Britto. Pembelajaran diikuti 30 siswa kelas XI IPA

  5. Pembelajaran ini penuh menggunakan bahan ajar e-modul sehingga dikatakan bahwa metode pembelajaran Berbantukan Komputer hal ini sependapat dengan (Steinberg, 1991) bahwa PBK merupakan semua penerapan computer dalam pembelajaran yang memiliki aspek individual, interaktif, dan arahan. Modul ini digunakan dengan menggunakan perangkat laptop siswa di ruang kelas XI IPA 5. Uji coba ini dilaksanakan pada tanggal 10-18 Mei 2013, dengan 5 kali pertemuan. Pertemuan pertama guru menerangkan penggunaan modul di depan kelas, kemudian siswa menggunakan LKS pada PDF yang sudah dijadikan hardcopy selanjutnya dikerjakan sebagai aktivitas kelas, hal yang sama kemudian dilakukan sampai pertemuan ke empat. Pada perrtemuan ke empat pada akhir

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  113

  pada tahap II. Pada pertemuan pertama sampai dengan ke empat guru selalu memberi penegasan di akhir pertemuan. Pada pertemuan ke lima diadakan ulangan harian sebagai evaluasi keefektifan modul dalam pembelajaran.

  Tahap terakhir adalah evaluation, dilakukan evaluasi terhadap penggunaan modul matematika dan analisis data terhadap kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Aspek kualitas modul diuji oleh tiga aspek yaitu valid yang meliputi (materi dan tampilan) sehingga uji kevalidan dapat mencakup karakteristik modul yaitu self instruksional, self contained, stand alone, dan

  

adaptive . Praktis yang meliputi (pemahaman materi dan pemanfaatan modul)

  sehingga dapat mencakup karakteristik modul user friendly. Serta efektif yang memaparkan keefektifan modul untuk peningkatan pemahaman siswa. Hal ini dikeranakan bahwa modul yang baik harus mempunyai beberapa kriteria. Sebuah modul bisa dikatakan baik dan menarik apabila terdapat karakteristik

  1

  sebagai berikut. Self Instructional, Self Contained, Stand Alone (berdiri

  sendiri), User Friendly,

  Kualitas modul matematika berdasarkan aspek kevalidan, menunjukkan skor rata-rata 60,33 untuk aspek pendidikan dan rata-rata 38,50 untuk aspek tampilan, dengan persentase keidealan 80,84% untuk aspek pendidikan menunjukkan nilai sangat baik, sedangkan pada aspek tampilan dengan persentase keidealan 77,00% menunjukkan penilaian baik. Aspek kualitas kepraktisan dengan pengamatan oleh observer memperoleh nilai rata-rata 40

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  114

  dengan persentase keidealan 88,89% yang menunjukkan penilaian sangat

  baik. Aspek kualitas teknis dengan pengguna siswa memperoleh nilai rata-

  rata 13,34 dengan persentase keidealan 77,11% yang menunjukkan penilaian

  baik. Pada aspek keefektifan ditunjukkan berdasarkan ketuntasan hasil

  belajar siswa sebesar 73,34%, berdasarkan pedoman ketuntasan maka dapat disimpulkan tingkat ketuntasannya tinggi, sehingga dapat dikatakan efektif.

  Berdasarkan kualitas hasil pengembangan model dan perangkat pembelajaran menurut Van Den Akker (1999:10-11) dan kriteria kualitas produk yang dikemukakan oleh Nieveen (1999:127-128). diperlukan tiga kriteria: kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Peneliti simpulkan bahwa

   pada materi turunan fungsi di kelas IPA 5 SMA Kolese modul elektronik de Britto tahun ajaran 2012/2013 memperoleh penilaian mutu baik.

D. KETERBATASAN PENELITIAN

  Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang memanfaatkan komputer untuk mengoperasikannya dengan program GeoGebra . Adapun beberapa keterbatasan penelitian ini adalah:

  1. Implementasi modul hanya dilakukan pada satu kelas dan satu sekolah saja dilakukan pada sekolah homogen yaitu SMA Kolese de Britto.

  Apakah kualitas modul akan sama ketika diteliti di SMA Stella Duce atau Sekolah Heterogen.

  2. Penelitian ini masih menggnakan media cetak (hardcopy LKS dan

  hardcopy evaluasi soal ) sehingga belum bisa menerapkan modul yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pengembangan modul

  elektronik matematika dengan pendekatan secara konstruktif menggunakan

  GeoGebra sebagai sumber belajar untuk siswa SMA Kolese de Britto

  kelas XI IPA 5 tahun ajaran 2012/2013 pada materi turunan fungsi sub pokok bahasan tafsiran geometris turunan fungsi dilakukan dengan metode ADDIE, peneliti mencoba mengungkapkan beberapa kesimpulan sebagai berikut

  (a) Penyusunan modul elektronik menggunakan model pengembangan

  ADDIE yaitu, langkah awal adalah analysis yaitu identifikasi

  kebutuhan dan analisis tugas yang rinci didasarkan atas analisis kurikulum, materi, dan situasi kemudian menentukan rancangan modul elektronik pada tahap design. Modul elektronik kemudian divalidasi dan kemudian diujicobakan pada tahap development dan implementation.

  (b) kualitas hasil pengembangan model dan perangkat Berdasarkan pembelajaran pada tahap evaluation diperlukan tiga kriteria: kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan sehingga modul elektronik pada materi turunan fungsi di kelas IPA 5 SMA Kolese de Britto tahun ajaran 2012/2013 memperoleh penilaian mutu baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  116 ulangan harian dari 30 siswa adalah 22 siswa dengan persentase

  ketuntasannya adalah 73,34%. Sehingga dapat disimpulkan modul matematika dengan pendekatan konstrutivisme menggunakan

  GeoGebra untuk siswa SMA Kolese de Britto kelas XI IPA 5 tahun

  ajaran 2012/2013 pada materi turunan fungsi sub pokok bahasan tafsiran geometris turunan fungsi melalui tes hasil belajar siswa dikatakan efektif.

B. SARAN

  Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan modul matematika yang memanfaatkan komputer untuk mengoperasikannya karena pembuatannya menggunakan software GeoGebra. Adapun beberapa saran ataupun masukkan penelitian ini adalah:

  1. Pada software GeoGebra juga dapat dikembangkan oleh peneliti lain digunakan untuk pembelajaran pada bidang mata pelajaran lainnya.

  2. Pemanfaatan modul matematika ini dapat digunakan secara mandiri oleh siswa baik dengan ataupun tanpa bimbingan guru. Apabila siswa merasa kesulitan atau belum terbiasa dengan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme, guru dapat membimbing agar siswa lebih mudah memahami materi.

  3. Modul matematika materi turunan fungsi dikembangkan lebih lanjut untuk sumber belajar matematika pada SMA di daerah lain ataupun diujicobakan untuk mendapatkan hasil yang lebih beragam dan semakin

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standart Kompetensi Guru , (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006).

  Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT. Grafindo Persada, 1987),

  Calculus with GeoGebra http://math247.pbworks.com/w/page/20517461/Calculus%20wit h%20GeoGebra Diakses tanggal 10 April 2013

  Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan menengah Umum, Pedoman Khusus Penyusunan Modul Sekolah Menengah Atas , 2004.

  Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan menengah Umum, Pedoman

  Umum Pengembangan Bahan Ajar Sekolah Menengah Atas , 2004.

  Depdiknas, Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah (Jakarta:Depdiknas, 2003)

  Dr. munir,M.IT, Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan

  Komunikasi , 2009, Bandung: Alfabeta

  Fr.Y.Kartika Budi.Berbagai Strategi Untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  118 Sikap Mereka pada Strategi Tersebut , Yogyakarta : USD, 2001)

  H. Baharuddin, dan Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar & Pembelajaran, (Cet 5; Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2010)

  Hohenwarter, M. & Fuchs, K. 2004. Combination of Dynamic Geometry, Algebra, and Calculus in the Software System Geogebra.

  Tersedia : www.geogebra.org/publications/pecs_2004.pdf. Diakses tanggal 10 April 2013. Hohenwarter, M., et al. 2008. Teaching and Learning Calculus with Free

  Dynamic Mathematics Software GeoGebra. Tersedia; http://www.publications.uni.lu/record/2718/files/ICME11- TSG16.pdf. Diakses tanggal 10 April 2013

  

  (diakses pada 3 september 2012) Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan

  

Operasional , (Cet.1; Jakarta: Bumi Aksara, 2009)

  Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran, (Bandung : Sinar Baru, 1989)

  Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran, (Cet. 1; Bandung: Penerbit SINAR BARU, 1989)

  Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Cet.5; Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  119

  Nurma, Elektronik Modul, (diakses pada tanggal

  16 Februari 2013) Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Cet 6; Jakarta : Bumi Aksara,

  2007) Paul Suparno, dkk, Perspektif Pembelajaran Berbagai Bidang Ilmu, (Yogyakarta:USD Pres, 2005).

  Ratna Prilianti, Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pendalaman Materi

  Kimia Redoks berbasis Empat Pilar Pendidikan Lesson Study,

  (Tesis,Semarang: UNS,2012) Riska Putri Filiayuk, Pembelajaran matematika dengan pendekatan

  kontekstual pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Sleman , (Skripsi, Yogyakarta: UNY, 2009).

  Siti Juraidah, PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME PADA

  PEMBELAJARAN TEOREMA PHYTAGORAS , siti-

  juraidah.blogspot.com (diakses pada tanggal 19 Maret 2013) Sriyanto, Catur Supatmono, Matematika Kontektual Untuk SMA/MA Kelas XI

Program Studi IPA (Intan Pariwara: Klaten:2011).

  St.Vembriarto, Pengantar Pengajaran Modul, (Yogyakarta:Yayasan Pendidikan Pramita, 1985).

  Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung Alfabeta, 2008).

  Sunarko, Sunaryo Pembelajaran Berbantukan Komputer (PBK)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  120

  Sumaryanta, Bahan Perkuliahan Evaluasi Proses dan Hasil Belajar

  Matematika , (Yogyakarta: Fakultas Sains dan Teknologi, 2010)

  Suparni, Perencanaan Pembelajaran Matematika (Handout),(Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2009)

  Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, Kurikulum & Pembelajaran, (Cet.1; Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2011)

  Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, (Cet.2; Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010)

  Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran , (Jakarta:Kencana, 2010)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN I Lampiran 1: Pra Penelitian

  1.1 Kisi-kisi wawancara

  1.2 Pedoman Wawancara

  1.3 Hasil Wawancara

  1.4 Lembar Keja Siswa

  1.5 Instrumen penilaian Validasi (untuk ahli materi, ahli media)

  1.6 Instrumen Penelitian (Kisi-kisi Angket, Lembar Angket, Lembar Observasi)

  1.7 Kisi-kisi soal ulangan Harian

  1.8 Soal ulangan Harian

  1.9 Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran Ulangan Harian

  1.10 RPP

  1.11 Hasil Validasi Ahli (Materi dan Media)

  1.12 Surat Ijin Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 1.1 Kisi-kisi Wawancara Guru Matematika

  1. Metode pembelajaran matematika yang digunakan (1)

  2. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran (2)

  3. Sumber belajar matematika yang digunakan (3, 4)

  4. Respon siswa terhadap sumber belajar yang digunakan (5)

  

5. Sumber belajar yang digunakan dapat menyesuaikan kecepatan/kemampuan

belajar siswa (6)

  6. Sumber belajar yang diharapkan (7,8)

  7. Pendapat guru apabila dibuat modul elektronik sebagai media pendukung pembelajaran, bagaimanakah kriteria modul yang baik (9)

  8. Penerapan pembelajaran Berbantukan Komputer (10)

  9. Kesiapan siswa dalam memanfaatkan modul elektronik sebagai media pendukung pembelajaran (11)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  122 Lampiran 1.2 Pedoman Wawancara Guru Matematika

  Bapak Sriyanto saya hormati, wawancara ini dimaksudkan untuk mendapatkan

informasi sejauh mana penggunaan sumber belajar khususnya dalam pembelajaran

matematika. Data yang diperoleh akan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan

modul matematika SMA dengan program GeoGebra. Oleh karena itu, saya mohon

kesedian Bapak. untuk menjawab pertanyaan yang saya ajukan sesuai fakta sebenarnya.

  1. Metode pembelajaran apa yang Bapak gunakan dalam pembelajaran matematika?

  2. Kendala apa yang sering Bapak/Ibu dapatkan ketika mengajarkan materi baru?

  3. Apakah dalam pembelajaran, Bapak memerlukan sumber belajar?

  4. Sumber belajar apa yang Bapak gunakan?

  5. Apakah dalam penggunaan sumber belajar tersebut dapat memunculkan peran aktif siswa dalam pembelajaran?

  6. Apakah dengan sumber belajar tersebut siswa dapat belajar sesuai kecepatan/kemampuan belajarnya?

  

7. Apakah sumber belajar yang Bapak/Ibu gunakan mempunyai kekurangan

tertentu?

  8. Bagaimana kriteria sumber belajar yang Bapak harapkan?

  9. Apabila dibuat modul sebagai suatu unit program pengajaran lengkap yang berisi materi, kegiatan belajar, latihan soal, soal evaluasi, dan kunci jawaban, bagaimana kriteria modul yang Bapak harapkan? 10. Pernahkah Bapak/Ibu menggunakan pembelajaran Berbantukan Komputer dalam pembelajaran matematika?Apabila pernah, kendala apa yang Bapak hadapi? 11. Apabila dibuatkan modul pembelajaran Berbantukan Komputer yang diimplementasikan dalam pembelajaran matematika GeoGebra dengan program, bagaimana menurut Bapak/Ibu tentang kesiapan siswa?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  123

1.3 Hasil Wawancara Hasil Wawancara dengan Guru Matematika di SMA Kolese de Britto

  Tanggal : 21 April 2013 Tempat : Rumah matematika Nara Sumber : Guru Matematika di SMA de Britto (pak asassssssssssssssssssssssssssssssssss s Joyo) Waktu : 18.25 WIB

  1. Peneliti : Metode pembelajaran apa yang Bapak gunakan dalam dsdsdsdsdsds pembelajaran matematika? Guru : Menggunakan metode campuran, terkadang kooperatif dsdsdsdsdsds terkadang juga ceramah dengan tanya jawab. Tergantung assasasasasss dari materi yang akan diajarkan, bisa juga sdsdsddsdsdd menggunakam d kontekstual, diskusi, dan problem solving.

  

2. Peneliti : Kendala apa yang sering Bapak/Ibu dapatkan ketika

dsdsdsdsddddd mengajarkan materi baru? Guru : Matematika itu ilmu yang kompleks dan abstrak dengan asasasasasssssss metode d kontekstual yang saya sering terapkan kendalanya, sasasasssssssss ya mengkaitkan materi yang saya ajarkan dengan kehidupan dsdsdsdsdsdsd sehari-hari.

  3. Peneliti : Apakah dalam pembelajaran, Bapak memerlukan sumber sasssssssasssssss belajar? Guru : Perlu sekali karena tidak semua materi saya dapat asasasasassssssss menghafal, jadi tetap dibutuhkan buku pegangan dan dsdsssssssssssssss beberapa refrensi terkait materi apa yang akan diajarkan dsdssssssssssssss untuk mencapai tujuan pembelajaran.

  4. Peneliti : Sumber belajar apa yang Bapak gunakan?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  124

  5. Peneliti : Apakah dalam penggunaan sumber belajar tersebut dapat sdsdsddddddd memunculkan peran aktif siswa dalam pembelajaran? Guru : Ya, karena sumber belajar yang akan menuntun siswa dalam fsfsfsfffffffff mencapai tujuan pembelajaran selain guru.

  

6. Peneliti : Apakah dengan sumber belajar tersebut siswa dapat belajar

assasasassssss sesuai kecepatan/kemampuan belajarnya? Guru : Ya dalam buku pegangan siswa dituntut berperan aktif dalam dadadadddd menggali dan menguasai materi sesuai kecepatan siswa asasasssssss tersebut, bisa dibilang belajar mandiri itu sangat penting , dan dsdsdsdddd di kelas tinggal kegiatan terbimbing saja.

  

7. Peneliti : Apakah sumber belajar yang Bapak/Ibu gunakan

sasasssssssssssa mempunyai kekurangan tertentu? Guru : Ada yaitu terus meng- update agar keterkaitan dengan sasasssssssssss pendekatan konstektual tetap terjaga.

  8. Peneliti : Bagaimana kriteria sumber belajar yang Bapak harapkan? Guru : Kalau menurut saya, tidak ada kriteria tertentu, mudah dsdsdddddddd digunakan, materinya lengkap, jelas , mudah dimengerrti, zxzxzxxxxxxx alur sistematisnya jelas agar siswa dapat mengerti, dan sdsdsddddddd bisa belajar mandiri. Dapat menarik minat siswa, serta dsdsdddddddd tampilan menarik.

  

9. Peneliti : Apabila dibuat modul sebagai suatu unit program pengajaran

dsdsddddddd lengkap yang berisi materi, kegiatan belajar, latihan soal, soal asssssssssss evaluasi, dan kunci jawaban, bagaimana kriteria modul yang sdsddddddd Bapak? Guru : buku atau e-book gitu.

  10. Peneliti : Pernahkah Bapak menggunakan pembelajaran Berbantukan ssasasasasa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  125 Guru : pernah. Kendala ya menyiapakan materi lebih awal (bagi sasasasssssss guru).

  11. : Apabila dibuatkan modul pembelajaran Berbantukan Peneliti ASASSSASSS Komputer diimplementasikan dalam pembelajaran DSDDDDDD matematika GeoGebra program, bagaimana menurut SASASSSSSS Bapak/Ibu tentang kesiapan siswa? Guru : dengan adanya fasilitas dan saran di sekolah dari segi SASASSSSSSS tersebut pihak sekolah dan siswa siap, namun dari segi ASASSSSSSS ketrampilan berkomputer sebagai sarana pendukung DSDSDDDDd pembelajaran belum siap.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  126 Lampiran 1.4 Kembar Kerja Siswa I Lembar Kerja Siswa

  HALAMAN 1 HALAMAN 2

  127 HALAMAN 3

  HALAMAN 4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  128 HALAMAN 1

  HALAMAN 2 Lembar Kerja Siswa 2

  129 HALAMAN 3

  HALAMAN 4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  130 HALAMAN 1

  HALAMAN 2 Lembar Kerja Siswa 3

  131 HALAMAN 3

  HALAMAN 4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  132 HALAMAN 1

  HALAMAN 2 Lembar Kerja Siswa 4

  133 HALAMAN 3

  HALAMAN 4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5 Kejelasan ilustrasi, sketsa, dan gambar

  

15 Penggunaan modul untuk pembelajaran mandiri

maupun pembelajaran klasikal.

  15 Jumlah Indikator

  15 T am pi lan

  1 Kesesuaian desain layout

  1

  2 Pengaturan tata letak antara penjelasan, ilustrasi, dan gambar

  2

  3 Kesesuaian spasi dan gambar

  3

  4 Kesesuaian pemilihan ilustrasi, sketsa, dan gambar

  4

  5

  14 Pemberian balikan pada evaluasi(kunci jawaban)

  

6 Kejelasan penerapan dan tombol Navigasi pada

program GeoGebra

  6

  7 Pemilihan font untuk membedakan pembagian struktur modul (pendahuluan, kegiatan belajar, dan evaluasi)

  7

  8 Ruang untuk eksplorasi siswa

  8

  9 Penekanan unutk petunjuk khusus (pemberian tampilan yang berbeda untuk petunjuk umum)

  9

  

10 Jarak antar kalimat untuk pemahaman siswa

  10 Jumlah Indikator

  10 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14

  134 Lampiran 1.5 Kisi-kisi lembar penilaian modul kriterian kevalidan Aspek No Indikator

  Item Mat eri

  6

  1 Kesesuaian antara indikator dan materi

  1

  2 Kesesuaian pengembangan materi turunan fungsi dengan pembelajaran kontekstual

  2

  3 Penjelasan tahapan pembelajaran yang disajikan secara konstruktivisme

  3

  4 Contoh soal pada materi turunan fungsi dengan tafsiran geometris

  4

  5 Tugas pada kegiatan merupakan soal berupa eksplorasi dengan modul elektronik dengan GeoGebra

  5

  6 Evaluasi pada akhir pembelajaran merupakan soal analisis dan eksplorasi dengan modul elektronik dengan GeoGebra turunan fungsi

  7 Kualitas situasi/masalah pada contoh, dan tugas, dan evaluasi

  13 Pemberian balikan pada tugas

  7

  8 Penggunaan bahasa baku

  8

  9 Penggunaan kalimat yang jelas dan tepat

  9

  10 Sistematika penyusunan kegiatan belajar

  10

  11 Sistematika pembahasan materi

  11

  12 Sistematika isi secara keseluruhan

  12

  13

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  135

Lembar Instrumen Penelitian

(untuk diisi ahli materi)

  

RANCANGAN DAN PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK

DENGAN PROGRAM GEOGEBRA

UNTUK MATERI TURUNAN FUNGSI SMA KELAS XI

Nama : NIP : Instansi : Petunjuk Pngisian

  1. Berikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai untuk menilai kualitas modul elektronik matematika dengan program GeoGebra

  2. Keterangan SB = Sangat Baik B = Baik C = Cukup K = Kurang SK = Sangat Kurang

  3. Bila perlu, dimohon memberikan saran pada kolom yang tersedia

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  136 No Indikator Penilaian Saran SK K C B SB

  1 Kesesuaian antara indikator dan materi

  2 Kesesuaian pengembangan materi turunan fungsi dengan pembelajaran kontekstual

  3 Penjelasan tahapan pembelajaran yang disajikan secara konstruktivisme

  4 Contoh soal pada materi turunan fungsi dengan tafsiran geometris

  5 Tugas pada kegiatan merupakan soal berupa eksplorasi dengan modul elektronik dengan GeoGebra

  6 Evaluasi pada akhir pembelajaran merupakan soal analisis dan eksplorasi dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  137 modul elektronik dengan GeoGebra turunan fungsi

  7 Kualitas situasi/masalah pada contoh, dan tugas, dan evaluasi

  8 Penggunaan bahasa baku

  9 Penggunaan kalimat yang jelas dan tepat

  10 Sistematika penyusunan kegiatan belajar

  11 Sistematika pembahasan materi

  12 Sistematika isi secara keseluruhan

  13 Pemberian balikan pada tugas

  14 Pemberian balikan pada evaluasi(kunci jawaban)

  15 Penggunaan modul untuk pembelajaran mandiri maupun pembelajaran klasikal. NB : Apabila ada masukan yang lain dapat ditulis di bawah tabel, atau halaman belakang instrumen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  138 Yogyakarta, 2013 Pengisi lembar Penilaian ssasas

  Dsd

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  139

Lembar Instrumen Penelitian

(untuk diisi ahli media)

  

RANCANGAN DAN PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK

DENGAN PROGRAM GEOGEBRA

UNTUK MATERI TURUNAN FUNGSI SMA KELAS XI

Nama : NIP : Instansi : Petunjuk Pngisian

  1. Berikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai untuk menilai kualitas modul elektronik matematika dengan program GeoGebra

  2. Keterangan SB = Sangat Baik B = Baik C = Cukup K = Kurang SK = Sangat Kurang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  140

3. Bila perlu, dimohon memberikan saran pada kolom yang tersedia

  Penilaian No Indikator Saran SK K C B SB

  1 Kesesuaian desain layout

  2 Pengaturan tata letak antara penjelasan, ilustrasi, dan gambar

  3 Kesesuaian spasi dan gambar

  4 Kesesuaian pemilihan ilustrasi, sketsa, dan gambar

  5 Kejelasan ilustrasi, sketsa, dan gambar

  6 Kejelasan penerapan dan tombol Navigasi pada program GeoGebra

  7 Pemilihan font untuk membedakan pembagian struktur modul (pendahuluan, kegiatan belajar, dan evaluasi)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  141

8 Ruang untuk eksplorasi siswa

  9 Penekanan unutk petunjuk khusus (pemberian tampilan yang berbeda untuk petunjuk umum)

  10 Jarak antar kalimat untuk pemahaman siswa NB : Apabila ada masukan yang lain dapat ditulis di bawah tabel, atau halaman belakang instrumen.

  Yogyakarta, 2013 Pengisi lembar Penilaian ssasas Dsd

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  142

Lembar Instrumen Penelitian

(untuk diisi ahli media)

  

RANCANGAN DAN PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK

DENGAN PROGRAM GEOGEBRA

UNTUK MATERI TURUNAN FUNGSI SMA KELAS XI

Nama : NIP : Instansi : Petunjuk Pngisian

  1. Berikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai untuk menilai kualitas modul elektronik matematika dengan program GeoGebra

  2. Keterangan SB = Sangat Baik B = Baik C = Cukup K = Kurang SK = Sangat Kurang

  3. Bila perlu, dimohon memberikan saran pada kolom yang tersedia

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  143 Penilaian No Indikator

  Saran SK K C B SB

  1 Kesesuaian desain layout

  2 Pengaturan tata letak antara penjelasan, ilustrasi, dan gambar

  3 Kesesuaian spasi dan gambar

  4 Kesesuaian pemilihan ilustrasi, sketsa, dan gambar

  5 Kejelasan ilustrasi, sketsa, dan gambar

  6 Kejelasan penerapan dan tombol Navigasi pada program GeoGebra

  7 Pemilihan font untuk membedakan pembagian struktur modul (pendahuluan, kegiatan belajar, dan evaluasi)

  8 Ruang untuk eksplorasi siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  144

  9 Penekanan unutk petunjuk khusus (pemberian tampilan yang berbeda untuk petunjuk umum)

  10 Jarak antar kalimat untuk pemahaman siswa NB : Apabila ada masukan yang lain dapat ditulis di bawah tabel, atau halaman belakang instrumen.

  Yogyakarta, 2013 Pengisi lembar Penilaian ssasas Dsd

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  145 Kisi-Kisi Angket Siswa

  

Variabel Dimensi Materi No

item Hasil belajar Pemahaman a. menentukan fungsi monoton naik dan

  1 siswa siswa turun dengan menggunakan konsep turunan pertama b. menggambar sketsa grafik fungsi

  2 dengan menggunakan sifat sifat turunan c. menentukan titik ekstrem grafik fungsi

  3 d. menentukan persamaan garis singgung

  4 dari sebuah fungsi. Software a. Peran software Geogebra dalam

  5 dalam membantu memahami materi mengatasi mengenai limit fungsi dan turunan kesulitan fungsi b. Tampilan software Geogebra dalam

  6 pembelajaran matematika 7 c. Peran software Geogebra dalam pembelajaran matematika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  146

KUISIONER

RANCANGAN DAN PENGEMBANGAN NODUL ELEKTRONIK

DENGAN PROGRAM GEOGEBRA

UNTUK MATERI TURUNAN FUNGSI SMA KELAS XI

  Nama Sekolah : SMA De Britto Yogyakarta Nama Siswa/ No Absen : _____________________________ /_____ Kelas/Semester : XI IPA ..…./ Genap Mata Pelajaran : Matematika Materi : Limit Fungsi dan Turunan Fungsi

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  147 Petunjuk mengisi angket :

  

1. Jawablah setiap pertanyaan dibawah ini sesuai dengan apa yang anda rasakan pada saat

pembelajaran limit fungsi dan turunan fungsi dengan menggunakan program Geogebra .

  2. Pengisian angket ini tidak mempengaruhi nilai

  3. Tanyakan apabila ada soal yang kurang dimengerti

  4. Berilah tanda silang ( ×) pada huruf yang tersedia menurut yang anda rasakan pada saat mengikuti pelajaran matematika serta jelaskanlah alasannya!

  5. Keterangan jawaban:

  a. Ya : Anda setuju dengan pertanyaan yang diajukan

  

b. Biasa saja : Anda kurang setuju dengan pertanyaan yang diajukan

  

c. Tidak : Anda tidak setuju dengan pertanyaan yang diajukan

Pertanyaan :

  

1. Menurut Anda, apakah materi mengenai menentukan persamaan garis singgung dari

sebuah fungsi merupakan materi yang sulit? a. Ya

  b. Biasa saja

  c. Tidak Mengapa :

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

________________________________________________

  

2. Menurut Anda, apakah materi menentukan fungsi monoton naik dan turun dengan

menggunakan konsep turunan pertama merupakan materi yang sulit? a. Ya

  b. Biasa saja

  c. Tidak Mengapa :

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

________________________________________________

  

3. Menurut Anda, apakah materi mengenai menentukan titik ekstrem grafik fungsi

merupakan materi yang sulit?

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  148 Mengapa :

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

________________________________________________

  

4. Menurut Anda, apakah materi mengenai menggambar sketsa grafik fungsi dengan

menggunakan sifat sifat turunan merupakan materi yang sulit? a. Ya

  b. Biasa saja

  c. Tidak Mengapa :

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

________________________________________________

  

5. Menurut Anda, apakah program Geogebra dapat membantu anda dalam memahami

materi limit fungsi dan turunan fungsi secara keseluruhan? a. Ya

  b. Biasa saja

  c. Tidak Mengapa :

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

________________________________________________

  

6. Menurut anda, apakah modul penggunaan program Geogebra tersebut mempunyai

tampilan menarik dan dapat menarik minat belajar dalam pembelajaran matematika materi turunan fungsi?

  a. Ya

  b. Biasa saja

  c. Tidak Mengapa :

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

__________________________________

  

7. Tuliskanlah kesan dan saran atas pembelajaran limit fungsi dan turunan fungsi dengan

bantuan program Geogebra yang telah anda ikuti, dan bagaimanakah tanggapan anda mengenai penggunaan program Geogebra dalam pembelajaran matematika!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  149

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

__________________________________

  Yogyakarta , 2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  150

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  151

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  152 Lampiran 1.7 Kisi-Kisi Tes Pengukuran ( Ulangan Harian) Materi Turunan dan Limit Fungsi Kompete

  Penilaian Nomor Materi Pokok Indikator nsi Dasar Jenis Bentuk Soal Menggun Menggunakan Menentukan Tes Isian 1,2 akan turunan untuk persamaan garis tertulis konsep menentukan singgung dari limit karakteristik sebuah fungsi fungsi suatu fungsi dan dan Menentukan Tes Isian 3,4 turunan memecahkan fungsi monoton tertulis fungsi masalah naik dan turun dalam dengan pemecaha menggunakan n masalah konsep turunan pertama Menentukan titik Tes Isian 5,6 ekstrim grafik tertulis fungsi Menggambar Tes Isian

  7 sketsa grafik tertulis fungsi dengan menggunakan sifat-sifat turunan Menjelaskan Tes Isian

  8 contoh kasus tertulis maksimum dan minimum dari suatu fungsi dalam keseharian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  153 Lampiran 1.8 Soal tes pengukuran ( ulangan harian)

  

TEST PENGUKURAN (EVALUASI)

Mata Pelajaran : MATEMATIKA

Nama Siswa / No.Absen :________________________________/________

Kelas / Semester : XI IPA __/ 2 Waktu : 90 menit Kompetensi Dasar : Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan

  fungsi dalam pemecahan masalah

  Indikator

  : 1. Menjelaskan arti fisis dari turunan di satu titik.

  2. Menjelaskan arti geometris dari turunan di satu titik.

  3. Menentukan laju perubahan nilai fungsi terhadap variabel bebasnya.

  4. Menggunakan aturan turunan untuk menentukan turunan fungsi aljabar.

  5. Menentukan persamaan garis singgung pada suatu kurva 6. Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun.

  7. Menentukan titik stasioner suatu fungsi beserta jenis ekstremnya.

  8. Menentukan titik belok suatu fungsi.

  9. Menggambarkan grafik fungsi.

  10. Menjelaskan kasus maksimum dan minimum dari suatu fungsi 11. Menjelaskan contoh kasus maksimum dan minimum dari suatu fungsi dalam keseharian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  154 Nama Kelas No

  2

  1. Diketahui kurva y = x – 3x + 4 dan titik A (3,4) (point 10) a. Tentukan gradient garis singgung di titik A.

  b. Tentukan persamaan garis singgung di titik A.

  3

  2. Persamaan garis singgung kurva y = x di titik P yang mempunyai ordinat 8 adalah .....

  (point 10)

  3

  2

  3. Tentukan pada interval dimana fungsi f(x) = x + 9x + 15x + 4(point 15) a.

   Fungsi turun/naik b. Fungsi cekung ke atas/ke bawah

  2 (point 10)

  4. Tentukan pada interval mana fungsi f(x) = x +3x-6 a.

   Fungsi turun/naik b. Fungsi cekung ke atas/ke bawah

  3

  5 Tentukan titik stasioner dan jenisnya dari fungsi f(x) = 2x -1 (10 point)

  4

  6 Tentukan titik stasioner dan jenisnya dari fungsi f(x) = x -x+4 (15 point)

  2 3 2

  

7 Gambar grafik persamaan y = f(x) = -x -12x+20 (15 point)

  3 Dengan mengikuti langkah-langkah

  1) Tentukan titik-titik potong kurva dengan subu koordinat (jika ada dan mudah ditentukan) a) Titik potong kurva dengan sumbu Y

  b) Titik potong kurva dengan sumbu X 2) Tentukan nilai-nilai ekstrim 3) Tentukan interval dimana fungsi naik dan interval dimana fungsi turun 4) Tentukan interval dimana fungsi cekung ke atas dan interval dimana fungsi cekung ke bawah.

  5) Tentukan nilai fungsi f(x) untuk x posotif besar dan x negative besar. 6) Tentukan titik bantu sejauh dibutuhkan

  8 Selembar karton dengan lebar 10 cm dan panjang 16 cm akan dibuat kotak tanpa tutup dengan memotong keempat pojoknya berbentuk persegi.

  Tentukan tinggi, panjang dan lebar agar volume balok maksimum!

   (15 point)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 1.9 Kunci Jawaban soal tes pengukuran ( ulangan harian) JAWABAN dan PENILAIAN TEST PENGUKURAN ( ulangan harian) Mata Pelajaran : MATEMATIKA Nama Siswa / No.Absen :________________________________/________ Kelas / Semester : XI IPA __/ 2 Waktu : 90 menit Kompetensi Dasar : Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah

  Indikator 1. Menjelaskan arti fisis dari turunan di satu titik.

  2. Menjelaskan arti geometris dari turunan di satu titik.

  3. Menentukan laju perubahan nilai fungsi terhadap variabel bebasnya.

  

4. Menggunakan aturan turunan untuk menentukan turunan fungsi aljabar.

  5. Menentukan persamaan garis singgung pada suatu kurva 6. Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun.

  7. Menentukan titik stasioner suatu fungsi beserta jenis ekstremnya.

  8. Menentukan titik belok suatu fungsi.

  9. Menggambarkan grafik fungsi.

  10. Menjelaskan kasus maksimum dan minimum dari suatu fungsi 11. Menjelaskan contoh kasus maksimum dan minimum dari suatu fungsi dalam keseharian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penyelesaian Indikator Taksonomi Bloom SKOR Pe n ge tahu an Pe m ah am an Apl ik asi Anal isi s S in te sis E valu asi

  Mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan kejadian dari suatu situasi (dengan

  2

  Diketahui kurva y = x

  • – 3x + 4 dan titik A (3,4)

  • Ditanyakan :
    • – 3x + 4 y’ = 2x – 3

  156 1. Menentukan persamaan garis singgung dari sebuah fungsi

  √ √

  10 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5 Total

  Menentukan persamaan garis singgung pada suatu kurva √ √ √ √ √

  y

  1 )

  1 = m (x

  b. Persamaan garis singgung di titik A (3,4) y

  5

  √ √

  √ √

  Menggunakan aturan turunan untuk menentukan turunan fungsi aljabar.

  x=3 = 2.3

  2

  d. Tentukan persamaan garis singgung di titik A. Penyelesaian: y = x

  c. Tentukan gradient garis singgung di titik A.

  √ √ √ √

  

menentukan apa saja yang

diketahui dan apa yang ditanyakan)

  a. Gradien di titik A (3,4) m = y’

  • – 3 = 6 – 3 = 3
  • – y
  • – x
  • >– 4 = 3 (x – 3 ) y
  • – 4 = 3x – 9 y
  • – 5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  157

  2. Menentukan persamaan garis singgung dari sebuah fungsi

  Penyelesaian Indikator Taksonomi Bloom SKOR Pe n ge tahu an Pe m ah am an Apl ik asi Anal isi s S in te sis E valu asi

  Diketahui kurva y = x

  3

  di titik P yang mempunyai ordinat

  8 Mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan kejadian dari suatu situasi(dengan

  • Ditanyakan : Persamaan garis singgung di titik P Diketahui y= x

  √ √ √ √

3 Mengidentifikasi masalah yang

  f’(2) = 12 y-y

  10 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  total

  5

  Menentukan persamaan garis singgung pada suatu kurva √ √ √ √ √

  y-8 = 12( x-2) y = 12x -16 Menggunakan aturan turunan untuk menentukan turunan fungsi aljabar.

  1 = m(x-x 1 )

  2

  3

  f’(x)= 3x

  p )

  2 Gradien faris singgung ,m = f’(x

  menentukan apa saja yang diketahui dan apa yang ditanyakan)

  3 x = 2 Mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan kejadian dari suatu situasi

  berkaitan dengan kejadian dari suatu situasi √ √ √ √

  ordinat P (… , 8) 8 = x

  √ √ √ √

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  158

  3. Menentukan kemonotonan dan kecekungan dari sebuah fungsi

  Taksonomi Bloom s am asi asi sis isi tahu Penyelesaian Indikator SKOR ik te ah an an ge in m n valu S Anal Apl E Pe Pe

  Diketahui Mengidentifikasi masalah yang Tentukan pada interval dimana fungsi berkaitan dengan kejadian dari

  3

  2

  f(x) = x + 9x + 15x + 4 suatu situasi (dengan

  menentukan apa saja yang

  • Ditanyakan : diketahui dan apa yang c.
  • Fungsi turun/naik ditanyakan) d. Fungsi cekung ke atas/ke bawah Diketahui Mengidentifikasi masalah yang

      √ √ √ √

      3

      2

      f(x) = x + 9x + 15x + 4 berkaitan dengan kejadian dari √ √ √ √

      1 suatu situasi Menggunakan aturan turunan

      Untuk mencari kemonotonan menggunakan untuk menentukan turunan aturan turunan pertama f(x)

      2 fungsi aljabar.

    • 18x +15 f’(x) = 3x

      1 √ √ √ √ √

      Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      159

      Menggunakan aturan turunan f’(x) = 0

      2

      untuk menentukan turunan 3x +18x +15 = 0

      2 fungsi aljabar.

      x +6x +5 = 0 :3 √ √ √ √ √

      3 Menentukan selang di mana suatu (x+5)(x+1) = 0 fungsi naik atau turun.

      Menggunakan aturan turunan

    • untuk menentukan turunan fungsi aljabar.

      x=-5 x=-1

      3 √ √ √ √ √

      Menentukan selang di mana suatu fungsi turun jika -5 < x < -1 fungsi naik atau turun. fungsi naik jika x < -5 atau x >-1

      Menggunakan aturan turunan Untuk mencari kecekungan fungsi untuk menentukan turunan menggunakan aturan turunan kedua f(x) fungsi aljabar. f’(x) = 6x+18

      1 √ √ √ √ √

      Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun. Menggunakan aturan turunan f’(x) = 0 untuk menentukan turunan

      6x + 18= 0 fungsi aljabar. x + 3 = 0 :6

      √ √ √ √ √

      3 Menentukan selang di mana suatu x = -3 fungsi naik atau turun.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      160

      Menggunakan aturan turunan

    • untuk menentukan turunan fungsi aljabar.

      x=-3 √ √ √ √ √

      3 Menentukan selang di mana suatu fungsi cekung ke atas jika x > -3 fungsi naik atau turun. fungsi cekung ke bawah jika x < -3

      Total 15 4. Menentukan kemonotonan dan kecekungan dari sebuah fungsi

      Taksonomi Bloom s am asi asi sis isi tahu Penyelesaian Indikator SKOR ik te ah an an ge in m n valu S Anal Apl E Pe Pe

      Diketahui Mengidentifikasi masalah yang Tentukan pada interval dimana fungsi berkaitan dengan kejadian dari

      2

      f(x) = x + 3x -6 suatu situasi (dengan

      menentukan apa saja yang

    • Ditanyakan : diketahui dan apa yang

      √ √ √ √

      a. Fungsi turun/naik ditanyakan)

      b. Fungsi cekung ke atas/ke bawah Diketahui Mengidentifikasi masalah yang

      2

      f(x) = x + 3x -6 berkaitan dengan kejadian dari √ √ √ √

      1 suatu situasi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      161

      Menggunakan aturan turunan Untuk mencari kemonotonan menggunakan untuk menentukan turunan aturan turunan pertama f(x) fungsi aljabar. f’(x) = 2x + 3

      √ √ √ √ √

      1 Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun. Menggunakan aturan turunan f’(x) = 0 untuk menentukan turunan

      2x +3 = 0 fungsi aljabar. x = - 1,5

      3 √ √ √ √ √

      Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun. Menggunakan aturan turunan

    • untuk menentukan turunan fungsi aljabar.

      x=-1,5

      3 √ √ √ √ √

      Menentukan selang di mana suatu fungsi turun jika x < -1,5 fungsi naik atau turun. fungsi naik jika x >-1,5

      Menggunakan aturan turunan Untuk mencari kecekungan fungsi untuk menentukan turunan menggunakan aturan turunan kedua f(x) fungsi aljabar. f’’(x) = 2 f’’(x) >0 (karena 2 >0 )

      √ √ √ √ √

      2 Menentukan selang di mana suatu berarti fungsi naik atau turun. fungsi hanya cekung ke atas saja

      Total

      10

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3

      Mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan kejadian dari suatu situasi(dengan

      162

      5. Menentukan titik ekstrim grafik fungsi

      Penyelesaian Indikator Taksonomi Bloom SKOR Pe n ge tahu an Pe m ah am an Apl ik asi Anal isi s S in te sis E valu asi

      Diketahui f(x) = 2x

    • 1
    • Ditanyakan : Tentukan titik stasioner dan jenisnya dari fungsi Penyelesaian: Jawab : f(x) = 2x

    • 1 f’(x) = 6x

      untuk menentukan turunan fungsi aljabar.

    2 Menggunakan aturan turunan

      Menentukan titik stasioner suatu fungsi beserta jenis ekstremnya.

      4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      X

      4 x = 1

      √ √ √ √ - -

      = 0 x = 0 f(0) = 2(0)

      3

      menentukan apa saja yang diketahui dan apa yang ditanyakan)

      2

      2 Nilai stasioner didapat dari f’(x) = 0 6x

      √ √ √

      3

      √ √

    • 1 = -1 Jadi diperoleh titik stasioner (0,-1)
    • 0 0
      • √ √ √ √ √

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      163

      6x + 0 + Menentukan selang di

       2

      mana suatu fungsi naik Bentuk grafik atau turun.

    • 0 + f’(x)

       Menentukan titik Titik belok stasioner suatu fungsi beserta jenis ekstremnya.

      total

      10

      6. Menentukan titik ekstrim grafik fungsi

      Taksonomi Bloom s am asi asi sis isi tahu Penyelesaian Indikator SKOR ik te ah an an ge in m n valu S Anal Apl E Pe Pe

      Diketahui Mengidentifikasi masalah yang

      4

      f(x) = x berkaitan dengan kejadian dari

    • –x + 4 suatu situasi (dengan

      Ditanyakan :

    • √ √ √

      menentukan apa saja yang

      Tentukan titik stasioner dan jenisnya dari fungsi

      diketahui dan apa yang ditanyakan)

      Penyelesaian: √ √ √ - -

    4 Menggunakan aturan turunan

      Jawab : f(x) = x –x + 4 2 untuk menentukan turunan

      3

      f’(x) = 4x – 1 fungsi aljabar.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      164

      Menentukan titik stasioner Nilai stasioner didapat dari f’(x) = 0

      3

      4x suatu fungsi beserta jenis - -

    • – 1 = 0

      √ √ √ √

      3 4x = 1 ekstremnya.

      3

      x = 0,25

      5

      3

      x =

      √0,25

      4

      f(x) = x Menentukan titik stasioner

    • –x + 4 suatu fungsi beserta jenis
      • √ √ √ √

      3

      3

      3 ekstremnya.

      f( ) =( ) + 4

    • – 4

      √0,25 √0,25 √0,25

      3

      3

      1

      4

      1

      =( ) - + 4

      √ √

      4

      4

      3

      3

      1

      1

      3

      = - +

      √ √ √64 256

      4

      5

      3

      3

      3

      1 1 16384

    • =

      √ √ √ 256 4 256

      3 16321

      =

      √ 256

      3

      3 1 16321

      Jadi diperoleh titik stasioner ( , )

      √ √ 4 256

      3

      4

      1

      x = , √ √ √ √ √

      √

      4

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      1

      165

      X 6x

    • 0 +
    • 0 + Bentuk grafik

      2

      ,

      √

      1

      3

      3

      ,

      4

      2

      d. Fungsi cekung ke atas/ke bawah

      c. Fungsi turun/naik

      b. Nilai stasioner dan titik stasioner.

      a. Tentukan titik potong dngan sumbu x dan sumbu y.

      √ √

      menentukan apa saja yang diketahui dan apa yang ditanyakan)

      Mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan kejadian dari suatu situasi (dengan

      3 3

      Diketahui y = f(x) =

      4

      Penyelesaian Indikator Taksonomi Bloom SKOR Pe n ge tahu an Pe m ah am an Apl ik asi Anal isi s S in te sis E valu asi

      7. Menggambar sketsa grafik fungsi dengan menggunakan sifat-sifat turunan

      15

      total

      3

      Titik belok  Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun.

      f’(x)

       Menentukan titik stasioner suatu fungsi beserta jenis ekstremnya.

    • x
    • 2 -1
    • Ditanyakan :

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      166

      e. Nilai y untuk x besar positif dan untuk x besar negative.

      f. Titik Bantu dan sketsa grafik fungsi Penyelesaian: a. Jawab Grafik memotong sumbu x, bila y = 0.

      Menentukan titik stasioner

      2 3 2

    • x -12x+20

      Y = 0 = suatu fungsi beserta jenis

      3

      2 3 2 ekstremnya.

    • x -12x+20
    • 3

      ↔ 0 = √ √ √ √

      3 Tidak memungkinkan untuk dicari ii. memotong sumbu y, jika x = 0

      2 3 2

    • x -12x+20

      y =

      3 3 2 0) -(0) -12 (0)+20

      y =2/3 ( y = 20 titik potong sumbu y adalah (0,20) b. Syarat stasioner adalah : f’ (x) = 0 Menentukan titik stasioner

      2

      √ √ √ √

    • 2x -12 suatu fungsi beserta jenis - - f’ (x) = 2x

      2 ekstremnya.

      ↔ x – x - 6 ↔ (x - 3) (x + 2) x = -2, x = 3

      3

    • ^ v x=-2 x=3

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      untuk x = -2, f(-2) = 104/3 x = 3, f(3) = -7 nilai stasionernya : y = 103/4 dan y = -7 titik stasioner : (-2,104/3) (merupakan titik maximum) dan (3,-7)(merupakan titik minimum) Untuk mencari kemonotonan menggunakan aturan turunan pertama f(x) f’(x) = 2x

      Menggunakan aturan turunan untuk menentukan turunan fungsi aljabar. Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun.

      2

      167

    • 2x -12

      √ √ √ √ √

      2

    • 2x -12 = 0 x

      2

      Menggunakan aturan turunan untuk menentukan turunan fungsi aljabar.

    • x - 6 = 0 :2 (x-3)(x+2) = 0

      Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun.

      √ √ √ √ √

      Menggunakan aturan turunan untuk menentukan turunan fungsi aljabar. Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun.

    • x=-2 x=3 fungsi turun jika -2 < x < 3 fungsi naik jika x < -2 atau x >3

      √ √ √ √ √

      3 f’(x) = 0 2x

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      √ √ √ √ √ y =

      2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      √ √ √ √ √

       Menentukan titik stasioner suatu fungsi  beserta jenis ekstremnya.

      y = besar positive dan jika x besar negative maka y besar negative  Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun.

      3 3

      2

      Menggunakan aturan turunan untuk menentukan turunan fungsi aljabar. Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun.

      168

      √ √ √ √ √

      Menggunakan aturan turunan untuk menentukan turunan fungsi aljabar. Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun.

      3 f’(x) = 0 4x -2= 0 2x -1 = 0 :2 x = 0,5

      √ √ √ √ √

      Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun.

      Menggunakan aturan turunan untuk menentukan turunan fungsi aljabar.

      Untuk mencari kecekungan fungsi menggunakan aturan turunan kedua f(x) f’(x) = 4x-2

    • x=0,5 fungsi cekung ke atas jika x > 0,5 fungsi cekung ke bawah jika x < 0,5
    • x
    • 2 -12x+20 ,. Jika x besar positif maka

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        169 c. gambar di bawah

         Menggambarkan grafik fungsi.

        √ √ √ √ √

        1 Titik Bantu x 0 1 3 … , y 20 7, 2/3 - 7 …

        20 x y

      • 4 -2 0 2 4

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        170

        8. Menjelaskan contoh kasus maksimum dan minimum dari suatu fungsi dalam keseharian Selembar karton dengan lebar 10 cm dan panjang 16 cm akan dibuat kotak tanpa tutup dengan memotong keempak pojoknya berbentuk persegi. Tentukan tinggi, panjang dan leber agar volume balok maksimum!

        Taksonomi Bloom s am asi tah asi sis isi Penyelesaian Indikator SKOR an ah ik te ge an u n m in valu S Anal Apl E Pe Pe

        Diketahui Mengidentifikasi masalah yang Panjang (p)= 20 berkaitan dengan kejadian dari Lebar (l)= 16 suatu situasi (dengan

        

      menentukan apa saja yang

        1 √ √ √

        Ditanyakan : diketahui dan apa yang Tentukan tinggi, panjang dan leber agar volume ditanyakan) balok maksimum! Penyelesaian:

        Mengidentifikasi masalah yang

        16-2x

        berkaitan dengan kejadian dari √ √ √ √ √ suatu situasi

        3

        10-2x

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        171

        Misalkan tinggi (t) = x Mengidentifikasi masalah yang Maka volume balok : berkaitan dengan kejadian dari - -

        √ √ √ √

        1 V = p x l x t suatu situasi =(16-2x)(10-2x)x

        3

        3

        2

        =(4x -52x +160x) Maka dapat ditentukan dengan menggunakan turunan V(x)

         2 Menggunakan aturan

      • 102x+160) V’(x)=12x

        turunan untuk menentukan V’(x)=0 turunan fungsi aljabar.

        2

        2(6x -52x +80)=0

        2

        (6x -52x+80)=0 Menjelaskan kasus

         maksimum dan minimum dari suatu fungsi Menjelaskan contoh kasus

         7 √ √ √ √ √ maksimum dan minimum dari suatu fungsi dalam keseharian

        X=2 v x= 6,67 Diplih x = minimum sehingga volume v bisa maksimal Jadi tinggi = 2, panjang=14 cm, lebar=8 cm

        Total

        15

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        15. Menggunakan aturan turunan untuk menentukan turunan fungsi aljabar.

        Lampiran 1.10 RPP

        A.Tujuan Pembelajaran : Setelah selesai pembelajaran siswa diharapkan dapat : - Menjelaskan arti fisis dari turunan di satu titik.

        IV Kegiatan Pembelajaran :

        21. Menjelaskan kasus maksimum dan minimum dari suatu fungsi 22. Menjelaskan contoh kasus maksimum dan minimum dari suatu fungsi dalam keseharian

        20. Menggambarkan grafik fungsi.

        19. Menentukan titik belok suatu fungsi.

        18. Menentukan titik stasioner suatu fungsi beserta jenis ekstremnya.

        16. Menentukan persamaan garis singgung pada suatu kurva 17. Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun.

        14. Menentukan laju perubahan nilai fungsi terhadap variabel bebasnya.

        172

      RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

      (RPP)

        13. Menjelaskan arti geometris dari turunan di satu titik.

        III Indikator: 12. Menjelaskan arti fisis dari turunan di satu titik.

        6.5 Merancang model matematika dari aplikasi turunan

        6.4 Menggunakan sifat dan aturan turunan dalam perhitungan turunan fungsi aljabar.

        II Kompetensi Dasar:

        6. Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecaha masalah

        I Standar Kompetensi :

        Nama Sekolah : SMA DE BRITTO Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : XI IPA 5/ 2 Materi Pokok : Limit Fungsi Alokasi Waktu : 9 x 45 menit ( 5 pertemuan)

      • Menjelaskan arti geometris dari turunan di satu titik.
      • Menentukan laju perubahan nilai fungsi terhadap variabel bebasnya.
      • Menggunakan aturan turunan untuk menentukan turunan fungsi aljabar.
      • Menentukan persamaan garis singgung pada suatu kurva - Menentukan selang di mana suatu fungsi naik atau turun.
      • Menentukan titik stasioner suatu fungsi beserta jenis ekstremnya.
      • Menentukan titik belok suatu fungsi.
      • Menggambarkan grafik fungsi.

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        173

        B. Metode Pembelajaran : Ceramah - - Penugasan Diskusi - Konstruktivis - Tanya jawab - Praktek -

        C. Materi

        Gradien garis singgung Perhatikan gambar di samping y=f(x) Gradien garis AB adalah y

        B(a+h),f(a+h) y y 21 m = AB xx

        A(a,f(a) g 2 1 f ( ah )  f ( a )

        = x ( ah )  a x=a x=a+h f ( ah )  f ( a )

        =

        Apabila garis ABdiputar pada titik A maka titik B akan bergerak mendekati titik

        h

        A (h→0) maka tali busur ABmenjadi garis singgung (g) pada kurva y = f(x) di titik A (a,f(a))dengan gradient

        f ( a h ) f ( a )

         

        m  lim g h h mf ' ( a ) g

        Sehingga persamaan garis singgung pada kurva y = f(x) di titik A (a,f(a)) atau A (x

        1 ,y 1 ) adalah

        y

        1 = m (x 1 )

      • – y – x

      FUNGSI NAIK DAN FUNGSI TURUN

        y f(x 1 ) y f(x 2 ) f(x 2 ) f(x 1 )

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        174 dan x

        2

        dalam interval a ≤ x ≤ b berlaku : x

        2 > x 1  f(x 2 ) > f(x 1 ) (gb. 1)

        2. Fungsi f(x) disebut fungsi turun pada interval a ≤ x ≤ b, jika untuk setiap x1 dan x2 dalam interval a ≤ x ≤ b berlaku : x

        2 > x

        1 2 ) < f(x 1 ) (gb. 2)

         f(x 3. Fungsi f disebut fungsi naik pada titik dengan absis a, jika f’ (a) > 0 4. Fungsi f disebut fungsi turun pada titik dengan absis a, jika f’ (a) < 0

      NILAI STASIONER

        y Perhatikan grafik fungsi y = f(x) disamping D A Pada titik A,B,C dan D dengan absis berturut-

        B turut x = a, x = b, x = c dan x = d C menyebabkan f’(x) = 0 maka f(a), f(b), f(c) dan f(d) merupakan nilai – nilai stasioner. x=a x=b x=c x=d x

        Jenis

      • – jenis nilai stasioner 1. Nilai stasioner di titik A.

        Pada : x < a diperoleh f’(x) > a x = a diperoleh f’(x) = a

        a

        x > a diperoleh f’(x) < a

         Fungsi yang mempunyai sifat demikian dikatakan fungsi f(x) mempunyai nilai

        stasioner maksimum f(a) pada x = a dan titik (a,f(a)) disebut titik balik maksimum.

        2. Nilai stasioner di titik B dan D.

      a. Pada : x < b diperoleh f’(x) < 0

        x = b diperoleh f’(x) = 0 x &gt; b diperoleh f’(x) &lt; 0

        b

        Fungsi ini mempunyai nilai stasioner belok turun f(b) pada x = b dan titik (b,f(b)) disebut titik belok.

        b. Pada : x &lt; d diperoleh f’ (x) &gt; 0 x = d diperoleh f’ (x) = d

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        175

        fungsi ini mempunyai nilai stasioner belok turun f(d) pada x = dan titik (d,f(d)) disebut titik belok Pada titik B atau D sering hanya disingkat nilai stasioner belok.

        3. Nilai stasioner di titik E Pada : x &lt; e diperoleh f’(x) &lt; 0

        x = e diperoleh f’(x) = 0 x &gt; e diperoleh f’(x) &gt; 0

        e

        Fungsi ini mempunyai nilai stasioner minimum f(e) pada x = e dan titik (e,f(e)) disebut titik balik minimum.

        Menggambar grafik Fungsi Aljabar

        Dengan mempelajari turunan fungsi, menentukan, fungsi naik dan fungsi turun, kemonotonan dan keckungan kurva, nilai ekstrim maka kita dapat menggambar grafik fungsi fungsi aljabar secara mudah. Berikut adalah langkah-langkah menggambar grafik fungsi aljabar.

        6) Tentukan titik-titik potong kurva dengan subu koordinat (jika ada dan mudah ditentukan) c) Titik potong kurva dengan sumbu Y, syarat x = 0

        d) Titik potong kurva dengan sumbu X, syarat y = 0 7) Tentukan nilai-nilai ekstrim 8) Tentukan interval dimana fungsi naik dan interval dimana fungsi turun 9) Tentukan interval dimana fungsi cekung ke atas dan interval dimana fungsi cekung ke bawah.

        10) Tentukan nilai fungsi f(x) untuk x posotif besar dan x negative besar. 11) Tentukan titik bantu sejauh dibutuhkan.

         Model Aplikasi Turunan Fungsi

        Model matematika yang berkaitan dengan nilai ekstrim fungsi dapat ditentukan pada berbagai persoalan. ekstrim adalah sebagai berikut: 1) Tentukan variabel yang terlibat dalam soal tersebut. Jika soal berbentuk soal cerita, terlebih dahulu lakukan pemisalan. 2) mana yang akan dicari nilai ekstrim maksimum dan Tentukan minimumnya. Umumnya hal ini dilakukan dengan membuat persamaan agar fungsi yang dicari nilai maksimum atau minimumnya menjadi satu

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        176

        3) nilai stasioner untuk menentukan nilai maksimum dn Tentukan minimum fungsi. 4) Jika soal berbentuk soal cerita, tafsirkan jawaban yang diperoleh sehingga sungguh-sungguh menjawab persoalan yang terkandung dalam soal cerita.

        D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran.

        Pertemuan I (10 Mei 2013)

        No Uraian kegiatan Waktu

        1 Pendahuluan Guru memperkenalkan program geogebra yang dapat

      • membantu dalam pembelajaran matematika khususnya untuk membantu pembelajaran tentang gradien garis singgung dan kemonotonan fungsi Guru mengingatkan kembali tentang kecepatan rata-rata -

        15’

        ss 2 1 V= , kemudian kecepatan sesaat t t 21 f ( t

        1  h )  f ( t 1 )

        V  lim t 1 h

        ( 1 )

        1

        tht f ( t 1 h ) f ( t

      1 )

          V  lim t 1 h

         h

        Pada kecepatan sesaat pada materi sebelumnya yang mendasari terbentuknya defiinisi turunan fungsi Lalu bagaimana jika dikaitkan dengan geometris??(pada

        pendahuluan ini guru menjelaskan dan menerangkan kecepatan rara-rata dan sesaat di papan tulis)

        2 Kegiatan Inti Pengembangan;

        Guru mengajak siswa langsung pada penggunan Modul 70’ - GeoGebra.

      • Siswa Mengerjakan LKS I dibimbing oleh guru
      • Secara terbimbing dari LKS I siswa menemukan beberapa point penting antara lain

        Gradien garis AB adalah

        yy 2 1

        m = AB

        xx 2 1 f ( ah )  f ( a )

        = ( ah )  a

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        177

        Siswa dapat menjelaskan persamaan garis singgung - kurva yang melalui titik (x

        1 , y 1 )

        Apabila garis ABdiputar pada titik A maka titik B akan bergerak mendekati titik A (h→0) maka tali busur ABmenjadi garis singgung (g) pada kurva y = f(x) di titik A (a,f(a))dengan gradient

        ( ) ( )

        f ahf a m  lim g hh mf ' ( a ) g

        Latihan soal-soal yang berkaitan dengan materi dengan - berbantu program geogebra(pada manual book / LKS

        yang diberikan )

        Siswa mampu menjelaskan tentang kemnonotonan fungsi - (fungsi naik, fungsi turun) menggunakan program

        

      Geogebra dan modul elektronik mengenai materi

        Latihan soal-soal yang berkaitan dengan materi dengan - berbantu program geogebra(pada manual book / LKS

        yang diberikan )

      • Guru memberi penegasaan materi kemonotonan (dan

        menggambar interval pada papan tulis)

      • Guru memberikan lembar LKS II (jika waktu

        memungkinkan)

        Menjelaskan tentang kecekungan fungsi fungsi (fungsi - naik, fungsi turun) menggunakan program Geogebra dan modul elektronik mengenai materi (jika waktu

        memungkinkan /review)

        3 Penutup Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman

      • 5' Siswa diberikan latihan
      • Pertemuan II (11 Mei 2013)

        No Uraian kegiatan Waktu

        1 Pendahuluan

      • Guru mengingatkan kembali tentang kemonotonan

        10 ’ fungsi dan kecekungan fungsi(guru menjelaskan singkat

        syarat

      • – syarat kemonotonan dan kecekungan fungsi di papan tulis)

        2 Kegiatan Inti Pengembangan; Materi 1

        75 ’

      • Guru mengajak siswa langsung pada penggunan Modul

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        178

      • Latihan soal-soal yang berkaitan dengan materi dengan berbantu program geogebra
      • Secara terbimbing dari LKS II siswa menemukan beberapa point penting antara
      • Menjelaskan tentang kecekungan fungsi fungsi (fungsi naik, fungsi turun) menggunakan program

        Geogebra i(pada pembuatan interval kecekungan mungkin akan menggunakan papan tulis oleh guru )

        Materi 2 Guru mengajak siswa langsung pada penggunan Modul - GeoGebra.

        Siswa Mengerjakan LKS II dibimbing oleh guru -

      • Latihan soal-soal yang berkaitan dengan materi dengan berbantu program geogebra Secara terbimbing dari LKS II siswa menemukan - beberapa point penting antara lain Menjelaskan tentang titik stationer (titik belok, titik - balik) menggunakan program Geogebra dan modul elektronik mengenai Menjelaskan tentang kecekungan fungsi fungsi (fungsi - naik, fungsi turun) menggunakan program Geogebra

        (pada perumusan definisi dan syrat perlu nilai ektrim dijelaskan sedikit menggunakan papan tulis oleh guru )

        Materi 3(jika mungkin)

      • Guru mengajak siswa langsung pada penggunan Modul GeoGebra.
      • Siswa Mengerjakan LKS III dibimbing oleh guru

        Latihan soal-soal yang berkaitan dengan materi dengan - berbantu program geogebra Eksplorasi dengan menggunakan program Geogebra dan - modul elektronik mengenai bagaimana mengukur sebuah kertas menjadi balok tanpa tutup dengan volume terbesar Secara terbimbing dari LKS III siswa menemukan - beberapa point penting antara lain

      • Menjelaskan tentang aplikasi sederhana menggunakan program Geogebra dan modul elektronik mengenai materi aplikasi sedehana turunan fungsi Menjelaskan tentang nilai ekstrim menggunakan - program Geogebra dan modul elektronik dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari

        3 Penutup

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        179 Pertemuan III (16 mei 2013)

        No Uraian kegiatan Waktu

        1 Pendahuluan Guru mempersiapkan kelas dan siswa

      • Guru mengingatkan kembali tentang kemonotonan fungsi - dan kecekungan fungsi (guru me-review syarat-syarat

        5’

        kemonotonan fungsi dan kecekungan fungsi menggunakan PPT)

        2 Kegiatan Inti Pengembangan; Materi 1

        35 ’

        Siswa melanjutkan latihan soal-soal yang berkaitan - dengan materi dengan berbantu program geogebra LKS III dengan dibimbing guru - Secara terbimbing menemukan beberapa point penting - antara lain : Menjelaskan tentang titik stationer (titik belok, titik balik) - menggunakan program Geogebra dan modul elektronik

        (pada perumusan definisi dan syrat perlu nilai ektrim dijelaskan sedikit menggunakan papan tulis oleh guru )

        Materi 2 Siswa melanjutkan latihan soal-soal yang berkaitan - dengan materi dengan berbantu program geogebra LKS III dengan dibimbing guru - Siswa meng eksplorasi dengan menggunakan GeoGebra - dan modul elektronik mengenai bagaimana menukur sebuah kertas menjadi balok tanpa tutup dengan volume terbesar.

        Secara terbimbing menemukan beberapa point penting - antara lain : Menjelaskan langkah

      • kontekstual menggunakan aplikasi turunan. elektronik
        • – langkah memecahkan masalah

        (pada penyimpulan lngkah

      • – langakh pemecahan masalah aplikasi turunan ditegaskan kembali sedikit menggunakan oleh guru pada PPT)

        Pengayaan (jika mungkin)

      • Dengan diskusi siswa dan guru menyelesaikan masalah aplikasi turunan fungsi pada buka pegangan siswa (Mari

        Berlatih 8)

        3 Penutup

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        180 Pertemuan IV (17 Mei 2013)

        No Uraian kegiatan Waktu

        1 Pendahuluan Guru mempersiapkan kelas dan siswa

      • Guru mengingatkan kembali tentang kemonotonan fungsi - dan kecekungan fungsi (guru me-review syarat-syarat

        5’

        kemonotonan fungsi, kecekungan fungsi dan titik stationer menggunakan PPT)

        2 Kegiatan Inti Pengembangan; Materi 1

        70 ’

        Menjelaskan tentang menggambar sketsa grafik fungsi -

      • Latihan soal-soal yang berkaitan dengan materi dengan berbantu program geogebra pada LKS IV dengan dibimbing guru

        Materi 2 Siswa melanjutkan latihan soal-soal yang berkaitan - dengan materi dengan berbantu program geogebra LKS III dengan dibimbing guru - Siswa meng eksplorasi dengan menggunakan GeoGebra - dan modul elektronik mengenai bagaimana menukur sebuah kertas menjadi balok tanpa tutup dengan volume terbesar.

      • Secara terbimbing menemukan beberapa point penting antara lain :
      • Menjelaskan langkah
        • – langkah memecahkan masalah kontekstual menggunakan aplikasi turunan. elektronik

        (pada penyimpulan lngkah

      • – langakh pemecahan masalah aplikasi turunan ditegaskan kembali sedikit menggunakan oleh guru pada PPT)

        Pengayaan Dengan diskusi siswa dan guru menyelesaikan masalah - aplikasi turunan fungsi pada buka pegangan siswa (Mari

        Berlatih 8) Review semua Materi

      • 3 Penutup Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman
      • 15' Pengisian angket media
      • Pertemuan V (18 Mei 2013)

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        181

      • Salam Pembuka - Persiapan evaluasi

        5 ’

        2 Kegiatan Inti

      • Evaluasi(Ulangan Harian)

        80 ’

        3 Penutup

      • Salam Penutup

        5'

        E. Penilaian Jenis tagihan : - Ulangan harian Bentuk tagihan : - Essay tes

        F. Alat dan Sumber Belajar Alat : - Papan Tulis dan Spidol, Proyektor, Viewer, Laptop Sumber belajar : - Modul Elektronik

      • Buku Matematika Kontektual Kelas XI IPA (Intan

        Pariwara) Mengetahui Yogyakarta , Mei 2013 Dosen Pendamping Guru Mata Pelajaran (_______________________) (______________________) Dr. M Andy Rudhito, S.Pd HJ Sriyanto ,S.Pd

        P. 1629 NIP/NPP. G. 598

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        182

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        183

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        184

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        185

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        186

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        187

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        188

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        189

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        190

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        191

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        192

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        193

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        194

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        195

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        196

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        197

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
17
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
1
147
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
224
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
114
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
205
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
217
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
190
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
90
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
87
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
130
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
135
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
273
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
229
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
218
Show more