T1__BAB II Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Perencanaan Karir Melalui Media Film Dokumenter pada Anak Didik Persatuan Sepak Bola Anak Sinoman Salatiga (SFC) T1 BAB II

 0  2  34  2018-04-16 23:56:18 Report infringing document

BAB II KAJIAN TEORI

2.1 Perencanaan Karir

2.1.1 Teori Perencanaan Karir

  Jadi, langkah yang pertama menggunakan analisis diri, langkah kedua memanfaatkan informasi jabatan vocational information ( ), langkah yang ketiga menerapkan kemampuan untuk berfikir rasional guna menemukan kecocokan antara ciri-cirikepribadian yang memiliki relevansi terhadap kesuksesan atau kegagalan dalam suatu pekerjaan atau jabatan dengan tuntutan kualifikasi dankesempatan yang terkandung dalam suatu pekerjaan atau jabatan. Winkel dan Hastuti (2006) menyatakan bahwa, tujuan dari perencanaan karir ini adalah supaya siswa menempatkan diri dalamprogram studi akademik dan lingkup non akademik, yang menunjang perkembangannya dan semakin merealisasikan rencana masa depannya,atau melibatkan diri dalam lingkup suatu jabatan yang diharapkan cocok baginya dan memberikan kepuasan kepadanya.

2.1.2 Jenis Perencanaan Karir

  Menurut Winkel & Hastuti (2006) perencanaan yang matang menurut pemikiran tentang segala tujuan yang hendak dicapai dalam long range goals jangka panjang ( ) dan semua tujuan yang hendak dicapai dalam jangka pendek ( short rang goal ). Winkel & Hastuti (2006) mengemukakan kegunaan dari paerencanaan karir diamsa depan adalah untuk meminimalkankemungkinan dibuat kesalahan yang berat dalam memilih alternati- alternatif yang ada.

2.1.3 Panduan Operasional Pelaksanaan

  Masa bersekolah di SMA merupakan waktu yang terbaik bagi peserta didik/konseli untuk mengembangkan jatidiri (identitas) sebagaipribadi yang unik dan efektif, pembelajar sepanjang hayat, insan yang Ekspektasi kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor di SMA berbeda dengan guru bimbingan dan konseling atau konselor di satuanpendidikan sekolah menengah lainnya. Penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan efektif mengintegrasikan tiga komponen sistem pendidikan yang meliputi komponen manajemendan kepemimpinan, komponen pembelajaran yang mendidik, serta komponen bimbingan dan konseling yang memandirikan.

2.1.4 Teori Perkembangan Karir Donald Super

  sebagian terdapat pada diri individu sendiri dan sebagian terdapat dari lingkungan hidupnya, yang semuanya berinteraksi satu sama lain danPerencanaan karir merupakan suatu perpaduan dari aneka faktor pada individu seperti kebutuhan, sifat-sifat kepribadian serta kemampuanintelektualdan banyak faktor dari luar individu., seperti taraf kehidupan sosial ekonomi keluarga, variasi tuntutan dan lingkungan kebudayaan dankesempatan/kelonggaran yang muncul. Dengan demikian, individu mewujudkan diri dalam gambaran suatu bidang pekerjaan yangpaling memungkinkan untuk mengekprsikan dirinya sendiri, misal seseorang siswa memandang diringa sebagai orang yang berkemampuantinggi dan rela mengorbankan dirinya, serta dibesarkan dalam keluarga yang telah mencetak beberapa dokter, akhirnya membentuk gambaran diriyang membenyangkan dirinya sendiri sebagai dokter yang ulung dan ulet.

2.1.5 Aspek-aspek Perencanaan Karir

  Keadaankeluarga dekat ini meliputi tentang : (1) posisi anak dalam keluarga,(2) pandangan keluarga tentang peranan kewajiban anak laiki-laki dan perempuan, (3) harapan keluarga untuk masa depan anak, (4) tarafsosial ekonomi kehiduapan keluarga, (5) gaya hidup dan suasana keluarga, (6) taraf pendidikan orang tua, (7) sumber konflik orang tuadan anak, (8) status perkawinan, (9) siapa yang tinggal dirumah selain orang tua sendiri dan kakak adik. c) Informasi tentang lingkunya hidup yang relevansi bagi perencanaaneducation information karir, khususnya informasi pendidikan ( ) dan vocational information informasi jabatan ( ), yang bersama-sama career information dikenal dengan informasi karir ( ).

2.1.6 Langkah-langkah Dalam Perencanaan Karir

Konselor dalam membantu siswa membuat perencanaan karir siswa tidaklah mudah, karena konselor harus mempertimbangkan beberapaaspek yang ada didalam diri siswa. Winkel dan Hastuti (2006) menyatakan beberapa tantangan konselor dalam membantu perencanaan karir siswayaitu :

1) Harus mempertimbangkan taraf vokasional siswa

  2) Harus menghindari bahaya yang terkandung dalam memberikan saran tentang pilihan yang dibuat, karena sebaiknya mungkin tidak dimengerti oleh siswa dan hanya mengikuti saran saja.3) Harus menghindari ramalan yang bersifat dogmatik tentang kemungkinan konseli akan berhasil atau gagal dalam mengambil suatu jalur. Alternatif yang tersedia selain ditinjau dari sudut pandang yang diinginkan, juga harus ditinjau dari sudut pandangapakah dimungkinkan, dan dapat membaa hasil yang diharapkan seandainya dipilih.

2.2 Film Dokumenter

2.2.1 Pengertian Media BK

  Miarso menyatakan media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsangpikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar. Pengertian media dalambimbingan konseling sebagai hal yang digunakan menjadi perantara atau pengantar ketika guru BK (konselor) melaksanakan program BK, misalnyakonselor ketika melaksanakan konseling individu memerlukan ruang konseling, media konseling yang bisa berupa media elektronik maupunnon elektronik.

2. Menyajikan informasi

3. Memberi instruksi

  Media berfungsi untuk tujuan instruksi dimana informasi yang terdapat dalam media itu harus melibatkan siswa baik dalam benak ataumental maupun dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga sistematis dan psikologis dilihat dari segi prinsip-prinsip belajar agardapat menyiapkan instruksi yang efektif. Berdasarkan kutipan dari para ahli di atas penulis mengacu pada teori AECT ( The Association for Educational Comunications and Technology , dalam Azhar Arsyadi, 2011) yang di dalamnya terdapat fungsi tentang media pembelajaran bimbingan dan konseling yang salahsatunya meliputi film dokumenter dimana semuanya mendukung dalam penelitian penulis.

2.2.3. Manfaat Media

Sudjana dan Rival (dalam Azhar Arsyad, 2011) mengemukakan manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa, yaitu:

1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar

  Berdasarkan kutipan dari para ahli di atas penulis mengacu pada teori Sudjana dan Rival (dalam Azhar Arsyadi, 2011) yang di dalamnyayang salah satunya meliputi film dokumenter dimana semuanya mendukung dalam penelitian penulis. Berdasarkan kutipan dari para ahli di atas penulis mengacu pada teori Encyclopedia of Education Research (dalam Azhar Arsyadi, 2011)yang di dalamnya terdapat manfaat tentang media pembelajaran bimbingan dan konseling yang salah satunya meliputi film dokumenterdimana semuanya mendukung dalam penelitian penulis.

2.2.4. Peran Media Elektronik Dalam Bimbingan dan Konseling

  Perubahan yang terus menerus terjadi dalam kehidupan, mendorong konselor perlu mengembangkan pemahaman, dan penerapannya dalamperilaku serta keinginan untuk belajar, dengan diikuti kemampuan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan yang serupa. Agar bisa bertahan dan diterima oleh masyarakat, maka bimbingan dan konseling harus dapat disajikan dalambentuk yang efisien dan efektif yatiu dengan menggunakan ICT( Information and Communications Technology ) atau dengan kata lain harus melibatkan teknologi informasi, khususnya teknologi informasi dalambimbingan dan konseling.

2.2.5. Media Elektronik Dalam Bimbingan dan Konseling

  Adapun bentuk-bentuk media elektronik yang dapat di jadikan media dalam bimbingan dan konseling, yaitu;1) Surat magnetik (disket ke disket) Meskipun pelayanan konseling dengan menggunakan fasilitas ini sudah dianggap sebagai fasilitas komunikasi “ tradisional”, tetapi fasilitas ini adalah awal mula terciptanya gagasan penggunaan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling. Gunakan suara yang lembut, volume yang rendah dan intonasi yang bersahabat c.

2.2.6. Presentasi Multimedia

  Multimedia dapatdiartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk text, audio,animasi dan video Adapun kelebihan dan kekurangan pada presentasi multimedia ini menurut Mayer (2009), sebagai berikut :Kelebihan :1) Cukup menyampaikan materi satu kali saja. Berdasarkan kutipan dari para ahli di atas penulis mengacu pada teori Mayer (dalam Azhar Arsyadi, 2011) yang di dalamnya terdapatpresentasi multimedia tentang media pembelajaran bimbingan dan konseling yang salah satunya meliputi film dokumenter dimana semuanyamendukung dalam penelitian penulis.

2.2.7. Rekaman video

2.2.8. Film

  Video dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit,mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu, dan Menurut Marcel Danesi (2010) film adalah teks yang memuat serangkaian citra fotografi yang mengakibatkan adanya ilusi gerak dantindakan dalam kehidupan nyata. Sulit dibuat interaktif (khusus siaran langsung siaran televisi interaktif melalui telepon/sms)Berdasarkan kutipan dari para ahli di atas penulis mengacu pada teori Marcel Danesi (dalam Azhar Arsyadi, 2011) yang di dalamnyaterdapat aspek-aspek film tentang media pembelajaran bimbingan dan konseling yang salah satunya meliputi film dokumenter dimana semuanyamendukung dalam penelitian penulis.

2.2.9 Media berbasis IT

  Layanan bimbingan dan konseling ini merupakan salah satu model pelayanan konseling yang inovatif dalam upaya menunjukkan pelayanan yang praktis dan bisa dilakukan dimana saja Film dokumenter berbeda dengan film fiksi, Film yang berisi rekaman peristiwa ini tentu diambil dari kejadian yang benar-benar terjadi. Teks-teks seperti ini biasanya disuguhkan dari sudut pandang tertentu dan memusatkan perhatiannya padasebuah isu-isu sosial tertentu yang sangat memungkinkan untuk dapat menarik perhatian penontonnya (Paul Wells) Steve Blandford, Barry Keith Grant dan Jim Hillier (The FilmStudies Dictionary) menyatakan, pembuatan film yang subyeknya adalah masyarakat, peristiwa atau suatu situasi yang benar-benar terjadi di duniarealita dan di luar dunia sinema.

2.2.10 Langkah-langkah pembuatan film documenter

  Ide dalam membuat film dokumenter tidaklah harus pergi jauh-jauh dan memusingkan karena ide ini bisa timbul dimana saja seperti disekeliling kita, di pinggir jalan, dan kadang ide yang kita anggap biasa ini yang menjadi sebuah ide yang menarik dan bagus diproduksi. Surya yang diadopsi oleh Azhar Arsyadi yang di dalamnyaterdapat langkah-langkah pembuatan film dokumenter tentang media pembelajaran bimbingan dan konseling yang salah satunya meliputi filmdokumenter dimana semuanya mendukung dalam penelitian penulis.

2.2.11 Kelebihan dan kekurangan film documenter

  Surya yang diadopsi oleh Azhar Arsyadi yang di dalamnyaterdapat kelebihan dan kekurangan pembuatan film dokumenter tentang media pembelajaran bimbingan dan konseling yang salah satunya meliputifilm dokumenter dimana semuanya mendukung dalam penelitian penulis. Audien tidak akan dapat mengikuti dengan baik kalau fim diputar terlalu cepat yang diucapkan sewaktu film diputar, penghentian pemutaran akan mengganggu konsentrasi audien Film bersuara tidak dapat diselingi dengan keterangan-keterangan Menurut Moh.

2.3 Penelitian yang Relevan

  Berkaitan dengan penelitian ini penelitian yang dilakukan oleh(Kelompok Bisnis dan Manajemen) tahun pelajaran 2006/2007, menemukan bahwa peserta didik kelas III SMA Negeri 2 Magelang(Kelompok Bisnis dan Manajemen) tahun pelajaran 2006/2007 termasuk dalam kategori efektif dengan persentase keberhasilan 81,99%. Ada Film Dokumenter Pengaruh yang signifikan antara metode terhadap perencanaan karir pada siswa kelas III SMA Negeri 2 Magelang(Kelompok Bisnis dan Manajemen) tahun pelajaran 2006/2007 yang dibuktikan dengan hasil uji Z = -3,152 dan nilai sig = 0,001 sehinggahipotesis diterima.

2.4 Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diungkapkan sebelumnya, maka penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut :H 1 =Terdapat peningkatan perencanaan karir siswa dengan menggunakan metode film dokumenter. H =Tidak terdapat peningkatan perencanaan karir siswa dengan .menggunakan metode film dokumenter
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags

T1__BAB II Institutional Repository | Satya W..

Gratis

Feedback