pengelolaan dana desa untuk pemberdayaan

Gratis

0
1
51
1 year ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Kesehatan dan Infrastruktur.dana desa merupakan suplay dari pemerintah sebagai sarana penunjang dan juga impus untuk pembangunan dan pemeberdayaan masyarakat yang ada di sebuahdesa, dimana bantuan tersebut digunakan sebagai fasilitas masyarakat dalam mengembangkan dan memajukan produktivitas sebuah desa. Oleh karena itu, Desa merupakan miniature bagi sebuah pemerintahan, sesuatu bermula pada sesuatu yang sederhana dan kecilkemudian meretas ke susatu yang lebih besar, sehingga dari sebuah desa kita mampu melihat dan meneropong seberapa kemajuan dan kesejahteraan sebuahnegara, jadi anggaran dana desa yang diberikan oleh pemerintah meruapakan dana yang di asumsikan sebagai fasilitas pembangunan dan pemberdayaan desa.

1.3 Tujuan Penelitian

  Ingin Mendeskripsikan dan Menganalisis Pengelolaan Dana Desa (DD) tahun Anggaran 2015 di Desa Pejala Kecamatan Kusan Hilir KabupatenTanah Bumbu. Memberikan gambaran pelaksanaan Dana Desa (DD) Untuk PemberdayaanMasyarakat di desa Pejala Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu.

1.4 Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan baik secara teoritis maupun praktis, yaitu sebagai berikut: 1. Dari segi praktis,Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan berupa hasil atau laporan penelitian yang dapat digunakan sebagai referensi atauliteratur untuk penelitian selanjutnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu

  Penelitian yang pernah dilakukan terkait dengan Pengelolaan AlokasiDana Desa Dalam Pemberdayaan Desa, diantaranya penelitian Faizatul Karimah, choirul shaleh dan ike wanusmawatie (2013), yang meneliti tentang PengelolaanAlokasi Dana Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat (Studi pada Desa DeketKulon Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan). Menurut Titmuss (1974) mendefinisikan kebijakan sebagai prinsip-prinsip yang mengatur tindakan dandiarahkan pada tujuan tertentu dan menurut Edi Suharto (2008:7) menyatakan bahwa kebijakan adalah suatu ketetapan yang memuat prinsip-prinsip untukmengarahkan cara bertindak yang dibuat secara terencana dan konsisten dalam mencapai tujuan tertentu.

2.4 Implementasi Kebijakan

  Ripley dan Franklin berpendapat bahwa implementasi adalah apa yang terjadi setelah undang-undang ditetapkan yang memberikan otoritas program,kebijakan, keuntungan (benefit) atau suatu jenis keluaran yang nyata (tangible output) (Winarno, 2011: 148). Berkaitan dengan tujuan dan hasil yang ingin dicapai tersebut, maka vanMeter dan van Horn menyatakan hal yang sama.

2.4 Implementasi Kebijakan Keuangan

  Sementara itu World Bank dalam Mardiasmo (2002 : 106) menetapkan prinsip-prinsip pokok dalam penganggaran dan manajemen keuangan daerah,antara lain : 1. proses dimana kekuasaan digunakan dalam manajemen manajemen sumber daya sosial dan ekonomi bagi kepentingan pembangunan,3.

2.5 Administrasi Pembangunan

  Desa memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang kecil dan sumber pendapatannya sangat bergantung pada bantuan yang sangat kecil pula. Maksud pemberian Dana Desa sebenarnya adalah sebagai bantuan stimulant atau dana perangsang untuk mendorong dalam membiayai pro-gram pemerintah desa yang ditunjang denga partisipasi swadaya gotong royong masyarakat dalam melaksanakankegiatan pemerintah dan pemberdayaan masyarakat kearah keadaan yang lebih baik dikemudian hari.

2.6 Pemerintah Desa

  Dari beberapa definisi yang telah diuraikan tentang pemerintahan desa bisa di simpulkan bahwa Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa yangdipercaya oleh masyarakat bertugas menyelenggarakan pemerintahan dan mereka juga mengatur dan mengurus segala sesuatu kepentingan masyarakat setempatberdasarkan asal usul dan adat istiadat. Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 undang-undang desa adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dan yang dibantuoleh perangkat Desa atau yang disebut dengan nama lain.

a. R. Bintarto

  Desa adalah suatu hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dan lingkungannya. Daerah, dalam arti suatu kawasan perdesaan tentunya memiliki wilayah sendiri dengan berbagai aspeknya, seperti lokasi, luas wilayah, bentuklahan, keadaan tanah, kondisi tata air, dan aspek-aspek lainnya.

2.6.1 Pendapatan Desa

  Desa mempunyai sumber pendapatan Desa yang terdiri atas pendapatan asli Desa, bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerahKabupaten/Kota, bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten/Kota, alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan danBelanja Negara, bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja DaerahProvinsi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota, serta hibah dan sumbangan yang tidak mengikat dari pihak ketiga. Bantuan keuangandari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota kepada Desa diberikan sesuai dengankemampuan keuangan Pemerintah Daerah yang bersangkutan.

2.6.2 Dana Desa

  Menurut Peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor 12 Tahun 2015 TentangPedoman Pengelolaan Dana Desa Di Kabupaten Tanah Bumbu TujuanPengalokasian Dana Desa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara adalah sebagai berikut:a. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa setelah meneliti pengajuan rencana penggunaan dana tersebut, meneruskan berkaspermohonan berilut lampiran kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan asset daerah dengan mengajukan Rekomendasi Penyalutran Dana.

2.6.3 Pengelolaan Dana Desa

  Pengelolaan Keuangan Dana Desa (DD) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pengelolaan Keuangan Desa dalam APBDesa oleh karena itudalam Pengelolaan Keuangan Dana Desa (DD) harus memenuhi PrinsipPengelolaan Alokasi Dana Desa sebagai berikut: 1. Jenis kegiatan yang akan dibiayai melalui Dana Desa (DD) sengat terbuka untuk meningkatkan sarana Pelayanan Masyarakat berupa PemenuhanKebutuhan Dasar, Penguatan Kelembagaan Desa dan kegiatan lainnya yang dibutuhkan Masyarakat Desa yang diputuskan melalui MusyawarahDesa.

2.7 Pemberdayaan Masyarakat

  Menurut Prijono dan pranarka (1996:72) menyebutkan pemberdayaan sebagai proses belajar mengajar yang merupakan usaha rencana dan sistematisyang dilaksanakan secara berkesinambungan baik individi maupun koletif, guna mengembangkan daya (potensi) dan kemampuan yang terdapat dalam diriindividu dan kelompok. perbedaannya dengan pembangunan partisipatif Payne (1997) menjelaskan bahwa pemberdayaan pada hakekatnya bertujuan untuk membantu klien mendapatkan daya, kekuatan dan kemampuanuntuk mengambil keputusan dan tindakan yang akan dilakukan dan berhubungan dengan diri klien tersebut, termasuk mengurangi kendala pribadi dan sosial dalammelakukan tindakan.

2.7 Kerangka Pemikiran

  Sedang terhadap desa di luardesa geneologis yaitu desa yang bersifat administratif seperti desa yang dibentuk karena pemekaran desa ataupun karena transmigrasi ataupun karena alasan lainyang warganya pluralistis, majemuk, ataupun heterogen, maka otonomi desa akan diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangandari desa itu sendiri. Berdasarkan ketentuan tersebut Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2015 mengatur pengalokasian Dana Desa (DD) dengan peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Desa diKabupaten Tanah Bumbu Tahun 2015 yang menetapkan Pelaksanaan Teknis Pengelola Keuangan Desa Selanjutnya disebut PTPKdes adalah perangkat desayang ditunjuk oleh kepala desa untuk melaksanakan pengelolaan keuangan desa.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

  Pendekataan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dikarenakan metode menyajikan secaralangsung hakikat hubungan antara peneliti dan informa, serta metode ini lebih peka dan dapat menyesuaikan diri dengan setting penelitian terhadap pola-polanilai yang dihadapi. Alasannya karena penelitian deskriptif kualitatif mengunakan metode-metode kualitatif untuk mengekplorasimakna-makna, beragam variasi, dan pemahaman perseptual, yang kemudian dianalisis secara kualitatif, saat dilangsungkan penelitian di lapangan yangberkaitan dengan pengelolaan program dana desa untuk pemberdayaan masyarakat desa (studi kasus di Desa Pejala Kecamatan Kusan Hilir KabupatenTanah Bumbu).

3.3 Lokasi Penelitian

  Data Primer: Yaitu informan terdiri dari kepala desa, Bendahara Kas Desa,Pelaksanaan Kegiataan Program Dana Desa (APBN), BadanPermusyawaratan Desa, Masyarakat, Tim Pendamping Kecamataan(Camat Kecemataan Kusan Hilir), Tim Fasilitas dan Pembina ProgramDana Desa desa Tingkat Kabupaten (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tanah Bumbu 2. Wawancara TersatandarMenurut Nasition dalam Satori dan Kamariah (2013:133), Wawancara Terstandar dalam istilah Esterberg disebut dengan wawancara terstruktur dan istilah Patton adalah wawan cara dengan mengunakan sejumlah pertanyaan yangterstandar secara baku.

3.6 Analisa Data

  Peneliti menyortir data yang data yang menarik, yang penting dan yangbaru dari data yang ditemukan pada tahap pertama dikelompokan menjadi kategori-kategori yang ditetapkan sebagai fokus penelitian. Setelah memasuki lapangan/konteks sosial, tiap tahapan diatas dilakukan melalui lima tahapan yaitu:1) Berpikir: Memikirkan apa yang akan ditanyakan.2) Bertanya: Menyampaikan pertanyaan kepada orang yang akan dijumpai dilapangan/konteks sosial.3) Analisis: Menganalisis kebenaraan jawaban dari orang yang dijumpai dilapangan/konteks sosial.4) Kesimpulan: Menyimpulkan informasi yang benar5) Pencandraan: Mencandra kembali kesimpulan yang telah dibuat, untuk memastikan kredibilitasnya.

3.7 Keabsahan Data

  Triangulasi SumberCara meningkatkan kepercayaan penelitian adalah dengan mencari data dari sumber yang beragam yang masih terkait satu sama lain. Menguji kredibilitas data tentang akuntabilitaspengelolaan dana desa di Desa pejala Kecamataan Kusan KabupatenTanah Bumbu, maka pengumpulan data dan pengujian dilakukan keKepala Desa, Bendahara Kas Desa, Pelaksana Kegiataan Alokasi Dana Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Masyarakat, BPMD dan Camat.

DAFTAR PUSTAKA

  (2004) Otonomi Desa Merupakan Otonomi yang Bulat dan Utuh. Peraturan Perundang-undangan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang DesaPeraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan DesaPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2014 Tentang DesaPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 2015 Tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Peraturan Bupati Tanah Bumbu No 12 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan DanaDesa WEBSITEBadan Pusat Statistik, (2013).

13 November 2015

  Kajian pembangunan ekonomi desa untuk mengatasi kemiskinan. bappenas.go.id, diakses 23 Oktober 2015.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis terhadap hapusnya hak usaha akibat terlantarnya lahan untuk ditetapkan menjadi obyek landreform (studi kasus di desa Mojomulyo kecamatan Puger Kabupaten Jember
1
84
63
IbM Pemanfaatan Biopestisida untuk Mengendalikan Hama Uret (Lepidiota stigma) Pada Tanaman Tebu
7
119
1
Pengembangan jaringan wireless untuk menggantikan manual download pada vehicle health monitoring system di PT. Saptaindra sejati
10
99
231
Wayang kulit sebagai media dakwah : studi pada wayang kulit dalang ki sudardi di desa pringapus semarang
2
59
101
Analisis pengaruh modal inti, dana pihak ketiga (DPK), suku bunga SBI, nilai tukar rupiah (KURS) dan infalnsi terhadap pembiayaan yang disalurkan : studi kasus Bank Muamalat Indonesia
5
106
147
Dampak sosial pernikahan usia dini studi kasus di desa Gunung sindur-Bogor
2
66
79
Persepsi para guru tentang perpajakan dan pemotongan pajak penghasilan orang pribadi atas dana bantuan operasional sekolah (studi kasus SDN dan SMPN se-Jakarta Barat)
2
43
99
Aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit pada pencernaan manusia
8
54
249
Kesesuaian konsep islam dalam praktik kerjasama bagi hasil petani desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan Jawa Timur
0
81
111
Penerapan Media Lagu untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS pada Kelas II SD Muhammadiyah 12 Pamulang
1
25
0
Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas III A MIN Ciputat Tangerang Selatan
0
37
281
Rancang bangun sistem informasi pengelolaan akta jaminan fidusia: Studi Kasus Notaris dan PPAT Junianta Agung Nugraha
9
64
194
Aplikasi forecasting untuk memprediksi kepadatan penduduk di Dinas Kependudkan dan Catatan Sipil Kabupaten Aceh Timur
8
88
261
Peranan bunga kredit sebagai sumber dana bagi PT.Bank Jabar Cabang Soreang Bandung : laporan kerja praktek
2
62
68
Prosedur pengelolaan Anggaran Belanja Langsung Pada Dinas tenaga kerja Dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat
1
7
58
Show more