BAB I PENDAHULUAN - BAB I

Gratis

0
1
5
7 months ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi dan kemampuan anak didik sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang harus dipenuhi karena dengan pendidikan manusia akan dapat hidup berkembang sesuai dengan cita-cita. Menurut Surya Subrata, “Pendidikan merupakan usaha yang sengaja dan terencana untuk

  membantuk perkembangan potensi dan kemampuan anak”. Dilihat dari sudut perkembangan yang dialami oleh anak, maka usaha yang sengaja dan terencana (yang disebut pendidikan) tersebut ditunjukan untuk membantu anak dalam menghadapi dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan. Dengan kata lain, pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar dalam mencapai keberhasilan perkembangan anak.

  Bila ditelusuri secara mendalam proses belajar mengajar merupakan inti dari aktivitas pendidikan, di dalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen pengajaran yang dikelompokkan kedalam tiga kategori utama, yaitu: guru, siswa dan tujuan dari pembelajaraan itu sendiri.

  Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan formal yang mempunyai tanggung jawab untuk terus mendidik siswanya. Untuk itu sekolah menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar sebagai realisasi tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Adapun penanggung jawab kegiatan proses belajar-mengajar di dalam kelas adalah guru. Karena gurulah yang langsung memberikan kemungkinan bagi siswa agar terjadi proses belajar yang efektif.

  Diantara faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam proses belajar mengajar adalah faktor kemampuan atau kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dengan antara interaksi antara guru dengan siswa. Faktor tersebut harus dimiliki guru di dalam melaksanakan proses belajar mengajar, sebab di dalam proses belajar-mengajar terdapat bermacam-macam perbedaan. Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain disebabkan oleh kompetensi guru dalam mengajar, pengetahuan yang dimilikinya, dan latar belakang pendidikannya.

  Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Yaitu, dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Guru dituntut mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. Maka, apabila ada kegagalan peserta didik, guru terpanggil untuk menemukan penyebabnya dan mencari jalan keluar bersama peserta didik bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya.

  Pada dasarnya, fungsi dan peranan penting guru dalam proses belajar mengajar ialah sebagai “director of learning” (direktur belajar). Artinya, setiap guru diharapkan untuk pandai- pandai mengarahkan kegiatan belajar siswa agar mencapai keberhasilan belajar sebagaimana yang telah ditetapkan dalam sasaran kegiatan proses belajar mengajar. Dengan demikian, semakin jelaslah bahwa peranan guru dalam dunia pendidikan modern seperti sekarang ini semakin meningkat dari pengajar menjadi direktur belajar. Konsekuensinya, tugas dan tanggung jawab guru pun menjadi lebih kompleks dan berat pula. Perluasan tugas dan tanggung jawab guru tersebut membawa konsekuensi timbulnya fungsi-fungsi khusus yang menjadi bagian integral (menyatu) dalam kompetensi profesionalisme keguruan yang disandang oleh para guru.

  Dalam hal aspek profesionalisme guru, Kunandar menjelaskan bahwa: “guru profesional pada intinya adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu, membedah aspek profesionalisme guru berarti mengkaji kompetensi yang harus dimiliki seorang guru”.

  Undang Undang Guru dan Dosen menyatakan bahwa: “Pasal 10 (1) Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”.

  Semakin jelaslah bahwa faktor kemampuan sangat penting dimiliki oleh setiap guru dalam proses belajar mengajar. Semakin tinggi kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, diduga semakin tinggi pula prestasi belajar yang dicapai oleh siswa.

  Serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing pihak itu sebenarnya dilatarbelakangi oleh sesuatu atau yang secara umum dinamakan motivasi. Motivasi inilah yang mendorong mengapa mereka itu melakukan suatu kegiatan/pekerjaan. Begitu juga untuk belajar belajr akan menjadi optimal, kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa.

  Proses belajar dikelas selalu menuntut adanya motivasi dalam diri setiap siswa. Keberadaan motivasi dalam proses belajar merupakan faktor penting yang akan mempengaruhi seluruh aspek-aspek belajar dan pembelajaran. Siswa yang termotivasi akan menunjukkan minatnya untuk melakukan aktivitas-aktivitas belajar, merasakan keberhasilan diri, memunyai usaha-usaha untuk sukses, dan memiliki strategi-strategi kognitif dan afektif dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan padanya.

  Telah lama dipahami bahwa motivasi merupakan pendorong bagi setiap individu untuk berperilaku. Perilaku belajar pada manusia muncul tidak terlepas dari adanya motivasi yang ada di dalam dirinya. Para ahli pendidikan dan psikologi menyatakan bahwa belajar merupakan proses perubahan perilaku manusia baik melalui latihan maupun penglaman. Apabila ada motivasi yang kuat, maka seseorang akan bersungguh-sungguh dalam mencurahkan segala perhatiannya untuk mencapai tujuan belajarnya.

  Dalam proses belajar mengajar motivasi itu sangat penting dan menentukan kegiatan dalam belajar. Bila remaja tidak punya motivasi, maka guru tidak menjamin penempatan siswa di kelas tertentu, baik kegiatan belajarnya maupun keberhasilannya. Motivasi sangat penting karena suatu kelompok yang tidak mempunyai motivasi (belajarnya kurang atau tidak berhasil).

  Dari berbagai hasil penelitian selalu menyimpulkan bahwa motivasi mempengaruhi prestasi belajar. Tinggi rendahnya motivasi selalu dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seseorang anak didik. Anak didik menyenangi mata pelajaran tertentu dengan senang hati mempelajari mata pelajaran itu. Selain memiliki bukunya, ringkasan yang lengkap dan rapi. Setiap ada kesempatan selalu mata pelajaran yang disenangi itu yang dibaca.

  Jadi, dalam proses belajar mengajar sangat penting adanya guru sebagai pengajar dan pentransfer ilmu yang prosefesional dan siswa sebagai penerima ilmu dari pengajar tersebut mempunyai motivasi yang besar dalam belajarnya. Karena dengan adanya guru yang profesional dan motivasi belajar siswa yang tinggi akan menentukan keberhasilan dalam proses belajar mengajar.

  Dari penjelasan di atas maka peneliti memberikan judul skirpsi yaitu “pengaruh profesionalisme guru ekonomi dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas …. di SMA…”.

  B. Identifikasi Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dilihat beberapa permasalahan yang dapat diangkat untuk diadakannya penelitian antara lain sbb:

  1. Adanya kemungkinan seorang guru tidak menggunakan kompetensi dalam mengajar sehingga mempengaruhi prestasi belajar siswa.

  2. Rendahnya prestasi belajar dan rendahnya motivasi belajar siswa yang berkaitan dengan kurang profesionalnya guru dalam mengajar.

  3. Tinggi rendahnya motivasi memungkinkan dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar siswa.

  4. Baik dan kurangnya profesionalisme guru memungkinkan dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar siswa.

  C. Batasan Masalah

  Dari masalah yang telah diidentifikasi di atas, peneliti akan membatasi penelitian sebagai berikut:

  1. Melihat dan mengamati kemampuan guru dalam menggunakan kompetensinya menagajar siswa kelas….SMA….

  2. Melihat dan mengamati motivasi belajar siswa kelas….SMA….

  3. Ruang lingkup penelitian adalah siswa kelas….SMA….

  4. D. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang di atas dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah dalam penelitian tersebut sebagai berikut:

  1. Bagaimana profesionalisme guru ekonomi kelas …. di SMA…?

  2. Bagaimana motivasi belajar siswa kelas …. di SMA…?

  3. Bagaimana prestasi belajar siswa kelas …. di SMA…?

  4. Adakah pengaruh profesionalisme guru terhadap prestasi siswa kelas …. di SMA…?

  5. Adakah pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi siswa kelas …. di SMA…?

  6. Adakah pengaruh profesionalisme guru dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas …. di SMA…?

C. Tujuan Penelitian

  Adapun penelitian ini bertujuan untuk: 1. Untuk mengetahui profesionalisme guru di SMA….

  2. Untuk mengetahui motivasi belajar siswa kelas … di SMA….

  3. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas …. di …..

  4. Untuk mengetahui pengaruh profesionalisme guru terhadap prestasi belajar siswa kelas …. di SMA….

  5. Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas …. di SMA….

  6. Untuk mengetahui pengaruh profesionalisme guru dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas …. di SMA….

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (5 Halaman)
Gratis