PENGARUH PENDAPATAN USAHA TERHADAP LABA

Gratis

0
0
15
1 year ago
Preview
Full text

PENGARUH PENDAPATAN USAHA TERHADAP LABA

  

BERSIH PADA PERUSAHAAN

Venty Ayu Pratiwi Menggasa Universitas Atma Jaya Makassar ABSTRAK

  Studi ini meneliti “Pengaruh Pendapatan Usaha Terhadap Laba Bersih Pada Perusahaan” . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Pendapatan Usaha terhadap Laba Bersih pada perusahaan pertambangan di Indonesia dimana menggunakan data laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31 Desember selama periode pengamatan 2011 sampai dengan 2015.

  Metode analisis yang akan digunakan adalah metode regresi linier, yaitu menghubungkan secara linier antara satu variabel independen dengan variabel dependen. Metode analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah positif atau negative. Dari hasil penelitian yang sudah diuji menggunakan program SPSS (Statistical Product and

  

Service Solution) versi 16.0. Penggunaan data dalam penelitian ini yaitu dengan

  memilih data laporan keuangan 9 Perusahaan pertambangan yang ada di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendapatan usaha pada perusahaan berpengaruh signifikan terhadap laba bersih perusahaan.

  Kata Kunci : Pendapatan Usaha, Laba Bersih

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Di zaman modern ini, persaingan bisnis di perusahaan-perusahaan kian semakin ketat. Hal ini disebabkan karena meningkatkan arus global dan mulai banyaknya pesaing-pesaing baru dalam dunia usaha. Seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan dituntut untuk memiliki manajemen yang baik dan berkualitas agar perusahaan tersebut tetap eksis dan dapat menjalankan kegiatan operasionalnya dengan baik.

  Perkembangan suatu perusahaan selalu dititikberatkan pada orientasi hasil perusahaan yaitu untuk mencapai laba perusahaan yang ditargetkan baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang.Besar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan merupakan ukuran keberhasilan perusahaan tersebut dalam mengelola perusahaannya. Laporan keuangan dapat menjadi tolak ukur oleh manajemen dalam membuat keputusan-keputusan yang akan dijalankan oleh perusahaan.

  Penilaian terhadap kinerja keuangan perusahaan dapat digunakan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan perusahaan yang diperoleh dengan membandingkan hasil laba pada setiap tahun tertentu dengan laba tahun sebelum dan sesudahnya. Dengan diketahui kesulitan keuangan, maka pihak perusahaan dapat mengambil langkah bagaimana cara mengatasi kinerja perusahaan agar dapat meningkatkan laba di masa yang akan datang.

  Perusahaan perlu memperhatikan pendapatan yang diterima selama kegiatan operasional perusahaan berlangsung agar perusahaan dapat menghasilkan laba yang diinginkan demi keberlangsungan usahanya. Jika pendapatan terlalu besar dari beban maka perusahaan akan memperoleh laba dan sebaliknya jika pendapatan lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan maka perusahaan akan mengalami kerugian karena laporan keuangan digunakan oleh berbagai pihak, baik pihak intern maupun pihak ekstern untuk pengambilan keputusan di masa yang akan datang, maka pendapatan perlu untuk diperhatikan.

  1.2 Rumusan Masalah

  Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana pengaruh pendapatan usaha terhadap laba bersih pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015.

  1.3 Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu :

  1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pendapatan usaha terhadap laba bersih pada perusahaan yang ada di Bursa Efek Indonesia.

  2. Untuk memenuhi tugas dari Mata Kuliah Akuntansi Keuangan II Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Atma Jaya Makassar.

  1.4 Manfaat penelitian

  Adapun manfaat penelitian ini, yaitu: 1. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi pembaca.

  2. Sebagai bahan referensi bagi mahasiswa dalam membuat penelitian selanjutnya.

2. LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

2.1 Landasan Teori

  Pendapatan  Menurut Hery (2013:46), pendapatan adalah arus masuk aktiva atau peningkatan lainnya atas aktiva atau penyelesaian kewajiban entitas (atau kombinasi dari keduanya) dari pengiriman barang, pemberian jasa, atau aktiva lainnya yang merupakan operasi utama atau operasi sentral perusahaan. Menurut Jusup (2011:30), pendapatan adalah penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan biasa (misalnya penjualan barang dagangan atau pendapatan jasa).

  Pendapatan merupakan salah satu unsure yang paling utama dari pembentukan laporan laba rugi dalam suatu perusahaan. Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2004 :23.1), kata “income diartikan sebagai penghasilan dan kata revenue sebagai pendapatan, penghasilan (income) meliputi baik pendapatan (revenue) maupun keuntungan (gain”) .

  Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan, penhasilan jasa, bunga, dividen, royalti dan sewa. Definisi tersebut memberikan pengertian bahwa income meliputi pendapatan yang berasal dari kegiatan operasi normal perusahaan maupun yang berasal dari luar operasi normalnya. Sedangkan revenue merupakan penghasil dari penjualan produk, barang dagangan, jasa dan perolehan dari setiap transaksi yang terjadi.

  Pengertian Pendapatan Usaha dikemukakan oleh Dyckman (2002 :234) bahwa atau penyelesaian kewajiban selama satu periode dari pengiriman atau produksi barang, penyediaan jasa, atau aktivitas lain yang merupakan operasi utama.

  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (2004 :23.1) membagi pendapatan menjadi tiga jenis yaitu : a. Penjualan barang

  Barang, meliputi barang yang diproduksi perusahaan untuk dijual dan barang yang dibeli pengecer atau tanah dan property lain yang dibeli untuk dijual kembali.

  b. Penjualan jasa Penjualan jasa, biasanya menyangkut pelanksanaan tugas secara kontraktual telah disepakati untuk dilaksanakan selama suatu periode waktu yang disepakati oleh perusahaan. Jasa dapat diserahkan selama satu periode atau lebih dari satu periode.

  c. Penggunaan aktiva Perusahaan oleh pihak-pihak lain yang bunga, royalti dan dividen.

  Penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak lain menimbulkan pendapatan dalam bentuk : a. Bunga-pembebanan untuk penggunaan kas atau setara kas atau jumlah terhutang kepada perusahaan; b. Royalti-pembebanan untuk penggunaan aktiva jangka panjang perusahaan, misalnya paten, merk dagang, hak cipta, perangkat lunak computer; c. Dividen-distribusi laba kepada pemegang investasi ekuitas sesuai dengan proporsi mereka dari jenis modal tertentu.

  Laba  Menurut Jusup (2011:31), laba (atau rugi) adalah selisih lebih (atau kurang) antara pendapatan dengan beban. Menurut Purba (2009:13) laba atau rugi adalah selisih lebih atau kurang antara pendapatan dan biaya. Menurut Kuswandi

  (2007:131), laba adalah pendapatan dari hasil penjualan dikurangi dengan biaya- biaya pengadaan dan pemasaran.

  Laba merupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan yang memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks. Laba umumnya dipandang sebagai suatu dasar bagi : a. Pembuatan kebijakan dividen dan penahanan laba suatu perusahaan.

  b. Laba pada umumnya dipandang sebagai suatu investasi dan pedoman pengambilan keputusan.

  c. Laba dipandang sebagai suatu peralatan prediktif yang membantu dalam peramalan laba mendatang dan peristiwa ekonomi yang akan datang.

  Secara umum laba diklasifikasikan atas empat jenis, yaitu :

  a. Laba kotor Menurut Wild, Subramanyam, dan Halsey (2005:1.20) laba kotor merupakan “pendapatan dikurangi harga pokok penjualan”. Apabila hasil penjualan barang dan jasa tidak dapat menutupi beban yang langsung terkait dengan barang dan jasa tersebut atau harga pokok penjualan, maka akan sulit bagi perusahaan tersebut untuk bertahan.

  b. Laba operasi Menurut Stice, Stice, dan Skousen (2004:243) “laba operasi megukur kinerja operasi bisnis fundamental yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dan didapat dari laba kotor dikurangi beban operasi”. Laba operasi menunjukkan seberapa efisien dan efektif perusahaan melakukan aktivitas operasinya.

  c. Laba sebelum pajak Laba sebelum pajak menurut Wild, Subramanyam dan Halsey (2005:25) merupakan “laba dari operasi berjalan sebelum cadangan untuk pajak penghasilan”.

  d. Laba bersih

  Laba bersih menurut Wild, Subramanyam, dan Halsey (2005:25) merupakan “laba dari bisnis perusahaan yang sedang berjalan setelah bunga dan pajak”.

  Menurut Nasution & Lisa (2013:4), laba bersih merupakan selisih positif antara total pendapatan dengan total biaya. Sehingga besarnya jumlah laba yang diperoleh perusahaan tergantung pada kedua pos tersebut.

2.2 Pengembangan Hipotesis

  Kerangka Pemikiran  Pengaruh Pendapatan Usaha Terhadap Laba Bersih Jika pendapatan usaha yang didapatkan mengalami kenaikan, maka otomatis laba bersih perusahaan akan mengalami peningkatan. Dari kondisi tersebut diharapkan bahwa manajemen dapat mempertahankan kinerjanya dengan baik agar pendapatan dapat terus meningkat. Hasil survey tersebut didukung oleh penelitian Siregar (2006) menyatakan bahwa semakin besar pendapatan usaha yang didapat perusahaan, maka akan semakin besar laba keuntungan yang didapat oleh perusahaan.

  Hipotesis Penelitian  Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, maka dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut :

  H1 : Pendapatan usaha berpengaruh signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015.

  H2: Pendapatan usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap terhadap laba bersih pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-

3. METODE PENELITIAN

  3.1 Sampel dan Populasi

  Populasi dari penelitian ini diambil dari perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2011-2015. Informasi data perusahaan ini diambil dari website karena laporan keuangan yang ditampilkan untuk umum mudah didapatkan. Kriteria perusahaan yang akan dijadikan sampel adalah akun dari Pendapatan usaha dan akun dari laba bersih pada laporan keuangan perusahaan pertambangan tahun 2011sampai dengan 2015. Sampel dari penelitian ini berjumlah 9 perusahaan yang terdapat di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015.

  3.2 Pendekatan Penelitian

  Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang analisisnya lebih fokus pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan menggunakan metode statistika menggunakan program spss.

  3.3 Teknik Pengambilan Sampel

  Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun juga hubungan antara dua variable.

  3.4 Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data yang digunakan Peneliti adalah dengan Penelitian kepustakaan, yaitu mengumpulkan data dengan mencari data dari situs

  embaca buku dan jurnal-jurnal yang berkaitan dengan judul.

  3.5 Variabel Independen

  Variabel Independen dalam penelitian ini adalah pendapatan usaha pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015.

  3.6 Variabel Dependen

  Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah laba bersih pada persahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015.

4. ANALISIS HASIL Setelah menguji hubungan antara pendapatan usaha dengan laba bersih.

  Berikut adalah hasil analisis yang ada :

4.1 Model Summary

  Pendapatan usaha memiliki hubungan dengan laba bersih sebesar (R)

  2

  0.503.Dikuadratkan R tingkat determinasi sebesar 0.253 (25,3%), yang artinya persediaan memiliki determinasi/sumbangan efektif 25,3% , sisanya 74,7% dipengaruhi oleh lain-lain. b

  

Model Summary

Std. Error Change Statistics Mod R Adjusted R of the R Square F Sig. F

el R Square Square Estimate Change Change df1 df2 Change

1 4.84878E1 a .503 .253 .235 .253 13.565

  1 40 .001

  1

  a. Predictors: (Constant), Pendapatan Usaha

  Sig pada tabel 0.001 yang berarti < 0.05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa Pendapatan usaha memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Laba Bersih Perusahaan.

  

ANOVA

b Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

  Regression 3.189E24 1 3.189E24 13.565 .001 a Residual

  9.404E24 40 2.351E23 Total 1.259E25

  41

  a. Predictors: (Constant), Pendapatan Usaha

  b. Dependent Variable: Laba Bersih

4.3 Coefficients

  Persamaan regresi sebagai berikut : Y= 5.420E10 + 0.074 Pendapatan Usaha berpengaruh terhadap Laba Bersih karena nilai dari variable Pendaptan Usaha kurang dari 0.05, yaitu 0.001

  

Coefficients

a Model Unstandardized

  Coefficients Standardi zed Coefficien ts T Sig.

  Correlations Collinearity Statistics B

  Std. Error Beta Zero- order Partial Part Toleran ce

  VIF 1 (Constan t) 5.420E1 9.225E1

  .588 .560 Pendapa tan usaha

  .074 .020 .503 3.683 .001 .503 .503 .503 1.000 1.000

  a. Dependent Variable: Laba Bersih

5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

  Setelah kita mendapat hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Pendapatan Usaha berpengaruh terhadap Laba Bersih Perusahaan. Populasi dari penelitian ini diambil dari daftar perusahaan pertambangan yang ada di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2011-2015. Sampel dari penelitian ini berjumlah 9 perusahaan yang terdapat di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015.

  Dalam analisis hasil, Pendapatan Usaha memiliki determinasi sebesar 25.3%. Pendapatan usaha juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Laba Bersih, karena lebih kecil dari tarif signifikansinya (<0.05) .

  5.2 Saran

  Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mencoba untuk memberikan saran yang baik bagi pihak peneliti selanjutnya, yaitu untuk menggunakan lebih dari satu variable independen sehingga dapat diketahui akun-akun apa saja yang dapat mempengaruhi Laba Bersih.

  5.3 Keterbatasan Penelitian

  Adapun keterbatasan penelitian dalam menyelesaikan, yaitu : 1. Keterbatasan waktu yang diberikan dalam pengerjaan penelitian ini.

  2. Peneliti hanya mengambil dua variable yaitu Pendaptan Usaha sebagai variable independent, namun masih banyak variable lain yang juga dapat mempengaruhi Laba Bersih.

DAFTAR PUSTAKA

  Arfan, Ikhsan. 2009. Akuntansi manajemen Perusahaan Jasa. Graha Ilmu. Yogyakarta Asri, Marselinus. 2005. Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja, Sistem Reward, Dan

  

Profit Center Terhadap Hubungan Antara Total Quality Management Dengan Kinerja

  Manajerial (di unduh 27 Juni 2017). Available at SSRN:

  Hapsari, Epri Ayu. 2009. Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Pertumbuhan

  

Laba (Studi Kasus : Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta

Periode 2001-2005). Universitas Diponegoro.

  Hery. 2013. Akuntansi Keuangan Menengah. CAPS (Central of Academic Publishing

  Service). Yogyakarta

  Ikatan Akuntansi Indonesia. 2009. Pernyataan Standar Akuntansi No.23 (revisi 2009) Jusup, Al Haryono. 2011. Dasar-dasar Akuntansi, Edisi 7, Jilid 1. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Yogyakarta Kasmir. 2008. Analisis Laporan Keuangan PT. Raja Grafindo persada. Jakarta Kieso, Donald E, Jerry J.Weygandt, and Terry D. Warfield.2007. Intermediate Accounting Twelfh Edition. New Jersey-USA: John Wiley and Sons.

  Nasution, Fadhillah Ramadhani & Lisa Marlina. 2013. Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih pada Bank Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2011. FE USU DEPARTEMEN MANAJEMEN Santoso,Singgih 2002. Buku latihan SPSS Statistik Parametrik, Edisi I, Cetakan 1, PT Elex Media Komputindo, Jakarta Soemarso, S.R.,2005. Akuntansi Suatu Pengantar, Edisi 5, Cetakan 1, Jilid 1, PT Rineka Cipta, Jakarta Stice, Earl, dkk 2004. Intermediate Accounting, Buku 1 Edisi 15. Salemba Empat.

  Jakarta Sumarni, Murti & John Soeprihanto. 2014. Pengantar Bisnis (Dasar-dasar Ekonomi Perusahaan), Edisi ke Enam. Liberty Yogyakarta. Yogyakarta

  Wild, J.dkk.2005. Analisis Laporan Keuangan, Buku 2 Edisi 8. Salemba Empat. Jakarta

   (diunduh 20 April 2017) LAMPIRAN

  Kode IDX Nama Perusahaan No .

1. ADRO PT ADARO ENERGY Tbk 2.

  ANTM PT ANEKA TAMBANG Tbk 3.

  CITA PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk 4. CKRA PT CAKRA MINERAL Tbk 5. DKFT PT CENTRAL OMEGA RESOURCES Tbk 6.

  INCO PT VALE INDONESIA Tbk 7. PSAB PT J RESOURCES ASIA PASIFIK Tbk 8. SMRU PT SMR UTAMA Tbk 9.

  TIMS PT TIMAH (PERSERO) Tbk

Dokumen baru

Download (15 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BIJI PEPAYA (Carica Papaya L) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK
22
184
21
KEPEKAAN ESCHERICHIA COLI UROPATOGENIK TERHADAP ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG (PERIODE JANUARI-DESEMBER 2008)
2
94
1
EFEKTIFITAS BERBAGAI KONSENTRASI DEKOK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Colletotrichum capsici SECARA IN-VITRO
4
152
1
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER DI UD. PUTRA TEMU REJEKI (Studi Kasus di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)
22
204
16
APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)
8
110
2
PENGARUH GLOBAL WAR ON TERRORISM TERHADAP KEBIJAKAN INDONESIA DALAM MEMBERANTAS TERORISME
55
245
37
FENOMENA INDUSTRI JASA (JASA SEKS) TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL ( Study Pada Masyarakat Gang Dolly Surabaya)
63
365
2
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang)
159
672
25
ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk
257
1150
22
PENGARUH PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 Universitas Muhammadiyah Malang)
127
496
26
PENGARUH DIMENSI KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI CAFE MADAM WANG SECRET GARDEN MALANG
18
113
26
PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP SIKAP TENTANG KORUPSI PADA MAHASISWA
10
128
124
PENGARUH PERMAINAN KONSTRUKTIF DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK TUNARUNGU
9
127
29
HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP INOVASI PRODUK DENGAN LOYALITAS MEREK
2
79
2
PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN PASIR LAUT TERHADAP KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN SEMEN PCC
5
67
1
Show more